P. 1
Anatomi Saluran Pernapasan Manusia

Anatomi Saluran Pernapasan Manusia

|Views: 22|Likes:
Published by Fadilla Safira

More info:

Published by: Fadilla Safira on Mar 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/22/2013

pdf

text

original

Anatomi saluran pernapasan manusia Saluran pernapasan atau tractus respiratorius (respiratory tract) adalah bagian tubuh manusia

yang berfungsi sebagai tempat lintasan dan tempat pertukaran gas yang diperlukan untuk proses pernapasan. Saluran ini berpangkal pada hidung atau mulut dan berakhir pada paru-paru. Udara yang diisap pada waktu menarik napas (inspirasi) biasanya masuk melalui lubang hidung (pares) kiri dan kanan. Pada saat masuk, udara disaring oleh bulu hidung yang terdapat di bagian dalam lubang hidung. Setelah itu, udara pernapasan masuk ke dalam rongga hidung kiri dan kanan. Rongga hidung kiri dan kanan dipisahkan oleh sekat atau septum nasi. Septum ini dibentuk oleh tulang di bagian sebelah dalam dan oleh tulang rawan di sebelah luar. Karena terbuat dan tulang rawan, hidung masih bisa digerakkan ke kiri-kanan. Tetapi, jika gerakan itu dilakukan dengan kasar, sekat atau septum akan bergeser dari tempatnya (deviatio septa). Keadaan ini tidak menguntungkan karena biasanya menyebabkan timbulnya gejala hidung tersumbat. Deviatio juga dapat terjadi pada seorang petinju yang terpukul hidungnya sehingga biasanya dilakukan operasi pencabutan tulang rawan itu. Di dalam rongga hidung, udara mengalami penyesuaian temperatur dan kelembapan. Proses ini dilakukan melalui keberadaan sekat rongga hidung atau concha nasalis. Di suatu rongga hidung (kiri atau kanan) terdapat 3 buah conchae yang membagi rongga itu menjadi 3 bagian pula. Udara yang terlalu panas akan diturunkan temperaturnya dan yang terlalu dingin akan dihangatkan pada saat melewati concha dan dinding rongga hidung.

Pada orang-orang yang alergi terhadap debu atau udara dingin, debu akan merangsang selaput lendir sehingga terjadi produksi berlebihan dari lendir itu. Keadaan ini dinamakan rhinitis allergica, suatu kondisi yang mirip dengan rhinitis vasomotorica yang lebih banyak disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah yang terkena udara dingin. Nama rhinitis menunjukkan penyakit pada hidung, sedangkan pilek atau common cold adalah nama untuk penyakit infeksi pada hidung. Rangsangan yang berkepanjangan dapat menyebabkan pertumbuhan tidak normal pada selaput lendir hidung yang dinamakan polip. Kemampuan penyesuaian temperatur ini tentu ada batasnya. Pada saat seseorang bernapas di ruang yang sangat panas, hidung tak akan mampu menurunkan temperatur sehingga is akan mengisap udara panas yang dapat menyebabkan luka bakar di pantparu. Ketika seseorang mengisap udara dingin, kejadian yang sama juga terjadi, tetapi dalam kondisi yang lebih terjaga. Seseorang dapat mengalami bahaya kebakaran mendadak tetapi jarang mengalami bahaya kedinginan yang mendadak.Oleh karena itu, biasanya seseorang akan sudah mempersiapkan diri ketika memasuki tempat dingin. Walaupun demikian, risiko mengisap udara dingin sering kali tak dapat chhindarkan walaupun dalam kadar yang tidak membahayakan. Sebagai akibat kontak dengan udara dingin, sekat rongga hidung dan selaput lendir hidung yang akan mengalami gangguan. Rasa dingin itu akan menutup kapiler dan memblokir aliran darah sehingga terjaoli peradangan pada selaput lendir hidung.

Pada keadaan normal udara dialirkan masuk ke dalam sinus itu. Oleh keberadaan muara saluran itu. Penderita sinusitis biasanya juga mengeluh sakit kepala berat. Karena rongga itu terletak di atas hidung. Perlu diperhatikan bahwa sinus ini belum terbentuk pada anak kecil di bawah 5 tahun sehingga anak-anak tidak dapat mengalami sinusitis seperti orang dewasa. Setelah melewati rongga hidung. sepertiga atas rongga hidung berfungsi untuk menerima bau dan dua pertiga untuk fungsi pernapasan. Hal ini menjelaskan mengapa seorang yang menangis mengeluarkan air matanya lewat hidung. sedangkan pada orang dewasa lebih panjang dan berbelok. saluran ini panjangnya kurang lebih 2 cm dan berbentuk lurus. jika terjadi pembengkakan akibat ‘pilek’. Di naso-pharynx terdapat muara dari saluran eustachius yang menghubungkan kerongkongan dengan rongga telinga tengah (auris media). Di tempat ini selaput lendir mengandung reseptor penerima bau dan udara yang sudah dibasahkan berupa suatu reseptor yang menerima rangsang kimia (chemo-receptor). Di sisi rongga hidung dapat ditemukan lubang yang ber-hubungan dengan rongga yang terdapat di dalam tulang rahang atas (sinus maxillaris). Infeksi sinus ini dikenal sebagai sinusitis maxillaris yang ditandai oleh mengalirnya cairan (nanah) berwarna kuning bersama dengan lendir hidung. saluran ini sering berada dalam posisi tegak lurus. lendir yang mengandung bakteri mudah mengalir ke rongga telinga tengah sehingga terjadi infeksi yang dinamakan otitis media. Selain kedua saluran tadi. salurannya juga tegak lurus ke atas. dan muara dari saluran air mata (ductus naso-lacrimalis). Udara yang diisap mungkin juga membawa bau-bauan. Karena bayi dan anak kecil biasanya berada dalam posisi berbaring.Peradangan biasanya disertai dengan pembengkakan sehingga yang bersangkutan mengalami kesulitan bernapas dengan hidung. udara masuk ke kerongkongan bagian atas (naso-pharynx) lalu ke bawah untuk selanjutnya masuk tenggorokan (larynx). Secara umum. Sebagai akibatnya. . tetapi udara terlalu dingin juga dapat merusak selaput lendir (mucosa) sinus itu sehingga memudahkan terjadinya infeksi. Loncatan dengan posisi demikian memungkinkan air masuk ke sinus dan menimbulkan perubahan tekanan mendadak kepada sinus akibat tumbukan udara dengan air sehingga mudah terjadi sinusitis frontalis. Pada anak kecil dan bayi. Keadaan ini selanjutnya akan menyebabkan penurunan tekanan udara karena udara yang ada diisap oleh selaput lendir. Bau itu akan diteruskan oleh udara ke rongga hidung yang terletak di bagian paling atas. masih ada lagi muara saluran lain yang berhubungan dengan rongga yang terdapat di tulang dahi (sinus frontalis). selaput yang meradang juga akan menghasilkan lendir dalam jumlah banyak. Infeksi itu juga mudah terjadi karena pada saat menerima udara dingin rongga hidung juga bereaksi menjadi bengkak sehingga memblokir hubungan keluar sinus itu. Dalam waktu singkat selaput lendir yang meradang ini dapat ditembus oleh bakteri yang biasa sudah terdapat di sekitarnya. Di samping itu. Perlu diketahui bahwa pada sekat rongga hidung selaput lendir itu berhubungan erat dengan tulang di bawahnya sehingga peradangan ini menimbulkan rasa nyeri. Itu sebabnya di musim dingin banyak orang menderita. seseorang tidak dianjurkan loncat ke air dengan posisi vertikal dan hidung terbuka ketika berenang.

URTI) dan umumnya disebutkan sebagai bronchitis saja. Pada saat menelan makanan. Larynx terutama dibentuk oleh tulang rawan. Batuk merupakan mekanisme untuk menghilangkan sesuatu yang terdapat di saluran pernapasan. berbicara sambil makan tidak dianjurkan. infeksi itu disebut juga pneumonia. dan sana diteruskan ke saluran yang bernama bronchus. Selaput di bagian atas mempunyai kemampuan merasa sesuatu (persarafan somatis) sehingga dapat memberi rasa gatal atau nyeri. Jika sudah mengenai jaringan paru-paru. Oleh karena itu. Sesuatu itu bisa berupa lendir yang dihasilkannya sendiri atau benda asing lain yang merangsang selaput lendir. melainkan melalui mekanisme pentil di cabang bronchus yang kecil (bronchiolus). yaitu berupa batuk. Sebaliknya. Pada pohon kebocoran menyebabkan keluarnya getah dan pada bronchus menyebabkan keluarnya udara yang akan membuat paru-paru kolaps. Sebaliknya. Pada saat seseorang bernapas melalui hidung langit-langit ini turun sehingga udara mudah mengalir dari naso-pharynx ke tenggorokan. suara yang timbul pada waktu bernapas bukan berasal dari pita suara. disebut Adam’s apple (pomum adami). jika ada gangguan di daerah itu reaksinya tetap sama. pada saat menelan seseorang terpaksa harus menahan napas. Saluran dengan nama bronchus ini terdiri dan beberapa tingkat percabangan dan akhirnya berhubungan dengan alveolus di paru-paru. Percabangan bronchus yang bertingkat itu mirip dengan percabangan batang pohon menjadi dahan dan ranting. Sama seperti pada pohon. Untuk dapat berbicara. . Walaupun demikian. Pada seorang yang menderita asma. Pada posisi istirahat. seseorang perlu mendorong udara melewati pita suara sehingga pita suara bergetar. bagian di bawah pita suara tidak mempunyai kemampuan itu (persarafan otonom). Bentuk dan posisinya mengantar makanan yang turn melalui celah di kirikanan larynx (recesssus pyriformis). Daun-daun pada ranting dapat diibaratkan sebagai alveolus. Pada laki-laki setelah masa pubertas. lidah tertarik ke depan dan epig/otis di belakangnya akan tertarik sedemikian sehingga menutup lubang masuk ke tenggorokan. udara pernapasan masuk melalui bagian rawan sehingga tidak menggetarkan pita suara. besar kemungkinan makanan akan masuk ke tenggorokan karena epiglotis ia paksa untuk terbuka. Setelah melalui tenggorokan. Di larynx juga ditemukan pita suara (plica vocally) yang terdiri dari bagian rawan dan bagian selaput. Penyakit yang mengenai saluran pernapasan sampai dengan bronchus dinamakan penyakit saluran pernapasan bagian atas (upper respiratory tract infection. Kondisi ini dapat digunakan untuk memeriksa bagian belakang mulut seseorang tanpa orang tersebut mengalami kerepotan. sistem ini tidak boleh mengalami kebocoran. Jika ia melakukannya pada saat mengunyah dan akan menelan makanan. Itu sebabnya.Rongga mulut dipisahkan dengan naso-pharynx oleh adanya langit-langit mulut lunak (palatum molle). udara masuk ke batang tenggorok atau trachea. Epiglotis adalah bagian dan tenggorokan (larynx). pada saat menarik napas melalui mulut palatum molle (langitlangit mulut lunak) itu akan tertarik ke atas menutup nano pharynx. Mekanisme itu juga menahan makanan sehingga tidak salah masuk ke tenggorokan. Selaput lendir di sebelah atas dan sebelah bawah pita suara mempunyai persarafan yang berbeda. larynx ini membesar dan menonjol di depan leher.

Jika jumlahnya sangat banyak. Kondisi ini menyebabkan reaksi saraf yang menahan orang tersebut bernapas (apnoe) sehingga tercapai keseimbangan. Mekanisme pernapasan diatur oleh sistem saraf dan kadar gas dalam darah. Paru-paru kanan terbagi menjadi 3 lobus dan yang kiri menjadi 2 lobus. suatu cabang bronchus dapat tersumbat total sehingga lambat laun jaringan paru-paru di ujungnya mengalami pengempisan atau collapse (atelectase). pulmo) berjumlah 2 buah.Jika lendir itu cukup banyak dan belum menyumbat total. Bronchitis tuberculosa adalah salah satu penyakit bronchitis berat. Sepanjang bronchus sampai hidung selaput lendirnya mempunyai bulu getar (respiratory epithelium) yang dapat mendorong benda asing dan lendir ke atas. dan lendir itu mengalir keluar sepanjang malarn ketika tidur. . Perlu diperhatikan bahwa lendir di dalam bronchus jika berjumlah banyak akan menyumbat aliran udara. Karenanya. terletak di dalam rongga dada dengan puncak menjorok di ens iga paling atas ke arah leher. Lendir itu menetap di bagian bawah pada siang hari karena yang bersangkutan biasanya berdiri. Selain itu. asthma bronchiole (asma) adalah penyakit pada bronchus yang sangat mengganggu dan dapat menjadi berat. Orang itu menderita emphysema pulmonum yang biasanya menyebabkan sesak napas yang tak dapat diobati dengan obat biasa. Pada perokok rangsangan asap menyebabkan produksi lendir bertambah. misalnya pencari mutiara. seseorang mengambil sebanyak mungkin udara dan oksigen. para perokok sering mengalami batuk pagi yang clisertai keluarnya lendir yang dinamakan smoker’s cough. Bagian paru-paru ini mengisi celah yang terdapat di atas tulang selangka (clavicula). Untuk dapat menahan napas lebih lama. dapat mempersiapkan diri dengan menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya beberapa kali secara cepat. Dengan menarik napas yang dalam. Jika diperlukan. ditambah dengan periode apnoe tadi menyebabkan is mempunyai cadangan untuk lebih lama menahan napas. Sebagai akibatnya penderita sukar mengeluarkan napas dan penyempitan itu menyebabkan timbulnya suara (wheezing) pada saat dilalui udara pernapasan . reaksi alergi yang dialaminya menyebabkan kontraksi otot yang mengelilingi bagian bronchus yang sudah tidak diperkuat oleh tulang rawan (bronchiolz). Paru-paru (lung. paru-pare dapat dioperasi dan dibuang salah satu lobus itu tanpa membahayakan hidup penderitanya. akan terjadi mekanisme pentil yang menyebabkan paru-paru di bagian ujung makin lama makin dibebani udara dan gelembung alveolusnya pecah. Pada penderita sakit paru-paru (tuberculosa) paru-paru di bagian ini sering terserang sehingga sering kali bagian badan di tempat itu melekuk ke dalam. Pada penderita asma. istilah bronchitis adalah suatu istilah umum yang tidak menjelaskan berat ringannya penyakit. lendir yang banyak juga memudahkan penyebaran bakteri di tempat itu sehingga penderita mengalami infeksi yang dinamakan bronchiektasi yang ditandai oleh batuk dengan dahak yang sangat banyak.Dengan demikian. Dengan cara ini terjadi perubahan keseimbangan gas sehingga kadar CO2 meningkat.

Sebagai akibatnya. sedangkan pleura parietalis mempuyai persarafan sadar (somatis) seperti dinding dada yang lain sehingga dapat merasa nyeri. Dari sana darah akan dialirkan ke serambi kiri jantung dan seterusnya. Sebagai akibatnya. Di dalam rongga antara kedua lapisan itu terdapat cairan dan di dalam rongga ini didapatkan tekanan negatif. dapat terjadi perlengketan kedua lapisan pleura pada tempat yang terkena infeksi (pleuritis sicca). Gejala serupa juga dapat dijumpai pada penderita kanker paruparu atau kanker hati yang merangsang pleura. Pada fase lanjut memang sulit dibedakan karena sudah mengenai banyak bagian paru-paru. Tekanan negatif ini membantu menarik paru-paru melebar sehingga proses menarik napas dapat bersifat pasif. penyakit juga sering mengenai lapisan pleura itu sehingga merangsang pembentukan cairan yang berlebihan. Penyakit pneumonia juga dapat mengalami penyebaran sehingga mengenai juga lapisan pleura. Jika terjadi kebocoran yang mengenai juga jaringan paruparu (pneumothorax). bisa juga terjadi penimbunan cairan (oedem) di paru-paru. . keseimbangan tekanan ini terganggu sehingga paru-paru akan collapse. tetapi kapasitas ini dapat ditingkatkan melalui latihan yang bersifat aerobik. penderita sakit jantung dapat menyebabkan gangguan pada paru-paru dan mengalami sesak napas. Kapasitas maksimal paru-paru berkisar sekitar 3. Di dalam rongga dada. Kanker paru-paru sebenarnya lebih tepat dinamakan kanker bronchus karena memang mengenai jaringan bronchus di dalam paru-paru. Mekanisme tersebut digunakan dalam upaya menambah kemampuan menahan napas. Dalam keadaan normal udara pernapasan yang satu kali diisap dan dikeluarkan mempunyai volume sekitar 1 liter. makin lama makin cepat. Setelah sembuh. Pola pernapasan ini dinamakan pernafasan Cheyne-Stokes.Pada kondisi kesehatan yang terganggu dapat ditemukan suatu pernapasan yang tidak teratur. terdapat penderita radang selaput pleura disertai cairan. lalu berhenti dan kemudian mengulangi pola yang sama. penduduk biasanya mempunyai paru-paru dengan kapasitas lebih besar karena mereka memerlukan lebih banyak udara setiap kali bernapas. paru-paru terbungkus oleh selaput yang dinamakan pleura. Selaput ini terdiri dari dua lapisan yang saling berhubungan membentuk rongga sehingga dikatakan paruparu terletak di dalam rongga pleura. Penyakit ini tidak sama dengan paruparu basah. Pada penderita tuberculosa.5 liter. aliran ini bisa terganggu. Sebagai akibatnya. dengan kadar oksigen rendah. Selain itu. penderita akan mengalami rasa nyeri bila bernapas dalam. Di daerah pegunungan yang sangat tinggi. Yang bersangkutan akan terlihat bernapas. yang sehari-hari masyarakat mengenalnya sebagai penyakit paru-paru basah. Pada penderita penyakit jantung. Pleura visceralis mempunyai persarafan tidak sadar seperti paru-paru. Kebiasaan merokok dapat mengurangi kapasitas paruparu karena keberadaan lendir di dalam paru-paru. Kondisi ini bisa menjadi komplikasi membahayakan pada korban akibat tusukan pisau atau korban penembakan. Udara yang diserap melalui alveoli akan masuk ke dalam kapiler yang selanjutnya dialirkan ke vena pulmonalis atau pem buluh balik paru-paru. Bagian yang melekat di permukaan paru-paru dinamakan pleura visceralis dan yang melekat pada dinding rongga dada sebagai pleura parietalis.

oral (orofaring). Laring • Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea • Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : . Wibowo A. dan laring (laringofaring) • Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3. yang disebut septum • Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung • Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia • Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru • Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru • Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung. Faring • Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring • Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring).Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan . dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia 2.com Pustaka Anatomi Tubuh Manusia Oleh Daniel S. Saluran Nafas Atas 1. Hidung • Terdiri atas bagian eksternal dan internal • Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago • Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit.Cor pulmonale adalah suatu penyakit kegagalan jantung (heart failure) sebagai akibat kerusakan paru-paru.fkunhas.Glotis : ostium antara pita suara dalam laring .

Saluran Nafas Bawah 1. limfatik dan saraf 2.Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea. Bronkiolus respiratori • Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori . sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adam’s apple) . Bronkiolus Terminalis • Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai kelenjar lendir dan silia) 4.Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) • Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi • Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4. Bronkus • Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri • Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) • Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri terbagi menjadi 9 bronkus segmental • Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri.Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid . Bronkiolus • Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus • Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3.Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) .. Trakea • Disebut juga batang tenggorok • Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B.

Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) .• Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas 5.Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli . Duktus alveolar dan Sakus alveolar • Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar • Dan kemudian menjadi alveoli 6.Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU • Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut • Terletak dalam rongga dada atau toraks • Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar • Setiap paru mempunyai apeks dan basis • Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris • Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus • Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya PLEURA • Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis • Terbagi mejadi 2 : .Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada . Alveoli • Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 • Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 • Terdiri atas 3 tipe : .Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru .

ilmukeperawatan.bp.com/anatomi-sistem-pernafasan.• Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan. hal ini untuk mencegah kolap paru-paru http://blog. juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru • Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir.gif .blogspot.com/p7PHQQHc5gM/TZNFUBQrEJI/AAAAAAAAAFM/kFVZ2gTazV0/s1600/sistem-pernafasan.html http://3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->