Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

Malang SKRIPSI

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG JULI 2007

Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang
SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam (S.PdI)

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG JULI 2007

ii

HALAMAN PERSETUJUAN Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang
SKRIPSI

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

Telah disetujui pada tanggal Oleh Dosen Pembimbing:

Amin Prasojo, S.Ag NIP. 150 301 115

Mengetahui Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam

Drs. Moh. Padil, M.PdI NIP. 150 27 235

iii

qu tunggu undangannya. Do’aku s’moga engkau kelak dapat menjadi imam bagi sholatku. Adinda tersayang “Wahyu Achirul Chrisditianto”. guyon sah-sah aja pren…………. Karnamu ariq mampu berubah menjadi lebih dewasa. Kakakqu terkasih (Kak Zan saq onyonx. karna sikap dan keputusanmu……. yang telah mengayomi dan mengasihiku setulus hati. “Churin centil” maafin aq ya dah lama gak kasih info. “En2” jo guyon ae lan jo terlalu nyantai cepetan dimarekno skripsine. kasih sayang dan ketulusannya. Terima kasih tlah menjadi kawan seperjuangan dari mulai pertama kos di WK. Dengan segenap ketulusan dan kerendahan hati skripsi ini kupersembahkan untuk: Sepasang mutiara hati yang memancarkan sinar cinta dan kasih sayang yang tak pernah usai. fi2. pemimpin keluargaku.PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk orang-orang yang telah memberikan motivasi dan arti bagi hidupku dengan pengorbanan. nanda kan berusaha untuk menjadi yang terbaik. n semuanya aja) kalian adalah teman yang lucu n konyol tapi kalian juga teman yang sangat perhatian. I’im. nia. Teman-teman Kos Wisma Kurnia (nuri. nafas semangatku. lebih bijaksana dan lebih baik dari sebelumnya. saq sholah. iv . semoga kamu lebih baik dari mbakmu ini. Terima kasih atas keikhlasan dan ketulusan bapak lan ibu. serta motivasi yang tak pernah berhenti mengalir darimu. bimbingan. Jangan lelah untuk menyayangi dan membimbingku kakak…… Sahabat-sahabatku in “five girls”. kamulah motivasi dan harapanku. kau adalah perisai hidupku.ida. Guru-guruku. sebening cinta dan sesuci do’a. Terima kasih tlah mengajarkan aq rasa kecewa dan sakit S’moga seseorang yg lebih baik kan dapat menjadi penggantiku……. dosen-dosenku yang telah mendidikku dengan ikhlas sehingga penulis bisa menjadi manusia dewasa dan selalu menjadi pelita dalam studiku sehingga penulis dapat memperoleh berbagai ilmu pengetahuan yang sangat berarti . Seseorang yang pernah muncul dalam hidupku (my @ngel). isna. me2. jadikan si kecil yg masih dalam perutmu sebagai motivasi dalam menyelesaikan skripsimu. perhatian. reni. Terima kasih atas kasih sayang. niken.tapi ojo kebangetan ya……. saq gagah) yang semoga menjadi pendampingku kelak. terima kasih karna kalian hidupku jadi lebih berwarna. berlanjut ke Kos Putri Ayu sampai kembali ke WK lagi. kalian telah banyak mengajarkan nanda akan makna sebuah perjuangan. s’moga Allah menjaga ukhuwah kita sampai hari pembalasan. ifa cipluk. Mbakmu yakin kamu kan berhasil dalam hidup jika kamu berusaha dengan tekun. Lanjutkan perjalanan hidup kalian dengan senyum keoptimisan. tauladan dan kebanggaan dari anak-anakku.“l@2 chayanx” tu badan mbok ya digemukin dikit biar agak segeran gechu Kalian adalah sahabat-sahabat terbaik yang pernah aq punya. belahan jiwaku. aq lebih bersemangat dalam menyelesaikan skripsi ini.. mereka adalah Ayahanda “Parminadi” dan Ibunda “Sri Praptini”. contohlah yang baik dan jangan diambil yang buruk. “mbak ery” klo punya masalah jangan terlalu dipikirkan.

MOTTO v .

Maka selaku Pembimbing. 150 301 115 vi .Ag NIP. mohon dimaklumi adanya. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang di Malang Assalamu’alaikum Wr. baik dari segi isi.Amin Prasojo. dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama NIM Jurusan Judul Skripsi : Titus Iis Krisdianawati : 03110022 : Pendidikan Agama Islam : Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan. : 4 (empat) Eksemplar Kepada Yth. bahasa maupun teknik penulisan. Malang Malang. Wassalamu’alaikum Wr. S.Ag Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Skripsi Titus Iis Krisdianawati Lamp. Demikian. Wb Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan. S. Wb Pembimbing Amin Prasojo.

bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Titus Iis Krisdianawati vii . Malang.SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya mengatakan. dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain.

Padil. Shalawat serta salam selalu terlimpahkan kepada baginda Rosulullah wa Nabiullah Muhammad SAW. Kak Zan. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Malang. semoga amal baik tersebut dibalas oleh Allah SWT. M. Djunaidi Ghony. Bapak Amin Prasojo. Dr. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan. Untuk itu penulis menghaturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1. selaku dosen pembimbing yang sangat perhatian dan selalu membimbing penulis dengan sabar dalam menyelesaikan skripsi ini 6. S. ibunda Sri Praptini dan adinda tersayang Wahyu Achirul Crisditianto. M. sehingga penulis menjadi lebih tegar dalam menjalani hidup.PdI. 5. Hidayah serta Inayah-Nyalah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul: “Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Dr. serta segenap keluarga besar di Turen yang telah memotivasi penulis untuk menyelesaikan studi di UIN Malang. yang dengan setia menemani dan membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. Bapak Drs.KATA PENGANTAR ‫ﺑﺴﻢ اﷲ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ‬ Alhamdulillah. Segenap guru. karyawan beserta siswa-siswi SMP Negeri 02 Turen atas bantuan dan kerjasamanya dalam pembuatan skripsi ini. H. Terima kasih telah menjadi kakak yang baik bagi penulis. 7. selaku Rektor UIN Malang. selaku Kepala SMP Negeri 02 Turen yang telah memberikan izin dan kesempatan pada penulis untuk mengadakan penelitian di sekolah yang dipimpin. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang. Malang”. viii . 3. 2. 4. atas Rahmah.Ag. 8. Bapak Prof . dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak. Hari Wahyudi. Moh. Bapak Prof. segala puji kami panjatkan keharibaan Sang Penguasa Hari Akhir. Bapak Drs. Ayahanda Parminadi. yang telah membawa kita dari zaman kegelapan ke zaman yang terang benderang yakni zaman kejayaan Ad-Dinul Islam. H. Imam Suprayogo.

Akhirnya. Segenap rekan-rekan penulis angkatan 2003. Kendati demikian. en2) yang telah menjadi bagian dari keseharian penulis dalam menjalani studi di UIN Malang. Penulis ix . 10. saran dan kritik konstruktif sangat diharapkan dari pembaca yang budiman. semoga ilmu yang telah diperoleh dapat bermanfaat dunia dan akhirat. churin. Sahabat-sahabatku (mbak eri. Amiin. semoga Allah menjaga ukhuwah kita hingga akhir zaman. baik di dunia maupun di akhirat kelak. Malang. Amin. lala. penulis menyadari bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan.9. Oleh karena itu. penulis berharap agar skripsi ini dapat mendatangkan manfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya.

DAFTAR TABEL x .

DAFTAR GAMBAR xi .

Data Siswa SMP Negeri 02 Turen Kab.DAFTAR LAMPIRAN 1. Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang 5. Malang 6. Pedoman Observasi dan Pedoman Dokumentasi 3. Daftar Hadir Guru SMP Negeri 02 Turen Kab. Struktur Organisasi Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang 7. Surat Keterangan Penelitian xii . Jadwal Pelajaran SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang 8. Bukti Konsultasi 10. Malang 4. Surat Pengantar Penelitian 9. Pedoman Interview 2.

....................................................... E............................... 4.......................................................................... Latar Belakang Masalah.................................................................................................................................. HALAMAN PERSETUJUAN. HALAMAN PERNYATAAN ............................... Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan ................................................ 2....... G................. Ruang Lingkup dan Pembatasan Penelitian. BAB II : KAJIAN PUSTAKA A.................................... 1... Kegunaan Penelitian .................................................................................................................................... xiii .............................................................. 5............ Proses Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan ....... C...........DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ........ BAB I : PENDAHULUAN A.................................. Konsep Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan..................................... Prinsip-Prinsip Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan..................... DAFTAR ISI.................... 3........................... Pengertian manajemen sarana dan prasarana pendidikan .............................................................................................................................. B....................................................... D.................................................................................. HALAMAN PERSEMBAHAN ............................... Rumusan Masalah ................................................ Definisi Operasional .............................................................................................. HALAMAN JUDUL............................................. HALAMAN PENGESAHAN. HALAMAN NOTA DINAS ................................................................................................... ABSTRAK ........................ DAFTAR GAMBAR .... Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan .................................................................................... DAFTAR TABEL. Tujuan Penelitian ......................................... HALAMAN MOTTO ........ KATA PENGANTAR ...... Sistematika Pembahasan ....................................................... F............................................................................ DAFTAR LAMPIRAN.........................................................................................................

............................................. H. 3......... Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI ......... Gambaran Umum Lokasi Penelitian .................. 1...... Pembelajaran Pendidikan Agama Islam................................ Kehadiran Peneliti............ G..... 2....................... Sarana dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen............................... Lokasi Penelitian............. 1................ C.................................... BAB IV : HASIL PENELITIAN A.. Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen ................................ Implikasi Manajemen Sarana dan Prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI ....................................... Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.................................................. Keadaan Guru dan Karyawan SMP Negeri 02 Turen..................... 2................. 3.. Analisis Data ................. Prosedur Pengumpulan Data ............................................................................................................. 3.......................... Sumber Data.............................. Pendekatan dan Jenis Penelitian ..... BAB III : METODOLOGI PENELITIAN A...... B...... 4.... Pengecekan Keabsahan Data........ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran PAI ..................... Keadaan Siswa SMP Negeri 02 Turen........ 5... 2................ F........................................................................................................................................................................................................................ Latar Belakang Obyek Penelitian...... xiv .. D................ B.................................... 1............. Kurikulum yang dipakai di SMP Negeri 02 Turen ........... Penyajian dan Analisa Data ...... Tahap-Tahap Penelitian ........ 6........................................... Upaya-upaya dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI........... Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam .................. Pengertian Pendidikan Agama Islam ...................B............................................................... E................... C..............

...................... BAB VI : PENUTUP A........ B.................................. Sarana dan Prasarana Pendidikan yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen .............................. Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. Kesimpulan ................................................. DAFTAR PUSTAKA xv ................ BAB V : PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A............................................................................................................................................... B.... Saran............................. C....... Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen ................................ Sarana dan Prasarana Pendidikan yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen ...................................................................................................1....................................................................... Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan ............................... 2.......................................................................................... 3.......................................... Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen .......

Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien. Jurusan Pendidikan Agama Islam. Malang”. Malang. dengan mereduksi data yaitu merangkum. Malang. Fakultas Tarbiyah. hukum dan lain sebagainya sebagai dampak dari krisis nasional di bidang tersebut.Ag. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan itulah. 2007. kompak dan harmonis. Dari latar belakang di atas. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan.ABSTRAK Titus Iis Krisdianawati. memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting. Di satu sisi lain. untuk mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Berpijak dari hal inilah penulis tertarik mengambil judul: “Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Amin Prasojo. karena dengan tujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang apa adanya di lokasi penelitian. Malang. Ada dua persoalan pokok yang dihadapi oleh umat beragama pada umumnya. Dan agar hasil penelitian dapat tersusun sistematis. Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai. S. Kedua. maka pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah harus menujukkan kontribusinya. Karena PAI di sekolah masih seringkali mendapatkan kritik dari para ahli. Skripsi. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam permasalahan tersebut adalah Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Di satu sisi kita dihadapkan pada persoalan ekonomi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah ada banyak faktor yang mempengaruhinya salah satunya adalah faktor sarana dan prasarana pendidikan. maka permasalahan yang ingin diangkat adalah Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. politik. dan untuk mengetahui hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. maka perlu ditingkatkan kualitas pembelajarannya. pertama. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. kita juga dihadapkan pada persoalan-persoalan antar komunitas agama bahkan antar intern pemeluk agama itu sendiri yang belum menunjukkan hubungan yang akrab. Malang. dan bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. mendisplay data xvi . maka langkah peneliti dalam menganalisis data adalah. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Jika kedua persoalan ini tidak bisa segera dipecahkan agaknya krisis nasional akan bertambah parah dan merambah ke berbagai sektor kehidupan.

membutuhkan sarana pendidikan berupa. papan tulis. Kedua proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen Kab. kapur tulis. Sarana dan Prasarana Pendidikan. Dan hasilnya pun cukup memuaskan. dan TV. Hal ini dikarenakan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang bagus oleh komponen-komponen sekolah. Dan yang ketiga Melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen menuai hasil yang tidak mengecewakan. yaitu kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang bersifat kredibel dan dapat menjawab rumusan masalah yang dikemukakan sejak awal. dan media pendidikan seperti OHP. baik siswa. bangku. Dengan rancangan penelitian seperti dijelaskan di atas. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. PAI xvii . Bagi guru karena waktu yang dialokasikan pada mata pelajaran PAI di sekolah umum sangat sempit maka guru dapat lebih mudah dan lebih maksimal dalam menjelaskan sebuah materi. diantaranya SMP Negeri 02 Turen Kab. inventarisasi. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Adapun hasil yang dipeoleh siswa dan guru dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar. guru maupun sekolah dapat merasakan hasilnya dengan manajemen tersebut Kata kunci: Manajemen. spidol. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa SMP Negeri 02 Turen Kab. peneliti memperoleh hasil bahwa. meja. LCD. tabel dan sejenisnya. pemeliharaan. kaset. Kualitas Pembelajaran. pengadaan barang. almari. penghapus papan tulis. Malang meliputi perencanaan pengadaan barang. kursi. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI menggunakan sarana dan prasarana yang telah tersedian dan siap pakai. dan penghapusan. VCD. daya ingat siswa lebih kuat sehingga hasil belajar siswa pada akhir semester pun semakin meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. masjid dan laboratorium agama. Dan ketiga melalui verifikasi/ penarikan kesimpulan. Pertama SMP Negeri 02 Turen Kab. CD. perpustakaan.yaitu menyajikan data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat. Dan prasarana yang dibutuhkan diantaranya. ruang kelas.

kelengkapan sarana dan prasarananya. kepribadian. Jurnal Ilmu Pendidikan. hlm. prestasi akademik peserta didik dan kualitas manajemen sekolah. masyarakat. Latar Belakang Masalah Menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal I (1) pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. bangsa dan Negara.1 BAB I PENDAHULUAN A. Manajemen Peserta Didik di SD: Masalah. akhlak mulia.2 Proses Belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan formal dengan guru sebagai pemeran utama. Guru yang kompeten dan professional akan lebih mampu dalam menyampaikan materi pelajaran. kecerdasan. 1998. pengendalian diri. 2006). serta keterampilan yang diperlukan dirinya. 15 2 1 . Para pakar pendidikan seringkali menegaskan bahwa guru merupakan sumber daya manusia yang sangat menentukan keberhasilan program pendidikan. 3 Ali Imran. Penyebab dan Alternatif Pemecahannya. Indikator-indikator tersebut antara lain adalah proses belajar mengajar yang ada di sekolah. hlm. 1 Banyak indikator yang dapat dijadikan tolak ukur bagi keunggulan dan mutu suatu sekolah. Sehingga Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara. profesionalitas tenaga kependidikan atau sumber daya manusianya.

merasa dan melakukan sesuatu itu akan menjadi relatif menetap dan membentuk kebiasaan bertingkah laku pada dirinya. perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar tersebut. hlm. Dan dengan adanya perubahan dalam tiga aspek tersebut diharapkan akan berpengaruh terhadap tingkah laku anak didik. dkk. terutama pengadaan alat-alat sekolah yang akan mendukung kelangsungan proses belajar mengajar. Strategi Belajar Mengajar (Surabaya: Citra Media. Melalui proses belajar mengajar diharapkan pendidikan agama Islam dapat merubah diri anak didik baik aspek cognitive. Keberhasilan seorang guru dipengaruhi banyak faktor. Dari pemaparan tersebut dapat kita simpulkan bahwasannya guru merupakan faktor penting dalam proses belajar mengajar.2 hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal. Faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada bagan berikut ini:3 3 Muhaimin. Agar perubahan-perubahan dalam diri anak didik sebagai hasil dari suatu proses belajar mengajar sampai pada tujuan yang diharapkan. namun bukan berarti keberadaan unsur-unsur lain tidak begitu penting. di mana pada akhirnya cara berpikir. 1996). affective maupun psychomotor. 76 .

Media Pendidikan (Bandung: Citra Aditya Bakti. keindahan. kesehatan dan ketertiban dan keamanan 4 Oemar Hamalik. Ingatan Perhatian.Tanggapan Sikap Fisiologis DALAM Psikologis Oemar Hamalik menjelaskan “Dengan demikian sudah jelas bahwa demi mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Sedangkan sekolah yang benar-benar memenuhi syarat kebersihan.3 Gambar 1. karena suasana atau lingkungan belajar tidak mendukung. hlm. juga diperlukan cara-cara bekerja dan sikap yang baru. dan sistem administrasi yang lebih teratur”. 4 Sekolah yang kurang pemeliharaan kadang-kadang kelihatan kumuh dan kotor. peralatan yang lebih lengkap.1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi PBM Pendidikan Agama Instrumental Kurikulum Program Pedoman Belajar Pengajar Sarana/Fasilitas LUAR FAKTOR Environmental Alami Fisik Sosial & Budaya Kondisi Fisik Kondisi Indera Minat. Di samping dibutuhkannya guru-guru yang memiliki kemampuan dan kecakapan yang lebih memadai. maka peran dan fungsi sistem dan proses pembelajaran atau pengajaran ternyata sangat penting. 3 . ini akan berpengaruh pada proses belajar mengajar. Kecerdasan Motivasi. 1994).

Melihat fenomena seperti tersebut di atas dapat ditarik benang merah bahwasanya perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolahsekolah kita saat ini masih kurang baik. Alat-alat pembelajaran seperti peralatan laboratorium. Keadaan itu sendiri akan memberikan pengaruh yang positif kepada peserta didik. Padahal sebenarnya pengadaan alat-alat belajar itu tidak sulit. Kalau dianalisis ulang memang benar kalau orang Islam Indonesia masih dianggap konservatif dalam memanage (mengatur) sarana dan prasarana pendidikan. Tapi sayangnya alat-alat ini kurang mendapat perhatian. tetapi kadangkala pihak sekolah kurang memperhatikan unsur-unsur perencanaan.4 akan mempunyai pengaruh positif terhadap proses pendidikan. Seperti misalnya ada spidol yang tintanya sudah hampir habis dan belum ada yang mau mengisi atau membelikan tinta. begitu pula dengan pembelajaran PAI. sehingga siswa sulit membaca tulisan dari guru yang ada di papan tulis. Hal sepele tersebut sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Kelemahan dalam perencanaan serta kelemahan dalam pemeliharaan pasti akan menjadi hambatan bagi kelangsungan proses belajar mengajar di sekolah. ada yang mahal serta langka dan juga ada yang murah serta mudah sekali dijumpai di pasaran perlu mendapatkan penanganan yang serius. Sudah menjadi rahasia umum bahwa mayoritas orang Islam Indonesia biasanya kurang teliti dalam memelihara alat-alat sekolah tersebut. yang beranekaragam harga serta bentuknya. Dalam arti manajemen sarana dan prasarana yang di dalamnya .

Jadi cukup jelas bahwa alat pendidikan merupakan faktor pendukung dalam mencapai tujuan pendidikan selain faktor-faktor lain. Para ahli pendidikan mengungkapkan bahwa pendidikan Agama Islam dikatakan bermutu (berkualitas) jika faktor pendukungnya juga berkualitas. kompak dan harmonis. politik. Hanya saja perlu disadari bahwa selama ini terdapat berbagai kritik terhadap pelaksanaan pendidikan agama yang sedang berlangsung di sekolah. pengajaran lebih mantap dalam menyajikan pendidikan yang lebih luas. hukum dan lain sebagainya sebagai dampak dari krisis nasional di bidang tersebut. pemeliharaan dan penghapusan. maka pembelajaran pendidikan agama di sekolah harus menujukkan kontribusinya. Jika kedua persoalan ini tidak bisa segera dipecahkan agaknya krisis nasional akan bertambah parah dan merambah ke berbagai sektor kehidupan. Di satu sisi lain. Di satu sisi kita dihadapkan pada persoalan ekonomi. Ada dua persoalan pokok yang dihadapi oleh umat beragama pada umumnya. kita juga dihadapkan pada persoalan-persoalan antar komunitas agama bahkan antar intern pemeluk agama itu sendiri yang belum menunjukkan hubungan yang akrab. Mochtar Buchori (1992) misalnya menilai kegagalan pendidikan disebabkan karena praktik pendidikannya hanya memperhatikan aspek kognitif semata daripada pertumbuhan kesadaran . Karena dengan alat pendidikan yang termanage dengan baik akan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan. Pendidikan akan lebih dinamis. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan itulah. itu kurang diperhatikan.5 tercakup unsur pengadaan (perencanaan).

Sebagai dampak yang menyertai situasi tersebut di atas maka guru PAI kurang berupaya menggali berbagai metode yang mungkin bisa dipakai untuk pendidikan agama sehingga pelaksanaan pembelajaran cenderung monoton. dalam arti pendidikan agama menyajikan norma-norma yang seringkali tanpa ilustrasi konteks sosial budaya sehingga peserta didik kurang menghayati nilai-nilai agama sebagai nilai yang hidup dalam keseharian. 2. 3. terjadi kesenjangan antara pengetahuan dan pengamalan.6 nilai-nilai (agama). tetapi pihak guru PAI seringkali terpaku padanya. Towaf (1996) juga telah mengamati adanya kelemahan-kelemahan PAI di sekolah. Akibatnya. antara gnosis dan praxis dalam kehidupan nilai agama. sehingga tidak mampu membentuk pribadi-pribadi islami. yakni kemauan dan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. antara lain sebagai berikut: 1. . pendekatan cenderung masih normativ. Kurikulum PAI yang dirancang di sekolah sebenarnya lebih menawarkan minimum kompetensi atau minimum informasi. Sehingga semangat untuk memperkaya kurikulum dengan pengalaman belajar yang bervariasi kurang tumbuh. dan mengabaikan pembinaan aspek afektif dan konatif-volutif.

7 4. 88 6 5 Muhaimin. Tumbuhnya berbagai kasus dekadensi moral dan degradasi nilai-nilai religius pada saat ini menuntut adanya kearifan para guru. seringkali kurang diberi prioritas dalam urusan fasilitas.5 Secara konseptual-teoritis. terutama guru PAI untuk memfungsikan PAI secara optimal. Dalam GBPP PAI kurikulum SD/MI. Karena itu. pencegahan. penyaluran. Paradigma Pendidikan Islam:Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya.hlm. telah dijelaskan bahwa pendidikan agama harus dilaksanakan secara terpadu.10 . yaitu Lingkungan Keluarga. dan pengajaran. penyesuaian. Serta keterpaduan antara pendidikan agama dan perkembangan IPTEK. mengatasi dan mengantisipasi berbagai kasus amoral tersebut. dkk. hlm. perbaikan.cit. op. Yakni keterpaduan pembinaan antara tiga lingkungan pendidikan. 2001).. guna mencegah timbulnya. kritik-kritik tersebut telah dijadikan pertimbangan dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama di sekolah atau madrasah tahun 1994. pelaksanaan pembelajaran PAI di sekolah/madrasah harus memenuhi tuntutan tersebut. maka para guru beserta seluruh civitas akademik di sekolah tersebut harus meningkatkan kualitas Muhaimin. Pendidikan agama yang diklaim sebagai aspek yang penting. sumber nilai. SLTP/MTs dan SMU/MA tahun 1994 misalnya. Sekolah dan Masyarakat. mengakibatkan pengelolaan cenderung seadanya.6 Untuk mewujudkan fungsi serta tujuan PAI di sekolah. Keterbatasan sarana/prasarana. Pendidikan Agama Islam di sekolah/madrasah sebenarnya berfungsi sebagai pengembangan.

Bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. karena seiring dengan waktu sekolah tersebut telah memberi kontribusi yang cukup berarti bagi masyarakat. Berpedoman pada fenomena serta kajian penelitian yang terdahulu maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian di lokasi ini dengan judul “Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Fasilitas sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen cukup memadai. B. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan? . Malang? 3. Malang? 2. Malang”. Jumlah yang cukup tersebut dimanage/dikelola dengan baik sehingga SMP Negeri 02 Turen dapat menyajikan pembelajaran PAI yang berkualitas. Keberadaan SMP Negeri 02 Turen menjadikan warga sekitar bangga. Salah satunya dengan memperbaiki manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini masih kurang mendapat perhatian. Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.8 pembelajaran PAI. Rumusan Masalah 1. Bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. SMP Negeri 02 Turen merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Formal yang ada di Kecamatan Turen.

Bagi Peneliti . 3. D. Untuk mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.9 C. Bagi Almamater a Sebagai bahan komparasi dalam rangka pelaksanaan proses belajar mengajar PAI b Sebagai salah satu masukan bagi pelaksana pendidikan dalam rangka mensukseskan tujuan pendidikan nasional. 2. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Tujuan Penelitian 1. 2. 3. Untuk mengetahui hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Malang. Kegunaan Penelitian 1. Bagi Lembaga Pendidikan Sebagai contoh/tauladan yang baik dalam melaksanakan proses belajar mengajar PAI melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

b) Prasarana yang ikut menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. yang meliputi: 1. Malang. b Sebagai penambah khazanah keilmuan sehingga dapat mengembangkan wawasan baik secara teori maupun praktek. Ruang Lingkup dan Pembatasan Penelitian Guna memberikan arah pembahasan pada tujuan yang telah dirumuskan. E. yang meliputi: a) Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan b) Pemakaian dan pemeliharaan sarana dan prasana pendidikan . Malang. Sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. yang meliputi: a) Sarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. 2. maka ruang lingkup penelitian akan diarahkan pada sekitar manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Malang.10 a Sebagai latihan atau aplikasi teori yang diperoleh dari bangku kuliah tentang manajemen pendidikan khususnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan.

Contoh: gedung sekolah. ruangan. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua komponen yang secara tidak langsung menunjang proses belajar mengajar atau proses pendidikan di sekolah. Hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.11 c) Penghapusan dan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan 3. maka perlu ada penegasan istilah yang terdapat dalam penelitian ini. Contoh: jalan menuju sekolah. kursi. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki sekolah secara efektif dan efisien. F. serta manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Kualitas pembelajaran PAI adalah mutu atau kualitas yang terdapat pada pelaksanaan pembelajaran PAI di suatu lembaga dalam mencapai keberhasilan memenuhi tuntutan pelanggan dan standar yang telah ditentukan. kualitas pembelajaran PAI. halaman sekolah. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. . tata tertib sekolah dan lain-lain. Adapun istilah yang perlu dijelaskan ialah pengertian sarana dan prasarana pendidikan. meja. Sarana pendidikan adalah semua peralatan serta perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahfahaman pengertian tentang arti yang terkandung dalam pembahasan. alat peraga dan lain-lain.

ruang lingkup dan pembatasan penelitian. yang berisi pokok-pokok pemikiran yang melatarbelakangi penulisan skripsi ini. dan pembahasan ini dibagi menjadi 3 bagian besar. Sistematika Pembahasan Bab I :Pendahuluan. kegunaan penelitian. definisi operasional. upayaupaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. berisi tinjauan pustaka mengenai manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. tujuan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran PAI. tujuan penelitian. Bab II : Kajian Pustaka. macam-macam sarana dan prasarana pendidikan. dan sistematika pembahasan.12 G. Pertama berisi tentang konsep manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang meliputi. dan implikasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI. yaitu terdiri dari latar belakang masalah. Ketiga berisi tentang peningkatan kualitas pembelajaran PAI. pengertian manajemen sarana dan prasarana pendidikan. pengertian. . rumusan masalah. prinsip-prinsip manajemen sarana dan prasarana pendidikan. dan proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. pada pembaasan ini dibagi menjadi 3 sub pembahasan yakni faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Kedua berisi tentang pembelajaran PAI yang meliputi. tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan.

yakni memaparkan data-data yang akurat berkaitan dengan Sejarah Berdirinya SMP Negeri 02 Turen Kab. dalam penelitian ini pembahasan penelitian dibagi menjadi tiga bagian yakni Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. lokasi penelitian. prosedur pengumpulan data. Bab VI : Penutup. analisis data. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan.13 Bab III : Metode Penelitian. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. Malang. sumber data. dan tahap-tahap penelitian. dan Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran . kehadiran peneliti. pendekatan dan jenis penelitian. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. Bab IV : Laporan Hasil Penelitian. dan hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Pada bab ini semua hasil penelitian dipadukan dengan teoi-teori yang sudah dipaparkan pada Bab II. Bab V :Pembahasan Hasil Penelitian. Malang melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. pengecekan keabsahan temuan. yang meliputi.

Terry menyatakan bahwa manajemen adalah satu proses yang khas yang terdiri dari tindakantindakan perencanaan.1 1 (Jakarta: Bumi .1 Ada kaitan yang erat antara organisasi. hlm.14 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi manajemen itu. Pengertian organisasi yaitu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih Malayu Hasibuan. pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya. Jadi manajemen itu merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan karena manajemen diartikan mengatur maka timbul beberapa pertanyaan bagi kita. 2001). Pengertian Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Manajemen berasal dari kata To Manage yang artinya mengatur. Manajemen:Dasar. seperti apa yang diatur? Kenapa harus diatur? Siapa yang mengatur? Bagaimana mengaturnya? Di mana harus diatur? Menurut Malayu Hasibuan.R. dan Masalah Aksara. pengorganisasian. manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan tertentu. Konsep Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan 1. administrasi dan manajemen. Pengertian. G.

20 . Administrasi dan manajemen tidak dapat dipisahkan dan harus merupakan suatu kesatuan. mengatakan Administrasi adalah kulit luar manajemen atau dengan kata lain manajemen adalah inti daripada administrasi. Manajemen dan Kepemimpianan Pendidikan. Sukarno K. Ketidaksamaan pendapat yang ada dapat difahami sebab dalam praktek ada tiga pendapat tentang hubungan antara administrasi dan manajemen. (Jakarta: Bumi Aksara. yakni: a. hlm. Manajemen Pendidikan Indonesia (Jakarta: Bina Aksara. 2 3 Made Pidarta. Tetapi pengertian administrasi dengan pengertian manajemen masih kelihatan tidak terpisah secara jelas. hlm. Analisis Administrasi.1 Burhanuddin. Kalaupun ada perbedaan. Drs. perbedaan itu nampaknya tidak fundamental.15 bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu nampak sudah ada kesepakatan dari para ahli. Administrasi lebih luas dari manajemen atau administrasi mencakup manajemen. hanya saja kegiatannya yang dapat dibedakan sesuai dengan perbedaan kedua wawasan.3 Akhir-akhir ini ada beberapa penulis yang membedakan antara manajemen dan administrasi walaupn kadang-kadang pembedaan itu tidak konsisten.2 Seringkali kata administrasi dikaitkan dengan kata manajemen. Pendapat itu sesuai dengan pendapat: 1. 1994). Administrasi lebih luas daripada manajemen. Akhirnya tanpa manajemen tak mungkin administrasi mencapai tujuannya. administrasi bersifat menentukan tujuan dan kebijakan umum yang mengikat seluruh atau departemental.1988).

4 4 Harbangan Siagian. Administrasi Pendidikan (Semarang: Setya Wacana. 54 . 2. administrasi diartikan sebagai penetapan dan penentuan tujuan. perencanaan. dalam administrasi tercakup dalam manajemen. Administrasi lebih sempit dari manajemen. Pemahaman demikian timbul sebab manajemen atau pelaksanaan tugas merupakan salah satu fungsi dari administrasi yakni. marketing. personal. 1989). Dalam Webster’s Dictionary New Collegiats maupun dalam Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. Administrasi identik dengan manajemen. pelaksanaan (manajemen) dan pengawasan atau pengendalian. sedang manajemen adalah upaya untuk mencapai tujuan tersebut. b. Secara spesifik administrasi merupakan satu bidang dari manajemen sebab manajemen terdiri dari enam bidang. kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. dengan alasan: 1.16 2. Oliver Sheldon dalam bukunya. “The Phylosophy of Management” mengatakan: administrasi menentukan tujuan (goal) sedangkan manajemen berusaha ke arah situ. financial. hlm. human relation dan administrative management. yakni production. c. baik administrasi maupun manajemen adalah merupakan proses. Bagi mereka yang menganut faham ini. Dilihat dari pengertiannya. administrasi diberi arti sama dengan manajemen.

teratur. halaman sekolah. hlm. Administrasi Pendidikan (Malang: IKIP. Jadi.5 Menurut Suharsimi Arikunto sarana pendidikan merupakan sarana penunjang bagi proses belajar mengajar. Sedangkan menurut rumusan Tim Penyusun Pedoman Pembukuan Media Pendidikan Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. dapat dikelompokkan menjadi: (1) sarana pendidikan. Jadi dalam hal ini fasilitas dapat disamakan dengan sarana.6 Perlengkapan sekolah. meja. ruangan. tata tertib sekolah dan sebagainya. yang dimaksud dengan ”sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar. kursi. Sebagai contoh: jalan menuju sekolah. hlm. Arti sarana seringkali disamakan dengan kata fasilitas. Sedangkan prasarana merupakan semua komponen yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses belajar mengajar atau pendidikan di sekolah. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dan berjalan dengan lancar. dan (2) Prasarana pendidikan. Organisasi dan Administrasi: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Jakarta: Raja Grafindo Persada. 82 6 5 . Usaha ini dapat berupa benda-benda maupun uang.135 Suharsimi Arikunto. Contoh: gedung sekolah (school building).17 Yang dimaksud dengan sarana sekolah yakni meliputi semua peralatan dan perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. efektif dan efesien”.1989). atau juga sering disebut dengan fasilitas sekolah. makna atau definisi manajemen sarana dan Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan FIP IKIP Malang. alat peraga dan lain-lain. Lebih luas fasilitas diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat memudahkan dan melancarkan pelaksanaan sesuatu usaha. 1993).

manajemen perlengkapan sekolah dapat didefinisikan sebagai proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan pendidikan secara efektif dan efisien.8 Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa administrasi sarana sering juga disebut administrasi materiil. agar senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses belajar mengajar sehingga PBM semakin efektif dan efesien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.2 8 9 . Sedangkan definisi lain diungkapkan oleh Ary H Gunawan. 81 hlm. 2004). 1996). Secara sederhana. Ary H Gunawan. beliau mengatakan bahwa administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara continue terhadap benda-benda pendidikan..9 7 Ibrahim Bafadal.7 Berdasarkan definisi sederhana tersebut maka pada hakikatnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu merupakan proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. atau administrasi peralatan. hlm. op.cit. 114 Suharsimi Arikunto. hlm. Administrasi Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta. Manajemen Perlengkapan Sekolah (Jakarta: Bumi Aksara. adalah segenap proses penataan yang bersangkut paut dengan pengadaan.18 prasarana pendidikan dapat disamakan dengan makna manajemen perlengkapan sekolah. pendayagunaan dan pengelolaan sarana pendidikan agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efesien.

Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam hubungannya dengan sarana pendidikan. Sarana pendidikan yang tahan lama. b. globe dan beberapa peralatan olah raga. mesin tulis. Beberapa contohnya adalah bangku sekolah. Ditinjau dari bergerak tidaknya pada saat digunakan. Sarana pendidikan yang bergerak . ada dua macam sarana pendidikan. a. atlas. kayu. Sarana pendidikan yang habis dipakai adalah segala bahan atau alat yang apabila digunakan bisa habis dalam waktu yang relatif singkat. Sarana pendidikan yang tahan lama adalah keseluruhan bahan atau alat yang dapat digunakan secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama.19 2. yaitu: 1. besi. Semua contoh tersebut merupakan sarana pendidikan yang apabila dipakai satu kali pakai atau beberapa kali bisa habis dipakai atau berubah sifatnya. Ditinjau dari habis tidaknya dipakai Apabila dilihat dari habis tidaknya dipakai. yaitu: a. dan kertas karton yang seringkali digunakan oleh guru dalam mengajar materi pelajaran keterampilan. Sebagai contohnya adalah kapur tulis yang biasanya digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran. Nawawi (1987) mengklasifikasikannya menjadi beberapa macam sarana pendidikan. 2. Sarana pendidikan yang habis dipakai.

Sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak Sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak adalah semua sarana pendidikan yang tidak bisa atau relatif sangat sulit untuk dipindahkan. Ditinjau dari hubungannya dengan proses belajar mengajar.20 Sarana pendidikan yang bergerak adalah sarana pendidikan yang bisa digerakkan atau dipindahkan sesuai dengan kebutuhan pemakaiannya. seperti lemari arsip di kantor sekolah merupakan sarana pendidikan yang tidak secara langsung digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Lemari arsip sekolah misalnya. . Misalnya saja suatu sekolah yang sudah memiliki saluran dari PDAM. Pertama. Kedua. ada dua jenis sarana pendidikan. merupakan sarana pendidikan yang bisa dipindahkan kemana-mana bila diinginkan. Demikian pula bangku sekolah termasuk sarana pendidikan yang bisa digunakan atau dipindahkan kemana saja. relative tidak mudah untuk dipindahkan ke tempat-tempat tertentu. sarana pendidikan yang secara langsung dignakan dalam proses belajar mengajar. sarana pendidikan yang tidak secara langsung berhubungan dengan proses belajar mengajar. Sedangkan prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam. dan sarana pendidikan lainnya yang digunakan guru dalam mengajar. 3. Dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar. Semua peralatan yang berkaitan dengan itu. atlas. seperti pipanya. contohnya kapur tulis. b.

perlengkapan ruang praktik. dan sebagainya.21 a.. penampil dan sebagainya. kantin sekolah. Contohnya adalah ruang kantor. Fasilitas Uang. ruang usaha kesehatan sekolah. Kalau akan diperluas lagi sebenarnya masih bisa. tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar. perabot dan peralatan laboratorium. kamar kecil. yakni segala sesuatu yang berupa benda atau yang dapat dibendakan. peralatan kantor tata usaha. yaitu: a. b. Prasarana yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar. op.cit. b. tanah dan jalan menuju sekolah.10 Suharsimi mengungkapkan. alat komunikasi. perlengkapan perpustakaan. Di dalam kegiatan pendidikan yang tergolong dalam fasilitas fisik atau fasilitas materiil antara lain: perabot ruang kelas. Pemberian pinjaman kendaraan. alat tulis menulis. Fasilitas Fisik. ruang guru. kesempatan menggunakan waktu untuk berekreasi itupun fasilitas 10 Ibrahim Bafadal. yang mempunyai peranan untuk memudahkan dan melancarkan sesuatu usaha. ruang kepala sekolah dan tempat parker kendaraan. Prasarana yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar.2 . fasilitas atau sarana secara garis besar dapat dibedakan atas dua jenis. ruang praktik keterampilan dan ruang laboratorium. Contoh: kendaraan. hlm. ruang perpustakaan. seperti ruang teori. Fasilitas fisik juga disebut fasilitas materiil. yakni segala sesuatu yang dapat mempermudah suatu kegiatan sebagai akibat bekerjanya nilai uang.

Ada tiga pengertian yang biasanya dicampuradukkan. tetapi dapat pula sebagai pengganti peran guru. semanya termasuk ke dalam lingkup alat pelajaran. Dengan pengertian ini maka alat pelajaran dapat termasuk ke dalam lingkup alat peraga. hlm. gambar-gambar. Alat peraga adalah semua alat pembantu pendidikan dan pengajaran. alat-alat tulis menulis. Alat pelajaran adalah semua benda yang dapat dipergunakan secara langsung oleh guru maupun murid dalam proses belajar mengajar. Alat peraga mempunyai arti yang luas. beliau menyatakan bahwa fasilitas atau benda-benda pendidikan dapat ditinjau dari: 11 Suharsimi Arikunto. Buku tulis. untuk lebih mempertinggi efektifitas dan efisiensi. dapat berupa benda ataupun perbuatan dari yang tingkatannya paling kongkrit sampai ke yang paling abstrak yang dapat mempermudah pemberian pengertian (penyampaian konsep) kepada murid. media visual dan media audio visual.22 tetapi tidak nyata sebagai benda yang dimiliki oleh sekolah. Yang disebutkan belakangan juga memudahkan proses atau kegiatan pencapaian tujuan. alat peraga dan media pendidikan.. Media pendidikan adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara di dalam proses belajar mengajar.11 Hal senada diungkapkan oleh Ary H Gunawan. media audio. seperti kapur. penghapus dan papan tulis maupn alat-alat praktek. op. 82 . tetapi belum tentu semua alat peraga merupakan alat pelajaran. yaitu: alat pelajaran.cit. Media pendidikan mempunyai peranan yang lain dari alat peraga. Media dapat dibedakan menjadi.

prasarana pendidikan berfungsi tidak langsung (kehadirannya tidak sangat menentukan). media dan lain-lain. mesin tulis. computer. perabot dan sebagainya. Fasilitas non fisik yakni sesuatu yang bukan benda mati atau tidak dapat dibendakan yang mempunyai peranan untuk memudahkan sesuatu usaha seperti.23 1. Sedangkan sarana pendidikan berfungsi langsung (kehadirannya sangat menentukan) terhadap PBM. Ditinjau dari jenisnya. . air. jaringan jalan. (b) barang tak habis pakai. spidol. tinta. seperti alat pelajaran. alat praktek dan media pendidikan. pagar. benda-benda pendidikan dapat dibedakan menjadi: Barang bergerak atau barang berpindah atau dipindahkan. contonya: kapur tulis. Ditinjau dari fungsinya terhadap PBM. halaman. gedung/bangunan sekolah. manusia. kendaraan. perabot. komputer. kertas. tanaman. Ditinjau dari sifat barangnya. Seperti. fasilitas pendidikan dapat dibedakan menjadi: Fasilitas fisik atau fasilitas material yaitu sebagai sesuatu yang berwujud benda mati atau dibendakan yang mempunyai peran untuk memudahkan atau melancarkan suatu usaha. kendaraan. listrik. contohnya mesin tulis. 3. telepon. atau alat peraga. penghapus dan lain-lain. contoh: tanah. 2. serta perabot/mebiler. dikelompokkan menjadi (a) barang habis pakai. jasa dan uang.

c.13 4. sesuai dengan kebutuhan sekolah. Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama.12 3. 115 Ibrahim Bafadal.. melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan diharapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh sekolah adalah sarana dan prasarana yang berkualitas tinggi. tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah memberikan pelayanan secara professional di bidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. tujuannya adalah sebagai berikut: a. Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personel sekolah. Secara rinci. sebagaimana diuraikan di atas bisa tercapai. seperti tanah. Untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana secara tepat dan efisien. dan dengan dana yang efisien. dalam 12 13 Ary H Gunawan.24 Barang tidak bergerak ialah barang yang tidak berpindah-pindah letaknya atau tidak bisa dipindahkan.cit.. sumur. hlm. bangunan atau gedung. op. Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Secara umum. menara air dan lain sebagainya. Dengan perkataan ini. menurut Ali Imron. dkk. Prinsip-Prinsip Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Agar tujuan-tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan.cit. 5 . op. b. hlm.

d.25 Nur Masriyah. Prinsip kejelasan tanggung jawab. instruksi dan petunjuk teknis yang diberlakukan oleh yang berwenang. yaitu bahwa sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus selalu dalam kondisi siap pakai bilamana akan didayagunakan oleh personel sekolah dalam rangka pencapaian tujuan proses belajar mengajar. c. Prinsip Administratif. Dan pemakaiannya pun harus dengan hati-hati sehingga mengurangi pemborosan. b. Prinsip-prinsip yang dimaksud adalah: a. Apabila melibatkan banyak personel sekolah dalam manajemennya maka perlu adanya deskripsi tugas dan tanggungjawab yang jelas untuk setiap personel sekolah. peraturan. sehingga dapat diadakan sarana dan prasarana pendidikan yang baik dengan harga yang murah. . yaitu bahwa pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah hars dilakukan melalui perencanaan yang seksama. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekola harus selalu memperhatikan undang-undang. Prinsip pencapaian tujuan. ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan di sekolah. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus di delegasikan kepada personel sekolah yang mampu bertanggungjawab. Prinsip efisiensi.

maka pengelolaan sarana dan prasarana perlu dikelola dengan sebaik-baiknya. Hal yang perlu diperhatikan adalah masalah pemeliharaan dan pengawasan tentang sarana dan prasarana tersebut. Proses Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Seperti kita ketahui bersama. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. Untuk melaksanakan hal tersebut. Untuk merealisasikan pendidikan yang merupakan uaaha sadar dan yang bertujuan mengembangkan kepribadian dan kemampuan siswa. 2006. “Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di MAN I Malang”.30 14 . Dengan demikian sekolah merupakan salah satu tempat untuk mewujudkan pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. sesuai tujuan pendidikan dalam GBHN.26 e. Prinsip Kekohesifan.14 5. Nur Masriyah. melalui pengembangan program pendidikan dan pengajaran dengan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar siswa. Skripsi. hlm. maka sekolah perlu meningkatkan mutu pendidikan. maka sekolah hendaknya membina potensi lahir dan batin secara maksimal. maka sarana dan prasarana dapat dipakai dan digunakan dengan perasaan yang menyenangkan oleh para pemakainya. Bilamana hal-hal di atas dilakukan dengan baik. Fakultas Tarbiyah UIN Malang. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah iu harus direalisasikan dalam bentuk proses kerja yang sangat kompak. bahwa sarana dan prasarana merpakan penunjang tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan.

Inventarisasi 15 16 Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan FIP IKIP Malang. yaitu pengamanan perencanaan. Pengamanan itu hendaknya secara menyeluruh. op. op.. Penggunaan dan Pemeliharaan 4. Pengadaan • Analisis kebutuhan • Analisis anggaran • Seleksi • Keputusan • Pemerolehan 5.15 Ibrahim Bafadal menyatakan bahwa kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan itu meliputi: pengadaan. Kegiatan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: 16 Gambar 2.cit.152 Ibrahim Bafadal. hlm. pendistribusian. hlm. pengadaan. Penghapusan 2. Pendistribusian • Pengalokasian • Pengiriman 3. inventarisasi dan penghapusan.27 Tujuan pemeliharaan agar kekayaan yang besar nilainya itu memperoleh pengamanan yang baik.cit.. pendayagunaan dan penghapusan.7 . pemakaian dan pemeliharaan.1 Proses Manajemen Sarana dan Prasarana 1.

bahwa terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak perencanaan atau rencana (planning/programming) adalah pengetrapan . menggantikan barang-barang yang rusak. kedua. Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Suatu kegiatan administrasi/manajemen/pengelolaan yang baik dan tidak gegabah (sembrono) tentu diawali dengan suatu perencanaan (planning/programming) yang matang dan baik dilaksanakan demi menghindari diinginkan. ketiga dan seterusnya untuk dilaksanakan yang disesuaikan dengan tersedianya dana dan tingkat kepentinagannya.28 1. dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun anggaran mendatang. Berkenaan dengan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah ada beberapa hal yang perlu difahami. di antaranya yakni: a. Freedman dan kawan-kawannya mengatakan. Perencanaan yang baik dan teliti akan berdasarkan analisis kebutuhan. R. dihapuskan atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan pergantian. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di sekolah. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Aktifitas pertama dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah pengadaan sarana dan prasarana. dan penentuan skala priorotas bagi kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan urutan pertama. hilang.

4. Merancang setiap proses yang terpisah-pisah sesuai dengan spesifikasi pendidikan yang diusulkan. 6. Jones menegaskan bahwa langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah sebagai berikut: 1. Memilih kebutuhan utama berdasarkan hasil survey. Mengembangkan atau menguatkan tawaran atau kontrak dengan melaksanakan sesuai dengan gambaran kerja yang diusulkan. di antaranya adalah seorang teoretisi administrasi pendidikan. op. yaitu Jame J.29 secara sistematik daripada pengetahuan yang tepat guna untuk mengontrol dan menentukan arah kecendrungan perubahan.17 Akhir-akhir ini telah banyak teoritisi yang mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan (sarana dan prasarana) pendidikan di sekolah. kepada tujuan yang telah ditetapkan.cit. 2. 17 Ary H.117 . Menganalisis kebutuhan pendidikan suatu masyarakat dan menetapkan program untk masa yang akan datang sebagai dasar untuk mengevaluasi keberadaan fasilitas dan membuat model perecanaan perlengkapan yang akan datang. Melakukan survey ke seluruh unit sekolah untuk menyusun master plan untuk jangka waktu tertentu. 5. hlm. Gunawan. 3. Jones (1969). Mengembangkan Educational Specification untuk setiap proyek yang terpisah-pisah dalam usulan master plan.

Penetapan kebutuhan perlengkapan 3. Rekomendasi 7. rinci dan teliti berdasarkan informasi yang realistis tentang kondisi sekolah. Pengujian segala kemungkinan 6. Johnson (1969). Pasangan penulis tersebut menegaskan bahwa prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah: 1. Penetapan harga satuan perlengkapan 5.30 7. Penilaian kembali Berdasarkan uraian tentang prosedur perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah sebagaimana dikemukakan di atas. Melengkapi perlengkapan gedung dan meletakkannya sehingga siap untuk digunakan Dua orang teoritisi administrasi lainnya yang menjelaskan tentang prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah Emery Stoops dan Russel E. melainkan upaya memikirkan perlengkapan yang diperlukan di masa yang akan datang dan bagaimana pengadaannya secara sistematis. Agar prinsip-prinsip tersebut betul-betul terpenuhi. Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan bukanlah sekadar sebagai upaya pencarian ilham. Penetapan spesifikasi 4. Pembentukan panitia pengadaan barang atau perlengkapan 2. dapat ditegaskan bahwa proses perencanaan pengadaan sarana dan prasarana di sekolah tidak mudah. .

. Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana yang telah disusun sebelumnya. Pembelian. hlm. op. dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. Seringkali sekolah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan dari pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional.31 semua pihak yang dilibatkan atau ditunjuk sebagai panitia perencanaan pengadaan perlengkapan di sekolah perlu mengetahui dan mempertimbangkan program pendidikan.18 b. perlengkapan sekolah juga bisa diperoleh dari hadiah atau 18 Ibrahim Bafadal. Hadiah atau sumbangan. perlengkapan yang sudah dimiliki. Namun bantuan tersebut dalam jumlah terbatas dan tidak selalu ada. antara lain dengan cara: 1. sehingga sekolah dituntut untuk selalu berusaha juga melakukan pengadaan perlengkapan dengan cara lain. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah untuk mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan sekolah. untuk membeli sarana dan prasarana di sekolah dapat ditempuh dengan cara membeli di pabrik. Dinas Pendidikan Nasional Provinsi.cit. 27 . dana yang tersedia dan harga pasar. membeli di toko dan memesan. selain dengan cara membeli. 2.

38 . Meminjam. 32 Ibrahim Bafadal. untuk memperoleh tambahan sarana dan prasarana. pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah bisa dilakukan dengan cara meminjam kepada pihak-pihak tertentu.32 sumbangan perorangan maupun organisasi. yaitu: (1) penyusunan alokasi barang.. Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggungjawab dari seorang penanggungjawab penyimpanan kepada unit-unit atau orangorang yang membutuhkan barang itu. (3) penyerahan barang. ada beberapa prinsip administrasi penyimpanan peralatan dan perlengkapan pengajaran sekolah: 19 20 Ibrahim Bafadal. 4.19 2. ada tiga langkah yang sebaiknya ditempuh oleh bagian penanggungjawab penyimpanan atau penyaluran.20 Daryanto menyatakan. badan-badan atau lembaga-lembaga tertentu. hlm. Tukar menukar. Pihak-pihak yang dapat dipinjam adalah kepala sekolah. guru-guru ataupun orang tua murid. wakil kepala sekolah. Ibid. (2) pengiriman barang. Dalam rangka itu. pengelola sarana dan prasarana sekolah bisa mengadakan hubungan kerjasama dengan pengelola sarana dan prasarana sekolah lainnya. Hubungan kerjasama tersebut berupa saling menukar perlengkapan sekolah. 3.. Pendistribusian Sarana dan Prasarana Sekolah Barang-barang perlengkapan sekolah (sarana dan prasarana) yang telah diadakan dapat didistribusikan. Ibid. hlm.

e. Pendistribusian peralatan dan perlengkapan pengajaran ini harus berada dalam tanggung jawab salah seorang anggota staf yang ditunjuk. f. Semua penyimpanan harus diadministrasikan menurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu digunakan. hlm. lapuk dan serangga. Semua alat-alat dan perlengkapan harus disimpan di tempat-tempat yang bebas dari faktor-faktor perusak. 52 . b. Tanggungjawab untuk pelaksanaan yang tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus dirumuskan secara terperinci dan difahami dengan jelas oleh semua pihak yang berkepentingan. Mudah didapat bila sewaktu-waktu diperlukan. 2001). maka kegiatan penyaluran dapat berwujud pendistribusian atau kegiatan 21 Daryanto. d. Kebijaksanaan pendistribusian ini hendaklah ditekankan kepada efisien dan fleksibilitas. maksudnya bila diperlukan sewaktu-waktu segera dapat disediakan. Harus diadakan inventarisasi secara berkala. c. Administrasi pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta. Karena pelaksanaan tanggungjawab ini hanya bersifat ketatausahaan maka kurang tepat jika kepala atau guru sendiri yang langsung melaksanakannya yang paling tepat adalah pegawai tata usaha. seperti: panas. Gunawan. berpendapat bahwa dalam lingkungan yang sempit seperti di lingkungan sekolah/fakultas.21 Sedangkan Ary H. lembab.33 a. Harus mudah dikerjakan baik untuk menyimpan maupun yang keluar alat.

op. ada dua prinsip yang harus selalu diperhatikan yaitu prinsip efektifitas dan prinsip efisiensi.22 3. Kegiatan penyaluran barang yang baik melipputi penyusunan alokasi. Dalam kaitan dengan pemakaian perlengkapan pendidikan itu. tata usaha atau personel sekolah berarti barang-barang tersebut sudah berada dalam tanggungjawab bagian-bagian atau personel sekolah tersebut. pengiriman barang (untuk pusat-pusat penyalur) dan penyerahan barang. Penggunaan/Pemakaian Sarana dan Prasarana Pendidikan Begitu barang-barang yang telah diadakan itu didistribusikan kepada bagian-bagian kelas.144 .cit. baik secara langsng maupun tidak langsung. Dengan prinsip efektifitas berarti semua pemakaian sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus digunakan semata-mata dalam rangka memperlancar pencapaian tujuan pendidikan sekolah. Sedangkan dengan prinsip efisisiensi berarti pemakaian semua sarana dan prasarana pendidikan di sekolah secara hemat dan dengan hati-hati 22 Ary H.34 membagi/mengeluarkan barang sesuai kebutuhan guru/dosen/seksi bagian dalam instansi/sekolah/fakultas tesebut utnuk keperluan kegiatan belajar mengajar serta perkantoran.. Gunawan. perpustakaan. laboratorium. Atas pelimpahan itu pula pihak-pihak tersebut berhak memakainya utnuk kepentingan proses pendidikan di sekolahnya. Penggunaan dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan a. hlm.

seperti pemeliharaan terhadap kertas. atau membawanya ke bengkel servis.35 sehingga semua perlengkapan yang ada tidak mudah habis. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Agar setiap barang yang kita miliki senantiasa dapat berfungsi dan digunakan dengan lancar tanpa banyak menimbulkan gangguan/hambatan maka barang-barang tersebut perlu dirawat secara baik dan kontinu untuk menghindari adanya unsur-unsur pengganggu/perusaknya. tidak lembab. bebas hama dan sebagainya). atau memanggil tukang/ahli servis untuk melakukannya. rusak atau hilang. Kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan menurut ukuran waktu dan menurut ukuran keadaan barang.cit. op. Pemeliharaan tersebut dapat dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggungjawabnya. misalnya 2 atau 3 bulan sekali (seperti mesin tulis) atau jam pakai tertentu (mesin statis). Pemeliharaan yang dilakukan menurut keadaan barangnya dilakukan terhadap barang habis pakai dan barang tak habis pakai.. hlm. kapur dan sebagainya dengan penyimpanan yang baik (aman.23 b. Pemeliharaan menurut ukuran waktu dapat dilakukan setiap hari (setiap akan/sesudah memakai) dan secara berkala atau dalam jangka waktu tertentu sesuai petunjuk penggunaan (manual).42 . Dengan demikian kegiatan rutin untuk mengusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik dan berfungsi baik pula (running well) disebut pemeliharaan atau perawatan (service). sebelum 23 Ibrahim Bafadal.

225/MK/V/4/1971 barang milik Negara adalah berupa semua barang yang 24 Ary H. Menurut keputusan Menteri Keuangan RI Nomor kep. mengepel dan lain sebagainya. op.36 barang tersebut dipakai atau dalam penyimpanan. Lazimnya. kreatifitas serta rasa tanggung jawab dan rasa “handar beni” adalah kunci dari keberhasilan kegiatan pemeliharaan demi optimalisasi daya pakai dan daya guna setiap barang kita. tertib dan teratur berdasarkan ketentan-ketentuan atau pedoman-pedoman yang berlaku. merupakan inventarisasi adalah pencatatan dan penyusunan daftar barang milik Negara secara sistematis. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah Salah satu aktifitas dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah mencatat semua perlengkapan yang dimiliki oleh sekolah.. hlm. menyapu.24 4. pengecatan. Kegiatan Secata tersebut definitive. Terhadap barang tak habis pakai seperti mesin tlis. Pada prinsipnya kegiatan pemeliharaan dilakukan agar setiap sarana dan prasarana itu senantiasa siap pakai dalam proses/kegiatan belajar mengajar. Aktifitas.cit. kendaraan dan sebagainya dilakukan servis bila keadaan pemakaiannya ternyata sudah kurang enak atau kurang lancar. Gunawan. Pemeliharaan terhadap tanah dan gedung. 146 . kegiatan pencatatan semua perlengkapan itu disebut dengan istilah inventarisasi suatu perlengkapan proses yang pendidikan. dilakukan pembersihan. berkelanjutan. secara rutin berkala.

provinsi. dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ataupun dana lainnya yang barang-barangnya di bawah penguasaan pemerintah. Lebih lanjut. 225/MK/V/4/1971. Ada beberapa landasan hukum yang mendasari kegiatan inventarisasi perlengkapan sekolah. baik pusat. 2. Surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9 tahun 1971. Berdasarkan edaran surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tanggal 16 Januari 1997 No. 2/MPK/1979. tertanggal 24 Mei 1980. penghematan keuangan. mempermudah dalam pemeliharaan dan pengawasan. pengurusan barang-barang di sekolah dasar dilakukan oleh kepala sekolah sendiri. inventarisasi mampu menyediakan data dan informasi untuk perencanaan. Instruksi Presiden RI Nomor 3 tahun 1971. Sebagaimana yang dikutip oleh Ibrahim Bafadal. maupun daerah otonom. tertanggal 30 Maret 1991. Stoop dan Jhonson menyatakan bahwa dalam pelaksanaan sehari-hari kepala sekolah selaku administrator dapat . Melalui inventarisasi perlengkapan pendidikan diharapkan akan tercipta ketertiban administrasi barang. Surat keputusan Menteri Keuangan Nomor kep. tertanggal 23 Oktober 1971.37 berasal atau dibeli dengan dana yang bersumber baik secara keseluruhan atau sebagainya. yaitu: 1. baik yang berada di dalam maupun luar negeri. tertanggal 13 April 1971 3. 4. Intruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4/M/1980.

Kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan dan pembuatan kode barang perlengkapan Barang-barang perlengkapan di sekolah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. pencatatan perlengkapan pendidikan di sekolah yang tertib dan teratur dapat digambarkan sebagai berikut:25 25 Ibrahim Bafadal. Sedangkan barang-barang bukan inventaris adalah semua barang habis pakai.57 . bangku. hlm. seperti meja. yaitu: 1. yaitu barang inventaris dan barang bukan inventaris.cit. Kegiatan inventarisasi perlengkapan pendidikan meliputi dua kegiatan. Barang inventaris adalah keseluruhan perlengkapan sekolah yang dapat digunakan secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama.. Setelah itu. papan tulis. Baik barang inventaris maupun barang bukan inventaris yang diterima sekolah harus dicatat di dalam buku penerimaan.38 menunjuk stafnya atau guru-guru untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab tersebut. Sedangkan khusus barangbarang bukan inventaris dicatat di dalam buku induk bukan inventaris dan kartu (bisa berupa buku) stok barang. op. seperti kapur tulis. buku perpustakaan sekolah dan perabot-perabot lainnya. khusus barang-barang inventaris dicatat di dalam buku induk inventaris dan buku golongan inventaris. kertas. pita mesin tulis dan barang-barang yang statusnya tidak jelas. Dengan demikian. karbon.

terutama yang tergolong sebagai barang inventaris.39 Gambar 2. Kode barang adalah sebuah tanda yang menunjukkan kepemilikan barang. Kode tersebut ditulis pada barang yang sekiranya mudah dilihat dan dibaca.2 Tata Cara Pencatatan Perlengkapan Sekolah Ada barang baru Pencatatan di dalam buku penerimaan Pengelompokan barang baru Inventaris Bukan inventaris Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan inventaris perlengkapan pendidikan di sekolah adalah membuat kode barang dan menuliskannya pada badan perlengkapan pendidikan di sekolah. Tujuan pembuatan dan penulisan kode adalah untuk memudahkan semua pihak dalam mengenal kembali semua perlengkapan pendidikan .

Oktober. Ukurannya disesuaikan dengan besar kecelnya barang perlengkapan yang akan diberi kode. Januari dan April tahun berikutnya. Ibid. Kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan laporan. Misalnya. maka pelaporannya pun harus dibedakan.26 2.27 5. Biasanya warna kode tersebut adalah putih atau hitam. Pelaporan tersebut dilakukan sekali dalam setiap triwulan. Ibid. Laporan tersebut seringkali disebut dengan istilah laporan mutasi barang. pada setiap bulan Juli. Sekolah-sekolah swasta wajib melaporkannya kepada yayasannya. ada laporan barang rutin dan laporan barang proyek.61 . dengan warna yang berbeda dari warna dasar barang sehingga mudah dibaca. Oleh karena itu. Biasanya di sekolah itu ada barang rutin dan barang proyek.. baik ditinjau dari kepemilikan. Bilamana demikian halnya. penanggungjawab maupun jenis dan golongannya. Semua perlengkapan pendidikan di sekolah atau barang inventaris sekolah harus dilaporkan.40 di sekolah. hlm.59 Ibrahim Bafadal.. hlm. Dengan demikian. yaitu departemennya. barang-barang tersebut harus selalu dijaga agar tidak hilang 26 27 Ibrahim Bafadal. Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Barang-barang yang ada di sekolah adalah barang milik Negara. Biasanya kode barang itu berbentuk angka atau numerik. termasuk perlengkapan baru kepada pemerintah.

hlm. Sahertian. 2.1994). Walaupun demikian apabila barang-barang tersebut sudah dimanfaatkan terlalu lama akan sampai pulalah pada saat memudar daya gunanya. 198 . meringankan beban kerja inventarisasi 3. Sebagai salah satu fungsi dari pengelolaan perlengkapan. 28 Piet A. Daripada mendatangkan kerugian yang besar bagi pihak sekolah maka barang tersebut lebih baik disingkirkan/dihapus saja. penghapusan mempunyai arti: 1.41 atau lekas rusak. mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi kerugian yang lebih besar. b.28 Walaupun penghapusan barang-barang ada keuntungannya tetapi tidaklah gampang bagi suatu instansi untuk mengadakan penghapusan. Yang dimaksud dengan penghapusan adalah kegiatan yang mempunyai tujuan untuk menghapuskan barang-barang milik Negara dari daftar inventaris Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dimensi Administrasi (Surabaya: Usaha Nasional. yang disebabkan oleh: a. membebaskan barang dari tanggung jawab satuan organisasi yang mengurusnya menurut peraturan dan ketentuan yang berlaku. Pengeluaran yang semakin besar untuk pemeliharaan/perbaikan barang-barang yang kondisinya semakin buruk. Pemborosan biaya untuk pengamanan barang-barang kelebihan atau barang-barang lain yang karena beberapa sebab tidak dipergunakan lagi.

Ada penurunan efektifitas kerja. Untuk melakukan penghapusan atau penyingkiran (afkeur) pelaksana harus memperhatikan tahap-tahap sebagai berikut: . 7. tetapi dengan mesin tulis yang hampir rusak harus diselesaikan dalam waktu 10 hari. Barang kelebihan yang jika disimpan lebih lama. Penyusutannya berada di luar kekuasaan pengurus barang (misalnya bahan-bahan kimia). misalnya mesin hitung yang sudah diganti dengan kalkulator. Dalam keadan rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki atau dipergunakan lagi 2. 5. 4. terbakar. dan sebagainya. Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masa kini. diselewengkan. secara teknis dan ekonomis kegunaan tidak seimbang dengan biaya pemeliharaan. musnah akibat bencana alam. 8. Dicuri. misalnya dengan mesin tulis baru sebuah konsep dapat diselesaikan dalam waktu lima hari. 6. akan rusak dan tidak dapat dipakai lagi. Perbaikan akan menelan biaya yang besar sekali sehingga merupakan pemborosan uang Negara. 3. arau mesin tulis biasa yang sudah harus diganti dengan IBM.42 Barang-barang yang dapat dihapuskan dari daftar inventaris harus memenuhi salah satu atau lebih dari syarat-syarat di bawah ini: 1.

menghibahkan kepada badan/orang lain atau membakar. c. Prosedurnya adalah sebagai berikut: a. Melaksanakan penyingkiran dengan cara-cara mengadakan lelangan. keadaan barang yang dilelang serta nama dan alamat pelelang serta harga jualnya. Gunawan. op. Mengikuti cara pelanggan yang berlaku. Membuat surat pemberitahuan kepada atasan bahwa akan diadakan penyingkiran dengan menyebutkan barang-barang yang hendak disingkirkan.cit. dalam pelaksanaan penghapusan dikenal dua jenis cara. Pembentukan Panitia Penjualan oleh Pimpinan Unit Utama (Rektor. yaitu: 1. 2. 3. Menghapus dengan menjual barang-barang melalui kantor lelang Negara..29 Sebagaimana disampaikan oleh Ary H. Membuat berita acara tentang pelaksanaan penyingkiran. Proses penghapusan/penyingkiran harus disaksikan oleh atasan 5. Kopertis. 89 . yang menyebutkan banyaknya nama barang. b.43 1. dsb) yang bersangkutan. 4. d. Melaksanakan sesuai prosedur lelang. Memperhitungkan faktor-faktor penyingkiran dan penghapusan ditinjau dari segi nilai uang. hlm. Pemilihan barang yang akan dihapuskan dilakukan setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan. Pembuatan “risalah lelang” oleh kantor lelang. 29 Suharsimi Arikunto.

selambat-lambatnya tiga hari kerja setelah hari lelang. Kata pengajaran dalam bahasa arabnya adalah “ta’lim” dengan kata kerjanya “‘allama”.cit. Biaya lelang dan biaya lainnya (dana sosial. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa arabnya “tarbiyah wa ta’lim” 30 Ary Gunawan. op. serta mengikuti segala tata cara pemusnahan yang berlaku (dibakar. dsb).. hlm. dsb) yang dibebankan pada pembeli/pemenang lelang. Pengertian Pendidikan Agama Islam Bila kita akan melihat pengertian pendidikan dari segi bahasa. Pembayaran uang lelang yang disetorkan pada kas Negara. Pemusnahan Terhadap barang barang yang diusulkan untuk dihapus sesuai surat keputusan untuk/harus dimusnahkan. dikubur. f. 151 . 2. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1.30 B. maka kita harus melihat kepada kata arab karena ajaran Islam diturunkan dalam bahasa tersebut. maka pemusnahannya dilakukan unit kerja yang bersangkutan dengan disaksikan oleh pejabat pemerintah daerah setempat (minimal Lurah/Kades) dan atau kepolisian Negara. Kata “pendidikan” yang umum kita gunakan sekarang dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah”. dengan kata kerja “rabba”. MPO.44 e.

waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu?”(QS. kita mendapatkannya di dalam al-Qur’an seperti pada ayat: ‫واﺧﻔﺾ ﻟﻬﻤﺎ ﺟﻨﺎح اﻟﺬل ﻣﻦ اﻟﺮﺣﻤﺔ وﻗﻞ رب ارﺣﻤﻬﻤﺎآﻤﺎرﺑﻴﺎﻧﻰ‬ ِ َ ‫َ ْ ِ ْ َ ُ َ َ َ َ ﱡ ﱢ ِ َ ﱠ ْ َ ِ َ ُ ْ ﱠ ﱢ ْ َ ْ ُ َ َ َ َﱠ‬ ‫ﺻﻐﻴﺮا‬ ً ِْ َ (٢٤:‫)اﻹﺳﺮاء‬ Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhankui. kasihanilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil .25 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya (Semarang: Karya Toha Putra.45 sedangkan pendidikan Islam dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah Islamiyah”. hlm. 1996). Penggunaan kata-kata tarbiyah pada ayat pertama menunjukkan bahwa pendidikan pada fase ini menjadi tanggungjawab 31 32 33 Zakiyah Daradjat. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Angkasa. atau menurut istilah yang kita gunakan dewasa ini adalah pada fase bayi dan kanak-kanak. 293 . hlm.. hlm. (QS.227 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya.dkk. 17 Al-Isra’:24) 32 (١٨:‫ﻗﺎل أﻟﻢ ْ ﻧﺮﺑﻚ ﻓﻴﻨﺎ وﻟﻴﺪا وﻟﺒﺜﺖ ﻓﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﻋﻤﺮك ﺳﻨﻴﻦ )اﻟﺸﻌﺮاء‬ َ ْ ِ ِ َ ِ ُ ُ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ِ َ‫َ َ َ َ ُ َ ﱢ َ ِ ْ َ َِ ْ ً ﱠ‬ Fir’aun menjawab: “Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami.1996).31 Kata Tarbiyah. 25 As-Syu’ara’:18)33 Kedua ayat di atas menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tarbiyah adalah proses persiapan dan pengasuhan pada fase pertama pertumbuhan manusia. Ibid.

46

keluarga. Ibu dan ayah bertanggungjawab mengasuh dan mengasihi anak yang masih kecil dan berada dalam situasi ketergantungan. Dalam ayat kedua, Fir’aun menyebut-nyebutkan kebaikannya tehadap Musa a.s bahwa ia telah mendidiknya semasa kecil dan tidak memasukkannya ke dalam golongan anak-anak yang dibunuh ketika itu. Fir’aun juga mengingatkan Musa a.s bahwa ia telah berada dalam naungan keluarga untuk beberapa tahun lamanya. Demikianlah, bahwa istilah tarbiyah di dalam dua ayat di atas berkaitan erat dengan proses persiapan dan pemeliharaan pada masa kanak-kanak di dalam keluarga.34 Kata lain yang mengandung arti pendidikan itu ialah sabda Rasul SAW:

‫أدب‬

seperti

(‫أد ﺑﻨﻰ رﺑﻰ ﻓﺄﺣﺴﻦ َﺄ ِﻳ ِﻰ )اﻟﺤﺪﻳﺚ‬ ‫َ ﱠ َ ِ َ ِ ََ ْ َ َ ﺗ ْد ْﺒ‬
“Tuhan telah mendidikku, maka Ia sempurnakan pendidikanku.” Kata “ta’lim” dengan kata kerjanya “‘allama” juga sudah digunakan pada zaman Nabi. Baik dalam Al-Qur’an, Hadits atau pemakaian sehari-hari. Kata ini lebih banyak digunakan daripada kata tarbiyah tadi. Dari segi bahasa, perbedaan arti dari kedua kata itu cukup jelas. Bandingkanlah penggunaan dan arti kata berikut ini dengan kata “rabba”, “addaba”, “nasya’a” dan lain-lain. Firman Allah:

‫وﻋﻠﻢ ﺁدم اﻷﺳﻤﺎء آﻠﻬﺎ ﺛﻢ ﻋﺮﺿﻬﻢ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﻼءآﺔ ﻓﻘﺎل أﻧﺒﺌﻮﻧﻲ‬ ِ ْ ُ ِ ْ َ َ َ َ ِ َ ِ َ َ ْ ََ ْ ُ َ َ َ ‫َ َﱠ َ َ َ َ ْ َ َ ُﱠ َ ُ ﱠ‬
(٣١:‫ﺑﺄﺳﻤﺎء هﺆﻻء ان آﻨﺘﻢ ﺻﺎدﻗﻴﻦ )اﻟﺒﻘﺮة‬ َ ْ ِ ِ َ ْ ُْ ُ ْ ِ ِ َ ُ َ ِ َ ْ َِ

34

Abdul Fattah Jalal, Azas-Azas Pendidikan Islam (Bandung: Diponegoro,1988), hlm.28

47

“Dan dia

mengajarkan kepada Adam nama-nama(benda-benda)

seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar”. (Q.S. Al-Baqarah: 31) 35 Firmannya lagi:

‫وورث ﺳﻠﻴﻤﺎن داودوﻗﺎل ﻳﺂ أﻳﻬﺎاﻟﻨﺎس ﻋﻠﻤﻨﺎ ﻣﻨﻄﻖ اﻟﻄﻴﺮواوﺗﻴﻨﺎﻣﻦ‬ ْ ِ َ ْ ِ ْ َُ ِ ْ ‫َ َ ِ َ َُ ْ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ﱡ َ ﱠ ُ ُﱢ ْ َ َ ْ ِ َ ﱠ‬ ٍْ َ ‫ُ ﱢ‬ (١٦:‫ ِان هﺬا َﻟﻬﻮاﻟﻔﻀﻞ اﻟﻤﺒﻴﻦ )اﻟﻨﻤﻞ‬P‫ﻗﻠﻲ‬P ‫آﻞ ﺷﻲء‬ ُ ْ ُِ ُ ْ َ َ ُ َ َ ‫ﱠ‬
“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata.” (Q.S. An-Naml: 16) 36 Kata “‘allama” pada kedua ayat tadi mengandung pengertian sekedar memberi tahu atau memberi pengetahuan, tidak mengandung arti pembinaan kepribadian Nabi Sulaiman melalui burung, atau membina kepribadian Nabi Adam melalui nama benda-benda. Lain halnya dengan pengertian “rabba”, “addaba” dan sebangsanya.37 Sedangkan pengertian pendidikan agama Islam secara istilah seperti yang telah diungkapkan oleh beberapa pakar pendidikan: menurut Zakiyah Daradjat pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara

35 36 37

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, op.cit., hlm.6 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, Ibid., hlm 301 Zakiyah Daradjat,dkk. op.cit., hlm.2

48

menyeluruh. Lalu menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Tayar Yusuf mengartikan pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan, kecakapan dan keterampilan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia bertaqwa kepada Allah swt. Sedangkan menurut A. Tafsir Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan yang diberikan seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai ajaran Islam.38 Di dalam GBPP PAI di sekolah umum, dijelaskan bahwa pendidikan agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami dan menghayati, dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.39 2. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam Secara umum, pendidikan agama Islam bertujuan untuk

“meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.”

Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004 (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005), hlm.130 Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001), hlm. 75
39

38

49

Dari tujuan itu dapat ditarik beberapa dimensi yang hendak ditingkatkan dan dituju oleh kegiatan pendidikan agama Islam, yaitu: (1) dimensi keimanan peserta didik terhadap ajaran agama Islam, (2) dimensi pemahaman atau pelajaran (intelektual) serta keilmuan peserta didik terhadap ajaran agama Islam, (3) dimensi penghayatan atau pangalaman bathin yang dirasakan peserta didik dalam menjalankan ajaran Islam, dan (4) dimensi pengamalannya, dalam arti bagaimana ajaran Islam yang telah diimani, difahami dan dihayati oleh peserta didik itu mampu diamalkan dalam kehidupan pribadi, sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. dan berakhlak mulia, serta diaktualisasikan dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.40 Adapun tujuan pendidikan agama Islam menurut beberapa ahli atau tokoh pendidikan Islam sebagai berikut: Imam al-Ghozali berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam yang hendak dicapai adalah; pertama, kesempurnaan manusia, yang puncaknya adalah dekat dengan Allah. Kedua, kesempatan manusia, yang puncaknya kebahagiaan di dunia dan akhirat. Karena itu, pendidikan tersebut berusaha mengajar manusia agar mampu menggapai tujuan-tujuan yang dirumuskan tadi. Jadi, menurut al-Ghozali ada dua tujuan pendidikan yang ingin dicapai sekaligus, pertama, kesempurnaan manusia yang bertujuan mendekatkan diri, dalam arti kualitatif kepada Allah swt., kedua, kesempurnaan manusia yang dimaksud adalah kebahagiaan di dunia dan akhirat. Untuk menjadikan insan
Muhaimin, dkk. Strategi Belajar Mengajar: Penerapannya Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama (Surabaya: Citra Media, 1996), hlm.2
40

serta mendorong aspek-aspek itu ke arah kebaikan atau kesempurnaan hidup. tetapi mengalami proses yang panjang dan ada prasyarat-prasyarat yang harus dipenuhi diantaranya mempelajari berbagai ilmu. pendidikan Islam harus mengembangkan seluruh aspek kehidupan manusia baik spiritual. Oleh karena itu. supaya dapat menguasai profesi. (d) menumbuhkan semangat ilmiah (scientific spirit) pada pelajar dan memuaskan keinginan dalam arti untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu. jasmani. intelektual. Menurut Marimba tujuan akhir pendidikan Islam adalah terbentuknya kepribadian muslim. mengamalkannya dan menghadapi berbagai cobaan yang mungkin terjadi dalam proses pendidikan itu. Dari beberapa pendapat tersebut di atas maka dapat ditarik suatu pengertian bahwa tujuan pendidikan Islam yaitu mencapai keseimbangan pertumbuhan diri pribadi manusia muslim secara menyeluruh melalui latihan kejiwaan. kecerdasan.50 kamil (manusia paripurna) tidaklah tercipta dalam sekejap mata. Dengan uraian singkat. bahasa. dan keterampilan tertentu agar ia dapat mencapai rezeki dalam hidup di samping memelihara segi kerohanian. akal fikiran. dan (e) menyiapkan pelajar dari segi professional. keilmiahan. (b) persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat. teknis. dapat . Muhammad Athiyah al-Abrasi berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam secara umum sebagai berikut: (a) membantu pembentukan akhlak mulia. perasaan dan panca indera sehingga memiliki kepribadian yang utama. (c) persiapan mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan. imajinasi (fantasi).

Penyesuaian mental yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik Zuhairini dan Abdul Ghofir. Metodologi Pmebelajaran Pendidikan Agama Islam (Malang: Universitas Negeri Malang. hlm. yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah swt yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Pada dasarnya dan pertama-tama kewajiban menanamkan keimanan dan ketaqwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga. Pengembangan. 2. pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan ketaqwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.41 Kurikulum pendidikan agama Islam untuk sekolah/madrasah berfungsi sebagai berikut: 1. Manusia akan dapat mencapai kematangan hidup setelah mendapatkan bimbingan dan usaha melalui proses pendidikan. 2004). 3. Penanaman nilai sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Sekolah berfungsi untuk menumbuhkembangkan lebih lanjut dalam diri melalui bimbingan.51 difahami bahwa tujuan pendidikan Islam adalah meningkatkan taraf kehidupan manusia melalui seluruh aspek yang ada sehingga sampai kepada tujuan yang telah ditetapkan dengan proses tahap demi tahap.8 41 . Penyesuaian mental. yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam.

7. Pengajaran. Penyaluran. b. . Feisal berpendapat bahwa terdapat beberapa pendekatan yang digunakan dalam memainkan fungsi agama Islam di sekolah: a. Pencegahan. yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain. artinya pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada anak untuk memudidayakan nilai agama Islam. dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan. sistem dan fungsionalnya. kekurangankekurangan. 4. 5. pemahaman dan pengamalan ajaran dalam kehidupan sehari-hari.52 lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam. Pendekatan Meso. yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan. 6. Perbaikan. tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum (alam nyata dan nir-nyata). Pendekatan nilai universal (makro) yaitu suatu program yang dijabarkan dalam kurikulum. yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya.

yang menurut Sudjana disebut kurikulum ideal/potensial. op. artinya program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada anak untuk membudidayakan nilai agama Islam. Pendekatana Makro. Selanjutnya. Pendekatan Ekso. Faktor-Faktor Agama Islam.42 3. Karena itu.134 . artinya pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kecukupan keterampilan seseorang sebagai professional yang mampu mengemukakan ilmu teori. dilakukan kegiatan untuk memilih..cit. informasi.53 c. menetapkan dan mengembangkan cara-cara (strategi) pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan sesuai kondisi yang ada agar kurikulum dapat diaktualisasikan dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar terwujud dalam diri peserta didik. 42 Abdul Majid dan Dian Andayani. Pembelajaran terkait dengan bagaimana (how to) membelajarkan siswa atau bagaimana membuat siswa dapat belajar dengan mudah dan terdorong oleh kemauannya sendiri untuk mempelajari apa (what to) yang Yang Mempengaruhi Pembelajaran Pendidikan teraktualisasikan dalam kurikulum sebagai kebutuhan (needs) siswa. d. yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. pembelajaran berupaya menjabarkan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum dengan menganalisis tujuan pembelajaran dan karakteristik isi bidang studi pendidikan agama yang terkandung di dalam kurikulum. hlm.

Karena itu. dan (c) hasil pembelajaran pendidikan agama. dan pengembangan metode pembelajaran 43 PAI.. Ketiga komponen tersebut adalah (a) kondisi pembelajaran pendidikan agama. hlm. Kondisi Pembelajaran Pendidikan Agama Adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pengguanaan metode dalam meningkatkan hasil pembelajaran PAI.cit.146 . perhatian kita adalah berusaha Muhaimin.54 Dalam pembelajaran terdapat tiga komponen utama yang saling berpengaruh dalam proses pembelajaran pendidikan agama. Ketiga komponen tersebut memiliki interalisasi sebagaimana tergambar berikut: 43 Gambar 2. (b) metode pembelajaran pendidikan agama. Faktor kondisi ini berinteraksi dengan pemilihan.3 Interelasi Variabel Pembelajaran Kondisi pembelajaran 1 2 Hasil pembelajaran Metode Pembelajaran a. op. penetapan.

b. Sebaliknya. dan tingkat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.55 mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor-faktor yang termasuk kondisi pembelajaran. Rancangan metode pembelajaran PAI dapat diklasifikasikan menjadi tiga. ditetapkan dan dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik bidang studi PAI. sumber belajar PAI yang tersedia. jika dalam suatu situasi. Akan tetapi. metode pembelajaran tidak dapat dimanipulasi maka metode atau cara tersebut berubah menjadi kondisi pembelajaran. Karena itu. yaitu tujuan pembelajaran PAI. karakteristik peserta didik dan kendala pembelajaran PAI. Dalam kegiatan penetapan metode pembelajaran PAI diperlukan perencanaan pembelajaran yang profesional. semua cara dapat dimanipulasi oleh perancang atau pengembang pembelajaran. jika suatu kondisi pembelajaran PAI dalam suatu situasi dapat dimanipulasi maka kondisi tersebut berubah menjadi metode pembelajaran PAI. karakteristik bidang studi PAI. yaitu strategi . Semua metode pembelajaran tersebut dapat dipilih. metode pembelajaran PAI dapat berbeda-beda menyesuaikan dengan hasil pembelajaran dan kondisi pembelajaran yang berbeda-beda pula. Pada dasarnya. Metode Pembelajaran PAI Metode pembelajaran PAI didefinisikan sebagai cara-cara tertentu yang paling cocok untuk dapat digunakan dalam mencapai hasil-hasil pembelajaran PAI yang berada dalam kondisi pembelajaran tertentu.

dan strategi pengelolaan pembelajaran PAI. hlm. Klasifikasi dan hubungan antar komponen yang mempengaruhi pembelajaran PAI tersebut dapat digambarkan dalam bagan berikut:44 44 Muhaimin. c.149 .cit. op.56 penataan organisasi isi pembelajaran PAI. efisiensi. strategi penyampaian pembelajaran PAI. Actual out-comes adalah hasil belajar PAI yang dicapai peserta didik secara nyata karena digunaknnya suatu metode pembelajaran PAI tertentu yang dikembangkan sesuai dengan kondisi yang ada. Indikator keberhasilan pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga. yaitu tingkat keefektifan. Sedangkan desired out-comes merupakan tujuan yang ingin dicapai yang biasanya sering mempengaruhi keputusan perancang pembelajaran PAI dalam melakukan pilihan suatu metode pembelajaran yang paling baik untuk digunakan sesuai dengan kondisi pembelajaran yang ada. Hasil pembelajaran PAI dapat berupa hasil nyata (actual out-comes) dan hasil yang diinginkan (desired out-comes). dan kemenarikan pembelajaran PAI yang dikembangkan. Hasil Pembelajaran PAI Hasil pembelajaran PAI adalah mencakup semua akibat yang dapat dijadikan indikator tentang nilai dari penggunaan metode pembelajaran PAI di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda..

57

Gambar 2.4 Pembagian Komponen Pembelajaran PAI

kondisi

Tujuan dan karakteristik bidang studi PAI

Kendala sumber belajar dan karakteristik bidang studi Strategi penyampaian pendidikan agama

Karakteristik peserta didik

metode

Strategi pengorganisasian pendidikan agama

Strategi pengelolaan pendidikan agama

hasil

Keefektifan, efesiensi, dan daya tarik pembelajaran PAI

C. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam kamus besar bahasa Indonesia kualitas didefinisikan sebagai tingkat baik buruknya sesuatu, kadar atau mutu atau dapat juga dikatakan sebagai derajat atau taraf (kepandaian atau kecakapan, dan sebagainya).45 Sedangkan pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa untuk belajar. Kegiatan ini akan mengakibatkan siswa mempelajari sesuatu dengan cara lebih efektif dan efisien. Pembelajaran berasal dari kata belajar yang berarti suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman. Tingkah laku dapat bersifat

45

W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka,1989)

hlm. 467

58

jasmaniah (kelihatan), dapat juga bersifat intelektual atau merupakan suatu sikap sehingga tidak mudah dilihat.46 Konsep pembelajaran menurut Corey dalam Syaiful Sagala adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan proses terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. Secara sederhana pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru.47 Dengan demikian kualitas pembelajaran adalah kualitas seorang guru baik kemampuan maupun pemahamannya terhadap interaksi belajar mengajar yang indikatornya dapat dilihat dari hasil prestasi belajar siswa, baik itu prestasi dalam menempuh ujian semester atau prestasi dalam menempuh ujian akhir. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran PAI, maka tidak terlepas dari adanya beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. 1. Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI Yang dimaksud faktor pendukung adalah sesuatu yang dapat menjadikan pendidikan itu maju dan berhasil dengan baik sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan dapat dicapai. Sedangkan yang dimaksud dengan faktor

46 47

Muhaimin, dkk., op.cit., hlm. 44 Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2006), hlm. 61

59

penghambat adalah segala sesuatu yang dapat mengganggu jalannya pendidikan sehingga pendidikan tidak terwujud dengan baik.48 a. Faktor Pendukung 1. Faktor Peserta Didik Peserta didik dalam pendidikan Islam adalah setiap manusia yang sepanjang hayatnya selalu berada dalam perkembangan. Jadi, bukan hanya anak-anak yang sedang dalam pengasuhan dan pengasihan orang tuanya, bukan pula hanya anak-anak dalam usia sekolah. Pengertian ini didasarkan atas tujuan pendidikan yaitu manusia sempurna secara utuh, yang untuk mencapainya manusia berusaha terus menerus hingga akhir hayatnya.49 Kegiatan pembelajaran pendidikan agama Islam akan berjalan dengan lancar, efektif, dan efisien serta dapat mencapai tujuan pendidikan apabila peserta didik mengikuti pelajaran dengan tenang, memperhatikan penjelasan guru dengan seksama, belajar dengan rajin, mampu mengembangkan potensinya melalui diskusi-diskusi dengan temannya serta disiplin waktu. 2. Faktor Pendidik Pendidik tidak sama dengan pengajar sebab pengajar hanya sekadar menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS pada bab XI pasal 39 ayat 2 disebutkan bahwa pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas
Hidayatul Fitriyah, Hubungan Kompetensi Guru Agama dengan Peningkatan Mutu pembelajaran di MAN Pasuran pada Mata Pelajaran PAI, Skripsi, Fakultas Tarbiyah UIN Malang 2005, hlm.36
49 48

Heri Noer Aly, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999), hlm. 113

(3) memiliki jiwa pendidik dan rasa kasih sayang kepada anak didiknya dan ikhlas jiwanya. terutama didaktik dan metodik.50 3. (2) taat untuk menjalankan agama (menjalankan syari’at agama Islam. Faktor Alat Pendidikan Alat pendidikan adalah segala sesatu yang digunakan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan. melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tertama bagi pendidik perguruan tinggi. disamping harus memiliki syarat-syarat tersebut. Bagi guru Agama. masih harus ditambah dengan syarat yang lain. yang oleh Direktorat Pendidikan Agama telah ditetapkan sebagai berikut: (1) memiliki pribadi mukmin. muslim dan muhsin. mengemukakan bahwa alat pendidikan adalah suatu tindakan atau 50 Zuhairini dan Abdul Ghofir.cit. (5) menguasai ilmu pengetahuan agama dan (6) tidak memiliki cacat rohaniah dan jasmaniyah dalam dirinya.18 .. Sedangkan pada pasal 42 ayat 1 disebutkan: pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. op. sehat jasmani dan rohani. Sutari Imam Barnadib. dapat memberi contoh teladan yang baik kepada peserta didik). menilai hasil pembelajaran.60 merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional. (4) mengetahui tentang dasar-dasar ilmu pengetahuan tentang keguruan. hlm.

serta bertolak dari pandangan hidup serta 51 Hery Noer Aly. Gedung sekolah yang memadai b. tingkah laku dan pola pikir yang diharapkan serta berusaha pula mengangkat derajat hidup masyarakat mereka dan merealisasikan tujuan akhirnya. apabila bertopang dan mengacu pada dasar pemikiran yang Islami pula. Kurikulum seperti itu hanya mungkin. untuk itu pihak sekolah/madrasah harus menyediakan alat-alat pendidikan tersebut.. op. sehingga siswa dapat belajar secara mandiri dengan cara membaca buku.139 . Alat peraga dan media pendidikan yang lengkap.51 Alat pendidikan sangat menunjang proses pembelajaran PAI. Sistem pendidikan Islam menuntut pengkajian kurikulum yang Islami pula yang tercermin dari sifat dan karakteristiknya. Di mana alat pendidikan tersebut di antaranya adalah: a.cit. Faktor Kurikulum Kurikulum merupakan suatu program bagi unit periodisasi sekolah dalam rangka mengantar anak-anak kepada taraf pendidikan. c. 4. hlm. sehingga penyampaian materi dari guru dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien d.61 perbuatan atau situasi atau benda yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Perpustakaan sekolah yang lengkap isinya. Sarana dan prasarana untuk ibadah.

” (al-hadis) b. yaitu ikhlas.52 5. Mengenai fitrah insani ini diisyaratkan dalam hadits qudsi: (‫ﺧﻠﻘﺖ ﻋﺒﺎدى ﺣﻨﻔﺎء ﻓﺎﺟﺘﺎﻟﺘﻬﻢ اﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ. dan terarah kepada pola hidup Islami. suatu kurikulum yang Islami perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini: a. Pentahapan serta pengkhususan kurikulum hendaknya memperhatikan periodisasi perkembangan peserta didik.62 pandangan tentang manusia (pandangan antropologis) serta diarahkan kepada tujuan pendidikan yang dilandasi kaidah-kaidah Islami. akan tetapi kemudian syaitan-syaitan membelokkan mereka. 1992). Perkembangan kurikulum hendaknya selaras dengan fitrah insani sehingga memiliki peluang untuk menyucikannya dan menjaganya dari penyimpangan..….)اﻟﺤﺪﻳﺚ‬ “Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif.. Prinsip-prinsip dan Metoda pendidikan Islam (Bandung: Diponegoro. c.. Kurikulum hendaknya diarahkan untuk mencapai tujuan akhir pendidikan Islam. hlm 273 52 . Faktor Lingkungan Abdurrahman an-Nahlawi... d.. taat dan beribadah kepada Allah.. Untuk memenuhi kriteria tersebut. Secara keseluruhan struktur dan organisasi kurikulum hendaknya tidak bertentangan dan tidak menimbulkan pertentangan. bahkan sebaliknya.

penuh kasih sayang. b. suka tolong menolong (gotong royong). Faktor Penghambat 1. akhlak maupun perasaan agamanya. Pengaruh tersebut di antaranya datang dari teman-teman sebayanya atau masyarakat sekitarnya. Lingkungan akan dapat memberikan pengaruh yang positif maupun negatif terhadap pertumbuhan jiwa. Lingkungan sosial di sekolah seperti guru.. op. Faktor Pendidik Karakteristik seorang guru yang menjadi penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran. b. di antaranya yakni: a.53 Faktor lingkungan yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran PAI di sekolah. karena perkembangan jiwa peserta didik itu sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya. di antaranya adalah: 53 Zuhairini dan Abdul Ghofir. dan teman-teman sekelas. hlm.28 . ramah tamah dan menganut asa kekeluargaan. Kondisi masyarakat dan tetangga serta teman sepermainan yang baik. Keluarga dan orang tua yang perhatian.63 Lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting terhadap berhasil tidaknya pendidikan agama. c. dan pola pendidikan yang diterapkan oleh orang tua dan keluarga yang demokratis tetapi terkendali. yang selalu menunjukkan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik. para staf administrasi.cit.

d. 3. Anak didik yang kurang bersungguh-sungguh dalam belajar agama. Guru yang tidak menguasai bahan pelajaran yang akan diberikan. b. Faktor Alat Pendidikan Sedangkan alat pendidikan/fasilitas/sarana yang dapat menghambat peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah: dalam keluarganya atau karena IQ serta .64 a. Guru yang tidak ikhlas dalam menyampaikan ilmu yang dia miliki dan semata-mata bersifat materialis.) c. Guru yang tidak mempunyai sifat penyabar dan pemaaf. d. nakal. tidak mau menambah wawasan dan pengetahuannya. Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Pemahaman dan kemampuan anak didik yang cenderung tidak sama. Guru yang tidak berakhlak mulia dan tidak dapat memberikan contoh teladan kepada murid-muridnya. c. 2. (disebabkan oleh permasalahan kecerdasannya). dsb. b. Peserta didik yang bermasalah (kurang disiplin. Guru yang tidak bersikap dinamis. Faktor Peserta Didik Kondisi peserta didik yang dapat menjadi penghambat adalah: a. e. Kondisi ini akan menghambat pembelajaran PAI. suka mengganggu temannya. Jadi ada yang berkemampuan tinggi dan ada yang lemah.

b.65 a. dalam arti bahwa ia tidak dapat dilaksanakan sesuai situasi dan kondisi yang terdapat di sekolah tersebut. Gedung sekolah yang kurang terawat b. d. c. sehingga tidak bisa membangun masyarakat muslim di lingkungan sekolah. seperti pendidikan untuk berjihad dan menyebarkan dakwah Islamiyah. sehingga tidak dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi dan situasi setempat. Kurikulum kurang memperhatikan tingkat perkembangan siswa yang bersangkutan. Minimnya sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran PAI. sehingga kurang mendukung tercapainya tujuan pendidikan agama. Faktor Kurikulum Mayoritas kurikulum yang seringkali menjadi penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah kurikulum yang mempunyai sifat: a. d. Kurangnya manajemen sarana dan prasarana. Minimnya dana pendidikan sehingga menyebabkan sulitnya pengadaan sarana pendidikan agama yang dibutuhkan. Dengan kondisi seperti itu maka . Kurikulum tidak memperhatikan aspek-aspek tingkah laku amaliah Islami. 4. Kurikulum tidak realistis. c. Metode pendidikan/pengajaran dalam kurikulum kurang bersifat luwes.

2.66 akan sulit mewujudkan seluruh rukun. (3) Adanya lingkungan sekitar. metode pendidikan. (2) Orang tua dan keluarga yang tidak menjalankan ajaran agama dengan baik serta kurang kasih sayang terhadap anak-anaknya. Upaya-upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI a. Materi pelajaran tidak boleh menyimpang dari tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. masyarakat dan tetangga yang acuh tak acuh terhadap ajaran agama. ajaran dan adab Islami. baik dalam kehidupan individual para pelajar maupun dalam hubungan sosial mereka dan perlawatan mereka dalam rangka berdakwah kepada Allah SWT. isi dan bobot materi pelajaran yang akan . 5. syi’ar. serta sikap seorang guru yang tidak memberikan contoh tauladan yang baik. dan (4) masyarakat sekitar yang cenderung individualis dan tidak mau gotong royong. Peningkatan Materi Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. Faktor Lingkungan Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah : (1) masyarakat sekolah yang tidak mencerminkan lingkungan pendidikan. maka peningkatan materi perlu mendapatkan perhatian karena dengan lengkapnya materi yang diberikan tentu akan menambah lebih luas pengetahuan. Sifat.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan materi pelajaran (1) materi pelajaran hendaknya sesuai dengan atau dapat menunjang tercapainya tujuan instruksional.cit. (2) materi pelajaran hendaknya sesuai dengan tingkat pendidikan dan perkembangan siswa pada umumnya. metode yang digunakan. Materi dan bahan pengajaran ditetapkan dengan mengacu pada tujuan-tujuan instruksional yang ingin dicapai. akan tetapi karena penguasaannya terhadap bahan atau materi pelajaran yang ia sajikan. Pemanfaatan Metode yang Bervariasi 54 55 Zuhairini dan Abdul Ghofir.. baik dilihat dari tujuan yang ingin dicapai maupun fungsinya untuk mempelajari bahan berikutnya.. Materi yang diberikan bermakna bagi para siswa. 162 . dan (4) materi pelajaran hendaknya mencakup hal-hal yang bersifat faktual maupun konseptual. op. demikian pula seorang guru harus mampu menarik perhatian dalam kelas. Bukan dalam arti menarik perhatian karena pakaiannya yang seronok. keterampilan memanfaatkan media sampai kepada penggunaan bahasa yang baik dan benar. dan merupakan bahan yang betul-betul penting.55 b. hlm 58 Syaiful Sagala.67 diajarkan harus disesuaikan dengan tingkat kematangan anak dan kemampuannya untuk menerima bahan atau materi tersebut. op. hlm.cit.54 Sebagaimana seorang pemain sandiwara menarik perhatian penonton. (3) materi pelajaran hendaknya terorganisasi secara sistematik dan berkesinambungan.

untuk semua mata pelajaran. Metode tersebut mampu menggugah puluhan ribu kaum mu’minin untuk membuka hati umat manusia agar dapat menerima petunjuk dari ilahi dan kebudayaan Islami. Artinya seorang pengajar harus mempunyai tujuan dalam kegiatan pengajarannya..56 Dalam al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw dapat ditemukan berbagai metode pendidikan yang sangat menyentuh perasaan.. op.cit.68 Menyampaikan bahan pelajaran berarti melaksanakan beberapa kegiatan. tetapi kegiatan itu tidak akan ada gunanya jika tidak mengarah kepada tujuan tertentu. suatu kedudukan yang belum pernah dirasakan oleh umat-umat lain di muka bumi. dan untuk selamanya. mendidik jiwa dan membangkitkan semangat. dalam semua situasi dan kondisi. Untuk mencapai tujuan tersebut pengajar harus menggunakan beberapa metode mengajar yang bervariasi. karena itu setiap pengajar menginginkan pengajarannya dapat diterima sejelas-jelasnya oleh para peserta didiknya. Di antara metode-metode itu. dkk.81 . untuk semua murid. yang paling penting dan paling menonjol adalah: 56 Muhaimin. Belajar mengajar merupakan kegiatan yang komplek. hlm. Mengingat kegiatan belajar mengajar merupakan kegitan yang komplek maka hampir tidak mungkin untuk menunjukkan dan menyimpulkan salah satu metode belajar mengajar tertentu lebih unggul daripada metode belajar mengajar yang lainnya dalam usaha mencapai semua tujuan. oleh semua guru.

agar kita menjadi sebaik-baik umat yang dikeluarkan demi kepentingan manusia. bahan-bahan bangunan dan para pekerja. keluarga dan sekolah. hlm. Mendidik dengan mengambil ibrah (pelajaran) dan mau’idhah (peringatan) 7. Mendidik dengan kisah-kisah Qur’ani dan Nabawi 3. pendidik. membutuhkan mesin-mesin. yaitu tujuan yang diserukan oleh Allah swt. Demikian pula pendidikan merupakan satu proyek yang bertujuan mengarahkan dan memelihara perkembangan generasi manusia. Mendidik dengan targhib (membuat senang) dan tarhib (membuat takut). seperti mendidik melalui cerita.cit. 57 Abdurrahman an-Nahlawi.57 c. Mendidik dengan memberi teladan 5.69 1. dialog. Mendirikan sebuah bangunan besar umpamanya. Mendidik dengan pembiasaan diri dan pengamalan 6. seperti masjid. Metode hiwar (percakapan) Qur’ani dan Nabawi 2.op.. Sarana-sarana ini disebut “alat pendidikan”. Pendidikan mempunyai berbagai sarana material atau manusiawi yang mempunyai dampak maknawi. para arsitektur. Ada pula saranasarana maknawi dan psikhis. Pemanfaatan Fasilitas (Sarana dan Prasarana) Setiap proyek yang hendak dilaksanakan mempunyai sarana-sarana yang sesuai dengannya dan akan mewujudkan tujuannya.283 . Mendidik dengan amtsal (perumpamaan) Qur’ani dan Nabawi 4. guna merealisasikan tujuan akhir umat.

.58 d.70 berdebat dengan cara terbaik.59 Evaluasi adalah suatu proses yang berlangsung secara berkesinambungan. Evaluasi selama proses pembelajaran adalah evaluasi yang digunakan untuk melacak dan memperbaiki masalah belajar mengajar serta kesulitannya. membuat perumpamaan dengan bendabenda terindera. hlm. Feed back atau umpan balik 58 59 Abdurrahman an-Nahlawi. kemampuan siswa.189 Zuhairini dan Abdul Ghofir. metode dan materi pembelajaran yang digunakan. keterampilan dan sikap sesudah mengikuti program pengajaran.cit. misalnya karakteristik siswa. Evaluasi sebelum proses pembelajaran. Evaluasi adalah alat untuk mengukur sampai di mana penguasaan murid terhadap pendidikan yang telah diberikan. ibid. Mengadakan Evaluasi Yang dimaksud dengan evaluasi pendidikan agama ialah suatu kegiatan untuk menentukan taraf kemajuan suatu pekerjaan di dalam pendidikan agama.122 . Sarana-sarana maknawi ini disebut “metode pendidikan”. Ruang lingkup pendidikan agama mencakup penilaian terhadap kemajuan belajar (hasil belajar) murid dalam aspek pengetahuan. op. baik dalam penyampaian materi maupun strategi pendekatan yang digunakan. hlm. atau melalui pemberian teladan. Evaluasi dilakukan sebelum. selama dan sesudah suatu proses pembelajaran.

61 3. dan (3) objektifitas. unjuk rasa yang dibarengi dengan tindakan brutalisme dan sebagainya adalah akibat dari kelambanan dalam mengantisipasi berbagai krisis tersebut. masyarakat rupanya masih berharap besar sekaligus menunggu-nunggu jasa dan peran yang disumbangkan oleh agama. Implikasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI Meledaknya jumlah pengangguran sebagai akibat dari PHK dan terbatasnya jumlah lapangan kerja.71 diberikan melalui tes-tes formatif. Dalam kondisi semacam itu.86 . (2) kontinuitas. semakin menjamurnya tindakan kriminal. Adapun prinsip-prinsip pelaksanaan evaluasi itu adalah: (1) komprehensif. (3) placement.cit.cit. (2) sumatif.cit. dapat dilakukan secara formatif dan sumatif. Evaluasi pencapaian hasil belajar siswa. op. op.164 Zuhairini dan Abdul Ghofir. hlm. Kenapa 60 61 62 Syaiful Sagala.. hlm. Penanganan yang serba lamban terhadap persoalan-persoalan tersebut ternyata dapat menyebabkan kerawanankerawanan sosial. dan (4) diagnostis.62 Terutama khususnya pembelajaran pendidikan agama di sekolah. hlm. Timbulnya kerusuhan sosial.. op. Macam-macam jenis evaluasi hasil belajar dalam proses belajar mengajar pendidikan agama di sekolah dapat dibedakan ke dalam : (1) formatif.125 Muhaimin.60 Dalam memberikan evaluasi hasil belajar dalam proses belajar mengajar pendidikan agama harus didasarkan prinsip pelaksanaan..

Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan yang ada dalam dunia pendidikan saat ini. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai.63 Karena pembelajaran pendidikan agama masih mendapat kritik pedas dari para ahli pendidikan itu berarti kualitas pembelajaran pendidikan agama harus ditingkatkan. Karena dengan adanya manajemen sarana dan prasarana maka sarana dan prasarana yang ada di suatu lembaga diusahakan dalam keadaan siap pakai (ready for use) walaupun dalam jumlah yang minim. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien. maka pembelajaran pendidikan agama di sekolah harus menunjukkan kontribusinya. Lain daripada itu melalui manajemen sarana dan prasarana diharapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh 63 Muhaimin. karena di dalam agama sarat akan dimensi moralitas dan spiritualitas. Hanya saja perlu disadari bahwa selama ini terdapat berbagai kritik terhadap pelaksanaan pendidikan agama yang sedang berlangsung di sekolah. hlm.72 agama. Di dalam pengelolaan sarana dan prasarana maka dibutuhkan sebuah proses manajemen yang baik. Pengadaan sarana dan prasarana juga dapat diupayakan melalui sistem perencanaan yang hati-hati dan seksama.. Ibid.88 . Banyak faktor yang menjadi pendukung adanya peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di antaranya adalah faktor sarana dan prasarana. baik secara konseptual maupun aktualitasnya. dan atau normatifitasnya maupun historisitasnya.

Sangat jelas bahwasannya manajemen sarana dan prasarana mempunyai peranan dalam proses peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. sesuai dengan kebutuhan sekolah. . Walaupun perlengkapan di sebuah lembaga pendidikan tidak begitu lengkap tetapi jika manajemennya bagus maka pembelajaran pendidikan agama akan berjalan dengan lancar.73 sekolah adalah sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas tinggi. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwasannya besar sekali manfaat dari manajemen sarana dan prasarana. dan dengan dana yang efisien.

1 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. (2002) penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya.J Moleong. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif.J. Kirk dan Miller mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu. tetapi hanya menggambarkan “apa adanya” tentang suatu variabel. hlm 3 . Menurut Bogdan dan Taylor dalam Moleong L. pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). 2002). karena dengan pendekatan deskriptif akan dihasilkan data yang berupa kata-kata. Menurut mereka. Sejalan dengan definisi tersebut. yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Ada beberapa jenis penelitian 1 L. sebagaimana ciri-ciri yang ada dalam penelitian kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada.74 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. gejala atau keadaan.

Ciri-ciri umum manusia sebagai instrumen mancakup segi responsif. dan pada akhirnya ia menjadi pelapor hasil penelitiannya”. dan memanfaatkan kesempatan mencari respon yang tidak lazim atau idiosinkratik. ia sekaligus merupakan perencana pelaksana pengumpulan data.cit.309 L. 1995). hlm. 2 Dan penelitian ini termasuk dalam kategori studi kasus (case studies). 121 3 . analisis dokumen (documentary analyses) dan penelitian konvensional (correlation studies). Pengertian instrumen atau alat penelitian di sini tepat karena ia menjadi segalanya dari keseluruhan proses penelitian. penelitian perkembangan (developmental studies). hlm. Kehadiran Peneliti Dalam penelitian kualitatif kehadiran peneliti mutlak diperlukan. B. penafsir data. dapat menyesuaikan diri. analisis. Hal ini dikarenakan instrumen penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri.J Moleong “Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif cukup rumit.75 yang dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yaitu : penelitian survai (survey studies). penelitian tindak lanjut (follow-up studies). studi kasus (case studies). memproses data secepatnya. mendasarkan diri atas pengetahuan. dan memanfaatkan kesempatan untuk mengklasifikasikan dan mengikhtisarkan.. Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta. op. Sebagaimana diungkapkan oleh L. menekankan keutuhan.J Moleong.3 2 Suharsimi Arikunto.

walau menduduki peringkat kedua namun sekolah ini tetap menjadi favorit bagi masyarakat di wilayah kecamatan Turen dan sekitarnya. Kabupaten Malang. Malang sekarang sudah menjadi Masjid. Kualitas pembelajaran yang ditawarkan juga mengalami peningkatan. penambahan kelas-kelas sebagai ruang belajar mengajar dan perlengkapan sarana pendidikan. Malang dapat dikatakan cukup baik. Walaupun guru agama sebenarnya hanya 1 orang dan dibantu oleh 1 orang guru BP. dimulai dari perbaikan jalan menuju ke sekolah. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di sebuah lembaga pendidikan milik negara yaitu SMP Negeri 02 Turen Kab. Sumber Data Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau . D. Raya 8A Kedok. Salah satu faktor penunjangnya yakni sarana dan prasarana yang sudah memadai. Kecamatan Turen. Malang mampu mencetak out-put yang berkualitas.76 C. terutama pendidikan agama Islam. tempat ibadah yang awalnya hanya setaraf musholla seiring dengan kemajuan SMP Negeri 02 Turen Kab. Karena setiap tahunnya SMP Negeri 02 Turen Kab. Alasan peneliti mengambil lokasi di sekolah ini dikarenakan dari tahun ke tahun SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. yang terletak di Jln. Malang terus mengalami kemajuan yang berarti. Sekolah ini merupakan sekolah unggulan ke-2 setelah SMP Negeri 01 di Kecamatan Turen. namun kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

Apabila peneliti menggunakan teknik observasi. gambar. yaitu sumber data yang dapat memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angket. Peneliti mengambil data dari file-file yang berada di Suharsimi Arikunto. Dalam penelitian ini yang berperan sebagai sumber data berupa place adalah gedung sekolah. kantor kepsek. Urusan kurikulum. maka sumber data disebut responden yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti.77 wawancara dalam pengumpulan datanya. 2002). kantor TU. yaitu sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak. maka sumber datanya bisa berupa benda gerak atau proses sesuatu. 107 4 . singkatan dari bahasa Inggris. Urusan Sarana dan Prasarana. angka. hlm. maka dokumen atau catatanlah yang menjadi sumber data. Apabila peneliti menggunakan dokumentasi. atau simbol-simbol yang lain. ruang guru. baik pertanyaan tertulis maupun lisan. dan Guru PAI Place : sumber data berupa tempat. Dalam penelitian ini sumber data yang berupa person adalah. Kepala Sekolah. Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta. yaitu: Person : sumber data berupa orang. 4 Untuk mempermudah mengidentifikasi sumber data maka sumber data dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan menjadi 3 dengan huruf depan P. yaitu sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. dan kelas-kelas untuk pelaksanaan proses belajar mengajar Paper : sumber data berupa simbol. Masjid. kantor staff sekolah.

Selain itu metode serta cara dalam pengambilan data juga harus diperhatikan. hlm. 1990). Metode Observasi / Pengamatan Observasi atau pengamatan digunakan dalam rangka mengumpulkan data dalam suatu penelitian. dan data inventaris sarana dan prasarana pendidikan yang ada di SMP Negeri 02 Turen Kab. mengamati berkali-kali dan mencatat segera dengan memakai alat bantu seperti alat pencatat. maka datanya juga akan cukup reliabel dan valid.5 Dalam Penelitian ini peneliti menggunakan 3 metode yang sudah lazim di gunakan dalam penelitian kualitatif deskriptif. formulir dan alat 5 Sumadi Suryabrata. Prosedur Pengumpulan Data Kualitas data ditentukan oleh kualitas alat pengambil data atau alat pengukurnya. E. Yang dilakukan waktu pengamatan adalah mengamati gejala-gejala sosial dalam kategori yang tepat. data siswa. Malang. 92 . diantaranya adalah: a. atau suatu studi yang disengaja dan sistematis tentang keadaan/fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan mengamati dan mencatat. Kalau alat pengambil datanya cukup reliabel dan valid. Seperti dokumentasi mengenai data para guru dan karyawan.78 dokumentasi sekolah dan dijadikan sebagai sumber data. Metodologi Penelitian (Jakarta: Rajawali. merupakan hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya sesuatu rangsangan tertentu yang diinginkan.

skala penilaian atau alat mekanik seperti tape recorder dan lainnya. Metode interview/wawancara Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-cakap dan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada peneliti. b. op.79 mekanik.8 Dalam melaksanakan interview. Malang. serta sarana kerja kepala sekolah dan tenaga edukatif dalam rangka mengembangkan lembaga sekolah selanjutnya. 64 Suharsimi Arikunto. hlm. Mardalis.7 Dalam penelitian ini. Ibid. pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan. 1999). 6 Mardalis. 132 hlm 63 7 8 . Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara. Dalam pelaksanaannya digunakan alat Bantu seperti checklist.6 Metode ini digunakan peneliti untuk mengamati kondisi fisik dan non fisik yang berupa gedung. Suharsimi Arikunto (2002) menjelaskan bahwasannya interview bebas terpimpin yaitu kombinasi dari interview bebas dan interview terpimpin. peneliti menggunakan metode interview dalam bentuk interview bebas terpimpin. hlm. Wawancara ini dapat dipakai untuk melengkapi data yang diperoleh melalui observasi.cit.. sarana dan prasarana penunjang pendidikan Agama Islam dan kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab.

9 L. op. Malang. peraturan-peraturan. catatan harian dan lain sebagainya. c. seperti buku-buku. Malang.80 Data yang diperoleh dengan metode interview ini mengenai informasi tentang sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. Metode Dokumentasi Dalam mengadakan penelitian yang bersumber pada tulisan peneliti menggunakan metode dokumentasi. serta bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi. dokumen.9 Dengan metode ini peneliti mendapatkan data-data mengenai kondisi obyektif SMP Negeri 02 Turen Kab. data karyawan. Malang . majalah. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Malang.. data guru serta data siswa SMP Negeri 02 Turen Kab. dari asal katanya dokumen. yang artinya barang-barang tertulis. Malang. peneliti menyelidiki benda-benda tertulis. hlm. Dan juga berbagai kegiatan ekstrakulikuler yang dilaksanakan di SMP Negeri 02 Turen Kab. 135 . Dokumentasi.J Moleong.cit. bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. notulen rapat.

hlm. mendisplay data yaitu menyajikan data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat.81 F. 87 11 . kategori. ibid. Pekerjaan menganalisis data memerlukan usaha pemusatan perhatian dan pengerahan tenaga fisik dan fikiran peneliti. memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting.. Analisis Data Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola. dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. dengan mereduksi data yaitu merangkum.10 Tujuan analisa di dalam penelitian adalah menyempitkan dan membatasi penemuanpenemuan hingga menjadi suatu data yang teratur. 103 Marzuki. 10 L. Agar hasil penelitian dapat tersusun sistematis.11 Proses analisis data dianjurkan agar secepatnya dilakukan oleh peneliti. 1983). tabel dan sejenisnya. hlm. Kedua.J Moleong. pertama. Dan ketiga melalui verifikasi/ penarikan kesimpulan. serta tersusun dan lebih berarti. Metodologi Riset (Yogyakarta: FE UII. yaitu kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang bersifat kredibel dan dapat menjawab rumusan masalah yang dikemukakan sejak awal. jangan menunggu sampai data itu menjadi dingin bahkan membeku atau malah menjadi kadaluwarsa. maka langkah peneliti dalam menganalisis data adalah.

Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu.12 Pengecekan keabsahan data merupakan suatu langkah untuk mengurangi kesalahan dalam proses perolehan data penelitian yang tentunya akan berimbas terhadap hasil akhir dari suatu penelitian. dan membangun kepercayaan subyek. kebergantungan (dependability). banyak di antaranya terjadi tanpa 12 L. Distorsi dapat berasal dari responden. Perpanjangan Keikutsertaan Dengan perpanjangan keikutsertaan peneliti dapat menguji ketidakbenaran informasi yang diperkenalkan oleh distorsi. Pengecekan Keabsahan Data Pengecekan keabsahan data/validitas dalam suatu penelitian sangat penting dan harus dilakukan. Perpanjangan keikutsertaan juga menuntut peneliti agar terjun ke dalam lokasi dan dalam waktu yang cukup panjang guna mendeteksi dan memperhitungkan distorsi yang mungkin mengotori data. yaitu derajat kepercayaan (credibility). 173 . keteralihan (transferability). dan kepastian (confirmability). baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari responden. Maka dari itu. dalam proses pengecekan keabsahan data pada penelitian ini harus melalui beberapa teknik pengujian data. Untuk menetapkan keabsahan (trustworthiness) data diperlukan teknik pemeriksaan. hlm.82 G. ibid. karena kegiatan ini merupakan pembuktian bahwa apa yang telah diamati/data yang diperoleh sesuai dengan apa yang sesungguhnya menjadi kenyataan. yaitu: 1.. Ada empat kriteria yang digunakan. Adapun teknik pengecekan keabsahan yang digunakan dalam penelitian ini.J Moleong.

Ketekunan Pengamatan Maksud ketekunan pengamatan adalah untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. Kemudian ia menelaahnya secara rinci sampai pada suatu titik sehingga pada pemeriksaan tahap awal tampak salah satu atau seluruh faktor yang ditelaah sudah dipahami dengan cara yang biasa. Di pihak lain perpanjangan keikutsertaan juga dimaksudkan untuk membangun kepercayaan para subyek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri.83 sengaja. Kekurangtekunan pengamatan terletak pada pengamatan terhadap pokok persoalan yang dilakukan secara terlalu awal. Hal itu mungkin dapat disebabkan oleh tekanan subyek atau sponsor atau barangkali juga ketidaktoleransian subyek. 2. . Peneliti hendaknya mengadakan pengamatan dengan teliti dan rinci secara berkesinambungan terhadap faktor-faktor yang menonjol. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya. 3. Triangulasi Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. atau sebaliknya peneliti terlalu cepat mengarahkan fokus penelitiannya walaupun tampaknya belum patut dilakukan demikian.

Tahap Pelaksanaan a.13 H. Serta mengadakan pengamatan langsung terhadap ujian praktek agama kelas 3 guna mengetahui tentang hasil pembelajaran PAI. observasi pendahuluan 2. Tahap-Tahap Penelitian Tahap Persiapan 1. mengurus surat izin penelitian 3. hlm.84 Denzin (1978) membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik yang memanfaatkan penggunaan sumber. sehingga data yang diperoleh lebih sistematis dan mendalam. membuat pedoman interview.J Moleong. 5. mencari beberapa buku untuk dijadikan sebagai referensi agar penelitian lebih fokus dan terarah. Bersamaan dengan itu peneliti melaksanakan observasi langsung terhadap pembelajaran PAI di kelas VII dan kelas VIII. metode. 13 L. agar penelitian lebih efisien maka peneliti hanya mengamati kelas VII A dan kelas VIII C.. Peneliti melaksanakan wawancara kepada para guru guna memperoleh data awal tentang pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. 175 . ibid. membuat rancangan/desain penelitian 4. penyidik dan teori.

Peneliti melakukan perpanjangan penelitian guna melengkapi data yang kurang hingga memenuhi target dan lebih valid data yang diperoleh. Peneliti melakukan wawancara yang lebih terarah dan mendalam. Peneliti melakukan pengecekan kembali terhadap data yang diperoleh dari penelitian agar dapat diketahui hal-hal yang masih belum terungkap atau masih terloncati. c. hambatanhambatan yang dialami selama proses belajar mengajar serta untuk mengetahui sarana yang digunakan dalam pembelajaran PAI dan prasarana yang ikut mendukung pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. d. Wawancara yang terakhir ditujukan kepada guru PAI guna mengetahui metode yang digunakan dalam pembelajaran di kelas. Wawancara juga dilakukan kepada Urusan sarana dan prasarana guna mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang ada di SMP Negeri 02 Turen. wawancara ini ditujukan kepada Kepala SMP Negeri 02 Turen. Wawancara dilanjutkan kepada Urusan Kurikulum. . wawancara ini dilakukan untuk mengetahui upaya yang akan dan sedang dilakukan guna meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. untuk mengetahui kualitas pembelajaran PAI serta hambatan yang sering dikeluhkan oleh guru PAI.85 b.

.86 Tahap Penyelesaian Pada tahap akhir atau tahap penyelesaian peneliti menyusun data yang telah dianalisis dan disimpulkan dalam bentuk karya ilmiah yaitu berupa laporan penelitian dengan mengacu pada peraturan penulisan karya ilmiah yang berlaku di UIN.

600 m2 . Seiring dengan kemajuan zaman jumlah penduduk di Indonesia makin meningkat. begitu pula dengan jumlah penduduk di Kecamatan Turen makin meningkat pula.476 m2. Latar Belakang Obyek Penelitian 1. agar siswa yang tidak lolos Test masuk di SMPN 01 dapat bersekolah di SMP Negeri juga. Karena SMP Negeri 02 Turen ini di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional maka status kepemilikan tanahnya adalah milik pemerintah. luas seluruh bangunan SMP Negeri 02 Turen adalah 1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian SMP Negeri 02 Turen berlokasi di Desa Kedok Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Di kecamatan Turen pada tahun 1985 hanya terdapat satu buah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berstatus negeri yakni SMP Negeri 01 Turen yang terletak di Jln. SMP Negeri 01 Turen tidak mampu menampung begitu banyaknya siswa baru yang berdatangan dari seluruh pelosok Kecamatan Turen.5094/0/1985 dan beroperasi pada tahun yang sama. Begitu pula dengan status bangunannya adalah milik pemerintah dan bukan milik yayasan atau pribadi dengan memakai surat ijin bangunan No.87 BAB IV HASIL PENELITIAN A. 2683 Tahun 1994 (Petikan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kab. maka dari itu didirikan SMP Negeri 02 Turen. . Malang). yakni seluas 12. Didirikan pada tanggal 22 November 1985 berdasarkan SK Menteri No. Panglima Sudirman Turen.

Bapak Walujo. Misi SMP Negeri 02 Turen 1.Sekarang) Dalam menjalankan proses belajar. Bapak Drs. Terampil dalam ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Terampil dalam apresiasi seni dan olahraga 6. 2. SMP Negeri 02 Turen berpegang teguh pada visi dan misi yang telah ditetapkan pada awal beroperasinya sekolah ini. terampil. VISI SMP Negeri 02 Turen “Terwujudnya insan yang berkualitas. Purwanto Adji (1994-2001) 4. Unggul dalam prestasi akademik 2. Bapak Drs. INDIKATOR: 1. berbudi pekerti luhur berdasarkan iman dan taqwa ”. berdaya kreasi tinggi. BA (1991-1994) 3. Meningkatkan profesional seluruh warga sekolah yang berkepribadian luhur dan rajin sehingga dapat memperbaiki prestasi akademik. Ibu Wulan Cahyani (1985-1991) 2.88 Selama perjalanannya SMP Negeri 02 Turen dipimpin oleh: 1. Unggul dalam imtaq 3. Hari Wahyudi (2001. Budaya membaca dan membuat karya tulis 5. Aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan b. a. Meningkatkan pemberdayaan siswa agar lebih aktif dalam kegiatan Iman dan Taqwa .

Mengembangkan potensi siswa yang memiliki persepsi.89 3. 6. Membudayakan hidup sehat. yaitu 5 orang tenaga tetap dan 1 orang tenaga tidak tetap (honorer). apresiasi. 1 Dokumen SMP Negeri 02 Turen. 2006 .1 2. Sampai berakhirnya masa penelitian ini guru yang tertulis sebagai pengajar di SMP Negeri 02 Turen sebanyak 31 orang. selain itu diperuntukkan untuk menjaga perpustakaan. Mengembangkan pelayanan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca dan gemar membuat karya tulis 5. Keadaan Guru dan Karyawan SMP Negeri 02 Turen Guru atau pendidik dalam dunia pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting sehingga seringkali dijadikan tolak ukur berhasil tidaknya pendidikan di suatu sekolah. dan daya kreasi seni dan olahraga. Sedangkan jumlah karyawan atau Tenaga Tata Usaha terdiri dari 6 orang. Yang terdiri dari laki-laki sebanyak 14 orang dan perempuan 17 orang. Tenaga tata usaha tidak tetap tersebut dengan maksud untuk mengatasi dan membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang besar supaya dapat teratasi dengan baik. Mengembangkan potensi siswa agar lebih terampil untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi 4. tertib dan disiplin sehingga diperoleh budi pekerti luhur. Jadi tenaga tata usaha tidak tetap tersebut sifatnya sebagai tenaga serabutan atau pembantu umum.

2006) Tabel 4.1 Data Guru SMP Negeri 02 Turen STATUS JABATAN TETAP Kepala Sekolah TETAP Guru Jumlah L 1 13 14 P 17 17 JUMLAH 1 30 31 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.TU / Bendahara Kesiswaan Kepegawaian Bendahara BP3 Inventaris Umum (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.2 Data nama Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen NO 1. 6. Untuk lebih lengkap mengenai data guru dan karyawan serta tenaga pesuruh SMP Negeri 02 Turen maka dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.90 Tenaga pesuruh tetap yang berstatus PNS tidak ada. 5. 4. 2006) . 2. Mengingat tugas dan tanggung jawabnya begitu banyak maka sekolah perlu menambah 1 orang tenaga pesuruh untuk membantu menyelesaikan beban tugas yang ada. NAMA EDY SUHARSONO LAMINEM WAHYUDI SYAHRUL HADI SUGIANTO SULIJANI L/P L P L L L P STATUS TETAP TETAP TETAP TETAP TETAP TIDAK TETAP JABATAN TUGAS Ka. yang ada hanya pesuruh tidak tetap berjumlah 2 orang. 3.

4 Data Siswa SMP Negeri 02 Turen Tahun Pelajaran 2006-2007 KELAS VII VIII III JUMLAH L 89 89 92 270 P 123 88 83 294 JUMLAH 212 177 178 564 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 3.91 Tabel 4.5 Data Siswa Berdasarkan Agama Yang Dianut AGAMA KELAS VII VIII IX ISLAM KRISTEN LAIN-LAIN L 86 85 91 P 121 86 81 L 3 4 1 P 2 2 2 L - P - JUMLAH L/P 212 177 175 . SUPRIYADI M. Keadaan Siswa SMP Negeri 02 Turen Siswa merupakan salah satu faktor yang mendukung kegiatan belajar mengajar. HARIAMIN 2. 2006) 3. Untuk perinciannya dapat dilihat dalam tabel berikut ini: Tabel 4. Sedangkan jumlah siswa pada tahun 2006/2007 yaitu sebanyak 564 orang.3 Data Pesuruh SMP Negeri 02 Turen beserta tugasnya NO NAMA 1. 2006) Tabel 4. Karena tanpa adanya faktor tersebut pendidikan/pembelajaran di kelas tidak akan berlangsung. ABIDIN L/P L L L STATUS TIDAK TETAP TIDAK TETAP TIDAK TETAP JABATAN TUGAS Pesuruh Pesuruh Pesuruh (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.

16. 12. 19. 9. 2006) 4. 11. 20. 2. 14. Sarana dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen Sarana dan prasarana merupakan suatu alat atau media yang menunjang keberhasilan dalam suatu lembaga. 21. 13. 3. Adapun kondisi sarana dan prasarana secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 8. 10.6 Daftar Sarana SMP Negeri 02 Turen NO 1. 4. 5. 22. 17. 15. Demikian pula pada lembaga pendidikan. 2006) .92 JUMLAH 262 288 262 288 - - 564 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 6. 18. NAMA BARANG Meja belajar siswa Meja guru dan Kepala Sekolah Kursi siswa dan guru TV 21 inci Komputer Meja komputer Mesin Ketik Almari besar Bola basket Bola Voly Lembing Net Mukenah Sajadah Al-Qur’an Iqra’ Karpet Boneka Ka’bah tiruan Rak buku Papan tulis Penghapus papan tulis JUMLAH 282 buah 50 buah 600 buah 1 buah 30 buah 2 buah 10 buah 10 buah 10 buah 20 buah 5 buah 3 buah 25 buah 15 buah 50 buah 150 buah 5 buah 3 buah 1 buah 15 buah 20 buah 20 buah KETERANGAN baik baik baik baik baik rusak ringan rusak ringan baik baik baik baik kurang baik baik baik baik baik baik baik rusak ringan rusak ringan baik baik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 7. Selain menjadi daya tarik bagi masyarakat juga menjadi motivasi bagi siswa serta seluruh civitas akademik untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan.

22. 18. Namun kebersihan sekolah dikoordinasi oleh pesuruh sekolah sedangkan kebersihan kelas masing-masing di serahkan pada seluruh anggota kelas dan dikoordinasi oleh ketua kelas. 10. 8. 7. 2.93 SMP Negeri 02 Turen berdiri di atas tanah yang luasnya mencapai 12. 24. 2006) Sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen dipelihara dan dirawat bersama-sama.600 m2 . . 23. 16. 6. 19. 21. 9. 12.7 Daftar Prasarana SMP Negeri 02 Turen NO 1. 14. 11. 5. 13. 4. dengan rincian bangunan serta ruangan sebagai berikut: Tabel 4. NAMA RUANGAN Ruang Kelas Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Operasional Ruang BP/BK Ruang Gudang Ruang Tamu Ruang Perpustakaan Ruang Laboratorium IPA Ruang Laboratorium Komputer Koperasi Siswa Ruang Foto Copy Kantin Sekolah Ruang Pramuka Ruang Keterampilan Masjid Ruang Kantor dan Tata Usaha Ruang Usaha Kesehatan Kamar mandi Guru dan Karyawan Kamar Mandi Siswa Tempat Parkir Kendaraan Guru Tempat Parkir Kendaraan Siswa Lapangan Basket Lapangan Bola Volly JUMLAH 13 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 3 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 17 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah KET baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik dalam pembangunan baik baik baik rusak ringan baik baik baik baik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 3. 17. 15. 20.

5. karena merupakan operasionalisasi yang dicita-citakan. Beberapa guru ditunjuk oleh bapak kepala sekolah untuk mengikuti pelatihan-pelatihan tau seminar-seminar mengenai KTSP. Dalam wawancara yang dilakukan peneliti oleh salah satu guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen. beliau menyatakan: . barang-barangnya sebagian masih digunakan untuk pembelajaran di kelas dan data-data mengenai inventaris belum dirapikan dalam artian masih dalam proses pengerjaan. Bahkan tujuan pendidikan tidak akan tercapai tanpa keterlibatan kurikulum pendidikan nasional. Hal ini sesuai dengan keputusan dari Depdiknas UPTD Turen yang menunjuk SMP 02 Turen untuk melaksanakan kurikulum 1994 bagi kelas 3 maka dari itu penamaan kelasnya pun berbeda karena menyesuaikan kurikulum yang dipakai pada kelas masing-masing. SMP 02 Turen akan mempersiapkan dalam menghadapi kurikulum yang akan diberlakukan pada tahun ajaran baru yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sedangkan untuk kelas 3 menggunakan kurikulum 1994. Untuk kelas VII dan VIII SMP 02 Turen memberlakukan kurikulum 2004 yakni kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Kurikulum yang dipakai di SMP Negeri 02 Turen Eksistensi kurikulum dalam sebuah lembaga mempunyai fungsi yang sangat penting. hal ini dikarenakan pada saat peneliti mengadakan observasi ke ruang gudang yakni tempat penyimpanan alat pendidikan tersebut.94 Alat pendidikan atau media yang digunakan dalam pembelajaran di kelas ada yang belum tercantum pada daftar sarana di atas.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan berikut ini: Wawawancara dengan Iftina Hidayati.95 walaupun kelas VII sudah memakai kurikulum 2004 dalam penulisan hasil belajarnya (nilai rapor) namun buku-buku yang dipakai masih buku lama dengan kurikulum 1994. Tanggal 14 Mei 2007 2 . Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen. Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen Organisasi di SMP Negeri 02 Turen terstruktur mulai dari jabatan paling atas ditempati oleh bapak kepala sekolah dan selanjutnya ditempati oleh para staff dan guru mata pelajaran berada di bawah para staff.2 6. hal ini karena sebentar lagi kurikulum juga akan berubah jadi menurut kebijaksanaan bapak Kepala Sekolah lebih baik menunggu kurikulum yang baru dan bukubuku akan dipenuhi sepenuhnya. Pergantian kurikulum yang terlalu dekat jaraknya kadang kala menjadi factor penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI.

Pd URUSAN HUMAS Drs. S.Md URUSAN KESISWAAN NOTO PRIYADI URUSAN SARPRAS EKO YULI A.Pd SANTI S. SRI SUYATMI Hj.Pd SISWA (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. EDI S. DARMANU SUTANLIK. S. SRI SULAMI M.Pd SUKRO T. JAS NOTO PRIYADI HARIYANTO EDI SUNARTO BP/BK A.Pd URUSAN KURIKULUM MASKUR. S. KHOLIK.Pd IFNA I. S. SATIPAH IPS Dra. S. WIWIK H B.Pd IPA TUKIYAT. SPd KTK YURI SISWATI PEND. Drs.Ag A. HARTONO Dra.Pd JOKO S. YAYUK E SUTANLIK. KHOLIQ. S. S.Pd RIANA H. S. UMI HASANAH B. S. 2006) .96 Gambar 4. S. HARI WAHYUDI WAKA SEKOLAH SUTANLIK. A.Pd ENDANG SRI MATEMATIKA RIRIN TRI. MASYHADI.Pd Dra. S.1 Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen KEPALA SEKOLAH Drs.INDONESIA MASKUR ETTY P. S.Pd Dra. LOKAL Hj. INGGRIS EKO YULI A.Pd PPKN Drs. EDI SUNARTO GURU MATA PELAJARAN TATA USAHA AGAMA IFTINA H. S. S. UMI H.

ABIDIN (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.2 Struktur Organisasi Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen KEPALA TATA USAHA EDY SUHARSONO KESISWAAN LAMINEM KEPEGAWAIAN WAHYUDI INVENTARIS S U G I AN T O BENDAHARA BP3 SYAHRUL HADI PERPUSTAKAAN SULIANI PENJAGA SEKOLAH 1. HARI AMIN 2. 2006) . MOH. SUPRIYADI 3.97 Gambar 4.

Di dalam pelaksanaannya pembelajaran harus berkualitas.3 Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu faktor yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap. Hal di atas secara langsung maupun tidak langsung sangat menunjang tercapainya kualitas pembelajaran PAI yang diharapkan oleh sekolah tersebut. perabot. Pembelajaran dapat dikatakan berkualitas jika sarana dan prasarananya bisa membawa ke arah tercapainya tujuan pendidikan sesuai dengan standar kurikulum yang dipakai di sekolah tersebut. Dari mulai alat peraga. Pada akhir proses pembelajaran evaluasi yang dilakukan guru harus berkualitas. pelaksanaan dan evaluasi dari pembelajaran itu juga berkualitas. yakni guru membuat perencanaan sebelum mengajar begitu pula siswa belajar mandiri di rumah sebelum dating ke sekolah. variatif.98 B. 3 Wawancara dengan Sutanlik. efisiensi. media pendidikan. Penyajian Dan Analisa Data 1. tidak membosankan. Sarana Dan Prasarana Pendidikan Yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang menyenangkan. Tanggal 29 Mei 2007 . beliau mengatakan bahwa: Pembelajaran yang berkualitas adalah jika persiapan. Wakil Kepala SMP Negeri 02 Turen. Artinya persiapan yang dilakukan guru serta siswa di dalam kelas harus berkualitas. efektif. dan gedung / bangunan sekolah. Sedangkan menurut waka SMP Negeri 02 Turen. Untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas maka dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai. tanpa sarana dan prasarana yang lengkap maka pembelajaran tidak bisa dikatakan berkualitas. tidak boleh monoton dan membosankan. dan inovatif.

Di perpustakaan siswa dapat beljar mandiri dengan membaca serta menganalisa buku-buku yang ada di perpustakaan kemudian diserap untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan. papan tulis.4 Setiap guru membutuhkan alat yang berbeda dalam mengajar sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan pada siswa. VCD. bangku. almari. kaset. di masjid siswa dapat belajar mempraktekan materi bab shalat. Dan Media pendidikan baik yang audio. spidol. bulan ini kami mendapatkan bantuan dari DEPDIKNAS berupa 2 buah multimedia yang akan kami gunakan pada tahun ajaran 2007-2008. visual dan audiovisual. spidol. kursi. meja. Sebagaimana hasil wawancara peneliti dengan seorang guru yang diberi kepercayaan di bidang urusan sarana dan prasarana. LCD.99 Sarana yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dalam proses belajar mengajar contohnya: alat pelajaran seperti buku tulis. ruang kelas dan perpustakaan. Selain ruang kelas yang digunakan untuk penyampaian materi yang berupa teori maka perpustakaan adalah tempat yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. beliau mengatakan: Sarana yang dibutuhkan guru dalam mengajar adalah seperti kapur tulis. Demikian juga guru pendidikan agama Islam selain ruang kelas juga memerlukan sarana dan Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. penghapus dan papan tulis. dan media pendidikan seperti OHP. Tanggal 15 Mei 2007 4 . Alat peraga seperti ka’bah tiruan untuk berthawaf. dan TV. kapur tulis. SMP Negeri 02 Turen belum memiliki media ausio visual yang lengkap hanya beberapa saja yang kami punya. penghapus papan tulis. Karena untuk laboratorium agama kami belum punya. Sedangkan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah masjid. Sedangkan masjid adalah prasarana yang utama dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Selain itu siswa dan guru biasanya mengerjakan sholat dhuha pada jam pertama dan menunaikan jama’ah shalat dhuhur pada istirahat kedua atau sepulang sekolah. gambar-gambar. alat praktek seperti boneka untuk praktek materi mengenai memandikan jenazah dan mensholati jenazah. CD.

selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk bertanya bagi yang belum paham. metode yang telah saya gunakan sangat beragam begitu juga dengan media serta sarana yang saya gunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.5 Wawawancara dengan Iftina Hidayati. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen. tidak boleh menggunakan hanya akal saja atau pun sebaliknya. Seperti yang telah kita ketahui bahwasannya materi pendidikan agama Islam seringkali membingungkan karena kadangkala materi-materi yang disajikan di luar batas pikiran manusia. jadi hal-hal yang tidak masuk akal itu sering terjadi. Lalu pada pertemuan berikutnya saya memberikan CD untuk ditayangkan pada TV berukuran 21 inci agar siswa dapat melihat dengan jelas.100 prasarana serta media pendidikan yang beragam sesuai dengan materi yang akan diberikan. Kemudian siswa mempraktekan di depan guru. S. Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI SMP Negeri 02 Turen Ibu Iftina Hidayati. saya menjelaskan terlebih dahulu materi yang telah ada di buku panduan. Maka dari itu tugas seorang guru agama adalah dengan mengarahkan siswanya agar menggunakan sisi yang lain untuk menerima materi pelajaran tersebut yakni menggunakan wahyu. Jadi intinya sebelum pembelajaran dimulai seorang guru harus mempersiapkan media serta sarana yang akan membantu dalam pembelajaran. Akal dan wahyu harus sama-sama digunakan. Dalam menjelaskan materi yang sedemikian rumit seorang guru pendidikan agama Islam akan membutuhkan sarana dan prasarana yang beragam bentuk dan jenisnya. Tanggal 14 Mei 2007 5 .Ag beliau menyatakan: Saya mengajar di SMP Negeri 02 Turen selama kurang lebih 10 tahun. Contohnya dalam materi yang berhubungan dengan fiqih.

Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Keberadaan sarana dan prasarana yang dimiliki sebuah sekolah tidak langsung ada begitu saja. hal ini kita kenal dengan istilah proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan.Pd selaku penanggung jawab urusan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen.101 Prasarana yang ikut menunjang pembelajaran PAI memang sangat beragam. Selain itu guru juga dapat menilai ketuntasan belajar siswa dalam bab wudlu tersebut. Sarana dan prasarana itu ada karena direncanakan secara sengaja dan diusahakan secara sungguh-sungguh serta dibina secara kontinyu. Begitu pula pada proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan harus dikerjakan oleh orang-orang yang sudah terlatih dan berpengalaman. Karena dengan menyaksikan secara langsung serta dapat mempraktekkan sendiri siswa akan lebih paham. Dari beberapa hasil wawancara tersebut di atas cukup jelas bahwa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam dibutuhkan sarana dan prasarana yang siap pakai dan memadai. S. 2. Proses manajemen merupakan kegiatan yang sangat rumit dan harus dikerjakan oleh orang-orang profesional. Sesuai dengan hasil wawancara peneliti ibu Eko Yuliastutik Ch. beliau menegaskan: . dari pada sekedar mendengarkan penjelasn dari guru di dalam kelas. Contohnya dalam bab wudlu sorang guru PAI memerlukan prasarana berupa kran atau kamar mandi untuk mengajarkan cara-cara berwudlu yang benar menurut hukum Islam.

Tanggal 15 Mei 2007 6 . dana tersebut didapat dari Depdiknas. dijaga bersama walaupun ada petugas yang setiap hari membersihkan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen. Setelah disetujui oleh bapak kepala sekolah kami akan mengalokasikan dana. Di dalam rapat ini guru bidang studi mengajukan sarana atau media apa yang dibutuhkan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Pemeliharaan sarana yang tergolong sebagai alat peraga atau media pendidikan yang seringkali digunakan dalam pembelajaran. Setelah itu direncanakan dengan matang mulai dari perencanaan pengadaan sampai pengadaan sarana pendidikan. Dana kami berikan pada guru bidang studi agar mereka dapat mencari media yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh urusan sarana dan prasarana SMP Negeri 02 Turen yang menyatakan: Setelah barang-barang tersebut didapatkan selanjutnya tanggung jawab media dan sarana diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru bidang studi mulai dari perawatan dan pemeliaran sampai pada Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. kalau dana tersebut tidak turun kami mengajukan proposal pada komite sekolah. para staff dan karyawan serta seluruh bapak/ibu guru SMP Negeri 02 Turen.6 Pemeliharan dan perawatan sarana dan prasarana sebaiknya dilakukan bersama-sama. jadi seharusnya semua civitas akademik merasa memiliki barang-barang tersebut. Begitu pula di SMP Negeri 02 Turen sarananya benarbenar dijaga dan dirawat sebaik-baiknya begitu juga dengan prasarananya. Karena mereka yang tahu bagaimana cara merawat barang tersebut dengan baik dan bila sewaktu-waktu diperlukan mereka tidak bingung mencari barang-barang tersebut.102 Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dilaksanakan pada waktu mengadakan rapat kerja (raker) yang diikuti oleh kepala sekolah. tanggung jawabnya diberikan pada guru bidang studi. waka sekolah.

Pd pada waktu menanggapi pertanyaan peneliti. makanya bapak kepala sekolah tidak pernah mengijinkan untuk melakukan penghapusan terhadap barang-barang milik Negara. Hal ini ditujukan agar sarana dan prasarana yang ada dapat siap pakai sewaktu-waktu dan dapat sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan. Tanggung jawab akan sarana dan media Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch.103 penghapusan. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen sama halnya dengan manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Tanggal 15 Mei 2007 7 . Hal ini sesuai dengan pernyataan ibu Eko Yuliastutik Ch. Namun. kalau barang tersebut masih bisa dijual guna mendapatkan yang lebih baru. beliau menegaskan bahwa: Proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran PAI kami samakan dengan proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Namun untuk proses penghapusan kami jarang melakukannya karena prosesnya yang sangat panjang dan rumit. Seperti contohnya monitor komputer yang sudah lama maka bisa ditukar tambah dengan yang lebih baru. S.7 Sedangkan proses penghapusan sarana dan prasarana di SMP Negeri 02 Turen sebenarnya jarang sekali dilakukan. Hal ini dikarenakan jumlah sarana dan prasarana yang ada di sekolah kami masih minim jadi proses manajemennya kami samakan. Bukubuku yang sudah tidak relevan dengan kurikulum sekolah masih tetap ditata rapi di perpustakaan untuk dijadikan referensi para guru maupun para siswa. maka hal tersebut akan dilaksanakan. Barang-barang yang sudah lama dan sudah tidak terpakai lagi tetap disimpan rapi di gudang sekolah. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Tiap akhir tahun urusan bidang sarana dan prasarana meminta catatan mengenai inventarisasi dari barang-barang tersebut karena akan dilaporkan ke KANWIL di tingkat provinsi.

Hal ini sesuai dengan perbincangan peneliti bersama Bapak Edy Suharsono selaku kepala Tata Usaha dan bendahara SMP Negeri 02 Turen. Urusan Bidang Sarana dan Prasarana. DIKNAS. beliau menyatakan: Dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah kami.104 pendidikan juga kami serahkan sepenuhnya pada guru pendidikan agama Islam.Pd yang menjabat sebagai Humas SMP Negeri 02 Turen dan merangkap sebagai Urusan Kurikulum kelas 3. Tanggal 17 Mei 2007 9 8 Wawancara dengan Edi Sunarto. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Tugas bagian Tata Usaha dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan lazimnya disebut dengan istilah inventarisasi. beliau mengatakan bahwa dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan beliau bersama staff TU yang lain sangat berperan sekali. Dana tersebut diperoleh dari kucuran dan dari APBD. Tanggal 14 Mei 2007 . serta para guru bidang studi. Humas SMP Negeri 02 Turen. serta beberapa dari komite sekolah. S.8 Adapun upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana adalah sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan bapak Edi Sunarto. Bagian Tata Usaha juga ikut terlibat dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung sekolah dan pengadaan peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. bapak kepala sekolah mengalokasikan dana secara benar untuk pemenuhan kebutuhan tersebut.9 Selain kepala sekolah.

Dengan referensi yang banyak dan tertata dengan rapi serta dengan suasana perpustakaan yang nyaman untuk belajar secara tidak langsung akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. Contohnya dalam proses pengadaan buku-buku pelajaran. orang tua siswa atau pihak lain yang ingin menghibahkan bukunya pada sekolah ini. . Ibu Suliani peneliti mendapatkan informasi lain tentang keterlibatan guru dan kepala sekolah dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. pihak sekolah juga mendapatkan bantuan dari pihak Depdiknas. kemudian diusulkan kepada kepala sekolah. siswa dan orang tua wali murid. Terkadang juga mendapat hibah dari para guru. Pemeliharaan buku-buku dan ruang perpustakaan di SMP Negeri 02 Turen secara khusus dilakukan oleh pegawai perpustakaan dan secara umum dilakukan oleh semua komponen sekolah. kemudian kepala sekolah merekomendasikan kepada pihak-pihak tertentu untuk memberikan dana bagi kebutuhan itu.105 Dari pegawai perpustakaan. siswa. siswa dan keluarga siswa diberi kesempatan untuk memberikan masukan buku apa saja yang perlu ada di SMP Negeri 02 Turen dalam sebuah rapat yang diadakan pada waktu penerimaan siswa baru atau pada saat penerimaan nilai hasil belajar siswa pada orang tua. Cara mendapatkan buku-buku perpustakaan selain dengan cara membeli dengan menggunakan dana dari komite sekolah. Beliau mengatakan bahwa dalam proses manajemen sarana dan prasarana pihak sekolah juga melibatkan guru. guru.

terletak disebelah kanan dari koperasi siswa dan sebelah kiri dari ruang keterampilan. Tanggal 21 Mei 2007 . Buku-buku disusun secara rapi dan ditata menurut jenisnya. dan sekarang banyak buku terbaru yakni berdasarkan kurikulum 2004 (KBK) yang diperoleh dari Depdiknas.106 Proses penghapusan di SMP Negeri 02 Turen jarang sekali dilakukan bahkan di perpustakaan proses penghapusan itu belum pernah dilakukan sama sekali. beliau mengatakan bahwa dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang telah dilakukan ternyata tidak sia-sia sebab dengan manajemen tersebut SMP Negeri 02 Turen memperoleh hasil yang cukup signifikan diantaranya: a. Adapun inventarisasi buku-buku perpustakaan adalah dengan mencatat jumlah dan jenis buku pada sebuah buku induk. Buku-buku lama yang tidak relevan dengan kurikulum yang digunakan tidak dibuang begitu saja dan dijadikan tambahan referensi guru maupun siswa.10 Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen memang tidak begitu luas dan bangunannya sangat sederhana. Hal ini sesuai dengan pengamatan peneliti berulang kali ke perpustakaan SMP Negeri 02 Turen. Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Urusan sarana dan prasarana pendidikan. Pegawai Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen. Sekolah : SMP Negeri 02 Turen mampu mencatat sebagai 8 besar 10 Wawancara dengan Suliani. buku fiksi dan bacaan lainnya disusun terpisah dari buku-buku pelajaran. 3. Namun buku-bukunya cukup lengkap.

Diantaranya dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan maka konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar dan guru 11 Arsip SMP Negeri 02 Turen. S. : Prestasinya cukup memuaskan. Terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. Guru SMP terbaik sekabupaten Malang. 2006 . 5.11 Sedangkan prestasi ekstrakurikuler tahun ajaran sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.107 b. 3. 7. Siswa c. 2006) Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. hasil belajar siswa pada akhir semester semakin meningkat. Pramuka Bela diri Seni Tari Baca Qur’an PMR Seni Musik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. Begitu juga dalam bidang keagamaan. 4.Ag beliau menerangkan bahwa sarana dan prasarana itu sangat bermanfaat pada pelaksanaan PAI. 6.8 Data Prestasi Siswa SMP Negeri 02 Turen tahun 2005/2006 No 1. Ibu Iftina Hidayati. : Meringankan dan mempermudah guru dalam memaham kan materi yang akan diajarkan pada siswa. Ekstrakurikuler Olahraga Prestasi yang Diraih Renang Bulutangkis Lari Lempar lembing Bola Volly Bola Basket Peserta Jembara Pencak Silat Tingkat Prestasi Juara 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1 Semi Final Juara 2 Tingkat Daerah Provinsi Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten - 2.

Pd guru BP/BK yang juga membantu mengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam di kelas VIII menegaskan bahwasannya dengan sarana dan prasarana yang lengkap dan manajemen yang bagus siswa lebih termotivasi untuk belajar (lebih siap menerima pelajaran). Guru BK/BP dan PAI SMP Negeri 02 Turen. 12 Dikatakan pula oleh Bapak Edi Sunarto. maka kepala Wawancara dengan Abdul Kholiq. S. membaca dan menulis. Tanggal 16 Mei 2007 12 .108 dapat lebih maksimal dalam menyampaikan materinya. tidak sekedar mendengar keterangan guru. Dan tentu saja dalam proses belajar mengajar itu tidak luput dari sarana dan prasarana yang termanage dengan baik. Seperti contoh dalam materi wudlu siswa dapat mempraktekkan cara-cara berwudlu yang baik di hadapan guru dan temannya yang lain. Bapak Abdul Kholiq. Jadi manajemen sarana dan prasarana itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar PAI. Dan sejauh ini sesuai dengan penilaian beliau melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan nilai siswa dapat meningkat menjadi lebih baik dibandingkan tahun kemarin. Dengan hal ini siswa dapat mengalami sendiri. ketika wawancara dengan peneliti bahwasannya perhatian atasan memang sangat besar terhadap sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. S.Pd selaku Humas SMP Negeri 02 Turen. Dengan mempraktekkan secara langsung daya ingat siswa lebih kuat sehingga dalam ulanganpun hasilnya tidak mengecewakan. Ketika guru membutuhkan suatu media secara mendadak karena media itu juga baru keluar.

memahami dan menghayati sebuah sub materi karena mereka diberi kesempatan melihat tayangan tentang jejak Rosul dari “CD Jejak Rosul”. Adapun hasil yang diperoleh dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah diantaranya seperti siswa dapat merasakan. Tanggal 14 Mei 2007 .17 7.59 7.13 Hal ini dilakukan agar pembelajaran PAI dapat lebih berkualitas dengan sarana dan prasarana yang diinginkan oleh guru.00 8.89 7. salah satu faktor yang mempengaruhi adanya peningkatan ini adalah adanya pengelolaan dan pelayanan yang baik pada bidang sarana dan prasarana pendidikan. 2006) Tabel 4. kemudian dengan melihat CD tersebut secara perlahan ada kesadaran siswa untuk merubah tingkah laku yang buruk menjadi lebih baik sebagaimana suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW. Perubahan yang ditunjukkan siswa-siswi SMP Negeri 02 Turen dapat dilihat pada nilai rata-rata pada ujian semester dua tahun terakhir. Sebagian besar nilai siswa mengalami peningkatan.9 menunjukkan adanya peningkatan pada nilai ujian siswa.45 2005-2006 TAHUN NILAI 7. 13 Wawancara dengan Edi Sunarto. Humas SMP Negeri 02 Turen.54 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. untuk lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.9 Nilai Rata-Rata UAS tahun 2004/2005 dan 2005/2006 KELAS VII VIII IX 2004/2005 TAHUN NILAI 7.109 sekolah akan menunjuk urusan sarana dan prasarana untuk memenuhinya dengan memberikan dana yang dibutuhkan.

hal ini disebabkan antara lain adanya perbedaan kemampuan dan kecerdasan pada siswa.Ag nilai siswa itu relativ.110 Adapun nilai siswa yang sedikit menurun pada kelas VIII menurut ibu Iftina Hidayati. S. Tanggal 14 Mei 2007 14 . Wawawancara dengan Iftina Hidayati. Soal-soal yang menurut sebagian siswa mudah dikerjakan tapi menurut sebagian siswa yang lain hal itu sangat sulit dikerjakan begitu pula sebaliknya. terkadang naik dan terkadang menurun. Sehingga penurunan nilai siswa ini bukan disebabkan oleh kurangnya manajemen sarana dan prasarana dan bukan pula dikarenakan faktor yang lain. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen.14 Dari beberapa hasil wawancara di atas dapat ditarik benang merahmya bahwasannya melalui manajemen sarana dan prasarana dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.

Dalam kondisi semacam itu. dkk.111 BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. sekurang-kurangnya pemeliharaan supaya tidak luntur dan berkurang. Maka dari itu orang yang sudah takwa dalam bentuk insan kamil. meskipun pendidikan oleh diri sendiri dan bukan dalam pendidikan formal. bertambah dan berkurang dalam perjalanan hidup seseorang. 86 2 1 Zakiyah Daradjat. baik secara konseptual maupun aktualitasnya.. Sarana Dan Prasarana Pendidikan Yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen Meledaknya jumlah pengangguran sebagai akibat dari PHK dan terbatasnya jumlah lapangan kerja.2 Muhaimin. 2001). untuk menumbuhkan. Tujuan umum yang berbentuk insan kamil dengan pola takwa dapat mengalami perubahan naik turun. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Angkasa. 31 . memelihara dan mempertahankan tujuan pendidikan yang telah dicapai. hlm. mengembangkan. memupuk. penanganan yang serba lamban terhadap persoalan-persoalan tersebut ternyata dapat menyebabkan kerawanan sosial. 1996).1 Pendidikan agama Islam itu berlangsung selama hidup. Paradigma Pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya. hlm. yang di dalamnya sarat akan dimensi moralitas dan spiritualitasnya. masyarakat rupanya masih berharap besar sekaligus menunggu-nunggu jasa dan peran yang disumbangkan oleh agama. masih perlu mendapatkan pendidikan dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan. dan/atau normativitas maupun historitasnya.

.” (Q. 434 . Dengan mengedepankan keunggulan dalam hal iman dan taqwa maka pembelajaran PAI juga mendapatkan perhatian yang serius. Untuk mendapatkan sebuah ilmu maka kita harus belajar. Ibid.1996). sebagaimana firman Allah: ‫ﻳﺎﻳﻬﺎ اﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮا اذا ﻗﻴﻞ ﻟﻜﻢ ﺗﻔﺴﺤﻮا ﻓﻲ اﻟﻤﺠﺎﻟﺲ ﻓﺎﻓﺴﺤﻮا ﻳﻔﺴﺢ‬ ‫واذا ﻗﻴﻞ اﻧﺸﺰوا ﻓﺎﻧﺸﺰوا ﻳﺮﻓﻊ اﷲ اﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮاﻣﻨﻜﻢ‬P‫ج‬P‫اﷲ ﻟﻜﻢ‬ ( ١١ :‫واﷲ ﺑﻤﺎ ﺗﻌﻤﻠﻮن ﺧﺒﻴﺮ )اﻟﻤﺠﺎدﻟﺔ‬P‫ﻗﻠﻲ‬P‫واﻟﺬﻳﻦ اوﺗﻮااﻟﻌﻠﻢ درﺟﺎت‬ …Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…(Q.112 Tujuan akhir dari pendidikan agama Islam dapat dilihat dalam firman Allah: :‫)ال ﻋﻤﺮان‬ ‫ﻳﺎاﻳﻬﺎاﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮااﺗﻘﻮااﷲ ﺣﻖ ﺗﻘﺘﻪ وﻻﺗﻤﻮﺗﻦ اﻻواﻧﺘﻢ ﻣﺴﻠﻤﻮن‬ (١٠٢ “Wahai orang-orang yang beriman. Malang dalam menjalankan pembelajaran PAI juga tak lepas dari visi yang telah ditentukan pada awal berdirinya sekolah ini. dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (menurut ajaran Islam). al-Mujadalah: 11)4 SMP Negeri 02 Turen Kab. 50 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya. 3 Ali Imran: 102)3 Segala sesuatu yang ada dalam dunia ini wajib dipelajari dan di fahami agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. hlm. bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. walaupun SMP 3 4 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya (Semarang: Karya Toha Putra.S. Allah akan memberikan derajat yang tinggi bagi orang yang berilmu.S. hlm.

Malang bukan merupakan sekolah yang berbasis agama layaknya Madrasah. 5 6 Dokumen SMP Negeri 02 Turen Kab. Unggul dalam prestasi akademik 2. maka dari itu kualitas pembelajaran PAI harus ditingkatkan. op. Aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan5 Dalam rangka mengatasi berbagai macam persoalan dalam hidup ini maka pembelajaran PAI harus menunjukkan kontribusinya. hlm. 88 . Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai. berbudi pekerti luhur berdasarkan iman dan taqwa.cit.113 Negeri 02 Turen Kab. berdaya kreasi tinggi. pengamatan dan dokumentasi yang ada. Terampil dalam ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Visi tersebut ialah: “Terwujudnya insan yang berkualitas. peneliti dapat menyimpulkan bahwa sesuai dengan teori yang telah dipaparkan pada BAB II.6 Banyak faktor yang menjadi pendukung adanya peningkatan kualitas pembelajaran PAI di antaranya adalah faktor sarana dan prasarana. sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen Kab.” INDIKATOR 1. Dan oleh karena pembelajaran PAI masih seringkali mendapat kritik pedas dari para ahli pendidikan.. Berdasarkan hasil wawancara. Unggul dalam iman dan taqwa 3. Malang. terampil. Terampil dalam apreasi seni dan olahraga 6. 2006 Muhaimin. Budaya membaca dan membuat karya tulis 5. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien.

Alat peraga: boneka untuk peragaan sholat jenazah. Alat pelajaran: Kapur a. TV dan VCD (audio visual). Prasarana yang secara tidak langsung Contoh Ruang kelas. meubelair perpustakaan b. Malang.114 Malang dan sekaligus dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dapat peneliti paparkan seperti berikut: Tabel 5. Sarana yang tidak Sarana yang secara tidak langsung digunakan dalam bergerak: PBM: almari buku a. kapur tulis b. Media: tape recorder (audio). meja tulis. ruang kepala 2.2 Prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. saluran PDAM Tabel 5. Ruang guru. b. Malang No 1. spidol Ditinjau dari Ditinjau dari hubungannya bergerak tidaknya dengan PBM Sarana yang langsung Sarana yang digunakan dalam PBM: bergerak: a. papan tulis (Sumber: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. papan tulis. perpstakaan. buku tulis d. bangku penghapus papan tulis. c. kursi c. ka’bah tiruan untuk praktek manasik haji. 2006) . kursi penggaris. Ditinjau dari habis tidaknya dipakai Sarana pendidikan yang habis dipakai: a. Prasarana yang secara langsung digunakan dalam PBM 2. laboratorium. Sarana pendidikan yang tahan lama: a. peralatan laboratorium c. almari dll. c. b. Malang No Klasifikasi Prasarana Pendidikan 1. dan masjid. buku tulis c.1 Sarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. meja b.

Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. kamar mandi. Di perpustakaan siswa dapat belajar mandiri dengan membaca serta menganalisa buku-buku yang ada di perpustakaan kemudian diserap untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan. Fisika. ruang kelas dan perpustakaan. kaset. LCD. spidol. Kimia. ruang staff. Sedangkan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah masjid. meja. bulan ini kami mendapatkan bantuan dari DEPDIKNAS berupa 2 buah multimedia yang akan kami gunakan pada tahun ajaran 2007-2008. dan TV. halaman sekolah. VCD. kursi. Malang. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI memerlukan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap. Selain itu siswa dan guru biasanya mengerjakan sholat dhuha pada jam pertama dan menunaikan jama’ah shalat dhuhur pada istirahat kedua atau sepulang sekolah. penghapus papan tulis. Sebagaimana hasil wawancara Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Selain ruang kelas yang digunakan untuk penyampaian materi yang berupa teori maka perpustakaan adalah tempat yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. ruang TU. almari.7 SMP Negeri 02 Turen Kab. 2006) Hal senada diungkapkan oleh Ibu Eko Yuliastutik Ch. papan tulis.115 digunakan dalam PBM tapi juga menunjang PBM sekolah. Tanggal 15 Mei 2007 7 . (Sumber: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. S. Sedangkan masjid adalah prasarana yang utama dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam.Pd selaku Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. SMP Negeri 02 Turen Kab. di masjid siswa dapat belajar mempraktekan materi bab shalat. dan media pendidikan seperti OHP. Pembelajaran PAI membutuhkan sarana yang beragam sesuai dengan materi dan metode yang akan diberikan. beliau menegaskan: Sarana yang dibutuhkan guru dalam mengajar adalah seperti kapur tulis. Karena untuk laboratorium agama kami belum punya. bangku. Malang belum memiliki media audio visual yang lengkap hanya beberapa saja yang kami punya. Malang. Bahasa dan lain-lain. memadai dan siap pakai. dan jalan menuju sekolah. bahkan ada suatu materi yang tidak membutuhkan sarana namun hanya membutuhkan penjelasan dari sang guru saja. CD. Malang. Sama halnya dengan mata pelajaran yang lainnya seperti Biologi. tempat wudlu.

Kemudian siswa mempraktekan di depan guru. cit. Malang selama kurang lebih 10 tahun. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen Kab. Sedangkan definisi lain diungkapkan oleh Ary H Gunawan. beliau mengatakan bahwa administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara continue terhadap benda-benda pendidikan. metode yang telah saya gunakan sangat beragam begitu juga dengan media serta sarana yang saya gunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. loc. Contohnya dalam materi yang berhubungan dengan fiqih. manajemen perlengkapan sekolah dapat didefinisikan sebagai proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan pendidikan secara efektif dan efisien. Jadi intinya sebelum pembelajaran dimulai seorang guru harus mempersiapkan media serta sarana yang akan membantu dalam pembelajaran. selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk bertanya bagi yang belum paham. beliau menyatakan: Saya mengajar di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. . Lalu pada pertemuan berikutnya saya memberikan CD untuk ditayangkan pada TV berukuran 21 inci agar siswa dapat melihat dengan jelas.9 Berdasarkan definisi sederhana tersebut maka pada hakikatnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu merupakan proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah.116 peneliti dengan salah satu guru PAI SMP Negeri 02 Turen Kab.8 B. saya menjelaskan terlebih dahulu materi yang telah ada di buku panduan. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Secara sederhana. Malang. Tanggal 14 Mei 2007 9 8 Ibrahim Bafadal. agar senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses belajar Wawawancara dengan Iftina Hidayati.

117 mengajar sehingga PBM semakin efektif dan efesien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Penetapan kebutuhan perlengkapan 3. 1. hilang. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Aktifitas pertama dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah pengadaan sarana dan prasarana. inventarisasi dan penghapusan. pemakaian dan pemeliharaan. dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun anggaran mendatang. Administrasi Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta. 114 . Pembentukan panitia pengadaan barang atau perlengkapan 2. a. 1996). Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dua orang teoretisi administrasi lainnya yang menjelaskan tentang prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah Emery Stoops dan Russel E.10 Ibrahim Bafadal menyatakan bahwa kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan itu meliputi: pengadaan. dihapuskan atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan pergantian. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di sekolah. menggantikan barang-barang yang rusak. hlm. Johnson (1969). pendistribusian. Pasangan penulis tersebut menegaskan bahwa prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah: 1. Penetapan spesifikasi 10 Ary H Gunawan.

2. 3. dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.. Rekomendasi 7. Hadiah atau sumbangan. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah untuk mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan sekolah. dan 4. hlm. Pembelian. op. antara lain dengan cara: 1. 11 12 Ibrahim Bafadal.. Penetapan harga satuan perlengkapan 5. sehingga sekolah dituntut untuk selalu berusaha juga melakukan pengadaan perlengkapan dengan cara lain. Pengujian segala kemungkinan 6. Ibid.28 Ibrahim Bafadal. 32 . Seringkali sekolah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan dari pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional.118 4. Malang dalam melaksanakan proses pengadaan sarana dan prasarana melibatkan semua komponen sekolah. Dinas Pendidikan Nasional Provinsi. Penilaian kembali11 b.cit. Tukar menukar. Namun bantuan tersebut dalam jumlah terbatas dan tidak selalu ada. hlm. Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana yang telah disusun sebelumnya. Meminjam 12 SMP Negeri 02 Turen Kab.

Terlebih dahulu Urusan Sarana dan Prasarana menganalisis sarana atau media yang diperlukan dalam pembelajaran. Setelah disetujui oleh bapak kepala sekolah kami akan mengalokasikan dana. Setelah itu direncanakan dengan matang mulai dari perencanaan pengadaan sampai pengadaan sarana pendidikan. Malang. Tanggal 15 Mei 2007 13 . langkah selanjutnya Kepala Sekolah memberikan perintah pada Urusan Sarana dan Prasarana untuk memberikan dana yang selanjutnya diberikan pada guru bidang studi untuk melaksanakan proses pengadaan barang-barang. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Di dalam rapat ini guru bidang studi mengajukan sarana atau media apa yang dibutuhkan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Dana kami berikan pada guru bidang studi agar mereka dapat mencari media yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan. kalau dana tersebut tidak turun kami mengajukan proposal pada komite sekolah. Malang yang menyatakan: Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dilaksanakan pada waktu mengadakan rapat kerja (raker) yang diikuti oleh kepala sekolah.119 Kegiatan ini dimulai pada saat sekolah mengadakan rapat kerja (raker) pada awal tahun yang diikuti seluruh civitas akademik SMP Negeri 02 Turen Kab. para staff dan karyawan serta seluruh bapak/ibu guru SMP Negeri 02 Turen Kab. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Setelah barang yang akan dibeli ditetapkan. waka sekolah. Malang. 13 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Dalam hal ini Urusan Sarana dan Prasarana memberikan kesempatan pada masing-masing guru bidang studi untuk mengajukan permintaan alat pendidikan/media yang akan mereka butuhkan dalam PBM. Malang. dana tersebut didapat dari Depdiknas.

op.cit. Malang. Pemeliharaan tersebut dapat dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggungjawabnya. atau memanggil tukang/ahli servis untuk melakukannya. Malang 3. ada tiga langkah yang sebaiknya ditempuh oleh bagian penanggungjawab penyimpanan atau penyaluran. Dalam rangka itu. yaitu: (1) penyusunan alokasi barang. (3) penyerahan barang. hlm. Kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan menurut ukuran waktu dan menurut ukuran keadaan barang. 14 Ibrahim Bafadal. karena tanggung jawab pengadaannya langsung diberikan kepada yang membutuhkan yakni guru bidang studi. Penggunaan dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Kegiatan rutin untuk mengusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik dan berfungsi baik pula (running well) disebut pemeliharaan atau perawatan (service). Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggungjawab dari seorang penanggungjawab penyimpanan kepada unit-unit atau orangorang yang membutuhkan barang itu.. atau membawanya ke bengkel servis. 38 . (2) pengiriman barang. Maka dari itu pengalihan tanggung jawab tidak ada di dalam manajemen sarana prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen Kab.120 2. Pendistribusian Sarana dan Prasarana Sekolah Barang-barang perlengkapan sekolah (sarana dan prasarana pendidikan) yang telah diadakan dapat didistribusikan.14 Proses pendistribusian atau penyaluran perlengkapan sekolah sebagaimana dijelaskan pada teori tersebut di atas tidak dilaksanakan di SMP Negeri 02 Turen Kab.

15 Di SMP Negeri 02 Turen Kab. Namun untuk proses penghapusan kami jarang melakukannya karena prosesnya yang sangat panjang dan rumit. Hal ini ditujukan agar sarana dan prasarana yang ada dapat siap pakai sewaktu-waktu dan dapat sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan. Karena mereka yang tahu bagaimana cara merawat barang tersebut dengan baik dan bila sewaktu-waktu diperlukan mereka tidak bingung mencari barang-barang tersebut.121 Pada prinsipnya kegiatan pemeliharaan dilakukan agar setiap sarana dan prasarana itu senantiasa siap pakai dalam proses/kegiatan belajar mengajar. Aktifitas. hlm. Gunawan. Malang pemeliharaan sarana yang tergolong sebagai alat peraga atau media pendidikan yang seringkali digunakan dalam pembelajaran. tanggung jawabnya diberikan pada guru bidang studi. 146 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Tanggal 15 Mei 2007 . makanya bapak kepala sekolah tidak pernah mengijinkan untuk melakukan penghapusan terhadap barang-barang milik Negara Tiap akhir tahun urusan bidang sarana dan prasarana meminta catatan mengenai inventarisasi dari barang-barang tersebut karena akan dilaporkan ke KANWIL di tingkat provinsi. Malang yang 15 16 Ary H. op.. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Urusan Sarana dan Prasarana menyatakan: Setelah barang-barang tersebut didapatkan selanjutnya tanggung jawab media dan sarana diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru bidang studi mulai dari perawatan dan pemeliaran sampai pada penghapusan.cit. kreatifitas serta rasa tanggung jawab dan rasa “handar beni” adalah kunci dari keberhasilan kegiatan pemeliharaan demi optimalisasi daya pakai dan daya guna setiap barang kita. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang.16 SMP Negeri 02 Turen Kab.

4. 225/MK/V/4/1971 barang milik Negara adalah berupa semua barang yang berasal atau dibeli dengan dana yang bersumber baik secara keseluruhan atau sebagainya. inventarisasi adalah pencatatan dan penyusunan daftar barang milik Negara secara sistematis. Kegiatan tersebut merupakan suatu proses yang berkelanjutan. Secata definitive. Melalui inventarisasi perlengkapan pendidikan diharapkan akan tercipta ketertiban administrasi barang. Malang untuk memperbaiki barang yang rusak tersebut.122 Ketika sarana pendidikan ada yang rusak maka Urusan Sarana dan Prasarana atas izin kepala sekolah memanggil tukang/ahli yang berada di sekitar wilayah SMP Negeri 02 Turen Kab. kegiatan pencatatan semua perlengkapan itu disebut dengan istilah inventarisasi perlengkapan pendidikan. mempermudah dalam . Lazimnya. baik pusat. Menurut keputusan Menteri Keuangan RI Nomor kep. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah Salah satu aktifitas dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah mencatat semua perlengkapan yang dimiliki oleh sekolah. tertib dan teratur berdasarkan ketentan-ketentuan atau pedoman-pedoman yang berlaku. maka kepala sekolah dalam raker akan memtuskan untuk membeli peralatan yang lebih baru. penghematan keuangan. provinsi. Akan tetapi jika biaya untuk memperbaiki lebih banyak dari pada membeli. dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ataupun dana lainnya yang barang-barangnya di bawah penguasaan pemerintah. maupun daerah otonom. baik yang berada di dalam maupun luar negeri.

55 . Januari dan April tahun berikutnya. Semua perlengkapan pendidikan di sekolah atau barang inventaris sekolah harus dilaporkan. inventarisasi mampu menyediakan data dan informasi untuk perencanaan. Baik barang inventaris maupun barang bukan inventaris yang diterima sekolah harus dicatat di dalam buku penerimaan. Kegiatan inventarisasi perlengkapan pendidikan meliputi dua kegiatan. b) Kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan laporan. Pelaporan tersebut dilakukan sekali dalam setiap triwulan. pada setiap bulan Juli. op. Misalnya. yaitu: a) Kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan dan pembuatan kode barang perlengkapan Barang-barang perlengkapan di sekolah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam.. Sekolah-sekolah swasta wajib melaporkannya kepada yayasannya. termasuk perlengkapan baru kepada pemerintah. Setelah itu.123 pemeliharaan dan pengawasan.cit. yaitu barang inventaris dan barang bukan inventaris. hlm. Oktober. Sedangkan khusus barang-barang bukan inventaris dicatat di dalam buku induk bukan inventaris dan kartu (bisa berupa buku) stok barang. yaitu departemennya. khusus barang-barang inventaris dicatat di dalam buku induk inventaris dan buku golongan inventaris. 17 17 Ibrahim Bafadal. Lebih lanjut. Laporan tersebut seringkali disebut dengan istilah laporan mutasi barang.

124 Kegiatan inventarisasi yang dilakukan oleh SMP Negeri 02 Turen Kab.18 Untuk melakukan penghapusan atau penyingkiran (afkeur) pelaksana harus memperhatikan tahap-tahap sebagai berikut: a) Pemilihan barang yang akan dihapuskan dilakukan setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan. Mengenai inventarisasi buku-buku yang ada di perpustakaan. 18 Piet A. 5. namun tiap akhir tahun Urusan Sarana dan Prasarana meminta catatan mengenai sarana pendidikan yang telah dibeli. Dalam proses inventarisasi Urusan Sarana dan Prasarana dibantu oleh pegawai TU. Dimensi Administrasi (Surabaya: Usaha Nasional. Urusan Sarana dan Prasarana menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada pegawai perpustakaan. perawatan. Malang sesuai sekali dengan teori yang telah dipaparkan di atas. Sahertian. Walaupun tanggung jawab pengadaan. dan pemeliharaan berada di tangan guru bidang studi. Karena hasil dari catatan inventarisasi itu akan dilaporkan ke KANWIL Pusat di Tingkat Provinsi. pemakaian. 198 . hlm. Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Yang dimaksud dengan penghapusan adalah kegiatan yang mempunyai tujuan untuk menghapuskan barang-barang milik Negara dari daftar inventaris Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Karena kegiatan ini begitu rumit dan perlu ketelitian dari pelaksananya.1994).

hlm. Malang.19 Sedangkan proses penghapusan sarana dan prasarana di SMP Negeri 02 Turen Kab. Proses penghapusan/penyingkiran harus disaksikan oleh atasan e) Membuat berita acara tentang pelaksanaan penyingkiran. d) Melaksanakan penyingkiran dengan cara-cara mengadakan lelangan. c) Membuat surat pemberitahuan kepada atasan bahwa akan diadakan penyingkiran dengan menyebutkan barang-barang yang hendak disingkirkan. Malang jarang sekali dilakukan. Buku-buku yang sudah tidak relevan dengan kurikulum sekolah masih tetap ditata rapi di perpustakaan untuk dijadikan referensi para guru maupun para siswa. Barang-barang yang sudah lama dan sudah tidak terpakai lagi tetap disimpan rapi di gudang sekolah. maka hal tersebut akan dilaksanakan. Jadi untuk Suharsimi Arikunto. 1993). Seperti contohnya monitor komputer yang sudah lama maka bisa ditukar tambah dengan yang lebih baru.125 b) Memperhitungkan faktor-faktor penyingkiran dan penghapusan ditinjau dari segi nilai uang. Organisasi dan Administrasi: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Pernah dilakukan tapi itu sudah lama dan kegiatan itu cukup membuat jera para civitas akademik SMP Negeri 02 Turen Kab. Namun Kalau barang tersebut masih bisa dijual guna mendapatkan yang lebih baru. menghibahkan kepada badan/orang lain atau membakar. 89 19 . Malang sebenarnya jarang sekali dilakukan. Karena memang proses penghapusan sarana dan prasarana itu cukup rumit makanya di SMP Negeri 02 Turen Kab.

126

melakukan penghapusan terhadap sarana pendidikan, Kepala sekolah bersama para guru dan karyawan harus berpikir dua kali. Bahkan di perpustakaan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang proses penghapusan itu belum pernah dilakukan sama sekali. Buku-buku lama yang tidak relevan dengan kurikulum yang digunakan tidak dibuang begitu saja dan dijadikan tambahan referensi guru maupun siswa. Adapun inventarisasi bukubuku perpustakaan adalah dengan mencatat jumlah dan jenis buku pada sebuah buku induk.20 Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang sama halnya dengan manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan ibu Eko Yuliastutik Ch, S.Pd pada waktu menanggapi pertanyaan peneliti, beliau menegaskan bahwa: Proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran pendidikan agama Islam kami samakan dengan proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Hal ini dikarenakan jumlah sarana dan prasarana yang ada di sekolah kami masih minim jadi proses manajemennya kami samakan. Tanggung jawab akan sarana dan media pendidikan juga kami serahkan sepenuhnya pada guru pendidikan agama Islam.21 Adapun upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana adalah

sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan bapak Edi Sunarto, S.Pd yang

Wawancara dengan Suliani, Pegawai Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 21 Mei 2007 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch, Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 17 Mei 2007
21

20

127

menjabat sebagai Humas SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang dan merangkap sebagai urusan kurikulum kelas 3, beliau menyatakan: Dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah kami, bapak kepala sekolah mengalokasikan dana secara benar untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Dana tersebut diperoleh dari kucuran dan dari APBD, DIKNAS, serta beberapa dari komite sekolah. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung sekolah dan pengadaan peralatanperalatan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.22 Bapak kepala SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang termasuk pemimpin yang bijaksana, beliau tidak asal perintah saja melainkan beliau juga memberikan tauladan yang baik terhadap anak buahnya. Karena beliau mempunyai prinsip bahwasannya “orang yang menyuruh melakukan sesuatu harus berbuat hal yang sama, jadi tidak asal ngomong dan tidak melaksanakan”. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

‫اﺗﺄ ﻣﺮون اﻟ ّﺎس ﺑﻞ ﻟﺒﺮ وﺗﻨﺴﻮن اﻧﻔﺴﻜﻢ واﻧﺘﻢ ﺗﺘﻠﻮن اﻟﻜﺘﺎب اﻓﻼ‬ ‫ﻨ‬ (44:‫ﺗﻌﻘﻠﻮن )اﻟﺒﻘﺮة‬
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca alkitab (Taurat)? Maka Tidakkah kamu berpikir? (Q.S. Al-Baqarah: 44)23 Akibatnya, mereka akan mendapat ancaman dari Allah:

(3:‫آﺒﺮ ﻣﻘﺘﺎ ﻋﻨﺪاﷲ ان ﺗﻘﻮﻟﻮا ﻣﺎ ﻻ ﺗﻔﻌﻠﻮن )اﻟﺼﻒ‬
Amat besar kebencian di sisi Allah karena kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (Q.S. As-Shaf: 3)24
Wawancara dengan Edi Sunarto, Humas SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 14 Mei 2007
23 22

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, op.cit., hlm. 7

128

C. Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang Melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam kamus besar bahasa Indonesia kualitas didefinisikan sebagai tingkat baik buruknya sesuatu, kadar atau mutu atau dapat juga dikatakan sebagai derajat atau taraf (kepandaian atau kecakapan, dan sebagainya).25 Sedangkan. secara sederhana pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru.26 Dengan demikian kualitas pembelajaran adalah mutu seorang guru baik kemampuan maupun pemahamannya terhadap interaksi belajar mengajar yang indikatornya dapat dilihat dari hasil prestasi belajar siswa, baik itu prestasi dalam menempuh ujian semester atau prestasi dalam menempuh ujian akhir. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran PAI, maka tidak terlepas dari adanya beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, dan salah satunya adalah faktor sarana dan prasarana. Faktor ini merupakan faktor yang krusial dalam pembelajaran PAI. Tanpa sarana dan prasarana yang memadai pendidikan tidak akan berjalan dengan maksimal. Demikian juga, meskipun sarana dan prasaran cukup memadai tapi tidak dikelola dengan baik maka pembelajaran pun tidak dapat terlaksana dengan efektif dan efisien.
24 25

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, Ibid., hlm. 440 W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka,1989) Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2006), hlm. 61

hlm. 467
26

Malang. Malang. 2006) Informasi lain didapatkan peneliti dari hasil wawancara dengan Urusan sarana dan prasarana pendidikan.45 2005-2006 TAHUN NILAI 7. beliau mengatakan bahwa dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang telah dilakukan ternyata tidak sia-sia sebab . Tapi tidak cukup itu. dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dapat di katakana bahwa hasil yang diperoleh pada saat ini dengan tahun sebelumnya lebih banyak mengalami peningkatan. Demikian juga yang terjadi di SMP Negeri 02 Turen Kab.17 7.00 8. sekolah harus memiliki kapabilitas dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan yang sudah tersedia. Hal ini dikarenakan adanya pembaharuan pada bidang sarana dan prasarana serta cara mengelolanya berikut data yang menyebutkan adanya peningkatan hasil pada mata pelajaran PAI dibandingkan tahun sebelumnya: Tabel 5. paham tentang teori-teori manajemen sarana dan prasarana dan mampu mengimplementasikannya dalam realitas di sekolah.59 7.54 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab.3 Nilai Rata-Rata UAS tahun 2004/2005 dan 2005/2006 KELAS VII VIII IX TAHUN 2004/2005 NILAI 7. sehingga adanya sarana dan prasarana pendidikan yang termanage dengan baik sangat memungkinkan hasil yang diperolehnya pun akan lebih baik.89 7.129 Oleh karena itu agar kualitas pembelajaran PAI di suatu sekolah umum lebih meningkat dari pada sebelumnya dan bisa setara dengan kualitas pembelajaran PAI di sekolah-sekolah berbasis Islam (madrasah) maka sekolah harus memiliki sarana dan prasarana PAI yang lengkap.

Terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. Begitu juga dalam bidang keagamaan. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. Ekstrakurikuler Olahraga Prestasi yang Diraih Renang Bulutangkis Lari Lempar lembing Bola Volly Bola Basket Peserta Jembara Pencak Silat Tingkat Prestasi Juara 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1 Semi Final Juara 2 Tingkat Daerah Provinsi Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten - 2.130 dengan manajemen tersebut SMP Negeri 02 Turen Kab.27 c. : Prestasinya cukup memuaskan. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. Siswa : SMP Negeri 02 Turen Kab. : Meringankan dan mempermudah guru dalam memaham kan materi yang akan diajarkan pada siswa. Sekolah b. 3. Guru Sedangkan prestasi ekstrakurikuler tahun ajaran sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5. hasil belajar siswa pada akhir semester semakin meningkat.4 Data Prestasi Ekstrakulikiler SMP Negeri 02 Turen tahun 2005/2006 No 1. 6. 2006) 27 Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. 4. Pramuka Bela diri Seni Tari Baca Qur’an PMR Seni Musik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. 2006 . Malang memperoleh hasil yang cukup signifikan diantaranya: a. 7. Malang. Malang. 5. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1.

proses belajar mengajar dapat berjalan lancar dan kualitas pembelajaran PAI mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jadi manajemen sarana dan prasarana itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar PAI. Ibu Iftina Hidayati. kompetensi siswa lebih meningkat. sehingga tujuan (standar kompetensi) yang telah diformulasikan oleh pakar pendidikan dalam KBK dan dalam KTSP yang akan diberlakukan pada tahun ajaran akan datang dapat tercapai dengan baik. Diantaranya dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan maka konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar dan guru dapat lebih maksimal dalam menyampaikan materinya. siswa lebih siap dan lebih konsentrasi dalam menerima pelajaran. nilai siswa lebih meningkat dan pengajaran dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Dan sejauh ini sesuai dengan penilaian beliau melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan nilai siswa dapat meningkat menjadi lebih baik dibandingkan tahun kemarin. .Ag beliau menerangkan bahwa sarana dan prasarana itu sangat bermanfaat pada pelaksanaan PAI. Jadi cukup jelas bahwa dengan sarana dan prasarana yang memadai dan juga dengan proses manajemen yang professional maka hasilnya pun akan maksimal dan memuaskan.131 Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI. Antara lain. S.

SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. papan tulis. Guru PAI selain membutuhkan ruang kelas dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di lapangan. mereka juga membutuhkan sarana dan prasarana yang beragam sesuai dengan materi yang akan diajarkannya. almari. dan TV. Malang adalah: a. Dan prasarana yang dibutuhkan diantaranya. meja. kaset. kursi. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen Kab. peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. . LCD. dan media pendidikan seperti OHP. Guru PAI SMP Negeri 02 Turen Kab. kegiatan ini dimulai pada waktu sekolah mengadakan raker di awal tahun ajaran baru. VCD. Malang mengajar sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan yakni kurikulum 1994 dan kurikulum 2004. Dan salah satu jalan yang ditempuhnya adalah dengan menggunakan sarana dan prasarana pendidikan. perpustakaan. CD. membutuhkan sarana pendidikan berupa. kapur tulis.132 BAB VI PENUTUP A. masjid dan laboratorium agama. penghapus papan tulis. Tetapi mereka tetap berusaha agar kualitas pembelajaran PAI lebih meningkat. Di dalam rapat itu segala sesuatu yang berhubungan dengan perencanaan di bahas dengan matang. 2. Perencanaan pengadaan barang. spidol. bangku. ruang kelas.

Pengadaan barang. alat pendidikan dan lain-lain dikoordinasi oleh guu bidang studi. Semua sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen di rawat dan dipelihara bersama-sama dengan dikoordinatori oleh seorang penanggung jawab.133 b. Sarana pendidikan yang bersifat umum seperti meja. Malang menuai hasil yang tidak mengecewakan. alat peraga. Dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen dalam pemeliaraannya dikoordinasi oleh pesuruh sekolah. kursi dan perabotan meubelair lainnya dikoordinasi oleh Urusan sarana dan prasarana. Inventarisasi. buku-buku lama tetap disimpan dan ditata rapi. d. diantaranya SMP . Melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen Kab. Penghapusan. Bahkan di perpustakaan SMP Negeri 02 Turen proses penghapusan terhadap buku-buku yang telah usang dan sudah tidak relevan dengan kurikulum yang ada belum pernah dilakukan sama sekali. Pemeliharaan. kegiatan ini dilaksanakan oleh Urusan sarana dan prasarana dan dibantu oleh Kepala TU beserta staff. Sedangkan sarana yang bersifat khusus seperti alatalat laboratorium. Malang. karena prosesnya yang begitu rumit dan sangat panjang. pengadaan sarana yang tergolong sebagai media pembelajaran/alat peraga langsung dilakukan oleh guru bidang studi jadi mereka diberi wewenang oleh urusan sarana dan prasarana untuk membeli sendiri peralatan yang dibutuhkan dengan menyerahkan nota pembelian sebagai bukti pembelian. e. c. 3. proses penghapusan sarana dan prasarana jarang sekali dilakukan di SMP Negeri 02 Turen Kab.

daya ingat siswa lebih kuat sehingga hasil belajar siswa pada akhir semester pun semakin meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Siswa : Prestasinya cukup memuaskan. kompetensi siswa dapat lebih meningkat. SARAN . seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. Ketika tujuan dari pendidikan dapat tercapai secara maksimal. terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. Begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah.134 Negeri 02 Turen Kab. b. sesuai dengan kurikulum 1994 dan kurikulum 2004. maka dapat dikatakan bahwa kualitas pembelajaran PAI dapat meningkat melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan B. konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar . Adapun hasil yang dipeoleh siswa dan guru dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah: a. Begitu juga dalam bidang keagamaan. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. Dengan ini semua tentunya akan membawa ke arah tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Guru : karena waktu yang dialokasikan pada mata pelajaran PAI disekolah umum sangat sempit maka guru dapat lebih mudah dan lebih maksimal dalam menjelaskan sebuah materi.

maka ada beberapa hal yang perlu diungkapkan sebagai saran dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan: 1. 3. Bagi Pustakawan Hendaknya lebih komunikatif dengan Kepala sekolah dan Urusan sarana prasarana dalam mengemukakan pendapatnya untuk menghapus buku-buku yang telah usang di perpustakaan. guru dan karyawan dalam proses manajemen sarana dan prasarana. meskipun harus dengan prosedur yang rumit. . terutama dalam proses pemeliharaan sarana dan prasarana. 2. Bagi Kepala Sekolah Hendaknya sarana dan prasarana yang telah usang dan tidak dipakai lagi dihapus saja. Sehingga lokasi perpustakaan menjadi lebih luas dan almari serta rak buku bisa diisi dengan buku-buku terbaru.135 Dari hasil kesimpulan pembahasan di atas. Karena dengan penghapusan barang-barang yang tela usang itu. Bagi Urusan Bidang Sarana dan Prasarana Perlu adanya komunikasi yang intensif dengan kepala sekolah. akan menambah luas sarana dan prasarana yang telah tersedia. Selain itu sekolah akan mendapatkan dana jika barang-barang itu dilelang dan dana itu dapat digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana yang belum tersedia.