Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

Malang SKRIPSI

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG JULI 2007

Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang
SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam (S.PdI)

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG JULI 2007

ii

HALAMAN PERSETUJUAN Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang
SKRIPSI

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

Telah disetujui pada tanggal Oleh Dosen Pembimbing:

Amin Prasojo, S.Ag NIP. 150 301 115

Mengetahui Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam

Drs. Moh. Padil, M.PdI NIP. 150 27 235

iii

PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk orang-orang yang telah memberikan motivasi dan arti bagi hidupku dengan pengorbanan. saq gagah) yang semoga menjadi pendampingku kelak. Dengan segenap ketulusan dan kerendahan hati skripsi ini kupersembahkan untuk: Sepasang mutiara hati yang memancarkan sinar cinta dan kasih sayang yang tak pernah usai. kasih sayang dan ketulusannya. contohlah yang baik dan jangan diambil yang buruk. Adinda tersayang “Wahyu Achirul Chrisditianto”. nafas semangatku. qu tunggu undangannya. nia. Terima kasih tlah mengajarkan aq rasa kecewa dan sakit S’moga seseorang yg lebih baik kan dapat menjadi penggantiku……. Seseorang yang pernah muncul dalam hidupku (my @ngel). belahan jiwaku. mereka adalah Ayahanda “Parminadi” dan Ibunda “Sri Praptini”. yang telah mengayomi dan mengasihiku setulus hati. I’im. Terima kasih tlah menjadi kawan seperjuangan dari mulai pertama kos di WK. Terima kasih atas kasih sayang.tapi ojo kebangetan ya……. “En2” jo guyon ae lan jo terlalu nyantai cepetan dimarekno skripsine. n semuanya aja) kalian adalah teman yang lucu n konyol tapi kalian juga teman yang sangat perhatian.. perhatian.ida. nanda kan berusaha untuk menjadi yang terbaik. serta motivasi yang tak pernah berhenti mengalir darimu. tauladan dan kebanggaan dari anak-anakku. Do’aku s’moga engkau kelak dapat menjadi imam bagi sholatku. kau adalah perisai hidupku. me2. Terima kasih atas keikhlasan dan ketulusan bapak lan ibu. Karnamu ariq mampu berubah menjadi lebih dewasa. pemimpin keluargaku. “mbak ery” klo punya masalah jangan terlalu dipikirkan. isna. reni. lebih bijaksana dan lebih baik dari sebelumnya. “Churin centil” maafin aq ya dah lama gak kasih info. Jangan lelah untuk menyayangi dan membimbingku kakak…… Sahabat-sahabatku in “five girls”. berlanjut ke Kos Putri Ayu sampai kembali ke WK lagi. jadikan si kecil yg masih dalam perutmu sebagai motivasi dalam menyelesaikan skripsimu. ifa cipluk. niken.“l@2 chayanx” tu badan mbok ya digemukin dikit biar agak segeran gechu Kalian adalah sahabat-sahabat terbaik yang pernah aq punya. saq sholah. semoga kamu lebih baik dari mbakmu ini. guyon sah-sah aja pren…………. fi2. sebening cinta dan sesuci do’a. Mbakmu yakin kamu kan berhasil dalam hidup jika kamu berusaha dengan tekun. Guru-guruku. aq lebih bersemangat dalam menyelesaikan skripsi ini. kamulah motivasi dan harapanku. s’moga Allah menjaga ukhuwah kita sampai hari pembalasan. karna sikap dan keputusanmu……. dosen-dosenku yang telah mendidikku dengan ikhlas sehingga penulis bisa menjadi manusia dewasa dan selalu menjadi pelita dalam studiku sehingga penulis dapat memperoleh berbagai ilmu pengetahuan yang sangat berarti . Kakakqu terkasih (Kak Zan saq onyonx. kalian telah banyak mengajarkan nanda akan makna sebuah perjuangan. terima kasih karna kalian hidupku jadi lebih berwarna. bimbingan. iv . Teman-teman Kos Wisma Kurnia (nuri. Lanjutkan perjalanan hidup kalian dengan senyum keoptimisan.

MOTTO v .

kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan. S. bahasa maupun teknik penulisan. baik dari segi isi. Wb Pembimbing Amin Prasojo. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang di Malang Assalamu’alaikum Wr.Ag NIP. Wassalamu’alaikum Wr. dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama NIM Jurusan Judul Skripsi : Titus Iis Krisdianawati : 03110022 : Pendidikan Agama Islam : Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.Ag Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Skripsi Titus Iis Krisdianawati Lamp. 150 301 115 vi . S. mohon dimaklumi adanya. Maka selaku Pembimbing.Amin Prasojo. : 4 (empat) Eksemplar Kepada Yth. Demikian. Malang Malang. Wb Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan.

SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya mengatakan. Titus Iis Krisdianawati vii . dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi. Malang. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Terima kasih telah menjadi kakak yang baik bagi penulis. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Malang. M. 8. M. Hidayah serta Inayah-Nyalah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul: “Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. selaku dosen pembimbing yang sangat perhatian dan selalu membimbing penulis dengan sabar dalam menyelesaikan skripsi ini 6. Bapak Prof . Dr. selaku Rektor UIN Malang. Bapak Drs. sehingga penulis menjadi lebih tegar dalam menjalani hidup. Moh. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang. viii . Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan. Bapak Amin Prasojo. atas Rahmah. Untuk itu penulis menghaturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1. ibunda Sri Praptini dan adinda tersayang Wahyu Achirul Crisditianto. Djunaidi Ghony. Bapak Prof.Ag. Kak Zan. Hari Wahyudi. dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak. Shalawat serta salam selalu terlimpahkan kepada baginda Rosulullah wa Nabiullah Muhammad SAW. yang telah membawa kita dari zaman kegelapan ke zaman yang terang benderang yakni zaman kejayaan Ad-Dinul Islam.KATA PENGANTAR ‫ﺑﺴﻢ اﷲ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ‬ Alhamdulillah. serta segenap keluarga besar di Turen yang telah memotivasi penulis untuk menyelesaikan studi di UIN Malang.PdI. Dr. 5. Bapak Drs. selaku Kepala SMP Negeri 02 Turen yang telah memberikan izin dan kesempatan pada penulis untuk mengadakan penelitian di sekolah yang dipimpin. 7. 3. semoga amal baik tersebut dibalas oleh Allah SWT. H. yang dengan setia menemani dan membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. 2. Segenap guru. Ayahanda Parminadi. Malang”. 4. S. Imam Suprayogo. karyawan beserta siswa-siswi SMP Negeri 02 Turen atas bantuan dan kerjasamanya dalam pembuatan skripsi ini. H. Padil. segala puji kami panjatkan keharibaan Sang Penguasa Hari Akhir.

saran dan kritik konstruktif sangat diharapkan dari pembaca yang budiman. Oleh karena itu. 10. Kendati demikian. baik di dunia maupun di akhirat kelak.9. Amiin. semoga ilmu yang telah diperoleh dapat bermanfaat dunia dan akhirat. Sahabat-sahabatku (mbak eri. lala. en2) yang telah menjadi bagian dari keseharian penulis dalam menjalani studi di UIN Malang. Akhirnya. Amin. churin. semoga Allah menjaga ukhuwah kita hingga akhir zaman. Penulis ix . penulis berharap agar skripsi ini dapat mendatangkan manfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya. Segenap rekan-rekan penulis angkatan 2003. penulis menyadari bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Malang.

DAFTAR TABEL x .

DAFTAR GAMBAR xi .

Malang 6. Daftar Hadir Guru SMP Negeri 02 Turen Kab. Data Siswa SMP Negeri 02 Turen Kab. Pedoman Interview 2. Malang 4.DAFTAR LAMPIRAN 1. Bukti Konsultasi 10. Malang 5. Malang 7. Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang 8. Pedoman Observasi dan Pedoman Dokumentasi 3. Surat Keterangan Penelitian xii . Struktur Organisasi Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen Kab. Surat Pengantar Penelitian 9. Jadwal Pelajaran SMP Negeri 02 Turen Kab.

.............................................................................. BAB I : PENDAHULUAN A... Latar Belakang Masalah.................................... DAFTAR TABEL........ DAFTAR GAMBAR ...................................... KATA PENGANTAR ................................................ HALAMAN PENGESAHAN................................................. DAFTAR LAMPIRAN.........DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ...... Pengertian manajemen sarana dan prasarana pendidikan ............................................ 1.............. Tujuan Penelitian ................. HALAMAN PERSETUJUAN. 3............................................................................................. B........... G.............................................. HALAMAN PERSEMBAHAN ......... Ruang Lingkup dan Pembatasan Penelitian............................... Konsep Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan...................... 2.................................... HALAMAN PERNYATAAN ........................................... Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan ............................................................................................... Rumusan Masalah .................. Sistematika Pembahasan ......................................... F............................. 5.... HALAMAN NOTA DINAS ............................................................................................................................. Definisi Operasional ................. Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan ................................................................ DAFTAR ISI............................................. BAB II : KAJIAN PUSTAKA A... E... D..................................................................... xiii ............................................................................................................................. Kegunaan Penelitian ....................................................... Prinsip-Prinsip Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan........................................... Proses Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan ...................... 4...... C.................................... HALAMAN MOTTO ..................................................... HALAMAN JUDUL.................................... ABSTRAK ...................................................................................................................................................................................................................................................................

.... 3............. E................................................................... Kehadiran Peneliti................. Sarana dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen...................... Prosedur Pengumpulan Data .............. B........ 5............. Kurikulum yang dipakai di SMP Negeri 02 Turen ............................ Lokasi Penelitian................ 2..................... H......... C.................................... 6... Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen ................................................................................................ F............................ Keadaan Guru dan Karyawan SMP Negeri 02 Turen............................................................... C........................... Latar Belakang Obyek Penelitian.............. 1.. Sumber Data.. 3............ xiv .................................................. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam .. Penyajian dan Analisa Data .. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN A.......................................... Pengecekan Keabsahan Data....................... Implikasi Manajemen Sarana dan Prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI ............... Tahap-Tahap Penelitian .............. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ....................................................... Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI .... BAB IV : HASIL PENELITIAN A.............. D......... 4.............................. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam......................................................................................................................................................... Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI............................................. B......... 2............. Analisis Data . 3....................... Keadaan Siswa SMP Negeri 02 Turen.................. 2.......................................... Upaya-upaya dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI............ G.. Pengertian Pendidikan Agama Islam ...... Pendekatan dan Jenis Penelitian ......... Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran PAI ......B........... 1......................................... 1.............

. B................................................................................................ Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen ......................................................................... B.... BAB V : PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A............................1......................... 3............................................................................................................ Kesimpulan ..................................................................... Sarana dan Prasarana Pendidikan yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen ................... Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan ...... 2..... Saran............................... BAB VI : PENUTUP A............................................................................................................. DAFTAR PUSTAKA xv ................. Sarana dan Prasarana Pendidikan yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen .......................................................... C............................................................ Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen ... Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan...

karena dengan tujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang apa adanya di lokasi penelitian. pertama. Malang. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan itulah. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah ada banyak faktor yang mempengaruhinya salah satunya adalah faktor sarana dan prasarana pendidikan. untuk mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting. Malang. Amin Prasojo. Dan agar hasil penelitian dapat tersusun sistematis. bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Berpijak dari hal inilah penulis tertarik mengambil judul: “Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. maka pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah harus menujukkan kontribusinya. Malang. maka langkah peneliti dalam menganalisis data adalah. Dari latar belakang di atas. Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Ada dua persoalan pokok yang dihadapi oleh umat beragama pada umumnya. kompak dan harmonis. mendisplay data xvi . S. dan bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam permasalahan tersebut adalah Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Kedua. dan untuk mengetahui hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. dengan mereduksi data yaitu merangkum. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Malang.ABSTRAK Titus Iis Krisdianawati. maka perlu ditingkatkan kualitas pembelajarannya. Skripsi.Ag. Di satu sisi kita dihadapkan pada persoalan ekonomi. hukum dan lain sebagainya sebagai dampak dari krisis nasional di bidang tersebut. Jurusan Pendidikan Agama Islam. Jika kedua persoalan ini tidak bisa segera dipecahkan agaknya krisis nasional akan bertambah parah dan merambah ke berbagai sektor kehidupan. Fakultas Tarbiyah. Karena PAI di sekolah masih seringkali mendapatkan kritik dari para ahli. Di satu sisi lain. Malang”. kita juga dihadapkan pada persoalan-persoalan antar komunitas agama bahkan antar intern pemeluk agama itu sendiri yang belum menunjukkan hubungan yang akrab. maka permasalahan yang ingin diangkat adalah Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. 2007. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai. politik.

Adapun hasil yang dipeoleh siswa dan guru dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar. peneliti memperoleh hasil bahwa. PAI xvii . Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI menggunakan sarana dan prasarana yang telah tersedian dan siap pakai. spidol. Hal ini dikarenakan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang bagus oleh komponen-komponen sekolah. Bagi guru karena waktu yang dialokasikan pada mata pelajaran PAI di sekolah umum sangat sempit maka guru dapat lebih mudah dan lebih maksimal dalam menjelaskan sebuah materi. Sarana dan Prasarana Pendidikan. Dengan rancangan penelitian seperti dijelaskan di atas. pengadaan barang. tabel dan sejenisnya. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa SMP Negeri 02 Turen Kab. Kedua proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang meliputi perencanaan pengadaan barang. kaset. masjid dan laboratorium agama. perpustakaan. Dan prasarana yang dibutuhkan diantaranya. penghapus papan tulis. yaitu kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang bersifat kredibel dan dapat menjawab rumusan masalah yang dikemukakan sejak awal. Dan ketiga melalui verifikasi/ penarikan kesimpulan. Kualitas Pembelajaran. pemeliharaan. meja. Dan hasilnya pun cukup memuaskan. ruang kelas. Pertama SMP Negeri 02 Turen Kab. papan tulis. dan TV. kursi. Dan yang ketiga Melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen menuai hasil yang tidak mengecewakan. guru maupun sekolah dapat merasakan hasilnya dengan manajemen tersebut Kata kunci: Manajemen. diantaranya SMP Negeri 02 Turen Kab. baik siswa. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. membutuhkan sarana pendidikan berupa. bangku. VCD. dan media pendidikan seperti OHP. inventarisasi. daya ingat siswa lebih kuat sehingga hasil belajar siswa pada akhir semester pun semakin meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. almari. CD. dan penghapusan. LCD. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang.yaitu menyajikan data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat. kapur tulis.

Para pakar pendidikan seringkali menegaskan bahwa guru merupakan sumber daya manusia yang sangat menentukan keberhasilan program pendidikan. pengendalian diri. Latar Belakang Masalah Menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal I (1) pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Jurnal Ilmu Pendidikan. Sehingga Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara. hlm. akhlak mulia. Manajemen Peserta Didik di SD: Masalah. prestasi akademik peserta didik dan kualitas manajemen sekolah. profesionalitas tenaga kependidikan atau sumber daya manusianya. Guru yang kompeten dan professional akan lebih mampu dalam menyampaikan materi pelajaran. hlm. kecerdasan. kelengkapan sarana dan prasarananya. serta keterampilan yang diperlukan dirinya.2 Proses Belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan formal dengan guru sebagai pemeran utama.1 BAB I PENDAHULUAN A. Penyebab dan Alternatif Pemecahannya. 1 Banyak indikator yang dapat dijadikan tolak ukur bagi keunggulan dan mutu suatu sekolah. kepribadian. masyarakat. 2006). 3 Ali Imran. 1998. bangsa dan Negara. Indikator-indikator tersebut antara lain adalah proses belajar mengajar yang ada di sekolah. 15 2 1 .

merasa dan melakukan sesuatu itu akan menjadi relatif menetap dan membentuk kebiasaan bertingkah laku pada dirinya. Faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada bagan berikut ini:3 3 Muhaimin. Agar perubahan-perubahan dalam diri anak didik sebagai hasil dari suatu proses belajar mengajar sampai pada tujuan yang diharapkan. Dan dengan adanya perubahan dalam tiga aspek tersebut diharapkan akan berpengaruh terhadap tingkah laku anak didik. Melalui proses belajar mengajar diharapkan pendidikan agama Islam dapat merubah diri anak didik baik aspek cognitive. hlm. namun bukan berarti keberadaan unsur-unsur lain tidak begitu penting. affective maupun psychomotor. Strategi Belajar Mengajar (Surabaya: Citra Media. Dari pemaparan tersebut dapat kita simpulkan bahwasannya guru merupakan faktor penting dalam proses belajar mengajar. dkk. terutama pengadaan alat-alat sekolah yang akan mendukung kelangsungan proses belajar mengajar. 1996). Keberhasilan seorang guru dipengaruhi banyak faktor. 76 .2 hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal. di mana pada akhirnya cara berpikir. perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar tersebut.

Tanggapan Sikap Fisiologis DALAM Psikologis Oemar Hamalik menjelaskan “Dengan demikian sudah jelas bahwa demi mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Di samping dibutuhkannya guru-guru yang memiliki kemampuan dan kecakapan yang lebih memadai. Sedangkan sekolah yang benar-benar memenuhi syarat kebersihan.3 Gambar 1. Kecerdasan Motivasi. hlm. kesehatan dan ketertiban dan keamanan 4 Oemar Hamalik. 3 . Media Pendidikan (Bandung: Citra Aditya Bakti.1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi PBM Pendidikan Agama Instrumental Kurikulum Program Pedoman Belajar Pengajar Sarana/Fasilitas LUAR FAKTOR Environmental Alami Fisik Sosial & Budaya Kondisi Fisik Kondisi Indera Minat. 4 Sekolah yang kurang pemeliharaan kadang-kadang kelihatan kumuh dan kotor. maka peran dan fungsi sistem dan proses pembelajaran atau pengajaran ternyata sangat penting. dan sistem administrasi yang lebih teratur”. Ingatan Perhatian. ini akan berpengaruh pada proses belajar mengajar. karena suasana atau lingkungan belajar tidak mendukung. 1994). keindahan. peralatan yang lebih lengkap. juga diperlukan cara-cara bekerja dan sikap yang baru.

Alat-alat pembelajaran seperti peralatan laboratorium. Padahal sebenarnya pengadaan alat-alat belajar itu tidak sulit. Sudah menjadi rahasia umum bahwa mayoritas orang Islam Indonesia biasanya kurang teliti dalam memelihara alat-alat sekolah tersebut. yang beranekaragam harga serta bentuknya. begitu pula dengan pembelajaran PAI. Tapi sayangnya alat-alat ini kurang mendapat perhatian. Seperti misalnya ada spidol yang tintanya sudah hampir habis dan belum ada yang mau mengisi atau membelikan tinta. ada yang mahal serta langka dan juga ada yang murah serta mudah sekali dijumpai di pasaran perlu mendapatkan penanganan yang serius. tetapi kadangkala pihak sekolah kurang memperhatikan unsur-unsur perencanaan.4 akan mempunyai pengaruh positif terhadap proses pendidikan. Hal sepele tersebut sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. sehingga siswa sulit membaca tulisan dari guru yang ada di papan tulis. Keadaan itu sendiri akan memberikan pengaruh yang positif kepada peserta didik. Melihat fenomena seperti tersebut di atas dapat ditarik benang merah bahwasanya perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolahsekolah kita saat ini masih kurang baik. Kalau dianalisis ulang memang benar kalau orang Islam Indonesia masih dianggap konservatif dalam memanage (mengatur) sarana dan prasarana pendidikan. Kelemahan dalam perencanaan serta kelemahan dalam pemeliharaan pasti akan menjadi hambatan bagi kelangsungan proses belajar mengajar di sekolah. Dalam arti manajemen sarana dan prasarana yang di dalamnya .

hukum dan lain sebagainya sebagai dampak dari krisis nasional di bidang tersebut. politik. Ada dua persoalan pokok yang dihadapi oleh umat beragama pada umumnya. kita juga dihadapkan pada persoalan-persoalan antar komunitas agama bahkan antar intern pemeluk agama itu sendiri yang belum menunjukkan hubungan yang akrab. Para ahli pendidikan mengungkapkan bahwa pendidikan Agama Islam dikatakan bermutu (berkualitas) jika faktor pendukungnya juga berkualitas. maka pembelajaran pendidikan agama di sekolah harus menujukkan kontribusinya. Jika kedua persoalan ini tidak bisa segera dipecahkan agaknya krisis nasional akan bertambah parah dan merambah ke berbagai sektor kehidupan. Jadi cukup jelas bahwa alat pendidikan merupakan faktor pendukung dalam mencapai tujuan pendidikan selain faktor-faktor lain. Hanya saja perlu disadari bahwa selama ini terdapat berbagai kritik terhadap pelaksanaan pendidikan agama yang sedang berlangsung di sekolah. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan itulah. Karena dengan alat pendidikan yang termanage dengan baik akan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan. itu kurang diperhatikan. Di satu sisi lain.5 tercakup unsur pengadaan (perencanaan). Di satu sisi kita dihadapkan pada persoalan ekonomi. kompak dan harmonis. Pendidikan akan lebih dinamis. pemeliharaan dan penghapusan. Mochtar Buchori (1992) misalnya menilai kegagalan pendidikan disebabkan karena praktik pendidikannya hanya memperhatikan aspek kognitif semata daripada pertumbuhan kesadaran . pengajaran lebih mantap dalam menyajikan pendidikan yang lebih luas.

tetapi pihak guru PAI seringkali terpaku padanya. sehingga tidak mampu membentuk pribadi-pribadi islami. .6 nilai-nilai (agama). Kurikulum PAI yang dirancang di sekolah sebenarnya lebih menawarkan minimum kompetensi atau minimum informasi. antara gnosis dan praxis dalam kehidupan nilai agama. Sehingga semangat untuk memperkaya kurikulum dengan pengalaman belajar yang bervariasi kurang tumbuh. Towaf (1996) juga telah mengamati adanya kelemahan-kelemahan PAI di sekolah. terjadi kesenjangan antara pengetahuan dan pengamalan. dan mengabaikan pembinaan aspek afektif dan konatif-volutif. yakni kemauan dan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. antara lain sebagai berikut: 1. pendekatan cenderung masih normativ. Sebagai dampak yang menyertai situasi tersebut di atas maka guru PAI kurang berupaya menggali berbagai metode yang mungkin bisa dipakai untuk pendidikan agama sehingga pelaksanaan pembelajaran cenderung monoton. 2. 3. Akibatnya. dalam arti pendidikan agama menyajikan norma-norma yang seringkali tanpa ilustrasi konteks sosial budaya sehingga peserta didik kurang menghayati nilai-nilai agama sebagai nilai yang hidup dalam keseharian.

Karena itu.cit. 2001). Tumbuhnya berbagai kasus dekadensi moral dan degradasi nilai-nilai religius pada saat ini menuntut adanya kearifan para guru. Pendidikan Agama Islam di sekolah/madrasah sebenarnya berfungsi sebagai pengembangan.hlm. sumber nilai. perbaikan. Keterbatasan sarana/prasarana. mengakibatkan pengelolaan cenderung seadanya. SLTP/MTs dan SMU/MA tahun 1994 misalnya. Paradigma Pendidikan Islam:Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya. op. yaitu Lingkungan Keluarga. pelaksanaan pembelajaran PAI di sekolah/madrasah harus memenuhi tuntutan tersebut. seringkali kurang diberi prioritas dalam urusan fasilitas..7 4. dkk. pencegahan. Serta keterpaduan antara pendidikan agama dan perkembangan IPTEK. telah dijelaskan bahwa pendidikan agama harus dilaksanakan secara terpadu. terutama guru PAI untuk memfungsikan PAI secara optimal. Sekolah dan Masyarakat.5 Secara konseptual-teoritis. guna mencegah timbulnya. Yakni keterpaduan pembinaan antara tiga lingkungan pendidikan. mengatasi dan mengantisipasi berbagai kasus amoral tersebut.6 Untuk mewujudkan fungsi serta tujuan PAI di sekolah.10 . penyaluran. hlm. maka para guru beserta seluruh civitas akademik di sekolah tersebut harus meningkatkan kualitas Muhaimin. kritik-kritik tersebut telah dijadikan pertimbangan dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama di sekolah atau madrasah tahun 1994. Pendidikan agama yang diklaim sebagai aspek yang penting. 88 6 5 Muhaimin. penyesuaian. dan pengajaran. Dalam GBPP PAI kurikulum SD/MI.

SMP Negeri 02 Turen merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Formal yang ada di Kecamatan Turen. Malang? 2. Salah satunya dengan memperbaiki manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini masih kurang mendapat perhatian. Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan? . Berpedoman pada fenomena serta kajian penelitian yang terdahulu maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian di lokasi ini dengan judul “Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang”. Rumusan Masalah 1.8 pembelajaran PAI. Bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. B. karena seiring dengan waktu sekolah tersebut telah memberi kontribusi yang cukup berarti bagi masyarakat. Malang? 3. Jumlah yang cukup tersebut dimanage/dikelola dengan baik sehingga SMP Negeri 02 Turen dapat menyajikan pembelajaran PAI yang berkualitas. Keberadaan SMP Negeri 02 Turen menjadikan warga sekitar bangga. Fasilitas sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen cukup memadai.

Kegunaan Penelitian 1.9 C. Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Bagi Lembaga Pendidikan Sebagai contoh/tauladan yang baik dalam melaksanakan proses belajar mengajar PAI melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. D. Untuk mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Untuk mengetahui hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. 2. 3. Bagi Peneliti . 3. 2. Tujuan Penelitian 1. Bagi Almamater a Sebagai bahan komparasi dalam rangka pelaksanaan proses belajar mengajar PAI b Sebagai salah satu masukan bagi pelaksana pendidikan dalam rangka mensukseskan tujuan pendidikan nasional. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Malang.

yang meliputi: a) Sarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. yang meliputi: a) Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan b) Pemakaian dan pemeliharaan sarana dan prasana pendidikan . yang meliputi: 1. Malang. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. 2. b) Prasarana yang ikut menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. maka ruang lingkup penelitian akan diarahkan pada sekitar manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. b Sebagai penambah khazanah keilmuan sehingga dapat mengembangkan wawasan baik secara teori maupun praktek. Malang.10 a Sebagai latihan atau aplikasi teori yang diperoleh dari bangku kuliah tentang manajemen pendidikan khususnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Ruang Lingkup dan Pembatasan Penelitian Guna memberikan arah pembahasan pada tujuan yang telah dirumuskan. E.

Manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki sekolah secara efektif dan efisien. tata tertib sekolah dan lain-lain. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua komponen yang secara tidak langsung menunjang proses belajar mengajar atau proses pendidikan di sekolah. halaman sekolah. maka perlu ada penegasan istilah yang terdapat dalam penelitian ini. Contoh: jalan menuju sekolah. . Hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. kursi. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahfahaman pengertian tentang arti yang terkandung dalam pembahasan. ruangan. Contoh: gedung sekolah. Adapun istilah yang perlu dijelaskan ialah pengertian sarana dan prasarana pendidikan. Sarana pendidikan adalah semua peralatan serta perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. meja. serta manajemen sarana dan prasarana pendidikan. kualitas pembelajaran PAI. Kualitas pembelajaran PAI adalah mutu atau kualitas yang terdapat pada pelaksanaan pembelajaran PAI di suatu lembaga dalam mencapai keberhasilan memenuhi tuntutan pelanggan dan standar yang telah ditentukan.11 c) Penghapusan dan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan 3. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. alat peraga dan lain-lain. F.

upayaupaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. dan implikasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI. Sistematika Pembahasan Bab I :Pendahuluan. dan sistematika pembahasan.12 G. pengertian. Bab II : Kajian Pustaka. macam-macam sarana dan prasarana pendidikan. dan proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. pengertian manajemen sarana dan prasarana pendidikan. definisi operasional. Ketiga berisi tentang peningkatan kualitas pembelajaran PAI. Kedua berisi tentang pembelajaran PAI yang meliputi. prinsip-prinsip manajemen sarana dan prasarana pendidikan. . tujuan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran PAI. Pertama berisi tentang konsep manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang meliputi. pada pembaasan ini dibagi menjadi 3 sub pembahasan yakni faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. rumusan masalah. ruang lingkup dan pembatasan penelitian. yaitu terdiri dari latar belakang masalah. berisi tinjauan pustaka mengenai manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. tujuan penelitian. tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. yang berisi pokok-pokok pemikiran yang melatarbelakangi penulisan skripsi ini. dan pembahasan ini dibagi menjadi 3 bagian besar. kegunaan penelitian.

Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. kehadiran peneliti. sumber data. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. pendekatan dan jenis penelitian. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. dan hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Bab VI : Penutup. analisis data. Malang. Pada bab ini semua hasil penelitian dipadukan dengan teoi-teori yang sudah dipaparkan pada Bab II. Bab V :Pembahasan Hasil Penelitian. yakni memaparkan data-data yang akurat berkaitan dengan Sejarah Berdirinya SMP Negeri 02 Turen Kab. pengecekan keabsahan temuan. Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. Bab IV : Laporan Hasil Penelitian. lokasi penelitian.13 Bab III : Metode Penelitian. yang meliputi. prosedur pengumpulan data. yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran . Malang melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. dalam penelitian ini pembahasan penelitian dibagi menjadi tiga bagian yakni Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. dan tahap-tahap penelitian. dan Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

14 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Terry menyatakan bahwa manajemen adalah satu proses yang khas yang terdiri dari tindakantindakan perencanaan.1 Ada kaitan yang erat antara organisasi. Manajemen:Dasar. administrasi dan manajemen. Pengertian Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Manajemen berasal dari kata To Manage yang artinya mengatur. Pengertian. G. Konsep Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan 1. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi manajemen itu. 2001).1 1 (Jakarta: Bumi . manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan tertentu. dan Masalah Aksara. hlm. pengorganisasian. seperti apa yang diatur? Kenapa harus diatur? Siapa yang mengatur? Bagaimana mengaturnya? Di mana harus diatur? Menurut Malayu Hasibuan. Pengertian organisasi yaitu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih Malayu Hasibuan. Jadi manajemen itu merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan karena manajemen diartikan mengatur maka timbul beberapa pertanyaan bagi kita. pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.R.

Manajemen dan Kepemimpianan Pendidikan. 2 3 Made Pidarta. yakni: a. perbedaan itu nampaknya tidak fundamental. Sukarno K. Ketidaksamaan pendapat yang ada dapat difahami sebab dalam praktek ada tiga pendapat tentang hubungan antara administrasi dan manajemen. Administrasi dan manajemen tidak dapat dipisahkan dan harus merupakan suatu kesatuan. Manajemen Pendidikan Indonesia (Jakarta: Bina Aksara. 1994). Administrasi lebih luas dari manajemen atau administrasi mencakup manajemen. Tetapi pengertian administrasi dengan pengertian manajemen masih kelihatan tidak terpisah secara jelas.2 Seringkali kata administrasi dikaitkan dengan kata manajemen.3 Akhir-akhir ini ada beberapa penulis yang membedakan antara manajemen dan administrasi walaupn kadang-kadang pembedaan itu tidak konsisten. hanya saja kegiatannya yang dapat dibedakan sesuai dengan perbedaan kedua wawasan. Akhirnya tanpa manajemen tak mungkin administrasi mencapai tujuannya. mengatakan Administrasi adalah kulit luar manajemen atau dengan kata lain manajemen adalah inti daripada administrasi. Analisis Administrasi. Administrasi lebih luas daripada manajemen. (Jakarta: Bumi Aksara. Drs.15 bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu nampak sudah ada kesepakatan dari para ahli. hlm. 20 . hlm. Pendapat itu sesuai dengan pendapat: 1.1988).1 Burhanuddin. Kalaupun ada perbedaan. administrasi bersifat menentukan tujuan dan kebijakan umum yang mengikat seluruh atau departemental.

hlm. perencanaan.16 2. Bagi mereka yang menganut faham ini. “The Phylosophy of Management” mengatakan: administrasi menentukan tujuan (goal) sedangkan manajemen berusaha ke arah situ. Administrasi lebih sempit dari manajemen. dalam administrasi tercakup dalam manajemen. administrasi diberi arti sama dengan manajemen. Administrasi Pendidikan (Semarang: Setya Wacana. Pemahaman demikian timbul sebab manajemen atau pelaksanaan tugas merupakan salah satu fungsi dari administrasi yakni. c. Dilihat dari pengertiannya. sedang manajemen adalah upaya untuk mencapai tujuan tersebut. b. human relation dan administrative management. Dalam Webster’s Dictionary New Collegiats maupun dalam Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. Administrasi identik dengan manajemen. administrasi diartikan sebagai penetapan dan penentuan tujuan. personal.4 4 Harbangan Siagian. 1989). 2. yakni production. dengan alasan: 1. Oliver Sheldon dalam bukunya. 54 . marketing. kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara spesifik administrasi merupakan satu bidang dari manajemen sebab manajemen terdiri dari enam bidang. financial. baik administrasi maupun manajemen adalah merupakan proses. pelaksanaan (manajemen) dan pengawasan atau pengendalian.

135 Suharsimi Arikunto. 1993). Organisasi dan Administrasi: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Jakarta: Raja Grafindo Persada. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dan berjalan dengan lancar. tata tertib sekolah dan sebagainya. Sedangkan prasarana merupakan semua komponen yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses belajar mengajar atau pendidikan di sekolah. halaman sekolah.5 Menurut Suharsimi Arikunto sarana pendidikan merupakan sarana penunjang bagi proses belajar mengajar. hlm. hlm. meja. kursi.1989). dan (2) Prasarana pendidikan. Usaha ini dapat berupa benda-benda maupun uang.6 Perlengkapan sekolah. atau juga sering disebut dengan fasilitas sekolah. dapat dikelompokkan menjadi: (1) sarana pendidikan. Jadi dalam hal ini fasilitas dapat disamakan dengan sarana. Arti sarana seringkali disamakan dengan kata fasilitas. Sebagai contoh: jalan menuju sekolah. efektif dan efesien”. makna atau definisi manajemen sarana dan Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan FIP IKIP Malang. ruangan. Sedangkan menurut rumusan Tim Penyusun Pedoman Pembukuan Media Pendidikan Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Administrasi Pendidikan (Malang: IKIP. 82 6 5 . teratur. Contoh: gedung sekolah (school building). Lebih luas fasilitas diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat memudahkan dan melancarkan pelaksanaan sesuatu usaha. Jadi. alat peraga dan lain-lain.17 Yang dimaksud dengan sarana sekolah yakni meliputi semua peralatan dan perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. yang dimaksud dengan ”sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar.

9 7 Ibrahim Bafadal..18 prasarana pendidikan dapat disamakan dengan makna manajemen perlengkapan sekolah. agar senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses belajar mengajar sehingga PBM semakin efektif dan efesien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.cit. atau administrasi peralatan. 81 hlm.7 Berdasarkan definisi sederhana tersebut maka pada hakikatnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu merupakan proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah.8 Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa administrasi sarana sering juga disebut administrasi materiil. pendayagunaan dan pengelolaan sarana pendidikan agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efesien. Secara sederhana. manajemen perlengkapan sekolah dapat didefinisikan sebagai proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan pendidikan secara efektif dan efisien. Manajemen Perlengkapan Sekolah (Jakarta: Bumi Aksara. 1996). hlm. op. adalah segenap proses penataan yang bersangkut paut dengan pengadaan. Ary H Gunawan. hlm. beliau mengatakan bahwa administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara continue terhadap benda-benda pendidikan. Sedangkan definisi lain diungkapkan oleh Ary H Gunawan.2 8 9 . 2004). Administrasi Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta. 114 Suharsimi Arikunto.

Semua contoh tersebut merupakan sarana pendidikan yang apabila dipakai satu kali pakai atau beberapa kali bisa habis dipakai atau berubah sifatnya. Ditinjau dari habis tidaknya dipakai Apabila dilihat dari habis tidaknya dipakai. Sarana pendidikan yang tahan lama. Sarana pendidikan yang tahan lama adalah keseluruhan bahan atau alat yang dapat digunakan secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama. besi. 2. Sarana pendidikan yang habis dipakai.19 2. b. yaitu: 1. dan kertas karton yang seringkali digunakan oleh guru dalam mengajar materi pelajaran keterampilan. mesin tulis. Sarana pendidikan yang bergerak . yaitu: a. Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam hubungannya dengan sarana pendidikan. Ditinjau dari bergerak tidaknya pada saat digunakan. Sarana pendidikan yang habis dipakai adalah segala bahan atau alat yang apabila digunakan bisa habis dalam waktu yang relatif singkat. globe dan beberapa peralatan olah raga. Nawawi (1987) mengklasifikasikannya menjadi beberapa macam sarana pendidikan. atlas. kayu. ada dua macam sarana pendidikan. a. Sebagai contohnya adalah kapur tulis yang biasanya digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran. Beberapa contohnya adalah bangku sekolah.

dan sarana pendidikan lainnya yang digunakan guru dalam mengajar. Pertama. Demikian pula bangku sekolah termasuk sarana pendidikan yang bisa digunakan atau dipindahkan kemana saja. atlas. Sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak Sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak adalah semua sarana pendidikan yang tidak bisa atau relatif sangat sulit untuk dipindahkan. Ditinjau dari hubungannya dengan proses belajar mengajar. merupakan sarana pendidikan yang bisa dipindahkan kemana-mana bila diinginkan. 3. Semua peralatan yang berkaitan dengan itu.20 Sarana pendidikan yang bergerak adalah sarana pendidikan yang bisa digerakkan atau dipindahkan sesuai dengan kebutuhan pemakaiannya. Misalnya saja suatu sekolah yang sudah memiliki saluran dari PDAM. Lemari arsip sekolah misalnya. . Sedangkan prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam. Kedua. seperti lemari arsip di kantor sekolah merupakan sarana pendidikan yang tidak secara langsung digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. sarana pendidikan yang tidak secara langsung berhubungan dengan proses belajar mengajar. relative tidak mudah untuk dipindahkan ke tempat-tempat tertentu. sarana pendidikan yang secara langsung dignakan dalam proses belajar mengajar. seperti pipanya. b. ada dua jenis sarana pendidikan. Dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar. contohnya kapur tulis.

tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar. ruang guru. yakni segala sesuatu yang berupa benda atau yang dapat dibendakan. Pemberian pinjaman kendaraan.cit. seperti ruang teori. Prasarana yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar. ruang kepala sekolah dan tempat parker kendaraan. yaitu: a.. Fasilitas Fisik. ruang usaha kesehatan sekolah. Prasarana yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar. Contoh: kendaraan. penampil dan sebagainya. b. perabot dan peralatan laboratorium. dan sebagainya. kamar kecil. tanah dan jalan menuju sekolah. Fasilitas fisik juga disebut fasilitas materiil. alat tulis menulis. perlengkapan perpustakaan. fasilitas atau sarana secara garis besar dapat dibedakan atas dua jenis. ruang praktik keterampilan dan ruang laboratorium. yang mempunyai peranan untuk memudahkan dan melancarkan sesuatu usaha. perlengkapan ruang praktik. Kalau akan diperluas lagi sebenarnya masih bisa. Fasilitas Uang. yakni segala sesuatu yang dapat mempermudah suatu kegiatan sebagai akibat bekerjanya nilai uang. b. Di dalam kegiatan pendidikan yang tergolong dalam fasilitas fisik atau fasilitas materiil antara lain: perabot ruang kelas. hlm. alat komunikasi.21 a. kantin sekolah.2 . peralatan kantor tata usaha.10 Suharsimi mengungkapkan. op. ruang perpustakaan. Contohnya adalah ruang kantor. kesempatan menggunakan waktu untuk berekreasi itupun fasilitas 10 Ibrahim Bafadal.

gambar-gambar. Alat peraga adalah semua alat pembantu pendidikan dan pengajaran. Buku tulis. tetapi dapat pula sebagai pengganti peran guru. Media pendidikan adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara di dalam proses belajar mengajar. Media pendidikan mempunyai peranan yang lain dari alat peraga. Alat peraga mempunyai arti yang luas. dapat berupa benda ataupun perbuatan dari yang tingkatannya paling kongkrit sampai ke yang paling abstrak yang dapat mempermudah pemberian pengertian (penyampaian konsep) kepada murid. hlm.cit. Alat pelajaran adalah semua benda yang dapat dipergunakan secara langsung oleh guru maupun murid dalam proses belajar mengajar. seperti kapur. yaitu: alat pelajaran. Yang disebutkan belakangan juga memudahkan proses atau kegiatan pencapaian tujuan.. 82 .11 Hal senada diungkapkan oleh Ary H Gunawan. semanya termasuk ke dalam lingkup alat pelajaran. media audio.22 tetapi tidak nyata sebagai benda yang dimiliki oleh sekolah. beliau menyatakan bahwa fasilitas atau benda-benda pendidikan dapat ditinjau dari: 11 Suharsimi Arikunto. Dengan pengertian ini maka alat pelajaran dapat termasuk ke dalam lingkup alat peraga. media visual dan media audio visual. tetapi belum tentu semua alat peraga merupakan alat pelajaran. Ada tiga pengertian yang biasanya dicampuradukkan. Media dapat dibedakan menjadi. untuk lebih mempertinggi efektifitas dan efisiensi. penghapus dan papan tulis maupn alat-alat praktek. op. alat peraga dan media pendidikan. alat-alat tulis menulis.

. Ditinjau dari fungsinya terhadap PBM. listrik. pagar. kendaraan. computer. contohnya mesin tulis. (b) barang tak habis pakai. halaman. manusia. telepon. contoh: tanah. dikelompokkan menjadi (a) barang habis pakai. fasilitas pendidikan dapat dibedakan menjadi: Fasilitas fisik atau fasilitas material yaitu sebagai sesuatu yang berwujud benda mati atau dibendakan yang mempunyai peran untuk memudahkan atau melancarkan suatu usaha. kendaraan. 3. jasa dan uang. alat praktek dan media pendidikan. Sedangkan sarana pendidikan berfungsi langsung (kehadirannya sangat menentukan) terhadap PBM. atau alat peraga. tanaman. gedung/bangunan sekolah. komputer. kertas. perabot dan sebagainya. Ditinjau dari jenisnya. media dan lain-lain. penghapus dan lain-lain.23 1. jaringan jalan. contonya: kapur tulis. spidol. Ditinjau dari sifat barangnya. perabot. benda-benda pendidikan dapat dibedakan menjadi: Barang bergerak atau barang berpindah atau dipindahkan. 2. air. serta perabot/mebiler. mesin tulis. seperti alat pelajaran. prasarana pendidikan berfungsi tidak langsung (kehadirannya tidak sangat menentukan). tinta. Fasilitas non fisik yakni sesuatu yang bukan benda mati atau tidak dapat dibendakan yang mempunyai peranan untuk memudahkan sesuatu usaha seperti. Seperti.

sesuai dengan kebutuhan sekolah. Dengan perkataan ini. menara air dan lain sebagainya. Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.. sumur.cit. b..24 Barang tidak bergerak ialah barang yang tidak berpindah-pindah letaknya atau tidak bisa dipindahkan. tujuannya adalah sebagai berikut: a. tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah memberikan pelayanan secara professional di bidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. hlm.12 3. dkk. Prinsip-Prinsip Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Agar tujuan-tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. 5 . 115 Ibrahim Bafadal. melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan diharapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh sekolah adalah sarana dan prasarana yang berkualitas tinggi. sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personel sekolah.cit. sebagaimana diuraikan di atas bisa tercapai. Untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana secara tepat dan efisien.13 4. c. Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama. Secara rinci. hlm. dan dengan dana yang efisien. Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Secara umum. op. op. seperti tanah. menurut Ali Imron. dalam 12 13 Ary H Gunawan. bangunan atau gedung.

25 Nur Masriyah. yaitu bahwa pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah hars dilakukan melalui perencanaan yang seksama. ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan di sekolah. c. Dan pemakaiannya pun harus dengan hati-hati sehingga mengurangi pemborosan. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekola harus selalu memperhatikan undang-undang. Prinsip efisiensi. peraturan. Prinsip Administratif. d. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus di delegasikan kepada personel sekolah yang mampu bertanggungjawab. . b. Prinsip-prinsip yang dimaksud adalah: a. yaitu bahwa sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus selalu dalam kondisi siap pakai bilamana akan didayagunakan oleh personel sekolah dalam rangka pencapaian tujuan proses belajar mengajar. Apabila melibatkan banyak personel sekolah dalam manajemennya maka perlu adanya deskripsi tugas dan tanggungjawab yang jelas untuk setiap personel sekolah. sehingga dapat diadakan sarana dan prasarana pendidikan yang baik dengan harga yang murah. Prinsip pencapaian tujuan. Prinsip kejelasan tanggung jawab. instruksi dan petunjuk teknis yang diberlakukan oleh yang berwenang.

14 5. maka pengelolaan sarana dan prasarana perlu dikelola dengan sebaik-baiknya. Untuk melaksanakan hal tersebut. sesuai tujuan pendidikan dalam GBHN. bahwa sarana dan prasarana merpakan penunjang tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan. maka sekolah hendaknya membina potensi lahir dan batin secara maksimal. 2006. Untuk merealisasikan pendidikan yang merupakan uaaha sadar dan yang bertujuan mengembangkan kepribadian dan kemampuan siswa. Fakultas Tarbiyah UIN Malang. Skripsi. hlm. Prinsip Kekohesifan. “Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di MAN I Malang”. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. Hal yang perlu diperhatikan adalah masalah pemeliharaan dan pengawasan tentang sarana dan prasarana tersebut. maka sekolah perlu meningkatkan mutu pendidikan. Bilamana hal-hal di atas dilakukan dengan baik.30 14 . Dengan demikian sekolah merupakan salah satu tempat untuk mewujudkan pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. Proses Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Seperti kita ketahui bersama. maka sarana dan prasarana dapat dipakai dan digunakan dengan perasaan yang menyenangkan oleh para pemakainya. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah iu harus direalisasikan dalam bentuk proses kerja yang sangat kompak.26 e. Nur Masriyah. melalui pengembangan program pendidikan dan pengajaran dengan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar siswa.

cit.152 Ibrahim Bafadal..cit. inventarisasi dan penghapusan.27 Tujuan pemeliharaan agar kekayaan yang besar nilainya itu memperoleh pengamanan yang baik. yaitu pengamanan perencanaan. pengadaan. hlm. pendayagunaan dan penghapusan. op. Penggunaan dan Pemeliharaan 4.1 Proses Manajemen Sarana dan Prasarana 1. Pengamanan itu hendaknya secara menyeluruh. op. Pengadaan • Analisis kebutuhan • Analisis anggaran • Seleksi • Keputusan • Pemerolehan 5.7 . Inventarisasi 15 16 Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan FIP IKIP Malang. pemakaian dan pemeliharaan.. Penghapusan 2. Kegiatan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: 16 Gambar 2. hlm. Pendistribusian • Pengalokasian • Pengiriman 3. pendistribusian.15 Ibrahim Bafadal menyatakan bahwa kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan itu meliputi: pengadaan.

Perencanaan yang baik dan teliti akan berdasarkan analisis kebutuhan. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Aktifitas pertama dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah pengadaan sarana dan prasarana. di antaranya yakni: a. kedua.28 1. Berkenaan dengan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah ada beberapa hal yang perlu difahami. dihapuskan atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan pergantian. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di sekolah. dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun anggaran mendatang. R. dan penentuan skala priorotas bagi kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan urutan pertama. bahwa terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak perencanaan atau rencana (planning/programming) adalah pengetrapan . menggantikan barang-barang yang rusak. Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Suatu kegiatan administrasi/manajemen/pengelolaan yang baik dan tidak gegabah (sembrono) tentu diawali dengan suatu perencanaan (planning/programming) yang matang dan baik dilaksanakan demi menghindari diinginkan. Freedman dan kawan-kawannya mengatakan. ketiga dan seterusnya untuk dilaksanakan yang disesuaikan dengan tersedianya dana dan tingkat kepentinagannya. hilang.

4. 6. 3. Gunawan. Memilih kebutuhan utama berdasarkan hasil survey. Mengembangkan atau menguatkan tawaran atau kontrak dengan melaksanakan sesuai dengan gambaran kerja yang diusulkan. Menganalisis kebutuhan pendidikan suatu masyarakat dan menetapkan program untk masa yang akan datang sebagai dasar untuk mengevaluasi keberadaan fasilitas dan membuat model perecanaan perlengkapan yang akan datang. hlm. di antaranya adalah seorang teoretisi administrasi pendidikan.cit. kepada tujuan yang telah ditetapkan. Melakukan survey ke seluruh unit sekolah untuk menyusun master plan untuk jangka waktu tertentu. Jones menegaskan bahwa langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah sebagai berikut: 1. Merancang setiap proses yang terpisah-pisah sesuai dengan spesifikasi pendidikan yang diusulkan.117 . Mengembangkan Educational Specification untuk setiap proyek yang terpisah-pisah dalam usulan master plan. op. Jones (1969).17 Akhir-akhir ini telah banyak teoritisi yang mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan (sarana dan prasarana) pendidikan di sekolah.29 secara sistematik daripada pengetahuan yang tepat guna untuk mengontrol dan menentukan arah kecendrungan perubahan. 2. 5. 17 Ary H. yaitu Jame J.

Penetapan harga satuan perlengkapan 5. Penilaian kembali Berdasarkan uraian tentang prosedur perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah sebagaimana dikemukakan di atas. Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan bukanlah sekadar sebagai upaya pencarian ilham. Johnson (1969). Rekomendasi 7. dapat ditegaskan bahwa proses perencanaan pengadaan sarana dan prasarana di sekolah tidak mudah. Pasangan penulis tersebut menegaskan bahwa prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah: 1. . Agar prinsip-prinsip tersebut betul-betul terpenuhi. Penetapan kebutuhan perlengkapan 3. Pembentukan panitia pengadaan barang atau perlengkapan 2. Pengujian segala kemungkinan 6. Penetapan spesifikasi 4. Melengkapi perlengkapan gedung dan meletakkannya sehingga siap untuk digunakan Dua orang teoritisi administrasi lainnya yang menjelaskan tentang prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah Emery Stoops dan Russel E. melainkan upaya memikirkan perlengkapan yang diperlukan di masa yang akan datang dan bagaimana pengadaannya secara sistematis. rinci dan teliti berdasarkan informasi yang realistis tentang kondisi sekolah.30 7.

Dinas Pendidikan Nasional Provinsi. selain dengan cara membeli. Seringkali sekolah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan dari pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional.cit. Pembelian. op.18 b. antara lain dengan cara: 1. hlm. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah untuk mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan sekolah. sehingga sekolah dituntut untuk selalu berusaha juga melakukan pengadaan perlengkapan dengan cara lain. Hadiah atau sumbangan. untuk membeli sarana dan prasarana di sekolah dapat ditempuh dengan cara membeli di pabrik. Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana yang telah disusun sebelumnya. membeli di toko dan memesan. 27 . 2.31 semua pihak yang dilibatkan atau ditunjuk sebagai panitia perencanaan pengadaan perlengkapan di sekolah perlu mengetahui dan mempertimbangkan program pendidikan. Namun bantuan tersebut dalam jumlah terbatas dan tidak selalu ada. dana yang tersedia dan harga pasar. perlengkapan yang sudah dimiliki. dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.. perlengkapan sekolah juga bisa diperoleh dari hadiah atau 18 Ibrahim Bafadal.

Hubungan kerjasama tersebut berupa saling menukar perlengkapan sekolah. pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah bisa dilakukan dengan cara meminjam kepada pihak-pihak tertentu. 3.32 sumbangan perorangan maupun organisasi.. Ibid. Tukar menukar. Pihak-pihak yang dapat dipinjam adalah kepala sekolah. (3) penyerahan barang. ada beberapa prinsip administrasi penyimpanan peralatan dan perlengkapan pengajaran sekolah: 19 20 Ibrahim Bafadal. Ibid. (2) pengiriman barang. 32 Ibrahim Bafadal. guru-guru ataupun orang tua murid. 38 .. hlm. hlm. untuk memperoleh tambahan sarana dan prasarana. wakil kepala sekolah.19 2. Pendistribusian Sarana dan Prasarana Sekolah Barang-barang perlengkapan sekolah (sarana dan prasarana) yang telah diadakan dapat didistribusikan. pengelola sarana dan prasarana sekolah bisa mengadakan hubungan kerjasama dengan pengelola sarana dan prasarana sekolah lainnya.20 Daryanto menyatakan. Dalam rangka itu. Meminjam. ada tiga langkah yang sebaiknya ditempuh oleh bagian penanggungjawab penyimpanan atau penyaluran. Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggungjawab dari seorang penanggungjawab penyimpanan kepada unit-unit atau orangorang yang membutuhkan barang itu. 4. badan-badan atau lembaga-lembaga tertentu. yaitu: (1) penyusunan alokasi barang.

2001). Semua penyimpanan harus diadministrasikan menurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu digunakan. 52 . berpendapat bahwa dalam lingkungan yang sempit seperti di lingkungan sekolah/fakultas. hlm. maksudnya bila diperlukan sewaktu-waktu segera dapat disediakan. Harus diadakan inventarisasi secara berkala. f. Semua alat-alat dan perlengkapan harus disimpan di tempat-tempat yang bebas dari faktor-faktor perusak. Pendistribusian peralatan dan perlengkapan pengajaran ini harus berada dalam tanggung jawab salah seorang anggota staf yang ditunjuk.33 a. Tanggungjawab untuk pelaksanaan yang tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus dirumuskan secara terperinci dan difahami dengan jelas oleh semua pihak yang berkepentingan. d. c. Mudah didapat bila sewaktu-waktu diperlukan. lembab. b.21 Sedangkan Ary H. Harus mudah dikerjakan baik untuk menyimpan maupun yang keluar alat. Kebijaksanaan pendistribusian ini hendaklah ditekankan kepada efisien dan fleksibilitas. seperti: panas. Karena pelaksanaan tanggungjawab ini hanya bersifat ketatausahaan maka kurang tepat jika kepala atau guru sendiri yang langsung melaksanakannya yang paling tepat adalah pegawai tata usaha. e. Gunawan. Administrasi pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta. lapuk dan serangga. maka kegiatan penyaluran dapat berwujud pendistribusian atau kegiatan 21 Daryanto.

perpustakaan. Dalam kaitan dengan pemakaian perlengkapan pendidikan itu. pengiriman barang (untuk pusat-pusat penyalur) dan penyerahan barang.34 membagi/mengeluarkan barang sesuai kebutuhan guru/dosen/seksi bagian dalam instansi/sekolah/fakultas tesebut utnuk keperluan kegiatan belajar mengajar serta perkantoran. Sedangkan dengan prinsip efisisiensi berarti pemakaian semua sarana dan prasarana pendidikan di sekolah secara hemat dan dengan hati-hati 22 Ary H. Gunawan. ada dua prinsip yang harus selalu diperhatikan yaitu prinsip efektifitas dan prinsip efisiensi..22 3. Penggunaan/Pemakaian Sarana dan Prasarana Pendidikan Begitu barang-barang yang telah diadakan itu didistribusikan kepada bagian-bagian kelas. baik secara langsng maupun tidak langsung.144 .cit. Kegiatan penyaluran barang yang baik melipputi penyusunan alokasi. Penggunaan dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan a. laboratorium. Dengan prinsip efektifitas berarti semua pemakaian sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus digunakan semata-mata dalam rangka memperlancar pencapaian tujuan pendidikan sekolah. tata usaha atau personel sekolah berarti barang-barang tersebut sudah berada dalam tanggungjawab bagian-bagian atau personel sekolah tersebut. hlm. op. Atas pelimpahan itu pula pihak-pihak tersebut berhak memakainya utnuk kepentingan proses pendidikan di sekolahnya.

sebelum 23 Ibrahim Bafadal.42 . op.35 sehingga semua perlengkapan yang ada tidak mudah habis.. kapur dan sebagainya dengan penyimpanan yang baik (aman.cit. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Agar setiap barang yang kita miliki senantiasa dapat berfungsi dan digunakan dengan lancar tanpa banyak menimbulkan gangguan/hambatan maka barang-barang tersebut perlu dirawat secara baik dan kontinu untuk menghindari adanya unsur-unsur pengganggu/perusaknya. Pemeliharaan yang dilakukan menurut keadaan barangnya dilakukan terhadap barang habis pakai dan barang tak habis pakai. misalnya 2 atau 3 bulan sekali (seperti mesin tulis) atau jam pakai tertentu (mesin statis). rusak atau hilang. hlm. atau memanggil tukang/ahli servis untuk melakukannya. Kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan menurut ukuran waktu dan menurut ukuran keadaan barang. seperti pemeliharaan terhadap kertas. tidak lembab.23 b. Pemeliharaan tersebut dapat dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggungjawabnya. Dengan demikian kegiatan rutin untuk mengusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik dan berfungsi baik pula (running well) disebut pemeliharaan atau perawatan (service). atau membawanya ke bengkel servis. Pemeliharaan menurut ukuran waktu dapat dilakukan setiap hari (setiap akan/sesudah memakai) dan secara berkala atau dalam jangka waktu tertentu sesuai petunjuk penggunaan (manual). bebas hama dan sebagainya).

Menurut keputusan Menteri Keuangan RI Nomor kep. op. kendaraan dan sebagainya dilakukan servis bila keadaan pemakaiannya ternyata sudah kurang enak atau kurang lancar. 146 .36 barang tersebut dipakai atau dalam penyimpanan. Pemeliharaan terhadap tanah dan gedung.24 4. Terhadap barang tak habis pakai seperti mesin tlis. dilakukan pembersihan. Kegiatan Secata tersebut definitive. berkelanjutan. merupakan inventarisasi adalah pencatatan dan penyusunan daftar barang milik Negara secara sistematis. Pada prinsipnya kegiatan pemeliharaan dilakukan agar setiap sarana dan prasarana itu senantiasa siap pakai dalam proses/kegiatan belajar mengajar. tertib dan teratur berdasarkan ketentan-ketentuan atau pedoman-pedoman yang berlaku.cit. secara rutin berkala. pengecatan. hlm. kreatifitas serta rasa tanggung jawab dan rasa “handar beni” adalah kunci dari keberhasilan kegiatan pemeliharaan demi optimalisasi daya pakai dan daya guna setiap barang kita. mengepel dan lain sebagainya. Aktifitas.. 225/MK/V/4/1971 barang milik Negara adalah berupa semua barang yang 24 Ary H. menyapu. Lazimnya. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah Salah satu aktifitas dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah mencatat semua perlengkapan yang dimiliki oleh sekolah. kegiatan pencatatan semua perlengkapan itu disebut dengan istilah inventarisasi suatu perlengkapan proses yang pendidikan. Gunawan.

Intruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4/M/1980. 2/MPK/1979. penghematan keuangan. baik yang berada di dalam maupun luar negeri. yaitu: 1. Instruksi Presiden RI Nomor 3 tahun 1971. mempermudah dalam pemeliharaan dan pengawasan. provinsi. 225/MK/V/4/1971. baik pusat. maupun daerah otonom. Berdasarkan edaran surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tanggal 16 Januari 1997 No. Surat keputusan Menteri Keuangan Nomor kep. pengurusan barang-barang di sekolah dasar dilakukan oleh kepala sekolah sendiri. tertanggal 30 Maret 1991. dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ataupun dana lainnya yang barang-barangnya di bawah penguasaan pemerintah.37 berasal atau dibeli dengan dana yang bersumber baik secara keseluruhan atau sebagainya. inventarisasi mampu menyediakan data dan informasi untuk perencanaan. 4. tertanggal 24 Mei 1980. Melalui inventarisasi perlengkapan pendidikan diharapkan akan tercipta ketertiban administrasi barang. tertanggal 23 Oktober 1971. 2. Ada beberapa landasan hukum yang mendasari kegiatan inventarisasi perlengkapan sekolah. Surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9 tahun 1971. Sebagaimana yang dikutip oleh Ibrahim Bafadal. Lebih lanjut. Stoop dan Jhonson menyatakan bahwa dalam pelaksanaan sehari-hari kepala sekolah selaku administrator dapat . tertanggal 13 April 1971 3.

papan tulis. Sedangkan khusus barangbarang bukan inventaris dicatat di dalam buku induk bukan inventaris dan kartu (bisa berupa buku) stok barang. yaitu: 1..57 . Dengan demikian. Barang inventaris adalah keseluruhan perlengkapan sekolah yang dapat digunakan secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama. Setelah itu.cit. op.38 menunjuk stafnya atau guru-guru untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab tersebut. buku perpustakaan sekolah dan perabot-perabot lainnya. seperti meja. Sedangkan barang-barang bukan inventaris adalah semua barang habis pakai. pita mesin tulis dan barang-barang yang statusnya tidak jelas. Kegiatan inventarisasi perlengkapan pendidikan meliputi dua kegiatan. karbon. Baik barang inventaris maupun barang bukan inventaris yang diterima sekolah harus dicatat di dalam buku penerimaan. kertas. seperti kapur tulis. bangku. khusus barang-barang inventaris dicatat di dalam buku induk inventaris dan buku golongan inventaris. Kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan dan pembuatan kode barang perlengkapan Barang-barang perlengkapan di sekolah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. pencatatan perlengkapan pendidikan di sekolah yang tertib dan teratur dapat digambarkan sebagai berikut:25 25 Ibrahim Bafadal. yaitu barang inventaris dan barang bukan inventaris. hlm.

Kode barang adalah sebuah tanda yang menunjukkan kepemilikan barang. Kode tersebut ditulis pada barang yang sekiranya mudah dilihat dan dibaca. terutama yang tergolong sebagai barang inventaris.2 Tata Cara Pencatatan Perlengkapan Sekolah Ada barang baru Pencatatan di dalam buku penerimaan Pengelompokan barang baru Inventaris Bukan inventaris Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan inventaris perlengkapan pendidikan di sekolah adalah membuat kode barang dan menuliskannya pada badan perlengkapan pendidikan di sekolah.39 Gambar 2. Tujuan pembuatan dan penulisan kode adalah untuk memudahkan semua pihak dalam mengenal kembali semua perlengkapan pendidikan .

Oleh karena itu. Bilamana demikian halnya. ada laporan barang rutin dan laporan barang proyek. Oktober. Ibid. Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Barang-barang yang ada di sekolah adalah barang milik Negara. yaitu departemennya. pada setiap bulan Juli. Dengan demikian.40 di sekolah.. Pelaporan tersebut dilakukan sekali dalam setiap triwulan. penanggungjawab maupun jenis dan golongannya. Biasanya kode barang itu berbentuk angka atau numerik. dengan warna yang berbeda dari warna dasar barang sehingga mudah dibaca.61 . Semua perlengkapan pendidikan di sekolah atau barang inventaris sekolah harus dilaporkan. Sekolah-sekolah swasta wajib melaporkannya kepada yayasannya.26 2. Biasanya di sekolah itu ada barang rutin dan barang proyek. Ukurannya disesuaikan dengan besar kecelnya barang perlengkapan yang akan diberi kode. Biasanya warna kode tersebut adalah putih atau hitam. Laporan tersebut seringkali disebut dengan istilah laporan mutasi barang. hlm.. Kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan laporan. Ibid. Januari dan April tahun berikutnya. hlm. Misalnya.27 5. termasuk perlengkapan baru kepada pemerintah.59 Ibrahim Bafadal. barang-barang tersebut harus selalu dijaga agar tidak hilang 26 27 Ibrahim Bafadal. baik ditinjau dari kepemilikan. maka pelaporannya pun harus dibedakan.

198 . 28 Piet A. meringankan beban kerja inventarisasi 3. Pemborosan biaya untuk pengamanan barang-barang kelebihan atau barang-barang lain yang karena beberapa sebab tidak dipergunakan lagi.41 atau lekas rusak. hlm.1994). Yang dimaksud dengan penghapusan adalah kegiatan yang mempunyai tujuan untuk menghapuskan barang-barang milik Negara dari daftar inventaris Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Walaupun demikian apabila barang-barang tersebut sudah dimanfaatkan terlalu lama akan sampai pulalah pada saat memudar daya gunanya.28 Walaupun penghapusan barang-barang ada keuntungannya tetapi tidaklah gampang bagi suatu instansi untuk mengadakan penghapusan. yang disebabkan oleh: a. Dimensi Administrasi (Surabaya: Usaha Nasional. Sahertian. Daripada mendatangkan kerugian yang besar bagi pihak sekolah maka barang tersebut lebih baik disingkirkan/dihapus saja. b. 2. membebaskan barang dari tanggung jawab satuan organisasi yang mengurusnya menurut peraturan dan ketentuan yang berlaku. penghapusan mempunyai arti: 1. mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi kerugian yang lebih besar. Sebagai salah satu fungsi dari pengelolaan perlengkapan. Pengeluaran yang semakin besar untuk pemeliharaan/perbaikan barang-barang yang kondisinya semakin buruk.

5. terbakar. Dicuri. akan rusak dan tidak dapat dipakai lagi. 6. Barang kelebihan yang jika disimpan lebih lama. 7. misalnya dengan mesin tulis baru sebuah konsep dapat diselesaikan dalam waktu lima hari. Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masa kini. Perbaikan akan menelan biaya yang besar sekali sehingga merupakan pemborosan uang Negara. misalnya mesin hitung yang sudah diganti dengan kalkulator. dan sebagainya. 3. diselewengkan. Dalam keadan rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki atau dipergunakan lagi 2. 8. Ada penurunan efektifitas kerja. tetapi dengan mesin tulis yang hampir rusak harus diselesaikan dalam waktu 10 hari. 4. secara teknis dan ekonomis kegunaan tidak seimbang dengan biaya pemeliharaan.42 Barang-barang yang dapat dihapuskan dari daftar inventaris harus memenuhi salah satu atau lebih dari syarat-syarat di bawah ini: 1. arau mesin tulis biasa yang sudah harus diganti dengan IBM. Untuk melakukan penghapusan atau penyingkiran (afkeur) pelaksana harus memperhatikan tahap-tahap sebagai berikut: . musnah akibat bencana alam. Penyusutannya berada di luar kekuasaan pengurus barang (misalnya bahan-bahan kimia).

cit. d.43 1. keadaan barang yang dilelang serta nama dan alamat pelelang serta harga jualnya. Gunawan. Pemilihan barang yang akan dihapuskan dilakukan setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan. yaitu: 1. op. 29 Suharsimi Arikunto. 89 . c. 3. Kopertis. Mengikuti cara pelanggan yang berlaku. Memperhitungkan faktor-faktor penyingkiran dan penghapusan ditinjau dari segi nilai uang. menghibahkan kepada badan/orang lain atau membakar. Pembentukan Panitia Penjualan oleh Pimpinan Unit Utama (Rektor. Membuat berita acara tentang pelaksanaan penyingkiran. yang menyebutkan banyaknya nama barang. dalam pelaksanaan penghapusan dikenal dua jenis cara. Prosedurnya adalah sebagai berikut: a. Membuat surat pemberitahuan kepada atasan bahwa akan diadakan penyingkiran dengan menyebutkan barang-barang yang hendak disingkirkan. Melaksanakan penyingkiran dengan cara-cara mengadakan lelangan. dsb) yang bersangkutan. Melaksanakan sesuai prosedur lelang. 4. Proses penghapusan/penyingkiran harus disaksikan oleh atasan 5. b.. 2.29 Sebagaimana disampaikan oleh Ary H. hlm. Menghapus dengan menjual barang-barang melalui kantor lelang Negara. Pembuatan “risalah lelang” oleh kantor lelang.

maka kita harus melihat kepada kata arab karena ajaran Islam diturunkan dalam bahasa tersebut. maka pemusnahannya dilakukan unit kerja yang bersangkutan dengan disaksikan oleh pejabat pemerintah daerah setempat (minimal Lurah/Kades) dan atau kepolisian Negara. selambat-lambatnya tiga hari kerja setelah hari lelang. op.44 e. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa arabnya “tarbiyah wa ta’lim” 30 Ary Gunawan.30 B. Pemusnahan Terhadap barang barang yang diusulkan untuk dihapus sesuai surat keputusan untuk/harus dimusnahkan. dsb). Biaya lelang dan biaya lainnya (dana sosial. dengan kata kerja “rabba”. dsb) yang dibebankan pada pembeli/pemenang lelang. serta mengikuti segala tata cara pemusnahan yang berlaku (dibakar. Kata “pendidikan” yang umum kita gunakan sekarang dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah”. Kata pengajaran dalam bahasa arabnya adalah “ta’lim” dengan kata kerjanya “‘allama”.. f. MPO. hlm. Pembayaran uang lelang yang disetorkan pada kas Negara. Pengertian Pendidikan Agama Islam Bila kita akan melihat pengertian pendidikan dari segi bahasa. 2. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1. dikubur. 151 .cit.

45 sedangkan pendidikan Islam dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah Islamiyah”. Penggunaan kata-kata tarbiyah pada ayat pertama menunjukkan bahwa pendidikan pada fase ini menjadi tanggungjawab 31 32 33 Zakiyah Daradjat. (QS.1996).227 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya. atau menurut istilah yang kita gunakan dewasa ini adalah pada fase bayi dan kanak-kanak. kasihanilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil . Ibid. hlm. waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu?”(QS. hlm. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Angkasa. kita mendapatkannya di dalam al-Qur’an seperti pada ayat: ‫واﺧﻔﺾ ﻟﻬﻤﺎ ﺟﻨﺎح اﻟﺬل ﻣﻦ اﻟﺮﺣﻤﺔ وﻗﻞ رب ارﺣﻤﻬﻤﺎآﻤﺎرﺑﻴﺎﻧﻰ‬ ِ َ ‫َ ْ ِ ْ َ ُ َ َ َ َ ﱡ ﱢ ِ َ ﱠ ْ َ ِ َ ُ ْ ﱠ ﱢ ْ َ ْ ُ َ َ َ َﱠ‬ ‫ﺻﻐﻴﺮا‬ ً ِْ َ (٢٤:‫)اﻹﺳﺮاء‬ Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhankui. 293 .31 Kata Tarbiyah. hlm. 1996). 17 Al-Isra’:24) 32 (١٨:‫ﻗﺎل أﻟﻢ ْ ﻧﺮﺑﻚ ﻓﻴﻨﺎ وﻟﻴﺪا وﻟﺒﺜﺖ ﻓﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﻋﻤﺮك ﺳﻨﻴﻦ )اﻟﺸﻌﺮاء‬ َ ْ ِ ِ َ ِ ُ ُ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ِ َ‫َ َ َ َ ُ َ ﱢ َ ِ ْ َ َِ ْ ً ﱠ‬ Fir’aun menjawab: “Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami. 25 As-Syu’ara’:18)33 Kedua ayat di atas menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tarbiyah adalah proses persiapan dan pengasuhan pada fase pertama pertumbuhan manusia.dkk.25 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya (Semarang: Karya Toha Putra..

46

keluarga. Ibu dan ayah bertanggungjawab mengasuh dan mengasihi anak yang masih kecil dan berada dalam situasi ketergantungan. Dalam ayat kedua, Fir’aun menyebut-nyebutkan kebaikannya tehadap Musa a.s bahwa ia telah mendidiknya semasa kecil dan tidak memasukkannya ke dalam golongan anak-anak yang dibunuh ketika itu. Fir’aun juga mengingatkan Musa a.s bahwa ia telah berada dalam naungan keluarga untuk beberapa tahun lamanya. Demikianlah, bahwa istilah tarbiyah di dalam dua ayat di atas berkaitan erat dengan proses persiapan dan pemeliharaan pada masa kanak-kanak di dalam keluarga.34 Kata lain yang mengandung arti pendidikan itu ialah sabda Rasul SAW:

‫أدب‬

seperti

(‫أد ﺑﻨﻰ رﺑﻰ ﻓﺄﺣﺴﻦ َﺄ ِﻳ ِﻰ )اﻟﺤﺪﻳﺚ‬ ‫َ ﱠ َ ِ َ ِ ََ ْ َ َ ﺗ ْد ْﺒ‬
“Tuhan telah mendidikku, maka Ia sempurnakan pendidikanku.” Kata “ta’lim” dengan kata kerjanya “‘allama” juga sudah digunakan pada zaman Nabi. Baik dalam Al-Qur’an, Hadits atau pemakaian sehari-hari. Kata ini lebih banyak digunakan daripada kata tarbiyah tadi. Dari segi bahasa, perbedaan arti dari kedua kata itu cukup jelas. Bandingkanlah penggunaan dan arti kata berikut ini dengan kata “rabba”, “addaba”, “nasya’a” dan lain-lain. Firman Allah:

‫وﻋﻠﻢ ﺁدم اﻷﺳﻤﺎء آﻠﻬﺎ ﺛﻢ ﻋﺮﺿﻬﻢ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﻼءآﺔ ﻓﻘﺎل أﻧﺒﺌﻮﻧﻲ‬ ِ ْ ُ ِ ْ َ َ َ َ ِ َ ِ َ َ ْ ََ ْ ُ َ َ َ ‫َ َﱠ َ َ َ َ ْ َ َ ُﱠ َ ُ ﱠ‬
(٣١:‫ﺑﺄﺳﻤﺎء هﺆﻻء ان آﻨﺘﻢ ﺻﺎدﻗﻴﻦ )اﻟﺒﻘﺮة‬ َ ْ ِ ِ َ ْ ُْ ُ ْ ِ ِ َ ُ َ ِ َ ْ َِ

34

Abdul Fattah Jalal, Azas-Azas Pendidikan Islam (Bandung: Diponegoro,1988), hlm.28

47

“Dan dia

mengajarkan kepada Adam nama-nama(benda-benda)

seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar”. (Q.S. Al-Baqarah: 31) 35 Firmannya lagi:

‫وورث ﺳﻠﻴﻤﺎن داودوﻗﺎل ﻳﺂ أﻳﻬﺎاﻟﻨﺎس ﻋﻠﻤﻨﺎ ﻣﻨﻄﻖ اﻟﻄﻴﺮواوﺗﻴﻨﺎﻣﻦ‬ ْ ِ َ ْ ِ ْ َُ ِ ْ ‫َ َ ِ َ َُ ْ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ﱡ َ ﱠ ُ ُﱢ ْ َ َ ْ ِ َ ﱠ‬ ٍْ َ ‫ُ ﱢ‬ (١٦:‫ ِان هﺬا َﻟﻬﻮاﻟﻔﻀﻞ اﻟﻤﺒﻴﻦ )اﻟﻨﻤﻞ‬P‫ﻗﻠﻲ‬P ‫آﻞ ﺷﻲء‬ ُ ْ ُِ ُ ْ َ َ ُ َ َ ‫ﱠ‬
“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata.” (Q.S. An-Naml: 16) 36 Kata “‘allama” pada kedua ayat tadi mengandung pengertian sekedar memberi tahu atau memberi pengetahuan, tidak mengandung arti pembinaan kepribadian Nabi Sulaiman melalui burung, atau membina kepribadian Nabi Adam melalui nama benda-benda. Lain halnya dengan pengertian “rabba”, “addaba” dan sebangsanya.37 Sedangkan pengertian pendidikan agama Islam secara istilah seperti yang telah diungkapkan oleh beberapa pakar pendidikan: menurut Zakiyah Daradjat pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara

35 36 37

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, op.cit., hlm.6 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, Ibid., hlm 301 Zakiyah Daradjat,dkk. op.cit., hlm.2

48

menyeluruh. Lalu menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Tayar Yusuf mengartikan pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan, kecakapan dan keterampilan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia bertaqwa kepada Allah swt. Sedangkan menurut A. Tafsir Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan yang diberikan seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai ajaran Islam.38 Di dalam GBPP PAI di sekolah umum, dijelaskan bahwa pendidikan agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami dan menghayati, dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.39 2. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam Secara umum, pendidikan agama Islam bertujuan untuk

“meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.”

Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004 (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005), hlm.130 Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001), hlm. 75
39

38

49

Dari tujuan itu dapat ditarik beberapa dimensi yang hendak ditingkatkan dan dituju oleh kegiatan pendidikan agama Islam, yaitu: (1) dimensi keimanan peserta didik terhadap ajaran agama Islam, (2) dimensi pemahaman atau pelajaran (intelektual) serta keilmuan peserta didik terhadap ajaran agama Islam, (3) dimensi penghayatan atau pangalaman bathin yang dirasakan peserta didik dalam menjalankan ajaran Islam, dan (4) dimensi pengamalannya, dalam arti bagaimana ajaran Islam yang telah diimani, difahami dan dihayati oleh peserta didik itu mampu diamalkan dalam kehidupan pribadi, sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. dan berakhlak mulia, serta diaktualisasikan dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.40 Adapun tujuan pendidikan agama Islam menurut beberapa ahli atau tokoh pendidikan Islam sebagai berikut: Imam al-Ghozali berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam yang hendak dicapai adalah; pertama, kesempurnaan manusia, yang puncaknya adalah dekat dengan Allah. Kedua, kesempatan manusia, yang puncaknya kebahagiaan di dunia dan akhirat. Karena itu, pendidikan tersebut berusaha mengajar manusia agar mampu menggapai tujuan-tujuan yang dirumuskan tadi. Jadi, menurut al-Ghozali ada dua tujuan pendidikan yang ingin dicapai sekaligus, pertama, kesempurnaan manusia yang bertujuan mendekatkan diri, dalam arti kualitatif kepada Allah swt., kedua, kesempurnaan manusia yang dimaksud adalah kebahagiaan di dunia dan akhirat. Untuk menjadikan insan
Muhaimin, dkk. Strategi Belajar Mengajar: Penerapannya Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama (Surabaya: Citra Media, 1996), hlm.2
40

dan keterampilan tertentu agar ia dapat mencapai rezeki dalam hidup di samping memelihara segi kerohanian. pendidikan Islam harus mengembangkan seluruh aspek kehidupan manusia baik spiritual. mengamalkannya dan menghadapi berbagai cobaan yang mungkin terjadi dalam proses pendidikan itu. keilmiahan. Oleh karena itu. serta mendorong aspek-aspek itu ke arah kebaikan atau kesempurnaan hidup. (c) persiapan mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan. dapat . kecerdasan. Dari beberapa pendapat tersebut di atas maka dapat ditarik suatu pengertian bahwa tujuan pendidikan Islam yaitu mencapai keseimbangan pertumbuhan diri pribadi manusia muslim secara menyeluruh melalui latihan kejiwaan. intelektual. (b) persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat. Dengan uraian singkat. (d) menumbuhkan semangat ilmiah (scientific spirit) pada pelajar dan memuaskan keinginan dalam arti untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu. supaya dapat menguasai profesi. imajinasi (fantasi). tetapi mengalami proses yang panjang dan ada prasyarat-prasyarat yang harus dipenuhi diantaranya mempelajari berbagai ilmu. teknis. akal fikiran. bahasa. jasmani. dan (e) menyiapkan pelajar dari segi professional. Menurut Marimba tujuan akhir pendidikan Islam adalah terbentuknya kepribadian muslim.50 kamil (manusia paripurna) tidaklah tercipta dalam sekejap mata. Muhammad Athiyah al-Abrasi berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam secara umum sebagai berikut: (a) membantu pembentukan akhlak mulia. perasaan dan panca indera sehingga memiliki kepribadian yang utama.

2. Penyesuaian mental yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik Zuhairini dan Abdul Ghofir. yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah swt yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga.41 Kurikulum pendidikan agama Islam untuk sekolah/madrasah berfungsi sebagai berikut: 1. Penyesuaian mental. yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam. Penanaman nilai sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.8 41 . Sekolah berfungsi untuk menumbuhkembangkan lebih lanjut dalam diri melalui bimbingan.51 difahami bahwa tujuan pendidikan Islam adalah meningkatkan taraf kehidupan manusia melalui seluruh aspek yang ada sehingga sampai kepada tujuan yang telah ditetapkan dengan proses tahap demi tahap. 3. Pada dasarnya dan pertama-tama kewajiban menanamkan keimanan dan ketaqwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga. Manusia akan dapat mencapai kematangan hidup setelah mendapatkan bimbingan dan usaha melalui proses pendidikan. Metodologi Pmebelajaran Pendidikan Agama Islam (Malang: Universitas Negeri Malang. 2004). Pengembangan. pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan ketaqwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. hlm.

4.52 lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam. artinya pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada anak untuk memudidayakan nilai agama Islam. 6. b. Pencegahan. tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum (alam nyata dan nir-nyata). . kekurangankekurangan. yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan. Perbaikan. Pengajaran. sistem dan fungsionalnya. yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain. Pendekatan nilai universal (makro) yaitu suatu program yang dijabarkan dalam kurikulum. Feisal berpendapat bahwa terdapat beberapa pendekatan yang digunakan dalam memainkan fungsi agama Islam di sekolah: a. 5. yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya. pemahaman dan pengamalan ajaran dalam kehidupan sehari-hari. 7. Penyaluran. dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan. Pendekatan Meso.

yang menurut Sudjana disebut kurikulum ideal/potensial. Faktor-Faktor Agama Islam. dilakukan kegiatan untuk memilih. 42 Abdul Majid dan Dian Andayani.cit. menetapkan dan mengembangkan cara-cara (strategi) pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan sesuai kondisi yang ada agar kurikulum dapat diaktualisasikan dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar terwujud dalam diri peserta didik.. yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. hlm. Pembelajaran terkait dengan bagaimana (how to) membelajarkan siswa atau bagaimana membuat siswa dapat belajar dengan mudah dan terdorong oleh kemauannya sendiri untuk mempelajari apa (what to) yang Yang Mempengaruhi Pembelajaran Pendidikan teraktualisasikan dalam kurikulum sebagai kebutuhan (needs) siswa. op. Pendekatan Ekso.42 3. d. informasi. artinya program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada anak untuk membudidayakan nilai agama Islam.134 . Selanjutnya. Pendekatana Makro. Karena itu. artinya pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kecukupan keterampilan seseorang sebagai professional yang mampu mengemukakan ilmu teori. pembelajaran berupaya menjabarkan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum dengan menganalisis tujuan pembelajaran dan karakteristik isi bidang studi pendidikan agama yang terkandung di dalam kurikulum.53 c.

54 Dalam pembelajaran terdapat tiga komponen utama yang saling berpengaruh dalam proses pembelajaran pendidikan agama. perhatian kita adalah berusaha Muhaimin. op.146 . Ketiga komponen tersebut adalah (a) kondisi pembelajaran pendidikan agama.3 Interelasi Variabel Pembelajaran Kondisi pembelajaran 1 2 Hasil pembelajaran Metode Pembelajaran a. penetapan. Karena itu. dan pengembangan metode pembelajaran 43 PAI. Faktor kondisi ini berinteraksi dengan pemilihan. Ketiga komponen tersebut memiliki interalisasi sebagaimana tergambar berikut: 43 Gambar 2.cit. hlm.. dan (c) hasil pembelajaran pendidikan agama. Kondisi Pembelajaran Pendidikan Agama Adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pengguanaan metode dalam meningkatkan hasil pembelajaran PAI. (b) metode pembelajaran pendidikan agama.

jika dalam suatu situasi. Semua metode pembelajaran tersebut dapat dipilih. sumber belajar PAI yang tersedia. Metode Pembelajaran PAI Metode pembelajaran PAI didefinisikan sebagai cara-cara tertentu yang paling cocok untuk dapat digunakan dalam mencapai hasil-hasil pembelajaran PAI yang berada dalam kondisi pembelajaran tertentu. ditetapkan dan dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik bidang studi PAI. yaitu strategi . b. metode pembelajaran PAI dapat berbeda-beda menyesuaikan dengan hasil pembelajaran dan kondisi pembelajaran yang berbeda-beda pula. metode pembelajaran tidak dapat dimanipulasi maka metode atau cara tersebut berubah menjadi kondisi pembelajaran. yaitu tujuan pembelajaran PAI. Pada dasarnya. Sebaliknya. Dalam kegiatan penetapan metode pembelajaran PAI diperlukan perencanaan pembelajaran yang profesional. semua cara dapat dimanipulasi oleh perancang atau pengembang pembelajaran. dan tingkat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Akan tetapi. jika suatu kondisi pembelajaran PAI dalam suatu situasi dapat dimanipulasi maka kondisi tersebut berubah menjadi metode pembelajaran PAI. Rancangan metode pembelajaran PAI dapat diklasifikasikan menjadi tiga. Karena itu. karakteristik peserta didik dan kendala pembelajaran PAI. karakteristik bidang studi PAI.55 mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor-faktor yang termasuk kondisi pembelajaran.

dan strategi pengelolaan pembelajaran PAI. efisiensi.56 penataan organisasi isi pembelajaran PAI. strategi penyampaian pembelajaran PAI. hlm. Hasil pembelajaran PAI dapat berupa hasil nyata (actual out-comes) dan hasil yang diinginkan (desired out-comes). op. Sedangkan desired out-comes merupakan tujuan yang ingin dicapai yang biasanya sering mempengaruhi keputusan perancang pembelajaran PAI dalam melakukan pilihan suatu metode pembelajaran yang paling baik untuk digunakan sesuai dengan kondisi pembelajaran yang ada. Actual out-comes adalah hasil belajar PAI yang dicapai peserta didik secara nyata karena digunaknnya suatu metode pembelajaran PAI tertentu yang dikembangkan sesuai dengan kondisi yang ada. Klasifikasi dan hubungan antar komponen yang mempengaruhi pembelajaran PAI tersebut dapat digambarkan dalam bagan berikut:44 44 Muhaimin. Indikator keberhasilan pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga. dan kemenarikan pembelajaran PAI yang dikembangkan. yaitu tingkat keefektifan.cit. Hasil Pembelajaran PAI Hasil pembelajaran PAI adalah mencakup semua akibat yang dapat dijadikan indikator tentang nilai dari penggunaan metode pembelajaran PAI di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda.149 . c..

57

Gambar 2.4 Pembagian Komponen Pembelajaran PAI

kondisi

Tujuan dan karakteristik bidang studi PAI

Kendala sumber belajar dan karakteristik bidang studi Strategi penyampaian pendidikan agama

Karakteristik peserta didik

metode

Strategi pengorganisasian pendidikan agama

Strategi pengelolaan pendidikan agama

hasil

Keefektifan, efesiensi, dan daya tarik pembelajaran PAI

C. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam kamus besar bahasa Indonesia kualitas didefinisikan sebagai tingkat baik buruknya sesuatu, kadar atau mutu atau dapat juga dikatakan sebagai derajat atau taraf (kepandaian atau kecakapan, dan sebagainya).45 Sedangkan pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa untuk belajar. Kegiatan ini akan mengakibatkan siswa mempelajari sesuatu dengan cara lebih efektif dan efisien. Pembelajaran berasal dari kata belajar yang berarti suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman. Tingkah laku dapat bersifat

45

W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka,1989)

hlm. 467

58

jasmaniah (kelihatan), dapat juga bersifat intelektual atau merupakan suatu sikap sehingga tidak mudah dilihat.46 Konsep pembelajaran menurut Corey dalam Syaiful Sagala adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan proses terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. Secara sederhana pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru.47 Dengan demikian kualitas pembelajaran adalah kualitas seorang guru baik kemampuan maupun pemahamannya terhadap interaksi belajar mengajar yang indikatornya dapat dilihat dari hasil prestasi belajar siswa, baik itu prestasi dalam menempuh ujian semester atau prestasi dalam menempuh ujian akhir. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran PAI, maka tidak terlepas dari adanya beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. 1. Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI Yang dimaksud faktor pendukung adalah sesuatu yang dapat menjadikan pendidikan itu maju dan berhasil dengan baik sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan dapat dicapai. Sedangkan yang dimaksud dengan faktor

46 47

Muhaimin, dkk., op.cit., hlm. 44 Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2006), hlm. 61

59

penghambat adalah segala sesuatu yang dapat mengganggu jalannya pendidikan sehingga pendidikan tidak terwujud dengan baik.48 a. Faktor Pendukung 1. Faktor Peserta Didik Peserta didik dalam pendidikan Islam adalah setiap manusia yang sepanjang hayatnya selalu berada dalam perkembangan. Jadi, bukan hanya anak-anak yang sedang dalam pengasuhan dan pengasihan orang tuanya, bukan pula hanya anak-anak dalam usia sekolah. Pengertian ini didasarkan atas tujuan pendidikan yaitu manusia sempurna secara utuh, yang untuk mencapainya manusia berusaha terus menerus hingga akhir hayatnya.49 Kegiatan pembelajaran pendidikan agama Islam akan berjalan dengan lancar, efektif, dan efisien serta dapat mencapai tujuan pendidikan apabila peserta didik mengikuti pelajaran dengan tenang, memperhatikan penjelasan guru dengan seksama, belajar dengan rajin, mampu mengembangkan potensinya melalui diskusi-diskusi dengan temannya serta disiplin waktu. 2. Faktor Pendidik Pendidik tidak sama dengan pengajar sebab pengajar hanya sekadar menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS pada bab XI pasal 39 ayat 2 disebutkan bahwa pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas
Hidayatul Fitriyah, Hubungan Kompetensi Guru Agama dengan Peningkatan Mutu pembelajaran di MAN Pasuran pada Mata Pelajaran PAI, Skripsi, Fakultas Tarbiyah UIN Malang 2005, hlm.36
49 48

Heri Noer Aly, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999), hlm. 113

melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tertama bagi pendidik perguruan tinggi. Sutari Imam Barnadib. menilai hasil pembelajaran. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional. Faktor Alat Pendidikan Alat pendidikan adalah segala sesatu yang digunakan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan.60 merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran.. muslim dan muhsin. op. (4) mengetahui tentang dasar-dasar ilmu pengetahuan tentang keguruan. Bagi guru Agama. masih harus ditambah dengan syarat yang lain.cit. (2) taat untuk menjalankan agama (menjalankan syari’at agama Islam. terutama didaktik dan metodik. disamping harus memiliki syarat-syarat tersebut. sehat jasmani dan rohani. (3) memiliki jiwa pendidik dan rasa kasih sayang kepada anak didiknya dan ikhlas jiwanya. (5) menguasai ilmu pengetahuan agama dan (6) tidak memiliki cacat rohaniah dan jasmaniyah dalam dirinya. hlm.50 3.18 . mengemukakan bahwa alat pendidikan adalah suatu tindakan atau 50 Zuhairini dan Abdul Ghofir. dapat memberi contoh teladan yang baik kepada peserta didik). Sedangkan pada pasal 42 ayat 1 disebutkan: pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. yang oleh Direktorat Pendidikan Agama telah ditetapkan sebagai berikut: (1) memiliki pribadi mukmin.

Sistem pendidikan Islam menuntut pengkajian kurikulum yang Islami pula yang tercermin dari sifat dan karakteristiknya. untuk itu pihak sekolah/madrasah harus menyediakan alat-alat pendidikan tersebut.139 . 4. Alat peraga dan media pendidikan yang lengkap.cit. apabila bertopang dan mengacu pada dasar pemikiran yang Islami pula. tingkah laku dan pola pikir yang diharapkan serta berusaha pula mengangkat derajat hidup masyarakat mereka dan merealisasikan tujuan akhirnya. op. c.61 perbuatan atau situasi atau benda yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. serta bertolak dari pandangan hidup serta 51 Hery Noer Aly. Sarana dan prasarana untuk ibadah. Gedung sekolah yang memadai b. hlm.51 Alat pendidikan sangat menunjang proses pembelajaran PAI. Perpustakaan sekolah yang lengkap isinya. Di mana alat pendidikan tersebut di antaranya adalah: a.. sehingga penyampaian materi dari guru dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien d. Faktor Kurikulum Kurikulum merupakan suatu program bagi unit periodisasi sekolah dalam rangka mengantar anak-anak kepada taraf pendidikan. sehingga siswa dapat belajar secara mandiri dengan cara membaca buku. Kurikulum seperti itu hanya mungkin.

…. 1992). Faktor Lingkungan Abdurrahman an-Nahlawi.)اﻟﺤﺪﻳﺚ‬ “Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif.. dan terarah kepada pola hidup Islami. Perkembangan kurikulum hendaknya selaras dengan fitrah insani sehingga memiliki peluang untuk menyucikannya dan menjaganya dari penyimpangan..52 5. Mengenai fitrah insani ini diisyaratkan dalam hadits qudsi: (‫ﺧﻠﻘﺖ ﻋﺒﺎدى ﺣﻨﻔﺎء ﻓﺎﺟﺘﺎﻟﺘﻬﻢ اﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ.62 pandangan tentang manusia (pandangan antropologis) serta diarahkan kepada tujuan pendidikan yang dilandasi kaidah-kaidah Islami. yaitu ikhlas... c.” (al-hadis) b. Prinsip-prinsip dan Metoda pendidikan Islam (Bandung: Diponegoro. bahkan sebaliknya. Secara keseluruhan struktur dan organisasi kurikulum hendaknya tidak bertentangan dan tidak menimbulkan pertentangan. Kurikulum hendaknya diarahkan untuk mencapai tujuan akhir pendidikan Islam. hlm 273 52 . akan tetapi kemudian syaitan-syaitan membelokkan mereka. taat dan beribadah kepada Allah. suatu kurikulum yang Islami perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini: a.... Pentahapan serta pengkhususan kurikulum hendaknya memperhatikan periodisasi perkembangan peserta didik. Untuk memenuhi kriteria tersebut. d.

. dan teman-teman sekelas. penuh kasih sayang. yang selalu menunjukkan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik. Pengaruh tersebut di antaranya datang dari teman-teman sebayanya atau masyarakat sekitarnya. para staf administrasi. dan pola pendidikan yang diterapkan oleh orang tua dan keluarga yang demokratis tetapi terkendali. Lingkungan sosial di sekolah seperti guru. c. Kondisi masyarakat dan tetangga serta teman sepermainan yang baik. Lingkungan akan dapat memberikan pengaruh yang positif maupun negatif terhadap pertumbuhan jiwa. Keluarga dan orang tua yang perhatian. di antaranya adalah: 53 Zuhairini dan Abdul Ghofir. suka tolong menolong (gotong royong). Faktor Penghambat 1. karena perkembangan jiwa peserta didik itu sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya. akhlak maupun perasaan agamanya.53 Faktor lingkungan yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran PAI di sekolah. op.28 . b. b. ramah tamah dan menganut asa kekeluargaan. hlm. di antaranya yakni: a. Faktor Pendidik Karakteristik seorang guru yang menjadi penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran.cit.63 Lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting terhadap berhasil tidaknya pendidikan agama.

nakal. 2. c. Guru yang tidak berakhlak mulia dan tidak dapat memberikan contoh teladan kepada murid-muridnya.) c. dsb.64 a. Guru yang tidak ikhlas dalam menyampaikan ilmu yang dia miliki dan semata-mata bersifat materialis. Guru yang tidak mempunyai sifat penyabar dan pemaaf. Guru yang tidak bersikap dinamis. e. Faktor Peserta Didik Kondisi peserta didik yang dapat menjadi penghambat adalah: a. d. d. Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Anak didik yang kurang bersungguh-sungguh dalam belajar agama. b. Guru yang tidak menguasai bahan pelajaran yang akan diberikan. b. Pemahaman dan kemampuan anak didik yang cenderung tidak sama. (disebabkan oleh permasalahan kecerdasannya). 3. Jadi ada yang berkemampuan tinggi dan ada yang lemah. tidak mau menambah wawasan dan pengetahuannya. Faktor Alat Pendidikan Sedangkan alat pendidikan/fasilitas/sarana yang dapat menghambat peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah: dalam keluarganya atau karena IQ serta . Peserta didik yang bermasalah (kurang disiplin. Kondisi ini akan menghambat pembelajaran PAI. suka mengganggu temannya.

Minimnya sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran PAI.65 a. Kurikulum kurang memperhatikan tingkat perkembangan siswa yang bersangkutan. 4. d. sehingga kurang mendukung tercapainya tujuan pendidikan agama. Dengan kondisi seperti itu maka . d. Minimnya dana pendidikan sehingga menyebabkan sulitnya pengadaan sarana pendidikan agama yang dibutuhkan. Metode pendidikan/pengajaran dalam kurikulum kurang bersifat luwes. sehingga tidak bisa membangun masyarakat muslim di lingkungan sekolah. dalam arti bahwa ia tidak dapat dilaksanakan sesuai situasi dan kondisi yang terdapat di sekolah tersebut. Kurangnya manajemen sarana dan prasarana. c. Gedung sekolah yang kurang terawat b. b. Kurikulum tidak realistis. c. sehingga tidak dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi dan situasi setempat. seperti pendidikan untuk berjihad dan menyebarkan dakwah Islamiyah. Kurikulum tidak memperhatikan aspek-aspek tingkah laku amaliah Islami. Faktor Kurikulum Mayoritas kurikulum yang seringkali menjadi penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah kurikulum yang mempunyai sifat: a.

syi’ar. metode pendidikan. baik dalam kehidupan individual para pelajar maupun dalam hubungan sosial mereka dan perlawatan mereka dalam rangka berdakwah kepada Allah SWT. Faktor Lingkungan Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah : (1) masyarakat sekolah yang tidak mencerminkan lingkungan pendidikan. Materi pelajaran tidak boleh menyimpang dari tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. dan (4) masyarakat sekitar yang cenderung individualis dan tidak mau gotong royong. 5. Peningkatan Materi Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. (2) Orang tua dan keluarga yang tidak menjalankan ajaran agama dengan baik serta kurang kasih sayang terhadap anak-anaknya. Sifat. serta sikap seorang guru yang tidak memberikan contoh tauladan yang baik. Upaya-upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI a. masyarakat dan tetangga yang acuh tak acuh terhadap ajaran agama. ajaran dan adab Islami.66 akan sulit mewujudkan seluruh rukun. (3) Adanya lingkungan sekitar. maka peningkatan materi perlu mendapatkan perhatian karena dengan lengkapnya materi yang diberikan tentu akan menambah lebih luas pengetahuan. 2. isi dan bobot materi pelajaran yang akan .

. Pemanfaatan Metode yang Bervariasi 54 55 Zuhairini dan Abdul Ghofir. Materi dan bahan pengajaran ditetapkan dengan mengacu pada tujuan-tujuan instruksional yang ingin dicapai. keterampilan memanfaatkan media sampai kepada penggunaan bahasa yang baik dan benar. baik dilihat dari tujuan yang ingin dicapai maupun fungsinya untuk mempelajari bahan berikutnya. op. 162 .67 diajarkan harus disesuaikan dengan tingkat kematangan anak dan kemampuannya untuk menerima bahan atau materi tersebut.54 Sebagaimana seorang pemain sandiwara menarik perhatian penonton. op.cit.. dan merupakan bahan yang betul-betul penting.cit. metode yang digunakan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan materi pelajaran (1) materi pelajaran hendaknya sesuai dengan atau dapat menunjang tercapainya tujuan instruksional. Bukan dalam arti menarik perhatian karena pakaiannya yang seronok. (2) materi pelajaran hendaknya sesuai dengan tingkat pendidikan dan perkembangan siswa pada umumnya. Materi yang diberikan bermakna bagi para siswa. akan tetapi karena penguasaannya terhadap bahan atau materi pelajaran yang ia sajikan.55 b. hlm 58 Syaiful Sagala. demikian pula seorang guru harus mampu menarik perhatian dalam kelas. dan (4) materi pelajaran hendaknya mencakup hal-hal yang bersifat faktual maupun konseptual. hlm. (3) materi pelajaran hendaknya terorganisasi secara sistematik dan berkesinambungan.

cit. dalam semua situasi dan kondisi. Mengingat kegiatan belajar mengajar merupakan kegitan yang komplek maka hampir tidak mungkin untuk menunjukkan dan menyimpulkan salah satu metode belajar mengajar tertentu lebih unggul daripada metode belajar mengajar yang lainnya dalam usaha mencapai semua tujuan. tetapi kegiatan itu tidak akan ada gunanya jika tidak mengarah kepada tujuan tertentu.. karena itu setiap pengajar menginginkan pengajarannya dapat diterima sejelas-jelasnya oleh para peserta didiknya. mendidik jiwa dan membangkitkan semangat.. yang paling penting dan paling menonjol adalah: 56 Muhaimin. untuk semua mata pelajaran. Belajar mengajar merupakan kegiatan yang komplek. dan untuk selamanya.81 . Artinya seorang pengajar harus mempunyai tujuan dalam kegiatan pengajarannya. hlm. dkk. oleh semua guru. Di antara metode-metode itu. Untuk mencapai tujuan tersebut pengajar harus menggunakan beberapa metode mengajar yang bervariasi. untuk semua murid. op. Metode tersebut mampu menggugah puluhan ribu kaum mu’minin untuk membuka hati umat manusia agar dapat menerima petunjuk dari ilahi dan kebudayaan Islami.56 Dalam al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw dapat ditemukan berbagai metode pendidikan yang sangat menyentuh perasaan. suatu kedudukan yang belum pernah dirasakan oleh umat-umat lain di muka bumi.68 Menyampaikan bahan pelajaran berarti melaksanakan beberapa kegiatan.

guna merealisasikan tujuan akhir umat. hlm. keluarga dan sekolah.283 . membutuhkan mesin-mesin. Metode hiwar (percakapan) Qur’ani dan Nabawi 2. Mendidik dengan amtsal (perumpamaan) Qur’ani dan Nabawi 4.cit.op.69 1. Ada pula saranasarana maknawi dan psikhis. Mendidik dengan memberi teladan 5. bahan-bahan bangunan dan para pekerja.57 c. yaitu tujuan yang diserukan oleh Allah swt. Sarana-sarana ini disebut “alat pendidikan”. para arsitektur. pendidik. seperti masjid. seperti mendidik melalui cerita. Pendidikan mempunyai berbagai sarana material atau manusiawi yang mempunyai dampak maknawi. Mendidik dengan pembiasaan diri dan pengamalan 6. dialog. Mendidik dengan kisah-kisah Qur’ani dan Nabawi 3. Mendirikan sebuah bangunan besar umpamanya.. 57 Abdurrahman an-Nahlawi. Mendidik dengan targhib (membuat senang) dan tarhib (membuat takut). Mendidik dengan mengambil ibrah (pelajaran) dan mau’idhah (peringatan) 7. Pemanfaatan Fasilitas (Sarana dan Prasarana) Setiap proyek yang hendak dilaksanakan mempunyai sarana-sarana yang sesuai dengannya dan akan mewujudkan tujuannya. agar kita menjadi sebaik-baik umat yang dikeluarkan demi kepentingan manusia. Demikian pula pendidikan merupakan satu proyek yang bertujuan mengarahkan dan memelihara perkembangan generasi manusia.

59 Evaluasi adalah suatu proses yang berlangsung secara berkesinambungan. Feed back atau umpan balik 58 59 Abdurrahman an-Nahlawi. Mengadakan Evaluasi Yang dimaksud dengan evaluasi pendidikan agama ialah suatu kegiatan untuk menentukan taraf kemajuan suatu pekerjaan di dalam pendidikan agama. misalnya karakteristik siswa. hlm.122 . membuat perumpamaan dengan bendabenda terindera.cit. metode dan materi pembelajaran yang digunakan. Evaluasi selama proses pembelajaran adalah evaluasi yang digunakan untuk melacak dan memperbaiki masalah belajar mengajar serta kesulitannya. kemampuan siswa. ibid. Evaluasi sebelum proses pembelajaran. Ruang lingkup pendidikan agama mencakup penilaian terhadap kemajuan belajar (hasil belajar) murid dalam aspek pengetahuan.70 berdebat dengan cara terbaik. Evaluasi dilakukan sebelum. Evaluasi adalah alat untuk mengukur sampai di mana penguasaan murid terhadap pendidikan yang telah diberikan. atau melalui pemberian teladan.58 d. keterampilan dan sikap sesudah mengikuti program pengajaran. hlm..189 Zuhairini dan Abdul Ghofir. selama dan sesudah suatu proses pembelajaran. op. baik dalam penyampaian materi maupun strategi pendekatan yang digunakan. Sarana-sarana maknawi ini disebut “metode pendidikan”.

Macam-macam jenis evaluasi hasil belajar dalam proses belajar mengajar pendidikan agama di sekolah dapat dibedakan ke dalam : (1) formatif. dapat dilakukan secara formatif dan sumatif. Dalam kondisi semacam itu.71 diberikan melalui tes-tes formatif. semakin menjamurnya tindakan kriminal.cit. (3) placement.62 Terutama khususnya pembelajaran pendidikan agama di sekolah. hlm.cit. Implikasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI Meledaknya jumlah pengangguran sebagai akibat dari PHK dan terbatasnya jumlah lapangan kerja.. (2) sumatif. op. unjuk rasa yang dibarengi dengan tindakan brutalisme dan sebagainya adalah akibat dari kelambanan dalam mengantisipasi berbagai krisis tersebut. Evaluasi pencapaian hasil belajar siswa. op. Timbulnya kerusuhan sosial. dan (3) objektifitas. masyarakat rupanya masih berharap besar sekaligus menunggu-nunggu jasa dan peran yang disumbangkan oleh agama.60 Dalam memberikan evaluasi hasil belajar dalam proses belajar mengajar pendidikan agama harus didasarkan prinsip pelaksanaan. hlm. dan (4) diagnostis.61 3. Penanganan yang serba lamban terhadap persoalan-persoalan tersebut ternyata dapat menyebabkan kerawanankerawanan sosial.125 Muhaimin..86 . hlm. (2) kontinuitas. op. Kenapa 60 61 62 Syaiful Sagala. Adapun prinsip-prinsip pelaksanaan evaluasi itu adalah: (1) komprehensif.164 Zuhairini dan Abdul Ghofir..cit.

hlm. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan yang ada dalam dunia pendidikan saat ini. Ibid. Karena dengan adanya manajemen sarana dan prasarana maka sarana dan prasarana yang ada di suatu lembaga diusahakan dalam keadaan siap pakai (ready for use) walaupun dalam jumlah yang minim.72 agama. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien. Di dalam pengelolaan sarana dan prasarana maka dibutuhkan sebuah proses manajemen yang baik. Banyak faktor yang menjadi pendukung adanya peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di antaranya adalah faktor sarana dan prasarana. baik secara konseptual maupun aktualitasnya. maka pembelajaran pendidikan agama di sekolah harus menunjukkan kontribusinya. Lain daripada itu melalui manajemen sarana dan prasarana diharapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh 63 Muhaimin. Hanya saja perlu disadari bahwa selama ini terdapat berbagai kritik terhadap pelaksanaan pendidikan agama yang sedang berlangsung di sekolah..63 Karena pembelajaran pendidikan agama masih mendapat kritik pedas dari para ahli pendidikan itu berarti kualitas pembelajaran pendidikan agama harus ditingkatkan. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai.88 . dan atau normatifitasnya maupun historisitasnya. Pengadaan sarana dan prasarana juga dapat diupayakan melalui sistem perencanaan yang hati-hati dan seksama. karena di dalam agama sarat akan dimensi moralitas dan spiritualitas.

Walaupun perlengkapan di sebuah lembaga pendidikan tidak begitu lengkap tetapi jika manajemennya bagus maka pembelajaran pendidikan agama akan berjalan dengan lancar.73 sekolah adalah sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas tinggi. . Sangat jelas bahwasannya manajemen sarana dan prasarana mempunyai peranan dalam proses peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. dan dengan dana yang efisien. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwasannya besar sekali manfaat dari manajemen sarana dan prasarana. sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada. karena dengan pendekatan deskriptif akan dihasilkan data yang berupa kata-kata. 2002). gejala atau keadaan. Sejalan dengan definisi tersebut. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya. Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu. (2002) penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati.74 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). Menurut Bogdan dan Taylor dalam Moleong L. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan.J Moleong.1 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. sebagaimana ciri-ciri yang ada dalam penelitian kualitatif. tetapi hanya menggambarkan “apa adanya” tentang suatu variabel. Kirk dan Miller mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. Menurut mereka. hlm 3 . Ada beberapa jenis penelitian 1 L.J.

analisis dokumen (documentary analyses) dan penelitian konvensional (correlation studies). analisis.J Moleong. studi kasus (case studies).cit. Hal ini dikarenakan instrumen penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Pengertian instrumen atau alat penelitian di sini tepat karena ia menjadi segalanya dari keseluruhan proses penelitian. Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta. op. hlm. 121 3 . memproses data secepatnya. mendasarkan diri atas pengetahuan. dan memanfaatkan kesempatan mencari respon yang tidak lazim atau idiosinkratik.3 2 Suharsimi Arikunto. dapat menyesuaikan diri. B. menekankan keutuhan. penafsir data.75 yang dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yaitu : penelitian survai (survey studies). dan pada akhirnya ia menjadi pelapor hasil penelitiannya”.J Moleong “Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif cukup rumit. 1995). penelitian tindak lanjut (follow-up studies).309 L. Kehadiran Peneliti Dalam penelitian kualitatif kehadiran peneliti mutlak diperlukan. ia sekaligus merupakan perencana pelaksana pengumpulan data. dan memanfaatkan kesempatan untuk mengklasifikasikan dan mengikhtisarkan.. hlm. penelitian perkembangan (developmental studies). Sebagaimana diungkapkan oleh L. 2 Dan penelitian ini termasuk dalam kategori studi kasus (case studies). Ciri-ciri umum manusia sebagai instrumen mancakup segi responsif.

Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau . dimulai dari perbaikan jalan menuju ke sekolah. D. namun kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. penambahan kelas-kelas sebagai ruang belajar mengajar dan perlengkapan sarana pendidikan. walau menduduki peringkat kedua namun sekolah ini tetap menjadi favorit bagi masyarakat di wilayah kecamatan Turen dan sekitarnya. Malang terus mengalami kemajuan yang berarti. Salah satu faktor penunjangnya yakni sarana dan prasarana yang sudah memadai. Karena setiap tahunnya SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang mampu mencetak out-put yang berkualitas. Alasan peneliti mengambil lokasi di sekolah ini dikarenakan dari tahun ke tahun SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Sumber Data Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Kecamatan Turen. yang terletak di Jln. terutama pendidikan agama Islam. Malang dapat dikatakan cukup baik. Kabupaten Malang. Walaupun guru agama sebenarnya hanya 1 orang dan dibantu oleh 1 orang guru BP.76 C. Malang sekarang sudah menjadi Masjid. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di sebuah lembaga pendidikan milik negara yaitu SMP Negeri 02 Turen Kab. Sekolah ini merupakan sekolah unggulan ke-2 setelah SMP Negeri 01 di Kecamatan Turen. tempat ibadah yang awalnya hanya setaraf musholla seiring dengan kemajuan SMP Negeri 02 Turen Kab. Raya 8A Kedok. Kualitas pembelajaran yang ditawarkan juga mengalami peningkatan.

kantor kepsek. Apabila peneliti menggunakan dokumentasi. yaitu: Person : sumber data berupa orang. singkatan dari bahasa Inggris. Dalam penelitian ini sumber data yang berupa person adalah. Kepala Sekolah. atau simbol-simbol yang lain. 107 4 . angka. baik pertanyaan tertulis maupun lisan. dan Guru PAI Place : sumber data berupa tempat. gambar. Dalam penelitian ini yang berperan sebagai sumber data berupa place adalah gedung sekolah. hlm. yaitu sumber data yang dapat memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angket. maka sumber datanya bisa berupa benda gerak atau proses sesuatu. Apabila peneliti menggunakan teknik observasi. maka sumber data disebut responden yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti. Peneliti mengambil data dari file-file yang berada di Suharsimi Arikunto. maka dokumen atau catatanlah yang menjadi sumber data. Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta. Urusan kurikulum. ruang guru. 2002). yaitu sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak. dan kelas-kelas untuk pelaksanaan proses belajar mengajar Paper : sumber data berupa simbol. kantor TU.77 wawancara dalam pengumpulan datanya. kantor staff sekolah. Masjid. yaitu sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. Urusan Sarana dan Prasarana. 4 Untuk mempermudah mengidentifikasi sumber data maka sumber data dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan menjadi 3 dengan huruf depan P.

maka datanya juga akan cukup reliabel dan valid. 1990). Kalau alat pengambil datanya cukup reliabel dan valid. formulir dan alat 5 Sumadi Suryabrata. atau suatu studi yang disengaja dan sistematis tentang keadaan/fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan mengamati dan mencatat. diantaranya adalah: a.5 Dalam Penelitian ini peneliti menggunakan 3 metode yang sudah lazim di gunakan dalam penelitian kualitatif deskriptif. dan data inventaris sarana dan prasarana pendidikan yang ada di SMP Negeri 02 Turen Kab. Seperti dokumentasi mengenai data para guru dan karyawan. Selain itu metode serta cara dalam pengambilan data juga harus diperhatikan. merupakan hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya sesuatu rangsangan tertentu yang diinginkan. 92 . E. Metode Observasi / Pengamatan Observasi atau pengamatan digunakan dalam rangka mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Malang. hlm. Prosedur Pengumpulan Data Kualitas data ditentukan oleh kualitas alat pengambil data atau alat pengukurnya. mengamati berkali-kali dan mencatat segera dengan memakai alat bantu seperti alat pencatat. Yang dilakukan waktu pengamatan adalah mengamati gejala-gejala sosial dalam kategori yang tepat.78 dokumentasi sekolah dan dijadikan sebagai sumber data. data siswa. Metodologi Penelitian (Jakarta: Rajawali.

6 Metode ini digunakan peneliti untuk mengamati kondisi fisik dan non fisik yang berupa gedung. Suharsimi Arikunto (2002) menjelaskan bahwasannya interview bebas terpimpin yaitu kombinasi dari interview bebas dan interview terpimpin. pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan. Metode interview/wawancara Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-cakap dan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada peneliti. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara.8 Dalam melaksanakan interview. Dalam pelaksanaannya digunakan alat Bantu seperti checklist. Malang. Wawancara ini dapat dipakai untuk melengkapi data yang diperoleh melalui observasi. Ibid. serta sarana kerja kepala sekolah dan tenaga edukatif dalam rangka mengembangkan lembaga sekolah selanjutnya.. hlm. 132 hlm 63 7 8 . Mardalis. hlm. sarana dan prasarana penunjang pendidikan Agama Islam dan kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. skala penilaian atau alat mekanik seperti tape recorder dan lainnya. 1999). 64 Suharsimi Arikunto. 6 Mardalis. op.cit. b.7 Dalam penelitian ini. peneliti menggunakan metode interview dalam bentuk interview bebas terpimpin.79 mekanik.

cit. Metode Dokumentasi Dalam mengadakan penelitian yang bersumber pada tulisan peneliti menggunakan metode dokumentasi. notulen rapat. seperti buku-buku. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Malang. data karyawan. Dokumentasi. Malang. dokumen. serta bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang.80 Data yang diperoleh dengan metode interview ini mengenai informasi tentang sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. dari asal katanya dokumen. bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab.J Moleong. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi. peraturan-peraturan. c. Malang . Dan juga berbagai kegiatan ekstrakulikuler yang dilaksanakan di SMP Negeri 02 Turen Kab. catatan harian dan lain sebagainya. hlm.. peneliti menyelidiki benda-benda tertulis.9 Dengan metode ini peneliti mendapatkan data-data mengenai kondisi obyektif SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. data guru serta data siswa SMP Negeri 02 Turen Kab. 135 . 9 L. yang artinya barang-barang tertulis. majalah. op.

serta tersusun dan lebih berarti. dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Dan ketiga melalui verifikasi/ penarikan kesimpulan. ibid. hlm. 10 L.81 F. mendisplay data yaitu menyajikan data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat. memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting.11 Proses analisis data dianjurkan agar secepatnya dilakukan oleh peneliti. maka langkah peneliti dalam menganalisis data adalah. 103 Marzuki. jangan menunggu sampai data itu menjadi dingin bahkan membeku atau malah menjadi kadaluwarsa. Agar hasil penelitian dapat tersusun sistematis. pertama. hlm. 87 11 . Kedua. Metodologi Riset (Yogyakarta: FE UII.. kategori. tabel dan sejenisnya. yaitu kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang bersifat kredibel dan dapat menjawab rumusan masalah yang dikemukakan sejak awal. Analisis Data Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola. 1983).10 Tujuan analisa di dalam penelitian adalah menyempitkan dan membatasi penemuanpenemuan hingga menjadi suatu data yang teratur.J Moleong. dengan mereduksi data yaitu merangkum. Pekerjaan menganalisis data memerlukan usaha pemusatan perhatian dan pengerahan tenaga fisik dan fikiran peneliti.

ibid. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Maka dari itu.82 G. Pengecekan Keabsahan Data Pengecekan keabsahan data/validitas dalam suatu penelitian sangat penting dan harus dilakukan.J Moleong. baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari responden. banyak di antaranya terjadi tanpa 12 L. yaitu: 1. kebergantungan (dependability). keteralihan (transferability). dan membangun kepercayaan subyek.. Perpanjangan Keikutsertaan Dengan perpanjangan keikutsertaan peneliti dapat menguji ketidakbenaran informasi yang diperkenalkan oleh distorsi. dalam proses pengecekan keabsahan data pada penelitian ini harus melalui beberapa teknik pengujian data. Adapun teknik pengecekan keabsahan yang digunakan dalam penelitian ini. yaitu derajat kepercayaan (credibility). Distorsi dapat berasal dari responden. karena kegiatan ini merupakan pembuktian bahwa apa yang telah diamati/data yang diperoleh sesuai dengan apa yang sesungguhnya menjadi kenyataan. hlm. Untuk menetapkan keabsahan (trustworthiness) data diperlukan teknik pemeriksaan. dan kepastian (confirmability). Perpanjangan keikutsertaan juga menuntut peneliti agar terjun ke dalam lokasi dan dalam waktu yang cukup panjang guna mendeteksi dan memperhitungkan distorsi yang mungkin mengotori data. Ada empat kriteria yang digunakan.12 Pengecekan keabsahan data merupakan suatu langkah untuk mengurangi kesalahan dalam proses perolehan data penelitian yang tentunya akan berimbas terhadap hasil akhir dari suatu penelitian. 173 .

Hal itu mungkin dapat disebabkan oleh tekanan subyek atau sponsor atau barangkali juga ketidaktoleransian subyek. Di pihak lain perpanjangan keikutsertaan juga dimaksudkan untuk membangun kepercayaan para subyek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. Peneliti hendaknya mengadakan pengamatan dengan teliti dan rinci secara berkesinambungan terhadap faktor-faktor yang menonjol. Kekurangtekunan pengamatan terletak pada pengamatan terhadap pokok persoalan yang dilakukan secara terlalu awal. Ketekunan Pengamatan Maksud ketekunan pengamatan adalah untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci.83 sengaja. Triangulasi Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. 2. . 3. Kemudian ia menelaahnya secara rinci sampai pada suatu titik sehingga pada pemeriksaan tahap awal tampak salah satu atau seluruh faktor yang ditelaah sudah dipahami dengan cara yang biasa. atau sebaliknya peneliti terlalu cepat mengarahkan fokus penelitiannya walaupun tampaknya belum patut dilakukan demikian. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya.

hlm. mencari beberapa buku untuk dijadikan sebagai referensi agar penelitian lebih fokus dan terarah. penyidik dan teori. membuat rancangan/desain penelitian 4. metode. observasi pendahuluan 2. 175 .. Bersamaan dengan itu peneliti melaksanakan observasi langsung terhadap pembelajaran PAI di kelas VII dan kelas VIII. Peneliti melaksanakan wawancara kepada para guru guna memperoleh data awal tentang pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. Tahap Pelaksanaan a. 13 L. membuat pedoman interview. ibid. mengurus surat izin penelitian 3. 5. Tahap-Tahap Penelitian Tahap Persiapan 1. sehingga data yang diperoleh lebih sistematis dan mendalam. Serta mengadakan pengamatan langsung terhadap ujian praktek agama kelas 3 guna mengetahui tentang hasil pembelajaran PAI.84 Denzin (1978) membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik yang memanfaatkan penggunaan sumber.J Moleong. agar penelitian lebih efisien maka peneliti hanya mengamati kelas VII A dan kelas VIII C.13 H.

Wawancara juga dilakukan kepada Urusan sarana dan prasarana guna mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang ada di SMP Negeri 02 Turen. c. d. wawancara ini ditujukan kepada Kepala SMP Negeri 02 Turen. wawancara ini dilakukan untuk mengetahui upaya yang akan dan sedang dilakukan guna meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. untuk mengetahui kualitas pembelajaran PAI serta hambatan yang sering dikeluhkan oleh guru PAI. .85 b. Wawancara yang terakhir ditujukan kepada guru PAI guna mengetahui metode yang digunakan dalam pembelajaran di kelas. hambatanhambatan yang dialami selama proses belajar mengajar serta untuk mengetahui sarana yang digunakan dalam pembelajaran PAI dan prasarana yang ikut mendukung pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. Peneliti melakukan perpanjangan penelitian guna melengkapi data yang kurang hingga memenuhi target dan lebih valid data yang diperoleh. Peneliti melakukan wawancara yang lebih terarah dan mendalam. Wawancara dilanjutkan kepada Urusan Kurikulum. Peneliti melakukan pengecekan kembali terhadap data yang diperoleh dari penelitian agar dapat diketahui hal-hal yang masih belum terungkap atau masih terloncati.

86 Tahap Penyelesaian Pada tahap akhir atau tahap penyelesaian peneliti menyusun data yang telah dianalisis dan disimpulkan dalam bentuk karya ilmiah yaitu berupa laporan penelitian dengan mengacu pada peraturan penulisan karya ilmiah yang berlaku di UIN. .

5094/0/1985 dan beroperasi pada tahun yang sama. maka dari itu didirikan SMP Negeri 02 Turen. . Didirikan pada tanggal 22 November 1985 berdasarkan SK Menteri No. Begitu pula dengan status bangunannya adalah milik pemerintah dan bukan milik yayasan atau pribadi dengan memakai surat ijin bangunan No. luas seluruh bangunan SMP Negeri 02 Turen adalah 1. Seiring dengan kemajuan zaman jumlah penduduk di Indonesia makin meningkat.87 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Panglima Sudirman Turen. SMP Negeri 01 Turen tidak mampu menampung begitu banyaknya siswa baru yang berdatangan dari seluruh pelosok Kecamatan Turen. Gambaran Umum Lokasi Penelitian SMP Negeri 02 Turen berlokasi di Desa Kedok Kecamatan Turen Kabupaten Malang. yakni seluas 12. 2683 Tahun 1994 (Petikan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kab.476 m2. begitu pula dengan jumlah penduduk di Kecamatan Turen makin meningkat pula. Di kecamatan Turen pada tahun 1985 hanya terdapat satu buah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berstatus negeri yakni SMP Negeri 01 Turen yang terletak di Jln.600 m2 . agar siswa yang tidak lolos Test masuk di SMPN 01 dapat bersekolah di SMP Negeri juga. Latar Belakang Obyek Penelitian 1. Karena SMP Negeri 02 Turen ini di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional maka status kepemilikan tanahnya adalah milik pemerintah. Malang).

Bapak Drs. Bapak Drs. Meningkatkan profesional seluruh warga sekolah yang berkepribadian luhur dan rajin sehingga dapat memperbaiki prestasi akademik. Meningkatkan pemberdayaan siswa agar lebih aktif dalam kegiatan Iman dan Taqwa . berdaya kreasi tinggi. Terampil dalam ilmu pengetahuan dan teknologi 4. VISI SMP Negeri 02 Turen “Terwujudnya insan yang berkualitas.Sekarang) Dalam menjalankan proses belajar. Hari Wahyudi (2001. Unggul dalam imtaq 3. berbudi pekerti luhur berdasarkan iman dan taqwa ”. Purwanto Adji (1994-2001) 4. Unggul dalam prestasi akademik 2. Bapak Walujo.88 Selama perjalanannya SMP Negeri 02 Turen dipimpin oleh: 1. Terampil dalam apresiasi seni dan olahraga 6. BA (1991-1994) 3. 2. Budaya membaca dan membuat karya tulis 5. INDIKATOR: 1. Aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan b. SMP Negeri 02 Turen berpegang teguh pada visi dan misi yang telah ditetapkan pada awal beroperasinya sekolah ini. terampil. a. Ibu Wulan Cahyani (1985-1991) 2. Misi SMP Negeri 02 Turen 1.

yaitu 5 orang tenaga tetap dan 1 orang tenaga tidak tetap (honorer). Mengembangkan pelayanan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca dan gemar membuat karya tulis 5. Mengembangkan potensi siswa yang memiliki persepsi. Sedangkan jumlah karyawan atau Tenaga Tata Usaha terdiri dari 6 orang. apresiasi.89 3. Keadaan Guru dan Karyawan SMP Negeri 02 Turen Guru atau pendidik dalam dunia pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting sehingga seringkali dijadikan tolak ukur berhasil tidaknya pendidikan di suatu sekolah. Mengembangkan potensi siswa agar lebih terampil untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Membudayakan hidup sehat. Sampai berakhirnya masa penelitian ini guru yang tertulis sebagai pengajar di SMP Negeri 02 Turen sebanyak 31 orang. Tenaga tata usaha tidak tetap tersebut dengan maksud untuk mengatasi dan membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang besar supaya dapat teratasi dengan baik. dan daya kreasi seni dan olahraga. 1 Dokumen SMP Negeri 02 Turen. selain itu diperuntukkan untuk menjaga perpustakaan. 6.1 2. tertib dan disiplin sehingga diperoleh budi pekerti luhur. Yang terdiri dari laki-laki sebanyak 14 orang dan perempuan 17 orang. 2006 . Jadi tenaga tata usaha tidak tetap tersebut sifatnya sebagai tenaga serabutan atau pembantu umum.

yang ada hanya pesuruh tidak tetap berjumlah 2 orang.TU / Bendahara Kesiswaan Kepegawaian Bendahara BP3 Inventaris Umum (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 6. NAMA EDY SUHARSONO LAMINEM WAHYUDI SYAHRUL HADI SUGIANTO SULIJANI L/P L P L L L P STATUS TETAP TETAP TETAP TETAP TETAP TIDAK TETAP JABATAN TUGAS Ka. 4. Untuk lebih lengkap mengenai data guru dan karyawan serta tenaga pesuruh SMP Negeri 02 Turen maka dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. 2006) .2 Data nama Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen NO 1. Mengingat tugas dan tanggung jawabnya begitu banyak maka sekolah perlu menambah 1 orang tenaga pesuruh untuk membantu menyelesaikan beban tugas yang ada. 2006) Tabel 4. 5.90 Tenaga pesuruh tetap yang berstatus PNS tidak ada. 3.1 Data Guru SMP Negeri 02 Turen STATUS JABATAN TETAP Kepala Sekolah TETAP Guru Jumlah L 1 13 14 P 17 17 JUMLAH 1 30 31 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 2.

Untuk perinciannya dapat dilihat dalam tabel berikut ini: Tabel 4. Karena tanpa adanya faktor tersebut pendidikan/pembelajaran di kelas tidak akan berlangsung. 2006) Tabel 4. SUPRIYADI M. 2006) 3. ABIDIN L/P L L L STATUS TIDAK TETAP TIDAK TETAP TIDAK TETAP JABATAN TUGAS Pesuruh Pesuruh Pesuruh (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. Sedangkan jumlah siswa pada tahun 2006/2007 yaitu sebanyak 564 orang.5 Data Siswa Berdasarkan Agama Yang Dianut AGAMA KELAS VII VIII IX ISLAM KRISTEN LAIN-LAIN L 86 85 91 P 121 86 81 L 3 4 1 P 2 2 2 L - P - JUMLAH L/P 212 177 175 . 3.4 Data Siswa SMP Negeri 02 Turen Tahun Pelajaran 2006-2007 KELAS VII VIII III JUMLAH L 89 89 92 270 P 123 88 83 294 JUMLAH 212 177 178 564 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. HARIAMIN 2.3 Data Pesuruh SMP Negeri 02 Turen beserta tugasnya NO NAMA 1.91 Tabel 4. Keadaan Siswa SMP Negeri 02 Turen Siswa merupakan salah satu faktor yang mendukung kegiatan belajar mengajar.

8. 9. NAMA BARANG Meja belajar siswa Meja guru dan Kepala Sekolah Kursi siswa dan guru TV 21 inci Komputer Meja komputer Mesin Ketik Almari besar Bola basket Bola Voly Lembing Net Mukenah Sajadah Al-Qur’an Iqra’ Karpet Boneka Ka’bah tiruan Rak buku Papan tulis Penghapus papan tulis JUMLAH 282 buah 50 buah 600 buah 1 buah 30 buah 2 buah 10 buah 10 buah 10 buah 20 buah 5 buah 3 buah 25 buah 15 buah 50 buah 150 buah 5 buah 3 buah 1 buah 15 buah 20 buah 20 buah KETERANGAN baik baik baik baik baik rusak ringan rusak ringan baik baik baik baik kurang baik baik baik baik baik baik baik rusak ringan rusak ringan baik baik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 16. 3. 15. 13. 11. 12. 6. 19. 22.6 Daftar Sarana SMP Negeri 02 Turen NO 1. 14. 21. 18. 4. 10. 5. 17. Adapun kondisi sarana dan prasarana secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 2. Selain menjadi daya tarik bagi masyarakat juga menjadi motivasi bagi siswa serta seluruh civitas akademik untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Demikian pula pada lembaga pendidikan. 7. 20. Sarana dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen Sarana dan prasarana merupakan suatu alat atau media yang menunjang keberhasilan dalam suatu lembaga. 2006) 4. 2006) .92 JUMLAH 262 288 262 288 - - 564 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.

. 23. 20. 3. 5. 15.600 m2 . 14. 24. 8. 2. 11. dengan rincian bangunan serta ruangan sebagai berikut: Tabel 4. 9. 13.7 Daftar Prasarana SMP Negeri 02 Turen NO 1. 22. 2006) Sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen dipelihara dan dirawat bersama-sama. 6. 19.93 SMP Negeri 02 Turen berdiri di atas tanah yang luasnya mencapai 12. 10. 4. 16. 12. Namun kebersihan sekolah dikoordinasi oleh pesuruh sekolah sedangkan kebersihan kelas masing-masing di serahkan pada seluruh anggota kelas dan dikoordinasi oleh ketua kelas. 17. NAMA RUANGAN Ruang Kelas Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Operasional Ruang BP/BK Ruang Gudang Ruang Tamu Ruang Perpustakaan Ruang Laboratorium IPA Ruang Laboratorium Komputer Koperasi Siswa Ruang Foto Copy Kantin Sekolah Ruang Pramuka Ruang Keterampilan Masjid Ruang Kantor dan Tata Usaha Ruang Usaha Kesehatan Kamar mandi Guru dan Karyawan Kamar Mandi Siswa Tempat Parkir Kendaraan Guru Tempat Parkir Kendaraan Siswa Lapangan Basket Lapangan Bola Volly JUMLAH 13 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 3 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 17 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah KET baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik dalam pembangunan baik baik baik rusak ringan baik baik baik baik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 21. 7. 18.

94 Alat pendidikan atau media yang digunakan dalam pembelajaran di kelas ada yang belum tercantum pada daftar sarana di atas. SMP 02 Turen akan mempersiapkan dalam menghadapi kurikulum yang akan diberlakukan pada tahun ajaran baru yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). barang-barangnya sebagian masih digunakan untuk pembelajaran di kelas dan data-data mengenai inventaris belum dirapikan dalam artian masih dalam proses pengerjaan. 5. hal ini dikarenakan pada saat peneliti mengadakan observasi ke ruang gudang yakni tempat penyimpanan alat pendidikan tersebut. Sedangkan untuk kelas 3 menggunakan kurikulum 1994. karena merupakan operasionalisasi yang dicita-citakan. beliau menyatakan: . Bahkan tujuan pendidikan tidak akan tercapai tanpa keterlibatan kurikulum pendidikan nasional. Untuk kelas VII dan VIII SMP 02 Turen memberlakukan kurikulum 2004 yakni kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Beberapa guru ditunjuk oleh bapak kepala sekolah untuk mengikuti pelatihan-pelatihan tau seminar-seminar mengenai KTSP. Hal ini sesuai dengan keputusan dari Depdiknas UPTD Turen yang menunjuk SMP 02 Turen untuk melaksanakan kurikulum 1994 bagi kelas 3 maka dari itu penamaan kelasnya pun berbeda karena menyesuaikan kurikulum yang dipakai pada kelas masing-masing. Kurikulum yang dipakai di SMP Negeri 02 Turen Eksistensi kurikulum dalam sebuah lembaga mempunyai fungsi yang sangat penting. Dalam wawancara yang dilakukan peneliti oleh salah satu guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen.

Tanggal 14 Mei 2007 2 .95 walaupun kelas VII sudah memakai kurikulum 2004 dalam penulisan hasil belajarnya (nilai rapor) namun buku-buku yang dipakai masih buku lama dengan kurikulum 1994. Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen Organisasi di SMP Negeri 02 Turen terstruktur mulai dari jabatan paling atas ditempati oleh bapak kepala sekolah dan selanjutnya ditempati oleh para staff dan guru mata pelajaran berada di bawah para staff. Pergantian kurikulum yang terlalu dekat jaraknya kadang kala menjadi factor penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan berikut ini: Wawawancara dengan Iftina Hidayati. hal ini karena sebentar lagi kurikulum juga akan berubah jadi menurut kebijaksanaan bapak Kepala Sekolah lebih baik menunggu kurikulum yang baru dan bukubuku akan dipenuhi sepenuhnya.2 6.

Pd IFNA I.Pd SISWA (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.Pd URUSAN KURIKULUM MASKUR.Pd IPA TUKIYAT. S. EDI S.Pd ENDANG SRI MATEMATIKA RIRIN TRI. S. S. S. SPd KTK YURI SISWATI PEND. S. 2006) . Drs. S. YAYUK E SUTANLIK.Pd Dra.1 Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen KEPALA SEKOLAH Drs.Pd SUKRO T.Pd SANTI S. S.INDONESIA MASKUR ETTY P. LOKAL Hj.Md URUSAN KESISWAAN NOTO PRIYADI URUSAN SARPRAS EKO YULI A.Pd URUSAN HUMAS Drs.Pd Dra. S. INGGRIS EKO YULI A.Pd RIANA H.96 Gambar 4. EDI SUNARTO GURU MATA PELAJARAN TATA USAHA AGAMA IFTINA H. S. JAS NOTO PRIYADI HARIYANTO EDI SUNARTO BP/BK A. S. S.Pd PPKN Drs. MASYHADI. SRI SUYATMI Hj.Ag A. KHOLIQ.Pd JOKO S. HARI WAHYUDI WAKA SEKOLAH SUTANLIK. A. UMI HASANAH B. WIWIK H B. S. KHOLIK. S. HARTONO Dra. S. SATIPAH IPS Dra. SRI SULAMI M. UMI H. DARMANU SUTANLIK.

SUPRIYADI 3.97 Gambar 4.2 Struktur Organisasi Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen KEPALA TATA USAHA EDY SUHARSONO KESISWAAN LAMINEM KEPEGAWAIAN WAHYUDI INVENTARIS S U G I AN T O BENDAHARA BP3 SYAHRUL HADI PERPUSTAKAAN SULIANI PENJAGA SEKOLAH 1. MOH. 2006) . ABIDIN (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. HARI AMIN 2.

Pembelajaran dapat dikatakan berkualitas jika sarana dan prasarananya bisa membawa ke arah tercapainya tujuan pendidikan sesuai dengan standar kurikulum yang dipakai di sekolah tersebut. 3 Wawancara dengan Sutanlik. variatif. Dari mulai alat peraga. Penyajian Dan Analisa Data 1. efektif. Di dalam pelaksanaannya pembelajaran harus berkualitas. Sarana Dan Prasarana Pendidikan Yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang menyenangkan. beliau mengatakan bahwa: Pembelajaran yang berkualitas adalah jika persiapan. perabot. Wakil Kepala SMP Negeri 02 Turen. Pada akhir proses pembelajaran evaluasi yang dilakukan guru harus berkualitas. tanpa sarana dan prasarana yang lengkap maka pembelajaran tidak bisa dikatakan berkualitas. tidak boleh monoton dan membosankan. tidak membosankan. Sedangkan menurut waka SMP Negeri 02 Turen. pelaksanaan dan evaluasi dari pembelajaran itu juga berkualitas. dan gedung / bangunan sekolah. Artinya persiapan yang dilakukan guru serta siswa di dalam kelas harus berkualitas.3 Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu faktor yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap. Tanggal 29 Mei 2007 .98 B. efisiensi. Hal di atas secara langsung maupun tidak langsung sangat menunjang tercapainya kualitas pembelajaran PAI yang diharapkan oleh sekolah tersebut. Untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas maka dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai. yakni guru membuat perencanaan sebelum mengajar begitu pula siswa belajar mandiri di rumah sebelum dating ke sekolah. media pendidikan. dan inovatif.

Sedangkan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah masjid. visual dan audiovisual. Sedangkan masjid adalah prasarana yang utama dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam. SMP Negeri 02 Turen belum memiliki media ausio visual yang lengkap hanya beberapa saja yang kami punya. VCD. Karena untuk laboratorium agama kami belum punya. LCD. Tanggal 15 Mei 2007 4 . almari. spidol. meja. kursi. Selain itu siswa dan guru biasanya mengerjakan sholat dhuha pada jam pertama dan menunaikan jama’ah shalat dhuhur pada istirahat kedua atau sepulang sekolah. bulan ini kami mendapatkan bantuan dari DEPDIKNAS berupa 2 buah multimedia yang akan kami gunakan pada tahun ajaran 2007-2008. di masjid siswa dapat belajar mempraktekan materi bab shalat. Selain ruang kelas yang digunakan untuk penyampaian materi yang berupa teori maka perpustakaan adalah tempat yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. kaset. papan tulis. bangku. penghapus dan papan tulis. Demikian juga guru pendidikan agama Islam selain ruang kelas juga memerlukan sarana dan Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. spidol. CD. Di perpustakaan siswa dapat beljar mandiri dengan membaca serta menganalisa buku-buku yang ada di perpustakaan kemudian diserap untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan.99 Sarana yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dalam proses belajar mengajar contohnya: alat pelajaran seperti buku tulis. Alat peraga seperti ka’bah tiruan untuk berthawaf. Sebagaimana hasil wawancara peneliti dengan seorang guru yang diberi kepercayaan di bidang urusan sarana dan prasarana. gambar-gambar. ruang kelas dan perpustakaan.4 Setiap guru membutuhkan alat yang berbeda dalam mengajar sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan pada siswa. penghapus papan tulis. Dan Media pendidikan baik yang audio. dan TV. dan media pendidikan seperti OHP. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. beliau mengatakan: Sarana yang dibutuhkan guru dalam mengajar adalah seperti kapur tulis. alat praktek seperti boneka untuk praktek materi mengenai memandikan jenazah dan mensholati jenazah. kapur tulis.

100 prasarana serta media pendidikan yang beragam sesuai dengan materi yang akan diberikan. tidak boleh menggunakan hanya akal saja atau pun sebaliknya. Dalam menjelaskan materi yang sedemikian rumit seorang guru pendidikan agama Islam akan membutuhkan sarana dan prasarana yang beragam bentuk dan jenisnya. Maka dari itu tugas seorang guru agama adalah dengan mengarahkan siswanya agar menggunakan sisi yang lain untuk menerima materi pelajaran tersebut yakni menggunakan wahyu. metode yang telah saya gunakan sangat beragam begitu juga dengan media serta sarana yang saya gunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Akal dan wahyu harus sama-sama digunakan. Tanggal 14 Mei 2007 5 . Lalu pada pertemuan berikutnya saya memberikan CD untuk ditayangkan pada TV berukuran 21 inci agar siswa dapat melihat dengan jelas. Contohnya dalam materi yang berhubungan dengan fiqih. Seperti yang telah kita ketahui bahwasannya materi pendidikan agama Islam seringkali membingungkan karena kadangkala materi-materi yang disajikan di luar batas pikiran manusia.Ag beliau menyatakan: Saya mengajar di SMP Negeri 02 Turen selama kurang lebih 10 tahun. Jadi intinya sebelum pembelajaran dimulai seorang guru harus mempersiapkan media serta sarana yang akan membantu dalam pembelajaran. S. selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk bertanya bagi yang belum paham.5 Wawawancara dengan Iftina Hidayati. jadi hal-hal yang tidak masuk akal itu sering terjadi. saya menjelaskan terlebih dahulu materi yang telah ada di buku panduan. Kemudian siswa mempraktekan di depan guru. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen. Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI SMP Negeri 02 Turen Ibu Iftina Hidayati.

hal ini kita kenal dengan istilah proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Dari beberapa hasil wawancara tersebut di atas cukup jelas bahwa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam dibutuhkan sarana dan prasarana yang siap pakai dan memadai. Contohnya dalam bab wudlu sorang guru PAI memerlukan prasarana berupa kran atau kamar mandi untuk mengajarkan cara-cara berwudlu yang benar menurut hukum Islam. Karena dengan menyaksikan secara langsung serta dapat mempraktekkan sendiri siswa akan lebih paham. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Keberadaan sarana dan prasarana yang dimiliki sebuah sekolah tidak langsung ada begitu saja. Begitu pula pada proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan harus dikerjakan oleh orang-orang yang sudah terlatih dan berpengalaman. beliau menegaskan: . Selain itu guru juga dapat menilai ketuntasan belajar siswa dalam bab wudlu tersebut.101 Prasarana yang ikut menunjang pembelajaran PAI memang sangat beragam. dari pada sekedar mendengarkan penjelasn dari guru di dalam kelas. Sarana dan prasarana itu ada karena direncanakan secara sengaja dan diusahakan secara sungguh-sungguh serta dibina secara kontinyu. Proses manajemen merupakan kegiatan yang sangat rumit dan harus dikerjakan oleh orang-orang profesional. Sesuai dengan hasil wawancara peneliti ibu Eko Yuliastutik Ch.Pd selaku penanggung jawab urusan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen. 2. S.

Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh urusan sarana dan prasarana SMP Negeri 02 Turen yang menyatakan: Setelah barang-barang tersebut didapatkan selanjutnya tanggung jawab media dan sarana diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru bidang studi mulai dari perawatan dan pemeliaran sampai pada Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. tanggung jawabnya diberikan pada guru bidang studi. Tanggal 15 Mei 2007 6 . Karena mereka yang tahu bagaimana cara merawat barang tersebut dengan baik dan bila sewaktu-waktu diperlukan mereka tidak bingung mencari barang-barang tersebut. Begitu pula di SMP Negeri 02 Turen sarananya benarbenar dijaga dan dirawat sebaik-baiknya begitu juga dengan prasarananya. jadi seharusnya semua civitas akademik merasa memiliki barang-barang tersebut.102 Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dilaksanakan pada waktu mengadakan rapat kerja (raker) yang diikuti oleh kepala sekolah. Pemeliharaan sarana yang tergolong sebagai alat peraga atau media pendidikan yang seringkali digunakan dalam pembelajaran. waka sekolah. dijaga bersama walaupun ada petugas yang setiap hari membersihkan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen. Setelah disetujui oleh bapak kepala sekolah kami akan mengalokasikan dana. para staff dan karyawan serta seluruh bapak/ibu guru SMP Negeri 02 Turen. Setelah itu direncanakan dengan matang mulai dari perencanaan pengadaan sampai pengadaan sarana pendidikan.6 Pemeliharan dan perawatan sarana dan prasarana sebaiknya dilakukan bersama-sama. Di dalam rapat ini guru bidang studi mengajukan sarana atau media apa yang dibutuhkan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. dana tersebut didapat dari Depdiknas. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Dana kami berikan pada guru bidang studi agar mereka dapat mencari media yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan. kalau dana tersebut tidak turun kami mengajukan proposal pada komite sekolah.

maka hal tersebut akan dilaksanakan. Hal ini sesuai dengan pernyataan ibu Eko Yuliastutik Ch. Tanggal 15 Mei 2007 7 .7 Sedangkan proses penghapusan sarana dan prasarana di SMP Negeri 02 Turen sebenarnya jarang sekali dilakukan. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Hal ini ditujukan agar sarana dan prasarana yang ada dapat siap pakai sewaktu-waktu dan dapat sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan. Bukubuku yang sudah tidak relevan dengan kurikulum sekolah masih tetap ditata rapi di perpustakaan untuk dijadikan referensi para guru maupun para siswa. Namun untuk proses penghapusan kami jarang melakukannya karena prosesnya yang sangat panjang dan rumit. beliau menegaskan bahwa: Proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran PAI kami samakan dengan proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Barang-barang yang sudah lama dan sudah tidak terpakai lagi tetap disimpan rapi di gudang sekolah. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen sama halnya dengan manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. makanya bapak kepala sekolah tidak pernah mengijinkan untuk melakukan penghapusan terhadap barang-barang milik Negara.Pd pada waktu menanggapi pertanyaan peneliti. Hal ini dikarenakan jumlah sarana dan prasarana yang ada di sekolah kami masih minim jadi proses manajemennya kami samakan. Namun. Tiap akhir tahun urusan bidang sarana dan prasarana meminta catatan mengenai inventarisasi dari barang-barang tersebut karena akan dilaporkan ke KANWIL di tingkat provinsi. Seperti contohnya monitor komputer yang sudah lama maka bisa ditukar tambah dengan yang lebih baru.103 penghapusan. Tanggung jawab akan sarana dan media Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. S. kalau barang tersebut masih bisa dijual guna mendapatkan yang lebih baru.

Humas SMP Negeri 02 Turen.Pd yang menjabat sebagai Humas SMP Negeri 02 Turen dan merangkap sebagai Urusan Kurikulum kelas 3. Tugas bagian Tata Usaha dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan lazimnya disebut dengan istilah inventarisasi. bapak kepala sekolah mengalokasikan dana secara benar untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Bagian Tata Usaha juga ikut terlibat dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan.9 Selain kepala sekolah. S. beliau mengatakan bahwa dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan beliau bersama staff TU yang lain sangat berperan sekali.8 Adapun upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana adalah sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan bapak Edi Sunarto. beliau menyatakan: Dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah kami.104 pendidikan juga kami serahkan sepenuhnya pada guru pendidikan agama Islam. Hal ini sesuai dengan perbincangan peneliti bersama Bapak Edy Suharsono selaku kepala Tata Usaha dan bendahara SMP Negeri 02 Turen. Tanggal 14 Mei 2007 . Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. serta beberapa dari komite sekolah. serta para guru bidang studi. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung sekolah dan pengadaan peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Dana tersebut diperoleh dari kucuran dan dari APBD. DIKNAS. Tanggal 17 Mei 2007 9 8 Wawancara dengan Edi Sunarto. Urusan Bidang Sarana dan Prasarana.

105 Dari pegawai perpustakaan. Dengan referensi yang banyak dan tertata dengan rapi serta dengan suasana perpustakaan yang nyaman untuk belajar secara tidak langsung akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. kemudian diusulkan kepada kepala sekolah. siswa dan orang tua wali murid. Beliau mengatakan bahwa dalam proses manajemen sarana dan prasarana pihak sekolah juga melibatkan guru. . siswa. Pemeliharaan buku-buku dan ruang perpustakaan di SMP Negeri 02 Turen secara khusus dilakukan oleh pegawai perpustakaan dan secara umum dilakukan oleh semua komponen sekolah. Ibu Suliani peneliti mendapatkan informasi lain tentang keterlibatan guru dan kepala sekolah dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. orang tua siswa atau pihak lain yang ingin menghibahkan bukunya pada sekolah ini. siswa dan keluarga siswa diberi kesempatan untuk memberikan masukan buku apa saja yang perlu ada di SMP Negeri 02 Turen dalam sebuah rapat yang diadakan pada waktu penerimaan siswa baru atau pada saat penerimaan nilai hasil belajar siswa pada orang tua. Cara mendapatkan buku-buku perpustakaan selain dengan cara membeli dengan menggunakan dana dari komite sekolah. Contohnya dalam proses pengadaan buku-buku pelajaran. kemudian kepala sekolah merekomendasikan kepada pihak-pihak tertentu untuk memberikan dana bagi kebutuhan itu. guru. pihak sekolah juga mendapatkan bantuan dari pihak Depdiknas. Terkadang juga mendapat hibah dari para guru.

Sekolah : SMP Negeri 02 Turen mampu mencatat sebagai 8 besar 10 Wawancara dengan Suliani. Pegawai Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen. 3.106 Proses penghapusan di SMP Negeri 02 Turen jarang sekali dilakukan bahkan di perpustakaan proses penghapusan itu belum pernah dilakukan sama sekali.10 Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen memang tidak begitu luas dan bangunannya sangat sederhana. Hal ini sesuai dengan pengamatan peneliti berulang kali ke perpustakaan SMP Negeri 02 Turen. Adapun inventarisasi buku-buku perpustakaan adalah dengan mencatat jumlah dan jenis buku pada sebuah buku induk. Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Urusan sarana dan prasarana pendidikan. Tanggal 21 Mei 2007 . buku fiksi dan bacaan lainnya disusun terpisah dari buku-buku pelajaran. Namun buku-bukunya cukup lengkap. Buku-buku lama yang tidak relevan dengan kurikulum yang digunakan tidak dibuang begitu saja dan dijadikan tambahan referensi guru maupun siswa. dan sekarang banyak buku terbaru yakni berdasarkan kurikulum 2004 (KBK) yang diperoleh dari Depdiknas. Buku-buku disusun secara rapi dan ditata menurut jenisnya. terletak disebelah kanan dari koperasi siswa dan sebelah kiri dari ruang keterampilan. beliau mengatakan bahwa dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang telah dilakukan ternyata tidak sia-sia sebab dengan manajemen tersebut SMP Negeri 02 Turen memperoleh hasil yang cukup signifikan diantaranya: a.

Siswa c. Diantaranya dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan maka konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar dan guru 11 Arsip SMP Negeri 02 Turen. 5. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. Ibu Iftina Hidayati.11 Sedangkan prestasi ekstrakurikuler tahun ajaran sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga.8 Data Prestasi Siswa SMP Negeri 02 Turen tahun 2005/2006 No 1. 3. 7. hasil belajar siswa pada akhir semester semakin meningkat. Guru SMP terbaik sekabupaten Malang. 4. Ekstrakurikuler Olahraga Prestasi yang Diraih Renang Bulutangkis Lari Lempar lembing Bola Volly Bola Basket Peserta Jembara Pencak Silat Tingkat Prestasi Juara 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1 Semi Final Juara 2 Tingkat Daerah Provinsi Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten - 2. : Meringankan dan mempermudah guru dalam memaham kan materi yang akan diajarkan pada siswa. begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. 2006 . Begitu juga dalam bidang keagamaan.107 b. Terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an.Ag beliau menerangkan bahwa sarana dan prasarana itu sangat bermanfaat pada pelaksanaan PAI. : Prestasinya cukup memuaskan. Pramuka Bela diri Seni Tari Baca Qur’an PMR Seni Musik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. S. 6. 2006) Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI.

Dengan mempraktekkan secara langsung daya ingat siswa lebih kuat sehingga dalam ulanganpun hasilnya tidak mengecewakan. Tanggal 16 Mei 2007 12 . Bapak Abdul Kholiq. maka kepala Wawancara dengan Abdul Kholiq. Guru BK/BP dan PAI SMP Negeri 02 Turen. Dengan hal ini siswa dapat mengalami sendiri. S. ketika wawancara dengan peneliti bahwasannya perhatian atasan memang sangat besar terhadap sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Ketika guru membutuhkan suatu media secara mendadak karena media itu juga baru keluar. Seperti contoh dalam materi wudlu siswa dapat mempraktekkan cara-cara berwudlu yang baik di hadapan guru dan temannya yang lain. S.Pd guru BP/BK yang juga membantu mengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam di kelas VIII menegaskan bahwasannya dengan sarana dan prasarana yang lengkap dan manajemen yang bagus siswa lebih termotivasi untuk belajar (lebih siap menerima pelajaran). Dan sejauh ini sesuai dengan penilaian beliau melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan nilai siswa dapat meningkat menjadi lebih baik dibandingkan tahun kemarin. Jadi manajemen sarana dan prasarana itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar PAI. 12 Dikatakan pula oleh Bapak Edi Sunarto. tidak sekedar mendengar keterangan guru. membaca dan menulis.Pd selaku Humas SMP Negeri 02 Turen. Dan tentu saja dalam proses belajar mengajar itu tidak luput dari sarana dan prasarana yang termanage dengan baik.108 dapat lebih maksimal dalam menyampaikan materinya.

54 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. Sebagian besar nilai siswa mengalami peningkatan.00 8. Humas SMP Negeri 02 Turen.45 2005-2006 TAHUN NILAI 7.9 menunjukkan adanya peningkatan pada nilai ujian siswa. untuk lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Perubahan yang ditunjukkan siswa-siswi SMP Negeri 02 Turen dapat dilihat pada nilai rata-rata pada ujian semester dua tahun terakhir. salah satu faktor yang mempengaruhi adanya peningkatan ini adalah adanya pengelolaan dan pelayanan yang baik pada bidang sarana dan prasarana pendidikan.59 7. kemudian dengan melihat CD tersebut secara perlahan ada kesadaran siswa untuk merubah tingkah laku yang buruk menjadi lebih baik sebagaimana suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW.17 7.9 Nilai Rata-Rata UAS tahun 2004/2005 dan 2005/2006 KELAS VII VIII IX 2004/2005 TAHUN NILAI 7.89 7. memahami dan menghayati sebuah sub materi karena mereka diberi kesempatan melihat tayangan tentang jejak Rosul dari “CD Jejak Rosul”. 13 Wawancara dengan Edi Sunarto.13 Hal ini dilakukan agar pembelajaran PAI dapat lebih berkualitas dengan sarana dan prasarana yang diinginkan oleh guru.109 sekolah akan menunjuk urusan sarana dan prasarana untuk memenuhinya dengan memberikan dana yang dibutuhkan. Adapun hasil yang diperoleh dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah diantaranya seperti siswa dapat merasakan. Tanggal 14 Mei 2007 . 2006) Tabel 4.

110 Adapun nilai siswa yang sedikit menurun pada kelas VIII menurut ibu Iftina Hidayati. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen. Wawawancara dengan Iftina Hidayati.14 Dari beberapa hasil wawancara di atas dapat ditarik benang merahmya bahwasannya melalui manajemen sarana dan prasarana dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Tanggal 14 Mei 2007 14 .Ag nilai siswa itu relativ. hal ini disebabkan antara lain adanya perbedaan kemampuan dan kecerdasan pada siswa. Soal-soal yang menurut sebagian siswa mudah dikerjakan tapi menurut sebagian siswa yang lain hal itu sangat sulit dikerjakan begitu pula sebaliknya. Sehingga penurunan nilai siswa ini bukan disebabkan oleh kurangnya manajemen sarana dan prasarana dan bukan pula dikarenakan faktor yang lain. terkadang naik dan terkadang menurun. S.

memelihara dan mempertahankan tujuan pendidikan yang telah dicapai.. masyarakat rupanya masih berharap besar sekaligus menunggu-nunggu jasa dan peran yang disumbangkan oleh agama. dan/atau normativitas maupun historitasnya. 31 . Dalam kondisi semacam itu. 86 2 1 Zakiyah Daradjat. mengembangkan. 2001).2 Muhaimin. untuk menumbuhkan. bertambah dan berkurang dalam perjalanan hidup seseorang. Sarana Dan Prasarana Pendidikan Yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen Meledaknya jumlah pengangguran sebagai akibat dari PHK dan terbatasnya jumlah lapangan kerja. 1996). memupuk. Maka dari itu orang yang sudah takwa dalam bentuk insan kamil.1 Pendidikan agama Islam itu berlangsung selama hidup. hlm. yang di dalamnya sarat akan dimensi moralitas dan spiritualitasnya.111 BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. sekurang-kurangnya pemeliharaan supaya tidak luntur dan berkurang. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Angkasa. masih perlu mendapatkan pendidikan dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan. hlm. Tujuan umum yang berbentuk insan kamil dengan pola takwa dapat mengalami perubahan naik turun. baik secara konseptual maupun aktualitasnya. Paradigma Pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya. dkk. meskipun pendidikan oleh diri sendiri dan bukan dalam pendidikan formal. penanganan yang serba lamban terhadap persoalan-persoalan tersebut ternyata dapat menyebabkan kerawanan sosial.

sebagaimana firman Allah: ‫ﻳﺎﻳﻬﺎ اﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮا اذا ﻗﻴﻞ ﻟﻜﻢ ﺗﻔﺴﺤﻮا ﻓﻲ اﻟﻤﺠﺎﻟﺲ ﻓﺎﻓﺴﺤﻮا ﻳﻔﺴﺢ‬ ‫واذا ﻗﻴﻞ اﻧﺸﺰوا ﻓﺎﻧﺸﺰوا ﻳﺮﻓﻊ اﷲ اﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮاﻣﻨﻜﻢ‬P‫ج‬P‫اﷲ ﻟﻜﻢ‬ ( ١١ :‫واﷲ ﺑﻤﺎ ﺗﻌﻤﻠﻮن ﺧﺒﻴﺮ )اﻟﻤﺠﺎدﻟﺔ‬P‫ﻗﻠﻲ‬P‫واﻟﺬﻳﻦ اوﺗﻮااﻟﻌﻠﻢ درﺟﺎت‬ …Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…(Q.S. 3 Ali Imran: 102)3 Segala sesuatu yang ada dalam dunia ini wajib dipelajari dan di fahami agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.S. 50 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya. hlm.1996). Dengan mengedepankan keunggulan dalam hal iman dan taqwa maka pembelajaran PAI juga mendapatkan perhatian yang serius. hlm.” (Q. walaupun SMP 3 4 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya (Semarang: Karya Toha Putra.112 Tujuan akhir dari pendidikan agama Islam dapat dilihat dalam firman Allah: :‫)ال ﻋﻤﺮان‬ ‫ﻳﺎاﻳﻬﺎاﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮااﺗﻘﻮااﷲ ﺣﻖ ﺗﻘﺘﻪ وﻻﺗﻤﻮﺗﻦ اﻻواﻧﺘﻢ ﻣﺴﻠﻤﻮن‬ (١٠٢ “Wahai orang-orang yang beriman.. 434 . bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Allah akan memberikan derajat yang tinggi bagi orang yang berilmu. Untuk mendapatkan sebuah ilmu maka kita harus belajar. Ibid. dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (menurut ajaran Islam). Malang dalam menjalankan pembelajaran PAI juga tak lepas dari visi yang telah ditentukan pada awal berdirinya sekolah ini. al-Mujadalah: 11)4 SMP Negeri 02 Turen Kab.

Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai. berdaya kreasi tinggi..6 Banyak faktor yang menjadi pendukung adanya peningkatan kualitas pembelajaran PAI di antaranya adalah faktor sarana dan prasarana. Aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan5 Dalam rangka mengatasi berbagai macam persoalan dalam hidup ini maka pembelajaran PAI harus menunjukkan kontribusinya. op. 2006 Muhaimin. Unggul dalam iman dan taqwa 3. Budaya membaca dan membuat karya tulis 5.cit. Berdasarkan hasil wawancara. terampil. Terampil dalam apreasi seni dan olahraga 6. hlm. Terampil dalam ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Malang bukan merupakan sekolah yang berbasis agama layaknya Madrasah. maka dari itu kualitas pembelajaran PAI harus ditingkatkan. Malang. Visi tersebut ialah: “Terwujudnya insan yang berkualitas.113 Negeri 02 Turen Kab. berbudi pekerti luhur berdasarkan iman dan taqwa.” INDIKATOR 1. peneliti dapat menyimpulkan bahwa sesuai dengan teori yang telah dipaparkan pada BAB II. 5 6 Dokumen SMP Negeri 02 Turen Kab. 88 . pengamatan dan dokumentasi yang ada. sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen Kab. Dan oleh karena pembelajaran PAI masih seringkali mendapat kritik pedas dari para ahli pendidikan. Unggul dalam prestasi akademik 2. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien.

papan tulis (Sumber: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. almari dll. Sarana yang tidak Sarana yang secara tidak langsung digunakan dalam bergerak: PBM: almari buku a. c. bangku penghapus papan tulis. TV dan VCD (audio visual). perpstakaan. kursi penggaris. dan masjid. meja tulis. peralatan laboratorium c. meubelair perpustakaan b. saluran PDAM Tabel 5. laboratorium. b. meja b. Alat pelajaran: Kapur a. Malang No 1. 2006) . kursi c. papan tulis. Alat peraga: boneka untuk peragaan sholat jenazah.2 Prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. buku tulis c. Malang. ruang kepala 2. spidol Ditinjau dari Ditinjau dari hubungannya bergerak tidaknya dengan PBM Sarana yang langsung Sarana yang digunakan dalam PBM: bergerak: a. Ruang guru. c. Prasarana yang secara langsung digunakan dalam PBM 2. b. kapur tulis b. Sarana pendidikan yang tahan lama: a. ka’bah tiruan untuk praktek manasik haji. Ditinjau dari habis tidaknya dipakai Sarana pendidikan yang habis dipakai: a. Media: tape recorder (audio). buku tulis d. Prasarana yang secara tidak langsung Contoh Ruang kelas.1 Sarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.114 Malang dan sekaligus dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dapat peneliti paparkan seperti berikut: Tabel 5. Malang No Klasifikasi Prasarana Pendidikan 1.

bahkan ada suatu materi yang tidak membutuhkan sarana namun hanya membutuhkan penjelasan dari sang guru saja. spidol. (Sumber: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. kaset. dan jalan menuju sekolah. halaman sekolah. SMP Negeri 02 Turen Kab. S. Tanggal 15 Mei 2007 7 . Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI memerlukan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap. VCD. Di perpustakaan siswa dapat belajar mandiri dengan membaca serta menganalisa buku-buku yang ada di perpustakaan kemudian diserap untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan. Karena untuk laboratorium agama kami belum punya. dan TV. 2006) Hal senada diungkapkan oleh Ibu Eko Yuliastutik Ch. dan media pendidikan seperti OHP. di masjid siswa dapat belajar mempraktekan materi bab shalat. Selain itu siswa dan guru biasanya mengerjakan sholat dhuha pada jam pertama dan menunaikan jama’ah shalat dhuhur pada istirahat kedua atau sepulang sekolah. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. ruang kelas dan perpustakaan. Sedangkan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah masjid. Selain ruang kelas yang digunakan untuk penyampaian materi yang berupa teori maka perpustakaan adalah tempat yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. Sama halnya dengan mata pelajaran yang lainnya seperti Biologi. Pembelajaran PAI membutuhkan sarana yang beragam sesuai dengan materi dan metode yang akan diberikan. penghapus papan tulis. LCD. almari. Bahasa dan lain-lain. tempat wudlu. ruang TU. kamar mandi. papan tulis.7 SMP Negeri 02 Turen Kab.Pd selaku Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. beliau menegaskan: Sarana yang dibutuhkan guru dalam mengajar adalah seperti kapur tulis. Malang belum memiliki media audio visual yang lengkap hanya beberapa saja yang kami punya. CD. Fisika.115 digunakan dalam PBM tapi juga menunjang PBM sekolah. kursi. Malang. Sebagaimana hasil wawancara Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. ruang staff. Malang. meja. Sedangkan masjid adalah prasarana yang utama dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam. bulan ini kami mendapatkan bantuan dari DEPDIKNAS berupa 2 buah multimedia yang akan kami gunakan pada tahun ajaran 2007-2008. memadai dan siap pakai. Malang. bangku. Kimia.

Malang. selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk bertanya bagi yang belum paham. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Secara sederhana.8 B.9 Berdasarkan definisi sederhana tersebut maka pada hakikatnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu merupakan proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. agar senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses belajar Wawawancara dengan Iftina Hidayati. Tanggal 14 Mei 2007 9 8 Ibrahim Bafadal. beliau menyatakan: Saya mengajar di SMP Negeri 02 Turen Kab. Lalu pada pertemuan berikutnya saya memberikan CD untuk ditayangkan pada TV berukuran 21 inci agar siswa dapat melihat dengan jelas. metode yang telah saya gunakan sangat beragam begitu juga dengan media serta sarana yang saya gunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. saya menjelaskan terlebih dahulu materi yang telah ada di buku panduan. Malang. beliau mengatakan bahwa administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara continue terhadap benda-benda pendidikan. cit. Jadi intinya sebelum pembelajaran dimulai seorang guru harus mempersiapkan media serta sarana yang akan membantu dalam pembelajaran. Malang selama kurang lebih 10 tahun. Contohnya dalam materi yang berhubungan dengan fiqih. Sedangkan definisi lain diungkapkan oleh Ary H Gunawan. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen Kab. manajemen perlengkapan sekolah dapat didefinisikan sebagai proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan pendidikan secara efektif dan efisien. Kemudian siswa mempraktekan di depan guru. loc. .116 peneliti dengan salah satu guru PAI SMP Negeri 02 Turen Kab.

117 mengajar sehingga PBM semakin efektif dan efesien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Penetapan spesifikasi 10 Ary H Gunawan. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Aktifitas pertama dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah pengadaan sarana dan prasarana. menggantikan barang-barang yang rusak. Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dua orang teoretisi administrasi lainnya yang menjelaskan tentang prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah Emery Stoops dan Russel E. dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun anggaran mendatang. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di sekolah. Penetapan kebutuhan perlengkapan 3. inventarisasi dan penghapusan. a. Administrasi Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta. 1. pendistribusian. dihapuskan atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan pergantian. 114 .10 Ibrahim Bafadal menyatakan bahwa kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan itu meliputi: pengadaan. hilang. Johnson (1969). Pembentukan panitia pengadaan barang atau perlengkapan 2. 1996). hlm. pemakaian dan pemeliharaan. Pasangan penulis tersebut menegaskan bahwa prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah: 1.

2. Ibid. hlm. Pengujian segala kemungkinan 6.28 Ibrahim Bafadal. Meminjam 12 SMP Negeri 02 Turen Kab. 3. Pembelian. Penetapan harga satuan perlengkapan 5. sehingga sekolah dituntut untuk selalu berusaha juga melakukan pengadaan perlengkapan dengan cara lain.. Dinas Pendidikan Nasional Provinsi. 11 12 Ibrahim Bafadal. dan 4. hlm.118 4. Namun bantuan tersebut dalam jumlah terbatas dan tidak selalu ada. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah untuk mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan sekolah. Hadiah atau sumbangan. Penilaian kembali11 b.cit. Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana yang telah disusun sebelumnya. antara lain dengan cara: 1. Rekomendasi 7. Tukar menukar. dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. op. 32 .. Malang dalam melaksanakan proses pengadaan sarana dan prasarana melibatkan semua komponen sekolah. Seringkali sekolah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan dari pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional.

Dana kami berikan pada guru bidang studi agar mereka dapat mencari media yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan. Setelah disetujui oleh bapak kepala sekolah kami akan mengalokasikan dana. 13 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Malang. Setelah barang yang akan dibeli ditetapkan. Malang yang menyatakan: Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dilaksanakan pada waktu mengadakan rapat kerja (raker) yang diikuti oleh kepala sekolah. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab.119 Kegiatan ini dimulai pada saat sekolah mengadakan rapat kerja (raker) pada awal tahun yang diikuti seluruh civitas akademik SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. kalau dana tersebut tidak turun kami mengajukan proposal pada komite sekolah. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Dalam hal ini Urusan Sarana dan Prasarana memberikan kesempatan pada masing-masing guru bidang studi untuk mengajukan permintaan alat pendidikan/media yang akan mereka butuhkan dalam PBM. dana tersebut didapat dari Depdiknas. langkah selanjutnya Kepala Sekolah memberikan perintah pada Urusan Sarana dan Prasarana untuk memberikan dana yang selanjutnya diberikan pada guru bidang studi untuk melaksanakan proses pengadaan barang-barang. Terlebih dahulu Urusan Sarana dan Prasarana menganalisis sarana atau media yang diperlukan dalam pembelajaran. waka sekolah. para staff dan karyawan serta seluruh bapak/ibu guru SMP Negeri 02 Turen Kab. Setelah itu direncanakan dengan matang mulai dari perencanaan pengadaan sampai pengadaan sarana pendidikan. Di dalam rapat ini guru bidang studi mengajukan sarana atau media apa yang dibutuhkan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Tanggal 15 Mei 2007 13 . Malang.

(3) penyerahan barang. Kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan menurut ukuran waktu dan menurut ukuran keadaan barang. Penggunaan dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Kegiatan rutin untuk mengusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik dan berfungsi baik pula (running well) disebut pemeliharaan atau perawatan (service). Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggungjawab dari seorang penanggungjawab penyimpanan kepada unit-unit atau orangorang yang membutuhkan barang itu. Malang..14 Proses pendistribusian atau penyaluran perlengkapan sekolah sebagaimana dijelaskan pada teori tersebut di atas tidak dilaksanakan di SMP Negeri 02 Turen Kab. Maka dari itu pengalihan tanggung jawab tidak ada di dalam manajemen sarana prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen Kab. (2) pengiriman barang. 14 Ibrahim Bafadal.120 2. 38 . Dalam rangka itu. atau membawanya ke bengkel servis. hlm. op. ada tiga langkah yang sebaiknya ditempuh oleh bagian penanggungjawab penyimpanan atau penyaluran. yaitu: (1) penyusunan alokasi barang. atau memanggil tukang/ahli servis untuk melakukannya. Pendistribusian Sarana dan Prasarana Sekolah Barang-barang perlengkapan sekolah (sarana dan prasarana pendidikan) yang telah diadakan dapat didistribusikan.cit. Pemeliharaan tersebut dapat dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggungjawabnya. karena tanggung jawab pengadaannya langsung diberikan kepada yang membutuhkan yakni guru bidang studi. Malang 3.

op. Malang. tanggung jawabnya diberikan pada guru bidang studi. Namun untuk proses penghapusan kami jarang melakukannya karena prosesnya yang sangat panjang dan rumit. Karena mereka yang tahu bagaimana cara merawat barang tersebut dengan baik dan bila sewaktu-waktu diperlukan mereka tidak bingung mencari barang-barang tersebut. Tanggal 15 Mei 2007 . Gunawan. Aktifitas. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. hlm. Malang yang 15 16 Ary H.121 Pada prinsipnya kegiatan pemeliharaan dilakukan agar setiap sarana dan prasarana itu senantiasa siap pakai dalam proses/kegiatan belajar mengajar. Hal ini ditujukan agar sarana dan prasarana yang ada dapat siap pakai sewaktu-waktu dan dapat sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan. Malang pemeliharaan sarana yang tergolong sebagai alat peraga atau media pendidikan yang seringkali digunakan dalam pembelajaran. makanya bapak kepala sekolah tidak pernah mengijinkan untuk melakukan penghapusan terhadap barang-barang milik Negara Tiap akhir tahun urusan bidang sarana dan prasarana meminta catatan mengenai inventarisasi dari barang-barang tersebut karena akan dilaporkan ke KANWIL di tingkat provinsi. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Urusan Sarana dan Prasarana menyatakan: Setelah barang-barang tersebut didapatkan selanjutnya tanggung jawab media dan sarana diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru bidang studi mulai dari perawatan dan pemeliaran sampai pada penghapusan.16 SMP Negeri 02 Turen Kab.15 Di SMP Negeri 02 Turen Kab. kreatifitas serta rasa tanggung jawab dan rasa “handar beni” adalah kunci dari keberhasilan kegiatan pemeliharaan demi optimalisasi daya pakai dan daya guna setiap barang kita.cit.. 146 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch.

Malang untuk memperbaiki barang yang rusak tersebut. baik pusat. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah Salah satu aktifitas dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah mencatat semua perlengkapan yang dimiliki oleh sekolah. maka kepala sekolah dalam raker akan memtuskan untuk membeli peralatan yang lebih baru. kegiatan pencatatan semua perlengkapan itu disebut dengan istilah inventarisasi perlengkapan pendidikan. Menurut keputusan Menteri Keuangan RI Nomor kep. dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ataupun dana lainnya yang barang-barangnya di bawah penguasaan pemerintah. maupun daerah otonom. 4. tertib dan teratur berdasarkan ketentan-ketentuan atau pedoman-pedoman yang berlaku. Melalui inventarisasi perlengkapan pendidikan diharapkan akan tercipta ketertiban administrasi barang. provinsi. Secata definitive. Akan tetapi jika biaya untuk memperbaiki lebih banyak dari pada membeli. baik yang berada di dalam maupun luar negeri. 225/MK/V/4/1971 barang milik Negara adalah berupa semua barang yang berasal atau dibeli dengan dana yang bersumber baik secara keseluruhan atau sebagainya. inventarisasi adalah pencatatan dan penyusunan daftar barang milik Negara secara sistematis. mempermudah dalam .122 Ketika sarana pendidikan ada yang rusak maka Urusan Sarana dan Prasarana atas izin kepala sekolah memanggil tukang/ahli yang berada di sekitar wilayah SMP Negeri 02 Turen Kab. Kegiatan tersebut merupakan suatu proses yang berkelanjutan. penghematan keuangan. Lazimnya.

Kegiatan inventarisasi perlengkapan pendidikan meliputi dua kegiatan. Sekolah-sekolah swasta wajib melaporkannya kepada yayasannya. b) Kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan laporan. yaitu: a) Kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan dan pembuatan kode barang perlengkapan Barang-barang perlengkapan di sekolah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam.123 pemeliharaan dan pengawasan. inventarisasi mampu menyediakan data dan informasi untuk perencanaan. Misalnya. Lebih lanjut. Baik barang inventaris maupun barang bukan inventaris yang diterima sekolah harus dicatat di dalam buku penerimaan. khusus barang-barang inventaris dicatat di dalam buku induk inventaris dan buku golongan inventaris. Januari dan April tahun berikutnya. op. Oktober.cit. Setelah itu. termasuk perlengkapan baru kepada pemerintah. Sedangkan khusus barang-barang bukan inventaris dicatat di dalam buku induk bukan inventaris dan kartu (bisa berupa buku) stok barang. Laporan tersebut seringkali disebut dengan istilah laporan mutasi barang. yaitu departemennya. Semua perlengkapan pendidikan di sekolah atau barang inventaris sekolah harus dilaporkan. 17 17 Ibrahim Bafadal.. yaitu barang inventaris dan barang bukan inventaris. pada setiap bulan Juli. Pelaporan tersebut dilakukan sekali dalam setiap triwulan. hlm. 55 .

Dimensi Administrasi (Surabaya: Usaha Nasional. Dalam proses inventarisasi Urusan Sarana dan Prasarana dibantu oleh pegawai TU. Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Yang dimaksud dengan penghapusan adalah kegiatan yang mempunyai tujuan untuk menghapuskan barang-barang milik Negara dari daftar inventaris Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Walaupun tanggung jawab pengadaan. Mengenai inventarisasi buku-buku yang ada di perpustakaan. Malang sesuai sekali dengan teori yang telah dipaparkan di atas. Sahertian. 5. hlm.18 Untuk melakukan penghapusan atau penyingkiran (afkeur) pelaksana harus memperhatikan tahap-tahap sebagai berikut: a) Pemilihan barang yang akan dihapuskan dilakukan setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan. Karena hasil dari catatan inventarisasi itu akan dilaporkan ke KANWIL Pusat di Tingkat Provinsi. dan pemeliharaan berada di tangan guru bidang studi. pemakaian. 18 Piet A. perawatan. namun tiap akhir tahun Urusan Sarana dan Prasarana meminta catatan mengenai sarana pendidikan yang telah dibeli.124 Kegiatan inventarisasi yang dilakukan oleh SMP Negeri 02 Turen Kab.1994). 198 . Karena kegiatan ini begitu rumit dan perlu ketelitian dari pelaksananya. Urusan Sarana dan Prasarana menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada pegawai perpustakaan.

Barang-barang yang sudah lama dan sudah tidak terpakai lagi tetap disimpan rapi di gudang sekolah. Seperti contohnya monitor komputer yang sudah lama maka bisa ditukar tambah dengan yang lebih baru.19 Sedangkan proses penghapusan sarana dan prasarana di SMP Negeri 02 Turen Kab. Buku-buku yang sudah tidak relevan dengan kurikulum sekolah masih tetap ditata rapi di perpustakaan untuk dijadikan referensi para guru maupun para siswa. Malang jarang sekali dilakukan. 89 19 . hlm. Karena memang proses penghapusan sarana dan prasarana itu cukup rumit makanya di SMP Negeri 02 Turen Kab. Namun Kalau barang tersebut masih bisa dijual guna mendapatkan yang lebih baru. Pernah dilakukan tapi itu sudah lama dan kegiatan itu cukup membuat jera para civitas akademik SMP Negeri 02 Turen Kab.125 b) Memperhitungkan faktor-faktor penyingkiran dan penghapusan ditinjau dari segi nilai uang. Proses penghapusan/penyingkiran harus disaksikan oleh atasan e) Membuat berita acara tentang pelaksanaan penyingkiran. menghibahkan kepada badan/orang lain atau membakar. maka hal tersebut akan dilaksanakan. Malang. Organisasi dan Administrasi: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Jakarta: Raja Grafindo Persada. 1993). c) Membuat surat pemberitahuan kepada atasan bahwa akan diadakan penyingkiran dengan menyebutkan barang-barang yang hendak disingkirkan. Jadi untuk Suharsimi Arikunto. Malang sebenarnya jarang sekali dilakukan. d) Melaksanakan penyingkiran dengan cara-cara mengadakan lelangan.

126

melakukan penghapusan terhadap sarana pendidikan, Kepala sekolah bersama para guru dan karyawan harus berpikir dua kali. Bahkan di perpustakaan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang proses penghapusan itu belum pernah dilakukan sama sekali. Buku-buku lama yang tidak relevan dengan kurikulum yang digunakan tidak dibuang begitu saja dan dijadikan tambahan referensi guru maupun siswa. Adapun inventarisasi bukubuku perpustakaan adalah dengan mencatat jumlah dan jenis buku pada sebuah buku induk.20 Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang sama halnya dengan manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan ibu Eko Yuliastutik Ch, S.Pd pada waktu menanggapi pertanyaan peneliti, beliau menegaskan bahwa: Proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran pendidikan agama Islam kami samakan dengan proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Hal ini dikarenakan jumlah sarana dan prasarana yang ada di sekolah kami masih minim jadi proses manajemennya kami samakan. Tanggung jawab akan sarana dan media pendidikan juga kami serahkan sepenuhnya pada guru pendidikan agama Islam.21 Adapun upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana adalah

sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan bapak Edi Sunarto, S.Pd yang

Wawancara dengan Suliani, Pegawai Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 21 Mei 2007 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch, Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 17 Mei 2007
21

20

127

menjabat sebagai Humas SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang dan merangkap sebagai urusan kurikulum kelas 3, beliau menyatakan: Dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah kami, bapak kepala sekolah mengalokasikan dana secara benar untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Dana tersebut diperoleh dari kucuran dan dari APBD, DIKNAS, serta beberapa dari komite sekolah. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung sekolah dan pengadaan peralatanperalatan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.22 Bapak kepala SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang termasuk pemimpin yang bijaksana, beliau tidak asal perintah saja melainkan beliau juga memberikan tauladan yang baik terhadap anak buahnya. Karena beliau mempunyai prinsip bahwasannya “orang yang menyuruh melakukan sesuatu harus berbuat hal yang sama, jadi tidak asal ngomong dan tidak melaksanakan”. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

‫اﺗﺄ ﻣﺮون اﻟ ّﺎس ﺑﻞ ﻟﺒﺮ وﺗﻨﺴﻮن اﻧﻔﺴﻜﻢ واﻧﺘﻢ ﺗﺘﻠﻮن اﻟﻜﺘﺎب اﻓﻼ‬ ‫ﻨ‬ (44:‫ﺗﻌﻘﻠﻮن )اﻟﺒﻘﺮة‬
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca alkitab (Taurat)? Maka Tidakkah kamu berpikir? (Q.S. Al-Baqarah: 44)23 Akibatnya, mereka akan mendapat ancaman dari Allah:

(3:‫آﺒﺮ ﻣﻘﺘﺎ ﻋﻨﺪاﷲ ان ﺗﻘﻮﻟﻮا ﻣﺎ ﻻ ﺗﻔﻌﻠﻮن )اﻟﺼﻒ‬
Amat besar kebencian di sisi Allah karena kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (Q.S. As-Shaf: 3)24
Wawancara dengan Edi Sunarto, Humas SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 14 Mei 2007
23 22

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, op.cit., hlm. 7

128

C. Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang Melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam kamus besar bahasa Indonesia kualitas didefinisikan sebagai tingkat baik buruknya sesuatu, kadar atau mutu atau dapat juga dikatakan sebagai derajat atau taraf (kepandaian atau kecakapan, dan sebagainya).25 Sedangkan. secara sederhana pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru.26 Dengan demikian kualitas pembelajaran adalah mutu seorang guru baik kemampuan maupun pemahamannya terhadap interaksi belajar mengajar yang indikatornya dapat dilihat dari hasil prestasi belajar siswa, baik itu prestasi dalam menempuh ujian semester atau prestasi dalam menempuh ujian akhir. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran PAI, maka tidak terlepas dari adanya beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, dan salah satunya adalah faktor sarana dan prasarana. Faktor ini merupakan faktor yang krusial dalam pembelajaran PAI. Tanpa sarana dan prasarana yang memadai pendidikan tidak akan berjalan dengan maksimal. Demikian juga, meskipun sarana dan prasaran cukup memadai tapi tidak dikelola dengan baik maka pembelajaran pun tidak dapat terlaksana dengan efektif dan efisien.
24 25

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, Ibid., hlm. 440 W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka,1989) Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2006), hlm. 61

hlm. 467
26

sekolah harus memiliki kapabilitas dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan yang sudah tersedia. Hal ini dikarenakan adanya pembaharuan pada bidang sarana dan prasarana serta cara mengelolanya berikut data yang menyebutkan adanya peningkatan hasil pada mata pelajaran PAI dibandingkan tahun sebelumnya: Tabel 5.54 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. beliau mengatakan bahwa dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang telah dilakukan ternyata tidak sia-sia sebab .129 Oleh karena itu agar kualitas pembelajaran PAI di suatu sekolah umum lebih meningkat dari pada sebelumnya dan bisa setara dengan kualitas pembelajaran PAI di sekolah-sekolah berbasis Islam (madrasah) maka sekolah harus memiliki sarana dan prasarana PAI yang lengkap.89 7. Malang. paham tentang teori-teori manajemen sarana dan prasarana dan mampu mengimplementasikannya dalam realitas di sekolah. Malang. 2006) Informasi lain didapatkan peneliti dari hasil wawancara dengan Urusan sarana dan prasarana pendidikan.59 7.3 Nilai Rata-Rata UAS tahun 2004/2005 dan 2005/2006 KELAS VII VIII IX TAHUN 2004/2005 NILAI 7. Demikian juga yang terjadi di SMP Negeri 02 Turen Kab.00 8. dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dapat di katakana bahwa hasil yang diperoleh pada saat ini dengan tahun sebelumnya lebih banyak mengalami peningkatan. sehingga adanya sarana dan prasarana pendidikan yang termanage dengan baik sangat memungkinkan hasil yang diperolehnya pun akan lebih baik. Tapi tidak cukup itu.45 2005-2006 TAHUN NILAI 7.17 7.

4.130 dengan manajemen tersebut SMP Negeri 02 Turen Kab. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. 2006 .4 Data Prestasi Ekstrakulikiler SMP Negeri 02 Turen tahun 2005/2006 No 1. Terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. Malang memperoleh hasil yang cukup signifikan diantaranya: a. 3. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. Sekolah b. 6. Malang. 2006) 27 Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. Guru Sedangkan prestasi ekstrakurikuler tahun ajaran sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5. Begitu juga dalam bidang keagamaan. 7. Malang. Ekstrakurikuler Olahraga Prestasi yang Diraih Renang Bulutangkis Lari Lempar lembing Bola Volly Bola Basket Peserta Jembara Pencak Silat Tingkat Prestasi Juara 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1 Semi Final Juara 2 Tingkat Daerah Provinsi Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten - 2. : Meringankan dan mempermudah guru dalam memaham kan materi yang akan diajarkan pada siswa. hasil belajar siswa pada akhir semester semakin meningkat. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. Pramuka Bela diri Seni Tari Baca Qur’an PMR Seni Musik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. 5. Siswa : SMP Negeri 02 Turen Kab. : Prestasinya cukup memuaskan.27 c.

Jadi cukup jelas bahwa dengan sarana dan prasarana yang memadai dan juga dengan proses manajemen yang professional maka hasilnya pun akan maksimal dan memuaskan. S.Ag beliau menerangkan bahwa sarana dan prasarana itu sangat bermanfaat pada pelaksanaan PAI. Ibu Iftina Hidayati. Diantaranya dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan maka konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar dan guru dapat lebih maksimal dalam menyampaikan materinya. nilai siswa lebih meningkat dan pengajaran dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Antara lain. . kompetensi siswa lebih meningkat. Jadi manajemen sarana dan prasarana itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar PAI.131 Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI. proses belajar mengajar dapat berjalan lancar dan kualitas pembelajaran PAI mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dan sejauh ini sesuai dengan penilaian beliau melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan nilai siswa dapat meningkat menjadi lebih baik dibandingkan tahun kemarin. sehingga tujuan (standar kompetensi) yang telah diformulasikan oleh pakar pendidikan dalam KBK dan dalam KTSP yang akan diberlakukan pada tahun ajaran akan datang dapat tercapai dengan baik. siswa lebih siap dan lebih konsentrasi dalam menerima pelajaran.

Dan salah satu jalan yang ditempuhnya adalah dengan menggunakan sarana dan prasarana pendidikan. penghapus papan tulis. . Guru PAI SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. dan media pendidikan seperti OHP. peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. kapur tulis. kegiatan ini dimulai pada waktu sekolah mengadakan raker di awal tahun ajaran baru. Di dalam rapat itu segala sesuatu yang berhubungan dengan perencanaan di bahas dengan matang. membutuhkan sarana pendidikan berupa. 2. spidol. dan TV.132 BAB VI PENUTUP A. SMP Negeri 02 Turen Kab. kaset. Malang mengajar sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan yakni kurikulum 1994 dan kurikulum 2004. bangku. LCD. Dan prasarana yang dibutuhkan diantaranya. kursi. Guru PAI selain membutuhkan ruang kelas dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Tetapi mereka tetap berusaha agar kualitas pembelajaran PAI lebih meningkat. almari. mereka juga membutuhkan sarana dan prasarana yang beragam sesuai dengan materi yang akan diajarkannya. perpustakaan. ruang kelas. masjid dan laboratorium agama. Malang adalah: a. papan tulis. Perencanaan pengadaan barang. CD. VCD. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di lapangan. meja. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen Kab.

Inventarisasi. buku-buku lama tetap disimpan dan ditata rapi. kursi dan perabotan meubelair lainnya dikoordinasi oleh Urusan sarana dan prasarana. kegiatan ini dilaksanakan oleh Urusan sarana dan prasarana dan dibantu oleh Kepala TU beserta staff. alat pendidikan dan lain-lain dikoordinasi oleh guu bidang studi. Bahkan di perpustakaan SMP Negeri 02 Turen proses penghapusan terhadap buku-buku yang telah usang dan sudah tidak relevan dengan kurikulum yang ada belum pernah dilakukan sama sekali. diantaranya SMP . Pengadaan barang. Penghapusan. Malang. e. Malang menuai hasil yang tidak mengecewakan. Dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen dalam pemeliaraannya dikoordinasi oleh pesuruh sekolah. Sedangkan sarana yang bersifat khusus seperti alatalat laboratorium. karena prosesnya yang begitu rumit dan sangat panjang. Pemeliharaan. pengadaan sarana yang tergolong sebagai media pembelajaran/alat peraga langsung dilakukan oleh guru bidang studi jadi mereka diberi wewenang oleh urusan sarana dan prasarana untuk membeli sendiri peralatan yang dibutuhkan dengan menyerahkan nota pembelian sebagai bukti pembelian. Sarana pendidikan yang bersifat umum seperti meja. proses penghapusan sarana dan prasarana jarang sekali dilakukan di SMP Negeri 02 Turen Kab. Semua sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen di rawat dan dipelihara bersama-sama dengan dikoordinatori oleh seorang penanggung jawab. alat peraga. d. Melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen Kab. 3. c.133 b.

134 Negeri 02 Turen Kab. Ketika tujuan dari pendidikan dapat tercapai secara maksimal. sesuai dengan kurikulum 1994 dan kurikulum 2004. daya ingat siswa lebih kuat sehingga hasil belajar siswa pada akhir semester pun semakin meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Begitu juga dalam bidang keagamaan. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. b. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar . Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. Siswa : Prestasinya cukup memuaskan. maka dapat dikatakan bahwa kualitas pembelajaran PAI dapat meningkat melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan B. Adapun hasil yang dipeoleh siswa dan guru dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah: a. terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. Begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. Guru : karena waktu yang dialokasikan pada mata pelajaran PAI disekolah umum sangat sempit maka guru dapat lebih mudah dan lebih maksimal dalam menjelaskan sebuah materi. SARAN . Dengan ini semua tentunya akan membawa ke arah tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditentukan. kompetensi siswa dapat lebih meningkat.

135 Dari hasil kesimpulan pembahasan di atas. akan menambah luas sarana dan prasarana yang telah tersedia. Selain itu sekolah akan mendapatkan dana jika barang-barang itu dilelang dan dana itu dapat digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana yang belum tersedia. guru dan karyawan dalam proses manajemen sarana dan prasarana. 3. Bagi Pustakawan Hendaknya lebih komunikatif dengan Kepala sekolah dan Urusan sarana prasarana dalam mengemukakan pendapatnya untuk menghapus buku-buku yang telah usang di perpustakaan. Bagi Kepala Sekolah Hendaknya sarana dan prasarana yang telah usang dan tidak dipakai lagi dihapus saja. terutama dalam proses pemeliharaan sarana dan prasarana. meskipun harus dengan prosedur yang rumit. 2. maka ada beberapa hal yang perlu diungkapkan sebagai saran dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan: 1. . Bagi Urusan Bidang Sarana dan Prasarana Perlu adanya komunikasi yang intensif dengan kepala sekolah. Sehingga lokasi perpustakaan menjadi lebih luas dan almari serta rak buku bisa diisi dengan buku-buku terbaru. Karena dengan penghapusan barang-barang yang tela usang itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful