Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

Malang SKRIPSI

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG JULI 2007

Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang
SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam (S.PdI)

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG JULI 2007

ii

HALAMAN PERSETUJUAN Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang
SKRIPSI

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

Telah disetujui pada tanggal Oleh Dosen Pembimbing:

Amin Prasojo, S.Ag NIP. 150 301 115

Mengetahui Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam

Drs. Moh. Padil, M.PdI NIP. 150 27 235

iii

kau adalah perisai hidupku. karna sikap dan keputusanmu……. Adinda tersayang “Wahyu Achirul Chrisditianto”. n semuanya aja) kalian adalah teman yang lucu n konyol tapi kalian juga teman yang sangat perhatian. yang telah mengayomi dan mengasihiku setulus hati. berlanjut ke Kos Putri Ayu sampai kembali ke WK lagi.tapi ojo kebangetan ya……. Seseorang yang pernah muncul dalam hidupku (my @ngel). Terima kasih atas keikhlasan dan ketulusan bapak lan ibu. Lanjutkan perjalanan hidup kalian dengan senyum keoptimisan. Terima kasih atas kasih sayang. pemimpin keluargaku. saq gagah) yang semoga menjadi pendampingku kelak. Karnamu ariq mampu berubah menjadi lebih dewasa. isna. kamulah motivasi dan harapanku. Dengan segenap ketulusan dan kerendahan hati skripsi ini kupersembahkan untuk: Sepasang mutiara hati yang memancarkan sinar cinta dan kasih sayang yang tak pernah usai. I’im. fi2. kalian telah banyak mengajarkan nanda akan makna sebuah perjuangan. belahan jiwaku. jadikan si kecil yg masih dalam perutmu sebagai motivasi dalam menyelesaikan skripsimu. Terima kasih tlah mengajarkan aq rasa kecewa dan sakit S’moga seseorang yg lebih baik kan dapat menjadi penggantiku……. Jangan lelah untuk menyayangi dan membimbingku kakak…… Sahabat-sahabatku in “five girls”. reni. qu tunggu undangannya. serta motivasi yang tak pernah berhenti mengalir darimu. Mbakmu yakin kamu kan berhasil dalam hidup jika kamu berusaha dengan tekun. perhatian. Do’aku s’moga engkau kelak dapat menjadi imam bagi sholatku. “En2” jo guyon ae lan jo terlalu nyantai cepetan dimarekno skripsine.“l@2 chayanx” tu badan mbok ya digemukin dikit biar agak segeran gechu Kalian adalah sahabat-sahabat terbaik yang pernah aq punya. lebih bijaksana dan lebih baik dari sebelumnya. tauladan dan kebanggaan dari anak-anakku. aq lebih bersemangat dalam menyelesaikan skripsi ini. guyon sah-sah aja pren…………. ifa cipluk. me2. iv . semoga kamu lebih baik dari mbakmu ini. “Churin centil” maafin aq ya dah lama gak kasih info. Terima kasih tlah menjadi kawan seperjuangan dari mulai pertama kos di WK. niken. contohlah yang baik dan jangan diambil yang buruk. saq sholah. Guru-guruku.ida. nia. bimbingan. terima kasih karna kalian hidupku jadi lebih berwarna. “mbak ery” klo punya masalah jangan terlalu dipikirkan. kasih sayang dan ketulusannya. s’moga Allah menjaga ukhuwah kita sampai hari pembalasan. Teman-teman Kos Wisma Kurnia (nuri. mereka adalah Ayahanda “Parminadi” dan Ibunda “Sri Praptini”. nafas semangatku. sebening cinta dan sesuci do’a. Kakakqu terkasih (Kak Zan saq onyonx. nanda kan berusaha untuk menjadi yang terbaik. dosen-dosenku yang telah mendidikku dengan ikhlas sehingga penulis bisa menjadi manusia dewasa dan selalu menjadi pelita dalam studiku sehingga penulis dapat memperoleh berbagai ilmu pengetahuan yang sangat berarti ..PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk orang-orang yang telah memberikan motivasi dan arti bagi hidupku dengan pengorbanan.

MOTTO v .

bahasa maupun teknik penulisan. Malang Malang. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang di Malang Assalamu’alaikum Wr. dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama NIM Jurusan Judul Skripsi : Titus Iis Krisdianawati : 03110022 : Pendidikan Agama Islam : Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Demikian. baik dari segi isi. mohon dimaklumi adanya. kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan. S. Maka selaku Pembimbing.Ag NIP. S. Wb Pembimbing Amin Prasojo.Amin Prasojo. 150 301 115 vi . Wb Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan.Ag Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Skripsi Titus Iis Krisdianawati Lamp. : 4 (empat) Eksemplar Kepada Yth. Wassalamu’alaikum Wr.

bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi. Titus Iis Krisdianawati vii . Malang. dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya mengatakan.

ibunda Sri Praptini dan adinda tersayang Wahyu Achirul Crisditianto. Kak Zan. atas Rahmah. 3. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Malang. semoga amal baik tersebut dibalas oleh Allah SWT. Shalawat serta salam selalu terlimpahkan kepada baginda Rosulullah wa Nabiullah Muhammad SAW. 8. selaku dosen pembimbing yang sangat perhatian dan selalu membimbing penulis dengan sabar dalam menyelesaikan skripsi ini 6. selaku Rektor UIN Malang. Djunaidi Ghony. Untuk itu penulis menghaturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1. Hari Wahyudi. Segenap guru. M. yang telah membawa kita dari zaman kegelapan ke zaman yang terang benderang yakni zaman kejayaan Ad-Dinul Islam.PdI. Bapak Drs. sehingga penulis menjadi lebih tegar dalam menjalani hidup. Bapak Drs. Ayahanda Parminadi. H. serta segenap keluarga besar di Turen yang telah memotivasi penulis untuk menyelesaikan studi di UIN Malang. selaku Kepala SMP Negeri 02 Turen yang telah memberikan izin dan kesempatan pada penulis untuk mengadakan penelitian di sekolah yang dipimpin. viii . yang dengan setia menemani dan membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. Terima kasih telah menjadi kakak yang baik bagi penulis. 2.Ag. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang. Dr. Imam Suprayogo. Malang”. 4. segala puji kami panjatkan keharibaan Sang Penguasa Hari Akhir. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan. M. Hidayah serta Inayah-Nyalah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul: “Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. S. dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak. Padil. 5. Bapak Prof . 7. Bapak Prof.KATA PENGANTAR ‫ﺑﺴﻢ اﷲ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ‬ Alhamdulillah. Dr. karyawan beserta siswa-siswi SMP Negeri 02 Turen atas bantuan dan kerjasamanya dalam pembuatan skripsi ini. H. Moh. Bapak Amin Prasojo.

Segenap rekan-rekan penulis angkatan 2003. penulis menyadari bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Kendati demikian. baik di dunia maupun di akhirat kelak. lala. Oleh karena itu. churin. penulis berharap agar skripsi ini dapat mendatangkan manfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya. Amin. semoga ilmu yang telah diperoleh dapat bermanfaat dunia dan akhirat. en2) yang telah menjadi bagian dari keseharian penulis dalam menjalani studi di UIN Malang. Sahabat-sahabatku (mbak eri. Malang. Akhirnya. Penulis ix . saran dan kritik konstruktif sangat diharapkan dari pembaca yang budiman. semoga Allah menjaga ukhuwah kita hingga akhir zaman. 10.9. Amiin.

DAFTAR TABEL x .

DAFTAR GAMBAR xi .

Pedoman Observasi dan Pedoman Dokumentasi 3.DAFTAR LAMPIRAN 1. Malang 6. Surat Keterangan Penelitian xii . Surat Pengantar Penelitian 9. Malang 8. Malang 4. Pedoman Interview 2. Data Siswa SMP Negeri 02 Turen Kab. Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang 5. Daftar Hadir Guru SMP Negeri 02 Turen Kab. Bukti Konsultasi 10. Struktur Organisasi Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang 7. Jadwal Pelajaran SMP Negeri 02 Turen Kab.

................................................... DAFTAR GAMBAR ......... Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan ......................................................................................................... Kegunaan Penelitian ......................................................................................................... D....... 3......................................................... Sistematika Pembahasan ...................................................................... BAB II : KAJIAN PUSTAKA A......... HALAMAN PERNYATAAN ......................................... DAFTAR ISI.............. 4.... F........... Pengertian manajemen sarana dan prasarana pendidikan ..................................................................................... xiii ......... HALAMAN PERSETUJUAN.................................................................................................................................................. Definisi Operasional .. Latar Belakang Masalah.......................................................................................... KATA PENGANTAR ............................... HALAMAN NOTA DINAS ... DAFTAR LAMPIRAN........................ B.......................... ABSTRAK . C........................................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ... HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................ Rumusan Masalah ....... BAB I : PENDAHULUAN A........ Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan ................... G............................................ HALAMAN MOTTO ................... Ruang Lingkup dan Pembatasan Penelitian................................................................................... Proses Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan .............................................................................................................................................. 5................. 1...... E..... Tujuan Penelitian ............... Konsep Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan.............................. DAFTAR TABEL........... HALAMAN JUDUL............................ 2................................................................................................................................................................................................... Prinsip-Prinsip Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan............ HALAMAN PENGESAHAN..................................................

....................................... B............................................................................................ 5................................ Sumber Data...... Analisis Data .................................................................. Kurikulum yang dipakai di SMP Negeri 02 Turen ....... Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran PAI ................... 2.....................................................B....................................................... 3........ Latar Belakang Obyek Penelitian. Lokasi Penelitian............... C............................. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam......................... Kehadiran Peneliti.... 2..... 2.............................. Prosedur Pengumpulan Data ...... E....... 1. Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen ............. 6....... C........................................ H.. Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI ........................... xiv ......................................................................................................... D............................. Keadaan Guru dan Karyawan SMP Negeri 02 Turen....................... BAB III : METODOLOGI PENELITIAN A................................ Keadaan Siswa SMP Negeri 02 Turen..................... Penyajian dan Analisa Data .... 3....... Pengertian Pendidikan Agama Islam ....... Gambaran Umum Lokasi Penelitian .. Implikasi Manajemen Sarana dan Prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI .................... Pendekatan dan Jenis Penelitian .... Pengecekan Keabsahan Data.................................................................... BAB IV : HASIL PENELITIAN A. 3...................... Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam .... Sarana dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen..................... Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI..................... 4...................................... Upaya-upaya dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI...................................... Tahap-Tahap Penelitian .................... 1......................... F........... B............................................... G......... 1...........

.................................. Kesimpulan ..................................... BAB V : PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A.... B...... Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan ....................................... Sarana dan Prasarana Pendidikan yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen .... Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan................................................................................................................................................................................................................... Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen ...... BAB VI : PENUTUP A............................................................................. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen ...... 3................................................... C.............. Saran...............................1....... DAFTAR PUSTAKA xv ........ Sarana dan Prasarana Pendidikan yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen ........................................................................................ 2...... B......................................................................................

Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Malang. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah ada banyak faktor yang mempengaruhinya salah satunya adalah faktor sarana dan prasarana pendidikan. 2007. Ada dua persoalan pokok yang dihadapi oleh umat beragama pada umumnya. maka langkah peneliti dalam menganalisis data adalah. memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting. S. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. maka perlu ditingkatkan kualitas pembelajarannya. Skripsi. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien.ABSTRAK Titus Iis Krisdianawati. Amin Prasojo. Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.Ag. maka permasalahan yang ingin diangkat adalah Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Di satu sisi lain. Malang. dan bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. hukum dan lain sebagainya sebagai dampak dari krisis nasional di bidang tersebut. karena dengan tujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang apa adanya di lokasi penelitian. dan untuk mengetahui hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Karena PAI di sekolah masih seringkali mendapatkan kritik dari para ahli. Kedua. Dari latar belakang di atas. Dan agar hasil penelitian dapat tersusun sistematis. Di satu sisi kita dihadapkan pada persoalan ekonomi. mendisplay data xvi . Malang”. Jika kedua persoalan ini tidak bisa segera dipecahkan agaknya krisis nasional akan bertambah parah dan merambah ke berbagai sektor kehidupan. politik. dengan mereduksi data yaitu merangkum. Malang. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan itulah. kompak dan harmonis. Malang. untuk mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam permasalahan tersebut adalah Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. maka pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah harus menujukkan kontribusinya. Fakultas Tarbiyah. Berpijak dari hal inilah penulis tertarik mengambil judul: “Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. pertama. kita juga dihadapkan pada persoalan-persoalan antar komunitas agama bahkan antar intern pemeluk agama itu sendiri yang belum menunjukkan hubungan yang akrab. Jurusan Pendidikan Agama Islam. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai.

yaitu kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang bersifat kredibel dan dapat menjawab rumusan masalah yang dikemukakan sejak awal. meja. Kedua proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen Kab. penghapus papan tulis. pemeliharaan. Dan hasilnya pun cukup memuaskan. bangku. LCD. daya ingat siswa lebih kuat sehingga hasil belajar siswa pada akhir semester pun semakin meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dan yang ketiga Melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen menuai hasil yang tidak mengecewakan. Dan ketiga melalui verifikasi/ penarikan kesimpulan. diantaranya SMP Negeri 02 Turen Kab. inventarisasi. dan penghapusan. Pertama SMP Negeri 02 Turen Kab. Dan prasarana yang dibutuhkan diantaranya. membutuhkan sarana pendidikan berupa. almari.yaitu menyajikan data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. baik siswa. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa SMP Negeri 02 Turen Kab. kursi. Bagi guru karena waktu yang dialokasikan pada mata pelajaran PAI di sekolah umum sangat sempit maka guru dapat lebih mudah dan lebih maksimal dalam menjelaskan sebuah materi. spidol. dan TV. masjid dan laboratorium agama. Adapun hasil yang dipeoleh siswa dan guru dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI menggunakan sarana dan prasarana yang telah tersedian dan siap pakai. pengadaan barang. dan media pendidikan seperti OHP. Hal ini dikarenakan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang bagus oleh komponen-komponen sekolah. VCD. tabel dan sejenisnya. papan tulis. Kualitas Pembelajaran. perpustakaan. kapur tulis. Sarana dan Prasarana Pendidikan. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. Malang meliputi perencanaan pengadaan barang. CD. ruang kelas. peneliti memperoleh hasil bahwa. guru maupun sekolah dapat merasakan hasilnya dengan manajemen tersebut Kata kunci: Manajemen. kaset. PAI xvii . Dengan rancangan penelitian seperti dijelaskan di atas.

Jurnal Ilmu Pendidikan. Penyebab dan Alternatif Pemecahannya. 2006). 15 2 1 . profesionalitas tenaga kependidikan atau sumber daya manusianya. 3 Ali Imran. Guru yang kompeten dan professional akan lebih mampu dalam menyampaikan materi pelajaran. hlm. Manajemen Peserta Didik di SD: Masalah. prestasi akademik peserta didik dan kualitas manajemen sekolah. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. masyarakat. kepribadian. Latar Belakang Masalah Menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal I (1) pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.1 BAB I PENDAHULUAN A. akhlak mulia. hlm. Para pakar pendidikan seringkali menegaskan bahwa guru merupakan sumber daya manusia yang sangat menentukan keberhasilan program pendidikan. 1 Banyak indikator yang dapat dijadikan tolak ukur bagi keunggulan dan mutu suatu sekolah. Sehingga Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara. pengendalian diri.2 Proses Belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan formal dengan guru sebagai pemeran utama. bangsa dan Negara. Indikator-indikator tersebut antara lain adalah proses belajar mengajar yang ada di sekolah. kecerdasan. 1998. kelengkapan sarana dan prasarananya.

Faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada bagan berikut ini:3 3 Muhaimin. 1996). affective maupun psychomotor. Strategi Belajar Mengajar (Surabaya: Citra Media. Melalui proses belajar mengajar diharapkan pendidikan agama Islam dapat merubah diri anak didik baik aspek cognitive.2 hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal. Dari pemaparan tersebut dapat kita simpulkan bahwasannya guru merupakan faktor penting dalam proses belajar mengajar. 76 . hlm. perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar tersebut. Keberhasilan seorang guru dipengaruhi banyak faktor. dkk. Agar perubahan-perubahan dalam diri anak didik sebagai hasil dari suatu proses belajar mengajar sampai pada tujuan yang diharapkan. terutama pengadaan alat-alat sekolah yang akan mendukung kelangsungan proses belajar mengajar. di mana pada akhirnya cara berpikir. namun bukan berarti keberadaan unsur-unsur lain tidak begitu penting. merasa dan melakukan sesuatu itu akan menjadi relatif menetap dan membentuk kebiasaan bertingkah laku pada dirinya. Dan dengan adanya perubahan dalam tiga aspek tersebut diharapkan akan berpengaruh terhadap tingkah laku anak didik.

1994). 4 Sekolah yang kurang pemeliharaan kadang-kadang kelihatan kumuh dan kotor.3 Gambar 1. kesehatan dan ketertiban dan keamanan 4 Oemar Hamalik. dan sistem administrasi yang lebih teratur”. keindahan. 3 . ini akan berpengaruh pada proses belajar mengajar.1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi PBM Pendidikan Agama Instrumental Kurikulum Program Pedoman Belajar Pengajar Sarana/Fasilitas LUAR FAKTOR Environmental Alami Fisik Sosial & Budaya Kondisi Fisik Kondisi Indera Minat. karena suasana atau lingkungan belajar tidak mendukung. hlm. Kecerdasan Motivasi. maka peran dan fungsi sistem dan proses pembelajaran atau pengajaran ternyata sangat penting. juga diperlukan cara-cara bekerja dan sikap yang baru. Sedangkan sekolah yang benar-benar memenuhi syarat kebersihan. Ingatan Perhatian.Tanggapan Sikap Fisiologis DALAM Psikologis Oemar Hamalik menjelaskan “Dengan demikian sudah jelas bahwa demi mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional. Media Pendidikan (Bandung: Citra Aditya Bakti. peralatan yang lebih lengkap. Di samping dibutuhkannya guru-guru yang memiliki kemampuan dan kecakapan yang lebih memadai.

sehingga siswa sulit membaca tulisan dari guru yang ada di papan tulis. Alat-alat pembelajaran seperti peralatan laboratorium. Keadaan itu sendiri akan memberikan pengaruh yang positif kepada peserta didik. Padahal sebenarnya pengadaan alat-alat belajar itu tidak sulit. Tapi sayangnya alat-alat ini kurang mendapat perhatian. Melihat fenomena seperti tersebut di atas dapat ditarik benang merah bahwasanya perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolahsekolah kita saat ini masih kurang baik. begitu pula dengan pembelajaran PAI. tetapi kadangkala pihak sekolah kurang memperhatikan unsur-unsur perencanaan. Kelemahan dalam perencanaan serta kelemahan dalam pemeliharaan pasti akan menjadi hambatan bagi kelangsungan proses belajar mengajar di sekolah. Seperti misalnya ada spidol yang tintanya sudah hampir habis dan belum ada yang mau mengisi atau membelikan tinta. Hal sepele tersebut sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. yang beranekaragam harga serta bentuknya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa mayoritas orang Islam Indonesia biasanya kurang teliti dalam memelihara alat-alat sekolah tersebut. ada yang mahal serta langka dan juga ada yang murah serta mudah sekali dijumpai di pasaran perlu mendapatkan penanganan yang serius. Dalam arti manajemen sarana dan prasarana yang di dalamnya . Kalau dianalisis ulang memang benar kalau orang Islam Indonesia masih dianggap konservatif dalam memanage (mengatur) sarana dan prasarana pendidikan.4 akan mempunyai pengaruh positif terhadap proses pendidikan.

Karena dengan alat pendidikan yang termanage dengan baik akan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan. Pendidikan akan lebih dinamis. pemeliharaan dan penghapusan. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan itulah. kompak dan harmonis. maka pembelajaran pendidikan agama di sekolah harus menujukkan kontribusinya. Para ahli pendidikan mengungkapkan bahwa pendidikan Agama Islam dikatakan bermutu (berkualitas) jika faktor pendukungnya juga berkualitas. hukum dan lain sebagainya sebagai dampak dari krisis nasional di bidang tersebut. Di satu sisi kita dihadapkan pada persoalan ekonomi. kita juga dihadapkan pada persoalan-persoalan antar komunitas agama bahkan antar intern pemeluk agama itu sendiri yang belum menunjukkan hubungan yang akrab. pengajaran lebih mantap dalam menyajikan pendidikan yang lebih luas. Ada dua persoalan pokok yang dihadapi oleh umat beragama pada umumnya. Jika kedua persoalan ini tidak bisa segera dipecahkan agaknya krisis nasional akan bertambah parah dan merambah ke berbagai sektor kehidupan. Mochtar Buchori (1992) misalnya menilai kegagalan pendidikan disebabkan karena praktik pendidikannya hanya memperhatikan aspek kognitif semata daripada pertumbuhan kesadaran . politik. itu kurang diperhatikan. Di satu sisi lain. Jadi cukup jelas bahwa alat pendidikan merupakan faktor pendukung dalam mencapai tujuan pendidikan selain faktor-faktor lain. Hanya saja perlu disadari bahwa selama ini terdapat berbagai kritik terhadap pelaksanaan pendidikan agama yang sedang berlangsung di sekolah.5 tercakup unsur pengadaan (perencanaan).

6 nilai-nilai (agama). sehingga tidak mampu membentuk pribadi-pribadi islami. pendekatan cenderung masih normativ. 3. Sebagai dampak yang menyertai situasi tersebut di atas maka guru PAI kurang berupaya menggali berbagai metode yang mungkin bisa dipakai untuk pendidikan agama sehingga pelaksanaan pembelajaran cenderung monoton. Kurikulum PAI yang dirancang di sekolah sebenarnya lebih menawarkan minimum kompetensi atau minimum informasi. . antara lain sebagai berikut: 1. dan mengabaikan pembinaan aspek afektif dan konatif-volutif. dalam arti pendidikan agama menyajikan norma-norma yang seringkali tanpa ilustrasi konteks sosial budaya sehingga peserta didik kurang menghayati nilai-nilai agama sebagai nilai yang hidup dalam keseharian. terjadi kesenjangan antara pengetahuan dan pengamalan. 2. antara gnosis dan praxis dalam kehidupan nilai agama. tetapi pihak guru PAI seringkali terpaku padanya. Akibatnya. yakni kemauan dan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. Sehingga semangat untuk memperkaya kurikulum dengan pengalaman belajar yang bervariasi kurang tumbuh. Towaf (1996) juga telah mengamati adanya kelemahan-kelemahan PAI di sekolah.

hlm. penyaluran. hlm. 2001). terutama guru PAI untuk memfungsikan PAI secara optimal. Keterbatasan sarana/prasarana. maka para guru beserta seluruh civitas akademik di sekolah tersebut harus meningkatkan kualitas Muhaimin. Paradigma Pendidikan Islam:Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya. Karena itu.. 88 6 5 Muhaimin. mengatasi dan mengantisipasi berbagai kasus amoral tersebut. Pendidikan Agama Islam di sekolah/madrasah sebenarnya berfungsi sebagai pengembangan. guna mencegah timbulnya. Serta keterpaduan antara pendidikan agama dan perkembangan IPTEK. sumber nilai. kritik-kritik tersebut telah dijadikan pertimbangan dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama di sekolah atau madrasah tahun 1994. Dalam GBPP PAI kurikulum SD/MI.10 . SLTP/MTs dan SMU/MA tahun 1994 misalnya. telah dijelaskan bahwa pendidikan agama harus dilaksanakan secara terpadu. Tumbuhnya berbagai kasus dekadensi moral dan degradasi nilai-nilai religius pada saat ini menuntut adanya kearifan para guru. perbaikan. Sekolah dan Masyarakat.cit. dan pengajaran. yaitu Lingkungan Keluarga. seringkali kurang diberi prioritas dalam urusan fasilitas. Yakni keterpaduan pembinaan antara tiga lingkungan pendidikan. pelaksanaan pembelajaran PAI di sekolah/madrasah harus memenuhi tuntutan tersebut. pencegahan. penyesuaian. op.6 Untuk mewujudkan fungsi serta tujuan PAI di sekolah.5 Secara konseptual-teoritis. dkk. mengakibatkan pengelolaan cenderung seadanya.7 4. Pendidikan agama yang diklaim sebagai aspek yang penting.

Salah satunya dengan memperbaiki manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini masih kurang mendapat perhatian. Jumlah yang cukup tersebut dimanage/dikelola dengan baik sehingga SMP Negeri 02 Turen dapat menyajikan pembelajaran PAI yang berkualitas. Keberadaan SMP Negeri 02 Turen menjadikan warga sekitar bangga. B. Rumusan Masalah 1. karena seiring dengan waktu sekolah tersebut telah memberi kontribusi yang cukup berarti bagi masyarakat.8 pembelajaran PAI. Berpedoman pada fenomena serta kajian penelitian yang terdahulu maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian di lokasi ini dengan judul “Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. SMP Negeri 02 Turen merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Formal yang ada di Kecamatan Turen. Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang? 3. Bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang? 2. Fasilitas sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen cukup memadai. Malang”. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan? . Bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

Bagi Peneliti . Kegunaan Penelitian 1. Untuk mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Bagi Lembaga Pendidikan Sebagai contoh/tauladan yang baik dalam melaksanakan proses belajar mengajar PAI melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. D. 2. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Tujuan Penelitian 1. Bagi Almamater a Sebagai bahan komparasi dalam rangka pelaksanaan proses belajar mengajar PAI b Sebagai salah satu masukan bagi pelaksana pendidikan dalam rangka mensukseskan tujuan pendidikan nasional. 3. Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Untuk mengetahui hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. 3. 2.9 C.

Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. E. 2. b Sebagai penambah khazanah keilmuan sehingga dapat mengembangkan wawasan baik secara teori maupun praktek. Malang. yang meliputi: a) Sarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. maka ruang lingkup penelitian akan diarahkan pada sekitar manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. yang meliputi: a) Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan b) Pemakaian dan pemeliharaan sarana dan prasana pendidikan . Sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.10 a Sebagai latihan atau aplikasi teori yang diperoleh dari bangku kuliah tentang manajemen pendidikan khususnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Malang. Ruang Lingkup dan Pembatasan Penelitian Guna memberikan arah pembahasan pada tujuan yang telah dirumuskan. yang meliputi: 1. b) Prasarana yang ikut menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

Hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua komponen yang secara tidak langsung menunjang proses belajar mengajar atau proses pendidikan di sekolah. Contoh: gedung sekolah. Contoh: jalan menuju sekolah. serta manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Sarana pendidikan adalah semua peralatan serta perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. maka perlu ada penegasan istilah yang terdapat dalam penelitian ini. tata tertib sekolah dan lain-lain. meja. Kualitas pembelajaran PAI adalah mutu atau kualitas yang terdapat pada pelaksanaan pembelajaran PAI di suatu lembaga dalam mencapai keberhasilan memenuhi tuntutan pelanggan dan standar yang telah ditentukan. F. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. . Manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki sekolah secara efektif dan efisien. kualitas pembelajaran PAI. Adapun istilah yang perlu dijelaskan ialah pengertian sarana dan prasarana pendidikan.11 c) Penghapusan dan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan 3. kursi. ruangan. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahfahaman pengertian tentang arti yang terkandung dalam pembahasan. alat peraga dan lain-lain. halaman sekolah.

Pertama berisi tentang konsep manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang meliputi. ruang lingkup dan pembatasan penelitian. dan pembahasan ini dibagi menjadi 3 bagian besar.12 G. kegunaan penelitian. Kedua berisi tentang pembelajaran PAI yang meliputi. Sistematika Pembahasan Bab I :Pendahuluan. tujuan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran PAI. dan implikasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI. berisi tinjauan pustaka mengenai manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. tujuan penelitian. prinsip-prinsip manajemen sarana dan prasarana pendidikan. macam-macam sarana dan prasarana pendidikan. dan sistematika pembahasan. Bab II : Kajian Pustaka. dan proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. pengertian manajemen sarana dan prasarana pendidikan. rumusan masalah. yaitu terdiri dari latar belakang masalah. upayaupaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. pada pembaasan ini dibagi menjadi 3 sub pembahasan yakni faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. pengertian. definisi operasional. . yang berisi pokok-pokok pemikiran yang melatarbelakangi penulisan skripsi ini. Ketiga berisi tentang peningkatan kualitas pembelajaran PAI.

pengecekan keabsahan temuan. Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. analisis data. Bab V :Pembahasan Hasil Penelitian. Bab IV : Laporan Hasil Penelitian. dan hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. lokasi penelitian. kehadiran peneliti. prosedur pengumpulan data. Malang. Bab VI : Penutup. Pada bab ini semua hasil penelitian dipadukan dengan teoi-teori yang sudah dipaparkan pada Bab II. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. dalam penelitian ini pembahasan penelitian dibagi menjadi tiga bagian yakni Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. sumber data. dan Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. dan tahap-tahap penelitian. Malang melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan.13 Bab III : Metode Penelitian. yakni memaparkan data-data yang akurat berkaitan dengan Sejarah Berdirinya SMP Negeri 02 Turen Kab. pendekatan dan jenis penelitian. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran . yang meliputi.

Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi manajemen itu. seperti apa yang diatur? Kenapa harus diatur? Siapa yang mengatur? Bagaimana mengaturnya? Di mana harus diatur? Menurut Malayu Hasibuan.1 1 (Jakarta: Bumi .14 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan tertentu. Pengertian Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Manajemen berasal dari kata To Manage yang artinya mengatur. G. Konsep Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan 1. Pengertian.1 Ada kaitan yang erat antara organisasi. Pengertian organisasi yaitu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih Malayu Hasibuan. Terry menyatakan bahwa manajemen adalah satu proses yang khas yang terdiri dari tindakantindakan perencanaan.R. 2001). pengorganisasian. administrasi dan manajemen. dan Masalah Aksara. Manajemen:Dasar. pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya. Jadi manajemen itu merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan karena manajemen diartikan mengatur maka timbul beberapa pertanyaan bagi kita. hlm.

mengatakan Administrasi adalah kulit luar manajemen atau dengan kata lain manajemen adalah inti daripada administrasi.3 Akhir-akhir ini ada beberapa penulis yang membedakan antara manajemen dan administrasi walaupn kadang-kadang pembedaan itu tidak konsisten. hlm. Manajemen Pendidikan Indonesia (Jakarta: Bina Aksara. Ketidaksamaan pendapat yang ada dapat difahami sebab dalam praktek ada tiga pendapat tentang hubungan antara administrasi dan manajemen. Administrasi dan manajemen tidak dapat dipisahkan dan harus merupakan suatu kesatuan. hanya saja kegiatannya yang dapat dibedakan sesuai dengan perbedaan kedua wawasan. yakni: a. Administrasi lebih luas dari manajemen atau administrasi mencakup manajemen. Tetapi pengertian administrasi dengan pengertian manajemen masih kelihatan tidak terpisah secara jelas. Administrasi lebih luas daripada manajemen. perbedaan itu nampaknya tidak fundamental.15 bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu nampak sudah ada kesepakatan dari para ahli. 2 3 Made Pidarta. Akhirnya tanpa manajemen tak mungkin administrasi mencapai tujuannya. hlm. Analisis Administrasi. Pendapat itu sesuai dengan pendapat: 1. Drs. (Jakarta: Bumi Aksara.1988).1 Burhanuddin. Manajemen dan Kepemimpianan Pendidikan.2 Seringkali kata administrasi dikaitkan dengan kata manajemen. 1994). Sukarno K. 20 . administrasi bersifat menentukan tujuan dan kebijakan umum yang mengikat seluruh atau departemental. Kalaupun ada perbedaan.

pelaksanaan (manajemen) dan pengawasan atau pengendalian. marketing. administrasi diartikan sebagai penetapan dan penentuan tujuan.16 2. Pemahaman demikian timbul sebab manajemen atau pelaksanaan tugas merupakan salah satu fungsi dari administrasi yakni. yakni production. administrasi diberi arti sama dengan manajemen. dalam administrasi tercakup dalam manajemen. 2. Secara spesifik administrasi merupakan satu bidang dari manajemen sebab manajemen terdiri dari enam bidang. Administrasi Pendidikan (Semarang: Setya Wacana. dengan alasan: 1. 1989). Oliver Sheldon dalam bukunya. hlm. b. Administrasi lebih sempit dari manajemen. kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. baik administrasi maupun manajemen adalah merupakan proses.4 4 Harbangan Siagian. Administrasi identik dengan manajemen. perencanaan. sedang manajemen adalah upaya untuk mencapai tujuan tersebut. financial. personal. Dilihat dari pengertiannya. Bagi mereka yang menganut faham ini. Dalam Webster’s Dictionary New Collegiats maupun dalam Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. c. 54 . “The Phylosophy of Management” mengatakan: administrasi menentukan tujuan (goal) sedangkan manajemen berusaha ke arah situ. human relation dan administrative management.

1989). Usaha ini dapat berupa benda-benda maupun uang. efektif dan efesien”. halaman sekolah. kursi. hlm. alat peraga dan lain-lain. Organisasi dan Administrasi: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Jakarta: Raja Grafindo Persada.135 Suharsimi Arikunto. dan (2) Prasarana pendidikan. Jadi. Lebih luas fasilitas diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat memudahkan dan melancarkan pelaksanaan sesuatu usaha. Contoh: gedung sekolah (school building). hlm. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dan berjalan dengan lancar. Sedangkan menurut rumusan Tim Penyusun Pedoman Pembukuan Media Pendidikan Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. meja.17 Yang dimaksud dengan sarana sekolah yakni meliputi semua peralatan dan perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Jadi dalam hal ini fasilitas dapat disamakan dengan sarana. yang dimaksud dengan ”sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar. Sedangkan prasarana merupakan semua komponen yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses belajar mengajar atau pendidikan di sekolah. dapat dikelompokkan menjadi: (1) sarana pendidikan. tata tertib sekolah dan sebagainya. teratur. Arti sarana seringkali disamakan dengan kata fasilitas.5 Menurut Suharsimi Arikunto sarana pendidikan merupakan sarana penunjang bagi proses belajar mengajar. ruangan. makna atau definisi manajemen sarana dan Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan FIP IKIP Malang. 1993). Sebagai contoh: jalan menuju sekolah. 82 6 5 . Administrasi Pendidikan (Malang: IKIP.6 Perlengkapan sekolah. atau juga sering disebut dengan fasilitas sekolah.

cit.2 8 9 . Manajemen Perlengkapan Sekolah (Jakarta: Bumi Aksara. 114 Suharsimi Arikunto. op.8 Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa administrasi sarana sering juga disebut administrasi materiil. Secara sederhana.18 prasarana pendidikan dapat disamakan dengan makna manajemen perlengkapan sekolah. Ary H Gunawan. hlm.. Sedangkan definisi lain diungkapkan oleh Ary H Gunawan. manajemen perlengkapan sekolah dapat didefinisikan sebagai proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan pendidikan secara efektif dan efisien. agar senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses belajar mengajar sehingga PBM semakin efektif dan efesien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.7 Berdasarkan definisi sederhana tersebut maka pada hakikatnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu merupakan proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. beliau mengatakan bahwa administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara continue terhadap benda-benda pendidikan. pendayagunaan dan pengelolaan sarana pendidikan agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efesien.9 7 Ibrahim Bafadal. Administrasi Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta. hlm. 81 hlm. adalah segenap proses penataan yang bersangkut paut dengan pengadaan. 1996). 2004). atau administrasi peralatan.

besi. Sarana pendidikan yang bergerak .19 2. Sarana pendidikan yang habis dipakai. yaitu: a. Ditinjau dari habis tidaknya dipakai Apabila dilihat dari habis tidaknya dipakai. Ditinjau dari bergerak tidaknya pada saat digunakan. b. ada dua macam sarana pendidikan. Nawawi (1987) mengklasifikasikannya menjadi beberapa macam sarana pendidikan. globe dan beberapa peralatan olah raga. 2. Sarana pendidikan yang tahan lama adalah keseluruhan bahan atau alat yang dapat digunakan secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama. a. Sebagai contohnya adalah kapur tulis yang biasanya digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran. yaitu: 1. Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam hubungannya dengan sarana pendidikan. dan kertas karton yang seringkali digunakan oleh guru dalam mengajar materi pelajaran keterampilan. Sarana pendidikan yang habis dipakai adalah segala bahan atau alat yang apabila digunakan bisa habis dalam waktu yang relatif singkat. kayu. mesin tulis. Sarana pendidikan yang tahan lama. atlas. Beberapa contohnya adalah bangku sekolah. Semua contoh tersebut merupakan sarana pendidikan yang apabila dipakai satu kali pakai atau beberapa kali bisa habis dipakai atau berubah sifatnya.

Kedua. sarana pendidikan yang secara langsung dignakan dalam proses belajar mengajar. Sedangkan prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam. seperti pipanya. dan sarana pendidikan lainnya yang digunakan guru dalam mengajar. Demikian pula bangku sekolah termasuk sarana pendidikan yang bisa digunakan atau dipindahkan kemana saja. Semua peralatan yang berkaitan dengan itu. Pertama. Dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar. ada dua jenis sarana pendidikan. . 3. Lemari arsip sekolah misalnya. contohnya kapur tulis. atlas. seperti lemari arsip di kantor sekolah merupakan sarana pendidikan yang tidak secara langsung digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Misalnya saja suatu sekolah yang sudah memiliki saluran dari PDAM. sarana pendidikan yang tidak secara langsung berhubungan dengan proses belajar mengajar. merupakan sarana pendidikan yang bisa dipindahkan kemana-mana bila diinginkan. Sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak Sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak adalah semua sarana pendidikan yang tidak bisa atau relatif sangat sulit untuk dipindahkan.20 Sarana pendidikan yang bergerak adalah sarana pendidikan yang bisa digerakkan atau dipindahkan sesuai dengan kebutuhan pemakaiannya. b. Ditinjau dari hubungannya dengan proses belajar mengajar. relative tidak mudah untuk dipindahkan ke tempat-tempat tertentu.

b. ruang guru. peralatan kantor tata usaha. Fasilitas Uang. op. kantin sekolah. dan sebagainya.10 Suharsimi mengungkapkan. seperti ruang teori. ruang kepala sekolah dan tempat parker kendaraan. tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar. yaitu: a. alat komunikasi. hlm.. Fasilitas Fisik. perlengkapan ruang praktik.2 . ruang praktik keterampilan dan ruang laboratorium. perabot dan peralatan laboratorium. Prasarana yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar. kamar kecil.cit. Contohnya adalah ruang kantor. perlengkapan perpustakaan. penampil dan sebagainya. Contoh: kendaraan. yakni segala sesuatu yang dapat mempermudah suatu kegiatan sebagai akibat bekerjanya nilai uang. alat tulis menulis. ruang usaha kesehatan sekolah. Di dalam kegiatan pendidikan yang tergolong dalam fasilitas fisik atau fasilitas materiil antara lain: perabot ruang kelas. kesempatan menggunakan waktu untuk berekreasi itupun fasilitas 10 Ibrahim Bafadal. Prasarana yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar. Kalau akan diperluas lagi sebenarnya masih bisa. Pemberian pinjaman kendaraan. b. tanah dan jalan menuju sekolah. ruang perpustakaan. yakni segala sesuatu yang berupa benda atau yang dapat dibendakan. yang mempunyai peranan untuk memudahkan dan melancarkan sesuatu usaha. Fasilitas fisik juga disebut fasilitas materiil. fasilitas atau sarana secara garis besar dapat dibedakan atas dua jenis.21 a.

Alat peraga mempunyai arti yang luas. gambar-gambar. dapat berupa benda ataupun perbuatan dari yang tingkatannya paling kongkrit sampai ke yang paling abstrak yang dapat mempermudah pemberian pengertian (penyampaian konsep) kepada murid.11 Hal senada diungkapkan oleh Ary H Gunawan..22 tetapi tidak nyata sebagai benda yang dimiliki oleh sekolah. Alat pelajaran adalah semua benda yang dapat dipergunakan secara langsung oleh guru maupun murid dalam proses belajar mengajar. alat peraga dan media pendidikan. yaitu: alat pelajaran. media audio. untuk lebih mempertinggi efektifitas dan efisiensi. semanya termasuk ke dalam lingkup alat pelajaran. alat-alat tulis menulis. beliau menyatakan bahwa fasilitas atau benda-benda pendidikan dapat ditinjau dari: 11 Suharsimi Arikunto. Yang disebutkan belakangan juga memudahkan proses atau kegiatan pencapaian tujuan. Media pendidikan mempunyai peranan yang lain dari alat peraga. Dengan pengertian ini maka alat pelajaran dapat termasuk ke dalam lingkup alat peraga. Ada tiga pengertian yang biasanya dicampuradukkan. penghapus dan papan tulis maupn alat-alat praktek. Media pendidikan adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara di dalam proses belajar mengajar. media visual dan media audio visual.cit. seperti kapur. Media dapat dibedakan menjadi. Buku tulis. Alat peraga adalah semua alat pembantu pendidikan dan pengajaran. tetapi dapat pula sebagai pengganti peran guru. 82 . hlm. tetapi belum tentu semua alat peraga merupakan alat pelajaran. op.

benda-benda pendidikan dapat dibedakan menjadi: Barang bergerak atau barang berpindah atau dipindahkan. 3. perabot. Fasilitas non fisik yakni sesuatu yang bukan benda mati atau tidak dapat dibendakan yang mempunyai peranan untuk memudahkan sesuatu usaha seperti. Seperti. (b) barang tak habis pakai. halaman. Ditinjau dari fungsinya terhadap PBM. media dan lain-lain. contohnya mesin tulis. telepon. gedung/bangunan sekolah. Ditinjau dari jenisnya. spidol. komputer. contonya: kapur tulis. contoh: tanah. perabot dan sebagainya. air. atau alat peraga. tanaman. listrik. pagar. serta perabot/mebiler. Sedangkan sarana pendidikan berfungsi langsung (kehadirannya sangat menentukan) terhadap PBM. penghapus dan lain-lain. mesin tulis. manusia. alat praktek dan media pendidikan. computer. kendaraan. 2. jaringan jalan. kendaraan. prasarana pendidikan berfungsi tidak langsung (kehadirannya tidak sangat menentukan). tinta. kertas. jasa dan uang. . dikelompokkan menjadi (a) barang habis pakai. fasilitas pendidikan dapat dibedakan menjadi: Fasilitas fisik atau fasilitas material yaitu sebagai sesuatu yang berwujud benda mati atau dibendakan yang mempunyai peran untuk memudahkan atau melancarkan suatu usaha. seperti alat pelajaran.23 1. Ditinjau dari sifat barangnya.

Secara rinci. b. Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan diharapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh sekolah adalah sarana dan prasarana yang berkualitas tinggi. Untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana secara tepat dan efisien. 115 Ibrahim Bafadal. Dengan perkataan ini. tujuannya adalah sebagai berikut: a. Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Secara umum.. Prinsip-Prinsip Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Agar tujuan-tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. menara air dan lain sebagainya. sumur.12 3. dkk. menurut Ali Imron. hlm.. 5 . sebagaimana diuraikan di atas bisa tercapai. op. Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama. tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah memberikan pelayanan secara professional di bidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. bangunan atau gedung. seperti tanah.24 Barang tidak bergerak ialah barang yang tidak berpindah-pindah letaknya atau tidak bisa dipindahkan.13 4. dan dengan dana yang efisien. sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personel sekolah. op. c. sesuai dengan kebutuhan sekolah. hlm. dalam 12 13 Ary H Gunawan.cit.cit.

yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekola harus selalu memperhatikan undang-undang.25 Nur Masriyah. peraturan. yaitu bahwa pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah hars dilakukan melalui perencanaan yang seksama. Prinsip-prinsip yang dimaksud adalah: a. sehingga dapat diadakan sarana dan prasarana pendidikan yang baik dengan harga yang murah. b. Prinsip efisiensi. Apabila melibatkan banyak personel sekolah dalam manajemennya maka perlu adanya deskripsi tugas dan tanggungjawab yang jelas untuk setiap personel sekolah. Prinsip kejelasan tanggung jawab. yaitu bahwa sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus selalu dalam kondisi siap pakai bilamana akan didayagunakan oleh personel sekolah dalam rangka pencapaian tujuan proses belajar mengajar. Prinsip pencapaian tujuan. Dan pemakaiannya pun harus dengan hati-hati sehingga mengurangi pemborosan. c. . ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan di sekolah. Prinsip Administratif. instruksi dan petunjuk teknis yang diberlakukan oleh yang berwenang. d. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus di delegasikan kepada personel sekolah yang mampu bertanggungjawab.

Prinsip Kekohesifan. “Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di MAN I Malang”. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah iu harus direalisasikan dalam bentuk proses kerja yang sangat kompak.14 5. maka sekolah hendaknya membina potensi lahir dan batin secara maksimal.26 e. Bilamana hal-hal di atas dilakukan dengan baik. Skripsi. melalui pengembangan program pendidikan dan pengajaran dengan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar siswa.30 14 . 2006. maka pengelolaan sarana dan prasarana perlu dikelola dengan sebaik-baiknya. Untuk merealisasikan pendidikan yang merupakan uaaha sadar dan yang bertujuan mengembangkan kepribadian dan kemampuan siswa. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. maka sarana dan prasarana dapat dipakai dan digunakan dengan perasaan yang menyenangkan oleh para pemakainya. hlm. sesuai tujuan pendidikan dalam GBHN. bahwa sarana dan prasarana merpakan penunjang tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan. Hal yang perlu diperhatikan adalah masalah pemeliharaan dan pengawasan tentang sarana dan prasarana tersebut. Fakultas Tarbiyah UIN Malang. Proses Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Seperti kita ketahui bersama. Dengan demikian sekolah merupakan salah satu tempat untuk mewujudkan pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. maka sekolah perlu meningkatkan mutu pendidikan. Nur Masriyah. Untuk melaksanakan hal tersebut.

op.7 .cit. Inventarisasi 15 16 Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan FIP IKIP Malang. hlm. pendistribusian. op.152 Ibrahim Bafadal. pengadaan.cit. inventarisasi dan penghapusan. Penggunaan dan Pemeliharaan 4. Kegiatan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: 16 Gambar 2. Pengamanan itu hendaknya secara menyeluruh. yaitu pengamanan perencanaan. Pendistribusian • Pengalokasian • Pengiriman 3. hlm.. Pengadaan • Analisis kebutuhan • Analisis anggaran • Seleksi • Keputusan • Pemerolehan 5.15 Ibrahim Bafadal menyatakan bahwa kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan itu meliputi: pengadaan.1 Proses Manajemen Sarana dan Prasarana 1. Penghapusan 2.27 Tujuan pemeliharaan agar kekayaan yang besar nilainya itu memperoleh pengamanan yang baik. pendayagunaan dan penghapusan. pemakaian dan pemeliharaan..

dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun anggaran mendatang. ketiga dan seterusnya untuk dilaksanakan yang disesuaikan dengan tersedianya dana dan tingkat kepentinagannya. Freedman dan kawan-kawannya mengatakan. Berkenaan dengan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah ada beberapa hal yang perlu difahami. Perencanaan yang baik dan teliti akan berdasarkan analisis kebutuhan. dan penentuan skala priorotas bagi kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan urutan pertama.28 1. menggantikan barang-barang yang rusak. R. Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Suatu kegiatan administrasi/manajemen/pengelolaan yang baik dan tidak gegabah (sembrono) tentu diawali dengan suatu perencanaan (planning/programming) yang matang dan baik dilaksanakan demi menghindari diinginkan. bahwa terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak perencanaan atau rencana (planning/programming) adalah pengetrapan . Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Aktifitas pertama dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah pengadaan sarana dan prasarana. dihapuskan atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan pergantian. kedua. hilang. di antaranya yakni: a. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di sekolah.

Merancang setiap proses yang terpisah-pisah sesuai dengan spesifikasi pendidikan yang diusulkan. 17 Ary H. di antaranya adalah seorang teoretisi administrasi pendidikan. 5.29 secara sistematik daripada pengetahuan yang tepat guna untuk mengontrol dan menentukan arah kecendrungan perubahan. 6. Jones (1969). Mengembangkan Educational Specification untuk setiap proyek yang terpisah-pisah dalam usulan master plan. kepada tujuan yang telah ditetapkan. hlm. 3.cit. op.17 Akhir-akhir ini telah banyak teoritisi yang mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan (sarana dan prasarana) pendidikan di sekolah.117 . Jones menegaskan bahwa langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah sebagai berikut: 1. Memilih kebutuhan utama berdasarkan hasil survey. Melakukan survey ke seluruh unit sekolah untuk menyusun master plan untuk jangka waktu tertentu. 4. Gunawan. Mengembangkan atau menguatkan tawaran atau kontrak dengan melaksanakan sesuai dengan gambaran kerja yang diusulkan. yaitu Jame J. Menganalisis kebutuhan pendidikan suatu masyarakat dan menetapkan program untk masa yang akan datang sebagai dasar untuk mengevaluasi keberadaan fasilitas dan membuat model perecanaan perlengkapan yang akan datang. 2.

. dapat ditegaskan bahwa proses perencanaan pengadaan sarana dan prasarana di sekolah tidak mudah. Penilaian kembali Berdasarkan uraian tentang prosedur perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah sebagaimana dikemukakan di atas. rinci dan teliti berdasarkan informasi yang realistis tentang kondisi sekolah. Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan bukanlah sekadar sebagai upaya pencarian ilham. Penetapan spesifikasi 4.30 7. Pembentukan panitia pengadaan barang atau perlengkapan 2. Melengkapi perlengkapan gedung dan meletakkannya sehingga siap untuk digunakan Dua orang teoritisi administrasi lainnya yang menjelaskan tentang prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah Emery Stoops dan Russel E. Penetapan kebutuhan perlengkapan 3. melainkan upaya memikirkan perlengkapan yang diperlukan di masa yang akan datang dan bagaimana pengadaannya secara sistematis. Rekomendasi 7. Penetapan harga satuan perlengkapan 5. Pengujian segala kemungkinan 6. Johnson (1969). Pasangan penulis tersebut menegaskan bahwa prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah: 1. Agar prinsip-prinsip tersebut betul-betul terpenuhi.

untuk membeli sarana dan prasarana di sekolah dapat ditempuh dengan cara membeli di pabrik. Hadiah atau sumbangan.31 semua pihak yang dilibatkan atau ditunjuk sebagai panitia perencanaan pengadaan perlengkapan di sekolah perlu mengetahui dan mempertimbangkan program pendidikan. Seringkali sekolah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan dari pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. membeli di toko dan memesan. op. perlengkapan yang sudah dimiliki. 2. Dinas Pendidikan Nasional Provinsi. sehingga sekolah dituntut untuk selalu berusaha juga melakukan pengadaan perlengkapan dengan cara lain.18 b. dana yang tersedia dan harga pasar. hlm. dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. antara lain dengan cara: 1. 27 .. Pembelian. perlengkapan sekolah juga bisa diperoleh dari hadiah atau 18 Ibrahim Bafadal.cit. Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana yang telah disusun sebelumnya. Namun bantuan tersebut dalam jumlah terbatas dan tidak selalu ada. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah untuk mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan sekolah. selain dengan cara membeli.

20 Daryanto menyatakan.19 2. Dalam rangka itu. Ibid. (3) penyerahan barang.32 sumbangan perorangan maupun organisasi. Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggungjawab dari seorang penanggungjawab penyimpanan kepada unit-unit atau orangorang yang membutuhkan barang itu. 32 Ibrahim Bafadal. (2) pengiriman barang. Pihak-pihak yang dapat dipinjam adalah kepala sekolah. wakil kepala sekolah. 4. pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah bisa dilakukan dengan cara meminjam kepada pihak-pihak tertentu. yaitu: (1) penyusunan alokasi barang. 38 .. untuk memperoleh tambahan sarana dan prasarana. badan-badan atau lembaga-lembaga tertentu. 3.. hlm. pengelola sarana dan prasarana sekolah bisa mengadakan hubungan kerjasama dengan pengelola sarana dan prasarana sekolah lainnya. hlm. Meminjam. Hubungan kerjasama tersebut berupa saling menukar perlengkapan sekolah. Ibid. Pendistribusian Sarana dan Prasarana Sekolah Barang-barang perlengkapan sekolah (sarana dan prasarana) yang telah diadakan dapat didistribusikan. Tukar menukar. ada beberapa prinsip administrasi penyimpanan peralatan dan perlengkapan pengajaran sekolah: 19 20 Ibrahim Bafadal. guru-guru ataupun orang tua murid. ada tiga langkah yang sebaiknya ditempuh oleh bagian penanggungjawab penyimpanan atau penyaluran.

hlm. Karena pelaksanaan tanggungjawab ini hanya bersifat ketatausahaan maka kurang tepat jika kepala atau guru sendiri yang langsung melaksanakannya yang paling tepat adalah pegawai tata usaha.21 Sedangkan Ary H. berpendapat bahwa dalam lingkungan yang sempit seperti di lingkungan sekolah/fakultas. Gunawan. d. 2001). Administrasi pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta. e. maksudnya bila diperlukan sewaktu-waktu segera dapat disediakan. Harus diadakan inventarisasi secara berkala. Tanggungjawab untuk pelaksanaan yang tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus dirumuskan secara terperinci dan difahami dengan jelas oleh semua pihak yang berkepentingan. Mudah didapat bila sewaktu-waktu diperlukan. Pendistribusian peralatan dan perlengkapan pengajaran ini harus berada dalam tanggung jawab salah seorang anggota staf yang ditunjuk. 52 . lembab. Harus mudah dikerjakan baik untuk menyimpan maupun yang keluar alat. Semua penyimpanan harus diadministrasikan menurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu digunakan. b. Kebijaksanaan pendistribusian ini hendaklah ditekankan kepada efisien dan fleksibilitas. Semua alat-alat dan perlengkapan harus disimpan di tempat-tempat yang bebas dari faktor-faktor perusak. lapuk dan serangga. c. maka kegiatan penyaluran dapat berwujud pendistribusian atau kegiatan 21 Daryanto. f.33 a. seperti: panas.

Gunawan. laboratorium. Sedangkan dengan prinsip efisisiensi berarti pemakaian semua sarana dan prasarana pendidikan di sekolah secara hemat dan dengan hati-hati 22 Ary H. Dengan prinsip efektifitas berarti semua pemakaian sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus digunakan semata-mata dalam rangka memperlancar pencapaian tujuan pendidikan sekolah.. Atas pelimpahan itu pula pihak-pihak tersebut berhak memakainya utnuk kepentingan proses pendidikan di sekolahnya. tata usaha atau personel sekolah berarti barang-barang tersebut sudah berada dalam tanggungjawab bagian-bagian atau personel sekolah tersebut. ada dua prinsip yang harus selalu diperhatikan yaitu prinsip efektifitas dan prinsip efisiensi. Penggunaan dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan a. baik secara langsng maupun tidak langsung.34 membagi/mengeluarkan barang sesuai kebutuhan guru/dosen/seksi bagian dalam instansi/sekolah/fakultas tesebut utnuk keperluan kegiatan belajar mengajar serta perkantoran.cit.144 . op. Kegiatan penyaluran barang yang baik melipputi penyusunan alokasi.22 3. perpustakaan. Dalam kaitan dengan pemakaian perlengkapan pendidikan itu. Penggunaan/Pemakaian Sarana dan Prasarana Pendidikan Begitu barang-barang yang telah diadakan itu didistribusikan kepada bagian-bagian kelas. pengiriman barang (untuk pusat-pusat penyalur) dan penyerahan barang. hlm.

atau membawanya ke bengkel servis.42 . Pemeliharaan menurut ukuran waktu dapat dilakukan setiap hari (setiap akan/sesudah memakai) dan secara berkala atau dalam jangka waktu tertentu sesuai petunjuk penggunaan (manual). Pemeliharaan yang dilakukan menurut keadaan barangnya dilakukan terhadap barang habis pakai dan barang tak habis pakai.23 b.cit. Pemeliharaan tersebut dapat dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggungjawabnya. kapur dan sebagainya dengan penyimpanan yang baik (aman. hlm. sebelum 23 Ibrahim Bafadal. rusak atau hilang. Dengan demikian kegiatan rutin untuk mengusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik dan berfungsi baik pula (running well) disebut pemeliharaan atau perawatan (service). tidak lembab. Kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan menurut ukuran waktu dan menurut ukuran keadaan barang. atau memanggil tukang/ahli servis untuk melakukannya. misalnya 2 atau 3 bulan sekali (seperti mesin tulis) atau jam pakai tertentu (mesin statis). bebas hama dan sebagainya). Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Agar setiap barang yang kita miliki senantiasa dapat berfungsi dan digunakan dengan lancar tanpa banyak menimbulkan gangguan/hambatan maka barang-barang tersebut perlu dirawat secara baik dan kontinu untuk menghindari adanya unsur-unsur pengganggu/perusaknya. op.. seperti pemeliharaan terhadap kertas.35 sehingga semua perlengkapan yang ada tidak mudah habis.

Pemeliharaan terhadap tanah dan gedung. Gunawan. Kegiatan Secata tersebut definitive. merupakan inventarisasi adalah pencatatan dan penyusunan daftar barang milik Negara secara sistematis. Terhadap barang tak habis pakai seperti mesin tlis. dilakukan pembersihan. menyapu. Pada prinsipnya kegiatan pemeliharaan dilakukan agar setiap sarana dan prasarana itu senantiasa siap pakai dalam proses/kegiatan belajar mengajar. 225/MK/V/4/1971 barang milik Negara adalah berupa semua barang yang 24 Ary H. 146 . Inventarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah Salah satu aktifitas dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah mencatat semua perlengkapan yang dimiliki oleh sekolah. pengecatan.cit. tertib dan teratur berdasarkan ketentan-ketentuan atau pedoman-pedoman yang berlaku. kreatifitas serta rasa tanggung jawab dan rasa “handar beni” adalah kunci dari keberhasilan kegiatan pemeliharaan demi optimalisasi daya pakai dan daya guna setiap barang kita. Aktifitas. Menurut keputusan Menteri Keuangan RI Nomor kep..24 4.36 barang tersebut dipakai atau dalam penyimpanan. kendaraan dan sebagainya dilakukan servis bila keadaan pemakaiannya ternyata sudah kurang enak atau kurang lancar. kegiatan pencatatan semua perlengkapan itu disebut dengan istilah inventarisasi suatu perlengkapan proses yang pendidikan. berkelanjutan. Lazimnya. hlm. secara rutin berkala. mengepel dan lain sebagainya. op.

tertanggal 30 Maret 1991. Ada beberapa landasan hukum yang mendasari kegiatan inventarisasi perlengkapan sekolah. Berdasarkan edaran surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tanggal 16 Januari 1997 No. provinsi.37 berasal atau dibeli dengan dana yang bersumber baik secara keseluruhan atau sebagainya. mempermudah dalam pemeliharaan dan pengawasan. tertanggal 24 Mei 1980. inventarisasi mampu menyediakan data dan informasi untuk perencanaan. Stoop dan Jhonson menyatakan bahwa dalam pelaksanaan sehari-hari kepala sekolah selaku administrator dapat . Lebih lanjut. Sebagaimana yang dikutip oleh Ibrahim Bafadal. tertanggal 13 April 1971 3. Intruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4/M/1980. 4. 225/MK/V/4/1971. pengurusan barang-barang di sekolah dasar dilakukan oleh kepala sekolah sendiri. 2/MPK/1979. Melalui inventarisasi perlengkapan pendidikan diharapkan akan tercipta ketertiban administrasi barang. tertanggal 23 Oktober 1971. maupun daerah otonom. baik yang berada di dalam maupun luar negeri. baik pusat. dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ataupun dana lainnya yang barang-barangnya di bawah penguasaan pemerintah. penghematan keuangan. Surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9 tahun 1971. Instruksi Presiden RI Nomor 3 tahun 1971. Surat keputusan Menteri Keuangan Nomor kep. yaitu: 1. 2.

yaitu: 1. kertas. Setelah itu. Sedangkan khusus barangbarang bukan inventaris dicatat di dalam buku induk bukan inventaris dan kartu (bisa berupa buku) stok barang. Kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan dan pembuatan kode barang perlengkapan Barang-barang perlengkapan di sekolah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. pita mesin tulis dan barang-barang yang statusnya tidak jelas. pencatatan perlengkapan pendidikan di sekolah yang tertib dan teratur dapat digambarkan sebagai berikut:25 25 Ibrahim Bafadal. seperti kapur tulis.cit. papan tulis. Baik barang inventaris maupun barang bukan inventaris yang diterima sekolah harus dicatat di dalam buku penerimaan. seperti meja. karbon. bangku. op. Sedangkan barang-barang bukan inventaris adalah semua barang habis pakai.. hlm. Kegiatan inventarisasi perlengkapan pendidikan meliputi dua kegiatan. buku perpustakaan sekolah dan perabot-perabot lainnya. Dengan demikian. khusus barang-barang inventaris dicatat di dalam buku induk inventaris dan buku golongan inventaris. yaitu barang inventaris dan barang bukan inventaris. Barang inventaris adalah keseluruhan perlengkapan sekolah yang dapat digunakan secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama.38 menunjuk stafnya atau guru-guru untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab tersebut.57 .

39 Gambar 2.2 Tata Cara Pencatatan Perlengkapan Sekolah Ada barang baru Pencatatan di dalam buku penerimaan Pengelompokan barang baru Inventaris Bukan inventaris Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan inventaris perlengkapan pendidikan di sekolah adalah membuat kode barang dan menuliskannya pada badan perlengkapan pendidikan di sekolah. Kode tersebut ditulis pada barang yang sekiranya mudah dilihat dan dibaca. Kode barang adalah sebuah tanda yang menunjukkan kepemilikan barang. terutama yang tergolong sebagai barang inventaris. Tujuan pembuatan dan penulisan kode adalah untuk memudahkan semua pihak dalam mengenal kembali semua perlengkapan pendidikan .

. Bilamana demikian halnya. hlm. Biasanya di sekolah itu ada barang rutin dan barang proyek. Oleh karena itu.61 . penanggungjawab maupun jenis dan golongannya. yaitu departemennya. barang-barang tersebut harus selalu dijaga agar tidak hilang 26 27 Ibrahim Bafadal. dengan warna yang berbeda dari warna dasar barang sehingga mudah dibaca. pada setiap bulan Juli. termasuk perlengkapan baru kepada pemerintah.26 2. Ukurannya disesuaikan dengan besar kecelnya barang perlengkapan yang akan diberi kode. Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Barang-barang yang ada di sekolah adalah barang milik Negara. Laporan tersebut seringkali disebut dengan istilah laporan mutasi barang. maka pelaporannya pun harus dibedakan. Biasanya kode barang itu berbentuk angka atau numerik. Ibid. baik ditinjau dari kepemilikan.40 di sekolah. Semua perlengkapan pendidikan di sekolah atau barang inventaris sekolah harus dilaporkan. Ibid.27 5. Dengan demikian. hlm.59 Ibrahim Bafadal.. Sekolah-sekolah swasta wajib melaporkannya kepada yayasannya. Kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan laporan. Pelaporan tersebut dilakukan sekali dalam setiap triwulan. Misalnya. Biasanya warna kode tersebut adalah putih atau hitam. ada laporan barang rutin dan laporan barang proyek. Oktober. Januari dan April tahun berikutnya.

meringankan beban kerja inventarisasi 3. Pemborosan biaya untuk pengamanan barang-barang kelebihan atau barang-barang lain yang karena beberapa sebab tidak dipergunakan lagi. Dimensi Administrasi (Surabaya: Usaha Nasional. 28 Piet A. hlm.1994). membebaskan barang dari tanggung jawab satuan organisasi yang mengurusnya menurut peraturan dan ketentuan yang berlaku.41 atau lekas rusak. yang disebabkan oleh: a.28 Walaupun penghapusan barang-barang ada keuntungannya tetapi tidaklah gampang bagi suatu instansi untuk mengadakan penghapusan. mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi kerugian yang lebih besar. 198 . Yang dimaksud dengan penghapusan adalah kegiatan yang mempunyai tujuan untuk menghapuskan barang-barang milik Negara dari daftar inventaris Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sahertian. 2. b. Walaupun demikian apabila barang-barang tersebut sudah dimanfaatkan terlalu lama akan sampai pulalah pada saat memudar daya gunanya. Sebagai salah satu fungsi dari pengelolaan perlengkapan. penghapusan mempunyai arti: 1. Pengeluaran yang semakin besar untuk pemeliharaan/perbaikan barang-barang yang kondisinya semakin buruk. Daripada mendatangkan kerugian yang besar bagi pihak sekolah maka barang tersebut lebih baik disingkirkan/dihapus saja.

terbakar. 5. arau mesin tulis biasa yang sudah harus diganti dengan IBM. tetapi dengan mesin tulis yang hampir rusak harus diselesaikan dalam waktu 10 hari. akan rusak dan tidak dapat dipakai lagi. 7. Perbaikan akan menelan biaya yang besar sekali sehingga merupakan pemborosan uang Negara. 4. Untuk melakukan penghapusan atau penyingkiran (afkeur) pelaksana harus memperhatikan tahap-tahap sebagai berikut: . Ada penurunan efektifitas kerja. Dalam keadan rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki atau dipergunakan lagi 2.42 Barang-barang yang dapat dihapuskan dari daftar inventaris harus memenuhi salah satu atau lebih dari syarat-syarat di bawah ini: 1. misalnya mesin hitung yang sudah diganti dengan kalkulator. Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masa kini. Barang kelebihan yang jika disimpan lebih lama. Dicuri. diselewengkan. musnah akibat bencana alam. secara teknis dan ekonomis kegunaan tidak seimbang dengan biaya pemeliharaan. dan sebagainya. 6. Penyusutannya berada di luar kekuasaan pengurus barang (misalnya bahan-bahan kimia). 8. 3. misalnya dengan mesin tulis baru sebuah konsep dapat diselesaikan dalam waktu lima hari.

29 Suharsimi Arikunto. c. Prosedurnya adalah sebagai berikut: a. 2. Mengikuti cara pelanggan yang berlaku.43 1. 89 . Proses penghapusan/penyingkiran harus disaksikan oleh atasan 5. Membuat surat pemberitahuan kepada atasan bahwa akan diadakan penyingkiran dengan menyebutkan barang-barang yang hendak disingkirkan. Pemilihan barang yang akan dihapuskan dilakukan setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan. 3. Memperhitungkan faktor-faktor penyingkiran dan penghapusan ditinjau dari segi nilai uang. b. yang menyebutkan banyaknya nama barang.29 Sebagaimana disampaikan oleh Ary H.cit. 4. dsb) yang bersangkutan. Menghapus dengan menjual barang-barang melalui kantor lelang Negara. Gunawan. yaitu: 1. dalam pelaksanaan penghapusan dikenal dua jenis cara. hlm. Membuat berita acara tentang pelaksanaan penyingkiran. Melaksanakan sesuai prosedur lelang. Melaksanakan penyingkiran dengan cara-cara mengadakan lelangan. Pembentukan Panitia Penjualan oleh Pimpinan Unit Utama (Rektor.. Kopertis. d. keadaan barang yang dilelang serta nama dan alamat pelelang serta harga jualnya. Pembuatan “risalah lelang” oleh kantor lelang. op. menghibahkan kepada badan/orang lain atau membakar.

MPO.cit. 2. maka kita harus melihat kepada kata arab karena ajaran Islam diturunkan dalam bahasa tersebut. 151 . Biaya lelang dan biaya lainnya (dana sosial.. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa arabnya “tarbiyah wa ta’lim” 30 Ary Gunawan. Kata “pendidikan” yang umum kita gunakan sekarang dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah”. Pengertian Pendidikan Agama Islam Bila kita akan melihat pengertian pendidikan dari segi bahasa. dengan kata kerja “rabba”.30 B. Pembayaran uang lelang yang disetorkan pada kas Negara.44 e. Kata pengajaran dalam bahasa arabnya adalah “ta’lim” dengan kata kerjanya “‘allama”. serta mengikuti segala tata cara pemusnahan yang berlaku (dibakar. Pemusnahan Terhadap barang barang yang diusulkan untuk dihapus sesuai surat keputusan untuk/harus dimusnahkan. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1. dikubur. f. hlm. dsb). selambat-lambatnya tiga hari kerja setelah hari lelang. op. maka pemusnahannya dilakukan unit kerja yang bersangkutan dengan disaksikan oleh pejabat pemerintah daerah setempat (minimal Lurah/Kades) dan atau kepolisian Negara. dsb) yang dibebankan pada pembeli/pemenang lelang.

hlm. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Angkasa. 25 As-Syu’ara’:18)33 Kedua ayat di atas menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tarbiyah adalah proses persiapan dan pengasuhan pada fase pertama pertumbuhan manusia. kita mendapatkannya di dalam al-Qur’an seperti pada ayat: ‫واﺧﻔﺾ ﻟﻬﻤﺎ ﺟﻨﺎح اﻟﺬل ﻣﻦ اﻟﺮﺣﻤﺔ وﻗﻞ رب ارﺣﻤﻬﻤﺎآﻤﺎرﺑﻴﺎﻧﻰ‬ ِ َ ‫َ ْ ِ ْ َ ُ َ َ َ َ ﱡ ﱢ ِ َ ﱠ ْ َ ِ َ ُ ْ ﱠ ﱢ ْ َ ْ ُ َ َ َ َﱠ‬ ‫ﺻﻐﻴﺮا‬ ً ِْ َ (٢٤:‫)اﻹﺳﺮاء‬ Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhankui. Penggunaan kata-kata tarbiyah pada ayat pertama menunjukkan bahwa pendidikan pada fase ini menjadi tanggungjawab 31 32 33 Zakiyah Daradjat.25 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya (Semarang: Karya Toha Putra..227 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya. atau menurut istilah yang kita gunakan dewasa ini adalah pada fase bayi dan kanak-kanak. hlm.dkk. 1996).1996).45 sedangkan pendidikan Islam dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah Islamiyah”. 293 . Ibid. kasihanilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil . waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu?”(QS. (QS. hlm. 17 Al-Isra’:24) 32 (١٨:‫ﻗﺎل أﻟﻢ ْ ﻧﺮﺑﻚ ﻓﻴﻨﺎ وﻟﻴﺪا وﻟﺒﺜﺖ ﻓﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﻋﻤﺮك ﺳﻨﻴﻦ )اﻟﺸﻌﺮاء‬ َ ْ ِ ِ َ ِ ُ ُ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ِ َ‫َ َ َ َ ُ َ ﱢ َ ِ ْ َ َِ ْ ً ﱠ‬ Fir’aun menjawab: “Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami.31 Kata Tarbiyah.

46

keluarga. Ibu dan ayah bertanggungjawab mengasuh dan mengasihi anak yang masih kecil dan berada dalam situasi ketergantungan. Dalam ayat kedua, Fir’aun menyebut-nyebutkan kebaikannya tehadap Musa a.s bahwa ia telah mendidiknya semasa kecil dan tidak memasukkannya ke dalam golongan anak-anak yang dibunuh ketika itu. Fir’aun juga mengingatkan Musa a.s bahwa ia telah berada dalam naungan keluarga untuk beberapa tahun lamanya. Demikianlah, bahwa istilah tarbiyah di dalam dua ayat di atas berkaitan erat dengan proses persiapan dan pemeliharaan pada masa kanak-kanak di dalam keluarga.34 Kata lain yang mengandung arti pendidikan itu ialah sabda Rasul SAW:

‫أدب‬

seperti

(‫أد ﺑﻨﻰ رﺑﻰ ﻓﺄﺣﺴﻦ َﺄ ِﻳ ِﻰ )اﻟﺤﺪﻳﺚ‬ ‫َ ﱠ َ ِ َ ِ ََ ْ َ َ ﺗ ْد ْﺒ‬
“Tuhan telah mendidikku, maka Ia sempurnakan pendidikanku.” Kata “ta’lim” dengan kata kerjanya “‘allama” juga sudah digunakan pada zaman Nabi. Baik dalam Al-Qur’an, Hadits atau pemakaian sehari-hari. Kata ini lebih banyak digunakan daripada kata tarbiyah tadi. Dari segi bahasa, perbedaan arti dari kedua kata itu cukup jelas. Bandingkanlah penggunaan dan arti kata berikut ini dengan kata “rabba”, “addaba”, “nasya’a” dan lain-lain. Firman Allah:

‫وﻋﻠﻢ ﺁدم اﻷﺳﻤﺎء آﻠﻬﺎ ﺛﻢ ﻋﺮﺿﻬﻢ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﻼءآﺔ ﻓﻘﺎل أﻧﺒﺌﻮﻧﻲ‬ ِ ْ ُ ِ ْ َ َ َ َ ِ َ ِ َ َ ْ ََ ْ ُ َ َ َ ‫َ َﱠ َ َ َ َ ْ َ َ ُﱠ َ ُ ﱠ‬
(٣١:‫ﺑﺄﺳﻤﺎء هﺆﻻء ان آﻨﺘﻢ ﺻﺎدﻗﻴﻦ )اﻟﺒﻘﺮة‬ َ ْ ِ ِ َ ْ ُْ ُ ْ ِ ِ َ ُ َ ِ َ ْ َِ

34

Abdul Fattah Jalal, Azas-Azas Pendidikan Islam (Bandung: Diponegoro,1988), hlm.28

47

“Dan dia

mengajarkan kepada Adam nama-nama(benda-benda)

seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar”. (Q.S. Al-Baqarah: 31) 35 Firmannya lagi:

‫وورث ﺳﻠﻴﻤﺎن داودوﻗﺎل ﻳﺂ أﻳﻬﺎاﻟﻨﺎس ﻋﻠﻤﻨﺎ ﻣﻨﻄﻖ اﻟﻄﻴﺮواوﺗﻴﻨﺎﻣﻦ‬ ْ ِ َ ْ ِ ْ َُ ِ ْ ‫َ َ ِ َ َُ ْ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ﱡ َ ﱠ ُ ُﱢ ْ َ َ ْ ِ َ ﱠ‬ ٍْ َ ‫ُ ﱢ‬ (١٦:‫ ِان هﺬا َﻟﻬﻮاﻟﻔﻀﻞ اﻟﻤﺒﻴﻦ )اﻟﻨﻤﻞ‬P‫ﻗﻠﻲ‬P ‫آﻞ ﺷﻲء‬ ُ ْ ُِ ُ ْ َ َ ُ َ َ ‫ﱠ‬
“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata.” (Q.S. An-Naml: 16) 36 Kata “‘allama” pada kedua ayat tadi mengandung pengertian sekedar memberi tahu atau memberi pengetahuan, tidak mengandung arti pembinaan kepribadian Nabi Sulaiman melalui burung, atau membina kepribadian Nabi Adam melalui nama benda-benda. Lain halnya dengan pengertian “rabba”, “addaba” dan sebangsanya.37 Sedangkan pengertian pendidikan agama Islam secara istilah seperti yang telah diungkapkan oleh beberapa pakar pendidikan: menurut Zakiyah Daradjat pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara

35 36 37

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, op.cit., hlm.6 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, Ibid., hlm 301 Zakiyah Daradjat,dkk. op.cit., hlm.2

48

menyeluruh. Lalu menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Tayar Yusuf mengartikan pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan, kecakapan dan keterampilan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia bertaqwa kepada Allah swt. Sedangkan menurut A. Tafsir Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan yang diberikan seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai ajaran Islam.38 Di dalam GBPP PAI di sekolah umum, dijelaskan bahwa pendidikan agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami dan menghayati, dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.39 2. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam Secara umum, pendidikan agama Islam bertujuan untuk

“meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.”

Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004 (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005), hlm.130 Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001), hlm. 75
39

38

49

Dari tujuan itu dapat ditarik beberapa dimensi yang hendak ditingkatkan dan dituju oleh kegiatan pendidikan agama Islam, yaitu: (1) dimensi keimanan peserta didik terhadap ajaran agama Islam, (2) dimensi pemahaman atau pelajaran (intelektual) serta keilmuan peserta didik terhadap ajaran agama Islam, (3) dimensi penghayatan atau pangalaman bathin yang dirasakan peserta didik dalam menjalankan ajaran Islam, dan (4) dimensi pengamalannya, dalam arti bagaimana ajaran Islam yang telah diimani, difahami dan dihayati oleh peserta didik itu mampu diamalkan dalam kehidupan pribadi, sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. dan berakhlak mulia, serta diaktualisasikan dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.40 Adapun tujuan pendidikan agama Islam menurut beberapa ahli atau tokoh pendidikan Islam sebagai berikut: Imam al-Ghozali berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam yang hendak dicapai adalah; pertama, kesempurnaan manusia, yang puncaknya adalah dekat dengan Allah. Kedua, kesempatan manusia, yang puncaknya kebahagiaan di dunia dan akhirat. Karena itu, pendidikan tersebut berusaha mengajar manusia agar mampu menggapai tujuan-tujuan yang dirumuskan tadi. Jadi, menurut al-Ghozali ada dua tujuan pendidikan yang ingin dicapai sekaligus, pertama, kesempurnaan manusia yang bertujuan mendekatkan diri, dalam arti kualitatif kepada Allah swt., kedua, kesempurnaan manusia yang dimaksud adalah kebahagiaan di dunia dan akhirat. Untuk menjadikan insan
Muhaimin, dkk. Strategi Belajar Mengajar: Penerapannya Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama (Surabaya: Citra Media, 1996), hlm.2
40

dapat . serta mendorong aspek-aspek itu ke arah kebaikan atau kesempurnaan hidup. imajinasi (fantasi). Muhammad Athiyah al-Abrasi berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam secara umum sebagai berikut: (a) membantu pembentukan akhlak mulia. Menurut Marimba tujuan akhir pendidikan Islam adalah terbentuknya kepribadian muslim. teknis. dan keterampilan tertentu agar ia dapat mencapai rezeki dalam hidup di samping memelihara segi kerohanian. dan (e) menyiapkan pelajar dari segi professional. mengamalkannya dan menghadapi berbagai cobaan yang mungkin terjadi dalam proses pendidikan itu. keilmiahan. Oleh karena itu. tetapi mengalami proses yang panjang dan ada prasyarat-prasyarat yang harus dipenuhi diantaranya mempelajari berbagai ilmu. Dengan uraian singkat. kecerdasan. supaya dapat menguasai profesi. (b) persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat. jasmani. pendidikan Islam harus mengembangkan seluruh aspek kehidupan manusia baik spiritual. bahasa. (c) persiapan mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan. perasaan dan panca indera sehingga memiliki kepribadian yang utama.50 kamil (manusia paripurna) tidaklah tercipta dalam sekejap mata. (d) menumbuhkan semangat ilmiah (scientific spirit) pada pelajar dan memuaskan keinginan dalam arti untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu. intelektual. akal fikiran. Dari beberapa pendapat tersebut di atas maka dapat ditarik suatu pengertian bahwa tujuan pendidikan Islam yaitu mencapai keseimbangan pertumbuhan diri pribadi manusia muslim secara menyeluruh melalui latihan kejiwaan.

Pengembangan. 2004). pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan ketaqwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. 2. Penyesuaian mental. 3. yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam.41 Kurikulum pendidikan agama Islam untuk sekolah/madrasah berfungsi sebagai berikut: 1.51 difahami bahwa tujuan pendidikan Islam adalah meningkatkan taraf kehidupan manusia melalui seluruh aspek yang ada sehingga sampai kepada tujuan yang telah ditetapkan dengan proses tahap demi tahap. hlm. yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah swt yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga.8 41 . Sekolah berfungsi untuk menumbuhkembangkan lebih lanjut dalam diri melalui bimbingan. Pada dasarnya dan pertama-tama kewajiban menanamkan keimanan dan ketaqwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga. Penyesuaian mental yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik Zuhairini dan Abdul Ghofir. Penanaman nilai sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Metodologi Pmebelajaran Pendidikan Agama Islam (Malang: Universitas Negeri Malang. Manusia akan dapat mencapai kematangan hidup setelah mendapatkan bimbingan dan usaha melalui proses pendidikan.

Pendekatan nilai universal (makro) yaitu suatu program yang dijabarkan dalam kurikulum. artinya pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada anak untuk memudidayakan nilai agama Islam. 7. Pengajaran. dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan. b. Penyaluran. Feisal berpendapat bahwa terdapat beberapa pendekatan yang digunakan dalam memainkan fungsi agama Islam di sekolah: a. 5. 4.52 lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam. Perbaikan. pemahaman dan pengamalan ajaran dalam kehidupan sehari-hari. tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum (alam nyata dan nir-nyata). kekurangankekurangan. Pendekatan Meso. yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan. . 6. yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya. Pencegahan. sistem dan fungsionalnya. yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain.

134 .42 3. hlm. menetapkan dan mengembangkan cara-cara (strategi) pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan sesuai kondisi yang ada agar kurikulum dapat diaktualisasikan dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar terwujud dalam diri peserta didik.cit. Pembelajaran terkait dengan bagaimana (how to) membelajarkan siswa atau bagaimana membuat siswa dapat belajar dengan mudah dan terdorong oleh kemauannya sendiri untuk mempelajari apa (what to) yang Yang Mempengaruhi Pembelajaran Pendidikan teraktualisasikan dalam kurikulum sebagai kebutuhan (needs) siswa. yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. artinya program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada anak untuk membudidayakan nilai agama Islam. informasi. Pendekatana Makro. Karena itu. Pendekatan Ekso.. 42 Abdul Majid dan Dian Andayani. op. d. artinya pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kecukupan keterampilan seseorang sebagai professional yang mampu mengemukakan ilmu teori. Selanjutnya. pembelajaran berupaya menjabarkan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum dengan menganalisis tujuan pembelajaran dan karakteristik isi bidang studi pendidikan agama yang terkandung di dalam kurikulum.53 c. Faktor-Faktor Agama Islam. yang menurut Sudjana disebut kurikulum ideal/potensial. dilakukan kegiatan untuk memilih.

. op. Ketiga komponen tersebut adalah (a) kondisi pembelajaran pendidikan agama. Kondisi Pembelajaran Pendidikan Agama Adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pengguanaan metode dalam meningkatkan hasil pembelajaran PAI. Ketiga komponen tersebut memiliki interalisasi sebagaimana tergambar berikut: 43 Gambar 2. dan pengembangan metode pembelajaran 43 PAI. (b) metode pembelajaran pendidikan agama.54 Dalam pembelajaran terdapat tiga komponen utama yang saling berpengaruh dalam proses pembelajaran pendidikan agama.cit. hlm. penetapan.146 . Karena itu. Faktor kondisi ini berinteraksi dengan pemilihan. dan (c) hasil pembelajaran pendidikan agama. perhatian kita adalah berusaha Muhaimin.3 Interelasi Variabel Pembelajaran Kondisi pembelajaran 1 2 Hasil pembelajaran Metode Pembelajaran a.

yaitu tujuan pembelajaran PAI. Semua metode pembelajaran tersebut dapat dipilih. metode pembelajaran PAI dapat berbeda-beda menyesuaikan dengan hasil pembelajaran dan kondisi pembelajaran yang berbeda-beda pula. yaitu strategi . Pada dasarnya. metode pembelajaran tidak dapat dimanipulasi maka metode atau cara tersebut berubah menjadi kondisi pembelajaran.55 mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor-faktor yang termasuk kondisi pembelajaran. sumber belajar PAI yang tersedia. b. Dalam kegiatan penetapan metode pembelajaran PAI diperlukan perencanaan pembelajaran yang profesional. jika dalam suatu situasi. semua cara dapat dimanipulasi oleh perancang atau pengembang pembelajaran. Akan tetapi. ditetapkan dan dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik bidang studi PAI. Metode Pembelajaran PAI Metode pembelajaran PAI didefinisikan sebagai cara-cara tertentu yang paling cocok untuk dapat digunakan dalam mencapai hasil-hasil pembelajaran PAI yang berada dalam kondisi pembelajaran tertentu. karakteristik peserta didik dan kendala pembelajaran PAI. jika suatu kondisi pembelajaran PAI dalam suatu situasi dapat dimanipulasi maka kondisi tersebut berubah menjadi metode pembelajaran PAI. Karena itu. karakteristik bidang studi PAI. Rancangan metode pembelajaran PAI dapat diklasifikasikan menjadi tiga. Sebaliknya. dan tingkat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.

. Indikator keberhasilan pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga. efisiensi. dan kemenarikan pembelajaran PAI yang dikembangkan. Klasifikasi dan hubungan antar komponen yang mempengaruhi pembelajaran PAI tersebut dapat digambarkan dalam bagan berikut:44 44 Muhaimin. op. Hasil Pembelajaran PAI Hasil pembelajaran PAI adalah mencakup semua akibat yang dapat dijadikan indikator tentang nilai dari penggunaan metode pembelajaran PAI di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda.56 penataan organisasi isi pembelajaran PAI. dan strategi pengelolaan pembelajaran PAI. strategi penyampaian pembelajaran PAI. hlm. c. Hasil pembelajaran PAI dapat berupa hasil nyata (actual out-comes) dan hasil yang diinginkan (desired out-comes).cit. Actual out-comes adalah hasil belajar PAI yang dicapai peserta didik secara nyata karena digunaknnya suatu metode pembelajaran PAI tertentu yang dikembangkan sesuai dengan kondisi yang ada.149 . yaitu tingkat keefektifan. Sedangkan desired out-comes merupakan tujuan yang ingin dicapai yang biasanya sering mempengaruhi keputusan perancang pembelajaran PAI dalam melakukan pilihan suatu metode pembelajaran yang paling baik untuk digunakan sesuai dengan kondisi pembelajaran yang ada.

57

Gambar 2.4 Pembagian Komponen Pembelajaran PAI

kondisi

Tujuan dan karakteristik bidang studi PAI

Kendala sumber belajar dan karakteristik bidang studi Strategi penyampaian pendidikan agama

Karakteristik peserta didik

metode

Strategi pengorganisasian pendidikan agama

Strategi pengelolaan pendidikan agama

hasil

Keefektifan, efesiensi, dan daya tarik pembelajaran PAI

C. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam kamus besar bahasa Indonesia kualitas didefinisikan sebagai tingkat baik buruknya sesuatu, kadar atau mutu atau dapat juga dikatakan sebagai derajat atau taraf (kepandaian atau kecakapan, dan sebagainya).45 Sedangkan pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa untuk belajar. Kegiatan ini akan mengakibatkan siswa mempelajari sesuatu dengan cara lebih efektif dan efisien. Pembelajaran berasal dari kata belajar yang berarti suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman. Tingkah laku dapat bersifat

45

W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka,1989)

hlm. 467

58

jasmaniah (kelihatan), dapat juga bersifat intelektual atau merupakan suatu sikap sehingga tidak mudah dilihat.46 Konsep pembelajaran menurut Corey dalam Syaiful Sagala adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan proses terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. Secara sederhana pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru.47 Dengan demikian kualitas pembelajaran adalah kualitas seorang guru baik kemampuan maupun pemahamannya terhadap interaksi belajar mengajar yang indikatornya dapat dilihat dari hasil prestasi belajar siswa, baik itu prestasi dalam menempuh ujian semester atau prestasi dalam menempuh ujian akhir. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran PAI, maka tidak terlepas dari adanya beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. 1. Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI Yang dimaksud faktor pendukung adalah sesuatu yang dapat menjadikan pendidikan itu maju dan berhasil dengan baik sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan dapat dicapai. Sedangkan yang dimaksud dengan faktor

46 47

Muhaimin, dkk., op.cit., hlm. 44 Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2006), hlm. 61

59

penghambat adalah segala sesuatu yang dapat mengganggu jalannya pendidikan sehingga pendidikan tidak terwujud dengan baik.48 a. Faktor Pendukung 1. Faktor Peserta Didik Peserta didik dalam pendidikan Islam adalah setiap manusia yang sepanjang hayatnya selalu berada dalam perkembangan. Jadi, bukan hanya anak-anak yang sedang dalam pengasuhan dan pengasihan orang tuanya, bukan pula hanya anak-anak dalam usia sekolah. Pengertian ini didasarkan atas tujuan pendidikan yaitu manusia sempurna secara utuh, yang untuk mencapainya manusia berusaha terus menerus hingga akhir hayatnya.49 Kegiatan pembelajaran pendidikan agama Islam akan berjalan dengan lancar, efektif, dan efisien serta dapat mencapai tujuan pendidikan apabila peserta didik mengikuti pelajaran dengan tenang, memperhatikan penjelasan guru dengan seksama, belajar dengan rajin, mampu mengembangkan potensinya melalui diskusi-diskusi dengan temannya serta disiplin waktu. 2. Faktor Pendidik Pendidik tidak sama dengan pengajar sebab pengajar hanya sekadar menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS pada bab XI pasal 39 ayat 2 disebutkan bahwa pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas
Hidayatul Fitriyah, Hubungan Kompetensi Guru Agama dengan Peningkatan Mutu pembelajaran di MAN Pasuran pada Mata Pelajaran PAI, Skripsi, Fakultas Tarbiyah UIN Malang 2005, hlm.36
49 48

Heri Noer Aly, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999), hlm. 113

muslim dan muhsin. yang oleh Direktorat Pendidikan Agama telah ditetapkan sebagai berikut: (1) memiliki pribadi mukmin. op. (4) mengetahui tentang dasar-dasar ilmu pengetahuan tentang keguruan. melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tertama bagi pendidik perguruan tinggi. disamping harus memiliki syarat-syarat tersebut.18 . terutama didaktik dan metodik. (3) memiliki jiwa pendidik dan rasa kasih sayang kepada anak didiknya dan ikhlas jiwanya. Sutari Imam Barnadib. mengemukakan bahwa alat pendidikan adalah suatu tindakan atau 50 Zuhairini dan Abdul Ghofir. Faktor Alat Pendidikan Alat pendidikan adalah segala sesatu yang digunakan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan. menilai hasil pembelajaran. hlm. sehat jasmani dan rohani. dapat memberi contoh teladan yang baik kepada peserta didik). (5) menguasai ilmu pengetahuan agama dan (6) tidak memiliki cacat rohaniah dan jasmaniyah dalam dirinya. Sedangkan pada pasal 42 ayat 1 disebutkan: pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar.60 merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. masih harus ditambah dengan syarat yang lain. Bagi guru Agama.50 3..cit. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional. (2) taat untuk menjalankan agama (menjalankan syari’at agama Islam.

sehingga siswa dapat belajar secara mandiri dengan cara membaca buku. sehingga penyampaian materi dari guru dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien d. apabila bertopang dan mengacu pada dasar pemikiran yang Islami pula.51 Alat pendidikan sangat menunjang proses pembelajaran PAI. untuk itu pihak sekolah/madrasah harus menyediakan alat-alat pendidikan tersebut.61 perbuatan atau situasi atau benda yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. op. Kurikulum seperti itu hanya mungkin. Perpustakaan sekolah yang lengkap isinya. Di mana alat pendidikan tersebut di antaranya adalah: a. Sarana dan prasarana untuk ibadah. hlm. serta bertolak dari pandangan hidup serta 51 Hery Noer Aly. Sistem pendidikan Islam menuntut pengkajian kurikulum yang Islami pula yang tercermin dari sifat dan karakteristiknya. Alat peraga dan media pendidikan yang lengkap. Gedung sekolah yang memadai b.139 .cit. Faktor Kurikulum Kurikulum merupakan suatu program bagi unit periodisasi sekolah dalam rangka mengantar anak-anak kepada taraf pendidikan.. c. tingkah laku dan pola pikir yang diharapkan serta berusaha pula mengangkat derajat hidup masyarakat mereka dan merealisasikan tujuan akhirnya. 4.

Untuk memenuhi kriteria tersebut. Secara keseluruhan struktur dan organisasi kurikulum hendaknya tidak bertentangan dan tidak menimbulkan pertentangan. 1992). taat dan beribadah kepada Allah... hlm 273 52 .. d.” (al-hadis) b. akan tetapi kemudian syaitan-syaitan membelokkan mereka. dan terarah kepada pola hidup Islami. c. bahkan sebaliknya. Faktor Lingkungan Abdurrahman an-Nahlawi. Mengenai fitrah insani ini diisyaratkan dalam hadits qudsi: (‫ﺧﻠﻘﺖ ﻋﺒﺎدى ﺣﻨﻔﺎء ﻓﺎﺟﺘﺎﻟﺘﻬﻢ اﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ.. Prinsip-prinsip dan Metoda pendidikan Islam (Bandung: Diponegoro. Pentahapan serta pengkhususan kurikulum hendaknya memperhatikan periodisasi perkembangan peserta didik. yaitu ikhlas. Kurikulum hendaknya diarahkan untuk mencapai tujuan akhir pendidikan Islam.52 5.. Perkembangan kurikulum hendaknya selaras dengan fitrah insani sehingga memiliki peluang untuk menyucikannya dan menjaganya dari penyimpangan..…. suatu kurikulum yang Islami perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini: a..)اﻟﺤﺪﻳﺚ‬ “Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif.62 pandangan tentang manusia (pandangan antropologis) serta diarahkan kepada tujuan pendidikan yang dilandasi kaidah-kaidah Islami.

karena perkembangan jiwa peserta didik itu sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya. Pengaruh tersebut di antaranya datang dari teman-teman sebayanya atau masyarakat sekitarnya. ramah tamah dan menganut asa kekeluargaan. Lingkungan akan dapat memberikan pengaruh yang positif maupun negatif terhadap pertumbuhan jiwa. c. penuh kasih sayang. b. di antaranya adalah: 53 Zuhairini dan Abdul Ghofir. di antaranya yakni: a.63 Lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting terhadap berhasil tidaknya pendidikan agama. hlm. b. akhlak maupun perasaan agamanya.53 Faktor lingkungan yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran PAI di sekolah.. Faktor Penghambat 1. yang selalu menunjukkan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik. Lingkungan sosial di sekolah seperti guru. Keluarga dan orang tua yang perhatian. suka tolong menolong (gotong royong).cit. para staf administrasi. op. dan teman-teman sekelas.28 . dan pola pendidikan yang diterapkan oleh orang tua dan keluarga yang demokratis tetapi terkendali. Faktor Pendidik Karakteristik seorang guru yang menjadi penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran. Kondisi masyarakat dan tetangga serta teman sepermainan yang baik.

) c. Guru yang tidak menguasai bahan pelajaran yang akan diberikan. 3. c. Pemahaman dan kemampuan anak didik yang cenderung tidak sama. tidak mau menambah wawasan dan pengetahuannya. d.64 a. Guru yang tidak bersikap dinamis. Guru yang tidak ikhlas dalam menyampaikan ilmu yang dia miliki dan semata-mata bersifat materialis. nakal. Faktor Alat Pendidikan Sedangkan alat pendidikan/fasilitas/sarana yang dapat menghambat peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah: dalam keluarganya atau karena IQ serta . d. (disebabkan oleh permasalahan kecerdasannya). Kondisi ini akan menghambat pembelajaran PAI. Guru yang tidak mempunyai sifat penyabar dan pemaaf. Faktor Peserta Didik Kondisi peserta didik yang dapat menjadi penghambat adalah: a. dsb. b. Anak didik yang kurang bersungguh-sungguh dalam belajar agama. b. Jadi ada yang berkemampuan tinggi dan ada yang lemah. 2. suka mengganggu temannya. Guru yang tidak berakhlak mulia dan tidak dapat memberikan contoh teladan kepada murid-muridnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Peserta didik yang bermasalah (kurang disiplin. e.

d. Metode pendidikan/pengajaran dalam kurikulum kurang bersifat luwes. Minimnya sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran PAI.65 a. c. Minimnya dana pendidikan sehingga menyebabkan sulitnya pengadaan sarana pendidikan agama yang dibutuhkan. d. sehingga tidak dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi dan situasi setempat. c. seperti pendidikan untuk berjihad dan menyebarkan dakwah Islamiyah. b. Kurikulum tidak realistis. dalam arti bahwa ia tidak dapat dilaksanakan sesuai situasi dan kondisi yang terdapat di sekolah tersebut. 4. Kurikulum kurang memperhatikan tingkat perkembangan siswa yang bersangkutan. sehingga tidak bisa membangun masyarakat muslim di lingkungan sekolah. Kurangnya manajemen sarana dan prasarana. Kurikulum tidak memperhatikan aspek-aspek tingkah laku amaliah Islami. Faktor Kurikulum Mayoritas kurikulum yang seringkali menjadi penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah kurikulum yang mempunyai sifat: a. Gedung sekolah yang kurang terawat b. sehingga kurang mendukung tercapainya tujuan pendidikan agama. Dengan kondisi seperti itu maka .

Peningkatan Materi Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. Sifat. (2) Orang tua dan keluarga yang tidak menjalankan ajaran agama dengan baik serta kurang kasih sayang terhadap anak-anaknya. baik dalam kehidupan individual para pelajar maupun dalam hubungan sosial mereka dan perlawatan mereka dalam rangka berdakwah kepada Allah SWT. ajaran dan adab Islami. 5. isi dan bobot materi pelajaran yang akan . metode pendidikan.66 akan sulit mewujudkan seluruh rukun. Faktor Lingkungan Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah : (1) masyarakat sekolah yang tidak mencerminkan lingkungan pendidikan. Materi pelajaran tidak boleh menyimpang dari tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. dan (4) masyarakat sekitar yang cenderung individualis dan tidak mau gotong royong. 2. masyarakat dan tetangga yang acuh tak acuh terhadap ajaran agama. Upaya-upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI a. serta sikap seorang guru yang tidak memberikan contoh tauladan yang baik. syi’ar. (3) Adanya lingkungan sekitar. maka peningkatan materi perlu mendapatkan perhatian karena dengan lengkapnya materi yang diberikan tentu akan menambah lebih luas pengetahuan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan materi pelajaran (1) materi pelajaran hendaknya sesuai dengan atau dapat menunjang tercapainya tujuan instruksional. Pemanfaatan Metode yang Bervariasi 54 55 Zuhairini dan Abdul Ghofir.55 b. Materi yang diberikan bermakna bagi para siswa. baik dilihat dari tujuan yang ingin dicapai maupun fungsinya untuk mempelajari bahan berikutnya. hlm 58 Syaiful Sagala. keterampilan memanfaatkan media sampai kepada penggunaan bahasa yang baik dan benar. Materi dan bahan pengajaran ditetapkan dengan mengacu pada tujuan-tujuan instruksional yang ingin dicapai.cit. (3) materi pelajaran hendaknya terorganisasi secara sistematik dan berkesinambungan. op. Bukan dalam arti menarik perhatian karena pakaiannya yang seronok. hlm. op. (2) materi pelajaran hendaknya sesuai dengan tingkat pendidikan dan perkembangan siswa pada umumnya. akan tetapi karena penguasaannya terhadap bahan atau materi pelajaran yang ia sajikan.67 diajarkan harus disesuaikan dengan tingkat kematangan anak dan kemampuannya untuk menerima bahan atau materi tersebut.cit. 162 . dan merupakan bahan yang betul-betul penting. dan (4) materi pelajaran hendaknya mencakup hal-hal yang bersifat faktual maupun konseptual... metode yang digunakan. demikian pula seorang guru harus mampu menarik perhatian dalam kelas.54 Sebagaimana seorang pemain sandiwara menarik perhatian penonton.

Untuk mencapai tujuan tersebut pengajar harus menggunakan beberapa metode mengajar yang bervariasi. dan untuk selamanya. mendidik jiwa dan membangkitkan semangat. tetapi kegiatan itu tidak akan ada gunanya jika tidak mengarah kepada tujuan tertentu. karena itu setiap pengajar menginginkan pengajarannya dapat diterima sejelas-jelasnya oleh para peserta didiknya. Mengingat kegiatan belajar mengajar merupakan kegitan yang komplek maka hampir tidak mungkin untuk menunjukkan dan menyimpulkan salah satu metode belajar mengajar tertentu lebih unggul daripada metode belajar mengajar yang lainnya dalam usaha mencapai semua tujuan. Di antara metode-metode itu.. dkk. Metode tersebut mampu menggugah puluhan ribu kaum mu’minin untuk membuka hati umat manusia agar dapat menerima petunjuk dari ilahi dan kebudayaan Islami. untuk semua murid. Belajar mengajar merupakan kegiatan yang komplek. dalam semua situasi dan kondisi. untuk semua mata pelajaran. oleh semua guru. yang paling penting dan paling menonjol adalah: 56 Muhaimin. Artinya seorang pengajar harus mempunyai tujuan dalam kegiatan pengajarannya. suatu kedudukan yang belum pernah dirasakan oleh umat-umat lain di muka bumi.cit.81 . op.68 Menyampaikan bahan pelajaran berarti melaksanakan beberapa kegiatan.. hlm.56 Dalam al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw dapat ditemukan berbagai metode pendidikan yang sangat menyentuh perasaan.

Mendirikan sebuah bangunan besar umpamanya. seperti masjid. dialog. Pemanfaatan Fasilitas (Sarana dan Prasarana) Setiap proyek yang hendak dilaksanakan mempunyai sarana-sarana yang sesuai dengannya dan akan mewujudkan tujuannya. Mendidik dengan kisah-kisah Qur’ani dan Nabawi 3.. hlm. Sarana-sarana ini disebut “alat pendidikan”. Metode hiwar (percakapan) Qur’ani dan Nabawi 2. para arsitektur. seperti mendidik melalui cerita. Mendidik dengan mengambil ibrah (pelajaran) dan mau’idhah (peringatan) 7. Ada pula saranasarana maknawi dan psikhis. Demikian pula pendidikan merupakan satu proyek yang bertujuan mengarahkan dan memelihara perkembangan generasi manusia. guna merealisasikan tujuan akhir umat. yaitu tujuan yang diserukan oleh Allah swt. Mendidik dengan memberi teladan 5. 57 Abdurrahman an-Nahlawi. Pendidikan mempunyai berbagai sarana material atau manusiawi yang mempunyai dampak maknawi. Mendidik dengan amtsal (perumpamaan) Qur’ani dan Nabawi 4.69 1. membutuhkan mesin-mesin.283 . pendidik.cit. agar kita menjadi sebaik-baik umat yang dikeluarkan demi kepentingan manusia. bahan-bahan bangunan dan para pekerja. keluarga dan sekolah.57 c. Mendidik dengan pembiasaan diri dan pengamalan 6. Mendidik dengan targhib (membuat senang) dan tarhib (membuat takut).op.

membuat perumpamaan dengan bendabenda terindera. Mengadakan Evaluasi Yang dimaksud dengan evaluasi pendidikan agama ialah suatu kegiatan untuk menentukan taraf kemajuan suatu pekerjaan di dalam pendidikan agama. hlm. Evaluasi adalah alat untuk mengukur sampai di mana penguasaan murid terhadap pendidikan yang telah diberikan. op. Sarana-sarana maknawi ini disebut “metode pendidikan”. Ruang lingkup pendidikan agama mencakup penilaian terhadap kemajuan belajar (hasil belajar) murid dalam aspek pengetahuan. Evaluasi dilakukan sebelum. keterampilan dan sikap sesudah mengikuti program pengajaran. baik dalam penyampaian materi maupun strategi pendekatan yang digunakan.122 . Evaluasi sebelum proses pembelajaran. hlm. misalnya karakteristik siswa.70 berdebat dengan cara terbaik.58 d. Evaluasi selama proses pembelajaran adalah evaluasi yang digunakan untuk melacak dan memperbaiki masalah belajar mengajar serta kesulitannya. ibid..59 Evaluasi adalah suatu proses yang berlangsung secara berkesinambungan. Feed back atau umpan balik 58 59 Abdurrahman an-Nahlawi.cit. atau melalui pemberian teladan. metode dan materi pembelajaran yang digunakan.189 Zuhairini dan Abdul Ghofir. selama dan sesudah suatu proses pembelajaran. kemampuan siswa.

71 diberikan melalui tes-tes formatif... masyarakat rupanya masih berharap besar sekaligus menunggu-nunggu jasa dan peran yang disumbangkan oleh agama. Macam-macam jenis evaluasi hasil belajar dalam proses belajar mengajar pendidikan agama di sekolah dapat dibedakan ke dalam : (1) formatif.. op.cit. dapat dilakukan secara formatif dan sumatif.60 Dalam memberikan evaluasi hasil belajar dalam proses belajar mengajar pendidikan agama harus didasarkan prinsip pelaksanaan.86 . Kenapa 60 61 62 Syaiful Sagala.164 Zuhairini dan Abdul Ghofir. Dalam kondisi semacam itu. Penanganan yang serba lamban terhadap persoalan-persoalan tersebut ternyata dapat menyebabkan kerawanankerawanan sosial. op. hlm. (2) kontinuitas. dan (4) diagnostis. Timbulnya kerusuhan sosial.62 Terutama khususnya pembelajaran pendidikan agama di sekolah. (2) sumatif. Implikasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI Meledaknya jumlah pengangguran sebagai akibat dari PHK dan terbatasnya jumlah lapangan kerja. dan (3) objektifitas.cit. hlm. hlm.125 Muhaimin.61 3. Evaluasi pencapaian hasil belajar siswa. semakin menjamurnya tindakan kriminal.cit. (3) placement. op. Adapun prinsip-prinsip pelaksanaan evaluasi itu adalah: (1) komprehensif. unjuk rasa yang dibarengi dengan tindakan brutalisme dan sebagainya adalah akibat dari kelambanan dalam mengantisipasi berbagai krisis tersebut.

karena di dalam agama sarat akan dimensi moralitas dan spiritualitas. Hanya saja perlu disadari bahwa selama ini terdapat berbagai kritik terhadap pelaksanaan pendidikan agama yang sedang berlangsung di sekolah.. maka pembelajaran pendidikan agama di sekolah harus menunjukkan kontribusinya. dan atau normatifitasnya maupun historisitasnya. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai. Ibid. Di dalam pengelolaan sarana dan prasarana maka dibutuhkan sebuah proses manajemen yang baik.88 . Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien.63 Karena pembelajaran pendidikan agama masih mendapat kritik pedas dari para ahli pendidikan itu berarti kualitas pembelajaran pendidikan agama harus ditingkatkan. Pengadaan sarana dan prasarana juga dapat diupayakan melalui sistem perencanaan yang hati-hati dan seksama. Karena dengan adanya manajemen sarana dan prasarana maka sarana dan prasarana yang ada di suatu lembaga diusahakan dalam keadaan siap pakai (ready for use) walaupun dalam jumlah yang minim. Banyak faktor yang menjadi pendukung adanya peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di antaranya adalah faktor sarana dan prasarana. baik secara konseptual maupun aktualitasnya.72 agama. hlm. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan yang ada dalam dunia pendidikan saat ini. Lain daripada itu melalui manajemen sarana dan prasarana diharapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh 63 Muhaimin.

Sangat jelas bahwasannya manajemen sarana dan prasarana mempunyai peranan dalam proses peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwasannya besar sekali manfaat dari manajemen sarana dan prasarana. Walaupun perlengkapan di sebuah lembaga pendidikan tidak begitu lengkap tetapi jika manajemennya bagus maka pembelajaran pendidikan agama akan berjalan dengan lancar. sesuai dengan kebutuhan sekolah. .73 sekolah adalah sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas tinggi. dan dengan dana yang efisien.

pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). sebagaimana ciri-ciri yang ada dalam penelitian kualitatif. yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan.1 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif.J.J Moleong. Menurut Bogdan dan Taylor dalam Moleong L. Ada beberapa jenis penelitian 1 L. 2002). Sejalan dengan definisi tersebut.74 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. tetapi hanya menggambarkan “apa adanya” tentang suatu variabel. hlm 3 . gejala atau keadaan. Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu. Kirk dan Miller mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. Menurut mereka. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. karena dengan pendekatan deskriptif akan dihasilkan data yang berupa kata-kata. (2002) penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati.

Pengertian instrumen atau alat penelitian di sini tepat karena ia menjadi segalanya dari keseluruhan proses penelitian.309 L. dapat menyesuaikan diri. B. 1995). penelitian perkembangan (developmental studies).75 yang dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yaitu : penelitian survai (survey studies). Hal ini dikarenakan instrumen penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. studi kasus (case studies).3 2 Suharsimi Arikunto.J Moleong “Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif cukup rumit. Sebagaimana diungkapkan oleh L.. penelitian tindak lanjut (follow-up studies). Kehadiran Peneliti Dalam penelitian kualitatif kehadiran peneliti mutlak diperlukan. 2 Dan penelitian ini termasuk dalam kategori studi kasus (case studies). analisis. hlm. Ciri-ciri umum manusia sebagai instrumen mancakup segi responsif. dan memanfaatkan kesempatan mencari respon yang tidak lazim atau idiosinkratik. hlm.cit. mendasarkan diri atas pengetahuan. dan pada akhirnya ia menjadi pelapor hasil penelitiannya”. Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta. ia sekaligus merupakan perencana pelaksana pengumpulan data. 121 3 .J Moleong. memproses data secepatnya. op. menekankan keutuhan. dan memanfaatkan kesempatan untuk mengklasifikasikan dan mengikhtisarkan. penafsir data. analisis dokumen (documentary analyses) dan penelitian konvensional (correlation studies).

tempat ibadah yang awalnya hanya setaraf musholla seiring dengan kemajuan SMP Negeri 02 Turen Kab. Karena setiap tahunnya SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang sekarang sudah menjadi Masjid. walau menduduki peringkat kedua namun sekolah ini tetap menjadi favorit bagi masyarakat di wilayah kecamatan Turen dan sekitarnya. Kecamatan Turen. Malang terus mengalami kemajuan yang berarti. yang terletak di Jln. Malang mampu mencetak out-put yang berkualitas. terutama pendidikan agama Islam.76 C. Walaupun guru agama sebenarnya hanya 1 orang dan dibantu oleh 1 orang guru BP. Kualitas pembelajaran yang ditawarkan juga mengalami peningkatan. Alasan peneliti mengambil lokasi di sekolah ini dikarenakan dari tahun ke tahun SMP Negeri 02 Turen Kab. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di sebuah lembaga pendidikan milik negara yaitu SMP Negeri 02 Turen Kab. dimulai dari perbaikan jalan menuju ke sekolah. namun kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Kabupaten Malang. Sekolah ini merupakan sekolah unggulan ke-2 setelah SMP Negeri 01 di Kecamatan Turen. D. Malang dapat dikatakan cukup baik. Sumber Data Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. penambahan kelas-kelas sebagai ruang belajar mengajar dan perlengkapan sarana pendidikan. Raya 8A Kedok. Salah satu faktor penunjangnya yakni sarana dan prasarana yang sudah memadai. Malang. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau .

Masjid. gambar. dan kelas-kelas untuk pelaksanaan proses belajar mengajar Paper : sumber data berupa simbol. yaitu sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak. yaitu: Person : sumber data berupa orang. yaitu sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. maka dokumen atau catatanlah yang menjadi sumber data. baik pertanyaan tertulis maupun lisan. dan Guru PAI Place : sumber data berupa tempat. atau simbol-simbol yang lain. Dalam penelitian ini sumber data yang berupa person adalah.77 wawancara dalam pengumpulan datanya. kantor staff sekolah. maka sumber data disebut responden yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti. Dalam penelitian ini yang berperan sebagai sumber data berupa place adalah gedung sekolah. Kepala Sekolah. Apabila peneliti menggunakan dokumentasi. hlm. maka sumber datanya bisa berupa benda gerak atau proses sesuatu. singkatan dari bahasa Inggris. Peneliti mengambil data dari file-file yang berada di Suharsimi Arikunto. kantor TU. 4 Untuk mempermudah mengidentifikasi sumber data maka sumber data dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan menjadi 3 dengan huruf depan P. Apabila peneliti menggunakan teknik observasi. angka. Urusan Sarana dan Prasarana. 107 4 . 2002). yaitu sumber data yang dapat memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angket. Urusan kurikulum. ruang guru. Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta. kantor kepsek.

dan data inventaris sarana dan prasarana pendidikan yang ada di SMP Negeri 02 Turen Kab.78 dokumentasi sekolah dan dijadikan sebagai sumber data.5 Dalam Penelitian ini peneliti menggunakan 3 metode yang sudah lazim di gunakan dalam penelitian kualitatif deskriptif. Seperti dokumentasi mengenai data para guru dan karyawan. Yang dilakukan waktu pengamatan adalah mengamati gejala-gejala sosial dalam kategori yang tepat. merupakan hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya sesuatu rangsangan tertentu yang diinginkan. Prosedur Pengumpulan Data Kualitas data ditentukan oleh kualitas alat pengambil data atau alat pengukurnya. Malang. 1990). Kalau alat pengambil datanya cukup reliabel dan valid. E. formulir dan alat 5 Sumadi Suryabrata. Metode Observasi / Pengamatan Observasi atau pengamatan digunakan dalam rangka mengumpulkan data dalam suatu penelitian. atau suatu studi yang disengaja dan sistematis tentang keadaan/fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan mengamati dan mencatat. diantaranya adalah: a. Selain itu metode serta cara dalam pengambilan data juga harus diperhatikan. 92 . Metodologi Penelitian (Jakarta: Rajawali. mengamati berkali-kali dan mencatat segera dengan memakai alat bantu seperti alat pencatat. data siswa. hlm. maka datanya juga akan cukup reliabel dan valid.

Dalam pelaksanaannya digunakan alat Bantu seperti checklist. b. 1999). serta sarana kerja kepala sekolah dan tenaga edukatif dalam rangka mengembangkan lembaga sekolah selanjutnya. 6 Mardalis. Metode interview/wawancara Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-cakap dan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada peneliti.cit.7 Dalam penelitian ini.79 mekanik.8 Dalam melaksanakan interview. pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan. hlm. skala penilaian atau alat mekanik seperti tape recorder dan lainnya. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara. peneliti menggunakan metode interview dalam bentuk interview bebas terpimpin.6 Metode ini digunakan peneliti untuk mengamati kondisi fisik dan non fisik yang berupa gedung. Wawancara ini dapat dipakai untuk melengkapi data yang diperoleh melalui observasi. Suharsimi Arikunto (2002) menjelaskan bahwasannya interview bebas terpimpin yaitu kombinasi dari interview bebas dan interview terpimpin. Ibid. op. sarana dan prasarana penunjang pendidikan Agama Islam dan kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. 64 Suharsimi Arikunto. Mardalis. Malang. hlm. 132 hlm 63 7 8 ..

dari asal katanya dokumen. Malang.9 Dengan metode ini peneliti mendapatkan data-data mengenai kondisi obyektif SMP Negeri 02 Turen Kab. c. Malang.cit. catatan harian dan lain sebagainya.80 Data yang diperoleh dengan metode interview ini mengenai informasi tentang sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang . notulen rapat. op. Dan juga berbagai kegiatan ekstrakulikuler yang dilaksanakan di SMP Negeri 02 Turen Kab. peneliti menyelidiki benda-benda tertulis. seperti buku-buku. peraturan-peraturan. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi. data karyawan. bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. majalah.. 135 . Malang. yang artinya barang-barang tertulis. dokumen. hlm. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. 9 L. serta bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. Metode Dokumentasi Dalam mengadakan penelitian yang bersumber pada tulisan peneliti menggunakan metode dokumentasi.J Moleong. Dokumentasi. Malang. data guru serta data siswa SMP Negeri 02 Turen Kab.

87 11 . dengan mereduksi data yaitu merangkum. Kedua. pertama. Metodologi Riset (Yogyakarta: FE UII. Agar hasil penelitian dapat tersusun sistematis. memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting.81 F. hlm. yaitu kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang bersifat kredibel dan dapat menjawab rumusan masalah yang dikemukakan sejak awal.J Moleong. jangan menunggu sampai data itu menjadi dingin bahkan membeku atau malah menjadi kadaluwarsa.. 10 L. tabel dan sejenisnya. Analisis Data Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola. Pekerjaan menganalisis data memerlukan usaha pemusatan perhatian dan pengerahan tenaga fisik dan fikiran peneliti. mendisplay data yaitu menyajikan data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat. ibid. hlm.10 Tujuan analisa di dalam penelitian adalah menyempitkan dan membatasi penemuanpenemuan hingga menjadi suatu data yang teratur. 103 Marzuki. 1983). serta tersusun dan lebih berarti.11 Proses analisis data dianjurkan agar secepatnya dilakukan oleh peneliti. kategori. Dan ketiga melalui verifikasi/ penarikan kesimpulan. maka langkah peneliti dalam menganalisis data adalah. dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.

yaitu derajat kepercayaan (credibility). Perpanjangan Keikutsertaan Dengan perpanjangan keikutsertaan peneliti dapat menguji ketidakbenaran informasi yang diperkenalkan oleh distorsi. Distorsi dapat berasal dari responden. 173 . kebergantungan (dependability). Ada empat kriteria yang digunakan. hlm. karena kegiatan ini merupakan pembuktian bahwa apa yang telah diamati/data yang diperoleh sesuai dengan apa yang sesungguhnya menjadi kenyataan..J Moleong. Perpanjangan keikutsertaan juga menuntut peneliti agar terjun ke dalam lokasi dan dalam waktu yang cukup panjang guna mendeteksi dan memperhitungkan distorsi yang mungkin mengotori data. Adapun teknik pengecekan keabsahan yang digunakan dalam penelitian ini. yaitu: 1. baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari responden. Pengecekan Keabsahan Data Pengecekan keabsahan data/validitas dalam suatu penelitian sangat penting dan harus dilakukan. Untuk menetapkan keabsahan (trustworthiness) data diperlukan teknik pemeriksaan. dan membangun kepercayaan subyek.12 Pengecekan keabsahan data merupakan suatu langkah untuk mengurangi kesalahan dalam proses perolehan data penelitian yang tentunya akan berimbas terhadap hasil akhir dari suatu penelitian. Maka dari itu. ibid. dalam proses pengecekan keabsahan data pada penelitian ini harus melalui beberapa teknik pengujian data. banyak di antaranya terjadi tanpa 12 L. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. keteralihan (transferability). dan kepastian (confirmability).82 G.

atau sebaliknya peneliti terlalu cepat mengarahkan fokus penelitiannya walaupun tampaknya belum patut dilakukan demikian. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya. 2. Triangulasi Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Hal itu mungkin dapat disebabkan oleh tekanan subyek atau sponsor atau barangkali juga ketidaktoleransian subyek. Di pihak lain perpanjangan keikutsertaan juga dimaksudkan untuk membangun kepercayaan para subyek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. Kekurangtekunan pengamatan terletak pada pengamatan terhadap pokok persoalan yang dilakukan secara terlalu awal. . Kemudian ia menelaahnya secara rinci sampai pada suatu titik sehingga pada pemeriksaan tahap awal tampak salah satu atau seluruh faktor yang ditelaah sudah dipahami dengan cara yang biasa. Peneliti hendaknya mengadakan pengamatan dengan teliti dan rinci secara berkesinambungan terhadap faktor-faktor yang menonjol. 3.83 sengaja. Ketekunan Pengamatan Maksud ketekunan pengamatan adalah untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci.

metode.84 Denzin (1978) membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik yang memanfaatkan penggunaan sumber. ibid. sehingga data yang diperoleh lebih sistematis dan mendalam. 13 L. 175 . hlm. membuat pedoman interview. Peneliti melaksanakan wawancara kepada para guru guna memperoleh data awal tentang pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. Serta mengadakan pengamatan langsung terhadap ujian praktek agama kelas 3 guna mengetahui tentang hasil pembelajaran PAI.13 H. mencari beberapa buku untuk dijadikan sebagai referensi agar penelitian lebih fokus dan terarah. agar penelitian lebih efisien maka peneliti hanya mengamati kelas VII A dan kelas VIII C. Tahap-Tahap Penelitian Tahap Persiapan 1. observasi pendahuluan 2. Tahap Pelaksanaan a..J Moleong. Bersamaan dengan itu peneliti melaksanakan observasi langsung terhadap pembelajaran PAI di kelas VII dan kelas VIII. mengurus surat izin penelitian 3. membuat rancangan/desain penelitian 4. penyidik dan teori. 5.

wawancara ini dilakukan untuk mengetahui upaya yang akan dan sedang dilakukan guna meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. c. Wawancara yang terakhir ditujukan kepada guru PAI guna mengetahui metode yang digunakan dalam pembelajaran di kelas. wawancara ini ditujukan kepada Kepala SMP Negeri 02 Turen. Peneliti melakukan perpanjangan penelitian guna melengkapi data yang kurang hingga memenuhi target dan lebih valid data yang diperoleh. Peneliti melakukan pengecekan kembali terhadap data yang diperoleh dari penelitian agar dapat diketahui hal-hal yang masih belum terungkap atau masih terloncati. Peneliti melakukan wawancara yang lebih terarah dan mendalam. Wawancara dilanjutkan kepada Urusan Kurikulum. d. Wawancara juga dilakukan kepada Urusan sarana dan prasarana guna mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang ada di SMP Negeri 02 Turen. . untuk mengetahui kualitas pembelajaran PAI serta hambatan yang sering dikeluhkan oleh guru PAI. hambatanhambatan yang dialami selama proses belajar mengajar serta untuk mengetahui sarana yang digunakan dalam pembelajaran PAI dan prasarana yang ikut mendukung pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen.85 b.

.86 Tahap Penyelesaian Pada tahap akhir atau tahap penyelesaian peneliti menyusun data yang telah dianalisis dan disimpulkan dalam bentuk karya ilmiah yaitu berupa laporan penelitian dengan mengacu pada peraturan penulisan karya ilmiah yang berlaku di UIN.

luas seluruh bangunan SMP Negeri 02 Turen adalah 1. maka dari itu didirikan SMP Negeri 02 Turen. Panglima Sudirman Turen.600 m2 . Malang). . Gambaran Umum Lokasi Penelitian SMP Negeri 02 Turen berlokasi di Desa Kedok Kecamatan Turen Kabupaten Malang. begitu pula dengan jumlah penduduk di Kecamatan Turen makin meningkat pula. Karena SMP Negeri 02 Turen ini di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional maka status kepemilikan tanahnya adalah milik pemerintah. Di kecamatan Turen pada tahun 1985 hanya terdapat satu buah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berstatus negeri yakni SMP Negeri 01 Turen yang terletak di Jln.5094/0/1985 dan beroperasi pada tahun yang sama. agar siswa yang tidak lolos Test masuk di SMPN 01 dapat bersekolah di SMP Negeri juga. Begitu pula dengan status bangunannya adalah milik pemerintah dan bukan milik yayasan atau pribadi dengan memakai surat ijin bangunan No.87 BAB IV HASIL PENELITIAN A.476 m2. Seiring dengan kemajuan zaman jumlah penduduk di Indonesia makin meningkat. Didirikan pada tanggal 22 November 1985 berdasarkan SK Menteri No. yakni seluas 12. 2683 Tahun 1994 (Petikan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kab. Latar Belakang Obyek Penelitian 1. SMP Negeri 01 Turen tidak mampu menampung begitu banyaknya siswa baru yang berdatangan dari seluruh pelosok Kecamatan Turen.

VISI SMP Negeri 02 Turen “Terwujudnya insan yang berkualitas. Aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan b. terampil.Sekarang) Dalam menjalankan proses belajar. Unggul dalam imtaq 3. Meningkatkan pemberdayaan siswa agar lebih aktif dalam kegiatan Iman dan Taqwa . Budaya membaca dan membuat karya tulis 5. berdaya kreasi tinggi. Bapak Drs.88 Selama perjalanannya SMP Negeri 02 Turen dipimpin oleh: 1. BA (1991-1994) 3. Meningkatkan profesional seluruh warga sekolah yang berkepribadian luhur dan rajin sehingga dapat memperbaiki prestasi akademik. Terampil dalam apresiasi seni dan olahraga 6. Unggul dalam prestasi akademik 2. a. Bapak Walujo. SMP Negeri 02 Turen berpegang teguh pada visi dan misi yang telah ditetapkan pada awal beroperasinya sekolah ini. 2. Purwanto Adji (1994-2001) 4. berbudi pekerti luhur berdasarkan iman dan taqwa ”. Bapak Drs. Ibu Wulan Cahyani (1985-1991) 2. INDIKATOR: 1. Hari Wahyudi (2001. Terampil dalam ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Misi SMP Negeri 02 Turen 1.

Jadi tenaga tata usaha tidak tetap tersebut sifatnya sebagai tenaga serabutan atau pembantu umum. dan daya kreasi seni dan olahraga.1 2. Mengembangkan pelayanan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca dan gemar membuat karya tulis 5. Mengembangkan potensi siswa yang memiliki persepsi. Keadaan Guru dan Karyawan SMP Negeri 02 Turen Guru atau pendidik dalam dunia pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting sehingga seringkali dijadikan tolak ukur berhasil tidaknya pendidikan di suatu sekolah. Mengembangkan potensi siswa agar lebih terampil untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Tenaga tata usaha tidak tetap tersebut dengan maksud untuk mengatasi dan membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang besar supaya dapat teratasi dengan baik. 6. selain itu diperuntukkan untuk menjaga perpustakaan. apresiasi. yaitu 5 orang tenaga tetap dan 1 orang tenaga tidak tetap (honorer). Sedangkan jumlah karyawan atau Tenaga Tata Usaha terdiri dari 6 orang. 1 Dokumen SMP Negeri 02 Turen. Sampai berakhirnya masa penelitian ini guru yang tertulis sebagai pengajar di SMP Negeri 02 Turen sebanyak 31 orang. Yang terdiri dari laki-laki sebanyak 14 orang dan perempuan 17 orang. 2006 .89 3. tertib dan disiplin sehingga diperoleh budi pekerti luhur. Membudayakan hidup sehat.

TU / Bendahara Kesiswaan Kepegawaian Bendahara BP3 Inventaris Umum (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. NAMA EDY SUHARSONO LAMINEM WAHYUDI SYAHRUL HADI SUGIANTO SULIJANI L/P L P L L L P STATUS TETAP TETAP TETAP TETAP TETAP TIDAK TETAP JABATAN TUGAS Ka.90 Tenaga pesuruh tetap yang berstatus PNS tidak ada. Untuk lebih lengkap mengenai data guru dan karyawan serta tenaga pesuruh SMP Negeri 02 Turen maka dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. 4.1 Data Guru SMP Negeri 02 Turen STATUS JABATAN TETAP Kepala Sekolah TETAP Guru Jumlah L 1 13 14 P 17 17 JUMLAH 1 30 31 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. yang ada hanya pesuruh tidak tetap berjumlah 2 orang. 2006) . 5. 2. 3. 2006) Tabel 4. Mengingat tugas dan tanggung jawabnya begitu banyak maka sekolah perlu menambah 1 orang tenaga pesuruh untuk membantu menyelesaikan beban tugas yang ada.2 Data nama Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen NO 1. 6.

Sedangkan jumlah siswa pada tahun 2006/2007 yaitu sebanyak 564 orang. ABIDIN L/P L L L STATUS TIDAK TETAP TIDAK TETAP TIDAK TETAP JABATAN TUGAS Pesuruh Pesuruh Pesuruh (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 2006) Tabel 4.3 Data Pesuruh SMP Negeri 02 Turen beserta tugasnya NO NAMA 1. Untuk perinciannya dapat dilihat dalam tabel berikut ini: Tabel 4. Karena tanpa adanya faktor tersebut pendidikan/pembelajaran di kelas tidak akan berlangsung.5 Data Siswa Berdasarkan Agama Yang Dianut AGAMA KELAS VII VIII IX ISLAM KRISTEN LAIN-LAIN L 86 85 91 P 121 86 81 L 3 4 1 P 2 2 2 L - P - JUMLAH L/P 212 177 175 . HARIAMIN 2.91 Tabel 4. 3. SUPRIYADI M. 2006) 3.4 Data Siswa SMP Negeri 02 Turen Tahun Pelajaran 2006-2007 KELAS VII VIII III JUMLAH L 89 89 92 270 P 123 88 83 294 JUMLAH 212 177 178 564 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. Keadaan Siswa SMP Negeri 02 Turen Siswa merupakan salah satu faktor yang mendukung kegiatan belajar mengajar.

4. 2006) 4. 15. 14. 6. NAMA BARANG Meja belajar siswa Meja guru dan Kepala Sekolah Kursi siswa dan guru TV 21 inci Komputer Meja komputer Mesin Ketik Almari besar Bola basket Bola Voly Lembing Net Mukenah Sajadah Al-Qur’an Iqra’ Karpet Boneka Ka’bah tiruan Rak buku Papan tulis Penghapus papan tulis JUMLAH 282 buah 50 buah 600 buah 1 buah 30 buah 2 buah 10 buah 10 buah 10 buah 20 buah 5 buah 3 buah 25 buah 15 buah 50 buah 150 buah 5 buah 3 buah 1 buah 15 buah 20 buah 20 buah KETERANGAN baik baik baik baik baik rusak ringan rusak ringan baik baik baik baik kurang baik baik baik baik baik baik baik rusak ringan rusak ringan baik baik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 10. 8. Sarana dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen Sarana dan prasarana merupakan suatu alat atau media yang menunjang keberhasilan dalam suatu lembaga. 12. 2006) . 17. 19. 7. 21.92 JUMLAH 262 288 262 288 - - 564 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 5.6 Daftar Sarana SMP Negeri 02 Turen NO 1. 13. 18. Adapun kondisi sarana dan prasarana secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 16. 11. 20. 9. 2. Selain menjadi daya tarik bagi masyarakat juga menjadi motivasi bagi siswa serta seluruh civitas akademik untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Demikian pula pada lembaga pendidikan. 22. 3.

11. NAMA RUANGAN Ruang Kelas Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Operasional Ruang BP/BK Ruang Gudang Ruang Tamu Ruang Perpustakaan Ruang Laboratorium IPA Ruang Laboratorium Komputer Koperasi Siswa Ruang Foto Copy Kantin Sekolah Ruang Pramuka Ruang Keterampilan Masjid Ruang Kantor dan Tata Usaha Ruang Usaha Kesehatan Kamar mandi Guru dan Karyawan Kamar Mandi Siswa Tempat Parkir Kendaraan Guru Tempat Parkir Kendaraan Siswa Lapangan Basket Lapangan Bola Volly JUMLAH 13 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 3 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 17 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah KET baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik dalam pembangunan baik baik baik rusak ringan baik baik baik baik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 10. 2006) Sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen dipelihara dan dirawat bersama-sama. 13.93 SMP Negeri 02 Turen berdiri di atas tanah yang luasnya mencapai 12. 19. 14. . 23. 17. 24.7 Daftar Prasarana SMP Negeri 02 Turen NO 1. 4. 21.600 m2 . 7. 15. 8. 3. 18. Namun kebersihan sekolah dikoordinasi oleh pesuruh sekolah sedangkan kebersihan kelas masing-masing di serahkan pada seluruh anggota kelas dan dikoordinasi oleh ketua kelas. 6. dengan rincian bangunan serta ruangan sebagai berikut: Tabel 4. 20. 5. 12. 22. 16. 9. 2.

Kurikulum yang dipakai di SMP Negeri 02 Turen Eksistensi kurikulum dalam sebuah lembaga mempunyai fungsi yang sangat penting. karena merupakan operasionalisasi yang dicita-citakan. beliau menyatakan: . Dalam wawancara yang dilakukan peneliti oleh salah satu guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen. hal ini dikarenakan pada saat peneliti mengadakan observasi ke ruang gudang yakni tempat penyimpanan alat pendidikan tersebut. Bahkan tujuan pendidikan tidak akan tercapai tanpa keterlibatan kurikulum pendidikan nasional. Hal ini sesuai dengan keputusan dari Depdiknas UPTD Turen yang menunjuk SMP 02 Turen untuk melaksanakan kurikulum 1994 bagi kelas 3 maka dari itu penamaan kelasnya pun berbeda karena menyesuaikan kurikulum yang dipakai pada kelas masing-masing. Beberapa guru ditunjuk oleh bapak kepala sekolah untuk mengikuti pelatihan-pelatihan tau seminar-seminar mengenai KTSP. Sedangkan untuk kelas 3 menggunakan kurikulum 1994. Untuk kelas VII dan VIII SMP 02 Turen memberlakukan kurikulum 2004 yakni kurikulum berbasis kompetensi (KBK). 5. barang-barangnya sebagian masih digunakan untuk pembelajaran di kelas dan data-data mengenai inventaris belum dirapikan dalam artian masih dalam proses pengerjaan.94 Alat pendidikan atau media yang digunakan dalam pembelajaran di kelas ada yang belum tercantum pada daftar sarana di atas. SMP 02 Turen akan mempersiapkan dalam menghadapi kurikulum yang akan diberlakukan pada tahun ajaran baru yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen Organisasi di SMP Negeri 02 Turen terstruktur mulai dari jabatan paling atas ditempati oleh bapak kepala sekolah dan selanjutnya ditempati oleh para staff dan guru mata pelajaran berada di bawah para staff. Tanggal 14 Mei 2007 2 .95 walaupun kelas VII sudah memakai kurikulum 2004 dalam penulisan hasil belajarnya (nilai rapor) namun buku-buku yang dipakai masih buku lama dengan kurikulum 1994.2 6. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen. Pergantian kurikulum yang terlalu dekat jaraknya kadang kala menjadi factor penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI. hal ini karena sebentar lagi kurikulum juga akan berubah jadi menurut kebijaksanaan bapak Kepala Sekolah lebih baik menunggu kurikulum yang baru dan bukubuku akan dipenuhi sepenuhnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan berikut ini: Wawawancara dengan Iftina Hidayati.

Pd IPA TUKIYAT. EDI SUNARTO GURU MATA PELAJARAN TATA USAHA AGAMA IFTINA H.1 Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen KEPALA SEKOLAH Drs. S.96 Gambar 4. S.Pd RIANA H. INGGRIS EKO YULI A. KHOLIK.Pd URUSAN KURIKULUM MASKUR.INDONESIA MASKUR ETTY P. YAYUK E SUTANLIK. S.Pd ENDANG SRI MATEMATIKA RIRIN TRI. S. MASYHADI. S.Pd JOKO S. S. HARI WAHYUDI WAKA SEKOLAH SUTANLIK. DARMANU SUTANLIK.Pd SANTI S.Md URUSAN KESISWAAN NOTO PRIYADI URUSAN SARPRAS EKO YULI A. A. 2006) . SATIPAH IPS Dra. WIWIK H B.Pd URUSAN HUMAS Drs. S. Drs. EDI S. SPd KTK YURI SISWATI PEND. S. S.Pd PPKN Drs. JAS NOTO PRIYADI HARIYANTO EDI SUNARTO BP/BK A. UMI H. SRI SULAMI M. S.Pd Dra.Pd IFNA I. KHOLIQ. S. SRI SUYATMI Hj.Ag A. UMI HASANAH B.Pd SISWA (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. S. S. HARTONO Dra. LOKAL Hj.Pd SUKRO T.Pd Dra. S.

2 Struktur Organisasi Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen KEPALA TATA USAHA EDY SUHARSONO KESISWAAN LAMINEM KEPEGAWAIAN WAHYUDI INVENTARIS S U G I AN T O BENDAHARA BP3 SYAHRUL HADI PERPUSTAKAAN SULIANI PENJAGA SEKOLAH 1.97 Gambar 4. MOH. 2006) . SUPRIYADI 3. HARI AMIN 2. ABIDIN (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.

tanpa sarana dan prasarana yang lengkap maka pembelajaran tidak bisa dikatakan berkualitas. Penyajian Dan Analisa Data 1. pelaksanaan dan evaluasi dari pembelajaran itu juga berkualitas. tidak membosankan. Sarana Dan Prasarana Pendidikan Yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang menyenangkan. Wakil Kepala SMP Negeri 02 Turen.3 Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu faktor yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap. yakni guru membuat perencanaan sebelum mengajar begitu pula siswa belajar mandiri di rumah sebelum dating ke sekolah. Pembelajaran dapat dikatakan berkualitas jika sarana dan prasarananya bisa membawa ke arah tercapainya tujuan pendidikan sesuai dengan standar kurikulum yang dipakai di sekolah tersebut. dan inovatif. Pada akhir proses pembelajaran evaluasi yang dilakukan guru harus berkualitas. Artinya persiapan yang dilakukan guru serta siswa di dalam kelas harus berkualitas. 3 Wawancara dengan Sutanlik. beliau mengatakan bahwa: Pembelajaran yang berkualitas adalah jika persiapan. Hal di atas secara langsung maupun tidak langsung sangat menunjang tercapainya kualitas pembelajaran PAI yang diharapkan oleh sekolah tersebut. efektif. Untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas maka dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai. dan gedung / bangunan sekolah. perabot. Sedangkan menurut waka SMP Negeri 02 Turen. Di dalam pelaksanaannya pembelajaran harus berkualitas.98 B. Tanggal 29 Mei 2007 . Dari mulai alat peraga. variatif. tidak boleh monoton dan membosankan. efisiensi. media pendidikan.

dan TV.4 Setiap guru membutuhkan alat yang berbeda dalam mengajar sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan pada siswa. papan tulis. dan media pendidikan seperti OHP. almari. Tanggal 15 Mei 2007 4 . meja. spidol. spidol. gambar-gambar. Sebagaimana hasil wawancara peneliti dengan seorang guru yang diberi kepercayaan di bidang urusan sarana dan prasarana.99 Sarana yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dalam proses belajar mengajar contohnya: alat pelajaran seperti buku tulis. Karena untuk laboratorium agama kami belum punya. Di perpustakaan siswa dapat beljar mandiri dengan membaca serta menganalisa buku-buku yang ada di perpustakaan kemudian diserap untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Selain itu siswa dan guru biasanya mengerjakan sholat dhuha pada jam pertama dan menunaikan jama’ah shalat dhuhur pada istirahat kedua atau sepulang sekolah. penghapus papan tulis. Alat peraga seperti ka’bah tiruan untuk berthawaf. visual dan audiovisual. Dan Media pendidikan baik yang audio. di masjid siswa dapat belajar mempraktekan materi bab shalat. ruang kelas dan perpustakaan. SMP Negeri 02 Turen belum memiliki media ausio visual yang lengkap hanya beberapa saja yang kami punya. bulan ini kami mendapatkan bantuan dari DEPDIKNAS berupa 2 buah multimedia yang akan kami gunakan pada tahun ajaran 2007-2008. Selain ruang kelas yang digunakan untuk penyampaian materi yang berupa teori maka perpustakaan adalah tempat yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. penghapus dan papan tulis. Sedangkan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah masjid. alat praktek seperti boneka untuk praktek materi mengenai memandikan jenazah dan mensholati jenazah. Sedangkan masjid adalah prasarana yang utama dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam. bangku. beliau mengatakan: Sarana yang dibutuhkan guru dalam mengajar adalah seperti kapur tulis. Demikian juga guru pendidikan agama Islam selain ruang kelas juga memerlukan sarana dan Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. VCD. kapur tulis. kaset. LCD. CD. kursi.

Dalam menjelaskan materi yang sedemikian rumit seorang guru pendidikan agama Islam akan membutuhkan sarana dan prasarana yang beragam bentuk dan jenisnya. Tanggal 14 Mei 2007 5 . Kemudian siswa mempraktekan di depan guru. Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI SMP Negeri 02 Turen Ibu Iftina Hidayati. metode yang telah saya gunakan sangat beragam begitu juga dengan media serta sarana yang saya gunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Lalu pada pertemuan berikutnya saya memberikan CD untuk ditayangkan pada TV berukuran 21 inci agar siswa dapat melihat dengan jelas. tidak boleh menggunakan hanya akal saja atau pun sebaliknya. selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk bertanya bagi yang belum paham. Seperti yang telah kita ketahui bahwasannya materi pendidikan agama Islam seringkali membingungkan karena kadangkala materi-materi yang disajikan di luar batas pikiran manusia. saya menjelaskan terlebih dahulu materi yang telah ada di buku panduan. Jadi intinya sebelum pembelajaran dimulai seorang guru harus mempersiapkan media serta sarana yang akan membantu dalam pembelajaran.Ag beliau menyatakan: Saya mengajar di SMP Negeri 02 Turen selama kurang lebih 10 tahun.100 prasarana serta media pendidikan yang beragam sesuai dengan materi yang akan diberikan. Maka dari itu tugas seorang guru agama adalah dengan mengarahkan siswanya agar menggunakan sisi yang lain untuk menerima materi pelajaran tersebut yakni menggunakan wahyu. Contohnya dalam materi yang berhubungan dengan fiqih. S. Akal dan wahyu harus sama-sama digunakan.5 Wawawancara dengan Iftina Hidayati. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen. jadi hal-hal yang tidak masuk akal itu sering terjadi.

Proses manajemen merupakan kegiatan yang sangat rumit dan harus dikerjakan oleh orang-orang profesional. Contohnya dalam bab wudlu sorang guru PAI memerlukan prasarana berupa kran atau kamar mandi untuk mengajarkan cara-cara berwudlu yang benar menurut hukum Islam. hal ini kita kenal dengan istilah proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Keberadaan sarana dan prasarana yang dimiliki sebuah sekolah tidak langsung ada begitu saja.Pd selaku penanggung jawab urusan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen. S. Dari beberapa hasil wawancara tersebut di atas cukup jelas bahwa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam dibutuhkan sarana dan prasarana yang siap pakai dan memadai. beliau menegaskan: . dari pada sekedar mendengarkan penjelasn dari guru di dalam kelas. Begitu pula pada proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan harus dikerjakan oleh orang-orang yang sudah terlatih dan berpengalaman. Sarana dan prasarana itu ada karena direncanakan secara sengaja dan diusahakan secara sungguh-sungguh serta dibina secara kontinyu. Sesuai dengan hasil wawancara peneliti ibu Eko Yuliastutik Ch. 2. Karena dengan menyaksikan secara langsung serta dapat mempraktekkan sendiri siswa akan lebih paham. Selain itu guru juga dapat menilai ketuntasan belajar siswa dalam bab wudlu tersebut.101 Prasarana yang ikut menunjang pembelajaran PAI memang sangat beragam.

waka sekolah.6 Pemeliharan dan perawatan sarana dan prasarana sebaiknya dilakukan bersama-sama. kalau dana tersebut tidak turun kami mengajukan proposal pada komite sekolah. Setelah disetujui oleh bapak kepala sekolah kami akan mengalokasikan dana. jadi seharusnya semua civitas akademik merasa memiliki barang-barang tersebut. para staff dan karyawan serta seluruh bapak/ibu guru SMP Negeri 02 Turen. tanggung jawabnya diberikan pada guru bidang studi.102 Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dilaksanakan pada waktu mengadakan rapat kerja (raker) yang diikuti oleh kepala sekolah. dana tersebut didapat dari Depdiknas. Begitu pula di SMP Negeri 02 Turen sarananya benarbenar dijaga dan dirawat sebaik-baiknya begitu juga dengan prasarananya. Setelah itu direncanakan dengan matang mulai dari perencanaan pengadaan sampai pengadaan sarana pendidikan. Pemeliharaan sarana yang tergolong sebagai alat peraga atau media pendidikan yang seringkali digunakan dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh urusan sarana dan prasarana SMP Negeri 02 Turen yang menyatakan: Setelah barang-barang tersebut didapatkan selanjutnya tanggung jawab media dan sarana diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru bidang studi mulai dari perawatan dan pemeliaran sampai pada Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Karena mereka yang tahu bagaimana cara merawat barang tersebut dengan baik dan bila sewaktu-waktu diperlukan mereka tidak bingung mencari barang-barang tersebut. Dana kami berikan pada guru bidang studi agar mereka dapat mencari media yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan. Tanggal 15 Mei 2007 6 . Di dalam rapat ini guru bidang studi mengajukan sarana atau media apa yang dibutuhkan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. dijaga bersama walaupun ada petugas yang setiap hari membersihkan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen.

makanya bapak kepala sekolah tidak pernah mengijinkan untuk melakukan penghapusan terhadap barang-barang milik Negara.Pd pada waktu menanggapi pertanyaan peneliti. kalau barang tersebut masih bisa dijual guna mendapatkan yang lebih baru. beliau menegaskan bahwa: Proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran PAI kami samakan dengan proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. maka hal tersebut akan dilaksanakan. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen sama halnya dengan manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya.103 penghapusan. Seperti contohnya monitor komputer yang sudah lama maka bisa ditukar tambah dengan yang lebih baru. Hal ini sesuai dengan pernyataan ibu Eko Yuliastutik Ch. Bukubuku yang sudah tidak relevan dengan kurikulum sekolah masih tetap ditata rapi di perpustakaan untuk dijadikan referensi para guru maupun para siswa. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Hal ini ditujukan agar sarana dan prasarana yang ada dapat siap pakai sewaktu-waktu dan dapat sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan. Tanggung jawab akan sarana dan media Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Namun untuk proses penghapusan kami jarang melakukannya karena prosesnya yang sangat panjang dan rumit. S. Namun. Barang-barang yang sudah lama dan sudah tidak terpakai lagi tetap disimpan rapi di gudang sekolah.7 Sedangkan proses penghapusan sarana dan prasarana di SMP Negeri 02 Turen sebenarnya jarang sekali dilakukan. Hal ini dikarenakan jumlah sarana dan prasarana yang ada di sekolah kami masih minim jadi proses manajemennya kami samakan. Tiap akhir tahun urusan bidang sarana dan prasarana meminta catatan mengenai inventarisasi dari barang-barang tersebut karena akan dilaporkan ke KANWIL di tingkat provinsi. Tanggal 15 Mei 2007 7 .

9 Selain kepala sekolah.104 pendidikan juga kami serahkan sepenuhnya pada guru pendidikan agama Islam. beliau mengatakan bahwa dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan beliau bersama staff TU yang lain sangat berperan sekali.8 Adapun upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana adalah sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan bapak Edi Sunarto. Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. DIKNAS. Tugas bagian Tata Usaha dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan lazimnya disebut dengan istilah inventarisasi.Pd yang menjabat sebagai Humas SMP Negeri 02 Turen dan merangkap sebagai Urusan Kurikulum kelas 3. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Humas SMP Negeri 02 Turen. Dana tersebut diperoleh dari kucuran dan dari APBD. Tanggal 14 Mei 2007 . beliau menyatakan: Dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah kami. Hal ini sesuai dengan perbincangan peneliti bersama Bapak Edy Suharsono selaku kepala Tata Usaha dan bendahara SMP Negeri 02 Turen. bapak kepala sekolah mengalokasikan dana secara benar untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. S. Bagian Tata Usaha juga ikut terlibat dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Tanggal 17 Mei 2007 9 8 Wawancara dengan Edi Sunarto. serta beberapa dari komite sekolah. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung sekolah dan pengadaan peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Urusan Bidang Sarana dan Prasarana. serta para guru bidang studi.

Beliau mengatakan bahwa dalam proses manajemen sarana dan prasarana pihak sekolah juga melibatkan guru. siswa. kemudian kepala sekolah merekomendasikan kepada pihak-pihak tertentu untuk memberikan dana bagi kebutuhan itu. Contohnya dalam proses pengadaan buku-buku pelajaran. Dengan referensi yang banyak dan tertata dengan rapi serta dengan suasana perpustakaan yang nyaman untuk belajar secara tidak langsung akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. orang tua siswa atau pihak lain yang ingin menghibahkan bukunya pada sekolah ini. pihak sekolah juga mendapatkan bantuan dari pihak Depdiknas. Terkadang juga mendapat hibah dari para guru. guru.105 Dari pegawai perpustakaan. kemudian diusulkan kepada kepala sekolah. Cara mendapatkan buku-buku perpustakaan selain dengan cara membeli dengan menggunakan dana dari komite sekolah. siswa dan orang tua wali murid. Pemeliharaan buku-buku dan ruang perpustakaan di SMP Negeri 02 Turen secara khusus dilakukan oleh pegawai perpustakaan dan secara umum dilakukan oleh semua komponen sekolah. Ibu Suliani peneliti mendapatkan informasi lain tentang keterlibatan guru dan kepala sekolah dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. . siswa dan keluarga siswa diberi kesempatan untuk memberikan masukan buku apa saja yang perlu ada di SMP Negeri 02 Turen dalam sebuah rapat yang diadakan pada waktu penerimaan siswa baru atau pada saat penerimaan nilai hasil belajar siswa pada orang tua.

beliau mengatakan bahwa dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang telah dilakukan ternyata tidak sia-sia sebab dengan manajemen tersebut SMP Negeri 02 Turen memperoleh hasil yang cukup signifikan diantaranya: a. Hal ini sesuai dengan pengamatan peneliti berulang kali ke perpustakaan SMP Negeri 02 Turen. Buku-buku disusun secara rapi dan ditata menurut jenisnya. Sekolah : SMP Negeri 02 Turen mampu mencatat sebagai 8 besar 10 Wawancara dengan Suliani. Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Urusan sarana dan prasarana pendidikan.106 Proses penghapusan di SMP Negeri 02 Turen jarang sekali dilakukan bahkan di perpustakaan proses penghapusan itu belum pernah dilakukan sama sekali. 3. Buku-buku lama yang tidak relevan dengan kurikulum yang digunakan tidak dibuang begitu saja dan dijadikan tambahan referensi guru maupun siswa. Tanggal 21 Mei 2007 .10 Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen memang tidak begitu luas dan bangunannya sangat sederhana. buku fiksi dan bacaan lainnya disusun terpisah dari buku-buku pelajaran. terletak disebelah kanan dari koperasi siswa dan sebelah kiri dari ruang keterampilan. dan sekarang banyak buku terbaru yakni berdasarkan kurikulum 2004 (KBK) yang diperoleh dari Depdiknas. Adapun inventarisasi buku-buku perpustakaan adalah dengan mencatat jumlah dan jenis buku pada sebuah buku induk. Pegawai Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen. Namun buku-bukunya cukup lengkap.

Begitu juga dalam bidang keagamaan. Ibu Iftina Hidayati. 5. begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. 2006) Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI. Siswa c.11 Sedangkan prestasi ekstrakurikuler tahun ajaran sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Guru SMP terbaik sekabupaten Malang.107 b. Pramuka Bela diri Seni Tari Baca Qur’an PMR Seni Musik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. hasil belajar siswa pada akhir semester semakin meningkat. : Prestasinya cukup memuaskan. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. 7. Diantaranya dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan maka konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar dan guru 11 Arsip SMP Negeri 02 Turen. S. 4. Terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an.8 Data Prestasi Siswa SMP Negeri 02 Turen tahun 2005/2006 No 1. 2006 . 3. : Meringankan dan mempermudah guru dalam memaham kan materi yang akan diajarkan pada siswa. Ekstrakurikuler Olahraga Prestasi yang Diraih Renang Bulutangkis Lari Lempar lembing Bola Volly Bola Basket Peserta Jembara Pencak Silat Tingkat Prestasi Juara 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1 Semi Final Juara 2 Tingkat Daerah Provinsi Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten - 2.Ag beliau menerangkan bahwa sarana dan prasarana itu sangat bermanfaat pada pelaksanaan PAI. 6. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga.

maka kepala Wawancara dengan Abdul Kholiq. Tanggal 16 Mei 2007 12 . membaca dan menulis. ketika wawancara dengan peneliti bahwasannya perhatian atasan memang sangat besar terhadap sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Dengan mempraktekkan secara langsung daya ingat siswa lebih kuat sehingga dalam ulanganpun hasilnya tidak mengecewakan. Dan tentu saja dalam proses belajar mengajar itu tidak luput dari sarana dan prasarana yang termanage dengan baik. tidak sekedar mendengar keterangan guru. Bapak Abdul Kholiq. Seperti contoh dalam materi wudlu siswa dapat mempraktekkan cara-cara berwudlu yang baik di hadapan guru dan temannya yang lain. Dengan hal ini siswa dapat mengalami sendiri. 12 Dikatakan pula oleh Bapak Edi Sunarto.Pd guru BP/BK yang juga membantu mengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam di kelas VIII menegaskan bahwasannya dengan sarana dan prasarana yang lengkap dan manajemen yang bagus siswa lebih termotivasi untuk belajar (lebih siap menerima pelajaran). S. Dan sejauh ini sesuai dengan penilaian beliau melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan nilai siswa dapat meningkat menjadi lebih baik dibandingkan tahun kemarin. Guru BK/BP dan PAI SMP Negeri 02 Turen. S.108 dapat lebih maksimal dalam menyampaikan materinya.Pd selaku Humas SMP Negeri 02 Turen. Jadi manajemen sarana dan prasarana itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar PAI. Ketika guru membutuhkan suatu media secara mendadak karena media itu juga baru keluar.

13 Wawancara dengan Edi Sunarto. Tanggal 14 Mei 2007 .13 Hal ini dilakukan agar pembelajaran PAI dapat lebih berkualitas dengan sarana dan prasarana yang diinginkan oleh guru.109 sekolah akan menunjuk urusan sarana dan prasarana untuk memenuhinya dengan memberikan dana yang dibutuhkan. Sebagian besar nilai siswa mengalami peningkatan. Humas SMP Negeri 02 Turen.89 7. salah satu faktor yang mempengaruhi adanya peningkatan ini adalah adanya pengelolaan dan pelayanan yang baik pada bidang sarana dan prasarana pendidikan.00 8.9 menunjukkan adanya peningkatan pada nilai ujian siswa. Adapun hasil yang diperoleh dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah diantaranya seperti siswa dapat merasakan.17 7.45 2005-2006 TAHUN NILAI 7.9 Nilai Rata-Rata UAS tahun 2004/2005 dan 2005/2006 KELAS VII VIII IX 2004/2005 TAHUN NILAI 7. kemudian dengan melihat CD tersebut secara perlahan ada kesadaran siswa untuk merubah tingkah laku yang buruk menjadi lebih baik sebagaimana suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW. untuk lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.59 7.54 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. memahami dan menghayati sebuah sub materi karena mereka diberi kesempatan melihat tayangan tentang jejak Rosul dari “CD Jejak Rosul”. 2006) Tabel 4. Perubahan yang ditunjukkan siswa-siswi SMP Negeri 02 Turen dapat dilihat pada nilai rata-rata pada ujian semester dua tahun terakhir.

terkadang naik dan terkadang menurun. Wawawancara dengan Iftina Hidayati. S. Soal-soal yang menurut sebagian siswa mudah dikerjakan tapi menurut sebagian siswa yang lain hal itu sangat sulit dikerjakan begitu pula sebaliknya. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen. hal ini disebabkan antara lain adanya perbedaan kemampuan dan kecerdasan pada siswa.110 Adapun nilai siswa yang sedikit menurun pada kelas VIII menurut ibu Iftina Hidayati.14 Dari beberapa hasil wawancara di atas dapat ditarik benang merahmya bahwasannya melalui manajemen sarana dan prasarana dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Sehingga penurunan nilai siswa ini bukan disebabkan oleh kurangnya manajemen sarana dan prasarana dan bukan pula dikarenakan faktor yang lain. Tanggal 14 Mei 2007 14 .Ag nilai siswa itu relativ.

hlm. Tujuan umum yang berbentuk insan kamil dengan pola takwa dapat mengalami perubahan naik turun. untuk menumbuhkan. memupuk. Sarana Dan Prasarana Pendidikan Yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen Meledaknya jumlah pengangguran sebagai akibat dari PHK dan terbatasnya jumlah lapangan kerja. hlm. sekurang-kurangnya pemeliharaan supaya tidak luntur dan berkurang. bertambah dan berkurang dalam perjalanan hidup seseorang. Paradigma Pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya. mengembangkan. dan/atau normativitas maupun historitasnya.. memelihara dan mempertahankan tujuan pendidikan yang telah dicapai. meskipun pendidikan oleh diri sendiri dan bukan dalam pendidikan formal. dkk. 86 2 1 Zakiyah Daradjat. 1996). yang di dalamnya sarat akan dimensi moralitas dan spiritualitasnya.111 BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. masyarakat rupanya masih berharap besar sekaligus menunggu-nunggu jasa dan peran yang disumbangkan oleh agama. masih perlu mendapatkan pendidikan dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan. Maka dari itu orang yang sudah takwa dalam bentuk insan kamil.2 Muhaimin. penanganan yang serba lamban terhadap persoalan-persoalan tersebut ternyata dapat menyebabkan kerawanan sosial. 2001). Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Angkasa.1 Pendidikan agama Islam itu berlangsung selama hidup. 31 . Dalam kondisi semacam itu. baik secara konseptual maupun aktualitasnya.

1996). 434 . dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (menurut ajaran Islam). 50 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya. hlm. walaupun SMP 3 4 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya (Semarang: Karya Toha Putra. hlm.112 Tujuan akhir dari pendidikan agama Islam dapat dilihat dalam firman Allah: :‫)ال ﻋﻤﺮان‬ ‫ﻳﺎاﻳﻬﺎاﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮااﺗﻘﻮااﷲ ﺣﻖ ﺗﻘﺘﻪ وﻻﺗﻤﻮﺗﻦ اﻻواﻧﺘﻢ ﻣﺴﻠﻤﻮن‬ (١٠٢ “Wahai orang-orang yang beriman.” (Q. Untuk mendapatkan sebuah ilmu maka kita harus belajar. Ibid. Malang dalam menjalankan pembelajaran PAI juga tak lepas dari visi yang telah ditentukan pada awal berdirinya sekolah ini.S. al-Mujadalah: 11)4 SMP Negeri 02 Turen Kab. sebagaimana firman Allah: ‫ﻳﺎﻳﻬﺎ اﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮا اذا ﻗﻴﻞ ﻟﻜﻢ ﺗﻔﺴﺤﻮا ﻓﻲ اﻟﻤﺠﺎﻟﺲ ﻓﺎﻓﺴﺤﻮا ﻳﻔﺴﺢ‬ ‫واذا ﻗﻴﻞ اﻧﺸﺰوا ﻓﺎﻧﺸﺰوا ﻳﺮﻓﻊ اﷲ اﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮاﻣﻨﻜﻢ‬P‫ج‬P‫اﷲ ﻟﻜﻢ‬ ( ١١ :‫واﷲ ﺑﻤﺎ ﺗﻌﻤﻠﻮن ﺧﺒﻴﺮ )اﻟﻤﺠﺎدﻟﺔ‬P‫ﻗﻠﻲ‬P‫واﻟﺬﻳﻦ اوﺗﻮااﻟﻌﻠﻢ درﺟﺎت‬ …Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…(Q. 3 Ali Imran: 102)3 Segala sesuatu yang ada dalam dunia ini wajib dipelajari dan di fahami agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Allah akan memberikan derajat yang tinggi bagi orang yang berilmu.S. Dengan mengedepankan keunggulan dalam hal iman dan taqwa maka pembelajaran PAI juga mendapatkan perhatian yang serius..

Terampil dalam apreasi seni dan olahraga 6. pengamatan dan dokumentasi yang ada. maka dari itu kualitas pembelajaran PAI harus ditingkatkan.cit. sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen Kab. hlm. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien. berbudi pekerti luhur berdasarkan iman dan taqwa.6 Banyak faktor yang menjadi pendukung adanya peningkatan kualitas pembelajaran PAI di antaranya adalah faktor sarana dan prasarana. Visi tersebut ialah: “Terwujudnya insan yang berkualitas. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai. op.” INDIKATOR 1.. Terampil dalam ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Budaya membaca dan membuat karya tulis 5. Dan oleh karena pembelajaran PAI masih seringkali mendapat kritik pedas dari para ahli pendidikan. terampil. Malang. 2006 Muhaimin. Aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan5 Dalam rangka mengatasi berbagai macam persoalan dalam hidup ini maka pembelajaran PAI harus menunjukkan kontribusinya. Unggul dalam prestasi akademik 2.113 Negeri 02 Turen Kab. berdaya kreasi tinggi. Malang bukan merupakan sekolah yang berbasis agama layaknya Madrasah. 88 . peneliti dapat menyimpulkan bahwa sesuai dengan teori yang telah dipaparkan pada BAB II. Unggul dalam iman dan taqwa 3. 5 6 Dokumen SMP Negeri 02 Turen Kab. Berdasarkan hasil wawancara.

Malang No Klasifikasi Prasarana Pendidikan 1. Media: tape recorder (audio). Alat pelajaran: Kapur a. c. Prasarana yang secara langsung digunakan dalam PBM 2. Sarana pendidikan yang tahan lama: a. buku tulis d. almari dll. perpstakaan. papan tulis (Sumber: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. ka’bah tiruan untuk praktek manasik haji. peralatan laboratorium c.114 Malang dan sekaligus dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dapat peneliti paparkan seperti berikut: Tabel 5. kapur tulis b. kursi c. meja tulis. bangku penghapus papan tulis. Prasarana yang secara tidak langsung Contoh Ruang kelas. saluran PDAM Tabel 5. Sarana yang tidak Sarana yang secara tidak langsung digunakan dalam bergerak: PBM: almari buku a. b. ruang kepala 2. kursi penggaris. papan tulis. buku tulis c. Ruang guru. 2006) . dan masjid. b. spidol Ditinjau dari Ditinjau dari hubungannya bergerak tidaknya dengan PBM Sarana yang langsung Sarana yang digunakan dalam PBM: bergerak: a. TV dan VCD (audio visual).1 Sarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Ditinjau dari habis tidaknya dipakai Sarana pendidikan yang habis dipakai: a. Malang. Alat peraga: boneka untuk peragaan sholat jenazah. Malang No 1. meubelair perpustakaan b.2 Prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. meja b. c. laboratorium.

ruang kelas dan perpustakaan. Malang.115 digunakan dalam PBM tapi juga menunjang PBM sekolah. Selain ruang kelas yang digunakan untuk penyampaian materi yang berupa teori maka perpustakaan adalah tempat yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. halaman sekolah.7 SMP Negeri 02 Turen Kab. CD. almari. Sama halnya dengan mata pelajaran yang lainnya seperti Biologi. meja. tempat wudlu. ruang TU. VCD. (Sumber: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. Sedangkan masjid adalah prasarana yang utama dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam. memadai dan siap pakai. papan tulis. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI memerlukan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap. Karena untuk laboratorium agama kami belum punya. Sebagaimana hasil wawancara Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Kimia. 2006) Hal senada diungkapkan oleh Ibu Eko Yuliastutik Ch. Fisika. kaset. Tanggal 15 Mei 2007 7 . kursi. dan media pendidikan seperti OHP. Malang. LCD. Di perpustakaan siswa dapat belajar mandiri dengan membaca serta menganalisa buku-buku yang ada di perpustakaan kemudian diserap untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan. spidol. Selain itu siswa dan guru biasanya mengerjakan sholat dhuha pada jam pertama dan menunaikan jama’ah shalat dhuhur pada istirahat kedua atau sepulang sekolah. Malang. bangku.Pd selaku Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. ruang staff. kamar mandi. Pembelajaran PAI membutuhkan sarana yang beragam sesuai dengan materi dan metode yang akan diberikan. penghapus papan tulis. di masjid siswa dapat belajar mempraktekan materi bab shalat. Malang belum memiliki media audio visual yang lengkap hanya beberapa saja yang kami punya. bahkan ada suatu materi yang tidak membutuhkan sarana namun hanya membutuhkan penjelasan dari sang guru saja. bulan ini kami mendapatkan bantuan dari DEPDIKNAS berupa 2 buah multimedia yang akan kami gunakan pada tahun ajaran 2007-2008. Bahasa dan lain-lain. S. dan jalan menuju sekolah. Sedangkan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah masjid. dan TV. beliau menegaskan: Sarana yang dibutuhkan guru dalam mengajar adalah seperti kapur tulis. SMP Negeri 02 Turen Kab.

Contohnya dalam materi yang berhubungan dengan fiqih. metode yang telah saya gunakan sangat beragam begitu juga dengan media serta sarana yang saya gunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. beliau menyatakan: Saya mengajar di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang.116 peneliti dengan salah satu guru PAI SMP Negeri 02 Turen Kab. selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk bertanya bagi yang belum paham.8 B. loc. Lalu pada pertemuan berikutnya saya memberikan CD untuk ditayangkan pada TV berukuran 21 inci agar siswa dapat melihat dengan jelas. cit. beliau mengatakan bahwa administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara continue terhadap benda-benda pendidikan. Kemudian siswa mempraktekan di depan guru. Malang. saya menjelaskan terlebih dahulu materi yang telah ada di buku panduan. . Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen Kab. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Secara sederhana.9 Berdasarkan definisi sederhana tersebut maka pada hakikatnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu merupakan proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. Tanggal 14 Mei 2007 9 8 Ibrahim Bafadal. Malang selama kurang lebih 10 tahun. manajemen perlengkapan sekolah dapat didefinisikan sebagai proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan pendidikan secara efektif dan efisien. Sedangkan definisi lain diungkapkan oleh Ary H Gunawan. Jadi intinya sebelum pembelajaran dimulai seorang guru harus mempersiapkan media serta sarana yang akan membantu dalam pembelajaran. agar senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses belajar Wawawancara dengan Iftina Hidayati.

Pasangan penulis tersebut menegaskan bahwa prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah: 1. hilang. Johnson (1969). Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di sekolah. Pembentukan panitia pengadaan barang atau perlengkapan 2. 114 .117 mengajar sehingga PBM semakin efektif dan efesien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Penetapan spesifikasi 10 Ary H Gunawan. Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dua orang teoretisi administrasi lainnya yang menjelaskan tentang prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah Emery Stoops dan Russel E. pendistribusian. dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun anggaran mendatang. hlm.10 Ibrahim Bafadal menyatakan bahwa kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan itu meliputi: pengadaan. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Aktifitas pertama dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah pengadaan sarana dan prasarana. 1. inventarisasi dan penghapusan. dihapuskan atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan pergantian. pemakaian dan pemeliharaan. menggantikan barang-barang yang rusak. Administrasi Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta. 1996). a. Penetapan kebutuhan perlengkapan 3.

sehingga sekolah dituntut untuk selalu berusaha juga melakukan pengadaan perlengkapan dengan cara lain. Penilaian kembali11 b. dan 4. hlm.cit. dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.118 4. Pembelian. Tukar menukar. Pengujian segala kemungkinan 6.. Hadiah atau sumbangan. 11 12 Ibrahim Bafadal. Dinas Pendidikan Nasional Provinsi. Malang dalam melaksanakan proses pengadaan sarana dan prasarana melibatkan semua komponen sekolah. Seringkali sekolah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan dari pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional.28 Ibrahim Bafadal.. Penetapan harga satuan perlengkapan 5. antara lain dengan cara: 1. Rekomendasi 7. hlm. Ibid. op. Meminjam 12 SMP Negeri 02 Turen Kab. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah untuk mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan sekolah. 2. Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana yang telah disusun sebelumnya. 3. 32 . Namun bantuan tersebut dalam jumlah terbatas dan tidak selalu ada.

Tanggal 15 Mei 2007 13 . Malang. Setelah barang yang akan dibeli ditetapkan. kalau dana tersebut tidak turun kami mengajukan proposal pada komite sekolah. 13 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Dalam hal ini Urusan Sarana dan Prasarana memberikan kesempatan pada masing-masing guru bidang studi untuk mengajukan permintaan alat pendidikan/media yang akan mereka butuhkan dalam PBM. Dana kami berikan pada guru bidang studi agar mereka dapat mencari media yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan. langkah selanjutnya Kepala Sekolah memberikan perintah pada Urusan Sarana dan Prasarana untuk memberikan dana yang selanjutnya diberikan pada guru bidang studi untuk melaksanakan proses pengadaan barang-barang. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Setelah itu direncanakan dengan matang mulai dari perencanaan pengadaan sampai pengadaan sarana pendidikan. dana tersebut didapat dari Depdiknas. waka sekolah. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Terlebih dahulu Urusan Sarana dan Prasarana menganalisis sarana atau media yang diperlukan dalam pembelajaran. Malang. Malang yang menyatakan: Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dilaksanakan pada waktu mengadakan rapat kerja (raker) yang diikuti oleh kepala sekolah. Setelah disetujui oleh bapak kepala sekolah kami akan mengalokasikan dana. Di dalam rapat ini guru bidang studi mengajukan sarana atau media apa yang dibutuhkan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. para staff dan karyawan serta seluruh bapak/ibu guru SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang.119 Kegiatan ini dimulai pada saat sekolah mengadakan rapat kerja (raker) pada awal tahun yang diikuti seluruh civitas akademik SMP Negeri 02 Turen Kab.

Malang 3. (3) penyerahan barang. 14 Ibrahim Bafadal. Dalam rangka itu. Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggungjawab dari seorang penanggungjawab penyimpanan kepada unit-unit atau orangorang yang membutuhkan barang itu. yaitu: (1) penyusunan alokasi barang.cit. Pemeliharaan tersebut dapat dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggungjawabnya. atau membawanya ke bengkel servis.. hlm. (2) pengiriman barang. karena tanggung jawab pengadaannya langsung diberikan kepada yang membutuhkan yakni guru bidang studi.120 2.14 Proses pendistribusian atau penyaluran perlengkapan sekolah sebagaimana dijelaskan pada teori tersebut di atas tidak dilaksanakan di SMP Negeri 02 Turen Kab. Pendistribusian Sarana dan Prasarana Sekolah Barang-barang perlengkapan sekolah (sarana dan prasarana pendidikan) yang telah diadakan dapat didistribusikan. Maka dari itu pengalihan tanggung jawab tidak ada di dalam manajemen sarana prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen Kab. Kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan menurut ukuran waktu dan menurut ukuran keadaan barang. Penggunaan dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Kegiatan rutin untuk mengusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik dan berfungsi baik pula (running well) disebut pemeliharaan atau perawatan (service). ada tiga langkah yang sebaiknya ditempuh oleh bagian penanggungjawab penyimpanan atau penyaluran. 38 . Malang. op. atau memanggil tukang/ahli servis untuk melakukannya.

Karena mereka yang tahu bagaimana cara merawat barang tersebut dengan baik dan bila sewaktu-waktu diperlukan mereka tidak bingung mencari barang-barang tersebut.15 Di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang.. Hal ini ditujukan agar sarana dan prasarana yang ada dapat siap pakai sewaktu-waktu dan dapat sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan. tanggung jawabnya diberikan pada guru bidang studi. Gunawan. Namun untuk proses penghapusan kami jarang melakukannya karena prosesnya yang sangat panjang dan rumit.cit. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Urusan Sarana dan Prasarana menyatakan: Setelah barang-barang tersebut didapatkan selanjutnya tanggung jawab media dan sarana diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru bidang studi mulai dari perawatan dan pemeliaran sampai pada penghapusan. 146 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Malang pemeliharaan sarana yang tergolong sebagai alat peraga atau media pendidikan yang seringkali digunakan dalam pembelajaran. kreatifitas serta rasa tanggung jawab dan rasa “handar beni” adalah kunci dari keberhasilan kegiatan pemeliharaan demi optimalisasi daya pakai dan daya guna setiap barang kita. hlm. Aktifitas. Tanggal 15 Mei 2007 . Malang yang 15 16 Ary H. makanya bapak kepala sekolah tidak pernah mengijinkan untuk melakukan penghapusan terhadap barang-barang milik Negara Tiap akhir tahun urusan bidang sarana dan prasarana meminta catatan mengenai inventarisasi dari barang-barang tersebut karena akan dilaporkan ke KANWIL di tingkat provinsi.121 Pada prinsipnya kegiatan pemeliharaan dilakukan agar setiap sarana dan prasarana itu senantiasa siap pakai dalam proses/kegiatan belajar mengajar.16 SMP Negeri 02 Turen Kab. op.

dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ataupun dana lainnya yang barang-barangnya di bawah penguasaan pemerintah. Secata definitive. Malang untuk memperbaiki barang yang rusak tersebut. Menurut keputusan Menteri Keuangan RI Nomor kep. kegiatan pencatatan semua perlengkapan itu disebut dengan istilah inventarisasi perlengkapan pendidikan. provinsi. maka kepala sekolah dalam raker akan memtuskan untuk membeli peralatan yang lebih baru.122 Ketika sarana pendidikan ada yang rusak maka Urusan Sarana dan Prasarana atas izin kepala sekolah memanggil tukang/ahli yang berada di sekitar wilayah SMP Negeri 02 Turen Kab. Melalui inventarisasi perlengkapan pendidikan diharapkan akan tercipta ketertiban administrasi barang. Lazimnya. Akan tetapi jika biaya untuk memperbaiki lebih banyak dari pada membeli. 4. inventarisasi adalah pencatatan dan penyusunan daftar barang milik Negara secara sistematis. baik pusat. baik yang berada di dalam maupun luar negeri. mempermudah dalam . penghematan keuangan. 225/MK/V/4/1971 barang milik Negara adalah berupa semua barang yang berasal atau dibeli dengan dana yang bersumber baik secara keseluruhan atau sebagainya. maupun daerah otonom. tertib dan teratur berdasarkan ketentan-ketentuan atau pedoman-pedoman yang berlaku. Kegiatan tersebut merupakan suatu proses yang berkelanjutan. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah Salah satu aktifitas dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah mencatat semua perlengkapan yang dimiliki oleh sekolah.

Misalnya. Semua perlengkapan pendidikan di sekolah atau barang inventaris sekolah harus dilaporkan.cit. Oktober. yaitu departemennya. inventarisasi mampu menyediakan data dan informasi untuk perencanaan. b) Kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan laporan. yaitu: a) Kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan dan pembuatan kode barang perlengkapan Barang-barang perlengkapan di sekolah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. khusus barang-barang inventaris dicatat di dalam buku induk inventaris dan buku golongan inventaris. Lebih lanjut. op. Pelaporan tersebut dilakukan sekali dalam setiap triwulan.123 pemeliharaan dan pengawasan. yaitu barang inventaris dan barang bukan inventaris.. 17 17 Ibrahim Bafadal. Setelah itu. Laporan tersebut seringkali disebut dengan istilah laporan mutasi barang. 55 . Baik barang inventaris maupun barang bukan inventaris yang diterima sekolah harus dicatat di dalam buku penerimaan. pada setiap bulan Juli. termasuk perlengkapan baru kepada pemerintah. hlm. Sedangkan khusus barang-barang bukan inventaris dicatat di dalam buku induk bukan inventaris dan kartu (bisa berupa buku) stok barang. Kegiatan inventarisasi perlengkapan pendidikan meliputi dua kegiatan. Sekolah-sekolah swasta wajib melaporkannya kepada yayasannya. Januari dan April tahun berikutnya.

Malang sesuai sekali dengan teori yang telah dipaparkan di atas. 5. Dalam proses inventarisasi Urusan Sarana dan Prasarana dibantu oleh pegawai TU. Mengenai inventarisasi buku-buku yang ada di perpustakaan. Karena hasil dari catatan inventarisasi itu akan dilaporkan ke KANWIL Pusat di Tingkat Provinsi. Urusan Sarana dan Prasarana menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada pegawai perpustakaan. pemakaian. 18 Piet A. Karena kegiatan ini begitu rumit dan perlu ketelitian dari pelaksananya.18 Untuk melakukan penghapusan atau penyingkiran (afkeur) pelaksana harus memperhatikan tahap-tahap sebagai berikut: a) Pemilihan barang yang akan dihapuskan dilakukan setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan. Walaupun tanggung jawab pengadaan. 198 . dan pemeliharaan berada di tangan guru bidang studi. Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Yang dimaksud dengan penghapusan adalah kegiatan yang mempunyai tujuan untuk menghapuskan barang-barang milik Negara dari daftar inventaris Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. hlm.124 Kegiatan inventarisasi yang dilakukan oleh SMP Negeri 02 Turen Kab. perawatan. Sahertian.1994). namun tiap akhir tahun Urusan Sarana dan Prasarana meminta catatan mengenai sarana pendidikan yang telah dibeli. Dimensi Administrasi (Surabaya: Usaha Nasional.

Barang-barang yang sudah lama dan sudah tidak terpakai lagi tetap disimpan rapi di gudang sekolah. Pernah dilakukan tapi itu sudah lama dan kegiatan itu cukup membuat jera para civitas akademik SMP Negeri 02 Turen Kab. 89 19 . Karena memang proses penghapusan sarana dan prasarana itu cukup rumit makanya di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Buku-buku yang sudah tidak relevan dengan kurikulum sekolah masih tetap ditata rapi di perpustakaan untuk dijadikan referensi para guru maupun para siswa.19 Sedangkan proses penghapusan sarana dan prasarana di SMP Negeri 02 Turen Kab. maka hal tersebut akan dilaksanakan. hlm. d) Melaksanakan penyingkiran dengan cara-cara mengadakan lelangan. c) Membuat surat pemberitahuan kepada atasan bahwa akan diadakan penyingkiran dengan menyebutkan barang-barang yang hendak disingkirkan. Namun Kalau barang tersebut masih bisa dijual guna mendapatkan yang lebih baru.125 b) Memperhitungkan faktor-faktor penyingkiran dan penghapusan ditinjau dari segi nilai uang. Malang sebenarnya jarang sekali dilakukan. Organisasi dan Administrasi: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Jakarta: Raja Grafindo Persada. menghibahkan kepada badan/orang lain atau membakar. 1993). Seperti contohnya monitor komputer yang sudah lama maka bisa ditukar tambah dengan yang lebih baru. Proses penghapusan/penyingkiran harus disaksikan oleh atasan e) Membuat berita acara tentang pelaksanaan penyingkiran. Jadi untuk Suharsimi Arikunto. Malang jarang sekali dilakukan.

126

melakukan penghapusan terhadap sarana pendidikan, Kepala sekolah bersama para guru dan karyawan harus berpikir dua kali. Bahkan di perpustakaan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang proses penghapusan itu belum pernah dilakukan sama sekali. Buku-buku lama yang tidak relevan dengan kurikulum yang digunakan tidak dibuang begitu saja dan dijadikan tambahan referensi guru maupun siswa. Adapun inventarisasi bukubuku perpustakaan adalah dengan mencatat jumlah dan jenis buku pada sebuah buku induk.20 Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang sama halnya dengan manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan ibu Eko Yuliastutik Ch, S.Pd pada waktu menanggapi pertanyaan peneliti, beliau menegaskan bahwa: Proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran pendidikan agama Islam kami samakan dengan proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Hal ini dikarenakan jumlah sarana dan prasarana yang ada di sekolah kami masih minim jadi proses manajemennya kami samakan. Tanggung jawab akan sarana dan media pendidikan juga kami serahkan sepenuhnya pada guru pendidikan agama Islam.21 Adapun upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana adalah

sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan bapak Edi Sunarto, S.Pd yang

Wawancara dengan Suliani, Pegawai Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 21 Mei 2007 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch, Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 17 Mei 2007
21

20

127

menjabat sebagai Humas SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang dan merangkap sebagai urusan kurikulum kelas 3, beliau menyatakan: Dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah kami, bapak kepala sekolah mengalokasikan dana secara benar untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Dana tersebut diperoleh dari kucuran dan dari APBD, DIKNAS, serta beberapa dari komite sekolah. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung sekolah dan pengadaan peralatanperalatan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.22 Bapak kepala SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang termasuk pemimpin yang bijaksana, beliau tidak asal perintah saja melainkan beliau juga memberikan tauladan yang baik terhadap anak buahnya. Karena beliau mempunyai prinsip bahwasannya “orang yang menyuruh melakukan sesuatu harus berbuat hal yang sama, jadi tidak asal ngomong dan tidak melaksanakan”. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

‫اﺗﺄ ﻣﺮون اﻟ ّﺎس ﺑﻞ ﻟﺒﺮ وﺗﻨﺴﻮن اﻧﻔﺴﻜﻢ واﻧﺘﻢ ﺗﺘﻠﻮن اﻟﻜﺘﺎب اﻓﻼ‬ ‫ﻨ‬ (44:‫ﺗﻌﻘﻠﻮن )اﻟﺒﻘﺮة‬
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca alkitab (Taurat)? Maka Tidakkah kamu berpikir? (Q.S. Al-Baqarah: 44)23 Akibatnya, mereka akan mendapat ancaman dari Allah:

(3:‫آﺒﺮ ﻣﻘﺘﺎ ﻋﻨﺪاﷲ ان ﺗﻘﻮﻟﻮا ﻣﺎ ﻻ ﺗﻔﻌﻠﻮن )اﻟﺼﻒ‬
Amat besar kebencian di sisi Allah karena kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (Q.S. As-Shaf: 3)24
Wawancara dengan Edi Sunarto, Humas SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 14 Mei 2007
23 22

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, op.cit., hlm. 7

128

C. Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang Melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam kamus besar bahasa Indonesia kualitas didefinisikan sebagai tingkat baik buruknya sesuatu, kadar atau mutu atau dapat juga dikatakan sebagai derajat atau taraf (kepandaian atau kecakapan, dan sebagainya).25 Sedangkan. secara sederhana pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru.26 Dengan demikian kualitas pembelajaran adalah mutu seorang guru baik kemampuan maupun pemahamannya terhadap interaksi belajar mengajar yang indikatornya dapat dilihat dari hasil prestasi belajar siswa, baik itu prestasi dalam menempuh ujian semester atau prestasi dalam menempuh ujian akhir. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran PAI, maka tidak terlepas dari adanya beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, dan salah satunya adalah faktor sarana dan prasarana. Faktor ini merupakan faktor yang krusial dalam pembelajaran PAI. Tanpa sarana dan prasarana yang memadai pendidikan tidak akan berjalan dengan maksimal. Demikian juga, meskipun sarana dan prasaran cukup memadai tapi tidak dikelola dengan baik maka pembelajaran pun tidak dapat terlaksana dengan efektif dan efisien.
24 25

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, Ibid., hlm. 440 W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka,1989) Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2006), hlm. 61

hlm. 467
26

beliau mengatakan bahwa dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang telah dilakukan ternyata tidak sia-sia sebab . Malang. Hal ini dikarenakan adanya pembaharuan pada bidang sarana dan prasarana serta cara mengelolanya berikut data yang menyebutkan adanya peningkatan hasil pada mata pelajaran PAI dibandingkan tahun sebelumnya: Tabel 5. sehingga adanya sarana dan prasarana pendidikan yang termanage dengan baik sangat memungkinkan hasil yang diperolehnya pun akan lebih baik.3 Nilai Rata-Rata UAS tahun 2004/2005 dan 2005/2006 KELAS VII VIII IX TAHUN 2004/2005 NILAI 7. Malang. Tapi tidak cukup itu.54 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab.45 2005-2006 TAHUN NILAI 7. Demikian juga yang terjadi di SMP Negeri 02 Turen Kab.89 7.129 Oleh karena itu agar kualitas pembelajaran PAI di suatu sekolah umum lebih meningkat dari pada sebelumnya dan bisa setara dengan kualitas pembelajaran PAI di sekolah-sekolah berbasis Islam (madrasah) maka sekolah harus memiliki sarana dan prasarana PAI yang lengkap. 2006) Informasi lain didapatkan peneliti dari hasil wawancara dengan Urusan sarana dan prasarana pendidikan.59 7.17 7. paham tentang teori-teori manajemen sarana dan prasarana dan mampu mengimplementasikannya dalam realitas di sekolah. sekolah harus memiliki kapabilitas dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan yang sudah tersedia. dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dapat di katakana bahwa hasil yang diperoleh pada saat ini dengan tahun sebelumnya lebih banyak mengalami peningkatan.00 8.

Malang. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. hasil belajar siswa pada akhir semester semakin meningkat. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. 4. Ekstrakurikuler Olahraga Prestasi yang Diraih Renang Bulutangkis Lari Lempar lembing Bola Volly Bola Basket Peserta Jembara Pencak Silat Tingkat Prestasi Juara 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1 Semi Final Juara 2 Tingkat Daerah Provinsi Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten - 2. Pramuka Bela diri Seni Tari Baca Qur’an PMR Seni Musik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang memperoleh hasil yang cukup signifikan diantaranya: a. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. 6. 5. Siswa : SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. : Prestasinya cukup memuaskan.27 c. 7. Terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. 2006 . Begitu juga dalam bidang keagamaan. Sekolah b.4 Data Prestasi Ekstrakulikiler SMP Negeri 02 Turen tahun 2005/2006 No 1. 2006) 27 Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. : Meringankan dan mempermudah guru dalam memaham kan materi yang akan diajarkan pada siswa. 3. Guru Sedangkan prestasi ekstrakurikuler tahun ajaran sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5.130 dengan manajemen tersebut SMP Negeri 02 Turen Kab.

proses belajar mengajar dapat berjalan lancar dan kualitas pembelajaran PAI mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Antara lain. Dan sejauh ini sesuai dengan penilaian beliau melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan nilai siswa dapat meningkat menjadi lebih baik dibandingkan tahun kemarin.131 Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI. Ibu Iftina Hidayati. siswa lebih siap dan lebih konsentrasi dalam menerima pelajaran. Jadi manajemen sarana dan prasarana itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar PAI. nilai siswa lebih meningkat dan pengajaran dapat dilakukan kapan dan di mana saja. S.Ag beliau menerangkan bahwa sarana dan prasarana itu sangat bermanfaat pada pelaksanaan PAI. kompetensi siswa lebih meningkat. sehingga tujuan (standar kompetensi) yang telah diformulasikan oleh pakar pendidikan dalam KBK dan dalam KTSP yang akan diberlakukan pada tahun ajaran akan datang dapat tercapai dengan baik. . Jadi cukup jelas bahwa dengan sarana dan prasarana yang memadai dan juga dengan proses manajemen yang professional maka hasilnya pun akan maksimal dan memuaskan. Diantaranya dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan maka konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar dan guru dapat lebih maksimal dalam menyampaikan materinya.

LCD. Malang mengajar sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan yakni kurikulum 1994 dan kurikulum 2004. VCD. papan tulis. Perencanaan pengadaan barang. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Guru PAI selain membutuhkan ruang kelas dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. kaset. Dan salah satu jalan yang ditempuhnya adalah dengan menggunakan sarana dan prasarana pendidikan. peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. SMP Negeri 02 Turen Kab. almari. . Malang adalah: a. Guru PAI SMP Negeri 02 Turen Kab. masjid dan laboratorium agama. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen Kab. dan media pendidikan seperti OHP. 2.132 BAB VI PENUTUP A. Tetapi mereka tetap berusaha agar kualitas pembelajaran PAI lebih meningkat. dan TV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di lapangan. bangku. penghapus papan tulis. mereka juga membutuhkan sarana dan prasarana yang beragam sesuai dengan materi yang akan diajarkannya. perpustakaan. kursi. membutuhkan sarana pendidikan berupa. CD. Dan prasarana yang dibutuhkan diantaranya. spidol. meja. Di dalam rapat itu segala sesuatu yang berhubungan dengan perencanaan di bahas dengan matang. kapur tulis. ruang kelas. kegiatan ini dimulai pada waktu sekolah mengadakan raker di awal tahun ajaran baru.

c. Pemeliharaan. Malang. proses penghapusan sarana dan prasarana jarang sekali dilakukan di SMP Negeri 02 Turen Kab. diantaranya SMP . Bahkan di perpustakaan SMP Negeri 02 Turen proses penghapusan terhadap buku-buku yang telah usang dan sudah tidak relevan dengan kurikulum yang ada belum pernah dilakukan sama sekali. alat peraga. Dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen dalam pemeliaraannya dikoordinasi oleh pesuruh sekolah. 3. alat pendidikan dan lain-lain dikoordinasi oleh guu bidang studi. d. buku-buku lama tetap disimpan dan ditata rapi. Penghapusan. Inventarisasi. Sedangkan sarana yang bersifat khusus seperti alatalat laboratorium. kegiatan ini dilaksanakan oleh Urusan sarana dan prasarana dan dibantu oleh Kepala TU beserta staff. pengadaan sarana yang tergolong sebagai media pembelajaran/alat peraga langsung dilakukan oleh guru bidang studi jadi mereka diberi wewenang oleh urusan sarana dan prasarana untuk membeli sendiri peralatan yang dibutuhkan dengan menyerahkan nota pembelian sebagai bukti pembelian. Pengadaan barang. kursi dan perabotan meubelair lainnya dikoordinasi oleh Urusan sarana dan prasarana. Semua sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen di rawat dan dipelihara bersama-sama dengan dikoordinatori oleh seorang penanggung jawab. Malang menuai hasil yang tidak mengecewakan. karena prosesnya yang begitu rumit dan sangat panjang. e. Melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen Kab.133 b. Sarana pendidikan yang bersifat umum seperti meja.

Begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. Guru : karena waktu yang dialokasikan pada mata pelajaran PAI disekolah umum sangat sempit maka guru dapat lebih mudah dan lebih maksimal dalam menjelaskan sebuah materi. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. b. Siswa : Prestasinya cukup memuaskan. sesuai dengan kurikulum 1994 dan kurikulum 2004. Ketika tujuan dari pendidikan dapat tercapai secara maksimal. terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. kompetensi siswa dapat lebih meningkat. Dengan ini semua tentunya akan membawa ke arah tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditentukan.134 Negeri 02 Turen Kab. Begitu juga dalam bidang keagamaan. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. maka dapat dikatakan bahwa kualitas pembelajaran PAI dapat meningkat melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan B. Adapun hasil yang dipeoleh siswa dan guru dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah: a. daya ingat siswa lebih kuat sehingga hasil belajar siswa pada akhir semester pun semakin meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. SARAN . seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar .

meskipun harus dengan prosedur yang rumit. maka ada beberapa hal yang perlu diungkapkan sebagai saran dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan: 1. Bagi Urusan Bidang Sarana dan Prasarana Perlu adanya komunikasi yang intensif dengan kepala sekolah. . 2. Sehingga lokasi perpustakaan menjadi lebih luas dan almari serta rak buku bisa diisi dengan buku-buku terbaru. Bagi Pustakawan Hendaknya lebih komunikatif dengan Kepala sekolah dan Urusan sarana prasarana dalam mengemukakan pendapatnya untuk menghapus buku-buku yang telah usang di perpustakaan. akan menambah luas sarana dan prasarana yang telah tersedia.135 Dari hasil kesimpulan pembahasan di atas. guru dan karyawan dalam proses manajemen sarana dan prasarana. 3. terutama dalam proses pemeliharaan sarana dan prasarana. Selain itu sekolah akan mendapatkan dana jika barang-barang itu dilelang dan dana itu dapat digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana yang belum tersedia. Karena dengan penghapusan barang-barang yang tela usang itu. Bagi Kepala Sekolah Hendaknya sarana dan prasarana yang telah usang dan tidak dipakai lagi dihapus saja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful