P. 1
03110022 Titus Iis Krisdianawati

03110022 Titus Iis Krisdianawati

|Views: 7|Likes:

More info:

Published by: Tengku Aditya Maulana on Mar 06, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB III
  • METODOLOGI PENELITIAN
  • A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
  • B. Kehadiran Peneliti
  • C. Lokasi Penelitian
  • D. Sumber Data
  • E. Prosedur Pengumpulan Data
  • F. Analisis Data
  • G. Pengecekan Keabsahan Data
  • H. Tahap-Tahap Penelitian

Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

Malang SKRIPSI

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG JULI 2007

Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang
SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam (S.PdI)

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG JULI 2007

ii

HALAMAN PERSETUJUAN Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang
SKRIPSI

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

Telah disetujui pada tanggal Oleh Dosen Pembimbing:

Amin Prasojo, S.Ag NIP. 150 301 115

Mengetahui Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam

Drs. Moh. Padil, M.PdI NIP. 150 27 235

iii

Terima kasih tlah mengajarkan aq rasa kecewa dan sakit S’moga seseorang yg lebih baik kan dapat menjadi penggantiku……. mereka adalah Ayahanda “Parminadi” dan Ibunda “Sri Praptini”. guyon sah-sah aja pren…………. belahan jiwaku.ida. Dengan segenap ketulusan dan kerendahan hati skripsi ini kupersembahkan untuk: Sepasang mutiara hati yang memancarkan sinar cinta dan kasih sayang yang tak pernah usai.. me2.tapi ojo kebangetan ya……. Terima kasih atas kasih sayang. nanda kan berusaha untuk menjadi yang terbaik. “Churin centil” maafin aq ya dah lama gak kasih info. yang telah mengayomi dan mengasihiku setulus hati. “En2” jo guyon ae lan jo terlalu nyantai cepetan dimarekno skripsine. kamulah motivasi dan harapanku. saq sholah. serta motivasi yang tak pernah berhenti mengalir darimu. Guru-guruku. dosen-dosenku yang telah mendidikku dengan ikhlas sehingga penulis bisa menjadi manusia dewasa dan selalu menjadi pelita dalam studiku sehingga penulis dapat memperoleh berbagai ilmu pengetahuan yang sangat berarti . Mbakmu yakin kamu kan berhasil dalam hidup jika kamu berusaha dengan tekun. iv . kalian telah banyak mengajarkan nanda akan makna sebuah perjuangan. Adinda tersayang “Wahyu Achirul Chrisditianto”. contohlah yang baik dan jangan diambil yang buruk. reni. Seseorang yang pernah muncul dalam hidupku (my @ngel). Do’aku s’moga engkau kelak dapat menjadi imam bagi sholatku. saq gagah) yang semoga menjadi pendampingku kelak. Lanjutkan perjalanan hidup kalian dengan senyum keoptimisan. n semuanya aja) kalian adalah teman yang lucu n konyol tapi kalian juga teman yang sangat perhatian.PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk orang-orang yang telah memberikan motivasi dan arti bagi hidupku dengan pengorbanan. ifa cipluk. karna sikap dan keputusanmu……. nia. fi2. berlanjut ke Kos Putri Ayu sampai kembali ke WK lagi. Terima kasih tlah menjadi kawan seperjuangan dari mulai pertama kos di WK. terima kasih karna kalian hidupku jadi lebih berwarna. niken. kau adalah perisai hidupku. sebening cinta dan sesuci do’a. kasih sayang dan ketulusannya.“l@2 chayanx” tu badan mbok ya digemukin dikit biar agak segeran gechu Kalian adalah sahabat-sahabat terbaik yang pernah aq punya. pemimpin keluargaku. Terima kasih atas keikhlasan dan ketulusan bapak lan ibu. I’im. Karnamu ariq mampu berubah menjadi lebih dewasa. Teman-teman Kos Wisma Kurnia (nuri. “mbak ery” klo punya masalah jangan terlalu dipikirkan. nafas semangatku. isna. Kakakqu terkasih (Kak Zan saq onyonx. lebih bijaksana dan lebih baik dari sebelumnya. Jangan lelah untuk menyayangi dan membimbingku kakak…… Sahabat-sahabatku in “five girls”. jadikan si kecil yg masih dalam perutmu sebagai motivasi dalam menyelesaikan skripsimu. bimbingan. tauladan dan kebanggaan dari anak-anakku. perhatian. aq lebih bersemangat dalam menyelesaikan skripsi ini. s’moga Allah menjaga ukhuwah kita sampai hari pembalasan. qu tunggu undangannya. semoga kamu lebih baik dari mbakmu ini.

MOTTO v .

Wb Pembimbing Amin Prasojo. dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama NIM Jurusan Judul Skripsi : Titus Iis Krisdianawati : 03110022 : Pendidikan Agama Islam : Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. S. kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan. Malang Malang.Amin Prasojo. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang di Malang Assalamu’alaikum Wr. Demikian. Wb Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan.Ag NIP. baik dari segi isi.Ag Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Skripsi Titus Iis Krisdianawati Lamp. : 4 (empat) Eksemplar Kepada Yth. bahasa maupun teknik penulisan. 150 301 115 vi . Maka selaku Pembimbing. S. Wassalamu’alaikum Wr. mohon dimaklumi adanya.

Titus Iis Krisdianawati vii .SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya mengatakan. bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi. dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Malang.

4.PdI. Bapak Drs.Ag. Dr. Hari Wahyudi. Bapak Prof. M. selaku Rektor UIN Malang. selaku Kepala SMP Negeri 02 Turen yang telah memberikan izin dan kesempatan pada penulis untuk mengadakan penelitian di sekolah yang dipimpin. Imam Suprayogo. ibunda Sri Praptini dan adinda tersayang Wahyu Achirul Crisditianto. Malang”. Segenap guru. dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak. Bapak Drs. H. 3. Shalawat serta salam selalu terlimpahkan kepada baginda Rosulullah wa Nabiullah Muhammad SAW. 7. selaku dosen pembimbing yang sangat perhatian dan selalu membimbing penulis dengan sabar dalam menyelesaikan skripsi ini 6. Moh. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Malang. yang dengan setia menemani dan membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang. viii . H. Kak Zan. karyawan beserta siswa-siswi SMP Negeri 02 Turen atas bantuan dan kerjasamanya dalam pembuatan skripsi ini. 2. Untuk itu penulis menghaturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1. yang telah membawa kita dari zaman kegelapan ke zaman yang terang benderang yakni zaman kejayaan Ad-Dinul Islam. serta segenap keluarga besar di Turen yang telah memotivasi penulis untuk menyelesaikan studi di UIN Malang. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan. Bapak Prof . segala puji kami panjatkan keharibaan Sang Penguasa Hari Akhir. Padil.KATA PENGANTAR ‫ﺑﺴﻢ اﷲ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ‬ Alhamdulillah. Terima kasih telah menjadi kakak yang baik bagi penulis. Hidayah serta Inayah-Nyalah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul: “Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Djunaidi Ghony. 5. semoga amal baik tersebut dibalas oleh Allah SWT. S. Bapak Amin Prasojo. Dr. sehingga penulis menjadi lebih tegar dalam menjalani hidup. atas Rahmah. M. 8. Ayahanda Parminadi.

semoga ilmu yang telah diperoleh dapat bermanfaat dunia dan akhirat. 10. Penulis ix . Oleh karena itu. en2) yang telah menjadi bagian dari keseharian penulis dalam menjalani studi di UIN Malang. Segenap rekan-rekan penulis angkatan 2003. Akhirnya. lala. churin. Sahabat-sahabatku (mbak eri. Amin. semoga Allah menjaga ukhuwah kita hingga akhir zaman.9. Kendati demikian. penulis menyadari bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Amiin. saran dan kritik konstruktif sangat diharapkan dari pembaca yang budiman. baik di dunia maupun di akhirat kelak. penulis berharap agar skripsi ini dapat mendatangkan manfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya. Malang.

DAFTAR TABEL x .

DAFTAR GAMBAR xi .

Malang 5.DAFTAR LAMPIRAN 1. Pedoman Interview 2. Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang 6. Surat Keterangan Penelitian xii . Daftar Hadir Guru SMP Negeri 02 Turen Kab. Surat Pengantar Penelitian 9. Struktur Organisasi Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang 7. Pedoman Observasi dan Pedoman Dokumentasi 3. Jadwal Pelajaran SMP Negeri 02 Turen Kab. Data Siswa SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang 4. Bukti Konsultasi 10. Malang 8.

.................................. HALAMAN MOTTO ............................................................................... BAB II : KAJIAN PUSTAKA A................................ Latar Belakang Masalah...... 3....................................... KATA PENGANTAR ..DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ................. Prinsip-Prinsip Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan.................................................................................... Rumusan Masalah .............................................. 2............................ DAFTAR GAMBAR .... Definisi Operasional .................................................. Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan .................................................................................................... E............................ F.................................................................................. HALAMAN PERSETUJUAN...... D....................... Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan ....................................... HALAMAN PENGESAHAN........ Kegunaan Penelitian ....... B.............................................. DAFTAR TABEL........ HALAMAN JUDUL......... Tujuan Penelitian ............................. C......... xiii ................................................................ Proses Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan .......................................................... HALAMAN NOTA DINAS ............ 4..... Ruang Lingkup dan Pembatasan Penelitian............ BAB I : PENDAHULUAN A. DAFTAR ISI......................................................................................................................................................................................................................................................................................... 5.......................... DAFTAR LAMPIRAN.................................... 1........... Konsep Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan.................. Pengertian manajemen sarana dan prasarana pendidikan ....................................... HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................................................................ HALAMAN PERNYATAAN ................................ Sistematika Pembahasan ......................................................................................................................................................... G....................................................................................................... ABSTRAK ....

................ Analisis Data ..................................... Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen .......... Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI ... Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran PAI ............ C.............. 3..... Prosedur Pengumpulan Data ............. 3...................... Pengertian Pendidikan Agama Islam ............................ 5.................. Pengecekan Keabsahan Data............... BAB IV : HASIL PENELITIAN A........... Kehadiran Peneliti............. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN A..................................................... E................. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam...................................... Implikasi Manajemen Sarana dan Prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI .......... 2...... Keadaan Siswa SMP Negeri 02 Turen.................................. Kurikulum yang dipakai di SMP Negeri 02 Turen .......... 1......... G............................................................... Upaya-upaya dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI....................................... 2........................... Sarana dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen..................................................................... 1................................. Tahap-Tahap Penelitian ....................................................................... 6............ 3....... F................... Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI...................... 1.... Latar Belakang Obyek Penelitian.. H............ 2..................................................... D......................... Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam .................... 4............. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ......... Penyajian dan Analisa Data .............................................................. C............................ xiv ... Lokasi Penelitian.......B......................................................................... B.......................................................... Sumber Data............ Keadaan Guru dan Karyawan SMP Negeri 02 Turen.... B..................................... Pendekatan dan Jenis Penelitian .

B... BAB V : PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A....................................................... B.............................................................................................. BAB VI : PENUTUP A.... 2......................................................................................................................................... C......................................... Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan .......................... 3................................................................... Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan................................................... Sarana dan Prasarana Pendidikan yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen ............................................. Saran.......................1................................................................................... DAFTAR PUSTAKA xv ..... Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen ... Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen .................................... Kesimpulan .......................... Sarana dan Prasarana Pendidikan yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen ................

Malang”. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien. maka perlu ditingkatkan kualitas pembelajarannya. kita juga dihadapkan pada persoalan-persoalan antar komunitas agama bahkan antar intern pemeluk agama itu sendiri yang belum menunjukkan hubungan yang akrab. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Fakultas Tarbiyah. Berpijak dari hal inilah penulis tertarik mengambil judul: “Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah ada banyak faktor yang mempengaruhinya salah satunya adalah faktor sarana dan prasarana pendidikan. maka permasalahan yang ingin diangkat adalah Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Di satu sisi kita dihadapkan pada persoalan ekonomi. Skripsi. mendisplay data xvi . bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. dengan mereduksi data yaitu merangkum. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai. memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan itulah. Dari latar belakang di atas. Dan agar hasil penelitian dapat tersusun sistematis. politik. Kedua. untuk mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Di satu sisi lain. maka langkah peneliti dalam menganalisis data adalah. karena dengan tujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang apa adanya di lokasi penelitian. kompak dan harmonis. dan untuk mengetahui hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam permasalahan tersebut adalah Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. S. Malang. Jurusan Pendidikan Agama Islam. maka pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah harus menujukkan kontribusinya. Malang. Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Amin Prasojo.Ag. hukum dan lain sebagainya sebagai dampak dari krisis nasional di bidang tersebut. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. pertama. dan bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. 2007. Karena PAI di sekolah masih seringkali mendapatkan kritik dari para ahli. Jika kedua persoalan ini tidak bisa segera dipecahkan agaknya krisis nasional akan bertambah parah dan merambah ke berbagai sektor kehidupan. Malang. Ada dua persoalan pokok yang dihadapi oleh umat beragama pada umumnya.ABSTRAK Titus Iis Krisdianawati. Malang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif.

guru maupun sekolah dapat merasakan hasilnya dengan manajemen tersebut Kata kunci: Manajemen. Pertama SMP Negeri 02 Turen Kab. daya ingat siswa lebih kuat sehingga hasil belajar siswa pada akhir semester pun semakin meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sarana dan Prasarana Pendidikan. VCD. yaitu kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang bersifat kredibel dan dapat menjawab rumusan masalah yang dikemukakan sejak awal. penghapus papan tulis. diantaranya SMP Negeri 02 Turen Kab. almari. ruang kelas. baik siswa. perpustakaan. PAI xvii . CD. dan media pendidikan seperti OHP. Adapun hasil yang dipeoleh siswa dan guru dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar. kapur tulis. Kedua proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen Kab. LCD. tabel dan sejenisnya. dan penghapusan. Dan prasarana yang dibutuhkan diantaranya. Bagi guru karena waktu yang dialokasikan pada mata pelajaran PAI di sekolah umum sangat sempit maka guru dapat lebih mudah dan lebih maksimal dalam menjelaskan sebuah materi. Malang meliputi perencanaan pengadaan barang. Dengan rancangan penelitian seperti dijelaskan di atas. kaset. membutuhkan sarana pendidikan berupa. spidol. dan TV. inventarisasi. bangku. masjid dan laboratorium agama. pemeliharaan. pengadaan barang. Dan yang ketiga Melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen menuai hasil yang tidak mengecewakan. papan tulis. Hal ini dikarenakan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang bagus oleh komponen-komponen sekolah. Dan hasilnya pun cukup memuaskan. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. meja. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Kualitas Pembelajaran. Dan ketiga melalui verifikasi/ penarikan kesimpulan.yaitu menyajikan data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI menggunakan sarana dan prasarana yang telah tersedian dan siap pakai. kursi. peneliti memperoleh hasil bahwa. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa SMP Negeri 02 Turen Kab.

profesionalitas tenaga kependidikan atau sumber daya manusianya. kelengkapan sarana dan prasarananya. akhlak mulia. kepribadian. Latar Belakang Masalah Menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal I (1) pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. 1 Banyak indikator yang dapat dijadikan tolak ukur bagi keunggulan dan mutu suatu sekolah. hlm.2 Proses Belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan formal dengan guru sebagai pemeran utama. hlm. Guru yang kompeten dan professional akan lebih mampu dalam menyampaikan materi pelajaran. Sehingga Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara. Para pakar pendidikan seringkali menegaskan bahwa guru merupakan sumber daya manusia yang sangat menentukan keberhasilan program pendidikan. 1998. prestasi akademik peserta didik dan kualitas manajemen sekolah. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Penyebab dan Alternatif Pemecahannya. Manajemen Peserta Didik di SD: Masalah. bangsa dan Negara. masyarakat. Indikator-indikator tersebut antara lain adalah proses belajar mengajar yang ada di sekolah. pengendalian diri. 2006). 3 Ali Imran.1 BAB I PENDAHULUAN A. Jurnal Ilmu Pendidikan. 15 2 1 . kecerdasan.

merasa dan melakukan sesuatu itu akan menjadi relatif menetap dan membentuk kebiasaan bertingkah laku pada dirinya. Keberhasilan seorang guru dipengaruhi banyak faktor. di mana pada akhirnya cara berpikir.2 hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal. 76 . 1996). Strategi Belajar Mengajar (Surabaya: Citra Media. Dan dengan adanya perubahan dalam tiga aspek tersebut diharapkan akan berpengaruh terhadap tingkah laku anak didik. Agar perubahan-perubahan dalam diri anak didik sebagai hasil dari suatu proses belajar mengajar sampai pada tujuan yang diharapkan. namun bukan berarti keberadaan unsur-unsur lain tidak begitu penting. perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar tersebut. Dari pemaparan tersebut dapat kita simpulkan bahwasannya guru merupakan faktor penting dalam proses belajar mengajar. hlm. dkk. terutama pengadaan alat-alat sekolah yang akan mendukung kelangsungan proses belajar mengajar. Faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada bagan berikut ini:3 3 Muhaimin. affective maupun psychomotor. Melalui proses belajar mengajar diharapkan pendidikan agama Islam dapat merubah diri anak didik baik aspek cognitive.

Di samping dibutuhkannya guru-guru yang memiliki kemampuan dan kecakapan yang lebih memadai. keindahan. juga diperlukan cara-cara bekerja dan sikap yang baru. ini akan berpengaruh pada proses belajar mengajar. karena suasana atau lingkungan belajar tidak mendukung. Ingatan Perhatian. 1994). maka peran dan fungsi sistem dan proses pembelajaran atau pengajaran ternyata sangat penting. 3 . peralatan yang lebih lengkap. dan sistem administrasi yang lebih teratur”. Media Pendidikan (Bandung: Citra Aditya Bakti. Sedangkan sekolah yang benar-benar memenuhi syarat kebersihan.Tanggapan Sikap Fisiologis DALAM Psikologis Oemar Hamalik menjelaskan “Dengan demikian sudah jelas bahwa demi mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi PBM Pendidikan Agama Instrumental Kurikulum Program Pedoman Belajar Pengajar Sarana/Fasilitas LUAR FAKTOR Environmental Alami Fisik Sosial & Budaya Kondisi Fisik Kondisi Indera Minat. kesehatan dan ketertiban dan keamanan 4 Oemar Hamalik.3 Gambar 1. hlm. Kecerdasan Motivasi. 4 Sekolah yang kurang pemeliharaan kadang-kadang kelihatan kumuh dan kotor.

Kalau dianalisis ulang memang benar kalau orang Islam Indonesia masih dianggap konservatif dalam memanage (mengatur) sarana dan prasarana pendidikan. Tapi sayangnya alat-alat ini kurang mendapat perhatian. Melihat fenomena seperti tersebut di atas dapat ditarik benang merah bahwasanya perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolahsekolah kita saat ini masih kurang baik. Padahal sebenarnya pengadaan alat-alat belajar itu tidak sulit. tetapi kadangkala pihak sekolah kurang memperhatikan unsur-unsur perencanaan. Kelemahan dalam perencanaan serta kelemahan dalam pemeliharaan pasti akan menjadi hambatan bagi kelangsungan proses belajar mengajar di sekolah. Keadaan itu sendiri akan memberikan pengaruh yang positif kepada peserta didik. Dalam arti manajemen sarana dan prasarana yang di dalamnya . begitu pula dengan pembelajaran PAI. ada yang mahal serta langka dan juga ada yang murah serta mudah sekali dijumpai di pasaran perlu mendapatkan penanganan yang serius.4 akan mempunyai pengaruh positif terhadap proses pendidikan. Hal sepele tersebut sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. yang beranekaragam harga serta bentuknya. sehingga siswa sulit membaca tulisan dari guru yang ada di papan tulis. Sudah menjadi rahasia umum bahwa mayoritas orang Islam Indonesia biasanya kurang teliti dalam memelihara alat-alat sekolah tersebut. Alat-alat pembelajaran seperti peralatan laboratorium. Seperti misalnya ada spidol yang tintanya sudah hampir habis dan belum ada yang mau mengisi atau membelikan tinta.

kompak dan harmonis. Hanya saja perlu disadari bahwa selama ini terdapat berbagai kritik terhadap pelaksanaan pendidikan agama yang sedang berlangsung di sekolah. pengajaran lebih mantap dalam menyajikan pendidikan yang lebih luas. politik. Karena dengan alat pendidikan yang termanage dengan baik akan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan. kita juga dihadapkan pada persoalan-persoalan antar komunitas agama bahkan antar intern pemeluk agama itu sendiri yang belum menunjukkan hubungan yang akrab. Di satu sisi kita dihadapkan pada persoalan ekonomi. Para ahli pendidikan mengungkapkan bahwa pendidikan Agama Islam dikatakan bermutu (berkualitas) jika faktor pendukungnya juga berkualitas. Jika kedua persoalan ini tidak bisa segera dipecahkan agaknya krisis nasional akan bertambah parah dan merambah ke berbagai sektor kehidupan. Pendidikan akan lebih dinamis. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan itulah. itu kurang diperhatikan. pemeliharaan dan penghapusan. Di satu sisi lain. Jadi cukup jelas bahwa alat pendidikan merupakan faktor pendukung dalam mencapai tujuan pendidikan selain faktor-faktor lain. hukum dan lain sebagainya sebagai dampak dari krisis nasional di bidang tersebut. maka pembelajaran pendidikan agama di sekolah harus menujukkan kontribusinya. Mochtar Buchori (1992) misalnya menilai kegagalan pendidikan disebabkan karena praktik pendidikannya hanya memperhatikan aspek kognitif semata daripada pertumbuhan kesadaran .5 tercakup unsur pengadaan (perencanaan). Ada dua persoalan pokok yang dihadapi oleh umat beragama pada umumnya.

6 nilai-nilai (agama). 2. pendekatan cenderung masih normativ. Kurikulum PAI yang dirancang di sekolah sebenarnya lebih menawarkan minimum kompetensi atau minimum informasi. antara gnosis dan praxis dalam kehidupan nilai agama. Sehingga semangat untuk memperkaya kurikulum dengan pengalaman belajar yang bervariasi kurang tumbuh. dan mengabaikan pembinaan aspek afektif dan konatif-volutif. Sebagai dampak yang menyertai situasi tersebut di atas maka guru PAI kurang berupaya menggali berbagai metode yang mungkin bisa dipakai untuk pendidikan agama sehingga pelaksanaan pembelajaran cenderung monoton. terjadi kesenjangan antara pengetahuan dan pengamalan. Akibatnya. 3. dalam arti pendidikan agama menyajikan norma-norma yang seringkali tanpa ilustrasi konteks sosial budaya sehingga peserta didik kurang menghayati nilai-nilai agama sebagai nilai yang hidup dalam keseharian. . tetapi pihak guru PAI seringkali terpaku padanya. Towaf (1996) juga telah mengamati adanya kelemahan-kelemahan PAI di sekolah. yakni kemauan dan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. antara lain sebagai berikut: 1. sehingga tidak mampu membentuk pribadi-pribadi islami.

dkk.cit. Keterbatasan sarana/prasarana. Tumbuhnya berbagai kasus dekadensi moral dan degradasi nilai-nilai religius pada saat ini menuntut adanya kearifan para guru.hlm..5 Secara konseptual-teoritis. mengatasi dan mengantisipasi berbagai kasus amoral tersebut. terutama guru PAI untuk memfungsikan PAI secara optimal. op. penyaluran. seringkali kurang diberi prioritas dalam urusan fasilitas. guna mencegah timbulnya. Dalam GBPP PAI kurikulum SD/MI. kritik-kritik tersebut telah dijadikan pertimbangan dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama di sekolah atau madrasah tahun 1994.6 Untuk mewujudkan fungsi serta tujuan PAI di sekolah. Sekolah dan Masyarakat. yaitu Lingkungan Keluarga. telah dijelaskan bahwa pendidikan agama harus dilaksanakan secara terpadu. pencegahan. Paradigma Pendidikan Islam:Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya. Pendidikan agama yang diklaim sebagai aspek yang penting. dan pengajaran. Pendidikan Agama Islam di sekolah/madrasah sebenarnya berfungsi sebagai pengembangan. penyesuaian. 2001). perbaikan. sumber nilai. Yakni keterpaduan pembinaan antara tiga lingkungan pendidikan. 88 6 5 Muhaimin. SLTP/MTs dan SMU/MA tahun 1994 misalnya. mengakibatkan pengelolaan cenderung seadanya.10 . Serta keterpaduan antara pendidikan agama dan perkembangan IPTEK. pelaksanaan pembelajaran PAI di sekolah/madrasah harus memenuhi tuntutan tersebut. Karena itu. maka para guru beserta seluruh civitas akademik di sekolah tersebut harus meningkatkan kualitas Muhaimin.7 4. hlm.

8 pembelajaran PAI. karena seiring dengan waktu sekolah tersebut telah memberi kontribusi yang cukup berarti bagi masyarakat. Fasilitas sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen cukup memadai. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan? . Keberadaan SMP Negeri 02 Turen menjadikan warga sekitar bangga. Bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. B. Malang? 3. Berpedoman pada fenomena serta kajian penelitian yang terdahulu maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian di lokasi ini dengan judul “Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Rumusan Masalah 1. SMP Negeri 02 Turen merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Formal yang ada di Kecamatan Turen. Jumlah yang cukup tersebut dimanage/dikelola dengan baik sehingga SMP Negeri 02 Turen dapat menyajikan pembelajaran PAI yang berkualitas. Malang”. Malang? 2. Bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Salah satunya dengan memperbaiki manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini masih kurang mendapat perhatian.

Untuk mengetahui hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Bagi Almamater a Sebagai bahan komparasi dalam rangka pelaksanaan proses belajar mengajar PAI b Sebagai salah satu masukan bagi pelaksana pendidikan dalam rangka mensukseskan tujuan pendidikan nasional. 3.9 C. Malang. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. 2. Tujuan Penelitian 1. D. Malang. Bagi Peneliti . 3. Bagi Lembaga Pendidikan Sebagai contoh/tauladan yang baik dalam melaksanakan proses belajar mengajar PAI melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Kegunaan Penelitian 1. 2. Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Untuk mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

Malang. Ruang Lingkup dan Pembatasan Penelitian Guna memberikan arah pembahasan pada tujuan yang telah dirumuskan. E. yang meliputi: a) Sarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. yang meliputi: a) Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan b) Pemakaian dan pemeliharaan sarana dan prasana pendidikan . Malang. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. maka ruang lingkup penelitian akan diarahkan pada sekitar manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. 2. Malang. b Sebagai penambah khazanah keilmuan sehingga dapat mengembangkan wawasan baik secara teori maupun praktek. Sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. yang meliputi: 1. b) Prasarana yang ikut menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang.10 a Sebagai latihan atau aplikasi teori yang diperoleh dari bangku kuliah tentang manajemen pendidikan khususnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan.

Kualitas pembelajaran PAI adalah mutu atau kualitas yang terdapat pada pelaksanaan pembelajaran PAI di suatu lembaga dalam mencapai keberhasilan memenuhi tuntutan pelanggan dan standar yang telah ditentukan.11 c) Penghapusan dan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan 3. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. maka perlu ada penegasan istilah yang terdapat dalam penelitian ini. . kualitas pembelajaran PAI. Hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Contoh: jalan menuju sekolah. alat peraga dan lain-lain. F. halaman sekolah. meja. Contoh: gedung sekolah. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki sekolah secara efektif dan efisien. Sarana pendidikan adalah semua peralatan serta perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. kursi. Adapun istilah yang perlu dijelaskan ialah pengertian sarana dan prasarana pendidikan. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua komponen yang secara tidak langsung menunjang proses belajar mengajar atau proses pendidikan di sekolah. tata tertib sekolah dan lain-lain. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahfahaman pengertian tentang arti yang terkandung dalam pembahasan. ruangan. serta manajemen sarana dan prasarana pendidikan.

12 G. Ketiga berisi tentang peningkatan kualitas pembelajaran PAI. Sistematika Pembahasan Bab I :Pendahuluan. dan sistematika pembahasan. berisi tinjauan pustaka mengenai manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. pengertian manajemen sarana dan prasarana pendidikan. macam-macam sarana dan prasarana pendidikan. yaitu terdiri dari latar belakang masalah. kegunaan penelitian. yang berisi pokok-pokok pemikiran yang melatarbelakangi penulisan skripsi ini. upayaupaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. dan pembahasan ini dibagi menjadi 3 bagian besar. pengertian. dan implikasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI. tujuan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran PAI. Pertama berisi tentang konsep manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang meliputi. . rumusan masalah. tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. ruang lingkup dan pembatasan penelitian. Bab II : Kajian Pustaka. definisi operasional. prinsip-prinsip manajemen sarana dan prasarana pendidikan. tujuan penelitian. dan proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Kedua berisi tentang pembelajaran PAI yang meliputi. pada pembaasan ini dibagi menjadi 3 sub pembahasan yakni faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.

yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran . lokasi penelitian. Malang. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Bab VI : Penutup. dan Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Bab V :Pembahasan Hasil Penelitian. prosedur pengumpulan data. Bab IV : Laporan Hasil Penelitian. analisis data. pengecekan keabsahan temuan. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. kehadiran peneliti. dalam penelitian ini pembahasan penelitian dibagi menjadi tiga bagian yakni Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. dan tahap-tahap penelitian. yakni memaparkan data-data yang akurat berkaitan dengan Sejarah Berdirinya SMP Negeri 02 Turen Kab.13 Bab III : Metode Penelitian. pendekatan dan jenis penelitian. Malang melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. dan hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. Pada bab ini semua hasil penelitian dipadukan dengan teoi-teori yang sudah dipaparkan pada Bab II. sumber data. yang meliputi.

Pengertian organisasi yaitu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih Malayu Hasibuan.1 Ada kaitan yang erat antara organisasi. hlm. 2001). Pengertian Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Manajemen berasal dari kata To Manage yang artinya mengatur.1 1 (Jakarta: Bumi . pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya. Terry menyatakan bahwa manajemen adalah satu proses yang khas yang terdiri dari tindakantindakan perencanaan. administrasi dan manajemen. manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan tertentu. Konsep Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan 1. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi manajemen itu. Jadi manajemen itu merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan karena manajemen diartikan mengatur maka timbul beberapa pertanyaan bagi kita. Manajemen:Dasar. dan Masalah Aksara. seperti apa yang diatur? Kenapa harus diatur? Siapa yang mengatur? Bagaimana mengaturnya? Di mana harus diatur? Menurut Malayu Hasibuan. pengorganisasian.14 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. G. Pengertian.R.

Tetapi pengertian administrasi dengan pengertian manajemen masih kelihatan tidak terpisah secara jelas.15 bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu nampak sudah ada kesepakatan dari para ahli. Analisis Administrasi. yakni: a.2 Seringkali kata administrasi dikaitkan dengan kata manajemen. Ketidaksamaan pendapat yang ada dapat difahami sebab dalam praktek ada tiga pendapat tentang hubungan antara administrasi dan manajemen. Sukarno K. (Jakarta: Bumi Aksara. Administrasi lebih luas daripada manajemen. Pendapat itu sesuai dengan pendapat: 1. Administrasi lebih luas dari manajemen atau administrasi mencakup manajemen. Manajemen Pendidikan Indonesia (Jakarta: Bina Aksara. administrasi bersifat menentukan tujuan dan kebijakan umum yang mengikat seluruh atau departemental. 20 . perbedaan itu nampaknya tidak fundamental. hanya saja kegiatannya yang dapat dibedakan sesuai dengan perbedaan kedua wawasan. hlm. Drs.1988). Administrasi dan manajemen tidak dapat dipisahkan dan harus merupakan suatu kesatuan. mengatakan Administrasi adalah kulit luar manajemen atau dengan kata lain manajemen adalah inti daripada administrasi. hlm. 2 3 Made Pidarta.3 Akhir-akhir ini ada beberapa penulis yang membedakan antara manajemen dan administrasi walaupn kadang-kadang pembedaan itu tidak konsisten. Manajemen dan Kepemimpianan Pendidikan.1 Burhanuddin. Akhirnya tanpa manajemen tak mungkin administrasi mencapai tujuannya. Kalaupun ada perbedaan. 1994).

dalam administrasi tercakup dalam manajemen. 1989). Pemahaman demikian timbul sebab manajemen atau pelaksanaan tugas merupakan salah satu fungsi dari administrasi yakni.16 2. Oliver Sheldon dalam bukunya. pelaksanaan (manajemen) dan pengawasan atau pengendalian. sedang manajemen adalah upaya untuk mencapai tujuan tersebut. baik administrasi maupun manajemen adalah merupakan proses. Bagi mereka yang menganut faham ini. “The Phylosophy of Management” mengatakan: administrasi menentukan tujuan (goal) sedangkan manajemen berusaha ke arah situ. Administrasi Pendidikan (Semarang: Setya Wacana. administrasi diberi arti sama dengan manajemen. human relation dan administrative management. administrasi diartikan sebagai penetapan dan penentuan tujuan. 54 . dengan alasan: 1. c. Dalam Webster’s Dictionary New Collegiats maupun dalam Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. hlm. 2. Secara spesifik administrasi merupakan satu bidang dari manajemen sebab manajemen terdiri dari enam bidang. Administrasi lebih sempit dari manajemen. personal. yakni production.4 4 Harbangan Siagian. b. marketing. perencanaan. financial. Administrasi identik dengan manajemen. Dilihat dari pengertiannya. kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sedangkan menurut rumusan Tim Penyusun Pedoman Pembukuan Media Pendidikan Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. dan (2) Prasarana pendidikan. 82 6 5 . meja. Administrasi Pendidikan (Malang: IKIP. Arti sarana seringkali disamakan dengan kata fasilitas.17 Yang dimaksud dengan sarana sekolah yakni meliputi semua peralatan dan perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. hlm. dapat dikelompokkan menjadi: (1) sarana pendidikan. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dan berjalan dengan lancar. kursi. hlm. ruangan. teratur. makna atau definisi manajemen sarana dan Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan FIP IKIP Malang. 1993).1989). Jadi. Contoh: gedung sekolah (school building). efektif dan efesien”. Jadi dalam hal ini fasilitas dapat disamakan dengan sarana. Usaha ini dapat berupa benda-benda maupun uang. tata tertib sekolah dan sebagainya. Organisasi dan Administrasi: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Lebih luas fasilitas diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat memudahkan dan melancarkan pelaksanaan sesuatu usaha. yang dimaksud dengan ”sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar.5 Menurut Suharsimi Arikunto sarana pendidikan merupakan sarana penunjang bagi proses belajar mengajar. alat peraga dan lain-lain. halaman sekolah. Sebagai contoh: jalan menuju sekolah. atau juga sering disebut dengan fasilitas sekolah. Sedangkan prasarana merupakan semua komponen yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses belajar mengajar atau pendidikan di sekolah.6 Perlengkapan sekolah.135 Suharsimi Arikunto.

Secara sederhana.7 Berdasarkan definisi sederhana tersebut maka pada hakikatnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu merupakan proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. 114 Suharsimi Arikunto. Manajemen Perlengkapan Sekolah (Jakarta: Bumi Aksara.cit. Sedangkan definisi lain diungkapkan oleh Ary H Gunawan. hlm.8 Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa administrasi sarana sering juga disebut administrasi materiil. Ary H Gunawan. op.9 7 Ibrahim Bafadal. Administrasi Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta. adalah segenap proses penataan yang bersangkut paut dengan pengadaan. manajemen perlengkapan sekolah dapat didefinisikan sebagai proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan pendidikan secara efektif dan efisien. 1996). pendayagunaan dan pengelolaan sarana pendidikan agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efesien.2 8 9 . agar senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses belajar mengajar sehingga PBM semakin efektif dan efesien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. hlm. 2004).. beliau mengatakan bahwa administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara continue terhadap benda-benda pendidikan.18 prasarana pendidikan dapat disamakan dengan makna manajemen perlengkapan sekolah. 81 hlm. atau administrasi peralatan.

Sarana pendidikan yang habis dipakai adalah segala bahan atau alat yang apabila digunakan bisa habis dalam waktu yang relatif singkat. Sarana pendidikan yang bergerak . globe dan beberapa peralatan olah raga. Sebagai contohnya adalah kapur tulis yang biasanya digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran. Ditinjau dari bergerak tidaknya pada saat digunakan. a. dan kertas karton yang seringkali digunakan oleh guru dalam mengajar materi pelajaran keterampilan. Sarana pendidikan yang tahan lama adalah keseluruhan bahan atau alat yang dapat digunakan secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama. Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam hubungannya dengan sarana pendidikan. besi. kayu. 2. Ditinjau dari habis tidaknya dipakai Apabila dilihat dari habis tidaknya dipakai. Semua contoh tersebut merupakan sarana pendidikan yang apabila dipakai satu kali pakai atau beberapa kali bisa habis dipakai atau berubah sifatnya. yaitu: 1. Beberapa contohnya adalah bangku sekolah. atlas. Sarana pendidikan yang tahan lama.19 2. yaitu: a. Nawawi (1987) mengklasifikasikannya menjadi beberapa macam sarana pendidikan. Sarana pendidikan yang habis dipakai. mesin tulis. ada dua macam sarana pendidikan. b.

seperti pipanya. Dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar. sarana pendidikan yang secara langsung dignakan dalam proses belajar mengajar. Ditinjau dari hubungannya dengan proses belajar mengajar. relative tidak mudah untuk dipindahkan ke tempat-tempat tertentu. ada dua jenis sarana pendidikan. Sedangkan prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam. atlas. dan sarana pendidikan lainnya yang digunakan guru dalam mengajar. Kedua. Pertama. Demikian pula bangku sekolah termasuk sarana pendidikan yang bisa digunakan atau dipindahkan kemana saja. contohnya kapur tulis.20 Sarana pendidikan yang bergerak adalah sarana pendidikan yang bisa digerakkan atau dipindahkan sesuai dengan kebutuhan pemakaiannya. Semua peralatan yang berkaitan dengan itu. b. Misalnya saja suatu sekolah yang sudah memiliki saluran dari PDAM. Lemari arsip sekolah misalnya. merupakan sarana pendidikan yang bisa dipindahkan kemana-mana bila diinginkan. . seperti lemari arsip di kantor sekolah merupakan sarana pendidikan yang tidak secara langsung digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. sarana pendidikan yang tidak secara langsung berhubungan dengan proses belajar mengajar. 3. Sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak Sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak adalah semua sarana pendidikan yang tidak bisa atau relatif sangat sulit untuk dipindahkan.

kantin sekolah. yang mempunyai peranan untuk memudahkan dan melancarkan sesuatu usaha. b. yaitu: a. fasilitas atau sarana secara garis besar dapat dibedakan atas dua jenis. perabot dan peralatan laboratorium. tanah dan jalan menuju sekolah. Kalau akan diperluas lagi sebenarnya masih bisa.. seperti ruang teori.10 Suharsimi mengungkapkan. kesempatan menggunakan waktu untuk berekreasi itupun fasilitas 10 Ibrahim Bafadal. Prasarana yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar. penampil dan sebagainya. Contohnya adalah ruang kantor. Contoh: kendaraan. peralatan kantor tata usaha. hlm. yakni segala sesuatu yang berupa benda atau yang dapat dibendakan. Di dalam kegiatan pendidikan yang tergolong dalam fasilitas fisik atau fasilitas materiil antara lain: perabot ruang kelas. Pemberian pinjaman kendaraan.2 . Fasilitas Uang. yakni segala sesuatu yang dapat mempermudah suatu kegiatan sebagai akibat bekerjanya nilai uang. kamar kecil. alat komunikasi. perlengkapan perpustakaan. ruang perpustakaan. Prasarana yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar.cit. tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar. op. ruang guru. alat tulis menulis. b. ruang kepala sekolah dan tempat parker kendaraan.21 a. dan sebagainya. Fasilitas Fisik. perlengkapan ruang praktik. ruang praktik keterampilan dan ruang laboratorium. ruang usaha kesehatan sekolah. Fasilitas fisik juga disebut fasilitas materiil.

Yang disebutkan belakangan juga memudahkan proses atau kegiatan pencapaian tujuan. Ada tiga pengertian yang biasanya dicampuradukkan. Alat peraga adalah semua alat pembantu pendidikan dan pengajaran.11 Hal senada diungkapkan oleh Ary H Gunawan. beliau menyatakan bahwa fasilitas atau benda-benda pendidikan dapat ditinjau dari: 11 Suharsimi Arikunto. alat peraga dan media pendidikan. Alat peraga mempunyai arti yang luas. tetapi belum tentu semua alat peraga merupakan alat pelajaran. alat-alat tulis menulis. Buku tulis. Media pendidikan mempunyai peranan yang lain dari alat peraga. media audio. dapat berupa benda ataupun perbuatan dari yang tingkatannya paling kongkrit sampai ke yang paling abstrak yang dapat mempermudah pemberian pengertian (penyampaian konsep) kepada murid. Dengan pengertian ini maka alat pelajaran dapat termasuk ke dalam lingkup alat peraga. gambar-gambar.. tetapi dapat pula sebagai pengganti peran guru. yaitu: alat pelajaran. op. Media pendidikan adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara di dalam proses belajar mengajar. media visual dan media audio visual. seperti kapur. semanya termasuk ke dalam lingkup alat pelajaran. Alat pelajaran adalah semua benda yang dapat dipergunakan secara langsung oleh guru maupun murid dalam proses belajar mengajar.cit. Media dapat dibedakan menjadi. 82 . penghapus dan papan tulis maupn alat-alat praktek. hlm.22 tetapi tidak nyata sebagai benda yang dimiliki oleh sekolah. untuk lebih mempertinggi efektifitas dan efisiensi.

mesin tulis. dikelompokkan menjadi (a) barang habis pakai. listrik. kendaraan.23 1. pagar. Sedangkan sarana pendidikan berfungsi langsung (kehadirannya sangat menentukan) terhadap PBM. benda-benda pendidikan dapat dibedakan menjadi: Barang bergerak atau barang berpindah atau dipindahkan. tinta. gedung/bangunan sekolah. telepon. Ditinjau dari jenisnya. tanaman. Ditinjau dari fungsinya terhadap PBM. atau alat peraga. (b) barang tak habis pakai. kertas. contonya: kapur tulis. prasarana pendidikan berfungsi tidak langsung (kehadirannya tidak sangat menentukan). contohnya mesin tulis. serta perabot/mebiler. seperti alat pelajaran. spidol. 3. air. kendaraan. fasilitas pendidikan dapat dibedakan menjadi: Fasilitas fisik atau fasilitas material yaitu sebagai sesuatu yang berwujud benda mati atau dibendakan yang mempunyai peran untuk memudahkan atau melancarkan suatu usaha. Fasilitas non fisik yakni sesuatu yang bukan benda mati atau tidak dapat dibendakan yang mempunyai peranan untuk memudahkan sesuatu usaha seperti. 2. Seperti. Ditinjau dari sifat barangnya. computer. komputer. . media dan lain-lain. perabot dan sebagainya. manusia. jaringan jalan. alat praktek dan media pendidikan. halaman. contoh: tanah. perabot. penghapus dan lain-lain. jasa dan uang.

dan dengan dana yang efisien..12 3. op.cit. menara air dan lain sebagainya. hlm. hlm. menurut Ali Imron. 5 . dkk. Untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana secara tepat dan efisien. melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan diharapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh sekolah adalah sarana dan prasarana yang berkualitas tinggi. Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama.cit. 115 Ibrahim Bafadal. c. sumur. Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Secara umum. tujuannya adalah sebagai berikut: a.13 4. op. sebagaimana diuraikan di atas bisa tercapai. Dengan perkataan ini. sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personel sekolah. Prinsip-Prinsip Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Agar tujuan-tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan.. dalam 12 13 Ary H Gunawan. tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah memberikan pelayanan secara professional di bidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. sesuai dengan kebutuhan sekolah. seperti tanah. b.24 Barang tidak bergerak ialah barang yang tidak berpindah-pindah letaknya atau tidak bisa dipindahkan. Secara rinci. bangunan atau gedung.

yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekola harus selalu memperhatikan undang-undang. . Prinsip Administratif. instruksi dan petunjuk teknis yang diberlakukan oleh yang berwenang. peraturan. Prinsip-prinsip yang dimaksud adalah: a.25 Nur Masriyah. Dan pemakaiannya pun harus dengan hati-hati sehingga mengurangi pemborosan. Prinsip efisiensi. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus di delegasikan kepada personel sekolah yang mampu bertanggungjawab. yaitu bahwa pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah hars dilakukan melalui perencanaan yang seksama. yaitu bahwa sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus selalu dalam kondisi siap pakai bilamana akan didayagunakan oleh personel sekolah dalam rangka pencapaian tujuan proses belajar mengajar. Prinsip pencapaian tujuan. Apabila melibatkan banyak personel sekolah dalam manajemennya maka perlu adanya deskripsi tugas dan tanggungjawab yang jelas untuk setiap personel sekolah. d. ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan di sekolah. c. Prinsip kejelasan tanggung jawab. sehingga dapat diadakan sarana dan prasarana pendidikan yang baik dengan harga yang murah. b.

2006. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah iu harus direalisasikan dalam bentuk proses kerja yang sangat kompak. maka sarana dan prasarana dapat dipakai dan digunakan dengan perasaan yang menyenangkan oleh para pemakainya. hlm. Skripsi. Dengan demikian sekolah merupakan salah satu tempat untuk mewujudkan pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. Untuk melaksanakan hal tersebut. sesuai tujuan pendidikan dalam GBHN. Fakultas Tarbiyah UIN Malang. maka sekolah perlu meningkatkan mutu pendidikan. bahwa sarana dan prasarana merpakan penunjang tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan. Proses Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Seperti kita ketahui bersama. Prinsip Kekohesifan.30 14 . Sehubungan dengan hal tersebut di atas. maka pengelolaan sarana dan prasarana perlu dikelola dengan sebaik-baiknya. Nur Masriyah. Untuk merealisasikan pendidikan yang merupakan uaaha sadar dan yang bertujuan mengembangkan kepribadian dan kemampuan siswa. “Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di MAN I Malang”. melalui pengembangan program pendidikan dan pengajaran dengan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar siswa. maka sekolah hendaknya membina potensi lahir dan batin secara maksimal. Bilamana hal-hal di atas dilakukan dengan baik.26 e. Hal yang perlu diperhatikan adalah masalah pemeliharaan dan pengawasan tentang sarana dan prasarana tersebut.14 5.

27 Tujuan pemeliharaan agar kekayaan yang besar nilainya itu memperoleh pengamanan yang baik.152 Ibrahim Bafadal. Pengamanan itu hendaknya secara menyeluruh. pemakaian dan pemeliharaan.. yaitu pengamanan perencanaan.cit. Inventarisasi 15 16 Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan FIP IKIP Malang.15 Ibrahim Bafadal menyatakan bahwa kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan itu meliputi: pengadaan.. Penghapusan 2. hlm.7 . Pendistribusian • Pengalokasian • Pengiriman 3. hlm. op.1 Proses Manajemen Sarana dan Prasarana 1. Kegiatan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: 16 Gambar 2.cit. op. pendistribusian. pengadaan. inventarisasi dan penghapusan. pendayagunaan dan penghapusan. Penggunaan dan Pemeliharaan 4. Pengadaan • Analisis kebutuhan • Analisis anggaran • Seleksi • Keputusan • Pemerolehan 5.

Perencanaan yang baik dan teliti akan berdasarkan analisis kebutuhan. bahwa terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak perencanaan atau rencana (planning/programming) adalah pengetrapan . Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Suatu kegiatan administrasi/manajemen/pengelolaan yang baik dan tidak gegabah (sembrono) tentu diawali dengan suatu perencanaan (planning/programming) yang matang dan baik dilaksanakan demi menghindari diinginkan. Freedman dan kawan-kawannya mengatakan. Berkenaan dengan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah ada beberapa hal yang perlu difahami. menggantikan barang-barang yang rusak. hilang. ketiga dan seterusnya untuk dilaksanakan yang disesuaikan dengan tersedianya dana dan tingkat kepentinagannya. di antaranya yakni: a. kedua. dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun anggaran mendatang.28 1. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di sekolah. R. dan penentuan skala priorotas bagi kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan urutan pertama. dihapuskan atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan pergantian. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Aktifitas pertama dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah pengadaan sarana dan prasarana.

cit. hlm. 4. Mengembangkan atau menguatkan tawaran atau kontrak dengan melaksanakan sesuai dengan gambaran kerja yang diusulkan. 5. di antaranya adalah seorang teoretisi administrasi pendidikan. Jones menegaskan bahwa langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah sebagai berikut: 1. Menganalisis kebutuhan pendidikan suatu masyarakat dan menetapkan program untk masa yang akan datang sebagai dasar untuk mengevaluasi keberadaan fasilitas dan membuat model perecanaan perlengkapan yang akan datang.17 Akhir-akhir ini telah banyak teoritisi yang mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan (sarana dan prasarana) pendidikan di sekolah. 3. Gunawan. 2.29 secara sistematik daripada pengetahuan yang tepat guna untuk mengontrol dan menentukan arah kecendrungan perubahan. Melakukan survey ke seluruh unit sekolah untuk menyusun master plan untuk jangka waktu tertentu. Mengembangkan Educational Specification untuk setiap proyek yang terpisah-pisah dalam usulan master plan. kepada tujuan yang telah ditetapkan. Jones (1969). op. Merancang setiap proses yang terpisah-pisah sesuai dengan spesifikasi pendidikan yang diusulkan.117 . yaitu Jame J. 17 Ary H. Memilih kebutuhan utama berdasarkan hasil survey. 6.

Pembentukan panitia pengadaan barang atau perlengkapan 2. Penetapan harga satuan perlengkapan 5. Pasangan penulis tersebut menegaskan bahwa prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah: 1. rinci dan teliti berdasarkan informasi yang realistis tentang kondisi sekolah. Agar prinsip-prinsip tersebut betul-betul terpenuhi. Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan bukanlah sekadar sebagai upaya pencarian ilham.30 7. Johnson (1969). Penetapan kebutuhan perlengkapan 3. Melengkapi perlengkapan gedung dan meletakkannya sehingga siap untuk digunakan Dua orang teoritisi administrasi lainnya yang menjelaskan tentang prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah Emery Stoops dan Russel E. . dapat ditegaskan bahwa proses perencanaan pengadaan sarana dan prasarana di sekolah tidak mudah. melainkan upaya memikirkan perlengkapan yang diperlukan di masa yang akan datang dan bagaimana pengadaannya secara sistematis. Penetapan spesifikasi 4. Penilaian kembali Berdasarkan uraian tentang prosedur perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah sebagaimana dikemukakan di atas. Pengujian segala kemungkinan 6. Rekomendasi 7.

untuk membeli sarana dan prasarana di sekolah dapat ditempuh dengan cara membeli di pabrik. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah untuk mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan sekolah. sehingga sekolah dituntut untuk selalu berusaha juga melakukan pengadaan perlengkapan dengan cara lain. dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. selain dengan cara membeli. dana yang tersedia dan harga pasar.18 b. Seringkali sekolah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan dari pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. Dinas Pendidikan Nasional Provinsi. 27 . Namun bantuan tersebut dalam jumlah terbatas dan tidak selalu ada.31 semua pihak yang dilibatkan atau ditunjuk sebagai panitia perencanaan pengadaan perlengkapan di sekolah perlu mengetahui dan mempertimbangkan program pendidikan. Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana yang telah disusun sebelumnya. perlengkapan yang sudah dimiliki. op. Hadiah atau sumbangan. antara lain dengan cara: 1. membeli di toko dan memesan. perlengkapan sekolah juga bisa diperoleh dari hadiah atau 18 Ibrahim Bafadal. hlm. 2.cit.. Pembelian.

Pihak-pihak yang dapat dipinjam adalah kepala sekolah.32 sumbangan perorangan maupun organisasi. Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggungjawab dari seorang penanggungjawab penyimpanan kepada unit-unit atau orangorang yang membutuhkan barang itu. (2) pengiriman barang. untuk memperoleh tambahan sarana dan prasarana. ada beberapa prinsip administrasi penyimpanan peralatan dan perlengkapan pengajaran sekolah: 19 20 Ibrahim Bafadal. hlm. 32 Ibrahim Bafadal. hlm. wakil kepala sekolah. pengelola sarana dan prasarana sekolah bisa mengadakan hubungan kerjasama dengan pengelola sarana dan prasarana sekolah lainnya. Ibid. badan-badan atau lembaga-lembaga tertentu.19 2. Hubungan kerjasama tersebut berupa saling menukar perlengkapan sekolah... pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah bisa dilakukan dengan cara meminjam kepada pihak-pihak tertentu. Pendistribusian Sarana dan Prasarana Sekolah Barang-barang perlengkapan sekolah (sarana dan prasarana) yang telah diadakan dapat didistribusikan. ada tiga langkah yang sebaiknya ditempuh oleh bagian penanggungjawab penyimpanan atau penyaluran. Dalam rangka itu. Ibid. 4. yaitu: (1) penyusunan alokasi barang. 38 . Tukar menukar. (3) penyerahan barang. 3. Meminjam. guru-guru ataupun orang tua murid.20 Daryanto menyatakan.

lembab. Semua penyimpanan harus diadministrasikan menurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu digunakan. e. Harus diadakan inventarisasi secara berkala. Semua alat-alat dan perlengkapan harus disimpan di tempat-tempat yang bebas dari faktor-faktor perusak. b. 52 . Harus mudah dikerjakan baik untuk menyimpan maupun yang keluar alat. lapuk dan serangga. maka kegiatan penyaluran dapat berwujud pendistribusian atau kegiatan 21 Daryanto. Karena pelaksanaan tanggungjawab ini hanya bersifat ketatausahaan maka kurang tepat jika kepala atau guru sendiri yang langsung melaksanakannya yang paling tepat adalah pegawai tata usaha. Mudah didapat bila sewaktu-waktu diperlukan.33 a. Administrasi pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta.21 Sedangkan Ary H. berpendapat bahwa dalam lingkungan yang sempit seperti di lingkungan sekolah/fakultas. hlm. Kebijaksanaan pendistribusian ini hendaklah ditekankan kepada efisien dan fleksibilitas. 2001). f. Tanggungjawab untuk pelaksanaan yang tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus dirumuskan secara terperinci dan difahami dengan jelas oleh semua pihak yang berkepentingan. c. Pendistribusian peralatan dan perlengkapan pengajaran ini harus berada dalam tanggung jawab salah seorang anggota staf yang ditunjuk. maksudnya bila diperlukan sewaktu-waktu segera dapat disediakan. Gunawan. d. seperti: panas.

cit. Penggunaan/Pemakaian Sarana dan Prasarana Pendidikan Begitu barang-barang yang telah diadakan itu didistribusikan kepada bagian-bagian kelas. laboratorium. pengiriman barang (untuk pusat-pusat penyalur) dan penyerahan barang. Dalam kaitan dengan pemakaian perlengkapan pendidikan itu.34 membagi/mengeluarkan barang sesuai kebutuhan guru/dosen/seksi bagian dalam instansi/sekolah/fakultas tesebut utnuk keperluan kegiatan belajar mengajar serta perkantoran. Penggunaan dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan a. Gunawan. Kegiatan penyaluran barang yang baik melipputi penyusunan alokasi.22 3.144 . ada dua prinsip yang harus selalu diperhatikan yaitu prinsip efektifitas dan prinsip efisiensi. Atas pelimpahan itu pula pihak-pihak tersebut berhak memakainya utnuk kepentingan proses pendidikan di sekolahnya. perpustakaan. baik secara langsng maupun tidak langsung. Sedangkan dengan prinsip efisisiensi berarti pemakaian semua sarana dan prasarana pendidikan di sekolah secara hemat dan dengan hati-hati 22 Ary H. hlm. op. tata usaha atau personel sekolah berarti barang-barang tersebut sudah berada dalam tanggungjawab bagian-bagian atau personel sekolah tersebut.. Dengan prinsip efektifitas berarti semua pemakaian sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus digunakan semata-mata dalam rangka memperlancar pencapaian tujuan pendidikan sekolah.

42 . op.23 b. bebas hama dan sebagainya). seperti pemeliharaan terhadap kertas. atau membawanya ke bengkel servis. Dengan demikian kegiatan rutin untuk mengusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik dan berfungsi baik pula (running well) disebut pemeliharaan atau perawatan (service). Kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan menurut ukuran waktu dan menurut ukuran keadaan barang.. tidak lembab. misalnya 2 atau 3 bulan sekali (seperti mesin tulis) atau jam pakai tertentu (mesin statis). Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Agar setiap barang yang kita miliki senantiasa dapat berfungsi dan digunakan dengan lancar tanpa banyak menimbulkan gangguan/hambatan maka barang-barang tersebut perlu dirawat secara baik dan kontinu untuk menghindari adanya unsur-unsur pengganggu/perusaknya. kapur dan sebagainya dengan penyimpanan yang baik (aman. rusak atau hilang.35 sehingga semua perlengkapan yang ada tidak mudah habis. sebelum 23 Ibrahim Bafadal. atau memanggil tukang/ahli servis untuk melakukannya. Pemeliharaan menurut ukuran waktu dapat dilakukan setiap hari (setiap akan/sesudah memakai) dan secara berkala atau dalam jangka waktu tertentu sesuai petunjuk penggunaan (manual). Pemeliharaan yang dilakukan menurut keadaan barangnya dilakukan terhadap barang habis pakai dan barang tak habis pakai. Pemeliharaan tersebut dapat dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggungjawabnya.cit. hlm.

cit. secara rutin berkala. Aktifitas. Kegiatan Secata tersebut definitive.24 4. op. mengepel dan lain sebagainya. Gunawan. menyapu. pengecatan. berkelanjutan. 146 . tertib dan teratur berdasarkan ketentan-ketentuan atau pedoman-pedoman yang berlaku. kendaraan dan sebagainya dilakukan servis bila keadaan pemakaiannya ternyata sudah kurang enak atau kurang lancar. 225/MK/V/4/1971 barang milik Negara adalah berupa semua barang yang 24 Ary H. kegiatan pencatatan semua perlengkapan itu disebut dengan istilah inventarisasi suatu perlengkapan proses yang pendidikan. hlm. Pada prinsipnya kegiatan pemeliharaan dilakukan agar setiap sarana dan prasarana itu senantiasa siap pakai dalam proses/kegiatan belajar mengajar.36 barang tersebut dipakai atau dalam penyimpanan. kreatifitas serta rasa tanggung jawab dan rasa “handar beni” adalah kunci dari keberhasilan kegiatan pemeliharaan demi optimalisasi daya pakai dan daya guna setiap barang kita. Terhadap barang tak habis pakai seperti mesin tlis. dilakukan pembersihan. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah Salah satu aktifitas dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah mencatat semua perlengkapan yang dimiliki oleh sekolah. Lazimnya. merupakan inventarisasi adalah pencatatan dan penyusunan daftar barang milik Negara secara sistematis.. Pemeliharaan terhadap tanah dan gedung. Menurut keputusan Menteri Keuangan RI Nomor kep.

inventarisasi mampu menyediakan data dan informasi untuk perencanaan. tertanggal 30 Maret 1991. Sebagaimana yang dikutip oleh Ibrahim Bafadal. Lebih lanjut. yaitu: 1. mempermudah dalam pemeliharaan dan pengawasan. 2. Stoop dan Jhonson menyatakan bahwa dalam pelaksanaan sehari-hari kepala sekolah selaku administrator dapat . maupun daerah otonom. pengurusan barang-barang di sekolah dasar dilakukan oleh kepala sekolah sendiri. 2/MPK/1979. Berdasarkan edaran surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tanggal 16 Januari 1997 No. Surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9 tahun 1971. provinsi. baik pusat. dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ataupun dana lainnya yang barang-barangnya di bawah penguasaan pemerintah. penghematan keuangan. Instruksi Presiden RI Nomor 3 tahun 1971. tertanggal 24 Mei 1980.37 berasal atau dibeli dengan dana yang bersumber baik secara keseluruhan atau sebagainya. baik yang berada di dalam maupun luar negeri. Intruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4/M/1980. tertanggal 23 Oktober 1971. Melalui inventarisasi perlengkapan pendidikan diharapkan akan tercipta ketertiban administrasi barang. Surat keputusan Menteri Keuangan Nomor kep. tertanggal 13 April 1971 3. Ada beberapa landasan hukum yang mendasari kegiatan inventarisasi perlengkapan sekolah. 225/MK/V/4/1971. 4.

seperti kapur tulis. seperti meja.cit. buku perpustakaan sekolah dan perabot-perabot lainnya.38 menunjuk stafnya atau guru-guru untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab tersebut. Kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan dan pembuatan kode barang perlengkapan Barang-barang perlengkapan di sekolah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. khusus barang-barang inventaris dicatat di dalam buku induk inventaris dan buku golongan inventaris. Barang inventaris adalah keseluruhan perlengkapan sekolah yang dapat digunakan secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama. Setelah itu. Sedangkan barang-barang bukan inventaris adalah semua barang habis pakai. yaitu: 1. Baik barang inventaris maupun barang bukan inventaris yang diterima sekolah harus dicatat di dalam buku penerimaan.57 . pita mesin tulis dan barang-barang yang statusnya tidak jelas. pencatatan perlengkapan pendidikan di sekolah yang tertib dan teratur dapat digambarkan sebagai berikut:25 25 Ibrahim Bafadal.. Dengan demikian. bangku. hlm. Kegiatan inventarisasi perlengkapan pendidikan meliputi dua kegiatan. Sedangkan khusus barangbarang bukan inventaris dicatat di dalam buku induk bukan inventaris dan kartu (bisa berupa buku) stok barang. kertas. yaitu barang inventaris dan barang bukan inventaris. papan tulis. karbon. op.

39 Gambar 2. Tujuan pembuatan dan penulisan kode adalah untuk memudahkan semua pihak dalam mengenal kembali semua perlengkapan pendidikan . terutama yang tergolong sebagai barang inventaris.2 Tata Cara Pencatatan Perlengkapan Sekolah Ada barang baru Pencatatan di dalam buku penerimaan Pengelompokan barang baru Inventaris Bukan inventaris Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan inventaris perlengkapan pendidikan di sekolah adalah membuat kode barang dan menuliskannya pada badan perlengkapan pendidikan di sekolah. Kode barang adalah sebuah tanda yang menunjukkan kepemilikan barang. Kode tersebut ditulis pada barang yang sekiranya mudah dilihat dan dibaca.

Pelaporan tersebut dilakukan sekali dalam setiap triwulan. penanggungjawab maupun jenis dan golongannya.26 2. dengan warna yang berbeda dari warna dasar barang sehingga mudah dibaca.59 Ibrahim Bafadal. Ukurannya disesuaikan dengan besar kecelnya barang perlengkapan yang akan diberi kode. Semua perlengkapan pendidikan di sekolah atau barang inventaris sekolah harus dilaporkan.40 di sekolah. hlm. Laporan tersebut seringkali disebut dengan istilah laporan mutasi barang. Biasanya kode barang itu berbentuk angka atau numerik. Bilamana demikian halnya. barang-barang tersebut harus selalu dijaga agar tidak hilang 26 27 Ibrahim Bafadal. yaitu departemennya. Oleh karena itu. Biasanya di sekolah itu ada barang rutin dan barang proyek. ada laporan barang rutin dan laporan barang proyek. Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Barang-barang yang ada di sekolah adalah barang milik Negara. Misalnya.. Dengan demikian. Ibid. Kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan laporan. Januari dan April tahun berikutnya. Oktober. termasuk perlengkapan baru kepada pemerintah. Ibid. Sekolah-sekolah swasta wajib melaporkannya kepada yayasannya.27 5. pada setiap bulan Juli. hlm.61 .. baik ditinjau dari kepemilikan. maka pelaporannya pun harus dibedakan. Biasanya warna kode tersebut adalah putih atau hitam.

Pengeluaran yang semakin besar untuk pemeliharaan/perbaikan barang-barang yang kondisinya semakin buruk.41 atau lekas rusak. membebaskan barang dari tanggung jawab satuan organisasi yang mengurusnya menurut peraturan dan ketentuan yang berlaku. Pemborosan biaya untuk pengamanan barang-barang kelebihan atau barang-barang lain yang karena beberapa sebab tidak dipergunakan lagi. 198 . Daripada mendatangkan kerugian yang besar bagi pihak sekolah maka barang tersebut lebih baik disingkirkan/dihapus saja. Sahertian. mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi kerugian yang lebih besar.28 Walaupun penghapusan barang-barang ada keuntungannya tetapi tidaklah gampang bagi suatu instansi untuk mengadakan penghapusan.1994). Walaupun demikian apabila barang-barang tersebut sudah dimanfaatkan terlalu lama akan sampai pulalah pada saat memudar daya gunanya. 28 Piet A. meringankan beban kerja inventarisasi 3. Dimensi Administrasi (Surabaya: Usaha Nasional. Yang dimaksud dengan penghapusan adalah kegiatan yang mempunyai tujuan untuk menghapuskan barang-barang milik Negara dari daftar inventaris Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. yang disebabkan oleh: a. Sebagai salah satu fungsi dari pengelolaan perlengkapan. penghapusan mempunyai arti: 1. 2. hlm.

akan rusak dan tidak dapat dipakai lagi. 5. secara teknis dan ekonomis kegunaan tidak seimbang dengan biaya pemeliharaan. 7. 8. 6. Untuk melakukan penghapusan atau penyingkiran (afkeur) pelaksana harus memperhatikan tahap-tahap sebagai berikut: . misalnya mesin hitung yang sudah diganti dengan kalkulator. Dalam keadan rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki atau dipergunakan lagi 2. dan sebagainya.42 Barang-barang yang dapat dihapuskan dari daftar inventaris harus memenuhi salah satu atau lebih dari syarat-syarat di bawah ini: 1. 4. Barang kelebihan yang jika disimpan lebih lama. terbakar. misalnya dengan mesin tulis baru sebuah konsep dapat diselesaikan dalam waktu lima hari. Penyusutannya berada di luar kekuasaan pengurus barang (misalnya bahan-bahan kimia). Ada penurunan efektifitas kerja. Perbaikan akan menelan biaya yang besar sekali sehingga merupakan pemborosan uang Negara. 3. Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masa kini. Dicuri. musnah akibat bencana alam. diselewengkan. tetapi dengan mesin tulis yang hampir rusak harus diselesaikan dalam waktu 10 hari. arau mesin tulis biasa yang sudah harus diganti dengan IBM.

c. Menghapus dengan menjual barang-barang melalui kantor lelang Negara.cit. Membuat berita acara tentang pelaksanaan penyingkiran. dsb) yang bersangkutan. Melaksanakan penyingkiran dengan cara-cara mengadakan lelangan. 4. Kopertis. Melaksanakan sesuai prosedur lelang. Pemilihan barang yang akan dihapuskan dilakukan setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan. yang menyebutkan banyaknya nama barang. Memperhitungkan faktor-faktor penyingkiran dan penghapusan ditinjau dari segi nilai uang. yaitu: 1.29 Sebagaimana disampaikan oleh Ary H. d. Mengikuti cara pelanggan yang berlaku. Proses penghapusan/penyingkiran harus disaksikan oleh atasan 5. 2. 3. menghibahkan kepada badan/orang lain atau membakar. dalam pelaksanaan penghapusan dikenal dua jenis cara. b. Membuat surat pemberitahuan kepada atasan bahwa akan diadakan penyingkiran dengan menyebutkan barang-barang yang hendak disingkirkan. Pembuatan “risalah lelang” oleh kantor lelang. Prosedurnya adalah sebagai berikut: a. 29 Suharsimi Arikunto. 89 ..43 1. op. Pembentukan Panitia Penjualan oleh Pimpinan Unit Utama (Rektor. Gunawan. hlm. keadaan barang yang dilelang serta nama dan alamat pelelang serta harga jualnya.

Kata “pendidikan” yang umum kita gunakan sekarang dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah”. f. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa arabnya “tarbiyah wa ta’lim” 30 Ary Gunawan. maka pemusnahannya dilakukan unit kerja yang bersangkutan dengan disaksikan oleh pejabat pemerintah daerah setempat (minimal Lurah/Kades) dan atau kepolisian Negara. dsb). Pengertian Pendidikan Agama Islam Bila kita akan melihat pengertian pendidikan dari segi bahasa. Pembayaran uang lelang yang disetorkan pada kas Negara. dengan kata kerja “rabba”. maka kita harus melihat kepada kata arab karena ajaran Islam diturunkan dalam bahasa tersebut. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1.. Kata pengajaran dalam bahasa arabnya adalah “ta’lim” dengan kata kerjanya “‘allama”. dikubur. 2. op. Biaya lelang dan biaya lainnya (dana sosial.cit. dsb) yang dibebankan pada pembeli/pemenang lelang. selambat-lambatnya tiga hari kerja setelah hari lelang. MPO. 151 . serta mengikuti segala tata cara pemusnahan yang berlaku (dibakar.30 B. hlm. Pemusnahan Terhadap barang barang yang diusulkan untuk dihapus sesuai surat keputusan untuk/harus dimusnahkan.44 e.

25 As-Syu’ara’:18)33 Kedua ayat di atas menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tarbiyah adalah proses persiapan dan pengasuhan pada fase pertama pertumbuhan manusia.. waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu?”(QS. kasihanilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil . Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Angkasa. (QS. hlm. 1996). hlm.25 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya (Semarang: Karya Toha Putra. kita mendapatkannya di dalam al-Qur’an seperti pada ayat: ‫واﺧﻔﺾ ﻟﻬﻤﺎ ﺟﻨﺎح اﻟﺬل ﻣﻦ اﻟﺮﺣﻤﺔ وﻗﻞ رب ارﺣﻤﻬﻤﺎآﻤﺎرﺑﻴﺎﻧﻰ‬ ِ َ ‫َ ْ ِ ْ َ ُ َ َ َ َ ﱡ ﱢ ِ َ ﱠ ْ َ ِ َ ُ ْ ﱠ ﱢ ْ َ ْ ُ َ َ َ َﱠ‬ ‫ﺻﻐﻴﺮا‬ ً ِْ َ (٢٤:‫)اﻹﺳﺮاء‬ Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhankui.227 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya. hlm. atau menurut istilah yang kita gunakan dewasa ini adalah pada fase bayi dan kanak-kanak. 293 .1996).31 Kata Tarbiyah. Ibid. Penggunaan kata-kata tarbiyah pada ayat pertama menunjukkan bahwa pendidikan pada fase ini menjadi tanggungjawab 31 32 33 Zakiyah Daradjat.45 sedangkan pendidikan Islam dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah Islamiyah”. 17 Al-Isra’:24) 32 (١٨:‫ﻗﺎل أﻟﻢ ْ ﻧﺮﺑﻚ ﻓﻴﻨﺎ وﻟﻴﺪا وﻟﺒﺜﺖ ﻓﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﻋﻤﺮك ﺳﻨﻴﻦ )اﻟﺸﻌﺮاء‬ َ ْ ِ ِ َ ِ ُ ُ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ِ َ‫َ َ َ َ ُ َ ﱢ َ ِ ْ َ َِ ْ ً ﱠ‬ Fir’aun menjawab: “Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami.dkk.

46

keluarga. Ibu dan ayah bertanggungjawab mengasuh dan mengasihi anak yang masih kecil dan berada dalam situasi ketergantungan. Dalam ayat kedua, Fir’aun menyebut-nyebutkan kebaikannya tehadap Musa a.s bahwa ia telah mendidiknya semasa kecil dan tidak memasukkannya ke dalam golongan anak-anak yang dibunuh ketika itu. Fir’aun juga mengingatkan Musa a.s bahwa ia telah berada dalam naungan keluarga untuk beberapa tahun lamanya. Demikianlah, bahwa istilah tarbiyah di dalam dua ayat di atas berkaitan erat dengan proses persiapan dan pemeliharaan pada masa kanak-kanak di dalam keluarga.34 Kata lain yang mengandung arti pendidikan itu ialah sabda Rasul SAW:

‫أدب‬

seperti

(‫أد ﺑﻨﻰ رﺑﻰ ﻓﺄﺣﺴﻦ َﺄ ِﻳ ِﻰ )اﻟﺤﺪﻳﺚ‬ ‫َ ﱠ َ ِ َ ِ ََ ْ َ َ ﺗ ْد ْﺒ‬
“Tuhan telah mendidikku, maka Ia sempurnakan pendidikanku.” Kata “ta’lim” dengan kata kerjanya “‘allama” juga sudah digunakan pada zaman Nabi. Baik dalam Al-Qur’an, Hadits atau pemakaian sehari-hari. Kata ini lebih banyak digunakan daripada kata tarbiyah tadi. Dari segi bahasa, perbedaan arti dari kedua kata itu cukup jelas. Bandingkanlah penggunaan dan arti kata berikut ini dengan kata “rabba”, “addaba”, “nasya’a” dan lain-lain. Firman Allah:

‫وﻋﻠﻢ ﺁدم اﻷﺳﻤﺎء آﻠﻬﺎ ﺛﻢ ﻋﺮﺿﻬﻢ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﻼءآﺔ ﻓﻘﺎل أﻧﺒﺌﻮﻧﻲ‬ ِ ْ ُ ِ ْ َ َ َ َ ِ َ ِ َ َ ْ ََ ْ ُ َ َ َ ‫َ َﱠ َ َ َ َ ْ َ َ ُﱠ َ ُ ﱠ‬
(٣١:‫ﺑﺄﺳﻤﺎء هﺆﻻء ان آﻨﺘﻢ ﺻﺎدﻗﻴﻦ )اﻟﺒﻘﺮة‬ َ ْ ِ ِ َ ْ ُْ ُ ْ ِ ِ َ ُ َ ِ َ ْ َِ

34

Abdul Fattah Jalal, Azas-Azas Pendidikan Islam (Bandung: Diponegoro,1988), hlm.28

47

“Dan dia

mengajarkan kepada Adam nama-nama(benda-benda)

seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar”. (Q.S. Al-Baqarah: 31) 35 Firmannya lagi:

‫وورث ﺳﻠﻴﻤﺎن داودوﻗﺎل ﻳﺂ أﻳﻬﺎاﻟﻨﺎس ﻋﻠﻤﻨﺎ ﻣﻨﻄﻖ اﻟﻄﻴﺮواوﺗﻴﻨﺎﻣﻦ‬ ْ ِ َ ْ ِ ْ َُ ِ ْ ‫َ َ ِ َ َُ ْ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ﱡ َ ﱠ ُ ُﱢ ْ َ َ ْ ِ َ ﱠ‬ ٍْ َ ‫ُ ﱢ‬ (١٦:‫ ِان هﺬا َﻟﻬﻮاﻟﻔﻀﻞ اﻟﻤﺒﻴﻦ )اﻟﻨﻤﻞ‬P‫ﻗﻠﻲ‬P ‫آﻞ ﺷﻲء‬ ُ ْ ُِ ُ ْ َ َ ُ َ َ ‫ﱠ‬
“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata.” (Q.S. An-Naml: 16) 36 Kata “‘allama” pada kedua ayat tadi mengandung pengertian sekedar memberi tahu atau memberi pengetahuan, tidak mengandung arti pembinaan kepribadian Nabi Sulaiman melalui burung, atau membina kepribadian Nabi Adam melalui nama benda-benda. Lain halnya dengan pengertian “rabba”, “addaba” dan sebangsanya.37 Sedangkan pengertian pendidikan agama Islam secara istilah seperti yang telah diungkapkan oleh beberapa pakar pendidikan: menurut Zakiyah Daradjat pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara

35 36 37

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, op.cit., hlm.6 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, Ibid., hlm 301 Zakiyah Daradjat,dkk. op.cit., hlm.2

48

menyeluruh. Lalu menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Tayar Yusuf mengartikan pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan, kecakapan dan keterampilan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia bertaqwa kepada Allah swt. Sedangkan menurut A. Tafsir Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan yang diberikan seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai ajaran Islam.38 Di dalam GBPP PAI di sekolah umum, dijelaskan bahwa pendidikan agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami dan menghayati, dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.39 2. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam Secara umum, pendidikan agama Islam bertujuan untuk

“meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.”

Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004 (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005), hlm.130 Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001), hlm. 75
39

38

49

Dari tujuan itu dapat ditarik beberapa dimensi yang hendak ditingkatkan dan dituju oleh kegiatan pendidikan agama Islam, yaitu: (1) dimensi keimanan peserta didik terhadap ajaran agama Islam, (2) dimensi pemahaman atau pelajaran (intelektual) serta keilmuan peserta didik terhadap ajaran agama Islam, (3) dimensi penghayatan atau pangalaman bathin yang dirasakan peserta didik dalam menjalankan ajaran Islam, dan (4) dimensi pengamalannya, dalam arti bagaimana ajaran Islam yang telah diimani, difahami dan dihayati oleh peserta didik itu mampu diamalkan dalam kehidupan pribadi, sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. dan berakhlak mulia, serta diaktualisasikan dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.40 Adapun tujuan pendidikan agama Islam menurut beberapa ahli atau tokoh pendidikan Islam sebagai berikut: Imam al-Ghozali berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam yang hendak dicapai adalah; pertama, kesempurnaan manusia, yang puncaknya adalah dekat dengan Allah. Kedua, kesempatan manusia, yang puncaknya kebahagiaan di dunia dan akhirat. Karena itu, pendidikan tersebut berusaha mengajar manusia agar mampu menggapai tujuan-tujuan yang dirumuskan tadi. Jadi, menurut al-Ghozali ada dua tujuan pendidikan yang ingin dicapai sekaligus, pertama, kesempurnaan manusia yang bertujuan mendekatkan diri, dalam arti kualitatif kepada Allah swt., kedua, kesempurnaan manusia yang dimaksud adalah kebahagiaan di dunia dan akhirat. Untuk menjadikan insan
Muhaimin, dkk. Strategi Belajar Mengajar: Penerapannya Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama (Surabaya: Citra Media, 1996), hlm.2
40

(c) persiapan mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan. serta mendorong aspek-aspek itu ke arah kebaikan atau kesempurnaan hidup. intelektual. supaya dapat menguasai profesi. jasmani. Dengan uraian singkat. tetapi mengalami proses yang panjang dan ada prasyarat-prasyarat yang harus dipenuhi diantaranya mempelajari berbagai ilmu. (b) persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat. perasaan dan panca indera sehingga memiliki kepribadian yang utama. teknis. Oleh karena itu. dan keterampilan tertentu agar ia dapat mencapai rezeki dalam hidup di samping memelihara segi kerohanian. imajinasi (fantasi). bahasa. dan (e) menyiapkan pelajar dari segi professional.50 kamil (manusia paripurna) tidaklah tercipta dalam sekejap mata. Menurut Marimba tujuan akhir pendidikan Islam adalah terbentuknya kepribadian muslim. dapat . keilmiahan. mengamalkannya dan menghadapi berbagai cobaan yang mungkin terjadi dalam proses pendidikan itu. (d) menumbuhkan semangat ilmiah (scientific spirit) pada pelajar dan memuaskan keinginan dalam arti untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu. kecerdasan. akal fikiran. pendidikan Islam harus mengembangkan seluruh aspek kehidupan manusia baik spiritual. Muhammad Athiyah al-Abrasi berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam secara umum sebagai berikut: (a) membantu pembentukan akhlak mulia. Dari beberapa pendapat tersebut di atas maka dapat ditarik suatu pengertian bahwa tujuan pendidikan Islam yaitu mencapai keseimbangan pertumbuhan diri pribadi manusia muslim secara menyeluruh melalui latihan kejiwaan.

41 Kurikulum pendidikan agama Islam untuk sekolah/madrasah berfungsi sebagai berikut: 1. yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah swt yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Penyesuaian mental. hlm. Manusia akan dapat mencapai kematangan hidup setelah mendapatkan bimbingan dan usaha melalui proses pendidikan. 3. Metodologi Pmebelajaran Pendidikan Agama Islam (Malang: Universitas Negeri Malang.8 41 . 2004). pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan ketaqwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. 2. Penyesuaian mental yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik Zuhairini dan Abdul Ghofir. Sekolah berfungsi untuk menumbuhkembangkan lebih lanjut dalam diri melalui bimbingan. Pengembangan. Penanaman nilai sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.51 difahami bahwa tujuan pendidikan Islam adalah meningkatkan taraf kehidupan manusia melalui seluruh aspek yang ada sehingga sampai kepada tujuan yang telah ditetapkan dengan proses tahap demi tahap. Pada dasarnya dan pertama-tama kewajiban menanamkan keimanan dan ketaqwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga. yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam.

b. Pendekatan nilai universal (makro) yaitu suatu program yang dijabarkan dalam kurikulum. Penyaluran. Pengajaran. 4. pemahaman dan pengamalan ajaran dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan. Perbaikan. .52 lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam. yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain. kekurangankekurangan. yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya. 5. tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum (alam nyata dan nir-nyata). Pendekatan Meso. dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan. sistem dan fungsionalnya. Feisal berpendapat bahwa terdapat beberapa pendekatan yang digunakan dalam memainkan fungsi agama Islam di sekolah: a. 6. yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan. 7. artinya pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada anak untuk memudidayakan nilai agama Islam.

134 . artinya pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kecukupan keterampilan seseorang sebagai professional yang mampu mengemukakan ilmu teori.. yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.53 c. Pembelajaran terkait dengan bagaimana (how to) membelajarkan siswa atau bagaimana membuat siswa dapat belajar dengan mudah dan terdorong oleh kemauannya sendiri untuk mempelajari apa (what to) yang Yang Mempengaruhi Pembelajaran Pendidikan teraktualisasikan dalam kurikulum sebagai kebutuhan (needs) siswa. d. informasi.cit. Selanjutnya. pembelajaran berupaya menjabarkan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum dengan menganalisis tujuan pembelajaran dan karakteristik isi bidang studi pendidikan agama yang terkandung di dalam kurikulum.42 3. hlm. dilakukan kegiatan untuk memilih. Faktor-Faktor Agama Islam. artinya program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada anak untuk membudidayakan nilai agama Islam. 42 Abdul Majid dan Dian Andayani. menetapkan dan mengembangkan cara-cara (strategi) pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan sesuai kondisi yang ada agar kurikulum dapat diaktualisasikan dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar terwujud dalam diri peserta didik. Karena itu. Pendekatana Makro. yang menurut Sudjana disebut kurikulum ideal/potensial. Pendekatan Ekso. op.

Faktor kondisi ini berinteraksi dengan pemilihan. Ketiga komponen tersebut adalah (a) kondisi pembelajaran pendidikan agama. (b) metode pembelajaran pendidikan agama. Kondisi Pembelajaran Pendidikan Agama Adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pengguanaan metode dalam meningkatkan hasil pembelajaran PAI. penetapan.54 Dalam pembelajaran terdapat tiga komponen utama yang saling berpengaruh dalam proses pembelajaran pendidikan agama. op. dan pengembangan metode pembelajaran 43 PAI. Karena itu. perhatian kita adalah berusaha Muhaimin.3 Interelasi Variabel Pembelajaran Kondisi pembelajaran 1 2 Hasil pembelajaran Metode Pembelajaran a.cit.146 . Ketiga komponen tersebut memiliki interalisasi sebagaimana tergambar berikut: 43 Gambar 2.. hlm. dan (c) hasil pembelajaran pendidikan agama.

b. yaitu tujuan pembelajaran PAI. dan tingkat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. jika suatu kondisi pembelajaran PAI dalam suatu situasi dapat dimanipulasi maka kondisi tersebut berubah menjadi metode pembelajaran PAI. Pada dasarnya.55 mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor-faktor yang termasuk kondisi pembelajaran. karakteristik peserta didik dan kendala pembelajaran PAI. karakteristik bidang studi PAI. semua cara dapat dimanipulasi oleh perancang atau pengembang pembelajaran. metode pembelajaran PAI dapat berbeda-beda menyesuaikan dengan hasil pembelajaran dan kondisi pembelajaran yang berbeda-beda pula. ditetapkan dan dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik bidang studi PAI. jika dalam suatu situasi. Semua metode pembelajaran tersebut dapat dipilih. yaitu strategi . Metode Pembelajaran PAI Metode pembelajaran PAI didefinisikan sebagai cara-cara tertentu yang paling cocok untuk dapat digunakan dalam mencapai hasil-hasil pembelajaran PAI yang berada dalam kondisi pembelajaran tertentu. Dalam kegiatan penetapan metode pembelajaran PAI diperlukan perencanaan pembelajaran yang profesional. Rancangan metode pembelajaran PAI dapat diklasifikasikan menjadi tiga. sumber belajar PAI yang tersedia. metode pembelajaran tidak dapat dimanipulasi maka metode atau cara tersebut berubah menjadi kondisi pembelajaran. Karena itu. Akan tetapi. Sebaliknya.

149 . Sedangkan desired out-comes merupakan tujuan yang ingin dicapai yang biasanya sering mempengaruhi keputusan perancang pembelajaran PAI dalam melakukan pilihan suatu metode pembelajaran yang paling baik untuk digunakan sesuai dengan kondisi pembelajaran yang ada.56 penataan organisasi isi pembelajaran PAI. Indikator keberhasilan pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga. yaitu tingkat keefektifan. dan strategi pengelolaan pembelajaran PAI. hlm. strategi penyampaian pembelajaran PAI.. Hasil pembelajaran PAI dapat berupa hasil nyata (actual out-comes) dan hasil yang diinginkan (desired out-comes). efisiensi. op. c. Actual out-comes adalah hasil belajar PAI yang dicapai peserta didik secara nyata karena digunaknnya suatu metode pembelajaran PAI tertentu yang dikembangkan sesuai dengan kondisi yang ada. Klasifikasi dan hubungan antar komponen yang mempengaruhi pembelajaran PAI tersebut dapat digambarkan dalam bagan berikut:44 44 Muhaimin. Hasil Pembelajaran PAI Hasil pembelajaran PAI adalah mencakup semua akibat yang dapat dijadikan indikator tentang nilai dari penggunaan metode pembelajaran PAI di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda. dan kemenarikan pembelajaran PAI yang dikembangkan.cit.

57

Gambar 2.4 Pembagian Komponen Pembelajaran PAI

kondisi

Tujuan dan karakteristik bidang studi PAI

Kendala sumber belajar dan karakteristik bidang studi Strategi penyampaian pendidikan agama

Karakteristik peserta didik

metode

Strategi pengorganisasian pendidikan agama

Strategi pengelolaan pendidikan agama

hasil

Keefektifan, efesiensi, dan daya tarik pembelajaran PAI

C. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam kamus besar bahasa Indonesia kualitas didefinisikan sebagai tingkat baik buruknya sesuatu, kadar atau mutu atau dapat juga dikatakan sebagai derajat atau taraf (kepandaian atau kecakapan, dan sebagainya).45 Sedangkan pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa untuk belajar. Kegiatan ini akan mengakibatkan siswa mempelajari sesuatu dengan cara lebih efektif dan efisien. Pembelajaran berasal dari kata belajar yang berarti suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman. Tingkah laku dapat bersifat

45

W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka,1989)

hlm. 467

58

jasmaniah (kelihatan), dapat juga bersifat intelektual atau merupakan suatu sikap sehingga tidak mudah dilihat.46 Konsep pembelajaran menurut Corey dalam Syaiful Sagala adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan proses terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. Secara sederhana pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru.47 Dengan demikian kualitas pembelajaran adalah kualitas seorang guru baik kemampuan maupun pemahamannya terhadap interaksi belajar mengajar yang indikatornya dapat dilihat dari hasil prestasi belajar siswa, baik itu prestasi dalam menempuh ujian semester atau prestasi dalam menempuh ujian akhir. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran PAI, maka tidak terlepas dari adanya beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. 1. Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI Yang dimaksud faktor pendukung adalah sesuatu yang dapat menjadikan pendidikan itu maju dan berhasil dengan baik sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan dapat dicapai. Sedangkan yang dimaksud dengan faktor

46 47

Muhaimin, dkk., op.cit., hlm. 44 Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2006), hlm. 61

59

penghambat adalah segala sesuatu yang dapat mengganggu jalannya pendidikan sehingga pendidikan tidak terwujud dengan baik.48 a. Faktor Pendukung 1. Faktor Peserta Didik Peserta didik dalam pendidikan Islam adalah setiap manusia yang sepanjang hayatnya selalu berada dalam perkembangan. Jadi, bukan hanya anak-anak yang sedang dalam pengasuhan dan pengasihan orang tuanya, bukan pula hanya anak-anak dalam usia sekolah. Pengertian ini didasarkan atas tujuan pendidikan yaitu manusia sempurna secara utuh, yang untuk mencapainya manusia berusaha terus menerus hingga akhir hayatnya.49 Kegiatan pembelajaran pendidikan agama Islam akan berjalan dengan lancar, efektif, dan efisien serta dapat mencapai tujuan pendidikan apabila peserta didik mengikuti pelajaran dengan tenang, memperhatikan penjelasan guru dengan seksama, belajar dengan rajin, mampu mengembangkan potensinya melalui diskusi-diskusi dengan temannya serta disiplin waktu. 2. Faktor Pendidik Pendidik tidak sama dengan pengajar sebab pengajar hanya sekadar menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS pada bab XI pasal 39 ayat 2 disebutkan bahwa pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas
Hidayatul Fitriyah, Hubungan Kompetensi Guru Agama dengan Peningkatan Mutu pembelajaran di MAN Pasuran pada Mata Pelajaran PAI, Skripsi, Fakultas Tarbiyah UIN Malang 2005, hlm.36
49 48

Heri Noer Aly, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999), hlm. 113

mengemukakan bahwa alat pendidikan adalah suatu tindakan atau 50 Zuhairini dan Abdul Ghofir.cit. hlm. Sedangkan pada pasal 42 ayat 1 disebutkan: pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar.50 3. sehat jasmani dan rohani. op. menilai hasil pembelajaran. melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tertama bagi pendidik perguruan tinggi. Sutari Imam Barnadib. (2) taat untuk menjalankan agama (menjalankan syari’at agama Islam. (5) menguasai ilmu pengetahuan agama dan (6) tidak memiliki cacat rohaniah dan jasmaniyah dalam dirinya.18 . Faktor Alat Pendidikan Alat pendidikan adalah segala sesatu yang digunakan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional. masih harus ditambah dengan syarat yang lain.60 merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. (3) memiliki jiwa pendidik dan rasa kasih sayang kepada anak didiknya dan ikhlas jiwanya. dapat memberi contoh teladan yang baik kepada peserta didik). disamping harus memiliki syarat-syarat tersebut. (4) mengetahui tentang dasar-dasar ilmu pengetahuan tentang keguruan. Bagi guru Agama.. muslim dan muhsin. terutama didaktik dan metodik. yang oleh Direktorat Pendidikan Agama telah ditetapkan sebagai berikut: (1) memiliki pribadi mukmin.

Perpustakaan sekolah yang lengkap isinya..cit. hlm.61 perbuatan atau situasi atau benda yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. sehingga penyampaian materi dari guru dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien d. 4. Di mana alat pendidikan tersebut di antaranya adalah: a. untuk itu pihak sekolah/madrasah harus menyediakan alat-alat pendidikan tersebut. Sarana dan prasarana untuk ibadah. Alat peraga dan media pendidikan yang lengkap. op. Sistem pendidikan Islam menuntut pengkajian kurikulum yang Islami pula yang tercermin dari sifat dan karakteristiknya. serta bertolak dari pandangan hidup serta 51 Hery Noer Aly. sehingga siswa dapat belajar secara mandiri dengan cara membaca buku. apabila bertopang dan mengacu pada dasar pemikiran yang Islami pula. c.51 Alat pendidikan sangat menunjang proses pembelajaran PAI.139 . Kurikulum seperti itu hanya mungkin. Faktor Kurikulum Kurikulum merupakan suatu program bagi unit periodisasi sekolah dalam rangka mengantar anak-anak kepada taraf pendidikan. Gedung sekolah yang memadai b. tingkah laku dan pola pikir yang diharapkan serta berusaha pula mengangkat derajat hidup masyarakat mereka dan merealisasikan tujuan akhirnya.

Kurikulum hendaknya diarahkan untuk mencapai tujuan akhir pendidikan Islam. dan terarah kepada pola hidup Islami. d. hlm 273 52 .. Prinsip-prinsip dan Metoda pendidikan Islam (Bandung: Diponegoro..52 5. Secara keseluruhan struktur dan organisasi kurikulum hendaknya tidak bertentangan dan tidak menimbulkan pertentangan. Pentahapan serta pengkhususan kurikulum hendaknya memperhatikan periodisasi perkembangan peserta didik..” (al-hadis) b.. taat dan beribadah kepada Allah..)اﻟﺤﺪﻳﺚ‬ “Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif. Untuk memenuhi kriteria tersebut... suatu kurikulum yang Islami perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini: a. 1992). yaitu ikhlas. Perkembangan kurikulum hendaknya selaras dengan fitrah insani sehingga memiliki peluang untuk menyucikannya dan menjaganya dari penyimpangan. akan tetapi kemudian syaitan-syaitan membelokkan mereka. Mengenai fitrah insani ini diisyaratkan dalam hadits qudsi: (‫ﺧﻠﻘﺖ ﻋﺒﺎدى ﺣﻨﻔﺎء ﻓﺎﺟﺘﺎﻟﺘﻬﻢ اﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ.….62 pandangan tentang manusia (pandangan antropologis) serta diarahkan kepada tujuan pendidikan yang dilandasi kaidah-kaidah Islami. bahkan sebaliknya. Faktor Lingkungan Abdurrahman an-Nahlawi. c.

Kondisi masyarakat dan tetangga serta teman sepermainan yang baik. ramah tamah dan menganut asa kekeluargaan. Keluarga dan orang tua yang perhatian. penuh kasih sayang. akhlak maupun perasaan agamanya.53 Faktor lingkungan yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran PAI di sekolah. para staf administrasi. c. di antaranya yakni: a. Lingkungan akan dapat memberikan pengaruh yang positif maupun negatif terhadap pertumbuhan jiwa. yang selalu menunjukkan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik.28 . b.cit. b. Faktor Pendidik Karakteristik seorang guru yang menjadi penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran. dan pola pendidikan yang diterapkan oleh orang tua dan keluarga yang demokratis tetapi terkendali.. hlm. op. di antaranya adalah: 53 Zuhairini dan Abdul Ghofir. dan teman-teman sekelas. suka tolong menolong (gotong royong). Lingkungan sosial di sekolah seperti guru.63 Lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting terhadap berhasil tidaknya pendidikan agama. Faktor Penghambat 1. Pengaruh tersebut di antaranya datang dari teman-teman sebayanya atau masyarakat sekitarnya. karena perkembangan jiwa peserta didik itu sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya.

Anak didik yang kurang bersungguh-sungguh dalam belajar agama. Guru yang tidak berakhlak mulia dan tidak dapat memberikan contoh teladan kepada murid-muridnya. 3. d. Guru yang tidak menguasai bahan pelajaran yang akan diberikan. Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. suka mengganggu temannya. dsb. d. e. b. Guru yang tidak mempunyai sifat penyabar dan pemaaf. Jadi ada yang berkemampuan tinggi dan ada yang lemah. c. Faktor Alat Pendidikan Sedangkan alat pendidikan/fasilitas/sarana yang dapat menghambat peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah: dalam keluarganya atau karena IQ serta . nakal. Kondisi ini akan menghambat pembelajaran PAI.64 a. Pemahaman dan kemampuan anak didik yang cenderung tidak sama. b. Guru yang tidak ikhlas dalam menyampaikan ilmu yang dia miliki dan semata-mata bersifat materialis.) c. (disebabkan oleh permasalahan kecerdasannya). Peserta didik yang bermasalah (kurang disiplin. tidak mau menambah wawasan dan pengetahuannya. Faktor Peserta Didik Kondisi peserta didik yang dapat menjadi penghambat adalah: a. Guru yang tidak bersikap dinamis. 2.

dalam arti bahwa ia tidak dapat dilaksanakan sesuai situasi dan kondisi yang terdapat di sekolah tersebut. Minimnya sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran PAI. Minimnya dana pendidikan sehingga menyebabkan sulitnya pengadaan sarana pendidikan agama yang dibutuhkan. sehingga kurang mendukung tercapainya tujuan pendidikan agama. Faktor Kurikulum Mayoritas kurikulum yang seringkali menjadi penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah kurikulum yang mempunyai sifat: a. Kurikulum tidak memperhatikan aspek-aspek tingkah laku amaliah Islami. Kurangnya manajemen sarana dan prasarana. Metode pendidikan/pengajaran dalam kurikulum kurang bersifat luwes.65 a. Kurikulum kurang memperhatikan tingkat perkembangan siswa yang bersangkutan. d. 4. c. Dengan kondisi seperti itu maka . sehingga tidak bisa membangun masyarakat muslim di lingkungan sekolah. seperti pendidikan untuk berjihad dan menyebarkan dakwah Islamiyah. d. Gedung sekolah yang kurang terawat b. sehingga tidak dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi dan situasi setempat. c. b. Kurikulum tidak realistis.

masyarakat dan tetangga yang acuh tak acuh terhadap ajaran agama. dan (4) masyarakat sekitar yang cenderung individualis dan tidak mau gotong royong. syi’ar. baik dalam kehidupan individual para pelajar maupun dalam hubungan sosial mereka dan perlawatan mereka dalam rangka berdakwah kepada Allah SWT. Materi pelajaran tidak boleh menyimpang dari tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.66 akan sulit mewujudkan seluruh rukun. 5. (3) Adanya lingkungan sekitar. serta sikap seorang guru yang tidak memberikan contoh tauladan yang baik. Upaya-upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI a. (2) Orang tua dan keluarga yang tidak menjalankan ajaran agama dengan baik serta kurang kasih sayang terhadap anak-anaknya. ajaran dan adab Islami. 2. isi dan bobot materi pelajaran yang akan . metode pendidikan. Peningkatan Materi Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. Sifat. Faktor Lingkungan Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah : (1) masyarakat sekolah yang tidak mencerminkan lingkungan pendidikan. maka peningkatan materi perlu mendapatkan perhatian karena dengan lengkapnya materi yang diberikan tentu akan menambah lebih luas pengetahuan.

(3) materi pelajaran hendaknya terorganisasi secara sistematik dan berkesinambungan. Materi yang diberikan bermakna bagi para siswa. 162 . hlm.. metode yang digunakan. Bukan dalam arti menarik perhatian karena pakaiannya yang seronok.cit. dan merupakan bahan yang betul-betul penting. akan tetapi karena penguasaannya terhadap bahan atau materi pelajaran yang ia sajikan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan materi pelajaran (1) materi pelajaran hendaknya sesuai dengan atau dapat menunjang tercapainya tujuan instruksional.55 b.cit. op. op.67 diajarkan harus disesuaikan dengan tingkat kematangan anak dan kemampuannya untuk menerima bahan atau materi tersebut.. keterampilan memanfaatkan media sampai kepada penggunaan bahasa yang baik dan benar. dan (4) materi pelajaran hendaknya mencakup hal-hal yang bersifat faktual maupun konseptual. (2) materi pelajaran hendaknya sesuai dengan tingkat pendidikan dan perkembangan siswa pada umumnya. baik dilihat dari tujuan yang ingin dicapai maupun fungsinya untuk mempelajari bahan berikutnya.54 Sebagaimana seorang pemain sandiwara menarik perhatian penonton. Materi dan bahan pengajaran ditetapkan dengan mengacu pada tujuan-tujuan instruksional yang ingin dicapai. Pemanfaatan Metode yang Bervariasi 54 55 Zuhairini dan Abdul Ghofir. hlm 58 Syaiful Sagala. demikian pula seorang guru harus mampu menarik perhatian dalam kelas.

Metode tersebut mampu menggugah puluhan ribu kaum mu’minin untuk membuka hati umat manusia agar dapat menerima petunjuk dari ilahi dan kebudayaan Islami.. Di antara metode-metode itu. dan untuk selamanya. dkk. op. mendidik jiwa dan membangkitkan semangat. oleh semua guru.56 Dalam al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw dapat ditemukan berbagai metode pendidikan yang sangat menyentuh perasaan. yang paling penting dan paling menonjol adalah: 56 Muhaimin. tetapi kegiatan itu tidak akan ada gunanya jika tidak mengarah kepada tujuan tertentu.. suatu kedudukan yang belum pernah dirasakan oleh umat-umat lain di muka bumi. hlm.81 . karena itu setiap pengajar menginginkan pengajarannya dapat diterima sejelas-jelasnya oleh para peserta didiknya.68 Menyampaikan bahan pelajaran berarti melaksanakan beberapa kegiatan. dalam semua situasi dan kondisi. Belajar mengajar merupakan kegiatan yang komplek.cit. Untuk mencapai tujuan tersebut pengajar harus menggunakan beberapa metode mengajar yang bervariasi. untuk semua murid. Artinya seorang pengajar harus mempunyai tujuan dalam kegiatan pengajarannya. untuk semua mata pelajaran. Mengingat kegiatan belajar mengajar merupakan kegitan yang komplek maka hampir tidak mungkin untuk menunjukkan dan menyimpulkan salah satu metode belajar mengajar tertentu lebih unggul daripada metode belajar mengajar yang lainnya dalam usaha mencapai semua tujuan.

Mendidik dengan pembiasaan diri dan pengamalan 6. para arsitektur. hlm. keluarga dan sekolah. Mendidik dengan memberi teladan 5. seperti mendidik melalui cerita. seperti masjid. Demikian pula pendidikan merupakan satu proyek yang bertujuan mengarahkan dan memelihara perkembangan generasi manusia. agar kita menjadi sebaik-baik umat yang dikeluarkan demi kepentingan manusia. guna merealisasikan tujuan akhir umat..op. Mendidik dengan targhib (membuat senang) dan tarhib (membuat takut). dialog. Metode hiwar (percakapan) Qur’ani dan Nabawi 2.57 c.69 1. Mendidik dengan amtsal (perumpamaan) Qur’ani dan Nabawi 4. Mendidik dengan kisah-kisah Qur’ani dan Nabawi 3. Pendidikan mempunyai berbagai sarana material atau manusiawi yang mempunyai dampak maknawi. membutuhkan mesin-mesin. Ada pula saranasarana maknawi dan psikhis. yaitu tujuan yang diserukan oleh Allah swt.cit. pendidik. Mendidik dengan mengambil ibrah (pelajaran) dan mau’idhah (peringatan) 7.283 . 57 Abdurrahman an-Nahlawi. bahan-bahan bangunan dan para pekerja. Pemanfaatan Fasilitas (Sarana dan Prasarana) Setiap proyek yang hendak dilaksanakan mempunyai sarana-sarana yang sesuai dengannya dan akan mewujudkan tujuannya. Sarana-sarana ini disebut “alat pendidikan”. Mendirikan sebuah bangunan besar umpamanya.

op. Sarana-sarana maknawi ini disebut “metode pendidikan”.cit. Evaluasi dilakukan sebelum.59 Evaluasi adalah suatu proses yang berlangsung secara berkesinambungan. misalnya karakteristik siswa. kemampuan siswa. Mengadakan Evaluasi Yang dimaksud dengan evaluasi pendidikan agama ialah suatu kegiatan untuk menentukan taraf kemajuan suatu pekerjaan di dalam pendidikan agama. keterampilan dan sikap sesudah mengikuti program pengajaran. ibid.. selama dan sesudah suatu proses pembelajaran. membuat perumpamaan dengan bendabenda terindera. baik dalam penyampaian materi maupun strategi pendekatan yang digunakan. Ruang lingkup pendidikan agama mencakup penilaian terhadap kemajuan belajar (hasil belajar) murid dalam aspek pengetahuan. metode dan materi pembelajaran yang digunakan.189 Zuhairini dan Abdul Ghofir. hlm.122 .58 d. hlm.70 berdebat dengan cara terbaik. Feed back atau umpan balik 58 59 Abdurrahman an-Nahlawi. Evaluasi selama proses pembelajaran adalah evaluasi yang digunakan untuk melacak dan memperbaiki masalah belajar mengajar serta kesulitannya. Evaluasi sebelum proses pembelajaran. Evaluasi adalah alat untuk mengukur sampai di mana penguasaan murid terhadap pendidikan yang telah diberikan. atau melalui pemberian teladan.

hlm. Kenapa 60 61 62 Syaiful Sagala. hlm. Macam-macam jenis evaluasi hasil belajar dalam proses belajar mengajar pendidikan agama di sekolah dapat dibedakan ke dalam : (1) formatif. dan (3) objektifitas.86 . op. masyarakat rupanya masih berharap besar sekaligus menunggu-nunggu jasa dan peran yang disumbangkan oleh agama. op..cit.71 diberikan melalui tes-tes formatif. op. dan (4) diagnostis..164 Zuhairini dan Abdul Ghofir.60 Dalam memberikan evaluasi hasil belajar dalam proses belajar mengajar pendidikan agama harus didasarkan prinsip pelaksanaan.. semakin menjamurnya tindakan kriminal.61 3.125 Muhaimin.cit. Timbulnya kerusuhan sosial. dapat dilakukan secara formatif dan sumatif. unjuk rasa yang dibarengi dengan tindakan brutalisme dan sebagainya adalah akibat dari kelambanan dalam mengantisipasi berbagai krisis tersebut. (2) sumatif. Implikasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI Meledaknya jumlah pengangguran sebagai akibat dari PHK dan terbatasnya jumlah lapangan kerja.62 Terutama khususnya pembelajaran pendidikan agama di sekolah. Dalam kondisi semacam itu. hlm. Evaluasi pencapaian hasil belajar siswa. Adapun prinsip-prinsip pelaksanaan evaluasi itu adalah: (1) komprehensif. (3) placement. (2) kontinuitas.cit. Penanganan yang serba lamban terhadap persoalan-persoalan tersebut ternyata dapat menyebabkan kerawanankerawanan sosial.

Di dalam pengelolaan sarana dan prasarana maka dibutuhkan sebuah proses manajemen yang baik. Banyak faktor yang menjadi pendukung adanya peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di antaranya adalah faktor sarana dan prasarana. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien. maka pembelajaran pendidikan agama di sekolah harus menunjukkan kontribusinya.63 Karena pembelajaran pendidikan agama masih mendapat kritik pedas dari para ahli pendidikan itu berarti kualitas pembelajaran pendidikan agama harus ditingkatkan. Lain daripada itu melalui manajemen sarana dan prasarana diharapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh 63 Muhaimin. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai. hlm. Pengadaan sarana dan prasarana juga dapat diupayakan melalui sistem perencanaan yang hati-hati dan seksama. karena di dalam agama sarat akan dimensi moralitas dan spiritualitas..88 .72 agama. Karena dengan adanya manajemen sarana dan prasarana maka sarana dan prasarana yang ada di suatu lembaga diusahakan dalam keadaan siap pakai (ready for use) walaupun dalam jumlah yang minim. Ibid. Hanya saja perlu disadari bahwa selama ini terdapat berbagai kritik terhadap pelaksanaan pendidikan agama yang sedang berlangsung di sekolah. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan yang ada dalam dunia pendidikan saat ini. baik secara konseptual maupun aktualitasnya. dan atau normatifitasnya maupun historisitasnya.

73 sekolah adalah sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas tinggi. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwasannya besar sekali manfaat dari manajemen sarana dan prasarana. sesuai dengan kebutuhan sekolah. Walaupun perlengkapan di sebuah lembaga pendidikan tidak begitu lengkap tetapi jika manajemennya bagus maka pembelajaran pendidikan agama akan berjalan dengan lancar. dan dengan dana yang efisien. Sangat jelas bahwasannya manajemen sarana dan prasarana mempunyai peranan dalam proses peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. .

(2002) penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu. tetapi hanya menggambarkan “apa adanya” tentang suatu variabel. 2002). sebagaimana ciri-ciri yang ada dalam penelitian kualitatif. Menurut mereka. Sejalan dengan definisi tersebut.J Moleong. gejala atau keadaan. yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Ada beberapa jenis penelitian 1 L. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada.74 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.1 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. karena dengan pendekatan deskriptif akan dihasilkan data yang berupa kata-kata. Menurut Bogdan dan Taylor dalam Moleong L. pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh).J. Kirk dan Miller mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. hlm 3 .

analisis dokumen (documentary analyses) dan penelitian konvensional (correlation studies). penelitian perkembangan (developmental studies). 121 3 . menekankan keutuhan.309 L. B. dan pada akhirnya ia menjadi pelapor hasil penelitiannya”. hlm. penafsir data.3 2 Suharsimi Arikunto.cit. hlm. dan memanfaatkan kesempatan untuk mengklasifikasikan dan mengikhtisarkan. 2 Dan penelitian ini termasuk dalam kategori studi kasus (case studies). analisis. Pengertian instrumen atau alat penelitian di sini tepat karena ia menjadi segalanya dari keseluruhan proses penelitian. mendasarkan diri atas pengetahuan. Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta. dapat menyesuaikan diri. 1995). ia sekaligus merupakan perencana pelaksana pengumpulan data.J Moleong “Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif cukup rumit. Kehadiran Peneliti Dalam penelitian kualitatif kehadiran peneliti mutlak diperlukan.J Moleong.. penelitian tindak lanjut (follow-up studies). op. memproses data secepatnya. studi kasus (case studies). Hal ini dikarenakan instrumen penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. dan memanfaatkan kesempatan mencari respon yang tidak lazim atau idiosinkratik.75 yang dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yaitu : penelitian survai (survey studies). Sebagaimana diungkapkan oleh L. Ciri-ciri umum manusia sebagai instrumen mancakup segi responsif.

Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di sebuah lembaga pendidikan milik negara yaitu SMP Negeri 02 Turen Kab. penambahan kelas-kelas sebagai ruang belajar mengajar dan perlengkapan sarana pendidikan. Malang dapat dikatakan cukup baik. dimulai dari perbaikan jalan menuju ke sekolah.76 C. walau menduduki peringkat kedua namun sekolah ini tetap menjadi favorit bagi masyarakat di wilayah kecamatan Turen dan sekitarnya. Kecamatan Turen. Alasan peneliti mengambil lokasi di sekolah ini dikarenakan dari tahun ke tahun SMP Negeri 02 Turen Kab. Kualitas pembelajaran yang ditawarkan juga mengalami peningkatan. tempat ibadah yang awalnya hanya setaraf musholla seiring dengan kemajuan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang terus mengalami kemajuan yang berarti. Walaupun guru agama sebenarnya hanya 1 orang dan dibantu oleh 1 orang guru BP. Kabupaten Malang. Malang mampu mencetak out-put yang berkualitas. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau . Raya 8A Kedok. D. Sumber Data Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Salah satu faktor penunjangnya yakni sarana dan prasarana yang sudah memadai. Sekolah ini merupakan sekolah unggulan ke-2 setelah SMP Negeri 01 di Kecamatan Turen. Karena setiap tahunnya SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang sekarang sudah menjadi Masjid. terutama pendidikan agama Islam. Malang. namun kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. yang terletak di Jln.

maka dokumen atau catatanlah yang menjadi sumber data. 2002). Apabila peneliti menggunakan dokumentasi. maka sumber data disebut responden yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti. Urusan Sarana dan Prasarana. dan kelas-kelas untuk pelaksanaan proses belajar mengajar Paper : sumber data berupa simbol. Masjid. Peneliti mengambil data dari file-file yang berada di Suharsimi Arikunto. angka. gambar. yaitu: Person : sumber data berupa orang. Urusan kurikulum. Dalam penelitian ini yang berperan sebagai sumber data berupa place adalah gedung sekolah. singkatan dari bahasa Inggris. Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta. hlm. maka sumber datanya bisa berupa benda gerak atau proses sesuatu. baik pertanyaan tertulis maupun lisan. yaitu sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. Kepala Sekolah. 4 Untuk mempermudah mengidentifikasi sumber data maka sumber data dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan menjadi 3 dengan huruf depan P. yaitu sumber data yang dapat memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angket. yaitu sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak. ruang guru. atau simbol-simbol yang lain. dan Guru PAI Place : sumber data berupa tempat. Apabila peneliti menggunakan teknik observasi. Dalam penelitian ini sumber data yang berupa person adalah.77 wawancara dalam pengumpulan datanya. 107 4 . kantor TU. kantor kepsek. kantor staff sekolah.

Kalau alat pengambil datanya cukup reliabel dan valid. Seperti dokumentasi mengenai data para guru dan karyawan. 92 . Selain itu metode serta cara dalam pengambilan data juga harus diperhatikan. Malang. E. maka datanya juga akan cukup reliabel dan valid. Metodologi Penelitian (Jakarta: Rajawali. 1990).5 Dalam Penelitian ini peneliti menggunakan 3 metode yang sudah lazim di gunakan dalam penelitian kualitatif deskriptif. mengamati berkali-kali dan mencatat segera dengan memakai alat bantu seperti alat pencatat. diantaranya adalah: a.78 dokumentasi sekolah dan dijadikan sebagai sumber data. hlm. data siswa. Yang dilakukan waktu pengamatan adalah mengamati gejala-gejala sosial dalam kategori yang tepat. Metode Observasi / Pengamatan Observasi atau pengamatan digunakan dalam rangka mengumpulkan data dalam suatu penelitian. dan data inventaris sarana dan prasarana pendidikan yang ada di SMP Negeri 02 Turen Kab. Prosedur Pengumpulan Data Kualitas data ditentukan oleh kualitas alat pengambil data atau alat pengukurnya. formulir dan alat 5 Sumadi Suryabrata. merupakan hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya sesuatu rangsangan tertentu yang diinginkan. atau suatu studi yang disengaja dan sistematis tentang keadaan/fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan mengamati dan mencatat.

skala penilaian atau alat mekanik seperti tape recorder dan lainnya. 6 Mardalis. op. hlm. 64 Suharsimi Arikunto. 1999). sarana dan prasarana penunjang pendidikan Agama Islam dan kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. Mardalis. pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan. Dalam pelaksanaannya digunakan alat Bantu seperti checklist.7 Dalam penelitian ini.8 Dalam melaksanakan interview..cit. Ibid. 132 hlm 63 7 8 . peneliti menggunakan metode interview dalam bentuk interview bebas terpimpin. hlm. Metode interview/wawancara Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-cakap dan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada peneliti.79 mekanik.6 Metode ini digunakan peneliti untuk mengamati kondisi fisik dan non fisik yang berupa gedung. serta sarana kerja kepala sekolah dan tenaga edukatif dalam rangka mengembangkan lembaga sekolah selanjutnya. Malang. Wawancara ini dapat dipakai untuk melengkapi data yang diperoleh melalui observasi. Suharsimi Arikunto (2002) menjelaskan bahwasannya interview bebas terpimpin yaitu kombinasi dari interview bebas dan interview terpimpin. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara. b.

hlm. Malang . Malang. Malang. Malang.. catatan harian dan lain sebagainya. bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. peneliti menyelidiki benda-benda tertulis. 135 . peraturan-peraturan. op. Dokumentasi. Dan juga berbagai kegiatan ekstrakulikuler yang dilaksanakan di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan.80 Data yang diperoleh dengan metode interview ini mengenai informasi tentang sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. data karyawan. c. yang artinya barang-barang tertulis. notulen rapat. Metode Dokumentasi Dalam mengadakan penelitian yang bersumber pada tulisan peneliti menggunakan metode dokumentasi. serta bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi. dokumen.9 Dengan metode ini peneliti mendapatkan data-data mengenai kondisi obyektif SMP Negeri 02 Turen Kab. seperti buku-buku.J Moleong. Malang. data guru serta data siswa SMP Negeri 02 Turen Kab.cit. dari asal katanya dokumen. 9 L. majalah.

Analisis Data Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola. hlm. 87 11 .81 F. jangan menunggu sampai data itu menjadi dingin bahkan membeku atau malah menjadi kadaluwarsa. 10 L. tabel dan sejenisnya. Metodologi Riset (Yogyakarta: FE UII. kategori. 103 Marzuki. dengan mereduksi data yaitu merangkum. maka langkah peneliti dalam menganalisis data adalah. Pekerjaan menganalisis data memerlukan usaha pemusatan perhatian dan pengerahan tenaga fisik dan fikiran peneliti. serta tersusun dan lebih berarti.10 Tujuan analisa di dalam penelitian adalah menyempitkan dan membatasi penemuanpenemuan hingga menjadi suatu data yang teratur. Agar hasil penelitian dapat tersusun sistematis. memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting. dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. hlm. mendisplay data yaitu menyajikan data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat.J Moleong. pertama. ibid. yaitu kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang bersifat kredibel dan dapat menjawab rumusan masalah yang dikemukakan sejak awal. 1983)..11 Proses analisis data dianjurkan agar secepatnya dilakukan oleh peneliti. Dan ketiga melalui verifikasi/ penarikan kesimpulan. Kedua.

173 . Ada empat kriteria yang digunakan. Adapun teknik pengecekan keabsahan yang digunakan dalam penelitian ini. Pengecekan Keabsahan Data Pengecekan keabsahan data/validitas dalam suatu penelitian sangat penting dan harus dilakukan. dan kepastian (confirmability). karena kegiatan ini merupakan pembuktian bahwa apa yang telah diamati/data yang diperoleh sesuai dengan apa yang sesungguhnya menjadi kenyataan. dalam proses pengecekan keabsahan data pada penelitian ini harus melalui beberapa teknik pengujian data. Perpanjangan Keikutsertaan Dengan perpanjangan keikutsertaan peneliti dapat menguji ketidakbenaran informasi yang diperkenalkan oleh distorsi. kebergantungan (dependability). Perpanjangan keikutsertaan juga menuntut peneliti agar terjun ke dalam lokasi dan dalam waktu yang cukup panjang guna mendeteksi dan memperhitungkan distorsi yang mungkin mengotori data. Untuk menetapkan keabsahan (trustworthiness) data diperlukan teknik pemeriksaan.J Moleong. keteralihan (transferability). baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari responden. Distorsi dapat berasal dari responden.12 Pengecekan keabsahan data merupakan suatu langkah untuk mengurangi kesalahan dalam proses perolehan data penelitian yang tentunya akan berimbas terhadap hasil akhir dari suatu penelitian.. hlm. yaitu derajat kepercayaan (credibility). dan membangun kepercayaan subyek. banyak di antaranya terjadi tanpa 12 L. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. ibid. yaitu: 1.82 G. Maka dari itu.

. 2. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya. atau sebaliknya peneliti terlalu cepat mengarahkan fokus penelitiannya walaupun tampaknya belum patut dilakukan demikian. 3. Kemudian ia menelaahnya secara rinci sampai pada suatu titik sehingga pada pemeriksaan tahap awal tampak salah satu atau seluruh faktor yang ditelaah sudah dipahami dengan cara yang biasa. Di pihak lain perpanjangan keikutsertaan juga dimaksudkan untuk membangun kepercayaan para subyek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri.83 sengaja. Hal itu mungkin dapat disebabkan oleh tekanan subyek atau sponsor atau barangkali juga ketidaktoleransian subyek. Triangulasi Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Ketekunan Pengamatan Maksud ketekunan pengamatan adalah untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. Kekurangtekunan pengamatan terletak pada pengamatan terhadap pokok persoalan yang dilakukan secara terlalu awal. Peneliti hendaknya mengadakan pengamatan dengan teliti dan rinci secara berkesinambungan terhadap faktor-faktor yang menonjol.

Tahap Pelaksanaan a. metode. 13 L. sehingga data yang diperoleh lebih sistematis dan mendalam.13 H. membuat pedoman interview. ibid. penyidik dan teori. mencari beberapa buku untuk dijadikan sebagai referensi agar penelitian lebih fokus dan terarah. Serta mengadakan pengamatan langsung terhadap ujian praktek agama kelas 3 guna mengetahui tentang hasil pembelajaran PAI. hlm. Bersamaan dengan itu peneliti melaksanakan observasi langsung terhadap pembelajaran PAI di kelas VII dan kelas VIII. mengurus surat izin penelitian 3.. observasi pendahuluan 2. 5.84 Denzin (1978) membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik yang memanfaatkan penggunaan sumber. Peneliti melaksanakan wawancara kepada para guru guna memperoleh data awal tentang pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen.J Moleong. Tahap-Tahap Penelitian Tahap Persiapan 1. 175 . membuat rancangan/desain penelitian 4. agar penelitian lebih efisien maka peneliti hanya mengamati kelas VII A dan kelas VIII C.

Peneliti melakukan pengecekan kembali terhadap data yang diperoleh dari penelitian agar dapat diketahui hal-hal yang masih belum terungkap atau masih terloncati.85 b. Wawancara dilanjutkan kepada Urusan Kurikulum. wawancara ini dilakukan untuk mengetahui upaya yang akan dan sedang dilakukan guna meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. Wawancara yang terakhir ditujukan kepada guru PAI guna mengetahui metode yang digunakan dalam pembelajaran di kelas. Peneliti melakukan wawancara yang lebih terarah dan mendalam. hambatanhambatan yang dialami selama proses belajar mengajar serta untuk mengetahui sarana yang digunakan dalam pembelajaran PAI dan prasarana yang ikut mendukung pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. wawancara ini ditujukan kepada Kepala SMP Negeri 02 Turen. c. . d. Peneliti melakukan perpanjangan penelitian guna melengkapi data yang kurang hingga memenuhi target dan lebih valid data yang diperoleh. untuk mengetahui kualitas pembelajaran PAI serta hambatan yang sering dikeluhkan oleh guru PAI. Wawancara juga dilakukan kepada Urusan sarana dan prasarana guna mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang ada di SMP Negeri 02 Turen.

86 Tahap Penyelesaian Pada tahap akhir atau tahap penyelesaian peneliti menyusun data yang telah dianalisis dan disimpulkan dalam bentuk karya ilmiah yaitu berupa laporan penelitian dengan mengacu pada peraturan penulisan karya ilmiah yang berlaku di UIN. .

luas seluruh bangunan SMP Negeri 02 Turen adalah 1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian SMP Negeri 02 Turen berlokasi di Desa Kedok Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Latar Belakang Obyek Penelitian 1. Di kecamatan Turen pada tahun 1985 hanya terdapat satu buah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berstatus negeri yakni SMP Negeri 01 Turen yang terletak di Jln.600 m2 . Malang).476 m2. maka dari itu didirikan SMP Negeri 02 Turen. begitu pula dengan jumlah penduduk di Kecamatan Turen makin meningkat pula.87 BAB IV HASIL PENELITIAN A.5094/0/1985 dan beroperasi pada tahun yang sama. Begitu pula dengan status bangunannya adalah milik pemerintah dan bukan milik yayasan atau pribadi dengan memakai surat ijin bangunan No. Didirikan pada tanggal 22 November 1985 berdasarkan SK Menteri No. 2683 Tahun 1994 (Petikan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kab. agar siswa yang tidak lolos Test masuk di SMPN 01 dapat bersekolah di SMP Negeri juga. Karena SMP Negeri 02 Turen ini di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional maka status kepemilikan tanahnya adalah milik pemerintah. Panglima Sudirman Turen. . yakni seluas 12. SMP Negeri 01 Turen tidak mampu menampung begitu banyaknya siswa baru yang berdatangan dari seluruh pelosok Kecamatan Turen. Seiring dengan kemajuan zaman jumlah penduduk di Indonesia makin meningkat.

Sekarang) Dalam menjalankan proses belajar. terampil. Budaya membaca dan membuat karya tulis 5. Meningkatkan profesional seluruh warga sekolah yang berkepribadian luhur dan rajin sehingga dapat memperbaiki prestasi akademik. Terampil dalam ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Unggul dalam imtaq 3. Unggul dalam prestasi akademik 2. Bapak Walujo. Terampil dalam apresiasi seni dan olahraga 6. INDIKATOR: 1. Ibu Wulan Cahyani (1985-1991) 2. Purwanto Adji (1994-2001) 4. berdaya kreasi tinggi. Hari Wahyudi (2001. Misi SMP Negeri 02 Turen 1. a. BA (1991-1994) 3.88 Selama perjalanannya SMP Negeri 02 Turen dipimpin oleh: 1. Meningkatkan pemberdayaan siswa agar lebih aktif dalam kegiatan Iman dan Taqwa . Bapak Drs. berbudi pekerti luhur berdasarkan iman dan taqwa ”. SMP Negeri 02 Turen berpegang teguh pada visi dan misi yang telah ditetapkan pada awal beroperasinya sekolah ini. 2. Bapak Drs. VISI SMP Negeri 02 Turen “Terwujudnya insan yang berkualitas. Aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan b.

Mengembangkan pelayanan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca dan gemar membuat karya tulis 5. Mengembangkan potensi siswa yang memiliki persepsi. Tenaga tata usaha tidak tetap tersebut dengan maksud untuk mengatasi dan membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang besar supaya dapat teratasi dengan baik. tertib dan disiplin sehingga diperoleh budi pekerti luhur. 6. Sedangkan jumlah karyawan atau Tenaga Tata Usaha terdiri dari 6 orang. Yang terdiri dari laki-laki sebanyak 14 orang dan perempuan 17 orang. 1 Dokumen SMP Negeri 02 Turen. dan daya kreasi seni dan olahraga. Membudayakan hidup sehat. yaitu 5 orang tenaga tetap dan 1 orang tenaga tidak tetap (honorer). Keadaan Guru dan Karyawan SMP Negeri 02 Turen Guru atau pendidik dalam dunia pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting sehingga seringkali dijadikan tolak ukur berhasil tidaknya pendidikan di suatu sekolah. Mengembangkan potensi siswa agar lebih terampil untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi 4. 2006 . selain itu diperuntukkan untuk menjaga perpustakaan. apresiasi. Jadi tenaga tata usaha tidak tetap tersebut sifatnya sebagai tenaga serabutan atau pembantu umum.89 3.1 2. Sampai berakhirnya masa penelitian ini guru yang tertulis sebagai pengajar di SMP Negeri 02 Turen sebanyak 31 orang.

TU / Bendahara Kesiswaan Kepegawaian Bendahara BP3 Inventaris Umum (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. yang ada hanya pesuruh tidak tetap berjumlah 2 orang. Untuk lebih lengkap mengenai data guru dan karyawan serta tenaga pesuruh SMP Negeri 02 Turen maka dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. 2006) .2 Data nama Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen NO 1. 4. 6. NAMA EDY SUHARSONO LAMINEM WAHYUDI SYAHRUL HADI SUGIANTO SULIJANI L/P L P L L L P STATUS TETAP TETAP TETAP TETAP TETAP TIDAK TETAP JABATAN TUGAS Ka. 2.90 Tenaga pesuruh tetap yang berstatus PNS tidak ada. 2006) Tabel 4. 5. 3.1 Data Guru SMP Negeri 02 Turen STATUS JABATAN TETAP Kepala Sekolah TETAP Guru Jumlah L 1 13 14 P 17 17 JUMLAH 1 30 31 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. Mengingat tugas dan tanggung jawabnya begitu banyak maka sekolah perlu menambah 1 orang tenaga pesuruh untuk membantu menyelesaikan beban tugas yang ada.

SUPRIYADI M. Untuk perinciannya dapat dilihat dalam tabel berikut ini: Tabel 4. Sedangkan jumlah siswa pada tahun 2006/2007 yaitu sebanyak 564 orang. 2006) Tabel 4. ABIDIN L/P L L L STATUS TIDAK TETAP TIDAK TETAP TIDAK TETAP JABATAN TUGAS Pesuruh Pesuruh Pesuruh (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. HARIAMIN 2.5 Data Siswa Berdasarkan Agama Yang Dianut AGAMA KELAS VII VIII IX ISLAM KRISTEN LAIN-LAIN L 86 85 91 P 121 86 81 L 3 4 1 P 2 2 2 L - P - JUMLAH L/P 212 177 175 . 2006) 3. 3. Keadaan Siswa SMP Negeri 02 Turen Siswa merupakan salah satu faktor yang mendukung kegiatan belajar mengajar.91 Tabel 4.3 Data Pesuruh SMP Negeri 02 Turen beserta tugasnya NO NAMA 1. Karena tanpa adanya faktor tersebut pendidikan/pembelajaran di kelas tidak akan berlangsung.4 Data Siswa SMP Negeri 02 Turen Tahun Pelajaran 2006-2007 KELAS VII VIII III JUMLAH L 89 89 92 270 P 123 88 83 294 JUMLAH 212 177 178 564 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.

13. 7. 10. 16.92 JUMLAH 262 288 262 288 - - 564 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 9. 22. Sarana dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen Sarana dan prasarana merupakan suatu alat atau media yang menunjang keberhasilan dalam suatu lembaga. 20. 2. 18. 4. 14. 6. Selain menjadi daya tarik bagi masyarakat juga menjadi motivasi bagi siswa serta seluruh civitas akademik untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Demikian pula pada lembaga pendidikan. 8. 2006) .6 Daftar Sarana SMP Negeri 02 Turen NO 1. 11. 15. 3. 12. Adapun kondisi sarana dan prasarana secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 17. 21. NAMA BARANG Meja belajar siswa Meja guru dan Kepala Sekolah Kursi siswa dan guru TV 21 inci Komputer Meja komputer Mesin Ketik Almari besar Bola basket Bola Voly Lembing Net Mukenah Sajadah Al-Qur’an Iqra’ Karpet Boneka Ka’bah tiruan Rak buku Papan tulis Penghapus papan tulis JUMLAH 282 buah 50 buah 600 buah 1 buah 30 buah 2 buah 10 buah 10 buah 10 buah 20 buah 5 buah 3 buah 25 buah 15 buah 50 buah 150 buah 5 buah 3 buah 1 buah 15 buah 20 buah 20 buah KETERANGAN baik baik baik baik baik rusak ringan rusak ringan baik baik baik baik kurang baik baik baik baik baik baik baik rusak ringan rusak ringan baik baik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 2006) 4. 5. 19.

2. 11. 23. 21. 16. 20. 5. 7. NAMA RUANGAN Ruang Kelas Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Operasional Ruang BP/BK Ruang Gudang Ruang Tamu Ruang Perpustakaan Ruang Laboratorium IPA Ruang Laboratorium Komputer Koperasi Siswa Ruang Foto Copy Kantin Sekolah Ruang Pramuka Ruang Keterampilan Masjid Ruang Kantor dan Tata Usaha Ruang Usaha Kesehatan Kamar mandi Guru dan Karyawan Kamar Mandi Siswa Tempat Parkir Kendaraan Guru Tempat Parkir Kendaraan Siswa Lapangan Basket Lapangan Bola Volly JUMLAH 13 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 3 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 17 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah KET baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik dalam pembangunan baik baik baik rusak ringan baik baik baik baik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 6. 22. 24. 13. . 12.93 SMP Negeri 02 Turen berdiri di atas tanah yang luasnya mencapai 12. 10. 8. 17. 3. 2006) Sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen dipelihara dan dirawat bersama-sama. 14.7 Daftar Prasarana SMP Negeri 02 Turen NO 1. 9. Namun kebersihan sekolah dikoordinasi oleh pesuruh sekolah sedangkan kebersihan kelas masing-masing di serahkan pada seluruh anggota kelas dan dikoordinasi oleh ketua kelas. 15. 19.600 m2 . 4. dengan rincian bangunan serta ruangan sebagai berikut: Tabel 4. 18.

5. Bahkan tujuan pendidikan tidak akan tercapai tanpa keterlibatan kurikulum pendidikan nasional. Sedangkan untuk kelas 3 menggunakan kurikulum 1994. Hal ini sesuai dengan keputusan dari Depdiknas UPTD Turen yang menunjuk SMP 02 Turen untuk melaksanakan kurikulum 1994 bagi kelas 3 maka dari itu penamaan kelasnya pun berbeda karena menyesuaikan kurikulum yang dipakai pada kelas masing-masing. barang-barangnya sebagian masih digunakan untuk pembelajaran di kelas dan data-data mengenai inventaris belum dirapikan dalam artian masih dalam proses pengerjaan. Dalam wawancara yang dilakukan peneliti oleh salah satu guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen. beliau menyatakan: . karena merupakan operasionalisasi yang dicita-citakan. Kurikulum yang dipakai di SMP Negeri 02 Turen Eksistensi kurikulum dalam sebuah lembaga mempunyai fungsi yang sangat penting. SMP 02 Turen akan mempersiapkan dalam menghadapi kurikulum yang akan diberlakukan pada tahun ajaran baru yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). hal ini dikarenakan pada saat peneliti mengadakan observasi ke ruang gudang yakni tempat penyimpanan alat pendidikan tersebut. Untuk kelas VII dan VIII SMP 02 Turen memberlakukan kurikulum 2004 yakni kurikulum berbasis kompetensi (KBK).94 Alat pendidikan atau media yang digunakan dalam pembelajaran di kelas ada yang belum tercantum pada daftar sarana di atas. Beberapa guru ditunjuk oleh bapak kepala sekolah untuk mengikuti pelatihan-pelatihan tau seminar-seminar mengenai KTSP.

Pergantian kurikulum yang terlalu dekat jaraknya kadang kala menjadi factor penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI.95 walaupun kelas VII sudah memakai kurikulum 2004 dalam penulisan hasil belajarnya (nilai rapor) namun buku-buku yang dipakai masih buku lama dengan kurikulum 1994. Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen Organisasi di SMP Negeri 02 Turen terstruktur mulai dari jabatan paling atas ditempati oleh bapak kepala sekolah dan selanjutnya ditempati oleh para staff dan guru mata pelajaran berada di bawah para staff. Tanggal 14 Mei 2007 2 . hal ini karena sebentar lagi kurikulum juga akan berubah jadi menurut kebijaksanaan bapak Kepala Sekolah lebih baik menunggu kurikulum yang baru dan bukubuku akan dipenuhi sepenuhnya. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen.2 6. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan berikut ini: Wawawancara dengan Iftina Hidayati.

S.Pd Dra.Pd URUSAN KURIKULUM MASKUR. YAYUK E SUTANLIK. S. SATIPAH IPS Dra. SRI SULAMI M.Pd ENDANG SRI MATEMATIKA RIRIN TRI.Pd PPKN Drs. HARI WAHYUDI WAKA SEKOLAH SUTANLIK. KHOLIK. S. S. S. DARMANU SUTANLIK.Ag A. EDI SUNARTO GURU MATA PELAJARAN TATA USAHA AGAMA IFTINA H. S.Pd RIANA H.INDONESIA MASKUR ETTY P. UMI HASANAH B. LOKAL Hj. UMI H. S.Pd JOKO S. S.Pd SUKRO T. A. SPd KTK YURI SISWATI PEND. WIWIK H B. INGGRIS EKO YULI A. EDI S.Pd SISWA (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.Pd Dra.Md URUSAN KESISWAAN NOTO PRIYADI URUSAN SARPRAS EKO YULI A. 2006) . HARTONO Dra.Pd IPA TUKIYAT.Pd SANTI S.Pd URUSAN HUMAS Drs. S. S. SRI SUYATMI Hj.96 Gambar 4. KHOLIQ.1 Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen KEPALA SEKOLAH Drs. S. S. MASYHADI. S. Drs.Pd IFNA I. S. JAS NOTO PRIYADI HARIYANTO EDI SUNARTO BP/BK A.

97 Gambar 4.2 Struktur Organisasi Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen KEPALA TATA USAHA EDY SUHARSONO KESISWAAN LAMINEM KEPEGAWAIAN WAHYUDI INVENTARIS S U G I AN T O BENDAHARA BP3 SYAHRUL HADI PERPUSTAKAAN SULIANI PENJAGA SEKOLAH 1. 2006) . SUPRIYADI 3. HARI AMIN 2. MOH. ABIDIN (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.

3 Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu faktor yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap. Tanggal 29 Mei 2007 . Untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas maka dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai.98 B. Penyajian Dan Analisa Data 1. tidak membosankan. Sarana Dan Prasarana Pendidikan Yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang menyenangkan. efektif. efisiensi. perabot. Wakil Kepala SMP Negeri 02 Turen. Dari mulai alat peraga. tidak boleh monoton dan membosankan. Hal di atas secara langsung maupun tidak langsung sangat menunjang tercapainya kualitas pembelajaran PAI yang diharapkan oleh sekolah tersebut. Sedangkan menurut waka SMP Negeri 02 Turen. pelaksanaan dan evaluasi dari pembelajaran itu juga berkualitas. tanpa sarana dan prasarana yang lengkap maka pembelajaran tidak bisa dikatakan berkualitas. variatif. yakni guru membuat perencanaan sebelum mengajar begitu pula siswa belajar mandiri di rumah sebelum dating ke sekolah. dan gedung / bangunan sekolah. Pada akhir proses pembelajaran evaluasi yang dilakukan guru harus berkualitas. media pendidikan. Di dalam pelaksanaannya pembelajaran harus berkualitas. Artinya persiapan yang dilakukan guru serta siswa di dalam kelas harus berkualitas. dan inovatif. Pembelajaran dapat dikatakan berkualitas jika sarana dan prasarananya bisa membawa ke arah tercapainya tujuan pendidikan sesuai dengan standar kurikulum yang dipakai di sekolah tersebut. 3 Wawancara dengan Sutanlik. beliau mengatakan bahwa: Pembelajaran yang berkualitas adalah jika persiapan.

ruang kelas dan perpustakaan. bulan ini kami mendapatkan bantuan dari DEPDIKNAS berupa 2 buah multimedia yang akan kami gunakan pada tahun ajaran 2007-2008.99 Sarana yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dalam proses belajar mengajar contohnya: alat pelajaran seperti buku tulis. Sedangkan masjid adalah prasarana yang utama dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam. Tanggal 15 Mei 2007 4 . spidol. meja. papan tulis. di masjid siswa dapat belajar mempraktekan materi bab shalat. kapur tulis. dan TV. Sebagaimana hasil wawancara peneliti dengan seorang guru yang diberi kepercayaan di bidang urusan sarana dan prasarana. kursi. Di perpustakaan siswa dapat beljar mandiri dengan membaca serta menganalisa buku-buku yang ada di perpustakaan kemudian diserap untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan. alat praktek seperti boneka untuk praktek materi mengenai memandikan jenazah dan mensholati jenazah. kaset. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Selain ruang kelas yang digunakan untuk penyampaian materi yang berupa teori maka perpustakaan adalah tempat yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. gambar-gambar. Karena untuk laboratorium agama kami belum punya. Selain itu siswa dan guru biasanya mengerjakan sholat dhuha pada jam pertama dan menunaikan jama’ah shalat dhuhur pada istirahat kedua atau sepulang sekolah.4 Setiap guru membutuhkan alat yang berbeda dalam mengajar sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan pada siswa. Dan Media pendidikan baik yang audio. VCD. bangku. penghapus papan tulis. Alat peraga seperti ka’bah tiruan untuk berthawaf. beliau mengatakan: Sarana yang dibutuhkan guru dalam mengajar adalah seperti kapur tulis. dan media pendidikan seperti OHP. SMP Negeri 02 Turen belum memiliki media ausio visual yang lengkap hanya beberapa saja yang kami punya. almari. penghapus dan papan tulis. CD. visual dan audiovisual. Demikian juga guru pendidikan agama Islam selain ruang kelas juga memerlukan sarana dan Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. LCD. Sedangkan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah masjid. spidol.

Seperti yang telah kita ketahui bahwasannya materi pendidikan agama Islam seringkali membingungkan karena kadangkala materi-materi yang disajikan di luar batas pikiran manusia. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen. S. metode yang telah saya gunakan sangat beragam begitu juga dengan media serta sarana yang saya gunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Lalu pada pertemuan berikutnya saya memberikan CD untuk ditayangkan pada TV berukuran 21 inci agar siswa dapat melihat dengan jelas. Contohnya dalam materi yang berhubungan dengan fiqih.Ag beliau menyatakan: Saya mengajar di SMP Negeri 02 Turen selama kurang lebih 10 tahun. Kemudian siswa mempraktekan di depan guru. Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI SMP Negeri 02 Turen Ibu Iftina Hidayati. Akal dan wahyu harus sama-sama digunakan. Dalam menjelaskan materi yang sedemikian rumit seorang guru pendidikan agama Islam akan membutuhkan sarana dan prasarana yang beragam bentuk dan jenisnya.5 Wawawancara dengan Iftina Hidayati. tidak boleh menggunakan hanya akal saja atau pun sebaliknya. Tanggal 14 Mei 2007 5 . Jadi intinya sebelum pembelajaran dimulai seorang guru harus mempersiapkan media serta sarana yang akan membantu dalam pembelajaran. Maka dari itu tugas seorang guru agama adalah dengan mengarahkan siswanya agar menggunakan sisi yang lain untuk menerima materi pelajaran tersebut yakni menggunakan wahyu. saya menjelaskan terlebih dahulu materi yang telah ada di buku panduan. selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk bertanya bagi yang belum paham. jadi hal-hal yang tidak masuk akal itu sering terjadi.100 prasarana serta media pendidikan yang beragam sesuai dengan materi yang akan diberikan.

Pd selaku penanggung jawab urusan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen. Proses manajemen merupakan kegiatan yang sangat rumit dan harus dikerjakan oleh orang-orang profesional.101 Prasarana yang ikut menunjang pembelajaran PAI memang sangat beragam. Selain itu guru juga dapat menilai ketuntasan belajar siswa dalam bab wudlu tersebut. Begitu pula pada proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan harus dikerjakan oleh orang-orang yang sudah terlatih dan berpengalaman. Sarana dan prasarana itu ada karena direncanakan secara sengaja dan diusahakan secara sungguh-sungguh serta dibina secara kontinyu. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Keberadaan sarana dan prasarana yang dimiliki sebuah sekolah tidak langsung ada begitu saja. 2. S. Karena dengan menyaksikan secara langsung serta dapat mempraktekkan sendiri siswa akan lebih paham. dari pada sekedar mendengarkan penjelasn dari guru di dalam kelas. beliau menegaskan: . hal ini kita kenal dengan istilah proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Sesuai dengan hasil wawancara peneliti ibu Eko Yuliastutik Ch. Contohnya dalam bab wudlu sorang guru PAI memerlukan prasarana berupa kran atau kamar mandi untuk mengajarkan cara-cara berwudlu yang benar menurut hukum Islam. Dari beberapa hasil wawancara tersebut di atas cukup jelas bahwa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam dibutuhkan sarana dan prasarana yang siap pakai dan memadai.

Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh urusan sarana dan prasarana SMP Negeri 02 Turen yang menyatakan: Setelah barang-barang tersebut didapatkan selanjutnya tanggung jawab media dan sarana diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru bidang studi mulai dari perawatan dan pemeliaran sampai pada Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. tanggung jawabnya diberikan pada guru bidang studi. jadi seharusnya semua civitas akademik merasa memiliki barang-barang tersebut.102 Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dilaksanakan pada waktu mengadakan rapat kerja (raker) yang diikuti oleh kepala sekolah. Setelah disetujui oleh bapak kepala sekolah kami akan mengalokasikan dana. dijaga bersama walaupun ada petugas yang setiap hari membersihkan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen. Begitu pula di SMP Negeri 02 Turen sarananya benarbenar dijaga dan dirawat sebaik-baiknya begitu juga dengan prasarananya. Tanggal 15 Mei 2007 6 . dana tersebut didapat dari Depdiknas. Setelah itu direncanakan dengan matang mulai dari perencanaan pengadaan sampai pengadaan sarana pendidikan. para staff dan karyawan serta seluruh bapak/ibu guru SMP Negeri 02 Turen. Karena mereka yang tahu bagaimana cara merawat barang tersebut dengan baik dan bila sewaktu-waktu diperlukan mereka tidak bingung mencari barang-barang tersebut. kalau dana tersebut tidak turun kami mengajukan proposal pada komite sekolah. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. waka sekolah. Pemeliharaan sarana yang tergolong sebagai alat peraga atau media pendidikan yang seringkali digunakan dalam pembelajaran.6 Pemeliharan dan perawatan sarana dan prasarana sebaiknya dilakukan bersama-sama. Di dalam rapat ini guru bidang studi mengajukan sarana atau media apa yang dibutuhkan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Dana kami berikan pada guru bidang studi agar mereka dapat mencari media yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan.

Barang-barang yang sudah lama dan sudah tidak terpakai lagi tetap disimpan rapi di gudang sekolah. makanya bapak kepala sekolah tidak pernah mengijinkan untuk melakukan penghapusan terhadap barang-barang milik Negara. Tanggung jawab akan sarana dan media Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Seperti contohnya monitor komputer yang sudah lama maka bisa ditukar tambah dengan yang lebih baru. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen sama halnya dengan manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Namun untuk proses penghapusan kami jarang melakukannya karena prosesnya yang sangat panjang dan rumit. Hal ini sesuai dengan pernyataan ibu Eko Yuliastutik Ch. Hal ini ditujukan agar sarana dan prasarana yang ada dapat siap pakai sewaktu-waktu dan dapat sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan. Hal ini dikarenakan jumlah sarana dan prasarana yang ada di sekolah kami masih minim jadi proses manajemennya kami samakan. kalau barang tersebut masih bisa dijual guna mendapatkan yang lebih baru. maka hal tersebut akan dilaksanakan.Pd pada waktu menanggapi pertanyaan peneliti. Bukubuku yang sudah tidak relevan dengan kurikulum sekolah masih tetap ditata rapi di perpustakaan untuk dijadikan referensi para guru maupun para siswa. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. beliau menegaskan bahwa: Proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran PAI kami samakan dengan proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya.103 penghapusan. Namun.7 Sedangkan proses penghapusan sarana dan prasarana di SMP Negeri 02 Turen sebenarnya jarang sekali dilakukan. Tanggal 15 Mei 2007 7 . S. Tiap akhir tahun urusan bidang sarana dan prasarana meminta catatan mengenai inventarisasi dari barang-barang tersebut karena akan dilaporkan ke KANWIL di tingkat provinsi.

serta para guru bidang studi. DIKNAS. Bagian Tata Usaha juga ikut terlibat dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Urusan Bidang Sarana dan Prasarana. Tanggal 17 Mei 2007 9 8 Wawancara dengan Edi Sunarto. Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Hal ini sesuai dengan perbincangan peneliti bersama Bapak Edy Suharsono selaku kepala Tata Usaha dan bendahara SMP Negeri 02 Turen. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung sekolah dan pengadaan peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Tanggal 14 Mei 2007 .8 Adapun upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana adalah sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan bapak Edi Sunarto.104 pendidikan juga kami serahkan sepenuhnya pada guru pendidikan agama Islam. bapak kepala sekolah mengalokasikan dana secara benar untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Tugas bagian Tata Usaha dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan lazimnya disebut dengan istilah inventarisasi. serta beberapa dari komite sekolah.9 Selain kepala sekolah. beliau menyatakan: Dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah kami. beliau mengatakan bahwa dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan beliau bersama staff TU yang lain sangat berperan sekali. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Dana tersebut diperoleh dari kucuran dan dari APBD.Pd yang menjabat sebagai Humas SMP Negeri 02 Turen dan merangkap sebagai Urusan Kurikulum kelas 3. S. Humas SMP Negeri 02 Turen.

guru. Terkadang juga mendapat hibah dari para guru.105 Dari pegawai perpustakaan. siswa. Ibu Suliani peneliti mendapatkan informasi lain tentang keterlibatan guru dan kepala sekolah dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Contohnya dalam proses pengadaan buku-buku pelajaran. orang tua siswa atau pihak lain yang ingin menghibahkan bukunya pada sekolah ini. siswa dan orang tua wali murid. . Pemeliharaan buku-buku dan ruang perpustakaan di SMP Negeri 02 Turen secara khusus dilakukan oleh pegawai perpustakaan dan secara umum dilakukan oleh semua komponen sekolah. Beliau mengatakan bahwa dalam proses manajemen sarana dan prasarana pihak sekolah juga melibatkan guru. siswa dan keluarga siswa diberi kesempatan untuk memberikan masukan buku apa saja yang perlu ada di SMP Negeri 02 Turen dalam sebuah rapat yang diadakan pada waktu penerimaan siswa baru atau pada saat penerimaan nilai hasil belajar siswa pada orang tua. kemudian diusulkan kepada kepala sekolah. kemudian kepala sekolah merekomendasikan kepada pihak-pihak tertentu untuk memberikan dana bagi kebutuhan itu. pihak sekolah juga mendapatkan bantuan dari pihak Depdiknas. Dengan referensi yang banyak dan tertata dengan rapi serta dengan suasana perpustakaan yang nyaman untuk belajar secara tidak langsung akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. Cara mendapatkan buku-buku perpustakaan selain dengan cara membeli dengan menggunakan dana dari komite sekolah.

Adapun inventarisasi buku-buku perpustakaan adalah dengan mencatat jumlah dan jenis buku pada sebuah buku induk. Buku-buku lama yang tidak relevan dengan kurikulum yang digunakan tidak dibuang begitu saja dan dijadikan tambahan referensi guru maupun siswa. Namun buku-bukunya cukup lengkap. Sekolah : SMP Negeri 02 Turen mampu mencatat sebagai 8 besar 10 Wawancara dengan Suliani. Hal ini sesuai dengan pengamatan peneliti berulang kali ke perpustakaan SMP Negeri 02 Turen. Tanggal 21 Mei 2007 . Pegawai Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen. Buku-buku disusun secara rapi dan ditata menurut jenisnya. buku fiksi dan bacaan lainnya disusun terpisah dari buku-buku pelajaran. terletak disebelah kanan dari koperasi siswa dan sebelah kiri dari ruang keterampilan. Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Urusan sarana dan prasarana pendidikan.10 Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen memang tidak begitu luas dan bangunannya sangat sederhana. 3. dan sekarang banyak buku terbaru yakni berdasarkan kurikulum 2004 (KBK) yang diperoleh dari Depdiknas.106 Proses penghapusan di SMP Negeri 02 Turen jarang sekali dilakukan bahkan di perpustakaan proses penghapusan itu belum pernah dilakukan sama sekali. beliau mengatakan bahwa dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang telah dilakukan ternyata tidak sia-sia sebab dengan manajemen tersebut SMP Negeri 02 Turen memperoleh hasil yang cukup signifikan diantaranya: a.

seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. Guru SMP terbaik sekabupaten Malang. 3. Diantaranya dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan maka konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar dan guru 11 Arsip SMP Negeri 02 Turen. : Prestasinya cukup memuaskan. 7. Terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. Siswa c.8 Data Prestasi Siswa SMP Negeri 02 Turen tahun 2005/2006 No 1. hasil belajar siswa pada akhir semester semakin meningkat. : Meringankan dan mempermudah guru dalam memaham kan materi yang akan diajarkan pada siswa. Pramuka Bela diri Seni Tari Baca Qur’an PMR Seni Musik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. Ibu Iftina Hidayati. S. Begitu juga dalam bidang keagamaan. 2006) Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI. begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah.Ag beliau menerangkan bahwa sarana dan prasarana itu sangat bermanfaat pada pelaksanaan PAI.11 Sedangkan prestasi ekstrakurikuler tahun ajaran sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 2006 . 5. Ekstrakurikuler Olahraga Prestasi yang Diraih Renang Bulutangkis Lari Lempar lembing Bola Volly Bola Basket Peserta Jembara Pencak Silat Tingkat Prestasi Juara 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1 Semi Final Juara 2 Tingkat Daerah Provinsi Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten - 2. 4. 6.107 b.

Dengan mempraktekkan secara langsung daya ingat siswa lebih kuat sehingga dalam ulanganpun hasilnya tidak mengecewakan.108 dapat lebih maksimal dalam menyampaikan materinya. Dan tentu saja dalam proses belajar mengajar itu tidak luput dari sarana dan prasarana yang termanage dengan baik.Pd selaku Humas SMP Negeri 02 Turen. 12 Dikatakan pula oleh Bapak Edi Sunarto. maka kepala Wawancara dengan Abdul Kholiq. tidak sekedar mendengar keterangan guru. Bapak Abdul Kholiq. ketika wawancara dengan peneliti bahwasannya perhatian atasan memang sangat besar terhadap sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Seperti contoh dalam materi wudlu siswa dapat mempraktekkan cara-cara berwudlu yang baik di hadapan guru dan temannya yang lain. S. Tanggal 16 Mei 2007 12 . Dan sejauh ini sesuai dengan penilaian beliau melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan nilai siswa dapat meningkat menjadi lebih baik dibandingkan tahun kemarin. S. Guru BK/BP dan PAI SMP Negeri 02 Turen.Pd guru BP/BK yang juga membantu mengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam di kelas VIII menegaskan bahwasannya dengan sarana dan prasarana yang lengkap dan manajemen yang bagus siswa lebih termotivasi untuk belajar (lebih siap menerima pelajaran). Dengan hal ini siswa dapat mengalami sendiri. Jadi manajemen sarana dan prasarana itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar PAI. membaca dan menulis. Ketika guru membutuhkan suatu media secara mendadak karena media itu juga baru keluar.

109 sekolah akan menunjuk urusan sarana dan prasarana untuk memenuhinya dengan memberikan dana yang dibutuhkan.00 8. Perubahan yang ditunjukkan siswa-siswi SMP Negeri 02 Turen dapat dilihat pada nilai rata-rata pada ujian semester dua tahun terakhir.9 menunjukkan adanya peningkatan pada nilai ujian siswa. kemudian dengan melihat CD tersebut secara perlahan ada kesadaran siswa untuk merubah tingkah laku yang buruk menjadi lebih baik sebagaimana suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW. Sebagian besar nilai siswa mengalami peningkatan. Humas SMP Negeri 02 Turen. Tanggal 14 Mei 2007 .9 Nilai Rata-Rata UAS tahun 2004/2005 dan 2005/2006 KELAS VII VIII IX 2004/2005 TAHUN NILAI 7. memahami dan menghayati sebuah sub materi karena mereka diberi kesempatan melihat tayangan tentang jejak Rosul dari “CD Jejak Rosul”. salah satu faktor yang mempengaruhi adanya peningkatan ini adalah adanya pengelolaan dan pelayanan yang baik pada bidang sarana dan prasarana pendidikan.13 Hal ini dilakukan agar pembelajaran PAI dapat lebih berkualitas dengan sarana dan prasarana yang diinginkan oleh guru. 13 Wawancara dengan Edi Sunarto.17 7.54 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.89 7.45 2005-2006 TAHUN NILAI 7. 2006) Tabel 4. Adapun hasil yang diperoleh dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah diantaranya seperti siswa dapat merasakan.59 7. untuk lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.

hal ini disebabkan antara lain adanya perbedaan kemampuan dan kecerdasan pada siswa. terkadang naik dan terkadang menurun.Ag nilai siswa itu relativ.110 Adapun nilai siswa yang sedikit menurun pada kelas VIII menurut ibu Iftina Hidayati. Tanggal 14 Mei 2007 14 . Wawawancara dengan Iftina Hidayati. Sehingga penurunan nilai siswa ini bukan disebabkan oleh kurangnya manajemen sarana dan prasarana dan bukan pula dikarenakan faktor yang lain. Soal-soal yang menurut sebagian siswa mudah dikerjakan tapi menurut sebagian siswa yang lain hal itu sangat sulit dikerjakan begitu pula sebaliknya. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen. S.14 Dari beberapa hasil wawancara di atas dapat ditarik benang merahmya bahwasannya melalui manajemen sarana dan prasarana dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.

111 BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. bertambah dan berkurang dalam perjalanan hidup seseorang. memelihara dan mempertahankan tujuan pendidikan yang telah dicapai. Dalam kondisi semacam itu. Paradigma Pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya. sekurang-kurangnya pemeliharaan supaya tidak luntur dan berkurang. 1996). 31 . Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Angkasa. hlm. 2001). memupuk. untuk menumbuhkan.2 Muhaimin. yang di dalamnya sarat akan dimensi moralitas dan spiritualitasnya. meskipun pendidikan oleh diri sendiri dan bukan dalam pendidikan formal. mengembangkan. baik secara konseptual maupun aktualitasnya. masyarakat rupanya masih berharap besar sekaligus menunggu-nunggu jasa dan peran yang disumbangkan oleh agama. Maka dari itu orang yang sudah takwa dalam bentuk insan kamil. penanganan yang serba lamban terhadap persoalan-persoalan tersebut ternyata dapat menyebabkan kerawanan sosial. hlm. dan/atau normativitas maupun historitasnya.1 Pendidikan agama Islam itu berlangsung selama hidup. Tujuan umum yang berbentuk insan kamil dengan pola takwa dapat mengalami perubahan naik turun. 86 2 1 Zakiyah Daradjat. Sarana Dan Prasarana Pendidikan Yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen Meledaknya jumlah pengangguran sebagai akibat dari PHK dan terbatasnya jumlah lapangan kerja. masih perlu mendapatkan pendidikan dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan. dkk..

Allah akan memberikan derajat yang tinggi bagi orang yang berilmu.1996). hlm.. 3 Ali Imran: 102)3 Segala sesuatu yang ada dalam dunia ini wajib dipelajari dan di fahami agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.S. walaupun SMP 3 4 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya (Semarang: Karya Toha Putra. hlm.” (Q. dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (menurut ajaran Islam). Ibid. Untuk mendapatkan sebuah ilmu maka kita harus belajar. Dengan mengedepankan keunggulan dalam hal iman dan taqwa maka pembelajaran PAI juga mendapatkan perhatian yang serius. al-Mujadalah: 11)4 SMP Negeri 02 Turen Kab. 434 . sebagaimana firman Allah: ‫ﻳﺎﻳﻬﺎ اﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮا اذا ﻗﻴﻞ ﻟﻜﻢ ﺗﻔﺴﺤﻮا ﻓﻲ اﻟﻤﺠﺎﻟﺲ ﻓﺎﻓﺴﺤﻮا ﻳﻔﺴﺢ‬ ‫واذا ﻗﻴﻞ اﻧﺸﺰوا ﻓﺎﻧﺸﺰوا ﻳﺮﻓﻊ اﷲ اﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮاﻣﻨﻜﻢ‬P‫ج‬P‫اﷲ ﻟﻜﻢ‬ ( ١١ :‫واﷲ ﺑﻤﺎ ﺗﻌﻤﻠﻮن ﺧﺒﻴﺮ )اﻟﻤﺠﺎدﻟﺔ‬P‫ﻗﻠﻲ‬P‫واﻟﺬﻳﻦ اوﺗﻮااﻟﻌﻠﻢ درﺟﺎت‬ …Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…(Q. Malang dalam menjalankan pembelajaran PAI juga tak lepas dari visi yang telah ditentukan pada awal berdirinya sekolah ini.112 Tujuan akhir dari pendidikan agama Islam dapat dilihat dalam firman Allah: :‫)ال ﻋﻤﺮان‬ ‫ﻳﺎاﻳﻬﺎاﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮااﺗﻘﻮااﷲ ﺣﻖ ﺗﻘﺘﻪ وﻻﺗﻤﻮﺗﻦ اﻻواﻧﺘﻢ ﻣﺴﻠﻤﻮن‬ (١٠٢ “Wahai orang-orang yang beriman.S. bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. 50 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya.

Aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan5 Dalam rangka mengatasi berbagai macam persoalan dalam hidup ini maka pembelajaran PAI harus menunjukkan kontribusinya. berdaya kreasi tinggi.. Dan oleh karena pembelajaran PAI masih seringkali mendapat kritik pedas dari para ahli pendidikan. Malang bukan merupakan sekolah yang berbasis agama layaknya Madrasah. 88 . Unggul dalam prestasi akademik 2.cit. Visi tersebut ialah: “Terwujudnya insan yang berkualitas. 2006 Muhaimin. Terampil dalam ilmu pengetahuan dan teknologi 4. pengamatan dan dokumentasi yang ada. peneliti dapat menyimpulkan bahwa sesuai dengan teori yang telah dipaparkan pada BAB II. maka dari itu kualitas pembelajaran PAI harus ditingkatkan. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien. Malang. Unggul dalam iman dan taqwa 3.6 Banyak faktor yang menjadi pendukung adanya peningkatan kualitas pembelajaran PAI di antaranya adalah faktor sarana dan prasarana. Berdasarkan hasil wawancara. 5 6 Dokumen SMP Negeri 02 Turen Kab.” INDIKATOR 1. terampil. Terampil dalam apreasi seni dan olahraga 6. sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen Kab. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai. op.113 Negeri 02 Turen Kab. berbudi pekerti luhur berdasarkan iman dan taqwa. Budaya membaca dan membuat karya tulis 5. hlm.

meja b. buku tulis c. papan tulis (Sumber: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. papan tulis. almari dll. Media: tape recorder (audio). Malang. Ruang guru. c. saluran PDAM Tabel 5. Sarana yang tidak Sarana yang secara tidak langsung digunakan dalam bergerak: PBM: almari buku a. Sarana pendidikan yang tahan lama: a. meubelair perpustakaan b. ka’bah tiruan untuk praktek manasik haji. Prasarana yang secara tidak langsung Contoh Ruang kelas. meja tulis. Prasarana yang secara langsung digunakan dalam PBM 2. Malang No 1. kapur tulis b. perpstakaan.1 Sarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. b. TV dan VCD (audio visual).2 Prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. peralatan laboratorium c. dan masjid. Ditinjau dari habis tidaknya dipakai Sarana pendidikan yang habis dipakai: a. laboratorium. buku tulis d. c. Malang No Klasifikasi Prasarana Pendidikan 1. Alat peraga: boneka untuk peragaan sholat jenazah. bangku penghapus papan tulis. Alat pelajaran: Kapur a. spidol Ditinjau dari Ditinjau dari hubungannya bergerak tidaknya dengan PBM Sarana yang langsung Sarana yang digunakan dalam PBM: bergerak: a. ruang kepala 2. b.114 Malang dan sekaligus dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dapat peneliti paparkan seperti berikut: Tabel 5. 2006) . kursi penggaris. kursi c.

penghapus papan tulis. Kimia. ruang kelas dan perpustakaan. Sedangkan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah masjid. Fisika. di masjid siswa dapat belajar mempraktekan materi bab shalat.Pd selaku Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. 2006) Hal senada diungkapkan oleh Ibu Eko Yuliastutik Ch. Selain itu siswa dan guru biasanya mengerjakan sholat dhuha pada jam pertama dan menunaikan jama’ah shalat dhuhur pada istirahat kedua atau sepulang sekolah. dan jalan menuju sekolah. dan media pendidikan seperti OHP. Malang. Malang.115 digunakan dalam PBM tapi juga menunjang PBM sekolah. Selain ruang kelas yang digunakan untuk penyampaian materi yang berupa teori maka perpustakaan adalah tempat yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. bulan ini kami mendapatkan bantuan dari DEPDIKNAS berupa 2 buah multimedia yang akan kami gunakan pada tahun ajaran 2007-2008. bangku. Malang. halaman sekolah. Di perpustakaan siswa dapat belajar mandiri dengan membaca serta menganalisa buku-buku yang ada di perpustakaan kemudian diserap untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan. Sebagaimana hasil wawancara Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. VCD. LCD. dan TV. Sedangkan masjid adalah prasarana yang utama dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam. Tanggal 15 Mei 2007 7 . tempat wudlu. memadai dan siap pakai. papan tulis. beliau menegaskan: Sarana yang dibutuhkan guru dalam mengajar adalah seperti kapur tulis. almari. ruang TU. Pembelajaran PAI membutuhkan sarana yang beragam sesuai dengan materi dan metode yang akan diberikan. kursi. (Sumber: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. SMP Negeri 02 Turen Kab. S. Bahasa dan lain-lain. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. kamar mandi. kaset. CD. ruang staff.7 SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI memerlukan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap. Sama halnya dengan mata pelajaran yang lainnya seperti Biologi. Karena untuk laboratorium agama kami belum punya. bahkan ada suatu materi yang tidak membutuhkan sarana namun hanya membutuhkan penjelasan dari sang guru saja. meja. Malang belum memiliki media audio visual yang lengkap hanya beberapa saja yang kami punya. spidol.

selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk bertanya bagi yang belum paham.9 Berdasarkan definisi sederhana tersebut maka pada hakikatnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu merupakan proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. Malang. Malang selama kurang lebih 10 tahun. Sedangkan definisi lain diungkapkan oleh Ary H Gunawan. . agar senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses belajar Wawawancara dengan Iftina Hidayati.8 B. Tanggal 14 Mei 2007 9 8 Ibrahim Bafadal.116 peneliti dengan salah satu guru PAI SMP Negeri 02 Turen Kab. cit. Kemudian siswa mempraktekan di depan guru. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen Kab. beliau menyatakan: Saya mengajar di SMP Negeri 02 Turen Kab. metode yang telah saya gunakan sangat beragam begitu juga dengan media serta sarana yang saya gunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. manajemen perlengkapan sekolah dapat didefinisikan sebagai proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan pendidikan secara efektif dan efisien. saya menjelaskan terlebih dahulu materi yang telah ada di buku panduan. Malang. loc. Jadi intinya sebelum pembelajaran dimulai seorang guru harus mempersiapkan media serta sarana yang akan membantu dalam pembelajaran. Contohnya dalam materi yang berhubungan dengan fiqih. Lalu pada pertemuan berikutnya saya memberikan CD untuk ditayangkan pada TV berukuran 21 inci agar siswa dapat melihat dengan jelas. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Secara sederhana. beliau mengatakan bahwa administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara continue terhadap benda-benda pendidikan.

114 . Johnson (1969). pemakaian dan pemeliharaan. a. dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun anggaran mendatang. menggantikan barang-barang yang rusak. Penetapan spesifikasi 10 Ary H Gunawan. 1996). Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di sekolah. Administrasi Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta. dihapuskan atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan pergantian. inventarisasi dan penghapusan. hlm. hilang.117 mengajar sehingga PBM semakin efektif dan efesien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Aktifitas pertama dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah pengadaan sarana dan prasarana.10 Ibrahim Bafadal menyatakan bahwa kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan itu meliputi: pengadaan. Pembentukan panitia pengadaan barang atau perlengkapan 2. Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dua orang teoretisi administrasi lainnya yang menjelaskan tentang prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah Emery Stoops dan Russel E. pendistribusian. 1. Pasangan penulis tersebut menegaskan bahwa prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah: 1. Penetapan kebutuhan perlengkapan 3.

Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana yang telah disusun sebelumnya. hlm. Dinas Pendidikan Nasional Provinsi.118 4. Tukar menukar. sehingga sekolah dituntut untuk selalu berusaha juga melakukan pengadaan perlengkapan dengan cara lain. Ibid. Penilaian kembali11 b. 11 12 Ibrahim Bafadal. Hadiah atau sumbangan. op. Penetapan harga satuan perlengkapan 5. hlm. 3. Seringkali sekolah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan dari pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. Namun bantuan tersebut dalam jumlah terbatas dan tidak selalu ada.cit. Pembelian. dan 4. Rekomendasi 7.. dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. Pengujian segala kemungkinan 6. antara lain dengan cara: 1.. Malang dalam melaksanakan proses pengadaan sarana dan prasarana melibatkan semua komponen sekolah. 32 .28 Ibrahim Bafadal. Meminjam 12 SMP Negeri 02 Turen Kab. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah untuk mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan sekolah. 2.

Malang. Dalam hal ini Urusan Sarana dan Prasarana memberikan kesempatan pada masing-masing guru bidang studi untuk mengajukan permintaan alat pendidikan/media yang akan mereka butuhkan dalam PBM. Dana kami berikan pada guru bidang studi agar mereka dapat mencari media yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan. Di dalam rapat ini guru bidang studi mengajukan sarana atau media apa yang dibutuhkan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. 13 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Tanggal 15 Mei 2007 13 . Setelah disetujui oleh bapak kepala sekolah kami akan mengalokasikan dana. Malang. Setelah barang yang akan dibeli ditetapkan. Terlebih dahulu Urusan Sarana dan Prasarana menganalisis sarana atau media yang diperlukan dalam pembelajaran. langkah selanjutnya Kepala Sekolah memberikan perintah pada Urusan Sarana dan Prasarana untuk memberikan dana yang selanjutnya diberikan pada guru bidang studi untuk melaksanakan proses pengadaan barang-barang. waka sekolah. Setelah itu direncanakan dengan matang mulai dari perencanaan pengadaan sampai pengadaan sarana pendidikan.119 Kegiatan ini dimulai pada saat sekolah mengadakan rapat kerja (raker) pada awal tahun yang diikuti seluruh civitas akademik SMP Negeri 02 Turen Kab. kalau dana tersebut tidak turun kami mengajukan proposal pada komite sekolah. para staff dan karyawan serta seluruh bapak/ibu guru SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang yang menyatakan: Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dilaksanakan pada waktu mengadakan rapat kerja (raker) yang diikuti oleh kepala sekolah. dana tersebut didapat dari Depdiknas.

op. Penggunaan dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Kegiatan rutin untuk mengusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik dan berfungsi baik pula (running well) disebut pemeliharaan atau perawatan (service). Maka dari itu pengalihan tanggung jawab tidak ada di dalam manajemen sarana prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen Kab. (3) penyerahan barang. yaitu: (1) penyusunan alokasi barang.14 Proses pendistribusian atau penyaluran perlengkapan sekolah sebagaimana dijelaskan pada teori tersebut di atas tidak dilaksanakan di SMP Negeri 02 Turen Kab. Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggungjawab dari seorang penanggungjawab penyimpanan kepada unit-unit atau orangorang yang membutuhkan barang itu. 38 . hlm. Malang.. atau membawanya ke bengkel servis.120 2. 14 Ibrahim Bafadal. Malang 3. (2) pengiriman barang. Pemeliharaan tersebut dapat dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggungjawabnya. atau memanggil tukang/ahli servis untuk melakukannya. Kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan menurut ukuran waktu dan menurut ukuran keadaan barang. Dalam rangka itu. karena tanggung jawab pengadaannya langsung diberikan kepada yang membutuhkan yakni guru bidang studi. Pendistribusian Sarana dan Prasarana Sekolah Barang-barang perlengkapan sekolah (sarana dan prasarana pendidikan) yang telah diadakan dapat didistribusikan.cit. ada tiga langkah yang sebaiknya ditempuh oleh bagian penanggungjawab penyimpanan atau penyaluran.

cit. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Tanggal 15 Mei 2007 . tanggung jawabnya diberikan pada guru bidang studi. 146 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch.16 SMP Negeri 02 Turen Kab. Namun untuk proses penghapusan kami jarang melakukannya karena prosesnya yang sangat panjang dan rumit. hlm. Malang pemeliharaan sarana yang tergolong sebagai alat peraga atau media pendidikan yang seringkali digunakan dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Urusan Sarana dan Prasarana menyatakan: Setelah barang-barang tersebut didapatkan selanjutnya tanggung jawab media dan sarana diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru bidang studi mulai dari perawatan dan pemeliaran sampai pada penghapusan. kreatifitas serta rasa tanggung jawab dan rasa “handar beni” adalah kunci dari keberhasilan kegiatan pemeliharaan demi optimalisasi daya pakai dan daya guna setiap barang kita. Hal ini ditujukan agar sarana dan prasarana yang ada dapat siap pakai sewaktu-waktu dan dapat sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan. Malang yang 15 16 Ary H.121 Pada prinsipnya kegiatan pemeliharaan dilakukan agar setiap sarana dan prasarana itu senantiasa siap pakai dalam proses/kegiatan belajar mengajar. Malang..15 Di SMP Negeri 02 Turen Kab. op. Gunawan. Aktifitas. Karena mereka yang tahu bagaimana cara merawat barang tersebut dengan baik dan bila sewaktu-waktu diperlukan mereka tidak bingung mencari barang-barang tersebut. makanya bapak kepala sekolah tidak pernah mengijinkan untuk melakukan penghapusan terhadap barang-barang milik Negara Tiap akhir tahun urusan bidang sarana dan prasarana meminta catatan mengenai inventarisasi dari barang-barang tersebut karena akan dilaporkan ke KANWIL di tingkat provinsi.

mempermudah dalam . Akan tetapi jika biaya untuk memperbaiki lebih banyak dari pada membeli. baik pusat. Malang untuk memperbaiki barang yang rusak tersebut. kegiatan pencatatan semua perlengkapan itu disebut dengan istilah inventarisasi perlengkapan pendidikan. 225/MK/V/4/1971 barang milik Negara adalah berupa semua barang yang berasal atau dibeli dengan dana yang bersumber baik secara keseluruhan atau sebagainya. Melalui inventarisasi perlengkapan pendidikan diharapkan akan tercipta ketertiban administrasi barang. tertib dan teratur berdasarkan ketentan-ketentuan atau pedoman-pedoman yang berlaku. 4. maupun daerah otonom. Menurut keputusan Menteri Keuangan RI Nomor kep. provinsi. Secata definitive. Kegiatan tersebut merupakan suatu proses yang berkelanjutan. dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ataupun dana lainnya yang barang-barangnya di bawah penguasaan pemerintah. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah Salah satu aktifitas dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah mencatat semua perlengkapan yang dimiliki oleh sekolah. baik yang berada di dalam maupun luar negeri. maka kepala sekolah dalam raker akan memtuskan untuk membeli peralatan yang lebih baru. Lazimnya.122 Ketika sarana pendidikan ada yang rusak maka Urusan Sarana dan Prasarana atas izin kepala sekolah memanggil tukang/ahli yang berada di sekitar wilayah SMP Negeri 02 Turen Kab. inventarisasi adalah pencatatan dan penyusunan daftar barang milik Negara secara sistematis. penghematan keuangan.

hlm. termasuk perlengkapan baru kepada pemerintah. 55 . Sekolah-sekolah swasta wajib melaporkannya kepada yayasannya. Sedangkan khusus barang-barang bukan inventaris dicatat di dalam buku induk bukan inventaris dan kartu (bisa berupa buku) stok barang. Oktober. yaitu barang inventaris dan barang bukan inventaris. Lebih lanjut.. inventarisasi mampu menyediakan data dan informasi untuk perencanaan. khusus barang-barang inventaris dicatat di dalam buku induk inventaris dan buku golongan inventaris. Pelaporan tersebut dilakukan sekali dalam setiap triwulan. Setelah itu.cit. Laporan tersebut seringkali disebut dengan istilah laporan mutasi barang. Misalnya. yaitu departemennya. Januari dan April tahun berikutnya. pada setiap bulan Juli. 17 17 Ibrahim Bafadal. b) Kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan laporan.123 pemeliharaan dan pengawasan. yaitu: a) Kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan dan pembuatan kode barang perlengkapan Barang-barang perlengkapan di sekolah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. Baik barang inventaris maupun barang bukan inventaris yang diterima sekolah harus dicatat di dalam buku penerimaan. Kegiatan inventarisasi perlengkapan pendidikan meliputi dua kegiatan. Semua perlengkapan pendidikan di sekolah atau barang inventaris sekolah harus dilaporkan. op.

Dimensi Administrasi (Surabaya: Usaha Nasional.18 Untuk melakukan penghapusan atau penyingkiran (afkeur) pelaksana harus memperhatikan tahap-tahap sebagai berikut: a) Pemilihan barang yang akan dihapuskan dilakukan setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan. Karena hasil dari catatan inventarisasi itu akan dilaporkan ke KANWIL Pusat di Tingkat Provinsi. 5.1994). 198 . Walaupun tanggung jawab pengadaan. Sahertian. namun tiap akhir tahun Urusan Sarana dan Prasarana meminta catatan mengenai sarana pendidikan yang telah dibeli. Karena kegiatan ini begitu rumit dan perlu ketelitian dari pelaksananya. Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Yang dimaksud dengan penghapusan adalah kegiatan yang mempunyai tujuan untuk menghapuskan barang-barang milik Negara dari daftar inventaris Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. perawatan. hlm. Dalam proses inventarisasi Urusan Sarana dan Prasarana dibantu oleh pegawai TU. Malang sesuai sekali dengan teori yang telah dipaparkan di atas. Urusan Sarana dan Prasarana menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada pegawai perpustakaan. 18 Piet A. pemakaian. dan pemeliharaan berada di tangan guru bidang studi. Mengenai inventarisasi buku-buku yang ada di perpustakaan.124 Kegiatan inventarisasi yang dilakukan oleh SMP Negeri 02 Turen Kab.

Malang jarang sekali dilakukan. Organisasi dan Administrasi: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Pernah dilakukan tapi itu sudah lama dan kegiatan itu cukup membuat jera para civitas akademik SMP Negeri 02 Turen Kab. c) Membuat surat pemberitahuan kepada atasan bahwa akan diadakan penyingkiran dengan menyebutkan barang-barang yang hendak disingkirkan. 1993). Karena memang proses penghapusan sarana dan prasarana itu cukup rumit makanya di SMP Negeri 02 Turen Kab. Proses penghapusan/penyingkiran harus disaksikan oleh atasan e) Membuat berita acara tentang pelaksanaan penyingkiran. Seperti contohnya monitor komputer yang sudah lama maka bisa ditukar tambah dengan yang lebih baru. Barang-barang yang sudah lama dan sudah tidak terpakai lagi tetap disimpan rapi di gudang sekolah. Namun Kalau barang tersebut masih bisa dijual guna mendapatkan yang lebih baru. 89 19 .125 b) Memperhitungkan faktor-faktor penyingkiran dan penghapusan ditinjau dari segi nilai uang. hlm. Buku-buku yang sudah tidak relevan dengan kurikulum sekolah masih tetap ditata rapi di perpustakaan untuk dijadikan referensi para guru maupun para siswa. maka hal tersebut akan dilaksanakan. d) Melaksanakan penyingkiran dengan cara-cara mengadakan lelangan. Malang sebenarnya jarang sekali dilakukan. menghibahkan kepada badan/orang lain atau membakar.19 Sedangkan proses penghapusan sarana dan prasarana di SMP Negeri 02 Turen Kab. Jadi untuk Suharsimi Arikunto. Malang.

126

melakukan penghapusan terhadap sarana pendidikan, Kepala sekolah bersama para guru dan karyawan harus berpikir dua kali. Bahkan di perpustakaan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang proses penghapusan itu belum pernah dilakukan sama sekali. Buku-buku lama yang tidak relevan dengan kurikulum yang digunakan tidak dibuang begitu saja dan dijadikan tambahan referensi guru maupun siswa. Adapun inventarisasi bukubuku perpustakaan adalah dengan mencatat jumlah dan jenis buku pada sebuah buku induk.20 Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang sama halnya dengan manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan ibu Eko Yuliastutik Ch, S.Pd pada waktu menanggapi pertanyaan peneliti, beliau menegaskan bahwa: Proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran pendidikan agama Islam kami samakan dengan proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Hal ini dikarenakan jumlah sarana dan prasarana yang ada di sekolah kami masih minim jadi proses manajemennya kami samakan. Tanggung jawab akan sarana dan media pendidikan juga kami serahkan sepenuhnya pada guru pendidikan agama Islam.21 Adapun upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana adalah

sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan bapak Edi Sunarto, S.Pd yang

Wawancara dengan Suliani, Pegawai Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 21 Mei 2007 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch, Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 17 Mei 2007
21

20

127

menjabat sebagai Humas SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang dan merangkap sebagai urusan kurikulum kelas 3, beliau menyatakan: Dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah kami, bapak kepala sekolah mengalokasikan dana secara benar untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Dana tersebut diperoleh dari kucuran dan dari APBD, DIKNAS, serta beberapa dari komite sekolah. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung sekolah dan pengadaan peralatanperalatan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.22 Bapak kepala SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang termasuk pemimpin yang bijaksana, beliau tidak asal perintah saja melainkan beliau juga memberikan tauladan yang baik terhadap anak buahnya. Karena beliau mempunyai prinsip bahwasannya “orang yang menyuruh melakukan sesuatu harus berbuat hal yang sama, jadi tidak asal ngomong dan tidak melaksanakan”. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

‫اﺗﺄ ﻣﺮون اﻟ ّﺎس ﺑﻞ ﻟﺒﺮ وﺗﻨﺴﻮن اﻧﻔﺴﻜﻢ واﻧﺘﻢ ﺗﺘﻠﻮن اﻟﻜﺘﺎب اﻓﻼ‬ ‫ﻨ‬ (44:‫ﺗﻌﻘﻠﻮن )اﻟﺒﻘﺮة‬
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca alkitab (Taurat)? Maka Tidakkah kamu berpikir? (Q.S. Al-Baqarah: 44)23 Akibatnya, mereka akan mendapat ancaman dari Allah:

(3:‫آﺒﺮ ﻣﻘﺘﺎ ﻋﻨﺪاﷲ ان ﺗﻘﻮﻟﻮا ﻣﺎ ﻻ ﺗﻔﻌﻠﻮن )اﻟﺼﻒ‬
Amat besar kebencian di sisi Allah karena kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (Q.S. As-Shaf: 3)24
Wawancara dengan Edi Sunarto, Humas SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 14 Mei 2007
23 22

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, op.cit., hlm. 7

128

C. Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang Melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam kamus besar bahasa Indonesia kualitas didefinisikan sebagai tingkat baik buruknya sesuatu, kadar atau mutu atau dapat juga dikatakan sebagai derajat atau taraf (kepandaian atau kecakapan, dan sebagainya).25 Sedangkan. secara sederhana pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru.26 Dengan demikian kualitas pembelajaran adalah mutu seorang guru baik kemampuan maupun pemahamannya terhadap interaksi belajar mengajar yang indikatornya dapat dilihat dari hasil prestasi belajar siswa, baik itu prestasi dalam menempuh ujian semester atau prestasi dalam menempuh ujian akhir. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran PAI, maka tidak terlepas dari adanya beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, dan salah satunya adalah faktor sarana dan prasarana. Faktor ini merupakan faktor yang krusial dalam pembelajaran PAI. Tanpa sarana dan prasarana yang memadai pendidikan tidak akan berjalan dengan maksimal. Demikian juga, meskipun sarana dan prasaran cukup memadai tapi tidak dikelola dengan baik maka pembelajaran pun tidak dapat terlaksana dengan efektif dan efisien.
24 25

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, Ibid., hlm. 440 W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka,1989) Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2006), hlm. 61

hlm. 467
26

Demikian juga yang terjadi di SMP Negeri 02 Turen Kab.59 7. Tapi tidak cukup itu. Malang. beliau mengatakan bahwa dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang telah dilakukan ternyata tidak sia-sia sebab .89 7.00 8. sekolah harus memiliki kapabilitas dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan yang sudah tersedia. Malang.54 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dapat di katakana bahwa hasil yang diperoleh pada saat ini dengan tahun sebelumnya lebih banyak mengalami peningkatan.45 2005-2006 TAHUN NILAI 7. sehingga adanya sarana dan prasarana pendidikan yang termanage dengan baik sangat memungkinkan hasil yang diperolehnya pun akan lebih baik. Hal ini dikarenakan adanya pembaharuan pada bidang sarana dan prasarana serta cara mengelolanya berikut data yang menyebutkan adanya peningkatan hasil pada mata pelajaran PAI dibandingkan tahun sebelumnya: Tabel 5.129 Oleh karena itu agar kualitas pembelajaran PAI di suatu sekolah umum lebih meningkat dari pada sebelumnya dan bisa setara dengan kualitas pembelajaran PAI di sekolah-sekolah berbasis Islam (madrasah) maka sekolah harus memiliki sarana dan prasarana PAI yang lengkap.3 Nilai Rata-Rata UAS tahun 2004/2005 dan 2005/2006 KELAS VII VIII IX TAHUN 2004/2005 NILAI 7.17 7. paham tentang teori-teori manajemen sarana dan prasarana dan mampu mengimplementasikannya dalam realitas di sekolah. 2006) Informasi lain didapatkan peneliti dari hasil wawancara dengan Urusan sarana dan prasarana pendidikan.

6. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. Guru Sedangkan prestasi ekstrakurikuler tahun ajaran sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5. 2006) 27 Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang memperoleh hasil yang cukup signifikan diantaranya: a. : Meringankan dan mempermudah guru dalam memaham kan materi yang akan diajarkan pada siswa.27 c. Malang. 3. 2006 . begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. Begitu juga dalam bidang keagamaan. 7. Ekstrakurikuler Olahraga Prestasi yang Diraih Renang Bulutangkis Lari Lempar lembing Bola Volly Bola Basket Peserta Jembara Pencak Silat Tingkat Prestasi Juara 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1 Semi Final Juara 2 Tingkat Daerah Provinsi Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten - 2. Pramuka Bela diri Seni Tari Baca Qur’an PMR Seni Musik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. Terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an.130 dengan manajemen tersebut SMP Negeri 02 Turen Kab. Siswa : SMP Negeri 02 Turen Kab. 4.4 Data Prestasi Ekstrakulikiler SMP Negeri 02 Turen tahun 2005/2006 No 1. Sekolah b. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. Malang. 5. hasil belajar siswa pada akhir semester semakin meningkat. : Prestasinya cukup memuaskan.

Jadi manajemen sarana dan prasarana itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar PAI. siswa lebih siap dan lebih konsentrasi dalam menerima pelajaran. kompetensi siswa lebih meningkat. Ibu Iftina Hidayati. nilai siswa lebih meningkat dan pengajaran dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Jadi cukup jelas bahwa dengan sarana dan prasarana yang memadai dan juga dengan proses manajemen yang professional maka hasilnya pun akan maksimal dan memuaskan.131 Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI. Dan sejauh ini sesuai dengan penilaian beliau melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan nilai siswa dapat meningkat menjadi lebih baik dibandingkan tahun kemarin.Ag beliau menerangkan bahwa sarana dan prasarana itu sangat bermanfaat pada pelaksanaan PAI. Antara lain. sehingga tujuan (standar kompetensi) yang telah diformulasikan oleh pakar pendidikan dalam KBK dan dalam KTSP yang akan diberlakukan pada tahun ajaran akan datang dapat tercapai dengan baik. S. proses belajar mengajar dapat berjalan lancar dan kualitas pembelajaran PAI mengalami peningkatan yang cukup signifikan. . Diantaranya dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan maka konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar dan guru dapat lebih maksimal dalam menyampaikan materinya.

meja. dan TV. Dan prasarana yang dibutuhkan diantaranya. Malang adalah: a. almari. kursi. mereka juga membutuhkan sarana dan prasarana yang beragam sesuai dengan materi yang akan diajarkannya. SMP Negeri 02 Turen Kab. LCD. ruang kelas. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen Kab. Di dalam rapat itu segala sesuatu yang berhubungan dengan perencanaan di bahas dengan matang. perpustakaan. masjid dan laboratorium agama. kaset. peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. 2. CD. bangku. membutuhkan sarana pendidikan berupa. Guru PAI SMP Negeri 02 Turen Kab. Perencanaan pengadaan barang. kegiatan ini dimulai pada waktu sekolah mengadakan raker di awal tahun ajaran baru. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. spidol. VCD. dan media pendidikan seperti OHP. papan tulis. Malang mengajar sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan yakni kurikulum 1994 dan kurikulum 2004. Guru PAI selain membutuhkan ruang kelas dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. penghapus papan tulis. Tetapi mereka tetap berusaha agar kualitas pembelajaran PAI lebih meningkat.132 BAB VI PENUTUP A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di lapangan. Dan salah satu jalan yang ditempuhnya adalah dengan menggunakan sarana dan prasarana pendidikan. kapur tulis. .

diantaranya SMP . alat pendidikan dan lain-lain dikoordinasi oleh guu bidang studi.133 b. kursi dan perabotan meubelair lainnya dikoordinasi oleh Urusan sarana dan prasarana. alat peraga. pengadaan sarana yang tergolong sebagai media pembelajaran/alat peraga langsung dilakukan oleh guru bidang studi jadi mereka diberi wewenang oleh urusan sarana dan prasarana untuk membeli sendiri peralatan yang dibutuhkan dengan menyerahkan nota pembelian sebagai bukti pembelian. Sarana pendidikan yang bersifat umum seperti meja. d. e. Pengadaan barang. Malang menuai hasil yang tidak mengecewakan. Pemeliharaan. Bahkan di perpustakaan SMP Negeri 02 Turen proses penghapusan terhadap buku-buku yang telah usang dan sudah tidak relevan dengan kurikulum yang ada belum pernah dilakukan sama sekali. c. Dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen dalam pemeliaraannya dikoordinasi oleh pesuruh sekolah. buku-buku lama tetap disimpan dan ditata rapi. kegiatan ini dilaksanakan oleh Urusan sarana dan prasarana dan dibantu oleh Kepala TU beserta staff. karena prosesnya yang begitu rumit dan sangat panjang. Malang. Inventarisasi. 3. Sedangkan sarana yang bersifat khusus seperti alatalat laboratorium. proses penghapusan sarana dan prasarana jarang sekali dilakukan di SMP Negeri 02 Turen Kab. Melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen Kab. Semua sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen di rawat dan dipelihara bersama-sama dengan dikoordinatori oleh seorang penanggung jawab. Penghapusan.

134 Negeri 02 Turen Kab. terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. daya ingat siswa lebih kuat sehingga hasil belajar siswa pada akhir semester pun semakin meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar . Siswa : Prestasinya cukup memuaskan. maka dapat dikatakan bahwa kualitas pembelajaran PAI dapat meningkat melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan B. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. Begitu juga dalam bidang keagamaan. kompetensi siswa dapat lebih meningkat. b. Ketika tujuan dari pendidikan dapat tercapai secara maksimal. Adapun hasil yang dipeoleh siswa dan guru dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah: a. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. SARAN . Dengan ini semua tentunya akan membawa ke arah tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditentukan. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. Guru : karena waktu yang dialokasikan pada mata pelajaran PAI disekolah umum sangat sempit maka guru dapat lebih mudah dan lebih maksimal dalam menjelaskan sebuah materi. sesuai dengan kurikulum 1994 dan kurikulum 2004.

3. akan menambah luas sarana dan prasarana yang telah tersedia. terutama dalam proses pemeliharaan sarana dan prasarana. Sehingga lokasi perpustakaan menjadi lebih luas dan almari serta rak buku bisa diisi dengan buku-buku terbaru. guru dan karyawan dalam proses manajemen sarana dan prasarana. 2.135 Dari hasil kesimpulan pembahasan di atas. meskipun harus dengan prosedur yang rumit. Selain itu sekolah akan mendapatkan dana jika barang-barang itu dilelang dan dana itu dapat digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana yang belum tersedia. . Bagi Urusan Bidang Sarana dan Prasarana Perlu adanya komunikasi yang intensif dengan kepala sekolah. Bagi Pustakawan Hendaknya lebih komunikatif dengan Kepala sekolah dan Urusan sarana prasarana dalam mengemukakan pendapatnya untuk menghapus buku-buku yang telah usang di perpustakaan. maka ada beberapa hal yang perlu diungkapkan sebagai saran dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan: 1. Karena dengan penghapusan barang-barang yang tela usang itu. Bagi Kepala Sekolah Hendaknya sarana dan prasarana yang telah usang dan tidak dipakai lagi dihapus saja.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->