Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

Malang SKRIPSI

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG JULI 2007

Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang
SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam (S.PdI)

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG JULI 2007

ii

HALAMAN PERSETUJUAN Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang
SKRIPSI

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

Telah disetujui pada tanggal Oleh Dosen Pembimbing:

Amin Prasojo, S.Ag NIP. 150 301 115

Mengetahui Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam

Drs. Moh. Padil, M.PdI NIP. 150 27 235

iii

Terima kasih atas kasih sayang. tauladan dan kebanggaan dari anak-anakku. lebih bijaksana dan lebih baik dari sebelumnya. kasih sayang dan ketulusannya. saq sholah. Terima kasih atas keikhlasan dan ketulusan bapak lan ibu. Do’aku s’moga engkau kelak dapat menjadi imam bagi sholatku. nanda kan berusaha untuk menjadi yang terbaik. Kakakqu terkasih (Kak Zan saq onyonx.“l@2 chayanx” tu badan mbok ya digemukin dikit biar agak segeran gechu Kalian adalah sahabat-sahabat terbaik yang pernah aq punya. ifa cipluk. belahan jiwaku. karna sikap dan keputusanmu……. perhatian.PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk orang-orang yang telah memberikan motivasi dan arti bagi hidupku dengan pengorbanan. n semuanya aja) kalian adalah teman yang lucu n konyol tapi kalian juga teman yang sangat perhatian. s’moga Allah menjaga ukhuwah kita sampai hari pembalasan. Dengan segenap ketulusan dan kerendahan hati skripsi ini kupersembahkan untuk: Sepasang mutiara hati yang memancarkan sinar cinta dan kasih sayang yang tak pernah usai. nia. niken. “En2” jo guyon ae lan jo terlalu nyantai cepetan dimarekno skripsine. jadikan si kecil yg masih dalam perutmu sebagai motivasi dalam menyelesaikan skripsimu. Adinda tersayang “Wahyu Achirul Chrisditianto”. qu tunggu undangannya. Jangan lelah untuk menyayangi dan membimbingku kakak…… Sahabat-sahabatku in “five girls”. Mbakmu yakin kamu kan berhasil dalam hidup jika kamu berusaha dengan tekun. dosen-dosenku yang telah mendidikku dengan ikhlas sehingga penulis bisa menjadi manusia dewasa dan selalu menjadi pelita dalam studiku sehingga penulis dapat memperoleh berbagai ilmu pengetahuan yang sangat berarti . nafas semangatku. Terima kasih tlah menjadi kawan seperjuangan dari mulai pertama kos di WK. “mbak ery” klo punya masalah jangan terlalu dipikirkan. aq lebih bersemangat dalam menyelesaikan skripsi ini. serta motivasi yang tak pernah berhenti mengalir darimu. Karnamu ariq mampu berubah menjadi lebih dewasa.tapi ojo kebangetan ya……. pemimpin keluargaku. kamulah motivasi dan harapanku. saq gagah) yang semoga menjadi pendampingku kelak. reni. me2. Lanjutkan perjalanan hidup kalian dengan senyum keoptimisan. kalian telah banyak mengajarkan nanda akan makna sebuah perjuangan. fi2. Guru-guruku.ida. berlanjut ke Kos Putri Ayu sampai kembali ke WK lagi. Seseorang yang pernah muncul dalam hidupku (my @ngel). Teman-teman Kos Wisma Kurnia (nuri. iv . I’im. contohlah yang baik dan jangan diambil yang buruk.. guyon sah-sah aja pren…………. Terima kasih tlah mengajarkan aq rasa kecewa dan sakit S’moga seseorang yg lebih baik kan dapat menjadi penggantiku……. semoga kamu lebih baik dari mbakmu ini. terima kasih karna kalian hidupku jadi lebih berwarna. kau adalah perisai hidupku. “Churin centil” maafin aq ya dah lama gak kasih info. yang telah mengayomi dan mengasihiku setulus hati. sebening cinta dan sesuci do’a. bimbingan. isna. mereka adalah Ayahanda “Parminadi” dan Ibunda “Sri Praptini”.

MOTTO v .

150 301 115 vi . Maka selaku Pembimbing. Demikian. mohon dimaklumi adanya.Amin Prasojo. S.Ag Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Skripsi Titus Iis Krisdianawati Lamp. bahasa maupun teknik penulisan. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang di Malang Assalamu’alaikum Wr. Wb Pembimbing Amin Prasojo. S. Wb Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan. baik dari segi isi. dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama NIM Jurusan Judul Skripsi : Titus Iis Krisdianawati : 03110022 : Pendidikan Agama Islam : Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.Ag NIP. Wassalamu’alaikum Wr. : 4 (empat) Eksemplar Kepada Yth. Malang Malang. kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan.

SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya mengatakan. bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi. Malang. dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Titus Iis Krisdianawati vii .

Ag. Malang”. 2. 3. selaku dosen pembimbing yang sangat perhatian dan selalu membimbing penulis dengan sabar dalam menyelesaikan skripsi ini 6. Padil. ibunda Sri Praptini dan adinda tersayang Wahyu Achirul Crisditianto. Ayahanda Parminadi. Bapak Prof . Bapak Drs. viii . Shalawat serta salam selalu terlimpahkan kepada baginda Rosulullah wa Nabiullah Muhammad SAW. H. Untuk itu penulis menghaturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1. Bapak Prof. dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak.KATA PENGANTAR ‫ﺑﺴﻢ اﷲ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ‬ Alhamdulillah. yang dengan setia menemani dan membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. segala puji kami panjatkan keharibaan Sang Penguasa Hari Akhir. Dr. Imam Suprayogo. Dr. 4. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Malang. 5. H. Terima kasih telah menjadi kakak yang baik bagi penulis. Bapak Amin Prasojo. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan. Segenap guru. Bapak Drs. selaku Rektor UIN Malang. sehingga penulis menjadi lebih tegar dalam menjalani hidup. 7. semoga amal baik tersebut dibalas oleh Allah SWT. M. serta segenap keluarga besar di Turen yang telah memotivasi penulis untuk menyelesaikan studi di UIN Malang. yang telah membawa kita dari zaman kegelapan ke zaman yang terang benderang yakni zaman kejayaan Ad-Dinul Islam.PdI. 8. S. Hari Wahyudi. Kak Zan. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang. Hidayah serta Inayah-Nyalah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul: “Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. selaku Kepala SMP Negeri 02 Turen yang telah memberikan izin dan kesempatan pada penulis untuk mengadakan penelitian di sekolah yang dipimpin. Djunaidi Ghony. Moh. M. atas Rahmah. karyawan beserta siswa-siswi SMP Negeri 02 Turen atas bantuan dan kerjasamanya dalam pembuatan skripsi ini.

baik di dunia maupun di akhirat kelak. lala. en2) yang telah menjadi bagian dari keseharian penulis dalam menjalani studi di UIN Malang. churin. Kendati demikian. Amiin.9. Sahabat-sahabatku (mbak eri. Akhirnya. saran dan kritik konstruktif sangat diharapkan dari pembaca yang budiman. Penulis ix . penulis menyadari bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu. semoga Allah menjaga ukhuwah kita hingga akhir zaman. 10. penulis berharap agar skripsi ini dapat mendatangkan manfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya. semoga ilmu yang telah diperoleh dapat bermanfaat dunia dan akhirat. Malang. Amin. Segenap rekan-rekan penulis angkatan 2003.

DAFTAR TABEL x .

DAFTAR GAMBAR xi .

Daftar Hadir Guru SMP Negeri 02 Turen Kab. Surat Pengantar Penelitian 9. Malang 8. Pedoman Observasi dan Pedoman Dokumentasi 3. Bukti Konsultasi 10. Data Siswa SMP Negeri 02 Turen Kab. Pedoman Interview 2. Malang 6. Surat Keterangan Penelitian xii . Malang 7. Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen Kab. Jadwal Pelajaran SMP Negeri 02 Turen Kab.DAFTAR LAMPIRAN 1. Struktur Organisasi Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang 4. Malang 5.

....................................... B................... HALAMAN NOTA DINAS .............................................. 2..................................................................................................................................................... BAB I : PENDAHULUAN A................................................. Sistematika Pembahasan .......................................... HALAMAN MOTTO ...... xiii .......................................................... Prinsip-Prinsip Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan............................ Definisi Operasional .................................... Tujuan Penelitian .......................................... Pengertian manajemen sarana dan prasarana pendidikan .................................................. Latar Belakang Masalah.......... DAFTAR LAMPIRAN............................................................... Rumusan Masalah ........................DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ....... HALAMAN PENGESAHAN........................................... DAFTAR ISI.................................. 3.... G................................................................................................................................................................................................... BAB II : KAJIAN PUSTAKA A.............. DAFTAR TABEL................. HALAMAN PERNYATAAN ............. Ruang Lingkup dan Pembatasan Penelitian.............................. ABSTRAK . 4....................................... C................... Konsep Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan..................... E................................................................................................................ HALAMAN JUDUL................................... 1............................................................................................................... 5................................................... Proses Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan ..................................... Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan ..... HALAMAN PERSETUJUAN.................. D....................................................... DAFTAR GAMBAR ........................ KATA PENGANTAR .......................................................... Kegunaan Penelitian ................. F............................... HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................... Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan ................................................................................................

............................... 3....... 3....... Prosedur Pengumpulan Data ............................. Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Upaya-upaya dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI............. 1.................................... Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam ............... Keadaan Guru dan Karyawan SMP Negeri 02 Turen... Pengertian Pendidikan Agama Islam ........................... Latar Belakang Obyek Penelitian.................................................................................................................................................................................. Pengecekan Keabsahan Data.... Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI ........ Lokasi Penelitian............................................................................ B............... C............................. 2.... Sarana dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen........................................................................ BAB III : METODOLOGI PENELITIAN A..................................... Implikasi Manajemen Sarana dan Prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI ...................... Kurikulum yang dipakai di SMP Negeri 02 Turen ...................................... G... H. D.......... Kehadiran Peneliti.. Gambaran Umum Lokasi Penelitian .............. 6.................... Pembelajaran Pendidikan Agama Islam...................................... xiv .... E.............................. Tahap-Tahap Penelitian ........................................ F........ Sumber Data................................................ Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran PAI ........... 4............................. Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen . Penyajian dan Analisa Data ...................... BAB IV : HASIL PENELITIAN A.......... 1....................... 5....... 1.......................................... 2......... Keadaan Siswa SMP Negeri 02 Turen... 2.. C...... 3... Analisis Data ............................................... B........................................... Pendekatan dan Jenis Penelitian ..........B.........................................

..... Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen ..................... B...................................................................... Kesimpulan ........ BAB V : PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A........ Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen ........................................................................................... Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan ........................ Sarana dan Prasarana Pendidikan yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen .... 3............................... Sarana dan Prasarana Pendidikan yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen ..... Saran.......................................................................................................1........................................................... Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan........................................ C.................................................. 2...... B.................................................................... BAB VI : PENUTUP A..................................................................... DAFTAR PUSTAKA xv .....................................................

maka perlu ditingkatkan kualitas pembelajarannya. hukum dan lain sebagainya sebagai dampak dari krisis nasional di bidang tersebut. untuk mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. pertama. karena dengan tujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang apa adanya di lokasi penelitian. maka pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah harus menujukkan kontribusinya. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Jika kedua persoalan ini tidak bisa segera dipecahkan agaknya krisis nasional akan bertambah parah dan merambah ke berbagai sektor kehidupan. Dan agar hasil penelitian dapat tersusun sistematis. Malang”. maka langkah peneliti dalam menganalisis data adalah. Jurusan Pendidikan Agama Islam. Ada dua persoalan pokok yang dihadapi oleh umat beragama pada umumnya. Malang. Malang. Malang. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai.ABSTRAK Titus Iis Krisdianawati. 2007. Di satu sisi lain.Ag. dengan mereduksi data yaitu merangkum. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah ada banyak faktor yang mempengaruhinya salah satunya adalah faktor sarana dan prasarana pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. mendisplay data xvi . Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam permasalahan tersebut adalah Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. dan bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. kompak dan harmonis. Berpijak dari hal inilah penulis tertarik mengambil judul: “Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. S. Malang. Skripsi. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting. Dari latar belakang di atas. Amin Prasojo. Kedua. Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. kita juga dihadapkan pada persoalan-persoalan antar komunitas agama bahkan antar intern pemeluk agama itu sendiri yang belum menunjukkan hubungan yang akrab. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan itulah. Di satu sisi kita dihadapkan pada persoalan ekonomi. politik. maka permasalahan yang ingin diangkat adalah Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Fakultas Tarbiyah. Karena PAI di sekolah masih seringkali mendapatkan kritik dari para ahli. bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. dan untuk mengetahui hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

tabel dan sejenisnya. Dan ketiga melalui verifikasi/ penarikan kesimpulan. masjid dan laboratorium agama. penghapus papan tulis. almari. kursi. PAI xvii . dan TV. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. daya ingat siswa lebih kuat sehingga hasil belajar siswa pada akhir semester pun semakin meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Bagi guru karena waktu yang dialokasikan pada mata pelajaran PAI di sekolah umum sangat sempit maka guru dapat lebih mudah dan lebih maksimal dalam menjelaskan sebuah materi. bangku. peneliti memperoleh hasil bahwa. kapur tulis. dan penghapusan.yaitu menyajikan data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat. diantaranya SMP Negeri 02 Turen Kab. Kedua proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen Kab. Adapun hasil yang dipeoleh siswa dan guru dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar. Malang meliputi perencanaan pengadaan barang. Dan yang ketiga Melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen menuai hasil yang tidak mengecewakan. CD. papan tulis. Hal ini dikarenakan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang bagus oleh komponen-komponen sekolah. Dengan rancangan penelitian seperti dijelaskan di atas. Pertama SMP Negeri 02 Turen Kab. Sarana dan Prasarana Pendidikan. pemeliharaan. kaset. membutuhkan sarana pendidikan berupa. Dan prasarana yang dibutuhkan diantaranya. LCD. perpustakaan. spidol. Dan hasilnya pun cukup memuaskan. dan media pendidikan seperti OHP. ruang kelas. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI menggunakan sarana dan prasarana yang telah tersedian dan siap pakai. meja. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. yaitu kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang bersifat kredibel dan dapat menjawab rumusan masalah yang dikemukakan sejak awal. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa SMP Negeri 02 Turen Kab. pengadaan barang. baik siswa. VCD. Kualitas Pembelajaran. inventarisasi. guru maupun sekolah dapat merasakan hasilnya dengan manajemen tersebut Kata kunci: Manajemen.

serta keterampilan yang diperlukan dirinya. bangsa dan Negara. 3 Ali Imran. akhlak mulia. Manajemen Peserta Didik di SD: Masalah. profesionalitas tenaga kependidikan atau sumber daya manusianya. 15 2 1 . kecerdasan. Guru yang kompeten dan professional akan lebih mampu dalam menyampaikan materi pelajaran. masyarakat. pengendalian diri. hlm. Latar Belakang Masalah Menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal I (1) pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. 1 Banyak indikator yang dapat dijadikan tolak ukur bagi keunggulan dan mutu suatu sekolah. Sehingga Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara.1 BAB I PENDAHULUAN A. hlm. kelengkapan sarana dan prasarananya. Para pakar pendidikan seringkali menegaskan bahwa guru merupakan sumber daya manusia yang sangat menentukan keberhasilan program pendidikan. Indikator-indikator tersebut antara lain adalah proses belajar mengajar yang ada di sekolah. Jurnal Ilmu Pendidikan. kepribadian.2 Proses Belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan formal dengan guru sebagai pemeran utama. prestasi akademik peserta didik dan kualitas manajemen sekolah. Penyebab dan Alternatif Pemecahannya. 2006). 1998.

di mana pada akhirnya cara berpikir. Faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada bagan berikut ini:3 3 Muhaimin. Agar perubahan-perubahan dalam diri anak didik sebagai hasil dari suatu proses belajar mengajar sampai pada tujuan yang diharapkan.2 hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal. Dari pemaparan tersebut dapat kita simpulkan bahwasannya guru merupakan faktor penting dalam proses belajar mengajar. hlm. dkk. merasa dan melakukan sesuatu itu akan menjadi relatif menetap dan membentuk kebiasaan bertingkah laku pada dirinya. 76 . 1996). Strategi Belajar Mengajar (Surabaya: Citra Media. Melalui proses belajar mengajar diharapkan pendidikan agama Islam dapat merubah diri anak didik baik aspek cognitive. terutama pengadaan alat-alat sekolah yang akan mendukung kelangsungan proses belajar mengajar. affective maupun psychomotor. perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar tersebut. Dan dengan adanya perubahan dalam tiga aspek tersebut diharapkan akan berpengaruh terhadap tingkah laku anak didik. Keberhasilan seorang guru dipengaruhi banyak faktor. namun bukan berarti keberadaan unsur-unsur lain tidak begitu penting.

hlm. Ingatan Perhatian.3 Gambar 1. kesehatan dan ketertiban dan keamanan 4 Oemar Hamalik. ini akan berpengaruh pada proses belajar mengajar. Di samping dibutuhkannya guru-guru yang memiliki kemampuan dan kecakapan yang lebih memadai. karena suasana atau lingkungan belajar tidak mendukung.1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi PBM Pendidikan Agama Instrumental Kurikulum Program Pedoman Belajar Pengajar Sarana/Fasilitas LUAR FAKTOR Environmental Alami Fisik Sosial & Budaya Kondisi Fisik Kondisi Indera Minat. peralatan yang lebih lengkap. 1994). 3 . juga diperlukan cara-cara bekerja dan sikap yang baru. Media Pendidikan (Bandung: Citra Aditya Bakti. dan sistem administrasi yang lebih teratur”.Tanggapan Sikap Fisiologis DALAM Psikologis Oemar Hamalik menjelaskan “Dengan demikian sudah jelas bahwa demi mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional. keindahan. Sedangkan sekolah yang benar-benar memenuhi syarat kebersihan. Kecerdasan Motivasi. maka peran dan fungsi sistem dan proses pembelajaran atau pengajaran ternyata sangat penting. 4 Sekolah yang kurang pemeliharaan kadang-kadang kelihatan kumuh dan kotor.

Melihat fenomena seperti tersebut di atas dapat ditarik benang merah bahwasanya perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolahsekolah kita saat ini masih kurang baik. yang beranekaragam harga serta bentuknya. Seperti misalnya ada spidol yang tintanya sudah hampir habis dan belum ada yang mau mengisi atau membelikan tinta. ada yang mahal serta langka dan juga ada yang murah serta mudah sekali dijumpai di pasaran perlu mendapatkan penanganan yang serius. Keadaan itu sendiri akan memberikan pengaruh yang positif kepada peserta didik. Kalau dianalisis ulang memang benar kalau orang Islam Indonesia masih dianggap konservatif dalam memanage (mengatur) sarana dan prasarana pendidikan. Kelemahan dalam perencanaan serta kelemahan dalam pemeliharaan pasti akan menjadi hambatan bagi kelangsungan proses belajar mengajar di sekolah. Sudah menjadi rahasia umum bahwa mayoritas orang Islam Indonesia biasanya kurang teliti dalam memelihara alat-alat sekolah tersebut. sehingga siswa sulit membaca tulisan dari guru yang ada di papan tulis. Tapi sayangnya alat-alat ini kurang mendapat perhatian. tetapi kadangkala pihak sekolah kurang memperhatikan unsur-unsur perencanaan.4 akan mempunyai pengaruh positif terhadap proses pendidikan. Alat-alat pembelajaran seperti peralatan laboratorium. Dalam arti manajemen sarana dan prasarana yang di dalamnya . begitu pula dengan pembelajaran PAI. Hal sepele tersebut sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Padahal sebenarnya pengadaan alat-alat belajar itu tidak sulit.

Karena dengan alat pendidikan yang termanage dengan baik akan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan. hukum dan lain sebagainya sebagai dampak dari krisis nasional di bidang tersebut. Jika kedua persoalan ini tidak bisa segera dipecahkan agaknya krisis nasional akan bertambah parah dan merambah ke berbagai sektor kehidupan. pemeliharaan dan penghapusan. Di satu sisi kita dihadapkan pada persoalan ekonomi. Hanya saja perlu disadari bahwa selama ini terdapat berbagai kritik terhadap pelaksanaan pendidikan agama yang sedang berlangsung di sekolah. kompak dan harmonis. maka pembelajaran pendidikan agama di sekolah harus menujukkan kontribusinya. Pendidikan akan lebih dinamis. politik. Di satu sisi lain. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan itulah. itu kurang diperhatikan. Ada dua persoalan pokok yang dihadapi oleh umat beragama pada umumnya. Para ahli pendidikan mengungkapkan bahwa pendidikan Agama Islam dikatakan bermutu (berkualitas) jika faktor pendukungnya juga berkualitas.5 tercakup unsur pengadaan (perencanaan). Mochtar Buchori (1992) misalnya menilai kegagalan pendidikan disebabkan karena praktik pendidikannya hanya memperhatikan aspek kognitif semata daripada pertumbuhan kesadaran . Jadi cukup jelas bahwa alat pendidikan merupakan faktor pendukung dalam mencapai tujuan pendidikan selain faktor-faktor lain. kita juga dihadapkan pada persoalan-persoalan antar komunitas agama bahkan antar intern pemeluk agama itu sendiri yang belum menunjukkan hubungan yang akrab. pengajaran lebih mantap dalam menyajikan pendidikan yang lebih luas.

dalam arti pendidikan agama menyajikan norma-norma yang seringkali tanpa ilustrasi konteks sosial budaya sehingga peserta didik kurang menghayati nilai-nilai agama sebagai nilai yang hidup dalam keseharian. Sebagai dampak yang menyertai situasi tersebut di atas maka guru PAI kurang berupaya menggali berbagai metode yang mungkin bisa dipakai untuk pendidikan agama sehingga pelaksanaan pembelajaran cenderung monoton. Towaf (1996) juga telah mengamati adanya kelemahan-kelemahan PAI di sekolah. dan mengabaikan pembinaan aspek afektif dan konatif-volutif. Sehingga semangat untuk memperkaya kurikulum dengan pengalaman belajar yang bervariasi kurang tumbuh. antara lain sebagai berikut: 1. 3.6 nilai-nilai (agama). 2. sehingga tidak mampu membentuk pribadi-pribadi islami. yakni kemauan dan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. Akibatnya. terjadi kesenjangan antara pengetahuan dan pengamalan. antara gnosis dan praxis dalam kehidupan nilai agama. . Kurikulum PAI yang dirancang di sekolah sebenarnya lebih menawarkan minimum kompetensi atau minimum informasi. pendekatan cenderung masih normativ. tetapi pihak guru PAI seringkali terpaku padanya.

Paradigma Pendidikan Islam:Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya.5 Secara konseptual-teoritis. Sekolah dan Masyarakat.7 4. terutama guru PAI untuk memfungsikan PAI secara optimal. penyaluran. SLTP/MTs dan SMU/MA tahun 1994 misalnya..hlm. Pendidikan agama yang diklaim sebagai aspek yang penting. seringkali kurang diberi prioritas dalam urusan fasilitas. mengakibatkan pengelolaan cenderung seadanya. sumber nilai. pelaksanaan pembelajaran PAI di sekolah/madrasah harus memenuhi tuntutan tersebut. Tumbuhnya berbagai kasus dekadensi moral dan degradasi nilai-nilai religius pada saat ini menuntut adanya kearifan para guru. dan pengajaran. maka para guru beserta seluruh civitas akademik di sekolah tersebut harus meningkatkan kualitas Muhaimin. hlm. yaitu Lingkungan Keluarga.6 Untuk mewujudkan fungsi serta tujuan PAI di sekolah. op. Karena itu. kritik-kritik tersebut telah dijadikan pertimbangan dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama di sekolah atau madrasah tahun 1994.10 . telah dijelaskan bahwa pendidikan agama harus dilaksanakan secara terpadu. Dalam GBPP PAI kurikulum SD/MI. mengatasi dan mengantisipasi berbagai kasus amoral tersebut. Keterbatasan sarana/prasarana. penyesuaian.cit. 2001). perbaikan. guna mencegah timbulnya. Serta keterpaduan antara pendidikan agama dan perkembangan IPTEK. dkk. Yakni keterpaduan pembinaan antara tiga lingkungan pendidikan. Pendidikan Agama Islam di sekolah/madrasah sebenarnya berfungsi sebagai pengembangan. pencegahan. 88 6 5 Muhaimin.

Jumlah yang cukup tersebut dimanage/dikelola dengan baik sehingga SMP Negeri 02 Turen dapat menyajikan pembelajaran PAI yang berkualitas. Malang? 2. Fasilitas sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen cukup memadai. Rumusan Masalah 1. SMP Negeri 02 Turen merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Formal yang ada di Kecamatan Turen. Malang? 3. karena seiring dengan waktu sekolah tersebut telah memberi kontribusi yang cukup berarti bagi masyarakat. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan? . Malang”. Berpedoman pada fenomena serta kajian penelitian yang terdahulu maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian di lokasi ini dengan judul “Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Salah satunya dengan memperbaiki manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini masih kurang mendapat perhatian. Bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. B. Keberadaan SMP Negeri 02 Turen menjadikan warga sekitar bangga. Bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.8 pembelajaran PAI.

Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Untuk mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Tujuan Penelitian 1. Bagi Peneliti .9 C. Malang. D. Bagi Lembaga Pendidikan Sebagai contoh/tauladan yang baik dalam melaksanakan proses belajar mengajar PAI melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. 2. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Bagi Almamater a Sebagai bahan komparasi dalam rangka pelaksanaan proses belajar mengajar PAI b Sebagai salah satu masukan bagi pelaksana pendidikan dalam rangka mensukseskan tujuan pendidikan nasional. Kegunaan Penelitian 1. Untuk mengetahui hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. 3. 2. Malang. 3.

yang meliputi: a) Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan b) Pemakaian dan pemeliharaan sarana dan prasana pendidikan . maka ruang lingkup penelitian akan diarahkan pada sekitar manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. yang meliputi: 1. Malang. yang meliputi: a) Sarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. E. Malang. Malang. b) Prasarana yang ikut menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Ruang Lingkup dan Pembatasan Penelitian Guna memberikan arah pembahasan pada tujuan yang telah dirumuskan. b Sebagai penambah khazanah keilmuan sehingga dapat mengembangkan wawasan baik secara teori maupun praktek. Sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.10 a Sebagai latihan atau aplikasi teori yang diperoleh dari bangku kuliah tentang manajemen pendidikan khususnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Malang. 2.

Contoh: jalan menuju sekolah. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahfahaman pengertian tentang arti yang terkandung dalam pembahasan. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. F. kualitas pembelajaran PAI. . tata tertib sekolah dan lain-lain.11 c) Penghapusan dan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan 3. kursi. alat peraga dan lain-lain. ruangan. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua komponen yang secara tidak langsung menunjang proses belajar mengajar atau proses pendidikan di sekolah. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki sekolah secara efektif dan efisien. Hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Contoh: gedung sekolah. Kualitas pembelajaran PAI adalah mutu atau kualitas yang terdapat pada pelaksanaan pembelajaran PAI di suatu lembaga dalam mencapai keberhasilan memenuhi tuntutan pelanggan dan standar yang telah ditentukan. maka perlu ada penegasan istilah yang terdapat dalam penelitian ini. Adapun istilah yang perlu dijelaskan ialah pengertian sarana dan prasarana pendidikan. halaman sekolah. serta manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Sarana pendidikan adalah semua peralatan serta perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. meja.

tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. prinsip-prinsip manajemen sarana dan prasarana pendidikan. rumusan masalah.12 G. macam-macam sarana dan prasarana pendidikan. tujuan penelitian. tujuan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran PAI. yaitu terdiri dari latar belakang masalah. dan pembahasan ini dibagi menjadi 3 bagian besar. definisi operasional. Ketiga berisi tentang peningkatan kualitas pembelajaran PAI. berisi tinjauan pustaka mengenai manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. ruang lingkup dan pembatasan penelitian. upayaupaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. Bab II : Kajian Pustaka. dan sistematika pembahasan. Sistematika Pembahasan Bab I :Pendahuluan. dan implikasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI. pada pembaasan ini dibagi menjadi 3 sub pembahasan yakni faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. pengertian. yang berisi pokok-pokok pemikiran yang melatarbelakangi penulisan skripsi ini. . dan proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. kegunaan penelitian. Pertama berisi tentang konsep manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang meliputi. pengertian manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Kedua berisi tentang pembelajaran PAI yang meliputi.

yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran . dan Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. sumber data. Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. dan hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. pendekatan dan jenis penelitian. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Bab V :Pembahasan Hasil Penelitian. pengecekan keabsahan temuan. dalam penelitian ini pembahasan penelitian dibagi menjadi tiga bagian yakni Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. kehadiran peneliti. lokasi penelitian. Bab VI : Penutup. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. yang meliputi. prosedur pengumpulan data. yakni memaparkan data-data yang akurat berkaitan dengan Sejarah Berdirinya SMP Negeri 02 Turen Kab. Pada bab ini semua hasil penelitian dipadukan dengan teoi-teori yang sudah dipaparkan pada Bab II. Malang melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan.13 Bab III : Metode Penelitian. analisis data. Bab IV : Laporan Hasil Penelitian. dan tahap-tahap penelitian. Malang.

seperti apa yang diatur? Kenapa harus diatur? Siapa yang mengatur? Bagaimana mengaturnya? Di mana harus diatur? Menurut Malayu Hasibuan. hlm. pengorganisasian. administrasi dan manajemen. Pengertian.1 Ada kaitan yang erat antara organisasi. pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya. Konsep Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan 1. G. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi manajemen itu.1 1 (Jakarta: Bumi .R. Manajemen:Dasar. Pengertian organisasi yaitu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih Malayu Hasibuan. Jadi manajemen itu merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan karena manajemen diartikan mengatur maka timbul beberapa pertanyaan bagi kita. dan Masalah Aksara. Terry menyatakan bahwa manajemen adalah satu proses yang khas yang terdiri dari tindakantindakan perencanaan. manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan tertentu. 2001).14 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Manajemen berasal dari kata To Manage yang artinya mengatur.

3 Akhir-akhir ini ada beberapa penulis yang membedakan antara manajemen dan administrasi walaupn kadang-kadang pembedaan itu tidak konsisten. administrasi bersifat menentukan tujuan dan kebijakan umum yang mengikat seluruh atau departemental. Tetapi pengertian administrasi dengan pengertian manajemen masih kelihatan tidak terpisah secara jelas. hlm. (Jakarta: Bumi Aksara. yakni: a.1988). Akhirnya tanpa manajemen tak mungkin administrasi mencapai tujuannya. Manajemen Pendidikan Indonesia (Jakarta: Bina Aksara. Ketidaksamaan pendapat yang ada dapat difahami sebab dalam praktek ada tiga pendapat tentang hubungan antara administrasi dan manajemen. Kalaupun ada perbedaan. Administrasi lebih luas dari manajemen atau administrasi mencakup manajemen. mengatakan Administrasi adalah kulit luar manajemen atau dengan kata lain manajemen adalah inti daripada administrasi. Administrasi dan manajemen tidak dapat dipisahkan dan harus merupakan suatu kesatuan. Sukarno K. hlm. Analisis Administrasi. Drs. hanya saja kegiatannya yang dapat dibedakan sesuai dengan perbedaan kedua wawasan. Pendapat itu sesuai dengan pendapat: 1. perbedaan itu nampaknya tidak fundamental. 2 3 Made Pidarta.1 Burhanuddin.15 bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu nampak sudah ada kesepakatan dari para ahli. Administrasi lebih luas daripada manajemen. Manajemen dan Kepemimpianan Pendidikan. 20 . 1994).2 Seringkali kata administrasi dikaitkan dengan kata manajemen.

54 . pelaksanaan (manajemen) dan pengawasan atau pengendalian. “The Phylosophy of Management” mengatakan: administrasi menentukan tujuan (goal) sedangkan manajemen berusaha ke arah situ. b. sedang manajemen adalah upaya untuk mencapai tujuan tersebut. Bagi mereka yang menganut faham ini.16 2. c. administrasi diberi arti sama dengan manajemen. personal. dalam administrasi tercakup dalam manajemen. financial. Secara spesifik administrasi merupakan satu bidang dari manajemen sebab manajemen terdiri dari enam bidang. human relation dan administrative management. baik administrasi maupun manajemen adalah merupakan proses. Dalam Webster’s Dictionary New Collegiats maupun dalam Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. Administrasi identik dengan manajemen. hlm. dengan alasan: 1. marketing.4 4 Harbangan Siagian. perencanaan. Administrasi Pendidikan (Semarang: Setya Wacana. 2. Pemahaman demikian timbul sebab manajemen atau pelaksanaan tugas merupakan salah satu fungsi dari administrasi yakni. Administrasi lebih sempit dari manajemen. kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. yakni production. Dilihat dari pengertiannya. Oliver Sheldon dalam bukunya. administrasi diartikan sebagai penetapan dan penentuan tujuan. 1989).

5 Menurut Suharsimi Arikunto sarana pendidikan merupakan sarana penunjang bagi proses belajar mengajar. Sedangkan menurut rumusan Tim Penyusun Pedoman Pembukuan Media Pendidikan Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. teratur. Contoh: gedung sekolah (school building). Sebagai contoh: jalan menuju sekolah. Arti sarana seringkali disamakan dengan kata fasilitas. efektif dan efesien”. meja.6 Perlengkapan sekolah. Sedangkan prasarana merupakan semua komponen yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses belajar mengajar atau pendidikan di sekolah.135 Suharsimi Arikunto. kursi. halaman sekolah. dapat dikelompokkan menjadi: (1) sarana pendidikan. hlm. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dan berjalan dengan lancar. hlm. alat peraga dan lain-lain. Usaha ini dapat berupa benda-benda maupun uang. Organisasi dan Administrasi: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Jadi. atau juga sering disebut dengan fasilitas sekolah.17 Yang dimaksud dengan sarana sekolah yakni meliputi semua peralatan dan perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. tata tertib sekolah dan sebagainya.1989). ruangan. 82 6 5 . Administrasi Pendidikan (Malang: IKIP. 1993). yang dimaksud dengan ”sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar. Lebih luas fasilitas diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat memudahkan dan melancarkan pelaksanaan sesuatu usaha. Jadi dalam hal ini fasilitas dapat disamakan dengan sarana. dan (2) Prasarana pendidikan. makna atau definisi manajemen sarana dan Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan FIP IKIP Malang.

agar senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses belajar mengajar sehingga PBM semakin efektif dan efesien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.7 Berdasarkan definisi sederhana tersebut maka pada hakikatnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu merupakan proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah.. manajemen perlengkapan sekolah dapat didefinisikan sebagai proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan pendidikan secara efektif dan efisien. pendayagunaan dan pengelolaan sarana pendidikan agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efesien. Administrasi Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta. Sedangkan definisi lain diungkapkan oleh Ary H Gunawan.cit. 2004). hlm. 114 Suharsimi Arikunto. atau administrasi peralatan. Secara sederhana.8 Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa administrasi sarana sering juga disebut administrasi materiil. Manajemen Perlengkapan Sekolah (Jakarta: Bumi Aksara.2 8 9 .18 prasarana pendidikan dapat disamakan dengan makna manajemen perlengkapan sekolah. hlm. beliau mengatakan bahwa administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara continue terhadap benda-benda pendidikan. 1996). op. adalah segenap proses penataan yang bersangkut paut dengan pengadaan.9 7 Ibrahim Bafadal. Ary H Gunawan. 81 hlm.

19 2. Sebagai contohnya adalah kapur tulis yang biasanya digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran. besi. Sarana pendidikan yang tahan lama adalah keseluruhan bahan atau alat yang dapat digunakan secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama. dan kertas karton yang seringkali digunakan oleh guru dalam mengajar materi pelajaran keterampilan. ada dua macam sarana pendidikan. globe dan beberapa peralatan olah raga. Sarana pendidikan yang habis dipakai adalah segala bahan atau alat yang apabila digunakan bisa habis dalam waktu yang relatif singkat. Ditinjau dari bergerak tidaknya pada saat digunakan. b. Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam hubungannya dengan sarana pendidikan. mesin tulis. Beberapa contohnya adalah bangku sekolah. Sarana pendidikan yang bergerak . Sarana pendidikan yang habis dipakai. Sarana pendidikan yang tahan lama. a. atlas. Nawawi (1987) mengklasifikasikannya menjadi beberapa macam sarana pendidikan. 2. yaitu: a. Semua contoh tersebut merupakan sarana pendidikan yang apabila dipakai satu kali pakai atau beberapa kali bisa habis dipakai atau berubah sifatnya. Ditinjau dari habis tidaknya dipakai Apabila dilihat dari habis tidaknya dipakai. kayu. yaitu: 1.

Pertama. Sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak Sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak adalah semua sarana pendidikan yang tidak bisa atau relatif sangat sulit untuk dipindahkan. Lemari arsip sekolah misalnya. b. seperti lemari arsip di kantor sekolah merupakan sarana pendidikan yang tidak secara langsung digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Semua peralatan yang berkaitan dengan itu. relative tidak mudah untuk dipindahkan ke tempat-tempat tertentu. dan sarana pendidikan lainnya yang digunakan guru dalam mengajar. . atlas. sarana pendidikan yang tidak secara langsung berhubungan dengan proses belajar mengajar. Dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar. contohnya kapur tulis.20 Sarana pendidikan yang bergerak adalah sarana pendidikan yang bisa digerakkan atau dipindahkan sesuai dengan kebutuhan pemakaiannya. Ditinjau dari hubungannya dengan proses belajar mengajar. merupakan sarana pendidikan yang bisa dipindahkan kemana-mana bila diinginkan. 3. Kedua. Sedangkan prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam. sarana pendidikan yang secara langsung dignakan dalam proses belajar mengajar. Misalnya saja suatu sekolah yang sudah memiliki saluran dari PDAM. seperti pipanya. Demikian pula bangku sekolah termasuk sarana pendidikan yang bisa digunakan atau dipindahkan kemana saja. ada dua jenis sarana pendidikan.

yaitu: a. perlengkapan ruang praktik. kamar kecil. ruang guru. Contoh: kendaraan. kantin sekolah. op. Prasarana yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar. dan sebagainya. Fasilitas fisik juga disebut fasilitas materiil. kesempatan menggunakan waktu untuk berekreasi itupun fasilitas 10 Ibrahim Bafadal. yakni segala sesuatu yang dapat mempermudah suatu kegiatan sebagai akibat bekerjanya nilai uang. alat komunikasi. tanah dan jalan menuju sekolah.cit. b.10 Suharsimi mengungkapkan. Di dalam kegiatan pendidikan yang tergolong dalam fasilitas fisik atau fasilitas materiil antara lain: perabot ruang kelas. fasilitas atau sarana secara garis besar dapat dibedakan atas dua jenis. Kalau akan diperluas lagi sebenarnya masih bisa. Fasilitas Fisik. perabot dan peralatan laboratorium. peralatan kantor tata usaha. ruang perpustakaan.21 a. yang mempunyai peranan untuk memudahkan dan melancarkan sesuatu usaha. Fasilitas Uang. ruang usaha kesehatan sekolah. ruang kepala sekolah dan tempat parker kendaraan. yakni segala sesuatu yang berupa benda atau yang dapat dibendakan. Prasarana yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar. perlengkapan perpustakaan. hlm.. b. seperti ruang teori. Pemberian pinjaman kendaraan.2 . Contohnya adalah ruang kantor. ruang praktik keterampilan dan ruang laboratorium. alat tulis menulis. tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar. penampil dan sebagainya.

Buku tulis. media audio. media visual dan media audio visual. Media pendidikan adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara di dalam proses belajar mengajar. yaitu: alat pelajaran. dapat berupa benda ataupun perbuatan dari yang tingkatannya paling kongkrit sampai ke yang paling abstrak yang dapat mempermudah pemberian pengertian (penyampaian konsep) kepada murid. Media pendidikan mempunyai peranan yang lain dari alat peraga. alat-alat tulis menulis. Alat peraga mempunyai arti yang luas. Ada tiga pengertian yang biasanya dicampuradukkan. hlm.11 Hal senada diungkapkan oleh Ary H Gunawan. 82 . op. Media dapat dibedakan menjadi. tetapi belum tentu semua alat peraga merupakan alat pelajaran. Yang disebutkan belakangan juga memudahkan proses atau kegiatan pencapaian tujuan.. gambar-gambar. alat peraga dan media pendidikan. semanya termasuk ke dalam lingkup alat pelajaran. untuk lebih mempertinggi efektifitas dan efisiensi. Dengan pengertian ini maka alat pelajaran dapat termasuk ke dalam lingkup alat peraga. Alat pelajaran adalah semua benda yang dapat dipergunakan secara langsung oleh guru maupun murid dalam proses belajar mengajar. seperti kapur. tetapi dapat pula sebagai pengganti peran guru. Alat peraga adalah semua alat pembantu pendidikan dan pengajaran.cit. beliau menyatakan bahwa fasilitas atau benda-benda pendidikan dapat ditinjau dari: 11 Suharsimi Arikunto.22 tetapi tidak nyata sebagai benda yang dimiliki oleh sekolah. penghapus dan papan tulis maupn alat-alat praktek.

serta perabot/mebiler. air. spidol. media dan lain-lain. benda-benda pendidikan dapat dibedakan menjadi: Barang bergerak atau barang berpindah atau dipindahkan. tanaman. manusia. tinta. pagar. 3. Ditinjau dari sifat barangnya. halaman. contoh: tanah. komputer. 2. Seperti. gedung/bangunan sekolah. Fasilitas non fisik yakni sesuatu yang bukan benda mati atau tidak dapat dibendakan yang mempunyai peranan untuk memudahkan sesuatu usaha seperti. penghapus dan lain-lain. (b) barang tak habis pakai. kendaraan. fasilitas pendidikan dapat dibedakan menjadi: Fasilitas fisik atau fasilitas material yaitu sebagai sesuatu yang berwujud benda mati atau dibendakan yang mempunyai peran untuk memudahkan atau melancarkan suatu usaha.23 1. listrik. telepon. perabot dan sebagainya. mesin tulis. seperti alat pelajaran. . alat praktek dan media pendidikan. computer. kendaraan. jasa dan uang. prasarana pendidikan berfungsi tidak langsung (kehadirannya tidak sangat menentukan). Ditinjau dari fungsinya terhadap PBM. atau alat peraga. kertas. Ditinjau dari jenisnya. jaringan jalan. dikelompokkan menjadi (a) barang habis pakai. contonya: kapur tulis. contohnya mesin tulis. Sedangkan sarana pendidikan berfungsi langsung (kehadirannya sangat menentukan) terhadap PBM. perabot.

Dengan perkataan ini. dalam 12 13 Ary H Gunawan. Untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana secara tepat dan efisien.cit.cit.24 Barang tidak bergerak ialah barang yang tidak berpindah-pindah letaknya atau tidak bisa dipindahkan. menurut Ali Imron. sebagaimana diuraikan di atas bisa tercapai. sesuai dengan kebutuhan sekolah. tujuannya adalah sebagai berikut: a. 5 . sumur.. b. bangunan atau gedung. Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama. seperti tanah. tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah memberikan pelayanan secara professional di bidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien.. hlm.12 3. op. sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personel sekolah. Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Secara umum. 115 Ibrahim Bafadal. Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. Prinsip-Prinsip Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Agar tujuan-tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Secara rinci. dkk. op.13 4. melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan diharapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh sekolah adalah sarana dan prasarana yang berkualitas tinggi. menara air dan lain sebagainya. dan dengan dana yang efisien. hlm. c.

c. instruksi dan petunjuk teknis yang diberlakukan oleh yang berwenang. Prinsip efisiensi. yaitu bahwa pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah hars dilakukan melalui perencanaan yang seksama. b. d.25 Nur Masriyah. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus di delegasikan kepada personel sekolah yang mampu bertanggungjawab. peraturan. Prinsip-prinsip yang dimaksud adalah: a. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekola harus selalu memperhatikan undang-undang. Prinsip kejelasan tanggung jawab. sehingga dapat diadakan sarana dan prasarana pendidikan yang baik dengan harga yang murah. Prinsip pencapaian tujuan. Dan pemakaiannya pun harus dengan hati-hati sehingga mengurangi pemborosan. yaitu bahwa sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus selalu dalam kondisi siap pakai bilamana akan didayagunakan oleh personel sekolah dalam rangka pencapaian tujuan proses belajar mengajar. Prinsip Administratif. . Apabila melibatkan banyak personel sekolah dalam manajemennya maka perlu adanya deskripsi tugas dan tanggungjawab yang jelas untuk setiap personel sekolah. ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan di sekolah.

Dengan demikian sekolah merupakan salah satu tempat untuk mewujudkan pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah iu harus direalisasikan dalam bentuk proses kerja yang sangat kompak. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. melalui pengembangan program pendidikan dan pengajaran dengan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar siswa. maka sarana dan prasarana dapat dipakai dan digunakan dengan perasaan yang menyenangkan oleh para pemakainya.30 14 . maka sekolah hendaknya membina potensi lahir dan batin secara maksimal. Fakultas Tarbiyah UIN Malang. hlm. Hal yang perlu diperhatikan adalah masalah pemeliharaan dan pengawasan tentang sarana dan prasarana tersebut. Prinsip Kekohesifan. sesuai tujuan pendidikan dalam GBHN. Bilamana hal-hal di atas dilakukan dengan baik. maka sekolah perlu meningkatkan mutu pendidikan. Skripsi. 2006. Untuk merealisasikan pendidikan yang merupakan uaaha sadar dan yang bertujuan mengembangkan kepribadian dan kemampuan siswa.26 e. Nur Masriyah. Untuk melaksanakan hal tersebut. bahwa sarana dan prasarana merpakan penunjang tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan.14 5. “Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di MAN I Malang”. Proses Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Seperti kita ketahui bersama. maka pengelolaan sarana dan prasarana perlu dikelola dengan sebaik-baiknya.

cit. Kegiatan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: 16 Gambar 2. pengadaan.cit. Inventarisasi 15 16 Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan FIP IKIP Malang.7 . hlm. pendayagunaan dan penghapusan. op. hlm. Pendistribusian • Pengalokasian • Pengiriman 3.. inventarisasi dan penghapusan. yaitu pengamanan perencanaan. Penghapusan 2. Pengamanan itu hendaknya secara menyeluruh. Penggunaan dan Pemeliharaan 4. pemakaian dan pemeliharaan. op.152 Ibrahim Bafadal. Pengadaan • Analisis kebutuhan • Analisis anggaran • Seleksi • Keputusan • Pemerolehan 5.1 Proses Manajemen Sarana dan Prasarana 1. pendistribusian.27 Tujuan pemeliharaan agar kekayaan yang besar nilainya itu memperoleh pengamanan yang baik..15 Ibrahim Bafadal menyatakan bahwa kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan itu meliputi: pengadaan.

menggantikan barang-barang yang rusak. Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Suatu kegiatan administrasi/manajemen/pengelolaan yang baik dan tidak gegabah (sembrono) tentu diawali dengan suatu perencanaan (planning/programming) yang matang dan baik dilaksanakan demi menghindari diinginkan.28 1. hilang. Perencanaan yang baik dan teliti akan berdasarkan analisis kebutuhan. R. di antaranya yakni: a. kedua. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di sekolah. dihapuskan atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan pergantian. dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun anggaran mendatang. ketiga dan seterusnya untuk dilaksanakan yang disesuaikan dengan tersedianya dana dan tingkat kepentinagannya. Berkenaan dengan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah ada beberapa hal yang perlu difahami. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Aktifitas pertama dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah pengadaan sarana dan prasarana. Freedman dan kawan-kawannya mengatakan. bahwa terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak perencanaan atau rencana (planning/programming) adalah pengetrapan . dan penentuan skala priorotas bagi kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan urutan pertama.

Gunawan. 2. yaitu Jame J.29 secara sistematik daripada pengetahuan yang tepat guna untuk mengontrol dan menentukan arah kecendrungan perubahan.17 Akhir-akhir ini telah banyak teoritisi yang mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan (sarana dan prasarana) pendidikan di sekolah. kepada tujuan yang telah ditetapkan.cit. 6. Jones (1969). hlm. Melakukan survey ke seluruh unit sekolah untuk menyusun master plan untuk jangka waktu tertentu. 4. op. Mengembangkan atau menguatkan tawaran atau kontrak dengan melaksanakan sesuai dengan gambaran kerja yang diusulkan. Jones menegaskan bahwa langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah sebagai berikut: 1. Memilih kebutuhan utama berdasarkan hasil survey. 17 Ary H. Menganalisis kebutuhan pendidikan suatu masyarakat dan menetapkan program untk masa yang akan datang sebagai dasar untuk mengevaluasi keberadaan fasilitas dan membuat model perecanaan perlengkapan yang akan datang. di antaranya adalah seorang teoretisi administrasi pendidikan. Mengembangkan Educational Specification untuk setiap proyek yang terpisah-pisah dalam usulan master plan. 5. 3.117 . Merancang setiap proses yang terpisah-pisah sesuai dengan spesifikasi pendidikan yang diusulkan.

Penilaian kembali Berdasarkan uraian tentang prosedur perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah sebagaimana dikemukakan di atas. Penetapan spesifikasi 4. Rekomendasi 7. melainkan upaya memikirkan perlengkapan yang diperlukan di masa yang akan datang dan bagaimana pengadaannya secara sistematis. dapat ditegaskan bahwa proses perencanaan pengadaan sarana dan prasarana di sekolah tidak mudah. Johnson (1969). Penetapan kebutuhan perlengkapan 3. Pasangan penulis tersebut menegaskan bahwa prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah: 1. . Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan bukanlah sekadar sebagai upaya pencarian ilham. Pengujian segala kemungkinan 6.30 7. Melengkapi perlengkapan gedung dan meletakkannya sehingga siap untuk digunakan Dua orang teoritisi administrasi lainnya yang menjelaskan tentang prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah Emery Stoops dan Russel E. Pembentukan panitia pengadaan barang atau perlengkapan 2. rinci dan teliti berdasarkan informasi yang realistis tentang kondisi sekolah. Penetapan harga satuan perlengkapan 5. Agar prinsip-prinsip tersebut betul-betul terpenuhi.

dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. sehingga sekolah dituntut untuk selalu berusaha juga melakukan pengadaan perlengkapan dengan cara lain.31 semua pihak yang dilibatkan atau ditunjuk sebagai panitia perencanaan pengadaan perlengkapan di sekolah perlu mengetahui dan mempertimbangkan program pendidikan.. perlengkapan yang sudah dimiliki. untuk membeli sarana dan prasarana di sekolah dapat ditempuh dengan cara membeli di pabrik. Dinas Pendidikan Nasional Provinsi. hlm. 27 . dana yang tersedia dan harga pasar. antara lain dengan cara: 1. Seringkali sekolah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan dari pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. Pembelian. perlengkapan sekolah juga bisa diperoleh dari hadiah atau 18 Ibrahim Bafadal. Hadiah atau sumbangan.cit. op. Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana yang telah disusun sebelumnya. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah untuk mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan sekolah. 2.18 b. selain dengan cara membeli. membeli di toko dan memesan. Namun bantuan tersebut dalam jumlah terbatas dan tidak selalu ada.

Meminjam. Ibid. hlm. Pihak-pihak yang dapat dipinjam adalah kepala sekolah. 38 . Hubungan kerjasama tersebut berupa saling menukar perlengkapan sekolah. 32 Ibrahim Bafadal. Dalam rangka itu. 3. wakil kepala sekolah. ada tiga langkah yang sebaiknya ditempuh oleh bagian penanggungjawab penyimpanan atau penyaluran. guru-guru ataupun orang tua murid. pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah bisa dilakukan dengan cara meminjam kepada pihak-pihak tertentu. Ibid. untuk memperoleh tambahan sarana dan prasarana. Tukar menukar. pengelola sarana dan prasarana sekolah bisa mengadakan hubungan kerjasama dengan pengelola sarana dan prasarana sekolah lainnya. badan-badan atau lembaga-lembaga tertentu. 4.20 Daryanto menyatakan. (2) pengiriman barang. hlm.19 2.. Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggungjawab dari seorang penanggungjawab penyimpanan kepada unit-unit atau orangorang yang membutuhkan barang itu..32 sumbangan perorangan maupun organisasi. ada beberapa prinsip administrasi penyimpanan peralatan dan perlengkapan pengajaran sekolah: 19 20 Ibrahim Bafadal. Pendistribusian Sarana dan Prasarana Sekolah Barang-barang perlengkapan sekolah (sarana dan prasarana) yang telah diadakan dapat didistribusikan. (3) penyerahan barang. yaitu: (1) penyusunan alokasi barang.

Karena pelaksanaan tanggungjawab ini hanya bersifat ketatausahaan maka kurang tepat jika kepala atau guru sendiri yang langsung melaksanakannya yang paling tepat adalah pegawai tata usaha. Semua penyimpanan harus diadministrasikan menurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu digunakan.33 a. lembab. Mudah didapat bila sewaktu-waktu diperlukan. berpendapat bahwa dalam lingkungan yang sempit seperti di lingkungan sekolah/fakultas. hlm. seperti: panas.21 Sedangkan Ary H. b. Administrasi pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta. lapuk dan serangga. Harus mudah dikerjakan baik untuk menyimpan maupun yang keluar alat. Tanggungjawab untuk pelaksanaan yang tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus dirumuskan secara terperinci dan difahami dengan jelas oleh semua pihak yang berkepentingan. Pendistribusian peralatan dan perlengkapan pengajaran ini harus berada dalam tanggung jawab salah seorang anggota staf yang ditunjuk. c. d. e. maka kegiatan penyaluran dapat berwujud pendistribusian atau kegiatan 21 Daryanto. Harus diadakan inventarisasi secara berkala. 52 . Kebijaksanaan pendistribusian ini hendaklah ditekankan kepada efisien dan fleksibilitas. maksudnya bila diperlukan sewaktu-waktu segera dapat disediakan. Gunawan. Semua alat-alat dan perlengkapan harus disimpan di tempat-tempat yang bebas dari faktor-faktor perusak. 2001). f.

cit. laboratorium. Dengan prinsip efektifitas berarti semua pemakaian sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus digunakan semata-mata dalam rangka memperlancar pencapaian tujuan pendidikan sekolah.. Penggunaan dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan a. hlm. Sedangkan dengan prinsip efisisiensi berarti pemakaian semua sarana dan prasarana pendidikan di sekolah secara hemat dan dengan hati-hati 22 Ary H. ada dua prinsip yang harus selalu diperhatikan yaitu prinsip efektifitas dan prinsip efisiensi.144 . perpustakaan. Kegiatan penyaluran barang yang baik melipputi penyusunan alokasi.22 3. Gunawan. tata usaha atau personel sekolah berarti barang-barang tersebut sudah berada dalam tanggungjawab bagian-bagian atau personel sekolah tersebut. pengiriman barang (untuk pusat-pusat penyalur) dan penyerahan barang. Atas pelimpahan itu pula pihak-pihak tersebut berhak memakainya utnuk kepentingan proses pendidikan di sekolahnya. Dalam kaitan dengan pemakaian perlengkapan pendidikan itu. Penggunaan/Pemakaian Sarana dan Prasarana Pendidikan Begitu barang-barang yang telah diadakan itu didistribusikan kepada bagian-bagian kelas.34 membagi/mengeluarkan barang sesuai kebutuhan guru/dosen/seksi bagian dalam instansi/sekolah/fakultas tesebut utnuk keperluan kegiatan belajar mengajar serta perkantoran. op. baik secara langsng maupun tidak langsung.

sebelum 23 Ibrahim Bafadal. misalnya 2 atau 3 bulan sekali (seperti mesin tulis) atau jam pakai tertentu (mesin statis). hlm. Pemeliharaan tersebut dapat dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggungjawabnya.35 sehingga semua perlengkapan yang ada tidak mudah habis. Pemeliharaan menurut ukuran waktu dapat dilakukan setiap hari (setiap akan/sesudah memakai) dan secara berkala atau dalam jangka waktu tertentu sesuai petunjuk penggunaan (manual). rusak atau hilang.cit. kapur dan sebagainya dengan penyimpanan yang baik (aman. Dengan demikian kegiatan rutin untuk mengusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik dan berfungsi baik pula (running well) disebut pemeliharaan atau perawatan (service).. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Agar setiap barang yang kita miliki senantiasa dapat berfungsi dan digunakan dengan lancar tanpa banyak menimbulkan gangguan/hambatan maka barang-barang tersebut perlu dirawat secara baik dan kontinu untuk menghindari adanya unsur-unsur pengganggu/perusaknya. tidak lembab.42 . atau membawanya ke bengkel servis.23 b. Pemeliharaan yang dilakukan menurut keadaan barangnya dilakukan terhadap barang habis pakai dan barang tak habis pakai. Kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan menurut ukuran waktu dan menurut ukuran keadaan barang. op. atau memanggil tukang/ahli servis untuk melakukannya. bebas hama dan sebagainya). seperti pemeliharaan terhadap kertas.

kendaraan dan sebagainya dilakukan servis bila keadaan pemakaiannya ternyata sudah kurang enak atau kurang lancar. pengecatan. Pemeliharaan terhadap tanah dan gedung. 225/MK/V/4/1971 barang milik Negara adalah berupa semua barang yang 24 Ary H.cit. 146 . op. Aktifitas. mengepel dan lain sebagainya. dilakukan pembersihan. tertib dan teratur berdasarkan ketentan-ketentuan atau pedoman-pedoman yang berlaku. Pada prinsipnya kegiatan pemeliharaan dilakukan agar setiap sarana dan prasarana itu senantiasa siap pakai dalam proses/kegiatan belajar mengajar. kegiatan pencatatan semua perlengkapan itu disebut dengan istilah inventarisasi suatu perlengkapan proses yang pendidikan.. Terhadap barang tak habis pakai seperti mesin tlis. secara rutin berkala. Lazimnya. menyapu. Kegiatan Secata tersebut definitive. Menurut keputusan Menteri Keuangan RI Nomor kep. kreatifitas serta rasa tanggung jawab dan rasa “handar beni” adalah kunci dari keberhasilan kegiatan pemeliharaan demi optimalisasi daya pakai dan daya guna setiap barang kita. Gunawan. merupakan inventarisasi adalah pencatatan dan penyusunan daftar barang milik Negara secara sistematis. hlm.36 barang tersebut dipakai atau dalam penyimpanan. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah Salah satu aktifitas dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah mencatat semua perlengkapan yang dimiliki oleh sekolah. berkelanjutan.24 4.

225/MK/V/4/1971. Lebih lanjut. pengurusan barang-barang di sekolah dasar dilakukan oleh kepala sekolah sendiri. Stoop dan Jhonson menyatakan bahwa dalam pelaksanaan sehari-hari kepala sekolah selaku administrator dapat .37 berasal atau dibeli dengan dana yang bersumber baik secara keseluruhan atau sebagainya. tertanggal 24 Mei 1980. inventarisasi mampu menyediakan data dan informasi untuk perencanaan. yaitu: 1. Sebagaimana yang dikutip oleh Ibrahim Bafadal. tertanggal 13 April 1971 3. baik yang berada di dalam maupun luar negeri. baik pusat. Intruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4/M/1980. Berdasarkan edaran surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tanggal 16 Januari 1997 No. Melalui inventarisasi perlengkapan pendidikan diharapkan akan tercipta ketertiban administrasi barang. Surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9 tahun 1971. Surat keputusan Menteri Keuangan Nomor kep. Ada beberapa landasan hukum yang mendasari kegiatan inventarisasi perlengkapan sekolah. 4. provinsi. Instruksi Presiden RI Nomor 3 tahun 1971. penghematan keuangan. tertanggal 30 Maret 1991. dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ataupun dana lainnya yang barang-barangnya di bawah penguasaan pemerintah. tertanggal 23 Oktober 1971. mempermudah dalam pemeliharaan dan pengawasan. 2. maupun daerah otonom. 2/MPK/1979.

Kegiatan inventarisasi perlengkapan pendidikan meliputi dua kegiatan. papan tulis. pencatatan perlengkapan pendidikan di sekolah yang tertib dan teratur dapat digambarkan sebagai berikut:25 25 Ibrahim Bafadal. Setelah itu. Dengan demikian. seperti meja. Baik barang inventaris maupun barang bukan inventaris yang diterima sekolah harus dicatat di dalam buku penerimaan. buku perpustakaan sekolah dan perabot-perabot lainnya. hlm.. Kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan dan pembuatan kode barang perlengkapan Barang-barang perlengkapan di sekolah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. bangku. kertas. op. Sedangkan khusus barangbarang bukan inventaris dicatat di dalam buku induk bukan inventaris dan kartu (bisa berupa buku) stok barang. seperti kapur tulis. yaitu: 1. pita mesin tulis dan barang-barang yang statusnya tidak jelas.38 menunjuk stafnya atau guru-guru untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab tersebut. karbon. yaitu barang inventaris dan barang bukan inventaris. Barang inventaris adalah keseluruhan perlengkapan sekolah yang dapat digunakan secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama. khusus barang-barang inventaris dicatat di dalam buku induk inventaris dan buku golongan inventaris.cit.57 . Sedangkan barang-barang bukan inventaris adalah semua barang habis pakai.

terutama yang tergolong sebagai barang inventaris.2 Tata Cara Pencatatan Perlengkapan Sekolah Ada barang baru Pencatatan di dalam buku penerimaan Pengelompokan barang baru Inventaris Bukan inventaris Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan inventaris perlengkapan pendidikan di sekolah adalah membuat kode barang dan menuliskannya pada badan perlengkapan pendidikan di sekolah. Kode barang adalah sebuah tanda yang menunjukkan kepemilikan barang. Tujuan pembuatan dan penulisan kode adalah untuk memudahkan semua pihak dalam mengenal kembali semua perlengkapan pendidikan .39 Gambar 2. Kode tersebut ditulis pada barang yang sekiranya mudah dilihat dan dibaca.

Ibid. Sekolah-sekolah swasta wajib melaporkannya kepada yayasannya. dengan warna yang berbeda dari warna dasar barang sehingga mudah dibaca. barang-barang tersebut harus selalu dijaga agar tidak hilang 26 27 Ibrahim Bafadal. hlm. Oleh karena itu. Ibid.. ada laporan barang rutin dan laporan barang proyek. Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Barang-barang yang ada di sekolah adalah barang milik Negara. Misalnya.26 2.59 Ibrahim Bafadal.40 di sekolah. pada setiap bulan Juli. termasuk perlengkapan baru kepada pemerintah. Biasanya di sekolah itu ada barang rutin dan barang proyek.27 5. Dengan demikian. Biasanya warna kode tersebut adalah putih atau hitam. Januari dan April tahun berikutnya. Semua perlengkapan pendidikan di sekolah atau barang inventaris sekolah harus dilaporkan. baik ditinjau dari kepemilikan. Biasanya kode barang itu berbentuk angka atau numerik. yaitu departemennya. Laporan tersebut seringkali disebut dengan istilah laporan mutasi barang. hlm. Oktober. Ukurannya disesuaikan dengan besar kecelnya barang perlengkapan yang akan diberi kode. Kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan laporan.. Pelaporan tersebut dilakukan sekali dalam setiap triwulan.61 . maka pelaporannya pun harus dibedakan. penanggungjawab maupun jenis dan golongannya. Bilamana demikian halnya.

Dimensi Administrasi (Surabaya: Usaha Nasional. Pemborosan biaya untuk pengamanan barang-barang kelebihan atau barang-barang lain yang karena beberapa sebab tidak dipergunakan lagi.28 Walaupun penghapusan barang-barang ada keuntungannya tetapi tidaklah gampang bagi suatu instansi untuk mengadakan penghapusan.41 atau lekas rusak. 198 .1994). Yang dimaksud dengan penghapusan adalah kegiatan yang mempunyai tujuan untuk menghapuskan barang-barang milik Negara dari daftar inventaris Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Walaupun demikian apabila barang-barang tersebut sudah dimanfaatkan terlalu lama akan sampai pulalah pada saat memudar daya gunanya. penghapusan mempunyai arti: 1. membebaskan barang dari tanggung jawab satuan organisasi yang mengurusnya menurut peraturan dan ketentuan yang berlaku. Sahertian. meringankan beban kerja inventarisasi 3. hlm. Sebagai salah satu fungsi dari pengelolaan perlengkapan. yang disebabkan oleh: a. mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi kerugian yang lebih besar. Pengeluaran yang semakin besar untuk pemeliharaan/perbaikan barang-barang yang kondisinya semakin buruk. Daripada mendatangkan kerugian yang besar bagi pihak sekolah maka barang tersebut lebih baik disingkirkan/dihapus saja. 2. 28 Piet A. b.

3. arau mesin tulis biasa yang sudah harus diganti dengan IBM. misalnya mesin hitung yang sudah diganti dengan kalkulator. dan sebagainya. Penyusutannya berada di luar kekuasaan pengurus barang (misalnya bahan-bahan kimia). 5. 7. Dalam keadan rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki atau dipergunakan lagi 2. 6. diselewengkan. Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masa kini. Untuk melakukan penghapusan atau penyingkiran (afkeur) pelaksana harus memperhatikan tahap-tahap sebagai berikut: . Barang kelebihan yang jika disimpan lebih lama. tetapi dengan mesin tulis yang hampir rusak harus diselesaikan dalam waktu 10 hari. musnah akibat bencana alam. secara teknis dan ekonomis kegunaan tidak seimbang dengan biaya pemeliharaan. 8. misalnya dengan mesin tulis baru sebuah konsep dapat diselesaikan dalam waktu lima hari. Perbaikan akan menelan biaya yang besar sekali sehingga merupakan pemborosan uang Negara. 4. terbakar. Dicuri. akan rusak dan tidak dapat dipakai lagi.42 Barang-barang yang dapat dihapuskan dari daftar inventaris harus memenuhi salah satu atau lebih dari syarat-syarat di bawah ini: 1. Ada penurunan efektifitas kerja.

keadaan barang yang dilelang serta nama dan alamat pelelang serta harga jualnya.43 1. 29 Suharsimi Arikunto. Pembentukan Panitia Penjualan oleh Pimpinan Unit Utama (Rektor. Memperhitungkan faktor-faktor penyingkiran dan penghapusan ditinjau dari segi nilai uang. Kopertis. Gunawan.29 Sebagaimana disampaikan oleh Ary H. hlm.. Pemilihan barang yang akan dihapuskan dilakukan setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan. b. Menghapus dengan menjual barang-barang melalui kantor lelang Negara. 2. 3. yaitu: 1. Membuat surat pemberitahuan kepada atasan bahwa akan diadakan penyingkiran dengan menyebutkan barang-barang yang hendak disingkirkan.cit. Melaksanakan sesuai prosedur lelang. c. 4. 89 . dsb) yang bersangkutan. op. d. Proses penghapusan/penyingkiran harus disaksikan oleh atasan 5. dalam pelaksanaan penghapusan dikenal dua jenis cara. Membuat berita acara tentang pelaksanaan penyingkiran. Melaksanakan penyingkiran dengan cara-cara mengadakan lelangan. Mengikuti cara pelanggan yang berlaku. menghibahkan kepada badan/orang lain atau membakar. Prosedurnya adalah sebagai berikut: a. yang menyebutkan banyaknya nama barang. Pembuatan “risalah lelang” oleh kantor lelang.

dsb). dikubur. maka pemusnahannya dilakukan unit kerja yang bersangkutan dengan disaksikan oleh pejabat pemerintah daerah setempat (minimal Lurah/Kades) dan atau kepolisian Negara.cit. Kata pengajaran dalam bahasa arabnya adalah “ta’lim” dengan kata kerjanya “‘allama”. dsb) yang dibebankan pada pembeli/pemenang lelang.30 B. hlm. Kata “pendidikan” yang umum kita gunakan sekarang dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah”. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1. Biaya lelang dan biaya lainnya (dana sosial. serta mengikuti segala tata cara pemusnahan yang berlaku (dibakar.44 e. f. selambat-lambatnya tiga hari kerja setelah hari lelang. Pengertian Pendidikan Agama Islam Bila kita akan melihat pengertian pendidikan dari segi bahasa.. Pembayaran uang lelang yang disetorkan pada kas Negara. op. Pemusnahan Terhadap barang barang yang diusulkan untuk dihapus sesuai surat keputusan untuk/harus dimusnahkan. 2. maka kita harus melihat kepada kata arab karena ajaran Islam diturunkan dalam bahasa tersebut. dengan kata kerja “rabba”. MPO. 151 . Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa arabnya “tarbiyah wa ta’lim” 30 Ary Gunawan.

atau menurut istilah yang kita gunakan dewasa ini adalah pada fase bayi dan kanak-kanak. 1996). hlm. Ibid. hlm. (QS.1996)..31 Kata Tarbiyah.227 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya. kasihanilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil . 17 Al-Isra’:24) 32 (١٨:‫ﻗﺎل أﻟﻢ ْ ﻧﺮﺑﻚ ﻓﻴﻨﺎ وﻟﻴﺪا وﻟﺒﺜﺖ ﻓﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﻋﻤﺮك ﺳﻨﻴﻦ )اﻟﺸﻌﺮاء‬ َ ْ ِ ِ َ ِ ُ ُ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ِ َ‫َ َ َ َ ُ َ ﱢ َ ِ ْ َ َِ ْ ً ﱠ‬ Fir’aun menjawab: “Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami. 25 As-Syu’ara’:18)33 Kedua ayat di atas menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tarbiyah adalah proses persiapan dan pengasuhan pada fase pertama pertumbuhan manusia.25 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya (Semarang: Karya Toha Putra. Penggunaan kata-kata tarbiyah pada ayat pertama menunjukkan bahwa pendidikan pada fase ini menjadi tanggungjawab 31 32 33 Zakiyah Daradjat. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Angkasa. waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu?”(QS.45 sedangkan pendidikan Islam dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah Islamiyah”. hlm.dkk. 293 . kita mendapatkannya di dalam al-Qur’an seperti pada ayat: ‫واﺧﻔﺾ ﻟﻬﻤﺎ ﺟﻨﺎح اﻟﺬل ﻣﻦ اﻟﺮﺣﻤﺔ وﻗﻞ رب ارﺣﻤﻬﻤﺎآﻤﺎرﺑﻴﺎﻧﻰ‬ ِ َ ‫َ ْ ِ ْ َ ُ َ َ َ َ ﱡ ﱢ ِ َ ﱠ ْ َ ِ َ ُ ْ ﱠ ﱢ ْ َ ْ ُ َ َ َ َﱠ‬ ‫ﺻﻐﻴﺮا‬ ً ِْ َ (٢٤:‫)اﻹﺳﺮاء‬ Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhankui.

46

keluarga. Ibu dan ayah bertanggungjawab mengasuh dan mengasihi anak yang masih kecil dan berada dalam situasi ketergantungan. Dalam ayat kedua, Fir’aun menyebut-nyebutkan kebaikannya tehadap Musa a.s bahwa ia telah mendidiknya semasa kecil dan tidak memasukkannya ke dalam golongan anak-anak yang dibunuh ketika itu. Fir’aun juga mengingatkan Musa a.s bahwa ia telah berada dalam naungan keluarga untuk beberapa tahun lamanya. Demikianlah, bahwa istilah tarbiyah di dalam dua ayat di atas berkaitan erat dengan proses persiapan dan pemeliharaan pada masa kanak-kanak di dalam keluarga.34 Kata lain yang mengandung arti pendidikan itu ialah sabda Rasul SAW:

‫أدب‬

seperti

(‫أد ﺑﻨﻰ رﺑﻰ ﻓﺄﺣﺴﻦ َﺄ ِﻳ ِﻰ )اﻟﺤﺪﻳﺚ‬ ‫َ ﱠ َ ِ َ ِ ََ ْ َ َ ﺗ ْد ْﺒ‬
“Tuhan telah mendidikku, maka Ia sempurnakan pendidikanku.” Kata “ta’lim” dengan kata kerjanya “‘allama” juga sudah digunakan pada zaman Nabi. Baik dalam Al-Qur’an, Hadits atau pemakaian sehari-hari. Kata ini lebih banyak digunakan daripada kata tarbiyah tadi. Dari segi bahasa, perbedaan arti dari kedua kata itu cukup jelas. Bandingkanlah penggunaan dan arti kata berikut ini dengan kata “rabba”, “addaba”, “nasya’a” dan lain-lain. Firman Allah:

‫وﻋﻠﻢ ﺁدم اﻷﺳﻤﺎء آﻠﻬﺎ ﺛﻢ ﻋﺮﺿﻬﻢ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﻼءآﺔ ﻓﻘﺎل أﻧﺒﺌﻮﻧﻲ‬ ِ ْ ُ ِ ْ َ َ َ َ ِ َ ِ َ َ ْ ََ ْ ُ َ َ َ ‫َ َﱠ َ َ َ َ ْ َ َ ُﱠ َ ُ ﱠ‬
(٣١:‫ﺑﺄﺳﻤﺎء هﺆﻻء ان آﻨﺘﻢ ﺻﺎدﻗﻴﻦ )اﻟﺒﻘﺮة‬ َ ْ ِ ِ َ ْ ُْ ُ ْ ِ ِ َ ُ َ ِ َ ْ َِ

34

Abdul Fattah Jalal, Azas-Azas Pendidikan Islam (Bandung: Diponegoro,1988), hlm.28

47

“Dan dia

mengajarkan kepada Adam nama-nama(benda-benda)

seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar”. (Q.S. Al-Baqarah: 31) 35 Firmannya lagi:

‫وورث ﺳﻠﻴﻤﺎن داودوﻗﺎل ﻳﺂ أﻳﻬﺎاﻟﻨﺎس ﻋﻠﻤﻨﺎ ﻣﻨﻄﻖ اﻟﻄﻴﺮواوﺗﻴﻨﺎﻣﻦ‬ ْ ِ َ ْ ِ ْ َُ ِ ْ ‫َ َ ِ َ َُ ْ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ﱡ َ ﱠ ُ ُﱢ ْ َ َ ْ ِ َ ﱠ‬ ٍْ َ ‫ُ ﱢ‬ (١٦:‫ ِان هﺬا َﻟﻬﻮاﻟﻔﻀﻞ اﻟﻤﺒﻴﻦ )اﻟﻨﻤﻞ‬P‫ﻗﻠﻲ‬P ‫آﻞ ﺷﻲء‬ ُ ْ ُِ ُ ْ َ َ ُ َ َ ‫ﱠ‬
“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata.” (Q.S. An-Naml: 16) 36 Kata “‘allama” pada kedua ayat tadi mengandung pengertian sekedar memberi tahu atau memberi pengetahuan, tidak mengandung arti pembinaan kepribadian Nabi Sulaiman melalui burung, atau membina kepribadian Nabi Adam melalui nama benda-benda. Lain halnya dengan pengertian “rabba”, “addaba” dan sebangsanya.37 Sedangkan pengertian pendidikan agama Islam secara istilah seperti yang telah diungkapkan oleh beberapa pakar pendidikan: menurut Zakiyah Daradjat pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara

35 36 37

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, op.cit., hlm.6 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, Ibid., hlm 301 Zakiyah Daradjat,dkk. op.cit., hlm.2

48

menyeluruh. Lalu menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Tayar Yusuf mengartikan pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan, kecakapan dan keterampilan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia bertaqwa kepada Allah swt. Sedangkan menurut A. Tafsir Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan yang diberikan seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai ajaran Islam.38 Di dalam GBPP PAI di sekolah umum, dijelaskan bahwa pendidikan agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami dan menghayati, dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.39 2. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam Secara umum, pendidikan agama Islam bertujuan untuk

“meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.”

Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004 (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005), hlm.130 Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001), hlm. 75
39

38

49

Dari tujuan itu dapat ditarik beberapa dimensi yang hendak ditingkatkan dan dituju oleh kegiatan pendidikan agama Islam, yaitu: (1) dimensi keimanan peserta didik terhadap ajaran agama Islam, (2) dimensi pemahaman atau pelajaran (intelektual) serta keilmuan peserta didik terhadap ajaran agama Islam, (3) dimensi penghayatan atau pangalaman bathin yang dirasakan peserta didik dalam menjalankan ajaran Islam, dan (4) dimensi pengamalannya, dalam arti bagaimana ajaran Islam yang telah diimani, difahami dan dihayati oleh peserta didik itu mampu diamalkan dalam kehidupan pribadi, sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. dan berakhlak mulia, serta diaktualisasikan dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.40 Adapun tujuan pendidikan agama Islam menurut beberapa ahli atau tokoh pendidikan Islam sebagai berikut: Imam al-Ghozali berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam yang hendak dicapai adalah; pertama, kesempurnaan manusia, yang puncaknya adalah dekat dengan Allah. Kedua, kesempatan manusia, yang puncaknya kebahagiaan di dunia dan akhirat. Karena itu, pendidikan tersebut berusaha mengajar manusia agar mampu menggapai tujuan-tujuan yang dirumuskan tadi. Jadi, menurut al-Ghozali ada dua tujuan pendidikan yang ingin dicapai sekaligus, pertama, kesempurnaan manusia yang bertujuan mendekatkan diri, dalam arti kualitatif kepada Allah swt., kedua, kesempurnaan manusia yang dimaksud adalah kebahagiaan di dunia dan akhirat. Untuk menjadikan insan
Muhaimin, dkk. Strategi Belajar Mengajar: Penerapannya Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama (Surabaya: Citra Media, 1996), hlm.2
40

Oleh karena itu. teknis. keilmiahan. Muhammad Athiyah al-Abrasi berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam secara umum sebagai berikut: (a) membantu pembentukan akhlak mulia. mengamalkannya dan menghadapi berbagai cobaan yang mungkin terjadi dalam proses pendidikan itu. Dengan uraian singkat. perasaan dan panca indera sehingga memiliki kepribadian yang utama. Menurut Marimba tujuan akhir pendidikan Islam adalah terbentuknya kepribadian muslim. dan (e) menyiapkan pelajar dari segi professional. dapat .50 kamil (manusia paripurna) tidaklah tercipta dalam sekejap mata. supaya dapat menguasai profesi. dan keterampilan tertentu agar ia dapat mencapai rezeki dalam hidup di samping memelihara segi kerohanian. pendidikan Islam harus mengembangkan seluruh aspek kehidupan manusia baik spiritual. bahasa. (d) menumbuhkan semangat ilmiah (scientific spirit) pada pelajar dan memuaskan keinginan dalam arti untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu. (c) persiapan mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan. intelektual. jasmani. kecerdasan. Dari beberapa pendapat tersebut di atas maka dapat ditarik suatu pengertian bahwa tujuan pendidikan Islam yaitu mencapai keseimbangan pertumbuhan diri pribadi manusia muslim secara menyeluruh melalui latihan kejiwaan. akal fikiran. (b) persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat. serta mendorong aspek-aspek itu ke arah kebaikan atau kesempurnaan hidup. tetapi mengalami proses yang panjang dan ada prasyarat-prasyarat yang harus dipenuhi diantaranya mempelajari berbagai ilmu. imajinasi (fantasi).

Manusia akan dapat mencapai kematangan hidup setelah mendapatkan bimbingan dan usaha melalui proses pendidikan. pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan ketaqwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. Pada dasarnya dan pertama-tama kewajiban menanamkan keimanan dan ketaqwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga. 2004). Penanaman nilai sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.8 41 . yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam. Penyesuaian mental yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik Zuhairini dan Abdul Ghofir. 2. Sekolah berfungsi untuk menumbuhkembangkan lebih lanjut dalam diri melalui bimbingan.41 Kurikulum pendidikan agama Islam untuk sekolah/madrasah berfungsi sebagai berikut: 1. Penyesuaian mental. yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah swt yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Metodologi Pmebelajaran Pendidikan Agama Islam (Malang: Universitas Negeri Malang. Pengembangan. hlm.51 difahami bahwa tujuan pendidikan Islam adalah meningkatkan taraf kehidupan manusia melalui seluruh aspek yang ada sehingga sampai kepada tujuan yang telah ditetapkan dengan proses tahap demi tahap. 3.

. 4. yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya. artinya pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada anak untuk memudidayakan nilai agama Islam. dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan. Pencegahan.52 lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam. Penyaluran. Perbaikan. Feisal berpendapat bahwa terdapat beberapa pendekatan yang digunakan dalam memainkan fungsi agama Islam di sekolah: a. kekurangankekurangan. yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain. pemahaman dan pengamalan ajaran dalam kehidupan sehari-hari. Pengajaran. b. Pendekatan Meso. sistem dan fungsionalnya. Pendekatan nilai universal (makro) yaitu suatu program yang dijabarkan dalam kurikulum. 5. 7. yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan. tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum (alam nyata dan nir-nyata). 6.

Pendekatan Ekso. hlm. Faktor-Faktor Agama Islam.cit.42 3.53 c. Pembelajaran terkait dengan bagaimana (how to) membelajarkan siswa atau bagaimana membuat siswa dapat belajar dengan mudah dan terdorong oleh kemauannya sendiri untuk mempelajari apa (what to) yang Yang Mempengaruhi Pembelajaran Pendidikan teraktualisasikan dalam kurikulum sebagai kebutuhan (needs) siswa. Pendekatana Makro. pembelajaran berupaya menjabarkan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum dengan menganalisis tujuan pembelajaran dan karakteristik isi bidang studi pendidikan agama yang terkandung di dalam kurikulum.134 . artinya pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kecukupan keterampilan seseorang sebagai professional yang mampu mengemukakan ilmu teori. Karena itu. informasi. d. op. yang menurut Sudjana disebut kurikulum ideal/potensial. 42 Abdul Majid dan Dian Andayani. artinya program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada anak untuk membudidayakan nilai agama Islam. Selanjutnya. yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.. dilakukan kegiatan untuk memilih. menetapkan dan mengembangkan cara-cara (strategi) pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan sesuai kondisi yang ada agar kurikulum dapat diaktualisasikan dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar terwujud dalam diri peserta didik.

Karena itu.. penetapan.3 Interelasi Variabel Pembelajaran Kondisi pembelajaran 1 2 Hasil pembelajaran Metode Pembelajaran a. op. perhatian kita adalah berusaha Muhaimin. dan pengembangan metode pembelajaran 43 PAI. Kondisi Pembelajaran Pendidikan Agama Adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pengguanaan metode dalam meningkatkan hasil pembelajaran PAI. (b) metode pembelajaran pendidikan agama. dan (c) hasil pembelajaran pendidikan agama. hlm. Ketiga komponen tersebut memiliki interalisasi sebagaimana tergambar berikut: 43 Gambar 2.cit.54 Dalam pembelajaran terdapat tiga komponen utama yang saling berpengaruh dalam proses pembelajaran pendidikan agama. Ketiga komponen tersebut adalah (a) kondisi pembelajaran pendidikan agama.146 . Faktor kondisi ini berinteraksi dengan pemilihan.

metode pembelajaran PAI dapat berbeda-beda menyesuaikan dengan hasil pembelajaran dan kondisi pembelajaran yang berbeda-beda pula. Sebaliknya. Dalam kegiatan penetapan metode pembelajaran PAI diperlukan perencanaan pembelajaran yang profesional. karakteristik bidang studi PAI. jika suatu kondisi pembelajaran PAI dalam suatu situasi dapat dimanipulasi maka kondisi tersebut berubah menjadi metode pembelajaran PAI. yaitu strategi . yaitu tujuan pembelajaran PAI. Akan tetapi. Metode Pembelajaran PAI Metode pembelajaran PAI didefinisikan sebagai cara-cara tertentu yang paling cocok untuk dapat digunakan dalam mencapai hasil-hasil pembelajaran PAI yang berada dalam kondisi pembelajaran tertentu. Karena itu. b. ditetapkan dan dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik bidang studi PAI. sumber belajar PAI yang tersedia. Pada dasarnya. karakteristik peserta didik dan kendala pembelajaran PAI. dan tingkat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. jika dalam suatu situasi. semua cara dapat dimanipulasi oleh perancang atau pengembang pembelajaran. metode pembelajaran tidak dapat dimanipulasi maka metode atau cara tersebut berubah menjadi kondisi pembelajaran. Rancangan metode pembelajaran PAI dapat diklasifikasikan menjadi tiga.55 mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor-faktor yang termasuk kondisi pembelajaran. Semua metode pembelajaran tersebut dapat dipilih.

149 . efisiensi. Hasil Pembelajaran PAI Hasil pembelajaran PAI adalah mencakup semua akibat yang dapat dijadikan indikator tentang nilai dari penggunaan metode pembelajaran PAI di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda. Sedangkan desired out-comes merupakan tujuan yang ingin dicapai yang biasanya sering mempengaruhi keputusan perancang pembelajaran PAI dalam melakukan pilihan suatu metode pembelajaran yang paling baik untuk digunakan sesuai dengan kondisi pembelajaran yang ada. Indikator keberhasilan pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga. c. hlm. Klasifikasi dan hubungan antar komponen yang mempengaruhi pembelajaran PAI tersebut dapat digambarkan dalam bagan berikut:44 44 Muhaimin.56 penataan organisasi isi pembelajaran PAI. Hasil pembelajaran PAI dapat berupa hasil nyata (actual out-comes) dan hasil yang diinginkan (desired out-comes). op. yaitu tingkat keefektifan. dan kemenarikan pembelajaran PAI yang dikembangkan. strategi penyampaian pembelajaran PAI.cit.. dan strategi pengelolaan pembelajaran PAI. Actual out-comes adalah hasil belajar PAI yang dicapai peserta didik secara nyata karena digunaknnya suatu metode pembelajaran PAI tertentu yang dikembangkan sesuai dengan kondisi yang ada.

57

Gambar 2.4 Pembagian Komponen Pembelajaran PAI

kondisi

Tujuan dan karakteristik bidang studi PAI

Kendala sumber belajar dan karakteristik bidang studi Strategi penyampaian pendidikan agama

Karakteristik peserta didik

metode

Strategi pengorganisasian pendidikan agama

Strategi pengelolaan pendidikan agama

hasil

Keefektifan, efesiensi, dan daya tarik pembelajaran PAI

C. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam kamus besar bahasa Indonesia kualitas didefinisikan sebagai tingkat baik buruknya sesuatu, kadar atau mutu atau dapat juga dikatakan sebagai derajat atau taraf (kepandaian atau kecakapan, dan sebagainya).45 Sedangkan pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa untuk belajar. Kegiatan ini akan mengakibatkan siswa mempelajari sesuatu dengan cara lebih efektif dan efisien. Pembelajaran berasal dari kata belajar yang berarti suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman. Tingkah laku dapat bersifat

45

W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka,1989)

hlm. 467

58

jasmaniah (kelihatan), dapat juga bersifat intelektual atau merupakan suatu sikap sehingga tidak mudah dilihat.46 Konsep pembelajaran menurut Corey dalam Syaiful Sagala adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan proses terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. Secara sederhana pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru.47 Dengan demikian kualitas pembelajaran adalah kualitas seorang guru baik kemampuan maupun pemahamannya terhadap interaksi belajar mengajar yang indikatornya dapat dilihat dari hasil prestasi belajar siswa, baik itu prestasi dalam menempuh ujian semester atau prestasi dalam menempuh ujian akhir. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran PAI, maka tidak terlepas dari adanya beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. 1. Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI Yang dimaksud faktor pendukung adalah sesuatu yang dapat menjadikan pendidikan itu maju dan berhasil dengan baik sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan dapat dicapai. Sedangkan yang dimaksud dengan faktor

46 47

Muhaimin, dkk., op.cit., hlm. 44 Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2006), hlm. 61

59

penghambat adalah segala sesuatu yang dapat mengganggu jalannya pendidikan sehingga pendidikan tidak terwujud dengan baik.48 a. Faktor Pendukung 1. Faktor Peserta Didik Peserta didik dalam pendidikan Islam adalah setiap manusia yang sepanjang hayatnya selalu berada dalam perkembangan. Jadi, bukan hanya anak-anak yang sedang dalam pengasuhan dan pengasihan orang tuanya, bukan pula hanya anak-anak dalam usia sekolah. Pengertian ini didasarkan atas tujuan pendidikan yaitu manusia sempurna secara utuh, yang untuk mencapainya manusia berusaha terus menerus hingga akhir hayatnya.49 Kegiatan pembelajaran pendidikan agama Islam akan berjalan dengan lancar, efektif, dan efisien serta dapat mencapai tujuan pendidikan apabila peserta didik mengikuti pelajaran dengan tenang, memperhatikan penjelasan guru dengan seksama, belajar dengan rajin, mampu mengembangkan potensinya melalui diskusi-diskusi dengan temannya serta disiplin waktu. 2. Faktor Pendidik Pendidik tidak sama dengan pengajar sebab pengajar hanya sekadar menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS pada bab XI pasal 39 ayat 2 disebutkan bahwa pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas
Hidayatul Fitriyah, Hubungan Kompetensi Guru Agama dengan Peningkatan Mutu pembelajaran di MAN Pasuran pada Mata Pelajaran PAI, Skripsi, Fakultas Tarbiyah UIN Malang 2005, hlm.36
49 48

Heri Noer Aly, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999), hlm. 113

menilai hasil pembelajaran. (5) menguasai ilmu pengetahuan agama dan (6) tidak memiliki cacat rohaniah dan jasmaniyah dalam dirinya. (2) taat untuk menjalankan agama (menjalankan syari’at agama Islam. yang oleh Direktorat Pendidikan Agama telah ditetapkan sebagai berikut: (1) memiliki pribadi mukmin. mengemukakan bahwa alat pendidikan adalah suatu tindakan atau 50 Zuhairini dan Abdul Ghofir. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional. disamping harus memiliki syarat-syarat tersebut. melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tertama bagi pendidik perguruan tinggi. masih harus ditambah dengan syarat yang lain. dapat memberi contoh teladan yang baik kepada peserta didik).cit. op. Sedangkan pada pasal 42 ayat 1 disebutkan: pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. (4) mengetahui tentang dasar-dasar ilmu pengetahuan tentang keguruan. sehat jasmani dan rohani. Sutari Imam Barnadib.50 3.. terutama didaktik dan metodik. hlm. (3) memiliki jiwa pendidik dan rasa kasih sayang kepada anak didiknya dan ikhlas jiwanya.18 . Bagi guru Agama.60 merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. muslim dan muhsin. Faktor Alat Pendidikan Alat pendidikan adalah segala sesatu yang digunakan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan.

Alat peraga dan media pendidikan yang lengkap. Faktor Kurikulum Kurikulum merupakan suatu program bagi unit periodisasi sekolah dalam rangka mengantar anak-anak kepada taraf pendidikan. op. hlm. Sistem pendidikan Islam menuntut pengkajian kurikulum yang Islami pula yang tercermin dari sifat dan karakteristiknya. sehingga siswa dapat belajar secara mandiri dengan cara membaca buku. Gedung sekolah yang memadai b. Kurikulum seperti itu hanya mungkin. Di mana alat pendidikan tersebut di antaranya adalah: a.. serta bertolak dari pandangan hidup serta 51 Hery Noer Aly.139 . Sarana dan prasarana untuk ibadah.cit.61 perbuatan atau situasi atau benda yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. apabila bertopang dan mengacu pada dasar pemikiran yang Islami pula. tingkah laku dan pola pikir yang diharapkan serta berusaha pula mengangkat derajat hidup masyarakat mereka dan merealisasikan tujuan akhirnya.51 Alat pendidikan sangat menunjang proses pembelajaran PAI. 4. untuk itu pihak sekolah/madrasah harus menyediakan alat-alat pendidikan tersebut. Perpustakaan sekolah yang lengkap isinya. sehingga penyampaian materi dari guru dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien d. c.

Untuk memenuhi kriteria tersebut. yaitu ikhlas. dan terarah kepada pola hidup Islami. hlm 273 52 . bahkan sebaliknya.52 5... 1992).…. d.. Prinsip-prinsip dan Metoda pendidikan Islam (Bandung: Diponegoro. Mengenai fitrah insani ini diisyaratkan dalam hadits qudsi: (‫ﺧﻠﻘﺖ ﻋﺒﺎدى ﺣﻨﻔﺎء ﻓﺎﺟﺘﺎﻟﺘﻬﻢ اﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ.)اﻟﺤﺪﻳﺚ‬ “Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif... taat dan beribadah kepada Allah. Faktor Lingkungan Abdurrahman an-Nahlawi. Secara keseluruhan struktur dan organisasi kurikulum hendaknya tidak bertentangan dan tidak menimbulkan pertentangan. Perkembangan kurikulum hendaknya selaras dengan fitrah insani sehingga memiliki peluang untuk menyucikannya dan menjaganya dari penyimpangan.. Kurikulum hendaknya diarahkan untuk mencapai tujuan akhir pendidikan Islam. c. Pentahapan serta pengkhususan kurikulum hendaknya memperhatikan periodisasi perkembangan peserta didik.62 pandangan tentang manusia (pandangan antropologis) serta diarahkan kepada tujuan pendidikan yang dilandasi kaidah-kaidah Islami..” (al-hadis) b. suatu kurikulum yang Islami perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini: a. akan tetapi kemudian syaitan-syaitan membelokkan mereka.

yang selalu menunjukkan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik. di antaranya yakni: a. Pengaruh tersebut di antaranya datang dari teman-teman sebayanya atau masyarakat sekitarnya. suka tolong menolong (gotong royong).cit. para staf administrasi.53 Faktor lingkungan yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran PAI di sekolah. ramah tamah dan menganut asa kekeluargaan. dan pola pendidikan yang diterapkan oleh orang tua dan keluarga yang demokratis tetapi terkendali. Lingkungan akan dapat memberikan pengaruh yang positif maupun negatif terhadap pertumbuhan jiwa. b. Faktor Pendidik Karakteristik seorang guru yang menjadi penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran. Lingkungan sosial di sekolah seperti guru. b. karena perkembangan jiwa peserta didik itu sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya. dan teman-teman sekelas.28 . c. Keluarga dan orang tua yang perhatian. Faktor Penghambat 1.. di antaranya adalah: 53 Zuhairini dan Abdul Ghofir. akhlak maupun perasaan agamanya. penuh kasih sayang. hlm. op. Kondisi masyarakat dan tetangga serta teman sepermainan yang baik.63 Lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting terhadap berhasil tidaknya pendidikan agama.

suka mengganggu temannya. Guru yang tidak bersikap dinamis. b. Guru yang tidak ikhlas dalam menyampaikan ilmu yang dia miliki dan semata-mata bersifat materialis. Guru yang tidak berakhlak mulia dan tidak dapat memberikan contoh teladan kepada murid-muridnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. tidak mau menambah wawasan dan pengetahuannya. Faktor Peserta Didik Kondisi peserta didik yang dapat menjadi penghambat adalah: a. Peserta didik yang bermasalah (kurang disiplin. dsb. nakal. e. Guru yang tidak menguasai bahan pelajaran yang akan diberikan.64 a. c. d. Guru yang tidak mempunyai sifat penyabar dan pemaaf. 3. Kondisi ini akan menghambat pembelajaran PAI. Pemahaman dan kemampuan anak didik yang cenderung tidak sama. Jadi ada yang berkemampuan tinggi dan ada yang lemah. Anak didik yang kurang bersungguh-sungguh dalam belajar agama. Faktor Alat Pendidikan Sedangkan alat pendidikan/fasilitas/sarana yang dapat menghambat peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah: dalam keluarganya atau karena IQ serta .) c. b. 2. d. (disebabkan oleh permasalahan kecerdasannya).

sehingga kurang mendukung tercapainya tujuan pendidikan agama. c. Faktor Kurikulum Mayoritas kurikulum yang seringkali menjadi penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah kurikulum yang mempunyai sifat: a. d. sehingga tidak dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi dan situasi setempat. Kurangnya manajemen sarana dan prasarana. 4. Gedung sekolah yang kurang terawat b. Minimnya dana pendidikan sehingga menyebabkan sulitnya pengadaan sarana pendidikan agama yang dibutuhkan.65 a. d. seperti pendidikan untuk berjihad dan menyebarkan dakwah Islamiyah. Minimnya sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran PAI. sehingga tidak bisa membangun masyarakat muslim di lingkungan sekolah. dalam arti bahwa ia tidak dapat dilaksanakan sesuai situasi dan kondisi yang terdapat di sekolah tersebut. b. Dengan kondisi seperti itu maka . c. Metode pendidikan/pengajaran dalam kurikulum kurang bersifat luwes. Kurikulum tidak realistis. Kurikulum kurang memperhatikan tingkat perkembangan siswa yang bersangkutan. Kurikulum tidak memperhatikan aspek-aspek tingkah laku amaliah Islami.

maka peningkatan materi perlu mendapatkan perhatian karena dengan lengkapnya materi yang diberikan tentu akan menambah lebih luas pengetahuan. syi’ar. Materi pelajaran tidak boleh menyimpang dari tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. metode pendidikan. dan (4) masyarakat sekitar yang cenderung individualis dan tidak mau gotong royong. 5. masyarakat dan tetangga yang acuh tak acuh terhadap ajaran agama.66 akan sulit mewujudkan seluruh rukun. ajaran dan adab Islami. isi dan bobot materi pelajaran yang akan . baik dalam kehidupan individual para pelajar maupun dalam hubungan sosial mereka dan perlawatan mereka dalam rangka berdakwah kepada Allah SWT. serta sikap seorang guru yang tidak memberikan contoh tauladan yang baik. (3) Adanya lingkungan sekitar. Peningkatan Materi Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. Faktor Lingkungan Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah : (1) masyarakat sekolah yang tidak mencerminkan lingkungan pendidikan. Upaya-upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI a. (2) Orang tua dan keluarga yang tidak menjalankan ajaran agama dengan baik serta kurang kasih sayang terhadap anak-anaknya. 2. Sifat.

baik dilihat dari tujuan yang ingin dicapai maupun fungsinya untuk mempelajari bahan berikutnya. Materi dan bahan pengajaran ditetapkan dengan mengacu pada tujuan-tujuan instruksional yang ingin dicapai. metode yang digunakan.55 b.67 diajarkan harus disesuaikan dengan tingkat kematangan anak dan kemampuannya untuk menerima bahan atau materi tersebut. dan (4) materi pelajaran hendaknya mencakup hal-hal yang bersifat faktual maupun konseptual.cit. (2) materi pelajaran hendaknya sesuai dengan tingkat pendidikan dan perkembangan siswa pada umumnya. dan merupakan bahan yang betul-betul penting. Materi yang diberikan bermakna bagi para siswa. (3) materi pelajaran hendaknya terorganisasi secara sistematik dan berkesinambungan. hlm 58 Syaiful Sagala. op. akan tetapi karena penguasaannya terhadap bahan atau materi pelajaran yang ia sajikan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan materi pelajaran (1) materi pelajaran hendaknya sesuai dengan atau dapat menunjang tercapainya tujuan instruksional.54 Sebagaimana seorang pemain sandiwara menarik perhatian penonton. demikian pula seorang guru harus mampu menarik perhatian dalam kelas. Bukan dalam arti menarik perhatian karena pakaiannya yang seronok. op. 162 ..cit.. hlm. Pemanfaatan Metode yang Bervariasi 54 55 Zuhairini dan Abdul Ghofir. keterampilan memanfaatkan media sampai kepada penggunaan bahasa yang baik dan benar.

81 . Di antara metode-metode itu. untuk semua murid. tetapi kegiatan itu tidak akan ada gunanya jika tidak mengarah kepada tujuan tertentu.cit.. dan untuk selamanya. untuk semua mata pelajaran. op. Untuk mencapai tujuan tersebut pengajar harus menggunakan beberapa metode mengajar yang bervariasi. Metode tersebut mampu menggugah puluhan ribu kaum mu’minin untuk membuka hati umat manusia agar dapat menerima petunjuk dari ilahi dan kebudayaan Islami. Belajar mengajar merupakan kegiatan yang komplek. suatu kedudukan yang belum pernah dirasakan oleh umat-umat lain di muka bumi. hlm. oleh semua guru.56 Dalam al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw dapat ditemukan berbagai metode pendidikan yang sangat menyentuh perasaan. karena itu setiap pengajar menginginkan pengajarannya dapat diterima sejelas-jelasnya oleh para peserta didiknya. Artinya seorang pengajar harus mempunyai tujuan dalam kegiatan pengajarannya. yang paling penting dan paling menonjol adalah: 56 Muhaimin. dkk.68 Menyampaikan bahan pelajaran berarti melaksanakan beberapa kegiatan. Mengingat kegiatan belajar mengajar merupakan kegitan yang komplek maka hampir tidak mungkin untuk menunjukkan dan menyimpulkan salah satu metode belajar mengajar tertentu lebih unggul daripada metode belajar mengajar yang lainnya dalam usaha mencapai semua tujuan. mendidik jiwa dan membangkitkan semangat.. dalam semua situasi dan kondisi.

.283 . Mendirikan sebuah bangunan besar umpamanya. Mendidik dengan targhib (membuat senang) dan tarhib (membuat takut).op. pendidik. Pemanfaatan Fasilitas (Sarana dan Prasarana) Setiap proyek yang hendak dilaksanakan mempunyai sarana-sarana yang sesuai dengannya dan akan mewujudkan tujuannya. Mendidik dengan pembiasaan diri dan pengamalan 6. Demikian pula pendidikan merupakan satu proyek yang bertujuan mengarahkan dan memelihara perkembangan generasi manusia. Pendidikan mempunyai berbagai sarana material atau manusiawi yang mempunyai dampak maknawi. para arsitektur. guna merealisasikan tujuan akhir umat. yaitu tujuan yang diserukan oleh Allah swt. seperti masjid. Mendidik dengan mengambil ibrah (pelajaran) dan mau’idhah (peringatan) 7.57 c. 57 Abdurrahman an-Nahlawi. dialog. bahan-bahan bangunan dan para pekerja. membutuhkan mesin-mesin. Mendidik dengan kisah-kisah Qur’ani dan Nabawi 3. Metode hiwar (percakapan) Qur’ani dan Nabawi 2. Mendidik dengan memberi teladan 5.69 1. hlm. keluarga dan sekolah. Mendidik dengan amtsal (perumpamaan) Qur’ani dan Nabawi 4. agar kita menjadi sebaik-baik umat yang dikeluarkan demi kepentingan manusia.cit. seperti mendidik melalui cerita. Sarana-sarana ini disebut “alat pendidikan”. Ada pula saranasarana maknawi dan psikhis.

Evaluasi dilakukan sebelum. Feed back atau umpan balik 58 59 Abdurrahman an-Nahlawi.. atau melalui pemberian teladan. kemampuan siswa.58 d. baik dalam penyampaian materi maupun strategi pendekatan yang digunakan.122 . Mengadakan Evaluasi Yang dimaksud dengan evaluasi pendidikan agama ialah suatu kegiatan untuk menentukan taraf kemajuan suatu pekerjaan di dalam pendidikan agama.70 berdebat dengan cara terbaik.cit. membuat perumpamaan dengan bendabenda terindera. Sarana-sarana maknawi ini disebut “metode pendidikan”. op. misalnya karakteristik siswa. metode dan materi pembelajaran yang digunakan. hlm. Evaluasi adalah alat untuk mengukur sampai di mana penguasaan murid terhadap pendidikan yang telah diberikan.59 Evaluasi adalah suatu proses yang berlangsung secara berkesinambungan. Ruang lingkup pendidikan agama mencakup penilaian terhadap kemajuan belajar (hasil belajar) murid dalam aspek pengetahuan. Evaluasi sebelum proses pembelajaran. keterampilan dan sikap sesudah mengikuti program pengajaran. Evaluasi selama proses pembelajaran adalah evaluasi yang digunakan untuk melacak dan memperbaiki masalah belajar mengajar serta kesulitannya.189 Zuhairini dan Abdul Ghofir. ibid. hlm. selama dan sesudah suatu proses pembelajaran.

cit. (2) sumatif. unjuk rasa yang dibarengi dengan tindakan brutalisme dan sebagainya adalah akibat dari kelambanan dalam mengantisipasi berbagai krisis tersebut..cit.164 Zuhairini dan Abdul Ghofir.61 3. dapat dilakukan secara formatif dan sumatif. hlm. Implikasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI Meledaknya jumlah pengangguran sebagai akibat dari PHK dan terbatasnya jumlah lapangan kerja.125 Muhaimin. Kenapa 60 61 62 Syaiful Sagala. hlm. hlm. semakin menjamurnya tindakan kriminal. dan (4) diagnostis.cit. dan (3) objektifitas. masyarakat rupanya masih berharap besar sekaligus menunggu-nunggu jasa dan peran yang disumbangkan oleh agama. Penanganan yang serba lamban terhadap persoalan-persoalan tersebut ternyata dapat menyebabkan kerawanankerawanan sosial.60 Dalam memberikan evaluasi hasil belajar dalam proses belajar mengajar pendidikan agama harus didasarkan prinsip pelaksanaan. (3) placement.71 diberikan melalui tes-tes formatif. op. (2) kontinuitas. Dalam kondisi semacam itu... op. Evaluasi pencapaian hasil belajar siswa. Timbulnya kerusuhan sosial. Macam-macam jenis evaluasi hasil belajar dalam proses belajar mengajar pendidikan agama di sekolah dapat dibedakan ke dalam : (1) formatif.62 Terutama khususnya pembelajaran pendidikan agama di sekolah. Adapun prinsip-prinsip pelaksanaan evaluasi itu adalah: (1) komprehensif. op.86 .

baik secara konseptual maupun aktualitasnya. Banyak faktor yang menjadi pendukung adanya peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di antaranya adalah faktor sarana dan prasarana. maka pembelajaran pendidikan agama di sekolah harus menunjukkan kontribusinya.. Karena dengan adanya manajemen sarana dan prasarana maka sarana dan prasarana yang ada di suatu lembaga diusahakan dalam keadaan siap pakai (ready for use) walaupun dalam jumlah yang minim. Di dalam pengelolaan sarana dan prasarana maka dibutuhkan sebuah proses manajemen yang baik.88 . hlm. Pengadaan sarana dan prasarana juga dapat diupayakan melalui sistem perencanaan yang hati-hati dan seksama. Hanya saja perlu disadari bahwa selama ini terdapat berbagai kritik terhadap pelaksanaan pendidikan agama yang sedang berlangsung di sekolah. Lain daripada itu melalui manajemen sarana dan prasarana diharapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh 63 Muhaimin. karena di dalam agama sarat akan dimensi moralitas dan spiritualitas. Ibid. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai.72 agama. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan yang ada dalam dunia pendidikan saat ini. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien. dan atau normatifitasnya maupun historisitasnya.63 Karena pembelajaran pendidikan agama masih mendapat kritik pedas dari para ahli pendidikan itu berarti kualitas pembelajaran pendidikan agama harus ditingkatkan.

Sangat jelas bahwasannya manajemen sarana dan prasarana mempunyai peranan dalam proses peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. . sesuai dengan kebutuhan sekolah. Walaupun perlengkapan di sebuah lembaga pendidikan tidak begitu lengkap tetapi jika manajemennya bagus maka pembelajaran pendidikan agama akan berjalan dengan lancar.73 sekolah adalah sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas tinggi. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwasannya besar sekali manfaat dari manajemen sarana dan prasarana. dan dengan dana yang efisien.

J Moleong. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada. pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). Menurut Bogdan dan Taylor dalam Moleong L. sebagaimana ciri-ciri yang ada dalam penelitian kualitatif.J. Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu. gejala atau keadaan. Ada beberapa jenis penelitian 1 L. tetapi hanya menggambarkan “apa adanya” tentang suatu variabel. Kirk dan Miller mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. Menurut mereka. 2002).1 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. hlm 3 . (2002) penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif.74 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Sejalan dengan definisi tersebut. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya. karena dengan pendekatan deskriptif akan dihasilkan data yang berupa kata-kata. yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan.

mendasarkan diri atas pengetahuan. 2 Dan penelitian ini termasuk dalam kategori studi kasus (case studies).cit. Ciri-ciri umum manusia sebagai instrumen mancakup segi responsif.309 L. penelitian tindak lanjut (follow-up studies).3 2 Suharsimi Arikunto.J Moleong. B. Pengertian instrumen atau alat penelitian di sini tepat karena ia menjadi segalanya dari keseluruhan proses penelitian.J Moleong “Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif cukup rumit. studi kasus (case studies). Hal ini dikarenakan instrumen penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri.. analisis. menekankan keutuhan. hlm. Sebagaimana diungkapkan oleh L. analisis dokumen (documentary analyses) dan penelitian konvensional (correlation studies). dan memanfaatkan kesempatan mencari respon yang tidak lazim atau idiosinkratik. dan memanfaatkan kesempatan untuk mengklasifikasikan dan mengikhtisarkan. Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta. hlm. memproses data secepatnya. ia sekaligus merupakan perencana pelaksana pengumpulan data. dapat menyesuaikan diri. penafsir data. Kehadiran Peneliti Dalam penelitian kualitatif kehadiran peneliti mutlak diperlukan. 121 3 . penelitian perkembangan (developmental studies). dan pada akhirnya ia menjadi pelapor hasil penelitiannya”. op.75 yang dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yaitu : penelitian survai (survey studies). 1995).

Sekolah ini merupakan sekolah unggulan ke-2 setelah SMP Negeri 01 di Kecamatan Turen. Kecamatan Turen. namun kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di sebuah lembaga pendidikan milik negara yaitu SMP Negeri 02 Turen Kab. Raya 8A Kedok. Malang. tempat ibadah yang awalnya hanya setaraf musholla seiring dengan kemajuan SMP Negeri 02 Turen Kab. Kualitas pembelajaran yang ditawarkan juga mengalami peningkatan. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau . Malang terus mengalami kemajuan yang berarti. D. Kabupaten Malang. dimulai dari perbaikan jalan menuju ke sekolah. penambahan kelas-kelas sebagai ruang belajar mengajar dan perlengkapan sarana pendidikan. Karena setiap tahunnya SMP Negeri 02 Turen Kab.76 C. Malang mampu mencetak out-put yang berkualitas. Alasan peneliti mengambil lokasi di sekolah ini dikarenakan dari tahun ke tahun SMP Negeri 02 Turen Kab. Salah satu faktor penunjangnya yakni sarana dan prasarana yang sudah memadai. walau menduduki peringkat kedua namun sekolah ini tetap menjadi favorit bagi masyarakat di wilayah kecamatan Turen dan sekitarnya. Walaupun guru agama sebenarnya hanya 1 orang dan dibantu oleh 1 orang guru BP. Sumber Data Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. terutama pendidikan agama Islam. Malang sekarang sudah menjadi Masjid. Malang dapat dikatakan cukup baik. yang terletak di Jln.

kantor staff sekolah. Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta. kantor TU. Apabila peneliti menggunakan teknik observasi. yaitu sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. 4 Untuk mempermudah mengidentifikasi sumber data maka sumber data dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan menjadi 3 dengan huruf depan P. maka sumber data disebut responden yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti. kantor kepsek. hlm. yaitu: Person : sumber data berupa orang.77 wawancara dalam pengumpulan datanya. singkatan dari bahasa Inggris. ruang guru. Masjid. gambar. angka. Apabila peneliti menggunakan dokumentasi. Dalam penelitian ini sumber data yang berupa person adalah. Urusan Sarana dan Prasarana. dan Guru PAI Place : sumber data berupa tempat. Urusan kurikulum. baik pertanyaan tertulis maupun lisan. Kepala Sekolah. yaitu sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak. maka sumber datanya bisa berupa benda gerak atau proses sesuatu. atau simbol-simbol yang lain. Peneliti mengambil data dari file-file yang berada di Suharsimi Arikunto. dan kelas-kelas untuk pelaksanaan proses belajar mengajar Paper : sumber data berupa simbol. Dalam penelitian ini yang berperan sebagai sumber data berupa place adalah gedung sekolah. yaitu sumber data yang dapat memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angket. maka dokumen atau catatanlah yang menjadi sumber data. 2002). 107 4 .

data siswa. mengamati berkali-kali dan mencatat segera dengan memakai alat bantu seperti alat pencatat. dan data inventaris sarana dan prasarana pendidikan yang ada di SMP Negeri 02 Turen Kab. formulir dan alat 5 Sumadi Suryabrata.78 dokumentasi sekolah dan dijadikan sebagai sumber data. atau suatu studi yang disengaja dan sistematis tentang keadaan/fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan mengamati dan mencatat. 92 . Metodologi Penelitian (Jakarta: Rajawali. Metode Observasi / Pengamatan Observasi atau pengamatan digunakan dalam rangka mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Yang dilakukan waktu pengamatan adalah mengamati gejala-gejala sosial dalam kategori yang tepat. Selain itu metode serta cara dalam pengambilan data juga harus diperhatikan. Malang. merupakan hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya sesuatu rangsangan tertentu yang diinginkan. Seperti dokumentasi mengenai data para guru dan karyawan.5 Dalam Penelitian ini peneliti menggunakan 3 metode yang sudah lazim di gunakan dalam penelitian kualitatif deskriptif. maka datanya juga akan cukup reliabel dan valid. E. 1990). Prosedur Pengumpulan Data Kualitas data ditentukan oleh kualitas alat pengambil data atau alat pengukurnya. Kalau alat pengambil datanya cukup reliabel dan valid. diantaranya adalah: a. hlm.

Ibid. 132 hlm 63 7 8 . pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan. 64 Suharsimi Arikunto. sarana dan prasarana penunjang pendidikan Agama Islam dan kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab.8 Dalam melaksanakan interview. Malang.79 mekanik. Mardalis.cit. Wawancara ini dapat dipakai untuk melengkapi data yang diperoleh melalui observasi.. op. hlm. b. hlm. Metode interview/wawancara Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-cakap dan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada peneliti. serta sarana kerja kepala sekolah dan tenaga edukatif dalam rangka mengembangkan lembaga sekolah selanjutnya. Suharsimi Arikunto (2002) menjelaskan bahwasannya interview bebas terpimpin yaitu kombinasi dari interview bebas dan interview terpimpin.7 Dalam penelitian ini. Dalam pelaksanaannya digunakan alat Bantu seperti checklist. 6 Mardalis. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara.6 Metode ini digunakan peneliti untuk mengamati kondisi fisik dan non fisik yang berupa gedung. 1999). skala penilaian atau alat mekanik seperti tape recorder dan lainnya. peneliti menggunakan metode interview dalam bentuk interview bebas terpimpin.

peraturan-peraturan. serta bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang .cit. notulen rapat.9 Dengan metode ini peneliti mendapatkan data-data mengenai kondisi obyektif SMP Negeri 02 Turen Kab. yang artinya barang-barang tertulis. Malang. dokumen. dari asal katanya dokumen. 135 . Di dalam melaksanakan metode dokumentasi. Metode Dokumentasi Dalam mengadakan penelitian yang bersumber pada tulisan peneliti menggunakan metode dokumentasi. data karyawan. Dokumentasi. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. seperti buku-buku. catatan harian dan lain sebagainya.J Moleong.. op. bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. Dan juga berbagai kegiatan ekstrakulikuler yang dilaksanakan di SMP Negeri 02 Turen Kab. majalah. 9 L.80 Data yang diperoleh dengan metode interview ini mengenai informasi tentang sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. c. data guru serta data siswa SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Malang. hlm. Malang. peneliti menyelidiki benda-benda tertulis.

Kedua. ibid. yaitu kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang bersifat kredibel dan dapat menjawab rumusan masalah yang dikemukakan sejak awal.11 Proses analisis data dianjurkan agar secepatnya dilakukan oleh peneliti. dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.81 F. Pekerjaan menganalisis data memerlukan usaha pemusatan perhatian dan pengerahan tenaga fisik dan fikiran peneliti. serta tersusun dan lebih berarti. Agar hasil penelitian dapat tersusun sistematis. Dan ketiga melalui verifikasi/ penarikan kesimpulan. hlm. Analisis Data Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola. mendisplay data yaitu menyajikan data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat. kategori. memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting. dengan mereduksi data yaitu merangkum. 10 L. 103 Marzuki.10 Tujuan analisa di dalam penelitian adalah menyempitkan dan membatasi penemuanpenemuan hingga menjadi suatu data yang teratur. hlm.J Moleong. pertama. jangan menunggu sampai data itu menjadi dingin bahkan membeku atau malah menjadi kadaluwarsa. 87 11 . 1983). Metodologi Riset (Yogyakarta: FE UII. tabel dan sejenisnya. maka langkah peneliti dalam menganalisis data adalah..

Perpanjangan Keikutsertaan Dengan perpanjangan keikutsertaan peneliti dapat menguji ketidakbenaran informasi yang diperkenalkan oleh distorsi.. dan membangun kepercayaan subyek. kebergantungan (dependability). ibid. Perpanjangan keikutsertaan juga menuntut peneliti agar terjun ke dalam lokasi dan dalam waktu yang cukup panjang guna mendeteksi dan memperhitungkan distorsi yang mungkin mengotori data. yaitu derajat kepercayaan (credibility). Distorsi dapat berasal dari responden. dan kepastian (confirmability). 173 . yaitu: 1.82 G. baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari responden. Untuk menetapkan keabsahan (trustworthiness) data diperlukan teknik pemeriksaan. Maka dari itu.J Moleong. Pengecekan Keabsahan Data Pengecekan keabsahan data/validitas dalam suatu penelitian sangat penting dan harus dilakukan. Adapun teknik pengecekan keabsahan yang digunakan dalam penelitian ini. hlm. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. dalam proses pengecekan keabsahan data pada penelitian ini harus melalui beberapa teknik pengujian data.12 Pengecekan keabsahan data merupakan suatu langkah untuk mengurangi kesalahan dalam proses perolehan data penelitian yang tentunya akan berimbas terhadap hasil akhir dari suatu penelitian. keteralihan (transferability). karena kegiatan ini merupakan pembuktian bahwa apa yang telah diamati/data yang diperoleh sesuai dengan apa yang sesungguhnya menjadi kenyataan. Ada empat kriteria yang digunakan. banyak di antaranya terjadi tanpa 12 L.

Hal itu mungkin dapat disebabkan oleh tekanan subyek atau sponsor atau barangkali juga ketidaktoleransian subyek. Ketekunan Pengamatan Maksud ketekunan pengamatan adalah untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. Triangulasi Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Di pihak lain perpanjangan keikutsertaan juga dimaksudkan untuk membangun kepercayaan para subyek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. atau sebaliknya peneliti terlalu cepat mengarahkan fokus penelitiannya walaupun tampaknya belum patut dilakukan demikian. 2.83 sengaja. Kemudian ia menelaahnya secara rinci sampai pada suatu titik sehingga pada pemeriksaan tahap awal tampak salah satu atau seluruh faktor yang ditelaah sudah dipahami dengan cara yang biasa. Kekurangtekunan pengamatan terletak pada pengamatan terhadap pokok persoalan yang dilakukan secara terlalu awal. . 3. Peneliti hendaknya mengadakan pengamatan dengan teliti dan rinci secara berkesinambungan terhadap faktor-faktor yang menonjol. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya.

membuat pedoman interview.84 Denzin (1978) membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik yang memanfaatkan penggunaan sumber. mengurus surat izin penelitian 3. agar penelitian lebih efisien maka peneliti hanya mengamati kelas VII A dan kelas VIII C.J Moleong. sehingga data yang diperoleh lebih sistematis dan mendalam. ibid. 175 . membuat rancangan/desain penelitian 4. observasi pendahuluan 2. Bersamaan dengan itu peneliti melaksanakan observasi langsung terhadap pembelajaran PAI di kelas VII dan kelas VIII. mencari beberapa buku untuk dijadikan sebagai referensi agar penelitian lebih fokus dan terarah. metode. 5. penyidik dan teori. hlm. Tahap Pelaksanaan a. Serta mengadakan pengamatan langsung terhadap ujian praktek agama kelas 3 guna mengetahui tentang hasil pembelajaran PAI. Peneliti melaksanakan wawancara kepada para guru guna memperoleh data awal tentang pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen.13 H.. 13 L. Tahap-Tahap Penelitian Tahap Persiapan 1.

Peneliti melakukan pengecekan kembali terhadap data yang diperoleh dari penelitian agar dapat diketahui hal-hal yang masih belum terungkap atau masih terloncati. Wawancara juga dilakukan kepada Urusan sarana dan prasarana guna mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang ada di SMP Negeri 02 Turen. Wawancara dilanjutkan kepada Urusan Kurikulum. c. hambatanhambatan yang dialami selama proses belajar mengajar serta untuk mengetahui sarana yang digunakan dalam pembelajaran PAI dan prasarana yang ikut mendukung pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. Peneliti melakukan wawancara yang lebih terarah dan mendalam. Peneliti melakukan perpanjangan penelitian guna melengkapi data yang kurang hingga memenuhi target dan lebih valid data yang diperoleh.85 b. d. wawancara ini ditujukan kepada Kepala SMP Negeri 02 Turen. wawancara ini dilakukan untuk mengetahui upaya yang akan dan sedang dilakukan guna meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. untuk mengetahui kualitas pembelajaran PAI serta hambatan yang sering dikeluhkan oleh guru PAI. . Wawancara yang terakhir ditujukan kepada guru PAI guna mengetahui metode yang digunakan dalam pembelajaran di kelas.

.86 Tahap Penyelesaian Pada tahap akhir atau tahap penyelesaian peneliti menyusun data yang telah dianalisis dan disimpulkan dalam bentuk karya ilmiah yaitu berupa laporan penelitian dengan mengacu pada peraturan penulisan karya ilmiah yang berlaku di UIN.

yakni seluas 12. 2683 Tahun 1994 (Petikan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kab. begitu pula dengan jumlah penduduk di Kecamatan Turen makin meningkat pula. Di kecamatan Turen pada tahun 1985 hanya terdapat satu buah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berstatus negeri yakni SMP Negeri 01 Turen yang terletak di Jln. SMP Negeri 01 Turen tidak mampu menampung begitu banyaknya siswa baru yang berdatangan dari seluruh pelosok Kecamatan Turen. . Seiring dengan kemajuan zaman jumlah penduduk di Indonesia makin meningkat. Gambaran Umum Lokasi Penelitian SMP Negeri 02 Turen berlokasi di Desa Kedok Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Karena SMP Negeri 02 Turen ini di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional maka status kepemilikan tanahnya adalah milik pemerintah. maka dari itu didirikan SMP Negeri 02 Turen. Malang). Didirikan pada tanggal 22 November 1985 berdasarkan SK Menteri No.87 BAB IV HASIL PENELITIAN A.600 m2 . Begitu pula dengan status bangunannya adalah milik pemerintah dan bukan milik yayasan atau pribadi dengan memakai surat ijin bangunan No. luas seluruh bangunan SMP Negeri 02 Turen adalah 1.5094/0/1985 dan beroperasi pada tahun yang sama. Latar Belakang Obyek Penelitian 1. Panglima Sudirman Turen. agar siswa yang tidak lolos Test masuk di SMPN 01 dapat bersekolah di SMP Negeri juga.476 m2.

Sekarang) Dalam menjalankan proses belajar. Bapak Walujo. Bapak Drs. INDIKATOR: 1. VISI SMP Negeri 02 Turen “Terwujudnya insan yang berkualitas. Unggul dalam prestasi akademik 2. Terampil dalam ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Meningkatkan profesional seluruh warga sekolah yang berkepribadian luhur dan rajin sehingga dapat memperbaiki prestasi akademik. terampil. Meningkatkan pemberdayaan siswa agar lebih aktif dalam kegiatan Iman dan Taqwa . Ibu Wulan Cahyani (1985-1991) 2. a. Budaya membaca dan membuat karya tulis 5. Terampil dalam apresiasi seni dan olahraga 6. Purwanto Adji (1994-2001) 4. Misi SMP Negeri 02 Turen 1. SMP Negeri 02 Turen berpegang teguh pada visi dan misi yang telah ditetapkan pada awal beroperasinya sekolah ini. 2. BA (1991-1994) 3. Hari Wahyudi (2001. Aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan b. Bapak Drs. berbudi pekerti luhur berdasarkan iman dan taqwa ”.88 Selama perjalanannya SMP Negeri 02 Turen dipimpin oleh: 1. berdaya kreasi tinggi. Unggul dalam imtaq 3.

Membudayakan hidup sehat. Yang terdiri dari laki-laki sebanyak 14 orang dan perempuan 17 orang. Mengembangkan pelayanan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca dan gemar membuat karya tulis 5. 2006 . Jadi tenaga tata usaha tidak tetap tersebut sifatnya sebagai tenaga serabutan atau pembantu umum.1 2. Mengembangkan potensi siswa agar lebih terampil untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi 4. tertib dan disiplin sehingga diperoleh budi pekerti luhur. 6.89 3. apresiasi. yaitu 5 orang tenaga tetap dan 1 orang tenaga tidak tetap (honorer). dan daya kreasi seni dan olahraga. Mengembangkan potensi siswa yang memiliki persepsi. Sampai berakhirnya masa penelitian ini guru yang tertulis sebagai pengajar di SMP Negeri 02 Turen sebanyak 31 orang. selain itu diperuntukkan untuk menjaga perpustakaan. 1 Dokumen SMP Negeri 02 Turen. Keadaan Guru dan Karyawan SMP Negeri 02 Turen Guru atau pendidik dalam dunia pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting sehingga seringkali dijadikan tolak ukur berhasil tidaknya pendidikan di suatu sekolah. Tenaga tata usaha tidak tetap tersebut dengan maksud untuk mengatasi dan membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang besar supaya dapat teratasi dengan baik. Sedangkan jumlah karyawan atau Tenaga Tata Usaha terdiri dari 6 orang.

Mengingat tugas dan tanggung jawabnya begitu banyak maka sekolah perlu menambah 1 orang tenaga pesuruh untuk membantu menyelesaikan beban tugas yang ada.1 Data Guru SMP Negeri 02 Turen STATUS JABATAN TETAP Kepala Sekolah TETAP Guru Jumlah L 1 13 14 P 17 17 JUMLAH 1 30 31 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 4. 3. 2. 5.90 Tenaga pesuruh tetap yang berstatus PNS tidak ada. 2006) Tabel 4. Untuk lebih lengkap mengenai data guru dan karyawan serta tenaga pesuruh SMP Negeri 02 Turen maka dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. NAMA EDY SUHARSONO LAMINEM WAHYUDI SYAHRUL HADI SUGIANTO SULIJANI L/P L P L L L P STATUS TETAP TETAP TETAP TETAP TETAP TIDAK TETAP JABATAN TUGAS Ka. 2006) .2 Data nama Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen NO 1. 6. yang ada hanya pesuruh tidak tetap berjumlah 2 orang.TU / Bendahara Kesiswaan Kepegawaian Bendahara BP3 Inventaris Umum (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.

HARIAMIN 2. 2006) Tabel 4. Keadaan Siswa SMP Negeri 02 Turen Siswa merupakan salah satu faktor yang mendukung kegiatan belajar mengajar.4 Data Siswa SMP Negeri 02 Turen Tahun Pelajaran 2006-2007 KELAS VII VIII III JUMLAH L 89 89 92 270 P 123 88 83 294 JUMLAH 212 177 178 564 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. Untuk perinciannya dapat dilihat dalam tabel berikut ini: Tabel 4.91 Tabel 4. ABIDIN L/P L L L STATUS TIDAK TETAP TIDAK TETAP TIDAK TETAP JABATAN TUGAS Pesuruh Pesuruh Pesuruh (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 2006) 3. SUPRIYADI M. Karena tanpa adanya faktor tersebut pendidikan/pembelajaran di kelas tidak akan berlangsung. 3.3 Data Pesuruh SMP Negeri 02 Turen beserta tugasnya NO NAMA 1. Sedangkan jumlah siswa pada tahun 2006/2007 yaitu sebanyak 564 orang.5 Data Siswa Berdasarkan Agama Yang Dianut AGAMA KELAS VII VIII IX ISLAM KRISTEN LAIN-LAIN L 86 85 91 P 121 86 81 L 3 4 1 P 2 2 2 L - P - JUMLAH L/P 212 177 175 .

21. 5. 13. 11. 9. 7. NAMA BARANG Meja belajar siswa Meja guru dan Kepala Sekolah Kursi siswa dan guru TV 21 inci Komputer Meja komputer Mesin Ketik Almari besar Bola basket Bola Voly Lembing Net Mukenah Sajadah Al-Qur’an Iqra’ Karpet Boneka Ka’bah tiruan Rak buku Papan tulis Penghapus papan tulis JUMLAH 282 buah 50 buah 600 buah 1 buah 30 buah 2 buah 10 buah 10 buah 10 buah 20 buah 5 buah 3 buah 25 buah 15 buah 50 buah 150 buah 5 buah 3 buah 1 buah 15 buah 20 buah 20 buah KETERANGAN baik baik baik baik baik rusak ringan rusak ringan baik baik baik baik kurang baik baik baik baik baik baik baik rusak ringan rusak ringan baik baik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. Sarana dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen Sarana dan prasarana merupakan suatu alat atau media yang menunjang keberhasilan dalam suatu lembaga. 22. 4. 16. 17. 3. Adapun kondisi sarana dan prasarana secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 6. Selain menjadi daya tarik bagi masyarakat juga menjadi motivasi bagi siswa serta seluruh civitas akademik untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan. 8. 12. 14. 2006) . 10. Demikian pula pada lembaga pendidikan. 2006) 4. 2. 20. 18.6 Daftar Sarana SMP Negeri 02 Turen NO 1.92 JUMLAH 262 288 262 288 - - 564 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 15. 19.

Namun kebersihan sekolah dikoordinasi oleh pesuruh sekolah sedangkan kebersihan kelas masing-masing di serahkan pada seluruh anggota kelas dan dikoordinasi oleh ketua kelas. 12. 2006) Sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen dipelihara dan dirawat bersama-sama. 10. 9. 24. 19. 7. 13. 6. 2.600 m2 . 16. 18. 5. . 8.7 Daftar Prasarana SMP Negeri 02 Turen NO 1. 15. 4. 14. 20.93 SMP Negeri 02 Turen berdiri di atas tanah yang luasnya mencapai 12. dengan rincian bangunan serta ruangan sebagai berikut: Tabel 4. 22. 17. 11. 23. 3. 21. NAMA RUANGAN Ruang Kelas Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Operasional Ruang BP/BK Ruang Gudang Ruang Tamu Ruang Perpustakaan Ruang Laboratorium IPA Ruang Laboratorium Komputer Koperasi Siswa Ruang Foto Copy Kantin Sekolah Ruang Pramuka Ruang Keterampilan Masjid Ruang Kantor dan Tata Usaha Ruang Usaha Kesehatan Kamar mandi Guru dan Karyawan Kamar Mandi Siswa Tempat Parkir Kendaraan Guru Tempat Parkir Kendaraan Siswa Lapangan Basket Lapangan Bola Volly JUMLAH 13 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 3 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 17 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah KET baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik dalam pembangunan baik baik baik rusak ringan baik baik baik baik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.

hal ini dikarenakan pada saat peneliti mengadakan observasi ke ruang gudang yakni tempat penyimpanan alat pendidikan tersebut. Untuk kelas VII dan VIII SMP 02 Turen memberlakukan kurikulum 2004 yakni kurikulum berbasis kompetensi (KBK). barang-barangnya sebagian masih digunakan untuk pembelajaran di kelas dan data-data mengenai inventaris belum dirapikan dalam artian masih dalam proses pengerjaan. 5. Hal ini sesuai dengan keputusan dari Depdiknas UPTD Turen yang menunjuk SMP 02 Turen untuk melaksanakan kurikulum 1994 bagi kelas 3 maka dari itu penamaan kelasnya pun berbeda karena menyesuaikan kurikulum yang dipakai pada kelas masing-masing. Bahkan tujuan pendidikan tidak akan tercapai tanpa keterlibatan kurikulum pendidikan nasional. Dalam wawancara yang dilakukan peneliti oleh salah satu guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen. beliau menyatakan: . Kurikulum yang dipakai di SMP Negeri 02 Turen Eksistensi kurikulum dalam sebuah lembaga mempunyai fungsi yang sangat penting. Beberapa guru ditunjuk oleh bapak kepala sekolah untuk mengikuti pelatihan-pelatihan tau seminar-seminar mengenai KTSP. SMP 02 Turen akan mempersiapkan dalam menghadapi kurikulum yang akan diberlakukan pada tahun ajaran baru yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).94 Alat pendidikan atau media yang digunakan dalam pembelajaran di kelas ada yang belum tercantum pada daftar sarana di atas. Sedangkan untuk kelas 3 menggunakan kurikulum 1994. karena merupakan operasionalisasi yang dicita-citakan.

Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen.95 walaupun kelas VII sudah memakai kurikulum 2004 dalam penulisan hasil belajarnya (nilai rapor) namun buku-buku yang dipakai masih buku lama dengan kurikulum 1994. hal ini karena sebentar lagi kurikulum juga akan berubah jadi menurut kebijaksanaan bapak Kepala Sekolah lebih baik menunggu kurikulum yang baru dan bukubuku akan dipenuhi sepenuhnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan berikut ini: Wawawancara dengan Iftina Hidayati. Pergantian kurikulum yang terlalu dekat jaraknya kadang kala menjadi factor penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI.2 6. Tanggal 14 Mei 2007 2 . Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen Organisasi di SMP Negeri 02 Turen terstruktur mulai dari jabatan paling atas ditempati oleh bapak kepala sekolah dan selanjutnya ditempati oleh para staff dan guru mata pelajaran berada di bawah para staff.

SPd KTK YURI SISWATI PEND. SATIPAH IPS Dra. S. A.Pd SISWA (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 2006) . S. HARI WAHYUDI WAKA SEKOLAH SUTANLIK.Pd Dra. LOKAL Hj. EDI S. S.Md URUSAN KESISWAAN NOTO PRIYADI URUSAN SARPRAS EKO YULI A. S. S.Pd URUSAN HUMAS Drs. S. JAS NOTO PRIYADI HARIYANTO EDI SUNARTO BP/BK A. WIWIK H B. YAYUK E SUTANLIK. SRI SUYATMI Hj. KHOLIK.Pd Dra. UMI H.1 Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen KEPALA SEKOLAH Drs. S.Pd RIANA H. DARMANU SUTANLIK. HARTONO Dra. S. SRI SULAMI M. KHOLIQ. INGGRIS EKO YULI A. S.Pd ENDANG SRI MATEMATIKA RIRIN TRI. EDI SUNARTO GURU MATA PELAJARAN TATA USAHA AGAMA IFTINA H. S.Pd SANTI S.Pd SUKRO T. UMI HASANAH B.INDONESIA MASKUR ETTY P. Drs.Pd JOKO S.Pd IPA TUKIYAT. MASYHADI.Pd IFNA I.Ag A. S. S.Pd URUSAN KURIKULUM MASKUR.Pd PPKN Drs.96 Gambar 4. S. S.

MOH. ABIDIN (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. HARI AMIN 2.2 Struktur Organisasi Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen KEPALA TATA USAHA EDY SUHARSONO KESISWAAN LAMINEM KEPEGAWAIAN WAHYUDI INVENTARIS S U G I AN T O BENDAHARA BP3 SYAHRUL HADI PERPUSTAKAAN SULIANI PENJAGA SEKOLAH 1. SUPRIYADI 3.97 Gambar 4. 2006) .

tidak boleh monoton dan membosankan. dan gedung / bangunan sekolah. Penyajian Dan Analisa Data 1. yakni guru membuat perencanaan sebelum mengajar begitu pula siswa belajar mandiri di rumah sebelum dating ke sekolah. tanpa sarana dan prasarana yang lengkap maka pembelajaran tidak bisa dikatakan berkualitas. tidak membosankan. Dari mulai alat peraga. Di dalam pelaksanaannya pembelajaran harus berkualitas.3 Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu faktor yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap. 3 Wawancara dengan Sutanlik. perabot. Sarana Dan Prasarana Pendidikan Yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang menyenangkan. efisiensi. Pembelajaran dapat dikatakan berkualitas jika sarana dan prasarananya bisa membawa ke arah tercapainya tujuan pendidikan sesuai dengan standar kurikulum yang dipakai di sekolah tersebut. Wakil Kepala SMP Negeri 02 Turen. pelaksanaan dan evaluasi dari pembelajaran itu juga berkualitas. Artinya persiapan yang dilakukan guru serta siswa di dalam kelas harus berkualitas. media pendidikan. Pada akhir proses pembelajaran evaluasi yang dilakukan guru harus berkualitas. dan inovatif. Sedangkan menurut waka SMP Negeri 02 Turen. Untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas maka dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai.98 B. variatif. beliau mengatakan bahwa: Pembelajaran yang berkualitas adalah jika persiapan. efektif. Tanggal 29 Mei 2007 . Hal di atas secara langsung maupun tidak langsung sangat menunjang tercapainya kualitas pembelajaran PAI yang diharapkan oleh sekolah tersebut.

papan tulis. beliau mengatakan: Sarana yang dibutuhkan guru dalam mengajar adalah seperti kapur tulis. meja. Selain ruang kelas yang digunakan untuk penyampaian materi yang berupa teori maka perpustakaan adalah tempat yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. di masjid siswa dapat belajar mempraktekan materi bab shalat. Sedangkan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah masjid. kapur tulis. Selain itu siswa dan guru biasanya mengerjakan sholat dhuha pada jam pertama dan menunaikan jama’ah shalat dhuhur pada istirahat kedua atau sepulang sekolah. dan media pendidikan seperti OHP. spidol. spidol. LCD. bulan ini kami mendapatkan bantuan dari DEPDIKNAS berupa 2 buah multimedia yang akan kami gunakan pada tahun ajaran 2007-2008.99 Sarana yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dalam proses belajar mengajar contohnya: alat pelajaran seperti buku tulis. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. alat praktek seperti boneka untuk praktek materi mengenai memandikan jenazah dan mensholati jenazah. Di perpustakaan siswa dapat beljar mandiri dengan membaca serta menganalisa buku-buku yang ada di perpustakaan kemudian diserap untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan. gambar-gambar. SMP Negeri 02 Turen belum memiliki media ausio visual yang lengkap hanya beberapa saja yang kami punya. ruang kelas dan perpustakaan. VCD. penghapus papan tulis. bangku. almari. penghapus dan papan tulis.4 Setiap guru membutuhkan alat yang berbeda dalam mengajar sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan pada siswa. CD. Demikian juga guru pendidikan agama Islam selain ruang kelas juga memerlukan sarana dan Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Sebagaimana hasil wawancara peneliti dengan seorang guru yang diberi kepercayaan di bidang urusan sarana dan prasarana. visual dan audiovisual. kaset. Dan Media pendidikan baik yang audio. Alat peraga seperti ka’bah tiruan untuk berthawaf. Sedangkan masjid adalah prasarana yang utama dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam. dan TV. kursi. Tanggal 15 Mei 2007 4 . Karena untuk laboratorium agama kami belum punya.

Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen. saya menjelaskan terlebih dahulu materi yang telah ada di buku panduan.5 Wawawancara dengan Iftina Hidayati.Ag beliau menyatakan: Saya mengajar di SMP Negeri 02 Turen selama kurang lebih 10 tahun. tidak boleh menggunakan hanya akal saja atau pun sebaliknya. Lalu pada pertemuan berikutnya saya memberikan CD untuk ditayangkan pada TV berukuran 21 inci agar siswa dapat melihat dengan jelas. Kemudian siswa mempraktekan di depan guru. metode yang telah saya gunakan sangat beragam begitu juga dengan media serta sarana yang saya gunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk bertanya bagi yang belum paham.100 prasarana serta media pendidikan yang beragam sesuai dengan materi yang akan diberikan. Dalam menjelaskan materi yang sedemikian rumit seorang guru pendidikan agama Islam akan membutuhkan sarana dan prasarana yang beragam bentuk dan jenisnya. S. jadi hal-hal yang tidak masuk akal itu sering terjadi. Contohnya dalam materi yang berhubungan dengan fiqih. Maka dari itu tugas seorang guru agama adalah dengan mengarahkan siswanya agar menggunakan sisi yang lain untuk menerima materi pelajaran tersebut yakni menggunakan wahyu. Akal dan wahyu harus sama-sama digunakan. Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI SMP Negeri 02 Turen Ibu Iftina Hidayati. Tanggal 14 Mei 2007 5 . Jadi intinya sebelum pembelajaran dimulai seorang guru harus mempersiapkan media serta sarana yang akan membantu dalam pembelajaran. Seperti yang telah kita ketahui bahwasannya materi pendidikan agama Islam seringkali membingungkan karena kadangkala materi-materi yang disajikan di luar batas pikiran manusia.

Selain itu guru juga dapat menilai ketuntasan belajar siswa dalam bab wudlu tersebut. Sarana dan prasarana itu ada karena direncanakan secara sengaja dan diusahakan secara sungguh-sungguh serta dibina secara kontinyu. Proses manajemen merupakan kegiatan yang sangat rumit dan harus dikerjakan oleh orang-orang profesional. Contohnya dalam bab wudlu sorang guru PAI memerlukan prasarana berupa kran atau kamar mandi untuk mengajarkan cara-cara berwudlu yang benar menurut hukum Islam. Begitu pula pada proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan harus dikerjakan oleh orang-orang yang sudah terlatih dan berpengalaman. hal ini kita kenal dengan istilah proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan.101 Prasarana yang ikut menunjang pembelajaran PAI memang sangat beragam. dari pada sekedar mendengarkan penjelasn dari guru di dalam kelas. S.Pd selaku penanggung jawab urusan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen. Dari beberapa hasil wawancara tersebut di atas cukup jelas bahwa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam dibutuhkan sarana dan prasarana yang siap pakai dan memadai. beliau menegaskan: . Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Keberadaan sarana dan prasarana yang dimiliki sebuah sekolah tidak langsung ada begitu saja. 2. Karena dengan menyaksikan secara langsung serta dapat mempraktekkan sendiri siswa akan lebih paham. Sesuai dengan hasil wawancara peneliti ibu Eko Yuliastutik Ch.

Setelah itu direncanakan dengan matang mulai dari perencanaan pengadaan sampai pengadaan sarana pendidikan. waka sekolah. Begitu pula di SMP Negeri 02 Turen sarananya benarbenar dijaga dan dirawat sebaik-baiknya begitu juga dengan prasarananya. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. para staff dan karyawan serta seluruh bapak/ibu guru SMP Negeri 02 Turen. Tanggal 15 Mei 2007 6 . kalau dana tersebut tidak turun kami mengajukan proposal pada komite sekolah.102 Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dilaksanakan pada waktu mengadakan rapat kerja (raker) yang diikuti oleh kepala sekolah. Di dalam rapat ini guru bidang studi mengajukan sarana atau media apa yang dibutuhkan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. jadi seharusnya semua civitas akademik merasa memiliki barang-barang tersebut. Setelah disetujui oleh bapak kepala sekolah kami akan mengalokasikan dana. Pemeliharaan sarana yang tergolong sebagai alat peraga atau media pendidikan yang seringkali digunakan dalam pembelajaran.6 Pemeliharan dan perawatan sarana dan prasarana sebaiknya dilakukan bersama-sama. dijaga bersama walaupun ada petugas yang setiap hari membersihkan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen. dana tersebut didapat dari Depdiknas. tanggung jawabnya diberikan pada guru bidang studi. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh urusan sarana dan prasarana SMP Negeri 02 Turen yang menyatakan: Setelah barang-barang tersebut didapatkan selanjutnya tanggung jawab media dan sarana diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru bidang studi mulai dari perawatan dan pemeliaran sampai pada Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Karena mereka yang tahu bagaimana cara merawat barang tersebut dengan baik dan bila sewaktu-waktu diperlukan mereka tidak bingung mencari barang-barang tersebut. Dana kami berikan pada guru bidang studi agar mereka dapat mencari media yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan.

Hal ini ditujukan agar sarana dan prasarana yang ada dapat siap pakai sewaktu-waktu dan dapat sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan. maka hal tersebut akan dilaksanakan. Tiap akhir tahun urusan bidang sarana dan prasarana meminta catatan mengenai inventarisasi dari barang-barang tersebut karena akan dilaporkan ke KANWIL di tingkat provinsi.Pd pada waktu menanggapi pertanyaan peneliti. Tanggal 15 Mei 2007 7 . Hal ini sesuai dengan pernyataan ibu Eko Yuliastutik Ch.103 penghapusan.7 Sedangkan proses penghapusan sarana dan prasarana di SMP Negeri 02 Turen sebenarnya jarang sekali dilakukan. Tanggung jawab akan sarana dan media Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Seperti contohnya monitor komputer yang sudah lama maka bisa ditukar tambah dengan yang lebih baru. Barang-barang yang sudah lama dan sudah tidak terpakai lagi tetap disimpan rapi di gudang sekolah. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen sama halnya dengan manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Bukubuku yang sudah tidak relevan dengan kurikulum sekolah masih tetap ditata rapi di perpustakaan untuk dijadikan referensi para guru maupun para siswa. kalau barang tersebut masih bisa dijual guna mendapatkan yang lebih baru. Namun. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Hal ini dikarenakan jumlah sarana dan prasarana yang ada di sekolah kami masih minim jadi proses manajemennya kami samakan. beliau menegaskan bahwa: Proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran PAI kami samakan dengan proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. S. Namun untuk proses penghapusan kami jarang melakukannya karena prosesnya yang sangat panjang dan rumit. makanya bapak kepala sekolah tidak pernah mengijinkan untuk melakukan penghapusan terhadap barang-barang milik Negara.

8 Adapun upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana adalah sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan bapak Edi Sunarto. serta beberapa dari komite sekolah.104 pendidikan juga kami serahkan sepenuhnya pada guru pendidikan agama Islam. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen.9 Selain kepala sekolah. beliau mengatakan bahwa dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan beliau bersama staff TU yang lain sangat berperan sekali. Urusan Bidang Sarana dan Prasarana. beliau menyatakan: Dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah kami. DIKNAS. Tanggal 14 Mei 2007 . Humas SMP Negeri 02 Turen. Bagian Tata Usaha juga ikut terlibat dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Tugas bagian Tata Usaha dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan lazimnya disebut dengan istilah inventarisasi. Hal ini sesuai dengan perbincangan peneliti bersama Bapak Edy Suharsono selaku kepala Tata Usaha dan bendahara SMP Negeri 02 Turen. serta para guru bidang studi. Dana tersebut diperoleh dari kucuran dan dari APBD. Tanggal 17 Mei 2007 9 8 Wawancara dengan Edi Sunarto.Pd yang menjabat sebagai Humas SMP Negeri 02 Turen dan merangkap sebagai Urusan Kurikulum kelas 3. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung sekolah dan pengadaan peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. bapak kepala sekolah mengalokasikan dana secara benar untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. S. Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch.

siswa dan keluarga siswa diberi kesempatan untuk memberikan masukan buku apa saja yang perlu ada di SMP Negeri 02 Turen dalam sebuah rapat yang diadakan pada waktu penerimaan siswa baru atau pada saat penerimaan nilai hasil belajar siswa pada orang tua. Cara mendapatkan buku-buku perpustakaan selain dengan cara membeli dengan menggunakan dana dari komite sekolah. orang tua siswa atau pihak lain yang ingin menghibahkan bukunya pada sekolah ini. kemudian kepala sekolah merekomendasikan kepada pihak-pihak tertentu untuk memberikan dana bagi kebutuhan itu. Dengan referensi yang banyak dan tertata dengan rapi serta dengan suasana perpustakaan yang nyaman untuk belajar secara tidak langsung akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. pihak sekolah juga mendapatkan bantuan dari pihak Depdiknas. siswa dan orang tua wali murid. guru.105 Dari pegawai perpustakaan. siswa. Ibu Suliani peneliti mendapatkan informasi lain tentang keterlibatan guru dan kepala sekolah dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. . Beliau mengatakan bahwa dalam proses manajemen sarana dan prasarana pihak sekolah juga melibatkan guru. Terkadang juga mendapat hibah dari para guru. kemudian diusulkan kepada kepala sekolah. Pemeliharaan buku-buku dan ruang perpustakaan di SMP Negeri 02 Turen secara khusus dilakukan oleh pegawai perpustakaan dan secara umum dilakukan oleh semua komponen sekolah. Contohnya dalam proses pengadaan buku-buku pelajaran.

Tanggal 21 Mei 2007 . Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Urusan sarana dan prasarana pendidikan. Hal ini sesuai dengan pengamatan peneliti berulang kali ke perpustakaan SMP Negeri 02 Turen. Pegawai Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen.106 Proses penghapusan di SMP Negeri 02 Turen jarang sekali dilakukan bahkan di perpustakaan proses penghapusan itu belum pernah dilakukan sama sekali. Adapun inventarisasi buku-buku perpustakaan adalah dengan mencatat jumlah dan jenis buku pada sebuah buku induk.10 Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen memang tidak begitu luas dan bangunannya sangat sederhana. Sekolah : SMP Negeri 02 Turen mampu mencatat sebagai 8 besar 10 Wawancara dengan Suliani. beliau mengatakan bahwa dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang telah dilakukan ternyata tidak sia-sia sebab dengan manajemen tersebut SMP Negeri 02 Turen memperoleh hasil yang cukup signifikan diantaranya: a. terletak disebelah kanan dari koperasi siswa dan sebelah kiri dari ruang keterampilan. buku fiksi dan bacaan lainnya disusun terpisah dari buku-buku pelajaran. Namun buku-bukunya cukup lengkap. Buku-buku disusun secara rapi dan ditata menurut jenisnya. Buku-buku lama yang tidak relevan dengan kurikulum yang digunakan tidak dibuang begitu saja dan dijadikan tambahan referensi guru maupun siswa. 3. dan sekarang banyak buku terbaru yakni berdasarkan kurikulum 2004 (KBK) yang diperoleh dari Depdiknas.

Siswa c. : Prestasinya cukup memuaskan. hasil belajar siswa pada akhir semester semakin meningkat.8 Data Prestasi Siswa SMP Negeri 02 Turen tahun 2005/2006 No 1. Ibu Iftina Hidayati. 5. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. S. Ekstrakurikuler Olahraga Prestasi yang Diraih Renang Bulutangkis Lari Lempar lembing Bola Volly Bola Basket Peserta Jembara Pencak Silat Tingkat Prestasi Juara 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1 Semi Final Juara 2 Tingkat Daerah Provinsi Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten - 2. : Meringankan dan mempermudah guru dalam memaham kan materi yang akan diajarkan pada siswa. Pramuka Bela diri Seni Tari Baca Qur’an PMR Seni Musik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.Ag beliau menerangkan bahwa sarana dan prasarana itu sangat bermanfaat pada pelaksanaan PAI. 4.107 b. 2006) Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI. 2006 .11 Sedangkan prestasi ekstrakurikuler tahun ajaran sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Begitu juga dalam bidang keagamaan. Guru SMP terbaik sekabupaten Malang. 3. 6. begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. Diantaranya dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan maka konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar dan guru 11 Arsip SMP Negeri 02 Turen. Terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. 7.

12 Dikatakan pula oleh Bapak Edi Sunarto. Dengan mempraktekkan secara langsung daya ingat siswa lebih kuat sehingga dalam ulanganpun hasilnya tidak mengecewakan. Guru BK/BP dan PAI SMP Negeri 02 Turen. Dengan hal ini siswa dapat mengalami sendiri.108 dapat lebih maksimal dalam menyampaikan materinya. Tanggal 16 Mei 2007 12 .Pd guru BP/BK yang juga membantu mengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam di kelas VIII menegaskan bahwasannya dengan sarana dan prasarana yang lengkap dan manajemen yang bagus siswa lebih termotivasi untuk belajar (lebih siap menerima pelajaran). ketika wawancara dengan peneliti bahwasannya perhatian atasan memang sangat besar terhadap sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.Pd selaku Humas SMP Negeri 02 Turen. Dan tentu saja dalam proses belajar mengajar itu tidak luput dari sarana dan prasarana yang termanage dengan baik. Ketika guru membutuhkan suatu media secara mendadak karena media itu juga baru keluar. Bapak Abdul Kholiq. S. tidak sekedar mendengar keterangan guru. Jadi manajemen sarana dan prasarana itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar PAI. maka kepala Wawancara dengan Abdul Kholiq. Seperti contoh dalam materi wudlu siswa dapat mempraktekkan cara-cara berwudlu yang baik di hadapan guru dan temannya yang lain. membaca dan menulis. S. Dan sejauh ini sesuai dengan penilaian beliau melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan nilai siswa dapat meningkat menjadi lebih baik dibandingkan tahun kemarin.

kemudian dengan melihat CD tersebut secara perlahan ada kesadaran siswa untuk merubah tingkah laku yang buruk menjadi lebih baik sebagaimana suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW.13 Hal ini dilakukan agar pembelajaran PAI dapat lebih berkualitas dengan sarana dan prasarana yang diinginkan oleh guru.9 Nilai Rata-Rata UAS tahun 2004/2005 dan 2005/2006 KELAS VII VIII IX 2004/2005 TAHUN NILAI 7.45 2005-2006 TAHUN NILAI 7. Perubahan yang ditunjukkan siswa-siswi SMP Negeri 02 Turen dapat dilihat pada nilai rata-rata pada ujian semester dua tahun terakhir.89 7. Adapun hasil yang diperoleh dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah diantaranya seperti siswa dapat merasakan.59 7. 2006) Tabel 4.17 7.109 sekolah akan menunjuk urusan sarana dan prasarana untuk memenuhinya dengan memberikan dana yang dibutuhkan. Sebagian besar nilai siswa mengalami peningkatan.00 8. salah satu faktor yang mempengaruhi adanya peningkatan ini adalah adanya pengelolaan dan pelayanan yang baik pada bidang sarana dan prasarana pendidikan. 13 Wawancara dengan Edi Sunarto. Humas SMP Negeri 02 Turen. Tanggal 14 Mei 2007 .9 menunjukkan adanya peningkatan pada nilai ujian siswa.54 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. untuk lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. memahami dan menghayati sebuah sub materi karena mereka diberi kesempatan melihat tayangan tentang jejak Rosul dari “CD Jejak Rosul”.

110 Adapun nilai siswa yang sedikit menurun pada kelas VIII menurut ibu Iftina Hidayati. Wawawancara dengan Iftina Hidayati. S. terkadang naik dan terkadang menurun.14 Dari beberapa hasil wawancara di atas dapat ditarik benang merahmya bahwasannya melalui manajemen sarana dan prasarana dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Sehingga penurunan nilai siswa ini bukan disebabkan oleh kurangnya manajemen sarana dan prasarana dan bukan pula dikarenakan faktor yang lain.Ag nilai siswa itu relativ. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen. hal ini disebabkan antara lain adanya perbedaan kemampuan dan kecerdasan pada siswa. Soal-soal yang menurut sebagian siswa mudah dikerjakan tapi menurut sebagian siswa yang lain hal itu sangat sulit dikerjakan begitu pula sebaliknya. Tanggal 14 Mei 2007 14 .

yang di dalamnya sarat akan dimensi moralitas dan spiritualitasnya. 31 .1 Pendidikan agama Islam itu berlangsung selama hidup. masih perlu mendapatkan pendidikan dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan. baik secara konseptual maupun aktualitasnya. Tujuan umum yang berbentuk insan kamil dengan pola takwa dapat mengalami perubahan naik turun. hlm. bertambah dan berkurang dalam perjalanan hidup seseorang. Dalam kondisi semacam itu. meskipun pendidikan oleh diri sendiri dan bukan dalam pendidikan formal. hlm. 1996). 2001). masyarakat rupanya masih berharap besar sekaligus menunggu-nunggu jasa dan peran yang disumbangkan oleh agama.111 BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A.. untuk menumbuhkan. dkk.2 Muhaimin. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Angkasa. dan/atau normativitas maupun historitasnya. Sarana Dan Prasarana Pendidikan Yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen Meledaknya jumlah pengangguran sebagai akibat dari PHK dan terbatasnya jumlah lapangan kerja. sekurang-kurangnya pemeliharaan supaya tidak luntur dan berkurang. memelihara dan mempertahankan tujuan pendidikan yang telah dicapai. memupuk. 86 2 1 Zakiyah Daradjat. Paradigma Pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya. Maka dari itu orang yang sudah takwa dalam bentuk insan kamil. penanganan yang serba lamban terhadap persoalan-persoalan tersebut ternyata dapat menyebabkan kerawanan sosial. mengembangkan.

Untuk mendapatkan sebuah ilmu maka kita harus belajar. walaupun SMP 3 4 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya (Semarang: Karya Toha Putra. dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (menurut ajaran Islam).S. al-Mujadalah: 11)4 SMP Negeri 02 Turen Kab. hlm. Allah akan memberikan derajat yang tinggi bagi orang yang berilmu.1996). Malang dalam menjalankan pembelajaran PAI juga tak lepas dari visi yang telah ditentukan pada awal berdirinya sekolah ini. sebagaimana firman Allah: ‫ﻳﺎﻳﻬﺎ اﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮا اذا ﻗﻴﻞ ﻟﻜﻢ ﺗﻔﺴﺤﻮا ﻓﻲ اﻟﻤﺠﺎﻟﺲ ﻓﺎﻓﺴﺤﻮا ﻳﻔﺴﺢ‬ ‫واذا ﻗﻴﻞ اﻧﺸﺰوا ﻓﺎﻧﺸﺰوا ﻳﺮﻓﻊ اﷲ اﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮاﻣﻨﻜﻢ‬P‫ج‬P‫اﷲ ﻟﻜﻢ‬ ( ١١ :‫واﷲ ﺑﻤﺎ ﺗﻌﻤﻠﻮن ﺧﺒﻴﺮ )اﻟﻤﺠﺎدﻟﺔ‬P‫ﻗﻠﻲ‬P‫واﻟﺬﻳﻦ اوﺗﻮااﻟﻌﻠﻢ درﺟﺎت‬ …Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…(Q. hlm. Ibid. bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.” (Q. 3 Ali Imran: 102)3 Segala sesuatu yang ada dalam dunia ini wajib dipelajari dan di fahami agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.112 Tujuan akhir dari pendidikan agama Islam dapat dilihat dalam firman Allah: :‫)ال ﻋﻤﺮان‬ ‫ﻳﺎاﻳﻬﺎاﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮااﺗﻘﻮااﷲ ﺣﻖ ﺗﻘﺘﻪ وﻻﺗﻤﻮﺗﻦ اﻻواﻧﺘﻢ ﻣﺴﻠﻤﻮن‬ (١٠٢ “Wahai orang-orang yang beriman. Dengan mengedepankan keunggulan dalam hal iman dan taqwa maka pembelajaran PAI juga mendapatkan perhatian yang serius.. 434 . 50 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya.S.

Unggul dalam iman dan taqwa 3. Dan oleh karena pembelajaran PAI masih seringkali mendapat kritik pedas dari para ahli pendidikan. berbudi pekerti luhur berdasarkan iman dan taqwa. Unggul dalam prestasi akademik 2. maka dari itu kualitas pembelajaran PAI harus ditingkatkan. Visi tersebut ialah: “Terwujudnya insan yang berkualitas.6 Banyak faktor yang menjadi pendukung adanya peningkatan kualitas pembelajaran PAI di antaranya adalah faktor sarana dan prasarana. 2006 Muhaimin.cit. 5 6 Dokumen SMP Negeri 02 Turen Kab. berdaya kreasi tinggi. peneliti dapat menyimpulkan bahwa sesuai dengan teori yang telah dipaparkan pada BAB II.113 Negeri 02 Turen Kab. hlm. terampil. Malang. op. sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen Kab. Terampil dalam apreasi seni dan olahraga 6.. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien. Berdasarkan hasil wawancara.” INDIKATOR 1. Budaya membaca dan membuat karya tulis 5. pengamatan dan dokumentasi yang ada. 88 . Malang bukan merupakan sekolah yang berbasis agama layaknya Madrasah. Aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan5 Dalam rangka mengatasi berbagai macam persoalan dalam hidup ini maka pembelajaran PAI harus menunjukkan kontribusinya. Terampil dalam ilmu pengetahuan dan teknologi 4.

bangku penghapus papan tulis. kapur tulis b. meubelair perpustakaan b. dan masjid. papan tulis (Sumber: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab.114 Malang dan sekaligus dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dapat peneliti paparkan seperti berikut: Tabel 5. Media: tape recorder (audio). ruang kepala 2. Sarana yang tidak Sarana yang secara tidak langsung digunakan dalam bergerak: PBM: almari buku a. peralatan laboratorium c.1 Sarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. TV dan VCD (audio visual). saluran PDAM Tabel 5. almari dll.2 Prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Alat pelajaran: Kapur a. Sarana pendidikan yang tahan lama: a. kursi penggaris. meja tulis. laboratorium. 2006) . Malang. b. meja b. Prasarana yang secara tidak langsung Contoh Ruang kelas. ka’bah tiruan untuk praktek manasik haji. Malang No Klasifikasi Prasarana Pendidikan 1. buku tulis d. c. b. kursi c. Malang No 1. buku tulis c. spidol Ditinjau dari Ditinjau dari hubungannya bergerak tidaknya dengan PBM Sarana yang langsung Sarana yang digunakan dalam PBM: bergerak: a. Ruang guru. c. perpstakaan. Alat peraga: boneka untuk peragaan sholat jenazah. Prasarana yang secara langsung digunakan dalam PBM 2. Ditinjau dari habis tidaknya dipakai Sarana pendidikan yang habis dipakai: a. papan tulis.

(Sumber: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. meja. kamar mandi. Fisika. ruang TU. S. di masjid siswa dapat belajar mempraktekan materi bab shalat. SMP Negeri 02 Turen Kab. 2006) Hal senada diungkapkan oleh Ibu Eko Yuliastutik Ch. LCD. spidol. tempat wudlu. Malang.115 digunakan dalam PBM tapi juga menunjang PBM sekolah. dan jalan menuju sekolah. Karena untuk laboratorium agama kami belum punya. dan TV. halaman sekolah. bulan ini kami mendapatkan bantuan dari DEPDIKNAS berupa 2 buah multimedia yang akan kami gunakan pada tahun ajaran 2007-2008. Di perpustakaan siswa dapat belajar mandiri dengan membaca serta menganalisa buku-buku yang ada di perpustakaan kemudian diserap untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan. Kimia. penghapus papan tulis. Sama halnya dengan mata pelajaran yang lainnya seperti Biologi. Sedangkan masjid adalah prasarana yang utama dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam. VCD. Malang. almari. beliau menegaskan: Sarana yang dibutuhkan guru dalam mengajar adalah seperti kapur tulis. ruang kelas dan perpustakaan. memadai dan siap pakai.Pd selaku Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. ruang staff. bangku. Tanggal 15 Mei 2007 7 . Sedangkan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah masjid. papan tulis. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Sebagaimana hasil wawancara Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. kursi. Selain itu siswa dan guru biasanya mengerjakan sholat dhuha pada jam pertama dan menunaikan jama’ah shalat dhuhur pada istirahat kedua atau sepulang sekolah. kaset. Pembelajaran PAI membutuhkan sarana yang beragam sesuai dengan materi dan metode yang akan diberikan.7 SMP Negeri 02 Turen Kab. Bahasa dan lain-lain. bahkan ada suatu materi yang tidak membutuhkan sarana namun hanya membutuhkan penjelasan dari sang guru saja. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI memerlukan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap. dan media pendidikan seperti OHP. CD. Selain ruang kelas yang digunakan untuk penyampaian materi yang berupa teori maka perpustakaan adalah tempat yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. Malang belum memiliki media audio visual yang lengkap hanya beberapa saja yang kami punya.

Jadi intinya sebelum pembelajaran dimulai seorang guru harus mempersiapkan media serta sarana yang akan membantu dalam pembelajaran. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen Kab. Sedangkan definisi lain diungkapkan oleh Ary H Gunawan. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Secara sederhana. manajemen perlengkapan sekolah dapat didefinisikan sebagai proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan pendidikan secara efektif dan efisien. Lalu pada pertemuan berikutnya saya memberikan CD untuk ditayangkan pada TV berukuran 21 inci agar siswa dapat melihat dengan jelas. Contohnya dalam materi yang berhubungan dengan fiqih. . Malang. beliau mengatakan bahwa administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara continue terhadap benda-benda pendidikan. Kemudian siswa mempraktekan di depan guru. Tanggal 14 Mei 2007 9 8 Ibrahim Bafadal. loc.8 B. saya menjelaskan terlebih dahulu materi yang telah ada di buku panduan.9 Berdasarkan definisi sederhana tersebut maka pada hakikatnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu merupakan proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. Malang selama kurang lebih 10 tahun. cit.116 peneliti dengan salah satu guru PAI SMP Negeri 02 Turen Kab. selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk bertanya bagi yang belum paham. beliau menyatakan: Saya mengajar di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. metode yang telah saya gunakan sangat beragam begitu juga dengan media serta sarana yang saya gunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. agar senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses belajar Wawawancara dengan Iftina Hidayati.

Pasangan penulis tersebut menegaskan bahwa prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah: 1. pemakaian dan pemeliharaan. pendistribusian. 114 . Pembentukan panitia pengadaan barang atau perlengkapan 2.117 mengajar sehingga PBM semakin efektif dan efesien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. 1996). menggantikan barang-barang yang rusak. dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun anggaran mendatang. 1. hilang.10 Ibrahim Bafadal menyatakan bahwa kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan itu meliputi: pengadaan. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di sekolah. Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dua orang teoretisi administrasi lainnya yang menjelaskan tentang prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah Emery Stoops dan Russel E. Johnson (1969). Administrasi Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta. a. dihapuskan atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan pergantian. Penetapan kebutuhan perlengkapan 3. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Aktifitas pertama dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah pengadaan sarana dan prasarana. Penetapan spesifikasi 10 Ary H Gunawan. hlm. inventarisasi dan penghapusan.

Dinas Pendidikan Nasional Provinsi. Rekomendasi 7. Malang dalam melaksanakan proses pengadaan sarana dan prasarana melibatkan semua komponen sekolah. Penilaian kembali11 b. Seringkali sekolah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan dari pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. Pengujian segala kemungkinan 6. 11 12 Ibrahim Bafadal. 32 . Namun bantuan tersebut dalam jumlah terbatas dan tidak selalu ada. op. sehingga sekolah dituntut untuk selalu berusaha juga melakukan pengadaan perlengkapan dengan cara lain.cit. hlm. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah untuk mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan sekolah. Tukar menukar. Hadiah atau sumbangan. Ibid.. 3.118 4. dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. hlm. 2. antara lain dengan cara: 1. Penetapan harga satuan perlengkapan 5.28 Ibrahim Bafadal. Meminjam 12 SMP Negeri 02 Turen Kab. dan 4. Pembelian. Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana yang telah disusun sebelumnya..

Malang yang menyatakan: Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dilaksanakan pada waktu mengadakan rapat kerja (raker) yang diikuti oleh kepala sekolah. Malang. kalau dana tersebut tidak turun kami mengajukan proposal pada komite sekolah. Malang. para staff dan karyawan serta seluruh bapak/ibu guru SMP Negeri 02 Turen Kab. Dalam hal ini Urusan Sarana dan Prasarana memberikan kesempatan pada masing-masing guru bidang studi untuk mengajukan permintaan alat pendidikan/media yang akan mereka butuhkan dalam PBM. Terlebih dahulu Urusan Sarana dan Prasarana menganalisis sarana atau media yang diperlukan dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Dana kami berikan pada guru bidang studi agar mereka dapat mencari media yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan. 13 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch.119 Kegiatan ini dimulai pada saat sekolah mengadakan rapat kerja (raker) pada awal tahun yang diikuti seluruh civitas akademik SMP Negeri 02 Turen Kab. Setelah itu direncanakan dengan matang mulai dari perencanaan pengadaan sampai pengadaan sarana pendidikan. Setelah barang yang akan dibeli ditetapkan. Setelah disetujui oleh bapak kepala sekolah kami akan mengalokasikan dana. Tanggal 15 Mei 2007 13 . dana tersebut didapat dari Depdiknas. Di dalam rapat ini guru bidang studi mengajukan sarana atau media apa yang dibutuhkan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. langkah selanjutnya Kepala Sekolah memberikan perintah pada Urusan Sarana dan Prasarana untuk memberikan dana yang selanjutnya diberikan pada guru bidang studi untuk melaksanakan proses pengadaan barang-barang. waka sekolah.

14 Ibrahim Bafadal. 38 . op. Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggungjawab dari seorang penanggungjawab penyimpanan kepada unit-unit atau orangorang yang membutuhkan barang itu. ada tiga langkah yang sebaiknya ditempuh oleh bagian penanggungjawab penyimpanan atau penyaluran. Kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan menurut ukuran waktu dan menurut ukuran keadaan barang. atau memanggil tukang/ahli servis untuk melakukannya.14 Proses pendistribusian atau penyaluran perlengkapan sekolah sebagaimana dijelaskan pada teori tersebut di atas tidak dilaksanakan di SMP Negeri 02 Turen Kab. karena tanggung jawab pengadaannya langsung diberikan kepada yang membutuhkan yakni guru bidang studi. Penggunaan dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Kegiatan rutin untuk mengusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik dan berfungsi baik pula (running well) disebut pemeliharaan atau perawatan (service). Pendistribusian Sarana dan Prasarana Sekolah Barang-barang perlengkapan sekolah (sarana dan prasarana pendidikan) yang telah diadakan dapat didistribusikan. yaitu: (1) penyusunan alokasi barang.120 2. Malang.. hlm. (2) pengiriman barang. Dalam rangka itu. Maka dari itu pengalihan tanggung jawab tidak ada di dalam manajemen sarana prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen Kab. (3) penyerahan barang. atau membawanya ke bengkel servis. Malang 3.cit. Pemeliharaan tersebut dapat dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggungjawabnya.

. 146 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. hlm. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Hal ini ditujukan agar sarana dan prasarana yang ada dapat siap pakai sewaktu-waktu dan dapat sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan.16 SMP Negeri 02 Turen Kab. tanggung jawabnya diberikan pada guru bidang studi. makanya bapak kepala sekolah tidak pernah mengijinkan untuk melakukan penghapusan terhadap barang-barang milik Negara Tiap akhir tahun urusan bidang sarana dan prasarana meminta catatan mengenai inventarisasi dari barang-barang tersebut karena akan dilaporkan ke KANWIL di tingkat provinsi. Aktifitas.15 Di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Malang yang 15 16 Ary H. Malang pemeliharaan sarana yang tergolong sebagai alat peraga atau media pendidikan yang seringkali digunakan dalam pembelajaran.cit. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Urusan Sarana dan Prasarana menyatakan: Setelah barang-barang tersebut didapatkan selanjutnya tanggung jawab media dan sarana diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru bidang studi mulai dari perawatan dan pemeliaran sampai pada penghapusan. Gunawan. Tanggal 15 Mei 2007 . kreatifitas serta rasa tanggung jawab dan rasa “handar beni” adalah kunci dari keberhasilan kegiatan pemeliharaan demi optimalisasi daya pakai dan daya guna setiap barang kita. Karena mereka yang tahu bagaimana cara merawat barang tersebut dengan baik dan bila sewaktu-waktu diperlukan mereka tidak bingung mencari barang-barang tersebut. Namun untuk proses penghapusan kami jarang melakukannya karena prosesnya yang sangat panjang dan rumit. op.121 Pada prinsipnya kegiatan pemeliharaan dilakukan agar setiap sarana dan prasarana itu senantiasa siap pakai dalam proses/kegiatan belajar mengajar.

Secata definitive.122 Ketika sarana pendidikan ada yang rusak maka Urusan Sarana dan Prasarana atas izin kepala sekolah memanggil tukang/ahli yang berada di sekitar wilayah SMP Negeri 02 Turen Kab. Akan tetapi jika biaya untuk memperbaiki lebih banyak dari pada membeli. 225/MK/V/4/1971 barang milik Negara adalah berupa semua barang yang berasal atau dibeli dengan dana yang bersumber baik secara keseluruhan atau sebagainya. tertib dan teratur berdasarkan ketentan-ketentuan atau pedoman-pedoman yang berlaku. inventarisasi adalah pencatatan dan penyusunan daftar barang milik Negara secara sistematis. dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ataupun dana lainnya yang barang-barangnya di bawah penguasaan pemerintah. 4. Kegiatan tersebut merupakan suatu proses yang berkelanjutan. penghematan keuangan. kegiatan pencatatan semua perlengkapan itu disebut dengan istilah inventarisasi perlengkapan pendidikan. baik yang berada di dalam maupun luar negeri. Malang untuk memperbaiki barang yang rusak tersebut. Menurut keputusan Menteri Keuangan RI Nomor kep. maka kepala sekolah dalam raker akan memtuskan untuk membeli peralatan yang lebih baru. mempermudah dalam . Melalui inventarisasi perlengkapan pendidikan diharapkan akan tercipta ketertiban administrasi barang. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah Salah satu aktifitas dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah mencatat semua perlengkapan yang dimiliki oleh sekolah. maupun daerah otonom. baik pusat. provinsi. Lazimnya.

termasuk perlengkapan baru kepada pemerintah. Misalnya.cit. inventarisasi mampu menyediakan data dan informasi untuk perencanaan. 17 17 Ibrahim Bafadal. Oktober. op. Sekolah-sekolah swasta wajib melaporkannya kepada yayasannya. yaitu: a) Kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan dan pembuatan kode barang perlengkapan Barang-barang perlengkapan di sekolah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. Laporan tersebut seringkali disebut dengan istilah laporan mutasi barang. khusus barang-barang inventaris dicatat di dalam buku induk inventaris dan buku golongan inventaris. yaitu barang inventaris dan barang bukan inventaris. hlm. Pelaporan tersebut dilakukan sekali dalam setiap triwulan. b) Kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan laporan. Lebih lanjut. Sedangkan khusus barang-barang bukan inventaris dicatat di dalam buku induk bukan inventaris dan kartu (bisa berupa buku) stok barang. yaitu departemennya. Semua perlengkapan pendidikan di sekolah atau barang inventaris sekolah harus dilaporkan. pada setiap bulan Juli. Januari dan April tahun berikutnya. 55 . Kegiatan inventarisasi perlengkapan pendidikan meliputi dua kegiatan. Baik barang inventaris maupun barang bukan inventaris yang diterima sekolah harus dicatat di dalam buku penerimaan..123 pemeliharaan dan pengawasan. Setelah itu.

perawatan. Sahertian.1994). Karena hasil dari catatan inventarisasi itu akan dilaporkan ke KANWIL Pusat di Tingkat Provinsi. namun tiap akhir tahun Urusan Sarana dan Prasarana meminta catatan mengenai sarana pendidikan yang telah dibeli. Urusan Sarana dan Prasarana menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada pegawai perpustakaan. 198 . dan pemeliharaan berada di tangan guru bidang studi.18 Untuk melakukan penghapusan atau penyingkiran (afkeur) pelaksana harus memperhatikan tahap-tahap sebagai berikut: a) Pemilihan barang yang akan dihapuskan dilakukan setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan. Walaupun tanggung jawab pengadaan. pemakaian. 5. Malang sesuai sekali dengan teori yang telah dipaparkan di atas.124 Kegiatan inventarisasi yang dilakukan oleh SMP Negeri 02 Turen Kab. 18 Piet A. Mengenai inventarisasi buku-buku yang ada di perpustakaan. Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Yang dimaksud dengan penghapusan adalah kegiatan yang mempunyai tujuan untuk menghapuskan barang-barang milik Negara dari daftar inventaris Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. hlm. Dalam proses inventarisasi Urusan Sarana dan Prasarana dibantu oleh pegawai TU. Karena kegiatan ini begitu rumit dan perlu ketelitian dari pelaksananya. Dimensi Administrasi (Surabaya: Usaha Nasional.

Malang sebenarnya jarang sekali dilakukan. Barang-barang yang sudah lama dan sudah tidak terpakai lagi tetap disimpan rapi di gudang sekolah. Namun Kalau barang tersebut masih bisa dijual guna mendapatkan yang lebih baru. c) Membuat surat pemberitahuan kepada atasan bahwa akan diadakan penyingkiran dengan menyebutkan barang-barang yang hendak disingkirkan. Seperti contohnya monitor komputer yang sudah lama maka bisa ditukar tambah dengan yang lebih baru. Malang jarang sekali dilakukan. menghibahkan kepada badan/orang lain atau membakar. 1993). maka hal tersebut akan dilaksanakan. 89 19 . Pernah dilakukan tapi itu sudah lama dan kegiatan itu cukup membuat jera para civitas akademik SMP Negeri 02 Turen Kab.125 b) Memperhitungkan faktor-faktor penyingkiran dan penghapusan ditinjau dari segi nilai uang. Jadi untuk Suharsimi Arikunto. Buku-buku yang sudah tidak relevan dengan kurikulum sekolah masih tetap ditata rapi di perpustakaan untuk dijadikan referensi para guru maupun para siswa. Proses penghapusan/penyingkiran harus disaksikan oleh atasan e) Membuat berita acara tentang pelaksanaan penyingkiran. Organisasi dan Administrasi: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Jakarta: Raja Grafindo Persada.19 Sedangkan proses penghapusan sarana dan prasarana di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. hlm. Karena memang proses penghapusan sarana dan prasarana itu cukup rumit makanya di SMP Negeri 02 Turen Kab. d) Melaksanakan penyingkiran dengan cara-cara mengadakan lelangan.

126

melakukan penghapusan terhadap sarana pendidikan, Kepala sekolah bersama para guru dan karyawan harus berpikir dua kali. Bahkan di perpustakaan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang proses penghapusan itu belum pernah dilakukan sama sekali. Buku-buku lama yang tidak relevan dengan kurikulum yang digunakan tidak dibuang begitu saja dan dijadikan tambahan referensi guru maupun siswa. Adapun inventarisasi bukubuku perpustakaan adalah dengan mencatat jumlah dan jenis buku pada sebuah buku induk.20 Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang sama halnya dengan manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan ibu Eko Yuliastutik Ch, S.Pd pada waktu menanggapi pertanyaan peneliti, beliau menegaskan bahwa: Proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran pendidikan agama Islam kami samakan dengan proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Hal ini dikarenakan jumlah sarana dan prasarana yang ada di sekolah kami masih minim jadi proses manajemennya kami samakan. Tanggung jawab akan sarana dan media pendidikan juga kami serahkan sepenuhnya pada guru pendidikan agama Islam.21 Adapun upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana adalah

sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan bapak Edi Sunarto, S.Pd yang

Wawancara dengan Suliani, Pegawai Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 21 Mei 2007 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch, Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 17 Mei 2007
21

20

127

menjabat sebagai Humas SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang dan merangkap sebagai urusan kurikulum kelas 3, beliau menyatakan: Dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah kami, bapak kepala sekolah mengalokasikan dana secara benar untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Dana tersebut diperoleh dari kucuran dan dari APBD, DIKNAS, serta beberapa dari komite sekolah. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung sekolah dan pengadaan peralatanperalatan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.22 Bapak kepala SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang termasuk pemimpin yang bijaksana, beliau tidak asal perintah saja melainkan beliau juga memberikan tauladan yang baik terhadap anak buahnya. Karena beliau mempunyai prinsip bahwasannya “orang yang menyuruh melakukan sesuatu harus berbuat hal yang sama, jadi tidak asal ngomong dan tidak melaksanakan”. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

‫اﺗﺄ ﻣﺮون اﻟ ّﺎس ﺑﻞ ﻟﺒﺮ وﺗﻨﺴﻮن اﻧﻔﺴﻜﻢ واﻧﺘﻢ ﺗﺘﻠﻮن اﻟﻜﺘﺎب اﻓﻼ‬ ‫ﻨ‬ (44:‫ﺗﻌﻘﻠﻮن )اﻟﺒﻘﺮة‬
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca alkitab (Taurat)? Maka Tidakkah kamu berpikir? (Q.S. Al-Baqarah: 44)23 Akibatnya, mereka akan mendapat ancaman dari Allah:

(3:‫آﺒﺮ ﻣﻘﺘﺎ ﻋﻨﺪاﷲ ان ﺗﻘﻮﻟﻮا ﻣﺎ ﻻ ﺗﻔﻌﻠﻮن )اﻟﺼﻒ‬
Amat besar kebencian di sisi Allah karena kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (Q.S. As-Shaf: 3)24
Wawancara dengan Edi Sunarto, Humas SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 14 Mei 2007
23 22

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, op.cit., hlm. 7

128

C. Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang Melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam kamus besar bahasa Indonesia kualitas didefinisikan sebagai tingkat baik buruknya sesuatu, kadar atau mutu atau dapat juga dikatakan sebagai derajat atau taraf (kepandaian atau kecakapan, dan sebagainya).25 Sedangkan. secara sederhana pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru.26 Dengan demikian kualitas pembelajaran adalah mutu seorang guru baik kemampuan maupun pemahamannya terhadap interaksi belajar mengajar yang indikatornya dapat dilihat dari hasil prestasi belajar siswa, baik itu prestasi dalam menempuh ujian semester atau prestasi dalam menempuh ujian akhir. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran PAI, maka tidak terlepas dari adanya beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, dan salah satunya adalah faktor sarana dan prasarana. Faktor ini merupakan faktor yang krusial dalam pembelajaran PAI. Tanpa sarana dan prasarana yang memadai pendidikan tidak akan berjalan dengan maksimal. Demikian juga, meskipun sarana dan prasaran cukup memadai tapi tidak dikelola dengan baik maka pembelajaran pun tidak dapat terlaksana dengan efektif dan efisien.
24 25

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, Ibid., hlm. 440 W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka,1989) Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2006), hlm. 61

hlm. 467
26

Malang. paham tentang teori-teori manajemen sarana dan prasarana dan mampu mengimplementasikannya dalam realitas di sekolah.59 7.45 2005-2006 TAHUN NILAI 7. beliau mengatakan bahwa dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang telah dilakukan ternyata tidak sia-sia sebab . Hal ini dikarenakan adanya pembaharuan pada bidang sarana dan prasarana serta cara mengelolanya berikut data yang menyebutkan adanya peningkatan hasil pada mata pelajaran PAI dibandingkan tahun sebelumnya: Tabel 5. Malang. dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dapat di katakana bahwa hasil yang diperoleh pada saat ini dengan tahun sebelumnya lebih banyak mengalami peningkatan.89 7.17 7. sekolah harus memiliki kapabilitas dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan yang sudah tersedia. 2006) Informasi lain didapatkan peneliti dari hasil wawancara dengan Urusan sarana dan prasarana pendidikan.54 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab.00 8. Demikian juga yang terjadi di SMP Negeri 02 Turen Kab.129 Oleh karena itu agar kualitas pembelajaran PAI di suatu sekolah umum lebih meningkat dari pada sebelumnya dan bisa setara dengan kualitas pembelajaran PAI di sekolah-sekolah berbasis Islam (madrasah) maka sekolah harus memiliki sarana dan prasarana PAI yang lengkap. Tapi tidak cukup itu. sehingga adanya sarana dan prasarana pendidikan yang termanage dengan baik sangat memungkinkan hasil yang diperolehnya pun akan lebih baik.3 Nilai Rata-Rata UAS tahun 2004/2005 dan 2005/2006 KELAS VII VIII IX TAHUN 2004/2005 NILAI 7.

Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. Sekolah b. : Meringankan dan mempermudah guru dalam memaham kan materi yang akan diajarkan pada siswa. : Prestasinya cukup memuaskan. 4. 6. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. 3. 7.130 dengan manajemen tersebut SMP Negeri 02 Turen Kab. 2006) 27 Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. 2006 . Terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. Malang.27 c. Guru Sedangkan prestasi ekstrakurikuler tahun ajaran sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. Pramuka Bela diri Seni Tari Baca Qur’an PMR Seni Musik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. Ekstrakurikuler Olahraga Prestasi yang Diraih Renang Bulutangkis Lari Lempar lembing Bola Volly Bola Basket Peserta Jembara Pencak Silat Tingkat Prestasi Juara 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1 Semi Final Juara 2 Tingkat Daerah Provinsi Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten - 2. Begitu juga dalam bidang keagamaan. Siswa : SMP Negeri 02 Turen Kab.4 Data Prestasi Ekstrakulikiler SMP Negeri 02 Turen tahun 2005/2006 No 1. Malang memperoleh hasil yang cukup signifikan diantaranya: a. 5. begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. hasil belajar siswa pada akhir semester semakin meningkat.

proses belajar mengajar dapat berjalan lancar dan kualitas pembelajaran PAI mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Ibu Iftina Hidayati. . S. Jadi cukup jelas bahwa dengan sarana dan prasarana yang memadai dan juga dengan proses manajemen yang professional maka hasilnya pun akan maksimal dan memuaskan. siswa lebih siap dan lebih konsentrasi dalam menerima pelajaran. nilai siswa lebih meningkat dan pengajaran dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Jadi manajemen sarana dan prasarana itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar PAI. Dan sejauh ini sesuai dengan penilaian beliau melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan nilai siswa dapat meningkat menjadi lebih baik dibandingkan tahun kemarin. Diantaranya dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan maka konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar dan guru dapat lebih maksimal dalam menyampaikan materinya. sehingga tujuan (standar kompetensi) yang telah diformulasikan oleh pakar pendidikan dalam KBK dan dalam KTSP yang akan diberlakukan pada tahun ajaran akan datang dapat tercapai dengan baik.Ag beliau menerangkan bahwa sarana dan prasarana itu sangat bermanfaat pada pelaksanaan PAI. Antara lain. kompetensi siswa lebih meningkat.131 Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI.

kaset. dan media pendidikan seperti OHP. kapur tulis. bangku. penghapus papan tulis. kegiatan ini dimulai pada waktu sekolah mengadakan raker di awal tahun ajaran baru. peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. meja. masjid dan laboratorium agama. Perencanaan pengadaan barang. CD. VCD. almari. spidol. kursi. 2. Guru PAI selain membutuhkan ruang kelas dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. mereka juga membutuhkan sarana dan prasarana yang beragam sesuai dengan materi yang akan diajarkannya. perpustakaan. Tetapi mereka tetap berusaha agar kualitas pembelajaran PAI lebih meningkat. LCD. ruang kelas. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di lapangan. Malang mengajar sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan yakni kurikulum 1994 dan kurikulum 2004. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen Kab. Di dalam rapat itu segala sesuatu yang berhubungan dengan perencanaan di bahas dengan matang. SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang adalah: a. Dan salah satu jalan yang ditempuhnya adalah dengan menggunakan sarana dan prasarana pendidikan. dan TV. membutuhkan sarana pendidikan berupa. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. papan tulis.132 BAB VI PENUTUP A. Dan prasarana yang dibutuhkan diantaranya. . Guru PAI SMP Negeri 02 Turen Kab.

karena prosesnya yang begitu rumit dan sangat panjang. pengadaan sarana yang tergolong sebagai media pembelajaran/alat peraga langsung dilakukan oleh guru bidang studi jadi mereka diberi wewenang oleh urusan sarana dan prasarana untuk membeli sendiri peralatan yang dibutuhkan dengan menyerahkan nota pembelian sebagai bukti pembelian. Dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen dalam pemeliaraannya dikoordinasi oleh pesuruh sekolah. alat peraga. Pemeliharaan. Sarana pendidikan yang bersifat umum seperti meja. d. diantaranya SMP . kursi dan perabotan meubelair lainnya dikoordinasi oleh Urusan sarana dan prasarana. Sedangkan sarana yang bersifat khusus seperti alatalat laboratorium. Malang menuai hasil yang tidak mengecewakan. Penghapusan. Bahkan di perpustakaan SMP Negeri 02 Turen proses penghapusan terhadap buku-buku yang telah usang dan sudah tidak relevan dengan kurikulum yang ada belum pernah dilakukan sama sekali. Melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen Kab. alat pendidikan dan lain-lain dikoordinasi oleh guu bidang studi. buku-buku lama tetap disimpan dan ditata rapi. Pengadaan barang. Semua sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen di rawat dan dipelihara bersama-sama dengan dikoordinatori oleh seorang penanggung jawab. 3. Malang. e. c.133 b. proses penghapusan sarana dan prasarana jarang sekali dilakukan di SMP Negeri 02 Turen Kab. Inventarisasi. kegiatan ini dilaksanakan oleh Urusan sarana dan prasarana dan dibantu oleh Kepala TU beserta staff.

konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar . daya ingat siswa lebih kuat sehingga hasil belajar siswa pada akhir semester pun semakin meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. Begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. kompetensi siswa dapat lebih meningkat. sesuai dengan kurikulum 1994 dan kurikulum 2004. Siswa : Prestasinya cukup memuaskan.134 Negeri 02 Turen Kab. Begitu juga dalam bidang keagamaan. Dengan ini semua tentunya akan membawa ke arah tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Adapun hasil yang dipeoleh siswa dan guru dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah: a. maka dapat dikatakan bahwa kualitas pembelajaran PAI dapat meningkat melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan B. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. SARAN . Guru : karena waktu yang dialokasikan pada mata pelajaran PAI disekolah umum sangat sempit maka guru dapat lebih mudah dan lebih maksimal dalam menjelaskan sebuah materi. b. Ketika tujuan dari pendidikan dapat tercapai secara maksimal.

Bagi Kepala Sekolah Hendaknya sarana dan prasarana yang telah usang dan tidak dipakai lagi dihapus saja. 2. Selain itu sekolah akan mendapatkan dana jika barang-barang itu dilelang dan dana itu dapat digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana yang belum tersedia. guru dan karyawan dalam proses manajemen sarana dan prasarana. akan menambah luas sarana dan prasarana yang telah tersedia. terutama dalam proses pemeliharaan sarana dan prasarana. Sehingga lokasi perpustakaan menjadi lebih luas dan almari serta rak buku bisa diisi dengan buku-buku terbaru. . Bagi Pustakawan Hendaknya lebih komunikatif dengan Kepala sekolah dan Urusan sarana prasarana dalam mengemukakan pendapatnya untuk menghapus buku-buku yang telah usang di perpustakaan. Karena dengan penghapusan barang-barang yang tela usang itu. meskipun harus dengan prosedur yang rumit. 3. maka ada beberapa hal yang perlu diungkapkan sebagai saran dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan: 1.135 Dari hasil kesimpulan pembahasan di atas. Bagi Urusan Bidang Sarana dan Prasarana Perlu adanya komunikasi yang intensif dengan kepala sekolah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful