Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

Malang SKRIPSI

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG JULI 2007

Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang
SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam (S.PdI)

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG JULI 2007

ii

HALAMAN PERSETUJUAN Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang
SKRIPSI

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

Telah disetujui pada tanggal Oleh Dosen Pembimbing:

Amin Prasojo, S.Ag NIP. 150 301 115

Mengetahui Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam

Drs. Moh. Padil, M.PdI NIP. 150 27 235

iii

ida. Kakakqu terkasih (Kak Zan saq onyonx. Jangan lelah untuk menyayangi dan membimbingku kakak…… Sahabat-sahabatku in “five girls”. iv . isna. fi2. s’moga Allah menjaga ukhuwah kita sampai hari pembalasan. niken. terima kasih karna kalian hidupku jadi lebih berwarna.“l@2 chayanx” tu badan mbok ya digemukin dikit biar agak segeran gechu Kalian adalah sahabat-sahabat terbaik yang pernah aq punya. I’im. Karnamu ariq mampu berubah menjadi lebih dewasa. sebening cinta dan sesuci do’a. contohlah yang baik dan jangan diambil yang buruk.PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk orang-orang yang telah memberikan motivasi dan arti bagi hidupku dengan pengorbanan. Lanjutkan perjalanan hidup kalian dengan senyum keoptimisan. perhatian. reni. me2. nanda kan berusaha untuk menjadi yang terbaik. kalian telah banyak mengajarkan nanda akan makna sebuah perjuangan. Terima kasih tlah menjadi kawan seperjuangan dari mulai pertama kos di WK. kau adalah perisai hidupku. “mbak ery” klo punya masalah jangan terlalu dipikirkan. n semuanya aja) kalian adalah teman yang lucu n konyol tapi kalian juga teman yang sangat perhatian. “En2” jo guyon ae lan jo terlalu nyantai cepetan dimarekno skripsine. mereka adalah Ayahanda “Parminadi” dan Ibunda “Sri Praptini”. belahan jiwaku. Seseorang yang pernah muncul dalam hidupku (my @ngel). aq lebih bersemangat dalam menyelesaikan skripsi ini. Dengan segenap ketulusan dan kerendahan hati skripsi ini kupersembahkan untuk: Sepasang mutiara hati yang memancarkan sinar cinta dan kasih sayang yang tak pernah usai. serta motivasi yang tak pernah berhenti mengalir darimu.tapi ojo kebangetan ya……. Terima kasih tlah mengajarkan aq rasa kecewa dan sakit S’moga seseorang yg lebih baik kan dapat menjadi penggantiku……. guyon sah-sah aja pren…………. saq gagah) yang semoga menjadi pendampingku kelak. kamulah motivasi dan harapanku. dosen-dosenku yang telah mendidikku dengan ikhlas sehingga penulis bisa menjadi manusia dewasa dan selalu menjadi pelita dalam studiku sehingga penulis dapat memperoleh berbagai ilmu pengetahuan yang sangat berarti . saq sholah. Adinda tersayang “Wahyu Achirul Chrisditianto”. kasih sayang dan ketulusannya. nafas semangatku.. Terima kasih atas keikhlasan dan ketulusan bapak lan ibu. ifa cipluk. Mbakmu yakin kamu kan berhasil dalam hidup jika kamu berusaha dengan tekun. tauladan dan kebanggaan dari anak-anakku. “Churin centil” maafin aq ya dah lama gak kasih info. Do’aku s’moga engkau kelak dapat menjadi imam bagi sholatku. semoga kamu lebih baik dari mbakmu ini. Guru-guruku. nia. Teman-teman Kos Wisma Kurnia (nuri. bimbingan. lebih bijaksana dan lebih baik dari sebelumnya. Terima kasih atas kasih sayang. karna sikap dan keputusanmu……. pemimpin keluargaku. berlanjut ke Kos Putri Ayu sampai kembali ke WK lagi. yang telah mengayomi dan mengasihiku setulus hati. jadikan si kecil yg masih dalam perutmu sebagai motivasi dalam menyelesaikan skripsimu. qu tunggu undangannya.

MOTTO v .

Ag Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Skripsi Titus Iis Krisdianawati Lamp. dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama NIM Jurusan Judul Skripsi : Titus Iis Krisdianawati : 03110022 : Pendidikan Agama Islam : Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. : 4 (empat) Eksemplar Kepada Yth.Ag NIP. S.Amin Prasojo. Demikian. Wb Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan. mohon dimaklumi adanya. S. Wb Pembimbing Amin Prasojo. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang di Malang Assalamu’alaikum Wr. bahasa maupun teknik penulisan. kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan. Maka selaku Pembimbing. Wassalamu’alaikum Wr. baik dari segi isi. Malang Malang. 150 301 115 vi .

SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya mengatakan. bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi. dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Titus Iis Krisdianawati vii . Malang.

KATA PENGANTAR ‫ﺑﺴﻢ اﷲ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ‬ Alhamdulillah. serta segenap keluarga besar di Turen yang telah memotivasi penulis untuk menyelesaikan studi di UIN Malang. Kak Zan. Hari Wahyudi. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Malang. sehingga penulis menjadi lebih tegar dalam menjalani hidup. M. Bapak Drs. Hidayah serta Inayah-Nyalah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul: “Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. yang dengan setia menemani dan membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. Segenap guru. Bapak Prof . Djunaidi Ghony. viii . Padil. 3. ibunda Sri Praptini dan adinda tersayang Wahyu Achirul Crisditianto. 5. Malang”. yang telah membawa kita dari zaman kegelapan ke zaman yang terang benderang yakni zaman kejayaan Ad-Dinul Islam.Ag.PdI. dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak. 8. semoga amal baik tersebut dibalas oleh Allah SWT. selaku Rektor UIN Malang. Bapak Drs. S. Shalawat serta salam selalu terlimpahkan kepada baginda Rosulullah wa Nabiullah Muhammad SAW. atas Rahmah. H. 4. Dr. karyawan beserta siswa-siswi SMP Negeri 02 Turen atas bantuan dan kerjasamanya dalam pembuatan skripsi ini. Bapak Prof. Dr. Terima kasih telah menjadi kakak yang baik bagi penulis. Moh. 2. Imam Suprayogo. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang. M. segala puji kami panjatkan keharibaan Sang Penguasa Hari Akhir. selaku dosen pembimbing yang sangat perhatian dan selalu membimbing penulis dengan sabar dalam menyelesaikan skripsi ini 6. H. Untuk itu penulis menghaturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan. selaku Kepala SMP Negeri 02 Turen yang telah memberikan izin dan kesempatan pada penulis untuk mengadakan penelitian di sekolah yang dipimpin. 7. Ayahanda Parminadi. Bapak Amin Prasojo.

10. Penulis ix .9. churin. semoga ilmu yang telah diperoleh dapat bermanfaat dunia dan akhirat. Amin. lala. Amiin. Akhirnya. Segenap rekan-rekan penulis angkatan 2003. en2) yang telah menjadi bagian dari keseharian penulis dalam menjalani studi di UIN Malang. semoga Allah menjaga ukhuwah kita hingga akhir zaman. Sahabat-sahabatku (mbak eri. saran dan kritik konstruktif sangat diharapkan dari pembaca yang budiman. penulis menyadari bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu. Malang. Kendati demikian. baik di dunia maupun di akhirat kelak. penulis berharap agar skripsi ini dapat mendatangkan manfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya.

DAFTAR TABEL x .

DAFTAR GAMBAR xi .

Malang 6. Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang 4. Surat Pengantar Penelitian 9. Malang 5. Data Siswa SMP Negeri 02 Turen Kab. Surat Keterangan Penelitian xii . Daftar Hadir Guru SMP Negeri 02 Turen Kab. Pedoman Observasi dan Pedoman Dokumentasi 3. Malang 8. Jadwal Pelajaran SMP Negeri 02 Turen Kab. Pedoman Interview 2. Malang 7.DAFTAR LAMPIRAN 1. Bukti Konsultasi 10. Struktur Organisasi Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen Kab.

.... ABSTRAK ................................. xiii ....... Prinsip-Prinsip Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan................. Rumusan Masalah ..................................................................................................................................................................... B. 4..... Konsep Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan....................... Latar Belakang Masalah............................... DAFTAR LAMPIRAN......... Definisi Operasional ... DAFTAR ISI................................... G... BAB I : PENDAHULUAN A............................................................... Kegunaan Penelitian ................. D.................... 3.................................................................... HALAMAN MOTTO .............................. HALAMAN NOTA DINAS ........................................................................................................................................................................................ F.............................................................. HALAMAN PERSETUJUAN...................... 5................................................... HALAMAN JUDUL...................... Proses Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan ............................................................................... HALAMAN PENGESAHAN.... HALAMAN PERNYATAAN ........................................................................................... Tujuan Penelitian ........ 1.................................................................................. Sistematika Pembahasan ........... Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan ..... E................................... 2....... BAB II : KAJIAN PUSTAKA A. KATA PENGANTAR ............................................................................ Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan .......... HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................................................................... DAFTAR TABEL............................................................................................................................................................................................. DAFTAR GAMBAR ... C..........................................................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL .................. Pengertian manajemen sarana dan prasarana pendidikan .......................................... Ruang Lingkup dan Pembatasan Penelitian.

....................... 6........... Sarana dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen.................... Implikasi Manajemen Sarana dan Prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI .............. D............................................ xiv .............................................................. Kurikulum yang dipakai di SMP Negeri 02 Turen .... Penyajian dan Analisa Data ........................................... BAB IV : HASIL PENELITIAN A.... Lokasi Penelitian........................................................................ Upaya-upaya dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI......... 2............................................. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran PAI ...... Keadaan Siswa SMP Negeri 02 Turen..................... Pendekatan dan Jenis Penelitian .......................... BAB III : METODOLOGI PENELITIAN A........................... Latar Belakang Obyek Penelitian........................... 2................ 3.................... 3............. Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI................................... Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI .......................................... Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen ................... 3........... 1.. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam ..... 2....................................... Kehadiran Peneliti.................... Analisis Data ..................................... H....................................................... Prosedur Pengumpulan Data ............................ E. 5......................... 1........................................................ B.. F............................. Keadaan Guru dan Karyawan SMP Negeri 02 Turen..................................... Pembelajaran Pendidikan Agama Islam....... 4..................................... Tahap-Tahap Penelitian ............ Pengecekan Keabsahan Data..........B......................................................... C.. 1................................................... G... Pengertian Pendidikan Agama Islam .............. Sumber Data....... C........ Gambaran Umum Lokasi Penelitian ........... B..........

................ B................................................ Saran.......... Kesimpulan ........................ 2................................ Sarana dan Prasarana Pendidikan yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen ............................ Sarana dan Prasarana Pendidikan yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen ....................................................... BAB VI : PENUTUP A............. C.............. DAFTAR PUSTAKA xv . 3...................... Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan...... BAB V : PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A............................................................................................................................................................................................................... Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan ..................1....... Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen .......... B.................................................................................................................................................................................................. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen ..........

Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai. Di satu sisi lain. Dan agar hasil penelitian dapat tersusun sistematis. kita juga dihadapkan pada persoalan-persoalan antar komunitas agama bahkan antar intern pemeluk agama itu sendiri yang belum menunjukkan hubungan yang akrab. Malang. memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. dengan mereduksi data yaitu merangkum. Kedua. S. Jurusan Pendidikan Agama Islam. Malang. Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. kompak dan harmonis. Berpijak dari hal inilah penulis tertarik mengambil judul: “Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang”. Malang. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. untuk mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. hukum dan lain sebagainya sebagai dampak dari krisis nasional di bidang tersebut. maka perlu ditingkatkan kualitas pembelajarannya. dan bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam permasalahan tersebut adalah Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. mendisplay data xvi . Skripsi. Fakultas Tarbiyah. bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang.ABSTRAK Titus Iis Krisdianawati. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Karena PAI di sekolah masih seringkali mendapatkan kritik dari para ahli. Di satu sisi kita dihadapkan pada persoalan ekonomi. 2007. Jika kedua persoalan ini tidak bisa segera dipecahkan agaknya krisis nasional akan bertambah parah dan merambah ke berbagai sektor kehidupan. politik. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien. Malang. dan untuk mengetahui hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan itulah. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah ada banyak faktor yang mempengaruhinya salah satunya adalah faktor sarana dan prasarana pendidikan. Dari latar belakang di atas. maka permasalahan yang ingin diangkat adalah Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. maka langkah peneliti dalam menganalisis data adalah. pertama. Amin Prasojo.Ag. maka pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah harus menujukkan kontribusinya. Ada dua persoalan pokok yang dihadapi oleh umat beragama pada umumnya. karena dengan tujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang apa adanya di lokasi penelitian.

masjid dan laboratorium agama. daya ingat siswa lebih kuat sehingga hasil belajar siswa pada akhir semester pun semakin meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. membutuhkan sarana pendidikan berupa. guru maupun sekolah dapat merasakan hasilnya dengan manajemen tersebut Kata kunci: Manajemen. Hal ini dikarenakan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang bagus oleh komponen-komponen sekolah. diantaranya SMP Negeri 02 Turen Kab. dan TV. Malang meliputi perencanaan pengadaan barang. kursi. ruang kelas. pengadaan barang. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. dan penghapusan. Dan yang ketiga Melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen menuai hasil yang tidak mengecewakan. Bagi guru karena waktu yang dialokasikan pada mata pelajaran PAI di sekolah umum sangat sempit maka guru dapat lebih mudah dan lebih maksimal dalam menjelaskan sebuah materi. Sarana dan Prasarana Pendidikan. kaset. peneliti memperoleh hasil bahwa.yaitu menyajikan data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat. baik siswa. inventarisasi. Dan prasarana yang dibutuhkan diantaranya. almari. tabel dan sejenisnya. papan tulis. Kualitas Pembelajaran. Dengan rancangan penelitian seperti dijelaskan di atas. Dan hasilnya pun cukup memuaskan. Dan ketiga melalui verifikasi/ penarikan kesimpulan. yaitu kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang bersifat kredibel dan dapat menjawab rumusan masalah yang dikemukakan sejak awal. spidol. meja. pemeliharaan. Adapun hasil yang dipeoleh siswa dan guru dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar. kapur tulis. Pertama SMP Negeri 02 Turen Kab. bangku. LCD. PAI xvii . penghapus papan tulis. Kedua proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen Kab. perpustakaan. dan media pendidikan seperti OHP. VCD. CD. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI menggunakan sarana dan prasarana yang telah tersedian dan siap pakai.

15 2 1 .1 BAB I PENDAHULUAN A. Sehingga Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara. Penyebab dan Alternatif Pemecahannya. akhlak mulia. hlm. Jurnal Ilmu Pendidikan. Latar Belakang Masalah Menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal I (1) pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Guru yang kompeten dan professional akan lebih mampu dalam menyampaikan materi pelajaran. masyarakat. 1 Banyak indikator yang dapat dijadikan tolak ukur bagi keunggulan dan mutu suatu sekolah. Indikator-indikator tersebut antara lain adalah proses belajar mengajar yang ada di sekolah. bangsa dan Negara. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. prestasi akademik peserta didik dan kualitas manajemen sekolah. Manajemen Peserta Didik di SD: Masalah. kepribadian. 3 Ali Imran. pengendalian diri. Para pakar pendidikan seringkali menegaskan bahwa guru merupakan sumber daya manusia yang sangat menentukan keberhasilan program pendidikan. kelengkapan sarana dan prasarananya. 2006). hlm. kecerdasan.2 Proses Belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan formal dengan guru sebagai pemeran utama. 1998. profesionalitas tenaga kependidikan atau sumber daya manusianya.

hlm. Agar perubahan-perubahan dalam diri anak didik sebagai hasil dari suatu proses belajar mengajar sampai pada tujuan yang diharapkan. namun bukan berarti keberadaan unsur-unsur lain tidak begitu penting. merasa dan melakukan sesuatu itu akan menjadi relatif menetap dan membentuk kebiasaan bertingkah laku pada dirinya. Melalui proses belajar mengajar diharapkan pendidikan agama Islam dapat merubah diri anak didik baik aspek cognitive. perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar tersebut. Keberhasilan seorang guru dipengaruhi banyak faktor. Dari pemaparan tersebut dapat kita simpulkan bahwasannya guru merupakan faktor penting dalam proses belajar mengajar. dkk. affective maupun psychomotor. 76 . Strategi Belajar Mengajar (Surabaya: Citra Media. terutama pengadaan alat-alat sekolah yang akan mendukung kelangsungan proses belajar mengajar. 1996). di mana pada akhirnya cara berpikir.2 hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal. Dan dengan adanya perubahan dalam tiga aspek tersebut diharapkan akan berpengaruh terhadap tingkah laku anak didik. Faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada bagan berikut ini:3 3 Muhaimin.

kesehatan dan ketertiban dan keamanan 4 Oemar Hamalik.3 Gambar 1. Di samping dibutuhkannya guru-guru yang memiliki kemampuan dan kecakapan yang lebih memadai. hlm. 4 Sekolah yang kurang pemeliharaan kadang-kadang kelihatan kumuh dan kotor. juga diperlukan cara-cara bekerja dan sikap yang baru. maka peran dan fungsi sistem dan proses pembelajaran atau pengajaran ternyata sangat penting. 3 . 1994).1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi PBM Pendidikan Agama Instrumental Kurikulum Program Pedoman Belajar Pengajar Sarana/Fasilitas LUAR FAKTOR Environmental Alami Fisik Sosial & Budaya Kondisi Fisik Kondisi Indera Minat. peralatan yang lebih lengkap. Ingatan Perhatian. karena suasana atau lingkungan belajar tidak mendukung. Media Pendidikan (Bandung: Citra Aditya Bakti. ini akan berpengaruh pada proses belajar mengajar. Kecerdasan Motivasi. Sedangkan sekolah yang benar-benar memenuhi syarat kebersihan. dan sistem administrasi yang lebih teratur”. keindahan.Tanggapan Sikap Fisiologis DALAM Psikologis Oemar Hamalik menjelaskan “Dengan demikian sudah jelas bahwa demi mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.

yang beranekaragam harga serta bentuknya. sehingga siswa sulit membaca tulisan dari guru yang ada di papan tulis. Sudah menjadi rahasia umum bahwa mayoritas orang Islam Indonesia biasanya kurang teliti dalam memelihara alat-alat sekolah tersebut. Melihat fenomena seperti tersebut di atas dapat ditarik benang merah bahwasanya perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolahsekolah kita saat ini masih kurang baik.4 akan mempunyai pengaruh positif terhadap proses pendidikan. Padahal sebenarnya pengadaan alat-alat belajar itu tidak sulit. Keadaan itu sendiri akan memberikan pengaruh yang positif kepada peserta didik. Seperti misalnya ada spidol yang tintanya sudah hampir habis dan belum ada yang mau mengisi atau membelikan tinta. begitu pula dengan pembelajaran PAI. Dalam arti manajemen sarana dan prasarana yang di dalamnya . Alat-alat pembelajaran seperti peralatan laboratorium. Kelemahan dalam perencanaan serta kelemahan dalam pemeliharaan pasti akan menjadi hambatan bagi kelangsungan proses belajar mengajar di sekolah. Hal sepele tersebut sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Kalau dianalisis ulang memang benar kalau orang Islam Indonesia masih dianggap konservatif dalam memanage (mengatur) sarana dan prasarana pendidikan. tetapi kadangkala pihak sekolah kurang memperhatikan unsur-unsur perencanaan. ada yang mahal serta langka dan juga ada yang murah serta mudah sekali dijumpai di pasaran perlu mendapatkan penanganan yang serius. Tapi sayangnya alat-alat ini kurang mendapat perhatian.

Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan itulah. Hanya saja perlu disadari bahwa selama ini terdapat berbagai kritik terhadap pelaksanaan pendidikan agama yang sedang berlangsung di sekolah. kita juga dihadapkan pada persoalan-persoalan antar komunitas agama bahkan antar intern pemeluk agama itu sendiri yang belum menunjukkan hubungan yang akrab. Jika kedua persoalan ini tidak bisa segera dipecahkan agaknya krisis nasional akan bertambah parah dan merambah ke berbagai sektor kehidupan. hukum dan lain sebagainya sebagai dampak dari krisis nasional di bidang tersebut.5 tercakup unsur pengadaan (perencanaan). itu kurang diperhatikan. pengajaran lebih mantap dalam menyajikan pendidikan yang lebih luas. Di satu sisi kita dihadapkan pada persoalan ekonomi. maka pembelajaran pendidikan agama di sekolah harus menujukkan kontribusinya. kompak dan harmonis. Di satu sisi lain. Para ahli pendidikan mengungkapkan bahwa pendidikan Agama Islam dikatakan bermutu (berkualitas) jika faktor pendukungnya juga berkualitas. pemeliharaan dan penghapusan. Ada dua persoalan pokok yang dihadapi oleh umat beragama pada umumnya. Karena dengan alat pendidikan yang termanage dengan baik akan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan. Pendidikan akan lebih dinamis. Jadi cukup jelas bahwa alat pendidikan merupakan faktor pendukung dalam mencapai tujuan pendidikan selain faktor-faktor lain. politik. Mochtar Buchori (1992) misalnya menilai kegagalan pendidikan disebabkan karena praktik pendidikannya hanya memperhatikan aspek kognitif semata daripada pertumbuhan kesadaran .

Sehingga semangat untuk memperkaya kurikulum dengan pengalaman belajar yang bervariasi kurang tumbuh. pendekatan cenderung masih normativ. Akibatnya. terjadi kesenjangan antara pengetahuan dan pengamalan. sehingga tidak mampu membentuk pribadi-pribadi islami. yakni kemauan dan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. Sebagai dampak yang menyertai situasi tersebut di atas maka guru PAI kurang berupaya menggali berbagai metode yang mungkin bisa dipakai untuk pendidikan agama sehingga pelaksanaan pembelajaran cenderung monoton. 3. tetapi pihak guru PAI seringkali terpaku padanya. dalam arti pendidikan agama menyajikan norma-norma yang seringkali tanpa ilustrasi konteks sosial budaya sehingga peserta didik kurang menghayati nilai-nilai agama sebagai nilai yang hidup dalam keseharian. Kurikulum PAI yang dirancang di sekolah sebenarnya lebih menawarkan minimum kompetensi atau minimum informasi. Towaf (1996) juga telah mengamati adanya kelemahan-kelemahan PAI di sekolah. antara gnosis dan praxis dalam kehidupan nilai agama. . antara lain sebagai berikut: 1. 2. dan mengabaikan pembinaan aspek afektif dan konatif-volutif.6 nilai-nilai (agama).

. maka para guru beserta seluruh civitas akademik di sekolah tersebut harus meningkatkan kualitas Muhaimin. mengatasi dan mengantisipasi berbagai kasus amoral tersebut. pelaksanaan pembelajaran PAI di sekolah/madrasah harus memenuhi tuntutan tersebut. Keterbatasan sarana/prasarana. Dalam GBPP PAI kurikulum SD/MI. Karena itu. perbaikan. dkk. terutama guru PAI untuk memfungsikan PAI secara optimal. 88 6 5 Muhaimin. Pendidikan agama yang diklaim sebagai aspek yang penting. telah dijelaskan bahwa pendidikan agama harus dilaksanakan secara terpadu. Pendidikan Agama Islam di sekolah/madrasah sebenarnya berfungsi sebagai pengembangan. yaitu Lingkungan Keluarga. seringkali kurang diberi prioritas dalam urusan fasilitas. op. mengakibatkan pengelolaan cenderung seadanya. penyaluran. SLTP/MTs dan SMU/MA tahun 1994 misalnya.hlm. penyesuaian. Tumbuhnya berbagai kasus dekadensi moral dan degradasi nilai-nilai religius pada saat ini menuntut adanya kearifan para guru. Serta keterpaduan antara pendidikan agama dan perkembangan IPTEK. dan pengajaran. Yakni keterpaduan pembinaan antara tiga lingkungan pendidikan. Sekolah dan Masyarakat. sumber nilai. 2001). Paradigma Pendidikan Islam:Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya. pencegahan.7 4. hlm. kritik-kritik tersebut telah dijadikan pertimbangan dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama di sekolah atau madrasah tahun 1994.5 Secara konseptual-teoritis.10 .cit. guna mencegah timbulnya.6 Untuk mewujudkan fungsi serta tujuan PAI di sekolah.

Jumlah yang cukup tersebut dimanage/dikelola dengan baik sehingga SMP Negeri 02 Turen dapat menyajikan pembelajaran PAI yang berkualitas. Rumusan Masalah 1. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan? . B. Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. SMP Negeri 02 Turen merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Formal yang ada di Kecamatan Turen. Keberadaan SMP Negeri 02 Turen menjadikan warga sekitar bangga. Berpedoman pada fenomena serta kajian penelitian yang terdahulu maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian di lokasi ini dengan judul “Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang? 3. karena seiring dengan waktu sekolah tersebut telah memberi kontribusi yang cukup berarti bagi masyarakat. Salah satunya dengan memperbaiki manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini masih kurang mendapat perhatian. Fasilitas sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen cukup memadai. Malang? 2. Malang”.8 pembelajaran PAI. Bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

3. Bagi Almamater a Sebagai bahan komparasi dalam rangka pelaksanaan proses belajar mengajar PAI b Sebagai salah satu masukan bagi pelaksana pendidikan dalam rangka mensukseskan tujuan pendidikan nasional. 2. 3. Kegunaan Penelitian 1. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Bagi Peneliti .9 C. Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Untuk mengetahui hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Bagi Lembaga Pendidikan Sebagai contoh/tauladan yang baik dalam melaksanakan proses belajar mengajar PAI melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Tujuan Penelitian 1. Malang. Untuk mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. D. 2.

yang meliputi: 1. b Sebagai penambah khazanah keilmuan sehingga dapat mengembangkan wawasan baik secara teori maupun praktek. Malang. Ruang Lingkup dan Pembatasan Penelitian Guna memberikan arah pembahasan pada tujuan yang telah dirumuskan. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.10 a Sebagai latihan atau aplikasi teori yang diperoleh dari bangku kuliah tentang manajemen pendidikan khususnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan. maka ruang lingkup penelitian akan diarahkan pada sekitar manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Malang. E. Sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. yang meliputi: a) Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan b) Pemakaian dan pemeliharaan sarana dan prasana pendidikan . Malang. b) Prasarana yang ikut menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. 2. yang meliputi: a) Sarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang.

serta manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. kursi. halaman sekolah. meja. tata tertib sekolah dan lain-lain.11 c) Penghapusan dan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan 3. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Kualitas pembelajaran PAI adalah mutu atau kualitas yang terdapat pada pelaksanaan pembelajaran PAI di suatu lembaga dalam mencapai keberhasilan memenuhi tuntutan pelanggan dan standar yang telah ditentukan. Adapun istilah yang perlu dijelaskan ialah pengertian sarana dan prasarana pendidikan. maka perlu ada penegasan istilah yang terdapat dalam penelitian ini. Contoh: gedung sekolah. ruangan. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahfahaman pengertian tentang arti yang terkandung dalam pembahasan. alat peraga dan lain-lain. . Manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki sekolah secara efektif dan efisien. Contoh: jalan menuju sekolah. Sarana pendidikan adalah semua peralatan serta perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. F. kualitas pembelajaran PAI. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua komponen yang secara tidak langsung menunjang proses belajar mengajar atau proses pendidikan di sekolah.

Ketiga berisi tentang peningkatan kualitas pembelajaran PAI. dan sistematika pembahasan. ruang lingkup dan pembatasan penelitian. yaitu terdiri dari latar belakang masalah. macam-macam sarana dan prasarana pendidikan. berisi tinjauan pustaka mengenai manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. rumusan masalah. kegunaan penelitian. yang berisi pokok-pokok pemikiran yang melatarbelakangi penulisan skripsi ini. Kedua berisi tentang pembelajaran PAI yang meliputi. pada pembaasan ini dibagi menjadi 3 sub pembahasan yakni faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. dan pembahasan ini dibagi menjadi 3 bagian besar.12 G. dan implikasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI. Pertama berisi tentang konsep manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang meliputi. prinsip-prinsip manajemen sarana dan prasarana pendidikan. definisi operasional. Sistematika Pembahasan Bab I :Pendahuluan. pengertian. tujuan penelitian. pengertian manajemen sarana dan prasarana pendidikan. . tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. dan proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Bab II : Kajian Pustaka. upayaupaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. tujuan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran PAI.

Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. Pada bab ini semua hasil penelitian dipadukan dengan teoi-teori yang sudah dipaparkan pada Bab II. Bab V :Pembahasan Hasil Penelitian. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. sumber data. Bab VI : Penutup. analisis data. dan hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. dan Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Bab IV : Laporan Hasil Penelitian. yang meliputi. lokasi penelitian. pengecekan keabsahan temuan. Malang. yakni memaparkan data-data yang akurat berkaitan dengan Sejarah Berdirinya SMP Negeri 02 Turen Kab. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. Malang melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran . dan tahap-tahap penelitian. pendekatan dan jenis penelitian.13 Bab III : Metode Penelitian. Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. dalam penelitian ini pembahasan penelitian dibagi menjadi tiga bagian yakni Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. kehadiran peneliti. prosedur pengumpulan data.

G. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi manajemen itu. manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan tertentu.1 1 (Jakarta: Bumi . Terry menyatakan bahwa manajemen adalah satu proses yang khas yang terdiri dari tindakantindakan perencanaan. Pengertian Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Manajemen berasal dari kata To Manage yang artinya mengatur. 2001). administrasi dan manajemen. Konsep Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan 1. dan Masalah Aksara. Jadi manajemen itu merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan karena manajemen diartikan mengatur maka timbul beberapa pertanyaan bagi kita. seperti apa yang diatur? Kenapa harus diatur? Siapa yang mengatur? Bagaimana mengaturnya? Di mana harus diatur? Menurut Malayu Hasibuan. hlm.14 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya. Manajemen:Dasar. Pengertian organisasi yaitu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih Malayu Hasibuan.R.1 Ada kaitan yang erat antara organisasi. Pengertian. pengorganisasian.

hlm. 1994).15 bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu nampak sudah ada kesepakatan dari para ahli. (Jakarta: Bumi Aksara. yakni: a. Administrasi lebih luas dari manajemen atau administrasi mencakup manajemen. Administrasi dan manajemen tidak dapat dipisahkan dan harus merupakan suatu kesatuan. mengatakan Administrasi adalah kulit luar manajemen atau dengan kata lain manajemen adalah inti daripada administrasi. Analisis Administrasi. Manajemen dan Kepemimpianan Pendidikan. Sukarno K. perbedaan itu nampaknya tidak fundamental. Drs. 20 . administrasi bersifat menentukan tujuan dan kebijakan umum yang mengikat seluruh atau departemental.2 Seringkali kata administrasi dikaitkan dengan kata manajemen. hlm.3 Akhir-akhir ini ada beberapa penulis yang membedakan antara manajemen dan administrasi walaupn kadang-kadang pembedaan itu tidak konsisten. Pendapat itu sesuai dengan pendapat: 1.1988). Ketidaksamaan pendapat yang ada dapat difahami sebab dalam praktek ada tiga pendapat tentang hubungan antara administrasi dan manajemen. Tetapi pengertian administrasi dengan pengertian manajemen masih kelihatan tidak terpisah secara jelas.1 Burhanuddin. 2 3 Made Pidarta. hanya saja kegiatannya yang dapat dibedakan sesuai dengan perbedaan kedua wawasan. Akhirnya tanpa manajemen tak mungkin administrasi mencapai tujuannya. Administrasi lebih luas daripada manajemen. Kalaupun ada perbedaan. Manajemen Pendidikan Indonesia (Jakarta: Bina Aksara.

2. b. “The Phylosophy of Management” mengatakan: administrasi menentukan tujuan (goal) sedangkan manajemen berusaha ke arah situ. dalam administrasi tercakup dalam manajemen. c. perencanaan. Oliver Sheldon dalam bukunya. yakni production. Dilihat dari pengertiannya. 54 . hlm. Bagi mereka yang menganut faham ini. dengan alasan: 1. sedang manajemen adalah upaya untuk mencapai tujuan tersebut. 1989). Administrasi lebih sempit dari manajemen. Secara spesifik administrasi merupakan satu bidang dari manajemen sebab manajemen terdiri dari enam bidang. personal. Pemahaman demikian timbul sebab manajemen atau pelaksanaan tugas merupakan salah satu fungsi dari administrasi yakni. financial. administrasi diartikan sebagai penetapan dan penentuan tujuan. baik administrasi maupun manajemen adalah merupakan proses. Administrasi identik dengan manajemen.16 2. Dalam Webster’s Dictionary New Collegiats maupun dalam Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. administrasi diberi arti sama dengan manajemen. kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. marketing.4 4 Harbangan Siagian. Administrasi Pendidikan (Semarang: Setya Wacana. human relation dan administrative management. pelaksanaan (manajemen) dan pengawasan atau pengendalian.

Jadi. meja. hlm. dapat dikelompokkan menjadi: (1) sarana pendidikan. Usaha ini dapat berupa benda-benda maupun uang. dan (2) Prasarana pendidikan. Administrasi Pendidikan (Malang: IKIP. hlm. 82 6 5 .135 Suharsimi Arikunto. Arti sarana seringkali disamakan dengan kata fasilitas. teratur. alat peraga dan lain-lain. efektif dan efesien”. Lebih luas fasilitas diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat memudahkan dan melancarkan pelaksanaan sesuatu usaha. Jadi dalam hal ini fasilitas dapat disamakan dengan sarana. yang dimaksud dengan ”sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar. ruangan. halaman sekolah.5 Menurut Suharsimi Arikunto sarana pendidikan merupakan sarana penunjang bagi proses belajar mengajar. tata tertib sekolah dan sebagainya. makna atau definisi manajemen sarana dan Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan FIP IKIP Malang. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dan berjalan dengan lancar. atau juga sering disebut dengan fasilitas sekolah. Sebagai contoh: jalan menuju sekolah. Contoh: gedung sekolah (school building).6 Perlengkapan sekolah.17 Yang dimaksud dengan sarana sekolah yakni meliputi semua peralatan dan perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Sedangkan menurut rumusan Tim Penyusun Pedoman Pembukuan Media Pendidikan Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Organisasi dan Administrasi: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Jakarta: Raja Grafindo Persada.1989). kursi. Sedangkan prasarana merupakan semua komponen yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses belajar mengajar atau pendidikan di sekolah. 1993).

2 8 9 . Secara sederhana. Sedangkan definisi lain diungkapkan oleh Ary H Gunawan. agar senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses belajar mengajar sehingga PBM semakin efektif dan efesien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.. 2004). hlm. Manajemen Perlengkapan Sekolah (Jakarta: Bumi Aksara. adalah segenap proses penataan yang bersangkut paut dengan pengadaan. Ary H Gunawan.7 Berdasarkan definisi sederhana tersebut maka pada hakikatnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu merupakan proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. manajemen perlengkapan sekolah dapat didefinisikan sebagai proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan pendidikan secara efektif dan efisien.8 Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa administrasi sarana sering juga disebut administrasi materiil. 1996).cit.18 prasarana pendidikan dapat disamakan dengan makna manajemen perlengkapan sekolah. 114 Suharsimi Arikunto. atau administrasi peralatan. Administrasi Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta.9 7 Ibrahim Bafadal. 81 hlm. op. pendayagunaan dan pengelolaan sarana pendidikan agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efesien. hlm. beliau mengatakan bahwa administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara continue terhadap benda-benda pendidikan.

besi.19 2. Sarana pendidikan yang tahan lama adalah keseluruhan bahan atau alat yang dapat digunakan secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama. Sarana pendidikan yang bergerak . a. Nawawi (1987) mengklasifikasikannya menjadi beberapa macam sarana pendidikan. Sebagai contohnya adalah kapur tulis yang biasanya digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran. Sarana pendidikan yang habis dipakai. dan kertas karton yang seringkali digunakan oleh guru dalam mengajar materi pelajaran keterampilan. globe dan beberapa peralatan olah raga. Semua contoh tersebut merupakan sarana pendidikan yang apabila dipakai satu kali pakai atau beberapa kali bisa habis dipakai atau berubah sifatnya. mesin tulis. b. ada dua macam sarana pendidikan. Beberapa contohnya adalah bangku sekolah. Ditinjau dari habis tidaknya dipakai Apabila dilihat dari habis tidaknya dipakai. yaitu: a. Sarana pendidikan yang tahan lama. Sarana pendidikan yang habis dipakai adalah segala bahan atau alat yang apabila digunakan bisa habis dalam waktu yang relatif singkat. Ditinjau dari bergerak tidaknya pada saat digunakan. kayu. atlas. yaitu: 1. 2. Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam hubungannya dengan sarana pendidikan.

b. dan sarana pendidikan lainnya yang digunakan guru dalam mengajar. atlas. Demikian pula bangku sekolah termasuk sarana pendidikan yang bisa digunakan atau dipindahkan kemana saja. Sedangkan prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam. merupakan sarana pendidikan yang bisa dipindahkan kemana-mana bila diinginkan. . seperti pipanya. sarana pendidikan yang secara langsung dignakan dalam proses belajar mengajar. contohnya kapur tulis. Misalnya saja suatu sekolah yang sudah memiliki saluran dari PDAM. Dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar. Pertama. relative tidak mudah untuk dipindahkan ke tempat-tempat tertentu. 3. seperti lemari arsip di kantor sekolah merupakan sarana pendidikan yang tidak secara langsung digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Lemari arsip sekolah misalnya. Ditinjau dari hubungannya dengan proses belajar mengajar. sarana pendidikan yang tidak secara langsung berhubungan dengan proses belajar mengajar. Sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak Sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak adalah semua sarana pendidikan yang tidak bisa atau relatif sangat sulit untuk dipindahkan. ada dua jenis sarana pendidikan.20 Sarana pendidikan yang bergerak adalah sarana pendidikan yang bisa digerakkan atau dipindahkan sesuai dengan kebutuhan pemakaiannya. Kedua. Semua peralatan yang berkaitan dengan itu.

yakni segala sesuatu yang dapat mempermudah suatu kegiatan sebagai akibat bekerjanya nilai uang. b. tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar. Contoh: kendaraan. Fasilitas fisik juga disebut fasilitas materiil. hlm. ruang usaha kesehatan sekolah. peralatan kantor tata usaha. kantin sekolah. fasilitas atau sarana secara garis besar dapat dibedakan atas dua jenis. Fasilitas Uang. ruang praktik keterampilan dan ruang laboratorium. yaitu: a. ruang guru. op. kamar kecil. dan sebagainya. penampil dan sebagainya. Fasilitas Fisik. Contohnya adalah ruang kantor. alat tulis menulis.21 a. b. Pemberian pinjaman kendaraan. perlengkapan perpustakaan.cit. kesempatan menggunakan waktu untuk berekreasi itupun fasilitas 10 Ibrahim Bafadal.10 Suharsimi mengungkapkan. yang mempunyai peranan untuk memudahkan dan melancarkan sesuatu usaha.2 . tanah dan jalan menuju sekolah. Prasarana yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar. ruang kepala sekolah dan tempat parker kendaraan. Prasarana yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar. seperti ruang teori. yakni segala sesuatu yang berupa benda atau yang dapat dibendakan. Di dalam kegiatan pendidikan yang tergolong dalam fasilitas fisik atau fasilitas materiil antara lain: perabot ruang kelas. perlengkapan ruang praktik. Kalau akan diperluas lagi sebenarnya masih bisa.. alat komunikasi. perabot dan peralatan laboratorium. ruang perpustakaan.

22 tetapi tidak nyata sebagai benda yang dimiliki oleh sekolah. beliau menyatakan bahwa fasilitas atau benda-benda pendidikan dapat ditinjau dari: 11 Suharsimi Arikunto. seperti kapur. Yang disebutkan belakangan juga memudahkan proses atau kegiatan pencapaian tujuan. Media pendidikan adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara di dalam proses belajar mengajar.. alat peraga dan media pendidikan. hlm. alat-alat tulis menulis. untuk lebih mempertinggi efektifitas dan efisiensi. Buku tulis. 82 .cit. tetapi belum tentu semua alat peraga merupakan alat pelajaran. op. Alat peraga mempunyai arti yang luas. tetapi dapat pula sebagai pengganti peran guru.11 Hal senada diungkapkan oleh Ary H Gunawan. media audio. dapat berupa benda ataupun perbuatan dari yang tingkatannya paling kongkrit sampai ke yang paling abstrak yang dapat mempermudah pemberian pengertian (penyampaian konsep) kepada murid. semanya termasuk ke dalam lingkup alat pelajaran. Dengan pengertian ini maka alat pelajaran dapat termasuk ke dalam lingkup alat peraga. Alat peraga adalah semua alat pembantu pendidikan dan pengajaran. media visual dan media audio visual. yaitu: alat pelajaran. Media pendidikan mempunyai peranan yang lain dari alat peraga. Media dapat dibedakan menjadi. penghapus dan papan tulis maupn alat-alat praktek. Alat pelajaran adalah semua benda yang dapat dipergunakan secara langsung oleh guru maupun murid dalam proses belajar mengajar. gambar-gambar. Ada tiga pengertian yang biasanya dicampuradukkan.

fasilitas pendidikan dapat dibedakan menjadi: Fasilitas fisik atau fasilitas material yaitu sebagai sesuatu yang berwujud benda mati atau dibendakan yang mempunyai peran untuk memudahkan atau melancarkan suatu usaha. Ditinjau dari jenisnya. manusia. alat praktek dan media pendidikan. prasarana pendidikan berfungsi tidak langsung (kehadirannya tidak sangat menentukan). pagar. serta perabot/mebiler. gedung/bangunan sekolah. jasa dan uang. (b) barang tak habis pakai. air. 2. kertas. contohnya mesin tulis. kendaraan. Ditinjau dari sifat barangnya. benda-benda pendidikan dapat dibedakan menjadi: Barang bergerak atau barang berpindah atau dipindahkan. listrik. telepon. penghapus dan lain-lain. seperti alat pelajaran. tinta.23 1. . Fasilitas non fisik yakni sesuatu yang bukan benda mati atau tidak dapat dibendakan yang mempunyai peranan untuk memudahkan sesuatu usaha seperti. mesin tulis. kendaraan. Seperti. perabot dan sebagainya. contonya: kapur tulis. komputer. atau alat peraga. halaman. Ditinjau dari fungsinya terhadap PBM. media dan lain-lain. computer. tanaman. jaringan jalan. Sedangkan sarana pendidikan berfungsi langsung (kehadirannya sangat menentukan) terhadap PBM. contoh: tanah. spidol. dikelompokkan menjadi (a) barang habis pakai. 3. perabot.

Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. menara air dan lain sebagainya. c.24 Barang tidak bergerak ialah barang yang tidak berpindah-pindah letaknya atau tidak bisa dipindahkan. seperti tanah. 115 Ibrahim Bafadal. tujuannya adalah sebagai berikut: a. b. sumur. bangunan atau gedung. Secara rinci. op. hlm. sebagaimana diuraikan di atas bisa tercapai. Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama. tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah memberikan pelayanan secara professional di bidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien.. Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Secara umum.. sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personel sekolah.cit. melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan diharapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh sekolah adalah sarana dan prasarana yang berkualitas tinggi. dan dengan dana yang efisien. 5 . menurut Ali Imron. sesuai dengan kebutuhan sekolah. Untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana secara tepat dan efisien. dkk. Prinsip-Prinsip Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Agar tujuan-tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan.13 4. dalam 12 13 Ary H Gunawan. Dengan perkataan ini. op.cit.12 3. hlm.

peraturan. Prinsip efisiensi. Prinsip-prinsip yang dimaksud adalah: a. d. c. yaitu bahwa sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus selalu dalam kondisi siap pakai bilamana akan didayagunakan oleh personel sekolah dalam rangka pencapaian tujuan proses belajar mengajar. Prinsip kejelasan tanggung jawab. Prinsip pencapaian tujuan. sehingga dapat diadakan sarana dan prasarana pendidikan yang baik dengan harga yang murah. yaitu bahwa pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah hars dilakukan melalui perencanaan yang seksama.25 Nur Masriyah. ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan di sekolah. b. Dan pemakaiannya pun harus dengan hati-hati sehingga mengurangi pemborosan. instruksi dan petunjuk teknis yang diberlakukan oleh yang berwenang. . Apabila melibatkan banyak personel sekolah dalam manajemennya maka perlu adanya deskripsi tugas dan tanggungjawab yang jelas untuk setiap personel sekolah. Prinsip Administratif. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus di delegasikan kepada personel sekolah yang mampu bertanggungjawab. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekola harus selalu memperhatikan undang-undang.

Fakultas Tarbiyah UIN Malang. Bilamana hal-hal di atas dilakukan dengan baik. Untuk melaksanakan hal tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. sesuai tujuan pendidikan dalam GBHN. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah iu harus direalisasikan dalam bentuk proses kerja yang sangat kompak. hlm.14 5. bahwa sarana dan prasarana merpakan penunjang tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan. melalui pengembangan program pendidikan dan pengajaran dengan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar siswa. Hal yang perlu diperhatikan adalah masalah pemeliharaan dan pengawasan tentang sarana dan prasarana tersebut. 2006. maka sekolah hendaknya membina potensi lahir dan batin secara maksimal.26 e. maka sarana dan prasarana dapat dipakai dan digunakan dengan perasaan yang menyenangkan oleh para pemakainya.30 14 . Prinsip Kekohesifan. maka sekolah perlu meningkatkan mutu pendidikan. “Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di MAN I Malang”. Untuk merealisasikan pendidikan yang merupakan uaaha sadar dan yang bertujuan mengembangkan kepribadian dan kemampuan siswa. Proses Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Seperti kita ketahui bersama. Nur Masriyah. Dengan demikian sekolah merupakan salah satu tempat untuk mewujudkan pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. maka pengelolaan sarana dan prasarana perlu dikelola dengan sebaik-baiknya. Skripsi.

Inventarisasi 15 16 Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan FIP IKIP Malang.cit.7 . Pendistribusian • Pengalokasian • Pengiriman 3. hlm.. Pengamanan itu hendaknya secara menyeluruh.152 Ibrahim Bafadal. op.cit.27 Tujuan pemeliharaan agar kekayaan yang besar nilainya itu memperoleh pengamanan yang baik. pendayagunaan dan penghapusan. Pengadaan • Analisis kebutuhan • Analisis anggaran • Seleksi • Keputusan • Pemerolehan 5. Penghapusan 2.15 Ibrahim Bafadal menyatakan bahwa kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan itu meliputi: pengadaan. op. pengadaan.1 Proses Manajemen Sarana dan Prasarana 1. yaitu pengamanan perencanaan. pemakaian dan pemeliharaan. hlm. pendistribusian. Penggunaan dan Pemeliharaan 4. inventarisasi dan penghapusan. Kegiatan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: 16 Gambar 2..

Freedman dan kawan-kawannya mengatakan. menggantikan barang-barang yang rusak. Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Suatu kegiatan administrasi/manajemen/pengelolaan yang baik dan tidak gegabah (sembrono) tentu diawali dengan suatu perencanaan (planning/programming) yang matang dan baik dilaksanakan demi menghindari diinginkan. dihapuskan atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan pergantian. hilang. dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun anggaran mendatang. kedua. Berkenaan dengan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah ada beberapa hal yang perlu difahami. R. dan penentuan skala priorotas bagi kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan urutan pertama. Perencanaan yang baik dan teliti akan berdasarkan analisis kebutuhan. di antaranya yakni: a. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Aktifitas pertama dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah pengadaan sarana dan prasarana. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di sekolah. bahwa terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak perencanaan atau rencana (planning/programming) adalah pengetrapan .28 1. ketiga dan seterusnya untuk dilaksanakan yang disesuaikan dengan tersedianya dana dan tingkat kepentinagannya.

op.117 . 3. Mengembangkan Educational Specification untuk setiap proyek yang terpisah-pisah dalam usulan master plan. Jones menegaskan bahwa langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah sebagai berikut: 1.cit. Jones (1969). Melakukan survey ke seluruh unit sekolah untuk menyusun master plan untuk jangka waktu tertentu. kepada tujuan yang telah ditetapkan. Menganalisis kebutuhan pendidikan suatu masyarakat dan menetapkan program untk masa yang akan datang sebagai dasar untuk mengevaluasi keberadaan fasilitas dan membuat model perecanaan perlengkapan yang akan datang.29 secara sistematik daripada pengetahuan yang tepat guna untuk mengontrol dan menentukan arah kecendrungan perubahan. 4. 17 Ary H. 2. 5. di antaranya adalah seorang teoretisi administrasi pendidikan. yaitu Jame J. Memilih kebutuhan utama berdasarkan hasil survey. Merancang setiap proses yang terpisah-pisah sesuai dengan spesifikasi pendidikan yang diusulkan. Gunawan. 6. hlm.17 Akhir-akhir ini telah banyak teoritisi yang mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan (sarana dan prasarana) pendidikan di sekolah. Mengembangkan atau menguatkan tawaran atau kontrak dengan melaksanakan sesuai dengan gambaran kerja yang diusulkan.

Pembentukan panitia pengadaan barang atau perlengkapan 2. dapat ditegaskan bahwa proses perencanaan pengadaan sarana dan prasarana di sekolah tidak mudah. Rekomendasi 7.30 7. Penetapan kebutuhan perlengkapan 3. Agar prinsip-prinsip tersebut betul-betul terpenuhi. Pengujian segala kemungkinan 6. Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan bukanlah sekadar sebagai upaya pencarian ilham. Penetapan spesifikasi 4. Johnson (1969). . Penetapan harga satuan perlengkapan 5. Melengkapi perlengkapan gedung dan meletakkannya sehingga siap untuk digunakan Dua orang teoritisi administrasi lainnya yang menjelaskan tentang prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah Emery Stoops dan Russel E. Penilaian kembali Berdasarkan uraian tentang prosedur perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah sebagaimana dikemukakan di atas. Pasangan penulis tersebut menegaskan bahwa prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah: 1. rinci dan teliti berdasarkan informasi yang realistis tentang kondisi sekolah. melainkan upaya memikirkan perlengkapan yang diperlukan di masa yang akan datang dan bagaimana pengadaannya secara sistematis.

Dinas Pendidikan Nasional Provinsi. hlm. dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. Pembelian.. membeli di toko dan memesan.cit. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah untuk mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan sekolah. antara lain dengan cara: 1. perlengkapan yang sudah dimiliki. op. untuk membeli sarana dan prasarana di sekolah dapat ditempuh dengan cara membeli di pabrik. dana yang tersedia dan harga pasar. 2. perlengkapan sekolah juga bisa diperoleh dari hadiah atau 18 Ibrahim Bafadal. 27 . selain dengan cara membeli.18 b.31 semua pihak yang dilibatkan atau ditunjuk sebagai panitia perencanaan pengadaan perlengkapan di sekolah perlu mengetahui dan mempertimbangkan program pendidikan. Namun bantuan tersebut dalam jumlah terbatas dan tidak selalu ada. sehingga sekolah dituntut untuk selalu berusaha juga melakukan pengadaan perlengkapan dengan cara lain. Hadiah atau sumbangan. Seringkali sekolah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan dari pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana yang telah disusun sebelumnya.

hlm. Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggungjawab dari seorang penanggungjawab penyimpanan kepada unit-unit atau orangorang yang membutuhkan barang itu. guru-guru ataupun orang tua murid.32 sumbangan perorangan maupun organisasi. pengelola sarana dan prasarana sekolah bisa mengadakan hubungan kerjasama dengan pengelola sarana dan prasarana sekolah lainnya. 38 . (2) pengiriman barang. ada tiga langkah yang sebaiknya ditempuh oleh bagian penanggungjawab penyimpanan atau penyaluran. yaitu: (1) penyusunan alokasi barang. pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah bisa dilakukan dengan cara meminjam kepada pihak-pihak tertentu. 3. Pihak-pihak yang dapat dipinjam adalah kepala sekolah. wakil kepala sekolah.19 2.. Pendistribusian Sarana dan Prasarana Sekolah Barang-barang perlengkapan sekolah (sarana dan prasarana) yang telah diadakan dapat didistribusikan. badan-badan atau lembaga-lembaga tertentu. Ibid. 4. untuk memperoleh tambahan sarana dan prasarana. (3) penyerahan barang.20 Daryanto menyatakan. ada beberapa prinsip administrasi penyimpanan peralatan dan perlengkapan pengajaran sekolah: 19 20 Ibrahim Bafadal. Tukar menukar. Ibid. 32 Ibrahim Bafadal.. Dalam rangka itu. Meminjam. Hubungan kerjasama tersebut berupa saling menukar perlengkapan sekolah. hlm.

Kebijaksanaan pendistribusian ini hendaklah ditekankan kepada efisien dan fleksibilitas.33 a. Karena pelaksanaan tanggungjawab ini hanya bersifat ketatausahaan maka kurang tepat jika kepala atau guru sendiri yang langsung melaksanakannya yang paling tepat adalah pegawai tata usaha.21 Sedangkan Ary H. 52 . e. Harus diadakan inventarisasi secara berkala. 2001). lapuk dan serangga. c. berpendapat bahwa dalam lingkungan yang sempit seperti di lingkungan sekolah/fakultas. Gunawan. b. Pendistribusian peralatan dan perlengkapan pengajaran ini harus berada dalam tanggung jawab salah seorang anggota staf yang ditunjuk. seperti: panas. lembab. hlm. Semua penyimpanan harus diadministrasikan menurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu digunakan. maka kegiatan penyaluran dapat berwujud pendistribusian atau kegiatan 21 Daryanto. d. f. Semua alat-alat dan perlengkapan harus disimpan di tempat-tempat yang bebas dari faktor-faktor perusak. Mudah didapat bila sewaktu-waktu diperlukan. Harus mudah dikerjakan baik untuk menyimpan maupun yang keluar alat. maksudnya bila diperlukan sewaktu-waktu segera dapat disediakan. Tanggungjawab untuk pelaksanaan yang tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus dirumuskan secara terperinci dan difahami dengan jelas oleh semua pihak yang berkepentingan. Administrasi pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta.

Gunawan. baik secara langsng maupun tidak langsung.144 . Penggunaan dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan a. ada dua prinsip yang harus selalu diperhatikan yaitu prinsip efektifitas dan prinsip efisiensi. pengiriman barang (untuk pusat-pusat penyalur) dan penyerahan barang. laboratorium.cit. Atas pelimpahan itu pula pihak-pihak tersebut berhak memakainya utnuk kepentingan proses pendidikan di sekolahnya.22 3. Kegiatan penyaluran barang yang baik melipputi penyusunan alokasi. perpustakaan.34 membagi/mengeluarkan barang sesuai kebutuhan guru/dosen/seksi bagian dalam instansi/sekolah/fakultas tesebut utnuk keperluan kegiatan belajar mengajar serta perkantoran. hlm. Dalam kaitan dengan pemakaian perlengkapan pendidikan itu. Dengan prinsip efektifitas berarti semua pemakaian sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus digunakan semata-mata dalam rangka memperlancar pencapaian tujuan pendidikan sekolah. Penggunaan/Pemakaian Sarana dan Prasarana Pendidikan Begitu barang-barang yang telah diadakan itu didistribusikan kepada bagian-bagian kelas. Sedangkan dengan prinsip efisisiensi berarti pemakaian semua sarana dan prasarana pendidikan di sekolah secara hemat dan dengan hati-hati 22 Ary H.. op. tata usaha atau personel sekolah berarti barang-barang tersebut sudah berada dalam tanggungjawab bagian-bagian atau personel sekolah tersebut.

.23 b.35 sehingga semua perlengkapan yang ada tidak mudah habis. Kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan menurut ukuran waktu dan menurut ukuran keadaan barang. sebelum 23 Ibrahim Bafadal. atau memanggil tukang/ahli servis untuk melakukannya. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Agar setiap barang yang kita miliki senantiasa dapat berfungsi dan digunakan dengan lancar tanpa banyak menimbulkan gangguan/hambatan maka barang-barang tersebut perlu dirawat secara baik dan kontinu untuk menghindari adanya unsur-unsur pengganggu/perusaknya. rusak atau hilang. misalnya 2 atau 3 bulan sekali (seperti mesin tulis) atau jam pakai tertentu (mesin statis). atau membawanya ke bengkel servis.42 . Pemeliharaan tersebut dapat dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggungjawabnya. Dengan demikian kegiatan rutin untuk mengusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik dan berfungsi baik pula (running well) disebut pemeliharaan atau perawatan (service). Pemeliharaan yang dilakukan menurut keadaan barangnya dilakukan terhadap barang habis pakai dan barang tak habis pakai.cit. tidak lembab. op. seperti pemeliharaan terhadap kertas. kapur dan sebagainya dengan penyimpanan yang baik (aman. Pemeliharaan menurut ukuran waktu dapat dilakukan setiap hari (setiap akan/sesudah memakai) dan secara berkala atau dalam jangka waktu tertentu sesuai petunjuk penggunaan (manual). hlm. bebas hama dan sebagainya).

Lazimnya. Gunawan. mengepel dan lain sebagainya. Terhadap barang tak habis pakai seperti mesin tlis. kreatifitas serta rasa tanggung jawab dan rasa “handar beni” adalah kunci dari keberhasilan kegiatan pemeliharaan demi optimalisasi daya pakai dan daya guna setiap barang kita. dilakukan pembersihan. Pada prinsipnya kegiatan pemeliharaan dilakukan agar setiap sarana dan prasarana itu senantiasa siap pakai dalam proses/kegiatan belajar mengajar. Aktifitas.. merupakan inventarisasi adalah pencatatan dan penyusunan daftar barang milik Negara secara sistematis. hlm. tertib dan teratur berdasarkan ketentan-ketentuan atau pedoman-pedoman yang berlaku. op. kegiatan pencatatan semua perlengkapan itu disebut dengan istilah inventarisasi suatu perlengkapan proses yang pendidikan. kendaraan dan sebagainya dilakukan servis bila keadaan pemakaiannya ternyata sudah kurang enak atau kurang lancar. pengecatan. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah Salah satu aktifitas dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah mencatat semua perlengkapan yang dimiliki oleh sekolah.24 4. Kegiatan Secata tersebut definitive.cit. berkelanjutan. 146 . Menurut keputusan Menteri Keuangan RI Nomor kep. Pemeliharaan terhadap tanah dan gedung. 225/MK/V/4/1971 barang milik Negara adalah berupa semua barang yang 24 Ary H.36 barang tersebut dipakai atau dalam penyimpanan. menyapu. secara rutin berkala.

dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ataupun dana lainnya yang barang-barangnya di bawah penguasaan pemerintah. Melalui inventarisasi perlengkapan pendidikan diharapkan akan tercipta ketertiban administrasi barang. Berdasarkan edaran surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tanggal 16 Januari 1997 No. Stoop dan Jhonson menyatakan bahwa dalam pelaksanaan sehari-hari kepala sekolah selaku administrator dapat . penghematan keuangan. Lebih lanjut. 2. Ada beberapa landasan hukum yang mendasari kegiatan inventarisasi perlengkapan sekolah. tertanggal 13 April 1971 3. provinsi. Surat keputusan Menteri Keuangan Nomor kep. Surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9 tahun 1971. Intruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4/M/1980. mempermudah dalam pemeliharaan dan pengawasan. pengurusan barang-barang di sekolah dasar dilakukan oleh kepala sekolah sendiri. baik yang berada di dalam maupun luar negeri. yaitu: 1. tertanggal 30 Maret 1991. 4. tertanggal 23 Oktober 1971. Instruksi Presiden RI Nomor 3 tahun 1971. 2/MPK/1979. maupun daerah otonom. 225/MK/V/4/1971. tertanggal 24 Mei 1980.37 berasal atau dibeli dengan dana yang bersumber baik secara keseluruhan atau sebagainya. Sebagaimana yang dikutip oleh Ibrahim Bafadal. baik pusat. inventarisasi mampu menyediakan data dan informasi untuk perencanaan.

38 menunjuk stafnya atau guru-guru untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab tersebut. yaitu: 1.. papan tulis. hlm. karbon. khusus barang-barang inventaris dicatat di dalam buku induk inventaris dan buku golongan inventaris. Sedangkan khusus barangbarang bukan inventaris dicatat di dalam buku induk bukan inventaris dan kartu (bisa berupa buku) stok barang. pencatatan perlengkapan pendidikan di sekolah yang tertib dan teratur dapat digambarkan sebagai berikut:25 25 Ibrahim Bafadal. buku perpustakaan sekolah dan perabot-perabot lainnya. op. bangku. Dengan demikian. Sedangkan barang-barang bukan inventaris adalah semua barang habis pakai.cit. seperti kapur tulis. Kegiatan inventarisasi perlengkapan pendidikan meliputi dua kegiatan. yaitu barang inventaris dan barang bukan inventaris. Kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan dan pembuatan kode barang perlengkapan Barang-barang perlengkapan di sekolah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. kertas. Barang inventaris adalah keseluruhan perlengkapan sekolah yang dapat digunakan secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama. seperti meja. Baik barang inventaris maupun barang bukan inventaris yang diterima sekolah harus dicatat di dalam buku penerimaan. pita mesin tulis dan barang-barang yang statusnya tidak jelas. Setelah itu.57 .

Tujuan pembuatan dan penulisan kode adalah untuk memudahkan semua pihak dalam mengenal kembali semua perlengkapan pendidikan . Kode barang adalah sebuah tanda yang menunjukkan kepemilikan barang. Kode tersebut ditulis pada barang yang sekiranya mudah dilihat dan dibaca.2 Tata Cara Pencatatan Perlengkapan Sekolah Ada barang baru Pencatatan di dalam buku penerimaan Pengelompokan barang baru Inventaris Bukan inventaris Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan inventaris perlengkapan pendidikan di sekolah adalah membuat kode barang dan menuliskannya pada badan perlengkapan pendidikan di sekolah.39 Gambar 2. terutama yang tergolong sebagai barang inventaris.

Semua perlengkapan pendidikan di sekolah atau barang inventaris sekolah harus dilaporkan. yaitu departemennya. baik ditinjau dari kepemilikan..26 2.59 Ibrahim Bafadal. Oleh karena itu. hlm. Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Barang-barang yang ada di sekolah adalah barang milik Negara. termasuk perlengkapan baru kepada pemerintah. Misalnya.40 di sekolah. penanggungjawab maupun jenis dan golongannya. Biasanya di sekolah itu ada barang rutin dan barang proyek. Dengan demikian.61 . Sekolah-sekolah swasta wajib melaporkannya kepada yayasannya. Ukurannya disesuaikan dengan besar kecelnya barang perlengkapan yang akan diberi kode. Ibid. ada laporan barang rutin dan laporan barang proyek.. Kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan laporan. Biasanya kode barang itu berbentuk angka atau numerik. maka pelaporannya pun harus dibedakan. Bilamana demikian halnya. Ibid. Biasanya warna kode tersebut adalah putih atau hitam. Pelaporan tersebut dilakukan sekali dalam setiap triwulan. pada setiap bulan Juli. Januari dan April tahun berikutnya. Laporan tersebut seringkali disebut dengan istilah laporan mutasi barang. hlm. Oktober.27 5. barang-barang tersebut harus selalu dijaga agar tidak hilang 26 27 Ibrahim Bafadal. dengan warna yang berbeda dari warna dasar barang sehingga mudah dibaca.

Pemborosan biaya untuk pengamanan barang-barang kelebihan atau barang-barang lain yang karena beberapa sebab tidak dipergunakan lagi. membebaskan barang dari tanggung jawab satuan organisasi yang mengurusnya menurut peraturan dan ketentuan yang berlaku. Daripada mendatangkan kerugian yang besar bagi pihak sekolah maka barang tersebut lebih baik disingkirkan/dihapus saja.1994). mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi kerugian yang lebih besar. penghapusan mempunyai arti: 1. 2. Yang dimaksud dengan penghapusan adalah kegiatan yang mempunyai tujuan untuk menghapuskan barang-barang milik Negara dari daftar inventaris Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sahertian. Pengeluaran yang semakin besar untuk pemeliharaan/perbaikan barang-barang yang kondisinya semakin buruk. yang disebabkan oleh: a. Dimensi Administrasi (Surabaya: Usaha Nasional. Sebagai salah satu fungsi dari pengelolaan perlengkapan. 198 .41 atau lekas rusak. b. Walaupun demikian apabila barang-barang tersebut sudah dimanfaatkan terlalu lama akan sampai pulalah pada saat memudar daya gunanya.28 Walaupun penghapusan barang-barang ada keuntungannya tetapi tidaklah gampang bagi suatu instansi untuk mengadakan penghapusan. meringankan beban kerja inventarisasi 3. hlm. 28 Piet A.

Penyusutannya berada di luar kekuasaan pengurus barang (misalnya bahan-bahan kimia). Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masa kini. musnah akibat bencana alam. terbakar. akan rusak dan tidak dapat dipakai lagi. 6. Untuk melakukan penghapusan atau penyingkiran (afkeur) pelaksana harus memperhatikan tahap-tahap sebagai berikut: . 4. Ada penurunan efektifitas kerja. misalnya mesin hitung yang sudah diganti dengan kalkulator. Dicuri. 5. dan sebagainya. diselewengkan. 8. Barang kelebihan yang jika disimpan lebih lama. Perbaikan akan menelan biaya yang besar sekali sehingga merupakan pemborosan uang Negara. 7. 3. arau mesin tulis biasa yang sudah harus diganti dengan IBM. tetapi dengan mesin tulis yang hampir rusak harus diselesaikan dalam waktu 10 hari.42 Barang-barang yang dapat dihapuskan dari daftar inventaris harus memenuhi salah satu atau lebih dari syarat-syarat di bawah ini: 1. Dalam keadan rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki atau dipergunakan lagi 2. secara teknis dan ekonomis kegunaan tidak seimbang dengan biaya pemeliharaan. misalnya dengan mesin tulis baru sebuah konsep dapat diselesaikan dalam waktu lima hari.

29 Sebagaimana disampaikan oleh Ary H. c.43 1.cit. Gunawan. Pemilihan barang yang akan dihapuskan dilakukan setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan. Prosedurnya adalah sebagai berikut: a. Pembuatan “risalah lelang” oleh kantor lelang. b. d. dalam pelaksanaan penghapusan dikenal dua jenis cara. Pembentukan Panitia Penjualan oleh Pimpinan Unit Utama (Rektor. keadaan barang yang dilelang serta nama dan alamat pelelang serta harga jualnya. Melaksanakan penyingkiran dengan cara-cara mengadakan lelangan. 89 . menghibahkan kepada badan/orang lain atau membakar. 29 Suharsimi Arikunto. Menghapus dengan menjual barang-barang melalui kantor lelang Negara. Proses penghapusan/penyingkiran harus disaksikan oleh atasan 5. dsb) yang bersangkutan. 2.. yaitu: 1. Membuat surat pemberitahuan kepada atasan bahwa akan diadakan penyingkiran dengan menyebutkan barang-barang yang hendak disingkirkan. Melaksanakan sesuai prosedur lelang. yang menyebutkan banyaknya nama barang. Membuat berita acara tentang pelaksanaan penyingkiran. 3. 4. Memperhitungkan faktor-faktor penyingkiran dan penghapusan ditinjau dari segi nilai uang. op. hlm. Mengikuti cara pelanggan yang berlaku. Kopertis.

Pembayaran uang lelang yang disetorkan pada kas Negara. 2. Kata “pendidikan” yang umum kita gunakan sekarang dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah”. Kata pengajaran dalam bahasa arabnya adalah “ta’lim” dengan kata kerjanya “‘allama”. op. Pengertian Pendidikan Agama Islam Bila kita akan melihat pengertian pendidikan dari segi bahasa.44 e. dsb) yang dibebankan pada pembeli/pemenang lelang. dsb). Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa arabnya “tarbiyah wa ta’lim” 30 Ary Gunawan. hlm. selambat-lambatnya tiga hari kerja setelah hari lelang. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1. f.30 B. 151 . Pemusnahan Terhadap barang barang yang diusulkan untuk dihapus sesuai surat keputusan untuk/harus dimusnahkan. dikubur.. MPO. maka pemusnahannya dilakukan unit kerja yang bersangkutan dengan disaksikan oleh pejabat pemerintah daerah setempat (minimal Lurah/Kades) dan atau kepolisian Negara. maka kita harus melihat kepada kata arab karena ajaran Islam diturunkan dalam bahasa tersebut. dengan kata kerja “rabba”. serta mengikuti segala tata cara pemusnahan yang berlaku (dibakar. Biaya lelang dan biaya lainnya (dana sosial.cit.

Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Angkasa. 1996). atau menurut istilah yang kita gunakan dewasa ini adalah pada fase bayi dan kanak-kanak. (QS. hlm. Ibid.45 sedangkan pendidikan Islam dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah Islamiyah”. 25 As-Syu’ara’:18)33 Kedua ayat di atas menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tarbiyah adalah proses persiapan dan pengasuhan pada fase pertama pertumbuhan manusia.dkk.25 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya (Semarang: Karya Toha Putra.227 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya. 17 Al-Isra’:24) 32 (١٨:‫ﻗﺎل أﻟﻢ ْ ﻧﺮﺑﻚ ﻓﻴﻨﺎ وﻟﻴﺪا وﻟﺒﺜﺖ ﻓﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﻋﻤﺮك ﺳﻨﻴﻦ )اﻟﺸﻌﺮاء‬ َ ْ ِ ِ َ ِ ُ ُ ْ ِ َ ْ ِ َ ْ ِ َ‫َ َ َ َ ُ َ ﱢ َ ِ ْ َ َِ ْ ً ﱠ‬ Fir’aun menjawab: “Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami.1996).. waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu?”(QS.31 Kata Tarbiyah. kita mendapatkannya di dalam al-Qur’an seperti pada ayat: ‫واﺧﻔﺾ ﻟﻬﻤﺎ ﺟﻨﺎح اﻟﺬل ﻣﻦ اﻟﺮﺣﻤﺔ وﻗﻞ رب ارﺣﻤﻬﻤﺎآﻤﺎرﺑﻴﺎﻧﻰ‬ ِ َ ‫َ ْ ِ ْ َ ُ َ َ َ َ ﱡ ﱢ ِ َ ﱠ ْ َ ِ َ ُ ْ ﱠ ﱢ ْ َ ْ ُ َ َ َ َﱠ‬ ‫ﺻﻐﻴﺮا‬ ً ِْ َ (٢٤:‫)اﻹﺳﺮاء‬ Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhankui. Penggunaan kata-kata tarbiyah pada ayat pertama menunjukkan bahwa pendidikan pada fase ini menjadi tanggungjawab 31 32 33 Zakiyah Daradjat. kasihanilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil . hlm. hlm. 293 .

46

keluarga. Ibu dan ayah bertanggungjawab mengasuh dan mengasihi anak yang masih kecil dan berada dalam situasi ketergantungan. Dalam ayat kedua, Fir’aun menyebut-nyebutkan kebaikannya tehadap Musa a.s bahwa ia telah mendidiknya semasa kecil dan tidak memasukkannya ke dalam golongan anak-anak yang dibunuh ketika itu. Fir’aun juga mengingatkan Musa a.s bahwa ia telah berada dalam naungan keluarga untuk beberapa tahun lamanya. Demikianlah, bahwa istilah tarbiyah di dalam dua ayat di atas berkaitan erat dengan proses persiapan dan pemeliharaan pada masa kanak-kanak di dalam keluarga.34 Kata lain yang mengandung arti pendidikan itu ialah sabda Rasul SAW:

‫أدب‬

seperti

(‫أد ﺑﻨﻰ رﺑﻰ ﻓﺄﺣﺴﻦ َﺄ ِﻳ ِﻰ )اﻟﺤﺪﻳﺚ‬ ‫َ ﱠ َ ِ َ ِ ََ ْ َ َ ﺗ ْد ْﺒ‬
“Tuhan telah mendidikku, maka Ia sempurnakan pendidikanku.” Kata “ta’lim” dengan kata kerjanya “‘allama” juga sudah digunakan pada zaman Nabi. Baik dalam Al-Qur’an, Hadits atau pemakaian sehari-hari. Kata ini lebih banyak digunakan daripada kata tarbiyah tadi. Dari segi bahasa, perbedaan arti dari kedua kata itu cukup jelas. Bandingkanlah penggunaan dan arti kata berikut ini dengan kata “rabba”, “addaba”, “nasya’a” dan lain-lain. Firman Allah:

‫وﻋﻠﻢ ﺁدم اﻷﺳﻤﺎء آﻠﻬﺎ ﺛﻢ ﻋﺮﺿﻬﻢ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﻼءآﺔ ﻓﻘﺎل أﻧﺒﺌﻮﻧﻲ‬ ِ ْ ُ ِ ْ َ َ َ َ ِ َ ِ َ َ ْ ََ ْ ُ َ َ َ ‫َ َﱠ َ َ َ َ ْ َ َ ُﱠ َ ُ ﱠ‬
(٣١:‫ﺑﺄﺳﻤﺎء هﺆﻻء ان آﻨﺘﻢ ﺻﺎدﻗﻴﻦ )اﻟﺒﻘﺮة‬ َ ْ ِ ِ َ ْ ُْ ُ ْ ِ ِ َ ُ َ ِ َ ْ َِ

34

Abdul Fattah Jalal, Azas-Azas Pendidikan Islam (Bandung: Diponegoro,1988), hlm.28

47

“Dan dia

mengajarkan kepada Adam nama-nama(benda-benda)

seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar”. (Q.S. Al-Baqarah: 31) 35 Firmannya lagi:

‫وورث ﺳﻠﻴﻤﺎن داودوﻗﺎل ﻳﺂ أﻳﻬﺎاﻟﻨﺎس ﻋﻠﻤﻨﺎ ﻣﻨﻄﻖ اﻟﻄﻴﺮواوﺗﻴﻨﺎﻣﻦ‬ ْ ِ َ ْ ِ ْ َُ ِ ْ ‫َ َ ِ َ َُ ْ َ ُ َ ُ َ َ َ َ َ َ ﱡ َ ﱠ ُ ُﱢ ْ َ َ ْ ِ َ ﱠ‬ ٍْ َ ‫ُ ﱢ‬ (١٦:‫ ِان هﺬا َﻟﻬﻮاﻟﻔﻀﻞ اﻟﻤﺒﻴﻦ )اﻟﻨﻤﻞ‬P‫ﻗﻠﻲ‬P ‫آﻞ ﺷﻲء‬ ُ ْ ُِ ُ ْ َ َ ُ َ َ ‫ﱠ‬
“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata.” (Q.S. An-Naml: 16) 36 Kata “‘allama” pada kedua ayat tadi mengandung pengertian sekedar memberi tahu atau memberi pengetahuan, tidak mengandung arti pembinaan kepribadian Nabi Sulaiman melalui burung, atau membina kepribadian Nabi Adam melalui nama benda-benda. Lain halnya dengan pengertian “rabba”, “addaba” dan sebangsanya.37 Sedangkan pengertian pendidikan agama Islam secara istilah seperti yang telah diungkapkan oleh beberapa pakar pendidikan: menurut Zakiyah Daradjat pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara

35 36 37

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, op.cit., hlm.6 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, Ibid., hlm 301 Zakiyah Daradjat,dkk. op.cit., hlm.2

48

menyeluruh. Lalu menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Tayar Yusuf mengartikan pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan, kecakapan dan keterampilan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia bertaqwa kepada Allah swt. Sedangkan menurut A. Tafsir Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan yang diberikan seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai ajaran Islam.38 Di dalam GBPP PAI di sekolah umum, dijelaskan bahwa pendidikan agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami dan menghayati, dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.39 2. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam Secara umum, pendidikan agama Islam bertujuan untuk

“meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.”

Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004 (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005), hlm.130 Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001), hlm. 75
39

38

49

Dari tujuan itu dapat ditarik beberapa dimensi yang hendak ditingkatkan dan dituju oleh kegiatan pendidikan agama Islam, yaitu: (1) dimensi keimanan peserta didik terhadap ajaran agama Islam, (2) dimensi pemahaman atau pelajaran (intelektual) serta keilmuan peserta didik terhadap ajaran agama Islam, (3) dimensi penghayatan atau pangalaman bathin yang dirasakan peserta didik dalam menjalankan ajaran Islam, dan (4) dimensi pengamalannya, dalam arti bagaimana ajaran Islam yang telah diimani, difahami dan dihayati oleh peserta didik itu mampu diamalkan dalam kehidupan pribadi, sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. dan berakhlak mulia, serta diaktualisasikan dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.40 Adapun tujuan pendidikan agama Islam menurut beberapa ahli atau tokoh pendidikan Islam sebagai berikut: Imam al-Ghozali berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam yang hendak dicapai adalah; pertama, kesempurnaan manusia, yang puncaknya adalah dekat dengan Allah. Kedua, kesempatan manusia, yang puncaknya kebahagiaan di dunia dan akhirat. Karena itu, pendidikan tersebut berusaha mengajar manusia agar mampu menggapai tujuan-tujuan yang dirumuskan tadi. Jadi, menurut al-Ghozali ada dua tujuan pendidikan yang ingin dicapai sekaligus, pertama, kesempurnaan manusia yang bertujuan mendekatkan diri, dalam arti kualitatif kepada Allah swt., kedua, kesempurnaan manusia yang dimaksud adalah kebahagiaan di dunia dan akhirat. Untuk menjadikan insan
Muhaimin, dkk. Strategi Belajar Mengajar: Penerapannya Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama (Surabaya: Citra Media, 1996), hlm.2
40

mengamalkannya dan menghadapi berbagai cobaan yang mungkin terjadi dalam proses pendidikan itu. Menurut Marimba tujuan akhir pendidikan Islam adalah terbentuknya kepribadian muslim. keilmiahan. perasaan dan panca indera sehingga memiliki kepribadian yang utama. (b) persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat. jasmani. kecerdasan. Muhammad Athiyah al-Abrasi berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam secara umum sebagai berikut: (a) membantu pembentukan akhlak mulia. tetapi mengalami proses yang panjang dan ada prasyarat-prasyarat yang harus dipenuhi diantaranya mempelajari berbagai ilmu. dan (e) menyiapkan pelajar dari segi professional. (d) menumbuhkan semangat ilmiah (scientific spirit) pada pelajar dan memuaskan keinginan dalam arti untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu. bahasa.50 kamil (manusia paripurna) tidaklah tercipta dalam sekejap mata. supaya dapat menguasai profesi. Dari beberapa pendapat tersebut di atas maka dapat ditarik suatu pengertian bahwa tujuan pendidikan Islam yaitu mencapai keseimbangan pertumbuhan diri pribadi manusia muslim secara menyeluruh melalui latihan kejiwaan. pendidikan Islam harus mengembangkan seluruh aspek kehidupan manusia baik spiritual. intelektual. serta mendorong aspek-aspek itu ke arah kebaikan atau kesempurnaan hidup. dapat . akal fikiran. Oleh karena itu. imajinasi (fantasi). Dengan uraian singkat. teknis. dan keterampilan tertentu agar ia dapat mencapai rezeki dalam hidup di samping memelihara segi kerohanian. (c) persiapan mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan.

3. pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan ketaqwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam.8 41 . Penanaman nilai sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Penyesuaian mental.41 Kurikulum pendidikan agama Islam untuk sekolah/madrasah berfungsi sebagai berikut: 1. Pengembangan. hlm.51 difahami bahwa tujuan pendidikan Islam adalah meningkatkan taraf kehidupan manusia melalui seluruh aspek yang ada sehingga sampai kepada tujuan yang telah ditetapkan dengan proses tahap demi tahap. Sekolah berfungsi untuk menumbuhkembangkan lebih lanjut dalam diri melalui bimbingan. Metodologi Pmebelajaran Pendidikan Agama Islam (Malang: Universitas Negeri Malang. 2. Penyesuaian mental yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik Zuhairini dan Abdul Ghofir. Manusia akan dapat mencapai kematangan hidup setelah mendapatkan bimbingan dan usaha melalui proses pendidikan. yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah swt yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. 2004). Pada dasarnya dan pertama-tama kewajiban menanamkan keimanan dan ketaqwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga.

Pengajaran. Pendekatan Meso. kekurangankekurangan. b. 6. artinya pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada anak untuk memudidayakan nilai agama Islam. 7. Pendekatan nilai universal (makro) yaitu suatu program yang dijabarkan dalam kurikulum. yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya. pemahaman dan pengamalan ajaran dalam kehidupan sehari-hari. 5. Feisal berpendapat bahwa terdapat beberapa pendekatan yang digunakan dalam memainkan fungsi agama Islam di sekolah: a. Pencegahan. yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain. tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum (alam nyata dan nir-nyata). sistem dan fungsionalnya.52 lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam. dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan. yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan. Perbaikan. 4. Penyaluran. .

Selanjutnya. Pendekatana Makro. yang menurut Sudjana disebut kurikulum ideal/potensial. Pembelajaran terkait dengan bagaimana (how to) membelajarkan siswa atau bagaimana membuat siswa dapat belajar dengan mudah dan terdorong oleh kemauannya sendiri untuk mempelajari apa (what to) yang Yang Mempengaruhi Pembelajaran Pendidikan teraktualisasikan dalam kurikulum sebagai kebutuhan (needs) siswa. artinya pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kecukupan keterampilan seseorang sebagai professional yang mampu mengemukakan ilmu teori. hlm. dilakukan kegiatan untuk memilih. yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. 42 Abdul Majid dan Dian Andayani. Pendekatan Ekso. Faktor-Faktor Agama Islam. Karena itu. d.cit. artinya program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada anak untuk membudidayakan nilai agama Islam. op. pembelajaran berupaya menjabarkan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum dengan menganalisis tujuan pembelajaran dan karakteristik isi bidang studi pendidikan agama yang terkandung di dalam kurikulum. informasi.42 3..134 . menetapkan dan mengembangkan cara-cara (strategi) pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan sesuai kondisi yang ada agar kurikulum dapat diaktualisasikan dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar terwujud dalam diri peserta didik.53 c.

dan pengembangan metode pembelajaran 43 PAI.146 . (b) metode pembelajaran pendidikan agama. hlm. Karena itu.3 Interelasi Variabel Pembelajaran Kondisi pembelajaran 1 2 Hasil pembelajaran Metode Pembelajaran a. perhatian kita adalah berusaha Muhaimin. dan (c) hasil pembelajaran pendidikan agama.54 Dalam pembelajaran terdapat tiga komponen utama yang saling berpengaruh dalam proses pembelajaran pendidikan agama. Kondisi Pembelajaran Pendidikan Agama Adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pengguanaan metode dalam meningkatkan hasil pembelajaran PAI. penetapan. Faktor kondisi ini berinteraksi dengan pemilihan. op.cit. Ketiga komponen tersebut adalah (a) kondisi pembelajaran pendidikan agama. Ketiga komponen tersebut memiliki interalisasi sebagaimana tergambar berikut: 43 Gambar 2..

55 mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor-faktor yang termasuk kondisi pembelajaran. yaitu tujuan pembelajaran PAI. jika suatu kondisi pembelajaran PAI dalam suatu situasi dapat dimanipulasi maka kondisi tersebut berubah menjadi metode pembelajaran PAI. semua cara dapat dimanipulasi oleh perancang atau pengembang pembelajaran. yaitu strategi . Akan tetapi. Karena itu. b. metode pembelajaran tidak dapat dimanipulasi maka metode atau cara tersebut berubah menjadi kondisi pembelajaran. sumber belajar PAI yang tersedia. Pada dasarnya. Sebaliknya. Semua metode pembelajaran tersebut dapat dipilih. Metode Pembelajaran PAI Metode pembelajaran PAI didefinisikan sebagai cara-cara tertentu yang paling cocok untuk dapat digunakan dalam mencapai hasil-hasil pembelajaran PAI yang berada dalam kondisi pembelajaran tertentu. jika dalam suatu situasi. metode pembelajaran PAI dapat berbeda-beda menyesuaikan dengan hasil pembelajaran dan kondisi pembelajaran yang berbeda-beda pula. Rancangan metode pembelajaran PAI dapat diklasifikasikan menjadi tiga. karakteristik bidang studi PAI. Dalam kegiatan penetapan metode pembelajaran PAI diperlukan perencanaan pembelajaran yang profesional. karakteristik peserta didik dan kendala pembelajaran PAI. ditetapkan dan dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik bidang studi PAI. dan tingkat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.

Indikator keberhasilan pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga.149 . c. Klasifikasi dan hubungan antar komponen yang mempengaruhi pembelajaran PAI tersebut dapat digambarkan dalam bagan berikut:44 44 Muhaimin. hlm.cit. op. yaitu tingkat keefektifan. Hasil pembelajaran PAI dapat berupa hasil nyata (actual out-comes) dan hasil yang diinginkan (desired out-comes). efisiensi.56 penataan organisasi isi pembelajaran PAI. Hasil Pembelajaran PAI Hasil pembelajaran PAI adalah mencakup semua akibat yang dapat dijadikan indikator tentang nilai dari penggunaan metode pembelajaran PAI di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda. dan strategi pengelolaan pembelajaran PAI. Sedangkan desired out-comes merupakan tujuan yang ingin dicapai yang biasanya sering mempengaruhi keputusan perancang pembelajaran PAI dalam melakukan pilihan suatu metode pembelajaran yang paling baik untuk digunakan sesuai dengan kondisi pembelajaran yang ada.. dan kemenarikan pembelajaran PAI yang dikembangkan. Actual out-comes adalah hasil belajar PAI yang dicapai peserta didik secara nyata karena digunaknnya suatu metode pembelajaran PAI tertentu yang dikembangkan sesuai dengan kondisi yang ada. strategi penyampaian pembelajaran PAI.

57

Gambar 2.4 Pembagian Komponen Pembelajaran PAI

kondisi

Tujuan dan karakteristik bidang studi PAI

Kendala sumber belajar dan karakteristik bidang studi Strategi penyampaian pendidikan agama

Karakteristik peserta didik

metode

Strategi pengorganisasian pendidikan agama

Strategi pengelolaan pendidikan agama

hasil

Keefektifan, efesiensi, dan daya tarik pembelajaran PAI

C. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam kamus besar bahasa Indonesia kualitas didefinisikan sebagai tingkat baik buruknya sesuatu, kadar atau mutu atau dapat juga dikatakan sebagai derajat atau taraf (kepandaian atau kecakapan, dan sebagainya).45 Sedangkan pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa untuk belajar. Kegiatan ini akan mengakibatkan siswa mempelajari sesuatu dengan cara lebih efektif dan efisien. Pembelajaran berasal dari kata belajar yang berarti suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman. Tingkah laku dapat bersifat

45

W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka,1989)

hlm. 467

58

jasmaniah (kelihatan), dapat juga bersifat intelektual atau merupakan suatu sikap sehingga tidak mudah dilihat.46 Konsep pembelajaran menurut Corey dalam Syaiful Sagala adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan proses terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. Secara sederhana pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru.47 Dengan demikian kualitas pembelajaran adalah kualitas seorang guru baik kemampuan maupun pemahamannya terhadap interaksi belajar mengajar yang indikatornya dapat dilihat dari hasil prestasi belajar siswa, baik itu prestasi dalam menempuh ujian semester atau prestasi dalam menempuh ujian akhir. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran PAI, maka tidak terlepas dari adanya beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. 1. Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI Yang dimaksud faktor pendukung adalah sesuatu yang dapat menjadikan pendidikan itu maju dan berhasil dengan baik sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan dapat dicapai. Sedangkan yang dimaksud dengan faktor

46 47

Muhaimin, dkk., op.cit., hlm. 44 Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2006), hlm. 61

59

penghambat adalah segala sesuatu yang dapat mengganggu jalannya pendidikan sehingga pendidikan tidak terwujud dengan baik.48 a. Faktor Pendukung 1. Faktor Peserta Didik Peserta didik dalam pendidikan Islam adalah setiap manusia yang sepanjang hayatnya selalu berada dalam perkembangan. Jadi, bukan hanya anak-anak yang sedang dalam pengasuhan dan pengasihan orang tuanya, bukan pula hanya anak-anak dalam usia sekolah. Pengertian ini didasarkan atas tujuan pendidikan yaitu manusia sempurna secara utuh, yang untuk mencapainya manusia berusaha terus menerus hingga akhir hayatnya.49 Kegiatan pembelajaran pendidikan agama Islam akan berjalan dengan lancar, efektif, dan efisien serta dapat mencapai tujuan pendidikan apabila peserta didik mengikuti pelajaran dengan tenang, memperhatikan penjelasan guru dengan seksama, belajar dengan rajin, mampu mengembangkan potensinya melalui diskusi-diskusi dengan temannya serta disiplin waktu. 2. Faktor Pendidik Pendidik tidak sama dengan pengajar sebab pengajar hanya sekadar menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS pada bab XI pasal 39 ayat 2 disebutkan bahwa pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas
Hidayatul Fitriyah, Hubungan Kompetensi Guru Agama dengan Peningkatan Mutu pembelajaran di MAN Pasuran pada Mata Pelajaran PAI, Skripsi, Fakultas Tarbiyah UIN Malang 2005, hlm.36
49 48

Heri Noer Aly, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999), hlm. 113

masih harus ditambah dengan syarat yang lain. menilai hasil pembelajaran. terutama didaktik dan metodik. op. Bagi guru Agama. Sutari Imam Barnadib. mengemukakan bahwa alat pendidikan adalah suatu tindakan atau 50 Zuhairini dan Abdul Ghofir. (5) menguasai ilmu pengetahuan agama dan (6) tidak memiliki cacat rohaniah dan jasmaniyah dalam dirinya. hlm.. yang oleh Direktorat Pendidikan Agama telah ditetapkan sebagai berikut: (1) memiliki pribadi mukmin. muslim dan muhsin. Faktor Alat Pendidikan Alat pendidikan adalah segala sesatu yang digunakan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional. (3) memiliki jiwa pendidik dan rasa kasih sayang kepada anak didiknya dan ikhlas jiwanya.60 merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran.50 3. (2) taat untuk menjalankan agama (menjalankan syari’at agama Islam. (4) mengetahui tentang dasar-dasar ilmu pengetahuan tentang keguruan.cit.18 . sehat jasmani dan rohani. Sedangkan pada pasal 42 ayat 1 disebutkan: pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. disamping harus memiliki syarat-syarat tersebut. dapat memberi contoh teladan yang baik kepada peserta didik). melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tertama bagi pendidik perguruan tinggi.

4. Sistem pendidikan Islam menuntut pengkajian kurikulum yang Islami pula yang tercermin dari sifat dan karakteristiknya. Gedung sekolah yang memadai b. sehingga penyampaian materi dari guru dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien d. c. untuk itu pihak sekolah/madrasah harus menyediakan alat-alat pendidikan tersebut. apabila bertopang dan mengacu pada dasar pemikiran yang Islami pula. sehingga siswa dapat belajar secara mandiri dengan cara membaca buku. tingkah laku dan pola pikir yang diharapkan serta berusaha pula mengangkat derajat hidup masyarakat mereka dan merealisasikan tujuan akhirnya.61 perbuatan atau situasi atau benda yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan.cit. hlm. serta bertolak dari pandangan hidup serta 51 Hery Noer Aly.139 . Alat peraga dan media pendidikan yang lengkap.51 Alat pendidikan sangat menunjang proses pembelajaran PAI. Di mana alat pendidikan tersebut di antaranya adalah: a. Kurikulum seperti itu hanya mungkin. Perpustakaan sekolah yang lengkap isinya. Faktor Kurikulum Kurikulum merupakan suatu program bagi unit periodisasi sekolah dalam rangka mengantar anak-anak kepada taraf pendidikan. op. Sarana dan prasarana untuk ibadah..

” (al-hadis) b. dan terarah kepada pola hidup Islami. d.. Prinsip-prinsip dan Metoda pendidikan Islam (Bandung: Diponegoro. Kurikulum hendaknya diarahkan untuk mencapai tujuan akhir pendidikan Islam. c. bahkan sebaliknya.)اﻟﺤﺪﻳﺚ‬ “Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif. hlm 273 52 . Perkembangan kurikulum hendaknya selaras dengan fitrah insani sehingga memiliki peluang untuk menyucikannya dan menjaganya dari penyimpangan. Mengenai fitrah insani ini diisyaratkan dalam hadits qudsi: (‫ﺧﻠﻘﺖ ﻋﺒﺎدى ﺣﻨﻔﺎء ﻓﺎﺟﺘﺎﻟﺘﻬﻢ اﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ.52 5. Pentahapan serta pengkhususan kurikulum hendaknya memperhatikan periodisasi perkembangan peserta didik.…. akan tetapi kemudian syaitan-syaitan membelokkan mereka.. suatu kurikulum yang Islami perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini: a.62 pandangan tentang manusia (pandangan antropologis) serta diarahkan kepada tujuan pendidikan yang dilandasi kaidah-kaidah Islami. 1992). yaitu ikhlas... taat dan beribadah kepada Allah. Faktor Lingkungan Abdurrahman an-Nahlawi. Untuk memenuhi kriteria tersebut.... Secara keseluruhan struktur dan organisasi kurikulum hendaknya tidak bertentangan dan tidak menimbulkan pertentangan.

di antaranya adalah: 53 Zuhairini dan Abdul Ghofir. Keluarga dan orang tua yang perhatian. Faktor Pendidik Karakteristik seorang guru yang menjadi penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran. dan teman-teman sekelas. akhlak maupun perasaan agamanya. c. b. para staf administrasi. Pengaruh tersebut di antaranya datang dari teman-teman sebayanya atau masyarakat sekitarnya. hlm. Kondisi masyarakat dan tetangga serta teman sepermainan yang baik.28 . ramah tamah dan menganut asa kekeluargaan. yang selalu menunjukkan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik. suka tolong menolong (gotong royong).63 Lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting terhadap berhasil tidaknya pendidikan agama.cit. op.53 Faktor lingkungan yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran PAI di sekolah. Lingkungan akan dapat memberikan pengaruh yang positif maupun negatif terhadap pertumbuhan jiwa. di antaranya yakni: a. penuh kasih sayang. Faktor Penghambat 1. Lingkungan sosial di sekolah seperti guru. karena perkembangan jiwa peserta didik itu sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya. b.. dan pola pendidikan yang diterapkan oleh orang tua dan keluarga yang demokratis tetapi terkendali.

Guru yang tidak ikhlas dalam menyampaikan ilmu yang dia miliki dan semata-mata bersifat materialis. nakal. Faktor Alat Pendidikan Sedangkan alat pendidikan/fasilitas/sarana yang dapat menghambat peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah: dalam keluarganya atau karena IQ serta . Jadi ada yang berkemampuan tinggi dan ada yang lemah. b. d. Guru yang tidak bersikap dinamis. Anak didik yang kurang bersungguh-sungguh dalam belajar agama. suka mengganggu temannya. Guru yang tidak menguasai bahan pelajaran yang akan diberikan. Faktor Peserta Didik Kondisi peserta didik yang dapat menjadi penghambat adalah: a. e. Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. dsb.64 a. Kondisi ini akan menghambat pembelajaran PAI. Peserta didik yang bermasalah (kurang disiplin. Pemahaman dan kemampuan anak didik yang cenderung tidak sama. 3. b. tidak mau menambah wawasan dan pengetahuannya. (disebabkan oleh permasalahan kecerdasannya). d. 2. c. Guru yang tidak mempunyai sifat penyabar dan pemaaf.) c. Guru yang tidak berakhlak mulia dan tidak dapat memberikan contoh teladan kepada murid-muridnya.

sehingga kurang mendukung tercapainya tujuan pendidikan agama. sehingga tidak bisa membangun masyarakat muslim di lingkungan sekolah. Kurikulum kurang memperhatikan tingkat perkembangan siswa yang bersangkutan. dalam arti bahwa ia tidak dapat dilaksanakan sesuai situasi dan kondisi yang terdapat di sekolah tersebut. c. 4. c. Kurikulum tidak memperhatikan aspek-aspek tingkah laku amaliah Islami. Kurikulum tidak realistis. b.65 a. Kurangnya manajemen sarana dan prasarana. Dengan kondisi seperti itu maka . d. sehingga tidak dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi dan situasi setempat. Minimnya sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran PAI. d. Metode pendidikan/pengajaran dalam kurikulum kurang bersifat luwes. seperti pendidikan untuk berjihad dan menyebarkan dakwah Islamiyah. Faktor Kurikulum Mayoritas kurikulum yang seringkali menjadi penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah kurikulum yang mempunyai sifat: a. Gedung sekolah yang kurang terawat b. Minimnya dana pendidikan sehingga menyebabkan sulitnya pengadaan sarana pendidikan agama yang dibutuhkan.

2. masyarakat dan tetangga yang acuh tak acuh terhadap ajaran agama. (2) Orang tua dan keluarga yang tidak menjalankan ajaran agama dengan baik serta kurang kasih sayang terhadap anak-anaknya. (3) Adanya lingkungan sekitar. syi’ar. maka peningkatan materi perlu mendapatkan perhatian karena dengan lengkapnya materi yang diberikan tentu akan menambah lebih luas pengetahuan. metode pendidikan.66 akan sulit mewujudkan seluruh rukun. Sifat. dan (4) masyarakat sekitar yang cenderung individualis dan tidak mau gotong royong. baik dalam kehidupan individual para pelajar maupun dalam hubungan sosial mereka dan perlawatan mereka dalam rangka berdakwah kepada Allah SWT. Faktor Lingkungan Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah : (1) masyarakat sekolah yang tidak mencerminkan lingkungan pendidikan. Peningkatan Materi Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. ajaran dan adab Islami. 5. isi dan bobot materi pelajaran yang akan . Upaya-upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI a. Materi pelajaran tidak boleh menyimpang dari tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. serta sikap seorang guru yang tidak memberikan contoh tauladan yang baik.

. akan tetapi karena penguasaannya terhadap bahan atau materi pelajaran yang ia sajikan.cit. Materi dan bahan pengajaran ditetapkan dengan mengacu pada tujuan-tujuan instruksional yang ingin dicapai. hlm 58 Syaiful Sagala.54 Sebagaimana seorang pemain sandiwara menarik perhatian penonton. keterampilan memanfaatkan media sampai kepada penggunaan bahasa yang baik dan benar.55 b. op.67 diajarkan harus disesuaikan dengan tingkat kematangan anak dan kemampuannya untuk menerima bahan atau materi tersebut. Bukan dalam arti menarik perhatian karena pakaiannya yang seronok. dan merupakan bahan yang betul-betul penting.cit. Materi yang diberikan bermakna bagi para siswa. (2) materi pelajaran hendaknya sesuai dengan tingkat pendidikan dan perkembangan siswa pada umumnya. op. baik dilihat dari tujuan yang ingin dicapai maupun fungsinya untuk mempelajari bahan berikutnya. (3) materi pelajaran hendaknya terorganisasi secara sistematik dan berkesinambungan. demikian pula seorang guru harus mampu menarik perhatian dalam kelas. dan (4) materi pelajaran hendaknya mencakup hal-hal yang bersifat faktual maupun konseptual.. Pemanfaatan Metode yang Bervariasi 54 55 Zuhairini dan Abdul Ghofir. 162 . hlm. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan materi pelajaran (1) materi pelajaran hendaknya sesuai dengan atau dapat menunjang tercapainya tujuan instruksional. metode yang digunakan.

68 Menyampaikan bahan pelajaran berarti melaksanakan beberapa kegiatan. hlm. Artinya seorang pengajar harus mempunyai tujuan dalam kegiatan pengajarannya. Mengingat kegiatan belajar mengajar merupakan kegitan yang komplek maka hampir tidak mungkin untuk menunjukkan dan menyimpulkan salah satu metode belajar mengajar tertentu lebih unggul daripada metode belajar mengajar yang lainnya dalam usaha mencapai semua tujuan. dan untuk selamanya. untuk semua murid. karena itu setiap pengajar menginginkan pengajarannya dapat diterima sejelas-jelasnya oleh para peserta didiknya.81 .. dalam semua situasi dan kondisi.56 Dalam al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw dapat ditemukan berbagai metode pendidikan yang sangat menyentuh perasaan. Belajar mengajar merupakan kegiatan yang komplek. tetapi kegiatan itu tidak akan ada gunanya jika tidak mengarah kepada tujuan tertentu. suatu kedudukan yang belum pernah dirasakan oleh umat-umat lain di muka bumi. Di antara metode-metode itu. Metode tersebut mampu menggugah puluhan ribu kaum mu’minin untuk membuka hati umat manusia agar dapat menerima petunjuk dari ilahi dan kebudayaan Islami. mendidik jiwa dan membangkitkan semangat. dkk. oleh semua guru. Untuk mencapai tujuan tersebut pengajar harus menggunakan beberapa metode mengajar yang bervariasi.cit. op.. untuk semua mata pelajaran. yang paling penting dan paling menonjol adalah: 56 Muhaimin.

69 1. membutuhkan mesin-mesin. guna merealisasikan tujuan akhir umat. seperti masjid.cit. bahan-bahan bangunan dan para pekerja. Pendidikan mempunyai berbagai sarana material atau manusiawi yang mempunyai dampak maknawi. Mendidik dengan mengambil ibrah (pelajaran) dan mau’idhah (peringatan) 7. Ada pula saranasarana maknawi dan psikhis.op. hlm. agar kita menjadi sebaik-baik umat yang dikeluarkan demi kepentingan manusia. Mendidik dengan memberi teladan 5. Demikian pula pendidikan merupakan satu proyek yang bertujuan mengarahkan dan memelihara perkembangan generasi manusia. yaitu tujuan yang diserukan oleh Allah swt. Mendidik dengan amtsal (perumpamaan) Qur’ani dan Nabawi 4.57 c. Mendidik dengan targhib (membuat senang) dan tarhib (membuat takut). pendidik.. 57 Abdurrahman an-Nahlawi. Metode hiwar (percakapan) Qur’ani dan Nabawi 2. Sarana-sarana ini disebut “alat pendidikan”. Mendirikan sebuah bangunan besar umpamanya. Pemanfaatan Fasilitas (Sarana dan Prasarana) Setiap proyek yang hendak dilaksanakan mempunyai sarana-sarana yang sesuai dengannya dan akan mewujudkan tujuannya. dialog. Mendidik dengan pembiasaan diri dan pengamalan 6. para arsitektur. keluarga dan sekolah. Mendidik dengan kisah-kisah Qur’ani dan Nabawi 3.283 . seperti mendidik melalui cerita.

189 Zuhairini dan Abdul Ghofir. misalnya karakteristik siswa.59 Evaluasi adalah suatu proses yang berlangsung secara berkesinambungan. selama dan sesudah suatu proses pembelajaran. Ruang lingkup pendidikan agama mencakup penilaian terhadap kemajuan belajar (hasil belajar) murid dalam aspek pengetahuan. hlm. metode dan materi pembelajaran yang digunakan. membuat perumpamaan dengan bendabenda terindera. kemampuan siswa. Evaluasi selama proses pembelajaran adalah evaluasi yang digunakan untuk melacak dan memperbaiki masalah belajar mengajar serta kesulitannya. Evaluasi sebelum proses pembelajaran. Evaluasi adalah alat untuk mengukur sampai di mana penguasaan murid terhadap pendidikan yang telah diberikan. Sarana-sarana maknawi ini disebut “metode pendidikan”. hlm. keterampilan dan sikap sesudah mengikuti program pengajaran.70 berdebat dengan cara terbaik.cit. Feed back atau umpan balik 58 59 Abdurrahman an-Nahlawi.122 . atau melalui pemberian teladan.. Mengadakan Evaluasi Yang dimaksud dengan evaluasi pendidikan agama ialah suatu kegiatan untuk menentukan taraf kemajuan suatu pekerjaan di dalam pendidikan agama. Evaluasi dilakukan sebelum. op. baik dalam penyampaian materi maupun strategi pendekatan yang digunakan.58 d. ibid.

unjuk rasa yang dibarengi dengan tindakan brutalisme dan sebagainya adalah akibat dari kelambanan dalam mengantisipasi berbagai krisis tersebut. Timbulnya kerusuhan sosial. (2) sumatif.. (3) placement. masyarakat rupanya masih berharap besar sekaligus menunggu-nunggu jasa dan peran yang disumbangkan oleh agama. hlm. semakin menjamurnya tindakan kriminal.61 3.164 Zuhairini dan Abdul Ghofir. dan (3) objektifitas. dapat dilakukan secara formatif dan sumatif. (2) kontinuitas.62 Terutama khususnya pembelajaran pendidikan agama di sekolah. Dalam kondisi semacam itu.125 Muhaimin.. op. Kenapa 60 61 62 Syaiful Sagala.cit.71 diberikan melalui tes-tes formatif. hlm.86 . Macam-macam jenis evaluasi hasil belajar dalam proses belajar mengajar pendidikan agama di sekolah dapat dibedakan ke dalam : (1) formatif. Evaluasi pencapaian hasil belajar siswa. op. Penanganan yang serba lamban terhadap persoalan-persoalan tersebut ternyata dapat menyebabkan kerawanankerawanan sosial. dan (4) diagnostis. Implikasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI Meledaknya jumlah pengangguran sebagai akibat dari PHK dan terbatasnya jumlah lapangan kerja. Adapun prinsip-prinsip pelaksanaan evaluasi itu adalah: (1) komprehensif. hlm.cit. op..cit.60 Dalam memberikan evaluasi hasil belajar dalam proses belajar mengajar pendidikan agama harus didasarkan prinsip pelaksanaan.

karena di dalam agama sarat akan dimensi moralitas dan spiritualitas. dan atau normatifitasnya maupun historisitasnya.. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai.72 agama. baik secara konseptual maupun aktualitasnya. Di dalam pengelolaan sarana dan prasarana maka dibutuhkan sebuah proses manajemen yang baik. Ibid. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien.63 Karena pembelajaran pendidikan agama masih mendapat kritik pedas dari para ahli pendidikan itu berarti kualitas pembelajaran pendidikan agama harus ditingkatkan. Karena dengan adanya manajemen sarana dan prasarana maka sarana dan prasarana yang ada di suatu lembaga diusahakan dalam keadaan siap pakai (ready for use) walaupun dalam jumlah yang minim. Banyak faktor yang menjadi pendukung adanya peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di antaranya adalah faktor sarana dan prasarana. Lain daripada itu melalui manajemen sarana dan prasarana diharapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh 63 Muhaimin. Hanya saja perlu disadari bahwa selama ini terdapat berbagai kritik terhadap pelaksanaan pendidikan agama yang sedang berlangsung di sekolah.88 . Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan yang ada dalam dunia pendidikan saat ini. Pengadaan sarana dan prasarana juga dapat diupayakan melalui sistem perencanaan yang hati-hati dan seksama. hlm. maka pembelajaran pendidikan agama di sekolah harus menunjukkan kontribusinya.

dan dengan dana yang efisien. Walaupun perlengkapan di sebuah lembaga pendidikan tidak begitu lengkap tetapi jika manajemennya bagus maka pembelajaran pendidikan agama akan berjalan dengan lancar. sesuai dengan kebutuhan sekolah.73 sekolah adalah sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas tinggi. . Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwasannya besar sekali manfaat dari manajemen sarana dan prasarana. Sangat jelas bahwasannya manajemen sarana dan prasarana mempunyai peranan dalam proses peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam.

2002). Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada. Menurut mereka. (2002) penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Kirk dan Miller mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. gejala atau keadaan. pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). Menurut Bogdan dan Taylor dalam Moleong L. Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu.J Moleong.J. tetapi hanya menggambarkan “apa adanya” tentang suatu variabel.1 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. karena dengan pendekatan deskriptif akan dihasilkan data yang berupa kata-kata. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Sejalan dengan definisi tersebut. sebagaimana ciri-ciri yang ada dalam penelitian kualitatif. Ada beberapa jenis penelitian 1 L. hlm 3 .74 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya.

penelitian tindak lanjut (follow-up studies). ia sekaligus merupakan perencana pelaksana pengumpulan data. 1995). Hal ini dikarenakan instrumen penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Kehadiran Peneliti Dalam penelitian kualitatif kehadiran peneliti mutlak diperlukan. op. hlm. menekankan keutuhan. hlm. dan memanfaatkan kesempatan untuk mengklasifikasikan dan mengikhtisarkan. Pengertian instrumen atau alat penelitian di sini tepat karena ia menjadi segalanya dari keseluruhan proses penelitian. Sebagaimana diungkapkan oleh L.cit.309 L. memproses data secepatnya. analisis.J Moleong “Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif cukup rumit. penafsir data. Ciri-ciri umum manusia sebagai instrumen mancakup segi responsif. Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta. studi kasus (case studies). B. dan pada akhirnya ia menjadi pelapor hasil penelitiannya”.J Moleong. mendasarkan diri atas pengetahuan. 2 Dan penelitian ini termasuk dalam kategori studi kasus (case studies). penelitian perkembangan (developmental studies). dapat menyesuaikan diri. analisis dokumen (documentary analyses) dan penelitian konvensional (correlation studies).. 121 3 . dan memanfaatkan kesempatan mencari respon yang tidak lazim atau idiosinkratik.3 2 Suharsimi Arikunto.75 yang dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yaitu : penelitian survai (survey studies).

Malang terus mengalami kemajuan yang berarti. terutama pendidikan agama Islam. Alasan peneliti mengambil lokasi di sekolah ini dikarenakan dari tahun ke tahun SMP Negeri 02 Turen Kab. Walaupun guru agama sebenarnya hanya 1 orang dan dibantu oleh 1 orang guru BP. D. walau menduduki peringkat kedua namun sekolah ini tetap menjadi favorit bagi masyarakat di wilayah kecamatan Turen dan sekitarnya. Malang sekarang sudah menjadi Masjid. Salah satu faktor penunjangnya yakni sarana dan prasarana yang sudah memadai. Kecamatan Turen. namun kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang dapat dikatakan cukup baik.76 C. Raya 8A Kedok. Malang. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau . Kualitas pembelajaran yang ditawarkan juga mengalami peningkatan. Karena setiap tahunnya SMP Negeri 02 Turen Kab. yang terletak di Jln. Sekolah ini merupakan sekolah unggulan ke-2 setelah SMP Negeri 01 di Kecamatan Turen. Sumber Data Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. penambahan kelas-kelas sebagai ruang belajar mengajar dan perlengkapan sarana pendidikan. dimulai dari perbaikan jalan menuju ke sekolah. Kabupaten Malang. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di sebuah lembaga pendidikan milik negara yaitu SMP Negeri 02 Turen Kab. tempat ibadah yang awalnya hanya setaraf musholla seiring dengan kemajuan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang mampu mencetak out-put yang berkualitas.

yaitu sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. kantor kepsek.77 wawancara dalam pengumpulan datanya. singkatan dari bahasa Inggris. hlm. maka dokumen atau catatanlah yang menjadi sumber data. atau simbol-simbol yang lain. ruang guru. Apabila peneliti menggunakan teknik observasi. Dalam penelitian ini yang berperan sebagai sumber data berupa place adalah gedung sekolah. 107 4 . yaitu sumber data yang dapat memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angket. baik pertanyaan tertulis maupun lisan. yaitu: Person : sumber data berupa orang. gambar. Apabila peneliti menggunakan dokumentasi. kantor staff sekolah. dan kelas-kelas untuk pelaksanaan proses belajar mengajar Paper : sumber data berupa simbol. Urusan Sarana dan Prasarana. dan Guru PAI Place : sumber data berupa tempat. maka sumber datanya bisa berupa benda gerak atau proses sesuatu. 2002). maka sumber data disebut responden yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti. angka. Dalam penelitian ini sumber data yang berupa person adalah. Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta. yaitu sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak. Kepala Sekolah. Peneliti mengambil data dari file-file yang berada di Suharsimi Arikunto. Urusan kurikulum. Masjid. 4 Untuk mempermudah mengidentifikasi sumber data maka sumber data dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan menjadi 3 dengan huruf depan P. kantor TU.

Malang. Seperti dokumentasi mengenai data para guru dan karyawan. Kalau alat pengambil datanya cukup reliabel dan valid. Selain itu metode serta cara dalam pengambilan data juga harus diperhatikan. hlm. data siswa.5 Dalam Penelitian ini peneliti menggunakan 3 metode yang sudah lazim di gunakan dalam penelitian kualitatif deskriptif. Metode Observasi / Pengamatan Observasi atau pengamatan digunakan dalam rangka mengumpulkan data dalam suatu penelitian. Metodologi Penelitian (Jakarta: Rajawali. formulir dan alat 5 Sumadi Suryabrata.78 dokumentasi sekolah dan dijadikan sebagai sumber data. Yang dilakukan waktu pengamatan adalah mengamati gejala-gejala sosial dalam kategori yang tepat. diantaranya adalah: a. 92 . E. merupakan hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya sesuatu rangsangan tertentu yang diinginkan. Prosedur Pengumpulan Data Kualitas data ditentukan oleh kualitas alat pengambil data atau alat pengukurnya. 1990). mengamati berkali-kali dan mencatat segera dengan memakai alat bantu seperti alat pencatat. atau suatu studi yang disengaja dan sistematis tentang keadaan/fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan mengamati dan mencatat. dan data inventaris sarana dan prasarana pendidikan yang ada di SMP Negeri 02 Turen Kab. maka datanya juga akan cukup reliabel dan valid.

hlm. pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan. Suharsimi Arikunto (2002) menjelaskan bahwasannya interview bebas terpimpin yaitu kombinasi dari interview bebas dan interview terpimpin. 1999).7 Dalam penelitian ini. Mardalis. Wawancara ini dapat dipakai untuk melengkapi data yang diperoleh melalui observasi. Dalam pelaksanaannya digunakan alat Bantu seperti checklist.79 mekanik. sarana dan prasarana penunjang pendidikan Agama Islam dan kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. 132 hlm 63 7 8 .cit. Malang. skala penilaian atau alat mekanik seperti tape recorder dan lainnya. serta sarana kerja kepala sekolah dan tenaga edukatif dalam rangka mengembangkan lembaga sekolah selanjutnya.6 Metode ini digunakan peneliti untuk mengamati kondisi fisik dan non fisik yang berupa gedung. Metode interview/wawancara Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-cakap dan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada peneliti. op. 6 Mardalis. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara. peneliti menggunakan metode interview dalam bentuk interview bebas terpimpin. Ibid. b. hlm. 64 Suharsimi Arikunto.8 Dalam melaksanakan interview..

9 L. Malang. hlm. data guru serta data siswa SMP Negeri 02 Turen Kab. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi.. serta bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab.9 Dengan metode ini peneliti mendapatkan data-data mengenai kondisi obyektif SMP Negeri 02 Turen Kab. c. Dan juga berbagai kegiatan ekstrakulikuler yang dilaksanakan di SMP Negeri 02 Turen Kab. 135 . Dokumentasi.80 Data yang diperoleh dengan metode interview ini mengenai informasi tentang sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. op. Malang. dokumen. Malang . catatan harian dan lain sebagainya. yang artinya barang-barang tertulis.J Moleong. seperti buku-buku. notulen rapat. data karyawan. peraturan-peraturan. peneliti menyelidiki benda-benda tertulis. bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. majalah. Malang. Metode Dokumentasi Dalam mengadakan penelitian yang bersumber pada tulisan peneliti menggunakan metode dokumentasi. dari asal katanya dokumen.cit. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Malang.

tabel dan sejenisnya. 103 Marzuki. 10 L. 1983). jangan menunggu sampai data itu menjadi dingin bahkan membeku atau malah menjadi kadaluwarsa. Kedua. memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting. 87 11 . dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. kategori. mendisplay data yaitu menyajikan data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat. ibid.81 F. maka langkah peneliti dalam menganalisis data adalah. pertama. Analisis Data Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola. Pekerjaan menganalisis data memerlukan usaha pemusatan perhatian dan pengerahan tenaga fisik dan fikiran peneliti. hlm.J Moleong.10 Tujuan analisa di dalam penelitian adalah menyempitkan dan membatasi penemuanpenemuan hingga menjadi suatu data yang teratur.11 Proses analisis data dianjurkan agar secepatnya dilakukan oleh peneliti. Dan ketiga melalui verifikasi/ penarikan kesimpulan.. dengan mereduksi data yaitu merangkum. hlm. Metodologi Riset (Yogyakarta: FE UII. Agar hasil penelitian dapat tersusun sistematis. serta tersusun dan lebih berarti. yaitu kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang bersifat kredibel dan dapat menjawab rumusan masalah yang dikemukakan sejak awal.

kebergantungan (dependability). dan membangun kepercayaan subyek. Perpanjangan Keikutsertaan Dengan perpanjangan keikutsertaan peneliti dapat menguji ketidakbenaran informasi yang diperkenalkan oleh distorsi. banyak di antaranya terjadi tanpa 12 L. baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari responden. ibid. keteralihan (transferability). Untuk menetapkan keabsahan (trustworthiness) data diperlukan teknik pemeriksaan.J Moleong. Maka dari itu. dan kepastian (confirmability). dalam proses pengecekan keabsahan data pada penelitian ini harus melalui beberapa teknik pengujian data. hlm. karena kegiatan ini merupakan pembuktian bahwa apa yang telah diamati/data yang diperoleh sesuai dengan apa yang sesungguhnya menjadi kenyataan. Adapun teknik pengecekan keabsahan yang digunakan dalam penelitian ini. yaitu derajat kepercayaan (credibility). Pengecekan Keabsahan Data Pengecekan keabsahan data/validitas dalam suatu penelitian sangat penting dan harus dilakukan.12 Pengecekan keabsahan data merupakan suatu langkah untuk mengurangi kesalahan dalam proses perolehan data penelitian yang tentunya akan berimbas terhadap hasil akhir dari suatu penelitian. yaitu: 1.82 G. Perpanjangan keikutsertaan juga menuntut peneliti agar terjun ke dalam lokasi dan dalam waktu yang cukup panjang guna mendeteksi dan memperhitungkan distorsi yang mungkin mengotori data. Distorsi dapat berasal dari responden. 173 . Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu.. Ada empat kriteria yang digunakan.

Kekurangtekunan pengamatan terletak pada pengamatan terhadap pokok persoalan yang dilakukan secara terlalu awal. Peneliti hendaknya mengadakan pengamatan dengan teliti dan rinci secara berkesinambungan terhadap faktor-faktor yang menonjol. 3. Triangulasi Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Kemudian ia menelaahnya secara rinci sampai pada suatu titik sehingga pada pemeriksaan tahap awal tampak salah satu atau seluruh faktor yang ditelaah sudah dipahami dengan cara yang biasa. Di pihak lain perpanjangan keikutsertaan juga dimaksudkan untuk membangun kepercayaan para subyek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya. atau sebaliknya peneliti terlalu cepat mengarahkan fokus penelitiannya walaupun tampaknya belum patut dilakukan demikian. Ketekunan Pengamatan Maksud ketekunan pengamatan adalah untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. Hal itu mungkin dapat disebabkan oleh tekanan subyek atau sponsor atau barangkali juga ketidaktoleransian subyek.83 sengaja. . 2.

agar penelitian lebih efisien maka peneliti hanya mengamati kelas VII A dan kelas VIII C.J Moleong. Peneliti melaksanakan wawancara kepada para guru guna memperoleh data awal tentang pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. mencari beberapa buku untuk dijadikan sebagai referensi agar penelitian lebih fokus dan terarah. Bersamaan dengan itu peneliti melaksanakan observasi langsung terhadap pembelajaran PAI di kelas VII dan kelas VIII. ibid.84 Denzin (1978) membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik yang memanfaatkan penggunaan sumber. 5. mengurus surat izin penelitian 3. Tahap Pelaksanaan a. membuat pedoman interview. membuat rancangan/desain penelitian 4. penyidik dan teori. metode. Tahap-Tahap Penelitian Tahap Persiapan 1. 13 L. 175 . hlm. observasi pendahuluan 2. sehingga data yang diperoleh lebih sistematis dan mendalam.13 H.. Serta mengadakan pengamatan langsung terhadap ujian praktek agama kelas 3 guna mengetahui tentang hasil pembelajaran PAI.

Wawancara yang terakhir ditujukan kepada guru PAI guna mengetahui metode yang digunakan dalam pembelajaran di kelas.85 b. d. wawancara ini dilakukan untuk mengetahui upaya yang akan dan sedang dilakukan guna meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. wawancara ini ditujukan kepada Kepala SMP Negeri 02 Turen. hambatanhambatan yang dialami selama proses belajar mengajar serta untuk mengetahui sarana yang digunakan dalam pembelajaran PAI dan prasarana yang ikut mendukung pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. . Peneliti melakukan pengecekan kembali terhadap data yang diperoleh dari penelitian agar dapat diketahui hal-hal yang masih belum terungkap atau masih terloncati. Wawancara dilanjutkan kepada Urusan Kurikulum. Wawancara juga dilakukan kepada Urusan sarana dan prasarana guna mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang ada di SMP Negeri 02 Turen. untuk mengetahui kualitas pembelajaran PAI serta hambatan yang sering dikeluhkan oleh guru PAI. c. Peneliti melakukan wawancara yang lebih terarah dan mendalam. Peneliti melakukan perpanjangan penelitian guna melengkapi data yang kurang hingga memenuhi target dan lebih valid data yang diperoleh.

86 Tahap Penyelesaian Pada tahap akhir atau tahap penyelesaian peneliti menyusun data yang telah dianalisis dan disimpulkan dalam bentuk karya ilmiah yaitu berupa laporan penelitian dengan mengacu pada peraturan penulisan karya ilmiah yang berlaku di UIN. .

2683 Tahun 1994 (Petikan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kab. Gambaran Umum Lokasi Penelitian SMP Negeri 02 Turen berlokasi di Desa Kedok Kecamatan Turen Kabupaten Malang. . agar siswa yang tidak lolos Test masuk di SMPN 01 dapat bersekolah di SMP Negeri juga. Panglima Sudirman Turen.600 m2 . maka dari itu didirikan SMP Negeri 02 Turen. luas seluruh bangunan SMP Negeri 02 Turen adalah 1. Di kecamatan Turen pada tahun 1985 hanya terdapat satu buah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berstatus negeri yakni SMP Negeri 01 Turen yang terletak di Jln. SMP Negeri 01 Turen tidak mampu menampung begitu banyaknya siswa baru yang berdatangan dari seluruh pelosok Kecamatan Turen.5094/0/1985 dan beroperasi pada tahun yang sama. yakni seluas 12. Latar Belakang Obyek Penelitian 1. Malang). Didirikan pada tanggal 22 November 1985 berdasarkan SK Menteri No. Seiring dengan kemajuan zaman jumlah penduduk di Indonesia makin meningkat. Karena SMP Negeri 02 Turen ini di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional maka status kepemilikan tanahnya adalah milik pemerintah. Begitu pula dengan status bangunannya adalah milik pemerintah dan bukan milik yayasan atau pribadi dengan memakai surat ijin bangunan No. begitu pula dengan jumlah penduduk di Kecamatan Turen makin meningkat pula.476 m2.87 BAB IV HASIL PENELITIAN A.

terampil. INDIKATOR: 1. Aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan b. SMP Negeri 02 Turen berpegang teguh pada visi dan misi yang telah ditetapkan pada awal beroperasinya sekolah ini. Bapak Drs. Bapak Drs. 2. Meningkatkan profesional seluruh warga sekolah yang berkepribadian luhur dan rajin sehingga dapat memperbaiki prestasi akademik. berbudi pekerti luhur berdasarkan iman dan taqwa ”. Misi SMP Negeri 02 Turen 1.Sekarang) Dalam menjalankan proses belajar. Budaya membaca dan membuat karya tulis 5. Bapak Walujo. Terampil dalam ilmu pengetahuan dan teknologi 4. berdaya kreasi tinggi. Meningkatkan pemberdayaan siswa agar lebih aktif dalam kegiatan Iman dan Taqwa . Hari Wahyudi (2001.88 Selama perjalanannya SMP Negeri 02 Turen dipimpin oleh: 1. a. Terampil dalam apresiasi seni dan olahraga 6. Unggul dalam prestasi akademik 2. BA (1991-1994) 3. Purwanto Adji (1994-2001) 4. Ibu Wulan Cahyani (1985-1991) 2. Unggul dalam imtaq 3. VISI SMP Negeri 02 Turen “Terwujudnya insan yang berkualitas.

Sampai berakhirnya masa penelitian ini guru yang tertulis sebagai pengajar di SMP Negeri 02 Turen sebanyak 31 orang. Jadi tenaga tata usaha tidak tetap tersebut sifatnya sebagai tenaga serabutan atau pembantu umum. Yang terdiri dari laki-laki sebanyak 14 orang dan perempuan 17 orang. Mengembangkan potensi siswa yang memiliki persepsi. Keadaan Guru dan Karyawan SMP Negeri 02 Turen Guru atau pendidik dalam dunia pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting sehingga seringkali dijadikan tolak ukur berhasil tidaknya pendidikan di suatu sekolah. yaitu 5 orang tenaga tetap dan 1 orang tenaga tidak tetap (honorer).1 2. 1 Dokumen SMP Negeri 02 Turen.89 3. 6. Tenaga tata usaha tidak tetap tersebut dengan maksud untuk mengatasi dan membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang besar supaya dapat teratasi dengan baik. 2006 . dan daya kreasi seni dan olahraga. Mengembangkan pelayanan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca dan gemar membuat karya tulis 5. Sedangkan jumlah karyawan atau Tenaga Tata Usaha terdiri dari 6 orang. selain itu diperuntukkan untuk menjaga perpustakaan. Mengembangkan potensi siswa agar lebih terampil untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Membudayakan hidup sehat. tertib dan disiplin sehingga diperoleh budi pekerti luhur. apresiasi.

2. 4. Mengingat tugas dan tanggung jawabnya begitu banyak maka sekolah perlu menambah 1 orang tenaga pesuruh untuk membantu menyelesaikan beban tugas yang ada.2 Data nama Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen NO 1. NAMA EDY SUHARSONO LAMINEM WAHYUDI SYAHRUL HADI SUGIANTO SULIJANI L/P L P L L L P STATUS TETAP TETAP TETAP TETAP TETAP TIDAK TETAP JABATAN TUGAS Ka.TU / Bendahara Kesiswaan Kepegawaian Bendahara BP3 Inventaris Umum (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.90 Tenaga pesuruh tetap yang berstatus PNS tidak ada. 3.1 Data Guru SMP Negeri 02 Turen STATUS JABATAN TETAP Kepala Sekolah TETAP Guru Jumlah L 1 13 14 P 17 17 JUMLAH 1 30 31 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. yang ada hanya pesuruh tidak tetap berjumlah 2 orang. Untuk lebih lengkap mengenai data guru dan karyawan serta tenaga pesuruh SMP Negeri 02 Turen maka dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. 2006) . 5. 2006) Tabel 4. 6.

4 Data Siswa SMP Negeri 02 Turen Tahun Pelajaran 2006-2007 KELAS VII VIII III JUMLAH L 89 89 92 270 P 123 88 83 294 JUMLAH 212 177 178 564 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. Untuk perinciannya dapat dilihat dalam tabel berikut ini: Tabel 4.5 Data Siswa Berdasarkan Agama Yang Dianut AGAMA KELAS VII VIII IX ISLAM KRISTEN LAIN-LAIN L 86 85 91 P 121 86 81 L 3 4 1 P 2 2 2 L - P - JUMLAH L/P 212 177 175 . Karena tanpa adanya faktor tersebut pendidikan/pembelajaran di kelas tidak akan berlangsung. ABIDIN L/P L L L STATUS TIDAK TETAP TIDAK TETAP TIDAK TETAP JABATAN TUGAS Pesuruh Pesuruh Pesuruh (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. HARIAMIN 2. 3. Keadaan Siswa SMP Negeri 02 Turen Siswa merupakan salah satu faktor yang mendukung kegiatan belajar mengajar. SUPRIYADI M. 2006) Tabel 4.3 Data Pesuruh SMP Negeri 02 Turen beserta tugasnya NO NAMA 1.91 Tabel 4. 2006) 3. Sedangkan jumlah siswa pada tahun 2006/2007 yaitu sebanyak 564 orang.

16. 19. 13. 10. 14.92 JUMLAH 262 288 262 288 - - 564 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 21. Demikian pula pada lembaga pendidikan. 12. 20. 22. 17. 5. 9. 11. 2006) .6 Daftar Sarana SMP Negeri 02 Turen NO 1. 15. 4. 7. NAMA BARANG Meja belajar siswa Meja guru dan Kepala Sekolah Kursi siswa dan guru TV 21 inci Komputer Meja komputer Mesin Ketik Almari besar Bola basket Bola Voly Lembing Net Mukenah Sajadah Al-Qur’an Iqra’ Karpet Boneka Ka’bah tiruan Rak buku Papan tulis Penghapus papan tulis JUMLAH 282 buah 50 buah 600 buah 1 buah 30 buah 2 buah 10 buah 10 buah 10 buah 20 buah 5 buah 3 buah 25 buah 15 buah 50 buah 150 buah 5 buah 3 buah 1 buah 15 buah 20 buah 20 buah KETERANGAN baik baik baik baik baik rusak ringan rusak ringan baik baik baik baik kurang baik baik baik baik baik baik baik rusak ringan rusak ringan baik baik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 18. Selain menjadi daya tarik bagi masyarakat juga menjadi motivasi bagi siswa serta seluruh civitas akademik untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan. 3. Adapun kondisi sarana dan prasarana secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 2006) 4. Sarana dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen Sarana dan prasarana merupakan suatu alat atau media yang menunjang keberhasilan dalam suatu lembaga. 6. 8. 2.

13. 15. 2006) Sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen dipelihara dan dirawat bersama-sama. Namun kebersihan sekolah dikoordinasi oleh pesuruh sekolah sedangkan kebersihan kelas masing-masing di serahkan pada seluruh anggota kelas dan dikoordinasi oleh ketua kelas. 19. 3. . 23. 18. 7. 6. 24.93 SMP Negeri 02 Turen berdiri di atas tanah yang luasnya mencapai 12. 11. 8. 2. 22. 4. NAMA RUANGAN Ruang Kelas Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Operasional Ruang BP/BK Ruang Gudang Ruang Tamu Ruang Perpustakaan Ruang Laboratorium IPA Ruang Laboratorium Komputer Koperasi Siswa Ruang Foto Copy Kantin Sekolah Ruang Pramuka Ruang Keterampilan Masjid Ruang Kantor dan Tata Usaha Ruang Usaha Kesehatan Kamar mandi Guru dan Karyawan Kamar Mandi Siswa Tempat Parkir Kendaraan Guru Tempat Parkir Kendaraan Siswa Lapangan Basket Lapangan Bola Volly JUMLAH 13 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 3 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 17 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah KET baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik dalam pembangunan baik baik baik rusak ringan baik baik baik baik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 10. 5.7 Daftar Prasarana SMP Negeri 02 Turen NO 1. dengan rincian bangunan serta ruangan sebagai berikut: Tabel 4. 9. 20.600 m2 . 17. 21. 12. 14. 16.

5.94 Alat pendidikan atau media yang digunakan dalam pembelajaran di kelas ada yang belum tercantum pada daftar sarana di atas. hal ini dikarenakan pada saat peneliti mengadakan observasi ke ruang gudang yakni tempat penyimpanan alat pendidikan tersebut. Hal ini sesuai dengan keputusan dari Depdiknas UPTD Turen yang menunjuk SMP 02 Turen untuk melaksanakan kurikulum 1994 bagi kelas 3 maka dari itu penamaan kelasnya pun berbeda karena menyesuaikan kurikulum yang dipakai pada kelas masing-masing. karena merupakan operasionalisasi yang dicita-citakan. barang-barangnya sebagian masih digunakan untuk pembelajaran di kelas dan data-data mengenai inventaris belum dirapikan dalam artian masih dalam proses pengerjaan. Kurikulum yang dipakai di SMP Negeri 02 Turen Eksistensi kurikulum dalam sebuah lembaga mempunyai fungsi yang sangat penting. Bahkan tujuan pendidikan tidak akan tercapai tanpa keterlibatan kurikulum pendidikan nasional. Sedangkan untuk kelas 3 menggunakan kurikulum 1994. Dalam wawancara yang dilakukan peneliti oleh salah satu guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen. Untuk kelas VII dan VIII SMP 02 Turen memberlakukan kurikulum 2004 yakni kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Beberapa guru ditunjuk oleh bapak kepala sekolah untuk mengikuti pelatihan-pelatihan tau seminar-seminar mengenai KTSP. SMP 02 Turen akan mempersiapkan dalam menghadapi kurikulum yang akan diberlakukan pada tahun ajaran baru yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). beliau menyatakan: .

hal ini karena sebentar lagi kurikulum juga akan berubah jadi menurut kebijaksanaan bapak Kepala Sekolah lebih baik menunggu kurikulum yang baru dan bukubuku akan dipenuhi sepenuhnya. Tanggal 14 Mei 2007 2 . Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen. Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen Organisasi di SMP Negeri 02 Turen terstruktur mulai dari jabatan paling atas ditempati oleh bapak kepala sekolah dan selanjutnya ditempati oleh para staff dan guru mata pelajaran berada di bawah para staff.2 6. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan berikut ini: Wawawancara dengan Iftina Hidayati.95 walaupun kelas VII sudah memakai kurikulum 2004 dalam penulisan hasil belajarnya (nilai rapor) namun buku-buku yang dipakai masih buku lama dengan kurikulum 1994. Pergantian kurikulum yang terlalu dekat jaraknya kadang kala menjadi factor penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI.

Pd SANTI S. A.Ag A.Pd SUKRO T. SRI SUYATMI Hj. S. MASYHADI.Pd URUSAN KURIKULUM MASKUR. EDI SUNARTO GURU MATA PELAJARAN TATA USAHA AGAMA IFTINA H. S. Drs. S. WIWIK H B.Pd URUSAN HUMAS Drs. DARMANU SUTANLIK.Pd SISWA (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.Pd ENDANG SRI MATEMATIKA RIRIN TRI. S. YAYUK E SUTANLIK. S. S. HARI WAHYUDI WAKA SEKOLAH SUTANLIK.Pd IPA TUKIYAT. UMI HASANAH B.Pd RIANA H. JAS NOTO PRIYADI HARIYANTO EDI SUNARTO BP/BK A. S. SPd KTK YURI SISWATI PEND.96 Gambar 4. EDI S. KHOLIQ. S. LOKAL Hj. S. S. S. S.Md URUSAN KESISWAAN NOTO PRIYADI URUSAN SARPRAS EKO YULI A. HARTONO Dra. S. UMI H.Pd PPKN Drs. SATIPAH IPS Dra.Pd JOKO S. SRI SULAMI M. KHOLIK.1 Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen KEPALA SEKOLAH Drs. S.Pd IFNA I.INDONESIA MASKUR ETTY P. 2006) .Pd Dra.Pd Dra. INGGRIS EKO YULI A.

MOH. HARI AMIN 2.97 Gambar 4. ABIDIN (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.2 Struktur Organisasi Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen KEPALA TATA USAHA EDY SUHARSONO KESISWAAN LAMINEM KEPEGAWAIAN WAHYUDI INVENTARIS S U G I AN T O BENDAHARA BP3 SYAHRUL HADI PERPUSTAKAAN SULIANI PENJAGA SEKOLAH 1. 2006) . SUPRIYADI 3.

Sedangkan menurut waka SMP Negeri 02 Turen. pelaksanaan dan evaluasi dari pembelajaran itu juga berkualitas. Sarana Dan Prasarana Pendidikan Yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang menyenangkan. dan inovatif. perabot. Di dalam pelaksanaannya pembelajaran harus berkualitas. variatif. 3 Wawancara dengan Sutanlik. yakni guru membuat perencanaan sebelum mengajar begitu pula siswa belajar mandiri di rumah sebelum dating ke sekolah. beliau mengatakan bahwa: Pembelajaran yang berkualitas adalah jika persiapan. Tanggal 29 Mei 2007 . Pembelajaran dapat dikatakan berkualitas jika sarana dan prasarananya bisa membawa ke arah tercapainya tujuan pendidikan sesuai dengan standar kurikulum yang dipakai di sekolah tersebut. dan gedung / bangunan sekolah. Hal di atas secara langsung maupun tidak langsung sangat menunjang tercapainya kualitas pembelajaran PAI yang diharapkan oleh sekolah tersebut. Pada akhir proses pembelajaran evaluasi yang dilakukan guru harus berkualitas. media pendidikan.98 B. tidak membosankan. Wakil Kepala SMP Negeri 02 Turen. Penyajian Dan Analisa Data 1.3 Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu faktor yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap. efektif. Artinya persiapan yang dilakukan guru serta siswa di dalam kelas harus berkualitas. efisiensi. Dari mulai alat peraga. tanpa sarana dan prasarana yang lengkap maka pembelajaran tidak bisa dikatakan berkualitas. tidak boleh monoton dan membosankan. Untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas maka dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai.

CD. visual dan audiovisual. dan media pendidikan seperti OHP.4 Setiap guru membutuhkan alat yang berbeda dalam mengajar sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan pada siswa. Sedangkan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah masjid. Alat peraga seperti ka’bah tiruan untuk berthawaf. dan TV. Sedangkan masjid adalah prasarana yang utama dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Tanggal 15 Mei 2007 4 . Selain itu siswa dan guru biasanya mengerjakan sholat dhuha pada jam pertama dan menunaikan jama’ah shalat dhuhur pada istirahat kedua atau sepulang sekolah. meja. alat praktek seperti boneka untuk praktek materi mengenai memandikan jenazah dan mensholati jenazah. papan tulis. Dan Media pendidikan baik yang audio. spidol. kapur tulis. bulan ini kami mendapatkan bantuan dari DEPDIKNAS berupa 2 buah multimedia yang akan kami gunakan pada tahun ajaran 2007-2008. penghapus dan papan tulis. beliau mengatakan: Sarana yang dibutuhkan guru dalam mengajar adalah seperti kapur tulis. kaset. kursi. Di perpustakaan siswa dapat beljar mandiri dengan membaca serta menganalisa buku-buku yang ada di perpustakaan kemudian diserap untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan. almari.99 Sarana yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dalam proses belajar mengajar contohnya: alat pelajaran seperti buku tulis. spidol. SMP Negeri 02 Turen belum memiliki media ausio visual yang lengkap hanya beberapa saja yang kami punya. Karena untuk laboratorium agama kami belum punya. Demikian juga guru pendidikan agama Islam selain ruang kelas juga memerlukan sarana dan Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. di masjid siswa dapat belajar mempraktekan materi bab shalat. Selain ruang kelas yang digunakan untuk penyampaian materi yang berupa teori maka perpustakaan adalah tempat yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. Sebagaimana hasil wawancara peneliti dengan seorang guru yang diberi kepercayaan di bidang urusan sarana dan prasarana. bangku. penghapus papan tulis. LCD. ruang kelas dan perpustakaan. VCD. gambar-gambar.

tidak boleh menggunakan hanya akal saja atau pun sebaliknya. Contohnya dalam materi yang berhubungan dengan fiqih. Seperti yang telah kita ketahui bahwasannya materi pendidikan agama Islam seringkali membingungkan karena kadangkala materi-materi yang disajikan di luar batas pikiran manusia. Tanggal 14 Mei 2007 5 . Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen. Jadi intinya sebelum pembelajaran dimulai seorang guru harus mempersiapkan media serta sarana yang akan membantu dalam pembelajaran. Kemudian siswa mempraktekan di depan guru. Dalam menjelaskan materi yang sedemikian rumit seorang guru pendidikan agama Islam akan membutuhkan sarana dan prasarana yang beragam bentuk dan jenisnya. metode yang telah saya gunakan sangat beragam begitu juga dengan media serta sarana yang saya gunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.5 Wawawancara dengan Iftina Hidayati. jadi hal-hal yang tidak masuk akal itu sering terjadi. Akal dan wahyu harus sama-sama digunakan. S. Lalu pada pertemuan berikutnya saya memberikan CD untuk ditayangkan pada TV berukuran 21 inci agar siswa dapat melihat dengan jelas. Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI SMP Negeri 02 Turen Ibu Iftina Hidayati.Ag beliau menyatakan: Saya mengajar di SMP Negeri 02 Turen selama kurang lebih 10 tahun.100 prasarana serta media pendidikan yang beragam sesuai dengan materi yang akan diberikan. selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk bertanya bagi yang belum paham. saya menjelaskan terlebih dahulu materi yang telah ada di buku panduan. Maka dari itu tugas seorang guru agama adalah dengan mengarahkan siswanya agar menggunakan sisi yang lain untuk menerima materi pelajaran tersebut yakni menggunakan wahyu.

Selain itu guru juga dapat menilai ketuntasan belajar siswa dalam bab wudlu tersebut. S. dari pada sekedar mendengarkan penjelasn dari guru di dalam kelas. Contohnya dalam bab wudlu sorang guru PAI memerlukan prasarana berupa kran atau kamar mandi untuk mengajarkan cara-cara berwudlu yang benar menurut hukum Islam. Dari beberapa hasil wawancara tersebut di atas cukup jelas bahwa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam dibutuhkan sarana dan prasarana yang siap pakai dan memadai. 2. Begitu pula pada proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan harus dikerjakan oleh orang-orang yang sudah terlatih dan berpengalaman.101 Prasarana yang ikut menunjang pembelajaran PAI memang sangat beragam. Karena dengan menyaksikan secara langsung serta dapat mempraktekkan sendiri siswa akan lebih paham. beliau menegaskan: . Sesuai dengan hasil wawancara peneliti ibu Eko Yuliastutik Ch.Pd selaku penanggung jawab urusan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen. hal ini kita kenal dengan istilah proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Sarana dan prasarana itu ada karena direncanakan secara sengaja dan diusahakan secara sungguh-sungguh serta dibina secara kontinyu. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Keberadaan sarana dan prasarana yang dimiliki sebuah sekolah tidak langsung ada begitu saja. Proses manajemen merupakan kegiatan yang sangat rumit dan harus dikerjakan oleh orang-orang profesional.

jadi seharusnya semua civitas akademik merasa memiliki barang-barang tersebut. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh urusan sarana dan prasarana SMP Negeri 02 Turen yang menyatakan: Setelah barang-barang tersebut didapatkan selanjutnya tanggung jawab media dan sarana diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru bidang studi mulai dari perawatan dan pemeliaran sampai pada Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Pemeliharaan sarana yang tergolong sebagai alat peraga atau media pendidikan yang seringkali digunakan dalam pembelajaran. tanggung jawabnya diberikan pada guru bidang studi. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. waka sekolah. Setelah disetujui oleh bapak kepala sekolah kami akan mengalokasikan dana.102 Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dilaksanakan pada waktu mengadakan rapat kerja (raker) yang diikuti oleh kepala sekolah. para staff dan karyawan serta seluruh bapak/ibu guru SMP Negeri 02 Turen. Begitu pula di SMP Negeri 02 Turen sarananya benarbenar dijaga dan dirawat sebaik-baiknya begitu juga dengan prasarananya. kalau dana tersebut tidak turun kami mengajukan proposal pada komite sekolah. dijaga bersama walaupun ada petugas yang setiap hari membersihkan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen. Setelah itu direncanakan dengan matang mulai dari perencanaan pengadaan sampai pengadaan sarana pendidikan. Karena mereka yang tahu bagaimana cara merawat barang tersebut dengan baik dan bila sewaktu-waktu diperlukan mereka tidak bingung mencari barang-barang tersebut. Dana kami berikan pada guru bidang studi agar mereka dapat mencari media yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan. dana tersebut didapat dari Depdiknas.6 Pemeliharan dan perawatan sarana dan prasarana sebaiknya dilakukan bersama-sama. Di dalam rapat ini guru bidang studi mengajukan sarana atau media apa yang dibutuhkan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Tanggal 15 Mei 2007 6 .

Tanggung jawab akan sarana dan media Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. maka hal tersebut akan dilaksanakan. Hal ini sesuai dengan pernyataan ibu Eko Yuliastutik Ch. Bukubuku yang sudah tidak relevan dengan kurikulum sekolah masih tetap ditata rapi di perpustakaan untuk dijadikan referensi para guru maupun para siswa. Tanggal 15 Mei 2007 7 . Namun. makanya bapak kepala sekolah tidak pernah mengijinkan untuk melakukan penghapusan terhadap barang-barang milik Negara. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen sama halnya dengan manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. kalau barang tersebut masih bisa dijual guna mendapatkan yang lebih baru. beliau menegaskan bahwa: Proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran PAI kami samakan dengan proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya.7 Sedangkan proses penghapusan sarana dan prasarana di SMP Negeri 02 Turen sebenarnya jarang sekali dilakukan. Hal ini ditujukan agar sarana dan prasarana yang ada dapat siap pakai sewaktu-waktu dan dapat sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan.Pd pada waktu menanggapi pertanyaan peneliti. S. Namun untuk proses penghapusan kami jarang melakukannya karena prosesnya yang sangat panjang dan rumit. Barang-barang yang sudah lama dan sudah tidak terpakai lagi tetap disimpan rapi di gudang sekolah. Hal ini dikarenakan jumlah sarana dan prasarana yang ada di sekolah kami masih minim jadi proses manajemennya kami samakan.103 penghapusan. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Seperti contohnya monitor komputer yang sudah lama maka bisa ditukar tambah dengan yang lebih baru. Tiap akhir tahun urusan bidang sarana dan prasarana meminta catatan mengenai inventarisasi dari barang-barang tersebut karena akan dilaporkan ke KANWIL di tingkat provinsi.

8 Adapun upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana adalah sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan bapak Edi Sunarto. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch.9 Selain kepala sekolah. S. Hal ini sesuai dengan perbincangan peneliti bersama Bapak Edy Suharsono selaku kepala Tata Usaha dan bendahara SMP Negeri 02 Turen. beliau menyatakan: Dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah kami. Tugas bagian Tata Usaha dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan lazimnya disebut dengan istilah inventarisasi. Humas SMP Negeri 02 Turen.104 pendidikan juga kami serahkan sepenuhnya pada guru pendidikan agama Islam. DIKNAS. Urusan Bidang Sarana dan Prasarana. beliau mengatakan bahwa dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan beliau bersama staff TU yang lain sangat berperan sekali. serta para guru bidang studi. Bagian Tata Usaha juga ikut terlibat dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Tanggal 14 Mei 2007 . serta beberapa dari komite sekolah. Dana tersebut diperoleh dari kucuran dan dari APBD. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung sekolah dan pengadaan peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.Pd yang menjabat sebagai Humas SMP Negeri 02 Turen dan merangkap sebagai Urusan Kurikulum kelas 3. bapak kepala sekolah mengalokasikan dana secara benar untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Tanggal 17 Mei 2007 9 8 Wawancara dengan Edi Sunarto.

kemudian diusulkan kepada kepala sekolah. siswa dan orang tua wali murid. Terkadang juga mendapat hibah dari para guru. kemudian kepala sekolah merekomendasikan kepada pihak-pihak tertentu untuk memberikan dana bagi kebutuhan itu. Dengan referensi yang banyak dan tertata dengan rapi serta dengan suasana perpustakaan yang nyaman untuk belajar secara tidak langsung akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. pihak sekolah juga mendapatkan bantuan dari pihak Depdiknas. Pemeliharaan buku-buku dan ruang perpustakaan di SMP Negeri 02 Turen secara khusus dilakukan oleh pegawai perpustakaan dan secara umum dilakukan oleh semua komponen sekolah. siswa. Cara mendapatkan buku-buku perpustakaan selain dengan cara membeli dengan menggunakan dana dari komite sekolah. . guru. orang tua siswa atau pihak lain yang ingin menghibahkan bukunya pada sekolah ini. Contohnya dalam proses pengadaan buku-buku pelajaran.105 Dari pegawai perpustakaan. Beliau mengatakan bahwa dalam proses manajemen sarana dan prasarana pihak sekolah juga melibatkan guru. Ibu Suliani peneliti mendapatkan informasi lain tentang keterlibatan guru dan kepala sekolah dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. siswa dan keluarga siswa diberi kesempatan untuk memberikan masukan buku apa saja yang perlu ada di SMP Negeri 02 Turen dalam sebuah rapat yang diadakan pada waktu penerimaan siswa baru atau pada saat penerimaan nilai hasil belajar siswa pada orang tua.

Adapun inventarisasi buku-buku perpustakaan adalah dengan mencatat jumlah dan jenis buku pada sebuah buku induk. Sekolah : SMP Negeri 02 Turen mampu mencatat sebagai 8 besar 10 Wawancara dengan Suliani.106 Proses penghapusan di SMP Negeri 02 Turen jarang sekali dilakukan bahkan di perpustakaan proses penghapusan itu belum pernah dilakukan sama sekali. Namun buku-bukunya cukup lengkap. Tanggal 21 Mei 2007 . buku fiksi dan bacaan lainnya disusun terpisah dari buku-buku pelajaran. Hal ini sesuai dengan pengamatan peneliti berulang kali ke perpustakaan SMP Negeri 02 Turen. Buku-buku lama yang tidak relevan dengan kurikulum yang digunakan tidak dibuang begitu saja dan dijadikan tambahan referensi guru maupun siswa.10 Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen memang tidak begitu luas dan bangunannya sangat sederhana. Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Urusan sarana dan prasarana pendidikan. beliau mengatakan bahwa dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang telah dilakukan ternyata tidak sia-sia sebab dengan manajemen tersebut SMP Negeri 02 Turen memperoleh hasil yang cukup signifikan diantaranya: a. terletak disebelah kanan dari koperasi siswa dan sebelah kiri dari ruang keterampilan. 3. Buku-buku disusun secara rapi dan ditata menurut jenisnya. dan sekarang banyak buku terbaru yakni berdasarkan kurikulum 2004 (KBK) yang diperoleh dari Depdiknas. Pegawai Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen.

3. : Meringankan dan mempermudah guru dalam memaham kan materi yang akan diajarkan pada siswa. 4. S. Begitu juga dalam bidang keagamaan. begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. Ekstrakurikuler Olahraga Prestasi yang Diraih Renang Bulutangkis Lari Lempar lembing Bola Volly Bola Basket Peserta Jembara Pencak Silat Tingkat Prestasi Juara 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1 Semi Final Juara 2 Tingkat Daerah Provinsi Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten - 2.11 Sedangkan prestasi ekstrakurikuler tahun ajaran sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 5. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. Siswa c. 2006 . Guru SMP terbaik sekabupaten Malang.Ag beliau menerangkan bahwa sarana dan prasarana itu sangat bermanfaat pada pelaksanaan PAI. Ibu Iftina Hidayati. hasil belajar siswa pada akhir semester semakin meningkat. 6. : Prestasinya cukup memuaskan. 2006) Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI. Terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. Pramuka Bela diri Seni Tari Baca Qur’an PMR Seni Musik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga.8 Data Prestasi Siswa SMP Negeri 02 Turen tahun 2005/2006 No 1. 7.107 b. Diantaranya dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan maka konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar dan guru 11 Arsip SMP Negeri 02 Turen.

Dan tentu saja dalam proses belajar mengajar itu tidak luput dari sarana dan prasarana yang termanage dengan baik. Dengan mempraktekkan secara langsung daya ingat siswa lebih kuat sehingga dalam ulanganpun hasilnya tidak mengecewakan. Dengan hal ini siswa dapat mengalami sendiri. Seperti contoh dalam materi wudlu siswa dapat mempraktekkan cara-cara berwudlu yang baik di hadapan guru dan temannya yang lain. S. Guru BK/BP dan PAI SMP Negeri 02 Turen. membaca dan menulis.Pd guru BP/BK yang juga membantu mengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam di kelas VIII menegaskan bahwasannya dengan sarana dan prasarana yang lengkap dan manajemen yang bagus siswa lebih termotivasi untuk belajar (lebih siap menerima pelajaran). 12 Dikatakan pula oleh Bapak Edi Sunarto. Jadi manajemen sarana dan prasarana itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar PAI. ketika wawancara dengan peneliti bahwasannya perhatian atasan memang sangat besar terhadap sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Tanggal 16 Mei 2007 12 . Bapak Abdul Kholiq.108 dapat lebih maksimal dalam menyampaikan materinya.Pd selaku Humas SMP Negeri 02 Turen. tidak sekedar mendengar keterangan guru. maka kepala Wawancara dengan Abdul Kholiq. S. Ketika guru membutuhkan suatu media secara mendadak karena media itu juga baru keluar. Dan sejauh ini sesuai dengan penilaian beliau melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan nilai siswa dapat meningkat menjadi lebih baik dibandingkan tahun kemarin.

Perubahan yang ditunjukkan siswa-siswi SMP Negeri 02 Turen dapat dilihat pada nilai rata-rata pada ujian semester dua tahun terakhir.9 Nilai Rata-Rata UAS tahun 2004/2005 dan 2005/2006 KELAS VII VIII IX 2004/2005 TAHUN NILAI 7.54 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.9 menunjukkan adanya peningkatan pada nilai ujian siswa.17 7.59 7.89 7. Humas SMP Negeri 02 Turen. salah satu faktor yang mempengaruhi adanya peningkatan ini adalah adanya pengelolaan dan pelayanan yang baik pada bidang sarana dan prasarana pendidikan. untuk lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Sebagian besar nilai siswa mengalami peningkatan. Adapun hasil yang diperoleh dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah diantaranya seperti siswa dapat merasakan. memahami dan menghayati sebuah sub materi karena mereka diberi kesempatan melihat tayangan tentang jejak Rosul dari “CD Jejak Rosul”. kemudian dengan melihat CD tersebut secara perlahan ada kesadaran siswa untuk merubah tingkah laku yang buruk menjadi lebih baik sebagaimana suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW.109 sekolah akan menunjuk urusan sarana dan prasarana untuk memenuhinya dengan memberikan dana yang dibutuhkan. Tanggal 14 Mei 2007 . 2006) Tabel 4.00 8. 13 Wawancara dengan Edi Sunarto.13 Hal ini dilakukan agar pembelajaran PAI dapat lebih berkualitas dengan sarana dan prasarana yang diinginkan oleh guru.45 2005-2006 TAHUN NILAI 7.

S. Wawawancara dengan Iftina Hidayati. Soal-soal yang menurut sebagian siswa mudah dikerjakan tapi menurut sebagian siswa yang lain hal itu sangat sulit dikerjakan begitu pula sebaliknya. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen. Tanggal 14 Mei 2007 14 . hal ini disebabkan antara lain adanya perbedaan kemampuan dan kecerdasan pada siswa.14 Dari beberapa hasil wawancara di atas dapat ditarik benang merahmya bahwasannya melalui manajemen sarana dan prasarana dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.110 Adapun nilai siswa yang sedikit menurun pada kelas VIII menurut ibu Iftina Hidayati. terkadang naik dan terkadang menurun.Ag nilai siswa itu relativ. Sehingga penurunan nilai siswa ini bukan disebabkan oleh kurangnya manajemen sarana dan prasarana dan bukan pula dikarenakan faktor yang lain.

hlm. 1996). Tujuan umum yang berbentuk insan kamil dengan pola takwa dapat mengalami perubahan naik turun. sekurang-kurangnya pemeliharaan supaya tidak luntur dan berkurang. memupuk. 2001). masyarakat rupanya masih berharap besar sekaligus menunggu-nunggu jasa dan peran yang disumbangkan oleh agama.1 Pendidikan agama Islam itu berlangsung selama hidup. masih perlu mendapatkan pendidikan dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Angkasa. bertambah dan berkurang dalam perjalanan hidup seseorang. 86 2 1 Zakiyah Daradjat. 31 . yang di dalamnya sarat akan dimensi moralitas dan spiritualitasnya. dkk.. baik secara konseptual maupun aktualitasnya. Paradigma Pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya. Sarana Dan Prasarana Pendidikan Yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen Meledaknya jumlah pengangguran sebagai akibat dari PHK dan terbatasnya jumlah lapangan kerja.111 BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Maka dari itu orang yang sudah takwa dalam bentuk insan kamil. mengembangkan.2 Muhaimin. Dalam kondisi semacam itu. penanganan yang serba lamban terhadap persoalan-persoalan tersebut ternyata dapat menyebabkan kerawanan sosial. untuk menumbuhkan. memelihara dan mempertahankan tujuan pendidikan yang telah dicapai. hlm. meskipun pendidikan oleh diri sendiri dan bukan dalam pendidikan formal. dan/atau normativitas maupun historitasnya.

Ibid. al-Mujadalah: 11)4 SMP Negeri 02 Turen Kab. Dengan mengedepankan keunggulan dalam hal iman dan taqwa maka pembelajaran PAI juga mendapatkan perhatian yang serius. sebagaimana firman Allah: ‫ﻳﺎﻳﻬﺎ اﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮا اذا ﻗﻴﻞ ﻟﻜﻢ ﺗﻔﺴﺤﻮا ﻓﻲ اﻟﻤﺠﺎﻟﺲ ﻓﺎﻓﺴﺤﻮا ﻳﻔﺴﺢ‬ ‫واذا ﻗﻴﻞ اﻧﺸﺰوا ﻓﺎﻧﺸﺰوا ﻳﺮﻓﻊ اﷲ اﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮاﻣﻨﻜﻢ‬P‫ج‬P‫اﷲ ﻟﻜﻢ‬ ( ١١ :‫واﷲ ﺑﻤﺎ ﺗﻌﻤﻠﻮن ﺧﺒﻴﺮ )اﻟﻤﺠﺎدﻟﺔ‬P‫ﻗﻠﻲ‬P‫واﻟﺬﻳﻦ اوﺗﻮااﻟﻌﻠﻢ درﺟﺎت‬ …Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…(Q.S. dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (menurut ajaran Islam).112 Tujuan akhir dari pendidikan agama Islam dapat dilihat dalam firman Allah: :‫)ال ﻋﻤﺮان‬ ‫ﻳﺎاﻳﻬﺎاﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮااﺗﻘﻮااﷲ ﺣﻖ ﺗﻘﺘﻪ وﻻﺗﻤﻮﺗﻦ اﻻواﻧﺘﻢ ﻣﺴﻠﻤﻮن‬ (١٠٢ “Wahai orang-orang yang beriman. 434 . Allah akan memberikan derajat yang tinggi bagi orang yang berilmu.S. walaupun SMP 3 4 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya (Semarang: Karya Toha Putra.. bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Malang dalam menjalankan pembelajaran PAI juga tak lepas dari visi yang telah ditentukan pada awal berdirinya sekolah ini. 3 Ali Imran: 102)3 Segala sesuatu yang ada dalam dunia ini wajib dipelajari dan di fahami agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT. Untuk mendapatkan sebuah ilmu maka kita harus belajar.1996). hlm.” (Q. hlm. 50 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya.

pengamatan dan dokumentasi yang ada. Malang bukan merupakan sekolah yang berbasis agama layaknya Madrasah. 2006 Muhaimin. Budaya membaca dan membuat karya tulis 5. Malang. Unggul dalam iman dan taqwa 3. 88 . op. Terampil dalam ilmu pengetahuan dan teknologi 4. peneliti dapat menyimpulkan bahwa sesuai dengan teori yang telah dipaparkan pada BAB II. Visi tersebut ialah: “Terwujudnya insan yang berkualitas. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien. Dan oleh karena pembelajaran PAI masih seringkali mendapat kritik pedas dari para ahli pendidikan. terampil. hlm. sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen Kab.. Terampil dalam apreasi seni dan olahraga 6. berbudi pekerti luhur berdasarkan iman dan taqwa. Unggul dalam prestasi akademik 2. berdaya kreasi tinggi.cit.6 Banyak faktor yang menjadi pendukung adanya peningkatan kualitas pembelajaran PAI di antaranya adalah faktor sarana dan prasarana. maka dari itu kualitas pembelajaran PAI harus ditingkatkan. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai.” INDIKATOR 1. Aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan5 Dalam rangka mengatasi berbagai macam persoalan dalam hidup ini maka pembelajaran PAI harus menunjukkan kontribusinya. 5 6 Dokumen SMP Negeri 02 Turen Kab.113 Negeri 02 Turen Kab. Berdasarkan hasil wawancara.

Malang. Media: tape recorder (audio). Sarana pendidikan yang tahan lama: a. 2006) . Sarana yang tidak Sarana yang secara tidak langsung digunakan dalam bergerak: PBM: almari buku a.2 Prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. meja b. spidol Ditinjau dari Ditinjau dari hubungannya bergerak tidaknya dengan PBM Sarana yang langsung Sarana yang digunakan dalam PBM: bergerak: a. Malang No Klasifikasi Prasarana Pendidikan 1.114 Malang dan sekaligus dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dapat peneliti paparkan seperti berikut: Tabel 5. Alat peraga: boneka untuk peragaan sholat jenazah. Ditinjau dari habis tidaknya dipakai Sarana pendidikan yang habis dipakai: a. bangku penghapus papan tulis. Malang No 1. meubelair perpustakaan b. kursi c. TV dan VCD (audio visual). laboratorium. ka’bah tiruan untuk praktek manasik haji. Prasarana yang secara langsung digunakan dalam PBM 2. perpstakaan. b. peralatan laboratorium c. meja tulis. saluran PDAM Tabel 5. papan tulis. Prasarana yang secara tidak langsung Contoh Ruang kelas. buku tulis c. kapur tulis b. papan tulis (Sumber: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. ruang kepala 2. b. almari dll. kursi penggaris.1 Sarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. dan masjid. Alat pelajaran: Kapur a. buku tulis d. c. Ruang guru. c.

Pembelajaran PAI membutuhkan sarana yang beragam sesuai dengan materi dan metode yang akan diberikan. Fisika. Selain ruang kelas yang digunakan untuk penyampaian materi yang berupa teori maka perpustakaan adalah tempat yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran PAI.115 digunakan dalam PBM tapi juga menunjang PBM sekolah. VCD. Karena untuk laboratorium agama kami belum punya. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Selain itu siswa dan guru biasanya mengerjakan sholat dhuha pada jam pertama dan menunaikan jama’ah shalat dhuhur pada istirahat kedua atau sepulang sekolah. S. Sedangkan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah masjid. halaman sekolah. ruang kelas dan perpustakaan. Malang.7 SMP Negeri 02 Turen Kab. Sedangkan masjid adalah prasarana yang utama dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam. Tanggal 15 Mei 2007 7 . Malang. Sebagaimana hasil wawancara Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch.Pd selaku Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. ruang TU. bangku. kamar mandi. penghapus papan tulis. (Sumber: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI memerlukan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap. bahkan ada suatu materi yang tidak membutuhkan sarana namun hanya membutuhkan penjelasan dari sang guru saja. almari. Bahasa dan lain-lain. kaset. CD. spidol. kursi. Kimia. 2006) Hal senada diungkapkan oleh Ibu Eko Yuliastutik Ch. beliau menegaskan: Sarana yang dibutuhkan guru dalam mengajar adalah seperti kapur tulis. Malang belum memiliki media audio visual yang lengkap hanya beberapa saja yang kami punya. dan jalan menuju sekolah. Di perpustakaan siswa dapat belajar mandiri dengan membaca serta menganalisa buku-buku yang ada di perpustakaan kemudian diserap untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan. dan TV. bulan ini kami mendapatkan bantuan dari DEPDIKNAS berupa 2 buah multimedia yang akan kami gunakan pada tahun ajaran 2007-2008. Malang. papan tulis. dan media pendidikan seperti OHP. LCD. tempat wudlu. di masjid siswa dapat belajar mempraktekan materi bab shalat. memadai dan siap pakai. ruang staff. SMP Negeri 02 Turen Kab. Sama halnya dengan mata pelajaran yang lainnya seperti Biologi. meja.

Jadi intinya sebelum pembelajaran dimulai seorang guru harus mempersiapkan media serta sarana yang akan membantu dalam pembelajaran. Contohnya dalam materi yang berhubungan dengan fiqih. Kemudian siswa mempraktekan di depan guru. Lalu pada pertemuan berikutnya saya memberikan CD untuk ditayangkan pada TV berukuran 21 inci agar siswa dapat melihat dengan jelas. metode yang telah saya gunakan sangat beragam begitu juga dengan media serta sarana yang saya gunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Secara sederhana. beliau menyatakan: Saya mengajar di SMP Negeri 02 Turen Kab. cit. selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk bertanya bagi yang belum paham.116 peneliti dengan salah satu guru PAI SMP Negeri 02 Turen Kab.8 B. agar senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses belajar Wawawancara dengan Iftina Hidayati. Malang selama kurang lebih 10 tahun. Malang. manajemen perlengkapan sekolah dapat didefinisikan sebagai proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan pendidikan secara efektif dan efisien. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Sedangkan definisi lain diungkapkan oleh Ary H Gunawan.9 Berdasarkan definisi sederhana tersebut maka pada hakikatnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu merupakan proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. loc. Tanggal 14 Mei 2007 9 8 Ibrahim Bafadal. . beliau mengatakan bahwa administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara continue terhadap benda-benda pendidikan. saya menjelaskan terlebih dahulu materi yang telah ada di buku panduan.

menggantikan barang-barang yang rusak. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Aktifitas pertama dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah pengadaan sarana dan prasarana. Penetapan spesifikasi 10 Ary H Gunawan. Penetapan kebutuhan perlengkapan 3. Pasangan penulis tersebut menegaskan bahwa prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah: 1. Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dua orang teoretisi administrasi lainnya yang menjelaskan tentang prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah Emery Stoops dan Russel E. Johnson (1969). 1. hlm. inventarisasi dan penghapusan.10 Ibrahim Bafadal menyatakan bahwa kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan itu meliputi: pengadaan. a. Administrasi Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta. Pembentukan panitia pengadaan barang atau perlengkapan 2. pendistribusian. pemakaian dan pemeliharaan. hilang. 114 . Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di sekolah. 1996).117 mengajar sehingga PBM semakin efektif dan efesien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun anggaran mendatang. dihapuskan atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan pergantian.

sehingga sekolah dituntut untuk selalu berusaha juga melakukan pengadaan perlengkapan dengan cara lain. Rekomendasi 7. 2. dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten... op. hlm.118 4. 3. Dinas Pendidikan Nasional Provinsi. antara lain dengan cara: 1. Penetapan harga satuan perlengkapan 5. 32 . Hadiah atau sumbangan. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah untuk mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan sekolah. Seringkali sekolah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan dari pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. dan 4. Malang dalam melaksanakan proses pengadaan sarana dan prasarana melibatkan semua komponen sekolah. hlm.cit. Namun bantuan tersebut dalam jumlah terbatas dan tidak selalu ada. Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana yang telah disusun sebelumnya. Pembelian. Pengujian segala kemungkinan 6. Tukar menukar. Ibid. Meminjam 12 SMP Negeri 02 Turen Kab. Penilaian kembali11 b. 11 12 Ibrahim Bafadal.28 Ibrahim Bafadal.

Setelah disetujui oleh bapak kepala sekolah kami akan mengalokasikan dana. kalau dana tersebut tidak turun kami mengajukan proposal pada komite sekolah. Malang. 13 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Terlebih dahulu Urusan Sarana dan Prasarana menganalisis sarana atau media yang diperlukan dalam pembelajaran. para staff dan karyawan serta seluruh bapak/ibu guru SMP Negeri 02 Turen Kab. Setelah itu direncanakan dengan matang mulai dari perencanaan pengadaan sampai pengadaan sarana pendidikan. langkah selanjutnya Kepala Sekolah memberikan perintah pada Urusan Sarana dan Prasarana untuk memberikan dana yang selanjutnya diberikan pada guru bidang studi untuk melaksanakan proses pengadaan barang-barang. Di dalam rapat ini guru bidang studi mengajukan sarana atau media apa yang dibutuhkan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Dana kami berikan pada guru bidang studi agar mereka dapat mencari media yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan. Tanggal 15 Mei 2007 13 .119 Kegiatan ini dimulai pada saat sekolah mengadakan rapat kerja (raker) pada awal tahun yang diikuti seluruh civitas akademik SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Dalam hal ini Urusan Sarana dan Prasarana memberikan kesempatan pada masing-masing guru bidang studi untuk mengajukan permintaan alat pendidikan/media yang akan mereka butuhkan dalam PBM. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. dana tersebut didapat dari Depdiknas. waka sekolah. Malang yang menyatakan: Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dilaksanakan pada waktu mengadakan rapat kerja (raker) yang diikuti oleh kepala sekolah. Malang. Setelah barang yang akan dibeli ditetapkan.

karena tanggung jawab pengadaannya langsung diberikan kepada yang membutuhkan yakni guru bidang studi. Malang. atau membawanya ke bengkel servis.14 Proses pendistribusian atau penyaluran perlengkapan sekolah sebagaimana dijelaskan pada teori tersebut di atas tidak dilaksanakan di SMP Negeri 02 Turen Kab.120 2. Dalam rangka itu. Penggunaan dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Kegiatan rutin untuk mengusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik dan berfungsi baik pula (running well) disebut pemeliharaan atau perawatan (service). 38 .. atau memanggil tukang/ahli servis untuk melakukannya. (3) penyerahan barang. Kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan menurut ukuran waktu dan menurut ukuran keadaan barang. op. Maka dari itu pengalihan tanggung jawab tidak ada di dalam manajemen sarana prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen Kab. (2) pengiriman barang. 14 Ibrahim Bafadal. Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggungjawab dari seorang penanggungjawab penyimpanan kepada unit-unit atau orangorang yang membutuhkan barang itu. ada tiga langkah yang sebaiknya ditempuh oleh bagian penanggungjawab penyimpanan atau penyaluran.cit. hlm. Malang 3. Pemeliharaan tersebut dapat dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggungjawabnya. yaitu: (1) penyusunan alokasi barang. Pendistribusian Sarana dan Prasarana Sekolah Barang-barang perlengkapan sekolah (sarana dan prasarana pendidikan) yang telah diadakan dapat didistribusikan.

makanya bapak kepala sekolah tidak pernah mengijinkan untuk melakukan penghapusan terhadap barang-barang milik Negara Tiap akhir tahun urusan bidang sarana dan prasarana meminta catatan mengenai inventarisasi dari barang-barang tersebut karena akan dilaporkan ke KANWIL di tingkat provinsi.121 Pada prinsipnya kegiatan pemeliharaan dilakukan agar setiap sarana dan prasarana itu senantiasa siap pakai dalam proses/kegiatan belajar mengajar. Malang pemeliharaan sarana yang tergolong sebagai alat peraga atau media pendidikan yang seringkali digunakan dalam pembelajaran. tanggung jawabnya diberikan pada guru bidang studi.. Karena mereka yang tahu bagaimana cara merawat barang tersebut dengan baik dan bila sewaktu-waktu diperlukan mereka tidak bingung mencari barang-barang tersebut. Tanggal 15 Mei 2007 . Malang. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. hlm. Malang yang 15 16 Ary H. op. kreatifitas serta rasa tanggung jawab dan rasa “handar beni” adalah kunci dari keberhasilan kegiatan pemeliharaan demi optimalisasi daya pakai dan daya guna setiap barang kita. Aktifitas.cit.16 SMP Negeri 02 Turen Kab. Namun untuk proses penghapusan kami jarang melakukannya karena prosesnya yang sangat panjang dan rumit. Gunawan. 146 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Urusan Sarana dan Prasarana menyatakan: Setelah barang-barang tersebut didapatkan selanjutnya tanggung jawab media dan sarana diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru bidang studi mulai dari perawatan dan pemeliaran sampai pada penghapusan.15 Di SMP Negeri 02 Turen Kab. Hal ini ditujukan agar sarana dan prasarana yang ada dapat siap pakai sewaktu-waktu dan dapat sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan.

mempermudah dalam . Lazimnya. maupun daerah otonom. baik pusat. provinsi. kegiatan pencatatan semua perlengkapan itu disebut dengan istilah inventarisasi perlengkapan pendidikan. 4. penghematan keuangan.122 Ketika sarana pendidikan ada yang rusak maka Urusan Sarana dan Prasarana atas izin kepala sekolah memanggil tukang/ahli yang berada di sekitar wilayah SMP Negeri 02 Turen Kab. Akan tetapi jika biaya untuk memperbaiki lebih banyak dari pada membeli. Kegiatan tersebut merupakan suatu proses yang berkelanjutan. Malang untuk memperbaiki barang yang rusak tersebut. 225/MK/V/4/1971 barang milik Negara adalah berupa semua barang yang berasal atau dibeli dengan dana yang bersumber baik secara keseluruhan atau sebagainya. Melalui inventarisasi perlengkapan pendidikan diharapkan akan tercipta ketertiban administrasi barang. maka kepala sekolah dalam raker akan memtuskan untuk membeli peralatan yang lebih baru. tertib dan teratur berdasarkan ketentan-ketentuan atau pedoman-pedoman yang berlaku. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah Salah satu aktifitas dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah mencatat semua perlengkapan yang dimiliki oleh sekolah. dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ataupun dana lainnya yang barang-barangnya di bawah penguasaan pemerintah. Secata definitive. Menurut keputusan Menteri Keuangan RI Nomor kep. inventarisasi adalah pencatatan dan penyusunan daftar barang milik Negara secara sistematis. baik yang berada di dalam maupun luar negeri.

17 17 Ibrahim Bafadal. Semua perlengkapan pendidikan di sekolah atau barang inventaris sekolah harus dilaporkan. pada setiap bulan Juli.123 pemeliharaan dan pengawasan.cit. hlm. termasuk perlengkapan baru kepada pemerintah. Sedangkan khusus barang-barang bukan inventaris dicatat di dalam buku induk bukan inventaris dan kartu (bisa berupa buku) stok barang. yaitu barang inventaris dan barang bukan inventaris. b) Kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan laporan. Lebih lanjut. inventarisasi mampu menyediakan data dan informasi untuk perencanaan. yaitu departemennya. khusus barang-barang inventaris dicatat di dalam buku induk inventaris dan buku golongan inventaris. op. Pelaporan tersebut dilakukan sekali dalam setiap triwulan. 55 .. Januari dan April tahun berikutnya. Kegiatan inventarisasi perlengkapan pendidikan meliputi dua kegiatan. Setelah itu. Laporan tersebut seringkali disebut dengan istilah laporan mutasi barang. Sekolah-sekolah swasta wajib melaporkannya kepada yayasannya. yaitu: a) Kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan dan pembuatan kode barang perlengkapan Barang-barang perlengkapan di sekolah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. Misalnya. Baik barang inventaris maupun barang bukan inventaris yang diterima sekolah harus dicatat di dalam buku penerimaan. Oktober.

198 .18 Untuk melakukan penghapusan atau penyingkiran (afkeur) pelaksana harus memperhatikan tahap-tahap sebagai berikut: a) Pemilihan barang yang akan dihapuskan dilakukan setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan. Mengenai inventarisasi buku-buku yang ada di perpustakaan.124 Kegiatan inventarisasi yang dilakukan oleh SMP Negeri 02 Turen Kab. Karena kegiatan ini begitu rumit dan perlu ketelitian dari pelaksananya.1994). hlm. namun tiap akhir tahun Urusan Sarana dan Prasarana meminta catatan mengenai sarana pendidikan yang telah dibeli. Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Yang dimaksud dengan penghapusan adalah kegiatan yang mempunyai tujuan untuk menghapuskan barang-barang milik Negara dari daftar inventaris Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Urusan Sarana dan Prasarana menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada pegawai perpustakaan. Karena hasil dari catatan inventarisasi itu akan dilaporkan ke KANWIL Pusat di Tingkat Provinsi. 5. 18 Piet A. dan pemeliharaan berada di tangan guru bidang studi. Walaupun tanggung jawab pengadaan. Malang sesuai sekali dengan teori yang telah dipaparkan di atas. Dimensi Administrasi (Surabaya: Usaha Nasional. Sahertian. Dalam proses inventarisasi Urusan Sarana dan Prasarana dibantu oleh pegawai TU. pemakaian. perawatan.

Namun Kalau barang tersebut masih bisa dijual guna mendapatkan yang lebih baru. Proses penghapusan/penyingkiran harus disaksikan oleh atasan e) Membuat berita acara tentang pelaksanaan penyingkiran.125 b) Memperhitungkan faktor-faktor penyingkiran dan penghapusan ditinjau dari segi nilai uang. Pernah dilakukan tapi itu sudah lama dan kegiatan itu cukup membuat jera para civitas akademik SMP Negeri 02 Turen Kab. Organisasi dan Administrasi: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Jakarta: Raja Grafindo Persada. d) Melaksanakan penyingkiran dengan cara-cara mengadakan lelangan. Jadi untuk Suharsimi Arikunto. maka hal tersebut akan dilaksanakan. Barang-barang yang sudah lama dan sudah tidak terpakai lagi tetap disimpan rapi di gudang sekolah. 89 19 . Karena memang proses penghapusan sarana dan prasarana itu cukup rumit makanya di SMP Negeri 02 Turen Kab. 1993). Malang jarang sekali dilakukan. hlm. Seperti contohnya monitor komputer yang sudah lama maka bisa ditukar tambah dengan yang lebih baru.19 Sedangkan proses penghapusan sarana dan prasarana di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang sebenarnya jarang sekali dilakukan. Buku-buku yang sudah tidak relevan dengan kurikulum sekolah masih tetap ditata rapi di perpustakaan untuk dijadikan referensi para guru maupun para siswa. menghibahkan kepada badan/orang lain atau membakar. c) Membuat surat pemberitahuan kepada atasan bahwa akan diadakan penyingkiran dengan menyebutkan barang-barang yang hendak disingkirkan. Malang.

126

melakukan penghapusan terhadap sarana pendidikan, Kepala sekolah bersama para guru dan karyawan harus berpikir dua kali. Bahkan di perpustakaan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang proses penghapusan itu belum pernah dilakukan sama sekali. Buku-buku lama yang tidak relevan dengan kurikulum yang digunakan tidak dibuang begitu saja dan dijadikan tambahan referensi guru maupun siswa. Adapun inventarisasi bukubuku perpustakaan adalah dengan mencatat jumlah dan jenis buku pada sebuah buku induk.20 Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang sama halnya dengan manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan ibu Eko Yuliastutik Ch, S.Pd pada waktu menanggapi pertanyaan peneliti, beliau menegaskan bahwa: Proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran pendidikan agama Islam kami samakan dengan proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Hal ini dikarenakan jumlah sarana dan prasarana yang ada di sekolah kami masih minim jadi proses manajemennya kami samakan. Tanggung jawab akan sarana dan media pendidikan juga kami serahkan sepenuhnya pada guru pendidikan agama Islam.21 Adapun upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana adalah

sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan bapak Edi Sunarto, S.Pd yang

Wawancara dengan Suliani, Pegawai Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 21 Mei 2007 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch, Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 17 Mei 2007
21

20

127

menjabat sebagai Humas SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang dan merangkap sebagai urusan kurikulum kelas 3, beliau menyatakan: Dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah kami, bapak kepala sekolah mengalokasikan dana secara benar untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Dana tersebut diperoleh dari kucuran dan dari APBD, DIKNAS, serta beberapa dari komite sekolah. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung sekolah dan pengadaan peralatanperalatan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.22 Bapak kepala SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang termasuk pemimpin yang bijaksana, beliau tidak asal perintah saja melainkan beliau juga memberikan tauladan yang baik terhadap anak buahnya. Karena beliau mempunyai prinsip bahwasannya “orang yang menyuruh melakukan sesuatu harus berbuat hal yang sama, jadi tidak asal ngomong dan tidak melaksanakan”. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

‫اﺗﺄ ﻣﺮون اﻟ ّﺎس ﺑﻞ ﻟﺒﺮ وﺗﻨﺴﻮن اﻧﻔﺴﻜﻢ واﻧﺘﻢ ﺗﺘﻠﻮن اﻟﻜﺘﺎب اﻓﻼ‬ ‫ﻨ‬ (44:‫ﺗﻌﻘﻠﻮن )اﻟﺒﻘﺮة‬
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca alkitab (Taurat)? Maka Tidakkah kamu berpikir? (Q.S. Al-Baqarah: 44)23 Akibatnya, mereka akan mendapat ancaman dari Allah:

(3:‫آﺒﺮ ﻣﻘﺘﺎ ﻋﻨﺪاﷲ ان ﺗﻘﻮﻟﻮا ﻣﺎ ﻻ ﺗﻔﻌﻠﻮن )اﻟﺼﻒ‬
Amat besar kebencian di sisi Allah karena kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (Q.S. As-Shaf: 3)24
Wawancara dengan Edi Sunarto, Humas SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 14 Mei 2007
23 22

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, op.cit., hlm. 7

128

C. Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang Melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam kamus besar bahasa Indonesia kualitas didefinisikan sebagai tingkat baik buruknya sesuatu, kadar atau mutu atau dapat juga dikatakan sebagai derajat atau taraf (kepandaian atau kecakapan, dan sebagainya).25 Sedangkan. secara sederhana pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru.26 Dengan demikian kualitas pembelajaran adalah mutu seorang guru baik kemampuan maupun pemahamannya terhadap interaksi belajar mengajar yang indikatornya dapat dilihat dari hasil prestasi belajar siswa, baik itu prestasi dalam menempuh ujian semester atau prestasi dalam menempuh ujian akhir. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran PAI, maka tidak terlepas dari adanya beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, dan salah satunya adalah faktor sarana dan prasarana. Faktor ini merupakan faktor yang krusial dalam pembelajaran PAI. Tanpa sarana dan prasarana yang memadai pendidikan tidak akan berjalan dengan maksimal. Demikian juga, meskipun sarana dan prasaran cukup memadai tapi tidak dikelola dengan baik maka pembelajaran pun tidak dapat terlaksana dengan efektif dan efisien.
24 25

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, Ibid., hlm. 440 W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka,1989) Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2006), hlm. 61

hlm. 467
26

3 Nilai Rata-Rata UAS tahun 2004/2005 dan 2005/2006 KELAS VII VIII IX TAHUN 2004/2005 NILAI 7. paham tentang teori-teori manajemen sarana dan prasarana dan mampu mengimplementasikannya dalam realitas di sekolah. 2006) Informasi lain didapatkan peneliti dari hasil wawancara dengan Urusan sarana dan prasarana pendidikan. Tapi tidak cukup itu.129 Oleh karena itu agar kualitas pembelajaran PAI di suatu sekolah umum lebih meningkat dari pada sebelumnya dan bisa setara dengan kualitas pembelajaran PAI di sekolah-sekolah berbasis Islam (madrasah) maka sekolah harus memiliki sarana dan prasarana PAI yang lengkap. Hal ini dikarenakan adanya pembaharuan pada bidang sarana dan prasarana serta cara mengelolanya berikut data yang menyebutkan adanya peningkatan hasil pada mata pelajaran PAI dibandingkan tahun sebelumnya: Tabel 5.59 7. sehingga adanya sarana dan prasarana pendidikan yang termanage dengan baik sangat memungkinkan hasil yang diperolehnya pun akan lebih baik.54 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab.17 7.00 8. Demikian juga yang terjadi di SMP Negeri 02 Turen Kab.89 7. dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dapat di katakana bahwa hasil yang diperoleh pada saat ini dengan tahun sebelumnya lebih banyak mengalami peningkatan.45 2005-2006 TAHUN NILAI 7. Malang. beliau mengatakan bahwa dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang telah dilakukan ternyata tidak sia-sia sebab . sekolah harus memiliki kapabilitas dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan yang sudah tersedia. Malang.

3.4 Data Prestasi Ekstrakulikiler SMP Negeri 02 Turen tahun 2005/2006 No 1. 7. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. : Meringankan dan mempermudah guru dalam memaham kan materi yang akan diajarkan pada siswa.27 c. Ekstrakurikuler Olahraga Prestasi yang Diraih Renang Bulutangkis Lari Lempar lembing Bola Volly Bola Basket Peserta Jembara Pencak Silat Tingkat Prestasi Juara 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1 Semi Final Juara 2 Tingkat Daerah Provinsi Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten - 2. Siswa : SMP Negeri 02 Turen Kab. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. 2006) 27 Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. 5. Guru Sedangkan prestasi ekstrakurikuler tahun ajaran sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5. Sekolah b. begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. Malang memperoleh hasil yang cukup signifikan diantaranya: a. : Prestasinya cukup memuaskan. 2006 .130 dengan manajemen tersebut SMP Negeri 02 Turen Kab. hasil belajar siswa pada akhir semester semakin meningkat. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. 4. Terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. Begitu juga dalam bidang keagamaan. Pramuka Bela diri Seni Tari Baca Qur’an PMR Seni Musik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. 6. Malang.

sehingga tujuan (standar kompetensi) yang telah diformulasikan oleh pakar pendidikan dalam KBK dan dalam KTSP yang akan diberlakukan pada tahun ajaran akan datang dapat tercapai dengan baik. kompetensi siswa lebih meningkat. proses belajar mengajar dapat berjalan lancar dan kualitas pembelajaran PAI mengalami peningkatan yang cukup signifikan. .Ag beliau menerangkan bahwa sarana dan prasarana itu sangat bermanfaat pada pelaksanaan PAI. siswa lebih siap dan lebih konsentrasi dalam menerima pelajaran. S. Diantaranya dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan maka konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar dan guru dapat lebih maksimal dalam menyampaikan materinya. Dan sejauh ini sesuai dengan penilaian beliau melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan nilai siswa dapat meningkat menjadi lebih baik dibandingkan tahun kemarin. Jadi manajemen sarana dan prasarana itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar PAI. Antara lain. nilai siswa lebih meningkat dan pengajaran dapat dilakukan kapan dan di mana saja.131 Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI. Jadi cukup jelas bahwa dengan sarana dan prasarana yang memadai dan juga dengan proses manajemen yang professional maka hasilnya pun akan maksimal dan memuaskan. Ibu Iftina Hidayati.

Malang mengajar sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan yakni kurikulum 1994 dan kurikulum 2004. Dan salah satu jalan yang ditempuhnya adalah dengan menggunakan sarana dan prasarana pendidikan. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen Kab. Tetapi mereka tetap berusaha agar kualitas pembelajaran PAI lebih meningkat. Guru PAI SMP Negeri 02 Turen Kab. almari. kaset. mereka juga membutuhkan sarana dan prasarana yang beragam sesuai dengan materi yang akan diajarkannya. Di dalam rapat itu segala sesuatu yang berhubungan dengan perencanaan di bahas dengan matang. Guru PAI selain membutuhkan ruang kelas dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. papan tulis. kapur tulis. kursi.132 BAB VI PENUTUP A. dan TV. peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. SMP Negeri 02 Turen Kab. ruang kelas. Malang adalah: a. . KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di lapangan. Perencanaan pengadaan barang. membutuhkan sarana pendidikan berupa. meja. perpustakaan. 2. LCD. kegiatan ini dimulai pada waktu sekolah mengadakan raker di awal tahun ajaran baru. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. masjid dan laboratorium agama. dan media pendidikan seperti OHP. penghapus papan tulis. CD. spidol. bangku. Dan prasarana yang dibutuhkan diantaranya. VCD.

kegiatan ini dilaksanakan oleh Urusan sarana dan prasarana dan dibantu oleh Kepala TU beserta staff. Bahkan di perpustakaan SMP Negeri 02 Turen proses penghapusan terhadap buku-buku yang telah usang dan sudah tidak relevan dengan kurikulum yang ada belum pernah dilakukan sama sekali. Inventarisasi. Malang. Semua sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen di rawat dan dipelihara bersama-sama dengan dikoordinatori oleh seorang penanggung jawab. diantaranya SMP . Malang menuai hasil yang tidak mengecewakan. Sarana pendidikan yang bersifat umum seperti meja. 3. d. pengadaan sarana yang tergolong sebagai media pembelajaran/alat peraga langsung dilakukan oleh guru bidang studi jadi mereka diberi wewenang oleh urusan sarana dan prasarana untuk membeli sendiri peralatan yang dibutuhkan dengan menyerahkan nota pembelian sebagai bukti pembelian.133 b. c. alat peraga. Melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen Kab. karena prosesnya yang begitu rumit dan sangat panjang. Pengadaan barang. Penghapusan. kursi dan perabotan meubelair lainnya dikoordinasi oleh Urusan sarana dan prasarana. Pemeliharaan. buku-buku lama tetap disimpan dan ditata rapi. Dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen dalam pemeliaraannya dikoordinasi oleh pesuruh sekolah. alat pendidikan dan lain-lain dikoordinasi oleh guu bidang studi. proses penghapusan sarana dan prasarana jarang sekali dilakukan di SMP Negeri 02 Turen Kab. e. Sedangkan sarana yang bersifat khusus seperti alatalat laboratorium.

konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar . terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. Adapun hasil yang dipeoleh siswa dan guru dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah: a. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. Siswa : Prestasinya cukup memuaskan. Guru : karena waktu yang dialokasikan pada mata pelajaran PAI disekolah umum sangat sempit maka guru dapat lebih mudah dan lebih maksimal dalam menjelaskan sebuah materi. Dengan ini semua tentunya akan membawa ke arah tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Ketika tujuan dari pendidikan dapat tercapai secara maksimal. SARAN .134 Negeri 02 Turen Kab. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. b. Begitu juga dalam bidang keagamaan. maka dapat dikatakan bahwa kualitas pembelajaran PAI dapat meningkat melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan B. sesuai dengan kurikulum 1994 dan kurikulum 2004. daya ingat siswa lebih kuat sehingga hasil belajar siswa pada akhir semester pun semakin meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. kompetensi siswa dapat lebih meningkat.

Selain itu sekolah akan mendapatkan dana jika barang-barang itu dilelang dan dana itu dapat digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana yang belum tersedia.135 Dari hasil kesimpulan pembahasan di atas. Sehingga lokasi perpustakaan menjadi lebih luas dan almari serta rak buku bisa diisi dengan buku-buku terbaru. Karena dengan penghapusan barang-barang yang tela usang itu. Bagi Kepala Sekolah Hendaknya sarana dan prasarana yang telah usang dan tidak dipakai lagi dihapus saja. 2. terutama dalam proses pemeliharaan sarana dan prasarana. maka ada beberapa hal yang perlu diungkapkan sebagai saran dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan: 1. meskipun harus dengan prosedur yang rumit. . Bagi Urusan Bidang Sarana dan Prasarana Perlu adanya komunikasi yang intensif dengan kepala sekolah. Bagi Pustakawan Hendaknya lebih komunikatif dengan Kepala sekolah dan Urusan sarana prasarana dalam mengemukakan pendapatnya untuk menghapus buku-buku yang telah usang di perpustakaan. 3. guru dan karyawan dalam proses manajemen sarana dan prasarana. akan menambah luas sarana dan prasarana yang telah tersedia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful