Pasola Sumba

Pada bulan Juni ini batavusqu berniat menghimpun serangkaian upacara adat yang ditebar para sahabat daerah, para blogger yang telah mengangkat citra daerahnya agar lebih populer. Banyaknya suku adat yang terdaftar di negeri ini menjadikan bangsa Indonesia bangsa yang paling kaya dengan budaya. Hampir setiap provinsi memiliki 3 sampai 4 bahkan lebih tradisi yang menarik selain tradisi adat pernikahan. Seperti postingan batavusqu sebelumnya tentang upacara adat rambu solo, ngaben, rambut gimbal, malam 1 Syuro, dan yang lainnya adalah ciri khas kekayaan negeri yang harus selalu diangkat oleh para generasi muda agar tidak hilang ditelan zaman. Nah pada kesempatan ini perkenankan aqu mengangkat sebuah tradisi di kepulauan Sumba provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu upacara adat Pasola Sumba. Upacara adat Pasola ini adalah bagian dari serangkaian upacara tradisionil yang dilakukan oleh orang Sumba yang masih menganut agama asli yang disebut Marapu. Setiap tahun pada bulan Februari atau Maret serangkaian upacara adat ini dilakukan dalam rangka memohon restu para dewa agar supaya panen tahun tersebut berhasil dengan baik. Puncak dari serangkaian upacara adat yang dilakukan beberapa hari sebelumnya adalah apa yang disebut pasola. Pasola adalah „perang-perangan‟ yang dilakukan oleh dua kelompok berkuda. Setiap kelompok teridiri atas lebih dari 100 pemuda bersenjakan tombak yang dibuat dari kayu berdiameter kira-kira1,5 cm yang ujungnya dibiarkan tumpul. Walaupun tombak tersebut tumpul, pasola kadang-kadang memakan korban bahkan korban jiwa. Tapi tidak ada dendam dalam pasola, kalau masih penasaran silakan tunggu sampai pasola tahun depannya. Kalau ada korban dalam pasola, menurut kepercayaan Marapu, korban tersebut mendapat hukuman dari para dewa karena telah telah melakukan suatu pelanggaran atau kesalahan.

Pasola berasal dari kata “sola” atau “hola”, yang berarti sejenis lembing kayu yang dipakai untuk saling melempar dari atas kuda yang sedang dipacu kencang oleh dua kelompok yang berlawanan. Setelah mendapat imbuhan `pa‟ (pa-sola, pa-hola), artinya menjadi permainan. Jadi pasola atau pahola berarti permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan.

Pelaksanaan pasola di keempat kampung ini dilakukan secara bergiliran. sehat. Proses Upacara Pasola diawali dengan pelaksanaan adat nyale. masyarakat umum. Pasola dilaksanakan di bentangan padang luas. bila nyale kurus dan rapuh. Gaura. Pasola tidak dapat dilaksanakan. dan wisatawan asing maupun lokal. Keempat kampung tersebut antara lain Kodi. Bila nyale tersebut gemuk. dan Wonokaka. Adat nyale adalah salah satu upacara rasa syukur atas anugerah yang didapatkan.Pasola merupakan bagian dari serangkaian upacara tradisional yang dilakukan oleh orang Sumba yang masih menganut agama asli yang disebut Marapu (agama lokal masyarakat sumba). Setelah nyale pertama didapat oleh Rato. Permainan pasola diadakan pada empat kampung di kabupaten Sumba Barat. nyale dibawa ke majelis para Rato untuk dibuktikan kebenarannya dan diteliti bentuk serta warnanya. Setelah itu penangkapan nyale baru boleh dilakukan oleh masyarakat. dan berwarna-warni. Tanpa mendapatkan nyale. Sebaliknya. yaitu antara bulan Februari hingga Maret setiap tahunnya. Lamboya. disaksikan oleh segenap warga dari kedua kelompok yang bertanding. . setelah hari mulai terang. akan didapatkan malapetaka. yang ditandai dengan datangnya musim panen dan cacing laut yang melimpah di pinggir pantai. pertanda tahun tersebut akan mendapatkan kebaikan dan panen yang berhasil. Para Rato (pemuka suku) akan memprediksi saat nyale keluar pada pagi hari. Adat tersebut dilaksanakan pada waktu bulan purnama dan cacing-cacing laut (dalam bahasa setempat disebut nyale) keluar di tepi pantai.

suara ringkikan kuda. Walaupun berujung tumpul. Dalam permainan pasola. permainan ini dapat memakan korban jiwa. penonton dapat melihat secara langsung dua kelompok ksatria sumba yang sedang berhadap-hadapan. menurut kepercayaan Marapu.Setiap kelompok terdiri atas lebih dari 100 pemuda bersenjatakan tombak yang dibuat dari kayu berujung tumpul dan berdiameter kira-kira 1. Selain itu. Derap kaki kuda yang menggemuruh di tanah lapang. para peserta pasola ini juga sangat tangkas menghindari terjangan tongkat yang dilempar oleh lawan. . dan teriakan garang penunggangnya menjadi musik alami yang mengiringi permainan ini. korban tersebut mendapat hukuman dari para dewa karena telah telah melakukan suatu pelanggaran atau kesalahan. Kalau ada korban dalam pasola.5 cm. kemudian memacu kuda secara lincah sambil melesetkan lembing ke arah lawan.

warga Waiwuang merasa yakin bahwa tiga bersaudara pemimpin mereka itu telah tiada. menambah suasana menjadi tegang dan menantang. pasola berasal dari skandal janda cantik jelita. janda cantik jelita `almarhum‟ Umbu Dulla. Apabila terjadi kematian dalam permainan pasola. si gatotkaca asal Kampung Kodi. Pada saat pelaksanaan pasola. Setelah dinanti sekian lama dan dicari kian ke mari tidak membuahkan hasil. Menelurusi asal-usulnya. Pasola biasanya menjadi klimaks dari seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka pesta nyale. Mereka terjerat dalam asmara dan saling berjanji menjadi kekasih . maka hal itu menandakan sebelumnya telah terjadi pelanggaran norma adat yang dilakukan oleh warga pada tempat pelaksanaan pasola. Pasola diselenggarakan di Sumba Barat setahun sekali pada bulan Februari di Kodi dan Lamboya. Alkisah ada tiga bersaudara: Ngongo Tau Masusu. Sedangkan bulan Maret di Wanokaka. darah yang tercucur dianggap berkhasiat untuk kesuburan tanah dan kesuksesan panen. Rabu Kaba mendapat lapangan hati Rda Gaiparona. Dalam kedukaan maha dahsyat itu. Mereka pun mengadakan perkabungan dengan belasungkawa atas kepergian kematian para pemimpin mereka.Pekikan para penonton perempuan yang menyemangati para peserta pasola. disaksikan oleh segenap warga Kabisu dan Paraingu dari kedua kelompok yang bertanding dan oleh masyarakat umum. Yagi Waikareri dan Umbu Dula memberitahu warga Waiwuang bahwa mereka hendak melaut. Sedangkan peserta permainan adalah pria pilih tanding dari kedua Kabius yang harus menguasai dua keterampilan sekaligus yakni memacu kuda dan melempar lembing (hola). Rabu Kaba sebagaimana dikisahkan dalam hikayat orang Waiwuang. Tapi nyatanya mereka pergi ke selatan pantai Sumba Timur untuk mengambil padi. Pasola dilaksanakan di bentangan padang luas.

Pada bulan Februari ini. Wonokaka. Pelaksanaan Pasola di keempat kampung ini dilakukan secara bergiliran. Meskipun lokasi Pasola jaraknya jauh dari kampung halaman. Permainan Pasola diadakan di empat kampung di Kabupaten Sumba Barat. pada pagi harinya kita diajak untuk mengikuti terlebih dahulu ritual yang bernama adat nyale. dan Gaura. Lamboya. mereka akan mengadakan tradisi tahunan yang dikenal dengan nama Pasola. Turis mancanegara maupun lokal semuanya berbaur menjadi satu dengan masyarakat setempat memenuhi lapangan Pasola dengan penuh sorak sorai penuh suka cita.Keunikan festival upacara adat pasola sumba Derap kaki kuda yang menggemuruh di tanah lapang. namun festival ini tetap diadakan setiap tahun. Marapu (agama lokal masyarakat sumba). yang dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai pembawa keberuntungan. Sebelum Pasola diadakan. yang ditandai dengan datangnya musim panen dan melimpahnya cacing laut di pinggir pantai. Pasola adalah permainan ketangkasan saling melempar lembing kayu dari atas punggung kuda yang sedang dipacu kencang antara dua kelompok yang berlawanan. mereka pasti datang berbondong-bondong membawa serta sanak keluarga lengkap dengan barang bawaan seperti layaknya piknik keluarga. Masyarakat Sumba berbondong-bondong mendatangi pantai dan dengan wajah penuh harap mereka akan mulai mencari cacing warna-warni.Pasola sendiri menjadi bagian dari serangkaian upacara tradisional masyarakat Sumba yang masih menganut agama asli. dan teriakan garang penunggangnya menjadi musik alami masyarakat Pulau Sumba. dengan durasi dua sampai tiga jam. suara ringkikan kuda. Acara ini seperti menjadi tontonan wajib bagi masyarakat Sumba. . di belahan timur Nusa Tenggara. Keempat kampung tersebut antara lain Kodi. Yup. Tak heran setiap Pasola berlangsung penontonnya pasti berjubel. Adat nyale adalah salah satu upacara rasa syukur atas anugerah yang didapatkan. walaupun seringkali memakan korban. Acara Pasola sendiri biasanya digelar antara bulan Februari – Maret selama satu-dua hari saja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful