PRT RN E AUA BR AI S BRAI E BR S

Bersumber pada : 1. Pedoman Penyelenggaraan Paskibraka – Depdiknas 2 2. Peraturan Baris Berbaris - Pusdiklat TNI-AD

n

Oleh : Awal Supriyadi, S.Pd Korps Pelatih Pembina Pramuka Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tanggamus

Peraturan Baris Baris. Awal Supriyadi.

1

Padahal kita semua mengetahui. bahwa baris berbaris dalam Kepramukaan merupakan ikon kegiatan bahkan simbul keterampilan anggota pramuka. atau kalau pun ada. Awal Supriyadi Peraturan Baris Baris. Sebagai dampaknya. Hal ini disebabkan karena minimnya informasi yang diterima. kami mencoba untuk mengutip dan memperbanyak panduan ini dengan tujuan membantu para Pembina Pramuka dalam melaksanakan kegiatan Kepramukaan di pangkalan masing-masing. Pendidikan disiplin seorang anggota pramuka dapat dimulai dari berlatih baris berbaris. Semaka. Oleh karena itu. Semoga bermanfaat. maka dipercaya akan mempengaruhi disiplin dalam menjalani kehidupan sehari-hari. jika mereka saling bertemu pada suatu ajang yang melibatkan banyak peserta didik anggota Pramuka. seorang anggota pramuka yang sudah matang dalam menerapkan Peraturan Baris Berbaris. Juli 2004.KATA PENGANTAR Banyak diantara para Pembina Pramuka yang berselisih pendapat tentang Peraturan Baris Berbaris. peserta didik megalami keragu-raguan dalam berbaris. Awal Supriyadi. informasi tersebut tidak jelas sumber bakunya. 2 .

Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat.PRT RN AI E AUA BR S (. Macam aba-aba Ada tiga macam aba-aba yaitu : Peraturan Baris Baris. rasa disiplin dan rasa tanggung jawab. Apa itu Baris Baerbaris ? 1. . sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna. Pengertian Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik. 5) Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya. b. ) P B B BRAI E BR S (BgI) a. b. 4) Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri. 2) Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok. Baris Berbaris a. 3 . Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI . yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu. Maksud dan tujuan 1) Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. 1. 3) Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas. Pengertian Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak atau berturut-turut. Aba-aba a. tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan. Awal Supriyadi.

Awal Supriyadi. Contoh: -jalan ditempat -siap -hadap kanan -lencang kanan -GERAK -GERAK -GERAK -GERAK b.GERAK (bukan lancang kanan) b) Istirahat di tempat . Contoh: -haluan kanan/kiri -dua langkah ke depan .GERAK 2. Contoh: a) b) Kepada Pemimpin Upacara-Hormat . Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas.GERAK Untuk amanat-istirahat di tempat .1) 2) 3) Aba-aba petunjuk Aba-aba peringatan Aba-aba pelaksanaan 1. GERAK: adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain. Aba-aba pelaksanan yang dipakai ialah: a) b) c) GERAK JALAN MULAI a. 4 .JALAN -JALAN Peraturan Baris Baris. untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu. Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan. JALAN: adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat. Contoh: a) Lencang kanan .GERAK (bukan ditempat istirahat) 3. Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada aba-aba peringatan/pelaksanaan.

JALAN -J ALAN Tentang aba-aba : “henti” Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak. Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan. namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan.  Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju-JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK. Awal Supriyadi. karena tidak dapat diberikan aba-aba langkah henti-GERAK. belok kanan/kiri-GERAK.JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK. . pasukan wajib berhenti tanpa aba-aba berhenti. MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.  Balik kana maju/JALAN. Peraturan Baris Baris. Contoh: Empat langkah ke depan –JALAN. Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN. 5 . karena dapat pula diberikan aba-aba : balik kanan henti-GERAK.JALAN .JALAN . bukan barisan – jalan. bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba HENTI. aba-aba belok kanan/kiri maju-JALAN terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa.  Pasukan yang sedang bergerak maju.-satu langkah ke belakang Catatan: . c. Misalnya:  Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju . maka abaaba harus didahului dengan aba-aba peringatan –MAJU Contoh: -maju -haluan kanan/kiri -hadap kanan/kiri maju -melintang kanan/kiri maju Tentang istilah: “maju”  Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti.JALAN Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya.

h) Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG ! Contoh: Lencang kanan = Ulangi – siap GERAK Peraturan Baris Baris. Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara. aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjalan. b) Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba.  c) Pada taraf permulaan aba-aba yang ditujukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari. Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat. Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan. Awal Supriyadi. d) e) f) g) Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan.Contoh: -hitung -MULAI -MULAI -tiga bersaf kumpul 4. Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan. Cara memberi aba-aba a) Waktu memberi aba-aba. terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu. Contoh: Kepada Pembina Upacara – hormat – GERAK Pelaksanaanya :  Pada waktu memberikan aba-aba menghadap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan. maka dalam keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna.  Pada taraf lanjutan. maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan. aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari. pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah. pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan. 6 .

pergelangan tangan lurus. berat badan di atas ke dua kaki. dada dibusungkan. punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri. mata memandang tajam ke depan. pasukan mengambil sikap sempurna tanpa didahului aba-aba kemudian kembali ke sikap istirahat di tempat. lengan rapat pada badan. ke dua tumit rapat. benafas sewajarnya. badan dapat bergerak. punggung tangan menghadap ke atas. Sikap sempurna Aba-aba : Siap . maka atas ucapan pemimpin/atasan dengan menggunakan kata Perhatian pasukan segera mengambil sikap sempurna tanpa mengucapkan kata siap. Lencang kanan/kiri : (hanya dalam bentuk bersaf) Aba-aba : Lencang kanan/kiri .(BgI ) a. jari-jari kanan/kiri menggenggam menyentuh bahu kanan/kiri orang yang berada di sebelah kanan/kirinya. tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk. 7 . bersamaan dengan ini kepala dipalingkan ke kanan/kiri tidak berubah tempat masing-masing meluruskan diri Peraturan Baris Baris. c) Maksud dari sikap siap terakhir ini adalah sebagai jawaban tanpa suara. pemimpin atau atasan lainnya datang untuk memberikan perhatian atau petunjuk-petunjuk. gigi dirapatkan. dagu ditarik.GERAK Pelaksanaannya: Gerakan ini dijalankan dalam sikap sempurna. Awal Supriyadi. lutut lurus paha dirapatkan. b) Pada kata perhatian. Catatan: a) Pasukan dalam keadaan istirahat di tempat. pundak ditarik sedikit ke belakang dan tidak dinaikkan. tangan kanan dikepalkan dengan dilemaskan. bahwa petunjuk-petunjuk yang diberikan akan dijalankan c.GERAK. b. perut ditarik sedikit. kemudian mengambil sikap istirahat. selesai atau sekian. jari-jari tangan menggenggam tidak terpaksa rapat pada paha. 1) Pada aba-aba pelaksanaan. ibu jari segaris dengan jahitan celana. Gerakan Perorangan – Gerakan Dasar a. ke dua tangan dilemaskan. leher lurus. ke dua telapak kaki membentuk sudut 60…. I 1. Pelaksanaanya : pada aba-aba pelaksanaan badan/tubuh berdiri tegap. Istirahat Aba-aba istirahat ditempat – GERAK 1) Pada aba-aba pelaksanaan. kaki kiri dipindahkan ke samping kiri dengan jarak sepanjang telapak kaki (30cm) 2) Ke dua belah tangan dibawa ke belakang dan dibawah pinggang. saf depan mengangkat lengan kanan/kiri ke samping. mulut ditutup.

pergelangan tangan lurus. Lencang depan (hanya dalam bentuk berbanjar) Aba-aba : Lencang depan .GERAK Pelaksanaannya: Seperti pada waktu lencang kanan/kiri. Pada aba-aba tegak GERAK dengan serentak menurunkan lengan sambil memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna. Dengan demikian dihindarkan gerakan seolah-olah meninju rekannya yang berada di smaping. setelah meluruskan ke depan dengan pandangan mata. empat jari lainnya rapat pada pinggang sebelah depan (khusus saf depan). 3) Banjar tengah/kiri tanpa mengangkat tangan Peraturan Baris Baris. b) Kelurusan barisan dilihat dari tumit. d. 2) Saf depan banjar tengah dan kiri mengambil antara satu lengan ke samping kanan. hendaknya lengan diluruskan melalui belakang punggung orang yang berada di samping.GERAK Pelaksanaannya: 1) Penjuru tetap sikap sempurna : nomor dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan dengan jarak satu lengan ditambah dua kepalan tangan. Pemimpin pasukan yang berada dalam barisan itu memberikan kelurusan saf dari sebelah kanan/kiri pasukan dengan menitikberatkan pada kelurusan tumit (bukan ujung depan sepatu). Setengah lencang kanan/kiri Aba-aba : Setengah lencang kanan/kiri . ikut pula memalingkan muka ke samping dengan tidak mengangkat tangan.2) Saf tengah dan saf belakang kecuali penjuru. kalau jarak 1 (satu) lengan tidak cukup. setelah lurus menurunkan tangan dan memalingkan kepala kembali ke depan dengan serentak tanpa menunggu aba-aba. Pada aba-aba tegak-GERAK semua dengan serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna. 4) 5) Pada waktu pemimpin pasukan memberikan aba-aba lencang kanan/kiri dan barisan sedang meluruskan safnya. 3) Penjuru saf tengan dan belakang mengambil antar ke depan 1 (satu) lengan kanan/kiri ditambah 2 (dua) kepalan tangan dan setelah lurus menurunkan tangan kanan/kiri tanpa menunggu aba-aba. ibu jari di sebelah belakang pinggang. 8 . tetapi tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh lengan orang yang berdiri disebelahnya. Catatan: a) Untuk menghindarkan keributan pada waktu mengangkat lengan kanan/kiri. Awal Supriyadi. e.

Pengucapan nomor secara tegas dan tepat. 1. Awal Supriyadi. 3) 4) 5) Pada aba-aba pelaksanaan mulai dari penjuru kanan berturut-turut ke belakang menyebutkan nomornya masing-masing. Perubahan Arah (dalam keadaan berhenti) a) Hadap kanan/kiri Aba-aba : Hadap kanan/kiri – GERAK 1) Kaki kiri/kanan diajukan melintang di depan kaki kanan/kiri lekukan kaki kanan/kiri berada di ujung kaki kanan/kiri. berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan. berturut-turut di mulai dari penjuru menyebutkan nomornya sambil memalingkan muka ke depan. Hadap serong kanan/kiri Aba-aba : Hadap serong kanan/kiri – GERAK Pelaksanaannya: 1) 2) 3) c) Kaki kiri/kanan diajukan ke muka sejajar dengan kaki kanan/kiri Berputarlah arah 45° ke kanan/kiri Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri Balik kanan Aba-aba : Balik kanan/kiri – GERAK Pelaksanaannya : Peraturan Baris Baris. 6) Jika pasukan berbanjar/bersaf tiga. pada aba-aba peringatan semua anggota tetap dalam sikap sempurna. maka yang berada paling kiri mengucapkan : LENGKAP atau KURANG SATU/KURANG DUA. 2) Pada aba-aba pelaksanaan. Jika berbanjar. Cara berhitung Aba-aba : Hitung – MULAI Pelaksanaannya: 1) Jika bersaf.f. saf terdepan memalingkan mukanya ke kanan. Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90° Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri. 2) 3) b) 9 . pada aba-aba peringatan penjuru tetap melihat ke depan.

Cara latihan memberi hormat Aba-aba : Hormat . siku-siku 15° serong ke depan. 2) 3) Catatan:   Dalam keadaan berhenti pada hitungan ke tiga. jari tengah dan telunjuk mengenai pinggir bawah dari tutup kepala setinggi pelipis.1) Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki kanan. d) Cara berkumpul Aba-aba : 3 bersaf/ 3 berbanjar kumpul . yang lainnya (saf depan) menurunkan lengannya dan kembali ke sikap sempurna. penjuru melihat ke kiri setelah lurus. 4) e) 2) Pergelangan tangan lurus. kaki dirapatkan dan kembali ke sikap sempurna Dalam keadaan berhenti berjalan pada hitungan ketiga. 10 . telapak tangan serong ke bawah dan kiri ujung. dengan gerakan cepat tangan kanan diangkat ke arah pelipis kanan.5 langkah dengan cara dihentikan. pada isyarat ini penjuru nelihat ke depan. pandangan mata tertuju kepada yang diberi hormat. keadaan berhenti) 1) Pada aba-aba pelaksanaan. Contoh: Sdr. Oleh orang yang ditunjuk (dalam sikap sempurna) aba-aba diulangi : Gatot sebagai penjuru. Peraturan Baris Baris. 2) 3) Orang yang ditunjuk tadi lari dan berdiri di depan pelatih ± 4 langkah Setelah aba-aba pelaksanaan MULAI diberikan pelatih.Gatot sebagai penjuru. bahu tetap seperti dalam sikap sempurna. kaki kanan/kiri tidak dirapatkan melainkan dilangkahkan 0. Aba-aba pelatih : Gatot sebagai penjuru. Awal Supriyadi.MULAI Pelaksanannya : 1) Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai penjuru dan orang yang ditunjuk mengulangi perintah yang diberikan oleh pelatih. Tumit kaki kanan beserta badan diputar ke kanan 180° Kaki kanan/kiri dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri. kelima jari rapat dan lurus. maka jari tengah mengenai pinggir klep. maka orang-orang lainnya berlari dan berdiri disamping kiri penjuru serta meluruskan diri seperti pada waktu lencang kanan. penjuru memberikan isyarat dengan perkataan LURUS.GERAK Pelaksanaannya (dengan tutup kepala. Pada waktu berkumpul. 3) Jika tutup kepala mempunyai klep.

pada hitungan ke dua kaki kiri/kanan diharapkan pada kaki kiri/kanan dan kembali ke sikap sempurna.GERAK Pelaksaannya: Gerakan dimulai dengan mengangkat kaki kiri. Aba-aba : Buka barisan – JALAN Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah ke samping kanan dan kiri. pandangan mata tetap ke depan. Setelah melakukan penghormatan kemudian balik kanan dan setelah menghitung dua hitungan dalam hati. Awal Supriyadi. I a) Bubar Aba-aba : Bubar . badan tegak. c) Membuka/menutup barisan. sedang regu tangah tetap di tempat. ujung kaki menuju ke bawah. tempo langkah sesuai dengan langkah biasa. lalu bubar. (BgII) a. lengan dirapatkan pada badan (tidak melenggang) Dari jalan ke tempat berhenti. Tutup barisan Aba-aba :tutup barisan – JALAN Pelaksanannya : Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah kembali ke samping kanan dan kiri. maka lengan kanan lurus diturunkan secara cepat ke sikap sempurna. sedang regu tengah tetap ditempat.4) Jika selesai menghormat. Catatan : Membuka barisan gunanya untuk memudahkan pemeriksaan. Aba-aba : Henti – GERAK Pelaksanaannya: Pada aba-aba pelaksanaan dapat dijatuhkan kaki kiri/kanan. 11 . b) Jalan di tempat Aba-aba: Jalan ditempat .JALAN Pelaksanaannya. paha ratarata. lutut berganti-ganti diangkat. Pemberian aba aba tersebut dilaksanakan dalam keadaan sikap sempurna. Peraturan Baris Baris.

Kemudian diletakkan ke tanah menurut jarak yang telah ditentukan. Ke depan 45°. 4. B. 3. 5. C. Waktu mengayunkan kaki ke depan lutut dibengkokkan sedikit (kaki tidak boleh diseret). punggung ibu jari menhadap ke atas. 2) Seluruh anggota meluruskan barisan ke depan dengan melihat pada belakang leher. MAJU – JALAN Dari sikap sempurna Aba-aba : Maju – JALAN Pelaksanaannya: 1) Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diayunkan ke depan. kepala dan badan seperti pada waktu sikap sempurna. 2. A. Awal Supriyadi. Jari-jari tangan digenggam. 2) Cara melangkahkan kaki seperti pada waktu berjalan biasa. lengan kiri 30° ke belakang. pada langkah selanjutnya lengan atas dan bawah lurus dilenggangkan ke depan 45°. dengan tidak terpaksa. Langkah pertama dilakukan dengan melenggangkan lengan kanan ke depan 90°. 12 . dan ke belakang 30°. ke belakang 30°. 1) LANGKAH TEGAP Dari sikap sempurna Peraturan Baris Baris. kemudian dihentakkan ke tanah dengan jarak setengah langkah dan selanjutnya berjalan dengan langkah biasa. lutut lurus. 7. Dilarang keras : berbicara-melihat kanan/kiri Pada waktu melenggangkan tangan supaya jangan kaku. 1) LANGKAH BIASA Pada waktu berjalan. 6. Pertama tumit diletakkan di tanah selanjutnya lurus ke depan dan ke belakang di samping badan. telapak kaki diangkat rata sejajar dengan tanah setinggi ± 15 cm.Gerakan berjalan dengan panjang tempo dan macam langkah Macam langkah Langkah biasa Langkah tegap Langkah perlahan Langkah kesamping Langkah ke belakang Langkah ke depan Langkah di waktu lari Panjangnya 65cm 65cm 40cm 40cm 40cm 60cm 80cm Tempo 120 tiap menit 120 tiap menit 30 tiap menit 70 tiap menit 70 tiap menit 70 tiap menit 165 tiap menit 1.

ditambah satu langkah selanjtnya mulai berjalan seperti tersebut pasa butir 1. kemudian dilanjutkan ditatapkan kaki kanan di depan kaki kiri.Aba-aba : Langkah tegap – JALAN Pelaksanaannya : Mulai berjalan dengan kaki kiri. 2) Dari langkah biasa Aba-aba : Langkah tegap – JALAN Pelaksanaannya : Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah. hanya langkah pertama……. kaki kiri dilangkahkan ke depan. (lengan tangan 90° ke depan dari 30° ke belakang). selanjutnya seperti jalan biasa (panjang dan tempo) dengan cara kaki dihentakkan terus menerus tetapi tidak dengan berlebih-lebihan. lutut kaki tidak boleh diangkat tinggi. Catatan :  Dalam keadaan sedang berjalan. setelah kaki kiri menapak di tanah segera disusul dengan kaki kanan ditarik ke depan dan ditahan sebentar di sebelah mata kaki kiri. Catatan : Dalam lsedang berjalan cukup menggunakan aba-aba peringatan : Langkah tegap/langkah biasa-JALAN. aba-aba adalah “langkah perlahan JALAN” yang diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh di tanah ditambah selangkah dan kemudian mulai berjalan dengan langkah perlahan. punggung ibu jari menghadap ke atas. pada tiap-tiap perubahan langkah (tanpa kata maju). 13 . D. 3) Kembali ke langkah biasa Aba-aba : Langkah biasa – JALAN Pelaksanaannya : Aba-aba diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah ditambah satu langkah dan mulai berjalan dengan langkah biasa. langkah pertama selebar setengah langkah. c) Gerakan selanjutnya melakukan gerakan-gerakan seperti semula. Jari-jari tangan digenggam dengan tidak terpaksa. Awal Supriyadi. Peraturan Baris Baris. Bersama dengan langkah pertama lengan dilenggangkan lurus ke depan dan ke belakang di samping badan. telapak kaki rapat dan sejajar dengan tanah. LANGKAH PERLAHAN 1) Untuk berkabung (mengantar jenazah dalam upacara kemiliteran) Aba-aba : Langkah perlahan maju – JALAN Pelaksanaannya : a) b) Gerakan dilakukan dengan sikap sempurna Pada aba-aba “jalan”.

 Tapak kaki pada saat menginjak tanah tidak dihentakkan. tetapi diletakkan ratarata untuk lebih khidmat. LANGKAH KE DEPAN Aba-aba : ……. menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Lengan tidak boleh dilenggangkan dan sikap badan seperti dalam sikap sempurna. LANGKAH KE SAMPING Aba-aba : ……. Sebanyka-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.Langkah ke kanan/kiri – JALAN Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri/kanan dilanjutkan ke samping kanan/kiri sepanjang 40 cm. F. Selanjutnya kaki kiri/kanan dirapatkan pada kaki kiri/kanan. H.. 2) Berhenti dalam langkah perlahan Aba-aba : Henti – GERAK Pelaksanaannya : E.. Sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah. sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.Langkah ke belakang – JALAN Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan. G.Langkah ke depan – JALAN Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan. menurut jumlah langkah yang diperintahkan. peserta melangkahkan kaki ke depan mulai dengan kaki kiri menurut panjangnya langkah dan tempat yang telah ditentukan. 1) LANGKAH DI WAKTU LARI Dari sikap sempurna Aba-aba : Lari maju – JALAN Pelaksanaannya: Aba-bab peringatan ke dua tangan dikepalkan dengan lemas dan diletakkan di pinggang sebelah depan dengan punggung tangan menghadap keluar. LANGKAH KE BELAKANG Aba-aba : ……. Awal Supriyadi. ke dua siku sedikit ke belakang. 14 .Sikap badan tetap seperti pada sikap sempurna. badan agak dicondongkan ke depan. peserta melangkah ke belakang mulai kaki kiri menurut panjangnya langkah dan sesuai dengan tempo yang telah ditentukan. Gerakan kaki seperti gerakan langkah tegap dan dihentikan dan sikap seperti sikap sempurna. Pada aba-aba Peraturan Baris Baris.

15 . 3) Aba-aba : Langkah biasa – JALAN Pelaksanaannya : Seperti tersebut pada petunjuk dari langkah tegap ke langkah biasa. kemudian berjalan dengan langkah biasa. Peraturan Baris Baris. anggota dapat dijinkan untuk membuat sesuatu yang dalam keadaan lain terlarang (antara lain berbicara. I. Atas pertimbangan Pimpinan. selanjutnya kaki dirapatkan kemudian kedua kepal tangan diturunkan untuk mengambil sikap sempurna. lengan dilenggangkan secara tidak kaku. 2) Dari langkah biasa Aba-aba : Lari – JALAN Pelaksanaannya: Aba-aba peringatan pelaksanaannya sama dengan ayat 1. 3) Kembali ke langkah biasa Aba-aba : Langkah biasa – JALAN Pelaksanaannya : Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah ditambah tiga langkah. menghapus keringat). Awal Supriyadi. dimuali dengan kaki kiri dihentakkan. Langkah merdeka biasanya dilakukan untuk menempuh jalan jauh/diluar kota/lapangan yang tidak rata. 2) Kembai ke langkah biasa Untuk melaksanakan gerakan ini lebih dahulu harus diberikan ………………. Telapak kaki diletakkan dengan ujung telapak kaki terlebih dahulu. selanjutnya berlari menurut ketentuan yang ada. buak topi. Catatan : Untuk berhenti dari keadaan berlari aba-aba seperti langkah biasa henti – GERAK. bersama dengan itu kedua lengan digenggam. tempo dan ketentuan langkah. Pemimpin dapat memberikan aba-aba peringatan dan pelaksanaan. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah kemudian ditambah satu langkah. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh ke tanah ditambah tiga langkah. Anggota tetap dilarang meninggalkan barisan.pelaksanaan.samakn langkah. 1) LANGKAH MERDEKA Dari langkah biasa Aba-aba : Langkah merdeka – JALAN Anggota berjalan bebas tanpa terikat pada ketentuan panjang. dimulai lari dengan menghentakkan kaki kiri setengah langkah dan selanjutnya menurut panjang langkah dan tempo yang ditentukan dengan kaki diangkat secukupnya. Setelah langkah barisan sama.

Awal Supriyadi.J. GANTI LANGKAH Aba-aba : Ganti langkah – JALAN Pelaksanaannya : Gerakan dapat dilakukan pada waktu langkah biasa/tegap. Pedoman Penyelenggaraan Paskibraka . 16 . Untuk selanjutnya disesuaikan dengan langkah baru yang disamakan. Selesai Sumber/ Referensi : 1. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri di tanah kemudian ditambah satu langkah.Pusdiklat TNI-AD 2. Sesudah ujung kaki kiri/kanan yang sedang di belakang dirapatkan pada badan.Depdiknas. Peraturan Baris Berbaris . Peraturan Baris Baris. Kemudian gerakan ini dilakukan dalam satu hitungan.