16

NEUTRON, VOL.9, NO.2, AGUSTUS 2009 : 16-25

MANAJEMEN PROYEK BERBASIS EFISIENSI WAKTU PELAKSANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG POLRES KABUPATEN PROBOLINGGO
Adhi Muhtadi ST.,SE.,MSi. ABSTRAK Proyek pembangunan Gedung Polres Kabupaten Probolinggo seluas 1575 m2 berlantai 2 ini direncanakan akan selesai 6 bulan, dengan biaya sebesar Rp. 4.009.091.255,00. Karena dalam pembangunan gedung ini terjadi keterlambatan selama 3 minggu yang disebabkan oleh masalah non teknis yaitu keterlambatan pengajuan dana yang akan digunakan pada proyek tersebut. Akan tetapi pemilik proyek menginginkan proyek ini selesai sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Atas keterlambatan diatas maka pada proyek ini perlu adanya manajemen proyek berbasis efisiensi waktu. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang manajemen proyek berbasis efisiensi waktu supaya pembangunan bisa selesai tepat waktu. Dalam melakukan efisiensi waktu dipilih dengan cara menambah jumlah tenaga kerja dan jam kerja. Adapun jenis pekerjaan yang dipercepat adalah, pekerjaan tanah/urugan dipercepat 1 minggu, pekerjaan pasangan dan plesteran dipercepat 2 minggu, dan pekerjaan besi dan beton dipercepat 3 minggu. Dari hasil perhitungan besarnya pekerjaan penulis mendapatkan hasil penjadwalan baru dan kenaikan biaya sebesar Rp 116.987.086,0 Kata Kunci: efisiensi, tenaga kerja, jam kerja, penjadwalan

PENDAHULUAN
Latar Belakang Berkaitan dengan masalah pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Probolinggo untuk memberikan suasana yang kondusif, aman, dan tentram serta menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas, maka Instansi Kepolisian memberikan wujud nyata dalam hal pelayanan kepada masyarakat dengan dibangunnya Gedung Polres di Kabupaten Probolinggo yang letaknya strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat setempat. Proyek ini mengalami keterlambatan dikarenakan masalah non teknis. Keterlambatan tersebut berdampak pada pekerjaan-pekerjaan selanjutnya. Oleh karena itu dengan sisa waktu yang ada diharapkan pembangunan gedung ini bisa selesai atau dengan kata lain proyek tersebut dapat selesai sesuai dengan rencana awal. Permasalahan Dalam pembahasan penelitian ini akan dilakukan kajian: “Bagaimana merencanakan percepatan waktu pelaksanaan akibat perubahan tersebut?” Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian yang utama adalah: 1. Dapat merencanakan percepatan waktu pelaksanaan akibat agar sesuai dengan waktu yang telah direncanakan atau ditentukan (sesuai dengan kontrak ). 2. Dapat merencanakan kebutuhan biaya, bahan dan juga jumlah pekerja akibat waktu yang pelaksanaan pekerjaan yang dipercepat.

Karena berhasil tidaknya suatu proyek tergantung dari berjalan tidaknya kedelapan fungsi dasar tersebut. Proyek Proyek merupakan suatu rangkaian kegiatan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu yang dibatasi oleh biaya. Perencanaan (Planning) c. mutu. Rencana Anggaran Biaya (RAB). TINJAUAN PUSTAKA Manajemen Proyek Tujuan dari manajemen dalam rekayasa sipil adalah pencapaian beberapa sasaran yang dikenal sebagai sasaran sekunder dan bersifat kendala. penjadwalan kurva ‘S’. Kegiatan Perencanaan a. menggunakan Precendence Diagram Method dengan aplikasi software MS Project untuk waktu yang dipercepat. Selain itu ada delapan fungsi dasar dari manajemen yang merupakan tahap yang harus dipenuhi.1999:3) Sehingga manajemen proyek dapat diartikan sebagai suatu proses merencanakan. Pengawasan (Supervising) b. Delapan fungsi dasar tersebut kemudian dikelompokkan lagi menjadi tiga kelompok kegiatan yaitu : 1. Kegiatan pelaksanaan a. Pengendalian (Controling) c. batasan biaya.Manajemen Proyek Berbasis Efisiensi Waktu Pelaksanaan Pembangunan Gedung Polres Kabupaten Probolinggo 17 Batasan Penelitian Dalam perencanaan proyek pembangunan gedung Polres Kabupaten Probolinggo perlu dibuat batasan permasalahan diantaranya : 1. Merencanakan jadwal pekerjaan akibat percepatan waktu pelaksanaan agar selesai sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. perhitungan jumlah bahan dan pekerja. Adapun kendala-kendala yang terlihat dalam proyek-proyek sipil biasanya berhubungan dengan kinerja. 1997:8). Pengorganisasian (Organizing) 2. Kegiatan pengendalian a. mengawasi kegiatan-kegiatan didalam proyek agar sesuai dengan waktu yang telah direncanakan dan biaya yang telah ditetapkan (Sumber: Reksohadipradjo. mutu dan kualitas pekerjaan serta keselamatan pekerjaan. Pengarahan (Directing) 3. Perhitungan volume (BQ). mengkoordinasi serta mengawasi kegiatan dalam proyek sedemikian rupa sehingga sesuai dengan jadwal waktu dan anggaran biaya yang ditetapkan (Sumber: Reksohadipradjo. 1997:8) b. 2002:4) Definisi a. waktu pelaksanaan. 2. Koordinasi (Coordinatting) (Sumber: Ervianto. dan waktu (Sumber: Suharto. mengkoordinasi. mengorganisasi. Penetapan Tujuan (Goal Setting) b. Pengisian Staf (Staffing) b. . mengarahkan. Manajemen Proyek merupakan kegiatan merencanakan. mengorganisasi.

Dengan mengetahui hal ini tentu dapat dimulai tindakan-tindakan koreksi sehingga pekerjaan dapat dilakukan sesuai dengan yang dikehendaki atau rencana (Sumber: Trisnowardono. Manusia / Tenaga kerja 2. Pemakaian diagram kurva menitikberatkan pada analisa kemajuan proyek secara keseluruhan. Machine / Alat 5. Kunci pokok dalam hal ini adalah saat membuat kurva “S” karena melalui kurva “S” ini kegiatan dipantau setiap saat (Sumber: Trisnowardono. dari segi waktu.9.H Neale (1984 : 78) Bila kurva ‘S’ dari rencana progress dan pelaksanaan (aktual) dibandingkan maka dapat diketahui secara visual besarnya dan kecenderungan dari penyimpangan (progress) yang terjadi. 2001). Oleh sebab itu setiap manajer lapangan/manajer proyek bahkan setiap tenaga teknis dianjurkan untuk menguasai pembuatan jadwal pelaksanaan pekerjaan.18 NEUTRON. 2002).2. 2002:4) Analisa Keterlambatan Dalam Pelaksanaan Proyek Membuat jadwal pelaksanaan pekerjaan adalah inti dalam membuat rencana dan pelaksanaan pekerjaan. dan prestasi kerja. Material / Bahan 4. apakah pelaksanaan. Sumber daya tersebut meliputi: 1. Money / Uang 3. .H Neale 1984 : 78) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pekerjaan Fondasi Dinding Atap Plesteran Pipa Air Listrik Perlengkapan Pekerjaan Halaman Pembersihan Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV Sumber: Austen dan R. Sumber daya harus dioptimalkan sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Pada dasarnya anggaran biaya ini merupakan bagian terpenting dalam menyelenggarakan pembuatan bangunan itu. sesuai dengan ketentuan dan syarat-syarat penyusunan anggaran biaya. AGUSTUS 2009 : 16-25 Manajemen proyek mengelola sumber daya. biaya. Membuat anggaran biaya berarti menaksir atau memperkirakan harga dari suatu barang. Method / Cara (Sumber: Ervianto. lebih cepat atau lebih lambat dari rencana yang telah disepakati. 2002) Rencana Anggaran Biaya Rencana anggaran biaya suatu bangunan atau proyek adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek tersebut. bangunan atau benda (Sumber: Ibrahim. Anggaran biaya teliti ialah bangunan atau proyek yang dihitung dengan teliti dan cermat. NO. Dalam menyusun anggaran biaya dalam penelitian ini dilakukan dengan cara anggaran biaya teliti. Tabel 1: Bagan Balok Terinci (Austen dan R. VOL.

tempat dan jenis pekerjaan (Sumber: Suharto. Bill of Quantity (BQ) Analisa biaya konstruksi (SNI) Harga Satuan Pekerjaan (HSP) Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rekapitulasi Daftar Harga Satuan Bahan Daftar Harga Satuan Bahan Daftar Harga Satuan Upah Daftar Harga Satuan Bahan dan Daftar Volume dan Harga Satuan Volume dan Harga Satuan Gambar 2: Tahapan Penyusunan RAB sumber: Ibrahim (2001) Penjadwalan Penjadwalan adalah suatu proses yang mengurutkan tugas/jenis-jenis pekerjaan pada suatu rangkaian pekerjaan yang akan dilaksanakan. 1984) d.Manajemen Proyek Berbasis Efisiensi Waktu Pelaksanaan Pembangunan Gedung Polres Kabupaten Probolinggo 19 Penyusunan anggaran biaya yang dihitung dengan teliti didasarkan/didukung oleh bestek. panah sebagai ketergantungan. yaitu : 1. yaitu : a. durasi pekerjaan dan tanggal penyelesaian dari suatu kegiatan. waktu. 1990) b. Menghitung jam kerja buruh (jumlah dan harga) yang diperlukan (Sumber: Austen dan Neale. gambar bestek dan harga satuan pekerjaan Perhitungan anggaran biaya biasanya terdiri dari 5 hal pokok. Precendence Diagram Method (PDM) Diagram precedence merupakan salah satu cara penjadwalan proyek yang menunjukkan visualisasi dari suatu rencana kegiatan proyek yang digambarkan dalam bentuk segi empat sebagai suatu kegiatan. 3. Menghitung jenis dan banyaknya peralatan (Sumber: Austen dan Neale. 2. 5. Menghitung banyaknya bahan yang dipakai dan harganya (Sumber: Lock. 1990) e. Menghitung biaya-biaya yang tidak terduga perlu diadakan (Sumber: Lock. 1984) c. 4. . Penentuan jadwal dimulai dari mulainya pekerjaan.1999:3) Tahap-tahap penyusunan RAB Dalam penyusunan RAB proyek terdiri dari beberapa tahapan. Menghitung prosentase keuntungan.

2. Prosentase tersebut tiap minggu dijumlahkan. . Nomor kegiatan 5. Apabila menggunakan metode precedence diagram maka langkah-langkah untuk mempercepat rangkaian kegiatan proyek adalah sebagai berikut: 1. 3. Waktu paling akhir untuk memulai suatu kegiatan (Latest start) 3. Untuk dapat menghitung progress kita perlu mengetahui biaya yang diperlukan tiap kegiatan.20 NEUTRON.514) dibelakang bar chart. Misalnya untuk kegiatan pembuatan direksi keet. Waktu paling awal untuk memulai suatu kegiatan (Earliest start) 2. Waktu Untuk mempercepat suatu rangkaian kegiatan proyek perlu melihat metode penjadwalan yang digunakan.514 ditulis (0. Meninjau jalur kritis dan mempercepat secara maksimum sesuai dengan batasan yang diperkenankan. Menetapkan banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk percepatan dengan mempertimbangkan :  Kemampuan percepatan untuk masing-masing pekerjaan. 2002). Meninjau dan mengontrol pada setiap percabangan yang terkena pengaruh khususnya EET nya. VOL. Kurva S Diambil contoh waktu bar chart pada pekerjaan jalan.514 % Total biaya Konstruksi 1946 Jadi prosentase untuk pekerjaan tersebut 0. Nama kegiatan 4. khususnya pekerjaan yang terletak pada lintasan kritis.  Waktu penyelesaian pekerjaan disesuaikan dengan kemampuan pelaksanaannya sekaligus penetapan besarnya percepatan yang diijinkan 2. 1000 Harga Kegiatan = = 0. Kemudian prosentase setiap kegiatan dihitung dengan cara membagi harga tiap kegiatan dengan jumlah total. Nilai tersebut dibagi dengan jumlah minggu. NO. Jika panjang kolom dari gambar bar chart dibagi 100 (0% sampai dengan 100%) maka kita akan melakukan plotting untuk setiap minggu progress untuk dapat menggambarkan kurva ‘S’ (Sumber: Trisnowardono. 4. Mengontrol pada setiap pertemuan antara jalur kritis dengan yang tidak kritis 5.9.51387 % dibulatkan 0. AGUSTUS 2009 : 16-25 1 3 5 2 4 Gambar 3: Diagram Precedence Sumber: Soeharto (1999) Keterangan : 1. maka kita dapat mengetahui kegiatan dalam minggu. Kontrol kembali semua rangkaian yang sudah dipercepat dan jumlahkan biaya percepatan maka kita akan dapat melihat besarnya biaya percepatan yang paling murah / optimal dengan cara membandingkan dibeberapa alternatif. Kemudian progress rencana tiap mingguan dapat diketahui yaitu jumlah komulatif dari prosentase mingguan diatas.

Biaya Biaya B (Titik Dipersingkat) dipersingkat Biaya Normal A (Titik Normal) Waktu Waktu dipersingkat Waktu Normal Gambar 4: Hubungan Waktu-Biaya Normal dan Biaya Dipersingkat (Sumber: Soeharto.Manajemen Proyek Berbasis Efisiensi Waktu Pelaksanaan Pembangunan Gedung Polres Kabupaten Probolinggo 21 Percepatan Jadwal Proyek Untuk menganalisa lebih lanjut hubungan antara waktu dan biaya kegiatan dipakai definisi berikut : a. Biaya Normal c. Disini dianggap sumber daya bahan merupakan hambatan. d. Kurun waktu dipersingkat (Crash Time) Adalah waktu tersingkat untuk menyelesaikan suatu kegiatan yang secara teknis masih mungkin. Biaya untuk waktu dipersingkat (Crash Cost) Adalah jumlah biaya langsung untuk menyelesaikan pekerjaan dengan kurun waktu tersingkat. Kurun Waktu Normal b. 1999 : 294) .

AGUSTUS 2009 : 16-25 METODE PENELITIAN IDENTIFIKASI MASALAH PENGUMPULAN DATA Analisa BOW dan SNI Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah ANALISIS DATA Volume Pekerjaan Waktu Normal: Kebutuhan Bahan Jumlah Pekerja Anggaran Biaya Waktu Dipercepat: Kebutuhan Bahan Jumlah Pekerja Anggaran Biaya Perbandingan Antara Hasil Waktu Normal dgn Waktu yg Dipercepat KESIMPULAN DAN SARAN Gambar 5: Diagram Alir Penelitian .2. VOL.22 NEUTRON.9. NO.

FIXTURE DAN SANITAIR 11. Pekerjaan Beton Waktu pelaksanaan pekerjaan juga dipercepat menjadi 6 minggu dari rencana awal selama 8 minggu. PERSIAPAN 2. PASANGAN DAN PLESTERAN 4. LAIN . BESI & BETON 4. PEK. PEK. Akan tetapi 3 minggu awal pelaksanaan proyek masih belum ada realisasi dikarenakan masalah non teknis maka pemilik proyek menginginkan adanya suatu percepatan sehingga harus dilakukan penjadwalan ulang. TANAH/URUGAN 3. PEK. PEK. FIXTURE DAN SANITAIR 10. khususnya pada lantai I. PINTU & JENDELA 8. PEKERJAAN LANTAI II 1. PEK. PEK. PLAFON 7. MECHANICAL & ELECTRICAL 11. RANGKA TAP & PLAFON 6. PEK. BESI & BETON 5. 3. PEK. PEK. PEK. PEK. PINTU & JENDELA 9. CAT DAN PLITURAN 10. PEK. Pekerjaan Pasangan dan Plesteran Pada pekerjaan ini waktu pelaksanaan menyesuaikan dengan pekerjaan sebelumnya. MECHANICAL & ELECTRICAL B. Berikut analisa yang dilakukan: 1. Pekerjaan Tanah dan Urugan Pada pekerjaan ini waktu pelaksanaan selama 3 minggu dan akan dipercepat menjadi 2 minggu. PASANGAN DAN PLESTERAN 3. PEK. PEK. Percepatan juga dilakukan pada pekerjaan ini. CAT DAN PLITURAN 9.Manajemen Proyek Berbasis Efisiensi Waktu Pelaksanaan Pembangunan Gedung Polres Kabupaten Probolinggo 23 PEMBAHASAN Analisa Kurva “S” Rencana Di dalam kurva “S” rencana jadwal pelaksanaan proyek selama 6 bulan. BESI 6.LAIN Waktu Awal (Minggu) 1 3 4 8 2 2 3 4 2 4 3 1 3 4 1 4 3 4 2 3 3 1 Waktu Setelah Dipercepat (Minggu) 1 2 3 6 2 2 3 4 2 4 3 1 3 4 1 4 3 4 2 3 3 1 Pecepatan (Minggu) 1 1 2 - sumber: data diolah Kenaikan Biaya Akibat Percepatan Kenaikan biaya akibat percepatan (cost slope) dapat ditentukan dengan menghitung terlebih dahulu biaya pekerjaan akibat percepatan dengan rumus : Waktunormal Biayadipercepat  xBiayanormal Waktudipercepat . PEK. TANAH/URUGAN 2. PEK. PEK. 2. BESI 5. PENUTUP LANTAI (KERAMIK) 7. PEK. Tabel 1: Pekerjaan yang Mengalami Percepatan Waktu Uraian Pekejaan A. PENUTUP LANTAI (KERAMIK) 8. PEK. PEKERJAAN LANTAI I 1. PEK. PEK. PEK.

Kebutuhan tenaga kerja/ hari dan bahan dapat dihitung dengan cara : Kebutuhan tenaga kerja Kebutuhan bahan Kebutuhan peralatan = koefisien x volume pekerjaan durasi = koefisien x volume pekerjaan durasi = koefisien x volume pekerjaan durasi .333.333.333.092. VOL.904.727.092.49 Prosentase Percepatan Terhadap Durasi Normal Untuk mengetahui prosentase percepatan terhadap durasi normal dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut: Contoh: Waktu normal proyek = 28 minggu Waktu proyek setelah dipercepat = 20 minggu Durasi percepatan total = (28-20) minggu = 8 minggu 8 Prosentase Percepatan = x 100% = 32 % 25 Penjadwalan Kebutuhan Tenaga Kerja dan Bahan Merupakan perhitungan dan penjadwalan untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja dan bahan perharinya.44) (35  7) = Rp 21.092.462 Contoh : Pekerjaan Waktu normal Waktu dipercepat Biaya normal Contoh : Pekerjaan Waktu normal Waktu dipercepat Biaya normal Biaya dipercepat Cost slope = ( Rp766.665.44 : Rp 766.9.665.2. NO.44 7 = Rp 766.333.44 35 Biaya dipercepat = xRp 153.092.24 NEUTRON. AGUSTUS 2009 : 16-25 : Pekerjaan Pembetonan Lantai 2 : 5 minggu = 35 hari : 1 minggu = 7 hari : Rp 153.462  Rp153.665.462 Setelah biaya dipercepat diketahui maka dapat ditentukan kenaikan biaya akibat percepatan (cost slope) dengan menggunakan rumus : SlopeBiaya  Biayadipercepat  BiayaNormal Waktunormal  Waktudipercepat : Pekerjaan Pembetonan Lantai 2 : 5 minggu = 35hari : 1 minggu = 7 hari : Rp 153.

Manajemen Proyek Konstruksi.61 SELISIH 3 minggu 5.61 dari anggaran biaya normal sebesar Rp.009. Dennis (1990). 116.Manajemen Proyek Berbasis Efisiensi Waktu Pelaksanaan Pembangunan Gedung Polres Kabupaten Probolinggo 25 KESIMPULAN Dari hasil perhitungan Anggaran Biaya Percepatan Pembangunan Gedung Polres Kabupaten Probolinggo. .086. Cetakan ke-1.987. Dari hasil perhitungan dan penjadwalan. Penambahan tenaga kerja dan jam kerja merupakan usaha untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan. Ishak Natan dan R. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Istimawan Dipohusodo (1996). Edisi ke 3. Manajemen Proyek: Dari Koseptual Sampai Operasional. Jakarta: Penerbit Erlangga Nugraha. Iman (1999). pekerjaan yang dipercepat: pekerjaan tanah & urugan. 2.767 orang Rp 4.987. Jakarta: PT.00 PERCEPATAN 20 minggu 28. Memanajemeni Proyek Konstruksi. Bahtiar (2003). Manajemen Proyek Konstruksi.-.341. Bandung: Badan Standardisasi Nasional Soeharto.126. 4.091. Pustaka Binaman Pressindo Ibrahim. Manajemen Proyek. Nono (2006).091. RH Neale (1994).045 orang Rp 116. Sutjipto (1986). Yogyakarta: Penerbit Andi Trisnowardono.255. Pedoman. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. 4. Kumpulan Analisa Biaya Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan. Rencana dan Estimate Real of Cost. Tabel 2: Perbandingan Biaya Waktu Normal dgn Waktu yang Dipercepat URAIAN Waktu Tenaga Biaya NORMAL 23 minggu 23.126. 4. Sukanto (1997). Pemilihan pekerjaan yang akan dipercepat harus dilakukan dengan teliti sehingga kenaikan biaya yang ditimbulkan akibat percepatan waktu penyelesaian masih dalam batas yang dianggap ekonomis.341.086. Setelah pekerjaan dipercepat 3 minggu dari 23 minggu menjadi 20 minggu diperoleh kenaikan biaya sebesar Rp.078. Kanisius Reksohadipradjo. Proses dan Prosedur. Yogyakarta: BPFE Ervianto. 3. sehingga anggaran biaya percepatan adalah Rp.00 Sumber: Data Diolah DAFTAR PUSTAKA Anonim (2002). pekerjaan pasangan dan plesteran.91% dari biaya normal.255.078. Manajemen Proyek dan Konstruksi Jilid 1. Jilid I & II.722 orang Rp 4.atau naik 2. Yogyakarta: Penerbit PT. Jakarta: Kartika Yudha. dan pekerjaan besi dan beton. Menuju Usaha Jasa Konstruksi yang Handal.009. Bandung: PT.. Paulus. Jakarta: Penerbit Abdi Tandur Austen. Menghitung Rencana Anggaran Biaya. Bumi Aksara Lock. Berikut Kepres 29/30 Tahun 1984. Jakarta: PT. Manajemen Proyek. Gelora Aksara Pratama Zainal (2001). Wufram I (2002).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful