Klasifikasi dan Standardisasi Baja Ada bermacarn-macam klasifikasi dari baja paduan, diantaranya adalah DIN (Deutsche

Industrie Norm) Jerman, BS (British Standard) Inggris, ASTM (American Society for Testing and Materials) Amerika, SAE (Society of Automotive Engineers) Amerika, AISI (American Iron and Steel Institute) Amerika dan JIS (Japan Industrial Standard). Angka-angka pada klasifikasi baja menurut SAE dan AISI sebagian menunjukkan macam dan komposisinya. Angka pertama menunjukkan tipe baja, umpamanya angka 1 menunjukkan baja karbon, 2 menunjukkan baja nikel, 3 menunjukkan baja nikel khrom, dan sebagainya. Untuk paduan sederhana angka kedua menunjukkan sub-tipe atau prosentase kandungan unsur paduan utarna, umpamanya 0 (nol) menunjukkan unsur karbon yang utama. tak ada unsur paduan lain yang penting (baja karbon biasa), 1 menunjukkan unsur belerang yang utama, 2 menunjukkan unsur pospor yang utama, 3 menunjukkan unsur mangan yang utama, 4 menunjukkan unsur silikon yang utama, dan sebagainya. Dua angka terakhir menunjukkan prosentase karbon rata-rata dalam 1/100%. Di depan keempat angka tersebut ada huruf yang menyatakan proses pembuatan baja tersebut, yaitu A adalah baja yang dibuat pada tanur perapian terbuka basa, B adàlah baja yang dibuat pada dapur konvertor (Bessemer) asam, C adalah baja yang dibuat pada dapur konvertor (Thomas) basa, D adalah baja yang dibuat pada tanur perapian terbuka asam dan E adalah baja yang dibuat pada tanur listrik. Selain itu dipakai huruf TS yaitu baja yang masih dalam penentuan pilihan. Sebagai contoh C 1008 adalah tipe baja karbon dengan subtipe baja karbon biasa yang dibuat pada tanur konvertor basa yang mengandung rata-rata 0,08% C. Ada kalanya huruf B atau BV disisipkan, yaitu untuk menunjukkan golongan baja boron (51 B 60) atau baja boron vanadium (TS43BV12, TS43BV14).

AA ( The Aluminium Association ) ANSI ( American National Standart Institute ) ASTM ( American Society For Testing and Materials ) AISI ( American Iron Steel Institute ) SAE ( Society for Automotive Engineering) UNS ( Unified Numbering System ) JIS( Japanese Industrial Standard) DIN ( Deutsches Institut Fur Nomrung) ASME ( American Society of Mechanical Engineering) CEN ( Committee European de Normalization ) ISO ( International Standart Organization) NF ( Association Francaise de Normalization ( AFNOR) Dikelompokkan atas dasar komposisi kimia (AISI,nSAE, UNS) Dikelompokan atas dasar aplikasi produksi, danngrade (kualifikasi untuk aplikasi tertentu) (ASTM, JIS, DIN) Misal: • Chromium steel untuk applikasi heat resistant • Tubing untuk general applikasi • Structural steel • Cast iron untuk automotive AISI(American Iron and Steel Institute) SAE (Society of Automotive Engineers) Dinyatakan dengan 4 atau 5 angka: 1. Angka pertama menunjukkan jenis baja. misal: 1 = baja karbon ; 2 = Baja nikel; 3 = baja nikel chromium 2. Angka kedua menunjukkan: a. Kadar unsur paduan untuk baja paduan sederhana. misal: AISI 25xx = baja nikel dengan 5% nikel b. Modifikasi jenis baja paduan untuk baja paduan yg kompleks. misal: AISI 40xx = baja molybdenum ; AISI 41xx = baja chrom-molybdenum 3. Dua angka atau tiga angka terakhir menunjukkan kadar karbon perseratus persen. misal: AISI 4340 = Baja nikel-chrom-molybdenum dengan 0,40 % C 4. Bila terdapat huruf didepan angka maka huruf tersebut menunjukkan proses pembuatan bajanya misal: B = Acid bessemer carbon steel C = Basic opern-hearth carbon steel E = Basic electric furnace process

4301 stainless steel UNS S31600 is AISI 316 UNS S31603 is 316L. a low carbon version of 316 . Euronorm 1. Contoh UNS G10400 is SAE 1040 (G = carbon and alloy steel) UNS S30400 is AISI 304. Cr/Ni 18/10. Sistem ini hanya menunjukkan komposisi kimia dari metal atau paduannya dan bukan menunjukkan standar atau spesifikasi dari metal tersebut.UNS Designations System UNS terdiri dari huruf diikuti oleh lima nomor.

– 582 = urutan nomer yang tidak memiliki hubungan dengan sifatmetal – M = Metric (menunjukkan bahwa standar ini mengikuti SI Unit) – 95 = tahun diadopsikan atau revisi terakhir. tapi tidak menjukkan apakah cast iron. Grade = komposisi kimia.Diawali dengan SS dan diikuti bilangan yang menunjukan kekuatan tarik minimumnya dalam Contoh JIS SS 37 = Baja dengan kekuatan tarik 37 2. simbol. – (2000) = tahun terakhir standar ini disetujui dalam pertemuan komite standar internasional – Grade 303Se = grade baja. Huruf b menunjukkan revisi ketiga. nama atau gabungannya. dimana Se menunjukkan penambahan unsur Selenium JIS STANDARD JIS standard dikembangkan oleh Japanese Industrial Standards Committee. Contoh JIS S 35 C = Baja dengan 0. Type = deoxidation practice Class = menjelaskan attribut lain pada baja seperti level kekuatan ataukehalusan permukaan ASTM Specifications Terdiri dari huruf diikuti oleh nomor.Diawali dengan S dan diikuti bilangan yang menunjukan komposisi kimianya. carbon steel . alloy steel. Contoh ASTM A 582/A 582M-95b (2000) Grade 303Se . type. penamaan ini umumnya mengacu pada produk baja tertentu. tool steel atau stainless steel. yang merupakan bagian dari kementrian industri dan perdagangan internasional di Tokyo. 1. atau class of steel dengan menggunakan angka.Free Machining Stainless Steel – A = ferrous metal. huruf.ASTM Specifications Penamaan baja menunjukkan identifikasi baja berdasarkan grade.35 % C .

Standarisasi untuk pengkodean SAE memiliki cara penulisan sebagai berikut: Untuk dua angka pertama dalam sebutan ini menandakan paduan utama (s) dari baja. Dua angka berikutnya dalam penunjukan menandakan jumlah karbon dalam baja. Untuk golongan stainless steel biasanya mengikuti grade dari ASTM dengan kode huruf yaitu SUS diikuti dengan kode angka sesuai dengan SAE atau AISI: Contoh JIS G 4303:1998 Grade SUS 304 = Stainless steel bars dengan grade SUS 304 (type atau jenis Austenitic stainless steel) DIN STANDARD DIN standard dikembangkan oleh Deutsches Institut fur Normung di Negara Federal Republic Jerman. ASME(American Society of Mechanical Engineers).45 % C . Be. Baja paduan rendah. 9 % Cr dan sedikit Si. Nb. .35 % 3.15 % C dan ¾ % Cr. dan Association francaise de normalization (AFNOR). Masing-masing unsur logam lainnya memilki angka kode yang mengisi digit pertama. huruf menunjukan unsur paduan diikuti beberapa angka yang menunjukkan: . 4/4 % Cr dan 4/10 % Mo 4.Jumlah per sepuluh persen untuk Al. Jenis-jenis Kode tersebut adalah AISI(American Iron Steel Institute). sebelum angka pertama diberi huruf X. STANDARISASI DAN PENGKODEAN Baja memilki standar dan pengkodean yang bermacam-maca dari Amerika hingga Jepang pun mengkodekan jenis baja. Si. Ti. ISO(International Standardization Organization). angka sebelum huruf menunjukkan kadar karbon.3. Mo. Pb.13% C. Co. Angka sesudahnya menunjukkan kadar karbon dan angka dibelakang nama unsur paduan langsung menunjukan persentasenya. Diawali dengan St dan diikuti bilangan yang menunjukan kekuatan tarik minimumnya dalam Contoh DIN St 37 = Baja dengan kekuatan tarik 37 2. Contoh DIN 15Cr3 = Baja dengan 0. SAE(Society for Automotive Engineering). Baja paduan tinggi. Mn. DIN (Deutsches Institut fur Normung). ASTM(American Standard for Testing and Material).Jumlah per empat persen untuk Cr. Diawali dengan St dan diikuti bilangan yang menunjukan komposisi kimianya. Contoh DIN St C 35 = Baja dengan kadar karbon 0. Contoh DIN X45CrSi9 = Baja dg 0. JIS (Japanese Industrial Standard). yaitu: . Semua spesifikasi baja yang dihasilkan oleh Jerman diawali dengan huruf DIN diikuti huruf atau nomor. W. Ta. D. UNS (Unified Numbering System). V dan Zr. CEN(Committee European de Normalization). Ni. Contoh DIN 13CrMo44 = Baja dengan 0. Cu. 1.

40% or 2.60% or 0. Huruf-hurufnya.55%. memang. C 1.042% S 41xx Cr 0.50% to 0. dan 5 digit terakhir.52% 46xx Ni 0.25% 88xx Ni 0. Mn 0.25% or 0. Standar yang lainnya adalah ASTM.50% or 0.25% 47xx Ni 1.00% min 61xx Cr 0.40% or 0.50%.50%. atau "9" tergantung pada paduan dominan • Angka kedua menunjuk persentase reaming dua paduan. Data pengkodean baja paduan sebagai berikut: Kode SAE Komposisi 13xx Mn 1. Terdiri dari 4 digit juga. Mo 0.45%.75% 40xx Mo 0.55%.02%. terdapat dua standar yaitu AISI dan SAE.05% 51xxx Cr 1. Namun.00% or 0.30% 43xx Ni 1. berupa huruf.92% or 1. Cr 0.25% 50xx Cr 0.00% or 1. Terdiri dari 6 digit.05%. adalah komposisinya. Cr 0.80% 52xxx Cr 1.20% or 0.80%.82% or 0.45%. dan 2 digit terakhir mengindikasikan jumlah karbon berdasarkan massanya.65% 50xxx Cr 0.65% Kode-kode untuk Baja Untuk peng-kode-an pada baja.27% or 0. Baja Kromium: • Digit pertama adalah "5" seperti dalam 51xx dan 52xx • Angka kedua menunjuk persentase kromium dalam baja. • Angka kedua menunjuk persentase molibdenum dalam baja. 11xx. antara lain : Baja Karbon . Cr 0.28% or 0. karena mangan adalah normal produk baja karbon membuat AISI / SAE telah memutuskan untuk tidak mengklasifikasikan sebagai baja paduan.25% or 0. mengindikasikan jenis umum dari paduan.95%.82%. V 0.50%. Belakangan digunakan suatu standar untuk peng-kode-an. 1 digit pertama dituliskan dengan menggunakan huruf dan menandakan jenis logamnya.80% or 0.25% 44xx Mo 0.00% min 51Bxx Cr 0.12% or 0.20% 87xx Ni 0.20% or 0. C 1. "8".50% 51xx Cr 0.65% or 0.85%.50%. Mo 0. C 1. misal huruf ‘A’ untuk logam ferro. Baja paduan lebih satu unsur: • Baja ini mengandung tiga paduan • Digit pertama dapat "4". Mo 0.87% or 0.35% 92xx Si 1. Mo 0.10% or 0. baja karbon. Standar ini menggunakan 4 digit.20% or 0. 2 digit pertama mengindikasikan unsur-unsur paduan serta presentasenya. dan 12xx • Digit kedua menjelaskan proses: "1" adalah resulfurized dan "2" adalah resulfurized dan rephosphorized. 1 digit pertama. Cr 0. Mo 0. Baja Mangan: • Digit pertama adalah "1" seperti dalam 13xx dan.85% or 1. Mo 0.25% Mo & 0. yaitu dengan UNS (Unified Numbering System).35% 48xx Ni 3. Mo 0. Cr 0.40% or 0.20% or 0.00% min 50Bxx Cr 0.95%.50% or 0.00%.82%. Mo 0.Baja Karbon: • Digit pertama adalah "1" seperti dalam 10xx.80% or 0. dan 3 digit terakhir berupa angka.80% or 0. Cr 0.15% min 86xx Ni 0. berupa angka.55%. • Digit kedua selalu "3" Baja Molybdenum: • Digit pertama adalah "4" seperti dalam 40xx dan 44xx.50%.

Baja ini memiliki karakteristik proses pengerjaan pengerasan yang tinggi. Baja HSLA yang diproduksi belakangan ini (Microalloyed Steel). sekitar 10-100 nm. karena tidak diperlukannya proses-proses seperti. dan Cr dalam bentuk kombinasi yang beragam. F untuk luar biasa. Si.Baja karbon dapat diklasifikan berdasarkan komposisi karbon di dalamnya. Ada lagi jenis baja HSLA yang lain yaitu Nanoalloyed Steel. kemampu bentukan dari baja ini diberi nilai dengan huruf. yaitu : Termasuk di dalamnya unsur-unsur seperti C. dan diproduksi menggunakan gelas logam (Metallic Glasses) sebagai precursor. dan O untuk sedang-sedang saja. tempering. Produksi baja ini juga sangat efisien. Terdari dari Nb. Pengkodean baja jenis ini biasanya dengan huruf ‘D . yang terdiri dari ferrite dan martensite serta austenite. Ni. Termasuk di dalamnya. yang meningkatkan keuletan dan kemampu bentukan.30%. dan Zr. Dengan memberikan perlakuan panas pada baja jenis ini. Cr. batang. Mo. Memiliki ketahanan terhadap korosi lingkungan dan diperkirakan 4 kalinya dari baja karbon rendah yang konvensional. Baja Dua Fasa Sesuai dengan namanya baja ini memiliki dua fasa. ada juga yang diproduksi dalam bentuk bidang. P.1% V. P. 0. Si. kurang dari 0. Ti. Komposisi dari baja ini biasanya terdiri dari 0.5% C. dan batang-batang berstruktur. dan memiliki karakteristik pada struktur mikronya. danstress relieving. Butiran yang dimiliki baja jenis ini sangat kecil sekali. Ni. High Strength Low Alloy Steel (HSLAS) Baja jenis ini biasanya memiliki kandungan karbon yang sangat sedikit. quenching. dan N. bisa didapatkan sifat baru sesuai dengan yang kita inginkan. Cu. serta partikel karbon nitrid yang terdispersi secara baik.8% Mn. yaitu ferrite dan martensite (masing-masing memberikan kontribusinya yang saling berlawanan dalam membentuk sifat dari baja). bisa dalam bentuk tunggal atau kombinasi. dan 0. Mn. Terdiri dari ferrite dan pearlite pada susunan struktur mikronya. K untuk bagus. Baja Paduan Baja paduan adalah baja yang memiliki kandungan unsur paduan yang lebih dominan dan perhatian yang lebih diberikan kepada baja jenis ini ketika pembuatannya. V. bahkan dapat menghemat pengeluaran hingga 10%. Produksi baja ini biasanya dalam bentuk lembaran-lembaran yang dibentuk dari microalloying dancontrolled hot rolling. Baja jenis ini masih dalam pengerjaan. Sebagai tambahan. memiliki sifat yang super dan dapat mengurangi ketergantungan pada proses perlakuan panas. Cu. Peng-kode-an baja ini memakai sistem AISI yang membaginya ke dalam 3 kategori. Namun.

.

.

Awalnya AISI (The American Iron & Steel Institue) memiliki standard yang diterima luas di Amerika serikat dan Negara lainnya. AISI memakai standard dengan system penomoran yang sama dengan SAE. basic oxygen furnace (BOF) dan “E” untuk electric arc furnace. Kemudian dua organisasi Standard Amerika. dan tidak begitu informatif megenai properties beberapa logam. Ini terdiri dari empat digit yang menjadi repsrenstasi komposisi kimia. namun menambahkan huruf untuk menujukan proses pembuatan baja. Sebagai contoh prefix “C” untuk open hearth furnace. AISIS/SAE Steel Designation System SAE (Society of Automotive Engineers) menetapkan standard baja yaitu SAE steel grades. Tetapi standard AISI tidak mencakup semua jenis logam/metal. ASTM (American Society For Testing & Metal) dan SAE (Society of Automotive Engineers) mengembangkan sebuah standard untuk logam yaitu UNS (The Unified Numbering System). Sistem penomoran AISI/SAE: .

60 %. artinya 1 untuk baja karbon (carbon steel). digit kedua adalah: 10XX 0 menunjukan plain carbon 11XX 1 menunjukan resulfurized (ditambahkan sulfur) 12XX 2 menunjukan resulfurized dan rephosporized (ditambahkan sulfur dan phosphor) UNS Designation System . AISI/SAE 1XXX 2XXX 3XXX 4XXX 5XXX 6XXX 7XXX 8XXX 9XXX Tipe Carbon steels Nickel steels Nickel-chromium steels Molybdenum steels Chromium steels Chromium-vanadium steels Tungsten steels Nickel-chromium-vanadium steels Silicon-manganese steels Untuk baja karbon. Dua digit terakhir yaitu 60 adalah kandungan karbon sebesar 0. Dua digit pertama menggambarkan tipe material.Gambar 1. Contoh 1060. 0 untuk menunjukan plain (tidak ditambahkan sulfur dan phospor). Digit penomoran AISI/SAE. Dua digit terakhir adalah kandungan element karbon yang dinyatakan dalam seperseratus persen. yaitu element utama pada digit pertama dan secondary element pada digit kedua.

serta tahun penetapan. diantaranya adalah : • AISI (American Iron Steel Institute). UNS mengunakan 6 digit untuk menggambarkan logam baik dari komposisi kimia. tempering contohnya. • SNI (Standar Nasional Indonesia). A. termasuk baja karbon. nomor unik. AISI-SAE Standarisasi dengan sistem AISI dan juga SAE merupakan tipe standarisasi dengan berdasarkan pada susunan atau komposisi kimia yang ada dalam suatu baja. Contoh: UNS G10300 G menunjukan baja karbon 1030 plain carbon steel dengan kandungan karbon 0. proses manufaktur. minimal 4 digit dan diawali dengan angka 0. Nomor bagian merupakan identifikasi yang menunjukan nomor urutbagian dari suatu standar yang mempunyai bagian. atau proses manufaktur. Sedangkan nomor unik adalah identifikasi dari suatu standar tertentu yang jumlah digitnya sesuai kebutuhan. Selain standarisasi nasional ada pula standarisasi dari Jepang yang biasa di singkat dengan JIS( Japan Industrial Standart ) dan dari Amerika seperti ASTM ( American Society for Testing Materials ). • JIS (Japanese Industrial Standard). yaitu :  Dinyatakan dengan 4 atau 5 angka: 1. • SAE (Society for Automotive Engineering). . menetapkan. AISI (Americal Iron and Steel Institute) dan dari berbagai Negara lain. Angka pertama menunjukkan jenis baja. 2. Digit pertama terdiri dari huruf menunjukan jenis logam. Standar Nasional Indonesia adalah standar yang ditetapkan oleh instansi teknis setelah mendapat persetujuan dari Dewan Standardisasi Nasional. dan menerapkan standar. merevisi. dilaksanakan secara tertib dan kerjasama dengan semua pihak. yaitu: AXXXXX A untuk aluminum CXXXXX C untuk copper dan copper alloy FXXXXX F untuk cast iron (besi cor) GXXXXX G untuk baja karbon NXXXXX N untuk nickel dan nickel alloy SXXXXX S untuk stainlles stell WXXXXX W untuk welding filler material ZXXXXX Z untuk zinck dan zinck alloy Digit kedua sampai digit kelima adalah adaptasi dari sistem penomoran AISI/SAE. Struktur penomoran SNI terdiri atas serangkaian kode dengan arti tertentu yaitu berupa kode SNI. Sedangkan digit terakhir sebagai informasi tambahan untuk proses perlakuan panas. dan berlaku secara nasional di Indonesia.4 Standarisasi dan Pengkodean dari Baja Karbon Standardisasi adalah proses merumuskan.30 % 0 digit terakhir informasi tambahan mengenai heat treatment dan proses manufaktur. dan perlakuan panas. Ada beberapa ketentuan dalam Standarisasi baja berdasarkan AISI atau SAE. Ada beberapa tipe standarisasi yang umumnya digunakan pada baja. nomor bagian dan nomor seksi. Kode SNI menyatakan bahwa dokumen tersebut adalah Standar Nasional Indonesia.Bila pada AISI/SAE system penomoran terdiri dari 4 digit. Nomor seksi merupakan identifikasi yang menunjukan nomor urut seksi dari suatu standar bagian tertentu.

standarisasi JIS juga mempunyai beberapa ketentuan.  SNI 07-0601-2006 (baja karbon dalam bentuk plat). Contoh standarisasi Baja karbon dengan AISI-SAE : SAE 1045. diantaranya : 1. Diawali dengan SS atau G dan diikuti dengan bilangan yang menunjukkan kekuatan tarik minimum dalam kg/mm2 2. Sama halnya dengan standarisasi AISI-SAE.  SNI 07-0053-2006 (Batang kawat baja karbon rendah).45% Karbon) B. Bila terdapat huruf di depan angka maka huruf tersebut menunjukkan proses pembuatan bajanya. Diawali dengan S dan diikuti dengan bilangan yang menunjukkan komposisi kimianya. diantaranya :  SNI 07-0040-2006 (Kawat baja karbon rendah). Kadar unsur paduan untuk baja paduan sederhana. Untuk golongan Stainless Steel biasanya menggunakan grade dari ASTM dengan menggunakan kode huruf SUS diikuti dengan kode angka sesuai dengan AISI atau SAE.  JIS G 3101 (Baja karbon untuk konstruksi biasa).  SNI 07-2052-2002 (Baja karbon untuk tulang beton). Dua angka atau tiga angka terakhir menunjukkan kadar karbon perseratus persen. .  JIS G 3102 (Baja karbon untuk konstruksi mesin). Modifikasi jenis baja paduan untuk baja paduan yang kompleks. 3. Angka kedua menunjukkan: a. C.  JIS G 3201 (Baja karbon tempa). Ada beberapa contoh standarisasi SNI pada baja karbon yang umumnya terdapat di pasaran. berarti :  Angka 1 : Baja Karbon  Angka 0 : Persentase bahan alloy (tidak ada)  Angka 45 : Kadar karbon (0. 4. *) Contoh standarisasi baja karbon dengan JIS :  JIS G 5101 (Baja karbon cor). yaitu berdasarkan aplikasi produksi.2. 3. JIS standard dikembangkan oleh Japanese Industrial Standards Comitee yang merupakan bagian dari Kementrian Industri dan Perdagangan Internasional di Tokyo. b. SNI (Standar Nasional Indonesia) Standarisasi SNI ini merupakan tipe standarisasi yang sama dengan JIS. JIS (Japanese Industrial Standard) Standarisasi dengan sistem JIS merupakan salah satu tipe standarisasi atas dasar aplikasi produksi dan grade (kualifikasi untuk aplikasi tertentu).

.

 Standarisasi a) ASTM ( American Society for Testing Materials ) o Strogen Steel (H3 9M-94) o High Strength Low alloy Structure Steel (H2 42M-93a) o Low and Intermediate tensile Strength carbon silicon. Quenhead and Temporal alloy steel plate euatable for andirum (A 51494m) o Structural Steel mide 290 MPa minimum Yield point (BMM) maximum o High Strongth Low alloy alambium vanadium steel of structural quality (43.4% dengan paduan uranium (0.70% UNS menjadi G41070 di mana awalnya G untuk baja karbon paduan .4%) c) Menurut UNS (United Numbering System) Baja menurut standar UNS hampir sama dengan standar AISI dan SAE. ini berarti kandungan karbonnya adalah 0. nikel copped evanium monodin.4%-1. corombium and nikel copper columbion allow steel (A710M-94) o Hot road stuktural steel high Strength Low alloy plate with improved in ability (A 610 M93a) o Quenhead and tempered carbon steel plates for structural aniration (A 678-94a) b) AISI (Americal Iron and Steel Institute) and SAE (Society of Automotive Engineers) Baja menurut standarisasi AISI dan SAE merupakan spesifikasi dengan loxx digunakan untuk paduan yang sangat minimal. Contoh baja AISI.SAE A 0.72m-94a) o Structural carbon steel plate of improved longers (AS 37M-93a) o High Strength Low alloy Structural Steel 345 MPa minimum yield point 100 mm thickness (AS 88M-94a) o Normalized high Strength Low alloy Structural Steel (A633-94a) o Low carbonate hardening. steel plate for machine pane and general construction (A 284M-38) o High Steel Strength. hanya saja menggunakan huruf di depan ditambah lima digit untuk jenis tambahan lainnya misalnya baja AISI. SAE 1445.

Nodularisasi H. Menurut ketentuan standar JIS G5901 ada 6 grade pasir cetak silika C. Tapi jangan salah. dan scrap balik (return scrap). dia ngak berikatan dengan unsur lain untuk membentuk suatu senyawa.Rancangan dan Spesifikasi Teknis .Pemilihan produk yang akan dibuat . Cetakan pasir ini kemudian dipadatkan dengan memakai meja getar (jolt and squeeze machine). diperlukan juga beberapa bahan penolong yaitu Nodulariser. grafit ini memegang peranan penting juga lho.8 %. Proses Pembuatan A. G. F.4 % sampai 0. makudnya mendorong terjadinya grafit di dalam besi cor. Inokulasi I. dimana pola/pattern yang terbuat dari kayu sudah di-set terlebih dahulu. scrap baja. Material ini selalu mengandung unsur silikon (Si) yang berfungsi sebagai "Penggalak penggrafitan" . Pembuatan Cetakan Pasir dan Inti D. air . Peleburan dengan memakai dapur induksi listrik lebih memudahkan pengendalian komposisi kimia cairan besi.rendah. Pencampuran Pasir Pasir yang umumnya digunakan sebagai pasir cetak adalah jenis pasir silika. b) Cast Iron (Besi Cor)  Pengertian besi cor Definisi besi cor (yang paling mudah dipahami) adalah paduan antara besi (Fe) dengan karbon (C). BAHAN Bahan Baku Utama Bahan baku utama untuk pembuatan besi cor nodular adalah pig iron. Pembuatan Model/Pattern Dalam pembuatan model/pattern harus diperhitungkan penyusutan volume benda tuang pada saat membeku. inokulan. Sulfur ini diperoleh dari kokas yang dipakai sebagai sumber energi peleburan. bentonit dan gula tetes yang sudah dicampur di mesin mixer dimasukkan kedalam rangka cetak. dimana kandungan clay-nya harus kurang dari 2%. Grafit itu sebenarnya karbon bebas yang terdapat dalam suatu material.. Pembersihan Tuangan . Persiapan . Penuangan dan Sistem Saluran Tuang J.Penentuan Teknik Pengecoran B. yang terdiri dari rangka atas (cup) dan rangka bawah (drag). E. tapi kandungan C-nya harus lebih besar dari 2%. Penyusutan ini besarnya antara 0.dalam menentukan sifat mekanik besi cor. dan carburizer. Pembuatan cetakan dan Inti Pasir cetak . jadi sifatnya relatif lunak. Peleburan Peleburan umumnya dilakukan dalam dapur induksi listrik atau bisa juga menggunakan kupola. Peleburan dengan kupola mempunyai kendala dalam pengendalian kadar sulfur didalam besi cair. Ada beberapa jenis Nodulariser yang dapat dipakai untuk pembuatan besi cor nodular. Bahan Penolong Selain bahan baku utama.

4%) b) Menurut UNS (United Numbering System) Baja menurut standar UNS hampir sama dengan standar AISI dan SAE.SAE A 0. waktu produksi lebih singkat . kemampuan potong.3 – 1.4% dengan paduan uranium (0. Standarisasi a) AISI (Americal Iron and Steel Institute) and SAE (Society of Automotive Engineers)  Baja menurut standarisasi AISI dan SAE merupakan spesifikasi dengan loxx digunakan untuk paduan yang sangat minimal.4%-1. Perlakuan Panas dan Pengerjaan Akhir L. temyatamemenuhi kriteria dalam standarJIS. Contoh baja AISI. Umumnya tool Steel digunakan setelah di “heat treatment” (perlakuan panas). didapat harga tegangan tarik 1364. Unsur-unsur paduan tersebut membuat baja tersebut mempunyai sifat mekanik (kekerasan.Apabila cetakan (dies) diperlukankekerasannya.08 HRC (standar 38HRC hingga 53 HRC).0819 – 1989 c) Tool stell (Baja perkakas) Pengertian Tool stell Tool Steel adalah baja dengan kandungan Carbon antara 0. pada suhu 630 oC denganhasil44. besi cor nodular bobotnya lebih ringan dan yang lebih penting lagi adalah karena besi cor nodular dapat di-heat treatment sehingga produk yang dihasilkan mempunyai sifat-sifat unggul seperti baja.4 N / mm. maka dipilihbaja H-13 dengan perlakuantemper. sehingga hasil ini layakuntuk dipakai dan digunakan. kekerasan pada temperatur tinggi) yang sangat baik sehingga baja tersebut dapat digunakan sebagai tool (perkakas). V. W. ketahanan abrasi. Proses pembuatan Secara umum cetakan (dies) dan proses pembuatan dari bahan baku baja perkakas H-13 dengansistem cor kemudian dilanjutkandengan proses perlakuanpanas. denganharga ketangguhan 310. Pengecatan Dasar Kegunaan Alasan digunakannya besi cor nodular sebagai pengganti bahan baja untuk komponen otomotive adalah karena biaya produksi besi cor nodular lebih rendah.9 Nmm/mm.K. hal ini untuk mendapatkan sifat mekanik yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.Apabila cetakan (dies) dibutuhkankekuatan tarik yang maksimum.Apabila cetakan (dies) diperlukanketangguhannya.70% UNS menjadi G41070 di mana awalnya G untuk baja karbon paduan rendah. Pemeriksaan dan Pengujian Kualitas M. dies atau pisau. setelah dibandingkandengan produk impor. c) Jepang (JIS = Japan Industrial Standar) o Rolled Steel for general structural (G 3101-87) .maka dipilih baja H-13dengan perlakuantemper 2 padasuhu 610 oC. ini berarti kandungan karbonnya adalah 0. maka dip ilihbaja H-13 dengan perlakuantemper 3 pada suhu 600 oC. SAE 1445.6% dan mengandung unsurunsur paduan lainnya (Cr. misalkan sebagai mould. Mo. Standarisasi Standar Nasional lndonesia SNl 07 . dll). Selain itu untuk ukuran dan bentuk yang sama. hanya saja menggunakan huruf di depan ditambah lima digit untuk jenis tambahan lainnya misalnya baja AISI.

benjana tekan. Hasil kegiatan tersebut telah diterbitkan (1). dan perbandingan komposisinya dijadikan dasar untuk perencanaan kegiatan riset skala lapangan menggunakan peralatan pemurnian yang ada di pabrik feronikel Pomalaa.C. Stainless Steel ini mempunyai ketahanan kreep dan oksidasi pada temperatur tinggi baik. ketangguhan pada temperatur kriogenik baik dan bersifat nonmagnetik (2). Peralatan shaking converter (S. tetapi untuk mencapai hal ini diperlukan tiupan oksigen dalam waktu panjang sehingga mengakibatkan terbentuknya FeO semakin banyak sehingga mengakibatkan pengrusakan lining semakin cepat. T e n t u n ya h a r u s d i b e d a k a n m e k a n i s m e p r o t e c t i v e l a ye r i n i d i b a n d i n g k a n b a j a y a n g dilindungi dengan coating (misal seng dan cadmium) ataupun ca Prosess pembuatan Kegiatan pemaduan FeNi dan FeCr dalam skala laboratorium telah berhasil dilakukan menggunakan dapur induksi menghasilkan paduan SS 304 dan SS 316. Untuk itu diperlukan optimalisasi proses tiupan oksigen pada proses di S.C) yang ada di pabrik Feronikel Pomalaa mampu menekan kandungan C dalam FeNi cair menjadi lebih kecil dari 0. SS 304 dan SS 316 dipilih karena merupakan austenitik Stainless Steel banyak digunakan pada industri minyak dan gas seperti untuk pipa. tangki untuk makanan. Pada proses pembuatan stainless steel untuk mencegah terbentuknya karbida yang tidak boleh ada pada struktur mikro stainless steel maka kandungan C pada logam cair harus ditekan serendah mungkin. Komposisi ini membentuk protective layer (lapisan pelindung anti korosi)ya n g m e r u p a k a n h a s i l o k s i d a s i o k s i g e n t e r h a d a p k r o m ya n g t e r j a d i s e c a r a s p o n t a n .1%. Standarisasi ITALY (UNI ) GERMANY(DIN 17006) FRANCE(AFNOR) JAPAN(JIS) e) HSS Pengertian : X 12 CrNi 1707 : X 12 CrNi 17 7 : Z 12 CN 17-01 : SUS 301 .) o Steel for general structural purposes (17100-80) o Waldable tine astin steel (17102-83) d) Stainless stell Pengertian Stainless stell Baja tahan karat ataustainless steel sendiri adalah paduan besi dengan minimal 12% kromium. hal ini dari segi biaya kurang menguntungkan. industri kimia dan obat-obatan.o Rolled Steel for walled structural (G 3106-92) o Hot Rolled Atmosphetle corrosion resisting steel (G 3128-87) o Hot Yield Strength Steel plate for walled structural (G 3128-87) o Superior atmosphere corrosion resistant steel (G 3215-87) d) Standarisasi Jerman (DIN = Deutsche Industrie Norm.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal dari proses peleburan dengan menggunakan tanur busur api dapat dicapai dengan melakukan proses perencanaan dan pengendalian pemuatan yang baik. dan setelah material dimuatkan kedalam tanur. kemudian penutup ditutup kembali.Kandungan karbon : 0. Memiliki red hardness sitimewa dg wear resisten dan ketanguhan yang hampir sama.70 % – 1. Elektroda diturunkan sampai dasar sampai cairan logam mulai terkumpul dan mulai naik. dan aliran listrik diberikan. Quenhead and Temporal alloy steel plate euatable for andirum (A 514-94m) tructural Steel mide 290 MPa minimum Yield point (BMM) maximum . countersinks. Kegunaan Sbg perkakas potong dikenal dg inisial HSS.) o Steel for general structural purposes (17100-80) o Waldable tine astin steel (17102-83) HSlS. Penggunaan membuat alat-alat potong seperti drills. Disebut High Speed Steel karena alat potong yang dibuat dengan material tersebut dapat dioperasikan dua kali lebih cepat dibanding dengan carbon steel. Quenhead and Temporal alloy steel plate euatable for andirum (A 514-94m) o) Structural Steel mide 290 MPa minimum Yield point (BMM) maximumASTM ( American Society for Testing Materials ) HSlS. reamers. Pemuatan bahan baku dilakukan dengan cara sebagai berikut : • distribusikan bahan baku pada seluruh permukaan tanur • hindari bahan baku yang terkumpul dibawah elektroda • akan lebih mudah apabila bahan baku dengan ukuran kecil diletakan diatas bahan baku yang besar/tebal. elektroda diturunkan .50 %. Elektroda kemudian dinaikan secara bertahap seiring dengan kenaikan permukaan cairan logam. Secara umum komposisi pemuatan adalah sebagai berikut : • bahan baku dengan ukuran besar/tebal sebanyak 40% • bahan baku dengan ukuran medium sebanyak 40% • bahan baku dengan ukuran kecil sebanyak 20% Penggunaan sistem saluran dengan ukuran yang besar ( tebal ) akan mengakibatkan proses peleburan menjadi semakin lama. lathe tool bits dan milling cutters. Sedangkan harga dari HSS besarnya dua sampai empat kali daripada carbon steel/ Prosess pembuatan Dapur listrik(menggunakan Tanur Busur Api (Arc Furnace)) Saat proses pemuatan penutup tanur dibuka. Standarisasi Jepang (JIS = Japan Industrial Standar) o Rolled Steel for general structural (G 3101-87) o Rolled Steel for walled structural (G 3106-92) o Hot Rolled Atmosphetle corrosion resisting steel (G 3128-87) o Hot Yield Strength Steel plate for walled structural (G 3128-87) o Superior atmosphere corrosion resistant steel (G 3215-87) Standarisasi Jerman (DIN = Deutsche Industrie Norm.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful