P. 1
Laporan Pendahuluan- Pengambilan Darah Vena

Laporan Pendahuluan- Pengambilan Darah Vena

|Views: 348|Likes:
Published by Riyan Idayati

More info:

Published by: Riyan Idayati on Mar 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2014

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN PENGAMBILAN DARAH VENA Oleh Riyan Idayati, 1006770955 I.

Definisi Tindakan Pengambilan darah vena adalah cara pengambilan darah dengan menusuk area pembuluh darah vena dengan menggunakan spuit. Darah dapat diambil dari vena dalam fossa cubiti, vena saphena magna/ vena superficial lain yang cukup besar untuk endapatkan sampel darah Tujuan Tindakan 1. Mendapatkan sampel darah vena yang baik dan memenuhi syarat untuk melakukan pemeriksaan 2. Untuk mendapatkan specimen darah vena tanpa antikoagulan yang memenuhi persyaratan untuk pemeriksaan kimia klinik dan imunoserologi. 3. Untk menganalisa kandungan komponen darah, seprti sel darah merah, sel darah putih, leukosit dan trombosit. Kompetensi dasar lain yang harus dimiliki Tempat-tempat yang memungkinkan untuk pengambilan darah vena: - Lengan : vena basilica, vena sefalika, vena median cubiti, vena medial-antebrakial, vena radialis. - Tungkai vena saphenous.

II.

III.

IV.

Indikasi - Pemeriksaan laboratorium

Vena ini dekat dengan permukaan kulit. Sebagian besar darah yang dipakai adalah darah dari vena cubiti pada orang dewasa. Kontraindikasi . infiltrasi atau thrombosis pada tempat penusukan. Oleh karena itu hal yang harus diperhatikan sebelum melkukan pegambilan darah vena adalah mengkaji area/pembuluh darah vena tempat darah akan diambil. . cukup besar dan tidak ada pasokan saraf besar.Daeah intra-vena lines.Perlak pengalas Anatomi daerah yang menjadi target Pada pengambilan darah vena ( enipucture). Pengisapan darah ang terlalu dalam akan menyebabkan darah membeku dalam spuit.Daerah dengan canula. vena chepalika atau vena basilica bisa menjadi pilihan berikutnya. tempat pengambilan tidak dalam keadaan trauma atau luka.Bengkok . Komplikasi . Lakukan pengambilan dengan sangat hatihati dengan menggunakan jarum yang ukurannya lebih kecil.Kapas alcohol .Hematoma .Daerah dimana darah sedang ditransfusikan . VI.Juka terdapat tanda-tanda infeksi.Fistula arteriovenus .Spuit ( 2-5ml) . Lokasi yang tidak boleh diambl darah adalah : .Daerah edema . segera pisahkan darah ke dalam tabung sesuai jenis pemeriksaan. area pengambilan darah harus disterilisasi dengan alcohol sebelum ditusuk jarum. VIII. contoh darah umumnya diambil dari vena median cubital pada anterior lengan ( sisi dalam lipatan siku). fistula atau cangkokan vascular . .Lengan pada sisi mastectomy . VII.Bak spuit .Terbentuk hematoma pada tempat penusukan.Pembendungan yang terlalu lama akan mempengaruhi hasil pemeriksaan karena akan terjadi hemokonsentrasi. .Terjadi perdarahan pada tempat penusukan Alat dan bahan .Daerah bekas luka .Klien dengan mastektomi yang mengalami gangguan pada tangannya. Sebelum diambil dilakukan pembendungan pada bagian proksimal pada vena agar mudah dalam penusukan jarum. Perawat memastikan vena yang diambil darahnya memiliki ukuran yang cukup besar dan untuk meyakinkan dapat dilakukan palpasi.Plester da tourniquet .Lengan dengan gangguan sirkulasi ataupun neurologis.Kapas steril + betadine . maka pengambilan darah dapat dilakukan di vena di daerah pergelangan tangan. Jika vena cephalika dan basilica tidak bisa digunakan.V. . Apabila tidk memungkinkan.Lengan yang mengalami gangguan atau kelumpuhan .Sarung tangan . . Venipucture pada vena basilica harus dilakukan dengan hati-hati karena letaknya berdekatan dengan arteri brachialis dan syaraf median.

Anjurkan klien membuka dan menutup tangannya atau tepuk-tepuk vena tersebut. i. j. d. X. g. . Pemasangan tali tourniquet ( tali pembendung) . Persiapan alat dan bahan yang diperlukan. Pilih dan kaji kondisi vena.IX.Tusukan jarum yang tidak tepat benar masuk ke dalam vena menyebabkan darah bocor dengan akibat hematoma. c. peningkatan kadar substrat ( protein total.Melepas tourniquet sesudah jarum dilepas dapat menyebabkan hematoma b. lipid total) . AST. Prosedur a. . Identifikasi klien dan jelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilaksanakan. Pertahankan teknik steril. Bebaskan lengan klien dari baju atau kemeja ( pada area penusukan lengan) e. h. Lokasi penusukan di desinfeksi dengan kapas alcohol 70% dengan cara berputar dari dalam keluar. Daerah yang harus diperhatikan perawat dalam melakukan tindakan a. cuci tangan. c. kolesterol. tusukkan jarum dengan sudut 15-45 C dan bevel ke atas.Pemasangan dalam waktu lama dn terlalu keras dapat menyebabkan hemokonsentrasi (( peningkatan nilai hematokrit/PCV dan elemen sel). rasa terbakar dan rasa nyeri yang berlebihan pada pasien ketika dilakukan penusukan. pakai sarung tangan. Penusukan . Pasang tourniquet 7-10 cm diatas vena yang akan diambil. Buka jarum pegang dengan tangan dominan. Letakkan alas di bawah aea penusukan. Kulit yag ditusuk masih basah oleh alcohol menyebabkan hemolisis sampel akibat kontaminasi oleh alcohol. Spuit disiapkan dengan memeriksa jarum dan penutupnya. b.Penusukan yang tidak sekali kena mengakibatkan masuknya cairan jaringan sehingga dapat mengakibatkan pembekuan. f. Jarum dilepaskan sebelum tabung vakum terisi penuh sehingga mengakibatkan masuknya udara ke dalam tabung dan merusak sel darah merah. Di samping itu penusukan yang berkali-kali juga berpotensi menyebabkan hematoma. Atur klien dalam posisi yang nyaman d. besi.

K. Setelah itu. . dan Praktik . . H. proses.Perhatikan lokasiengan tepat pada saat pengambilan darah vena. . XII. Ladner.Nama klien . perdarahan berlebih) . Bilajarum sudah masuk ke vena. (2005). United Tated of America: Thomson Learning Potter. C. Tempatkan darah pada tabung yang sesuai jika dibutuhkan dan beri label pada tabung.. n. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.2nd edition. Kurniati. l. tarik jarum sampai darah mengisi spuit sesuai kebutuhan. Fundamental keperawatan: Konsep. bila darah telah berhenti keluar berikan plester. dan Handiyani.Tanggal dan waktu sampel diambil. P.Daerah vena yang ditusuk . . Buku panduan keterampilan dasar profesi keperawatan. kemudian cabut jarum dai vena secara perlahan dan gunakan kasa atau kaps alcohol untuk menekan tempat penusukan.Jumlah waktu yang diperlukan untuk mengontrol perdarahan .Tanda tangan dan nama jelas perawat yang melakukan tindakan.Melakukan sarung tangan sekali pakai saat melakukan tindakan. Referensi : DeLaune. A. Jakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. A. Fundamentals of nursing: Standars & practices.Jenis pemeriksaan yang dilakukan . G. Edisi 4. pegang plastic adapter tekan tabung vakum dan biarkan darah masuk sampai sesuai kebutuhan.XI. Bila menggunakan vacutainer.Pasien diusahakan dalam keadaan tengan dan tidak takut/gelisah dengan posisi berbaring. Aspek keamanan dan keselamatan yang harus diperhatikan .& Perry. k. Hal yang harus didokumentasikan . m. A. (2002). P. (2005).Hasil yang didapatkan ( volume) .Suhu tubuh klien . S.Keadaan kulit ( kemerahan. Tourniquet dilepas.

Istilah – istilah penting yang harus diketahui dalam pemeriksaan gas darah arteri antara lain pH. HCO3 menurun karena digunakan untuk menetralisir asam-asam diabetic dalam plasma. pH akan naik. AGD juga digunakan untuk mengkaji oksigenasi. pH normal pada darah arteri rang dewasa adalah 7. - - - - - - . semakin banyak CO2 yang dikeuarkan dan PCO2 pun akan turun. kemudian biarkan telapak tangan terbuka. Pengertian Pemeriksaan AGD adalah pemeriksaan analisa gas darah melalui darah arteri. Selain itu perawat juga harus paham tentang hal-hal sebagai berikut : pH secara terbalik menunjukkan konsentrasi ion hydrogen. HCO3. PCO3 merupakan ukuran tekanan parsial CO2 dalam darah. III. serta homeostatis elektrolit. PO2 menunjukkan tekanan oksigen yang larut dalam plasma.LAPORAN PENDAHULUAN Analisis Gas Darah (AGD) Oleh Riyan Idayati. Bila menggunakan arteri radialis sebelumnya dilakukn tes allen untuk pemeriksaan system kolateral pembuluh darah/arteri radialis. Kompetensi dasar lain yang harus dimiliki untuk melakukan tindakan. maka akan terjadi koma. Mengetahui kadar oksigen dalam tubuh c. secara tidak langsung menunjukkan nilai O2 dalam darah. Pemeriksa melepaskan tekanan/sumbatan arteri ulnaris. Jika PCO2 naik terlalu tinggi dan paru-paru tidak dapat mengkompensasinya. begitu pula sebaliknya. PO2 juga merupakan salah satu indicator unuk mengetahui keefektifan terapi oksigen yang II.pengukuran gas darah arteri memberikan informasi dalam mengkaji dan memantau respirasi klien dan metabolism asam-basa. Dalam ketoasidosis diabetic. Mengetahui efektifitas ventilasi dan respirasi. Mengetahui keseimbangan asam basa dalam tubuh b. PCO2 menunjukkan kondisi ventilasi. Tujuan a. Apabila PCO2 naik. telapak tangan akan pulih warnanya selama 1-3 detik ( paling lama 15 detik) bila darah dari arteri ulnaris mengisi pembuluh kapiler tangan yang menandakan adanya sirkulasi kolateral Kaji potensi kedua arteri dengan cara tersebut bergantian Bila erdapat gangguan kolaterlisasi pada arteri ulnaris ( uji allen negative). HCO3 adalahukuran dari komponen metabolic dari keseimbangan asam basa dan diatu oleh ginjal. PCO2 dan CSF merupakan stimulus utama bagi pusat pernapasan di otak. Dan pada vena 7. PO2. Nilai normal dari HCO3 dalam darah adalah 21-28 mEq/L. Kebanyakan CO2 dalam darah berbentuk HCO3 ( asam bikarbonat). Tekanan parsial oksigen. PCO2. mka pernapasan akan terstimulasi. Mengetahui kadar karbondioksida dalam tubuh d.45. 1006770955 I. Uji Allen : Pasien diminta untuk mengepalkan tangan dengan kencang Menekan kedua arteri radialis dan ulnaris dengan jari Pasien diminta membuka dan mengepal beberapa kali hingga jari-jari pucat. arteri radialis tidak boleh digunakan untuk pengambilan darah arteri. Ketika konsentrasi ion hydrogen menurun. Semakin epat dan dalam klien bernapas. PO2 dan SaO2.31-7. Nilai normal PCO2 dalam arteri adalah 35-45 mmHg. sedangkan dalam vena adalah 40-50 mmHg.35-7.41.

Sedangkan pada orang dewasa 95%-100%.45 35-45 22-26 Asidosis Turun naik normal Respiratory respiratorik despression( pengaruh obatobatan. Berikut merupakan hasil normal untuk analisa gas darah arteri dan nilai abnormal dalam gangguan keseimbangan asam-basa yang tidak terkompensasi. intestinal fistula Alkalosis naik normal naik Overdosis metabolic natrium bikarbonat. muntah-muntah yang lama. syok. metabolic gagal ginjal. Indikasi Pasien dengan penyakit obstruksi paru kronik Pasien dengan edema pulmo Pasien akut respiratory distress sindrom (ARDS) Infark miokard Pneumonia Klien syok Post pembedahan coronary arteri bypass Resusitasi cardiac arrest Klien dengan perubahan status respiratory Anestesi yang terlalu lama b. Nilai normal dari PO2 adalah 80-100 mmHg pada arteri dan 40-50 mmHg pada vena. - Indikasi. Pada lansia nilai SaO2 adalah 95%. Saturasi oksigen ( SaO2) adalah presentasi ikatan hemoglobin ( Hb) dengan oksigen.35-7.- digunakan. nyeri ) Asidosis turun normal turun Diabetes. Gangguan pH PCO2 HCO3 ( Penyebab asam basa (mmHg) mEq/L) Nilai normal 7. trauma paa system saraf pusat) Penyakit paru ( pneumonia. nasogastrik drainase IV. penyakit paru obstruktis kronik ) Alkalosis naik turun normal Hiperventilasi ( respiratorik emosi. Kontraindikasi Denyut arteri tidak terasa Modifikasi allen test negative Cidera saraf Arteriospasme atau spasme pembulu arteri . kontraindikasi dan komplikasi a.

Pada fossa cubitis.branchioradialis kemudian di antara tendon branchioradialis dan m. arteri brachialis.Sarung tangan VI. tanggal dan waktu.flexor carpi radialis di bagian bawah lengan bawah.Hematoma .Arteri radial itu terdiri dari tiga bagian.pronator teres.Perdarahan V. yang kedua di bagian belakang pergelangan tangan.Wadah berisi es ( baskom atau kantong plastic ) .Bengkok .Penutup udara dari karet .Heparin . bila ya berapa liter dan dengan rute apa. dan m. dan yang ketiga di tangan. Ateri radialis merupakan kelanjutan dari arteri brachialis. tetapi lebih kecil dari ulnaris. Umumnya pengambilan darah arteri radialis. Di pergelangan tangan arteri ini terletak di sebelah distal radius lateralterhadap tendon flexor carpi radialis. dan arteri diorsalis pedis. m. Alat dan bahan . Arteri ini berada di atas tendon biseps dan letaknya berawal dari atas m. m.Kapas alcohol .Label untuk menuliskan status klien yang meliputi : nama.Perlak/alas . satu di lengan. Komplikasi . arteri tibialis.Bak spuit . .supinator.flexor polisis longus.- Emboli udara atau bekuan darah Anaphilaksis yang timbul dari anastesi local Kontaminasi c.supinator kemudian turun di sisi radialis lengan bawah.flexor digitorum superfisialis. Disinilah denyut nadi radialis terasa paling jelas. arteri branchialis bercabang membentuk arteri radialis dan arteri ulnaris. apakah menerima O2.pronator kuadratus. kaputradius m. Arteri radialis berjalan berturut-turut di atas m. Anatomi daerah yang akan menjadi target Lokasi pengambilan darah antara lain di arteri radialis. arteri femoralis. di bawah tepi m. .Disposable spuit 25 cc .

Pada pasien hipotensi. Jarum yang masuk ke dalam arteri akan menyebabkan torak semprit terdorong oleh tekanan darah. h. g.abduktor polisis membentuk arcus palmaris profunda bersama dengan arteri ulnaris(ramus palmaris profunda).2 ml heparin diaspirasikan ke dalam spuit sehingga dasar spuit basah oleh heparin dan kemudian kelebihan heparin dibuang melalui jarum. Dari sini keluar cabang prinseps polisis menuju ibu jari danradialis indisis menuju telunjuk. f. Setelah dilakukan asepsis. Perlu diperhatikan adanya perdarahan dan hematoma akibat pengambilan darah terutama pada pasien yang sedang mendapat terapi antikoagulan. torak semprit dapat ditarik perlahan.abduktor polisis brevis memasuki snuffbox anatomis. Lakukan tindakan asepsis/antisepsis. Jarum ditusukkan membentuk sudut 30 derajat ( 45 pada arteri radialis dan 90 pada arteri femoralis) degan menggunakan lengan dengan posisi lubang jarum / bevel menghadap ke atas k. Aspek keamanan dan keselamatan yang harus diperhatikan Pasien diusahakan dalam keadaan tenang dan tidak takut/gelisah dengan posisi berbaring. dilakukan perlahan sehingga pangkal jarum penuh dengan heparin dan tidak ada gelembung udara. Pengambilan astrup dilakukan 20 menit setelah pemberian oksigen pada pasien yang sedang diberiterapi oksigen dan cantumkan kadar oksigen yang diberikan.VII. Prosedur a. indikasi satu-satunya bahwa darah tersebut darah arteri adalah adanya pemompaan darah ke dalam spuit dengan kekuatan sendiri .trapezium dalam snuffbox dan keluar diantara dua kaputm. i. darah arteri diambil sebelum pemeriksaan spirometri dilakukan ( bertujuan untuk menentukan diagnose gagal nafas) Suhu tubuh pasien saat pengambilan darah harus dicantumkan pada formulir permohonan pemeriksaan. 0.skafoid dan os. Pastikan denyutan dari arteri terbesar kemudian dengan menggunakan tangan kiri antara telunjuk dan jari tengah beri batas yang akan ditusuk dan titik maksimum denyutan ditemukan. Psang alas/perlak pada lokasi yang akan dimbil darah d. bersihkan daerah tersebut dengan kapas alcohol j. Jika AGD dilakukan bersamaan dengan rencana pemeriksaan spirometri. Apabila pasien dalam keadaan takut/gelisah dapat menyebabkan hiperventilasi. Usahakan agar lengan pada posisi abduksi dengan telapak tangan menghadap ke atas dan pergelangan tangan ekstensi 30 agar jaringan lunak terfiksasi oleh ligament dan tulang. Beritahu pasien tujuan dari pengambilan darah b. Pasang sarung tangan e. jarum 5-10 mm ditusukkan pada daerah distal dari jari pemeriksa yang menekan arteri kea rah proksimal. Bila perlu bagian bawah pergelangan tangan dapat diganjal dengan bantal kecil. Jari pemeriksa diletakkan di atas arteri radialis ( proksimal dari lipatan kulit di pergelangan tangan) untuk meraba denyut nadi agar dapat memperkirakan letak dan kedalaman pembuluh darah. Arteri radialis berjalan ke belakang di bawah tendon m. l. Ukur suhu tubuh pasien c.abduktor polisis longusdanm. Arcus palmaris profunda punya tiga cabang aametacarpal palmaris yang akhirnya bergabung dengan a digitalis palmaris comunis (dariarcus superfisialis) yang memasok darah ke jari-jari tangan. - - VIII. Akhirnya arteri ini melewatiatas os.

Apabila darah sudah berhasil diambil. Setelah pengambilan. Rasional: meskipun pengambilan darah arteri menyakitkan. Lakukan penekanan yang lama pada bekas area insersi (aliran arteri lebih derasdaripada vena). putar spuit diantara telapak tangan untuk mencampurkan heparin. siku hiperekstensikan setelah meletakkan bantal/handuk dibawah siku c. Raba denyut arteri brachialis dengan jari d. goyangkan spuit sehingga darah tercampur rata dan tidak membeku. keadaan dingin bertjuan memperkecil terjadinya perubahan biokimia ( metabolism sel darah). Spuit yang digunakan untuk mengambil darah sebelumnya diberi heparin. Rasional: jika terjadi pembekuan maka tidak akandidapatkan hasil yang diharapkan dari pemeriksaan AGD yang dilakukan. Rasional: untuk mencegah pembentukan hematoma. c. Lengan pasien dalam keadaan ekstensi maksimal. Hal-hal yang harus diperhatikan perawat a. Bereskan alat q. lihat darahyang keluar. Bila menggunakan arteri radialis. g. Untuk memastikan apakah yang keluar darah vena atau darah arteri. Lepas sarung tangan dan cuci tangan Pengambilan darah arteri brachialis a. radialis. Gelembung udara harus dibuang keluar spuit. 5-10 mm dari distal jari pemeriksa yang menekan pembuluh darah f. lakukan test allent untuk mengetahui kepatenanarteri.m. Setelah jumlah darah yang diperlukan terpenuhi ( minimal 1 ml). cabut jarum dengan cepat dan di tempat tusukan jarum dilakukan penekanan dengan jari selama 5 menit untuk mencegah keluarnyaarah dari pembuluh arteri 10-15 menit untk pasien yang mendapat antikoagulan ) n. apabila keluar sendiri tanpa kita tarik berarti darah arteri. Keluarkan udara dari spuit jika sudah berhasil mengambil darah dan tutup ujung jarum dengan karet atau gabus. lepaskan jarum dan tempatkan penutup udara pada spuit. agar tidak mencederai nervus medianus yang dekat dengan arteri brachialis. untuk selanjutnya spuit dibawa ke laboratorium. Rasional: udara bebas dapat mempengaruhi nilaiO2 pada AGD arteri. b. d. Rasional: untuk mengetahui apakah klien mengalami demam atau tidak. sebisamungkin kenyamanan klien harus tetap terjamin.Rasional: untuk mencegah darah membeku. b. . berikananestesi lokal. Ukur tanda vital (terutama suhu) sebelum darah diambil. Arteri brachialis letaknya lebih dalam dari arteri radialis. Apabila terdapat IX. tekan daerah tusukan selama 5 menit atau sampai perdarahan berhenti. Pengambilannya harus hati-hati dan memperhatikan letak syaraf. Lakukan tindakan asepsis e. Kaji ambang nyeri klien. Spuit dibei label dan segera tempatkan dalam es/air es atau termos berisi air es( semprit dibungkus plastic agar air tidak masuk ke dalam semprit. p. o. trombosis dapat terjadi dan berisiko mengganggu viabilitas tangan. apabila klien tidak mampu menoleransi nyeri. Rasional: apabila tes Allen yang dilakukan negatif akan tetapi tetapdipaksakan mengambil darah arteri lewat a. Rasional:untuk mengetahui tindakan yang dilakukan telah tepat dan mengurangi risikosalah diagnosis e. h. f. Tusukkan jarum dengan sudut 45 dan lubang jarum menghadap ke atas.

Penusukan tepat pada arteri ditandai dengan darah yang keluar berwarna segar dan memancar. n. demamdapat mengindikasi adanya infeksi patogen. keadaan kulit ( kemerahan.i. Rasional: mencegahkerusakan pembuluh arteri karena seringnya insersi di tempat yang sama k. . PCO2. waktu dilakukan prosedur. Missouri : Mosby. T. Nilai normal hasil analisi gas darah arteri Dokumentasi Nama pasien. i. jenis pemeriksaan yang dilakukan. usia. Segera kirim ke laboratorium. l. Rasional: arteri femoralisterletak sangat dalam di bawah kulit dan arteri femoralis merupakan salah satu pembuluh arteri utama yang memperdarahi ekstremitas bawah. Hindari melakukan aspirasi yang bertujuan untuk mengeluarkan udara padaspuit yang berisi darah. Spesimen dimasukkan ke dalam kantong es bila tempat pemeriksaan jauh.Rasional: suhu yang rendah menurunkan metabolism sel darah yang mungkinmerubah nilai pH.D & Pagana.X. Daerah/lokasi pengambilan darah arteri harus bergantian. Inc. K. perdarahan berlebihan. Jakarta : EGC Pagana. Daftar pustaka Asmadi (2008). m. Rasional: udara bebas dapat mempengaruhi nilai O2 padaAGD arteri. Hindarkan pengambilan darah pada arteri femoralis. Diagnostic Testing & Nursing Implications : A Case Study Approach. Louis.J ( 1999). Teknik Prosedural Keperawatan : Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. suhu tubuh pasien. 5th edition. Jakarta : Salemba Medika Smeltzer & Bare (2002). St. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah: Brunner & Suddarth ( terjemahan). PO2 dan HCO3j. keterangan pasien menggunakan alat bantu oksigenasi atau tidak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->