A KSI PEMBERONTAKAN G30S/PKI 1965 DI TINGKAT PUSAT DAN PENUMPASANNYA SERTA TUNTUTAN RAKYAT DALAM PENUMPASAN G30S

/PKI Disusun Sebagai Syarat Untuk Menempuh Ujian Semester Ganjil Tahun Akademik 2009/2010 Dasar-dasar Ilmu Sejarah Jurusan Pendidikan Sejarah OLEH : NAMA NPM : SAEFUL ROHMAN : 09021031

FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (IKIP) YOGYAKARTA TAHUN AKADEMIK 2009 / 2010 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Dalam minggu pertama bulan oktober 1965 rakyat Indonesia dikejutkan oleh serangakaian berita Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta tentang terjadinya pergolakan pada tingkayt tertinggi pemerintahan ibukota Jakarta.Pada hari jum’at tanggal 1 Oktober 1965 secara berturut-turut RRI Jakarta menyiarkan empat berita penting. Siaran pertama, sekitar pukul 07.00 pagi, memuat berita bahwa pada hari Kamis tanggal 30 September 1965 di Ibukota Republik Indonesia, jakarta telah terjadi “gerakan militer dalam Angkatan Darat”yang dinamakan “Gerakan 30 September”, dikepalai oleh Letkol Untung, Komandan Bataliyon Cakrabirawa, pengawal pribadi Presiden Soekarno. Sejumlah besar jendral telah ditangkap, alat-alat komunikasi yang penting-penting serta obyek penting lainnya sudah

dikuasai Gerakan tersebut dan “Presiden Soekarno selamat dalam lindungan Gerakan 30 September”. Gerakan tersebut ditujukan kepada jendaral-jendral anggota apa yang menamakan dirinya Dewan Jendral. Komandan Gerakan 30 Sepetember itu menerangkan bahwa akan dibentuk Dewan Revolusi Indonesia ditingkat pusat yang dikuti oleh tingkat kabupaten, kecamatan dan desa. Siaran kedua, sekitar pukul 13.00 hari itu juga memberitakan “Dekrit No.1 tentang Pembentukan Dewan Revolusi Indonesia dan keputusan No.1 tentang susunan Dewan Revolusi Indonesia”. Baru dalam siaran kedua ini diumumkan “Komando Gerakan 30 September”, yaitu Letkol Untung sebgai komandan, Brigjend Supadjo, Letkol Udara Heru, Kolonel laut Sunardi, dan Ajun Komisaris besar Polisi Anwas sebagai Wakil komandan. Siaran kedua ini memuat dua keanehan. Dari sudut organisasi militer, adalah aneh bahwa seorang Brigjend menjadi wakil seorang Letkol. Selain itu, “Gerakan 30 September” ini ternyata bukanlah sekedar gerakan militer dalam Angkatan Darat, oleh jarena dalam dekrit No.1 tersebut diumumkan bahwa : “untuk sementara waktu, menjelangpemilu MPR sesuai dengan UUD 1945, Dewan Revolusi Indonesia menjadi sumber dari segala kekuasaan dalam Negara Republik Indonesia. Siaran ketiga, pad pukul 19.00, RRI menyiarkan pidato radio Panglima Komando Tjadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Mayjend Soeharto, yang menyampaikan bahwa gerakan 30 September tersebut adalah golongan kontra revolusioner, yang telah menculik beberapa perwira tinggi Angkatan Darat, dan telah mengambil alih kekuasaan Negara, atau coup dari YPM presiden/panglima tertinggi ABRI/pemimpin besar Revolusi dan melempar cabinet Dwikora ke kedudukan demisioner. Perwira-perwira tinggi AD yang telah diculik adalah : Letjend. A.Yani, Mayjend . Soeprapto, Mayjend. S. Parman, Mayjend. MT Haryono, Brigjend. D.I Pandjaitan, dan Brigjend Soetoyo Siswomihardjo. Dengan prosedur tetap angkatan darat, Mayor Jendral Soeharto mengumumkan bahwa untuk sementara pimpinan Angkatan Darat dipegang oleh beliau. Kemudian pada tengah malam tanggal 1 Oktober 1965 menjelang 2 Oktober, RRI menyiarkan pengumuman Presiden/Panglima tertinggi ABRI.Pemimpin Besar Revolusi Soekarno bahwa beliau dalam keadaan sehat dan tetep memegang pimpinan Negara dan revolusi. Selanjutnya pada tanggal 3 Oktober 1965pukul 01.30 RRI menyiarkan pidato Presiden/Panglima Tertinngi/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno, yang selain menegaskan kemabali bahwa beliau berada dalam keadaan sehat dan tetap memegang tumpuk pimpinan Negara serta tampuk pimpinan Pemerintahan dan Revolusi Indonesia. Beliau mengumumkan bahwa tanggal 2 Oktober beliau telah memanggil semua panglima Angkatan Bersenjjata bersama wakil perdana menteri kedua Dr.Leimena, dan pejabat penting lainnya. Pimpinan Angkatan Darat langsung berada ditangan beliau dan tugas sehari-hari dijalankan oleh MayJend Pranoto Reksosamodra, assisten I(II men/PANGAD, sedangkan MAyjend Soeharto, panglima Kostrad ditunjuk untuk meklaksanakan pemulihan keamanan dan ketertiban. Sesuai pidato Presiden tersebut makan pada tanggal 3 Oktober 1965 itu juga Panglima Kostrad Mayjend Soeharto mengumumkan bahwa mulai saat itu pimpinan Angkatan DArat dipegang

langsung oleh PYM Preisden/Panglima tertinggi ABRI. Beliau sendiri masih diberi tugas untuk menngembalikan keamanna sebagai sediakala. Pada tanggal 4 Oktobet 1965pukul 20.00 RRI Jakarta menyiarkan rekaman pidato Mayjend Soeharto seteelah menyaksikan pembonkaran tujuh jenazah, enam jenazah jendral dan satu jenazah perwira pertama yang diculik “Gerakan 30 September” pada dini hari tanggal 1 Oktober 1965. jenazah tersebut ditemukan dalam keadaan rusdak didalam sebuaha sumur tua di daerah lubang buaya, dekat pangkalan uadara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Daerah itu digunakan sebagai lokasi latiahan sukarelawan dan sukarelawati yang berasal dari pemuda rakyar (PR) dan Geerakan Wanita Indonesia (Gerwani) oleh oknum-oknum Ankatan Udara. Kedua Organisasi ini adala “organisasdi mantel” dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Tujuh perwira yang ditangkap oleh oknum-oknum Cakrabirawa di kediamannya masing-masing., dibawa ke lokasi latihan PR dan Gerwani tersebut untuk disiksa dan dibunuh. Gerakan 30 September ternyata keluar merupakan aksi Cakrabirawa dan ke dalam merupakan aksi PR dan Gerwani. Pada tanggal 4 Oktober inilah diketahui untuk pertama kalinya kejelasan mengenai “Gerakan 30 September” tersebut. Gerakan itu ternyata terkait dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), yang sejak tahun 1951 membengun kembali kekuatannya setelah terlibat dalam pemberontakan terhadap republic Indonesia dalam bulan November1948 PKI madiun , jawa timur. Rangakaian sidang mahkamah militer Luar Biasa (Mahmillub) untuk mengadili mereka yang telibat dalam kudeta tersebut telah mengungkapakan lebih dalam lagi keterlibatan PKI. Partai ini tyerbukti merupakan dalang dan pelaku dari aksi subversi sejak tahun 1954, yang berpuncak pada kueta berdarah pada awal bulan Oktober 1965 tersebut. Oleh karena itu “Gerakan 30 september” disebut secara lengkap sebagai “Gerakan 30 September/artai Komunis Indonesia” atau “G30S/PKI”. Pengungkapan peranan PKI dalam sidang mahkamah tersebut telah menimbulkan reaksi hebat dalam masyarakat Indonesia, yang berujung dengan ditetapkannya ktetapan MPR sementara No. TAP-XXV/MPRS/1966 tanggal 5 juli 1966 tentang pembubaran Partai Komunis Indonsia, pernyataan sebgai organisasi terlarang di seluruh wilayah Negara RI bagi Partai Komunis Indonesia, dan larangtan setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme. Penumpasan G30S/PKI mencakup penumpasan secara fisik dengan menghancurkan pimpinan, organisasi dan gerakan bersenjatanya. Penumpasan secara konstitusional dengan melarang paham Marxisme/leninisme-Komunisme dan penumpasan secara ideologis dengan mengadakan penataran Kewaspadaan Nasional. 1. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang tersebut, maka penulis merumuskan permasalahan-permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimana berkembangnya PKI di Indonesia pada tahun 1950-1965? 2. Bagaimana aksi yang dilakukan PKI melalui Gerakan 30 September di tingkat pusat?

Metode Penulisan Sejarah sebagai ilmu. 1. Dapat memahami dan menjelaskan tentang pemberontakan G30S/PKI 1965 di tingkat pusat dan penumpasannya serta tuntutan massa terhadap penumpasan G30S/PKI. 6. Untuk memperoleh dan memperkaya pemahaman tentang Sejarah nasioanal yang terkait dengan sejarah perjuangan mempertahankan ideologi Pancasila pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. 2. Dapat memahami arti sebuah perjuangan. Untuk ikut berperan serta dalam kegiatan ilmiah. Untuk memenuhi Tugas Akhir semester ganjil Mata Kuliah Dasar-dasar Ilmu Sejarah dan sebgai syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Semester I. Adapun kegunaan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. Dapat mengetahui aksi-aksi yang dilakukan oleh PKI di tingkat pusat. MenurutLouis Gottschalk (1975:34) menyatakan bahwa metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman san peninggalan sejarah masa lampau kemudian merekontruksinya berdasarkan data yang diperoleh. 5. serta cara penumpasan yang dilakukan oleh pemerintah serta tuntutan –tuntutan yang dilakukan oleh massa untuk membubarkan PKI dan Ormas-ormasnya di Indonesia. sehingga dapat menghasilkan bentuk . Dapat mengetahui tindakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam penumpasan G30S/PKI 4. Batasan Masalah Karena terbatsnya waktu dan referensi yang digunakan. Apa tuntutan massa dalam penumpasan G30S/PKI? 1.1996:16). Bagaimana tindakan yang diambil oleh pemerintah dalam penumpasan G30S/PKI? 4. 2. Dalam makalah ini digunakan metode historis dengan unsur utama kajian pustaka atau studi literatur sehingga sumber sejarah yang berupa bacaan atau literatur menduduki tempat yang penting. Dapat mengetahui tuntutan yang di ajukan oleh massa dalam penumpasan G30S/PKI.adalah susunamn pengetahuan dalam suatu sistem tertentu (a body of knowledge) yang disusun menurut suatu metode khusus. Untuk mempraktekan metodologi dan historiografi atau penulisan Sejarah. Dapat mengetahui berkembangnya PKI di Indonesia pada Tahun 1950-1965.3. Tujuan dan Kegunaan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1. maka Makalah ini hanya membahas tentang pemberontakan PKI pada tahun 1965 dan berkembangnya komunisme di indonesia pada tahun 1950-1965 di tingkat pusat. 3. 3. dengan tujuan untuk memperoleh kebenaran tentang sesuatu (Helius Sjamsuddin. khususnya ilmu Sejarah melalui studi kepustakaan guna memperkaya khazanah dunia ilmu. 1. 4.

historiografi. Sedangkan. Kritik ada dua macam. 1. Heuristik Heuristik adalah kegiatan menghimpun sumber-sumber atau jejak-jejak sejarah yang ada pada masa lampau. kemudian dilakukan kritik terhadap sumbersumber tersebut. Garis Besar Isi Isi dari makalah secara garis besar adalah sebagai berikut: Bab I. 1. dokumentasi organisasi. baik bentuk maupun isinya. Untuk memperoleh sumber sejarah yang relevan dengan perumusan masalah. masalah. hasilnya disusun secara kronologis dan sistematis. Historiografi adalah langkah penyusunan kisah sejarah berdasarkan kerangka dan rumusan masalah (Louis Gottschalk. dan garis besar makalah. buku-buku penelitian sejarah. Historiografi dalam penulisan pemberontakan G30S/PKI 1965 dan usaha pemberantasannya ini didekati dengan metode sejarah. Maka. Kemudian diberikan tafsiran-tafsiran dan dikorelasikan dari data pada sumber satu dengan sumber yang lain . Pendahuluan Bab ini berisi tentang latar belakang masalah. . Setelah ditentukan beberapa sumber yang yang mengandung permasalahan yang akan dibahas. metode penulisan. Hal ini mengingat informasi yang akan direkonstruksi merupakan peristiwa masa lampau. 1. Kritik intern adalah kritik yang dilakuakan terhadap isi materi . Kritik ekstern adalah kritik terhadap keaslian sumber. yaitu kritik intern dan kritik ekstern.1975:32). batasan masalah. Informasi-informasi tersebut didaptkan dengan studi pustaka. Kritik adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menyelidikai apakah sumber sejarah itu murni. Interpretasi Sumber sejarah yang terpilih kemudian di analisis dan di sintetiskan untuk mewujudkan adanya saling keterkaitan. Verifikasi Setelah langkah pengumpulan sejarah selesai maka langakah yang dilakukan selanjutnya adalah kritik sumber. maka cara yang dilakukan adalah melalui studi literatur. Historiografi Langkah ini meruapkan langkah terakhir yang dilakukan. karangan-karangan dari subjek yang diteliti akan menjadi bahan dasar dalam penulisan makalah ini. diberi batasan dan dirumuskan masalahnya dan siap untuk ditulis. langkah-langkah yang ditempuh adalah: 1. apakah sumber yang dipakai sebagai data tersebut dapat memberikan informasi yang dapat dipercaya atau tiadak. 1. tujuan dan kegunaan penulisan.

N. 1.aksi fitnah pada tubuh Angkatan Daratbahkan sampai melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap 7 perwira tinggi Angkatan Darat. Munculnya nama DN. serta menjamin keselamatan dan kewibawaan presiden demi keutuhan NKRI. Dalam bab ini akan dijelaskan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh panglima kostrad. dari aksi sabotase. Tahun 1950 Alam demokrasi liberal yang berlangsung di Indonesia pada kurun waktu 1950-1959 memberikan kesempatan kepada PKI untuk mengadakan rehabilitasi walaupun sebelumnya partai komunis itu telah melakukan pemberontakan. penemuan lokasi dimana para jenazah perwira diculik dan dibunuh oleh kaki tangan PKI Disini juga menyebutkan bagaimana reaksi rakyat dengan tindakan spontan yang dilakukan oleh massa dan trituranya. Aidit dalam Kepemimpinan PKI. Bab IV. BAB II BERKEMBANGNYA PKI DI INDONESIA TAHUN 1950-1965 1.Aidit sebagai pemimpin dalam PKI dan membuat provokasi dan ingin mengkomunismekan bangsa Indonesia dengan membuat partai dan menyusun program guna melaksanakan aksinya. Kemenangan PKI dalam pemilu 1955 membuat peluang PKI untuk membentuk negara dan masyarakat komunis yang sempat tertunda pada tahun 1948 semakin besar. Alimin mengakifkan kembali PKI pada 4 . Berkembangnya PKI di Indonesia Tahun 1950-1965 Pada bab ini dijelaskan berkembangnya pengaruh komunisme di Indonesiapada masa demokrasi liberal dan demokrasi terpimpin. Penumpasan G30S/PKI dan Tuntutan Massa Dalam Pembubarannya. Bab V. Yang akhirnya Pangkostrad Mayjend TNI Soeharto diberikan mandat oleh presiden pada tanggal 3 Oktober 1965 untuk melaksanakan pemulihan keamanan dan ketertiban. Kesimpulan Pada bab ini memuat kesimpulan tentang terjadinya pemberontakan yang dilakukan oleh Gerakan 30 September yang didalangi oleh PKI. Pada tanggal 11 Maret 1966 dikeluarkannya perintah kepada Letjend TNI Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perluuntuk menjamin keamanan dan ketertiban serta kestabilan jalannya pemerintahan dan revolusi Indonesia. Tampilnya D. Bab III. propaganda. Aksi G30S/PKI ditingkat Pusat Pada bab ini akan menjelaskan tentang aksi-aksi yang dilakukan oleh PKI.Bab II.teror . Dengan kemenangan tersebut maka banyak orang-orang PKI yang duduk dalam sistem pemerintahan hal ini dimanfaatkan untuk mengubah ideologi bangsa dari pancasila menuju ke komunisme. agitasi.

Aidit berhasil mengambil alih kepemimpinan PKI dan mengintensifkan propaganda untuk merehabilitasi nama PKI dengan mengeluarkan “Buku Putih” tentang pemeberontakan Madiun. bentuk perjuangan dan bentuk organisasi yang kemudian diikuti oleh PKI dalam tahun-tahun berikutnya. Adapun isi program tersebut adalah sebagai berikut. Alimin menuntut pengadilan dan penguburan kembali tokohtokoh PKIyang dihukum mati akibat pemberontakan PKI-Madiun. tetapi hal ini ditolak oleh pemerintah RI. sejumlah besar pimpinan PKI menjadi tahanan politik dan sebagian kecil melarikan diri.N. Akibat tindakan pemerintah itu. Njoto.N Aidit. Ketika mendarat di Tanjung Priok mereka dibantu oleh Kamarusaman bin Ahmad Mubaidah alias Sjam. sedangkan PKI melaksanakan gerakan bawah tanah. dan organisasi.N. Aidit adalah menyatukan kembali seluruh potensial partai. seperti Njoto dan Sudisman. yang sepenuhnya terkonsolidasi di lapangan idiologi. yaitu mengkomuniskan Indonesia. Kabinet Sukiman melakukan penangkapan dan penggeledahan dirumah. ü Membangun PKI yang meluas di seluruh negara dan mempunyai karakter massa yang luas.N. . Dengan berdasarkanMarxisme-Leninisme dan alanisis mengenal situasi kondisi Indonesia sendiri.aidit menyusun program partai untuk mencapai tujuannya. ü Membina front persatuan nasional yang berdasarkan persatuan buruh dan kaum tani. Sudisman dan Alimin. Pemimpin-pemimpin baru inilah yang kemudian berhasil membangun kembali dan mengembangkan PKI. Melalui konsep ini D.N. Sampai awal tahun 1952 Politbiro CC PKI memusatkan perhatian pada perumusan taktik utama.rumah para pemimpin PKI. Aidit kembali ke Indonesia dari Moskow. Tindakan pertama D. Bahkan.Aidit sekaligus menegaskan jalan yang revolusioner di samping cara-cara parlementer. Ia muncul dengan konsep baru yang dikenal dengan “Jalan Demokrasi Rakyat bagi Indonesia”. yang pada saat itu mempunyai kedudukan sebgai salah seorang pimpinan buruh di Pelabuhan Tanjung Priok. Pada bulan Januari 1951 CC(Comitt Central) PKI memilih politbiro baru yang terdiri atas D. Kepemimpinan D. Aidit menjadi semakin kuat setelah tokoh-tokoh muda lainnya. CC PKI di bawah pimpinan D.februari 1950. Aidit berhasil lolos dan melarikan diri ke Moskow. Politbiro ini menjalankan Strategi Front Persatuan Nasional[1]. Setengah tahun kemudian D. Oleh PKI peristiwa penangkapan dan penggeledahan ini disebut “ Razia Agustus 1951” dan dianggap sebagai provokasi pemerintah Sukiman dalam mencari alasan untuk membubarkan PKI.H Lukman. Aidit yang melarikan diri ke luar negeri akibat pemberontakan PKI-Madiun kembali lagi ke indonesia bersama M. Dalam operasi penangkapan ini D. Awal tahun 1951 DN Aidit jugsa merehabilitasi Mohammad Jusuf (orang yang pernah maha dikutuk oleh orang-orang komunis karena tindakan penyelewengan garis partai dengan melakukan pemberontakann melawan Pemerintah RI di bogor pada tahun 1946. politik. kepemimpinan Alimin ini tidak berjalan lama karena pada Juli 1950 D.N.) kemudian pada bulan agustus 1951 PKI menggerakkan kerusuhan-kerusuhan di kota Jakarta dan Bogor. Di Bogor banyak penduduk yang menjadi korban.N. bergabung.N. M. Akan tetpi. Tahun 1953 D.N.H Lukman.

Ketika kabinet Sukiman jatuh pada tanggal 23 februari 1952 sebagai akibat persetujuan Mutual Security Asct ( MSA )[4] dengan Amerika Serikat yang ditanda tangani oleh Menteri Luar Negeri Mr.Aidit mengatakan “ Kalau kita mau menang dalam revolusi. 1. Wilopo ( PNI ) ternyata terdapat pula menteri-menteri dari Masyumi. Kerja sama itu berpuncak pada usaha menjatuhkan kabinet Mr. Menurut jalan pikiran PKI. PKI perlu mengadakan aliansi dengan kekuatan-kekuatan politik yang penting.D. Namun. disesuaikan dengan kondisi nyata di Indonesia. meskipun kabinet itu dipimpin oleh seorang tokoh PNI. PKI pada Masa Demokrasi Liberal. Selanjutnya.dia dan kawan-kawannya mengambil kesimpulan bahwa untuk memperoleh kesempatan duduk dalam pemerintahan. yakni insiden antara polisi . kalau kita mau ambil bagian dalam mengubah wajah dunia.N. Tahun 1950-1959 Setelah D.Aidit ialah dengan memakai model partai komunis Uni soviet dan model partai komunis Cina sekaligus. Meskipun kemudian dalam kabinet baru yang dibentuk dibawah pimpinan Mr.memiliki tanah atau menyewa tanah . Dalam membangun PKI D.Achmad Soebardjo (Masyumi ).sumber prajurit revolusioner.Dalam pelaksanaan membina font persatuan nasional.Wilopo oleh PNI sendiri. yang potensial dan harus didekati adalah PNI. seperti pada masa sebelum pemberontakan PKI-Madiun. CC PKI mengeluarkan pernyataan politik yang pada hakikatnya menawarkan kepada PNI untuk membentuk kabinet tanpa Masyumi. Sebagai penyebabnya ialah peristiwa Tanjung Murawa di Sumatra Utara. jelas disini bahwa titik tolak strategi dan taktik PKI pada masa kepemimpinan D.N Aidit menaruh perhatian yang besar kepada para tani untuk dapat dimanfaatkan dalam mewujudkan konsep Demokrasi Rakyat.N. yaitu Partai Nasional Indonesia ( PNI ) dan Majelis Syura Muslimin Indonesia ( MASYUMI ). 2. Dengan propaganda yang menarik dilancarkan bahwa petani harus merdeka.di samping membina buruh dan tani.Aidit berpendapat bahwa desa adalah sunber bahan makanan.PKI merasa perlu untuk membina apa yang mereka sebut borjuis nasional[2] dan borjuais kecil[3] kota karena oleh PKI golongan-golongan ini dinilai sebagai sebagai golongan yang tertekan oleh penghisap imperalis asing. Pada awal tahun lima puluhan di Indonesia terdapat Partai besar.N. tetapi PKI tetap menyatakan dukungannya walaupun kecewa karena Masyumi diikutsertakan.Pembinaan kedua golongan ini amat penting.N.Aidit memperoleh kesempatan merehabilitasi PKI dalam alam demokrasi liberal.dan menerima upah dengan harga yang sesuai dengan yang di kehendakinya. maka kita harus mempunyai partai model partai komunis Uni Sofiet dan model partai komunis Cina” Jadi.PKIdi bawah kepemimpinan D.dan sebagai basis untnk merebut kembali perkotaan.sebagai tempat menyembunyikan diri jika terpukul di perkotaan. Pernyataan dukungan PKI itu berisi pembetitahuan kepada partai-partai pendukung kabinet bahwa PKI sedia mendukung mereka dengan satu imbalan yang ringan. Upaya PKI tersebut beshasil dan sejumlah pimpinan PNI mulai bekerja sama dengan PKI.kalau kita mau mengubah wajah masyarakat yang setengah jajahan menjadi Indonesia yang merdeka penuh. yaitu agar partai-partai politik mengahpuskan kecurigaan dan sikap anti terhadap PKI beserta organisasi-organisasi massanya ( ormas-ormasnya ).

kabinet Mr. Ali Sastroamidjojo II. PKI masuk salah satu dari empat besar setelah PNI. tetapi PKI tetap membela kabinet Mr. PKI meniadakan tuntutanya untuk duduk di dalam kabinet baru. Kabinet yang tersusun setelah pemilu ini dinamakan Kabinet Mr. Dengan kemenangan itui. jika diingat kembali bahwa tujuh tahun sebelumnya PKI pernah mengkhianati perjuangan bagsa Indonesia. Presiden Soekarno berpendapat bahwa PKI perlu dikutsertakan dalam kabinet karena partai itu telah berhasil tampil sebagai salah satu dari empat partai besar dalm pemilu. Peristiwa ini merupakan kesempatan bagi PNI dan PKI untuk merongrong Gubernur Sumatra Utara. Ali Sastroamidjojo II memang sulit. sikap Presiden Soekarno tersebut telah banyak menolong PKI dalam proses perkembangan politik Indonesia selanjutnya.Wilopo jatuh PKI mengeluarkan pernyataan yang menuntut pembentukan kabinet baru sesuai dengan Font Persatuan yang di dalamnya termasuk PKI. Dengan hasil yang dicapainya itu. Kabinet ini disebut kabinet Mr. Meskipun PKI mendapat suara yang cukup besar dalam Pemilu. Keadaan yang dihadapi kabinet Mr.N. Moh. Setelah satu bulan. PKI memberikan dukungannya secara gigih pada PNI. Aidit sungguh sesuatu yang luar biasa. presiden Soekarno secara terbuka menyatakan keinginannya agar PKI diikutsertakan dalam kabinet. Akan tetapi. Walaupun diketahui oleh umun bahwa kabinet tersebut tidak berhasil mengatasi kesulitan ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia. Dalam suasana ysng kurang menguntungkan bagi PKI tersebut. apalagi setelah Drs. Dan pernyataan PKI setelah mendukung kabinet itu disebutkan bahwa kabinet itu sebagai suatu “Kemenangan gemilang daripada demokrasi terhadap fasisme[5]”.Wilopo jatuh. Aidit yang intensif sehingga pada Pemilihan Umum tahun1995 PKI berhasil mengumpulkan enam juta suara pemilih. Krisis kabinet berlangsung agak lama dan beberapa formatur telah menemuai kegagalan.Ali Sastroamijojo 1.dan penyerobot tanah perkebunan milik Negara yang didukung oleh PKI. tetapi tanpa Masyumi dan PSI. Setelah kabinet Mr. yang kedua-duanya dari Masyumi. Kemenagan yang dicapai PKI dalam Pemilu 1955 sebagai hasil aglitasi dan propaganda D.Ali Sastroamijojo I. namun PKI tidak berhasil duduk dalam kabinet yang terbentuk setelah pemilu tersebut.Moh. PKI mengadakan pembelaan yang keras untuk kabinet dan menyerang kelompok-kelompok yang hendak menjatuhkannya.Roem. tetapi tanpa Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia (PSI). terbentuknya kabinet baru dibawah pimpunan Mr. keinginan presiden tidak terwujud karena kabinet yang terbentuk adalah kabinet koalisi antara PNI-Masyumi-NU. Walaupuin gagal. Berpisahnya Dwitunggal Soekarno-Hatta[6] ini merupakan perkembangan yang menguntungkan bagi PKI karena setelah itu PKI lebih leluasa geraknya didalam upaya menarik Presiden Soekarno agar lebih dekat lagi kepda PKI. Setiap kali kabinet terrancam perpecahan dari dalam. Akhirnya. Posisi PKI menjadi semakin mantap berkat aglitasi dan propaganda D.Ali Sastroamidjojo ( PNI ) dengan menteri-menteri dari berbagai partai kecil.N. Dalam pernyataan berikutnya.Ali Sastroamijojo 1. PKI berusaha . Hatta mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Presiden pada bulan Desember 1956. Masyumi. Abdul hakim dan Menteri Dalam Negeri Mr. dan Nahdatul Ulama(NU). Selama masa pemerintahan kabinet Mr.

yaitu adanya organisasi-organisasi yang bersimpati dan mendukung PKI. PKI segera menyatakan dukunhgannya. dan melalui pemerintahan koalisi nasional itulah akan dapat diwujudkannya Front Persatuan Nasional. bahkan ada yang tidak berahgama sama sekali. Preiden Soekarno menghendaki agar orang-orang PKI duduk dalam kabinet dan Dewan Nsioanal tersebut walaupun beliau belum mengetahui bahwa banyak partai politik yang tidak menyetujui gagasannya. Presiden Soekarno pada tanggal 5 Juli 1959 mengumumkan dekrit kembali ke UUD 1945. Isi dekrit presiden 5 Juli 1959 adalah sebagai berikut: 1. yakni membentuk negara lain masyarakat komunis yang sebenarnya tidak dikenal dalam kehidupan bangsa Indonesia yang berfalsafah Pancasila. PKI berusaha menggati sila pertama dari pancasila. PKI melakukan langkahnya dengan cara menanamkan pengaruhnya diberbagai bidang kehidupan kenegaraan. keinginan Presiden Soekarno itu sangat menguntungkan. Menurut PKI tidak semua masyarakat Indonesia beragama monotheis. Jelaslah bahwa sejak semula PKI sudah berusaha untuk mengganti Pancasila denagn paham lain. PKI telah melancarkan upaya perubahan yang mendasar terhadap pancasila. bauki dibidang ideologi. banyak di antaranya yang beragama politheis. ketidakpuasan yang melahirkan keteganganketegangan politik terus meningkat.kembali untuk mewujudkan tujuan politiknya yang telah gagal mereka capai pada tahun 1948. Tahun 1959-1965 Konstituante hasil pemilu 1955 tidak berhasil menyusun Undang-undang dasar baru sebagai Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS). PKI menyusun strategi politiknya dalam Kongres V yang diselenggarakan tahun 1954.. yakni “Ketuhanan Yang Maha Esa” dengan rumusan “kemerdekaan beragama”. 1. Dengan alasan untuk menyelamatkan negara dan bagsa dari perepecahan. 3. Untuk mengatasi kemacetan di dalam Dewan Konstituante. PKI pada Masa Demokrasi Terpimpin. yang didalamnya duduk wakil-wakil parpol dan semua golongan fungsional. terutama mengenai pembentukan kabinet Gotong Royong dan pelaksanaan Demokrasi Terpimpin. Dibidang ideologi. Disamping berkembangnya pengaruh PKI. Dalam gagasan itu Presiden mengemukakan konsep politik yang disebut Demokrasi terpimpin. politik maupun dibidang militer. yang kemudian dikenal sebagai “Konsepsi Presiden”. Oleh karena itu. Bagi PKI. Untuk mencapai tujuan politik tersebut. seperti yang dikemukakan oleh Njpto dalam sidang-sidang Konstutuante tahun 1958. Dalam rangka melaksanakan konsep tersebut Preisden mengusulkan pembentukan kabinet Gotong Royong dan Dewan Nasional. Ketidakberhasilan itu disebabkan oleh adanya perbedaan pendapat yang tajam mengenai dasar negara di antara anggota-anggota konstituante. Salah satu sasaran dari strategi ini adalah menanampakn paham komunisme dikalangan anggota-anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI)sebgai kekuatan sosial politik yang menentang PKI. Soekarno yang telah berhasil didekati oleh PKI melontarkan sebuah konsepsi yang disampaikannya pada tanggal 21 Februari 1957 dalam pidatonya yang berjudul “Menyelamatkan Republik Indonesia”. Dibidang politik dan milter. Dengan terbentuknya pemerintahan koalisi nasional. Bubarkan Konstituante . Strategi politik itu mereka sebut Metode Kombinasi Tiga Bentuk Perjuangan (MKTBP).

Keberhasilan PKI secara politik semakin memperkuat PKI untuk memperbesar dan mancapai cita-citanya. Kemudian dirngkatkan menjadi “ofensif revolusioner[11]”. yang menjadi anak organisasi PKI atau yang sudah dipengaruhi PKI. D. Selain itu. apalagi dengan adanya bukti terjadinya kekacauan oleh PKI di beberapa daerah tersebut. Untuk itu. Yang memimpin Panitia Kerja Dewan Pertimbangan Agung itu adalah D. tetpai preisden tidak mengindahkannya. tetapi dalam kenyataannya menyimpang dri tujuan tersebut karena badan itu menjadi sasaran penggarapan PKI untuk dibawa kedalam strategi Front Persatuannya. Meskipun upaya PKI untuk mendominasi isi manipol sesuai dengan konsep MIRI mendapat hambatan yang gigih dari tokoh-tokoh anti komunis di DPA. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk memasukkan program-program PKI kedalam GBHN. Keleluasaan PKI semakin bertamabah ketika Presiden membentuk Front Nasional[9].2. Belakunya kemabali UUD 1945 dan tidak berlakunya UUDS 1950 3. Pembentukan MPRS dan DPAS Penjelasan mengenai Dekrit Presiden 5 Juli 1959 tersebut disampaikan dalam pidatonya yang berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita”. bahkan sebaliknya beliau memperingatkan TNI-AD supaya fobi (perasaan takut terhadap sesuatu tanpa sebab tertentu) terhadap PKI. serta melarang media massa PKI terbit dan beredar. dua tahun sebelum Presiden mengucapkan pidato “Penemuan Kembali Revolusi Kita”. seperti di sumatera Selatan. ketua CC PKI. Seperti Pertindo dan mensyusupi PNI melalui Ir. yang di ucapakan tanggal 17 Agustus 1959. yang ditujukan kepada semua kekuatan sosial politik yang tidak mereka senangi. PKI berusaha pula merangkul golongan lain yang kiranya dapat dijadikan “kawan”.N. Dan menyapaikan kepada preisden agar tidak percaya terhadap loyalitas PKI.N. . Pimpinan TNI-AD menilaia bahwa kritik dan tuduhan itu adalah upaya untuk mengacau keadaan. dan Sulawesi Selatan. Bersama dengan dilancarkannya kritik dan tuduhan tersebut. PKI melakukan pengacauan di beberapa daerah. Pembentukan Front Nasional tersebut semula dimaksudkan sebagai penggerak masyarakat.surachman. PKI bersusaha membawa Font Nasional menjadi alat politiknya dengan cara memanfaatkan organisasi-organisasi massa. yang ketika itu menjabat sebagai Sekjen DPP PNI. Kalimantan Selatan. Aidit berussahaq memenfaatkan kedudukannya itu untuk merumuskan isi manipol sesuai dengan thesis revolusi PKI. Oleh Perpeda dilakuikan pula penangkapan dan pemeriksaan terhadap tokoh-tokoh PKI. Presiden Soekarno selanjutnya meminta kepada Dewan Pertimbangan Agung (DPA) agar isi pidato tersebut dirumuskan menjadi Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Aidit. namun konsep manipol akhirnya disetujui Presiden. Untuk memperoleh perimbangan kekuatan. Pertengahan tahun 1960 PKI mencoba kekuatannya untuk menghadapi TNI-AD dengan melancarkan kritik dan tuduhan bahawa TNI-AD tidak bersungguh-sungguh dalam menumpas pemberontakan PRRI/Permesta (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia/Perjuangan Rakyat Semesta). PKI melukan “ofensif manipolis[10]”. yang kemudian dikenal sebagai “Manifesto Politik (manipol) RI[7]”. TNI-AD melalui wewenagnya selaku Penguasa Perang Daerah (Peperda) menghentikan dan memebekukan berbagai kegiatan PKI atas dasar Undang-Undang Keadaan Bahaya yang sedang berlaku pada saat itu. yaitu “Masyarakat Indonesia dan Revolusi Indonesia (MIRI)[8]” yang diruskan PKI tahun1957.

antara lain sebagai berikut : 1. Presiden memanggil para pemimpin partai ke istana Bogor dan memerintahkan nmereka menyusun sebuah rumrusan menyelesaikan masalah persengketaan antar partai. BAB III AKSI G30S/PKI DI TINGKAT PUSAT 1. Posisi PKI semakin kuat dengan dibentuknya kabinet Dwikora pada tanggal 27 Agustus 1964. 2. kecuali dengan melancarkan fitnah dan kampanye menjelek-jelekkan Jendral A. Pengindonesiaan Marxisme 5. Bung Karno. dan terus mengawasi gerak-gerik PKI. Bagi PKI tidak ada cara lain untuk kabur dari pengawasan tersebut. Deklarasi itu drianggap sebagai cetusan kebulatan tekad partai-partai dihadapan Pemimpin Besar Revolusi. Pada tanggal 12 Desember 1964 sepuluh paarpol menandatangani sebuah deklarasi yang disebut deklasi Bogor.H. Selnjutnya. Chaerul Saleh. Oleh Wakil Perdana Menteri III. Soal dokumen rahasia tidak disebut-sebut dalam deklarasi tersebut dan dengan demikian masalahnya doianggap selesai. PKI Melaksanakan Tindakan Peningkatan Situasi Ofensif Revolusioner. Sementara itu. Aksi yang menuntut penyitaan milik inggris dan AS 3. dan aksi tunjuk hidung 4. PKI tetap meyakinkan kepada Presiden bahwa dokumen itu palsu. Mr. buatan kaum Trotskyst[13]yang dibantu kaum Nekolim[14] berusaha untuk menghancurkan PKI. Pembentukan Komando Tertinggi Retrooling[12] Aparatur Negara ternyata sejalan dengan PKI. ABRI tidak tinggal diam. Secara intensif PKI melancarkan tuduhan kontra revolusi terhadap lawan-lawan politik mereka. tuntutan penggantian pejabat yang anti PKI. PKI membantahnya dan dengan berbagai dalih mengatakan bahwa dokumen tersebut adalah dokumen palsu. Dr. Tahun 1964-1965 . Selama tahun 1964 itu dapat dicatat sejumlah aksi yang dilakukan PKI. Untuk meredam ketegangan. Gerakan riset di kecamatan-kecamatan untuk memastikan kekuatan apa yang oleh PKI disebut petani miskin. dokumen itu diserahkan kepada ketua umum DPP PNI. 1. seorang tokoh Partai Murba. pada tahun 1963 tersiar adanya dokumen CC PKI yang berisi program rahasia yang berjudul “Resume Program dan Kegiatan PKI Dewasa Ini”. Namun. Nasution sebagai seorang tokoh ABRI yang dikatakannya ingin menyabotase Nasakom. Tersiarnya dokumen rahasia itu menyebabkan ketegangan Politik makin meningkat karena partai-partai lain mencurigai OKI.Tahun 1964 intensitas ofensif revolusioner PKI terhadap tokoh-tokoh politik yang dianggap sebgai lawannya makin ditingkatkan. Aksi-aksi teror di berbagai daerah. Dokumen rahasia itu diketemukan oleh anggota Partai Murba. karena itu pembentukan ini mereka sambut dengan tangan terbuka. Aksi menuntut retooling. dokumen itu dipaparkan dalam sidang kabinet pada awal Desember 1964. Ali Sastroamidjojo. yang didalamnya duduk beberapa tokoh PKI Sebagai Menteri Koordinator (Menko) dan menteri. Pragram itu berupa program jangka pendek yang berisis penilaian situasi dan rencana aksi untuk mewujudkan tujuan akhir PKI.

Untuk dapat mempengaruhi para petani tersebut.kegiatan-kegiatan tersebut antara lain adalah: 1) Tindakan Sabotase terhadap Transportrasis Umum Kereta Api oleh Serikat Buruh Kereta Api Tindakan sabotase yang dilakukan kaum Komunis terhadap sarana-sarana penting Pemerintah mulai terlihat sejak bulan Januari 1964 rangkaian kereta api rute selatan melanggar sinyal dan langsung masuk stasiun purwokerto.N Aidit serta 58 tokoh PKI termasuk didalamnya Himpunan Sarjana Indonesia (HSI) yang terpengaruh oleh PKI mengadakan gerakan Turba (Turun Kebawah) yang sekaligus melakukan penelitian yang bertujuan untuk membuktikan bahwa petani di daerah Jawa sangat miskin dan sangat potensial untuk digerakkan mendukung program PKI melalui aksi-aksi melawan tuan tanah di desa-desa. peristiwa yang sama terjadi di Kroya. Menyususul kemudian beberapa kasus lepas dan larinya gerbong-gerbong dari rangkaian lokomotifnya di Tanah Abang tanggal 18 agustus 1964. kasus tabrakan antara dua rangkaian Kereta Api juga terjadi di Kallyasa. Dari hasil interogasi oleh aparat keamanan menunjukkan bahwa kasusu-kasus yang terjadi merupakan tindakan kesengajaan (sabotase) yang bertendensi politik. untuk memepertajam pertentangan kelas sesuaia dengan doktrin MarxismeLeninisme. tuan tanah. A. organisasi Politik. Jawa Barat.Setelah penyusupan kader-kader PKI ke dalam tubuh aparatur negara. ketua CC PKI D.untuk menciptakan suasana revolusionr. 2) Aksi-Aksi Sepihak BTI (Barisan Tani Indonesia) Pada tanggal 23 Mei 1964. Para pelaku adalah anggota Serikat Buruh Kereta Api(SBKA) yang merupakan organisasi yang berada dibawah naungan Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI). termasuk ABRI. Tanggal 14 Mei 1964 di Cirebon dan Semarang. di Bandung tanggal 31 Agustus 1964. jawa tengah sehingga menabrak rangkaian gerbong yang berhenti di stasiun tersebut. serta tanggal 6 Juli 1964 di Cipapar. Seminggu kemudian tanggal 18 Oktober 1964 di daerah yang sama yaitu Tasikmalaya terjadi kasus kecelakaan yang menimpa 20 rangkaian gerbong KA yang mengangkut peralatan Militer. aksi sepihak dan teror. tukan ijon. Sala. selain dilakukan melalui kegiatan-kegiatan politik yang menghebat. PKI berpura-pura membantu mereka dengan cara melakukan kampanye penuntutan Undan-undang Bagi hasil tanah pertanian. Sejalan dengan kampanye tersebut. juga melalui kegiatan-kegiatan sabotase. PKI mengkampanyekan pula sikap anti “Tujuh Setan Desa” yaitu. dan Oraganisasi kemasyarakatanmencapai taraf yang oleh PKI dinilai cukup kuat. Pada tanggal 30 April 1964. Jawa Tengah. hal tersebut meliputi: 1. setelah kegiatan HUT ke-44 PKI yang dilaksanakan di Semarang . lintah darat. tengkulak. bandit desa dan pemungut/pengumpul . kapitalis birokrat (kabir). Tasikmalaya tanggal 11 Oktober 1964. Aksi Sepihak dan Aksi Teror Upaya PKI. Tanggal 6 Februari 1964. Jawa Tengah. Sabotase. maka PKI mulai melaksanakan kegiatan yang mereka sebut sebagai tahap ofensif revolusioner.

3) Aksi-aksi Teror 1) Peristiwa Kanigaro Kediri Tanggal 13 Januari 1965 sekitar pukul 04. mereka menghancurkan perpustakaan USIS yang berada di Jakarta dan Surabaya. Untuk memperkuat tuntutan tersebut pada tanggal 28 Februari 1965 sejumlah massa PKI berdemonstrasi didepan ksiaman Dubes AS. Kediri.zakat. Oetami Soeryadarma menuntut agar American Motion Pictures association Of Importers (AMPAI)dibuabarkan. United States Information Services(USIS) di seluruh indonesia. Pada tanggal 15 dan 16 Oktober 1964 terjadi pengeroyokan dan penganiayaan terhadap 7 anggota polisi kehutanan. Atas hasutan tokoh-tokoh PKI setempat ratusan massa BTI melakukan pengeroyokan terhadap seorang petani yang bernama Partosoekardjo sehubungan dengan sewa-menyewa dengan Kartodimedjo. Kediri. Howard P. mengadakan terot denagn melakukan penyerbuan terhadap para akytivis Pelajar Islam Indoneisa (PII) yang sedang mengadakan pelatihan mental di desa Kanigoro. 2) Aksi Massa BTI di Jawa Barat Kemudian rentetan aksi BTI berikutnya terjdi di area kehutanan milik negara di hutan Karticala dan tugu. Jones seminggu kemudian Gerwani mengirim telegram kepada . Kecamatan Wonosari. 2) Aksi Massa dan Demonstrasi Anti Amerika Awal Desember 1964 sejumlah massa pendukung PKI mengadakan demonstrasi untuk memprotes kehadiran dan kegiatan Kantor Penerangan AS. Kabupaten Klaten pada tanggal 26 Maret 1964. Dalam melaksanakan kampanye melawan “Tujuh Setan Desa”. Wakil Ketua Umum Panitia Aksi Pembikotan Film Amerika Ny. Soerdjadi. 3) Aksi Massa BTI di Jawa Timur Pada tanggal 15 Januari 1965 terjadi gerakan aksi massa yang dilakukan oleh BTI di desa Gayam.30 massa anggota PKI yang di pimpin oleh Ketua Pengurus Cabang Pemuda Rakyat Daerah Kediri.sekitar 1000 orang anggota BTI menyerbu dan menganiaya seorang petani bernama Soedarno yang sedang mengerjakan lahan sawahnya dengan alasan sawah yang dikerjakan oleh Soedarno adalah sawah sengketa. kabupaten indramayu. aksinya antara lain: 1) Aksi Massa BTI di Jawa Tengah Kasus peratama yang mengawali aksi massa oleh BTI[15] adalah terjadinya konflik fisik anttara kurang lebih 1000 orang sesama petani di desa Kingkang. PKI dengan gencar melakukan aksi massa dan aksi sepihak secara sistematis dan terencana. Dalam aksi massanya. Pada tanggal 11 Desember 1964. yang menjaga perkebunan milik negara. Pada kesempatan itu PKI/PR melakukan pemukulan dan penganiayaan terhadap para Kyai dan Imam masjid serta merusak rumah ibadah bahkan menginjak-injak kitab suci Al-Qur’an.

Dua minggu setelah peristiwa di kantor AMPAI Jalkarta. Agitasi dan Propaganda Rangakaian aksi Massa PKI dalam rangka menciptakan situasi ofensif revolusioner lebih di tingkatkan lagi melalui aglitasi dan Propagandadengan tujuan untuk lebih membakar emosi massa. Bogor meskipun Bill Palmer tidak ada dikediamannya saat itu. khususnya TNI-AD. maka tinggallah satu kekuatan sebagai penghambat utama bagi pelaksanaan program politiknya. PKI melancarkan isu Dewan Jendral. Karenanya PKI menyusun konsep-konsep kegiatan yang bertujuan melemahkan posisi pimpinan TNI-AD. Slogan politik tentang keterlibatan PKI dan mewarnai kehidupan politik dimana-mana sehingga gamabaran apa yang di sebut sebagai situasi ofensif revolusionerbenar-benar snagat mendominasi kohidupan sosial-politik mkasyarakat saat itu. Brigjend TNI Sutoyo S. dan seolah-olah Dewan Jendral adalah kelompok Perwira Tinggi TNI-AD yang tidak loyal . PKI juga memanfaatkan program pendididkan kader revolusi dan kader Nasakom yang diselenggarakan oleh pemerintah melalui Front Nasional. Isu Dewan Jendral terus dilakukan dalam bentuk desas-sesus yang memperburuk citra TNI-AD. antara lain Jendral TNI A. baik parpol. ormas maupun perorangan. Parman. Mayjend TNI Haryono M. PKI membangkitkan semangat progresif revolusioner dengan melakukan pidatopidato di segala forum kegiatan. Dikatakan bahwa Dewan Jendral terdiri atas sejumlah Jendral TNI-AD. Nasution. Soebnandrio agar menyatakan Pesona non Gatra[16] terhadap direktur AMPAI. Diantaranya dengan melakukan fitnah politik yangditujukan kepada TNI-AD 1. 1. Mayjend TNI S. Dalam upaya tersebut. Isu Dewan Jendral Dalam rangka memperburuk citra TNI-AD. antara lain Kantor Berita antara dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Yani. 2. dan Brigjend TNI Sukendro yang mempunyai sikap antipati terhadap PKI. dan sekaligus mengusirnya dari Indonesia. Isu ini disebarluaskan melalui anggota0anggota PKI yang aktif bekerja dalam berbagai lingkungan. Brigjend Pol Soetarto yang juga merupakan anggota PKI. Melalui tokoh-tokoh utamanya. Bill Palmer. Aksi Fitnah Terhadap Pimpinan TNI-AD tahun 1965 Setelah PKI secara politis berhasil memperlemah lawan-lawannya. Brigjend TNI D. yaitu ABRI. maka salah seorang anggota PKI yang duduk dalam DPR-GR bernama Soedjarwo Harjowisastro memberikan isu tersebut sebagai informasi kepada Kepala Staf BPI (Badan Pusat Intelijen). Agar isu ytersebut sampai kepada Presiden. Mayjend TNI Soeprapto.H. baik pemerintahan maupun non pemerintahan.T. B. Letjend TNI A. pada tanggal 1 April 1965 seluruh massa pendukung PKI menyerang villa milik Direktur AMPAI di tugu puncak.Presiden dan Menlu Dr. 1.I Pandjaitan. PKI menggunakan unsur pers ysng sudah didominasi PKI.

Lingkup penyebaran isu Dewan Jendral adalah sebagai berikut: 1. Dengan isu tersebut. Pda lingkup ini PKI ingin memberi kesan bahwa Dewan Jendral adalah sebuah badan dalam TNI-AD yang tidak dapat dijamin loyalitasnya kepada BPR.kepada Presiden dan mempunyai kegiatan politik menilai kebijaksanaan Presiden. Penyebarluasan isu yang menyatakan tentang adanya Dewan Jendral didalam tubuh TNIAD yang mempunyai tugas khusus memikirkan usaha-usaha dalam rangka menghadapi kegiatan yang bersifat “kiri[17]”. biro khusus secara intensif mempengaruhi iknum-oknum anggota ABRI yang telah dibinanya dengan BrifingBrifing situasi politik. Isu ini semakin berkembang dengan tersiarnya “dokumen Gilchirst[18]” pad bulan Mei 1965 4. Pada sekitar awal bulan september 1965 dilancarkan isu bahwa Dewan Jendral akan merebut kekuasaan dari presiden Soekarno dengan memanfaatkan pengerahan pasukan dari daerah uang didatangkan ke Jakarta dalam rangka peringatan HUT ABRI pad tanggal 5 Oktober 1965. PKI telah menciptakan Isu Kabinet Dewan Jendral sebgai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) Perdana Menteri :Jendral TNI A. PKI ingin menciptakan kesan bahwa TNI-AD merupakan kekuatan yang bersifat “Kanan” yang anti PKI. Parman 1. Oraganisasiorganisasi yang bernaung dibawah PKI digunakan sebagai sarana untuk menyebar luaskan isu tersebut. Dalam rangka menyiapkan Gerakan 30 September. Yani Menteri Dalam Negeri Menteri Luar Negeri : Hadisubeno : Roeslan Abdulgani Menteri Hubungan Dagang LN: Brigjend TNI Sukendro Menteri Jaksa Agung : Mayjend S. Diisukan bahwa Dewan jendral yang disebut sebagai kekuatan kanan mempunyai tujuan yaitu meniklai kebijaksanaan Presiden selaku Pemimpin Besar Revolusi. Diberitakan Dewan Jendral bekerjasama dengan imperalis. Nasution Wakil PM/Menteri Pertahanan : Letjend TNI A. Kemudian. yang intinya : 1) 2) Ada Dewan Jendral yang akan mengadakan perebutan kekuasaan dari Presiden Perlu ada gerakan m iliter untuk mendahului rencana Dewan Jendral tersebut . dalam rangka upaya PKI meyebarluaskan kesan kepada masyarakat seolah-olah TNI-AD telah mengkhianati perjuangan rakyat Indonesia. Tujuannnya adaah menhgadu domba antar TNI-AD dengan Presiden 3. dan mulai terdengar bulan Mei 1965.H. 2. untuk lebih meyakinkan masyarakat mengenai kebenarannya.

Pada tanggal 26 Mei 1965 Dr. Segera setelah membaca surat tersebut. Dalam pidatonya pada HUT PKI ke-45. antara lain kepda delegasidelegasi yang hadir pad KAA II di Aljazair. A. Peringatan secara besar-besaran ini merupakan suatu pameran kekuatan yang dilakukan ditengah suasana politik yang semakin memanas. Brigjend TNI Soepardjo dan Kolonel Inf. yang bernama lengkap Sir Andrew Gilchirst adalah duta besar Inggris di jakarta yang bertugas pada tahun 1963-1966. Sementara itu. Latief tiba di lubang buaya. Kekuatan bersenjata yang tergabung dalam Pasukan Pasopati terdiri atas satu Batalyon Infanteri (minus) dari Brigare Kolonel Inf. Soebandrio membawa konsep Gilchrist serta beberapa salinannya ke Istana Merdeka danm melaporkannya kepada Presiden. satu Kompi Cakrabirawa dari . Pomo. HUT PKI dirayakan secara besar-besaran dengan puncaknya pada rapat raksasa di gelora senayan tanggal 23 Mei 1965. Isu Dokumen Gilchrist Bersamaan dengan penyebarluasan isu Dewan Jendral tersiar pula isu adanya Dokumen Gilchrist. A. Gilchrist. Soebandrio pada tanggal 15 Mei 1965 melalui pos jakarta berupa sebuah konsep surat ketikan tanpa adnya tanda tangan atau paraf si pembuat melainkan hanyalah sebuah nama Gilchrist . sedangkan didalam negeri salinan surat tersebut disebarluaskan oleh BPI(Badan Pusat Intelijen). Pasukan Pasopati Tugas Pasukan Pasopati adalah menculik para Jendral Pimpinan TNI-AD dan membawanya ke Lubang Buaya. presiden memerintahkan pemanggilan para panglima Angkatan kedalam Istana Negar. Yani menerangkan bahwa dalam AD tidak ada Dewan Jendral yang bertugas menilai kebijaksanaan politik presiden. Pembagian Tugas Pasukan Penculik 1.Bentuk pengembangan isu Dewan Jendral menjadi rencana matang akan adanya perwira-perwira yang berpikiran maju mendahului rencana Dewan Jendral. Ia memberikan perintah pelaksanaan kepda semua komandan pasukan agar segera berangkat menuju ke sasaran masing-masing yang telah ditetapkan. 3. Soebandrio menyatakan bahwa dokumen imperialis/CIA telah jatuh ketangan kita dan sekarang berada di tangan PBR(Pemimpin Besar Revolusi). Latief. Dalam pertemuan tersebut menaggapi pertanyaan Presiden. Aksi Bersenjata Gerakan 30 September Pada Awal Oktober 1965 Di Jakarta. yang bertugas memberikan saran atau pendapat kepada Men/Pangad tentang jabatan dan Kepangkatan Perwira Tinggi AD. dalam surat pengantarnya dituliskan bahwa apa yang disebut surat Gilchrist itu diperoleh dari rumah peristirahatan William (Bill) Palmer di puncak sewaktu diadakan pengobrak-abrikan oleh massa atas rumah gtersebut. Untung dengan diikuti Sjam. 1. 1. tanggal 1 Oktober 1965 sekitar pukul 01. Dr. Dokumen Gilchrist diterima oleh Dr. Men/Pangad Letjend A.30 letkol Inf. yang ada adala Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) AD. Olehnya kemudian salinan Dokumen Gilchrist itu kemudian dibagi-bagikan di luar negeri. 1.

dengan kekuatan satu pleton dan satu kelompok Sukwan PKI d) Pasukan yang ditugasi menculik Mayjend TNI Soeprapto dibawah pimpinan Serda sulaiman.I Pandjaitan dipimpin oleh Serda Sukardjo. dengan kekuatan satu pleton dan kelompok Sukwan PKI f) Pasukan yang ditugasi menculik Brigjend TNI Sutojo S. A.H Nasution dibawah pimpinan Pelda Djahurup. dan pleton-pleton sukwan PKI Lettu Inf. dengan kekuatan satu kompi pasukan bersebjata dan dua regu Sukwan PKI c) Pasukan yang ditugasi menculik Mayjend TNI S. dengan kekuatan satu kompi pasukan bersenjata dan stu pleton sukwan PKI. a) b) c) d) Sektor Jakarta Pusat/kompleks istana Kepres Sektor Jatinegara Sektor Senen dan Kemayoran Sektor Tanjung Priok . Parman di bawah pimpinan Serma Satar. dengan kekuatan satu pleton dan satu kelompok Sukwan PKI e) Pasukan yang ditugasi menculik Mayjend TNI Haryono MT dipimpin oleh Serma Bungkus. anak buah Letkol Inf. kuntjoro. Pasukan ini bertugas pokok menguasai kota Jakarta yang telah dibagi menjadi enam sektor. Untung. anak Buah Kol.Batalyon pimpinan Letkol Inf. anak buah Letkol Inf. Dul Arief yang bertinfak sebagai pimpinan pasukan Pasopasti segera mengumpulkan pasukan dalam formasi yang telah ditentukan. Kontjoro. Untug. yaitu. Untung. dengan kekuatan satu pleton dan satu kelompok Sukwan PKI g) Pasukan yang ditugasi menculik Brigjend TNI D. a) Pasukan yang ditugasi menculik Jendral TNI A. Latief. Latief. b) Pasukan yang ditugasi Letjen TNI A.Inf A. anak buah Kapten Inf. dan satu Kompi Infanteri pimpinan Kapten Inf. Kuncoro. Bambang Supeno. anak buah Letkol Inf. anak buah letkol Inf. anak buah Letkol Inf. Untung. dengan kekuatan satu pleton dan satu kelompok Sukwan PKI. Yani di bawah Pimpinan Peltu Mukidjan. Untung. dipimpin oleh Serma Sarono. empat Batalyon sukwan PKI. Suradi berasal dari Briginf pimpinan Kol. 1. Pasukan Bimasakti Kekuatan bersenjata yang dialokasikan kepada Pasukan Bimasakti terdiri atas satu Batalyon Infanteri di pimpin oleh Mayor Inf.Inf. Satu pleton dari batalyon infantri pimpinan Mayor Inf. Sukirno/kapten inf. dan satu batalyon Infanteri yang dipimpinn oleh Kapten Inf. Untung.

Satuan ini berfungsi sebagai pasukan cadangan yang bertugas menampung tawanan hasil penculikan dan melakukan pembunuhan serta menguburkan korban-korban hasil penculikan. Ibu Nasution ketika mengetahui ada sejumlah orang bersenjata masuk secara paksa kedalam rumah. tetpi ia ditangkap oleh gerombolan penculik dan .H.H.e) f) Sektor Kemayoran Lama Sektor Grogol Sejak dini hari.H Nasution di jalan Teuku Umar 40 Jakarta. 1. Nasution tentang datangnya orang-orang berseragam yang mungkin bermaksud tidak baik. terbangun karena kegaduhan di luar kamar. anggota penculik segera melepaskan tembakan kearahnya. Kemudian ia keluar kamar untuk memeriksa apa yang terjadi.H. tetapi seorang penculik melepaskan tembakan otomatis dan mengenai punggung Ade Irma Suryani. Objek-objek yang penting dalam sarana komunikasoi juga telah dikuasai seperti gedung RRI Jakarta dan Gedung Telekomunikasi Jakarta Pusat 1.Leimena yang berdekatan dengan kediaman Jendral A.H. Nasution berhasil melarikan diri. Aksi Penculikan 1) Usaha Penculikan Terhadap Jendral TNI A. Salah seorang ajudan Jendral A. Nasution didorong oleh isterinya untuk keluar dari kamar melalui pintu samping dan menuju ke pagar tembok.Leimena yaitu Ajun Inspektur Polisi Karel Satsuit Tubun. Jendral A. Nasution Pasukan yang ditugasi menculik Jendral TNI A. jum’at tanggal 1 Oktober 1965 pasukan ini telah menduduki dan menguasai objek-objek penting di sekitar Monas. Nasution yaitu di Jalan Teuku Umar 36 Jakarta mereka membunuh pengawal yang bertugas di tempat kediaman Dr. Ketika pasukan penculik melewati kediaman Dr. segera mengunci pintu kamar dan memberitahu Jendral A. Ade Irma Suryani putri bungsu mereka yang berumur 5 tahun oleh pengasuhnnya dilarikan keluar kamar dengan maksud hendak diselamatkan. Tembakan pasukan penculik diarahkan langsung ke daun pintu kamar. yakni Lettu Czi Pierre Andreas Tendean yang malam itu menginap di paviliun. dan seketika itu beliau menjatuhkan diri kelantai. Sementara itu.H. Jendral A.00 menuju ke kediaman Jendral A. Sambil menggendong Putri bungsunya yang terluka.H Nasution dibawah pimpinan Pelda Djahurub dengan berkendaraan truk berangkat dari Lubang Buaya pada tanggal 1 Oktober 1965 sekitar pukul 03. Beliau kurang yakin akan keterangan isterinya itu dan segera membuka pintu kamar. Ketika melihat pintu dibuka. Ibu Nasution menghadapi para penculik yang sudah nberada diruang tengah. Pasukan Gatotkaca Kekuatan bersenjata yang tergabung dalam pasukan gatotkaca terdiri atas satu batalyon pimpinan Mayor Uadara Soejono dan pasukan sukwan dan Sukawati PKI. Dan dengan memanjat dinding tembok samping rumah. dan isterinya cepat-cepat menutup dan mengunci kamar kembali.H Nasution.

yang segera membagunkan ayahnya. Parman di pimpin oleh Serma Satar. Sebagian pasukan penculik menuju kekediaman Letjend A. Yani Pausukan yang bertugas menculik Men/Pangad Letjend TNI A. Karena keributan itu Mayjend S. tetapi tidak berani keluar kamar. Para penculik melarangnya dengan kasar. Setiba dirumah Latjend TNI A. Jakarta dan mengetuk pintu. Yang keluar dari kamarnya adalah putera beliau yang berumur 11 tahun. Beliau membalik dan hendak menutup [pintu kaca yang menghubungkan ruang belakang dengan ruag makan. Parman terbangun dan menduga ada . Ketika beliau menjawab bahwa hendak mandi dan berpakaian terlebih dahul. Sementara puteri kedua Letjend A. Parman Pasukan yang bertugas menculik Mayjend TNI S. Beliau terbangun dan setelah pasukan penculik menyatakan dari Cakrabirawa. Yani malam itu sedang berada di kediaman resmi Men/Pangad di Taman Suropati. 2) Penculikan Terhadap Letjend TNI A. Berangkat dari Lubang Buaya Tanggal 1 Oktober 1965 pukul 03. Yani yang berlumuran darah keluar dari kediamannya dan dimasukkan kedalam kendaraan. Diteras sudah menunggu beberapa paasukan penculik.00. Yani dipimpin oleh Peltu Mukidjan berangkat dari Lubang Buaya pukul 03. Kemudian mereka kemabli menuju ke Lubang Buaya. Salah seorang anggota pasukan penculik menyampaikan berita baahwa beliau dipanggil Presiden. Praka Wagimin menyeret Letjend A. Mereka memasuki pekarangan rumah dengan melompat pagar. salah satu dari penculik melarangnya sambil menodongkan senjatanya. 3) Penculikan Terhadap Mayjend TNI Soeprapto Pasukan yang bertugas menculik Mayjend TNI Soeprapto di pimpin oleh Sarda Sulaiman.00 tanggal 1 Oktober 1965.diseret kesalah satu kendaraan. beliau keluar dari kamarnya dan membuka pintu. Setelahnya pasukan penculik itu meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke Lubang Buaya. Regu pengawal yang sama sekali tidak menaruh curiga atas kedatangan mereka seketika itu dilucuti. pasukan penculik ini mamasuki kediamannya di jalan Samsurizal 32. Berangkat dari Lubang Buaya Tanggal 1 Oktober 1965 pukul 03. beberapa anggota penculik segera masuk pekarangan rumah. Isteri A. Oleh beliau diperintahkan untuk menunggu karena akan berganti pakaian.00. Beberapa orang penculik memegangi tangannya dan menaikkannnya dengan paksa ke dalam sebuah truk. pasukan penculik ini mamasuki halamn rumah Mayjend Soeprapto di jalan Besuki 19. dan belaupun keluar dari kamarya.Yani dan mengetuk pintu yang dibukakan oleh seorang pembantu. Yani sehingga beliau terjatuh dan roboh. bahkan mendorong serta memaksanya keluar. salah seorang anggota penculik menembakkan senjata Thompson dari belakan dan tujuh butir peluru menembus tubuh Letjend A. dan mereka kembali menuju kw Lubang Buaya.Yani di jalan Latuharhary 6 Jakarta. Melihat sikap kuran ajar anggota penculik tersebut beliau sangat marah dan memukulnya hingga jatuh. tetapi seketika itu Serda Gijadi. Serda Sulaiman mengatakan bahwa Mayjend Soeprapto diperintahkan untuk menghadap presiden dengan segera. 4) Penculikan Terhadap Mayjend S. Yani terbangun mendengar adanya keributan. Jakarta.

Haryono yang tidak menaruh curiga kepada mereka kemudian membangunkan Mayjend Haryono.Serma Bungkus memaksa agar beliau berngakat pad malam itu juga. setibanya di kediaman Mayjend Haryono MT di jalan Pramabanan 8. Yani. Beliau keluar kamar dengan maksud memberi bantuan . sebagian anggota penculik memasuki bagian belakang rumah kediaman beliau di jalan Sumenep 17. Jakarta. Pintu terbuka dan mereka memasuki kamar tidur. Parman kluar kamar. seorang menjawab bahwa surat perintah tersebut ada pad Pelda Yanto di luar. Mayjend S. diluar telah menunggu para paenculik yang mengatakan bahwa beliau dipanggil oleh Presiden.00. Beliau mengattakan akan memenuhi panggilan tersebut dan kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian.00. Ibu S. Kerena menyadari sesuatu hal yng tidak wajar beliu meminta kepda isteri dan anak-anaknya pindaah kekamar sebelah. Dua orang penculik mengikutinyab dari belakang. tetapi mereka tidak mengindahkannya. Beliau menanyakan surat perintah panggilan dari Iatana Presiden. Dengan todongan sangkur mereka meminta kepada pembantu untuk menyerahkan kunci pintu yang menuju ke kamar tengah. Haryono bahwa Mayjend Haryono dipanggil oleh Presiden. 5) Penculikan Terhadap Mayjend TNI Haryono MT Pasukan yang bertugas menculik Mayjend TNI Haryono MT di pimpin oleh Serma Bungkus. Ternayata kabel telepone telah diputus. Parman untuk melihat surat printah tersebut tidak berhasil. ketika membuka pintu depan. 6) Penculikan Terhadap Brigjend TNI Sutojo S Pasukan yang bertugas menculik Brigjen TNI Sutjoo di pimpin oleh Serma Surono. Sementar itu Serma bungkus dan beberapa anggota penculik berteriak-teriak meminta agar beliau keluar. Karena surat peintah itu memang tidak pernah ada. Parman mulai curiga akan tingka laku mereka yang demikian kasar. Serma Bungkus memberi tahu Ny. setelah mmembuka pintu. Usaha Ny. sambil melangkah beliau meminta kepada istrinya agar menelpon letjend A. kemudin para penculik membawa beliau dengan paksa keluar rumah dan membwanya ke Lubang Buaya.00.perampokan dirumah tetangganya. 7) Penculikan Terhadap Brigjend TNI D. untuk melaporkan kejadian tersebut. Berangkat dari Lubang Buaya Tanggal 1 Oktober 1965 pukul 03. S.I Pandjaitan . tetapi gagal dan bersamaan denga itu beliau dtusuk beberapa kali dngan sangkur. Jakarta mlaui garasi sebelah kana. Parman dimasukkan kedalam kendraan pasukan penculik dan dibawa ke Lubang Buaya. Kerena beliau tidak memenuhi permintaan tersebut. Pada saat beliau berusaha merebut senjata salah seorang anggota penculik. Ny. Berangkat dari Lubang Buaya Tanggal 1 Oktober 1965 pukul 03. Beliau minta agar mereka menunggu di ruang tengah saja.. Beliau roboh bermandikan darah dan kemudian diseret keluar dan dimasukkan kjedala truk lalu kemabli ke lubang buaya. bahwa beliau di panggil presiden. Dengan berpakaian lengkap Mayjend S. Bahkan beliau ditodong dengan sangkur. beliau menaruh curiga dan melaui Isterinya beliau meminta agar kembali lagi sektar pukul 08. penculik menerobos masuk dan mngatakan kepada Brigjend Sutojo. mereka melepaskan tembakan ke pintu yang terkunci.

Penyerahan hasil penculikan Seluruh korban penculikan dibawa ke Lubang Buaya dan diserahkan kepada pasukan Gatotkaca. para penculik membuka pintu kediamannya yang berada di Jalan Hasannudiin 53 jakarta dengan paksa. Sementara itu sejak . karena mendengar letusan senjata api. Beberapa saat kemudian datang Brigjen Soepardjo.00. Penyiksaan dan Pembunuhan Sesuai dengan fungsinya sebagai komandan pasukan cadangan. kemudian menembak kedua keponkan beliau yang saat itu sedang tidur dilantai atas. Berangkat dari Lubang Buaya Tanggal 1 Oktober 1965 pukul 03. Beliau dipukul dengan popor senjata hingga jatuh.30. Sementa itu. Kolonel Inf. Pada saat itu juga dua orang anggota penculik yang lain menembaknya dengan senjata otomatis. Hadir pada saat pelaporan itu para pimpinan pelaksana Gerakan 30 September. serta membawa presiden Soekarno kepangkalan halim Perdana Kusumah. Setiba dihalaman. 1. Dul Arief selaku pimpinan Pasukan Pasopati segera meninggalkan Lubang Buaya sekitar pukul 06. Oleh karena senjata yang tersedia dianggap belum mencukupi. Lettu Inf. Pada tanggal 1 Oktober 1965 sekitar pukul 05. Ketiga perwira ini bersama Lettkol Udara Heru Atmodjo kemudian atas perintah Sjam berangkat ke Istana Merdeka untuk melapor. Letkol Inf. Untung. ia memerintahkan Serma Udara Maoen membongkar dengan paksa gudang senjata milik Korud V yang terletak di Mampang Prapatan.H Nasution dari usaha penculikan tersebut. Semula beliau tidak mau keluar. yakni Sjam. Latief.30 menuju Cenko I di gedung Penas untuk melaporkan hasil penculikan serta lolosnya Jenderal TNI A. Mayor Udara Sujono. maka beliau keluar dan menuruni tangga dengan mengenakan pakaian seragam lengkap.I Panjaitan gugur pada saat itu juga dan jenazahnya dimasukkan dalam satu kendaraan yang telah disediakan. dan Mayor Inf Bambang Soepeno. Setibanya ditempat itu ia langsung ditangkap oleh para penculik dan ikut dibawa pula ke Lubang Buaya. Kepada satuan-satuan dibagikan peralatan dan perlengkapan berupa pakaian dan senjata. tetapi karena adanya ancaman dari para penculik yang akan membunuh seisi rumah jika tidak mau keluar.30 pasukan Gatotkaca dibawah pimpinan Mayor Udara Gathut Soekrisno menerima hasil penculikan dari pasukan Pasopati.I Panjaitan agar keluar untuk menghadap presiden.Pasukan yang bertugas menculik Brigjend di pimpin oleh Serda Sukardjo. A. Pono. Salah seorang diatanratanya tewas. seorang anggota polisi berpangkat agen polisi ( Bharada) Sukitman yang sedang melaksanakan tugas patroli. setelah itu para penculik berteriak memanggil Brigjend D. Pembongkaran dilakukan pada tanggal 1 Oktober 1965 sekitar pukul 02. Mayor Udara Gathut Soekrisno telah menyusun kedudukan pertahanan. 1. mendatangi tempat kejadian. beliau tidak dapat menahan amarahnya atas sikap para anggota pasukan penculik terhadapnya. Konsolidasi Pelaksanaan Penculikan 1. Letkol Udara heru Atmodjo. menjemput. Mayor Inf Soekirno. D.

Aidit yang berada di rumah Sersan Udara Suwardi. Keputusan No. dan Mayor Inf Bambang Soepeno untuk segera berangkat ke istana Merdeka dengan tugas melapor kepada presiden Soekarno tentang adanya gerakan dari perwira-perwira muda TNI AD untuk menyelamatkan revolusi dari kudeta Dewan Jenderal. Nada ucapan Sjam kepada Soepadjo mengandung perintah bahwa. Keputusan No. Sesudah pengumuman pertamaa berhasil disiarkan. I tentang pembentukan dewan Revolusi Indonesia. setelah berakhirnya siaran warta berita RRI Jakarta pukul 07. 2 tentang penurunan dan kenaikan pangkat. Selanjutnya Sjam memerintahkan Brigjen TNI Soeparjdo bersama Letkol Heru Atmojdo. I tentang susunan Dewan Revolusi Indonesia. memerintahkan Mayor Udara Sujono untuk segera melaper pada ketua CC PKI D. Sumur itu ditimbun dengan sampah dan tanah yang kemudian diatasnya ditanami pohon pisang untuk menghilangka jejak. Korban penculikan terdiri atas empat orang yang matanya ditutup dengan kain merah dan tangannya diikat kebelakang.pukul 05. 4. Setelah terlebih dahulu menjemput Kolonel Inf. karena yang bersangkutan sama sekali tidak tahu menahu dan bahkan tidak menyetujui G 30 S tersebut. membawa presiden Soekarno dengan paksa ke Halim Perdana Kusuma. Latiet di Cawang untuk selanjutnya meneliti persiapan akhir serta menyampaikan perintah-perintah dalam rangka gerakan yang akan segera dilaksanakan. Aidit selaku pimpinan tertinggi G 30 S. Dengan demikian. dan 3. Mayor Inf Soekirno. Keempat orang yang masih hidup itu disiksa hingga akhirnya mninggal. A. Nama tooh yang bukan pendukung PKI pada dasarnya merupakan manipulasi PKI.00 Letkol Inf Untung mengumumkan lewar RRI Jakarta : 1. Selanjutnya sukwansukwan PKI melemparkan korban itu ke dalam sumur. pada sekitar pukul 14.00 pada tanggal 1 Oktober 1965 telah disiarkan pengumuman pertama tentang adanya G 30 S. Dekrit No. Kekacaubalauan Pengendalian Oleh CC PKI Pada tanggal 1 Oktober 1965 sekitar pukul 01. Setelah gerakan militer untuk menculik dan membunuh para perwira tinggi TNI AD selesai dilaksanakan. serta tiga orang lainnya dalam keadaan meninggal. baik politik. di rumah Sersan Udara Anis Suyatno. Sesuai dengan petunjuk D.N. Sekitar pukul 09. Brigjen Soepardjo yang ditugasi untuk menghadap .N. menunggu datangnya kendaraan yang membawa para korban penculikan di dekat sebuah sumur tua dibasis gerakan mereka daerah Lubang Buaya. 2. apabila perlu. maka Sjam yang berada di Cenko I selaku pimpinan pelaksana gerakan. Dewan Revolusi yang dibentuk oleh G 30 S merupakan upaya PKI untuk menipu rakyat dengan memanipulasi nama tokoh-tokoh. masyarakat maupun ABRI yang anti komunis.30 Letko Inf Untung diikuti oleh anggota Cenko lainnya pergi ke Lubang Buaya. 1.00 para Sukuan PKI yang diantarany terdapat para Sukwati Gerwani.00 karena hari telah siang dan ternyata di Gedung Penas banyak pekerja Cenko I ditinggalkan oleh pimpinan Dewan Rewalusi daan pindah ke Cenko II. Nama-nama yang tecantum dalam susunan Dewan Revolusi Indonesia tersebut merupakan gabungan antara nama tokoh-tokoh PKI dan nama tokoh-tokoh yang bukan pendukung PKI.

beliau bertindak sebagai pimpinan sementara TNI-AD. Situasi semakintidak menguntungkan bagi Gerakan 30 September ketika pukul 19. serta belum mengetahui tempat presiden berada. Perintah itu kemudian didiskusikan oleh pimpinan G30S yang berkumpul di Cenko II dan dalam diskusi tersebut Sjam berpendapat bahwa perintah tersebut dapat menimbulkan suasana ragu-ragu dikalangan pimpinan gerakan.presiden ternyata tidak berhasil menemui beliau di Istana Merdeka. Oleh karenanya. Brigjend TNI soepardjo melaporkan kepada Persiden bahwa ia dan kawankawan telah mengambil tidakan terhadap perwira tinggi Peimpinan TNI-AD. BAB IV PENUMPASAN G30S/PKI DAN TUNTUTAN MASSA DALAM PEMBUBARANNYA 1. diputuskan bahwa pimpinan G30S akan mundur kedaerah pemunduran terakhir. Karena perkembangan baru ini. Letkol Udara Heru Atmodjo kemudian kembali ke Halim Perdanakusuma dan dari Men/Pangau Laksdya Udara Omar Dhani ia mengetajui bahwa Presiden menuju Halim Perdanak.00 Cenko II menerima laporan bahwa sebagian pasukan G30S telah mundur ke Pondok Gede yang sejak semula ditetapkan sebagai daerah pemunduran. Penilaian Panglima Kostrad Pada hari Jum’at tanggal 1 Oktober 1965 pagi hari. maka Pangkostrad Mayjend TNI Soeharto mempunyai keyakinan bahwa Gerakan 30 September adalah gerakan PKI yang bertujuan menggulingkandan merebut kekuasan dari Pemerintah RI yang sah. pangkostrad Mayjend TNI Soeharto segera mengumpulkan staffnya di markas Kostrad. pimpinan Cenko II mengadakan pembicaraan dan menyimpulkan bahwa gerakan telah gagal. Pada tengah hari Brigjend Soepardjo kembali ke Cenko II sambil membawa perintah presiden yang intinya agar menghentikan gerakan dan jangan ada pertumpahan darah. yang intinya menjelaskan bahwa apa yang menyebut dirinya Gerakan 30 September (G30S) adalah kegiatan pengkhianatan terhadap Revolusi. Brigjend TNI Soepardjo dijemput oleh Letkool Udara Heru Atmodjo dari istana menuju Halim Perdanakusuma dengan menggunakan helikopter. Untung. seorang perwira menengah TNI-AD yang pernah berdinas dalam jajaran Kodam VII/Doponegoro dan beliau ketahui sebagai anggota PKI. Pada saat yang sama.00 MayJend TNI Soeharto menyampaikan pidato radio. Kemudian. setelah memperoleh informasi terjadinya penculikan dan pembunuhan terhadap pimpinan TNI-AD . Dalam rapat tersebut Pangkostrad belum mendapat gambaran yang lengkap dan jekas tentang gerkan yang beru saja terjadi. Sekitar pukul 18.Yani dan Pejabat-pejabat teras TNI-AD lainnya yang diculik oleh gerombolan Gerakan 30 September. Setelah tampilnya Letkol Inf. maka di putuskan untuk tidak mematuhi perintah Presiden tersebut. TINDAKAAN KOSTRAD 1. untuk mempelajari situasi. Untuk sementara. diterima laporan bahwa pasukan Kostrad dan Resimen Para Komando Angkatan Darat(RPKAD) telah bergerak untuk menguasai pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.00 melauli jalan darat. Pada saat yang sama. 1. yaitu Pondok Gede. dengan pengumuman pertamannya yang disiarkan setelah warta berita RRI Jakarta pukul 07. sehubungan dengan belum jelasnya nasib Letjend TNI A. atas perintah men/Pangau Laksdya udara Omar Dhani. Presiden dengan kemauan beliau tiba dipangkalan Udara Halim Perdana Kusuma sekitar pukul 09. Mengingat perintah tersebut tidak menguntungkan G30S. .00.

00 menghentikan perlawanannya dn melarikan diri dari Pondok Gede. Situasi menjadi semakin gawat bagi pasukan G 30 S setelah Presiden memerintahkan secara lisan kepada Brigjen TNI Soepadjo agar pasukan-pasukan yang mendukung G 30 S menghentikan pertummpahan darah.H. Sarwo Edhie Wibowo diperintahkan merebut kembali kedua objek penting tersebut dengan sejauh mungkin menghindari pertumpahan darah. Panjaitan. Imbangan kekuatan makin tidak menguntukan pihak Gerakan 30 September. Setelah RRI berhasil dikuasai kembali oleh RPKAD. Pasukan pendukung G 30 S yang menggunakan Pondok Gede sebagai basis segera menyadari adanya situasi yang semakin tidak menguntungkan gerakannya. Latief. A. Operasi Penumpasan Berdasarkan keyakinan itu. Sukitman. Perkembangan menjelang petang tanggal 1 Oktober 1965 berlangsung dengan cepat.I. disertai dengan usaha menginsyafkan kesatuan-kesatuan yang digunakan oleh Gerakan 30 September. pada pukul 19. Setelah diperoleh laporan bahwa daerah di sekitar pangkalan Uadara Halim Perdanakusuma digunakan sebagai basis Gerakan 30 September. Setelah pasukan-pasukan yang dopengaruhi oleh G30S berhasil disadarkan. Beliau segera mengkonsolidasikan dan menggerakkan personil Markas Kostrad dan satuan-satuan lain di Jakarta yang tidak mendukung Gerakan 30 September.00 pasukan RPKAD dibawah pimpinan Kolonel Inf. Dengan bukti-bukti siaran G 30 S melalui RRI Jakarta Soeharto menjelaskan bahwa telah terjadi tindakan pengkhianatan oleh apa yang menamakan dirinya Gerakan 30 September.20 Studio RRI Jakarta telah dikuasai oleh RPKAD dan bersamaan dengan itu telah direbut pula Kantor Besar Telkom. terutama setelah sebagian besar satuan yang digunakan oleh beberpa perwira yang dibina PKI berhasil disadarkan dan kembali menggabungkan diri kedalam Komando dan pengendalian Kostrad. operasi penumpasan diarahkan ke daerah tersebut. Pada pukul 17. Pasukan pendukung G 30 S setelah melakukan perlawanan lebih kurang setengah jam. Suradi yang berada dibawah komando Kolonel Inf. Pidato Pangkostrad tersebut dapat menentramkan hati rakyat yang seharian penuh diliputi suasana gelisah dan tanda tanya. Situasi Ibu Kota Negara telah dikuasai kembali dan telah dipersiapkan langkah-langkah untuk menumpas G 30 S tersebut. maka langkah selanjutnya adalah merebut RRI Jakarta dan Kantor Besar Telkom yang sejak pagi-pagi diduduki oleh pasukan Kapten Inf. Ditemukannya Tempat Penguburan Para Korban Penculikan di Lubang Buaya Dengan hancurnya kekuatan fisik G 30 S / PKI di Ibu Kota operasi dilanjutkan untuk mengetahui nasib para korban penculikan. Selanjutnya dijelaskan bahwa G 30 S telah melakukan penculikab terhadap beberapa Perwira Tinggi TNI-AD.1. Nasution dalam keadaan aman. Pangkostrad Mayjend TNI Soeharto segera menyusun rencana untuk menumpas gerakan pengkhiatan tersebut.00 Mayjen TNI Soeharto selaku pimpinan sementara AD menyampaikan pidato radio yang dapat ditangkap diseluruh wilayah tanah air. 1. sedangkan Presiden dan Menko Hankam/Kasab Jendral TNI A. Pada pukul 17. pada tanggal 2 Oktober 1965 pukul 14. Untuk sementara pimpinan AD dipegang oleh Soeharto. yang berhasil melarikan diri . anggota polisi yang ditangkap pasukan penculik pada saat dilakukannya penculikan terhadap Brigjen TNI D.

T. Disepanjang jalan iring-iringan jenazah para pahlawan Revolusi itu. serta Lettu Czi Pierre Andreas Teendean. Hal itu terbukti dari pengakuan seorang anggota Gerwani yang berasal dari Jawa Ten gah yang pernah dilatih ditempat tersebut dan tertangkap di Cirebon. Parman.00 dapat ditemukan timbunan tanah dan sampah yang diperkirakan sebagai tempat penguburan kemudian dilakukan penggalian terhadap timbunan tanah dan sampah tersebut yang ternyataa adaalah sebuah sumur tua. Menko Hankam/Kasab dengan terbata-bata dan penuh kesedihan menyatakan bahwa hari angkatan bersenjata tanggal 5 Oktober adalah hari yang selalu gemilang. Setelah dirawat sebagaimana mestinya. Brigjen TNI Soetojo S. tempat pelatihan sukwan-sukwati pemuda Rakyat dan Gerwani. Mayjen TNI Soeprapto. para korban fitnah dan pembunuhan G 30 S kemudian disemayamkan diaula markas Besar TNI AD jakarta. Dalam sumur tua tersebut ditemukan jenazah semua korban penculikan yang berjumlah tujuh orang.melaporkan kepada pasukan keamanan bahwa ia menyaksikan sendiri penyiksaan dan membunuhan yang dilakukan terhadap korban penculikan. TUNTUTAN MASSA DALAM PEMBUBARAN PKI . Brigjen TNI D. Jendral TNI A. Atas perintah Mayjen Soeharto dengan bantuan Sukitman tanggal 3 Oktober 1965 sekitar 17.H Nasution bertindak selaku inspektur upacara. penggalian timbunan tanah dihentikan karena mengalami kesulitan teknis. Letjen TNI Ahmad yani. tanggal 5 Oktober 1965 dengan upacara kebesaran militer jenazah para putra terbaik bangsa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.00. Beliau juga mengatakan bahwa fitnah terhadap ABRI merupakan perbuatan yang lebih kejam daripada pembunuhan dan mengajak segenap prajurit TNI untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan tersebut dengan meminta kepada rakyat agar ikhlas melepas para pahlawan tersebut menghadap Tuhan YME. mayjen TNI Harhono M. dalam pidato tersebut Soeharto mengatakan bahwa dengan kesaksian beliau sendiri secara langgsung telah berhasil ditemukaan jenazah 6 orang jendral dan seorang Perwira pertama yang menjadi korban penculikan Gerakan 30 September. belasungakawa dan simpati. setelah mendapat laporan tentang ditemukannya tempat yang kemmungkinan besar menjadi tempat para korban penculikan dikubur. tetapi pada hari itu telah dihinakan oleh pengkhianatan dan penganiayaan para perwira tinggi TNI AD. Dalam pidato pengantar jenazah para pahlawan itu. Hasil penggalian membenarkan bahwa sumur tua tersebut ditemukan tanda-tanda adanya janazah sesuaai dengan laporan Sukitman. Atas perintah Soeharto penggalian mulai dilakukan. Keesokan harinya pertepatan dengan HUT ke 20 ABRI. Atas perintah Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo. I Panjaitan. 2. Ketujuh jenazah tersebut dikubur dalam sebuah sumur tua di ddaerah Lubang Buaya. Mayjen TNI S. Soeharto menyampikan pidato yang kemudian di siarkan oleh RRI Jakarta tanggal 4 Oktober 1965 sekitar pukul 20. ratusan ribu rakyat mengantarkannya sebagai perwujudan rasa hormat. yang pelaksanaan teknisnya dilakukan oleh anggota kesatuan Intai para Ampibi (KIPAM) dari KKU AD ( Marinir) bersama-sama anggota RPKAD dengan disaksikan kembali oleh mayjen Soeharto. dan lagi hal tersebut perlu dilaporkan terlebih dahulu kepada Mayjen Soeharto. Keesokan harinya. Mayjen Soeharto kemudian menuju sumur tua itu yang berada dilingkuangan kebun karet didaerah Lubang Buaya. Dengan telah ditemukannya seluruh korban penculikan dalam keadaan meninggal. 1.

Situasi maupun kondisi sosial politik pada saat itu memaksa mereka bertindak sangat cermat sekali agar sikap yang mereka ambil jangan sampai menimbulkan kerugian politis bagi partai atau golongan. memanggil beberapa tokoh dari organisasi mahasiswa. pemuda. Mereka belum mempunyai pedoman untuk menanggapinya. Pada tanggal 8 Oktober 1965 mulai terjadi aksi-aksi massa menyerbu gedunggedung kantor PKI serta ormas-ormasnya. Kegiatan penindakan terhadap PKI yang semula hanya timbul secara spontan dari masingmasing golongan masa. MPRS. Syarif Thayeb. dan lain-lain membentuk dan begabung menjadi fron Pancasila. mulailah terjadi aksi-aksi spontan berbagai kelompok massa pemuda. Apel kebulatan tekad tersebut juga mendesak Presiden untuk membubarkan PKI beserta ormas pendukungnya. Tetap berdiri penuh di belakang presiden/Pangti ABRI/Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno. baik parpol maupun ormas belum menentukan sikap karena sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan latar belakangnya. dan unsur-unsur PNI. membersihkan kabinet. Mengutuk pemberontakan dan pengkhianatan G 30 S 4. Mengucap syukur atas terhindarnya presiden Soekarno dari bahaya. unsur-unsur perti. mahasiswa dan pelajar kemudian menjadi lebih luas. Sejak saat itulah . Pada tanggal 2 Oktober 1965 berbagai partai politik yaitu NU. mahasiswa dan pelajar. PSII. Brigjen TNI dr. Sementara itu tanggal 8 Oktober 1965 di taman Suropati Jakarta.1. SOSKI. Dengan memperhatikan munculnya suasana yang sama dilingkungan mahasiswa dalam menuntut pembubaran PKI dan menyerbu gedung-gedung PKI. Reaksi Partai Politik dan organisasi Massa Kenyataan menunjukkan bahwa setelah tersiar adanya G 30 S melalui studio RRI Jakarta pada tanggal 1 Oktober 1965. Tindakan Spontan Massa terhadap PKI Setelah diperoleh tanda-tanda yang semakin jelas bahwa PKI adalah dalang dari pelaku Gerakan 30 September. 2. Beliau mengatakan bahwa untuk menghadapi gerakan komunis. serta ormas-ormas aanti komunis seperti Muhamadiyah. 3. Baru setelah mendengar siaran langsung pidato Soeharto ditempat ditemukannya para korban penculikan pada tanggal 4 Oktober 1965 dan siaran upacara pemakaman para pahlawan Revolusu tanggal 5 Oktober 1965. DPR-GR. Partai Katolik. para mahasiswa agar tidak bergerak sendiri-sendiri tetapi terpadu dalam satu kesatuan aksi. keluarlah pernyataan-pernyataan dan ormas yang umumnya bernada sebagai berikut: 1. serta lembaga-lembaga negara lainnya dari unsur-unsur G 30 S/PKI. tanggal 25 Oktober 1965 Menteri perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP). Parkindo. Aksi-aksi massa tersebut terjadi diberbagai daerah dan tempat-tempat dimana terdapat basis-basis kekuatan PKI disitu terjadi suasana tegang dan konflik fisik. 1. Dan menganjurkan kepada mahasiswa agar membentuk Gerakan Mahasiswa yang terpadu dengan nama “ Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia” (KAMI). 2. partai politik dan berbagai organisasi massa melakukan apel kebulatan tekad untung mengamankan Pancasila. IPKI.

3. akhirnya tercetuslah Tri-Tuntutan hati Nurani Rakyat. panglima Kostrad. Dalam pertemuan tersebut presiden memutuskan untuk secra langsung memegang tampuk PimpinanAngkatan Darat yang semenjak tanggak 1 Iktober 1965 untuk sementara Mayjend Soeharto. yang isinya adalah : 1. Pembubaran PKI. Sementara itu. Kesatuan-kesatuan aksi ini tergabung dalam Badan Koordinasi Kesatuan Aksi. Dengan dipelopori oleh KAMI dam KAPI. gelombang demonstrasi menuntut pembubaran PKI kian keras dan bertambah luas. Tugas pokok Kopkamtib adalah memulihkan keamanan dan ketertiban dari akibat-akibat peristiwa Gerakan 30 September serta menegakkan kembali kewibawaan pemerintah pada umumnya dengan jalan operasi fisik. pada tanggal 12 Januari 1966 kesatuan-kesatuan aksi yang bergabung dalam fron Pancasila memenuhi halaman DPR GR dan mengajukan tiga buah tuntutan yang kemudian dikenal sebagai Tritura itu.30 tanggal 3 Oktober 1965. 4. Pada tanggal 31 Desember 1965 BKKA dan Fron Pancasila menandatangani naskah deklarasi mendukung pancasila. Mayend Soeharto menemui Presiden di Istana Bogor. Pengangkatan Mayjend Soeharto sebagai panglima operasi pemulihan keamanan dan ketertiban serta pembentukan komando operasi pemulihan keamanan dan ketertiban (Kopkamtib) kemudian diatur dengan Kepres/Pangti ABRI/Koti Nomor 142/Koti/1965 tanggal 1 November 1965. yang disingkat menjadi Tritura.terbentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia yang kemudian diikuti oleh munculnya berbagai kesatuan aksi lainnya. atau lebih dikenal sebagai Tri Tuntutan Rakyat. yang bertujuan menggalang persatuan antara rakyat dan ABRI sebagai Dwi Tunggal dalam mengamalkan ideologi pancasila secara murni serta menolak usaha pembelaan terhadap Gerakan 30 September dalam bentuk apapun. Keputusan tersebut disiarkan oleh Presiden dalam Pidato melalui RRI Pusat dini hari pukul 01. Situasi yang menjurus kearah konflik politik tersebut bertambah lagi dengan munculnya rasa tidak puas terhadap kesdaan ekonomi negara. . 3. 1. Nomor 162/Koti/1965/tgl 12 November 1965 dan Nomor 179/Koti/1965 tanggal 6 Desember 1965. Dalam keadan serba tidaak puas dan tidak sabar. Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) Janji yang berulang kali diucapkan Presiden Soekarno untuk memberikkan penyelesaian politik yang adil terhadap pemberontakan G-30-S/PKI belum juga diwujudkan. di mana-mana ABRI mendapat bantuan dari rakyat dan bekerjasama dengan organisai-organisasi politik dan organisasi-organisasi massa yang setia kepada pancasila. Dalam usaha penumpasan gerakan pemberontakan ini. dan Penurunan harga dan perbaikan ekonomi. 3. Pembersihan kabinet dari unsur-unsur G-30-S/PKI. 2. Sebagai pelaksana harian presiden menunjuk Mayjend Pranoto Reksosamudro untuk menyelenggarakan pemulihan keamanan dan ketertiban seperti sedia kala ditunjuk Mayjend Soeharto. KOMANDO PEMULIHAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN Sore hari tanggal 2 Oktober 1965 setelah berhasil mengiuasai kembali keaasaan kota Jakarta. militer dan mental.

tetapi telah dua kali pengkhianatan terhadap negara dan rakyat Indonesia yang sedanag berjuang. keputusan tersebut dituangkan dalam Keputusan Presiden/Pangti ABRI/mandataris MPR/PBR no. PEMBUBARAN PKI Berdasarkan wewenang yang bersumber pada Supersemar. 4. No 1/3/1966. Oleh karena itu. di tandai oleh tragedi nasional yang biasa disebut Gerakan 30 September. Seluruh rakyat yang menjunjung tinggi landasan falsafah dan ideologi Pancasila waktu itu serentak menuntut dibubarkannya PKI.1. Bukan itu saja. 5. BAB V KESIMPULAN Akhir dari Orde Lama. Pemberian surat perintah tersebut merupakan pemberian kepercayaan dan sekaligus pemberian wewang kepda Letjend Soeharto untuk mengatasi keadaan yang waktu itu serba tidak menentu. menteri/pangad. Hal ini merupakan usaha mengganti Pancasila dan UUD 1945 dengan ideologi komunis. SURAT PERINTAH 11 MARET Pada tanggal 11 Maret 1966 Presiden mengeluarkan surat perintah kepada Letjen Soeharto. Inilah bahaya terbesar bagi Pancasila dan UUD 1945 yang pernah dialami oleh bangsa Indonesia. yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI ). termasuk semua bagian-bagian organisasinya dari tingkat pusat sampai kedaerah beserta semua organisasi yang se azas/ berlindung/bernaung dibawahnya.1/3/1966 tanggal 12 maret 1966 dan merupakan tindakan pertama Letjen Soeharto sebagai pengemban perintah 11 Maret atau Supersemar. Keluarnya Surat Perintah tersebut disambut dengan semangat yang menggelora oleh rakyat dan durat perintah tersebut sering disebut “Supersemar” (Surat Perintah 11 Maret). mengambil sega tindakan yang dianggap perlu guna terjaminnya keamanan dan ketenangan serta kesetabilam pemerintahan. Berdasarkan kewenangan yang bersumber pada Supersemar. pada tanggal 12 Maret 1966 Letjend Soeharto atas nama Presiden/Pangti ABRI/Pemimpin Besar Revolusi menandatangani Surat Keputusan Prsiden/Pangti ABRI/Pemimpin Besar Revolusi/PBR. Keputusan pembubaran dan pelarangan PKI itu diamabil oleh pengemban Supersemar berdasarkan pertimbangan bahwa PKI telah nyata-nyata melakukan perbuatan kejahatan dan kekejaman. dengan menimbang masih adanya kegiatan sisasisa G30S/PKI serta memperhatikan hasil-hasil pengadilan dan keputusan Mahkamah militer Luar Biasa terhadap tokoh-tokoh G30S/PKI. 1. yang pokoknya berisi perintah kepada Letjen Soeharto untuk atas nama presiden/Pangti ABRI/peminpim besar Revolusi. Letjend Soeharto atas nama Presiden menetapkan pembubaran dan pelarangan PKI. yaitu pembubaran PKI dan organisasi-organisasi yang bernaungdan berlindung dibawahnya serta menyatakan sebagai organisasi terlarang di wilayah kekuasaan Negara RI. keputusan pembubaran PKI itu disambut dengan gembira dan perasaan lega oleh seluruh rakyat Indonesia. .

Sasaran yang menjadi korban adalah Letnan Jendral Ahmad Yani (Menteri/Panglima AD). melainkan nilai-nilainya yang dipahami. berhasil merebut Pangkalan Halim Perdana Kusumah. .00 dini hari memasuki Ibukota dengan sasaran : (a) menculik dan membunuh beberapa perwira tinggi TNI-AD. Dalam usaha penculikan itu Jenderal Nasution dapat menyelamatkan diri. pukul 03.30 pagi. Lettu Piere Andreas Tendean (Ajudan menko Hankam KASAB Jenderal A. para Perwira Tinggi AD dan Seorang Perwira pertama korban penculikan G30S/PKI tersebut dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi dengan Surat Keputusan No. Tanggal 4 Oktober 1965. Mayor Jenderal S. saat menjelang subuh. brigjen D. dimasukkan sumur kering. Panjaitan ( Asisten IV). pusat telekomunikasi. diculik dan dibawa ke Lubang Buaya. tetapi Ade Irma Suryani.H. termasuk daerah pangkalan Halim Perdana Kusumah. Pancasila dan UUD 1945 pulalah yang sebenarnya berhasil untuk menggagalkan G30S/PKI dan menghancurkannnya. Pada hari berikutnya. Tanggal 2 Oktober 1965 . 30 September malam 1965. dan (b) menduduki tempat vital. Yang sakti bukan Pancasila sebagai rumusan yuridis formal. Itulah makna dari tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Parman (Asisten I). menjadi korban membentengi ayahnya. Dalam penyiksaan di Lubang Buaya tersebut. bahwa G30S/PKI tersebut dapat digagalkan oleh kekuatan rakyat yang setia kepada Pancasila dan UUD 1945. III/KOTI/1965 dan dimakamkan di Taman Pahlawan Kalibata Jakarta. dan diamalkan secara murni dan konsekuen dalam kehidupan bermasyarakat. basis G30S/PKI.Hari Kamis. Brigjen Sutoyo Siswomiharjo ( Inspektur Kehakiman). Selanjutnya Sukitman berjasa sebagai informan dalam pencarian para korban oleh pasukan yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Soeharto. yang dipimpin oleh Letkol Untung Sutopo. Hal itu artinya. puterinya yang masih kecil.I. Kegagalan G30S/PKI berarti berakhirnya masa pemerintahan Orde Lama. Mereka bergerak hari Jumat. Letkol Untung Sutopo dan Dipo Nusantara Aidit (Pimpinan Sentral Komite Partai Komunis Indonesia atau CCPKI) berhasil lolos dan melarikan diri.. berbangsa dan bernegara. Mayor Jendral haryono (Deputy Khusus) dibunuh di rumah kediaman kemudian dibawa ke Lubang Buaya. Mayor Jenderal Suprapto (Deputy Pembinaan). dibantu Batayon 328 Kujang Siliwangi. dan Istana Merdeka. seperti studio Radio Republik Indonesia. Peristiwa sadis tersebut selesai pukul 06. Nilai-nilai Pancasila yang pernah menyelamatkan bangsa Indonesia dari bahaya perpecahan bangsa menjelang Proklamasi Kemerdekaan. saat ini kembali jiwa dan semangatnya berkobar dengan seindah-indahnya untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari pengkhianatan G30S/PKI. Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). disaksikan oleh Sukitman (seorang anggota Poltas) yang lepas dari tawanan pemberontak. PKI telah siap melakukan pemberontakan dengan pangkalan di Lubang Buaya. dilakukan pengambilan jenazah para perwira Tinggi AD oleh anggota RPKAD dan KKO AL. dihayati. dan tangggal 1 Oktober 1965 menjadi awal proses peralihan dari masa pemerintahan Orde lama ke Orde Baru. 1 Oktober 1965. Bagaimanapun. Gerakan tersebut dipelopori oleh pasukan Pasopati di bawah pimpinan Lettu Dul Arief dan pasukan yang memakai seragam Resimen Cakrabirawa Pengawal Istana. dipimpin oleh Pangkostrad Mayor Jenderal Soeharto. Nasution). disiksa dan dibunuh.

Suwanto.Memahami Sejarah Indonesia (Materi Pendidikan Pancasila). Soegeng.1998.30 Tahun Indonrsia Merdeka.Jakarta:Sekretariat Kementrian Negara RI. [1] Organisasi-organisasi yang dibentuk sebagai pelaksanaan strategi PKI dalam usahanya memperluasa anggota dan simpatisannya [2] Golongan menengah dalam masyarakat yang menentang PKI [3] Golongan usahawan kecil [4] Undang-Undang keamanan bersama (AS 1951). konsekuen berarti tulus dan bertanggung jawab. Mulainya Orde Baru ditengarai dengan Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (Supersemar) dari Presiden Soekarno kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan-tindakan yang perlu demi keamanan bangsa dan negara.Mengerti Sejarah. Pada bulan Januari 1952 Menteri Luar Negeri Soebardjo (kabinet Sukiman) menerima tawaran dari .Jakarta: Depdikbud Direktorat Jendral Perguruan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Akademik. teknik dan pertahanan kepada suatu negara dalam rangka memperkuat keamanan AS dan keamanan dunia bebas dalam rangka perang dingin. Jika suatu negara setuju untuk menerima bantuan berdasarkan program MSA.1981.Jakarta: Sekretarit Negara RI. tanpa rekayasa dan jauh dari pemaksaan. tanggal 12 Maret 1966 Soeharto membubarkan PKI dengan segenap Ormas (Organisasi Massa) dan Orpol (Organisasi Politik)-nya.Metodologi sejarah dan Historiografi.Y. anggar. ____________.yaitu orde atau tatanan yang secara murni dan konsekuen. Berdasarkan MSA.Gerakan 30 September Pemberontakan Partai Komunis Indonesia.Semarang:Aneka Ilmu. 1996.terjemahan Nugroho Notosusanto.dkk. Pengantar Ilmu Sejarah. atau pasal 511 (b) untuk bantuan ekonomi dan teknik.Jakarta: Yayasan Penerbit Universitas Indonesia Ismaun. Helius Sjamsuddin.Sejarah Nasional dan Umum. Amerika Serikat akan memberikan bantuan ekonomi.1975. Kaswati. A. Murni berarti sesuai dengan hakikat makna masing-masing sila dari Pancasila.Salatiga:Widya Sari Press. Jakarta:Balai Pustaka.1997. DAFTAR PUSTAKA ____________.Yogyakarta: Beta Offset Yogyakarta.2002. Gottschalk. louis. 1993.1994. Berdasar pada Supersemar tersebut.Kamus Besar Bagasa Indonesia. Tim Penyusun Kamus Pusat pembinaam dan Pengembaan Bahasa. negara dapat memilih pasal 511(a) untuk bantuan pertahanan.

Intisari Manipol adalah UUD 1945. yang disistematisasi oleh DPA sementara menjadi manipol dan diusulkan menjadi GBHN. Anti Komunisme dan Liberalisme [6] Jiwa dan pelaksanaan kebualatan tekad Soekarno-Hatta dalam memimpin negara pada masa revolusi kemerdekaan [7] Berasal dari pidato Presiden pada HUT RI tanggal 17 agustus 1959 berjudul “penemuan kembali revolusi Kita”. Manipol-Usdek. mendapat mosi tidak percaya. Menlu Soebardjo dinilai oleh DPR telah melanggar prinsip politik bebas aktif. pembangunan semesta dan mengembalikan Irian Barat kedalam wilayah kekuasaan NKRI. [16] Orang yang tidak disukai oleh masyarakat atau lingkungan tempat dia bekerja atau melaksanakkan tugas . [5] Ideologi otoriter yang memuja superioritas nasional. denagn dalih melaksanakan UUPA (landreform) dan UUPBH (bagi hail). [15] Organisasi tani yang didirikan pada tahun 1946 kemudian bernaung dibawah PKI. lima azas yang harus dipedomani untuk melaksanakan Revolusi Indonesia yaitu Nasakom. Pancasila. Tugas FN adalah menghimpun dan mempersatukan kekuatan revolusioner dalam masyarakat yang bekerja atas dasar Demokrasi Terpimpin. yang karena ingin menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan perlengakapan senjata. PKI berusaha mendominasi FN karena merupakan forum perjuangan yang memenuhi selera PKI dalam rangka Penggerakan aksi massa [10] Gerakan PKI dalam rangka mendukung Manifesto Politik (Manipol) [11] Gerakan memperhebat dan mengobarkan aksi-aksi massa untuk memberantas lawan-lawan PKI [12] Penggantian [13] Pengikut Leon Trotsky. akibatnya kebinet Sukiman bubar pada bulan April 1951. Demokrasi terpimpin. hasil sidang pleno V CC PKI 1957. dengan tujuan menyelesaikan revolusi nasional. Cochran. mengenai masalah bantuan kepada bangsa Indonesia berdasarkan MSA. Sosialisme Indonesia. Berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) [9] Organisasi massa yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden RI nomor 13 Tahun 1959 tanggal 31 Desember 1959. Panca Azimat Revolusi.Dubes AS. sebutan PKI terhadap tokoh-tokoh Partai Murba. 19 November 1960. Pada 1964-1965 BTI adalah ujung tombak dari aksi-aksi sepihak. Merle H. penetapannya dilakukan dengan Penpres no 1 tahun 1960 kemudian dikukuhkan oleh MPRS dengan ketetapan Nomor 1/MPRS/1960. sesuai dengan pemahaman Demokrasi terpimpin. [14] Penjajahan bentuk baru yang menjadi musuh revolusi Indonesia. Ekonomi Terpimpin dan Kepribadian Indonesia [8]Thesis PKI tentang revolusi indonesia. Trisakti Tavip.

[17] Istilah untuk kaum Komunis [18] Surat yang diterima oleh Waperdam I ketua BPI Dr. Soebandrio dari pengirim yang tidak dikenal. yang pada saat itu (1965) dikategorikan sebagai musuh (nekolim) . Surat itu berisi seolah-olah TNI-AD mengadakan kerjasama dengan pihak inggris.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful