Proceeding, Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2006) Auditorium Universitas Gunadarma, Depok, 23-24 Agustus

2006 ISSN : 1411-6286

KUANTIFIKASI PERTANYAAN UNTUK MENDAPATKAN CERTAINTY FACTOR PENGGUNA PADA APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT Kusrini1
1

STMIK AMIKOM Yogyakarta, Jl. Ringroad Utara Condong Catur Sleman Yogyakarta
email: kusrini@amikom.ac.id

ABSTRAK
Sangat sulit untuk mendapatkan besarnya kepercayaan atau certainty factor (CF) pasien terhadap gelala yang dialami. Dalam penelitian ini, peneliti mengusulkan suatu metode penghitungan besarnya CF pengguna pada aplikasi sistem pakar untuk diagnosis penyakit dengan menggunakan metode kuantifikasi pertanyaan. Dengan menggunakan metode ini, diharapkan sistem pakar akan menjadi lebih mudah digunakan karena pasien tidak perlu memperhitungkan besarnya CF dari gejala yang dialami, tetapi cukup memasukkan kuantitas dan lama gejala tersebut dialami. Sistem secara otomatis akan menghitung nilai CF pengguna. Nilai CF diperoleh dengan mencari fungsi keanggotaan dari kuantitas dan lama yang dimasukkan pasien terhadap nilai dalam aturan yang diberikan oleh pakar. Metode kuantifikasi pertanyaaan ini sudah diimplementasikan dalam sistem pakar untuk menangani Penyakit dengan menggunakan bahasa pemrograman Delphi dan basis data Interbase.

Kata Kunci: Kuantifikasi Pertanyaan,Sistem Pakar,Certainty Factor 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan yang ditangani oleh seorang pakar bukan hanya permasalahan yang mangandalkan algoritma namun terkadang juga permasalahan yang sulit dipahami. Permasalahan tersebut dapat diatasi oleh seorang pakar dengan pengetahuan dan pengalamannya. Permasalahan ini juga bisa diselesaikan oleh sistem pakar yang menirukan kepakaran seseorang. Sistem pakar dibangun bukan berdasarkan algoritma tertentu tetapi berdasarkan basis pengetahuan dan aturan. Dalam melakukan diagnosis, seorang pakar terkadang mendasarkan pada data yang kurang lengkap atau data yang tidak pasti. Agar sistem pakar dapat melakukan penalaran sebagaimana seorang pakar meskipun data yang diperoleh kurang lengkap atau kurang pasti, dapat digunakan Certainty Factor. Kebanyakan sistem pakar yang ada, untuk mendapatkan kepercayaan pengguna terhadap gejala yang ada (misalnya batuk) adalah dengan
Kuantifikasi pertanyaan untuk mendapatkan (Kusrini)

meminta nilai CF langsung dari pasien. Menurut peneliti, hal ini sulit diperoleh mengingat pasien sendiri sulit memperkirakan berapa derajat ke-batuk-annya. 1.2. Perumusan Masalah Dalam makalah ini peneliti mengusulkan suatu metode, untuk mengetahui derajat kepercayaan pengguna terhadap gejala yang dialami, yaitu dengan kuantifikasi pertanyaan. Yang dimaksud dengan kuantifikasi pertanyaan disini yaitu pemberian faktor kuantitas dan lama pada gejala. Pengguna diminta untuk menentukan kuantitas gejala dan lama gejala yang dialami, setelah itu sistem akan menghitung nilai CFnya dengan menggunakan derajat keanggotaan kuantitas dan gejala tersebut terhadap nilai dalam aturan. 1.3. Tujuan Tujuan peneliti adalah untuk memberikan alternatif kepada para pembangun sistem pakar dalam memperoleh kepercayaan dari pengguna. Dengan menggunakan metode ini, diharapkan
1

dan sumber pengetahuan lainnya. 1994). Sistem pakar memiliki beberapa komponen utama yaitu: antar muka pengguna (user interface). jurnal. pengetahuan harus di representasikan dalam format tertentu yang kemudian dihimpun dalam suatu basis pengetahuan. Mekanisme inferensi merupakan perangkat lunak yang melakukan penalaran dengan menggunakan pengetahuan yang ada untuk menghasilkan suatu kesimpulan atau hasil akhir. teori Shannon berdasarkan pada probabilitas (Shanon theory based on probability). MB(H. Besarnya CF berkisar antara –1 sampai dengan 1. Basis data sistem pakar berisi pengetahuan setingkat pakar pada subyek tertentu. 2. Certainty Factor Sistem pakar harus mampu bekerja dalam ketidakpastian (Giarattano dan Riley. Agar pengetahuan dapat digunakan dalam sistem. teori Hartley berdasarkan himpunan klasik (Hartley theory based on classical sets). E ) − MD ( H . Pengetahuan ini bisa berasal dari pakar. Fasilitas akuisisi pengetahuan merupakan perangkat lunak yang menyediakan fasilitas dialog antara pakar dengan sistem. Depok. teori fuzzy Zadeh (Zadeh’s fuzzy theory) dan faktor kepastian (certainty factor). fasilitas akuisisi pengetahuan (knowledge acquisition facility) dan mekanisme inferensi (inference mechanism).1. 23-24 Agustus 2006 ISSN : 1411-6286 aplikasi sistem pakar yang dibangun akan lebih user friendly. basis data sistem pakar (expert system database). Certainty factor (CF) merupakan nilai parameter klinis yang diberikan MYCIN untuk menunjukkan besarnya kepercayaan. arahan atau strategi. Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2006) Auditorium Universitas Gunadarma. teori Dempster-Shafer (DempsterShafer theory). Fasilitas penjelasan berguna dalam memberikan penjelasan kepada pengguna mengapa komputer meminta suatu informasi tertentu dari pengguna dan dasar apa yang digunakan komputer sehingga dapat menyimpulkan suatu kondisi. Nilai –1 menunjukkan ketidakpercayaan mutlak sedangkan nilai 1 menunjukkan kerpercayaan mutlak. termasuk diantaranya probabilitas klasik (classical probability). 2. Kaidah produksi dituliskan dalam bentuk jika-maka (if-then) Kaidah if-then menghubungkan anteseden (antecedent) dengan konskuensi yang diakibatkannya.Proceeding. Sejumlah teori telah ditemukan untuk menyelesaikan ketidakpastian. majalah. MD(H.E) : certainty factor dari hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala (evidence) E. Kaidah menyediakan cara formal untuk merepresentasikan rekomendasi. 2. E ) (1) CF(H. E ) = MB( H . Sistem Pakar Sistem pakar adalah program komputer yang menirukan penalaran seorang pakar dengan keahlian pada suatu wilayah pengetahuan tertentu (Turban. Certainty factor didefinisikan sebagai pada persamaan 1 berikut (Giarattano dan Riley. 1994): CF ( H . Cara sistem pakar merepresentasikan pengetahuan akan mempengaruhi perkembangan. Faktor kepastian (certainty factor) diperkenalkan oleh Shortliffe Buchanan dalam pembuatan MYCIN.E) : ukuran kenaikan ketidakpercayaan (measure of increased disbelief) terhadap hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala E Bentuk dasar rumus certainty factor sebuah aturan JIKA E MAKA H adalah seperti ditunjukkan oleh persamaan 2 berikut: Kuantifikasi Pertanyaan untuk Mendapatkan (Kusrini) 2 . Selain itu ada satu komponen yang ada pada beberapa sistem pakar yaitu fasilitas penjelasan (explanation facility) Antar muka pengguna adalah perangkat lunak yang menyediakan media komunikasi antara pengguna dengan sistem. 2005). probabilitas Bayes (Bayesian probability).E) : ukuran kenaikan kepercayaan (measure of increased belief) terhadap hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala E. efisiensi dan perbaikan sistem. LANDASAN TEORI 2. Fasilitas akuisisi ini digunakan untuk memasukkan fakta-fakta dan kaidah-kaidah sesuai dengan perkembangan ilmu.

dianggap tidak tua. e) * CF ( H .3. Fungsi Keanggotaan Tua Jika semua evidence pada antecedent diketahui dengan pasti maka persamaannya akan menjadi: CF ( H . Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2006) Auditorium Universitas Gunadarma. Dan. CF x (Pakar) Operator_Aturan merupakan operator logika yang menghubungkan satu premis dengan premis yang lain dalam sebuah aturan. untuk premis pertama dari sebuah aturan hanya boleh menggunakan operator_aturan ‘Jika’ dan ‘Jika tidak’. diberikan himpunan semesta U adalah umur manusia antara [0. E ) dimana CF(E. Fungsi Keanggotaan Fungsi keanggotaan adalah sebuah representasi grafis dari besarnya partisipasi masing-masing input. maka dapat diketahui derajat ketuaannya adalah sebesar (35-30)/20 yaitu 0.e) merupakan nilai kerpercayaan yang diberikan oleh pengguna terhadap gejala yang dialaminya. E ) (3) Dalam aplikasinya. Sebagai contoh. e) = 1 : certainty factor hipotesis yang dipengaruhi oleh evidence e Gambar 1. Grafik fungsi keanggotaan untuk menggambarkan besarnya derajat ketuaan seseorang ditunjukkan pada Kuantifikasi pertanyaan untuk mendapatkan (Kusrini) 0 . CF: 0. Jika Tidak. Sedangkan fungsi keanggotaannya ditunjukkan oleh persamaan 4. ---).Proceeding. 23-24 Agustus 2006 ISSN : 1411-6286 CF ( H . e) = CF ( H .e) CF(H. 3. Dia dihubungkan dengan pembobotan masing-masing input yang diproses. x ≥ 50 (4) Jika diketahui seseorang memiliki umur 35 tahun. dan Atau Tidak. yaitu ketika CF(E.e) : certainty factor evidence E yang dipengaruhi oleh evidence e : certainty factor hipotesis dengan asumsi evidence diketahui dengan pasti. berikut ini adalah sebuah aturan dengan CF yang diberikan oleh seorang pakar: JIKA batuk DAN demam DAN sakit kepala DAN bersin-bersin MAKA influensa. e) = CF ( E . 30 < x < 50  20 1. definisi pencocokan fungsi antar input dan penentuan respon keluaran (Kaehler. sedangkan CF(E. sedangkan operator_aturan yang 3 .E) merupakan nilai kepastian yang diberikan oleh pakar terhadap suatu aturan. CF(H. CF(H.7 2. x ≤ 30  x − 30 f ( x) =  . METODE PENELITIAN Berikut ini adalah bentuk aturan yang digunakan dalam sistem ini: Operator_Aturan_n Data_n dengan kuantitas Operator_kuantitas_n Kuantitas_n toleransi Toleransi_kuantitas_n selama Operator_waktu_n toleransi Toleransi_waktu_n Maka Data. Sebagai contoh dalam menentukan fungsi keanggotaan. 100]. Depok.E) (2) gambar 1. Dan Tidak. Operator_Aturan yang diijinkan dalam sistem ini yaitu: Jika. Atau. Sedangkan orang yang berumur 30 tahun atau kurang.25 Dalam penelitian ini besarnya nilai keanggotaan akan menentukan besarnya CF pengguna. Sesuai hukum logika. Seseorang dikatakan tua jika dia berumur lebih dari 50 tahun.

x = Nilai 1  dengan x : Kuantitas/Waktu yang dialami user Nilai : Nilai kuantitas/waktu standar Toleransi : Toleransi kuantitas/waktu Grafik fungsi untuk operator “>=”dapat dilihat pada gambar 3. 23-24 Agustus 2006 ISSN : 1411-6286 lain digunakan untuk premis selain premis pertama. toleransi_kuantitas dan toleransi_waktu digunakan untuk menghitung CF User CF user diperoleh dari jawaban user saat melakukan konsultasi. x > Nilai 4 Kuantifikasi Pertanyaan untuk Mendapatkan (Kusrini) . “>=”. x <= Nilai−Toleransi (x − Nilai+Toleransi (6) ) CF(x) =  . Fungsi-fungsi karakteristik didapatkan dari premis aturan. “Operator_Kuantitas” dan “Operator_Waktu” yang disediakan berupa “=’. data bisa berupa gejala atau penyakit. dan “<=”. “Kuantitas” dan “Toleransi_Kuantitas”. Nilai x < Nilai Toleransi Toleransi   . Operator_kuantitas dan Operator_waktu terdiri dari operator =. ada 3 macam fungsi karakteristik untuk kuantitas dan waktu. Untuk fungsi karakteristik kuantitas didasarkan pada bagian aturan “Operator _Kuantitas”. “Waktu” dan “Toleransi_Waktu”. Grafik Fungsi Operator “=” − + 0. sedangkan fungsinya bisa dilihat pada persamaan 5 Gambar 2. Depok. Data adalah premis dan juga kesimpulan dari suatu aturan. Sedangkan fungsi karakteristik waktu didasarkan pada bagian aturan “Operator _Waktu”. sedangkan fungsinya bisa dilihat pada persamaan 6. “Kuantitas” dan “Waktu” merupakan syarat nilai dari berlakunya aturan itu. Nilai Toleransix < Nilai   Toleransi CF x) =  ( (Nilai Toleransix) + −  < + . maka CF akan dihitung sebesar gabungan derajat keanggotaan dari fungsi karakteristik kuantitas dan derajat keanggotaan dari fungsi karakteristik waktu. Operator_kuantitas. kuantitas. Gambar 3. Dalam hal ini. CF tidak secara langsung diberikan oleh user tetapi dihitung oleh sistem berdasarkan jawaban user. Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2006) Auditorium Universitas Gunadarma. Nilai−Toleransi x < Nilai < Toleransi  1. Grafik Fungsi untuk Operator “>=” 0. sedangkan “Toleransi_Kuantitas” dan “Toleransi_Waktu” memberikan batasan hingga suatu nilai yang membuat data premis ini tidak diabaikan. operator_waktu.Proceeding. tidak (CF : -1). Pilihan jawaban yang disediakan oleh sistem berupa jawaban tidak tahu (CF : 0) ya (CF : 1). Grafik fungsi operator “=”dapat dilihat pada gambar 2. x <=Nilai Toleransi Atau x >=Nilai Toleransi (x − Nilai Toleransi + ) (5) − < . waktu. <=. Sesuai dengan jenis operatornya. >=. Tetapi apabila aturan yang mengandung fungsi kuantitas dan waktu.

[2] Kaehler. USA. PENUTUP Metode kuantifikasi pertanyaan untuk menentukan CF pengguna. Decicion Support System and Expert Systems. CFUser ( x) = Min(CFKuantita s ( x).. J. Tampilan Aplikasi Sistem Pakar 4. 1995 5 . USA. Selanjutnya sistem akan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mendukung untuk dapat menyimpulkan penyakit yang diderita.C and Riley G. Fuzzy Logic – An 3. Gambar 5 dibawah adalah contoh tampilan dari aplikasi sistem pakar tersebut Gambar 4. DAFTAR PUSTAKA [1] Giarratano.Proceeding. Expert dengan x user Nilai Toleransi : Kuantitas/Waktu yang dialami : Nilai kuantitas/waktu standar : Toleransi kuantitas/waktu Untuk mendapatkan CF user. dan fungsinya bisa dilihat pada persamaan 7. Nilai < x < Nilai+ Toleransi Toleransi  1. Dari informasi tersebut sistem akan memperkirakan penyakit yang mungkin diderita.. x >= Nilai+ Toleransi (7) ( Nilai+ Toleransi− x) CF( x) =  . 2nd edition. ---. 23-24 Agustus 2006 ISSN : 1411-6286 dengan x user Nilai Toleransi : Kuantitas/Waktu yang dialami : Nilai kuantitas/waktu standar : Toleransi kuantitas/waktu Grafik fungsi operator “<=” dapat dilihat pada gambar 4. dilakukan perhitungan interpretasi standar dari interseksi antara CFKuantitas dan CFWaktu yang ditunjukkan pada persamaan 8. PEMBAHASAN Metode kuantifikasi pertanyaan ini telah diterapkan dalam aplikasi sistem pakar untuk menangani penyakit TBC pada anak dengan menggunakan bahasa pemrograman Delphi dan basis data interbase. S. D. telah dapat diimplementasikan dengan baik dalam aplikasi sistem pakar untuk menangani penyakit. Seminar Ilmiah Nasional Komputer dan Sistem Intelijen (KOMMIT 2006) Auditorium Universitas Gunadarma. PWS Publishing Co. Grafik Fungsi untuk Operator “<=” 0. E. Depok. 1994. Prentice Hall International Inc. x < Nilai Gambar 5.. Sistem ini bekerja dengan berdasarkan masukan gejala dari pasien yang disertai dengan Kuantifikasi pertanyaan untuk mendapatkan (Kusrini) Introduction [3] Turban. CFWaktu ( x )) (8) Systems: Principles and Programming. Metode ini memudahkan pengguna dalam memberikan jawaban terkait dengan besarnya kepercayaan terhadap gejala yang dialami. informasi kuantitas dan lama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful