PEDOMAN
OPERASI DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DASAR DESA

Jl. Melati No. 173A Sambilegi Baru, Maguwoharjo, Depok Sleman Telp : (0274) 433 2012, Fax : (0274) 433 2467 E-mail : Pengaduanjrf_nmc@yahoo.com www.rekompakjrf.com

Prasarana dan sarana dasar tersebut diharapkan akan memberikan manfaat jangka panjang dan oleh karena itu. Oktober 2010 Direktur Jenderal Cipta Karya Budi Yuwono NIP. Pedoman Pengoperasian dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Dasar (PPPPSD) ini diharapkan dapat memberikan informasi dan panduan tersebut. Melalui proses pemberdayaan REKOMPAK-JRF diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan memunculkan kesadaran dan tanggungjawab untuk memelihara serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengoperasikan dan memelihara sarana dan prasarana dasar yang telah dibangun secara benar dan efisien agar dapat bermanfaat untuk jangka waktu yang lama dan lestari. semoga pedoman ini dapat menjadi acuan dalam mengelola prasarana dan sarana dasar yang telah dibangun. Pengelolaan yang baik. tepat guna dan efisien akan berpengaruh pada kualitas layanan dan umur pengoperasian yang akhirnya mampu memberikan dampak langsung pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat secara berkesinambungan pada 265 desa/kelurahan sasaran REKOMPAK-JRF. masyarakat perlu diberi kemampuan dalam mengoperasikan dan memelihara prasarana dan sarana dasar yang telah dibangun. yang mencakup.KATA PENGANTAR Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman berbasis masyarakat Java Reconstruction Fund (REKOMPAK-JRF) telah berhasil membangun 21. Akhir kata. Jakarta. Untuk itu. operasi dan pemeliharaan serta pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan.633 rumah dalam waktu 14 bulan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah serta melakukan rehabilitasi dan pembangunan kembali prasarana dan sarana dasar desa/kelurahan melalui penyusunan Rencana Penataan Permukiman (RPP)/Community Settlement Plan (CSP) yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana secara partisipatif. 110020173 . diperlukan adanya informasi dan panduan operasi dan pemeliharaan yang tepat dan efisien. organisasi pengelola. Faktor yang mempengaruhi berfungsinya prasarana dan sarana dasar selain kualitas konstruksi adalah pengelolaannya.

.

Jenis Prasarana B. Tahap-tahap Pemeliharaan C.5. Pembentukan Tim Pengelola A.5. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga 3. Organisasi Pengelola O dan P 3. Pelatihan 3.2.6. Pengesahan dan Peresmian 3. Prasarana Air Bersih dan Sanitasi 2. Acuan Implementasi 1. Struktur Organisasi B.1.1. Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Pengoperasian A.3 Ukuran Keberhasilan ORGANISASI PENGELOLA 3.2. Teknis Operasi dan Pemeliharaan A. Latar Belakang 1.3. Kegiatan Rapat D. Ruang Lingkup 1. Tahap Perencanaan B. Maksud dan Tujuan 1.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN DAFTAR TABEL DAN BAGAN BAB I PENDAHULUAN 1. Ukuran Keberhasilan ii i v vii viii 1 2 3 3 3 4 4 BAB II 7 7 8 10 23 43 43 44 44 44 BAB III 45 46 48 48 48 49 50 50 52 53 53 54 53 .3. Batasan dan Pengertian TEKNIS OPERASI DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DASAR DESA/KELURAHAN 2.4. Struktur Pengelola dan Tata Peran A.7. Tugas dan Fungsi C. Tahap Konstruksi C.2. Pelaksanaan Rembug Warga C. Persiapan B.1. Prasarana Non Air Bersih dan Sanitasi D. Pelaporan E.4. Sasaran 1. Landasan Hukum 1. Tahap Pasca Konstruksi 2.

Klasifikasi Prasarana dan Pembiayaan untuk O dan P 4.2.Perkerasan Formulir Survei Kondisi Jalan – Drainase dan Bahu Jalan Lampiran – 16 Formulir Survei Kondisi Jembatan Lampiran – 17 Formulir Survei Kondisi Prasarana .4. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya D.BAB IV PEMBIAYAAN 4. Ukuran Keberhasilan – 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 9 – 10 – 11 – 12 – 13 – 14 – 15 55 56 56 64 64 65 67 LAMPIRAN Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Lampiran Tata Cara Penetapan Restribusi/Tarif Penerimaan Tarif Komponen Pelayanan Air Bersih Penerimaan Penyambungan Baru-Pelayanan Air Bersih Penerimaan Tarif Komponen Pelayanan Persampahan Penerimaan Tarif Komponen Pelayanan MCK Buku Bank Buku Kas Buku Administarsi dan Umum Buku BOP Air Bersih Buku BOP Persampahan Buku BOP Sanitasi/MCK Laporan Laba (Rugi) Laporan Keuangan Aliran Kas (Cash Flow) Formulir Survei Kondisi Jalan . Pencatatan Transaksi dan Pertanggungjawaban Keuangan 4. Perhitungan Anggaran Pendapatan C. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan B. Penganggaran Operasi dan Pemeliharaan A.1.

DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN ATK AD/ART BAPPD BBM BKM BPMA DMC DPRD DTPL EWS IPLT JR F KPP KSM KU/HU LPMD/K MCK NMC O dan P PJOK PLN PMU PP PPK Rekompak RPP RT/RW SAH SAL TIP TPK TPS UPL Alat Tulis Kantor Anggaran Dasar /Anggaran Rumah Tangga Berita Acara Pencairan/Penggunaan Dana Bahan Bakar Minyak Badan Keswadayaan Masyarakat Bangunan Penangkap Mata Air District Management Consultant Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dokumen Teknis Pembangunan Lingkungan Early Warning System Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Java Reconstruction Fund Kelompok Pengguna Prasarana Kelompok Swadaya Masyarakat Kran Umum / Hidrant Umum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan Mandi Cuci Kakus National Management Consultant Operasi dan Pemeliharaan Penanggung Jawab Operasional Kecamatan Perusahaan Listrik Negara Project Management Unit Panitia Pelaksana Pejabat Pembuat Komitmen Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas Rencana Penataan Permukiman Rukun Tetangga / Rukun Warga Saluran Air Hujan Saluran Air Limbah Tim Inti Perencana Tim Pengelola Kegiatan Tempat Pembuangan Sampah Unit Pengelola Lingkungan .

DAFTAR TABEL DAN BAGAN Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Tabel 20 – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – Tanda-tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jalan Tanda-tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jembatan Tanda-tanda Kerusakan Konstruksi Talud Tembok Penahan Tanah Perbaikan Pekerjaan Beton Perbaikan Pekerjaan Pasangan Batu Kali Perbaikan Pekerjaan Kayu Rincian Kebutuhan O dan P BPMA Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P Sumur Bor Dalam Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P Mesin Diesel Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P KU/HU Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P Tangki Septik MCK Pelaku dan Keterampilan O dan P Rincian Kebutuhan O dan P Bidang Resapan Pelaku dan Keterampilan O dan P Identifikasi Jenis Sampah Kemungkinan Kemudahan Penarikan Retribusi Berdasar Jenis Prasarana 14 16 18 20 21 22 25 25 27 28 31 31 33 34 36 37 40 40 42 55 Bagan 1 Bagan 2 Bagan 3 Bagan 4 Bagan 5 – – – – – Tahapan Pemeliharaan Pewadahan Sampah Bagan Organisasi Pengelolaan O dan P Prasarana dibawah BKM/TPK Struktur Tim Pengelola O dan P dengan Beberapa Prasarana Struktur Organisasi Tim Pengelola O dan P dengan Satu Prasarana 8 41 46 51 51 .

perspektif gender. kemitraan dengan lembaga-lembaga pemerintah. kuantitas. pelatihan. (6) Bisa dioperasikan dan dipelihara di tingkat lokal dengan hanya dukungan terbatas dari pihak luar ( bantuan teknis. faktor-faktor penting yang mempengaruhi berfungsinya suatu prasarana adalah pengelolaannya. operasi dan pemeliharaan serta pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan. kesehatan dan keamanan) (2) Beroperasi dalam jangka waktu yang lama (minimal sesuai dengan usia pakai) (3) Manajemennya dilembagakan (manajemen berbasiskan masyarakat. kontinyuitas. maka rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana lingkungan permukiman desa melalui proyek REKOMPAK-JRF yang mengedepankan aspek pemberdayaan masyarakat dan berorientasi pengurangan risiko bencana mengupayakan langkah pengembangan dan penguatan peran serta masyarakat mulai dari tahap perencanaan. Keberlanjutan suatu kegiatan pengelolaan prasarana sangat tergantung pada efisiensi dan efektifitas dari operasi dan pemeliharaannya.1. kenyamanan. tahap pelaksanaan dan akhirnya pada .BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana lingkungan permukiman pasca bencana di wilayah desa/kelurahan sasaran REKOMPAK-JRF diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan sosial ekonomi warga desa secara berkesinambungan. pemantauan) (7) Tidak mempengaruhi lingkungan secara negatif. kehandalan. yang mencakup organisasi pengelola. Prasarana yang telah dibangun atau diperbaiki diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka panjang bagi warga tetapi juga dapat lestari dan terus tumbuh dan berkembang. Mempertimbangkan kondisi tersebut. terjangkau. Sementara itu efisiensi dan efektifitas operasi dan pemeliharaan (O dan P) sebagai sistem sangat dipengaruhi oleh banyak faktor dan proses yang muncul dan berlangsung dari tahapan ide atau program sampai sistem tersebut terbangun dan beroperasi. Bila salah satu hal tersebut tidak dipenuhi maka akan berpengaruh kepada kualitas pelayanan dan umur pengoperasian yang akhirnya akan mengakibatkan tidak tercapainya harapan dan tujuan dibangunnya prasarana tersebut. efisiensi. penyusunan rencana teknis. Selain faktor kualitas konstruksi yang dihasilkan. keterlibatan sektor formal dan informal) (4) Biaya operasi dan pemeliharaan dan administrasi bisa dipenuhi masyarakat pengguna sendiri (minimal cost recovery terhadap biaya O dan P) (5) Perbaikan kerusakan dan penggantian suku cadang bisa dipenuhi di tingkat lokal. Ciri ciri suatu sistem dikatakan berkelanjutan jika: (1) Berfungsi dengan baik dan menghasilkan manfaat dalam tingkat yang memadai dari sisi (kualitas.

.tahap pemanfaatan prasarana yang harus dioperasikan dan dipelihara dengan baik secara mandiri agar selalu siap digunakan. Bisa dikatakan bahwa sustainabilitas operasi dan pemeliharaan suatu sistem dimulai dari tahap perencanaan dan bahkan yang lebih dini yaitu ditahap pengembangan gagasan atau penyusunan usulan. Melaksanakan operasi dan pemeliharaan secara benar akan mendukung keberlanjutan dari sistem pada masa pasca konstruksi. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. yang juga tergantung dari rangkaian faktor dan proses yang dikembangkan dalam tahap perencanaan dan konstruksi. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 13 Tahun 2010 tentang Rencana Nasional Penanggulangan Bencana (RENAS-PB) Tahun 20102014. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2008 tentang Peran Serta Lembaga Internasional dan Lembaga Asing Non Pemerintah dalam Penanggulangan Bencana. Landasan Hukum Peraturan perundangan yang menjadi landasan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa adalah : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.2. Peraturan Pemerintah Nomor 36 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. 1. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Dari mekanisme peran serta tersebut. maka “rasa membutuhkan prasarana (tahap perencanaan)” dan “rasa memiliki prasarana (tahap pelaksanaan)“ diharapkan memunculkan “kesadaran dan rasa tanggungjawab” untuk memelihara prasarana yang telah dibangun sehingga dapat memberikan manfaat yang berkesinambungan dan lestari. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana.

(5) Mendorong terwujudnya kemandirian dalam pengelolaan (teknis. Maksud dan Tujuan Maksud disusunnya pedoman O dan P ini adalah : (1) Memberikan panduan kepada masyarakat warga dalam mengorganisasikan dan melaksanakan O dan P prasarana desa. Hal-hal yang tidak diatur dalam pedoman ini. Selain itu. (2) Memberikan panduan kepada konsultan pendamping REKOMPAK-JRF dalam memfasilitasi pengorganisasian dan pelaksanaan O dan P prasarana desa. khususnya prasarana pengurangan risiko bencana yang telah dibangun selama program REKOMPAK-JRF. TF 090014–IND Java Reconstruction Fund (JRF) For Community Based Settlement Rehabilitation and Reconstruction Project for Central and West Java and Yogyakarta Special Region. pemerintahan kabupaten/kota dan pihak-pihak terkait dalam mendukung pengorganisasian dan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa.5. 2007. (3) Memberikan arahan kepada pemerintahan desa. 1. (4) Mendorong terwujudnya fasilitas prasarana pengurangan risiko bencana yang handal dan siaga. untuk hal-hal yang bersifat operasional dalam pelaksanaan lapangan tetap harus merujuk pedoman operasional umum dan teknis serta SOP REKOMPAK-JRF yang berlaku. pembiayaan) prasarana desa yang berkelanjutan.4. organisasi. 2007. Muatan dari pedoman ini adalah khusus memberikan arahan teknis. tetapi tidak termasuk prasarana dan sarana bangunan pusaka. pengorganisasian dan pembiayaan bagi pelaksanaan operasi dan pemeliharaan (O dan P). beserta perubahannya. Untuk bangunan pusaka sudah disusun pedoman pelestarian pusaka dalam buku terpisah. Ruang Lingkup Buku ini disusun sebagai pedoman bagi pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana desa.(16) Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana (RAN-PRB) Tahun 2010-1012. Acuan Implementasi (1) Grant Agreement Nr. .3. (2) (3) 1. harus tetap merujuk pedoman standar yang bersifat umum dan baku. Pedoman Operasional Umum (POU) Untuk Desa/kelurahanDalam Rekompak JRF. Pedoman Operasional Teknis (POT) Untuk Desa/kelurahanDalam Rekompak JRF. 1.

Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Provinsi. yaitu para fasilitator pendamping masyarakat desa/kelurahan. (8) Serta pihak-pihak lain yang peduli atau memanfaatkan pedoman O dan P ini. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan (LPMD/K) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). organisasi. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kabupaten/Kota. yaitu seluruh warga (pemakai prasarana). DPRD Provinsi. (3) Pemerintah desa/kelurahan. (2) Terlaksananya kegiatan fasilitasi pengorganisasian dan penyiapan pelaksanaan O dan P prasarana desa oleh konsultan pendamping REKOMPAK-JRF. berkala maupun perbaikan sewaktu-waktu (insidentil) . Kelompok sasaran utama tata-cara operasi dan pemeliharaan ini adalah: (1) Konsultan pendamping tingkat desa. (7) Konsultan REKOMPAK-JRF. Panitia Pelaksana (PP) dan calon pengelola O dan P. Batasan dan Pengertian Pengertian dan pemahaman yang dipakai dalam pedoman ini merujuk pada sejumlah sumber adalah sebagai berikut: (1) Operasi dan pemeliharaan adalah serangkaian kegiatan terencana dan sistematis.7. 1. (4) Pemerintah Kecamatan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten/Kota.6. khususnya BKM/TPK. District Management Consultant (DMC). yang dilakukan secara rutin. National Management Consultant (NMC). pembiayaan) prasarana desa. Tim Inti Perencana (TIP).Tujuan dari pedoman O dan P ini adalah: (1) Terwujudnya suatu sistem O dan P prasarana desa berbasis komunitas yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana. Dinas/Instansi Terkait. (3) Terwujudnya fasilitas prasarana desa yang handal dan siaga untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana di wilayah desa dan sekitarnya. (6) Gubernur. Penanggung Jawab Operasional Kecamatan (PJOK). (3) Meningkatnya peran aktif pemerintah kabupaten/kota dalam memfasilitasi proses pengorganisasian warga dalam pengembangan pelaksanaan O dan P prasarana desa. siaga dan mandiri. Sasaran Sasaran operasional pedoman O dan P ini adalah: (1) Terlaksananya langkah-langkah pengorganisasian warga desa dalam pelaksanaan O dan P prasarana desa yang handal. Dinas/Instansi Terkait. (2) Komunitas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 1. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi. (5) Walikota/Bupati. (2) Terwujudnya kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan (teknis.

c. Pemelihraa rutin sifatnya preventif. Pemeliharaan rutin ini dilakukan dengan mengontrol dan merawat prasaranasarana secara rutin/periodik sehingga tidak terjadi kerusakan atau berubah fungsinya. (4) . Bagian penting dari pemeliharaan rutin antara lain adalah pencegahan atau menjaga penggunaan prasarana yang tidak semestinya atau penggunaan diluar fungsinya agar prasarana tidak cepat rusak. Pemeliharaan ulang meliputi perbaikan rehabilitasi dari prasarana-sarana yang dilakukan untuk mengembalikan seperti fungsinya semula sesuai desain atau standar awal. Pemeliharaan Sesudah Rusak (breakdown maintenance) Pemeliharaan Sesudah Rusak meliputi perbaikan atau modifikasi dari prasarana/sarana yang dilakukan setelah terjadi kerusakan saat digunakan. (2) Pemeliharaan secara umum dapat dikategorikan dalam tiga jenis.untuk menjaga agar prasarana yang telah dibangun tetap dapat berfungsi dan bermanfaat sesuai rencana. sehingga tidak muncul hambatan dan kendala dari ketersediaan dana. b. sebagai berikut : a. (3) Tim Pengelola O dan P prasarana-sarana desa adalah sekelompok orang yang dipilih dan disepakati secara bersama-sama oleh masyarakat/komunitas desa. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan selang waktu yang cukup lama. Pembiayaan operasi dan pemeliharaan prasarana-sarana desa ditujukan untuk mengupayakan dan menjamin ketersediaan dana bagi pengelolaan O dan P prasarana oleh tim pengelola prasarana desa. Pemeliharaan Ulang (corrective maintenance). biasanya lebih dari satu tahun. Pemeliharaan Rutin (preventive maintenance). ringan dan dijadwalkan teratur dalam satu tahun. yang telah diberi wewenang dan tanggung jawab mengelola prasarana-sarana yang ditetapkan. Pemeliharaan ulang kadang disebut juga perbaikan besar.

BAB II TEKNIS OPERASI DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DASAR DESA/KELURAHAN

2.1. Teknis Operasi dan Pemeliharaan
A. Jenis Prasarana Jenis-jenis prasarana dasar desa yang telah dibangun melalui program REKOMPAK-JRF antara lain adalah: (1) Jenis prasarana Non Air Bersih dan Sanitasi a. Jalan 1) Jalan aspal 2) Jalan makadam 3) Jalan beton 4) Jalan paving 5) Jalan telasah 6) Jalan sirtu 7) Jalan tanah b. Jembatan 1) Jembatan beton 2) Jembatan komposit 3) Jembatan gantung 4) Jembatan kayu 5) Plat decker c. Saluran Drainase / Saluran air hujan (SAH) 1) Saluran dengan pasangan 2) Saluran dengan buis beton 3) Saluran tanah 4) Gorong-gorong 5) Syphon d. Sumur Resapan untuk Drainase/SAH 1) Sumur resapan buis beton 2) Sumur resapan pasangan batu bata e. Bangunan penahan tanah 1) Talud pasangan batu kali 2) Bronjong 3) Beton bertulang 4) Revetment

f. Bendung Bendung pasangan batu g. Embung/ Waduk 1) Tembok/talud pasangan batu kali 2) Tanggul tanah h. Lapangan Evakuasi i. Hidran Pemadam Kebakaran (Fire Hidrant) j. Peralatan Pendukung Peringatan Dini (EWS/ Early Warning System) (2) Jenis prasarana Air Bersih dan Sanitasi a. Air Bersih 1) Bangunan Penangkap Mata Air/BPMA 2) Sumur bor dalam 3) Bak Penampung Air Bersih (Reservoir) 4) Pipa Transmisi & Distribusi, dan Katup (valve) 5) Mesin Diesel Pembangkit Listrik (Genset) b. Sanitasi/MCK (Mandi Cuci Kakus) 1) Bilik MCK 2) Tangki Septik 3) Resapan c. Persampahan 1) Pengumpulan & pemilahan sampah 2) Komposting

B. Tahap-Tahap Pemeliharaan
Tahap-tahap proses pemeliharaan prasarana desa yang dilaksanakan oleh Tim Pengelola O dan P prasarana dasar desa secara umum melalui proses yang dapat digambarkan sebagai berikut :
Bagan – 1 Tahapan Pemeliharaan
Inventarisasi, Identifikasi Evaluasi & Perhitungan Prioritisasi & Penjadwalan Pembiayaan

Pelaksanaan Pemeliharaan & Pelaporan

Pada tahap ini masalah kepemilikan/kewenangan atas prasarana dasar desa harus sudah jelas. Kapasitas desa. Sebaiknya dalam pendataan ini meminta juga informasi dari komunitas warga di sekitar lokasi atau pengguna prasarana. yaitu: kemampuan desa untuk melaksanaka pemeliharaan sendiri.6 (Prosedur) Perbaikan Pekerjaan. peralatan. tenaga kerja/tenaga trampil dan biaya yang dibutuhkan. Prasarana yang bukan milik desa/lingkungan atau diluar kewenangan desa maka operasi & pemeliharaannya. Manfaat. yaitu semakin banyak jumlah orang yang menggunakan. sehingga prosesnya perlu waktu lebih lama.(1) Inventarisasi dan Identifikasi Tahap ini adalah menginventarisasi prasarana yang akan dipelihara serta mengidentifikasi masing-masing kondisi prasarana-sarana. karena jika tidak mampu ditangani oleh tingkat desa maka perbaikannya perlu diusulkan ke pemerintah kab/kota dan dinas/instansi lainnya. semakin prioritas. . (2) Evaluasi dan Perhitungan Pada tahap ini hasil invetarisasi dan identifikasi yang sudah disusun akan dievaluasi untuk penentuan metoda dan cara pemeliharaan.2. (3) Prioritisasi dan Penjadwalan Prioritisasi dan penjadwalan secara keseluruhan dari semua prasarana dan komponen yang sudah diinventarisasi. b. jika belum jelas perlu dicari informasi dan dikonfirmasi sesuai data pada saat awal pembangunan prasarana. yaitu: urutan logis secara teknis tahap-tahap pemeliharaan atau perbaikan. difabel. Pada tahap ini juga perlu diseleksi prasarana mana yang akan dilakukan pemeliharaan rutin. karena mereka cukup tahu kondisi prasarana tersebut. Urutan logis. e. Sebagai acuan evaluasi dan perhitungan dapat dilihat Tabel-4. Kemendesakan. Sosial. Sebagai acuan pencatatan dapat dilihat Tabel–1. Disini dievaluasi dan ditambahkan juga catatan jumlah yang memanfaatkan prasarana tersebut serta kondisi sosial pemakai serta cakupan pelayanan.3 Tanda-tanda kerusakan konstruksi prasaranasarana dan uraian prasarana dalam pedoman ini. c. Dalam pendataan tersebut harus dicatat dengan lengkap kondisi bagian/komponen prasaranasarana yang akan dipelihara atau yang mengalami kerusakan. termasuk pembiayaannya harus dikordinasikan dengan dinas/instansi terkait. kelompok perempuan) d. perhitungan bahan.5. dilakukan melalui survey menggunakan formulir kondisi prasarana sebagai terlampir. Untuk kategori rehabilitasi proses dilakukan terpisah seperti membangun prasarana baru. yaitu : pertimbangan kondisi sosial warga pengguna prasarana (misal kaum jompo. pemeliharaan perbaikan karena rusak atau masuk kategori rehabilitasi jika kondisinya sudah sangat rusak. dapat dilakukan dengan melihat aspek-aspek seperti : a. yaitu: kondisi kerusakan prasarana dan kemendesakan karena merupakan prasarana mitigasi bencana yang harus segera dipelihara.

(6) Pengawasan dan Evaluasi Pengawasan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan prasarana dilakukan oleh BKM/TPK melalui UPL (unit pengelola lingkungan) dan oleh masyarakat komunitas warga. Evaluasi atas hasil pelaksanaan O dan P dilakukan setelah prasarana digunakan kembali atau sedikitnya dalam satu tahun sekali. Evaluasi dilakukan oleh Tim Pengelola bersama komunitas warga dan perlu mengundang pihak luar untuk memberi masukan ahli. dapat dilakukan evaluasi dan perhitungan ulang metoda pemeliharaan yang dipilih.(4) Pembiayaan Setelah tahap perencanaan diatas diselesaikan oleh petugas teknis maka hasil perencanaan O dan P tersebut harus dirembug bersama oleh seluruh pengurus untuk diputuskan besaran biaya yang disediakan dan akan digunakan untuk pemeliharaan. C. Selama dan sesudah pemeliharaan tim pengelola/petugas harus membuat laporan pelaksanaan pemeliharaan (pelaksanaan kegiatan dan keuangan) untuk disampaikan kepada masyarakat dan ditempel pada papan pengumuman. Pada kondisi karena dana terbatas. Prasarana Non Air Bersih dan Sanitasi (1) Pemeliharaan Rutin Prasarana dan Sarana Pemeliharaan rutin bertujuan mengontrol dan merawat prasarana/sarana serta menjaga fasilitas tetap dalam kondisi baik untuk mencegah kegagalan (prasarana tidak berfungsi secara tiba-tiba). Pemeliharaan rutin harus dimulai pada waktu prasaranasarana selesai dibangun (masih dalam keadaan baru) dan dilanjutkan seumur prasarana tersebut. Pemeliharaan Rutin pada dasarnya menjaga prasarana dalam keadaan seperti semula dan mencakup beberapa pekerjaan yang berulang. (5) Pelaksanaan Pemeliharaan dan Pelaporan Pelaksanaa pemeliharaan dapat dilaksanakan sendiri oleh tim pengelola O dan P. secara kerja bakti. Untuk kondisi keputusan-keputusan tertentu (misal: honor/tunjangan/upah petugas pemeliharaan) maka keputusan perlu diambil melalui rembug warga dan/atau persetujuan pemerintah desa sesuai peraturan yang dibuat sebelumnya dalam AD/ART Tim Pengelola atau aturan pemerintahan yang berlaku. Selain hal itu dengan pemeliharaan rutin kerusakan kecil cepat diketahui. yang secara teknis cukup sederhana. rencana pemeliharaan perlu ditempel di papan pengumuman untuk dapat diketahui warga. gotong royong atau menyewa tenaga dari luar. Sebelum pemeliharaan dilaksanakan. dapat segera diperbaiki dan tidak menjadi kerusakan besar atau kegagalan fungsi. .

ada hal penting yang harus dilakukan untuk menjaga agar prasarana desa tidak cepat rusak yaitu melaksanakan pencegahan penggunaan prasarana yang tidak semestinya atau penggunaan diluar fungsinya. Tidak boleh membuat talud yang lebih tinggi dari berm/bahu jalan tanpa dilengkapi saluran drainase sehingga terjadi genangan di jalan. 4. 3. diluar tujuan untuk perlindungan jembatan tersebut. Penanganan kerusakan-kerusakan ringan Pengecatan sederhana Pemeliharaan permukaan konstruksi bangunan dan lantai kendaraan Penggantian spare-part/suku cadang Pemberian pelumas/oli Dalam pemeliharaan rutin. Tidak boleh menambang material batu dan/atau pasir (galian C) pada 500 M dari hulu dan hilir jembatan. 3. jalan cor-beton swadaya beban maksimal sampai dengan 3 ton). Mencegah dan melarang dilewati kendaraan dengan total berat melebihi klas jembatan yang direncanakan (lihat catatan no:1a) 2. 5. 4. Tidak boleh memanfaatkan jembatan menjadi tempat mencuci kendaraan/barang.5 kali tinggi talud dari talud. c. b. . Tidak boleh memanfaatkan ruang bawah jembatan. Mencegah dan melarang penanaman tanaman keras dan/atau tanaman semusim sepanjang talud yang akarnya dapat mendorong ketidakstabilan talud dan/atau merusak talud. 4. Jembatan 1. 8. 2. Mencegah dan melarang penggunaan jalan. Tidak boleh memanfaatkan jalan menjadi tempat mencuci kendaraan atau barang-barang. Pembersihan secara umum Membuang tumbuhan liar dan sampah Pembersihan dan melancarkan fungsi prasarana. antara lain: a. Dilarang mendirikan bangunan diatas atau dibawah talud sejauh 1. Talud 1. untuk dilewati oleh kendaraan dengan total berat melebihi klas jalan (jalan desa: Klas III beban < 8 ton. 3. 2. 6. Pencegahan penggunaan prasarana diluar fungsi. 2. 7. selain rumput pelindung bahu jalan.Lingkup pekerjaan pemeliharaan rutin/berkala prasarana adalah sebagai berikut: 1. Tidak boleh memanfaatkan tanah yang ditalud sebagai pondasi dari bangunan rumah atau bangunan lainnya 3. Tidak boleh menanam pohon di berm/bahu jalan. Jalan 1.

3. diluar fungsinya. f. Tidak boleh membendung aliran air serta membongkar dinding talud saluran drainase untuk pengambilan air. 3. Waduk/embung 1. Mencegah dan melarang saluran drainase sebagai tempat memandikan dan minum ternak yang bukan/tidak di tempat-tempat yang sudah disediakan. 4. Tidak boleh memanfaatkan dinding saluran sebagai tempat mendirikan bangunan. jalan. 3. jembatan. 2. Tidak boleh menghilangkan rumput tanggul sebagai penahan longsor. 2. dll. tanggul. Melarang penggunaan dari bagian-bagian bangunan bendung. seperti: talud. jembatan.4. Bendung 1. 2. tanggul. Saluran drainase 1. warung. Tidak boleh mendirikan bangunan disekitar bendung. Mencegah dan melarang penanaman tanaman keras dan/atau tanaman semusim sepanjang puncak tanggul sehingga mengurangi kepadatan. dll. pintu air. Tidak boleh memanfaatkan waduk/embung sebagai tempat pemeliharaan ternak. jalan. Melarang penggunaan dari bagian-bagian bangunan waduk/embung. 2. Tidak boleh mengambil material batuan. d. 4. 5. Tanggul Tanah 1. g. Tidak boleh membuang sampah di saluran drainase. Pada bangunan rumah atau pelindung pintu air tidak boleh untuk tempat pemeliharaan ternak. diluar fungsinya. Dilarang menggali tanah disekitar pondasi talud yang dapat melemahkan konstruksi talud. . Mencegah dan melarang waduk/embung sebagai tempat memandikan dan minum ternak yang bukan/tidak ditempat-tempat yang sudah disediakan. saluran drainase/irigasi. lihat panduan nomor sebelumnya. pasir atau sedimen di sekitar tanggul (akan mengurangi kestabilan konstruksi tanggul dan menyebabkan longsor). tempat tinggal sementara/bedeng. seperti: talud. saluran drainase/irigasi. Mencegah dan melarang pengambilan/penambangan material batuan. Tidak boleh memanfaatkan tanggul sebagai pondasi dari bangunan rumah atau bangunan lainnya Tidak boleh mengambil material badan tanggul dan kaki tanggul. 3. 4. e. lihat panduan nomor sebelumnya. pasir atau sedimen (galian C) di sekitar bendung. porositas dan kestabilan tanggul.

Tidak boleh mendirikan bangunan atau meletakan barang-barang disekitar hidran. 4. karena kerusakan yang tidak segera diperbaiki akan semakin bertambah kerusakannya dan pada akhirnya prasarana rusak tidak bisa digunakan (gagal berfungsi). Mencegah dan melarang pemanfaatan lapangan evakuasi untuk lahan pertanian. 5 dan 6). ini dapat menghambat akses petugas pemadam dalam memanfaatkan hidran. antara lain pekerjaanpekerjaan perbaikan untuk: 1. Pada bagian berikut ditampilkan beberapa prosedur perbaikan jika suatu konstruksi prasarana mengalami kerusakan (lihat tabel 4. Lapangan Evakuasi 1. 3. Mencegah dan melarang penggunaan hidran untuk mencuci kendaraan atau barang-barang.h. Hidran Pemadam Kebakaran (Fire Hidrant) : 1. Mencegah dan melarang penggunaan hidran untuk menyiram tanaman. 6. . Rehabilitasi atau pekerjaan perbaikan besar prosesnya hampir sama dengan prosedur tata laksana untuk pembangunan infrastruktur baru. 2. (2) Pemeliharaan Prasarana Sesudah Rusak Pemeliharaan Sesudah Rusak adalah pemeliharaan atau perbaikan yang dilakukan karena prasarana mengalami kerusakan. 2. Pemeliharaan perbaikan pada prinsipnya harus segera dilakukan jika prasarana mengalami kerusakan. Namun dalam beberapa situasi sering perbaikan tidak dapat segera dilakukan (misal: anggaran yang belum siap). untuk kondisi ini diharapkan warga bisa mengadakan kerja bakti untuk melakukan pemeliharaan melindungi dan perbaikan ringan atas bagian yang rusak agar tidak semakin rusak. 3. Tidak boleh mendirikan bangunan warung/toko di lapangan evakuasi. i. Konstruksi beton Konstruksi pasangan batu kali Konstruksi pasangan bata Konstruksi aspal Konstruksi paving Konstruksi kayu (3) Pemeliharaan Ulang dan Rehabilitasi Pemeliharaan Ulang dan Rehabilitasi dilakukan untuk mengembalikan prasarana seperti fungsinya semula (sesuai desain standar awal). ini termasuk pekerjaan perbaikan besar tidak akan dibahas dalam pedoman ini. 2. 5.

Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan sampahsampah. . Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas tanah melemah Peturasan tidak baik Stabilitas lapisan permukaan dan base course melemah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Lapisan permukaan Peturasan tidak baik Filler Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah dasar (sub grade Traffic management (load) Drainase samping Batu pengunci/ batu kancing ( kanstin) Berm/bahu jalan Traffic management (load) Drainase samping Berm/bahu jalan Vegetasi (rumput dll) Jalan Telasah Melendut melintang ataupun Stabilitas lapisan permukaan dan sub .Tabel – 1 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jalan NO INFRASTRUKTUR Jalan JENIS KONSTRUKSI Aspal PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Retak garis dipermukaan Terkelupas Retak sarang laba-laba Beton Terbongkar Melendut (banyak) Permukaan Berlumut Paving Block Terbongkar Melendut (banyak) Pecah Berlumut Tumbuh rumput Makadam Melendut melintang ataupun memanjang Batuannya terlepas KERUSAKAN Stabilitas melemah Stabilitas melemah lapisan lapisan permukaan permukaan mulai mulai PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Traffic (over load) Umur Traffic (over load) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic management (load) Drainase samping Berm/bahu jalan PENCEGAHAN KERUSAKAN PERAWATAN & PERHATIAN Konstruksi jalan harus dilakukan : .Secara berkala konstruksi jalan harus dirawat.Perawatan sistem drainase/peturasan samping dan permukaan jalan .

Melendut melintang ataupun memanjang Rumput tumbuh ditengah badan jalan.NO INFRASTRUKTUR JENIS KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) memanjang Batuannya terlepas KERUSAKAN grade melemah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Batu pengunci (kanstin) rusak atau lepas Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Peturasan tidak baik PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) Umur Traffic (over load) Sistem drainase tidak baik Tidak dirawat (tumbuh rumput) PENCEGAHAN KERUSAKAN PERAWATAN Drainase samping Batu pengunci/ batu kancing ( kanstin) Berm/bahu jalan Traffic management (load) Drainase samping Vegetasi (rumput dll) Traffic management (load) Drainase samping Vegetasi (rumput dll) & PERHATIAN Sirtu Melendut melintang ataupun memanjang Rumput tumbuh ditengah badan jalan. Perkerasan tanah Stabilitas lapisan permukaan dan sub grade melemah Peturasan tidak baik .

miring Pipa atau besi rail melendut atau lepas. Mempertahankan fungsi sesuai desain. PERHATIAN Konstruksi jembatan harus dilakukan : .Secara berkala konstruksi baja harus dirawat dari gangguan-gangguan kemis (air laut. .Tabel – 2 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Prasarana Jembatan NO INFRASTRUKTUR Jembatan Beton dengan Pondasi Pasangan Batu KOMPONEN KONSTRUKSI Guard rail.Pengecatan baja & besi (rail) berkala Mempertahankan fungsi sesuai desain.Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan sampah-sampah. perdu). hancur Terlihat besi tulangan Gelagar beton komposit (baja– beton). tembok sedada (buuk) PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Tiang/patok/buuk – retak atau hancur KERUSAKAN Stabilitas konstruksi melemah PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan) Daya rekat plesteran berkurang (plesteran lapuk) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load atau benturan (beban berlebihan). . retak. Tiang/patok/buuk . patah. Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Terkena gangguan kemis/kimia Umur Berubah fungsi atau beban berlebih Baja berkarat banyak Umur Berubah fungsi atau beban berlebih Umur Berubah fungsi atau load (beban PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN Mempertahankan fungsi sesuai desain. Mengatur / pengendalian lalu-lintas lewat jembatan. limbah. condong. Pipa atau besi rail melendut Gelagar beton Retak Melendut (banyak) Pecah. air hujan. Mempertahankan fungsi sesuai desain. kencing binatang).Collaps. Mempertahankan fungsi .Perawatan sistem drainase/peturasan sekitar konstruksi. Mengatur / pengendalian lalu-lintas lewat jembatan Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. semak. lapisan mengelupas Stabilitas konstruksi melemah Konstruksi beton melemah Hand Rail Tiang/patok . Guard post/safety post (patok pengarah). Perawatan sistem peturasan sekitar konstruksi Secara berkala konstruksi baja harus dirawat. Stabilitas pondasi melemah Atau Stabilitas tanah dasar melemah Pasangan konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Pasangan konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Baja berubah.pecah. dan dari gangguan biologis (jamur. gelagar baja I dan lantai beton bertulang Baja berkarat Melendut (banyak) Beton retak di bagian komposit Lantai beton Jembatan Retak Stabilitas konstruksi melemah . lumut. Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan.

Daya rekat plesteran / siaran melemah. . ada tumbuhan Peturasan tidak baik dan plesteran/ siaran lepas . PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN sesuai desain.Kepala jembatan (abutment) dan pilar (pier).Perkuatan lereng dan apron pada dasar sungai. Pecah.NO INFRASTRUKTUR KOMPONEN KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Melendut (banyak) Pecah. hancur. Retak Collaps. hancur Terlihat besi tulangan KERUSAKAN Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas pondasi melemah Atau Stabilitas tanah dasar melemah PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Daya rekat plesteran berkurang (plesteran lapuk) Sistem drainase tidak baik. miring Mempertahankan fungsi sesuai desain. : tidak ada penggalian material sungai di sekitar jembatan) Membersihkan vegetasi yang tidak perlu dan membersihan sampah di bawah jembatan. condong.Pondasi untuk kepala jembatan dan pilar . Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan. batu-batu lepas Pasangan melemah konstruksi Berlumut. PERHATIAN Pas batu kali: . Menjaga sekeliling pondasi tidak terjadi gerusan dasar sungai (a.l. Pengaturan drainase dan pembersihan lumut dan tumbuhan.

Rumput pelindung hilang/mati. Aliran air rembesan dibawah/ di dalam timbunan.Pembersihan vegetasi yang tidak perlu dan sampahsampah. Aliran air deras. aliran air rembesan dibawah bronjong menggerus pondasi tanah Umur Berubah fungsi atau load atau Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan vegetasi yang tidak perlu dan Berlumut Bronjong kawat Melendut/melengkung Kawat putus / rusak . hancur Pasangan Batu Kali Retak Melendut (banyak) Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Drainase Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Drainase Pecah.Tabel – 3 Tanda-Tanda Kerusakan Konstruksi Talud Tembok Penahan Tanah NO INFRASTRUKTUR Talud. hancur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik Sistem drainase tidak baik. Tembok Penahan Tanah JENIS KONSTRUKSI Timbunan Tanah (Tanggul) PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Melendut Bekas tergerus Retak memanjang KERUSAKAN Stabilitas berkurang Kepadatan tanah berkurang Kepadatan tanah berkurang Terjadi sliding Longsor (Stabilitas berkurang) Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Stabilitas konstruksi melemah Atau Stabilitas tanah dasar melemah Stabilitas konstruksi melemah Atau Stabilitas tanah dsar melemah Peturasan tidak baik Stabilitas konstruksi melemah Kawat berkarat atau ikatan lepas PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik. Rumput pelindung hilang/mati. Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Umur Berubah fungsi atau load (beban berlebihan) Sistem drainase tidak baik PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN Mempertahankan Fungsi sesuai Design Membersihkan Vegetasi yang tidak perlu Pengaturan Drainase PERHATIAN Konstruksi talud harus dilakukan : .Secara berkala konstruksi talud harus dirawat. Pemadatan tidak sempurna Rembesan air Sistem drainase tidak baik. Pohon.Perawatan sistem drainase/peturasan sekitar dan samping konstruksi talud. . . tiang pada tebing condong Beton Retak Melendut (banyak) Pecah.

NO INFRASTRUKTUR JENIS KONSTRUKSI PENAMPAKAN VISUAL (INDIKASI KERUSAKAN) Hancur. batu longsor (stabilitas berkurang) PENYEBAB UTAMA KERUSAKAN benturan/timbunan sampah. batu lepas KERUSAKAN Kawat putus. atau Penguatan ikatan kawat Pengaturan Drainase PERHATIAN . PENCEGAHAN KERUSAKAN & PERAWATAN sampah-sampah. Pondasi tanah tergerus. Umur Berubah fungsi atau load benturan/timbunan sampah.

Gelagar jembatan (gelagar baja I dan lantai beton bertulang) .Retak .Dinding penahan tanah. .Beton lama disiram air bersih dulu sebelum dilakukan pembetonan baru. kencing) dan dari gangguan biologis (jamur. Jika terjadi rusak tulangan tidak banyak. Beton retak .Pengaturan batasan pembebanan.Perawatan sistem drainase sekitar konstruksi.Perawatan dari gangguan kemis dan biologis.Secara berkala konstruksi baja harus dirawat dari gangguan kemis/kimia (air laut. Konstruksi jembatan harus di periksa oleh ahli dan jembatan tidak boleh digunakan.Lantai jembatan .Jika kategori retak rambut tidak perlu diperbaiki . Konstruksi jembatan harus di periksa oleh ahli dan jembatan tidak boleh digunakan. INDIKASI KERUSAKAN Retak NO 1 PENGGUNAAN Perkerasaan jalan. lumut).Pengaturan batasan pembebanan.Rangka rumah . .Lantai landasan berat .Jika retak konstruksi harus diperbaiki dengan memperbesar retak hingga ukuran lebih besar kerikil beton perbaikkan sedalam retaknya >setengah tebal beton. 3 Beton Komposit (baja – beton) Baja berkarat Melendut (banyak) Pembersihan bagian-bagian yang berkarat dan baja dicat ulang.Balok Jembatan . limbah. .Jika retak tidak dalam < setegah tebal isi dengan mortar (campuran cemen pasir komposisi setara betonnya) Beton di kupas sampai lapisan tanah Tanah dipadatkan kembali dan dibersihkan Siram tanah dengan air Isi lubang tersebut dengan beton dengan campuran setara beton lama.Jika digunakan untuk jalan harus ada pengaturan lalu lintas untuk membatasi pembebanan. . Hancur Patah/penurunan . Jika bagian beton komposit retak banyak atau ada yang pecah lepas.Sehingga terlihat tulangannya Idem di atas.Tabel – 4 Perbaikan Pekerjaan Beton KOMPONEN KONSTRUKSI Beton Rabat (Blind Concrete) PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK . Jika jembatan kondisi rusak menunggu perbaikan terpaksa tetap digunakan maka harus diberi pilar-pilar penopang pada bagian gelagarnya.Jika digunakan untuk jalan harus ada pengaturan lalu lintas untuk membatasi pembebanan. Permukaan aus ( kerikil lepas ) 2 Beton Bertulang (Reinforced Concrete) Beton struktur: . air hujan.Kebersihan beton yang diperbaiki . bengkok atau putus satu dua buah cukup dilakukan penyambungan dengan cara overlap. PERHATIAN . . .Perawatan dari gangguan kemis dan biologis.Pondasi berat . Karena konstruksi beton komposit memerlukan keahlian khusus. car port. . dll.Pengaturan batasan pembebanan.Perawatan sistem drainase sekitar konstruksi . . Jika melendut banyak atau lendutan bertambah dari periode sebelumnya.Pembersihan vegetasi yg tidak perlu dan sampah. .Pengecatan baja berkala .Perawatan sistem drainse peturasan sekitar konstruksi . sebaiknya perbaikan diserahkan kepada tenaga trampil dan tukang ahli di bidangnya.Teknik pencampuran material beton . Perkerasan landasan Perkerasan lantai PROSEDUR PERBAIKAN . Kemudian ditutup dengan beton berkomposisi setara beton aslinya.Permukaan aus kerikil lepas Hancur Patah .

.Tabel – 5 Perbaikan Pekerjaan Pasangan Batu Kali KOMPONEN KONSTRUKSI Pasangan batu kali NO 1 PENGGUNAAN Pondasi struktur Tembok Penahan Tanah Dinding drainase Dinding Bendung Pondasi Jembatan Dll.Keselamatan kerja.Kebersihan pasangan yang diperbaiki (termasuk dari adukan/spesi lama) .Teknik pencampuran material adukan/spesi . .Retak diperbesar sampai kedalaman retak. .Jika kondisi tidak aman maka lebih baik dibuat pasangan baru dengan kedalaman pondasi yang memperhitungkan adanya gerusan. PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK Mempertahankan fungsi sesuai desain Membersihkan vegetasi/tumbuhan yang tidak perlu Pengaturan aliran drainase INDIKASI KERUSAKAN .Collaps. . Condong .Dilakukan finishing sebagaimana bagian lainnya . .Patah Jika terjadi penurunan disisi lain maka konstruksi pasangan dibagian turun dibongkar untuk diganti dengan yang baru (berlaku untuk tembok pelindung bahaya). Perlu dilakukan redesign. . . PERHATIAN . . Konstruksi dibongkar dan diganti dengan yang baru.Kemudian lubang diisi dengan adukan/spesi baru sepenuhnya.Retak PROSEDUR PERBAIKAN .Jika tanah dasar adalah tanah lunak (bukan keras) maka dilakukan penggalian tanah dibagian bawah yang aman kemudian disuntik dengan beton atau pasangan batu baru.Jika tanah dasar adalah tanah keras maka dilakukan suntikan beton pada bagian yang tergerus.Pondasi tergerus air .Pasangan lama disiram air bersih dulu sebelum dilakukan pemasangan baru.

Melengkung (berubah bentuk) . . air hujan. 2 Kayu untuk Bangunan Daun pintu Daun jendela Idem . ialah kayu yang tidak termasuk dalam mutu di atas tetapi memenuhi syarat : Kadar lengas kayu < 30 %. patah: Bagian kayu yang rusak harus diganti kayu dengan mutu yang sama (kualitas dan jenis kayu) . Balok tidak mengandung wanvlak > 1/10 tinggi balok. Kelembaban akan menaikkan kadar air dalam kayu yang dapat menurunkan kekuatan kayu. Miring arah serat kayu Tgn ß < 1/7 Retak dalam arah radial <1/3 tebal kayu Retak menurut lingkaran tumbuh (kayu tahun) < 1/4 tebal kayu. yaitu : Kayu bermutu A.Lapuk .Kayu retak/pecah : Sambung atau tembel kayu dengan lem kayu . perdu) INDIKASI KERUSAKAN Retak/Pecah NO 1 PENGGUNAAN Kuda-kuda Kolom Balok Kusen PROSEDUR PERBAIKAN Sambung atau tembel kayu dengan lem kayu PERHATIAN Secara umum dikenal dua macam mutu kayu dalam konstruksi. kencing binatang) . . prasarana tidak boleh digunakan.Patah . Balok tidak mengandung wanvlak > 1/10 tinggi balok. dan dari gangguan biologis (jamur. . kayu yang mempunyai syarat : Kayu harus kering udara Besar mata kayu tidak melebihi 1/6 lebar balok atau < 3. Miring arah serat kayu Tgn ß < 1/10 Reta dalam arah radial <1/4 tebal kayu Retak menurut lingkaran tumbuh (kayu tahun) < 1/5 tebal kayu. harus dipersiapkan penyangga atau kontruksi sementara untuk penahan beban terhadap bangunan.Melengkung(berubah bentuk) .Pada titik titik yang sirkulasi udaranya tidak bagus (sudut sudut bangunan) secara berkala diberikan sirkulasi agar material kayu terhindar Patah dari pengaruh kelembaban.Perawatan terhadap perubahan kekencangan baut yang dapat terjadi karena gaya mekanis. lumut.Tabel – 6 Perbaikan Pekerjaan Kayu KOMPONEN KONSTRUKSI Konstruksi Kayu menahan beban PENCEGAHAN AGAR TIDAK TERJADI RUSAK . Besar mata kayu tidak melebihi 1/4 lebar balok atau < 5 cm.Retak/Pecah . Lapuk .Secara berkala konstruksi bangunan kayu harus dirawat dari gangguangangguan kemis (air laut.Pada saat perbaikan berlangsung. semak. limbah.Pembatasan pembebanan sesuai dengan beban rencana atau gangguan mekanis. Kayu bermutu B.5 cm.Bagian kayu yang rusak harus diganti kayu dengan mutu yang sama (kualitas dan jenis kayu) .Sebelum penggantian kayu. melengkung.Kayu lapuk.

5) Pagar keliling untuk mencegah hewan berkeliaran di sekeliling lokasi mata air. Contoh dan gambar berbagai jenis BPMA bisa dilihat pada Pedoman Perencanaan Pengadaan Air Bersih untuk Proyek REKOMPAK-JRF. Prasarana Air Bersih dan Sanitasi (1) Bangunan Penangkap Mata Air (BPMA) a. Gambaran Singkat BPMA (broncaptering) berfungsi untuk mengumpulkan dan melindungi air tanah yang keluar di permukaan (mata air) untuk kemudahan pemanfaatannya. Bangunan tersebut terdiri dari bagian bagian utama sebagai berikut: 1) Pipa berlobang (porus) yang berfungsi untuk pengambilan air yang dipasang di bawah muka air terendah mata air. yang berfungsi mencegah pencemaran oleh air limpasan permukaan dengan cara mencegat dan membelokkan agar tidak melimpas ke bangunan penangkap mata air. Pipa tersebut ditempatkan dalam lapisan kerikil yang diatas lapisan kerikil diberi lapisan pasir. 2) Bangunan pelindung. yang bisa terbuat dari beton.D. Bangunan pelindung berfungsi untuk memberikan perlindungan dari sisi stabilitas struktur dan kekedapan yang diperlukan agar bebas dari kontaminasi air permukaan. 4) Saluran drainase interseptor. . 3) Pipa pelimpah yang berfungsi untuk menjaga agar air mata air mengalir bebas setiap saat. Terdapat banyak jenis bangunan penangkap mata air dari yang paling sederhana berupa dinding keliling disertai dengan timbunan sampai dengan struktur yang lebih rumit menggunakan jaringan perpipaan untuk mengumpulkan air dari areal yang lebih luas. Pipa tersebut mengalirkan air ke reservoir/penampungan. pasangan batu kali atau batu bata serta lapisan kedap air yang biasanya terbuat dari lempung atau plastik atau geo-membran.

Pengambilan sampel/ contoh air berkala (sebulan sekali) untuk dianalisa kandungan e. Pengoperasian BPMA meliputi kegiatan seperti buka tutup katup yang digunakan untuk mengalirkan air ke reservoir. Memeriksa debit/kuantitas air baku. jika terjadi erosi ataupun penurunan tanah lakukan perbaikan dengan menimbun untuk mengganti tanah yang hilang atau turun. Apabila ditemukan kandungan e.coli maka diperlukan penambahan chlor (kaporit) secukupnya sesuai dengan dosis rata-rata 1 mg/l. pagar keliling dan memperbaikinya jika terdapat kerusakan. Setelah selesai melakukan penggelontoran tutup kembali katup penggelontor. Operasi dan pemeliharaan 1) Pengoperasian Air harus dijaga mengalir bebas setiap saat sehingga air tidak mencari jalan lain yang berakibat mata air menghilang dan muncul di tempat lain. Setelah melakukan penggelontoran. Jika terjadi penurunan yang tidak biasanya maka perlu diperiksa kemungkinan adanya penyumbatan di sistim pengumpulannya. Periksa adanya erosi terhadap tanah disekitar BPMA. bersihkan dari kotoran yang menyumbat. pastikan untuk menutup kembali lubang pemeriksaan (manhole). jika rusak atau berkarat ganti dengan material baru yang tidak berkarat. Memeriksa kekeruhan air yang keluar dari mata air setelah hujan. lokasi sekitar BPMA harus dijaga tetap bersih. perstisida. Lakukan penggelontoran setahun sekali untuk membuang lumpur. Periksa semua saringan. 2) Pemeliharaan Meliputi kegiatan sebagai berikut: Pencegahan pencemaran dari kegiatan buang air besar maupun kecil. - - - - - . pembersihan ataupun penggantian saringan.b.coli untuk pemeriksaan ada tidaknya pencemaran kotoran manusia atau hewan. Memeriksa drainase interseptor/pencegat. Jika terjadi kenaikan kekeruhan air setelah terjadi hujan maka perlindungan mata air harus diperbaiki. Membersihkan sekeliling mata air dari tanaman yang akarnya mungkin merusak struktur bangunan BPMA atau mengakibatkan penyumbatan mata air. Jika perlu bongkar lapisan kerikil dan ganti dengan yang baru atau jika pipa pengumpul yang tersumbat maka bersihkan dengan cara menyemprot air balik. serta bahan bahan kimia berbahaya lainnya di daerah tangkapan mata air (jika mungkin) atau setidaknya daerah dalam radius 300 m dari mata air. kotoran ternak.

timba plastik keranjang. pasir. sabit Bak air. memeriksa adanya kerusakan. pasir. Erosi. cetok. membantu saat terjadi perbaikan besar Menjaga kebersihan. kerikil Semen. Pekerjaan perluasan c. cangkul. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. timba plastik Tabel – 8 Pelaku dan Keterampilan O dan P BPMA Pelaku Pengguna / Konsumen Pelaksana harian Pengelola Air Tukang Batu Pendukung dari pihak luar Peranan Memanfaatkan air. Keterampilan Tidak memerlukan Keterampilan khusus Keterampilan dasar/ rendah Kemampuan mengorganisir Pertukangan Analisa mikrobiologis. . keranjang. kesalahan pemasangan atau dirusak atau penyumbatan pipa akibat lumpur atau akar tanaman. Melapor jika terjadi kerusakan. katup. Akses air yang kurang baik bagi pengguna/pemanfaat air. kerikil dan lempung Alat dan Perlengkapan Sapu lidi. Permasalahan. jam tangan/stop watch sabit. runtuhnya BPMA. banjir dan kerusakan yang disebabkan oleh manusia atau hewan Pencemaran mata air akibat bocor dan karena kesalahan pemasangan. Pemeriksaan kualitas air Perbaikan perpipaan dan katup Perbaikan retak retak Frekuensi Mingguan Setelah terjadi hujan lebat Jika terjadi penurunan yg tidak biasa Saat terjadi kerusakan Teratur Saat terjadi kerusakan Tahunan Sumber Daya Manusia Lokal/desa Lokal/desa Lokal/desa Lokal/desa Dinas Kesehatan Lokal/desa atau kecamatan atau kabupaten Lokal/desa Bahan dan Suku Cadang Kayu. membimbing dan menstimulasi organisasi pedesaan. cetok. cetok. semen. Tabel – 7 Rincian Kebutuhan O dan P BPMA Kegiatan Membersihkan sekitar BPMA Pemeriksaan kekeruhan Pemeriksaan debit air Perbaikan pagar dan pembersihan saluran drainase. tambang. sapu lidi Peralatan laboratorium keranjang. cangkul. cangkul. melaksanakan perbaikan kecil Mengorganisir perbaikan yg lebih besar. Kerusakan pipa akibat korosi (untuk pipa baja).3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 7 dan Tabel – 8. akibat desain maupun pelaksanaan yang kurang baik. menjaga kebersihan lokasi. kabel Bahan kimia untuk analisa laboratorium Pipa.kapak. kunci pipa. atau perilaku manusia. Perbaikan pasangan batu kali atau bata atau beton Memeriksa kualitas air bersih. pisau.

Tugas dan tanggung jawab dari orang tersebut harus jelas dan bisa diterima oleh kelompok pengguna prasarana. bisa ditunjuk orang yang tinggal atau sering beraktifitas di dekat lokasi BPMA. Untuk pelaksanaan tugas O dan P di lokasi BPMA. Di bawah permukaan tanah namun tidak sampai ke lapisan akuifer yang dituju. Orang tersebut juga bisa diberi tugas tanggung jawab untuk pembagian air ke pengguna yang tinggal di dekat lokasi BPMA serta tanggung jawab pelaksanaan kegiatan monitoring. Biasanya air mata air memiliki kualitas yang baik. 3) Perpaduan yang baik antara ukuran celah pipa saringan (screen). Pembuatan sumur ini bisa dilakukan dengan mesin atau peralatan yang dioperasikan dengan tangan. Pengelolaan yang baik akan bisa mencegah konflik atas satu atau lain hal yang mungkin terjadi. terdapat bagian pipa yang bercelah (screen) untuk masuknya air tanah ke dalam sumur. kerikil filter dan material pembentuk akuifer serta pemompaan yang intensif untuk membersihkan pompa sebelum pompa berproduksi. Di sekeliling screen ditempatkan material kerikil yang berfungsi sebagai filter untuk mencegah material tanah memasuki sumur. didalam akuifer. namun perlu dilakukan pemeriksaan kualitas karena tidak tertutup kemungkinan jika air mata air berasal dari daerah tangkapan yang tercemar atau dari sungai yang tercemar berat dan meresap ke dalam tanah lalu muncul kembali kepermukaan tanah sebagai mata air. bagian ini biasanya diberi selubung (casing) yang terbuat dari PVC atau pipa GIP atau baja. - (2) Sumur Bor Dalam a. Mata air biasanya berlokasi jauh dari pemukiman. . Kuantitas dan kualitas air berfluktuasi dengan berubahnya musim. Atau berada dalam tanah milik pribadi. Sumur bor dilengkapi dengan selubung yang berdiameter antara 10 cm s/d 25 cm dan biasanya terdiri dari 3 bagian utama: 1) 2) Di permukaan tanah. akan menjamin kelangsungan operasinya dalam jangka panjang. Tidak semua mata air menghasilkan air yang mempunyai rasa yang bisa diterima masyarakat.2) Keterbatasan. pelat beton sekeliling lubang bor yang melindungi air limpasan permukaan tanah meresap kedalam lubang bor. Di bawah permukaan air. Gambaran Singkat Sumur bor merupakan prasarana pengambilan air tanah yang berada dalam akuifer. untuk menjaga agar tanah tidak runtuh. 3) Catatan Penting. Pada umumnya mata air bukan milik pribadi.

paku. cangkul. pasir. Operasi dan pemeliharaan 1) Pengoperasian Pengoperasian sumur itu sendiri biasanya tidak diperlukan. dll Semen. catut. maka petugas perlu memantau tinggi permukaan air sumur. cangkul. kerikil Kerikil. sapu lidi. Jika kapasitas produksi menurun sampai dibawah kebutuhan. Tabel – 9 Rincian Kebutuhan O dan P Sumur Bor Dalam Kegiatan Pembersihan lokasi sumur Pembersihan Drainase Perbaikan pagar Perbaikan lantai sumur Rehabilitasi sumur dalam Frekuensi Harian Saat kotor Saat terjadi kerusakan tahunan Sangat jarang Sumber Daya Manusia Lokal Lokal Lokal Local Regional Bahan dan Suku Cadang Alat dan Perlengkapan Sapu lidi. Kegiatan pemeliharaan besar yang mungkin terjadi walau sangat langka adalah pengurasan lumpur atau rehabilitasi sumur dan perbaikan pompa. kawat. dimana semua perlengkapan sumur harus dibongkar dan pekerjaan ini harus dilakukan oleh pihak yang memang mempunyai spesialisasi dan kompetensi tinggi dibidang pekerjaan ini. Hal yang sangat sulit dilakukan adalah memperdalam sumur yang telah ada. gerobak dorong Gergaji. cetok. 3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 9 dan Tabel – 10. Timba plastik. dll. sabit dll Sekop. palu. 2) Pemeliharaan Aktifitas pemeliharaan yang diperlukan hanyalah pembersihan lantai sekeliling sumur dan drainase serta perbaikan pagar jika terjadi kerusakan. Banyak jenis dan cara rehabilitasi salah satunya adalah penyemprotan air dan udara. dll .dll Peralatan lengkap rehabilitasi sumur dalam Kayu . cetok.b. cangkul. pipa. Pengambilan (ekstraksi) air dilakukan dengan menggunakan pompa sumur dalam yang dioperasikan oleh petugas dari organisasi pengelola.

Permasalahan yang Sering Terjadi. mengorganisir pekerjaan perbaikan besar. Dinding sumur runtuh karena tidak diberi selubung atau selubung kurang kuat. Air sumur tercemar karena kurang baiknya lantai pelindung atau kurangnya pemeliharaan. Kerusakan pompa yang diakibatkan tegangan listriknya tidak stabil. membina dan menstimulasi organisasi pengelola Keterampilan Tidak perlu Keterampilan khusus Keterampilan dasar Keterampilan Berorganisasi Keterampilan khusus Analisa mikrobiologis. melaksanakan pekerjaan pembersihan Mengawasi pelaksana harian. bergotong royong saat terjadi pekerjaan perbaikan besar. 2) Keterbatasan. himpunan pengelola air pedesaan. . menjaga lokasi tetap bersih. mengumpulkan retribusi Rehabilitasi sumur Pemeriksaan kualitas air. Kualitas air menurun atau dinding runtuh akibat selubung pipa baja terkorosi. Mencatat penggunaan air. Pembuatan sumur tergantung pada kondisi geohidrologi. Lokasi sumur tidak boleh berdekatan dengan cubluk dan atau kandang ternak dan sebaliknya. PDAM dll) Peranan Memakai air.Tabel – 10 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pengguna Air Pelaksana Harian Organisasi Pengelola Perusahaan Pembor Sumur Dalam (spesialis) Dukungan pihak luar (puskesmas. pekerjaan perluasan c. a) Ada kemungkinan bahwa penggunaan sumur bor tidak hanya untuk keperluan air bersih namun juga untuk irigasi. 3) Catatan Penting. Mengingat hal tersebut maka saat melaksanakan kajian potensi sumur bor bersama dengan masyarakat maka perlu memikirkannya dalam konteks yang lebih luas. Sumur yang dibangun dilokasi yang jauh dari pemukiman pengguna air atau terlalu sulit dijangkau. akan sulit dipelihara dan dimanfaatkan. Debit air menurun karena pembersihan sumur yang kurang baik. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. seperti besarnya aliran didalam akuifer dan adanya batuan kedap air diatasnya. partikel tanah masuk ke dalam sumur karena screen yang kurang baik demikian juga pembersihan sumur. termasuk semua kebutuhan air dan tentunya pengaruh terhadap ketersediaan air baku.

Gambaran Singkat Mesin diesel adalah mesin yang biasa digunakan sebagai mesin penggerak pembangkit listrik sumberdaya cadangan atau tunggal. Sumbu yang berputar tersebut digunakan antara lain untuk menggerakkan generator listrik atau pompa. lebih awet. dalam hal jenis putaran (dua tak atau empat tak). Bagian utama mesin ini adalah silinder. meskipun kegiatan O dan P sudah dilakukan optimal. d) Berdasarkan pengalaman. Jumlah silinder bisa bermacam-macam mulai dari satu (1) sampai dengan 6 (enam). sementara mesin putaran tinggi 2 tak menghasilkan tenaga yang lebih per kg berat mesin. Bahan bakar dimasukkan ke ruang silinder oleh pompa yang bertekanan tinggi dengan pengaturan waktu yang tepat. c) Tim pengelola perlu selalu memantau pencatatan penggunaan air. tidak tertutup kemungkinan ada sumur yang rusak disebabkan oleh kejadian gempa atau akibat lain. sistem pendinginan (udara atau air) dan lain lain. Mesin diesel berbeda dengan mesin bensin dalam hal bahan bakarnya. Oleh sebab itu dalam pembiayaan O dan P perlu dicadangkan dana yang cukup untuk mengantisipasi hal tsb. piston. . (3) Mesin Diesel (Genset) a. katup dan sumbu putaran piston (crankshaft).b) Seandainya titik sumur bor yang harus dibangun berdekatan dengan kandang ternak (sesuai rekomendasi geo-hidrologis) maka kandang tersebut harus dipindahkan. Mesin dengan bahan pendingin air membutuhkan pemeliharaan yang lebih rendah dari pada mesin dengan pendingin udara. Selanjutnya gerakan piston disalurkan ke sumbunya (crankshaft). pencegahan pencemaran air. Mesin berbeda beda dalam ukuran. pemantauan kualitas air. yang menggerakkan piston. Efisiensi mesin diesel lebih tinggi daripada mesin bensin dan membutuhkan perawatan lebih rendah daripada mesin bensin. mesin diesel tidak menggunakan busi dan bekerja dengan tekanan ruang silinder yang jauh lebih tinggi. Secara umum mesin dengan kecepatan putaran rendah dan jenis putaran 4 tak. Piston bergerak akibat kompresi ruang silinder dan injeksi bahan bakar ke ruang tersebut menimbulkan ledakan yang terkendali. jika dilokasi tidak tersedia sumber listrik dari PLN. Katup dalam silinder mengatur aliran masuknya udara dan bahan bakar serta keluarnya gas buang. kecepatan putaran.

. oli atau air. Beberapa bagian mesin yang bergerak atau berputar. 1) Pengoperasian Mesin harus dioperasikan oleh pelaksana yang telah dilatih. perlu diberi pelumasan sesuai petunjuk yang ada dalam manual yang diberikan fabrikan pembuat mesin. juga fungsi pompa. dll. 3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 11 dan Tabel – 12. Jika mesin bekerja pada putaran mesin yang terlalu rendah maka efisiensinya akan rendah dan terjadi pembentukan karbon lebih cepat dari pada biasanya. Jika mesin dihubungkan dengan pompa atau generator melalui V Belt. Setiap 250 jam bersihkan atau ganti jka perlu semua filter. Mesin perlu pemeliharaan rutin menurut jumlah jam kerja mesin. filter udara jenis oil bath filter dibersihkan sekali seminggu sekali sementara filter udara yang menggunakan kertas kering (dry paper filter) dibersihkan 2 minggu sekali. mengatur bukaan katup. lakukan penggantian V Belt. dengan melaksanakan pembersihan silinder. 2) Pemeliharaan Bagian luar mesin harus dibersihkan setiap hari (dengan cara mengelap). Semua data mengenai level oli. Untuk generator pembangkit. yang memperpendek periode servis mesin. periksa mur. Setiap mesin memiliki petunjuk pengoperasian yang tipikal mesin tersebut yang berasal dari pabrik pembuatnya. tekanan oli mesin. baut dan pipa pembuangan gas buang. bahan bakar dan air pendingin serta jam operasi mesin harus dicatat dalam buku catatan pengoperasian mesin. Beberapa bagian mesin yang bergerak atau berputar perlu pelumasan manual. Setiap 1500 jam lakukan servis berkala. filter udara harus diperiksa dan dibersihkan setiap hari. Saat dioperasikan perhatikan indikator bahan bakar. ganti oli. Sebelum dihidupkan.b. Operasi dan Pemeliharaan Uraian kegiatan O dan P dibawah ini bersifat umum sedangkan detil yang lebih baik bisa didapatkan dari petunjuk (manual) dari fabrikan yang diberikan saat membeli mesin. Setiap tahun sekali rumah mesin harus dicat dan lakukan perbaikan jika terjadi kerusakan. atau generator. Di lingkungan yang berdebu dengan tingkatan sedang. dan pada lingkungan yang berdebu. periksa bahan bakar dan level oli mesin serta air pendingin. operasi dan pemeliharaan disesuaikan dengan manual yang diberikan oleh fabrikan pembuatnya. Jika terlalu rendah maka tambahkan bahan bakar.

Pembentukan carbon dalam silinder berlangsung cepat dan efisiensi rendah akibat menjalankan mesin jauh dibawah kapasitasnya. Tabel – 12 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pelaksana harian Pengelola air Bengkel Mesin Dukungan pihak luar Peranan Mengoperasikan mesin. Melakukan pecatatan pengoperasian. sikat baja. atap. atur katup. “belt” penggerak putus. Jika terdpt kerusakan pd rumah mesin Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Spesialis Lokal Spesialis Lokal atau Regional Belt mesin Nozzle. gergaji. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. alat khusus Kunci inggris. air radiator & tambah. dan cairan pendingin Alat dan Perlengkapan corong. mengumpulkan retribusi. injector. ballpoin Filter baru. Rusak parah akibat salah O dan P. kayu dll Oli mesin Filter oli. Kunci inggris. alat khusus Kunci inggris Tergantung bagian yang diganti cetok. paku. gasket. keranjang.kan jika kurang Hidup dan matikan mesin Mengisi buku catatan pengoperasian Periksa filter udara. dll. mengorganisir perbaikan besar Melaksanakan sevis & perbaikan besar Melatih pelaksana harian Keterampilan O dan P mesin diesel dasar dari pelatihan Kemampuan mengorganisir Keterampilan khusus Pelatihan dan pengetahuan teknis c. baut. . pompa b. bearings. oli atau cairan pendingin Harian Harian Harian atau Mingguan Mingguan Mingguan Tiap 250 jam mingguan Tiap 500 s/d 2000 jam Periodik sesuai petujuk fabrikan Jika terjadi kerusakan Jika getaran & bu -nyi mesin sudah terasa kasar. filter bahan bakar Kertas .pasir. pengabaian atau ketidak pahaman. nozzles. oli mesin. Ganti “belt” Ganti suku cadang mesin Ganti dudukan mesin dan perbaiki rumah mesin Frekuensi Harian Sumber Daya Manusia Lokal Bahan dan Suku Cadang Bahan bakar. kerikil. wadah untuk bahan bakar. atau minyak tanah dan oli mesin Kunci pemutar mur baut Kunci inggris Kunci inggris Kunci inggris. oli. Permasalahan yang Sering Terjadi.bakar. paku. mur. melaporkan jika terjadi kejanggalan Mensupervisi pengelola harian. Semen.Tabel – 11 Rincian Kebutuhan O dan P Mesin Diesel Kegiatan Periksa level bahn bakar. melaksanakan servis ringan. tatah. dll. bersihkan & ganti jika perlu Periksa kebocoran oli Kencangkan mur dan baut Ganti oli mesin Bersihkan atau ganti mesin Bersihkan silinder.

pasangan batu kali atau beton. Karena digunakan oleh banyak orang maka KU/HU ini biasanya kurang terurus. Gambaran Singkat Melalui KU/HU pengguna air bisa mendapatkan air dari satu atau lebih keran air. 2) Keterbatasan. KU terdiri dari dinding atau kolom yang dilengkapi dengan beberapa keran berukuran ½ inchi yang menjulur cukup jauh dari dinding atau kolom untuk memudahkan pengisian timba atau jerigen air. Mesin diesel butuh banyak pemeliharaan sederhana dan jika hal tersebut dilakukan secara benar maka bisa dijamin mesin akan berusia panjang. Mesin diesel paling sesuai sebagai mesin penggerak pembangkit listrik (genset). 2) Desain konstruksi HU HU terdiri dari Tangki Fiber atau plastik atau beton atau pasangan dengan kapasitas 2 m3 – 5m3 didudukkan diatas pondasi dengan ketinggian sekitar 1 m yang dilengkapi dengan beberapa keran berukuran ½ inchi yang menjulur cukup . Tingginya biaya untuk bahan bakar. Kebutuhan mekanik mesin diesel yang harus tersedia setiap saat terjadi perbaikan. - - (4) Kran Umum/Hidran Umum (KU/HU) a. Di bawah dinding atau kolom diberi lantai dari pasangan batu bata yang diberi plaster beserta saluran drainase untuk menampung tumpahan air dan mengalirkannya kesaluran drainase terdekat. 3) Catatan Penting. Pemelihara harus bisa menjamin bahwa jadwal pemeliharaan dilaksanakan dengan semestinya dan ada tindak perbaikan yang cepat jika terjadi kerusakan. Tekanan di KU adalah 7 m dan maksimum 20 m. Memerlukan pemeliharaan yang cukup sering.Pada umumnya sering terjadi pada alat pemanas bahan bakar dan nozle bahan bakar sering rusak. Untuk tugas pemeliharaan yang lebih rumit harus dilaksanakan oleh mekanik yang lebih berpengalaman yang mengetahui sumber suku cadang yang diperlukan. Jika dipelihara dengan baik maka mesin tersebut bisa menjadi sumber listrik yang bisa diandalkan. Jenis keran bisa dari jenis globe/ball valve atau stop kran. Kolom atau dinding bisa dari material pasangan batu bata. Penting untuk memilih mesin diesel dari merek yang terkenal baik dengan suku cadang yang mudah didapat. 1) Desain konstruksi KU Desainnya harus lebih kokoh dibanding sambungan rumah.

Teflon. Perlu dicegah terjadinya genangan. semen. 3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 13 dan Tabel – 14. keranjang. Jika terjadi kerusakan pagar perlu segera diganti. Minimum lokasi dan desain KU/HU harus dimusyawarahkan dengan calon pengguna. paku. cetok. cetok Kunci inggris. Sapu lidi. Operasi dan Pemeliharaan 1) Pengoperasian Petugas harian harus memastikan bahwa tangki HU telah penuh atau sekurangkurangnya lebih dari ¾ bagian telah terisi namun jangan sampai airnya melimpah (hanya untuk pengoperasian HU). palu palu. KU/HU harus diberi meter air untuk mengukur pemakaian air melalui KU/HU tersebut. Keran bisa dari jenis globe/ball valve atau stop kran. Pengguna/pemakai membersihkan dan mengisi wadah air mereka melalui keran. cat anti karat Bahan dan Suku Cadang Air. pasir. keran cadangan kayu. sikat.paku kayu. mesin pembuat ulir pipa galvanis . air dll. gergaji.jauh dari tangki untuk memudahkan pengisian timba atau jerigen air. sikat Sekop. Jika perlu diberi pagar untuk mencegah ternak mendekati KU/HU. connector. kaporit Alat dan Perlengkapan Selang. gergaji. kawat. kunci pipa golok. Kapasitas tangki tersebut tergantung jumlah pengguna yang dilayani. sapu lidi. elbow dll. Kunci pipa. Mandi dan cuci tidak diperkenankan di KU/HU.tang. Jika terdapat perpipaan atau keran yang bocor harus segera diperbaiki. 2) Pemeliharaan Lokasi sekitar keran termasuk drainasenya harus dibersihkan setiap hari. Teflon. timba dll. Bangunan yang retak harus segera diperbaiki dan jika ada bagian bangunan dari kayu yang telah lapuk harus segera diganti.. obeng. Petugas harian harus mencatat penggunaan air yang terukur pada meter air KU/ HU. nipple. b. timba air Jerigen. lem pipa. dll. Disekeliling bagian bawah pondasi diberi lantai dari pasangan batu bata yang diberi plaster beserta saluran drainase untuk menampung tumpahan air dan mengalirkannya kesaluran drainase terdekat. Tabel – 13 Rincian Kebutuhan O dan P KU/HU Kegiatan Menguras dan member sihkan Tangki HU Keran air Membersihkan lokasi Membersihkan drainase Memperbaiki atau mengganti keran Memperbaiki pagar Memperbaiki dinding atau kolom atau lantai Memperbaiki pipa Frekuensi 3 bulanan harian harian harian Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Jika terjadi kerusakan Sumber Daya Manusia Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Lokal Seal/washer karet.

KU di lokasi terujung dari sistem sering bertekanan sangat rendah. 2) Keterbatasan/Hambatan. menjaga kebersihan Mebersihkan lokasi. Semua katup bisa diakses dan bak katup tidak dalam keadaan tertimbun .Tabel – 14 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pengguna/pemanfaat Pelaksana harian Organisasi Pengelola Tukang batu Tukang pipa Dukungan Pihak Luar Peranan Keran air. Harus ada penanggung jawab harian. Drainase yang kurang baik. dan konflik karena penempatan KU tanpa melalui proses musyawarah terlebih dahulu diantara calon pengguna. 3) Catatan Penting. Fungsi katup yang paling umum dalam sistem distribusi adalah untuk menutup pipa. Keran dibiarkan terbuka setelah dipakai atau bahkan secara sengaja dibuka untuk mengairi ladang atau kolam ikan. o o Perhatian khusus perlu diberikan pada cara penanganan air setelah keluar dari KU/HU agar tidak terjadi kontaminasi sampai air tersebut dikonsumsi. maka penandaan posisi katup sangat diperlukan agar mudah ditemukan. yang menjalankan tugas kebersihan KU/HU dan sekelilingnya. mengendalikan/mengarahkan aliran dan tekanan atau untuk mencegah aliran balik. Kesalahan dalam pengoperasian. Permasalahan yang Sering Terjadi. Mengingat pentingnya fungsi katup. memperbaiki kerusakan kecil. melatih anggaota pengelola Keterampilan Tidak perlu Keterampilan Keterampilan dasar Mengorganisir dan pembukuan Memasang pasangan batu bata atau batu kali Perpipaan sederhana Pelatihan dan uji mikrobiologis c.mengumpulkan retribusi Memperbaiki dindin atau kolom dan lantai KU Memperbaiki pipa atau keran Memantau kesehatan. Gambaran Singkat Katup digunakan untuk melakukan penutupan pipa. kurangnya pemeliharaan. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. Jika masyarakat mau membentuk organisai pengelola dan melaksanakan pemeliharaan sistem maka satu-satunya hambatan hanyalah biaya. Jenis dan lokasi semua katup tercatat. 2. menjaga KU tetap berfungsi dan mencatat penggunaan air untuk penarikan retribusi air. Katup harus diperiksa dan dipelihara secara berkala dengan cara sebagai berikut: 1. Retribusi ditarik berdasarkan pencatatan air KU/HU. mengumpulkan retribusi Mengorganisir kerusakan besar. (5) Katup (valve) a.

2) Pengolahan limbah yang terdiri dari: . bila perlu melakukan pengurasan Pembersihan karat dan pengecetan (8) MCK (Mandi Cuci Kakus) Komunal a. MCK juga berfungsi untuk melayani masyarakat kurang mampu yang tidak memiliki tempat mandi. cuci dan buang airnya. Bak katup bersih. Pemeriksaan pipa inlet dan alat ukur debit secara berkala. Katup dalam keadaan sebagaimana yang diinginkan. Membuka dan menutup katup dilakukan untuk mengikis sedimen atau karat yang ada dibagian dalam katup yang bisa mempengaruhi kualitas air bersih. 7. satu bulan sekali Pemeriksaan katup. sehingga memiliki kebiasaan yang dianggap kurang sehat dalam melakukan kebutuhan mandi. 5. pipa penguras secara berkala 3-4 bulan sekali Penggantian komponen Jaringan Distribusi yang rusak sesegera mungkin.Resapan dan Lahan Basah Buatan . kering dan tidak ada kebocoran. Komponen MCK terdiri dari : 1) Bangunan bilik MCK meliputi bilik untuk mandi. 2.50 m dari lapangan evakuasi). kadang dilengkapi tempat untuk wudlu. Katup bisa dioperasikan dengan baik. agar tidak mengganggu operasi dan pasokan air ke pengguna air. 3. 5. 6. serta pasir yang mungkin biasa mengganjal katup sehingga katup tidak bisa menutup dengan sempurna Pemeliharaan katup dilakukan secara berkala setiap 2 minggu untuk memastikan bahwa katup masih beroperasi dengan baik (6) Perpipaan Transmisi dan Distribusi Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan perpipaan transmisi dan distribusi meliputi: 1. 2. (tertutup atau terbuka) Arah putaran dan jumlah putaran katup diketahui petugas.3. (7) Bak Penampung Air Bersih (Reservoir) Pelaksanaan operasi dan pemeliharaan reservoir meliputi: 1. cuci dan keperluan buang air besar atau kakus. mingguan dan bulanan. Gambaran Singkat MCK ini berfungsi untuk melayani para pengungsi yang mengungsi akibat terjadi bencana. Pengoperasian alat ukur debit Pemeriksaan dan pembersihan lingkungan bak penampung air bersih dari rumput dan kotoran periode harian Pembersihan kelengkapan sarana dan melakukan perbaikan jika ada kebocoran katup dan pipa Pembersihan endapan pasir/lumpur jika ada. 8. 4. cuci dan kakus pribadi. Pembuatan laporan berkala operasi dan pemeliharaan.Tangki Septik . harian. 4. 4. lokasinya tidak jauh dari lokasi pengungsian (+/. 3.

gayung. Bahan bakar dan suku cadang truk tinja . bidang resapan/lahan basah buatan) harus dilakukan secara periodik agar tidak macet dan mencemari lingkungan. Truk tangki penyedot tinja Semen. 4) Utilitas pelengkap seperti listrik untuk penerangan dan kebutuhan pompa listrik dan drainase air bekas mandi dan cuci. Sumber air bisa berasal dari jaringan distribusi air bersih atau dari sumur dangkal setempat. timba. Selain pemeliharaan bilik. sapu lidi Sikat dengan pegangan kawat Pengamatan Timba. Pemeliharaan bangunan bilik dan sarana MCK harus dilaksanakan dengan baik agar selalu digunakan dengan rutin. timba. sapu lidi Sikat.3) Sumber air bersih (termasuk water toren). air. gayung. Tabel – 15 Rincian Kebutuhan O dan P MCK Kegiatan Bersihkan lantai. pasir. material bangunan lain. gergaji. cetok. MCK yang tidak terpelihara. pemeliharaan sarana pengolahan limbah (tangki septik. palu. kotor dan tidak ada air maka akan ditinggalkan pengguna dan akhirnya rusak tidak terpakai. b. cangkul.sekop. paku. jamban Kuras bak air dan bersihkan Bongkar sumbatan Utrap jika tersumbat Pemeriksaan atas kerusakan bangunan Pebaiki kerusakan bangunan Menguras tangki septic Frekuensi Harian Mingguan Saat terjadi penyumbatan Bulanan Saat terjadi kerusakan Setiap 2–3 tahun atau jika tinggi lumpur mencapai 2/3 kedalaman cairan tangki septik Sumber Daya Manusia Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Petugas kebersihan MCK Tukang lokal Petugas penyedot tinja Bahan dan Suku Cadang Air Air Air Alat dan Perlengkapan Sikat. Operasi dan Pemeliharaan Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 15 dan Tabel – 16.

Kerusakan yang sering terjadi pada bilik MCK a. memeriksa kandungan lumpur tangki septik. Selain memilih peralatan yang berkualitas dan kuat maka pemasangan pengaman-pengaman dapat menghindari kerusakan/kehilangan peralatan tersebut. membersihkan lantai dan jamban serta bak air Menghubungi kantor penyedia jasa pelayanan truk tinja. Memeriksa ventilasi.Tablel – 16 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pengguna Pelaksana harian Peranan Menggelontor dan menjaga kebersihan. faktor ketersediaan air dan perilaku pengguna sering menyebabkan hal ini. (9) Tangki Septik (untuk MCK) a. Gambaran Singkat Tangki septik adalah tangki pengendapan kedap air yang memiliki satu atau dua ruang. mengumpulkan retribusi. Di dalam ruang tersebut tinja terkumpul setelah digelontor dari jamban melalui pipa masuk ke tangki septik. 3) Catatan Penting. Pemasangan tulisan peringatan dapat sedikit membantu hal tersebut. bak air. melaksanakan pembersihan disekitar lokasi MCK umum. keran air. 2) Keterbatasan/Hambatan. . penerangan listrik. adalah : daun pintu & gerendel. Masalah lain yang sering muncul adalah mampet/macetnya lubang kakus. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. Permasalahan yang Sering Terjadi.l. MCK yang digunakan untuk melayani pengungsi pada kondisi bencana sering kapasitasnya tidak mencukupi. Harus ada petugas harian yang menjalankan tugas kebersihan MCK secara bergilir. mengoperasikan dan memelihara truk tinja c. pompa air. mengorganisir perbaikan Mengoperasikan truk penyedot tinja Keterampilan Memahami prinsip kebersihan dan kesehatan Tahu bagaimana mengukur kedalaman lumpur dan Keterampilan dasar kebersihan Organisasi pengelola Pembukuan dasar dan perngorganisasian Jasa Layanan Truk Tinja Mengelola. membukukan retribusi yang terkumpul. untuk keperluan tersebut perlu segera ditambahkan MCK darurat atau MCK portable/mobile. Petugas tersebut dapat juga melaksanakan pengumpulan retribusi penggunaan MCK umum.

Setiap tangki septik harus dilengkapi ventilasi untuk melepas gas-gas yang terbentuk selama proses penguraian tinja oleh bakteri. Bahan pembersih lantai/keramik. filter rokok. Sebagian padatan mengapung dipermukaan cairan dan sebagian lainnya tenggelam didasar dimana selanjutnya diurai bakteri dan membentuk tumpukan lumpur didasar tangki. Operasi dan Pemeliharaan 1) Pengoperasian Tambahkan lumpur dari tangki septik lain kedalam tangki septik baru sebagai “starter’ untuk memasukkan mikroorganime dengan demikian proses penguraian tinja secara an-aerobik bisa segera dimulai. Cairan mengalir keluar dari tangki. Tangki septik harus dikuras pada saat volume lumpur sudah mencapai 2/3 kedalaman total antara muka air dan dasar tangki septik. Cairan tersebut masih berbahaya sebagaimana limbah yang belum terolah dan harus melalui pengolahan lanjutan atau melalui sistem pembuangan yang aman bagi kesehatan manusia yang biasanya diresapkan kedalam tanah atau ke saluran air limbah kota yang selanjutnya dibawa ke IPLT (instalasi pengolahan lumpur tinja) terpusat tingkat kabupaten/kota. talang atap bisa langsung dibuang kesaluran drainase. barang barang plastik dan barang lain yang tidak bisa membusuk secara alami dalam tangki septik.Jamban biasanya dilengkapi perangkap bau yang berbentuk leher angsa. bahan pembunuh bakteri/antiseptik dan bahan bahan yang bisa menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri sebisa mungkin dihindarkan masuk ke tangki septik. b. . Lumpur yang terkumpul di dasar tangki harus dikuras 2 – 3 tahun sekali tergantung desain kapasitasnya dan cara perlakuannya. Buangan yang berasal dari cucian sebaiknya dibuang ke peresapan yang terpisah untuk meringankan beban septik tank atau peresapan. Tangki septik merupakan sistem pemisahan buangan yang berupa padatan dan cairan. sedangkan air hujan yang berasal dari saluran drainase. 2) Pemeliharaan Pemeriksaan secara berkala perlu dilakukan untuk memeriksa apakah sudah saatnya dilakukan pengurasan atau belum demikian juga pemeriksaan adanya penyumbatan di outlet dan inlet. Masuknya bahan bahan tersebut membahayakan proses yang terjadi dalam tangki septik yang menyebabkan tangki septik tidak bekerja baik dan cepat penuh. Jika septik tank tidak dikuras maka lumpur akan terbawa ke peresapan yang bisa menyebabkan penyumbatan dan selanjutnya peresapan harus dibongkar untuk memperbaikinya. Dilarang membuang pembalut wanita.

Gambaran Singkat Bidang resapan terdiri dari parit resapan. . Untuk itu maka perlu dilakukan perencanaan yang memperhatikan keseimbangan antara air yang meresap dengan luasan bidang resapan. Jika aliran yang keluar dari tangki septik melebihi laju kesetimbangan peresapan tanah maka cairan akan melimpah keluar dari bidang peresapan. dimana cairan dari tangki septik mengalir keluar melalui pipa PVC tersebut untuk diresapkan kedalam tanah. Dibanding sumur peresapan. Tangki septik tidak sesuai untuk daerah yang langka air dan daerah padat. bidang resapan lebih banyak dipakai terutama untuk MCK umum yang memerlukan air dalam jumlah relatif besar dan muka air tanah lebih tinggi. 2) 3) (10) Bidang Resapan a. b. Keterbatasan. Pada awalnya peresapan akan berlangsung cepat namun sejalan dengan waktu pori tanah akan tersumbat sampai pada titik yang disebut keseimbangan peresapan tercapai. Aliran kejutan/berfluktuasi tinggi yang mengalir ke tangki dapat menyebabkan konsentrasi lumpur/padatan meningkat sementara/sebentar pada efluen tangki dan menyebahkan gangguan pada lumpur yang sudah mengendap. Catatan Penting. . jenis tanah dan kondisi muka air tanah) yang diisi dengan lapisan kerikil di bawah dan lapisan pasir diatasnya sedangkan di dalam lapisan kerikil dipasang pipa PVC yang ber lobang lobang. Daerah dimana ketersediaan lahan sangat terbatas sehingga tidak tersedia tempat untuk membangun sumur peresapan atau bidang peresapan. sumur resapan dan lahan basah buatan (tergantung dari lahan yang tersedia. Permasalahan yang Sering Terjadi. Banyak masalah timbul karena kurangnya perhatian terhadap desain aliran masuk ke tangki. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. kecuali memantau apakah ada cairan yang melimpah keluar di permukaan bidang peresapan. 2) Pemeliharaan Bersihkan sekitar bidang resapan dari tanaman yang mungkin akarnya masuk kedalam bidang resapan dan pipa peresapan. segera dibongkar dan diperbaiki. Operasi dan Pemeliharaan 1) Pengoperasian Hampir tidak ada aktifitas pengoperasian yang diperlukan. Jika terdapat tanda bidang resapan atau pipa resapan tersumbat. dan disesuaikan dengan jenis tanahnya.c.Aditif tangki septik yang banyak dijual untuk membantu proses penguraian oleh bakteri belum terbukti efektif sedangkan harganya relatif mahal.

Catatan Penting. Keterbatasan dan Catatan Penting 1) Permasalahan yang Sering Terjadi. Tabel – 17 Rincian Kebutuhan O dan P Bidang Resapan Kegiatan Pembersihan tanaman Membersihkan bak control Frekuensi mingguan 6 bulan sekali Sumber Daya Manusia Pelaksana harian Pelaksana harian Bahan dan Suku Cadang Batu bata atau material penyumbat lainnya Alat dan Perlengkapan Sekop. pencemaran air tanah. 2) 3) (11) Pengelolaan Persampahan a. Melimpahnya air limbah. . Gambaran Singkat Kunci keberhasilan program kebersihan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di tingkat desa adalah penerapan prinsip Reduce. Tidak sesuai untuk daerah padat. 1) Reduce . bau tidak sedap.Pakai ulang. tetapi sebisa mungkin gunakanlah kembali berulang-ulang. Kurangilah jumlah sampah dan hematlah pemakaian barang. kumuh dan kering (kesulitan air). Barang yang masih dapat digunakan jangan langsung dibuang. Keterbatasan.3) Rincian kebutuhan O dan P serta pelaku dan Keterampilan yang dibutuhkan dalam O dan P dapat dilihat pada Tabel – 17 dan Tabel – 18. Beban resapan bisa dikurangi dengan memisahkan air bekas dengan air toilet/jamban (hanya air limbah jamban yang masuk ke tangki septik dan berakhir dibidang resapan). sabit dan cangkul Linggis untuk membuka bak Tabel – 18 Pelaku dan Keterampilan O dan P Pelaku Pelaksana harian Tukang Peranan Memeriksa adanya kegagalan bidang resapan dan membersihkan tanaman Memperbaiki bagian bagian yang rusak Keterampilan Memahami fungsi dan cara kerja bidang resapan Pertukangan.Mengurangi. serta daerah dengan permeabilitas rendah. 2) Reuse . Reuse dan Recycle. Permasalahan yang Sering Terjadi. protes warga terdekat karena bau yang tidak sedap. keranjang. perpipaan dan pengetahuan fungsi sitem c.

Sampah kertas dapat dibuat bahan kardus. mahal dan berisiko tinggi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan. Sampah organik dibuat kompos dan digunakan sebagai penyubur tanaman. Setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan.3) Recycle . dll. Tanpa pemilahan atau pemisahan jenis-jenis sampah. Prinsipnya: disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemampuan masyarakat yang akan memilah. namun tidak demikian halnya dengan sampah non organik. Umumnya pemilahan adalah sebagai berikut: Bagan – 2 Pewadahan Sampah . Operasi atau Pengelolaan Sampah 1) Pemilahan/pemisahan sampah Faktor keberhasilan pengelolaan sampah dengan prinsip diatas terletak pada pemilahan sampah. Sebab sampah organik yang menginap satu hari saja sudah dapat menimbulkan bau. Setiap anggota keluarga baik ayah. b. pengolahan sampah menjadi sulit. anak dan anggota keluarga lainnya memiliki tanggung jawab yang sama dalam pemilahan sampah dan di rumah tangga. ibu. Minimal pemilahan menjadi dua jenis: sampah organik dan non-organik. yaitu rumah tangga.Daur ulang. Pemilahan paling baik dilakukan mulai dari sumbernya. Berbagai bentuk dan bahan wadah pemilahan dapat digunakan.

pembalut. ikan. karet. RW. Sampah Non-organik Plastik. daging. kaleng=1%. Tabel – 19 Identifikasi Jenis Sampah (contoh prosentase sampah dalam berat di perdesaan) No Jenis Sampah 1. Total *) Penelitian ITS Th 2009 di Kecamatan Kedungkandang. karton. potongan rumput. kain. Mengingat di daerah perdesaan prosentase jumlah sampah organik dan kotoran ternak cukup tinggi maka pengelolaan sampah melalui komposting sangat tepat.Jenis-jenis sampah yang ada di rumah tangga pada umumnya dapat diidentifikasi sebagai tabel dibawah. racun serangga /tikus. Sistem komposting bermacam-macam begitu pula pengelolaan dapat dilakukan di tingkat rumah tangga atau komunal (RT. Sleman. gelas.: Modul Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. kaleng.l. Yogyakarta) 2) Komposting Sampah organik atau sering disebut sampah basah adalah jenis sampah yang berasal dari jasad hidup. Sampah Organik Sisa sayur. ESP-USAID. pestisida. popok. dusun. kabel. nasi. dapat dibuat kompos dan digunakan sebagai penyubur tanaman. kardus. Sampah Lainnya Sekitar 1-2 % Duplex. daun. Styrofoam. a. kertas/koran=7% kain=4%. kertas. Persentase % (dlm berat) *) Sekitar 79% Sekitar 20% (plastik =7%. dll. cairan kimia pembersih. ranting. kaca 3. Malang Gambar: Pemilahan dengan tong logam terpisah yang dihiasi dengan gambar menarik (lokasi: Sukunan. aqua=1%) Sekitar 1-2 % Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Baterai. logam. . botol aerosol. kotoran ternak 2. Cara membuat kompos dapat mengacu pada panduan-panduan yang ada. obat-obatan 4. atau desa).

sehingga lebih mudah dalam pengoperasian dan pemeliharaan. Kualitas yang baik agar tahan lama sehingga masyarakat tidak direpotkan dengan perbaikan atas kerusakan yang terjadi selama masyarakat masih dalam tahap pembelajaran mengelola sistem. dibanding biaya investasi rendah tapi biaya operasi dan pemeliharaan yang tinggi. efisien dan efektif serta tanggap bencana.2. Dipilih dari opsi dengan kebutuhan energi yang rendah untuk menekan biaya operasi. A. f) (2) Perencanaan dimensi dan kapasitas Dimensi dan kapasitas dihitung untuk keperluan/kebutuhan minimal 10 tahun kedepan agar masyarakat yang masih dalam tahap pembelajaran dan penghimpunan dana tidak dibebani dengan biaya perluasan dan penambahan kapasitas sistem dalam memenuhi kebutuhan yang berkembang. Lebih dipilih opsi dengan biaya investasi tinggi namun biaya operasi dan pemeliharaan rendah. c) d) . Kebutuhan energi peralatan yang minimal untuk menekan biaya operasi serendah rendahnya. Mampu dioperasikan oleh masyarakat sendiri dengan tingkat Keterampilan dan pengetahuan masyarakat setempat setelah melalui pelatihan. (4) Pemilihan material dan peralatan a) b) Dipilih material bahan baku dan peralatan serta yang mudah didapat dipasaran lokal demikian juga pertimbangan layanan purna jualnya. maka perbaikan yang diperlukan bisa dilaksanakan oleh masyarakat sendiri. Tahap Perencanaan (1) Pemilihan opsi teknologi dan komponen sistem yang tepat. Pemilihan material/bahan diprioritaskan dari jenis yang jika terjadi kerusakan. Perlu dikaji adanya konflik kepentingan atas penggunaan suatu prasarana.2. Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Pengoperasian Pada tahap sebelum suatu prasarana dioperasikan ada hal-hal yang perlu diperhatikan dan menjadi pertimbangan sehingga prasarana yang dibangun hasilnya baik dan optimal. (3) Aksesibilitas prasarana Semua prasarana beserta seluruh komponennya harus bisa diakses baik untuk tujuan O dan P maupun pemanfaatannya. a) b) c) d) e) Opsi teknologi yang dipakai harus berorientasi teknologi tepat guna Desain dan opsi teknologi yang dipilih harus berorientasi terhadap tanggap bencana dan dapat berfungsi sebagai prasarana mitigasi bencana.

sumber air. Tahap Konstruksi Diperlukan pengawasan yang baik agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang telah direncanakan dengan tetap melibatkan masyarakat untuk memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai bagaimana suatu pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan kaidahkaidah teknis yang baik (good practices) dan yang terpenting adalah masyarakat bisa memahami secara lebih baik sistem yang akan dikelolanya. hal ini akan dibahas pada bab selanjutnya. antara lain : 1) Perlindungan daerah sekitar terhadap polusi. 2) Perlidungan daerah sekitar terhadap kerusakan sumber alam saat masa konstruksi maupun pengoperasian.3. . pohon dan material lainnya.B. 4) Mencegah pemborosan energi. dibandingkan total jumlah prasarana yang ada. (4) Jumlah warga yang terlayani (pengguna/pemanfaat prasarana) dibandingkan total jumlah penduduk desa. Selain hal itu dengan beroperasinya suatu prasarana perlu diperhatikan dan dipantau masalah konservasi sumber alam serta dampak lingkungan. Ukuran Keberhasilan Untuk melihat keberhasilan O dan P pada aspek teknis dapat dilihat dari: (1) Jumlah prasarana yang ada (misal : jalan/saluran/pipa dalam meter. jembatan/keran umum/gorong-gorong/MCK dalam unit) (2) Jumlah prasarana yang berfungsi baik. 3) Menjaga kelestarian vegetasi daerah tangkapan air. (3) Jumlah prasarana yang rusak/tidak berfungsi. 2. C. kayu. Tahap Pasca Konstruksi Hal hal penting yang harus dilaksanakan dengan adanya suatu pembangunan prasaranasarana adalah membentuk dan mempersiapkan Tim Pengelola serta pelatihanpelatihannya.

BKM/TPK dan Panitia Pembangunan (PP) wajib memfasilitasi warga masyarakat untuk membentuk kelompok atau tim pengelola pemeliharaan dan pengoperasian prasarana. maka juga harus betanggung jawab melaksanakan operasi dan pemeliharaan prasarana yang telah dibangunnya tersebut. Organisasi Pengelolaan O dan P Di desa/kelurahan yang telah mendapatkan program REKOMPAK-JRF dan melaksanakan pembangunan prasarana BDL disyaratkan harus memiliki kelompok/tim pengelola O dan P prasarana desa. Secara sederhana adalah masyarakat atau suatu komunitas masyarakat yang telah merencanakan kegiatan infrastruktur adalah juga yang melaksanakan pembangunan fisiknya. pada umumnya telah dibentuk dan dipilih calon kelompok pengelola prasarana. dalam arti akan terjadi estafet pengelolaan dari PP saat perencanaan dan pelaksanaan fisik ke kelompok ini saat pasca-pembangunan. Pendekatan tersebut adalah untuk meletakkan dasar komitmen bagi sebanyak-banyaknya warga masyarakat untuk terlibat dan bertanggungjawab dalam melaksanakan pemeliharaan atas bangunan yang merupakan prioritas kebutuhannya yang telah disepakati bersama dan dibangun sendiri oleh masyarakat. . Dalam pendekatan ini maka akan sangat efektif bilamana setiap kelompok pengelola O dan P prasarana yang sudah dibangun dapat berjalan dengan baik. Kelompok/tim pengelola O dan P terorganisasi ini diperlukan untuk memberikan jaminan keberlanjutan fungsi dan manfaat prasarana yang telah dibangun. Kelompok tersebut jika telah berjalan baik dan lancar sebaiknya terus berfungsi sebagai tim pengelola O dan P dengan penyempurnaan mengacu pada pedoman ini dan jika belum berjalan baik perlu di revitalisasi atau jika diperlukan dapat membentuk yang baru. melaksanakan pembangunan dan mengelola sarana dan prasarana itu sendiri.BAB III ORGANISASI PENGELOLA 3.1. Kelompok/tim pengelola O dan P dapat menggunakan organisasi pengelola yang sudah ada dan sudah berjalan atau membentuk tim pengelola yang baru. pembinaan dan pengawasan BKM/TPK dan Pemerintahan Desa/Kelurahan serta masyarakat yang dapat diwakili oleh perwakilan pemakai prasarana. Adapun koordinasi dan pelaporan manajemen rutin pelaksanaan kegiatan O dan P dilakukan Tim Pengelola kepada Unit Pengelola Lingkungan (UPL) dari BKM/TPK. Pada tahap perencanaan pembangunan prasarana atau penyusunan DTPL yang lalu. Lembaga pengelola O dan P prasarana yang terbentuk meskipun merupakan kelompok swadaya masyarakat yang mandiri namun tetap dibawah koordinasi. Pada prinsipnya organisasi pengelola prasarana dasar desa adalah kelompok swadaya masyarakat yang merencanakan.

Dalam penyusunan ketentuan organisasi ini dipengaruhi juga oleh .2. Anggaran Dasar/AD Anggaran Rumah Tangga/ART Keputusan dan pengesahan susunan Tim pengelola O DAN P Keputusan tarif retribusi/iuran dan sumbangan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan program kerja tahunan maupun kebijakan-kebijakan penting terkait lainnya seperti adanya tarif iuran/retribusi. antara lain adalah: (1) (2) (3) (4) (5) Visi. Misi. Tujuan. harus dibuat oleh pengelola O dan P dan disepakati secara bersama-sama oleh masyarakat pemanfaat melalui forum musyawarah warga pemanfaat atau rembug warga (bukan ditentukan sendiri oleh tim pengelola).Hubungan organisasi pengelola O dan P di tingkat desa adalah sebagaimana digambarkan dalam bagan di bawah ini: Bagan – 3 Bagan Organisasi Pengelolaan O dan P Prasarana di bawah BKM/TPK PEMBINAAN / PENGAWASAN MASYARAKAT (wakil pengguna) KEPALA DESA (KaDusun/RW) BKM / TPK SEKRETARI S UPL UPS UPK TIM PENGELOLA AIR BERSIH TIM PENGELOLA JALAN & JEMBATAN TIM PENGELOLA DRAINASE & TALUD TIM PENGELOLA MCK & SAMPAH 3. Asas. Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga Beberapa peraturan yang diperlukan untuk berjalannya suatu organisasi tim pengelola O dan P.

adat-istiadat pada daerah tersebut. (3) Bilamana pengelola telah memiliki aturan dasar organisasi pengelola sebelumnya. Hak Anggota/Pengguna Prasarana Rapat Anggota atau Rembug Masyarakat/Warga Pengguna Prasarana Kepengurusan : a. yang belum mengakomodir/mencakup kegiatan O dan P maka untuk pengaturan terkait O dan P dapat dilakukan dengan menyempurnakan aturan yang sudah ada atau membuat peraturan tambahan khusus untuk O dan P.kelompok masyarakat pemanfaat prasarana itu sendiri. Kewajiban dan Tanggung Jawab Anggota/Pengguna Prasarana c. Tugas organisasi Ruang Lingkup a. Asas dan Prinsip organisasi b. Syarat-syarat kepengurusan b. Tujuan dan Tugas Organisasi a. Setiap desa/kelurahan dapat mengembangkan peraturan sesuai dengan kondisi sosial-budaya. Persyaratan Keanggotaan b. (2) Prasarana yang dibangun melalui pendanaan program Rekompak JRF terutama ditujukan sebagai prasarana mitigasi bencana sehingga organisasi pengelola harus tahu persis panduan tata-cara (standar operating procedure) dalam memanfaatkan prasarana mitigasi bencana. Tujuan organisasi c. Lingkup pelayanan prasarana Asas. . Lokasi organisasi b. transparan dan akuntabel. Susunan anggota pengurus c. partisipatif. Cakupan penanganan kegiatan Keanggotaan/Pengguna Prasarana a. Anggaran Dasar organisasi pengelola O dan P setidaknya meliputi hal-hal sebagai berikut: (1) Nama Organisasi Pengelola dan Daerah Kerja a. pemilihan pengurus dan operasional organisasi harus menerapkan prinsip yang demokratis. Hak pengurus Pembina dan Pengawas Pengelolaan Usaha Operasi dan Pemeliharaan Pembiayaan O dan P Pelaporan dan Evaluasi Pembubaran Sanksi Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Khusus O dan P Penutup (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) Hal-hal penting yang harus diperhatikan : (1) Dalam pembentukan tim pengelola O dan P. Kewajiban dan tanggung jawab pengurus d. seperti AD/ART.

dimana dalam rembug tersebut diundang pula aparat pemerintah desa.(4) Peraturan-peraturan yang bersifat operasional untuk menjalankan pengelolaan O dan P dituangkan dalam Anggaran Rumah Tangga/ART atau Peraturan Khusus. pengelolaan sebaiknya dilakukan oleh masyarakat pengguna itu sendiri. Cakupan kegiatan (prasarana dan sarana) yang akan dikelola Opsi bentuk struktur organisasi (susunan kepengurusan) Tujuan pembentukan organisasi pengelola Tugas dan wewenang organisasi pengelola Syarat-syarat kepengurusan Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat B. Persiapan Dengan difasilitasi oleh BKM/TPK. 9. 5. misal: tata cara pengaduan. Dilakukan melalui forum musyawarah warga pemanfaat dan difasilitasi oleh pihak BKM/TPK. 7. Waktu pelaksanaan pembentukan kelompok/tim pengelola ini sebaiknya dilakukan sejak awal pelaksanaan pembangunan prasarana. . yang antara lain mencakup : 1. PP dan fasilitator pendamping. 4. dan bila perlu mengundang dari dinas terkait seperti PDAM. dll. Dalam hal ini perlu disampaikan untung ruginya bila pengoperasian prasarana dilaksanakan oleh suatu tim pengelola dan sebaliknya bila tidak ada tim pengelola. Untuk dapat menciptakan mekanisme pengelolaan O dan P yang bertumpu pada masyarakat dan berkelanjutan. Dinas Kesehatan dan lain-lain. Pelaksanaan Rembug Warga BKM/TPK dan PP sebagai inisiator mengundang seluruh warga masyarakat terutama pemanfaat prasarana terkait untuk mengadakan rembug warga dalam rangka pembentukan kelompok/tim pengelola. tokoh masyarakat. Adapun langkah-langkah mekanisme pembentukan kelompok/tim pengelola O dan P adalah sebagai berikut: A. PP. Beberapa hal yang disampaikan dalam rembug warga: (1) Rembug warga diawali dengan penjelasan umum oleh BKM/TPK dan PP kepada masyarakat pengguna prasarana perihal pentingnya pembentukan organisasi untuk mengelola prasarana yang dimiliki oleh desa. 3. 8. 2. 3.3. tata cara pendaftaran dan pembayaran. sebagai inisiator pembentukan perlu menyusun rancangan pembentukan kelompok/tim pengelola sebagai kerangka acuan di dalam rembug warga. Dinas Pekerjaan Umum. Pembentukan Tim Pengelola Dalam upaya menjamin pemanfaatan prasarana yang berkelanjutan. pengelolaan prasarana terbangun seyogyanya dilaksanakan oleh sebuah kelompok/tim pengelola yang dibentuk oleh masyarakat itu sendiri. konsultan pendamping dan kepala desa/lurah. 6.

selanjutnya AD/ART tersebut dapat disahkan melalui beberapa macam cara. Sebagai bentuk dukungan dari seluruh peserta rembug warga dalam keputusan tersebut. daftar hadir dilampirkan dalam berita acara. C. yaitu : (1) (2) Ditetapkan melalui keputusan BKM/TPK (kolektif-kolegial) – organisasi tim pengelola O dan P langsung berada di bawah payung BKM/TPK. Bentuk struktur organisasi Tugas dan wewenang kelompok/tim pengelola O dan P Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Masa jabatan pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat Pemilihan pengurus yang akan duduk dalam kelompok/tim pengelola (4) Setelah ada kesepakatan terkait dengan hal-hal tersebut. c.(2) Setelah penjelasan umum. f. h. Pengesahan dan Peresmian Untuk mendukung keabsahan kelompok/tim pengelola O dan P tersebut harus segera menyusun AD/ART Tim Pengelola O dan P. Disini unsur BKM/TPK dan Pemerintah Desa/Kelurahan bertindak sebagai Badan Pembina & Pengawas. antara lain mencakup : a. j. e. b. h. maka tahap berikutnya adalah penyusunan “Berita Acara Pembentukan Kelompok/Tim Pengelola O dan P” yang ditandatangani oleh ketua BKM/TPK. c. dimana setiap anggota masyarakat pemanfaat berhak memberikan satu suara dalam setiap keputusan yang diambil. d. i. Untuk tujuan tertentu sering juga ditetapkan melalui Akte Notaris – jika organisasi pengelola bersifat usaha mandiri atau dipersyaratkan oleh pihak donor. . d. tokoh-tokoh masyarakat dan fasilitator pendamping. Adapun pokok-pokok yang perlu diambil keputusan dalam rembug warga adalah: a. g. Cakupan kegiatan (prasarana dan sarana) yang akan dikelola Opsi bentuk struktur organisasi (susunan kepengurusan) Tujuan pembentukan organisasi pengelola Tugas dan wewenang organisasi pengelola Syarat-syarat kepengurusan Kewajiban dan tanggung jawab pengurus Hak pengurus Masa jabatan pengurus Kewajiban dan tanggung jawab anggota pemanfaat Hak anggota pemanfaat (3) Tahapan selanjutnya adalah mengajak seluruh anggota pemanfaat yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk mengambil keputusan secara musyawarah dan mufakat. maka dilanjutkan dengan penjelasan terkait dengan rancangan organisasi pengelola yang telah dibuat. b. g. perwakilan dari masyarakat pemanfaat dan disaksikan oleh aparat pemerintah desa. f. Apabila secara musyawarah tidak dapat diambil mufakat maka pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara pengambilan suara terbanyak melalui vooting. e.

. kelompok/tim pengelola O dan P perlu diresmikan dengan mengundang camat. kemampuan warga pemanfaat dan karakteristik kelompok penerima manfaat (gender). 2. Bentuk struktur pengelola O dan P dapat disusun sesuai dengan kebutuhan prasarana. 2. Dinas Kesehatan dan lain-lain) agar keberadaannya dapat lebih diakui dan diperhatikan. tim konsultan. fasilitator pendamping. Satu tim pengelola untuk beberapa jenis prasarana. maka pengelola O dan P memerlukan suatu tim/kelompok atau satuan kerja. jumlah prasarana dan lokasi-lokasi prasarana berada. Struktur Organisasi dan Tata Peran A. Struktur tim pengelola O dan P hendaknya dibuat sederhana. yaitu orang-orang yang dipilih dan bertanggungjawab atas O dan P prasarana. Komunitas masyarakat pengguna prasarana Kemampuan dan jumlah SDM calon pengelola O dan P Sumber pembiayaan/pendanaan utama untuk O dan P Kemungkinan subsidi silang Catatan: prasarana air bersih dan MCK. setidaknya terdapat dua pendekatan untuk setiap struktur pengelola O dan P. Jenis prasarana. 3. atau Satu tim pengelola untuk setiap jenis prasarana. petugas teknis/lapangan. yaitu dana yang diperoleh dari air bersih dapat disisihkan sebagian untuk pemeliharaan MCK.4. Untuk mendorong pengakuan secara luas. Struktur Organisasi Untuk melaksanakan tugas. bila pengelolaannya dilakukan sendiri-sendiri maka potensi memperoleh pembiayaan untuk air bersih cukup tinggi dibandingkan dengan MCK. tetapi bila pengelolaannya satu maka dapat dilakukan subsidi silang. Dari beberapa bentuk yang sudah diterapkan.(3) Untuk tujuan tertentu kadang juga ditetapkan dalam sebuah Peraturan Desa (Perdes) atau Keputusan Kepala Desa/Lurah – dengan pertimbangan prasarana dibangun sebagian menggunakan dana anggaran pemerintah desa atau biaya O dan P berasal dari anggaran pemerintah desa atau dibangun pada lahan milik desa. yaitu : 1. terdiri dari ketua. 5. kepala desa/lurah. 3. tokoh masyarakat. sekretaris. 4. Pertimbangan untuk menetapkan struktur tim pengelola O dan P adalah: 1. bendahara. 6. Dinas Pekerjaan Umum. dinas/lembaga terkait (seperti PDAM.

Unsur Pem.) KETUA TIM SEKRETARIS BENDAHARA PETUGAS LAPANGAN–1 PRASARANA DRAINASE PETUGAS LAPANGAN–2 PRASARANA JALAN PETUGAS LAPANGAN–3 PRASARANA JEMBATAN Bagan – 5 Struktur Tim Pengelola O dan P dengan Satu Prasarana (contoh : Air Bersih) PEMBINA / PENGAWAS (unsur BKM/TPK. Jalan dan Jembatan) PEMBINA / PENGAWAS (unsur BKM/TPK. unsur Masy.Desa.) KETUA TIM SEKRETARIS BENDAHARA PETUGAS LAPANGAN–1 AIR BERSIH DUSUN 1 PETUGAS LAPANGAN–2 AIR BERSIH DUSUN 2 .Desa. Unsur Pem.Berikut ini adalah alternatif struktur tim pengelola O dan P : Bagan – 4 Struktur Tim Pengelola O dan P dengan Beberapa Prasarana (contoh : Drainase. unsur Masy.

yang antara lain mencakup tugas : a. c. b. 7. maka tugas pokok pengelola selaku penggerak utama kegiatan O dan P. program kerja O dan P dan rencana pendanaan O dan P untuk ditetapkan dalam musyawarah warga (bila belum ditetapkan sebelumnya) d. Menyiapkan surat menyurat Mengarsip surat masuk dan surat keluar Menyimpan dan memelihara dokumen/dokumentasi kegiatan Membuat notulen rapat/musyawarah warga pemanfaat Menginventarisasi anggota atau warga pengguna/pemanfaat . khususnya kepada warga pemanfaat Bersama seluruh tim pengelola menyusun draft peraturan dasar. Mengkoordinir tim pengelola O dan P. pengumuman terkait kegiatan O dan P Menyelengarakan pertemuan evaluasi secara periodik Sejalan dengan tugas pokok tersebut. b. 3. Mengundang dan menyelenggarakan rapat-rapat rutin atau musyawarah Melakukan kerjasama kemitraan dengan pemerintah desa/kelurahan. g. maka tugas-tugas dari setiap unit kerja organisasi pengelola O dan P (tim pengelola). adalah : 1. f. 5. 10. c. mensosialisasikan kegiatan-kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan. 9. 8. 4. penyuluhan. (2) Sekretaris atau bagian administrasi Melaksanakan kegiatan administrasi/ketatausahaan O dan P.B. 2. dinas/instansi terkait dan pihak swasta atau lainnya guna meningkatkan perolehan pembiayaan pemeliharaan atau pengembangan layanan prasarana Mendorong peningkatan kesadaran dan kontribusi warga untuk melakukan pemeliharaan prasarana Bersama seluruh tim pengelola membuat laporan baik secara berkala maupun pertanggungjawaban kegiatan pengelola Bersama seluruh tim pengelola. 6. e. Tugas dan Fungsi Sejalan dengan tujuan O dan P. d. adalah: (1) Ketua Memimpin tim pengelola O dan P dan bertanggung jawab atas seluruh kegiatan O dan P sesuai peraturan organisasi serta program kerja yang telah diputuskan bersama. antara lain mencakup : a. e. Menyusun Rancangan AD/ART Menyusun program kerja Menghitung dan memfasilitasi penetapan tarif retribusi/iuran Mencari dan mengupayakan sumber-sumber pembiayaan untuk O dan P Menyusun rencana penerimaan dan belanja pengelola O dan P Menyusun rencana tahap-tahap kegiatan operasi dan pemeliharaan Mengorganisasikan pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan Membuat laporan pertanggungjawaban kerja pengelolaan O dan P Melaksanakan sosialisasi.

Pelaporan Pelaporan kegiatan operasi dan pemeliharaan merupakan tanggungjawab ketua kelompok dibantu tim pengelola. identifikasi dan survey kondisi prasarana. donatur. Inventarisasi. Laporan ini minimal mencakup : keadaan kas. e. Aparat Desa atau instansi terkait yang dapat memberi masukan bagi kepentingan kegiatan pemanfaatan dan pemeliharaan prasarana. Pada setiap rapat harus selalu dibuat daftar hadir peserta dan catatan notulen hasil rapat disiapkan dan diarsipkan oleh sekretaris. d. atau agenda lain yang dianggap penting untuk dibahas. retribusi. jika memang diperlukan peserta rapat rutin tidak hanya pengurus namun juga dapat mengundang wakil masyarakat. Dalam kaitan dengan kegiatan tersebut bendahara melaporkan penerimaan dan pengeluaran baik berkaitan dengan administrasi pengelola maupun yang terkait dengan kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan. (4) Petugas Lapangan atau bagian teknik a. dilakukan untuk melihat atau mengevaluasi hasil-hasil kegiatan pemeliharaan yang telah dilakukan dan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ditemukan (memutuskan rencana penyelesaian masalah). Pelaporan Keuangan Pelaporan keuangan dilakukan oleh bendahara. b. laporan pengeluaran baik itu kegiatan administrasi maupun kegiatan pemeliharaan/perbaikan. biaya dan jadwal pemeliharaan dan perbaikan prasarana Membimbing. laporan penerimaan yang diperoleh dari sumber-sumber pendanaan (seperti iuran. D. e. c. c. Kegiatan Rapat Rapat atau pertemuan dapat dilakukan tiap bulan atau periode waktu tertentu yang disepakati. Pertemuan ini dipimpin oleh ketua. . d.(3) Bendahara atau bagian keuangan a. dll. UPL. Dalam laporan tersebut terkandung unsur-unsur sebagai berikut: 1. Menyusun rencana kebutuhan. Menerima dan menyimpan uang/dana O dan P Mengeluarkan uang dengan persetujuan ketua Membuat dan menyimpan bukti penerimaan dan bukti pengeluaran Mencatat pembukuan keuangan O dan P Membuat laporan keuangan secara periodik dan pertanggungan jawab keuangan. mengordinir dan mengawasi pelaksanaan pemeliharaan yang dilakukan oleh warga atau tenaga kerja Mengoperasikan dan memantau/monitor operasi dan pemeliharaan prasarana Melaporkan hasil-hasil pelaksanaan kegiatan pemeliharaan. C. b. dll).

dan kebersamaan. dan saling memperkembangkan satu sama lain. Interaksi antar pengurus dan dengan masyarakat hidup. Aspek kelembagaan/organisasi Aspek manajemen O dan P Teknis pengoperasian dan pemeliharaan prasarana dan sarana Penentuan tarif atau iuran/andilan/sumbangan sukarela. semua pengurus tahu akan hak dan kewajibannya. Pelatihan untuk tim pengelola O dan P meliputi. termasuk hasil inventarisasi kondisi prasarana maupun hasil-hasil pertemuan yang dilaksanakan.2. 5. 3. sehingga harus dilakukan pada awal masa penugasan tim pengelola O dan P dan dilakukan juga secara periodik untuk penyegaran dan jika ada perkembangan. berkala dan insidentil. mencakup laporan hasil pelaksanaan pemeliharaan rutin. 8. Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan Laporan kegiatan. 2. Administrasi dan pelaporan.5. E. Pengurus aktif menggerakkan dan memotivasi masyarakat agar kegiatan dapat berjalan. Pelatihan Pelatihan merupakan faktor penting dalam keberhasilan operasi dan pemeliharaan sarana-prasarana desa. Ketentuan kelompok/tim pengelola. Pengelolaan keuangan Pelaporan keuangan Administrasi dan pelaporan Perencanaan pengembangan sistem dan pendanaan. 6. Hal ini dilakukan untuk memperkirakan kebutuhan penambahan ataupun perbaikan prasaranasarana dan barang untuk masa yang akan datang. mampu menumbuhkan kesetiakawanan dalam operasi dan pemeliharaan prasarana agar prasarana tersebut dapat berkesinambungan. dikerjakan dengan tertib. berjalan rutin dan dihadiri pengurus serta masyarakat. 7. 3. 4. yang ditujukan untuk pemeliharaan prasarana dan sarana. pelatihan : 1. Ukuran Keberhasilan Dari aspek kelembagaan. efisiensi. yang berorientasi kepada pasar. saling menunjang. 3. tertulis dan menjadi aturan kerja kelompok yang saling ditaati. Rapat dan pertemuan. Kepengurusan mantap. terarah. keuntungan. jenis dan kondisi prasarana dan barang yang ada. . Ada usaha/upaya peningkatan O dan P. Data Mengenai Barang Inventaris dan Prasarana-Sarana Data dan penggunaan prasarana-sarana dan barang inventaris kelompok perlu dilaporkan untuk mengetahui jumlah. beberapa tolok ukur untuk melihat keberhasilan O dan P adalah sebagai berikut : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Kegiatan bersama. tahu manfaatnya.

dll.KU/ air bersih yg dijual umum . bangunan gedung publik (heritage). Mudah tidaknya menarik retribusi atau iuran untuk pemeliharaan prasarana sering sangat berkaitan dengan klasifikasi prasarana.Jalan ber-retribusi . Biaya O dan P prasarana ini umumnya dapat dipenuhi dari tarif retribusi/iuran para pemakainya atau disebut “cost recovery”. Klasifikasi Prasarana dan Pembiayaan untuk O dan P Pembiayaan operasi dan pemeliharaan prasarana lingkungan perdesaan ditujukan untuk mengupayakan dan menjamin ketersediaan dana bagi pengelolaan operasi dan pemeliharaan prasarana oleh kelompok/tim pengelola prasarana desa sehingga tidak muncul hambatan dan kendala dari ketersediaan dana.Kelompok Prasarana yang dapat dipergunakan warga dengan mendaftar terlebih dahulu dan memenuhi persyaratan tertentu.Jembatan . Dalam arti bahwa tidak ada orang yang dapat dikecualikan dalam penggunaannya. misalnya jalan dan jembatan. secara umum prasarana desa yang dibangun melalui REKOMPAK-JRF dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua). dan kandang komunal. Berdasarkan pada cakupan layanan.Publik . Prasarana Umum .Waduk yg airnya dijual umum . misalnya MCK.Bangunan gedung publik (heritage) .Drainase Prasarana . Prasarana ini hanya dapat dimanfaatkan oleh sekelompok orang/komunitas yang sudah terdaftar. drainase. Prasarana Umum .Jalan .1. sebagaimana contoh lihat tabel berikut.Publik Prasarana yang dapat dipergunakan oleh setiap orang tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu. lapangan evakuasi.BAB IV PEMBIAYAAN 4. Klasifikasi prasarana berdasarkan jenisnya ini akan menentukan mudah tidaknya pembiayaan untuk operasi dan pemeliharaan prasarana.Lapangan evakuasi . Tabel – 20 Kemungkinan Kemudahan Penarikan Restribusi Berdasarkan Jenis Prasarana Uraian Kemungkinan Mudah Menarik Retribusi Prasarana . b. penyediaan air bersih.Kelompok Air Bersih MCK Pelayanan Sampah Kandang komunal Embung komunal Kemungkinan Sulit Menarik Retribusi . embung penampung air. yaitu: a.

dan kandang komunal. Besarnya iuran atau retribusi yang akan dikenakan baik perorangan atau per keluarga/kelompok. namun perlu usaha untuk menggali sumber-sumber dana tersebut. b. Hal ini merupakan bentuk kompensasi komunitas pemanfaat terhadap penggunaan prasarana tersebut. hendaknya dimusyawarahkan dan disepakati secara bersama-sama oleh seluruh anggota warga . sumber pembiayaan O dan P yang potensial untuk digali adalah kontribusi warga sesuai dengan budaya setempat dan kesepakatan yang telah dilakukan. kepada warga pemanfaat tetap atau dari luar. Sedangkan cara pengumpulan dana yang berupa uang adalah bergantung pada kondisi sosial budaya masyarakat setempat. serta pemerintah desa/kelurahan. yang secara umum terbagi atas tiga golongan sebagai berikut : a. kelompok. MCK. tenaga kerja. pihak swasta yang juga turut memetik manfaat dari pembangunan prasarana tersebut. Sumbangan berupa uang. Retribusi/Iuran Retribusi/iuran yang besarnya sudah ditetapkan lebih dulu. Untuk penyusunan rencana anggaran O dan P. Sebagai contoh adalah pelayanan air bersih. Penganggaran Operasi dan Pemeliharaan A. Retribusi/iuran dapat diberlakukan untuk para pengguna yang secara rutin atau tidak secara rutin menggunakan prasarana. Sumbangan berupa material. ditarik secara langsung pada saat menggunakan prasarana yang bersangkutan maupun tidak langsung (retribusi/iuran bulanan). yang didapatkan dari iuran anggota kelompok operasi dan pemeliharaan. kelompok/tim pengelola perlu mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan yang mempunyai potensi untuk turut membiayai anggaran O dan P.4. Adapun jenis kontribusi atau sumbangan warga pemanfaat adalah : a. Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan (1) Identifikasi Sumber-Sumber Pendapatan Dana pemeliharaan dapat berasal dari berbagai sumber. Sumber dana potensial pendanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan prasarana dapat diperoleh dari kontribusi masyarakat pengguna dan sumber lainnya yang sah misal bantuan dari kantor/instansi pemerintah. penyediaan fasilitas penunjang. KK atau perusahaan/instansi/ badan usaha yang menjadi pengguna prasarana. dinas/instansi terkait setempat. peralatan dalam rangka kegiatan pemeliharaan. (2) Kontribusi Warga Penerima Manfaat Sebagai wujud kemandirian dan keberlanjutan. retribusi jalan. ataupun retribusi dari penggunaan prasarana secara langsung. baik rutin atau setiap kali penggunaan.2. bagi warga kurang mampu atau mampu. Retribusi/iuran bisa diterapkan untuk individu perseorangan.

jembatan. Dinas Kesehatan untuk prasarana kesehatan. khususnya dinas-dinas di kabupaten/kota adalah harus memahami instansi mana yang dapat dituju oleh masyarakat. anggaran pemerintah kecamatan. Bantuan dari pemerintah umumnya dapat digali jika terjadi kerusakan berat yang memerlukan perbaikan besar pada fasilitas umum atau fasilitas vital seperti jalan. Terdapat satu sumber dana yang belum digunakan secara optimal untuk O dan P prasarana desa yaitu dana yang berasal dari ADD (Alokasi Dana Desa) atau DAD (Dana Alokasi Desa). ataupun prasarana lainnya.pemanfaat yang ada sehingga tidak terlalu membebani dan semua warga pemanfaat tetap dapat memperoleh hak-hak yang sama dalam pengoperasian prasarana (adil). sebab setiap instansi telah mempunyai wewenang tertentu. Sumber Pendapatan Lain Yang Sah 1) Bantuan Pemerintah Sumber pendapatan ini dapat berasal dari anggaran pemerintah desa. bahwa perusahaan tertentu yang berada di sekitar wilayah tersebut dapat saja memberikan bantuan sumbangan. seperti dari organisasi lain atau perusahaan swasta. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan. 2) Bantuan Pihak Lain Yang Tidak Mengikat Bantuan yang dimaksudkan disini. Misalnya jalan yang dibangun masyarakat juga dipergunakan oleh pihak lain tersebut. Umumnya potensi bantuan ini akan ada bilamana terjadi pengoperasian bersama suatu prasarana. anggaran pemerinah daerah (APBD) dan atau anggaran pemerintah pusat (APBN) atau dari pihak lain yang sah. penjualan air bersih atau adanya keuntungan dari hasil usaha bersama kelompok. Hal yang penting diperhatikan berkaitan dengan penerapan sumbangan yang akan diberlakukan oleh tim pengelola O dan P adalah bahwa hendaknya disesuaikan dengan situasi budaya dan kemampuan ekonomi warga pemanfaat dan kebutuhan akan biaya pemeliharaan atau perbaikan. Sumbangan/Donasi Sumbangan/donasi yang sifatnya sukarela. 3) Usaha Lain Yang Sah Potensi sumber pembiayaan disini dapat berasal dari upaya pengembangan prasarana misalnya dari biaya pemasangan baru air bersih. . c. Dinas Kebersihan untuk prasarana persampahan. dan saluran drainase. b. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam upaya memperoleh dukungan pemerintah. Dinas Pendidikan untuk prasarana pendidikan. misalnya Dinas Pekerjaan Umum untuk prasarana umum. dapat diberlakukan atau diminta dari warga masyarakat yang menggunakan prasarana yang bersangkutan atau warga masyarakat yang tidak langsung menerima manfaat atau masyarakat/instansi secara umum.

(3) Pendataan Anggota Penerima Manfaat Pendataan anggota ini sangat penting. termasuk semua calon penerima manfaat. Penentuan tarif harus dilakukan dengan dan oleh masyarakat karena akan membuat masyarakat bertanggung jawab penuh atas keputusan yang telah dibuat dan bisa diterima lebih baik karena masyarakat tahu mengapa tarif ditetapkan sebesar itu. Hal-hal yang perlu dicatat: . dalam penetapan besarnya tarif. artinya bahwa orang yang menerima manfaat lebih banyak harus dikenakan tarif yang lebih tinggi dibandingkan orang yang menerima manfaat lebih sedikit. antara lain: 1) Kecukupan dana (cost recovery). Dalam hal ini dapat ditetapkan dengan tarif progresif. untuk menghindari terjadinya pungutan ganda yang membingungkan para penerima manfaat. Karena itu peninjauan ulang tarif yang layak perlu dilakukan paling tidak 2 tahun sekali. Keterlambatan penyesuaian tarif akan berakibat serius pada jaminan keberlanjutan keuangan. Prinsip-Prinsip Penetapan Tarif Terdapat beberapa prinsip yang harus dipegang dalam penetapan tarif. kandang komunal dan jalan beretribusi. seperti air bersih. Penerimaan dari tarif ini akan dijadikan sebagai sumber utama dalam membiayai pengelolaan prasarana bersangkutan termasuk untuk biaya operasi dan pemeliharaan. artinya bahwa dalam penentuan tarif harus melibatkan semua pihak yang berkepentingan. selain untuk mengetahui jumlah dan siapa saja warga pemanfaat juga akan berkaitan dengan potensi kontribusi dalam pemeliharaan prasarana yang dikelola. kebutuhan dana untuk perluasan sistem dan lain lain. 6) Adil. maka pembebanan biaya yang diperhitungkan harus dilakukan secara transparan dan mudah dipahami oleh pemangku kepentingan. . perubahan biaya dan harga barang. 3) Transparan dan mudah dipahami.Nama . Sejalan dengan waktu tidak bisa dihindarkan adanya penyesuaian tarif akibat inflasi. 4) Sederhana dan Jelas. dengan prinsip ini maka tarif yang akan ditetapkan harus mencerminkan tingkat kecukupan dana yang diperlukan untuk pengelolaan prasarana dan sarana perdesaan secara memadai. maka satu obyek pelayanan dikenakan satu pungutan tarif.Jumlah anggota keluarga (4) Penetapan Tarif Retribusi Tarif pelayanan dikenakan bagi pemakai prasarana yang bersifat cost recovery. persampahan. dan mudah diperoleh serta hitungan mudah dilakukan. sehingga tarif yang ditetapkan merupakan keputusan bersama. a. 2) Satu obyek pungut – satu jenis pungutan. artinya bahwa penetapan tarif harus menggunakan rumusan yang tidak rumit. 5) Partisipatif. MCK.Jenis Kelamin .Pekerjaan .Alamat .

. maka pengelola akan sulit menentukan berapa banyak sampah yang telah dibuang oleh setiap rumah tangga. yaitu: 1) Tarif Tidak Berdasarkan Volume Tarif ini tidak melihat berapa jumlah manfaat yang diterima oleh setiap rumah tangga atas penggunaan prasarana tertentu. bahwa tarif tersebut tidak mencerminkan keadilan. Dalam kasus pelayanan MCK juga memiliki kriteria yang sama. Struktur tarif yang seperti ini tidak membutuhkan adanya perhitungan berapa manfaat yang telah diterima oleh masing-masing penerima manfaat. tanpa harus menghitung berapa banyak manfaat yang diterima oleh setiap pemakai jasa layanan. Tarif yang demikian memiliki keuntungan bahwa dalam perhitungan penerimaan tarif lebih mudah dilakukan. MCK. karena pihak yang menerima manfaat kecil dibebani tarif yang sama dengan pihak yang menerima manfaat lebih banyak. karena hanya mengalikan besarnya tarif dengan jumlah penerima manfaat. antara lain dalam volume. Jenis-Jenis Tarif Secara garis besar terdapat dua jenis tarif bila dilihat dari cara penentuannya.b. alokasi biaya yang akan dibebankan sebagai tarif diperhitungkan secara proporsional berdasarkan kriteria fisik penggunaan jasa layanan. Tarif ini lebih sesuai digunakan untuk penetapan tarif pelayanan penyediaan air bersih. dimana akan sulit dilakukan pengukuran besarnya manfaat yang diterima secara kuantitatif. 2) Tarif Berdasarkan Volume (Volumetrics Tarif) Dalam metode ini. sehingga setiap sambungan rumah tangga harus dilengkapi dengan meter air. maka perlu dipertimbangkan aspek pendapatan rumah tangga. tetapi dikenakan sama rata untuk setiap rumah tangga/penerima manfaat. pembuangan air limbah. Kalaupun akan diterapkan prinsip subsidi silang. Tarif ini lebih cocok digunakan untuk pelayanan yang sulit untuk di kuantifikasi. Sehingga tarif pelayanan MCK lebih tepat dikenakan dalam rupiah per sekali pakai atau dalam rupiah per bulan per rumah tangga pemakai. misalnya pelayanan pembuangan sampah. Dalam kasus pelayanan pembuangan sampah dan pembuangan air limbah. sehingga kasus ini lebih tepat jika tarif ditetapkan sebesar rupiah tertentu pada setiap rumah tangga. Dengan demikian tarif ditentukan berdasarkan volume pelayanan yang benar-benar digunakan secara individual atau rumah tangga. Di sisi lain memiliki kelemahan. Semakin tinggi pendapatan rumah tangga maka dapat dikenakan tarif yang lebih besar dibandingkan dengan yang berpendapatan lebih rendah.

Tarif Pelayanan Persampahan Untuk mencapai pemulihan biaya pada tingkat operasi dan pemeliharaan. dll) Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana yang dikelola Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Dari formula tersebut akan dapat diperoleh tarif dasar dalam saruan Rupiah Per Rumah Tangga Per Bulan. b. dll) Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana yang dikelola Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Dari formula tersebut akan dapat diperoleh tarif dasar dalam satuan Rp per M3. foto copy. Tarif Pelayanan Air Bersih Secara umum Perhitungan Tarif/Harga Pokok Pelayanan air bersih dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Seluruh Biaya O dan P Dalam 1 Bulan (Rp) Tarif Air Bersih = -------------------------------------------------------------Jumlah Air Yang Terjual Dalam 1 Bulan (M3) Biaya O dan P yang diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Biaya administrasi (ATK. dsb) Biaya umum (misalnya konsumsi rapat. foto copy. kontribusi ke pemerintah desa) Honor pengelola (bila disepakati warga) Biaya pengoperasian prasarana yang dikelola (misalnya BBM.3) Formula Perhitungan Tarif a. kontribusi ke pemerintah desa) Honor pengelola (bila disepakati warga) Biaya pengoperasian prasarana yang dikelola (misalnya BBM. maka tarif pelayanan persampahan dapat ditetapkan dengan formula sebagai berikut: Seluruh Biaya O dan P Dalam 1 Bulan Tarif Persampahan = -------------------------------------------------Jumlah Pelanggan (Rumah Tangga) Biaya yang diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Biaya administrasi (ATK. dsb) Biaya umum (misalnya konsumsi rapat. . listrik. listrik.

Biaya perawatan rutin (upah pembersihan jalan. khususnya truk-truk yang bermuatan tinggi wajib dikenakan iuran guna perawatan jalan. Akan tetapi dalam pembangunan jalan yang difasilitasi melalui REKOMPAK-JRF.Biaya honor pengelola (bila disepakati warga) . b) Tarif Pungutan Jalan Ber-retribusi Sebenarnya komponen jalan bukanlah prasarana yang bersifat cost recovery. kontribusi ke pemerintah desa) Honor pengelola (bila disepakati warga) Biaya pengoperasian prasarana yang dikelola (misalnya BBM. foto copy.Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan . Dalam kasus ini pengguna jalan. Dalam menentukan tarif iuran/retribusi jalan ini dapat digunakan rumus sebagai berikut: Seluruh Biaya O dan P 1 Bulan Tarif Pungutan Jalan = --------------------------------------------------------------------Jml Truk Bermuatan Berat Yang Lewat Dalam 1 Bulan Biaya O dan P yang perlu diperhitungkan: . sehingga ada jaminan bahwa unur teknis pemanfaatan jalan dapat dicapai sesuai dengan yang direncanakan. dsb) Biaya umum (misalnya konsumsi rapat.a) Tarif Pelayanan MCK Seluruh Biaya O dan P Dalam 1 Bulan Tarif Pelayanan MCK = ------------------------------------------------------Jumlah Rumah Tangga Yang Dilayani Biaya yang perlu diperhitungkan untuk tingkat pemulihan biaya sampai pada operasi dan pemeliharaan: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Biaya administrasi (ATK.Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) . saluran disekitar jalan) . listrik. ada yang pemanfaatannya melebihi dari kapasitas desain. karena jalan merupakan prasarana publik yang siapa saja bisa menikmatinya. yaitu dilewati truk-truk bermuatan tinggi (truk pasir).Biaya pemeliharaan (perawatan kerusakan) . dll) Biaya perawatan dan perbaikan ringan prasarana yang dikelola Biaya penggantian investasi (depresiasi/penyusutan) Biaya lain-lain yang menjadi beban dalam pelayanan Dari formula tersebut akan dapat diperoleh tarif dasar dalam saruan Rupiah Per Rumah Tangga Per Bulan. sehingga mengakibatkan kerusakan jalan menjadi lebih cepat dari yang semestinya.

b. yaitu dengan cara membagi nilai perolehan asset (prasarana dan sarana) dengan perkiraan umur teknis. Anggota pemanfaat/warga pemanfaat diminta pendapatnya dan masukannya terkait dengan perhitungan perkitraan biaya (dan perkiraan penggunaan air oleh pemanfat dalam satu bulan. 9) Struktur Tarif Progresif Penerapan struktur tarif yang bersifat progresif bertujuan untuk menghindari terjadinya pengoperasian sumber daya yang berlebihan. Kesepakatan penetuan tarif ini harus dituangkan dalam berita acara. d. Mekanisme penetapan tarif secara lebih jelas dapat dilihat dalam “Tata Cara Penetapan Tarif Retribusi” pada Lampiran –1. Dengan menerapkan struktur tarif progresif maka konsumen cenderung akan mempertimbangkan penggunaan sumber daya yang berlebihan. Biasanya biaya cadangan pengembangan ditentukan sebesar persentase tertentu dari keuntungan. Tim pengelola yang telah dibentuk menyusun draft penetapan tarif yang dihitung berdasarkan perkiraan biaya yang akan dibebankan. Biaya depresiasi adalah alokasi sejumlah dana yang dicadangkan untuk penggantian prasarana yang dikelola pada saat umur ekonomisnya habis karena pengoperasian. yang besarnya dapat disepakati melalui rembug warga. e. Tim pengelola yang diprakarsai ketua tim mengumpulkan semua anggota tim pengelola dan semua warga pemanfaat. biaya penggantian investasi (depresiasi/ penyusutan) dan lain-lain. juga harus dialokasikan beban biaya cadangan pengembangan. maka dari biaya-biaya tersebut ditambahkan beban biaya depresiasi (biaya penyusutan alat dan bangunan).Apabila tarif pelayanan dirancang untuk memulihkan biaya O dan P dan biaya pengembalian investasi. dijelaskan untung ruginya bila dikelola dengan biaya yang memadai dan bila dikelola dengan biaya yang tidak memadai. Apabila tarif pelayanan dirancang untuk menggalang dana yang akan digunakan untuk pengembangan pelayanan. c. Kemudian semua peserta yang hadir diajak menghitung bersama besaran tarif berdasarkan rumusan yang digunakan dan diminta kesepakatannya. maka beban biaya yang diperhitungkan selain biaya O dan P dan depresiasi. yaitu biaya operasi dan pemeliharaan. Biaya depresiasi dapat dihitung dengan menggunakan metode garis lurus. Lalu dijelaskan perlunya pembiayaan untuk operasi dan pemeliharaan prasarana yang dikelola. . untuk komponen air bersih) yang telah disusun oleh pengurus. 8) Mekanisme Penetapan Tarif Penetapan tarif dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut: a. karena konsumen akan berfikir apabila tidak mengendalikan pemakaian sumber daya berarti akan membayar pada tingkat tarif yang lebih tinggi.

perlu pemutakhiran jumlah pelanggan sesuai dengan data terakhir. Dengan tarif progresif akan diperoleh keuntungan sebagai berikut: a. perlu pemutahiran volume air terjual rata-rata bulanan berdasarkan data realisasi beberapa bulan sebelumnya. yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. d. dan menyusun struktur tarif sesuai dengan yang ditetapkan bersama dalam rembug warga. b. .5 A 2A 2. Menetapkan pemberlakuan tarif. c. dimana yang banyak menggunakan pelayanan akan membayar dalam tarif yang lebih tinggi dan sebaliknya yang sedikit menggunakan jasa pelayanan akan membayar dalam tarif yang lebih rendah. termasuk penyesuaian upah (gaji) pengelola maupun tenaga kerja lainnya. Menghitung tarif dasar berdasarkan data pengeluaran (biaya) yang ”up to date”.Penerapan struktur tarif progresif cocok diterapkan untuk komponen pelayanan prasarana yang tarifnya ditetapkan dalam rupiah per volume yang dikonsumsi./M3 Rp. 1 2 3 4 5 Rp./M3 Rp./M3 10) Peninjauan Tarif Secara Berkala Minimal setiap 2 (dua) tahun sekali perlu dilakukan peninjauan kembali tingkat tarif yang berlaku. Akan terjadi pemupukan keuntungan pengelola. e. b. Contoh Struktur Tarif Progresif untuk Air Bersih: No Pemakaian Air Per Bulan (M3) 0 – 10 11 – 20 21 – 30 30 – 40 41 ke atas Satuan Besarnya Tarif A 1./M3 Rp. Untuk komponen air bersih.5 A 3A c. yaitu bertujuan untuk mengakomodir adanya kenaikan biayabiaya pengelolaan sebagai akibat dari adanya kenaikan inflasi. Peninjauan kembali terhadap tarif ini harus dilakukan melalui rembug warga (anggota penerima manfaat) dengan mekanisme yang sama seperti ketika penentuan tarif awal. Akan terwujud prinsip keadilan./M3 Rp. Akan menjadi alat kendali bagi konsumen agar tidak terjadi pengoperasian sumberdaya yang berlebihan. karena akan diperoleh penerimaan tarif yang melebihi kebutuhan biaya pengelolaan terutama berasal dari konsumen yang mengkonsumsi melebihi batas jumlah tertentu. misalnya komponen air bersih. Untuk komponen persampahan dan MCK. Menghitung kembali kebutuhan biaya operasi dan pemeliharaan sesuai dengan harga-harga yang paling terakhir.

Setiap transaksi harus dibuat bukti penerimaan. Setiap akhir bulan harus direkap dan dilaporkan kepada anggota penerima manfaat. c. maka tim pengelola bersama dengan warga pemanfaat menyusun rencana anggaran pendapatan.B. b. misalnya pemeliharaan jalan dan jembatan.Pendapatan dari biaya penyambungan baru Pendapatan Pelayanan Persampahan Pendapatan Pelayanan MCK b.Prioritas ketiga adalah untuk membiayai investasi pengembangan (bila diperlukan) atau untuk membiayai kebutuhan operasi dan pemeliharaan komponen lain yang menjadi tanggung jawab masyarakat setempat. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya Dalam menyusun rencana anggaran biaya perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: (1) Dana yang berhasil dihimpun melalui pungutan tarif pelayanan. maka: a. maka perlu dikelompokkan ke dalam beberapa sumber pendapatan sebagai berikut: (1) Pendapatan Usaha a. yaitu: . C. Untuk mempermudah dalam menyusun rencana anggaran pendapatan. . (3) Untuk memudahkan dalam mengendalikan biaya. apabila beberapa prasarana cost recovery dikelola oleh satu lembaga pengelola.Pendapatan Penjualan Air . maka harus digunakan sesuai dengan tujuan pengenaan tarif. b. (2) Pendapatan diluar usaha a. (2) Setiap pengeluaran yang dilakukan oleh pengelola harus dicatat dan dibukukan pada saat terjadinya transaksi. maka dalam pencatatan pengeluaran secara sederhana perlu dikelompokkan menjadi dua kelompok. Perhitungan Anggaran Pendapatan Berdasarkan tarif yang disepakati serta kemungkinan-kemungkinan adanya sumber pendapatan yang lain. Pendapatan bunga Pendapatan hasil penjualan asset Pendapatan lain-lain yang sah Untuk menjamin transparansi dalam mengelola pendapatan. . c.Prioritas pertama adalah untuk membiayai operasi dan pemeliharaan prasarana yang mendatangkan pendapatan (cost recovery). Pendapatan Pelayanan Air Bersih: . saluran drainase dan lain-lain. Penerimaan pendapatan tersebut harus dicatat dan dibukukan secara tertib sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi. baik itu melalui media papan informasi maupun melalui forum pertemuan anggota penerima manfaat. c. yaitu : . baik pendapatan usaha maupun di luar usaha.Prioritas kedua adalah untuk membiayai penggantian investasi.

c. b. Hal ini akan membantu dalam melakukan kontrol/pengendalian dan menyusun rekapitulasi bulanan. Pencatatan Transaksi dan Pertanggungjawaban Keuangan (1) Prinsip Pencatatan/Pembukuan Secara sederhana pembukuan dapat diartikan sebagai pencatatan transaksi keuangan secara kronologis dan sistematis. Biaya pemeliharaan 6. terkait dengan penyimpanan dana yang lebih aman dibanding dengan penyimpanan secara tunai dalam jumlah yang besar. . yang pada gilirannya akan dimasukkan dalam laporan keuangan bulanan. maka diwajibkan membuka rekening bank. Apabila pengelola sekaligus menangani beberapa sumber pendapatan (prasarana cost recovery). Biaya operasi dan pemeliharaan ini dikelompokkan menjadi : 1. Biaya listrik (diesel) 5. mencakup seluruh biaya yang menjadi beban organisasi pengelola dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi. merupakan buku bantu yang digunakan untuk mencatat pemasukan dana dari pelanggan (penerima manfaat) sebagai penerimaan atas tarif yang dikenakan bagi pengguna jasa pelayanan. mencakup seluruh biaya yang menjadi beban organisasi pengelola dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi. d.a. penarikan dana tunai dari rekening bank dan saldo di bank. Apabila pengelolaan prasarana telah berkembang. misal: biaya asuransi. Tujuan pencatatan adalah agar tersedia informasi pemasukan dan pengeluaran dana oleh pengelola yang transparan dan akuntabel (dapat dipertanggung-jawabkan). maka perlu dipisah-pisahkan antara pendapatan dari pelayanan prasarana yang satu dengan yang lainnya. b. Biaya bahan (misal: bahan kimia untuk pengolahan air) 4. Dengan demikian diperlukan buku bank yang digunakan untuk mencatat transaksi penyetoran dana ke rekening bank. D. Biaya administrasi dan umum 2. b. Buku Bank. Pencatatan dilaksanakan berdasarkan beberapa prinsip sebagai berikut: a. Laporan Pendapatan. Dan lain-lain Biaya non operasional dan pemeliharaan. Biaya operasi dan pemeliharaan. Biaya gaji pegawai dan upah tenaga kerja 3. Kronologis (menurut urutan waktu) Sistematis (menurut cara-cara tertentu) Informatif (dapat dimengerti / difahami/logis) Auditable (dapat diperiksa atau di audit) (2) Pelaporan Beberapa laporan terkait dengan pengelolaan keuangan yang harus disediakan oleh tim pengelola adalah sebagai berikut: a.

biaya penyusutan prasarana kantor dan rupa-rupa biaya umum lainnya. diantaranya pengeluaran biaya pegawai (gaji pengelola). merupakan buku bantu untuk mencatat segala transaksi yang terkait dengan pengeluaran dana untuk keperluan administrasi dan umum. Buku Kas. biaya penelitian dan pengembangan. Pelaporan dalam kelompok ini secara bulanan. merupakan buku bantu yang digunakan untuk mencatat segala transaksi yang terkait degan pengeluaran biaya operasi dan pemeliharaan prasarana utama yang dikelola (air bersih. Setiap pemasukan dan pengeluaran uang kas harus ada bukti penerimaan atau pengeluaran kas dan diberi penomoran. misalnya laporan rencana dan realisasi pendapatan. Digunakan untuk mencatat penerimaan uang di Kas (dapat berasal dari penarikan uang tunai dari bank atau sumbangan tunai lain) serta pengeluaran untuk biaya operasional. Buku Biaya Operasi dan Pemeliharaan Prasarana. Laporan neraca dibuat secara periodik bulanan dan disampaikan kepada para pemanfaat (pelanggan pengguna pelayanan) baik melalui media papan informasi maupun melalui forum-forum pertemuan warga. biaya pemeliharaan prasarana kantor.c. sebagai bentuk pertanggungjawaban. (3) Pertanggungjawaban Untuk menjamin transparansi atas pengelolaan dana (penerimaan dan pengeluaran). biaya hubungan pelanggan. merupakan laporan yang menggambarkan posisi asset yang dikelola. pengeluaranpengeluaran dana dan mencatat saldo akhir kas dan di bank. biaya kantor (ATK). merupakan laporan rekapitulasi kegiatan keuangan bulanan. belanja material dan upah tenaga kerja dan saldo kas. dll). . Dalam pencatatan belanja ini setiap akhir bulan harus dilakukan penutupan buku. sehingga dapat diketahui seberapa besar pengeluaran untuk kelompok ini secara bulanan. Buku Biaya Administrasi dan Umum. 1) Laporan Neraca. yang mencatat saldo awal kas dan di bank. MCK. aktiva tetap. hutang dan modal. mencatat pemasukan dana. e. laporan rencana dan realisasi pengeluaran. persampahan. f. baik itu yang berupa aktiva lancar. maka setiap bulan harus dilaporkan kepada para pemanfaat (konsumen) dan masyarakat sekitar melalui media papan informasi maupun forum-forum pertemuan warga. Dalam pencatatan belanja ini setiap akhir bulan harus dilakukan penutupan buku. Laporan keuangan ini harus dibuat setiap akhir bulan dan diumumkan kepada penerima manfaat. d. baik itu melalui media papan informasi maupun melalui forum-forum pertemuan warga. 2) Laporan penunjang lainnya yang diperlukan. sehingga dapat diketahui seberapa besar pengeluaran untuk kelompok ini secara bulanan. Laporan Keuangan. sehingga tetap terjadi transparansi dalam pengelolaan asset. biaya keuangan (bunga).

3. dibandingkan total jumlah pengeluaran untuk operasi dan pemeliharaan. (2) Jumlah pendapatan yang dihasilkan. . dibandingkan total jumlah pengeluaran untuk operasi dan pemeliharaan ditambah dana cadangan untuk penyusutan prasarana dan sarana.4. Ukuran Keberhasilan Pengelolaan O dan P Prestasi kegiatan operasi dan pemeliharaan dari aspek keuangan dapat dilihat dari: (1) Jumlah pendapatan yang dihasilkan (retribusi atau sumbangan/iuran). (3) Jumlah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan pendapatan tersebut dibandingkan total jumlah pendapatan yang dihasilkan.

.

LAMPIRAN .

e. yang antara lain mencakup : a. aparat pemerintah desa dan perwakilan pengguna prasarana atau tokoh masyarakat.1 Tata Cara Penetapan Tarif Retribusi/Iuran Tarif retribusi/iuran pelayanan dikenakan bagi pengguna prasarana-sarana desa. lembaga pengelola O dan P yang telah dibentuk menyelenggarakan proses penentuan tarif retribusi dengan terlebih dahulu menyusun rancangan perhitungan tarif prasarana yang akan dikenakan tarif retribusi/iuran sebagai bahan dalam melaksanakan rembug warga. Beberapa hal yang disampaikan dalam rembug warga: a. Adapun mekanisme penetapan tarif/iuran pelayanan prasarana adalah sebagai berikut: 1. Setelah penjelasan umum.LAMPIRAN . Prasarana/pelayanan yang akan dikenakan tarif retribusi/iuran Tujuan pengenaan tarif retribusi/iuran Perhitungan kebutuhan biaya yang akan dibebankan dalam perhitungan tarif. b. b. Besarnya tarif dasar f. antara lain mencakup : 1) Perhitungan kebutuhan biaya yang akan dibebankan dalam perhitungan tarif. 3) Besarnya tarif dasar . 2) Jumlah penerima manfaat dan (untuk air bersih perhitungan perkiraan jumlah air terjual). Rencana penerapan tarif progresif (bila diperlukan) g. dimana dalam rembug tersebut perlu diundang pula unsur LKM/BKM. maka dilanjutkan dengan penjelasan terkait dengan rancangan penetapan tarif yang telah dibuat. PP. Pelaksanaan Rembug Warga Lembaga pengelola O dan P mengundang seluruh warga masyarakat pemanfaat prasarana dan sarana terkait untuk mengadakan rembug warga dalam rangka penetapan tarif. d. Penjelasan umum oleh ketua lembaga pengelola O dan P kepada masyarakat pengguna prasarana dan sarana perihal pentingnya penetapan tarif terhadap penggunaan prasarana dan sarana yang akan dikelola. Penerimaan dari tarif/iuran ini akan dijadikan sebagai sumber utama dalam membiayai pengelolaan O dan P yang bersangkutan termasuk sebagai pengumpulan dana penggantian investasi (penyusutan/depresiasi). Persiapan Dengan difasilitasi oleh fasilitator pendamping. Rencana peninjauan kembali 2. Jumlah penerima manfaat dan (untuk air bersih perhitungan perkiraan jumlah air terjual). c.

daftar hadir dilampirkan dalam berita acara. Tahapan selanjutnya adalah mengajak seluruh anggota pemanfaat yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk menghitung bersama besaran tarif berdasarkan rumusan yang digunakan dan diminta kesepakatannya. wakil dari masyarakat pengguna dan disaksikan oleh aparat pemerintah desa dan fasilitator pendamping. Setelah ada kesepakatan terkait dengan hal-hal tersebut. dimana setiap anggota masyarakat pemanfaat berhak memberikan satu suara dalam setiap keputusan yang diambil. Kesepakatan tarif dapat diambil dengan cara musyawarah. maka tahap berikutnya adalah penyusunan “Berita Acara Penetapan Tarif Retribusi/Iuran Pelayanan” yang ditandatangani oleh Ketua Pengelola O dan P. Pengesahan Untuk memperkuat penerapannya. Sebagai bentuk dukungan dari seluruh peserta rembug warga dalam keputusan tersebut. maka tarif retribusi ditetapkan melalui Peraturan Desa (Perdes) . tarif retribusi/iuran yang telah disepakati tersebut perlu ditetapkan dalam sebuah Keputusan Ketua Pengelola O dan P Prasarana dan disetujui oleh BKM/TPK serta Kepala Desa/Lurah.  Catatan: Dalam kasus dimana lembaga Pengelola O dan P berada dibawah Pemerintah Desa atau prasarana merupakan asset Pemerintah Desa. Dalam rembug warga ini diharapkan dapat disepakati tentang: 1) Besarnya tarif dasar yang akan diberlakukan 2) Penerapan tarif progresif (bila diperlukan) 3) Periode waktu peninjauan kembali tarif yang ditetapkan. d.4) Rencana penerapan tarif progresif (bila diperlukan) 5) Rencana peninjauan kembali c. 3. dan apabila secara musyawarah tidak dapat diambil mufakat maka pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cara pengambilan suara terbanyak (aklamasi) melalui voting. BKM/TPK.

1….) .2 PENERIMAAN TARIF KOMPONEN PELAYANAN : AIR BERSIH BULAN : ___________________________________ Volume Pemakaian Air (M3) Jumlah Uang Yang Dibayar (Rupiah) No Nama Pelanggan Keterangan TOTAL (…..LAMPIRAN .

3 PENERIMAAN PENYAMBUNGAN BARU KOMPONEN PELAYANAN : AIR BERSIH BULAN : ___________________________________ No Nama Pelanggan Jumlah Uang Dibayar (Rupiah) Keterangan TOTAL (….LAMPIRAN .2….) .

) .4 PENERIMAAN TARIF KOMPONEN PELAYANAN : PERSAMPAHAN BULAN : ___________________________________ No Nama Pelanggan Jumlah Uang Dibayar (Rupiah) Keterangan TOTAL (….3….LAMPIRAN .

4….) .5 PENERIMAAN TARIF KOMPONEN PELAYANAN : MCK BULAN : ___________________________________ No Nama Pelanggan Jumlah Uang Dibayar (Rupiah) Keterangan TOTAL (….LAMPIRAN .

LAMPIRAN - 6

Buku Bank

Nama Lembaga Pengelola Alamat Jenis Kegiatan

: _____________________ : _____________________ : _____________________

Tanggal 1

Uraian 2 Saldo Awal

No.Bukti 3

Masuk (Rp) 4

Keluar (Rp. 5

Saldo (Rp) 6 (…5a…)

(…5b…)

LAMPIRAN - 7

Buku Kas

Nama Lembaga Pengelola Alamat Status / Bulan Laporan

: _____________________ : _____________________ : _____________________

Tangga l 1

Uraian 2 Saldo Awal

No.Bukti 3

Masuk (Rp) 4

Keluar (Rp) 5

Saldo 6 (...6a...)

Saldo Akhir Bulan

(...6b...)

LAMPIRAN - 8

Buku Administrasi dan Umum

Nama Lembaga Pengelola Alamat Status / Bulan Laporan

: _____________________ : _____________________ : _____________________

Tanggal 1

Nama Toko/ Penerima Dana 2

No Bukti 3

Uraian transaksi, Jumlah Unit dan Harga 4

Total Pembayaran 5

Total Akhir Bulan

(…7…)

LAMPIRAN . Jumlah Unit dan Harga 4 Total Pembayaran 5 Total Akhir Bulan (…8…) .9 Buku BOP AIR BERSIH Nama Lembaga Pengelola Alamat Status / Bulan Laporan : _____________________ : _____________________ : _____________________ Tanggal 1 Nama Toko/ Penerima Dana 2 No Bukti 3 Uraian transaksi.

LAMPIRAN . Jumlah Unit dan Harga 4 Total Pembayaran 5 Total Akhir Bulan (…9…) .10 Buku BOP PERSAMPAHAN Nama Lembaga Pengelola Alamat Status/Bulan Laporan : _____________________ : _____________________ : _____________________ Tanggal 1 Nama Toko/ Penerima Dana 2 No Bukti 3 Uraian transaksi.

Jumlah Unit dan Harga 4 Total Pembayaran 5 Total Akhir Bulan (…10…) .LAMPIRAN – 11 Buku BOP SANITASI / MCK Nama Lembaga Pengelola Alamat Status/Bulan Laporan : _____________________ : _____________________ : _____________________ Tanggal Nama Toko/ Penerima Dana 2 No Bukti 1 3 Uraian transaksi.

... : Rp.Pendapatan Penyambungan Baru b........ BOP Prasarana Air Bersih c. : Rp........ Pendapatan lain-lain Jumlah Pendapatan Non Operasional TOTAL PENDAPATAN : Rp.. Biaya Operasional a...... . Pendapatan Sanitasi/MCK Jumlah Pendapatan Operasional : Rp...... PENGELUARAN : 2..)___________ : Rp...4.... Pendapatan Persampahan c.. LABA (RUGI) : Rp_____(..9... ____(C)______________ : Rp..... ……………………………….10...___(.. Pendapatan Non Operasional a........ PENDAPATAN: 1. Pendapatn Bunga b... .____________________ : Rp... Pendapatan Air Bersih : .. 1. :Rp.2... Administrasi dan Umum b. ____(D)_____________ :Rp..2.)___________ : Rp.. : Rp. __________________ ....(A)..Pendapatan Penjualan Air . Biaya lain-lain Jumlah Biaya Non Operasional TOTAL PENGELUARAN 3.........___(.....7..___(..... BOP Prasarana Persampahan d....1.......)__________ : Rp_____(.)___________ : Rp. Biaya Non Operasional a..2....(B)....)__________ : Rp.....)__________ : Rp_____(....... ..... BOP Prasarana Sanitasi/MCK Jumlah Biaya Operasional 23....)__________ : Rp................... ……………………………….....)__________ : Rp_____(. Biaya depresiasi b..............1. . : Rp.....______________________ 2..LAMPIRAN ..8..12 LAPORAN LABA (RUGI) Nama Lembaga Pengelola : _____________________ Alamat : _____________________ Status/Bulan Laporan : _____________________ ========================================================================== 1...1 Pendapatan Operasional a... __ (..3.....

PENGELUARAN : 3._____(…5b…)____________ :Rp. Pengeluaran Operasional 3._____(5a)____________ :Rp. PENERIMAAN: 2. Kas c. Pengeluaran Non Operasional TOTAL PENNGELUARAN :Rp._____(A)____________ :Rp.1 Penerimaan Operasional 2.1. Penerimaan Non Operasional TOTAL PENERIMAAN :Rp.LAMPIRAN . Bank b.______(C)___________ :Rp. Jumlah Saldo Awal :Rp. Bank b.____________________ 4. ____________________ 2. _____(6a)____________ :Rp. _____(…6b…)____________ :Rp. SALDO AKHIR a.2. ____________________ ==================================================================== Catatan : Jumlah Saldo Awal + Jumlah Penerimaan Harus Sama Dengan Jumlah Pengeluaran + Jumlah Saldo AKhir .______(D)___________ :Rp._____(B)____________ :Rp. Jumlah Saldo Akhir :Rp.______________________ 3.13 LAPORAN KEUANGAN ALIRAN KAS (CASH FLOW) Nama Lembaga Pengelola : _____________________ Alamat : _____________________ Status/Bulan Laporan : _____________________ =================================================================== 1. SALDO AWAL a. Kas c.2.

P = Pengelupasan (disintegration) .pelepasan permukaan jalan secara lempengan/bongkah RETAK : P = Memanjang L = Melintang A = Acak B = Buaya Panjang ……. M .permukaan perkerasan baik/licin R = Pelepasan Butir (ravelling) . M AMBLAS: Jumlah …. dan Dalam ….m . Survei : Dusun/Dukuh/RW : Surveyor : NO NAMA JALAN (atau Ruas Jalan) 2 TI PE PERKERASAN 3 KEKASARAN 4 LUBANG JUMLAH LUAS 5 KONDI SI PERKERASAN JALAN TAMBALAN JUMLAH LUAS TI PE 6 RETAK PANJANG 7 LEBAR ALUR PANJANG DALAM 8 AMBLAS JUMLAH DALAM 9 1 Keterangan: TIPE PERKERASAN: A= Aspal M= Makadam B= Beton P= Paving T= Telasah S= Sirtu TN = Tanah LUBANG : Jumlah … buah dan Luas … m2 TAMBALAN : Jumlah … buah dan Luas … m2 KEKASARAN: G = Kegemukan (fatty) .m .PERKERASAN Kab : Kec : DESA : Tgl.. dan Dalam …. m .banyak batu/paving lepas bahan pengikat aspal/semen/beton tidak mengikat batu/kerikil/paving K = Kekurusan (hungry) -permukaan jalan hancur... hampir sebagian besar bahan pengikat aspal/semen/beton hilang.m ALUR : Panjang ….LAMPIRAN – 14 FORMULIR SURVEI KONDISI JALAN . dan Lebar ….

Miring (M) / Tidak Rata (TRT) .15 FORMULIR SURVEI KONDISI JALAN .DRAINASE DAN BAHU JALAN Kab : Kec : DESA : Tgl.Rata (RT) / Tidak Rata (TRT) BAHU : .Terlalu Tinggi (TT) / Terlalau Rendah (TR) .Tersumbat (T) / Tidak Tersumbat (TS) .Teratur (TR) / Tidak Teratur (TTR) .Mamadai (M) / Tidak Memadai (TM) BAK KONTROL : . Survei : Dusun/Dukuh/RW : Surveyor : SEBELAH KI RI No NAMA JALAN (atau Ruas Jalan) 1 2 DRAI NASE SELOKAN SAMPI NG 3 BAK KONTROL 4 TROTOAR (PJLN KAKI ) 5 BAHU 6 KEREB 7 DRAI NASE SELOKAN SAMPI NG 8 BAK SEBELAH KI RI TROTOAR (PJLN KAKI ) 10 BAHU 11 KEREB 12 KONTROL 9 Keterangan: SALURAN DRAINASE: .Diperkeras (D) / Tidak Diperkeras (TD) KEREB : .LAMPIRAN .Ada (A) / Tidak Ada (TA) .Tersumbat (T) / Tidak Tersumbat (TS) TROTOAR/ PEJALAN KAKI: .Rusak (R) / Baik (B) .Ada (A) / Tidak Ada (TA) .Ada (A) / Tidak Ada (TA) .Ada (A) / Tidak Ada (TA) .

16 FORMULIR SURVEI KONDISI ..LAMPIRAN .....) Rusak ( ..JEMBATAN Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Jembatan : Tgl.. Survei : Surveyor : DATA UMUM : Bentang (m) : Kelas Pembebanan : Kelas Jalan : Tahun Pembuatan : LHR / Lalu Lintas Harian Rata2 : BANGUNAN ATAS : Tipe Bangunan Atas : Jenis Lantai : Jenis Kerusakan 1 Struktur Bangunan Atas : Lebar : 2 Lantai : 3 Kondisi : ( ...) Rusak ringan ( ...) Hancur/Putus Sketsa : ..) Rusak berat ( .

Survei : Surveyor : DATA BANGUNAN BAWAH DAN BANGUNAN PENGAMAN ABUTMEN Bahan : Panjang/ Tinggi : Kondisi : PONDASI Jenis : Bahan : Dimensi : Kondisi: Kerusakan : PONDASI PILAR Bahan : Panjang/ Tinggi : Kondisi : Jenis : Bahan : Dimensi : Kondisi: Kerusakan : Bangunan Pengaman : Skesa : .Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Jembatan : Tgl.

lama : Muka air banjir terhadap muka jbt.lama : Muka air normal terhadap muka jbt.Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Jembatan : Tgl.SUNGAI Lebar Sungai : Arah sungai : Muka air rendah terhadap muka jbt.lama : Sudut antara arah aliran & jembatan : Bangunan Pengendali Sungai: Sketsa denah sungai dgn dilengkapi data-data pada jembatan lama: Sifat tebing sungai : Sifat aliran sungai : Sedimentasi material : Benda hanyutan : . Survei : Surveyor : DATA .

) Hancur/Putus Sketsa : . d.17 FORMULIR SURVEI KONDISI . 2. b.) Rusak berat ( ... Kondisi : ( .PRASARANA Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Prasarana/Bangunan : Tgl.) Rusak ringan ( .... Survei : Surveyor : DATA UMUM : a.... c. 3.. BANGUNAN ATAS : Tipe Bangunan : Jenis Kerusakan 1...) Rusak ( ..LAMPIRAN .

Survei : Surveyor : DATA BANGUNAN BAWAH DAN BANGUNAN PENGAMAN Bahan : Panjang/ Tinggi : Kondisi : Jenis : Bahan : Dimensi : Kondisi: Kerusakan : Bahan : Panjang/ Tinggi : Kondisi : Jenis : Bahan : Dimensi : Kondisi: Kerusakan : Bangunan Pengaman : Skesa : .Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Prasarana/Bangunan : Tgl.

LOKASI) 1 6 2 7 3 8 4 9 5 10 Sketsa denah lokasi prasarana/bangunan : . Survei : Surveyor : DATA LOKASI ( KONDISI. GEOLOGI . TOPOGRAFI.Kab : Kec : DESA : Lokasi/Dusun/Dukuh/RW : Nama Jalan : Nama Prasarana/Bangunan : Tgl.