Pengaruh Musik Instrumental terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar (Studi Eksperimen di SDN 03 Pagi

Kampung Dukuh Jakarta Timur) Martha Christianti Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Abstract

This research aim to know influence of instrumental music to mathematics result for student in first elementary school. Research method is experiment method with design group equivalent pretest-posttest design. Result of this research indicate that there are no signifikan between class learn mathematics using instrumental music with class do not use instrumental music. This matter happened because there are the difference of style or type student to learn, a period of student to adaptation instrumental music while they learn, and many various technical of execution of research related to limitation of environment and classroom. Keywords: instrumental music, mathematics achievement

Pendahuluan Matematika adalah ilmu dasar untuk menghadapi perubahan-perubahan dalam kehidupan manusia. Suherman (1992: 134) mengatakan bahwa matematika bermanfaat untuk mempersiapkan seseorang untuk sanggup menghadapi kehidupan yang senantiasa berubah, melalui latihan berpikir logis dan rasional, kritis, cermat, objektif, kreatif, efektif, dan diperhitungkan secara analitis sintesis. Untuk anak sekolah dasar, matematika penting untuk diberikan karena pada tingkat dasar anak menguasai konsep matematika yang kemudian akan digunakan pada tingkat lanjut. Namun pada kenyataannya, anak sekolah dasar di tempat peneliti melakukan penelitian tidak menyukai mata pelajaran matematika karena alasan tertentu. Berdasarkan hasil wawancara singkat peneliti dengan beberapa anak, mereka mengatakan bahwa matematika itu susah, rumit, memusingkan dan perlu jalan yang panjang untuk menyelesaikannya, cara guru mengajar, dan tekanan yang diberikan orang tua dan guru dalam bentuk hukuman juga menjadi penyebab ketidaksukaan anak terhadap mata pelajaran matematika. Mengingat matematika

maka matematika memerlukan konsentrasi yang penuh untuk memecahkan persoalan yang rumit. Hal ini berarti musik dapat membantu anak meningkatkan konsentrasi dan kondisi tubuh yang lebih baik dalam mengerjakan matematika. Jika musik terdiri dari ketukan. Pada kenyataannya. Penelitian ini membuktikan bahwa IQ sekelompok mahasiswa meningkat 8 sampai 9 tingkat dalam kemampuan spasial setelah mendengar musik Mozart selama 15 menit (Kompas.1993: 9).adalah materi yang sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari maka perlu untuk menumbuhkan minat dan motivasi anak belajar matematika agar menghasilkan nilai akademis yang baik. mengeluarkan buku yang membahas hubungan musik dengan kecerdasan. Hal ini berarti bahwa proses mencipta musik dan matematika sama-sama membutuhkan dan . empat tahun setelah penelitian sebelumnya. meningkatkan konsentrasi. 1998: 34). Campbell (2002: 218). irama dan nada. Sama halnya dengan matematika. Dalam menciptakan musik. komponen yang harus ada adalah ketukan. maka matematika adalah sebuah angka. Tahun 1997. Jika musik dapat melatih otak untuk melakukan pemikiran yang rumit. Hasil penelitian ini sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia terutama bagi pendidikan. Untuk dapat menciptakan karya musik perlu kemampuan kognitif. rata-rata anak tidak menyukai matematika hal ini ditegaskan dalam sebuah penelitian oleh Harwell (1982: 184) mengatakan bahwa sepertujuh atau 14. Angka adalah matematika dan matematika adalah angka. Ada hubungan yang sangat erat antara musik dan matematika (Gunawan. seorang pendidik terkemuka di dunia dalam bidang musik dan penyembuhan.3% siswa sekolah dasar mengalami masalah dalam bidang studi matematika. dan menciptakan ketenangan. Matematika juga berhubungan dengan fungsi kognitif. Dari penelitian tersebut mulai banyak sekolah dan rumah sakit menggunakan musik sebagai musik latar dalam mengiringi setiap aktivitas. irama dan nada. Kemampuan spasial merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan untuk bermatematika. Sejak 1993 tiga ahli neurobiologi Amerika Serikat melakukan penelitian terhadap musik Mozart dan pengaruhnya terhadap kecerdasan.

Paling (1982: 2) juga mengatakan bahwa matematika berperan untuk memecahkan masalah yang berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Mendengarkan musik dapat mencapai kondisi yang demikian. konsep dalam bilangan. Permasalahan kehidupan tersebut diselesaikan dengan cara logis. pengoperasian bilangan dari yang sederhana sampai ke yang sulit. sistematis. Dari definisi tersebut maka matematika adalah pengetahuan yang diperoleh dari belajar dan berpikir (bernalar). Matematika membutuhkan tubuh yang santai untuk dapat menyelesaikan matematika. dan diramalkan. Dalam Suherman (1992: 119). membaca bilangan. Matematika dalam bahasa Yunani berasal dari kata mathematike. matematika memiliki arti ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan bernalar. bahwa menurut Deighton (1971: 81) matematika adalah sistem belajar abstrak yang membangun dasar yang abstrak. faktor kesiapan belajar dan perkembangan tahap berpikir manusia. dan mathanein yang berarti belajar (berpikir). mathematike memiliki akar kata mathema yang berarti pengetahuan atau ilmu. Dengan demikian untuk dapat bermatematika salah satu caranya adalah dengan kondisi tubuh yang santai sehingga otak mampu mencerna dengan baik. Untuk mencapai tahap yang abstrak. Brewer (1992: 284) mengatakan bahwa matematika adalah ilmu pengetahuan tentang bilangan dan operasinya.menggunakan kemampuan kognitif. memecahkan . dan lain sebagainya. analisis. Matematika untuk anak usia dini memiliki pengertian yang lebih sederhana yaitu mencakup bagaimana cara anak memandang dunia. Secara etimologis. Musik dapat meningkatkan keadaan tubuh seseorang menjadi santai. Pengetahuan tentang bilangan ini mencakup yaitu keahlian dalam membilang bilangan. Dari gabungan pengertian ini pula disampaikan. dapat dideteksi. seseorang harus dapat memahami konsep abstrak melalui proses belajar dari benda-benda konkrit. Kecenderungan manusia untuk mempertahankan hidup sebagai sifat manusiawi adalah salah satu faktor yang memunculkan definisi ini. jelas. Berdasarkan pengertian ini matematika memiliki sasaran utama yaitu bilangan dan hubungan antar bilangan.

matematika untuk anak kelas 1 sekolah dasar adalah belajar tentang bentuk. dan operasi bilangan. kemungkinan dan ukuran. Seluruh standar kompetensi tersebut dijabarkan dalam bentuk indikator. dan 3) menghargai matematika sebagai suatu yang berguna dan bermanfaat dalam kehidupan.masalah. memisahkan objek dan membuat perbandingan. geometri. dan pengoperasiannya. Berdasarkan pernyataan tersebut anak sekolah dasar sudah mulai diajarkan untuk menganalisis dan menggunakan logika dalam menghubungkan konsep-konsep. and soul”. mengerti bilangan. Penilaian hasil belajar dinilai pada waktu proses dan produk. pengukuran. Kemahiran matematika anak sekolah dasar kelas 1 terintegrasi dalam sub bab atau pokok bahasan. dan pemecahan masalah. dalam sebuah musik terdapat perpaduan . Dari pengetian di atas. bilangan. Demikian pula dengan standar kompetensi kelas 1 yang terdapat dalam kurikulum berbasis kompetensi (KBK) tahun 2004 (2003: 121). Berikut ini pokok bahasan tersebut: bilangan. fungsi dan relasi. Sedangkan hasil belajarnya terlihat dalam tiga aspek yaitu kognitf. menghubungkan dua pikiran melalui penggunaan ukuran dalam konsep matematika. konsep bilangan. Kemampuan tersebut dapat dilihat melalui indikator hasil belajar yang diambil dari kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004. bekerja sama dalam kelompok. Musik menurut Schindler (1980: 10) adalah “either something that simply washes over us or a means of expression we actively participate in with heart. afektif. Adapun kompetensi matematika yang diharapkan muncul pada anak kelas 1 sekolah dasar yaitu: 1) kemahiran dalam menggunakan notasi dan simbol dalam mengungkapkan pernyataan atau gagasan. prosedur perhitungan. Dengan demikian. mind. Indikator setiap kompetensi mencangkup aspek kognitif. Aspek-aspek tersebut merupakan penilaian dalam proses belajar mengajar. Pernyataan ini sesuai dengan pendapat Fehr dalam Spodek (1978: 155) yang mengatakan bahwa matematika untuk sekolah dasar adalah belajar bilangan dan bentuk. dan psikomotor. dan pengukuran. 2) kemahiran dalam merancang dan melakukan proses penyelesaian masalah dengan memilih atau menggunakan suatu strategi. dan psikomotor. afektif.

relax with the classics.21. Musik menjadi rangkaian nada-nada dan ritmik yang disusun secara teratur dan harmonis. jiwa. dan karya Bach dalam air on a G String. Jika suara tersebut berasal dari alat musik maka musik tersebut disebut sebagai musik intrumental. Dari beberapa pengertian di atas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen . Jakarta Timur dengan waktu pelaksanaan bulan November sampai Desember 2004. Namun jika dilengkapi dengan vokal manusia maka dinamakan musik vokal. Musik tersebut digunakan untuk menenangkan dan memberi energi bagi tubuh atau pikiran. karya Mozart dalam concerto for two pianos (K. karya Mozart dalam piano concerto no. pikiran dan jiwa yang tercipta dalam sebuah karya seni.hati. Pengertian lain dari Grolier Academic Encyclopedia (1983: 453) yaitu “music is the art of arranging sounds in rhythmic succession and generally in combination”.365). Tidak hanya pencipta seni yang merasakan perpaduan tersebut namun orang yang menikmati seni juga ikut merasakannya. Metode Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian musik instrumental terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 1 sekolah dasar. Musik instrumental yang digunakan untuk memberi energi pada tubuh dan pikiran adalah musik karya Handel dalam water music. karya Gerwig dalam the barouque lute. Keteraturan tersebut membuat pendengar menikmati musik. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 03 Pagi yang terletak di Kampung Dukuh. Musik yang menenangkan yaitu musik karya Eric Daub dalam Pianoforte. Musik instrumental yang digunakan dalam penelitian ini adalah musik klasik. maka dapat dideskripsikan bahwa musik instrumental adalah rangkaian nada-nada dari suara yang disusun sedemikian rupa dan dikombinasikan dari berbagai sumber suara yang diambil dari satu alat musik atau lebih tanpa ada vokal. karya Gluck dalam Dance of the lessed spirit. yang melibatkan hati. karya Bach dalam suites for orchestra. dan pikiran baik bagi para pendengar atau pemain musik itu sendiri. karya Pachelbel dalam canon and other baroque favorites.

116). dan guru. Uji . metode mengajar. Adapun kondisi tersebut antara lain. media yang digunakan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes. Desain ini mengelompokkan sampel dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen yang valid berjumlah 21 dari 25 soal. Kelompok kontrol terdiri dari 16 orang. Dengan jumlah siswa kelas kontrol 16 orang dan kelas eksperimen berjumlah 22 orang. kesamaan waktu. Untuk mengontrol agar perlakuan tidak bias. Tes dibuat dalam bentuk instrumen penelitian. Uji validitas menggunakan content validity menggunakan rumus korelasi point biserial karena item-item instrumen mengacu pada kurikulum. kesamaan materi pelajaran. Perlakuan dilakukan setelah masing-masing kelompok telah menunjukkan karakteristik rata-rata yang sama. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster rendom sampling karena sampel diambil dari sebagian atau seluruh dari setiap elemen yang terpilih untuk dijadikan sampel. Desain eksperimen dalam penelitian ini adalah pretest-posttestequivalent-group design. Kelompok kontrol melakukan pembelajaran matematika dengan sistem konvensional. penelitian eksperimen adalah penelitian dimana ada perlakuan (treatment) dari variabel bebas.mengingat tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji hipotesis yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian musik instrumental terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 1 sekolah dasar. maka kondisi yang mempengaruhi hasil belajar matematika diusahakan sama dan berada pada titik nol. Tes dilakukan sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Adapun variabel bebas dari penelitian ini adalah musik instrumental dan variabel terikat adalah hasil belajar matematika. Kelompok ini diberi perlakuan berupa musik instrumental sebagai latar belakang suara dalam kegiatan belajar mengajar matematika. Kegiatan pra penelitian dilakukan dengan memberi pretest untuk melihat kehomogen dan kenormalan pada kedua kelompok tersebut. Menurut Kountur (2004. Pembeda dalam masing-masing kelompok yaitu pemberian musik instrumental. Kelompok eksperimen terdiri dari 22 orang. reliabilitas dan tingkat kesukaran. Instrumen tersebut kemudian diujicobakan terlebih dahulu untuk menguji validitas.

median. nilai maksimum. 38.68. Sebaliknya hipotesis alternatif diterima jika thitung ≥ ttabel yaitu ada pengaruh yang signifikan penggunaan musik instrumentasi terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 1 sekolah dasar. Pengujian homogenitas diperoleh dari perbandingan kuadrat simpangan baku (varian) terbesar dan terkecil menggunakan uji Fisher. Hipotesis alternatif ditolak jika thitung < ttabel yaitu tidak terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan musik instrumental terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 1 sekolah dasar. Teknik analisis data dilakukan secara bertahap. Pengujian dilakukan pada taraf signifikasi α = 0. Tahap ketiga. simpangan baku. dan kurang sehingga tes memiliki kemampuan diagnostik. dan nilai minimum. Pengujian ini dilakukan dengan uji Liliefors. Berdasarkan tes menggunakan rumus indeks proporsi maka diperoleh 14.05. Rumus ini dipilih karena instrumen terdiri atas dua jawaban benar atau salah (dikotomi). sedang. Jika jawaban benar maka bernilai 1 dan jika salah bernilai 0. Uji normalitas dilakukan untuk menguji normalitas sampel penelitian sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasikan.50 lebih kecil dari ttabel yaitu 1. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan data yang telah dianalisis dan telah diuji dengan rumus uji-t maka diperoleh nilai thitung adalah 0. Tahap pertama adalah pengolahan data awal untuk mencari rata-rata.reliabilitas menggunakan rumus Kuder Rrichardson Number 20 (KR 20). Salah satu caranya adalah dengan tes tingkat kesukaran.29% item berisi butir soal mudah. Hal ini . Tingkat valid dan reliabel tes belum cukup untuk memberikan informasi tentang kondisi item instrumen. dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan pengujian perbedaan dua rata-rata yakni dengan uji-t. Adapun manfaatnya adalah tes dapat mengungkapkan kelemahan dan kelebihan individu dalam bidang tertentu dengan membedakan subjek yang berkemampuan tinggi.10% butir soal sedang atau cukup dan 47. Uji homogenitas dilakukan untuk melihat homogen atau tidaknya sampel dari kelompok penelitian. Instrumen harus dianalisis dalam analisis item. modus.6% butir soal sukar. Tahap kedua dilakukan pengujian persyaratan analisis yakni uji normalitas dan homogenitas.

Ujung kutub pengamatan adalah kutub tindakan. mementingkan relasi. Pada kutub perasaan. perencanaan sistematis dan pemahaman intelektual dari situasi atau perkara yang dihadapi. Pada katub pemikiran. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah gaya belajar. mempunyai kualitas peraba dan perasa yang kuat. menuntut tindakan dan cara refleks memulainya. Pada tipe ini siswa dalam proses belajar mengajar menunjukkan . cenderung kuat dalam kemampuan melaksanakan tugas. siswa belajar melalui perasaan. menekankan pada pengalaman konkret. Tipe yang pertama adalah tipe divergen. teknis pelaksanaan penelitian berkaitan dengan keterbatasan lingkungan sekolah dan kelas tempat penelitian. Kutub pengamatan. Tidak berhasilnya penelitian ini membuktikan hipotesis mengingat beberapa faktor yang muncul selama penelitian ini dilaksanakan. Pada kutub tindakan. dan sensitivitas terhadap perasaan orang lain. Setiap tipe belajar merupakan gabungan antara dua kutub. mempunyai banyak pengalaman inderawi yang dipengaruhi emosi. Kutub pemikiran merupakan kutub kebalikan dari pengalaman konkret. mempengaruhi orang lain lewat perbuatannya. pemikiran (konseptual abstrak). menyimak makna dari hal-hal yang diamati. menyimak suatu perkara dari berbagai perspektif. Dari empat kutub tersebut maka Kolb membaginya menjadi empat tipe belajar. mengamati sebelum menilai. siswa belajar melalui pemikiran dan lebih fokus pada analisis logis dari ide-ide.berarti bahwa tidak terdapat pengaruh hasil belajar matematika antara siswa yang menggunakan musik instrumental dengan siswa yang belajar tanpa musik instrumental. Tipe ini merupakan gabungan dari kutub perasaan dan pengamatan. Kutub-kutub tersebut adalah kutub perasaan (pengalaman konkret). Gaya belajar menurut Kolb dalam Samples (2002: 147) terbagi atas empat kuadran. siswa belajar melalui tindakan. siswa belajar melalui pengamatan. Setiap kaudran merupakan kombinasi dari dua kutub. masa adaptasi budaya belajar. berani mengambil resiko. pengamatan (pengamatan reflektif) dan tindakan (eksperimen aktif). mengumpulkan dan memproses informasi untuk membentuk konsep-konsep yang pada dasarnya bebas dari emosi dan perasaan.

Tipe-tipe tersebut dimiliki oleh siswa dalam penelitian ini. sangat detail. Meskipun demikian gaya belajar menggunakan musik instrumental sebagai pengiring dalam belajar dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi anak jika sudah menjadi kebiasaan. Tipe ini adalah tipe gabungan antara kutub tindakan dan perasaan. dan memecahkan masalah dengan mempertimbangkan manusia untuk mendapatkan informasi. siswa yang menyukai kegiatan belajar mengajar dengan diiringi musik instrumental adalah siswa dengan tipe belajar divergen dan akomodator. cenderung belajar dengan konsep yang abstrak.sikap terbuka dan mampu beradaptasi terhadap perubahan yang dihadapi dan menggunakan pikiran dan perasaannya untuk membentuk opini atau pendapat. kurang disiplin. Tipe ini adalah tipe gabungan antara kutub pengamatan dan pemikiran. Adapun latar belakang budaya sampel . mengembangkan teori dan ide untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dan menggunakan pikiran untuk membentuk pendapat. dan banyak belajar melalui praktek langsung. menyukai pengalaman baru dan menantang. dapat dinyatakan bahwa keragaman siswa dalam gaya belajar perlu diakui sebagai keunikan dan pengakuan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar. cenderung untuk belajar dengan cara sendiri. Tipe kedua yaitu asimilator. teratur. teliti. Oleh karena itu. Tipe terakhir yaitu akomodator. siswa lebih menyukai kebebasan dan cenderung untuk mengubah apapun yang diinginkan. tidak memperhatikan orang lain. cenderung belajar dengan cepat dan dalam waktu singkat karena tidak sabar menunggu instruksi. Diduga berdasarkan kriteria dalam setiap tipe belajar tersebut. Siswa dalam tipe ini lebih mengandalkan perencanaan sistematis. berusaha keras untuk menghasilkan nilai yang tinggi. bertindak dengan dorongan hati. dan mengingat sesuatu berdasarkan asosiasi visual. Pada saat belajar. rapi. Tipe ini adalah tipe gabungan pemikiran dan tindakan. perlakuan guru terhadap siswa perlu disesuaikaan berdasarkan gaya belajar masing-masing. Ciri siswa pada tipe ini yaitu melakukan perencanaan sistematis dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dan lebih menghargai keberhasilan dalam menyelesaikan pekerjaan. tekun. Tipe ketiga yaitu convergen. banyak melakukan gerakan fisik.

Oleh karena itu. Hal ini menyebabkan penelitian ini tidak dapat dilakukan secara maksimal. dan lingkungan sekolah tidak kondusif untuk belajar karena berada dipinggir jalan. Hal ini terjadi disebabkan beberapa faktor yaitu perbedaan tipe atau gaya belajar siswa. masa adaptasi siswa yang berkaitan dengan budaya belajar ketika menggunakan musik instrumental. situasi dan kondisi yang kurang kondusif karena ruang tidak kedap suara.05. Dengan demikian ketika penelitian ini dilakukan peneliti tidak mampu mengontrol kondisi sekolah yang sudah terbentuk secara alami. Kondisi ruangan yang tidak kedap suara berukuran 8 X 10 meter. Penggunaan musik instrumental masih menjadi hal yang baru dan belum pernah dilakukan sebelumnya. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis diperoleh thitung = 0. Faktor teknis pelaksanaan penelitian meliputi kurang maksimalnya peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian ini tidak berhasil membuktikan hipotesis bahwa musik instrumental berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 1 sekolah dasar. Hal ini diduga dapat mempengaruhi tidak diterimanya hipotesis penelitian. dan peralatan serta pelengkapan yang tidak maksimal. penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yaitu penelitian ini hanya terbatas melihat kemampuan hasil belajar matematika siswa pada ranah kognitif saja tanpa melihat ranah lain. situasi kondisi kelas dan lingkungan sekolah yang kurang kondusif. penelitian hanya berlaku untuk populasi yang memiliki karakteristik yang sama. masa adaptasi yang cukup lama tidak sesuai dengan target pencapaian yang ditetapkan sebagai sub pokok bahasan matematika.50 lebih kecil dari ttabel yaitu 1.penelitian tidak terbiasa mendengarkan musik instrumental terkhusus musik klasik.68 pada taraf signifikansi 0. pemilihan sampel tanpa melihat karakteristik gaya belajar siswa karena dilakukan secara klasikal. Adapun upaya yang harus dilakukan agar penelitian ini dapat membuktikan . dan teknis pelaksanaan penelitian terkait dengan keterbatasan peralatan. Media audio kurang maksimal karena pengadaan dilakukan sendiri oleh peneliti.

(1992). (1992). Daftar Pustaka ---. (1983). Schindler. USA: Grolier Inernational. (1971). Ronny. Brewer. http://wwwl. London: Oxfort University Press. Lee C. Joan M. Teaching Mathematics in Primary School. Gunawan. Jakarta: Penerbit PPM. Bandung: Kaifa. Samples. USA: Rinehart and Winston. (2003). Kountur. Deighton. Kurikulum 2004. Musik. Efek Mozart.bpkpenabur. Campbell. dan Kecerdasan. Hendra. (1982). Matematika. Saat ini penulis bertugas sebagai dosen di Universitas Negeri Yogyakarta Fakultas . Revolusi Belajar untuk Anak. (2004). Vol 6. USA: Allyn and Bacon Inc.id/kps-jkt/wydiaw/54/artikel4. Inc. (1998). Allan. Grolier Academic Encyclopedia. D.hipotesis adalah dengan memilih sampel sesuai dengan karakteristik siswa yang memiliki tipe belajar divergen dan akomodator.htm Harwell. Listening to Music. Gramedia Pustaka Utama. Early Childhood Education. Modul 1-9. New Jersey: Prentice-Hall. Don. Suherman. waktu penelitian diperpanjang selama dua semester untuk membentuk kebiasaan dan memberi kesempatan pada anak beradaptasi pada lingkungan belajar yang lebih menyenangkan. ---. memilih sekolah dengan dilengkapi oleh fasilitas pengeras suara di setiap kelas dan kondusif untuk melakukan penelitian ini. second Edition. (1978). Bernard. Inc. Jo Ann. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Spodek. The Encyclopedia of Education. New York: Parker Publishing Company. ___: The MacMillan Company & The Tree Press. Lulusan Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Jakarta sarjana 2005 dan pascasarjana 2010. (1980). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bob. Lahir di Muara Bungo 23 Mei 1982. (2002). Eman dkk. (2002). Teaching in Early Years. Jakarta: PT. inc. Strategi Belajar Mengajar Matematika. How to Diagnose and Correct Learning Disabilities. Standar Kompetensi Sekolah Dasar. Diakses pada tahun 1998. Biodata Penulis Martha Christianti. Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis. Paling. (1982).or.

Ilmu Pendidikan Program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini sejak tahun 2006. Menikah dengan Bayu Nugraha dan memiliki anak bernama Casey Daniel Nugrahaputra. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful