P. 1
Pengaruh Musik Instrumental Terhadap Hasil Belajar Matematika

Pengaruh Musik Instrumental Terhadap Hasil Belajar Matematika

|Views: 275|Likes:
Published by Albert Tangdialla
Kecerdasan Logika
Kecerdasan Logika

More info:

Published by: Albert Tangdialla on Mar 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/24/2015

pdf

text

original

Pengaruh Musik Instrumental terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar (Studi Eksperimen di SDN 03 Pagi

Kampung Dukuh Jakarta Timur) Martha Christianti Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Abstract

This research aim to know influence of instrumental music to mathematics result for student in first elementary school. Research method is experiment method with design group equivalent pretest-posttest design. Result of this research indicate that there are no signifikan between class learn mathematics using instrumental music with class do not use instrumental music. This matter happened because there are the difference of style or type student to learn, a period of student to adaptation instrumental music while they learn, and many various technical of execution of research related to limitation of environment and classroom. Keywords: instrumental music, mathematics achievement

Pendahuluan Matematika adalah ilmu dasar untuk menghadapi perubahan-perubahan dalam kehidupan manusia. Suherman (1992: 134) mengatakan bahwa matematika bermanfaat untuk mempersiapkan seseorang untuk sanggup menghadapi kehidupan yang senantiasa berubah, melalui latihan berpikir logis dan rasional, kritis, cermat, objektif, kreatif, efektif, dan diperhitungkan secara analitis sintesis. Untuk anak sekolah dasar, matematika penting untuk diberikan karena pada tingkat dasar anak menguasai konsep matematika yang kemudian akan digunakan pada tingkat lanjut. Namun pada kenyataannya, anak sekolah dasar di tempat peneliti melakukan penelitian tidak menyukai mata pelajaran matematika karena alasan tertentu. Berdasarkan hasil wawancara singkat peneliti dengan beberapa anak, mereka mengatakan bahwa matematika itu susah, rumit, memusingkan dan perlu jalan yang panjang untuk menyelesaikannya, cara guru mengajar, dan tekanan yang diberikan orang tua dan guru dalam bentuk hukuman juga menjadi penyebab ketidaksukaan anak terhadap mata pelajaran matematika. Mengingat matematika

Hal ini berarti musik dapat membantu anak meningkatkan konsentrasi dan kondisi tubuh yang lebih baik dalam mengerjakan matematika. dan menciptakan ketenangan. empat tahun setelah penelitian sebelumnya.adalah materi yang sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari maka perlu untuk menumbuhkan minat dan motivasi anak belajar matematika agar menghasilkan nilai akademis yang baik. Ada hubungan yang sangat erat antara musik dan matematika (Gunawan. Dari penelitian tersebut mulai banyak sekolah dan rumah sakit menggunakan musik sebagai musik latar dalam mengiringi setiap aktivitas. komponen yang harus ada adalah ketukan. Sama halnya dengan matematika.3% siswa sekolah dasar mengalami masalah dalam bidang studi matematika. Dalam menciptakan musik. Hasil penelitian ini sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia terutama bagi pendidikan. Hal ini berarti bahwa proses mencipta musik dan matematika sama-sama membutuhkan dan . maka matematika memerlukan konsentrasi yang penuh untuk memecahkan persoalan yang rumit. Matematika juga berhubungan dengan fungsi kognitif. Kemampuan spasial merupakan salah satu kemampuan yang dibutuhkan untuk bermatematika. Angka adalah matematika dan matematika adalah angka.1993: 9). Pada kenyataannya. rata-rata anak tidak menyukai matematika hal ini ditegaskan dalam sebuah penelitian oleh Harwell (1982: 184) mengatakan bahwa sepertujuh atau 14. mengeluarkan buku yang membahas hubungan musik dengan kecerdasan. Sejak 1993 tiga ahli neurobiologi Amerika Serikat melakukan penelitian terhadap musik Mozart dan pengaruhnya terhadap kecerdasan. maka matematika adalah sebuah angka. Penelitian ini membuktikan bahwa IQ sekelompok mahasiswa meningkat 8 sampai 9 tingkat dalam kemampuan spasial setelah mendengar musik Mozart selama 15 menit (Kompas. Jika musik dapat melatih otak untuk melakukan pemikiran yang rumit. 1998: 34). Campbell (2002: 218). irama dan nada. Tahun 1997. seorang pendidik terkemuka di dunia dalam bidang musik dan penyembuhan. Jika musik terdiri dari ketukan. meningkatkan konsentrasi. Untuk dapat menciptakan karya musik perlu kemampuan kognitif. irama dan nada.

dan mathanein yang berarti belajar (berpikir). dan lain sebagainya. Dari gabungan pengertian ini pula disampaikan. seseorang harus dapat memahami konsep abstrak melalui proses belajar dari benda-benda konkrit. faktor kesiapan belajar dan perkembangan tahap berpikir manusia. Matematika membutuhkan tubuh yang santai untuk dapat menyelesaikan matematika.menggunakan kemampuan kognitif. Mendengarkan musik dapat mencapai kondisi yang demikian. matematika memiliki arti ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan bernalar. Berdasarkan pengertian ini matematika memiliki sasaran utama yaitu bilangan dan hubungan antar bilangan. dan diramalkan. sistematis. Dari definisi tersebut maka matematika adalah pengetahuan yang diperoleh dari belajar dan berpikir (bernalar). memecahkan . Dengan demikian untuk dapat bermatematika salah satu caranya adalah dengan kondisi tubuh yang santai sehingga otak mampu mencerna dengan baik. jelas. Pengetahuan tentang bilangan ini mencakup yaitu keahlian dalam membilang bilangan. Dalam Suherman (1992: 119). bahwa menurut Deighton (1971: 81) matematika adalah sistem belajar abstrak yang membangun dasar yang abstrak. Secara etimologis. analisis. membaca bilangan. dapat dideteksi. pengoperasian bilangan dari yang sederhana sampai ke yang sulit. Paling (1982: 2) juga mengatakan bahwa matematika berperan untuk memecahkan masalah yang berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Musik dapat meningkatkan keadaan tubuh seseorang menjadi santai. Kecenderungan manusia untuk mempertahankan hidup sebagai sifat manusiawi adalah salah satu faktor yang memunculkan definisi ini. Permasalahan kehidupan tersebut diselesaikan dengan cara logis. Brewer (1992: 284) mengatakan bahwa matematika adalah ilmu pengetahuan tentang bilangan dan operasinya. Matematika untuk anak usia dini memiliki pengertian yang lebih sederhana yaitu mencakup bagaimana cara anak memandang dunia. Matematika dalam bahasa Yunani berasal dari kata mathematike. mathematike memiliki akar kata mathema yang berarti pengetahuan atau ilmu. Untuk mencapai tahap yang abstrak. konsep dalam bilangan.

afektif. Kemahiran matematika anak sekolah dasar kelas 1 terintegrasi dalam sub bab atau pokok bahasan. bilangan. Aspek-aspek tersebut merupakan penilaian dalam proses belajar mengajar. pengukuran. konsep bilangan. dan psikomotor. prosedur perhitungan. dalam sebuah musik terdapat perpaduan . menghubungkan dua pikiran melalui penggunaan ukuran dalam konsep matematika. dan operasi bilangan. 2) kemahiran dalam merancang dan melakukan proses penyelesaian masalah dengan memilih atau menggunakan suatu strategi. Pernyataan ini sesuai dengan pendapat Fehr dalam Spodek (1978: 155) yang mengatakan bahwa matematika untuk sekolah dasar adalah belajar bilangan dan bentuk. Dengan demikian. dan pengukuran. mind. Dari pengetian di atas. dan pengoperasiannya. Berdasarkan pernyataan tersebut anak sekolah dasar sudah mulai diajarkan untuk menganalisis dan menggunakan logika dalam menghubungkan konsep-konsep. Kemampuan tersebut dapat dilihat melalui indikator hasil belajar yang diambil dari kurikulum berbasis kompetensi tahun 2004. Adapun kompetensi matematika yang diharapkan muncul pada anak kelas 1 sekolah dasar yaitu: 1) kemahiran dalam menggunakan notasi dan simbol dalam mengungkapkan pernyataan atau gagasan. Berikut ini pokok bahasan tersebut: bilangan. fungsi dan relasi. dan pemecahan masalah. and soul”. kemungkinan dan ukuran. geometri. Demikian pula dengan standar kompetensi kelas 1 yang terdapat dalam kurikulum berbasis kompetensi (KBK) tahun 2004 (2003: 121). bekerja sama dalam kelompok. mengerti bilangan. memisahkan objek dan membuat perbandingan. dan psikomotor. dan 3) menghargai matematika sebagai suatu yang berguna dan bermanfaat dalam kehidupan. Penilaian hasil belajar dinilai pada waktu proses dan produk. Sedangkan hasil belajarnya terlihat dalam tiga aspek yaitu kognitf.masalah. Musik menurut Schindler (1980: 10) adalah “either something that simply washes over us or a means of expression we actively participate in with heart. Seluruh standar kompetensi tersebut dijabarkan dalam bentuk indikator. afektif. Indikator setiap kompetensi mencangkup aspek kognitif. matematika untuk anak kelas 1 sekolah dasar adalah belajar tentang bentuk.

jiwa. dan karya Bach dalam air on a G String.365). Keteraturan tersebut membuat pendengar menikmati musik. Metode Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian musik instrumental terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 1 sekolah dasar.hati. Jakarta Timur dengan waktu pelaksanaan bulan November sampai Desember 2004. karya Mozart dalam piano concerto no. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 03 Pagi yang terletak di Kampung Dukuh. karya Gluck dalam Dance of the lessed spirit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen . yang melibatkan hati. karya Mozart dalam concerto for two pianos (K. Musik menjadi rangkaian nada-nada dan ritmik yang disusun secara teratur dan harmonis. Pengertian lain dari Grolier Academic Encyclopedia (1983: 453) yaitu “music is the art of arranging sounds in rhythmic succession and generally in combination”. karya Pachelbel dalam canon and other baroque favorites. dan pikiran baik bagi para pendengar atau pemain musik itu sendiri.21. Musik yang menenangkan yaitu musik karya Eric Daub dalam Pianoforte. pikiran dan jiwa yang tercipta dalam sebuah karya seni. relax with the classics. karya Bach dalam suites for orchestra. Tidak hanya pencipta seni yang merasakan perpaduan tersebut namun orang yang menikmati seni juga ikut merasakannya. Musik instrumental yang digunakan untuk memberi energi pada tubuh dan pikiran adalah musik karya Handel dalam water music. Dari beberapa pengertian di atas. maka dapat dideskripsikan bahwa musik instrumental adalah rangkaian nada-nada dari suara yang disusun sedemikian rupa dan dikombinasikan dari berbagai sumber suara yang diambil dari satu alat musik atau lebih tanpa ada vokal. Musik tersebut digunakan untuk menenangkan dan memberi energi bagi tubuh atau pikiran. Jika suara tersebut berasal dari alat musik maka musik tersebut disebut sebagai musik intrumental. Namun jika dilengkapi dengan vokal manusia maka dinamakan musik vokal. Musik instrumental yang digunakan dalam penelitian ini adalah musik klasik. karya Gerwig dalam the barouque lute.

Kegiatan pra penelitian dilakukan dengan memberi pretest untuk melihat kehomogen dan kenormalan pada kedua kelompok tersebut. Instrumen yang valid berjumlah 21 dari 25 soal. Perlakuan dilakukan setelah masing-masing kelompok telah menunjukkan karakteristik rata-rata yang sama. dan guru. kesamaan materi pelajaran. Tes dilakukan sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. metode mengajar. 116). Tes dibuat dalam bentuk instrumen penelitian. Instrumen tersebut kemudian diujicobakan terlebih dahulu untuk menguji validitas. Kelompok kontrol terdiri dari 16 orang. Kelompok kontrol melakukan pembelajaran matematika dengan sistem konvensional. Menurut Kountur (2004.mengingat tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji hipotesis yaitu terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian musik instrumental terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 1 sekolah dasar. kesamaan waktu. reliabilitas dan tingkat kesukaran. penelitian eksperimen adalah penelitian dimana ada perlakuan (treatment) dari variabel bebas. Uji validitas menggunakan content validity menggunakan rumus korelasi point biserial karena item-item instrumen mengacu pada kurikulum. Desain eksperimen dalam penelitian ini adalah pretest-posttestequivalent-group design. media yang digunakan. Adapun kondisi tersebut antara lain. Adapun variabel bebas dari penelitian ini adalah musik instrumental dan variabel terikat adalah hasil belajar matematika. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster rendom sampling karena sampel diambil dari sebagian atau seluruh dari setiap elemen yang terpilih untuk dijadikan sampel. Kelompok eksperimen terdiri dari 22 orang. Desain ini mengelompokkan sampel dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk mengontrol agar perlakuan tidak bias. maka kondisi yang mempengaruhi hasil belajar matematika diusahakan sama dan berada pada titik nol. Uji . Pembeda dalam masing-masing kelompok yaitu pemberian musik instrumental. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes. Kelompok ini diberi perlakuan berupa musik instrumental sebagai latar belakang suara dalam kegiatan belajar mengajar matematika. Dengan jumlah siswa kelas kontrol 16 orang dan kelas eksperimen berjumlah 22 orang.

38. Adapun manfaatnya adalah tes dapat mengungkapkan kelemahan dan kelebihan individu dalam bidang tertentu dengan membedakan subjek yang berkemampuan tinggi. dan kurang sehingga tes memiliki kemampuan diagnostik. dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan pengujian perbedaan dua rata-rata yakni dengan uji-t.reliabilitas menggunakan rumus Kuder Rrichardson Number 20 (KR 20). Tingkat valid dan reliabel tes belum cukup untuk memberikan informasi tentang kondisi item instrumen.68. Tahap pertama adalah pengolahan data awal untuk mencari rata-rata. dan nilai minimum. Berdasarkan tes menggunakan rumus indeks proporsi maka diperoleh 14. Pengujian ini dilakukan dengan uji Liliefors. sedang. Instrumen harus dianalisis dalam analisis item. Salah satu caranya adalah dengan tes tingkat kesukaran. median. nilai maksimum. Hal ini . modus. Pengujian homogenitas diperoleh dari perbandingan kuadrat simpangan baku (varian) terbesar dan terkecil menggunakan uji Fisher.29% item berisi butir soal mudah.6% butir soal sukar. Hipotesis alternatif ditolak jika thitung < ttabel yaitu tidak terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan musik instrumental terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 1 sekolah dasar. Sebaliknya hipotesis alternatif diterima jika thitung ≥ ttabel yaitu ada pengaruh yang signifikan penggunaan musik instrumentasi terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 1 sekolah dasar.10% butir soal sedang atau cukup dan 47. Teknik analisis data dilakukan secara bertahap. Tahap ketiga. Uji normalitas dilakukan untuk menguji normalitas sampel penelitian sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasikan. Rumus ini dipilih karena instrumen terdiri atas dua jawaban benar atau salah (dikotomi). Hasil dan Pembahasan Berdasarkan data yang telah dianalisis dan telah diuji dengan rumus uji-t maka diperoleh nilai thitung adalah 0. Tahap kedua dilakukan pengujian persyaratan analisis yakni uji normalitas dan homogenitas. simpangan baku.50 lebih kecil dari ttabel yaitu 1. Uji homogenitas dilakukan untuk melihat homogen atau tidaknya sampel dari kelompok penelitian. Pengujian dilakukan pada taraf signifikasi α = 0. Jika jawaban benar maka bernilai 1 dan jika salah bernilai 0.05.

Pada kutub perasaan. menuntut tindakan dan cara refleks memulainya. siswa belajar melalui pemikiran dan lebih fokus pada analisis logis dari ide-ide. mengamati sebelum menilai. Ujung kutub pengamatan adalah kutub tindakan. Kutub pengamatan. Gaya belajar menurut Kolb dalam Samples (2002: 147) terbagi atas empat kuadran. Pada tipe ini siswa dalam proses belajar mengajar menunjukkan . Pada kutub tindakan. dan sensitivitas terhadap perasaan orang lain. perencanaan sistematis dan pemahaman intelektual dari situasi atau perkara yang dihadapi.berarti bahwa tidak terdapat pengaruh hasil belajar matematika antara siswa yang menggunakan musik instrumental dengan siswa yang belajar tanpa musik instrumental. menyimak suatu perkara dari berbagai perspektif. Kutub pemikiran merupakan kutub kebalikan dari pengalaman konkret. mempunyai kualitas peraba dan perasa yang kuat. cenderung kuat dalam kemampuan melaksanakan tugas. Setiap kaudran merupakan kombinasi dari dua kutub. Tipe ini merupakan gabungan dari kutub perasaan dan pengamatan. mementingkan relasi. menyimak makna dari hal-hal yang diamati. Setiap tipe belajar merupakan gabungan antara dua kutub. pengamatan (pengamatan reflektif) dan tindakan (eksperimen aktif). Tidak berhasilnya penelitian ini membuktikan hipotesis mengingat beberapa faktor yang muncul selama penelitian ini dilaksanakan. teknis pelaksanaan penelitian berkaitan dengan keterbatasan lingkungan sekolah dan kelas tempat penelitian. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah gaya belajar. pemikiran (konseptual abstrak). Dari empat kutub tersebut maka Kolb membaginya menjadi empat tipe belajar. siswa belajar melalui tindakan. masa adaptasi budaya belajar. berani mengambil resiko. mempengaruhi orang lain lewat perbuatannya. menekankan pada pengalaman konkret. mengumpulkan dan memproses informasi untuk membentuk konsep-konsep yang pada dasarnya bebas dari emosi dan perasaan. siswa belajar melalui perasaan. Tipe yang pertama adalah tipe divergen. Kutub-kutub tersebut adalah kutub perasaan (pengalaman konkret). siswa belajar melalui pengamatan. mempunyai banyak pengalaman inderawi yang dipengaruhi emosi. Pada katub pemikiran.

Adapun latar belakang budaya sampel . Siswa dalam tipe ini lebih mengandalkan perencanaan sistematis. Oleh karena itu. cenderung untuk belajar dengan cara sendiri. mengembangkan teori dan ide untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dan menggunakan pikiran untuk membentuk pendapat. banyak melakukan gerakan fisik. siswa lebih menyukai kebebasan dan cenderung untuk mengubah apapun yang diinginkan. berusaha keras untuk menghasilkan nilai yang tinggi. Meskipun demikian gaya belajar menggunakan musik instrumental sebagai pengiring dalam belajar dapat meningkatkan kemampuan konsentrasi anak jika sudah menjadi kebiasaan. teratur. tidak memperhatikan orang lain. Tipe ketiga yaitu convergen. teliti. Tipe terakhir yaitu akomodator. bertindak dengan dorongan hati. dan banyak belajar melalui praktek langsung. kurang disiplin. dapat dinyatakan bahwa keragaman siswa dalam gaya belajar perlu diakui sebagai keunikan dan pengakuan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar. tekun. dan memecahkan masalah dengan mempertimbangkan manusia untuk mendapatkan informasi. Diduga berdasarkan kriteria dalam setiap tipe belajar tersebut. Pada saat belajar. siswa yang menyukai kegiatan belajar mengajar dengan diiringi musik instrumental adalah siswa dengan tipe belajar divergen dan akomodator. Tipe ini adalah tipe gabungan antara kutub tindakan dan perasaan. rapi. Tipe kedua yaitu asimilator. cenderung belajar dengan cepat dan dalam waktu singkat karena tidak sabar menunggu instruksi. Tipe-tipe tersebut dimiliki oleh siswa dalam penelitian ini. cenderung belajar dengan konsep yang abstrak. menyukai pengalaman baru dan menantang. dan mengingat sesuatu berdasarkan asosiasi visual. Ciri siswa pada tipe ini yaitu melakukan perencanaan sistematis dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dan lebih menghargai keberhasilan dalam menyelesaikan pekerjaan. perlakuan guru terhadap siswa perlu disesuaikaan berdasarkan gaya belajar masing-masing.sikap terbuka dan mampu beradaptasi terhadap perubahan yang dihadapi dan menggunakan pikiran dan perasaannya untuk membentuk opini atau pendapat. Tipe ini adalah tipe gabungan pemikiran dan tindakan. Tipe ini adalah tipe gabungan antara kutub pengamatan dan pemikiran. sangat detail.

50 lebih kecil dari ttabel yaitu 1. Hal ini menyebabkan penelitian ini tidak dapat dilakukan secara maksimal. situasi dan kondisi yang kurang kondusif karena ruang tidak kedap suara. Penggunaan musik instrumental masih menjadi hal yang baru dan belum pernah dilakukan sebelumnya. Adapun upaya yang harus dilakukan agar penelitian ini dapat membuktikan . situasi kondisi kelas dan lingkungan sekolah yang kurang kondusif. Dengan demikian ketika penelitian ini dilakukan peneliti tidak mampu mengontrol kondisi sekolah yang sudah terbentuk secara alami. dan lingkungan sekolah tidak kondusif untuk belajar karena berada dipinggir jalan. masa adaptasi siswa yang berkaitan dengan budaya belajar ketika menggunakan musik instrumental. dan teknis pelaksanaan penelitian terkait dengan keterbatasan peralatan. pemilihan sampel tanpa melihat karakteristik gaya belajar siswa karena dilakukan secara klasikal. penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yaitu penelitian ini hanya terbatas melihat kemampuan hasil belajar matematika siswa pada ranah kognitif saja tanpa melihat ranah lain. Hasil penelitian ini tidak berhasil membuktikan hipotesis bahwa musik instrumental berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 1 sekolah dasar. Hal ini terjadi disebabkan beberapa faktor yaitu perbedaan tipe atau gaya belajar siswa. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis diperoleh thitung = 0. Faktor teknis pelaksanaan penelitian meliputi kurang maksimalnya peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam penelitian. masa adaptasi yang cukup lama tidak sesuai dengan target pencapaian yang ditetapkan sebagai sub pokok bahasan matematika. Oleh karena itu. Hal ini diduga dapat mempengaruhi tidak diterimanya hipotesis penelitian. Media audio kurang maksimal karena pengadaan dilakukan sendiri oleh peneliti. penelitian hanya berlaku untuk populasi yang memiliki karakteristik yang sama.68 pada taraf signifikansi 0.penelitian tidak terbiasa mendengarkan musik instrumental terkhusus musik klasik.05. dan peralatan serta pelengkapan yang tidak maksimal. Kondisi ruangan yang tidak kedap suara berukuran 8 X 10 meter.

Gunawan. (1980). (1978). London: Oxfort University Press. ___: The MacMillan Company & The Tree Press. (1998). Saat ini penulis bertugas sebagai dosen di Universitas Negeri Yogyakarta Fakultas . (2002). Lahir di Muara Bungo 23 Mei 1982. The Encyclopedia of Education. (1992). Gramedia Pustaka Utama. waktu penelitian diperpanjang selama dua semester untuk membentuk kebiasaan dan memberi kesempatan pada anak beradaptasi pada lingkungan belajar yang lebih menyenangkan. Deighton. Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis. Matematika. Jakarta: PT. Jakarta: Penerbit PPM. inc. Daftar Pustaka ---. How to Diagnose and Correct Learning Disabilities. (1971). (1992).id/kps-jkt/wydiaw/54/artikel4. Campbell.hipotesis adalah dengan memilih sampel sesuai dengan karakteristik siswa yang memiliki tipe belajar divergen dan akomodator. Strategi Belajar Mengajar Matematika. D. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Ronny. (2003). USA: Allyn and Bacon Inc. Joan M. Modul 1-9. Kountur. Kurikulum 2004. (2004). Hendra. USA: Rinehart and Winston. Bernard. Spodek. Eman dkk. Lee C. http://wwwl. Vol 6. Don. USA: Grolier Inernational. Efek Mozart. memilih sekolah dengan dilengkapi oleh fasilitas pengeras suara di setiap kelas dan kondusif untuk melakukan penelitian ini. second Edition. Early Childhood Education. Grolier Academic Encyclopedia. Allan.bpkpenabur. Bob. (2002). Schindler. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Standar Kompetensi Sekolah Dasar. ---. Jo Ann. Brewer. Diakses pada tahun 1998. Inc. New York: Parker Publishing Company. Musik. Inc. Bandung: Kaifa.htm Harwell. Revolusi Belajar untuk Anak. Teaching in Early Years.or. (1982). Listening to Music. Teaching Mathematics in Primary School. (1983). Biodata Penulis Martha Christianti. (1982). Paling. New Jersey: Prentice-Hall. dan Kecerdasan. Suherman. Lulusan Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Jakarta sarjana 2005 dan pascasarjana 2010. Samples.

Menikah dengan Bayu Nugraha dan memiliki anak bernama Casey Daniel Nugrahaputra.Ilmu Pendidikan Program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini sejak tahun 2006. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->