P. 1
infopublik20130107112207.pdf

infopublik20130107112207.pdf

|Views: 71|Likes:
Published by Kadek Maydayanti
Tata ruang bogor
Tata ruang bogor

More info:

Published by: Kadek Maydayanti on Mar 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

pdf

text

original

Sections

  • I. PERPRES No. 13 Tahun 2012 tentang RTR PULAU SUMATERA
  • II. PERPRES NO. 28 TAHUN 2012 TENTANG RTR PULAU JAWA-BALI
  • III. PERPRES No. 3 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG PULAU KALIMANTAN
  • IV. PERPRES NOMOR 88 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG PULAU SULAWESI

MARET - APRIL 2012

tataruang
buletin
BKPRN | BADAN KOORDINASI PENATAAN RUANG NASIONAL

Menata Kawasan Hutan dan Mempertahankan Lahan Pertanian

Kabupaten Bogor dan Pemanfaatan Ruang yang Intensif Mempertahankan Tanah Agraris Akankah Proses Penataan Ruang Berakhir? Saatnya Menepati Janji-janji
4 RTR Pulau telah diPerpreskan

Jangan Lagi Terpinggirkan

Wilayah Perbatasan:

Pedoman RDTR Sebagai Upaya Percepatan Implementasi Rencana Tata Ruang Kala Manusia Merebut Habitat
Agenda Kerja BKPRN

BARCODE

BKPRN

Bambang Soepijanto

P RO F I L

BADAN KOORDINASI PENATAAN RUANG NASIONAL

buletin tata ruang
Ir. Imam S. Ernawi, MCM, M.Sc. Dr. Eko Luky Wuryanto Dr. Ir. Max Pohan Drs. Imam Hendargo Abu Ismoyo, MA

PELINDUNG

Ir. Iman Soedradjat, MPM. Ir. Deddy Koespramoedyo, M.Sc. Ir. Heru Waluyo, M.Com Drs. Sofjan Bakar, M.Sc. DR. Ir. Abdul Kamarzuki, MPM

PENANGGUNG JAWAB

sekapur sirih
Assalamu’alaikum warrahmatullah wabarakatuh, Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa kita panjatkan atas kesempatan yang selalu diberikan kepada kita untuk terus berkarya, dan Buletin Tata Ruang masih diberi kesempatan untuk hadir kembali dalam edisi kedua di tahun 2012. Perubahan peruntukan kawasan hutan dan alih fungsi lahan pertanian menjadi isu hangat belakangan ini. Perubahan peruntukan kawasan hutan dan alih fungsi lahan yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia ditengarai ikut andil dalam meyebabkan terjadinya berbagai bencana seperti bencana alam banjir dan tanah longsor. Selain itu, perubahan peruntukan dan perubahan fungsi lahan juga mengakibatkan terjadinya perubahan panen tanaman, perubahan iklim serta curah hujan tinggi. Masalah yang timbul dalam perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan dan alih fungsi lahan yaitu karena perubahan dilakukan tidak melalui mekanisme yang telah diatur, serta tidak/belum diperolehnya rekomendasi tim terpadu yang menyatakan bahwa perubahan tersebut tidak mengganggu ekologis, sementara telah dilakukan pemanfaatan kawasan dan lahan yang telah berubah tersebut. Alih fungsi lahan pertanian yang tidak terkendali juga mengancam kapasitas penyediaan pangan, dan bahkan dalam jangka panjang dapat menimbulkan kerugian sosial. Selain memicu harga tanah hingga ke tingkat yang tidak rasional, perubahan ini juga mengancam kelangsungan ekonomi para petani yang terpaksa beralih mata pencaharian. Keterlibatan pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota yang masih terbatas dalam penetapan perubahan peruntukan kawasan hutan dan alih fungsi lahan disebutkan menjadi salah satu penyebab masalah tersebut diatas. Padahal daerahlah yang nantinya akan secara langsung mengalami dampak dari adanya perubahan tersebut. Di sisi lainnya, efektifitas implementasi instrumen pengendalian alih fungsi selama ini belum berjalan optimal. Oleh karena itu, Rencana Tata Ruang Wilayah dapat menjadi salah satu instrumen dalam pengendalian perubahan peruntukan kawasan hutan dan dalam perubahan fungsi lahan pertanian. Diharapkan dengan percepatan penyelesaian Perda RTRW Provinsi, Kabupaten dan Kota, daerah dapat segera mempunyai peraturan yang dapat membantu penataan kawasan hutan dan melindungi lahan pertanian. Harapan kami, penataan ruang bisa memberikan kontribusi yang nyata dalam upaya mengoptimalkan penataan kawasan hutan dan meminimalisasi alih fungsi lahan dengan penetapan pemanfaatan wilayah yang lebih rinci dalam RTRW.

DR. Ir. Ruchyat Deni Dj. M.Eng Ir. Iwan Taruna Isa M. Eko Rudianto, M.Bus (IT)

PENASEHAT REDAKSI

PEMIMPIN REDAKSI

Ir. Sita Indrayani, MT

WAKIL PEMIMPIN REDAKSI REDAKTUR PELAKSANA SEKRETARIS REDAKSI STAf REDAKSI

Aria Indra Purnama, ST, MUM

Ir. Melva Eryani Marpaung, MUM.

Indira P. Warpani, ST., MT., MSc

Ir. Agus Sutanto, MSc Ir. Dwi Hariawan, MA Ir. Kartika Listriana, MPPM Ir. Nana Apriyana, MT Wahyu Suharto, SE, MPA Ani Suryati Ningsih, SH, MH Ir. Indra Sukaryono Endra Saleh ATM, ST, MSc Hetty Debbie R, ST. Tessie Krisnaningtyas, SP Listra Pramadwita, ST, MT, M.Sc Ayu A. Asih, S.Si M. Refqi, ST Marissa Putri Barrynanda, ST Hari Khadarusno, ST

KOORDINASI PRODUKSI STAf PRODUKSI

Angger Hassanah, SH

Dhyan Purwaty, S.Kom

KOORDINASI SIRKULASI

Supriyono S.Sos

Direktur Jenderal Penataan Ruang, Kementerian Pekerjaan Umum Selaku Sekretaris Tim Pelaksana BKPRN

Penerbit: Sekretariat Tim Pelaksana BKPRN Alamat Redaksi: Gedung Penataan Ruang dan SDA, Jl. Patimura 20, Kebayoran Baru, Jakarta 12110 Telp. (021) 7226577, fax. (021) 7226577 Website BKPRN:http://www.bkprn.org Email:timpelaksanabkprn@yahoo.com dan redaksi _butaru@pu.go.id

Ir. Imam S. Ernawi, MCM, M.Sc

2

buletin tata ruang | Maret - April 2012

dari redaksi
Salam damai untuk pembaca setia Butaru Buletin Tata Ruang 2012 telah sampai pada edisi ke-dua. Pada edisi kali ini Butaru mengangkat tema Menata Kawasan Hutan dan Mempertahankan Lahan Pertanian. Dalam Topik Utama edisi kali ini, redaksi mengangkat tema Mempertahankan Tanah Agraris. Perubahan fungsi lahan terjadi terutama terjadi pada lahan pertanian dan kawasan hutan. Terbatasnya lahan saat ini dan besarnya potensi energi dan sumber daya mineral yang terdapat di kawasan hutan, mengakibatkan terjadianya konflik dalam pemanfaatan kawasan hutan dan berujung pada perubahan fungsi kawasan hutan. Demikian juga isu yang terjadi pada lahan pertanian yaitu terbatasnya sumberdaya tanah yang cocok untuk kegiatan pertanian, tidak amannya status penguasaan tanah (land tenure), Selain itu faktor penyebab alih fungsi lahan pertanian adalah peningkatan jumlah penduduk dan taraf kehidupan, lokasi lahan pertanian banyak diminati untuk kegiatan non-pertanian, menurunnya nilai ekonomi sektor pertanian, fragmentasi lahan pertanian, serta kepentingan pembangunan wilayah yang seringkali mengorbankan sektor pertanian. Profil Wilayah pada edisi ini menampilkan Kabupaten Bogor dan wilayah sekitarnya yang pemanfaatan ruangnya tidak sesuai dengan RTRW yang akhirnya menimbulkan konflik. Profil tokoh kali ini menampilkan Direktur Jenderal Planologi Kehutanan, Kementerian Kehutanan, Bambang Soepijanto yang mengungkapkan kebijakan kehutanan dan penataan kawasan hutan yang mendukung program percepatan pembangunan. Buletin ini juga mengangkat tulisan Direktur Perluasan dan Pengelolaan Lahan, Kementerian Pertanian, yang menguraikan tentang kebijakan alih fungsi lahan pertanian tanaman pangan dan mekanisme alih fungsi lahan. Serta hal-hal penting yang dimuat dalam Undang-undang No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Pada edisi ini juga akan ditampilkan artikel Kawasan perbatasan Pulau Sebatik, yang terdapat di Kabupaten Nunukan. Diharapkan pembangunan wilayah perbatasan yang unik ini, tidak hanya berdasarkan program hasil koordinasi program sektoral, tetapi adalah program pembangunan berdasarkan pemahaman tentang perbatasan seutuhnya dan mengidentifikasi kontradiksi yang terjadi sehingga dapat diwujudkan alternatif pembangunan wilayah perbatasan sebagai ‘halaman depan’ yang lebih bermakna, manusiawi dan substantif. Pada rubrik wacana kali ini, akan dilontarkan sebuah pandangan tentang alih fungsi hutan yang tidak terkendali akan mengakibatkan konflik yang cukup kompleks, tidak hanya lingkungan, akan tetapi masyarakat setempat dan semua habitat di kawasan tersebut akan terganggu. Akhir kata, tulisan dalam Butaru ini ditulis oleh para penulis yang memiliki pengalaman yang panjang dan dibidangnya, sehingga diharapkan dapat memperkaya wawasan pembaca.

PROFIL TOKOH

daftar isi

Bambang Soepijanto

04

PROFIL WILAYAH

Kabupaten Bogor dan Pemanfaatan Ruang yang Intensif

09

TOPIK UTAMA

Mempertahankan Tanah Agraris
Oleh: Ir. Inggul Iman Panudju, M.Sc

11

TOPIK LAIN

Akankah Proses Penataan Ruang Berakhir?
Oleh: Ir. Toeti Ariati, MPM

17

TOPIK LAIN

Saatnya Menepati Janji-janji
4 RTR Pulau telah diPerpreskan
Oleh: Redaksi Butaru

21

TOPIK LAIN

Wilayah Perbatasan:
Oleh: Redaksi Butaru

Jangan Lagi Terpinggirkan

31

TOPIK LAIN

Pedoman RDTR Sebagai Upaya Percepatan Implementasi Rencana Tata Ruang
Oleh: Redaksi Butaru

34

WACANA

Kala Manusia Merebut Habitat
Oleh: Redaksi Butaru

37

AGENDA KERJA BKPRN
Maret - April 2012

39

Selamat membaca

Redaksi

Maret - April 2012 | buletin tata ruang

3

profil tokoh

Bambang Soepijanto
Dirjen Planologi Kehutanan, Kementerian Kehutanan

Menata Kawasan Hutan Mempertahankan Lahan Pertanian

Bambang Soepijanto adalah Direktur Jenderal Planologi Kehutanan, Kementerian Kehutanan dilahirkan di Banyuwangi 55 tahun yang lalu. Bambang menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah atas di Banyuwangi, kemudian melanjutkan studi di fakultas Pertanian UPN “Veteran” (Perguruan Tinggi Kedinasan-DEPHANKAM) Yogyakarta. Awal karir beliau adalah bekerja pada Direktorat Proyek Perencana dan Pembinaan Reboisasi dan Penghijauan Daerah Aliran Sungai (P3RP DAS) Gunung Kidul pada tahun 1981 hingga menjabat Kepala Balai RLKT Opak Progo di Yogyakarta pada tahun 2002. Sejak tahun 2002, beliau bergabung dengan Kementerian Kehutanan sebagai Kepala Pusat Inventarisasi dan Statistik Kehutanan Badan Planologi, yakni sejak 21 Agustus 2002-22 Januari 2004, lalu menjabat Direktur Jenderal Planologi Kehutanan pada bulan September 2010. Beliau adalah salah satu pendorong terwujudnya RKTN 2011-2030 yang memberi arahan makro pemanfaatan ruang kawasan hutan selama 20 tahun ke depan. RKTN ini merupakan amanat UU No 41/1999 tentang Kehutanan. Pola pengelolaan hutan dalam RKTN tidak hanya berbasis pada fungsi hutan, tetapi juga memberikan enam arahan pemanfaatan ruang kawasan hutan, yaitu kawasan untuk konservasi, perlindungan hutan alam dan lahan gambut, rehabilitasi, pengusahaan hutan skala besar, pengusahaan hutan skala kecil, dan non kehutanan. Ke depannya, melalui RKTN 2011-2030, diharapkan sektor kehutanan memberi jawaban terhadap tantangan berkenaan dengan upaya konservasi sumber daya hutan. upaya yang perlu dilakukan terhadap kawasan hutan yang kondisinya masih baik, termasuk lahan gambut dengan kedalaman lebih dari dua meter. Pandangan dan harapan beliau dalam pengelolaan kawasan hutan dan perubahan fungsi kawasan hutan diuraikan di bawah ini. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dapat dikatakan merupakan “Executing Agency” bagi pelaksanaan kegiatan pembangunan kehutanan. Dapat bapak jelaskan bagaimana tugas pokoknya? Terdapat dua tugas pokok Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan yaitu penyusunan Rencana Makro Pembangunan Kehutanan dan Pemantapan Kawasan Hutan. Dilihat dari kedua fungsi pokok tersebut, maka Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan bisa diibaratkan sebagai lokomotif dari proses pembangunan kehutanan yang harus dilakukan oleh Direktorat Jenderal atau unit Eselon 1 lainnya di lingkungan Kementerian Kehutanan. Apa rencana makro pembangunan kehutanan? Rencana makro pembangunan kehutanan dalam implementasinya antara lain dituangkan dalam bentuk Rencana Kehutanan Tingkat Nasional (RKTN) 2011–2030 yang isinya meliputi seluruh aspek pembangunan kehutanan dalam jangka waktu 20 tahun. Dengan demikian keberadaan RKTN dapat dipandang sebagai matahari bagi
buletin tata ruang | Maret - April 2012

4

Perubahan peruntukan seharusnya melalui perizinan yang lengkap. Perubahan kawasan hutan tersebut merupakan tindakan yang melanggar. Perubahan peruntukan secara parsial yang berasal dari kawasan Hutan Produksi yang dapat dikonversi (HPK) dapat dilakukan melalui mekanisme pelepasan kawasan hutan. pemetaan dan penetapan kawasan hutan serta adanya institusi pengelola di tingkat tapak dalam bentuk Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).1 juta ha. penyusunan rencana-rencana yang lebih detail dari setiap proses pembangunan kehutanan. Maret . Lebih lanjut tata cara tentang perubahan peruntukan dan fungsi hutan diatur di dalam PP 10 Tahun 2010. Proses pelepasan kawasan HPK untuk pembangunan non kehutanan per Desember 2012 adalah seluas 5. Alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian disadari menimbulkan banyak masalah seperti penurunan kesuburan tanah. Adapun perubahan peruntukan kawasan hutan untuk kegiatan pembangunan nonkehutanan seperti halnya untuk pembangunan perkebunan yang dilakukan secara parsial tersebut dilakukan terhadap Hutan Produksi yang dapat dikonversi untuk memenuhi pembangunan di luar sektor kehutanan. Kawasan hutan yang mantap diperlukan sebagai prasyarat dapat terselenggaranya program-program pembangunan kehutanan dalam tingkat tapak. menciptakan model-model. Perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan dapat ditempuh melalui perubahan di tingkat provinsi yang pelaksanaannya dilakukan bersamaan dengan proses revisi RTRWP atau dapat dilakukan secara parsial. pulau dan atau provinsi. penelitian dan pengembangan. perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan dapat dilakukan sesuai dengan mekanisme yang diatur di dalam Pasal 19 UU Nomor 41 tahun 1999 dan PP 10 tahun 2010. Sejauh mana keterlibatan Kementerian Kehutanan terhadap penyelesaian masalah alih fungsi lahan yang sekarang banyak terjadi? Dalam UU 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. banjir. penyuluhan kehutanan dan pengawasan. Karena itu. Mantapnya kawasan hutan akan dicirikan dengan telah dikukuhkannya kawasan hutan yang meliputi tahapan penunjukan. Tak ada yang boleh terlewat. Namun dalam praktiknya dijumpai perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan yang tidak melalui mekanisme yang telah diatur. namun akhir-akhir ini banyak hutan konservasi justru berubah fungsi. tata batas. Namun. pengelolaan hutan. Perubahan peruntukan dan fungsi yang saat ini banyak terjadi dilakukan dalam rangka penyesuaian dengan pola ruang dalam revisi RTRWP.Mulai dari merencanakan. dalam hal ini melanggar Pasal 50 dan 78 UU Nomor 41 tahun 1999. membuat kesepakatan. Perubahan peruntukan adalah perubahan status dari kawasan hutan menjadi non kawasan hutan atau Areal Penggunaan Lain (APL). pendidikan dan latihan. Sedangkan perubahan peruntukan kawasan HPT dan Hutan Produksi Tetap (HP) dilaksanakan melalui tukar-menukar kawasan hutan. perubahan peruntukan atau fungsi kawasan konservasi yang tidak prosedural harus dikenakan sanksi hukum sesuai peraturan perundangan yang berlaku. hingga menentukan batas. erosi. minimal sebesar 30 % dari luas Daerah Aliran Sungai (DAS). dikenal terminologi Perubahan Peruntukan dan fungsi Kawasan Hutan yang diatur dalam Pasal 19. perubahan peruntukan tersebut tetap harus menjaga kecukupan luas kawasan hutan sebagai penyangga kehidupan. Bagaimana pandangan bapak terhadap pernyataan tersebut ? Sebagaimana telah diuraikan di atas. Misalnya perubahan dari Hutan Lindung (HL) ke Hutan Produksi Terbatas (HPT) atau perubahan dari Cagar ALam (CA) ke Taman Nasional (TN).April 2012 | buletin tata ruang 5 . kekeringan dan bahkan perubahan lingkungan global. Perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan dilakukan berdasarkan kriteria tertentu sehingga tetap terjaga fungsi pokok kawasan hutan sebagai penyangga kehidupan. mulai dari aspek perencanaan kehutanan. Perubahan fungsi kawasan hutan adalah perubahan antar fungsi pokok kawasan atau perubahan di dalam fungsi pokok kawasan hutan.

profil tokoh sebab itu. Penunjukan kawasan hutan sesungguhnya dapat diprediksi. Oleh sebab itu. 8 Tahun 2011 tentang Mahkamah Konstitusi. kawasan hutan akan berkurang 20 % untuk mengakomodir kebutuhan pembangunan dan penyelesaian konflik kawasan hutan.April 2012 . Oleh karena itu perlu dilakukan pengendalian secara ketat. pemetaan dan penetapan kawasan hutan. kebutuhan pembangunan nonkehutanan pada provinsi-provinsi yang masih memiliki HPK diprioritaskan untuk memanfaatkan HPK yang tersisa. “Putusan Mahkamah Konstitusi memperoleh kekuatan hukum tetap sejak selesai diucapkan dalam sidang pleno terbuka untuk umum”. Sedangkan untuk kegiatan yang bersifat sementara dapat dilakukan melalui mekanisme pinjampakai kawasan hutan. Hal tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap pengurangan kawasan hutan. sesuai dengan hukum dan undangundang. merupakan pelaksanaan pemerintahan otoriter. dinyatakan bahwa. penataan batas. Dengan dikabulkannya permohonan tersebut. Sedangkan kebutuhan lahan untuk keperluan nonkehutanan pada provinsiprovinsi yang tidak memiliki HPK. hal tersebut telah terakomodir dalam skenario Pembangunan Kehutanan Jangka Panjang yang tertuang di dalam RKTN dengan prediksi sampai 20 tahun ke depan. Antara lain adalah meliputi tahapan penunjukan. Hasil konferensi dunia menyatakan Indonesia harus mempertahankan hutan sebagai paru-paru dunia. Sementara pembangunan nasional akan memerlukan lahan yang cukup luas. maka untuk kegiatan nonkehutanan yang besifat permanen dapat dilakukan melalui mekanisme tukar-menukar kawasan hutan. sejak 21 februari 2012 pengertian Kawasan Hutan adalah wilayah tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap. Bagaimana menurut Bapak? Keputusan MK tanggal 21 februari 2012 mengabulkan uji materi Nomor 41 tahun 1999 khususnya terkait frasa “ditunjuk dan atau” pada Pasal 1 butir 3 tentang Pengertian Kawasan Hutan yang berbunyi: “Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang ditunjuk dan atau ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap”. Implikasi keputusan tersebut adalah penunjukan kawasan hutan yang telah ada sebelum tanggal tersebut tetap sah dan mengikat. Agar kawasan hutan di Indonesia tetap berkontribusi sebagai paru-paru dunia. pengukuhan kawasan hutan yang diselenggarakan Kementerian Kehutanan selama ini selalu mengacu pada tahapan yang diatur dalam Pasal 15 UU 41 Tahun 1999. Bagaimana menurut Bapat menindaklanjutinya? Bahwa pengurangan kawasan hutan sebagai akibat dari pertumbuhan penduduk dan pengembangan investasi adalah sebuah keniscayaan. Terkait dengan prediksi peningkatan kebutuhan lahan. Bagaimana implikasinya terhadap bidang kehutanan? Dalam implementasinya. Program MP3EI tentunya akan memerlukan lahan yang sebagian merupakan kawasan hutan. Pada 21 Februari 2012 terbit putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 45/PUU-IX/2011 (MK) yang menilai bahwa menunjuk suatu kawasan untuk dijadikan kawasan hutan tanpa proses yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di kawasan tersebut. Bagaimana tanggapan bapak? Untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di luar kehutanan yang merupakan konsekuensi dari pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan investasi telah dialokasikan kawasan HPK. Sehingga berkurangnya luas kawasan hutan akan tertutup embanan tugas kawasan hutan sebagai penyangga kehidupan oleh Areal Penggunaan Lain (APL) yang bertutupan hutan. Oleh 6 buletin tata ruang | Maret . bahkan harus direncanakan sesuai tahapan dalam Pasal 15 ayat (1) UU Nomor 41 tahun 1999 secara konsisten. tidak tiba-tiba. maka yang dapat dilakukan antara lain perbaikan kualitas tutupan kawasan hutan dan tutupan di luar kawasan hutan yang antara lain telah ditempuh melalui program penanaman satu milyar pohon yang telah kita kenal bersama. maka adanya keputusan MK tersebut bagi Kementerian Kehutanan merupakan pendorong untuk percepatan pelaksanaan penetapan kawasan hutan. Di dalam Pasal 47 UU Nomor 24 Tahun 2003 Jo UU No.

Kasus seperti ini harus diselesaikan melalui pengukuran kembali tata batas. bupati mengusulkan apa-apa saja yang harus dikeluarkan dari kawasan hutan tersebut. pasti sudah dikatakan hutan lindung. Dengan bantuan review tata ruang. jika ada hutan dengan tanah yang tinggi di atas 40%. maka dinamakan konservasi. Itu mengapa sistem seperti ini dinamakan ‘tata guna hutan kesepakatan (TGHK)’. Maret . Apa kendala dalam proses ini? Persoalannya memang tidak sesederhana itu. tapi kemudian kita menunjuk lahan mreka sebagai kawasan hutan. Nah. Maka mungkin akan terjadi klaim atau gugatan dari penduduk setempat karena sudah merasa tingal lama di situ sebelum kehadiran kawasan hutan. hak adat. Di dalam perjalanannya. penobatan sebuah kawasan diharuskan melalui pengukuran kembali. tapi harus diselesaikan. Pada zaman dahulu. Karena review tata ruang harus diselesaikan selama dua tahun. Ada keeratan hubungan yang luar biasa antara dia dengan lahannya. tapi yang ada klaim kawasan. maka ketika Timdu selesai. Ada Bupati yang enggan mengusulkan pengeluaran fungsi-fungsi nonkehutanan tersebut karena secara tidak langsung melaporkan pelanggaran kawasan hutan di wilayahnya. yang akhirnya menjadi konflik (misalnya satu diberikan ke perusahan dalam bentuk HGU. Ini mengapa para pemangku kepentingan saat ini dengan kearifannya menyepakati perlunya sebuah sistem penyelenggaraan kehidupan yang namanya ‘hutan’. 26/2007 diberlakukan sebagai ‘ruh’nya. yaitu sebuah tim yang mempunyai scientific authority. Selanjutnya menteri menugaskan Timdu (Tim Penelitian Terpadu). ada kemungkinan tersisa daerahdaerah yang tidak bisa mengusulkan pengeluaran lahan garapan dari hutan. Mungkin hal itu terjadi karena kurangnya sosialisasi terhadap peraturan perundangan terkait dan mereka juga tidak aktif mengambil peluang ketika UU No. Pertama dengan adanya UU No. dan tanahnya rapuh. pemetaan. Bupati ini takut akan terkena sanksi. Dari situ baru kita bisa mengeluarkan fungsi-fungsi tadi. dan lain lain. bercurah hujan tinggi. dan Mungkin akan terjadi klaim atau gugatan dari penduduk setempat karena sudah merasa tinggal lama di situ sebelum kehadiran kawasan hutan. Kemudian ditemukan ada double title. Akan tetapi. maka tidak cukup waktu untuk serta merta selesai.April 2012 | buletin tata ruang 7 . hak adat dan lain-lain di dalam suatu kawasan hutan. maka prosesnya berjalan pelan. Sehingga saat Menteri Pertanian menunjuk sebuah lahan berdasarkan kesepakatan dalam peta. kemungkinan fungsi-fungsinya tidak disetujui secara professional adjustment. mungkin di dalamnya terdapat hak-hak ulayat. kemudian disempurnakan dengan UU No. 26 Tahun 2007. Disitulah mulai muncul persoalan ketika kawasan yang ditunjuk sebagai kawasan hutan sudah memiliki hakhak masyarakat di dalamnya.Bagaimana Ditjen Planologi Kehutanan menyikapi isu ‘alih fungsi lahan’ yang terjadi sekarang ini? Sebenarnya tidak ada konflik lahan yang terjadi. Lalu bagaimana menyelesaikannya? Sebenarnya persoalan ini akan terus terjadi di dalam kawasan hutan dan bagi kami tidak merepotkan. Kaidah yang kami bangun adalah fungsi-fungsi seperti fasilitas umum dan fasilitas sosial. Hal ini sangat berbeda dengan BPN yang urusannya memberikan title ‘H’/hutan. harus kita keluarkan dari kawasankawasan hutan. kemudian penetapan. sedangkan yang satunya lagi mungkin merasa hak milik). 24 tahun 1992. Klaim kawasan itu bukan konflik perebutan lahan. karena tata batas tidak bisa serta merta dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Beberapa kasus akan kita cicil melalui pengukuhan tata batas. yaitu merasa mempunyai hak milik dari suatu kawasan. Kemudian gubernur menyampaikan hal tersebut pada menteri. karena hanya hasil dari suatu kesepakatan. yang sesungguhnya harus dikeluarkan dari kawasan hutan. dan fauna yang perlu dilindungi. kawasan hutan kita sebanyak 140 juta ha. Review Tata Ruang pasti memenuhi dinamika kebutuhan ruang akan hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan ruang dan tak menuntup kemungkinan terhadap penyesuaian. dan fungsi apapun. Hutan seperti itu mengandung banyak plasmanutfah. tentu saja di bawah koordinasi gubernur. Hal ini karena masyarakat merasa punya hak atas lahan yang diduduki. hewan. Lalu setelah ditunjuk bahwa lahan itu merupakan kawasan hutan. semua proses diharuskan sesuai undang-undang. tapi yang luar biasa bisa diselesaikan melalui review tata ruang. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya hak ulayat.

dilakukan pengumuman kepada seluruh masyarakat sebelum dilakukan penataan batas definitive. bagian saya adalah tata batas. dilakukan sosialisasi terhadap RKTN dimaksud. Sekarang saya buat dalam setahun bisa selesai 16. Dalam proses tata batas. dalam proses tata batas. maka kita akan mempunyai kemantapan kawasan hutan jurisdictional boundary (batas yuridiksi kawasan hutan). Persoalan klaim kawasan karena jurisdictional boundary belum selesai. Artinya ada sesuatu yang mengalir dari kawasan hutan.000 km. Jadi. maka hal ini akan mentah lagi. mudahmudahan pada 2014 seluruh batas luar kawasan hutan dan batas fungsi dapat diselesaikan. maka kita akan mempunyai kemantapan kawasan hutan jurisdictional boundary. Selanjutnya untuk menggerakkan pengelolaan kawasan hutan di daerah ada KPH. dengan harapan hasil tata batas dapat diterima masyarakat.April 2012 . Lalu setelah jadi. Kami juga memprakarsai terbentuknya KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan). karena sudah dikelola daerah. maka tidak mungkin ada gangguan kawasan hutan atau pengrusakan hutan. Kalau daerah tidak mampu. Menurut Bapak. Diharapkan pada 2014 seluruh batas luar kawasan hutan dan batas fungsi dapat diselesaikan. manfaat positif. sepertinya daerah tidak mau membangun. ada jasa baik dari masyarakat terhadap kawasan hutan. Ketika unit organisasi pengelolaan tingkat tapak tidak ada. 8 buletin tata ruang | Maret .000 km.000 km lari. Akan tetapi KPH sebenarnya wewenang daerah. maka saya sebut model. Kalau model masih boleh kita fasilitasi. maka semuanya harus ditambah.000 km lari dari yang semula hanya 25. Konsep tersebut juga bagian dari penyelesaian tata ruang (perubahan peruntukan dan perubahan fungsi).000 km. maka pemerintah pusat akan membuat model-model baru. sementara hutan produksi dan hutan lindung itu wewenangnya daerah. Harapan saya. dan yang kurang adalah 63. target tata batas telah saya ubah menjadi 63. Maka kalau ini saya buat demonstration area/trial organization. Hal itu yang harus terjadi untuk menghadapi bagaimana konsepsi pengelolaan kawasan hutan ke depan. Namun jika tidak kami dorong. Kami mau bangun 600 KPH di seluruh Indonesia. Jadi panjang tata batas kawasan hutan kita sepanjang +282. kami berharap persoalan klaim kawasan akan menjadi minimal. tapi ketika running sudah tidak boleh lagi.profil tokoh Akan tetapi. saya bangun dulu 120 KPH model sampai akhir 2012 operasional sampai dia running well. sampai sejauh mana seharusnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan hutan? Apakah mulai dari perencanaan sampai pengawasan? Apa alasannya? Pelibatan masyarakat ke dalam kegiatan yang menjadi tugas pokok Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dimulai sejak tahap perencanaan sampai pengawasan. Kenapa disebut model? Karena prinsip anggaran kita berbasis kinerja (money follow function). Institusi mana yang bertugas melakukan pengukuran tata batas ini? Panitia pengukuran tapal batas adalah kepala daerah. Nah. saat telah dilakukan penataan batas sementara. Maka dengan cara tersebut. Harapan Bapak tentang alih fungsi lahan? Meski jurisdictional boundary sudah selesai dan jelas. Kenapa? Karena terpakai untuk penyelesaian konflik-konflik dalam memfasilitasi penggunaan nonkehutanan. Sebagai contoh. Memang akan terjadi perubahan dalam program kami. Kalau masalah jurisdictional boundary sudah selesai dan ada pengelola di tapak tersebut. Hutan dalam RKTN pada tahun 2030 akan tersisa sekitar 110 juta (dari jumlah aslinya yaitu 147 juta). menurut skenario optimistis dalam New Initiative Renstra Kemen Kehutanan. Ini strategi manajemen untuk melakukan percepatan tersebut. Panitia Tata Batas beranggotakan Kepala Desa dan tokoh masyarakat. hal itu masih belum selesai. Dalam proses penyusunan RKTN dilakukan mekanisme konsultasi publik sejak penyiapan draft awal RKTN.

Berbagai masalah lingkungan seperti banjir pada setiap musim hujan. khususnya di kota besar dan Megapolitan di Indonesia seperti di Pulau Jawa sangat sulit untuk merealisasikannya. Maret . Wilayah Kabupaten Bogor di sebelah Utara berbatasan dengan dan Pemanfaatan Ruang yang Intensif Kabupaten Tangerang (Banten). dan melakukan berbagai macam aktivitasnya. dan Kabupaten Bekasi. Kabupaten Bogor sejak tahun 2008 telah memiliki Perda RTRW No. Kota Depok.6. naiknya permukaan air laut.47 Lintang Selatan dan 1061’-107103’ Bujur Timur. Kota Bekasi. ruang laut. dan masalah lingkungan lainnya. telah mengamanatkan bahwa setiap RTRW Prov/Kab/Kota wajib memiliki RTH seluas 30% dari luas wilayah dengan tujuan menjaga keberlangsungan kehidupan yang berkelanjutan.profil wilayah Kabupaten Bogor RUANG MERUPAKAN WADAH atau tempat manusia hidup. Kabupaten ini merupakan bagian dari Kawasan Strategis Nasional (KSN) Perkotaan Jabodetabekpunjur yang telah ditetapkan menjadi Perpres No.. yaitu Telaga Warna (Kecamatan Megamendung). 54 Tahun 2008. Melihat perkembangan tersebut. Kabupaten Bogor secara geografis terletak antara 6. Kabupaten Bogor merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat dengan ibukotanya adalah Cibinong. ada sembilan lokasi unggulan yang menjadi andalan pemda kabupaten. sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Karawang sedangkan sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Lebak (Banten) dan sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi. merupakan bentuk dari over capacity lahan dari suatu wilayah.19. pertanyaan yang akan muncul adalah Apakah ruang di bumi ini cukup untuk menampung semua kebutuhan dan keperluan manusia. dan ruang udara. Dapat kita sadari bahwa ruang di bumi ini adalah suatu pemberian dari Tuhan Yang Maha Esa yang tidak akan bertambah luasannya.19 Tahun 2008 yang merupakan panduan dalam pemanfaatan ruang Kabupaten Bogor yang berlaku hingga tahun 2025. Luas wilayah Kabupaten Bogor 2. di antaranya adalah telah ditetapkan struktur dan pola ruang yang terdiri dari kawasan budi daya dan kawasan lindung dan pusatpusat pertumbuhan lainnya. Kabupaten Bogor memiliki potensi wisata yang sangat besar.April 2012 | buletin tata ruang 9 . memenuhi kebutuhan. Selain itu tujuan Penataan Ruang Kabupaten Bogor adalah menjadikan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan sebagai tujuan pertama dan utama di dalam pembangunan Kabupaten Bogor.371. Akan tetapi realitanya.21 Km2 yang terbagi menjadi 40 (empat puluh) Kecamatan dan 17 (tujuh belas) Desa/kelurahan. Muatan RTRW Kabupaten ini telah sesuai dengan muatan yang tercantum dalam UU Penataan Ruang.? UU 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. akan tetapi seiring waktu berjalan manusia akan terus bertambah dan semakin bertambah dan tentunya diikuti dengan kebutuhan yang semakin beragam dan tentunya pada setiap kebutuhan manusia memerlukan ruang darat.

Kecamatan Cileungsi. Kecamatan Rumpin. Kecamatan Tenjo. Kecamatan Cigudek dan Kecamatan Dramaga. melainkan juga merupakan upaya pengendalian. mengharuskan RTRW Kabupaten Bogor dilengkapi dengan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) dan PZ (Peraturan Zonasi). Ditambah lagi dengan ketersediaan infrastruktur yang dinilai cukup memadai untuk memfasilitasi pertumbuhan kawasan pariwisata. Alih fungsi lahan yang terjadi di kawasan strategis di kabupaten ini sering menjadi isu yang mengemuka dalam penyelenggaraan penataan ruang. Kecamatan Citeureup. Perubahan peruntukan atau alih fungsi lahan terjadi jika adanya kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Kecamatan Gunung Putri. Kecamatan Cariu. baik itu untuk kepentingan pribadi/swasata maupun kepentingan publik. Taman Safari Indonesia (Kecamatan Cisarua). Kecamatan Jonggol. Melalui Kelompok Kerja (Pokja) 4 (empat) Bidang Koordinasi Penyelesaian Sengketa dan Konflik Penataan Ruang yang diketuai oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian. Kecamatan Ciawi. air panas Ciseeng (Kecamatan Parung). Perkemahan di kawasan Gunung Salak (Kecamatan Cibungbalang). Kecamatan Cisarua. terutama di kawasan-kawasan strategis dan prioritas. 10 . Kecamatan Sukamakmur. Kecamatan Jasinga. Menanggapi persoalan tersebut. rumah makan disepanjang jalan raya puncak (Kecamatan Cisarua). diselesaikan dengan mengeluarkan rekomendasi berupa arahan pengendalian pemanfaatan ruang kepada pemerintah daerah atau pihak terkait yang mengajukan permohonan perubahan fungsi lahan. Kecamatan Mega Mendung. dan Taman Rekreasi Lido (Kecamatan Cijeruk). buletin tata ruang | Maret . Pemda Kabupaten Bogor telah mengambil langkah pengendalian dan penertiban pembangunan khususnya di daerah kritis dengan lebih selektif di dalam memberikan izin untuk membangun. merupakan potensi wisata yang memiliki nilai yang tinggi. Diharapkan dengan tersusunnya RDTR dan PZ yang berkualitas dan operasional. Melewati Pokja 4 (empat) ini penanganan dan penyelesaian masalah. Peningkatan pembangunan membutuhkan lahan yang lebih banyak mengakibatkan terjadi perubahan atau alih fungsi lahan. Beberapa isu strategis yang tidak dapat ditangani pemerintah daerah diangkat menjadi isu nasional. Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN) atau Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) mempunyai peran penting dalam penanganan permasalahan ini. pemanfaatan serta pengendaliaan pemanfaatan ruang dapat terlaksana secara lebih efektif dan efisien. PT Perkebunan Nusantara XII Gunung Mas (Kecamatan Cisarua).profil wilayah Perencanaan tidak sematamata merupakan aktivitas pembangunan.April 2012 RDTR (Rencana Detail Tata Ruang ) dan Peraturan Zonasi (PZ) sebagai Instrumen Pengendalian Sangat pesatnya pemanfaatan ruang di wilayah Kabupaten Bogor. Goa Gudawang (Kecamatan Cigudeg). RDTR sebagai rencana yang terperinci tentang tata ruang Kabupaten/Kota yang dilengkapi dengan Peraturan Zonasi. Saat ini telah disusun Konsep RDTR yang meliputi 15 Kecamatan yaitu Kecamatan Cibinong. Tidak dapat dipungkiri bahwa kawasan pariwisata ini menjamur dikarenakan pesona alam yaitu persawahan yang dikelilingi pegunungan dan aliran sungai yang jernih. terutama di kawasan Puncak Cisarua dan sekitarnya. Kondisi inilah yang menyebabkan aktivitas pariwisata sangat meningkat pesat di wilayah ini. semua usulan perubahan atau alih fungsi lahan dari daerah akan dibahas melalui pertemuan Tim Teknis yang melibatkan seluruh anggota BKPRN. sangat dibutuhkan ketika RTRW tidak/atau belum bisa dijadikan dasar dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang dan belum terdapatnya informasi terkait pemberian ijin dengan skala 1:5000. Prasati Ciaruteun (Kecamatan Cibungbalang).

5%.854 57.98 0.8 ton GKC dari yang ditargetkan 63. Pada tahun 2009 produksi padi (berdasarkan ARAM III Oktober 2009) telah melebihi target sebesar 100.887 60.321 1.69% per tahun.32 juta ton pipilan kering tahun 2008.69 9. Hal ini tentu amat disayangkan mengingat potensi sektor pertanian Indonesia yang membanggakan. Padahal.Sc. antara lain peningkatan produksi padi dari 54. Tunggul Iman Panudju. lahan juga memiliki nilai sosial. Direktur Perluasan dan Pengelolaan Lahan.524 808 836 321 19.157 13. Peningkatan produksi jagung juga cukup pesat selama 20052008.988 1. 2005-2009 No 1 2 3 4 5 6 7 Komoditas Padi Jagung Kedele Kacang Tanah KacangHijau Ubi Kayu Ubi Jalar 2005 2006 2007 (Ribu Ton) 2008 20091) Pertumbuhan 2005-2008 (%) 3.857 54. atau meningkat rata-rata 3. Secara filosofis.45 54. SEKTOR PERTANIAN mempunyai peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. bahkan religius. keberlanjutan lahan subur yang ada tidak terjamin dan pencetakan lahan sawah baru pun relatif kecil. Kementerian Pertanian Tarik-menarik kepentingan telah banyak mengubah fungsi lahan.5 juta ton GKG.April 2012 | buletin tata ruang 11 .659 966 785 314 22.15 juta ton GKG tahun 2005 menjadi 60.33 juta ton GKG pada tahun 2008. Sementara.840 17. sementara target produksi jagung yang ditetapkan untuk tahun 2009 adalah 19. Sumber : BPS Maret .37 4. lahan pertanian menghadapi permasalahan konversi lahan subur pertanian dan degradasi lahan yang kian massif. Banyak negara bahkan menyatakan keinginannya mempelajari strategi yang diterapkan Indonesia.376 2.757 1.027 Keterangan : 1) Aram III (Oktober 2009).1 Produksi Komoditas Tanaman Pangan. Keberpihakan pada ketahanan pangan bisa diwujudkan melalui penataan ruang yang melindungi lahan pertanian.326 16.288 593 789 322 19. Tabel 1.151 12. Capaian produksi komoditas pertanian tanaman pangan selama tahun 20052008 telah menunjukan prestasi yang sangat baik.90 -2. yaitu mencapai rata-rata 9.987 1. ketersediaan lahan dalam usaha pertanian merupakan conditio sine-quanon (syarat mutlak) untuk mewujudkan peran sektor pertanian yang berkelanjutan (sustainable agriculture).52 juta ton pipilan kering tahun 2005 menjadi 16.67 -2.topik utama Mempertahankan Tanah Agraris Oleh: Ir.44 juta ton pipilan kering.317 776 770 298 21.98% setiap tahun.609 748 838 316 19. Keterangan : 1) Aram III (Oktober 2009). Peningkatan produksi ini membuat Indonesia meraih kembali status swasembada beras sejak tahun 2007 dan terhindar dari krisis pangan seperti yang terjadi di banyak negara ketika krisis keuangan global melanda dunia.66 juta ton pipilan kering. produksi jagung akan mencapai 17. capaian produksi tanaman pangan selama 2005-2009 dapat dilihat pada Tabel 1. Perhitungan sementara berdasarkan ARAM III (Oktober 2009). atau mencapai 63.1. Hal ini menyebabkan lahan pertanian menjadi faktor produksi pertanian yang utama dan unik karena sulit digantikan dalam sebuah proses usaha pertanian. Ini karena di samping memiliki nilai ekonomis. M. terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan secara nasional.882 63.10 0.455 11. Produksi jagung meningkat dari 12. lahan memang memiliki peran dan fungsi sentral bagi masyarakat Indonesia yang bercorak agraris. Keberhasilan swasembada ini sudah diakui dunia. Secara lebih lengkap. Akan tetapi.

yaitu seluas ±1. dan lain-lain (BPS.152 ha per tahun. Dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi ini. ada beberapa permasalahan yang dihadapi lahan pertanian. Tiap tahun.939 3.731 -423.5 % per tahun.159 18.159 ha atau rata-rata 187. dengan rincian alih fungsi ke nonpertanian sebesar 110.221.302 -149.278 139. Yang utama adalah pertambahan jumlah penduduk Indonesia sebesar 1.5 % per tahun.009 563.627. terjadi intensifikasi dan kapasitas perluasan areal sawah sekitar 40. yaitu tingkat produktivitas yang mendekati levelling off sehingga ada tendensi total produksi relatif stagnan jika tidak diimbangi dengan teknologi.6 juta ha.2. Hal ini dapat terlihat pada Tabel 1.150 396. Adapun alih fungsi lahan kering pertanian ke nonpertanian sebesar 9. Sebenarnya neraca pertambahan luas lahan sawah sempat naik antara tahun 1981 – 1999.000 ha. lahan sawah itu sendiri memiliki masalah.649 Tahun 1999-2002**) Konversi sawah menjadi lahan nonpertanian dari tahun 1999 – 2002 mencapai 563. Data dari Biro Pusat Statistik tahun 2004 menunjukkan bahwa besaran laju alih fungsi lahan pertanian dari lahan sawah ke nonsawah sebesar 187.719. Jawa Luar Jawa Indonesia 167. semakin tinggi.7 ha per tahun.8 juta ha Potensi Lahan Pertanian Wilayah Konversi * Penambahan Neraca Tahun 1981-1999 ) Jawa Luar Jawa Indonesia 1.593. Masalah lainnya adalah kompetisi pemanfaatan ruang untuk berbagai sektor yang semakin ketat dan rencana alih fungsi lahan sawah yang sangat dasyat berdasarkan RTRW kabupaten/kota seluas 3.024 121. Selain itu. perindustrian.164 ha per tahun dan alih fungsi ke pertanian lainnya sebesar 77.055 625.9 JUTA (50%) LAHAN TIDAK POTENSIAL/COCOK UNTUK PERTANIAN Eksisting luas baku sawah : 7. LUAS DARATAN INDONESIA 188 JUTA HA 94.720 ha per tahun.514 518. 12 buletin tata ruang | Maret .002.April 2012 . 2004).480 +1.4 JUTA COCOK UNTUK DIJADIKAN SAWAH 93.3 sampai dengan 1.09 juta ha dari 7.2 Tren Neraca Lahan Sawah (ha) Masalah utama adalah pertambahan jumlah penduduk Indonesia sebesar 1. diperkirakan pada tahun 2035 penduduk Indonesia akan mencapai 440 juta jiwa.077.857 Tabel 1.702.224 2. Namun antara tahun 1999 – 2002 terjadi penciutan luas lahan seluas 141.285 ha per tahun.556 ha per tahun. Meningkatnya pertambahan jumlah penduduk dan dukungan dinamika dan kebutuhan pembangunan di setiap daerah secara langsung atau tidak langsung ‘memaksa’ terjadinya perubahan penggunaan lahan-lahan pertanian.topik utama Alih Fungsi Lahan Pertanian Tanaman Pangan (Sawah) Secara lebih detail.126 -273.3 sampai dengan 1.831 2.8 juta ha lahan sawah menjadi permukiman.1 JUTA (50%) LAHAN POTENSIAL/COCOK UNTUK PERTANIAN 25.459 1. khususnya sawah.163 -483.

tetapi merupakan salah satu bentuk kerugian investasi.220 % 23. kepastian hukum dan keadilan. secara sistematis pemerintah daerah melalui Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota akan merencanakan alih fungsi lahan pertanian menjadi peruntukan lain yang sangat dahsyat. Namun kenyataannya.314. Agar cita-cita tersebut terwujud. dan menyebabkan semakin sempitnya luas garapan usahatani.7 48. yaitu mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman.370 1. diperlukan lahan pertanian eksisting dan tidak dialihfungsikan untuk keperluan di luar pertanian pangan. keselarasan dan keseimbangan.7 6. nyaman. mekanisme alih fungsi lahan tetap berjalan di kabupaten/kota. Diharapkan penataan ruang di kabupaten/kota selaras juga dengan Undangundang No. 2004) Mekanisme Alih Fungsi Lahan Undang-Undang No. kemandirian dan kedaulatan pangan.Konversi lahan pertanian terutama lahan sawah tidak hanya menyebabkan kapasitas produksi pangan turun. keterbukaan. keberlanjutan.4 12. rehabilitasi dan ekstensifikasi lahan.140 499.2 Dirubah (RTRW) Ha 710.050 66. Penetapan asas tersebut tentunya dilaksanakan demi mencapai dan mewujudkan harmonisasi antara lingkungan alam dan buatan.740 % 22.3 36.780 542.9 44.099.2 6.253.460 7.588.050 65. sesuai dengan tujuan penyelenggaraan penataan ruang. kebersamaan dan kemitraan. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan untuk mewujudkan ketahanan. dari hasil tinjauan yang diperoleh di daerah.933. yaitu keterpaduan. serta akuntabilitas.2 44.290 180.360 414. degradasi agroekosistem. Pihak-pihak yang terlibat dalam proses perizinan yaitu Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dengan anggota Tim Teknis yang dibentuk Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah yang Maret .0 42.460 3.0 6. Di lain pihak.270 67.036.5 100. Tantangan untuk menekan laju konversi lahan pertanian ke depan adalah bagaimana melindungi keberadaan lahan pertanian melalui perencanaan dan pengendalian tata ruang.9 0. serta perlindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang.600 58.250 877. Luas Sawah Ha Sumatera Jawa Bali Kalimantan Sulawesi Nt & Maluku Papua Total 2.060 66. Seluas ±3 juta ha dari total luas lahan sawah yaitu ±8.930 858.910 3.230 1.3. keserasian. perlu dilakukan pengkajian terhadap alih fungsi lahan pertanian di tingkat lapangan dan prosedur yang ada di daerah. Hal ini merupakan salah satu sebab turunnya kesejahteraan petani karena kegiatan usaha tani tidak lagi dapat menjamin tingkat kehidupan yang layak bagi petani. Irigasi Ha 1. keberdayagunaan dan keberhasilgunaan. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang telah mengamanatkan asas penyelenggaraan penataan ruang.200 124.669.4% dari total luas lahan sawah) akan diubah peruntukannya.0 11.1 11.120 375.621.410 566. fenomena ini terlihat di ketujuh pulau besar di Indonesia.903.8 49.9 82. perlindungan kepentingan umum. Untuk itu.100 131.4 1.690 3.9 juta ha (42.April 2012 | buletin tata ruang 13 . degradasi tradisi dan budaya pertanian. sebagaimana terlihat pada Tabel 1. produktif dan berkelanjutan berlandaskan wawasan nusantara dan ketahanan nasional.3 Luas Sawah dan Rencana Alih Fungsi Menurut RTRWKK (BPN. meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha pertanian serta pengendalian pertumbuhan penduduk.1 100. keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan dengan memperhatikan sumber daya manusia.2 14.130 982.4 Pulau Tabel 1.060 1.480 meningkatkan optimalisasi.000 % 43.0 Nonirigasi Ha 414.391.520 8.

Kawasan ini ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan abadi untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan dapat dikembangkan sesuai dengan tingkat ketersediaan air. (2) Penetapan KP2B provinsi yang diatur dalam Perda RTRWP. termasuk Izin Peruntukkan Penggunaan Tanah (IPPT). Sampai saat ini. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan menjadi kekuatan hukum dan sebagai bentuk perhatian pemerintah khususnya Kementerian Pertanian terhadap masalah alih fungsi lahan. Strategi Penyediaan Ketersediaan Lahan Untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dalam undang-undang tersebut diamanatkan beberapa kebijakan 14 . Dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota peran Badan Pelayanan Perizinan Terpadu selaku instansi yang memberikan segala izin peruntukkan. sangat penting. Yang pertama adalah dengan melakukan Ekstensifikasi. Hal ini dikarenakan sangat pentingnya keterlibatan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu di dalam proses perubahan ataupun peralihan fungsi lahan pertanian ke sektor nonpertanian. (3) Penetapan KP2B Kabupaten/Kota yang diatur dalam Perda RTRW Kabupaten/Kota. di dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/ Kota peran Badan Pelayanan Perizinan Terpadu selaku instansi yang memberikan segala izin peruntukan. Tangerang. kawasan peruntukan pertanian ditetapkan dengan kriteria memiliki kesesuaian lahan untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang menyatakan. Badan Pelayanan Perizinan Terpadu diharapkan dapat menjadi ‘the first guard’ yang mengamankan dan mempertahankan lahan pertanian. termasuk salah satunya Izin Peruntukkan Penggunaan Tanah (IPPT). dan diarahkan salah satunya untuk pertahanan kawasan lahan abadi pertanian pangan untuk ketahanan pangan. langkah yang telah dilakukan adalah memasukkan substansi penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) pada ±13 RTRW provinsi dan ±200 RTRW Kabupaten/Kota melalui forum Persetujuan Substansi pada Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN). dan (5) Rehabilitasi dan konservasi lahan kritis dan dimanfaatkan untuk peruntukan tanaman pangan. Kawasan pertanian termasuk salah satu bentuk pengembangan kawasan perdesaan yang berada di dalam wilayah kabupaten. dapat berbentuk kawasan agropolitan. (2) Pemanfaatan lahan HGU yang belum diusahakan untuk perkebunan komoditas pangan.April 2012 Peran Tata Ruang dalam Lahan Pertanian Kawasan pertanian termasuk ke dalam kawasan budidaya yaitu kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam. Untuk itu diperlukan strategi-strategi untuk menyediakan lahan-lahan tersebut. Secara garis besar ada tiga strategi yang diterapkan untuk menambah ketersediaan lahan pertanian. Ekstensifikasi bisa dilakukan dengan cara: (1) Pembukaan lahan baru untuk tanaman pangan secara permanen. Berdasarkan Pasal 66 Peraturan Pemerintah No. tentu saja capaian-capaian yang sudah baik tersebut belum cukup. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). 11 Tahun 2010 tentang pendayagunaan dan penertiban tanah terlantar. Perlindungan terhadap kawasan lahan abadi pertanian pangan sebagaimana sudah diatur dalam Undang-Undang No. Dalam hal ini. Strategi yang ke dua adalah intensifikasi lahan dengan meningkatkan produktivitas tanah melalui: (1) Optimalisasi lahan pertanian pangan. buletin tata ruang | Maret . keberlanjutan kondisi ini harus didukung dengan ketersediaan lahan pertanian yang memadai secara kuantitas dan kualitas. (3) Pemanfaatan lahan terlantar untuk cadangan pangan sesuai amanat PP No. khususnya dengan tidak memberikan izin perubahan peruntukan tanpa keterangan detail dalam permohonannya. Oleh karena itu. dan (3) Peningkatan kesuburan tanah melalui fasilitasi penyediaan pupuk organik. penataan ruang kawasan perdesaan diselenggarakan di wilayah kabupaten. serta Dinas Pekerjaan Umum yang diketahui dan disetujui oleh bupati daerah setempat. (4) Pemanfaatan kawasan hutan yang dapat dikonversi untuk tanaman pangan dengan memperhatikan konservasi tanah dan air. Setidaknya. dan sumber daya buatan. sesuai dengan UU No. (2) Pengembangan pertanian pangan metode SRI. Salah satu contoh kasus konversi lahan sawah menjadi perumahan secara sistematis adalah perumahan di Sepatan Kab.topik utama merupakan delegasi sebagian kewenangan bupati di bidang perizinan. sumber daya manusia. Lalu yang terakhir adalah dengan mengeluarkan Kebijakan Pengendalian Lahan yaitu Penetapan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) yang terdiri dari: (1) Penetapan KP2B Nasional yang diatur dalam PP RTRWN. sangat penting.

34 PP No. Sebagai amanat dari UU No. dan Pasal 16. 1 tahun 2011 tentang Penetapan Kawasan. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. provinsi dan kabupaten/ kota dapat dihitung dengan memprediksi kebutuhan pangan untuk konsumsi rumah tangga dan selanjutnya dikonversikan kepada kebutuhan lahan.9 juta ha. Maret . Oleh sebab itu. masyarakat. ketahanan dan kedaulatan pangan merupakan tanggung jawab semua pihak baik di pusat maupun di daerah. Untuk itu. 12 tentang Insentif Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. 30 Tahun 2012 tentang Pembiayaan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. 41 tahun 2009 tentang Penetapan Kawasan Pertanian Pangan Berkelajutan dalam RTRW. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan juga merupakan amanat dari Pasal 20 dan 21 UU No. Undang-undang No. perlu juga mempertahankan lahan pertanian pangan yang sudah ada saat ini. Besaran kebutuhan lahan akan berbeda tergantung pada pertumbuhan penduduk dan tingkat konsumsi pangan di masing-masing provinsi dan kabupaten/kota. Pemerintah sangat mendukung inisiatif-inisiatif dari pemangku kebijakan di daerah dalam rangka perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Setiap provinsi dan kabupaten/kota harus menetapkan luasan LP2B pada setiap RTRW-nya. 1 Tahun 2011 tentang Penetapan dan Alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. khususnya lahan sawah yang mencapai 7. No. Lahan dan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Pemerintah pusat sangat berkepentingan dalam melindungi lahan pertanian pangan saat ini. 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan merupakan landasan hukum bagi penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) baik di tingkat pusat. Perlindungan lahan yang ada menjadi sangat penting mengingat kebutuhan pangan akan terus meningkat. dengan asumsi alih fungsi lahan tetap sebesar 110. selain menambah luas baku lahan.April 2012 | buletin tata ruang 15 . Pasal 23 UU No. 26. Perhitungan kebutuhan lahan minimal di tingkat nasional. 41 Tahun 2009 tentang Kriteria Teknis Kawasan Peruntukan Pertanian yang mengatur kawasan peruntukan pertanian atas amanat Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) menjadi empat peruntukan yaitu kawasan budidaya tanaman pangan. 25 Tahun 2012 tentang Sistem Informasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Diprediksi pada tahun 2025. PP No. Penetapan LP2B harus tetap memperhatikan kriteria penetapan LP2B yang menyangkut kriteria potensi dan kesesuaian lahan. terutama yang dapat mengatur hal-hal spesifik di daerah yang bersangkutan. dan memperhatikan aspek sosial ekonomi. disusunlah Permentan No. provinsi maupun kabupaten/kota. Secara legal seluruh lahan tanaman pangan ditetapkan menjadi LP2B. dan stakeholder lainnya. Nomenklatur ini seharusnya ditaati dalam penyusunan legal drafting Raperda RTRW provinsi dan kabupaten/kota. Hal ini dikarenakan kemandirian. diharapkan lahan pertanian pangan dapat terlindungi dan luasan lahan pertanian pangan bertambah secara berkelanjutan dalam setiap RTRWP dan RTRWKK yang akan ditetapkan. dan PP No. ketersediaan infrastruktur yang telah dimanfaatkan sebagai lahan pangan. Ketiga peraturan pemerintah ini baru terbit pada awal tahun 2012 sehingga perlu untuk disosialisasikan kepada kepala daerah dan SKPD. maka lahan pertanian Indonesia sudah kurang dari 5 juta ha. para pakar.000 ha per tahun. PP No. lembaga nonpemerintah. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan UU. sangat diperlukan karena belum diatur dalam UU. 41 tahun 2009 tentang Penetapan Lahan Pertanian dalam Rencana Rinci Tata Ruang Kabupaten Kota. hortikultura.berupa Peraturan Pemerintah (PP) yang telah disusun oleh Pemerintah untuk lebih memperkuat dan mendukung UU PLPPB ini. Inisiatif ini. dan peternakan. Dengan disahkannya PP No. perkebunan.

sebaiknya Pemda menerapkan mekanisme yang transparan. penyediaan sarana dan prasarana pertaniana. produktivitas usaha tani. tingkat fragmentasi lahan. perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Bentuk-bentuk insentif yang diberikan meliputi pengembangan infrastruktur pertanian. Prioritas insentif LP2B diberikan dengan pertimbangan tipologi LP2B. kemudahan dalam mengakses informasi dan teknologi. jaminan penerbitan sertifikat hak atas tanah pada LP2B dan penghargaan bagi petani berprestasi tinggi.April 2012 . Pemerintah daerah khususnya provinsi juga harus mempertimbangkan luas minimal lahan yang diperlukan untuk memproduksi pangan bagi kemandirian pangan provinsi. provinsi bisa mengintervensi luas LP2B yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten/kota. bahwa kepada petani yang lahannya ditetapkan sebagai LP2B akan mendapat insentif dan perlindungan serta pemberdayaan petani seperti pada Pasal 38. 12 Tahun 1992 tentang Budidaya Tanaman dikatakan. 41 Tahun 2009. Penetapan LP2B merupakan bentuk kerjasama atau kesepakatan antara pemerintah daerah dan petani melalui kelompok tani. Maka perlu adanya kesadaran yang tinggi akan pentingnya lahan pertanian demi keberlangsungan dan keberlanjutan atas ketahanan. lokasi dan sebaran lahan yang diusulkan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan yang sebenarnya. Oleh sebab itu. kolektivitas usaha pertanian dan praktek usaha tani ramah lingkungan. Di sisi lain laju pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang pesat memerlukan lahan-lahan baru menimbulkan kompetisi penggunaan lahan. mengingat sumber daya lahan untuk pertanian pangan (sawah) di Jawa sangatlah potensial dan tidak tergantikan oleh pulau manapun di Indonesia. 16 buletin tata ruang | Maret . Sesuai dengan Pasal 6 ayat 3 Undang-Undang No. Karena itu. pencegahan alih fungsi lahan pertanian merupakan tanggung jawab semua pihak. Dalam hal penetapan kawasan pertanian pangan berkelanjutan provinsi sudah diatur dalam Perda RTRW maka pemerintah kabupaten/kota harus mengikuti ketentuan yang telah diatur dalam Perda RTRW provinsi tersebut. lokasi. Setiap rencana pembagunan yang membutuhkan lahan harus direncanakan secara akuntabel dan transparan serta dengan hitungan angka kebutuhan lahan dan lokasi yang jelas pada setiap periode perencanaan pembangunan. para pengambil keputusan baik gubernur dan bupati/walikota harus memahami peran RTRW sebagai landasan hukum dalam pembangunan daerah. Selanjutnya rencana penetapan tingkat provinsi akan menjadi dasar perencanaan di tingkat kabupaten/kota. dan 68. kesuburan tanah. apabila kebebasan petani memilih jenis tanaman tidak dapat diwujudkan karena ketentuan Pemerintah maka Pemerintah berkewajiban memberi jaminan kepada petani untuk memperoleh penghasilan tertentu. Setiap rencana pembangunan yang membutuhkan lahan harus direncanakan secara akuntabel dan transparan serta dengan hitungan angka kebutuhan lahan dan lokasi yang jelas pada setiap periode perencanaan pembangunan. kesepakatan menjadi konsensus dalam penetapan LP2B. kemandirian dan kedaulatan pangan nasional di masa yang akan datang. irigasi. Hal tersebut sudah diamanatkan oleh Undang-Undang No. apabila luas. luas tanam. Karena itu. 67.topik utama Sementara itu pemerintah dan daerah harus mewujudkan perlindungan lahan pertanian pangan dari alih fungsi semaksimal mungkin. Pemda juga sudah saatnya mengikutsertakan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu sebagai anggota BKPRD provinsi dan kabupaten/kota. Usulan penetapan luasan dari masing-masing kabupaten/kota yang diverifikasi oleh pemerintah provinsi merupakan dasar perencanaan provinsi dalam menetapkan LP2B. Untuk itu. Di atas semua kebijakan dan strategi tadi. Pemerintah daerah harus tegas menangani permasalahan ini. pembiayaan penelitian dan pengembangan benih dan varietas unggul. konsisten dan berkelanjutan dalam pemanfaatan lahan.

Binjai. MPM. 24 Tahun 1992 menjadi UU No. Maros. Berdasarkan data dari Ditjen Penataan Ruang. Gianyar. 62 Tahun 2011 tentang RTR Kawasan Perkotaan Medan. Materi/substansi Raperda RTRW 93 kota tersebut telah dibahas pada forum BKPRN (Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional). belum sampai setengahnya yang RTRW-nya berhasil di-Perda-kan. Perpres RI No. Puncak. Padahal ini baru awal dari seluruh proses penataan ruang yang akan diimplementasikan. net) 17 . terutama berada pada aspek pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang. 3 Tahun 2012 tentang RTR Pulau Kalimantan. Dengan demikian. Perpres RI Nomor 88 Tahun 2011 tentang RTR Pulau Sulawesi. 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta. Perpres RI No. Depok. Widyaiswara Utama. Bekasi. dan Tabanan (Kawasan Perkotaan Sarbagita). dan Cianjur (Jabodetabekpunjur). pada saat UU No. Pada Pasal 69 UUPR terdapat ketentuan sanksi pidana yang berlaku bagi setiap Warga Negara Indonesia tanpa kecuali. Deli Serdang. Perpres RI No. Toeti Ariati. hingga bulan Maret tahun 2012. 70 kota di antaranya telah mendapatkan persetujuan substansi dari Menteri Pekerjaan Umum. Bintang.April 2012 | buletin tata ruang Peta Pola Ruang (Sumber : Penataanruang. diharapkan menjadi mawas diri terhadap berbagai bentuk perencanaan yang akan diterapkan. 55 Tahun 2011 tentang RTR Kawasan Perkotaan Makassar. Kementerian Pekerjaan Umum Dari semua kota di Indonesia. Karimun. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang disepakati untuk disesuaikan dengan kondisi yang telah berubah. Sementara itu. serta Perpres RI No. dalam UUPR Pasal 78 diamanatkan bahwa semua Perda kabupaten/kota tentang RTRW harus disesuaikan dengan UU tersebut paling lambat tiga tahun sejak UUPR diundangkan. Perpres RI No. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa terjadi disparitas antara semangat implementasi yang diamanatkan dalam UUPR dengan produktivitas penataan ruang di daerah. Hal tersebut telah menjadi arus utama (mainstream) jauh sebelum diamanatkan kembali oleh Menteri Pekerjaan Umum pada 2006. 45 Tahun 2011 tentang RTR Kawasan Perkotaan Denpasar. Sungguminasa. dan Karo (Kawasan Perkotaan Mebidangro). terdapat 34 dari 93 kota di Indonesia yang telah di-Perda-kan RTRW kotanya. Tingkat produktivitas berbagai kota dalam melaksanakan penataan ruang masih cukup rendah.topik lain Akankah Proses Penataan Ruang Berakhir? Oleh: Ir. Perpres RI no 87 Tahun 2011 tentang RTR Kawasan Batam. 26 Tahun 2007. terdapat kondisi yang cukup mengkhawatirkan di lapangan. dan Takalar (Kawasan Perkotaan Mamminasata). BASIS PEMBANGUNAN baik nasional maupun daerah adalah penataan ruang. Tangerang. Representasi penataan ruang sebagai basis pembangunan kemudian diwujudkan dengan ditetapkannya UU No. 28 Tahun 2012 tentang RTR Pulau Jawa Bali Maret . Namun prestasi yang tidak kalah penting adalah telah dikeluarkannya beberapa Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Nasional (KSN) dan Pulau sebagai amanat dari UUPR. Badung. yaitu Perpres RI No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (UUPR). Bogor. serta Perpres RI No. 13 Tahun 2012 tentang RTR Pulau Sumatera . Terlepas dari semangat yang tersirat dalam UUPR tersebut. Transformasi muatan hukum bidang penataan ruang melalui revisi UU No. Representasi awal penataan ruang dalam lingkup kota yang berupa tersusunnya dokumen Rencana Tata Ruang (RTRW) sebagai dasar acuan pembangunan masih belum cukup memenuhi harapan. setiap orang baik yang bergerak pada sektor pembangunan di pusat maupun di daerah.

buletin tata ruang | Maret . Berdasarkan kondisi produktivitas saat ini. 26 Tahun 2007.topik lain Pembedahan permasalahan produktivitas penyelenggaraan penataan ruang perlu dilakukan secara sistematis dan bertahap. Terdapat pula prasangka bahwa lambatnya proses penyusunan RTRW di daerah adalah upaya untuk menghindari pertanggungjawaban Peta Struktur Ruang (Sumber : Penataanruang. ada kecenderungan penilaian dari masyarakat bahwa terjadi kelambanan proses penataan ruang di daerah. namun merupakan suatu proses yang dapat dikatakan wajar terjadi mengingat adanya proses transformasi muatan substansi penyelenggaraan penataan ruang dari UU No. 24/2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan melalui kegiatan pinjam pakai hingga pelepasan kawasan hutan dengan berdasarkan Metode Pelaksanaan penataan ruang pada peraturan perundang-undangan sektor kehutanan. (sumber : Penataanruang. Permasalahan alih fungsi lahan yang terjadi pada kawasan budidaya dapat diterima selama tidak melampaui daya dukung dan daya tampung Perencanaan kawasan tersebut dengan landasan kajian AMDAL maupun Tata Ruang PEMBINAAN PENGAWASAN KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis). hambatan lain yang muncul dalam mewujudkan keterpaduan ini adalah permasalahan tata batas wilayah. permasalahan alih fungsi lahan. Selain itu. PENGATURAN Kekhawatiran tidak perlu terjadi karena permasalahan tersebut sebetulnya dapat diatasi. 24 Tahun 1992 ke UU No. pemanfaatan ruang terkait sanksi net) yang telah terakomodasi dalam UUPR.net) RU AN PE NA A SA AK L N PENATAAN Berbagai hambatan yang terjadi bukanlah suatu bentuk kesengajaan. Tampak Kegundulan Hutan yang Cukup Ekstrim 18 . Semangat implementasi yang merupakan salah satu bagian dari transformasi ini memerlukan suatu prasyarat mutlak seperti apa yang tercantum pada Pasal 2 UUPR yaitu asas keterpaduan. karena terdapat beragam bentuk hambatan yang terjadi dalam proses penyusunan RTRW Kota di daerah yang memiliki karakteristik unik dan berbeda antar satu kota dengan lainnya. Berbagai penilaian tersebut perlu dipahami. dan permasalahan pemanfaatan kawasan hutan yang mengakibatkan adanya permukiman dalam kawasan hutan yang ditetapkan berstatus lindung. Permasalahan tata batas antar daerah yang dilatarbelakangi kekhawatiran berkurangnya PAD (mungkin) akibat pengurangan luas Perencanaan Perencanaan daerah dapat diantisipasi dengan adanya mekanisme Tata Ruang Tata Ruang pemberian insentif antar daerah sebagaimana tercantum dalam Pasal 38 UUPR. Permasalahan penggunaan kawasan hutan untuk kegiatan budidaya dapat diselesaikan dengan mekanisme sesuai PP No.April 2012 G Foto Udara Hutan Kalimantan. Proses perwujudan keterpaduan berlandaskan sinkronisasi antarsektor dalam rangka implementasi pembangunan di lapangan belum bisa dilaksanakan secara penuh oleh berbagai pihak yang harus berpadu dalam pembangunan.

Perwujudan ruang yang aman. dan kebijakan pembangunan yang termuat di dalamnya. Terwujudnya transparansi dan akuntabilitas penataan ruang di tingkat masyarakat umum akan membantu implementasi proses pengendalian dan pengawasan penataan ruang di lapangan. Kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap implementasi pembangunan dan pemanfaatan ruang di daerah akan menggerakkan seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah. Tantangan yang dihadapi oleh setiap pemangku kepentingan dalam penataan ruang adalah akuntabilitas perwujudan pencapaian tujuan penataan ruang atau implementasi dari rencana tata ruang.April 2012 | buletin tata ruang 19 . swasta. Komitmen pemerintah kota dalam implementasi RTRW Kota merupakan sebuah awalan bagi perwujudan pembangunan yang terpadu di berbagai daerah. nyaman. nyaman. Komitmen politik pemerintah daerah akan memberikan jaminan yang lebih baik terhadap penerapan pembangunan yang berjalan sesuai rencana tata ruang yang telah menjadi kesepakatan bersama. Kualitas ruang yang aman. Dalam mendukung perwujudan keterpaduan dalam proses pembangunan telah diinisiasi pula perumusan dokumen pemadu pembangunan lintas sektor khususnya bidang infrastruktur yaitu Rencana Terpadu Program Investasi Infrastruktur Jangka Menengah (RPI2JM). nyaman. Keefektifan proses penataan ruang hendaknya diukur dari seberapa jauh kondisi aman. maupun masyarakat sendiri untuk taat pada rencana tata ruang yang telah menjadi kesepakatan bersama. saling mengisi antara sektor yang satu dengan lainnya sehingga terbangun suatu sistem infrastruktur dan turunannya yang berkesinambungan dan tidak terputus secara wilayah maupun secara sektoral. Tantangan selanjutnya dalam implementasi penataan ruang adalah perwujudan pembangunan yang harmonis. dan Komitmen pemerintah kota dalam implementasi RTRW Kota merupakan sebuah awalan bagi perwujudan pembangunan yang terpadu di berbagai daerah. Keefektifan berbagai proses dalam penataan ruang sebagai upaya mewujudkan tujuan perlu diukur untuk dapat melakukan evaluasi secara tepat pada berbagai rencana. dan berkelanjutan merupakan suatu kondisi obyektif yang hendak dicapai oleh keseluruhan proses penataan ruang.berkelanjutan dalam suatu kota dapat diwujudkan. produktif. Proses ini terjadi karena pengawasan penataan ruang dilakukan secara langsung oleh masyarakat dalam pemanfaatan ruang. Dalam setiap kesempatan pembahasan RTRW Kabupaten/Kota di Pusat. Instrumen ini pada dasarnya memandu terlaksananya pembangunan lintas sektor untuk dilakukan dalam suatu tahapan yang sama dan sistematis. tercatat selalu dihadiri oleh pimpinan daerah setingkat bupati/walikota atau setidaknya kepala dinas/badan di daerah. dan berkelanjutan selayaknya terpenuhi menurut ukuran yang dapat diterima oleh semua pemangku kepentingan demi menjamin obyektifitas dari keefektifan pelaksanaan penataan ruang. Pengukuran keefektifan penataan ruang ini merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan sebagai pemenuhan aspek akuntabilitas publik demi memenuhi prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik (good governance). produktif. produktif. program. dan bukan semata-mata dari terbentuknya struktur dan pola ruang. Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional Maret . Tingkat kekerapan kehadiran pimpinan daerah yang cukup tinggi dalam forum pembahasan RTRW ini menunjukkan political will dan pemahaman di daerah yang sudah baik terhadap implementasi penataan ruang.

Pengawasan penataan ruang yang dilakukan terhadap kinerja pengaturan penataan ruang. kinerja fungsi dan manfaat penyelenggaraan penataan ruang.April 2012 20 . dapat didukung semua pihak sebagai perwujudan kebutuhan bersama. nyaman. Sudah selayaknya. kinerja pembinaan penataan ruang. Pemerintah daerah yang sejak awal sudah menyadari pentingnya rencana tata ruang sebagai acuan pelaksanaan pembangunan dalam mewujudkan keserasian. Hal yang lebih penting dan perlu mendapat perhatian adalah bahwa proses perwujudan ruang yang aman. proses penataan ruang akan terus bergulir seiring dengan makin meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat yang akan terus berkembang. dan keseimbangan kehidupan tentu akan mengawal pelaksanaan pembangunan dengan sebaik-baiknya. produktif. keselarasan. maka diperlukan usaha yang lebih intensif untuk memberikan pemahaman akan pentingnya rencana tata ruang. yang terlihat dari masih adanya pemerintah daerah yang belum memiliki konsep yang jelas untuk rencana tata ruang kabupaten atau kotanya. baru kemudian akan dicapai kemanfaatan penataan ruang untuk semua. upaya menuju perwujudannya yang direpresentasikan dalam implementasi berbagai proses penataan ruang. produktif.topik lain Perwujudan ruang yang aman. Dengan demikian. dan berkelanjutan merupakan sebuah kebutuhan semua pemangku kepentingan. dan berkelanjutan tidak berhenti pada saat rencana tata ruang sudah dimiliki oleh pemerintah daerah. Hanya melalui paradigma baru yang positif dan konstruktif dalam penataan ruang. Dalam proses penyelesaian penyusunan rencana tata ruang di daerah (khususnya di tingkat kabupaten dan kota). Perwujudan itu hanya dapat dilakukan dengan mendorong terbangunnya paradigma konstruktif antarsektor dan antarwilayah terkait penataan ruang. Pengamatan dan pemeriksaan perlu dilakukan untuk melihat kesesuaian antara penyelenggaraan penataan ruang dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan berkelanjutan merupakan sebuah kebutuhan semua pemangku kepentingan. buletin tata ruang | Maret . nyaman. Perwujudan penataan ruang yang dapat memenuhi tujuan perlu dilakukan secara terpadu oleh setiap pemangku kepentingan dalam ruang. nyaman. Penataan Ruang yang baik akan membuat situasi kota semakin kondusif Perwujudan ruang yang aman. dan kinerja pemenuhan standar pelayanan minimal bidang penataan ruang dilakukan melalui pemantauan dan evaluasi serta pelaporan yang secara periodik dilakukan. sering ditemui adanya kekurangpahaman akan pentingnya rencana tata ruang. Pada beberapa daerah dimana pimpinannya masih belum memprioritaskan penyusunan rencana tata ruang. produktif.

Jalan Nias fungsional Jar. 88 Tahun 2011 tentang RTR Pulau Sulawesi RTR Pulau/Kepulauan Pokok-pokok muatan Perpres RTR Pulau/Kepulauan Tujuan Penataan Ruang Pulau Kebijakan & Strategi Penataan Ruang Rencana Struktur & Pola Ruang Pulau Strategi Operasionalisasi Perwujudan (SOP) Struktur Ruang: .Perpres No. Telekomunikasi. Kawasan Lindung Nasional. 3 Tahun 2012 tentang RTR Pulau Kalimantan . Sebagai Perangkat Operasional. ada tujuh RTR Pulau yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden. Sumber Pendanaan ARAHAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG KOORDINASI DAN PENGAWASAN PERAN MASYARAKAT Maret . dan Kawasan Budidaya bernilai strategis nasional (Kawasan Andalan).SAATNYA MENEPATI JANJI-JANJI Oleh: Redaksi Butaru 4 RTR Pulau telah diPerpreskan RTR PULAU/KEPULAUAN ADALAH rencana rinci (Pasal 14 ayat 3) yang disusun sebagai penjabaran dan perangkat operasional (Pasal 14 ayat 4) RTRWN. RTR Pulau merupakan bridging antara perencanaan (RTRWN) dengan tahapan pemanfaatan ruang nasional. Sistem transportasi nasional. 28 Tahun 2012 tentang RTR Pulau Jawa Bali .Sistem Perkotaan Nias . Sistem infrastruktur wilayah lainnya (Energi. 13 Tahun 2012 tentang RTR Pulau Sumatera . dan sesuai karakteristiknya. Telekomunikasi fungsional Wilayah Sungai fungsional Kaw. Sistem Nasional dalam RTR Pulau meliputi: Sistem perkotaan nasional. baru empat RTR Pulau yang telah menjadi Peraturan Presiden Republik Indonesia. SDA fungsional Kaw. RTR Pulau menjabarkan struktur dan pola ruang nasional (atau sistem nasional) ke dalam perspektif ruang pulau sesuai tujuan nasional pembangunan wilayah pulau berdasarkan isu strategis.Kaw. yaitu: . Budi Daya Nias I N D I V I D U ARAHAN PEMANFAATAN RUANG: Indikasi Program Utama 5 tahunan. Telekom. RTR ditetapkan melalui Peraturan Presiden. Sumber daya Air).Perpres No. Energi fungsional Jar. Instansi Pelaksana.Perpres No. yaitu Sistem Nasional yang digunakan untuk mewujudkan Struktur Ruang dan Pola Ruang Wilayah Nasional ke dalam perspektif ruang pulau/kepulauan. Berdasarkan RTRWN. Sebagai Penjabaran RTRWN. Lindung Nias fungsional Kaw. Lindung Nias .Sistem Jar Energi.Perpres No. Andalan Pola Ruang: . Perkotaan fungsional Jar.April 2012 | buletin tata ruang 21 . dengan skala yang lebih rinci.Kaw. Namun hingga pertengahan April 2012. ASDP fungsional Pelabuhan fungsional Bandar Udara fungsional Jar. Peruntukan fungsional Kaw.Sistem Jar Transportasi Nias .

1 di dunia.696.35%.5% 18. yaitu sebesar 6. Riau dan cagar budaya bersejarah meliputi Istana Maimoon. dan migas. DAN RESTORAN PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI KEUANGAN. Yang pertama dan bias dibilang paling penting adalah fakta bahwa Sumatera merupakan produsen utama produk-produk perkebunan yang strategis. panas bumi dan migas.457. dan hospitality (restoran dan hotel). Pulau Sumatera merupakan produsen utama kelapa sawit nasional. Isu strategis yang ke dua adalah pulau ini kaya akan potensi Pertambangan Mineral. Konsentrasi ekonomi P. perdagangan. Namun sayangnya hal ini belum didukung industri pengolahan yang memberi nilai tambah lebih (ekspor mentah). Candi Muaro Jambi. industri.4% 7. HOTEL. industri. Sumatera adalah penghasil batubara. Semua sektor ini berkontribusi sebesar 23. Isu yang ke tiga adalah kontribusi produksi pertanian pangan (padi) Pulau Sumatera terhadap nasional yang sebesar 23 % (tahun 2009). pertambangan.6% 14. Laju pertumbuhan ekonomi Sumatera. Maninjau. 72 % dari seluruh Indonesia (Sumber: Kem. Pertanian. dan hospitality (restoran dan hotel). 2008). permukiman tradisional Tomok. SEKTOR UNGGULAN ACEH Pertanian Pertambangan Industri Utilitas Bangunan Perdag. Res Transportasi Jasa Keuangan Jasa Lainnya √ √ √√ √ √ √ √ √ √ PERTANIAN Pertanian PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK DAN AIR MINUM BANGUNAN DAN KONSTRUKSI PERDAGANGAN.April 2012 . terutama dari komoditas CPO. Sektor unggulan pulau ini adalah pertanian. perdagangan. 13 Tahun 2012 tentang RTR PULAU SUMATERA Kondisi Ekonomi Pulau Sumatera Isu Strategis Pulau Sumatera Ada beberapa isu strategis yang terkait dengan Pulau Sumatera. Ekonomi Pulau Sumatera memberi kontribusi 19. PERSEWAAN DAN JASA PERUSAHAAN JASA-JASA √ √ √ √ √ √ SUMUT √√√ √ √√ SUMBAR √ RIAU √√ √√ √ √√ √ √ √ √ √ √ √ KEPRI BABEL √ JAMBI √ BENGKULU √ SUMSEL √ √√ √ √ LAMPUNG √ 4. Ada beberapa kawasan wisat alam yang perlu dikembangkan. Isu yang ke empat adalah potensi wisata Pulau Sumatera. antara lain Danau Toba.79% terhadap ekspor nasional. yaitu sebesar 78 % dari total produksi di Indonesia.86%. Candi Muara Takus. yaitu 73% dari seluruh Indonesia dan kopi nasional.8% 22 buletin tata ruang | Maret . pertambangan.3% 7.4% 24.topik lain I. Pantai Babel. Sumatera juga penghasil utama karet nasional. PERPRES No. hasil industri. 17.2 % terhadap ekonomi nasional. dan Benteng Marlborough.5% Pertambangan Industri Sektor unggulan pulau ini adalah pertanian. dimana Indonesia merupakan produsen kelapa sawit no. Kep.00 ton (tahun 2009). karet. Sumatera terletak di Provinsi Sumatera Utara (29. lebih tinggi dari laju pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5.8%). Hotel. dan produksi padi sawah sebesar 14.

pertahanan dan keamanan negara.April 2012 | buletin tata ruang 5.375 768. efisiensi ekonomi. bahari.527. konferensi. Tujuan RTR Pulau Sumatera RTR Pulau Sumatera disusun agar Pulau Sumatera mencapai visi-visinya antara lain: 1. kawasan perkotaan nasional yang kompak dan berbasis mitigasi dan adaptasi bencana 9.terbangunnya jaringan transportasi antarmoda yang dapat meningkatkan daya saing. pusat pertumbuhan baru di wilayah pesisir barat dan wilayah pesisir timur Pulau Sumatera. 2.125. Laju deforestasi saat ini telah mengancam Luas Tutupan Hutan Pulau Sumatera sehingga tinggal ± 13 juta ha (30 %). 6.556.terbangunnya jaringan transportasi antarmoda yang dapat meningkatkan keterkaitan antarwilayah.417 8.899 2. perikanan. Thailand. minyak dan gas bumi. kesejahteraan masyarakat. 8. serta panas bumi secara berkelanjutan. antara lain: 1. pemanfaatan potensi perikanan. tercapainya kemandirian energi dan lumbung energi nasional untuk ketenagalistrikan. kelestarian kawasan berfungsi lindung bervegetasi hutan tetap paling sedikit 40% dari luas Pulau Sumatera sesuai dengan kondisi ekosistemnya.kawasan perbatasan negara sebagai beranda depan dan pintu gerbang negara yang berbatasan dengan Negara India. pusat pariwisata berdaya saing internasional berbasis cagar budaya dan ilmu pengetahuan. 2. 28 TAHUN 2012 TENTANG RTR PULAU JAWA-BALI RTR Pulau Jawa Bali disusun dengan tujuan tercapainya visivisi Pulau Jawa-Bali. PERPRES NO.673. 10. perjalanan insentif. Sementara 48 % dari luas keseluruhan rusak dan terus menuju kritis akibat perubahan menjadi perkebunan. dan kelestarian lingkungan hidup. Incentive.429 644.105.423 155. serta membuka keterisolasian wilayah.465 132. perjalanan insentif. pusat perdagangan dan jasa yang berskala internasional. konferensi. Sementara 48% dari luas keseluruhan rusak dan terus menuju kritis akibat perubahan menjadi perkebunan. pusat industri yang berdaya saing. swasembada pangan dan lumbung pangan nasional.947 3.975 570. 6. II. pusat industri yang berdaya saing dan ramah lingkungan. serta penyelenggaraan pertemuan. Isu lain yang juga penting adalah kesenjangan perkembangan wilayah antara Pantai Timur (79 %) dengan Pantai Barat (21 %). serta penyelenggaraan pertemuan. Sumatera juga memiliki isu lingkungan. dan 11.407 439. dan kehutanan secara berkelanjutan. cagar budaya dan ilmu pengetahuan. 23 . dan pameran (Meeting. 7.858 3. 3.160 2. tersedianya kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup yang memadai untuk pembangunan.Di sisi lain.542 149. Luas Panen (Ha) 359.802 746. Singapura. dan MICE. Maret . Pulau Jawa bagian selatan dan Pulau Bali bagian utara berkembang dengan memperhatikan keberadaan kawasan lindung dan kawasan rawan bencana. 5.790 531.236 510. pemanfaatan potensi sumber daya mineral. Malaysia. Convention & Exhibition/MICE). 9. kawasan perkotaan nasional yang kompak berbasis mitigasi dan adaptasi bencana. bahari.864 430 Laju deforestasi saat ini telah mengancam Luas Tutupan Hutan Pulau SUmatera sehingga tinggal ± 13 juta ha (30%). dan Vietnam dengan memperhatikan keharmonisan aspek kedaulatan. pusat pengembangan ekonomi perkebunan. Provinsi (2009) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Aceh Sumut Sumbar Riau Jambi Sumsel Bengkulu Lampung Babel Kepri 7. kelestarian kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati hutan tropis basah. perkebunan. lumbung pangan utama nasional. pusat pariwisata berdaya saing internasional berbasis ekowisata.844 19.063 144 Produksi ton/thn (2009) 1. 3. 8. serta pertambangan yang berkelanjutan. 10. 4. ekowisata. 4.

Mengembangkan kawasan perkotaan nasional sebagai pusat penelitian & pengembangan pertanian pangan 2. mengendalikan perkembangan fisik kawasan perkotaan nasional untuk menjaga keutuhan lahan pertanian pangan STRATEGI : 1. Mengembangkan kawasan perkotaannasional melalui peningkatan fungsiindustri pengolahan & industri jasa pertanian pangan 3. khususnya yang berkaitan dengan beberapa isu berikut ini: 1. dibuatlah kebijakan dan strategi. jenis 1. Kawasan Perkotaan Nasional yang Kompak Berbasis Mitigasi Adaptasi Bencana KAWASAN PERKOTAAN NASIONAL YANG KOMPAK BERBASIS MITIGASI & ADAPTASI BENCANA KEBIJAKAN 1: KEBIJAKAN 1: Pengendalian perkembangan kawasan perkotaan nasional yang menjalar (urban sprawl) Pengendalian perkembangan kawasan perkotaan nasional di kawasan rawan bencana STRATEGI : STRATEGI : 1. perdagangan. Mengembangkan & memelihara bendungan/ waduk untuk mempertahankan daya tampung air yang menjamin persediaan air baku bagi kegiatan pertanian pangan 2. Mengendalikan perkembangan kawasan & ancaman bencana di kawasan perkotaan permukiman. Menetapkan zona rawan bencana beserta ketentuan mengenai standar bangunan gedung yang sesuai dengan karakteristik. memelihara dan meningkatkan jaringan irigasi teknis pada daerah irigasi meningkatkan luasan pertanian pangan STRATEGI : 1. Mengendalikan alih fungsi peruntukan lahan pertanian untuk tanaman pangan 3.topik lain Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Nasional Pulau Jawa dan Bali Agar tercapai tujuan RTR di atas. jasa. termasuk jaringan prasarana SDA untuk tanaman pangan melalui lahan pertanian pangan meningkatkan luasan lahan peningkatan fungsi industri berkelanjutan pertanian untuk tanaman pangan pengolahan & industri jasa hasil pertanian tanaman pangan STRATEGI : 1. 24 buletin tata ruang | Maret . Mengendalikan perkembangan kawasan budi dukung & daya tampung lingkungan hidup daya terbangun di kawasan perkotaan nasional 2.April 2012 . Mengendalikan perkembangan kawasan yang berpotensi terjadinya bencana perkotaan nasional yang berdekatan dengan 3. industri di nasional kawasan perkotaan nasional sesuai dengan daya 2. Lumbung Pangan Utama Nasional LUMBUNG PANGAN UTAMA NASIONAL KEBIJAKAN 1: KEBIJAKAN 1: KEBIJAKAN 1: Pemertahanan lahan pertanian Pengembangan & pemertahanan Pengembanagan sentra pertanian untuk tanaman pangan. Mempertahankan luas bahan pertanian pangan berkelanjutan dengan mengendalikan kegiatan budi daya lainnya 2. Membangin sarana pemantauan bencana Kebijakan dan strategi dibuat agar tercapai tujuan RTR yang sudah disebutkan khususnya yang berkaitan dengan beberapa isu yang ada. Mengembangkan sentra pertanian tanaman pangan untuk ketahanan pangan nasional 2. Mengembangkan prasarana & sarana perkotaan kawasan lindung yang berfungsi sebagai lokasi & jalur evakuasi bencana 4.

PKW Kudus. PKW Pandeglang. PKW Blitar. PKW Klaten. PKW Tuban. PKW Probolinggo.Jaringan Jalan Pengumpan Pulau Jawa (Jakarta-DepokBogor. PKW Cepu. PKW Kebumen. yaitu di bidang Cipta Karya dan Bina Marga. PKN Surakarta. .Jaringan Jalan Pulau Madura (Kamal-Bangkalan-SampangPamekasan-Sumenep-Kalianget) yang berlangsung sejak 2011 sampai 2014. Mengembangkan & memantapkan prasarana & sarana pendukung kegiatan pariwisata STRATEGI : STRATEGI : 1. Wangon-Jeruklegi. PKW Cikampek-Cikopo. Bahari. PKW Indramayu. & Rawalo-Sampang-Buntu) yang berlangsung sejak 2011 sampai 2019. PKW Pamekasan. . 1. 2. PKW Magelang. Memantapkan akses prasarana antarkawasan perkotaan & sarana untuk meningkatkan nasional sbg pusat pariwisata keterkaitan antara kawasan di Pulau Jawa-Bali dlm perkotaan nasional & kawasan kesatuan tujuan pariwisata pariwisata Selain itu juga dibuat Strategi Operasional Perwujudan (SOP) yang berkaitan dengan bidang-bidang tertentu. PKW Rangkas Bitung.Jaringan Jalan Lintas Bali Selatan (Gilimanuk-Cekik-NegaraTabanan-Mengwitani-Beringkit-Denpasar-TohpatiKusamba-Angentelu-Padangbai) yang berlangsung sejak 2011 sampai 2014. PKN Kawasan Perkotaan Jabodetabek. PKN Kawasan Perkotaan Kedungsepur. CileunyiSumedang-Kadipaten-Palimanan. air. PKW Tegal. PKW Palabuhanratu. EKOWISATA. SecangBawen-Salatiga-Boyolali-Kartosuro-Surakarta-SragenNgawi-Caruban-Nganjuk-Kertosono-Jombang-MojokertoKrian-Waru. SOP seperti ini dilakukan di PKN Serang. BAHARI. PKN Kawasan Perkotaan Gerbangkertosusila. Yogyakarta-PrambananKlaten-Kartosuro. dan minim limbah. PKW Pekalongan. PKW Purwokerto. Gempol-Malang) yang berlangsung sejak 2011 sampai 2014. Maret . PKW Salatiga. Pusat Pariwisata Berdaya Saing Internasional Berbasis Cagar Budaya dan Ilmu Pengetahuan. PKN Kawasan Perkotaan Sarbagita. PKW Pacitan. PKW Tasikmalaya. PKW Semarapura.April 2012 | buletin tata ruang 25 .Jaringan Jalan Lintas Selatan Pulau Jawa (JeruklegiCilacap-Slarang-Sampang-Buntu-Kebumen-PurworejoKarangnongko-Wates-Yogyakarta) dan Jaringan Jalan Lintas Pantai Selatan Pulau Jawa (Jeruklegi-Cilacap-Slarang) yang berlangsung sejak 2011 sampai 2024. PKN Cilacap. PKW Singaraja. PKW Sukabumi. Bidang Bina Marga Dalam bidang Bina Marga. PKN Kawasan Perkotaan Bandung Raya. dan PKW Negara. PKW Boyolali. Purwokerto-Rawalo. PKW Kediri. . Cikampek-Purwakarta-Padalarang. Strategi Operasional Perwujudan (SOP) direalisasikan dalam bentuk pemantapan jaringan jalan nasional di Pulau Jawa-Bali yang terbagi menjadi pemantapan Jaringan Jalan Arteri Primer dan pemantapan Jaringan Jalan Kolektor Primer. Meningkatkan keterkaitan 2. PKW Bojonegoro. Semarang-Ungaran-Bawen. . PKN Cirebon. PKW Kadipaten. Ekowisata dan Mice PUSAT PARIWISATA BERDAYA SAING INTERNASIONAL BERBASIS CAGAR BUDAYA & ILMU PENGETAHUAN. Jaringan Jalan Arteri Primer yang mendapatkan pemantapan antara lain: . . PKW Banyuwangi. PKN Yogyakarta. DAN MICE KEBIJAKAN 1: Rehabilitasi & pengembangan kawasan peruntukan pariwisata KEBIJAKAN 1: Pengembangan kawasan perkotaan nasional sebagai pusat pariwisata KEBIJAKAN 1: Pengembangan keterpaduan antarpusat pariwisata STRATEGI : 1. PKW Wonosobo. lahan. Bidang Cipta Karya Dalam bidang Cipta Karya.Jaringan Jalan Lintas Tengah Pulau Jawa (Bogor-CiawiCibadak-Sukabumi-Cianjur-Padalarang-BandungCileunyi-Rajapolah-Ancol-Ciamis-Banjar-Wangon. PKW Jember. SecangMagelang-Sleman-Yogyakarta. Mengembangkan pusat jasa & promosi pariwasata di kawasan perkotaan nasional 1. PKW Pangandaran. PKW Sleman.3. PKW Madiun.Jaringan Jalan Lintas Utara Pulau Jawa yang berlangsung sejak 2011 sampai 2014. PKW Bantul. PKN Cilegon. Strategi Operasional Perwujudan (SOP) dijabarkan menjadi Sistem Perkotaaan Nasional di Pulau Jawa-Bali yang bertujuan mengembangkan PKN dan PKW dengan konsep kota hijau yang hemat energi. Merehabilitasi kawasan peruntukan pariwisata 2. PKN Malang.

topik lain Sementara itu. industri pengolahan. Maluku Papua Indonesia 20002001 259.018.9% kepada ekonomi nasional dengan laju Pertumbuhan 6. semak belukar. Ajibarang-Purwokerto-Banyumas.69% terhadap ekspor nasional.Jaringan Jalan Lintas Pantai Selatan Pulau Jawa (Talok-Jarit) yang berlangsung sejak 2011 sampai 2027. .400 Rata-rata per Tahun 269.100 10.700 134.200 20.300 41.000 147. terutama ekspor bahan mentah atau setengah jadi. dan perdagangan.600 40.000 154. PERPRES No. batubara. Pemantapan Jaringan Jalan Kolektor Primer dilakukan antara lain pada: . yang lebih besar dari laju pertumbuhan ekonomi nasional (5.000 343400 480. kayu.400 160.000 107.230. kayu. Adapun sektor unggulan pulau ini adalah pertambangan. .700 150.600 41. migas.345.900 718.560 246.800 1.600 142100 129. KertosonoKediri-Tulung Agung.447. pertanian atau perkebunan.200 926.Jaringan Jalan Lintas Tengah Pulau Jawa (Cilegon-LabuanPandeglang-Rangkas Bitung-Cipanas-Bogor. CPO.906.Jaringan Jalan Lintas Selatan Pulau Jawa (LabuanCibaliung-Simpang-Bayah-Palabuhan Ratu-BagbaganSurade-Tegalbuleud.680 1. Ciawi-Puncak-Cianjur.Jaringan Jalan Pengumpan Pulau Jawa (SerangPandeglang. dan perdagangan. Probolinggo-Wonorejo.020 173. Srono-Muncar) yang berlangsung sejak 2011 sampai 2014.400 385. perdagangan.560 26 buletin tata ruang | Maret .700 71700 173. Tahun No 1 2 3 4 5 6 7 Pulau Kalimantan memberi kontribusi 27. Pulau ini memberi kontribusi 27. terjadi laju deforestasi di Pulau Kalimantan sebesar 246.100 142.500 20022003 339.020 ha/ tahun akibat alih fungsi menjadi kebun atau tani.700 962.500 169.260 71.500 28. Tuban-Sadang-Gresik. batubara. 3 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG PULAU KALIMANTAN Kondisi Ekonomi dan Lingkungan Pulau Kalimantan memberi kontribusi 6. Malang-Kepanjen.100 866.800 84. Pulau Sumatera Jawa Kalimantan Sulawesi Bali dan Kep. Konsentrasi kegiatan ekonomi terletak di Provinsi Kaltim (44.400 99. Dari segi lingkungan. Banjar-Kalipucang.April 2012 .200 20012002 202.600 10. Buntu-Banyumas-Banjarnegara-WonosoboTemanggung-Secang) yang berlangsung sejak 2011 sampai 2019.300 359. Kelapagenep-PangandaranKalipucang-Jeruklegi. Jakarta-Ciputat-Bogor.500 712.700 37300 234. Nusa Tenggara Kep.300 1. CPO. industri. Mojokerto-Gempol. .089.960 42.100 Total 1. pariwisata dan transportasi.21%). Lohbener-Indramayu-Cirebon. YogyakartaBantul-Greges-Parangtritis.600 100. WidangBojonegoro-Padangan-Ngawi-Madiun-Caruban.300 132.95%.800 20042005 335. Tegal-Slawi-Prupuk-AjibarangWangon. dan permukiman kota dengan izin lokasi yang dikeluarkan pemerintah daerah (otonomi daerah).800 214. III. WangonRawalo.500 5.500 118300 212. Rajapolah-TasikmalayaAncol.86%). Yogyakarta-Wonosari-Rongkop (Baran)-Pacitan-Hadiwarno-Panggul-Trenggalek-Tulung Agung-Blitar-Kepanjen-Talok-Jarit-Lumajang-WonorejoJember-Glenmore-Banyuwangi dan Jaringan Jalan Lintas Pantai Selatan Pulau Jawa yang menghubungkan Rongkop (Baran)-Pacitan-Hadiwarno-Panggul) dan Jaringan Jalan Lintas Pantai Selatan Pulau Jawa (Batas Banten- Palabuhanratu-Bagbagan-Surade-Tegalbuleud) yang berlangsung sejak 2011 sampai 2024.800 1.800 20032004 208. industri pengolahan. terutama ekspor bahan mentah atau setengah jadi.69% terhadap ekspor nasional.980 143.100 634.400 140. migas.

beranda depan dan pintu gerbang NKRI dengan Negara Malaysia. 2. KA Bontang . KA Laut Bontang – Tarakan dan Sekitarnya. dan hasil hutan secara berkelanjutan.Sangata Muara Wahau (Sasamawa) dsk. keterpaduan sistem jaringan transportasi antarmoda yang dapat meningkatkan keterkaitan antarwilayah dan membuka keterisolasian wilayah. 3. 9. kawasan ekowisata hutan tropis basah dan budaya Kalimantan. Mengembangkan energi baru dan terbarukan. 7. pusat pengembangan pertambangan mineral. Kawasan Suaka Alam dan Pelestarian Alam: ± 5 juta ha (9%).Pulau Bunyu . KA Tarakan . Kawasan Hutan Lindung: ± 7 juta ha (12%).Tujuan Penataan Ruang Pengembangan Wilayah Pulau Kalimantan Penataan ruang pengembangan wilayah Kalimantan dilakukan agar tercapai visi-visi Pulau Kalimantan. 4.Penajam dan Sekitarnya (Bonsamtebajam) dsk. KA Sangkulirang . Migas di: KA Tanjung Redeb dsk. batubara. KA Laut Pulau Laut. 3.Samarinda . KA Muarateweh dsk. pusat pengembangan perkebunan kelapa sawit. 2. swasembada dan lumbung pangan nasional. 8.Tenggarong . dengan luasan kawasan berfungsi lindung Eksisting ±12juta ha (21%) KEMANDIRIAN DAN LUMBUNG ENERGI NASIONAL UNTUK KETENAGALISTRIKAN Jaringan Transmisi Listrik Interkoneksi Jaringan Pipa Transmisi dan Distribusi MIGAS Kawasan Andalan (KA) Batubara. karet. antara lain: 1. Kawasan Hutan Produksi (31%) diharapkan dengan fungsi lindung 80% yang diperkirakan equal to ± 24% Mempertahankan minimal 45% luas hutan dengan tegakan yang berfungsi sebagai paru-paru dunia dan konservasi keanekaragaman hayati. 5. kemandirian energi dan lumbung energi nasional untuk ketenagalistrikan. serta minyak dan gas bumi. 6. PARU-PARU DUNIA DENGAN KELESTARIAN KAWASAN KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN KAWASAN HUTAN TROPIS BASAH >= 45% LUAS KALIMANTAN TUJUAN 1 Rencana / Target Luasan Kawasan berfungsi Lindung: 1. paru-paru dunia dengan kelestarian kawasan konservasi keanekaragaman hayati dan kawasan berfungsi lindung bervegetasi hutan tropis basah paling sedikit 45% luas Pulau Kalimantan.Balikpapan . pusat pengembangan kawasan perkotaan berbasis air. serta interkoneksi transmisi tenaga listrik untuk melayani Pulau Kalimantan dan mendukung sistem penyediaan tenaga listrik nasional TUJUAN 2 Maret .Malinau (Tatapanbuma) dsk.Tanjung Palas-Nunukan . KA Lait Kuala Pembuang dsk.April 2012 | buletin tata ruang 27 .

PKW Singkawang. PKW Pangkalan Bun. dan bandar udara • Integrasi antara jaringan jalan (lintas selatan. 28 buletin tata ruang | Maret .topik lain PUSAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN BERBASIS AIR Pengembangan Waterfront City pada kota-kota yang berada di tepi tubuh air (Sungai besar atau laut): PKN Banjarmasih-Banjarbaru. belum sampai setengahnya yang RTRW-nya berhasil di-Perda-kan. PKN Palangkaraya. dan PKW Tanah Grogot TUJUAN 6 Mengembangkan kawasan perkotaan sebagai kota tepi air (waterfront city) yang didukung dengan prasarana dan sarana perkotaan berbasis mitigasi bencana banjir KETERPADUAN SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI ANTARMODA UNTUK KETERKAITAN ANTARWILAYAH DAN MEMBUKA ISOLASI WILAYAH • Peningkatan keterkaitan transportasi antarmoda antara jaringan jalan dan transportasi sungai dengan jaringan kereta api. PKW Putussibau. PKW Sanggau. PKW Muarateweh. lintas tengah. PKN SamarindaTenggarong-BalikpapanBontang. PKW Sampit. lintas utara. PKW Tanjung Selor. jalan pengumpan) dengan jaringan transportasi sungai • PKN/PKW Mempertahankan minimal 45% luas hutan dengan tegakan yang berfungsi sebagai paru-paru dunia dan konservasi keanekaragaman hayati. PKW Sangata. PKN Tarakan. PKW Marabahan.April 2012 . PKW Buntok. PKW Tanjung Redeb. PKW Mempawah. PKW Nunukan. PKW Sintang. Padahal ini baru awal dari seluruh proses penataan ruang yang akan diimplementasikan. dengan luasan kawasan berfungsi lindung Eksisting ±12juta ha (21%) TUJUAN 8 Dari semua kota di Indonesia. PKW Kuala Kapuas. pelabuhan. PKW Ketapang. PKW Martapura. PKN Pontianak.

. dan kelestarian lingkungan hidup.68 TSCf. . ekowisata. dan pameran (MICE). aspal. serta deposit aspal yang diperkirakan sekitar 660 juta ton (JICA.kelestarian kawasan berfungsi lindung yang bervegetasi hutan tetap paling sedikit 40% dari luas Pulau Sulawesi. perjalanan insentif. Potensi alam Sulawesi juga sangat besar. dan Tana Toraja yang menjadi tujuan wisata internasional dan nasional.bahari.pusat pariwisata cagar budaya dan ilmu pengetahuan. menghuni wilayah konservasi dengan luas 20% dari total pulau dan tutupan lahan hutan 53% dari luas pulau. Takabonerate. Sayangnya.lumbung pangan padi nasional di bagian selatan dan lumbung pangan jagung nasional di bagian utara. Pulau Sulawesi merupakan kawasan rawan bencana gunung api serta rawan gempa bumi/tsunami. Tujuan Penataan Ruang Pulau Sulawesi Penataan ruang Pulau Sulawesi dilakukan agar tercapai visi Sulawesi antara lain: . Sulawesi memiliki potensi alam yang sangat besar. .95 MMSTB dan cadangan gas bumi 2.kawasan perbatasan negara sebagai beranda depan dan pintu gerbang negara dengan memperhatikan keharmonisan aspek kedaulatan. konferensi.pusat perkebunan kakao berbasis bisnis di bagian tengah. .2% dari total produksi nasional. beras. serta membuka keterisolasian wilayah. Sulawesi juga terkenal memiliki fauna dan flora yang unik (Bioregion Wallacea). Hampir semua spesies utama dan endemik. Dari segi pertambangan. Sulawesi juga memiliki kawasan perbatasan negara dengan 14 pulau kecil terluar dan 46 pintu gerbang internasional memiliki posisi yang strategis dengan dengan Negara filipina dan Malaysia. pertanian. . Sulawesi juga dikenal sebagai produsen jagung. pertahanan dan keamanan negara. cadangan minyak bumi 51. Sulawesi merupakan penghasil nikel (sekitar 500. fauna dan flora yang unik terdapar dalam wilayah konservasi luas 20%.pusat pengembangan ekonomi kelautan berbasis keberlanjutan pemanfaatan sumber daya kelautan dan konservasi laut. serta penyelenggaraan pertemuan.April 2012 | buletin tata ruang 29 . lebih dari 35% prasarana jalannya dalam kondisi rusak. kesejahteraan masyarakat.kawasan perkotaan nasional yang berbasis mitigasi dan adaptasi bencana. . Dapat terlihat dari adanya taman laut. Wakatobi. dan pariwisatanya. mammalia. efisiensi ekonomi. 2008). PERPRES NOMOR 88 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG PULAU SULAWESI Isu Strategis Pulau Sulawesi Ada beberapa isu strategis yang menyangkut Pulau Sulawesi. . Maret . dan amfibi. panas bumi.jaringan transportasi antarmoda yang dapat meningkatkan keterkaitan antarwilayah.IV. Hal ini terlihat dari adanya Taman Laut Bunaken.000 ton). sementara produksi perikanan budidayanya adalah 33% dari total produksi nasional. reptil.pusat pertambangan mineral. burung. dan kakao dalam skala besar. serta minyak dan gas bumi. Diketahui bahwa produksi perikanan tangkap di Sulawesi adalah 19. Yang pertama adalah kekayaan potensi perikanan. Selain itu Sulawesi juga memiliki akses transportasi lintas pulau yang menghubungkan kawasan budidaya dengan outlet dengan arus peti kemas sangat tinggi. . pertambangan. mulai dari tanaman. Di sisi lain.

KA Mamminasata dsk. KA Palu dsk.. Lebih lanjut.topik lain Sebagai Pusat pengembangan ekonomi kelautan berbasis keberlanjutan pemanfaatan sumber daya kelautan dan konservasi laut. 30 . Mencegah sedimentasi kawasan muara sungai 3. Pusat industri pengolahan hasil perikanan orientasi ekspor di PKN Kawasan Perkotaan Manado-Bitung. Selat Makassar. Asera Lasolo. PUSAT PENGEMBANGAN EKONOMI KELAUTAN BERBASIS KEBERLANJUTAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA KELAUTAN DAN KONSERVASI LAUT KEBIJAKAN 1: Pengembangan kawasan perkotaan nasional sebagai pusat perikanan KEBIJAKAN 1: Pengembangan Kawasan minapolitan memperhatikan potensi lestari KEBIJAKAN 1: Pelestarian kawasan konservasi laut yang memiliki keanekaragaman hayati STRATEGI : 1. Mengendalikan penangkapan ikan dengan lestari 5. KA Toli-toli. PKW Kuandang. KA Palopo dsk. Meningkatkan keterkaitan antara kawasan perkotaan nasional dengan sentra perikanan STRATEGI : 1. Melestarikan terumbu karang dan sumber daya hayati laut 2. 2. dan PKW Jeneponto . keterkaitan. Pusat industri pengolahan hasil perikanan di PKN Kendari. serta keserasian antarsektor. Mengkoservasi jalur migrasi biota laut dilindungi 4. PKW Watampone... KA Gorontalo. PKW Barru. KA Kolonedale dsk. PKW Tilamuta. PKW Bulukumba. 3. jelas betapa pentingnya RTR Pulau sebagai pedoman dalam penyusunan rencana pembangunan di Pulau. diperlukan komitmen Pemerintah.. keterkaitan dan keseimbangan perkembangan antarwilayah provinsi dan kabupaten.Kawasan minapolitan di Kawasan Andalan Laut Tomini dsk.Pusat penelitian dan pengembangan pertanian tanaman pangan padi di PKW Pare-Pare dan PKW Kotamobagu Pengembangan kawasan sentra pertanian yang didukung dengan prasarana sumber daya air serta industry pengolahan dan jasa Dari penjabaran di atas. PKW Tilamuta. Batutoli dsk.Pusat Industri pengolahan jagung di PKW Isimu. Outlet ekspor: Pelabuhan Bitung dan Pelabuhan Makassar. PKW Jeneponto. Singkarang-Takabonerate dsk. Kapoposang dsk...Pusat Industri pengolahan jagung yang berorientasi ekspor di PKN Gorontalo . Kapontori-Lasalimu dsk. KA Mamminasata dsk. RTR Pulau merupakan pedoman dalam penentuan lokasi dan fungsi ruang untuk investasi di pulau dan sebagai pedoman penataan ruang wilayah provinsi dan kabupaten/kota di pulau.. Teluk Tolo-Kep. Mengembangkan kawasan industri pengolahan hasil perikanan 2. serta Tiworo dsk. 4. Pemda. juga menjadi pedoman dalam perwujudan keterpaduan. dan KA Bulukumba-Watampone • Mendorong Pusat Pengembangan Ekonommi Pertanian Pangan Padi dan Jagung: . dan keseimbangan perkembangan antarwilayah provinsi dan kabupaten/kota. Bunaken dsk. terdapat strategi yaitu: 1. PKW Toli-toli dan PKW Raha. Mengembangkan prasarana & sarana penangkapan dan budi daya 2. KA Asesolo/ Kendari. Teluk Bone dsk.April 2012 RTR pulau sebagai pedoman dalam penyusunan rencana pembangunan di Pulau. Sehingga berdasarkan semua hal di atas. Lumbung pangan padi nasional di bagian selatan dan lumbung pangan jagung nasional di bagian utara • Pengembangan sentra produksi padi: di Kawasan Andalan (KA) Dumoga-Kotamobagu dsk. buletin tata ruang | Maret . KA Kapolimu-Patikala Muna-Buton. dan masyarakat dalam merealisasikan kegiatan indikasi program utama sesuai waktu pelaksanaan. KA Marisa. KA Parepare dsk. KA Bulukumba-Watampone. PKW Pangkajene. dan PKN Kawasan Perkotaan Mamminasata.. Mengembangkan sarana bantu navigasi pelayaran 5.kota. KA Mamuju. KA Mowedang/Kolaka • Pengembangan Sentra Produksi Jagung di KA Manado-Bitung. juga menjadi pedoman dalam perwujudan keterpaduan. serta keserasian antarsektor. Mengembangkan sentra perikanan tangkap dan budidaya yang didukung teknologi dan ramah lingkungan STRATEGI : 1. Banggai dsk.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. serta ketergantungan ekonomi dengan negara tetangga. Pendekatan sektoral ternyata masih lebih dominan dibandingkan pendekatan regional. 31 . seperti listrik. terbatasnya sarana pelayanan dasar. hingga kini belum ada rencana pembangunan yang berorientasi kepada upaya pembangunan kawasan perbatasan yang terintegrasi dan rinci. Dua isu ini selalu dianggap sebagai ancaman NKRI. lokal dan bisa disesuaikan dengan realitas sosial masyarakat.April 2012 | buletin tata ruang DALAM DUA TAHUN TERAKHIR.Jangan Lagi Terpinggirkan Wilayah Perbatasan: Oleh: Redaksi Butaru Wilayah perbatasan seperti Pulau Sebatik harus dikembangkan sebagai halaman depan yang lebih bermakna. ada beberapa isu Strategis Wilayah Perbatasan yang selalu mengemuka. ternyata bersifat makro karena unit analisisnya adalah pulau besar. Akibatnya. kondisi sosial ekonomi masyarakat perbatasan yang masih rendah. Selain itu RI juga menghadapi isu rawannya pencurian SDA (hutan dan laut) dan penyerobotan batas wilayah. air bersih dan lain-lain. yaitu Perencanaan dalam Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan. RPJMN 2010-2014 juga belum memberikan orientasi bagi pembangunan kawasan perbatasan/PPKT secara terpadu. Maret . Isu lain yang tidak kalah penting adalah tidak seimbangnya perkembangan pembangunan wilayah di perbatasan antara negara kita dengan negara tetangga. antara lain isu pergeseran patok-patok perbatasan dan pemakaian uang ringgit di perbatasan. wilayah-wilayah seperti ini juga memiliki masalah spasial seperti terbatasnya infrastruktur yang berakibat pada keterisolasian wilayah. manusiawi dan substantif. Namun sayangnya kebijakan terkait kawasan perbatasan. Contohnya adalah fakta bahwa pembangunan Malaysia jauh lebih maju daripada wilayah RI di perbatasan yang memungkinkan terjadinya degradasi nasionalisme. Yang menjadi penting untuk dipahami secara kritis adalah persoalan perbatasan seyogianya didekati secara pragmatis. Selain isu strategis di atas.

lokasi geografis P. Jumlah penduduk Indonesia di pulau tersebut adalah ±35.April 2012 Pulau Sebatik termasuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Nunukan. Lalu yang menarik. Masalahnya adalah barang-barang yang beredar di pasarpasar di Pulau Sebatik kebanyakan merupakan produksi Malaysia yang didatangkan dari Kota Tawau. sehingga berpotensi sebagai sentra industri pengolahan hasil pertanian atau perkebunan dalam arti luas. yaitu Rupiah dan Ringgit. Pulau Sebatik terletak pada ALKI II yang merupakan jalur transportasi perdagangan regional dan Internasional masa depan. 19 desa. Penduduk Indonesia di pulau ini yang sakit juga lebih memilih berobat ke Tawao (Malaysia). Sebatik yang berdekatan dengan Tawao merupakan peluang pasar yang potensial. sepatutnya kita mulai melihat Pulau Sebatik sebagai satu aset NKRI yang sangat penting.topik lain Sementara masalah-masalah tersebut diatasi. Zoning Plan dari Ditjen KP3K Beberapa isu atau masalah lokal di pulau ini yang diidentifkasi oleh KKP dan Unhas (2012) antara lain nelayan di wilayah ini membeli bensin dan penduduk membeli gas dari perusahaan asal Malaysia. Selain itu masih ada pasar tradisional di desa lain tapi hanya beroperasi pada hari-hari tertentu (hari pasar). Sebagai beranda depan pagar budaya yang kokoh bagi persatuan dan kesatuan dalam NKRI. Pulau Sebatik. dengan latar belakang etnis yang didominasi suku Bugis-Makasar (90-95%). sekaligus memprihatinkan. Sementara itu pasar-pasar tradisional yang marak aktivitas setiap harinya bisa dijumpai di Desa Sungai Nyamuk dan Desa Sungai Pancang. Konflik yang sering terjadi di Pulau Sebatik adalah pulau yang memiliki luas 247 km ini diduduki oleh dua negara. Sebatik didukung oleh wilayah mainland di Pulau Kalimantan yang masih luas dan potensi sumberdaya yang besar. 32 buletin tata ruang | Maret . karena selain lebih murah dan kualitasnya bagus sehingga mesin bisa lebih awet juga lebih gampang diperoleh. permasalahan yang sering membuat konflik di Pulau Sebatik adalah pulau yang mempunyai luas 247 km ini diduduki oleh dua negara.000 jiwa. yaitu Indonesia dan Malaysia. Wilayah Indonesia di pulau ini terdiri dari lima kecamatan. Petronas. dan di sepanjang perbatasannya terdapat tiga patok perbatasan. di wilayah ini berlaku dua mata uang. . Pulau Sebatik termasuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Nunukan. Pulau Nunukan yang bersebelahan dengan P. Permasalahan dan Potensinya Salah satu Pulau yang berada di wilayah perbatasan dan sering mengalami konflik adalah Pulau Sebatik. Pusat aktivitas ekonomi di Pulau Sebatik terkonsentrasi di Desa Sungai Nyamuk dengan indikasi terdapatnya pasar modern dan komplek ruko di Sungai Nyamuk. yaitu Indonesia dan Malaysia.

mendapat anggaran sebesar 6.8 triliun rupiah yang rencananya akan dikucurkan di lokasi prioritas yang telah ditetapkan. Demikian juga dengan kebijakan pengembangan Pulau Sebatik yang diduduki dua negara. (3) mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini harus dijadikan pelajaran dalam perumusan kebijakan pembangunan. Tugas-tugas lembaga ini adalah menetapkan kebijakan program pembangunan perbatasan. juga antara usaha besar. Pemahaman tentang dinamisme wilayah perbatasan akan menjadi dasar yang kuat bagi formulasi kebijakan perbatasan yang manusiawi dan sesuai kebutuhan masyarakat perbatasan. Tantangan BNPP sebagai lembaga koordinasi antar kementerian/lembaga tidak hanya melakukan fungsi koordinasi terkait kebijakan. (2) meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana pendukung guna mendorong pemanfaatan potensi yang ada. manusiawi dan substantif. salah satunya bahwa orientasi ruang masyarakat perbatasan yang mengarah ke luar NKRI bukan diakibatkan lunturnya nasionalisme atau daya tarik negara tetangga yang lebih maju. Pemahaman perbatasan yang kritis ini akan menjadi sangat penting dalam menyusun alternatif pembangunan wilayah perbatasan sebagai ‘halaman depan’ yang lebih bermakna. (4) menguatkan sistem dan struktur perekonomian lokal dan regional dengan meningkatkan investasi dan mengembangkan hubungan kemitraan dalam bentuk keterkaitan usaha yang saling menunjang dan menguntungkan antara koperasi. tetapi justru terbentuk karena formasi alam yang menentukan keberlangsungan hidup sebuah komunitas. Kabupaten Nunukan sendiri. Enam belas kementerian/lembaga yang menjadi anggota BNPP telah mengimplementasikan kebijakan pemerintah melalui program di kawasan perbatasan dengan dana APBN (BNPP: 2012). tetapi sebagai satu kesatuan komunitas pulau. Rencana aksi pengembangan Pulau Sebatik selayaknya tidak hanya melihat wilayah yang menjadi bagian Indonesia saja. mengelola serta memanfaatkan batas-batas wilayah negara dan kawasan perbatasan.8 milyar rupiah. Anggaran 16 kementerian/lembaga ini diidentifikasi mencapai 3. Namun ke depannya. swasta dan badan usaha. Realitas pertama adalah realitas kartografi yang kaku. mengkoordinasi pelaksanaan. program. yang bertolak-belakang adalah realitas ekologi-sosial-budaya yang dinamis. menengah dan kecil. yaitu 12 provinsi yang memiliki wilayah perbatasan. rencana induk atau rencana aksi pengembangan perbatasan ke depan. BNPP ditantang untuk memahami isu perbatasan. (5) mengembangkan Pulau Sebatik sebagai pusat pertumbuhan di kawasan perbatasan melalui perwujudan struktur dan pola ruang kawasan yang berorientasi pada peningkatan perekonomian masyarakat. Kebijakan BNPP terkait pengembangan Pulau Sebatik adalah: (1) mewujudkan peningkatan taraf hidup masyarakat dan perekonomian di kawasan perbatasan laut melalui peningkatan pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang potensial sesuai dengan daya dukungnya. serta dana pembangunan pemerintah pusat (sektoral) yang diwujudkan dalam rencana induk atau rencana aksi pengembangan. dan realitas lainnya.April 2012 | buletin tata ruang 33 . Memahami perbatasan adalah tentang mengidentifikasi kontradiksi inheren yang kritis dari dua realitas yang sulit dipertemukan.BNPP dan Kebijakan Pengembangan Wilayah Perbatasan Saat ini telah terbentuk Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) sebagai lembaga yang mempunyai tugas dan fungsi. Maret . menetapkan rencana kebutuhan anggaran. yang di dalamnya terdapat Pulau Sebatik. BNPP juga memiliki fungsi koordinasi dalam menetapkan kebijakan dan melaksanakan pembangunan. Selain itu BNPP juga harus menyelenggarakan fungsinya dalam menyusun dan menetapkan rencana induk dan rencana aksi pembangunan batas wilayah negara dan kawasan perbatasan. melaksanakan evaluasi dan pengawasan terhadap pengelolaan batas wilayah dan kawasan perbatasan. Memahami perbatasan adalah tentang mengidentifikasi kontradiksi inheren yang kritis dari dua realitas yang sulit dipertemukan.

Maka dari itu.April 2012 . Peraturan Zonasi merupakan bagian tidak terpisahkan dari RDTR dimana Peta Pola Ruang Berfungsi sebagai Peta Zonasi bagi Peraturan Zonasi Keberhasilan Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Kabupaten/kota dimulai dari pedoman awalnya. Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kedudukan RDTR dalam Sistem Perencanaan Tata Ruang dan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional RENCANA PEMBANGUNAN RENCANA UMUM TATA RUANG RENCANA RINCI TATA RUANG Peraturan Zonasi merupakan bagian tidak terpisahkan dari RDTR dimana Peta Pola Ruang Berfungsi sebagai Peta Zonasi bagi Peraturan Zonasi. Pedoman Penyusunan RDTR umumnya berlaku untuk Bagian Wilayah Kota (bukan Kabupaten). Dibuatnya Permen PU No.. RPJP Nasional RTRW Nasional RTRW Nasional RTR Kawasan Strategis Nasional RPJM Nasional RTRW Provinsi RPJP Provinsi RTR Kawasan Strategis Provinsi RPJP Provinsi RPJP Kab/Kota RTDR Kabupaten RTRW Kabupaten RTR Kawasan Strategis Kab. pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan lainnya membutuhkan suatu pedoman dalam menyusun rencana tata ruang tersebut. 20 Tahun 2011 Tentang Pedoman Penyusunan RDTR dan PZ Kabupaten/Kota merupakan amanat dari PP No. 15 Tahun 2010 Pasal 59 ayat 6 dan Pasal 155 ayat 2. kemudian bergantung pada komitmen dalam prosesnya. RTDR Kota RPJP Kab/Kota RTRW Kota RTR Kawasan Strategis Kota 34 buletin tata ruang | Maret .topik lain Pedoman RDTR Sebagai Upaya Percepatan Implementasi Rencana Tata Ruang Oleh: Redaksi Butaru RENCANA DETAIL TATA RUANG (RDTR) dan Peraturan Zonasi (PZ) yang disusun oleh pemerintah daerah harus berkualitas dan dapat langsung diaplikasikan dalam operasional pemanfaatan dan pengendaliaan pemanfaatan ruang.

Sementara. (2) rencana pola ruang. bagian daerah wilayah kabupaten/kota yang memiliki ciri perkotaan.Hubungan Antara RTRW Kabupaten/Kota. (3) rencana jaringan prasarana. kawasan fungsional seperti bagian wilayah kota/ sub wilayah kota. dan/atau bagian wilayah kabupaten/kota yang berupa kawasan pedesaan dan direncanakan menjadi kawasan perkotaan. meliputi wilayah administrasi. kawasan strategis kabupaten/ kota yang memiliki ciri kawasan perkotaan.April 2012 | buletin tata ruang 35 . (5) ketentuan pemanfaatan ruang. muatan RDTR meliputi: (1) tujuan penataan BWP. RDTR serta PZ berlaku untuk jangka waktu 20 tahun. dan/atau (2) RTRW kabupaten/kota sudah mengamanatkan bagian dari wilayahnya yang perlu disusun RDTR-nya Lingkup Wilayah Perencanaan RDTR. dan ditinjau kembali setiap lima tahun. Sedangkan Wilayah Perencanaan RDTR disebut sebagai Bagian Wilayah Perkotaan (BWP). KECAMATAN T KECAMATAN S Kawasan Perkotaan yang di-RDRT-kan KABUPATEN A RTRW Kabupaten/Kota belum dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. (4) penetapan sub BWP yang diprioritaskan penanganannya. dan (6) peraturan zonasi. 35 Maret . RDTR dan RTBL serta Wilayah Perencanaannya WILAYAH PERENCANAAN Wilayah Kabupaten/Kota RENCANA RT/RW Kabupaten/Kota RDTR BWP RTBL Sub BWP Dirincikan lebih lanjut menjadi Wilayah perencanaan dibagi lagi menjadi Wilayah perencanaan adalah Kriteria Perencanaan RDTR dan PZ adalah: (1) RTRW kabupaten/kota belum dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang karena tingkat ketelitian petanya belum mencapai 1:5000.

dan ketentuan pemanfaatan ruang. penetapan sub BWP yang diprioritaskan penanganannya dan ketentuan pemanfaatan ruang. prosedur penyusunan dan kelengkapan dokumen. yakni: ketentuan kegiatan dan penggunaan lahan. rencana jaringan prasarana. Bab III tentang Peraturan Zonasi berisi tentang komponen materi Peraturan Zonasi dan pengelompokan materi. (5) Perumusan konsep. meliputi materi teknis RDTR dan Peraturan Zonasi. ketentuan intensitas pemanfaatan ruang. yaitu istilah dan definisi. (3) Pengumpulan data. Peraturan Zonasi. rencana pola ruang. pelibatan peran masyarakat dalam penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi. (6) Penyusunan Naskah Akademis. Hal terakhir yang perlu diketahui oleh pemerintah daerah dan pemangku dalam menyususn RDTR dan Peraturan Zonasi adalah prosedur penyusunannya. Dengan adanya pedoman RDTR dan PZ. 36 buletin tata ruang | Maret . Selanjutnya di dalam bab muatan RDTR dibahas tentang tujuan penataan ruang. sebagai acuan dalam pemberian izin pemanfaatan ruang termasuk di dalamnya air right development dan pemanfaatan ruang di bawah tanah. penetapan sub BWP yang diprioritaskan penanganannya. dan naskah Raperda tentang RDTR dan Peraturan Zonasi. Sementara materi pilihan akan ditambahkan bila dibutuhkan. rencana pola ruang. ketentuan tata bangunan. berturutturut adalah: (1) Pra persiapan penyusunan. yaitu prosedur penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi yang terdiri dari proses dan jangka waktu penyusunan RDTR dan Peraturan Zonasi. yakni meliputi: ketentuan tambahan. Materi wajib meliputi lima hal. dan jika disusun sesuai dengan prosedur yang berlaku. fungsi dan manfaat RDTR. dan ketentuan pelaksanaan. Muatan Peraturan Zonasi. standar teknis. kedudukan RDTR dan Peraturan Zonasi. dan (7) Penyusunan naskah Raperda.April 2012 . muatan. ketentuan prasarana dan sarana minimal. Ditjen Penataan Ruang.topik lain Pedoman RDTR Pedoman RDTR memuat ketentuan umum. (4) Pengolahan dan analisis data. Kementerian PU. Selanjutnya di dalam bab muatan RDTR dibahas tentang tujuan penataan ruang. produk RDTR danPZ pemerintah daerah akan lebih berkualitas dan memudahkan operasional pemanfaatan ruang dan pengendaliannya. ketentuan khusus. kriteria dan lingkup wilayah RDTR. (2) Persiapan penyusunan. rencana jaringan prasarana. Direktorat Perkotaan. kelengkapan dokumen. Dilanjutkan dengan bab selanjutnya. menjaga kualitas dan karakteristik zona dengan meminimalkan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan karakteristik zonasi dan meminimalkan gangguan atau dampak negatif terhadap zona. dan masa berlaku RDTR. Adapun manfaat PZ antara lain: menjamin dan menjaga kualitas BWP minimal yang ditetapkan. Di dalam bab ketentuan umum dibahas beberapa hal. Lalu bab terakhir. Ada tujuh tahapan dalam Prosedur Penyusun RDTR dan Peraturan Zonasi. Peraturan Zonasi: fungsi dan Manfaat Peraturan Zonasi berfungsi antara lain sebagai perangkat operasional pengendalian pemanfaatan ruang. Catatan: Bahan Sosialisasi Pedoman RDTR dan PZ disusun oleh Sub Direktorat Pengaturan. dan rujukan teknis dalam pengembangan atau pemanfaatan lahan dan penetapan lokasi investasi. dan ketentuan pengaturan zonasi. terdiri dari materi wajib dan materi pilihan. dan penetapan RDTR dan Peraturan Zonasi.

Sampai saat ini masih terdapat beberapa kasus tumpang tindih peraturan dimana masing-masing sektor memiliki peta peruntukan yang bergesekan satu sama lain. Secara lantang pun pertanyaan ini muncul pada mereka yang menentang adanya pengadaan perkebunan sawit besarbesaran. Bahkan beberapa suku mulai terancam keberadaannya. Hak-hak masyarakat adat ini masih sering dilanggar.April 2012 | buletin tata ruang 37 . sumber makanan. Hutan bagi mereka adalah segalanya. Ini mengapa kesuburan tanah pada lahan perkebunan sawit menurun atau bahkan menjadi rusak dan sangat kering begitu ditinggalkan. dan sudah seharusnya kita semua ikut membantu menjaga kelestarian hutan tersebut. Hutan juga memberikan mereka mata pencaharian sehari-hari.wacana KALA MANUSIA MEREBUT HABITAT Oleh: Redaksi Butaru Tak hanya mengubah ekosistem. hutan juga memberikan mereka tempat tinggal. Kebun memang dapat dibayangkan sebagai suatu bidang tanah yang dipenuhi berbagai tumbuhan hijau di atasnya. Di samping makna pentingnya hutan sebagai penghasil oksigen bagi kehidupan. Sawit adalah salah satu komoditi perkebunan dengan nilai ekonomis yang cukup menjanjikan. Masyarakat lokal atau masyarakat adat adalah salah satu korban yang terkena dampak langsung dari alih fungsi hutan tersebut. terutama apabila hutan tersebut memiliki potensi tambang emas. Penyebabnya tidak lain adalah alih fungsi lahan dan pembalakan liar yang masih terus-menerus terjadi di beberapa daerah di Indonesia. obatobatan dan lain sebagainya. tembaga atau yang lainnya. beberapa komoditi perkebunan juga memberikan dampak negatif yang cukup besar. Tetapi di balik potensi ekonomi yang fantastis tersebut. Dampak dari hal-hal tersebut sungguh sangat meresahkan karena timbulnya berbagai bencana yang melanda hampir di semua sektor. Alih fungsi hutan menjadi perkebunan juga melahirkan konflik tersendiri. Sampai saat ini hal tersebut masih sering terjadi dengan alasan telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah setempat. Maret . Sawit adalah jenis tumbuhan yang membutuhkan cukup banyak air agar tetap hidup. Karena terus menerus terjadi. siapa yang harus mengalah? HUTAN INDONESIA sampai saat ini masih mengalami penurunan luasan secara terus menerus. Masyarakat lokal mulai bersuara setelah tahu bahwa dampak atau imbas perkebunan kelapa sawit ini begitu dahsyat bagi keberlangsungan hidup. Akan tetapi. yang mampu membantu perekonomian serta memproduksi cukup oksigen bagi manusia. Berbagai lembaga survey telah melakukan audit terhadap luasan hutan Indonesia dengan hasil masing-masing yang tidak jauh berbeda. sawit juga berdampak buruk bagi lingkungannya. kita harus siap menanggalkan gelar sebagai Zamrud Khatulistiwa cepat atau lambat. tidak hanya dampak positif. alih fungsi hutan pun menuai konflik antar manusia dan hewan. Jika dibiarkan terus. Mereka pun tergugah mulai menentang dan menolak keras adanya perkebunan sawit.

Hal ini yang membuat proses negosiasi menjadi lebih mudah. satwa yang kerap dijuluki “Borneo pygmy elephant” atau gajah kerdil Borneo tersebut semakin terdesak. Dari hasil pemantauan. Data WWf menunjukkan bahwa dari 2005 hingga 2007 tercatat sekitar 16. tapi juga kepada seluruh ekosistem. kondisi itu tidak menjamin keberlangsungan hidup harimau Sumatra. tahun 2005 hingga 2009 terdapat 11 desa yang rawan konflik gajah. Kerja sama multisektoral harus terus dibangun dan diperkuat agar tidak ada lagi kasus-kasus penyalahgunaan wewenang. Landasan hukum dan peraturan perundang-undangan yang ada sudah cukup jelas. Meski sebagian besar berada di kawasan hutan lindung. Tetapi di sisi lain kita juga harus tetap menjaga stabilitas lingkungan. Harimau Sumatera atau Panthera Tigris Sumatrae juga semakin menghilang keberadaannya. Dari jumlah tersebut.000 tanaman sawit milik masyarakat dan perusahaan perkebunan rusak dimakan gajah. Survey terakhir membuktikan bahwa populasi Harimau Sumatera sampai saat ini hanya tersisa sekitar 250-300 ekor. Di antaranya adalah munculnya beberapa ekor harimau pemangsa di daerah permukiman masyarakat. Harapan ke depan. Kita harus mengakui bahwa di satu sisi Indonesia adalah negara berkembang yang membutuhkan sumber-sumber alam yang potensial. dampak tersebut dirasakan oleh manusia. Malaysia. Akibat dari hilangnya habitat hutan wilayah jelajah gajah Borneo. alam/tumbuhan serta hewan-hewan yang membutuhkan hutan sebagai tempat tinggal. Sampai kapan konflik-konflik tersebut akan terus terjadi? Kerugian demi kerugian terus kita tuai sampai saat ini.wacana Tidak hanya Gajah Kalimantan. Yang harus dipahami adalah alih fungsi lahan secara berlebihan tidak hanya berdampak kepada manusia saja. Hal ini dibuktikan oleh kejadian-kejadian sepanjang tahun 2011 yang mencatat ada lima kasus besar konflik masyarakat dengan satwa. Salah satu contoh Masyarakat Lokal yang bergantung pada hutan Mungkin juga ini dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat lokal terhadap dampak perkebunan kelapa sawit. Sebagai salah satu contoh adalah kasus menurunnya jumlah populasi Gajah Kerdil Borneo. mengingat semakin hari kawasan hutan di Jambi terus tergerus akibat alihfungsi lahan menjadi perkebunan atau perumahan.April 2012 Gajah Kerdil Kalimantan Harimau Sumatera yang mulai punah 38 . Kalimantan Timur. semua pihak lebih memperkuat peran masing-masing dalam berkontribusi mencegah kerugian akibat kejadian ini terus berlanjut. sekitar 125 ekor berada pada areal hutan lindung Taman Nasional Kerinci Sebelat. Sungguh ironis apabila hal ini dibiarkan terus berlanjut. Masyarakat lokal yang hidup pada atau di sekitar areal perkebunan sering diidentikkan sebagai masyarakat yang jauh dari akses informasi dan tidak mengerti apa-apa. namun belum optimal di dalam penerapannya. World Wildlife fun (WWf) Indonesia di dalam penelitiannya sejak tahun 2007 hingga akhir 2011 mengungkapkan bahwa saat ini hanya terdapat kurang lebih 20-80 individu dari Gajah Kerdil tersebut dan tersebar di daerah Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan wilayah Sabah. Perambahan hutan untuk perkebunan kelapa sawit yang terus terjadi menyebabkan semakin berkurangnya habitat serta wilayah jelajah gajah Borneo. sehingga kemudian memicu adanya konflik antara manusia dan gajah. Semua desadesa tersebut berada di Kabupaten Nunukan. buletin tata ruang | Maret . Artinya.

e. Mengenai Karst Pawonsari. Wacana pelimpahan wewenang persetujuan substansi RDTR kepada Pemerintah Daerah terkait. sejauh ini BKPRN masih berpegang pada surat Menko Perekonomian tertanggal 23 Mei 2011 yang menyatakan bahwa permohonan IMB PPATK tidak dapat disetujui karena tidak sesuai dengan Perpres No. Kab. Untuk permohonan rekomendasi terhadap kasus pembangunan PPATK di Kabupaten Cianjur. g. Nama Daerah Kabupaten Lumajang Kabupaten Bireun Kabupaten Aceh Utara Kota Dumai Kota Banjar Tanggal Pelaksanaan 14 April 2012 20 April 2012 20 April 2012 25 April 2012 25 April 2012 Maret . Akan tetapi Pokja 4 BKPRN akan terus melakukan pembahasan mengenai hal ini. antara lain adalah : a. Pertemuan BKPRN dengan pihak IPSC Sentul berlangsung pada tanggal 14 Maret 2012 bertempat di Gedung Mako IPSC Sentul Kabupaten Bogor. BKPRN merasa perlu untuk mengadakan pertemuan terlebih dahulu dalam waktu dekat dengan Pemda serta pihak terkait PLTU Batang agar diperoleh penjelasan lebih rinci mengenai lokasi dan dampaknya terhadap lingkungan. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. f. c. rencana penggunaan kawasan PKC dengan luas 261. b.agenda Agenda Kerja BKPRN MARET . pada bulan Maret-April. Bogor perlu dilakukan revisi AMDAL. Hasil rapat unit Eselon II BKPRN ini kemudian dilaporkan pada unit Eselon I BKPRN melalui sebuah acara Breakfast Meeting yang diadakan pada tanggal 5 Maret 2012. Kab. Bogor dapat dilakukan sesuai arahan rekomendasi. terutama sehubungan dengan Koefisien Dasar Bangunan di lokasi IPSC yang direncanakan akan menggunakan konsep 7in1. penguatan kelembagaan khususnya BKSP Jabodetabekjur.April 2012 | buletin tata ruang 39 . 54 tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur. Disepakati Koefisien Wilayah Terbangun sebesar 20% yang diarahkan untuk pemanfaatan ruang kawasan terbangun (seluas 113 Ha). terdiri atas kawasan konservasi seluas 147 Ha dan kawasan terbangun seluas 113 Ha. Universitas Pertahanan. penetapan batas wilayah administrasi di Indonesia. dan Military Game) dalam satu lokasi IPSC tersebut. yaitu: No 1 2 3 4 5 KEGIATAN BADAN KOORDINASI PENATAAN RUANG NASIONAL (BKPRN) pada periode Maret hingga April 2012 ini diawali dengan acara pertemuan lanjutan unit Eselon II BKPRN yang diadakan sebelumnya (3/2) dengan agenda yang sama yakni peninjauan kembali Agenda BKPRN 2012-2013. PLTU Batang. Rencana Perubahan Rekomendasi Penggunaan Kawasan untuk Pusat Perdamaian dan Keamanan (PKC) di Kec. dan wacana mengenai mekanisme pembahasan RDTR yang sampai saat ini belum juga ditetapkan. Sesuai hasil perhitungan.APRIL 2012 b. Terhadap Rencana Perubahan Penggunaan Kawasan PKC di Kec. BKPRN akan segera melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait. 54/2008. Perubahan Rekomendasi Penggunaan Kawasan PKC di Kec. Citeurep. mengemuka mengingat akan luar biasa banyaknya persetujuan substansi yang akan dibahas oleh BKPRN apabila mekanisme persetujuan substansi RDTR tetap diberlakukan sama seperti persetujuan substansi Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Indonesian Peace and Security Center (IPSC) Sentul dan Kawasan Karst Pawonsari. Agenda pertemuan BKPRN berikutnya adalah Dinner Meeting unit Eselon II dalam rangka tindak lanjut terhadap surat-surat dari daerah yang meminta BKPRN membantu menyelesaikan konflik ruang yang terjadi pada daerah tersebut melalui surat rekomendasi. d. Hasil dari pertemuan ini merupakan sebuah rekomendasi dari BKPRN yang isinya adalah : a. Citeurep. Rencana pembangunan kawasan PKC berada di Zona B3 yang pada prinsipnya dapat dilaksanakan dengan cara pembangunan dengan intensitas lahan terbangun rendah dengan menerapkan rekayasa teknis untuk mempertahankan fungsi resapan air. c. Rapat pembahasan terkait persetujuan substansi Raperda RTRW Kabupaten/Kota. Bogor dilakukan dengan meningkatkan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) dari 5% menjadi 20% berada pada Zona B3 berdasarkan Perpres No. d. Kab. dimana terdapat 7 fungsi (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian. Kasuskasus tersebut antara lain adalah kasus gedung Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) . Pertemuan yang berlangsung pada tanggal 12 Maret 2012 menghasilkan beberapa keputusan. Akan segera dilaksanakan sebuah pertemuan BKPRN mengenai permohonan dari Menteri Pertahanan tentang pembangunan IPSC di Sentul.712 Ha. Standby force. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Pembangunan kawasan PKC perlu difasilitasi dalam Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bogor terutama pada kecamatan yang mencakupi kawasan PKC. Pusat Bahasa. Pertemuan ini membahas juga tindak lanjut kebijakan pemberlakuan Pending Zone. Citeurep.

“Whether a proposed major change in allowable land use is worth the added congestion and density it will cause.” .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->