P. 1
90332200 Tugas Resume Penentuan Biaya Per Unit

90332200 Tugas Resume Penentuan Biaya Per Unit

|Views: 473|Likes:
Published by Yhu Sisska Lantari
deskripsi
deskripsi

More info:

Published by: Yhu Sisska Lantari on Mar 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/31/2014

pdf

text

original

RMK

AKUNTANSI MANAJEMEN DAN BIAYA

PENENTUAN BIAYA PER UNIT
(Sistem Biaya Pesanan, Sistem Biaya Proses dan Pembebanan Overhead Pabrik)

Oleh:
FIRMANSYAH 2009.13.0292

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

tenaga kerja dan overhead ke produk dan memberikan meknisme 2 . Jadi setiap ada pesanan mempunyai harga pokok tersendiri yang dibuat dalam job cost sheet. Sistem biaya pesanan biasanya digunakan untuk perusahaan yang memproduksi bermacam produk selama periode tertentu. tujuan utama kedua sistem tersebut adalah membebankan biaya bahan baku. Overhead dibebankan ke pekerjaan dengan mengalikan tarif overhead yang ditentukan dimuka dengan jumlah aktual basis alokasi yang terjadi untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. produksi dilakukan untuk memenuhi pesanan pelanggan. Pada metode ini. Tarif overhead yang ditentukan dimuka diperhitungkan sebelum periodenya dimulai dengan membagi estimasi biaya produksi total untuk periode tersebut dengan estimasi total basis alokasi untuk periode tersebut. biaya harus dicatat untuk masing-masing produk atau pekerjaan. Persamaan antara job order costing dan proses costing terletak pada tujuannya yaitu. Pada metode ini. Basis alokasi yang biasanya digunakan adalah jam kerja langsung. dan perhitungan harga pokok produksi didasarkan atas waktu.2012 Penentuan Biaya Per Unit Sistem Biaya Pesanan Sistem Biaya Pesanan adalah suatu metode pengumpulan harga pokok produk yang dikumpulkan untuk setiap pesanan atau kontrak. Konsekuensinya. proses produksi diperusahaan dilaksanakan secara terus menerus. Pada metode ini. Formulir permintaan bahan baku dan kartu jam kerja digunakan untuk membebankan biaya bahan langsung dan tenaga langsung ke pekerjaan dengan metode Job Costing System. produksi dilakukan untuk memenuhi stock. barang yang dihasilkan homogen. Sistem Biaya Proses Sistem Biaya Proses (Process Cost) adalah metode pengumpulan harga pokok produk dimana biaya dikumpulkan untuk setiap satuan waktu. Biaya overhead pabrik dibebankan ke produk dengan menggunakan tarif overhead yang ditentukan dimuka. dan jam mesin.

Perbedaan job order costing dan process costing disebabkan dua faktor. Laporan produksi memiliki beberapa fungsi yaitu memberikan ringkasan jumlah unit yang melalui depertemen selama satu periode dan 3 . Biaya per unit dihitung per departemen berdasarkan laporan produksi per departemen. barang dalam proses dan barang jadi. karena kuncinya ada di tiap departemen. Berdasarkan proses costing. Seluruh unit bersifat identik 2. Sebagai gantinya digunakan dokumen yang disebut Laporan Produksi yang disiapkan di setiap depertemen yang melakukan pekerjaan atas produk. Biaya per unit dihitung untuk setiap pekerjaan berdasarkan kartu biaya departemen 3. ternyata kedua sistem itu mempunyai perbedaan seperti yang disajikan dalam tabel berikut: Job Order Costing 1. tenaga kerja. Biaya diakumulasikan per berbeda dikerjakan dalam satu periode. aliran unit dalam system process costing bersifat kontinyu dan kedua. bahan baku. Hanya ada satu jenis produk yang diproduksi secara kontinyu dan dalam jangka panjang. Perbedaan lebih lanjut antara kedua system penentuan harga pokok ini adalah bahwa kartu biaya tidak digunakan dalam process costing.penghitungan biaya per unit. Laporan produksi depertemen menjadi dokumen sumber yang menunjukkan pengumpulan dan disposisi biaya per departemen 4. Selain mempunyai persamaan. tidak mungkin untuk mencoba mengidentifikasi biaya bahan. Masing-masing pekerjaan memiliki spesifikasi 2. Beberapa pekerjaan yang Process Costing 1. Keduanya menggunakan rekening yang sama termasuk overhead pabrik. Biaya diakumulasikan per depertemen dan mebebankan biaya ini secara merata ke seluruh unit yang melewati depertemen tersebut selama satu periode. Biaya dikumpulkan untuk setiap pekerjaan 3. Pertama. masing-masing unit ini tidak bisa dibedakan. Kartu biaya adalah dokumen sumber yang digunakan untuk mengendalikan pengumpulan biaya suatu pekerjaan 4. dan overhead berdasarkan pesanan dari konsumen (seperti yang dilakukan dalam job order costing) karena setiap order dipenuhi dari unit-unit yang identik yang mengalir secara terus-menerus dari bagian produksi.

Selanjutnya. Pemilihan metode perhitungan tarif overhead pabrik menjadi masalah yang sangat penting karena ketidak tepatan dalam pemilihan dasar pembebanan overhead pabrik akan berdampak pada ketidak tepatan pada kebijakan perusahaan selanjutnya. dan dalam pemilihan metode perhitungan yang tepat adalah 4 . laporan tersebut juga menunjukkan biaya yang dibebankan ke departemen dan disposisi apa yang akan dilakukan terhadap biaya ini. meskipun output produksi berfluktuasi. Laporan produksi departemen adalah dokumen sumber dalam process costing. Ada dua cara yang berbeda unituk menghitung unit ekuivalen produksi untuk suatu periode. Overhead pabrik adalah biaya tidak langsung. Untuk menghitung biaya departemen.digunakan juga untuk menghitung biaya per unit. Dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Pembebanan Overhead Pabrik Overhead pabrik harus dimasukkan bersama-sama dengan biaya bahan langsung dan tenaga kerja langsung ke dalam kartu biaya karena overhead pabrik juga termasuk biaya produk. ekuivalen untuk seluruh periode adalah unit yang ditransfer ke depertemen berikutnya atau ke barang jadi dan persediaan akhir barang dalam proses pada akhir periode. sebaliknya metode Rata-rata Tertimbang menggabungkan unit dan biaya dari periode sekarang dengan unit dan biaya periode sebelumnya. output departemen diukur dengan unit ekuivalen. 2. Overhead pabrik terdiri dari berbagai macam jenis biaya mulai dari untuk mesin sampai gaji tahunan manajer. Meskipun demikian pembebanan overhead pabrik untuk setiap unit produk dapat menjadi tugas yang sulit karena tiga alasan: 1. Memang ada beberapa metode perhitungan tarif overhead pabrik yang sudah kita kenal. 3. Hal ini berarti tidak mungkin atau sangat sulit untuk menelusuri biaya ini ke produk atau pekerjaan tertentu. Metode FIFO dalam process costing adalah metode yang menganggap bahwa unit ekuivalen dan biaya per unit hanya berkaitan selama periode tertentu saja. biaya overhead pabrik relative tetap karena adanya biaya tetap.

• • • • • • • • • Orientasi pada hasil produksi.amat bergantung pada orientasi yang dianut perusahaan. Orientasi pada teknologi. Hal ini disebabkan oleh perhitungan tarif overhead yang ditentukan dimuka dilakukan sebelumnya dan digunakan untuk mnetapkan biaya overhead sepanjang periode produksi. dasar overheadnya biaya bahan baku Overhead pabrik/unit = Estimasi BOP/Estimasi unit produksi Overhead pabrik sebagai persentase dari biaya tenaga kerja langsung = Estimasi BOP/Estimasi jumlah biaya tenaga kerja langsung Overhead pabrikberdasarkan jam tenaga kerja langsung = Estimasi BOP/jam tenaga kerja langsung Overhead pabrikberdasarkan jam mesin = Estimasi BOP/jam mesin Overhead pabrik sebagai persentase dari biaya bahan langsung = Estimasi BOP/Estimasi jumlah biaya bahan langsung Tarif Overhead Yang Ditentukan di Muka Tarif overhead ditentukan dimuka lebih didasarkan pada estimasi daripada yang aktual. dasar overheadnya jam mesin Orientasi pada bahan baku. dan dari orientasi itulah kemudian dapat ditelusuri kaitannya dengan penentuan dasar biaya overhead pabrik. Bila perusahaan tidak menggunakan tarif yang ditentukan dimuka perusahaan harus menunggu sampai akhir periode akuntnsi untuk menghitung tarif overhead aktual berdasarkan total biaya produksi dan total unit aktual selama periode tersebut. Ada beberapa alasan penggunaan tarif overhead dibayar dimuka daripada tarif overhead aktual: 5 . Proses pembebanan biaya overhead pabrik ke produk disebut pembebanan overhead dihitung dari tarif overhead yang ditentukan dimuka dikali jumlah basis alokasi yang terjadi dalam suatu pekerjaan. dasar overheadnya tenaga kerja atau jam tenaga kerja. dasar overheadnya jumlah unit Orientasi pada tenaga kerja. Sedangkan untuk menghitung tarif overhead ditentukan dimuka dihitung dari estimasi biaya overhead pabrik total dibagi estimasi unit produksi total.

2. Sebelum akhir periode akuntansi. Jika overhead pabrik aktual dihitung beberapa kali. Terjadinya Under/Overapplied karena adanya ke kekurangan/kelebihan antara Overhead aktual dengan Overhead pabrik standar. Perbedaan tersebut disebut overhead dibebankan terlalu rendah atau terlalu tinggi. • • • Under applied terjadi karena overhead aktual lebih besar daripada Over applied terjadi karena overhead aktual lebih besar daripada Adanya Over/Applied dibebankan ke Harga Pokok Penjualan.1. 3. Metode kedua yang mengalokasikan overhead yang dibebankan teralu rendah atau overhead dibebankan terlalu tinggi ke saldo akhir persediaan dan harga pokok penjualan ekuivalen dengan penggunaan tarif overhead ”aktual” dan 6 . dan harga pokok penjualan dalam proporsi overhead yang dibebankan selama periode tersebut di saldo akhir masing-masing rekening. barang jadi. yaitu: • • Ditutup ke harga pokok penjualan Dialokasikan antara barang dalam proses. Penggunaan tarif overhead yang ditentukan dimuka dapat menyederhanakan pencatatan Pembebanan Under/Overapplied ke akun Persediaan Karena tarif overhead yang ditentukan di muka didasarkan pada estimasi. manajer menginginkan untuk mengetahui penilaian sistem akuntansi terhadap pekerjaan yang diselesaikan. overhead budget overhead budget Barang Dalam Proses dan Barang Jadi Ada dua cara mendisposisikan saldo overhead yang dibebankan terllu rendah atau terlalu tinggi. keadaan tersebut harus disesuaikan terhadap laporan rugi laba dengan melakukan beberapa koreksi. biaya overhead yang terjadi pada periode tersebut mungkin lebih besar atau lebih kecil daripada biaya overhead yang dibebankan. faktor musiman dan biaya overhead dan basis alokasi dapat menimulakan adanya fluktuasi tarif overhead.

perusahaan jasa yang disediakan dan mengidentifikasi total biaya untuk unit jasa yang disediakan. karena jasa tidak menghasilkan produk fisik. Perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur menggunakan data biaya dengan tujuan yang sama. 7 . Manfaat Biaya Per Unit 1. maka informasi biaya yang dibutuhkanadalah informasi biaya variabel. Perusahaan dapat menggunakan biaya produksi. atau biaya variabel. membuat keputusan harga jual dan lainnya. atau biaya produksi ditambah biaya non produksi. sedangkan untuk pengambilan keputusan untuk menerima atau menolak pesanan khusus. Pada dasarnya untuk menghitung biaya perunit antara perusahaan jasa maupun perusahaan manufaktur adalah sama. 2. Pertama sekali. penentuan laba. Pengungkapan biaya persediaan dan penentuan laba adalah kebutuhan pelaporan keuangan yang dihadapi setiap perusahaan pada setiap akhir periode. Untuk menentukan biaya perunit.karenanya dianggap lebih akurat dibandingkan dengan metode yang pertama. hanya perusahaan jasa tidak memerlukan data biaya untuk menentukan nilai persediaan. Konsekuensinya. Untuk pembuatan laporan keuangan untuk pihak eksternal. maka total biaya yang digunakan tergantung tujuan informasi tersebut. Perusahaan Manufaktur Sistem akuntansi biaya memiliki tujuan pengukuran dan pembebanan biaya sehingga biaya perunit dari suatu produk dapat ditentukan. dalam kondisi perusahaan beroperasi dibawah kapasitas produksi. dan pengambilan keputusan lainnya. banyak akuntan lebih menekankan pada pendekatan kedua. jika overhead yang dibebankan terlalu rendah atau overhead yang dibebankan terlalu tinggi sangat material. Perusahaan Jasa Perusahaan jasa juga memerlukan informasi biaya perunit. maka informasi biaya perunit diperoleh dari total biaya produksi. kelayakan untuk memperkenalkan layanan baru. yaitu untuk menentukan profitabilitas. Informasi biaya perunit adalah sangat penting bagi perusahaan manufaktur untuk penilaian persediaan.

Contoh : furniture. dan pengambilan keputusan. Biaya Proses. dan biaya overhead. Kegunaan product cost:  In Financial Accounting : yaitu untuk menilai persediaan dan harga pokok penjualan. supervisi pabrik terlebih dahulu harus mengisi Material requisition form (formulir permintaan barang) 8 . dan Penentuan Overhead Pabrik) “PERHITUNGAN BIAYA PER UNIT” Product Costing adalah suatu proses penghimpunan atau akumulasi biayabiaya yang terjadi di dalam suatu proses produksi dan memasukkannya ke dalam nilai produk akhir perusahaan.Perhitungan Biaya Per Unit (Biaya Pesanan. percetakan. dll. ♥ Process Costing (Biaya Proses) Digunakan oleh perusahaan yang memproduksi suatu produk yang sama dalam jumlah besar. pengawasan. Untuk dapat memindahkan bahan baku dari gudang ke pabrik. SISTIM BIAYA PESANAN Kalkulasi biaya pokok pesanan kerja dilakukan oleh perusahaan yang melaksanakan proses produksi berdasarkan pesanan. dll.  In Managerial Accounting : yaitu sebagai informasi bagi manajer dalam membuat suatu perencanaan. Type of product costing: ♥ Job order Costing (Biaya Pesanan) Digunakan oleh perusahaan yang memproduksi suatu produk yang tidak sama dalam jumlah yang relatif sedikit.  In Cost Management : yaitu menyediakan data mengenai biaya-biaya untuk berbagai tujuan manajemen biaya. Contoh : perusahaan makanan. semen. biaya tenaga kerja langsung.  In Reporting to Interested Organizations : yaitu menyediakan data mengenai biaya-biaya bagi pihak luar perusahaan. Untuk menghitung biaya produksi harus diketahui unsur-unsur dari harga produksi tersebut yaitu biaya bahan baku langsung. Prosedur yang menyangkut perkiraan bahan baku meliputi pembelian bahan baku dan penyerahan bahan baku dari gudang ke pabrik.

Kegiatan produksi bersifat kontinyu atau terus-menerus 6. Selanjutnya semua pengeluaran ini bergerak melalui Perkiraan Didalam Proses (Work In Process). b. Produk yang dihasilkan bersifat homogen dan sifatnya standar 3. Biaya overhead yang sebenarnya. Dimana produk yang diolah dibebani biaya bahan. Untuk menetapkan biaya overhead dianggap agak rumit. Di dalam perhitungan biaya overhead diperlukan adanya tarif biaya overhead yang ditentukan di muka atau disebut juga biaya overhead yang dibebankan. sehingga tidak dapat dibebankan begitu saja kepada pesanan-pesanan. yaitu: 1.yang diperuntukkan kepada dan disetujui oleh supervisi gudang. metode harga pokok proses dapat menggunakan system: a. barang di dalam proses dan barang selesai. Sedangkan untuk mengetahui biaya upah diperlukan data mengenai jam kerja buruh dan tarif per jam kerja. Jumlah total biaya maupun biaya satuan dihitung setiap akhir periode Dihubungkan dengan pembebanan harga pokok kepada produk. Tujuan produksi untuk mengisi persediaan yang selanjutnya dijual 5. Semua elemen biaya dibebankan berdasar biaya sesungguhnya (historical cost system). Karakteristik metode harga pokok proses. Penetapan Nilai Barang Didalam Proses Penetapan biaya per unit dari suatu departemen ialah dengan cara membagi total biaya dari departemen tersebut dengan unit yang diserahkan ke departemen 9 . Elemen biaya tertentu yaitu biaya overhead pabrik. atau biaya yang ditentukan dimuka. Prasyarat penerapan akuntansi biaya menurut proses yaitu mempergunakan system perpectual untuk perkiraan persediaan barang mentah. karena adanya sifat-sifat biaya yang terjadinya pada saat tertentu. kemudian dipindahkan ke Perkiraan Harga Pokok Penjualan (Cost Of Good Sold). dibebankan kepada perkiraan kontrol biaya overhead. biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya dinikmati oleh produk yang bersangkutan. Kegiatan produksi didasarkan pada budget produkri/schedule produksi untuk satuan waktu tertentu 4. dibebankan berdasar tarif c. Biaya dikumpulkan untuk setiap satuan waktu 2. SISTIM BIAYA PROSES Penerapan system akuntansi biaya proses yaitu seluruh biaya dikumpulkan per setiap bagian/proses.

berikutnya. Perbedaan antara Sistem Biaya Pesanan dan Sistem Biaya Proses Sistem Biaya Pesanan Sistem Biaya Proses 10 .000 unit hasil. Guna menetapkan berapa bahan mentah. bahwa suatu departemen tertentu telah mengeluarkan bahan mentah untuk 2. Pengalokasian biaya produksi antara unit yang telah selesai dan persediaan barang yang baru selesai sebagian. jika tidak terdapat barang dalam proses baik pada awal atau akhir periode. Pada akhir bulan telah diselesaikan 80%.000. berarti biaya produksi per ekuivalent $ 300 per unit. maka perlu dihitung dan ditetapkan bagaimana bahan mentah dan biaya-biaya lain tersebut dimasukan dalam produksi. Perhitungan jumlah biaya yang akan dialokasikan ke departemen berikutnya haruslah terlebih dahulu dikurangi dengan nilai barang-barang yang baru diproses sebagian tersebut. Tetapi yang menjadi masalah bagaimana jika di departemen tersebut ternyata terdapat produk yang baru diproses sebagian. terlebih dahulu harus ditetapkan: • Jumlah “perbandingan unit” (equivalent unit) didalam periode yang bersangkutan • Biaya produksi per unit ekuivalent (processing cost per equivalent unit) pada periode yang bersangkutan Produksi Unit Ekuivalen Unit Ekuivalen adalah jumlah unit yang seharusnya diproduksi. tenaga kerja langsung dan overhead. Sebagai ilustrasi. Anggaplah bahwa biaya produksi yang dibebankan selama periode tersebut adalah $ 480. Bagan Sistem Biaya Proses Berikut ini merupakan bagan system biaya proses dari biaya bahan baku langsung. dan biaya-biaya anatara produk-produk yang telah selesai dan dipindahkan ke departemen berikutnya dengan persediaan barang masih tetap di departemen yang bersangkutan.

bahan-bahan dan hal lain yang memberikan pelayanan-pelayanan kepada bagian produksi juga merupakan bagian dari biaya overhead pabrik. o Biaya-biaya diakumulasi berdasarkan departemen. Biaya pabrik seperti pemeliharaan gudang. Pendapat ahli lainya menyatakan bahwa biaya overhead pabrik merupakan setiap biaya yang tidak secara langsung melekat pada suatu produk. yaitu semua biaya-biaya diluar biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung. penerangan. Produk itu sendiri 11 . Biaya overhead pabrik mencakup biaya produksi lainnya seperti pemanasan ruang pabrik.o Banyak pesanan yang dikerjakan selama periode. o Unit costs dihitung berdasarkan departemen PEMBEBANAN OVERHEAD PABRIK Biaya overhead pabrik adalah biaya-biaya bahan tak langsung. Berbagai macam biaya overhead pabrik harus dibebankan kepada semua pekerjaan yang terlaksana selama suatu periode. beban pabrik (factory expense) dan biaya pabrikasi tidak langsung. beban pabrikasi (manufacturing expense). Istilah lain yang dipakai untuk overhead pabrik adalah beban pabrik (factory burden). o Produk Tunggal yang dihasilkan selama periode waktu yang panjang. Karakteristik ini menyangkut hubungan khusus antara overhead pabrik dengan: 1. overhead pabrikasi. penyusutan pabrik dan mesin-mesin. dan semua biaya administrasi juga diperhitungkan sebagai biaya overhead sepanjang biaya-biaya tersebut tidak dapat secara langsung dihubungkan dengan unit produk. Biaya penjualan dan biaya distribusi. buruh tak langsung dan biaya-biaya pabrik lainnya yang tidak secara mudah diidentifikasikan atau dibebankan langsung pada suatu pekerjaan. o Kartu Biaya Pesanan sebagai dokumen kunci. o Department production report adalah dokumen kunci. Overhead pabrik memiliki dua karakteristik yang harus dipertimbangkan dalam pembebanannya pada hasil produksi secara layak. o Unit cost dihitung berdasarkan pesanan. hasil produksi atau tujuan biaya akhir. o Biaya-biaya diakumulasi oleh masing-masing pesanan.

Memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk. variabel atau semivariabel. Pengestimasian atau penganggaran biaya untuk setiap departemen produksi dan jasa di pabrik menurut sifatnya seperti kepenyeliaan. 2. Menyusun anggaran biaya overhead pabrik. yang diperhitungkan untuk pekerjaan atau produk tertentu. Penentuan tarif biaya overhead pabrik dilaksanakan melalui tiga tahap berikut ini: 1. sementara bagian pekerja langsung menurun. tetapi tidak sebanding dengan unit yang diproduksi. Suatu hal yang mustahil untuk menelusuri setiap jenis overhead pabrik ke pekerjaan atau produk tertentu sehingga harus dilakukan pengalokasian yang arbiter. perlengkapan listrik dan lain-lain. sedangkan overhead tetap per unit akan berubah dalam arah yang berlawanan dengan volume produksi. kecuali kalau diusahakan suatu metode untuk memantapkan beban overhead pada unit yang diproduksi.Berbeda dengan bahan langsung dan upah pekerja langsung. Karena meningkatnya otomasi dalam proses pabrikasi modern. juga dalam rentang yang relevan. Biaya overhead tetap secara relatif tidak berubah meskipun volume produksi berubah dalam rentang yang relevan. overhead pabrik sebagai persentase dari produk total juga akan meningkat. seperti perlengkapan pabrik atau pekerja tidak langsung. Tidak ada surat permintaan bahan ataupun kartu jam kerja yang digunakan untuk menyatakan jumlah overhead. Overhead variabel bervariasi secara sebanding atau sejajar dengan volume produksi. Tarif overhead yang ditentukan terlebih dahulu memungkinkan adanya suatu adanya pengalokasian yang sepadan dan logis. Jumlah volume produksi Karakteristik ini menyangkut perubahan biaya karena banyak pos atau unsur overhead terpengaruh oleh perubahan volume produksi. overhead pabrik merupakan bagian yang tidak berwujud dari barang jadi. 12 . Namun overhead pabrik tetap merupakan bagian dari biaya pabrikasi produk sebagaimana halnya dengan bahan langsung dan pekerja langsung. efek gabungan dari berbagai pola overhead yang berbeda ini dapat mengakibatkan biaya pabrikasi per unit berfluktuasi besar. 2. Overhead semivariabel bervariasi. Apabila volume produksi berubah. yaitu overhead bisa bersifat tetap.

Menghitung tarif biaya overhead pabrik. Di dalam menyusun budget untuk kepentingan distribusi biaya overhead pabrik. pembebanan overhead pabrik sebanding dengan pekerjaan. KASUS RINGO RAG COMPANY 13 . dan 2) Biaya overhead pabrik tidak langsung departemen yaitu jenis biaya overhead pabrik yang manfaatnya dinikmati oleh lebih dari satu departemen. Tarif biaya overhead memungkinkan adanya suatu pengalokasian yang sepadan dan logis. produk atau pekerjaan yang dilaksanakan atau dasar yang dipilih harus berkaitan erat dengan fungsi overhead yang diterapkan tersebut. guna memenuhi kebutuhan manajemen. menjadi: 1) Biaya overhead langsung departemen yaitu jenis biaya overhead pabrik yang terjadi atau dapat langsung dibebankan kepada departemen tertentu. tujuan utama dalam memilih suatu dasar adalah untuk memastikan bahwa dalam kaitan manfaat atau hubungan kausal. Baik bagi prosedur akumulasi biaya pesanan maupun untuk biaya proses. maka perlu elemen biaya overhead pabrik dikelompokkan. tarif biaya overhead pabrik dihitung untuk setiap departemen dengan dasar pembebanan yang mungkin berbeda di antara departemen-departemen yang ada. Hal ini dimaksudkan untuk lebih mudah nantinya di dalam melakukan pengalokasiannya maupun di dalam penghitungan tarif pembebanannya. Dalam departemenisasi biaya overhead pabrik.Pemilihan dasar yang paling tepat untuk menerapkan overhead merupakan suatu hal yang sangat penting karena sistem biaya harus menyediakan data biaya yang cukup tepat dan manajemen juga harus mendapatkan data yang berarti dan bernilai. Oleh sebab itu. 3. Hal itu dimaksudkan agar dapat diperoleh kepastian/kejelasan tanggung jawab setiap biaya yang terjadi dalam departemen tertentu. mengidentifikasi ketidakefisienan dan untuk meratakan fluktuasi biaya per unit bulanan yang tidak dapat dikendalikan dan terkadang tampak tidak logis. sistem ini memberikan satu-satunya pilihan terbaik untuk menghitung biaya overhead dengan tepat. Sehingga dengan digunakannya tarif-tarif biaya overhead pabrik yang berbeda untuk tiap departemen akan dapat memberikan ketelitian di dalam penentuan harga pokok produk ada masing-masing departemen yang bersangkutan.

000 pon bahan dari laundry. dimana A adalah kualitas terbaik. Bulan sebelumnya. dan $ 4.20 7. Dari bahan ini biasanya menghasilkan kain lap sekitar 1/5 kualitas A.90 1. 2/5 kualitas B. yaitu sebesar 50%.40 2. Biaya bahan dari tukang loak adalah $ 1.00 per cwt untuk kualitas A.70 $ 1. Pertama. $ 5. masing-masing kain diperiksa dan digolongkan menurut tingkat penyerapan dalam kualitas A.00 B 0.60 5.33%. jumlah yang dibeli dari perusahaan textile adalah sebagai berikut : Kualitas A 43. atau C. kain dibeli dari tukang loak yang dicuci dan dikeringkan dalam mesin special. Biaya pada perusahaan textile adalah $ 6. ½ untuk kualitas B. Kain yang dipotong kemudian dikemas dalam 5. Bulan sebelumnya.000 pon Kualitas C 6.Perusahaan Ringo membeli bahan kain lap dari 3 sumber. dan 50 pon karton. B. Bulan sebelumnya Ringo membeli 60. dan ¼ untuk kualitas C. yaitu perusahaan textile. Kemudian kain lap dipotong dalam ukuran 1 hingga 1. dan 2/5 14 . Kain yang sudah bersih dan dibeli dari laundryyang telah dicuci. dan C.00. laundry.50 A 0. Perusahaan textile menjual kain yang bersih dan telah digolongkan. Hasil rasio dari bahan yang berasal dari laundry adalah ¼ untuk kualitas A. Harga jual adalah sebagai berikut : (gudang FOB) Ukuran karton Kualitas 5 pon 10 pon 20 pon 50 pon C $ 0.000 pon dari sumber ini.750 pon Kualitas B 25.5 feet. B. Potongan dari bahan yang terlalu kecil untuk pemotongan selanjutnya atau berlubang atau tidak dapat digunakan lagi akan dibakar.00 per cwt. 10. Kerugian tertinggi terjadi pada bahan yang dibeli dari tukang loak.75 1. Disini. dipindahkan ke departemen pemeriksaaan (mutu). dan tukang loak.40 $ 5.00 Biaya bahan mentah berbeda untuk setiap sumber. 20.00 per cwt.30 $ 2. Proses produksi perusahaan ini tidak sulit.70 3.250 pon Biaya laundry adalah $ 3. 20% dari berat yang dibeli akan terbuang dalam proses pemotongan. Pengalaman masa lalu menunjukkan kerugian sebesar 33. perusahaan membeli 50. Hal ini menunjukkan “factor yang hilang” (kerugian).00 .

$ Depresiasi $ 3. Masingmasing alat memiliki kapasitas 100 pon per muatan dan dapat berputar sebanyak 16 kali muatan selama satu hari kerja.500 C 25.000 17.125 Total 125.000 6. kartu jam kerja mengindikasikan bahwa waktu yang mereka habiskan adalah sebagai berikut : Penggolongan 1.000 jam Pengepakan 600 jam Total 4.000 3. 15 .600 jam Bulan sebelumnya. Dan sisanya untuk mengawasi dan memeriksa pekerjaan pekerja wanita.000 50. Masingmasing mereka dibayar $ 1. Beban-beban selain bahan mentah dan tenaga kerja dalam seahun adalah : $ 760 pencucian dan pengeringan. Bulan sebelumnya.060300 mesin pemotongan.000 7. Untuk kain yang dibeli dari tukang loak dan laundry. produksi dan penjualan (dibersihkan.kualitas C.000 125.500 per tahun.000 50. Dua set alat pencucian dan pengeringan yang dimiliki perusahaan mempunyai depresiasi lebih dari 5 tahun dalam metode garis lurus. ¼ lagi untuk memindahkan kotak yang sudah dipak ke gudang untuk pengiriman. dipotong. ¼ dari waktu mereka dihabiskan untuk mengisi dan mengeluarkan muatan pada pencucian dan pengeringan. dalam pon adalah : Penjualan Kualitas Produksi Pon $ A 50.750 B 50. dan dikotakkan).375 Dua mandor dipekerjakan dalam perusahaan.1 per jam. Perusahaan mempekerjakan 25 orang wanita dalam 3 depertemen. sekitar ½ dari kerugian keseluruhan berasal dari penggolongan dan ½ dari pemotongan.000 untuk 2 mobil Natural gas 600Digunakan untuk pengeringan Listrik 480¾ untuk pencucian dan pengeringan. $ 2. masing-masing bibayar $7.000 25.000 jam Pemotongan 3.

Langkah-langkahnya : A. ¼ untuk pemotongan. 8. tex. Hitung biaya tenaga kerja langsung per pound yang terjual untuk : a. Seberapa pentingkah perusahaan menggunakan bermacam-macam sumber yang optimal? 16 . Tentukan biaya khusus untuk sumber yang berasal dari barang rongsokan. tex. Apa yang harus dilakukan manajemen? 1. laundry.200Sewa guna gudang* Deterjen (untuk mencuci) 1. Pemotongan 5. 4. 20 Karton pengepakan 7. untuk masing-masing sumber. Pertanyaan : Hitung kontribusi margin dan laba biaya penuh untuk masing-masing dari 5 sumber pembelian yang berbeda (rongsokan/junk. B. Bagilah dalam penjualan per pound untuk mendapatkan overhead tetap per pound.100 BBM (untuk mobil) 400$ 0. ½ untuk 6. 7.000 dan makanan) penjualan 5 dan 10 pound kotak @ $ 0. ¼ untuk penyimpanan kain lap yang dikotak (1 bulan penjualan). Tentukan biaya overhead tetap untuk setiap 5 sumber pembelian.07. 1.200 (*) ¼ untuk penyimpanan kain lap yang tidak diproses (rata-rata pembelian 1 bulan). B. Hitung pendapatan rata-rata per pound berdasarkan penggolongan. 3.01 per mile Akomodasi (tempat menginap ½ untuk pembelian. Item 1-3 menggambarkan laba biaya penuh dari berbagai sumber.000 Bookkeeper/sekretaris 4. 1/8 untuk penggolongan dan pembersihan. Item 1-6 menggambarkan kontribusi laba pada sumber pembelian. 1 ruangan dipakai untuk kantor yang tidak dihitung pada penggunaan gudang.¼ untuk pemotongan Sewa 3. Hitung biaya bahan mentah per pound yang terjual.200 dan 50 pon kotak @ $ 0. 2.10 Beban lain-lain 1. 9. 6. Hitung overhead variable per pound yang terjual untuk sumber barang rongsokan/junk source. Hitung biaya pengepakan (tenaga kerja dan bahan) per pound yang terjual. Tentukan seluruh biaya overhead dari ke-5 sumber. C). tex. Penggolongan b. A. Hitung pendapatan rata-rata tertimbang per pound untuk setiap 5 sumber pembelian.

Dapatkah Anda menghitung keuntungan dengan penggolongan? Apakah ini merupakan informasi yang bermanfaat? 3. tanpa disortir? 4. dan di pak sebagai kualitas C. dipotong. Apa rekomendasi lain yang Anda miliki untuk Mr. Apa rekomendasimu mengenai seluruh penjualan kain lap dari barang rongsokan yang dibersihkan. apakah bisnis ini benar-benar membutuhkan bantuan Anda atau tidak? Petunjuk : dapatkah Anda mengestimasi ROA (Return On Assets) untuk bisnis ini? 17 . Sebagai suatu penilaian secara keseluruhan. Ringo? 5.2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->