PRINSIP KERJA ALAT UKUR Permanent Magnet Moving Coil (PMMC) Alat ukur tipe ini memanfaatkan hubungan

antara medan magnet dan medan listrik. Sebagai contoh jarum penunjuk kompas akan mengalami simpangan yang arah dan besar simpangannya dipengaruhi oleh arah dan besar arus yang lewat di sekitar kompas tersebut. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Pergerakan jarum kompas atas pengaruh medan listrik Gambar 1A adalah keadaan saat tahanan 6 ohm dihubungkan kesumber tegangan 6 volt, arus sebesar 1 ampere akan mengakibatkan jarum kompas menyimpang 90o. Gambar 1B menunjukkan posisi jarum kompas yang hanya menyimpang 45o karena tahanan dinaikkan menjadi 12 Ohm, yang mana berarti arus yang lewat berkurang menjadi 0,5 ampere. Gambar 1C menunjukkan arah simpangan berubah karena arah arus yang ikut berubah. Dengan prinsip kerja di atas maka dapat dimodifikasi dengan mempermanenkan magnet sehingga yang menyimpang adalah kumparannya. Bila penyimpangan kumparan dikonversi menjadi suatu besaran ukur maka didapatkan lata ukur dengan prinsip magnet permanen dan kumparan yang menyimpang atau permanent magnet moving coil (PMMC).

‘11

1

Pengukuran Besaran Listrik Dicky Arinanda Arifin ST,MT

Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Ilustrasi pemasangan pegas 2. Ilustrasi prinsip kerja PMMC Selain itu ada pula bagian lain yang harus ditambahkan pada suatu rangkaian PMMC. yaitu: 1.MT Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .PMMC setelah dialiri listrik PMMC sebelum dialiri listrik Gambar 2. Display skala yang telah terkalibrasi Jarum ukur disambungkan dengan display skala lalu dikalibrasi ‘11 2 Pengukuran Besaran Listrik Dicky Arinanda Arifin ST. Pegas Sebelum dihubungkan dengan jarum pengukur harus dipasang pegas agar jarum kembali ke posisi awal bila arus sudah tidak ada Gambar 4.

Ilustrasi pemasangan skala 3. Iron core dan pole • • Iron core untuk mengkonsentrasikan medan magnetik Pole pieces agar gaya putaran coil bertambah dengan stabil saat arus bertambah Gambar 6. dengan : M B d l I = Torsi = Flux Magnetik = Diameter Koil = Panjang Koil = Arus yang diukur ‘11 3 Pengukuran Besaran Listrik Dicky Arinanda Arifin ST. I .Gambar 5.MT Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Ilustrasi pemasangan Iron core dan pole Prinsip Kerja PMMC dapat dituliskan sebagai: M = Bzdl .

...MT Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana ... Prinsip kerja dari alat ukur elektrodinamis diperlihatkan pada gambar 7. Prinsip alat ukur elektrodinamis Misal kumparan putar yang dipergunakan berbentuk persegi (dapat juga lingkaran) dengan ukuran paniang l dan lebar b... dengan demikian diperlukan sumber yang mengalirkan arus dan daya yang besar pula.. Jadi : B = k ..Electrodynamic Meters Alat ukur elektrodinamis adalah sebuah alat ukur kumparan putar. ‘11 4 Pengukuran Besaran Listrik Dicky Arinanda Arifin ST. medan magnit yang dihasilkan bukan dari magnit permanen. tetapi juga menghasilkan fluksi medan.. Untuk menghasilkan suatu medan magnit yang cukup kuat diperlukan gaya gerak magnit yang tinggi.. dan banyaknya lilitan N. Karena arus yang diukur tidak hanya arus yang mengalir melalui kumparan putar.. Kedua kumparan tetap mempunyai inti udara untuk menghindari efek histerisis. tetapi oleh kumparan tetap/berupa kumparan diam didalamnya.. kumparan putar M ditempatkan diantara kumparan tetap (fixed coil) F1 dan F2 yang sama dan saling sejajar.. maka kuat medan dan rapat flux akan sebanding terhadap I1. Karena tidak mengandung besi... I1 ...…………………………… ( 1 ) Di mana : B : Rapat flux k : kontanta Gambar 7. kelemahan alat ukur tersebut adalah menggunakan daya yang cukup tinggi sebagai akibat langsung dari konstruksinya..... Alat ukur elektrodinamis dapat dipergunakan untuk arus bolak balik maupun arus searah. Jika arus yang melalui kumparan tetap I1 dan arus yang melalui kumparan putar I2. bila instrumen tersebut digunakan untuk sirkuit AC.

.... I2 .……………………...... Maka : ~ I2 I ~ v .... maka : Td = K1 .. dan b adalah konstan. I2 = K2 ...... Jika: I1 = I2 = I........... B .. k. maka : K1 ...... I1 ..... I2 ……………………………………………… ( 5 ) Apabila instrumen digunakan sebagai ammeter..Besarnya gaya pada masing-masing sisi kumparan adalah : N .……… ( 4 ) Dari persamaan di atas terlihat bahwa besarriya momen putar adalah berbanding lurus terhadap hasil kali arus yang mengalir melalui kumparan tetap dan kumparan putar.……………………… ( 2 ) Momen penyimpang atau momen putarnya pada kumparan besarnya adalah : Td = N .... maka arus yang melalui kumparan tetap dan kumparan putar besarnya sama. l Newton ... B .. ~ I1 ..... I1.... I1 ... I2 . b -----... I2.. I2 ..> B = k ...... k .... I1 .. b Nm Dimana : Td : Momen Putar N : Banyaknya lilitan l b : panjang kumparan : lebar kumparan Besarnya N.. Pada kumparan putar ini spring kontrol (pegas pengatur).. 1.. bila besaran-besaran tersebut dinyatakan dengan K1. maka Momen pengontrol/pemulih akan berbanding lurus terhadap simpangan .....MT Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana .... ( 6 ) a b ‘11 5 Pengukuran Besaran Listrik Dicky Arinanda Arifin ST.... l .. l .....( 3 ) Td = N ...

Rsh dipasang guna membatasi besarnya arus yang melalui kumparan putar. Rangkaian ammeter elektrodinamis Rangkaian Gambar 8a digunakan untuk mengukur arus yang kecil. Jadi pembacaan yang dihasilkan oleh arus searah dapat dialihkan ke nilai arus bolak-balik yang sesuai. Dengan demikian jika alat ukur elektrodinamis dikalibrasi untuk arus searah 1 A pada skala diberi tanda yang menyatakan nilai 1 A.MT Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Besarnya I1 = 12 = I.a b Gambar 8.13) Alat ukur elektrodinamis bila digunakan untuk arus bolak-balik biasanya skala dikalibrasi dalam akar kuadrat arus rata-rata. berarti alat ukur membaca nilai efektif. ‘11 6 Pengukuran Besaran Listrik Dicky Arinanda Arifin ST. sedangkan Gambar 8b digunakan untuk mengukur arus yang besar. Gambar 9. Artinya alat ukur ini dapat digunakan untuk membaca arus AC dan DC dengan skala yang sama. karena itu menetapkan hubungan antara AC dan DC.> ~ V2 V ~ v …………(1 . adalah: ~ V. Rangkaian voltmeter elektrodinamis Apabila instrumen tersebut digunakan sebagai voltmeter. maka untuk arus bolak-balik akan menyebabkan jarum menyimpang ke tanda skala untuk I A dc dan memiliki nilai efektif sebesar 1 A.V --. maka kumparan tetap F dan kumparan putar M dihubungkan seri dengan tahanan tinggi (RS).

Medan magnetic kemudian tercipta oleh arus listrik yang mengalir melewati kedua vane.Moving-vane Meters Moving vane meter banyak juga yang menyebut dengan “moving-iron movements”. merubahnya menjadi dua buah magnet dengan kutub (polaritas) yang sama tanpa menghiraukan arah arus yang menuju ke kumparan (koil). Spring ini berfungsi untuk mengembalikan posisi jarum penunjuk (pointer ) kearah semula sebelum diberi aliran listrik. Saat koil telah teraliri listrik dan menjadikan kedua vane tersebut menjadi magnet dengan polaritas yang sama sehingga akan saling tolak-menolak dan menggerakan jarum penunjuk (pointer) yang terintegrasi dengan vane yang dapat bergerak. Jauhnya jarum penunjuk bergerak melawan kekuatan spring tergantung dari besarnya kekuatan medan magnet. Gerakan ini memberikan gaya yang berlawanan dengan spring. sering dipakai untuk pengukuran ac. Kedua susunan ring besi ini terdiri atas ring besi yang tetap (fixed) dan yang bergerak (moveable vane). Dalam prinsip ini terdiri atas dua buah vane yang terbuat dari besi lunak (iron vane) yang dihubungkan ke sebuah jarum penunjuk (pointer). Instrumen ini dapat juga digunakan untuk mengukur arus dan tegangan DC. Gambar 9. Selanjutnya kekuatan medan magnet itu tergantung pada ‘11 7 Pengukuran Besaran Listrik Dicky Arinanda Arifin ST. Arus akan mengalir melalui koil. iron vane yang bergerak inilah yang melekat ke jarum penunjuk (pointer). Ilustrasi Moving-vane meter Moving-vane meter bergerak berdasarkan pada prinsip gaya tolak electromagnetic antara masing-masing kutub (kutub yang sama). baik untuk mengukur arus maupun tegangan ac. Movingvane ini merupakan salah satu teknik yang paling umum. Dengan mengubah skala kalibrasi pengukuran.MT Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . sehingga menghasilkan medan magnet yang sebanding dengan kekuatan arus.

Ammeter jenis ini memerlukan sedikit perubahan yaitu: lilitan kabel yang lebih banyak dan membutuhkan aliran arus yang lebih besar untuk menaikan kekuatan medan. Thermocouple kemudian dihubungkan ke PMMC sehingga terjadi defleksi. karena kawat tersebut akan bersifat resistif maka temperature kawat akan naik dan kahirna memuai. thermocouple dihubungkan agar panas dapat dikonfersikan ke besaran listrik. HOT-WIRE AND THERMOCOUPLE METERS Hot-wire meter memanfaatkan efek pemuaian benda padat untuk menghasilkan defleksi. Jadi makin besar aliran arus listrik yang mengalir makin jauh pula “vane” /pointer bergerak. Gambar 10. Seperti telah dijelaskan sebelumnya moving vane ini dapat digunakan untuk mengukur tegangan (volt meters) dengan sedikit perubahan padan medan kumparan (koil). Dalam hal ini digunakan seberkas kawat yang sensitive terhadap perubahan suhu.besarnya aliran arus listrik. ‘11 8 Pengukuran Besaran Listrik Dicky Arinanda Arifin ST. Perubahan suhu terjadi akibat kawat tersebut dialiri listrik. Hot wire meter Dengan memanfaatkan panas yang terkumpul pada kawat. Biasa digunakan pada frekuensi 60 Hz ac akan tetapi dapat juga digunakan pada frekuensi ac yang lain.MT Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Semakin besar arus semakin panas kawat sehingga semakin besar defleksi.

Kedua hal di atas adalah sensor-sensor yang umum digunakan di industri oil and gas untuk mengukur temperature. Thermocouple ‘11 9 Pengukuran Besaran Listrik Dicky Arinanda Arifin ST. sensor ini akan menghasilkan perubahan resistance seiring dengan perubahan temperature.Gambar 11. Thermocouple meter Penggunaan thermocouple dapat merubah PMMC yang tadinya hanya bisa mendeteksi perubahan arus DC menjadi sensitif terhadap arus AC. RTD adalah resistance temperature detector. Thermocouple sendiri adalah dua logam yang didekatkan yang apabila terpapar oleh kalor dengan suhu tertentu akan menghasilkan beda potensial or mV yang sebanding dengan perubahan temperature (Seebeck Effect).MT Pusat Pengembangan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana . Gambar 12.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful