LISTRIK DASAR

Siswa dapat menjelaskan definisi arus listrik.

 Siswa dapat menentukan hubungan arus listrik dan tegangan listrik menggunakan hukum ohm.  Siswa dapat menghitung arus listrik dalam rangkaian dengan menggunakan hukun kirchoff.  Siswa dapat menentukan nilai resistor pengganti pada suatu rangkaian

Materi
Hukum Ohm
Hukum ohm digunakan untuk menentukan hubungan arus listrik dan tegangan dalam sebuah hambatan. Hukum ohm sendiri berbunyi: “Kuat arus yang melalui penghantar sebanding dengan beda potensial pada kedua ujung penghantar”.

Jadi semakin besar beda potensial semakin besar pula arus listrik yang dihasilkan Nilai perbandingan beda potensial dengan arus listrik yang mengalir merupakan nilai resistansi (hambatan) yang dimiliki oleh penghantar dan nilainya tetap. 1 kilo ohm = 103 ohm 1 mega ohm = 106 ohm Contoh cara menghitung kuat arus listrik dengan hukum ohm: . satuan volt (V) I = kuat arus listrik. karena arus yang mengalir lebih besar. lampu yang dinyalakan dengan satu buah baterai akan menyala redup. dengan tiga baterai lebih terang.R V = beda potensial. satuan ampere (A) R = hambatan listrik.Misalnya pada sebuah rangkaian yang terdiri lampu dan baterai. Secara matematis hukum ohm dapat ditulis : V/I=R atau V=I. satuan ohm (W) Satuan hambatan listrik yang lebih besar dinyatakan dalam kilo ohm (kW) atau mega ohm (MW).

2 ampere.. ? Dijawab: I = V / R = 12 / 60 Jadi besar kuat arus listrik yang mengalir pada lampu 0.. Arus Listrik .Sebuah aki yang mempunyai tegangan 12 volt dipakai untuk menyalakan lampu yang mempunyai hambatan 60 W...... berapa kuat arus yang mengalir pada lampu ? Penyelesaian: Diketahui: V = 12 volt R = 60 W Ditanyakan: I = .

...Arus listrik (I) yang mengalir melalui penghantar didefinisikan sebagai banyaknya muatan listrik (Q) yang mengalir setiap satu satuan waktu (t)..5 menit = 30 sekon Ditanyakan: I = . Pada suatu penghantar mengalir muatan listrik sebanyak 60 coulomb selama 0... Hitung besar arus listrik yang mengalir pada penghantar tersebut ? Penyelesaian: Diketahui: Q = 60 C t = 0. ? Dijawab: .5 menit.. Secara matematis dapat dituliskan: I = arus listrik (A) Q = muatan listrik (C) t = selang waktu Contoh cara menghitung arus listrik: 1.

kuat arus di setiap titik pada rangkaian sama besar”.I = 60 / 30 I = 2 ampere Jadi besar kuat arus listrik yang mengalir pada penghantar 2 ampere Hukum I Kirchoff Hukum I Kirchoff digunakan untuk Menghitung Kuat Arus pada Rangkaian tidak Bercabang Hukum kirchoff berbunyi: “Pada rangkaian listrik tak bercabang. Pada rangkaian listrik seperti gambar di samping. arus listrik keluar dari kutub positif sumber tegangan lalu mengalir melalui ampermeter A → ampermeter B → lampu → ampermeter C → .

ampermeter D → kutub negatif sumber tegangan. Didalam rangkaian tidak terdapat percabangan. Pernyataan ini dikenal sebagai Hukum I Kirchoff. sehingga kuat arus yang ditunjukkan oleh ke empat ampermeter sama besar atau I 1 = I2 = I3 = I4 Hukum kirchoff untuk arus listrik bercabang berbunyi: “jumlah kuat arus yang masuk pada titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan tersebut”. Secara matetatis dapat ditulis : Imasuk = Ikeluar Secara skematik rangkaian bercabang terlihat sperti di bawah ini: .

atau dapat ditulis I1 = I2 + I3 sedangkan penunjukkan ampermeter D sama dengan ampermeter A. Rangkaian resistor terdiri dari rangkaian seridan rangkaian paralel. .. Kkuat arus yang ditunjukkan ampermeter A sama dengan yang ditunjukkan ampermeter B ditambah ampermeter C.. I1 = I3 = 3 ampere. arus listrik keluar dari kutub positif sumber tegangan mengalir melalui ampermeter A (I1)→ pada titik cabang X arus terbagi menjadi I2 dan I3. Hitung besar kuat arus I2 ? Penyelesaian: Diketahui: I = 10 A I1 = I3 = 3 A Ditanyakan: I2 = . Rangkaian Resistor Rangkaian resistor digunakan untuk mendapatkan suatu nilai dari beberapa resistor...Pada rangkaian di samping... ? Dijawab: I1 = I2 + I3 + I4 10 = 3 + I2 + 3 10 = 6 + I2 I2 = 4 Jadi besar kuat arus listrik yang mengalir pada I2 adalah 4 ampere. Pada titik cabang Y arus bergabung lagi menjadi I4 → ampermeter D → kutub negatif sumber tegangan. Contoh menghitung arus listrik bercabang: Jika besar kuat arus I = 10 ampere..

.. Rangkaian Resistor Seri Resistor yang disusun seri selalu menghasilkan resistansi yang lebih besar. + Rn dengan n banyaknya R yang disusun. R1. R2. R2.1.. . Contoh rangkaian resisitor seri: 1.. resistansi dari gabungan R1... Pada rangkaian seri. Resistor yang dirangkai secara seri mempunyai nilai pengganti.. arus yang mengalir pada setiap resistor sama besar.. dan R3 dapat diganti dengan satu resistor pengganti yaitu Rs. Hitung nilai resistor pengganti dari ketiga resistor yang dirangkai seperti di bawah ini ! Penyelesaian: Diketahui: R1 = 2 ohm R2 = 4 ohm R3 = 3 ohm Ditanyakan: Rs = . ? Dijawab : Rs = R1+ R2 + R3 Rs = 2 + 4 + 3 Rs = 9 Jadi nilai resistor pengganti adalah 9 ohm.. yang besarnya dapat dirumuskan: Jika semua nilai R yang disusun sama. dapat ditulis: Rs = R1+ R2 + R3 + . dan R3 disusun secara seri..

maka resistor penggantinya dapat ditulis: Rp = R / n dengan n banyaknya R yang disusun. Pada rangkaian paralel arus akan terbagi pada masing-masing resistor pada masing-masing resestor. yang besarnya dapat dirumuskan: 1/ Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + . resistansi dari gabungan R1. Pada rangkaian fresestor disamping untuk R1... R2.2. dan R3 dapat diganti dengan satu resistor pengganti yaitu Rp.. b. . Rangkaian Resistor Paralel Resistor yang disusun secara paralel selalu menghasilkan resistansi yang lebih kecil. Resistor yang dirangkai secara paralel mempunyai nilai pengganti. + 1/Rn Jika semua nilai R yang disusun sama besar. dan R3 disusun secara paralel. R2. Contoh menghitung rangkaian resistor paralel: Hitung nilai resistor pengganti yang dirangkai seperti di bawah ini ! a. tetapi tegangan pada ujung-ujung resistor sama besar.

Penyelesaian: a) Diketahui: R1 = 20 ohm R2 = 30 ohm R3 = 60 ohm Ditanyakan: Rp = ... Penyelesaian: b) Diketahui: R1 = 6 ohm R2 = 2 ohm R3 = 4 ohm R6 = 6 ohm . ? Dijawab: 1/ Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 1/ Rp = 1/20 + 1/30 + 1/30 1/ Rp = 3/60 + 2/60 + 1/60 1/ Rp = 6/60 Rp = 10 ohm Jadi nilai resistor pengganti adalah 10 ohm......

6 ohm. maka dapat juga dihitung dengan: Rp = R / n Rp = 6 / 3 Rp = 2 ohm Jadi nilai resistor pengganti adalah 2 ohm Simulasi Latihan .... dan 6 ohm 1/ Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 1/ Rp = 1/6 + 1/6 + 1/6 1/ Rp = 3/6 Rp = 2 ohm Karena nilai dari masing-masing resistor sama yaitu 6 ohm. ? Dijawab: Seri antara resistor 2 ohm dan 4 ohm Rs =2+4 Rs =6 Sehingga rangkaian dapat diganti ini : Paralel antara 6 ohm...Ditanyakan: Rp = ...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful