P. 1
Cairan Dan Elektrolit Dalam Tubuh Manusia

Cairan Dan Elektrolit Dalam Tubuh Manusia

|Views: 95|Likes:
Published by key2s
cairan
cairan

More info:

Published by: key2s on Mar 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2013

pdf

text

original

CAIRAN DAN ELEKTROLIT DALAM TUBUH MANUSIA Secara fisik, molekul pembentuk tubuh manusia dapat dibedakan menjadi

jenis cairan dan jenis molekul padat. Cairan tubuh meliputi cairan darah, plasma jaringan, cairan sinovial pada persendian, cairan serebrospinal pada otak dan medula spinalis, cairan dalam bola mata (aqueous humor dan vitreous humor), cairan pleura, dan berbagai cairan yang terkandung dalam organ. Fungsi cairan dalam tubuh manusia, antara lain - Sebagai alat transportasi nutrien, elektrolit dan sisa metabolisme - Sebagai komponen pembentuk sel, plasma, darah, dan komponen tubuh yang lainya - Sebagai pengatur suhu tubuh dan lingkungan seluler Transpor Cairan dalam Tubuh a. Difusi Pergerakan molekul melintasi membran semipremeabel dari kompartemen berkonsentrasitinggi menuju kompartemen rendah. Difusi cairan berlangsung melalui pori- pori tipis membran kapiler. Laju difusi dipengaruhi: ukuran molekul, konsetrasi larutan, dan temperatur larutan. b. Filtrasi Proses perpindahan cairan dan solut (substansi yang terlarut dalam cairan) melintasi membran bersama- sama dari kompartemen bertekanan tinggi menuju kompartemen bertekanan rendah. Contoh Filtrasi adalah pergerakan cairan dan nutrien dari kapiler menuju cairan interstitial di sekitar sel. c. Osmosis Pergerakan dari solven (pelarut) murni (air) melintasi membran sel dari larutan berkonsentrasi rendah (cairan) menuju berkonsentrasi tinggi (pekat). d. Transpor Aktif Proses transpor aktif memerlukan energi metabolisme. Proses tranpor aktif penting untuk mempertahankan keseimbangan natrium dan kalsium antara cairan intraseluler dan ekstraseluler. Dalam kondisi normal, konsentrasi natrium lebih tinggi pada cairan intraseluler dan kadar kalium lebih tinggi pada cairan ekstraseluler. Faktor yang memengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit - Usia Dalam hal ini, usia berpengaruhterhadap proporsi tubuh ,luas permukaan tubuh, kebutuhan metabolik, serta berat badan. Bayi dan anak di masa pertunbuhan memiliki proporsi cairan tubuh yang lebih besar dibandingkan orang dewasa. Karenanya, jumlah cairan yang diperlukan dan jumlah cairan yang hilang juga lebih besar dibandingkan orang dewasa. Besarnya kebutuhan cairan pada bayi dan anak-anak juga dipengaruhi oleh laju metabolik yang tinggi serta kondisi ginjal mereka yang belum matur dibandingkan ginjal orang dewasa. Kehilangan cairan dapat terjadi akibat pengeluaran cairan yang besar dari kulit dan pernapasan. Pada individu lansia, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit sering disebabkan oleh masalah jantung atau gangguan ginjal - Aktivitas Aktivitas hidup seseorang sangat berpengaruh terhadap kebutuhan cairan dan elektrolit. Aktivitas menyebabkan peningkatan proses metabolisme dalam tubuh. Hal ini mengakibatkan penigkatan haluaran cairan melalui keringat. Dengan demikian, jumlah cairan yang dibutuhkan juga meningkat. Selain itu,kehilangan cairan yang tdk disadari (insensible water loss) juga mengalami peningkatan laju pernapasan dan aktivasi kelenjar keringat. - Iklim Normalnya,individu yang tinggal di lingkungan yang iklimnya tidak terlalu panas tidak akan mengalami pengeluaran cairan yang ekstrem melalui kulit dan pernapasan. Dalam situasi ini,cairan yang keluar umumnya tidak dapat disadari (insensible water loss, IWL). Besarnya IWL pada tiap individu bervariasi, dipengaruhi oleh suhu lingkungan, tingkat metabolisme,dan usia. Individu yang tinggal di lingkungan yang bertsuhu tinggi atau di dearah deangan kelembapan yang rendah akan lebih sering mengalami kehilangan cairan dan elektrolit. Demikian pula pada orang yang bekerja berat di lingkungan yang bersuhu tinggi,mereka dapat kehilangan cairan sebanyak lima litet sehaei melalui keringat. Umumnya, orang yang biasa berada di lingkungan panas akan kehilangan cairan sebanyak 700 ml per jam saat berada ditempat yang pans,sedangkan orang yang tidak biasa berada di lingkungan panas dapat kehilangan cairan hingga dua liter per jam. - Diet Diet seseorang berpengaruh juga terhadap asupan cairan dan elektrolit. Jika asupan maknan tidak seimbang, tubuh berusaha memcah simpanan protein dengan terlebih dahulu memecah simpanan lemak dan glikogen. Kondisi ini menyebabkan penurunan kadar albumin. - Stress Kondisi stress berpengaruh pada kebutuhan cairan dan elektrolit tubuh. Saat stress, tubuh mengalami peningkatan metabolism seluler, peningkatan konsentrasi glukosa darah, dan glikolisis otot. Mekanisme ini mengakibatkan retensi air dan natrium. Disamping itu, stress juga menyebabkan peningkatan produksi hormone anti deuritik yang dapat mengurangi produksi urine. - Penyakit Trauma pada jaringan dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit dari sel atau jaringan yang rusak (mis. Luka robek, atau luka bakar). Pasien yang menderita diare juga dapat mengalami peningkatan kebutuhan cairan akibat kehilangan cairan melalui saluran gastro intestinal. Gangguan jantung dan ginjal juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Saat aliran darah ke ginjal menurun karena kemampuan pompajantung menurun, tubuh akan melakukan penimbunan cairan dan natrium sehingga terjadi retensi cairan dan kelebihan beban cairan (hipervelomia). Lebih lajut, kondisi ini dapat menyebabkan edema paru. Normalnya, urine akan dikeluarkan dalam jumlah yang cukup untuk menyeimbangkan cairan dan elektrolit serta kadar asam dan basa dalam tubuh. Apabila asupan cairan banyak, ginjal akan memfiltrasi cairan lebih banyak dan menahan ADH sehingga produksi urine akan meningkat. Sebaliknya, dalam keadaan kekurangan cairan, ginjal akan menurunkan produksi urine dengan berbagai cara. Diantaranya peningkatan reapsorpsi tubulus, retensi natriumdan pelepasan renin. Apabila ginjal mengalami kerusakan, kemampuan ginjal untuk

Sedangkan ketidakseimbangan osmolar terjadi ketika kehilangan cairan tidak diimbangi dengan perubahan kadar elektrolit dalam proporsi yang seimbang sehingga menyebabkan perubahan pada konsentrasi dan osmolalitas serum.Pengobatan Penggunaan beberapa obat seperti Diuretik maupun laksatif secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kehilangan cairan dalam tubuh. Kelebihan Volume Cairan (Hipervolemia) Kelebihan volume cairan terjadi apabila tubuh menyimpan cairan dan elektrolit dalam kompartemen ekstraseluler dalam proporsi yang seimbang. Di samping itu lansia memiliki proporsi lemak yang lebih besar sehingga beresiko tunggi mengalami dehidrasi akibat cadangan air yang sedikit dalam tubuh.Bilirubin 0. Penyebab spesifik kelebihan cairan. produk sisa metabolisme seperti CO2. terutama natrium. perdarahan dan pergerakan cairan ke lokasi ketiga (lokasi tempat cairan berpindah dan tidak mudah untuk mengembalikanya ke lokasi semula dalam kondisi cairan ekstraseluler istirahat). terjadi defist cairan tubuh.obat anastesia. sirosis hati. Kehilangan cairan menyebabkan peningkatan kadar natrium. Kehilangan cairan (hanya air yang berkurang) c.Kolesterol 150 mg/dl . Penigkatan cairan dan elektrolit isotonis. . Defisit Cairan Dehidrasi Dehidrasi disebut juga ketidakseimbangan hiiper osmolar.Urea 15 mg/dl .5 mg/ dl . Selain itu. Penigkatan osmolal (hanya air yang meningkat) Defisit Volume Cairan Defisit volume cairan terjadi ketika tubuh kehilangan cairan dan elektrolit ekstraseluler dalam jumlah yang proporsional (isotonik). Perbedaan utama antara 2 kompartemen ini adalah konsentrasi protein dalam plasma yang lebih tinggi karena kapiler memiliki permeabilitas yang lebih rendah terhadap protein. Air berpindah dari sel dan kompartemen interstitial menuju ruang vascular. Kondisi seperti ini disebut juga hipovolemia. lalu diikuti dengan perpindahan cairan interseluler menuju intravaskuler sehingga menyebabkan penurunan cairan ekstraseluler. Tindakan pengisapan cairan lambung dapat menyebabkan penurunan kadar kalsium dan kalium. Beberapa klien dapat kehilangan banyak darah selama perode operasi. Kelebihan cairan terjadi akibat overload cairan/ adanya gangguan mekanisme homeostatispada proses regulasi keseimbangan cairan. Umumnya.Asam urat 3 mg/ dl . Untuk untuk mengkompensasi kondisi ini. komposisi ionik antara plasma dan cairan interstisial hampir sama karena hanya dipisahkan oleh membran kapiler yang sangat permeabel. Mereka mengalami penurunan respons haus atau pemekatan urine.Pembedahan Klien yang menjalani pembedahan beresiko tinggi mengalami ketidak seimbangan cairan. peningkatan osmolalitas. penurunan asupan cairan. perikardium. konsentrasi natrium dalam serum masih normal. peritonium. seperti terperangkapnya cairan dalam saluran pencernaan. nutrisn terlarut dari saluran pencernaan. Karena adanya retensi cairan isotonik. yaitu kehilangan cairan abnormal melalui kulit. Pemberian infus berisi natrium terlalu cepat dan banyak. gagal ginjal. Penggunaan kortikostreroid dapat pula menyebabkan retensi natrium dan air dalam tubuh.Lemak netral 125 mg/dl . antara lain: a. serta dehidrasi intraseluler. Karenanya. atau rongga sendi. Cairan dapat berpindah dari lokasi intravaskuler menuju lokasi potensial seperti pleura. terutama pada klien gg mekanisme regulasi cairan. Akibatnya.5 mg/ dl Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Tubuh Ketidakseimbangan cairan Ketidakseimbangan cairan meliputi dua kelompok dasar. saat terjadi gangguan ginjal (mis.Kreatinin 1. terdapat empat kategori ketidakseimbangan cairan. yaitu gangguan keseimbangan isotonis dan osmolar. dan d. Secara umum. Pemberian cairan hipertonik juga meningkatkan jumlah solut dalam aliran darah. Ketidakseimbangan isotonis terjadi ketika sejumlah cairan dan elektrolit hilang bersamaan dalam proporsi yang seimbang.Fosfolipid 280 mg/dl . . sindrom Cushing . Penyakit yang mengubah mekanisme regulasi. defisit volume cairan disebabkan oleh beberapa hal. Komposisi Cairan Tubuh Cairan ekstraseluler dan intraseluler berisi oksigen dari paru. penggunan diuretik menyebabkan kehilangan natrium sehingga kadar kalium akan meningkat. seperti gangguan jantung (gagal ginjal kongestif).Elektrolit dalam Plasma: . Secara umum.Glukosa 100 mg/ dl .. Orang yang beresiko mengalami dehidrasi salah satunya adalah individu lansia. Berdasarkan hal tersebut.gagal ginjal) individu dapat mengalami oliguria (produksi urine kurang dari 400 ml/ 24 jam) sehingga anuria (produksi urine kurang dari 200 ml/ 24 jam) . Kelebihan cairan tubuh hampir selalu disebabkan oleh penungkatan jumlah natrium dalam serum.melakukan regulasi akan menurun. tubuh melakukan pemindahan cairan intraseluler. c.Tindakan Medis Beberapa tindakan medis menimbulkan efek sekunder terhadap kebutuhan cairan dan elektrolit tubuh. Klien dengan diabetes insipidus akibat penurunan hormon diuretik sering mengalami kehilangan cairan tupe hiperosmolar. Kehilangan cairan dan elektrolit isotonik b. dapat terjadi akibat obstruksi saluran pencernaan. sedangkan beberapa klien lainya justru mengalami kelebihan beban cairan akibat asupan cairan berlebih melalui intravena selama pembedahan atau sekresi hormon ADH selama masa stress akibat obat. dan partikel ion. Asupan natrium yang berlebihan b. Zat Non. kondisi tertentu. terjadi akibat kehilangan cairan yang tidak diimbangi dengan kehilangan elektrolit dalam jumlah proporsional. gangguan ini diawali dengan kehilangan cairan intravaskuler. Kondisi ini menybabkan gangguan fungsi sel da kolaps sirkulasi.Asam laktat 10 mg/dl . yaitu : a. Selain itu.

Pengurangan asupan sodium harus dilakukan untuk meminimalisasi retensi air. alergi yang menyebabkan perpindahan cairan dari kapiler menuju ruang interstisial). Penambahan brt bdn secara cepat:penambahan 2% = kelebihan ringan. Efusi pleura. O2. sementara jumlah cairan yang direabsorpsi kurang dari normal .Pembengkakan jaringan akibat kelebihan cairan interstisium dikenal sebagai edema. penambahna 5% = kelebihan sedang.karena ekstremitas yang membengkak seperti kaki gajah. MANIFESTASI KLINIS Gejala dan Tanda 1. Peningkatan tekanan vena . Hal ini dapat terjadi ketika: a. Perpindahan cairan dari ruangan interstisial terhambat (mis. ketidakseimbangan ini ikut berperan menimbulkan edema lokal yang berkaitan dengan cedera ( misalnya .d. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. sel-sel di dalam jaringan yang edematosa mungkin kurang mendapat pasokan darah. cairan keluar dari sel sehingga menimbulkan penumpukan cairan dalm ruang interstitial (Edema). protein serum rendah. Edema yang disebabkan oleh penurunan konsentrasi protein plasma dapat terjadi melalui beberapa cara : pengeluaran berlebihan protein plasma di urin akibat penyakit ginjal . Peningkatan tekanan vena sentral 2. natrium urine rendah ( <10 mEq/24 jam ) PENATALAKSANAAN Terapi edema harus mencakup terapi penyebab yang mendasarinya yang reversibel (jika memungkinkan). edema jenis ini adalah edema yang disebabkan oleh gangguan natrium. Peningkatan permeabilitas dinding kapiler menyebabkan protein plasma yang keluar dari kapiler ke cairan interstisium disekitarnya lebih banyak. Melambatnya waktu pengosongan vena-vena tangan 4. Edema dapat terjadi ketika adapeningkatan produksi cairan interstisial/ gangguan perpindahan cairan interstisial. terutama skrotum dan ekstremitas. Buku Ajar Fundamental Keperawatan edisi 4. penambahan 8% = kelebihan berat 7. Akibatnya. 2. Permeabilitas kapilermeningkat (mis. Linda Juall. makanan yang kurang mengandung protein . c. jarak antara sel dan darah yang harus ditempuh oleh nutrient. Cekungan unu terjadi akibat pergerakan cairan dari daerah yang ditekan menuju jaringan sekitar (menjauhi lokasi tekanan). natrium serum normal. suatu penyakit parasitic yang ditularkan melalui nyamuk yang terutama dijumpai di daerah-daerah tropis. Terjadi penurunan tekanan osmotik koloid plasma yang menurunkan kearah dalam sementara peningkatan tekanan osmotik koloid cairan interstisium yang diseabkan oleh kelebihan protein dicairan interstisium meningkatkan tekanan kearah luar.takipnea. cacing-cacing filaria kecil mirip benang menginfeksi pembuluh limfe sehingga terjadi gangguan aliran limfe. Dengan demikian. Edema paru akut ( dispnea. Jakarta: EGC Potter & Perry. Distensi vena jugularis.. 2009. tergantung pada kelebihan cairan yang terjadi. Edema dapat bersifat lokal atau menyeluruh. Edema regional juga dapat terjadi karena restriksi lokal aliran balik vena. Sebagai contoh. Seri Asuhan Keperawatan “Klien Gangguan Keseimbangan Cairan & Elektrolit”.kuat 3. Asites. Pembendungan darah di vena ini menyebabkan kaki yang mendorong terjadinya edema regional di ekstremitas bawah. Pada penyakit ini. Denyut nadi penuh. Edema Pada kasus kelebihan cairan. tidak semua pasien edema memerlukan terapi farmakologis . Jakarta: ECG Edema Edema adalah penimbunan cairan secara berlebihan di antara sel-sel tubuh atau di dalam berbagai rongga tubuh. Akumulasi protein di cairan interstisium memperberat masalah melalui efek osmotiknya. Daftar Pustaka Carpenito. Anas. misalnya darah terbendung di vena . 1998. Salah satu contoh adalah adalah pembengkakan di tungkai dan kaki yang sering terjadi pada masa kehamilan. jumlahcairan dan natrium yang berlebihan dalam kompartemen ekstraseluler meningkatkan tekanan osmotik. kaki dan tangan. Sering dengan akumulasi cairan interstisium. konsenkuensi pentingnya adalah penurunan pertukaran bahan-bahan antara darah dan sel. 2006. pada blokade limfatik) Edema pitting adalah edema yang meninggalkan sedikit depresi atau cekungan setelah dilakukan penekanan pada area yang bengkak. Edema yang sering terlihat disekitar mata. misalnya di lengan wanita yang saluran-saluran drainase limfenya dari lengan yang tersumbat akibat pengangkatan kelenjar limfe selama pembedahan untuk kanker payudara. Penyumbatan limfe lokal dapat terjadi. melalui pelebaran pori –pori kapiler yang dicetuskan oleh histamin pada cedera jaringan atau reaksi alergi . mengalami edema hebat. Kelebihan steroid. Penyumbatan pembuluh limfe menimbulkan edema. Apapun penyebab edema. Keadaan ini sering dijumpai pada praktek klinik sehari-hari yang terjadi sebagai akibat ketidakseimbangan faktor-faktor yang mengontrol perpindahan cairan tubuh.pada beberapa pasien terapi non . akan disertai peningkatan tekanan darah kapiler.Kelainan ini sering disebut sebagai elephantiasis. Hasil laboratorium : penurunan hematokrit. karena luka bakar. biduran) . peningkatan tekanan kearah dinding kapiler ini terutama berperan pada edema yang terjadi pada gagal jantung kongestif. Penurunan konsentrasi protein plasma menyebabkan penurunan tekanan osmotic plasma. dengan demikian terdapat cairan tambahan yang tertinggal diruang –ruang interstisium. Jakarta: EGC Tamsuri. kerena kapiler mengalirkan isinya kedalam vena. Penyumbatan limfe yang lebih meluas terjadi pada filariasis.penurunan ini menyebabkan filtrasi cairan yang keluar dari pembuluh lebih tinggi. penurunan sintesis protein plasma akibat penyakit hati ( hati mensintesis hampir semua protein plasma ). Etiologi penyebab edema dapat dikelompokan menjadi empat kategori umum: 1. Edema perifer dan periorbita 5. b. dan zat-zat sisa melebar sehingga kecepatan difusi berkurang. 4. penyakit ginjal serta perpindahannya air dari intravascular ke intestinum.. obstruksi sirkulasi vena) yang menyebabkan cairann dalam pembuluh darah terdorong ke ruang interstisial. Peningkatan hidrostatik kapiler meningkat (mis. Bagian tubuh yang terkena. Peningkatan tekanan darah. Adapun edema yang disebabkan oleh retensi cairan hanya menimbulkan edema non pitting..ronki basah di seluruh lapangan paru ) 6. Umumnya. lepuh ) dan respon alergi (misalnya . atau pengeluaran protein akibat luka bakar yang luas . hipervolemia.karena kelebihan cairan yang difiltrasi keluar tertahan di cairan interstisium dan tidak dapat dikembalikan ke darah melalui sistem limfe. antara lain gangguan hemodinamik system kapiler yang menyebabkan retensi natrium dan air. 3. Uterus yang membesar menekan vena –vena besar yang mengalirkan darah dari ekstremitas bawah pada saat vena-vena tersebut masuk ke rongga abdomen.

silisium (Si) and seng (Zn). air mempunyai 2 fungsi utama yaitu sebagai pembawa zat-zat nutrisi seperti karbohidrat. 400 ml keluar dalam bentuk uap air melalui proses respirasi (pernafasan) dan 100 ml keluar bersama dengan feces (tinja). Tetapi pada kondisi tertentu diuretic harus diberikan bersamaan dengan terapi non farmakologis. Mengurangi asupan natrium dan air. Diuretic yang bekerja pada cortical collecting tubule 5. cairan akan terdistridusi ke dalam 2 kompartemen utama yaitu cairan intraselular (ICF) dan cairan ekstrasellular (ECF). 5. fosfor (P). Di dalam tubuh manusia. Mineral makro adalah mineral yang menyusun hampir 1% dari total berat badan manusia dan dibutuhkan dengan jumlah lebih dari 1000 mg/hari. sehingga diuretic harus diberikan dengan hati-hati. Penanganan penyakit yang mendasari 7. yodium (I) . Sedangkan mineral mikro terdiri dari kromium (Cr). 4. seperti paru-paru atau jantung. Sehingga berdasarkan estimasi ini. kalium dan klorida. menjaga pH tubuh dan juga akan terlibat dalam setiap reaksi oksidasi dan reduksi serta ikut berperan dalam setiap proses metabolisme. Selain berperan dalam p roses metabolisme. 3. diuresis yang berlebihan menyebabkan pengurangan volume plasma. maka konsentrasi larutan (osmolality) pada kedua kompartemen juga akan berbeda. kesetimbangan antara air (H O)-elektrolit diatur secara ketat agar sel-sel dan organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. Jika elektrolit mempunyai muatan positif (+) maka elektrolit tersebut disebut sebagai kation sedangkan jika elektrolit tersebut mempunyai muatan negatif (-) maka elektrolit tersebut disebut sebagai anion. lokal pressure 9. tembaga (Cu). Klasifikasi diuretic berdasarkan tempat kerja . Dalam komposisi air keringat. Tirah baring. fluoride (F).Elektrolit Elektrolit yang terdapat pada cairan tubuh akan berada dalam bentuk ion bebas (free ions). besi (Fe). Sehingga dengan semakin besar laju pengeluaran keringat. Cairan intraselular adalah cairan yang terdapat di dalam sel sedangkan cairan ekstraselular adalah cairan yang terdapat di luar sel. Meningkatkan pengeluaran natrium dan air : Diuretik . katalisator reaksi biologik sel. Pendahuluan Di dalam tubuh. pelumas dalam cairan senditubuh. tiga mineral utama yaitu natrium. kalsium (Ca ). Sekitar 1. Secara ratarata tubuh orang dewasa akan kehilangan 2.bukan kuratif. Secara umum elektrolit dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu kation dan anion. konsumsi antara 8-10 gelas (1 gelas =240 ml) biasanya dijadikan sebagai pedoman dalam pemenuhan kebutuhan cairan per. fosfat (HPO ) dan sulfat (SO ). pelindung organ dan jaringan tubuh serta juga akan membantu dalam menjaga tekanan darah & konsentrasi zat terlarut.hanya sebagai terapi paliatif. 500 ml melalui keluarnya keringat. sulfur (S). Diuretic yang bekerja pada loop of henle 3. klorida (Cl ). natrium dan klorida merupakan mineral dengan konsentrasi tertinggi yang terbawa keluar tubuh melalui kelenjar keringat (sweat glands).5 L cairan tubuh keluar melalui urin. klorida (Cl). Selain itu agar fungsi-fungsi tubuh dapat berjalan dengan normal.harinya.Fungsi Cairan Tubuh Dalam proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh. sedangkan sel-sel yang mempunyai konsentrasi air paling rendah adalah sel-sel jaringan seperti tulang atau gigi. magnesium (Mg). vitamin dan mineral serta juga akan berfungsi sebagai pembawa oksigen (O ) ke dalam 2 sel-sel tubuh. 1. Oleh karena itu maka pembahasan mengenai mineral dalam penulisan ini hanya akan berfokus pada 3 mineral utama yaitu natrium. Efek diuretic berbeda berdasarkan tempat kerjanya pada ginjal. CAIRAN TUBUH.Mineral Makro & Mikro Berdasarkan kebutuhannya di dalam tubuh.Distribusi Cairan Tubuh Di dalam tubuh manusia. Diantara ketiganya. Contoh dari kation adalah natrium (Na ) dan kalium (K ) & contoh dari anion adalah klorida (Cl ) dan bikarbonat (HCO ). mengatur pendistribusian cairan ke dalam kompartemen badan air (body’s fluid compartement). kalium (K ). sel-sel yang mempunyai konsentrasi air paling tinggi antara lain adalah sel-sel otot dan organ-organ pada rongga badan. Pendistribusian air di dalam 2 kompartemen utama (Cairan Intrasellular dan Cairan Ekstrasellular) ini sangat bergantung pada jumlah elektrolit dan makromolekul yang terdapat dalam kedua kompartemen tersebut. 2. Hindari faktor yang memperburuk penyakit dasar . kalium (K). mangan (Mn). baik dari diet maupun intravena 8. mulut & hidung. Prinsip terapi edema 6. 75% dari air pada kompartemen cairan ekstraselular ini akan terdapat pada sela-sela sel (cairan interstisial) dan 25%-nya akan berada pada plasma darah (cairan intravaskular). Air yang berada di dalam cairan ekstrasellular ini kemudian akan terdistribusi kembali kedalam 2 Sub-Kompartemen yaitu pada cairan interstisial (ISF) dan cairan intravaskular (plasma darah). Kedua kompartemen ini dipisahkan oleh sel membran yang memiliki permeabilitas tertentu. air di dalam tubuh juga akan berfungsi sebagai pengatur panas untuk menjaga agar suhu tubuh tetap berada pada kondisi ideal yaitu ± 37C.5 L cairan per harinya. magnesium (Mg ). dan natrium (Na). bikarbonat (HCO ).elektrolit yang terdapat dalam jumlah besar di dalam tubuh antara lain adalah natrium (Na ). Diuretik yang bekerja pada tubulus proksimalis 2. Karena sel membran yang memisahkan kedua kompartemen ini memiliki permeabilitas yang berbeda untuk tiap zat. elektrolit-elektrolit ini akan memiliki fungsi antara lain dalam menjaga tekanan osmotik tubuh.hipotensi.farmakologis sangat efektif seperti pengurangan asupan natrium (yakni kurang dari jumlah yang diekskresikan oleh ginjal) dan menaikkan kaki diatas level dari atrium kiri. Pada tubuh manusia. kalium dan klorida dari dalam tubuh juga akan semakin besar. kalium & klorida merupakan mineral dengan konsentrasi terbesar yang terdapat di dalamnya. air di dalam tubuh juga akan berfungsi untuk mengeluarkan produk samping hasil metabolisme seperti karbon dioksida (CO ) dan juga senyawa nitrat.perfusi yang inadekuat.01% dari total berat badan. Hampir 67% dari total badan air (Body’s Water) tubuh manusia terdapat di dalam cairan intrasellular dan 33% sisanya akan berada pada cairan ekstrasellular. berat-ringannya penyakit dan urgensi dari penyakitnya. Elektrolit. mineral dapat digolongkan menjadi 2 kelompok utama yaitu mineral makro dan mineral mikro.ELEKTROLIT & MINERAL 1. Diuretic yang bekerja pada tubulus kontortus distal 4. Selain itu. Mineral yang termasuk di dalam kategori mineral makro utama adalah kalsium (Ca). sedangkan mineral mikro (Trace ) merupakan mineral yang dibutuhkan dengan jumlah kurang dari 100 mg /hari dan menyusun lebih kurang dari 0. -Natrium (Na) . air yang terdapat di dalam tubuh juga akan memiliki berbagai fungsi penting antara lain sebagai pelembab jaringan-jaringan tubuh sepertimata. maka laju kehilangan natrium . Pemilihan obat dan dosis akan sangat tergantung pada penyakit yang mendasari.

prerenal insufficiency accounts for approximately 70% of community-acquired cases of acute renal failure and as many as 60% of hospital-acquired cases. Sekitar 90% dari total kalium tubuh akan berada di dalam kompartemen ini. kalium akan berperan dalam transmisi saraf.3-4. or wake up with puffy eyes. subjects with acute renal failure due to nephrotoxins. kalium juga merupakan garam yang dapat secara cepat diserap oleh tubuh. Ion natrium juga akan berada pada cairan intrasellular (ICF) namun dengan konsentrasi yang lebih kecil yaitu ± 3 mmol/L. natrium biasanya berada dalam bentuk garam seperti + natrium klorida (NaCl). It is usually linked to the venous or lymphatic systems.  Pathophysiology  Oliguria may result from 3 broad pathophysiologic processes: prerenal. Macular edema is a serious complication of diabetic retinopathy. At onset. It is often the earliest sign of impaired renal function and poses a diagnostic and management challenge to the clinician. hands and arms.if you stand or sit still for a long time there is a much higher chance of swelling. Di dalam molekul ini. ion klorida juga merupakan ion dengan konsentrasi terbesar yang keluar melalui keringat.excess fluid is trapped in the body's tissues. legs and feet. It is one of the clinical hallmarks of renal failure and has been used as a criterion for diagnosing and staging acute renal failure. Sebagai anion utama dalam cairan ekstraselullar. kontraksi otot dan juga akan berperan dalam proses absorpsi glukosa. Garam natrium merupakan garam yang dapat secara cepat diserap oleh tubuh dengan minimum kebutuhan untuk orang dewasa berkisar antara 1. but usually develops subtly .6 gr/hari (ekivalen dengan 3. and less than 400 mL/d in adults. There are many types of edema.in and around the brain (cerebral edema). Baroreceptor-mediated activation of the sympathetic nervous system and renin-angiotensin axis results in renal vasoconstriction and the resultant reduction in the GFR (see Media file 1). -Kalium (K) Kalium merupakan ion bermuatan positif (kation) utama yang terdapat di dalam cairan intrasellular (ICF) dengan konsentrasi ±150 mmol/L.0 gr NaCl/hari). e. Selain itu. pengaturan enzim dan kontraksi otot. the degree of oliguria depends on hydration and concomitant use of diuretics. Edema may be generalized or local. corneal edema.  Oliguria is defined as a urine output that is less than 1 mL/kg/h in infants. However. bersama dengan kalsium (Ca ) dan natrium (Na ). periorbital edema (puffiness around the eys. Setiap kelebihan kalium yang terdapat di dalam tubuh akan dikeluarkan melalui urin serta keringat -Klorida (Cl) Elektrolit utama yang berada di dalam cairan ekstraselular (ECF) adalah elektrolit bermuatan negatif yaitu klorida (Cl ). which in turn causes even more capillary leakage into the surrounding tissue. less than 0.in and around the eyes. Konsentrasi ion klorida tertinggi terdapat pada cairan serebrospinal seperti otak atau sumsum tulang belakang.in the feet (pedal edema). Many patients wait until symptoms are well advanced before seeking medical help. Edema.0 mmol /L. Cl ) akan memberikan kontribusi lebih dari 90% terhadap efektif osmolalitas di dalam cairan ekstrasellular.3-1. natrium berada dalam bentuk ion sebagai Na . macular edema. is swelling caused by fluid retention .  Prerenal insufficiency is a functional response of structurally normal kidneys to hypoperfusion. Hampir sama dengan natrium.4% dari total kalium tubuh akan terdistribusi ke dalam ruangan vascular yang terdapat pada cairan ekstraselular dengan konsentrasi antara 3.5-5. The most common ones are:  Peripheral edema .Di dalam produk pangan atau di dalam tubuh.  Eye edema . or neonatal asphyxia are typically nonoliguric. This could be due to capillary damage or increased pressure. interstitial nephritis. Kebutuhan minimum kalium diperkirakan sebesar 782 mg/hari. ankles.5 mL/kg/h in children. ankles. Di dalam tubuh kalium akan mempunyai fungsi dalam menjaga keseimbangan cairan-elektrolit dan keseimbangan asam basa. Sekitar 0. A decrease in circulatory volume evokes a systemic response aimed at normalizing intravascular volume at the expense of the glomerular filtration rate (GFR).the patient may first gain weight. All cases of acute renal failure are not characterized by oliguria. Setiap kelebihan natrium yang terjadi di dalam tubuh dapat dikeluarkan melalui urin & keringat.researchers in Spain identified the genes that cause blindness produced by corneal edema. menjaga aktivitas saraf .  Genes .1 g/ Kg berat badan dengan konsentrasi antara 98-106 mmol / L. In the UK/Ireland/Australasia and some other countries the word is spelled oedema. natrium (Na ) bersama dengan pasangan (terutama klorida. Pada keadaan normal. identification and timely treatment of reversible causes is crucial because the therapeutic window may be small. Sebagai kation utama dalam cairan ekstrasellular.a vicious cycle.Bersama dengan ion natrium (Na ).  Standing or sitting still for long . For example. legs. This results in more blood circulating in the body. Diperkirakan hampir 100 gram dari ion natrium (Na ) atau ekivalen dengan 250 gr NaCl terkandung di dalam tubuh manusia.g. lambung dan juga pankreas. ion klorida juga akan berperan dalam menjaga keseimbangan cairan-elektrolit. arms. Selain itu. Edema is most commonly caused by:  Physical inactivity . Leaking capillaries will cause the kidneys to accumulate higher than normal quantities of sodium (salt) and water in order to compensate for the capillary fluid loss. ion klorida juga mempunyai fungsi fisiologis penting yaitu sebagai pengatur derajat keasaman lambung dan ikut berperan dalam menjaga keseimbangan asam-basa tubuh. It can appear suddenly. oliguria is frequently acute. intrinsic renal.edema is more prevalent among people who do not exercise at all. In addition. Swelling caused by edema commonly occurs in the hands. and walk very little. Jumlah ion klorida (Cl ) yang terdapat di dalam jaringan tubuh diperkirakan sebanyak 1. which produces additional swelling . In most clinical situations. natrium akan berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh. Hampir semua natrium yang terdapat di dalam tubuh akan tersimpan di dalam soft body tissue dan cairan tubuh. Namun jumlah ini dapat bervariasi bergantung terhadap beberapa faktor seperti jenis kelamin. and postrenal mechanisms. Konsentrasi total kalium di dalam tubuh diperkirakan sebanyak 2g/kg berat badan. The early phase of renal compensation for reduced perfusion includes autoregulatory .  Cerebral edema . What causes edema? If the capillaries (tiny blood vessels) leak fluid into the surrounding tissue the area will start to swell. acute oliguria is reversible and does not result in intrinsic renal failure. Edema was formerly known as dropsy or hydropsy. Globally. Ion natrium (Na ) merupakan kation utama di dalam cairan ekstrasellular (ECF) dengan konsentrasi berkisar antara 135-145 mmol/L. umur dan massa otot (muscle mass).

This decompensation phase is characterized by excessive stimulation of the sympathetic and renin-angiotensin systems. tacrolimus). nonsteroidal anti-inflammatory drugs). Another retrospective review of 248 patients with a diagnosis of acute renal 2 failure upon discharge or death revealed acute tubular necrosis and nephrotoxins to be the most common causes of acute renal failure. oliguria in infants and children is most often secondary to dehydration and reverses without renal injury if the dehydration is corrected. cast formation. or ACE inhibitors can precipitate oliguric acute renal failure in individuals with reduced renal perfusion. Ischemia leads to altered tubule cell metabolism (eg. single-center data and literature reviews from the 1980s and 1990s reported hemolytic uremic syndrome and other primary renal diseases as the most prevalent causes. cardiogenic shock. depletion of ATP. and oliguria (see Media file 3). More recent single-center data have detailed the underlying causes of pediatric acute renal failure in large cohorts of children. cyclosporine.maintenance of the GFR via afferent arteriolar dilatation (induced by myogenic responses. and bone 1 marrow transplantation were the most common causes. However.g. and children who undergo bone marrow and solid organ transplantation have lead to a dramatic broadening of the epidemiology of pediatric acute renal failure. release of reactive oxygen species) and cell death with resultant cell desquamation. Thus. primary glomerular diseases. drugs. backleak of tubular fluid. Renal failure is not always associated with oliguria. and neonatal asphyxia is frequently of the nonoliguric type. These changes are shown in Media file 2. prolonged renal hypoperfusion can result in a deleterious shift from compensation to decompensation. Advancements in the care of critically ill neonates. Iatrogenic interference with renal autoregulation by administration of vasoconstrictors (eg.g. The early phase also includes enhanced tubular reabsorption of salt and water (stimulated by the renin-angiotensin-aldosterone system and sympathetic nervous system). This includes acute tubular necrosis (from prolonged ischemia. Intrinsic renal failure is associated with structural renal damage. as a result of dehydration by poor oral intake. expanding hematoma or fluid collection) . is related to a less severe renal injury. medication)  Postrenal: as a consequence of obstruction of the urine flow (e. Pathophysiology [4] The pathophysiologic mechanisms causing oliguria can be categorized globally in three different categories :  Prerenal: in response to hypoperfusion of the kidney (e. with resultant profound renal vasoconstriction and ischemic renal injury. intratubular obstruction. For example. Bunchman et al reported that congenital heart disease. or toxins). and prostaglandins) and via efferent arteriolar constriction (mediated by angiotensin II). infants with congenital heart disease. enlarged prostate. the epidemiology of pediatric acute renal failure has evolved in developed countries from primary kidney diseases or prerenal failure to secondary effects of other systemic illnesses or their treatment. tubuloglomerular feedback. and has a better prognosis. the oliguria is reversible and associated with repair and regeneration of tubular epithelial cells. In most clinical situations. acute tubular necrosis. Postrenal failure is a consequence of mechanical or functional obstruction to the flow of urine. interstitial nephritis. inhibitors of prostaglandin synthesis (eg. Although multicenter epidemiological data on pediatric acute renal failure are not available. The pathophysiology of ischemic acute tubular necrosis is well studied. Renal failure that results from nephrotoxic injury. In a study of 226 children with acute renal failure. or vascular lesions. massive bleeding or sepsis)  Renal: due to kidney damage (severe hypoperfusion. Rapid reversibility of oliguria following timely reestablishment of renal perfusion is an important characteristic and is the usual scenario in prerenal insufficiency. rhabdomyolysis. tumour compression urinary outflow. sepsis. diarrhea. This form of oliguria and renal insufficiency usually responds to release of the obstruction.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->