P. 1
EKOSISTEM PANTAI

EKOSISTEM PANTAI

|Views: 522|Likes:
Published by Wildan Jpp
llllllll
llllllll

More info:

Published by: Wildan Jpp on Mar 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2014

pdf

text

original

EKOSISTEM PANTAI

Daerah pantai merupakan daerah perbatasan antara ekosistem laut dan ekosistem darat, laut, dan daerah pasang surut. Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut.

Karena hempasan gelombang dan hembusan angin maka pasir dari pantai membentuk gundukan ke arah darat. Setelah gundukan pasir itu biasanya terdapat hutan yang dinamakan hutan pantai.
Di daerah pasang surut sendiri dapat terbentak hutan, yaitu hutan bakau. Hutan bakau biasanya sangat sukar ditempuh manusia karena banyaknya akar dan dasarnya terdiri atas lumpur. Bila tanah di daerah pasang surut berlumpur, maka kawasan ini berupa hutan bakau yang memiliki akar napas. Akar napas merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur yang kurang oksigen. Selain berfungsi untuk mengambil oksigen, akar ini juga dapat digunakan sebagai penahan dari pasang surut gelombang. Yang termasuk tumbuhan di hutan bakau antara lain Nypa, Acathus, Rhizophora, dan Cerbera. Jika tanah pasang surut tidak terlalu basah, pohon yang sering tumbuh adalah: Heriticra, Lumnitzera, Acgicras, dan Cylocarpus. Tumbuhan pada hutan pantai cukup beragam. Tumbuhan tersebut bergerombol membentuk unit-unit tertentu sesuai dengan habitatnya. Suatu unit vegetasi yang terbentuk karena habitatnya disebut formasi. Setiap formasi diberi nama sesuai dengan spesies tumbuhan yang paling dominan. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras.

A.Berdasarkan tempatnya/daerahnya,ekosistem hutan pantai dapat dibedakan menjadi,yaitu:
1.Daerah Atas Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung pantai. 2.Daerah tengah pantai Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini dihuni olehganggang, porifera, anemon laut, remis,kerang, siput herbivora dan karnivora, kepiting, landak laut, bintang laut, dan ikan-ikan kecil.

Apabila sungainya besar. Crinum asiaticum (bakung). Binatang-binatang ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Habitatnya berbagai jenis biota ikan gelodok. Euphorbia atoto.Formasi Pres-Caprae . tumbuhan lainnya adalah Vigna. memiliki air tanah dangkal.dpl. Canavalia maritime. Ekosistem pantai berbatu dan berpasir memiliki karakteristik minim hara. Bali. Pada formasi ini. pantai selatan Jawa.Ekosistem pantai lumpur Ekosistem pantai lumpur terbentuk dari pertemuan antara endapan lumpur sungai dengan tumbuhannya adalah Tricemia. Tumbuhan berbiji yang hidup di daerah ini beradaptasi pada habitat tanah berpasir. B. sampai pantai selatan Maluku. tumbuhan lainnya adalah Callophylum inophylum (nyamplung). Hibiscus tiliaceus (waru laut). 11.Daerah pantai terdalam Daerah pantai terdalam terendam saat air pasang maupun surut. Hernandia. Skeratia. Daerah ini dihuni oleh beragaminvertebrata dan ikan serta rumput laut. D. dan rumput laut/Enhalus acoroides.Berdasarkan susunan vegetasinya. Ekosistem ini dapat dijumpai di wilayah pesisir berbukit yang berdinding batu mulai dari sepanjang pantai barat Sumatra.Formasi Baringtonia Vegetasi dominan adalah pohon Baringtonia (butun). dan dengan curah hujan yang rendah. tumbuhan yang dominan adalah Ipomeea prescaprae. Nusa Tenggara. yaitu formasi Pres-Caprae dan formasi Baringtonia. 2. C.3. Scaevola frutescens (babakoan). ekosistem hutan pantai dapat dibedakan menjadi 2. selain itu letaknya yang berdekatan dengan laut menyebabkan udaranya cukup lembab dan berkadar garam tinggi. dimana ditemukan 170 jenis flora yang terbagi dalam 42 ordo dan 61 famili dan 135 genus. Ekosistem tersebut biasanya didominasi vegetasi jenis Sargassum atau Eucheuma. Terminalia catapa(ketapang). lumpur tersebut membentang luas sampai menjorok ke laut. .Ekosistem pantai batu Ekosistem pantai batu terbentuk dari bongkahan-bongkahan batu granit yang besar atau berupa batuan padas yang terbentuk dari proses konglomerasi (berkumpul dan menyatunya) antara batu-batu kecil atau kerikil dengan tanah liat dan kapur. Ekosistem pantai lumpur terdapat di muara yang disebut sebagai monsun estuaria. Pandanus tectorius (pandan). tanahnya berpori-pori besar dengan permeabilitas tanah sangat baik.10 m. Biasanya ekosistem pantai lumpur dapat . berada pada ketinggian 1 . Spinifex littoreus (rumput angin). dengan porositas tinggi. Erythrina. 2.

Pantai tertentu merupakan daerah pertanian pasang surut g. Pantai juga dapat dijadikan daerah tempat tinggal bagi nelayan tradisional.Irian Jaya. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan . Sehingga kami dapat menyelesaikan karya ilmiah tentang ekosistem lingkungan dengan judul “BERKURANGNYA JUMLAH POHON BAKAU EKOSISTEM PANTAI” yang merupakan tugas yang kami dapat dari guru kami Bu Farida. karunia. dan pertolongan-Nya. Kata pengantar Puji syukur kepada Allah SWT yang selalu memberikan kasih. Sumatra. dan Jawa. 26 agustus 2010 Pembuat karya ilmiah () Kelompok 6 Bab i pendahuluan HUTAN MANGROVE Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Pantai ditumbuhi oleh pohon-pohon nipah yang berguna untuk pembuatan atap rumah e. Manfaat ekosistem pantai Manfaat ekosistem pantai. Akhir kata. Pantai yang ditumbuhi hutan bakau dapat menghasilkan kayu d. Kami ucapkan terima kasih Semarang. Sumber protein hewani. kami menyadari bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna. yaitu dari berbagai jenis ikan yang hidup dan berkembang biak di daerah hutan bakau b. antara lain sebagai berikut: a.kita jumpai di pantai-pantai pada pulau cukup besar yang memiliki sungai-sungai lebar seperti di Pulau Kalimantan. Mudah mudahan karya ilmiah bisa berguna untuk proses belajar mengajar. Sumber protein hewani yang berasal dari berbagai jenis ikan yang tinggal di daerah muara sungai c. Pantai yang landai merupakan daerah potensial untuk budi daya udang windu dan ikan bandeng f. Pelaksanan dan penulisan karya ilmiah ini dapat diselesaikan berkat bantuan dari berbagai pihak.

hutan mangrove adalah kelompok jenis tumbuhan yang tumbuh di sepanjang garis pantai tropis sampai sub tropis yang memiliki fungsi istimewa di suatu lingkungan yang mengandung garam dan bentuk lahan berupa pantai dengan reaksi tanah an-aerob. Sedangkan dalam bahasa portugis kata mangrove digunakan untuk menyatakan individu spesies tumbuhan. Hutan Payau. penahan lumpur dan perangkap sedimen yang diangkat oleh aliran air permukaan. Kadar O2 dalam air dan tanah rendah. Sebagian lainnya mendefinisikan bahwa hutan mangrove adalah tumbuhan halofit (tumbuhan yang hidup pada tempat-tempat dengan kadar garam tinggi atau bersifat alkalin) yang hidup disepanjang areal pantai yang dipengaruhi oleh pasang tertinggi sampai daerah mendekati ketinggian rata-rata air laut yang tumbuh di daerah tropis dan sub-tropis. 2. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak. laguna. Ciri-ciri hutan bakau: 1. 2. Saat air pasang. Sebagian ilmuwan mendefinisikan. Kata mangrove adalah kombinasi antara bahasa Portugis mangue dan bahasa Inggris grove. Kadar garam air dan tanah tinggi. saat air surut lingkungan becek dan berlumpur. Fungsi ekologis hutan mangrove Hutan mangrove mempunyai fungsi ekologis sebagai berikut: 1. Ekosistem hutan bakau bersifat khas baik karena adanya pelumpuran tadi yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah. Secara ringkas hutan mangrove dapat didefinisikan sebagai suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut (terutama di pantai yang terlindung. sebagai peredam gelombang dan angin badai. Ada beberapa istilah lain dari hutan mangrove antara lain: Tidal Forest (hutan pasang surut). dan Hutan bakau. muara sungai) yang tergenang pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini.organik. lingkungan banjir. sebagai penghasil sejumlah besar detritus. sedangkan kata mangal untuk menyatakan komunitas tumbuhan tersebut. 3. salinitas tanahnya yang tinggi. maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu. dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi. terutama yang berasal dari daun dan dahan . pelindung pantai dari abrasi. Adapun dalam bahasa Inggris kata mangrove digunakan untuk menunjuk komunitas tumbuhan yang tumbuh di daerah jangkauan pasang-surut maupun untuk individu-individu spesies tumbuhan yang menyusun komunitas tersebut. Coastal Woodland (kebun kayu pesisir). serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut.

terdiri atas dua tipe. Mangrove di Papua mencapai luas 1. tetumbuhan beradaptasi dengan berbagai cara. Yakni di pantai timur Sumatra. mengembangkan akar tunjang (stilt root) untuk bertahan dari ganasnya gelombang. keduanya untuk menunjang tegaknya pohon di atas lumpur.) dan pidada (Sonneratia spp. yang biasanya tumbuh di zona terluar.3 juta ha. yang hidup di kolom air.5 hingga 4. terutama di sekitar Teluk Bintuni. 3. hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di sekitar Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. di tepi Dangkalan Sahul. kerang dan berbagai jenis avertebrata lainnya Luas dan Penyebaran Hutan-hutan bakau menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia. Secara fisik. Luas hutan bakau Indonesia berkisar antara 2. Jenis-jenis api-api (Avicennia spp. hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua. sebagai daerah asuhan (nursery ground).pohon mangrove yang rontok.) menumbuhkan akar napas (pneumatophore) yang muncul dari pekatnya lumpur untuk mengambil oksigen dari udara. terutama kepiting.97 hektar (Spalding dkk.) berakar papan yang memanjang berkelok-kelok. terutama berbagai jenis ikan dan udang. Di pantai utara Jawa. 1997 dalam Noor dkk. hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan. Pohon kendeka (Bruguiera spp. 1999). Di Indonesia. daerah mencari makanan (feeding ground) dan daerah pemijahan (spawning ground) bermacam biota perairan (ikan. sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia. Di bagian timur Indonesia.) mempunyai akar lutut (knee root). yang menempati substrat baik keras (akar dan batang pohon mangrove) maupun lunak (lumpur). Melebihi Brazil yang memiliki hutan mangrove seluas 1. udang dan kerangkerangan…)baik yang hidup di perairan pantai maupun lepas pantai Fauna yang hidup hutan mangrove Kelompok fauna perairan/akuatik. terutama di sekeliling khatulistiwa di wilayah tropika dan hanya sedikit yang ada di wilayah subtropika. Pohon-pohon bakau (Rhizophora spp. Sebagian dari detritus ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan bagi para pemakan detritus dan sebagian lagi diuraikan secara bakterial menjadi mineralmineral hara yang berperan dalam penyuburan perairan. b.). sambil pula mendapatkan udara bagi .1 juta hektar dan Australia yang memiliki hutan mangrove seluas 0. sementara pohon-pohon nirih (Xylocarpus spp. yaitu: a. Seperti aneka bentuk akar dan kelenjar garam di daun. Bentuk adaptasi: Menghadapi lingkungan yang ekstrim di hutan bakau. kebanyakan vegetasi mangrove menumbuhkan organ khas untuk bertahan hidup.5 juta hektar.3 juta hektar. Nigeria yang memiliki hutan mangrove seluas 1. Namun ada pula bentuk-bentuk adaptasi fisiologis. dan pantai barat serta selatan Kalimantan. dan merupakan hutan mangrove yang terluas di dunia.

Mangrove di Papua mencapai luas 1. Abrasi . lubang pori pada pepagan untuk bernapas. Di pantai utara Jawa.97 ha) tetapi sekarang ini sudah mulai berkurang.3 juta ha.3 juta ha). Untuk mengatasi salinitas yang tinggi. Ditambah pula kebanyakan jenis-jenis vegetasi mangrove memiliki lentisel. Yakni di pantai timur Sumatra. sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia. diakumulasikan di daun tua dan akan terbuang bersama gugurnya daun. Air yang terserap telah hampir-hampir tawar. Faktor alam A. seperti Rhizophora mangle. Melebihi Brazil (1. sekitar 90-97% dari kandungan garam di air laut tak mampu melewati saringan akar ini. Penyebab Berkurangnya jumlah pohon bakau di ekosistem pantai. mengingat sukarnya memperoleh air tawar. karena Indonesia merupakan salah satu dari paru paru dunia. terutama di sekitar Teluk Bintuni.5 juta hektar. Sekarang ini hutan mangrove di Indonesia hanya berjumlah Luas hutan bakau Indonesia antara 2. Di bagian timur Indonesia. Di Indonesia. hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan. di tepi Dangkalan Sahul.pernapasannya. hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua. Pada pihak yang lain.5 hingga 4. hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. api-api mengeluarkan kelebihan garam melalui kelenjar di bawah daunnya. 1. Garam yang sempat terkandung di tubuh tumbuhan. Beberapa jenis tumbuhan hutan bakau mampu mengatur bukaan mulut daun (stomata) dan arah hadap permukaan daun di siang hari terik. dan pantai barat serta selatan Kalimantan. mengembangkan sistem perakaran yang hampir tak tertembus air garam. sehingga mengurangi evaporasi dari daun Bab ii Isi A. Penyebab utama kejadian ini karena faktor alam dan faktor perbuatan manusia. Nigeria (1. Padahal lingkungan lautan tropika yang panas mendorong tingginya penguapan.1 juta ha) dan Australia (0. vegetasi mangrove harus berupaya mempertahankan kandungan air di dalam tubuhnya. Sementara jenis yang lain. Tetapi sekarang hutan mangrove di Indonesia berkurang meskipun tidak kritis sepenuhnya. merupakan mangrove yang terluas di dunia.

Suhu yang panas sangat cocok untuk pertumbuhan pohon bakau. Dengan pesatnya jumlah wabah hama menyebabkan tanaman bakau rusak dan sulit untuk berkembang. Meskipun hutan bakau di tanam dengan tujuan untuk mencegah terjadinya abrasi tetapi perkembangbiakan hutan bakau juga terkena dampak pengaruh abrasi itu sendiri. Angin juga berpengaruh terhadap pertumbuhan pohon bakau. Maksudnya pohon bakau hanya bisa dapat tumbuh dikawasan pantai yang penuh dengan air. pohon bakau tidak dapat tumbuh dikawasan pegunungan. hotel ataupun pemungkiman penduduk. . Pertambangan pasir Menurunnya jumlah hutan bakau juga dikarenakan ulah manusia contohnya saja pertambangan pasir di pantai. Organisme yang ada di hutan bakau. D. Misalnya lahan tempat bertumbuhnya hutan bakau dibabat habis untuk digunakan sebagai tempat pembangunan untuk kawasan industri. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami. B. Organisme yang ada di hutan bakau juga berpengaruh terhadap pertumbuhan hutan bakau contohnya saja sekarang ini akibat dampak global warming yang mengakibatkan jumlah ulat bulu atau hama tanaman yang memakan bakau menjadi meningkat.Berkurangnya jumlah hutan bakau di Indonesia disebabkan oleh abrasi. B. Angin Angin juga berpengaruh terhadap pertumbuhan pohon bakau dan kerusakan pada hutan bakau. Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipacu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Suhu udara cukup berpengaruh terhadap pertumbuhan pohon bakau. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kelembaban juga dalam arti kapasitas air yang mengenai tanaman itu. Faktor Manusia A. Kelembaban Kelembaban juga berpengaruh meskipun hanya sedikit dampaknya. Misalnya jika terjadi angin pantai yang besar seperti angin putting beliung pada suhu udara dan tekanan yang rendah yang terjadi di kawasan pantai maka akan merusak banyak pohon bakau. Pohon bakau hanya dapat tumbuh dikawasan tropis dan hanya dapat tumbuh disuhu udara tinggi biasanya tumbuh di Negara yang memiliki iklim tropis kecuali di daerah guru pasir. Pembangunan Diera globalisasi ini semakin pesat laju pembangunan itu juga berpengaruh terhadap pertumbuhan hutan bakau. namun manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi. Jika suhu udara tidak terkendali maka pertumbuhan hutan bakau tidak bisa tumbuh C. Pohon bakau juga tidak dapat tumbuh dikawasan tundra atau daerah yang beriklim dingin. Maksudnya manusia mengambil hasil sumber daya alam yang berupa pasir di pantai sehingga merusak tumbuhan bakau dan juga mengurangi lahan untuk tumbuh dan berkembangnya pohon bakau misalnya pengambilan dan perluasan lahan untuk pertambangan pasir. 2.

kini telah hilang atau pergi. 3. karena intensitas cahaya yang masuk. Karena setiap bagian tanaman itu dapat digunakan. Misalnya kecelakaan yang dialami oleh kapal pengangkut bahan kimia atau kapal tanker pengangkut minyak bumi. Penggunaan pohon bakau Pohon bakau sering kali ditebang oleh para warga disekitar hutan bakau atau di luar hutan bakau untuk di pakai dalah kehidupan sehari. Menurunnya jumlah hutan bakau dapat mempengaruhi kehidupan berbagai organisme yang hidup di dalam maupun di luar habitat hutan bakau karena hutan bakau sebagai berperan sebagai produsen utama dan tempat tinggal bagi sebagian besar organisme yang hidup di sekitar hutan bakau. Misalnya burungburung yang biasanya bersarang/bertempat tinggal di hutan bakau. ranting dan batangnya digunakan sebagai kayu bakar. karena pohon bakau juga merupakan tempat tinggal ikan untuk berteduh dari sinar matahari.C. Maka akan mengakibatkan perubahan yang besar pada rantai makanan yang ada. Karena tempat tinggalnya telah berkurang sehingga burung-burung pergi mencari habitat baru. Efek yang Di Timbulkan Terhadap Organisme Lain. Juga ikan-ikan yang biasanya berkembang biak di sekitar hutan bakau mati. D. dan juga organisme yang ada di ekositem pantai lainnya. Faktor Kecelakaan Meskipun tak berpengaruh besar tetapi fak tor kecelakaan juga mempengaruhi kehidupan pohon bakau. Contoh: jika jumlah pohon bakau menurun intensitas cahaya yang masuk biasanya terhalang . Hutan bakau juga berperan sebagai produsen utama pada ekosistem tersebut. Kapal tersebut bisa saja mengalami kebocoran pada tanki penyimpanan bahan bahan berbahaya yang diangkutnya sehingga bahan tersebut dengan pengaruh ombak bias saja sampai ke sekitar pantai dan itu menyebabkan pencemaran pada ekosistem pantai sehingga tumbuhan bakau (dan organisme lainnya ) mati. Misal kulit tanaman bakau bias dijadikan genteng rumah. Tentunya semua organisme yang hidup disana (atau bisa disebut ekosistem pantai) bergantung dengan adanya hutan bakau. Dan itu menyebabkan sulitnya konsumen tingkat berikutnya kesulitan mencari makanan ( konsumen tingkat 1/herbifora). B. Jika tidak menemukan maka dia akan punah. Sehingga ikan-ikan yang mati kepanasan. Jika populasi hutan bakau sebagai sumber makanan berkurang maka para herbifora atau konsumen tingkat 1 mati kelaparan karena kekurangan makanan. Pengaruh penurunan jumlah hutan bakau terhadap rantai makanan Selain sebagai tempat tinggal bagi ekosistem pantai. biasanya terhalang oleh pohon-pohon bakau tetapi karena jumlah tumbuhan bakau yang berkurang sehingga intensitas cahaya tidak lagi terhalangi dan menyebabkan suhu air disekitar hutan bakau menjadi meningkat.

kepiting. dll yakni berkurangnya populasi mereka karena keterbatasan makanan yang tersedia. ikan-ikan besar. ikan besar. udang. Jumlah ikan-ikan kecil yang menurun akan berimbas kepada pemakannya yaitu katak. .oleh pohon-pohon bakau tetapi sekarang tumbuhan bakau yang berkurang sehingga intensitas cahaya tidak lagi terhalangi dan menyebabkan suhu air disekitar hutan bakau menjadi meningkat. burung pemangsa ikan dan burung pemakan biji yang berkurang jumlahnya akan berpengaruh pada konsumen tingkat atas seperti ular atau burung pemangsa. udang. Dapat disimpulkan bahwa populasi pohon bakau adalah sumber energy makanan utama dan juga berfungsi sebagai penyeimbang bagi ekosistem pantai. Jika jumlah pohon bakau berkurang maka jumlah burung-burung tersebut juga akan berkurang karena stok makanan yang ada berkurang. Pohon bakau juga menjadi salah satu sumber makanan bagi burung-burung pemakan biji pohon mangrove atau bakau. Sehingga ikan-ikan yang mati kepanasan. Jumlah katak.

” .Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hutan bakau memiliki peranan yang sangat penting dalam ekosistem pantai dan memiliki peranan penting dalam keseimbangan rantai makanan dan lingkungannya. Bisa jadi berkurangnya hutan bakau bisa menjadi faktor utama kepunahan populasi organisme pantai. Tetapi faktor yng paling besar pengaruhnya adalah faktor perbuatan manusia yang tak peduli terhadap kelestarian lingkungan. Supaya anak cucu kita dapat merasakan manfaat dari hutan bakau atau hutan mangrove tersebut. banyak sekali dampak yang timbul yakni merugikan lingkungan pantai dan air. Akhir kata. Dengan berkurangnya jumlah hutan bakau atau hutan mangrove. “JAGALAH KELESTARIAN HUTAN BAKAU KITA DEMI KEHIDUPAN DIMASA YANG AKAN DATANG. Berkurangnya hutan bakau biasanya disebabkan oleh dua faktor yakni faktor alam dan faktor perbuatan manusia. Dengan demikian dapat kita sadari bahwa hutran bakau adalah kekayaan alam yang diberikan oleh tuhan yang harus kita jaga dan lestarikan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->