P. 1
Strategi Pembelajaran Berorientasi Proses Pendidikan

Strategi Pembelajaran Berorientasi Proses Pendidikan

|Views: 294|Likes:
Published by Deri Prayoga
Tugas kuliah
Tugas kuliah

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: Deri Prayoga on Mar 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

04/22/2015

$0.99

USD

pdf

text

original

Nama Nim Jurusan Tentang Buku Judul Penulis : Penertbit Kota Terbit Tahun Halaman Bab 1

: Deri Prayoga : 2011031025 : Pendidikan Ekonomi

: Strategi Pembelajaran Berorientasi Proses Pendidikan Dr. Wina Sanjaya, M.Pd : Kencana : Jakarta : 2007 : 292 halaman

Standar Proses Pendidikan Standar Proses Pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi.(PP. No. 19 tahun 2005 Bab I pasal 1 ayat 6). Standar proses pendidikan yang dimaksud, berlaku untuk setiap lembaga pendidikan formal pada jenjang pendidikan tertentu, dalam lingkup secara nasional. Fungsi-fungsi Standar proses Pendidikan, antara lain : sebagai alat dalam pencapaian tujuan pendidikan (kompetensi kelulusan), bagi guru, sebagai pedoman dalam membuat perencanaan program pembelajaran., bagi kepala sekolah sebagai barometer keberhasilan program pendidikan yang ada di sekolah, serta sumber utama dalam merumuskan kebijakkan. Bagi para pengawas, sebagai patokan, ukuran, pedoman dalam penilaian. Bagi komite sekolah, sebagai pertimbangan dalam penyusunan program dan pemberian bantuan, pemberian saran. Standar Proses Pendidiikan sangat berfungsi bagi tercpainya pendidikan yang berkualitas, karena dengan adanya standar proses pendidikan, guru mempunyai pedoman dalam membuat perencanaan program pembelajaran Bab 2 Guru Dalam Pencapaian Standar Proses pendidikan Guru sebagai jabatan professional, menerangkan bahwa pekerjaan guru, tidak semua orang bisa melakukannya. Contoh sederhana dapat dilihat dari tujuan pendidikan itu sendiri bahwa pendidikan bukan hanya sekedar penyampai informasi, lebih jauh, seorang guru mampu mengubah prilaku siswa yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Sehingga guru, di tuntut untuk memiliki suatu keahlian tertentu dan dibedakan berdasarkan latar belakang pendidikannya. Begitu juga dengan halnya, Mengajar merupakan pekerjaan professional, sebab membutuhkan keterampilan khusus dalam perencanaan, serta petimbangan-pertimbangan yang bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Kompetensi yang harus ada pada seorang guru, antara lain ; kompetensi pribadi, kompetensi Profesional, Kompetensi sosial, serta kompetensi

Standar Kompetensi. penguatan.sistem selalalu melibatkan komponen-komponen yang ada. Tujuan adalah hal utama dalam tercapainya proses pembelajarn yang sesuai dengan system sehingga pada akhir dari proses pembelejaran terbentuk manusia seperti yang dirumuskan . Tujuan juga berguna sebagai pedoman dan panduan kegiatan belajar siswa. dan evaluasi Dalam kegiatan belajar mengajar guru harus mempunyai system pembelajaran yang tepat selalu memiliki tujuan. sistem selalu mengandung proses. mampu melihat proses pendidikan. isi/materi/ metode. Perencanaan adalah proses dan cara berfikir yang dapat membantu dalam mencapai hasil yang diharapkan (Ely). tujuan kulikuler. Klasifikasi kompetensi meliputi : kompetensi Lulusan. membantu dalam mendsain pembelajaran. guru. tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran (TP). pertama. serta sebagai kontrol terhadap batasan-batasan dan kualitas pembelajaran. didalamnya terdapat beberapa aspek. tujuan institusional. Faktor yang berpengaruh dalam sistem pembelajaran. Kompetensi sebagai tujuan. sistem selalu memiliki tujuan. tujuan pendidikan nasional (setiap lembaga yang pada akhir dari prosesnya dapat membentuk manusia seperti yang dirumuskan). sistem selalu melibatkan komponen-komponen yang ada. kedua. minat. serta faktor lingkungan. dimana proses memuat bebarapa hal. siswa. diantaranya meliputi tujuan. 4 macam tingkatan tujuan . system selalu mengandung proses. pengelolaan kelas.pedaqoqik. Komponen sistem pembelajaran terdiri dari Input-Proses-Output. pembukaan dan penutupan pembelajaran. antara lain . media. ketiga. Bab 4 Tujuan dan Standar Kompetensi Tujuaan merupakan pengikat segala aktivitas guru dan siswa sedangkan mengajar merupakan proses dalam mencapai tujuan tersebut. kemahiran. misal . dengan kemampuannya dalam memahami pelajaran. Dengan keterampilan dasar guru . Sehingga ukuran atau barometer keberhasilan diukur oleh aktivitas siswa. pemahaman. Kompetensi dasar. Sehingga sistem bermanfaat dalam merancang dan merencanakan suatu proses pembelajaran. nilai. Dalam bab 2 ini sangat jelas di terangkan bahwa guru harus mempunyai standar kompetensi yang berkualitas sehingga seorang guru mampu mengubah perilaku siswa sesuai dengan tujuan yang diharapkan Bab 3 Sistem Pembelajaran Dalam Standar Proses Pendidikan Ada tiga hal dalam sistem. pertanyaan. pengetahuan. sikap. saran dan prasarana.

(sosiodrama. Pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. seperti yang tersirat dalam pengertian pendidikan. penguasaan. serta mengajar bagaimana belajar (proses berpikir). Motivasi. sedangkan pendekatan adalah sudut pandang kita terhadap sesuatu itu. Simposium. strategi pembelajaran kelompok dan individual. prinsip khusunya antara lain : interaktif. 3. media Audivisual. atau keterampilan tertentu. yakni teori bahvoristik dan teori kognitif. Menyenangkan. bahan pelajaran. Lebih penting. Kemudian teknik dan taktik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan metode. sebab. sehingga dianggap penting untuk mengubah paradigma khalayak terhadap mengajar. namun lebih dominan pada memperagakan. Pada PP No. Role playing) Media. penyampaian materi saja. Bab 6 Strategi Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa Strategi menunjukkan pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu. atau mempertunjukkan tentang suatu proses.penemuan (exposition – discovery learning). panel) 4. serta kegiatan yang memungkinkan siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan kterampilan serta sikap. dalam bab ini menerngkan bahwa dalam proses mendidik siswa tidak hanya sebatas penyampain materi. media Visual.Bab 5 Mengajar dan Belajar dalam Standar proses Pendidikan Berangkat dari tujuan pembelajaran. mencerdaskan. mengelompokkan strategi dalam strategi penyampaian. tujuan memecahkan permasalahan. bahwa pembelajaran tidak hanya sebatas. Berbentuk Lisan. dan faktor lainnya. menurut Gerlach dan Ely. melainkan mampu mengubah perilaku siswa. antara lain : 1. Simulasi. bahan. 2. prinsip. bahwa media adalah meliputi manusia. Demontrasi. siswa. Teori belajar. Diskusi. Bab 7 Metode dan Media Pembelajaran dalam Standar Proses Pendidikan Metode yang biasa digunakan dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran. akan tetapi mampu mengubah prilaku karena prilaku sangatlah penting dalam terbentuknya pribadi siswa. Psikodrama.19 tahun 2005. Hal yang menjadi pertimbangan dalam menetukan strategi yakni tujuan yang akan dicapai. Cara penyajian pembalajaran dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep. individualitas. meliputi antara lain : berorientasi pada tujuan. peralatan. Menurut Rowntree (1974). Menantang. aktivitas. pertama siswa bukan orang dewasa dalam bentuk mini. Prinsip dalam pelaksanaannya. (diskusi : kelas. Berbentuk lisan dengan sasaran kelompok. Ceramah. Integritas. Macam macam media : Media Auditif. tetapi organisme yang sedang berkembang. sedangkan metode adalah cara yang digunakan dalam melaksanakan strategi. media . kecil. hendaknya pembelajarn berorientasi pada aktivitas siswa.

) Bab 8 Strategi Pembelajaran ekspositori (SPE) Strategi ini menekankan pada proses bertutur (Direct Intruktion).Sama memiliki prinsip yang sama prinsip menentukan strategi digunakan. kenalin medan. dan psikomotor. Keunggulan. bahan mendukung dengan bahan tujuan dalam mencapai kompetensi. antara lain : Berorientasi pada tujuan. mengajukan hipotesis. jadi strategi ini menekankan pada keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Jadi. Keuntungan dari strategi ini. . komunikasi. bahan pengajaran. keterbukaan. Kelemahan. sulitnya mengakomodasi minat seluruh siswa. kesiapan. Belajar untuk berfikir. Bahan pelajaran dirancang sudah jadi oleh guru. lingkungan. manusia sejak lahir sudah memiliki dorongan untuk ingin tahu dengan segala sesuatu. sulit dalam mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa. menguji hipotesis. bahan dipilih sesuai dengan minat siswa. Bab 10 Pembelajaran Berbasis Masalah Strategi pembelajaran berbasis masalah (SPBM) merupakan serangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah secara ilmiah.aktivitas. SPI sosial. Sumber belajar (Manusia. video dan lainnya. Problem solving merupakan teknik afektiv dalam memahami isi pelajaran serta menantang kemampuan siswa. yang di pengaruhi aliran belajar behavioristik (stimulus dan respon). merumuskan hipotesis. . berkelanjutan. Betanya. afektif.: menekankan pada pengembangan aspek kognitif. Prosedur. merumuskan masalah. mengumpulkan data. rumusan masalah. . guru mengusai pelajaran dengan baik. SPI beranggapan bahwa. mengumpulkan data. Kelemahan. menganalisis masalah. Prosedurnya. pengujian hipotesis. siswa yang memiliki kelamahan dengan pendengaran kemungkinan akan kurang mendapat pemahaman Bab 9 Strategi Pembelajaran Inkuiri Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) adalah rangkaian kegiatan yang menekankan pada proses berpikir secra kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu yang dipertanyaakan. . Dengan prinsipnya. Prinsipnya : berorientasi pda pengembangan Intelektual. Prosedur. merumuskan kesimpilan. alat.: Orientasi. pelajaran dapat dikontrol secara urutan dan keluasan. merumuskan rekomendasi pemecahan masalah. berhubungan dengan kepentingan orang banyak. : merumuskan tujuan yang akan dicapai. Interaksi. familier dengan siswa. SPE adalah strategi pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai pelajaran secra maksimal. Kelemahannya. Jenis masalah : mengandung konflik yang bersumber dari berita. memerlukan waktu dalam persiapan. rekaman. Kelebihan.

sedangkan pada siswa yang terbelakang seringkali tidak bisa mengikuti cara belajar kelompok seperti itu. dibangun dalam nuansa dialogis dan tanya jawab secara terus menerus. Dari konsep tersebut. Prosedur pelaksanaan. dan keterampilan bekerjasama. Siswa ditempatkan sebagai subjek dalam proses pembelajaran. Karekteristik SPK adalah didasarkan pada manajemen koorperatif.Bab 11 Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir (SPPKB) SPPKB merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada kemampuan berfikiri siswa. adanya hubungan antara materi dengan kehidupan . belajar dalam kelompok. penilaian. Strategi ini pertama kalinya dirancang untuk pelajaran IPS. menekankan pada proses mental pada siswa secara maksimal. tapi lebih pada bagaimana supaya siswa bisa mengembangkan fikirannya dengan mengemukan ide. yaitu : ketergantungan positif. karena harus menyesuaikan yang lainnya. ada 3 hal yang harus dipahami. parisipasi dan komunikasi. Tujuan pada strategi ini sama dengan halnya dengan strategi Inkuiri. tanggungjawab perseorangan. perbedaannya terletak pada pola pembelajaran yang digunakan. Sedangkan keterbatasan SPK adalah : adanya keterhambatan pada siswa yang memiliki kemampuannya dalam kelompok. adanya tujuan yang harus dicapai. guru memanfaatkan pengalaman siswa. yaitu : ada peserta dalam kelompok. SPK digunakan apabila guru menekankan pentingnya usaha kelompok dari pada individu. adanya upaya belajar setiap kelompok. Prinsipnya. yaitu : Penjelasan materi. Akomodasi. Jika guru menghendaki adanya kerjasama antar siswa. Orientasi. 2). 1). Inkuiri. Prosedurnya. Transfer Bab 12 Strategi Pembelajaran Kooperatif Strategi pembelajaran kooperatif (kelompok) merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Kelebihan dalam SPK. bersandarkan pada sisi proses dan hasil. interaksi tatap muka. Adanya keaktifan siswa. yaitu : siswa tidak tergantung pada guru. adanya rasa percaya diri pada kemampuan siswa dalam belajar. dengan tujuan akhir diharapkan siswa mampu memecahkan permasalahan sosial sesuai dengant tingkatannya. dalam SPPKB. adanya kemampuan untuk bekerja sama. konfrontasi. sedangkan inkuiri siswa baru mencari. gagasannya secara verbal. Kareteristik SPPKB ini. pelacakkan. Ada 4 unsur penting dalam SPK. Bab 13 Strategi Pembelajaran Kontekstual (CTL) Strategi pembelajaran kontekstual adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan yang nyata sehingga siswa terdorong untuk melakukannya dalam kehidupan yang nyata. adanya aturan dalam kelompok. yang artinya strategi ini tidak hanya dirancang untuk siswa bisa memahami pelajaran. pengakuan tim.

2002) melihat empat faktor kepatuhan seseorang terhadap nilai. dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Hakikat Nilai dan sikap. bertanya. antara lain yaitu : model konsiderasi. kreatif. inkuiri. 20 tahun 2003 pasal 3 bahwa pendidikan nasional adalah berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban Bangsa yang bermatabat. nilai adalah suatu konsep yang berada dalam pikiran manusia yang sifatnya tersembunyi. agar menjadi manusia yang beriman. Mendorong siswa untuk melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.nyata. Hedonist (kepatuhan terhadap diri sendiri). 3). CTL = Inkuiri = SPPKB = dalam hal filosofisnya. Prosedurnya : pendahuluan. Rumusan tujuan daitas sarat dengan pembentukkan sikap atau afektif yang berhubungan erat dengan nilai. di dalam kelas. Berkaitan dengan pandangan seseorang tentang baik. dalam rangka mencardaskan kehidupan bangsa. sulitnya melakukan kontrol. tidak berada dalam dunia empiris. Strategi pembelajaran afektif diantaranya. yakni : kebebasan memilih menghargai berbuat. berilmu. refleksi. Bab 14 Strategi Pembelajaran Afektif Dalam UU No. tidak bisa dievaluasi secara langsung. layak dan tidak layak. berahlak mulia. yang sulit untuk diukur. Proses pembentukkan sikap. masyarakat belajar. . Teknik mengklasifikasi nilai. pemodelan. Fenomenalist (kepatuhan terhadap suara hati atau basa basi). inti (dilapangan. kuatnya pengaruh lingkungan dengan kemajuan teknologi. sehat. Douglas graham (Gulo. yaitu : normativist (kepatuhan terhadap hukum). modeling. yaitu : Konstruktivisme. Kesulitan dalam pembelajaran afektif adalah belum adanya kurikulum penuh dalam menanamkan nilai. penilaian nyata. penutup ). dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. dan model pengembangan koqnitif. Integralist (kepatuhan terhadap hal-hal yang rasional). bertujuan berkembangnya potensi peserta didik. indah dan tidak indah. yaitu : Pola pembiasaan. Asas asas CTL. buruk. mandiri. cakap.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->