P. 1
Psikoterapi Suportif

Psikoterapi Suportif

|Views: 32|Likes:
Published by Sahara Effendy
psikiatri, psikoterapi suportif, tatalaksana pengobatan gangguan psikiatri secara supportif
psikiatri, psikoterapi suportif, tatalaksana pengobatan gangguan psikiatri secara supportif

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Sahara Effendy on Mar 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2013

pdf

text

original

Psikoterapi Suportif

RAHMANANDHIKA SWADARI

Definisi  “Psyche” Jiwa  “Therapy”  merawat / mengasuh  Perawatan terhadap satu penyakit (gangguan psikis atau hambatan kepribadian) dengan meng-gunakan tehnik psikologis untuk melakukan intervensi psikis [kamus Oxford]  “Perawatan terhadap aspek kejiwaan” .

JENIS-JENIS PSIKOTERAPI  Berdasarkan tujuan yg ingin dicapai: 1. Rekonstruktif  Berdasarkan setting-nya 1. 2. Psikoterapi individual Psikoterapi kelompok . Reedukatif 3. Suportif 2.

.Mmpertahankan atau menegakkan kembali tingkat fungsional Mengubah pola perilaku dengan meniadakan kebiasaan (habits) tertentu dan membentuk kebiasaan yang lebih mengutungkan .Suportif Reedukatif Rekonstrukti f Dicapainnya tilikan (insight) akan konflikkonflik.Mendukung tes realitas -Memberikan dukungan ego . dengan usaha untuk mencapai perubahan luas struktur kepribadian seseorang.

Psikoterapi avokatif. ketakutan) . keinginan. analitik. 2. “Superfisial” 2. “mendalam”  Berdasarkan konsep teoritis ttg motivasi dan perilaku: 1.Psikoterapi perilaku (behavioral). dorongan.JENIS-JENIS PSIKOTERAPI  Berdasarkan “dalamnya”: 1. Perilaku kognitif 3. dinamik (membawa ingatan.

Psikoterapi Suportif Indikasi 1. Kepribadian premorbid yang kuat disertai adanya pemulihan diri yang kuat pula. 3. Penderita yang tak sanggup mendapatkan tilikan (insight) kendala latar belakang gangguan karena mekanisme pertahanan yang terlampau kokoh. Penderita dengan taraf kecerdasan yang terlampau rendah 4. Penderita dengan kekuatan ego yang terlampau rapuh 2. Gangguan ringan 5. .

Tujuan  Menguatkan daya tahan mental yang dimilikinya  mempertahankan fungsi pengontrolan diri  Meningkatkan kemampuan adaptasi lingkungan  Mengevaluasi situasi kehidupan pasien saat ini. .

Cara-cara psikoterapi suportif  Ventilasi atau (psiko-) kataris  Persuasi atau bujukan (persuasion)  Sugesti  Penjaminan kembali ( reassurance)  Bimbingan dan penyuluhan  Terapi kerja  Hipno-terapi dan narkoterapi  Psikoterapi kelompok  Terapi prilaku .

Ventilasi atau katarsis  mengeluarkan isi hati sesukanya  Jangan terlalu banyak memotong bicaranya (menginterupsi) .

serta pasien dibebaskan dari impuls-impuls yang sangat mengganggu. diubah atau diperkuat dan impulsimpuls yang lain dihilangkan atau dikurangi . .Persuasi  penerangan yang masuk akal tentang timbulnya gejala-gejala serta baik-buruknya atau fungsinya gejala-gejala itu  Dengan demikian maka impuls-impuls yang tertentu dibangkitkan.

 Bila tidak terdapat gangguan kepribadian yang mendalam. maka sugesti akan efektif .Sugesti  secara halus dan tidak langsung menanamkan pikiran pada pasien atau membangkitkan kepercayaan padanya bahwa gejala-gejala akan hilang.

Penjaminan Kembali atau reassurance  dilakukan melalui komentar yang halus atau sambil lalu dan pertanyaan yang berhati-hati.. dapat juga diberi secara tegas berdasarkan kenyataan atau dengan menekankan pada apa yang telah dicapai oleh pasien . bahwa pasien mampu berfungsi secara adekuat.

ia masuk dalam keadaan trance mulai dari ringan sampai trance yang dalam dengan kekakuan otot diseluruh badan  Dalam hipnosa dapat dilakukan analisa konflikkonflik dan sintesa. .Hipnosa  mempercepat pengaruh psikoterapi  Kesadaran pasien menyempit dan menurun. akhirnya ia hanya menerima rangsangan dari hipnotisir. atau sintesa dilanjutkan sesudah pasien sadar kembali.

pasien diwawancarai.Narkoterapi  keadaan setengah tidur. konflik dianalisa lalu disintesa .

Sebaiknya anggota kelompok mempunyai latar belakang pendidikan dan tingkat sosial yang setaraf. Penderita yang dipilih adalah mereka yang dapat mengutarakan ide dan perasaanya secara verbal dan dapat bertahan dalam penampilannya selama proses terapi berjalan serta dapat memberikan tanggapan-tanggapan. Didasarkan atas teori proses belajar dengan membagi pengalaman dan memberi perhatian kepada sesamanya. .Psikoterapi Kelompok  5 – 8 penderita bertemu dengan 1 – 2 terapis dalam suatu pertemuan selama 1 – 1.5 jam tiap minggu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->