IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH TENTANG PAJAK REKLAME DI KOTA PALEMBANG

Asrahuddin M. Kosasih Taufik Ahyar ABSTRAK ASRAHUDDIN, Misi Dispenda Kota Palembang adalah meningkatkan penerimaan dan potensi yang ada, menggali potensi pendapatan daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melalui pelayanan prima dapat menumbuh kembangkan kepercayaan dan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya untuk membayar pajak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2001 tentang pajak reklame di Kota Palembang. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Setiap petugas pelaksana penagihan atau penerimaan pembayaran pajak reklame telah diberikan petunjuk – petunjuk pelaksanaan kerja secara jelas mengenai prosedur kerjanya sehingga memudahkan mereka untuk mengerjakannya. 2) Sumber daya manusia yaitu Pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang dari Bidang Pendataan dan Penetapan dan penagihan yang sekaligus mendata dan menagih pajak terutang sudah memadai. 3) Setiap pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang telah memiliki keahlian kerja yang baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsi mereka masing – masing, sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya secara baik sesuai dengan yang diharapkan. 4) Setiap pegawai memiliki wewenang yang berhubungan dengan tugasnya sebagaimana yang telah diatur dalam tugas pokok dan fungsi masing – masing pegawai. 5) Belum memadai kendaraan operasional untuk petugas dalam implementasi Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2001 tentang pajak reklame namun implementasi tersebut sudah berjalan dengan baik. 6) Telah dilakukannya koordinasi antara pihak Dispenda Kota Palembang Bidang Pendataan dan Penetapan dengan Bidang Penagihan terhadap wajib Pajak Reklame. 7) Prosedur kerja yang telah diterapkan oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang telah berjalan dengan baik. Dan 8) Tarif pajak reklame masih terlalu rendah Setelah melihat analisis tersebut, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam peningkatan penagihan pajak reklame yaitu hendaknya menambah mobil operasional untuk petugas sehingga petugas dapat menjalankan tugasnya secara maksimal. Diharapkan petugas pendataan agar lebih proaktif dalam menemukan wajib pajak - wajib pajak baru dan perlu dilakukan revisi mengenai tarif pajak reklame agar PAD di Kota Palembang dapat lebih meningkat. Kata Kunci: Pajak Reklame

1

Pelaksanaan keputusan oleh instansi pelaksana. Selanjutnya untuk tahun 2006 pencapaian target penerimaan pajak reklame tidak tercapai dimana realisasinya hanya sebesar 98. Penyediaan layanan. 7 Tahun 2001. f.48%.12%. implementasi adalah proses pelaksanaan keputusan dasar.07%. Dampak nyata keputusan baik yang dikehendaki atau tidak. 1997:37) a.75%. Penyiapan sumber daya. Berikutnya untuk tahun 2007 pencapaian target penerimaan pajak reklame tercapai dimana realisasinya sebesar 101. prosedur tetap pemungutannya. e. c. Permasalahan Adapun pokok permasalahan yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah No. sarana dan prasarana yang mendukung dan dana operasional.10% tetapi hal ini mengalami penurunan dari tahun 2004. begitupula untuk tahun 2009 pencapaian target penerimaan pajak reklame tidak tercapai dimana realisasinya hanya sebesar 80. Kemudian untuk tahun 2008 pencapaian target penerimaan pajak reklame tidak tercapai dimana realisasinya hanya sebesar 87. Evaluasi tersebut harus dilakukan secara menyeluruh baik dari segi isi peraturan daerahnya mengenai besarnya tarif. Dampak keputusan sebagaimana yang diharapkan instansi pelaksana. mekanisme pemungutan. Kemudian untuk tahun 2005 pencapaian target penerimaan pajak reklame juga tercapai dengan realisasi sebesar 100. d. Oleh sebab itu Pihak Dispenda Kota Palembang harus melakukan evaluasi kembali mengenai implementasi peraturan daerah No. Proses persiapan implementasi setidaknya menyangkut beberapa hal penting yakni: (Ndraha. Pelaksanaan peraturan tersebut mengalami dinamika tersendiri. Proses tersebut terdiri atas beberapa tahapan yakni: (R. b. unit dan metode. b. kemudian masih rendahnya kesadaran wajib pajak dan masih adanya objek pajak reklame yang masih terpasang padahal telah habis masa berlakunya. 2 .PENDAHULUAN Objek kajian ini adalah salah satu dari jenis pajak daerah yakni pajak reklame yang di atur dalam Perda Nomor 7 Tahun 2001. c.27%. 7 Tahun 2001 Tentang Pajak reklame di Kota Palembang? TINJAUAN PUSTAKA Implementasi Kebijakan Dalam tataran praktis. Penerjemahan kebijakan menjadi rencana dan arahan yang dapat diterima dan dijalankan. Secara umum pencapaian target penerimaan pajak reklame di Kota Palembang belum sepenuhnya mencapai sasaran yang diinginkan. Upaya perbaikan atas kebijakan atau peraturan perundangan. Pada tahun 2004 pencapaian target penerimaan pajak reklame tercapai yaitu realisasinya sebesar 105. sumber daya manusia yang menangani pajak reklame baik dari segi kejujuran pegawai maupun profesionalisme dalam bekerja. Hal ini disebabkan karena masih rendahnya tarif pajak reklame. terutama kaitannya dengan pemungutan dan hasilnya sebagai sumber dari realisasi pajak reklame di Kota Palembang. 2000:45) a. Kesediaan kelompok sasaran untuk menjalankan keputusan. Panuju. hal ini terlihat dari naik turunnya pencapaian target dan realisasi pajak reklame dari tahun 2004 sampai dengan 2009. Tahapan pengesahan peraturan perundangan. Sehingga dengan adanya evaluasi tersebut maka dapat diketahui faktor apa yang harus lebih dioptimalkan sehingga kedepannya pendapatan atas pajak reklame dapat mencapai target yang telah direncanakan. pembayaran dan hal lain secara rutin.

alat penyinar atau bahan lain yang berbentuk lampu pijar atau antara lain yang bersinar yang dipasang pada tempat yang disediakan berdiri sendiri atau dengan cara digantungkan atau ditempelkan. wewenang dan fasilitas yang diperlukan. Konsistensi yaitu petunjukpetunjuk pelaksanaan harus konsisten c. implikasi sebuah kebijakan merupakan tindakan sistematis dari pengorganisasian. plastik kaca. maka proses pelaksanaan suatu kebijakan menjadi semakin sulit. fleksibilitas dan kesamaan yang besar dalam penerapan peraturan-peraturan. Reklame Kain Reklame kain adalah reklame yang diselenggarakan dengan menggunakan bahan kain.7 Tahun 2001 tentang pajak reklame yaitu: 1. dan atau didengar dari suatu tempat oleh umum. reklame jenis ini sering digunakan pada acara-acara insidentiil. ataupun untuk menarik perhatian umum kepada suatu barang. Reklame adalah benda. 3. kecuali yang dilakukan oleh pemerintah. menganjurkan atau memujikan suatu barang. dan atau bahan lain yang sejenis dengan itu. alat. Pajak Reklame Pajak reklame adalah pajak atas penyelenggaraan reklame. sehingga para pelaksana dapat memanfaatkan waktu yang tersedia dan menyeragamkan tindakan para pejabat. penerjemahan dan aplikasi. Komunikasi Terdapat 3 hal penting dalam proses komunikasi yaitu: a. atau acaraacara tertentu saja. Sumber-sumber Sumber-sumber dapat merupakan faktor yang penting dalam melaksanakan kebijakan publik yang meliputi staf yang memadai. fibre glass. 3 . perbuatan atau media yang menurut bentuk dan corak ragamnya untuk tujuan komersial. Reklame kain contohnya adalah umbul-umbul. jasa atau orang. dibaca. Faktor-faktor tersebut adalah: 1. 4. batu. Edward III dalam Winarno (2001) memperkenalkan model implementasi dengan 4 faktor yang berpengaruh terhadap implementasi kebijakan yang bekerja secara simultan dan berinteraksi satu sama lain. Reklame sebagaimana dimaksud pada Peraturan daerah Kota Palembang No. logam.Dipergunakan untuk memperkenalkan. Struktur birokrasi Hal ini berkaitan dengan prosedur kerja. 2. Apabila para pelaksana bersikap baik terhadap suatu kebijakan berarti adanya dukungan dan kemungkinan besar mereka melaksanakan kebijakan sebagaimana yang diinginkan oleh pembuat kebijakan. mika. Kejelasan yaitu petunjukpetunjuk pelaksanaan harus jelas 2. keahliankeahlian yang baik. Reklame Papan atau Billboard Reklame papan atau billboard adalah reklame yang diselenggarakan dengan menggunakan bahan kayu. Transmisi yaitu pelaksana harus tahu apa yang harus mereka lakukan b. plastik. Kecenderungan-kecenderungan atau tingkah laku Yang berkaitan dengan kecenderungan-kecenderungan disini adalah memiliki konsekuensi penting bagi implementasi kebijakan yang efektif. Reklame megatron Reklame megatron adalah reklame yang diselenggarakan dengan menggunakan alat elektronik audio visual berupa pesawat pemancar yang menampilkan beberapa gambar atau naskah reklame secara sendiri-sendiri. 3. Objek pajak reklame di sini adalah semua penyelenggaraan reklame.Oleh karena itu. Namun bila para pelaksana berbuat sebaliknya. jasa atau orang yang ditempatkan atau yang dapat dilihat.

Reklame Suara Reklame suara adalah reklame yang diselenggarakan dengan menggunakan kata-kata yang diucapkan dengan atau yang ditimbulkan dari atau oleh penggunaan alat atau pesawat apapun. Reklame ini digunakan pada saat insidentiil saja misalnya launching produk. Reklame jenis ini hampir sama dengan reklame berjalan bisa kita lihat pada mobil.4. diselenggarakan dengan cara diberikan atau dapat diminta untuk ditempelkan. jamu tradisional dan mie instan adalah contoh reklame berjalan. Reklame Film atau Slide Reklame film atau slide adalah reklame yang diselenggarakan dengan cara memperagakan suatu barang dengan atau tanpa disertai suara. dipasang. Reklame Melekat atau Stiker atau Poster Reklame melekat atau stiker atau poster adalah reklame yang berbentuk lembaran lepas. 8. Reklame Berjalan Reklame berjalan adalah reklame yang berpindah dari lokasi satu atau ke lokasi lain dengan suara atau tidak dengan suara. definisi operasional yang dipakai menggunakan model Edward dalam Winarno (2001) yang diukur dengan indikator sebagai berikut: Tabel 1 Definisi Operasional Variabel Implementasi Kebijakan Dimensi Komunikasi Indikator 1. pada suatu benda lain 6. pada suatu benda milik pribadi atau prasarana umum. Reklame Selebaran Reklame selebaran adalah reklame yang berbentuk selebaran lepas diselenggarakan dengan cara diberikan atau dapat diminta dengan ketentuan tidak untuk ditempelkan. atau alat lain yang sejenis.mobil suatu perusahaan. Reklame Kendaraan Reklame kendaraan adalah reklame yang ditempatkan atau ditempelkan pada kendaraan yang digerakkan oleh tenaga mekanik. Reklame pada Bis yang berjalan dengan iklan ban mobil. yang digambarkan dengan kata-kata atau kalimat terpisahpisah untuk memperoleh kesimpulan. METODOLOGI PENELITIAN Perspektif Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Reklame Udara Reklame udara adalah reklame yang diselenggarakan dengan menggunakan gas. misi Trans 4 . dipasang. reklame jenis ini jarang sekali digunakan tetapi bukan berarti tidak pernah. tenaga lain yang perusahaan dan perwakilannya berdomisili di wilayah daaerah. 9. pesawat. Definisi Operasional Berdasarkan tujuan penelitian mengenai pajak reklame pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang. yaitu suatu cara penelitian yang bertujuan menggambarkan mengenai keadaan tertentu. dilekatkan. 7. digantungkan. 10. karena dirasa kurang efektif untuk berpromosi menurut pendapat para wajib pajak maupun biro reklame. 5.

Kecamatan Ilir Barat II. Wilayah kerja Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang ada di beberapa kecamatan yang ada di Kota Palembang. Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 1980 tersebut disempurnakan kembali dengan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 1990. Wewenang 4. Fasilitas Konsekuensi atau dukungan para pelaksana terhadap kebijakan 1. Kecamatan Kemuning. fungsi serta struktur dan kedudukan sebagai realisasinya. kedudukan. Fleksibilitas penerapan peraturan 3. 2001) Sumber-Sumber KecenderunganKecenderungan atau Tingkah Laku Struktur Birokrasi 2. Kecamatan Kalidoni. fungsi dan struktur organisasi Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang yang mengacu atau sejalan dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah. Konsi stensi 3. Kecamatan Gandus. Kejela san 1. maka Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang mengalami berbagai perubahan. tugas pokok. 2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia d. Kesamaan penerapan peraturan Kota Palembang Nomor 2 Tahun 2001 tentang pembentukan. Staf yang memadai 2. Kecamatan Ilir Barat I.Pemerintah Daerah (Edwar dalam Winarno. Kecamatan Bukit Kecil. Kecamatan Ilir Timur I. Visi. Visi Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang Terwujudnya pendapatan daerah yang optimal dan mampu membiayai penyelenggaraan otonomi daerah. Seiring diberlakukannya otonomi daerah. Keahlian 3. Kecamatan Kertapati. Maka pada tanggal 07 Maret 2001 dikeluarkannya Peraturan Daerah . baik dari segi tugas. Menggali potensi pendapatan daerah c. Prosedur kerja 2. dan Misi Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang 1. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 1980 dibentuklah Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang yang struktur organisasi dan tata kerjanya berlaku sama di seluruh Indonesia. Kecamatan Sako dan Kecamatan Sukarami. Kecamatan Plaju. Kecamatan Ilir Timur II. yaitu Kecamatan Seberang Ulu I. Kecamatan Seberang Ulu II. Misi Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang a. Meningkatkan penerimaan dan potensi yang ada b. Melalui pelayanan prima dapat menumbuh kembangkan kepercayaan dan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan kewajibannya untuk membayar pajak. 5 DESKRIPSI DINAS PENDAPATAN DAERAH KOTA PALEMBANG Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang berlokasi di Jalan Merdeka Nomor 21 Palembang.

Merumuskan kebijakan teknis dibidang perpajakan daerah 2. para pelaksana telah melakukannya dengan baik. Transmisi Setiap pegawai Dispenda Kota Palembang telah memiliki tugas dan fungsinya masing – masing sebagaimana di atur dalam tugas pokok dan fungsi pegawai. Sumber Sumber a. Konsistensi Dalam melakukan penagihan atas pajak reklame tehadap wajib pajak. Untuk melaksanakan tugas tersebut Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang mempunyai fungsi: 1. Melaksanakan pelayanan umum dibidang pajak daerah 3. Staf Yang Memadai Sumber daya manusia yaitu Pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang dari Bidang Pendataan dan Penetapan dan penagihan yang sekaligus mendata dan menagih pajak terutang sudah memadai. Menyusun dan menyediakan data dan informasi sebagai bahan kajian dan evaluasi dalam penerimaan tahun berikutnya 7. retribusi daerah. Melakukan koordinasi dengan unit pengelolaan PAD lainnya dalam upaya peningkatan penerimaan PAD Kota Palembang 4. Melakukan evaluasi terhadap penerimaan PAD Kota Palembang 6. Kejelasan Setiap petugas pelaksana penagihan atau penerimaan pembayaran pajak reklame telah diberikan petunjuk – petunjuk pelaksanaan kerja secara jelas mengenai prosedur kerjanya sehingga memudahkan mereka untuk mengerjakannya. b. ruang lingkup dari Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang adalah unsur pelaksana Pemerintah Daerah di bidang pajak. pertambangan karena bukan menjadi tanggung jawab dan wewenang Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang. c. pendapatan daerah lainnya serta pajak bumi dan bangunan khususnya pada kabupaten atau kota Palembang.Ruang Lingkup Kerja Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang Berdasarkan keputusan Walikota Palembang Nomor 2 Tahun 2001. Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2001 mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan kewenangan otonomi daerah dalam rangka pelaksanaan tugas desentralisasi di bidang perpajakan. hal ini telah didukung oleh konsistensi atas petunjuk – petunjuk pelaksanaannya sehingga memudahkan mereka dalam bekerja. perhutanan. b. Melaksanakan tugas lainnya sesuai dengan petunjuk arahan walikota HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis indikator hasil pembahasan penelitian ini yang menyangkut implementasi kebijakan Pemerintah Daerah Tentang Pajak Reklame di Kota Palembang dapat di jelaskan pada tabel di bawah ini: Komunikasi a. Melakukan kerjasama dengan instansi terkait untuk penerapan sanksi hukum bagi wajib pajak yang tidak memenuhi kewajibannya. 5. Ruang lingkup tersebut tidak berlaku untuk sektor perkebunan. dan mereka telah memiliki pengetahuan yang baik atas tugas – tugas mereka sehingga dalam melaksanakan tugas kesehariannya dapat berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur kerja yang ada. Keahlian Setiap pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang telah memiliki keahlian kerja yang baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsi mereka masing 6 .

Diskusi Dari beberapa pajak daerah peneliti melakukan penelitian mengenai pajak reklame. Meningkatkan usaha-usaha ekstensifikasi pendapatan daerah melalui pengembangan potensi pendapatan daerah yang diarahkan ke jenis objek pajak yang baru yaitu: a. Fasilitas Secara administrasi sarana dan prasarana yang ada dalam melakukan implementasi Peraturan Daerah No. Pengembangan objek pajak daerah b. Program peningkatan data objek pajak c. Program peningkatan penerimaan pajak 2. dimana dalam pelaksanaannya masih banyak ditemui wajib pajak yang tidak melunasi pajaknya dan cenderung menghindari pajak yang mengakibatkan bisa terhambatnya pembangunan daerah. Kesamaan Penerapan peraturan Setiap wajib pajak reklame diperlakukan secara sama dalam penerapan peraturan mengenai pajak reklame Berdasarkan hasil analisis di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan Pemerintah Daerah Tentang pajak reklame di Kota Palembang sudah berjalan dengan baik. maka diperlukan suatu strategi yang baik yang harus dilakukan Pemerintah Kota Palembang dalam meningkatkan PAD terutama dari sektor pajak reklame. sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya secara baik sesuai dengan yang diharapkan c. 7 Tahun 2001 tentang pajak reklame yaitu dengan melakukan koordinasi antara pihak Dispenda Kota Palembang Bidang Pendataan dan Penetapan dengan Bidang Penagihan terhadap wajib Pajak Reklame Struktur Birokrasi a. surat teguran I sampai dengan III. dan media SSPD. Program peningkatan sadar pajak b. Wewenang Setiap pegawai memiliki wewenang yang berhubungan dengan tugasnya sebagaimana yang telah diatur dalam tugas pokok dan fungsi masing – masing pegawai d. b. Karena pada hakekatnya pajak daerah yang dibayarkan masyarakat akan dikembalikan kemasyarakat dalam bentuk tersedianya sarana dan prasarana lain yang menunjang kesejahteraan masyarakat seluruhnya agar adil dan makmur. daftar wajib Pajak Reklame. Prosedur kerja Prosedur kerja yang telah diterapkan oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang telah berjalan dengan baik. 7 Tahun 2001 tentang pajak reklame yaitu surat perintah tugas. c. Sehubungan dengan hal itu. Namun untuk kedepannya perlu dilakukan penambahan – penambahan atas sarana dan prasarana pendukung operasional yaitu kendaraan operasional.– masing. 7 Tahun 2001 tentang pajak reklame di terapkan secara fleksibel. akan tetapi secara operasional belum memadainya mobil operasional Kecenderungan/ Tingkah Laku Upaya yang dilakukan Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang dalam implementasi Peraturan Daerah No. Penelitian potensi sumber – sumber pendapatan daerah 7 . Fleksibilitas Penerapan peraturan Peraturan Daerah No. Adapun strategi yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kota Palembang sebagai berikut: 1. Meningkatkan usaha – usaha intensifikasi pendapatan daerah yang dijabarkan dalam program: a.

1996. perlu dilakukan revisi mengenai tarif pajak reklame agar PAD di Kota Palembang dapat lebih meningkat. Meningkatkan kinerja aparatur melalui tingkat disiplin aparatur dan tingkat ketersediaan pegawai yang kompeten yang dijabarkan dalam program: a. Dilihat dari segi komunikasi diketahui bahwa setiap petugas pelaksana penagihan atau penerimaan pembayaran pajak reklame telah diberikan petunjuk – petunjuk pelaksanaan kerja secara jelas mengenai prosedur kerjanya sehingga memudahkan mereka untuk mengerjakannya. 3. Suharsimi. Melakukan kajian kelayakan Perda – Perda tentang pajak daerah d. dijabarkan dalam program sebagai berikut: a. Devas. Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur Kesimpulan 1. sehingga petugas dapat menjalankan tugasnya secara maksimal. 4. Jakarta. Mengenai sumber-sumber diketahui setiap pegawai Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang telah memiliki keahlian kerja yang baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsi mereka masing – masing. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pelayanan pajak melalui tingkat ketersediaan pelayanan pajak secara on line dan tingkat ketersediaan sarana pembayaran pajak. 7 Tahun 2001 tentang pajak reklame namun implementasi tersebut sudah berjalan dengan baik. Pelatihan di bidang perpajakan dan peraturan – peraturan baru 3. Program pelayanan administrasi perkantoran c. 8 . Dari segi birokrasi. Program peningkatan disiplin aparatur b. hendaknya menyesuaikan kebutuhan kendaraan operasional untuk petugas. 2. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi IV. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur b. diatur dalam tugas pokok dan fungsi masing – masing pegawai. 1989. telah dilakukannya koordinasi antara pihak Dispenda Kota Palembang Bidang Pendataan dan Penetapan dengan Bidang Penagihan terhadap wajib Pajak Reklame. agar lebih meningkatkan pendapatan daerah atas pajak reklame maka diharapkan petugas pendataan agar lebih proaktif dalam menemukan wajib pajak . Untuk sumber-sumber supaya pelaksanaan kedepannya dapat terlaksana dengan lebih baik lagi. 2. DAFTAR PUSTAKA Arikunto.c. Setiap pegawai memiliki wewenang yang berhubungan dengan tugasnya sebagaimana yang telah 3. Program peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan 4. Pajak Daerah.wajib pajak baru. Untuk kecenderungan/tingkah laku. Untuk kecenderungan dan tingkah laku. Jakarta: Rineka cipta. Uhamka Press. Hal ini dikarenakan masih banyak wajib pajak yang belum mendaftarkan usahanya. Namun belum memadai kendaraan operasional untuk petugas dalam implementasi Peraturan Daerah No. Untuk birokrasi. sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya secara baik sesuai dengan yang diharapkan. prosedur kerja yang telah diterapkan oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang telah berjalan dengan baik dan tarif pajak reklame masih terlalu rendah Saran 1.

F. Lexy J. 2001. Surakarta: Pustaka Pelajar. Jakarta: PT. Sugiyono. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Metodologi Penelitian Bisnis. 1994. Rinesa Rasdakarsa. Undang-Undang No. Mardiasmo. 2004. Metode Penelitian Kualitatif. Gramedia Pustaka ARTIKEL IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH TENTANG PAJAK REKLAME DI KOTA PALEMBANG 9 . Jakarta. Otonomi Yogyakarta: Gava Media Daerah. Mustopadidjaja. Hukum dan Kebijaksanaan Publik . 1998. 2002. Alfabeta Usman dan Subroto. 1980. Jakarta: PT Buku Kita. Saragih. 22 Tahun 1999 Pasal 79 Tentang Pemerintah Daerah Widodo. 2004. Kebijakan Publik: teori dan Proses. Jakarta : Sinar Grafika. 1998. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Jakarta: PT. Pokok – Pokok Perpajakan. Peraturan Daerah No. Pendapatan Asli Daerah. 1996. Moleong. Hakim. 2003. Yogyakarta: Liberty. Perpajakan. 1990.Dunn. Paradigma Kritis dalam Studi Kebijakan Publik Perubahan dan Inovasi Kebijakan Publik dan Ruang Partisipasi Masyarakat dalam Proses Kebijakan Publik. Widayat. 34 Tahun 2000 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Undang-Undang No. Gramedia Pustaka. Analisis Kebijakan Publik Program Magister Ilmu Hukum Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. PT. Bandung: CV. 7 Tahun 2001 Tentang Pajak Reklame Putra. 2003.

Oleh ASRAHUDDIN NPM : 050909022 PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK PROGRAM PASCASARJANA STISIPOL CANDRADIMUKA 2011 10 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful