STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA ABON IKAN DI KUB HURIP MANDIRI KECAMATAN CISOLOK KABUPATEN SUKABUMI

Oleh: RINI ARIANI AMIR A14104090

PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008

RINGKASAN RINI ARIANI AMIR. Strategi Pengembangan Usaha Abon Ikan di KUB Hurip Mandiri Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Di bawah bimbingan NETTI TINAPRILLA. Potensi sektor perikanan Indonesia cukup besar. Menurut Departemen Kelautan dan Perikanan, produksi perikanan dalam periode 2000-2006 mengalami peningkatan rata-rata per tahun sebesar 6,36 persen, yakni dari 5,1 juta ton pada tahun 2000 menjadi 7,4 juta ton pada tahun 2006, yang terdiri dari perikanan budidaya 2,6 juta ton dan perikanan tangkap 4,8 juta ton. Produksi perikanan yang besar tersebut ternyata didominasi oleh produksi ikan. Ikan memiliki kelemahan yaitu tidak dapat bertahan lama. Komoditas ini cepat mengalami kerusakan sehingga memerlukan pengolahan lebih lanjut. Salah satu usaha pengolahan ikan adalah usaha abon ikan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Hurip Mandiri. KUB Hurip Mandiri saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat. Keberadaan usaha abon ikan di berbagai wilayah menciptakan persaingan yang cukup tinggi mengingat pasar yang dituju relatif sama. Pesaing yang dihadapi oleh KUB Hurip Mandiri ternyata bukan hanya pengusaha abon ikan dari daerah lain tetapi juga pengusaha abon ikan dari daerah Kabupaten Sukabumi sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu, ternyata usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri belum mengalami perkembangan yang signifikan. KUB Hurip Mandiri ternyata masih dikelola secara sederhana baik dari segi manajemen, produksi, pemasaran dan keuangan. Kendala lain yang dihadapi oleh KUB Hurip Mandiri adalah bahan baku yang tidak selalu tersedia. Ketersedian bahan baku ikan umumnya tergantung musim dan adanya penurunan total penjualan.. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor eksternal dan internal yang dihadapi oleh usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri; 2) menyusun alternatif strategi pengembangan usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri berdasarkan analisis lingkungan eksternal dan internal; dan 3) merekomendasikan alternatif strategi terbaik bagi pengembangan usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri. Tujuan penelitian tersebut akan berusaha dicapai dengan menggunakan beberapa alat analisis yaitu analisis deskriptif, Matriks EFE dan IFE, Matriks IE, Matriks SWOT, dan metode PHA. Responden yang diambil yaitu Ketua KUB Hurip Mandiri (1 orang), anggota KUB Hurip Mandiri (20 orang), Dinas Kelautan dan Perikanan (1 orang), dan konsumen (20 orang) dengan perbedaan persentase bobot 50 %:15%:25%:10%. Analisis lingkungan eksternal menghasilkan tiga peluang dan enam ancaman yang dihadapi oleh usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri. Tiga peluang tersebut antara lain adanya dukungan Pemda Sukabumi dalam pengembangan UKM di Sukabumi (0,487), perkembangan teknologi yang semakin maju (0,288), dan adanya peluang ekspansi pemasaran (0,287). Enam ancaman yang dihadapi oleh KUB Hurip Mandiri adalah tingkat persaingan industri yang semakin tinggi (0,330), adanya kenaikan harga BBM (0,472), ancaman masuknya pendatang baru cukup besar (0,285), ketidaktersediaan bahan baku karena perubahan musim (0,539), adanya produk substitusi (0,182), serta daya beli pelanggan menurun (0,312).

Analisis matriks EFE memperlihatkan bahwa peluang utama pada KUB Hurip mandiri adalah adanya dukungan Pemda Sukabumi dalam pengembangan UKM di Sukabumi dengan total skor 0,487. Ancaman utama yang dihadapi oleh usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri adalah faktor ketidaktersediaan bahan baku karena perubahan musim dengan total skor 0,539 dan kenaikan harga BBM yang mendapatkan skor 0,472. Nilai EFE mengidentifikasikan bahwa usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri berada di atas nilai rata-rata. Hal ini ditunjukkan dengan total nilai EFE sebesar 3,183. Nilai tersebut menggambarkan bahwa respon yang diberikan oleh KUB Hurip Mandiri kepada lingkungan eksternal tergolong tinggi untuk mengatasi ancaman dan memanfaatkan peluang. Analisis lingkungan internal yang telah dilakukan akhirnya menghasilkan tujuh kekuatan dan enam kelemahan yang dimiliki oleh KUB Hurip Mandiri. Tujuh kekuatan tersebut adalah lokasi perusahaan strategis (0,220), rasa dan kualitas produk yang mempunyai ciri khas (0,369), adanya labelisasi kemasan (0,269), pengalaman perusahaan selama 14 tahun, adanya loyalitas pelanggan (0,347), hubungan kekeluargaan dan kerjasama yang kuat (0,283), dan telah ada pembagian tugas (job description)(0,183). Enam kelemahan yang dimiliki oleh usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri adalah sumber dana yang terbatas (0,105), teknologi yang masih sederhana (0,147), distribusi produk belum luas (0,162), kualitas sumber daya manusia masih rendah (0,108), kapasitas produksi belum optimal (0,154), serta kurangnya promosi produk (0,105). Perhitungan pada matriks IFE memperlihatkan faktor-faktor kekuatan utama KUB Hurip Mandiri. Kekuatan utama tersebut adalah faktor rasa dan kualitas produk yang mempunyai ciri khas dengan total skor 0,369 dan faktor pengalaman perusahaan selama 14 tahun, yang mendapatkan total skor 0,347. Di lain pihak, kelemahan utama dari usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri adalah faktor sumber dana yang terbatas dan kurangnya promosi produk dengan total skor sebesar 0,105. Nilai IFE yang didapat adalah 2,772. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa KUB Hurip Mandiri berada dalam kondisi internal rata-rata, tidak terlalu kuat dan tidak terlalu lemah. Matriks IE dari KUB Hurip Mandiri menempatkan usaha ini di kuadran ke II memberikan rekomendasi untuk tumbuh dan berkembang. Matriks SWOT merekomendasikan tujuh strategi dan setelah dilakukan pemilihan strategi dengan metode PHA didapat urutan prioritas alternatif strategi yaitu 1) meningkatkan kualitas produk dan mutu pelayanan kepada konsumen serta pemasok (0,204); 2) aktif melakukan kegiatan promosi (0,203); 3) memperluas jaringan distribusi dan pemasaran (0,175); 4) melakukan pengembangan produk melalui penganekaragaman rasa dan kemasan (0,121); 5) melakukan penghematan biaya (0,108); 6) meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam kemampuan manajemen (0,105); dan 7) mengoptimalkan volume produksi (0,084).

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA ABON IKAN DI KUB HURIP MANDIRI KECAMATAN CISOLOK KABUPATEN SUKABUMI Oleh: RINI ARIANI AMIR A14104090 SKRIPSI sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 .

Agr NIP. Netti Tinaprilla. Didy Sopandie. Dosen Pembimbing Skripsi Ir. 131 124 019 Tanggal Lulus : . 132 133 965 Mengetahui. M. Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. MM NIP.Judul Skripsi Nama NRP : Strategi Pengembangan Usaha Abon Ikan di KUB Hurip Mandiri Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi : Rini Ariani Amir : A14104090 Menyetujui.

Bogor.PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI YANG BERJUDUL “STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA ABON IKAN DI KUB HURIP MANDIRI BELUM PERNAH KECAMATAN CISOLOK KABUPATEN SEBAGAI KARYA ILMIAH PADA SUKABUMI” BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI YANG DIAJUKAN PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN. Mei 2008 Rini Ariani Amir A14104090 .

Tahun 2004 penulis diterima sebagai mahasiswa pada Program Studi Manajemen Agribisnis. Rohis Kelas Manajemen Agribisnis divisi PSDM tahun 2004-2006. . Selain itu. Tahun 2003 penulis menyelesaikan pendidikan di SMUN 3 Takalar. Fakultas Pertanian. Penulis melanjutkan pendidikan ke SMUN 3 Takalar saat kelas 2 SMU.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Takalar. Penulis memulai pendidikannya di SDS Ayah Bunda Jakarta pada tahun 1991 hingga 1997. Penulis merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Bapak M. Sulawesi Selatan pada tanggal 23 Juli 1985. penulis juga aktif dibeberapa kepanitiaan. Amir dan Ibu Sohrah. Penulis melanjutkan pendidikan di SLTPN 42 Jakarta pada tahun 1997 hingga 2000 dan pada tahun yang sama penulis melanjutkan ke SMUN 40 Jakarta hingga tahun 2001. Beasiswa ini didapat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar. Institut Pertanian Bogor di Bogor melalui jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD). Selama masa perkuliahan penulis aktif di beberapa organisasi diantaranya Koperasi Mahasiswa (KOPMA) IPB tahun 20042006. dan Forum Komunikasi Rohis Departemen (FKRD) biro Event Organizer tahun 2006.

KATA PENGANTAR Alhamdulilahirobbal’alamin. Usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri merupakan salah satu usaha kecil yang tengah berjuang dalam persaingan. Tak lupa shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada teladan umat Nabi Muhammad SAW. Mei 2008 Penulis . Skripsi yang berjudul ”Strategi Pengembangan Usaha Abon Ikan di KUB Hurip Mandiri Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi” ini dibuat dengan pertimbangan perlunya suatu kajian perumusan strategi pengembangan usaha abon ikan di KUB Hurip Mandiri. Formulasi strategi berdasarkan eksternal dan internal yang dihadapi oleh perusahaan ini diharapkan dapat membantu dalam menghadapi keadaan tersebut. Bogor. Adanya perubahan pada lingkungan eksternal dan internal mengharuskan usaha ini senantiasa adaptif terhadap perubahan. Skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan karena penulisan skripsi ini merupakan suatu proses pembelajaran bagi penulis. Segala puji bagi Allah SWT karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Harapan penulis skripsi ini dapat memberi manfaat bagi pembaca.

Terima kasih atas bimbingan dan arahan kepada penulis selama perkuliahan. 9. Ibu Dr. 8. SP. Keluarga Ibu Zaki. Ratna Winandi. 3. MS sebagai pembimbing akademik. Saudari Fitri Mega Mulianti. adik-adikku (Rita dan Kiki). 7. kasih sayang. waktu.atas kesediaanya menjadi pembahas pada seminar penulis. dan semua warga Desa Cisolok yang telah memberikan bantuan dan dukungan selama KKP dan penelitian. Ibu Yati dan seluruh anggota KUB Hurip Mandiri serta pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi atas bantuannya selama penelitian. Keluargaku tercinta: mama. Keluarga besar di Takalar. Om Rani dan keluarga di Jakarta. papi. . terima kasih untuk segala doa. 5. dan semangat yang diberikan selama penulisan skripsi ini. Teh Euis. Ir. Terima kasih atas bantuannya kepada penulis selama ini. Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar atas kesempatan dan bantuan beasiswa yang diberikan sehingga penulis dapat berkuliah di IPB. MSi atas kesediaannya menjadi dosen penguji wakil departemen. semangat. kakakku (Rina). Tak lupa shalawat serta salam selalu tercurah kepada teladan umat Nabi Muhammad SAW. 1. Mama Iyus dan keluarga di Sengkang. Netti Tinaprilla. Ir. MM sebagai pembimbing skripsi atas kesabaran. Terima kasih atas masukan dan kritik yang membangun sehingga skripsi ini dapat lebih disempurnakan. ilmu. Anita Primaswari. dan kepercayaan yang diberikan 2. Popong Nurhayati. 10. 6. Terima kasih atas saran-sarannya kepada penulis. 4.UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat-Nya dan atas kehendak-Nyalah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini dapat diselesaikan dengan bantuan banyak pihak. Ibu Ir. MM yang telah bersedia menjadi dosen penguji utama. Melalui lembaran ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih pada berbagai pihak yang telah membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini.

Teman-teman KKP di Kecamatan Cisolok khususnya Desa Cisolok: Feti. Wahyu. 13.11. Teman-teman seperjuanganku: Mega. Seluruh pihak yang sudah membantu dan terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian skripsi ini. Teh Runie atas nasehat dan perhatiannya selama ini dan Mba Mayzar terima kasih untuk slidenya. terima kasih untuk semangatnya 12. Ipung. Friska. Puput. Icha. Sahabat-sahabatku tercinta di Sabrina:Teh Bibib. Wulan. Rekan-rekan di AGB 41 khususnya Endang. dan Putri atas dukungan yang kalian berikan selama penulisan skripsi. 16. Jane. Popi. Dini. Mba Onya atas bantuan yang berkaitan dengan beasiswa BUD. Jessica. 15. Ulfa dan Ramli. yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Rangga. Seluruh dosen atas ilmu dan pengetahuan yang diberikan selama di IPB. Arisman. . 17. Tim BUD IPB: Pak Hardin. Itha. Rahmi. Mba Anggi. Mae. dan sidang. terima kasih untuk semangatnya. 20. seminar. Welly. 18. Mba Anni. Ranzur. terima kasih atas persahabatan dan kebersamaan yang terjalin. 19. Wahid. Teman-temanku: Rahmanto. Hasna. Inez. terima kasih atas kenangan indah dan keceriaan yang telah diberikan. Staf pegawai Departeman Agribisnis: Mba Dewi dan Mba Dian terima kasih atas bantuannya selama perkuliahan. Icang. Yuli. Juga untuk Mba Okta dan Mba Fahma. Menjadi bagian dari AGB 41 merupakan salah satu hal teindah dalam hidupku. 14. Tejo. Ryan. Yoga. Dika.

............................................................................... 42 4.................. 32 3........6 Metode PHA .................................. 44 4..........................3 Tujuan Penelitian ....4 Metode Pengolahan dan Analisis data ........................4 Kegunaan Penelitian ......................... v DAFTAR LAMPIRAN..............................6 Penelitian Terdahulu ................................ 42 4...5 Perkembangan Usaha Kecil di Indonesia...............4 Model Manajemen strategis ............................................................... 28 3...........2 Jenis dan Sumber Data ..........................1 Analisis Deskriptif ...........................................................................................................4.........................1 Konsep Strategi .2 Analisis Matriks EFE .....................................................................3 Proses Manajemen Strategi ........................................................... iii DAFTAR GAMBAR ......... 47 4....................................... 43 4.........7 1........................................................1.......... 49 4..........4.........5 Analisis SWOT ................. 13 2.....6............................ 11 1..........................1 1..6 Analisis Lingkungan ........................................... 43 4.......... 11 1......................... 27 3........................................................................................................................ 20 BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3...............................................3 Konsep Agroindustri ........... 26 3.. 50 ...............2 Analisis Lingkungan Internal............................1...1................. 18 2................1 Abon Ikan............1................................................................................................................... 46 4...................4.1........1............................................................. ......................3 Analisis Matriks IFE ............................................ 45 4..........................................................................................................................................................2 Manfaat Abon Ikan .......... 17 2......................................................................................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL.........................................................5 Pernyataan Visi dan Misi ......................4 Usaha Kecil ......................................................... 15 2.......... 24 3....1 Analisis Lingkungan Eksternal .....................1........4......4.....................1 Kerangka Pemikiran Teoritis .......................... 32 3......1 Lokasi dan Waktu Penelitian .............4..................................5 Ruang Lingkup Penelitian....1 Latar Belakang .................... 24 3... 29 3........ vi BAB I PENDAHULUAN 1............2 Konsep Manajemen Strategi .................2 Kerangka Pemikiran Operasional .................. 12 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2... 16 2...4 Analisis Matriks IE ......................... 37 3........1.....6........ .............................................................3 Metode Pengumpulan Data ...2 Rumusan Permasalahan .................................... 39 BAB IV METODE PENELITIAN 4...................................

..................................1 Lokasi Usaha.. 65 6..................1 Hasil Pengolahan Horizontal Elemen Kriteria Strategi...............................................................................................................................................................4 Teknologi......1......................................................................1 Matriks IE ..BAB V GAMBARAN UMUM USAHA 5.................3..............2 Analisis Lingkungan Internal ......................................1 Analisis PEST .......................................................3.....1.........3 Sosial dan Lingkungan .....4 Struktur Organisasi Usaha ........................................... 74 6................2................ 63 6...... 88 7.................................1 Hasil Pengolahan Vertikal Elemen Kriteria Strategi.....................5 Penelitian dan Pengembangan................................................................................................................ 80 6..................... 68 6.........................................2 Sejarah dan Perkembangan Usaha ........................................ 81 6........ 63 6.........2 Matriks IFE ....................1 Kesimpulan .. 61 BAB VI ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL DAN INTERNAL 6.....................3 Tahap Pemilihan Strategi Pengembangan Usaha.2................. 95 7........2 Tahap Pemaduan ....2................1 Analisis Lingkungan Eksternal ...........................................................3........3...................3........ 70 6.... 102 7............................... 72 6.....................2 Hasil Pengolahan Horizontal Elemen Alternatif Strategi.............1.............3.... 91 7...... 108 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8......................2............................................................................................. 117 .............................................. 78 6..............1............2.......................................1 Pemasaran ...................... 95 7.....................................................3 Visi Dan Misi Usaha ....... 63 6.............................................2 Saran......2...........................2 Analisis Hasil Pengolahan Vertikal ......5 Tenaga Kerja Usaha .................................1..1.........1...............................1... 102 7....................................................2 Ekonomi .....2 Analisis Industri .........1 Matriks EFE ......................1....................... 66 6...2.....................................................2 Produksi dan Operasi ......................................... 60 5...............................................3 Manajemen..... 113 DAFTAR PUSTAKA ...................2......................................... 104 7................ 108 7............. 81 BAB VII FORMULASI DAN PEMILIHAN STRATEGI 7..............................4 Keuangan ............1 Analisis Matriks EFE dan IFE .................. 108 7......................1.... 96 7.1..................2 Hasil Pengolahan Vertikal Elemen Alternatif Strategi................... 111 8...... 57 5.....................................................1..................................................................... 114 LAMPIRAN ............ 72 6.......................1.......................................................................................................................... 60 5.............2 Matriks SWOT ....................................1 Analisis Hasil Pengolahan Horizontal .....................1....... 57 5............2........................1 Politik ....................... 101 7......3 Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal...................... 88 7......................

... 54 13..... Rincian Bantuan yang Diperoleh KUB Hurip Mandiri ................................... 3 4............................ 90 .............................................................. 65 17........... 25 9................. Matriks IFE ........ 55 15....................... Matriks SWOT ........... Kekuatan dan Kelemahan yang Dimiliki oleh KUB Hurip Mandiri.............................................. Matriks Pendapat Gabungan (MPG)................... 59 16..... Produk Domestik Bruto Perikanan (Berdasarkan Harga Berlaku) ..... Produksi Perikanan Menurut Jenisnya .............. Perbandingan Usaha Abon Ikan Tanpa dan dengan Penggorengan Mekanik.............................................. Tingkat Pendapatan Per Kapita dan Inflasi Berdasarkan Harga Konstan ’93 ...................................... 1 2............... Total Penjualan Abon Ikan Per Tahun di KUB Hurip Mandiri .. 89 24........................ Produksi Perikanan Indonesia Tahun 2000-2006 .................................... 82 22........... 55 14................... Nilai PDB UKM dan Besar Menurut Sektor Ekonomi Tahun 2005 – 2006 Atas Dasar Harga Konstan 2000....................... 5 5............................................ Penelitian Terdahulu ...... Matriks Pendapat Individu (MPI) .. 84 23................ Matriks EFE Usaha Abon Ikan KUB Hurip Mandiri ................................... Komposisi Bahan Pembuatan Abon Ikan Kub Hurip Mandiri.................................................................. .................................................... 9 7..................... 47 11.......................... 45 10........... 2 3..... 50 12............................. Nilai Skala Berpasangan .. Nilai Bobot dan Rating Tanpa Adanya Perbedaan Bobot untuk Tiap Responden....................................75 21........ 5 6................................DAFTAR TABEL Nomor Halaman 1..............................................69 20........................................................................................................ 67 19.............. Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja UKM dan Besar Tahun 2005-2006 ................................... Alternatif-Alternatif Strategi............ 22 8.......................................... Tingkat Pendapatan Per Kapita dan Inflasi Berdasarkan Harga Berlaku .......................................................... Peluang dan Ancaman yang Dimiliki oleh KUB Hurip Mandiri....................... 66 18. Jumlah dan Tingkat Pertumbuhan Penduduk di Kabupaten Sukabumi Tahun 2000-2004 .......... Matriks EFE ......

....... 104 30... Hasil Pengolahan Horizontal Elemen Kriteria Strategi ............ Matriks IFE Usaha Abon Ikan KUB Hurip Mandiri....................................... Matriks SWOT Usaha Abon Ikan KUB Hurip Mandiri .............................................................. Hasil Pengolahan Vertikal Elemen Kriteria Strategi .... 93 27............. 108 31.......... Hasil Pengolahan Vertikal Elemen Alternatif Strategi ................................................. 103 29....... Hasil Pengolahan Horizontal Elemen Alternatif Strategi ......... Nilai Bobot dan Rating Tanpa Adanya Perbedaan Bobot untuk Tiap Responden..................... 109 ...... 97 28.25.... 92 26................

................ 48 6.................... Model Lima Kekuatan Porter .............................. Kerangka Analisis Perumusan Strategi dan Agenda Pengembangan Halaman Usaha Kecil ............................. 78 9............ 41 5.......................................................................... Model Struktur Hirarki.. Model Struktur Hirarki Strategi Pengembangan Usaha.................. Model Komprehensif Manajemen Strategis... 53 7...................................................................... Matriks Internal-Eksternal ... Matriks IE Usaha Abon Ikan KUB Hurip Mandiri. 96 10.............. Kerangka Pemikiran Operasional ................................................................................... Struktur Organisasi KUB Hurip Mandiri............ Skema Proses Pembuatan Abon Ikan KUB Hurip Mandiri ....................................... 110 ..... 29 2....................DAFTAR GAMBAR Nomor 1.......................... 35 4.............. 60 8................................... 31 3...................... Model Struktur Hirarki Strategi Pengembangan Usaha Yang Telah Dilengkapi Bobot Hasil PHA............................ 102 11...................................................

..............................DAFTAR LAMPIRAN Nomor Halaman 1..... Kuesioner untuk PHA ......... Hasil PHA ........................ 117 2................................. Kuesioner untuk Matriks IFE dan EFE..................... 123 3..................................................... 128 ....................................................

60 Sumber: Departemen Kelautan dan Perikanan (2007) 1 Departemen Kelautan dan Perikanan. http://www. Laporan Akuntabilitas dan Kinerja Departemen Kelautan dan Perikanan.691.796 1.go. Indonesia memiliki perairan laut seluas 5.119.BAB I PENDAHULUAN 1. produksi perikanan dalam periode 20002006 mengalami peningkatan rata-rata per tahun sebesar 6.1 juta km2.610 4.915.470 5.4 juta ton pada tahun 2006.353.487 5.869 2.750 4.163.674 4. Produksi Perikanan Indonesia Tahun 2000-2006 Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Jumlah produksi (Ton) Perikanan Budidaya Perikanan Tangkap 994.962 4.120.276.705.8 juta ton.648 5.192 4. yang merupakan basis kegiatan ekonomi perikanan. perairan ZEE 2.8 juta km2 (perairan nusantara dan teritorial 3.378.1 Latar Belakang Potensi sektor perikanan Indonesia cukup besar.125.6 juta ton dan perikanan tangkap 4.id/ [6 Desember 2007] .769. kurang lebih 70 persen dari wilayah Indonesia terdiri dari laut yang kaya dengan sumberdaya hayati dan lingkungan yang sangat potensial.800 4.988 6.543 7.076.36 persen. Potensi tersebut juga terlihat dari produksi perikanan Indonesia. yakni dari 5.153 4.525 1.869.7 km2) dan garis pantai sekitar 90 ribu km .468.625.731 6.495 1.224.651. Artinya.121 2. Produksi perikanan Indonesia dari tahun ke tahun dapat dilihat pada Tabel 1. yang terdiri dari perikanan budidaya 2.160 1 Total Produksi (Ton) 5. Tabel 1. 2006.3949.137.dkp.515.720 1. Menurut Departemen Kelautan dan Perikanan.1 juta ton pada tahun 2000 menjadi 7.

863.18 persen.674.0 43.131.0 2 2005 183. PDB perikanan dibandingkan dengan PDB nasional dapat dilihat pada Tabel 2.3 19. lebih tinggi dari kenaikan PDB sektor pertanian.590. http://www. Besarnya kebutuhan masyarakat akan pangan sumber protein hewani menjadi 2 Departemen Kelautan dan Perikanan. dalam Rp. Hal ini disebabkan adanya kenaikan harga BBM pada Oktober 2005.6 45.9 2.450.733. Namun.729.9 35.354.142.853. Sementara itu kontribusi sektor perikanan terhadap PDB nasional pada tahun 2005 sebesar 2.141.2 2.6 1.2 2.854.974.631.9 Tahun 2004 165.9 18.072. peternakan.3 54.5 21.753. sebenarnya PDB sektor perikanan meningkat sebesar 18 persen dari tahun 2005 pada periode yang sama yakni triwulan III.427.273.708.7 2003 157.dkp.2 57.558.2 51. Ikan cukup potensial untuk dikembangkan pada saat ini.666.2 18.049.77 persen.7 1.5 2. Hal ini terlihat dari Tabel 3 (hal 3) yang menunjukkan produksi perikanan menurut jenisnya.62 persen.956.091.002.4 50. Miliar) Lapangan Usaha Tanaman bahan makanan Tanaman perkebunan Peternakan dan hasilhasilnya Kehutanan Perikanan PDB Total PDB tanpa Migas 2002 153.8 Sumber: Departemen Kelautan dan Perikanan (2007) Produksi perikanan yang besar tersebut ternyata didominasi oleh produksi ikan.700.8 46.420.3 4.go.4 41.0 59. PDB sektor perikanan tahun 2006 secara keseluruhan mengalami penurunan. selama periode 2001-2005 PDB sektor perikanan mengalami kenaikan sebesar 12. Tabel 2.612.328. dan kehutanan yang besarnya 8.Selain itu.6 40.8 2006 169.581.2 51.7 19.591.617.0 43.8 37. Laporan Akuntabilitas dan Kinerja Departemen Kelautan dan Perikanan.648. Produk Domestik Bruto Perikanan (Berdasarkan Harga Berlaku.013. 2006.840.678.123.1 2.8 1.052.274.407.7 41.522.634.875.414.id/ [6 Desember 2007] .773.2 2.

52-4.356 3.610 172.445.897 64.616 42.665 103.431 8.ristek.id/ [25 November 2007] 4 Anonim.255.255 34. Perkembangan konsumsi ikan per kapita nasional pada periode tahun 2005-2006 mengalami peningkatan sebesar 4.779 96.95 kg/kapita/tahun pada tahun 2005 diperkirakan menjadi 25.460 37.152 105.574 26.03 kg/kapita/tahun pada tahun 2006. serta 2.735 14.salah satu alasannya. Statistika Perikanan 2005.507. 4.812 273. http://www.214 64.go.860 3. 2006. yakni dari 23. Sementara itu pada tahun 2007 sasaran konsumsi ikan sebesar 26. Komposisi ikan segar per 100 gram terdiri atas 76 persen air. 17 persen protein. Komoditas ini cepat mengalami 3 Departemen Kelautan dan Perikanan.350.667 263.832. http://dkp.id/ [25 November 2007] .go.5 persen lemak.384 55.785.712 161.088 23.531 297.733 273. 2007).51 persen.857 34.731 147.634 289. 2005.667 Sumber: Departemen Kelautan dan Perikanan (2007) Ikan dikenal mempunyai nilai protein tinggi dan kandungan lemaknya rendah sehingga banyak memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh manusia. Abon ikan (Tentang Pengolahan Pangan).450 3 171.057 Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 3.50 persen mineral dan vitamin (Departemen Riset dan Teknologi. Produksi Perikanan Menurut Jenisnya Jenis Ikan Binatang berkulit keras (Crustacea) Binatang lunak (Mollusca) Binatang air lainnya Tanaman Air 1999 3. 2007)4 Ikan yang merupakan pangan sumber protein ini ternyata memiliki kelemahan yaitu tidak dapat bertahan lama.369 3. Tabel 3.144 291.475 3.00 kg/kapita/tahun (Dinas Kelautan dan Perikanan.

Menurut The Asia Foundation 2003. meskipun banyak usaha kecil mati.kerusakan sehingga memerlukan pengolahan lebih lanjut. Harapan ini muncul karena beberapa faktor. ketika krisis melanda Indonesia di pertengahan 1998 yang lalu. Abon ikan merupakan salah satu hasil olahan dari ikan. kerupuk. ikan pindang. fermentasi ikan (silase ikan. sebagian besar kegiatan pengolahan ikan di Indonesia masih tergolong pengolahan ikan tradisional dan dilakukan pada skala industri rumah tangga . pengasapan (ikan asap). 2002). abon ikan. tepung ikan. Cara yang biasa dilakukan antara lain dengan cara penggaraman dan pengeringan (ikan asin). Afrianto dan Liviawaty (1991) menyebutkan bahwa kegiatan pengolahan ikan dapat dilakukan dengan berbagai cara. ikan kaleng). Faktor penentu usaha kecil dapat bertahan adalah karena umumnya usaha kecil bersifat local resources based industries dan usaha kecil tumbuh pada pasar kompetisi (Tambunan. dan pengolahan ikan menjadi produk olahan (petis. Pengembangan usaha kecil atau menengah saat ini menjadi perhatian. jumlah mereka yang dapat bertahan dan berkembang lebih banyak lagi. ikan bekasem). usaha kecil mikro terbukti lebih tahan banting dalam menghadapi krisis. ikan peda. Menurut Widyaningrum (2003) krisis ekonomi yang melanda Indonesia telah menimbulkan harapan pada usaha kecil-mikro untuk dapat menjadi motor perekonomian Indonesia. . terasi ikan. Menurut Herawati (2002). Usaha pengolahan abon ikan ini dikategorikan ke dalam agroindustri dan kebanyakan usaha ini dilakukan oleh usaha kecil atau menengah yang tergolong dalam industri rumah tangga dan industri pengolahan. kecap ikan. Pertama.

933.1 290.go.109 7.id/ [18 November 2007] .855 4.803.826 5 Tahun 2006 Unit Usaha Tenaga kerja (unit) (orang) 48.388. Tabel 4 Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Kecil Menengah dan Besar Tahun 2005 – 2006 Golongan Usaha Kecil Usaha Menengah Usaha Besar Jumlah Tahun 2005 Unit Usaha Tenaga Kerja (unit) (orang) 47. PDB dari usaha kecil dapat dilihat pada Tabel 5. 2006.840 3.909. Tabel 4 menunjukkan jumlah tenaga kerja yang dapat diserap oleh UKM dan usaha besar.384 1 06.959.445. Tabel 5 Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Usaha Kecil.711 4.Kedua.889 78. Miliar) Skala Usaha Usaha Kecil Usaha Menengah Usaha Besar Sumber: Departemen Koperasi dan UKM (2007) 5 Tahun 2005 688.462 88.811 47.238.872 95.921 6. Hal ini mengisyaratkan usaha kecil menempati posisi strategis dalam perekonomian di Indonesia.0 5 Departemen Koperasi dan UKM.804.936.822.925 80.994. Statistik Usaha Kecil dan Menengah 2005-2006.483.depkop.555 3.109.943. di dalam kondisi krisis saat ini usaha dan investasi yang masih berjalan dengan baik adalah investasi pada usaha skala kecil.081.204 48.033 86.5 814. usaha kecil dapat menyerap tenaga kerja yang besar.955 Sumber: Departemen Koperasi dan UKM (2007) Ketiga. unit usaha kecil lebih mampu menjadi sarana pemerataan kesejahteraan rakyat. Dengan jumlahnya yang cukup besar serta sifatnya yang umumnya padat karya. Terbukti bahwa usaha kecil menyumbang PDB yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia.614.4 306.6 2006 725. Menengah dan Besar Tahun 2005 – 2006 Atas Dasar Harga Konstan (dalam Rp. http://www.006.3 7 70.212.

perikanan budidaya dan bioteknologi kelautan.017. Besarnya potensi ekspor produk perikanan hasil olahan tradisional ditunjukkan dengan semakin meningkatnya volume dan nilai ekspor produk-produk tersebut. dan penangkapan di perairan umum sebesar 20. Berdasarkan data dari 6 Anonim.624.dkp. industri kecil di Indonesia merupakan bagian penting dari sistem perekonomian nasional.000 ton per tahun berasal dari potensi perikanan tangkap sebesar 260.000 ton serta ZEEI sebesar 60.000 ton yang tersebar diperairan utara dan selatan Jawa Barat.com/ [1 Januari 2008] 7 Departemen Kelautan dan Perikanan.Menurut Hubeis (1997).6 Salah satu contoh wilayah yang memiliki potensi perikanan adalah wilayah Jawa Barat. Data yang dirilis oleh Dinas Kelautan dan Perikanan. 2005.php?c=2370 [13 Mei 2008] . Industri kecil ini berperan dalam mempercepat pemerataan ekonomi melalui misi penyediaan lapangan kerja. Potensi lestari sumberdaya perikanan diperkirakan sekitar 880.491. Potensi sumberdaya perikanan dan kelautan Jawa Barat sangat besar yang terdiri dari potensi perikanan tangkap. senilai US$ 50. sepanjang 2005 volume ekspor produk olahan tradisional mencapai 22. Nilai tersebut jauh meningkat jika dibandingkan dengan volume ekspor produk sejenis di 2004 yang hanya sebesar 16.930.542 ton. http://www. 1 Mei 2007.375. Bisnis Olahan Terganjal Bahan Kaku.000 ton per tahun terdiri dari perikanan laut 240.085.go.000 ton selebihnya dari kegiatan budidaya7. Walaupun usaha pengolahan ikan ini dilakukan secara tradisional namun potensinya cukup besar. peningkatan pendapatan masyarakat dan ikut berperan dalam meningkatkan perolehan devisa serta memperkokoh struktur industri nasional Usaha pengolahan ikan yang berbentuk industri kecil atau rumah tangga telah banyak dijumpai. Potensi Sumber Daya Perikanan dan Kelautan Jawa Barat. http//www.trobos.7 ton dengan nilai US$ 63.id/content.

com/. Kabupaten Sukabumi. Produksi abon ikan wilayah ini cukup potensial karena produk abon ikan yang dihasilkan cukup diminatinya oleh konsumen8. Purwakarta.pikiranrakyat. Abon Cisolok Diminati. http//www. Beberapa wilayah di Indonesia yang telah mengembangkan agroindustri abon ikan diantaranya Jawa Barat (Indramayu. Keberadaan usaha abon ikan di berbagai wilayah menciptakan persaingan yang cukup tinggi mengingat pasar yang dituju relatif sama. DKI Jakarta. dan Jambi 8 Marsis Santoso. Pembentukan usaha ini dilatarbelakangi oleh adanya keinginan pemerintah setempat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kalimantan Tengah (Barito Selatan). Salah satu tempat pengolahan ikan terdapat di Kecamatan Cisolok. 1. Usaha ini dimulai dengan terbentuknya Kelompok Usaha Bersama (KUB) Hurip Mandiri pada tahun 1994. Usaha abon ikan telah dijumpai di beberapa wilayah. Ciamis. Jawa Tengah (Semarang dan Cilacap). Hal ini diikuti dengan produksi ikan olahan yang mencapai 3. produksi ikan Jawa Barat pada perairan selatan Jawa mencapai 8.2 Rumusan Permasalahan Usaha abon ikan di Kecamatan Cisolok telah berkembang sekitar 14 tahun lalu. terutama wanita tani dan nelayan. 27 Februari 2006. [25 November 2007] . dan Sukabumi).Sistem Informasi Statistik Perikanan dan Kelautan Indonesia (2007). KUB Hurip Mandiri saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat.864 ton. Di wilayah ini terdapat usaha kecil yang memproduksi abon ikan.312 ton ikan pada tahun 2005. Bali (Jembrana).

pemasaran. dan KUB Loji. Usaha abon ikan tersebut umumnya masih dilakukan secara tradisional dan dalam skala usaha kecil dan menengah. Kesamaan karakteristik usaha abon ikan menciptakan persaingan diantara para pelaku usaha tersebut.(Tanjung Jabung Timur)9. dan tuna umumnya tergantung musim.id . Menurut Tambunan (2002). saat ini terdapat tiga KUB yang memayungi para pembuat abon ikan di Kabupaten Sukabumi yaitu KUB Hurip Mandiri .brkp. Selain itu. ikan tenggiri.go. Ketersedian bahan baku seperti marlin. Apabila di laut sedang berlangsung musim 9 http//www. atau keuangan. Seiring dengan berjalannya waktu. ternyata usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri belum mengalami perkembangan yang signifikan. KUB Tenggiri. usaha kecil pada umumnya tumbuh pada pasar kompetitif. Terlebih saat ini pembentukan usaha baru yang serupa sangat didukung oleh pemerintah setempat karena Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi saat ini sedang melaksanakan program peningkatan produktivitas masyarakat. Kendala lain yang dihadapi oleh KUB Hurip Mandiri adalah bahan baku yang tidak selalu tersedia. 2007). produksi. usaha abon KUB Hurip Mandiri ternyata masih dikelola secara sederhana baik dari segi manajemen. kemudahan proses produksi dan teknologi pembuatan abon ikan membuat pendatang baru dengan mudah masuk ke industri ini.dkp. Umumnya pasar yang dituju adalah pasar lokal dan pasar di luar daerah produksi seperti Bandung dan Jakarta (Wijaya. Pesaing yang dihadapi oleh KUB Hurip Mandiri ternyata bukan hanya pengusaha abon ikan dari daerah lain tetapi juga pengusaha abon ikan dari daerah Kabupaten Sukabumi sendiri. Menurut Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan studi pendahuluan.

Pengusaha abon ikan berusaha memesan bahan baku ke tempat lain seperti ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Ratu.329 2. . Permasalahan lain yang dihadapi olah KUB Hurip mandiri adalah penjualan yang mengalami penurunan tiap tahunnya. Tiga ciri usaha kecil yang sangat penting bagi pembinaan dan pengembangan adalah: kemampuan bertahan hidup sangat tinggi. dan Maspiyati. 58 % Naik 25. TPI Muara Angke (Jakarta) dan TPI Muara Baru (Jakarta) Hal tersebut dilakukan untuk menghadapi masalah ketidaktersediaan bahan baku utama di TPI Pajagan. 06 % Turun 28.barat nelayan akan mengalami paceklik dan minim hasil tangkapan. Konsekuensinya biaya transportasi melonjak tinggi. Tabel 6. Haryadi. 1995). 54 % Sumber: KUB Hurip Mandiri (2008) Ditinjau dari karakteristiknya.199 2. kemampuan menggunakan pasokan secara efisien. TPI Binuangen (Banten). Usaha kecil tentu memiliki kelebihan atau kekurangan.558 3. Kenaikan harga BBM juga menyisakan dampak banyaknya nelayan yang tidak bisa melaut sehingga berakibat kurangnya pasokan bahan baku untuk pengolahan. usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri dapat digolongkan sebagai usaha kecil.286 Persentase Perubahan Turun 59. dan rentan terhadap perubahan iklim usaha (Sjaifudian. Total penjualan KUB hurip Mandiri tiap tahunnya dapat dilihat pada Tabel 6. Kombinasi kekuatan dan kelemahan serta interaksi keduanya dengan situasi eksternal akan menentukan seberapa besar kemungkinan usaha kecil berkembang. Total Penjualan Abon Ikan Per Tahun di KUB Hurip Mandiri Tahun 2004 2005 2006 2007 Total Penjualan (kg) 6.

Bagaimana alternatif strategi pengembangan usaha yang dapat diberikan pada usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri berdasarkan analisis lingkungan eksternal dan internal? 3. mampu meminimalkan kelemahan yang dimiliki. rencana strategis sangat dibutuhkan mengingat usaha kecil harus mampu merespon berbagai perubahan pada lingkungan yang seringkali tidak dapat diprediksi. Untuk itu harus selalu dilakukan penelaahan agar usaha kecil dengan segala kekuatan yang dimiliki mampu mengambil keuntungan dari peluang yang ada.Sebagai suatu usaha dimana banyak orang menggantungkan nasibnya. Bagaimana faktor-faktor eksternal dan internal yang dihadapi dalam pengembangan usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri? 2. Dalam kaitannya dengan upaya pengembangan usaha kecil. Berdasarkan hal tersebut. Sehubungan dengan latar belakang dan permasalahan yang telah dikemukakan maka perumusan permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: 1. Tekad untuk bertahan dan tumbuh tersebut menuntut kemampuan usaha ini dan para pendukungnya untuk memahami situasi internal (kekuatan dan kelemahan) maupun situasi eksternal (peluang dan ancaman). serta mampu menghadapi tantangan yang ada. sangat penting untuk diformulasikan strategi pengembangan usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri di Kecamatan Cisolok. usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri tidak boleh mati. Strategi apa yang menjadi prioritas terbaik bagi pengembangan usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri? .

2. Merekomendasikan alternatif strategi terbaik bagi pengembangan usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri. Memberikan masukan bagi usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri dalam menentukan arah dan pedoman pengembangan usaha.4 Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi berbagai pihak di antaranya: 1. Mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor eksternal dan internal yang dihadapi oleh usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri. 4. 3. Memberikan informasi dan masukan bagi pemerintah daerah dalam membuat kebijakan pengembangan usaha abon ikan.1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah yang telah diuraikan di atas. Sarana pembelajaran bagi penulis dalam penerapan ilmu yang dimiliki dan mempertajam kemampuan menganalisis permasalahan. . 3. Informasi bagi pembaca yang ingin melakukan penelitian yang terkait dengan pengembangan usaha abon ikan. maka tujuan penelitian yang dilakukan adalah : 1. Menyusun alternatif strategi pengembangan usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri berdasarkan analisis lingkungan eksternal dan internal. 1. 2.

5 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini hanya mencakup penyusunan alternatif strategi pengembangan usaha abon ikan di KUB Hurip Mandiri berdasarkan analisis lingkungan eksternal dan internal.1. . Implementasi strategi diserahkan sepenuhnya pada pengambil keputusan pada usaha abon ikan tersebut.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Abon Ikan Ikan merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat karena mudah didapat dan harganya murah. Namun, ikan ternyata memiliki beberapa kelemahan. Salah satu kelemahan ikan adalah tubuh ikan yang mempunyai kadar air tinggi dan pH mendekati netral merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri pembusuk maupun organisme lainnya sehingga ikan menjadi komoditi yang cepat membusuk. Selain itu, daging ikan banyak mengandung asam lemak tak jenuh yang sifatnya sangat mudah mengalami proses oksidasi. Oleh sebab itu, sering muncul bau tengik pada ikan (Afrianto dan Liviawaty, 1991). Kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh ikan dirasakan sangat

menghambat usaha pemasaran hasil perikanan. Sebab itu, perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan daya simpan dan daya awet produk perikanan pada pascapanen melalui proses pengolahan maupun pengawetan. Pengawetan ikan secara tradisional bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam tubuh ikan sehingga tidak memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak. Perlakuan yang baik selama proses pengawetan dilakukan untuk mendapatkan hasil awetan yang bermutu tinggi, seperti : menjaga kebersihan bahan dan alat yang digunakan, menggunakan ikan yang masih segar, serta garam yang bersih. Ada bermacam-macam pengawetan ikan, antara lain

dengan cara: penggaraman, pengeringan, pemindangan, pengasapan, peragian, dan pendinginan ikan. Abon merupakan salah satu produk olahan yang sudah dikenal oleh orang banyak dan umumnya abon diolah dari daging sapi. Sebab itu, abon sapi lebih dikenal oleh masyarakat luas. Pembuatan abon merupakan salah satu alternatif pengolahan ikan, untuk mengantisipasi kelimpahan produksi ataupun untuk penganekaragaman produk perikanan (Leksono dan Syahrul, 2001). Abon ikan adalah jenis makanan awetan yang terbuat dari ikan laut yang diberi bumbu, diolah dengan cara perebusan dan penggorengan. Produk yang dihasilkan mempunyai bentuk lembut, rasa enak, bau khas, dan mempunyai daya awet yang relatif lama. Jenis ikan yang dibuat sebagai bahan baku abon belum selektif, bahkan hampir semua jenis ikan dapat dijadikan abon. Namun demikian, akan lebih baik apabila dipilih jenis ikan yang mempunyai serat yang kasar dan tidak mengandung banyak duri (Leksono dan Syahrul, 2001). Ikan yang biasa dibuat abon adalah ikan air laut antara lain tuna, marlin, tongkol, cakalang, tenggiri, dan bawal10 Ikan marlin merupakan ikan yang baik untuk diolah menjadi abon ikan. Ikan ini terkenal dengan rasanya yang enak. Rasanya perpaduan antara ikan tuna dan tenggiri11. Ikan tuna juga memiliki keunggulan. Tidak seperti kebanyakan ikan yang memiliki daging berwarna putih, daging ikan ini berwarna merah muda sampai merah tua. Hal ini karena otot tuna lebih banyak mengandung myoglobin dari pada ikan lainnya
10

12

. Ikan tuna adalah jenis ikan dengan kandungan protein

Anonim. 2006. Abon ikan (Tentang Pengolahan Pangan). http://www.ristek.go.id/ [25 November 2007] 11 Anonim. 2002. Kenali Marin dari Siripnya. http://www.sinarharapan.com [13 mei 2008] 12 Anonim.2008.http://id.wikipedia.org/wiki/Tuna [13 Mei 2008]

yang tinggi dan lemak yang rendah. Ikan tuna mengandung protein antara 22,6 26,2 g/100 g daging. Lemak antara 0,2 - 2,7 g/100 g daging. Di samping itu, ikan tuna mengandung mineral kalsium, fosfor, besi dan sodium, vitamin A (retinol), dan vitamin B (thiamin, riboflavin dan niasin). Secara umum bagian ikan yang dapat dimakan (edible portion) berkisar antara 45 – 50 % dari tubuh ikan. Untuk kelompok ikan tuna, bagian ikan yang dapat dimakan berkisar antara 50 – 60 %13.

2.2 Manfaat Abon Ikan Afrianto dan Liviawaty (1991) menyatakan pembuatan abon ikan merupakan salah satu alternatif pemanfaatan hasil perikanan. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari pembuatan abon ikan antara lain proses pembuatannya mudah, rasanya enak, dan dapat dijadikan sumber penghasilan tambahan. Selain itu, abon ikan yang baik memiliki rasa yang khas dan tidak berbau amis. Abon ikan mudah diterima konsumen karena memiliki rasa yang khas. Apalagi bila dibandingkan dengan ikan segar, abon ikan mempunyai kandungan protein lebih tinggi dan dapat disimpan lebih lama tanpa mengalami perubahan kualitas. Daging ikan mempunyai beberapa fungsi bagi tubuh manusia. Fungsi daging ikan tersebut dapat pula diperoleh dari abon ikan. Beberapa fungsi yang diberikan oleh abon ikan diantaranya menjadi sumber energi yang sangat dibutuhkan dalam menunjang aktivitas kehidupan sehari-hari, membantu pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh, serta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit dan memperlancar fisiologi di dalam tubuh.
13

http://www.damandiri.or.id/file/epirospiatiipbbab2.pdf [13 Mei 2008]

3 Konsep Agroindustri Austin dan Brown dalam Nasution (2002) mendefinisikan agroindustri sebagai pengolahan bahan baku yang bersumber dari tanaman atau binatang. ikan mengandung zat gizi utama berupa protein. Lebih lanjut menurut Austin dalam Nasution (2002) menyatakan agroindustri berperan sangat besar dalam perindustrian suatu negara atas empat hal yaitu: 1) agroindustri merupakan cara penting dalam mengubah bahan baku (bahan mentah) pertanian menjadi produk barang yang siap pakai untuk dapat dikonsumsi sehingga memiliki nilai tambah relatif besar.Ikan merupakan salah satu sumber zat gizi penting bagi proses kelangsungan hidup manusia. Pengolahan dapat berupa pengolahan sederhana dan dapat pula berupa pengolahan dengan teknologi canggih. dan pendistribusian produknya. Agroindustri hulu mencakup industri penghasil input pertanian. vitamin dan mineral (Junianto. 2. pengepakan. Di lain . 4) agroindustri masih sangat diperlukan oleh negara-negara berkembang karena berperan strategis dalam mendukung ketahanan pangan. 2) peranan agroindustri seringkali sangat mempengaruhi keberhasilan pembangunan sektor industri di negara berkembang. lemak. 2003). penyimpanan. 3) hasil agroindustri umumnya merupakan ekspor terbesar dari suatu negara berkembang dan merupakan sektor andalan karena sebagian masyarakatnya masih terikat dengan sektor pertanian. Sebagai bahan pangan. Pengolahan yang dimaksud meliputi pengolahan berupa proses transformasi atau pengawetan melalui perubahan fisik atau kimiawi. Umumnya masyarakat mengenal istilah agroindustri hulu dan agroindustri hilir.

2. 2001). dan kecil (Sa'id dan Intan. agroindustri hilir adalah industri pengolahan hasil-hasil pertanian primer dan bahkan lebih luas lagi mencakup industri sekunder dan tersier yang mengolah lebih lanjut dari hasil pertanian primer seperti tekstil dari benang dan benang dari kapas atau ulat sutra. Dari segi skala usaha ada yang berskala besar. Solahudin (1999) menyatakan bahwa sektor agribisnis dan agroindustri memerlukan komitmen pengembangan yang segera agar pada akhirnya mampu mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kokoh dan mandiri.00 (dua ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.000.4 Usaha Kecil Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil yang memiliki kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 9 tahun 1995.000. menengah. b) memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1.00 .000.000. Sejalan dengan pradigma pembangunan ekonomi yang bersandar pada strategi broad-based and hitech industry resourced-based economic. 2002). maka sektor pertanian akan lebih berperan lagi jika pengembangan sektor ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan agroindustri/agribisnis (Nasution. Usaha di bidang pertanian di Indonesia bervariasi dalam corak dan ragam.pihak.000. Agroindustri mempunyai peranan yang sangat besar dalam pembangunan pertanian di Indonesia terutama dalam rangka transformasi struktur perekonomian dari dominasi sektor pertanian ke dominasi sektor agroindustri. Kriteria usaha kecil tersebut adalah sebagai berikut: a) memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.

karena keberhasilannya dalam memproduksi komoditi non migas (Glendoh. c) milik Warga Negara Indonesia. menghasilkan barang dan jasa pada tingkat harga yang terjangkau bagi kebutuhan rakyat banyak yang berpenghasilan rendah. Peran usaha kecil diantaranya mampu menyerap tenaga kerja. termasuk koperasi.5 Perkembangan Usaha Kecil di Indonesia Usaha Kecil dan Menengah (UKM) telah hadir di Indonesia telah cukup lama. atau badan usaha yang berbadan hukum.(satu milyar rupiah). Hal ini . UKM telah terbukti ketangguhannya. usaha kecil merupakan penghasil devisa negara yang potensial. sedangkan industri dan dagang besar memiliki 100 orang atau lebih tenaga kerja. bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki. Industri dan dagang kecil-mikro memiliki tenaga kerja 1-19 orang. 2001). Sementara untuk masalah ketahanan. menengah memiliki 20-99 orang tenaga kerja. atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau usaha besar. dikuasai. Usaha kecil memiliki peran yang cukup besar. e) berbentuk usaha orang perseorangan. d) berdiri sendiri. menengah dan besar didasarkan pada kriteria jumlah tenaga kerja. tetapi secara kumulatif UKM mampu menyerap tenaga kerja yang sangat besar. 2. Selain itu. badan usaha yang tidak berbadan hukum. suatu usaha dikelompokkan menjadi skala usaha kecil. UKM telah menyumbang PDB yang cukup tinggi bagi perekonomian. Menurut BPS. Serapan tenaga kerja terbilang kecil dalam satuan. Kehadiran UKM telah memberikan kontribusi yang signifikan kepada perekonomian nasional. Selain itu.

UKM mampu mempertahankan keberadaannya. Jurnal KUKM Edisi April 2007 15 Deputi Pembiayaan Kemenegkop dan UKM. 2007. Berdayakan UMKM Atasi Pengangguran. Persoalan lain adalah akses pasar terutama untuk pengembangan menghadapi semakin tingginya persaingan.6 triliun. Selain itu. Jurnal KUKM Edisi April 2007 . perkembangan UKM di Indonesia banyak menghadapi kendala.35 triliun. Kendala yang sering dijumpai adalah persoalan permodalan. Hal ini terbukti dengan dilaksanakannya berbagai kegiatan dan program pemberdayaan UKM. Program dilaksanakan dengan pola bergulir dalam berbagai model. Di saat itu. sumber daya manusia yang dimiliki UKM belum memiliki kemampuan dan keterampilan dalam kegiatan usaha yang lebih modern.15 Kondisi UKM yang menghadapi banyak kendala mendorong pemerintah untuk menetapkan kebijakan terkait dengan pengenbangan UKM di Indonesia. Pembiayaan Bagi Perempuan Wirausaha. Program ini dilakukan pada tahun 2004 hingga 2006 dengan dana senilai Rp 2. Penguatan permodalan UKM merupakan salah satu program yang diharapkan dapat mengatasi masalah rendahnya akses UKM terhadap permodalan. 14 Departemen Koperasi dan UKM. Pengembangan kemampuan UKM telah menjadi prioritas pemerintah. Hal ini menyebabkan nilai produktivitas kegiatan UKM relatif kecil.14 Meskipun demikian.dapat dilihat pada krisis ekonomi terjadi di Indonesia. 2007. Salah satu kebijakan yang dilakukan untuk mempermudah akses permodalan adalah program penyaluran bantuan perkuatan modal usaha untuk usaha mikro dan usaha kecil (UMK) yang dilakukan oleh Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Pada tahun 2007 dianggarkan dana tambahan Rp 1.

SWOT. komoditas. Alat analisis yang digunakan tidak jauh berbeda dengan alat analisis yang digunakan pada penelitian terdahulu yaitu Matriks IFE. EFE. Penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti berkaitan dengan strategi pengembangan usaha abon ikan di KUB Hurip Mandiri Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. maupun alat analisis yang sama sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangan penelitian yang telah dilakukan agar dapat dijadikan bahan pembelajaran.6 Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu dimaksudkan untuk mengkaji penelitian-penelitian yang telah dilakukan dengan mengangkat topik.Pemerintah juga merencanakan akan mengembangkan program intensifikasi dan ekstensifikasi koperasi dan UKM. Skema yang dilakukan dalam program ini adalah dengan menyederhanakan penyaluran kredit agar mudah diakses koperasi dan UKM. Begitu pula penelitian mengenai produk abon ikan. produk. IE. dan metode PHA Perbedaan dengan penelitian terdahulu adalah peneliti berusaha . diharapkan penulis dapat mencari sesuatu yang membedakan penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian-penelitian terdahulu. Penelitian mengenai pengembangan suatu usaha telah banyak dilakukan dengan menggunakan berbagai alat analisis dan metode. Selain itu. belum banyak penelitian yang mengkaji strategi pengembangan usaha abon ikan di suatu usaha dengan menganalisis lingkungan internal dan eksternalnya. 2. Selama ini. Tabel 6 (hal 22) menunjukkan beberapa penelitian terdahulu mengenai strategi pengembangan suatu usaha dan abon ikan.

menghimpun informasi dari berbagai pihak yang terkait dengan usaha abon ikan diantaranya pengusaha abon ikan. peneliti berusaha memberikan perbedaan persentase bobot antar responden. . Biasanya penelitian terdahulu memberikan bobot yang sama pada tiap responden dan akan merataratakan hasil yang didapat. Selain itu. instansi terkait (Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi) dan konsumen abon ikan. Melalui informasi dari berbagai pihak tersebut diharapkan strategi yang direkomendasikan akan lebih tepat bagi usaha tersebut.

IE Pada matriks IE posisi PT Timur Jaya CU IV (2005) Ekspor Udang Beku PT Timur Jaya TOWS. Muara Baru. Pada matriks IE didapat bahwa Perusahaan ”Candramawa” di perusahaan berada di kuadran IV dengan Kabupaten Indramayu strategi yang dapat dilakukan adalah strategi tumbuh dan bina dengan alternatif strategi penetrasi pasar. EFE. dan QSPM berada pada sel V yaitu pertahankan dan CU IV. Yulia Tresnaprihandini (2006) Formulasi Strategi Pengembangan Matriks IFE. pengembangan produk. dan pengembangan pasar. Usaha kecil tape bondowoso berada pada Bondowoso di Kecamatan SWOT. dan QSPM 2. Hasil yang didapat dari analisis SWOT adalah Pengembangan Produk Abon Ikan di analisis indeks. Matriks SWOT menghasilkan 13 strategi dengan prioritas strategi yang didapat dari QSPM adalah menjalinkan kerjasama dengan perusahaan besar pengekspor kerupuk. IE. Fahrurozhi Mashuri (2006) Strategi Pengembangan Usaha Tape Matriks EFE. Hasil dari matriks IFE didapat total skor 3. dan Metode PHA kuadran V setelah dilakukan analisis matriks Bondowoso IE sehingga perlu melakukan strategi hold and maintain dengan spesialisasi strategi penetrasi pasar dan pengembangan pasar. EFE.107 dan total skor matriks EFE adalah Usaha Kerupuk Udang dan Ikan pada SWOT. Jakarta pelihara melalui penetrasi pasar dan pengembangan produk.Tabel 7. Prioritas strategi utama yang didapat dari QSPM adalah strategi peningkatan penjualan udang beku ke negara-negara ekspor perusahaan. 22 . IFE. analisis industri abon ikan di Banda Aceh berada pada Kotamadya Banda Aceh SWOT kuadran I sehingga perlu menerapkan strategi growth strategy Rebecca Melinda Tambunan Strategi Pengembangan Usaha Matriks EFI. IE. Penelitian Terdahulu Nama Peneliti dan Tahun Peneliti Yusriana (2004) Judul Penelitian Alat Analisis Hasil Penelitian Preferensi Konsumen dan Strategi Analisis deskriptif.051.

IFE. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah status perkawinan dan alasan pembelian. EFE. dan QSPM. Preferensi Konsumen Terhadap Analisis deskriptif.041 sehingga posisi Usaha Rajungan di PT Muara Bahari SWOT. analisis melakukan keputusan pembelian abon ikan KUB Hurip Mandiri regresi logistik. perusahaan adalah di kuadran II dengan Internasional Kabupaten Cirebon.Nama Peneliti dan Tahun Peneliti Yulia (2006) Judul Penelitian Alat Analisis Hasil Penelitian Apip Wijaya (2007). Total skor IFE yang didapat adalah 2.334 dan Analisis Strategi pengembangan Matriks total skor EFE adalah 3. strategi yang sesuai adalah tumbuh dan Jawa Barat kembangkan. Atribut yang paling dipertimbangkan dalam Pengembangan Produk Abon Ikan analisis konjoin. Prioritas strategi utama yang diapat dari QSPM adalah strategi mempertahankan kualitas produk untuk mempertahankan pelanggan yang telah ada dan menarik pelanggan potensial. 23 . Matriks SWOT menghasilkan tujuh alternatif strategi. adalah atribut rasa.

1 Kerangka Pemikiran Teoritis 3. Sejalan dengan teori di atas.BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3. dan politik dari sistem perekonomian yang mengandalkan pada sektor pertanian menuju pada basis ekonomi nonpertanian. dan Maspiyati. fungsional dan operasional. usaha kecil juga memerlukan suatu rencana strategis terutama dalam pengembangan usahanya. Keberadaan usaha kecil merupakan konsekuensi logis upaya transformasi sosial. Strategi merupakan rencana yang disatukan. Haryadi. 1995). luas dan terintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan dan dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi. fungsional. . Tetapi dalam perusahaan kecil ada tiga tingkatan strategi yaitu perusahaan. ekonomi. Rencana strategis bagi pengembangan usaha kecil sangat dibutuhkan mengingat usaha kecil harus mampu merespon berbagai perubahan pada lingkungannya yang seringkali tidak dapat diperkirakan (Syaifudian.1. Dalam perusahan besar. David (2006) menyatakan strategi merepresentasikan tindakan yang akan diambil untuk mencapai tujuan jangka panjang. divisional.1 Konsep Strategi Strategi menurut Glueck dan Jauch (1991) adalah sarana yang digunakan untuk mencapai tujuan akhir (sasaran). dan operasional. pada dasarnya ada empat tingkatan strategi yaitu korporasi.

strategi intensif. Alternatif tersebut menurut David (2006) antara lain strategi integrasi. dan strategi defensif. Alternatif-Alternatif Strategi Strategi Integrasi Contoh Strategi Integrasi ke depan Integrasi ke belakang Integrasi horizontal Intensif Penetrasi pasar Pengembangan pasar Pengembangan produk Diversifikasi Konsentrik (terfokus) Horizontal Konglomerat Defensif Definisi Strategi mencari kepemilikan atau meningkatkan kontrol atas distributor atau pengecer Strategi untuk mencari kepemilikan atau kontrol atas pemasok perusahaan Strategi yang mencari kepemilikan atau meningkatkan kontrol atas pesaing perusahaan Strategi yang berusaha meningkatkan pangsa pasar untuk produk/jasa saat ini melalui upaya pemasaran yang lebih besar Strategi yang melibatkan perkenalan produk yang ada saat ini ke area geografi yang baru Strategi yang mencari peningkatan penjualan dengan memperbaiki atau memodifikasi produk jasa saat ini Strategi yang berusaha menambah produk atau jasa baru yang masih berkaitan dengan produk atau jasa lama Strategi yang menambah produk/jasa baru.25 Alternatif strategi yang dipilih dapat berupa berbagai bentuk. Retrenchment Divestasi Likuiditas Sumber: David (2006) . strategi diversifikasi. untuk nilai riilnya. kepada pelanggan saat ini Strategi dengan menambahkan produk/jasa baru yang tidak berkaitan dengan prduk/jasa lama Strategi yang terjadi ketika suatu organisasi mengelompokkan ulang melalui pengurangan aset dan biaya untuk membalikkan penjualan dan laba yang menurun Strategi yang dilakukan dengan menjual satu divisi atau bagian perusahaan Strategi yang berusaha menjual seluruh aset perusahaan. sepotong-sepotong. Tabel 7 menunjukkan berbagai alternatif strategi dan definisinya. Tabel 8. yang tidak berkaitan.

Manajemen strategis merupakan arus keputusan dan tindakan yang mengarah pada perkembangan suatu strategi atau strategi-strategi yang efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan. Keputusan ini mencakup definisi tentang bisnis. produksi/operasi. dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya. mengimplementasi. Karaktristik keputusan manajemen strategis bervariasi menurut tingkat aktivitas strategik yang terlibat. manajemen strategis (strategic management) dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu untuk memformulasi. Manajemen strategis berfokus pada mengintegrasikan manajemen. Keputusan strategis adalah sarana untuk mencapai tujuan akhir. penelitian dan pengembangan. Manajemen strategis memberikan berbagai manfaat bagi perusahaan.2 Konsep Manajemen Strategis Menurut David (2006). pemasaran. Manajemen strategis pada akhirnya akan mendapatkan keputusan strategis (strategic decision). Pearce dan Robinson (1997) mendefinisikan manajemen strategis sebagai kumpulan keputusan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran perusahaan. 1991). produk dan pasar yang harus dilayani. 1997): 1) kegiatan perumusan (formulasi) strategi memperkuat kemampuan perusahaan mencegah masalah. fungsi yang harus dilaksanakan dan kebijakan utama yang diperlukan untuk mengatur dalam melaksanakan keputusan ini demi mencapai sasaran (Glueck dan Jauch.26 3. keuangan/akuntansi.1. 2) keputusan . dan sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasi. diantaranya (Pearce dan Robinson.

memotivasi karyawan.1. Formulasi strategi termasuk mengembangkan visi dan misi.27 strategis yang didasarkan pada kelemahan mungkin sekali dihasilkan dari alternatif terbaik yang ada. mengembangkan dan memberdayakan sistem informasi. menyiapkan anggaran. menentukan kekuatan dan kelemahan internal. implementasi strategi. mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal perusahaan. 3. membuat kebijakan. Implementasi strategi termasuk mengembangkan budaya yang mendukung strategi. dan memilih strategi tertentu yang akan dilaksanakan (David. 5) penolakan terhadap perubahan berkurang. menciptakan struktur organisasi yang efektif dan mengarahkan usaha pemasaran. dan menghubungkan kinerja karyawan dengan kinerja organisasi. 4) senjang dan tumpang tindih kegiatan di antara individu dan kelompok berkurang karena partisipasi dalam perumusan strategi memperjelas adanya peran masing-masing. 3) keterlibatan karyawan dalam perumusan strategis dapat mempertinggi motivasi mereka. . merumuskan strategi. 2006). dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah diformulasikan dapat dijalankan. Implementasi strategi (strategy implementation) mensyaratkan perusahaan untuk menetapkan tujuan tahunan. Proses manajemen strategis (strategic-management process) terdiri atas tiga tahap yaitu tahap formulasi strategi. dan evaluasi strategi. menetapkan tujuan jangka panjang.3 Proses Manajemen Strategis Glueck dan Jauch (1991) menyatakan proses manajemen strategis ialah cara para perencana strategi menentukan sasaran dan membuat kesimpulan strategis.

4 Model Manajemen Strategis Model manajemen strategis dibentuk untuk memberikan suatu kerangka berpikir yang mudah di dalam memahami bagaimana manajemen strategis bekerja. dan Maspiyati (1995). Melalui model manajemen strategis. Kerangka tersebut dapat dilihat pada Gambar 1. 3. . Melaksanakan strategi berarti memobilisasi karyawan dan manajer untuk menempatkan strategi yang telah diformulasikan menjadi tindakan. karangka analisis perumusan strategi dan agenda pengembangan usaha kecil dapat dikembangkan dari model manajemen strategis.28 Implementasi strategi sering disebut tahap pelaksanaan dalam manajemen strategis.1. dan (3) mengambil tindakan korektif. Strategi yang telah diformulasikan tetapi tidak diimplementasikan tidak memiliki arti apa pun. Sering kali tahap ini dianggap tahap paling rumit dalam manajemen strategis. dapat diketahui alur aktivitas yang perlu dilakukan untuk mendapatkan strategi yang sesuai dengan kondisi perusahaan. (2) mengukur kinerja. Tiga aktivitas dasar evaluasi strategi adalah (1) meninjau ulang faktor ekstenal dan internal yang menjadi dasar strategi saat ini. Evaluasi strategi (strategy evaluation) adalah tahap final dalam manajemen strategis. Menurut Syaifudian. Haryadi. Gambar 2 (hal 31) memperlihatkan model manajemen srategis secara komprehensif.

1. Visi adalah keadaan di masa depan yang mungkin dan diinginkan organisasi yang mencakup tujuan spesifik. tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Misi akan memberikan arah sekaligus batasan proses pencapaian tujuan. mengarahkan.29 Faktor Eksternal Mandat Isu-isu Strategis Misi Faktor Internal Strategi Agenda Gambar 1. Keane dalam David (2006) menyatakan bahwa visi perusahaan dapat memusatkan. menyatukan dan bahkan memberi inspirasi untuk mencapai kinerja yang superior. Kerangka Analisis Perumusan Strategi dan Agenda Pengembangan Usaha Kecil (Syaifudian. 1995) 3. Visi yang jelas memberikan dasar untuk mengembangkan pernyataan misi yang komprehensif. Haryadi. pernyataan visi dan misi yang jelas dibutuhkan sebelum alternatif strategi dapat diformulasi dan diimplementasikan. memotivasi. sedangkan misi perusahaan adalah tujuan dan alasan mengapa perusahaan ada. Campbell dan Yeung dalam David (2006) membedakan antara visi dan misi. Dirgantoro (2001) menyatakan visi adalah suatu pandangan yang jauh tentang perusahaan. dan Maspiyati. sedangkan misi lebih diasosiasikan dengan perilaku dan kondisi saat ini.5 Pernyataan Visi dan Misi Seperti yang diindikasikan dalam model manajemen strategis. .

Alasan yang dapat dikemukan yaitu: 1) untuk memastikan tujuan dasar organisasi. dan kinerja. 2) untuk memberikan basis atau standar untuk mengalokasikan sumber daya organisasi. 4) untuk menjadi titik utama bagi individu dalam mengidentifikasi tujuan dan arah organisasi. 6) untuk dapat mengevaluasi dan mengontrol parameter waktu. biaya.30 King dan Cleland dalam David (2006) menyarankan perusahaan untuk mengembangkan misi karena beberapa alasan. . 3) untuk menciptakan kondisi atau iklim organisasi yang umum. 5) untuk memfasilitasi penerjemahan tujuan menjadi struktur kerja yang melibatkan penugasan hingga elemen tanggung jawab dalam organisasi.

Model Komprehensif Manajemen Strategis (David 2006) 31 .isu-isu pemasaran. sistem informasi manajemen Mengukur dan mengevaluasi kinerja Menjalankan audit internal Gambar 1.31 Menjalankan audit eksternal Mengembangkan pernyataan visi dan misi Menetapkan tujuan jangka panjang Merumuskan. mengevaluasi. penelitian dan pengembangan . keuangan akuntasi. dan memilih strategi Implementasi strategi – isu manajemen Implementasi strategi.

Ekonomi Faktor ekonomi berkaitan dengan sifat dan arah sistem ekonomi tempat suatu perusahaan beroperasi. Kekuatan eksternal kunci dapat dibagi menjadi dua kategori besar yaitu lingkungan makro dan lingkungan industri: Lingkungan Makro 1. Ancaman adalah situasi penting yang tidak menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengembangkan daftar yang terbatas tentang peluang yang dapat memberikan manfaat dan ancaman yang harus dihindarkan. struktur lingkungan dapat dibagi atau dibedakan menjadi dua elemen utama yaitu lingkungan eksternal dan lingkungan internal (David. dalam perencanaan strategisnya . Pada dasarnya.1. 3. Tujuan dilakukannya analisis lingkungan adalah agar organisasi dapat mengantisipasi lingkungan organisasi sehingga dapat bereaksi cepat dan tepat untuk kesuksesan organisasi.3. 2006).1 Analisis Lingkungan Eksternal David (2006) menyatakan analisis lingkungan eksternal menekankan pada identifikasi dan evaluasi tren dan kejadian yang berada diluar kendali perusahaan. Karena pola konsumsi dipengaruhi oleh kesejahteraan relatif berbagai segmen pasar.6.6 Analisis Lingkungan Analisis lingkungan adalah suatu proses monitoring terhadap lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mengidentifikasikan peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan. Peluang adalah situasi penting yang menguntungkan dalam lingkungan perusahaan.1.

2. atau penyempurnaan dalam teknik produksi dan pemasaran (Pearce dan Robinson. sikap. 1997). penyempurnaan produk yang sudah ada. opini dan gaya hidup orang-orang di lingkungan ekstern perusahaan yang berkembang dari pengaruh kultural. serta kecenderungan belanja masyarakat (Pearce dan Robinson. agama. Teknologi Faktor keempat dalam lingkungan eksternal adalah faktor teknologi. Baik di tingkat nasional dan internasional. pemerintah. 2006). . perusahaan harus mewaspadai perubahan teknologi yang mungkin mempengaruhi industrinya. jasa. pasar. Sosial dan lingkungan Perubahan sosial dan lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap hampir semua produk. 4. dan pelanggan (David. 3. tingkat penghasilan yang dapat dibelanjakan. dan hukum Arah dan stabilitas faktor-faktor politik merupakan pertimbangan penting bagi para manajer dalam merumuskan strategi perusahaan. nilai. perusahaan harus mempertimbangkan ketersediaan kredit secara umum. Adaptasi teknologi yang kreatif dapat membuka kemungkinan terciptanya produk baru. Untuk menghindari keusangan dan mendorong inovasi. Faktor-faktor politik menentukan perameter legal dan regulasi yang membatasi operasi perusahaan. Politik. dan etnik. ekologi. Faktor sosial yang mempengaruhi suatu perusahaan menurut Pearce dan Robinson (1997) adalah kepercayaan. 1997). pendidikan.89 perusahaan harus mempertimbangkan kecenderungan ekonomi di segmen-segmen yang mempengaruhi industrinya. demografi.

2006). Gambar 2 (hal 35) memperlihatkan model lima kekuatan Porter. Ada beberapa sumber utama rintangan masuk yaitu: skala ekonomis (economies of scale). keinginan untuk merebut pasar. dan kebijakan pemerintah. persaingan suatu industri dapat dilihat sebagai kombinasi atas lima kekuatan yaitu masuknya pendatang baru. kekuatan tawar-menawar pemasok. Menurut Porter (1987). 4) . serta persaingan di antara pesaing yang ada. akses ke saluran distribusi. 2) pertumbuhan industri yang lamban. diferensiasi produk. biaya beralih pemasok (switching costs). serta seringkali juga sumberdaya yang besar. kekuatan tawar-menawar pembeli. biaya tidak menguntungkan terlepas dari skala. ancaman produk pengganti. kebutuhan modal. 1.90 Lingkungan Industri (Kekuatan Kompetitif) Pendekatan yang sering digunakan dalam menganalisis kekuatan kompetitif dalam suatu industri adalah pendekatan Model Lima Kekuatan Porter (David. Ancaman pendatang baru Pendatang baru pada suatu industri membawa kapasitas baru. akibatnya harga dapat menjadi turun atau biaya membengkak sehingga mengurangi kemampulabaan. Industri akan didefinisikan sebagai kelompok perusahaan yang menghasilkan produk yang saling menggantikan. Ancaman masuknya pendatang baru ke dalam industri tergantung pada rintangan masuk. 3) biaya tetap atau biaya penyimpanan yang tinggi. 2. Tingkat persaingan di antara para pesaing yang ada Persaingan antara pesaing yang ada terjadi karena satu atau lebih pesaing marasakan adanya tekanan atau melihat peluang untuk memperbaiki posisi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat persaingan di antara para pesaing yang ada yaitu: 1) jumlah pesaing yang banyak atau seimbang.

91 ketiadaan diferensiasi atau biaya peralihan. dengan industri-industri yang menghasilkan produk pengganti. Kemungkinan Masuknya Pesaing Baru Pendatang Baru Potensial Kekuatan TawarMenawar Pemasok Persaingan Antarperusahaan Sejenis yang Ada Kekuatan TawarMenawar Pembeli Potensi Pengembangan Produk Pengganti Gambar 3. 5) penambahan kapasitas dalam jumlah besar. Mengenali produk-produk substitusi adalah persoalan mencari produk lain yang dapat menjalankan fungsi yang sama seperti produk dalam industri. dalam arti luas. 1987) 3. Model Lima Kekuatan Porter (Porter. 6) taruhan strategis yang besar. 7) hambatan pengunduran diri yang tinggi. Produk pengganti yang perlu mendapat perhatian besar adalah produk-produk yang: 1) mempunyai kecenderungan untuk memiliki harga atau prestasi yang lebih baik daripada produk industri atau 2) dihasilkan oleh industri yang berlaba tinggi. Ancaman produk pengganti Semua perusahaan dalam suatu industri bersaing. Kekuatan tawar-menawar pembeli Kekuatan dari tiap-tiap kelompok pembeli yang penting dalam industri tergantung pada sejumlah karakteristik situasi pasarnya dan pada kepentingan . 4.

Kelompok pemasok dikatakan kuat jika: 1) para pemasok didominasi oleh beberapa perusahaan dan lebih terkonsentrasi daripada industri dimana mereka menjual. 2) pemasok tidak menghadapi produk pengganti lain untuk dijual kepada industri. 4) pembeli menghadapi biaya peralihan yang kecil. 5. 8) pembeli mempunyai informasi lengkap. Kelompok pembeli disebut kuat jika terjadi situasi: 1) kelompok pembeli terpusat atau membeli dalam jumlah besar relatif terhadap penjualan pihak penjual. Kondisi-kondisi yang membuat pemasok kuat cenderung serupa dengan kondisi yang membuat pembeli kuat. 5) produk kelompok pemasok terdefensiasi. 7) produk industri tidak penting bagi mutu produk atau jasa pembeli. 5) pembelian mendapatkan laba kecil. 3) produk yang dibeli dari industri adalah produk standar atau tidak terdeferensiasi. 6) kelompok pemasok memperlihatkan ancaman yang meyakinkan untuk melakukan integrasi ke depan. . 6) pembeli menunjukkan ancaman untuk melakukan integrasi balik.92 relatif pembeliannya dari industri yang bersangkutan dibandingkan dengan keseluruhan bisnis pembeli tersebut. 3) industri bukan merupakan pelanggan penting bagi kelompok pemasok. 4) produk pemasok merupakan input penting bagi bisnis pembeli. Kekuatan tawar-menawar pemasok Pemasok dapat menggunakan kekuatan tawar menawar terhadap para peserta industri dengan mengancam akan menaikkan harga atau menurunkan mutu produk atau jasa yang dibeli. 2) produk yang dibeli dari industri merupakan bagian dari biaya atau pembelian yang cukup besar dari pembeli.

Pearce dan Robinson (1997) mengemukakan bahwa landasan penting dari analisis internal adalah pengertian mengenai pemikiran pencocokan kekuatan dan kelemahan intern perusahaan dengan peluang dan ancaman yang ada di lingkungan. pengelolaan staf. 2006). pemberian motivasi. dan pengendalian. . 2001). Manajemen Fungsi manajemen menurut David (2006) terdiri dari lima aktivitas dasar. Elemen lingkungan internal di antaranya adalah manajemen. pengorganisasian. pemasaran. keuangan. Komponen-komponen dari lingkungan internal ini cenderung lebih mudah dikendalikan oleh organisasi/perusahaan atau berada di dalam jangkauan intervensi mereka (Dirgantoro. Kelemahan adalah keterbatasan atau kekurangan dalam sumberdaya. serta penelitian dan pengembangan (David. Elemen-elemen tersebut merupakan bagian penting dalam perusahaan dan dapat menentukan formulasi strategi yang diambil.93 3.1. Lingkungan internal perusahaan dipengaruhi oleh beberapa elemen. keterampilan. atau keunggulankeunggulan lain relatif terhadap pesaing dan kebutuhan pasar yang dilayani oleh perusahaan. Kekuatan adalah sumberdaya. 1.6. produksi. keterampilan dan kapabilitas yang menghambat kinerja efektif perusahaan. Kelima aktivitas tersebut terdiri atas perencanaan.2 Analisis Lingkungan Internal Lingkungan internal terdiri dari komponen-komponen atau variabel lingkungan yang berasal atau berada di dalam organisasi atau perusahaan itu sendiri.

94

2. Keuangan David (2006) berpendapat bahwa kondisi keuangan seringkali dianggap sebagai satu ukuran terbaik untuk kompetitif dan daya tarik keseluruhan suatu perusahaan. Menentukan kekuatan keuangan suatu organisasi merupakan hal penting guna merumuskan strategi secara efektif. 3. Pemasaran Pemasaran dapat digambarkan sebagai proses mendefinisikan,

mengantisipasi, menciptakan serta memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan atas barang dan jasa. Ada tujuh fungsi dasar pemasaran yaitu analisis pelanggan, penjualan produk/jasa, perencanaan produk/jasa, penetapan harga, distribusi, riset pemasaran, dan analisis peluang. 4. Produksi/operasi Fungsi produksi/operasi dari suatu bisnis terdiri atas semua aktivitas yang mengubah input menjadi barang/jasa. Manajemen produksi/operasi berhubungan dengan input, transformasi, dan output yang bervariasi antarindustri dan pasar (David, 2006). 5. Penelitian dan pengembangan Elemen terpenting kelima dalam lingkungan internal yang harus dievaluasi kekuatan dan kelemahannya adalah penelitian dan pengembangan (litbang). Litbang dalam organisasi dapat memiliki dua bentuk dasar yaitu 1) litbang internal, dimana organisasi menjalankan litbangnya sendiri; 2) kontrak litbang, di mana perusahaan merekrut peneliti independen untuk mengembangkan produk spesifik.

95

3.2 Kerangka Pemikiran Operasional Tahap pertama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah

mengidentifikasi permasalahan yang terjadi pada usaha abon ikan di KUB Hurip Mandiri. Suatu usaha tidak pernah terlepas dari adanya perubahan pada lingkungan eksternal dan internal yang mempengaruhi usaha tersebut. Suatu strategi diperlukan untuk merespon perubahan-perubahan tersebut agar usaha tersebut dapat bertahan. Setelah pengidentifikasian permasalahan akan dilakukan analisis

lingkungan eksternal dan lingkungan internal yang dihadapi oleh usaha abon ikan di KUB Hurip Mandiri. Informasi lingkungan eksternal dan internal didapat dari pengusaha abon ikan, instansi terkait, dan konsumen. Peluang dan ancaman yang dihadapi oleh usaha abon ikan di KUB Hurip Mandiri didapat dari analisis lingkungan eksternal. Analisis lingkungan internal akan menghasilkan kekuatan dan kelemahan suatu usaha. Langkah-langkah dalam analisis strategi pengembangan terdiri dari tiga tahap yaitu tahap masukan, tahap pencocokan, dan tahap keputusan. Pada tahap masukan dilakukan identifikasi lingkungan internal dan lingkungan eksternal dengan mengunakan matriks IFE dan EFE. Lingkungan internal yang dikaji adalah aspek manajemen, keuangan, pemasaran, produksi, serta penelitian dan pengembangan. Lingkungan eksternal yang dikaji adalah dari aspek ekonomi, sosial, politik, teknologi, dan industri. Hasil dari identifikasi inilah yang menjadi input dalam penelitian. Tahap pencocokan merupakan upaya memadukan sumberdaya dan kemampuan internal dengan peluang dan ancaman yang diciptakan oleh faktor-

96

faktor eksternal. Tahap ini menggunakan matrik IE dan SWOT. Tahap keputusan adalah menentukan strategi paling baik diantara alternatif strategi yang didapat dengan menggunakan metode PHA. Gambar kerangka pemikiran operasional dapat dilihat pada Gambar 4 (hal 41).

97 Usaha Abon Ikan KUB Hurip Mandiri Identifikasi Permasalahan • Lingkungan internal dan eksternal senantiasa berubah • Persaingan yang semakin ketat di antara pengusaha abon ikan • Seringkali perubahan musim mempengaruhi ketersediaan bahan baku • Usaha abon belum berkembang dengan optimal Analisis Lingkungan Analisis Lingkungan Internal • Manajemen • Pemasaran • Produksi • Keuangan • Penelitian dan Analisis Lingkungan Makro: • Politik • Ekonomi • Sosial • Teknologi Analisis Lingkungan Industri: • Pesaing Industri • Pendatang Baru • Pemasok • Pembeli • Produk Tahap Input Matrik IFE dan EFE Tahap Pencocokan Matrik IE dan SWOT Tahap Pengambilan Keputusan dengan PHA Rekomendasi Alternatif Strategi Gambar 4. Kerangka Pemikiran Operasional .

Namun.2 Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Kabupaten Sukabumi. Usaha ini cukup potensial namun belum berkembang secara optimal. Data sekunder diperoleh dari studi literatur. . Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan KUB Hurip Mandiri merupakan salah satu industri rumah tangga yang memproduksi abon ikan. Pengambilan data penelitian akan dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2008. Departemen Koperasi dan UKM. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi (1 responden yaitu Kepala Seksi bina Mutu dan Pemasaran). berbagai instansi terkait seperti BPS. Data primer yang diperlukan berkaitan dengan analisis lingkungan eksternal dan internal lingkungan usaha tersebut.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di KUB Hurip Mandiri Kecamatan Cisolok.98 BAB IV METODE PENELITIAN 4. 4. dan Departemen Kelautan dan Perikanan. Data primer didapat dari wawancara dan kuesioner dengan pihak KUB Hurip Mandiri yang terdiri dari 1 orang ketua dan 20 orang anggota. dan konsumen (20 responden). pada pengisian kuesioner untuk tahap pemilihan strategi hanya akan dilakukan oleh Ketua KUB Hurip Mandiri dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi.

Selanjutnya peneliti akan menganalisis data yang diperoleh untuk mendapatkan alternatif strategi pengembangan usaha. dan tahap keputusan. Data yang didapat akan digunakan untuk mengidentifikasi faktor kunci lingkungan eksternal dan internal usaha. dan pengisian kuesioner oleh pihak yang telah disebutkan di atas. Tahap pertama peneliti datang ke lokasi penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci lingkungan dan pengisian kuesioner. 4. wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan dua tahap. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi (1 responden). Analisis lingkungan eksternal dan internal dilakukan dengan wawancara dan pengisian kuesionar oleh responden yaitu ketua KUB Hurip Mandiri (1 responden). anggota KUB Hurip Mandiri (20 responden). Metode pengolahan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan pendekatan konsep manajemen strategis.99 4. pencocokan. dan 20 . Analisis yang digunakan terdiri atas tiga tahap yaitu tahap input. Tahap selanjutnya adalah pengisian kuesioner pemilihan strategi (kuesioner untuk PHA) oleh responden yang telah ditentukan.3 Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data primer adalah dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan.4 Metode Pengolahan dan Analisis Data Data yang diperoleh merupakan data kualitatif yang kemudian akan dianalisis lebih lanjut untuk menyusun sasaran yang merupakan prioritas bagi perusahaan dengan beberapa pendekatan guna mendapatkan alternatif strategi.

Perbandingan nilai bobot setiap responden adalah 50%:15%:25%:10%. Beberapa alat yang digunakan dalam penelitian ini dipaparkan seperti di bawah ini. Konsumen adalah pihak yang hanya mengetahui keadaan produk yang mereka konsumsi sedangkan lingkungan usaha yang dihadapi oleh perusahaan tidak menjadi perhatian mereka. .1 Analisis Deskriptif Analisis deskriptif digunakan untuk memperoleh gambaran secara sistematis dan akurat mengenai fakta-fakta permasalahan yang diteliti. misi dan tujuan kelompok usaha tersebut.4. Pihak anggota tidak terlalu memahami lingkungan eksternal dan internal yang mereka hadapi dan tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan. Penetapan perbandingan penilaian bobot untuk tiap responden yang berbeda berdasarkan asumsi peneliti bahwa pengusaha abon ikan adalah pihak yang paling memahami lingkungan eksternal dan internal yang mereka hadapi serta merupakan pihak pengambil keputusan. 4.100 responden dari konsumen. Analisis deskriptif juga digunakan untuk mengidentifikasi visi. Analisis deskriptif dilakukan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada. Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan mengetahui lingkungan eksternal dan internal yang dihadapi oleh perusahaan karena merupakan pembina secara langsung usaha tersebut sejak mulai berdiri hingga saat ini.

....0 (tidak penting) hingga 1............ . 2.101 4. 1 Peringkat ...0 yang tinggi dengan rata-rata 2... Skor . yaitu: 1. Jumlahkan nilai tertimbang dari masing-masing faktor untuk menentukan total nilai tertimbang bagi perusahaan Jumlah nilai yang dibobot dapat berkisar 1. ....... Tabel 9..... 5... ... .0 (paling penting).... 3..... .. . ......... .0 yang terendah sampai 4....... . Tuliskan peluang terlebih dahulu dan kemudian ancaman. Berikan bobot untuk masing-masing faktor dari 0...... dimana 1 = respon jelek 2 = respon rata-rata 3 = respon di atas rata-rata 4 = respon luar biasa 4.... . .. . . ............ . Matriks EFE dapat dibuat dengan lima tahapan................ Kalikan masing-masing bobot faktor dengan peringkatnya untuk menentukan nilai tertimbang...... Berikan peringkat 1 hingga 4 untuk masing-masing faktor eksternal kunci tentang seberapa efektif strategi perusahaan saat ini dalam merespon faktor tersebut..... Matriks EFE Faktor Kunci Eksternal Peluang Ancaman Total Sumber: David (2006) Bobot .......... .4.2 Analisis Matriks EFE Matriks EFE memungkinkan untuk merangkum dan mengevaluasi informasi faktor-faktor eksternal suatu usaha. Tulislah faktor eksternal yang didapat dalam analisis lingkungan eksternal.

0 (paling penting) 3. Berikan bobot untuk masing-masing faktor dari 0. Pemberian peringkat dilakukan untuk mengukur pengaruh masing-masing variabel terhadap kondisi perusahaan. Tulislah faktor-faktor internal utama sebagaimana teridentifikasi dalam analisis lingkungan internal perusahaan. Tahap-tahap pengembangan matriks IFE adalah sebagai berikut (David. Daftar harus spesifik dengan menggunakan persentase. Berikan peringkat pada masing-masing faktor. Peringkat ditentukan dengan menggunakan skala 1 sampai 4 pada setiap faktor untuk menunjukan seberapa efektif strategi perusahaan saat itu merespon faktor tersebut. 2.0 (tidak penting) hingga 1. Untuk matriks IFE. 2006): 1.3 Analisis Matriks IFE Matriks IFE meringkas dan mengevaluasi faktor kunci internal berupa kekuatan dan kelemahan utama dalam berbagai bidang fungsional dalam suatu usaha. rasio. Tulislah kekuatan terlebih dahulu dan kemudian kelemahan. atau angka perbandingan. skala nilai peringkat yang digunakan yaitu : .102 Total nilai yang dibobot dalam matriks EFE jauh di bawah 2.4. Sedangkan jumlah yang jauh di atas 2. Berikan bobot terhadap setiap faktor.5 menunjukkan bahwa strategi perusahaan tidak memanfaatkan peluang atau menghindari ancaman eksternal.5 menunjukkan bahwa suatu organisasi memberi respon yang sangat bagus terhadap peluang-peluang dan ancaman yang ada dalam industrinya 4. Matriks ini dapat dijadikan landasan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi hubungan di antara bidang-bidang ini.

.... . Tabel 10. Skor ..0 yang terendah sampai 4.... ...4 Matriks Internal-Eksternal Matriks Internal-Eksternal (IE) menempatkan berbagai divisi dari suatu organisasi dalam sembilan sel..5 menunjukkan ciri perusahaan yang lemah secara internal.. Kemudian jumlahkan nilai yang dibobot dari banyaknya faktor kunci yang dimasukkan dalam matriks IFE..... Jumlah nilai yang dibobot dapat berkisar 1.. Sedangkan jumlah yang jauh di atas 2.. 5... Total nilai matriks IFE yang dibobot jauh di bawah 2... total nilai IFE yang dibobot dari 1......... . Pada sumbu-x Matriks IE.........0 sampai 2...... Matriks IFE Faktor Kunci Internal Kekuatan Kelemahan Total Sumber: David (2006) Bobot .. ...4.... 1 Peringkat . ...0 sampai 1... ...... Selanjutnya kalikan setiap bobot dengan peringkat untuk menentukan nilai yang dibobot untuk setiap faktor.. ................5 menunjukkan posisi internal yang kuat. ... nilai 2.... 4.. Berdasarkan total nilai yang dibobotkan maka dapat disusun matriks IE.....5.. .... .. ...... .99 menunjukkan posisi internal yang lemah.. .103 1 = kelemahan besar 2 = kelemahan kecil 3 = kekuatan kecil 4 = kekuatan besar 4... ..... .99 .. Matriks IE didasarkan pada dua dimensi kunci yaitu total nilai IFE yang diberi bobot pada sumbu x dan total nilai EFE yang diberi bobot pada sumbu y....0 yang tinggi dengan rata-rata 2....

0-2. sedangkan nilai 3.99 dianggap sedang. divisi yang masuk sel III. Total Nilai IFE yang Dibobot Kuat 3.0-4.99 III VI IX Total Nilai EFE yang Dibobot Tinggi 3.0 sampai 1. Strategi yang tepat untuk kondisi tersebut adalah strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Demikian pula pada sumbu-y. Ketiga. sedangkan nilai 3.0 dianggap kuat.99 Rendah 1.0-1. atau IX paling baik dikelola dengan strategi panen atau investasi.0-4. atau IV disebut tumbuh atau berkembang. pengembangan pasar.0 sampai 4.104 dianggap sedang. divisi yang masuk dalam sel VI. total nilai EFE yang diberi bobot dari 1.0-1.0 Sedang 2. nilai 2. dan pengembangan produk) atau strategi integratif (integrasi ke depan. Matriks Internal-Eksternal (IE) (David. Matriks IE dapat dibagi menjadi tiga bagian utama yang mempunyai dampak strategis yang berbeda. V atau VII paling baik dikelola dengan strategi pertahankan dan pelihara.0-2. VIII.0 dianggap kuat.99 Gambar 5. divisi yang masuk pada sel I. integrasi ke belakang.99 II V VIII Lemah 1.99 dianggap lemah.0 I IV VII Rata-Rata 2. integrasi horisontal). Pertama.0 sampai 2. II.0 sampai 4. Strategi yang tepat dalam kondisi ini adalah strategi intensif (penetrasi pasar. 2006) . Kedua.

Hasil dari analisis SWOT diharapkan dapat memberikan alternatif-alternatif strategi pengembangan bagi perusahaan. Mencocokkan kelemahan-kelemahan internal dan ancaman-ancaman eksternal dan mencatat hasilnya dalam strategi W-T .4. Tahapan analisis SWOT adalah : 1. Menuliskan ancaman eksternal kunci perusahaan 3. Menuliskan kekuatan internal kunci perusahaan 4.105 4. Mencocokkan kekuatan-kekuatan internal dan peluang-peluang eksternal dan mencatat hasilnya dalam strategi S-O 6. Menuliskan kelemahan internal kunci perusahaan 5.5 Analisis SWOT Matriks SWOT merupakan perangkat pencocokan faktor-faktor kunci eksternal dan internal. Menuliskan peluang eksternal kunci perusahaan 2. Matriks SWOT digunakan untuk menyusun strategi perusahaan dalam memadukan dan menyesuaikan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan dengan peluang dan ancaman yang datang dari lingkungan eksternal perusahaan. Mencocokkan kelemahan-kelemahan internal dan peluang-peluang eksternal dan mencatat hasilnya dalam strategi W-O 7. Mencocokkan kekuatan-kekuatan internal dan ancaman-ancaman eksternal dan mencatat hasilnya dalam strategi S-T 8.

Teknik ini menyediakan prosedur yang sudah teruji efektif dalam mengidentifikasi dan menentukan prioritas dalam pengambilan keputusan. Matriks SWOT IFAS EFAS OPPORTUNITIES (O) Daftar Peluang STRENGHTS (S) Daftar Kekuatan STRATEGI S-O Gunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang eksternal yang ada STRATEGI S-T Gunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari dampak dari ancaman eksternal WEAKNESES (W) Daftar Kelemahan STRATEGI W-O Mengatasi kelemahan internal dengan mencoba memanfaatkan peluang STRATEGI W-T Meminimumkan kelemahan dan menghindari ancaman eksternal THREATHS (T) Daftar Ancaman Sumber: David (2006) 4. yang memberikan kesempatan bagi perorangan atau kelompok untuk membangun gagasan-gagasan dan mendefinisikan persoalan dengan cara membuat asumsi mereka masingmasing dan memperoleh pemecahan yang diinginkan (Saaty.106 Tabel 11. pengalaman. Proses ini bergantung pada imajinasi.4. dan pengetahuan untuk menyusun hirarki suatu masalah dan bergantung pada intuisi serta pengalaman secara logika.6 Metode Proses Hirarki Analitik Metode Proses Hirarki Analitik (PHA) biasa dikenal dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). 1993). Metode PHA merupakan suatu metode yang luwes. Pengkajian permasalahan dengan metode PHA sangat rinci dapat dimulai dengan mengidentifikasikan situasi yang ada secara seksama dan mengumpulkan . PHA memasukkan pertimbangan dan nilai-nilai pribadi secara logis. PHA mencerminkan cara alami manusia dalam bertingkah laku dan berpikir.

Sebuah hirarki yang telah disusun dengan elemen di tiap tingkatnya menjadi tidak berarti apabila tanpa nilai dan bobot bagi elemen di satu tingkat nantinya akan mempengaruhi bobot pada tingkat di bawahnya. Data penerapan metode PHA yang diutamakan adalah kualitas dari responden. Setelah itu menyusunnya ke dalam suatu hirarki. yaitu : 1. Prinsip Menyusun Hierarki Melakukan identifikasi dari yang diamati. mempersepsikan gagasan dengan menggunakan seperangkat pengetahuan dan metode tertentu yang kemudian menjadi elemen-elemen pokok dari setiap persoalan sampai pada subbagian yang terkecil (tersusun secara hirarkis) yang berkaitan dengan realitas yang diamati (menjadi permasalahan). Penetapan prioritas yang dimaksud adalah menentukan peringkat elemen-elemen menurut relatif pentingnya. Metode PHA ini dapat digunakan tanpa database. Tingkatan tertinggi dalam hirarki adalah sasaran menyeluruh sedangkan tingkatan terendah terdiri dari berbagai tindakan akhir atau rencana alternatif yang dapat berkontribusi secara negatif atau positif. Metode PHA mengenal tiga prinsip dalam memecahkan persoalan dengan analisis logis eksplisit. . Prinsip Menetapkan Prioritas Prinsip kedua adalah prinsip menetapkan prioritas. tidak tergantung pada kuantitas tertentu. asalkan para analis memahami dan menguasai secara mendalam permasalahan yang akan dipecahkan.107 data yang relevan dengan permasalahan. 2.

108 3. Identifikasi sistem yang akan diselesaikan. skenario. Tidak ada batasan tertentu yang mengatur jumlah tingkatan struktur keputusan dan variabelvariabel pada setiap tingkatan. 1993) yaitu: 1. tujuan. 2. Dalam menyusun matriks banding berpasangan tersebut. aktivitas. yaitu sasaran keseluruhan yang akan dicapai. karena tidak ada aturan khusus yang mengaturnya. Tingkat berikutnya dapat dibagi menjadi beberapa variabel sesuai dengan kriteria yang akan diteliti. Tingkat puncaknya hanya terdiri dari satu variabel atau faktor saja yang disebut fokus. Konsistensi logis adalah menjamin bahwa semua elemen dikelompokkan secara logis dan memperingkatkan secara konsisten sesuai dengan kriteria yang logis. Prinsip Konsistensi Logis Prinsip terakhir adalah prinsip konsistensi logis. aktivitas. alternatif-alternatif dan sebagainya. kriteria. berupa faktor-faktor. dan berbagai faktor yang membentuk hirarki dapat diidentifikasi sendiri oleh peneliti sesuai dengan masalah yang dihadapi. Permasalahan yang akan diteliti harus dirinci secara jelas agar tidak terjadi bias dalam penentuan pemilihan tujuan. Penyusunan matriks perbandingan berpasangan dari setiap tingkat dalam hirarki. 3. Setiap set atau perangkat variabel atau faktor dalam hirarki menduduki satu hirarki. pasanganpasangan variabel atau faktor dibandingkan satu sama lain dalam hal kriteria . Penyusunan model suatu hirarki ditentukan oleh jenis permasalahan dan keputusan yang akan diambil. Membuat struktur hirarki dari sudut pandang manajemen secara menyeluruh. Secara umum langkah-langkah penyusunan PHA dapat dibagi menjadi delapan langkah utama (Saaty. pelaku.

dibandingkan dengan kolom ke-j?”.. Mengumpulkan semua pertimbangan yang diperlukan untuk pengembangan perangkat matriks di langkah tiga... Untuk mengisi nilai-nilai dalam . An Tingkat 4 : Tujuan O1 O2 O3 . Pada langkah ini dilakukan perbandingan berpasangan antara setiap variabel pada baris ke-i yang berhubungan dengan fokus G. Menurut perjanjian suatu variabel yang di sebelah kiri dinilai dominasinya terhadap suatu variabel di pincak matriks. 1993) 4. Fn Tingkat 3 : Pelaku A1 A2 A3 .. On Tingkat 5: Skenario S1 S2 S3 .. F2. F3 dan seterusnya hingga Fn.... Perbandingan berpasangan pertama dilakukan pada tingkat dua yaitu: F1.109 di tingkat lebih tinggi. Tingkat 1 : Fokus G Tingkat 2 : Faktor F1 F2 F3 .. Perbandingan berpasangan antar variabel tersebut dapat dilakukan dengan pertanyaan: ”Seberapa kuat variabel baris ke-i didominasi oleh fokus G. Sn Gambar 6... Model Struktur Hirarki (Saaty..

6. Bagian di bawah diagonal tersebut diisi dengan nilai-nilai kebalikan dari nilai-nilai di atas diagonal.110 matriks banding berpasangan tersebut digunakan angka-angka tertentu sebagai skala banding. Satu elemen mutlak lebih penting Bukti yang menyokong elemen 9 daripada elemen yang lainnya. seperti yang tertera pada Tabel 12. Matriks Pendapat Individu (MPI) yaitu merupakan matriks hasil pembanding oleh individu. Melakukan langkah 3. . Variabelnya disimbolkan oleh aij. 4. Ada dua macam matriks pembandingan yang digunakan dalam PHA yaitu: a. Memasukkan bilangan satu (1) sepanjang diagonal utama dalam matriks banding berpasangan dari kiri atas ke kanan bawah. artinya variabel matriks baris ke-i dan kolom ke-j (Tabel 13. Tabel 12. satu atas elemen yang lainnya memilki tingkat penegasan yang tertinggal yang menguatkan. hal 55). Elemen yang satu sangat penting Pengalaman dan pertimbangan 5 daripada elemen yang lainnya dengan kuat menyokong satu elemen atas elemen yang lainnya. dan 5 kembali untuk setiap dan gugusan dalam hirarki tersebut. Nilai diantara dua pertimbangan Ketika kompromi dibutuhkan 2.4. 5. Satu elemen jelas lebih penting Satu elemen dengan kuat disokong 7 daripada elemen yang lainnya dan dominannya telah terlihat dalam praktek. maka j memilki nilai kebalikannya bila dibandingkan dengan i Sumber: Saaty (1993) 6. Kebalikan Jika untuk aktivitas i mendapat satu angka bila dibandingkan dengan aktivitas j. Nilai Skala Berpasangan Definisi Nilai Kedua elemen sama penting 1 Penjelasan Dua elemen memberikan sumbangan yang sama besar untuk mencapai tujuan Elemen yang satu sedikit lebih Pengalaman dan pertimbangan 3 penting (cukup penting) daripada sedikit menyokong satu elemen yang lainnya atas elemen yang lainnya. Perbandingan dilakukan untuk semua variabel pada tiap tingkat keputusan yang ada dalam hirarki.8 yang berdekatan diantara dua pertimbangan.

.1 atau 10 persen. .. An A1n A2n A3n ... Matriks Pendapat Gabungan (MPG) G G1 G2 G3 G1 G11 G12 G13 G2 G21 G22 G23 G3 G31 G32 G33 . Matriks Pendapat Individu (MPI) G A1 A2 A3 A1 A11 A12 A13 A2 A21 A22 A23 A3 A31 A32 A33 . Ada dua tahap yang harus dilakukan dalam mengolah MPI dan MPG tersebut.111 Tabel 13... yaitu: a.. Pengolahan ini bertujuan untuk mendapatkan .. An An1 An2 An3 Sumber: Saaty (1993) . Pengolahan vertikal.. uji konsistensi dan revisi pendapat bila dibutuhkan b. ..... Anm b.... . Matriks Pendapat Gabungan (MPG) yaitu merupakan martiks yang variabelnya berasal dari rata-rata geomatriks pandapat individu yang rasio inkonsistensinya lebih kecil atau sama dengan 0.... Pengolahan horisontal... . . . . merupakan tahap lanjutan setelah MPI dan MPG diolah secara horisontal. ......... demikian seterusnya. .. .. Menggunakan komposisi secara hirarki untuk membobot vektor-vektor prioritas tersebut dengan bobot kriteria-kriteria dan menjumlahkan semua nilai prioritas terbobot yang bersangkutan dangan nilai prioritas dari tingkat bawah berikutnya.. Gnm 7. . . Gn Gn1 Gn2 Gn3 Sumber: Saaty (1993) . . . Gn G1n G2n G3n . .. Variabel pada matriks ini disimbolkan dengan Gij (Tabel 14)... ..... Tabel 14.... Mensintesis prioritas untuk melakukan pembobotan vektor-vektor prioritas... meliputi penentuan vektor prioritas (vektor eigen).

Rasio inkonsistensi harus bernilai 10 persen atau kurang. Prioritas-prioritas yang diperoleh dalam pengolahan horisontal sebelumnya disebut prioritas lokal. 8. antara lain dengan memperbaiki cara menggunakan pertanyaan pada saat pengisian ulang kuesioner dan dengan lebih mengarahkan responden untuk membuat perbandingan berpasangan. karena hanya berkenaan dengan sebuah kriteria pembanding yang merupakan anggota elemen-elemen tingkat di atasnya. Hasil akhir dari pengolahan sasarannya. Mengevaluasi konsistensi untuk seluruh hirarki. Jika tidak. Metode PHA dilakukan dengan menggunakan software Expert Choice 2000. vertikal adalah mendapatkan suatu hirarki terhadap . Langkah 1 hingga langkah 5 dilakukan secara manual. mutu informasi harus ditinjau kembali dan diperbaiki. Penggunaan software ini mulai dilakukan pada langkah ke 6 hingga langkah ke 8.112 suatu prioritas pengaruh setiap elemen pada tingkat tertentu dalam suatu hirarki terhadap fokus atau tujuan utamanya.

Lokasi usaha ini dapat dikatakan cukup strategis mengingat jenis kegiatan yang dilakukan lebih tepat jika dekat dengan bahan baku (ikan). Lokasi KUB Hurip Mandiri berada di daerah pesisir pantai Laut Selatan.2 Sejarah dan Perkembangan Usaha KUB Hurip Mandiri berdiri pada tahun 1994. KUB Hurip Mandiri berlokasi di Jalan Pelelangan Ikan Kampung Pajagan RT 02 RW 07 Desa Cikahuripan Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi. Kelompok usaha ini terbentuk atas kerjasama antara Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi. KUB Hurip Mandiri merupakan salah satu kader Keluarga Berencana (KB) yang harus mensukseskan Program Badan Koordinasi Keluarga berencana (BKKBN) dan ditunjuk untuk menjalankan Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS).1 Lokasi Usaha Kelompok Usaha Bersama (KUB) Hurip Mandiri merupakan suatu kelompok usaha yang bergerak dalam kegiatan pengolahan hasil perikanan. KUB Hurip Mandiri merupakan salah satu Program Peningkatan Peranan Wanita Tani Nelayan (P2WTN) yang bertujuan untuk meningkatkan peranan wanita tani nelayan. Selain itu. 5. Pada mulanya. Produk utama yang dihasilkan oleh kelompok usaha ini adalah abon ikan.113 BAB V GAMBARAN UMUM USAHA 5. .

KUB Hurip Mandiri juga mendapat beberapa penghargaan dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. KUB Hurip Mandiri mengalami perkembangan yang cukup baik. Guna memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. KUB Hurip Mandiri juga dapat menunjukkan prestasi yang cukup membanggakan. dan Surat Pengolahan Hasil. Para ibu yang kesemuanya istri nelayan itu dilibatkan baik dalam pengumpulan permodalan maupun proses produksinya. Saat itu. Setelah Ibu Oom meninggal dunia. . Saat ini Ibu Yati menjabat sebagai ketua KUB Hurip Mandiri. Tanda Daftar Perusahaan Perorangan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sukabumi. sertifikat halal dari MUI. Saat ini KUB Hurip Mandiri telah berhasil memiliki sertifikat penyuluhan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. usaha ini dilanjutkan oleh anaknya yaitu Ibu Yati.114 KUB Hurip Mandiri yang menghidupi banyak keluarga nelayan laut pantai selatan wilayah Kecamatan Cisolok dirintis oleh Ibu Oom. setelah mendapatkan pelatihan pembuatan abon dan dendeng ikan. para tetangganya mulai dilibatkan. hingga akhirnya terbentuk menjadi kelompok usaha bersama yang dianggotai lebih dari 20 anggota. Pada tahun 1998. Izin Usaha Perikanan. usaha yang semula hanya kecil-kecilan dengan kapasitas produksi yang terbatas akhirnya berkembang. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Kecil. Ibu Oom langsung mempraktikkannya dengan memanfaatkan hasil ikan tangkapan nelayan setempat yang memang melimpah. KUB Hurip Mandiri mendapatkan penghargaan dari Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat sebagai pemenang pertama lomba kelompok Prokesra-UPPKS. Seiring dengan perjalanan waktu.

500. Sukabumi Hotel Indonesia Depkes Kab.000.000. Sukabumi Deperindag Kab.600.000.000 Uang 5. Pihak-pihak yang pernah memberi bantuan pada KUB Hurip Mandiri antara lain Dinas Kesehatan. Sukabumi KUD Hikmah Tani Cisolok BNI 46 BKKBN Kementerian Kelautan dan Perikanan PKK Bogor Bantuan Hibah Hibah Pinjaman Hibah Hibah Hibah Hibah Hibah Pinjaman Hibah Hibah Hibah Hibah Hibah (Rp) 1.250. Rincian Bantuan yang Diperoleh KUB Hurip Mandiri Sumber Jenis Jumlah Keterangan Tanggal 06-01-1994 15-05-1995 01-08-1995 12-10-1996 20-11-1996 10-12-1997 08-02-1998 08-02-1998 30-03-1998 13-07-1998 05-05-1999 06-04-2001 08-04-2001 08-04-2001 Dins Kelautan dan Perikanan Kab. KUB Hurip Mandiri juga memperoleh bantuan dana dari beberapa instansi pemerintah dan pihak lain.000. Departemen Perindustrian dan Perdagangan serta PKK. Bantuan yang diperoleh tersebut digunakan sebagai investasi fasilitas dan digunakan sebagai modal kerja dalam proses produksi. BKKBN.000 Uang Uang Uang Badeng Plastik Kemasan (5000 lembar) 10.000 Uang 1.000. 000 Sumber: KUB Hurip Mandiri (2008) .500.000.000.000 Uang 1. Sukabumi Deperindag Kab. Sukabumi Kukesra BKKBN BPR Depkes Kab.000 Uang 1. APW. Bantuan dan pinjaman yang diterima oleh KUB Hurip Mandiri terdiri dari uang dan peralatan.000 1.000.115 Selama berjalannya usaha.000 Uang 10. Rincian bantuan yang diperoleh KUB Hurip mandiri dapat dilihat pada Tabel 15.000 1.000 Uang 15.000 1. Tabel 15.000 Mesin Pencabik 12.000.800.000 Uang 2. dan alat perebus 5. Bantuan yang diperoleh KUB Hurip Mandiri sebagian besar berupa hibah.000 Alat Pres.

dapat diketahui bahwa visi mereka adalah meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar KUB Hurip Mandiri. Struktur organisasi KUB Hurip Mandiri dapat dilihat pada Gambar 7. Bentuk struktur organisasinya adalah sistem lini (garis) dimana ketua adalah pimpinan tertinggi dari organisasi. 5. Meskipun demikian. Struktur Organisasi KUB Hurip Mandiri (2008) .116 5. Kelompok usaha ini terdiri dari jabatan ketua. bendahara.4 Struktur Organisasi Usaha Struktur organisasi KUB Hurip Mandiri tergolong masih sederhana.3 Visi dan Misi Usaha KUB Hurip Mandiri belum memiliki visi dan misi yang jelas secara tertulis. Misi KUB Hurip Mandiri adalah melakukan proses produksi secara kontinyu dengan terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan agar dapat memperluas pasar. sekretaris. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh pihak KUB Hurip Mandiri. dan anggota. KETUA Sekrtaris Bendahara Anggota Gambar 7. bukan berarti kelompok usaha ini tidak memiliki tujuan yang jelas.

dan sisanya tidak sekolah (5 persen). Menyadari tingkat pendidikan anggota yang masih rendah KUB Hurip Mandiri berusaha melakukan upaya peningkatan kualitas anggotanya. Seorang ketua bertugas melakukan pengadaan bahan baku dan pemasaran abon ikan. terdiri atas 17 orang perempuan dan 3 orang laki-laki. Pendidikan rata-rata anggotanya adalah SD (85 persen). 5. Yang diperlukan hanyalah kemauan dan ketekunan serta komitmen untuk memajukan usaha ini. Anggota bertugas dalam melaksanakan kegiatan proses produksi mulai dari pecucian bahan baku hingga pengemasan. Sekretaris bertugas melakukan kegiatan administrasi diantaranya pencatatan daftar hadir anggota sedangkan bendahara bertugas melakukan pembukuan keuangan sederhana. Pembagian tugas yang diterapkan pada KUB Hurip Mandiri bersifat fleksibel. Pendidikan anggotanya pun relatif masih rendah. Upaya . Anggota KUB Hurip Mandiri sebagian besar adalah perempuan. Masing-masing jabatan memiliki tugas tersendiri. maka tugas tersebut dapat dilakukan oleh orang lain. Seluruh anggota KUB Hurip Mandiri berusia di atas 35 tahun. SLTP (10 persen).5 Tenaga Kerja Usaha KUB Hurip Mandiri memiliki anggota yang berfungsi sebagai tenaga kerja yamg saat ini berjumlah 20 orang. Apabila pada suatu waktu seseorang tidak dapat melaksanakan tugasnya.117 Bentuk struktur organisasi seperti di atas memungkinkan pimpinan dan bawahan berkomunikasi secara langsung. Keanggotaan KUB Hurip Mandiri terbuka bagi masyarakat umum dan tidak memiliki persyaratan khusus untuk masuk menjadi anggotanya.

. Pelatihanpelatihan yang pernah diikuti anggota KUB Hurip Mandiri adalah pelatihan Semique yang diadakan oleh LPPMP-IPB bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional Proyek Pengembangan Peningkatan Manajemen Pendidikan Tinggi pada tahun 2000 dan pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi pada tahun 2003.118 tersebut antara lain dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan.

1 Analisis Lingkungan Eksternal 6. dan 3) menumbuhkembangkan perekonomian daerah yang bertumpu pada sektor unggulan (basis) dan perekonomian rakyat.1 Politik Faktor politik merupakan pertimbangan penting bagi perusahaan dalam merumuskan strategi perusahaan. Keadaan politik saat ini cukup memberikan peluang bagi perkembangan usaha KUB Hurip Mandiri.1.1 Analisis PEST 6.1. 2) memantapkan kinerja pemerintahan daerah. Kerangka pemberdayaan UKMK akan lebih diprioritaskan pada langkah-langkah untuk mempercepat pembenahan . Peluang yang dimiliki oleh KUB Hurip Mandiri tidak terlepas dari kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi. sedangkan misi yang diemban Pemerintah Kabupaten Sukabumi yaitu: 1) meningkatkan kualitas SDM yang berakhlaq mulia. Begitu pula dalam usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri. Perkembangan usaha ini tidak dapat terlepas dari pengaruh faktor politik.119 BAB VI ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL DAN INTERNAL 6. Visi dan misi tersebut berusaha diwujudkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi dalam berbagai kebijakan diantaranya penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan UKMK.1. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Sukabumi. produktif dan sejahtera”. Visi Kabupaten Sukabumi yaitu ”Terwujudnya perubahan Kabupaten Sukabumi menuju masyarakat yang berakhlaq mulia.

Di samping itu. memperbesar peran subsektor kelautan dan perikanan dalam pertumbuhan perekonomian.120 kelembagaan termasuk kebijakan dan regulasi yang bersifat lintas sektor dan lintas wilayah terutama yang merupakan disinsentif bagi UKMK. pengembangan usaha skala mikro secara lebih meluas dilakukan dengan meningkatkan kegiatan pelatihan. pesisir dan perairan tawar meningkatkan pemupukan jiwa (etos kerja) bahari terutama pada . Langkah-langkah prioritas yang merupakan upaya untuk mencapai misi pembangunan bidang kelautan dan perikanan adalah: meningkatkan pemberdayaan nelayan. dan meningkatkan akses ke sumberdaya ekonomi termasuk pengembangan lembaga keuangan mikro (LKM). meningkatkan konsumsi ikan per kapita sebagai bagian dari upaya untuk peningkatan kecerdasan bangsa. Sejalan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin. jaringan pemasaran dan skema pembiayaan. perhatian yang besar juga ditujukan untuk mengembangkan lebih lanjut UKM orientasi ekspor. memperluas berkembangnya institusi pendukung seperti teknologi. Bidang kelautan dan perikanan tidak lepas dari perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi. memelihara dan meningkatkan daya dukung serta kualitas lingkungan perairan laut. bantuan teknis. serta usaha menengah yang merupakan supporting industry. dan berwirausaha secara formal untuk mendapatkan penghasilan yang tetap. pembudidaya ikan. pengolah ikan dan masyarakat pesisir lainnya. Upaya tersebut juga disertai dengan memberikan kesempatan usaha bagi kelompok masyarakat miskin dan penganggur yang memiliki keterbatasan untuk berpartisipasi dalam arus ekonomi utama. UKM dengan kandungan nilai tambah tinggi terutama yang menggunakan sumberdaya alam/lokal.

http://bappeda. kondisi ini belum secara optimal memberikan kontribusi secara signifikan terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.799. 2006. Tingkat Pendapatan Per kapita dan Tingkat Inflasi berdasarkan harga konstan '93 dapat dilihat pada Tabel 16.03 2.594.1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). RPJM 2006-2010.kabupatensukabumi.221.go.238 Pendapatan/kapita (Rp) Sumber: BAPPEDA Kabupaten Sukabumi (2008)16 Tabel 17 (hal 66) menunjukkan LPE. saat ini abon ikan cisolok telah dijadikan salah satu produk unggulan Kabupaten Sukabumi.281.id [1Februari 2008] . Selain itu.179.69 5. Indikator perekonomian tersebut 16 BAPPEDA.69 PDRB (Rp. Kondisi politik seperti di atas merupakan peluang yang sangat besar bagi perkembangan usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri.1.46 2.661.121 masyarakat pesisir serta meningkatkan pemahaman peran laut di masyarakat sebagai pemersatu bangsa. Tabel 16. Indikator perbaikan perekonomian selama tiga tahun terakhir dapat dilihat dari Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE).17 6. 6.530.653 1.836.641 1. Tingkat Pendapatan Per Kapita dan Inflasi Berdasarkan Harga Konstan ‘93 Indikator Perbaikan 2002 2003 2004 Ekonomi 5. PDRB.2 Ekonomi Faktor ekonomi merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan sifat dan arah sistem ekonomi tempat suatu perusahaan beroperasi. Juta) 1. Namun. dan pendapatan per kapita Kabupaten Sukabumi berdasarkan harga berlaku.57 LPE (%) 2.845. Kondisi perekonomian Kabupaten Sukabumi sampai tahun 2004 mengalami perbaikan yang cukup baik.

10 PDRB (Rp.306.053.211.526 3.go.1. Faktor lingkungan yang sangat berpengaruh diantaranya faktor alam dan ekologi. atau gaya hidup masyarakat. http://bappeda.kabupatensukabumi.43 9.08 4.135. Faktor sosial tersebut diantaranya jumlah penduduk. 17 BAPPEDA.id [1Februari 2008] . hal 67).122 menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibanding saat menggunakan harga dasar tahun 1993.49 persen (Tabel 18.23 LPE (%) 7.59 5.18 8.576. Juta) 3. dengan komposisi penduduk laki-laki sebanyak 1.44 Tingkat Inflasi (%) Sumber: BAPPEDA Kabupaten Sukabumi (2008)17 Usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri juga sangat terpengaruh dengan kenaikan harga BBM.501. Kenaikan harga BBM mengakibatkan naiknya harga-harga di pasar.60 10.801.188.948.729 Pendapatan/kapita (Rp) 6.281.40 11.416 orang dan penduduk perempuan sebanyak 1. tingkat pendidikan. 6. Tabel 17.52 persen lebih tinggi dari rata rata Laju Pertumbuhan Nasional yang mencapai 1.722 jiwa.064 4.496. Jumlah penduduk Kabupaten Sukabumi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan pada tahun 2004 tercatat sebanyak 2. Kenaikan harga BBM hampir tiap tahun dirasakan oleh usaha ini.160. RPJM 2006-2010. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) dari tahun 2000 sampai tahun 2004 rata rata mencapai 1. 2006.1.845.3 Sosial dan Lingkungan Faktor sosial dan lingkungan memberikan pengaruh yang cukup besar bagi perkembangan suatu usaha. Hal ini berpengaruh pada daya beli masyarakat dan berimbas pula pada daya beli konsumen abon ikan. Tingkat Pendapatan Per Kapita dan Inflasi Berdasarkan Harga Berlaku Indikator Perbaikan 2002 2003 2004 Ekonomi 12.

Abon ikan sebagai salah satu pangan sumber protein dapat menjadi pilihan bagi masyarakat.119.068. Usaha abon ikan sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan yaitu alam dan ekologi.012.00 kg/kapita/tahun pada tahun 2007.188.416 1.402 1.085.135.52 Sumber: Susenas 2000-2004 (2008)18 Jumlah penduduk yang terus meningkat menjadi peluang bagi KUB Hurip Mandiri karena pasar yang dituju akan semakin besar pula.066.go. Ketersediaan bahan baku ini disebabkan oleh perubahan musim.599 2.920 0. . Konsumsi ikan diperkirakan menjadi 26.98 2004 1. 2006. [1Februari 2008] RPJM 2006-2010.017.390 2. Bahan baku utama yang berasal dari alam menjadi alasannya.404 1. Terlebih saat ini terjadi kecenderungan meningkatnya konsumsi ikan di Indonesia.id/index.126.722 0. Hal ini didukung oleh produk abon ikan KUB Hurip Mandiri yang terjamin kualitasnya.93 Rata-rata 1.059.519 1.049. Usaha ini tidak akan berjalan baik apabila bahan baku utamanya.274 1.24 2002 1.053.530 1. Jumlah dan Tingkat Pertumbuhan Penduduk di Kabupaten Sukabumi Tahun 2000-2004 Tahun Laki-Laki Perempuan Jumlah (jiwa) Tingkat (jiwa) (jiwa) Pertumbuhan (%) 2000 1.805 1.306 2.168.059.123 Tabel 18. Kebutuhan akan sumber pangan tentu akan meningkat. http://bappeda.19 2001 1.047.295 2.php.kabupatensukabumi.569 1. tidak tersedia.96 2003 1.117 2. Pada musim barat ikan menjadi langka dan harganya pun akan melonjak 18 BAPPEDA. Peningkatan jumlah penduduk dan konsumsi ikan merupakan indikator adanya suatu peluang untuk meningkatkan penjualan dan ekspansi pemasaran produk abon ikan KUB Hurip Mandiri. yaitu ikan marlin atau tuna.

permasalahan utama yang perlu diselesaikan adalah perbaikan teknologi sistem penggorcngan secara mekanik. 2004). Teknologi yang digunakan oleh KUB Hurip Mandiri masih tergolong sederhana. akibat lamanya proses penggorengan. Melihat kenyataan tersebut di atas. Teknologi pada proses produksi abon ikan saat ini telah mengalami banyak kemajuan. Selain itu saat ini juga telah ditemukan teknologi baru yaitu sistem penggorengan secara mekanik yang berfungsi ganda sebagai penghancur dan pencampuran bumbu yang berguna untuk meningkatkan efisiensi kerja. 6. . dengan kapasitas maksimal tiap penggorengan sebanyak 3 kg bahan baku ikan. jika proses penggorengan lebih dapat dipersingkat. Dalam satu sikius pengolahan abon ikan.124 tinggi. kualitas abon dan pendapatan usaha (Purwanti.4 Teknologi Faktor eksternal lain yang mempengaruhi perkembangan suatu usaha adalah faktor teknologi. dan Qoid. Satu siklus proses produksi tersebut memerlukan waktu selama 2 hari.1. Diantaranya penggunaan kompor gas dalam proses produksi. Setijawati. baik teknologi dalam proses produksi maupun teknologi manajemen dan informasi. Cara penggorengan yang dilakukan sceara manual menggunakan wajan membutuhkan waktu sekitar 3 . rata-rata dibutuhkan 70 . Akibatnya bahan baku harus dipasok dari pemasok yang jaraknya agak jauh sehingga biaya transportasi akan meningkatkan total biaya produksi yang pada akhirnya akan berimbas pada harga abon ikan. Produksi pengolahan abon ikan tersebut masih bisa ditingkatkan guna memenuhi permintaan pasar.1.80 kg bahan baku ikan.4 jam. dengan kapasitas yang lebih besar.

Kemudian api dinyalakan pada tungku pcmbakar (kompor). Perbandingan Usaha Abon Ikan Tanpa Menggunakan dan Menggunakan Penggoreng Mekanik. Tabel 19 memperlihatkan perbandingan usaha abon ikan tanpa menggunakan dan menggunakan penggoreng mekanik. Proses ini berlangsung terus mencrus hingga proses penggorengan betul betul kcring. dari segi sanitasi dan higienis diharapkan lebih baik. Tabel 19. Tanpa Penggoreng Dengan Penggoreng Peningkatan/ Indikator Kapasitas/proses produksi Waktu/Proses Tenaga Kerja penggoreng Mekanik 5-6 kg 2-3 jam penuh 2 orang Mekanik 25 kg 1-1. Pada alat pengaduk penggoreng abon berputar arah ke kanan (cw). selanjutnya motor penggerak dihidupkan (posisi on) melalui transmisi bell yang terpasang pada pulley yang selanjutnya memutar sepasang roda gigi tunis. sehingga menghasiikan abon yang diinginkan.125 guna mempermudah proses penggorengan.5 jam efektif 1 orang efektif Efisiensi 400 % 50% 50% Sumber: Purwanti. dan Qoid (2004) Cara kerja teknologi ini adalah bahan abon ikan dan bumbu yang telah ditumis dimasukkan ke dalam bejana. Selain itu. sehingga penggaduk tersebut berputar pada satu titik yang mengenai bahan abon tersebut. Perbaikan sistem penggorengan diarahkan pada kapasitas penggorengan yang lebih besar serta dalam waktu yang relatif lebih pendek. dan berputar arah kiri (ccw). Bila proses ini selesai maka motor Iistnk dimatikan ke posisi . karena dengan penggorengan dan pengadukan sistem mekanik maka risiko kemasukan bahan yang dapat mengotori abon ikan selama proses penggorengan berlangsung dapat dihindarkan. Setijawati. Reduksi putaran direncanakan berkisar 50 rpm s/d 75 rpm (revolution per minute) agar kehomogenan proses penggorengan ini dapat berjalan sedemikian rupa.

Rintangan masuk pada industri ini hampir tidak ada. 2. Selain itu internet telah banyak digunakan dalam kegiatan promosi suatu produk dimana cakupan internet sangat luas. 6. Manajemen dapat menggunakan komputer dalam pembukuan dan kegiatan administrasi lainnya. Teknologi.1. Saat ini terdapat tiga kelompok pengusaha abon ikan di Kabupaten Sukabumi yaitu KUB Hurip Mandiri. Hal ini terjadi karena besarnya dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan masyarakatnya.126 Off Untuk mengeluarkan hasil penggorengan abon maka bejana diputar secara manual dengan membuka baut pengunci. Pesaing Persaingan industri abon ikan termasuk ketat. KUB Tenggiri. dan KUB Loji. Keunggulan yang dimiliki oleh KUB Hurip Mandiri adalah terletak pada pengalaman dan loyalitas pelanggannya. Teknologi manajemen dan informasi berjalan lebih cepat. . sumberdaya. Pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan membuka lebar kesempatan bagi masyarakat yang ingin memulai berbagai usaha produktif termasuk usaha abon ikan. maupun lokasi dapat dimiliki oleh siapa pun yang ingin memulai usaha ini.2 Analisis Industri (Model Lima Kekuatan Porter) 1. Pendatang Baru Ancaman pendatang baru relatif besar pada industri abon ikan di Kecamatan Cisolok. Ketiga kelompok tersebut memperebutkan wilayah pemasaran yang sama sehingga diperlukan keunggulan untuk dapat bersaing.

KUB Hurip Mandiri biasanya memesan dari pedagang ikan di TPI Pelabuhanratu. Produk Pengganti Produk pengganti dari abon ikan banyak dijumpai. Pembeli yang dapat dijadikan terget oleh KUB Hurip Mandiri tidak hanya di sekitar Kabupaten Sukabumi tetapi di luar Kabupaten Sukabumi bahkan di luar Pulau Jawa. Pembeli dari produk abon ikan usaha ini terdiri dari konsumen akhir dan pedagang perantara. Banyaknya pilihan jenis abon ikan memungkinkan pembeli dapat bebas memilih. Hal ini merupakan suatu ancaman yang cukup besar karena apabila produk abon ikan tidak tersedia konsumen dapat dengan mudah berpindah ke abon sapi. Salah satunya adalah abon sapi. Namun. TPI Muara Angke dan TPI Muara Baru (Jakarta). 5. apabila pedagang di TPI Pajagan tidak dapat memenuhi pasokan bahan baku yang diinginkan. Pemasok utama KUB Hurip Mandiri adalah pedagang ikan yang berada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pajagan. 4. Seringkali pemasok- . Tidak ada segmen-segmen tertentu yang dituju. Suatu usaha abon ikan perlu memiliki keunggulan dan kekhasan untuk menarik perhatian pembeli. TPI Binuangen (Banten). Pembeli Produk abon ikan merupakan produk massal artinya pembeli dari abon ikan dapat berasal dari semua segmen. Pemasok Pemasok bahan baku utama merupakan hal yang sangat penting. Abon sapi cenderung lebih dikenal oleh masyarakat dan lebih mudah didapatkan.127 3. Selain itu harga abon sapi relatif lebih murah.

abon ikan diproses secara tradisional dan tanpa bahan pengawet. atau kecap ikan. Selain memproduksi abon ikan. 6.1 Pemasaran Pemasaran suatu perusahaan dapat dilihat dari bauran pemasaran yang dilakukan. dan promosi. KUB Hurip Mandiri senantiasa meningkatkan kualitas produknya. Produk tersebut diproduksi apabila ada yang memesan dan tersedia bahan bakunya. Para . otak-otak ikan. Rasa dan tekstur abon ikan yang baik juga dipengaruhi oleh pengalaman yang telah cukup lama. Sejak berdiri pada tahun 1998 hingga saat ini.2. Tekstur yang dihasilkan sangat halus dan berbeda dengan abon ikan yang lain. harga. Keunggulan rasa dan tekstur juga diperkuat dengan adanya labelisasi kemasan. Hal ini disebabkan oleh bahan baku utama yang digunakan dalam proses produksi adalah ikan marlin/jangilus dengan kualitas yang baik. bakso ikan. distribusi. Kalau pun dapat memenuhi. 1. dendeng ikan. Produk abon ikan KUB Hurip Mandiri terkenal memiliki rasa yang enak dan tekstur yang halus.128 pemasok tersebut tidak dapat memenuhi permintaan terutama saat musim barat. Bauran pemasaran terdiri atas produk.2 Analisis Lingkungan Internal 6. pemasok akan memasang harga yang sangat tinggi. Pengalaman yang telah cukup lama ini menjadi salah satu kekuatan KUB Hurip Mandiri dari pesaingpesaingnya. Hal inilah yang menciptakan tingginya loyalitas pelanggan. Produk Produk utama yang dihasilkan oleh KUB Hurip Mandiri adalah abon ikan. KUB Hurip Mandiri juga mampu membuat produk lain seperti kerupuk kulit ikan. Selain itu.

Jabotabek. dan 500 gram. Abon ikan KUB Hurip Mandiri dikemas menjadi kemasan ukuran 100 gram. 50. 2. Harga setiap kemasan adalah Rp 10. KUB Hurip Mandiri dapat memenuhinya. 250 gram. Saat ini harga abon ikan KUB Hurip Mandiri cenderung mengalami kenaikan. hanya sebatas pasar lokal (Kecamatan Cisolok). Namun. dan Rp.000 untuk kemasan 250 gram. Kualitas abon ikan telah diakui oleh banyak pihak.000 untuk kemasan 100 gram. Harga Harga abon ikan KUB Hurip Mandiri berfluktuasi. bila ada permintaan rasa lain seperti asin atau pedas manis. Hasil wawancara dengan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi diketahui bahwa abon ikan marlin KUB Hurip Mandiri mampu bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain. Rp 25. dan Bandung. Pasar yang dituju masih relatif kecil. penjualan abon ikan yang . Distribusi Distribusi abon ikan KUB Hurip Mandiri belum terlalu luas. Sukabumi. Harga ini dipengaruhi oleh harga bahan baku utama dan harga bahan baku penolong.000 untuk kemasan 500 gram.129 pelanggan tidak akan membeli produk serupa di tempat lain apabila disaat akan membeli produk abon ikan sedang tidak tersedia. Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi telah melakukan studi banding dengan produk abon ikan dari beberapa wilayah di Indonesia dan kualitas abon ikan KUB Hurip Mandiri dinilai masih lebih unggul. 3. Hal ini disebabkan meningkatnya harga ikan marlin/jangilus dan harga bahan baku penolong lainnya. Abon ikan KUB Hurip Mandiri saat ini hanya memproduksi abon ikan dengan rasa manis. Selain pasar yang relatif kecil.

Namun. dilakukan juga promosi dengan langsung menghubungi pelanggan. termasuk gudang penyimpanan seluas 9 meter persegi dan luas tempat produksi 25 meter persegi. Promosi dilakukan hanya sebatas informasi dari mulut ke mulut oleh konsumen. Pihak KUB Hurip Mandiri hanya menunggu pesanan dari konsumen dan pedagang perantara. Kegiatan promosi ini biasanya dilakukan oleh ketua. Kelompok usaha ini tidak pernah mengikuti pameran dengan inisiatif sendiri. Pembagian brosur juga dilakukan hanya pada saat pameran berlangsung. Sebenarnya KUB Hurip Mandiri telah melakukan promosi melalui keikutsertaan dalam pameran. dan gudang peralatan. 6. kegiatan tersebut hanya diikuti jika didanai oleh instansi lain seperti Dinas Kelautan dan Perikanan. Promosi KUB Hurip Mandiri belum melakukan kegiatan promosi secara aktif.130 dilakukan oleh KUB Hurip Mandiri adalah penjualan pasif.2. Selain itu dapat pula digunakan ikan tuna . rumah pencucian.2 Produksi dan Operasi Luas bangunan yang digunakan oleh KUB Hurip Mandiri secara keseluruhan adalah 72 meter persegi. Saat ini KUB Hurip Mandiri belum mempunyai distributor tetap. Tempat produksi terdiri dari ruang produksi. Pada pameran tersebut KUB Hurip Mandiri dapat memperkenalkan produknya pada pengunjung pameran. Bahan baku utama yang digunakan dalam pembuatan abon ikan adalah ikan Jangilus atau Marlin (Istiophorus sp). Alasan yang dikemukan adalah adanya kendala dana. 4. Selain itu. Bangunan tersebut terdiri dari rumah seluas 42 meter persegi.

ketumbar. Harga ikan marlin saat ini adalah Rp 27.000 per kg dan ikan tuna mencapai Rp 18. Pembuatan abon ikan membutuhkan garam dapur. Bahan baku yang dipilih adalah ikan yang masih segar. daging terasa kenyal dan tidak berbau busuk. dan penyedap rasa. Tabel 20. Proses produksi abon ikan juga memerlukan bahan baku penolong. Semakin berkurang kadar air pada bahan baku utama akan berpengaruh terhadap peningkatan daya awet abon ikan. garam. Komposisi Bahan Pembuatan Abon Ikan KUB Sepuluh Kilogram Ikan No Jenis Bumbu Jumlah 1 Ikan 10 2 Gula Pasir 2 3 Minyak Goreng 2 4 Kelapa 2 5 Bawang Putih 150 6 Lengkuas 1 7 Ketumbar 250 8 Garam 2 9 Penyedap Rasa 1000 10 Daun Salam 5 11 Serai 2 Sumber: KUB Hurip Mandiri (2008) Hurip Mandiri Per Satuan Kilogram Kilogram Kilogram Butir Gram Kilogram Gram Kotak Gram Helai Batang . Garam berfungsi untuk menarik air keluar dari jaringan. lengkuas. Penyedap rasa digunakan untuk menambah cita rasa abon ikan. gula. warna dagingnya cerah. Rempah-rempah tersebut digunakan saat perebusan. Bahan baku tersebut adalah rempah-rempah.000 per kg. sereh. Pemberian gula dimaksudkan untuk memberi rasa lembut sehingga dapat menghindari pengerasan.131 (Ethynus aletrates). dan daun salam. Gula yang digunakan adalah gula pasir. Komposisi bahan dalam pembuatan abon ikan dapat dilihat pada Tabel 20. Rempahrempah yang digunakan dalam pembuatan abon ikan adalah bawang putih.

selanjutnya dilakukan penggilingan daging ikan menjadi serat-serat. kemudian dilakukan penggorengan selama kurang lebih 60 menit. pengepresan. Setelah kadar air berkurang. 6. dan pemarutan kelapa. ketumbar. Bahkan pada proses perebusan dan penggorengan dilakukan dengan menggunakan tungku dengan kayu bakar. Proses produksi sebagian besar dilakukan secara tradisional. Selama proses perebusan ditambahkan pula daun salam dan garam. kemudian dipotong-potong dan dicuci hingga bersih. yaitu ikan. . Proses kegiatan yang menggunakan mesin hanyalah pada proses penggilingan. 3. dilakukan pengadukan secara terus-menerus agar abon matang secara merata dan bumbu dapat meresap dengan baik. 2. Pengepresan dilakukan untuk mengurangi air pada daging ikan dengan menggunakan alat pengepres. 4. Ikan yang telah direbus kemudian dipres. Setelah dicuci ikan disusun dalam badeng dan direbus selama 30-60 menit sampai ikan menjadi lunak. 1. lengkuas. Tahap pertama dalam pembuatan abon ikan adalah pengadaan bahan baku dan bahan penolong. Selama proses penggorengan. gula. 5. Abon digoreng hingga memperlihatkan warna kuning kecoklatan. Serat-serat tersebut kemudian ditambahkan bumbu yang terdiri dari bawang putih.132 Proses produksi dalam pembuatan abon ikan tergolong mudah dan sederhana. Tahapan dari proses produksi pembuatan abon ikan adalah sebagai berikut dan skema proses pembuatan abon ikan dapat dilihat pada Gambar 8 (hal 78). Setelah bumbu tercampur rata. Bahan baku utama. garam dan santan.

.133 7. Pengemasan dilakukan dengan menambah bawang goreng. Pembagian tugas ditemukan pada proses produksi. Hal yang disebabkan oleh keterdsediaan bahan baku. Kapasitas maksimum untuk satu kali proses produksi pada usaha ini adalah 500 kilogram ikan yang dilakukan dalam 2 hari. Namun. Jumlah tenaga kerja dalam setiap proses produksi berkisar antara 5-10 orang. KUB Hurip Mandiri sering berproduksi tidak pada kapasitas maksimalnya. dilakukan pengepresan kembali agar kadar minyak dalam abon berkurang. Usaha ini menyesuaikan kapasitas produksi dengan banyaknya ikan yang diperoleh. tenaga kerja yang terlibat diberikan tugas yang berbeda-beda. Abon yang telah dipres kemudian dicabik-cabik agar tidak menggumpal dan menghasilkan tekstur seragam. Pada setiap proses produksi. 8. Aktivitas produksi sering dilakukan pada sore hari sampai malam hari dan dilanjutkan pada pagi hari. Setelah penggorengan. Hal ini berimplikasi pada pembagian kerja pada setiap kegiatan produksi. Kelebihan dari pembagian tugas di KUB Hurip Mandiri adalah pembagian tugas dilakukan secara fleksibel. Tugas yang diberikan pada masing-masing anggota akan digilir pada setiap proses produksi sehingga setiap anggota mampu melakukan semua tugas pada proses produksi.

Skema Proses Pembuatan Abon Ikan KUB Hurip Mandiri (2008) 6.2.3 Manajemen Kegiatan manajemen dapat berupa kegiatan perencanaan.134 Ikan jangilus (marlin)/Tuna Pemotongan dan Pencucian Ikan Perebusan Pengepresan I Penggilingan Pemberian Bumbu Penggorengan Pengepresan II Pencabikan Penambahan Bawang Goreng Pengemasan Gambar 8. Kualitas sumber daya manusia yang rendah menyebabkan manajemen dalam usaha ini berlangsung sederhana. pengelolaan sumber daya manusia. pemberian motivasi. . Hal ini dapat dilihat dari proses produksi pembuatan abon ikan dan proses pencatatan serta pembukuan. pengorganisasian. dan pengendalian.

Sistem kompensasi KUB Hurip Mandiri menggunakan sistem bagi hasil yang dilakukan dua hingga tiga kali setahun (tidak rutin). kecuali ketua. Pada manajemen kelompok ini hanya terdapat pembagian tugas antara ketua.000. Pada KUB Hurip Mandiri tidak ditemui proses produksi dengan estimasi jumlah permintaan. dan anggota. sekretaris. . tanpa adanya kegiatan perencanaan terlebih dahulu. Begitu pula dengan pencatatan keuangan. Usaha ini hanya mencatat total biaya yang dikeluarkan tiap kali berproduksi. Akibatnya penjualan per periode tidak dapat diketahui dengan pasti. KUB Hurip Mandiri hanya melakukan pencatatan sederhana. Abon ikan yang diproduksi tanpa ada yang memesan akan dijadikan stok untuk mengantisipasi ketidaktersediaan bahan baku utama di waktu-waktu tertentu. cadangan modal 40 persen. dan untuk bagi hasil 50 persen. Keuntungan bersih yang diperoleh dipergunakan untuk uang kesehatan anggota sebesar 10 persen. bendahara. Seluruhnya dilakukan berdasarkan pesanan dan ketersediaan bahan baku. Pada KUB Hurip Mandiri tidak ditemui adanya divisi atau bagian yang memiliki tugas spesifik seperti pemasaran ataupun penelitian dan pengembangan. Masing-masing anggota mendapat satu bagian dari bagi hasil. Perhitungan bagi hasil dilakukan dengan cara membagi keuntungan bersih dengan jumlah tenaga kerja yang mengikuti kegiatan produksi. Ketua mendapat dua bagian dari bagi hasil. Transaksi yang dilakukan tidak pernah dicatat.135 Kegiatan produksi abon ikan dilakukan berdasarkan pesanan yang telah disetujui dengan konsumen. Setiap anggota mendapat uang makan tiap proses produksi yaitu sebesar Rp 3.

2.136 Pengorganisasian di dalam perusahaan juga berlangsung sederhana. Selain itu. Aktivitas pengendalian dilakukan oleh ketua. Padahal untuk menjalankan usaha ini diperlukan dana cukup besar mengingat bahan baku utama yang dipakai adalah ikan segar yang memiliki harga cukup tinggi. Sejak tahun 2001 KUB Hurip Mandiri tidak lagi mendapatkan bantuan dan pinjaman dari lembaga manapun. Ketebatasan dana merupakan salah satu masalah utama yang menghambat usaha pengembangan KUB Hurip Mandiri. 6.4 Keuangan Modal awal KUB Hurip Mandiri diperoleh dari Pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sukabumi sebesar satu juta rupiah. Pihak KUB Hurip Mandiri merasa enggan . Bentuk struktur organisasi yang sederhana memungkinkan komunikasi antara ketua dan anggota berlangsung dengan mudah. Ketua juga memastikan pesanan yang dipesan oleh konsumen sesuai dengan pesanan dan sampai pada tempat dan waktu yang tepat. Hal inilah yang menjadikan usaha ini tidak pernah sekali pun berhenti berproduksi sejak pertama didirikan. Ketua senantiasa memantau proses produksi apakah telah berlangsung baik dan produk yang dihasilkan telah sesuai dengn standar perusahaan. apalagi bila pasokannya sedikit. Bahkan saat terjadi krisis ekonomi pada tahun 1998 usaha ini tetap berjalan walaupun dengan keuntungan yang sangat kecil. rasa kekeluargaan yang sangat kuat di dalam KUB Hurip Mandiri menjadikan setiap anggotanya senantiasa termotivasi untuk memajukan usaha ini.

5 Penelitian dan Pengembangan Penelitian dan pengembangan merupakan suatu bagian penting dalam suatu perusahaan. KUB Hurip Mandiri tidak memiliki bagian atau divisi khusus yang melakukan penelitian dan pengembangan. Perusahan yang memiliki divisi penelitian dan pengembangan yang baik akan mampu menghasilkan produk dengan ciri khas yang membedakannya dengan produk pesaing. KUB Hurip Mandiri pernah memproduksi abon ikan dengan rasa gurih (agak asin). peluang dan ancaman ini sangat . Untuk mengatasi keterbatasan dana. Hal ini terjadi mungkin karena tidak melalui penelitian dan riset pasar sehingga produk tersebut tidak terlalu diminati oleh konsumen. 6.2.3 Identifikasi Faktor Eksternal dan Internal Hasil analisis lingkungan eksternal perusahaan menghasilkan peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. KUB Hurip Mandiri mengandalkan sumbangan modal para anggotanya. Inilah pentingnya penelitian dan pengembangan yang dilengkapi oleh riset pasar 6. Hal ini meyebabkan pilihan rasa abon ikan yang dihasilkan oleh KUB Hurip Mandiri hanya terdiri dari satu rasa yaitu rasa manis.137 mengikuti program-program kredit yang ditawarkan beberapa instansi pemerintah. Adanya bagian penelitian dan pengembangan memungkinkan suatu perusahaan senantiasa berinovasi terhadap produk yang mereka hasilkan. Alasannya karena pinjaman yang diberikan relatif kecil sehingga tidak sebanding dengan panjangnya proses mendapatkan pinjaman tersebut.

Tabel 21 menunjukkan peluang dan ancaman yang dihadapi oleh KUB Hurip Mandiri. Daya beli pelanggan menurun Ketidaktersediaan bahan baku karena perubahan musim Perkembangan semakin maju 1. Perkembangan teknologi yang semakin maju Perkembangan teknologi yang semakin maju memberikan peluang pada KUB Hurip Mandiri dalam upayanya mengembangkan usaha.138 berpengaruh pada perkembangan perusahaan. 2. Adanya kenaikan harga BBM 2. Tabel 21. . Adanya produk substitusi Peluang 1. Terlebih abon ikan cisolok telah dijadikan produk unggulan daerah. Dukungan Pemda Sukabumi dalam pengembangan UKM di Sukabumi Pemerintah Daerah Sukabumi saat sangat mendukung perkeembangan UKM di Sukabumi. Perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan antara lain teknologi informasi dan teknologi produksi abon ikan. Ancaman masuknya pendatang baru cukup besar 3. Peluang dan Ancaman yang Dimiliki oleh KUB Hurip Mandiri Peluang Ancaman Aspek Dukungan Pemda Sukabumi dalam Politik pengembangan UKM di Sukabumi Ekonomi Sosial Lingkungan Teknologi Industri dan Adanya peluang ekspansi yang pemasaran teknologi 1. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi 2.

4. Adanya peluang ekspansi pemasaran Peluang akspansi pemasaran bagi KUB Hurip Mandiri masih terbuka lebar. Adanya kenaikan harga BBM Kenaikan harga BBM berpengaruh pada meningkatnya harga faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi abon ikan. Ancaman 1. Usaha-usaha abon ikan yang telah ada cenderung memperebutkan pasar yang sama. Akibatnya proses produksi menjadi terhambat dan produk tidak kontinyu. Selain itu. Akibatnya harga produk abon ikan yang dihasilkan juga meningkat. Hingga saat ini masih banyak wilayah yang belum dimasuki oleh usaha ini. Rintangan masuk pada industri ini hampir tidak ada. jumlah penduduk yang semakin bertambah yang diikuti peningkatan konsumsi ikan juga menjadikan peluang tersebut terbuka semakin lebar. Pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan membuka lebar kesempatan bagi masyarakat yang ingin memulai berbagai usaha produktif termasuk usaha abon ikan. 2. Ketidaktersediaan bahan baku karena perubahan musim Bahan baku utama dalam usaha ini adalah ikan marlin. . 3. Ketersediaan bahan baku ini tergantung musim. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi Tingkat persaingan industri abon ikan di Kabupaten Sukabumi semakin tinggi.139 3. Ancaman masuknya pendatang baru cukup besar Ancaman pendatang baru relatif besar pada industri abon ikan di Kecamatan Cisolok. Pasokan bahan baku ini menjadi langka saat musim barat.

Daya beli pelanggan menurun Keadaan ekonomi Indonesia saat ini menyebabkan daya beli masyarakat menurun. Terlebih dengan seringnya kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Rasa yang enak dan tekstur luas produk yang mempunyai halus 3. Telah ada pembagian tugas (job description) Kualitas sumber daya manusia masih rendah Sumber dana yang terbatas Manajemen Keuangan . Adanya loyalitas pelanggan 1. Adanya labelisasi kemasan 4.140 5. Hubungan kekeluargaan dan kerjasama yang kuat 2. Lokasi perusahaan strategis Pemasaran Produksi dan operasi 2. Kurangnya promosi produk 1. Kekuatan dan Kelemahan yang Dimiliki oleh KUB Hurip Mandiri Kekuatan Kelemahan Aspek 1. Kapasitas produksi belum optimal 1. Salah satunya adalah abon sapi. Pengalaman perusahaan selama 14 tahun 5. Distribusi Produk belum 2. Tabel 22. Hasil analisis lingkungan internal perusahaan menunjukkan beberapa hal yang menjadi kekuatan dan kelemahan perusahaan. Hal ini juga berdampak pada daya beli pelanggan abon ikan KUB Hurip Mandiri yang terus menurun sehingga jumlah pembeliannya berkurang. Abon sapi lebih dikenal oleh masyarakat dan lebih mudah didapatkan. Adanya produk substitusi Produk substitusi dari abon ikan sangat mudah didapatkan. Faktor-faktor kunci internal didapat dari analisis lingkungan internal yang mempengaruhi suatu perusahaan. Teknologi yang masih sederhana 2. Tabel 22 menunjukkan kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh KUB Hurip Mandiri. 6.

Labelisasi menjadikan konsumen lebih percaya terhadap produk yang dipasarkan perusahaan. 5. suatu usaha dapat belajar untuk memecahkan masalah yang duhadapinya. 4. Lokasi usaha ini cukup strategis karena usaha ini lebih tepat jika dekat dengan bahan baku karena usaha ini memerlukan bahan baku ikan segar. 3. KUB Hurip Mandiri telah berdiri sejak tahun 1994. Adanya labelisasi kemasan Salah satu kekuatan yang dimiliki oleh usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri adalah adanya labelisasi pada kemasan produk. Pengalaman perusahaaan selama 14 tahun Pengalaman dalam menjalankan suatu usaha ternyata juga merupakan hal yang penting.141 Kekuatan: 1. 2. Pengalaman selama 14 tahun usahanya merupakan keunggulan dari pesaingnya yang relatif baru. Saat ini masih banyak produk sejenis yang belum melengkapi produknya dengan label. Hal ini dikarenakan bahan baku yang digunakan adalah ikan marlin yang masih segar serta bumbu alami yang bebas bahan pengawet. Lokasi perusahaan strategis KUB Hurip Mandiri berlokasi di pinggir pantai selatan Jawa. Pelanggan ini tidak pernah berusaha . Rasa dan tekstur produk yang baik Rasa dan tekstur poduk abon ikan yang dihasilkan oleh KUB Hurip Mandiri terkenal baik . Melalui pengalaman itu. Adanya loyalitas pelanggan Kualitas dan rasa abon ikan yang memiliki ciri khas menjadikan pelanggan memiliki loyalitas yang cukup tinggi.

Teknologi yang masih sederhana Teknologi yang digunakan pada usaha ini masih tergolong sederhana baik dalam proses produksi maupun manajemen. 6. Akibatnya. Usaha abon ikan memerlukan modal yang cukup besar untuk memulai setiap proses produksi. Adanya pembagian tugas menjadikan proses produksi berjalan lebih efisien. Telah ada pembagian tugas (job description) Pembagian tugas dilakukan pada proses produksi dan operasi. Sumber dana yang terbatas Sumber dana yang terbatas menjadi kelemahan usaha ini. Hal ini disebabkan oleh bahan baku utama yang digunakan berharga cukup tinggi.142 membeli abon ikan di tempat lain walaupun saat itu abon ikan di KUB Hurip Mandiri tidak tersedia. Kelemahan 1. . usaha ini tetap dipertahan meskipun dengan keuntungan yang sangat kecil. 2. proses produksi cenderung dikerjakan dalam waktu yang cukup lama untuk satu kali proses produksi. Hubungan kekeluargaan dan kerjasama yang kuat Hubungan kekeluargaan dan kerjasama yang kuat menjadikan usaha abon ikan ini mampu bertahan hingga saat ini. Krisis ekonomi yang pernah melanda Indonesia juga sangat mempengaruhi usaha ini. Akibatnya. untuk memproduksi dalam jumlah banyak diperlukan dana yang besar. Namun berkat adanya hubungan yang baik sesama anggota. 7.

. Konsumen yang akan membeli harus datang langsung ke lokasi usaha ini. 6. Kurangnya promosi produk KUB Hurip Mandiri belum melakukan promosi secara aktif. 5. Kapasitas produksi belum optimal Kapasitas produksi pada KUB Hurip Mandiri belum optimal. KUB Hurip Mandiri belum menerapkan pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi. Distribusi Produk belum luas Saat ini KUB Hurip Mandiri hanya menjual produknya di lokasi perusahaan. Teknologi yang masih sederhana dan ketidaktersediaan bahan baku utama menjadi penyebabnya. Kualitas sumber daya manusia masih rendah Kualitas daya manusia yang masih rendah menjadi salah satu kelemahan usaha abon ikan ini. 4.143 3. Rendahnya tingkat pendidikan menyebabkan mereka tidak mengerti mengenai manajemen perusahaan dan sistem akuntansi keuangan. Kualitas produk mereka yang memiliki ciri khas akhirnya tidak dapat diperkenalkan secara luas karena kurangnya usaha promosi. Usaha ini belum memiliki toko ataupun distributor tetap untuk menyalurkan produknya.

144

BAB VII FORMULASI DAN PEMILIHAN STRATEGI

7.1 Analisis Matriks EFE dan IFE Tahapan penyusunan strategi dimulai dengan mengidentifikasi peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan serta kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Pengidentifikasian faktor-faktor eksternal dan internal dilakukan melalui wawancara dan pengamatan. Kemudian dilakukan pengisian kuesioner oleh responden untuk mendapatkan nilai pada matriks EFE dan IFE. Pengisian kuesioner oleh responden dilakukan untuk menentukan rating dan bobot untuk setiap faktor kunci eksternal dan internal. Rating menunjukkan apakah faktor tersebut merupakan kekuatan yang besar atau kecil serta kelemahan yang lemah atau kecil. Bobot ditentukan melalui metode Paired Comparison. Hasil perkalian rating dengan bobot akan didapat nilai skor untuk setiap faktor internal dan ekstenal. Skor untuk setiap faktor kunci eksternal dan internal pada masing-masing responden akan dikalikan menurut bobot responden yaitu 50 persen untuk ketua KUB Hurip Mandiri, 15 persen untuk anggota KUB Hurip Mandiri, 25 persen untuk Dinas Kelautan dan Perikanan, dan 10 persen untuk konsumen.

7.1.1 Matriks EFE Matriks EFE didapat dengan memasukkan hasil identifikasi peluang dan ancaman sebagai faktor kunci eksternal kemudian memberikan bobot serta rating.

145

Tabel 23 menunjukkan bobot untuk tiap responden sebelum adanya perbedaan bobot antar tiap responden.

Tabel 23. Nilai Bobot dan Rating Tanpa Adanya Perbedaan Bobot untuk Tiap Responden Bobot Bobot Bobot Bobot FAKTOR
R1 R2 R3 R4

Peluang A. Dukungan Pemda Sukabumi dalam pengembangan UKM di Sukabumi B. Perkembangan teknologi yang semakin maju C. Adanya peluang ekspansi pemasaran Ancaman D. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi E. Adanya Kenaikan harga BBM F. Ancaman masuknya pendatang baru cukup besar G. Ketidaktersediaan bahan baku karena perubahan musim H. Adanya produk substitusi I. Daya beli pelanggan menurun TOTAL

0,111 0,104 0,111

0,119 0,094 0,115

0,160 0,083 0,118

0,119 0,100 0,114

0,083 0,132 0,090 0,146 0,083 0,139 1,000

0,083 0,118 0,103 0,152 0,086 0,131 1,000

0,097 0,111 0,083 0,132 0,063 0,153 1,000

0,091 0,126 0,093 0,147 0,088 0,124 1,000

Bobot yang telah didapat pada masing-masing responden akan dikalikan dengan persentase besarnya bobot responden yang telah ditentukan sebelumnya, yaitu 50 persen untuk ketua KUB Hurip Mandiri (R1), 15 persen untuk anggota KUB Hurip Mandiri (R2), 25 persen untuk Dinas Kelautan dan Perikanan (R3), dan 10 persen untuk konsumen (R4). Akhirnya akan didapat bobot baru. Bobot tersebut akan dikalikan rating sehingga menghasilkan nilai untuk masing-masimg faktor kunci eksternal. Tabel 24 (hal 90) Matris EFE untuk usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri.

146

012 0.034 0.021 0.013 0.292 0.030 0.066 0.034 0.073 0.160 0.089 B Responden 4 R S 2.047 0.009 0.056 4 3 2 0.009 0.Tabel 24.076 0.65 3.85 2.182 0. Matriks EFE Usaha Abon Ikan KUB Hurip Mandiri FAKTOR Peluang A. R=rating.071 0.036 Total Skor 0.020 3.472 0.85 3.033 0.042 0.40 0.067 0.030 0.013 0.023 0.018 0.80 2.083 0.033 0.012 0.05 3.010 0.285 0.017 0.139 0. Perkembangan teknologi yang semakin maju C. Daya beli pelanggan menurun Total Keterangan: B=bobot. Ancaman masuknya pendatang baru cukup besar G.097 0.063 0.051 Responden 3 B R S 0.056 0.05 2.330 0.018 0.487 0.038 4 4 4 4 3 2 0.024 0.041 0.011 0.40 0.539 0.042 0.264 0.052 0.65 3.009 0.040 0.015 0.135 0.041 0.95 0.042 0.026 0. Adanya Kenaikan harga BBM F.312 3.75 2.25 2.028 0.025 0.083 0.045 0.074 0.156 0.60 2.75 2.287 0.021 0.288 0. Ketidaktersediaan bahan baku karena perubahan musim H.015 0.111 B Responden 2 R S 4 2.065 0.132 0.018 0.030 4 3 3 0.012 2. Dukungan Pemda Sukabumi dalam pengembangan UKM di Sukabumi B.20 0.25 3.111 0. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi E.016 0. Adanya peluang ekspansi pemasaran Ancaman D.039 0.167 0.183 .65 2. Adanya produk substitusi I. S=skor Responden 1 B R S 0.222 0.014 0.069 4 4 3 4 2 2 0.

148 .

7. Selain itu. Faktor ini memperoleh total skor 0.183. Faktor ini mendapatkan skor 0.149 Nilai EFE mengidentifikasikan bahwa usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri berada di atas nilai rata-rata. Dukungan Pemerintah terhadap suatu usaha dapat memperlancar upaya pengembangan suatu usaha. faktor adanya kenaikan harga BBM juga menjadi ancaman utama yang dihadapi oleh KUB Hurip Mandiri. Faktor tersebut mendapatkan skor 0. Tabel 25 (hal 92) menunjukkan skor untuk tiap responden sebelum adanya perbedaan bobot antar tiap responden.539.2 Matriks IFE Matriks IFE didapat dengan memasukkan hasil identifikasi kekuatan dan kelemahan sebagai faktor kunci internal kemudian memberikan bobot serta rating. Kenaikan harga BBM mempengaruhi berbagai sisi perusahaan.487. Ketidaktersediaan bahan baku utama pada musim tertentu menyulitkan dalam proses produksi perusahaan. Akibatnya permintaan konsumen tidak dapat dipenuhi. . Ancaman utama yang dihadapi oleh usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri adalah faktor ketidaktersediaan bahan baku karena perubahan musim. Nilai tersebut menggambarkan bahwa respon yang diberikan oleh KUB Hurip Mandiri kepada lingkungan eksternal tergolong tinggi untuk mengatasi ancaman dan memanfaatkan peluang. Hal ini ditunjukkan dengan total nilai EFE sebesar 3. baik dri total biaya yang dikeluarkan untuk berproduksi juga berpengaruh pada daya beli konsumen. Analisis matriks EFE juga memperlihatkan bahwa peluang utama pada KUB Hurip mandiri adalah adanya dukungan Pemda Sukabumi dalam pengembangan UKM di Sukabumi.1.472.

055 0.088 1.090 0.088 1.065 0.090 0. yaitu 50 persen untuk ketua KUB Hurip Mandiri (R1). Sumber dana yang terbatas I. Bobot tersebut akan dikalikan rating sehingga menghasilkan nilai untuk masing-masimg faktor kunci internal.067 0.090 0.087 0.082 0. Telah ada pembagian tugas (job description) Kelemahan H.090 0.064 0. Pengalaman perusahaan selama 14 tahun E.083 0.000 Bobot yang telah didapat pada masing-masing responden akan dikalikan dengan persentase besarnya bobot responden yang telah ditentukan sebelumnya. Adanya labelisasi kemasan D.073 0. Rasa dan tekstur produk yang baik C.039 0.071 0.061 0. Distribusi produk belum luas K.084 0. Kurangnya promosi produk TOTAL 0.077 0.077 0.081 0.075 0. Lokasi perusahaan strategis B.058 0.000 R4 0. Nilai Bobot dan Rating Tanpa Adanya Perbedaan Bobot untuk Tiap Responden Bobot Bobot Bobot Bobot FAKTOR R1 R2 0.077 0.083 1.079 0.093 0.067 0.069 0. Kualitas sumber daya manusia masih rendah L.000 Kekuatan A.054 0. Adanya hubungan kekeluargaan dan kerjasama yang kuat G.071 0.060 0.085 1.087 0. dan 10 persen untuk konsumen (R4).095 0.083 0.150 Tabel 25.000 R3 0.095 0.073 0.096 0.081 0. 15 persen untuk anggota KUB Hurip Mandiri (R2).080 0.082 0. 25 persen untuk Dinas Kelautan dan Perikanan (R3). Kapasitas produksi belum optimal M.067 0. Tabel 26 (hal 93) Matris IFE untuk usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri .076 0.074 0. Akhirnya akan didapat bobot baru.065 0. Teknologi yang masih sederhana J.092 0.071 0.084 0.065 0. Adanya loyalitas pelanggan F.097 0.068 0.

017 0.043 0.283 0.186 0.054 0. Adanya loyalitas pelanggan F.020 0.108 0.020 0.9 4 3. Matriks IFE Usaha Abon Ikan KUB Hurip Mandiri FAKTOR Kekuatan A.008 0.013 0.010 0.011 0.037 0.046 0.75 4 4 4 3.128 0.147 0.130 0.038 0.3 3. Kualitas sumber daya manusia masih rendah dalam manajemen L.9 0.020 0.041 0.022 0.015 Total Skor 0. Distribusi produk belum luas K.007 0.017 0.030 0.024 0.9 2 1.034 0.162 0.008 0.369 0.060 0.013 0.007 0. Lokasi perusahaan strategis B.75 0.038 0.009 .097 0.020 0.014 0.041 0.75 2 2 1. Pengalaman perusahaan selama 14 tahun E.007 0.055 0. Kurangnya promosi produk Total Keterangan: B=bobot.05 1.012 0. S=skor Responden 1 B R S 0.154 0.039 0. R=rating.051 0.017 0.320 0.034 0. Rasa dan tekstur produk yang baik C.772 0.090 0.074 0.105 0.028 0.045 0. Adanya labelisasi kemasan D.192 0.010 0.012 0.020 0.014 0.031 0.045 0.011 0.023 0.039 0.022 0.009 0.034 0.269 0.034 0.9 1.5 3.75 2 1.008 0.077 0.006 0.75 3.020 0.023 0.154 0.012 0.087 0.183 0.024 Responden 3 B R S 0.031 0.024 3 4 3 4 3 4 3 2 2 2 1 2 1 0.042 B Responden 2 R S 3.5 1. Teknologi yang masih sederhana J.007 0.027 0.017 0.038 0.024 B Responden 4 R S 3.007 0.85 1.151 Tabel 26.048 0.077 0.042 4 4 4 4 4 3 3 1 2 2 2 2 1 0. Adanya hubungan kekeluargaan dan kerjasama yang kuat G.029 0.179 0.5 3.032 0.025 0.021 0.3 3.347 0.024 0.023 0.016 0. Kapasitas produksi belum optimal M.007 0. Telah ada pembagian tugas (job description) Kelemahan H.011 0.052 0.5 1.023 0.017 0.220 0.009 0.013 0.043 0.009 0.105 2.010 0.091 0.040 0.013 0. Sumber dana yang terbatas I.023 0.010 0.25 3.027 0.

152 .

105. Pengalaman tentu menjadi hal penting dalam pengembangan usaha. kelemahan utama dari usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri adalah faktor kurangnya promosi produk yang mendapatkan total skor 0.347. Produk yang memiliki rasa dan tekstur yang baik biasanya lebih disukai oleh konsumen. Faktor tersebut mendapatkan total skor 0. Faktor ini dapat mempengaruhi kualitas produk dan berbagai keputusan yang harus diambil terkait dengan jalannya usaha. Di lain pihak. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa KUB Hurip Mandiri berada dalam kondisi internal rata-rata. Faktor rasa dan tekstur produk memang sangat penting dalam suatu usaha. yang baik juga akan dapat meningkatkan loyalitas konsumen.772. dalam hal ini adalah rasa dan tekstur. . Kekuatan utama tersebut adalah faktor rasa dan tekstur produk yang baik. Sebaik apapun produk yang dihasilkan tanpa dilengkapi dengan promosi maka konsumen tidak akan mengetahuinya. yang mendapatkan total skor 0. Kualitas produk. Kekuatan lain yang dimiliki oleh KUB Hurip Mandiri adalah pengalaman perusahaan selama 14 tahun.Perhitungan pada matriks IFE memperlihatkan faktor-faktor kekuatan utama KUB Hurip Mandiri. tidak terlalu kuat dan tidak terlalu lemah.369. Kelemahan lain yang dihadapi adalah sumber dana yang terbatas. Nilai IFE yang didapat adalah 2. Promosi menjadi sesuatu yang sangat penting karena melalui promosi suatu produk dapat diketahui oleh konsumen.105. Faktor ini mendapatkan total skor sebesar 0. Dana yang terbatas dapat menghambat upaya pengembangan suatu usaha.

2. Tahap pemaduan dilakukan dengan menggunakan matriks IE dan matriks SWOT.183. integrasi ke depan. 7. Nilai IFE yang didapat adalah 2. posisi perusahaan yang berada di kuadran II memberikan rekomendasi untuk tumbuh dan berkembang. Kombinasi kedua nilai tersebut menempatkan posisi usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri di kuadran II. Matriks IE dari usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri dapat dilihat pada Gambar 9 (hal 96). dan pengembangan produk) atau integratif (integrasi ke belakang.2 Tahap Pemaduan Tahap pemaduan dilakukan setelah didapatkan faktor-faktor kunci internal dan eksternal perusahaan. Tahapan ini dilakukan berdasarkan informsi yang diturunkan dari tahap input untuk mencocokkan kekuatan dan kelemahan internal dengan peluang dan ancaman eksternal. Mencocokkan faktor kunci internal dan eksternal adalah kunci untuk menghasilkan alternatif strategi yang layak secara efektif (David 2006).1 Matriks IE Matriks IE menghubungkan nilai IFE dan EFE yang telah didapat. . pengembangan pasar. dan integrasi horizontal) dapat menjadi paling sesuai untuk usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri. strategi intensif (penetrasi pasar.117 7.772 sedangkan nilai EFE didapat 3.

99 Rendah 1. . WO.118 Total Nilai IFE yang Dibobot Kuat 3.0-4.0 I IV VII Rata-Rata 2.0 Sedang 2.2 Matriks SWOT Matriks SWOT digunakan untuk mencocokkan kekuatan dan kelemahan internal dengan peluang dan ancaman eksternal.99 II V VIII Lemah 1. Matriks SWOT akan menghasilkan empat tipe strategi yaitu strategi SO. ST.0-1.0-2.0-1.99 Gambar 9.0-4.2.99 III VI IX Total Nilai EFE yang Dibobot Tinggi 3. Tabel 25 menunjukkan matriks SWOT dengan empat tipe alternatif strategi yang dihasilkan dari kekuatan dan kelemahan internal dan peluang dan ancaman eksternal.0-2. Matriks IE Usaha Abon Ikan KUB Hurip Mandiri 7. dan WT.

2. Adanya hubungan kekeluargaan dan kerja sama yangkuat. produk dan mutu T6). T6) W4. S5. T5) .119 Tabel 27. S2. T2. W5. O2. Daya beli pelanggan menurun 1. Peluang Opportunities-O) 1. Dukungan Pemda Sukabumi dalam pengembangan UKM di Sukabumi 2. Matriks SWOT Usaha Abon Ikan KUB Hurip Mandiri Kekuatan (Strengths-S) 1. S3. 7. S6. 02 03) Strategi WT Strategi ST 1. S4. S3. S2. T3. T5. S2. Adanya produk substitusi 6. O3) pengembangan produk melalui penganekaragaman rasa dan kemasan (S1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (S1. S6. pelayanan kepada konsumen serta pemasok 2. Ketidaktersediaan bahan baku karena perubahan musim 5. O1. Rasa dan tekstur produk yang baik 3. Tingkat Strategi WO Strategi SO melakukan 1. S7. W3. distribusi dan pemasaran W6. O1. 2. Ancaman masuknya pendatang baru cukup besar 4. Adanya kenaikan harga BBM 3. Adanya peluang ekspansi pemasaran Ancaman (Threats-T) persaingan industri yang semakin tinggi 2. dalam kemampuan S7. Aktif kegiatan promosi (W3. Telah ada pembagian tugas (job description) Kelemahan (Weaknesses-W) Sumber dana yang terbatas Teknologi yang masih sederhana Distribusi produk belum luas Kualitas sumber daya manusia masih rendah Kapasitas produksi belum optimal Kurangnya promosi produk 1. manajemen (W1. T4. 01. 3. T3. T1. Melakukan W4. S5. T4. W2. O3) (S1. Adanya labelisasi kemasan 4. Perkembangan teknologi yang semakin maju 3. T1. W3. S5. Meningkatkan kualitas 1. S6. Lokasi perusahaan strategis 2. 02 03) produksi (W1. 6. Memperluas jaringan 1. T2. S4. S4. W5. 4. S3. 01. 5. Mengoptimalkan volume S7. Pengalaman perusahaan selama 14 tahun 5. Melakukan penghematan biaya (W1. 2. Adanya loyalitas pelanggan 6. W2. W6. O2.

Strategi ini dapat dilakukan dengan mencari distributor tetap karena selama ini KUB Hurip Mandiri belum mempunyai distributor tetap.120 Berdasarkan analisis matriks SWOT. Hal ini juga berlaku bagi usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri. Salah satu hasil dari penelitian itu adalah konsumen menginginkan penganekaragaman rasa dan kemasan. Strategi WO {Weaknesses-Opportunites) 1. Strategi ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah produk yang dipasarkan. Aktif melakukan kegiatan promosi Kegiatan promosi saat ini menjadi sesuatu yang sangat penting dalam upaya mengembangkan usaha. Terlebih peluang untuk ekspansi pemasaran masih terbuka baik di dalam Kabupaten Sukabumi maupun di luar Kabupaten Sukabumi. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk mengetahui keinginan konsumen abon ikan. 2. maka alternatif strategi yang diperoleh adalah sebagai berikut: Strategi SO (Strenghts-Opportunities) 1. KUB Hurip Mandiri perlu melakukan kegiatan promosi lebih aktif lagi . KUB Hurip Mandiri dapat menitipkan produknya di toko-toko yang banyak terdapat di tempat pariwisata. Memperluas jaringan distribusi dan pemasaran Strategi SO dapat dilakukan dengan strategi memperluas jaringan distribusi dan pemasaran. Melakukan pengembangan produk melalui penganekaragaman rasa dan kemasan Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wijaya (2007) meneliti mengenai preferensi konsumen terhadap pengembangan produk abon ikan KUB Hurip Mandiri.

2. optimalisasi volume produksi juga dapat dilakukan dengan memproduksi abon ikan dari jenis ikan yang lain misalnya abon ikan tuna. Seperti telah disebutkan pada aspek teknologi. promosi lebih besar dapat mulai dilakukan. tongkol.id/ [25 November 2007] .go. Lokasi KUB Hurip Mandiri dekat dengan kawasan Pantai Karang Hawu dan Pemandian Cipanas. Abon ikan (Tentang Pengolahan Pangan). kualitas abon dan pendapatan usaha. tongkol. tenggiri. Selain dengan adaptasi teknologi.ristek. dan bawal19. http://www. Promosi tersebut dapat dilakukan dengan menjalin kerja sama dengn surat kabar lokal atau radio lokal. saat ini telah ada teknologi yang dapat diadaptasi untuk mendapatkan hasil produksi yang lebih optimal. Apabila usaha telah berkembang. Selain itu. Bahkan tak hanya ikan laut yang dapat diolah menjadi abon ikan. ikan gurami. Mengoptimalkan volume produksi Optimalisasi volume produksi diperlukan untuk menghasilkan produk yang optimal. promosi melalui internet dapat mulai dilakukan. Optimalisasi dapat dilakukan dengan penggunaan teknologi yang tepat guna. Diharapkan bentuk promosi tersebut dapat memperkenalkan produk abon ikan KUB Hurip Mandiri ke konsumen yang lebih luas. dan patin pun 19 Anonim. cakalang. 2006. Strategi ini dapat dilakukan melalui penyebaran brosur di daerah wisata. Teknologi tersebut adalah sistem penggorengan secara mekanik yang berfungsi ganda sebagai penghancur dan pencampuran bumbu yang berguna untuk meningkatkan efisiensi kerja.121 karena selama ini promosi tidak dilakukan secara aktif. nila. Kedua tempat wisata tersebut banyak didatangi oleh wisatawan dari luar kota.

Strategi ST (Strenghts-Threats) Strategi ST dapat berupa strategi meningkatkan kualitas produk dan mutu pelayanan kepada konsumen dan pemasok. tetapi ternyata konsumen masih mengeluhkan tidak konsistennya kualitas produk tersebut.122 baik untuk diolah menjadi abon ikan20. Penghematan biaya tersebut dapat dilakukan dengan membuat 20 Anonim. 2008. Keluhan utama terdapat pada tekstur yang terkadang masih kasar (Wijaya. Hal ini dilakukan untuk mencegah kekosongan produksi karena tidak adanya ikan marlin. Biaya menjadi hal yang sangat berpengaruh pada perusahaan terutama di saat tidak menguntungkan. Kualitas produk yang terjamin dan mutu pelayanan yang baik dapat memberikan kepuasan pada konsumen dan pemasok. Pelayanan pada pemasok yang perlu ditingkatkan adalah ketepatan pembayaran dan keramahan saat melakukan transaksi. Melakukan penghematan biaya. Pihak KUB Hurip Mandiri perlu meningkatkan pelayanan dalam hal penyediaan produk abon ikan. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan penghematan biaya. Strategi ini perlu dilakukan karena meskipun rasa dan tekstur produk abon ikan KUB Hurip Mandiri pada umumnya dinilai baik. ada beberapa konsumen yang pernah menunggu cukup lama untuk mendapatkan produk abon ikan karena abon ikan belum dikemas.htm [1 Februari 2008] Ikan. Harga Minyak Tanah Memberatkan Usaha Abon http://64. 2007).203. Hal tersebut mengharuskan pihak KUB Hurip Mandiri lebih memperhatikan kekonsistenan kualitas produk yang dihasilkan. Kenyataan yang terjadi. . Strategi WT (Weaknesses-Threats) 1.11/kompas-cetak/0602/17/daerah/2321077.71. Penghematan dapat dilakukan pada proses produksi dan operasi.

Hal ini juga terkait dengan strategi WT yang lain yaitu strategi penghematan biaya. Di sana kriteriakriteria itu dapat dibandingkan menurut pentingnya kontribusi masing-masing. Adanya keterampilan yang dimiliki oleh pekerja sebaiknya ditunjang oleh kualitas sumberdaya yang baik dalam bidang manajemen dan teknologi. Tingkat puncak haruslah satu elemen saja. yaitu fokus atau tujuan menyeluruh. Kualitas dalam manajemen yang perlu ditingkatkan adalah dalam hal pembukuan dan pencatatan transaksi keuangan. Selain itu. .123 perencanaan jumlah produksi yang mendekati jumlah permintaan. Perencanaan ini dapat mencegah penumpukan stok yang berlebih sehingga saat usaha sedang berada pada kondisi yang buruk biaya dapat dihemat. metode PHA mengharuskan dilakukannya penyusunan hirarki. Alterntif-alternatif strategi akan membentuk tingkat dasar hirarki. Hal tersebut diperlukan untuk mengembangkan usaha di tengah persaingan yang semakin ketat. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam kemampuan manajemen Kualitas sumberdaya manusia yang baik merupakan salah satu faktor penentu dalam perkembangan suatu usaha. 2. Tingkat berikutnya harus terdiri atas kriteria untuk mempertimbangkan berbagai alternatif tadi.3 Tahap Pemilihan Strategi Pengembangan Usaha Tahapan selanjutnya yang akan dilakukan adalah tahap pemilihan strategi pengembangan usaha. ketua KUB Hurip Mandiri sebaiknya perlu melakukan perencanaan produksi. 7. Alternatif-alternatif strategi yang telah didapatkan pada tahap pemaduan akan dipilih yang terbaik dengan menggunakan metode Proses Hirarki Analitik (PHA) yang memakai software Expert Choice 2000.

7. level kriteria strategi. memperluas pangsa pasar. Tingkat 1 : Fokus Tingkat 2: Kriteria Strategi Tingkat 3: Alternatif Strategis Strategi Utama Pengembangan Usaha Memenangkan Persaingan Memperluas pangsa pasar Meningkatkan penjualan SO1 SO2 WO1 WO2 ST1 WT1 WT2 Gambar 10.3. Keseluruhan analisis dilakukan . dan level alternatif strategi (Gambar 10). Model Struktur Hirarki Strategi Pengembangan Usaha 7.3. Model hirarki pada usaha abon ikan KUB hurip Mandiri terbagi menjadi tiga level yaitu level fokus. Analisis pengolahan horizontal dilakukan untuk mengetahui kriteria mana yang menjadi prioritas dalam menetapkan strategi pengembangan usaha. dan meningkatkan penjualan.1 Analisis Hasil Pengolahan Horizontal Analisis horizontal dilakukan untuk mengetahui prioritas relatif setiap elemen terhadap level di atasnya. Analisis diawali dengan analisis pendapat individu yang kemudian akan digabungkan sehingga menghasilkan hasil analisis pendapat gabungan.1.124 Melalui proses ini diharapkan akan terpilih strategi terbaik yang dapat direkomendasikan pada KUB Hurip Mandiri dalam rangka pengembangan usaha.1 Hasil Pengolahan Horizontal Elemen Kriteria Strategi Elemen kriteria pada hirarki ini terdiri dari tiga kriteria yaitu memenangkan persaingan. Pengolahan horizontal belum memperlihatkan prioritas seluruh elemen strategi terhadap fokus hirarki.

KUB Hurip Mandiri ingin memperkenalkan produk abon ikan produksi mereka ke pasar yang semakin luas.350. Hasil Pengolahan Horizontal Elemen Kriteria Strategi Bobot Gabungan Prioritas Kriteria Strategi 0. Kriteria selanjutnya adalah kriteria meningkatkan penjualan. Kriteria terakhir adalah memenangkan persaingan.550. Hasil pengolahan horizontal elemen kriteria strategi dapat dilihat pada Tabel 28.100 3 Memenangkan persaingan 0. Kriteria ini menjadi prioritas pertama karena dengan pangsa pasar yang semakin luas menandakan usaha yang semakin berkembang. Kriteria ini mendapatkan bobot gabungan sebesar 0. Kriteria ini memperoleh bobot gabungan sebesar 0. Hal ini tidak terlepas dari besarnya dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi pada usaha-usaha peningkatan produktivitas masyarakat dan teknologi sederhana dan mudah dalam pembuatan abon ikan. Kriteria ini menjadi prioritas ketiga karena KUB Hurip Mandiri saat ini masih lebih unggul .350 2 Meningkatkan penjualan 0.125 dengan menggunakan software Expert Choice 2000. Peningkatan penjualan diharapkan menambah keuntungan yang diperoleh perusahaan.01 Rasio Inkonsistensi Sumber: Data Primer (diolah) Hasil pengolahan horizontal elemen kriteria strategi memperlihatkan bahwa kriteria yang menjadi prioritas pertama dalam menetapkan strategi pengembangan usaha adalah kriteria memperluas pangsa pasar. Tabel 28. Apabila pangsa pasar telah bertambah umumnya penjualan juga meningkat dan persaingan yang ketat dapat diatasi. Ancaman masuknya pendatang baru dalam industri abon ikan di Kabupaten Sukabumi pada khususnya semakin besar.550 1 Memperluas pangsa pasar 0. Pendatang baru yang bertambah membuat persaingan semakin tinggi sehingga diperlukan strategi untuk menghadapinya.

158 0.053 0.103 CR 0. Strategi ini mendapatkan bobot 0. Elemen alternatif strategi juga perlu dianalisis secara horizontal.114 ST1 0.144 0.198 WO1 0. Pada kriteria memenangkan persaingan.141 0.276 0.189 0.093 SO2 0. 7.046 0. Hasil Pengolahan Horizontal Elemen Alternatif Strategi Kriteria Memenangkan persaingan Memperluas pangsa pasar Meningkatkan penjualan SO1 0. strategi yang menempati prioritas pertama adalah strategi meningkatkan kualitas produk dan mutu pelayanan kepada konsumen serta pemasok (ST1).124 Strategi WO2 0.129 WT2 0.126 dalam pengalaman dan kualitas produk sehingga memenangkan persaingan tidak menjadi prioritas utama.02 0.189. Tabel 29.02 Sumber: Data Primer (diolah) Tabel 29 menunjukkan hasil pengolahan horizontal elemen alternatif strategi.1.045 0.241 WT1 0.097 0.181 0. Kualitas produk dan mutu pelayanan yang baik dapat menjadikan suatu .2 Hasil Pengolahan Horizontal Elemen Alternatif Strategi Tingkat ketiga dari hirarki yang digunakan pada tahap pemilihan strategi utama pengembangan usaha adalah alternatif strategi. Pengolahan horizontal terhadap elemen alternatif strategi dilakukan untuk mengetahui prioritas strategi terhadap masing-masing kriteria strategi yang berada di tingkat dua.04 0.162 0. Alternatif-alternatif strategi tersebut didapat dari faktor kunci lingkungan internal berupa kekuatan dan kelemahan serta faktor kunci lingkungan eksternal berupa peluang dan ancaman yang telah dirumuskan dalam matriks IE dan SWOT.3.268 0.153 0.081 0.

meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam kemampuan manajemen (WT2).276. Strategi ini menjadi strategi unggulan dalam mengatasi persaingan dalam industri abon ikan. Promosi mutlak dilakukan dalam upaya memperluas pangsa pasar. Inovasi produk umumnya dapat menarik minat konsumen.162. dan memperluas jaringan distribusi dan pemasaran (SO1). Urutan strategi selanjutnya dalam upaya menerapkan strategi pengembangan usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri adalah strategi mengoptimalkan volume produksi (WO2). Penghematan biaya dapat menurunkan total biaya produksi. Saat ini KUB Hurip Mandiri belum melakukan kegiatan promosi secara aktif. Promosi dilakukan untuk memperkenalkan produk pada konsumen yang lebih luas. Penurunan biaya produksi memungkinkan KUB Hurip Mandiri dapat menurunkan harga produknya. pengembangan produk diperlukan agar mampu bersaing dengan produk sejenis. Harga yang lebih rendah dari pesaing menjadikan KUB Hurip Mandiri lebih mampu memenangkan persaingan.158. aktif melakukan kegiatan promosi (WO1). Strategi ini mendapatkan bobot sebesar 0. Prioritas kedua adalah strategi melakukan pengembangan produk melalui penganekaragaman rasa dan kemasan (SO2). Prioritas ketiga adalah strategi melakukan penghematan biaya (WT1) dengan bobot 0. Hasil pengolahan horizontal tingkat tiga untuk kriteria memperluas pangsa pasar menunjukkan bahwa prioritas pertama strategi yang dapat diterapkan adalah aktif melakukan kegiatan promosi (WO1) dengan bobot 0. Padahal promosi sangat diperlukan karena lewat promosilah konsumen dapat mengetahui keunggulan . Oleh sebab sebab itu.127 perusahaan lebih unggul dari pesaingnya.

strategi meningkatkan kualitas produk dan mutu pelayanan kepada konsumen serta pemasok (ST1) menjadi prioritas pertama. Promosi dan jaringan distribusi serta pemasaran yang luas tidak akan berarti jika tidak diimbangi dengan kualitas produk yang dijual. Konsumen tidak akan puas jika kualitas produk dan mutu pelayanan yang diberikan buruk. Berdasarkan pengolahan horizontal tingkat tiga dalam kriteria meningkatkan penjualan. peningkatan kualitas dan pelayanan menjadi hal berikutnya yang perlu diperhatikan. dan internet. strategi melakukan pengembangan produk melalui penganekaragaman rasa dan kemasan (SO2). Kegiatan promosi sekarang ini dapat lebih mudah dilakukan kerena telah adanya kemajuan teknologi. Distributor tetap sangat diperlukan untuk melaksanakan strategi ini. Prioritas kedua adalah strategi memperluas jaringan distribusi dan pemasaran (SO1). Urutan strategi selanjutnya dalam upaya menerapkan strategi pengembangan usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri adalah strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam kemampuan manajemen (WT2).241. radio.128 produk yang dijual. Oleh sebab itu. televisi. Media yang dapat dipakai oleh KUB Hurip Mandiri adalah brosur. Jaringan distribusi dan pemasaran menjadi hal yang penting dalam upaya memperluas pangsa pasar karena melalui saluran ini produk dapat sampai ke tangan konsumen. Prioritas ketiga adalah strategi meningkatkan kualitas produk dan mutu pelayanan kepada konsumen serta pemasok (ST1) dengan bobot sebesar 0. Strategi tersebut mendapatkan bobot sebesar 0.181.268. dan mengoptimalkan volume produksi (WO2). begitu pula dengan pemasok. Strategi ini mendapatkan bobot sebesar 0. penghematan biaya (WT1). surat kabar. Kriteria meningkatkan penjualan dapat tercapai .

Strategi ini mendapatkan bobot sebesar 0. Inovasi produk umumnya dapat menarik minat konsumen. Oleh sebab itu. Harga yang lebih rendah dapat menarik konsumen untuk meningkatkan pembeliannya sehingga total penjualan abon ikan KUB Hurip Mandiri dapat meningkat. KUB Hurip Mandiri harus menjaga hubungan baik dengan pemasok mengingat bahan baku utama usaha abon ikan tidak pasokannya tidak selalu kontinyu baik kuantitas maupun kualitas. Hubungan baik itu diperlukan agar pemasok senantiasa memberikan pasokan bahan baku kepada KUB Hurip Mandiri. dan memperluas jaringan distribusi dan pemasaran (SO1). KUB Hurip Mandiri harus senantiasa meningkatkan hal tersebut. Mutu pelayanan terhadap pemasok juga menjadi hal yang penting.198. . Prioritas strategi kedua adalah melakukan pengembangan produk melalui penganekaragaman rasa dan kemasan (SO2). meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam kemampuan manajemen (WT2). Penurunan biaya produksi memungkinkan KUB Hurip Mandiri dapat menurunkan harga produknya.129 dengan strategi prioritas pertama. Urutan strategi selanjutnya dalam upaya menerapkan strategi pengembangan usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri adalah strategi aktif melakukan kegiatan promosi (WO1). Penghematan biaya sehingga tercapai efisiensi dapat menurunkan total biaya produksi. mengoptimalkan volume produksi (WO2). pengembangan produk diperlukan agar mampu meningkatkan penjualan.129. Prioritas strategi ketiga adalah melakukan penghematan biaya (WT1) dengan bobot 0. Kualitas produk yang baik dan mutu pelayanan yang prima menjadikan konsumen loyal terhadap produk yang dijual oleh suatu perusahaan.

Hasil Pengolahan Vertikal Elemen Kriteria Strategi Bobot Gabungan Prioritas Kriteria Strategi 0.550.550 1 Memperluas pangsa pasar 0. Hasil pengolahan vertikal terhadap alternatif strategi dapat dilihat pada Tabel 31. Kriteria memenangkan persaingan menjadi prioritas ketiga dengan bobot 0. Hasil pengolahan vertikal elemen kriteria strategi tersebut telah memenuhi syarat rasio inkonsistensi sebesar ≤ 10 persen.100 3 Memenangkan persaingan 0.01 Rasio Inkonsistensi Sumber: Data Primer (diolah) 7. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa kriteria strategi yang menjadi prioritas utama adalah memperluas pangsa pasar dengan bobot 0.2 Analisis Hasil Pengolahan Vertikal Pengolahan vertikal dilakukan untuk mengetahui prioritas secara menyeluruh setiap elemen pada tingkat tertentu terhadap fokus utama hirarki.350.2.130 7.100.3. Tabel 30. 7. Pengolahan vertikal dilakukan setelah matriks pendapat individu diolah menjadi matriks pendapat gabungan secara horizontal dan telah memenuhi persyaratan inkonsistensi yaitu ≤ 10 persen.2.350 2 Meningkatkan penjualan 0. Prioritas berikutnya adalah kriteria meningkatkan penjualan dengan bobot 0. .1 Hasil Pengolahan Vertikal Elemen Strategi Tabel 30 menunjukkan hasil pengolahan vertikal elemen kriteria strategi.3.3.2 Hasil Pengolahan Vertikal Elemen Alternatif Strategi Pengolahan vertikal terhadap alternatif strategi dilakukan untuk mengetahui prioritas menyeluruh masing-masing alternatif kriteria strategi pada tingkat tiga terhadap sasaran utama (fokus) hirarki yang terdapat pada tingkat satu.

Prioritas ketiga adalah memperluas jaringan distribusi dan pemasaran (SO1).03 Sumber: Data Primer (diolah) Prioritas kedua adalah strategi aktif melakukan kegiatan promosi melalui media cetak dan elektronik (WO1). Prioritas strategi selanjutnya adalah strategi penghematan .105 6 Rasio Inkonsistensi 0.108 5 WT2 0.203 2 WO2 0. Prioritas keempat adalah pengembangan produk melalui penganekaragaman rasa dan kemasan (SO2). KUB Hurip Mandiri perlu melakukan kegiatan promosi secara aktif untuk memperkenalkan produknya.175 3 SO2 0. Kegiatan promosi sering kali memegang peranan penting dalam kegiatan pemasaran perusahaan.121 4 WO1 0. Konsumen tidak akan mengetahui adanya produk yang berkualitas apabila tidak dilakukan promosi. Kualitas produk dan mutu pelayanan menjadi prioritas utama karena hal inilah yang menjadi perhatian konsumen.084 7 ST1 0. Berbagai strategi yang dilakukan tidak akan berarti jika produk yang ditawarkan tidak sesuai dengan standar kualitas yang diinginkan konsumen. Hasil Pengolahan Vertikal Elemen Alternatif Strategi Alternatif Strategi Bobot Prioritas SO1 0.131 Hasil pengolahan vertikal terhadap alternatif strategi menunjukkan bahwa prioritas utama dalam mengembangkan usaha adalah dengan melakukan strategi meningkatkan kualitas produk dan mutu pelayanan kepada konsumen serta pemasok (ST1). Pemasok sebagai pihak yang menjadi peyedia bahan baku utama juga perlu selalu diperhatikan.204 1 WT1 0. Tabel 31.

Prioritas Alternatif strategi yang yang dipilih adalah strategi meningkatkan kualitas produk dan mutu pelayanan kepada konsumen serta pemasok (ST1). . Tingkat 1 : Fokus Tingkat 2: Kriteria Strategi Strategi Utama Pengembangan Usaha (1. Model Struktur Hirarki Strategi Pengembangan Usaha Dilengkapi Bobot Hasil PHA Gambar 11 menunjukkan hirarki yang telah dilengkapi bobot hasil pengolahan vertikal.204) WT1 (0.132 biaya (WT1).175) SO2 (0..121) WO1 (0.550) Memenangkan persaingan (0. dan mengoptimalkan volume produksi (WO).350) Tingkat 3: Alternatif Strategis SO1 (0.203) WO2 (0. Kriteria strategi yang menjadi prioritas dalam pengembangan usaha adalah kriteria memperluas pangsa pasar.105) Gambar 11.100) Meningkatkan penjualan (0.000) Memperluas pangsa pasar (0.108) WT2 (0. meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam kemampuan manajemen (WT2).084) ST1 (0. Gambar tersebut dapat merangkum hasil dari metode PHA.

rasa dan tekstur produk yang baik. adanya produk substitusi. ketidaktersediaan bahan baku karena perubahan musim.. Peluang utama yang dihadapi oleh KUB Hurip Mandiri adalah dukungan Pemda Sukabumi dalam pengembangan UKM di Sukabumi. adanya kenaikan harga BBM. ancaman masuknya pendatang baru cukup besar. Ancaman utama yang dihadapi oleh KUB Hurip Mandiri adalah ketidaktersediaan bahan baku karena perubahan musim. Kekuatan yang dimiliki oleh KUB Hurip Mandiri diantaranya lokasi perusahaan strategis. adanya labelisasi kemasan. adanya hubungan kekeluargaan dan kerja sama yang kuat. dan telah ada pembagian tugas (job .1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut ini: 3. Ancaman yang dihadapi oleh usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri adalah tingkat persaingan industri yang semakin tinggi. perkembangan teknologi yang semakin maju. pengalaman perusahaan selama 14 tahun.133 BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8. Peluang yang dihadapi oleh usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri diantaranya adanya dukungan Pemda Sukabumi dalam pengembangan UKM di Sukabumi. dan daya beli pelanggan menurun. adanya loyalitas pelanggan. Faktor-faktor lingkungan internal yang dihadapi oleh KUB Hurip Mandiri terdiri atas kekuatan dan kelemahan. Faktor-faktor lingkungan eksternal yang dihadapi oleh KUB Hurip Mandiri terdiri atas peluang dan ancaman. dan adanya peluang ekspansi pemasaran.

Hasil Matris IE menunjukkan posisi KUB Hurip Mandiri di kuadran II yang memberikan rekomendasi untuk tumbuh dan berkembang. 5. Hasil pengolahan PHA diperoleh prioritas alternatif strategi pengembangan usaha abon ikan yaitu strategi: 1) meningkatkan kualitas produk dan mutu pelayanan kepada konsumen serta pemasok. dan kurangnya promosi produk. Kualitas sumber daya manusia masih rendah. . melakukan pengembangan produk melalui penganekaragaman rasa dan kemasan. Kekuatan utama yang dimiliki oleh KUB Hurip Mandiri diantaranya rasa dan tekstur produk yang baik. mengoptimalkan volume produksi. aktif melakukan kegiatan promosi. Strategi intensif atau integratif dapat menjadi strategi paling sesuai untuk usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri. Matriks SWOT menghasilkan tujuh alternatif strategi yaitu memperluas jaringan distribusi dan pemasaran. dan 3) memperluas jaringan distribusi dan pemasaran. melakukan penghematan biaya. dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam kemampuan manajemen. Kelemahan utama yang dimiliki oleh KUB Hurip Mandiri adalah kurangnya promosi produk dan sumber dana yang terbatas. 4. meningkatkan kualitas produk dan mutu pelayanan kepada konsumen dan pemasok. 2) aktif melakukan kegiatan promosi.134 description). kapasitas produksi belum optimal. Kelemahan yang dimiliki yaitu sumber dana yang terbatas. distribusi produk belum luas. teknologi yang masih sederhana.

135 8. KUB hurip Mandiri sebaiknya lebih aktif melakukan kegiatan promosi untuk memperkenalkan produknya ke konsumen yang lebih luas. 5. Kegiatan promosi sebaiknya lebih banyak dilakukan atas inisiatif sendiri agar kegiatan pemasaran dapat lebih efektif.2 Saran 1. Namun. 2. Pelayanan ini dapat berupa ketepatan pembayaran dan keramahan dalam melakukan transaksi. KUB Hurip Mandiri perlu senantiasa mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas produknya. KUB Hurip Mandiri perlu senantiasa menjaga hubungan baik dan pelayanan dengan pemasok karena pemasok memiliki kekuatan tawar lebih besar. KUB Hurip Mandiri perlu memanfaatkan jenis ikan yang lain (selain marlin) untuk diolah menjadi abon ikan. Pihak KUB Hurip Mandiri dapat memanfaatkan hasil penelitian tentang perilaku konsumen abon ikan KUB Hurip yang telah dilakukan untuk mengetahui preferensi konsumen. 4. KUB Hurip Mandiri sebaiknya mulai melakukan pencatatan seluruh transaksi yang dilakukan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kontinyuitas produksi. 3. informasi tersebut perlu disampaikan terlebih dahulu pada konsumen. Hal ini perlu dilakukan agar kinerja perusahaan dapat dinilai lebih tepat dan dapat mempermudah dalam perhitungan keuangan perusahaan. . Ancaman utama yang dihadapi oleh usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri adalah ketidaktersediaan bahan baku utama kerena perubahan musim. KUB Hurip Mandiri memiliki kekuatan dalam rasa dan tekstur produk yang dianggap sudah baik.

ristek. Jakarta: Grasindo. . 2006.org/wiki/Tuna [13 Mei 2008] BAPPEDA.H. Jurnal KUKM Edisi April 2007:9 Dirgantoro. http://bappeda. 2001. Statistik Usaha Kecil Dan Menengah 2005-2006. W.go. Jurnal Manajemen & Kewirausahaan 3: 1 .id/ . Glendoh S. Manajemen Strategis dan Kebijakan Perusahaan. Manajemen Stratejik Teori. 1991. http://www.13 Glueck. [6 Desember 2007] Departemen Koperasi dan UKM. Jurnal KUKM Edisi April 2007:3 Deputi Pembiayaan Kemenegkop dan UKM. RPJM 2006-2010. http://www. Konsep. Herawati E. Jakarta: Salemba Empat.id/ [18 November 2007] __________________________. Departemen Kelautan dan Perikanan. 2002. F dan Jauch.sinarharapan.id.2008. Pengolahan Ikan Secara Tradisional: Prospek dan Peluang Pengembangan.go.go. 2007. Abon ikan (Tentang Pengolahan Pangan). Manajemen Strategis: Konsep. 2001.wikipedia. http://www. C.go. Yogyakarta: Penerbit Kanisius Anonim.dkp. 1991. Berdayakan UMKM Atasi Pengangguran. Jakarta: Erlangga. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 21 No 3. Laporan Akuntabilitas dan Kinerja Departemen Kelautan dan Perikanan. Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil. Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Departemen Kelautan Dan Perikanan Tahun 2007. http://www.depkop. Kenali Marin dari Siripnya.id/ [6 Desember 2007] _______________________________. 2006.136 DAFTAR PUSTAKA Afrianto. L.R.http://id. Pembiayaan Bagi Perempuan Wirausaha. Edisi Kedua. dan Implementasi. 2002. 2006.kabupatensukabumi.com [13 mei 2008] Anonim. 2006.R.S. Pengawetan dan Pengolahan Ikan.go. 2006. E. [1Februari 2008] David F. E dan Liviawaty. 2007.id/ [25 November 2007] Anonim. http://www.dkp. 23 Januari 2007.

E. 2005. 2006. T dan Syahrul. 2004. Junianto. Abon Cisolok http://www. Jakarta [skripsi]. Bandung: Yayasan AKATIGA. R.id/index.G dan Intan. 1997. 2001. Seri Manajemen No 134 Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo Sa’id. M. 1997. Fakultas Pertanian. Haryadi D. S. Bogor. Jakarta: Binarupa Aksara Porter.asosiasipoliteknik. Maspiyati. IPB Press.A dan Robinson R. Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin: Proses hirarki Analitik untuk Pengambilan Keputusan dalam Situasi yang Kompleks. 1999. Strategi Industrialisasi Berbasis Usaha Kecil dan Menengah. Bogor: IPB Press. Bogor: IPB Pres. Sjaifudian H. Solahudin. Strategi dan Agenda Pengembangan Usaha Kecil. Bogor: IPB Pres. Pengembangan Kelembagaan Pedesaan untuk Agroindustri. 2003.com/ [25 November 2007] Diminati. Fakultas Pertanian. 1995. S. Manajemen Strategik: Formulasi.H. Marsis. http://www. Institut Pertanian Bogor. Jakarta: Ghalia Indonesia. H. Setijawati D. 1987. Menuju Industri Kecil Profesional di Era Globalisasi Melalui Pemberdayaan Manajemen Industri. 27 Februari 2006. Erlangga. Qoid A. Implementasi. Jakarta: Penebar Swadaya Leksono. T. Jilid Satu. . A. 1993. 2002.or. Pengendalian. Strategi Pengembangan Usaha Industri Kecil Tape Bondowoso [skipsi]. Jakarta. Nasution. Visi Pembangunan Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Teknik Penanganan Ikan. Purwanti P. Studi Mutu Dan Penerimaan Konsumen Terhadap Abon Ikan.php?module=aspi_jurnal&func=di splay&jurnal_id=62 [1 Februari 208] Saaty. Bogor.M. Perbaikan Teknologi Pengolahan Abon Ikan Tuna Melalui Sistem Penggorengan Mekanik dalam Rangka Peningkatan Produktivitas dan Pendapatan Usaha Abon Ikan. Strategi Pengembangan Usaha Ekspor Udang Beku PT Timur Jaya CU IV. Tambunan. Tambunan M.B. Bogor. Strategi Bersaing: Teknik Menganalisa Industri dan Pesaing. Pearce J. 2002. 2001. Muara Baru. Manajemen Agribisnis.pikiranrakyat.137 Hubeis M. Jurnal Natur Indonesia III (2): 178– 184 Mashuri F.

Fakultas Pertanian. 2004. Sekolah Pascasarjana.138 Tresnaprihandini. 2007. Widyaningrum N. Analisis Strategi pengembangan Usaha Rajungan di PT Muara Bhari Internasional Kabupaten Cirebon. Bogor. Preferensi Konsumen terhadap Pengembangan Produk abon Ikan KUB Hurip Mandiri [skripsi]. Jawa Barat [skripsi]. Yusriana. Jurnal Analisis Sosial 8: 1-28 Wijaya. Eksploitasi Terhadap Pengusaha Kecil Melalui Rantai Hulu Hilir. Bogor. 2006. . A. 2006. Institut Pertanian Bogor. Kajian Preferensi dan Strategi Pengembangan Produk Abon Ikan di Kotamadya Banda Aceh [tesis]. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor. 2003. Institut Pertanian Bogor. Yulia. Formulasi Strategi Pengembangan Usaha Kerupuk Udang dan Ikan pada Perusahaan ”Candramawa” di Kabupaten Indramayu [skripsi]. Bogor. Y. Fakultas Pertanian. Bogor. Fakultas Pertanian.

139 .

Kampus IPB Darmaga.140 Telp PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN-INSTITUT PERTANIAN BOGOR Jl.indo. Bogor 16680 (0251) 629354.id KUESIONER PENELITIAN Analisis Lingkungan Internal dan Lingkungan Eksternal Usaha Abon Ikan Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Dalam rangka penelitian untuk penulisan skripsi dengan judul: STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA ABON IKAN PADA KUB HURIP MANDIRI KECAMATAN CISOLOK KABUPATEN SUKABUMI Oleh: RINI ARIANI AMIR A14104090 PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 .net. 629352 Email : pertaipb@bogor. Meranti. Fax. 629350.

Penentuan nilai rating didasarkan pada keterangan berikut ini: Nilai 4. jika faktor tersebut sangat kuat dibandingkan dengan pesaing Nilai 3. tentukan nilai peringkat atau rating terhadap kekuatan usaha dibandingkan dengan pesaing (usaha sejenis) berikut ini dengan cara memberikan tanda ( √ ) pada kolom yang tersedia. 2. Pemberian Nilai Peringkat (Rating) Terhadap Kekuatan dan Kelemahan Petunjuk Pengisian: 1. jika faktor tersebut lemah dibandingkan dengan pesaing Nilai 1.141 Lampiran 1 Kuesioner untuk Matriks IFE dan EFE Nama Responden Jabatan No Responden : ……………… : ……………… : ……………… Kuesioner Pemberian Nilai Peringkat (Rating) I. jika faktor tersebut kuat dibandingkan dengan pesaing Nilai 2. jika faktor tersebut sangat lemah dibandingkan dengan pesaing .

Distribusi produk belum luas D. Adanya loyalitas konsumen F. jika perusahaan mempunyai kemampuan yang cukup dalam merespon peluang yang ada Nilai 1. Teknologi yang masih sederhana C. Rasa dan kualitas produk yang mempunyai ciri khas C. Pengalaman perusahaan selama 14 tahun E. Kapasitas produksi belum optimal F. Sumber dana yang terbatas B. jika perusahaan mempunyai kemampuan yang baik dalam merespon peluang yang ada Nilai 2. Lokasi perusahaan strategis B. Adanya labelisasi kemasan D. Kualitas sumber daya manusia masih rendah E. jika perusahaan mempunyai kemampuan yang tidak baik dalam merespon peluang yang ada . Telah ada pembagian tugas (job description) 1 2 3 4 Faktor-Faktor Kunci Kelemahan A. Tentukan nilai peringkat atau rating didasarkan pada kemampuan perusahaan dalam meraih peluang yang ada berikut ini dengan cara memberikan tanda ( √ ) pada kolom yang tersedia 2. Penentuan nilai rating didasarkan pada keterangan berikut: Nilai 4.Adanya hubungan kekeluargaan dan kerjasama yang kuat G.Kurangnya promosi produk 1 2 3 4 II. jika perusahaan mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam merespon peluang yang ada Nilai 3. Pemberian Nilai Peringkat (Rating) terhadap Peluang Petunjuk Pengisian 1.142 Faktor-Faktor Kunci Kekuatan A.

Perkembangan teknologi yang semakin maju D.143 Faktor-Faktor Kunci Peluang A. Tentukan nilai peringkat atau rating didasarkan pada kemampuan perusahaan dalam meraih peluang yang ada berikut ini dengan cara memberikan tanda ( √ ) pada kolom yang tersedia 2. Daya beli pelanggan menurun 4 3 2 1 . Adanya produk substitusi F. Ketidaktersediaan bahan baku karena perubahan musim E. jika perusahaan mempunyai kemampuan yang sangat baik dalam merespon ancaman yang ada Nilai 3. jika perusahaan mempunyai kemampuan yang cukup dalam merespon ancaman yang ada Nilai 1. Penentuan nilai rating didasarkan pada keterangan berikut: Nilai 4. jika perusahaan mempunyai kemampuan yang baik dalam merespon ancaman yang ada Nilai 2. Dukungan Pemda Sukabumi dalam pengembangan UKM di Sukabumi C. Adanya peluang ekspansi pemasaran 4 3 2 1 III Pemberian Nilai Peringkat (Rating) terhadap Ancaman Petunjuk Pengisian 1. jika perusahaan mempunyai kemampuan yang tidak baik dalam merespon ancaman yang ada Faktor-Faktor Kunci Ancaman A. Adanya Kenaikan harga BBM C. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi B. Ancaman masuknya pendatang baru cukup besar D.

dan 3. 2. Untuk menentukan bobot setiap variabel digunakan nilai 1. Pembobotan Terhadap Kekuatan. 2. Peluang. Nilai 1 = jika indikator (variabel) horisontal kurang penting dari indikator vertikal Nilai 2 = jika indikator (variabel) horisontal sama penting dibandingkan dengan indikator vertikal Nilai 3 = jika indikator (variabel) horisontal lebih penting dari indikator vertikal . Cara membaca perbandingan dimulai dari variabel pada baris 1 (huruf cetak miring) terhadap kolom satu (huruf cetak tebal) dan harus konsisten. Kelemahan. Petunjuk Pengisian: 1. Pemberian nilai didasarkan pada perbandingan berpasangan antara dua faktor secara relatif berdasarkan kepentingan atau pengaruhnya terhadap usaha. dan ancaman.144 Kuesioner Pemberian Bobot I.

Kapasitas produksi belum optimal M. Teknologi yang masih sederhana J. Telah ada pembagian tugas (job description) H. Adanya labelisasi kemasan D. Lokasi perusahaan strategis B. Adanya loyalitas konsumen F. Distribusi produk belum luas K. Kualitas sumber daya manusia masih rendah L. Sumber dana yang terbatas I.000 A B C D E F G H I J K L M Bobot 145 .145 Kuesioner Pembobotan untuk Kekuatan dan Kelemahan Faktor-Faktor Kunci Internal A. Pengalaman perusahaan selama 14 tahun E.Rasa dan kualitas produk yang mempunyai ciri khas C.Kurangnya promosi produk Total 1.Adanya hubungan kekeluargaan dan kerjasama yang kuat G.

Dukungan Pemda Sukabumi dalam pengembangan UKM di Sukabumi B. Adanya peluang ekspansi pemasaran D. Tingkat persaingan industri yang semakin tinggi E. Ancaman masuknya pendatang baru cukup besar G.000 A B C D E F G H I Total Bobot 146 . Adanya Kenaikan harga BBM F.146 Kuesioner Pembobotan terhadap Peluang dan Ancaman Faktor-Faktor Kunci Eksternal A. Adanya produk substitusi I. Perkembangan teknologi yang semakin maju C. Ketidaktersediaan bahan baku karena perubahan musim H. Daya beli pelanggan menurun Total 1.

1/6. Misalnya pada kasus A dibndingkan dengan B. Milai a sedikit lebih penting hingga jelas lebih penting dibandingkan B. 8 atau 1/2. yaitu 4 (atau bernilai 1/4 bila sebaliknya) Instruksi Tahap I Dalam memilih strategi pengembangan usaha yang sesuai bagi usaha abon ikan KUB Hurip Mandiri terdapat beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan. Sebaliknya (B sedikit lebih penting dibanding A) = 1/3 = 5. Sebaliknya (B mutlak lebih penting dibanding A) = 1/9 Nilai skala banding genap (2. Memperluas pangsa pasar 3. 4. sebaliknya (B sangat lebih penting dibanding A) bila A mutlak lebih penting dibanding B = 9. Mengatasi persaingan dibandingkan dengan memperluas pangsa pasar Mengatasi persaingan dibandingkan dengan meningkatkan penjualan Memperluas pangsa pasar dibandingkan dengan meningkatkan penjualan . 1/4. Meningkatkan Penjualan Bandingkan seberapa besar tingkat kepentingan masing-masing kriteria tersebut yang paling sesuai bagi pemilihan strategi pengembangan usaha. maka nilai skala pembandingan yang diberikan adalah antara 3 dan 5. Sebaliknya (B lebih penting dibanding A) = 1/5 = 1/7 Bila A sangat lebih penting dibanding B = 7. 6. yaitu: 1.147 Lampiran 2 Kuesioner untuk PHA Identitas responden Nama Pekerjaan/jabatan Nomor Responden : : : Petunjuk Nilai Skala Banding Bila A sama penting dengan B Bila A sedikit lebih penting dibanding Bila A lebih penting dibanding B =1 B = 3. diberikan untuk nilai skala pembanding yang nilainya berada di antara dua nilai pembanding ganjil yang berurutan atau bila kompromi dibutuhkan. 1/8. Mengatasi persaingan 2.

Misalnya pada kasus A dibndingkan dengan B. 6. Milai a sedikit lebih penting hingga jelas lebih penting dibandingkan B. Sebaliknya (B lebih penting dibanding A) = 1/5 = 1/7 Bila A sangat lebih penting dibanding B = 7. 1/6. 8 atau 1/2. maka nilai skala pembandingan yang diberikan adalah antara 3 dan 5. Sebaliknya (B sedikit lebih penting dibanding A) = 1/3 = 5. 1/4.148 Petunjuk Nilai Skala Banding Bila A sama penting dengan B Bila A sedikit lebih penting dibanding Bila A lebih penting dibanding B =1 B = 3. yaitu 4 (atau bernilai 1/4 bila sebaliknya) Instruksi Tahap II Bandingkan besarnya tingkat kepentingan diantara alternatif strategi dalam kaitannya dengan kriteria mengatasi persaingan. SO1 dibandingkan dengan SO2 SO1 dibandingkan dengan WO1 SO1 dibandingkan dengan WO2 SO1 dibandingkan dengan ST1 SO1 dibandingkan dengan WT1 SO1 dibandingkan dengan WT2 SO2 dibandingkan dengan WO1 SO2 dibandingkan dengan WO2 SO2 dibandingkan dengan ST1 SO2 dibandingkan dengan WT1 SO2 dibandingkan dengan WT2 WO1 dibandingkan dengan WO2 WO1 dibandingkan dengan ST1 WO1 dibandingkan dengan WT1 WO1 dibandingkan dengan WT2 WO2 dibandingkan dengan ST1 WO2 dibandingkan dengan WT1 WO2 dibandingkan dengan WT2 ST1 dibandingkan dengan WT1 ST1 dibandingkan dengan WT2 WT1 dibandingkan dengan WT2 . diberikan untuk nilai skala pembanding yang nilainya berada di antara dua nilai pembanding ganjil yang berurutan atau bila kompromi dibutuhkan. 4. sebaliknya (B sangat lebih penting dibanding A) bila A mutlak lebih penting dibanding B = 9. Sebaliknya (B mutlak lebih penting dibanding A) = 1/9 Nilai skala banding genap (2. 1/8.

149

Petunjuk Nilai Skala Banding Bila A sama penting dengan B Bila A sedikit lebih penting dibanding Bila A lebih penting dibanding B =1 B = 3; Sebaliknya (B sedikit lebih penting dibanding A) = 1/3 = 5; Sebaliknya (B lebih penting dibanding A) = 1/5 = 1/7

Bila A sangat lebih penting dibanding B = 7; sebaliknya (B sangat lebih penting dibanding A)

bila A mutlak lebih penting dibanding B = 9; Sebaliknya (B mutlak lebih penting dibanding A) = 1/9 Nilai skala banding genap (2, 4, 6, 8 atau 1/2, 1/4, 1/6, 1/8, diberikan untuk nilai skala pembanding yang nilainya berada di antara dua nilai pembanding ganjil yang berurutan atau bila kompromi dibutuhkan. Misalnya pada kasus A dibndingkan dengan B, Milai a sedikit lebih penting hingga jelas lebih penting dibandingkan B, maka nilai skala pembandingan yang diberikan adalah antara 3 dan 5, yaitu 4 (atau bernilai 1/4 bila sebaliknya)

Instruksi Tahap II Bandingkan besarnya tingkat kepentingan diantara alternatif strategi dalam kaitannya dengan kriteria memperluas pangsa pasar. SO1 dibandingkan dengan SO2 SO1 dibandingkan dengan WO1 SO1 dibandingkan dengan WO2 SO1 dibandingkan dengan ST1 SO1 dibandingkan dengan WT1 SO1 dibandingkan dengan WT2 SO2 dibandingkan dengan WO1 SO2 dibandingkan dengan WO2 SO2 dibandingkan dengan ST1 SO2 dibandingkan dengan WT1 SO2 dibandingkan dengan WT2 WO1 dibandingkan dengan WO2 WO1 dibandingkan dengan ST1 WO1 dibandingkan dengan WT1 WO1 dibandingkan dengan WT2 WO2 dibandingkan dengan ST1 WO2 dibandingkan dengan WT1 WO2 dibandingkan dengan WT2 ST1 dibandingkan dengan WT1 ST1 dibandingkan dengan WT2 WT1 dibandingkan dengan WT2

150

Petunjuk Nilai Skala Banding Bila A sama penting dengan B Bila A sedikit lebih penting dibanding Bila A lebih penting dibanding B =1 B = 3; Sebaliknya (B sedikit lebih penting dibanding A) = 1/3 = 5; Sebaliknya (B lebih penting dibanding A) = 1/5 = 1/7

Bila A sangat lebih penting dibanding B = 7; sebaliknya (B sangat lebih penting dibanding A)

bila A mutlak lebih penting dibanding B = 9; Sebaliknya (B mutlak lebih penting dibanding A) = 1/9 Nilai skala banding genap (2, 4, 6, 8 atau 1/2, 1/4, 1/6, 1/8, diberikan untuk nilai skala pembanding yang nilainya berada di antara dua nilai pembanding ganjil yang berurutan atau bila kompromi dibutuhkan. Misalnya pada kasus A dibndingkan dengan B, Milai a sedikit lebih penting hingga jelas lebih penting dibandingkan B, maka nilai skala pembandingan yang diberikan adalah antara 3 dan 5, yaitu 4 (atau bernilai 1/4 bila sebaliknya)

Instruksi Tahap II Bandingkan besarnya tingkat kepentingan diantara alternatif strategi dalam kaitannya dengan kriteria meningkatkan penjualan. SO1 dibandingkan dengan SO2 SO1 dibandingkan dengan WO1 SO1 dibandingkan dengan WO2 SO1 dibandingkan dengan ST1 SO1 dibandingkan dengan WT1 SO1 dibandingkan dengan WT2 SO2 dibandingkan dengan WO1 SO2 dibandingkan dengan WO2 SO2 dibandingkan dengan ST1 SO2 dibandingkan dengan WT1 SO2 dibandingkan dengan WT2 WO1 dibandingkan dengan WO2 WO1 dibandingkan dengan ST1 WO1 dibandingkan dengan WT1 WO1 dibandingkan dengan WT2 WO2 dibandingkan dengan ST1 WO2 dibandingkan dengan WT1 WO2 dibandingkan dengan WT2 ST1 dibandingkan dengan WT1 ST1 dibandingkan dengan WT2 WT1 dibandingkan dengan WT2

151

Keterangan: Strategi SO1 = Memperluas jaringan distribusi dan pemasaran Strategi SO2 = Melakukan pengembangan produk melalui penganekaragaman kemasan. Strategi WO1 = Melakukan kegiatan promosi Strategi WO2 = Mengoptimalkan volume produksi Strategi ST1 = Meningkatkan kualitas produk dan mutu pelayanan kepada konsumen serta pemasok Strategi WT1 = Melakukan penghematan biaya. Strategi WT2 = Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam kemampuan manajemen

152 Model Name: AHP KUB HURIP Priorities with respect to: Goal: Strategi Pengembangan Usaha Combined Mengatasi Persaingan Memperluas Pangsa Pasar Meningkatkan Penjualan Inconsistency = 0.550 .350 .01 with 0 missing judgments. .100 .

108 .204 .153 Model Name: AHP KUB HURIP Synthesis: Summary Synthesis with respect to: Goal: Strategi Pengembangan Usaha Overall Inconsistency = .105 .203 .084 .03 SO1 SO2 WO1 WO2 ST1 WT1 WT2 .175 .121 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful