P. 1
Abalone

Abalone

|Views: 352|Likes:
Published by Abde Firmansyah

More info:

Published by: Abde Firmansyah on Mar 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2014

pdf

text

original

PENDAHULUAN Latar Belakang Abalon merupakan komoditas perikanan bernilai tinggi, khususnya di negara-negara maju di Eropa dan

Amerika Utara. Biota laut ini dikonsumsi segar atau kalengan. Di Indonesia, jenis siput ini belum banyak dikenal masyarakat dan pemanfaatannya baru terbatas di daerahdaerah tertentu, khususnya di daerah pesisir. Abalon (Haliotis spp.) atau disebut juga ”Awabi” (bahasa Jepang), ”Mutton Fish” atau ”Sea Ear” saat ini telah mulai dibudidayakan di Indonesia. Abalon merupakan hewan bersifat low trophic level (larvanya memakan benthik diatom/mikroalga dan dewasanya memakan rumput laut/makroalga). Sehingga, dari sisi ekonomis biaya produksinya relatif murah. Hal inilah yang menarik dari komoditas abalon. Produksi benih yang kontinyu dan mantap memberi keyakinan bahwa budidaya abalon dapat dikembangkan di masa yang akan datang. Daging abalon mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi dengan kandungan protein 71,99%, lemak 3,20%, serat 5,6o%, dan abu 11,11%. Cangkangnya mempunyai nilai estetika yang dapat digunakan untuk perhiasan, pembuatan kancing baju, dan berbagai bentuk barang kerajinan lainnya. Produksi abalon saat ini lebih banyak diperoleh dari tangkapan di alam. Hal tersebut akan nienimbulkan kehawatiran terjadinva penurunan populasi di alam. Selama ini pasokan pasar diperoleh dari hasil penangkapan di alam. Penangkapan seringkali dilakukan secara tidak selektif sehingga mengancam kelestarian sumberdaya abalon tersebut. Untuk itu perlu dilakukan produksi benih abalon dalam suatu sistem budidaya secara terkontrol. Pengembangan abalon menjadi suatu industri akuakultur di Indonesia, bukan hanya untuk melakukan diversifikasi produk perikanan dalam budidaya tetapi terutama sekali disebabkan oleh adanya pasar bagi produk tersebut sejak dahulu dan permintaan pasar yang terus meningkat, sementara produk semakin terbatas karena sebagian besar hanya diperoleh dari penangkapan di alam. Oleh karena itu, budidaya abalon merupakan suatu langkah yang tepat dalam memenuhi permintaan pasar tersebut. Budidaya di laut adalah suatu cara yang sangat potensial dilakukan untuk pembenihan abalon. Banyak perusahaan dan balai budidaya pemerintah yang bergerak dalam usaha pembenihan abalon diantaranya yaitu Balai Budidaya Laut Lombok, Nusa Tenggara Barat. Balai

budidaya ini merupakan salah satu unit usaha abalon yang telah mampu menerapkan teknologi pembenihan secara intensif dan telah mampu menerapkan teknologi pembenihan secara modern. Berkaitan dengan nilai ekonomis abalon yang tinggi dan kemampuan Balai Budidaya Laut Lombok, Nusa Tenggara Barat dalam penerapan teknologi, maka penulis memilih kegiatan pembenihan abalon yang berlokasi di Balai Budidaya Laut Lombok- Grupuk Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Tujuan Praktikum Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :  Mahasiswa dapat mengetahui secara langsung kegiatan dalam suatu unit budidaya abalon.  Mahasiswa dapat mengenal bentuk dan fungsi, wadah, bahan, dan peralatan yang digunakan dalam kegiatan budidaya abalon.

Haliotis squamata . Abalon banyak bergerak dan berpindah tempat dengan menggunakan satu organ yaitu kaki. . seperti perak. Pada Cangkang tersebut terdapat lubang-lubang dengan jumlah yang sesuai dengan ukuran abalon. cangkang berbentuk telinga. Abalon ini memiliki epipoda di sekeliling tubuhnya yang diselingi oleh tentakel-tentakel epipodial. Gonad abalon menutupi hati yaitu di bagian kanan (bila dilihat dari sisi dorsal).Klasifikasi abalon adalah sebagai berikut Kingdom : Animalia Phylum : Mollusca Class : Gastropoda Family : Haliotidae Genus : Haliotis spesies : . keduanya berfungsi sebagai alat peraba.. 2005). 1968).2.1 Morfologi Abalon Ciri fisik pada Abalon mempunyai satu cangkang yang terletak pada bagian atas. Bagian cangkang sebelah dalam berwarna putih mengkilap. rata. dan tidak memiliki overculum. (1988) dalam Cholik et al. semakin banyak lubang yang terdapat pada cangkang. Semua organ-dalam abalon berada tepat di bawah cangkang. 2010). Organ ini melengkung seperti tanduk melingkari otot dorsal bagian posterior. Pada bagian depan tubuhnya terdapat sepasang mata dan sepasang tentakel sefalik yang panjang (Gilbert. 1949). Lubang ketujuh pada cangkang abalon akan tertutup jika lubang baru di cangkang bagian depan terbentuk. Siput ini memiliki mata tujuh. Semakin besar ukuran abalon. Gerakan kaki yang sangat lambat sangat memudahkan predator untuk memangsanya (Samadi. asinina memiliki ciri khas lubang terbuka di cangkangnya sebanyak enam atau tujuh buah dan kaki yang lebih besar dari bukaan cangkangnya (Hegner dan Engeman.TINJAUAN PUSTAKA Identifikasi dan Taksonomi Abalon Menurut Darmawan. H.Haliotis asinina Biologi Abalon 2.

276. Jika akan dipelihara di bak. Kerang yang siap memijah dapat dimasukkan ke dalam bak pemijahan.3 Reproduksi Abalon Holiotis asinina termasuk salah satu jenis abalon yang berukuran relatif besar. Di laboratorium telur yang dipijahkan berdiameter rata-rata 183 mµ (Kordi. 2010).Lubang pada cangkang abalon berfungsi sebagai jalan air. 1992). Pembuahan telur dan sperma terjadi di luar tubuh. salinitas 29-33 ppt. Umumnya abalon tidak ditemukan di daerah estuarine (Anonim. Lokasi untuk pembesaran abalon adalah perairan karang yang terlindung dari gelombang dan angin yang kuat. Telur yang siap dipijahkan berdiameter 100 mµ. lebih cepat dan bergelombang tinggi (Tissot. pH antara 7. dimulai dengan keluarnya sperma ke dalam air yang segera diikuti keluarnya telur dari induk betina. Arus di daerah dangkal tempat abalon bercangkang halus hidup. 2. hingga sang jantan . tidak semua pantai yang berkarang terdapat abalon. Kematangan gonad induk jantan maupun betina berlangsung sepanjang tahun dengan puncak memijah terjadi pada bulan Juli dan Oktober. kualitas airnya harus diusahakan sama seperti di perairan karang (Anonim.2 Habitat Abalon Abalon biasa ditemukan pada daerah yang berkarang yang sekaligus dipergunakan sebagai tempat menempel. abalon membutuhkan media air yang bersih dan jernih. Nilai parameter kualitas air untuk suhu 27-30 derajat celcius. Air akan masuk melalui bukaan cangkang arterior. Air kemudian akan dikeluarkan kembali melalui lubang respirasi ini.28 ppm.2. Perbedaan betina dan jantannya bisa diketahui melalui warna gonadnya (alat kelamin). Abalon tergolong hewan berumah dua atau diocis (betina dan jantan terpisah). Penyebaran abalon sangat terbatas. 2. Jenis ini dapat mencapai ukuran 8 . Lubang yang tidak menonjol dan cangkang yang halus pada H.6-81 dan DO 3. 2004). Selama proses perkawinan ini air di bak pemijahan tersebut diturunkan pelan-pelan. 2009). asinine menandakan aliran air dalam rongga mantel dibantu oleh gerakan silia (Tissot.10cm dengan bobot 30-40 g/ekor dalam waktu pemeliharaan 12-14 bulan.2. seterusnya melalui insang yang bekerja mengambil O2 dan mengeluarkan CO2. 1992). Bila berwana hijau berarti betina dan bila menyerupai putih susu bisa dipastikan itu adalah jantan.

5 mickron (Ghufran. Saat ini larva memiliki sifat fototeksis positif atau senang bergerak mendekati sumber cahaya.mengeluarkan spermanya. Hal ini dilakukan setelah larva mengeluarkan veliger atau kaki renang. Media air laut yang digunakan harus disaring (difilter) terlebih dahulu dengan menggunakan saringan air laut yang berukuran 0. Air di dalam bak tersebut wajib menggunakan air laut dengan kondisi yang mengalir. 1996). di bak pemeliharaan harus lebih sering di saring dan ukuran areasi di perbesar. Persediaan telur dan larva akan terjamin sepanjang tahun dengan 10 bak pemijahan (Nichols dan Bartsh. Permukaan air di bak harus tenang. Kerang bercangkang tunggal ini siap untuk berkembang biak saat berumur sekitar delapan bulan dengan diameter cangkang yang telah mencapai ukuran 35 cm . Sebelum terjadi pemijahan induk jantan terkebih dahulu melepaskan sperma untuk merangsang induk betina melepaskan telur. 2010). Abalon dapat memijah sepanjang tahun.40 cm (Rifai and Ermitati. Lampu ini diletakkan sekitar 50 cm dari permukaan air bak. Bak harus ditempatkan di tempat yang cukup menerima cahaya dan pada malam hari harus dibantu penerangan-nya dengan lampu TL ber-kekuatan 40 watt. Sistem Pemeliharaan Abalon Larva yang telah menetas dari telur yang dihasilkan dikumpulkan antara pukul 6 . Bak diaerasi selama 5 hari berturut-turut dengan kekuatan aerasi yang kecil (lembut). Setelah hari ke sepuluh air. Pemijahaan lazimnya terjadi pada pagi hari antara pukul satu hingga tiga dini hari. Larva Abalone dapat bergerak (mencari makan) dengan cara merayap. agar larva tidak mudah stress. Pada penebaran larva dalam bak pemeliharaan ini mencapai 150 ribu hingga 300 ribu setiap bak yang berkapasitas satu ton. Sementara induk betina dapat menghasilkan telur seratus ribu hingga satu juta telur setiap kali pemijahan. Selama 60 hari pemeliharan larva normalnya larva akan tumbuh sepanjang 5-10 cm.7 pagi. 1993). Oleh sebab itu sebelumnya harus disiapkan dulu wadah atau bak yang telah dibersihkan terlebih dahulu. Setelah proses pemijahan. Pada saat itu larva sudah memasuki ukuran juve-nil dan telah dapat meng- . Setelah itu induk betina dapat memijah kembali selang 37 hari kemudian. Air ini terlebih dahulu ditreatment agar terbebas dari hama dan penyakit. penetasan telur dapat dilakukan di bak yang terbuat dari fiberglass atau bisa juga tetap menggunakan bak pemijahan yang berkapasitas satu ton. Induk betina yang lebih muda dapat memijah dengan frekuensi yang lebih sering ketimbang yang lebih tua. Rasio antara induk jantan dan betina adalah 1: 3.

Formulanya 27% protein kasar. . Pemeliharan menggunakan lembaran plastik (yang bentuknya mirip lembaran seng). pemeliharaan memasuki tahap pembesaran (pemeliharan tahap II). 2008). Setelah 8 bulan kemudian kerang ini pun siap untuk dipanen (Anonim. Memasuki masa juvenil ini. (Rohmimohtarto. kepadatan pemeliharaan abalone sekitar 600-1000 ekor per meter persegi. Pada tahap ini pemeliharaan II ini. Selain rumput laut makanan buatan sudah bisa diberi asupan pakan buatan. Tingkat kepadatannya adalah 60-100 ekor per meter persegi. Juvenil dianggap berkembang dengan baik bila selama umur 80 hari cangkangnya bertambah panjang menjadi 30 mm. Bayi Abalone sudah dapat dipindahkan ke dalam keranjang dan dimasukkan ke dalam bak pemeliharaan dengan memberikan pakan rumput laut dari jenis Gracilaria sp. 1998). 5% lemak dan 40% karbohidrat.konsumsi macro algae. Lembaran plastik ini dilubangi dan dihubungkan dengan pipa paralon dan diletakkan di dalam bak pemeliharaan. Pemeliharan abalone dari ukuran 30 mm sampai berukuran siap panen sekitar 60 mm dapat dilakukan di karamba.

METODE PRAKTIKUM 3. Melakukan wawancara dengan staf pegawai yang berkompetan di bidangnya. . Studi pustaka yakni dengan mencari keterangan ilmiah serta teoritis dari berbagai literatur untuk mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi.1 Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum ini dilaksanakan pada hari Minggu. Metode Praktikum Kegiatan lapangan ini meliputi pengumpulan data primer dan data sekunder yang dilaksanakan melalui : Observasi (pengamatan) terhadap kegiatan budidaya abalone. 8 Mei 2011 di Balai Budidaya Laut (BBL) Grupuk Dusun grupuk Kecamatan Sengkol Lombok Tengah.

2 Organisasi dan Ketenagakerjaan Balai Budidaya Laut (BBL) Lombok merupakan salah satu stasiun pengembangan BBL Lampung pada tahun 1992. Kab. Kecamatan Sengkol. Direktorat Jendral Perikanan Departemen Pertanian. Stasiun Grupuk BBL Lombok terletak di perairan Teluk gerupuk dengan kondisi perairan karang berpasir yang bersih dan jernih karena tidak ada kegiatan industri. Kabupaten Lombok Tengah. 4. Stasiun Grupuk terletak di Dusun Grupuk. Kabupaten Lombok Barat.1 Hasil 4. status stasiun meningkat menjadi Loka Budidaya Laut Lombok yang merupakan instansi Eselon IV dibawah pembinaan Direktorat Perbenihan. Desa sekotong Barat.1 Keadaan Umum 4. Secara geografis tempat ini berada pada 115046’ – 116028’ BT dan 8012’ – 8055’ LS dengan ketinggian 5 meter (topografi). Lombok Tengah NTB. Sekotong di Kabupaten Lombok Barat dan Karang Asem di Provinsi Bali. Kecamatan Pujut. Tahun 2000. Balai ini dibangun di pesisir Teluk Gerupuk.1. dan letaknya jauh dari perumahan penduduk.1.1.1. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Desa Sengkol. seiring dengan lahirnya Departemen Eksplorasi Laut dan Perikanan. Kecamatan Sekotong.1 Keadaan Lokasi Balai Budidaya Laut (BBL) Lombok merupakan salah satu instansi pemerintah yang terletak dibagian tengah dan barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pada tahun 1994.HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. bukan merupakan jalur pelayaran umum. BBL Lombok memiliki tiga stasiun pengembangan yaitu Gerupuk di Kabupaten Lombok Tengah. Jarak antara Balai Budidaya Laut Lombok dengan Ibu Kota Provinsi (Mataram) sekitar + 40 km. Status Loka Budidaya Laut Lombok meningkat menjadi Balai Budidaya Laut Lombok pada tahun 2006 sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jendral Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan di bidang budidaya . Loka Budidaya Laut berada dibawah pembinaan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya memperoleh peningkatan anggaran dan penambahan sarana produksi di Dusun Gili Genting.

laut berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 4. Bak Pemeliharaan Induk 10 bak berupa fiber glass 3. Bak Tendon 2. Jenis Kegiatan pada Budidaya Abalon di BBL-Grupuk Lombok Tengah No Jenis Kegiatan Keterangan Pemeliharaan Induk Persiapan wadah. teknik rangsangan pemijahan. Pembahasan 4.1 Fasilitas Utama Pembenihan Fasilitas utama pada pembenihan abalon di BBL Lombok terdiri dari bak tendon. pencegahan dan pengobatan penyakit. bak pemijahan. bak pemeliharaan benih.2. pemberian pakan.1. Bak Penetasan Telur Yang Juga Berfungsi Sebagai Bak Pemeliharaan Larva 8 bak berupa fiber glass 5. Berdasarkan SK Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 47 Tahun 2002. Bak beton berbemtuk balok. serta pengelolaan dan pengobatan penyakit. Pemeliharaan Larva dan Benih Persiapan wadah. Wadah Penyimpanan Rumput Laut. bak pemeliharaan induk.2 Teknik Pemeliharaan kerang Abalon Tabel 1. rumput laut jenis Glacillaria sp. serta wadah penyimpanan rumput laut. pengelolaan kualitas air. pemberian pakan. Tabel 2. Bak Pemijahan 4 bak berupa fiber glass 4. penebaran larva. Wadah Kultur Pakan Alami 12 Toples dengan volume 25 liter 7. penghitungan dan pemanenan telur. serta sampling kematangan gonad. PER. 10/MEN/2006. wadah kultur pakan alami. penebaran induk. Pemijahan Induk Persiapan wadah. Wadah dan Tata Letak . bak penetasan telur yang juga berfungsi sebagai bak pemeliharaan larva. pengelolaan kualitas air. Jenis Fasilitas pada Budidaya Abalon di BBL-Grupuk Lombok Tengah No Jenis Fasilitas Keterangan 1. Bak Pemeliharaan Benih 20 onit feeding plate 6.

Bak Pemeliharaan Induk Dan Pemijahan Bak pemeliharaan induk juga difungsikan sebagai bak pemijahan.5×0. wadah kultur pakan alami (micro bentic diatom) dan wadah pakan rumput laut (Glacillaria sp. Wadah pemeliharaan induk.4×0. Kotak industri digunakan agar induk tidak merayap keluar dari bak.33) m3 yang dilengkapi dengan plankton net berukuran 60µm.5 m . wadah pengumpul telur (egg collector box).6×0. Pada bagian outlet dipasang pipa L untuk mengatur ketinggian air. Bak Pemeliharaan dan Pemijahan Induk Bak pemeliharaan larva dan pemeliharaan benih Pada bak pemeliharaan larva. diletakkan 20 unit feeding plate sebagai tempat penempelan pakan alami dan larva abalon.4) m3 dan wadah silinder berdiameter 0.6) m3 yang dapat menampung air 1.Hatchery abalon di BBL Lombok yakni sebuah bangunan dengan ukuran 180 m2 yang dibagi menjadi dua ruangan. Di dalam kotak industri diletakkan shelter yang terbuat dari pipa PVC berdiameter 6 inci dengan panjang 30 cm yang dibelah menjadi dua bagian sebanyak satu unit pada tiap kotak sebagai tempat berlindung bagi abalon serta mencegah spontagenous spawning atau pemijahan liar.5×0. Gambar 1. pemijahan. Egg collector ini merupakan bak plastik berukuran (0. wadah penetasan telur dan pemeliharaan larva sebanyak 8 bak. serta di depannya diletakkan wadah penampung telur (egg collector). Pada bak ini dipasang 3 buah kotak industri berukuran (0. Wadah yang digunakan dalam kegiatan pembenihan abalon terdiri dari wadah pemeliharaan induk sebanyak 10 bak. dan pemeliharaan larva berupa bak fiber glass (bak fiber) berbentuk balok dengan dimensi (3x1x0.5 m3 dilengkapi dengan saluran inlet dan outlet serta 4 titik aerasi. Pada saluran inlet dipasang penyaring berupaserat polipropilen (pp) berukuran pori 10 µm.).6×0. wadah pemijahan sebanyak 4 bak.5×0.4) m3 yang dirangkai menjadi satu sebagai wadah induk. Larva yang telah memasuki stadia benih di pendahkan ke wadah berupa kotak industri berdimensi (0. yaitu ruangan pemeliharaan dan pemijahan induk serta ruangan pemeliharaan larva.

tekanan 1500 mmAq. Pakan alami yang dikultur dengan skala laboratorium dilakukan pada wadah toples dengan volume 25 liter dengan kapasitas ruangan hingga 12 toples. Inlet berupa pipa PVC berukuran 1 ½ inci dan outlet berukuran 2 inci yang airnya langsung dibuang ke laut. tegangan 380 V.1.5 HP. ouput 7. Pompa air laut yang digunakan terdapat tiga unit yang berfungsi secara bergatian. Wadah pemeliharaan larva dan benih Wadah kultur pakan alami Kultur pakan alami untuk larva abalon dilakukan di laboratorium pakan alami. Terdapat pematangt di antara bak tersebut dengan panjang 15 cm sebanyak 10 buah. Ruangan ini dilengkapi denga AC dengan suhu ruangan (±20ºC) Wadah penyimpanan rumput laut Pakan yang diberikan untuk induk dan benih rumput laut yakni rumput laut jenis Gracllaria yang disimpan pada wadah bak beton berbentuk balok berukuran (1.6 m yang diatasnya dipasangi penutup berupa waring. putaran 2850 rpm.dengan tinggi 0.5) m3 bervolume 4000 L sebanyak 11 unit.2. 4.2. 4.1 Sistem Suplai Air Laut Air laut yang digunakan bersumber dari perairan Teluk Gerupuk. Air laut kemudian ditampung di dalam sebuah tendon beton berukuran (20x5x2) m3 yang dapat menampung air laut sebanyak 200000 L air. Pada tiap wadah dilengkapi shelter sebagai tempat menempel dan berlindu Gambar 2. dan kapasitas 4. Air yang telah ditampung akan dialirkan ke seluruh unit budidaya yang berada dibalai setelah melalui filter fisik berupa sand fiter. arus 12 A.1.9 m3/menit.85×1. Panjang saluran inlet yang digunakan adalah ± 100 meter dari pantai. bobot 85 Kg.95×1. Blower ini . Distribusi air laut hingga ke tendon dilakukan dengan menggunakan pompa merek Stork jenis CV-2082-4 yang dihubungkan melalui pipa PVC berdiameter 6 inci untuk inlet dan 4 inci untuk outlet. diameter 65 mm.2 Sistem Aerasi Sistem aerasi yang digunakan di BBL Lombok adalah tiga buah blower merek Showfou tipe R8-732 dengan frekuensi 50 Hz.

Bagian luar hatchery merupakan tempat pemeliharaan larva serta kultur misal pakan alami. Fasilitas Pendukung Sumber Energi Sumber energi yang digunakan untuk semua keperluan dibalai adalah listrik yang berasal dari PLN dengan daya 82. Sarana yang terdapat di BBL Lombok terdiri dari hatchery abalon. koperasi. rumah genset. asrama sebagai tempat penginapan tamu dan peserta pelatihan. Sarana dan Prasarana Fasilitas pendukung berupa bangunan yang ada di BBL Lombok yakni kantor. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan kondisi lingkungan yang nyaman bagi abalon serta menghilangkan hama yang dapat mengganggu saat proses pemelihaaan. musholah yang berada di wilayah hatchery. gudang.2. selain itu digunakan juaga gas LPG untuk memanaskan air dalam kultur pakan alami serta sterilisasi alat. perumahan dinas karyawan. terdapat pula laboratorium pakan alami sebagai tempat kultur pakan alami semi massal.2 Kegiatan Budidaya Abalone di BBL-Grupuk 4.2. Pada hatchery abalon terdapat tempat pemeliharaan induk. hatchery kerapu. Blower diatur menggunakan panel listrik. 4. Selang aerasi yang digunakan berbahan plastic dengan diameter ¼ inci sebanyak 90 buah. Selain itu. . dilakukan sterilisasi menggunakan kaporit dengan dosis 10-20 ppm/1.terdapat di rumah pompa. Setelah itu. Sistem aerasi yang digunakan pada hatchery abalon yakni HIBLOW tipe HP-150 sebanyak satu buah. kolam. serta pemeliharaan benih. rumah jaga yang beroperasi selama 24 jam.6) m³ dari kotoran-kotoran yang menempel. Persiapan wadah Persiapan wadah merupakan kegiatan awal yang dilakukan sebelum menebar induk ke dalam bak. Pipa PVC yang digunakan berdiameter ¾ inci dengan lubang pada pipa sebanyak ± 70 titik. Bak dikuras dengan mengeluarkan air seluruhnya dari dalam bak kemudian digosok dengan lap atau spons kasar sehingga kotoran seperti lumut dan teritip yang menempel dapat terlepas.1 Pemeliharaan Induk a.2. Sumber energi lain berupa bensin dan solar yang digunakan dalam proses transportasi. Kegiatan ini dimulai dari membersihkan bak fiber ukuran (3x1x0. pemijahan induk. rumah pompa.5 KVA dan generator set (genset) dengan kapasitas 150 KVA. dan hatchery tiram mutiara. laboratorium pakan alami.5 m3 air tawar. ruang mekanik sebagai tempat meletakkan peralatan mekanik.

4) m3 yang dirangkai menjadi satu sebagai wadah induk. Induk yang siap memijah adalah induk yang gonadnya telah terisi sel telur dan sperma minimal 60% dari panjang gonadnya.6×0. Terdapat perbedaan warna antara gonad jantan dan betina. Di dalam kotak industri diletakkan shelter yang terbuat dari pipa PVC berdiameter 6 inci dengan panjang 30 cm yang dibelah menjadi dua bagian. Setelah itu dilakukan proses aklimatisasi selama 1–2 bulan yang dilanjutkan dengan pemisahan induk jantan dan induk betina untuk menghindari spontaneous spawning. aktif bergerak. dapat melekat dengan kuat. Kotak industri digunakan agar induk tidak merayap keluar dari bak. Pada bak ini dipasang 3 buah kotak industri berukuran (0. Induk berasal dari Gili Gede (Lombok Barat).5×0. Untuk membedakan induk jantan dan betina.dan dibiarkan selama 2-3 hari agar bak steril kemudian dikeringkan lalu diisi dengan air dan diberi aerasi. mengalir kontinyu serta dijaganya kualitas air yang dilakukan dengan cara disiphon setiap hari. Setelah itu diberikan pakan rumput laut yang bervariatif. dan ada pula yang didatangkan dari hasil breeding yang budidayakan di stasiun gerupuk. Bali. selanjutnya bak diisi dengan air laut setinggi 50 cm disertai dengan sistem pergantian air mengalir ( flow through ) selama 24 jam yang dilengkapi dengan pemasangan aerasi pada 4 titik dengan jarak masing-masing aerasi 75 cm. Gerupuk (Lombok Tengah). dilakukan pemasangan cartridge filter dengan serat polipropilen (pp) berpori 10 µm pada saluran inlet. . Penebaran Induk Induk yang akan ditebar adalah berasal dari tangkapan nelayan di alam serta para pengumpul.5 m3 air laut. terlebih dahulu dilakukan penyeleksian dengan mengecek kondisi tubuh serta cangkang. Sebelum dilakukan penebaran induk. Gonad pada induk jantan berwarna oranye sedangkan gonad induk betina berwarna hijau kebiruan. Setelah dilakukan sterilisasi. Jumlah induk yang ditebar adalah 1500 ekor induk jantan dan 2500 ekor induk betina. cangkamg mengkilat dan berwarna cerah. Proses aklimatisasi ini dilakukan dengan cara induk ditebar dengan kepadatan rendah yaitu 100 ekor/bak kemudian dilakukan sirkulasi air yang besar. Adapun kriteris induk yang sehat yakni tidak terdapat cacat atau luka pada tubuh. dapat dilakukan dengan melihat langsung pada gonadnya. Ukuran induk jantan dan betina yang baik adalah 5-7 cm. Dengan padat tebar 200-300 ekor/1.

air laut yang dialirkan untuk pemeliharaan larva. Berikut data Kualitas air bulan Juni dan Juli 2010 pada hatchery abalon.00 WITA dengan cara diletakkan ke dalam kotak industry atau bak pemeliharaan. karang. kran inlet ditutup dan ¾ air dalam bak di buang. arang aktif. Feeding rate (FR) pakan untuk abalon adalah 20-25 % dari biomassa abalon. Feading frekuensi abalon yakni 1 hari sekali pada pagi hari pukul 08. Pengelolaan Kualitas Air Pengelolaan air dilakukan menggunakan system air mengalir dan penyiponan pada dasar bak yang dilakukan setiap hari. pasir kuarsa. Haliotis squamata (atas) Pemberian Pakan Pakan yang dibrikan untuk induk abalon adalah rumput laut jenis Gracillaria sp. segar yang merupakan salah satu makro alga merah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengeluarkan kotoran serta sisa rumput laut yang tidak termakan. dan pipa yang telah dilubangi. Bak pemijahan menggunakan filter fisik berupa pasir sungai. Parameter kualitas air yang diamati adalah DO. Pleh karena itu. terlebih dahulu harus dilakukan pencucian pakan yang bertujuan untuk membersihkan kotoran serta menghindari adanya predator yang menempel pada pakan seperti kepiting. dan penetasan telur tidak menggunakan cartridge filter. Rumput laut ini berasal dari tambak. Debit air yang digunakan sekitar 0. Saat pemberian pakan. Pencegahan dan Pengobatan Penyakit .Gambar 3. Pemantauan Kualitas air di hatchery BBL Lombok dilakukan 2 kali dalam satu bulan. Kematian abalon dapat diketahui dengan aroma yang tidak sedap (amis) pada bak. Metode pemberian yang digunakan yakni ad libitum (selalu tersedia). penyimpanan rumput laut. namun pemberian pakan jenis ini tidak intensif diberikan. pH. Untuk menjaga kualitas air. Selain Gracillaria sp. benih. perlu diperhatikan kebersihan dan kesegaran pakan. Sedangkan air laut yang dialirkan ke dalam bak pemeliharaan induk.. Semua bahan filter tersebut dimasukkan ke dalam tandon yang berada di dalam hatchery. dan Suhu. Haliotis asisina (bawah).1 liter/detik. Salinitas. keranjang krat. Kemudian jika terdapat abalon yang mati langsung dibuang. siput. Kegiatan penyiponan dilakukan denganmengugunakan pipa paralon yang dihubungkan dengan selang. diberikan pula pakan berupa Ulva sp. dan lain sebagainya. serta kultur pakan alami massal disaring menggunakan cartridge filter dengan filter (serat) berukuran 1 mikron dan bahan penyaring dapat diganti setelah ± 3 minggu.

Sampling dilakukan menjelang waktu pemijahan. Gonad pada induk jantan berwarna oranye sedangkan gonad induk betina berwarna hijau kebiruan.2. Persiapan Wadah Pemijahan abalon yang dilakukan di BBL Lombok Grupuk yakni pemijahan massal. Selain itu.daging abalon akan tampak berwarna pucat. penyakit ini dapat muncul ketika terjadi fluktuasi suhu. Penyakit karat umumnya menyerang induk abalon yang sudah tidak produktif lagi. Pada pemijahan massal digunakan bak fiber berukuran (3x1x0. Sampling Kematangan Gonad Kematangan gonad abalon terjadi sebulan 2 kali yang dapat diketahui pada hari sebelum atau sesudah bulan gelap dan terang. tampak lemas. Keberadaan hama pada abalon dapat dicegah dengan membersihkan pakan sebelum diberikan ke abalon. Selain penyakit. Dalam waktu 5-6 hari selaput gonad akan sobek dan daging abalon akan lepas dari cangkangnya kemudian mati. Selain itu. dan memusnahkan hama yang ditemukan di dalam maupun di luar wadah. dalam kondisi penuh (menggembung) dianggap 100%. Mengetahui bulan tersebut dapat dilihat pada kalender Bali. Penanganan secara hati-hati yang dilakukan dengan menggunakan bahan elastic saat memindahkan abalon yang sedang menempel untuk menghindari luka.6) m3 dengan volume air sebanyak .Jenis penyakit yang menyeran abalon adalah penyakit karat. Tindakan pencegahan yang dilakukan adalah dilakukan karantina begi abalon yang sakit agar tidak menularkan penyakitnya ke abalon yang lain. budidaya abalon juga sering terganggu dengan keberadaan hama. dan menurunnya respon gerak abalon ketika dipegang. 4. terdapat pula hama pengganggu yang dapat menyaingi ruang gerak serta menyaingi abalon dalam mendapatkan makanan serta oksigen contohnya teritip. Untuk membedakan induk jantan dan betina dapat dilakukan dengan membedakan warna gonad.2 Pemijahan Induk a. melakukan pengontrolan wadah secara kontinyu. Induk yang siap memijah adalah induk yang gonadnya telah terisi sel telur dan sperma minimal 60% dari panjang gonadnya.2. Hama dapat berupa predator yang dapat memangsa abalon contohnya kepiting laut. Gejala klinis penyakit ini yaitu timbulnya warna kecoklatan seperti karat pada bagian selaput gonad. Selain itu.

Kotak industry dan shelter dibersihkan dari kotoran serta sisa pakan lalu dijemur dibawah terik matahari.4) m3 yang dirangkai menjadi satu sebagai wadah induk. Setelah itu bak di rendam menggunakan kaporit atau klorin dan dibiarkan selama dua hari kemudian dikeringkan kembali dan dibilas menggunakan air laut. Siklus pemijahan abalon diketahui dengan melihat kalender Bali yakni saat tanggal menunjukkan bulan gelap dan bulan terang. Trochopore yang keluar melalui outlet akan terkumpulkan ke dalam saringan penampung telur (egg collector) yang diikatkan pada wadah kotak plastik (egg collector box) berdimensi 55 x 40 x 33 cm yang terdapat di luar pipa outlet bak dan dilengkapi dengan plankton net dengan mesh size 60 µm. tepatnya di bawah saluran keluar. Penghitungan dan Pemanenan Telur Pemanenan telur dilakukan saat abalon telah memijah yang ditandai dengan bau amis dari air di dalam bak. Perbandingan induk jantan dengan betina adalah 1 : 3.6×0. Selanjutnya. Proses penyaringan trochopore menggunakan 2 tingkat . daya tetas (hatching rate) telur hasil pemijahan alami masih lebih tinggi dibanding telur hasil pemijahan menggunakan rangsangan. b. Teknik Rangsangan Pemijahan Teknik pemijahan yang dilakukan dalam pemijaha abalon yakni pemijaha alami secara massal sehingga rangsangan pemijahan tidak dilakukan.1500 L. Berdasarkan wawancara dengan pembimbing lapang. Telur yang telah terbuahi akan berada di dasar bak dan kemudian akan menetas menjadi trochopore yang melayang di permukaan air dan akan keluar melalui outlet. teknik rangsangan ini mengakibatkan rendahnya kualitas telur serta fekunditas telur yang dihasilkan. Dua kotak untuk menyimpan induk batina dan satu kotak untuk menyimpan induk jantan. Pada persiapan wadah pemijahan dilakukan dengan mengeringkan wadah terlebih dahulu lalu disikat sampai bersih. pada wadah dipasang 3 buah kotak industri berukuran (0. Kemudian meletakkan box egg collector (penampung telur) berupa ember plastik dan saringan plankton dengan mesh size 60 dan 180 µm pada bak. c. rangsangan pemijahan yang biasa digunakan yaiu rangsangan suhu. bak fiber dipasang batu aerasi dan timah pemberat sebanyak 5 titik dan air laut dialirkan dari inlet bak pemijahan dan bagian outlet dipasang pipa PVC 1 inchi berbentuk T (di dalam bak) yang dilengkapi filter berupa waring.5×0. Namun. Hingga saat ini. Telur atau trochopore yang telah terkumpul di dalam egg collector box diambil dengan menggunakan gayung dan disaring.

Ampora. Tahapan awal dalam persiapan wadah pemeliharaan larva yakni pencucian dan pengurasan bak agar patogen serta mikroorganisme lain yang dapat mengganggu pemeliharaan larva dapat disingkirkan. Telur atau trochopore yang terkumpul pada plankton net dengan mesh size 60 µm akan terlihat dengan mata telanjang. Pakan untuk larva abalon berupa diatom yang menempel yakni Nitzschia. trochopore yang terkumpul dimasukkan ke dalam wadah berupa toples berbentuk tabung dengan volume 20 L dan diberi aerasi kecil agar trochopore menyebar rata pada wadah. Antar lembar vynil dipisahkan oleh potongan pipa paralon sepanjang 3-4 cm. Feeding plate yang telah dibuat disusun di dalam bak yang telah berisi air laut dengan posisi berjajar memanjang di kedua sisi bak.6) m3 yang berisi feeding plate. Bibit Nitzchia sp. untuk menyaring telur atau trochopore. kemudian diletakkan pada cawan petri atau piringan putih lalu dihitung jumlah trichopore yang ada.2. Penghitungan trochopore dilakukan dengan menggunakan metode volumetric dimana diambil sampel sebanyak 1 ml. dan Navicula. Persiapan wadah Wadah yang digunakan dalam pemeliharaan larva dan benih adalah bak fiber berukuran (3x1x0. Kemudian dibiarkan selama ± 2 minggu sampai pakan menempel pada feeding plate. Setelah proses pemanenan selesai.2. Saat proses penyaringan harus tetap terendam oleh air.5 cm dan panjang 20 cm yang dirangkai menjadi satu unit feeding plate. Setelah didapatkan jumlah rata-rata trochopore kemudian dikalikan jumlah total volume air. Enam lembar vynil gelombang disatukan dengan batang aluminium berdiameter 0. Pada pemeliharaan larva abalon. 4. Penyaringan pertama melalui plankton net dengan mesh size 200 µm.3 Pemeliharaan Larva dan Benih a. Bak kemudian diberi aerasi kuat. Sebanyak ±100-125 liter (4-5 toples ukuran 25 L) yang telah dikultur ditebar ke dalam bak kultur tanpa dilakukan pengaliran air. untuk menyaring kotoran yang terbawa. Substrat menempel bagi diatom ini berupa feeding plate yang dibuat dari vynil gelombang berbentuk persegi panjang berukuran (50×40) cm2. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali ulangan. Penyaringan kedua melalui plankton net dengan mesh size 60 µm.penyaringan. hal yang harus diperhatikan adalah ketersediaan pakan alami saat larva ditebar pada wadah pemeliharaan. Biasanya wadah yang telah ditebar .

d. e. Agar pakan alami dapat tumbuh dengan baik. Pakan yang diberikan untuk larva abalon adalah Nitzschia sp atau Navicula sp yang diperoleh melalui kultur di laboratorium yang kemudian ditebar ke bak pemeliharaan larva selama tiga minggu sebelum larva ditebar. Setelah kegiatan penyiponan selesai. sebelum ditebar pakan alami untuk larva harus telah tersedia di bak pemeliharaan karena stadia larva merupakan stadia kritis bagi abalon. untuk menghilangkan organism yang dapat menjadi kompetitor bagi larva.000-300. Padat tebar yang dilakukan adalah 100-250 trochopore/liter atau 150. kran air dan aerasi dimatikan.000 trochopore/bak 1. dilakukan pemasangan berupa saringan plankton net 100-250 mikron pada saluran outlet dan saat umur dua bulan ke atas outlet dipasang saringan dari waring hitam dengan mesh size 2-3 mm. maka pada bak pemeliharaan ditambahkan pupuk. Pengelolaan Kualitas Air Untuk menjaga kualitas air selama masa pemeliharaan maka harus dilakukan pergantian air dengan mengalirkan air baru ke dalam bak pemeliharaan. Larva abalon yang ditebar berasal dari hasil breading induk alam yakni trochopore dengan ukuran sekitar 80 mikron. kran air dan aerasi dinyalakan kembali. Pemberian Pakan Pemberian pakan pada larva abalon disesuaikan dengan sifatnya yakni benthic atau melekat pada dasar bak. Sebelum menyipon. c. Ketika larva telah berumur dua bulan dapat dilakukan penyiponan menggunakan selang berdiameter kecil dan di ujung bagian luar selang saringan diberi saringan agar larva tidak ikut tersedot. Namun. . Pakan alami berupa Nitzchia sp yang telah tumbuh ditandai dengan warna kecoklatan yang menempel pada feeding plate serta dinding bak.5 ton. Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan sterilisasi bak saat persiapan bak serta menyaring air yang masuk dengan filter. maka dilakukan penyemprotan feeding plate dengan cara mengangkat feeding plate secara perlahan keluar dari bak kemudian ditempatkan pada wadah plastik berisi air laut lalu direndam dan digosok hingga bersih lalu dialirkan air laut bersih. Wadah baru dapat digunakan sampai warna air terlihat jernih kembali atau semua pakan menempel pada feeding plate. Penebaran Larva Setelah dipanen melalui egg collector.pakan alami menimbulkan warna keruh pada wadah. Selain itu. Selain itu. Penyiponan dilakukan sekali dalam sehari. trochopore harus segera ditebar di bak pemeliharaan larva. b.

serta wadah penyimpanan rumput laut. dan jenis penyakit yang menyerang abalone adalah penyakit karat. bak pemeliharaan benih.2 Saran Adapun saran-saran terhadap praktikum ini adalah sebagai berikut : . pengelolaan air dilakukan menggunakan system air mengalir dan penyiponan pada dasar bak. pendederan. 5. pemanenan telur dilakukan saat abalone telah memijah ditandai dengan bau amis dari air dalam bak. selanjutnya penebaran larva yang berasal dari hasil breading induk alam. Pemijahan pada Induk abalon yaitu pemijahan massal. pemberian pakan berupa rumput laut jenis Gracillaria sp. teknik pemijahannya menggunakan rangsangan suhu.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan. pemijahan. Pemeliharaan larva dan benih Abalon diawali dengan persiapan wadah berupa bak fiber berukuran 3 x 1 x 0. panen benih. Fasilitas utama pada pembenihan abalone di BBL-Grupuk terdiri dari bak tendon.KESIMPULAN DAN SARAN 5. penebaran telur. persiapan pertumbuhan pakan alami. dan panen produksi. panen telur..6 m3. bak penetasan telur yang juga berfungsi sebagai bak pemeliharaan larva. pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan sterilisasi bak. Selanjutnya penebaran induk yang berasal dari tangkapan nelayan di alam. Kematangan gonad pada abalone terjadi sebulan 2 kali yang dapat diketahui pada hari sebelum atau sesudah bulan gelap dan terang. maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Kegiatan dalam budidaya abalon secara umum meliputi seleksi induk. bak pemijahan. selama masa pemeliharaan harus dilakukan pergantian air yang baru ke dalam bak pemeliharaan. Kegiatan pemeliharaan induk dimulai dengan persiapan wadah untuk menciptakan kondisi lingkungan yang nyaman bagi abalone serta menghilangkan hama yang dapat mengganggu saat proses pemeliharaan. pemberian pakan pada larva abalone disesuaikan dengan sifatnya yakni benthic atau melekat pada dasar bak. wadah kultur pakan alami. bak pemeliharaan induk.

2009. 1996. Washington. 1968. Plankton Larva hewan Laut. Ciri Khas Holiotis asinina.. 1949. Daerah Tempat Ditemukan Abalon. Rifai and Ermitati. http://darmawanblogspot..J. 1998.Teknik Budidaya Abalon. Rohmimohtarto. Elek Science. Diakses 16 Mei 2011 Ghufran. 2008. Diakses 16 Mei 2011. Akademia. Anonim. Diharapkan agar masyarakat sekitar dapat menjaga kebersihan kawasan penelitian untuk kenyamanan bersama. Hegner dan Engeman. Jakarta. Klasifikasi Abalon. Departemen Pendidikan Perikanan dan Kelautan. Diakses 16 Mei 2011. London. http://wordpress. Gilbert. Darmawan. http://blogspot. 1993. Perbedaan Jantan dan Betina Abalon. Abalon (Holiotis asinina). 2010. http://blogspot.Menyediakan air tawar yang cukup untuk kelangsungan hidup masyarakat sekitar.M. Pusat Perikanan dan Kelautan. Nichols. The Macmillan Company. Jakarta.html. . Yayasan Laut Biru. Jakarta. Bartsh. Diharapkan budidaya abalone ini tidak hanya digunakan untuk penelitian semata tetapi untuk nilai ekonomis. Jenis-jenis Abalon.K.co. Pemilihan Lokasi Budidaya Abalon.com/category/pemilihan-lokasi-dan-konstruksi-rakit. New York. 2004. Anonim. Jakarta. 1988. Pemijahan Abalon.id/tempatditemukannyaAbalon. Sounders Company. Kordi.html.html. Diakses 16 Mei 2011. Rineka Cipta.com/2008/09/teknikbudidayaabalonehaliotis.T and P. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Budidaya Abalon : Pada Fase Larva. 2010.

000 2.000 4 Tali jangkar PE 12 mm 1 Roll 600.500. Tissot.000 400.000 3.000 150. Fungsi Lubang Pada Cangkang Abalon.R.000 500.000 BIAYA VARIABEL No.000 8 Shelter 50 Unit 10. 1992. 2010. 3.Samadi.000 15.200.000 6 Keranjang gantung 50 Unit 40. Jakarta.000 3.. H.000 BIAYA TETAP Biaya penyusutan (usia pakai 3 tahun) 30% dari biaya investasi = Rp.000 JUMLAH BIAYA INVESTASI 24.000 7 Sampan kayu 1 Unit 3.750.500.000 4 Upah tenaga kerja 12 bulan 300.250.000 3 Jangkar beton 4 Buah 20.Budi. Alat/bahan Volume Satuan Harga Total 1 Benih abalone 7500 Ekor 2. Alat/bahan Volume Satuan Harga Total 1 Bambu 12 Batang 100.000.000 600.500. New York.000 2 Pakan (Gracilaria) 5500 Kg 1.000 3 Peralatan kerja 1 Paket 150.000 1.000 400.250.000 2 Pelampung 9 Buah 250.000 5.000 800. Ciri Fisik Abalon (Holiotis asinina).000.000 2.600.000 JUMLAH 11. ANALISIS USAHA PEMBESARAN ABALONE DENGAN METODE KERANJANG GANTUNG SKALA USAHA SEDERHANA BIAYA INVESTASI (rakit bambu 8×8 m) No.000 5 Tali rakit dan pelampung PE 7 mm 2 Roll 200.000 9 Ongkos pembuatan rakit 1 Unit 400. Pustaka Mina. The Macmillan Company.525.000 .

500 ekor x 80 % = 6.775. 48.000.500 ekor dalam 50 unit keranjang gantung Hasil panen : 7.000 ekor 6.000 – 27. 200.000 / Rp.000 / Rp.000) = 1. 40 gram Lama budidaya : 10-12 bulan SR : 80 % Pakan : rumput laut Gracilaria sp FCR : 22 Jumlah tebar : 7.27. 48.000 / 240 kg) = Rp. 20.000 ASUMSI HASIL PANEN ABALONE (Haliotis spp) Ukuran abalone : Awal tebar : 2-3 cm. 27.775.775.775. 27.87 kg BEP harga produksi = Biaya total/total produksi = (Rp. 6-7 gram Hasil panen : 5. 27.775. 116.000 Keuntungan : (penjualan – biaya total) : (48.000) = 138.5 cm.000 = Rp.000.000 Revenue Cost (R/C) Ratio = penerimaan/total biaya = (Rp.000.Total biaya variable + biaya tetap =Rp.73 Pengembalian modal = total biaya/keuntungan x 100 % .225.000 ekor x 40 gram = 240 kg 240 kg x Rp. 200.000 Break Even Point (BEP) BEP volume produksi = Biaya total/harga jual per kg = (Rp.000) = Rp.

3% .= (Rp. 27.775.000 / 20.225.000 x 100%) = 137.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->