P. 1
Sifat Fisik Logam

Sifat Fisik Logam

|Views: 42|Likes:
Published by Budiman Apriyossa
Logam memiliki sifat-sifat khas yang berbeda dengan unsur-unsur non-logam.
Logam memiliki sifat-sifat khas yang berbeda dengan unsur-unsur non-logam.

More info:

Published by: Budiman Apriyossa on Mar 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2013

pdf

text

original

Sifat Fisik Logam – Logam dan bukan logam membentuk ikatan ion, bukan logam dan bukan logam

membentuk ikatan kovalen. Ikatan apa yang terjadi jika atom logam dan atom logam berikatan? Atom logam dan atom logam membentuk kristal logam. Kristal logam yang Anda lihat sehari-hari, seperti logam besi, tembaga, dan aluminium memiliki ikatan logam pada atom-atomnya. Ikatan pada logam berbeda dengan ikatan kimia lainnya sebab elektron-elektron dalam kristal logam bergerak bebas. Berikut ini dipaparkan sifat-sifat fisik logam. 1. Teori Lautan Elektron Terdapat beberapa teori yang menerangkan ikatan pada logam, di antaranya adalah teori lautan elektron dan teori pita. Khusus untuk teori pita tidak dibahas di sini sebab memerlukan pengetahuan tentang ikatan kovalen dengan pendekatan teori Mekanika Kuantum. Teori ikatan logam kali pertama dikembangkan oleh Drude (1902), kemudian diuraikan oleh Lorentz (1916) sehingga dikenal dengan teori elektron bebas atau teori lautan elektron dari Drude-Lorentz. Menurut teori ini, kristal logam tersusun atas kation-kation logam yang terpateri di tempat (tidak bergerak) dikelilingi oleh lautan elektron valensi yang bergerak bebas dalam kisi kristal (perhatikan Gambar 3.7). Ikatan logam terbentuk antara kation-kation logam dan elektron valensi.

Gambar 3.7 Kation-kation logam yang kaku dikelilingi lautan elektron valensi yang bergerak bebas. Elektron-elektron valensi logam bergerak bebas dan mengisi ruang-ruang di antara kisi-kisi kation logam yang bermuatan positif. Oleh karena bergerak bebas, elektron-elektron valensi dapat berpindah jika dipengaruhi oleh medan listrik atau panas. Apakah Anda percaya dan yakin bahwa teori ini dapat diterima kebenaranya? Tentu Anda tidak akan percaya begitu saja jika tidak ada bukti. Suatu teori dapat diterima jika teori itu mampu menjelaskan gejala atau fakta secara sederhana. 2. Sifat Mengkilap Logam

Tolakan antarkisi ini menimbulkan perpecahan antarkisi. tinjaulah kristal ion. Jika listrik dialirkan melalui logam. Bagaimana teori tersebut menjelaskan fakta ini? Daya hantar listrik pada logam disebabkan oleh adanya elektron valensi yang bergerak bebas dalam kristal logam. sedangkan elektron valensi logam bergerak bebas. kalor dapat didistribusikan oleh logam ke seluruh kristal logam sehingga logam menjadi panas. sebagian elektron valensi logam akan tereksitasi. elektron-elektron valensi logam akan bergerak lebih cepat dan elektron-elektron tersebut membawa sejumlah kalor yang diserap. Kisi-kisi kation akan bersinggungan dengan kisi-kisi kation lainnya sehingga terjadi tolakmenolak (perhatikan Gambar 3. dibengkokkan. Apakah penjelasan ini dapat diterima? 3. Jika logam ditempa atau dibengkokkan terjadi pergeseran kation-kation. Bagaimana teori di atas menjelaskan fakta ini? Menurut teori Drude-Lorentz. Lentur (Tidak Kaku) Logam memiliki sifat lentur (mudah ditempa. Bagaimana fakta ini dapat dijelaskan? Kisi-kisi kation bersifat kaku (tetap di tempat). Jika sejumlah kalor (panas) diserap oleh logam. Pada saat kristal NaCl ditekan. yang akhirnya kristal akan pecah menjadi serbuk Gambar 3. Sebagai pembanding. 4. Akibatnya. tetapi pergeseran ini tidak menyebabkan patah karena selalu dikelilingi oleh lautan elektron. misalnya NaCl. Konduktor Listrik dan Panas Semua logam bersifat konduktor (penghantar) listrik dan panas yang baik. Dalam kristal NaCl.12).12 Kristal ion jika ditempa akan pecah. Ketika elektron yang tereksitasi itu kembali ke keadaan dasar akan disertai pembebasan energi dalam bentuk cahaya atau kilap.Fakta menunjukkan bahwa logam mengkilap. kisi kation maupun elektron valensi tidak dapat bergerak (berada pada posisinya). Peristiwa ini menimbulkan sifat mengkilap pada permukaan logam. . tetapi tidak mudah patah). elektron-elektron valensi logam akan membawa muatan listrik ke seluruh logam dan bergerak menuju potensial yang lebih rendah sehingga terjadi aliran listrik dalam logam. terjadi pergeseran kisi. jika cahaya tampak (visible) jatuh pada permukaan logam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->