BAHAN AJAR ILMU TANAMAN LANSKAP

NURFAIDA, SP. M.Si. TIGIN DARIATI, SP. MES. CRI WAHYUNI BRAHMI YANTI, SP. M.Si.

PROGRAM HIBAH PENULISAN BUKU AJAR UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
JL. Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245 (Gedung Perpustakaan Unhas Lantai Dasar) Telp. (0411) 586 200, Ext. 1064 Fax. (0411) 585 188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id

HALAMAN PENGESAHAN
HIBAH PENULISAN BUKU AJAR BAGI TENAGA AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

Judul Buku Ajar

: Ilmu Tanaman Lanskap

Nama Lengkap N I P Pangkat/Golongan Jurusan/Bagian/Program Studi Fakultas/Universitas Alamat e-mail Biaya

: Nurfaida, SP. M.Si. : 19730223 200501 2 001 : Penata Muda / III-a : Agroteknologi : Pertanian/Universitas Hasanuddin : nurfaida@yahoo.com : Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah) Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin Tahun 2011 Sesuai SK Rektor Unhas Nomor: 20875/H4.2/KU.10/2011 Tanggal 29 Nopember 2011

Makassar, 29 Nopember 2011 Dekan Fakultas Pertanian, Penulis,

Prof. Dr. Ir. Yunus Musa, M.Sc. NIP. 19541220 198303 1 001

Nurfaida, SP. M.Si. NIP. 19730223 200501 2 001

Mengetahui: Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin,

Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc. NIP. 19630501 198803 1 004

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan alam dan seisinya sebagai suatu karunia yang besar dan indah. Dia yang memberikan ketentuan dan peraturan yang tepat untuk memelihara dan merawatnya. Atas segala karunia-Nya pulalah bahan ajar Ilmu Tanaman Lanskap ini berhasil diselesaikan. Pengembangan bahan ajar merupakan tanggung jawab dosen dalam mengemban dan mengembangkan tridarma perguruan tinggi. Perubahan model pembelajaran dari Teacher Central Learning (TCL) menjadi Student Central Learning (SCL) menuntut dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga sebagai fasilitator. Penerapan model pembelajaran SCL membutuhkan bahan ajar sebagai pelengkap kegiatan pembelajaran sehingga dibuatlah bahan ajar ini. Bahan ajar ini dihasilkan melalui Program Hibah Penulisan Buku Ajar Universitas Hasanuddin Tahun 2011. Penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc.selaku Ketua LKPP dan Dr. Sri Suryani, DEA selaku pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan bahan ajar ini. Terima kasih yang tidak terhingga kepada rekan-rekan sejawat di Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang telah membantu dalam penyusunan tulisan ini. Semoga bahan ajar ini bermanfaat dan dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran khususnya pada Mata Kuliah Ilmu Tanaman Lanskap.

Makassar, Nopember 2011

Penulis

..................... 1 11 24 35 56 68 80 98 BAB 3 BAB 4 BAB 5 BAB 6 BAB 7 BAB 8 BAB 9 BAB 10 BAB 11 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK ARSITEKTURAL ................................ PENGERTIAN TANAMAN LANSKAP DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA.................. SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK VISUAL ... FUNGSI TANAMAN DALAM LANSKAP .......................................................... TEKNIK PENANAMAN TANAMAN LANSKAP............................................................... 143 ........... 123 PENATAAN TANAMAN PADA BERBAGAI TIPE LANSKAP .............................. KOMPOSISI TANAMAN.........................................................................................................DAFTAR ISI BAB 1 BAB 2 PENDAHULUAN ......... SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN HABITUS FUNGSIONAL ...................................... SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN EKOLOGI........................... 109 TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN LANSKAP ............................

Metode thumb: metode untuk menentukan posisi perakaran pohon yang dapat menyerap hara. Parterre: tanaman yang ditata menyerupai tampilan karpet (apabila dilihat dari atas). memiliki batang utama yang berkayu dan percabangannya dimulai pada bagian yang agak jauh dengan permukaan tanah. dan perayap. Metode tekanan udara: metode pemupukan yang dilakukan dengan cara melubangi tanah daerah perakaran yang dapat menyerap hara dengan menggunakan injektor bertekanan udara tinggi. umumnya dibentuk dari massa tanaman yang dipergunakan sebagai hiasan dalam suatu taman pada Periode Renaissance. Colonade: deretan kolom-kolom yang memberi kesan ruang pada bangunan Yunani atau Romawi. Habitus tanaman: keragaan tanaman secara keseluruhan berupa pohon. Perdu (shrub): tanaman yang relatif tinggi (3 – 5 m). perdu. semak. Fungsi tanaman: peran utama dari tanaman dalam suatu taman. rangkaian batu yang serupa. misalnya barisan pohon. pemagar. Lawn: padang rumput di halaman rumah atau perkantoran yang dimaksudkan untuk meningkatkan keindahan. pemanjat. Irama: urutan atau perulangan elemen-elemen. umumnya berbentuk herba rendah. estetika. penutup tanah. Enclosure: dinding. . antara lain. tapak yang berada di luar ruangan (eksterior). Herba: tanaman-tanaman yang batangnya relatif lunak dan tidak berkayu. tabir. mampu memberikan penutupan yang intensif di atas permukaan tanah. misalnya suatu area tidak ingin terlihat oleh banyak orang dari arah tertentu dapat diberikan dinding berupa tanaman atau elemen lainnya. herba. dibantu dengan membangun struktur. Penutup tanah (groundcover): tanaman yang relatif rendah. sosial. Lanskap: bentang alam atau hamparan lahan. mungkin berbentuk beraturan atau tidak beraturan. Dinding hijau (green wall): berbagai cara menahan longsor atau erosi suatu lereng secara biologi terhadap erosi dengan menanam tanaman. tetapi tidak setinggi pohon. urutan dari anak tangga.SENARAI KATA PENTING (GLOSARIUM) Broadcast: perlakuan pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah. dan ekologis. bahkan kadang-kadang sukulen (banyak mengandung air). budaya.

Tanaman memanjat (climber): tanaman yang tumbuh di tanah atau bidang apa saja seperti tembok dan struktur pendukung lain sebagai tempat menggantungkan diri atau membelit untuk pertumbuhan tanaman tersebut. memiliki batang utama. batangnya berkayu dan percabangannya biasanya telah dimulai di bagian yang dekat dengan permukaan tanah (tidak mempunyai cabang utama). dan lain-lain. berbentuk rectangular yang dipersiapkan untuk kepentingan saluran irigasi dan drainase. Punch-bar: metode pemupukan untuk pohon-pohon besar dengan cara membuat lubang-lubang pemupukan. Tanaman indoor: semua jenis tanaman lanskap yang dapat ditanam dalam rumah atau dengan kata lain tanaman yang dapat tumbuh secara normal di tempat teduh (tertutup) atau setengah teduh. piramid. . Tanaman lanskap: tanaman yang belum. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. biasanya diatur dalam bentuk yang hampir sama dengan maksud untuk menggantikan pagar. misalnya spiral. Titik perhatian (point of interest): fokus perhatian dari suatu taman yang dapat menghilangkan kemonotonan pada suatu taman. dapat dibuat dengan memberikan kontras atau pola susunan tertentu. tinggi >5 m. Tanaman lapangan rumput: jenis tanaman yang ditanam secara sendiri atau secara berkelompok pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik (eksotik). sedang dan sudah dibudidayakan. Topiary: pemangkasan bentuk pada tanaman sesuai dengan yang diinginkan. Zigurat: bentukan piramida yang dibangun menuruni teras bukit dan memiliki struktur internal yang menakjubkan. Teknik puteran: penanaman pohon dengan mengikutsertakan tanah asalnya dalam bentuk gumpalan. Tanaman rumput lapangan: jenis-jenis rumput yang dipergunakan untuk menutupi permukaan tanah yang hanya terdiri atas lapisan tanah saja. keong. Tanaman outdoor: tanaman hias yang dapat tumbuh secara normal di tempat terbuka (langsung terkena sinar matahari). Tanaman pagar: suatu garis atau barisan permanen yang padat dari tumbuhtumbuhan yang hidup.Planter box: wadah berukuran relatif besar untuk menempatkan satu hingga beberapa pot tanaman sehingga tatanan pot terlihat rapih. Trenching: metode pemupukan yang dilakukan dengan cara pembuatan parit di bawah lingkar tajuk pohon. Pohon (tree): tanaman berkayu. Semak (bush): tanaman yang relatif rendah. dan sulit untuk dipercaya. kompleks.

initiator. teknorat. PELAKU di bidang pertanian (birokrat. PENGUSAHA (enterpreneur. KOMPETENSI LULUSAN A. pengambil kebijakan). Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. MANAJER (planner. Kompetensi Utama Kompetensi utama minimal yang diharapkan dari seorang lulusan pada Program Studi Agroteknologi untuk mencapai profil lulusan adalah: 1. 3. organizer. cooperator). Kompetensi Utama sebagai PELAKU (birokrat. PENDIDIK (fasilitator. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. . teknorat. dan mengembangkan usaha inovatif bidang produksi tanaman dalam pertanian berkelanjutan. 2. PENELITI. mediator). pengambil kebijakan): (a) Kemampuan menerapkan IPTEKS di bidang budidaya tanaman berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal. dan 5. melaksanakan. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. 4.1 BAB 1 Profil alumni yang diharapkan adalah: PENDAHULUAN PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI 1. mediator). (b) (c) (d) (e) (f) (g) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. designer. motivator. adaptor. Keberanian memulai. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. evaluator.

2 2. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. Kompetensi Utama sebagai PENELITI: (a) Kemampuan menerapkan IPTEKS di bidang budidaya tanaman berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal. mediator): (a) (b) (c) (d) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. evaluator. designer. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. Kompetensi Utama sebagai PENGUSAHA (enterpreneur. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. adaptor. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. melaksanakan. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. Kompetensi Utama sebagai MANAJER (planner. . (b) (c) (d) (e) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 4. Keberanian memulai. organizer. cooperator): (a) (b) (c) (d) (e) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. dan mengembangkan usaha inovatif bidang produksi tanaman dalam pertanian berkelanjutan. 3. initiator. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin.

3 (f) (g) (h) Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEKS di bidang budidaya pertanian ke dalam praktek bisnis. Kemampuan belajar sepanjang hayat 2. C. 5. B. Kemampuan berpikir analitis dan sintesis dengan memperhitungkan dampak penyelesaian masalah di lingkup global dalam berkehidupan bermasyarakat. Kompetensi Lainnya 1. Kemampuan menggunakan fasilitas internet dalam pencarian literatur dan berkomunikasi dengan sejawat lainnya dalam bidang teknik budidaya tanaman. . Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. 3. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. Kemampuan sebagai fasilitator. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. motivator. mediator): (a) (b) (c) (d) (e) Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. 3. Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEKS di bidang budidaya pertanian ke dalam praktek bisnis. motivator. dan mediator secara sistematik dan efektif. 2. Kompetensi Penunjang 1. Kemampuan menerapkan aplikasi bioteknologi pada aspek pertanian terpadu. Kompetensi Utama sebagai PENDIDIK (fasilitator. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional.

dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum (8) Menguasai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (9) Menguasai teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (7) Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum (6) Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (2) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (3) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (4) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (5) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (1) Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu GARIS ENTRY BEHAVIOR Prasyarat: Pengantar Arsitektur Lanskap .ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN (10) Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. gambar.

Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menata tanaman dalam suatu lanskap berdasarkan fungsi dan estetika dengan baik dan benar. 4. Kompetensi Pendukung Kompetensi Lainnya Sasaran Belajar : : : Kemampuan melaksanakan perencanaan sistem produksi tanaman secara tepat sesuai kaidah pertanian berkelanjutan.Ketepatan penjelasan karakteristik tanaman pada berbagai periode perkembangan . Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin.5 GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN (GBRP) Mata Kuliah Kompetensi Utama : : Ilmu Tanaman Lanskap 1. motivator.Ketepatan penjelasan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangan . 2. Kemampuan menggunakan fasilitas internet dalam pencarian literatur dan juga dalam berkomunikasi dengan sejawat lainnya dalam bidang teknik budidaya tanaman.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. kaji pustaka MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 1 Menjelaskan kontrak pembelajaran 2 Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu MATERI PEMBELAJARAN Kontrak pembelajaran Pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya INDIKATOR PENILAIAN BOBOT NILAI (%) 5 . 3. dan mediator secara sistematik dan efektif. STRATEGI PEMBELAJARAN Kuliah Kuliah. Kemampuan sebagai fasilitator.

praktikum baik mengenai seleksi tanaman batu karang.Kemampuan melakukan diskusi dengan 7. air.6 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 3 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 4 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 5 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN BOBOT PEMBELAJARAN NILAI (%) Seleksi tanaman berdasarkan aspek Collaborative .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN .Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek visual . learning. pegunungan.5 arsitektural: learning. penyekat.Pembentukan ruang.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Seleksi tanaman berdasarkan ekologi: Collaborative . warna dan tekstur berdasarkan aspek visual tanaman .Tanaman pantai.Kemampuan melakukan diskusi dengan 7.Kemampuan melakukan diskusi dengan 7.5 visual: learning.Ukuran.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . praktikum baik mengenai seleksi tanaman . berdasarkan aspek arsitektural dan pengendali keleluasaan pribadi . bentuk.Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi .5 . praktikum baik mengenai seleksi tanaman .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Seleksi tanaman berdasarkan aspek Collaborative . teduh.Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural . dan panas . setengah berdasarkan kondisi ekologi teduh.

dan untuk memanipulasi bangunan STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN PEMBELAJARAN Collaborative . mengharumkan udara. peneduh. penutup tanah. case study. memanjat/pergola. median jalan.Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. case study.Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .5 .Mengontrol radiasi. kontrol pandangan. pagar. pencegah erosi. pada bidang lurus. pohon tepi jalan.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Kemampuan membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik . penahan silau.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Studi lapang. dan kelembaban. dan sosial budaya Komposisi tanaman: .Komposisi tanaman pada area menyudut. dan proporsi . penahan kebakaran.Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. suhu.5 10 9 – 10 Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum 12.Tanaman indoor dan outdoor.Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap . praktikum baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional . rumput lapangan. penaung dari hujan. penahan angin. dan lapangan rumput Fungsi tanaman dalam lanskap: . border/tepi. mengurangi kebisingan.Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap . praktikum baik mengenai fungsi tanaman dalam lanskap .Kesatuan.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Cooperative .7 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 6 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 7–8 Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN Seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional: . aksen. irama. dan praktikum BOBOT NILAI (%) 7.Kemampuan melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman . keseimbangan. praktikum . mengurangi polusi udara.Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. berdaun/berbunga indah. pembatas fisik.

pengendalian hama dan penyakit. penggemburan dan aerasi tanah.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Pembersihan tapak. case study.Kemampuan melakukan diskusi dengan learning.Kemampuan melakukan praktikum teknik pemeliharaan tanaman lanskap .Taman instan.Kemampuan membuat gambar rencana penataan tanaman . pemupukan. serta penyulaman Penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap: . mengenai penataan tanaman pada praktikum berbagai tipe lanskap . penyiangan gulma. pameran dan praktikum BOBOT NILAI (%) 10 10 22.Kemampuan menata tanaman berdasarkan fungsi dan estetika . dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN Teknik penanaman tanaman lanskap: .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Studi lapang.Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. penutup tanah.Kemampuan melakukan studi lapang study. case . rumput. gambar. pameran.Penanaman pohon.8 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 11 Menguasai teknikteknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum 12 Menguasai teknikteknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Cooperative .Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. penyiraman.Kemampuan melakukan praktikum penataan tanaman dalam berbagai tipe lanskap .5 . dan lanskap perkotaan area-area khusus 13 – 16 STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN PEMBELAJARAN Cooperative . semak. jalur hijau jalan. taman rumah tinggal.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Kemampuan melakukan praktikum teknik penanaman tanaman lanskap . praktikum baik mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap . praktikum baik mengenai teknik penanaman tanaman lanskap . pemangkasan. dan tanaman pagar Teknik pemeliharaan tanaman lanskap: .

dosen/tutor/asisten dianjurkan untuk melengkapi materi berupa contoh. Prasyarat Mata Kuliah Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini harus telah melulusi mata kuliah Pengantar Arsitektur Lanskap. buku bacaan lain atau dari internet. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas mengenai sejarah dan perkembangan tanaman serta fungsi-fungsi tanaman dalam lanskap. gambar atau foto. komposisi tanaman dalam sebuah lanskap. (d) Kerjakan setiap tugas yang diberikan pada setiap akhir kegiatan/pertemuan dengan baik. Penjelasan bagi dosen/tutor/asisten (a) Sebelum memberikan perkuliahan. baik teori maupun praktek gambar desain dan lapang. (b) Untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan sangat dianjurkan penelusuran literatur khususnya mengenai deskripsi tanaman dan fungsi dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. teknik penanaman.TINJAUAN MATA KULIAH A. B. 2. gambar/foto yang bersumber dari karya sendiri. baik dalam tugas kuliah maupun tugas praktikum. (b) Dosen/tutor/asisten sebaiknya menyiapkan materi dalam bentuk power point yang dilengkapi contoh. Pemahaman terhadap aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam memilih dan menyusun tanaman. (c) Mintalah petunjuk dari dosen jika ada hal yang belum terselesaikan. (e) Perbanyaklah informasi dalam menata tanaman. Petunjuk Penggunaan Modul 1. dan pemeliharaan tanaman lanskap. Penjelasan bagi mahasiswa (a) Sebelum mengikuti perkuliahan hendaknya mahasiswa telah membaca bahan ajar ini dan dapat diperkaya dengan sumber acuan lainnya yang relevan pada setiap pertemuan. . C.

Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu. 5. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. . 3. gambar. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. 9. 4. 8. 2. 10. 6. Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. E. Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum. Tujuan Pembelajaran (TIU) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menata tanaman lanskap dalam suatu lanskap berdasarkan fungsi dan estetika dengan baik dan benar. 7. Menguasai teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Menguasai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Elemen Kompetensi (TIK) Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu: 1.10 (c) Dosen/tutor/asisten dianjurkan menyediakan waktu di luar jadwal perkuliahan untuk memberikan petunjuk kepada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas kuliah atau tugas praktikum. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. D.

Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. B. Untuk dapat merancang taman dengan baik sebaiknya mengenali terlebih dahulu sifat dan karakter tanaman. 3. tumbuh. dan berkembang. harus benar-benar memahami unsur ini. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai sejarah perkembangan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Mahasiswa mengikuti kegiatan perkuliahan di kelas. Hal ini disebabkan unsur tanaman mempunyai ciri khas yang tidak terdapat pada unsur lain. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan.11 BAB 2 PENGERTIAN TANAMAN LANSKAP DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA PENDAHULUAN Tanaman merupakan unsur fisik yang penting di dalam perancangan dan pengelolaan ruang luar. Kaji pustaka C. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. . 2. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu. yaitu tanaman merupakan unsur yang hidup. 4. Kuliah 2. A. Strategi Pembelajaran 1. Seorang arsitek lanskap.

sedang dan sudah dibudidayakan. tekstur. banyak orang awam dan para profesional dalam bidang perancangan melihat tanaman hanya sebagai hiasan. meskipun tanaman lanskap memiliki berbagai potensi dan fungsi. warna.12 D. ukuran. Tanaman lanskap mempunyai berbagai bentuk. 3. berbagai perkembangan. Akibat dari sikap ini menimbulkan salah pengertian bahwa perancangan lanskap hanya terbatas pada proses penataan tanaman dalam bentuk yang menyenangkan pandangan. Orang awam masih berpendapat bahwa perhatian utama arsitektur lanskap adalah perancangan taman rumah tinggal dan perencanaan kebun dengan unsur tanaman sebagai salah . Akibatnya tanaman sering ditempatkan dalam perancangan ruang luar sebagai langkah terakhir dalam penyelesaian suatu proyek. Tanaman lanskap merupakan salah satu unsur dengan berbagai ragam potensi dalam lanskap dan kemungkinan fungsi yang tidak terhingga. Sikap yang sama dalam penggunaan unsur tanaman juga berpengaruh terhadap citra yang kurang benar tentang pengetahuan dan profesi arsitektur lanskap. dan karakter yang beragam. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. Gambaran keliru terhadap peran utama yang dimainkan oleh unsur tanaman dalam perancangan arsitektur lanskap berawal dari kekeliruan umum tentang perbedaan antara arsitektur lanskap dan usaha pembibitan tanaman. Ketepatan 2. Banyak orang awam dan para profesional bidang perancangan lain mengartikan arsitektur lanskap sekedar menata unsur tanaman sebagai hiasan belaka. Indikator Pencapaian 1. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Ketepatan penjelasan penjelasan pengertian karakteristik tanaman tanaman lanskap pada dan sejarah periode perkembangan. Akan tetapi. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Pengertian Tanaman Lanskap Tanaman lanskap adalah tanaman yang belum.

terletak pada pengetahuan tentang fungsi. atau musim hujan dan kemarau. yaitu secara teratur berubah warna. Pertumbuhan ini tidak tampak dalam jangka waktu pendek. Dengan ruang lingkup yang lebih luas ini. dan karakter keseluruhan sesuai musim dan pertumbuhannya. Akan tetapi. tanaman berubah dalam penampakannya khususnya selama musim dingin dan berbunga di musim semi. unsur tanaman tetap merupakan unsur utama perancangan yang membantu arsitek lanskap dalam mencapai tujuan perancangan tidak hanya sebagai unsur penghias tetapi juga memiliki fungsi-fungsi yang sama dan kadang-kadang mempunyai nilai tertentu dalam perancangan arsitektur lanskap. kelebatan daun. tetapi cenderung dramatis dalam jangka . Karakteristik penting adalah bahwa tanaman merupakan unsur yang hidup dan tumbuh (Booth. dan 4) pada musim dingin dengan cabang yang gundul dan percabangan yang jelas. Misalnya. 3) pada musim rontok dengan daun-daun warna cerah. profesi arsitektur lanskap sebenarnya terlibat dalam skala yang lebih luas daripada itu. yaitu 1) pada musim semi dengan bunga dan daun-daun hijau kekuningan yang rimbun. 2) pada musim panas dengan daun-daun hijau tua. tekstur. Tanaman-tanaman di daerah tropis tidak berubah begitu dramatis seperti tanaman berdaun rontok. dan kepekaan penggunaan dalam konteks perancangan tertentu. 1983). Kearifan seorang arsitek lanskap terletak pada pemahamannya terhadap karakteristik visual tanaman secara keseluruhan. Semua tanaman tumbuh besar dalam proses pertumbuhannya. dan tekstur serta pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsur tanaman memiliki beberapa sifat yang membedakan dari unsur-unsur perancangan arsitektur lanskap lainnya. Bahkan di gurun pasir. unsur tanaman adalah dinamis. dan dampak lingkungannya jika ditanam pada situasi tertentu. Pertama.13 satu unsur perancangan yang penting. keterampilan. yaitu menitikberatkan pada pengelolaan sumberdaya alam pada semua skala. kemampuan. Keahlian arsitek lanskap terkait dengan unsur tanaman. pertimbangan ekologis tanaman untuk pertumbuhan yang baik. warna. meskipun ada perubahan pada musim panas dan dingin. Hal ini mencakup pemahaman tentang karakteristik-karakteristik perancangan seperti ukuran. beberapa tanaman berdaun rontok di daerah beriklim sedang mempunyai 4 karakteristik visual yang berbeda berdasarkan pada musim-musim yang dialami. bentuk.

arsitek lanskap tidak dapat menilai dengan baik kualitas yang ingin dicapai untuk suatu perancangan dalam beberapa tahun (mungkin lebih dari 20-25 tahun). Suatu kesalahan mungkin saja terjadi di dalam memilih tanaman yang menarik pada musim tertentu. dan bentuk tanaman dewasa. Penyataan bahwa bangunan atau patung dapat rusak dimakan usia adalah benar.14 waktu yang panjang. Perancang tidak hanya memperhatikan bagaimana suatu kelompok tanaman berfungsi dan tampak pada musim tertentu. Aspek pertumbuhan unsur tanaman juga memiliki implikasi yang lain. perancang menanam tanaman muda di tapak karena lebih murah dan mudah dipindah serta mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk hidup dan tumbuh dibandingkan tanaman dewasa. Akibatnya. lebar. Perubahan penampakan tanaman pada setiap musim mempersulit untuk memilih dan menempatkannya dalam merancang taman. Umumnya. tanaman baru memerlukan waktu 15-20 tahun untuk tumbuh dewasa bahkan mungkin lebih untuk mencapai ukuran optimal. Akan tetapi. tetapi juga bagaimana peranannya sepanjang tahun dan pertumbuhan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu. sedangkan sebagian yang lain tetap konstan secara visual. Masalahnya akan lebih sulit karena tanaman penutup dan semak pada umumnya mencapai kedewasaan lebih cepat daripada pohon sehingga memerlukan program pemeliharaan berkala untuk memindahkan tanaman penutup dan semak yang telah melebihi umurnya. Hal ini mempersulit untuk menilai apakah perancangan tersebut berhasil atau tidak. Kualitas dinamis dari unsur tanaman ini mempunyai implikasi penggunaannya dalam perancangan. Untuk pohon besar di daerah beriklim sedang. Faktor kesulitan waktu hampir tidak terdapat dalam profesi perancangan lain karena penilaian terhadap perancangan dapat dilakukan setelah selesainya proyek. agar perbaikan dapat dilakukan pada tahap berikutnya. tetapi perubahan tersebut tidak dapat dibandingkan dengan pohon muda yang tumbuh dari ketinggian 2 m pada waktu pertama ditanam dengan pohon setinggi 15 m setelah beberapa tahun kemudian. tetapi tampak tidak menarik pada musim lain. Masalah ini dapat disederhanakan jika sebagian unsur komposisi tanaman dibiarkan berubah sepanjang tahun. arsitek lanskap tidak hanya . hal ini memiliki kelemahan bagi perancang. Tanaman memerlukan waktu lama untuk mencapai ketinggian.

tanaman tumbuh saling memenuhi ruang. Biasanya. drainase tanah.15 mempelajari pengaruh tanaman dalam jangka pendek terhadap perancangan. 1983). Setelah ditetapkan dapat dipilih tanaman yang sesuai dengan syarat-syarat tersebut. dan suhu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. beberapa jenis tanaman asli suatu daerah memerlukan perhatian khusus secara terus menerus. Penyiraman. agar memahami bagaimana hasil akhir perancangannya serta perubahannya dari waktu ke waktu. angin. . klien cenderung kaget melihat kenyataan yang berbeda dengan apa yang dilihat dalam maket atau denah yang tanamannya digambarkan mendekati umur dewasa. Setiap jenis tanaman memerlukan persyaratan tertentu untuk pertumbuhan optimal sehingga salah satu langkah di dalam merancang taman adalah menetapkan syarat-syarat pertumbuhan tanaman pada tapak. Faktor-faktor seperti kimia tanah. sinar matahari. Hal ini menimbulkan masalah dalam menjelaskan kepada klien. serta pengendalian hama dan penyakit merupakan kegiatan pemeliharaan dari tanaman lanskap. Apabila hal ini tidak dijelaskan. Hal ini memerlukan pemeliharaan tambahan dan biaya pemangkasan agar ukuran tanaman tetap seperti yang diinginkan. perancang biasanya menanam tanaman kecil dalam jumlah banyak agar cepat memenuhi suatu area. Bahkan. dapat dilupakan setelah ditanam. tentang bagaimana wujud perancangan setelah selesai pelaksanaan. arsitek lanskap membuat gambar perancangan berdasarkan tanaman 75100% ukuran dewasa. masalah lain dapat timbul dengan cara ini. Tanaman tidak seperti unsur perancangan lain. Beberapa jenis tanaman memerlukan pemeliharaan lebih daripada yang lain. Semua tanaman memerlukan tingkat pemeliharaan tertentu untuk tetap tumbuh sehat. Untuk menghindari penampilan yang kurang bagus yang diakibatkan penanaman tanaman yang masih kecil. Klien harus diberi penjelasan tentang kenyataan yang sebenarnya. tetapi juga pengaruh jangka panjang. Karakteristik kedua yang menonjol adalah bahwa tanaman merupakan unsur perancangan yang hidup sehingga memerlukan beberapa persyaratan lingkungan untuk hidup dan tumbuh dengan baik (Booth. pemupukan. Akan tetapi. pemangkasan.

2003).500 SM). Mesir. dan lain sebagainya untuk kebutuhan kesenangan. Mesir seperti halnya Mesopotamia telah memiliki keahlian atau keunggulan di bidang hortikultura. Ciri taman Asyiria umumnya berbentuk formal dalam penyusunan tanaman. semak. Taman kerajaan Asyiria kemungkinan dipengaruhi oleh desain Mesir.16 B. Seni pertamanan bangsa ini diperlihatkan dengan pengaturan tempat-tempat pertanian sebagai tempat yang menyenangkan. bangsa Mesir kuno membangun taman di dalam tempat kediaman dan dipagar dengan tembok tebal. dan Romawi. dan 4) Periode Modern. Perkembangan taman mulai dari sebelum Masehi hingga sekarang. Asyiria. 1. Selain itu. yaitu jenis tanaman yang dapat dimakan (edible) atau jenis tanaman obat-obatan (medicinal) dan bahan baku parfum. Pengaturan dilakukan pada petak-petak tanaman produktif. yaitu: 1) Periode Antik. yaitu taman-taman di Mesopotamia. Sejarah Perkembangan Tanaman dalam Lanskap Sejarah perkembangan tanaman dalam lanskap sesungguhnya berkembang sejalan dengan perkembangan taman. dan tanaman merambat dengan pola formal dan rectalinier (Hyams. penanaman pohon-pohon besar. Taman dibuat pertama kali di daerah Mesopotamia yang terletak di lembah Sungai Euphrat oleh bangsa Babylon (3. Akan tetapi. Salah satu taman yang terkenal adalah Zigurat atau Taman Gantung yang ditanami pohon. Taman-taman di Mesir ditata dalam komposisi yang teratur berupa petak-petak berisikan bunga-bungaan kolam atau enclosure (Hakim. yang dapat dibagi dalam 4 periode. 3) Periode Renaissance. 1971). sistem irigasi. Yunani. pepohonan yang ditanam merupakan pohon buah-buahan dan yang dapat digunakan sebagai kayu bangunan. Periode Antik Periode Antik yang terjadi pada masa sebelum Masehi memperlihatkan bahwa tanaman hias belum dikenal. Tanaman yang pertama ditanam dalam suatu taman adalah jenis yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Dari reliefrelief peninggalan bangsa Asyiria menunjukkan pohon-pohon dan palem disusun . 2) Periode Abad Pertengahan. berbeda dengan bangsa Babylon. Taman-taman pada periode ini. Persia.

dan panjang umur. Bunga-bunga indah dan tanaman eksotik sering menjadi motif dekoratif pada sutera dan porselen. 2011). kebaikan. Taman Cina yang terkenal dibuat pada jaman pemerintahan dinasti Chin dan dinasti Han. Kerajaan bangsa Yunani terutama pada pemerintahan Alexander the Great mengerjakan taman-taman dengan mengambil inspirasi taman-taman kerajaan Persia dan Mesir. anggrek melambangkan kehalusan budi pekerti. Catatan sejarah dan peninggalan kuno merupakan bukti yang mengisahkan kekayaan budaya dan flora negeri Cina. Pohon-pohon ini ditanam secara berbaris juga untuk memudahkan pengairan (Wahid dan Karsono. 2. dan budaya. Taman-taman istana kerajaan Persia diciptakan untuk mengekspresikan keagungan dan kemegahan dalam bentuk lain. Periode Abad Pertengahan Periode abad pertengahan berlangsung sekitar abad ke-7 hingga abad 15. chrysanthemum melambangkan kerendahan hati. Pada permulaan abad ini. Biasanya ruang duduk atau ruang keluarga dihadapkan ke inner court atau patio yang selalu diberikan perkerasan serta dihiasi dengan patung dan tanaman di dalam pot. Taman-taman ini umumnya menggunakan sistem irigasi yang dialirkan dari ladang pertanian yang jauh dari istana.17 berbaris dengan teratur seperti di Mesir. taman tempat bersenang-senang jarang ditemukan di . Unsur air yang digunakan dalam taman bernilai simbolis sebagai aliran air yang berasal dari Taman Firdaus dalam kitab suci. dan lotus melambangkan kemurnian dan kebenaran (Mariana. Perkembangan taman terjadi dari Mediteran di Barat sampai Cina di Timur Jauh. Selain itu. sopan santun. Posisi bangunan diletakkan mengarah jalan dan letak kamar-kamar ditata ke sebelah dalam (in ward) yang dihubungkan dengan colonade serta pembukaan ke arah ruang terbuka atau atrium. 1971). Misalnya peoni melambangkan kekayaan dan kehormatan. 2001). semua bunga dan pohon mempunyai arti simbolis dan makna. Pada masa pemerintahan kedua dinasti tersebut sudah terdapat taman istana megah yang bernuansa religius pengaruh ajaran Tao dan benilai estetika tinggi serta ditujukan sebagai tempat beristirahat dan bersenang-senang (Hyams. Pola rumah bangsa Yunani ini dijadikan dasar oleh bangsa Romawi untuk membangun tempat tinggal.

dengan pola tertutup dan dengan tanaman rumput dan bunga-bungaan. Kebun Raya Padua dibuat pada tahun 1545 dan tetap bertahan sampai bertahun-tahun. Tanaman hias yang penting adalah mawar. 1971). Kebun-kebun ini dipelihara dan dipagari dengan tembok sebagai benteng yang kuat. Tanaman bunga mulai menjadi berarti bagi kepentingan masyarakat pada abad ke-6 dan ke-7. serta perkembangan perdagangan dan peningkatan perekonomian menyebabkan berkembangnya keberadaan taman-taman (Hakim. Cedros deodara. Karakteristik taman yang menonjol pada Periode Renaissance adalah kebun raya. Kebun raya memberi pengaruh yang kuat pada pertamanan sehingga dapat dikatakan bahwa kebun raya merupakan ciri dari jaman Renaissance. Jasminum nudiflorum. Kebun raya ini muncul sekitar abad ke-16 dan diduga berasal dari Mesiko lalu bentuk taman dibawa oleh orang-orang Spanyol dan akhirnya menyebar ke Eropa. Pada akhir abad ini. Cyclamen persicum. dan Solanum tuberosum. Tanaman yang dibudidayakan di Kebun Raya Padua. Tanaman yang dibudidayakan di Kebun Raya Pisa. Madonna Lily sebagai bunga persembahan kepada Bunda Maria dan menjadi simbol yang bermakna dari bunga violet dan mawar. 3. Ruang terbuka umumnya berfungsi sebagai tempat menanami berbagai jenis tanaman obat-obatan dan buahan. dengan sistem politik pemerintahan yang semakin baik. terdapat tempat yang berbentuk semacam taman yang disebut Purgatones. antara lain.18 antara kota-kota dan benteng-benteng yang padat. Robinia pseudoacacia. Bangsawan dari Eropa Utara mengungkapkan keindahan dari taman-taman gereja dengan membuat taman bunga dengan gaya Pietro de Carescenzi. dan marygold. violet. Bignonia radicans. Dua contoh kebun raya yang banyak dipelajari dalam botani adalah Kebun Raya Padua dan Kebun Raya Pisa. 2003). Tanaman Porticoes merupakan salah satu elemen taman yang penting yang dimasukkan oleh Byzantine Basilicos. Pelargonium cuculatum. Juglans . antara lain. Periode Renaissance Periode ini berlangsung sekitar abad 15 sampai 20. Pada waktu itu. merupakan taman tertutup yang pertama kali dibuat di Eropa pada abad pertengahan (Hyams. Taman ini memakai tanaman sayuran dan obat-obatan serta perpohonan dan tanaman hias bunga.

Elemen tanaman yang digunakan adalah pohon buah-buahan yang ditanam dalam pot besar dari tanah liat dan parterre. Beberapa karya yang terkenal di Italia adalah Villa Medici. Chaenomeles japonica. violet. Taman pada era ini diistilahkan memiliki “beauty and perfect form” yang dikaitkan dengan perubahan dalam segi kualitas. artistik. Ciri taman ini ialah menggunakan pohon-pohon. dan bunga-bungaan. 1999). Taman-taman dibuat oleh para seniman taman bekerjasama dengan para botanis. Alianthus glandulosa. Villa de Este. dan Boyceau. Villa Medici dibangun oleh Annibale Lippi untuk Cardinal Ricci pada tahun 1544. Olivier de Serre. Cinnamomum camphora. dan pesta perjamuan. relaksasi. Taman yang dibuat menggunakan tanaman-tanaman yang ditanam rapat dalam baris-baris. dan Tulip sp. dan Inggris. wallflower. Orang lain yang berjasa dalam pembentukan Taman Perancis ialah Claude Mollet. Villa ini adalah satusatunya villa yang tamannya masih utuh. yaitu Taman Italia. bernuansa matematis. antara lain. melalui perhitungan dan perencanaan matang sehingga tercipta suatu taman yang nilai artistiknya tinggi. Taman-taman yang dibangun oleh Olivier de Serre kebanyakan berisi sayuran. semak evergreen. dan falsafah desain. Salah satu elemen utama taman . dan lily of the valley. Magnolia grandiflora. dan Villa Lante. Taman-taman tidak hanya sebagai tempat meditasi tetapi lebih diutamakan sebagai tempat rekreasi. Taman-taman di Perancis awalnya berkiblat pada taman-taman pada Periode Abad Pertengahan.19 nigra. sedangkan Villa Lante dibangun oleh Mignolia. serta bersifat lebih terbuka (Damayanti. Villa de Este dibangun oleh Pirro Ligorio untuk Cardinal Ippolito de Este. Raja Henri VII dan Kardinal Wolsey adalah orang-orang yang berjasa dalam kemajuan taman-taman Renaissance di Inggris. Secara umum tanaman yang digunakan pada Periode Renaissance ialah menggunakan tanaman dalam bentuk pohon dan kelompok tanaman. Perancis. Taman-taman pada periode ini. buah-buahan. lalu dibeli oleh Ferdinando de Medici pada tahun 1580. Orang yang pertama kali membawa pengaruh Renaissance ke Perancis ialah Leonardo da Vinci pada tahun 1514. dengan falsafah desain yang bertumpu pada peningkatan kenyamanan bagi manusia yang ingin menikmatinya. Bunga-bunga yang digunakan. semak. dan bunga-bungaan.

Sejarah perkembangan tanaman dalam lanskap sesungguhnya berkembang sejalan dengan perkembangan taman. misalnya taman kota. Ciri-cirinya ialah ditiru dari fountainbleau. antara lain. Taman telah berkembang sedemikian rupa. dan tiruan-tiruan binatang. dan juga sebagai tempat melakukan kegiatan seni atau hobby (work of art). yaitu jalan berbentuk spiral yang dikelilingi pepohonan. wallflower. madonna lily. Arsitek lanskap pada periode ini merencanakan taman tidak hanya sekedar tempat untuk koleksi bunga. tetapi pola-polanya lebih sederhana. 4. tetapi juga sebagai outdoor livingroom. Pada periode ini telah berkembang penggunaan tanaman dalam taman bahkan mutlak ada tanaman hias sebagai ornamen. aprikot. tetapi juga tanaman yang disesuaikan dengan kondisi tapak di sekitarnya dan sedikit memerlukan tenaga kerja dalam penanaman dan pemeliharaan. antara lain. Rangkuman Tanaman lanskap adalah tanaman yang belum. Buah yang ditanam. lapangan-lapangan hijau. dapat . taman rumah. peach. termasuk hutan-hutan dengan vistanya. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. Beberapa taman memiliki parterre seperti pada Taman Perancis.20 adalah mount. Taman pada periode ini dapat dianggap sebagai tempat untuk melakukan aktivitas sehari-hari (living space). Model terbesar dari taman Renaissance di Inggris ialah Nonsuch Garden. marygold. dan daffodils. C. dan almond. sedang dan sudah dibudidayakan. sebagai tempat untuk bermain anak-anak (playground). Karya taman yang dihasilkan pada periode ini lebih beragam. pansy. tanaman yang digunakan tidak hanya tanaman yang bersifat dekoratif. Bentuk mount berasal dari Italia. sedangkan bunganya. dan taman bermain dengan penggunaan berbagai jenis tanaman. Perkembangan taman mulai dari sebelum Masehi hingga sekarang. Periode Modern Periode ini dimulai pada abad 20 hingga sekarang. carnation. ada bosco. Selain itu.

. B........21 dibagi dalam 4 periode.. Lakukan penelusuran literatur mengenai sejarah perkembangan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Tanaman yang melambangkan kekayaan dan kehormatan adalah. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. dan 4) Periode Modern.. 2.. yaitu 1) Periode Antik. 2) Periode Abad Pertengahan.... (a) Kebun raya (b) Taman bunga (c) Kebun buah (d) Taman villa .. PENUTUP A... 3) Periode Renaissance. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jelaskan periode-periode perkembangan tanaman lanskap. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangan tanaman lanskap. (a) (b) (c) (d) Anggrek Peoni Chrysanthemum Lotus 2. Jelaskan pengertian tanaman lanskap. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda.. Karakteristik taman yang menonjol pada Periode Renaissance adalah..... Jelaskan karakteristik tanaman lanskap yang membedakan dari unsur-unsur perancangan lainnya. 3.. 2.

..... (a) The Maze (b) Grotto Palissy (c) Pietro de Carescenzi (d) Fountainbleau Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.. Hitunglah jawaban Anda yang benar...... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 2. Elemen tanaman yang digunakan pada Villa Medici adalah..... Taman dengan pola tertutup dan dengan tanaman rumput dan bunga-bungaan disebut gaya.22 3.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang . Jalan berbentuk spiral yang dikelilingi oleh pepohonan disebut.. (a) Pohon buah-buahan (b) Lapangan hijau (c) Bunga-bungaan (d) Semak evergreen 4......... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% ............ (a) Parterre (b) Bosco (c) Mount (d) Grotto 5..

5. c 5. 2011. Sejarah Penggunaan Bunga sebagai Elemen Taman dalam Taman Cina. 1999. 6. 2001. Illinois: Waveland Pr. Karakteristik Taman Italia. A History of Garden and Gardening. c . 2. Desain dan Konsep Arsitektur Lansekap Dari Zaman ke Zaman. Jakarta: Penerbit Univ. Sumber/Referensi 1. 4. Hyams E. 1983. 2003. a 4. Booth NK. C. Mariana F. bagus! Anda cukup memahami Bab 2. Karsono. 4(3): 21-25. b 2. Anda harus mengulangi Bab 2. 1971. Yogyakarta: Graha Ilmu. B. Kunci Jawaban 1. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Damayanti VD. Inc. Arsitektur Lansekap Manusia. 3. Hakim R. New York: Praeger Publ. Wahid J.23 Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Trisakti. Alam dan Lingkungan. 2(1): 25-28. D. Akan tetapi. Buletin Taman dan Lanskap Indonesia. Basic Elements of Landscape Architectural Design. Anda dapat meneruskan pada Bab 3. Buletin Taman dan Lanskap Indonesia. a 3.

4. B. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. . Secara arsitektural tanaman merupakan ruang kegiatan pada ruang luar. Praktikum C. Unsur tanaman digunakan secara arsitektural dalam fungsi lanskap sebagai komponen struktural seperti lantai. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui sumber bacaan dan internet. kegunaan arsitektural adalah yang pertama dipelajari. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Collaborative learning 2. dan dinding. 3. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1.24 BAB 3 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK ARSITEKTURAL PENDAHULUAN Kegunaan arsitektural unsur tanaman sangat penting dalam penataan lanskap terutama sebagai pembentuk ruang luar. 2. atap. Karakteristik visual unsur tanaman umumnya dipilih setelah fungsi arsitekturalnya ditetapkan. Strategi Pembelajaran 1. A. Dalam pengembangan perancangan.

tertutup. dan tanaman pengatap. 4. 2. . A. Jenis tanaman sebagai pembentuk ruang dikelompokkan menjadi tanaman pelantai. Unsur tanaman pada lingkungan alami dapat berperan dengan baik dengan menyempurnakan fungsi-fungsi ”arsitekturnya". Pembentukan Ruang Pembentukan ruang berarti mengolah bidang atau unsur pembentuk ruang. Tanaman semak dapat digunakan sebagai pembentuk bidang vertikal (dinding). dan bidang pengatap. penyekat. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Istilah aspek arsitektural tidak dimaksudkan hanya untuk lingkungan buatan.25 D. dan sebagainya. Penggolongan tanaman berdasarkan aspek arsitektural artinya menciptakan ruang dengan unsur tanaman. Indikator Pencapaian 1. publik. bidang vertikal. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. antara lain. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. semi publik. intim. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Berdasarkan aspek arsitektural. yaitu bidang dasar. semi terbuka. Berbagai kesan ruang dapat diciptakan dengan elemen tanaman. Pohon dapat digunakan untuk membentuk bidang pengatap/atap. dan pengendali keleluasaan pribadi. Kesan ruang tergantung pada pembatas nyata dan maya dengan memodifikasi ketiga bidang tersebut baik secara sendiri maupun digabung. tanaman pedinding. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. tanaman dapat digolongkan berdasarkan fungsinya sebagai pembentukan ruang. Rumput atau tanaman penutup tanah (groundcover) dapat digunakan untuk membentuk bidang dasar (lantai). ruang yang bersifat terbuka. Unsur tanaman dapat digunakan dalam lanskap untuk saling mempengaruhi bidang-bidang pembatas tersebut. 3.

1983) 3. seperti lumut. dan groundcover. batas antara daerah rumput dan tanaman penutup memberikan gambaran batas ruang tanpa penyekat fisik (Gambar 1). tetapi dengan ketinggian yang rendah memberi kesan suatu dinding. batang pohon berperan sebagai tiang vertikal pada ruang luar. Jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pembentuk bidang lantai adalah tanaman yang tingginya sampai setinggi mata kaki. kepadatan massa. Komposisi tanaman berupa susunan pohon atau semak dapat membentuk bidang pembatas atau dinding . Tanaman Pedinding Untuk membentuk bidang vertikal. Dalam hal ini. Ruang maya terbentuk di antara penutup tanah dan rumput (Sumber: Booth.26 2. unsur tanaman dapat mempengaruhi persepsi ruang dalam berbagai cara. Tanaman Pelantai Untuk membentuk bidang dasar. Pertama. Tingkat ketertutupan dapat bervariasi dengan ukuran batang. Gambar 1. tanaman penutup atau semak dapat secara tidak langsung membentuk ruang dengan perbedaan ketinggian dan bahan. rumput. dan pola susunannya. Misalnya. sekali lagi pembatasan ruang ini lebih banyak secara tidak nyata daripada secara nyata (Gambar 2). tanaman membentuk ruang vertikal secara fisik.

1983) 4. kepadatan dan ketinggian massa daun mempengaruhi kualitas ruang. semakin kuat kesan ketertutupannya. 2003). Tanaman Pengatap Bidang pengatap suatu ruang dapat dimodifikasi melalui unsur tanaman.27 (Hakim dan Utomo. membatasi pandangan ke langit. Semakin banyak batang pohon seperti dalam suasana hutan alami. dan mempengaruhi skala vertikal ruang tersebut (Gambar 3). massa daun tanaman dapat mempengaruhi bidang vertikal ketertutupan ruang. Semakin tinggi pohon dan semakin besar dan rapat daunnya. Kedua. Contoh lain dari batang pohon yang membentuk batas ruang dapat dilihat sepanjang jalan yang ditanami pohon dimana massa batang pohon pada musim dingin memberi gambaran batas-batas ruang walaupun tanpa daun. Perubahan tingkat ketertutupan lebih jelas dan cenderung tampak dengan adanya variasi musim pada tanaman berdaun rontok. Dalam hal ini. Massa daun dan percabangan pada tajuk pohon membentuk atap pada ruang luar. Batas ruang maya terbentuk oleh massa batang pohon (Sumber: Booth. Kesan pengatap yang kuat dapat dirasakan jika tajuk pohon saling tumpang tindih. Gambar 2. . dengan demikian menutup pandangan langsung ke langit. semakin kuat kesan ketertutupannya.

Tipe ruang yang demikian memiliki kualitas yang sama dengan ruang yang terbuka. dan terbuka terhadap sinar matahari dan langit.28 Dalam pembentukan ruang luar dengan menggunakan unsur tanaman. tetapi diinginkan pandangan yang terbuka pada sisi lain . akrab. tidak memberi kesan pribadi. Ruang Semi Terbuka Ruang ini sama dengan ruang terbuka. Gambar 3. 2. Beberapa tipe dasar ruang yang terbentuk oleh tanaman diuraikan sebagai berikut. Ruang seperti memberi kesan luas. Ruang yang Terbuka Arsitek lanskap dapat menciptakan ruang secara tidak langsung terbuka ke semua arah dengan menggunakan semak dan tanaman penutup sebagai pembatas ruang. seperti dengan unsur perancangan yang lain. Bidang pengatap terbentuk oleh bagian bawah tajuk pohon (Sumber: Booth. Setelah itu arsitek lanskap dapat melanjutkan dengan memilih dan menyusun tanaman yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. tertutup. tetapi sebagian tertutup pada salah satu sisi atau lebih dengan tanaman tinggi. 1983) 1. perancang harus menentukan terlebih dahulu tujuan yang akan dicapai dan kualitas ruang yang diinginkan (terbuka. Tanaman tersebut berperan sebagai dinding vertikal yang menghalangi pandangan ke dalam dan luar ruang. monumental. dan sebagainya). Ruang ini umumnya sesuai untuk teras rumah dimana kesan pribadi diperlukan pada satu arah. tetapi agak transparan dan berorientasi kuat pada sisi yang terbuka.

Hal ini dimaksudkan agar ruang yang terbentuk dapat mengembang atau mengecil apabila ruangnya bertambah tinggi. berorientasi ke dalam. Tergantung besarnya tekanan yang diinginkan. ruang ini merupakan karakteristik ruang terbuka hijau perkotaan. Ruang Tertutup Beratap (Enclosed Canopied Space) Ruang ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan ruang beratap. dan terisolir. Perbedaan utama ruang ini adalah tertutup pada sisi-sisinya dan tanaman berukuran sedang dan kecil. arsitek lanskap dapat membentuk ruang luar dengan orientasi vertikal dan terbuka ke arah langit. tipe ruang ini sering dirasakan jika seseorang berdiri di lantai dasar bangunan yang terbuka dengan sisi-sisi yang terbuka. agak gelap. 5. memberikan kesan keleluasaan pribadi. Ruang beratap juga membentuk kesan skala vertikal yang kuat dengan penutupan ketinggian ruang. Salah satu variasi ruang ini adalah ”lorong” yang terbentuk oleh tanaman peneduh sepanjang jalan raya atau jalan setapak. Penyekat (Screening) Apabila pembentukan ruang luar merupakan salah satu kegunaan arsitektural tanaman. kegunaan lain adalah untuk menutup obyek atau pemandangan yang . B. Secara arsitektural. Dalam kaitannya dengan lanskap. Salah satu variasi yang memungkinkan dari ruang ini adalah menggunakan tanaman yang berbentuk meruncing ke atas sebagai unsur pembentuk ruang. Ruang Vertikal Dengan menggunakan tanaman tinggi. 4. ruang tersebut dapat terbuka atau tertutup pada sisi-sisinya. Ruang seperti ini dapat dirasakan seperti suasana hutan.29 3. Secara keseluruhan ruang ini berkesan "terapit" antara bidang atas dari tajuk pohon dan bidang dasar apabila seseorang melewati antara batang-batang pohon. Ruang Beratap (Canopied Space) Ruang beratap dapat dibentuk dengan bagian-bagian atas tertutup dan sisi-sisi terbuka menggunakan massa tanaman peneduh dengan tajuk tanaman yang padat. Ruang ini berkesan sejuk dan memungkinkan pandangan tak langsung ke dalam dan luar ruang melalui sisi-sisinya. Sinar matahari tersaring tajuk tanaman dan cahaya menembus dari sisi-sisinya.

Perbedaan yang jelas antara keduanya adalah pengendali keleluasaan pribadi memisahkan ruang dengan sekitarnya. Penyekat menghalangi secara bijaksana sebagian dari pandangan pengendali keleluasaan pribadi mengurangi kebebasan bergerak dalam ruang. dan penempatan tanaman pembatas yang diinginkan. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah musim. Pengendali keleluasaan pribadi adalah teknik penempatan tanaman di sekitar area tertentu agar pandangan ke dalam dan dari ruang dapat dihalangi. . C. tanaman dapat membatasi pandangan secara total sehingga tidak tembus sama sekali (opaque). Faktor-faktor tersebut secara bersama-sama mempengaruhi tinggi. atau dibuat transparan agar menghalangi sebagian pandangan. Tujuan dari pengendalian pandangan ini adalah untuk memisahkan ruang dengan sekitarnya (Gambar 4). dan bentuk permukaan tanah.30 kurang menarik suatu lingkungan. tinggi unsurunsur yang tidak menarik. Tanaman yang tinggi. dengan demikian menghalangi pandangan ke dan dari ruang. jarak antara pengamat. walaupun kadang-kadang perlu pada situasi tertentu. Tanaman hijau sepanjang tahun adalah yang paling sesuai untuk penyekat permanen untuk menghalangi pandangan sepanjang tahun. susunan. sedangkan penyekat memungkinkan pergerakan di sekitar tanaman pembatas. Hal ini sangat tergantung dari tujuan perancangannya. unsur yang kurang menarik. Unsur tanaman sebagai penyekat vertikal dapat mengendalikan pandangan agar obyek yang diinginkan dalam lanskap dapat terlihat dan obyek yang kurang baik terhalangi. perancang terlebih dahulu harus menganalisis titik-titik mana agar pengamat dapat melihat. Untuk membentuk penyekat tanaman secara efektif. Pengendali Keleluasaan Pribadi Fungsi tanaman yang mirip dengan fungsi penyekat adalah sebagai pengendali keleluasaan pribadi. apabila tanaman digunakan sebagai penyekat. Pengendali keleluasaan pribadi sering merupakan tujuan perancangan yang diinginkan sebagai ruang duduk yang akrab (intim) atau merupakan teras rumah. tidak berarti baik untuk penyekat.

dinding. 2) penyekat. tanaman dapat digolongkan berdasarkan fungsinya sebagai 1) pembentukan ruang. tetapi akan memberikan keleluasaan pribadi secara total jika sedang duduk. Tanaman. 1983) Penyekat tingkat pengendali keleluasaan pribadi dipengaruhi langsung oleh karakteristik tanaman yang digunakan untuk menghalangi pandangan. dan 3) pengendali keleluasaan pribadi.31 Gambar 4. Pengendali keleluasaan pribadi (Sumber: Booth. Berdasarkan aspek arsitektural. Kegunaan arsitektural lebih ditekankan pada aspek struktural. Rangkuman Unsur tanaman digunakan secara arsitektural dalam fungsi lanskap sebagai komponen struktural seperti atap. . umumnya memberi kesan keleluasaan pribadi yang kuat.yang rimbun dengan tinggi lebih dari 2 meter. D. dan lantai. dan tanaman lebih rendah lagi kurang memberikan rasa keleluasaan pribadi. Tanaman sebatas dada memberikan keleluasaan pribadi sebagian.

(a) Dasar (b) Vertikal (c) Horizontal (d) Atap 2... Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1... Tanaman penutup tanah dapat digunakan untuk membentuk bidang. Jelaskan fungsi tanaman sebagai penyekat (screening). B.... Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jelaskan fungsi tanaman sebagai pengendali keleluasaan pribadi...... Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural....... Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.. Tanaman yang digunakan untuk memberi kesan pribadi yang kuat adalah..... Jelaskan lima tipe dasar ruang yang terbentuk oleh tanaman... 3. 2. 4....32 PENUTUP A.. Jelaskan fungsi tanaman sebagai pembentukan ruang. Ruang yang terbentuk oleh tanaman peneduh dengan tajuk tanaman yang rapat adalah. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. (a) Tanaman rendah .. (a) Ruang terbuka (b) Ruang semi terbuka (c) Ruang beratap (d) Ruang vertikal 3.. 2... Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda....

Akan tetapi..... Anda harus mengulangi Bab 3. Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . Hitunglah jawaban Anda yang benar..... Apabila massa daun tanaman semakin besar dan rapat. Jarak antara pohon yang memiliki efektivitas visual adalah.... bagus! Anda cukup memahami Bab 3. (a) Lemah kesan ketertutupannya (b) Kuat kesan keterbukaannya (c) Lemah kesan keterbukaannya (d) Kuat kesan ketertutupannya 5.. (a) < 3 m (b) 3 – 5 m (c) 5 – 9 m (d) > 9 m Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. ..33 (b) Tanaman rimbun dengan tinggi > 2 m (c) Tanaman dengan tinggi > 2 m (d) Tanaman setinggi dada 4.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. maka ruang akan semakin.. terutama bagian yang belum Anda kuasai.... apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%.... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 3... Anda dapat meneruskan pada Bab 4...

d 5. Sumber/Referensi 1. b 4. c 3. 2003. a 2. H. 2.34 C. Illinois: Waveland Pr. d . Kunci Jawaban 1. Utomo. Inc. D. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara. 1983. Hakim R. Komponen Perancangan Arsitektur Lanskap. Booth NK. Basic Elements of Landscape Architectural Design. Prinsip – Unsur dan Aplikasi Desain.

apabila dapat menarik pandangan. karena tanggapan seseorang merupakan reaksi terhadap apa yang terlihat. bentuk.35 BAB 4 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK VISUAL PENDAHULUAN Unsur tanaman selain berfungsi untuk kegunaan arsitektural dalam perancangan. tetapi apabila kurang menarik akan mengganggu pandangan. Kualitas visual dalam penataan tanaman sangat penting. membentuk ruang keleluasaan pribadi. Kegunaan arsitektural lebih ditekankan pada aspek struktural. Penataan tanaman yang berhasil. memodifikasi suhu udara. sedangkan kegunaan estetika lebih menyangkut pada kualitas visual suatu perancangan. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. F. yaitu untuk membentuk ruang. dan tekstur tanaman serta susunan komposisi dan hubungannya dengan lingkungan sekitar merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas estetika suatu perancangan. warna. menghalangi pandangan. E. Ukuran. Strategi Pembelajaran 1. juga memiliki kegunaan estetika. disamping menyempurnakan fungsi-fungsi yang lain. Suatu penataan tanaman dapat berfungsi dengan baik sebagai pembentuk ruang. menciptakan urut-urutan ruang. Collaborative learning 2. menstabilkan tanah. Praktikum .

Pohon besar yang sudah tumbuh dewasa berukuran tinggi 12 meter atau lebih.36 G. dan tekstur. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. warna. karakteristik visual tanaman mencakup ukuran. 4. H. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Secara umum. A. daya tarik komposisi. Indikator Pencapaian 1. 3. Setiap karakteristik visual tanaman memiliki sub-kategori. 1. yang akan diuraikan terinci pada bagian berikut. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek visual. 4. sedangkan pohon . Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. bentuk. tanaman yang paling cepat terlihat dari segi komposisi dan ruang dalam lanskap adalah pohon besar dan sedang. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek visual melalui sumber bacaan dan internet. Ukuran Tanaman Ukuran merupakan karakteristik visual penting unsur tanaman yang perlu dikaji terlebih dahulu dalam pemilihan tanaman untuk perancangan. Unsur tanaman dapat dikategorikan dengan ukuran-ukuran sebagai berikut. 2. Ukuran tanaman secara langsung mempengaruhi ukuran ruang. dan kegunaan tersendiri dalam ruang luar. 3. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. Pohon besar dan sedang Berdasarkan ukurannya. kualitas. dan keseluruhan kerangka kerja perancangan. 2.

Apabila pohon besar telah ditempatkan. Tanaman-tanaman kecil memberikan detail dengan skala yang lebih . oleh karena itu berperan sebagai pusat perhatian jika diletakkan di antara tanamantanaman kecil (Gambar 5). sedangkan contoh pohon sedang adalah bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea). Demikian juga pohon besar dan sedang merupakan tanaman yang pertama-tama terlihat dalam suatu komposisi. yang pertama terlihat adalah pohon-pohon besar. trembesi (Samanea saman). dan kayu manis (Cinnamommum burmanii). Oleh karena itu. pohon besar dan sedang seharusnya merupakan unsur tanaman yang ditempatkan dalam perancangan karena penempatan tersebut dapat memberikan pengaruh besar terhadap penampakkan dan kesan komposisi secara keseluruhan. Fungsinya sama dengan kerangka besi atau kayu sebuah bangunan. Gambar 5. Kategori unsur tanaman ini merupakan unsur visual yang dominan karena ketinggian dan massanya. Pohon-pohon kecil atau perdu hanya terlihat pada jarak yang relatif dekat.37 sedang ketinggian maksimum 9 – 12 meter. Pohon besar sebagai unsur dominan (Sumber: Booth. sawo kecik (Manilkara kauki). memberikan bentuk tiga dimensi keseluruhan suatu komposisi dengan membentuk struktur dasar dan kerangka ruang luar. 1983) Pohon besar dan sedang menjadi semakin penting sebagai unsur komposisi jika ukuran ruang luar semakin besar. cemara kipas (Thuja orientalis). dan kecrutan (Spathodea campanulata). beringin (Ficus benjamina). Contoh pohon besar adalah flamboyan (Delonix regia). dan mungkin satusatunya unsur tanaman yang terlihat. perdu dan semak dapat diatur untuk melengkapi dan memperkuat kualitas komposisi ruang luar. Jika dilihat dari seberang lapangan terbuka atau plaza.

seperti di hutan rimba.38 terukur dalam kerangka keseluruhan komposisi yang terbentuk oleh pohon besar.5 – 6 meter. perdu dapat membentuk batas-batas ruang pada bidang vertikal dengan batang-batang pohon atau melingkupi ruang pada bidang vertikal jika massa tajuknya sebatas mata. Pada tapak berukuran kecil. Perdu dapat membatasi ruang. tergantung ketinggian tajuk pohon. Pohon besar dan sedang merupakan unsur penting di dalam membagi-bagi (subdividing) ruang-ruang perkotaan dan pedesaan luas yang awalnya dibatasi oleh bangunan-bangunan dan permukaan tanah. ruang akan terasa lebih manusiawi jika tinggi tajuk pohon 3 – 4. agar berhati-hati untuk tidak menggunakan pohon besar. perdu diartikan sebagai tanaman yang tumbuh dengan ketinggian maksimal 4. 2. dan palem wregu (Rhapis exelsa). pohon tampak sebagai latar depan yang transparan sehingga memberikan kesan lebih mendalam terhadap ruang yang sedang dilihat. Kesan ruang luar dapat bervariasi. baik pada bidang vertikal maupun bidang atas. Tajuk dan batang pohon besar dan sedang dapat membentuk atap dan dinding ruang luar. bunga.5 meter di atas tanah atau berkesan monumental jika tinggi tajuk 12 – 15 meter di atas tanah. Jika dari sela-sela batang dan cabang-cabangnya yang rendah dari perdu dapat melihat pandangan (Gambar 6). jakaranda (Jakaranda filicifolia). Pohon kecil (perdu) Dilihat dari segi ukuran tanaman. atau dari bentuk. Hal ini dapat diciptakan melalui ukuran yang kontras dengan tanaman-tanaman rendah. kembang merak (Caesalpinia pulcherima). Perdu dapat berperan sebagai aksen visual dalam komposisi (Gambar 7). menjadi ruang-ruang yang lebih kecil. karena hal ini cenderung mengaburkan skala perancangan dan unsur-unsur yang lebih kecil. dan buah yang menyolok pada tanaman ornamental. . Contoh tanaman ini adalah kol banda (Pisonia alba). Tergantung ketinggian tajuk tanaman. Fungsi lain pohon besar dan sedang di lingkungan adalah untuk membatasi ruang pada bidang atas dan bidang vertikal. dadap merah (Erythrina cristagalli). Disini ketinggian dan sisi-sisi massa tajuk tanaman merupakan aspek penting dalam membentuk batas-batas ruang dan skalanya.

39 Tanaman ini digunakan sebagai pusat perhatian di tempat-tempat yang diinginkan untuk menarik perhatian. dan hanjuang (Cordyline terminalis). dapat dipakai sebagai titik akhir ruang linier seperti bentuk patung atau bentuk abstrak untuk mengarahkan dan menarik orang ke dalam ruang. hampir atau sampai ke tanah. Semak tinggi Semak tinggi merupakan tanaman yang tumbuh dengan tinggi maksimal 3 – 4.5 meter. Semak tinggi tidak hanya lebih pendek dari perdu. Batang pohon kecil sebagai latar depan suatu pusat perhatian (Sumber: Booth. membentuk kanopi atau atap pada suatu daerah. Contoh semak tinggi. 1983) Gambar 7. Umumnya massa daun semak. Walaupun perbedaan ini . kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). antara lain. 1983) 3. Gambar 6. Selain itu. tetapi dapat dikenal dari massa daunnya yang rendah. nusa indah (Mussaenda sp). kembang kertas (Bougenvillea spectabilis). Perdu sebagai pusat perhatian dalam komposisi tanaman (Sumber: Booth. pangkas kuning (Duranta repens).

1983) 4. dan tekstur. Tanaman semak sedang berfungsi sama seperti semak rendah dalam perancangan. kaca piring (Gardenia angusta). Namun demikian. Kualitas pelingkupnya dapat lebih bervariasi menurut musim jika semak tinggi terdiri atas tanaman berdaun rontok. perbedaan antara semak tinggi dengan perdu dibuat untuk mempermudah perbedaan. Massa daun tanaman ini dapat mencapai tanah atau sedikit lebih tinggi. antara lain. lolypop kuning (Pacystachys lutea). asoka (Ixora javanica). Semak sedang Kategori ini mencakup tanaman yang mempunyai tinggi 1 – 2 meter. Tanaman semak tinggi membatasi ruang pada bidang vertikal tetapi memberikan pandangan terbuka ke atas (Sumber: Booth. dan bunga mentega (Nerium oleander). tetapi pada kenyataannya tidak selalu jelas. warna. Tanaman ini terdiri atas berbagai bentuk. Dengan demikian. . khususnya jika banyak terdapat semak tinggi yang bercabangcabang membentuk kanopi terapung (floating canopy). Semak tinggi dapat digunakan dalam lanskap sebagai dinding untuk melengkapi batas ruang (spatial enclosure) pada bidang vertikal. Gambar 8. Ruang yang dibatasi semak tinggi hanya melingkupi sisinya dan terbuka di bagian atas (Gambar 8). Contoh tanaman semak sedang. kesan ruang tersebut cenderung tampak ringan (light) dan terang (sunny) dengan orientasi kuat ke atas. Semak tinggi juga dapat menciptakan ruang semacam koridor yang kuat dan tegas mengarahkan pergerakan dan pandangan ke terminus. tetapi dengan pelingkup ruang (spatial containment) lebih banyak. sedangkan tanaman hijau sepanjang tahun akan tetap konsisten.40 membantu mengkategorikan tanaman menurut ukuran.

antara lain. pisang hias (Heliconia sp). begonia (Begonia sp). bunga pukul empat (Mirabilis jalava). 5. dan tapak dara (Vinca rosea). bunga kana (Canna sp). semak rendah berperan sebagai penghubung visual yang kuat diantara unsur-unsur dalam suatu komposisi. sama seperti tembok yang rendah. jika dilihat dari batas mata normal. Tanaman Penutup Tanah Kategori tanaman-tanaman terkecil menurut ukurannya adalah tanaman penutup tanah. maka tanaman tersebut membentuk ruang semu (implication) daripada pembatas fisik secara nyata. sedangkan semak rendah berfungsi sebagai penghubung vertikal. Semak rendah dianggap lebih tinggi dari 30 cm. mulai dari tanaman berbunga sampai yang herbaceous. Contoh tanaman semak rendah.). Semak rendah Semak rendah merupakan kategori tanaman kecil dalam hirarki ukuran tanaman. Semak rendah dapat membatasi ruang atau memisahkan ruang tanpa menghalangi pandangan ke dalam atau keluar. antara lain. adam hawa (Rhoeo . Fungsi lain berkaitan dengan hal itu adalah menggunakan semak rendah sepanjang jalan setapak untuk mengarahkan pejalan kaki tanpa mengganggu garis pandangnya (line of vision). Oleh karena semak rendah mempunyai tinggi yang tidak menyolok. karena tanaman dengan ketinggian di bawah itu nampak dan berfungsi sebagai penutup tanah. Hal ini agak berbeda dengan tanaman penutup. kembang coklat (Widelia biflora). Oleh karena itu. Tanaman penutup tanah menghubungkan unsur lain secara visual dengan berperan sebagai bidang dasar. Dengan demikian ruang yang direncanakan terbuka pada sisi-sisinya dapat dibatasi dengan semak rendah pada bidang vertikalnya. Tanaman penutup tanah mempunyai berbagai macam karakteristik. Semak rendah dengan komposisi tertentu dapat menghubungkan secara vertikal unsur-unsur yang tidak berhubungan. Istilah tanaman penutup tahah digunakan untuk tanaman rendah atau yang menyebar dengan tinggi maksimal 15 – 30 cm. Contoh tanaman ini. difenbachia (Dieffenbachia spp. Semak rendah yang optimal mempunyai tinggi 1 meter atau kurang.41 Semak sedang berperan sebagai peralihan visual suatu komposisi antara perdu atau semak tinggi dengan semak rendah. 6.

khususnya jika berbatasan dengan halaman rumput atau perkerasan. Tanaman penutup tanah juga dapat berfungsi sebagai unsur netral yang menghubungkan berbagai bagian dari komposisi. Sebagai contoh. Dalam kaitannya dengan hal tersebut. suatu petak bunga di bawah patung atau pohon ornamental yang menarik. Penerapan lain dari tanaman penutup tanah dalam perancangan adalah menghubungkan secara visual unsur-unsur yang terpisah atau kelompok unsur-unsur dalam satu kesatuan. Daerah-daerah yang . tanaman penutup sering dipakai dalam ruang luar untuk membentuk tepi-tepi pola pada bidang dasar. area tanaman penutup tanah harus luas untuk mencegah gangguan visual unsur-unsur lain yang berdekatan. Tanaman penutup tanah merupakan bahan yang efektif untuk membuat bentuk luar suatu pola yang direncanakan pada bidang dasar tanpa menggunakan bahan arsitektural yang keras. Garis yang tercipta oleh tepi tanaman penutup tanah dengan rumput atau perkerasan tampak menarik dan mengarahkan mata ke sekitar ruang. Tanaman penutup tanah dapat dikatakan sebagai "permadani" tanaman atau material pelantai ruang luar serta mempunyai berbagai fungsi dalam perancangan. Kelompok perdu atau pohon yang tidak berhubungan dapat dibuat sebagai bagian dari komposisi yang sama oleh tanaman penutup tanah. Kegunaan yang sama tanaman penutup adalah untuk membatasi permukaan bukan jalan. Kegunaan praktis tanaman penutup tanah adalah untuk menutup daerahdaerah yang kurang sesuai untuk rumput atau unsur-unsur lain.42 discolor). Kegunaan ini amat penting bagi tanaman penutup tanah yang memiliki bunga-bunga yang indah. dan daun mutiara (Philea sp). Kegunaan lain dari tanaman penutup tanah adalah memberikan daya tarik visual berdasarkan warna dan tekstur yang menyolok. Tanaman penutup tanah akan tampak menarik jika ditata berdampingan dengan unsur yang berwarna dan bertekstur menyolok. Kegunaan tanaman penutup tanah dapat menciptakan latar belakang atau “setting” yang senada menjadi pusat perhatian. Tanaman penutup tanah dapat digunakan dalam perancangan untuk membentuk tepi atau batas ruang. karena dapat menghubungkan semua tanaman menjadi satu area pada bidang dasar. Untuk dapat berperan sebagai "setting" yang netral.

Agak sukar untuk membentuk permukaan rumput pada lereng dengan kemiringan lebih dari 4:1 dan berbahaya untuk memangkasnya. Bentuk Tanaman Karakteristik visual tanaman selanjutnya adalah bentuk tanaman. merunduk (weeping) dan picturesque (Gambar 9). masing-masing memiliki karakteristik yang khas dan penerapannya dalam perancangan diuraikan sebagai berikut. dan menyeleraskan tanaman dengan unsur-unsur padat lain dalam perancangan. Dengan luas yang sama. .43 sukar untuk ditanami rumput atau unsur-unsur lain adalah dekat bangunan atau tempat-tempat lain yang sukar dicapai mesin pemotong rumput atau tempat-tempat yang terlampau gelap dan teduh. waktu. area-area dengan tanaman penutup tanah dapat menghemat biaya. kolumnar. bentuk tanaman juga merupakan komposisi tanaman. yang dapat sesuai dengan habitat pertumbuhannya. Walaupun secara faktor kunci dalam struktur mempengaruhi kesatuan dan keanekaragaman. dan energi dalam pemeliharaan dibanding dengan halaman berumput. menyebar/horizontal. indah. Pada keadaan seperti ini tanaman penutup tanah dapat digunakan sebagai pengganti rumput. Dalam jangka waktu yang panjang. B. tanaman penutup tanah pada umumnya memerlukan pemeliharaan lebih sedikit daripada halaman rumput. Setiap tipe-tipe bentuk tersebut. Bentuk tanaman dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan bentuk dua atau tiga dimensi. berperan sebagai aksen atau latar belakang. atau bentuk luar (outline) silhouetnya. piramidal/kerucut. memperlebar atau memperluas pandangan ataupun sebagai aksentuasi dalam suatu ruang (Hakim. memberi kesan dinamis. Tipe-tipe dasar bentuk tanaman adalah: fastigiate. Kegunaan tanaman penutup tanah yang lain adalah untuk menstabilkan tanah dan mencegah erosi pada lereng-lereng curam. 2006). Bentuk tanaman secara individual atau kelompok merupakan bentuk keseluruhan dan visual tidak sekuat membentuk ukuran. bulat (globular).

Tipe dasar bentuk tanaman (Sumber: Booth. Jika digunakan dalam jumlah banyak. Tanaman-tanaman tersebut memberi kesan vertikal dan meninggi.44 Gambar 9. 1983) 5. Fastigiate (tinggi-ramping) Bentuk tanaman fastigiate adalah bentuk yang meninggi-ramping dan meruncing di bagian atas. baik terhadap massa tanamannya maupun ruang yang dibatasi. tanaman berbentuk fastigiate memberi penekanan vertikal dan mengarahkan mata ke atas. Dalam perancangan. tanaman dengan bentuk fastigiate dapat memberikan kesan massa atau ruang yang terjadi tampak lebih tinggi dari . Contoh tanaman seperti ini adalah cemara lilin (Cupressus lucitanica).

hanya agak bulat di bagian atasnya. Bentuk Bulat (Globular) Sesuai dengan namanya. Tanaman berbentuk menyebar dapat digunakan dalam perancangan untuk memberikan kesan luas dan melebar (Gambar 10). tanaman-tanaman tersebut dapat memperkuat garis-garis arsitektur menyatukan dengan tapak sekitarnya.45 sebenarnya. Tanaman damar (Agathis damara) dan kenanga (Cananga odorata) merupakan contoh-contoh tanaman dengan bentuk kolumnar. Oleh karena itu. Jika diletakkan secara kontras dengan tanaman rendah dan bentukbentuk bulat atau menyebar. fastigiate berperan sebagai aksen dan exclamation point seperti menara gereja pada kaki langit suatu kota di pedalaman. garis-garis panjang yang menjangkau kaki langit dan bangunan-bangunan berbentuk horizontal yang rendah. 4. 3. tipe tanaman ini memiliki bentuk bulat menyerupai bola. 2. Tanaman johar (Cassia siamea) dan kiara payung (Filicium decipiens) adalah . tanaman berbentuk menyebar dapat digunakan sebagai kontras terhadap bentuk fastigiate dan kolumnar dalam suatu komposisi. Tanaman berbentuk fastigiate dapat menarik perhatian sehingga sebaiknya digunakan secara seksama dalam jumlah sedikit pada titik-titik tertentu dengan tepat. dengan habit umumnya horizontal. Bentuk Menyebar/Horizontal Tipe bentuk tanaman ini lebarnya lebih kurang sama dengan ketinggiannya. Tanaman berbentuk kolumnar memiliki kegunaan yang sama dengan bentuk fastigiate dalam perancangan. khususnya jika bentuk-bentuk horizontal diulang secara seksama di dalam perancangan. Tanaman dengan bentuk tinggi ramping seharusnya tidak ditempatkan di berbagai tempat pada suatu komposisi. Contoh tanaman tersebut adalah trembesi (Samanea saman) dan bunga lampion (Brownea capitella). Tanaman berbentuk menyebar tampak harmonis dengan permukaan tanah rata. Bentuk Kolumnar Tanaman berbentuk kolumnar sama seperti tanaman berbentuk fastigiate. karena hal ini dapat menciptakan perancangan yang kacau karena banyak titik-titik perhatian individual. dapat digunakan untuk menghubungkan bentuk-bentuk lain dalam komposisi secara visual. Jika diletakkan berdekatan dengan bangunan. Sebaliknya.

dimana secara visual tidak terdapat gunung sama sekali. 1983) 5. Tanaman berbentuk bulat dapat berperan sebagai tanaman pelembut dan netral terhadap bentuk-bentuk lain yang lebih menyolok. terutama bagian atas yang meruncing dan mudah dilihat. Oleh karena itu.46 contoh tanaman berbentuk bulat. Tanaman berbentuk bulat merupakan tipe bentuk tanaman terbanyak sehingga tanaman ini banyak dipakai dalam komposisi perancangan. Tidak seperti bentuk-bentuk tanaman fastigiate atau menyebar. tanaman ini juga dapat digunakan untuk mengulang bentuk bangunan piramidal atau permukaan tanah yang bergunung-gunung. Oleh karena itu. beberapa ahli teori perancangan menyarankan agar bentuk-bentuk piramidal/kerucut digunakan secara hati-hati pada wilayah yang rata. Contoh tanaman ini adalah cemara kipas (Thuja occidentalis) dan pinus (Pinus merkusii). tanaman berbentuk bulat "tidak memberi kesan mengarahkan" dan "netral". khususnya jika ditata secara kontras dengan bentuk-bentuk bulat rendah. Oleh karena itu. tanaman ini digunakan sebagai aksen visual. Tanaman dengan bentuk piramidal mempunyai bentuk-bentuk luar (outline) yang menyolok. Tanaman berbentuk bulat juga dapat ditempatkan pada perancangan untuk menyelaraskan serta mengulang bentuk-bentuk curvilinier seperti permukaan tanah yang berbukitbukit. Terakhir. tanaman berbentuk bulat akan mudah digunakan untuk menyatukan suatu komposisi perancangan. Bentuk-bentuk spreading memberi kesan lebar dan luas (Sumber: Booth. Bentuk Piramidal/Kerucut Tipe bentuk tanaman ini memiliki bentuk piramidal dari dasar secara gradual meruncing ke atas. Gambar 10. Selain itu. tanaman dengan bentuk kerucut dapat digunakan secara harmonis dan selaras pada .

6. tanaman tersebut dapat menuntun mata ke arah permukaan tanah (ke bawah). misalnya di sepanjang tepi daerah perairan sering ditemukan tanaman janda merana. Sesuai dengan penampakannya yang luar biasa. Kecuali tanaman bonsai yang sengaja dibentuk. 7. Dalam perancangan. Di alam tanaman merunduk sering ditemukan di daerah atau titik-titik terendah suatu tanah. Tanaman dengan bentuk merunduk juga dapat digunakan pada pinggir daerah perairan yang berkelok-kelok (curvilinier) untuk mencerminkan bentuk berombak dan melambangkan kualitas kemudahan mengalir dari air. Warna-warna . Tanaman dengan bentuk seperti ini biasanya merupakan tanaman dewasa yang telah menyesuaikan diri (beradaptasi) dalam jangka waktu lama terhadap kondisi lingkungan tertentu.47 perancangan-perancangan yang bersifat formal dengan bentuk-bentuk geometrik yang kaku. Untuk mengekspresikan tanaman dengan bentuk merunduk kadang-kadang untuk menempatkannya pada tepi bak tanaman atau titik-titik tanah yang ditinggikan agar tanaman dapat menjuntai pada tepinya. suatu fungsi yang dapat dimanfaatkan setelah mata dituntun ke atas oleh bentuk-bentuk yang meninggi. C. tanaman dengan bentuk yang menarik ini amat baik digunakan sebagai "specimen" yang diletakkan pada titik tertentu dalam perancangan. Bentuknya mungkin dapat tak beraturan. meliuk-liuk. Bentuk Yang Menarik (Picturesque) Tanaman dengan bentuk yang menarik atau eksotis merupakan bentuk scullptural yang unik. Janda merana (Salix babilonica) dan beringin karet (Ficus elastica) merupakan contoh tanaman merunduk. Warna Tanaman Warna tanaman dapat dianggap sebagai karakteristik emosional karena mempengaruhi secara langsung kesan dan suasana ruang-ruang luar. Bentuk Merunduk (Weeping) Bentuk tanaman merunduk memiliki struktur percabangan yang menggantung atau melengkung ke bawah. semua tanaman picturesque adalah hasil/akibat kekuatan alam yang unik. atau berbagai bentuk yang luar biasa. Biasanya tidak lebih dari satu tanaman ditempatkan pada suatu daerah/area untuk menghindarkan kesan kacau atau ruwet.

Warna utama daun adalah warna hijau. buah. Memilih tanaman hanya berdasarkan pada bunga atau warna musim semi adalah keliru mengingat waktu yang singkat. sedangkan warna-warna gelap mengesankan suram. ungu atau warna yang beraneka. dan cabang. dimana secara visual mengikat semua warna. bunga. nada warna hijau yang netral sebaiknya lebih menonjol dari warna-warna lain. daun pada musim panas beserta ranting di musim dingin dan warnawarna batang. dengan berbagai variasi mulai dari hijau muda sampai dengan hijau tua mencakup warna-warna shades kuning. Dalam mengomposisikan warna dalam suatu perancangan. serta kulit batang pohon. biru.48 terang menimbulkan suasana cerah dan menyenangkan. bunga. Diperlukan kecermatan di dalam menempatkan warna daun yang luar biasa seperti warna perak. Warna bunga dan warna musim semi. Warna dari suatu tanaman dapat menimbulkan efek visual juga tergantung dari refleksi cahaya yang jatuh pada tanaman tersebut (Hakim. tunas. karena memiliki mayoritas waktu. kurang lebih beberapa minggu. Disamping itu. dan perak. 2006). Organisasi warna suatu komposisi tanaman harus dikoordinasikan dengan karakteristik visual yang lain. karena warna-warna tersebut cenderung mudah . tunas. umumnya hanya dalam waktu singkat. Sebagai contoh. sering tampak dramatis dan mengesankan. Warna tanaman harus digunakan untuk memperkuat fungsi ukuran dan bentuk tanaman dalam perancangan lanskap. Dengan pendekatan ini. Berbagai warna hijau seharusnya tidak membentuk telalu banyak titik-titik individu yang sebanding dengan skala keseluruhan dari komposisi atau menimbulkan penampakan yang tidak teratur. Variasi warna tanaman kadang-kadang dapat dilihat pada jarak relatif jauh dalam lanskap. Warna netral dapat digunakan sebagai unsur pemersatu. umumnya penting untuk dipertimbangkan. berbagai rangkaian warna dengan potensi hue terdapat pada daun. Warna hijau yang kontras harus terdapat dalam massa-massa daun dan akan tampak jelas antara satu dengan yang lain. Warna tanaman juga penting karena mudah dilihat. dan cabang/batang pohon pada musim semi dan musim gugur. tanaman yang ditempatkan sebagai titik perhatian dalam perancangan karena ukuran atau bentuk seharusnya juga memiliki warna yang menarik perhatian. Warna yang terdapat pada unsur-unsur tanaman dari berbagai bagian tanaman mencakup daun.

dan suasana perancangan. Demikian juga bunga berwarna terang harus dikelompokkan dan ditempatkan hanya pada tempat-tempat tertentu. ukuran daun tanaman individual. . akan menimbulkan kesan kacau dan berkesan tidak ada hubungan.49 dilihat karena keunikannya. bentuk permukaan. daya tarik visual. persepsi terhadap jarak. 1. habitat pertumbuhan secara keseluruhan. dan rumput gajah/paitan (Axonopus compressus). Tekstur tanaman dipengaruhi oleh ukuran daun. sedangkan kepadatan cabang dan habit pertumbuhan merupakan variabel-variabel utama yang mempengaruhi tekstur apabila tanaman dilihat secara keseluruhan pada jarak tertentu. D. dan jarak dimana tanaman tersebut dilihat. Tekstur tanaman biasanya diklasifikasikan sebagai kasar. agave (Agave americana). Contoh tanaman yang bertekstur kasar adalah kembang dedes (Saraca palembanica). Pada jarak dekat. nada warna. Daun dengan warna hijau luar biasa harus disimpan sebagai cadangan untuk beberapa lokasi khusus di dalam perancangan. Jika warna terang banyak ditempatkan di berbagai titik (spot) dalam perancangan. Selain jarak yang bervariasi. Tekstur Kasar Tekstur kasar biasanya terbentuk oleh daun-daun yang besar. dan halus (Gambar 11) dengan sifat dan kegunaan potensial dalam lanskap sebagai berikut. Tekstur Tanaman Tekstur tanaman adalah kesan kasar atau halusnya keseluruhan tanaman (secara visual) pada tanaman individual atau sekelompok tanaman. tekstur juga mudah berubah sesuai musim terutama pada tanaman berdaun gugur. meliputi kesatuan komposisi dan keanekaragaman. cabang-cabang yang besar dan masif (tidak memunyai ranting halus dan kecil) dan/atau habit pertumbuhan yang menyebar bebas. dan susunan ranting merupakan faktor-faktor dominan yang mempengaruhi tekstur secara visual. Warna bunga yang ditempatkan secara sensitif harus ditempatkan sebagai selingan atau variasi tanpa mengganggu kesatuan secara keseluruhan. sedang. Tekstur mempengaruhi berbagai faktor dalam komposisi tanaman. konfigurasi kulit tanaman. ukuran ranting dan cabang.

Tekstur tanaman (Sumber: Booth. jelas/tegas. Hal ini mungkin diperlukan apabila ukuran . Dengan demikian tanaman bertekstur kasar dalam kuantitas yang banyak dapat memberi kesan menyempitkan ruang luar.50 Gambar 11. Oleh karena itu. dan agresif. 1983) Karakteristik tanaman yang bertekstur kasar adalah mudah dilihat. tekstur kasar dapat digunakan sebagai titik perhatian untuk menarik perhatian atau untuk memperkuat kesan. tekstur kasar tampak "bergerak keluar" ke arah pengamat dan merupakan tekstur yang pertama terlihat. Jika diletakkan di antara tekstur sedang dan halus. Karena kekuatan ini tekstur kasar menimbulkan kesan "bergerak ke depan" ke arah pengamat. menyebabkan jarak antara pengamat dan unsur tanaman tampak lebih dekat dari yang sebenarnya. tanaman bertekstur kasar harus ditempatkan secara seksama dan digunakan tidak berlebihan agar tidak "mengalahkan" komposisi atau menarik perhatian pada banyak tempat dalam suatu perancangan. yaitu dengan cara bergerak ke dalam ruang tersebut. Seperti halnya dengan aksen-aksen lain.

trembesi (Samanea saman). sapu tangan (Maniltoa grandiflora). cabang-cabang dan ranting kecil. dan/atau habit pertumbuhan yang padat. tetapi tidak diperlukan jika ruangnya sempit dan terbatas walau tanpa tanaman sekalipun. Tanaman bertekstur halus memiliki karakteristik dan kemampuan perancangan yang berlawanan dengan tanaman bertekstur kasar. Tanaman bertekstur halus memiliki penampakan halus dan lembut sehingga kurang nyata/jelas dalam lanskap. Dibanding dengan tekstur kasar. longgar. Tanaman ini biasanya tanaman terakhir dilihat dalam komposisi (berdasarkan teksturnya) dan yang pertama kabur dari pandangan dalam perancangan. Tanaman ini sukar digunakan pada situasi formal yang memerlukan bentuk-bentuk sempurna dan bentuk global yang jelas/tegas. Tanaman bertekstur kasar biasanya lebih banyak variasi gelap dan terang. Tekstur sedang dapat menghubungkan/mengikat komposisi dalam suatu kesatuan yang menyeluruh. trengguli (Cassia fistula). tanaman bertekstur sedang kurang transparan dan kurang tegas silhouettenya. 2. Oleh karena kualitas ini. dan rumput embun (Polytrias amaura). angsana (Pterocarpus indicus). berperan sebagai unsur peralihan antara tekstur kasar dan halus. Tekstur Sedang Tekstur sedang adalah hasil dari daun dan cabang berukuran sedang dan/atau habit pertumbuhan yang sedang. Contoh tanaman bertekstur sedang. Tanaman bertekstur kasar dalam beberapa hal tampak lebih terbuka. Seperti warna hijau dengan nada sedang (medium tone greens) tekstur sedang harus merupakan tekstur dasar dalam perancangan. Tekstur Halus Tekstur halus dihasilkan oleh banyaknya daun-daun kecil.51 fisik ruang terlalu luas bagi kenyamanan manusia secara normal. antara lain. dan rumput peking (Agrostis stolonifera) adalah contoh-contoh unsur tanaman bertekstur halus. tanaman bertekstur kasar umumnya lebih mudah dipakai pada penataan secara informal. daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea). suplir (Adiantum cuneatum). flamboyan (Delonix regia). 3. Karena mayoritas tanaman bertekstur sedang. maka umumnya merupakan bagian tekstur terbanyak dipakai dalam komposisi tanaman. Kembang merah (Caesalpinia pulcherima). apabila . dan kurang jelas bentuk globalnya dibandingkan tanaman-tanaman bertekstur halus. rumput manila (Zoysia matrella).

Tanaman bertekstur halus sering mempunyai silhouette yang jelas dan permukaan secara keseluruhan halus. tanaman bertekstur halus lebih tepat digunakan pada setting yang memberikan karakter formal dan rapi. Beberapa tanaman bertekstur halus tampak seperti dipangkas rapi walaupun dalam keadaan alami. dan warna tanaman agar memperkuat kualitas-kualitas ini. tanaman bertekstur halus dapat memberikan gambaran (ilusi) lebih luas dari sebenarnya. tanaman ini cenderung "tertarik ke belakang" dari pengamat.52 jarak antara pengamat dan komposisi tanaman semakin jauh. tetapi jika terlalu berlebihan akan tampak kacau. tetapi padat (solid) karena kuantitas daundaun kecil dan/atau kepadatan percabangannya. Satu lagi saran penyusunan berbagai tipe tekstur dalam area yang luas. Oleh karena itu. Hal ini untuk memberikan karakter permukaan yang lebih halus dan lunak. Jika terlalu banyak digunakan tekstur yang berbeda-beda dalam area kecil. agar proporsional dalam menggunakan tanaman bertekstur sedang sebagai peralihan antara tekstur kasar dan halus. Karena tanaman bertekstur halus kurang begitu jelas dalam suatu komposisi. jika digunakan dalam jumlah banyak dalam ruang luar. Oleh karena itu. lebih baik apabila mendapatkan keanekaragaman yang seimbang dari ketiga tipe dasar dalam perancangan agar memberi pandangan yang menarik. ukuran. . Variasi tekstur yang sedikit akan tampak monoton. Tanaman bertekstur halus dapat dimasukkan dengan tepat ke dalam komposisi berperan sebagai latar belakang yang netral terhadap tekstur yang lebih agresif. Kualitas ini sangat bermanfaat jika diterapkan pada ruang yang kecil dan sempit dimana tepi-tepi ruang akan tampak meluas dan bukan menyempit. bentuk. Keseimbangan yang diinginkan ini akan lebih penting pada ruang-ruang berukuran kecil dan akan semakin kurang penting pada ruang yang luas atau taman jauh dari pengamat. atau menambah keanekaragaman visual apabila dilengkapi dengan tekstur kasar dan sedang. Pemilihan dan kegunaan tekstur dalam komposisi tanaman perlu diselaraskan dengan semua karakteristik visual tanaman. Sebagai panduan. atau perubahan yang mendadak dari tekstur kasar ke tekstur halus cenderung membuat komposisi terasa kacau dan tidak menyatu.

. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek visual.. Karakteristik visual tanaman mempunyai pengaruh langsung terhadap keteraturan dan kesatuan perancangan. Rangkuman Karakteristik visual tanaman dari ukuran. dan tekstur merupakan "palette" variabel-variabel bagi perancang dalam merancang dengan menggunakan unsur tanaman. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut... Karakteristik visual yang harus dikaji terlebih dahulu dalam pemilihan tanaman untuk perancangan adalah. PENUTUP A... bentuk. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Hal-hal ini perlu dikaji lebih mendalam dalam menciptakan perancangan dan diselaraskan dengan seluruh tujuan perancangan.. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. kesenangan.. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan karakteristik tersebut. B. keanekaragaman visual. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. bentuk. (a) Ukuran tanaman (b) Bentuk tanaman (c) Warna tanaman (d) Tekstur tanaman .. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.53 E. dan suasana atau kesan ruang luar... warna.. 2. warna. 2. Jelaskan karakteristik visual tanaman yang mencakup ukuran. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. dan tekstur tanaman.

...... (a) Bauhinia purpurea (b) Cinnamommum burmanii (c) Samanea saman (d) Manilkara kauki 3.... (a) Filicium decipiens (b) Pinus merkusii (c) Cananga odorata (d) Brownea capitella Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.. Contoh pohon besar adalah... Hitunglah jawaban Anda yang benar...... Contoh tanaman yang berbentuk pyramidal adalah..... (a) Fastigiate (b) Columnar (c) Pyramidal (d) Weeping 5..... Bentuk tanaman yang tinggi ramping dan meruncing di bagian atas disebut..... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 4.... pada bidang vertikalnya dapat dibatasi dengan tanaman....... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 . Ruang yang direncanakan terbuka pada sisi-sisinya...... (a) Perdu (b) Semak tinggi (c) Semak sedang (d) Semak rendah 4...54 2....

55 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% - 100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang

Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas, bagus! Anda cukup memahami Bab 4. Anda dapat meneruskan pada Bab 5. Akan tetapi, apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%, Anda harus mengulangi Bab 4, terutama bagian yang belum Anda kuasai.

C. Sumber/Referensi

1. Booth NK. 1983. Basic Elements of Landscape Architectural Design. Illinois: Waveland Pr. Inc. 2. Dahl B, DJ. Molnar. 2003. Anatomy of a Park. Ed ke-3. Illinois: Waveland Pr. Inc. 3. Hakim R. 2006. Rancangan Visual Lanskap Jalan. Jakarta: Bumi Aksara.

D. Kunci Jawaban

1. a 2. c 3. d 4. a 5. b

56

BAB 5

SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN EKOLOGI
PENDAHULUAN

Tanaman dapat dibedakan berdasarkan ekologi dan lingkungannya. Secara ekologi, tanaman dapat dibedakan berdasarkan hubungannya dengan jenis tanah, air, cuaca, kelembaban, cahaya matahari, angin, dan sebagainya sehingga timbul istilah tanaman teduh/panas, tanaman basah/kering dan sebagainya. Secara fitogeografi, pembagian tanaman berdasarkan daerah asalnya seperti laut/pantai, payau/rawa-rawa, gurun, bukit karang, daerah rendah/tinggi, dan sebagainya. Oleh karena itu, dalam pembahasan ini, tanaman untuk penataan lanskap/taman digolongkan menjadi: tanaman pantai, tanaman pegunungan, tanaman air, tanaman batu karang, tanaman teduh, tanaman setengah teduh, dan tanaman panas.

A. Sasaran Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative
learning secara berkelompok dan praktikum.

B. Strategi Pembelajaran

1. Collaborative learning 2. Praktikum

C. Kegiatan Belajar

Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui sumber bacaan dan internet. 2. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum 3. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan.

57 4. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran

D. Indikator Pencapaian

1. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. 2. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. 3. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. 4. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum.

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN

Umumnya

tanaman

tidak

dapat

tumbuh

secara

baik

apabila

faktor

lingkungannya atau tempat hidupnya tidak sesuai. Misalnya, kuping gajah lebih senang ditempatkan di dalam ruang (tempat teduh) daripada di luar ruangan yang terbuka, sedangkan tanaman mawar lebih menginginkan di tempat-tempat terang yang penuh dengan cahaya matahari. Akan tetapi, terkadang ada juga tanaman yang tumbuh di luar ruangan, dapat tumbuh dan menyesuaikan diri di dalam ruangan tertutup seperti beringin (Ficus elastica). Setiap jenis tanaman lanskap menghendaki iklim yang sesuai untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, untuk memperoleh tanaman lanskap yang tumbuh normal, subur, dan menghasilkan bunga yang baik, haruslah ditanam pada iklim yang sesuai baginya. Apabila tanaman ditanam pada tempat yang tidak sesuai iklimnya, akan tumbuh tidak normal atau pada mulanya tumbuh baik, tetapi lama-kelamaan pertumbuhannya menurun, lambat laun tanaman akan mati. Untuk menghindari hal tersebut, perlu adanya penyesuaian tahap demi tahap yang berarti tidak secara drastis. Dalam lanskap, tanaman dapat tumbuh baik apabila faktor lingkungan hidupnya seperti tanah, air, cahaya, dan suhu udara diperhatikan. Penempatan suatu tanaman pada tempat tertentu harus disesuaikan dengan lingkungannya. Misalnya, pemilihan jenis tanaman pada tanah yang berkapur atau berpasir akan berbeda dengan daerah yang tanahnya banyak mengandung tanah liat atau humus. Selain itu,

Selain itu. 1. Pantai Berpasir Pantai berpasir merupakan pantai yang didominasi oleh hamparan atau dataran pasir. tiupan angin di daerah pantai selalu ada. angin. Seperti diketahui. Selain itu. waru laut (Hibiscus tiliaceus). Pantai berpasir biasanya dijadikan kawasan pariwisata pantai karena keindahan alamnya. dan pantai Pasir Putih (Jawa Timur dan Lampung). abu-abu. dan pantai berbatu (Sugiarto dan Ekariyono. Penanaman tanaman di tepi pantai harus memperhatikan faktor angin dan keadaan tanah. sebaiknya dipilih tanaman dimana daunnya tidak mudah rontok dan tanamannya tidak mudah rebah. tanaman untuk penataan lanskap/taman dapat digolongkan menjadi: 1) tanaman pantai. Parang Tritis (Yogyakarta).58 suhu dan cahaya setempat juga mempengaruhi pemilihan jenis tanaman karena tanaman sendiri ada yang tahan akan panas dan ada pula yang harus tumbuh di tempat sejuk. Oleh karena itu. baik yang berupa pasir hitam. cemara laut (Casuarina equisetifolia). dan 5) tanaman teduh. A. . terdapat lembah-lembah di antara beting pasir. Tanaman Pantai Tanaman pantai adalah semua jenis tanaman yang dapat tumbuh secara normal di pinggir pantai. misalnya kawasan pantai Sanur dan Kuta (Bali). 2) tanaman pegunungan. suhu serta faktor tumbuh lainnya sesuai. atau putih. setengah teduh. pantai Pangandaran. pantai Kepulauan Seribu (Jakarta). 4) tanaman batu karang. Carita. Tumbuh-tumbuhan yang dominan di hutan pantai berpasir adalah kelapa (Cocos nucifera). Kawasan pantai berpasir yang sudah berkembang. air. 1996). Pantai di Indonesia dikelompokkan menjadi pantai berpasir. dan Pelabuhan Ratu (Jawa Barat). dan ketapang (Terminalia catappa). pantai berlumpur. Pantai berpasir banyak terdapat di pesisir Sumatera dan Kalimantan. Berdasarkan hal tersebut. pantai berawa. 3) tanaman air. dan panas. Dalam hal ini lingkungan seperti tanah. faktor tanah tidak boleh diabaikan karena menanam tanaman yang tidak sesuai dengan kondisi tanah tidak akan memberikan hasil yang memuaskan.

cangkang moluska. Kualitas tanah pantai berlumpur tergantung pada sumber endapan aluviumnya. lambat laun daratan pun makin meluas ke arah laut. Penampakan fisik tanah pantai ini adalah hitam dengan nilai pH (derajat keasaman) antara 3 – 5. Sungai yang mengalir melalui daerah bertanah vulkanik akan membawa endapan aluvium yang berkualitas tinggi. Hutan mangrove didominasi oleh bakau hitam (Rhizophora mucronata). dan bahan lain yang menjadi sumber kapur yang penting bagi pantai berlumpur. Lumpur tersebut terdiri atas partikel-partikel halus yang mengandung humus atau gambut. Selain menghasilkan kayu. sedangkan sungai yang melalui daerah berkapur dan berbatu (kuartz dan granit) akan membawa endapan aluvium yang berkualitas rendah. Hutan mangrove memberikan perlindungan terhadap daratan dari ancaman erosi. Tumbuhan mangrove memiliki fungsi yang istimewa karena dapat beradaptasi pada lingkungan yang mengandung garam dengan bentuk lahan berupa pantai dan kondisi tanah yang hampa udara (berlumpur). bakau putih (Rhizophora apiculata). Struktur dan komposisi tumbuhan di kawasan pantai berlumpur Indonesia merupakan formasi hutan mangrove. Tanah pantai ini mempunyai kandungan oksigen yang rendah dan hanya terdapat pada lapisan permukaan. Mangrove adalah sekumpulan pohon dan semak-semak yang tumbuh di daerah pasang surut. Tunas-tunas baru selalu tumbuh dalam hutan mangrove sehingga kawasan hutan menjadi luas. Akibatnya. Lumpur yang berasal dari laut mengandung cangkang-cangkang foraminifera. biasanya terletak di dekat muara sungai.59 2. dan nibung (Oncosperma tigillaria). hutan mangrove juga menghasilkan bahan penyamak atau bahan pewarna. pedada (Sonneratia alba). buta-buta (Exoecaria sp). fragmen-fragmen karang. tanjang (Bruguiera gymnorrhiza). api-api (Avicennia sp). Tanah pantai ini berasal dari endapan lumpur yang dibawa oleh aliran sungai. Hutan mangrove juga berfungsi sebagai tempat . sedangkan kandungan asam sulfidanya cukup tinggi sehingga dapat mereduksi senyawa besi (ferri) di dalam tanah menjadi senyawa ferro sulfida (FeS2) atau pirit. Pantai Berlumpur Pantai berlumpur merupakan hamparan lumpur sepanjang pantai yang dihasilkan dari proses sedimentasi atau pengendapan.

Hutan pantai berawa umumnya ditumbuhi oleh jenis tumbuhan seperti nipah (Nypa fructicans). damar (Agathis alba). Di dalam perairan hutan mangrove banyak terdapat jenis alga dan plankton yang menjadi sumber makanan bagi biota-biota tadi. Pada umumnya tanaman pegunungan berbentuk pohon dan mempunyai sistem perakaran yang kuat yang berfungsi untuk menahan terkikisnya lapisan tanah bagian atas (erosi). Pantai Berawa Pantai berawa merupakan daerah yang tergenang air. dan pohon-pohon mangrove yang telah tua akan tumbang dan didekomposisi oleh fungi dan bakteri menjadi bahan organik. kecrutan (Spathodea campanulata). Selanjutnya bahan organik ini akan menjadi penyubur tanah dan menjadi bahan makanan bagi biota lainnya. pinus (Pinus mercusii). Hutan pada pantai ini umumnya tergolong formasi butun (Baringtonnia). baik secara permanen ataupun temporer.60 pelestarian populasi ikan. dan waru laut (Hibiscus tiliaceus). Contoh tanaman pegunungan (Gambar 12). dan bungur (Lagerstroemia loudonii). dan kerang-kerangan. kayu manis merah (Cinnamomum burmanii). Pantai Berbatu Pantai berbatu umumnya terdiri dari bongkahan-bongkahan batuan granit. Pantai ini langsung ke laut dan tidak berpasir. kayu putih (Eucalyptus alba). baik yang berbentuk pohon maupun semak. Di sela-sela bebatuan kadang ditumbuhi kelapa (Cocos nucifera). Tanaman Pegunungan Tanaman pegunungan adalah tanaman-tanaman yang dapat tumbuh normal di pegunungan. Pantai seperti ini terdapat di Kepulauan Anambas. 4. dahan. ketapang (Terminalia cattapa). bunga sikat botol (Callistemon citrinus). B. Natuna. udang. 3. . pandan (Polalthis glanen). Daun. kelapa (Cocos nucifera). Pulau Buton. dan pantai selatan Jawa (Pelabuhan Ratu dan Ujung Kulon). kepiting. antara lain. sagu (Metrorylon sago). dan nibung (Oncosperma tigillaria). Tanah dan air pantai ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi.

mengetahui tipe dan karakter berbagai tanaman air akan lebih memudahkan perencanaan aspek praktis tanaman air tersebut. dan (3) bunga sikat botol (Callistemon citrinus) C. Namun. Tanaman Air Begitu banyak ragam tanaman air yang dapat dijadikan pilihan untuk memperindah kolam atau taman.61 (a) (b) (c) Gambar 12. harus diketahui terlebih dahulu tipe dan karakter tanaman-tanaman air tersebut. sebelum memutuskan untuk memilihnya. (b) kayu manis (Cinnamomum burmanni). Tanaman pegunungan: (a) damar (Agathis dammara). Tipe dan karakter setiap tanaman air otomatis berpengaruh terhadap tujuan dan pemanfaatannya. Foto: Nurfaida (2007) . Dengan kata lain.

spatterdock (Nuphar japonicum). apu-apu (Pastia stratiotes). Selain batang. Namun. dan papyrus (Cyperus papyrus). Media tanamnya berupa tanah yang terendam di dalam air. Fungsi lainnya adalah sebagai tempat berlindung dan menyimpan telur ikan. tetapi juga dari jenis media tanamnya. 3. tanaman air lumpur. dan tanaman air mengapung (Marianto. Apabila digunakan sebagai penghias kolam yang terbuat dari tanah. Ada juga yang membedakan tidak hanya dari tempat tumbuhnya. Contoh tanaman air oksigen. dan red talenthera (Talenthera lilaciana) 2. Contoh tanaman air pinggir adalah rumput payung (Cyperus alternifolius). 1.62 Ada empat tipe tanaman air yang dikenal. typha (Typha angustifolia). tanaman jenis ini habitat aslinya daerah berlumpur dan sedikit digenangi air. tanaman air pinggir. biasanya ditanam di bagian pinggir kolam sebagai latar belakang (background) kolam. Tanaman air pinggir memiliki akar dan batang yang terendam di dalam air. 2001). Ada yang menganggap bog plant sama dengan marginal plant dengan pertimbangan tempat hidupnya sama-sama di pinggiran kolam. bog plant dapat langsung ditancapkan. pisang air (Typhonodorum lindleyanum). Seluruh bagian tanaman ini tenggelam dalam air. Karena sosoknya yang tumbuh meninggi. dan ekor kucing (Typha angustijolia). Tanaman Air Pinggir (Marginal Plant) Tanaman jenis inilah yang paling banyak dijumpai. Tanaman ini sering digunakan untuk menciptakan kesan alami pada kolam. antara lain. bagian daun dan bunganya juga berada di atas permukaan air. Tanaman Air Lumpur (Bog Plant) Sesuai dengan namanya. antara lain. sebagian besar batangnya justru menyembul ke permukaan air. Tanaman Air Oksigen (Oxygenerator) Tanaman ini disebut sebagai tanaman air oksigen karena mampu membersihkan udara sekaligus menyerap kandungan garam yang berlebihan di dalam air. anggrek air/iris. . Dapat juga ditanam dahulu di dalam pot. Termasuk tanaman air lumpur. varen (Synnema triflorum). Lazimnya digunakan sebagai tanaman penghias akuarium. yaitu tanaman air oksigen.

melainkan mengapung di permukaan air. Umumnya batangnya banyak mengandung air dan tidak berkayu. sansiviera (Sanseviera ehrenbergii). dan daunnya juga memiliki kantung-kantung udara sehingga mampu mengapung di air. Tanaman batu karang: (a) yucca (Yucca gloriosa). Tanaman ini kurang memerlukan air untuk pertumbuhannya dan biasanya tahan terhadap kekeringan. batang. yucca (Yucca gloriosa). Contohnya tanaman batu karang. Foto: Nurfaida (2007) (a) (b) (c) Gambar 13. D. Tanaman Batu Karang Tanaman batu karang tumbuh di tempat yang berbatu-batu. akar tanaman ini tidak tertanam dalam tanah. Tanaman ini memiliki keunggulan dalam kegiatan fotosintesis. Akar. Hal yang perlu diperhatikan bila memilih tanaman mengapung sebagai salah satu komponen taman air atau kolam adalah kepadatan populasinya. Karena itulah ia dinamakan floating plant. dan (c) agave (Agave americana) . (b) sansiviera (Sanseviera ehrenbergii). Tanaman ini tidak memerlukan tanah sebagai media tanamnya sehingga cara menanamnya lebih gampang. penyediaan oksigen. dan daunnya memiliki lapisan yang sangat peka sehingga pada kedalaman yang ekstrem sampai 8 meter di bawah permukaan air masih mampu menyerap sinar matahari serta zat-zat yang larut di bawah permukaan air. yakni tinggal meletakkannya di atas permukaan air. Contoh tanaman ini eceng gondok (Eichornia crassipes) dan azolla (Azolla pinnata). dan penyerapan sinar matahari. antara lain. Tanaman Air Mengapung (Floating Plant) Tidak seperti umumnya tanaman air. Jangan sampai keberadaannya menutupi atau memenuhi seluruh permukaan kolam. batang. dan agave (Agave americana) (Gambar 13). Tanaman ini hidup dari menyerap udara dan unsur hara yang terkandung di dalam air.63 4. Bagian dinding permukaan akar.

. membutuhkan cahaya. bahkan dapat mengalami kematian. dan Panas Tanaman teduh adalah tanaman yang hanya dapat tumbuh baik di tempat yang teduh atau tanaman yang tumbuh di tempat yang tidak langsung disinari matahari. air. Tanaman Teduh. paku sarang burung (Asplenidum nidus). Tanaman setengah teduh terletak antara tanaman teduh dan tanaman panas. dan pilodendron (Philodendron sp). Contohnya. Tanaman panas adalah semua jenis tanaman yang dapat tumbuh normal apabila ditanam di tempat panas atau tempat yang langsung disinari matahari. Tanaman ini dapat tumbuh secara normal di tempat yang agak teduh. Contoh bogenvil (Bougainvillea spectabilis).64 E. maranta (Marantha sp). antara lain. mosaik (Fittonia sp). 4) tanaman batu karang. untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik sebaiknya ditanam di tempat yang mendapat sinar matahari penuh sehingga warna bunga akan lebih terang. aglonema (Aglaonema sp). dan panas. suhu. F. dan sansiviera (Sansiviera sp). Rangkuman Tanaman dapat tumbuh baik apabila faktor lingkungan hidupnya seperti tanah. Kalau ditanam di tempat terbuka. dan 5) tanaman teduh. dan suhu udara diperhatikan. tetapi tidak terlalu panas. Tanaman ini dapat ditanam di dataran rendah atau di pegunungan. dan air yang sedang. Contoh tanaman teduh adalah kuping gajah (Anthurium crystallinum). untuk penataan lanskap/taman tanaman digolongkan menjadi 1) tanaman pantai. Oleh karena itu. Contoh lain. 3) tanaman air. Penempatan suatu tanaman pada tempat tertentu harus disesuaikan dengan lingkungannya. Setengah Teduh. antara lain. drasena (Dracaena fragrans). setengah teduh. cahaya. pertumbuhannya akan terhambat. 2) tanaman pegunungan.

....... Jelaskan apa yang dimaksud tanaman pantai. Contoh tanaman pegunungan adalah.... 2.. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi... Hal yang perlu diperhatikan bila memilih tanaman mengapun sebagai komponen taman adalah..65 PENUTUP A..... Azolla merupakan contoh tanaman air . Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1..... dan panas. B. (a) Oksigen (b) Lumpur (c) Pinggir (d) Mengapung 3. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1.. setengah teduh.. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1... 3.. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda... tanaman batu karang.. dan tanaman teduh.. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan penggolongan tersebut. Jelaskan penggolongan tanaman berdasarkan ekologi.. (a) Tanjang (b) Pedada (c) Ketapang (d) Kecrutan 2. tanaman air.. 2.. tanaman pegunungan. (a) Kepadatan populasi (b) Panjang akar ...

.. bagus! Anda cukup memahami Bab 5.. terutama bagian yang belum Anda kuasai.. Akan tetapi. (a) Berkayu (b) Batang banyak mengandung air (c) Kemampuan menyerap sinar matahari (d) Sosoknya yang tumbuh meninggi 5..66 (c) Ketinggian tanaman (d) Ukuran daun 4... Karakteristik dari tanaman batu karang adalah.. ..100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas...... apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. (a) Jumlah daunnya lebih banyak (b) Batangnya lebih tinggi (c) Warna bunga lebih terang (d) Warna daun lebih muda Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . Anda harus mengulangi Bab 5.... Anda dapat meneruskan pada Bab 6.... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 5... Bougenvil ditanam di tempat yang mendapat sinar matahari penuh agar. Hitunglah jawaban Anda yang benar...

2008. 2. 2007. d 3. 3. Arifin HS. Jakarta: Penebar Swadaya. Tanaman Air. W. Tanaman Hias Tampil Prima. b 5. Kunci Jawaban 1. Sumber/Referensi 1. Jakarta: Penebar Swadaya.67 C. Kencana IP. c . Marianto LA. Galeri Tanaman Hias Lanskap. 2001. Jakarta: Agromedia Pustaka. D. Lestari G. Penghijauan Pantai. Ekariyono. 4. Jakarta: Penebar Swadaya. IP. Sugiarto. 1996. d 2. a 4.

Daun-daun menahan debu dan asap yang diterbangkan oleh angin sehingga dapat mengurangi kotornya lingkungan. Juga dalam upacara adat. kepercayaan. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. buah atau tajuk). Selain berfungsi sebagai paru-paru kota. cepat lambatnya).68 BAB 6 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN HABITUS FUNGSIONAL PENDAHULUAN Berdasarkan habitus fungsional. “kesukaan” dan kegunaan suatu tanaman. E. Muncullah istilah tanaman berbunga indah. terutama di kota-kota besar. tanaman juga berfungsi sebagai penghias lingkungan. tanaman dapat digolongkan dengan “ciri khas” (bunga. penggunaan tanaman lanskap mempunyai fungsi yang tidak kurang pula. Peletakan setiap jenis tanaman haruslah disesuaikan dengan apa maksud dan tujuan dari tanaman tersebut. dan agama. . tanaman peneduh. dan sebagainya. Selain itu. Dalam pembangunan kota. berdaun indah. banyak macam pepohonan yang dapat menahan pengotoran udara. Dalam hal pembersihan udara. Apakah ditanam sebagai pelindung ataukah sebagai pagar dan lain sebagainya. fungsi tanaman dalam lanskap harus pula diperhatikan. daun. “watak dan kebiasaan” (ciri pertumbuhan. Penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional disebabkan oleh banyak di antara tanaman lanskap kebiasaannya hanya dapat tumbuh secara normal di tempat teduh dan adapula hanya dapat tumbuh baik di tempat terbuka (outdoor). adanya taman dan tanaman merupakan tuntutan mutlak.

Tanaman Indoor dan Outdoor Tanaman indoor adalah semua jenis tanaman lanskap yang dapat ditanam dalam rumah atau dengan kata lain tanaman yang dapat tumbuh secara normal di tempat teduh (tertutup) atau setengah teduh. jumlah daun. Selain itu. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. 2. harus menjamin . A. tanaman lanskap dapat digolongkan sebagai berikut. warna bunga. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. 4. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penggunaan tanaman indoor adalah warna daun. waktu berbunga. Indikator Pencapaian 1. dan kesanggupan tanaman untuk hidup di tempat teduh. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. tinggi tanaman. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui sumber bacaan dan internet. Collaborative learning 2. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional. 2. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Berdasarkan habitus fungsional. 3. 3. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. 4. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. H. jika ingin menempatkan tanaman dalam ruang. Praktikum G.69 F. Strategi Pembelajaran 1.

dan monstera (Monstera deliciosa). B. Jumlah daun dan tinggi tanaman juga disesuaikan dengan keadaan ruangan. oleander (Nerium indicum). serta semua jenis pohon. kuping gajah (Anthurium chrystallium). kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). Warna daun dan bunga harus disesuaikan dengan warna ruangan sehingga diperoleh kesan yang harmonis. kembang kertas (Bougenvillia spectabilis). perdu. begonia (Begonia sp). kembang rejeki (Aglaonema sp). antara lain. daun doa (Asplenium nidus). Hal yang perlu diperhatikan dalam menata lanskap yang berfungsi sebagai peneduh adalah mahkota harus besar/lebar. buah Foto: Nurfaida (2009. antara lain. lantana (Lantana camara). daun bahagia (Dieffenbachia picta). suplir (Adiantum raddianum). Penggunaan tanaman indoor dalam desain taman Tanaman outdoor adalah tanaman hias yang dapat tumbuh secara normal di tempat terbuka (langsung terkena sinar matahari). baik untuk menahan sinar matahari maupun tiupan angin kencang. Gambar 14. 2010) . 2000). dan semak. Contoh tanaman indoor. Contoh tanaman outdoor. soka (Ixora sp). daun-daun tumbuh rapat/rimbun. Tanaman Peneduh/Parkir Pohon peneduh adalah pohon-pohon yang digunakan sebagai pelindung karena daunnya rimbun.70 kondisi iklim mikro di dalam ruangan yang berhubungan dengan kebutuhan masingmasing tanaman (Nurhayati dan Arifin. Contoh penggunaan tanaman indoor dalam desain taman dapat dilihat pada Gambar 14.

tetapi tidak terlalu teduh. cempaka (Michelia champaca). kenari (Canarium commune). dan pengarah jalan. b) bermassa dan padat. dan 6) tanaman berasal dari perbanyakan secara generatif/biji.71 tidak terlalu besar yang dapat jatuh menimpa di bawahnya. Persyaratan tanaman median jalan adalah a) jenis perdu/semak berbunga. Persyaratan pohon tepi jalan adalah a) memiliki tajuk yang dapat memberi naungan. Tanaman Pagar Tanaman pagar adalah suatu garis atau barisan permanen yang padat dari tumbuh-tumbuhan yang hidup. kirai payung (Filicium decipiens). Contoh tanaman peneduh/parkir. antara lain. damar (Agathis alba). kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). daun saputangan (Maniltoa grandiflora). biasanya diatur dalam bentuk yang hampir sama dengan maksud untuk menggantikan pagar. kembang merak (Caesalpinia pulcherrima). antara lain. C. Tanaman pagar terdiri atas tumbuhan yang bertahan lama membentuk pertumbuhan yang rapat dan tak tembus pandang. trengguli (Cassia fistula). dan mahoni (Swietania mahagoni). Contoh pohon tepi jalan. c) batangnya kuat dan lurus dengan percabangan yang tegak dan kompak. penahan debu. dan tinggi tanaman lebih kurang 1. dan mahoni (Swietania mahagoni). 4) percabangannya lebih kurang 2 meter di atas permukaan tanah. tanjung (Mimusops elengi). tanjung (Mimusops elengi). dan kaca piring (Gardenia augusta). sebagai pelindung. antara lain. E. oleander (Nerium oleander). Contoh tanaman median jalan. b) tidak menggugurkan daunnya secara sekaligus. antara lain. 5) perakarannya dalam hingga tidak merusak konstruksi jalan dan drainase. dan tidak menggugurkan daunnya sekaligus. Tanaman Median Jalan Tanaman median jalan adalah tanaman yang ditanam di median jalan. kaliandra (Calliandra haemathocephala). D. Pohon Tepi Jalan Pohon tepi jalan adalah pohon-pohon yang ditanam di tepi jalan yang berfungsi.5 meter. asam (Tamarandus indica). .

Dalam pembuatan pagar dari tanaman. Contoh tanaman border. tekstur daunnya. Chlorophytum sp. Pemangkasan dan pemeliharaan yang teratur diperlukan sehingga pagar tumbuh baik serta mengikuti bentuk yang dikehendaki. Jadi border merupakan suatu garis batas dari suatu lanskap yang dapat membatasi pekarangan. Keindahannya menutupi tanah-tanah yang terbuka (tanpa tanaman) sehingga memberikan kesan yang menyenangkan. bayam-bayaman (Amaranthus sp). Sebagai tanaman border. Tanaman Border/Tepi Tanaman border atau tanaman batas adalah suatu penanaman yang terbatas sepanjang suatu garis batas atau pemisah. pangkas-pangkasan (Duranta repens). Pada umumnya tanaman border terdiri atas tanaman perdu/semak dan tanaman semusim yang tumbuhnya agak rendah. hendaknya dipertimbangkan segi keharmonisan dan keindahannya. G. antara lain. bambu siam (Thyrsostachy siamensis). bunga ungu (Bougenvillia glabra). kriminil (Althernanthera ficoidea). antara lain. pemeliharaan terutaman pemangkasan sangat diperlukan agar tumbuhnya tidak terlalu tinggi. Althernanthera ficoidea. Tanaman Penutup Tanah Tanaman penutup tanah (groundcover) merupakan tanaman rendah non rumput setinggi 10 – 40 cm.72 Umumnya tanaman pagar berupa semak yang merupakan tanaman pinggiran yang tumbuh rendah dan berfungsi sebagai garis sementara. kemuning (Murraya paniculata). antara lain. ada yang menarik karena bunganya. F. Contoh tanaman pagar. Tanaman penutup tanah berfungsi untuk mencegah tanah menjadi becek pada musim hujan dan mengurangi pengikisan tanah oleh air. dan kepadatan/kekompakan tumbuhnya. dan akalipa (Acalypha wilkesiana). dan Iresine herbetsii. Codiaeum variegatum. Dracaena sanderium. Biasanya luas border (lebar) kira-kira 1 meter sehingga border tersebut dapat dirawat dari satu sisi dan bahkan lebih baik lagi apabila dapat dirawat dari kedua sisi. taman atau daerah yang lain. Contoh tanaman penutup tanah. Kelompok penutup tanah ini banyak sekali macamnya. sambang darah .

baik dari daunnya maupun bunganya. memanjat atau semusim. akalipa (Acalypha wilkesiana). antara lain. I. Contoh tanaman bawah pohon. semak. beradaptasi untuk memanfaatkan cabang atau batang tanaman lain sebagai tempat bertumpu. 1994). berupa terna atau tanaman berbatang lunak) ataupun liana (tanaman berkayu yang memanjat). Jenis tanaman ini terdiri atas tanaman bentuk pohon. plumbago (Plumbago capensis). Tanaman Memanjat/Pergola Tanaman memanjat (climber) adalah tanaman yang tumbuh di tanah atau bidang apa saja seperti tembok dan struktur pendukung lain sebagai tempat menggantungkan diri atau membelit untuk pertumbuhan tanaman tersebut. nusa indah (Mussaenda philippica). Persyaratan tanaman tersebut adalah tahan terhadap naungan dan titik-titik air dari pohon. kencur-kencuran (Kaempferia pluchera). Tanaman Berdaun/Berbunga Indah Tanaman berdaun/berbunga indah ialah tanaman hias yang memperlihatkan keindahan. sutera bombay (Portulaca grandiflora). . violces (Saintpaulia ionantha). dan bougenvil (Bougainvillea spectabilis). Tanaman memanjat biasanya membutuhkan naungan dan arah rambatannya ke sumber cahaya.73 (Hemigrafis odorata). daun zebra (Zebrina pendula). dan verbena (Verbena laciniata). H. Tanaman melakukan pemanjatan sebagai usaha untuk beradaptasi dengan lingkungan dan mendapatkan sinar matahari serta menampakkan bunga kepada agen untuk membantu penyerbukan (Griffiths. dan daun perak (Pilea cadierei). anturium (Anthurium crystallinum). Tanaman memanjat di habitat aslinya. Tanaman bawah pohon (undercover) adalah tanaman penutup tanah yang ditanam di bawah pohon. antara lain. pedang-pedangan (Sanseviera sp). Contoh tanaman berdaun/berbunga indah. kembang rejeki (Aglaonema sp). Tanaman memanjat dapat berupa vines (tidak berkayu. Keindahan tersebut berupa warna dan bentuk sehingga dengan penempatan yang teratur dalam taman dapat memberikan kesan menarik.

pusat perbelanjaan dan tempat tinggal. Lima cara pemanjatan yang dipergunakan oleh tanaman memanjat adalah 1) learners. tanaman ini digunakan sebagai penghias atau pelembut permukaan vertikal yang tampak kaku dan gersang. sebagai tanaman hias baik luar ruangan (outdoor) maupun tanaman dalam ruang (indoor). Misalnya pada spesies Boston-ivy (Parthenocissus tricuspidata) yang menggunakan sulur untuk memanjat. 2) thorn clingers. melekat pada bidang panjat dengan menggunakan duri (misal pada Euphorbia milii). baik yang ternaungi maupun yang tidak ternaungi. dengan cara zig-zag pada bidang panjat (Trachelospermum jasminoides). tanaman yang memanjat dengan metode ini tidak mempunyai kemampuan untuk melekat pada bidang panjat. 4) graspers. menggunakan akar yang tumbuh dari ruas-ruas batang untuk memanjat (Hedera helix). pada pengelompokan ini ada kemungkinan terjadi overlap. Tanaman memanjat yang termasuk tanaman hias daun banyak digunakan sebagai penghias atau dekorasi di tempat-tempat penting seperti hotel. . Pada dinding sebuah taman yang paling sempit sekalipun dengan lahan yang sangat terbatas tanaman memanjat dapat tumbuh. untuk itu harus didukung agar bisa tumbuh ke atas (misal pada Allamanda cathartica). ada lima pengelompokan tanaman memanjat (Menninger. Tanaman memanjat banyak digunakan dalam lanskap untuk berbagai keperluan. dan 5) rooters. Sesuai dengan cara tumbuhnya. menggunakan modifikasi bagian tanaman (batang maupun daun) yang membantu melekat pada bidang panjat (Bauhinia galpinii). Di kota-kota besar banyak bentuk atau permukaan bidang vertikal yang terbentuk. pada saat itu tanaman tersebut dapat merubah cara pemanjatannya. tetapi jika ditanam menggunakan teralis kawat maka akan tumbuh dengan cara weaving (zig-zag diantara celah teralis) dan tidak ditemukan sulur pada tanaman tersebut. 1970). karena dalam proses pemanjatan ada kemungkinan tanaman tersebut mengalami kesulitan saat melakukan panjatan. Akan tetapi. seperti bangunan tinggi dan jalan layang (fly over). mekanisme memanjat yang primitif. Beberapa contoh penggunaan tanaman memanjat dalam lanskap dapat dilihat pada Gambar 15. 3) weaver. perkantoran.74 Berdasarkan mekanisme pemanjatan.

Beberapa jenis tanaman juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman bedengan (bedding plants) dan juga digunakan sebagai tanaman gantung (hanging basket plants). bunganya pun tak kalah menawan dari jenis tanaman hias lainnya. dan sebagai peneduh. . Sering juga terlihat beberapa tanaman memanjat sengaja dibuatkan bidang panjat dengan bentuk beraneka ragam sesuai dengan selera pemiliknya seperti pergola. tanaman hias memanjat bisa menjadi pilihan.75 Gambar 15. arch (bangunan melengkung yang dipakai sebagai gerbang) dan colonnade (deretan tiang yang dihubungkan dengan tali serta gazebo. Dapat ditanam untuk dirambatkan pada pergola atau digantung di tiang-tiang pergola. misalnya pada dinding gedung dan beranda rumah. Penggunaan tanaman memanjat dalam lanskap Beberapa jenis tanaman ini juga dapat difungsikan sebagai tanaman penutup tanah (groundcover) untuk menggantikan hamparan rumput. Tanaman memanjat dapat digunakan untuk mengurangi panas karena terkena sorotan sinar matahari. sebagai pagar tanaman untuk membatasi daerah pribadi. Untuk menciptakan suasana rumah yang asri. Selain membuat suasana teduh. tripod (kaki tiga).

dan menginjak dalam kegiatan olah raga (Munandar dan Hardjosuwignyo. antara lain. Tanaman ini juga berfungsi untuk memberi aksen pada hamparan hijau yang luas. . K. 1998). Kehadiran tanaman lapangan rumput akan lebih menonjol apabila ditempatkan secara sendiri-sendiri. rumput Jepang (Zoysea japonica). Tanaman Rumput Lapangan Tanaman rumput lapangan adalah jenis-jenis rumput yang dipergunakan untuk menutupi permukaan tanah yang hanya terdiri atas lapisan tanah saja. rumput paitan (Axonopus compresus) dan rumput golf (Eragrostis sp). dengan dasar rumput-rumput lapangan yang teratur baik dibandingkan bila ditanam bercampur dengan tanaman lain. Contoh tanaman rumput untuk lapangan luas. 1990. suhu. Kriteria rumput untuk lapangan olah raga harus mempunyai kemampuan tumbuh yang baik serta memiliki daya adaptasi terhadap air. rumput manila (Zoysea matrella). Contoh tanaman lapangan rumput. sebab pada musim hujan akan menjadi becek. pinang merah (Cyrtostachys lakka). antara lain. Tanaman Lapangan Rumput Tanaman lapangan rumput adalah jenis tanaman yang ditanam secara sendiri atau secara berkelompok pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik (eksotik). Untuk lapangan terbatas/sempit.76 J. palem ekor tupai (Wodyetia bifurcata). Rumput juga harus memiliki fleksibilitas dan resistensi untuk mengakomodasi aktivitas lari. dan palem puteri (Veitchia merrillii). dan rumput peking (Agrotis stolonifera). dan tanah yang baik. Halaman rumput yang tumbuh baik dan rata sudah merupakan elemen taman yang menyenangkan. Oleh karena itu. cemara papua (Cupressus papuana). Rumput dapat digunakan untuk menutupi lapangan luas seperti lapangan olah raga. Halaman pekarangan sedapat mungkin tidak dibiarkan terbuka tanpa adanya tanaman di atasnya. tanah tersebut perlu ditanami dengan rumput-rumputan. melompak. Kumurur. antara lain.

tanaman penutup tanah.. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. (a) Mahkota kecil (b) Daun tumbuh rapat (c) Batangnya tinggi .. Rangkuman Penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional terdiri atas tanaman indoor dan outdoor. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. tanaman berdaun/ berbunga indah. 3. tanaman border/tepi. Jelaskan penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional. 2. tanaman peneduh. tanaman peneduh/parkir. Jelaskan apa yang dimaksud tanaman indoor dan outdoor.77 L. PENUTUP A. tanaman penutup tanah. tanaman rumput lapangan. 2.... Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. dan tanaman lapangan rumput.. tanaman pagar. pohon tepi jalan. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. pohon tepi jalan. tanaman border. tanaman memanjat/pergola. dan tanaman lapangan rumput. B. tanaman rumput lapangan. Karakteristik tanaman yang berfungsi sebagai peneduh adalah. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional. tanaman pagar. tanaman median jalan... Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan penggolongan tersebut... tanaman memanjat. tanaman median jalan.. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. tanaman berdaun/berbunga indah..

.... (a) Sutera bombay (b) Daun perak (c) Sambang darah (d) Verbena Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini....... Hitunglah jawaban Anda yang benar. Contoh tanaman undercover adalah........78 (d) Menggugurkan daun sekaligus 2........ Alasan lebar penanaman border sekitar 1 m adalah......... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 6..... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 ... (a) Jenis pohon (b) Bermassa dan padat (c) Tinggi tanaman >2 m (d) Tanaman hias daun 3... Persyaratan tanaman median jalan adalah...... (a) Berdaun indah (b) Berbunga indah (c) Lapangan rumput (d) Rumput lapangan 5... Tanaman yang ditanam pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik disebut tanaman.. (a) Mudah pemeliharaan (b) Mudah dilihat (c) Mudah dilewati (d) Mudah membatasi tapak 4.

S. c 5. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. 4. Anda dapat meneruskan pada Bab 7. a 4. New York: Macmillan. 1970. Sumber/Referensi 1. terutama bagian yang belum Anda kuasai. b 3. Flowering Vines of The World. 5. Munandar A. Jakarta: Penebar Swadaya. HS. An Encyclopedia of Climbing Plants. 1990. Taman dalam Ruang. 1994. Kumurur VA. Nurhayati. New York: Heartside Press Incorporated. bagus! Anda cukup memahami Bab 6. Manual of Climbers and Wall Plants. Anda harus mengulangi Bab 6. Arifin. Akan tetapi. Hardjosuwignyo. 3. Jakarta: Penebar Swadaya.79 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . b . 1998. Griffiths M. Menninger E. Rumput Lanskap. Kunci Jawaban 1. 2.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. C. Rumput Lanskap. Bogor: IPB. b 2. 2000. D.

Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Strategi Pembelajaran 1. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai fungsi tanaman dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. tanaman. . Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. B. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. Praktikum C. mutlak diperlukan keberadaannya untuk kelangsungan hidup manusia. dan hewan. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan.80 BAB 7 Tanaman FUNGSI TANAMAN DALAM LANSKAP PENDAHULUAN merupakan bagian dari ekosistem. Selain itu. Oleh karena itu. tanaman tidak hanya mengandung/mempunyai nilai estetika saja. 3. tanaman juga memberi kesan menarik dan menyenangkan. A. 2. Cooperative learning 2. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. tetapi juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas lingkungan. 4.

Mengontrol Radiasi. 22) menyatukan elemen arsitektur bangunan. 15) sebagai pembatas (border). 14) sebagai pagar (barrier). 6) mengontrol siklus hidrologi. 17) menampilkan ciri fisik yang dapat diindera. 16) sebagai pengarah. A. suhu. Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap. 5) mengontrol erosi. dan kelembaban. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. 10) menyediakan habitat satwa liar. 8) mengurangi bising. Tegakan hijau pohon mampu mengurangi energi sinar matahari yang sampai ke permukaan tanah sehingga . 4. penggunaan untuk keperluan arsitektural (architectural use). 4) penaung dari hujan. 2) penahan angin. 12) menyempitkan dan meluaskan ruang. 13) sebagai penyekat (screen). 21) melembutkan garis dan massa bangunan. Selanjutnya dijabarkan secara detail menjadi beberapa fungsi. dan 23) menciptakan pola bayangan. 19) memberi latar belakang. Tanaman dalam lingkungan iklim mikro dapat menurunkan suhu udara dengan adanya naungan pohon dan evapotranspirasi tanaman. 9) mengharumkan udara.81 D. dinding. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. 1) mengontrol radiasi. dan Kelembaban Tanaman dapat menyerap panas dan memantulkan pancaran sinar matahari sehingga dapat menurunkan suhu iklim mikro. fungsi tanaman dalam lanskap meliputi fungsi ameliorasi iklim (climate amelioration). rekayasa lingkungan (engineering use). 7) memperbaiki kualitas udara. 2. 20) menonjolkan obyek tertentu. antara lain. dan pengunaan untuk estetika/keindahan (aesthetics use). URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Secara umum. dan atap). 3) penahan silau. Indikator Pencapaian 1. 12) membentuk ruang vertikal/horizontal. 18) membingkai view. Suhu. 11) membentuk ruang (lantai. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai fungsi tanaman dalam lanskap. Selain itu. 3. tanaman juga mampu meningkatkan kelembaban udara dan presipitasi air hujan melalui evapotranspirasi sehingga meningkatkan kenyamanan sekitar.

Pepohonan. semak belukar. D. penanaman pohon tidak dibenarkan pada jalur median jalan. penyerap. hempasan air hujan. jenis. lampu jalan. bercabang. dan rerumputan dapat mengubah suhu. dan kepadatan tajuk optimum (50 – 60%). Penahan Angin Tanaman berguna sebagai penahan. C. berdaun. Peletakan tanaman dapat menahan pantulan sinar dari perkerasan. dan menahan jatuhnya sinar matahari ke daerah yang menimbulkan keteduhan. Faktor yang menentukan fungsi pohon sebagai penahan angin. B. kepadatan tajuk tanaman. serta lebar tajuk. dan sinar lampu kendaraan pada jalan raya dan bangunan. agar sinar lampu kendaraan dari arah yang berlawanan dapat dikurangi. Daun-daun dapat mengintersepsi. secara tidak langsung harus dapat menurunkan suhu (pohon jangan terlalu masif). Peletakan tanaman di sisi jalan atau jalur tengah jalan sebaiknya dipilih pohon atau perdu padat. dan mentrasmisikan sinar matahari dimana efektivitasnya tergantung kepada spesiesnya. refleksi. dan mengalirkan tiupan angin sehingga menimbulkan iklim mikro.82 mampu mempengaruhi suhu udara. antara lain. dan beranting banyak. Penahan Silau Tanaman dapat menahan silau yang ditimbulkan oleh sinar matahari. Komposisi tanaman yang berbeda ketinggian mampu mengurangi kecepatan angin sekitar 40-50%. Pada jalur jalan raya bebas hambatan. mengabsorpsi. penetrability. Jika pohon sebagai penahan angin. tinggi pohon. Jenis tanaman yang dipakai harus diperhatikan tinggi pohon. Sebaiknya pada jalur median jalan ditanami tanaman semak. bentuk tajuk. . misalnya rindang. Penaung dari Hujan Tanaman mampu meningkatkan kelembaban udara dan presipitasi air hujan melalui evapotranspirasi sehingga meningkatkan kenyamanan sekitar.

Bunyi diinginkan atau tidak oleh seseorang tergantung pada kekerasan bunyi. termasuk bunyi yang tidak sengaja dan bunyi yang ditimbulkan dari suatu kegiatan seperti bunyi transportasi dan industri. 1986). kegiatan olahraga dan lain-lain di luar gedung (Doelle. pemotongan dan penambahan muka tanah (cut and fill).83 E. Sumber kebisingan juga dapat dikelompokkan: (1) sumber stasioner dari kegiatan rumah tangga dan industri. waktu terjadinya. alat-alat rumah tangga atau mesin-mesin di dalam gedung. alat-alat mekanis yang terlihat di luar gedung. dan tempramen penerima. Selain itu. Sumber utama kebisingan diklasifikasikan dalam dua kelompok. frekuensi. Misalnya dalam pembentukan muka tanah. penggalian tanah untuk danau buatan. perbaikan jalan. dan (2) sumber dinamis dari kendaraan. tanaman dapat pula berfungsi untuk menahan air hujan yang jatuh secara tidak langsung ke permukaan tanah. kesinambungan. berasal dari manusia. juga pada aspek subyektif seperti asal bunyi. selain menimbulkan efek positif juga menyebabkan efek negatif terhadap kondisi tanah/lahan. 1986). Pencegah Erosi (Erosion Control) Kegiatan manusia dalam menggunakan lahan. berasal dari lalu lintas. dan (2) bising luar (outdoor). kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan. keadaan pikiran. hiburan. isi informasi. transportasi. Mengurangi Kebisingan Kebisingan adalah bentuk suara yang tidak diinginkan karena tidak sesuai dengan tempat dan waktunya. . mengganggu atau berbahaya bagi kegiatan sehari-hari (kerja. tempat pembangunan gedung-gedung. Akar tanaman dapat mengikat tanah sehingga tanah menjadi kokoh dan tahan terhadap pukulan air hujan serta tiupan angin. atau belajar) (Doelle. F. Kondisi tanah menjadi rapuh dan mudah tererosi oleh karena pengaruh air hujan dan hembusan angin yang kencang. Tingkat kekerasan bunyi pada suatu bunyi pada suatu tempat dapat diduga berdasarkan bentuk sumber. besar kebisingan dan jarak dari sumber bising. istirahat. industri. Definisi kebisingan adalah semua bunyi yang mengalihkan perhatian. Sebagai definisi standar. yaitu: (1) bising interior.

dan penggunaan peralatan untuk melindungi penerima dari kebisingan.84 Bentuk sumber bising dapat berupa titik (point source) dan garis (line source). intensitas suaranya dapat berkurang sekitar 6 dB setiap jarak sumber pendengar menjadi dua kali lipat. penyebaran suaranya berbentuk silinder yang memanjang. dapat dilakukan dan dihitung dengan rumus: D1 – 2 = 10 log 10 (d2/d1) Dimana D1= Tingkat suara di lokasi 1 D2 = Tingkat suara di lokasi 2 d1 = Jarak lokasi 1 terhadap sumber suara . Kebisingan yang keluar dari sumber berupa titik menyebar melalui udara dalam bentuk bola dengan kecepatan 334 m/s dan sumbernya statis atau tetap. kirei payung (Filicium decipiens). Untuk sumber suara yang berupa titik. cabang. susunan daun rapat. sedangkan barrier alami berupa vegetasi baik pohon maupun semak. dan oleander (Nerium oleander). pengendalian bising pada jalur transmisi suara. bentuk komposisi dengan menanam berbagai jenis tanaman berbagai strata yang cukup rapat dan tinggi. Pohon meredam suara dengan cara mengabsorbsi gelombang suara oleh daun. perdu atau semak yang membentuk massa. tajuk tebal daun rindang. teh-tehan pangkas (Acalypha sp). sedangkan untuk sumber suara bergerak atau berbentuk garis. Dedaunan tanaman dapat menyerap kebisingan sampai 95%. Pengendalian kebisingan untuk sumber suara yang berbentuk garis. tanjung (Mimusops elengi). Contoh tanaman. Syarat tanaman yang dapat meredam kebisingan adalah berupa pohon. dan ranting. antara lain. sedangkan sumber berupa garis menyebar melalui udara dengan pola berbentuk silender yang memanjang dan sumbernya bergerak. yaitu pengendalian kebisingan pada sumbernya. misalnya kendaraan yang bergerak. bougenvil (Bougenvillea sp). intensitas suara hanya berkurang sekitar 3 dB bila jarak sumber dengan penerima menjadi dua kalinya Cara pengendalian kebisingan dilakukan dengan tiga cara. Barrier buatan berupa dinding atau bangunan. Pengendalian bising pada jalur transmisi dilakukan dengan meningkatkan jarak atau dengan menggunakan barrier. kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis).

Tanaman penghalang berfungsi untuk menutupi pandangan ke suatu tempat seperti bangunan yang kasar atau tempat-tempat yang tidak menyenangkan dipandang. N= Dimana 2 δ λ N= 2(A + B) − C λ N = Fresnel Number A = Jarak dari sumber suara ke puncak barrier B = Jarak dari puncak barrier ke penerima C = Jarak dari sumber suara ke penerima λ = Panjang gelombang suara Gambar 16. . Pada dinding masif pengurangan tingkat kebisingan oleh barrier (Gambar 16) dapat dinyatakan dengan fungsi Fresnel Number (δ = (A+B)-C). Kontrol Pandangan (Visual Control) Pohon secara visual dapat berfungsi sebagai penghalang pandangan.85 d2 = Jarak lokasi 2 terhadap sumber suara Tingkat kebisingan akan berkurang 3 dB apabila jaraknya bertambah menjadi dua kali lipat. Pengurangan tingkat kebisingan dengan fungsi Fresnel Number (Wilson. 1989) G. Salah satu cara menutupi beton atau tembok bangunan adalah dengan menggunakan tanaman merambat atau dengan penambahan semak atau perdu.

Pengamat diam (Gambar 17).86 Teori penghalang adalah jika titik pandang telah ditentukan maka pohon diletakkan di antara titik pandang dan obyek yang ditutupi. Penghalang pada pengamat diam (Shinzo. Teori ini dapat dilakukan pada pengamat yang dian dan bergerak. menggunakan rumus: Tan α = Dimana h−l H−l d = h = d Tan α + l = (H − l) + 1 D d D l : tinggi mata pengamat α: sudut pandang dari mata ke puncak obyek yang ditutupi H: tinggi obyek h: tinggi pohon D: jarak dari titik memandang ke obyek d: jarak dari titik memandang ke pohon Gambar 17. menggunakan rumus: S= Dimana 2r d = Sin α Sin α S: jarak antar pohon α: sudut antara arah gerak dan penglihatan d: diameter tajuk pohon r: jari-jari tajuk pohon . 1975) Pengamat bergerak (Gambar 18).

Tanaman sebagai kontrol pandangan terhadap ruang luar (Carpenter et al. atap. 1975) H. Atap dibentuk oleh tajuk pohon yang membentuk kanopi atau tanaman merambat pada pergola.87 Gambar 18. Ruang pribadi ini . dan lantai. Kontrol Pandangan untuk Ruang Pribadi Tanaman dapat dipergunakan untuk membatasi pandangan dari arah luar dalam usaha untuk menciptakan ruang pribadi (privacy space). sedangkan sebagai lantai dapat dipergunakan tanaman rumput atau penutup tanah (groundcover) (Gambar 19).. Dinding dapat dibentuk oleh tanaman semak sebagai border. Gambar 19. Dengan demikian pandangan dari arah atau ke arah ruang yang diciptakan dapat dikendalikan. 1975) I. Penghalang pada pengamat bergerak (Shinzo. Kontrol Pandangan terhadap Ruang Luar Tanaman dapat dipakai untuk komponen pembentuk ruang sebagai dinding.

. . Pembakaran bensin dalam kendaraan bermotor merupakan lebih dari separuh penyebab pencemaran udara di perkotaan. Sumber-sumber pencemaran lainnya berasal dari pembakaran. Ruang ini memerlukan penempatan tanaman pembatas pandangan setinggi 1. Kontrol pandangan untuk ruang pribadi (Carpenter et al. K. seperti timbunan sampah. 1975) J. Kontrol Pandangan terhadap Hal yang Tidak Menyenangkan Tanaman dapat pula dimanfaatkan sebagai penghalang pandangan terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan untuk ditampilkan atau dilihat. tempat pembuangan sampah. Mengurangi polusi udara Pencemaran udara diperkirakan semakin meningkat dan meluas seiring dengan cepatnya proses industrialisasi dan makin banyaknya kendaraan bermotor. 60% dari bahan pencemar yang dihasilkan terdiri dari karbon monoksida dan sekitar 15% terdiri dari hidrokarbon. Sumber pencemaran udara yang utama berasal dari transportasi terutama kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar yang mengandung bahan pencemar. proses industri.5 – 2 meter (Gambar 20).88 biasanya ruang yang terlindung dari pandangan orang lain. dan galian tanah. Gambar 20.

kerapatan dan bentuk trikoma. batang dan perakaran. jumlah debu yang melayang di udara akan menurun. Mekanisme tanaman mengurangi polusi udara. Selain itu pohon tepi jalan yang digunakan juga harus efektif dalam menjerap dan menyerap pencemar udara. vegetasi berfungsi dalam mereduksi partikel padat dari udara yang merupakan dampak dari kegiatan manusia. diasimilasi oleh jaringan tanaman dalam daun. Partikel yang melayang-layang di permukaan bumi sebagian akan terjerap (menempel) pada permukaan daun.34%. khususnya daun yang berbulu dan yang mempunyai permukaan yang kasar dan sebagian lagi terserap masuk ke dalam ruang stomata daun. dsb). untuk gas NOx (NO2. antara lain. Selain sebagai elemen estetis. logam-logam (Pb. tekstur daun. yaitu: 1) menjerap (adsorpsi).33%. dan sisanya berasal dari rumah tangga.50%. Fe. Dengan adanya mekanisme ini. nitrogen oksida (NOx) sebesar 8. Ada juga partikel yang menempel pada kulit pohon. 2) menyerap (absorpsi). seperti ukuran dan . dan lain-lain. cabang dan ranting. Pencemaran udara di Indonesia. yaitu menjatuhkan polutan ke tanah. CO. Komponen pencemaran udara yang bersumber dari kegiatan transportasi di Indonesia yang paling banyak berpengaruh sebagai pencemar udara adalah karbon monoksida (CO) sebesar 70. terutama di kotakota besar. Dalam menyerap zat pencemar dipengaruhi oleh karakteristik morfologi tanaman. Vegetasi khususnya pohon tepi jalan harus memenuhi kriteria ciri dan bentuk arsitektural antara lain mencakup tinggi pohon dewasa. SO3) CO2. PAN (Peroxy Acetic Nitrat). partikel debu. Zn. industri (10-15%). Efektifnya mekanisme penjerapan ditentukan oleh ukuran. dan 4) mendeposisi. dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui beberapa mekanisme. untuk polutan padat. 3) mendifusi.88%. SOx (SO2. kebakaran hutan atau ladang. hanya sampai di permukaan daun (menempel). antara lain. pembakaran sampah. disebabkan gas buang kendaraan bermotor (60-70%). Debu yang terdapat pada lapisan biosfer bumi. Hidrokarbon (HC) sebesar 18. NO3). yaitu mengencerkan konsentrasi polutan. HC.89 pembuangan limbah dan lain-lain. Vegetasi merupakan elemen alami yang dominan sebagai pembentuk lanskap kota. sulfur oksida (SOx) sebesar 0. dan partikel sebesar 1.89%.

bougenvil ungu (Bougenvillea glabra). dan mempunyai tingkat pertumbuhan yang cepat. cempaka (Michelia campaka). dan adam hawa (Rhoeo discolor). kembang merak (Caesalpinia pulcherrima). APTI = A (T + P) + R 10 Dengan variabel-variabel yang peka terhadap polusi: A: kandungan Asam Ascorbic T: total klorofil P: pH ekstrat daun R: kandungan/kadar air Tabel 1. kenanga (Cananga odorata). Jenis tanaman yang dipakai untuk menyerap gas adalah tanaman yang mempunyai sifat: mempunyai stomata yang banyak. Kemampuan adaptasi terhadap polusi tinggi. lollipop kuning (Pachystachys lutea).Semakin besar nilai APTI maka tanaman semakin toleran .90 bentuk daun. adanya rambut pada permukaan daun dan juga tekstur daun. rumput manila (Zoysia matrella). karakter tidak beda jauh .Pohon memiliki nilai APTI yang paling besar .Tanaman dengan genus sama. akalipa merah (Acalypha wilkesiana). mempunyai ketahanan tertentu terhadap gas tertentu. antara lain. flamboyan (Delonix regia). kriminil (Alternanthera ficoides). Kriteria sensitivitas dan toleransi tanaman terhadap polusi Kriteria Decidious < 15 15 – 19 20 – 24 > 24 Nilai APTI Evergreen < 13 13 – 16 17 – 20 > 20 Herba 11 11 – 14 15 – 18 > 18 Sensitif Sedang Cukup toleran Toleran Keterangan: . dapat diketahui dengan APTI (Air Pollution Tolerance Index). Rumus APTI dan nilainya (Tabel 1) sebagai berikut. Contoh tanaman penyerap NO2. lantana (Lantana camara). melinjo (Gnetum gnemon).

antara lain. kembang merak.91 L. Ada yang beraroma lembut tetapi ada juga yang beraroma menusuk hidung atau menyengat. batang. pembatas ke arah pandangan yang kurang baik. Ada tanaman yang mengeluarkan aroma pada pagi. Pembatas Fisik (Physical Barrier) Tanaman pembatas merupakan tanaman yang ditanam secara berbaris untuk membatasi baik pergerakan maupun pandangan. Contoh tanaman pembentuk pandangan. akalipa. daun. dan cempaka (Michelia champaca). . kenanga (Canangium odoratum). Tanaman yang dapat dipakai adalah tanaman yang dapat mengeluarkan aroma tertentu yang disebut tanaman aromatik. Contoh tanaman pengarah pada jalan. Contoh tanaman pembatas untuk jalan. buah. M. dan pangkas-pangkasan. Tanaman Penahan Kebakaran Tanaman dengan daun apabila terjadi kebakaran juga ikut terbakar. sore. baik melalui bunga. bau berkurang). melati (Jasminum sambac). kembang sepatu. glodogan biasa (Polyalthea longifolia). pengarah gerakan bagi pemakai jalan pada jalan berbelok atau ke tujuan tertentu. kacapiring (Gardenia jasminoides). dan pangkas-pangkasan. cemara. kol banda (Pisonia alba). akalipa (Acalypha wilkesiana). Contoh tanaman beraroma. antara lain. cemara. hujan mas (Cassia glauca). Tanaman aromatik adalah tanaman-tanaman yang dapat menghasilkan aroma tertentu. Tanaman ini dapat berfungsi sebagai pembatas untuk jalan. dan malam hari (Nugrahani. cemara. antara lain. pengarah dan pembentuk pandangan. Mengharumkan Udara Tanaman dapat membersihkan udara yang baunya tidak enak (setelah melewati vegetasi. bambu. N. 2006). siang. Tanaman aromatik mampu menghasilkan aroma yang harum hingga pada jarak tertentu dari tempat tumbuhnya. kemuning (Murraya paniculata). mahoni (Swietania mahagoni). bambu (Bambusa sp). Sebenarnya penahanan kebakaran secara sempurna oleh tanaman adalah sulit. glodogan tiang (Polyalthea sp). dan oleander. Aroma yang ditimbulkan ada yang enak atau harum dan ada yang tidak enak. antara lain. maupun akarnya. dan menghilangkan kejenuhan bagi pemakai jalan.

jika bisa bertahan atau melakukan pemadaman. maka pohon menahan aliran angin sehingga menghalangi perpindahan api. dan 23): - Kombinasi dengan tanah kosong Menggunakan dua atau lebih deretan pohon Tanah kosong ≥ 6 m Tidak menanam rumput pada tanah kosong Tinggi pohon ≥ 10 m (tergantung bangunan yang ingin dilindungi) Di depan pohon ditanam semak Lebar penanaman 6 – 10 m Pohon Pohon Semak Semak > 10 m 6 – 10 m Tanah kosong 6m 6 – 10 m Gambar 21. tanaman meningkatkan ketahanan gedung terhadap kebakaran. bangunan sekeliling dapat dilindungi dari perambatan api Tanaman menghalangi perambatan panas sehingga bersama dengan tanah kosong (terbuka) di sekeliling rumah. Struktur penanaman untuk menahan kebakaran (Gambar 21. api membesar dalam 3 – 4 menit dan alam waktu tersebut. Struktur penanaman . pohon juga menghalangi bara api yang terbang.92 Umumnya pada kebakaran bangunan total. bara api terbang. Jika ada angin. 22. api mengalir. Fungsi tanaman dalam menahan kebakaran adalah menahan perambatan panas.

93
Tanaman dipangkas dibentuk fence

5m

Gambar 22. Tanaman penahan kebakaran untuk lahan yang sempit

Dengan batas 2 pohon

2m

7m

Gambar 23. Tanaman penahan kebakaran untuk lahan yang lebih lebar

O. Fungsi Sosial Budaya

Fungsi tanaman sebagai sosial budaya terkait dengan tanaman yang mengandung nilai adat/kepercayaan. Tanaman ini merupakan tanaman yang pada daerah tertentu memiliki nilai tersendiri karena kepercayaan yang dianut masyarakat sebagai pengaruh budaya, adat atau keagamaan. Beberapa tanaman mempunyai nilai karena berhubungan dengan upacara adat, pantangan dan himbauan, tempattempat tertentu misalnya tempat yang dianggap keramat, rejeki, jodoh, status sosial, dan sebagainya. Contoh nilai budaya tanaman dalam masyarakat Bali, dimana nilai tanaman berpengaruh terhadap peletakan tanaman dalam tata ruang lanskap tradisional Bali (konsep Tri Mandala yang membagi menjadi tiga zona: utama, madya, nista). Pada zona utama diletakkan tanaman Ficus benjamina, Santalum album, Cordyline sp,

94
Michelia champaca, dan Pandanus sp yang ditanam sekitar pura. Pada zona madya

diletakkan tanaman Cananga odorata dan Hibiscus rosa-sinensis, sedangkan pada zona nista atau di kebun/tegalan terdapat tanaman Musa paradisiaca, Bambusa sp,
Cocos nucifera, dan Citrus sp.

Contoh lain, dadap (Erythrina indica) yang digunakan untuk struktur pemujaan temporer di pura dan merupakan salah satu kayu penting dan bernilai religi. Tanaman cendana (Santalum album) sebagai bagian penting pegangan keris bagi para empu.

P. Rangkuman

Fungsi tanaman dalam lanskap terdiri atas 1) mengontrol radiasi, suhu, dan kelembaban, 2) penahan angin, 3) penahan silau, 4) penaung dari hujan, 5) pencegah erosi (erosion control), 6) mengurangi kebisingan, 7) kontrol pandangan (visual control), 8) kontrol pandangan terhadap ruang luar, 9) kontrol pandangan untuk ruang pribadi, 10) kontrol pandangan terhadap hal yang tidak menyenangkan, 11) mengurangi polusi udara, 12) mengharumkan udara, 13) pembatas fisik (physical
barrier), 14) tanaman penahan kebakaran, dan 15) fungsi sosial budaya.

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang fungsi tanaman dalam lanskap, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Jelaskan fungsi tanaman dalam lanskap. 2. Jelaskan fungsi ameliorasi iklim, rekayasa lingkungan, penggunaan untuk keperluan arsitektural, dan pengunaan untuk estetika dari tanaman lanskap. 3. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan masing-masing fungsi.
Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus

memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 2. Renungkan tentang fungsi tanaman dalam lanskap.

95
B. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Pada jalur median jalan bebas hambatan tidak dibenarkan menanam tanaman............. (a) Penutup tanah (b) Semak (c) Perdu (d) Pohon 2. Syarat tanaman yang dapat meredam kebisingan adalah............. (a) Semak soliter (b) Susunan daun rapat (c) Tajuk lebar (d) Daun lebar 3. Karakteristik tanaman yang efektif untuk membatasi pergerakan manusia adalah tanaman yang............. A. Bermassa daun sedikit B. Berjarak tanaman rapat C. Berukuran daun besar D. Berbatang besar 4. Toleransi tanaman terhadap polusi dapat diketahui dari nilai APTI, dimana nilai APTI semakin............. A. Tinggi maka tanaman semakin toleran B. Rendah maka tanaman semakin toleran C. Tinggi maka tanaman semakin sensitif D. Rendah maka tanaman cukup toleran 5. Struktur penanaman tanaman yang efektif menahan kebakaran adalah............. A. Menanam rumput pada tanah kosong B. Menggunakan dua atau lebih deretan pohon C. Menggunakan pohon tinggi ≤ 10 m D. Menggunakan satu baris pohon

2.96 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Surabaya: Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian UPN Veteran Jatim. 18 Mei 2006. San Fransisco: Freeman & Co. . Inc. 1986. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . Vegetasi Aromatik sebagai Elemen Lanskap Ruang Terbuka Hijau Perkotaan. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 7. Walker. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Plants in the Landscape. Surabaya. Sumber/Referensi 1. Anda dapat meneruskan pada Bab 8. Akustik Lingkungan. Shinzo N. Doelle LL. Theory and Technique of Planting. 1975. Di dalam: Winarno et al. Akan tetapi. Anda harus mengulangi Bab 7.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. 5. Nugrahani P. Tokyo: Kashima. C. Hitunglah jawaban Anda yang benar. 1989. Carpenter PL. TD.. 1975. Jakarta: Erlangga. Noise Control: Measurement. Prosiding Seminar Nasional Lanskap Perkotaan. and Control of Sound and Vibration. Lanphear. hlm 102-108. Analysis. 3. bagus! Anda cukup memahami Bab 7. FO. Wilson CE. New York: Harper and Row Publ. 2006. editor. 4. terutama bagian yang belum Anda kuasai.

97 D. d 2. a 5. Kunci Jawaban 1. b 3. b 4. b .

batu-batuan. Hal lain yang penting diketahui ialah tanaman bukan hanya sebagai unsur hiasan saja. Sifat atau karakteristik yang paling menonjol adalah bahwa tanaman merupakan unsur yang hidup dan tumbuh. kolam. B. Selain itu. Tanaman memang memiliki beberapa sifat yang dapat dibedakan dengan unsur-unsur pertamanan yang lain. Faktor-faktor seperti keadaan tanah. tetapi memiliki beberapa fungsi dan potensi.98 BAB 8 KOMPOSISI TANAMAN PENDAHULUAN Penataan tanaman dalam sebuah taman memang tidak semudah yang diduga apabila diharapkan hasil yang bagus. penataan tanaman berkaitan juga dengan unsur pertanaman lain. Case study 3. Strategi Pembelajaran 1. Praktikum . Ada beberapa hal pokok yang sangat penting diketahui terlebih dahulu bila ingin menata tanaman dengan hasil yang cukup memuaskan. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum. A. Hal ini tentu saja sangat perlu diketahui terlebih dahulu agar tanaman yang ditata hidup dan tumbuh dengan baik. sinar matahari. seperti bangunan. angin. dan suhu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Studi lapang 2. Dengan lebih mengenal atau mengetahui fungsi dan potensi dari unsur tanaman tersebut. drainase. dan sebagainya. komposisi tanaman yang dibuat tentu akan lebih fungsional berguna dan visual indah. lampu taman.

D. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. bulat. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Untuk membuat sebuah komposisi tanaman yang indah dan menarik. 3. Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap. Mahasiswa membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik. sedang. Mahasiswa aktif melakukan praktikum. misalnya dapat menimbulkan suasana cerah dan menyenangkan. 2. Mahasiswa melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman pada suatu lanskap. Kemampuan membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik. sedang. Kemampuan melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman. merunduk. Indikator Pencapaian 1. 4.99 C. dan rendah. menyebar. 3. sedangkan warna gelap mengesankan suasana yang suram. Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. 5. tinggi membulat. 4. serta tanaman penutup tanah dan rumput. Ukuran tanaman juga bervariasi. masalah pengenalan karakteristik visual tanaman sangat penting diketahui lebih jauh disamping hal-hal yang lainnya. dan eksotis atau unik. Tekstur tanaman adalah kesan kasar atau halusnya keseluruhan tanaman . 2. Warna-warna tanaman yang beraneka warna merupakan karakteristik penting yang dianggap sebagai karakteristik emosional karena mempengaruhi secara langsung kesan dan suasana ruang luar. dan praktikum. Warna-warna terang. Bentuk tanaman misalnya ada yang berbentuk tinggi ramping. semak tinggi. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai komposisi tanaman dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. seperti pohon besar. piramidal. case study. dan kecil.

dan irama. cara tumbuh. meliputi kesatuan komposisi dan keanekaragaman. aksen. Irama pada lanskap dapat diciptakan dengan penggunaan warna tanaman yang berulang-ulang. Suatu komposisi yang baik harus mempunyai kesatuan yang kompak antara unsur-unsur yang tersusun di dalamnya termasuk faktor keseimbangan. sifat. tekstur. Kesatuan komposisi tanaman dapat diperoleh dari pemilihan tanaman yang sama dalam jenis. irama. bentuk. serta lebih hidup dan menarik. Kesatuan/tema Kesatuan adalah organisasi antara beberapa unsur yang saling bergantung satu sama lain atau tidak terpisahkan. nada warna dan lain sebagainya. Pada sebuah taman harus ada unsur taman sebagai pusat pemandangan berupa elemen estetis yang mewakili seluruh bagian taman yang dapat menampilkan ide. yaitu kesatuan. dan sebagainya. dan berasal dari sifat ekologisnya yang sama. dan isi. Irama/gradasi Irama adalah urutan atau perulangan elemen-elemen. warna. urutan dari anak tangga. misalnya barisan pohon. rangkaian batu yang serupa. Tekstur tanaman ternyata mempengaruhi faktor dalam komposisi tanaman. daya tarik visual. Prinsip Komposisi Tanaman Prinsip dan aturan dalam menyusun komposisi tanaman mengikuti prinsip desain lanskap. harus diciptakan aksen sebagai point of interest pada bagian atau titik-titik tertentu. Aksen merupakan bagian terpenting yang menjadi pusat perhatian dan mampu memberikan ciri tertentu yang mengandung ide. Oleh karena itu. persepsi terhadap jarak. 2. dan proporsi. 3. Adanya irama memberikan kesan dinamis. tujuan. aksen. 1. Aksen/kontras/point of interest Suatu desain dapat membosankan tanpa adanya aksen.100 secara visual pada tanaman individual atau kelompok. tinggi rendah tanaman yang diatur berulang-ulang. mungkin berbentuk beraturan atau tidak beraturan. Aksen dalam lanskap dapat diciptakan dengan memanfaatkan unsur desain lainnya yang dimiliki oleh elemen lanskap. A. keseimbangan. Bilamana suatu unsur memisahkan diri berarti kesatuan tersebut tidak tercapai. Aksen tersebut dapat diciptakan dari . tidak monoton dan membosankan. jarak penanaman.

tetapi memberi kesan lebih halus karena mendekati alam. Keseimbangan yang tercipta dapat berupa keseimbangan simetris dan asimetris. ada tiga titik yang jika dihubungkan satu sama lain menjadi segitiga. tetapi tidak dalam bentuk dan materi yang sama antara sisi yang satu dengan yang lain. keseimbangan terletak pada penciptaan pandangan yang sama bobotnya dari satu pusat perhatian. Keseimbangan simetris terbagi 3 jenis. Keseimbangan adalah pembagian elemen yang menghasilkan suatu aksen. yaitu keseimbangan yang elemen-elemennya tidak sama dan serupa antara sisi yang satu dengan sisi yang lainnya pada garis sumbu. dan bobot. Keseimbangan simetris yang memberi kesan formal lebih mudah dicapai dan dimengerti. c. 4. sebaiknya memilih tanaman dan struktur taman yang ukurannya sesuai dengan garis-garis lanskap bangunan. Keseimbangan/kontrol Kontrol terhadap ketiga prinsip sebelumnya jangan berlebihan atau kekurangan sehingga tercipta kesan seimbang. yaitu mempunyai ciri-ciri yang jelas. ukuran atau warna. perbedaan bentuk. desain tersebut mempunyai keseimbangan. Satu hal yang . Keseimbangan sentral atau radial. sedangkan keseimbangan asimetris yang memberi kesan informal atau alami lebih sulit dicapai. b. serasi.101 perbedaan tekstur. Keseimbangan simetris. a. Keseimbangan asimetris. Proporsi Apabila membuat suatu taman. warna. Keseimbangan segitiga. jika kedua sisi dari taman tersebut sama-sama menarik perhatian dari pengamat. yaitu keseimbangan yang berpusat pada pertemuan antara dua garis sumbu yang membentuknya. yaitu penempatan tanaman yang sama tepat satu sama lain. Keseimbangan asimetri menghasilkan perhatian yang sama pada kedua sisi ruang luar. Keseimbangan diumpamakan taman dibagi dua sama besar. dan harmonis. d. sebagai berikut. yaitu simetri bentuk. 5. Tanaman yang tinggi dengan tekstur halus yang dominan dapat menjadi aksen di antara tanaman berukuran sedang dan bertekstur kasar.

102 tidak boleh dilupakan adalah ukuran maksimal tanaman, dalam hal ini pohon. Proporsi merupakan ciri dari suatu lanskap yang berkaitan dengan ukuran. Setiap elemen lanskap harus dalam hubungan ukuran yang tepat dengan elemen lainnya. Pada taman yang kecil, pemilihan jenis tanamannya lebih terbatas, teksturnya halus, dan warna tidak terlalu menyolok, sedangkan pada taman yang cukup luas, kesempatan memilih jenis tanaman lebih banyak. Ukuran tanaman terhadap bangunan harus sebanding, sehingga proporsi harus sesuai dengan fungsinya. Untuk menciptakan komposisi tanaman yang menarik dan indah, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan, yaitu: 1. Tanaman soliter atau tunggal seperti palem merah, beringin, dan lain sebagainya, sebaiknya ditanam menyendiri sebagai eye catcher atau daya tarik yang berfungsi sebagai karya sculpture yang dinamis terlihat dari berbagai sisi. 2. Untuk sebuah komposisi, sebaiknya memilih jenis-jenis tanaman berdasarkan ukuran, bentuk, warna, dan teksturnya. 3. Perancang harus menghindari penanaman dengan jumlah genap karena cenderung memecah komposisi. Tanaman dengan jumlah ganjil cenderung mempersatukan komposisi. 4. Sebaiknya tidak menanam secara menyebar atau jarang, tanaman dibuat secara mengelompok, terutama pada tanaman-tanaman individu. 5. Masa-masa tanaman yang saling bersinggungan atau tumpang tindih tajuknya akan memperkuat hubungan antara satu dengan yang lainnya. 6. Sebaiknya mengisi di bawah tajuk pohon dengan tanaman semak agar tidak terbentuk ruang tersisa. 7. Tanaman khususnya semak, sebaiknya ditanam dalam bak tanam (cultivated bed) sehingga terlindung dari kerusakan akibat mesin potong rumput saat pemangkasan. Penanaman di dalam bak memungkinkan menutup permukaan tanah dengan lumut, serbuk kayu, batuan atau material lain untuk mencegah timbulnya tanaman liar. Berikut ini diberikan contoh komposisi tanaman pada area menyudut, pada bidang lurus, dan untuk memanipulasi bangunan.

103
a. Komposisi Tanaman Menyudut

Ada dua hal yang perlu diperhatikan pada penataan komposisi penanaman menyudut, yaitu 1) titik tengah sudut atau lengkung dalam (incurve) dan 2) kedua tepian atau lengkung luar (outcurve). Lengkung dalam merupakan tempat yang sesuai untuk menempatkan tanaman yang memiliki daya tarik visual kuat sehingga biasanya digunakan untuk menempatkan focal point dengan tanaman yang khas, baik ukuran, bentuk, maupun warnanya. Dari segi ukuran, sebaiknya tanaman tersebut merupakan tanaman yang paling tinggi di antara tanaman lain pada bagian
outcurve. Selain tanaman khas, untuk focal point dapat juga ditempatkan bentuk

aksen lainnya pada incurve seperti patung, air mancur atau lampu yang bentuknya artistik. Aksen utama dapat diletakkan di lokasi incurve atau di lokasi lain. Jika aksen di luar incurve, maka incurve dapat dijadikan tempat untuk meletakkan aksen minor dengan catatan aksen ini tidak melebihi kekuatan aksen utamanya. Variasi dapat dilakukan dalam komposisi menyudut ini, antara lain, 1) meletakkan tanaman tinggi pada incurve kemudian memendek ke arah outcurve dan 2) pada incurve diletakkan tanaman tinggi, sedangkan bagian depan serta outcurve diisi dengan tanaman yang lebih pendek. Komposisi tanaman pada incurve dan outcurve ini sebaiknya tidak lebih dari tiga sampai empat jenis saja. Contoh komposisi tanaman menyudut dapat dilihat pada Gambar 24.

Gambar 24. Contoh komposisi tanaman menyudut (Sumber: Handayani, 2009)

104
b. Komposisi Tanaman pada Bidang Lurus

Komposisi

penanaman

pada

bidang

lurus

pada

dasarnya

mencoba

menerapkan fungsi arsitektur yang diantaranya adalah membentuk bidang vertikal. Penanaman cara ini dapat berperan baik sebagai pembentuk ruang privacy, total maupun semi privacy, atau ruang dengan tingkat keterbukaan terbatas. Selain fungsi arsitektural, komposisi ini berperan pula sebagai pengendali visual dan pengendali lingkungan, seperti pengendalian pandangan ke arah tempat yang kurang menarik dan pengendalian terik matahari. Penanaman pada bidang lurus secara umum dikelompokkan pada: 1) berderet mengikuti bidang lurus, dan 2) berderet seolah mengikuti garis lengkung/berbelok-belok (Gambar 25).

Gambar 25. Contoh penataan tanaman pada bidang lurus (Handayani, 2009)

Komposisi tanaman pada bidang lurus akan lebih menarik bila di bagian depan ditempatkan tanaman yang lebih rendah dari bagian belakang. dan untuk memanipulasi bangunan. bidang lurus. Komposisi Tanaman untuk Memanipulasi Bangunan Komposisi ini diperlukan bila menghadapi bangunan yang bentuknya terlalu tinggi.105 Seperti halnya dalam pembuatan komposisi menyudut. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Komposisi untuk memanipulasi bangunan ini memiliki peran penting dalam mempercantik sebuah bangunan. Komposisi ini dapat diterapkan pada area menyudut. dan proporsi. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang komposisi tanaman dalam lanskap. irama. jenis tanaman yang digunakan harus dibatasi dan disusun dalam bentuk kelompok. Fungsi lainnya adalah untuk mengarahkan pandangan pengamat pada pintu masuk di area publik sebuah bangunan. B. 2. pengaturan dalam perletakan titik tanam sangat mempengaruhi daya tarik komposisi secara keseluruhan. keseimbangan. yaitu kesatuan. pada bidang lurus. aksen. . Berikan contoh komposisi tanaman pada area menyudut. Jelaskan persyaratan dalam menyusun komposisi tanaman yang baik. Namun. jumlah tanaman yang terlalu sedikit pun dapat mengakibatkan komposisi menjadi monoton. Hal ini untuk menciptakan area transisi antara penutup tanah dengan tanaman tinggi. c. PENUTUP A. dinding yang telah tua atau bagian bangunan lain yang kurang menarik. Disamping itu. dan untuk memanipulasi bangunan. Rangkuman Prinsip dan aturan dalam menyusun komposisi tanaman mengikuti prinsip desain lanskap. tidak hanya terbatas pada sudut-sudut bangunan saja tetapi menyeluruh hingga ke bagian lanskap lainnya.

Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.....106 Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Renungkan tentang komposisi tanaman dalam lanskap. Aksen pada suatu taman dapat diciptakan dengan cara...... Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1...... B... (a) Pengulangan bentuk (b) Perbedaan bentuk (c) Ukuran yang sama (d) Warna yang terang 4... Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda.......... Penempatan (a) Simetris (b) Asimetris (c) Radial (d) Segitiga tanaman yang sama tepat satu sama lainn disebut keseimbangan ... ............... (a) Dinamis (b) Statis (c) Monoton (d) Ramai 3. Kesan yang dapat ditimbulkan dari irama adalah kesan. 2. (a) Penanaman berjumlah ganjil (b) Penanaman berjumlah genap (c) Penanaman secara menyebar (d) Penanaman dengan jenis yang sama 2. Salah satu cara untuk mempersatukan komposisi tanaman adalah......

Hitunglah jawaban Anda yang benar. Anda harus mengulangi Bab 8._PEND._TEKNIK_ARSITEKTUR/196609301997032SRI_HANDAYANI/Bahan_Ajar_Mata_Kuliah_ArsLansekap_4... 2009. Untuk menciptakan komposisi tanaman yang baik.edu/ Direktori/FPTK/JUR.. Elemen-elemen Pendukung Lanskap. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 8. http://www. Sumber/Referensi 1. tanaman tinggi sebaiknya diletakkan pada. Handayani S... Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% .100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas.. Akan tetapi. Anda dapat meneruskan pada Bab 9.pdf. terutama bagian yang belum Anda kuasai.107 5. (a) Lengkung dalam (b) Lengkung luar (c) Bidang lurus (d) Garis berbelok-belok Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.... ..upi... bagus! Anda cukup memahami Bab 8. [13 Maret 2011]. C.

Kunci Jawaban 1. b 4. a 5.108 D. a 2. a 3. a .

Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. penutup tanah. B. Cooperative learning 2. haruslah melewati tahap pelaksanaan. dan tanaman pagar. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. 3. penanaman. A. . Strategi Pembelajaran 1. dibedakan menjadi penanaman pohon. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai teknikteknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum.109 BAB 9 TEKNIK PENANAMAN TANAMAN LANSKAP PENDAHULUAN Untuk mewujudkan suatu karya desain. Praktikum C. Kegiatan pelaksanaan lebih terkait dengan pekerjaan secara fisik di lapangan dengan acuan hasil desain yang telah dibuat sebelumnya. Untuk penanaman tanaman lanskap. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. dan pembersihan. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. pembuatan konstruksi. Kegiatan pelaksanaan meliputi tahap persiapan. semak. 2. rumput. 4. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum.

Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai teknik penanaman tanaman lanskap. Penggantian tanaman mengurangi atau menghilangkan keuntungan. perancang dapat memilih semak atau pohon yang menghasilkan buah-buahan. kehadirannya selalu mewarnai suatu taman. dan pemindahan tanaman. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Kalau perlu pergunakanlah pupuk organik (pupuk hijau atau pupuk kandang). Kontraktor sebagai pelaksana bertanggung jawab menciptakan iklim mikro yang optimum untuk pertumbuhan tanaman. Indikator Pencapaian 1. 2. Penanaman bukan sekedar memasukkan tanaman ke lubang. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. kemudian ke dalamnya diisikan tanah yang subur. . penanaman pada tanaman puteran (balling). Tiap lubang tanam dapat diisi 2 – 5 kg pupuk. Penanaman yang benar dari segi pembiayaan penting bagi kontraktor.110 b. tergantung dari kesesuaiannya dengan rancangan taman yang kita inginkan. Teknik penanaman pada pohon dan semak terdiri atas penanaman untuk tanaman cabutan. 3. 1. misalnya 80 cm x 80 cm x 60 cm. Tanaman yang sehat juga tidak memerlukan pemeliharaan yang banyak dan hasil akhirnya akan memuaskan pemilik tapak. Dari sekian jenis yang ada. 4. Penanaman Pohon dan Semak Sangat banyak pilihan untuk pohon dan semak. tergantung ukurannya. Karenanya. lubang tanam ini dibuat dengan ukuran yang lebih besar. atau yang dapat dimanfaatkan daunnya untuk obat atau bahkan juga untuk sayuran/lalapan. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Pada tanah yang kurang subur. Jadi penanaman yang baik merupakan bagian pengelolaan usaha. Kemampuan melakukan praktikum teknik penanaman tanaman lanskap. Tanaman yang sehat dan kuat diperlukan untuk mencapai efek yang diinginkan. Tanaman cabutan Buatlah lubang tanam terlebih dahulu.

Kemudian. yaitu dengan mengikutsertakan tanah asalnya dalam bentuk gumpalan. Apabila tanaman yang ditanam cukup tinggi sehingga mudah roboh bila dihembus angin. maka dinding tersebut selain berfungsi membatasi pertumbuhan akar.111 Isikan campuran tanah dan bahan organik tersebut ke dalam lubang tanam sehingga tanaman dapat diletakkan cukup dalam. dan kemudian siramlah dengan air secukupnya. ketinggian tanah dari tanaman setinggi permukaan tanah halaman. Cara ini perlu disertai pemangkasan tajuk pohon. Dalam susunan yang tepat. juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat duduk. harus ditanam dalam bentuk puteran (Gambar 27). 2. Cara ini dilakukan pada saat kita akan mulai menanam pohon tersebut. Hal tersebut dapat dicegah atau diatasi dengan cara membuat batasan daerah pertumbuhan akar. Tanaman puteran (balling) Pohon atau semak yang tidak dapat atau sulit ditanam secara cabutan. Pertumbuhan akar dibatasi sehingga akar tidak leluasa menembus lapisan tanah. Salah satu caranya adalah dengan membuat tembok/dinding mengelilingi bagian bawah pohon. Sebagai patokan dalam hal ini. Tekanlah dengan kuat hingga tanah di sekitar tanaman cukup padat. maka untuk sementara diperlukan tongkat-tongkat penguat di samping kiri dan kanannya. perlu juga dibuatkan kayu melintang sehingga dapat dilakukan pengikatan antara tongkat penguat dengan batang tanaman. maksudnya agar batang pohon tidak luka terjerat Pohon yang tumbuh membesar dengan bebas sering akarnya merusak bangunan yang ada di sekitarnya. Dengan cara ini akan lebih bagus hasilnya walaupun pelaksanaannya lebih berat. Penanaman dengan sistem cabutan dapat dilihat pada Gambar 26. . Tali pengikat sebaiknya dilapisi selang plastik.

Tanah di sekitar tanaman dipadatkan 6. Tanaman dimasukkan ke dalam lubang tanam sehingga letak akar cukup dalam. Lubang tanam dibuat dengan ukuran tertentu. Tanah subur ditambahkan lagi sehingga akar tertutup tanah 5. ukurannya diperbesar 2. Disiram air secukupnya Gambar 26. pangkal akar sejajar dengan tanah halaman 4. Apabila tanah kurang subur.112 1. Penanaman dengan sistem cabutan (Sumber: Sulistyantara. Lubang tanam diisi tanah subur atau tanah yang telah dicampur pupuk organik 3. 1992) . Sebagai patokan.

Penanaman dengan sistem puteran (Sumber: Sulistyantara. Puteran diangkat secara bersamasama dengan lembaran karung goni atau sejenisnya 2. lebarnya 2× lebar puteran dan dalamnya 15 cm lebih dalam daripada puteran 3. 1992) . Pasang tongkat untuk menyangga berdirinya tanaman jangan sampai merusak akar tanaman 6. Letakkan dalam lubang tanam. Tanah dipadatkan 5. Ikatkan pada tongkat dan siram sampai basah betul Gambar 27. lepaskan tali pengikat puteran 4.113 1. Tambahkan tanah yang subur (topsoil).

114 3. tanaman penutup tanah juga berfungsi melunakkan kesan keras dari perkerasan di sekitarnya. baik dari segi persyaratan hortikultura yang dikehendaki maupun sifat-sifat fisik yang dimilikinya. tetapi sayang sekali letaknya tidak sesuai dengan gambar rancangan baru yang disiapkan. maka perancang tinggal memilih kesesuaian fisiknya terhadap rancangan taman yang ada. Akan tetapi. apabila pohon tersebut relatif masih kecil. Pada umumnya kelompok ini tidak berkayu (herba) atau berkayu lunak. Misalnya saja pada tapak terdapat pohon yang indah/bagus. Di samping dapat menyemarakkan suasana. atau pada tempat-tempat yang sulit ditanami rumput digantikan dengan tanaman penutup tanah. dengan membentuk gradasi ketinggian yang memberi kesan tidak mengejutkan. apabila pohon tersebut sudah cukup besar sehingga ukurannya sudah tidak memungkinkan diatasi dengan tenaga manusia. tanaman penutup tanah termasuk dalam kelompok semak kecil. Penanaman Penutup Tanah Menurut ukurannya. dinding. Dalam susunan yang tepat. maka terpaksa diperlukan bantuan tenaga mesin (traktor). dengan ukuran yang masih memungkinkan dipindahkan dengan tenaga manusia. kumpulan atau kelompok tanaman penutup tanah dapat menjadi jembatan yang baik antara rumput dan pohon atau antara rumput dan dinding atau pagar. Tanaman penutup tanah . karena tanaman jenis ini mampu memancarkan ketenangan di halaman dengan daun dan bunganya yang beraneka warna. Untuk mengisi taman dengan tanaman penutup tanah ini hendaknya kita mengenali lebih jauh sifat-sifatnya. Kehadiran tanaman penutup tanah dalam suatu taman sangat diperlukan. tetap harus diperhatikan bahwa dalam memindahkan pohon tersebut harus berlaku hati-hati. Pemindahan tanaman Pada saat membuat rancangan taman adakalanya dijumpai hal-hal yang di luar keinginan. B. seperti jalan setapak. atau bangku-bangku beton. tidak ada masalah. Namun. ada baiknya hal tersebut dilakukan saja. Pada rancangan yang baik dapat diciptakan ruang dan massa antara rumput dan penutup tanah. Apabila sudah didapatkan tanaman yang sesuai dengan keadaan tapak. Bagaimana harus memindahkannya? Ada dua kemungkinan.

apakah yang berdaun hijau muda. 2. sebaiknya ditambahkan pupuk pabrik pada saat mempersiapkan tanah ini. atau berbunga kuning. Umumnya tanaman penutup tanah tumbuh subur pada tanah yang dilengkapi bahan organik (pupuk kandang. Penanaman yang rapi dan terpelihara akan mendukung tersampaikannya kesan keanggunan. dan KCl masing-masing sebanyak 10 gram setiap 1 m2 atau NPK (15-15-15) sebanyak 30 gram setiap 1 m2. Agar terlihat lebih rapat. Bahan organik yang diberikan sebanyak 2 – 4 kg untuk setiap 1 m2. persiapan tanah untuk rumput. penanaman diatur dengan mengikuti pola segitiga sama sisi. misalnya dengan memilih tanaman dengan ketinggian tertentu. dari jenis tanaman setahun maupun tanaman tahunan. dibersihkan dari batu-batuan dan tanaman liar yang tidak dikehendaki. 3. Ini merupakan suatu nilai positif untuk dipermainkan pada halaman rumah yang sempit. dan yang lain. dan sebagainya. Kemudian tanah dihaluskan. atau kompos). yang dapat dipangkas setiap mencapai ketinggian tertentu. Urea. atau dalam satu tahun. Terlebih dahulu tanah dicangkul. sedangkan tanaman tahunan memungkinkan manusia menikmatinya selama beberapa periode dari siklus hidupnya sehingga dapat dinikmati penampilan keindahan bunganya untuk beberapa kali. yang . yaitu dengan pupuk TSP. Tanaman penutup tanah dapat berupa tanaman hias daun ataupun tanaman hias bunga. Tanaman berumbi mempunyai struktur akar atau batang yang membentuk umbi. Tanaman setahun menghabiskan siklus hidupnya dalam satu kali musim. dan yang berumbi maupun yang tidak berumbi. Penanaman Rumput Hamparan rumput yang datar memberi kesan luas. 1. Tanamlah tanaman dengan jarak tanam yang teratur. Pelaksanaan penanaman dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Dengan demikian tanaman ini dapat ditanam dengan umbinya saja. berdaun merah. berdaun variasi hijau putih. Apabila tanahnya kurang subur. pupuk hijau.115 macam manakah yang diinginkan. Umbi ini merupakan cadangan makanan tanaman yang sekaligus berfungsi sebagai alat perbanyakan. Kemudian dari ketinggiannya. Pada dasarnya persiapan tanah untuk tanaman penutup tanah ini tidak berbeda dengan C.

tanah . segeralah buang bagian-bagian yang tercampur tadi dengan pisau yang tajam hingga ke akar-akarnya. kalau ada. Usahakan penanaman dapat dilakukan secepatnya. Apabila tercampur dengan jenis rumput lain. jangan sampai terlambat karena rumput mudah sekali rusak atau mati bila kekeringan. serta kesan lembutnya yang mampu melunakkan perkerasan di dekatnya. Penanaman bagian vegetatif ini dapat dilakukan dengan tiga cara. adalah dengan cara pertama. yaitu menebar benih. ketertiban. memperhatikan saat penanamannya. Buanglah bongkahan-bongkahan batu atau kayu yang mengganggu. sedangkan untuk halaman yang relatif sempit. Secara umum.116 sekaligus membawa suasana tenang. Satu keuntungan lagi adalah kemampuan hamparan rumput menyerap kilauan cahaya matahari yang menimpa halaman. dalam bentuk kumpulan rhizoma (potongan rumput). Bersihkan tanah dari rumput yang tidak dikehendaki dengan cangkul atau koret sambil dipungut satu per satu hingga bersih ke akar-akarnya. Di samping itu. Apabila tapak yang akan ditanami rumput cukup luas. seperti misalnya rumput teki atau alang-alang. bahkan mungkin juga akar-akar pohon yang telah mati. cara terbaik menanam rumput di halaman yang cukup luas. dan kedisiplinan. kelembutan. risiko kematian jauh lebih kecil dibanding cara yang lain. Untuk menghindari kemungkinan tersebut. Setidaknya sampai kedalaman 20 cm. sebaiknya halaman yang akan ditanami (sesuai dengan desain) telah disiapkan terlebih dahulu sebelum membeli benih atau lempengan rumputnya. tetapi dapat menekan biaya tenaga kerja dan waktu penanaman. Oleh karena itu. dan lempengan. apalagi dengan rhizoma tunggal. Kedua. apakah tercampur rumput jenis lain atau tidak. maka biaya penanamannya besar. Akan tetapi. Pertama. kalau menanaminya dengan kumpulan rhizoma akan sangat melelahkan. amatilah baik-baik keadaan rumput yang dibeli. lebih praktis ditanami rumput secara lempengan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai penanaman rumput. yaitu dengan rhizoma atau anakan tunggal. Menanam lempengan rumput atau karpet rumput memang lebih mahal. cara penanaman rumput dapat dilakukan baik dengan bagian generatifnya (benih) maupun dengan bagian vegetatifnya (rhizoma atau anakan). Bagian halaman dan tanah yang akan ditanami rumput haruslah dipersiapkan secara cermat.

diratakan. andaikata sengaja dibuat bergelombang pun harus tetap diupayakan agar alur gelombang yang terbentuk cukup halus. 1. agar rhizoma tidak kekeringan. 2. b) Pada tanah yang telah disiapkan (sesuai tahap 1 – 6) buat alur dengan cetok atau koret sedalam kurang lebih 2 – 3 cm. Ukuran setiap potongan kurang lebih 4 cm x 4 cm. d) Lakukan penyiraman dua kali sehari. c) Rhizoma yang telah disiapkan ditanam dalam alur. Menanam potongan rumput (suwiran) a) Lempengan rumput yang telah dibersihkan dari rumput pengganggu dipotongpotong dengan pisau yang tajam. a) Memilih rhizoma yang baik. buat regangan tali rafia atau benang kenur sebagai pembantu. tanah dihaluskan. dengan jarak antara alur 10 cm. dan tebal. Sebelum mulai menanam. kemudian tutup dengan tanah dan padatkan. Untuk mendapatkan alur yang lurus. e) Akan lebih baik apabila di atasnya ditutup hamparan mulsa (jerami). dan dipadatkan. sehingga ketebalan rumput pada masing-masing bagian tidak sama.117 yang akan ditanami harus betul-betul bebas dari pengganggu tersebut di atas. dipupuk. harus diperhatikan bahwa permukaan tanah telah betul-betul rata. percikan air jangan sampai merusak susunan rhizoma. Penyiraman harus hati-hati. Upayakan kondisi tetap lembab. b) Membuat lubang tanam pada tanah yang sudah dipersiapkan dengan jarak tanam antara 10 cm x 10 cm sampai 15 cm x 15 cm. satu potong rhizoma mengandung 3 tunas. Memotong rhizoma dengan gunting. Usahakan membuat lajur yang lurus dengan bantuan tali rafia atau benang. Setelah itu. . Menanam Rhizoma Tunggal Untuk menanam rumput dengan rhizoma dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. tanah yang tidak rata dengan kesuburan yang juga tidak merata mengakibatkan pertumbuhan rumput tidak rata pula. Persiapan tanah yang kurang baik akan menghasilkan hamparan rumput yang tidak rapi. segar. Selain itu.

Karpet rumput ditanamkan secara rapat menutup permukaan media penanaman . juga tebal tanah lempengannya dibuat sama. d) Lakukan penyiraman dua kali sehari dan usahakan agar kelembaban tanahnya tetap terjaga.118 c) Potongan rumput ditanamkan dalam lubang tanam.Disiram secara teratur Gambar 29.Pilihlah bahan tanaman yang sehat dan seragam . kurang lebih 2 cm. b) Tanamlah pada tanah yang telah disiapkan dengan menyusunnya secara paralel (sejajar). Menanam lempengan rumput karpet a) Lempengan yang telah bebas dari pengganggu dibuat halus bagian tepinya. penyiraman berikutnya dilakukan secara terus-menerus Gambar 28. Menanam suwiran (Sumber: Sulistyantara. 3. agak ditekan Setelah tertanam semuanya. kemudian tanah ditekan sedikit. Kelebihan pada bagian tepi yang berbatasan dengan batu/lantai dipotong dengan pisau yang tajam. - Pilih suwiran yang sehat dan seragam Buatlah pola penanaman (segitiga atau segiempat) Suwiran ditanam satu per satu.Bagian-bagian yang berlebihan dipotong sesuai dengan batasbatas yang dikehendaki .Lempengan ditekan . 1992) . Menanam lembaran/karpet (Sumber: Sulistyantara. Tekanlah dengan kuat. c) Lakukan penyiraman secara teratur serta jaga kelembaban tanah (Gambar 29). 1992) . Penanaman dengan cara suwiran dapat dilihat pada Gambar 28. segera disiram.

Lakukanlah penyiraman secara teratur. Tanaman ini dapat ditanam langsung sebagai pagar atau pembatas. D. pagar yang terbuat dari besi atau beton ini kesannya menjadi lebih halus dan lembut setelah ada tanaman pagar. b) Biasanya benih yang akan ditanam merupakan campuran benih dari beberapa spesies rumput. Setiap luasan 10 m2 diperlukan benih sebanyak 100 – 300 gram. Sesuai dengan sifat tanaman yang dapat memberi kesan lunak. Sebaiknya tambahkan juga pupuk Urea. Teknik penanaman tanaman pagar adalah pertama kali dipersiapkan tanahnya. satu hal yang harus menjadi perhatian adalah ketekunan dan kesabaran dalam mengatur dan memelihara tanaman pagar tersebut agar dapat dibentuk menjadi pagar (hedge) yang baik dan rapi. benih dicampur rata dengan pasir yang telah disterilkan (dimasak). d) Campuran benih-pasir ditabur dengan tangan secara merata di atas tanah yang telah disiapkan. Setiap 2 – 3 minggu sekali dilakukan pemangkasan . TSP. dengan jarak tanam lebih kurang 25 cm x 25 cm. Tanamlah tanaman pagar tersebut dengan jarak yang teratur. KCl masing-masing sebanyak 10 gram/m2 atau NPK (15-15-15) sebanyak 30 gram/m2. apalagi pada waktu musim kemarau. Penanaman Tanaman Pagar Kebanyakan tanaman yang dipergunakan untuk pagar adalah golongan semak. pola segiempat. tetapi adakalanya ditanam di samping pagar besi. kemudian dihaluskan sesuai dengan bentuk pagar yang direncanakan. Erat kaitannya dengan fungsi pemagaran yang diinginkan. Campurkan ke dalamnya dengan pupuk organik (pupuk hijau atau pupuk kandang) sebanyak 2 – 4 kg per m2. Tanah dicangkul sedalam kurang lebih 20 cm. c) Agar tidak sulit waktu menebarkannya.119 4. setidaknya siram dua kali sehari. Cara yang lebih baik dapat dilakukan dengan menggunakan gerobak dorong yang telah disetel sehingga benih dapat tertabur secara merata. Tebar benih a) Memilih benih bermutu baik yang daya kecambahnya tinggi.

e) Tanaman pagar hias bunga. Rangkuman Penanaman tanaman lanskap dibedakan menjadi penanaman pohon. dan tanaman pagar. 3. E. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dari tanaman pagar adalah: a) Lebih baik memilih tanaman yang masih kecil daripada yang sudah besar untuk membuat tanaman pagar. sehat. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. menanam potongan rumput (suwiran). Penanaman pohon dapat dilakukan dengan sistem cabutan dan sistem puteran (balling). . penutup tanah. c) Pemangkasan dilakukan secara teratur dan kontinu. Jelaskan sistem-sistem dalam penanaman pohon. dan rapi. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang teknik penanaman tanaman lanskap.120 sehingga selalu didapatkan permukaan yang rata. 2. Penanaman rumput dapat dilakukan dengan menanam rhizoma tunggal. Pemangkasan akan merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru. dan pemangkasan yang teratur dapat menghasilkan tanaman pagar yang bagus. d) Pemupukan setiap bulan sekali dengan pupuk yang kandungan N-nya tinggi. Jelaskan teknik-teknik penanaman tanaman lanskap. rumput. semak. PENUTUP B. menanam lempengan rumput (karpet). dan tebar benih. b) Jarak antar tanaman tergantung jenis tanamannya. Jelaskan cara penanaman rumput Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. setelah cukup dewasa diberi pupuk dengan kandungan P tinggi.

. Penanaman rumput dengan resiko kematian jauh lebih kecil dibanding cara lainnya adalah. Maksud penggunaan tali pengikat yang dilapisi plastik pada penanaman pohon adalah agar........ (a) Tebar benih (b) Lempengan rumput (c) Rhizoma tunggal (d) Suwiran .. Renungkan tentang teknik-teknik penanaman tanaman lanskap... Penanaman pohon dengan sistem puteran adalah..... (a) Cabutan (b) Puteran (c) Memotong batang (d) Menanam cabangnya 2... Penanaman pohon yang memiliki ukuran besar dilakukan dengan cara.....121 2. (a) Batangnya diputar-putar (b) Dengan mencabut batang pohon (c) Membuang tanah asal supaya bersih (d) Mengikutsertakan tanah asal dalam bentuk gumpalan 5..... (a) Rhizoma tunggal (b) Suwiran (c) Lempengan rumput (d) Tebar benih 3. (a) Mudah dalam penanaman (b) Tanaman tidak mudah roboh (c) Memudahkan penyiraman (d) Batang pohon tidak luka terjerat 4............... Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1........... Cara terbaik menanam rumput di halaman yang luas adalah. C............

E. Jakarta: Penebar Swadaya. d 4. Kunci Jawaban 1. d 5. Anda dapat meneruskan pada Bab 10. d 3. b 2. Anda harus mengulangi Bab 9. Jakarta: Penebar Swadaya.122 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. bagus! Anda cukup memahami Bab 9. apabila Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Sulistyantara B. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . D. tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. 1992. Sumber/Referensi 1. Rumput Lanskap. 1998. Hitunglah jawaban Anda yang benar.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Akan tetapi. b . Taman Rumah Tinggal. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 9. 2. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Kumurur VA.

meliputi kegiatan rutin (penyiangan. dan lain-lain). Strategi Pembelajaran 1. Cooperative learning 2. . Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai teknikteknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. perbaikan minor atau mayor. B.123 BAB 10 TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN LANSKAP PENDAHULUAN Pemeliharaan berperan penting dalam menentukan keberhasilan suatu proyek pembangunan taman/lanskap. Praktikum C. A. dan konstruksi minor (penambahan bak sampah. 3. 2. pembersihan. diperlukan pengetahuan mengenai aspek-aspek pemeliharaan tersebut. pemupukan. dan lain-lain). tempat duduk. Tujuan utama pemeliharaan adalah menjaga kesinambungan wujud lanskap agar tetap sesuai dengan fungsi dan nilai estetika. Oleh karena itu. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Pemeliharaan merupakan upaya menjaga taman dan fasilitasnya seperti dalam keadaan awalnya atau mendekati aslinya. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum.

dan keamanan taman. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Tanaman dalam taman tidak dituntut untuk berproduksi baik kualitas maupun kuantitas. Akan tetapi. 2. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. baru selanjutnya ditentukan bagaimana pemeliharaan tanaman pada taman tersebut.124 4. kemudian pemangkasan berikutnya adalah membuang cabang atau ranting bawah sehingga berfungsi sebagai peneduh parkir. Pemeliharaan tanaman secara umum dilakukan untuk meningkatkan produksi dari tanaman tersebut. kenyamanan. dilakukan pemangkasan awal untuk membentuk percabangan dan tajuk yang memayung dan tidak terlalu tinggi. Pekerjaan tersebut mencakup kegiatan pembersihan taman. tetapi dituntut agar bentuk visual tanaman tersebut indah dan berfungsi. 3. Pemeliharaan dibedakan atas pemeliharaan ideal dan pemeliharaan fisik. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Kegiatan pemeliharaan tanaman dalam taman berbeda dengan pemeliharaan tanaman pada umumnya. tetapi pemeliharaan tanaman dalam taman dilakukan untuk kepentingan visual dari tanaman sebagai unsur atau komposisi taman baik secara fungsional maupun estetis. Indikator Pencapaian 1. D. berbeda jika kirai payung ditanam sebagai pembatas atau penyangga (buffer). sedangkan pemeliharaan fisik meliputi pekerjaan untuk tetap menjaga keindahan. Oleh karena itu. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. 4. tanaman kirai payung yang ditanam sebagai peneduh tempat parkir. terlebih dahulu harus dipahami konsep rancangan suatu taman. keasrian. penggantian elemen-elemen taman yang . Kemampuan melakukan praktikum teknik pemeliharaan tanaman lanskap. Sebagai contoh. dimana pemangkasan bagian bawah justru dihindari. Pemeliharaan ideal adalah pemeliharaan yang mengacu pada tujuan dan desain semula.

B. pengendalian hama dan penyakit. ketapang. dan jalan setapak). A. serta pembersihan tanaman terhadap benalu. Penyiangan Gulma Gulma merupakan tanaman pengganggu yang kehadirannya tidak diinginkan. Selain itu. sebulan sekali.125 rusak atau tidak berfungsi. atau setengah tahun sekali. penyiraman tanaman. Kebersihan areal taman sebenarnya tidak terlepas dari kebersihan tanaman yang berada di dalam taman itu sendiri. penyiangan gulma. percabangan dan ranting-ranting yang kering. Namun. dan jakaranda) maka intensitas pekerjaan pembersihan taman akan lebih tinggi daripada taman yang memiliki tanaman selalu hijau. gulma perlu dikendalikan dan diberantas. dan tempat tumbuh bagi tanaman utama. Pelaksanaan pembersihan taman biasanya dilakukan secara rutin setiap hari. ada juga yang frekuensinya cukup dengan seminggu sekali. air tanah. . pengecatan pagar. tetapi ada juga tanaman yang selalu hijau sepanjang tahun (evergreen). pembersihan parit/selokan. Pembersihan Tapak Kebersihan taman merupakan salah satu tujuan pengelolaan dan pemeliharaan taman. Pengendalian gulma dengan cara penyiangan atau pendangiran juga termasuk dalam kegiatan pemeliharaan. Kehadiran gulma ini dinilai merugikan karena secara estetika akan mengganggu keindahan taman dan secara fungsi akan mengurangi hara. pembersihan elemen taman lainnya (seperti bangku taman. Ada jenis-jenis tanaman pada musim tertentu akan merontokkan daunnya secara berkala (decidous). Oleh karena kehadirannya mengganggu. serta penyulaman. Apabila taman memiliki jenis tanaman yang merontokkan daun (misalnya flamboyan. kolam air. pemangkasan. pemanfaatan sinar matahari. pemupukan. kebersihan tanaman juga dilakukan terhadap dahandahan yang mati. Pembersihan bagian tanaman yang rusak dan mati biasanya dilakukan dengan pemangkasan. serta penyediaan bak sampah. Kebersihan taman ini meliputi penyapuan benda-benda yang mengotori taman (misalnya sampah dan daun-daun yang berguguran).

umumnya penyebaran gulma pun relatif banyak. Hal ini berarti sesuatu yang bersifat relatif sama dengan elemen taman. yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas tanaman pengganggu. semua akar rimpang (stolon) dari rumput pengganggu harus terangkat sehingga tidak memungkinkan gulma tumbuh kembali. baik menggunakan tangan maupun alat. tetapi juga rumput utamanya. Penyiangan gulma tanaman perdu maupun pohon dapat dilakukan seiring dengan pelaksanaan penggemburan tanah. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual. putri malu. . Hal ini bisa dilakukan apabila ukuran taman tidak terlalu luas. Satu hal yang penting diperhatikan dalam penggunaan herbisida yaitu yang akan diberantas adalah tumbuhan. alangkah baiknya pengendalian gulma tetap dilakukan secara manual. yaitu dicabut. dan sebagainya). Oleh karenanya. seperti kored atau cangkul. Untuk kasus seperti ini. dan pohon.126 Gulma umumnya menyebar di hamparan rumput sehingga rumput yang seharusnya homogen ternyata banyak ditumbuhi rumput liar yang kehadirannya tidak diinginkan dan mengganggu pemandangan. Caranya dengan membuat bokoran di sekeliling pangkal batang tanaman pada jarak tertentu sesuai dengan ukuran tanaman. bahkan di sekitar pepohonan. Sementara untuk taman yang relatif luas dan terdiri dari berbagai macam tanaman. harus mengetahui betul gulma tersebut termasuk tumbuhan berdaun sempit atau tumbuhan berdaun lebar agar dalam pemberantasannya menggunakan herbisida yang tepat. bila ingin mengendalikan rumput-rumput liar pada suatu hamparan taman berumput (lawns) maka tidak disarankan menggunakan herbisida. Gulma tersebut terdiri dari tumbuhan berdaun kecil (rumput-rumput liar) maupun tumbuhan berdaun lebar (bayam-bayaman. perdu. Pengendalian gulma yang banyak ini dapat dibantu dengan penggunaan herbisida. Selain tumbuh di antara rumput. Hal terpenting dalam pencabutan gulma. yaitu tanaman. mulai tanaman penutup tanah. Hal ini dikarenakan yang akan musnah tidak hanya gulma. misalnya taman rumah. gulma juga dijumpai di bedengan tanaman penutup tanah maupun tanaman perdu yang ditanam secara massal. Secara teknis.

pengemburan tanah perlu dilakukan secara terarur pada waktu tertentu. jumlah air siraman tergantung pada . tergantung besar kecilnya batang pohon. Pada areal penutup tanah. sering kali penggemburan tanah ini dilakukan sebelum peremajaan tanaman. tergantung sifat fisik tanah. Untuk pohon. Penggemburan tanah akan memberikan sirkulasi udara yang baik di daerah perakaran. Oleh karena itu. Oleh karenanya. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam penggemburan tanah adalah jangan sampai merusak perakaran tanaman dan tidak dilakukan pada musim kemarau atau pada saat terik matahari. Sementara untuk lahan berumput biasanya dilakukan dengan membuat lubang-lubang udara pada jarak tertentu (dapat dilakukan dengan linggis atau alat sejenis). minimal sebulan sekali atau sesuai dengan tingkat sebaran jumlah gulma yang ada. Penyiangan ini dilakukan sebelum pemupukan tanaman. Hal ini dilakukan pada lahan pertanaman.127 Penyiangan gulma pada suatu taman hendaknya dilakukan secara terarur. tanaman perdu. Hal ini dikarenakan dapat mempercepat laju evaporasi yang dapat menyebabkan tanaman mengalami stres. maupun pohon yang kondisi permukaan tanahnya sudah memadat. Penyiraman Penyiraman tanaman sangat diperlukan untuk memudahkan perakaran tanaman menyerap larutan hara yang tersedia di dalam tanah. penggemburan dilakukan dengan cara membuat bokoran di sekeliling pangkal batang dengan radius sekitar 50 – 75 cm. D. Untuk tanaman perdu. Penggemburan ini dapat menggunakan kored secara lajur atau bedengan bagi perdu yang ditanam massal atau secara bokoran bagi perdu yang ditanam tunggal. penyiraman dapat meningkatkan kelembapan tanah untuk mencegah kelayuan tanaman akibat proses evapotranspirasi. penggemburan tanah dilakukan dengan mencangkul permukaan tanah sambil membersihkan gulma di sekitarnya. baik penutup tanah. C. Selain itu. Penggemburan dan Aerasi Tanah Penggemburan tanah dan pemberian aerasi pada lahan pertamanan diperlukan untuk memberikan pertumbuhan tanaman yang optimal.

Cara penyiraman yang paling umum dilakukan yaitu menggunakan selang plastik. Cara yang paling sederhana. Penyiraman secara langsung pada daun tanaman di siang hari dapat menyebabkan suhu permukaan daun meningkat dan lebih tinggi dari suhu udara di sekitarnya sehingga daun menjadi luka bakar (gosong). Selang ini terkadang dilengkapi dengan sprayer untuk mengatur air yang keluar. taman lingkungan. penyiraman pada pagi hari lebih baik daripada penyiraman sore hari. khususnya tanaman berdaun lebar. Untuk taman yang berukuran luas (taman-taman di pinggir jalan/ jalur hijau. tidak pada permukaan daun tanaman. atau taman kota).128 besarnya penguapan yang terjadi di dalam pertamanan tersebut. gayung. dengan ember. selang plastik. Satu hal yang perlu diperhatikan apabila menyiram siang hari. penyiraman lebih baik dilakukan pada pagi atau sore hari. embrat. tergantung besar atau kecilnya ukuran taman dan ketersediaan alat. Untuk mencegahnya. penyiraman dilakukan dengan ember dan gayung atau gembor/embrat. Air yang tersedia di daerah perakaran hendaknya lebih banyak daripada air yang dibutuhkan untuk evapotranspirasi. Cara penyiraman yang sering dilakukan. penyiraman dilakukan dengan menggunakan mobil tangki air dan penyiraman rumput dengan selang plastik biasa. penyiraman hendaknya langsung pada permukaan tanah. ataupun sprinkler. Untuk taman-taman yang terdiri dari hamparan rumput yang luas maka penyiraman menggunakan alat bantu sprinkler (Gambar 30) yang dapat menyiram . selang mobil tangki. Waktu penyiraman pada dasarnya dapat dilakukan kapan saja saat dibutuhkan. Di kawasan atau daerah yang memiliki kelembaban udara relatif tinggi. antara lain. Bila tamannya luas maka cara ini tidak efisien. Cara tersebut umum digunakan untuk taman skala relatif kecil. Penyiraman dengan gayung perlu diperhatikan agar tidak terlalu keras mengenai permukaan tanah karena dapat mengakibatkan tanah memantul dan mengotori batang dan daun tanaman yang dekat dengan tanah. Pelaksanaan penyiraman tanaman pada suatu taman ada bermacam-macam cara. Tujuannya untuk menghindari berkembangnya penyakit yang disebabkan oleh cendawan.

seukuran penampang tabung. Biasanya dalam sehari dilakukan beberapa kali pengisian air ke dalam tabung agar tanaman tidak mengalami defisit air. Teknik ini biasa dilakukan pada saat musim kemarau yang laju evaporasinya sangat cepat. Dengan penyiraman ini. diharapkan dapat memperkecil laju evaporasi karena permukaan air relatif kecil. Tabung bambu atau paralon tersebut diletakkan di dekat batang pohon. Penyiraman ini mempunyai sasaran langsung ke perakaran sehingga akar dapat mengabsorbsi air. Indikasi jumlah kebutuhan air Foto: HS.129 secara otomatis berdasarkan mekanisme tekanan air. Jarak antar sprinkler berdasarkan radius jangkauan semprotan air dan besar/kecilnya tekanan sumber air. Gambar 30. Arifin (2009) . tetapi ada yang knockdown dan dapat digunakan secara berpindahpindah dari satu titik penyiraman ke titik lainnya. Penyiraman dengan sprinkler Akhir-akhir ini sering juga diterapkan cara penyiraman melalui tabung bambu atau sepotong paralon yang ditanam di kedalaman antara 20 – 30 cm dari permukaan tanah. Beberapa jenis sprinkler ada yang harus ditanam di permukaan tanah secara permanen.

Pemangkasan untuk kesehatan tanaman dilakukan pada bagian-bagian yang telah terserang hama dan penyakit. semak. umumnya pemangkasan dilakukan dengan gunting pangkas dan gunting dahan. dapat dianggap siraman tersebut sudah cukup. Secara teknis. 4. ranting. serta tajuk pohon yang telah menyentuh kabel listrik atau kabel telepon. E. dan percabangan yang tinggi pemangkasan dilakukan dengan gunting galah (Gambar 31). pada kondisi tertentu. terutama bagian yang terkena jamur/cendawan atau parasit lainnya. yaitu pemangkasan untuk kesehatan tanaman/pohon. misalnya pada musim kemarau. Jenis pemangkasan tanaman dan pohon dapat dibedakan berdasarkan tujuannya. grass mower. perdu. Pemangkasan tanaman dapat memberikan penampilan tanaman secara estetis. Sementara pemangkasan dahan besar menggunakan gergaji tangan atau chainsaw. Sementara untuk mencegah gesekan yang . Pemangkasan Pemangkasan tanaman (baik penutup tanah. dan pohon) ditujukan untuk mengontrol pertumbuhan tanaman sesuai yang diinginkan serta menjaga keamanan dan kesehatan tanaman. dan ranting yang retak. penyiraman dalam bedengan atau tanaman massal sering dilakukan dengan cara di-leb hingga tercapai kondisi jenuh. Sementara dari segi keamanan. Bagian tersebut perlu dipangkas agar kerusakan tidak meluas. Apabila air siraman dapat menerobos sedalam 15 – 20 cm ke dalam tanah. dan pemangkasan untuk keamanan pengguna taman. Pemangkasan untuk kesehatan pohon Pemangkasan yang bertujuan untuk kesehatan pohon dilakukan pada cabang. baik karena pertumbuhan yang berlebihan. atau berpenyakit. Untuk tanaman perdu. Untuk tanaman pohon. mati. Waktu pemangkasan yang tepat yaitu setelah masa pertumbuhan generatif tanaman (setelah selesai masa pembungaan) dan sebelum pemberian pupuk. kondisi tanaman yang sudah tua atau rusak. Namun. pemangkasan untuk penampilan tanaman/pohon. atau gunting pangkas biasa. pemangkasan dilakukan pada tanaman yang mengganggu. dahan. patah.130 siraman untuk tanaman secara praktis dapat diukur dari kedalaman penetrasi air siraman di dalam tanah. pemangkasan rumput dapat dilakukan dengan parang secara manual.

3) kelembaban atau suhu (udara/tanah) yang tidak sesuai 4) adanya unsur beracun (udara/tanah). Pemangkasan daun yang drastis dapat mengakibatkan pengaruh serius terhadap suplai makanan dan kesehatan pohon. 2) kerusakan pada sistem perakaran. HS. dan hama. pengerjaannya lebih sulit daripada pemangkasan pada ranting (Gambar 32). atau ranting berarti pula mengurangi jumlah dedaunan pohon yang dipangkas. dahan. Foto: Nurfaida (1997. Bagian ini pun sangat perlu dipangkas. Pemangkasan cabang-cabang yang kecil dalam jumlah banyak lebih baik daripada pemangkasan cabang-cabang yang besar. Gambar 31. 5) aerasi pada sistem perakaran yang kurang baik. Aifin (2009)) . bakteri.131 akan menyebabkan luka baru pemangkasan dilakukan pada cabang. dan 8) luka mekanik atau luka bakar pada batang/cabang dan akar. Pemangkasan dengan gunting galah dan gunting pangkas Pemangkasan terhadap cabang. atau ranting-ranting yang tumpang tindih. 7) adanya serangan jamur. ada juga batang atau bagian pohon yang kering atau mati. dahan. juga meningkatkan luka bakar akibat sengatan sinar matahari langsung. 6) tajuk pohon tumbuh berlebihan. Begitu pula pemangkasan pada bagian-bagian pucuk dengan porsi besar dapat meningkatkan serangan cendawan dan hama di bekas pemangkasan tersebut. Pemangkasan pada cabang besar menyebabkan luka yang besar dan lebih lama sembuh. Kematian tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini: 1) kekurangan makanan. Selain itu. Umumnya.

baik saat pelaksanaan maupun sesudahnya. Pemangkasan untuk keamanan pengguna taman Batang. atau ranting yang mati. dahan.132 Pemangkasan dengan perlakuan yang tepat. patah. terlebih bila diikuti penambahan suplai makanan (pemupukan tanaman). Gambar 32. retak. pohon tersebut dapat menjadi bom waktu bagi kehidupan manusia yang setiap saat dapat tumbang dan akhirnya menelan korban. hendaknya dihindari pemangkasan saat daun masih basah karena organisme parasit akan mudah berkembang. Bahkan tidak mustahil. Pemangkasan sebagai kontrol penyakit dilakukan dengan memotong batang-batang yang terserang hingga 10 cm di bawah bagian yang terserang atau terkena infeksi. Pemangkasan pohon besar 5. Foto: Nurfaida (2010) . Oleh karena itu. baik sebagian maupun seluruh pohon. dapat meningkatkan ketegaran percabangan yang tumbuh pada keseluruhan pohon. sangat diperlukan perhatian yang lebih seksama terhadap pohon-pohon tua yang sudah tidak patut untuk dipertahankan. cabang. Hal yang perlu diperhatikan. Bagi pengelola pemeliharaan perlu melakukan pengecekan rutin terhadap pohon-pohon yang sudah tua. Kemudian. dan terserang penyakit dapat menambah kerusakan pohon serta dapat mengancam keamanan manusia pengguna taman. luka bekas pangkasan diolesi etil alkohol 70%.

Pemangkasan yang bertujuan untuk menjaga penampilan pohon.5 meter dari permukaan tanah. Hal ini dikarenakan gesekan yang intensif dapat mengganggu kesehatan pohon dan dapat menyebabkan korsleting/kebakaran. kubus. diperlukan ruang yang terbebas dari juntaian ranting dan dahan pohon sekitar 2. .133 Keamanan bagi pengguna taman harus selalu ada maka pemangkasan pada bagian pohon yang menjuntai harus dilakukan secara teratur.5 meter untuk jalan mobil. 6. Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik maupun pupuk anorganik. Pemangkasan untuk penampilan tanaman Penampilan tanaman dapat terkontrol dengan adanya pemangkasan. Pemupukan yang efektif yaitu harus dapat diserap oleh perakaran pohon. bulatan. silindris. dan metode tekanan udara. biasanya dilakukan pada penanaman formal. Pemupukan Pemupukan tanaman mempunyai prinsip menyuplai hara tambahan yang dibutuhkan tanaman sehingga tanaman tidak kekurangan makanan. Akar yang berfungsi menyerap hara (feeder roots) adalah akar rambut yang diameternya berukuran lebih kecil dari 1/16 inci (sekitar 1. punch-bar. Di daerah pejalan kaki.5 mm).5 – 5 meter dari permukaan tanah harus bebas dari cabang dan dahan pohon. broadcast. Kesan yang formal dapat terjangkau dengan bentuk-bentuk simetri. yaitu metode thumb. Beberapa metode pemupukan pohon. sekitar 3. dan piramidal. monumental. Akar ini sebagian besar berada di ujung-ujung akar yang terletak di sekitar garis lingkar tajuk pohon. Bentuk tanaman dapat dipertegas kembali atau dibuat bentuk baru dengan pemangkasan. minimal 4. trenching. Untuk jalan-jalan di daerah pemukiman. Batang atau dahan yang mencapai kabel telepon atau kawat listrik perlu dipangkas. Dengan demikian. F. terbentuk tajuk seperti spiral. dan akbar. Topiari merupakan pemangkasan untuk membentuk tajuk pohon/perdu sesuai dengan yang diinginkan. Kontrol terhadap penampilan pohon ini terkadang juga bertujuan untuk mengimbangi bentuk arsitektur bangunan itu sendiri.

Broadcast merupakan perlakuan pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah. Metode tekanan udara merupakan metode pemupukan yang dilakukan dengan cara melubangi tanah daerah perakaran yang dapat menyerap hara dengan menggunakan injektor bertekanan udara tinggi. yaitu 20 cm. hanya tanah di sekitar lingkar tajuk pohon. Syarat pemupukan cara ini yaitu harus digunakan pupuk yang tidak mudah menguap. kemudian ditutup dengan top soil atau moss. Ke dalam lubang tersebut dimasukkan pupuk. Pupuk dalam bentuk cair memiliki keuntungan yang lebih daripada pupuk kering karena distribusinya lebih merata. dan sekaligus inemberi air pada tanaman. Kerugian cara ini yaitu tanah yang diperkaya hanya sebagian kecil saja. mudah tercuci. . Punch-bar merupakan metode pemupukan untuk pohon-pohon besar dengan cara membuat lubang-lubang pemupukan. Metode ini menyatakan bahwa penyebaran daerah perakaran (dalam feet (ft). setelah itu diinjak-injak. Contoh. lebih irit tenaga kerja (menggunakan sprayer). Alat ini dapat mengeluarkan gas yang terakumulasi dalam tanah dan dapat menggemburkan struktur tanah sehingga merangsang pertumbuhan pohon . dan tidak bekerja baik pada tanah yang keras atau miskin drainase. misalnya pupuk P. Kerugian pupuk cair yaitu tidak tersedia dalam waktu yang lama. Karena dibuat parit.134 Metode thumb pada prinsipnya merupakan metode untuk menentukan posisi perakaran pohon yang dapat menyerap hara. 1 feet sekitar 33 cm) sama dengan diameter batang pohon (dalam inci) yang terletak 1 ft di atas tanah. Trenching merupakan metode pemupukan yang dilakukan dengan cara pembuatan parit di bawah lingkar tajuk pohon. Lebar dan dalam parit biasanya cukup semata cangkul. terkadang perakaran menjadi terbuka sehingga perlu dilakukan penanaman rumput kembali. serta perakaran pohon harus dangkal sehingga pupuk yang terlarut mudah dan segera diserap oleh akar. Jarak antar lubang sekitar 75 cm dengan kedalaman lubang sekitar 20 cm. diameter batang pohon 1 ft di atas tanah adalah 9 inci maka daerah perakaran di radius 9 ft dari pangkal batang dengan ketebalan 6 ft ke arah luar.

Pemupukan pada dasarnya adalah memberi makanan tambahan pada tanaman untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan. Permasalahannya adalah setiap kondisi lahan memiliki tingkat kesuburan yang berbeda. setiap jenis tanaman juga memerlukan asupan hara yang berbeda pula. jumlah dosis pemupukan. hara tersebut dapat segera diangkut dan dimanfaatkan pohon. kemudian disiramkan. dari hijau menjadi kecokelatan (seperti gosong). sebenarnya pemupukan tidak perlu dilakukan. Penggunaannya dengan cara disebar di permukaan atau dilarutkan terlebih dahulu dengan air. baik sebelum penanaman maupun pemupukan pemeliharaan rumput. 1. Keuntungannya. Sementara kerugiannya adalah jaringan batang bekas suntikan bisa rusak dan menjadi tempat ideal untuk penetrasi hama dan penyakit. misalnya urea. Pupuk kandang tidak disarankan digunakan di lawns. meskipun pada akhirnya akan menjadi hijau kembali setelah sekian waktu. sebelum dilakukan pemupukan sebaiknya diketahui terlebih dahulu jenis tanah dan kesuburannya. Apabila semua komposisi zat hara yang tersedia dalam tanah telah memenuhi syarat yang diperlukan tanaman. akan diperoleh konsentrasi N yang relatif kecil sehingga rumput tidak menjadi kering atau gosong. digunakan pupuk kandang maka pertumbuhan . Untuk pemupukan rumput yang luas (lawns).135 Pemupukan dapat juga dilakukan dengan cara penyuntikan pada batang atau ranting pohon (transfusi). jenis tanaman digolongkan berdasarkan bentuk fisiknya. Kebutuhan hara dari tanaman juga perlu diketahui. Cara pertama sering kali menyebabkan perubahan warna rumput. Oleh karena itu. Apabila dalam pengolahan tanah. Pemupukan rumput dan tanaman penutup tanah Pemupukan pada rumput biasanya cukup dengan menggunakan pupuk N saja. dan tempat pemberian pupuk yang tepat sehingga kesuburan tanaman optimum dapat tercapai. Hal penting lainnya dalam pemupukan adalah harus diketahui waktu pemupukan. sebelum penanaman rumput. yaitu tanaman rumput dan penutup tanah. biasanya digunakan 400 liter larutan per hektar. Secara umum. Sementara cara kedua dianggap lebih baik karena dengan melarutkan sekitar satu sendok makan urea per liter air. tanaman semak dan perdu. Di lain pihak. serta tanaman pohon. karena hanya dibutuhkan untuk menyuburkan dan menghijaukan daun.

Akibatnya. kuda. Pupuk kandang biasanya banyak mengandung bijibiji rumput. Pemupukan pada ground cover biasanya dilakukan pada saat sebelum penanaman.136 rumput akan bersaing berat dengan gulma yang berasal dari pupuk kandang. Pemupukan tanaman semak dan perdu Tanaman semak dan perdu di taman pada umumnya ditanam secara individu maupun massal sebagai tanaman pembatas/border atau tanaman pengarah. remek daging (Hemigraphis sp). maupun kambing. yaitu perdu sedang atau perdu tinggi (1. Sementara bagi perdu yang ditanam secara tunggal. bersamaan dengan pengolahan tanah. yaitu setelah 2 – 3 bulan diangin-anginkan di tempat yang ternaungi. pemupukan dilakukan setiap 4 – 6 bulan sekali. dan hujan emas (Cassia multiyuga). Untuk tanaman perdu yang ditanam secara massal. kemudian diaduk dengan kored sambil tanah digemburkan. pemupukan biasanya dilakukan secara paritan (trenching) di sekitar pinggir tanaman.5 – 3 m). 2. seperti tapak dara (Vinca rosea). dan mutiara (Philea sp) yang juga biasa digunakan sebagai hamparan bunga (flower bed) atau border. pemupukannya dengan sistem bokoran. bugenvil (Bougenvillea sp). Untuk tanaman yang bersifat semusim. puring (Codeacum variegatum). mawar (Rosa sp). seperti seruni rambat (Widelia trilobata). terutama pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi. sutera bombay (Portulaca sp). Sementara pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam harus sudah terdekomposisi dengan baik. pemupukan dilakukan pada setiap penggantian tanaman atau penanaman ulang. Sementara untuk tanaman yang bersifat tahunan. pacar air (Impatiens sp). pemupukannya bisa menggunakan pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar atau pupuk kimiawi dengan dosis sesuai rekomendasi. Pupuk diberikan secara melingkar di sekitar batang dengan radius yang hampir sama dengan radius tajuknya. lantana saudi (Lantana camara). Untuk tanaman penutup tanah (ground cover) selain rumput. misalnya kaca piring (Gardenia sp). dan bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis). melati (Jasminum sambac). dapat menyulitkan di dalam pekerjaan sehingga pemeliharaan dan penyiangan gulma harus intensif. Pemberian pupuk kandang . Pemupukan tanaman penutup tanah dengan cara disebar di atas permukaan tanah. kerbau. bunga merak (Caesalpinia sp). soka (Ixora sp).

Hal tersebut selain membahayakan bagi keberlanjutan elemen tanaman dalam taman. cara. datanya pun masih sangat kurang. dan kurang sinar matahari sangat baik bagi pertumbuhan hama dan penyakit tanaman. hendaknya diperhatikan dosis rekomendasi. juga mengganggu keindahan karena dedaunan yang tidak segar. Pemupukan sebelum tanam diberikan dalam lubang tanam sekitar 10 kg per lubang. Tanaman yang terkena gangguan hama dan penyakit. pupuk kandang dapat diberikan di permukaan tanah sambil diaduk dengan cangkul/kored yang sekaligus untuk menggemburkan tanah. Agar tanaman taman tetap terlihat segar dan subur maka pemupukan dilakukan 3 – 4 bulan sekali. Pemupukan pohon Pemupukan pohon hias (ornamental trees) masih jarang dilakukan di Indonesia dibandingkan dengan pohon perkebunan atau tanaman hortikultura. tetapi juga mencakup tindakan pencegahan terhadapnya. Lingkungan taman yang kotor. serta hadirnya jenis-jenis serangga yang tidak diinginkan. atau membuang daun dan tempat-tempat yang . selain memberikan kesan yang kurang baik. Oleh karena itu. Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan memperbaiki keadaan lingkungan agar tetap bersih dan sehat. juga akan mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna taman. Pengendalian Hama dan Penyakit Salah satu pemeliharaan fisik taman adalah pengendalian hama dan penyakit tanaman. Pemberantasan dapat dilakukan secara manual. percabangan dan batang yang kering atau keropos. Pengendalian hama dan penyakit bukan berarti hanya pemberantasan secara langsung.137 biasanya dilakukan pada saat sebelum tanam dan saat pemeliharaan. Namun. dengan semakin meningkatnya perhatian terhadap taman. Pada pemupukan pemeliharaan. Dalam memberikan pupuk kimiawi. yaitu dengan membunuh hama secara langsung satu per satu. G. tempat. Hal yang terpenting dalam pemupukan adalah jumlah. pemupukan pohon telah banyak dilakukan. lembap. 3. dan waktu pemupukan. meranggas.

dapat dilakukan juga dengan obat-obatan (pestisida). H. Jadi. fungisida untuk golongan jamur (fungi). Dalam suatu taman biasanya selalu dihadirkan berbagai jenis tanaman yang dapat dibedakan berdasarkan masa hidupnya. dan kesalahan penanaman Penyulaman tanaman dilakukan tidak hanya untuk taman yang baru dibangun saja. herbisida untuk gulma. hewan piaraan. b) Perhatikan keterangan pada label. cara pemakaian. bakterisida untuk bakteri. jenis jasad pengganggu yang sesuai. Jenis tersebut adalah tanaman berbunga semusim (annual flower) seperti tanaman . kesalahan pemupukan. agar tidak menimbulkan kerugian-kerugian. makanan. dan bahaya pemakaiannya. sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli pertanian atau hama penyakit tanaman. f) Sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan pengendalian hama dan penyakit. baik karena gangguan lingkungan maupun kesalahan teknis (seperti kekeringan. insektisida untuk golongan serangga (insekta). d) Menyimpan pestisida di tempat yang aman dalam wadah atau pembungkus aslinya. Selain itu. minuman. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian pestisida. ternak. tetapi penggunaannya harus cermat. jauhkan dari jangkauan anak-anak. tetapi juga taman yang sudah terwujud dengan baik agar penampilan keseluruhan taman tetap impresif. c) Memilih jenis pestisida yang terdaftar dan diizinkan beredar oleh Departemen Pertanian. Penyulaman dilakukan apabila tanaman yang baru ditanam rusak atau mati.138 terdapat penyakitnya. dan sumber api. Penyulaman Pelaksanaan pembuatan taman oleh seorang kontraktor taman pada umumnya mencakup kegiatan penyulaman tanaman (pemeliharaan awal) sebagai suatu jaminan bahwa tanaman yang ditanam dapat beradaptasi dan tumbuh secara sempurna. e) Penggunaan herbisida bila memang benar-benar diperlukan saja. dan sebagainya. a) Pestisida tertentu hanya dapat digunakan untuk suatu jasad pengganggu tertentu.

kehadiran tanaman ini sangat dibutuhkan untuk menghindari kesan kemonotonan warna. contohnya berbagai jenis rumput. misalnya tapak dara. dari jenis herba dan perdu. b) Tanaman yang rusak atau mati sebaiknya dicabut atau dibuang terlebih dahulu dengan tidak mengganggu tanaman lain yang masih baik dan sehat. Pastikan lubang tersebut bebas dari gangguan patogen yang ada di dalam tanah. terdiri dari kombinasi tanaman tahunan dan tanaman setahun. c) Mempersiapkan kembali lubang tanam bekas tanaman yang mati untuk dapat ditanami kembali. Tanaman penutup tanah yang bersifat tahunan. serta berbagai jenis pohon-pohonan. dan jengger ayam. Jenis tanaman setahun akan mati setelah melampaui masa reproduktif berbunga/berbuah. kenikir. Hal ini tidak akan dialami seandainya seluruh taman hanya terdiri dari tanaman tahunan saja. hanya satu musim. a) Tersedianya tanaman pengganti yang kondisinya harus lebih baik daripada tanaman yang akan digantikan. seruni rambat (Widelia trilobata). mawar. d) Lubang tanam dibiarkan/diangin-anginkan beberapa saat dan diberi pupuk kandang (bila perlu). Oleh karena itu. dan bugenvil. bentuk. dan ukuran tanaman dalam suatu taman. Biasanya untuk jenis tanaman setahun. kembang sepatu. Walaupun hanya hidup dalam sekali reproduksi. . yaitu tanaman yang dapat mengalami fase vegetatif dan reproduktif secara berulang kali. melati. Dengan menggunakan tanaman bunga yang bersifat setahun maka dapat ditanam tanaman yang berbeda apabila masa hidup tanaman pertama sudah habis sehingga terwujud pemandangan baru. tanaman dua musim (biannual) biasanya terdapat di taman daerah subtropis. sangat penting dalam suatu taman. dan tanaman tahunan (perennial). penggantian tanaman/penyulamam harus dilakukan secara teratur karena masa hidupnya sangat terbatas. komposisi elemen taman yang seimbang. krokot atau kriminil (Portulaca sp).139 cosmos. Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penyulaman tanaman sebagai berikut.

Pengendalian rumput-rumput liar pada suatu hamparan taman berumput sebaiknya dilakukan dengan cara. 2.... Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. pemupukan. (a) Manual (b) Disemprot pestisida (c) Membuat bokoran . Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang pemeliharaan tanaman lanskap. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1.. kemudian di tanam. pengendalian hama dan penyakit. serta penyulaman. f) Penyiraman dilakukan secara rutin.140 e) Tanaman baru dilepaskan dari kontainernya (pot. 2. I. Jelaskan teknik-teknik dalam pemeliharaan tanaman lanskap. B. atau polibag). karung. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. penyiangan gulma.. Rangkuman Pekerjaan pemeliharaan lanskap terutama pemeliharaan terhadap tanaman meliputi kegiatan pembersihan taman... pemangkasan. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. penyiraman tanaman.. Jelaskan apa yang dimaksud pemeliharaan ideal dan fisik. Kegiatan ini harus dilakukan di taman untuk menjaga kesinambungan wujud lanskap agar tetap sesuai dengan fungsi dan nilai estetika... Renungkan tentang teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap.. PENUTUP A.

......... (a) Sebelum pemberian pupuk (b) Setelah pemberian pupuk (c) Sebelum pertumbuhan generatif (d) Setelah pertumbuhan generatif 4.. Hitunglah jawaban Anda yang benar........... Penggemburan pada lahan berumput dapat dilakukan dengan....... Waktu pemangkasan tanaman yang tepat adalah.... (a) Broadcast (b) Trenching (c) Punch-bar (d) Injektor Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini...... Pemangkasan untuk membentuk tajuk tanaman sesuai dengan yang diinginkan disebut...... (a) Bokoran (b) Linggis (c) Kored secara lajur (d) Mencangkul tanah 3.... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 .. (a) Parterre (b) Topiary (c) Border (d) Spiral 5. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 10....141 (d) Menggali tanaman 2. Pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah disebut...

Sulistyantara B. Bogor: Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian IPB 3.142 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . 2. terutama bagian yang belum Anda kuasai. b 5. 1997. Nurfaida. 1999. Anda harus mengulangi Bab 10. C. Anda dapat meneruskan pada Bab 11. a 2. Arifin HS. Kunci Jawaban 1. Sumber/Referensi 1. a . b 3.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. D. d 4. Nurhayati. Jakarta: Penebar Swadaya. Pemeliharaan Taman Puri Tirto Sari di Taman Buah Mekarsari [Laporan Keterampilan Profesi]. Pemeliharaan Taman. Jakarta: Penebar Swadaya. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Taman Rumah Tinggal. Akan tetapi. bagus! Anda cukup memahami Bab 10. 1992.

yang terkait dengan fungsi dan estetika. terutama dalam taman-taman tropis atau taman-taman yang "dekat" dengan kehidupan manusia. yaitu 1) aspek arsitektural. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum. Tanaman ini tidak hanya sebagai elemen estetik dan kesehatan (fisik dan psikis). Case study 3. Studi lapang 2. Paduan dari dua aspek ini akan menjamin keberhasilan dan keberlangsungan suatu bentuk taman yang berdasarkan atas elemen tanaman. yang terkait dengan keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. tetapi juga merupakan salah satu mata rantai ekosistem alam. gambar. Dalam menggunakan tanaman sebagai elemen pembentuk taman harus diperhatikan dua aspek yang terkait dengan tanaman ini. Praktikum . Strategi Pembelajaran 1. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. B.143 BAB 11 PENATAAN TANAMAN PADA BERBAGAI TIPE LANSKAP PENDAHULUAN Tanaman merupakan unsur utama suatu taman. A. Pameran 4. dan 2) aspek ekologis.

pameran dan praktikum. Kemampuan melakukan studi lapang mengenai penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap. baik manusia. dan akhirnya dipelihara untuk mencapai suatu tujuan penggunaan yang keberlanjutan. D. satwa. tumbuhan. case study. seperti tanah. Sebagai elemen taman. Kemampuan menata tanaman berdasarkan fungsi dan estetika. Mahasiswa melakukan studi lapang mengenai penataan tanaman pada suatu lanskap. tanaman. 2. Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. iklim. Mahasiswa melakukan penataan tanaman berdasarkan fungsi dan estetika. membuat taman bukan semata-mata untuk kepentingan manusianya saja. 2. yaitu nyaman. air. 5. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Indikator Pencapaian 1. Mahasiswa aktif melakukan praktikum. Sesuai dengan skala luasan. tanaman. dan hewan. tetapi selayaknya juga mempertimbangkan kepentingan makhluk hidup lainnya. sinar matahari. dan indah. aman. Mahasiswa membuat gambar rencana penataan tanaman 3. 4. 3. seperti tumbuhan. dan hewan akan saling berinteraksi satu sama lain dalam suatu ekosistem taman. dan udara. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Taman merupakan hasil karya manusia dalam melakukan perubahan dan penataan ulang bentuk lingkungan untuk menciptakan suasana yang sesuai dengan keinginannya. Kemampuan melakukan praktikum penataan tanaman dalam berbagai tipe lanskap 5. Hal tersebut juga akan dipengaruhi oleh faktor abiotik atau lingkungan. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Taman-taman tersebut dapat dijumpai dalam . Taman direncanakan.144 C. satwa. 4. dibangun. dirancang. Kemampuan membuat gambar rencana penataan tanaman.

taman rekreasi pegunungan. taman safari. Selain itu. taman lingkungan. taman lingkungan berada pada skala ruang tingkat kelurahan hingga kecamatan (community parks). serta taman-taman bertema (theme parks) dan taman tujuan khusus. A. squares. taman kota (urban landscape) yaitu taman umum pada skala kota dimana dapat mengakomodir kegiatan rekreasi bagi masyarakat kota yang bersangkutan. Cara peletakan tanaman dan berbagai meterial pendukung lainnya memerlukan kejelian pengalaman dan sensitifitas rasa keindahan penata taman agar taman memiliki komposisi dan nuansa sesuai dengan keinginan pemilik taman. Sementara. seperti taman rumah (homegardens). Elemen taman instan sebenarnya tidak hanya terdiri dari tanaman saja baik yang berbunga maupun nonbunga. Untuk hal itu. yaitu dilengkapi dengan elemen . taman fantasi. rijk parks. tetapi juga menyenangkan bagi orang lain yang berkunjung ke taman tersebut. Sebisa mungkin dimunculkan pesona pada taman tersebut yang kelak tidak hanya memuaskan pemiliknya. taman wisata hutan. dan kouen. pembuat kontras taman.145 bentuk taman permanen. indah dipandang. tetapi juga seperti taman permanen. taman juga hendaknya memiliki nuansa yang sesuai dengan desain arsitektur bangunan. baik untuk taman luas maupun taman sempit adalah sama. Taman Instan Taman instan adalah taman yang bersifat insidentil dan temporer yang ditata pada suatu tapak. dan lain-lainnya maka taman sekecil apa pun yang dihadirkan akan menarik perhatian. Pada prinsipnya. penyeimbang taman. antara lain. taman wisata pertanian. Umumnya. Sepanjang perancang mengerti prinsip desain yang meliputi tema taman. pembuatan desain taman. taman ketetanggaan di lingkungan pemukiman skala RT-RW (neighborhood parks). taman wahana anak-anak. taman rekreasi bahari. Beberapa contoh taman bertema dan tujuan khusus. perlu dipahami cara-cara penataan taman yang baik. taman rekreasi (recreation garden). dan taman wisata ekologis. baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Yang membedakan adalah skala ukuran ruangnya. serta nyaman dirasakan. taman kota. public parks. pengulangan-pengulangan. misalnya city parks.

pengarah. alun-alun kota. gelar bunga dapat diselenggarakan di plaza. serta mengharmonisasikan ruangan dan tema pesta. Beberapa kegunaan dan peran taman instan sebagai berikut. festival. bentuk taman secara miniatur dapat terwujud dalam ruang yang terbatas. Taman-taman instan biasanya akan sangat impresif bila dilengkapi dengan permainan cahaya alami dari sudut-sudut ruang tertentu yang berjendela. lampu-lampu taman. serta ruang-ruang terbuka (taman kota) pada acara-acara perayaan tertentu atau pada saat ada pameran. atrium. dan bandar udara dapat memperlembut suasana ruangan yang didominasi oleh elemen keras. tema taman dapat disesuaikan dengan suasana yang diinginkan pada saat itu. 2. batuan. sculpture. perkantoran. atau stainless steel. 1. Beberapa contoh elemen keras tersebut yaitu dinding tembok. serta lantai keramik. 3. Dengan cara bongkar pasang. hotel. 4.146 lainnya seperti batu-batuan. bahkan kolam air mancur dan air terjun. dan lampu dapat menjadi media penghubung perasaan manusia terhadap alam dan menghilangkan stres. atau bahkan dengan cahaya buatan. Taman-taman ini memberi variasi desain yang sangat dinamis. pergola. restaurant. Dengan rekayasa desain. taman instan memiliki kelebihan dalam beberapa hal. ruang-ruang bagian rumah tinggal. air. 1. Taman instan dalam bentuk gelar bunga di tengah-tengah hamparan hijaunya taman dapat menjadi titik pusat perhatian (focal point) bagi pengunjung atau pengguna taman. Selain empat kegunaan dan peran tersebut. kaca. pembatas. maupun karnaval. Taman instan yang menghiasi ruang-ruang pesta dan panggung pelaminan dapat berfungsi sebagai area penyambut. besi. sebagai berikut. pagar. Pada umumnya. bagian dinding yang terbuka. Taman instan dengan elemen-elemennya berupa tanaman. tiang dan pilar kayu. marmer. Taman instan yang ditata di dalam bangunan stand pameran. Mudah dan cepat didesain dan diimplementasikan mengikuti keinginan pemilik atau pengguna taman. latar belakang yang sekaligus menyemarakkan suasana pesta. .

hingga penggantian tanaman diperlukan tanggung jawab yang tinggi. lobi hotel dan koridor hotel. ruang gedung-gedung pertemuan. Namun. 3. hingga pemeliharaan dapat dikerjakan sendiri. Pemeliharaan pemulihan bagi tanaman-tanaman yang terkena stres dapat diatasi dengan penyiraman serta pemupukan agar kesehatan tanaman dapat pulih dan pertumbuhannya normal kembali. taman instan di ruangan hotel. perkantoran. Setelah mencapai kondisi kesehatan. dan interior rumah sakit. interior bandar udara. 2006). di dalam ruangan atau interior rumah. Tanaman bekas digunakan dapat dipelihara kembali dan ditempatkan ke ruang recovery atau karantina dalam pembibitan. dan ruang kantor pribadi. Misalnya. misalnya untuk penataan ruang-ruang perkantoran. atau setiap bulan. Suasana tersebut dapat menghindari kemonotonan spatial (ruang) dan temporal (waktu). serta mengikuti kursus dan pelatihan pertamanan). dan warna tanaman yang prima maka tanaman tersebut dapat digunakan kembali sebagai material tanaman instan untuk proyek selanjutnya (Arifin. bentuk tanaman. setiap dua minggu. penyediaan material taman. 5. pemeliharaan. operasional penataan. Dapat dikerjakan oleh pelaku-pelaku dengan pengetahuan pertamanan yang paling dasar sekali pun (hobiis dan gardener yang rajin membaca buku-buku pertamanan. mulai pembuatan desain taman. penyediaan material. 4. Dapat dikerjakan oleh sendiri (in house) maupun dipercayakan pada jasa penyewaan tanaman. Taman instan ini dapat memberi variasi panorama bagi tempat-tempat umum yang selalu menerima kehadiran tamu yang silih berganti. Untuk skala pekerjaan yang tidak terlalu besar. misalnya di teras rumah. . Contoh desain taman instan dapat dilihat pada Gambar 33. sudut-sudut ruang di departement store. Dapat dibongkar-pasang sehingga bisa memberikan impresi yang variatif pada skala temporal. bandara udara dapat diubah setiap minggu. maka profesionalisme mulai dari persiapan desain. pelaksanaan penataan taman.147 2. bila skalanya cuikup besar. mengetahui pengetahuan tanaman dan elemen taman lainnya.

Dalam keadaan sibuk dan tekanan pekerjaan yang rutin.148 Gambar 33. air. Taman tidak hanya sebagai fungsi estetik dan pajangan saja. untuk menata tanaman menjadi taman yang memiliki fungsi dan nilai . meresapkan air ke dalam tanah. keberadaan taman di rumah sangat penting peranannya. tetapi taman juga mengambil peran penting dalam memberi kontribusi kesehatan bagi pemiliknya. taman juga berarti sebagai gudang plasma nutfah. Dengan demikian. Contoh desain taman instan (Sumber: Arifin. Keberadaan taman dapat membuat rumah memiliki fungsi estetik. taman di halaman rumah merupakan sebuah kantung terbuka hijau yang dapat menyejukan udara. baik berupa tanaman. menghasilkan berbagai produksi tanaman. Selain keberadaan aneka jenis tanaman. Taman Rumah Tinggal Taman dan rumah sejak dulu merupakan satu kesatuan yang penting dan saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan penghuninya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Secara fisik-ekologis. Akan tetapi. taman dengan aneka isinya bisa menjadi obat untuk melenyapkan stres. bebatuan. ataupun etemen yang hidup seperti ikan hias dapat menjadi selingan hiburan setelah penghuni rumah bekerja seharian di luar rumah. Kehadiran aneka elemen taman. 2006) B. bahkan bisa menjadi habitat beberapa jenis satwa liar seperti kupu-kupu dan aneka jervs burung berkicau. Pada dasamya berbagai jenis tanaman dapat dipilih sebagai pengisi taman.

sebaiknya mengetahui karakteristik berbagai jenis tanaman. tanaman berkayu dan memiliki batang utama dengan tinggi bisa mencapai 5 m. dan aroma. warna. seperti asparagus dan beberapa jenis pinus yang dikerdilkan. tekstur. Dalam memilih dan mempertimbangkan tanaman yang digunakan. tanaman berkayu. baik tinggi tanaman maupun lebar tajuk. yang terpenting adalah bagaimana membuat desain kombinasi jenis tanaman yang justru memberikan kesan ruang yang lebih luas. tetapi tidak memiliki batang utama.149 estetika diperlukan pengetahuan mengenai kesesuaian tempat tumbuh tanaman secara ekologis dan hortikultura serta kondisi fisik tanaman seperti ukuran. tanaman herba yaitu tanaman yang tidak berkayu (herbs umumnya hanya beberapa puluh sentimeter saja). kriminil. hanjuang. tanaman yang lebih rendah ditempatkan di depan tanaman yang lebih tinggi. Bila ingin menggunakan tanaman bertekstur kasar sebaiknya jumlahnya jangan . Dalam membuat taman di lahan sempit. sikas. Tanaman-tanaman yang bertekstur halus dapat dicirikan dari ukuran daun yang kecil. Misalnya. yang perlu diperhatikan adalah keragaman jenis maupun jumlah tanaman yang dipilih. merupakan sesuatu yang perlu dipertimbangkan dengan baik agar tanaman tersebut sesuai dengan tujuan dan fungsi desain. taiwan beauty. Memilih jenis tanaman bisa dimulai dari tanaman penutup tanah yang hanya mencapai tinggi beberapa sentimeter saja (grasses). Namun. dan palem-paleman Tanaman yang bertekstur halus maupun kasar bisa saja ditanam untuk mengisi taman yang sempit. ukuran tanaman. Jenis tanaman yang berukuran relatif kecil seperti tanaman jenis-jenis rerumputan dan penutup tanah. seperti kadaka. Pengaturan strata tanaman pada satu tapak juga sangat menentukan daya tarik taman. antara lain. philodendron. Untuk tanaman yang bertekstur kasar yang dicirikan oleh tanaman yang berdaun lebar dan besar. Penggunaan pohon untuk taman yang sempit tidak terlalu disarankan karena akan mendominasi ruang taman serta mengakibatkan kesan ruang semakin sempit dengan naungan yang semakin luas. Ukuran lahan yang sempit bagi peruntukan taman akan lebih pas bila dipilih elemen tanaman yang bertekstur halus. serta perdu (shrubs. tanaman semak (bushes. Oleh karena itu. atau disebut sebagai pohon kecil). bentuk. portulaka atau tanaman yang berdaun jarum. mempunyai tinggi 1-2 m).

Jalur Hijau Jalan Jalur hijau adalah jalur penempatan tanaman serta elemen lanskap lainnya yang terletak di dalam Daerah Milik Jalan (Damija) maupun di dalam Daerah Pengawasan Jalan (Dawasja). Adanya penataan jalur hijau jalan memungkinkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Contoh desain taman rumah tinggal dapat dilihat pada Gambar 34. Namun. Bila menggunakan tanaman bertekstur halus dapat berkreasi memadukan berbagai ragam jenis tanaman. Sebagai contoh penanaman jalur hijau jalan di sepanjang berm dan median jalan yang bersifat sederhana dalam pelaksanaannya harus berpedoman . dapat pula diterapkan jumiah tanaman yang relatif banyak. Di lain pihak. Disebut jalur hijau karena dominansi elemen lanskapnya adalah tanaman yang pada umumnya berwarna hijau. Banyaknya ragam jenis dapat menjadi koleksi sehingga keindahan dan keunikan masing-masing jenis tersebut menarik perhatian. tetapi jenisnya harus dikurangi agar taman tidak terlihat crowded. Contoh desain taman rumah tinggal (Sumber: Arifin dan Suwita. 2007) C. Gambar 34. dapat digunakan satu atau dua tanaman bertekstur kasar di tengah-tengah penggunaan tanaman bertekstur halus sehingga bisa menjadi kontras atau daya tarik dalam taman (point of interest).150 berlebihan karena akan mendominasi ruang sehingga taman berkesan semakin sempit.

warna. mudah dikembangkan dan sedapat mungkin dipilih jenis yang dapat memperbaiki atau meningkatkan kesuburan tanah baik secara langsung maupun tidak langsung. sifat adaptasi. Klasifikasi hortikultura. Median jalan adalah jalan yang memisahkan dua jalan yang berlawanan. tidak memerlukan perawatan khusus. toleransi terhadap suhu. ataupun sebagai jalur hijau dengan persyaratan tertentu. aroma. jalur hijau. Pemilihan jenis tanaman pada jalur hijau jalan tergantung pada fungsi tanaman dan lokasi penanaman. Tanaman yang dipergunakan adalah dari kelompok pohon. angin. sifat umur. Daerah tepi jalan adalah daerah yang berfungsi untuk keselamatan dan kenyamanan pemakai jalan.151 pada kebutuhan. Berdasarkan letak penanamannya jalur hijau dibedakan menjadi empat yaitu: 1) jalur tanaman tepi. semak dan penutup tanah. 3) daerah tikungan. penampilan di tiap tahapan pertumbuhan. Kriteria pemilihan jenis tanaman sebagai berikut. perdu. dapat beradaptasi dengan kondisi setempat baik dari segi kondisi tanah maupun iklim. 1. yaitu tujuan desain. 4) persimpangan dan daerah berterrain. kawasan penyangga. peletakkan rambu-rambu lalu lintas. . ukuran dewasa tanaman. tempat pembangunan fasilitas pelayanan dan melindungi bentukan alam. lahan untuk pengembangan jalan. air. Median berfungsi sebagai rintangan atau penuntun arah untuk mencegah tabrakan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan dan mengurangi silau lampu kendaraan dengan menempatkan tanaman dengan kepadatan dan ketinggian yang tepat. 2) median jalan. Klasifikasi fisik. yaitu syarat tumbuh. dapat digunakan sebagai pendukung keselamatan pengendara. kecepatan tumbuh. 2. Klasifikasi hortikultura berorientasi terhadap tindakan budidaya dan keberhasilan penanaman dan klasifikasi sifat fisik tanaman biasanya berorientasi rerhadap penilaian dan keberhasilan bentuk serta fungsi arsitekturisnya. tekstur. kecocokan penampilan di tiap musim. cahaya. hama dan penyakit. budidaya. tanah. kecocokan antara tanaman dan bangunan serta lingkungan sekitar dan keefisienan dalam pemeliharaan. sifat penyebaran. Kriteria tanaman yang digunakan adalah yang mudah didapat. bentuk. Hal ini merupakan satu dari sekian pertimbangan estetik yang seharusnya menjadi suatu peraturan dalam kebanyakan situasi perkotaan.

3) tahan terhadap kekurangan air. terutama untuk tanaman yang didatangkan dari luar tapak berpedoman kepada beberapa kriteria.152 Persyaratan pohon tepi jalan secara ekologis meliputi: 1) mempunyai sistem perakaran yang dalam.warna. Lanskap Perkotaan Area-area Khusus Pada wilayah perkotaan. Pemilihan jenis-jenis tanaman yang akan digunakan. Semak yang tumbuh berumpun. 5) memiliki tajuk yang rapat. dan bunga) yang menarik. 12. semak. Tidak membahayakan pengguna jalan. Mampu bertahan hidup pada kondisi yang kurang baik dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. 10. yaitu tanaman yang tidak menghasilkan duri. 4. Tidak mudah terserang hama dan penyakit serta tahan terhadap polusi dan kekeringan. Mudah dalam pemeliharaan. 11. Berdaun kecil sampai sedang dan tidak menggugurkan daun secara serempak. Tanaman penutup tanah yang tidak memerlukan pemeliharaan intensif. 9. Pohon peneduh dengan ketinggian sedang atau tinggi kurang dari 15 meter. Kriteria tersebut berlaku untuk pohon. rapat dan mudah diperbanyak. 7) tahan terhadap serangan hama dan penyakit. 4) mampu hidup pada berbagai jenis tanah. 5. memiliki batang dan cabang yang kuat serta tidak menghasilkan zat yang berbahaya. Pohon dan semak yang memiliki karakter fisik (bentuk. D. Tinggi cabang pohon pertama dari bawah tidak kurang dari 5 meter. 8. 6) tahan terhadap polusi udara dan polutan lainnya. 1. 7. yaitu sebagai berikut. Perakarannya tidak merusak trotoar dan saluran drainase. buah yang besar dan keras. Bentuk tajuk pohon bulat atau kolumnar dengan lebar tajuk tidak menutupi bahu jalan. daun. 3. cenderung sulit untuk menemukan lahan yang . 6. 8) tidak disukai oleh kupu-kupu yang menimbulkan jenis ulat. 2. 2) selalu hijau. dan penutup tanah yang ditanam di perkotaan. terutama pada pusat-pusat kegiatan masyarakat perkotaan atau pada permukiman.

ukurannya tidak terlalu besar. dan beton. sistem drainase dibuat untuk mengatasi air penyiraman yang berlebihan. Media tanam. Selain media dipupuk secara periodik. Bak tanaman dapat diisi satu atau lebih pot. untuk menyediakan kondisi drainase yang baik dalam bak tanaman. bata. Dengan menggunakan bak tanaman. kayu. seperti kemiringan lereng lahan yang curam. Beberapa karakteristik ruang yang potensial untuk ditanami dengan kondisi khusus sebagai berikut. seperti beton. c. dan lambat pertumbuhannya (untuk . yaitu pasir kasar (ukuran sekitar I mm) : material organik/kompos : top soil = 50 :45 :5. Selain dipengaruhi oleh media tanam. Sistem drainase. dengan mempertimbangkan tanaman yang perakaran tidak intensif. Salah satu contoh perbandingan media tanaman. Pemilihan jenis tanaman.153 dapat dikembangkan untuk pertamanan atau untuk lahan penanaman. atau 70:25:5. b. kombinasi kaca. penyediaan media tanam yang sesuai untuk pot atau bak tanaman mempengaruhi aerasi dalam bak serta beban berat yang ditanggung oleh bak tanaman. setelah beberapa tahun media perlu diganti. Oleh karena itu. a. lingkungan tumbuh yang tidak mendukung. drainase juga ditunjang dengan adanya kemiringan pada dasar bak tanaman dan jalur drainase/outlet yang cukup untuk mengalirkan air keluar dari pot dan bak tanaman. Penanaman dengan Planter Box Adanya kecenderungan penutupan lahan perkotaan dengan perkerasan merupakan salah satu penyebab sulitnya mendapatkan areal penamanan. pot dapat lebih sering diganti sehingga penampilan tanaman selalu bagus. Terdapat beberapa alternatif material untuk pembuatan bak tanaman. Lahan yang tersedia biasanya lahan sisa yang luasannya terbatas dan terkadang kondisinya bermasalah. 1. Hal tersebut dapat diatasi dengan menanam pada bak tanaman (planter box). dan sebagainya. Untuk taman kota. satu bak tanaman bahkan diisi hingga puluhan pot. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk penanaman pada bak tanaman sebagai berikut. diperlukan pertimbanganpertimbangan khusus dalam melakukan penamanan pada area-area khusus tersebut.

maka sebagai langkah pertama perlu ditanami vegetasi penutup tanah (rumput. dan pohon memperhatikan keselarasannya dengan lingkungan sekitar. Pola penanaman sebaiknya dibuat sedemikan rupa agar pemeliharaan tidak intensif. Lahan berlereng yang ditanami dapat difungsikan sebagai area penyangga dan konservasi. adanya struktur penopang atau penahan (staking/staggering). Tanaman yang ditanam dapat mengurangi erosi permukaan oleh air. mengurangi terjadinya suhu tanah yang ekstrim. Lahan Berlereng Lahan berlereng dengan kemiringan curam merupakan ruang pofensial untuk penanaman di kawasan perkotaan yang padat. Pemilihan jenis tanaman terutama pada jenis-jenis yang perakarannya mampu mengikat tanah dan menangkap air hujan. maka perlu pertimbangan pemilihan jenis tanaman yang tahan hembusan angin.154 pohon). semak/perdu kecil 3. Semak/Perdu besar. Jika bak tanaman diletakkan pada area yang kecepatan anginnya cukup tinggi. Rumput 2. kemudian ditanami dengan pohon dan semak besar untuk meningkatkan kestabilan lereng. baik penutup tanah. 3. herba) yang cepat tumbuh. d. Jenis tanaman sesuai ukuran kedalaman bak tanaman No Jenis Tanaman 1.0-1. Tabel 2. Penutup tanah. dan melindungi tanah dari erosi angin.5m 2. (2008) Kedalaman Bak Tanaman 150-300 mm 0. pohon Sumber: Arifin et al. Ukuran kedalaman bak tanaman mempengaruhi pemilihan jenis tanaman (Tabel 2). . 2.0m 1.5-1. Pemilihan jenis tanaman. herba. mengingat akses ke lahan berlereng pada umumnya sulit. semak. Jika kondisi awal lahan dalam keadaan tanpa penutupan tanaman. Untuk tujuan tersebut maka hal-hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: 1. 4.

155 Untuk kasus tertentu dimana lereng sangat curam (kemiringan >45) sulit untuk ditanami tanaman besar, maka penanaman tanaman perdu/semak kecil untuk menstabilkan tanah masih dapat dilakukan dengan beberapa teknik bio-engineering.
3. Teknik Penanaman Area yang Tergenangi Secara Periodik

Berbagai bentuk ruang-ruang di perkotaan yang secara periodik tergenang merupakan salah satu area yang potensial untuk ditanami, yang tidak hanya memberikan manfaat ekologis/iingkungan (perbaikan habitat satwa, perlindungan bantaran dan tanggul), tetapi juga manfaat sosial (area rekreasi mayarakat setempat). Beberapa contoh area tergenang/banjir secara periodik, misalnya pada reservoir, kanal, saluran drainase, sungai, rawa, mangrove atau tepi laut. Penanaman dapat dilakukan di bantaran/tepian perairan (sungai, kanal, saluran, dan pesisir) maupun di perairan (rawa, mangrove). Hal yang perlu diperhatikan untuk kegiatan penanaman area ini, yaitu dalam pemilihan jenis tanaman yang toleran terhadap genangan dan banjir serta mengutamakan pemilihan jenis-jenis lokal (native species) yang relatif adaptif terhadap lingkungan setempat dan dapat meminimalkan pemeliharaan. Jenis tanaman lain yang dapat dipertimbangkan, yaitu tanaman air, sebaiknya dipilih jenisjenis yang tidak bersifat invasive karena dapat mengakibatkan turunnya muka air dan eutrofikasi meningkatnya unsur nitrogen dalam air.
4. Area Bekas Penimbunan Sampah (Landfill)

Lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai penimbunan sampah, baik yang berskala rumah tangga maupun lingkungan merupakan alternatif area penanaman. Untuk penanaman pada lubang sampah skala rumah tidak serumit pada skala lingkungan. Pada penanaman di lokasi penimbunan sampah skala lingkungan terdapat hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut. a. Pemantapan permukaan dengan tanah setebal 15 – 45 cm. b. Karena permukaannya cenderung tidak rata, maka sebaiknya tidak membangun struktur penunjang taman yang berlebihan (seperti bangku taman, shelter, area bermain, dan lain-lain) di atasnya untuk meminimalkan terjadinya kerusakan dan gangguan terhadap aktivitas maupun struktur tersebut.

156 c. Jika membuat saluran utilitas (irigasi, listrik) sebaiknya di permukaan atau sedikit di bawah permukaan untuk mempermudah pemeliharaan. d. Mengatasi adanya gas-gas hasil dekomposisi sampah dengan membuat sumur pengumpul sekitar. e. Menghindari penanaman pada lokasi-lokasi yang memiliki suhu tanah yang tinggi karena dapat mematikan tanaman. f. Memilih jenis tanaman yang toleran terhadap kondisi landfill (misalnya toleran terhadap gas-gas yang dihasilkan, tanah yang dangkal, tingginya hembusan angin, drainase yang buruk, dan adanya genangan).
5. Pembuatan Dinding Hijau (Greenwall)

gas,

yang

selanjutnya

jika

diberi

perlakuan

tertentu

dapat

dimanfaatkan sebagai penghasil energi yang dapat digunakan untuk lingkungan

Penanaman ini dilakukan pada struktur vertikal seperti tanggul atau dinding penahan (retaining wall) yang pada umumnya dibangun untuk menahan lereng. Penanaman atau penghijauan pada area ini selain membantu meningkatkan kestabilan lereng, juga menjadikan dinding lebih menarik dan bahkan dapat menciptakan habitat bagi satwa.

E. Rangkuman

Penataan tanaman dapat dilakukan pada berbagai tipe lanskap, antara lain, taman instan, taman rumah tinggal, jalur hijau jalan, lanskap perkotaan area-area khusus. Penanaman pada area khusus, seperti penanaman dengan bak tanaman (planter box), lahan berlereng, area yang tergenangi secara periodik, area bekas penimbunan sampah (landfill), dan pembuatan dinding hijau (greenwall).

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda!

157 1. Jelaskan apa yang dimaksud taman instan, taman rumah tinggal, jalur hijau jalan, dan lanskap perkotaan area-area khusus. 2. Berikan contoh gambar desain taman-taman tersebut.
Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus

memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 2. Renungkan tentang penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap.

B. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Kelebihan tanaman instan adalah............. A. Biaya relatif mahal B. Pembuatan desain kompleks C. Dapat dibongkar pasang D. Dapat dikerjakan oleh arsitek lanskap 2. Ukuran lahan yang sempit bagi peruntukan taman akan lebih pas bila dipilih elemen tanaman yang............. A. Bertekstur halus B. Bertekstur kasar C. Berukuran besar D. Berwarna terang 3. Persyaratan pohon tepi jalan secara ekologis adalah............. A. Menggugurkan daun B. Kebutuhan air banyak C. Tajuk yang jarang D. Tidak disukai oleh kupu-kupu 4. Pemilihan jenis tanaman untuk planter box sebaiknya memilih tanaman yang............. A. Berukuran besar B. Batangnya besar

Pemantapan permukaan tanah setebal < 15 cm B. terutama bagian yang belum Anda kuasai.. Munandar A... Perakaran tidak intensif D. Pemilihan tanaman yang toleran gas Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.. Jakarta: Penebar Swadaya. Nurhayati. Jakarta: Penebar Swadaya.. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Arifin HS.. Pramukanto Q.. Taman Instan.. Saluran irigasi dibuat jauh di permukaan D.158 C.. Hitunglah jawaban Anda yang benar. . bagus! Anda cukup memahami Bab 11. C.. 22 Desain Taman Mungil. A.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Membangun struktur penunjang seperti area bermain C. 2008. Anda harus mengulangi Bab 11.. Arifin HS. Sumber/Referensi 1. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 11. Sampoerna Hijau Kotaku Hijau. 2007. 2006. Arifin HS. 3. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . 2. Akan tetapi. Damayanti VD.. Cepat pertumbuhan untuk pohon 5. Hal yang perlu diperhatikan pada penanaman di lokasi penimbunan sampah adalah. Suwita A. Bogor: Tim Sampoerna Hijau.

d 4. a 3. c 2. d . c 5. Kunci Jawaban 1.159 D.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful