P. 1
Bahan Ajar-Ilmu Tanaman Lanskap-Nurfaidad.pdf

Bahan Ajar-Ilmu Tanaman Lanskap-Nurfaidad.pdf

|Views: 213|Likes:
Published by Masyithah de Coil

More info:

Published by: Masyithah de Coil on Mar 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2015

pdf

text

original

Sections

  • BAB 1 PENDAHULUAN
  • BAB 3 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK ARSITEKTURAL
  • BAB 4 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK VISUAL
  • BAB 5 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN EKOLOGI
  • BAB 6 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN HABITUS FUNGSIONAL
  • BAB 7 FUNGSI TANAMAN DALAM LANSKAP
  • BAB 8 KOMPOSISI TANAMAN
  • BAB 9 TEKNIK PENANAMAN TANAMAN LANSKAP
  • BAB 10 TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN LANSKAP
  • BAB 11 PENATAAN TANAMAN PADA BERBAGAI TIPE LANSKAP

BAHAN AJAR ILMU TANAMAN LANSKAP

NURFAIDA, SP. M.Si. TIGIN DARIATI, SP. MES. CRI WAHYUNI BRAHMI YANTI, SP. M.Si.

PROGRAM HIBAH PENULISAN BUKU AJAR UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
JL. Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245 (Gedung Perpustakaan Unhas Lantai Dasar) Telp. (0411) 586 200, Ext. 1064 Fax. (0411) 585 188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id

HALAMAN PENGESAHAN
HIBAH PENULISAN BUKU AJAR BAGI TENAGA AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

Judul Buku Ajar

: Ilmu Tanaman Lanskap

Nama Lengkap N I P Pangkat/Golongan Jurusan/Bagian/Program Studi Fakultas/Universitas Alamat e-mail Biaya

: Nurfaida, SP. M.Si. : 19730223 200501 2 001 : Penata Muda / III-a : Agroteknologi : Pertanian/Universitas Hasanuddin : nurfaida@yahoo.com : Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah) Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin Tahun 2011 Sesuai SK Rektor Unhas Nomor: 20875/H4.2/KU.10/2011 Tanggal 29 Nopember 2011

Makassar, 29 Nopember 2011 Dekan Fakultas Pertanian, Penulis,

Prof. Dr. Ir. Yunus Musa, M.Sc. NIP. 19541220 198303 1 001

Nurfaida, SP. M.Si. NIP. 19730223 200501 2 001

Mengetahui: Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin,

Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc. NIP. 19630501 198803 1 004

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan alam dan seisinya sebagai suatu karunia yang besar dan indah. Dia yang memberikan ketentuan dan peraturan yang tepat untuk memelihara dan merawatnya. Atas segala karunia-Nya pulalah bahan ajar Ilmu Tanaman Lanskap ini berhasil diselesaikan. Pengembangan bahan ajar merupakan tanggung jawab dosen dalam mengemban dan mengembangkan tridarma perguruan tinggi. Perubahan model pembelajaran dari Teacher Central Learning (TCL) menjadi Student Central Learning (SCL) menuntut dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga sebagai fasilitator. Penerapan model pembelajaran SCL membutuhkan bahan ajar sebagai pelengkap kegiatan pembelajaran sehingga dibuatlah bahan ajar ini. Bahan ajar ini dihasilkan melalui Program Hibah Penulisan Buku Ajar Universitas Hasanuddin Tahun 2011. Penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc.selaku Ketua LKPP dan Dr. Sri Suryani, DEA selaku pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan bahan ajar ini. Terima kasih yang tidak terhingga kepada rekan-rekan sejawat di Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang telah membantu dalam penyusunan tulisan ini. Semoga bahan ajar ini bermanfaat dan dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran khususnya pada Mata Kuliah Ilmu Tanaman Lanskap.

Makassar, Nopember 2011

Penulis

....... TEKNIK PENANAMAN TANAMAN LANSKAP....... 143 ............................................................................................................................................................................................................ SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN HABITUS FUNGSIONAL .. KOMPOSISI TANAMAN...................... SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN EKOLOGI........ PENGERTIAN TANAMAN LANSKAP DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA............................ 109 TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN LANSKAP ...............DAFTAR ISI BAB 1 BAB 2 PENDAHULUAN .................. 123 PENATAAN TANAMAN PADA BERBAGAI TIPE LANSKAP ............................... SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK VISUAL ......................................................... FUNGSI TANAMAN DALAM LANSKAP .................... 1 11 24 35 56 68 80 98 BAB 3 BAB 4 BAB 5 BAB 6 BAB 7 BAB 8 BAB 9 BAB 10 BAB 11 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK ARSITEKTURAL ........................

Parterre: tanaman yang ditata menyerupai tampilan karpet (apabila dilihat dari atas). pemanjat. Habitus tanaman: keragaan tanaman secara keseluruhan berupa pohon. tapak yang berada di luar ruangan (eksterior). Perdu (shrub): tanaman yang relatif tinggi (3 – 5 m). tabir. Penutup tanah (groundcover): tanaman yang relatif rendah. Dinding hijau (green wall): berbagai cara menahan longsor atau erosi suatu lereng secara biologi terhadap erosi dengan menanam tanaman. herba. Lawn: padang rumput di halaman rumah atau perkantoran yang dimaksudkan untuk meningkatkan keindahan. sosial. penutup tanah. mampu memberikan penutupan yang intensif di atas permukaan tanah. dan ekologis.SENARAI KATA PENTING (GLOSARIUM) Broadcast: perlakuan pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah. Lanskap: bentang alam atau hamparan lahan. estetika. . Irama: urutan atau perulangan elemen-elemen. misalnya suatu area tidak ingin terlihat oleh banyak orang dari arah tertentu dapat diberikan dinding berupa tanaman atau elemen lainnya. semak. antara lain. Colonade: deretan kolom-kolom yang memberi kesan ruang pada bangunan Yunani atau Romawi. rangkaian batu yang serupa. pemagar. mungkin berbentuk beraturan atau tidak beraturan. dan perayap. Enclosure: dinding. dibantu dengan membangun struktur. misalnya barisan pohon. memiliki batang utama yang berkayu dan percabangannya dimulai pada bagian yang agak jauh dengan permukaan tanah. perdu. Fungsi tanaman: peran utama dari tanaman dalam suatu taman. budaya. tetapi tidak setinggi pohon. Herba: tanaman-tanaman yang batangnya relatif lunak dan tidak berkayu. umumnya dibentuk dari massa tanaman yang dipergunakan sebagai hiasan dalam suatu taman pada Periode Renaissance. bahkan kadang-kadang sukulen (banyak mengandung air). urutan dari anak tangga. umumnya berbentuk herba rendah. Metode tekanan udara: metode pemupukan yang dilakukan dengan cara melubangi tanah daerah perakaran yang dapat menyerap hara dengan menggunakan injektor bertekanan udara tinggi. Metode thumb: metode untuk menentukan posisi perakaran pohon yang dapat menyerap hara.

tinggi >5 m. dan lain-lain. Tanaman indoor: semua jenis tanaman lanskap yang dapat ditanam dalam rumah atau dengan kata lain tanaman yang dapat tumbuh secara normal di tempat teduh (tertutup) atau setengah teduh. kompleks. sedang dan sudah dibudidayakan. Titik perhatian (point of interest): fokus perhatian dari suatu taman yang dapat menghilangkan kemonotonan pada suatu taman. batangnya berkayu dan percabangannya biasanya telah dimulai di bagian yang dekat dengan permukaan tanah (tidak mempunyai cabang utama). . biasanya diatur dalam bentuk yang hampir sama dengan maksud untuk menggantikan pagar. Topiary: pemangkasan bentuk pada tanaman sesuai dengan yang diinginkan. Tanaman outdoor: tanaman hias yang dapat tumbuh secara normal di tempat terbuka (langsung terkena sinar matahari). Trenching: metode pemupukan yang dilakukan dengan cara pembuatan parit di bawah lingkar tajuk pohon. Zigurat: bentukan piramida yang dibangun menuruni teras bukit dan memiliki struktur internal yang menakjubkan. Tanaman lanskap: tanaman yang belum. Pohon (tree): tanaman berkayu. misalnya spiral. Tanaman rumput lapangan: jenis-jenis rumput yang dipergunakan untuk menutupi permukaan tanah yang hanya terdiri atas lapisan tanah saja. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. Tanaman pagar: suatu garis atau barisan permanen yang padat dari tumbuhtumbuhan yang hidup. piramid. dan sulit untuk dipercaya. Tanaman lapangan rumput: jenis tanaman yang ditanam secara sendiri atau secara berkelompok pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik (eksotik). dapat dibuat dengan memberikan kontras atau pola susunan tertentu. Punch-bar: metode pemupukan untuk pohon-pohon besar dengan cara membuat lubang-lubang pemupukan.Planter box: wadah berukuran relatif besar untuk menempatkan satu hingga beberapa pot tanaman sehingga tatanan pot terlihat rapih. berbentuk rectangular yang dipersiapkan untuk kepentingan saluran irigasi dan drainase. keong. Semak (bush): tanaman yang relatif rendah. memiliki batang utama. Tanaman memanjat (climber): tanaman yang tumbuh di tanah atau bidang apa saja seperti tembok dan struktur pendukung lain sebagai tempat menggantungkan diri atau membelit untuk pertumbuhan tanaman tersebut. Teknik puteran: penanaman pohon dengan mengikutsertakan tanah asalnya dalam bentuk gumpalan.

MANAJER (planner. mediator). Keberanian memulai. PENELITI. pengambil kebijakan). initiator. PELAKU di bidang pertanian (birokrat. teknorat. melaksanakan. 3. evaluator. pengambil kebijakan): (a) Kemampuan menerapkan IPTEKS di bidang budidaya tanaman berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal. cooperator).1 BAB 1 Profil alumni yang diharapkan adalah: PENDAHULUAN PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI 1. 4. PENDIDIK (fasilitator. mediator). dan mengembangkan usaha inovatif bidang produksi tanaman dalam pertanian berkelanjutan. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. Kompetensi Utama Kompetensi utama minimal yang diharapkan dari seorang lulusan pada Program Studi Agroteknologi untuk mencapai profil lulusan adalah: 1. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. (b) (c) (d) (e) (f) (g) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. adaptor. designer. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. Kompetensi Utama sebagai PELAKU (birokrat. PENGUSAHA (enterpreneur. organizer. 2. dan 5. teknorat. motivator. KOMPETENSI LULUSAN A. .

Kompetensi Utama sebagai MANAJER (planner. Kompetensi Utama sebagai PENGUSAHA (enterpreneur. dan mengembangkan usaha inovatif bidang produksi tanaman dalam pertanian berkelanjutan. 3. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan.2 2. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. . cooperator): (a) (b) (c) (d) (e) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. evaluator. mediator): (a) (b) (c) (d) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. organizer. 4. melaksanakan. Keberanian memulai. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. Kompetensi Utama sebagai PENELITI: (a) Kemampuan menerapkan IPTEKS di bidang budidaya tanaman berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. (b) (c) (d) (e) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. adaptor. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. designer. initiator.

motivator. Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEKS di bidang budidaya pertanian ke dalam praktek bisnis. Kemampuan berpikir analitis dan sintesis dengan memperhitungkan dampak penyelesaian masalah di lingkup global dalam berkehidupan bermasyarakat. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. Kompetensi Penunjang 1.3 (f) (g) (h) Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEKS di bidang budidaya pertanian ke dalam praktek bisnis. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. motivator. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional. 3. 5. C. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. Kemampuan belajar sepanjang hayat 2. 3. dan mediator secara sistematik dan efektif. 2. B. Kemampuan menggunakan fasilitas internet dalam pencarian literatur dan berkomunikasi dengan sejawat lainnya dalam bidang teknik budidaya tanaman. Kompetensi Lainnya 1. mediator): (a) (b) (c) (d) (e) Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. . Kemampuan sebagai fasilitator. Kompetensi Utama sebagai PENDIDIK (fasilitator. Kemampuan menerapkan aplikasi bioteknologi pada aspek pertanian terpadu.

gambar. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum (8) Menguasai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (9) Menguasai teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (7) Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum (6) Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (2) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (3) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (4) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (5) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (1) Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu GARIS ENTRY BEHAVIOR Prasyarat: Pengantar Arsitektur Lanskap .ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN (10) Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang.

3. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menata tanaman dalam suatu lanskap berdasarkan fungsi dan estetika dengan baik dan benar. STRATEGI PEMBELAJARAN Kuliah Kuliah. Kompetensi Pendukung Kompetensi Lainnya Sasaran Belajar : : : Kemampuan melaksanakan perencanaan sistem produksi tanaman secara tepat sesuai kaidah pertanian berkelanjutan. Kemampuan menggunakan fasilitas internet dalam pencarian literatur dan juga dalam berkomunikasi dengan sejawat lainnya dalam bidang teknik budidaya tanaman. motivator. kaji pustaka MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 1 Menjelaskan kontrak pembelajaran 2 Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu MATERI PEMBELAJARAN Kontrak pembelajaran Pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya INDIKATOR PENILAIAN BOBOT NILAI (%) 5 . Kemampuan sebagai fasilitator. dan mediator secara sistematik dan efektif.Ketepatan penjelasan karakteristik tanaman pada berbagai periode perkembangan .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . 4.5 GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN (GBRP) Mata Kuliah Kompetensi Utama : : Ilmu Tanaman Lanskap 1. 2.Ketepatan penjelasan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangan . Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional.

5 .Kemampuan melakukan diskusi dengan 7.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .5 arsitektural: learning. praktikum baik mengenai seleksi tanaman batu karang.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Seleksi tanaman berdasarkan aspek Collaborative . praktikum baik mengenai seleksi tanaman . praktikum baik mengenai seleksi tanaman . penyekat.Kemampuan melakukan diskusi dengan 7. setengah berdasarkan kondisi ekologi teduh.Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural . pegunungan.6 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 3 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 4 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 5 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN BOBOT PEMBELAJARAN NILAI (%) Seleksi tanaman berdasarkan aspek Collaborative .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . berdasarkan aspek arsitektural dan pengendali keleluasaan pribadi .Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek visual . learning. bentuk.Kemampuan melakukan diskusi dengan 7.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN .5 visual: learning. teduh.Ukuran.Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi . air.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . warna dan tekstur berdasarkan aspek visual tanaman .Pembentukan ruang. dan panas .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Seleksi tanaman berdasarkan ekologi: Collaborative .Tanaman pantai.

mengurangi polusi udara.Kemampuan membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik . pembatas fisik.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Cooperative . case study.Kemampuan melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman . peneduh.Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. penahan angin. praktikum baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional .Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap . mengurangi kebisingan. suhu. border/tepi. median jalan.Kesatuan. pada bidang lurus. memanjat/pergola. pagar.Tanaman indoor dan outdoor. rumput lapangan. penahan kebakaran. dan sosial budaya Komposisi tanaman: . penahan silau. dan kelembaban.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Komposisi tanaman pada area menyudut. penutup tanah.5 10 9 – 10 Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum 12. pencegah erosi.Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional .Kemampuan melakukan diskusi dengan learning.Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang.5 .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Studi lapang. berdaun/berbunga indah. case study. pohon tepi jalan. irama. dan praktikum BOBOT NILAI (%) 7.7 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 6 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 7–8 Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN Seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional: . keseimbangan. mengharumkan udara. kontrol pandangan. praktikum baik mengenai fungsi tanaman dalam lanskap . aksen. penaung dari hujan. dan proporsi . dan untuk memanipulasi bangunan STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN PEMBELAJARAN Collaborative .Mengontrol radiasi. dan lapangan rumput Fungsi tanaman dalam lanskap: . praktikum .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap .

mengenai penataan tanaman pada praktikum berbagai tipe lanskap .Pembersihan tapak. praktikum baik mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap .Kemampuan membuat gambar rencana penataan tanaman . praktikum baik mengenai teknik penanaman tanaman lanskap . dan lanskap perkotaan area-area khusus 13 – 16 STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN PEMBELAJARAN Cooperative . penyiraman.Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. gambar. penutup tanah. pameran.Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. penggemburan dan aerasi tanah.Kemampuan melakukan praktikum penataan tanaman dalam berbagai tipe lanskap .8 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 11 Menguasai teknikteknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum 12 Menguasai teknikteknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang.5 .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Studi lapang.Penanaman pohon. case study.Kemampuan melakukan praktikum teknik pemeliharaan tanaman lanskap .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Kemampuan melakukan praktikum teknik penanaman tanaman lanskap . dan tanaman pagar Teknik pemeliharaan tanaman lanskap: . semak.Kemampuan menata tanaman berdasarkan fungsi dan estetika . rumput. pameran dan praktikum BOBOT NILAI (%) 10 10 22.Taman instan.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Cooperative . serta penyulaman Penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap: .Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. penyiangan gulma. case . pengendalian hama dan penyakit. jalur hijau jalan. pemupukan.Kemampuan melakukan studi lapang study. pemangkasan. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN Teknik penanaman tanaman lanskap: . taman rumah tinggal.

gambar atau foto. Penjelasan bagi dosen/tutor/asisten (a) Sebelum memberikan perkuliahan. C. baik dalam tugas kuliah maupun tugas praktikum. Prasyarat Mata Kuliah Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini harus telah melulusi mata kuliah Pengantar Arsitektur Lanskap. (b) Dosen/tutor/asisten sebaiknya menyiapkan materi dalam bentuk power point yang dilengkapi contoh. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas mengenai sejarah dan perkembangan tanaman serta fungsi-fungsi tanaman dalam lanskap. B. (e) Perbanyaklah informasi dalam menata tanaman. (d) Kerjakan setiap tugas yang diberikan pada setiap akhir kegiatan/pertemuan dengan baik. teknik penanaman. Petunjuk Penggunaan Modul 1. buku bacaan lain atau dari internet. komposisi tanaman dalam sebuah lanskap. (b) Untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan sangat dianjurkan penelusuran literatur khususnya mengenai deskripsi tanaman dan fungsi dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. dosen/tutor/asisten dianjurkan untuk melengkapi materi berupa contoh. 2. Penjelasan bagi mahasiswa (a) Sebelum mengikuti perkuliahan hendaknya mahasiswa telah membaca bahan ajar ini dan dapat diperkaya dengan sumber acuan lainnya yang relevan pada setiap pertemuan. Pemahaman terhadap aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam memilih dan menyusun tanaman. gambar/foto yang bersumber dari karya sendiri. dan pemeliharaan tanaman lanskap. (c) Mintalah petunjuk dari dosen jika ada hal yang belum terselesaikan. baik teori maupun praktek gambar desain dan lapang.TINJAUAN MATA KULIAH A. .

8. Elemen Kompetensi (TIK) Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu: 1. Menguasai teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. 3. 9. Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. 4. 5. Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. 6. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. 7. Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. gambar.10 (c) Dosen/tutor/asisten dianjurkan menyediakan waktu di luar jadwal perkuliahan untuk memberikan petunjuk kepada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas kuliah atau tugas praktikum. 2. . Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. 10. Tujuan Pembelajaran (TIU) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menata tanaman lanskap dalam suatu lanskap berdasarkan fungsi dan estetika dengan baik dan benar. E. D. Menguasai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum.

4. B. Kuliah 2. 2. Hal ini disebabkan unsur tanaman mempunyai ciri khas yang tidak terdapat pada unsur lain. Strategi Pembelajaran 1. tumbuh. harus benar-benar memahami unsur ini.11 BAB 2 PENGERTIAN TANAMAN LANSKAP DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA PENDAHULUAN Tanaman merupakan unsur fisik yang penting di dalam perancangan dan pengelolaan ruang luar. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Untuk dapat merancang taman dengan baik sebaiknya mengenali terlebih dahulu sifat dan karakter tanaman. Seorang arsitek lanskap. Mahasiswa mengikuti kegiatan perkuliahan di kelas. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu. A. . 3. Kaji pustaka C. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai sejarah perkembangan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. yaitu tanaman merupakan unsur yang hidup. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. dan berkembang.

Tanaman lanskap mempunyai berbagai bentuk. dan karakter yang beragam. sedang dan sudah dibudidayakan. Banyak orang awam dan para profesional bidang perancangan lain mengartikan arsitektur lanskap sekedar menata unsur tanaman sebagai hiasan belaka. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. tekstur. meskipun tanaman lanskap memiliki berbagai potensi dan fungsi. ukuran. Sikap yang sama dalam penggunaan unsur tanaman juga berpengaruh terhadap citra yang kurang benar tentang pengetahuan dan profesi arsitektur lanskap. Pengertian Tanaman Lanskap Tanaman lanskap adalah tanaman yang belum. Akibatnya tanaman sering ditempatkan dalam perancangan ruang luar sebagai langkah terakhir dalam penyelesaian suatu proyek. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. banyak orang awam dan para profesional dalam bidang perancangan melihat tanaman hanya sebagai hiasan. berbagai perkembangan. Akan tetapi. Gambaran keliru terhadap peran utama yang dimainkan oleh unsur tanaman dalam perancangan arsitektur lanskap berawal dari kekeliruan umum tentang perbedaan antara arsitektur lanskap dan usaha pembibitan tanaman. Tanaman lanskap merupakan salah satu unsur dengan berbagai ragam potensi dalam lanskap dan kemungkinan fungsi yang tidak terhingga. Ketepatan penjelasan penjelasan pengertian karakteristik tanaman tanaman lanskap pada dan sejarah periode perkembangan. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Akibat dari sikap ini menimbulkan salah pengertian bahwa perancangan lanskap hanya terbatas pada proses penataan tanaman dalam bentuk yang menyenangkan pandangan. 3. Orang awam masih berpendapat bahwa perhatian utama arsitektur lanskap adalah perancangan taman rumah tinggal dan perencanaan kebun dengan unsur tanaman sebagai salah . warna.12 D. Ketepatan 2. Indikator Pencapaian 1.

Bahkan di gurun pasir. Akan tetapi. unsur tanaman tetap merupakan unsur utama perancangan yang membantu arsitek lanskap dalam mencapai tujuan perancangan tidak hanya sebagai unsur penghias tetapi juga memiliki fungsi-fungsi yang sama dan kadang-kadang mempunyai nilai tertentu dalam perancangan arsitektur lanskap. beberapa tanaman berdaun rontok di daerah beriklim sedang mempunyai 4 karakteristik visual yang berbeda berdasarkan pada musim-musim yang dialami. yaitu 1) pada musim semi dengan bunga dan daun-daun hijau kekuningan yang rimbun. Dengan ruang lingkup yang lebih luas ini. Pertama. tetapi cenderung dramatis dalam jangka . unsur tanaman adalah dinamis. 1983). kemampuan. Semua tanaman tumbuh besar dalam proses pertumbuhannya. pertimbangan ekologis tanaman untuk pertumbuhan yang baik. warna. 3) pada musim rontok dengan daun-daun warna cerah. profesi arsitektur lanskap sebenarnya terlibat dalam skala yang lebih luas daripada itu. Tanaman-tanaman di daerah tropis tidak berubah begitu dramatis seperti tanaman berdaun rontok. kelebatan daun. Karakteristik penting adalah bahwa tanaman merupakan unsur yang hidup dan tumbuh (Booth. Misalnya. yaitu secara teratur berubah warna. terletak pada pengetahuan tentang fungsi. dan dampak lingkungannya jika ditanam pada situasi tertentu. Keahlian arsitek lanskap terkait dengan unsur tanaman. dan tekstur serta pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pertumbuhan ini tidak tampak dalam jangka waktu pendek. Unsur tanaman memiliki beberapa sifat yang membedakan dari unsur-unsur perancangan arsitektur lanskap lainnya. Hal ini mencakup pemahaman tentang karakteristik-karakteristik perancangan seperti ukuran. yaitu menitikberatkan pada pengelolaan sumberdaya alam pada semua skala. 2) pada musim panas dengan daun-daun hijau tua. atau musim hujan dan kemarau. meskipun ada perubahan pada musim panas dan dingin. tekstur. bentuk. Kearifan seorang arsitek lanskap terletak pada pemahamannya terhadap karakteristik visual tanaman secara keseluruhan. tanaman berubah dalam penampakannya khususnya selama musim dingin dan berbunga di musim semi.13 satu unsur perancangan yang penting. dan 4) pada musim dingin dengan cabang yang gundul dan percabangan yang jelas. keterampilan. dan karakter keseluruhan sesuai musim dan pertumbuhannya. dan kepekaan penggunaan dalam konteks perancangan tertentu.

Masalah ini dapat disederhanakan jika sebagian unsur komposisi tanaman dibiarkan berubah sepanjang tahun. perancang menanam tanaman muda di tapak karena lebih murah dan mudah dipindah serta mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk hidup dan tumbuh dibandingkan tanaman dewasa. Faktor kesulitan waktu hampir tidak terdapat dalam profesi perancangan lain karena penilaian terhadap perancangan dapat dilakukan setelah selesainya proyek. dan bentuk tanaman dewasa. agar perbaikan dapat dilakukan pada tahap berikutnya. Tanaman memerlukan waktu lama untuk mencapai ketinggian. Perancang tidak hanya memperhatikan bagaimana suatu kelompok tanaman berfungsi dan tampak pada musim tertentu. Penyataan bahwa bangunan atau patung dapat rusak dimakan usia adalah benar. Suatu kesalahan mungkin saja terjadi di dalam memilih tanaman yang menarik pada musim tertentu. arsitek lanskap tidak hanya . Perubahan penampakan tanaman pada setiap musim mempersulit untuk memilih dan menempatkannya dalam merancang taman. hal ini memiliki kelemahan bagi perancang. sedangkan sebagian yang lain tetap konstan secara visual. Oleh karena itu. Aspek pertumbuhan unsur tanaman juga memiliki implikasi yang lain. tetapi perubahan tersebut tidak dapat dibandingkan dengan pohon muda yang tumbuh dari ketinggian 2 m pada waktu pertama ditanam dengan pohon setinggi 15 m setelah beberapa tahun kemudian. Akibatnya. arsitek lanskap tidak dapat menilai dengan baik kualitas yang ingin dicapai untuk suatu perancangan dalam beberapa tahun (mungkin lebih dari 20-25 tahun). Untuk pohon besar di daerah beriklim sedang. tetapi tampak tidak menarik pada musim lain. tetapi juga bagaimana peranannya sepanjang tahun dan pertumbuhan dari waktu ke waktu.14 waktu yang panjang. Hal ini mempersulit untuk menilai apakah perancangan tersebut berhasil atau tidak. Umumnya. Akan tetapi. tanaman baru memerlukan waktu 15-20 tahun untuk tumbuh dewasa bahkan mungkin lebih untuk mencapai ukuran optimal. Masalahnya akan lebih sulit karena tanaman penutup dan semak pada umumnya mencapai kedewasaan lebih cepat daripada pohon sehingga memerlukan program pemeliharaan berkala untuk memindahkan tanaman penutup dan semak yang telah melebihi umurnya. lebar. Kualitas dinamis dari unsur tanaman ini mempunyai implikasi penggunaannya dalam perancangan.

drainase tanah. klien cenderung kaget melihat kenyataan yang berbeda dengan apa yang dilihat dalam maket atau denah yang tanamannya digambarkan mendekati umur dewasa. dan suhu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. serta pengendalian hama dan penyakit merupakan kegiatan pemeliharaan dari tanaman lanskap. Hal ini menimbulkan masalah dalam menjelaskan kepada klien. Klien harus diberi penjelasan tentang kenyataan yang sebenarnya. Apabila hal ini tidak dijelaskan. . Bahkan. 1983). angin. agar memahami bagaimana hasil akhir perancangannya serta perubahannya dari waktu ke waktu. tetapi juga pengaruh jangka panjang. Hal ini memerlukan pemeliharaan tambahan dan biaya pemangkasan agar ukuran tanaman tetap seperti yang diinginkan. perancang biasanya menanam tanaman kecil dalam jumlah banyak agar cepat memenuhi suatu area. Biasanya. sinar matahari. Karakteristik kedua yang menonjol adalah bahwa tanaman merupakan unsur perancangan yang hidup sehingga memerlukan beberapa persyaratan lingkungan untuk hidup dan tumbuh dengan baik (Booth. pemangkasan. arsitek lanskap membuat gambar perancangan berdasarkan tanaman 75100% ukuran dewasa. Tanaman tidak seperti unsur perancangan lain. Akan tetapi. masalah lain dapat timbul dengan cara ini. Setelah ditetapkan dapat dipilih tanaman yang sesuai dengan syarat-syarat tersebut. tentang bagaimana wujud perancangan setelah selesai pelaksanaan. Setiap jenis tanaman memerlukan persyaratan tertentu untuk pertumbuhan optimal sehingga salah satu langkah di dalam merancang taman adalah menetapkan syarat-syarat pertumbuhan tanaman pada tapak. Semua tanaman memerlukan tingkat pemeliharaan tertentu untuk tetap tumbuh sehat. beberapa jenis tanaman asli suatu daerah memerlukan perhatian khusus secara terus menerus. Faktor-faktor seperti kimia tanah. Beberapa jenis tanaman memerlukan pemeliharaan lebih daripada yang lain. tanaman tumbuh saling memenuhi ruang. dapat dilupakan setelah ditanam. pemupukan.15 mempelajari pengaruh tanaman dalam jangka pendek terhadap perancangan. Penyiraman. Untuk menghindari penampilan yang kurang bagus yang diakibatkan penanaman tanaman yang masih kecil.

500 SM). 2003). semak. yaitu jenis tanaman yang dapat dimakan (edible) atau jenis tanaman obat-obatan (medicinal) dan bahan baku parfum. Asyiria. dan tanaman merambat dengan pola formal dan rectalinier (Hyams. pepohonan yang ditanam merupakan pohon buah-buahan dan yang dapat digunakan sebagai kayu bangunan. penanaman pohon-pohon besar. 2) Periode Abad Pertengahan. yang dapat dibagi dalam 4 periode. Yunani.16 B. Selain itu. Akan tetapi. Salah satu taman yang terkenal adalah Zigurat atau Taman Gantung yang ditanami pohon. yaitu: 1) Periode Antik. Taman-taman di Mesir ditata dalam komposisi yang teratur berupa petak-petak berisikan bunga-bungaan kolam atau enclosure (Hakim. Periode Antik Periode Antik yang terjadi pada masa sebelum Masehi memperlihatkan bahwa tanaman hias belum dikenal. dan 4) Periode Modern. berbeda dengan bangsa Babylon. Taman dibuat pertama kali di daerah Mesopotamia yang terletak di lembah Sungai Euphrat oleh bangsa Babylon (3. dan Romawi. Taman-taman pada periode ini. bangsa Mesir kuno membangun taman di dalam tempat kediaman dan dipagar dengan tembok tebal. sistem irigasi. Tanaman yang pertama ditanam dalam suatu taman adalah jenis yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Taman kerajaan Asyiria kemungkinan dipengaruhi oleh desain Mesir. Mesir. yaitu taman-taman di Mesopotamia. 3) Periode Renaissance. 1971). Pengaturan dilakukan pada petak-petak tanaman produktif. Seni pertamanan bangsa ini diperlihatkan dengan pengaturan tempat-tempat pertanian sebagai tempat yang menyenangkan. Persia. Sejarah Perkembangan Tanaman dalam Lanskap Sejarah perkembangan tanaman dalam lanskap sesungguhnya berkembang sejalan dengan perkembangan taman. 1. dan lain sebagainya untuk kebutuhan kesenangan. Perkembangan taman mulai dari sebelum Masehi hingga sekarang. Dari reliefrelief peninggalan bangsa Asyiria menunjukkan pohon-pohon dan palem disusun . Ciri taman Asyiria umumnya berbentuk formal dalam penyusunan tanaman. Mesir seperti halnya Mesopotamia telah memiliki keahlian atau keunggulan di bidang hortikultura.

Selain itu. Kerajaan bangsa Yunani terutama pada pemerintahan Alexander the Great mengerjakan taman-taman dengan mengambil inspirasi taman-taman kerajaan Persia dan Mesir. Taman-taman ini umumnya menggunakan sistem irigasi yang dialirkan dari ladang pertanian yang jauh dari istana. 2011). Pola rumah bangsa Yunani ini dijadikan dasar oleh bangsa Romawi untuk membangun tempat tinggal. semua bunga dan pohon mempunyai arti simbolis dan makna. Pohon-pohon ini ditanam secara berbaris juga untuk memudahkan pengairan (Wahid dan Karsono. Unsur air yang digunakan dalam taman bernilai simbolis sebagai aliran air yang berasal dari Taman Firdaus dalam kitab suci. anggrek melambangkan kehalusan budi pekerti. dan budaya. Pada permulaan abad ini. Periode Abad Pertengahan Periode abad pertengahan berlangsung sekitar abad ke-7 hingga abad 15. Posisi bangunan diletakkan mengarah jalan dan letak kamar-kamar ditata ke sebelah dalam (in ward) yang dihubungkan dengan colonade serta pembukaan ke arah ruang terbuka atau atrium. taman tempat bersenang-senang jarang ditemukan di . 2. 2001). Taman-taman istana kerajaan Persia diciptakan untuk mengekspresikan keagungan dan kemegahan dalam bentuk lain. 1971). Bunga-bunga indah dan tanaman eksotik sering menjadi motif dekoratif pada sutera dan porselen. kebaikan. Pada masa pemerintahan kedua dinasti tersebut sudah terdapat taman istana megah yang bernuansa religius pengaruh ajaran Tao dan benilai estetika tinggi serta ditujukan sebagai tempat beristirahat dan bersenang-senang (Hyams. Catatan sejarah dan peninggalan kuno merupakan bukti yang mengisahkan kekayaan budaya dan flora negeri Cina. Perkembangan taman terjadi dari Mediteran di Barat sampai Cina di Timur Jauh. Biasanya ruang duduk atau ruang keluarga dihadapkan ke inner court atau patio yang selalu diberikan perkerasan serta dihiasi dengan patung dan tanaman di dalam pot.17 berbaris dengan teratur seperti di Mesir. chrysanthemum melambangkan kerendahan hati. Misalnya peoni melambangkan kekayaan dan kehormatan. Taman Cina yang terkenal dibuat pada jaman pemerintahan dinasti Chin dan dinasti Han. sopan santun. dan lotus melambangkan kemurnian dan kebenaran (Mariana. dan panjang umur.

Bangsawan dari Eropa Utara mengungkapkan keindahan dari taman-taman gereja dengan membuat taman bunga dengan gaya Pietro de Carescenzi. 1971). Robinia pseudoacacia. serta perkembangan perdagangan dan peningkatan perekonomian menyebabkan berkembangnya keberadaan taman-taman (Hakim. merupakan taman tertutup yang pertama kali dibuat di Eropa pada abad pertengahan (Hyams. dan marygold. dengan pola tertutup dan dengan tanaman rumput dan bunga-bungaan. dengan sistem politik pemerintahan yang semakin baik. Tanaman hias yang penting adalah mawar. antara lain.18 antara kota-kota dan benteng-benteng yang padat. Pada waktu itu. Taman ini memakai tanaman sayuran dan obat-obatan serta perpohonan dan tanaman hias bunga. Pada akhir abad ini. Tanaman yang dibudidayakan di Kebun Raya Padua. Tanaman bunga mulai menjadi berarti bagi kepentingan masyarakat pada abad ke-6 dan ke-7. Ruang terbuka umumnya berfungsi sebagai tempat menanami berbagai jenis tanaman obat-obatan dan buahan. Tanaman yang dibudidayakan di Kebun Raya Pisa. Kebun raya memberi pengaruh yang kuat pada pertamanan sehingga dapat dikatakan bahwa kebun raya merupakan ciri dari jaman Renaissance. Bignonia radicans. antara lain. 2003). Kebun raya ini muncul sekitar abad ke-16 dan diduga berasal dari Mesiko lalu bentuk taman dibawa oleh orang-orang Spanyol dan akhirnya menyebar ke Eropa. Pelargonium cuculatum. Madonna Lily sebagai bunga persembahan kepada Bunda Maria dan menjadi simbol yang bermakna dari bunga violet dan mawar. Periode Renaissance Periode ini berlangsung sekitar abad 15 sampai 20. Dua contoh kebun raya yang banyak dipelajari dalam botani adalah Kebun Raya Padua dan Kebun Raya Pisa. Cyclamen persicum. Cedros deodara. 3. terdapat tempat yang berbentuk semacam taman yang disebut Purgatones. dan Solanum tuberosum. Jasminum nudiflorum. Kebun Raya Padua dibuat pada tahun 1545 dan tetap bertahan sampai bertahun-tahun. Kebun-kebun ini dipelihara dan dipagari dengan tembok sebagai benteng yang kuat. Juglans . Tanaman Porticoes merupakan salah satu elemen taman yang penting yang dimasukkan oleh Byzantine Basilicos. violet. Karakteristik taman yang menonjol pada Periode Renaissance adalah kebun raya.

Villa de Este dibangun oleh Pirro Ligorio untuk Cardinal Ippolito de Este. melalui perhitungan dan perencanaan matang sehingga tercipta suatu taman yang nilai artistiknya tinggi. Olivier de Serre. bernuansa matematis. Villa Medici dibangun oleh Annibale Lippi untuk Cardinal Ricci pada tahun 1544. artistik. Orang lain yang berjasa dalam pembentukan Taman Perancis ialah Claude Mollet. dengan falsafah desain yang bertumpu pada peningkatan kenyamanan bagi manusia yang ingin menikmatinya. dan Inggris. sedangkan Villa Lante dibangun oleh Mignolia. Ciri taman ini ialah menggunakan pohon-pohon. Taman pada era ini diistilahkan memiliki “beauty and perfect form” yang dikaitkan dengan perubahan dalam segi kualitas. Elemen tanaman yang digunakan adalah pohon buah-buahan yang ditanam dalam pot besar dari tanah liat dan parterre. serta bersifat lebih terbuka (Damayanti. Taman-taman pada periode ini. Salah satu elemen utama taman . Taman yang dibuat menggunakan tanaman-tanaman yang ditanam rapat dalam baris-baris. Alianthus glandulosa. dan falsafah desain. semak evergreen. relaksasi. Beberapa karya yang terkenal di Italia adalah Villa Medici. violet. Villa ini adalah satusatunya villa yang tamannya masih utuh. Magnolia grandiflora. Perancis. antara lain. Orang yang pertama kali membawa pengaruh Renaissance ke Perancis ialah Leonardo da Vinci pada tahun 1514. Chaenomeles japonica. Taman-taman dibuat oleh para seniman taman bekerjasama dengan para botanis. Taman-taman di Perancis awalnya berkiblat pada taman-taman pada Periode Abad Pertengahan. lalu dibeli oleh Ferdinando de Medici pada tahun 1580. Taman-taman tidak hanya sebagai tempat meditasi tetapi lebih diutamakan sebagai tempat rekreasi. dan Villa Lante. Secara umum tanaman yang digunakan pada Periode Renaissance ialah menggunakan tanaman dalam bentuk pohon dan kelompok tanaman. dan Boyceau. Bunga-bunga yang digunakan. 1999). semak. Raja Henri VII dan Kardinal Wolsey adalah orang-orang yang berjasa dalam kemajuan taman-taman Renaissance di Inggris. wallflower. dan Tulip sp. Taman-taman yang dibangun oleh Olivier de Serre kebanyakan berisi sayuran.19 nigra. dan lily of the valley. buah-buahan. dan pesta perjamuan. dan bunga-bungaan. Villa de Este. Cinnamomum camphora. yaitu Taman Italia. dan bunga-bungaan.

dan tiruan-tiruan binatang. misalnya taman kota. Perkembangan taman mulai dari sebelum Masehi hingga sekarang. aprikot. dan almond. sedangkan bunganya. sedang dan sudah dibudidayakan. Periode Modern Periode ini dimulai pada abad 20 hingga sekarang. madonna lily. yaitu jalan berbentuk spiral yang dikelilingi pepohonan. Buah yang ditanam. tetapi juga tanaman yang disesuaikan dengan kondisi tapak di sekitarnya dan sedikit memerlukan tenaga kerja dalam penanaman dan pemeliharaan. Arsitek lanskap pada periode ini merencanakan taman tidak hanya sekedar tempat untuk koleksi bunga. Karya taman yang dihasilkan pada periode ini lebih beragam. Selain itu. termasuk hutan-hutan dengan vistanya. dapat . Beberapa taman memiliki parterre seperti pada Taman Perancis. sebagai tempat untuk bermain anak-anak (playground). lapangan-lapangan hijau. tetapi pola-polanya lebih sederhana. tanaman yang digunakan tidak hanya tanaman yang bersifat dekoratif. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. Ciri-cirinya ialah ditiru dari fountainbleau. antara lain. Taman telah berkembang sedemikian rupa. marygold. antara lain. peach.20 adalah mount. C. Taman pada periode ini dapat dianggap sebagai tempat untuk melakukan aktivitas sehari-hari (living space). Sejarah perkembangan tanaman dalam lanskap sesungguhnya berkembang sejalan dengan perkembangan taman. dan daffodils. carnation. pansy. Bentuk mount berasal dari Italia. Pada periode ini telah berkembang penggunaan tanaman dalam taman bahkan mutlak ada tanaman hias sebagai ornamen. 4. Rangkuman Tanaman lanskap adalah tanaman yang belum. dan juga sebagai tempat melakukan kegiatan seni atau hobby (work of art). tetapi juga sebagai outdoor livingroom. Model terbesar dari taman Renaissance di Inggris ialah Nonsuch Garden. taman rumah. dan taman bermain dengan penggunaan berbagai jenis tanaman. ada bosco. wallflower.

2. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1... PENUTUP A. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1... B. 3. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Jelaskan pengertian tanaman lanskap. dan 4) Periode Modern.. Jelaskan periode-periode perkembangan tanaman lanskap.. Jelaskan karakteristik tanaman lanskap yang membedakan dari unsur-unsur perancangan lainnya.. Tanaman yang melambangkan kekayaan dan kehormatan adalah...... 3) Periode Renaissance. yaitu 1) Periode Antik.....21 dibagi dalam 4 periode... (a) Kebun raya (b) Taman bunga (c) Kebun buah (d) Taman villa .. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangan tanaman lanskap. 2.. Lakukan penelusuran literatur mengenai sejarah perkembangan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. 2) Periode Abad Pertengahan.. (a) (b) (c) (d) Anggrek Peoni Chrysanthemum Lotus 2.. Karakteristik taman yang menonjol pada Periode Renaissance adalah...

Elemen tanaman yang digunakan pada Villa Medici adalah..100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang ... Jalan berbentuk spiral yang dikelilingi oleh pepohonan disebut.... Hitunglah jawaban Anda yang benar.... (a) Pohon buah-buahan (b) Lapangan hijau (c) Bunga-bungaan (d) Semak evergreen 4.... (a) The Maze (b) Grotto Palissy (c) Pietro de Carescenzi (d) Fountainbleau Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini........ Taman dengan pola tertutup dan dengan tanaman rumput dan bunga-bungaan disebut gaya. (a) Parterre (b) Bosco (c) Mount (d) Grotto 5......22 3......... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 2.....

2001. Kunci Jawaban 1. C. Anda dapat meneruskan pada Bab 3. 1983. Mariana F.23 Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Wahid J. Hakim R. Sejarah Penggunaan Bunga sebagai Elemen Taman dalam Taman Cina. bagus! Anda cukup memahami Bab 2. Hyams E. Jakarta: Penerbit Univ. 4(3): 21-25. Booth NK. Trisakti. 2(1): 25-28. 4. c 5. a 4. Illinois: Waveland Pr. A History of Garden and Gardening. Desain dan Konsep Arsitektur Lansekap Dari Zaman ke Zaman. Basic Elements of Landscape Architectural Design. B. c . New York: Praeger Publ. a 3. 6. Inc. b 2. 2011. Karakteristik Taman Italia. Damayanti VD. 3. Buletin Taman dan Lanskap Indonesia. Karsono. 1971. 2003. 2. Anda harus mengulangi Bab 2. Alam dan Lingkungan. Sumber/Referensi 1. Buletin Taman dan Lanskap Indonesia. D. 5. Yogyakarta: Graha Ilmu. 1999. Akan tetapi. terutama bagian yang belum Anda kuasai. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Arsitektur Lansekap Manusia.

Praktikum C. atap. Unsur tanaman digunakan secara arsitektural dalam fungsi lanskap sebagai komponen struktural seperti lantai. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. Secara arsitektural tanaman merupakan ruang kegiatan pada ruang luar. kegunaan arsitektural adalah yang pertama dipelajari. Collaborative learning 2. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui sumber bacaan dan internet. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Dalam pengembangan perancangan. 3.24 BAB 3 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK ARSITEKTURAL PENDAHULUAN Kegunaan arsitektural unsur tanaman sangat penting dalam penataan lanskap terutama sebagai pembentuk ruang luar. Karakteristik visual unsur tanaman umumnya dipilih setelah fungsi arsitekturalnya ditetapkan. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. dan dinding. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. B. . Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Strategi Pembelajaran 1. 4. A. 2.

Tanaman semak dapat digunakan sebagai pembentuk bidang vertikal (dinding). semi terbuka. publik. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. Pembentukan Ruang Pembentukan ruang berarti mengolah bidang atau unsur pembentuk ruang. penyekat. 2. Jenis tanaman sebagai pembentuk ruang dikelompokkan menjadi tanaman pelantai. dan pengendali keleluasaan pribadi. A. ruang yang bersifat terbuka.25 D. dan tanaman pengatap. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Istilah aspek arsitektural tidak dimaksudkan hanya untuk lingkungan buatan. Indikator Pencapaian 1. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Pohon dapat digunakan untuk membentuk bidang pengatap/atap. dan bidang pengatap. Rumput atau tanaman penutup tanah (groundcover) dapat digunakan untuk membentuk bidang dasar (lantai). tanaman pedinding. 4. antara lain. yaitu bidang dasar. Kesan ruang tergantung pada pembatas nyata dan maya dengan memodifikasi ketiga bidang tersebut baik secara sendiri maupun digabung. Unsur tanaman dapat digunakan dalam lanskap untuk saling mempengaruhi bidang-bidang pembatas tersebut. bidang vertikal. Berbagai kesan ruang dapat diciptakan dengan elemen tanaman. 3. dan sebagainya. Penggolongan tanaman berdasarkan aspek arsitektural artinya menciptakan ruang dengan unsur tanaman. Unsur tanaman pada lingkungan alami dapat berperan dengan baik dengan menyempurnakan fungsi-fungsi ”arsitekturnya". intim. tertutup. semi publik. tanaman dapat digolongkan berdasarkan fungsinya sebagai pembentukan ruang. . Berdasarkan aspek arsitektural.

batang pohon berperan sebagai tiang vertikal pada ruang luar. 1983) 3. rumput. Tanaman Pelantai Untuk membentuk bidang dasar. tanaman membentuk ruang vertikal secara fisik. dan pola susunannya. Misalnya. batas antara daerah rumput dan tanaman penutup memberikan gambaran batas ruang tanpa penyekat fisik (Gambar 1). sekali lagi pembatasan ruang ini lebih banyak secara tidak nyata daripada secara nyata (Gambar 2). Pertama. Jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pembentuk bidang lantai adalah tanaman yang tingginya sampai setinggi mata kaki. kepadatan massa. Ruang maya terbentuk di antara penutup tanah dan rumput (Sumber: Booth. Komposisi tanaman berupa susunan pohon atau semak dapat membentuk bidang pembatas atau dinding . dan groundcover. tanaman penutup atau semak dapat secara tidak langsung membentuk ruang dengan perbedaan ketinggian dan bahan. Tanaman Pedinding Untuk membentuk bidang vertikal. Dalam hal ini. Tingkat ketertutupan dapat bervariasi dengan ukuran batang. Gambar 1. seperti lumut. unsur tanaman dapat mempengaruhi persepsi ruang dalam berbagai cara.26 2. tetapi dengan ketinggian yang rendah memberi kesan suatu dinding.

Gambar 2. dengan demikian menutup pandangan langsung ke langit. .27 (Hakim dan Utomo. 1983) 4. kepadatan dan ketinggian massa daun mempengaruhi kualitas ruang. Dalam hal ini. Semakin tinggi pohon dan semakin besar dan rapat daunnya. semakin kuat kesan ketertutupannya. 2003). semakin kuat kesan ketertutupannya. Perubahan tingkat ketertutupan lebih jelas dan cenderung tampak dengan adanya variasi musim pada tanaman berdaun rontok. Kesan pengatap yang kuat dapat dirasakan jika tajuk pohon saling tumpang tindih. Semakin banyak batang pohon seperti dalam suasana hutan alami. membatasi pandangan ke langit. Tanaman Pengatap Bidang pengatap suatu ruang dapat dimodifikasi melalui unsur tanaman. Contoh lain dari batang pohon yang membentuk batas ruang dapat dilihat sepanjang jalan yang ditanami pohon dimana massa batang pohon pada musim dingin memberi gambaran batas-batas ruang walaupun tanpa daun. Batas ruang maya terbentuk oleh massa batang pohon (Sumber: Booth. massa daun tanaman dapat mempengaruhi bidang vertikal ketertutupan ruang. Massa daun dan percabangan pada tajuk pohon membentuk atap pada ruang luar. dan mempengaruhi skala vertikal ruang tersebut (Gambar 3). Kedua.

tetapi sebagian tertutup pada salah satu sisi atau lebih dengan tanaman tinggi. akrab.28 Dalam pembentukan ruang luar dengan menggunakan unsur tanaman. Gambar 3. dan terbuka terhadap sinar matahari dan langit. seperti dengan unsur perancangan yang lain. Ruang ini umumnya sesuai untuk teras rumah dimana kesan pribadi diperlukan pada satu arah. Ruang Semi Terbuka Ruang ini sama dengan ruang terbuka. dan sebagainya). perancang harus menentukan terlebih dahulu tujuan yang akan dicapai dan kualitas ruang yang diinginkan (terbuka. Ruang yang Terbuka Arsitek lanskap dapat menciptakan ruang secara tidak langsung terbuka ke semua arah dengan menggunakan semak dan tanaman penutup sebagai pembatas ruang. tetapi agak transparan dan berorientasi kuat pada sisi yang terbuka. monumental. Tanaman tersebut berperan sebagai dinding vertikal yang menghalangi pandangan ke dalam dan luar ruang. Tipe ruang yang demikian memiliki kualitas yang sama dengan ruang yang terbuka. 1983) 1. Ruang seperti memberi kesan luas. Bidang pengatap terbentuk oleh bagian bawah tajuk pohon (Sumber: Booth. Setelah itu arsitek lanskap dapat melanjutkan dengan memilih dan menyusun tanaman yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. 2. Beberapa tipe dasar ruang yang terbentuk oleh tanaman diuraikan sebagai berikut. tertutup. tidak memberi kesan pribadi. tetapi diinginkan pandangan yang terbuka pada sisi lain .

kegunaan lain adalah untuk menutup obyek atau pemandangan yang . B. Ruang Beratap (Canopied Space) Ruang beratap dapat dibentuk dengan bagian-bagian atas tertutup dan sisi-sisi terbuka menggunakan massa tanaman peneduh dengan tajuk tanaman yang padat. memberikan kesan keleluasaan pribadi. Salah satu variasi ruang ini adalah ”lorong” yang terbentuk oleh tanaman peneduh sepanjang jalan raya atau jalan setapak. Ruang seperti ini dapat dirasakan seperti suasana hutan.29 3. Ruang ini berkesan sejuk dan memungkinkan pandangan tak langsung ke dalam dan luar ruang melalui sisi-sisinya. berorientasi ke dalam. Perbedaan utama ruang ini adalah tertutup pada sisi-sisinya dan tanaman berukuran sedang dan kecil. Tergantung besarnya tekanan yang diinginkan. Sinar matahari tersaring tajuk tanaman dan cahaya menembus dari sisi-sisinya. ruang tersebut dapat terbuka atau tertutup pada sisi-sisinya. 4. 5. Dalam kaitannya dengan lanskap. Ruang Vertikal Dengan menggunakan tanaman tinggi. Secara keseluruhan ruang ini berkesan "terapit" antara bidang atas dari tajuk pohon dan bidang dasar apabila seseorang melewati antara batang-batang pohon. agak gelap. tipe ruang ini sering dirasakan jika seseorang berdiri di lantai dasar bangunan yang terbuka dengan sisi-sisi yang terbuka. arsitek lanskap dapat membentuk ruang luar dengan orientasi vertikal dan terbuka ke arah langit. Salah satu variasi yang memungkinkan dari ruang ini adalah menggunakan tanaman yang berbentuk meruncing ke atas sebagai unsur pembentuk ruang. ruang ini merupakan karakteristik ruang terbuka hijau perkotaan. Secara arsitektural. dan terisolir. Ruang beratap juga membentuk kesan skala vertikal yang kuat dengan penutupan ketinggian ruang. Hal ini dimaksudkan agar ruang yang terbentuk dapat mengembang atau mengecil apabila ruangnya bertambah tinggi. Penyekat (Screening) Apabila pembentukan ruang luar merupakan salah satu kegunaan arsitektural tanaman. Ruang Tertutup Beratap (Enclosed Canopied Space) Ruang ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan ruang beratap.

Hal ini sangat tergantung dari tujuan perancangannya. Unsur tanaman sebagai penyekat vertikal dapat mengendalikan pandangan agar obyek yang diinginkan dalam lanskap dapat terlihat dan obyek yang kurang baik terhalangi. Pengendali keleluasaan pribadi sering merupakan tujuan perancangan yang diinginkan sebagai ruang duduk yang akrab (intim) atau merupakan teras rumah.30 kurang menarik suatu lingkungan. dan bentuk permukaan tanah. tinggi unsurunsur yang tidak menarik. apabila tanaman digunakan sebagai penyekat. tidak berarti baik untuk penyekat. Tanaman hijau sepanjang tahun adalah yang paling sesuai untuk penyekat permanen untuk menghalangi pandangan sepanjang tahun. atau dibuat transparan agar menghalangi sebagian pandangan. Pengendali Keleluasaan Pribadi Fungsi tanaman yang mirip dengan fungsi penyekat adalah sebagai pengendali keleluasaan pribadi. Tanaman yang tinggi. unsur yang kurang menarik. tanaman dapat membatasi pandangan secara total sehingga tidak tembus sama sekali (opaque). Perbedaan yang jelas antara keduanya adalah pengendali keleluasaan pribadi memisahkan ruang dengan sekitarnya. perancang terlebih dahulu harus menganalisis titik-titik mana agar pengamat dapat melihat. Tujuan dari pengendalian pandangan ini adalah untuk memisahkan ruang dengan sekitarnya (Gambar 4). Penyekat menghalangi secara bijaksana sebagian dari pandangan pengendali keleluasaan pribadi mengurangi kebebasan bergerak dalam ruang. jarak antara pengamat. Faktor-faktor tersebut secara bersama-sama mempengaruhi tinggi. walaupun kadang-kadang perlu pada situasi tertentu. sedangkan penyekat memungkinkan pergerakan di sekitar tanaman pembatas. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah musim. Pengendali keleluasaan pribadi adalah teknik penempatan tanaman di sekitar area tertentu agar pandangan ke dalam dan dari ruang dapat dihalangi. dan penempatan tanaman pembatas yang diinginkan. dengan demikian menghalangi pandangan ke dan dari ruang. susunan. C. . Untuk membentuk penyekat tanaman secara efektif.

tanaman dapat digolongkan berdasarkan fungsinya sebagai 1) pembentukan ruang. .31 Gambar 4. dinding. D. Berdasarkan aspek arsitektural. Pengendali keleluasaan pribadi (Sumber: Booth. dan lantai. umumnya memberi kesan keleluasaan pribadi yang kuat. Tanaman sebatas dada memberikan keleluasaan pribadi sebagian.yang rimbun dengan tinggi lebih dari 2 meter. dan tanaman lebih rendah lagi kurang memberikan rasa keleluasaan pribadi. 2) penyekat. tetapi akan memberikan keleluasaan pribadi secara total jika sedang duduk. Rangkuman Unsur tanaman digunakan secara arsitektural dalam fungsi lanskap sebagai komponen struktural seperti atap. dan 3) pengendali keleluasaan pribadi. Tanaman. 1983) Penyekat tingkat pengendali keleluasaan pribadi dipengaruhi langsung oleh karakteristik tanaman yang digunakan untuk menghalangi pandangan. Kegunaan arsitektural lebih ditekankan pada aspek struktural.

.... Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural.. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. 2... Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1......32 PENUTUP A........ 3...... Jelaskan fungsi tanaman sebagai penyekat (screening). Ruang yang terbentuk oleh tanaman peneduh dengan tajuk tanaman yang rapat adalah. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.. (a) Dasar (b) Vertikal (c) Horizontal (d) Atap 2.. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Jelaskan fungsi tanaman sebagai pembentukan ruang. Jelaskan fungsi tanaman sebagai pengendali keleluasaan pribadi. (a) Tanaman rendah . Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. 2. 4. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda... (a) Ruang terbuka (b) Ruang semi terbuka (c) Ruang beratap (d) Ruang vertikal 3... Tanaman penutup tanah dapat digunakan untuk membentuk bidang... B. Tanaman yang digunakan untuk memberi kesan pribadi yang kuat adalah... Jelaskan lima tipe dasar ruang yang terbentuk oleh tanaman...

Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Anda harus mengulangi Bab 3.... Akan tetapi...33 (b) Tanaman rimbun dengan tinggi > 2 m (c) Tanaman dengan tinggi > 2 m (d) Tanaman setinggi dada 4... (a) < 3 m (b) 3 – 5 m (c) 5 – 9 m (d) > 9 m Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.. Apabila massa daun tanaman semakin besar dan rapat.. maka ruang akan semakin.. (a) Lemah kesan ketertutupannya (b) Kuat kesan keterbukaannya (c) Lemah kesan keterbukaannya (d) Kuat kesan ketertutupannya 5. .. Anda dapat meneruskan pada Bab 4... terutama bagian yang belum Anda kuasai... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 3... Hitunglah jawaban Anda yang benar.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas..... bagus! Anda cukup memahami Bab 3.. Jarak antara pohon yang memiliki efektivitas visual adalah...

Kunci Jawaban 1. Basic Elements of Landscape Architectural Design. Inc. D. b 4. Hakim R. H. 1983. a 2. Illinois: Waveland Pr. d . 2003. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara. 2.34 C. Komponen Perancangan Arsitektur Lanskap. Booth NK. c 3. Sumber/Referensi 1. Utomo. d 5. Prinsip – Unsur dan Aplikasi Desain.

disamping menyempurnakan fungsi-fungsi yang lain. menghalangi pandangan. memodifikasi suhu udara. Ukuran. Penataan tanaman yang berhasil. yaitu untuk membentuk ruang. E.35 BAB 4 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK VISUAL PENDAHULUAN Unsur tanaman selain berfungsi untuk kegunaan arsitektural dalam perancangan. membentuk ruang keleluasaan pribadi. Kegunaan arsitektural lebih ditekankan pada aspek struktural. apabila dapat menarik pandangan. F. menstabilkan tanah. bentuk. Collaborative learning 2. Strategi Pembelajaran 1. Praktikum . sedangkan kegunaan estetika lebih menyangkut pada kualitas visual suatu perancangan. karena tanggapan seseorang merupakan reaksi terhadap apa yang terlihat. Kualitas visual dalam penataan tanaman sangat penting. warna. menciptakan urut-urutan ruang. tetapi apabila kurang menarik akan mengganggu pandangan. juga memiliki kegunaan estetika. dan tekstur tanaman serta susunan komposisi dan hubungannya dengan lingkungan sekitar merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas estetika suatu perancangan. Suatu penataan tanaman dapat berfungsi dengan baik sebagai pembentuk ruang. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum.

Ukuran Tanaman Ukuran merupakan karakteristik visual penting unsur tanaman yang perlu dikaji terlebih dahulu dalam pemilihan tanaman untuk perancangan. Indikator Pencapaian 1. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. H. tanaman yang paling cepat terlihat dari segi komposisi dan ruang dalam lanskap adalah pohon besar dan sedang. Pohon besar dan sedang Berdasarkan ukurannya. sedangkan pohon . Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek visual.36 G. dan kegunaan tersendiri dalam ruang luar. warna. 2. bentuk. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek visual melalui sumber bacaan dan internet. dan tekstur. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. 3. Unsur tanaman dapat dikategorikan dengan ukuran-ukuran sebagai berikut. 4. 3. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. Pohon besar yang sudah tumbuh dewasa berukuran tinggi 12 meter atau lebih. A. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. kualitas. dan keseluruhan kerangka kerja perancangan. 1. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. 4. Ukuran tanaman secara langsung mempengaruhi ukuran ruang. yang akan diuraikan terinci pada bagian berikut. Setiap karakteristik visual tanaman memiliki sub-kategori. karakteristik visual tanaman mencakup ukuran. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Secara umum. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. 2. daya tarik komposisi.

Oleh karena itu. dan mungkin satusatunya unsur tanaman yang terlihat. Gambar 5. beringin (Ficus benjamina). yang pertama terlihat adalah pohon-pohon besar. dan kayu manis (Cinnamommum burmanii). sedangkan contoh pohon sedang adalah bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea). dan kecrutan (Spathodea campanulata). oleh karena itu berperan sebagai pusat perhatian jika diletakkan di antara tanamantanaman kecil (Gambar 5).37 sedang ketinggian maksimum 9 – 12 meter. Jika dilihat dari seberang lapangan terbuka atau plaza. sawo kecik (Manilkara kauki). Tanaman-tanaman kecil memberikan detail dengan skala yang lebih . Contoh pohon besar adalah flamboyan (Delonix regia). 1983) Pohon besar dan sedang menjadi semakin penting sebagai unsur komposisi jika ukuran ruang luar semakin besar. perdu dan semak dapat diatur untuk melengkapi dan memperkuat kualitas komposisi ruang luar. Pohon-pohon kecil atau perdu hanya terlihat pada jarak yang relatif dekat. Apabila pohon besar telah ditempatkan. Kategori unsur tanaman ini merupakan unsur visual yang dominan karena ketinggian dan massanya. pohon besar dan sedang seharusnya merupakan unsur tanaman yang ditempatkan dalam perancangan karena penempatan tersebut dapat memberikan pengaruh besar terhadap penampakkan dan kesan komposisi secara keseluruhan. Demikian juga pohon besar dan sedang merupakan tanaman yang pertama-tama terlihat dalam suatu komposisi. cemara kipas (Thuja orientalis). Fungsinya sama dengan kerangka besi atau kayu sebuah bangunan. Pohon besar sebagai unsur dominan (Sumber: Booth. trembesi (Samanea saman). memberikan bentuk tiga dimensi keseluruhan suatu komposisi dengan membentuk struktur dasar dan kerangka ruang luar.

seperti di hutan rimba. Pohon kecil (perdu) Dilihat dari segi ukuran tanaman. baik pada bidang vertikal maupun bidang atas. dan palem wregu (Rhapis exelsa). menjadi ruang-ruang yang lebih kecil. Contoh tanaman ini adalah kol banda (Pisonia alba). pohon tampak sebagai latar depan yang transparan sehingga memberikan kesan lebih mendalam terhadap ruang yang sedang dilihat. Pada tapak berukuran kecil. jakaranda (Jakaranda filicifolia). dadap merah (Erythrina cristagalli). Tajuk dan batang pohon besar dan sedang dapat membentuk atap dan dinding ruang luar. Fungsi lain pohon besar dan sedang di lingkungan adalah untuk membatasi ruang pada bidang atas dan bidang vertikal. Tergantung ketinggian tajuk tanaman.5 – 6 meter. tergantung ketinggian tajuk pohon.5 meter di atas tanah atau berkesan monumental jika tinggi tajuk 12 – 15 meter di atas tanah. karena hal ini cenderung mengaburkan skala perancangan dan unsur-unsur yang lebih kecil. Jika dari sela-sela batang dan cabang-cabangnya yang rendah dari perdu dapat melihat pandangan (Gambar 6). bunga. 2.38 terukur dalam kerangka keseluruhan komposisi yang terbentuk oleh pohon besar. Perdu dapat membatasi ruang. dan buah yang menyolok pada tanaman ornamental. perdu diartikan sebagai tanaman yang tumbuh dengan ketinggian maksimal 4. Perdu dapat berperan sebagai aksen visual dalam komposisi (Gambar 7). agar berhati-hati untuk tidak menggunakan pohon besar. ruang akan terasa lebih manusiawi jika tinggi tajuk pohon 3 – 4. Pohon besar dan sedang merupakan unsur penting di dalam membagi-bagi (subdividing) ruang-ruang perkotaan dan pedesaan luas yang awalnya dibatasi oleh bangunan-bangunan dan permukaan tanah. kembang merak (Caesalpinia pulcherima). Disini ketinggian dan sisi-sisi massa tajuk tanaman merupakan aspek penting dalam membentuk batas-batas ruang dan skalanya. Hal ini dapat diciptakan melalui ukuran yang kontras dengan tanaman-tanaman rendah. Kesan ruang luar dapat bervariasi. . perdu dapat membentuk batas-batas ruang pada bidang vertikal dengan batang-batang pohon atau melingkupi ruang pada bidang vertikal jika massa tajuknya sebatas mata. atau dari bentuk.

membentuk kanopi atau atap pada suatu daerah. Contoh semak tinggi. Selain itu. 1983) Gambar 7. pangkas kuning (Duranta repens). dapat dipakai sebagai titik akhir ruang linier seperti bentuk patung atau bentuk abstrak untuk mengarahkan dan menarik orang ke dalam ruang. Batang pohon kecil sebagai latar depan suatu pusat perhatian (Sumber: Booth. Gambar 6. antara lain. Umumnya massa daun semak. Perdu sebagai pusat perhatian dalam komposisi tanaman (Sumber: Booth. Walaupun perbedaan ini . kembang kertas (Bougenvillea spectabilis). hampir atau sampai ke tanah. 1983) 3. dan hanjuang (Cordyline terminalis). Semak tinggi tidak hanya lebih pendek dari perdu. tetapi dapat dikenal dari massa daunnya yang rendah.39 Tanaman ini digunakan sebagai pusat perhatian di tempat-tempat yang diinginkan untuk menarik perhatian.5 meter. Semak tinggi Semak tinggi merupakan tanaman yang tumbuh dengan tinggi maksimal 3 – 4. kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). nusa indah (Mussaenda sp).

Semak tinggi dapat digunakan dalam lanskap sebagai dinding untuk melengkapi batas ruang (spatial enclosure) pada bidang vertikal. Gambar 8. asoka (Ixora javanica). Contoh tanaman semak sedang. 1983) 4. antara lain. Dengan demikian. Semak tinggi juga dapat menciptakan ruang semacam koridor yang kuat dan tegas mengarahkan pergerakan dan pandangan ke terminus. Massa daun tanaman ini dapat mencapai tanah atau sedikit lebih tinggi. . Namun demikian. warna. Tanaman ini terdiri atas berbagai bentuk. Tanaman semak sedang berfungsi sama seperti semak rendah dalam perancangan. tetapi pada kenyataannya tidak selalu jelas. kesan ruang tersebut cenderung tampak ringan (light) dan terang (sunny) dengan orientasi kuat ke atas. Kualitas pelingkupnya dapat lebih bervariasi menurut musim jika semak tinggi terdiri atas tanaman berdaun rontok. tetapi dengan pelingkup ruang (spatial containment) lebih banyak. Ruang yang dibatasi semak tinggi hanya melingkupi sisinya dan terbuka di bagian atas (Gambar 8). dan tekstur. kaca piring (Gardenia angusta). perbedaan antara semak tinggi dengan perdu dibuat untuk mempermudah perbedaan. dan bunga mentega (Nerium oleander).40 membantu mengkategorikan tanaman menurut ukuran. lolypop kuning (Pacystachys lutea). Semak sedang Kategori ini mencakup tanaman yang mempunyai tinggi 1 – 2 meter. Tanaman semak tinggi membatasi ruang pada bidang vertikal tetapi memberikan pandangan terbuka ke atas (Sumber: Booth. sedangkan tanaman hijau sepanjang tahun akan tetap konsisten. khususnya jika banyak terdapat semak tinggi yang bercabangcabang membentuk kanopi terapung (floating canopy).

antara lain. Contoh tanaman ini. adam hawa (Rhoeo . Semak rendah yang optimal mempunyai tinggi 1 meter atau kurang. difenbachia (Dieffenbachia spp. Semak rendah dapat membatasi ruang atau memisahkan ruang tanpa menghalangi pandangan ke dalam atau keluar. begonia (Begonia sp). 6. kembang coklat (Widelia biflora). sedangkan semak rendah berfungsi sebagai penghubung vertikal. bunga pukul empat (Mirabilis jalava).41 Semak sedang berperan sebagai peralihan visual suatu komposisi antara perdu atau semak tinggi dengan semak rendah. Tanaman Penutup Tanah Kategori tanaman-tanaman terkecil menurut ukurannya adalah tanaman penutup tanah. Contoh tanaman semak rendah. Tanaman penutup tanah mempunyai berbagai macam karakteristik. Istilah tanaman penutup tahah digunakan untuk tanaman rendah atau yang menyebar dengan tinggi maksimal 15 – 30 cm. jika dilihat dari batas mata normal. Semak rendah dengan komposisi tertentu dapat menghubungkan secara vertikal unsur-unsur yang tidak berhubungan. Oleh karena semak rendah mempunyai tinggi yang tidak menyolok. maka tanaman tersebut membentuk ruang semu (implication) daripada pembatas fisik secara nyata. Oleh karena itu. dan tapak dara (Vinca rosea). Tanaman penutup tanah menghubungkan unsur lain secara visual dengan berperan sebagai bidang dasar. Fungsi lain berkaitan dengan hal itu adalah menggunakan semak rendah sepanjang jalan setapak untuk mengarahkan pejalan kaki tanpa mengganggu garis pandangnya (line of vision). Hal ini agak berbeda dengan tanaman penutup. mulai dari tanaman berbunga sampai yang herbaceous. sama seperti tembok yang rendah. Semak rendah dianggap lebih tinggi dari 30 cm. bunga kana (Canna sp). pisang hias (Heliconia sp). Semak rendah Semak rendah merupakan kategori tanaman kecil dalam hirarki ukuran tanaman.). karena tanaman dengan ketinggian di bawah itu nampak dan berfungsi sebagai penutup tanah. Dengan demikian ruang yang direncanakan terbuka pada sisi-sisinya dapat dibatasi dengan semak rendah pada bidang vertikalnya. antara lain. 5. semak rendah berperan sebagai penghubung visual yang kuat diantara unsur-unsur dalam suatu komposisi.

dan daun mutiara (Philea sp). Tanaman penutup tanah juga dapat berfungsi sebagai unsur netral yang menghubungkan berbagai bagian dari komposisi. khususnya jika berbatasan dengan halaman rumput atau perkerasan. Kegunaan praktis tanaman penutup tanah adalah untuk menutup daerahdaerah yang kurang sesuai untuk rumput atau unsur-unsur lain. Kegunaan tanaman penutup tanah dapat menciptakan latar belakang atau “setting” yang senada menjadi pusat perhatian. karena dapat menghubungkan semua tanaman menjadi satu area pada bidang dasar. Kelompok perdu atau pohon yang tidak berhubungan dapat dibuat sebagai bagian dari komposisi yang sama oleh tanaman penutup tanah. Dalam kaitannya dengan hal tersebut.42 discolor). Tanaman penutup tanah dapat digunakan dalam perancangan untuk membentuk tepi atau batas ruang. Sebagai contoh. Tanaman penutup tanah merupakan bahan yang efektif untuk membuat bentuk luar suatu pola yang direncanakan pada bidang dasar tanpa menggunakan bahan arsitektural yang keras. Tanaman penutup tanah akan tampak menarik jika ditata berdampingan dengan unsur yang berwarna dan bertekstur menyolok. Garis yang tercipta oleh tepi tanaman penutup tanah dengan rumput atau perkerasan tampak menarik dan mengarahkan mata ke sekitar ruang. Kegunaan yang sama tanaman penutup adalah untuk membatasi permukaan bukan jalan. Daerah-daerah yang . Untuk dapat berperan sebagai "setting" yang netral. Tanaman penutup tanah dapat dikatakan sebagai "permadani" tanaman atau material pelantai ruang luar serta mempunyai berbagai fungsi dalam perancangan. Kegunaan ini amat penting bagi tanaman penutup tanah yang memiliki bunga-bunga yang indah. tanaman penutup sering dipakai dalam ruang luar untuk membentuk tepi-tepi pola pada bidang dasar. area tanaman penutup tanah harus luas untuk mencegah gangguan visual unsur-unsur lain yang berdekatan. suatu petak bunga di bawah patung atau pohon ornamental yang menarik. Penerapan lain dari tanaman penutup tanah dalam perancangan adalah menghubungkan secara visual unsur-unsur yang terpisah atau kelompok unsur-unsur dalam satu kesatuan. Kegunaan lain dari tanaman penutup tanah adalah memberikan daya tarik visual berdasarkan warna dan tekstur yang menyolok.

. Bentuk tanaman secara individual atau kelompok merupakan bentuk keseluruhan dan visual tidak sekuat membentuk ukuran. Pada keadaan seperti ini tanaman penutup tanah dapat digunakan sebagai pengganti rumput. piramidal/kerucut. tanaman penutup tanah pada umumnya memerlukan pemeliharaan lebih sedikit daripada halaman rumput. yang dapat sesuai dengan habitat pertumbuhannya. menyebar/horizontal. Agak sukar untuk membentuk permukaan rumput pada lereng dengan kemiringan lebih dari 4:1 dan berbahaya untuk memangkasnya. atau bentuk luar (outline) silhouetnya. merunduk (weeping) dan picturesque (Gambar 9). Bentuk tanaman dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan bentuk dua atau tiga dimensi. waktu. Tipe-tipe dasar bentuk tanaman adalah: fastigiate. memberi kesan dinamis. area-area dengan tanaman penutup tanah dapat menghemat biaya. Setiap tipe-tipe bentuk tersebut. Bentuk Tanaman Karakteristik visual tanaman selanjutnya adalah bentuk tanaman. memperlebar atau memperluas pandangan ataupun sebagai aksentuasi dalam suatu ruang (Hakim. Walaupun secara faktor kunci dalam struktur mempengaruhi kesatuan dan keanekaragaman. berperan sebagai aksen atau latar belakang. masing-masing memiliki karakteristik yang khas dan penerapannya dalam perancangan diuraikan sebagai berikut.43 sukar untuk ditanami rumput atau unsur-unsur lain adalah dekat bangunan atau tempat-tempat lain yang sukar dicapai mesin pemotong rumput atau tempat-tempat yang terlampau gelap dan teduh. dan energi dalam pemeliharaan dibanding dengan halaman berumput. B. kolumnar. indah. dan menyeleraskan tanaman dengan unsur-unsur padat lain dalam perancangan. 2006). bulat (globular). Dengan luas yang sama. bentuk tanaman juga merupakan komposisi tanaman. Dalam jangka waktu yang panjang. Kegunaan tanaman penutup tanah yang lain adalah untuk menstabilkan tanah dan mencegah erosi pada lereng-lereng curam.

Tanaman-tanaman tersebut memberi kesan vertikal dan meninggi. tanaman berbentuk fastigiate memberi penekanan vertikal dan mengarahkan mata ke atas. Fastigiate (tinggi-ramping) Bentuk tanaman fastigiate adalah bentuk yang meninggi-ramping dan meruncing di bagian atas. 1983) 5. Tipe dasar bentuk tanaman (Sumber: Booth. Dalam perancangan. tanaman dengan bentuk fastigiate dapat memberikan kesan massa atau ruang yang terjadi tampak lebih tinggi dari . baik terhadap massa tanamannya maupun ruang yang dibatasi.44 Gambar 9. Jika digunakan dalam jumlah banyak. Contoh tanaman seperti ini adalah cemara lilin (Cupressus lucitanica).

tanaman berbentuk menyebar dapat digunakan sebagai kontras terhadap bentuk fastigiate dan kolumnar dalam suatu komposisi. dapat digunakan untuk menghubungkan bentuk-bentuk lain dalam komposisi secara visual. Bentuk Kolumnar Tanaman berbentuk kolumnar sama seperti tanaman berbentuk fastigiate. khususnya jika bentuk-bentuk horizontal diulang secara seksama di dalam perancangan. karena hal ini dapat menciptakan perancangan yang kacau karena banyak titik-titik perhatian individual. Tanaman berbentuk kolumnar memiliki kegunaan yang sama dengan bentuk fastigiate dalam perancangan. Tanaman dengan bentuk tinggi ramping seharusnya tidak ditempatkan di berbagai tempat pada suatu komposisi. 2. 3. fastigiate berperan sebagai aksen dan exclamation point seperti menara gereja pada kaki langit suatu kota di pedalaman. Bentuk Bulat (Globular) Sesuai dengan namanya. Tanaman berbentuk fastigiate dapat menarik perhatian sehingga sebaiknya digunakan secara seksama dalam jumlah sedikit pada titik-titik tertentu dengan tepat.45 sebenarnya. Contoh tanaman tersebut adalah trembesi (Samanea saman) dan bunga lampion (Brownea capitella). garis-garis panjang yang menjangkau kaki langit dan bangunan-bangunan berbentuk horizontal yang rendah. 4. dengan habit umumnya horizontal. Sebaliknya. Tanaman berbentuk menyebar dapat digunakan dalam perancangan untuk memberikan kesan luas dan melebar (Gambar 10). Oleh karena itu. Jika diletakkan secara kontras dengan tanaman rendah dan bentukbentuk bulat atau menyebar. Tanaman damar (Agathis damara) dan kenanga (Cananga odorata) merupakan contoh-contoh tanaman dengan bentuk kolumnar. Bentuk Menyebar/Horizontal Tipe bentuk tanaman ini lebarnya lebih kurang sama dengan ketinggiannya. Tanaman johar (Cassia siamea) dan kiara payung (Filicium decipiens) adalah . tanaman-tanaman tersebut dapat memperkuat garis-garis arsitektur menyatukan dengan tapak sekitarnya. Tanaman berbentuk menyebar tampak harmonis dengan permukaan tanah rata. Jika diletakkan berdekatan dengan bangunan. hanya agak bulat di bagian atasnya. tipe tanaman ini memiliki bentuk bulat menyerupai bola.

Tidak seperti bentuk-bentuk tanaman fastigiate atau menyebar. Gambar 10. Terakhir. tanaman ini juga dapat digunakan untuk mengulang bentuk bangunan piramidal atau permukaan tanah yang bergunung-gunung. tanaman ini digunakan sebagai aksen visual. Bentuk-bentuk spreading memberi kesan lebar dan luas (Sumber: Booth.46 contoh tanaman berbentuk bulat. terutama bagian atas yang meruncing dan mudah dilihat. Selain itu. Tanaman berbentuk bulat juga dapat ditempatkan pada perancangan untuk menyelaraskan serta mengulang bentuk-bentuk curvilinier seperti permukaan tanah yang berbukitbukit. Oleh karena itu. 1983) 5. tanaman berbentuk bulat "tidak memberi kesan mengarahkan" dan "netral". Oleh karena itu. tanaman dengan bentuk kerucut dapat digunakan secara harmonis dan selaras pada . Tanaman berbentuk bulat merupakan tipe bentuk tanaman terbanyak sehingga tanaman ini banyak dipakai dalam komposisi perancangan. Contoh tanaman ini adalah cemara kipas (Thuja occidentalis) dan pinus (Pinus merkusii). Bentuk Piramidal/Kerucut Tipe bentuk tanaman ini memiliki bentuk piramidal dari dasar secara gradual meruncing ke atas. tanaman berbentuk bulat akan mudah digunakan untuk menyatukan suatu komposisi perancangan. Tanaman berbentuk bulat dapat berperan sebagai tanaman pelembut dan netral terhadap bentuk-bentuk lain yang lebih menyolok. Oleh karena itu. khususnya jika ditata secara kontras dengan bentuk-bentuk bulat rendah. Tanaman dengan bentuk piramidal mempunyai bentuk-bentuk luar (outline) yang menyolok. beberapa ahli teori perancangan menyarankan agar bentuk-bentuk piramidal/kerucut digunakan secara hati-hati pada wilayah yang rata. dimana secara visual tidak terdapat gunung sama sekali.

meliuk-liuk. Bentuk Merunduk (Weeping) Bentuk tanaman merunduk memiliki struktur percabangan yang menggantung atau melengkung ke bawah. Warna-warna . Kecuali tanaman bonsai yang sengaja dibentuk. Tanaman dengan bentuk merunduk juga dapat digunakan pada pinggir daerah perairan yang berkelok-kelok (curvilinier) untuk mencerminkan bentuk berombak dan melambangkan kualitas kemudahan mengalir dari air. Bentuk Yang Menarik (Picturesque) Tanaman dengan bentuk yang menarik atau eksotis merupakan bentuk scullptural yang unik. Tanaman dengan bentuk seperti ini biasanya merupakan tanaman dewasa yang telah menyesuaikan diri (beradaptasi) dalam jangka waktu lama terhadap kondisi lingkungan tertentu. Untuk mengekspresikan tanaman dengan bentuk merunduk kadang-kadang untuk menempatkannya pada tepi bak tanaman atau titik-titik tanah yang ditinggikan agar tanaman dapat menjuntai pada tepinya. misalnya di sepanjang tepi daerah perairan sering ditemukan tanaman janda merana. atau berbagai bentuk yang luar biasa. Warna Tanaman Warna tanaman dapat dianggap sebagai karakteristik emosional karena mempengaruhi secara langsung kesan dan suasana ruang-ruang luar. Biasanya tidak lebih dari satu tanaman ditempatkan pada suatu daerah/area untuk menghindarkan kesan kacau atau ruwet. semua tanaman picturesque adalah hasil/akibat kekuatan alam yang unik. 7. Dalam perancangan. tanaman tersebut dapat menuntun mata ke arah permukaan tanah (ke bawah). Sesuai dengan penampakannya yang luar biasa. Bentuknya mungkin dapat tak beraturan. C. tanaman dengan bentuk yang menarik ini amat baik digunakan sebagai "specimen" yang diletakkan pada titik tertentu dalam perancangan. Janda merana (Salix babilonica) dan beringin karet (Ficus elastica) merupakan contoh tanaman merunduk. Di alam tanaman merunduk sering ditemukan di daerah atau titik-titik terendah suatu tanah. suatu fungsi yang dapat dimanfaatkan setelah mata dituntun ke atas oleh bentuk-bentuk yang meninggi.47 perancangan-perancangan yang bersifat formal dengan bentuk-bentuk geometrik yang kaku. 6.

Diperlukan kecermatan di dalam menempatkan warna daun yang luar biasa seperti warna perak. Memilih tanaman hanya berdasarkan pada bunga atau warna musim semi adalah keliru mengingat waktu yang singkat. biru. tunas. ungu atau warna yang beraneka. Warna hijau yang kontras harus terdapat dalam massa-massa daun dan akan tampak jelas antara satu dengan yang lain. Warna utama daun adalah warna hijau. serta kulit batang pohon. nada warna hijau yang netral sebaiknya lebih menonjol dari warna-warna lain. bunga. tunas. buah. tanaman yang ditempatkan sebagai titik perhatian dalam perancangan karena ukuran atau bentuk seharusnya juga memiliki warna yang menarik perhatian. Berbagai warna hijau seharusnya tidak membentuk telalu banyak titik-titik individu yang sebanding dengan skala keseluruhan dari komposisi atau menimbulkan penampakan yang tidak teratur. Dalam mengomposisikan warna dalam suatu perancangan. karena memiliki mayoritas waktu. Dengan pendekatan ini. dimana secara visual mengikat semua warna. umumnya hanya dalam waktu singkat. Warna yang terdapat pada unsur-unsur tanaman dari berbagai bagian tanaman mencakup daun. daun pada musim panas beserta ranting di musim dingin dan warnawarna batang. dan cabang/batang pohon pada musim semi dan musim gugur. dan cabang. Warna dari suatu tanaman dapat menimbulkan efek visual juga tergantung dari refleksi cahaya yang jatuh pada tanaman tersebut (Hakim. Sebagai contoh.48 terang menimbulkan suasana cerah dan menyenangkan. Warna tanaman juga penting karena mudah dilihat. umumnya penting untuk dipertimbangkan. Warna tanaman harus digunakan untuk memperkuat fungsi ukuran dan bentuk tanaman dalam perancangan lanskap. Organisasi warna suatu komposisi tanaman harus dikoordinasikan dengan karakteristik visual yang lain. sedangkan warna-warna gelap mengesankan suram. karena warna-warna tersebut cenderung mudah . Warna bunga dan warna musim semi. berbagai rangkaian warna dengan potensi hue terdapat pada daun. Warna netral dapat digunakan sebagai unsur pemersatu. 2006). sering tampak dramatis dan mengesankan. Disamping itu. dan perak. bunga. kurang lebih beberapa minggu. dengan berbagai variasi mulai dari hijau muda sampai dengan hijau tua mencakup warna-warna shades kuning. Variasi warna tanaman kadang-kadang dapat dilihat pada jarak relatif jauh dalam lanskap.

akan menimbulkan kesan kacau dan berkesan tidak ada hubungan. Demikian juga bunga berwarna terang harus dikelompokkan dan ditempatkan hanya pada tempat-tempat tertentu. Jika warna terang banyak ditempatkan di berbagai titik (spot) dalam perancangan. D. habitat pertumbuhan secara keseluruhan. bentuk permukaan. dan rumput gajah/paitan (Axonopus compressus). meliputi kesatuan komposisi dan keanekaragaman. konfigurasi kulit tanaman. agave (Agave americana). . persepsi terhadap jarak. nada warna. Selain jarak yang bervariasi. Warna bunga yang ditempatkan secara sensitif harus ditempatkan sebagai selingan atau variasi tanpa mengganggu kesatuan secara keseluruhan.49 dilihat karena keunikannya. dan halus (Gambar 11) dengan sifat dan kegunaan potensial dalam lanskap sebagai berikut. 1. Tekstur mempengaruhi berbagai faktor dalam komposisi tanaman. Contoh tanaman yang bertekstur kasar adalah kembang dedes (Saraca palembanica). tekstur juga mudah berubah sesuai musim terutama pada tanaman berdaun gugur. sedangkan kepadatan cabang dan habit pertumbuhan merupakan variabel-variabel utama yang mempengaruhi tekstur apabila tanaman dilihat secara keseluruhan pada jarak tertentu. Daun dengan warna hijau luar biasa harus disimpan sebagai cadangan untuk beberapa lokasi khusus di dalam perancangan. Pada jarak dekat. dan jarak dimana tanaman tersebut dilihat. dan susunan ranting merupakan faktor-faktor dominan yang mempengaruhi tekstur secara visual. daya tarik visual. dan suasana perancangan. Tekstur Tanaman Tekstur tanaman adalah kesan kasar atau halusnya keseluruhan tanaman (secara visual) pada tanaman individual atau sekelompok tanaman. ukuran ranting dan cabang. Tekstur tanaman dipengaruhi oleh ukuran daun. Tekstur Kasar Tekstur kasar biasanya terbentuk oleh daun-daun yang besar. ukuran daun tanaman individual. sedang. Tekstur tanaman biasanya diklasifikasikan sebagai kasar. cabang-cabang yang besar dan masif (tidak memunyai ranting halus dan kecil) dan/atau habit pertumbuhan yang menyebar bebas.

menyebabkan jarak antara pengamat dan unsur tanaman tampak lebih dekat dari yang sebenarnya. 1983) Karakteristik tanaman yang bertekstur kasar adalah mudah dilihat. Karena kekuatan ini tekstur kasar menimbulkan kesan "bergerak ke depan" ke arah pengamat. tekstur kasar dapat digunakan sebagai titik perhatian untuk menarik perhatian atau untuk memperkuat kesan. tekstur kasar tampak "bergerak keluar" ke arah pengamat dan merupakan tekstur yang pertama terlihat. Oleh karena itu. yaitu dengan cara bergerak ke dalam ruang tersebut. Dengan demikian tanaman bertekstur kasar dalam kuantitas yang banyak dapat memberi kesan menyempitkan ruang luar. jelas/tegas. dan agresif. Hal ini mungkin diperlukan apabila ukuran . Tekstur tanaman (Sumber: Booth. Jika diletakkan di antara tekstur sedang dan halus.50 Gambar 11. tanaman bertekstur kasar harus ditempatkan secara seksama dan digunakan tidak berlebihan agar tidak "mengalahkan" komposisi atau menarik perhatian pada banyak tempat dalam suatu perancangan. Seperti halnya dengan aksen-aksen lain.

apabila . Oleh karena kualitas ini. Tekstur Halus Tekstur halus dihasilkan oleh banyaknya daun-daun kecil. berperan sebagai unsur peralihan antara tekstur kasar dan halus. Tekstur Sedang Tekstur sedang adalah hasil dari daun dan cabang berukuran sedang dan/atau habit pertumbuhan yang sedang. longgar. Tekstur sedang dapat menghubungkan/mengikat komposisi dalam suatu kesatuan yang menyeluruh.51 fisik ruang terlalu luas bagi kenyamanan manusia secara normal. Tanaman bertekstur halus memiliki penampakan halus dan lembut sehingga kurang nyata/jelas dalam lanskap. Tanaman ini sukar digunakan pada situasi formal yang memerlukan bentuk-bentuk sempurna dan bentuk global yang jelas/tegas. flamboyan (Delonix regia). Tanaman bertekstur kasar dalam beberapa hal tampak lebih terbuka. dan rumput embun (Polytrias amaura). trembesi (Samanea saman). rumput manila (Zoysia matrella). cabang-cabang dan ranting kecil. Tanaman bertekstur kasar biasanya lebih banyak variasi gelap dan terang. Tanaman bertekstur halus memiliki karakteristik dan kemampuan perancangan yang berlawanan dengan tanaman bertekstur kasar. sapu tangan (Maniltoa grandiflora). 2. Dibanding dengan tekstur kasar. Contoh tanaman bertekstur sedang. daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea). trengguli (Cassia fistula). Seperti warna hijau dengan nada sedang (medium tone greens) tekstur sedang harus merupakan tekstur dasar dalam perancangan. dan rumput peking (Agrostis stolonifera) adalah contoh-contoh unsur tanaman bertekstur halus. suplir (Adiantum cuneatum). tetapi tidak diperlukan jika ruangnya sempit dan terbatas walau tanpa tanaman sekalipun. angsana (Pterocarpus indicus). Karena mayoritas tanaman bertekstur sedang. dan/atau habit pertumbuhan yang padat. Kembang merah (Caesalpinia pulcherima). Tanaman ini biasanya tanaman terakhir dilihat dalam komposisi (berdasarkan teksturnya) dan yang pertama kabur dari pandangan dalam perancangan. antara lain. dan kurang jelas bentuk globalnya dibandingkan tanaman-tanaman bertekstur halus. maka umumnya merupakan bagian tekstur terbanyak dipakai dalam komposisi tanaman. tanaman bertekstur kasar umumnya lebih mudah dipakai pada penataan secara informal. 3. tanaman bertekstur sedang kurang transparan dan kurang tegas silhouettenya.

atau menambah keanekaragaman visual apabila dilengkapi dengan tekstur kasar dan sedang. atau perubahan yang mendadak dari tekstur kasar ke tekstur halus cenderung membuat komposisi terasa kacau dan tidak menyatu. Variasi tekstur yang sedikit akan tampak monoton. ukuran. Keseimbangan yang diinginkan ini akan lebih penting pada ruang-ruang berukuran kecil dan akan semakin kurang penting pada ruang yang luas atau taman jauh dari pengamat. jika digunakan dalam jumlah banyak dalam ruang luar. tanaman bertekstur halus lebih tepat digunakan pada setting yang memberikan karakter formal dan rapi.52 jarak antara pengamat dan komposisi tanaman semakin jauh. Kualitas ini sangat bermanfaat jika diterapkan pada ruang yang kecil dan sempit dimana tepi-tepi ruang akan tampak meluas dan bukan menyempit. Beberapa tanaman bertekstur halus tampak seperti dipangkas rapi walaupun dalam keadaan alami. bentuk. Jika terlalu banyak digunakan tekstur yang berbeda-beda dalam area kecil. Tanaman bertekstur halus sering mempunyai silhouette yang jelas dan permukaan secara keseluruhan halus. Hal ini untuk memberikan karakter permukaan yang lebih halus dan lunak. tetapi padat (solid) karena kuantitas daundaun kecil dan/atau kepadatan percabangannya. . Sebagai panduan. lebih baik apabila mendapatkan keanekaragaman yang seimbang dari ketiga tipe dasar dalam perancangan agar memberi pandangan yang menarik. Oleh karena itu. Pemilihan dan kegunaan tekstur dalam komposisi tanaman perlu diselaraskan dengan semua karakteristik visual tanaman. tanaman ini cenderung "tertarik ke belakang" dari pengamat. tanaman bertekstur halus dapat memberikan gambaran (ilusi) lebih luas dari sebenarnya. Karena tanaman bertekstur halus kurang begitu jelas dalam suatu komposisi. dan warna tanaman agar memperkuat kualitas-kualitas ini. agar proporsional dalam menggunakan tanaman bertekstur sedang sebagai peralihan antara tekstur kasar dan halus. Oleh karena itu. Satu lagi saran penyusunan berbagai tipe tekstur dalam area yang luas. Tanaman bertekstur halus dapat dimasukkan dengan tepat ke dalam komposisi berperan sebagai latar belakang yang netral terhadap tekstur yang lebih agresif. tetapi jika terlalu berlebihan akan tampak kacau.

keanekaragaman visual. bentuk... Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. B. dan tekstur merupakan "palette" variabel-variabel bagi perancang dalam merancang dengan menggunakan unsur tanaman. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Karakteristik visual yang harus dikaji terlebih dahulu dalam pemilihan tanaman untuk perancangan adalah. Jelaskan karakteristik visual tanaman yang mencakup ukuran. Hal-hal ini perlu dikaji lebih mendalam dalam menciptakan perancangan dan diselaraskan dengan seluruh tujuan perancangan.. warna.. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. warna.. 2.. bentuk. Karakteristik visual tanaman mempunyai pengaruh langsung terhadap keteraturan dan kesatuan perancangan. dan tekstur tanaman.. Rangkuman Karakteristik visual tanaman dari ukuran. PENUTUP A.53 E.... Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. (a) Ukuran tanaman (b) Bentuk tanaman (c) Warna tanaman (d) Tekstur tanaman .. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. dan suasana atau kesan ruang luar. kesenangan. 2. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan karakteristik tersebut.

. (a) Filicium decipiens (b) Pinus merkusii (c) Cananga odorata (d) Brownea capitella Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.....54 2.... pada bidang vertikalnya dapat dibatasi dengan tanaman. Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 ..... Hitunglah jawaban Anda yang benar........................ (a) Fastigiate (b) Columnar (c) Pyramidal (d) Weeping 5..... Contoh pohon besar adalah.. (a) Perdu (b) Semak tinggi (c) Semak sedang (d) Semak rendah 4.... (a) Bauhinia purpurea (b) Cinnamommum burmanii (c) Samanea saman (d) Manilkara kauki 3.. Ruang yang direncanakan terbuka pada sisi-sisinya. Contoh tanaman yang berbentuk pyramidal adalah. Bentuk tanaman yang tinggi ramping dan meruncing di bagian atas disebut.. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 4....

55 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% - 100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang

Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas, bagus! Anda cukup memahami Bab 4. Anda dapat meneruskan pada Bab 5. Akan tetapi, apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%, Anda harus mengulangi Bab 4, terutama bagian yang belum Anda kuasai.

C. Sumber/Referensi

1. Booth NK. 1983. Basic Elements of Landscape Architectural Design. Illinois: Waveland Pr. Inc. 2. Dahl B, DJ. Molnar. 2003. Anatomy of a Park. Ed ke-3. Illinois: Waveland Pr. Inc. 3. Hakim R. 2006. Rancangan Visual Lanskap Jalan. Jakarta: Bumi Aksara.

D. Kunci Jawaban

1. a 2. c 3. d 4. a 5. b

56

BAB 5

SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN EKOLOGI
PENDAHULUAN

Tanaman dapat dibedakan berdasarkan ekologi dan lingkungannya. Secara ekologi, tanaman dapat dibedakan berdasarkan hubungannya dengan jenis tanah, air, cuaca, kelembaban, cahaya matahari, angin, dan sebagainya sehingga timbul istilah tanaman teduh/panas, tanaman basah/kering dan sebagainya. Secara fitogeografi, pembagian tanaman berdasarkan daerah asalnya seperti laut/pantai, payau/rawa-rawa, gurun, bukit karang, daerah rendah/tinggi, dan sebagainya. Oleh karena itu, dalam pembahasan ini, tanaman untuk penataan lanskap/taman digolongkan menjadi: tanaman pantai, tanaman pegunungan, tanaman air, tanaman batu karang, tanaman teduh, tanaman setengah teduh, dan tanaman panas.

A. Sasaran Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative
learning secara berkelompok dan praktikum.

B. Strategi Pembelajaran

1. Collaborative learning 2. Praktikum

C. Kegiatan Belajar

Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui sumber bacaan dan internet. 2. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum 3. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan.

57 4. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran

D. Indikator Pencapaian

1. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. 2. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. 3. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. 4. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum.

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN

Umumnya

tanaman

tidak

dapat

tumbuh

secara

baik

apabila

faktor

lingkungannya atau tempat hidupnya tidak sesuai. Misalnya, kuping gajah lebih senang ditempatkan di dalam ruang (tempat teduh) daripada di luar ruangan yang terbuka, sedangkan tanaman mawar lebih menginginkan di tempat-tempat terang yang penuh dengan cahaya matahari. Akan tetapi, terkadang ada juga tanaman yang tumbuh di luar ruangan, dapat tumbuh dan menyesuaikan diri di dalam ruangan tertutup seperti beringin (Ficus elastica). Setiap jenis tanaman lanskap menghendaki iklim yang sesuai untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, untuk memperoleh tanaman lanskap yang tumbuh normal, subur, dan menghasilkan bunga yang baik, haruslah ditanam pada iklim yang sesuai baginya. Apabila tanaman ditanam pada tempat yang tidak sesuai iklimnya, akan tumbuh tidak normal atau pada mulanya tumbuh baik, tetapi lama-kelamaan pertumbuhannya menurun, lambat laun tanaman akan mati. Untuk menghindari hal tersebut, perlu adanya penyesuaian tahap demi tahap yang berarti tidak secara drastis. Dalam lanskap, tanaman dapat tumbuh baik apabila faktor lingkungan hidupnya seperti tanah, air, cahaya, dan suhu udara diperhatikan. Penempatan suatu tanaman pada tempat tertentu harus disesuaikan dengan lingkungannya. Misalnya, pemilihan jenis tanaman pada tanah yang berkapur atau berpasir akan berbeda dengan daerah yang tanahnya banyak mengandung tanah liat atau humus. Selain itu,

dan Pelabuhan Ratu (Jawa Barat). baik yang berupa pasir hitam. Oleh karena itu. waru laut (Hibiscus tiliaceus). pantai Pangandaran. Selain itu. 3) tanaman air. . 1. dan 5) tanaman teduh. Penanaman tanaman di tepi pantai harus memperhatikan faktor angin dan keadaan tanah. dan ketapang (Terminalia catappa). 1996). A. misalnya kawasan pantai Sanur dan Kuta (Bali). Kawasan pantai berpasir yang sudah berkembang. air. dan pantai berbatu (Sugiarto dan Ekariyono. Berdasarkan hal tersebut. Pantai di Indonesia dikelompokkan menjadi pantai berpasir. Carita. Seperti diketahui. cemara laut (Casuarina equisetifolia). Tanaman Pantai Tanaman pantai adalah semua jenis tanaman yang dapat tumbuh secara normal di pinggir pantai. Dalam hal ini lingkungan seperti tanah. pantai Kepulauan Seribu (Jakarta). faktor tanah tidak boleh diabaikan karena menanam tanaman yang tidak sesuai dengan kondisi tanah tidak akan memberikan hasil yang memuaskan. Pantai Berpasir Pantai berpasir merupakan pantai yang didominasi oleh hamparan atau dataran pasir. atau putih.58 suhu dan cahaya setempat juga mempengaruhi pemilihan jenis tanaman karena tanaman sendiri ada yang tahan akan panas dan ada pula yang harus tumbuh di tempat sejuk. Pantai berpasir biasanya dijadikan kawasan pariwisata pantai karena keindahan alamnya. abu-abu. angin. tiupan angin di daerah pantai selalu ada. setengah teduh. Tumbuh-tumbuhan yang dominan di hutan pantai berpasir adalah kelapa (Cocos nucifera). pantai berlumpur. Pantai berpasir banyak terdapat di pesisir Sumatera dan Kalimantan. 4) tanaman batu karang. Selain itu. terdapat lembah-lembah di antara beting pasir. sebaiknya dipilih tanaman dimana daunnya tidak mudah rontok dan tanamannya tidak mudah rebah. pantai berawa. dan pantai Pasir Putih (Jawa Timur dan Lampung). tanaman untuk penataan lanskap/taman dapat digolongkan menjadi: 1) tanaman pantai. suhu serta faktor tumbuh lainnya sesuai. dan panas. 2) tanaman pegunungan. Parang Tritis (Yogyakarta).

Hutan mangrove juga berfungsi sebagai tempat . Hutan mangrove memberikan perlindungan terhadap daratan dari ancaman erosi.59 2. Hutan mangrove didominasi oleh bakau hitam (Rhizophora mucronata). pedada (Sonneratia alba). cangkang moluska. Tanah pantai ini berasal dari endapan lumpur yang dibawa oleh aliran sungai. sedangkan kandungan asam sulfidanya cukup tinggi sehingga dapat mereduksi senyawa besi (ferri) di dalam tanah menjadi senyawa ferro sulfida (FeS2) atau pirit. Tunas-tunas baru selalu tumbuh dalam hutan mangrove sehingga kawasan hutan menjadi luas. bakau putih (Rhizophora apiculata). fragmen-fragmen karang. buta-buta (Exoecaria sp). Struktur dan komposisi tumbuhan di kawasan pantai berlumpur Indonesia merupakan formasi hutan mangrove. Lumpur yang berasal dari laut mengandung cangkang-cangkang foraminifera. dan nibung (Oncosperma tigillaria). api-api (Avicennia sp). Lumpur tersebut terdiri atas partikel-partikel halus yang mengandung humus atau gambut. Tumbuhan mangrove memiliki fungsi yang istimewa karena dapat beradaptasi pada lingkungan yang mengandung garam dengan bentuk lahan berupa pantai dan kondisi tanah yang hampa udara (berlumpur). Sungai yang mengalir melalui daerah bertanah vulkanik akan membawa endapan aluvium yang berkualitas tinggi. dan bahan lain yang menjadi sumber kapur yang penting bagi pantai berlumpur. Pantai Berlumpur Pantai berlumpur merupakan hamparan lumpur sepanjang pantai yang dihasilkan dari proses sedimentasi atau pengendapan. Mangrove adalah sekumpulan pohon dan semak-semak yang tumbuh di daerah pasang surut. hutan mangrove juga menghasilkan bahan penyamak atau bahan pewarna. biasanya terletak di dekat muara sungai. Penampakan fisik tanah pantai ini adalah hitam dengan nilai pH (derajat keasaman) antara 3 – 5. sedangkan sungai yang melalui daerah berkapur dan berbatu (kuartz dan granit) akan membawa endapan aluvium yang berkualitas rendah. tanjang (Bruguiera gymnorrhiza). Selain menghasilkan kayu. lambat laun daratan pun makin meluas ke arah laut. Kualitas tanah pantai berlumpur tergantung pada sumber endapan aluviumnya. Akibatnya. Tanah pantai ini mempunyai kandungan oksigen yang rendah dan hanya terdapat pada lapisan permukaan.

dan kerang-kerangan. 3. dan bungur (Lagerstroemia loudonii). Contoh tanaman pegunungan (Gambar 12). . dahan. udang. Hutan pada pantai ini umumnya tergolong formasi butun (Baringtonnia). kelapa (Cocos nucifera). B. Pantai ini langsung ke laut dan tidak berpasir. Tanaman Pegunungan Tanaman pegunungan adalah tanaman-tanaman yang dapat tumbuh normal di pegunungan. Daun. kepiting. ketapang (Terminalia cattapa). Pantai Berawa Pantai berawa merupakan daerah yang tergenang air. bunga sikat botol (Callistemon citrinus). pinus (Pinus mercusii). dan waru laut (Hibiscus tiliaceus). dan nibung (Oncosperma tigillaria). pandan (Polalthis glanen). dan pantai selatan Jawa (Pelabuhan Ratu dan Ujung Kulon). 4. Selanjutnya bahan organik ini akan menjadi penyubur tanah dan menjadi bahan makanan bagi biota lainnya. sagu (Metrorylon sago). Di dalam perairan hutan mangrove banyak terdapat jenis alga dan plankton yang menjadi sumber makanan bagi biota-biota tadi. Natuna.60 pelestarian populasi ikan. Pada umumnya tanaman pegunungan berbentuk pohon dan mempunyai sistem perakaran yang kuat yang berfungsi untuk menahan terkikisnya lapisan tanah bagian atas (erosi). Pantai seperti ini terdapat di Kepulauan Anambas. antara lain. kecrutan (Spathodea campanulata). baik yang berbentuk pohon maupun semak. baik secara permanen ataupun temporer. Pantai Berbatu Pantai berbatu umumnya terdiri dari bongkahan-bongkahan batuan granit. Di sela-sela bebatuan kadang ditumbuhi kelapa (Cocos nucifera). Tanah dan air pantai ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Pulau Buton. damar (Agathis alba). kayu manis merah (Cinnamomum burmanii). Hutan pantai berawa umumnya ditumbuhi oleh jenis tumbuhan seperti nipah (Nypa fructicans). kayu putih (Eucalyptus alba). dan pohon-pohon mangrove yang telah tua akan tumbang dan didekomposisi oleh fungi dan bakteri menjadi bahan organik.

Tanaman pegunungan: (a) damar (Agathis dammara). Dengan kata lain.61 (a) (b) (c) Gambar 12. Namun. dan (3) bunga sikat botol (Callistemon citrinus) C. (b) kayu manis (Cinnamomum burmanni). harus diketahui terlebih dahulu tipe dan karakter tanaman-tanaman air tersebut. Tipe dan karakter setiap tanaman air otomatis berpengaruh terhadap tujuan dan pemanfaatannya. mengetahui tipe dan karakter berbagai tanaman air akan lebih memudahkan perencanaan aspek praktis tanaman air tersebut. sebelum memutuskan untuk memilihnya. Tanaman Air Begitu banyak ragam tanaman air yang dapat dijadikan pilihan untuk memperindah kolam atau taman. Foto: Nurfaida (2007) .

dan ekor kucing (Typha angustijolia). bog plant dapat langsung ditancapkan. spatterdock (Nuphar japonicum). Tanaman Air Pinggir (Marginal Plant) Tanaman jenis inilah yang paling banyak dijumpai. Apabila digunakan sebagai penghias kolam yang terbuat dari tanah. Dapat juga ditanam dahulu di dalam pot. tanaman air lumpur. anggrek air/iris. dan red talenthera (Talenthera lilaciana) 2. Tanaman air pinggir memiliki akar dan batang yang terendam di dalam air. antara lain. Ada juga yang membedakan tidak hanya dari tempat tumbuhnya. sebagian besar batangnya justru menyembul ke permukaan air. Tanaman Air Lumpur (Bog Plant) Sesuai dengan namanya. yaitu tanaman air oksigen. dan tanaman air mengapung (Marianto. tanaman air pinggir. Termasuk tanaman air lumpur. Lazimnya digunakan sebagai tanaman penghias akuarium.62 Ada empat tipe tanaman air yang dikenal. antara lain. tanaman jenis ini habitat aslinya daerah berlumpur dan sedikit digenangi air. varen (Synnema triflorum). . Contoh tanaman air pinggir adalah rumput payung (Cyperus alternifolius). Selain batang. Contoh tanaman air oksigen. biasanya ditanam di bagian pinggir kolam sebagai latar belakang (background) kolam. bagian daun dan bunganya juga berada di atas permukaan air. Tanaman Air Oksigen (Oxygenerator) Tanaman ini disebut sebagai tanaman air oksigen karena mampu membersihkan udara sekaligus menyerap kandungan garam yang berlebihan di dalam air. apu-apu (Pastia stratiotes). dan papyrus (Cyperus papyrus). Fungsi lainnya adalah sebagai tempat berlindung dan menyimpan telur ikan. Namun. typha (Typha angustifolia). 2001). Media tanamnya berupa tanah yang terendam di dalam air. Karena sosoknya yang tumbuh meninggi. Ada yang menganggap bog plant sama dengan marginal plant dengan pertimbangan tempat hidupnya sama-sama di pinggiran kolam. 3. tetapi juga dari jenis media tanamnya. pisang air (Typhonodorum lindleyanum). Tanaman ini sering digunakan untuk menciptakan kesan alami pada kolam. 1. Seluruh bagian tanaman ini tenggelam dalam air.

batang. Contoh tanaman ini eceng gondok (Eichornia crassipes) dan azolla (Azolla pinnata).63 4. Karena itulah ia dinamakan floating plant. melainkan mengapung di permukaan air. D. yakni tinggal meletakkannya di atas permukaan air. Contohnya tanaman batu karang. Tanaman batu karang: (a) yucca (Yucca gloriosa). Hal yang perlu diperhatikan bila memilih tanaman mengapung sebagai salah satu komponen taman air atau kolam adalah kepadatan populasinya. Tanaman ini hidup dari menyerap udara dan unsur hara yang terkandung di dalam air. Umumnya batangnya banyak mengandung air dan tidak berkayu. Tanaman Batu Karang Tanaman batu karang tumbuh di tempat yang berbatu-batu. Tanaman ini tidak memerlukan tanah sebagai media tanamnya sehingga cara menanamnya lebih gampang. Tanaman ini kurang memerlukan air untuk pertumbuhannya dan biasanya tahan terhadap kekeringan. Akar. Foto: Nurfaida (2007) (a) (b) (c) Gambar 13. batang. Jangan sampai keberadaannya menutupi atau memenuhi seluruh permukaan kolam. antara lain. Tanaman Air Mengapung (Floating Plant) Tidak seperti umumnya tanaman air. yucca (Yucca gloriosa). akar tanaman ini tidak tertanam dalam tanah. Tanaman ini memiliki keunggulan dalam kegiatan fotosintesis. dan (c) agave (Agave americana) . dan agave (Agave americana) (Gambar 13). Bagian dinding permukaan akar. dan daunnya memiliki lapisan yang sangat peka sehingga pada kedalaman yang ekstrem sampai 8 meter di bawah permukaan air masih mampu menyerap sinar matahari serta zat-zat yang larut di bawah permukaan air. dan penyerapan sinar matahari. sansiviera (Sanseviera ehrenbergii). penyediaan oksigen. dan daunnya juga memiliki kantung-kantung udara sehingga mampu mengapung di air. (b) sansiviera (Sanseviera ehrenbergii).

Tanaman panas adalah semua jenis tanaman yang dapat tumbuh normal apabila ditanam di tempat panas atau tempat yang langsung disinari matahari. paku sarang burung (Asplenidum nidus). 3) tanaman air. dan panas. air. pertumbuhannya akan terhambat. Contoh tanaman teduh adalah kuping gajah (Anthurium crystallinum). drasena (Dracaena fragrans). Tanaman ini dapat tumbuh secara normal di tempat yang agak teduh. bahkan dapat mengalami kematian. suhu. tetapi tidak terlalu panas. Tanaman Teduh. Tanaman setengah teduh terletak antara tanaman teduh dan tanaman panas. dan Panas Tanaman teduh adalah tanaman yang hanya dapat tumbuh baik di tempat yang teduh atau tanaman yang tumbuh di tempat yang tidak langsung disinari matahari. Contohnya. antara lain. membutuhkan cahaya. Oleh karena itu.64 E. Kalau ditanam di tempat terbuka. F. dan air yang sedang. dan pilodendron (Philodendron sp). dan suhu udara diperhatikan. dan 5) tanaman teduh. aglonema (Aglaonema sp). dan sansiviera (Sansiviera sp). Contoh bogenvil (Bougainvillea spectabilis). Setengah Teduh. Rangkuman Tanaman dapat tumbuh baik apabila faktor lingkungan hidupnya seperti tanah. cahaya. mosaik (Fittonia sp). antara lain. setengah teduh. . 4) tanaman batu karang. 2) tanaman pegunungan. untuk penataan lanskap/taman tanaman digolongkan menjadi 1) tanaman pantai. untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik sebaiknya ditanam di tempat yang mendapat sinar matahari penuh sehingga warna bunga akan lebih terang. Tanaman ini dapat ditanam di dataran rendah atau di pegunungan. Contoh lain. maranta (Marantha sp). Penempatan suatu tanaman pada tempat tertentu harus disesuaikan dengan lingkungannya.

. 2....... dan panas.. setengah teduh..... tanaman batu karang. Azolla merupakan contoh tanaman air ......... Hal yang perlu diperhatikan bila memilih tanaman mengapun sebagai komponen taman adalah.. (a) Tanjang (b) Pedada (c) Ketapang (d) Kecrutan 2. dan tanaman teduh.. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. (a) Kepadatan populasi (b) Panjang akar . (a) Oksigen (b) Lumpur (c) Pinggir (d) Mengapung 3. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. tanaman air. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.. B. Jelaskan apa yang dimaksud tanaman pantai.. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. 3..... Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.65 PENUTUP A.. Contoh tanaman pegunungan adalah. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi.. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan penggolongan tersebut.... 2. tanaman pegunungan.. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Jelaskan penggolongan tanaman berdasarkan ekologi...

Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% .. terutama bagian yang belum Anda kuasai..... . Bougenvil ditanam di tempat yang mendapat sinar matahari penuh agar.... apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. (a) Jumlah daunnya lebih banyak (b) Batangnya lebih tinggi (c) Warna bunga lebih terang (d) Warna daun lebih muda Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini...... Hitunglah jawaban Anda yang benar.. Anda harus mengulangi Bab 5. (a) Berkayu (b) Batang banyak mengandung air (c) Kemampuan menyerap sinar matahari (d) Sosoknya yang tumbuh meninggi 5. Anda dapat meneruskan pada Bab 6. Akan tetapi.... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 5..66 (c) Ketinggian tanaman (d) Ukuran daun 4. Karakteristik dari tanaman batu karang adalah..100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. bagus! Anda cukup memahami Bab 5......

a 4. Kencana IP. Sugiarto. Jakarta: Penebar Swadaya. Arifin HS. Tanaman Air. Penghijauan Pantai. Jakarta: Penebar Swadaya. Galeri Tanaman Hias Lanskap. b 5. 2001. 2. 3. Kunci Jawaban 1. d 3. IP. Lestari G. D. Sumber/Referensi 1. 2008.67 C. 1996. W. d 2. 2007. Tanaman Hias Tampil Prima. c . Marianto LA. Jakarta: Penebar Swadaya. 4. Jakarta: Agromedia Pustaka. Ekariyono.

. Apakah ditanam sebagai pelindung ataukah sebagai pagar dan lain sebagainya. dan sebagainya. berdaun indah. tanaman dapat digolongkan dengan “ciri khas” (bunga. Dalam pembangunan kota. tanaman juga berfungsi sebagai penghias lingkungan. banyak macam pepohonan yang dapat menahan pengotoran udara. tanaman peneduh. adanya taman dan tanaman merupakan tuntutan mutlak. fungsi tanaman dalam lanskap harus pula diperhatikan. penggunaan tanaman lanskap mempunyai fungsi yang tidak kurang pula. Selain berfungsi sebagai paru-paru kota. Selain itu. terutama di kota-kota besar. cepat lambatnya). Muncullah istilah tanaman berbunga indah. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Dalam hal pembersihan udara. Peletakan setiap jenis tanaman haruslah disesuaikan dengan apa maksud dan tujuan dari tanaman tersebut. “kesukaan” dan kegunaan suatu tanaman. E. “watak dan kebiasaan” (ciri pertumbuhan. kepercayaan. Juga dalam upacara adat. Penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional disebabkan oleh banyak di antara tanaman lanskap kebiasaannya hanya dapat tumbuh secara normal di tempat teduh dan adapula hanya dapat tumbuh baik di tempat terbuka (outdoor). buah atau tajuk). daun. Daun-daun menahan debu dan asap yang diterbangkan oleh angin sehingga dapat mengurangi kotornya lingkungan. dan agama.68 BAB 6 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN HABITUS FUNGSIONAL PENDAHULUAN Berdasarkan habitus fungsional.

Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. 3. waktu berbunga.69 F. Strategi Pembelajaran 1. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. jika ingin menempatkan tanaman dalam ruang. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penggunaan tanaman indoor adalah warna daun. H. tinggi tanaman. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui sumber bacaan dan internet. 3. dan kesanggupan tanaman untuk hidup di tempat teduh. Selain itu. 2. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. tanaman lanskap dapat digolongkan sebagai berikut. Tanaman Indoor dan Outdoor Tanaman indoor adalah semua jenis tanaman lanskap yang dapat ditanam dalam rumah atau dengan kata lain tanaman yang dapat tumbuh secara normal di tempat teduh (tertutup) atau setengah teduh. Collaborative learning 2. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional. Praktikum G. Indikator Pencapaian 1. A. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. 4. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Berdasarkan habitus fungsional. 2. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. warna bunga. jumlah daun. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. 4. harus menjamin .

serta semua jenis pohon. Tanaman Peneduh/Parkir Pohon peneduh adalah pohon-pohon yang digunakan sebagai pelindung karena daunnya rimbun. begonia (Begonia sp). kuping gajah (Anthurium chrystallium). Gambar 14.70 kondisi iklim mikro di dalam ruangan yang berhubungan dengan kebutuhan masingmasing tanaman (Nurhayati dan Arifin. daun doa (Asplenium nidus). 2010) . dan semak. perdu. dan monstera (Monstera deliciosa). Contoh tanaman indoor. B. buah Foto: Nurfaida (2009. Warna daun dan bunga harus disesuaikan dengan warna ruangan sehingga diperoleh kesan yang harmonis. soka (Ixora sp). Hal yang perlu diperhatikan dalam menata lanskap yang berfungsi sebagai peneduh adalah mahkota harus besar/lebar. daun-daun tumbuh rapat/rimbun. antara lain. oleander (Nerium indicum). kembang kertas (Bougenvillia spectabilis). Contoh tanaman outdoor. Jumlah daun dan tinggi tanaman juga disesuaikan dengan keadaan ruangan. Contoh penggunaan tanaman indoor dalam desain taman dapat dilihat pada Gambar 14. Penggunaan tanaman indoor dalam desain taman Tanaman outdoor adalah tanaman hias yang dapat tumbuh secara normal di tempat terbuka (langsung terkena sinar matahari). kembang rejeki (Aglaonema sp). antara lain. baik untuk menahan sinar matahari maupun tiupan angin kencang. 2000). lantana (Lantana camara). suplir (Adiantum raddianum). kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). daun bahagia (Dieffenbachia picta).

5) perakarannya dalam hingga tidak merusak konstruksi jalan dan drainase. kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). damar (Agathis alba).71 tidak terlalu besar yang dapat jatuh menimpa di bawahnya. dan kaca piring (Gardenia augusta). penahan debu. Contoh tanaman peneduh/parkir. b) bermassa dan padat. D. cempaka (Michelia champaca). C. Contoh tanaman median jalan. Tanaman Median Jalan Tanaman median jalan adalah tanaman yang ditanam di median jalan. c) batangnya kuat dan lurus dengan percabangan yang tegak dan kompak. kembang merak (Caesalpinia pulcherrima). Contoh pohon tepi jalan. dan tidak menggugurkan daunnya sekaligus. kirai payung (Filicium decipiens). Persyaratan tanaman median jalan adalah a) jenis perdu/semak berbunga. dan pengarah jalan. trengguli (Cassia fistula). tanjung (Mimusops elengi). tetapi tidak terlalu teduh. oleander (Nerium oleander). Persyaratan pohon tepi jalan adalah a) memiliki tajuk yang dapat memberi naungan.5 meter. Pohon Tepi Jalan Pohon tepi jalan adalah pohon-pohon yang ditanam di tepi jalan yang berfungsi. dan mahoni (Swietania mahagoni). dan mahoni (Swietania mahagoni). dan tinggi tanaman lebih kurang 1. . tanjung (Mimusops elengi). dan 6) tanaman berasal dari perbanyakan secara generatif/biji. kaliandra (Calliandra haemathocephala). asam (Tamarandus indica). Tanaman pagar terdiri atas tumbuhan yang bertahan lama membentuk pertumbuhan yang rapat dan tak tembus pandang. sebagai pelindung. E. antara lain. b) tidak menggugurkan daunnya secara sekaligus. antara lain. antara lain. 4) percabangannya lebih kurang 2 meter di atas permukaan tanah. Tanaman Pagar Tanaman pagar adalah suatu garis atau barisan permanen yang padat dari tumbuh-tumbuhan yang hidup. kenari (Canarium commune). biasanya diatur dalam bentuk yang hampir sama dengan maksud untuk menggantikan pagar. daun saputangan (Maniltoa grandiflora). antara lain.

Althernanthera ficoidea. Dracaena sanderium. Kelompok penutup tanah ini banyak sekali macamnya. Chlorophytum sp. Sebagai tanaman border. dan Iresine herbetsii. kriminil (Althernanthera ficoidea). F. pemeliharaan terutaman pemangkasan sangat diperlukan agar tumbuhnya tidak terlalu tinggi. antara lain. pangkas-pangkasan (Duranta repens). Keindahannya menutupi tanah-tanah yang terbuka (tanpa tanaman) sehingga memberikan kesan yang menyenangkan. Tanaman Penutup Tanah Tanaman penutup tanah (groundcover) merupakan tanaman rendah non rumput setinggi 10 – 40 cm. hendaknya dipertimbangkan segi keharmonisan dan keindahannya. Contoh tanaman border. kemuning (Murraya paniculata). dan akalipa (Acalypha wilkesiana). dan kepadatan/kekompakan tumbuhnya. Pada umumnya tanaman border terdiri atas tanaman perdu/semak dan tanaman semusim yang tumbuhnya agak rendah. Tanaman Border/Tepi Tanaman border atau tanaman batas adalah suatu penanaman yang terbatas sepanjang suatu garis batas atau pemisah. G. Dalam pembuatan pagar dari tanaman. antara lain.72 Umumnya tanaman pagar berupa semak yang merupakan tanaman pinggiran yang tumbuh rendah dan berfungsi sebagai garis sementara. Jadi border merupakan suatu garis batas dari suatu lanskap yang dapat membatasi pekarangan. Contoh tanaman pagar. bambu siam (Thyrsostachy siamensis). antara lain. bayam-bayaman (Amaranthus sp). Contoh tanaman penutup tanah. sambang darah . Codiaeum variegatum. bunga ungu (Bougenvillia glabra). Biasanya luas border (lebar) kira-kira 1 meter sehingga border tersebut dapat dirawat dari satu sisi dan bahkan lebih baik lagi apabila dapat dirawat dari kedua sisi. Tanaman penutup tanah berfungsi untuk mencegah tanah menjadi becek pada musim hujan dan mengurangi pengikisan tanah oleh air. Pemangkasan dan pemeliharaan yang teratur diperlukan sehingga pagar tumbuh baik serta mengikuti bentuk yang dikehendaki. ada yang menarik karena bunganya. taman atau daerah yang lain. tekstur daunnya.

berupa terna atau tanaman berbatang lunak) ataupun liana (tanaman berkayu yang memanjat). kencur-kencuran (Kaempferia pluchera). Tanaman Memanjat/Pergola Tanaman memanjat (climber) adalah tanaman yang tumbuh di tanah atau bidang apa saja seperti tembok dan struktur pendukung lain sebagai tempat menggantungkan diri atau membelit untuk pertumbuhan tanaman tersebut. anturium (Anthurium crystallinum). antara lain. Tanaman Berdaun/Berbunga Indah Tanaman berdaun/berbunga indah ialah tanaman hias yang memperlihatkan keindahan. beradaptasi untuk memanfaatkan cabang atau batang tanaman lain sebagai tempat bertumpu. 1994). antara lain.73 (Hemigrafis odorata). kembang rejeki (Aglaonema sp). H. sutera bombay (Portulaca grandiflora). violces (Saintpaulia ionantha). akalipa (Acalypha wilkesiana). nusa indah (Mussaenda philippica). plumbago (Plumbago capensis). memanjat atau semusim. dan daun perak (Pilea cadierei). Tanaman bawah pohon (undercover) adalah tanaman penutup tanah yang ditanam di bawah pohon. I. Jenis tanaman ini terdiri atas tanaman bentuk pohon. Tanaman memanjat dapat berupa vines (tidak berkayu. baik dari daunnya maupun bunganya. Persyaratan tanaman tersebut adalah tahan terhadap naungan dan titik-titik air dari pohon. Tanaman melakukan pemanjatan sebagai usaha untuk beradaptasi dengan lingkungan dan mendapatkan sinar matahari serta menampakkan bunga kepada agen untuk membantu penyerbukan (Griffiths. dan bougenvil (Bougainvillea spectabilis). Keindahan tersebut berupa warna dan bentuk sehingga dengan penempatan yang teratur dalam taman dapat memberikan kesan menarik. daun zebra (Zebrina pendula). Tanaman memanjat di habitat aslinya. semak. pedang-pedangan (Sanseviera sp). Contoh tanaman berdaun/berbunga indah. dan verbena (Verbena laciniata). Contoh tanaman bawah pohon. Tanaman memanjat biasanya membutuhkan naungan dan arah rambatannya ke sumber cahaya. .

Tanaman memanjat yang termasuk tanaman hias daun banyak digunakan sebagai penghias atau dekorasi di tempat-tempat penting seperti hotel. mekanisme memanjat yang primitif. 2) thorn clingers. 3) weaver. . Lima cara pemanjatan yang dipergunakan oleh tanaman memanjat adalah 1) learners. dengan cara zig-zag pada bidang panjat (Trachelospermum jasminoides). pusat perbelanjaan dan tempat tinggal. menggunakan akar yang tumbuh dari ruas-ruas batang untuk memanjat (Hedera helix). 4) graspers. Sesuai dengan cara tumbuhnya. untuk itu harus didukung agar bisa tumbuh ke atas (misal pada Allamanda cathartica). sebagai tanaman hias baik luar ruangan (outdoor) maupun tanaman dalam ruang (indoor). seperti bangunan tinggi dan jalan layang (fly over). karena dalam proses pemanjatan ada kemungkinan tanaman tersebut mengalami kesulitan saat melakukan panjatan. ada lima pengelompokan tanaman memanjat (Menninger. tetapi jika ditanam menggunakan teralis kawat maka akan tumbuh dengan cara weaving (zig-zag diantara celah teralis) dan tidak ditemukan sulur pada tanaman tersebut. 1970). menggunakan modifikasi bagian tanaman (batang maupun daun) yang membantu melekat pada bidang panjat (Bauhinia galpinii). pada pengelompokan ini ada kemungkinan terjadi overlap. tanaman ini digunakan sebagai penghias atau pelembut permukaan vertikal yang tampak kaku dan gersang. pada saat itu tanaman tersebut dapat merubah cara pemanjatannya. perkantoran. Pada dinding sebuah taman yang paling sempit sekalipun dengan lahan yang sangat terbatas tanaman memanjat dapat tumbuh. melekat pada bidang panjat dengan menggunakan duri (misal pada Euphorbia milii). baik yang ternaungi maupun yang tidak ternaungi. Misalnya pada spesies Boston-ivy (Parthenocissus tricuspidata) yang menggunakan sulur untuk memanjat.74 Berdasarkan mekanisme pemanjatan. tanaman yang memanjat dengan metode ini tidak mempunyai kemampuan untuk melekat pada bidang panjat. Akan tetapi. Di kota-kota besar banyak bentuk atau permukaan bidang vertikal yang terbentuk. dan 5) rooters. Tanaman memanjat banyak digunakan dalam lanskap untuk berbagai keperluan. Beberapa contoh penggunaan tanaman memanjat dalam lanskap dapat dilihat pada Gambar 15.

Dapat ditanam untuk dirambatkan pada pergola atau digantung di tiang-tiang pergola. .75 Gambar 15. sebagai pagar tanaman untuk membatasi daerah pribadi. misalnya pada dinding gedung dan beranda rumah. tripod (kaki tiga). Sering juga terlihat beberapa tanaman memanjat sengaja dibuatkan bidang panjat dengan bentuk beraneka ragam sesuai dengan selera pemiliknya seperti pergola. Tanaman memanjat dapat digunakan untuk mengurangi panas karena terkena sorotan sinar matahari. dan sebagai peneduh. Penggunaan tanaman memanjat dalam lanskap Beberapa jenis tanaman ini juga dapat difungsikan sebagai tanaman penutup tanah (groundcover) untuk menggantikan hamparan rumput. Selain membuat suasana teduh. Untuk menciptakan suasana rumah yang asri. arch (bangunan melengkung yang dipakai sebagai gerbang) dan colonnade (deretan tiang yang dihubungkan dengan tali serta gazebo. Beberapa jenis tanaman juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman bedengan (bedding plants) dan juga digunakan sebagai tanaman gantung (hanging basket plants). tanaman hias memanjat bisa menjadi pilihan. bunganya pun tak kalah menawan dari jenis tanaman hias lainnya.

sebab pada musim hujan akan menjadi becek. rumput Jepang (Zoysea japonica). . palem ekor tupai (Wodyetia bifurcata). tanah tersebut perlu ditanami dengan rumput-rumputan. dan tanah yang baik. K. dengan dasar rumput-rumput lapangan yang teratur baik dibandingkan bila ditanam bercampur dengan tanaman lain. dan menginjak dalam kegiatan olah raga (Munandar dan Hardjosuwignyo. melompak. Halaman rumput yang tumbuh baik dan rata sudah merupakan elemen taman yang menyenangkan.76 J. Tanaman Lapangan Rumput Tanaman lapangan rumput adalah jenis tanaman yang ditanam secara sendiri atau secara berkelompok pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik (eksotik). dan rumput peking (Agrotis stolonifera). Rumput dapat digunakan untuk menutupi lapangan luas seperti lapangan olah raga. Kriteria rumput untuk lapangan olah raga harus mempunyai kemampuan tumbuh yang baik serta memiliki daya adaptasi terhadap air. cemara papua (Cupressus papuana). suhu. Kumurur. dan palem puteri (Veitchia merrillii). rumput manila (Zoysea matrella). Contoh tanaman rumput untuk lapangan luas. antara lain. 1998). Tanaman Rumput Lapangan Tanaman rumput lapangan adalah jenis-jenis rumput yang dipergunakan untuk menutupi permukaan tanah yang hanya terdiri atas lapisan tanah saja. 1990. Halaman pekarangan sedapat mungkin tidak dibiarkan terbuka tanpa adanya tanaman di atasnya. pinang merah (Cyrtostachys lakka). Oleh karena itu. Tanaman ini juga berfungsi untuk memberi aksen pada hamparan hijau yang luas. antara lain. Kehadiran tanaman lapangan rumput akan lebih menonjol apabila ditempatkan secara sendiri-sendiri. rumput paitan (Axonopus compresus) dan rumput golf (Eragrostis sp). antara lain. Untuk lapangan terbatas/sempit. Contoh tanaman lapangan rumput. Rumput juga harus memiliki fleksibilitas dan resistensi untuk mengakomodasi aktivitas lari.

tanaman border/tepi.. (a) Mahkota kecil (b) Daun tumbuh rapat (c) Batangnya tinggi . tanaman berdaun/berbunga indah. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda.. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional. 3. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. tanaman median jalan... tanaman memanjat. 2. pohon tepi jalan. B.. Karakteristik tanaman yang berfungsi sebagai peneduh adalah. tanaman penutup tanah. tanaman border... pohon tepi jalan. Rangkuman Penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional terdiri atas tanaman indoor dan outdoor. tanaman rumput lapangan. tanaman rumput lapangan. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. 2. Jelaskan penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional. PENUTUP A. tanaman memanjat/pergola. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan penggolongan tersebut.. dan tanaman lapangan rumput... Jelaskan apa yang dimaksud tanaman indoor dan outdoor.. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional.77 L. tanaman peneduh. dan tanaman lapangan rumput. tanaman pagar. tanaman penutup tanah. tanaman berdaun/ berbunga indah. tanaman pagar. tanaman median jalan. tanaman peneduh/parkir. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1..

(a) Sutera bombay (b) Daun perak (c) Sambang darah (d) Verbena Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini... Contoh tanaman undercover adalah.... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 . Alasan lebar penanaman border sekitar 1 m adalah.... (a) Jenis pohon (b) Bermassa dan padat (c) Tinggi tanaman >2 m (d) Tanaman hias daun 3. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 6..... Persyaratan tanaman median jalan adalah. (a) Berdaun indah (b) Berbunga indah (c) Lapangan rumput (d) Rumput lapangan 5... (a) Mudah pemeliharaan (b) Mudah dilihat (c) Mudah dilewati (d) Mudah membatasi tapak 4... Hitunglah jawaban Anda yang benar.................... Tanaman yang ditanam pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik disebut tanaman....78 (d) Menggugurkan daun sekaligus 2...........

Anda dapat meneruskan pada Bab 7. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Kumurur VA. b 2.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. 5. 1998. Rumput Lanskap. Hardjosuwignyo. Rumput Lanskap. D. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Anda harus mengulangi Bab 6. 1990. Flowering Vines of The World. 2. New York: Macmillan. An Encyclopedia of Climbing Plants. Akan tetapi. 1970. Jakarta: Penebar Swadaya. New York: Heartside Press Incorporated. Taman dalam Ruang. 1994. Bogor: IPB. c 5. Arifin. a 4. bagus! Anda cukup memahami Bab 6. Kunci Jawaban 1. b 3. S. Menninger E. Manual of Climbers and Wall Plants. C. Jakarta: Penebar Swadaya. Griffiths M. Munandar A. 3. 2000. HS. Sumber/Referensi 1. Nurhayati. 4.79 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . b .

tetapi juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai fungsi tanaman dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Praktikum C. . Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. 4. Oleh karena itu. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. B. 3.80 BAB 7 Tanaman FUNGSI TANAMAN DALAM LANSKAP PENDAHULUAN merupakan bagian dari ekosistem. tanaman. tanaman tidak hanya mengandung/mempunyai nilai estetika saja. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. Selain itu. Cooperative learning 2. dan hewan. A. mutlak diperlukan keberadaannya untuk kelangsungan hidup manusia. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. 2. Strategi Pembelajaran 1. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. tanaman juga memberi kesan menarik dan menyenangkan.

5) mengontrol erosi. dan pengunaan untuk estetika/keindahan (aesthetics use). 6) mengontrol siklus hidrologi. Indikator Pencapaian 1.81 D. Mengontrol Radiasi. 10) menyediakan habitat satwa liar. 3) penahan silau. 2) penahan angin. 21) melembutkan garis dan massa bangunan. 1) mengontrol radiasi. 18) membingkai view. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. dinding. 13) sebagai penyekat (screen). fungsi tanaman dalam lanskap meliputi fungsi ameliorasi iklim (climate amelioration). Selanjutnya dijabarkan secara detail menjadi beberapa fungsi. dan atap). tanaman juga mampu meningkatkan kelembaban udara dan presipitasi air hujan melalui evapotranspirasi sehingga meningkatkan kenyamanan sekitar. 12) menyempitkan dan meluaskan ruang. 4) penaung dari hujan. antara lain. 15) sebagai pembatas (border). penggunaan untuk keperluan arsitektural (architectural use). dan Kelembaban Tanaman dapat menyerap panas dan memantulkan pancaran sinar matahari sehingga dapat menurunkan suhu iklim mikro. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Secara umum. 9) mengharumkan udara. 20) menonjolkan obyek tertentu. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. 7) memperbaiki kualitas udara. 4. Selain itu. 16) sebagai pengarah. dan kelembaban. Tegakan hijau pohon mampu mengurangi energi sinar matahari yang sampai ke permukaan tanah sehingga . Suhu. suhu. 17) menampilkan ciri fisik yang dapat diindera. 2. Tanaman dalam lingkungan iklim mikro dapat menurunkan suhu udara dengan adanya naungan pohon dan evapotranspirasi tanaman. Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap. 3. A. 11) membentuk ruang (lantai. 19) memberi latar belakang. 22) menyatukan elemen arsitektur bangunan. rekayasa lingkungan (engineering use). Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai fungsi tanaman dalam lanskap. 8) mengurangi bising. dan 23) menciptakan pola bayangan. 12) membentuk ruang vertikal/horizontal. 14) sebagai pagar (barrier).

agar sinar lampu kendaraan dari arah yang berlawanan dapat dikurangi. Peletakan tanaman dapat menahan pantulan sinar dari perkerasan. serta lebar tajuk.82 mampu mempengaruhi suhu udara. Daun-daun dapat mengintersepsi. jenis. dan kepadatan tajuk optimum (50 – 60%). Jenis tanaman yang dipakai harus diperhatikan tinggi pohon. Penahan Silau Tanaman dapat menahan silau yang ditimbulkan oleh sinar matahari. Komposisi tanaman yang berbeda ketinggian mampu mengurangi kecepatan angin sekitar 40-50%. hempasan air hujan. bercabang. tinggi pohon. dan rerumputan dapat mengubah suhu. dan beranting banyak. D. penyerap. dan mengalirkan tiupan angin sehingga menimbulkan iklim mikro. Sebaiknya pada jalur median jalan ditanami tanaman semak. B. dan mentrasmisikan sinar matahari dimana efektivitasnya tergantung kepada spesiesnya. Pada jalur jalan raya bebas hambatan. kepadatan tajuk tanaman. Penahan Angin Tanaman berguna sebagai penahan. dan menahan jatuhnya sinar matahari ke daerah yang menimbulkan keteduhan. semak belukar. Faktor yang menentukan fungsi pohon sebagai penahan angin. misalnya rindang. antara lain. dan sinar lampu kendaraan pada jalan raya dan bangunan. Peletakan tanaman di sisi jalan atau jalur tengah jalan sebaiknya dipilih pohon atau perdu padat. berdaun. mengabsorpsi. Penaung dari Hujan Tanaman mampu meningkatkan kelembaban udara dan presipitasi air hujan melalui evapotranspirasi sehingga meningkatkan kenyamanan sekitar. penetrability. secara tidak langsung harus dapat menurunkan suhu (pohon jangan terlalu masif). penanaman pohon tidak dibenarkan pada jalur median jalan. Jika pohon sebagai penahan angin. Pepohonan. lampu jalan. refleksi. bentuk tajuk. . C.

isi informasi. kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan. pemotongan dan penambahan muka tanah (cut and fill). besar kebisingan dan jarak dari sumber bising. alat-alat rumah tangga atau mesin-mesin di dalam gedung. berasal dari lalu lintas. . Definisi kebisingan adalah semua bunyi yang mengalihkan perhatian. kesinambungan. yaitu: (1) bising interior. Tingkat kekerasan bunyi pada suatu bunyi pada suatu tempat dapat diduga berdasarkan bentuk sumber. Sumber kebisingan juga dapat dikelompokkan: (1) sumber stasioner dari kegiatan rumah tangga dan industri. selain menimbulkan efek positif juga menyebabkan efek negatif terhadap kondisi tanah/lahan. Kondisi tanah menjadi rapuh dan mudah tererosi oleh karena pengaruh air hujan dan hembusan angin yang kencang. F. berasal dari manusia. hiburan. dan tempramen penerima. frekuensi. juga pada aspek subyektif seperti asal bunyi. 1986). kegiatan olahraga dan lain-lain di luar gedung (Doelle. mengganggu atau berbahaya bagi kegiatan sehari-hari (kerja. dan (2) sumber dinamis dari kendaraan. penggalian tanah untuk danau buatan. Sumber utama kebisingan diklasifikasikan dalam dua kelompok. alat-alat mekanis yang terlihat di luar gedung. Akar tanaman dapat mengikat tanah sehingga tanah menjadi kokoh dan tahan terhadap pukulan air hujan serta tiupan angin. Misalnya dalam pembentukan muka tanah. 1986). tempat pembangunan gedung-gedung. transportasi. Bunyi diinginkan atau tidak oleh seseorang tergantung pada kekerasan bunyi. industri. Sebagai definisi standar. Selain itu. Pencegah Erosi (Erosion Control) Kegiatan manusia dalam menggunakan lahan. perbaikan jalan. tanaman dapat pula berfungsi untuk menahan air hujan yang jatuh secara tidak langsung ke permukaan tanah. termasuk bunyi yang tidak sengaja dan bunyi yang ditimbulkan dari suatu kegiatan seperti bunyi transportasi dan industri. Mengurangi Kebisingan Kebisingan adalah bentuk suara yang tidak diinginkan karena tidak sesuai dengan tempat dan waktunya. keadaan pikiran. atau belajar) (Doelle. dan (2) bising luar (outdoor).83 E. waktu terjadinya. istirahat.

dan oleander (Nerium oleander). Contoh tanaman. Untuk sumber suara yang berupa titik. kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis). intensitas suara hanya berkurang sekitar 3 dB bila jarak sumber dengan penerima menjadi dua kalinya Cara pengendalian kebisingan dilakukan dengan tiga cara. dan ranting. susunan daun rapat. tajuk tebal daun rindang. bentuk komposisi dengan menanam berbagai jenis tanaman berbagai strata yang cukup rapat dan tinggi. dan penggunaan peralatan untuk melindungi penerima dari kebisingan. kirei payung (Filicium decipiens). cabang. Pengendalian kebisingan untuk sumber suara yang berbentuk garis. Kebisingan yang keluar dari sumber berupa titik menyebar melalui udara dalam bentuk bola dengan kecepatan 334 m/s dan sumbernya statis atau tetap. teh-tehan pangkas (Acalypha sp). Dedaunan tanaman dapat menyerap kebisingan sampai 95%. perdu atau semak yang membentuk massa. penyebaran suaranya berbentuk silinder yang memanjang. dapat dilakukan dan dihitung dengan rumus: D1 – 2 = 10 log 10 (d2/d1) Dimana D1= Tingkat suara di lokasi 1 D2 = Tingkat suara di lokasi 2 d1 = Jarak lokasi 1 terhadap sumber suara . antara lain. tanjung (Mimusops elengi). Barrier buatan berupa dinding atau bangunan. sedangkan sumber berupa garis menyebar melalui udara dengan pola berbentuk silender yang memanjang dan sumbernya bergerak. Syarat tanaman yang dapat meredam kebisingan adalah berupa pohon. misalnya kendaraan yang bergerak.84 Bentuk sumber bising dapat berupa titik (point source) dan garis (line source). pengendalian bising pada jalur transmisi suara. Pohon meredam suara dengan cara mengabsorbsi gelombang suara oleh daun. bougenvil (Bougenvillea sp). sedangkan barrier alami berupa vegetasi baik pohon maupun semak. sedangkan untuk sumber suara bergerak atau berbentuk garis. Pengendalian bising pada jalur transmisi dilakukan dengan meningkatkan jarak atau dengan menggunakan barrier. intensitas suaranya dapat berkurang sekitar 6 dB setiap jarak sumber pendengar menjadi dua kali lipat. yaitu pengendalian kebisingan pada sumbernya.

Kontrol Pandangan (Visual Control) Pohon secara visual dapat berfungsi sebagai penghalang pandangan. . Salah satu cara menutupi beton atau tembok bangunan adalah dengan menggunakan tanaman merambat atau dengan penambahan semak atau perdu. Pada dinding masif pengurangan tingkat kebisingan oleh barrier (Gambar 16) dapat dinyatakan dengan fungsi Fresnel Number (δ = (A+B)-C). Pengurangan tingkat kebisingan dengan fungsi Fresnel Number (Wilson. Tanaman penghalang berfungsi untuk menutupi pandangan ke suatu tempat seperti bangunan yang kasar atau tempat-tempat yang tidak menyenangkan dipandang. N= Dimana 2 δ λ N= 2(A + B) − C λ N = Fresnel Number A = Jarak dari sumber suara ke puncak barrier B = Jarak dari puncak barrier ke penerima C = Jarak dari sumber suara ke penerima λ = Panjang gelombang suara Gambar 16. 1989) G.85 d2 = Jarak lokasi 2 terhadap sumber suara Tingkat kebisingan akan berkurang 3 dB apabila jaraknya bertambah menjadi dua kali lipat.

1975) Pengamat bergerak (Gambar 18). Teori ini dapat dilakukan pada pengamat yang dian dan bergerak. Pengamat diam (Gambar 17). Penghalang pada pengamat diam (Shinzo. menggunakan rumus: S= Dimana 2r d = Sin α Sin α S: jarak antar pohon α: sudut antara arah gerak dan penglihatan d: diameter tajuk pohon r: jari-jari tajuk pohon .86 Teori penghalang adalah jika titik pandang telah ditentukan maka pohon diletakkan di antara titik pandang dan obyek yang ditutupi. menggunakan rumus: Tan α = Dimana h−l H−l d = h = d Tan α + l = (H − l) + 1 D d D l : tinggi mata pengamat α: sudut pandang dari mata ke puncak obyek yang ditutupi H: tinggi obyek h: tinggi pohon D: jarak dari titik memandang ke obyek d: jarak dari titik memandang ke pohon Gambar 17.

1975) H. Penghalang pada pengamat bergerak (Shinzo. Ruang pribadi ini . Tanaman sebagai kontrol pandangan terhadap ruang luar (Carpenter et al. Atap dibentuk oleh tajuk pohon yang membentuk kanopi atau tanaman merambat pada pergola. Dengan demikian pandangan dari arah atau ke arah ruang yang diciptakan dapat dikendalikan. atap. sedangkan sebagai lantai dapat dipergunakan tanaman rumput atau penutup tanah (groundcover) (Gambar 19).. dan lantai. Dinding dapat dibentuk oleh tanaman semak sebagai border. Gambar 19. Kontrol Pandangan untuk Ruang Pribadi Tanaman dapat dipergunakan untuk membatasi pandangan dari arah luar dalam usaha untuk menciptakan ruang pribadi (privacy space).87 Gambar 18. 1975) I. Kontrol Pandangan terhadap Ruang Luar Tanaman dapat dipakai untuk komponen pembentuk ruang sebagai dinding.

Sumber pencemaran udara yang utama berasal dari transportasi terutama kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar yang mengandung bahan pencemar. Pembakaran bensin dalam kendaraan bermotor merupakan lebih dari separuh penyebab pencemaran udara di perkotaan. dan galian tanah. Kontrol Pandangan terhadap Hal yang Tidak Menyenangkan Tanaman dapat pula dimanfaatkan sebagai penghalang pandangan terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan untuk ditampilkan atau dilihat. Sumber-sumber pencemaran lainnya berasal dari pembakaran. seperti timbunan sampah. 60% dari bahan pencemar yang dihasilkan terdiri dari karbon monoksida dan sekitar 15% terdiri dari hidrokarbon. tempat pembuangan sampah. Ruang ini memerlukan penempatan tanaman pembatas pandangan setinggi 1. Gambar 20. 1975) J. Mengurangi polusi udara Pencemaran udara diperkirakan semakin meningkat dan meluas seiring dengan cepatnya proses industrialisasi dan makin banyaknya kendaraan bermotor.5 – 2 meter (Gambar 20).88 biasanya ruang yang terlindung dari pandangan orang lain. K.. Kontrol pandangan untuk ruang pribadi (Carpenter et al. . proses industri.

seperti ukuran dan .34%. PAN (Peroxy Acetic Nitrat). jumlah debu yang melayang di udara akan menurun. Selain itu pohon tepi jalan yang digunakan juga harus efektif dalam menjerap dan menyerap pencemar udara. yaitu menjatuhkan polutan ke tanah.50%. dan lain-lain. batang dan perakaran.89 pembuangan limbah dan lain-lain. sulfur oksida (SOx) sebesar 0. Mekanisme tanaman mengurangi polusi udara. HC. SO3) CO2.89%. antara lain. Debu yang terdapat pada lapisan biosfer bumi. vegetasi berfungsi dalam mereduksi partikel padat dari udara yang merupakan dampak dari kegiatan manusia. kerapatan dan bentuk trikoma. terutama di kotakota besar. Partikel yang melayang-layang di permukaan bumi sebagian akan terjerap (menempel) pada permukaan daun. Komponen pencemaran udara yang bersumber dari kegiatan transportasi di Indonesia yang paling banyak berpengaruh sebagai pencemar udara adalah karbon monoksida (CO) sebesar 70. pembakaran sampah. Vegetasi khususnya pohon tepi jalan harus memenuhi kriteria ciri dan bentuk arsitektural antara lain mencakup tinggi pohon dewasa. kebakaran hutan atau ladang. Zn. cabang dan ranting. dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui beberapa mekanisme. disebabkan gas buang kendaraan bermotor (60-70%). yaitu: 1) menjerap (adsorpsi). Dengan adanya mekanisme ini.33%. CO. industri (10-15%). dan partikel sebesar 1. Hidrokarbon (HC) sebesar 18. SOx (SO2. hanya sampai di permukaan daun (menempel). untuk polutan padat. antara lain. partikel debu. dan sisanya berasal dari rumah tangga. Pencemaran udara di Indonesia. Efektifnya mekanisme penjerapan ditentukan oleh ukuran. diasimilasi oleh jaringan tanaman dalam daun. Vegetasi merupakan elemen alami yang dominan sebagai pembentuk lanskap kota. 3) mendifusi. untuk gas NOx (NO2. nitrogen oksida (NOx) sebesar 8. yaitu mengencerkan konsentrasi polutan. Fe. Selain sebagai elemen estetis. khususnya daun yang berbulu dan yang mempunyai permukaan yang kasar dan sebagian lagi terserap masuk ke dalam ruang stomata daun. 2) menyerap (absorpsi).88%. tekstur daun. NO3). dsb). logam-logam (Pb. dan 4) mendeposisi. Ada juga partikel yang menempel pada kulit pohon. Dalam menyerap zat pencemar dipengaruhi oleh karakteristik morfologi tanaman.

Jenis tanaman yang dipakai untuk menyerap gas adalah tanaman yang mempunyai sifat: mempunyai stomata yang banyak. kriminil (Alternanthera ficoides). lantana (Lantana camara). mempunyai ketahanan tertentu terhadap gas tertentu.Semakin besar nilai APTI maka tanaman semakin toleran . bougenvil ungu (Bougenvillea glabra). dan adam hawa (Rhoeo discolor).Pohon memiliki nilai APTI yang paling besar . APTI = A (T + P) + R 10 Dengan variabel-variabel yang peka terhadap polusi: A: kandungan Asam Ascorbic T: total klorofil P: pH ekstrat daun R: kandungan/kadar air Tabel 1. Kriteria sensitivitas dan toleransi tanaman terhadap polusi Kriteria Decidious < 15 15 – 19 20 – 24 > 24 Nilai APTI Evergreen < 13 13 – 16 17 – 20 > 20 Herba 11 11 – 14 15 – 18 > 18 Sensitif Sedang Cukup toleran Toleran Keterangan: . Contoh tanaman penyerap NO2. Rumus APTI dan nilainya (Tabel 1) sebagai berikut. akalipa merah (Acalypha wilkesiana). flamboyan (Delonix regia). dan mempunyai tingkat pertumbuhan yang cepat. Kemampuan adaptasi terhadap polusi tinggi. melinjo (Gnetum gnemon).Tanaman dengan genus sama. cempaka (Michelia campaka). adanya rambut pada permukaan daun dan juga tekstur daun. karakter tidak beda jauh . kenanga (Cananga odorata).90 bentuk daun. antara lain. dapat diketahui dengan APTI (Air Pollution Tolerance Index). lollipop kuning (Pachystachys lutea). rumput manila (Zoysia matrella). kembang merak (Caesalpinia pulcherrima).

Contoh tanaman pengarah pada jalan. bambu. Ada tanaman yang mengeluarkan aroma pada pagi. pembatas ke arah pandangan yang kurang baik. . siang. Contoh tanaman beraroma. akalipa. Tanaman yang dapat dipakai adalah tanaman yang dapat mengeluarkan aroma tertentu yang disebut tanaman aromatik. mahoni (Swietania mahagoni). Ada yang beraroma lembut tetapi ada juga yang beraroma menusuk hidung atau menyengat. Contoh tanaman pembatas untuk jalan. daun. N. dan menghilangkan kejenuhan bagi pemakai jalan. dan cempaka (Michelia champaca).91 L. buah. antara lain. baik melalui bunga. hujan mas (Cassia glauca). sore. kacapiring (Gardenia jasminoides). Tanaman Penahan Kebakaran Tanaman dengan daun apabila terjadi kebakaran juga ikut terbakar. Tanaman aromatik adalah tanaman-tanaman yang dapat menghasilkan aroma tertentu. Sebenarnya penahanan kebakaran secara sempurna oleh tanaman adalah sulit. melati (Jasminum sambac). kembang sepatu. Tanaman ini dapat berfungsi sebagai pembatas untuk jalan. bambu (Bambusa sp). M. pengarah gerakan bagi pemakai jalan pada jalan berbelok atau ke tujuan tertentu. glodogan tiang (Polyalthea sp). antara lain. dan malam hari (Nugrahani. dan oleander. kol banda (Pisonia alba). Aroma yang ditimbulkan ada yang enak atau harum dan ada yang tidak enak. antara lain. Pembatas Fisik (Physical Barrier) Tanaman pembatas merupakan tanaman yang ditanam secara berbaris untuk membatasi baik pergerakan maupun pandangan. cemara. antara lain. 2006). pengarah dan pembentuk pandangan. bau berkurang). batang. cemara. dan pangkas-pangkasan. Mengharumkan Udara Tanaman dapat membersihkan udara yang baunya tidak enak (setelah melewati vegetasi. maupun akarnya. Contoh tanaman pembentuk pandangan. cemara. kembang merak. kemuning (Murraya paniculata). akalipa (Acalypha wilkesiana). kenanga (Canangium odoratum). glodogan biasa (Polyalthea longifolia). Tanaman aromatik mampu menghasilkan aroma yang harum hingga pada jarak tertentu dari tempat tumbuhnya. dan pangkas-pangkasan.

jika bisa bertahan atau melakukan pemadaman. bangunan sekeliling dapat dilindungi dari perambatan api Tanaman menghalangi perambatan panas sehingga bersama dengan tanah kosong (terbuka) di sekeliling rumah. maka pohon menahan aliran angin sehingga menghalangi perpindahan api. pohon juga menghalangi bara api yang terbang. bara api terbang. Struktur penanaman . Jika ada angin. dan 23): - Kombinasi dengan tanah kosong Menggunakan dua atau lebih deretan pohon Tanah kosong ≥ 6 m Tidak menanam rumput pada tanah kosong Tinggi pohon ≥ 10 m (tergantung bangunan yang ingin dilindungi) Di depan pohon ditanam semak Lebar penanaman 6 – 10 m Pohon Pohon Semak Semak > 10 m 6 – 10 m Tanah kosong 6m 6 – 10 m Gambar 21.92 Umumnya pada kebakaran bangunan total. 22. tanaman meningkatkan ketahanan gedung terhadap kebakaran. api mengalir. Struktur penanaman untuk menahan kebakaran (Gambar 21. Fungsi tanaman dalam menahan kebakaran adalah menahan perambatan panas. api membesar dalam 3 – 4 menit dan alam waktu tersebut.

93
Tanaman dipangkas dibentuk fence

5m

Gambar 22. Tanaman penahan kebakaran untuk lahan yang sempit

Dengan batas 2 pohon

2m

7m

Gambar 23. Tanaman penahan kebakaran untuk lahan yang lebih lebar

O. Fungsi Sosial Budaya

Fungsi tanaman sebagai sosial budaya terkait dengan tanaman yang mengandung nilai adat/kepercayaan. Tanaman ini merupakan tanaman yang pada daerah tertentu memiliki nilai tersendiri karena kepercayaan yang dianut masyarakat sebagai pengaruh budaya, adat atau keagamaan. Beberapa tanaman mempunyai nilai karena berhubungan dengan upacara adat, pantangan dan himbauan, tempattempat tertentu misalnya tempat yang dianggap keramat, rejeki, jodoh, status sosial, dan sebagainya. Contoh nilai budaya tanaman dalam masyarakat Bali, dimana nilai tanaman berpengaruh terhadap peletakan tanaman dalam tata ruang lanskap tradisional Bali (konsep Tri Mandala yang membagi menjadi tiga zona: utama, madya, nista). Pada zona utama diletakkan tanaman Ficus benjamina, Santalum album, Cordyline sp,

94
Michelia champaca, dan Pandanus sp yang ditanam sekitar pura. Pada zona madya

diletakkan tanaman Cananga odorata dan Hibiscus rosa-sinensis, sedangkan pada zona nista atau di kebun/tegalan terdapat tanaman Musa paradisiaca, Bambusa sp,
Cocos nucifera, dan Citrus sp.

Contoh lain, dadap (Erythrina indica) yang digunakan untuk struktur pemujaan temporer di pura dan merupakan salah satu kayu penting dan bernilai religi. Tanaman cendana (Santalum album) sebagai bagian penting pegangan keris bagi para empu.

P. Rangkuman

Fungsi tanaman dalam lanskap terdiri atas 1) mengontrol radiasi, suhu, dan kelembaban, 2) penahan angin, 3) penahan silau, 4) penaung dari hujan, 5) pencegah erosi (erosion control), 6) mengurangi kebisingan, 7) kontrol pandangan (visual control), 8) kontrol pandangan terhadap ruang luar, 9) kontrol pandangan untuk ruang pribadi, 10) kontrol pandangan terhadap hal yang tidak menyenangkan, 11) mengurangi polusi udara, 12) mengharumkan udara, 13) pembatas fisik (physical
barrier), 14) tanaman penahan kebakaran, dan 15) fungsi sosial budaya.

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang fungsi tanaman dalam lanskap, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Jelaskan fungsi tanaman dalam lanskap. 2. Jelaskan fungsi ameliorasi iklim, rekayasa lingkungan, penggunaan untuk keperluan arsitektural, dan pengunaan untuk estetika dari tanaman lanskap. 3. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan masing-masing fungsi.
Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus

memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 2. Renungkan tentang fungsi tanaman dalam lanskap.

95
B. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Pada jalur median jalan bebas hambatan tidak dibenarkan menanam tanaman............. (a) Penutup tanah (b) Semak (c) Perdu (d) Pohon 2. Syarat tanaman yang dapat meredam kebisingan adalah............. (a) Semak soliter (b) Susunan daun rapat (c) Tajuk lebar (d) Daun lebar 3. Karakteristik tanaman yang efektif untuk membatasi pergerakan manusia adalah tanaman yang............. A. Bermassa daun sedikit B. Berjarak tanaman rapat C. Berukuran daun besar D. Berbatang besar 4. Toleransi tanaman terhadap polusi dapat diketahui dari nilai APTI, dimana nilai APTI semakin............. A. Tinggi maka tanaman semakin toleran B. Rendah maka tanaman semakin toleran C. Tinggi maka tanaman semakin sensitif D. Rendah maka tanaman cukup toleran 5. Struktur penanaman tanaman yang efektif menahan kebakaran adalah............. A. Menanam rumput pada tanah kosong B. Menggunakan dua atau lebih deretan pohon C. Menggunakan pohon tinggi ≤ 10 m D. Menggunakan satu baris pohon

Surabaya: Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian UPN Veteran Jatim. editor. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . Carpenter PL. Akustik Lingkungan. 18 Mei 2006. Walker. Akan tetapi. Wilson CE. hlm 102-108. Doelle LL. . Anda dapat meneruskan pada Bab 8. Anda harus mengulangi Bab 7. bagus! Anda cukup memahami Bab 7. Tokyo: Kashima. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 7.96 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Theory and Technique of Planting. Inc. Prosiding Seminar Nasional Lanskap Perkotaan. C. Shinzo N. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. and Control of Sound and Vibration. 5. San Fransisco: Freeman & Co. TD. 2006. 3. Analysis. Surabaya. 2. Noise Control: Measurement. Plants in the Landscape. 1975. 1989. Hitunglah jawaban Anda yang benar. terutama bagian yang belum Anda kuasai. 1975.. New York: Harper and Row Publ. 4. Sumber/Referensi 1. Nugrahani P. FO.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. 1986. Di dalam: Winarno et al. Lanphear. Vegetasi Aromatik sebagai Elemen Lanskap Ruang Terbuka Hijau Perkotaan. Jakarta: Erlangga.

a 5. b 3. b . Kunci Jawaban 1. b 4.97 D. d 2.

drainase. Strategi Pembelajaran 1. A. lampu taman.98 BAB 8 KOMPOSISI TANAMAN PENDAHULUAN Penataan tanaman dalam sebuah taman memang tidak semudah yang diduga apabila diharapkan hasil yang bagus. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum. penataan tanaman berkaitan juga dengan unsur pertanaman lain. Ada beberapa hal pokok yang sangat penting diketahui terlebih dahulu bila ingin menata tanaman dengan hasil yang cukup memuaskan. Faktor-faktor seperti keadaan tanah. Case study 3. Studi lapang 2. Hal lain yang penting diketahui ialah tanaman bukan hanya sebagai unsur hiasan saja. Praktikum . kolam. dan suhu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. seperti bangunan. Dengan lebih mengenal atau mengetahui fungsi dan potensi dari unsur tanaman tersebut. angin. sinar matahari. batu-batuan. B. Sifat atau karakteristik yang paling menonjol adalah bahwa tanaman merupakan unsur yang hidup dan tumbuh. Hal ini tentu saja sangat perlu diketahui terlebih dahulu agar tanaman yang ditata hidup dan tumbuh dengan baik. dan sebagainya. tetapi memiliki beberapa fungsi dan potensi. Selain itu. Tanaman memang memiliki beberapa sifat yang dapat dibedakan dengan unsur-unsur pertamanan yang lain. komposisi tanaman yang dibuat tentu akan lebih fungsional berguna dan visual indah.

Kemampuan membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai komposisi tanaman dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. menyebar.99 C. misalnya dapat menimbulkan suasana cerah dan menyenangkan. merunduk. Mahasiswa melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman pada suatu lanskap. Indikator Pencapaian 1. 5. sedang. sedang. dan kecil. 3. Ukuran tanaman juga bervariasi. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Warna-warna terang. Kemampuan melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman. 3. D. Mahasiswa membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik. dan eksotis atau unik. 4. sedangkan warna gelap mengesankan suasana yang suram. Mahasiswa aktif melakukan praktikum. Bentuk tanaman misalnya ada yang berbentuk tinggi ramping. piramidal. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. serta tanaman penutup tanah dan rumput. dan rendah. seperti pohon besar. Warna-warna tanaman yang beraneka warna merupakan karakteristik penting yang dianggap sebagai karakteristik emosional karena mempengaruhi secara langsung kesan dan suasana ruang luar. Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap. 2. semak tinggi. 4. tinggi membulat. dan praktikum. case study. 2. Tekstur tanaman adalah kesan kasar atau halusnya keseluruhan tanaman . Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. masalah pengenalan karakteristik visual tanaman sangat penting diketahui lebih jauh disamping hal-hal yang lainnya. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Untuk membuat sebuah komposisi tanaman yang indah dan menarik. bulat.

dan irama. misalnya barisan pohon. tekstur. 2. cara tumbuh. dan sebagainya. nada warna dan lain sebagainya. aksen. serta lebih hidup dan menarik. persepsi terhadap jarak. 3. irama. Suatu komposisi yang baik harus mempunyai kesatuan yang kompak antara unsur-unsur yang tersusun di dalamnya termasuk faktor keseimbangan. sifat. rangkaian batu yang serupa. harus diciptakan aksen sebagai point of interest pada bagian atau titik-titik tertentu. Pada sebuah taman harus ada unsur taman sebagai pusat pemandangan berupa elemen estetis yang mewakili seluruh bagian taman yang dapat menampilkan ide. tidak monoton dan membosankan. mungkin berbentuk beraturan atau tidak beraturan.100 secara visual pada tanaman individual atau kelompok. dan berasal dari sifat ekologisnya yang sama. Bilamana suatu unsur memisahkan diri berarti kesatuan tersebut tidak tercapai. Aksen merupakan bagian terpenting yang menjadi pusat perhatian dan mampu memberikan ciri tertentu yang mengandung ide. aksen. yaitu kesatuan. Kesatuan/tema Kesatuan adalah organisasi antara beberapa unsur yang saling bergantung satu sama lain atau tidak terpisahkan. daya tarik visual. dan isi. urutan dari anak tangga. 1. Adanya irama memberikan kesan dinamis. Aksen/kontras/point of interest Suatu desain dapat membosankan tanpa adanya aksen. Oleh karena itu. jarak penanaman. keseimbangan. warna. Irama/gradasi Irama adalah urutan atau perulangan elemen-elemen. tujuan. Aksen dalam lanskap dapat diciptakan dengan memanfaatkan unsur desain lainnya yang dimiliki oleh elemen lanskap. Kesatuan komposisi tanaman dapat diperoleh dari pemilihan tanaman yang sama dalam jenis. tinggi rendah tanaman yang diatur berulang-ulang. meliputi kesatuan komposisi dan keanekaragaman. A. Tekstur tanaman ternyata mempengaruhi faktor dalam komposisi tanaman. Prinsip Komposisi Tanaman Prinsip dan aturan dalam menyusun komposisi tanaman mengikuti prinsip desain lanskap. bentuk. Irama pada lanskap dapat diciptakan dengan penggunaan warna tanaman yang berulang-ulang. Aksen tersebut dapat diciptakan dari . dan proporsi.

yaitu mempunyai ciri-ciri yang jelas. Keseimbangan simetris yang memberi kesan formal lebih mudah dicapai dan dimengerti. yaitu keseimbangan yang berpusat pada pertemuan antara dua garis sumbu yang membentuknya. Keseimbangan yang tercipta dapat berupa keseimbangan simetris dan asimetris. yaitu simetri bentuk. desain tersebut mempunyai keseimbangan. ukuran atau warna. jika kedua sisi dari taman tersebut sama-sama menarik perhatian dari pengamat. yaitu penempatan tanaman yang sama tepat satu sama lain. 5. Tanaman yang tinggi dengan tekstur halus yang dominan dapat menjadi aksen di antara tanaman berukuran sedang dan bertekstur kasar. d. ada tiga titik yang jika dihubungkan satu sama lain menjadi segitiga.101 perbedaan tekstur. warna. Satu hal yang . a. perbedaan bentuk. Keseimbangan sentral atau radial. tetapi tidak dalam bentuk dan materi yang sama antara sisi yang satu dengan yang lain. Keseimbangan diumpamakan taman dibagi dua sama besar. Keseimbangan asimetri menghasilkan perhatian yang sama pada kedua sisi ruang luar. Keseimbangan asimetris. Keseimbangan adalah pembagian elemen yang menghasilkan suatu aksen. serasi. b. tetapi memberi kesan lebih halus karena mendekati alam. Keseimbangan simetris terbagi 3 jenis. Keseimbangan/kontrol Kontrol terhadap ketiga prinsip sebelumnya jangan berlebihan atau kekurangan sehingga tercipta kesan seimbang. c. Keseimbangan simetris. Keseimbangan segitiga. sedangkan keseimbangan asimetris yang memberi kesan informal atau alami lebih sulit dicapai. Proporsi Apabila membuat suatu taman. dan bobot. yaitu keseimbangan yang elemen-elemennya tidak sama dan serupa antara sisi yang satu dengan sisi yang lainnya pada garis sumbu. sebaiknya memilih tanaman dan struktur taman yang ukurannya sesuai dengan garis-garis lanskap bangunan. 4. sebagai berikut. keseimbangan terletak pada penciptaan pandangan yang sama bobotnya dari satu pusat perhatian. dan harmonis.

102 tidak boleh dilupakan adalah ukuran maksimal tanaman, dalam hal ini pohon. Proporsi merupakan ciri dari suatu lanskap yang berkaitan dengan ukuran. Setiap elemen lanskap harus dalam hubungan ukuran yang tepat dengan elemen lainnya. Pada taman yang kecil, pemilihan jenis tanamannya lebih terbatas, teksturnya halus, dan warna tidak terlalu menyolok, sedangkan pada taman yang cukup luas, kesempatan memilih jenis tanaman lebih banyak. Ukuran tanaman terhadap bangunan harus sebanding, sehingga proporsi harus sesuai dengan fungsinya. Untuk menciptakan komposisi tanaman yang menarik dan indah, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan, yaitu: 1. Tanaman soliter atau tunggal seperti palem merah, beringin, dan lain sebagainya, sebaiknya ditanam menyendiri sebagai eye catcher atau daya tarik yang berfungsi sebagai karya sculpture yang dinamis terlihat dari berbagai sisi. 2. Untuk sebuah komposisi, sebaiknya memilih jenis-jenis tanaman berdasarkan ukuran, bentuk, warna, dan teksturnya. 3. Perancang harus menghindari penanaman dengan jumlah genap karena cenderung memecah komposisi. Tanaman dengan jumlah ganjil cenderung mempersatukan komposisi. 4. Sebaiknya tidak menanam secara menyebar atau jarang, tanaman dibuat secara mengelompok, terutama pada tanaman-tanaman individu. 5. Masa-masa tanaman yang saling bersinggungan atau tumpang tindih tajuknya akan memperkuat hubungan antara satu dengan yang lainnya. 6. Sebaiknya mengisi di bawah tajuk pohon dengan tanaman semak agar tidak terbentuk ruang tersisa. 7. Tanaman khususnya semak, sebaiknya ditanam dalam bak tanam (cultivated bed) sehingga terlindung dari kerusakan akibat mesin potong rumput saat pemangkasan. Penanaman di dalam bak memungkinkan menutup permukaan tanah dengan lumut, serbuk kayu, batuan atau material lain untuk mencegah timbulnya tanaman liar. Berikut ini diberikan contoh komposisi tanaman pada area menyudut, pada bidang lurus, dan untuk memanipulasi bangunan.

103
a. Komposisi Tanaman Menyudut

Ada dua hal yang perlu diperhatikan pada penataan komposisi penanaman menyudut, yaitu 1) titik tengah sudut atau lengkung dalam (incurve) dan 2) kedua tepian atau lengkung luar (outcurve). Lengkung dalam merupakan tempat yang sesuai untuk menempatkan tanaman yang memiliki daya tarik visual kuat sehingga biasanya digunakan untuk menempatkan focal point dengan tanaman yang khas, baik ukuran, bentuk, maupun warnanya. Dari segi ukuran, sebaiknya tanaman tersebut merupakan tanaman yang paling tinggi di antara tanaman lain pada bagian
outcurve. Selain tanaman khas, untuk focal point dapat juga ditempatkan bentuk

aksen lainnya pada incurve seperti patung, air mancur atau lampu yang bentuknya artistik. Aksen utama dapat diletakkan di lokasi incurve atau di lokasi lain. Jika aksen di luar incurve, maka incurve dapat dijadikan tempat untuk meletakkan aksen minor dengan catatan aksen ini tidak melebihi kekuatan aksen utamanya. Variasi dapat dilakukan dalam komposisi menyudut ini, antara lain, 1) meletakkan tanaman tinggi pada incurve kemudian memendek ke arah outcurve dan 2) pada incurve diletakkan tanaman tinggi, sedangkan bagian depan serta outcurve diisi dengan tanaman yang lebih pendek. Komposisi tanaman pada incurve dan outcurve ini sebaiknya tidak lebih dari tiga sampai empat jenis saja. Contoh komposisi tanaman menyudut dapat dilihat pada Gambar 24.

Gambar 24. Contoh komposisi tanaman menyudut (Sumber: Handayani, 2009)

104
b. Komposisi Tanaman pada Bidang Lurus

Komposisi

penanaman

pada

bidang

lurus

pada

dasarnya

mencoba

menerapkan fungsi arsitektur yang diantaranya adalah membentuk bidang vertikal. Penanaman cara ini dapat berperan baik sebagai pembentuk ruang privacy, total maupun semi privacy, atau ruang dengan tingkat keterbukaan terbatas. Selain fungsi arsitektural, komposisi ini berperan pula sebagai pengendali visual dan pengendali lingkungan, seperti pengendalian pandangan ke arah tempat yang kurang menarik dan pengendalian terik matahari. Penanaman pada bidang lurus secara umum dikelompokkan pada: 1) berderet mengikuti bidang lurus, dan 2) berderet seolah mengikuti garis lengkung/berbelok-belok (Gambar 25).

Gambar 25. Contoh penataan tanaman pada bidang lurus (Handayani, 2009)

dan proporsi. yaitu kesatuan. 2. PENUTUP A. jenis tanaman yang digunakan harus dibatasi dan disusun dalam bentuk kelompok. irama. dan untuk memanipulasi bangunan. Namun. Hal ini untuk menciptakan area transisi antara penutup tanah dengan tanaman tinggi. pengaturan dalam perletakan titik tanam sangat mempengaruhi daya tarik komposisi secara keseluruhan. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang komposisi tanaman dalam lanskap.105 Seperti halnya dalam pembuatan komposisi menyudut. keseimbangan. Komposisi Tanaman untuk Memanipulasi Bangunan Komposisi ini diperlukan bila menghadapi bangunan yang bentuknya terlalu tinggi. dinding yang telah tua atau bagian bangunan lain yang kurang menarik. tidak hanya terbatas pada sudut-sudut bangunan saja tetapi menyeluruh hingga ke bagian lanskap lainnya. pada bidang lurus. Berikan contoh komposisi tanaman pada area menyudut. bidang lurus. Komposisi ini dapat diterapkan pada area menyudut. Komposisi untuk memanipulasi bangunan ini memiliki peran penting dalam mempercantik sebuah bangunan. Fungsi lainnya adalah untuk mengarahkan pandangan pengamat pada pintu masuk di area publik sebuah bangunan. B. c. Komposisi tanaman pada bidang lurus akan lebih menarik bila di bagian depan ditempatkan tanaman yang lebih rendah dari bagian belakang. dan untuk memanipulasi bangunan. aksen. jumlah tanaman yang terlalu sedikit pun dapat mengakibatkan komposisi menjadi monoton. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Disamping itu. . Jelaskan persyaratan dalam menyusun komposisi tanaman yang baik. Rangkuman Prinsip dan aturan dalam menyusun komposisi tanaman mengikuti prinsip desain lanskap.

Aksen pada suatu taman dapat diciptakan dengan cara......... (a) Pengulangan bentuk (b) Perbedaan bentuk (c) Ukuran yang sama (d) Warna yang terang 4.... ......... (a) Dinamis (b) Statis (c) Monoton (d) Ramai 3.....106 Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.... B. Salah satu cara untuk mempersatukan komposisi tanaman adalah... Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1... Penempatan (a) Simetris (b) Asimetris (c) Radial (d) Segitiga tanaman yang sama tepat satu sama lainn disebut keseimbangan ......... 2...... Renungkan tentang komposisi tanaman dalam lanskap. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda.. Kesan yang dapat ditimbulkan dari irama adalah kesan..... (a) Penanaman berjumlah ganjil (b) Penanaman berjumlah genap (c) Penanaman secara menyebar (d) Penanaman dengan jenis yang sama 2.

. http://www...100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Untuk menciptakan komposisi tanaman yang baik. Hitunglah jawaban Anda yang benar._TEKNIK_ARSITEKTUR/196609301997032SRI_HANDAYANI/Bahan_Ajar_Mata_Kuliah_ArsLansekap_4. Elemen-elemen Pendukung Lanskap. Akan tetapi.upi. terutama bagian yang belum Anda kuasai.edu/ Direktori/FPTK/JUR. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%.. 2009. Handayani S. C.. Anda harus mengulangi Bab 8..107 5. (a) Lengkung dalam (b) Lengkung luar (c) Bidang lurus (d) Garis berbelok-belok Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . Anda dapat meneruskan pada Bab 9. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 8.. tanaman tinggi sebaiknya diletakkan pada.. Sumber/Referensi 1.pdf.. ._PEND.. [13 Maret 2011]... bagus! Anda cukup memahami Bab 8.

b 4. a 3.108 D. a 5. Kunci Jawaban 1. a 2. a .

Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. A. penanaman. 2. B. Strategi Pembelajaran 1. pembuatan konstruksi. dibedakan menjadi penanaman pohon.109 BAB 9 TEKNIK PENANAMAN TANAMAN LANSKAP PENDAHULUAN Untuk mewujudkan suatu karya desain. dan pembersihan. 3. . Untuk penanaman tanaman lanskap. rumput. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai teknikteknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. dan tanaman pagar. Kegiatan pelaksanaan lebih terkait dengan pekerjaan secara fisik di lapangan dengan acuan hasil desain yang telah dibuat sebelumnya. Praktikum C. Cooperative learning 2. 4. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. penutup tanah. haruslah melewati tahap pelaksanaan. Kegiatan pelaksanaan meliputi tahap persiapan. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. semak.

Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. tergantung dari kesesuaiannya dengan rancangan taman yang kita inginkan. Kalau perlu pergunakanlah pupuk organik (pupuk hijau atau pupuk kandang).110 b. Indikator Pencapaian 1. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. 3. kemudian ke dalamnya diisikan tanah yang subur. perancang dapat memilih semak atau pohon yang menghasilkan buah-buahan. Tanaman yang sehat juga tidak memerlukan pemeliharaan yang banyak dan hasil akhirnya akan memuaskan pemilik tapak. kehadirannya selalu mewarnai suatu taman. Kontraktor sebagai pelaksana bertanggung jawab menciptakan iklim mikro yang optimum untuk pertumbuhan tanaman. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. atau yang dapat dimanfaatkan daunnya untuk obat atau bahkan juga untuk sayuran/lalapan. 1. lubang tanam ini dibuat dengan ukuran yang lebih besar. 4. tergantung ukurannya. Tanaman yang sehat dan kuat diperlukan untuk mencapai efek yang diinginkan. Tiap lubang tanam dapat diisi 2 – 5 kg pupuk. penanaman pada tanaman puteran (balling). Tanaman cabutan Buatlah lubang tanam terlebih dahulu. Penanaman Pohon dan Semak Sangat banyak pilihan untuk pohon dan semak. Jadi penanaman yang baik merupakan bagian pengelolaan usaha. misalnya 80 cm x 80 cm x 60 cm. . Dari sekian jenis yang ada. Pada tanah yang kurang subur. dan pemindahan tanaman. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai teknik penanaman tanaman lanskap. Kemampuan melakukan praktikum teknik penanaman tanaman lanskap. 2. Penggantian tanaman mengurangi atau menghilangkan keuntungan. Karenanya. Penanaman bukan sekedar memasukkan tanaman ke lubang. Teknik penanaman pada pohon dan semak terdiri atas penanaman untuk tanaman cabutan. Penanaman yang benar dari segi pembiayaan penting bagi kontraktor.

ketinggian tanah dari tanaman setinggi permukaan tanah halaman. maka untuk sementara diperlukan tongkat-tongkat penguat di samping kiri dan kanannya. Dalam susunan yang tepat. Salah satu caranya adalah dengan membuat tembok/dinding mengelilingi bagian bawah pohon.111 Isikan campuran tanah dan bahan organik tersebut ke dalam lubang tanam sehingga tanaman dapat diletakkan cukup dalam. Penanaman dengan sistem cabutan dapat dilihat pada Gambar 26. dan kemudian siramlah dengan air secukupnya. Tali pengikat sebaiknya dilapisi selang plastik. juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat duduk. maka dinding tersebut selain berfungsi membatasi pertumbuhan akar. Tanaman puteran (balling) Pohon atau semak yang tidak dapat atau sulit ditanam secara cabutan. Cara ini perlu disertai pemangkasan tajuk pohon. Kemudian. Tekanlah dengan kuat hingga tanah di sekitar tanaman cukup padat. perlu juga dibuatkan kayu melintang sehingga dapat dilakukan pengikatan antara tongkat penguat dengan batang tanaman. Apabila tanaman yang ditanam cukup tinggi sehingga mudah roboh bila dihembus angin. Hal tersebut dapat dicegah atau diatasi dengan cara membuat batasan daerah pertumbuhan akar. Pertumbuhan akar dibatasi sehingga akar tidak leluasa menembus lapisan tanah. Cara ini dilakukan pada saat kita akan mulai menanam pohon tersebut. maksudnya agar batang pohon tidak luka terjerat Pohon yang tumbuh membesar dengan bebas sering akarnya merusak bangunan yang ada di sekitarnya. 2. harus ditanam dalam bentuk puteran (Gambar 27). Sebagai patokan dalam hal ini. . Dengan cara ini akan lebih bagus hasilnya walaupun pelaksanaannya lebih berat. yaitu dengan mengikutsertakan tanah asalnya dalam bentuk gumpalan.

Lubang tanam diisi tanah subur atau tanah yang telah dicampur pupuk organik 3. Penanaman dengan sistem cabutan (Sumber: Sulistyantara. Tanah di sekitar tanaman dipadatkan 6.112 1. Lubang tanam dibuat dengan ukuran tertentu. 1992) . Disiram air secukupnya Gambar 26. Tanah subur ditambahkan lagi sehingga akar tertutup tanah 5. Apabila tanah kurang subur. Sebagai patokan. Tanaman dimasukkan ke dalam lubang tanam sehingga letak akar cukup dalam. pangkal akar sejajar dengan tanah halaman 4. ukurannya diperbesar 2.

Puteran diangkat secara bersamasama dengan lembaran karung goni atau sejenisnya 2. Pasang tongkat untuk menyangga berdirinya tanaman jangan sampai merusak akar tanaman 6.113 1. Penanaman dengan sistem puteran (Sumber: Sulistyantara. 1992) . Tambahkan tanah yang subur (topsoil). Tanah dipadatkan 5. Letakkan dalam lubang tanam. Ikatkan pada tongkat dan siram sampai basah betul Gambar 27. lebarnya 2× lebar puteran dan dalamnya 15 cm lebih dalam daripada puteran 3. lepaskan tali pengikat puteran 4.

apabila pohon tersebut sudah cukup besar sehingga ukurannya sudah tidak memungkinkan diatasi dengan tenaga manusia. seperti jalan setapak. baik dari segi persyaratan hortikultura yang dikehendaki maupun sifat-sifat fisik yang dimilikinya. dinding. maka terpaksa diperlukan bantuan tenaga mesin (traktor). Kehadiran tanaman penutup tanah dalam suatu taman sangat diperlukan. tetap harus diperhatikan bahwa dalam memindahkan pohon tersebut harus berlaku hati-hati.114 3. Untuk mengisi taman dengan tanaman penutup tanah ini hendaknya kita mengenali lebih jauh sifat-sifatnya. Pemindahan tanaman Pada saat membuat rancangan taman adakalanya dijumpai hal-hal yang di luar keinginan. Dalam susunan yang tepat. ada baiknya hal tersebut dilakukan saja. dengan ukuran yang masih memungkinkan dipindahkan dengan tenaga manusia. tanaman penutup tanah termasuk dalam kelompok semak kecil. atau bangku-bangku beton. kumpulan atau kelompok tanaman penutup tanah dapat menjadi jembatan yang baik antara rumput dan pohon atau antara rumput dan dinding atau pagar. Pada umumnya kelompok ini tidak berkayu (herba) atau berkayu lunak. Di samping dapat menyemarakkan suasana. atau pada tempat-tempat yang sulit ditanami rumput digantikan dengan tanaman penutup tanah. Pada rancangan yang baik dapat diciptakan ruang dan massa antara rumput dan penutup tanah. dengan membentuk gradasi ketinggian yang memberi kesan tidak mengejutkan. tanaman penutup tanah juga berfungsi melunakkan kesan keras dari perkerasan di sekitarnya. Tanaman penutup tanah . Namun. B. maka perancang tinggal memilih kesesuaian fisiknya terhadap rancangan taman yang ada. Bagaimana harus memindahkannya? Ada dua kemungkinan. Misalnya saja pada tapak terdapat pohon yang indah/bagus. Penanaman Penutup Tanah Menurut ukurannya. apabila pohon tersebut relatif masih kecil. karena tanaman jenis ini mampu memancarkan ketenangan di halaman dengan daun dan bunganya yang beraneka warna. tetapi sayang sekali letaknya tidak sesuai dengan gambar rancangan baru yang disiapkan. tidak ada masalah. Akan tetapi. Apabila sudah didapatkan tanaman yang sesuai dengan keadaan tapak.

apakah yang berdaun hijau muda. Tanaman setahun menghabiskan siklus hidupnya dalam satu kali musim. 1. dari jenis tanaman setahun maupun tanaman tahunan. Umumnya tanaman penutup tanah tumbuh subur pada tanah yang dilengkapi bahan organik (pupuk kandang. Penanaman yang rapi dan terpelihara akan mendukung tersampaikannya kesan keanggunan. Kemudian dari ketinggiannya. berdaun variasi hijau putih. dan KCl masing-masing sebanyak 10 gram setiap 1 m2 atau NPK (15-15-15) sebanyak 30 gram setiap 1 m2. Kemudian tanah dihaluskan. yang . berdaun merah. pupuk hijau. yang dapat dipangkas setiap mencapai ketinggian tertentu. Bahan organik yang diberikan sebanyak 2 – 4 kg untuk setiap 1 m2. sedangkan tanaman tahunan memungkinkan manusia menikmatinya selama beberapa periode dari siklus hidupnya sehingga dapat dinikmati penampilan keindahan bunganya untuk beberapa kali. atau kompos). atau berbunga kuning. misalnya dengan memilih tanaman dengan ketinggian tertentu. dan yang berumbi maupun yang tidak berumbi. Urea. persiapan tanah untuk rumput. atau dalam satu tahun.115 macam manakah yang diinginkan. dan yang lain. Apabila tanahnya kurang subur. penanaman diatur dengan mengikuti pola segitiga sama sisi. Ini merupakan suatu nilai positif untuk dipermainkan pada halaman rumah yang sempit. yaitu dengan pupuk TSP. Terlebih dahulu tanah dicangkul. Tanamlah tanaman dengan jarak tanam yang teratur. dan sebagainya. Pada dasarnya persiapan tanah untuk tanaman penutup tanah ini tidak berbeda dengan C. 2. dibersihkan dari batu-batuan dan tanaman liar yang tidak dikehendaki. sebaiknya ditambahkan pupuk pabrik pada saat mempersiapkan tanah ini. Tanaman berumbi mempunyai struktur akar atau batang yang membentuk umbi. Dengan demikian tanaman ini dapat ditanam dengan umbinya saja. Umbi ini merupakan cadangan makanan tanaman yang sekaligus berfungsi sebagai alat perbanyakan. Tanaman penutup tanah dapat berupa tanaman hias daun ataupun tanaman hias bunga. Pelaksanaan penanaman dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. 3. Penanaman Rumput Hamparan rumput yang datar memberi kesan luas. Agar terlihat lebih rapat.

Usahakan penanaman dapat dilakukan secepatnya. Setidaknya sampai kedalaman 20 cm. Untuk menghindari kemungkinan tersebut.116 sekaligus membawa suasana tenang. segeralah buang bagian-bagian yang tercampur tadi dengan pisau yang tajam hingga ke akar-akarnya. dan lempengan. Oleh karena itu. sedangkan untuk halaman yang relatif sempit. kalau menanaminya dengan kumpulan rhizoma akan sangat melelahkan. sebaiknya halaman yang akan ditanami (sesuai dengan desain) telah disiapkan terlebih dahulu sebelum membeli benih atau lempengan rumputnya. yaitu dengan rhizoma atau anakan tunggal. amatilah baik-baik keadaan rumput yang dibeli. memperhatikan saat penanamannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai penanaman rumput. Apabila tercampur dengan jenis rumput lain. yaitu menebar benih. risiko kematian jauh lebih kecil dibanding cara yang lain. Pertama. Kedua. adalah dengan cara pertama. lebih praktis ditanami rumput secara lempengan. seperti misalnya rumput teki atau alang-alang. apalagi dengan rhizoma tunggal. ketertiban. kelembutan. kalau ada. apakah tercampur rumput jenis lain atau tidak. serta kesan lembutnya yang mampu melunakkan perkerasan di dekatnya. jangan sampai terlambat karena rumput mudah sekali rusak atau mati bila kekeringan. tanah . dalam bentuk kumpulan rhizoma (potongan rumput). cara penanaman rumput dapat dilakukan baik dengan bagian generatifnya (benih) maupun dengan bagian vegetatifnya (rhizoma atau anakan). Buanglah bongkahan-bongkahan batu atau kayu yang mengganggu. Secara umum. maka biaya penanamannya besar. tetapi dapat menekan biaya tenaga kerja dan waktu penanaman. Penanaman bagian vegetatif ini dapat dilakukan dengan tiga cara. dan kedisiplinan. cara terbaik menanam rumput di halaman yang cukup luas. bahkan mungkin juga akar-akar pohon yang telah mati. Apabila tapak yang akan ditanami rumput cukup luas. Bersihkan tanah dari rumput yang tidak dikehendaki dengan cangkul atau koret sambil dipungut satu per satu hingga bersih ke akar-akarnya. Akan tetapi. Satu keuntungan lagi adalah kemampuan hamparan rumput menyerap kilauan cahaya matahari yang menimpa halaman. Di samping itu. Bagian halaman dan tanah yang akan ditanami rumput haruslah dipersiapkan secara cermat. Menanam lempengan rumput atau karpet rumput memang lebih mahal.

Penyiraman harus hati-hati. dan dipadatkan. satu potong rhizoma mengandung 3 tunas. agar rhizoma tidak kekeringan. Memotong rhizoma dengan gunting. tanah yang tidak rata dengan kesuburan yang juga tidak merata mengakibatkan pertumbuhan rumput tidak rata pula. Setelah itu. percikan air jangan sampai merusak susunan rhizoma. diratakan. e) Akan lebih baik apabila di atasnya ditutup hamparan mulsa (jerami). d) Lakukan penyiraman dua kali sehari. Upayakan kondisi tetap lembab. buat regangan tali rafia atau benang kenur sebagai pembantu. 1. c) Rhizoma yang telah disiapkan ditanam dalam alur. dipupuk. . Untuk mendapatkan alur yang lurus. Persiapan tanah yang kurang baik akan menghasilkan hamparan rumput yang tidak rapi.117 yang akan ditanami harus betul-betul bebas dari pengganggu tersebut di atas. kemudian tutup dengan tanah dan padatkan. Menanam potongan rumput (suwiran) a) Lempengan rumput yang telah dibersihkan dari rumput pengganggu dipotongpotong dengan pisau yang tajam. b) Pada tanah yang telah disiapkan (sesuai tahap 1 – 6) buat alur dengan cetok atau koret sedalam kurang lebih 2 – 3 cm. dan tebal. b) Membuat lubang tanam pada tanah yang sudah dipersiapkan dengan jarak tanam antara 10 cm x 10 cm sampai 15 cm x 15 cm. segar. sehingga ketebalan rumput pada masing-masing bagian tidak sama. Sebelum mulai menanam. harus diperhatikan bahwa permukaan tanah telah betul-betul rata. dengan jarak antara alur 10 cm. a) Memilih rhizoma yang baik. andaikata sengaja dibuat bergelombang pun harus tetap diupayakan agar alur gelombang yang terbentuk cukup halus. Menanam Rhizoma Tunggal Untuk menanam rumput dengan rhizoma dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Ukuran setiap potongan kurang lebih 4 cm x 4 cm. Selain itu. Usahakan membuat lajur yang lurus dengan bantuan tali rafia atau benang. tanah dihaluskan. 2.

1992) . juga tebal tanah lempengannya dibuat sama. Penanaman dengan cara suwiran dapat dilihat pada Gambar 28. Menanam lembaran/karpet (Sumber: Sulistyantara.Karpet rumput ditanamkan secara rapat menutup permukaan media penanaman .Disiram secara teratur Gambar 29. 1992) . d) Lakukan penyiraman dua kali sehari dan usahakan agar kelembaban tanahnya tetap terjaga. - Pilih suwiran yang sehat dan seragam Buatlah pola penanaman (segitiga atau segiempat) Suwiran ditanam satu per satu. b) Tanamlah pada tanah yang telah disiapkan dengan menyusunnya secara paralel (sejajar). 3.Pilihlah bahan tanaman yang sehat dan seragam . Menanam suwiran (Sumber: Sulistyantara. penyiraman berikutnya dilakukan secara terus-menerus Gambar 28. Kelebihan pada bagian tepi yang berbatasan dengan batu/lantai dipotong dengan pisau yang tajam.Lempengan ditekan . segera disiram. agak ditekan Setelah tertanam semuanya. kemudian tanah ditekan sedikit.118 c) Potongan rumput ditanamkan dalam lubang tanam. kurang lebih 2 cm. c) Lakukan penyiraman secara teratur serta jaga kelembaban tanah (Gambar 29). Tekanlah dengan kuat. Menanam lempengan rumput karpet a) Lempengan yang telah bebas dari pengganggu dibuat halus bagian tepinya.Bagian-bagian yang berlebihan dipotong sesuai dengan batasbatas yang dikehendaki .

Tanaman ini dapat ditanam langsung sebagai pagar atau pembatas. TSP. Setiap luasan 10 m2 diperlukan benih sebanyak 100 – 300 gram. D. apalagi pada waktu musim kemarau. Penanaman Tanaman Pagar Kebanyakan tanaman yang dipergunakan untuk pagar adalah golongan semak. satu hal yang harus menjadi perhatian adalah ketekunan dan kesabaran dalam mengatur dan memelihara tanaman pagar tersebut agar dapat dibentuk menjadi pagar (hedge) yang baik dan rapi. Tanah dicangkul sedalam kurang lebih 20 cm. c) Agar tidak sulit waktu menebarkannya. b) Biasanya benih yang akan ditanam merupakan campuran benih dari beberapa spesies rumput. Campurkan ke dalamnya dengan pupuk organik (pupuk hijau atau pupuk kandang) sebanyak 2 – 4 kg per m2. d) Campuran benih-pasir ditabur dengan tangan secara merata di atas tanah yang telah disiapkan. pagar yang terbuat dari besi atau beton ini kesannya menjadi lebih halus dan lembut setelah ada tanaman pagar. setidaknya siram dua kali sehari. Sesuai dengan sifat tanaman yang dapat memberi kesan lunak. Teknik penanaman tanaman pagar adalah pertama kali dipersiapkan tanahnya. Sebaiknya tambahkan juga pupuk Urea. benih dicampur rata dengan pasir yang telah disterilkan (dimasak). dengan jarak tanam lebih kurang 25 cm x 25 cm. Setiap 2 – 3 minggu sekali dilakukan pemangkasan . kemudian dihaluskan sesuai dengan bentuk pagar yang direncanakan.119 4. pola segiempat. KCl masing-masing sebanyak 10 gram/m2 atau NPK (15-15-15) sebanyak 30 gram/m2. Lakukanlah penyiraman secara teratur. Cara yang lebih baik dapat dilakukan dengan menggunakan gerobak dorong yang telah disetel sehingga benih dapat tertabur secara merata. Tebar benih a) Memilih benih bermutu baik yang daya kecambahnya tinggi. Tanamlah tanaman pagar tersebut dengan jarak yang teratur. tetapi adakalanya ditanam di samping pagar besi. Erat kaitannya dengan fungsi pemagaran yang diinginkan.

setelah cukup dewasa diberi pupuk dengan kandungan P tinggi. dan tebar benih. . Jelaskan cara penanaman rumput Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. PENUTUP B. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. penutup tanah. Rangkuman Penanaman tanaman lanskap dibedakan menjadi penanaman pohon.120 sehingga selalu didapatkan permukaan yang rata. sehat. menanam lempengan rumput (karpet). Jelaskan sistem-sistem dalam penanaman pohon. Pemangkasan akan merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru. dan tanaman pagar. rumput. dan rapi. e) Tanaman pagar hias bunga. 2. menanam potongan rumput (suwiran). c) Pemangkasan dilakukan secara teratur dan kontinu. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dari tanaman pagar adalah: a) Lebih baik memilih tanaman yang masih kecil daripada yang sudah besar untuk membuat tanaman pagar. dan pemangkasan yang teratur dapat menghasilkan tanaman pagar yang bagus. Penanaman rumput dapat dilakukan dengan menanam rhizoma tunggal. 3. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. semak. E. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang teknik penanaman tanaman lanskap. d) Pemupukan setiap bulan sekali dengan pupuk yang kandungan N-nya tinggi. b) Jarak antar tanaman tergantung jenis tanamannya. Jelaskan teknik-teknik penanaman tanaman lanskap. Penanaman pohon dapat dilakukan dengan sistem cabutan dan sistem puteran (balling).

............ C..... Penanaman rumput dengan resiko kematian jauh lebih kecil dibanding cara lainnya adalah.......... (a) Mudah dalam penanaman (b) Tanaman tidak mudah roboh (c) Memudahkan penyiraman (d) Batang pohon tidak luka terjerat 4. Penanaman pohon yang memiliki ukuran besar dilakukan dengan cara.... Maksud penggunaan tali pengikat yang dilapisi plastik pada penanaman pohon adalah agar.121 2.. (a) Rhizoma tunggal (b) Suwiran (c) Lempengan rumput (d) Tebar benih 3........... (a) Cabutan (b) Puteran (c) Memotong batang (d) Menanam cabangnya 2... Renungkan tentang teknik-teknik penanaman tanaman lanskap. Cara terbaik menanam rumput di halaman yang luas adalah. (a) Tebar benih (b) Lempengan rumput (c) Rhizoma tunggal (d) Suwiran . Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1.. (a) Batangnya diputar-putar (b) Dengan mencabut batang pohon (c) Membuang tanah asal supaya bersih (d) Mengikutsertakan tanah asal dalam bentuk gumpalan 5........... Penanaman pohon dengan sistem puteran adalah.........

b . Sulistyantara B. d 3. tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Kumurur VA. D. bagus! Anda cukup memahami Bab 9. E. 2. Taman Rumah Tinggal. b 2. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 9. Rumput Lanskap. Kunci Jawaban 1. Jakarta: Penebar Swadaya. Jakarta: Penebar Swadaya. d 4. Hitunglah jawaban Anda yang benar. Anda harus mengulangi Bab 9.122 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. 1992. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . 1998. d 5. Sumber/Referensi 1.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Akan tetapi. Anda dapat meneruskan pada Bab 10. terutama bagian yang belum Anda kuasai. apabila Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas.

pemupukan. Oleh karena itu. tempat duduk. 2. A. 3. Strategi Pembelajaran 1. Praktikum C. Pemeliharaan merupakan upaya menjaga taman dan fasilitasnya seperti dalam keadaan awalnya atau mendekati aslinya. dan lain-lain). Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. diperlukan pengetahuan mengenai aspek-aspek pemeliharaan tersebut. Cooperative learning 2. meliputi kegiatan rutin (penyiangan. . pembersihan. dan konstruksi minor (penambahan bak sampah. dan lain-lain). Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai teknikteknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Tujuan utama pemeliharaan adalah menjaga kesinambungan wujud lanskap agar tetap sesuai dengan fungsi dan nilai estetika. B. perbaikan minor atau mayor.123 BAB 10 TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN LANSKAP PENDAHULUAN Pemeliharaan berperan penting dalam menentukan keberhasilan suatu proyek pembangunan taman/lanskap.

4. Pemeliharaan ideal adalah pemeliharaan yang mengacu pada tujuan dan desain semula. dan keamanan taman. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap. Tanaman dalam taman tidak dituntut untuk berproduksi baik kualitas maupun kuantitas. Kemampuan melakukan praktikum teknik pemeliharaan tanaman lanskap. 2. baru selanjutnya ditentukan bagaimana pemeliharaan tanaman pada taman tersebut. Indikator Pencapaian 1. penggantian elemen-elemen taman yang . Sebagai contoh. berbeda jika kirai payung ditanam sebagai pembatas atau penyangga (buffer). kenyamanan. Oleh karena itu. Pemeliharaan tanaman secara umum dilakukan untuk meningkatkan produksi dari tanaman tersebut.124 4. dimana pemangkasan bagian bawah justru dihindari. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Kegiatan pemeliharaan tanaman dalam taman berbeda dengan pemeliharaan tanaman pada umumnya. kemudian pemangkasan berikutnya adalah membuang cabang atau ranting bawah sehingga berfungsi sebagai peneduh parkir. sedangkan pemeliharaan fisik meliputi pekerjaan untuk tetap menjaga keindahan. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. tetapi pemeliharaan tanaman dalam taman dilakukan untuk kepentingan visual dari tanaman sebagai unsur atau komposisi taman baik secara fungsional maupun estetis. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. terlebih dahulu harus dipahami konsep rancangan suatu taman. dilakukan pemangkasan awal untuk membentuk percabangan dan tajuk yang memayung dan tidak terlalu tinggi. Pekerjaan tersebut mencakup kegiatan pembersihan taman. Akan tetapi. tanaman kirai payung yang ditanam sebagai peneduh tempat parkir. tetapi dituntut agar bentuk visual tanaman tersebut indah dan berfungsi. D. Pemeliharaan dibedakan atas pemeliharaan ideal dan pemeliharaan fisik. keasrian. 3.

Kebersihan taman ini meliputi penyapuan benda-benda yang mengotori taman (misalnya sampah dan daun-daun yang berguguran). pengendalian hama dan penyakit. Penyiangan Gulma Gulma merupakan tanaman pengganggu yang kehadirannya tidak diinginkan. serta pembersihan tanaman terhadap benalu. Namun. dan jakaranda) maka intensitas pekerjaan pembersihan taman akan lebih tinggi daripada taman yang memiliki tanaman selalu hijau. gulma perlu dikendalikan dan diberantas. Pembersihan Tapak Kebersihan taman merupakan salah satu tujuan pengelolaan dan pemeliharaan taman. Pelaksanaan pembersihan taman biasanya dilakukan secara rutin setiap hari. sebulan sekali. ketapang. . serta penyulaman. pemangkasan. serta penyediaan bak sampah. kebersihan tanaman juga dilakukan terhadap dahandahan yang mati. B. Kehadiran gulma ini dinilai merugikan karena secara estetika akan mengganggu keindahan taman dan secara fungsi akan mengurangi hara. Ada jenis-jenis tanaman pada musim tertentu akan merontokkan daunnya secara berkala (decidous). pengecatan pagar. pemanfaatan sinar matahari.125 rusak atau tidak berfungsi. A. Apabila taman memiliki jenis tanaman yang merontokkan daun (misalnya flamboyan. Selain itu. dan jalan setapak). pemupukan. tetapi ada juga tanaman yang selalu hijau sepanjang tahun (evergreen). Kebersihan areal taman sebenarnya tidak terlepas dari kebersihan tanaman yang berada di dalam taman itu sendiri. pembersihan elemen taman lainnya (seperti bangku taman. penyiangan gulma. dan tempat tumbuh bagi tanaman utama. atau setengah tahun sekali. Pembersihan bagian tanaman yang rusak dan mati biasanya dilakukan dengan pemangkasan. kolam air. percabangan dan ranting-ranting yang kering. Oleh karena kehadirannya mengganggu. ada juga yang frekuensinya cukup dengan seminggu sekali. air tanah. pembersihan parit/selokan. Pengendalian gulma dengan cara penyiangan atau pendangiran juga termasuk dalam kegiatan pemeliharaan. penyiraman tanaman.

gulma juga dijumpai di bedengan tanaman penutup tanah maupun tanaman perdu yang ditanam secara massal. seperti kored atau cangkul. mulai tanaman penutup tanah. Hal ini berarti sesuatu yang bersifat relatif sama dengan elemen taman. Pengendalian gulma yang banyak ini dapat dibantu dengan penggunaan herbisida. putri malu. Gulma tersebut terdiri dari tumbuhan berdaun kecil (rumput-rumput liar) maupun tumbuhan berdaun lebar (bayam-bayaman. Hal terpenting dalam pencabutan gulma. bila ingin mengendalikan rumput-rumput liar pada suatu hamparan taman berumput (lawns) maka tidak disarankan menggunakan herbisida. perdu. Hal ini dikarenakan yang akan musnah tidak hanya gulma. tetapi juga rumput utamanya. baik menggunakan tangan maupun alat. Sementara untuk taman yang relatif luas dan terdiri dari berbagai macam tanaman. Penyiangan gulma tanaman perdu maupun pohon dapat dilakukan seiring dengan pelaksanaan penggemburan tanah. yaitu dicabut. Caranya dengan membuat bokoran di sekeliling pangkal batang tanaman pada jarak tertentu sesuai dengan ukuran tanaman. Satu hal yang penting diperhatikan dalam penggunaan herbisida yaitu yang akan diberantas adalah tumbuhan. misalnya taman rumah. yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas tanaman pengganggu. dan sebagainya). Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual.126 Gulma umumnya menyebar di hamparan rumput sehingga rumput yang seharusnya homogen ternyata banyak ditumbuhi rumput liar yang kehadirannya tidak diinginkan dan mengganggu pemandangan. semua akar rimpang (stolon) dari rumput pengganggu harus terangkat sehingga tidak memungkinkan gulma tumbuh kembali. alangkah baiknya pengendalian gulma tetap dilakukan secara manual. Hal ini bisa dilakukan apabila ukuran taman tidak terlalu luas. harus mengetahui betul gulma tersebut termasuk tumbuhan berdaun sempit atau tumbuhan berdaun lebar agar dalam pemberantasannya menggunakan herbisida yang tepat. dan pohon. yaitu tanaman. bahkan di sekitar pepohonan. . umumnya penyebaran gulma pun relatif banyak. Oleh karenanya. Secara teknis. Untuk kasus seperti ini. Selain tumbuh di antara rumput.

minimal sebulan sekali atau sesuai dengan tingkat sebaran jumlah gulma yang ada. tanaman perdu.127 Penyiangan gulma pada suatu taman hendaknya dilakukan secara terarur. Oleh karenanya. Untuk tanaman perdu. Hal ini dikarenakan dapat mempercepat laju evaporasi yang dapat menyebabkan tanaman mengalami stres. tergantung sifat fisik tanah. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam penggemburan tanah adalah jangan sampai merusak perakaran tanaman dan tidak dilakukan pada musim kemarau atau pada saat terik matahari. Oleh karena itu. penggemburan dilakukan dengan cara membuat bokoran di sekeliling pangkal batang dengan radius sekitar 50 – 75 cm. baik penutup tanah. Penyiangan ini dilakukan sebelum pemupukan tanaman. Hal ini dilakukan pada lahan pertanaman. Penggemburan ini dapat menggunakan kored secara lajur atau bedengan bagi perdu yang ditanam massal atau secara bokoran bagi perdu yang ditanam tunggal. pengemburan tanah perlu dilakukan secara terarur pada waktu tertentu. tergantung besar kecilnya batang pohon. Selain itu. Sementara untuk lahan berumput biasanya dilakukan dengan membuat lubang-lubang udara pada jarak tertentu (dapat dilakukan dengan linggis atau alat sejenis). D. sering kali penggemburan tanah ini dilakukan sebelum peremajaan tanaman. jumlah air siraman tergantung pada . C. Penggemburan dan Aerasi Tanah Penggemburan tanah dan pemberian aerasi pada lahan pertamanan diperlukan untuk memberikan pertumbuhan tanaman yang optimal. Pada areal penutup tanah. Penggemburan tanah akan memberikan sirkulasi udara yang baik di daerah perakaran. penyiraman dapat meningkatkan kelembapan tanah untuk mencegah kelayuan tanaman akibat proses evapotranspirasi. penggemburan tanah dilakukan dengan mencangkul permukaan tanah sambil membersihkan gulma di sekitarnya. maupun pohon yang kondisi permukaan tanahnya sudah memadat. Penyiraman Penyiraman tanaman sangat diperlukan untuk memudahkan perakaran tanaman menyerap larutan hara yang tersedia di dalam tanah. Untuk pohon.

Waktu penyiraman pada dasarnya dapat dilakukan kapan saja saat dibutuhkan. gayung. Cara penyiraman yang paling umum dilakukan yaitu menggunakan selang plastik. Tujuannya untuk menghindari berkembangnya penyakit yang disebabkan oleh cendawan. embrat. Air yang tersedia di daerah perakaran hendaknya lebih banyak daripada air yang dibutuhkan untuk evapotranspirasi. Untuk mencegahnya. Penyiraman dengan gayung perlu diperhatikan agar tidak terlalu keras mengenai permukaan tanah karena dapat mengakibatkan tanah memantul dan mengotori batang dan daun tanaman yang dekat dengan tanah. Di kawasan atau daerah yang memiliki kelembaban udara relatif tinggi. Pelaksanaan penyiraman tanaman pada suatu taman ada bermacam-macam cara. ataupun sprinkler. Cara tersebut umum digunakan untuk taman skala relatif kecil. penyiraman hendaknya langsung pada permukaan tanah. penyiraman pada pagi hari lebih baik daripada penyiraman sore hari. dengan ember. penyiraman dilakukan dengan menggunakan mobil tangki air dan penyiraman rumput dengan selang plastik biasa. Selang ini terkadang dilengkapi dengan sprayer untuk mengatur air yang keluar. Cara yang paling sederhana. atau taman kota). selang mobil tangki. Cara penyiraman yang sering dilakukan. Untuk taman-taman yang terdiri dari hamparan rumput yang luas maka penyiraman menggunakan alat bantu sprinkler (Gambar 30) yang dapat menyiram . penyiraman dilakukan dengan ember dan gayung atau gembor/embrat. Untuk taman yang berukuran luas (taman-taman di pinggir jalan/ jalur hijau. penyiraman lebih baik dilakukan pada pagi atau sore hari. Bila tamannya luas maka cara ini tidak efisien. Satu hal yang perlu diperhatikan apabila menyiram siang hari. taman lingkungan. antara lain. khususnya tanaman berdaun lebar. Penyiraman secara langsung pada daun tanaman di siang hari dapat menyebabkan suhu permukaan daun meningkat dan lebih tinggi dari suhu udara di sekitarnya sehingga daun menjadi luka bakar (gosong). tidak pada permukaan daun tanaman.128 besarnya penguapan yang terjadi di dalam pertamanan tersebut. selang plastik. tergantung besar atau kecilnya ukuran taman dan ketersediaan alat.

seukuran penampang tabung. Dengan penyiraman ini.129 secara otomatis berdasarkan mekanisme tekanan air. Arifin (2009) . Jarak antar sprinkler berdasarkan radius jangkauan semprotan air dan besar/kecilnya tekanan sumber air. diharapkan dapat memperkecil laju evaporasi karena permukaan air relatif kecil. Indikasi jumlah kebutuhan air Foto: HS. tetapi ada yang knockdown dan dapat digunakan secara berpindahpindah dari satu titik penyiraman ke titik lainnya. Penyiraman dengan sprinkler Akhir-akhir ini sering juga diterapkan cara penyiraman melalui tabung bambu atau sepotong paralon yang ditanam di kedalaman antara 20 – 30 cm dari permukaan tanah. Teknik ini biasa dilakukan pada saat musim kemarau yang laju evaporasinya sangat cepat. Penyiraman ini mempunyai sasaran langsung ke perakaran sehingga akar dapat mengabsorbsi air. Biasanya dalam sehari dilakukan beberapa kali pengisian air ke dalam tabung agar tanaman tidak mengalami defisit air. Tabung bambu atau paralon tersebut diletakkan di dekat batang pohon. Gambar 30. Beberapa jenis sprinkler ada yang harus ditanam di permukaan tanah secara permanen.

kondisi tanaman yang sudah tua atau rusak. Untuk tanaman perdu. Bagian tersebut perlu dipangkas agar kerusakan tidak meluas. 4. terutama bagian yang terkena jamur/cendawan atau parasit lainnya. dan pemangkasan untuk keamanan pengguna taman. baik karena pertumbuhan yang berlebihan. Pemangkasan Pemangkasan tanaman (baik penutup tanah. Secara teknis. atau gunting pangkas biasa. E. Apabila air siraman dapat menerobos sedalam 15 – 20 cm ke dalam tanah. umumnya pemangkasan dilakukan dengan gunting pangkas dan gunting dahan. Untuk tanaman pohon. perdu. Waktu pemangkasan yang tepat yaitu setelah masa pertumbuhan generatif tanaman (setelah selesai masa pembungaan) dan sebelum pemberian pupuk. Sementara untuk mencegah gesekan yang . grass mower. Sementara dari segi keamanan. pemangkasan untuk penampilan tanaman/pohon. yaitu pemangkasan untuk kesehatan tanaman/pohon. Sementara pemangkasan dahan besar menggunakan gergaji tangan atau chainsaw. dan pohon) ditujukan untuk mengontrol pertumbuhan tanaman sesuai yang diinginkan serta menjaga keamanan dan kesehatan tanaman. pemangkasan rumput dapat dilakukan dengan parang secara manual. serta tajuk pohon yang telah menyentuh kabel listrik atau kabel telepon. pemangkasan dilakukan pada tanaman yang mengganggu. ranting.130 siraman untuk tanaman secara praktis dapat diukur dari kedalaman penetrasi air siraman di dalam tanah. dan percabangan yang tinggi pemangkasan dilakukan dengan gunting galah (Gambar 31). patah. Jenis pemangkasan tanaman dan pohon dapat dibedakan berdasarkan tujuannya. penyiraman dalam bedengan atau tanaman massal sering dilakukan dengan cara di-leb hingga tercapai kondisi jenuh. Pemangkasan untuk kesehatan tanaman dilakukan pada bagian-bagian yang telah terserang hama dan penyakit. dahan. Namun. semak. mati. Pemangkasan tanaman dapat memberikan penampilan tanaman secara estetis. misalnya pada musim kemarau. dapat dianggap siraman tersebut sudah cukup. Pemangkasan untuk kesehatan pohon Pemangkasan yang bertujuan untuk kesehatan pohon dilakukan pada cabang. atau berpenyakit. dan ranting yang retak. pada kondisi tertentu.

Selain itu. Kematian tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini: 1) kekurangan makanan. dan hama. juga meningkatkan luka bakar akibat sengatan sinar matahari langsung. dan 8) luka mekanik atau luka bakar pada batang/cabang dan akar. 7) adanya serangan jamur. Pemangkasan daun yang drastis dapat mengakibatkan pengaruh serius terhadap suplai makanan dan kesehatan pohon. Bagian ini pun sangat perlu dipangkas.131 akan menyebabkan luka baru pemangkasan dilakukan pada cabang. 5) aerasi pada sistem perakaran yang kurang baik. 2) kerusakan pada sistem perakaran. Pemangkasan dengan gunting galah dan gunting pangkas Pemangkasan terhadap cabang. Aifin (2009)) . ada juga batang atau bagian pohon yang kering atau mati. atau ranting-ranting yang tumpang tindih. bakteri. pengerjaannya lebih sulit daripada pemangkasan pada ranting (Gambar 32). Foto: Nurfaida (1997. HS. Pemangkasan cabang-cabang yang kecil dalam jumlah banyak lebih baik daripada pemangkasan cabang-cabang yang besar. 6) tajuk pohon tumbuh berlebihan. dahan. Umumnya. dahan. Pemangkasan pada cabang besar menyebabkan luka yang besar dan lebih lama sembuh. 3) kelembaban atau suhu (udara/tanah) yang tidak sesuai 4) adanya unsur beracun (udara/tanah). Begitu pula pemangkasan pada bagian-bagian pucuk dengan porsi besar dapat meningkatkan serangan cendawan dan hama di bekas pemangkasan tersebut. Gambar 31. atau ranting berarti pula mengurangi jumlah dedaunan pohon yang dipangkas.

dapat meningkatkan ketegaran percabangan yang tumbuh pada keseluruhan pohon. Gambar 32. retak. dan terserang penyakit dapat menambah kerusakan pohon serta dapat mengancam keamanan manusia pengguna taman. Bagi pengelola pemeliharaan perlu melakukan pengecekan rutin terhadap pohon-pohon yang sudah tua. Pemangkasan sebagai kontrol penyakit dilakukan dengan memotong batang-batang yang terserang hingga 10 cm di bawah bagian yang terserang atau terkena infeksi. Foto: Nurfaida (2010) . Oleh karena itu. Bahkan tidak mustahil. terlebih bila diikuti penambahan suplai makanan (pemupukan tanaman). Pemangkasan pohon besar 5. baik saat pelaksanaan maupun sesudahnya. Hal yang perlu diperhatikan. luka bekas pangkasan diolesi etil alkohol 70%.132 Pemangkasan dengan perlakuan yang tepat. Pemangkasan untuk keamanan pengguna taman Batang. patah. sangat diperlukan perhatian yang lebih seksama terhadap pohon-pohon tua yang sudah tidak patut untuk dipertahankan. Kemudian. pohon tersebut dapat menjadi bom waktu bagi kehidupan manusia yang setiap saat dapat tumbang dan akhirnya menelan korban. cabang. dahan. baik sebagian maupun seluruh pohon. hendaknya dihindari pemangkasan saat daun masih basah karena organisme parasit akan mudah berkembang. atau ranting yang mati.

Batang atau dahan yang mencapai kabel telepon atau kawat listrik perlu dipangkas.5 mm). dan piramidal. Topiari merupakan pemangkasan untuk membentuk tajuk pohon/perdu sesuai dengan yang diinginkan. monumental. Bentuk tanaman dapat dipertegas kembali atau dibuat bentuk baru dengan pemangkasan. Kontrol terhadap penampilan pohon ini terkadang juga bertujuan untuk mengimbangi bentuk arsitektur bangunan itu sendiri. dan metode tekanan udara.5 meter dari permukaan tanah. dan akbar. terbentuk tajuk seperti spiral. bulatan. diperlukan ruang yang terbebas dari juntaian ranting dan dahan pohon sekitar 2.133 Keamanan bagi pengguna taman harus selalu ada maka pemangkasan pada bagian pohon yang menjuntai harus dilakukan secara teratur. Pemangkasan yang bertujuan untuk menjaga penampilan pohon. punch-bar. broadcast. Hal ini dikarenakan gesekan yang intensif dapat mengganggu kesehatan pohon dan dapat menyebabkan korsleting/kebakaran. silindris.5 – 5 meter dari permukaan tanah harus bebas dari cabang dan dahan pohon. Pemangkasan untuk penampilan tanaman Penampilan tanaman dapat terkontrol dengan adanya pemangkasan. Dengan demikian. Beberapa metode pemupukan pohon. sekitar 3. minimal 4. kubus. Untuk jalan-jalan di daerah pemukiman. Kesan yang formal dapat terjangkau dengan bentuk-bentuk simetri. Di daerah pejalan kaki. 6. Pemupukan yang efektif yaitu harus dapat diserap oleh perakaran pohon. F. Pemupukan Pemupukan tanaman mempunyai prinsip menyuplai hara tambahan yang dibutuhkan tanaman sehingga tanaman tidak kekurangan makanan. trenching. yaitu metode thumb. Akar yang berfungsi menyerap hara (feeder roots) adalah akar rambut yang diameternya berukuran lebih kecil dari 1/16 inci (sekitar 1.5 meter untuk jalan mobil. biasanya dilakukan pada penanaman formal. . Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik maupun pupuk anorganik. Akar ini sebagian besar berada di ujung-ujung akar yang terletak di sekitar garis lingkar tajuk pohon.

setelah itu diinjak-injak. mudah tercuci. Alat ini dapat mengeluarkan gas yang terakumulasi dalam tanah dan dapat menggemburkan struktur tanah sehingga merangsang pertumbuhan pohon . Punch-bar merupakan metode pemupukan untuk pohon-pohon besar dengan cara membuat lubang-lubang pemupukan. dan tidak bekerja baik pada tanah yang keras atau miskin drainase. Syarat pemupukan cara ini yaitu harus digunakan pupuk yang tidak mudah menguap. Kerugian cara ini yaitu tanah yang diperkaya hanya sebagian kecil saja. diameter batang pohon 1 ft di atas tanah adalah 9 inci maka daerah perakaran di radius 9 ft dari pangkal batang dengan ketebalan 6 ft ke arah luar. Metode ini menyatakan bahwa penyebaran daerah perakaran (dalam feet (ft). serta perakaran pohon harus dangkal sehingga pupuk yang terlarut mudah dan segera diserap oleh akar. Metode tekanan udara merupakan metode pemupukan yang dilakukan dengan cara melubangi tanah daerah perakaran yang dapat menyerap hara dengan menggunakan injektor bertekanan udara tinggi. Ke dalam lubang tersebut dimasukkan pupuk. Contoh. dan sekaligus inemberi air pada tanaman. . lebih irit tenaga kerja (menggunakan sprayer). hanya tanah di sekitar lingkar tajuk pohon. 1 feet sekitar 33 cm) sama dengan diameter batang pohon (dalam inci) yang terletak 1 ft di atas tanah. Jarak antar lubang sekitar 75 cm dengan kedalaman lubang sekitar 20 cm. Lebar dan dalam parit biasanya cukup semata cangkul. Kerugian pupuk cair yaitu tidak tersedia dalam waktu yang lama. misalnya pupuk P. Pupuk dalam bentuk cair memiliki keuntungan yang lebih daripada pupuk kering karena distribusinya lebih merata. terkadang perakaran menjadi terbuka sehingga perlu dilakukan penanaman rumput kembali. Karena dibuat parit. yaitu 20 cm. Trenching merupakan metode pemupukan yang dilakukan dengan cara pembuatan parit di bawah lingkar tajuk pohon.134 Metode thumb pada prinsipnya merupakan metode untuk menentukan posisi perakaran pohon yang dapat menyerap hara. Broadcast merupakan perlakuan pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah. kemudian ditutup dengan top soil atau moss.

Kebutuhan hara dari tanaman juga perlu diketahui. dan tempat pemberian pupuk yang tepat sehingga kesuburan tanaman optimum dapat tercapai. misalnya urea. karena hanya dibutuhkan untuk menyuburkan dan menghijaukan daun. Permasalahannya adalah setiap kondisi lahan memiliki tingkat kesuburan yang berbeda. yaitu tanaman rumput dan penutup tanah. serta tanaman pohon. kemudian disiramkan. Keuntungannya. Oleh karena itu. hara tersebut dapat segera diangkut dan dimanfaatkan pohon. Cara pertama sering kali menyebabkan perubahan warna rumput. Pupuk kandang tidak disarankan digunakan di lawns. setiap jenis tanaman juga memerlukan asupan hara yang berbeda pula. jenis tanaman digolongkan berdasarkan bentuk fisiknya. Apabila semua komposisi zat hara yang tersedia dalam tanah telah memenuhi syarat yang diperlukan tanaman. Di lain pihak. akan diperoleh konsentrasi N yang relatif kecil sehingga rumput tidak menjadi kering atau gosong. digunakan pupuk kandang maka pertumbuhan . 1. biasanya digunakan 400 liter larutan per hektar. Pemupukan pada dasarnya adalah memberi makanan tambahan pada tanaman untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan.135 Pemupukan dapat juga dilakukan dengan cara penyuntikan pada batang atau ranting pohon (transfusi). baik sebelum penanaman maupun pemupukan pemeliharaan rumput. Hal penting lainnya dalam pemupukan adalah harus diketahui waktu pemupukan. Secara umum. Penggunaannya dengan cara disebar di permukaan atau dilarutkan terlebih dahulu dengan air. sebelum penanaman rumput. Pemupukan rumput dan tanaman penutup tanah Pemupukan pada rumput biasanya cukup dengan menggunakan pupuk N saja. jumlah dosis pemupukan. Apabila dalam pengolahan tanah. Untuk pemupukan rumput yang luas (lawns). dari hijau menjadi kecokelatan (seperti gosong). tanaman semak dan perdu. sebelum dilakukan pemupukan sebaiknya diketahui terlebih dahulu jenis tanah dan kesuburannya. meskipun pada akhirnya akan menjadi hijau kembali setelah sekian waktu. sebenarnya pemupukan tidak perlu dilakukan. Sementara kerugiannya adalah jaringan batang bekas suntikan bisa rusak dan menjadi tempat ideal untuk penetrasi hama dan penyakit. Sementara cara kedua dianggap lebih baik karena dengan melarutkan sekitar satu sendok makan urea per liter air.

Sementara pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam harus sudah terdekomposisi dengan baik. remek daging (Hemigraphis sp). pemupukannya dengan sistem bokoran. bersamaan dengan pengolahan tanah. Pupuk kandang biasanya banyak mengandung bijibiji rumput. pacar air (Impatiens sp). kemudian diaduk dengan kored sambil tanah digemburkan. Untuk tanaman yang bersifat semusim. Pemupukan tanaman penutup tanah dengan cara disebar di atas permukaan tanah. seperti seruni rambat (Widelia trilobata). Pemberian pupuk kandang . kerbau.136 rumput akan bersaing berat dengan gulma yang berasal dari pupuk kandang. pemupukan biasanya dilakukan secara paritan (trenching) di sekitar pinggir tanaman. Sementara untuk tanaman yang bersifat tahunan. mawar (Rosa sp). Pupuk diberikan secara melingkar di sekitar batang dengan radius yang hampir sama dengan radius tajuknya. Untuk tanaman perdu yang ditanam secara massal. Akibatnya. bugenvil (Bougenvillea sp). 2. maupun kambing. Pemupukan pada ground cover biasanya dilakukan pada saat sebelum penanaman. melati (Jasminum sambac). dan hujan emas (Cassia multiyuga). Sementara bagi perdu yang ditanam secara tunggal. kuda. pemupukan dilakukan pada setiap penggantian tanaman atau penanaman ulang. dan bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis). soka (Ixora sp). sutera bombay (Portulaca sp). Pemupukan tanaman semak dan perdu Tanaman semak dan perdu di taman pada umumnya ditanam secara individu maupun massal sebagai tanaman pembatas/border atau tanaman pengarah. yaitu perdu sedang atau perdu tinggi (1. Untuk tanaman penutup tanah (ground cover) selain rumput.5 – 3 m). puring (Codeacum variegatum). dan mutiara (Philea sp) yang juga biasa digunakan sebagai hamparan bunga (flower bed) atau border. yaitu setelah 2 – 3 bulan diangin-anginkan di tempat yang ternaungi. seperti tapak dara (Vinca rosea). misalnya kaca piring (Gardenia sp). bunga merak (Caesalpinia sp). pemupukannya bisa menggunakan pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar atau pupuk kimiawi dengan dosis sesuai rekomendasi. dapat menyulitkan di dalam pekerjaan sehingga pemeliharaan dan penyiangan gulma harus intensif. terutama pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi. lantana saudi (Lantana camara). pemupukan dilakukan setiap 4 – 6 bulan sekali.

lembap. juga mengganggu keindahan karena dedaunan yang tidak segar. Pengendalian hama dan penyakit bukan berarti hanya pemberantasan secara langsung. Pengendalian Hama dan Penyakit Salah satu pemeliharaan fisik taman adalah pengendalian hama dan penyakit tanaman. atau membuang daun dan tempat-tempat yang . Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan memperbaiki keadaan lingkungan agar tetap bersih dan sehat. pemupukan pohon telah banyak dilakukan. Pada pemupukan pemeliharaan. Pemberantasan dapat dilakukan secara manual. G. hendaknya diperhatikan dosis rekomendasi. dan kurang sinar matahari sangat baik bagi pertumbuhan hama dan penyakit tanaman. Dalam memberikan pupuk kimiawi. Tanaman yang terkena gangguan hama dan penyakit. cara. tempat. dengan semakin meningkatnya perhatian terhadap taman.137 biasanya dilakukan pada saat sebelum tanam dan saat pemeliharaan. serta hadirnya jenis-jenis serangga yang tidak diinginkan. Namun. tetapi juga mencakup tindakan pencegahan terhadapnya. Lingkungan taman yang kotor. Oleh karena itu. Pemupukan sebelum tanam diberikan dalam lubang tanam sekitar 10 kg per lubang. dan waktu pemupukan. 3. Hal tersebut selain membahayakan bagi keberlanjutan elemen tanaman dalam taman. Hal yang terpenting dalam pemupukan adalah jumlah. Agar tanaman taman tetap terlihat segar dan subur maka pemupukan dilakukan 3 – 4 bulan sekali. juga akan mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna taman. percabangan dan batang yang kering atau keropos. selain memberikan kesan yang kurang baik. datanya pun masih sangat kurang. Pemupukan pohon Pemupukan pohon hias (ornamental trees) masih jarang dilakukan di Indonesia dibandingkan dengan pohon perkebunan atau tanaman hortikultura. meranggas. yaitu dengan membunuh hama secara langsung satu per satu. pupuk kandang dapat diberikan di permukaan tanah sambil diaduk dengan cangkul/kored yang sekaligus untuk menggemburkan tanah.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian pestisida. jenis jasad pengganggu yang sesuai. tetapi juga taman yang sudah terwujud dengan baik agar penampilan keseluruhan taman tetap impresif. ternak. dapat dilakukan juga dengan obat-obatan (pestisida). cara pemakaian. dan sebagainya. sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli pertanian atau hama penyakit tanaman. tetapi penggunaannya harus cermat. Penyulaman Pelaksanaan pembuatan taman oleh seorang kontraktor taman pada umumnya mencakup kegiatan penyulaman tanaman (pemeliharaan awal) sebagai suatu jaminan bahwa tanaman yang ditanam dapat beradaptasi dan tumbuh secara sempurna. dan sumber api. dan kesalahan penanaman Penyulaman tanaman dilakukan tidak hanya untuk taman yang baru dibangun saja. hewan piaraan. makanan. d) Menyimpan pestisida di tempat yang aman dalam wadah atau pembungkus aslinya. b) Perhatikan keterangan pada label. Jadi. Selain itu. kesalahan pemupukan. H. c) Memilih jenis pestisida yang terdaftar dan diizinkan beredar oleh Departemen Pertanian. Penyulaman dilakukan apabila tanaman yang baru ditanam rusak atau mati. herbisida untuk gulma. f) Sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan pengendalian hama dan penyakit. insektisida untuk golongan serangga (insekta). fungisida untuk golongan jamur (fungi). minuman. Dalam suatu taman biasanya selalu dihadirkan berbagai jenis tanaman yang dapat dibedakan berdasarkan masa hidupnya. e) Penggunaan herbisida bila memang benar-benar diperlukan saja. jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jenis tersebut adalah tanaman berbunga semusim (annual flower) seperti tanaman . agar tidak menimbulkan kerugian-kerugian. dan bahaya pemakaiannya.138 terdapat penyakitnya. a) Pestisida tertentu hanya dapat digunakan untuk suatu jasad pengganggu tertentu. baik karena gangguan lingkungan maupun kesalahan teknis (seperti kekeringan. bakterisida untuk bakteri.

tanaman dua musim (biannual) biasanya terdapat di taman daerah subtropis. dan tanaman tahunan (perennial). penggantian tanaman/penyulamam harus dilakukan secara teratur karena masa hidupnya sangat terbatas. dan ukuran tanaman dalam suatu taman. b) Tanaman yang rusak atau mati sebaiknya dicabut atau dibuang terlebih dahulu dengan tidak mengganggu tanaman lain yang masih baik dan sehat. sangat penting dalam suatu taman. Dengan menggunakan tanaman bunga yang bersifat setahun maka dapat ditanam tanaman yang berbeda apabila masa hidup tanaman pertama sudah habis sehingga terwujud pemandangan baru. Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penyulaman tanaman sebagai berikut. komposisi elemen taman yang seimbang. Jenis tanaman setahun akan mati setelah melampaui masa reproduktif berbunga/berbuah. Tanaman penutup tanah yang bersifat tahunan. seruni rambat (Widelia trilobata). Biasanya untuk jenis tanaman setahun. dan bugenvil.139 cosmos. a) Tersedianya tanaman pengganti yang kondisinya harus lebih baik daripada tanaman yang akan digantikan. c) Mempersiapkan kembali lubang tanam bekas tanaman yang mati untuk dapat ditanami kembali. . serta berbagai jenis pohon-pohonan. yaitu tanaman yang dapat mengalami fase vegetatif dan reproduktif secara berulang kali. krokot atau kriminil (Portulaca sp). bentuk. misalnya tapak dara. kenikir. Walaupun hanya hidup dalam sekali reproduksi. kembang sepatu. mawar. terdiri dari kombinasi tanaman tahunan dan tanaman setahun. melati. dan jengger ayam. contohnya berbagai jenis rumput. Pastikan lubang tersebut bebas dari gangguan patogen yang ada di dalam tanah. dari jenis herba dan perdu. Hal ini tidak akan dialami seandainya seluruh taman hanya terdiri dari tanaman tahunan saja. kehadiran tanaman ini sangat dibutuhkan untuk menghindari kesan kemonotonan warna. hanya satu musim. Oleh karena itu. d) Lubang tanam dibiarkan/diangin-anginkan beberapa saat dan diberi pupuk kandang (bila perlu).

pengendalian hama dan penyakit.. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. PENUTUP A.. Jelaskan apa yang dimaksud pemeliharaan ideal dan fisik. Renungkan tentang teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap. atau polibag). penyiangan gulma.. I.. (a) Manual (b) Disemprot pestisida (c) Membuat bokoran .. penyiraman tanaman. serta penyulaman. pemupukan.. f) Penyiraman dilakukan secara rutin. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. karung. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda.. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. kemudian di tanam... 2. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang pemeliharaan tanaman lanskap.. pemangkasan. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1...140 e) Tanaman baru dilepaskan dari kontainernya (pot. 2. Rangkuman Pekerjaan pemeliharaan lanskap terutama pemeliharaan terhadap tanaman meliputi kegiatan pembersihan taman. B. Jelaskan teknik-teknik dalam pemeliharaan tanaman lanskap. Pengendalian rumput-rumput liar pada suatu hamparan taman berumput sebaiknya dilakukan dengan cara. Kegiatan ini harus dilakukan di taman untuk menjaga kesinambungan wujud lanskap agar tetap sesuai dengan fungsi dan nilai estetika.

. Pemangkasan untuk membentuk tajuk tanaman sesuai dengan yang diinginkan disebut.... (a) Parterre (b) Topiary (c) Border (d) Spiral 5....... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 10.... (a) Broadcast (b) Trenching (c) Punch-bar (d) Injektor Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.. Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 .............141 (d) Menggali tanaman 2. Hitunglah jawaban Anda yang benar. (a) Bokoran (b) Linggis (c) Kored secara lajur (d) Mencangkul tanah 3................ Waktu pemangkasan tanaman yang tepat adalah. Pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah disebut.. Penggemburan pada lahan berumput dapat dilakukan dengan... (a) Sebelum pemberian pupuk (b) Setelah pemberian pupuk (c) Sebelum pertumbuhan generatif (d) Setelah pertumbuhan generatif 4.....

Kunci Jawaban 1. Anda dapat meneruskan pada Bab 11. d 4. Pemeliharaan Taman Puri Tirto Sari di Taman Buah Mekarsari [Laporan Keterampilan Profesi]. b 5. Sulistyantara B. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Arifin HS. Bogor: Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian IPB 3. Nurfaida. bagus! Anda cukup memahami Bab 10. Taman Rumah Tinggal. a 2. D. 1992. Sumber/Referensi 1. terutama bagian yang belum Anda kuasai. 1997. Anda harus mengulangi Bab 10. Jakarta: Penebar Swadaya. a . Jakarta: Penebar Swadaya. 2. 1999. C.142 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . b 3. Akan tetapi. Pemeliharaan Taman. Nurhayati.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas.

dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum. Studi lapang 2. yang terkait dengan fungsi dan estetika. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. Strategi Pembelajaran 1. dan 2) aspek ekologis. Case study 3. Pameran 4. tetapi juga merupakan salah satu mata rantai ekosistem alam. Dalam menggunakan tanaman sebagai elemen pembentuk taman harus diperhatikan dua aspek yang terkait dengan tanaman ini. B. Praktikum . gambar. A. Paduan dari dua aspek ini akan menjamin keberhasilan dan keberlangsungan suatu bentuk taman yang berdasarkan atas elemen tanaman.143 BAB 11 PENATAAN TANAMAN PADA BERBAGAI TIPE LANSKAP PENDAHULUAN Tanaman merupakan unsur utama suatu taman. Tanaman ini tidak hanya sebagai elemen estetik dan kesehatan (fisik dan psikis). yang terkait dengan keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. terutama dalam taman-taman tropis atau taman-taman yang "dekat" dengan kehidupan manusia. yaitu 1) aspek arsitektural.

Kemampuan membuat gambar rencana penataan tanaman. Kemampuan melakukan praktikum penataan tanaman dalam berbagai tipe lanskap 5. dan hewan. 3. Sesuai dengan skala luasan. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Taman merupakan hasil karya manusia dalam melakukan perubahan dan penataan ulang bentuk lingkungan untuk menciptakan suasana yang sesuai dengan keinginannya. Indikator Pencapaian 1. Mahasiswa melakukan studi lapang mengenai penataan tanaman pada suatu lanskap. dibangun. Sebagai elemen taman. dan udara. seperti tanah. tanaman.144 C. dan hewan akan saling berinteraksi satu sama lain dalam suatu ekosistem taman. satwa. baik manusia. 2. dan akhirnya dipelihara untuk mencapai suatu tujuan penggunaan yang keberlanjutan. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. seperti tumbuhan. iklim. air. Taman-taman tersebut dapat dijumpai dalam . D. tetapi selayaknya juga mempertimbangkan kepentingan makhluk hidup lainnya. 2. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. yaitu nyaman. pameran dan praktikum. 5. tumbuhan. Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. aman. Kemampuan melakukan studi lapang mengenai penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap. Mahasiswa aktif melakukan praktikum. Kemampuan menata tanaman berdasarkan fungsi dan estetika. dan indah. sinar matahari. tanaman. 4. Mahasiswa membuat gambar rencana penataan tanaman 3. Taman direncanakan. satwa. membuat taman bukan semata-mata untuk kepentingan manusianya saja. 4. case study. Hal tersebut juga akan dipengaruhi oleh faktor abiotik atau lingkungan. dirancang. Mahasiswa melakukan penataan tanaman berdasarkan fungsi dan estetika.

pembuatan desain taman. squares. Selain itu. rijk parks. serta nyaman dirasakan. Taman Instan Taman instan adalah taman yang bersifat insidentil dan temporer yang ditata pada suatu tapak. Beberapa contoh taman bertema dan tujuan khusus. misalnya city parks. taman safari. taman wisata pertanian. taman wahana anak-anak. taman juga hendaknya memiliki nuansa yang sesuai dengan desain arsitektur bangunan. Yang membedakan adalah skala ukuran ruangnya. dan taman wisata ekologis. seperti taman rumah (homegardens). penyeimbang taman. serta taman-taman bertema (theme parks) dan taman tujuan khusus. taman lingkungan berada pada skala ruang tingkat kelurahan hingga kecamatan (community parks). taman rekreasi (recreation garden). taman rekreasi bahari. yaitu dilengkapi dengan elemen . antara lain. tetapi juga menyenangkan bagi orang lain yang berkunjung ke taman tersebut. dan lain-lainnya maka taman sekecil apa pun yang dihadirkan akan menarik perhatian. Sepanjang perancang mengerti prinsip desain yang meliputi tema taman. Sementara. baik untuk taman luas maupun taman sempit adalah sama. pembuat kontras taman. Umumnya. Sebisa mungkin dimunculkan pesona pada taman tersebut yang kelak tidak hanya memuaskan pemiliknya. dan kouen. Cara peletakan tanaman dan berbagai meterial pendukung lainnya memerlukan kejelian pengalaman dan sensitifitas rasa keindahan penata taman agar taman memiliki komposisi dan nuansa sesuai dengan keinginan pemilik taman. taman kota. perlu dipahami cara-cara penataan taman yang baik. tetapi juga seperti taman permanen. public parks.145 bentuk taman permanen. indah dipandang. taman ketetanggaan di lingkungan pemukiman skala RT-RW (neighborhood parks). Untuk hal itu. taman rekreasi pegunungan. taman fantasi. Pada prinsipnya. pengulangan-pengulangan. baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan. taman kota (urban landscape) yaitu taman umum pada skala kota dimana dapat mengakomodir kegiatan rekreasi bagi masyarakat kota yang bersangkutan. A. taman lingkungan. Elemen taman instan sebenarnya tidak hanya terdiri dari tanaman saja baik yang berbunga maupun nonbunga. taman wisata hutan.

batuan. 3. Beberapa kegunaan dan peran taman instan sebagai berikut. lampu-lampu taman. serta mengharmonisasikan ruangan dan tema pesta. gelar bunga dapat diselenggarakan di plaza. latar belakang yang sekaligus menyemarakkan suasana pesta. air. festival. Mudah dan cepat didesain dan diimplementasikan mengikuti keinginan pemilik atau pengguna taman. pagar. 4. Taman instan dengan elemen-elemennya berupa tanaman. tiang dan pilar kayu. ruang-ruang bagian rumah tinggal. marmer. perkantoran. Beberapa contoh elemen keras tersebut yaitu dinding tembok. sculpture. tema taman dapat disesuaikan dengan suasana yang diinginkan pada saat itu.146 lainnya seperti batu-batuan. Taman-taman ini memberi variasi desain yang sangat dinamis. Dengan cara bongkar pasang. Taman-taman instan biasanya akan sangat impresif bila dilengkapi dengan permainan cahaya alami dari sudut-sudut ruang tertentu yang berjendela. restaurant. pengarah. Pada umumnya. atrium. Dengan rekayasa desain. Taman instan yang menghiasi ruang-ruang pesta dan panggung pelaminan dapat berfungsi sebagai area penyambut. 1. hotel. sebagai berikut. taman instan memiliki kelebihan dalam beberapa hal. Taman instan dalam bentuk gelar bunga di tengah-tengah hamparan hijaunya taman dapat menjadi titik pusat perhatian (focal point) bagi pengunjung atau pengguna taman. bahkan kolam air mancur dan air terjun. atau bahkan dengan cahaya buatan. kaca. 1. pergola. atau stainless steel. bentuk taman secara miniatur dapat terwujud dalam ruang yang terbatas. dan bandar udara dapat memperlembut suasana ruangan yang didominasi oleh elemen keras. . bagian dinding yang terbuka. besi. serta ruang-ruang terbuka (taman kota) pada acara-acara perayaan tertentu atau pada saat ada pameran. maupun karnaval. Taman instan yang ditata di dalam bangunan stand pameran. pembatas. dan lampu dapat menjadi media penghubung perasaan manusia terhadap alam dan menghilangkan stres. 2. alun-alun kota. Selain empat kegunaan dan peran tersebut. serta lantai keramik.

sudut-sudut ruang di departement store. di dalam ruangan atau interior rumah. perkantoran. hingga penggantian tanaman diperlukan tanggung jawab yang tinggi. Dapat dikerjakan oleh sendiri (in house) maupun dipercayakan pada jasa penyewaan tanaman. hingga pemeliharaan dapat dikerjakan sendiri. bila skalanya cuikup besar. Dapat dikerjakan oleh pelaku-pelaku dengan pengetahuan pertamanan yang paling dasar sekali pun (hobiis dan gardener yang rajin membaca buku-buku pertamanan. Setelah mencapai kondisi kesehatan. Tanaman bekas digunakan dapat dipelihara kembali dan ditempatkan ke ruang recovery atau karantina dalam pembibitan. Namun. 5.147 2. Contoh desain taman instan dapat dilihat pada Gambar 33. dan interior rumah sakit. bandara udara dapat diubah setiap minggu. setiap dua minggu. Suasana tersebut dapat menghindari kemonotonan spatial (ruang) dan temporal (waktu). mengetahui pengetahuan tanaman dan elemen taman lainnya. Taman instan ini dapat memberi variasi panorama bagi tempat-tempat umum yang selalu menerima kehadiran tamu yang silih berganti. 3. penyediaan material taman. pelaksanaan penataan taman. atau setiap bulan. ruang gedung-gedung pertemuan. misalnya di teras rumah. mulai pembuatan desain taman. interior bandar udara. 4. Pemeliharaan pemulihan bagi tanaman-tanaman yang terkena stres dapat diatasi dengan penyiraman serta pemupukan agar kesehatan tanaman dapat pulih dan pertumbuhannya normal kembali. dan ruang kantor pribadi. 2006). Dapat dibongkar-pasang sehingga bisa memberikan impresi yang variatif pada skala temporal. taman instan di ruangan hotel. pemeliharaan. Misalnya. dan warna tanaman yang prima maka tanaman tersebut dapat digunakan kembali sebagai material tanaman instan untuk proyek selanjutnya (Arifin. maka profesionalisme mulai dari persiapan desain. misalnya untuk penataan ruang-ruang perkantoran. operasional penataan. penyediaan material. Untuk skala pekerjaan yang tidak terlalu besar. . bentuk tanaman. lobi hotel dan koridor hotel. serta mengikuti kursus dan pelatihan pertamanan).

keberadaan taman di rumah sangat penting peranannya. Taman Rumah Tinggal Taman dan rumah sejak dulu merupakan satu kesatuan yang penting dan saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan penghuninya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Contoh desain taman instan (Sumber: Arifin. bahkan bisa menjadi habitat beberapa jenis satwa liar seperti kupu-kupu dan aneka jervs burung berkicau. 2006) B. Pada dasamya berbagai jenis tanaman dapat dipilih sebagai pengisi taman. taman juga berarti sebagai gudang plasma nutfah. Keberadaan taman dapat membuat rumah memiliki fungsi estetik.148 Gambar 33. baik berupa tanaman. taman di halaman rumah merupakan sebuah kantung terbuka hijau yang dapat menyejukan udara. Dengan demikian. meresapkan air ke dalam tanah. tetapi taman juga mengambil peran penting dalam memberi kontribusi kesehatan bagi pemiliknya. Taman tidak hanya sebagai fungsi estetik dan pajangan saja. Selain keberadaan aneka jenis tanaman. Secara fisik-ekologis. untuk menata tanaman menjadi taman yang memiliki fungsi dan nilai . Akan tetapi. taman dengan aneka isinya bisa menjadi obat untuk melenyapkan stres. menghasilkan berbagai produksi tanaman. Kehadiran aneka elemen taman. Dalam keadaan sibuk dan tekanan pekerjaan yang rutin. bebatuan. air. ataupun etemen yang hidup seperti ikan hias dapat menjadi selingan hiburan setelah penghuni rumah bekerja seharian di luar rumah.

bentuk. Dalam membuat taman di lahan sempit. seperti asparagus dan beberapa jenis pinus yang dikerdilkan. Pengaturan strata tanaman pada satu tapak juga sangat menentukan daya tarik taman. Tanaman-tanaman yang bertekstur halus dapat dicirikan dari ukuran daun yang kecil. seperti kadaka. Ukuran lahan yang sempit bagi peruntukan taman akan lebih pas bila dipilih elemen tanaman yang bertekstur halus. tanaman berkayu dan memiliki batang utama dengan tinggi bisa mencapai 5 m. Untuk tanaman yang bertekstur kasar yang dicirikan oleh tanaman yang berdaun lebar dan besar. ukuran tanaman. Bila ingin menggunakan tanaman bertekstur kasar sebaiknya jumlahnya jangan . hanjuang. mempunyai tinggi 1-2 m). yang terpenting adalah bagaimana membuat desain kombinasi jenis tanaman yang justru memberikan kesan ruang yang lebih luas. Misalnya. Penggunaan pohon untuk taman yang sempit tidak terlalu disarankan karena akan mendominasi ruang taman serta mengakibatkan kesan ruang semakin sempit dengan naungan yang semakin luas. baik tinggi tanaman maupun lebar tajuk. kriminil. taiwan beauty. Namun. atau disebut sebagai pohon kecil). tanaman berkayu. sebaiknya mengetahui karakteristik berbagai jenis tanaman. serta perdu (shrubs. Oleh karena itu. tanaman yang lebih rendah ditempatkan di depan tanaman yang lebih tinggi. dan palem-paleman Tanaman yang bertekstur halus maupun kasar bisa saja ditanam untuk mengisi taman yang sempit. antara lain. warna. portulaka atau tanaman yang berdaun jarum. yang perlu diperhatikan adalah keragaman jenis maupun jumlah tanaman yang dipilih.149 estetika diperlukan pengetahuan mengenai kesesuaian tempat tumbuh tanaman secara ekologis dan hortikultura serta kondisi fisik tanaman seperti ukuran. sikas. merupakan sesuatu yang perlu dipertimbangkan dengan baik agar tanaman tersebut sesuai dengan tujuan dan fungsi desain. dan aroma. philodendron. tetapi tidak memiliki batang utama. tanaman semak (bushes. Jenis tanaman yang berukuran relatif kecil seperti tanaman jenis-jenis rerumputan dan penutup tanah. Dalam memilih dan mempertimbangkan tanaman yang digunakan. tanaman herba yaitu tanaman yang tidak berkayu (herbs umumnya hanya beberapa puluh sentimeter saja). tekstur. Memilih jenis tanaman bisa dimulai dari tanaman penutup tanah yang hanya mencapai tinggi beberapa sentimeter saja (grasses).

2007) C. Gambar 34. Di lain pihak. dapat digunakan satu atau dua tanaman bertekstur kasar di tengah-tengah penggunaan tanaman bertekstur halus sehingga bisa menjadi kontras atau daya tarik dalam taman (point of interest). Bila menggunakan tanaman bertekstur halus dapat berkreasi memadukan berbagai ragam jenis tanaman. Contoh desain taman rumah tinggal (Sumber: Arifin dan Suwita. tetapi jenisnya harus dikurangi agar taman tidak terlihat crowded.150 berlebihan karena akan mendominasi ruang sehingga taman berkesan semakin sempit. dapat pula diterapkan jumiah tanaman yang relatif banyak. Jalur Hijau Jalan Jalur hijau adalah jalur penempatan tanaman serta elemen lanskap lainnya yang terletak di dalam Daerah Milik Jalan (Damija) maupun di dalam Daerah Pengawasan Jalan (Dawasja). Sebagai contoh penanaman jalur hijau jalan di sepanjang berm dan median jalan yang bersifat sederhana dalam pelaksanaannya harus berpedoman . Disebut jalur hijau karena dominansi elemen lanskapnya adalah tanaman yang pada umumnya berwarna hijau. Adanya penataan jalur hijau jalan memungkinkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Namun. Contoh desain taman rumah tinggal dapat dilihat pada Gambar 34. Banyaknya ragam jenis dapat menjadi koleksi sehingga keindahan dan keunikan masing-masing jenis tersebut menarik perhatian.

Klasifikasi hortikultura. Median jalan adalah jalan yang memisahkan dua jalan yang berlawanan. toleransi terhadap suhu. Kriteria tanaman yang digunakan adalah yang mudah didapat. kecocokan penampilan di tiap musim. lahan untuk pengembangan jalan. warna. yaitu syarat tumbuh. 2. bentuk. tanah. sifat penyebaran. Daerah tepi jalan adalah daerah yang berfungsi untuk keselamatan dan kenyamanan pemakai jalan. kawasan penyangga. 3) daerah tikungan. kecepatan tumbuh. dapat digunakan sebagai pendukung keselamatan pengendara. . dapat beradaptasi dengan kondisi setempat baik dari segi kondisi tanah maupun iklim. cahaya. tidak memerlukan perawatan khusus. 2) median jalan. sifat adaptasi. peletakkan rambu-rambu lalu lintas. Tanaman yang dipergunakan adalah dari kelompok pohon. jalur hijau. budidaya. hama dan penyakit. tempat pembangunan fasilitas pelayanan dan melindungi bentukan alam. Pemilihan jenis tanaman pada jalur hijau jalan tergantung pada fungsi tanaman dan lokasi penanaman.151 pada kebutuhan. kecocokan antara tanaman dan bangunan serta lingkungan sekitar dan keefisienan dalam pemeliharaan. 4) persimpangan dan daerah berterrain. ukuran dewasa tanaman. Klasifikasi hortikultura berorientasi terhadap tindakan budidaya dan keberhasilan penanaman dan klasifikasi sifat fisik tanaman biasanya berorientasi rerhadap penilaian dan keberhasilan bentuk serta fungsi arsitekturisnya. 1. ataupun sebagai jalur hijau dengan persyaratan tertentu. Median berfungsi sebagai rintangan atau penuntun arah untuk mencegah tabrakan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan dan mengurangi silau lampu kendaraan dengan menempatkan tanaman dengan kepadatan dan ketinggian yang tepat. tekstur. sifat umur. Klasifikasi fisik. air. Kriteria pemilihan jenis tanaman sebagai berikut. yaitu tujuan desain. semak dan penutup tanah. angin. penampilan di tiap tahapan pertumbuhan. mudah dikembangkan dan sedapat mungkin dipilih jenis yang dapat memperbaiki atau meningkatkan kesuburan tanah baik secara langsung maupun tidak langsung. aroma. Hal ini merupakan satu dari sekian pertimbangan estetik yang seharusnya menjadi suatu peraturan dalam kebanyakan situasi perkotaan. Berdasarkan letak penanamannya jalur hijau dibedakan menjadi empat yaitu: 1) jalur tanaman tepi. perdu.

2) selalu hijau. rapat dan mudah diperbanyak. Mampu bertahan hidup pada kondisi yang kurang baik dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. 5. dan bunga) yang menarik. 9. 7) tahan terhadap serangan hama dan penyakit. 8) tidak disukai oleh kupu-kupu yang menimbulkan jenis ulat. Tanaman penutup tanah yang tidak memerlukan pemeliharaan intensif. Bentuk tajuk pohon bulat atau kolumnar dengan lebar tajuk tidak menutupi bahu jalan. 7. daun.152 Persyaratan pohon tepi jalan secara ekologis meliputi: 1) mempunyai sistem perakaran yang dalam. Pohon peneduh dengan ketinggian sedang atau tinggi kurang dari 15 meter. 1. Tinggi cabang pohon pertama dari bawah tidak kurang dari 5 meter. 2. Perakarannya tidak merusak trotoar dan saluran drainase. 6. 11. Lanskap Perkotaan Area-area Khusus Pada wilayah perkotaan. 8. memiliki batang dan cabang yang kuat serta tidak menghasilkan zat yang berbahaya. Tidak membahayakan pengguna jalan. 4) mampu hidup pada berbagai jenis tanah. semak. terutama pada pusat-pusat kegiatan masyarakat perkotaan atau pada permukiman. terutama untuk tanaman yang didatangkan dari luar tapak berpedoman kepada beberapa kriteria. Tidak mudah terserang hama dan penyakit serta tahan terhadap polusi dan kekeringan. 3) tahan terhadap kekurangan air.warna. 3. yaitu sebagai berikut. 6) tahan terhadap polusi udara dan polutan lainnya. Pemilihan jenis-jenis tanaman yang akan digunakan. Berdaun kecil sampai sedang dan tidak menggugurkan daun secara serempak. D. Pohon dan semak yang memiliki karakter fisik (bentuk. 5) memiliki tajuk yang rapat. cenderung sulit untuk menemukan lahan yang . Kriteria tersebut berlaku untuk pohon. dan penutup tanah yang ditanam di perkotaan. 10. yaitu tanaman yang tidak menghasilkan duri. Mudah dalam pemeliharaan. 4. 12. Semak yang tumbuh berumpun. buah yang besar dan keras.

Selain media dipupuk secara periodik. Terdapat beberapa alternatif material untuk pembuatan bak tanaman. Media tanam. seperti beton. kayu. Lahan yang tersedia biasanya lahan sisa yang luasannya terbatas dan terkadang kondisinya bermasalah. sistem drainase dibuat untuk mengatasi air penyiraman yang berlebihan. penyediaan media tanam yang sesuai untuk pot atau bak tanaman mempengaruhi aerasi dalam bak serta beban berat yang ditanggung oleh bak tanaman. drainase juga ditunjang dengan adanya kemiringan pada dasar bak tanaman dan jalur drainase/outlet yang cukup untuk mengalirkan air keluar dari pot dan bak tanaman. Pemilihan jenis tanaman. dan beton. dan sebagainya. Hal tersebut dapat diatasi dengan menanam pada bak tanaman (planter box). dengan mempertimbangkan tanaman yang perakaran tidak intensif. ukurannya tidak terlalu besar. Salah satu contoh perbandingan media tanaman. b. Bak tanaman dapat diisi satu atau lebih pot. setelah beberapa tahun media perlu diganti. c. untuk menyediakan kondisi drainase yang baik dalam bak tanaman.153 dapat dikembangkan untuk pertamanan atau untuk lahan penanaman. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk penanaman pada bak tanaman sebagai berikut. Untuk taman kota. atau 70:25:5. Sistem drainase. Dengan menggunakan bak tanaman. Beberapa karakteristik ruang yang potensial untuk ditanami dengan kondisi khusus sebagai berikut. pot dapat lebih sering diganti sehingga penampilan tanaman selalu bagus. lingkungan tumbuh yang tidak mendukung. seperti kemiringan lereng lahan yang curam. kombinasi kaca. Penanaman dengan Planter Box Adanya kecenderungan penutupan lahan perkotaan dengan perkerasan merupakan salah satu penyebab sulitnya mendapatkan areal penamanan. satu bak tanaman bahkan diisi hingga puluhan pot. yaitu pasir kasar (ukuran sekitar I mm) : material organik/kompos : top soil = 50 :45 :5. bata. a. 1. diperlukan pertimbanganpertimbangan khusus dalam melakukan penamanan pada area-area khusus tersebut. dan lambat pertumbuhannya (untuk . Oleh karena itu. Selain dipengaruhi oleh media tanam.

baik penutup tanah. Untuk tujuan tersebut maka hal-hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: 1.0m 1. semak/perdu kecil 3. dan pohon memperhatikan keselarasannya dengan lingkungan sekitar. Penutup tanah. mengingat akses ke lahan berlereng pada umumnya sulit. Jenis tanaman sesuai ukuran kedalaman bak tanaman No Jenis Tanaman 1. Lahan Berlereng Lahan berlereng dengan kemiringan curam merupakan ruang pofensial untuk penanaman di kawasan perkotaan yang padat. Tanaman yang ditanam dapat mengurangi erosi permukaan oleh air. kemudian ditanami dengan pohon dan semak besar untuk meningkatkan kestabilan lereng. pohon Sumber: Arifin et al. 3. d. Jika kondisi awal lahan dalam keadaan tanpa penutupan tanaman.5m 2. .154 pohon).0-1. Lahan berlereng yang ditanami dapat difungsikan sebagai area penyangga dan konservasi.5-1. Rumput 2. adanya struktur penopang atau penahan (staking/staggering). (2008) Kedalaman Bak Tanaman 150-300 mm 0. maka perlu pertimbangan pemilihan jenis tanaman yang tahan hembusan angin. Tabel 2. semak. Pemilihan jenis tanaman terutama pada jenis-jenis yang perakarannya mampu mengikat tanah dan menangkap air hujan. herba. dan melindungi tanah dari erosi angin. Semak/Perdu besar. Pola penanaman sebaiknya dibuat sedemikan rupa agar pemeliharaan tidak intensif. mengurangi terjadinya suhu tanah yang ekstrim. maka sebagai langkah pertama perlu ditanami vegetasi penutup tanah (rumput. Pemilihan jenis tanaman. Jika bak tanaman diletakkan pada area yang kecepatan anginnya cukup tinggi. herba) yang cepat tumbuh. 4. 2. Ukuran kedalaman bak tanaman mempengaruhi pemilihan jenis tanaman (Tabel 2).

155 Untuk kasus tertentu dimana lereng sangat curam (kemiringan >45) sulit untuk ditanami tanaman besar, maka penanaman tanaman perdu/semak kecil untuk menstabilkan tanah masih dapat dilakukan dengan beberapa teknik bio-engineering.
3. Teknik Penanaman Area yang Tergenangi Secara Periodik

Berbagai bentuk ruang-ruang di perkotaan yang secara periodik tergenang merupakan salah satu area yang potensial untuk ditanami, yang tidak hanya memberikan manfaat ekologis/iingkungan (perbaikan habitat satwa, perlindungan bantaran dan tanggul), tetapi juga manfaat sosial (area rekreasi mayarakat setempat). Beberapa contoh area tergenang/banjir secara periodik, misalnya pada reservoir, kanal, saluran drainase, sungai, rawa, mangrove atau tepi laut. Penanaman dapat dilakukan di bantaran/tepian perairan (sungai, kanal, saluran, dan pesisir) maupun di perairan (rawa, mangrove). Hal yang perlu diperhatikan untuk kegiatan penanaman area ini, yaitu dalam pemilihan jenis tanaman yang toleran terhadap genangan dan banjir serta mengutamakan pemilihan jenis-jenis lokal (native species) yang relatif adaptif terhadap lingkungan setempat dan dapat meminimalkan pemeliharaan. Jenis tanaman lain yang dapat dipertimbangkan, yaitu tanaman air, sebaiknya dipilih jenisjenis yang tidak bersifat invasive karena dapat mengakibatkan turunnya muka air dan eutrofikasi meningkatnya unsur nitrogen dalam air.
4. Area Bekas Penimbunan Sampah (Landfill)

Lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai penimbunan sampah, baik yang berskala rumah tangga maupun lingkungan merupakan alternatif area penanaman. Untuk penanaman pada lubang sampah skala rumah tidak serumit pada skala lingkungan. Pada penanaman di lokasi penimbunan sampah skala lingkungan terdapat hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut. a. Pemantapan permukaan dengan tanah setebal 15 – 45 cm. b. Karena permukaannya cenderung tidak rata, maka sebaiknya tidak membangun struktur penunjang taman yang berlebihan (seperti bangku taman, shelter, area bermain, dan lain-lain) di atasnya untuk meminimalkan terjadinya kerusakan dan gangguan terhadap aktivitas maupun struktur tersebut.

156 c. Jika membuat saluran utilitas (irigasi, listrik) sebaiknya di permukaan atau sedikit di bawah permukaan untuk mempermudah pemeliharaan. d. Mengatasi adanya gas-gas hasil dekomposisi sampah dengan membuat sumur pengumpul sekitar. e. Menghindari penanaman pada lokasi-lokasi yang memiliki suhu tanah yang tinggi karena dapat mematikan tanaman. f. Memilih jenis tanaman yang toleran terhadap kondisi landfill (misalnya toleran terhadap gas-gas yang dihasilkan, tanah yang dangkal, tingginya hembusan angin, drainase yang buruk, dan adanya genangan).
5. Pembuatan Dinding Hijau (Greenwall)

gas,

yang

selanjutnya

jika

diberi

perlakuan

tertentu

dapat

dimanfaatkan sebagai penghasil energi yang dapat digunakan untuk lingkungan

Penanaman ini dilakukan pada struktur vertikal seperti tanggul atau dinding penahan (retaining wall) yang pada umumnya dibangun untuk menahan lereng. Penanaman atau penghijauan pada area ini selain membantu meningkatkan kestabilan lereng, juga menjadikan dinding lebih menarik dan bahkan dapat menciptakan habitat bagi satwa.

E. Rangkuman

Penataan tanaman dapat dilakukan pada berbagai tipe lanskap, antara lain, taman instan, taman rumah tinggal, jalur hijau jalan, lanskap perkotaan area-area khusus. Penanaman pada area khusus, seperti penanaman dengan bak tanaman (planter box), lahan berlereng, area yang tergenangi secara periodik, area bekas penimbunan sampah (landfill), dan pembuatan dinding hijau (greenwall).

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda!

157 1. Jelaskan apa yang dimaksud taman instan, taman rumah tinggal, jalur hijau jalan, dan lanskap perkotaan area-area khusus. 2. Berikan contoh gambar desain taman-taman tersebut.
Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus

memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 2. Renungkan tentang penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap.

B. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Kelebihan tanaman instan adalah............. A. Biaya relatif mahal B. Pembuatan desain kompleks C. Dapat dibongkar pasang D. Dapat dikerjakan oleh arsitek lanskap 2. Ukuran lahan yang sempit bagi peruntukan taman akan lebih pas bila dipilih elemen tanaman yang............. A. Bertekstur halus B. Bertekstur kasar C. Berukuran besar D. Berwarna terang 3. Persyaratan pohon tepi jalan secara ekologis adalah............. A. Menggugurkan daun B. Kebutuhan air banyak C. Tajuk yang jarang D. Tidak disukai oleh kupu-kupu 4. Pemilihan jenis tanaman untuk planter box sebaiknya memilih tanaman yang............. A. Berukuran besar B. Batangnya besar

.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Sumber/Referensi 1. C. Taman Instan. Suwita A. 2007.... Akan tetapi. Pramukanto Q. Saluran irigasi dibuat jauh di permukaan D.. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Damayanti VD. 2006.. Munandar A. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 11. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Arifin HS.158 C. Arifin HS.. 22 Desain Taman Mungil.. Jakarta: Penebar Swadaya. Pemilihan tanaman yang toleran gas Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Jakarta: Penebar Swadaya. Hitunglah jawaban Anda yang benar. Nurhayati. bagus! Anda cukup memahami Bab 11. Anda harus mengulangi Bab 11... 2. Bogor: Tim Sampoerna Hijau.. 2008.. Hal yang perlu diperhatikan pada penanaman di lokasi penimbunan sampah adalah. Sampoerna Hijau Kotaku Hijau. A. Cepat pertumbuhan untuk pohon 5. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . Membangun struktur penunjang seperti area bermain C. Perakaran tidak intensif D. . Arifin HS. 3. Pemantapan permukaan tanah setebal < 15 cm B.

c 2. d 4.159 D. d . Kunci Jawaban 1. c 5. a 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->