BAHAN AJAR ILMU TANAMAN LANSKAP

NURFAIDA, SP. M.Si. TIGIN DARIATI, SP. MES. CRI WAHYUNI BRAHMI YANTI, SP. M.Si.

PROGRAM HIBAH PENULISAN BUKU AJAR UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
JL. Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245 (Gedung Perpustakaan Unhas Lantai Dasar) Telp. (0411) 586 200, Ext. 1064 Fax. (0411) 585 188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id

HALAMAN PENGESAHAN
HIBAH PENULISAN BUKU AJAR BAGI TENAGA AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

Judul Buku Ajar

: Ilmu Tanaman Lanskap

Nama Lengkap N I P Pangkat/Golongan Jurusan/Bagian/Program Studi Fakultas/Universitas Alamat e-mail Biaya

: Nurfaida, SP. M.Si. : 19730223 200501 2 001 : Penata Muda / III-a : Agroteknologi : Pertanian/Universitas Hasanuddin : nurfaida@yahoo.com : Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah) Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin Tahun 2011 Sesuai SK Rektor Unhas Nomor: 20875/H4.2/KU.10/2011 Tanggal 29 Nopember 2011

Makassar, 29 Nopember 2011 Dekan Fakultas Pertanian, Penulis,

Prof. Dr. Ir. Yunus Musa, M.Sc. NIP. 19541220 198303 1 001

Nurfaida, SP. M.Si. NIP. 19730223 200501 2 001

Mengetahui: Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin,

Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc. NIP. 19630501 198803 1 004

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan alam dan seisinya sebagai suatu karunia yang besar dan indah. Dia yang memberikan ketentuan dan peraturan yang tepat untuk memelihara dan merawatnya. Atas segala karunia-Nya pulalah bahan ajar Ilmu Tanaman Lanskap ini berhasil diselesaikan. Pengembangan bahan ajar merupakan tanggung jawab dosen dalam mengemban dan mengembangkan tridarma perguruan tinggi. Perubahan model pembelajaran dari Teacher Central Learning (TCL) menjadi Student Central Learning (SCL) menuntut dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga sebagai fasilitator. Penerapan model pembelajaran SCL membutuhkan bahan ajar sebagai pelengkap kegiatan pembelajaran sehingga dibuatlah bahan ajar ini. Bahan ajar ini dihasilkan melalui Program Hibah Penulisan Buku Ajar Universitas Hasanuddin Tahun 2011. Penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc.selaku Ketua LKPP dan Dr. Sri Suryani, DEA selaku pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan bahan ajar ini. Terima kasih yang tidak terhingga kepada rekan-rekan sejawat di Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang telah membantu dalam penyusunan tulisan ini. Semoga bahan ajar ini bermanfaat dan dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran khususnya pada Mata Kuliah Ilmu Tanaman Lanskap.

Makassar, Nopember 2011

Penulis

............................ SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN EKOLOGI............................................... SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK VISUAL .......................................... 123 PENATAAN TANAMAN PADA BERBAGAI TIPE LANSKAP .......... 1 11 24 35 56 68 80 98 BAB 3 BAB 4 BAB 5 BAB 6 BAB 7 BAB 8 BAB 9 BAB 10 BAB 11 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK ARSITEKTURAL .......... 143 .............................. SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN HABITUS FUNGSIONAL ...................................... PENGERTIAN TANAMAN LANSKAP DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA....................................DAFTAR ISI BAB 1 BAB 2 PENDAHULUAN ........................................................................................ FUNGSI TANAMAN DALAM LANSKAP ....................... 109 TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN LANSKAP ..................................... TEKNIK PENANAMAN TANAMAN LANSKAP........ KOMPOSISI TANAMAN..............................................

dibantu dengan membangun struktur. Colonade: deretan kolom-kolom yang memberi kesan ruang pada bangunan Yunani atau Romawi. tabir. Dinding hijau (green wall): berbagai cara menahan longsor atau erosi suatu lereng secara biologi terhadap erosi dengan menanam tanaman. umumnya dibentuk dari massa tanaman yang dipergunakan sebagai hiasan dalam suatu taman pada Periode Renaissance. Lawn: padang rumput di halaman rumah atau perkantoran yang dimaksudkan untuk meningkatkan keindahan. penutup tanah. Habitus tanaman: keragaan tanaman secara keseluruhan berupa pohon. Fungsi tanaman: peran utama dari tanaman dalam suatu taman. Perdu (shrub): tanaman yang relatif tinggi (3 – 5 m). umumnya berbentuk herba rendah. perdu. Parterre: tanaman yang ditata menyerupai tampilan karpet (apabila dilihat dari atas). bahkan kadang-kadang sukulen (banyak mengandung air). rangkaian batu yang serupa. memiliki batang utama yang berkayu dan percabangannya dimulai pada bagian yang agak jauh dengan permukaan tanah. misalnya suatu area tidak ingin terlihat oleh banyak orang dari arah tertentu dapat diberikan dinding berupa tanaman atau elemen lainnya. herba. Herba: tanaman-tanaman yang batangnya relatif lunak dan tidak berkayu. . Enclosure: dinding. Metode tekanan udara: metode pemupukan yang dilakukan dengan cara melubangi tanah daerah perakaran yang dapat menyerap hara dengan menggunakan injektor bertekanan udara tinggi. Irama: urutan atau perulangan elemen-elemen. antara lain. tetapi tidak setinggi pohon. Metode thumb: metode untuk menentukan posisi perakaran pohon yang dapat menyerap hara. semak. pemanjat. mungkin berbentuk beraturan atau tidak beraturan. urutan dari anak tangga.SENARAI KATA PENTING (GLOSARIUM) Broadcast: perlakuan pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah. budaya. estetika. pemagar. Lanskap: bentang alam atau hamparan lahan. tapak yang berada di luar ruangan (eksterior). misalnya barisan pohon. dan ekologis. dan perayap. Penutup tanah (groundcover): tanaman yang relatif rendah. sosial. mampu memberikan penutupan yang intensif di atas permukaan tanah.

Tanaman memanjat (climber): tanaman yang tumbuh di tanah atau bidang apa saja seperti tembok dan struktur pendukung lain sebagai tempat menggantungkan diri atau membelit untuk pertumbuhan tanaman tersebut. Titik perhatian (point of interest): fokus perhatian dari suatu taman yang dapat menghilangkan kemonotonan pada suatu taman. piramid. . Tanaman rumput lapangan: jenis-jenis rumput yang dipergunakan untuk menutupi permukaan tanah yang hanya terdiri atas lapisan tanah saja. Semak (bush): tanaman yang relatif rendah. Zigurat: bentukan piramida yang dibangun menuruni teras bukit dan memiliki struktur internal yang menakjubkan. misalnya spiral. Topiary: pemangkasan bentuk pada tanaman sesuai dengan yang diinginkan. dapat dibuat dengan memberikan kontras atau pola susunan tertentu. memiliki batang utama. batangnya berkayu dan percabangannya biasanya telah dimulai di bagian yang dekat dengan permukaan tanah (tidak mempunyai cabang utama). Trenching: metode pemupukan yang dilakukan dengan cara pembuatan parit di bawah lingkar tajuk pohon. sedang dan sudah dibudidayakan. kompleks. Tanaman lanskap: tanaman yang belum. Punch-bar: metode pemupukan untuk pohon-pohon besar dengan cara membuat lubang-lubang pemupukan. keong. dan sulit untuk dipercaya. Tanaman lapangan rumput: jenis tanaman yang ditanam secara sendiri atau secara berkelompok pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik (eksotik).Planter box: wadah berukuran relatif besar untuk menempatkan satu hingga beberapa pot tanaman sehingga tatanan pot terlihat rapih. Tanaman pagar: suatu garis atau barisan permanen yang padat dari tumbuhtumbuhan yang hidup. tinggi >5 m. dan lain-lain. Tanaman indoor: semua jenis tanaman lanskap yang dapat ditanam dalam rumah atau dengan kata lain tanaman yang dapat tumbuh secara normal di tempat teduh (tertutup) atau setengah teduh. berbentuk rectangular yang dipersiapkan untuk kepentingan saluran irigasi dan drainase. Tanaman outdoor: tanaman hias yang dapat tumbuh secara normal di tempat terbuka (langsung terkena sinar matahari). Teknik puteran: penanaman pohon dengan mengikutsertakan tanah asalnya dalam bentuk gumpalan. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. Pohon (tree): tanaman berkayu. biasanya diatur dalam bentuk yang hampir sama dengan maksud untuk menggantikan pagar.

Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. dan 5. 4. organizer. Kompetensi Utama sebagai PELAKU (birokrat. pengambil kebijakan). pengambil kebijakan): (a) Kemampuan menerapkan IPTEKS di bidang budidaya tanaman berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal. mediator). MANAJER (planner. mediator). PENGUSAHA (enterpreneur. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. initiator. . 2. PENDIDIK (fasilitator. 3. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. PENELITI. dan mengembangkan usaha inovatif bidang produksi tanaman dalam pertanian berkelanjutan. PELAKU di bidang pertanian (birokrat. teknorat. evaluator.1 BAB 1 Profil alumni yang diharapkan adalah: PENDAHULUAN PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI 1. teknorat. adaptor. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. melaksanakan. Kompetensi Utama Kompetensi utama minimal yang diharapkan dari seorang lulusan pada Program Studi Agroteknologi untuk mencapai profil lulusan adalah: 1. Keberanian memulai. motivator. cooperator). KOMPETENSI LULUSAN A. designer. (b) (c) (d) (e) (f) (g) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

.2 2. 3. evaluator. Keberanian memulai. initiator. cooperator): (a) (b) (c) (d) (e) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. Kompetensi Utama sebagai PENGUSAHA (enterpreneur. 4. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. designer. Kompetensi Utama sebagai MANAJER (planner. Kompetensi Utama sebagai PENELITI: (a) Kemampuan menerapkan IPTEKS di bidang budidaya tanaman berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. melaksanakan. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. mediator): (a) (b) (c) (d) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. adaptor. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. organizer. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. dan mengembangkan usaha inovatif bidang produksi tanaman dalam pertanian berkelanjutan. (b) (c) (d) (e) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kemampuan sebagai fasilitator. C. 5. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. 3. 2.3 (f) (g) (h) Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEKS di bidang budidaya pertanian ke dalam praktek bisnis. Kompetensi Utama sebagai PENDIDIK (fasilitator. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. . Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional. Kemampuan menggunakan fasilitas internet dalam pencarian literatur dan berkomunikasi dengan sejawat lainnya dalam bidang teknik budidaya tanaman. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. Kemampuan menerapkan aplikasi bioteknologi pada aspek pertanian terpadu. Kompetensi Penunjang 1. dan mediator secara sistematik dan efektif. Kemampuan berpikir analitis dan sintesis dengan memperhitungkan dampak penyelesaian masalah di lingkup global dalam berkehidupan bermasyarakat. motivator. Kemampuan belajar sepanjang hayat 2. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional. mediator): (a) (b) (c) (d) (e) Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. B. Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEKS di bidang budidaya pertanian ke dalam praktek bisnis. motivator. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. Kompetensi Lainnya 1. 3.

dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum (8) Menguasai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (9) Menguasai teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (7) Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum (6) Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (2) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (3) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (4) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (5) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (1) Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu GARIS ENTRY BEHAVIOR Prasyarat: Pengantar Arsitektur Lanskap .ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN (10) Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. gambar.

5 GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN (GBRP) Mata Kuliah Kompetensi Utama : : Ilmu Tanaman Lanskap 1. Kemampuan sebagai fasilitator. 3.Ketepatan penjelasan karakteristik tanaman pada berbagai periode perkembangan . Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. Kompetensi Pendukung Kompetensi Lainnya Sasaran Belajar : : : Kemampuan melaksanakan perencanaan sistem produksi tanaman secara tepat sesuai kaidah pertanian berkelanjutan. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional. 4. STRATEGI PEMBELAJARAN Kuliah Kuliah.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . 2. Kemampuan menggunakan fasilitas internet dalam pencarian literatur dan juga dalam berkomunikasi dengan sejawat lainnya dalam bidang teknik budidaya tanaman. dan mediator secara sistematik dan efektif. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. motivator. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menata tanaman dalam suatu lanskap berdasarkan fungsi dan estetika dengan baik dan benar. kaji pustaka MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 1 Menjelaskan kontrak pembelajaran 2 Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu MATERI PEMBELAJARAN Kontrak pembelajaran Pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya INDIKATOR PENILAIAN BOBOT NILAI (%) 5 .Ketepatan penjelasan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangan .

Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek visual .Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural . dan panas .Ukuran. berdasarkan aspek arsitektural dan pengendali keleluasaan pribadi .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Seleksi tanaman berdasarkan aspek Collaborative .Kemampuan melakukan diskusi dengan 7. penyekat.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN . pegunungan.5 arsitektural: learning. warna dan tekstur berdasarkan aspek visual tanaman .5 . teduh.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Seleksi tanaman berdasarkan ekologi: Collaborative . bentuk.6 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 3 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 4 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 5 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN BOBOT PEMBELAJARAN NILAI (%) Seleksi tanaman berdasarkan aspek Collaborative . learning.Kemampuan melakukan diskusi dengan 7. air.Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi . setengah berdasarkan kondisi ekologi teduh. praktikum baik mengenai seleksi tanaman batu karang. praktikum baik mengenai seleksi tanaman . praktikum baik mengenai seleksi tanaman .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Pembentukan ruang.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Kemampuan melakukan diskusi dengan 7.5 visual: learning.Tanaman pantai.

Kesatuan. kontrol pandangan. border/tepi. praktikum baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional .Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. memanjat/pergola. mengharumkan udara. dan kelembaban. pembatas fisik. dan proporsi . suhu. dan lapangan rumput Fungsi tanaman dalam lanskap: .Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . case study. pada bidang lurus. median jalan. berdaun/berbunga indah.Kemampuan melakukan diskusi dengan learning.Mengontrol radiasi.5 10 9 – 10 Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum 12. penahan angin. mengurangi polusi udara.Komposisi tanaman pada area menyudut.Kemampuan melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman .Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap . peneduh. penahan silau.7 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 6 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 7–8 Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN Seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional: . dan sosial budaya Komposisi tanaman: . dan untuk memanipulasi bangunan STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN PEMBELAJARAN Collaborative .Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. penahan kebakaran. rumput lapangan.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Cooperative . irama. pohon tepi jalan.Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap . dan praktikum BOBOT NILAI (%) 7. case study. penutup tanah. praktikum .Kemampuan membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . penaung dari hujan. mengurangi kebisingan.5 .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Studi lapang. pagar. aksen. praktikum baik mengenai fungsi tanaman dalam lanskap .Tanaman indoor dan outdoor. keseimbangan. pencegah erosi.

Penanaman pohon. rumput.Kemampuan melakukan diskusi dengan learning.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . case study.Kemampuan melakukan praktikum teknik pemeliharaan tanaman lanskap .Kemampuan melakukan praktikum teknik penanaman tanaman lanskap . taman rumah tinggal.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . penggemburan dan aerasi tanah.Pembersihan tapak.Taman instan. pemupukan.Kemampuan melakukan praktikum penataan tanaman dalam berbagai tipe lanskap .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Studi lapang. pameran. semak. penyiangan gulma. penyiraman. dan tanaman pagar Teknik pemeliharaan tanaman lanskap: . praktikum baik mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap . pengendalian hama dan penyakit. dan lanskap perkotaan area-area khusus 13 – 16 STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN PEMBELAJARAN Cooperative . pameran dan praktikum BOBOT NILAI (%) 10 10 22.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Cooperative . praktikum baik mengenai teknik penanaman tanaman lanskap .8 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 11 Menguasai teknikteknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum 12 Menguasai teknikteknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. jalur hijau jalan. case .Kemampuan melakukan studi lapang study.Kemampuan membuat gambar rencana penataan tanaman .Kemampuan menata tanaman berdasarkan fungsi dan estetika . serta penyulaman Penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap: .5 . penutup tanah. pemangkasan. gambar.Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. mengenai penataan tanaman pada praktikum berbagai tipe lanskap . dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN Teknik penanaman tanaman lanskap: .Kemampuan melakukan diskusi dengan learning.

(e) Perbanyaklah informasi dalam menata tanaman. (c) Mintalah petunjuk dari dosen jika ada hal yang belum terselesaikan. . buku bacaan lain atau dari internet. Pemahaman terhadap aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam memilih dan menyusun tanaman. (d) Kerjakan setiap tugas yang diberikan pada setiap akhir kegiatan/pertemuan dengan baik. (b) Untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan sangat dianjurkan penelusuran literatur khususnya mengenai deskripsi tanaman dan fungsi dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Penjelasan bagi dosen/tutor/asisten (a) Sebelum memberikan perkuliahan. Prasyarat Mata Kuliah Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini harus telah melulusi mata kuliah Pengantar Arsitektur Lanskap. B. teknik penanaman. gambar atau foto. (b) Dosen/tutor/asisten sebaiknya menyiapkan materi dalam bentuk power point yang dilengkapi contoh. Penjelasan bagi mahasiswa (a) Sebelum mengikuti perkuliahan hendaknya mahasiswa telah membaca bahan ajar ini dan dapat diperkaya dengan sumber acuan lainnya yang relevan pada setiap pertemuan. komposisi tanaman dalam sebuah lanskap. dan pemeliharaan tanaman lanskap. Petunjuk Penggunaan Modul 1. gambar/foto yang bersumber dari karya sendiri. baik teori maupun praktek gambar desain dan lapang. baik dalam tugas kuliah maupun tugas praktikum. 2. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas mengenai sejarah dan perkembangan tanaman serta fungsi-fungsi tanaman dalam lanskap. C. dosen/tutor/asisten dianjurkan untuk melengkapi materi berupa contoh.TINJAUAN MATA KULIAH A.

Elemen Kompetensi (TIK) Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu: 1. 5. Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. 10. Menguasai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum. 2. gambar. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Tujuan Pembelajaran (TIU) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menata tanaman lanskap dalam suatu lanskap berdasarkan fungsi dan estetika dengan baik dan benar. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. 3. 4. . 7. 8. Menguasai teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. D. E. 9.10 (c) Dosen/tutor/asisten dianjurkan menyediakan waktu di luar jadwal perkuliahan untuk memberikan petunjuk kepada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas kuliah atau tugas praktikum. 6.

. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. 2. Seorang arsitek lanskap. Mahasiswa mengikuti kegiatan perkuliahan di kelas. A. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai sejarah perkembangan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Untuk dapat merancang taman dengan baik sebaiknya mengenali terlebih dahulu sifat dan karakter tanaman. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. 4. yaitu tanaman merupakan unsur yang hidup. tumbuh. B. 3. Hal ini disebabkan unsur tanaman mempunyai ciri khas yang tidak terdapat pada unsur lain. Strategi Pembelajaran 1. dan berkembang.11 BAB 2 PENGERTIAN TANAMAN LANSKAP DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA PENDAHULUAN Tanaman merupakan unsur fisik yang penting di dalam perancangan dan pengelolaan ruang luar. harus benar-benar memahami unsur ini. Kaji pustaka C. Kuliah 2. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran.

ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. meskipun tanaman lanskap memiliki berbagai potensi dan fungsi. Sikap yang sama dalam penggunaan unsur tanaman juga berpengaruh terhadap citra yang kurang benar tentang pengetahuan dan profesi arsitektur lanskap. Tanaman lanskap merupakan salah satu unsur dengan berbagai ragam potensi dalam lanskap dan kemungkinan fungsi yang tidak terhingga. Akibatnya tanaman sering ditempatkan dalam perancangan ruang luar sebagai langkah terakhir dalam penyelesaian suatu proyek. Pengertian Tanaman Lanskap Tanaman lanskap adalah tanaman yang belum. Indikator Pencapaian 1. dan karakter yang beragam. banyak orang awam dan para profesional dalam bidang perancangan melihat tanaman hanya sebagai hiasan. warna. Gambaran keliru terhadap peran utama yang dimainkan oleh unsur tanaman dalam perancangan arsitektur lanskap berawal dari kekeliruan umum tentang perbedaan antara arsitektur lanskap dan usaha pembibitan tanaman. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Tanaman lanskap mempunyai berbagai bentuk. Orang awam masih berpendapat bahwa perhatian utama arsitektur lanskap adalah perancangan taman rumah tinggal dan perencanaan kebun dengan unsur tanaman sebagai salah . Banyak orang awam dan para profesional bidang perancangan lain mengartikan arsitektur lanskap sekedar menata unsur tanaman sebagai hiasan belaka.12 D. Ketepatan penjelasan penjelasan pengertian karakteristik tanaman tanaman lanskap pada dan sejarah periode perkembangan. Akibat dari sikap ini menimbulkan salah pengertian bahwa perancangan lanskap hanya terbatas pada proses penataan tanaman dalam bentuk yang menyenangkan pandangan. 3. Akan tetapi. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Ketepatan 2. ukuran. tekstur. berbagai perkembangan. sedang dan sudah dibudidayakan.

yaitu menitikberatkan pada pengelolaan sumberdaya alam pada semua skala. Pertama. Misalnya. 1983). dan tekstur serta pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 3) pada musim rontok dengan daun-daun warna cerah. Karakteristik penting adalah bahwa tanaman merupakan unsur yang hidup dan tumbuh (Booth. kelebatan daun. Hal ini mencakup pemahaman tentang karakteristik-karakteristik perancangan seperti ukuran. dan karakter keseluruhan sesuai musim dan pertumbuhannya. tekstur. Semua tanaman tumbuh besar dalam proses pertumbuhannya. Bahkan di gurun pasir. dan dampak lingkungannya jika ditanam pada situasi tertentu. atau musim hujan dan kemarau. beberapa tanaman berdaun rontok di daerah beriklim sedang mempunyai 4 karakteristik visual yang berbeda berdasarkan pada musim-musim yang dialami. warna. bentuk. meskipun ada perubahan pada musim panas dan dingin.13 satu unsur perancangan yang penting. yaitu 1) pada musim semi dengan bunga dan daun-daun hijau kekuningan yang rimbun. kemampuan. Pertumbuhan ini tidak tampak dalam jangka waktu pendek. tanaman berubah dalam penampakannya khususnya selama musim dingin dan berbunga di musim semi. Akan tetapi. unsur tanaman tetap merupakan unsur utama perancangan yang membantu arsitek lanskap dalam mencapai tujuan perancangan tidak hanya sebagai unsur penghias tetapi juga memiliki fungsi-fungsi yang sama dan kadang-kadang mempunyai nilai tertentu dalam perancangan arsitektur lanskap. keterampilan. Dengan ruang lingkup yang lebih luas ini. Unsur tanaman memiliki beberapa sifat yang membedakan dari unsur-unsur perancangan arsitektur lanskap lainnya. Tanaman-tanaman di daerah tropis tidak berubah begitu dramatis seperti tanaman berdaun rontok. profesi arsitektur lanskap sebenarnya terlibat dalam skala yang lebih luas daripada itu. yaitu secara teratur berubah warna. Kearifan seorang arsitek lanskap terletak pada pemahamannya terhadap karakteristik visual tanaman secara keseluruhan. 2) pada musim panas dengan daun-daun hijau tua. dan kepekaan penggunaan dalam konteks perancangan tertentu. tetapi cenderung dramatis dalam jangka . unsur tanaman adalah dinamis. dan 4) pada musim dingin dengan cabang yang gundul dan percabangan yang jelas. pertimbangan ekologis tanaman untuk pertumbuhan yang baik. Keahlian arsitek lanskap terkait dengan unsur tanaman. terletak pada pengetahuan tentang fungsi.

Untuk pohon besar di daerah beriklim sedang. arsitek lanskap tidak dapat menilai dengan baik kualitas yang ingin dicapai untuk suatu perancangan dalam beberapa tahun (mungkin lebih dari 20-25 tahun). tetapi juga bagaimana peranannya sepanjang tahun dan pertumbuhan dari waktu ke waktu. Tanaman memerlukan waktu lama untuk mencapai ketinggian.14 waktu yang panjang. tetapi tampak tidak menarik pada musim lain. Akibatnya. tetapi perubahan tersebut tidak dapat dibandingkan dengan pohon muda yang tumbuh dari ketinggian 2 m pada waktu pertama ditanam dengan pohon setinggi 15 m setelah beberapa tahun kemudian. arsitek lanskap tidak hanya . Perubahan penampakan tanaman pada setiap musim mempersulit untuk memilih dan menempatkannya dalam merancang taman. perancang menanam tanaman muda di tapak karena lebih murah dan mudah dipindah serta mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk hidup dan tumbuh dibandingkan tanaman dewasa. Penyataan bahwa bangunan atau patung dapat rusak dimakan usia adalah benar. Umumnya. sedangkan sebagian yang lain tetap konstan secara visual. Perancang tidak hanya memperhatikan bagaimana suatu kelompok tanaman berfungsi dan tampak pada musim tertentu. Hal ini mempersulit untuk menilai apakah perancangan tersebut berhasil atau tidak. Masalah ini dapat disederhanakan jika sebagian unsur komposisi tanaman dibiarkan berubah sepanjang tahun. agar perbaikan dapat dilakukan pada tahap berikutnya. Kualitas dinamis dari unsur tanaman ini mempunyai implikasi penggunaannya dalam perancangan. Oleh karena itu. Masalahnya akan lebih sulit karena tanaman penutup dan semak pada umumnya mencapai kedewasaan lebih cepat daripada pohon sehingga memerlukan program pemeliharaan berkala untuk memindahkan tanaman penutup dan semak yang telah melebihi umurnya. Suatu kesalahan mungkin saja terjadi di dalam memilih tanaman yang menarik pada musim tertentu. Faktor kesulitan waktu hampir tidak terdapat dalam profesi perancangan lain karena penilaian terhadap perancangan dapat dilakukan setelah selesainya proyek. hal ini memiliki kelemahan bagi perancang. Akan tetapi. Aspek pertumbuhan unsur tanaman juga memiliki implikasi yang lain. lebar. tanaman baru memerlukan waktu 15-20 tahun untuk tumbuh dewasa bahkan mungkin lebih untuk mencapai ukuran optimal. dan bentuk tanaman dewasa.

Faktor-faktor seperti kimia tanah. klien cenderung kaget melihat kenyataan yang berbeda dengan apa yang dilihat dalam maket atau denah yang tanamannya digambarkan mendekati umur dewasa. perancang biasanya menanam tanaman kecil dalam jumlah banyak agar cepat memenuhi suatu area. Apabila hal ini tidak dijelaskan. tentang bagaimana wujud perancangan setelah selesai pelaksanaan. sinar matahari. Karakteristik kedua yang menonjol adalah bahwa tanaman merupakan unsur perancangan yang hidup sehingga memerlukan beberapa persyaratan lingkungan untuk hidup dan tumbuh dengan baik (Booth. beberapa jenis tanaman asli suatu daerah memerlukan perhatian khusus secara terus menerus. Klien harus diberi penjelasan tentang kenyataan yang sebenarnya. Semua tanaman memerlukan tingkat pemeliharaan tertentu untuk tetap tumbuh sehat. Akan tetapi. Bahkan. pemangkasan. angin. Untuk menghindari penampilan yang kurang bagus yang diakibatkan penanaman tanaman yang masih kecil. pemupukan. tanaman tumbuh saling memenuhi ruang. Setiap jenis tanaman memerlukan persyaratan tertentu untuk pertumbuhan optimal sehingga salah satu langkah di dalam merancang taman adalah menetapkan syarat-syarat pertumbuhan tanaman pada tapak. arsitek lanskap membuat gambar perancangan berdasarkan tanaman 75100% ukuran dewasa. Setelah ditetapkan dapat dipilih tanaman yang sesuai dengan syarat-syarat tersebut. Penyiraman. dan suhu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. . dapat dilupakan setelah ditanam. 1983). tetapi juga pengaruh jangka panjang. serta pengendalian hama dan penyakit merupakan kegiatan pemeliharaan dari tanaman lanskap. Hal ini menimbulkan masalah dalam menjelaskan kepada klien. Hal ini memerlukan pemeliharaan tambahan dan biaya pemangkasan agar ukuran tanaman tetap seperti yang diinginkan. drainase tanah. agar memahami bagaimana hasil akhir perancangannya serta perubahannya dari waktu ke waktu. Biasanya. Beberapa jenis tanaman memerlukan pemeliharaan lebih daripada yang lain. Tanaman tidak seperti unsur perancangan lain.15 mempelajari pengaruh tanaman dalam jangka pendek terhadap perancangan. masalah lain dapat timbul dengan cara ini.

Taman dibuat pertama kali di daerah Mesopotamia yang terletak di lembah Sungai Euphrat oleh bangsa Babylon (3. Periode Antik Periode Antik yang terjadi pada masa sebelum Masehi memperlihatkan bahwa tanaman hias belum dikenal. 2003). Seni pertamanan bangsa ini diperlihatkan dengan pengaturan tempat-tempat pertanian sebagai tempat yang menyenangkan. Selain itu. 1971). semak. Persia. dan 4) Periode Modern. 3) Periode Renaissance.500 SM). Asyiria. Yunani. Perkembangan taman mulai dari sebelum Masehi hingga sekarang. penanaman pohon-pohon besar. pepohonan yang ditanam merupakan pohon buah-buahan dan yang dapat digunakan sebagai kayu bangunan. Salah satu taman yang terkenal adalah Zigurat atau Taman Gantung yang ditanami pohon. Taman-taman di Mesir ditata dalam komposisi yang teratur berupa petak-petak berisikan bunga-bungaan kolam atau enclosure (Hakim. dan tanaman merambat dengan pola formal dan rectalinier (Hyams. yaitu jenis tanaman yang dapat dimakan (edible) atau jenis tanaman obat-obatan (medicinal) dan bahan baku parfum. dan Romawi. yaitu: 1) Periode Antik. Ciri taman Asyiria umumnya berbentuk formal dalam penyusunan tanaman. bangsa Mesir kuno membangun taman di dalam tempat kediaman dan dipagar dengan tembok tebal. 2) Periode Abad Pertengahan. Tanaman yang pertama ditanam dalam suatu taman adalah jenis yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Taman-taman pada periode ini. Dari reliefrelief peninggalan bangsa Asyiria menunjukkan pohon-pohon dan palem disusun . Sejarah Perkembangan Tanaman dalam Lanskap Sejarah perkembangan tanaman dalam lanskap sesungguhnya berkembang sejalan dengan perkembangan taman. berbeda dengan bangsa Babylon. Akan tetapi. sistem irigasi. Taman kerajaan Asyiria kemungkinan dipengaruhi oleh desain Mesir. 1. Pengaturan dilakukan pada petak-petak tanaman produktif. dan lain sebagainya untuk kebutuhan kesenangan. Mesir.16 B. yang dapat dibagi dalam 4 periode. Mesir seperti halnya Mesopotamia telah memiliki keahlian atau keunggulan di bidang hortikultura. yaitu taman-taman di Mesopotamia.

2. Selain itu. Taman Cina yang terkenal dibuat pada jaman pemerintahan dinasti Chin dan dinasti Han. dan budaya. chrysanthemum melambangkan kerendahan hati. Bunga-bunga indah dan tanaman eksotik sering menjadi motif dekoratif pada sutera dan porselen. Periode Abad Pertengahan Periode abad pertengahan berlangsung sekitar abad ke-7 hingga abad 15. Taman-taman istana kerajaan Persia diciptakan untuk mengekspresikan keagungan dan kemegahan dalam bentuk lain. Pada permulaan abad ini. Catatan sejarah dan peninggalan kuno merupakan bukti yang mengisahkan kekayaan budaya dan flora negeri Cina.17 berbaris dengan teratur seperti di Mesir. Posisi bangunan diletakkan mengarah jalan dan letak kamar-kamar ditata ke sebelah dalam (in ward) yang dihubungkan dengan colonade serta pembukaan ke arah ruang terbuka atau atrium. Pola rumah bangsa Yunani ini dijadikan dasar oleh bangsa Romawi untuk membangun tempat tinggal. Biasanya ruang duduk atau ruang keluarga dihadapkan ke inner court atau patio yang selalu diberikan perkerasan serta dihiasi dengan patung dan tanaman di dalam pot. dan lotus melambangkan kemurnian dan kebenaran (Mariana. 1971). Misalnya peoni melambangkan kekayaan dan kehormatan. anggrek melambangkan kehalusan budi pekerti. Kerajaan bangsa Yunani terutama pada pemerintahan Alexander the Great mengerjakan taman-taman dengan mengambil inspirasi taman-taman kerajaan Persia dan Mesir. dan panjang umur. sopan santun. 2001). 2011). Pohon-pohon ini ditanam secara berbaris juga untuk memudahkan pengairan (Wahid dan Karsono. Taman-taman ini umumnya menggunakan sistem irigasi yang dialirkan dari ladang pertanian yang jauh dari istana. Perkembangan taman terjadi dari Mediteran di Barat sampai Cina di Timur Jauh. kebaikan. taman tempat bersenang-senang jarang ditemukan di . semua bunga dan pohon mempunyai arti simbolis dan makna. Pada masa pemerintahan kedua dinasti tersebut sudah terdapat taman istana megah yang bernuansa religius pengaruh ajaran Tao dan benilai estetika tinggi serta ditujukan sebagai tempat beristirahat dan bersenang-senang (Hyams. Unsur air yang digunakan dalam taman bernilai simbolis sebagai aliran air yang berasal dari Taman Firdaus dalam kitab suci.

Cyclamen persicum. 3. serta perkembangan perdagangan dan peningkatan perekonomian menyebabkan berkembangnya keberadaan taman-taman (Hakim.18 antara kota-kota dan benteng-benteng yang padat. dan marygold. Pada waktu itu. Robinia pseudoacacia. Kebun Raya Padua dibuat pada tahun 1545 dan tetap bertahan sampai bertahun-tahun. Karakteristik taman yang menonjol pada Periode Renaissance adalah kebun raya. Tanaman yang dibudidayakan di Kebun Raya Padua. Dua contoh kebun raya yang banyak dipelajari dalam botani adalah Kebun Raya Padua dan Kebun Raya Pisa. Jasminum nudiflorum. Pada akhir abad ini. Periode Renaissance Periode ini berlangsung sekitar abad 15 sampai 20. Kebun raya ini muncul sekitar abad ke-16 dan diduga berasal dari Mesiko lalu bentuk taman dibawa oleh orang-orang Spanyol dan akhirnya menyebar ke Eropa. Kebun raya memberi pengaruh yang kuat pada pertamanan sehingga dapat dikatakan bahwa kebun raya merupakan ciri dari jaman Renaissance. Juglans . Bangsawan dari Eropa Utara mengungkapkan keindahan dari taman-taman gereja dengan membuat taman bunga dengan gaya Pietro de Carescenzi. violet. merupakan taman tertutup yang pertama kali dibuat di Eropa pada abad pertengahan (Hyams. dengan pola tertutup dan dengan tanaman rumput dan bunga-bungaan. Bignonia radicans. Tanaman bunga mulai menjadi berarti bagi kepentingan masyarakat pada abad ke-6 dan ke-7. antara lain. dengan sistem politik pemerintahan yang semakin baik. Tanaman yang dibudidayakan di Kebun Raya Pisa. Madonna Lily sebagai bunga persembahan kepada Bunda Maria dan menjadi simbol yang bermakna dari bunga violet dan mawar. antara lain. Tanaman hias yang penting adalah mawar. Cedros deodara. 1971). Tanaman Porticoes merupakan salah satu elemen taman yang penting yang dimasukkan oleh Byzantine Basilicos. Pelargonium cuculatum. Kebun-kebun ini dipelihara dan dipagari dengan tembok sebagai benteng yang kuat. 2003). Taman ini memakai tanaman sayuran dan obat-obatan serta perpohonan dan tanaman hias bunga. Ruang terbuka umumnya berfungsi sebagai tempat menanami berbagai jenis tanaman obat-obatan dan buahan. dan Solanum tuberosum. terdapat tempat yang berbentuk semacam taman yang disebut Purgatones.

melalui perhitungan dan perencanaan matang sehingga tercipta suatu taman yang nilai artistiknya tinggi. artistik. dan bunga-bungaan. Cinnamomum camphora. Beberapa karya yang terkenal di Italia adalah Villa Medici. Taman-taman tidak hanya sebagai tempat meditasi tetapi lebih diutamakan sebagai tempat rekreasi. violet. yaitu Taman Italia. 1999). lalu dibeli oleh Ferdinando de Medici pada tahun 1580. relaksasi. Secara umum tanaman yang digunakan pada Periode Renaissance ialah menggunakan tanaman dalam bentuk pohon dan kelompok tanaman. Taman-taman yang dibangun oleh Olivier de Serre kebanyakan berisi sayuran. Taman-taman di Perancis awalnya berkiblat pada taman-taman pada Periode Abad Pertengahan. dan pesta perjamuan. dan Tulip sp. Taman yang dibuat menggunakan tanaman-tanaman yang ditanam rapat dalam baris-baris. Chaenomeles japonica. dan Boyceau. Magnolia grandiflora. Taman-taman pada periode ini. Ciri taman ini ialah menggunakan pohon-pohon. Salah satu elemen utama taman . Taman pada era ini diistilahkan memiliki “beauty and perfect form” yang dikaitkan dengan perubahan dalam segi kualitas. Villa de Este. Villa ini adalah satusatunya villa yang tamannya masih utuh. bernuansa matematis. Alianthus glandulosa. Bunga-bunga yang digunakan. Perancis. wallflower. serta bersifat lebih terbuka (Damayanti. sedangkan Villa Lante dibangun oleh Mignolia. semak evergreen. dan falsafah desain. dan Villa Lante. Olivier de Serre. Elemen tanaman yang digunakan adalah pohon buah-buahan yang ditanam dalam pot besar dari tanah liat dan parterre. dengan falsafah desain yang bertumpu pada peningkatan kenyamanan bagi manusia yang ingin menikmatinya. Orang lain yang berjasa dalam pembentukan Taman Perancis ialah Claude Mollet. semak. antara lain. Villa Medici dibangun oleh Annibale Lippi untuk Cardinal Ricci pada tahun 1544. dan bunga-bungaan. dan lily of the valley. Taman-taman dibuat oleh para seniman taman bekerjasama dengan para botanis. buah-buahan. Villa de Este dibangun oleh Pirro Ligorio untuk Cardinal Ippolito de Este. dan Inggris. Raja Henri VII dan Kardinal Wolsey adalah orang-orang yang berjasa dalam kemajuan taman-taman Renaissance di Inggris. Orang yang pertama kali membawa pengaruh Renaissance ke Perancis ialah Leonardo da Vinci pada tahun 1514.19 nigra.

taman rumah. C. antara lain. Karya taman yang dihasilkan pada periode ini lebih beragam. sebagai tempat untuk bermain anak-anak (playground). dapat . Perkembangan taman mulai dari sebelum Masehi hingga sekarang. misalnya taman kota. Rangkuman Tanaman lanskap adalah tanaman yang belum. sedangkan bunganya. Taman pada periode ini dapat dianggap sebagai tempat untuk melakukan aktivitas sehari-hari (living space). dan taman bermain dengan penggunaan berbagai jenis tanaman. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. Selain itu. peach. 4. Model terbesar dari taman Renaissance di Inggris ialah Nonsuch Garden. antara lain. yaitu jalan berbentuk spiral yang dikelilingi pepohonan. tetapi juga tanaman yang disesuaikan dengan kondisi tapak di sekitarnya dan sedikit memerlukan tenaga kerja dalam penanaman dan pemeliharaan. Periode Modern Periode ini dimulai pada abad 20 hingga sekarang. dan juga sebagai tempat melakukan kegiatan seni atau hobby (work of art). Sejarah perkembangan tanaman dalam lanskap sesungguhnya berkembang sejalan dengan perkembangan taman. aprikot. Bentuk mount berasal dari Italia. marygold. madonna lily. tanaman yang digunakan tidak hanya tanaman yang bersifat dekoratif. carnation. lapangan-lapangan hijau. Taman telah berkembang sedemikian rupa.20 adalah mount. pansy. dan tiruan-tiruan binatang. tetapi pola-polanya lebih sederhana. wallflower. Pada periode ini telah berkembang penggunaan tanaman dalam taman bahkan mutlak ada tanaman hias sebagai ornamen. dan daffodils. Ciri-cirinya ialah ditiru dari fountainbleau. termasuk hutan-hutan dengan vistanya. ada bosco. tetapi juga sebagai outdoor livingroom. Beberapa taman memiliki parterre seperti pada Taman Perancis. Buah yang ditanam. dan almond. Arsitek lanskap pada periode ini merencanakan taman tidak hanya sekedar tempat untuk koleksi bunga. sedang dan sudah dibudidayakan.

Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangan tanaman lanskap... PENUTUP A... 3. dan 4) Periode Modern... Tanaman yang melambangkan kekayaan dan kehormatan adalah. Jelaskan pengertian tanaman lanskap. (a) (b) (c) (d) Anggrek Peoni Chrysanthemum Lotus 2.... 3) Periode Renaissance...... Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 2) Periode Abad Pertengahan..21 dibagi dalam 4 periode. Lakukan penelusuran literatur mengenai sejarah perkembangan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet... 2.. 2. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Jelaskan karakteristik tanaman lanskap yang membedakan dari unsur-unsur perancangan lainnya. (a) Kebun raya (b) Taman bunga (c) Kebun buah (d) Taman villa . Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.. Jelaskan periode-periode perkembangan tanaman lanskap. yaitu 1) Periode Antik. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.. B. Karakteristik taman yang menonjol pada Periode Renaissance adalah. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1.....

.22 3... Taman dengan pola tertutup dan dengan tanaman rumput dan bunga-bungaan disebut gaya.. (a) Pohon buah-buahan (b) Lapangan hijau (c) Bunga-bungaan (d) Semak evergreen 4........... (a) The Maze (b) Grotto Palissy (c) Pietro de Carescenzi (d) Fountainbleau Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.... Elemen tanaman yang digunakan pada Villa Medici adalah..... (a) Parterre (b) Bosco (c) Mount (d) Grotto 5. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 2. Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% ..... Jalan berbentuk spiral yang dikelilingi oleh pepohonan disebut.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang . Hitunglah jawaban Anda yang benar............

Anda dapat meneruskan pada Bab 3. 4(3): 21-25. 2011. Basic Elements of Landscape Architectural Design.23 Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Wahid J. D. Anda harus mengulangi Bab 2. Akan tetapi. 1971. Arsitektur Lansekap Manusia. Mariana F. 2(1): 25-28. 4. 2001. Desain dan Konsep Arsitektur Lansekap Dari Zaman ke Zaman. Hakim R. terutama bagian yang belum Anda kuasai. a 3. Trisakti. Booth NK. Kunci Jawaban 1. Inc. a 4. Buletin Taman dan Lanskap Indonesia. Karakteristik Taman Italia. C. 5. Sejarah Penggunaan Bunga sebagai Elemen Taman dalam Taman Cina. 6. Alam dan Lingkungan. Yogyakarta: Graha Ilmu. Sumber/Referensi 1. New York: Praeger Publ. Hyams E. 2003. c . B. bagus! Anda cukup memahami Bab 2. 3. 1983. c 5. 1999. A History of Garden and Gardening. b 2. 2. Damayanti VD. Jakarta: Penerbit Univ. Illinois: Waveland Pr. Karsono. Buletin Taman dan Lanskap Indonesia.

Dalam pengembangan perancangan. A. Collaborative learning 2. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. 3. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. dan dinding. 2. Praktikum C. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui sumber bacaan dan internet. Karakteristik visual unsur tanaman umumnya dipilih setelah fungsi arsitekturalnya ditetapkan. Secara arsitektural tanaman merupakan ruang kegiatan pada ruang luar.24 BAB 3 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK ARSITEKTURAL PENDAHULUAN Kegunaan arsitektural unsur tanaman sangat penting dalam penataan lanskap terutama sebagai pembentuk ruang luar. B. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. 4. kegunaan arsitektural adalah yang pertama dipelajari. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. . Unsur tanaman digunakan secara arsitektural dalam fungsi lanskap sebagai komponen struktural seperti lantai. atap. Strategi Pembelajaran 1. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1.

Pohon dapat digunakan untuk membentuk bidang pengatap/atap. Jenis tanaman sebagai pembentuk ruang dikelompokkan menjadi tanaman pelantai. intim. tanaman pedinding. Pembentukan Ruang Pembentukan ruang berarti mengolah bidang atau unsur pembentuk ruang. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. semi terbuka. dan pengendali keleluasaan pribadi. bidang vertikal. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. semi publik. 2. dan sebagainya. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Istilah aspek arsitektural tidak dimaksudkan hanya untuk lingkungan buatan. Rumput atau tanaman penutup tanah (groundcover) dapat digunakan untuk membentuk bidang dasar (lantai). . Indikator Pencapaian 1. penyekat. Penggolongan tanaman berdasarkan aspek arsitektural artinya menciptakan ruang dengan unsur tanaman. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. dan tanaman pengatap. Unsur tanaman pada lingkungan alami dapat berperan dengan baik dengan menyempurnakan fungsi-fungsi ”arsitekturnya". tertutup. dan bidang pengatap. tanaman dapat digolongkan berdasarkan fungsinya sebagai pembentukan ruang. Berdasarkan aspek arsitektural. ruang yang bersifat terbuka. antara lain. yaitu bidang dasar. Unsur tanaman dapat digunakan dalam lanskap untuk saling mempengaruhi bidang-bidang pembatas tersebut.25 D. 4. 3. Berbagai kesan ruang dapat diciptakan dengan elemen tanaman. Tanaman semak dapat digunakan sebagai pembentuk bidang vertikal (dinding). Kesan ruang tergantung pada pembatas nyata dan maya dengan memodifikasi ketiga bidang tersebut baik secara sendiri maupun digabung. publik. A.

tanaman membentuk ruang vertikal secara fisik. seperti lumut. Tingkat ketertutupan dapat bervariasi dengan ukuran batang. sekali lagi pembatasan ruang ini lebih banyak secara tidak nyata daripada secara nyata (Gambar 2). Pertama. Gambar 1. Komposisi tanaman berupa susunan pohon atau semak dapat membentuk bidang pembatas atau dinding . Ruang maya terbentuk di antara penutup tanah dan rumput (Sumber: Booth. unsur tanaman dapat mempengaruhi persepsi ruang dalam berbagai cara. tanaman penutup atau semak dapat secara tidak langsung membentuk ruang dengan perbedaan ketinggian dan bahan. Dalam hal ini. rumput.26 2. kepadatan massa. dan pola susunannya. Jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pembentuk bidang lantai adalah tanaman yang tingginya sampai setinggi mata kaki. Tanaman Pelantai Untuk membentuk bidang dasar. tetapi dengan ketinggian yang rendah memberi kesan suatu dinding. dan groundcover. batas antara daerah rumput dan tanaman penutup memberikan gambaran batas ruang tanpa penyekat fisik (Gambar 1). 1983) 3. Tanaman Pedinding Untuk membentuk bidang vertikal. Misalnya. batang pohon berperan sebagai tiang vertikal pada ruang luar.

Perubahan tingkat ketertutupan lebih jelas dan cenderung tampak dengan adanya variasi musim pada tanaman berdaun rontok. Tanaman Pengatap Bidang pengatap suatu ruang dapat dimodifikasi melalui unsur tanaman. dengan demikian menutup pandangan langsung ke langit. Massa daun dan percabangan pada tajuk pohon membentuk atap pada ruang luar. Dalam hal ini. Contoh lain dari batang pohon yang membentuk batas ruang dapat dilihat sepanjang jalan yang ditanami pohon dimana massa batang pohon pada musim dingin memberi gambaran batas-batas ruang walaupun tanpa daun. membatasi pandangan ke langit. dan mempengaruhi skala vertikal ruang tersebut (Gambar 3). . semakin kuat kesan ketertutupannya. Kedua. massa daun tanaman dapat mempengaruhi bidang vertikal ketertutupan ruang. Semakin banyak batang pohon seperti dalam suasana hutan alami. Gambar 2. 2003). Kesan pengatap yang kuat dapat dirasakan jika tajuk pohon saling tumpang tindih. Semakin tinggi pohon dan semakin besar dan rapat daunnya. semakin kuat kesan ketertutupannya.27 (Hakim dan Utomo. Batas ruang maya terbentuk oleh massa batang pohon (Sumber: Booth. 1983) 4. kepadatan dan ketinggian massa daun mempengaruhi kualitas ruang.

tetapi diinginkan pandangan yang terbuka pada sisi lain . perancang harus menentukan terlebih dahulu tujuan yang akan dicapai dan kualitas ruang yang diinginkan (terbuka. Ruang yang Terbuka Arsitek lanskap dapat menciptakan ruang secara tidak langsung terbuka ke semua arah dengan menggunakan semak dan tanaman penutup sebagai pembatas ruang. tidak memberi kesan pribadi. tertutup. Gambar 3.28 Dalam pembentukan ruang luar dengan menggunakan unsur tanaman. Ruang ini umumnya sesuai untuk teras rumah dimana kesan pribadi diperlukan pada satu arah. Ruang seperti memberi kesan luas. dan terbuka terhadap sinar matahari dan langit. Beberapa tipe dasar ruang yang terbentuk oleh tanaman diuraikan sebagai berikut. seperti dengan unsur perancangan yang lain. akrab. Tipe ruang yang demikian memiliki kualitas yang sama dengan ruang yang terbuka. Setelah itu arsitek lanskap dapat melanjutkan dengan memilih dan menyusun tanaman yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. Bidang pengatap terbentuk oleh bagian bawah tajuk pohon (Sumber: Booth. monumental. Tanaman tersebut berperan sebagai dinding vertikal yang menghalangi pandangan ke dalam dan luar ruang. Ruang Semi Terbuka Ruang ini sama dengan ruang terbuka. 1983) 1. dan sebagainya). 2. tetapi sebagian tertutup pada salah satu sisi atau lebih dengan tanaman tinggi. tetapi agak transparan dan berorientasi kuat pada sisi yang terbuka.

4. Perbedaan utama ruang ini adalah tertutup pada sisi-sisinya dan tanaman berukuran sedang dan kecil. agak gelap. Ruang Vertikal Dengan menggunakan tanaman tinggi. B. Secara keseluruhan ruang ini berkesan "terapit" antara bidang atas dari tajuk pohon dan bidang dasar apabila seseorang melewati antara batang-batang pohon. Ruang seperti ini dapat dirasakan seperti suasana hutan. tipe ruang ini sering dirasakan jika seseorang berdiri di lantai dasar bangunan yang terbuka dengan sisi-sisi yang terbuka. Dalam kaitannya dengan lanskap. 5.29 3. ruang ini merupakan karakteristik ruang terbuka hijau perkotaan. Ruang beratap juga membentuk kesan skala vertikal yang kuat dengan penutupan ketinggian ruang. dan terisolir. arsitek lanskap dapat membentuk ruang luar dengan orientasi vertikal dan terbuka ke arah langit. Ruang Tertutup Beratap (Enclosed Canopied Space) Ruang ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan ruang beratap. Salah satu variasi yang memungkinkan dari ruang ini adalah menggunakan tanaman yang berbentuk meruncing ke atas sebagai unsur pembentuk ruang. Ruang Beratap (Canopied Space) Ruang beratap dapat dibentuk dengan bagian-bagian atas tertutup dan sisi-sisi terbuka menggunakan massa tanaman peneduh dengan tajuk tanaman yang padat. Hal ini dimaksudkan agar ruang yang terbentuk dapat mengembang atau mengecil apabila ruangnya bertambah tinggi. Ruang ini berkesan sejuk dan memungkinkan pandangan tak langsung ke dalam dan luar ruang melalui sisi-sisinya. Salah satu variasi ruang ini adalah ”lorong” yang terbentuk oleh tanaman peneduh sepanjang jalan raya atau jalan setapak. Tergantung besarnya tekanan yang diinginkan. Penyekat (Screening) Apabila pembentukan ruang luar merupakan salah satu kegunaan arsitektural tanaman. memberikan kesan keleluasaan pribadi. Secara arsitektural. berorientasi ke dalam. ruang tersebut dapat terbuka atau tertutup pada sisi-sisinya. Sinar matahari tersaring tajuk tanaman dan cahaya menembus dari sisi-sisinya. kegunaan lain adalah untuk menutup obyek atau pemandangan yang .

unsur yang kurang menarik. perancang terlebih dahulu harus menganalisis titik-titik mana agar pengamat dapat melihat. Untuk membentuk penyekat tanaman secara efektif. Pengendali keleluasaan pribadi adalah teknik penempatan tanaman di sekitar area tertentu agar pandangan ke dalam dan dari ruang dapat dihalangi. Tujuan dari pengendalian pandangan ini adalah untuk memisahkan ruang dengan sekitarnya (Gambar 4). sedangkan penyekat memungkinkan pergerakan di sekitar tanaman pembatas. walaupun kadang-kadang perlu pada situasi tertentu. tinggi unsurunsur yang tidak menarik. Tanaman yang tinggi. tanaman dapat membatasi pandangan secara total sehingga tidak tembus sama sekali (opaque). Tanaman hijau sepanjang tahun adalah yang paling sesuai untuk penyekat permanen untuk menghalangi pandangan sepanjang tahun. jarak antara pengamat. Pengendali keleluasaan pribadi sering merupakan tujuan perancangan yang diinginkan sebagai ruang duduk yang akrab (intim) atau merupakan teras rumah. Unsur tanaman sebagai penyekat vertikal dapat mengendalikan pandangan agar obyek yang diinginkan dalam lanskap dapat terlihat dan obyek yang kurang baik terhalangi. dan bentuk permukaan tanah.30 kurang menarik suatu lingkungan. Faktor-faktor tersebut secara bersama-sama mempengaruhi tinggi. Hal ini sangat tergantung dari tujuan perancangannya. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah musim. C. dengan demikian menghalangi pandangan ke dan dari ruang. . Pengendali Keleluasaan Pribadi Fungsi tanaman yang mirip dengan fungsi penyekat adalah sebagai pengendali keleluasaan pribadi. Penyekat menghalangi secara bijaksana sebagian dari pandangan pengendali keleluasaan pribadi mengurangi kebebasan bergerak dalam ruang. dan penempatan tanaman pembatas yang diinginkan. susunan. atau dibuat transparan agar menghalangi sebagian pandangan. Perbedaan yang jelas antara keduanya adalah pengendali keleluasaan pribadi memisahkan ruang dengan sekitarnya. tidak berarti baik untuk penyekat. apabila tanaman digunakan sebagai penyekat.

dan tanaman lebih rendah lagi kurang memberikan rasa keleluasaan pribadi. tetapi akan memberikan keleluasaan pribadi secara total jika sedang duduk. . umumnya memberi kesan keleluasaan pribadi yang kuat.31 Gambar 4. Pengendali keleluasaan pribadi (Sumber: Booth.yang rimbun dengan tinggi lebih dari 2 meter. Rangkuman Unsur tanaman digunakan secara arsitektural dalam fungsi lanskap sebagai komponen struktural seperti atap. D. dan 3) pengendali keleluasaan pribadi. dinding. dan lantai. Kegunaan arsitektural lebih ditekankan pada aspek struktural. tanaman dapat digolongkan berdasarkan fungsinya sebagai 1) pembentukan ruang. Tanaman. Berdasarkan aspek arsitektural. 1983) Penyekat tingkat pengendali keleluasaan pribadi dipengaruhi langsung oleh karakteristik tanaman yang digunakan untuk menghalangi pandangan. 2) penyekat. Tanaman sebatas dada memberikan keleluasaan pribadi sebagian.

.32 PENUTUP A.. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1..... 2. 4. 3. Jelaskan lima tipe dasar ruang yang terbentuk oleh tanaman. (a) Dasar (b) Vertikal (c) Horizontal (d) Atap 2. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural... (a) Tanaman rendah .. Jelaskan fungsi tanaman sebagai pengendali keleluasaan pribadi.. B. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut... Jelaskan fungsi tanaman sebagai penyekat (screening)... 2........ Tanaman yang digunakan untuk memberi kesan pribadi yang kuat adalah. Ruang yang terbentuk oleh tanaman peneduh dengan tajuk tanaman yang rapat adalah.. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Jelaskan fungsi tanaman sebagai pembentukan ruang....... Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1...... (a) Ruang terbuka (b) Ruang semi terbuka (c) Ruang beratap (d) Ruang vertikal 3.... Tanaman penutup tanah dapat digunakan untuk membentuk bidang.

. Anda dapat meneruskan pada Bab 4.. bagus! Anda cukup memahami Bab 3.. Akan tetapi. terutama bagian yang belum Anda kuasai... ... (a) < 3 m (b) 3 – 5 m (c) 5 – 9 m (d) > 9 m Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas.. Jarak antara pohon yang memiliki efektivitas visual adalah... Anda harus mengulangi Bab 3.33 (b) Tanaman rimbun dengan tinggi > 2 m (c) Tanaman dengan tinggi > 2 m (d) Tanaman setinggi dada 4. Apabila massa daun tanaman semakin besar dan rapat. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%...... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% .... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 3... Hitunglah jawaban Anda yang benar.... (a) Lemah kesan ketertutupannya (b) Kuat kesan keterbukaannya (c) Lemah kesan keterbukaannya (d) Kuat kesan ketertutupannya 5. maka ruang akan semakin..

a 2. Utomo. H. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.34 C. Prinsip – Unsur dan Aplikasi Desain. Sumber/Referensi 1. D. 2003. c 3. Illinois: Waveland Pr. Komponen Perancangan Arsitektur Lanskap. 1983. Basic Elements of Landscape Architectural Design. 2. Inc. Booth NK. Kunci Jawaban 1. d . d 5. Hakim R. b 4.

disamping menyempurnakan fungsi-fungsi yang lain. dan tekstur tanaman serta susunan komposisi dan hubungannya dengan lingkungan sekitar merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas estetika suatu perancangan. warna. Kegunaan arsitektural lebih ditekankan pada aspek struktural. juga memiliki kegunaan estetika. Kualitas visual dalam penataan tanaman sangat penting. menstabilkan tanah. memodifikasi suhu udara. menciptakan urut-urutan ruang. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. yaitu untuk membentuk ruang. Praktikum . Strategi Pembelajaran 1. karena tanggapan seseorang merupakan reaksi terhadap apa yang terlihat. menghalangi pandangan. apabila dapat menarik pandangan. Ukuran. membentuk ruang keleluasaan pribadi. bentuk. Suatu penataan tanaman dapat berfungsi dengan baik sebagai pembentuk ruang.35 BAB 4 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK VISUAL PENDAHULUAN Unsur tanaman selain berfungsi untuk kegunaan arsitektural dalam perancangan. Collaborative learning 2. tetapi apabila kurang menarik akan mengganggu pandangan. F. E. Penataan tanaman yang berhasil. sedangkan kegunaan estetika lebih menyangkut pada kualitas visual suatu perancangan.

Ukuran tanaman secara langsung mempengaruhi ukuran ruang. 2. 3. yang akan diuraikan terinci pada bagian berikut. dan kegunaan tersendiri dalam ruang luar. Unsur tanaman dapat dikategorikan dengan ukuran-ukuran sebagai berikut. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek visual melalui sumber bacaan dan internet. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. karakteristik visual tanaman mencakup ukuran. Ukuran Tanaman Ukuran merupakan karakteristik visual penting unsur tanaman yang perlu dikaji terlebih dahulu dalam pemilihan tanaman untuk perancangan. warna. 3. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek visual. bentuk. H. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. dan tekstur. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Secara umum. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Indikator Pencapaian 1.36 G. 2. A. sedangkan pohon . Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. kualitas. 4. Pohon besar dan sedang Berdasarkan ukurannya. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. Setiap karakteristik visual tanaman memiliki sub-kategori. dan keseluruhan kerangka kerja perancangan. 4. tanaman yang paling cepat terlihat dari segi komposisi dan ruang dalam lanskap adalah pohon besar dan sedang. daya tarik komposisi. 1. Pohon besar yang sudah tumbuh dewasa berukuran tinggi 12 meter atau lebih.

1983) Pohon besar dan sedang menjadi semakin penting sebagai unsur komposisi jika ukuran ruang luar semakin besar. Gambar 5. pohon besar dan sedang seharusnya merupakan unsur tanaman yang ditempatkan dalam perancangan karena penempatan tersebut dapat memberikan pengaruh besar terhadap penampakkan dan kesan komposisi secara keseluruhan. sawo kecik (Manilkara kauki). trembesi (Samanea saman). yang pertama terlihat adalah pohon-pohon besar. Pohon-pohon kecil atau perdu hanya terlihat pada jarak yang relatif dekat. oleh karena itu berperan sebagai pusat perhatian jika diletakkan di antara tanamantanaman kecil (Gambar 5). dan mungkin satusatunya unsur tanaman yang terlihat. Kategori unsur tanaman ini merupakan unsur visual yang dominan karena ketinggian dan massanya. perdu dan semak dapat diatur untuk melengkapi dan memperkuat kualitas komposisi ruang luar. Demikian juga pohon besar dan sedang merupakan tanaman yang pertama-tama terlihat dalam suatu komposisi. memberikan bentuk tiga dimensi keseluruhan suatu komposisi dengan membentuk struktur dasar dan kerangka ruang luar. Apabila pohon besar telah ditempatkan. sedangkan contoh pohon sedang adalah bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea). dan kayu manis (Cinnamommum burmanii).37 sedang ketinggian maksimum 9 – 12 meter. beringin (Ficus benjamina). Fungsinya sama dengan kerangka besi atau kayu sebuah bangunan. Jika dilihat dari seberang lapangan terbuka atau plaza. Tanaman-tanaman kecil memberikan detail dengan skala yang lebih . Contoh pohon besar adalah flamboyan (Delonix regia). dan kecrutan (Spathodea campanulata). Oleh karena itu. cemara kipas (Thuja orientalis). Pohon besar sebagai unsur dominan (Sumber: Booth.

seperti di hutan rimba. perdu dapat membentuk batas-batas ruang pada bidang vertikal dengan batang-batang pohon atau melingkupi ruang pada bidang vertikal jika massa tajuknya sebatas mata. agar berhati-hati untuk tidak menggunakan pohon besar. atau dari bentuk. karena hal ini cenderung mengaburkan skala perancangan dan unsur-unsur yang lebih kecil. dan buah yang menyolok pada tanaman ornamental. Disini ketinggian dan sisi-sisi massa tajuk tanaman merupakan aspek penting dalam membentuk batas-batas ruang dan skalanya.5 meter di atas tanah atau berkesan monumental jika tinggi tajuk 12 – 15 meter di atas tanah. Jika dari sela-sela batang dan cabang-cabangnya yang rendah dari perdu dapat melihat pandangan (Gambar 6). Perdu dapat berperan sebagai aksen visual dalam komposisi (Gambar 7). kembang merak (Caesalpinia pulcherima). bunga. Tajuk dan batang pohon besar dan sedang dapat membentuk atap dan dinding ruang luar. Hal ini dapat diciptakan melalui ukuran yang kontras dengan tanaman-tanaman rendah. jakaranda (Jakaranda filicifolia). Pohon kecil (perdu) Dilihat dari segi ukuran tanaman. Tergantung ketinggian tajuk tanaman. perdu diartikan sebagai tanaman yang tumbuh dengan ketinggian maksimal 4. Kesan ruang luar dapat bervariasi. Pohon besar dan sedang merupakan unsur penting di dalam membagi-bagi (subdividing) ruang-ruang perkotaan dan pedesaan luas yang awalnya dibatasi oleh bangunan-bangunan dan permukaan tanah.38 terukur dalam kerangka keseluruhan komposisi yang terbentuk oleh pohon besar. Contoh tanaman ini adalah kol banda (Pisonia alba). Pada tapak berukuran kecil. baik pada bidang vertikal maupun bidang atas.5 – 6 meter. pohon tampak sebagai latar depan yang transparan sehingga memberikan kesan lebih mendalam terhadap ruang yang sedang dilihat. dan palem wregu (Rhapis exelsa). Perdu dapat membatasi ruang. dadap merah (Erythrina cristagalli). ruang akan terasa lebih manusiawi jika tinggi tajuk pohon 3 – 4. menjadi ruang-ruang yang lebih kecil. tergantung ketinggian tajuk pohon. Fungsi lain pohon besar dan sedang di lingkungan adalah untuk membatasi ruang pada bidang atas dan bidang vertikal. 2. .

5 meter. membentuk kanopi atau atap pada suatu daerah. kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). kembang kertas (Bougenvillea spectabilis). nusa indah (Mussaenda sp). Semak tinggi tidak hanya lebih pendek dari perdu. 1983) Gambar 7. Perdu sebagai pusat perhatian dalam komposisi tanaman (Sumber: Booth. Selain itu. Gambar 6. dapat dipakai sebagai titik akhir ruang linier seperti bentuk patung atau bentuk abstrak untuk mengarahkan dan menarik orang ke dalam ruang. dan hanjuang (Cordyline terminalis). Contoh semak tinggi. hampir atau sampai ke tanah. antara lain. Batang pohon kecil sebagai latar depan suatu pusat perhatian (Sumber: Booth. Walaupun perbedaan ini . 1983) 3. pangkas kuning (Duranta repens). Umumnya massa daun semak. tetapi dapat dikenal dari massa daunnya yang rendah. Semak tinggi Semak tinggi merupakan tanaman yang tumbuh dengan tinggi maksimal 3 – 4.39 Tanaman ini digunakan sebagai pusat perhatian di tempat-tempat yang diinginkan untuk menarik perhatian.

khususnya jika banyak terdapat semak tinggi yang bercabangcabang membentuk kanopi terapung (floating canopy). . dan bunga mentega (Nerium oleander). kesan ruang tersebut cenderung tampak ringan (light) dan terang (sunny) dengan orientasi kuat ke atas. Tanaman semak sedang berfungsi sama seperti semak rendah dalam perancangan. Kualitas pelingkupnya dapat lebih bervariasi menurut musim jika semak tinggi terdiri atas tanaman berdaun rontok. Gambar 8. tetapi dengan pelingkup ruang (spatial containment) lebih banyak.40 membantu mengkategorikan tanaman menurut ukuran. 1983) 4. kaca piring (Gardenia angusta). sedangkan tanaman hijau sepanjang tahun akan tetap konsisten. asoka (Ixora javanica). Massa daun tanaman ini dapat mencapai tanah atau sedikit lebih tinggi. dan tekstur. Semak sedang Kategori ini mencakup tanaman yang mempunyai tinggi 1 – 2 meter. antara lain. tetapi pada kenyataannya tidak selalu jelas. Tanaman semak tinggi membatasi ruang pada bidang vertikal tetapi memberikan pandangan terbuka ke atas (Sumber: Booth. Contoh tanaman semak sedang. Semak tinggi dapat digunakan dalam lanskap sebagai dinding untuk melengkapi batas ruang (spatial enclosure) pada bidang vertikal. Namun demikian. warna. Semak tinggi juga dapat menciptakan ruang semacam koridor yang kuat dan tegas mengarahkan pergerakan dan pandangan ke terminus. lolypop kuning (Pacystachys lutea). perbedaan antara semak tinggi dengan perdu dibuat untuk mempermudah perbedaan. Dengan demikian. Ruang yang dibatasi semak tinggi hanya melingkupi sisinya dan terbuka di bagian atas (Gambar 8). Tanaman ini terdiri atas berbagai bentuk.

Tanaman Penutup Tanah Kategori tanaman-tanaman terkecil menurut ukurannya adalah tanaman penutup tanah. bunga pukul empat (Mirabilis jalava). adam hawa (Rhoeo . pisang hias (Heliconia sp). Semak rendah yang optimal mempunyai tinggi 1 meter atau kurang. sama seperti tembok yang rendah. Tanaman penutup tanah menghubungkan unsur lain secara visual dengan berperan sebagai bidang dasar. 5. dan tapak dara (Vinca rosea). Dengan demikian ruang yang direncanakan terbuka pada sisi-sisinya dapat dibatasi dengan semak rendah pada bidang vertikalnya. Contoh tanaman ini. antara lain. bunga kana (Canna sp).). maka tanaman tersebut membentuk ruang semu (implication) daripada pembatas fisik secara nyata. mulai dari tanaman berbunga sampai yang herbaceous. antara lain. semak rendah berperan sebagai penghubung visual yang kuat diantara unsur-unsur dalam suatu komposisi. Semak rendah Semak rendah merupakan kategori tanaman kecil dalam hirarki ukuran tanaman.41 Semak sedang berperan sebagai peralihan visual suatu komposisi antara perdu atau semak tinggi dengan semak rendah. Semak rendah dengan komposisi tertentu dapat menghubungkan secara vertikal unsur-unsur yang tidak berhubungan. Semak rendah dapat membatasi ruang atau memisahkan ruang tanpa menghalangi pandangan ke dalam atau keluar. Fungsi lain berkaitan dengan hal itu adalah menggunakan semak rendah sepanjang jalan setapak untuk mengarahkan pejalan kaki tanpa mengganggu garis pandangnya (line of vision). Oleh karena semak rendah mempunyai tinggi yang tidak menyolok. Tanaman penutup tanah mempunyai berbagai macam karakteristik. Semak rendah dianggap lebih tinggi dari 30 cm. Contoh tanaman semak rendah. 6. Hal ini agak berbeda dengan tanaman penutup. kembang coklat (Widelia biflora). Istilah tanaman penutup tahah digunakan untuk tanaman rendah atau yang menyebar dengan tinggi maksimal 15 – 30 cm. difenbachia (Dieffenbachia spp. jika dilihat dari batas mata normal. karena tanaman dengan ketinggian di bawah itu nampak dan berfungsi sebagai penutup tanah. sedangkan semak rendah berfungsi sebagai penghubung vertikal. Oleh karena itu. begonia (Begonia sp).

karena dapat menghubungkan semua tanaman menjadi satu area pada bidang dasar. Tanaman penutup tanah dapat dikatakan sebagai "permadani" tanaman atau material pelantai ruang luar serta mempunyai berbagai fungsi dalam perancangan. Tanaman penutup tanah dapat digunakan dalam perancangan untuk membentuk tepi atau batas ruang. Kegunaan praktis tanaman penutup tanah adalah untuk menutup daerahdaerah yang kurang sesuai untuk rumput atau unsur-unsur lain. Kegunaan yang sama tanaman penutup adalah untuk membatasi permukaan bukan jalan. Penerapan lain dari tanaman penutup tanah dalam perancangan adalah menghubungkan secara visual unsur-unsur yang terpisah atau kelompok unsur-unsur dalam satu kesatuan. tanaman penutup sering dipakai dalam ruang luar untuk membentuk tepi-tepi pola pada bidang dasar. Tanaman penutup tanah juga dapat berfungsi sebagai unsur netral yang menghubungkan berbagai bagian dari komposisi.42 discolor). Kegunaan ini amat penting bagi tanaman penutup tanah yang memiliki bunga-bunga yang indah. Sebagai contoh. Kelompok perdu atau pohon yang tidak berhubungan dapat dibuat sebagai bagian dari komposisi yang sama oleh tanaman penutup tanah. Tanaman penutup tanah akan tampak menarik jika ditata berdampingan dengan unsur yang berwarna dan bertekstur menyolok. suatu petak bunga di bawah patung atau pohon ornamental yang menarik. Garis yang tercipta oleh tepi tanaman penutup tanah dengan rumput atau perkerasan tampak menarik dan mengarahkan mata ke sekitar ruang. Kegunaan tanaman penutup tanah dapat menciptakan latar belakang atau “setting” yang senada menjadi pusat perhatian. Daerah-daerah yang . Dalam kaitannya dengan hal tersebut. area tanaman penutup tanah harus luas untuk mencegah gangguan visual unsur-unsur lain yang berdekatan. Kegunaan lain dari tanaman penutup tanah adalah memberikan daya tarik visual berdasarkan warna dan tekstur yang menyolok. khususnya jika berbatasan dengan halaman rumput atau perkerasan. dan daun mutiara (Philea sp). Untuk dapat berperan sebagai "setting" yang netral. Tanaman penutup tanah merupakan bahan yang efektif untuk membuat bentuk luar suatu pola yang direncanakan pada bidang dasar tanpa menggunakan bahan arsitektural yang keras.

merunduk (weeping) dan picturesque (Gambar 9). Setiap tipe-tipe bentuk tersebut. indah. dan energi dalam pemeliharaan dibanding dengan halaman berumput. bulat (globular). yang dapat sesuai dengan habitat pertumbuhannya. waktu. memperlebar atau memperluas pandangan ataupun sebagai aksentuasi dalam suatu ruang (Hakim. tanaman penutup tanah pada umumnya memerlukan pemeliharaan lebih sedikit daripada halaman rumput. masing-masing memiliki karakteristik yang khas dan penerapannya dalam perancangan diuraikan sebagai berikut. 2006). berperan sebagai aksen atau latar belakang. Bentuk tanaman dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan bentuk dua atau tiga dimensi. piramidal/kerucut. Pada keadaan seperti ini tanaman penutup tanah dapat digunakan sebagai pengganti rumput.43 sukar untuk ditanami rumput atau unsur-unsur lain adalah dekat bangunan atau tempat-tempat lain yang sukar dicapai mesin pemotong rumput atau tempat-tempat yang terlampau gelap dan teduh. Bentuk Tanaman Karakteristik visual tanaman selanjutnya adalah bentuk tanaman. menyebar/horizontal. Dalam jangka waktu yang panjang. dan menyeleraskan tanaman dengan unsur-unsur padat lain dalam perancangan. Kegunaan tanaman penutup tanah yang lain adalah untuk menstabilkan tanah dan mencegah erosi pada lereng-lereng curam. Walaupun secara faktor kunci dalam struktur mempengaruhi kesatuan dan keanekaragaman. Agak sukar untuk membentuk permukaan rumput pada lereng dengan kemiringan lebih dari 4:1 dan berbahaya untuk memangkasnya. atau bentuk luar (outline) silhouetnya. memberi kesan dinamis. B. . kolumnar. Dengan luas yang sama. Tipe-tipe dasar bentuk tanaman adalah: fastigiate. area-area dengan tanaman penutup tanah dapat menghemat biaya. bentuk tanaman juga merupakan komposisi tanaman. Bentuk tanaman secara individual atau kelompok merupakan bentuk keseluruhan dan visual tidak sekuat membentuk ukuran.

Fastigiate (tinggi-ramping) Bentuk tanaman fastigiate adalah bentuk yang meninggi-ramping dan meruncing di bagian atas. Dalam perancangan. Tanaman-tanaman tersebut memberi kesan vertikal dan meninggi.44 Gambar 9. 1983) 5. tanaman dengan bentuk fastigiate dapat memberikan kesan massa atau ruang yang terjadi tampak lebih tinggi dari . Jika digunakan dalam jumlah banyak. baik terhadap massa tanamannya maupun ruang yang dibatasi. Contoh tanaman seperti ini adalah cemara lilin (Cupressus lucitanica). Tipe dasar bentuk tanaman (Sumber: Booth. tanaman berbentuk fastigiate memberi penekanan vertikal dan mengarahkan mata ke atas.

Tanaman johar (Cassia siamea) dan kiara payung (Filicium decipiens) adalah .45 sebenarnya. Jika diletakkan secara kontras dengan tanaman rendah dan bentukbentuk bulat atau menyebar. Tanaman damar (Agathis damara) dan kenanga (Cananga odorata) merupakan contoh-contoh tanaman dengan bentuk kolumnar. Jika diletakkan berdekatan dengan bangunan. garis-garis panjang yang menjangkau kaki langit dan bangunan-bangunan berbentuk horizontal yang rendah. Tanaman berbentuk menyebar tampak harmonis dengan permukaan tanah rata. Tanaman berbentuk kolumnar memiliki kegunaan yang sama dengan bentuk fastigiate dalam perancangan. Tanaman dengan bentuk tinggi ramping seharusnya tidak ditempatkan di berbagai tempat pada suatu komposisi. karena hal ini dapat menciptakan perancangan yang kacau karena banyak titik-titik perhatian individual. Bentuk Kolumnar Tanaman berbentuk kolumnar sama seperti tanaman berbentuk fastigiate. khususnya jika bentuk-bentuk horizontal diulang secara seksama di dalam perancangan. Tanaman berbentuk fastigiate dapat menarik perhatian sehingga sebaiknya digunakan secara seksama dalam jumlah sedikit pada titik-titik tertentu dengan tepat. Tanaman berbentuk menyebar dapat digunakan dalam perancangan untuk memberikan kesan luas dan melebar (Gambar 10). tipe tanaman ini memiliki bentuk bulat menyerupai bola. 4. dengan habit umumnya horizontal. fastigiate berperan sebagai aksen dan exclamation point seperti menara gereja pada kaki langit suatu kota di pedalaman. dapat digunakan untuk menghubungkan bentuk-bentuk lain dalam komposisi secara visual. 2. Oleh karena itu. Bentuk Menyebar/Horizontal Tipe bentuk tanaman ini lebarnya lebih kurang sama dengan ketinggiannya. tanaman-tanaman tersebut dapat memperkuat garis-garis arsitektur menyatukan dengan tapak sekitarnya. Contoh tanaman tersebut adalah trembesi (Samanea saman) dan bunga lampion (Brownea capitella). Sebaliknya. hanya agak bulat di bagian atasnya. Bentuk Bulat (Globular) Sesuai dengan namanya. tanaman berbentuk menyebar dapat digunakan sebagai kontras terhadap bentuk fastigiate dan kolumnar dalam suatu komposisi. 3.

Bentuk-bentuk spreading memberi kesan lebar dan luas (Sumber: Booth. Tidak seperti bentuk-bentuk tanaman fastigiate atau menyebar. beberapa ahli teori perancangan menyarankan agar bentuk-bentuk piramidal/kerucut digunakan secara hati-hati pada wilayah yang rata.46 contoh tanaman berbentuk bulat. Tanaman berbentuk bulat juga dapat ditempatkan pada perancangan untuk menyelaraskan serta mengulang bentuk-bentuk curvilinier seperti permukaan tanah yang berbukitbukit. Selain itu. Oleh karena itu. Tanaman berbentuk bulat dapat berperan sebagai tanaman pelembut dan netral terhadap bentuk-bentuk lain yang lebih menyolok. Terakhir. dimana secara visual tidak terdapat gunung sama sekali. tanaman berbentuk bulat akan mudah digunakan untuk menyatukan suatu komposisi perancangan. Bentuk Piramidal/Kerucut Tipe bentuk tanaman ini memiliki bentuk piramidal dari dasar secara gradual meruncing ke atas. Gambar 10. tanaman ini digunakan sebagai aksen visual. tanaman berbentuk bulat "tidak memberi kesan mengarahkan" dan "netral". Contoh tanaman ini adalah cemara kipas (Thuja occidentalis) dan pinus (Pinus merkusii). Oleh karena itu. Tanaman dengan bentuk piramidal mempunyai bentuk-bentuk luar (outline) yang menyolok. tanaman dengan bentuk kerucut dapat digunakan secara harmonis dan selaras pada . Tanaman berbentuk bulat merupakan tipe bentuk tanaman terbanyak sehingga tanaman ini banyak dipakai dalam komposisi perancangan. 1983) 5. terutama bagian atas yang meruncing dan mudah dilihat. tanaman ini juga dapat digunakan untuk mengulang bentuk bangunan piramidal atau permukaan tanah yang bergunung-gunung. Oleh karena itu. khususnya jika ditata secara kontras dengan bentuk-bentuk bulat rendah.

Untuk mengekspresikan tanaman dengan bentuk merunduk kadang-kadang untuk menempatkannya pada tepi bak tanaman atau titik-titik tanah yang ditinggikan agar tanaman dapat menjuntai pada tepinya. Bentuk Merunduk (Weeping) Bentuk tanaman merunduk memiliki struktur percabangan yang menggantung atau melengkung ke bawah. 6. Tanaman dengan bentuk seperti ini biasanya merupakan tanaman dewasa yang telah menyesuaikan diri (beradaptasi) dalam jangka waktu lama terhadap kondisi lingkungan tertentu. Biasanya tidak lebih dari satu tanaman ditempatkan pada suatu daerah/area untuk menghindarkan kesan kacau atau ruwet. meliuk-liuk. Dalam perancangan. Sesuai dengan penampakannya yang luar biasa. tanaman tersebut dapat menuntun mata ke arah permukaan tanah (ke bawah).47 perancangan-perancangan yang bersifat formal dengan bentuk-bentuk geometrik yang kaku. Janda merana (Salix babilonica) dan beringin karet (Ficus elastica) merupakan contoh tanaman merunduk. Bentuk Yang Menarik (Picturesque) Tanaman dengan bentuk yang menarik atau eksotis merupakan bentuk scullptural yang unik. Kecuali tanaman bonsai yang sengaja dibentuk. tanaman dengan bentuk yang menarik ini amat baik digunakan sebagai "specimen" yang diletakkan pada titik tertentu dalam perancangan. C. Warna Tanaman Warna tanaman dapat dianggap sebagai karakteristik emosional karena mempengaruhi secara langsung kesan dan suasana ruang-ruang luar. 7. misalnya di sepanjang tepi daerah perairan sering ditemukan tanaman janda merana. semua tanaman picturesque adalah hasil/akibat kekuatan alam yang unik. Tanaman dengan bentuk merunduk juga dapat digunakan pada pinggir daerah perairan yang berkelok-kelok (curvilinier) untuk mencerminkan bentuk berombak dan melambangkan kualitas kemudahan mengalir dari air. Di alam tanaman merunduk sering ditemukan di daerah atau titik-titik terendah suatu tanah. Bentuknya mungkin dapat tak beraturan. atau berbagai bentuk yang luar biasa. suatu fungsi yang dapat dimanfaatkan setelah mata dituntun ke atas oleh bentuk-bentuk yang meninggi. Warna-warna .

dan cabang. Variasi warna tanaman kadang-kadang dapat dilihat pada jarak relatif jauh dalam lanskap. dan cabang/batang pohon pada musim semi dan musim gugur. Warna netral dapat digunakan sebagai unsur pemersatu. biru. dimana secara visual mengikat semua warna. umumnya hanya dalam waktu singkat. berbagai rangkaian warna dengan potensi hue terdapat pada daun. dan perak. karena memiliki mayoritas waktu. bunga. Warna tanaman harus digunakan untuk memperkuat fungsi ukuran dan bentuk tanaman dalam perancangan lanskap. Warna hijau yang kontras harus terdapat dalam massa-massa daun dan akan tampak jelas antara satu dengan yang lain. Warna utama daun adalah warna hijau. tunas. kurang lebih beberapa minggu. serta kulit batang pohon. daun pada musim panas beserta ranting di musim dingin dan warnawarna batang. Warna yang terdapat pada unsur-unsur tanaman dari berbagai bagian tanaman mencakup daun. tunas. Diperlukan kecermatan di dalam menempatkan warna daun yang luar biasa seperti warna perak. bunga. buah. Warna bunga dan warna musim semi. dengan berbagai variasi mulai dari hijau muda sampai dengan hijau tua mencakup warna-warna shades kuning. 2006). ungu atau warna yang beraneka. sering tampak dramatis dan mengesankan. umumnya penting untuk dipertimbangkan. Memilih tanaman hanya berdasarkan pada bunga atau warna musim semi adalah keliru mengingat waktu yang singkat. tanaman yang ditempatkan sebagai titik perhatian dalam perancangan karena ukuran atau bentuk seharusnya juga memiliki warna yang menarik perhatian. sedangkan warna-warna gelap mengesankan suram. Warna tanaman juga penting karena mudah dilihat. Sebagai contoh. Organisasi warna suatu komposisi tanaman harus dikoordinasikan dengan karakteristik visual yang lain. Dalam mengomposisikan warna dalam suatu perancangan. Berbagai warna hijau seharusnya tidak membentuk telalu banyak titik-titik individu yang sebanding dengan skala keseluruhan dari komposisi atau menimbulkan penampakan yang tidak teratur. Warna dari suatu tanaman dapat menimbulkan efek visual juga tergantung dari refleksi cahaya yang jatuh pada tanaman tersebut (Hakim. karena warna-warna tersebut cenderung mudah . Disamping itu. Dengan pendekatan ini.48 terang menimbulkan suasana cerah dan menyenangkan. nada warna hijau yang netral sebaiknya lebih menonjol dari warna-warna lain.

Tekstur tanaman dipengaruhi oleh ukuran daun. ukuran daun tanaman individual. agave (Agave americana). sedang. Jika warna terang banyak ditempatkan di berbagai titik (spot) dalam perancangan. Demikian juga bunga berwarna terang harus dikelompokkan dan ditempatkan hanya pada tempat-tempat tertentu. nada warna. Tekstur tanaman biasanya diklasifikasikan sebagai kasar. dan rumput gajah/paitan (Axonopus compressus). habitat pertumbuhan secara keseluruhan. Daun dengan warna hijau luar biasa harus disimpan sebagai cadangan untuk beberapa lokasi khusus di dalam perancangan. akan menimbulkan kesan kacau dan berkesan tidak ada hubungan. sedangkan kepadatan cabang dan habit pertumbuhan merupakan variabel-variabel utama yang mempengaruhi tekstur apabila tanaman dilihat secara keseluruhan pada jarak tertentu. 1. . Tekstur Tanaman Tekstur tanaman adalah kesan kasar atau halusnya keseluruhan tanaman (secara visual) pada tanaman individual atau sekelompok tanaman. Contoh tanaman yang bertekstur kasar adalah kembang dedes (Saraca palembanica). dan suasana perancangan. Pada jarak dekat. daya tarik visual. dan halus (Gambar 11) dengan sifat dan kegunaan potensial dalam lanskap sebagai berikut. Tekstur mempengaruhi berbagai faktor dalam komposisi tanaman. dan susunan ranting merupakan faktor-faktor dominan yang mempengaruhi tekstur secara visual. bentuk permukaan.49 dilihat karena keunikannya. Selain jarak yang bervariasi. konfigurasi kulit tanaman. persepsi terhadap jarak. meliputi kesatuan komposisi dan keanekaragaman. cabang-cabang yang besar dan masif (tidak memunyai ranting halus dan kecil) dan/atau habit pertumbuhan yang menyebar bebas. tekstur juga mudah berubah sesuai musim terutama pada tanaman berdaun gugur. ukuran ranting dan cabang. Warna bunga yang ditempatkan secara sensitif harus ditempatkan sebagai selingan atau variasi tanpa mengganggu kesatuan secara keseluruhan. D. Tekstur Kasar Tekstur kasar biasanya terbentuk oleh daun-daun yang besar. dan jarak dimana tanaman tersebut dilihat.

Seperti halnya dengan aksen-aksen lain. 1983) Karakteristik tanaman yang bertekstur kasar adalah mudah dilihat. Dengan demikian tanaman bertekstur kasar dalam kuantitas yang banyak dapat memberi kesan menyempitkan ruang luar. yaitu dengan cara bergerak ke dalam ruang tersebut.50 Gambar 11. Hal ini mungkin diperlukan apabila ukuran . jelas/tegas. Oleh karena itu. Jika diletakkan di antara tekstur sedang dan halus. tekstur kasar tampak "bergerak keluar" ke arah pengamat dan merupakan tekstur yang pertama terlihat. tanaman bertekstur kasar harus ditempatkan secara seksama dan digunakan tidak berlebihan agar tidak "mengalahkan" komposisi atau menarik perhatian pada banyak tempat dalam suatu perancangan. dan agresif. menyebabkan jarak antara pengamat dan unsur tanaman tampak lebih dekat dari yang sebenarnya. Karena kekuatan ini tekstur kasar menimbulkan kesan "bergerak ke depan" ke arah pengamat. Tekstur tanaman (Sumber: Booth. tekstur kasar dapat digunakan sebagai titik perhatian untuk menarik perhatian atau untuk memperkuat kesan.

Tanaman ini sukar digunakan pada situasi formal yang memerlukan bentuk-bentuk sempurna dan bentuk global yang jelas/tegas. daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea). Tanaman bertekstur halus memiliki penampakan halus dan lembut sehingga kurang nyata/jelas dalam lanskap. Karena mayoritas tanaman bertekstur sedang. tanaman bertekstur sedang kurang transparan dan kurang tegas silhouettenya. flamboyan (Delonix regia). Tanaman bertekstur kasar biasanya lebih banyak variasi gelap dan terang. longgar. maka umumnya merupakan bagian tekstur terbanyak dipakai dalam komposisi tanaman.51 fisik ruang terlalu luas bagi kenyamanan manusia secara normal. tetapi tidak diperlukan jika ruangnya sempit dan terbatas walau tanpa tanaman sekalipun. berperan sebagai unsur peralihan antara tekstur kasar dan halus. tanaman bertekstur kasar umumnya lebih mudah dipakai pada penataan secara informal. rumput manila (Zoysia matrella). Tekstur sedang dapat menghubungkan/mengikat komposisi dalam suatu kesatuan yang menyeluruh. Tanaman bertekstur kasar dalam beberapa hal tampak lebih terbuka. Contoh tanaman bertekstur sedang. suplir (Adiantum cuneatum). Tanaman ini biasanya tanaman terakhir dilihat dalam komposisi (berdasarkan teksturnya) dan yang pertama kabur dari pandangan dalam perancangan. dan kurang jelas bentuk globalnya dibandingkan tanaman-tanaman bertekstur halus. trembesi (Samanea saman). 3. angsana (Pterocarpus indicus). Tekstur Sedang Tekstur sedang adalah hasil dari daun dan cabang berukuran sedang dan/atau habit pertumbuhan yang sedang. Tekstur Halus Tekstur halus dihasilkan oleh banyaknya daun-daun kecil. Tanaman bertekstur halus memiliki karakteristik dan kemampuan perancangan yang berlawanan dengan tanaman bertekstur kasar. dan rumput peking (Agrostis stolonifera) adalah contoh-contoh unsur tanaman bertekstur halus. cabang-cabang dan ranting kecil. dan/atau habit pertumbuhan yang padat. Dibanding dengan tekstur kasar. Seperti warna hijau dengan nada sedang (medium tone greens) tekstur sedang harus merupakan tekstur dasar dalam perancangan. trengguli (Cassia fistula). Kembang merah (Caesalpinia pulcherima). dan rumput embun (Polytrias amaura). Oleh karena kualitas ini. 2. sapu tangan (Maniltoa grandiflora). apabila . antara lain.

Beberapa tanaman bertekstur halus tampak seperti dipangkas rapi walaupun dalam keadaan alami. Satu lagi saran penyusunan berbagai tipe tekstur dalam area yang luas. atau menambah keanekaragaman visual apabila dilengkapi dengan tekstur kasar dan sedang. Oleh karena itu. Tanaman bertekstur halus dapat dimasukkan dengan tepat ke dalam komposisi berperan sebagai latar belakang yang netral terhadap tekstur yang lebih agresif. tanaman bertekstur halus dapat memberikan gambaran (ilusi) lebih luas dari sebenarnya. Oleh karena itu. jika digunakan dalam jumlah banyak dalam ruang luar. tanaman ini cenderung "tertarik ke belakang" dari pengamat. . Hal ini untuk memberikan karakter permukaan yang lebih halus dan lunak. Pemilihan dan kegunaan tekstur dalam komposisi tanaman perlu diselaraskan dengan semua karakteristik visual tanaman. agar proporsional dalam menggunakan tanaman bertekstur sedang sebagai peralihan antara tekstur kasar dan halus. Variasi tekstur yang sedikit akan tampak monoton.52 jarak antara pengamat dan komposisi tanaman semakin jauh. Sebagai panduan. atau perubahan yang mendadak dari tekstur kasar ke tekstur halus cenderung membuat komposisi terasa kacau dan tidak menyatu. Keseimbangan yang diinginkan ini akan lebih penting pada ruang-ruang berukuran kecil dan akan semakin kurang penting pada ruang yang luas atau taman jauh dari pengamat. dan warna tanaman agar memperkuat kualitas-kualitas ini. Kualitas ini sangat bermanfaat jika diterapkan pada ruang yang kecil dan sempit dimana tepi-tepi ruang akan tampak meluas dan bukan menyempit. tanaman bertekstur halus lebih tepat digunakan pada setting yang memberikan karakter formal dan rapi. Jika terlalu banyak digunakan tekstur yang berbeda-beda dalam area kecil. Karena tanaman bertekstur halus kurang begitu jelas dalam suatu komposisi. ukuran. lebih baik apabila mendapatkan keanekaragaman yang seimbang dari ketiga tipe dasar dalam perancangan agar memberi pandangan yang menarik. Tanaman bertekstur halus sering mempunyai silhouette yang jelas dan permukaan secara keseluruhan halus. tetapi padat (solid) karena kuantitas daundaun kecil dan/atau kepadatan percabangannya. tetapi jika terlalu berlebihan akan tampak kacau. bentuk.

bentuk. 2. dan suasana atau kesan ruang luar... PENUTUP A. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. B.... Karakteristik visual tanaman mempunyai pengaruh langsung terhadap keteraturan dan kesatuan perancangan.. keanekaragaman visual. dan tekstur tanaman.. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek visual.. Hal-hal ini perlu dikaji lebih mendalam dalam menciptakan perancangan dan diselaraskan dengan seluruh tujuan perancangan. Jelaskan karakteristik visual tanaman yang mencakup ukuran. (a) Ukuran tanaman (b) Bentuk tanaman (c) Warna tanaman (d) Tekstur tanaman . Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. warna.53 E. kesenangan. warna. dan tekstur merupakan "palette" variabel-variabel bagi perancang dalam merancang dengan menggunakan unsur tanaman.. Rangkuman Karakteristik visual tanaman dari ukuran. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. 2.. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan karakteristik tersebut.. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. bentuk. Karakteristik visual yang harus dikaji terlebih dahulu dalam pemilihan tanaman untuk perancangan adalah..

......... (a) Fastigiate (b) Columnar (c) Pyramidal (d) Weeping 5. Ruang yang direncanakan terbuka pada sisi-sisinya.... (a) Bauhinia purpurea (b) Cinnamommum burmanii (c) Samanea saman (d) Manilkara kauki 3...... Hitunglah jawaban Anda yang benar.. pada bidang vertikalnya dapat dibatasi dengan tanaman... Contoh pohon besar adalah......... (a) Filicium decipiens (b) Pinus merkusii (c) Cananga odorata (d) Brownea capitella Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Contoh tanaman yang berbentuk pyramidal adalah......... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 ... (a) Perdu (b) Semak tinggi (c) Semak sedang (d) Semak rendah 4.... Bentuk tanaman yang tinggi ramping dan meruncing di bagian atas disebut......54 2.. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 4..

55 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% - 100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang

Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas, bagus! Anda cukup memahami Bab 4. Anda dapat meneruskan pada Bab 5. Akan tetapi, apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%, Anda harus mengulangi Bab 4, terutama bagian yang belum Anda kuasai.

C. Sumber/Referensi

1. Booth NK. 1983. Basic Elements of Landscape Architectural Design. Illinois: Waveland Pr. Inc. 2. Dahl B, DJ. Molnar. 2003. Anatomy of a Park. Ed ke-3. Illinois: Waveland Pr. Inc. 3. Hakim R. 2006. Rancangan Visual Lanskap Jalan. Jakarta: Bumi Aksara.

D. Kunci Jawaban

1. a 2. c 3. d 4. a 5. b

56

BAB 5

SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN EKOLOGI
PENDAHULUAN

Tanaman dapat dibedakan berdasarkan ekologi dan lingkungannya. Secara ekologi, tanaman dapat dibedakan berdasarkan hubungannya dengan jenis tanah, air, cuaca, kelembaban, cahaya matahari, angin, dan sebagainya sehingga timbul istilah tanaman teduh/panas, tanaman basah/kering dan sebagainya. Secara fitogeografi, pembagian tanaman berdasarkan daerah asalnya seperti laut/pantai, payau/rawa-rawa, gurun, bukit karang, daerah rendah/tinggi, dan sebagainya. Oleh karena itu, dalam pembahasan ini, tanaman untuk penataan lanskap/taman digolongkan menjadi: tanaman pantai, tanaman pegunungan, tanaman air, tanaman batu karang, tanaman teduh, tanaman setengah teduh, dan tanaman panas.

A. Sasaran Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative
learning secara berkelompok dan praktikum.

B. Strategi Pembelajaran

1. Collaborative learning 2. Praktikum

C. Kegiatan Belajar

Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui sumber bacaan dan internet. 2. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum 3. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan.

57 4. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran

D. Indikator Pencapaian

1. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. 2. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. 3. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. 4. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum.

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN

Umumnya

tanaman

tidak

dapat

tumbuh

secara

baik

apabila

faktor

lingkungannya atau tempat hidupnya tidak sesuai. Misalnya, kuping gajah lebih senang ditempatkan di dalam ruang (tempat teduh) daripada di luar ruangan yang terbuka, sedangkan tanaman mawar lebih menginginkan di tempat-tempat terang yang penuh dengan cahaya matahari. Akan tetapi, terkadang ada juga tanaman yang tumbuh di luar ruangan, dapat tumbuh dan menyesuaikan diri di dalam ruangan tertutup seperti beringin (Ficus elastica). Setiap jenis tanaman lanskap menghendaki iklim yang sesuai untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, untuk memperoleh tanaman lanskap yang tumbuh normal, subur, dan menghasilkan bunga yang baik, haruslah ditanam pada iklim yang sesuai baginya. Apabila tanaman ditanam pada tempat yang tidak sesuai iklimnya, akan tumbuh tidak normal atau pada mulanya tumbuh baik, tetapi lama-kelamaan pertumbuhannya menurun, lambat laun tanaman akan mati. Untuk menghindari hal tersebut, perlu adanya penyesuaian tahap demi tahap yang berarti tidak secara drastis. Dalam lanskap, tanaman dapat tumbuh baik apabila faktor lingkungan hidupnya seperti tanah, air, cahaya, dan suhu udara diperhatikan. Penempatan suatu tanaman pada tempat tertentu harus disesuaikan dengan lingkungannya. Misalnya, pemilihan jenis tanaman pada tanah yang berkapur atau berpasir akan berbeda dengan daerah yang tanahnya banyak mengandung tanah liat atau humus. Selain itu,

Kawasan pantai berpasir yang sudah berkembang. Carita.58 suhu dan cahaya setempat juga mempengaruhi pemilihan jenis tanaman karena tanaman sendiri ada yang tahan akan panas dan ada pula yang harus tumbuh di tempat sejuk. misalnya kawasan pantai Sanur dan Kuta (Bali). 2) tanaman pegunungan. Seperti diketahui. air. . faktor tanah tidak boleh diabaikan karena menanam tanaman yang tidak sesuai dengan kondisi tanah tidak akan memberikan hasil yang memuaskan. dan panas. dan pantai berbatu (Sugiarto dan Ekariyono. Tanaman Pantai Tanaman pantai adalah semua jenis tanaman yang dapat tumbuh secara normal di pinggir pantai. pantai Kepulauan Seribu (Jakarta). Pantai Berpasir Pantai berpasir merupakan pantai yang didominasi oleh hamparan atau dataran pasir. pantai berlumpur. setengah teduh. Parang Tritis (Yogyakarta). atau putih. pantai berawa. terdapat lembah-lembah di antara beting pasir. dan Pelabuhan Ratu (Jawa Barat). Pantai di Indonesia dikelompokkan menjadi pantai berpasir. angin. 3) tanaman air. pantai Pangandaran. Berdasarkan hal tersebut. tanaman untuk penataan lanskap/taman dapat digolongkan menjadi: 1) tanaman pantai. sebaiknya dipilih tanaman dimana daunnya tidak mudah rontok dan tanamannya tidak mudah rebah. suhu serta faktor tumbuh lainnya sesuai. dan pantai Pasir Putih (Jawa Timur dan Lampung). cemara laut (Casuarina equisetifolia). Penanaman tanaman di tepi pantai harus memperhatikan faktor angin dan keadaan tanah. A. Tumbuh-tumbuhan yang dominan di hutan pantai berpasir adalah kelapa (Cocos nucifera). tiupan angin di daerah pantai selalu ada. 1. 4) tanaman batu karang. Dalam hal ini lingkungan seperti tanah. Oleh karena itu. dan 5) tanaman teduh. waru laut (Hibiscus tiliaceus). baik yang berupa pasir hitam. abu-abu. Pantai berpasir banyak terdapat di pesisir Sumatera dan Kalimantan. Selain itu. dan ketapang (Terminalia catappa). 1996). Pantai berpasir biasanya dijadikan kawasan pariwisata pantai karena keindahan alamnya. Selain itu.

dan nibung (Oncosperma tigillaria). cangkang moluska. sedangkan sungai yang melalui daerah berkapur dan berbatu (kuartz dan granit) akan membawa endapan aluvium yang berkualitas rendah. Struktur dan komposisi tumbuhan di kawasan pantai berlumpur Indonesia merupakan formasi hutan mangrove. Hutan mangrove juga berfungsi sebagai tempat . sedangkan kandungan asam sulfidanya cukup tinggi sehingga dapat mereduksi senyawa besi (ferri) di dalam tanah menjadi senyawa ferro sulfida (FeS2) atau pirit. bakau putih (Rhizophora apiculata). Tanah pantai ini mempunyai kandungan oksigen yang rendah dan hanya terdapat pada lapisan permukaan. fragmen-fragmen karang. Sungai yang mengalir melalui daerah bertanah vulkanik akan membawa endapan aluvium yang berkualitas tinggi. hutan mangrove juga menghasilkan bahan penyamak atau bahan pewarna. Tanah pantai ini berasal dari endapan lumpur yang dibawa oleh aliran sungai.59 2. Hutan mangrove didominasi oleh bakau hitam (Rhizophora mucronata). Hutan mangrove memberikan perlindungan terhadap daratan dari ancaman erosi. dan bahan lain yang menjadi sumber kapur yang penting bagi pantai berlumpur. Tumbuhan mangrove memiliki fungsi yang istimewa karena dapat beradaptasi pada lingkungan yang mengandung garam dengan bentuk lahan berupa pantai dan kondisi tanah yang hampa udara (berlumpur). biasanya terletak di dekat muara sungai. Mangrove adalah sekumpulan pohon dan semak-semak yang tumbuh di daerah pasang surut. Tunas-tunas baru selalu tumbuh dalam hutan mangrove sehingga kawasan hutan menjadi luas. Akibatnya. Penampakan fisik tanah pantai ini adalah hitam dengan nilai pH (derajat keasaman) antara 3 – 5. Pantai Berlumpur Pantai berlumpur merupakan hamparan lumpur sepanjang pantai yang dihasilkan dari proses sedimentasi atau pengendapan. Kualitas tanah pantai berlumpur tergantung pada sumber endapan aluviumnya. buta-buta (Exoecaria sp). Lumpur yang berasal dari laut mengandung cangkang-cangkang foraminifera. pedada (Sonneratia alba). Lumpur tersebut terdiri atas partikel-partikel halus yang mengandung humus atau gambut. api-api (Avicennia sp). lambat laun daratan pun makin meluas ke arah laut. tanjang (Bruguiera gymnorrhiza). Selain menghasilkan kayu.

3. Pantai Berawa Pantai berawa merupakan daerah yang tergenang air. dan bungur (Lagerstroemia loudonii). Tanaman Pegunungan Tanaman pegunungan adalah tanaman-tanaman yang dapat tumbuh normal di pegunungan. udang. Pantai seperti ini terdapat di Kepulauan Anambas. damar (Agathis alba). kayu manis merah (Cinnamomum burmanii). baik secara permanen ataupun temporer. bunga sikat botol (Callistemon citrinus). dan kerang-kerangan. Di sela-sela bebatuan kadang ditumbuhi kelapa (Cocos nucifera). Natuna. B.60 pelestarian populasi ikan. pinus (Pinus mercusii). dan nibung (Oncosperma tigillaria). Selanjutnya bahan organik ini akan menjadi penyubur tanah dan menjadi bahan makanan bagi biota lainnya. kayu putih (Eucalyptus alba). sagu (Metrorylon sago). dan pohon-pohon mangrove yang telah tua akan tumbang dan didekomposisi oleh fungi dan bakteri menjadi bahan organik. kecrutan (Spathodea campanulata). Hutan pantai berawa umumnya ditumbuhi oleh jenis tumbuhan seperti nipah (Nypa fructicans). pandan (Polalthis glanen). antara lain. ketapang (Terminalia cattapa). dahan. dan pantai selatan Jawa (Pelabuhan Ratu dan Ujung Kulon). kelapa (Cocos nucifera). Daun. Pantai Berbatu Pantai berbatu umumnya terdiri dari bongkahan-bongkahan batuan granit. 4. Hutan pada pantai ini umumnya tergolong formasi butun (Baringtonnia). kepiting. Pada umumnya tanaman pegunungan berbentuk pohon dan mempunyai sistem perakaran yang kuat yang berfungsi untuk menahan terkikisnya lapisan tanah bagian atas (erosi). . baik yang berbentuk pohon maupun semak. dan waru laut (Hibiscus tiliaceus). Di dalam perairan hutan mangrove banyak terdapat jenis alga dan plankton yang menjadi sumber makanan bagi biota-biota tadi. Contoh tanaman pegunungan (Gambar 12). Pulau Buton. Tanah dan air pantai ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Pantai ini langsung ke laut dan tidak berpasir.

Tanaman Air Begitu banyak ragam tanaman air yang dapat dijadikan pilihan untuk memperindah kolam atau taman. harus diketahui terlebih dahulu tipe dan karakter tanaman-tanaman air tersebut. Tipe dan karakter setiap tanaman air otomatis berpengaruh terhadap tujuan dan pemanfaatannya. Foto: Nurfaida (2007) . (b) kayu manis (Cinnamomum burmanni).61 (a) (b) (c) Gambar 12. dan (3) bunga sikat botol (Callistemon citrinus) C. Tanaman pegunungan: (a) damar (Agathis dammara). Dengan kata lain. mengetahui tipe dan karakter berbagai tanaman air akan lebih memudahkan perencanaan aspek praktis tanaman air tersebut. Namun. sebelum memutuskan untuk memilihnya.

varen (Synnema triflorum). dan tanaman air mengapung (Marianto. bog plant dapat langsung ditancapkan. 3. . Contoh tanaman air oksigen.62 Ada empat tipe tanaman air yang dikenal. Selain batang. Contoh tanaman air pinggir adalah rumput payung (Cyperus alternifolius). Tanaman Air Pinggir (Marginal Plant) Tanaman jenis inilah yang paling banyak dijumpai. tanaman air lumpur. apu-apu (Pastia stratiotes). dan ekor kucing (Typha angustijolia). typha (Typha angustifolia). antara lain. tanaman air pinggir. anggrek air/iris. bagian daun dan bunganya juga berada di atas permukaan air. spatterdock (Nuphar japonicum). Seluruh bagian tanaman ini tenggelam dalam air. antara lain. biasanya ditanam di bagian pinggir kolam sebagai latar belakang (background) kolam. Namun. tetapi juga dari jenis media tanamnya. sebagian besar batangnya justru menyembul ke permukaan air. Fungsi lainnya adalah sebagai tempat berlindung dan menyimpan telur ikan. dan papyrus (Cyperus papyrus). Apabila digunakan sebagai penghias kolam yang terbuat dari tanah. Ada juga yang membedakan tidak hanya dari tempat tumbuhnya. pisang air (Typhonodorum lindleyanum). yaitu tanaman air oksigen. Media tanamnya berupa tanah yang terendam di dalam air. Dapat juga ditanam dahulu di dalam pot. 1. Karena sosoknya yang tumbuh meninggi. Tanaman ini sering digunakan untuk menciptakan kesan alami pada kolam. tanaman jenis ini habitat aslinya daerah berlumpur dan sedikit digenangi air. Tanaman air pinggir memiliki akar dan batang yang terendam di dalam air. Tanaman Air Oksigen (Oxygenerator) Tanaman ini disebut sebagai tanaman air oksigen karena mampu membersihkan udara sekaligus menyerap kandungan garam yang berlebihan di dalam air. Lazimnya digunakan sebagai tanaman penghias akuarium. 2001). Tanaman Air Lumpur (Bog Plant) Sesuai dengan namanya. Ada yang menganggap bog plant sama dengan marginal plant dengan pertimbangan tempat hidupnya sama-sama di pinggiran kolam. dan red talenthera (Talenthera lilaciana) 2. Termasuk tanaman air lumpur.

sansiviera (Sanseviera ehrenbergii). Tanaman ini kurang memerlukan air untuk pertumbuhannya dan biasanya tahan terhadap kekeringan. melainkan mengapung di permukaan air. Tanaman batu karang: (a) yucca (Yucca gloriosa). Bagian dinding permukaan akar. yucca (Yucca gloriosa). Tanaman ini tidak memerlukan tanah sebagai media tanamnya sehingga cara menanamnya lebih gampang. Karena itulah ia dinamakan floating plant. yakni tinggal meletakkannya di atas permukaan air. dan daunnya memiliki lapisan yang sangat peka sehingga pada kedalaman yang ekstrem sampai 8 meter di bawah permukaan air masih mampu menyerap sinar matahari serta zat-zat yang larut di bawah permukaan air. (b) sansiviera (Sanseviera ehrenbergii). batang. Tanaman ini memiliki keunggulan dalam kegiatan fotosintesis. akar tanaman ini tidak tertanam dalam tanah. Hal yang perlu diperhatikan bila memilih tanaman mengapung sebagai salah satu komponen taman air atau kolam adalah kepadatan populasinya. dan penyerapan sinar matahari. antara lain. batang. Tanaman ini hidup dari menyerap udara dan unsur hara yang terkandung di dalam air. Umumnya batangnya banyak mengandung air dan tidak berkayu. penyediaan oksigen. Contohnya tanaman batu karang. dan (c) agave (Agave americana) . dan daunnya juga memiliki kantung-kantung udara sehingga mampu mengapung di air. Foto: Nurfaida (2007) (a) (b) (c) Gambar 13. Tanaman Air Mengapung (Floating Plant) Tidak seperti umumnya tanaman air. Akar. D. Jangan sampai keberadaannya menutupi atau memenuhi seluruh permukaan kolam. Contoh tanaman ini eceng gondok (Eichornia crassipes) dan azolla (Azolla pinnata). dan agave (Agave americana) (Gambar 13). Tanaman Batu Karang Tanaman batu karang tumbuh di tempat yang berbatu-batu.63 4.

Kalau ditanam di tempat terbuka. Rangkuman Tanaman dapat tumbuh baik apabila faktor lingkungan hidupnya seperti tanah. pertumbuhannya akan terhambat. Tanaman panas adalah semua jenis tanaman yang dapat tumbuh normal apabila ditanam di tempat panas atau tempat yang langsung disinari matahari. Tanaman setengah teduh terletak antara tanaman teduh dan tanaman panas. tetapi tidak terlalu panas. dan 5) tanaman teduh. dan Panas Tanaman teduh adalah tanaman yang hanya dapat tumbuh baik di tempat yang teduh atau tanaman yang tumbuh di tempat yang tidak langsung disinari matahari. bahkan dapat mengalami kematian. membutuhkan cahaya. untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik sebaiknya ditanam di tempat yang mendapat sinar matahari penuh sehingga warna bunga akan lebih terang. 2) tanaman pegunungan. Contoh tanaman teduh adalah kuping gajah (Anthurium crystallinum). 3) tanaman air. cahaya. 4) tanaman batu karang. dan panas.64 E. Oleh karena itu. F. dan pilodendron (Philodendron sp). dan sansiviera (Sansiviera sp). . setengah teduh. Tanaman ini dapat ditanam di dataran rendah atau di pegunungan. maranta (Marantha sp). Tanaman Teduh. Penempatan suatu tanaman pada tempat tertentu harus disesuaikan dengan lingkungannya. Tanaman ini dapat tumbuh secara normal di tempat yang agak teduh. aglonema (Aglaonema sp). Contoh bogenvil (Bougainvillea spectabilis). dan air yang sedang. Contoh lain. paku sarang burung (Asplenidum nidus). Setengah Teduh. drasena (Dracaena fragrans). Contohnya. dan suhu udara diperhatikan. antara lain. untuk penataan lanskap/taman tanaman digolongkan menjadi 1) tanaman pantai. suhu. mosaik (Fittonia sp). antara lain. air.

. Azolla merupakan contoh tanaman air ... Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1...... Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. 2.. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1... dan tanaman teduh. (a) Tanjang (b) Pedada (c) Ketapang (d) Kecrutan 2....... Contoh tanaman pegunungan adalah. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan penggolongan tersebut. (a) Oksigen (b) Lumpur (c) Pinggir (d) Mengapung 3.... tanaman batu karang. 3.. tanaman air. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.. Hal yang perlu diperhatikan bila memilih tanaman mengapun sebagai komponen taman adalah.. (a) Kepadatan populasi (b) Panjang akar . tanaman pegunungan. B.. setengah teduh...65 PENUTUP A. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda... 2..... Jelaskan apa yang dimaksud tanaman pantai. dan panas.... Jelaskan penggolongan tanaman berdasarkan ekologi. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1..

... Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% ... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 5. ... Hitunglah jawaban Anda yang benar.... Akan tetapi. Karakteristik dari tanaman batu karang adalah.... (a) Jumlah daunnya lebih banyak (b) Batangnya lebih tinggi (c) Warna bunga lebih terang (d) Warna daun lebih muda Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.66 (c) Ketinggian tanaman (d) Ukuran daun 4.. Anda harus mengulangi Bab 5. Bougenvil ditanam di tempat yang mendapat sinar matahari penuh agar. bagus! Anda cukup memahami Bab 5..... terutama bagian yang belum Anda kuasai.. Anda dapat meneruskan pada Bab 6.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas.. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%.. (a) Berkayu (b) Batang banyak mengandung air (c) Kemampuan menyerap sinar matahari (d) Sosoknya yang tumbuh meninggi 5....

3. Jakarta: Penebar Swadaya. Kencana IP. Sumber/Referensi 1. d 2. Tanaman Air. W.67 C. D. Lestari G. Marianto LA. 2. c . Jakarta: Penebar Swadaya. Tanaman Hias Tampil Prima. Arifin HS. Kunci Jawaban 1. 1996. Ekariyono. IP. b 5. Sugiarto. a 4. Jakarta: Agromedia Pustaka. 4. Penghijauan Pantai. 2008. Jakarta: Penebar Swadaya. 2007. Galeri Tanaman Hias Lanskap. 2001. d 3.

adanya taman dan tanaman merupakan tuntutan mutlak. Juga dalam upacara adat.68 BAB 6 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN HABITUS FUNGSIONAL PENDAHULUAN Berdasarkan habitus fungsional. tanaman juga berfungsi sebagai penghias lingkungan. buah atau tajuk). “kesukaan” dan kegunaan suatu tanaman. Daun-daun menahan debu dan asap yang diterbangkan oleh angin sehingga dapat mengurangi kotornya lingkungan. Apakah ditanam sebagai pelindung ataukah sebagai pagar dan lain sebagainya. dan agama. penggunaan tanaman lanskap mempunyai fungsi yang tidak kurang pula. Dalam pembangunan kota. Muncullah istilah tanaman berbunga indah. “watak dan kebiasaan” (ciri pertumbuhan. fungsi tanaman dalam lanskap harus pula diperhatikan. Dalam hal pembersihan udara. berdaun indah. tanaman dapat digolongkan dengan “ciri khas” (bunga. E. banyak macam pepohonan yang dapat menahan pengotoran udara. kepercayaan. terutama di kota-kota besar. tanaman peneduh. cepat lambatnya). Selain itu. Selain berfungsi sebagai paru-paru kota. daun. dan sebagainya. . Penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional disebabkan oleh banyak di antara tanaman lanskap kebiasaannya hanya dapat tumbuh secara normal di tempat teduh dan adapula hanya dapat tumbuh baik di tempat terbuka (outdoor). Peletakan setiap jenis tanaman haruslah disesuaikan dengan apa maksud dan tujuan dari tanaman tersebut. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum.

Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Strategi Pembelajaran 1. 3. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. jika ingin menempatkan tanaman dalam ruang. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional. harus menjamin . Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penggunaan tanaman indoor adalah warna daun.69 F. Tanaman Indoor dan Outdoor Tanaman indoor adalah semua jenis tanaman lanskap yang dapat ditanam dalam rumah atau dengan kata lain tanaman yang dapat tumbuh secara normal di tempat teduh (tertutup) atau setengah teduh. 2. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Selain itu. A. jumlah daun. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Praktikum G. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional. 2. H. 4. tanaman lanskap dapat digolongkan sebagai berikut. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui sumber bacaan dan internet. Indikator Pencapaian 1. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. Collaborative learning 2. tinggi tanaman. dan kesanggupan tanaman untuk hidup di tempat teduh. 3. 4. waktu berbunga. warna bunga. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Berdasarkan habitus fungsional. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan.

dan semak. 2010) . Contoh tanaman indoor. perdu. begonia (Begonia sp). kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). Tanaman Peneduh/Parkir Pohon peneduh adalah pohon-pohon yang digunakan sebagai pelindung karena daunnya rimbun. Gambar 14. Jumlah daun dan tinggi tanaman juga disesuaikan dengan keadaan ruangan. kembang rejeki (Aglaonema sp). antara lain. B. Contoh tanaman outdoor. dan monstera (Monstera deliciosa). daun-daun tumbuh rapat/rimbun. suplir (Adiantum raddianum). buah Foto: Nurfaida (2009. Hal yang perlu diperhatikan dalam menata lanskap yang berfungsi sebagai peneduh adalah mahkota harus besar/lebar. baik untuk menahan sinar matahari maupun tiupan angin kencang. daun bahagia (Dieffenbachia picta). daun doa (Asplenium nidus). soka (Ixora sp). lantana (Lantana camara).70 kondisi iklim mikro di dalam ruangan yang berhubungan dengan kebutuhan masingmasing tanaman (Nurhayati dan Arifin. Penggunaan tanaman indoor dalam desain taman Tanaman outdoor adalah tanaman hias yang dapat tumbuh secara normal di tempat terbuka (langsung terkena sinar matahari). kembang kertas (Bougenvillia spectabilis). Warna daun dan bunga harus disesuaikan dengan warna ruangan sehingga diperoleh kesan yang harmonis. kuping gajah (Anthurium chrystallium). 2000). serta semua jenis pohon. Contoh penggunaan tanaman indoor dalam desain taman dapat dilihat pada Gambar 14. oleander (Nerium indicum). antara lain.

penahan debu. kaliandra (Calliandra haemathocephala). 5) perakarannya dalam hingga tidak merusak konstruksi jalan dan drainase. trengguli (Cassia fistula). antara lain. Persyaratan tanaman median jalan adalah a) jenis perdu/semak berbunga. E. dan pengarah jalan. b) tidak menggugurkan daunnya secara sekaligus. b) bermassa dan padat. dan 6) tanaman berasal dari perbanyakan secara generatif/biji. tetapi tidak terlalu teduh. kembang merak (Caesalpinia pulcherrima). c) batangnya kuat dan lurus dengan percabangan yang tegak dan kompak. dan tinggi tanaman lebih kurang 1. Contoh pohon tepi jalan. . C. damar (Agathis alba). dan mahoni (Swietania mahagoni). antara lain. Tanaman Median Jalan Tanaman median jalan adalah tanaman yang ditanam di median jalan.71 tidak terlalu besar yang dapat jatuh menimpa di bawahnya. antara lain. cempaka (Michelia champaca).5 meter. D. Contoh tanaman peneduh/parkir. dan mahoni (Swietania mahagoni). dan tidak menggugurkan daunnya sekaligus. sebagai pelindung. Contoh tanaman median jalan. 4) percabangannya lebih kurang 2 meter di atas permukaan tanah. kirai payung (Filicium decipiens). kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). antara lain. asam (Tamarandus indica). biasanya diatur dalam bentuk yang hampir sama dengan maksud untuk menggantikan pagar. Tanaman pagar terdiri atas tumbuhan yang bertahan lama membentuk pertumbuhan yang rapat dan tak tembus pandang. kenari (Canarium commune). Pohon Tepi Jalan Pohon tepi jalan adalah pohon-pohon yang ditanam di tepi jalan yang berfungsi. dan kaca piring (Gardenia augusta). daun saputangan (Maniltoa grandiflora). tanjung (Mimusops elengi). Persyaratan pohon tepi jalan adalah a) memiliki tajuk yang dapat memberi naungan. tanjung (Mimusops elengi). oleander (Nerium oleander). Tanaman Pagar Tanaman pagar adalah suatu garis atau barisan permanen yang padat dari tumbuh-tumbuhan yang hidup.

Contoh tanaman pagar. antara lain. pemeliharaan terutaman pemangkasan sangat diperlukan agar tumbuhnya tidak terlalu tinggi. Keindahannya menutupi tanah-tanah yang terbuka (tanpa tanaman) sehingga memberikan kesan yang menyenangkan. hendaknya dipertimbangkan segi keharmonisan dan keindahannya. Tanaman Border/Tepi Tanaman border atau tanaman batas adalah suatu penanaman yang terbatas sepanjang suatu garis batas atau pemisah. Pada umumnya tanaman border terdiri atas tanaman perdu/semak dan tanaman semusim yang tumbuhnya agak rendah. Dalam pembuatan pagar dari tanaman. Sebagai tanaman border.72 Umumnya tanaman pagar berupa semak yang merupakan tanaman pinggiran yang tumbuh rendah dan berfungsi sebagai garis sementara. ada yang menarik karena bunganya. kemuning (Murraya paniculata). kriminil (Althernanthera ficoidea). Codiaeum variegatum. dan akalipa (Acalypha wilkesiana). Althernanthera ficoidea. F. dan Iresine herbetsii. Contoh tanaman border. bambu siam (Thyrsostachy siamensis). bayam-bayaman (Amaranthus sp). Dracaena sanderium. Jadi border merupakan suatu garis batas dari suatu lanskap yang dapat membatasi pekarangan. Kelompok penutup tanah ini banyak sekali macamnya. pangkas-pangkasan (Duranta repens). Tanaman Penutup Tanah Tanaman penutup tanah (groundcover) merupakan tanaman rendah non rumput setinggi 10 – 40 cm. sambang darah . G. antara lain. dan kepadatan/kekompakan tumbuhnya. tekstur daunnya. Tanaman penutup tanah berfungsi untuk mencegah tanah menjadi becek pada musim hujan dan mengurangi pengikisan tanah oleh air. Contoh tanaman penutup tanah. Chlorophytum sp. Biasanya luas border (lebar) kira-kira 1 meter sehingga border tersebut dapat dirawat dari satu sisi dan bahkan lebih baik lagi apabila dapat dirawat dari kedua sisi. bunga ungu (Bougenvillia glabra). Pemangkasan dan pemeliharaan yang teratur diperlukan sehingga pagar tumbuh baik serta mengikuti bentuk yang dikehendaki. taman atau daerah yang lain. antara lain.

Persyaratan tanaman tersebut adalah tahan terhadap naungan dan titik-titik air dari pohon. dan verbena (Verbena laciniata). kencur-kencuran (Kaempferia pluchera). pedang-pedangan (Sanseviera sp). memanjat atau semusim.73 (Hemigrafis odorata). Contoh tanaman berdaun/berbunga indah. Keindahan tersebut berupa warna dan bentuk sehingga dengan penempatan yang teratur dalam taman dapat memberikan kesan menarik. kembang rejeki (Aglaonema sp). Tanaman melakukan pemanjatan sebagai usaha untuk beradaptasi dengan lingkungan dan mendapatkan sinar matahari serta menampakkan bunga kepada agen untuk membantu penyerbukan (Griffiths. dan bougenvil (Bougainvillea spectabilis). I. daun zebra (Zebrina pendula). violces (Saintpaulia ionantha). baik dari daunnya maupun bunganya. akalipa (Acalypha wilkesiana). . Contoh tanaman bawah pohon. nusa indah (Mussaenda philippica). Jenis tanaman ini terdiri atas tanaman bentuk pohon. Tanaman memanjat biasanya membutuhkan naungan dan arah rambatannya ke sumber cahaya. antara lain. semak. sutera bombay (Portulaca grandiflora). 1994). Tanaman bawah pohon (undercover) adalah tanaman penutup tanah yang ditanam di bawah pohon. Tanaman Berdaun/Berbunga Indah Tanaman berdaun/berbunga indah ialah tanaman hias yang memperlihatkan keindahan. Tanaman memanjat di habitat aslinya. antara lain. Tanaman memanjat dapat berupa vines (tidak berkayu. plumbago (Plumbago capensis). anturium (Anthurium crystallinum). dan daun perak (Pilea cadierei). Tanaman Memanjat/Pergola Tanaman memanjat (climber) adalah tanaman yang tumbuh di tanah atau bidang apa saja seperti tembok dan struktur pendukung lain sebagai tempat menggantungkan diri atau membelit untuk pertumbuhan tanaman tersebut. H. beradaptasi untuk memanfaatkan cabang atau batang tanaman lain sebagai tempat bertumpu. berupa terna atau tanaman berbatang lunak) ataupun liana (tanaman berkayu yang memanjat).

baik yang ternaungi maupun yang tidak ternaungi.74 Berdasarkan mekanisme pemanjatan. Tanaman memanjat banyak digunakan dalam lanskap untuk berbagai keperluan. 3) weaver. tetapi jika ditanam menggunakan teralis kawat maka akan tumbuh dengan cara weaving (zig-zag diantara celah teralis) dan tidak ditemukan sulur pada tanaman tersebut. ada lima pengelompokan tanaman memanjat (Menninger. Lima cara pemanjatan yang dipergunakan oleh tanaman memanjat adalah 1) learners. 2) thorn clingers. seperti bangunan tinggi dan jalan layang (fly over). dengan cara zig-zag pada bidang panjat (Trachelospermum jasminoides). . Misalnya pada spesies Boston-ivy (Parthenocissus tricuspidata) yang menggunakan sulur untuk memanjat. untuk itu harus didukung agar bisa tumbuh ke atas (misal pada Allamanda cathartica). Sesuai dengan cara tumbuhnya. tanaman ini digunakan sebagai penghias atau pelembut permukaan vertikal yang tampak kaku dan gersang. pusat perbelanjaan dan tempat tinggal. menggunakan modifikasi bagian tanaman (batang maupun daun) yang membantu melekat pada bidang panjat (Bauhinia galpinii). karena dalam proses pemanjatan ada kemungkinan tanaman tersebut mengalami kesulitan saat melakukan panjatan. pada saat itu tanaman tersebut dapat merubah cara pemanjatannya. pada pengelompokan ini ada kemungkinan terjadi overlap. Beberapa contoh penggunaan tanaman memanjat dalam lanskap dapat dilihat pada Gambar 15. melekat pada bidang panjat dengan menggunakan duri (misal pada Euphorbia milii). 4) graspers. mekanisme memanjat yang primitif. menggunakan akar yang tumbuh dari ruas-ruas batang untuk memanjat (Hedera helix). tanaman yang memanjat dengan metode ini tidak mempunyai kemampuan untuk melekat pada bidang panjat. dan 5) rooters. Tanaman memanjat yang termasuk tanaman hias daun banyak digunakan sebagai penghias atau dekorasi di tempat-tempat penting seperti hotel. 1970). Pada dinding sebuah taman yang paling sempit sekalipun dengan lahan yang sangat terbatas tanaman memanjat dapat tumbuh. Akan tetapi. Di kota-kota besar banyak bentuk atau permukaan bidang vertikal yang terbentuk. perkantoran. sebagai tanaman hias baik luar ruangan (outdoor) maupun tanaman dalam ruang (indoor).

Untuk menciptakan suasana rumah yang asri. Penggunaan tanaman memanjat dalam lanskap Beberapa jenis tanaman ini juga dapat difungsikan sebagai tanaman penutup tanah (groundcover) untuk menggantikan hamparan rumput. sebagai pagar tanaman untuk membatasi daerah pribadi. Tanaman memanjat dapat digunakan untuk mengurangi panas karena terkena sorotan sinar matahari. Beberapa jenis tanaman juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman bedengan (bedding plants) dan juga digunakan sebagai tanaman gantung (hanging basket plants). Selain membuat suasana teduh. tripod (kaki tiga). dan sebagai peneduh.75 Gambar 15. arch (bangunan melengkung yang dipakai sebagai gerbang) dan colonnade (deretan tiang yang dihubungkan dengan tali serta gazebo. . tanaman hias memanjat bisa menjadi pilihan. Dapat ditanam untuk dirambatkan pada pergola atau digantung di tiang-tiang pergola. misalnya pada dinding gedung dan beranda rumah. bunganya pun tak kalah menawan dari jenis tanaman hias lainnya. Sering juga terlihat beberapa tanaman memanjat sengaja dibuatkan bidang panjat dengan bentuk beraneka ragam sesuai dengan selera pemiliknya seperti pergola.

K.76 J. antara lain. Untuk lapangan terbatas/sempit. Halaman rumput yang tumbuh baik dan rata sudah merupakan elemen taman yang menyenangkan. tanah tersebut perlu ditanami dengan rumput-rumputan. Kumurur. Oleh karena itu. dengan dasar rumput-rumput lapangan yang teratur baik dibandingkan bila ditanam bercampur dengan tanaman lain. 1990. Kehadiran tanaman lapangan rumput akan lebih menonjol apabila ditempatkan secara sendiri-sendiri. rumput paitan (Axonopus compresus) dan rumput golf (Eragrostis sp). . dan menginjak dalam kegiatan olah raga (Munandar dan Hardjosuwignyo. rumput Jepang (Zoysea japonica). suhu. sebab pada musim hujan akan menjadi becek. dan tanah yang baik. Tanaman ini juga berfungsi untuk memberi aksen pada hamparan hijau yang luas. melompak. antara lain. 1998). Contoh tanaman rumput untuk lapangan luas. Kriteria rumput untuk lapangan olah raga harus mempunyai kemampuan tumbuh yang baik serta memiliki daya adaptasi terhadap air. dan rumput peking (Agrotis stolonifera). cemara papua (Cupressus papuana). Halaman pekarangan sedapat mungkin tidak dibiarkan terbuka tanpa adanya tanaman di atasnya. rumput manila (Zoysea matrella). pinang merah (Cyrtostachys lakka). Rumput juga harus memiliki fleksibilitas dan resistensi untuk mengakomodasi aktivitas lari. dan palem puteri (Veitchia merrillii). Rumput dapat digunakan untuk menutupi lapangan luas seperti lapangan olah raga. palem ekor tupai (Wodyetia bifurcata). Contoh tanaman lapangan rumput. Tanaman Lapangan Rumput Tanaman lapangan rumput adalah jenis tanaman yang ditanam secara sendiri atau secara berkelompok pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik (eksotik). Tanaman Rumput Lapangan Tanaman rumput lapangan adalah jenis-jenis rumput yang dipergunakan untuk menutupi permukaan tanah yang hanya terdiri atas lapisan tanah saja. antara lain.

tanaman peneduh/parkir.. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. 2. tanaman penutup tanah. 3. PENUTUP A. B. tanaman border. tanaman median jalan. tanaman rumput lapangan. Rangkuman Penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional terdiri atas tanaman indoor dan outdoor. Jelaskan apa yang dimaksud tanaman indoor dan outdoor. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan penggolongan tersebut. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Jelaskan penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional. tanaman border/tepi.. tanaman berdaun/berbunga indah. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1.. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional.. tanaman median jalan. (a) Mahkota kecil (b) Daun tumbuh rapat (c) Batangnya tinggi . tanaman penutup tanah... pohon tepi jalan. tanaman memanjat. tanaman rumput lapangan. tanaman berdaun/ berbunga indah. tanaman pagar... dan tanaman lapangan rumput. Karakteristik tanaman yang berfungsi sebagai peneduh adalah. tanaman peneduh. tanaman pagar.. 2.. dan tanaman lapangan rumput. pohon tepi jalan. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional..77 L.. tanaman memanjat/pergola. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

........ kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 6....... Alasan lebar penanaman border sekitar 1 m adalah. (a) Jenis pohon (b) Bermassa dan padat (c) Tinggi tanaman >2 m (d) Tanaman hias daun 3.... (a) Berdaun indah (b) Berbunga indah (c) Lapangan rumput (d) Rumput lapangan 5.. Tanaman yang ditanam pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik disebut tanaman....... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 .. Contoh tanaman undercover adalah......... (a) Mudah pemeliharaan (b) Mudah dilihat (c) Mudah dilewati (d) Mudah membatasi tapak 4.... Persyaratan tanaman median jalan adalah........ Hitunglah jawaban Anda yang benar... (a) Sutera bombay (b) Daun perak (c) Sambang darah (d) Verbena Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.78 (d) Menggugurkan daun sekaligus 2....

1990. b 2. Menninger E. D. 1994. New York: Heartside Press Incorporated. Taman dalam Ruang. Bogor: IPB. Sumber/Referensi 1. 2. Hardjosuwignyo. c 5. Griffiths M. C. Kumurur VA. Munandar A. a 4.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. 5. Nurhayati. An Encyclopedia of Climbing Plants. Flowering Vines of The World. Akan tetapi. bagus! Anda cukup memahami Bab 6. b 3. Rumput Lanskap. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Rumput Lanskap. Jakarta: Penebar Swadaya. 4. S. Manual of Climbers and Wall Plants. 1998. b . 3. 2000. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Kunci Jawaban 1. New York: Macmillan. 1970. Jakarta: Penebar Swadaya.79 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . Arifin. Anda dapat meneruskan pada Bab 7. Anda harus mengulangi Bab 6. HS.

Oleh karena itu. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai fungsi tanaman dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. 4. Strategi Pembelajaran 1. 2. tetapi juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Praktikum C. B. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran.80 BAB 7 Tanaman FUNGSI TANAMAN DALAM LANSKAP PENDAHULUAN merupakan bagian dari ekosistem. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. tanaman juga memberi kesan menarik dan menyenangkan. tanaman tidak hanya mengandung/mempunyai nilai estetika saja. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. dan hewan. tanaman. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. A. 3. Selain itu. Cooperative learning 2. mutlak diperlukan keberadaannya untuk kelangsungan hidup manusia. .

2. dan Kelembaban Tanaman dapat menyerap panas dan memantulkan pancaran sinar matahari sehingga dapat menurunkan suhu iklim mikro. dan 23) menciptakan pola bayangan. 19) memberi latar belakang. rekayasa lingkungan (engineering use). 22) menyatukan elemen arsitektur bangunan. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Secara umum. 14) sebagai pagar (barrier). fungsi tanaman dalam lanskap meliputi fungsi ameliorasi iklim (climate amelioration). Tanaman dalam lingkungan iklim mikro dapat menurunkan suhu udara dengan adanya naungan pohon dan evapotranspirasi tanaman. 9) mengharumkan udara. 12) menyempitkan dan meluaskan ruang. 2) penahan angin. 3. 18) membingkai view. Indikator Pencapaian 1.81 D. antara lain. Tegakan hijau pohon mampu mengurangi energi sinar matahari yang sampai ke permukaan tanah sehingga . Selain itu. 3) penahan silau. Suhu. dinding. 10) menyediakan habitat satwa liar. 1) mengontrol radiasi. dan pengunaan untuk estetika/keindahan (aesthetics use). Selanjutnya dijabarkan secara detail menjadi beberapa fungsi. 17) menampilkan ciri fisik yang dapat diindera. tanaman juga mampu meningkatkan kelembaban udara dan presipitasi air hujan melalui evapotranspirasi sehingga meningkatkan kenyamanan sekitar. dan atap). 6) mengontrol siklus hidrologi. 11) membentuk ruang (lantai. 12) membentuk ruang vertikal/horizontal. 16) sebagai pengarah. 15) sebagai pembatas (border). suhu. 4) penaung dari hujan. penggunaan untuk keperluan arsitektural (architectural use). dan kelembaban. A. 21) melembutkan garis dan massa bangunan. 20) menonjolkan obyek tertentu. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai fungsi tanaman dalam lanskap. 13) sebagai penyekat (screen). Mengontrol Radiasi. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. 4. Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap. 8) mengurangi bising. 5) mengontrol erosi. 7) memperbaiki kualitas udara.

Sebaiknya pada jalur median jalan ditanami tanaman semak. B. jenis. Jenis tanaman yang dipakai harus diperhatikan tinggi pohon. kepadatan tajuk tanaman. Penaung dari Hujan Tanaman mampu meningkatkan kelembaban udara dan presipitasi air hujan melalui evapotranspirasi sehingga meningkatkan kenyamanan sekitar. mengabsorpsi. misalnya rindang. Pada jalur jalan raya bebas hambatan. D. refleksi. Faktor yang menentukan fungsi pohon sebagai penahan angin. dan mentrasmisikan sinar matahari dimana efektivitasnya tergantung kepada spesiesnya. penyerap. Penahan Silau Tanaman dapat menahan silau yang ditimbulkan oleh sinar matahari. bentuk tajuk. berdaun. dan kepadatan tajuk optimum (50 – 60%). Pepohonan. penanaman pohon tidak dibenarkan pada jalur median jalan. hempasan air hujan. Daun-daun dapat mengintersepsi. lampu jalan. dan mengalirkan tiupan angin sehingga menimbulkan iklim mikro. secara tidak langsung harus dapat menurunkan suhu (pohon jangan terlalu masif). . dan sinar lampu kendaraan pada jalan raya dan bangunan. Peletakan tanaman dapat menahan pantulan sinar dari perkerasan. semak belukar. penetrability. antara lain. agar sinar lampu kendaraan dari arah yang berlawanan dapat dikurangi. serta lebar tajuk. Komposisi tanaman yang berbeda ketinggian mampu mengurangi kecepatan angin sekitar 40-50%. dan menahan jatuhnya sinar matahari ke daerah yang menimbulkan keteduhan. bercabang. Peletakan tanaman di sisi jalan atau jalur tengah jalan sebaiknya dipilih pohon atau perdu padat.82 mampu mempengaruhi suhu udara. Penahan Angin Tanaman berguna sebagai penahan. dan beranting banyak. C. dan rerumputan dapat mengubah suhu. Jika pohon sebagai penahan angin. tinggi pohon.

dan (2) sumber dinamis dari kendaraan. dan (2) bising luar (outdoor). Pencegah Erosi (Erosion Control) Kegiatan manusia dalam menggunakan lahan. mengganggu atau berbahaya bagi kegiatan sehari-hari (kerja. alat-alat rumah tangga atau mesin-mesin di dalam gedung. berasal dari lalu lintas. Misalnya dalam pembentukan muka tanah. tempat pembangunan gedung-gedung. Sebagai definisi standar. transportasi. Bunyi diinginkan atau tidak oleh seseorang tergantung pada kekerasan bunyi. kegiatan olahraga dan lain-lain di luar gedung (Doelle. perbaikan jalan. . Selain itu.83 E. selain menimbulkan efek positif juga menyebabkan efek negatif terhadap kondisi tanah/lahan. pemotongan dan penambahan muka tanah (cut and fill). penggalian tanah untuk danau buatan. 1986). waktu terjadinya. Sumber kebisingan juga dapat dikelompokkan: (1) sumber stasioner dari kegiatan rumah tangga dan industri. juga pada aspek subyektif seperti asal bunyi. istirahat. tanaman dapat pula berfungsi untuk menahan air hujan yang jatuh secara tidak langsung ke permukaan tanah. atau belajar) (Doelle. industri. F. Definisi kebisingan adalah semua bunyi yang mengalihkan perhatian. termasuk bunyi yang tidak sengaja dan bunyi yang ditimbulkan dari suatu kegiatan seperti bunyi transportasi dan industri. 1986). Mengurangi Kebisingan Kebisingan adalah bentuk suara yang tidak diinginkan karena tidak sesuai dengan tempat dan waktunya. Sumber utama kebisingan diklasifikasikan dalam dua kelompok. dan tempramen penerima. besar kebisingan dan jarak dari sumber bising. yaitu: (1) bising interior. alat-alat mekanis yang terlihat di luar gedung. kesinambungan. Tingkat kekerasan bunyi pada suatu bunyi pada suatu tempat dapat diduga berdasarkan bentuk sumber. Akar tanaman dapat mengikat tanah sehingga tanah menjadi kokoh dan tahan terhadap pukulan air hujan serta tiupan angin. isi informasi. kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan. berasal dari manusia. frekuensi. Kondisi tanah menjadi rapuh dan mudah tererosi oleh karena pengaruh air hujan dan hembusan angin yang kencang. keadaan pikiran. hiburan.

dapat dilakukan dan dihitung dengan rumus: D1 – 2 = 10 log 10 (d2/d1) Dimana D1= Tingkat suara di lokasi 1 D2 = Tingkat suara di lokasi 2 d1 = Jarak lokasi 1 terhadap sumber suara .84 Bentuk sumber bising dapat berupa titik (point source) dan garis (line source). tajuk tebal daun rindang. Dedaunan tanaman dapat menyerap kebisingan sampai 95%. sedangkan untuk sumber suara bergerak atau berbentuk garis. dan ranting. Untuk sumber suara yang berupa titik. Pengendalian bising pada jalur transmisi dilakukan dengan meningkatkan jarak atau dengan menggunakan barrier. kirei payung (Filicium decipiens). antara lain. intensitas suaranya dapat berkurang sekitar 6 dB setiap jarak sumber pendengar menjadi dua kali lipat. penyebaran suaranya berbentuk silinder yang memanjang. dan oleander (Nerium oleander). Pohon meredam suara dengan cara mengabsorbsi gelombang suara oleh daun. Syarat tanaman yang dapat meredam kebisingan adalah berupa pohon. bougenvil (Bougenvillea sp). Pengendalian kebisingan untuk sumber suara yang berbentuk garis. misalnya kendaraan yang bergerak. cabang. dan penggunaan peralatan untuk melindungi penerima dari kebisingan. sedangkan sumber berupa garis menyebar melalui udara dengan pola berbentuk silender yang memanjang dan sumbernya bergerak. teh-tehan pangkas (Acalypha sp). susunan daun rapat. kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis). yaitu pengendalian kebisingan pada sumbernya. Barrier buatan berupa dinding atau bangunan. tanjung (Mimusops elengi). bentuk komposisi dengan menanam berbagai jenis tanaman berbagai strata yang cukup rapat dan tinggi. pengendalian bising pada jalur transmisi suara. perdu atau semak yang membentuk massa. Kebisingan yang keluar dari sumber berupa titik menyebar melalui udara dalam bentuk bola dengan kecepatan 334 m/s dan sumbernya statis atau tetap. Contoh tanaman. intensitas suara hanya berkurang sekitar 3 dB bila jarak sumber dengan penerima menjadi dua kalinya Cara pengendalian kebisingan dilakukan dengan tiga cara. sedangkan barrier alami berupa vegetasi baik pohon maupun semak.

Pada dinding masif pengurangan tingkat kebisingan oleh barrier (Gambar 16) dapat dinyatakan dengan fungsi Fresnel Number (δ = (A+B)-C). Salah satu cara menutupi beton atau tembok bangunan adalah dengan menggunakan tanaman merambat atau dengan penambahan semak atau perdu. .85 d2 = Jarak lokasi 2 terhadap sumber suara Tingkat kebisingan akan berkurang 3 dB apabila jaraknya bertambah menjadi dua kali lipat. Tanaman penghalang berfungsi untuk menutupi pandangan ke suatu tempat seperti bangunan yang kasar atau tempat-tempat yang tidak menyenangkan dipandang. Kontrol Pandangan (Visual Control) Pohon secara visual dapat berfungsi sebagai penghalang pandangan. N= Dimana 2 δ λ N= 2(A + B) − C λ N = Fresnel Number A = Jarak dari sumber suara ke puncak barrier B = Jarak dari puncak barrier ke penerima C = Jarak dari sumber suara ke penerima λ = Panjang gelombang suara Gambar 16. Pengurangan tingkat kebisingan dengan fungsi Fresnel Number (Wilson. 1989) G.

1975) Pengamat bergerak (Gambar 18). Pengamat diam (Gambar 17). menggunakan rumus: Tan α = Dimana h−l H−l d = h = d Tan α + l = (H − l) + 1 D d D l : tinggi mata pengamat α: sudut pandang dari mata ke puncak obyek yang ditutupi H: tinggi obyek h: tinggi pohon D: jarak dari titik memandang ke obyek d: jarak dari titik memandang ke pohon Gambar 17.86 Teori penghalang adalah jika titik pandang telah ditentukan maka pohon diletakkan di antara titik pandang dan obyek yang ditutupi. menggunakan rumus: S= Dimana 2r d = Sin α Sin α S: jarak antar pohon α: sudut antara arah gerak dan penglihatan d: diameter tajuk pohon r: jari-jari tajuk pohon . Penghalang pada pengamat diam (Shinzo. Teori ini dapat dilakukan pada pengamat yang dian dan bergerak.

Gambar 19. dan lantai. atap.87 Gambar 18. 1975) I. 1975) H. Tanaman sebagai kontrol pandangan terhadap ruang luar (Carpenter et al. Atap dibentuk oleh tajuk pohon yang membentuk kanopi atau tanaman merambat pada pergola. Kontrol Pandangan untuk Ruang Pribadi Tanaman dapat dipergunakan untuk membatasi pandangan dari arah luar dalam usaha untuk menciptakan ruang pribadi (privacy space). Kontrol Pandangan terhadap Ruang Luar Tanaman dapat dipakai untuk komponen pembentuk ruang sebagai dinding. Dinding dapat dibentuk oleh tanaman semak sebagai border. Penghalang pada pengamat bergerak (Shinzo. sedangkan sebagai lantai dapat dipergunakan tanaman rumput atau penutup tanah (groundcover) (Gambar 19).. Dengan demikian pandangan dari arah atau ke arah ruang yang diciptakan dapat dikendalikan. Ruang pribadi ini .

tempat pembuangan sampah. dan galian tanah. K. Sumber pencemaran udara yang utama berasal dari transportasi terutama kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar yang mengandung bahan pencemar. Pembakaran bensin dalam kendaraan bermotor merupakan lebih dari separuh penyebab pencemaran udara di perkotaan.5 – 2 meter (Gambar 20). Kontrol pandangan untuk ruang pribadi (Carpenter et al. Kontrol Pandangan terhadap Hal yang Tidak Menyenangkan Tanaman dapat pula dimanfaatkan sebagai penghalang pandangan terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan untuk ditampilkan atau dilihat. Ruang ini memerlukan penempatan tanaman pembatas pandangan setinggi 1. Sumber-sumber pencemaran lainnya berasal dari pembakaran. 1975) J. 60% dari bahan pencemar yang dihasilkan terdiri dari karbon monoksida dan sekitar 15% terdiri dari hidrokarbon. Mengurangi polusi udara Pencemaran udara diperkirakan semakin meningkat dan meluas seiring dengan cepatnya proses industrialisasi dan makin banyaknya kendaraan bermotor.88 biasanya ruang yang terlindung dari pandangan orang lain.. seperti timbunan sampah. proses industri. . Gambar 20.

dan sisanya berasal dari rumah tangga. sulfur oksida (SOx) sebesar 0. SO3) CO2. SOx (SO2. cabang dan ranting. yaitu mengencerkan konsentrasi polutan.89 pembuangan limbah dan lain-lain. Selain itu pohon tepi jalan yang digunakan juga harus efektif dalam menjerap dan menyerap pencemar udara. logam-logam (Pb.88%.33%.89%. Dengan adanya mekanisme ini. dsb). diasimilasi oleh jaringan tanaman dalam daun. Mekanisme tanaman mengurangi polusi udara. Ada juga partikel yang menempel pada kulit pohon. Partikel yang melayang-layang di permukaan bumi sebagian akan terjerap (menempel) pada permukaan daun.50%. antara lain. 3) mendifusi. tekstur daun. antara lain. Hidrokarbon (HC) sebesar 18. untuk gas NOx (NO2. Dalam menyerap zat pencemar dipengaruhi oleh karakteristik morfologi tanaman. Vegetasi khususnya pohon tepi jalan harus memenuhi kriteria ciri dan bentuk arsitektural antara lain mencakup tinggi pohon dewasa. kerapatan dan bentuk trikoma. Debu yang terdapat pada lapisan biosfer bumi. vegetasi berfungsi dalam mereduksi partikel padat dari udara yang merupakan dampak dari kegiatan manusia. hanya sampai di permukaan daun (menempel). NO3).34%. batang dan perakaran. khususnya daun yang berbulu dan yang mempunyai permukaan yang kasar dan sebagian lagi terserap masuk ke dalam ruang stomata daun. nitrogen oksida (NOx) sebesar 8. partikel debu. Komponen pencemaran udara yang bersumber dari kegiatan transportasi di Indonesia yang paling banyak berpengaruh sebagai pencemar udara adalah karbon monoksida (CO) sebesar 70. Pencemaran udara di Indonesia. yaitu menjatuhkan polutan ke tanah. jumlah debu yang melayang di udara akan menurun. seperti ukuran dan . 2) menyerap (absorpsi). Zn. dan 4) mendeposisi. Vegetasi merupakan elemen alami yang dominan sebagai pembentuk lanskap kota. dan partikel sebesar 1. Fe. pembakaran sampah. Efektifnya mekanisme penjerapan ditentukan oleh ukuran. kebakaran hutan atau ladang. yaitu: 1) menjerap (adsorpsi). industri (10-15%). CO. terutama di kotakota besar. untuk polutan padat. disebabkan gas buang kendaraan bermotor (60-70%). dan lain-lain. dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui beberapa mekanisme. HC. Selain sebagai elemen estetis. PAN (Peroxy Acetic Nitrat).

90 bentuk daun. antara lain. dan adam hawa (Rhoeo discolor). Jenis tanaman yang dipakai untuk menyerap gas adalah tanaman yang mempunyai sifat: mempunyai stomata yang banyak.Tanaman dengan genus sama. lollipop kuning (Pachystachys lutea).Pohon memiliki nilai APTI yang paling besar . karakter tidak beda jauh . mempunyai ketahanan tertentu terhadap gas tertentu. dan mempunyai tingkat pertumbuhan yang cepat. melinjo (Gnetum gnemon). dapat diketahui dengan APTI (Air Pollution Tolerance Index). flamboyan (Delonix regia). rumput manila (Zoysia matrella). adanya rambut pada permukaan daun dan juga tekstur daun. Kemampuan adaptasi terhadap polusi tinggi. kenanga (Cananga odorata). bougenvil ungu (Bougenvillea glabra).Semakin besar nilai APTI maka tanaman semakin toleran . Rumus APTI dan nilainya (Tabel 1) sebagai berikut. Kriteria sensitivitas dan toleransi tanaman terhadap polusi Kriteria Decidious < 15 15 – 19 20 – 24 > 24 Nilai APTI Evergreen < 13 13 – 16 17 – 20 > 20 Herba 11 11 – 14 15 – 18 > 18 Sensitif Sedang Cukup toleran Toleran Keterangan: . akalipa merah (Acalypha wilkesiana). cempaka (Michelia campaka). kembang merak (Caesalpinia pulcherrima). APTI = A (T + P) + R 10 Dengan variabel-variabel yang peka terhadap polusi: A: kandungan Asam Ascorbic T: total klorofil P: pH ekstrat daun R: kandungan/kadar air Tabel 1. kriminil (Alternanthera ficoides). lantana (Lantana camara). Contoh tanaman penyerap NO2.

batang. melati (Jasminum sambac). M. bau berkurang). kembang merak. mahoni (Swietania mahagoni). pembatas ke arah pandangan yang kurang baik. Mengharumkan Udara Tanaman dapat membersihkan udara yang baunya tidak enak (setelah melewati vegetasi. siang. 2006). Contoh tanaman pembentuk pandangan. sore. Tanaman ini dapat berfungsi sebagai pembatas untuk jalan. hujan mas (Cassia glauca). dan menghilangkan kejenuhan bagi pemakai jalan. Tanaman aromatik mampu menghasilkan aroma yang harum hingga pada jarak tertentu dari tempat tumbuhnya. Contoh tanaman beraroma. baik melalui bunga. Contoh tanaman pembatas untuk jalan. kemuning (Murraya paniculata). kembang sepatu. kol banda (Pisonia alba). dan cempaka (Michelia champaca). bambu (Bambusa sp). Aroma yang ditimbulkan ada yang enak atau harum dan ada yang tidak enak. dan oleander.91 L. . pengarah dan pembentuk pandangan. akalipa. glodogan biasa (Polyalthea longifolia). Tanaman Penahan Kebakaran Tanaman dengan daun apabila terjadi kebakaran juga ikut terbakar. bambu. antara lain. cemara. pengarah gerakan bagi pemakai jalan pada jalan berbelok atau ke tujuan tertentu. Sebenarnya penahanan kebakaran secara sempurna oleh tanaman adalah sulit. glodogan tiang (Polyalthea sp). antara lain. daun. Pembatas Fisik (Physical Barrier) Tanaman pembatas merupakan tanaman yang ditanam secara berbaris untuk membatasi baik pergerakan maupun pandangan. dan malam hari (Nugrahani. dan pangkas-pangkasan. antara lain. cemara. Ada yang beraroma lembut tetapi ada juga yang beraroma menusuk hidung atau menyengat. antara lain. akalipa (Acalypha wilkesiana). buah. kacapiring (Gardenia jasminoides). kenanga (Canangium odoratum). Tanaman yang dapat dipakai adalah tanaman yang dapat mengeluarkan aroma tertentu yang disebut tanaman aromatik. N. Tanaman aromatik adalah tanaman-tanaman yang dapat menghasilkan aroma tertentu. Contoh tanaman pengarah pada jalan. maupun akarnya. Ada tanaman yang mengeluarkan aroma pada pagi. cemara. dan pangkas-pangkasan.

jika bisa bertahan atau melakukan pemadaman. Struktur penanaman untuk menahan kebakaran (Gambar 21. api mengalir. maka pohon menahan aliran angin sehingga menghalangi perpindahan api. pohon juga menghalangi bara api yang terbang. Struktur penanaman . Jika ada angin.92 Umumnya pada kebakaran bangunan total. tanaman meningkatkan ketahanan gedung terhadap kebakaran. api membesar dalam 3 – 4 menit dan alam waktu tersebut. dan 23): - Kombinasi dengan tanah kosong Menggunakan dua atau lebih deretan pohon Tanah kosong ≥ 6 m Tidak menanam rumput pada tanah kosong Tinggi pohon ≥ 10 m (tergantung bangunan yang ingin dilindungi) Di depan pohon ditanam semak Lebar penanaman 6 – 10 m Pohon Pohon Semak Semak > 10 m 6 – 10 m Tanah kosong 6m 6 – 10 m Gambar 21. bangunan sekeliling dapat dilindungi dari perambatan api Tanaman menghalangi perambatan panas sehingga bersama dengan tanah kosong (terbuka) di sekeliling rumah. bara api terbang. Fungsi tanaman dalam menahan kebakaran adalah menahan perambatan panas. 22.

93
Tanaman dipangkas dibentuk fence

5m

Gambar 22. Tanaman penahan kebakaran untuk lahan yang sempit

Dengan batas 2 pohon

2m

7m

Gambar 23. Tanaman penahan kebakaran untuk lahan yang lebih lebar

O. Fungsi Sosial Budaya

Fungsi tanaman sebagai sosial budaya terkait dengan tanaman yang mengandung nilai adat/kepercayaan. Tanaman ini merupakan tanaman yang pada daerah tertentu memiliki nilai tersendiri karena kepercayaan yang dianut masyarakat sebagai pengaruh budaya, adat atau keagamaan. Beberapa tanaman mempunyai nilai karena berhubungan dengan upacara adat, pantangan dan himbauan, tempattempat tertentu misalnya tempat yang dianggap keramat, rejeki, jodoh, status sosial, dan sebagainya. Contoh nilai budaya tanaman dalam masyarakat Bali, dimana nilai tanaman berpengaruh terhadap peletakan tanaman dalam tata ruang lanskap tradisional Bali (konsep Tri Mandala yang membagi menjadi tiga zona: utama, madya, nista). Pada zona utama diletakkan tanaman Ficus benjamina, Santalum album, Cordyline sp,

94
Michelia champaca, dan Pandanus sp yang ditanam sekitar pura. Pada zona madya

diletakkan tanaman Cananga odorata dan Hibiscus rosa-sinensis, sedangkan pada zona nista atau di kebun/tegalan terdapat tanaman Musa paradisiaca, Bambusa sp,
Cocos nucifera, dan Citrus sp.

Contoh lain, dadap (Erythrina indica) yang digunakan untuk struktur pemujaan temporer di pura dan merupakan salah satu kayu penting dan bernilai religi. Tanaman cendana (Santalum album) sebagai bagian penting pegangan keris bagi para empu.

P. Rangkuman

Fungsi tanaman dalam lanskap terdiri atas 1) mengontrol radiasi, suhu, dan kelembaban, 2) penahan angin, 3) penahan silau, 4) penaung dari hujan, 5) pencegah erosi (erosion control), 6) mengurangi kebisingan, 7) kontrol pandangan (visual control), 8) kontrol pandangan terhadap ruang luar, 9) kontrol pandangan untuk ruang pribadi, 10) kontrol pandangan terhadap hal yang tidak menyenangkan, 11) mengurangi polusi udara, 12) mengharumkan udara, 13) pembatas fisik (physical
barrier), 14) tanaman penahan kebakaran, dan 15) fungsi sosial budaya.

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang fungsi tanaman dalam lanskap, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Jelaskan fungsi tanaman dalam lanskap. 2. Jelaskan fungsi ameliorasi iklim, rekayasa lingkungan, penggunaan untuk keperluan arsitektural, dan pengunaan untuk estetika dari tanaman lanskap. 3. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan masing-masing fungsi.
Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus

memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 2. Renungkan tentang fungsi tanaman dalam lanskap.

95
B. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Pada jalur median jalan bebas hambatan tidak dibenarkan menanam tanaman............. (a) Penutup tanah (b) Semak (c) Perdu (d) Pohon 2. Syarat tanaman yang dapat meredam kebisingan adalah............. (a) Semak soliter (b) Susunan daun rapat (c) Tajuk lebar (d) Daun lebar 3. Karakteristik tanaman yang efektif untuk membatasi pergerakan manusia adalah tanaman yang............. A. Bermassa daun sedikit B. Berjarak tanaman rapat C. Berukuran daun besar D. Berbatang besar 4. Toleransi tanaman terhadap polusi dapat diketahui dari nilai APTI, dimana nilai APTI semakin............. A. Tinggi maka tanaman semakin toleran B. Rendah maka tanaman semakin toleran C. Tinggi maka tanaman semakin sensitif D. Rendah maka tanaman cukup toleran 5. Struktur penanaman tanaman yang efektif menahan kebakaran adalah............. A. Menanam rumput pada tanah kosong B. Menggunakan dua atau lebih deretan pohon C. Menggunakan pohon tinggi ≤ 10 m D. Menggunakan satu baris pohon

Lanphear. Hitunglah jawaban Anda yang benar. C. 2006. Di dalam: Winarno et al. Nugrahani P. FO. 1989. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . Anda dapat meneruskan pada Bab 8. 4. 5. . Sumber/Referensi 1. Tokyo: Kashima. Noise Control: Measurement. 1975. Doelle LL. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Plants in the Landscape. Carpenter PL. Shinzo N. Inc. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Analysis. 18 Mei 2006. Akan tetapi. 1986. Vegetasi Aromatik sebagai Elemen Lanskap Ruang Terbuka Hijau Perkotaan. Walker. hlm 102-108. New York: Harper and Row Publ. Akustik Lingkungan. and Control of Sound and Vibration. San Fransisco: Freeman & Co.96 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 7. 1975. 3.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. 2. Prosiding Seminar Nasional Lanskap Perkotaan. Anda harus mengulangi Bab 7. Wilson CE. Jakarta: Erlangga. editor. Surabaya. TD. Surabaya: Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian UPN Veteran Jatim. bagus! Anda cukup memahami Bab 7. Theory and Technique of Planting..

b 3. a 5. Kunci Jawaban 1. d 2. b 4.97 D. b .

angin. Hal lain yang penting diketahui ialah tanaman bukan hanya sebagai unsur hiasan saja. B. Hal ini tentu saja sangat perlu diketahui terlebih dahulu agar tanaman yang ditata hidup dan tumbuh dengan baik. Faktor-faktor seperti keadaan tanah. drainase. dan suhu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Selain itu. A. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum. penataan tanaman berkaitan juga dengan unsur pertanaman lain. Case study 3. Ada beberapa hal pokok yang sangat penting diketahui terlebih dahulu bila ingin menata tanaman dengan hasil yang cukup memuaskan.98 BAB 8 KOMPOSISI TANAMAN PENDAHULUAN Penataan tanaman dalam sebuah taman memang tidak semudah yang diduga apabila diharapkan hasil yang bagus. Sifat atau karakteristik yang paling menonjol adalah bahwa tanaman merupakan unsur yang hidup dan tumbuh. komposisi tanaman yang dibuat tentu akan lebih fungsional berguna dan visual indah. sinar matahari. dan sebagainya. Dengan lebih mengenal atau mengetahui fungsi dan potensi dari unsur tanaman tersebut. lampu taman. seperti bangunan. Tanaman memang memiliki beberapa sifat yang dapat dibedakan dengan unsur-unsur pertamanan yang lain. kolam. batu-batuan. tetapi memiliki beberapa fungsi dan potensi. Praktikum . Studi lapang 2. Strategi Pembelajaran 1.

menyebar. dan rendah. misalnya dapat menimbulkan suasana cerah dan menyenangkan. 4. dan eksotis atau unik. 5. 2. Bentuk tanaman misalnya ada yang berbentuk tinggi ramping. piramidal. 3. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai komposisi tanaman dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Mahasiswa melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman pada suatu lanskap.99 C. 3. Kemampuan melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman. Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. sedang. 2. 4. Ukuran tanaman juga bervariasi. sedang. serta tanaman penutup tanah dan rumput. Mahasiswa aktif melakukan praktikum. Tekstur tanaman adalah kesan kasar atau halusnya keseluruhan tanaman . Warna-warna tanaman yang beraneka warna merupakan karakteristik penting yang dianggap sebagai karakteristik emosional karena mempengaruhi secara langsung kesan dan suasana ruang luar. bulat. Mahasiswa membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik. sedangkan warna gelap mengesankan suasana yang suram. tinggi membulat. Kemampuan membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik. Warna-warna terang. Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap. case study. seperti pohon besar. semak tinggi. dan kecil. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Indikator Pencapaian 1. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Untuk membuat sebuah komposisi tanaman yang indah dan menarik. D. masalah pengenalan karakteristik visual tanaman sangat penting diketahui lebih jauh disamping hal-hal yang lainnya. merunduk. dan praktikum.

100 secara visual pada tanaman individual atau kelompok. nada warna dan lain sebagainya. tujuan. persepsi terhadap jarak. Irama pada lanskap dapat diciptakan dengan penggunaan warna tanaman yang berulang-ulang. A. serta lebih hidup dan menarik. Prinsip Komposisi Tanaman Prinsip dan aturan dalam menyusun komposisi tanaman mengikuti prinsip desain lanskap. mungkin berbentuk beraturan atau tidak beraturan. 3. Aksen tersebut dapat diciptakan dari . misalnya barisan pohon. aksen. Adanya irama memberikan kesan dinamis. 1. keseimbangan. jarak penanaman. tekstur. Aksen/kontras/point of interest Suatu desain dapat membosankan tanpa adanya aksen. Kesatuan komposisi tanaman dapat diperoleh dari pemilihan tanaman yang sama dalam jenis. Aksen dalam lanskap dapat diciptakan dengan memanfaatkan unsur desain lainnya yang dimiliki oleh elemen lanskap. dan sebagainya. Irama/gradasi Irama adalah urutan atau perulangan elemen-elemen. 2. irama. Pada sebuah taman harus ada unsur taman sebagai pusat pemandangan berupa elemen estetis yang mewakili seluruh bagian taman yang dapat menampilkan ide. sifat. Kesatuan/tema Kesatuan adalah organisasi antara beberapa unsur yang saling bergantung satu sama lain atau tidak terpisahkan. dan berasal dari sifat ekologisnya yang sama. aksen. warna. Aksen merupakan bagian terpenting yang menjadi pusat perhatian dan mampu memberikan ciri tertentu yang mengandung ide. urutan dari anak tangga. bentuk. dan proporsi. tidak monoton dan membosankan. rangkaian batu yang serupa. yaitu kesatuan. dan irama. daya tarik visual. harus diciptakan aksen sebagai point of interest pada bagian atau titik-titik tertentu. Bilamana suatu unsur memisahkan diri berarti kesatuan tersebut tidak tercapai. dan isi. tinggi rendah tanaman yang diatur berulang-ulang. Oleh karena itu. meliputi kesatuan komposisi dan keanekaragaman. Suatu komposisi yang baik harus mempunyai kesatuan yang kompak antara unsur-unsur yang tersusun di dalamnya termasuk faktor keseimbangan. Tekstur tanaman ternyata mempengaruhi faktor dalam komposisi tanaman. cara tumbuh.

d. Keseimbangan sentral atau radial. tetapi memberi kesan lebih halus karena mendekati alam. Keseimbangan asimetris. yaitu mempunyai ciri-ciri yang jelas. Keseimbangan simetris. jika kedua sisi dari taman tersebut sama-sama menarik perhatian dari pengamat. sedangkan keseimbangan asimetris yang memberi kesan informal atau alami lebih sulit dicapai. Tanaman yang tinggi dengan tekstur halus yang dominan dapat menjadi aksen di antara tanaman berukuran sedang dan bertekstur kasar. Proporsi Apabila membuat suatu taman. ada tiga titik yang jika dihubungkan satu sama lain menjadi segitiga. dan harmonis. Keseimbangan/kontrol Kontrol terhadap ketiga prinsip sebelumnya jangan berlebihan atau kekurangan sehingga tercipta kesan seimbang. sebagai berikut. Keseimbangan adalah pembagian elemen yang menghasilkan suatu aksen. b. Keseimbangan segitiga. 5. yaitu penempatan tanaman yang sama tepat satu sama lain. perbedaan bentuk. 4. Satu hal yang . serasi. dan bobot. Keseimbangan simetris yang memberi kesan formal lebih mudah dicapai dan dimengerti. warna. c.101 perbedaan tekstur. ukuran atau warna. yaitu keseimbangan yang berpusat pada pertemuan antara dua garis sumbu yang membentuknya. yaitu simetri bentuk. yaitu keseimbangan yang elemen-elemennya tidak sama dan serupa antara sisi yang satu dengan sisi yang lainnya pada garis sumbu. tetapi tidak dalam bentuk dan materi yang sama antara sisi yang satu dengan yang lain. keseimbangan terletak pada penciptaan pandangan yang sama bobotnya dari satu pusat perhatian. a. Keseimbangan yang tercipta dapat berupa keseimbangan simetris dan asimetris. sebaiknya memilih tanaman dan struktur taman yang ukurannya sesuai dengan garis-garis lanskap bangunan. desain tersebut mempunyai keseimbangan. Keseimbangan diumpamakan taman dibagi dua sama besar. Keseimbangan asimetri menghasilkan perhatian yang sama pada kedua sisi ruang luar. Keseimbangan simetris terbagi 3 jenis.

102 tidak boleh dilupakan adalah ukuran maksimal tanaman, dalam hal ini pohon. Proporsi merupakan ciri dari suatu lanskap yang berkaitan dengan ukuran. Setiap elemen lanskap harus dalam hubungan ukuran yang tepat dengan elemen lainnya. Pada taman yang kecil, pemilihan jenis tanamannya lebih terbatas, teksturnya halus, dan warna tidak terlalu menyolok, sedangkan pada taman yang cukup luas, kesempatan memilih jenis tanaman lebih banyak. Ukuran tanaman terhadap bangunan harus sebanding, sehingga proporsi harus sesuai dengan fungsinya. Untuk menciptakan komposisi tanaman yang menarik dan indah, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan, yaitu: 1. Tanaman soliter atau tunggal seperti palem merah, beringin, dan lain sebagainya, sebaiknya ditanam menyendiri sebagai eye catcher atau daya tarik yang berfungsi sebagai karya sculpture yang dinamis terlihat dari berbagai sisi. 2. Untuk sebuah komposisi, sebaiknya memilih jenis-jenis tanaman berdasarkan ukuran, bentuk, warna, dan teksturnya. 3. Perancang harus menghindari penanaman dengan jumlah genap karena cenderung memecah komposisi. Tanaman dengan jumlah ganjil cenderung mempersatukan komposisi. 4. Sebaiknya tidak menanam secara menyebar atau jarang, tanaman dibuat secara mengelompok, terutama pada tanaman-tanaman individu. 5. Masa-masa tanaman yang saling bersinggungan atau tumpang tindih tajuknya akan memperkuat hubungan antara satu dengan yang lainnya. 6. Sebaiknya mengisi di bawah tajuk pohon dengan tanaman semak agar tidak terbentuk ruang tersisa. 7. Tanaman khususnya semak, sebaiknya ditanam dalam bak tanam (cultivated bed) sehingga terlindung dari kerusakan akibat mesin potong rumput saat pemangkasan. Penanaman di dalam bak memungkinkan menutup permukaan tanah dengan lumut, serbuk kayu, batuan atau material lain untuk mencegah timbulnya tanaman liar. Berikut ini diberikan contoh komposisi tanaman pada area menyudut, pada bidang lurus, dan untuk memanipulasi bangunan.

103
a. Komposisi Tanaman Menyudut

Ada dua hal yang perlu diperhatikan pada penataan komposisi penanaman menyudut, yaitu 1) titik tengah sudut atau lengkung dalam (incurve) dan 2) kedua tepian atau lengkung luar (outcurve). Lengkung dalam merupakan tempat yang sesuai untuk menempatkan tanaman yang memiliki daya tarik visual kuat sehingga biasanya digunakan untuk menempatkan focal point dengan tanaman yang khas, baik ukuran, bentuk, maupun warnanya. Dari segi ukuran, sebaiknya tanaman tersebut merupakan tanaman yang paling tinggi di antara tanaman lain pada bagian
outcurve. Selain tanaman khas, untuk focal point dapat juga ditempatkan bentuk

aksen lainnya pada incurve seperti patung, air mancur atau lampu yang bentuknya artistik. Aksen utama dapat diletakkan di lokasi incurve atau di lokasi lain. Jika aksen di luar incurve, maka incurve dapat dijadikan tempat untuk meletakkan aksen minor dengan catatan aksen ini tidak melebihi kekuatan aksen utamanya. Variasi dapat dilakukan dalam komposisi menyudut ini, antara lain, 1) meletakkan tanaman tinggi pada incurve kemudian memendek ke arah outcurve dan 2) pada incurve diletakkan tanaman tinggi, sedangkan bagian depan serta outcurve diisi dengan tanaman yang lebih pendek. Komposisi tanaman pada incurve dan outcurve ini sebaiknya tidak lebih dari tiga sampai empat jenis saja. Contoh komposisi tanaman menyudut dapat dilihat pada Gambar 24.

Gambar 24. Contoh komposisi tanaman menyudut (Sumber: Handayani, 2009)

104
b. Komposisi Tanaman pada Bidang Lurus

Komposisi

penanaman

pada

bidang

lurus

pada

dasarnya

mencoba

menerapkan fungsi arsitektur yang diantaranya adalah membentuk bidang vertikal. Penanaman cara ini dapat berperan baik sebagai pembentuk ruang privacy, total maupun semi privacy, atau ruang dengan tingkat keterbukaan terbatas. Selain fungsi arsitektural, komposisi ini berperan pula sebagai pengendali visual dan pengendali lingkungan, seperti pengendalian pandangan ke arah tempat yang kurang menarik dan pengendalian terik matahari. Penanaman pada bidang lurus secara umum dikelompokkan pada: 1) berderet mengikuti bidang lurus, dan 2) berderet seolah mengikuti garis lengkung/berbelok-belok (Gambar 25).

Gambar 25. Contoh penataan tanaman pada bidang lurus (Handayani, 2009)

jenis tanaman yang digunakan harus dibatasi dan disusun dalam bentuk kelompok. dan untuk memanipulasi bangunan. Fungsi lainnya adalah untuk mengarahkan pandangan pengamat pada pintu masuk di area publik sebuah bangunan. Berikan contoh komposisi tanaman pada area menyudut. c. Hal ini untuk menciptakan area transisi antara penutup tanah dengan tanaman tinggi. aksen. Disamping itu. B. pada bidang lurus. dan untuk memanipulasi bangunan. Komposisi Tanaman untuk Memanipulasi Bangunan Komposisi ini diperlukan bila menghadapi bangunan yang bentuknya terlalu tinggi. Komposisi ini dapat diterapkan pada area menyudut. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Rangkuman Prinsip dan aturan dalam menyusun komposisi tanaman mengikuti prinsip desain lanskap. tidak hanya terbatas pada sudut-sudut bangunan saja tetapi menyeluruh hingga ke bagian lanskap lainnya. pengaturan dalam perletakan titik tanam sangat mempengaruhi daya tarik komposisi secara keseluruhan. jumlah tanaman yang terlalu sedikit pun dapat mengakibatkan komposisi menjadi monoton. . irama. dan proporsi. Namun. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang komposisi tanaman dalam lanskap. Komposisi untuk memanipulasi bangunan ini memiliki peran penting dalam mempercantik sebuah bangunan. PENUTUP A. Jelaskan persyaratan dalam menyusun komposisi tanaman yang baik. dinding yang telah tua atau bagian bangunan lain yang kurang menarik. bidang lurus. 2. yaitu kesatuan.105 Seperti halnya dalam pembuatan komposisi menyudut. Komposisi tanaman pada bidang lurus akan lebih menarik bila di bagian depan ditempatkan tanaman yang lebih rendah dari bagian belakang. keseimbangan.

. Kesan yang dapat ditimbulkan dari irama adalah kesan..... (a) Dinamis (b) Statis (c) Monoton (d) Ramai 3.106 Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.... . Salah satu cara untuk mempersatukan komposisi tanaman adalah. B............. Penempatan (a) Simetris (b) Asimetris (c) Radial (d) Segitiga tanaman yang sama tepat satu sama lainn disebut keseimbangan . Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda... 2............... (a) Penanaman berjumlah ganjil (b) Penanaman berjumlah genap (c) Penanaman secara menyebar (d) Penanaman dengan jenis yang sama 2... Aksen pada suatu taman dapat diciptakan dengan cara. (a) Pengulangan bentuk (b) Perbedaan bentuk (c) Ukuran yang sama (d) Warna yang terang 4. Renungkan tentang komposisi tanaman dalam lanskap..........

tanaman tinggi sebaiknya diletakkan pada. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% .107 5... Anda dapat meneruskan pada Bab 9.. 2009. (a) Lengkung dalam (b) Lengkung luar (c) Bidang lurus (d) Garis berbelok-belok Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Akan tetapi...pdf. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 8.. Sumber/Referensi 1. C._TEKNIK_ARSITEKTUR/196609301997032SRI_HANDAYANI/Bahan_Ajar_Mata_Kuliah_ArsLansekap_4... terutama bagian yang belum Anda kuasai. . Elemen-elemen Pendukung Lanskap.. Hitunglah jawaban Anda yang benar.edu/ Direktori/FPTK/JUR. Anda harus mengulangi Bab 8.. Untuk menciptakan komposisi tanaman yang baik. Handayani S._PEND. bagus! Anda cukup memahami Bab 8.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%.. http://www.upi.. [13 Maret 2011].

a 5. a 2.108 D. Kunci Jawaban 1. b 4. a 3. a .

2. 4. dan tanaman pagar. Untuk penanaman tanaman lanskap. Kegiatan pelaksanaan meliputi tahap persiapan. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. A. rumput. . haruslah melewati tahap pelaksanaan. Strategi Pembelajaran 1. dan pembersihan. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. semak. Cooperative learning 2. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai teknikteknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. penutup tanah.109 BAB 9 TEKNIK PENANAMAN TANAMAN LANSKAP PENDAHULUAN Untuk mewujudkan suatu karya desain. dibedakan menjadi penanaman pohon. pembuatan konstruksi. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Praktikum C. Kegiatan pelaksanaan lebih terkait dengan pekerjaan secara fisik di lapangan dengan acuan hasil desain yang telah dibuat sebelumnya. penanaman. B. 3. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum.

Kemampuan melakukan praktikum teknik penanaman tanaman lanskap. Penanaman yang benar dari segi pembiayaan penting bagi kontraktor. Penanaman Pohon dan Semak Sangat banyak pilihan untuk pohon dan semak. dan pemindahan tanaman. Tanaman cabutan Buatlah lubang tanam terlebih dahulu. tergantung dari kesesuaiannya dengan rancangan taman yang kita inginkan. 3. tergantung ukurannya. Kontraktor sebagai pelaksana bertanggung jawab menciptakan iklim mikro yang optimum untuk pertumbuhan tanaman. 2. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. lubang tanam ini dibuat dengan ukuran yang lebih besar. Penggantian tanaman mengurangi atau menghilangkan keuntungan. Pada tanah yang kurang subur. Tanaman yang sehat juga tidak memerlukan pemeliharaan yang banyak dan hasil akhirnya akan memuaskan pemilik tapak. Kalau perlu pergunakanlah pupuk organik (pupuk hijau atau pupuk kandang). . kemudian ke dalamnya diisikan tanah yang subur.110 b. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai teknik penanaman tanaman lanskap. kehadirannya selalu mewarnai suatu taman. penanaman pada tanaman puteran (balling). Jadi penanaman yang baik merupakan bagian pengelolaan usaha. Penanaman bukan sekedar memasukkan tanaman ke lubang. Indikator Pencapaian 1. atau yang dapat dimanfaatkan daunnya untuk obat atau bahkan juga untuk sayuran/lalapan. 4. Teknik penanaman pada pohon dan semak terdiri atas penanaman untuk tanaman cabutan. Tiap lubang tanam dapat diisi 2 – 5 kg pupuk. perancang dapat memilih semak atau pohon yang menghasilkan buah-buahan. misalnya 80 cm x 80 cm x 60 cm. Karenanya. Dari sekian jenis yang ada. 1. Tanaman yang sehat dan kuat diperlukan untuk mencapai efek yang diinginkan.

Kemudian. yaitu dengan mengikutsertakan tanah asalnya dalam bentuk gumpalan.111 Isikan campuran tanah dan bahan organik tersebut ke dalam lubang tanam sehingga tanaman dapat diletakkan cukup dalam. Cara ini perlu disertai pemangkasan tajuk pohon. Dengan cara ini akan lebih bagus hasilnya walaupun pelaksanaannya lebih berat. harus ditanam dalam bentuk puteran (Gambar 27). maka untuk sementara diperlukan tongkat-tongkat penguat di samping kiri dan kanannya. Tanaman puteran (balling) Pohon atau semak yang tidak dapat atau sulit ditanam secara cabutan. Cara ini dilakukan pada saat kita akan mulai menanam pohon tersebut. Pertumbuhan akar dibatasi sehingga akar tidak leluasa menembus lapisan tanah. maksudnya agar batang pohon tidak luka terjerat Pohon yang tumbuh membesar dengan bebas sering akarnya merusak bangunan yang ada di sekitarnya. Tali pengikat sebaiknya dilapisi selang plastik. Dalam susunan yang tepat. ketinggian tanah dari tanaman setinggi permukaan tanah halaman. juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat duduk. 2. Hal tersebut dapat dicegah atau diatasi dengan cara membuat batasan daerah pertumbuhan akar. Apabila tanaman yang ditanam cukup tinggi sehingga mudah roboh bila dihembus angin. dan kemudian siramlah dengan air secukupnya. Tekanlah dengan kuat hingga tanah di sekitar tanaman cukup padat. Penanaman dengan sistem cabutan dapat dilihat pada Gambar 26. Salah satu caranya adalah dengan membuat tembok/dinding mengelilingi bagian bawah pohon. perlu juga dibuatkan kayu melintang sehingga dapat dilakukan pengikatan antara tongkat penguat dengan batang tanaman. Sebagai patokan dalam hal ini. maka dinding tersebut selain berfungsi membatasi pertumbuhan akar. .

Sebagai patokan. Tanah di sekitar tanaman dipadatkan 6. pangkal akar sejajar dengan tanah halaman 4. Tanaman dimasukkan ke dalam lubang tanam sehingga letak akar cukup dalam. Tanah subur ditambahkan lagi sehingga akar tertutup tanah 5. Lubang tanam diisi tanah subur atau tanah yang telah dicampur pupuk organik 3. Apabila tanah kurang subur. 1992) . Lubang tanam dibuat dengan ukuran tertentu. ukurannya diperbesar 2.112 1. Disiram air secukupnya Gambar 26. Penanaman dengan sistem cabutan (Sumber: Sulistyantara.

1992) . Penanaman dengan sistem puteran (Sumber: Sulistyantara. lepaskan tali pengikat puteran 4. lebarnya 2× lebar puteran dan dalamnya 15 cm lebih dalam daripada puteran 3. Pasang tongkat untuk menyangga berdirinya tanaman jangan sampai merusak akar tanaman 6. Tanah dipadatkan 5. Puteran diangkat secara bersamasama dengan lembaran karung goni atau sejenisnya 2.113 1. Ikatkan pada tongkat dan siram sampai basah betul Gambar 27. Letakkan dalam lubang tanam. Tambahkan tanah yang subur (topsoil).

atau bangku-bangku beton. kumpulan atau kelompok tanaman penutup tanah dapat menjadi jembatan yang baik antara rumput dan pohon atau antara rumput dan dinding atau pagar. Bagaimana harus memindahkannya? Ada dua kemungkinan. Pada umumnya kelompok ini tidak berkayu (herba) atau berkayu lunak. seperti jalan setapak. tetap harus diperhatikan bahwa dalam memindahkan pohon tersebut harus berlaku hati-hati. Untuk mengisi taman dengan tanaman penutup tanah ini hendaknya kita mengenali lebih jauh sifat-sifatnya. Pemindahan tanaman Pada saat membuat rancangan taman adakalanya dijumpai hal-hal yang di luar keinginan. dinding. B. tanaman penutup tanah termasuk dalam kelompok semak kecil. baik dari segi persyaratan hortikultura yang dikehendaki maupun sifat-sifat fisik yang dimilikinya. Kehadiran tanaman penutup tanah dalam suatu taman sangat diperlukan. dengan membentuk gradasi ketinggian yang memberi kesan tidak mengejutkan. Di samping dapat menyemarakkan suasana. tidak ada masalah. tetapi sayang sekali letaknya tidak sesuai dengan gambar rancangan baru yang disiapkan. Penanaman Penutup Tanah Menurut ukurannya. maka terpaksa diperlukan bantuan tenaga mesin (traktor). Tanaman penutup tanah . Pada rancangan yang baik dapat diciptakan ruang dan massa antara rumput dan penutup tanah. Namun. Misalnya saja pada tapak terdapat pohon yang indah/bagus. apabila pohon tersebut relatif masih kecil. ada baiknya hal tersebut dilakukan saja. karena tanaman jenis ini mampu memancarkan ketenangan di halaman dengan daun dan bunganya yang beraneka warna. maka perancang tinggal memilih kesesuaian fisiknya terhadap rancangan taman yang ada. Akan tetapi. Dalam susunan yang tepat. dengan ukuran yang masih memungkinkan dipindahkan dengan tenaga manusia. apabila pohon tersebut sudah cukup besar sehingga ukurannya sudah tidak memungkinkan diatasi dengan tenaga manusia.114 3. tanaman penutup tanah juga berfungsi melunakkan kesan keras dari perkerasan di sekitarnya. Apabila sudah didapatkan tanaman yang sesuai dengan keadaan tapak. atau pada tempat-tempat yang sulit ditanami rumput digantikan dengan tanaman penutup tanah.

Kemudian tanah dihaluskan. sedangkan tanaman tahunan memungkinkan manusia menikmatinya selama beberapa periode dari siklus hidupnya sehingga dapat dinikmati penampilan keindahan bunganya untuk beberapa kali. dari jenis tanaman setahun maupun tanaman tahunan. atau dalam satu tahun. penanaman diatur dengan mengikuti pola segitiga sama sisi. Umbi ini merupakan cadangan makanan tanaman yang sekaligus berfungsi sebagai alat perbanyakan. dan yang lain. pupuk hijau. Ini merupakan suatu nilai positif untuk dipermainkan pada halaman rumah yang sempit. Agar terlihat lebih rapat. Dengan demikian tanaman ini dapat ditanam dengan umbinya saja. Penanaman yang rapi dan terpelihara akan mendukung tersampaikannya kesan keanggunan. apakah yang berdaun hijau muda. Umumnya tanaman penutup tanah tumbuh subur pada tanah yang dilengkapi bahan organik (pupuk kandang.115 macam manakah yang diinginkan. Bahan organik yang diberikan sebanyak 2 – 4 kg untuk setiap 1 m2. Tanamlah tanaman dengan jarak tanam yang teratur. Apabila tanahnya kurang subur. dan KCl masing-masing sebanyak 10 gram setiap 1 m2 atau NPK (15-15-15) sebanyak 30 gram setiap 1 m2. yang . Penanaman Rumput Hamparan rumput yang datar memberi kesan luas. Urea. 3. 2. Tanaman setahun menghabiskan siklus hidupnya dalam satu kali musim. 1. Pada dasarnya persiapan tanah untuk tanaman penutup tanah ini tidak berbeda dengan C. Pelaksanaan penanaman dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. dan sebagainya. persiapan tanah untuk rumput. yang dapat dipangkas setiap mencapai ketinggian tertentu. berdaun variasi hijau putih. berdaun merah. Tanaman penutup tanah dapat berupa tanaman hias daun ataupun tanaman hias bunga. atau berbunga kuning. Tanaman berumbi mempunyai struktur akar atau batang yang membentuk umbi. misalnya dengan memilih tanaman dengan ketinggian tertentu. yaitu dengan pupuk TSP. dan yang berumbi maupun yang tidak berumbi. sebaiknya ditambahkan pupuk pabrik pada saat mempersiapkan tanah ini. Kemudian dari ketinggiannya. atau kompos). Terlebih dahulu tanah dicangkul. dibersihkan dari batu-batuan dan tanaman liar yang tidak dikehendaki.

kelembutan. tetapi dapat menekan biaya tenaga kerja dan waktu penanaman. sebaiknya halaman yang akan ditanami (sesuai dengan desain) telah disiapkan terlebih dahulu sebelum membeli benih atau lempengan rumputnya. Apabila tapak yang akan ditanami rumput cukup luas. kalau menanaminya dengan kumpulan rhizoma akan sangat melelahkan. Usahakan penanaman dapat dilakukan secepatnya.116 sekaligus membawa suasana tenang. tanah . jangan sampai terlambat karena rumput mudah sekali rusak atau mati bila kekeringan. Secara umum. Penanaman bagian vegetatif ini dapat dilakukan dengan tiga cara. Kedua. segeralah buang bagian-bagian yang tercampur tadi dengan pisau yang tajam hingga ke akar-akarnya. bahkan mungkin juga akar-akar pohon yang telah mati. apakah tercampur rumput jenis lain atau tidak. dan kedisiplinan. amatilah baik-baik keadaan rumput yang dibeli. Apabila tercampur dengan jenis rumput lain. lebih praktis ditanami rumput secara lempengan. Bersihkan tanah dari rumput yang tidak dikehendaki dengan cangkul atau koret sambil dipungut satu per satu hingga bersih ke akar-akarnya. Satu keuntungan lagi adalah kemampuan hamparan rumput menyerap kilauan cahaya matahari yang menimpa halaman. dan lempengan. maka biaya penanamannya besar. memperhatikan saat penanamannya. risiko kematian jauh lebih kecil dibanding cara yang lain. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai penanaman rumput. Akan tetapi. serta kesan lembutnya yang mampu melunakkan perkerasan di dekatnya. yaitu menebar benih. dalam bentuk kumpulan rhizoma (potongan rumput). kalau ada. Di samping itu. cara terbaik menanam rumput di halaman yang cukup luas. Bagian halaman dan tanah yang akan ditanami rumput haruslah dipersiapkan secara cermat. seperti misalnya rumput teki atau alang-alang. sedangkan untuk halaman yang relatif sempit. Oleh karena itu. cara penanaman rumput dapat dilakukan baik dengan bagian generatifnya (benih) maupun dengan bagian vegetatifnya (rhizoma atau anakan). ketertiban. adalah dengan cara pertama. apalagi dengan rhizoma tunggal. Buanglah bongkahan-bongkahan batu atau kayu yang mengganggu. Setidaknya sampai kedalaman 20 cm. Untuk menghindari kemungkinan tersebut. Pertama. Menanam lempengan rumput atau karpet rumput memang lebih mahal. yaitu dengan rhizoma atau anakan tunggal.

Menanam Rhizoma Tunggal Untuk menanam rumput dengan rhizoma dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. buat regangan tali rafia atau benang kenur sebagai pembantu. Ukuran setiap potongan kurang lebih 4 cm x 4 cm. Untuk mendapatkan alur yang lurus. agar rhizoma tidak kekeringan. c) Rhizoma yang telah disiapkan ditanam dalam alur. Memotong rhizoma dengan gunting. Sebelum mulai menanam. dan dipadatkan. a) Memilih rhizoma yang baik. sehingga ketebalan rumput pada masing-masing bagian tidak sama. Setelah itu. Menanam potongan rumput (suwiran) a) Lempengan rumput yang telah dibersihkan dari rumput pengganggu dipotongpotong dengan pisau yang tajam. b) Membuat lubang tanam pada tanah yang sudah dipersiapkan dengan jarak tanam antara 10 cm x 10 cm sampai 15 cm x 15 cm. tanah dihaluskan. b) Pada tanah yang telah disiapkan (sesuai tahap 1 – 6) buat alur dengan cetok atau koret sedalam kurang lebih 2 – 3 cm. andaikata sengaja dibuat bergelombang pun harus tetap diupayakan agar alur gelombang yang terbentuk cukup halus. Persiapan tanah yang kurang baik akan menghasilkan hamparan rumput yang tidak rapi.117 yang akan ditanami harus betul-betul bebas dari pengganggu tersebut di atas. Usahakan membuat lajur yang lurus dengan bantuan tali rafia atau benang. tanah yang tidak rata dengan kesuburan yang juga tidak merata mengakibatkan pertumbuhan rumput tidak rata pula. dengan jarak antara alur 10 cm. dan tebal. dipupuk. satu potong rhizoma mengandung 3 tunas. harus diperhatikan bahwa permukaan tanah telah betul-betul rata. Selain itu. Penyiraman harus hati-hati. . 2. segar. diratakan. d) Lakukan penyiraman dua kali sehari. kemudian tutup dengan tanah dan padatkan. Upayakan kondisi tetap lembab. 1. percikan air jangan sampai merusak susunan rhizoma. e) Akan lebih baik apabila di atasnya ditutup hamparan mulsa (jerami).

- Pilih suwiran yang sehat dan seragam Buatlah pola penanaman (segitiga atau segiempat) Suwiran ditanam satu per satu. Kelebihan pada bagian tepi yang berbatasan dengan batu/lantai dipotong dengan pisau yang tajam. Penanaman dengan cara suwiran dapat dilihat pada Gambar 28.Disiram secara teratur Gambar 29. Menanam lempengan rumput karpet a) Lempengan yang telah bebas dari pengganggu dibuat halus bagian tepinya.Bagian-bagian yang berlebihan dipotong sesuai dengan batasbatas yang dikehendaki . agak ditekan Setelah tertanam semuanya.Karpet rumput ditanamkan secara rapat menutup permukaan media penanaman . 1992) . Menanam suwiran (Sumber: Sulistyantara. juga tebal tanah lempengannya dibuat sama. 3.Pilihlah bahan tanaman yang sehat dan seragam .118 c) Potongan rumput ditanamkan dalam lubang tanam. d) Lakukan penyiraman dua kali sehari dan usahakan agar kelembaban tanahnya tetap terjaga. Menanam lembaran/karpet (Sumber: Sulistyantara. b) Tanamlah pada tanah yang telah disiapkan dengan menyusunnya secara paralel (sejajar). kemudian tanah ditekan sedikit. 1992) . Tekanlah dengan kuat. kurang lebih 2 cm. c) Lakukan penyiraman secara teratur serta jaga kelembaban tanah (Gambar 29).Lempengan ditekan . penyiraman berikutnya dilakukan secara terus-menerus Gambar 28. segera disiram.

Tanaman ini dapat ditanam langsung sebagai pagar atau pembatas. Sesuai dengan sifat tanaman yang dapat memberi kesan lunak. Tanah dicangkul sedalam kurang lebih 20 cm. d) Campuran benih-pasir ditabur dengan tangan secara merata di atas tanah yang telah disiapkan. Tebar benih a) Memilih benih bermutu baik yang daya kecambahnya tinggi. Tanamlah tanaman pagar tersebut dengan jarak yang teratur. TSP. Cara yang lebih baik dapat dilakukan dengan menggunakan gerobak dorong yang telah disetel sehingga benih dapat tertabur secara merata. D. b) Biasanya benih yang akan ditanam merupakan campuran benih dari beberapa spesies rumput. dengan jarak tanam lebih kurang 25 cm x 25 cm. Sebaiknya tambahkan juga pupuk Urea. Lakukanlah penyiraman secara teratur. pagar yang terbuat dari besi atau beton ini kesannya menjadi lebih halus dan lembut setelah ada tanaman pagar. Teknik penanaman tanaman pagar adalah pertama kali dipersiapkan tanahnya. benih dicampur rata dengan pasir yang telah disterilkan (dimasak). Penanaman Tanaman Pagar Kebanyakan tanaman yang dipergunakan untuk pagar adalah golongan semak. tetapi adakalanya ditanam di samping pagar besi. setidaknya siram dua kali sehari. c) Agar tidak sulit waktu menebarkannya. Setiap luasan 10 m2 diperlukan benih sebanyak 100 – 300 gram. kemudian dihaluskan sesuai dengan bentuk pagar yang direncanakan. pola segiempat.119 4. satu hal yang harus menjadi perhatian adalah ketekunan dan kesabaran dalam mengatur dan memelihara tanaman pagar tersebut agar dapat dibentuk menjadi pagar (hedge) yang baik dan rapi. Erat kaitannya dengan fungsi pemagaran yang diinginkan. Setiap 2 – 3 minggu sekali dilakukan pemangkasan . apalagi pada waktu musim kemarau. KCl masing-masing sebanyak 10 gram/m2 atau NPK (15-15-15) sebanyak 30 gram/m2. Campurkan ke dalamnya dengan pupuk organik (pupuk hijau atau pupuk kandang) sebanyak 2 – 4 kg per m2.

dan rapi. E. penutup tanah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dari tanaman pagar adalah: a) Lebih baik memilih tanaman yang masih kecil daripada yang sudah besar untuk membuat tanaman pagar. sehat. e) Tanaman pagar hias bunga. b) Jarak antar tanaman tergantung jenis tanamannya. dan tanaman pagar. dan tebar benih. menanam lempengan rumput (karpet). menanam potongan rumput (suwiran). Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. 3. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang teknik penanaman tanaman lanskap. . 2. Rangkuman Penanaman tanaman lanskap dibedakan menjadi penanaman pohon. Jelaskan cara penanaman rumput Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jelaskan sistem-sistem dalam penanaman pohon. d) Pemupukan setiap bulan sekali dengan pupuk yang kandungan N-nya tinggi. dan pemangkasan yang teratur dapat menghasilkan tanaman pagar yang bagus. semak. Penanaman pohon dapat dilakukan dengan sistem cabutan dan sistem puteran (balling). Jelaskan teknik-teknik penanaman tanaman lanskap. c) Pemangkasan dilakukan secara teratur dan kontinu. rumput. Penanaman rumput dapat dilakukan dengan menanam rhizoma tunggal. setelah cukup dewasa diberi pupuk dengan kandungan P tinggi. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.120 sehingga selalu didapatkan permukaan yang rata. Pemangkasan akan merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru. PENUTUP B.

....... Penanaman pohon yang memiliki ukuran besar dilakukan dengan cara...... (a) Cabutan (b) Puteran (c) Memotong batang (d) Menanam cabangnya 2... Penanaman pohon dengan sistem puteran adalah... (a) Tebar benih (b) Lempengan rumput (c) Rhizoma tunggal (d) Suwiran .. Cara terbaik menanam rumput di halaman yang luas adalah... (a) Mudah dalam penanaman (b) Tanaman tidak mudah roboh (c) Memudahkan penyiraman (d) Batang pohon tidak luka terjerat 4.... Maksud penggunaan tali pengikat yang dilapisi plastik pada penanaman pohon adalah agar.... (a) Batangnya diputar-putar (b) Dengan mencabut batang pohon (c) Membuang tanah asal supaya bersih (d) Mengikutsertakan tanah asal dalam bentuk gumpalan 5... C........ Renungkan tentang teknik-teknik penanaman tanaman lanskap.. (a) Rhizoma tunggal (b) Suwiran (c) Lempengan rumput (d) Tebar benih 3.... Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1................ Penanaman rumput dengan resiko kematian jauh lebih kecil dibanding cara lainnya adalah....121 2.....

100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Akan tetapi. Kumurur VA. Hitunglah jawaban Anda yang benar. d 5. Anda dapat meneruskan pada Bab 10. b 2. E. Jakarta: Penebar Swadaya. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 9. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Kunci Jawaban 1. Jakarta: Penebar Swadaya. Taman Rumah Tinggal. D. Rumput Lanskap. 1992. tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. bagus! Anda cukup memahami Bab 9. Sulistyantara B. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . Anda harus mengulangi Bab 9. 1998. d 4. b . 2. Sumber/Referensi 1.122 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. d 3. apabila Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas.

dan konstruksi minor (penambahan bak sampah. B. Cooperative learning 2. tempat duduk. perbaikan minor atau mayor. dan lain-lain). Tujuan utama pemeliharaan adalah menjaga kesinambungan wujud lanskap agar tetap sesuai dengan fungsi dan nilai estetika. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. pemupukan. 2. pembersihan. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. diperlukan pengetahuan mengenai aspek-aspek pemeliharaan tersebut.123 BAB 10 TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN LANSKAP PENDAHULUAN Pemeliharaan berperan penting dalam menentukan keberhasilan suatu proyek pembangunan taman/lanskap. Strategi Pembelajaran 1. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai teknikteknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. dan lain-lain). 3. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. . meliputi kegiatan rutin (penyiangan. Pemeliharaan merupakan upaya menjaga taman dan fasilitasnya seperti dalam keadaan awalnya atau mendekati aslinya. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Oleh karena itu. A. Praktikum C.

Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Oleh karena itu.124 4. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Kegiatan pemeliharaan tanaman dalam taman berbeda dengan pemeliharaan tanaman pada umumnya. penggantian elemen-elemen taman yang . Pemeliharaan dibedakan atas pemeliharaan ideal dan pemeliharaan fisik. berbeda jika kirai payung ditanam sebagai pembatas atau penyangga (buffer). Pemeliharaan ideal adalah pemeliharaan yang mengacu pada tujuan dan desain semula. Kemampuan melakukan praktikum teknik pemeliharaan tanaman lanskap. D. Tanaman dalam taman tidak dituntut untuk berproduksi baik kualitas maupun kuantitas. sedangkan pemeliharaan fisik meliputi pekerjaan untuk tetap menjaga keindahan. keasrian. Sebagai contoh. tetapi pemeliharaan tanaman dalam taman dilakukan untuk kepentingan visual dari tanaman sebagai unsur atau komposisi taman baik secara fungsional maupun estetis. tanaman kirai payung yang ditanam sebagai peneduh tempat parkir. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. 4. Pemeliharaan tanaman secara umum dilakukan untuk meningkatkan produksi dari tanaman tersebut. 3. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap. dan keamanan taman. tetapi dituntut agar bentuk visual tanaman tersebut indah dan berfungsi. kemudian pemangkasan berikutnya adalah membuang cabang atau ranting bawah sehingga berfungsi sebagai peneduh parkir. Akan tetapi. 2. Pekerjaan tersebut mencakup kegiatan pembersihan taman. Indikator Pencapaian 1. dimana pemangkasan bagian bawah justru dihindari. dilakukan pemangkasan awal untuk membentuk percabangan dan tajuk yang memayung dan tidak terlalu tinggi. kenyamanan. terlebih dahulu harus dipahami konsep rancangan suatu taman. baru selanjutnya ditentukan bagaimana pemeliharaan tanaman pada taman tersebut.

125 rusak atau tidak berfungsi. penyiangan gulma. Kebersihan taman ini meliputi penyapuan benda-benda yang mengotori taman (misalnya sampah dan daun-daun yang berguguran). Ada jenis-jenis tanaman pada musim tertentu akan merontokkan daunnya secara berkala (decidous). Pembersihan Tapak Kebersihan taman merupakan salah satu tujuan pengelolaan dan pemeliharaan taman. Pelaksanaan pembersihan taman biasanya dilakukan secara rutin setiap hari. pemangkasan. . serta penyediaan bak sampah. kebersihan tanaman juga dilakukan terhadap dahandahan yang mati. ketapang. pengecatan pagar. Selain itu. pemupukan. dan jakaranda) maka intensitas pekerjaan pembersihan taman akan lebih tinggi daripada taman yang memiliki tanaman selalu hijau. dan tempat tumbuh bagi tanaman utama. Apabila taman memiliki jenis tanaman yang merontokkan daun (misalnya flamboyan. penyiraman tanaman. air tanah. Penyiangan Gulma Gulma merupakan tanaman pengganggu yang kehadirannya tidak diinginkan. Oleh karena kehadirannya mengganggu. kolam air. A. percabangan dan ranting-ranting yang kering. serta penyulaman. gulma perlu dikendalikan dan diberantas. Pembersihan bagian tanaman yang rusak dan mati biasanya dilakukan dengan pemangkasan. serta pembersihan tanaman terhadap benalu. atau setengah tahun sekali. ada juga yang frekuensinya cukup dengan seminggu sekali. pengendalian hama dan penyakit. pembersihan elemen taman lainnya (seperti bangku taman. B. Pengendalian gulma dengan cara penyiangan atau pendangiran juga termasuk dalam kegiatan pemeliharaan. tetapi ada juga tanaman yang selalu hijau sepanjang tahun (evergreen). Namun. pemanfaatan sinar matahari. Kebersihan areal taman sebenarnya tidak terlepas dari kebersihan tanaman yang berada di dalam taman itu sendiri. Kehadiran gulma ini dinilai merugikan karena secara estetika akan mengganggu keindahan taman dan secara fungsi akan mengurangi hara. dan jalan setapak). pembersihan parit/selokan. sebulan sekali.

126 Gulma umumnya menyebar di hamparan rumput sehingga rumput yang seharusnya homogen ternyata banyak ditumbuhi rumput liar yang kehadirannya tidak diinginkan dan mengganggu pemandangan. Gulma tersebut terdiri dari tumbuhan berdaun kecil (rumput-rumput liar) maupun tumbuhan berdaun lebar (bayam-bayaman. putri malu. dan pohon. baik menggunakan tangan maupun alat. yaitu tanaman. umumnya penyebaran gulma pun relatif banyak. yaitu dicabut. Secara teknis. . Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual. misalnya taman rumah. alangkah baiknya pengendalian gulma tetap dilakukan secara manual. Penyiangan gulma tanaman perdu maupun pohon dapat dilakukan seiring dengan pelaksanaan penggemburan tanah. harus mengetahui betul gulma tersebut termasuk tumbuhan berdaun sempit atau tumbuhan berdaun lebar agar dalam pemberantasannya menggunakan herbisida yang tepat. yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas tanaman pengganggu. Selain tumbuh di antara rumput. Oleh karenanya. Satu hal yang penting diperhatikan dalam penggunaan herbisida yaitu yang akan diberantas adalah tumbuhan. Hal ini berarti sesuatu yang bersifat relatif sama dengan elemen taman. Untuk kasus seperti ini. Caranya dengan membuat bokoran di sekeliling pangkal batang tanaman pada jarak tertentu sesuai dengan ukuran tanaman. dan sebagainya). semua akar rimpang (stolon) dari rumput pengganggu harus terangkat sehingga tidak memungkinkan gulma tumbuh kembali. Sementara untuk taman yang relatif luas dan terdiri dari berbagai macam tanaman. bahkan di sekitar pepohonan. gulma juga dijumpai di bedengan tanaman penutup tanah maupun tanaman perdu yang ditanam secara massal. perdu. bila ingin mengendalikan rumput-rumput liar pada suatu hamparan taman berumput (lawns) maka tidak disarankan menggunakan herbisida. seperti kored atau cangkul. mulai tanaman penutup tanah. Pengendalian gulma yang banyak ini dapat dibantu dengan penggunaan herbisida. tetapi juga rumput utamanya. Hal terpenting dalam pencabutan gulma. Hal ini bisa dilakukan apabila ukuran taman tidak terlalu luas. Hal ini dikarenakan yang akan musnah tidak hanya gulma.

pengemburan tanah perlu dilakukan secara terarur pada waktu tertentu. Hal ini dikarenakan dapat mempercepat laju evaporasi yang dapat menyebabkan tanaman mengalami stres. Hal ini dilakukan pada lahan pertanaman. tanaman perdu. maupun pohon yang kondisi permukaan tanahnya sudah memadat. tergantung besar kecilnya batang pohon. Penggemburan dan Aerasi Tanah Penggemburan tanah dan pemberian aerasi pada lahan pertamanan diperlukan untuk memberikan pertumbuhan tanaman yang optimal. Penggemburan ini dapat menggunakan kored secara lajur atau bedengan bagi perdu yang ditanam massal atau secara bokoran bagi perdu yang ditanam tunggal. Penyiangan ini dilakukan sebelum pemupukan tanaman. tergantung sifat fisik tanah.127 Penyiangan gulma pada suatu taman hendaknya dilakukan secara terarur. jumlah air siraman tergantung pada . Untuk pohon. D. Oleh karenanya. Penyiraman Penyiraman tanaman sangat diperlukan untuk memudahkan perakaran tanaman menyerap larutan hara yang tersedia di dalam tanah. sering kali penggemburan tanah ini dilakukan sebelum peremajaan tanaman. penggemburan dilakukan dengan cara membuat bokoran di sekeliling pangkal batang dengan radius sekitar 50 – 75 cm. Pada areal penutup tanah. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam penggemburan tanah adalah jangan sampai merusak perakaran tanaman dan tidak dilakukan pada musim kemarau atau pada saat terik matahari. penggemburan tanah dilakukan dengan mencangkul permukaan tanah sambil membersihkan gulma di sekitarnya. penyiraman dapat meningkatkan kelembapan tanah untuk mencegah kelayuan tanaman akibat proses evapotranspirasi. Penggemburan tanah akan memberikan sirkulasi udara yang baik di daerah perakaran. C. Selain itu. Untuk tanaman perdu. Sementara untuk lahan berumput biasanya dilakukan dengan membuat lubang-lubang udara pada jarak tertentu (dapat dilakukan dengan linggis atau alat sejenis). baik penutup tanah. Oleh karena itu. minimal sebulan sekali atau sesuai dengan tingkat sebaran jumlah gulma yang ada.

Cara yang paling sederhana. Untuk taman-taman yang terdiri dari hamparan rumput yang luas maka penyiraman menggunakan alat bantu sprinkler (Gambar 30) yang dapat menyiram . Air yang tersedia di daerah perakaran hendaknya lebih banyak daripada air yang dibutuhkan untuk evapotranspirasi. Di kawasan atau daerah yang memiliki kelembaban udara relatif tinggi. penyiraman hendaknya langsung pada permukaan tanah. dengan ember. penyiraman dilakukan dengan ember dan gayung atau gembor/embrat. atau taman kota). Untuk mencegahnya. Bila tamannya luas maka cara ini tidak efisien. embrat. tidak pada permukaan daun tanaman. Untuk taman yang berukuran luas (taman-taman di pinggir jalan/ jalur hijau. gayung. Penyiraman secara langsung pada daun tanaman di siang hari dapat menyebabkan suhu permukaan daun meningkat dan lebih tinggi dari suhu udara di sekitarnya sehingga daun menjadi luka bakar (gosong). Cara tersebut umum digunakan untuk taman skala relatif kecil. taman lingkungan. penyiraman lebih baik dilakukan pada pagi atau sore hari. khususnya tanaman berdaun lebar. Cara penyiraman yang sering dilakukan. Tujuannya untuk menghindari berkembangnya penyakit yang disebabkan oleh cendawan. selang plastik. Selang ini terkadang dilengkapi dengan sprayer untuk mengatur air yang keluar. ataupun sprinkler. penyiraman dilakukan dengan menggunakan mobil tangki air dan penyiraman rumput dengan selang plastik biasa. Satu hal yang perlu diperhatikan apabila menyiram siang hari.128 besarnya penguapan yang terjadi di dalam pertamanan tersebut. penyiraman pada pagi hari lebih baik daripada penyiraman sore hari. antara lain. Pelaksanaan penyiraman tanaman pada suatu taman ada bermacam-macam cara. Cara penyiraman yang paling umum dilakukan yaitu menggunakan selang plastik. Penyiraman dengan gayung perlu diperhatikan agar tidak terlalu keras mengenai permukaan tanah karena dapat mengakibatkan tanah memantul dan mengotori batang dan daun tanaman yang dekat dengan tanah. tergantung besar atau kecilnya ukuran taman dan ketersediaan alat. Waktu penyiraman pada dasarnya dapat dilakukan kapan saja saat dibutuhkan. selang mobil tangki.

Penyiraman dengan sprinkler Akhir-akhir ini sering juga diterapkan cara penyiraman melalui tabung bambu atau sepotong paralon yang ditanam di kedalaman antara 20 – 30 cm dari permukaan tanah. Biasanya dalam sehari dilakukan beberapa kali pengisian air ke dalam tabung agar tanaman tidak mengalami defisit air. Penyiraman ini mempunyai sasaran langsung ke perakaran sehingga akar dapat mengabsorbsi air. Tabung bambu atau paralon tersebut diletakkan di dekat batang pohon. tetapi ada yang knockdown dan dapat digunakan secara berpindahpindah dari satu titik penyiraman ke titik lainnya. Dengan penyiraman ini. Arifin (2009) . Teknik ini biasa dilakukan pada saat musim kemarau yang laju evaporasinya sangat cepat. Indikasi jumlah kebutuhan air Foto: HS. Jarak antar sprinkler berdasarkan radius jangkauan semprotan air dan besar/kecilnya tekanan sumber air. diharapkan dapat memperkecil laju evaporasi karena permukaan air relatif kecil. seukuran penampang tabung. Beberapa jenis sprinkler ada yang harus ditanam di permukaan tanah secara permanen. Gambar 30.129 secara otomatis berdasarkan mekanisme tekanan air.

dan pohon) ditujukan untuk mengontrol pertumbuhan tanaman sesuai yang diinginkan serta menjaga keamanan dan kesehatan tanaman. pemangkasan untuk penampilan tanaman/pohon. Namun. atau berpenyakit. Apabila air siraman dapat menerobos sedalam 15 – 20 cm ke dalam tanah. misalnya pada musim kemarau. Secara teknis. atau gunting pangkas biasa. pemangkasan rumput dapat dilakukan dengan parang secara manual. yaitu pemangkasan untuk kesehatan tanaman/pohon. Pemangkasan untuk kesehatan pohon Pemangkasan yang bertujuan untuk kesehatan pohon dilakukan pada cabang. umumnya pemangkasan dilakukan dengan gunting pangkas dan gunting dahan. baik karena pertumbuhan yang berlebihan. serta tajuk pohon yang telah menyentuh kabel listrik atau kabel telepon. Waktu pemangkasan yang tepat yaitu setelah masa pertumbuhan generatif tanaman (setelah selesai masa pembungaan) dan sebelum pemberian pupuk. Pemangkasan tanaman dapat memberikan penampilan tanaman secara estetis. dan pemangkasan untuk keamanan pengguna taman. Pemangkasan untuk kesehatan tanaman dilakukan pada bagian-bagian yang telah terserang hama dan penyakit. pemangkasan dilakukan pada tanaman yang mengganggu. Untuk tanaman pohon. Sementara untuk mencegah gesekan yang . perdu. patah. semak. Jenis pemangkasan tanaman dan pohon dapat dibedakan berdasarkan tujuannya. Untuk tanaman perdu. grass mower. Bagian tersebut perlu dipangkas agar kerusakan tidak meluas. terutama bagian yang terkena jamur/cendawan atau parasit lainnya. dapat dianggap siraman tersebut sudah cukup. dahan. Sementara pemangkasan dahan besar menggunakan gergaji tangan atau chainsaw. kondisi tanaman yang sudah tua atau rusak. E.130 siraman untuk tanaman secara praktis dapat diukur dari kedalaman penetrasi air siraman di dalam tanah. Pemangkasan Pemangkasan tanaman (baik penutup tanah. penyiraman dalam bedengan atau tanaman massal sering dilakukan dengan cara di-leb hingga tercapai kondisi jenuh. Sementara dari segi keamanan. mati. pada kondisi tertentu. ranting. dan percabangan yang tinggi pemangkasan dilakukan dengan gunting galah (Gambar 31). dan ranting yang retak. 4.

dahan. dan 8) luka mekanik atau luka bakar pada batang/cabang dan akar. pengerjaannya lebih sulit daripada pemangkasan pada ranting (Gambar 32). Pemangkasan cabang-cabang yang kecil dalam jumlah banyak lebih baik daripada pemangkasan cabang-cabang yang besar. Bagian ini pun sangat perlu dipangkas. dahan. dan hama. 5) aerasi pada sistem perakaran yang kurang baik. Begitu pula pemangkasan pada bagian-bagian pucuk dengan porsi besar dapat meningkatkan serangan cendawan dan hama di bekas pemangkasan tersebut.131 akan menyebabkan luka baru pemangkasan dilakukan pada cabang. Gambar 31. atau ranting berarti pula mengurangi jumlah dedaunan pohon yang dipangkas. Aifin (2009)) . 7) adanya serangan jamur. 3) kelembaban atau suhu (udara/tanah) yang tidak sesuai 4) adanya unsur beracun (udara/tanah). Pemangkasan dengan gunting galah dan gunting pangkas Pemangkasan terhadap cabang. 6) tajuk pohon tumbuh berlebihan. bakteri. Pemangkasan daun yang drastis dapat mengakibatkan pengaruh serius terhadap suplai makanan dan kesehatan pohon. Umumnya. HS. juga meningkatkan luka bakar akibat sengatan sinar matahari langsung. Pemangkasan pada cabang besar menyebabkan luka yang besar dan lebih lama sembuh. Kematian tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini: 1) kekurangan makanan. ada juga batang atau bagian pohon yang kering atau mati. Foto: Nurfaida (1997. 2) kerusakan pada sistem perakaran. atau ranting-ranting yang tumpang tindih. Selain itu.

Pemangkasan sebagai kontrol penyakit dilakukan dengan memotong batang-batang yang terserang hingga 10 cm di bawah bagian yang terserang atau terkena infeksi. Foto: Nurfaida (2010) . Pemangkasan untuk keamanan pengguna taman Batang.132 Pemangkasan dengan perlakuan yang tepat. atau ranting yang mati. Bahkan tidak mustahil. dapat meningkatkan ketegaran percabangan yang tumbuh pada keseluruhan pohon. pohon tersebut dapat menjadi bom waktu bagi kehidupan manusia yang setiap saat dapat tumbang dan akhirnya menelan korban. terlebih bila diikuti penambahan suplai makanan (pemupukan tanaman). dan terserang penyakit dapat menambah kerusakan pohon serta dapat mengancam keamanan manusia pengguna taman. Hal yang perlu diperhatikan. patah. Bagi pengelola pemeliharaan perlu melakukan pengecekan rutin terhadap pohon-pohon yang sudah tua. Gambar 32. sangat diperlukan perhatian yang lebih seksama terhadap pohon-pohon tua yang sudah tidak patut untuk dipertahankan. Pemangkasan pohon besar 5. luka bekas pangkasan diolesi etil alkohol 70%. hendaknya dihindari pemangkasan saat daun masih basah karena organisme parasit akan mudah berkembang. dahan. Kemudian. cabang. baik sebagian maupun seluruh pohon. retak. baik saat pelaksanaan maupun sesudahnya. Oleh karena itu.

punch-bar.5 meter untuk jalan mobil. Dengan demikian. yaitu metode thumb. Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik maupun pupuk anorganik. sekitar 3. Pemupukan yang efektif yaitu harus dapat diserap oleh perakaran pohon. Bentuk tanaman dapat dipertegas kembali atau dibuat bentuk baru dengan pemangkasan. Kesan yang formal dapat terjangkau dengan bentuk-bentuk simetri. terbentuk tajuk seperti spiral.5 mm). kubus. dan metode tekanan udara. Beberapa metode pemupukan pohon. Untuk jalan-jalan di daerah pemukiman. biasanya dilakukan pada penanaman formal. diperlukan ruang yang terbebas dari juntaian ranting dan dahan pohon sekitar 2. F. trenching. Di daerah pejalan kaki. Pemupukan Pemupukan tanaman mempunyai prinsip menyuplai hara tambahan yang dibutuhkan tanaman sehingga tanaman tidak kekurangan makanan. Kontrol terhadap penampilan pohon ini terkadang juga bertujuan untuk mengimbangi bentuk arsitektur bangunan itu sendiri. dan akbar. broadcast. Hal ini dikarenakan gesekan yang intensif dapat mengganggu kesehatan pohon dan dapat menyebabkan korsleting/kebakaran. 6. Akar yang berfungsi menyerap hara (feeder roots) adalah akar rambut yang diameternya berukuran lebih kecil dari 1/16 inci (sekitar 1. monumental. Akar ini sebagian besar berada di ujung-ujung akar yang terletak di sekitar garis lingkar tajuk pohon. Topiari merupakan pemangkasan untuk membentuk tajuk pohon/perdu sesuai dengan yang diinginkan. minimal 4.5 – 5 meter dari permukaan tanah harus bebas dari cabang dan dahan pohon. Batang atau dahan yang mencapai kabel telepon atau kawat listrik perlu dipangkas. dan piramidal.5 meter dari permukaan tanah. . Pemangkasan untuk penampilan tanaman Penampilan tanaman dapat terkontrol dengan adanya pemangkasan. Pemangkasan yang bertujuan untuk menjaga penampilan pohon. bulatan. silindris.133 Keamanan bagi pengguna taman harus selalu ada maka pemangkasan pada bagian pohon yang menjuntai harus dilakukan secara teratur.

Ke dalam lubang tersebut dimasukkan pupuk. Kerugian pupuk cair yaitu tidak tersedia dalam waktu yang lama. Punch-bar merupakan metode pemupukan untuk pohon-pohon besar dengan cara membuat lubang-lubang pemupukan. dan sekaligus inemberi air pada tanaman. hanya tanah di sekitar lingkar tajuk pohon. 1 feet sekitar 33 cm) sama dengan diameter batang pohon (dalam inci) yang terletak 1 ft di atas tanah. terkadang perakaran menjadi terbuka sehingga perlu dilakukan penanaman rumput kembali. Jarak antar lubang sekitar 75 cm dengan kedalaman lubang sekitar 20 cm. kemudian ditutup dengan top soil atau moss. setelah itu diinjak-injak. Kerugian cara ini yaitu tanah yang diperkaya hanya sebagian kecil saja. yaitu 20 cm. misalnya pupuk P.134 Metode thumb pada prinsipnya merupakan metode untuk menentukan posisi perakaran pohon yang dapat menyerap hara. Trenching merupakan metode pemupukan yang dilakukan dengan cara pembuatan parit di bawah lingkar tajuk pohon. Contoh. Broadcast merupakan perlakuan pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah. Alat ini dapat mengeluarkan gas yang terakumulasi dalam tanah dan dapat menggemburkan struktur tanah sehingga merangsang pertumbuhan pohon . Syarat pemupukan cara ini yaitu harus digunakan pupuk yang tidak mudah menguap. serta perakaran pohon harus dangkal sehingga pupuk yang terlarut mudah dan segera diserap oleh akar. . Metode ini menyatakan bahwa penyebaran daerah perakaran (dalam feet (ft). Metode tekanan udara merupakan metode pemupukan yang dilakukan dengan cara melubangi tanah daerah perakaran yang dapat menyerap hara dengan menggunakan injektor bertekanan udara tinggi. Karena dibuat parit. Lebar dan dalam parit biasanya cukup semata cangkul. mudah tercuci. lebih irit tenaga kerja (menggunakan sprayer). diameter batang pohon 1 ft di atas tanah adalah 9 inci maka daerah perakaran di radius 9 ft dari pangkal batang dengan ketebalan 6 ft ke arah luar. dan tidak bekerja baik pada tanah yang keras atau miskin drainase. Pupuk dalam bentuk cair memiliki keuntungan yang lebih daripada pupuk kering karena distribusinya lebih merata.

Cara pertama sering kali menyebabkan perubahan warna rumput. jenis tanaman digolongkan berdasarkan bentuk fisiknya. Di lain pihak. akan diperoleh konsentrasi N yang relatif kecil sehingga rumput tidak menjadi kering atau gosong. tanaman semak dan perdu. Secara umum. sebelum dilakukan pemupukan sebaiknya diketahui terlebih dahulu jenis tanah dan kesuburannya. 1. Penggunaannya dengan cara disebar di permukaan atau dilarutkan terlebih dahulu dengan air. Permasalahannya adalah setiap kondisi lahan memiliki tingkat kesuburan yang berbeda. Kebutuhan hara dari tanaman juga perlu diketahui. biasanya digunakan 400 liter larutan per hektar. Keuntungannya. misalnya urea.135 Pemupukan dapat juga dilakukan dengan cara penyuntikan pada batang atau ranting pohon (transfusi). Oleh karena itu. Pupuk kandang tidak disarankan digunakan di lawns. dan tempat pemberian pupuk yang tepat sehingga kesuburan tanaman optimum dapat tercapai. yaitu tanaman rumput dan penutup tanah. baik sebelum penanaman maupun pemupukan pemeliharaan rumput. hara tersebut dapat segera diangkut dan dimanfaatkan pohon. Sementara cara kedua dianggap lebih baik karena dengan melarutkan sekitar satu sendok makan urea per liter air. Apabila semua komposisi zat hara yang tersedia dalam tanah telah memenuhi syarat yang diperlukan tanaman. Pemupukan pada dasarnya adalah memberi makanan tambahan pada tanaman untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan. jumlah dosis pemupukan. digunakan pupuk kandang maka pertumbuhan . meskipun pada akhirnya akan menjadi hijau kembali setelah sekian waktu. Apabila dalam pengolahan tanah. karena hanya dibutuhkan untuk menyuburkan dan menghijaukan daun. Untuk pemupukan rumput yang luas (lawns). kemudian disiramkan. Hal penting lainnya dalam pemupukan adalah harus diketahui waktu pemupukan. dari hijau menjadi kecokelatan (seperti gosong). setiap jenis tanaman juga memerlukan asupan hara yang berbeda pula. sebenarnya pemupukan tidak perlu dilakukan. Sementara kerugiannya adalah jaringan batang bekas suntikan bisa rusak dan menjadi tempat ideal untuk penetrasi hama dan penyakit. Pemupukan rumput dan tanaman penutup tanah Pemupukan pada rumput biasanya cukup dengan menggunakan pupuk N saja. sebelum penanaman rumput. serta tanaman pohon.

Pemupukan tanaman penutup tanah dengan cara disebar di atas permukaan tanah. kemudian diaduk dengan kored sambil tanah digemburkan. mawar (Rosa sp). lantana saudi (Lantana camara). dan hujan emas (Cassia multiyuga). remek daging (Hemigraphis sp). kuda. seperti tapak dara (Vinca rosea). Untuk tanaman penutup tanah (ground cover) selain rumput. sutera bombay (Portulaca sp). dapat menyulitkan di dalam pekerjaan sehingga pemeliharaan dan penyiangan gulma harus intensif. Untuk tanaman yang bersifat semusim. dan bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis). kerbau. Pemupukan pada ground cover biasanya dilakukan pada saat sebelum penanaman. pemupukan biasanya dilakukan secara paritan (trenching) di sekitar pinggir tanaman. terutama pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi. dan mutiara (Philea sp) yang juga biasa digunakan sebagai hamparan bunga (flower bed) atau border. seperti seruni rambat (Widelia trilobata). Pemupukan tanaman semak dan perdu Tanaman semak dan perdu di taman pada umumnya ditanam secara individu maupun massal sebagai tanaman pembatas/border atau tanaman pengarah. pacar air (Impatiens sp). Pupuk diberikan secara melingkar di sekitar batang dengan radius yang hampir sama dengan radius tajuknya. soka (Ixora sp). maupun kambing. pemupukannya bisa menggunakan pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar atau pupuk kimiawi dengan dosis sesuai rekomendasi. pemupukannya dengan sistem bokoran. Sementara bagi perdu yang ditanam secara tunggal. Pemberian pupuk kandang . yaitu setelah 2 – 3 bulan diangin-anginkan di tempat yang ternaungi. Akibatnya. bunga merak (Caesalpinia sp). Untuk tanaman perdu yang ditanam secara massal. Sementara pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam harus sudah terdekomposisi dengan baik. pemupukan dilakukan pada setiap penggantian tanaman atau penanaman ulang.136 rumput akan bersaing berat dengan gulma yang berasal dari pupuk kandang. Pupuk kandang biasanya banyak mengandung bijibiji rumput.5 – 3 m). yaitu perdu sedang atau perdu tinggi (1. pemupukan dilakukan setiap 4 – 6 bulan sekali. bugenvil (Bougenvillea sp). bersamaan dengan pengolahan tanah. puring (Codeacum variegatum). misalnya kaca piring (Gardenia sp). Sementara untuk tanaman yang bersifat tahunan. 2. melati (Jasminum sambac).

Pemupukan pohon Pemupukan pohon hias (ornamental trees) masih jarang dilakukan di Indonesia dibandingkan dengan pohon perkebunan atau tanaman hortikultura. Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan memperbaiki keadaan lingkungan agar tetap bersih dan sehat. dan waktu pemupukan. 3. Pengendalian hama dan penyakit bukan berarti hanya pemberantasan secara langsung. cara. Namun. Lingkungan taman yang kotor. G. datanya pun masih sangat kurang. Dalam memberikan pupuk kimiawi. Oleh karena itu. lembap. Tanaman yang terkena gangguan hama dan penyakit. juga mengganggu keindahan karena dedaunan yang tidak segar. Pengendalian Hama dan Penyakit Salah satu pemeliharaan fisik taman adalah pengendalian hama dan penyakit tanaman. Pada pemupukan pemeliharaan. Hal yang terpenting dalam pemupukan adalah jumlah. Pemupukan sebelum tanam diberikan dalam lubang tanam sekitar 10 kg per lubang. atau membuang daun dan tempat-tempat yang . percabangan dan batang yang kering atau keropos. Agar tanaman taman tetap terlihat segar dan subur maka pemupukan dilakukan 3 – 4 bulan sekali. pemupukan pohon telah banyak dilakukan. Hal tersebut selain membahayakan bagi keberlanjutan elemen tanaman dalam taman. hendaknya diperhatikan dosis rekomendasi. pupuk kandang dapat diberikan di permukaan tanah sambil diaduk dengan cangkul/kored yang sekaligus untuk menggemburkan tanah. yaitu dengan membunuh hama secara langsung satu per satu. Pemberantasan dapat dilakukan secara manual. meranggas. dan kurang sinar matahari sangat baik bagi pertumbuhan hama dan penyakit tanaman. juga akan mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna taman. tetapi juga mencakup tindakan pencegahan terhadapnya. tempat. selain memberikan kesan yang kurang baik. dengan semakin meningkatnya perhatian terhadap taman.137 biasanya dilakukan pada saat sebelum tanam dan saat pemeliharaan. serta hadirnya jenis-jenis serangga yang tidak diinginkan.

kesalahan pemupukan. H. fungisida untuk golongan jamur (fungi). Selain itu. hewan piaraan. insektisida untuk golongan serangga (insekta). Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian pestisida. Dalam suatu taman biasanya selalu dihadirkan berbagai jenis tanaman yang dapat dibedakan berdasarkan masa hidupnya. dan sumber api. Penyulaman Pelaksanaan pembuatan taman oleh seorang kontraktor taman pada umumnya mencakup kegiatan penyulaman tanaman (pemeliharaan awal) sebagai suatu jaminan bahwa tanaman yang ditanam dapat beradaptasi dan tumbuh secara sempurna. bakterisida untuk bakteri. dapat dilakukan juga dengan obat-obatan (pestisida). b) Perhatikan keterangan pada label. makanan. minuman. e) Penggunaan herbisida bila memang benar-benar diperlukan saja. a) Pestisida tertentu hanya dapat digunakan untuk suatu jasad pengganggu tertentu. herbisida untuk gulma. tetapi penggunaannya harus cermat. c) Memilih jenis pestisida yang terdaftar dan diizinkan beredar oleh Departemen Pertanian. dan bahaya pemakaiannya. jauhkan dari jangkauan anak-anak. tetapi juga taman yang sudah terwujud dengan baik agar penampilan keseluruhan taman tetap impresif. Penyulaman dilakukan apabila tanaman yang baru ditanam rusak atau mati. dan sebagainya. Jenis tersebut adalah tanaman berbunga semusim (annual flower) seperti tanaman .138 terdapat penyakitnya. dan kesalahan penanaman Penyulaman tanaman dilakukan tidak hanya untuk taman yang baru dibangun saja. d) Menyimpan pestisida di tempat yang aman dalam wadah atau pembungkus aslinya. baik karena gangguan lingkungan maupun kesalahan teknis (seperti kekeringan. Jadi. jenis jasad pengganggu yang sesuai. agar tidak menimbulkan kerugian-kerugian. ternak. cara pemakaian. f) Sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan pengendalian hama dan penyakit. sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli pertanian atau hama penyakit tanaman.

dan jengger ayam. dari jenis herba dan perdu. krokot atau kriminil (Portulaca sp). Walaupun hanya hidup dalam sekali reproduksi. penggantian tanaman/penyulamam harus dilakukan secara teratur karena masa hidupnya sangat terbatas. dan ukuran tanaman dalam suatu taman. kembang sepatu. mawar. Hal ini tidak akan dialami seandainya seluruh taman hanya terdiri dari tanaman tahunan saja. Jenis tanaman setahun akan mati setelah melampaui masa reproduktif berbunga/berbuah. hanya satu musim. Biasanya untuk jenis tanaman setahun. Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penyulaman tanaman sebagai berikut.139 cosmos. . sangat penting dalam suatu taman. Oleh karena itu. misalnya tapak dara. melati. serta berbagai jenis pohon-pohonan. yaitu tanaman yang dapat mengalami fase vegetatif dan reproduktif secara berulang kali. b) Tanaman yang rusak atau mati sebaiknya dicabut atau dibuang terlebih dahulu dengan tidak mengganggu tanaman lain yang masih baik dan sehat. Tanaman penutup tanah yang bersifat tahunan. d) Lubang tanam dibiarkan/diangin-anginkan beberapa saat dan diberi pupuk kandang (bila perlu). dan tanaman tahunan (perennial). Dengan menggunakan tanaman bunga yang bersifat setahun maka dapat ditanam tanaman yang berbeda apabila masa hidup tanaman pertama sudah habis sehingga terwujud pemandangan baru. komposisi elemen taman yang seimbang. kehadiran tanaman ini sangat dibutuhkan untuk menghindari kesan kemonotonan warna. a) Tersedianya tanaman pengganti yang kondisinya harus lebih baik daripada tanaman yang akan digantikan. seruni rambat (Widelia trilobata). c) Mempersiapkan kembali lubang tanam bekas tanaman yang mati untuk dapat ditanami kembali. Pastikan lubang tersebut bebas dari gangguan patogen yang ada di dalam tanah. terdiri dari kombinasi tanaman tahunan dan tanaman setahun. kenikir. contohnya berbagai jenis rumput. tanaman dua musim (biannual) biasanya terdapat di taman daerah subtropis. bentuk. dan bugenvil.

I.. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang pemeliharaan tanaman lanskap. atau polibag)... Renungkan tentang teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap.. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1.. Kegiatan ini harus dilakukan di taman untuk menjaga kesinambungan wujud lanskap agar tetap sesuai dengan fungsi dan nilai estetika. Jelaskan teknik-teknik dalam pemeliharaan tanaman lanskap. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Rangkuman Pekerjaan pemeliharaan lanskap terutama pemeliharaan terhadap tanaman meliputi kegiatan pembersihan taman. serta penyulaman. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.. penyiraman tanaman. Pengendalian rumput-rumput liar pada suatu hamparan taman berumput sebaiknya dilakukan dengan cara. 2. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. kemudian di tanam... Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. PENUTUP A. pemupukan.. Jelaskan apa yang dimaksud pemeliharaan ideal dan fisik. pemangkasan. B.140 e) Tanaman baru dilepaskan dari kontainernya (pot.. penyiangan gulma. pengendalian hama dan penyakit.. karung. 2. f) Penyiraman dilakukan secara rutin.. (a) Manual (b) Disemprot pestisida (c) Membuat bokoran .

..... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 ........ (a) Broadcast (b) Trenching (c) Punch-bar (d) Injektor Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.... Waktu pemangkasan tanaman yang tepat adalah....... (a) Bokoran (b) Linggis (c) Kored secara lajur (d) Mencangkul tanah 3...... Hitunglah jawaban Anda yang benar.. (a) Sebelum pemberian pupuk (b) Setelah pemberian pupuk (c) Sebelum pertumbuhan generatif (d) Setelah pertumbuhan generatif 4. (a) Parterre (b) Topiary (c) Border (d) Spiral 5........... Pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah disebut......141 (d) Menggali tanaman 2... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 10.... Pemangkasan untuk membentuk tajuk tanaman sesuai dengan yang diinginkan disebut. Penggemburan pada lahan berumput dapat dilakukan dengan..

Taman Rumah Tinggal. 1997. Pemeliharaan Taman Puri Tirto Sari di Taman Buah Mekarsari [Laporan Keterampilan Profesi]. a . Jakarta: Penebar Swadaya. bagus! Anda cukup memahami Bab 10. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Akan tetapi. D. b 5. Nurfaida.142 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . Jakarta: Penebar Swadaya. Sulistyantara B. b 3. 1992. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. d 4. Pemeliharaan Taman. Kunci Jawaban 1. Anda harus mengulangi Bab 10. 1999. Sumber/Referensi 1. a 2. Bogor: Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian IPB 3. 2. C. Anda dapat meneruskan pada Bab 11. Nurhayati. Arifin HS.

143 BAB 11 PENATAAN TANAMAN PADA BERBAGAI TIPE LANSKAP PENDAHULUAN Tanaman merupakan unsur utama suatu taman. gambar. Studi lapang 2. yang terkait dengan fungsi dan estetika. yaitu 1) aspek arsitektural. Tanaman ini tidak hanya sebagai elemen estetik dan kesehatan (fisik dan psikis). dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum. dan 2) aspek ekologis. terutama dalam taman-taman tropis atau taman-taman yang "dekat" dengan kehidupan manusia. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. tetapi juga merupakan salah satu mata rantai ekosistem alam. B. Dalam menggunakan tanaman sebagai elemen pembentuk taman harus diperhatikan dua aspek yang terkait dengan tanaman ini. Paduan dari dua aspek ini akan menjamin keberhasilan dan keberlangsungan suatu bentuk taman yang berdasarkan atas elemen tanaman. Praktikum . yang terkait dengan keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Strategi Pembelajaran 1. Pameran 4. Case study 3. A.

tumbuhan. Sebagai elemen taman. sinar matahari. dan udara. dan indah.144 C. dibangun. dan akhirnya dipelihara untuk mencapai suatu tujuan penggunaan yang keberlanjutan. membuat taman bukan semata-mata untuk kepentingan manusianya saja. Indikator Pencapaian 1. satwa. Mahasiswa melakukan penataan tanaman berdasarkan fungsi dan estetika. pameran dan praktikum. Mahasiswa melakukan studi lapang mengenai penataan tanaman pada suatu lanskap. D. Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. Taman direncanakan. case study. Mahasiswa aktif melakukan praktikum. Kemampuan menata tanaman berdasarkan fungsi dan estetika. 3. tanaman. 5. tetapi selayaknya juga mempertimbangkan kepentingan makhluk hidup lainnya. satwa. Mahasiswa membuat gambar rencana penataan tanaman 3. Hal tersebut juga akan dipengaruhi oleh faktor abiotik atau lingkungan. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Taman merupakan hasil karya manusia dalam melakukan perubahan dan penataan ulang bentuk lingkungan untuk menciptakan suasana yang sesuai dengan keinginannya. Kemampuan melakukan praktikum penataan tanaman dalam berbagai tipe lanskap 5. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. aman. dan hewan. baik manusia. air. 4. tanaman. seperti tumbuhan. Sesuai dengan skala luasan. 4. Kemampuan melakukan studi lapang mengenai penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap. seperti tanah. yaitu nyaman. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. 2. iklim. 2. Kemampuan membuat gambar rencana penataan tanaman. Taman-taman tersebut dapat dijumpai dalam . dan hewan akan saling berinteraksi satu sama lain dalam suatu ekosistem taman. dirancang.

Pada prinsipnya. Cara peletakan tanaman dan berbagai meterial pendukung lainnya memerlukan kejelian pengalaman dan sensitifitas rasa keindahan penata taman agar taman memiliki komposisi dan nuansa sesuai dengan keinginan pemilik taman. Sepanjang perancang mengerti prinsip desain yang meliputi tema taman. Selain itu. antara lain. pengulangan-pengulangan. rijk parks. dan taman wisata ekologis. serta nyaman dirasakan. yaitu dilengkapi dengan elemen . taman ketetanggaan di lingkungan pemukiman skala RT-RW (neighborhood parks). Taman Instan Taman instan adalah taman yang bersifat insidentil dan temporer yang ditata pada suatu tapak. tetapi juga menyenangkan bagi orang lain yang berkunjung ke taman tersebut. tetapi juga seperti taman permanen. perlu dipahami cara-cara penataan taman yang baik. taman wisata hutan. dan kouen. taman rekreasi bahari. misalnya city parks. Untuk hal itu. Sebisa mungkin dimunculkan pesona pada taman tersebut yang kelak tidak hanya memuaskan pemiliknya. taman wisata pertanian. taman wahana anak-anak. taman juga hendaknya memiliki nuansa yang sesuai dengan desain arsitektur bangunan. Beberapa contoh taman bertema dan tujuan khusus. squares. Yang membedakan adalah skala ukuran ruangnya. pembuatan desain taman. taman kota. dan lain-lainnya maka taman sekecil apa pun yang dihadirkan akan menarik perhatian. serta taman-taman bertema (theme parks) dan taman tujuan khusus. Elemen taman instan sebenarnya tidak hanya terdiri dari tanaman saja baik yang berbunga maupun nonbunga. taman rekreasi pegunungan. baik untuk taman luas maupun taman sempit adalah sama. taman safari. Umumnya. A. public parks.145 bentuk taman permanen. indah dipandang. pembuat kontras taman. baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Sementara. taman fantasi. taman kota (urban landscape) yaitu taman umum pada skala kota dimana dapat mengakomodir kegiatan rekreasi bagi masyarakat kota yang bersangkutan. penyeimbang taman. seperti taman rumah (homegardens). taman lingkungan berada pada skala ruang tingkat kelurahan hingga kecamatan (community parks). taman rekreasi (recreation garden). taman lingkungan.

Taman instan dengan elemen-elemennya berupa tanaman. marmer. bahkan kolam air mancur dan air terjun. Taman instan yang menghiasi ruang-ruang pesta dan panggung pelaminan dapat berfungsi sebagai area penyambut. sculpture. atau bahkan dengan cahaya buatan. Selain empat kegunaan dan peran tersebut. air. pengarah. pergola. atau stainless steel. 3. Dengan cara bongkar pasang. maupun karnaval. besi. kaca.146 lainnya seperti batu-batuan. gelar bunga dapat diselenggarakan di plaza. bentuk taman secara miniatur dapat terwujud dalam ruang yang terbatas. lampu-lampu taman. pagar. serta lantai keramik. Beberapa kegunaan dan peran taman instan sebagai berikut. 1. tema taman dapat disesuaikan dengan suasana yang diinginkan pada saat itu. serta ruang-ruang terbuka (taman kota) pada acara-acara perayaan tertentu atau pada saat ada pameran. dan bandar udara dapat memperlembut suasana ruangan yang didominasi oleh elemen keras. sebagai berikut. Mudah dan cepat didesain dan diimplementasikan mengikuti keinginan pemilik atau pengguna taman. Taman instan dalam bentuk gelar bunga di tengah-tengah hamparan hijaunya taman dapat menjadi titik pusat perhatian (focal point) bagi pengunjung atau pengguna taman. dan lampu dapat menjadi media penghubung perasaan manusia terhadap alam dan menghilangkan stres. 2. Pada umumnya. 4. 1. restaurant. pembatas. latar belakang yang sekaligus menyemarakkan suasana pesta. bagian dinding yang terbuka. ruang-ruang bagian rumah tinggal. Taman-taman instan biasanya akan sangat impresif bila dilengkapi dengan permainan cahaya alami dari sudut-sudut ruang tertentu yang berjendela. atrium. Dengan rekayasa desain. Taman instan yang ditata di dalam bangunan stand pameran. perkantoran. taman instan memiliki kelebihan dalam beberapa hal. alun-alun kota. batuan. . festival. Beberapa contoh elemen keras tersebut yaitu dinding tembok. Taman-taman ini memberi variasi desain yang sangat dinamis. hotel. serta mengharmonisasikan ruangan dan tema pesta. tiang dan pilar kayu.

mengetahui pengetahuan tanaman dan elemen taman lainnya. Dapat dikerjakan oleh sendiri (in house) maupun dipercayakan pada jasa penyewaan tanaman. Misalnya. setiap dua minggu. dan ruang kantor pribadi. penyediaan material taman. 5. Tanaman bekas digunakan dapat dipelihara kembali dan ditempatkan ke ruang recovery atau karantina dalam pembibitan. bila skalanya cuikup besar. atau setiap bulan. ruang gedung-gedung pertemuan. Taman instan ini dapat memberi variasi panorama bagi tempat-tempat umum yang selalu menerima kehadiran tamu yang silih berganti. . bandara udara dapat diubah setiap minggu. hingga penggantian tanaman diperlukan tanggung jawab yang tinggi. di dalam ruangan atau interior rumah. 3. misalnya untuk penataan ruang-ruang perkantoran. penyediaan material. Contoh desain taman instan dapat dilihat pada Gambar 33. operasional penataan. dan interior rumah sakit. bentuk tanaman. misalnya di teras rumah. Namun. pemeliharaan. pelaksanaan penataan taman. 4. serta mengikuti kursus dan pelatihan pertamanan). 2006). Pemeliharaan pemulihan bagi tanaman-tanaman yang terkena stres dapat diatasi dengan penyiraman serta pemupukan agar kesehatan tanaman dapat pulih dan pertumbuhannya normal kembali. hingga pemeliharaan dapat dikerjakan sendiri. perkantoran. sudut-sudut ruang di departement store.147 2. interior bandar udara. dan warna tanaman yang prima maka tanaman tersebut dapat digunakan kembali sebagai material tanaman instan untuk proyek selanjutnya (Arifin. Dapat dikerjakan oleh pelaku-pelaku dengan pengetahuan pertamanan yang paling dasar sekali pun (hobiis dan gardener yang rajin membaca buku-buku pertamanan. mulai pembuatan desain taman. maka profesionalisme mulai dari persiapan desain. Dapat dibongkar-pasang sehingga bisa memberikan impresi yang variatif pada skala temporal. Suasana tersebut dapat menghindari kemonotonan spatial (ruang) dan temporal (waktu). lobi hotel dan koridor hotel. Untuk skala pekerjaan yang tidak terlalu besar. Setelah mencapai kondisi kesehatan. taman instan di ruangan hotel.

meresapkan air ke dalam tanah. Secara fisik-ekologis. tetapi taman juga mengambil peran penting dalam memberi kontribusi kesehatan bagi pemiliknya. taman di halaman rumah merupakan sebuah kantung terbuka hijau yang dapat menyejukan udara. keberadaan taman di rumah sangat penting peranannya.148 Gambar 33. bahkan bisa menjadi habitat beberapa jenis satwa liar seperti kupu-kupu dan aneka jervs burung berkicau. Kehadiran aneka elemen taman. baik berupa tanaman. taman juga berarti sebagai gudang plasma nutfah. Contoh desain taman instan (Sumber: Arifin. Dengan demikian. Taman Rumah Tinggal Taman dan rumah sejak dulu merupakan satu kesatuan yang penting dan saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan penghuninya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain keberadaan aneka jenis tanaman. Dalam keadaan sibuk dan tekanan pekerjaan yang rutin. Akan tetapi. untuk menata tanaman menjadi taman yang memiliki fungsi dan nilai . 2006) B. taman dengan aneka isinya bisa menjadi obat untuk melenyapkan stres. bebatuan. menghasilkan berbagai produksi tanaman. ataupun etemen yang hidup seperti ikan hias dapat menjadi selingan hiburan setelah penghuni rumah bekerja seharian di luar rumah. Taman tidak hanya sebagai fungsi estetik dan pajangan saja. Keberadaan taman dapat membuat rumah memiliki fungsi estetik. Pada dasamya berbagai jenis tanaman dapat dipilih sebagai pengisi taman. air.

mempunyai tinggi 1-2 m). dan aroma.149 estetika diperlukan pengetahuan mengenai kesesuaian tempat tumbuh tanaman secara ekologis dan hortikultura serta kondisi fisik tanaman seperti ukuran. Namun. antara lain. portulaka atau tanaman yang berdaun jarum. seperti asparagus dan beberapa jenis pinus yang dikerdilkan. serta perdu (shrubs. dan palem-paleman Tanaman yang bertekstur halus maupun kasar bisa saja ditanam untuk mengisi taman yang sempit. bentuk. ukuran tanaman. Untuk tanaman yang bertekstur kasar yang dicirikan oleh tanaman yang berdaun lebar dan besar. tanaman yang lebih rendah ditempatkan di depan tanaman yang lebih tinggi. baik tinggi tanaman maupun lebar tajuk. sikas. Tanaman-tanaman yang bertekstur halus dapat dicirikan dari ukuran daun yang kecil. Oleh karena itu. Dalam memilih dan mempertimbangkan tanaman yang digunakan. tanaman herba yaitu tanaman yang tidak berkayu (herbs umumnya hanya beberapa puluh sentimeter saja). tanaman berkayu dan memiliki batang utama dengan tinggi bisa mencapai 5 m. seperti kadaka. Bila ingin menggunakan tanaman bertekstur kasar sebaiknya jumlahnya jangan . Dalam membuat taman di lahan sempit. Misalnya. atau disebut sebagai pohon kecil). warna. sebaiknya mengetahui karakteristik berbagai jenis tanaman. Jenis tanaman yang berukuran relatif kecil seperti tanaman jenis-jenis rerumputan dan penutup tanah. philodendron. yang perlu diperhatikan adalah keragaman jenis maupun jumlah tanaman yang dipilih. Penggunaan pohon untuk taman yang sempit tidak terlalu disarankan karena akan mendominasi ruang taman serta mengakibatkan kesan ruang semakin sempit dengan naungan yang semakin luas. Pengaturan strata tanaman pada satu tapak juga sangat menentukan daya tarik taman. tekstur. Memilih jenis tanaman bisa dimulai dari tanaman penutup tanah yang hanya mencapai tinggi beberapa sentimeter saja (grasses). tanaman semak (bushes. taiwan beauty. kriminil. hanjuang. yang terpenting adalah bagaimana membuat desain kombinasi jenis tanaman yang justru memberikan kesan ruang yang lebih luas. merupakan sesuatu yang perlu dipertimbangkan dengan baik agar tanaman tersebut sesuai dengan tujuan dan fungsi desain. tanaman berkayu. tetapi tidak memiliki batang utama. Ukuran lahan yang sempit bagi peruntukan taman akan lebih pas bila dipilih elemen tanaman yang bertekstur halus.

150 berlebihan karena akan mendominasi ruang sehingga taman berkesan semakin sempit. 2007) C. Sebagai contoh penanaman jalur hijau jalan di sepanjang berm dan median jalan yang bersifat sederhana dalam pelaksanaannya harus berpedoman . Banyaknya ragam jenis dapat menjadi koleksi sehingga keindahan dan keunikan masing-masing jenis tersebut menarik perhatian. Contoh desain taman rumah tinggal dapat dilihat pada Gambar 34. Di lain pihak. Gambar 34. Jalur Hijau Jalan Jalur hijau adalah jalur penempatan tanaman serta elemen lanskap lainnya yang terletak di dalam Daerah Milik Jalan (Damija) maupun di dalam Daerah Pengawasan Jalan (Dawasja). Adanya penataan jalur hijau jalan memungkinkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Disebut jalur hijau karena dominansi elemen lanskapnya adalah tanaman yang pada umumnya berwarna hijau. Namun. dapat pula diterapkan jumiah tanaman yang relatif banyak. tetapi jenisnya harus dikurangi agar taman tidak terlihat crowded. Bila menggunakan tanaman bertekstur halus dapat berkreasi memadukan berbagai ragam jenis tanaman. Contoh desain taman rumah tinggal (Sumber: Arifin dan Suwita. dapat digunakan satu atau dua tanaman bertekstur kasar di tengah-tengah penggunaan tanaman bertekstur halus sehingga bisa menjadi kontras atau daya tarik dalam taman (point of interest).

Daerah tepi jalan adalah daerah yang berfungsi untuk keselamatan dan kenyamanan pemakai jalan. Median berfungsi sebagai rintangan atau penuntun arah untuk mencegah tabrakan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan dan mengurangi silau lampu kendaraan dengan menempatkan tanaman dengan kepadatan dan ketinggian yang tepat. Kriteria pemilihan jenis tanaman sebagai berikut. air. toleransi terhadap suhu. Klasifikasi hortikultura berorientasi terhadap tindakan budidaya dan keberhasilan penanaman dan klasifikasi sifat fisik tanaman biasanya berorientasi rerhadap penilaian dan keberhasilan bentuk serta fungsi arsitekturisnya.151 pada kebutuhan. kecocokan penampilan di tiap musim. Hal ini merupakan satu dari sekian pertimbangan estetik yang seharusnya menjadi suatu peraturan dalam kebanyakan situasi perkotaan. dapat beradaptasi dengan kondisi setempat baik dari segi kondisi tanah maupun iklim. kawasan penyangga. sifat umur. 2) median jalan. lahan untuk pengembangan jalan. ataupun sebagai jalur hijau dengan persyaratan tertentu. 4) persimpangan dan daerah berterrain. Klasifikasi fisik. tekstur. Berdasarkan letak penanamannya jalur hijau dibedakan menjadi empat yaitu: 1) jalur tanaman tepi. bentuk. peletakkan rambu-rambu lalu lintas. cahaya. Median jalan adalah jalan yang memisahkan dua jalan yang berlawanan. tanah. Kriteria tanaman yang digunakan adalah yang mudah didapat. ukuran dewasa tanaman. Tanaman yang dipergunakan adalah dari kelompok pohon. 3) daerah tikungan. Pemilihan jenis tanaman pada jalur hijau jalan tergantung pada fungsi tanaman dan lokasi penanaman. yaitu syarat tumbuh. angin. perdu. tidak memerlukan perawatan khusus. 1. mudah dikembangkan dan sedapat mungkin dipilih jenis yang dapat memperbaiki atau meningkatkan kesuburan tanah baik secara langsung maupun tidak langsung. warna. jalur hijau. sifat penyebaran. . kecocokan antara tanaman dan bangunan serta lingkungan sekitar dan keefisienan dalam pemeliharaan. yaitu tujuan desain. 2. hama dan penyakit. tempat pembangunan fasilitas pelayanan dan melindungi bentukan alam. Klasifikasi hortikultura. budidaya. dapat digunakan sebagai pendukung keselamatan pengendara. aroma. penampilan di tiap tahapan pertumbuhan. kecepatan tumbuh. semak dan penutup tanah. sifat adaptasi.

Mampu bertahan hidup pada kondisi yang kurang baik dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. 2) selalu hijau. Pemilihan jenis-jenis tanaman yang akan digunakan. semak. 5) memiliki tajuk yang rapat. 4) mampu hidup pada berbagai jenis tanah. terutama untuk tanaman yang didatangkan dari luar tapak berpedoman kepada beberapa kriteria. 9. 1. Bentuk tajuk pohon bulat atau kolumnar dengan lebar tajuk tidak menutupi bahu jalan. Tidak mudah terserang hama dan penyakit serta tahan terhadap polusi dan kekeringan. Pohon dan semak yang memiliki karakter fisik (bentuk. 6) tahan terhadap polusi udara dan polutan lainnya. 7. terutama pada pusat-pusat kegiatan masyarakat perkotaan atau pada permukiman.warna. Perakarannya tidak merusak trotoar dan saluran drainase. 4. yaitu tanaman yang tidak menghasilkan duri. Kriteria tersebut berlaku untuk pohon. Pohon peneduh dengan ketinggian sedang atau tinggi kurang dari 15 meter. 8) tidak disukai oleh kupu-kupu yang menimbulkan jenis ulat. dan bunga) yang menarik. 3. Berdaun kecil sampai sedang dan tidak menggugurkan daun secara serempak.152 Persyaratan pohon tepi jalan secara ekologis meliputi: 1) mempunyai sistem perakaran yang dalam. Tinggi cabang pohon pertama dari bawah tidak kurang dari 5 meter. Lanskap Perkotaan Area-area Khusus Pada wilayah perkotaan. 3) tahan terhadap kekurangan air. Mudah dalam pemeliharaan. 5. D. 6. 8. 7) tahan terhadap serangan hama dan penyakit. cenderung sulit untuk menemukan lahan yang . Semak yang tumbuh berumpun. 12. memiliki batang dan cabang yang kuat serta tidak menghasilkan zat yang berbahaya. rapat dan mudah diperbanyak. Tanaman penutup tanah yang tidak memerlukan pemeliharaan intensif. daun. 2. yaitu sebagai berikut. 11. dan penutup tanah yang ditanam di perkotaan. Tidak membahayakan pengguna jalan. buah yang besar dan keras. 10.

kayu. satu bak tanaman bahkan diisi hingga puluhan pot. setelah beberapa tahun media perlu diganti. bata. Lahan yang tersedia biasanya lahan sisa yang luasannya terbatas dan terkadang kondisinya bermasalah. atau 70:25:5. lingkungan tumbuh yang tidak mendukung. sistem drainase dibuat untuk mengatasi air penyiraman yang berlebihan. Hal tersebut dapat diatasi dengan menanam pada bak tanaman (planter box). seperti kemiringan lereng lahan yang curam. Penanaman dengan Planter Box Adanya kecenderungan penutupan lahan perkotaan dengan perkerasan merupakan salah satu penyebab sulitnya mendapatkan areal penamanan. Terdapat beberapa alternatif material untuk pembuatan bak tanaman. drainase juga ditunjang dengan adanya kemiringan pada dasar bak tanaman dan jalur drainase/outlet yang cukup untuk mengalirkan air keluar dari pot dan bak tanaman.153 dapat dikembangkan untuk pertamanan atau untuk lahan penanaman. diperlukan pertimbanganpertimbangan khusus dalam melakukan penamanan pada area-area khusus tersebut. a. Media tanam. Selain dipengaruhi oleh media tanam. Bak tanaman dapat diisi satu atau lebih pot. Selain media dipupuk secara periodik. dengan mempertimbangkan tanaman yang perakaran tidak intensif. yaitu pasir kasar (ukuran sekitar I mm) : material organik/kompos : top soil = 50 :45 :5. Sistem drainase. Dengan menggunakan bak tanaman. Beberapa karakteristik ruang yang potensial untuk ditanami dengan kondisi khusus sebagai berikut. Oleh karena itu. Untuk taman kota. b. 1. Salah satu contoh perbandingan media tanaman. dan sebagainya. c. dan beton. Pemilihan jenis tanaman. dan lambat pertumbuhannya (untuk . ukurannya tidak terlalu besar. untuk menyediakan kondisi drainase yang baik dalam bak tanaman. seperti beton. kombinasi kaca. penyediaan media tanam yang sesuai untuk pot atau bak tanaman mempengaruhi aerasi dalam bak serta beban berat yang ditanggung oleh bak tanaman. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk penanaman pada bak tanaman sebagai berikut. pot dapat lebih sering diganti sehingga penampilan tanaman selalu bagus.

baik penutup tanah.5m 2. (2008) Kedalaman Bak Tanaman 150-300 mm 0. pohon Sumber: Arifin et al. Semak/Perdu besar. adanya struktur penopang atau penahan (staking/staggering). kemudian ditanami dengan pohon dan semak besar untuk meningkatkan kestabilan lereng. Jika kondisi awal lahan dalam keadaan tanpa penutupan tanaman. maka sebagai langkah pertama perlu ditanami vegetasi penutup tanah (rumput.0m 1. Rumput 2. Untuk tujuan tersebut maka hal-hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: 1. 4. Pemilihan jenis tanaman. mengurangi terjadinya suhu tanah yang ekstrim. Pemilihan jenis tanaman terutama pada jenis-jenis yang perakarannya mampu mengikat tanah dan menangkap air hujan. 3. Tabel 2. Penutup tanah. maka perlu pertimbangan pemilihan jenis tanaman yang tahan hembusan angin. Lahan Berlereng Lahan berlereng dengan kemiringan curam merupakan ruang pofensial untuk penanaman di kawasan perkotaan yang padat. Jika bak tanaman diletakkan pada area yang kecepatan anginnya cukup tinggi. herba) yang cepat tumbuh. semak/perdu kecil 3. Tanaman yang ditanam dapat mengurangi erosi permukaan oleh air. dan melindungi tanah dari erosi angin. Ukuran kedalaman bak tanaman mempengaruhi pemilihan jenis tanaman (Tabel 2).5-1. . semak. Jenis tanaman sesuai ukuran kedalaman bak tanaman No Jenis Tanaman 1. herba. Pola penanaman sebaiknya dibuat sedemikan rupa agar pemeliharaan tidak intensif.0-1. dan pohon memperhatikan keselarasannya dengan lingkungan sekitar. d. 2.154 pohon). Lahan berlereng yang ditanami dapat difungsikan sebagai area penyangga dan konservasi. mengingat akses ke lahan berlereng pada umumnya sulit.

155 Untuk kasus tertentu dimana lereng sangat curam (kemiringan >45) sulit untuk ditanami tanaman besar, maka penanaman tanaman perdu/semak kecil untuk menstabilkan tanah masih dapat dilakukan dengan beberapa teknik bio-engineering.
3. Teknik Penanaman Area yang Tergenangi Secara Periodik

Berbagai bentuk ruang-ruang di perkotaan yang secara periodik tergenang merupakan salah satu area yang potensial untuk ditanami, yang tidak hanya memberikan manfaat ekologis/iingkungan (perbaikan habitat satwa, perlindungan bantaran dan tanggul), tetapi juga manfaat sosial (area rekreasi mayarakat setempat). Beberapa contoh area tergenang/banjir secara periodik, misalnya pada reservoir, kanal, saluran drainase, sungai, rawa, mangrove atau tepi laut. Penanaman dapat dilakukan di bantaran/tepian perairan (sungai, kanal, saluran, dan pesisir) maupun di perairan (rawa, mangrove). Hal yang perlu diperhatikan untuk kegiatan penanaman area ini, yaitu dalam pemilihan jenis tanaman yang toleran terhadap genangan dan banjir serta mengutamakan pemilihan jenis-jenis lokal (native species) yang relatif adaptif terhadap lingkungan setempat dan dapat meminimalkan pemeliharaan. Jenis tanaman lain yang dapat dipertimbangkan, yaitu tanaman air, sebaiknya dipilih jenisjenis yang tidak bersifat invasive karena dapat mengakibatkan turunnya muka air dan eutrofikasi meningkatnya unsur nitrogen dalam air.
4. Area Bekas Penimbunan Sampah (Landfill)

Lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai penimbunan sampah, baik yang berskala rumah tangga maupun lingkungan merupakan alternatif area penanaman. Untuk penanaman pada lubang sampah skala rumah tidak serumit pada skala lingkungan. Pada penanaman di lokasi penimbunan sampah skala lingkungan terdapat hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut. a. Pemantapan permukaan dengan tanah setebal 15 – 45 cm. b. Karena permukaannya cenderung tidak rata, maka sebaiknya tidak membangun struktur penunjang taman yang berlebihan (seperti bangku taman, shelter, area bermain, dan lain-lain) di atasnya untuk meminimalkan terjadinya kerusakan dan gangguan terhadap aktivitas maupun struktur tersebut.

156 c. Jika membuat saluran utilitas (irigasi, listrik) sebaiknya di permukaan atau sedikit di bawah permukaan untuk mempermudah pemeliharaan. d. Mengatasi adanya gas-gas hasil dekomposisi sampah dengan membuat sumur pengumpul sekitar. e. Menghindari penanaman pada lokasi-lokasi yang memiliki suhu tanah yang tinggi karena dapat mematikan tanaman. f. Memilih jenis tanaman yang toleran terhadap kondisi landfill (misalnya toleran terhadap gas-gas yang dihasilkan, tanah yang dangkal, tingginya hembusan angin, drainase yang buruk, dan adanya genangan).
5. Pembuatan Dinding Hijau (Greenwall)

gas,

yang

selanjutnya

jika

diberi

perlakuan

tertentu

dapat

dimanfaatkan sebagai penghasil energi yang dapat digunakan untuk lingkungan

Penanaman ini dilakukan pada struktur vertikal seperti tanggul atau dinding penahan (retaining wall) yang pada umumnya dibangun untuk menahan lereng. Penanaman atau penghijauan pada area ini selain membantu meningkatkan kestabilan lereng, juga menjadikan dinding lebih menarik dan bahkan dapat menciptakan habitat bagi satwa.

E. Rangkuman

Penataan tanaman dapat dilakukan pada berbagai tipe lanskap, antara lain, taman instan, taman rumah tinggal, jalur hijau jalan, lanskap perkotaan area-area khusus. Penanaman pada area khusus, seperti penanaman dengan bak tanaman (planter box), lahan berlereng, area yang tergenangi secara periodik, area bekas penimbunan sampah (landfill), dan pembuatan dinding hijau (greenwall).

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda!

157 1. Jelaskan apa yang dimaksud taman instan, taman rumah tinggal, jalur hijau jalan, dan lanskap perkotaan area-area khusus. 2. Berikan contoh gambar desain taman-taman tersebut.
Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus

memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 2. Renungkan tentang penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap.

B. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Kelebihan tanaman instan adalah............. A. Biaya relatif mahal B. Pembuatan desain kompleks C. Dapat dibongkar pasang D. Dapat dikerjakan oleh arsitek lanskap 2. Ukuran lahan yang sempit bagi peruntukan taman akan lebih pas bila dipilih elemen tanaman yang............. A. Bertekstur halus B. Bertekstur kasar C. Berukuran besar D. Berwarna terang 3. Persyaratan pohon tepi jalan secara ekologis adalah............. A. Menggugurkan daun B. Kebutuhan air banyak C. Tajuk yang jarang D. Tidak disukai oleh kupu-kupu 4. Pemilihan jenis tanaman untuk planter box sebaiknya memilih tanaman yang............. A. Berukuran besar B. Batangnya besar

Pemilihan tanaman yang toleran gas Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. 22 Desain Taman Mungil. Membangun struktur penunjang seperti area bermain C. Pemantapan permukaan tanah setebal < 15 cm B. Cepat pertumbuhan untuk pohon 5.. Jakarta: Penebar Swadaya. 2007. Arifin HS.. Anda harus mengulangi Bab 11.. Suwita A. Sumber/Referensi 1.. Damayanti VD. 2008. Saluran irigasi dibuat jauh di permukaan D.158 C. Arifin HS.. C. bagus! Anda cukup memahami Bab 11. Akan tetapi. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . Nurhayati. Arifin HS.. Pramukanto Q. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 11.. Bogor: Tim Sampoerna Hijau.. 2006.. A. terutama bagian yang belum Anda kuasai. 3. Sampoerna Hijau Kotaku Hijau. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Taman Instan. Hal yang perlu diperhatikan pada penanaman di lokasi penimbunan sampah adalah. Hitunglah jawaban Anda yang benar. .. Perakaran tidak intensif D... 2. Munandar A. Jakarta: Penebar Swadaya.

Kunci Jawaban 1.159 D. c 5. d . d 4. c 2. a 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful