BAHAN AJAR ILMU TANAMAN LANSKAP

NURFAIDA, SP. M.Si. TIGIN DARIATI, SP. MES. CRI WAHYUNI BRAHMI YANTI, SP. M.Si.

PROGRAM HIBAH PENULISAN BUKU AJAR UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
JL. Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245 (Gedung Perpustakaan Unhas Lantai Dasar) Telp. (0411) 586 200, Ext. 1064 Fax. (0411) 585 188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id

HALAMAN PENGESAHAN
HIBAH PENULISAN BUKU AJAR BAGI TENAGA AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

Judul Buku Ajar

: Ilmu Tanaman Lanskap

Nama Lengkap N I P Pangkat/Golongan Jurusan/Bagian/Program Studi Fakultas/Universitas Alamat e-mail Biaya

: Nurfaida, SP. M.Si. : 19730223 200501 2 001 : Penata Muda / III-a : Agroteknologi : Pertanian/Universitas Hasanuddin : nurfaida@yahoo.com : Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah) Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin Tahun 2011 Sesuai SK Rektor Unhas Nomor: 20875/H4.2/KU.10/2011 Tanggal 29 Nopember 2011

Makassar, 29 Nopember 2011 Dekan Fakultas Pertanian, Penulis,

Prof. Dr. Ir. Yunus Musa, M.Sc. NIP. 19541220 198303 1 001

Nurfaida, SP. M.Si. NIP. 19730223 200501 2 001

Mengetahui: Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin,

Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc. NIP. 19630501 198803 1 004

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan alam dan seisinya sebagai suatu karunia yang besar dan indah. Dia yang memberikan ketentuan dan peraturan yang tepat untuk memelihara dan merawatnya. Atas segala karunia-Nya pulalah bahan ajar Ilmu Tanaman Lanskap ini berhasil diselesaikan. Pengembangan bahan ajar merupakan tanggung jawab dosen dalam mengemban dan mengembangkan tridarma perguruan tinggi. Perubahan model pembelajaran dari Teacher Central Learning (TCL) menjadi Student Central Learning (SCL) menuntut dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga sebagai fasilitator. Penerapan model pembelajaran SCL membutuhkan bahan ajar sebagai pelengkap kegiatan pembelajaran sehingga dibuatlah bahan ajar ini. Bahan ajar ini dihasilkan melalui Program Hibah Penulisan Buku Ajar Universitas Hasanuddin Tahun 2011. Penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc.selaku Ketua LKPP dan Dr. Sri Suryani, DEA selaku pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan bahan ajar ini. Terima kasih yang tidak terhingga kepada rekan-rekan sejawat di Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang telah membantu dalam penyusunan tulisan ini. Semoga bahan ajar ini bermanfaat dan dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran khususnya pada Mata Kuliah Ilmu Tanaman Lanskap.

Makassar, Nopember 2011

Penulis

........................................................................ 143 ............................ SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN EKOLOGI.......................... PENGERTIAN TANAMAN LANSKAP DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA............... SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN HABITUS FUNGSIONAL .................................. KOMPOSISI TANAMAN.......................................................................................................... 123 PENATAAN TANAMAN PADA BERBAGAI TIPE LANSKAP ............. SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK VISUAL .............................. TEKNIK PENANAMAN TANAMAN LANSKAP............. 109 TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN LANSKAP ............................... 1 11 24 35 56 68 80 98 BAB 3 BAB 4 BAB 5 BAB 6 BAB 7 BAB 8 BAB 9 BAB 10 BAB 11 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK ARSITEKTURAL ................................................. FUNGSI TANAMAN DALAM LANSKAP ..............DAFTAR ISI BAB 1 BAB 2 PENDAHULUAN ............

misalnya suatu area tidak ingin terlihat oleh banyak orang dari arah tertentu dapat diberikan dinding berupa tanaman atau elemen lainnya. Lanskap: bentang alam atau hamparan lahan. Perdu (shrub): tanaman yang relatif tinggi (3 – 5 m). Fungsi tanaman: peran utama dari tanaman dalam suatu taman. bahkan kadang-kadang sukulen (banyak mengandung air). pemagar. Lawn: padang rumput di halaman rumah atau perkantoran yang dimaksudkan untuk meningkatkan keindahan. budaya. Habitus tanaman: keragaan tanaman secara keseluruhan berupa pohon. penutup tanah. misalnya barisan pohon.SENARAI KATA PENTING (GLOSARIUM) Broadcast: perlakuan pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah. Enclosure: dinding. mampu memberikan penutupan yang intensif di atas permukaan tanah. antara lain. Penutup tanah (groundcover): tanaman yang relatif rendah. umumnya berbentuk herba rendah. dan ekologis. memiliki batang utama yang berkayu dan percabangannya dimulai pada bagian yang agak jauh dengan permukaan tanah. Metode thumb: metode untuk menentukan posisi perakaran pohon yang dapat menyerap hara. pemanjat. tetapi tidak setinggi pohon. Dinding hijau (green wall): berbagai cara menahan longsor atau erosi suatu lereng secara biologi terhadap erosi dengan menanam tanaman. estetika. perdu. Parterre: tanaman yang ditata menyerupai tampilan karpet (apabila dilihat dari atas). Colonade: deretan kolom-kolom yang memberi kesan ruang pada bangunan Yunani atau Romawi. mungkin berbentuk beraturan atau tidak beraturan. umumnya dibentuk dari massa tanaman yang dipergunakan sebagai hiasan dalam suatu taman pada Periode Renaissance. rangkaian batu yang serupa. . Irama: urutan atau perulangan elemen-elemen. tabir. dibantu dengan membangun struktur. tapak yang berada di luar ruangan (eksterior). Herba: tanaman-tanaman yang batangnya relatif lunak dan tidak berkayu. semak. Metode tekanan udara: metode pemupukan yang dilakukan dengan cara melubangi tanah daerah perakaran yang dapat menyerap hara dengan menggunakan injektor bertekanan udara tinggi. dan perayap. urutan dari anak tangga. sosial. herba.

misalnya spiral. Topiary: pemangkasan bentuk pada tanaman sesuai dengan yang diinginkan. dapat dibuat dengan memberikan kontras atau pola susunan tertentu. Titik perhatian (point of interest): fokus perhatian dari suatu taman yang dapat menghilangkan kemonotonan pada suatu taman. memiliki batang utama. Tanaman lanskap: tanaman yang belum. Punch-bar: metode pemupukan untuk pohon-pohon besar dengan cara membuat lubang-lubang pemupukan. berbentuk rectangular yang dipersiapkan untuk kepentingan saluran irigasi dan drainase. sedang dan sudah dibudidayakan. batangnya berkayu dan percabangannya biasanya telah dimulai di bagian yang dekat dengan permukaan tanah (tidak mempunyai cabang utama). Pohon (tree): tanaman berkayu. Teknik puteran: penanaman pohon dengan mengikutsertakan tanah asalnya dalam bentuk gumpalan. Trenching: metode pemupukan yang dilakukan dengan cara pembuatan parit di bawah lingkar tajuk pohon. . kompleks. Tanaman rumput lapangan: jenis-jenis rumput yang dipergunakan untuk menutupi permukaan tanah yang hanya terdiri atas lapisan tanah saja.Planter box: wadah berukuran relatif besar untuk menempatkan satu hingga beberapa pot tanaman sehingga tatanan pot terlihat rapih. Tanaman outdoor: tanaman hias yang dapat tumbuh secara normal di tempat terbuka (langsung terkena sinar matahari). dan sulit untuk dipercaya. piramid. Tanaman memanjat (climber): tanaman yang tumbuh di tanah atau bidang apa saja seperti tembok dan struktur pendukung lain sebagai tempat menggantungkan diri atau membelit untuk pertumbuhan tanaman tersebut. Tanaman indoor: semua jenis tanaman lanskap yang dapat ditanam dalam rumah atau dengan kata lain tanaman yang dapat tumbuh secara normal di tempat teduh (tertutup) atau setengah teduh. keong. tinggi >5 m. dan lain-lain. biasanya diatur dalam bentuk yang hampir sama dengan maksud untuk menggantikan pagar. Tanaman lapangan rumput: jenis tanaman yang ditanam secara sendiri atau secara berkelompok pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik (eksotik). Tanaman pagar: suatu garis atau barisan permanen yang padat dari tumbuhtumbuhan yang hidup. Zigurat: bentukan piramida yang dibangun menuruni teras bukit dan memiliki struktur internal yang menakjubkan. Semak (bush): tanaman yang relatif rendah. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis.

mediator).1 BAB 1 Profil alumni yang diharapkan adalah: PENDAHULUAN PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI 1. dan mengembangkan usaha inovatif bidang produksi tanaman dalam pertanian berkelanjutan. mediator). dan 5. 2. KOMPETENSI LULUSAN A. PENELITI. cooperator). adaptor. (b) (c) (d) (e) (f) (g) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. melaksanakan. motivator. teknorat. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. pengambil kebijakan): (a) Kemampuan menerapkan IPTEKS di bidang budidaya tanaman berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. 4. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. . designer. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. PENGUSAHA (enterpreneur. MANAJER (planner. PENDIDIK (fasilitator. 3. initiator. pengambil kebijakan). organizer. Kompetensi Utama Kompetensi utama minimal yang diharapkan dari seorang lulusan pada Program Studi Agroteknologi untuk mencapai profil lulusan adalah: 1. PELAKU di bidang pertanian (birokrat. Kompetensi Utama sebagai PELAKU (birokrat. Keberanian memulai. evaluator. teknorat.

cooperator): (a) (b) (c) (d) (e) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. evaluator. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. 4. organizer. Kompetensi Utama sebagai PENGUSAHA (enterpreneur. . Kompetensi Utama sebagai MANAJER (planner. dan mengembangkan usaha inovatif bidang produksi tanaman dalam pertanian berkelanjutan. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. mediator): (a) (b) (c) (d) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. initiator. designer. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. adaptor. Kompetensi Utama sebagai PENELITI: (a) Kemampuan menerapkan IPTEKS di bidang budidaya tanaman berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. (b) (c) (d) (e) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. melaksanakan. 3. Keberanian memulai. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif.2 2. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif.

Kemampuan sebagai fasilitator. 5. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEKS di bidang budidaya pertanian ke dalam praktek bisnis. 3. Kemampuan menggunakan fasilitas internet dalam pencarian literatur dan berkomunikasi dengan sejawat lainnya dalam bidang teknik budidaya tanaman. Kompetensi Utama sebagai PENDIDIK (fasilitator. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional. Kompetensi Lainnya 1. 3. motivator. Kemampuan menerapkan aplikasi bioteknologi pada aspek pertanian terpadu. C. dan mediator secara sistematik dan efektif. Kompetensi Penunjang 1. Kemampuan berpikir analitis dan sintesis dengan memperhitungkan dampak penyelesaian masalah di lingkup global dalam berkehidupan bermasyarakat. mediator): (a) (b) (c) (d) (e) Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. Kemampuan belajar sepanjang hayat 2. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional. 2.3 (f) (g) (h) Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEKS di bidang budidaya pertanian ke dalam praktek bisnis. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. B. . motivator.

ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN (10) Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum (8) Menguasai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (9) Menguasai teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (7) Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum (6) Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (2) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (3) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (4) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (5) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (1) Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu GARIS ENTRY BEHAVIOR Prasyarat: Pengantar Arsitektur Lanskap . gambar.

Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional.Ketepatan penjelasan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangan . kaji pustaka MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 1 Menjelaskan kontrak pembelajaran 2 Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu MATERI PEMBELAJARAN Kontrak pembelajaran Pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya INDIKATOR PENILAIAN BOBOT NILAI (%) 5 .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menata tanaman dalam suatu lanskap berdasarkan fungsi dan estetika dengan baik dan benar. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. motivator.Ketepatan penjelasan karakteristik tanaman pada berbagai periode perkembangan . dan mediator secara sistematik dan efektif. Kemampuan menggunakan fasilitas internet dalam pencarian literatur dan juga dalam berkomunikasi dengan sejawat lainnya dalam bidang teknik budidaya tanaman. Kompetensi Pendukung Kompetensi Lainnya Sasaran Belajar : : : Kemampuan melaksanakan perencanaan sistem produksi tanaman secara tepat sesuai kaidah pertanian berkelanjutan. 3.5 GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN (GBRP) Mata Kuliah Kompetensi Utama : : Ilmu Tanaman Lanskap 1. 2. 4. STRATEGI PEMBELAJARAN Kuliah Kuliah. Kemampuan sebagai fasilitator.

Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Seleksi tanaman berdasarkan ekologi: Collaborative .Tanaman pantai.Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek visual .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . penyekat. dan panas .Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN .5 arsitektural: learning. pegunungan. berdasarkan aspek arsitektural dan pengendali keleluasaan pribadi . praktikum baik mengenai seleksi tanaman . learning.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Seleksi tanaman berdasarkan aspek Collaborative . bentuk.Pembentukan ruang. warna dan tekstur berdasarkan aspek visual tanaman .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . praktikum baik mengenai seleksi tanaman batu karang.Ukuran. setengah berdasarkan kondisi ekologi teduh. teduh.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . praktikum baik mengenai seleksi tanaman .Kemampuan melakukan diskusi dengan 7.6 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 3 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 4 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 5 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN BOBOT PEMBELAJARAN NILAI (%) Seleksi tanaman berdasarkan aspek Collaborative . air.Kemampuan melakukan diskusi dengan 7.Kemampuan melakukan diskusi dengan 7.5 .Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi .5 visual: learning.

penahan kebakaran.5 10 9 – 10 Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum 12. pencegah erosi. memanjat/pergola. penutup tanah. pada bidang lurus.Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap .Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap . pagar.Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. praktikum . pohon tepi jalan. mengurangi polusi udara. berdaun/berbunga indah.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . case study.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Studi lapang. mengharumkan udara. penahan angin. dan kelembaban. dan proporsi .7 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 6 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 7–8 Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN Seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional: .Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional . penaung dari hujan. aksen. mengurangi kebisingan. kontrol pandangan. case study. pembatas fisik. suhu.Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. praktikum baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional . dan praktikum BOBOT NILAI (%) 7. rumput lapangan.5 . praktikum baik mengenai fungsi tanaman dalam lanskap .Tanaman indoor dan outdoor.Kemampuan melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman . dan sosial budaya Komposisi tanaman: .Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang.Mengontrol radiasi. penahan silau.Komposisi tanaman pada area menyudut. keseimbangan.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . dan untuk memanipulasi bangunan STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN PEMBELAJARAN Collaborative . border/tepi. dan lapangan rumput Fungsi tanaman dalam lanskap: .Kesatuan. irama. median jalan. peneduh.Kemampuan membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Cooperative .

Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. mengenai penataan tanaman pada praktikum berbagai tipe lanskap . pemangkasan. penyiraman. taman rumah tinggal. pengendalian hama dan penyakit. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN Teknik penanaman tanaman lanskap: .Kemampuan melakukan praktikum teknik pemeliharaan tanaman lanskap .5 . penyiangan gulma. penutup tanah. rumput. pameran.Penanaman pohon.Pembersihan tapak.Kemampuan melakukan studi lapang study.Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang.Kemampuan melakukan praktikum penataan tanaman dalam berbagai tipe lanskap .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Cooperative .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Studi lapang.Taman instan. case . case study. dan tanaman pagar Teknik pemeliharaan tanaman lanskap: .Kemampuan membuat gambar rencana penataan tanaman .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Kemampuan melakukan praktikum teknik penanaman tanaman lanskap . semak. serta penyulaman Penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap: . praktikum baik mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap . dan lanskap perkotaan area-area khusus 13 – 16 STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN PEMBELAJARAN Cooperative . pameran dan praktikum BOBOT NILAI (%) 10 10 22. jalur hijau jalan. gambar.Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. penggemburan dan aerasi tanah.Kemampuan menata tanaman berdasarkan fungsi dan estetika .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . pemupukan. praktikum baik mengenai teknik penanaman tanaman lanskap .8 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 11 Menguasai teknikteknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum 12 Menguasai teknikteknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang.

gambar atau foto. baik teori maupun praktek gambar desain dan lapang. 2. Prasyarat Mata Kuliah Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini harus telah melulusi mata kuliah Pengantar Arsitektur Lanskap. . (b) Dosen/tutor/asisten sebaiknya menyiapkan materi dalam bentuk power point yang dilengkapi contoh. dan pemeliharaan tanaman lanskap. C. gambar/foto yang bersumber dari karya sendiri. dosen/tutor/asisten dianjurkan untuk melengkapi materi berupa contoh. (b) Untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan sangat dianjurkan penelusuran literatur khususnya mengenai deskripsi tanaman dan fungsi dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet.TINJAUAN MATA KULIAH A. B. Pemahaman terhadap aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam memilih dan menyusun tanaman. buku bacaan lain atau dari internet. Penjelasan bagi mahasiswa (a) Sebelum mengikuti perkuliahan hendaknya mahasiswa telah membaca bahan ajar ini dan dapat diperkaya dengan sumber acuan lainnya yang relevan pada setiap pertemuan. komposisi tanaman dalam sebuah lanskap. Penjelasan bagi dosen/tutor/asisten (a) Sebelum memberikan perkuliahan. baik dalam tugas kuliah maupun tugas praktikum. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas mengenai sejarah dan perkembangan tanaman serta fungsi-fungsi tanaman dalam lanskap. Petunjuk Penggunaan Modul 1. (c) Mintalah petunjuk dari dosen jika ada hal yang belum terselesaikan. (d) Kerjakan setiap tugas yang diberikan pada setiap akhir kegiatan/pertemuan dengan baik. teknik penanaman. (e) Perbanyaklah informasi dalam menata tanaman.

Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Menguasai teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. 2. . Menguasai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Tujuan Pembelajaran (TIU) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menata tanaman lanskap dalam suatu lanskap berdasarkan fungsi dan estetika dengan baik dan benar. 8. 5. D. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum.10 (c) Dosen/tutor/asisten dianjurkan menyediakan waktu di luar jadwal perkuliahan untuk memberikan petunjuk kepada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas kuliah atau tugas praktikum. gambar. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum. Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. 4. 3. 9. 10. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum. 7. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. E. Elemen Kompetensi (TIK) Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu: 1. 6. Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu.

Kaji pustaka C. harus benar-benar memahami unsur ini. dan berkembang. 3. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. yaitu tanaman merupakan unsur yang hidup. tumbuh. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu. 4. Seorang arsitek lanskap. B. Hal ini disebabkan unsur tanaman mempunyai ciri khas yang tidak terdapat pada unsur lain. 2. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1.11 BAB 2 PENGERTIAN TANAMAN LANSKAP DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA PENDAHULUAN Tanaman merupakan unsur fisik yang penting di dalam perancangan dan pengelolaan ruang luar. Mahasiswa mengikuti kegiatan perkuliahan di kelas. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai sejarah perkembangan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Untuk dapat merancang taman dengan baik sebaiknya mengenali terlebih dahulu sifat dan karakter tanaman. Kuliah 2. . Strategi Pembelajaran 1. A.

banyak orang awam dan para profesional dalam bidang perancangan melihat tanaman hanya sebagai hiasan. Gambaran keliru terhadap peran utama yang dimainkan oleh unsur tanaman dalam perancangan arsitektur lanskap berawal dari kekeliruan umum tentang perbedaan antara arsitektur lanskap dan usaha pembibitan tanaman. Banyak orang awam dan para profesional bidang perancangan lain mengartikan arsitektur lanskap sekedar menata unsur tanaman sebagai hiasan belaka.12 D. Ketepatan penjelasan penjelasan pengertian karakteristik tanaman tanaman lanskap pada dan sejarah periode perkembangan. berbagai perkembangan. 3. ukuran. Akibatnya tanaman sering ditempatkan dalam perancangan ruang luar sebagai langkah terakhir dalam penyelesaian suatu proyek. sedang dan sudah dibudidayakan. dan karakter yang beragam. warna. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Akan tetapi. tekstur. Pengertian Tanaman Lanskap Tanaman lanskap adalah tanaman yang belum. Tanaman lanskap mempunyai berbagai bentuk. Akibat dari sikap ini menimbulkan salah pengertian bahwa perancangan lanskap hanya terbatas pada proses penataan tanaman dalam bentuk yang menyenangkan pandangan. Sikap yang sama dalam penggunaan unsur tanaman juga berpengaruh terhadap citra yang kurang benar tentang pengetahuan dan profesi arsitektur lanskap. meskipun tanaman lanskap memiliki berbagai potensi dan fungsi. Tanaman lanskap merupakan salah satu unsur dengan berbagai ragam potensi dalam lanskap dan kemungkinan fungsi yang tidak terhingga. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Orang awam masih berpendapat bahwa perhatian utama arsitektur lanskap adalah perancangan taman rumah tinggal dan perencanaan kebun dengan unsur tanaman sebagai salah . Ketepatan 2. Indikator Pencapaian 1.

yaitu secara teratur berubah warna. Pertumbuhan ini tidak tampak dalam jangka waktu pendek. bentuk. dan kepekaan penggunaan dalam konteks perancangan tertentu. warna. kelebatan daun. kemampuan. 1983). dan 4) pada musim dingin dengan cabang yang gundul dan percabangan yang jelas. unsur tanaman adalah dinamis. pertimbangan ekologis tanaman untuk pertumbuhan yang baik. Tanaman-tanaman di daerah tropis tidak berubah begitu dramatis seperti tanaman berdaun rontok. Dengan ruang lingkup yang lebih luas ini. unsur tanaman tetap merupakan unsur utama perancangan yang membantu arsitek lanskap dalam mencapai tujuan perancangan tidak hanya sebagai unsur penghias tetapi juga memiliki fungsi-fungsi yang sama dan kadang-kadang mempunyai nilai tertentu dalam perancangan arsitektur lanskap. Semua tanaman tumbuh besar dalam proses pertumbuhannya. meskipun ada perubahan pada musim panas dan dingin. yaitu 1) pada musim semi dengan bunga dan daun-daun hijau kekuningan yang rimbun. profesi arsitektur lanskap sebenarnya terlibat dalam skala yang lebih luas daripada itu. terletak pada pengetahuan tentang fungsi. dan tekstur serta pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. dan karakter keseluruhan sesuai musim dan pertumbuhannya. Misalnya. 3) pada musim rontok dengan daun-daun warna cerah.13 satu unsur perancangan yang penting. Hal ini mencakup pemahaman tentang karakteristik-karakteristik perancangan seperti ukuran. beberapa tanaman berdaun rontok di daerah beriklim sedang mempunyai 4 karakteristik visual yang berbeda berdasarkan pada musim-musim yang dialami. Bahkan di gurun pasir. Akan tetapi. keterampilan. Keahlian arsitek lanskap terkait dengan unsur tanaman. tanaman berubah dalam penampakannya khususnya selama musim dingin dan berbunga di musim semi. tekstur. dan dampak lingkungannya jika ditanam pada situasi tertentu. Karakteristik penting adalah bahwa tanaman merupakan unsur yang hidup dan tumbuh (Booth. Unsur tanaman memiliki beberapa sifat yang membedakan dari unsur-unsur perancangan arsitektur lanskap lainnya. atau musim hujan dan kemarau. Pertama. yaitu menitikberatkan pada pengelolaan sumberdaya alam pada semua skala. 2) pada musim panas dengan daun-daun hijau tua. tetapi cenderung dramatis dalam jangka . Kearifan seorang arsitek lanskap terletak pada pemahamannya terhadap karakteristik visual tanaman secara keseluruhan.

Perubahan penampakan tanaman pada setiap musim mempersulit untuk memilih dan menempatkannya dalam merancang taman. tetapi perubahan tersebut tidak dapat dibandingkan dengan pohon muda yang tumbuh dari ketinggian 2 m pada waktu pertama ditanam dengan pohon setinggi 15 m setelah beberapa tahun kemudian. Masalahnya akan lebih sulit karena tanaman penutup dan semak pada umumnya mencapai kedewasaan lebih cepat daripada pohon sehingga memerlukan program pemeliharaan berkala untuk memindahkan tanaman penutup dan semak yang telah melebihi umurnya. Akan tetapi. Oleh karena itu. perancang menanam tanaman muda di tapak karena lebih murah dan mudah dipindah serta mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk hidup dan tumbuh dibandingkan tanaman dewasa. tanaman baru memerlukan waktu 15-20 tahun untuk tumbuh dewasa bahkan mungkin lebih untuk mencapai ukuran optimal.14 waktu yang panjang. tetapi tampak tidak menarik pada musim lain. lebar. Aspek pertumbuhan unsur tanaman juga memiliki implikasi yang lain. tetapi juga bagaimana peranannya sepanjang tahun dan pertumbuhan dari waktu ke waktu. Faktor kesulitan waktu hampir tidak terdapat dalam profesi perancangan lain karena penilaian terhadap perancangan dapat dilakukan setelah selesainya proyek. Penyataan bahwa bangunan atau patung dapat rusak dimakan usia adalah benar. Akibatnya. agar perbaikan dapat dilakukan pada tahap berikutnya. Suatu kesalahan mungkin saja terjadi di dalam memilih tanaman yang menarik pada musim tertentu. Umumnya. arsitek lanskap tidak dapat menilai dengan baik kualitas yang ingin dicapai untuk suatu perancangan dalam beberapa tahun (mungkin lebih dari 20-25 tahun). Masalah ini dapat disederhanakan jika sebagian unsur komposisi tanaman dibiarkan berubah sepanjang tahun. sedangkan sebagian yang lain tetap konstan secara visual. Untuk pohon besar di daerah beriklim sedang. arsitek lanskap tidak hanya . Hal ini mempersulit untuk menilai apakah perancangan tersebut berhasil atau tidak. Kualitas dinamis dari unsur tanaman ini mempunyai implikasi penggunaannya dalam perancangan. Perancang tidak hanya memperhatikan bagaimana suatu kelompok tanaman berfungsi dan tampak pada musim tertentu. dan bentuk tanaman dewasa. Tanaman memerlukan waktu lama untuk mencapai ketinggian. hal ini memiliki kelemahan bagi perancang.

sinar matahari. beberapa jenis tanaman asli suatu daerah memerlukan perhatian khusus secara terus menerus. serta pengendalian hama dan penyakit merupakan kegiatan pemeliharaan dari tanaman lanskap. masalah lain dapat timbul dengan cara ini. perancang biasanya menanam tanaman kecil dalam jumlah banyak agar cepat memenuhi suatu area. Akan tetapi. Faktor-faktor seperti kimia tanah. tetapi juga pengaruh jangka panjang. agar memahami bagaimana hasil akhir perancangannya serta perubahannya dari waktu ke waktu. pemangkasan. tanaman tumbuh saling memenuhi ruang. tentang bagaimana wujud perancangan setelah selesai pelaksanaan. Setiap jenis tanaman memerlukan persyaratan tertentu untuk pertumbuhan optimal sehingga salah satu langkah di dalam merancang taman adalah menetapkan syarat-syarat pertumbuhan tanaman pada tapak. Beberapa jenis tanaman memerlukan pemeliharaan lebih daripada yang lain. Hal ini memerlukan pemeliharaan tambahan dan biaya pemangkasan agar ukuran tanaman tetap seperti yang diinginkan. . Penyiraman. dapat dilupakan setelah ditanam. Setelah ditetapkan dapat dipilih tanaman yang sesuai dengan syarat-syarat tersebut. angin. Bahkan. Apabila hal ini tidak dijelaskan. drainase tanah. 1983). Semua tanaman memerlukan tingkat pemeliharaan tertentu untuk tetap tumbuh sehat.15 mempelajari pengaruh tanaman dalam jangka pendek terhadap perancangan. pemupukan. arsitek lanskap membuat gambar perancangan berdasarkan tanaman 75100% ukuran dewasa. Klien harus diberi penjelasan tentang kenyataan yang sebenarnya. klien cenderung kaget melihat kenyataan yang berbeda dengan apa yang dilihat dalam maket atau denah yang tanamannya digambarkan mendekati umur dewasa. Karakteristik kedua yang menonjol adalah bahwa tanaman merupakan unsur perancangan yang hidup sehingga memerlukan beberapa persyaratan lingkungan untuk hidup dan tumbuh dengan baik (Booth. Tanaman tidak seperti unsur perancangan lain. dan suhu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Untuk menghindari penampilan yang kurang bagus yang diakibatkan penanaman tanaman yang masih kecil. Biasanya. Hal ini menimbulkan masalah dalam menjelaskan kepada klien.

Perkembangan taman mulai dari sebelum Masehi hingga sekarang. sistem irigasi. Selain itu. Tanaman yang pertama ditanam dalam suatu taman adalah jenis yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Mesir seperti halnya Mesopotamia telah memiliki keahlian atau keunggulan di bidang hortikultura. Taman-taman di Mesir ditata dalam komposisi yang teratur berupa petak-petak berisikan bunga-bungaan kolam atau enclosure (Hakim. 2) Periode Abad Pertengahan. Salah satu taman yang terkenal adalah Zigurat atau Taman Gantung yang ditanami pohon. dan 4) Periode Modern. Akan tetapi. Taman kerajaan Asyiria kemungkinan dipengaruhi oleh desain Mesir. Yunani. dan lain sebagainya untuk kebutuhan kesenangan. yaitu: 1) Periode Antik. Mesir. Ciri taman Asyiria umumnya berbentuk formal dalam penyusunan tanaman. bangsa Mesir kuno membangun taman di dalam tempat kediaman dan dipagar dengan tembok tebal. Persia. Sejarah Perkembangan Tanaman dalam Lanskap Sejarah perkembangan tanaman dalam lanskap sesungguhnya berkembang sejalan dengan perkembangan taman. dan tanaman merambat dengan pola formal dan rectalinier (Hyams. Taman dibuat pertama kali di daerah Mesopotamia yang terletak di lembah Sungai Euphrat oleh bangsa Babylon (3. berbeda dengan bangsa Babylon. yang dapat dibagi dalam 4 periode. Pengaturan dilakukan pada petak-petak tanaman produktif. yaitu jenis tanaman yang dapat dimakan (edible) atau jenis tanaman obat-obatan (medicinal) dan bahan baku parfum. pepohonan yang ditanam merupakan pohon buah-buahan dan yang dapat digunakan sebagai kayu bangunan. Seni pertamanan bangsa ini diperlihatkan dengan pengaturan tempat-tempat pertanian sebagai tempat yang menyenangkan. Periode Antik Periode Antik yang terjadi pada masa sebelum Masehi memperlihatkan bahwa tanaman hias belum dikenal. dan Romawi.16 B.500 SM). Dari reliefrelief peninggalan bangsa Asyiria menunjukkan pohon-pohon dan palem disusun . yaitu taman-taman di Mesopotamia. 2003). 1971). penanaman pohon-pohon besar. 3) Periode Renaissance. Taman-taman pada periode ini. 1. Asyiria. semak.

anggrek melambangkan kehalusan budi pekerti. Taman-taman ini umumnya menggunakan sistem irigasi yang dialirkan dari ladang pertanian yang jauh dari istana. 1971).17 berbaris dengan teratur seperti di Mesir. sopan santun. semua bunga dan pohon mempunyai arti simbolis dan makna. 2001). dan budaya. Catatan sejarah dan peninggalan kuno merupakan bukti yang mengisahkan kekayaan budaya dan flora negeri Cina. Posisi bangunan diletakkan mengarah jalan dan letak kamar-kamar ditata ke sebelah dalam (in ward) yang dihubungkan dengan colonade serta pembukaan ke arah ruang terbuka atau atrium. Unsur air yang digunakan dalam taman bernilai simbolis sebagai aliran air yang berasal dari Taman Firdaus dalam kitab suci. taman tempat bersenang-senang jarang ditemukan di . Taman-taman istana kerajaan Persia diciptakan untuk mengekspresikan keagungan dan kemegahan dalam bentuk lain. chrysanthemum melambangkan kerendahan hati. Pada permulaan abad ini. dan panjang umur. Pola rumah bangsa Yunani ini dijadikan dasar oleh bangsa Romawi untuk membangun tempat tinggal. Misalnya peoni melambangkan kekayaan dan kehormatan. dan lotus melambangkan kemurnian dan kebenaran (Mariana. Taman Cina yang terkenal dibuat pada jaman pemerintahan dinasti Chin dan dinasti Han. 2011). Selain itu. 2. kebaikan. Bunga-bunga indah dan tanaman eksotik sering menjadi motif dekoratif pada sutera dan porselen. Pohon-pohon ini ditanam secara berbaris juga untuk memudahkan pengairan (Wahid dan Karsono. Perkembangan taman terjadi dari Mediteran di Barat sampai Cina di Timur Jauh. Kerajaan bangsa Yunani terutama pada pemerintahan Alexander the Great mengerjakan taman-taman dengan mengambil inspirasi taman-taman kerajaan Persia dan Mesir. Periode Abad Pertengahan Periode abad pertengahan berlangsung sekitar abad ke-7 hingga abad 15. Biasanya ruang duduk atau ruang keluarga dihadapkan ke inner court atau patio yang selalu diberikan perkerasan serta dihiasi dengan patung dan tanaman di dalam pot. Pada masa pemerintahan kedua dinasti tersebut sudah terdapat taman istana megah yang bernuansa religius pengaruh ajaran Tao dan benilai estetika tinggi serta ditujukan sebagai tempat beristirahat dan bersenang-senang (Hyams.

dan marygold. Robinia pseudoacacia. terdapat tempat yang berbentuk semacam taman yang disebut Purgatones. Bangsawan dari Eropa Utara mengungkapkan keindahan dari taman-taman gereja dengan membuat taman bunga dengan gaya Pietro de Carescenzi. Jasminum nudiflorum. dengan pola tertutup dan dengan tanaman rumput dan bunga-bungaan. Kebun-kebun ini dipelihara dan dipagari dengan tembok sebagai benteng yang kuat. Taman ini memakai tanaman sayuran dan obat-obatan serta perpohonan dan tanaman hias bunga. Tanaman yang dibudidayakan di Kebun Raya Padua. Pelargonium cuculatum. Karakteristik taman yang menonjol pada Periode Renaissance adalah kebun raya. 3. Cyclamen persicum. Cedros deodara. Tanaman Porticoes merupakan salah satu elemen taman yang penting yang dimasukkan oleh Byzantine Basilicos. antara lain. Ruang terbuka umumnya berfungsi sebagai tempat menanami berbagai jenis tanaman obat-obatan dan buahan. Juglans . dengan sistem politik pemerintahan yang semakin baik. 2003). Tanaman hias yang penting adalah mawar. Pada waktu itu. Bignonia radicans. Dua contoh kebun raya yang banyak dipelajari dalam botani adalah Kebun Raya Padua dan Kebun Raya Pisa.18 antara kota-kota dan benteng-benteng yang padat. serta perkembangan perdagangan dan peningkatan perekonomian menyebabkan berkembangnya keberadaan taman-taman (Hakim. 1971). Kebun raya memberi pengaruh yang kuat pada pertamanan sehingga dapat dikatakan bahwa kebun raya merupakan ciri dari jaman Renaissance. antara lain. Tanaman bunga mulai menjadi berarti bagi kepentingan masyarakat pada abad ke-6 dan ke-7. merupakan taman tertutup yang pertama kali dibuat di Eropa pada abad pertengahan (Hyams. violet. Periode Renaissance Periode ini berlangsung sekitar abad 15 sampai 20. Kebun raya ini muncul sekitar abad ke-16 dan diduga berasal dari Mesiko lalu bentuk taman dibawa oleh orang-orang Spanyol dan akhirnya menyebar ke Eropa. Kebun Raya Padua dibuat pada tahun 1545 dan tetap bertahan sampai bertahun-tahun. Pada akhir abad ini. Tanaman yang dibudidayakan di Kebun Raya Pisa. dan Solanum tuberosum. Madonna Lily sebagai bunga persembahan kepada Bunda Maria dan menjadi simbol yang bermakna dari bunga violet dan mawar.

Magnolia grandiflora. Taman-taman di Perancis awalnya berkiblat pada taman-taman pada Periode Abad Pertengahan. dan Boyceau. Alianthus glandulosa. sedangkan Villa Lante dibangun oleh Mignolia. Orang lain yang berjasa dalam pembentukan Taman Perancis ialah Claude Mollet. Villa de Este. violet. Taman yang dibuat menggunakan tanaman-tanaman yang ditanam rapat dalam baris-baris. serta bersifat lebih terbuka (Damayanti. Elemen tanaman yang digunakan adalah pohon buah-buahan yang ditanam dalam pot besar dari tanah liat dan parterre. semak evergreen.19 nigra. 1999). Taman-taman tidak hanya sebagai tempat meditasi tetapi lebih diutamakan sebagai tempat rekreasi. Taman pada era ini diistilahkan memiliki “beauty and perfect form” yang dikaitkan dengan perubahan dalam segi kualitas. Villa ini adalah satusatunya villa yang tamannya masih utuh. wallflower. Orang yang pertama kali membawa pengaruh Renaissance ke Perancis ialah Leonardo da Vinci pada tahun 1514. dan Villa Lante. antara lain. buah-buahan. semak. Cinnamomum camphora. Raja Henri VII dan Kardinal Wolsey adalah orang-orang yang berjasa dalam kemajuan taman-taman Renaissance di Inggris. bernuansa matematis. artistik. yaitu Taman Italia. Bunga-bunga yang digunakan. dan Inggris. Beberapa karya yang terkenal di Italia adalah Villa Medici. Taman-taman pada periode ini. Salah satu elemen utama taman . lalu dibeli oleh Ferdinando de Medici pada tahun 1580. Secara umum tanaman yang digunakan pada Periode Renaissance ialah menggunakan tanaman dalam bentuk pohon dan kelompok tanaman. melalui perhitungan dan perencanaan matang sehingga tercipta suatu taman yang nilai artistiknya tinggi. Taman-taman yang dibangun oleh Olivier de Serre kebanyakan berisi sayuran. Chaenomeles japonica. relaksasi. dan lily of the valley. Perancis. dan bunga-bungaan. Ciri taman ini ialah menggunakan pohon-pohon. dan falsafah desain. Taman-taman dibuat oleh para seniman taman bekerjasama dengan para botanis. Villa de Este dibangun oleh Pirro Ligorio untuk Cardinal Ippolito de Este. dan Tulip sp. Villa Medici dibangun oleh Annibale Lippi untuk Cardinal Ricci pada tahun 1544. dan pesta perjamuan. dan bunga-bungaan. Olivier de Serre. dengan falsafah desain yang bertumpu pada peningkatan kenyamanan bagi manusia yang ingin menikmatinya.

Selain itu. Model terbesar dari taman Renaissance di Inggris ialah Nonsuch Garden. sedangkan bunganya. pansy. 4. dan juga sebagai tempat melakukan kegiatan seni atau hobby (work of art). dan tiruan-tiruan binatang. madonna lily. Arsitek lanskap pada periode ini merencanakan taman tidak hanya sekedar tempat untuk koleksi bunga. Beberapa taman memiliki parterre seperti pada Taman Perancis. Perkembangan taman mulai dari sebelum Masehi hingga sekarang. dan almond. wallflower.20 adalah mount. yaitu jalan berbentuk spiral yang dikelilingi pepohonan. tetapi pola-polanya lebih sederhana. sebagai tempat untuk bermain anak-anak (playground). Sejarah perkembangan tanaman dalam lanskap sesungguhnya berkembang sejalan dengan perkembangan taman. carnation. termasuk hutan-hutan dengan vistanya. aprikot. lapangan-lapangan hijau. Taman telah berkembang sedemikian rupa. antara lain. tetapi juga sebagai outdoor livingroom. dapat . taman rumah. peach. Karya taman yang dihasilkan pada periode ini lebih beragam. dan taman bermain dengan penggunaan berbagai jenis tanaman. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. antara lain. Pada periode ini telah berkembang penggunaan tanaman dalam taman bahkan mutlak ada tanaman hias sebagai ornamen. ada bosco. tanaman yang digunakan tidak hanya tanaman yang bersifat dekoratif. sedang dan sudah dibudidayakan. marygold. Rangkuman Tanaman lanskap adalah tanaman yang belum. misalnya taman kota. Taman pada periode ini dapat dianggap sebagai tempat untuk melakukan aktivitas sehari-hari (living space). tetapi juga tanaman yang disesuaikan dengan kondisi tapak di sekitarnya dan sedikit memerlukan tenaga kerja dalam penanaman dan pemeliharaan. Ciri-cirinya ialah ditiru dari fountainbleau. Buah yang ditanam. Bentuk mount berasal dari Italia. C. Periode Modern Periode ini dimulai pada abad 20 hingga sekarang. dan daffodils.

2) Periode Abad Pertengahan. 3) Periode Renaissance. (a) (b) (c) (d) Anggrek Peoni Chrysanthemum Lotus 2..... 3. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.. Jelaskan karakteristik tanaman lanskap yang membedakan dari unsur-unsur perancangan lainnya..... 2. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangan tanaman lanskap. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1.. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.... Lakukan penelusuran literatur mengenai sejarah perkembangan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet.. Tanaman yang melambangkan kekayaan dan kehormatan adalah. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1... dan 4) Periode Modern. Jelaskan periode-periode perkembangan tanaman lanskap.21 dibagi dalam 4 periode... Jelaskan pengertian tanaman lanskap.. PENUTUP A. yaitu 1) Periode Antik.. 2... (a) Kebun raya (b) Taman bunga (c) Kebun buah (d) Taman villa .. Karakteristik taman yang menonjol pada Periode Renaissance adalah. B..

Taman dengan pola tertutup dan dengan tanaman rumput dan bunga-bungaan disebut gaya... Jalan berbentuk spiral yang dikelilingi oleh pepohonan disebut... Hitunglah jawaban Anda yang benar. (a) Pohon buah-buahan (b) Lapangan hijau (c) Bunga-bungaan (d) Semak evergreen 4........ (a) The Maze (b) Grotto Palissy (c) Pietro de Carescenzi (d) Fountainbleau Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. (a) Parterre (b) Bosco (c) Mount (d) Grotto 5.........100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang .....22 3......... Elemen tanaman yang digunakan pada Villa Medici adalah.... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% .. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 2..

2(1): 25-28. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Jakarta: Penerbit Univ. D. Trisakti. bagus! Anda cukup memahami Bab 2. 6. Hakim R. 2001. 1999. New York: Praeger Publ. Alam dan Lingkungan. Damayanti VD. Buletin Taman dan Lanskap Indonesia. Karsono. 5. Wahid J. Akan tetapi. Hyams E. c . Arsitektur Lansekap Manusia. A History of Garden and Gardening. Sumber/Referensi 1. 2011.23 Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Sejarah Penggunaan Bunga sebagai Elemen Taman dalam Taman Cina. b 2. a 3. Booth NK. 1983. 2. B. 4. Yogyakarta: Graha Ilmu. Illinois: Waveland Pr. Basic Elements of Landscape Architectural Design. Inc. Buletin Taman dan Lanskap Indonesia. 1971. 4(3): 21-25. a 4. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Mariana F. 2003. Karakteristik Taman Italia. C. Kunci Jawaban 1. Desain dan Konsep Arsitektur Lansekap Dari Zaman ke Zaman. Anda harus mengulangi Bab 2. Anda dapat meneruskan pada Bab 3. 3. c 5.

Unsur tanaman digunakan secara arsitektural dalam fungsi lanskap sebagai komponen struktural seperti lantai. Strategi Pembelajaran 1. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Collaborative learning 2.24 BAB 3 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK ARSITEKTURAL PENDAHULUAN Kegunaan arsitektural unsur tanaman sangat penting dalam penataan lanskap terutama sebagai pembentuk ruang luar. Secara arsitektural tanaman merupakan ruang kegiatan pada ruang luar. A. atap. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Dalam pengembangan perancangan. Karakteristik visual unsur tanaman umumnya dipilih setelah fungsi arsitekturalnya ditetapkan. kegunaan arsitektural adalah yang pertama dipelajari. 3. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui sumber bacaan dan internet. 4. 2. B. . dan dinding. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. Praktikum C.

antara lain. Tanaman semak dapat digunakan sebagai pembentuk bidang vertikal (dinding). 2. semi terbuka. dan pengendali keleluasaan pribadi. tertutup. Berdasarkan aspek arsitektural. dan tanaman pengatap. dan bidang pengatap. yaitu bidang dasar. tanaman pedinding. dan sebagainya. Unsur tanaman dapat digunakan dalam lanskap untuk saling mempengaruhi bidang-bidang pembatas tersebut. Pohon dapat digunakan untuk membentuk bidang pengatap/atap. Penggolongan tanaman berdasarkan aspek arsitektural artinya menciptakan ruang dengan unsur tanaman.25 D. intim. ruang yang bersifat terbuka. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Unsur tanaman pada lingkungan alami dapat berperan dengan baik dengan menyempurnakan fungsi-fungsi ”arsitekturnya". A. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Istilah aspek arsitektural tidak dimaksudkan hanya untuk lingkungan buatan. Pembentukan Ruang Pembentukan ruang berarti mengolah bidang atau unsur pembentuk ruang. penyekat. Berbagai kesan ruang dapat diciptakan dengan elemen tanaman. bidang vertikal. Kesan ruang tergantung pada pembatas nyata dan maya dengan memodifikasi ketiga bidang tersebut baik secara sendiri maupun digabung. 3. publik. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. Jenis tanaman sebagai pembentuk ruang dikelompokkan menjadi tanaman pelantai. tanaman dapat digolongkan berdasarkan fungsinya sebagai pembentukan ruang. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. Indikator Pencapaian 1. 4. Rumput atau tanaman penutup tanah (groundcover) dapat digunakan untuk membentuk bidang dasar (lantai). . Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. semi publik.

batas antara daerah rumput dan tanaman penutup memberikan gambaran batas ruang tanpa penyekat fisik (Gambar 1). Gambar 1. Tanaman Pelantai Untuk membentuk bidang dasar. Misalnya.26 2. Komposisi tanaman berupa susunan pohon atau semak dapat membentuk bidang pembatas atau dinding . Dalam hal ini. tanaman penutup atau semak dapat secara tidak langsung membentuk ruang dengan perbedaan ketinggian dan bahan. seperti lumut. Pertama. unsur tanaman dapat mempengaruhi persepsi ruang dalam berbagai cara. dan groundcover. kepadatan massa. sekali lagi pembatasan ruang ini lebih banyak secara tidak nyata daripada secara nyata (Gambar 2). Ruang maya terbentuk di antara penutup tanah dan rumput (Sumber: Booth. tetapi dengan ketinggian yang rendah memberi kesan suatu dinding. rumput. 1983) 3. tanaman membentuk ruang vertikal secara fisik. dan pola susunannya. Tanaman Pedinding Untuk membentuk bidang vertikal. Tingkat ketertutupan dapat bervariasi dengan ukuran batang. Jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pembentuk bidang lantai adalah tanaman yang tingginya sampai setinggi mata kaki. batang pohon berperan sebagai tiang vertikal pada ruang luar.

. Kesan pengatap yang kuat dapat dirasakan jika tajuk pohon saling tumpang tindih. Contoh lain dari batang pohon yang membentuk batas ruang dapat dilihat sepanjang jalan yang ditanami pohon dimana massa batang pohon pada musim dingin memberi gambaran batas-batas ruang walaupun tanpa daun. Dalam hal ini. 2003). 1983) 4. semakin kuat kesan ketertutupannya. Perubahan tingkat ketertutupan lebih jelas dan cenderung tampak dengan adanya variasi musim pada tanaman berdaun rontok. dan mempengaruhi skala vertikal ruang tersebut (Gambar 3). membatasi pandangan ke langit. Batas ruang maya terbentuk oleh massa batang pohon (Sumber: Booth. Semakin tinggi pohon dan semakin besar dan rapat daunnya.27 (Hakim dan Utomo. Massa daun dan percabangan pada tajuk pohon membentuk atap pada ruang luar. Kedua. semakin kuat kesan ketertutupannya. dengan demikian menutup pandangan langsung ke langit. kepadatan dan ketinggian massa daun mempengaruhi kualitas ruang. Tanaman Pengatap Bidang pengatap suatu ruang dapat dimodifikasi melalui unsur tanaman. massa daun tanaman dapat mempengaruhi bidang vertikal ketertutupan ruang. Gambar 2. Semakin banyak batang pohon seperti dalam suasana hutan alami.

Tanaman tersebut berperan sebagai dinding vertikal yang menghalangi pandangan ke dalam dan luar ruang. seperti dengan unsur perancangan yang lain. tidak memberi kesan pribadi. Setelah itu arsitek lanskap dapat melanjutkan dengan memilih dan menyusun tanaman yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. tertutup. akrab.28 Dalam pembentukan ruang luar dengan menggunakan unsur tanaman. Ruang seperti memberi kesan luas. Gambar 3. monumental. tetapi sebagian tertutup pada salah satu sisi atau lebih dengan tanaman tinggi. Ruang Semi Terbuka Ruang ini sama dengan ruang terbuka. 2. dan sebagainya). tetapi diinginkan pandangan yang terbuka pada sisi lain . tetapi agak transparan dan berorientasi kuat pada sisi yang terbuka. Ruang ini umumnya sesuai untuk teras rumah dimana kesan pribadi diperlukan pada satu arah. Tipe ruang yang demikian memiliki kualitas yang sama dengan ruang yang terbuka. Beberapa tipe dasar ruang yang terbentuk oleh tanaman diuraikan sebagai berikut. Bidang pengatap terbentuk oleh bagian bawah tajuk pohon (Sumber: Booth. Ruang yang Terbuka Arsitek lanskap dapat menciptakan ruang secara tidak langsung terbuka ke semua arah dengan menggunakan semak dan tanaman penutup sebagai pembatas ruang. 1983) 1. perancang harus menentukan terlebih dahulu tujuan yang akan dicapai dan kualitas ruang yang diinginkan (terbuka. dan terbuka terhadap sinar matahari dan langit.

Ruang Beratap (Canopied Space) Ruang beratap dapat dibentuk dengan bagian-bagian atas tertutup dan sisi-sisi terbuka menggunakan massa tanaman peneduh dengan tajuk tanaman yang padat. ruang ini merupakan karakteristik ruang terbuka hijau perkotaan. B. Penyekat (Screening) Apabila pembentukan ruang luar merupakan salah satu kegunaan arsitektural tanaman. Dalam kaitannya dengan lanskap. Salah satu variasi ruang ini adalah ”lorong” yang terbentuk oleh tanaman peneduh sepanjang jalan raya atau jalan setapak. Hal ini dimaksudkan agar ruang yang terbentuk dapat mengembang atau mengecil apabila ruangnya bertambah tinggi.29 3. tipe ruang ini sering dirasakan jika seseorang berdiri di lantai dasar bangunan yang terbuka dengan sisi-sisi yang terbuka. memberikan kesan keleluasaan pribadi. Tergantung besarnya tekanan yang diinginkan. Sinar matahari tersaring tajuk tanaman dan cahaya menembus dari sisi-sisinya. Salah satu variasi yang memungkinkan dari ruang ini adalah menggunakan tanaman yang berbentuk meruncing ke atas sebagai unsur pembentuk ruang. Secara keseluruhan ruang ini berkesan "terapit" antara bidang atas dari tajuk pohon dan bidang dasar apabila seseorang melewati antara batang-batang pohon. Perbedaan utama ruang ini adalah tertutup pada sisi-sisinya dan tanaman berukuran sedang dan kecil. 5. Ruang Vertikal Dengan menggunakan tanaman tinggi. Ruang ini berkesan sejuk dan memungkinkan pandangan tak langsung ke dalam dan luar ruang melalui sisi-sisinya. agak gelap. arsitek lanskap dapat membentuk ruang luar dengan orientasi vertikal dan terbuka ke arah langit. Ruang beratap juga membentuk kesan skala vertikal yang kuat dengan penutupan ketinggian ruang. 4. kegunaan lain adalah untuk menutup obyek atau pemandangan yang . ruang tersebut dapat terbuka atau tertutup pada sisi-sisinya. Secara arsitektural. dan terisolir. Ruang seperti ini dapat dirasakan seperti suasana hutan. berorientasi ke dalam. Ruang Tertutup Beratap (Enclosed Canopied Space) Ruang ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan ruang beratap.

Untuk membentuk penyekat tanaman secara efektif. dan bentuk permukaan tanah. perancang terlebih dahulu harus menganalisis titik-titik mana agar pengamat dapat melihat. C. apabila tanaman digunakan sebagai penyekat. Unsur tanaman sebagai penyekat vertikal dapat mengendalikan pandangan agar obyek yang diinginkan dalam lanskap dapat terlihat dan obyek yang kurang baik terhalangi. sedangkan penyekat memungkinkan pergerakan di sekitar tanaman pembatas. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah musim.30 kurang menarik suatu lingkungan. Pengendali keleluasaan pribadi sering merupakan tujuan perancangan yang diinginkan sebagai ruang duduk yang akrab (intim) atau merupakan teras rumah. Faktor-faktor tersebut secara bersama-sama mempengaruhi tinggi. dan penempatan tanaman pembatas yang diinginkan. . tanaman dapat membatasi pandangan secara total sehingga tidak tembus sama sekali (opaque). Hal ini sangat tergantung dari tujuan perancangannya. susunan. atau dibuat transparan agar menghalangi sebagian pandangan. Tujuan dari pengendalian pandangan ini adalah untuk memisahkan ruang dengan sekitarnya (Gambar 4). Pengendali Keleluasaan Pribadi Fungsi tanaman yang mirip dengan fungsi penyekat adalah sebagai pengendali keleluasaan pribadi. dengan demikian menghalangi pandangan ke dan dari ruang. Tanaman yang tinggi. Penyekat menghalangi secara bijaksana sebagian dari pandangan pengendali keleluasaan pribadi mengurangi kebebasan bergerak dalam ruang. walaupun kadang-kadang perlu pada situasi tertentu. Tanaman hijau sepanjang tahun adalah yang paling sesuai untuk penyekat permanen untuk menghalangi pandangan sepanjang tahun. tidak berarti baik untuk penyekat. Pengendali keleluasaan pribadi adalah teknik penempatan tanaman di sekitar area tertentu agar pandangan ke dalam dan dari ruang dapat dihalangi. tinggi unsurunsur yang tidak menarik. jarak antara pengamat. Perbedaan yang jelas antara keduanya adalah pengendali keleluasaan pribadi memisahkan ruang dengan sekitarnya. unsur yang kurang menarik.

tanaman dapat digolongkan berdasarkan fungsinya sebagai 1) pembentukan ruang. dan tanaman lebih rendah lagi kurang memberikan rasa keleluasaan pribadi.yang rimbun dengan tinggi lebih dari 2 meter. Rangkuman Unsur tanaman digunakan secara arsitektural dalam fungsi lanskap sebagai komponen struktural seperti atap. . Tanaman. umumnya memberi kesan keleluasaan pribadi yang kuat. dinding. dan lantai. 2) penyekat. D. Tanaman sebatas dada memberikan keleluasaan pribadi sebagian. dan 3) pengendali keleluasaan pribadi. Kegunaan arsitektural lebih ditekankan pada aspek struktural. Pengendali keleluasaan pribadi (Sumber: Booth. tetapi akan memberikan keleluasaan pribadi secara total jika sedang duduk. 1983) Penyekat tingkat pengendali keleluasaan pribadi dipengaruhi langsung oleh karakteristik tanaman yang digunakan untuk menghalangi pandangan. Berdasarkan aspek arsitektural.31 Gambar 4.

. Tanaman yang digunakan untuk memberi kesan pribadi yang kuat adalah.. 3.. Jelaskan fungsi tanaman sebagai pengendali keleluasaan pribadi..... Ruang yang terbentuk oleh tanaman peneduh dengan tajuk tanaman yang rapat adalah. (a) Dasar (b) Vertikal (c) Horizontal (d) Atap 2. Jelaskan lima tipe dasar ruang yang terbentuk oleh tanaman..... B... Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1.. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural.. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Tanaman penutup tanah dapat digunakan untuk membentuk bidang...... Jelaskan fungsi tanaman sebagai pembentukan ruang.. 2. 2. (a) Ruang terbuka (b) Ruang semi terbuka (c) Ruang beratap (d) Ruang vertikal 3.. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1..... Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1..... 4....32 PENUTUP A. (a) Tanaman rendah ... Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.. Jelaskan fungsi tanaman sebagai penyekat (screening). Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural.

. Anda harus mengulangi Bab 3... Apabila massa daun tanaman semakin besar dan rapat.... terutama bagian yang belum Anda kuasai... apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Jarak antara pohon yang memiliki efektivitas visual adalah.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas....... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 3. Anda dapat meneruskan pada Bab 4.. maka ruang akan semakin.. Akan tetapi..33 (b) Tanaman rimbun dengan tinggi > 2 m (c) Tanaman dengan tinggi > 2 m (d) Tanaman setinggi dada 4. (a) Lemah kesan ketertutupannya (b) Kuat kesan keterbukaannya (c) Lemah kesan keterbukaannya (d) Kuat kesan ketertutupannya 5. . (a) < 3 m (b) 3 – 5 m (c) 5 – 9 m (d) > 9 m Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini... Hitunglah jawaban Anda yang benar. Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% .. bagus! Anda cukup memahami Bab 3.....

Basic Elements of Landscape Architectural Design. Booth NK. Utomo. Inc. Sumber/Referensi 1. Komponen Perancangan Arsitektur Lanskap. a 2. b 4.34 C. 2003. d 5. D. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara. H. d . Hakim R. 1983. Kunci Jawaban 1. c 3. Illinois: Waveland Pr. Prinsip – Unsur dan Aplikasi Desain. 2.

bentuk. Kegunaan arsitektural lebih ditekankan pada aspek struktural. tetapi apabila kurang menarik akan mengganggu pandangan. Collaborative learning 2. sedangkan kegunaan estetika lebih menyangkut pada kualitas visual suatu perancangan. dan tekstur tanaman serta susunan komposisi dan hubungannya dengan lingkungan sekitar merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas estetika suatu perancangan. Ukuran. F.35 BAB 4 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK VISUAL PENDAHULUAN Unsur tanaman selain berfungsi untuk kegunaan arsitektural dalam perancangan. warna. karena tanggapan seseorang merupakan reaksi terhadap apa yang terlihat. Kualitas visual dalam penataan tanaman sangat penting. Praktikum . apabila dapat menarik pandangan. memodifikasi suhu udara. juga memiliki kegunaan estetika. Penataan tanaman yang berhasil. menghalangi pandangan. disamping menyempurnakan fungsi-fungsi yang lain. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. yaitu untuk membentuk ruang. menstabilkan tanah. E. membentuk ruang keleluasaan pribadi. Suatu penataan tanaman dapat berfungsi dengan baik sebagai pembentuk ruang. menciptakan urut-urutan ruang. Strategi Pembelajaran 1.

karakteristik visual tanaman mencakup ukuran. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. 4. Pohon besar yang sudah tumbuh dewasa berukuran tinggi 12 meter atau lebih. Unsur tanaman dapat dikategorikan dengan ukuran-ukuran sebagai berikut. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. 4. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek visual. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. dan kegunaan tersendiri dalam ruang luar.36 G. tanaman yang paling cepat terlihat dari segi komposisi dan ruang dalam lanskap adalah pohon besar dan sedang. 1. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek visual melalui sumber bacaan dan internet. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. A. sedangkan pohon . Setiap karakteristik visual tanaman memiliki sub-kategori. warna. dan keseluruhan kerangka kerja perancangan. H. kualitas. yang akan diuraikan terinci pada bagian berikut. 2. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Indikator Pencapaian 1. Ukuran tanaman secara langsung mempengaruhi ukuran ruang. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. bentuk. Pohon besar dan sedang Berdasarkan ukurannya. 3. 2. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Secara umum. 3. Ukuran Tanaman Ukuran merupakan karakteristik visual penting unsur tanaman yang perlu dikaji terlebih dahulu dalam pemilihan tanaman untuk perancangan. daya tarik komposisi. dan tekstur.

dan mungkin satusatunya unsur tanaman yang terlihat. Jika dilihat dari seberang lapangan terbuka atau plaza. Kategori unsur tanaman ini merupakan unsur visual yang dominan karena ketinggian dan massanya. oleh karena itu berperan sebagai pusat perhatian jika diletakkan di antara tanamantanaman kecil (Gambar 5). Demikian juga pohon besar dan sedang merupakan tanaman yang pertama-tama terlihat dalam suatu komposisi. Gambar 5. perdu dan semak dapat diatur untuk melengkapi dan memperkuat kualitas komposisi ruang luar. dan kecrutan (Spathodea campanulata). yang pertama terlihat adalah pohon-pohon besar.37 sedang ketinggian maksimum 9 – 12 meter. Tanaman-tanaman kecil memberikan detail dengan skala yang lebih . trembesi (Samanea saman). Contoh pohon besar adalah flamboyan (Delonix regia). Pohon besar sebagai unsur dominan (Sumber: Booth. memberikan bentuk tiga dimensi keseluruhan suatu komposisi dengan membentuk struktur dasar dan kerangka ruang luar. Fungsinya sama dengan kerangka besi atau kayu sebuah bangunan. sedangkan contoh pohon sedang adalah bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea). beringin (Ficus benjamina). 1983) Pohon besar dan sedang menjadi semakin penting sebagai unsur komposisi jika ukuran ruang luar semakin besar. Pohon-pohon kecil atau perdu hanya terlihat pada jarak yang relatif dekat. sawo kecik (Manilkara kauki). Oleh karena itu. pohon besar dan sedang seharusnya merupakan unsur tanaman yang ditempatkan dalam perancangan karena penempatan tersebut dapat memberikan pengaruh besar terhadap penampakkan dan kesan komposisi secara keseluruhan. cemara kipas (Thuja orientalis). Apabila pohon besar telah ditempatkan. dan kayu manis (Cinnamommum burmanii).

Disini ketinggian dan sisi-sisi massa tajuk tanaman merupakan aspek penting dalam membentuk batas-batas ruang dan skalanya. perdu diartikan sebagai tanaman yang tumbuh dengan ketinggian maksimal 4. Tergantung ketinggian tajuk tanaman. Pohon besar dan sedang merupakan unsur penting di dalam membagi-bagi (subdividing) ruang-ruang perkotaan dan pedesaan luas yang awalnya dibatasi oleh bangunan-bangunan dan permukaan tanah. kembang merak (Caesalpinia pulcherima). dan palem wregu (Rhapis exelsa).5 meter di atas tanah atau berkesan monumental jika tinggi tajuk 12 – 15 meter di atas tanah. Contoh tanaman ini adalah kol banda (Pisonia alba). dadap merah (Erythrina cristagalli). 2. seperti di hutan rimba. Fungsi lain pohon besar dan sedang di lingkungan adalah untuk membatasi ruang pada bidang atas dan bidang vertikal. . atau dari bentuk. menjadi ruang-ruang yang lebih kecil. Perdu dapat berperan sebagai aksen visual dalam komposisi (Gambar 7). karena hal ini cenderung mengaburkan skala perancangan dan unsur-unsur yang lebih kecil. Kesan ruang luar dapat bervariasi. bunga. dan buah yang menyolok pada tanaman ornamental. jakaranda (Jakaranda filicifolia). Perdu dapat membatasi ruang. baik pada bidang vertikal maupun bidang atas.5 – 6 meter.38 terukur dalam kerangka keseluruhan komposisi yang terbentuk oleh pohon besar. Pada tapak berukuran kecil. agar berhati-hati untuk tidak menggunakan pohon besar. Jika dari sela-sela batang dan cabang-cabangnya yang rendah dari perdu dapat melihat pandangan (Gambar 6). ruang akan terasa lebih manusiawi jika tinggi tajuk pohon 3 – 4. Hal ini dapat diciptakan melalui ukuran yang kontras dengan tanaman-tanaman rendah. Pohon kecil (perdu) Dilihat dari segi ukuran tanaman. Tajuk dan batang pohon besar dan sedang dapat membentuk atap dan dinding ruang luar. pohon tampak sebagai latar depan yang transparan sehingga memberikan kesan lebih mendalam terhadap ruang yang sedang dilihat. perdu dapat membentuk batas-batas ruang pada bidang vertikal dengan batang-batang pohon atau melingkupi ruang pada bidang vertikal jika massa tajuknya sebatas mata. tergantung ketinggian tajuk pohon.

5 meter. hampir atau sampai ke tanah. Semak tinggi tidak hanya lebih pendek dari perdu.39 Tanaman ini digunakan sebagai pusat perhatian di tempat-tempat yang diinginkan untuk menarik perhatian. Batang pohon kecil sebagai latar depan suatu pusat perhatian (Sumber: Booth. antara lain. 1983) 3. Contoh semak tinggi. dan hanjuang (Cordyline terminalis). kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). Walaupun perbedaan ini . 1983) Gambar 7. Semak tinggi Semak tinggi merupakan tanaman yang tumbuh dengan tinggi maksimal 3 – 4. Selain itu. Perdu sebagai pusat perhatian dalam komposisi tanaman (Sumber: Booth. nusa indah (Mussaenda sp). Umumnya massa daun semak. dapat dipakai sebagai titik akhir ruang linier seperti bentuk patung atau bentuk abstrak untuk mengarahkan dan menarik orang ke dalam ruang. membentuk kanopi atau atap pada suatu daerah. kembang kertas (Bougenvillea spectabilis). pangkas kuning (Duranta repens). Gambar 6. tetapi dapat dikenal dari massa daunnya yang rendah.

warna. lolypop kuning (Pacystachys lutea). Dengan demikian. tetapi dengan pelingkup ruang (spatial containment) lebih banyak. Tanaman semak sedang berfungsi sama seperti semak rendah dalam perancangan. tetapi pada kenyataannya tidak selalu jelas. . Kualitas pelingkupnya dapat lebih bervariasi menurut musim jika semak tinggi terdiri atas tanaman berdaun rontok. Ruang yang dibatasi semak tinggi hanya melingkupi sisinya dan terbuka di bagian atas (Gambar 8). dan tekstur.40 membantu mengkategorikan tanaman menurut ukuran. Namun demikian. perbedaan antara semak tinggi dengan perdu dibuat untuk mempermudah perbedaan. antara lain. Contoh tanaman semak sedang. Massa daun tanaman ini dapat mencapai tanah atau sedikit lebih tinggi. Semak sedang Kategori ini mencakup tanaman yang mempunyai tinggi 1 – 2 meter. kesan ruang tersebut cenderung tampak ringan (light) dan terang (sunny) dengan orientasi kuat ke atas. 1983) 4. dan bunga mentega (Nerium oleander). khususnya jika banyak terdapat semak tinggi yang bercabangcabang membentuk kanopi terapung (floating canopy). asoka (Ixora javanica). Tanaman semak tinggi membatasi ruang pada bidang vertikal tetapi memberikan pandangan terbuka ke atas (Sumber: Booth. Tanaman ini terdiri atas berbagai bentuk. sedangkan tanaman hijau sepanjang tahun akan tetap konsisten. Gambar 8. Semak tinggi dapat digunakan dalam lanskap sebagai dinding untuk melengkapi batas ruang (spatial enclosure) pada bidang vertikal. Semak tinggi juga dapat menciptakan ruang semacam koridor yang kuat dan tegas mengarahkan pergerakan dan pandangan ke terminus. kaca piring (Gardenia angusta).

Contoh tanaman semak rendah. Tanaman penutup tanah mempunyai berbagai macam karakteristik. bunga kana (Canna sp). Dengan demikian ruang yang direncanakan terbuka pada sisi-sisinya dapat dibatasi dengan semak rendah pada bidang vertikalnya. Semak rendah Semak rendah merupakan kategori tanaman kecil dalam hirarki ukuran tanaman. kembang coklat (Widelia biflora). Oleh karena itu. Contoh tanaman ini. Semak rendah dianggap lebih tinggi dari 30 cm.41 Semak sedang berperan sebagai peralihan visual suatu komposisi antara perdu atau semak tinggi dengan semak rendah. begonia (Begonia sp). mulai dari tanaman berbunga sampai yang herbaceous. dan tapak dara (Vinca rosea). bunga pukul empat (Mirabilis jalava). adam hawa (Rhoeo . 6. Semak rendah yang optimal mempunyai tinggi 1 meter atau kurang. difenbachia (Dieffenbachia spp. Tanaman Penutup Tanah Kategori tanaman-tanaman terkecil menurut ukurannya adalah tanaman penutup tanah. 5. Semak rendah dapat membatasi ruang atau memisahkan ruang tanpa menghalangi pandangan ke dalam atau keluar.). Istilah tanaman penutup tahah digunakan untuk tanaman rendah atau yang menyebar dengan tinggi maksimal 15 – 30 cm. Hal ini agak berbeda dengan tanaman penutup. antara lain. jika dilihat dari batas mata normal. Semak rendah dengan komposisi tertentu dapat menghubungkan secara vertikal unsur-unsur yang tidak berhubungan. Tanaman penutup tanah menghubungkan unsur lain secara visual dengan berperan sebagai bidang dasar. semak rendah berperan sebagai penghubung visual yang kuat diantara unsur-unsur dalam suatu komposisi. pisang hias (Heliconia sp). karena tanaman dengan ketinggian di bawah itu nampak dan berfungsi sebagai penutup tanah. antara lain. Fungsi lain berkaitan dengan hal itu adalah menggunakan semak rendah sepanjang jalan setapak untuk mengarahkan pejalan kaki tanpa mengganggu garis pandangnya (line of vision). sama seperti tembok yang rendah. Oleh karena semak rendah mempunyai tinggi yang tidak menyolok. maka tanaman tersebut membentuk ruang semu (implication) daripada pembatas fisik secara nyata. sedangkan semak rendah berfungsi sebagai penghubung vertikal.

42 discolor). Penerapan lain dari tanaman penutup tanah dalam perancangan adalah menghubungkan secara visual unsur-unsur yang terpisah atau kelompok unsur-unsur dalam satu kesatuan. Kegunaan lain dari tanaman penutup tanah adalah memberikan daya tarik visual berdasarkan warna dan tekstur yang menyolok. Kelompok perdu atau pohon yang tidak berhubungan dapat dibuat sebagai bagian dari komposisi yang sama oleh tanaman penutup tanah. Kegunaan tanaman penutup tanah dapat menciptakan latar belakang atau “setting” yang senada menjadi pusat perhatian. Tanaman penutup tanah dapat dikatakan sebagai "permadani" tanaman atau material pelantai ruang luar serta mempunyai berbagai fungsi dalam perancangan. Tanaman penutup tanah merupakan bahan yang efektif untuk membuat bentuk luar suatu pola yang direncanakan pada bidang dasar tanpa menggunakan bahan arsitektural yang keras. Tanaman penutup tanah akan tampak menarik jika ditata berdampingan dengan unsur yang berwarna dan bertekstur menyolok. karena dapat menghubungkan semua tanaman menjadi satu area pada bidang dasar. Kegunaan yang sama tanaman penutup adalah untuk membatasi permukaan bukan jalan. suatu petak bunga di bawah patung atau pohon ornamental yang menarik. Garis yang tercipta oleh tepi tanaman penutup tanah dengan rumput atau perkerasan tampak menarik dan mengarahkan mata ke sekitar ruang. khususnya jika berbatasan dengan halaman rumput atau perkerasan. Sebagai contoh. Untuk dapat berperan sebagai "setting" yang netral. Daerah-daerah yang . area tanaman penutup tanah harus luas untuk mencegah gangguan visual unsur-unsur lain yang berdekatan. Tanaman penutup tanah dapat digunakan dalam perancangan untuk membentuk tepi atau batas ruang. Tanaman penutup tanah juga dapat berfungsi sebagai unsur netral yang menghubungkan berbagai bagian dari komposisi. Kegunaan ini amat penting bagi tanaman penutup tanah yang memiliki bunga-bunga yang indah. dan daun mutiara (Philea sp). tanaman penutup sering dipakai dalam ruang luar untuk membentuk tepi-tepi pola pada bidang dasar. Dalam kaitannya dengan hal tersebut. Kegunaan praktis tanaman penutup tanah adalah untuk menutup daerahdaerah yang kurang sesuai untuk rumput atau unsur-unsur lain.

waktu. . Setiap tipe-tipe bentuk tersebut. masing-masing memiliki karakteristik yang khas dan penerapannya dalam perancangan diuraikan sebagai berikut. memberi kesan dinamis.43 sukar untuk ditanami rumput atau unsur-unsur lain adalah dekat bangunan atau tempat-tempat lain yang sukar dicapai mesin pemotong rumput atau tempat-tempat yang terlampau gelap dan teduh. 2006). yang dapat sesuai dengan habitat pertumbuhannya. berperan sebagai aksen atau latar belakang. B. bentuk tanaman juga merupakan komposisi tanaman. dan menyeleraskan tanaman dengan unsur-unsur padat lain dalam perancangan. Bentuk tanaman dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan bentuk dua atau tiga dimensi. atau bentuk luar (outline) silhouetnya. Tipe-tipe dasar bentuk tanaman adalah: fastigiate. Pada keadaan seperti ini tanaman penutup tanah dapat digunakan sebagai pengganti rumput. tanaman penutup tanah pada umumnya memerlukan pemeliharaan lebih sedikit daripada halaman rumput. Dengan luas yang sama. area-area dengan tanaman penutup tanah dapat menghemat biaya. kolumnar. Bentuk Tanaman Karakteristik visual tanaman selanjutnya adalah bentuk tanaman. Bentuk tanaman secara individual atau kelompok merupakan bentuk keseluruhan dan visual tidak sekuat membentuk ukuran. piramidal/kerucut. Agak sukar untuk membentuk permukaan rumput pada lereng dengan kemiringan lebih dari 4:1 dan berbahaya untuk memangkasnya. memperlebar atau memperluas pandangan ataupun sebagai aksentuasi dalam suatu ruang (Hakim. bulat (globular). merunduk (weeping) dan picturesque (Gambar 9). dan energi dalam pemeliharaan dibanding dengan halaman berumput. menyebar/horizontal. indah. Walaupun secara faktor kunci dalam struktur mempengaruhi kesatuan dan keanekaragaman. Dalam jangka waktu yang panjang. Kegunaan tanaman penutup tanah yang lain adalah untuk menstabilkan tanah dan mencegah erosi pada lereng-lereng curam.

tanaman dengan bentuk fastigiate dapat memberikan kesan massa atau ruang yang terjadi tampak lebih tinggi dari . Tanaman-tanaman tersebut memberi kesan vertikal dan meninggi.44 Gambar 9. Contoh tanaman seperti ini adalah cemara lilin (Cupressus lucitanica). 1983) 5. Jika digunakan dalam jumlah banyak. Tipe dasar bentuk tanaman (Sumber: Booth. Fastigiate (tinggi-ramping) Bentuk tanaman fastigiate adalah bentuk yang meninggi-ramping dan meruncing di bagian atas. Dalam perancangan. baik terhadap massa tanamannya maupun ruang yang dibatasi. tanaman berbentuk fastigiate memberi penekanan vertikal dan mengarahkan mata ke atas.

45 sebenarnya. garis-garis panjang yang menjangkau kaki langit dan bangunan-bangunan berbentuk horizontal yang rendah. Tanaman berbentuk kolumnar memiliki kegunaan yang sama dengan bentuk fastigiate dalam perancangan. Tanaman berbentuk menyebar dapat digunakan dalam perancangan untuk memberikan kesan luas dan melebar (Gambar 10). tanaman berbentuk menyebar dapat digunakan sebagai kontras terhadap bentuk fastigiate dan kolumnar dalam suatu komposisi. 4. Bentuk Bulat (Globular) Sesuai dengan namanya. fastigiate berperan sebagai aksen dan exclamation point seperti menara gereja pada kaki langit suatu kota di pedalaman. tanaman-tanaman tersebut dapat memperkuat garis-garis arsitektur menyatukan dengan tapak sekitarnya. Tanaman damar (Agathis damara) dan kenanga (Cananga odorata) merupakan contoh-contoh tanaman dengan bentuk kolumnar. Jika diletakkan berdekatan dengan bangunan. karena hal ini dapat menciptakan perancangan yang kacau karena banyak titik-titik perhatian individual. Tanaman dengan bentuk tinggi ramping seharusnya tidak ditempatkan di berbagai tempat pada suatu komposisi. khususnya jika bentuk-bentuk horizontal diulang secara seksama di dalam perancangan. 2. Tanaman johar (Cassia siamea) dan kiara payung (Filicium decipiens) adalah . Bentuk Menyebar/Horizontal Tipe bentuk tanaman ini lebarnya lebih kurang sama dengan ketinggiannya. Contoh tanaman tersebut adalah trembesi (Samanea saman) dan bunga lampion (Brownea capitella). dengan habit umumnya horizontal. Sebaliknya. Jika diletakkan secara kontras dengan tanaman rendah dan bentukbentuk bulat atau menyebar. hanya agak bulat di bagian atasnya. Tanaman berbentuk fastigiate dapat menarik perhatian sehingga sebaiknya digunakan secara seksama dalam jumlah sedikit pada titik-titik tertentu dengan tepat. Oleh karena itu. Tanaman berbentuk menyebar tampak harmonis dengan permukaan tanah rata. Bentuk Kolumnar Tanaman berbentuk kolumnar sama seperti tanaman berbentuk fastigiate. 3. tipe tanaman ini memiliki bentuk bulat menyerupai bola. dapat digunakan untuk menghubungkan bentuk-bentuk lain dalam komposisi secara visual.

1983) 5. terutama bagian atas yang meruncing dan mudah dilihat. Tanaman berbentuk bulat dapat berperan sebagai tanaman pelembut dan netral terhadap bentuk-bentuk lain yang lebih menyolok. Bentuk Piramidal/Kerucut Tipe bentuk tanaman ini memiliki bentuk piramidal dari dasar secara gradual meruncing ke atas. Tanaman dengan bentuk piramidal mempunyai bentuk-bentuk luar (outline) yang menyolok. Oleh karena itu. Bentuk-bentuk spreading memberi kesan lebar dan luas (Sumber: Booth. Gambar 10. khususnya jika ditata secara kontras dengan bentuk-bentuk bulat rendah. tanaman berbentuk bulat akan mudah digunakan untuk menyatukan suatu komposisi perancangan. Tidak seperti bentuk-bentuk tanaman fastigiate atau menyebar. Terakhir. Oleh karena itu. tanaman ini digunakan sebagai aksen visual. Oleh karena itu. beberapa ahli teori perancangan menyarankan agar bentuk-bentuk piramidal/kerucut digunakan secara hati-hati pada wilayah yang rata. tanaman ini juga dapat digunakan untuk mengulang bentuk bangunan piramidal atau permukaan tanah yang bergunung-gunung. Tanaman berbentuk bulat merupakan tipe bentuk tanaman terbanyak sehingga tanaman ini banyak dipakai dalam komposisi perancangan. Selain itu. tanaman berbentuk bulat "tidak memberi kesan mengarahkan" dan "netral". tanaman dengan bentuk kerucut dapat digunakan secara harmonis dan selaras pada . Tanaman berbentuk bulat juga dapat ditempatkan pada perancangan untuk menyelaraskan serta mengulang bentuk-bentuk curvilinier seperti permukaan tanah yang berbukitbukit. Contoh tanaman ini adalah cemara kipas (Thuja occidentalis) dan pinus (Pinus merkusii).46 contoh tanaman berbentuk bulat. dimana secara visual tidak terdapat gunung sama sekali.

Di alam tanaman merunduk sering ditemukan di daerah atau titik-titik terendah suatu tanah. tanaman tersebut dapat menuntun mata ke arah permukaan tanah (ke bawah). Warna Tanaman Warna tanaman dapat dianggap sebagai karakteristik emosional karena mempengaruhi secara langsung kesan dan suasana ruang-ruang luar. Untuk mengekspresikan tanaman dengan bentuk merunduk kadang-kadang untuk menempatkannya pada tepi bak tanaman atau titik-titik tanah yang ditinggikan agar tanaman dapat menjuntai pada tepinya. Tanaman dengan bentuk seperti ini biasanya merupakan tanaman dewasa yang telah menyesuaikan diri (beradaptasi) dalam jangka waktu lama terhadap kondisi lingkungan tertentu. Biasanya tidak lebih dari satu tanaman ditempatkan pada suatu daerah/area untuk menghindarkan kesan kacau atau ruwet. Janda merana (Salix babilonica) dan beringin karet (Ficus elastica) merupakan contoh tanaman merunduk. C. Bentuknya mungkin dapat tak beraturan. Warna-warna . 7. suatu fungsi yang dapat dimanfaatkan setelah mata dituntun ke atas oleh bentuk-bentuk yang meninggi.47 perancangan-perancangan yang bersifat formal dengan bentuk-bentuk geometrik yang kaku. Dalam perancangan. Bentuk Yang Menarik (Picturesque) Tanaman dengan bentuk yang menarik atau eksotis merupakan bentuk scullptural yang unik. Tanaman dengan bentuk merunduk juga dapat digunakan pada pinggir daerah perairan yang berkelok-kelok (curvilinier) untuk mencerminkan bentuk berombak dan melambangkan kualitas kemudahan mengalir dari air. Sesuai dengan penampakannya yang luar biasa. meliuk-liuk. misalnya di sepanjang tepi daerah perairan sering ditemukan tanaman janda merana. Kecuali tanaman bonsai yang sengaja dibentuk. semua tanaman picturesque adalah hasil/akibat kekuatan alam yang unik. 6. atau berbagai bentuk yang luar biasa. Bentuk Merunduk (Weeping) Bentuk tanaman merunduk memiliki struktur percabangan yang menggantung atau melengkung ke bawah. tanaman dengan bentuk yang menarik ini amat baik digunakan sebagai "specimen" yang diletakkan pada titik tertentu dalam perancangan.

tunas. Warna utama daun adalah warna hijau. umumnya hanya dalam waktu singkat. karena memiliki mayoritas waktu. Variasi warna tanaman kadang-kadang dapat dilihat pada jarak relatif jauh dalam lanskap. dan cabang/batang pohon pada musim semi dan musim gugur. buah. Warna tanaman juga penting karena mudah dilihat. dengan berbagai variasi mulai dari hijau muda sampai dengan hijau tua mencakup warna-warna shades kuning. Memilih tanaman hanya berdasarkan pada bunga atau warna musim semi adalah keliru mengingat waktu yang singkat. Organisasi warna suatu komposisi tanaman harus dikoordinasikan dengan karakteristik visual yang lain. Warna yang terdapat pada unsur-unsur tanaman dari berbagai bagian tanaman mencakup daun. Warna dari suatu tanaman dapat menimbulkan efek visual juga tergantung dari refleksi cahaya yang jatuh pada tanaman tersebut (Hakim. sering tampak dramatis dan mengesankan. tanaman yang ditempatkan sebagai titik perhatian dalam perancangan karena ukuran atau bentuk seharusnya juga memiliki warna yang menarik perhatian. Warna tanaman harus digunakan untuk memperkuat fungsi ukuran dan bentuk tanaman dalam perancangan lanskap. ungu atau warna yang beraneka. nada warna hijau yang netral sebaiknya lebih menonjol dari warna-warna lain. umumnya penting untuk dipertimbangkan. karena warna-warna tersebut cenderung mudah . Dengan pendekatan ini. Diperlukan kecermatan di dalam menempatkan warna daun yang luar biasa seperti warna perak. biru. dan perak. sedangkan warna-warna gelap mengesankan suram. bunga. Warna netral dapat digunakan sebagai unsur pemersatu. serta kulit batang pohon. Dalam mengomposisikan warna dalam suatu perancangan. Warna hijau yang kontras harus terdapat dalam massa-massa daun dan akan tampak jelas antara satu dengan yang lain. Disamping itu. daun pada musim panas beserta ranting di musim dingin dan warnawarna batang. Warna bunga dan warna musim semi.48 terang menimbulkan suasana cerah dan menyenangkan. dan cabang. tunas. 2006). Sebagai contoh. kurang lebih beberapa minggu. berbagai rangkaian warna dengan potensi hue terdapat pada daun. bunga. Berbagai warna hijau seharusnya tidak membentuk telalu banyak titik-titik individu yang sebanding dengan skala keseluruhan dari komposisi atau menimbulkan penampakan yang tidak teratur. dimana secara visual mengikat semua warna.

Warna bunga yang ditempatkan secara sensitif harus ditempatkan sebagai selingan atau variasi tanpa mengganggu kesatuan secara keseluruhan. Daun dengan warna hijau luar biasa harus disimpan sebagai cadangan untuk beberapa lokasi khusus di dalam perancangan. dan suasana perancangan. 1. Pada jarak dekat. D.49 dilihat karena keunikannya. ukuran ranting dan cabang. Tekstur tanaman biasanya diklasifikasikan sebagai kasar. ukuran daun tanaman individual. daya tarik visual. persepsi terhadap jarak. dan jarak dimana tanaman tersebut dilihat. . nada warna. dan halus (Gambar 11) dengan sifat dan kegunaan potensial dalam lanskap sebagai berikut. Demikian juga bunga berwarna terang harus dikelompokkan dan ditempatkan hanya pada tempat-tempat tertentu. Jika warna terang banyak ditempatkan di berbagai titik (spot) dalam perancangan. cabang-cabang yang besar dan masif (tidak memunyai ranting halus dan kecil) dan/atau habit pertumbuhan yang menyebar bebas. konfigurasi kulit tanaman. sedangkan kepadatan cabang dan habit pertumbuhan merupakan variabel-variabel utama yang mempengaruhi tekstur apabila tanaman dilihat secara keseluruhan pada jarak tertentu. sedang. Contoh tanaman yang bertekstur kasar adalah kembang dedes (Saraca palembanica). dan susunan ranting merupakan faktor-faktor dominan yang mempengaruhi tekstur secara visual. Selain jarak yang bervariasi. Tekstur Tanaman Tekstur tanaman adalah kesan kasar atau halusnya keseluruhan tanaman (secara visual) pada tanaman individual atau sekelompok tanaman. bentuk permukaan. akan menimbulkan kesan kacau dan berkesan tidak ada hubungan. tekstur juga mudah berubah sesuai musim terutama pada tanaman berdaun gugur. Tekstur Kasar Tekstur kasar biasanya terbentuk oleh daun-daun yang besar. habitat pertumbuhan secara keseluruhan. dan rumput gajah/paitan (Axonopus compressus). meliputi kesatuan komposisi dan keanekaragaman. Tekstur mempengaruhi berbagai faktor dalam komposisi tanaman. Tekstur tanaman dipengaruhi oleh ukuran daun. agave (Agave americana).

yaitu dengan cara bergerak ke dalam ruang tersebut. jelas/tegas. Dengan demikian tanaman bertekstur kasar dalam kuantitas yang banyak dapat memberi kesan menyempitkan ruang luar. tekstur kasar dapat digunakan sebagai titik perhatian untuk menarik perhatian atau untuk memperkuat kesan. menyebabkan jarak antara pengamat dan unsur tanaman tampak lebih dekat dari yang sebenarnya. Seperti halnya dengan aksen-aksen lain. 1983) Karakteristik tanaman yang bertekstur kasar adalah mudah dilihat. dan agresif. tanaman bertekstur kasar harus ditempatkan secara seksama dan digunakan tidak berlebihan agar tidak "mengalahkan" komposisi atau menarik perhatian pada banyak tempat dalam suatu perancangan. Karena kekuatan ini tekstur kasar menimbulkan kesan "bergerak ke depan" ke arah pengamat. Jika diletakkan di antara tekstur sedang dan halus.50 Gambar 11. Hal ini mungkin diperlukan apabila ukuran . Tekstur tanaman (Sumber: Booth. Oleh karena itu. tekstur kasar tampak "bergerak keluar" ke arah pengamat dan merupakan tekstur yang pertama terlihat.

flamboyan (Delonix regia). Tekstur Halus Tekstur halus dihasilkan oleh banyaknya daun-daun kecil. antara lain. longgar. dan kurang jelas bentuk globalnya dibandingkan tanaman-tanaman bertekstur halus. rumput manila (Zoysia matrella). suplir (Adiantum cuneatum). Tanaman bertekstur halus memiliki penampakan halus dan lembut sehingga kurang nyata/jelas dalam lanskap. tanaman bertekstur kasar umumnya lebih mudah dipakai pada penataan secara informal. cabang-cabang dan ranting kecil. Kembang merah (Caesalpinia pulcherima). 3. dan rumput embun (Polytrias amaura). tanaman bertekstur sedang kurang transparan dan kurang tegas silhouettenya. trembesi (Samanea saman). daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea). 2. angsana (Pterocarpus indicus). Tekstur Sedang Tekstur sedang adalah hasil dari daun dan cabang berukuran sedang dan/atau habit pertumbuhan yang sedang. berperan sebagai unsur peralihan antara tekstur kasar dan halus. Tekstur sedang dapat menghubungkan/mengikat komposisi dalam suatu kesatuan yang menyeluruh. Tanaman ini biasanya tanaman terakhir dilihat dalam komposisi (berdasarkan teksturnya) dan yang pertama kabur dari pandangan dalam perancangan.51 fisik ruang terlalu luas bagi kenyamanan manusia secara normal. Tanaman bertekstur kasar biasanya lebih banyak variasi gelap dan terang. dan rumput peking (Agrostis stolonifera) adalah contoh-contoh unsur tanaman bertekstur halus. Contoh tanaman bertekstur sedang. Seperti warna hijau dengan nada sedang (medium tone greens) tekstur sedang harus merupakan tekstur dasar dalam perancangan. Oleh karena kualitas ini. Karena mayoritas tanaman bertekstur sedang. dan/atau habit pertumbuhan yang padat. sapu tangan (Maniltoa grandiflora). Tanaman ini sukar digunakan pada situasi formal yang memerlukan bentuk-bentuk sempurna dan bentuk global yang jelas/tegas. Tanaman bertekstur kasar dalam beberapa hal tampak lebih terbuka. Tanaman bertekstur halus memiliki karakteristik dan kemampuan perancangan yang berlawanan dengan tanaman bertekstur kasar. trengguli (Cassia fistula). apabila . maka umumnya merupakan bagian tekstur terbanyak dipakai dalam komposisi tanaman. Dibanding dengan tekstur kasar. tetapi tidak diperlukan jika ruangnya sempit dan terbatas walau tanpa tanaman sekalipun.

ukuran. Oleh karena itu. Oleh karena itu. tanaman bertekstur halus lebih tepat digunakan pada setting yang memberikan karakter formal dan rapi. Kualitas ini sangat bermanfaat jika diterapkan pada ruang yang kecil dan sempit dimana tepi-tepi ruang akan tampak meluas dan bukan menyempit. tetapi padat (solid) karena kuantitas daundaun kecil dan/atau kepadatan percabangannya. tanaman bertekstur halus dapat memberikan gambaran (ilusi) lebih luas dari sebenarnya.52 jarak antara pengamat dan komposisi tanaman semakin jauh. lebih baik apabila mendapatkan keanekaragaman yang seimbang dari ketiga tipe dasar dalam perancangan agar memberi pandangan yang menarik. Hal ini untuk memberikan karakter permukaan yang lebih halus dan lunak. agar proporsional dalam menggunakan tanaman bertekstur sedang sebagai peralihan antara tekstur kasar dan halus. Pemilihan dan kegunaan tekstur dalam komposisi tanaman perlu diselaraskan dengan semua karakteristik visual tanaman. bentuk. Tanaman bertekstur halus dapat dimasukkan dengan tepat ke dalam komposisi berperan sebagai latar belakang yang netral terhadap tekstur yang lebih agresif. atau menambah keanekaragaman visual apabila dilengkapi dengan tekstur kasar dan sedang. Satu lagi saran penyusunan berbagai tipe tekstur dalam area yang luas. Sebagai panduan. atau perubahan yang mendadak dari tekstur kasar ke tekstur halus cenderung membuat komposisi terasa kacau dan tidak menyatu. Tanaman bertekstur halus sering mempunyai silhouette yang jelas dan permukaan secara keseluruhan halus. Keseimbangan yang diinginkan ini akan lebih penting pada ruang-ruang berukuran kecil dan akan semakin kurang penting pada ruang yang luas atau taman jauh dari pengamat. Variasi tekstur yang sedikit akan tampak monoton. jika digunakan dalam jumlah banyak dalam ruang luar. Karena tanaman bertekstur halus kurang begitu jelas dalam suatu komposisi. tanaman ini cenderung "tertarik ke belakang" dari pengamat. Jika terlalu banyak digunakan tekstur yang berbeda-beda dalam area kecil. dan warna tanaman agar memperkuat kualitas-kualitas ini. Beberapa tanaman bertekstur halus tampak seperti dipangkas rapi walaupun dalam keadaan alami. . tetapi jika terlalu berlebihan akan tampak kacau.

Karakteristik visual tanaman mempunyai pengaruh langsung terhadap keteraturan dan kesatuan perancangan.. bentuk. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. PENUTUP A. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut... kesenangan.. dan suasana atau kesan ruang luar.. warna. Rangkuman Karakteristik visual tanaman dari ukuran... Hal-hal ini perlu dikaji lebih mendalam dalam menciptakan perancangan dan diselaraskan dengan seluruh tujuan perancangan. keanekaragaman visual.53 E.. B. 2. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan karakteristik tersebut. warna.. 2.. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Karakteristik visual yang harus dikaji terlebih dahulu dalam pemilihan tanaman untuk perancangan adalah. (a) Ukuran tanaman (b) Bentuk tanaman (c) Warna tanaman (d) Tekstur tanaman . bentuk... Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Jelaskan karakteristik visual tanaman yang mencakup ukuran. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. dan tekstur tanaman. dan tekstur merupakan "palette" variabel-variabel bagi perancang dalam merancang dengan menggunakan unsur tanaman.

.. Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 .. Ruang yang direncanakan terbuka pada sisi-sisinya.... Bentuk tanaman yang tinggi ramping dan meruncing di bagian atas disebut........... Contoh pohon besar adalah......... (a) Perdu (b) Semak tinggi (c) Semak sedang (d) Semak rendah 4.. (a) Filicium decipiens (b) Pinus merkusii (c) Cananga odorata (d) Brownea capitella Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. pada bidang vertikalnya dapat dibatasi dengan tanaman...... Contoh tanaman yang berbentuk pyramidal adalah....... (a) Bauhinia purpurea (b) Cinnamommum burmanii (c) Samanea saman (d) Manilkara kauki 3. Hitunglah jawaban Anda yang benar........ (a) Fastigiate (b) Columnar (c) Pyramidal (d) Weeping 5.....54 2. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 4..

55 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% - 100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang

Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas, bagus! Anda cukup memahami Bab 4. Anda dapat meneruskan pada Bab 5. Akan tetapi, apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%, Anda harus mengulangi Bab 4, terutama bagian yang belum Anda kuasai.

C. Sumber/Referensi

1. Booth NK. 1983. Basic Elements of Landscape Architectural Design. Illinois: Waveland Pr. Inc. 2. Dahl B, DJ. Molnar. 2003. Anatomy of a Park. Ed ke-3. Illinois: Waveland Pr. Inc. 3. Hakim R. 2006. Rancangan Visual Lanskap Jalan. Jakarta: Bumi Aksara.

D. Kunci Jawaban

1. a 2. c 3. d 4. a 5. b

56

BAB 5

SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN EKOLOGI
PENDAHULUAN

Tanaman dapat dibedakan berdasarkan ekologi dan lingkungannya. Secara ekologi, tanaman dapat dibedakan berdasarkan hubungannya dengan jenis tanah, air, cuaca, kelembaban, cahaya matahari, angin, dan sebagainya sehingga timbul istilah tanaman teduh/panas, tanaman basah/kering dan sebagainya. Secara fitogeografi, pembagian tanaman berdasarkan daerah asalnya seperti laut/pantai, payau/rawa-rawa, gurun, bukit karang, daerah rendah/tinggi, dan sebagainya. Oleh karena itu, dalam pembahasan ini, tanaman untuk penataan lanskap/taman digolongkan menjadi: tanaman pantai, tanaman pegunungan, tanaman air, tanaman batu karang, tanaman teduh, tanaman setengah teduh, dan tanaman panas.

A. Sasaran Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative
learning secara berkelompok dan praktikum.

B. Strategi Pembelajaran

1. Collaborative learning 2. Praktikum

C. Kegiatan Belajar

Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui sumber bacaan dan internet. 2. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum 3. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan.

57 4. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran

D. Indikator Pencapaian

1. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. 2. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. 3. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. 4. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum.

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN

Umumnya

tanaman

tidak

dapat

tumbuh

secara

baik

apabila

faktor

lingkungannya atau tempat hidupnya tidak sesuai. Misalnya, kuping gajah lebih senang ditempatkan di dalam ruang (tempat teduh) daripada di luar ruangan yang terbuka, sedangkan tanaman mawar lebih menginginkan di tempat-tempat terang yang penuh dengan cahaya matahari. Akan tetapi, terkadang ada juga tanaman yang tumbuh di luar ruangan, dapat tumbuh dan menyesuaikan diri di dalam ruangan tertutup seperti beringin (Ficus elastica). Setiap jenis tanaman lanskap menghendaki iklim yang sesuai untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, untuk memperoleh tanaman lanskap yang tumbuh normal, subur, dan menghasilkan bunga yang baik, haruslah ditanam pada iklim yang sesuai baginya. Apabila tanaman ditanam pada tempat yang tidak sesuai iklimnya, akan tumbuh tidak normal atau pada mulanya tumbuh baik, tetapi lama-kelamaan pertumbuhannya menurun, lambat laun tanaman akan mati. Untuk menghindari hal tersebut, perlu adanya penyesuaian tahap demi tahap yang berarti tidak secara drastis. Dalam lanskap, tanaman dapat tumbuh baik apabila faktor lingkungan hidupnya seperti tanah, air, cahaya, dan suhu udara diperhatikan. Penempatan suatu tanaman pada tempat tertentu harus disesuaikan dengan lingkungannya. Misalnya, pemilihan jenis tanaman pada tanah yang berkapur atau berpasir akan berbeda dengan daerah yang tanahnya banyak mengandung tanah liat atau humus. Selain itu,

dan 5) tanaman teduh. 4) tanaman batu karang. Pantai Berpasir Pantai berpasir merupakan pantai yang didominasi oleh hamparan atau dataran pasir. Kawasan pantai berpasir yang sudah berkembang. waru laut (Hibiscus tiliaceus). pantai berlumpur. Pantai di Indonesia dikelompokkan menjadi pantai berpasir. Oleh karena itu.58 suhu dan cahaya setempat juga mempengaruhi pemilihan jenis tanaman karena tanaman sendiri ada yang tahan akan panas dan ada pula yang harus tumbuh di tempat sejuk. Berdasarkan hal tersebut. setengah teduh. dan pantai berbatu (Sugiarto dan Ekariyono. Seperti diketahui. Carita. Tumbuh-tumbuhan yang dominan di hutan pantai berpasir adalah kelapa (Cocos nucifera). 2) tanaman pegunungan. dan panas. sebaiknya dipilih tanaman dimana daunnya tidak mudah rontok dan tanamannya tidak mudah rebah. Selain itu. . 1996). 3) tanaman air. Parang Tritis (Yogyakarta). Selain itu. pantai berawa. dan ketapang (Terminalia catappa). abu-abu. Pantai berpasir biasanya dijadikan kawasan pariwisata pantai karena keindahan alamnya. baik yang berupa pasir hitam. atau putih. pantai Kepulauan Seribu (Jakarta). air. misalnya kawasan pantai Sanur dan Kuta (Bali). tanaman untuk penataan lanskap/taman dapat digolongkan menjadi: 1) tanaman pantai. angin. Penanaman tanaman di tepi pantai harus memperhatikan faktor angin dan keadaan tanah. dan Pelabuhan Ratu (Jawa Barat). tiupan angin di daerah pantai selalu ada. cemara laut (Casuarina equisetifolia). 1. terdapat lembah-lembah di antara beting pasir. Dalam hal ini lingkungan seperti tanah. dan pantai Pasir Putih (Jawa Timur dan Lampung). Pantai berpasir banyak terdapat di pesisir Sumatera dan Kalimantan. pantai Pangandaran. faktor tanah tidak boleh diabaikan karena menanam tanaman yang tidak sesuai dengan kondisi tanah tidak akan memberikan hasil yang memuaskan. Tanaman Pantai Tanaman pantai adalah semua jenis tanaman yang dapat tumbuh secara normal di pinggir pantai. A. suhu serta faktor tumbuh lainnya sesuai.

Lumpur yang berasal dari laut mengandung cangkang-cangkang foraminifera. api-api (Avicennia sp). Selain menghasilkan kayu. cangkang moluska. dan nibung (Oncosperma tigillaria). Mangrove adalah sekumpulan pohon dan semak-semak yang tumbuh di daerah pasang surut. tanjang (Bruguiera gymnorrhiza). Hutan mangrove juga berfungsi sebagai tempat . fragmen-fragmen karang. bakau putih (Rhizophora apiculata). biasanya terletak di dekat muara sungai. buta-buta (Exoecaria sp). Hutan mangrove didominasi oleh bakau hitam (Rhizophora mucronata). sedangkan kandungan asam sulfidanya cukup tinggi sehingga dapat mereduksi senyawa besi (ferri) di dalam tanah menjadi senyawa ferro sulfida (FeS2) atau pirit. Akibatnya. Tumbuhan mangrove memiliki fungsi yang istimewa karena dapat beradaptasi pada lingkungan yang mengandung garam dengan bentuk lahan berupa pantai dan kondisi tanah yang hampa udara (berlumpur). hutan mangrove juga menghasilkan bahan penyamak atau bahan pewarna. Struktur dan komposisi tumbuhan di kawasan pantai berlumpur Indonesia merupakan formasi hutan mangrove. Lumpur tersebut terdiri atas partikel-partikel halus yang mengandung humus atau gambut. Penampakan fisik tanah pantai ini adalah hitam dengan nilai pH (derajat keasaman) antara 3 – 5. Kualitas tanah pantai berlumpur tergantung pada sumber endapan aluviumnya. Tunas-tunas baru selalu tumbuh dalam hutan mangrove sehingga kawasan hutan menjadi luas. Hutan mangrove memberikan perlindungan terhadap daratan dari ancaman erosi. sedangkan sungai yang melalui daerah berkapur dan berbatu (kuartz dan granit) akan membawa endapan aluvium yang berkualitas rendah. dan bahan lain yang menjadi sumber kapur yang penting bagi pantai berlumpur. pedada (Sonneratia alba). Tanah pantai ini berasal dari endapan lumpur yang dibawa oleh aliran sungai.59 2. lambat laun daratan pun makin meluas ke arah laut. Tanah pantai ini mempunyai kandungan oksigen yang rendah dan hanya terdapat pada lapisan permukaan. Sungai yang mengalir melalui daerah bertanah vulkanik akan membawa endapan aluvium yang berkualitas tinggi. Pantai Berlumpur Pantai berlumpur merupakan hamparan lumpur sepanjang pantai yang dihasilkan dari proses sedimentasi atau pengendapan.

kayu manis merah (Cinnamomum burmanii). pinus (Pinus mercusii). Selanjutnya bahan organik ini akan menjadi penyubur tanah dan menjadi bahan makanan bagi biota lainnya. Pantai ini langsung ke laut dan tidak berpasir. antara lain. Pulau Buton. damar (Agathis alba). baik yang berbentuk pohon maupun semak. Pantai Berbatu Pantai berbatu umumnya terdiri dari bongkahan-bongkahan batuan granit. Hutan pada pantai ini umumnya tergolong formasi butun (Baringtonnia). dan waru laut (Hibiscus tiliaceus). Di sela-sela bebatuan kadang ditumbuhi kelapa (Cocos nucifera). sagu (Metrorylon sago). Pantai seperti ini terdapat di Kepulauan Anambas. Daun. dan pohon-pohon mangrove yang telah tua akan tumbang dan didekomposisi oleh fungi dan bakteri menjadi bahan organik. dan kerang-kerangan. ketapang (Terminalia cattapa). kayu putih (Eucalyptus alba). 3. Tanaman Pegunungan Tanaman pegunungan adalah tanaman-tanaman yang dapat tumbuh normal di pegunungan. kepiting. Natuna. kelapa (Cocos nucifera). kecrutan (Spathodea campanulata). Pada umumnya tanaman pegunungan berbentuk pohon dan mempunyai sistem perakaran yang kuat yang berfungsi untuk menahan terkikisnya lapisan tanah bagian atas (erosi). udang. B. . dahan. dan bungur (Lagerstroemia loudonii). Pantai Berawa Pantai berawa merupakan daerah yang tergenang air. Hutan pantai berawa umumnya ditumbuhi oleh jenis tumbuhan seperti nipah (Nypa fructicans). Di dalam perairan hutan mangrove banyak terdapat jenis alga dan plankton yang menjadi sumber makanan bagi biota-biota tadi. dan nibung (Oncosperma tigillaria). dan pantai selatan Jawa (Pelabuhan Ratu dan Ujung Kulon). Contoh tanaman pegunungan (Gambar 12). baik secara permanen ataupun temporer. bunga sikat botol (Callistemon citrinus).60 pelestarian populasi ikan. pandan (Polalthis glanen). 4. Tanah dan air pantai ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi.

61 (a) (b) (c) Gambar 12. Tanaman pegunungan: (a) damar (Agathis dammara). mengetahui tipe dan karakter berbagai tanaman air akan lebih memudahkan perencanaan aspek praktis tanaman air tersebut. (b) kayu manis (Cinnamomum burmanni). Tanaman Air Begitu banyak ragam tanaman air yang dapat dijadikan pilihan untuk memperindah kolam atau taman. sebelum memutuskan untuk memilihnya. Foto: Nurfaida (2007) . Dengan kata lain. Namun. Tipe dan karakter setiap tanaman air otomatis berpengaruh terhadap tujuan dan pemanfaatannya. dan (3) bunga sikat botol (Callistemon citrinus) C. harus diketahui terlebih dahulu tipe dan karakter tanaman-tanaman air tersebut.

Media tanamnya berupa tanah yang terendam di dalam air. Karena sosoknya yang tumbuh meninggi. dan tanaman air mengapung (Marianto. Selain batang. Tanaman Air Oksigen (Oxygenerator) Tanaman ini disebut sebagai tanaman air oksigen karena mampu membersihkan udara sekaligus menyerap kandungan garam yang berlebihan di dalam air. dan red talenthera (Talenthera lilaciana) 2. varen (Synnema triflorum). sebagian besar batangnya justru menyembul ke permukaan air. Tanaman ini sering digunakan untuk menciptakan kesan alami pada kolam. Ada yang menganggap bog plant sama dengan marginal plant dengan pertimbangan tempat hidupnya sama-sama di pinggiran kolam.62 Ada empat tipe tanaman air yang dikenal. antara lain. bagian daun dan bunganya juga berada di atas permukaan air. Tanaman Air Pinggir (Marginal Plant) Tanaman jenis inilah yang paling banyak dijumpai. Contoh tanaman air oksigen. Apabila digunakan sebagai penghias kolam yang terbuat dari tanah. typha (Typha angustifolia). Termasuk tanaman air lumpur. Contoh tanaman air pinggir adalah rumput payung (Cyperus alternifolius). 1. Ada juga yang membedakan tidak hanya dari tempat tumbuhnya. 3. Tanaman air pinggir memiliki akar dan batang yang terendam di dalam air. bog plant dapat langsung ditancapkan. biasanya ditanam di bagian pinggir kolam sebagai latar belakang (background) kolam. Lazimnya digunakan sebagai tanaman penghias akuarium. Fungsi lainnya adalah sebagai tempat berlindung dan menyimpan telur ikan. tetapi juga dari jenis media tanamnya. dan ekor kucing (Typha angustijolia). tanaman jenis ini habitat aslinya daerah berlumpur dan sedikit digenangi air. tanaman air pinggir. Dapat juga ditanam dahulu di dalam pot. spatterdock (Nuphar japonicum). dan papyrus (Cyperus papyrus). 2001). yaitu tanaman air oksigen. antara lain. Tanaman Air Lumpur (Bog Plant) Sesuai dengan namanya. . anggrek air/iris. apu-apu (Pastia stratiotes). Seluruh bagian tanaman ini tenggelam dalam air. pisang air (Typhonodorum lindleyanum). tanaman air lumpur. Namun.

batang. Tanaman batu karang: (a) yucca (Yucca gloriosa). Tanaman ini memiliki keunggulan dalam kegiatan fotosintesis. Foto: Nurfaida (2007) (a) (b) (c) Gambar 13. dan agave (Agave americana) (Gambar 13). antara lain. yucca (Yucca gloriosa). Contohnya tanaman batu karang. Tanaman ini hidup dari menyerap udara dan unsur hara yang terkandung di dalam air. Bagian dinding permukaan akar. batang. penyediaan oksigen. Akar. melainkan mengapung di permukaan air. Contoh tanaman ini eceng gondok (Eichornia crassipes) dan azolla (Azolla pinnata). akar tanaman ini tidak tertanam dalam tanah. Tanaman ini tidak memerlukan tanah sebagai media tanamnya sehingga cara menanamnya lebih gampang.63 4. dan (c) agave (Agave americana) . Hal yang perlu diperhatikan bila memilih tanaman mengapung sebagai salah satu komponen taman air atau kolam adalah kepadatan populasinya. (b) sansiviera (Sanseviera ehrenbergii). dan daunnya memiliki lapisan yang sangat peka sehingga pada kedalaman yang ekstrem sampai 8 meter di bawah permukaan air masih mampu menyerap sinar matahari serta zat-zat yang larut di bawah permukaan air. yakni tinggal meletakkannya di atas permukaan air. sansiviera (Sanseviera ehrenbergii). Tanaman ini kurang memerlukan air untuk pertumbuhannya dan biasanya tahan terhadap kekeringan. Umumnya batangnya banyak mengandung air dan tidak berkayu. D. Tanaman Air Mengapung (Floating Plant) Tidak seperti umumnya tanaman air. dan penyerapan sinar matahari. Jangan sampai keberadaannya menutupi atau memenuhi seluruh permukaan kolam. dan daunnya juga memiliki kantung-kantung udara sehingga mampu mengapung di air. Tanaman Batu Karang Tanaman batu karang tumbuh di tempat yang berbatu-batu. Karena itulah ia dinamakan floating plant.

tetapi tidak terlalu panas. Tanaman ini dapat ditanam di dataran rendah atau di pegunungan. Penempatan suatu tanaman pada tempat tertentu harus disesuaikan dengan lingkungannya. Contoh tanaman teduh adalah kuping gajah (Anthurium crystallinum). maranta (Marantha sp). Oleh karena itu. mosaik (Fittonia sp). 3) tanaman air. Tanaman setengah teduh terletak antara tanaman teduh dan tanaman panas. untuk penataan lanskap/taman tanaman digolongkan menjadi 1) tanaman pantai. Tanaman Teduh. cahaya.64 E. Setengah Teduh. dan panas. membutuhkan cahaya. antara lain. F. pertumbuhannya akan terhambat. Tanaman panas adalah semua jenis tanaman yang dapat tumbuh normal apabila ditanam di tempat panas atau tempat yang langsung disinari matahari. antara lain. aglonema (Aglaonema sp). Contohnya. dan sansiviera (Sansiviera sp). Contoh bogenvil (Bougainvillea spectabilis). untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik sebaiknya ditanam di tempat yang mendapat sinar matahari penuh sehingga warna bunga akan lebih terang. . setengah teduh. 2) tanaman pegunungan. drasena (Dracaena fragrans). Tanaman ini dapat tumbuh secara normal di tempat yang agak teduh. bahkan dapat mengalami kematian. air. 4) tanaman batu karang. paku sarang burung (Asplenidum nidus). dan Panas Tanaman teduh adalah tanaman yang hanya dapat tumbuh baik di tempat yang teduh atau tanaman yang tumbuh di tempat yang tidak langsung disinari matahari. dan 5) tanaman teduh. dan pilodendron (Philodendron sp). dan suhu udara diperhatikan. Rangkuman Tanaman dapat tumbuh baik apabila faktor lingkungan hidupnya seperti tanah. Kalau ditanam di tempat terbuka. Contoh lain. suhu. dan air yang sedang.

. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.. Jelaskan apa yang dimaksud tanaman pantai... tanaman air. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. 2....... dan panas.. tanaman pegunungan.. Jelaskan penggolongan tanaman berdasarkan ekologi.. Hal yang perlu diperhatikan bila memilih tanaman mengapun sebagai komponen taman adalah. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1.... Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi.. dan tanaman teduh. (a) Tanjang (b) Pedada (c) Ketapang (d) Kecrutan 2. 2.. Contoh tanaman pegunungan adalah. 3........ (a) Oksigen (b) Lumpur (c) Pinggir (d) Mengapung 3.65 PENUTUP A.. (a) Kepadatan populasi (b) Panjang akar .. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi.. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. B.... Azolla merupakan contoh tanaman air ... setengah teduh... tanaman batu karang.. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan penggolongan tersebut.

. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Anda dapat meneruskan pada Bab 6... terutama bagian yang belum Anda kuasai.. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 5..66 (c) Ketinggian tanaman (d) Ukuran daun 4..... (a) Berkayu (b) Batang banyak mengandung air (c) Kemampuan menyerap sinar matahari (d) Sosoknya yang tumbuh meninggi 5... (a) Jumlah daunnya lebih banyak (b) Batangnya lebih tinggi (c) Warna bunga lebih terang (d) Warna daun lebih muda Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini... Anda harus mengulangi Bab 5. Hitunglah jawaban Anda yang benar.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Akan tetapi........ Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . Karakteristik dari tanaman batu karang adalah.. bagus! Anda cukup memahami Bab 5.. .. Bougenvil ditanam di tempat yang mendapat sinar matahari penuh agar..

Tanaman Hias Tampil Prima. W. Jakarta: Penebar Swadaya. Ekariyono. Jakarta: Agromedia Pustaka. 2007. Penghijauan Pantai. Galeri Tanaman Hias Lanskap. Tanaman Air. c . a 4. D. Sumber/Referensi 1. Sugiarto. 3. Jakarta: Penebar Swadaya. 4. Lestari G. 2. 1996. Kencana IP. d 2. Marianto LA. d 3. Jakarta: Penebar Swadaya.67 C. b 5. IP. Kunci Jawaban 1. Arifin HS. 2008. 2001.

.68 BAB 6 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN HABITUS FUNGSIONAL PENDAHULUAN Berdasarkan habitus fungsional. Selain itu. Peletakan setiap jenis tanaman haruslah disesuaikan dengan apa maksud dan tujuan dari tanaman tersebut. Daun-daun menahan debu dan asap yang diterbangkan oleh angin sehingga dapat mengurangi kotornya lingkungan. E. dan agama. kepercayaan. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. cepat lambatnya). Juga dalam upacara adat. Apakah ditanam sebagai pelindung ataukah sebagai pagar dan lain sebagainya. “kesukaan” dan kegunaan suatu tanaman. adanya taman dan tanaman merupakan tuntutan mutlak. Dalam pembangunan kota. tanaman dapat digolongkan dengan “ciri khas” (bunga. dan sebagainya. fungsi tanaman dalam lanskap harus pula diperhatikan. “watak dan kebiasaan” (ciri pertumbuhan. Muncullah istilah tanaman berbunga indah. Penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional disebabkan oleh banyak di antara tanaman lanskap kebiasaannya hanya dapat tumbuh secara normal di tempat teduh dan adapula hanya dapat tumbuh baik di tempat terbuka (outdoor). daun. penggunaan tanaman lanskap mempunyai fungsi yang tidak kurang pula. banyak macam pepohonan yang dapat menahan pengotoran udara. tanaman juga berfungsi sebagai penghias lingkungan. buah atau tajuk). Selain berfungsi sebagai paru-paru kota. terutama di kota-kota besar. tanaman peneduh. berdaun indah. Dalam hal pembersihan udara.

Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional. tanaman lanskap dapat digolongkan sebagai berikut. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional.69 F. A. Strategi Pembelajaran 1. Collaborative learning 2. Indikator Pencapaian 1. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. jika ingin menempatkan tanaman dalam ruang. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Berdasarkan habitus fungsional. 2. Tanaman Indoor dan Outdoor Tanaman indoor adalah semua jenis tanaman lanskap yang dapat ditanam dalam rumah atau dengan kata lain tanaman yang dapat tumbuh secara normal di tempat teduh (tertutup) atau setengah teduh. tinggi tanaman. 3. harus menjamin . Selain itu. jumlah daun. Praktikum G. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penggunaan tanaman indoor adalah warna daun. dan kesanggupan tanaman untuk hidup di tempat teduh. 3. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui sumber bacaan dan internet. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. 4. 4. H. 2. warna bunga. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. waktu berbunga.

Jumlah daun dan tinggi tanaman juga disesuaikan dengan keadaan ruangan. Tanaman Peneduh/Parkir Pohon peneduh adalah pohon-pohon yang digunakan sebagai pelindung karena daunnya rimbun. kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). lantana (Lantana camara). begonia (Begonia sp). Warna daun dan bunga harus disesuaikan dengan warna ruangan sehingga diperoleh kesan yang harmonis. antara lain. 2000). dan semak. daun bahagia (Dieffenbachia picta). soka (Ixora sp). Penggunaan tanaman indoor dalam desain taman Tanaman outdoor adalah tanaman hias yang dapat tumbuh secara normal di tempat terbuka (langsung terkena sinar matahari). 2010) . Contoh tanaman outdoor. daun-daun tumbuh rapat/rimbun. buah Foto: Nurfaida (2009. oleander (Nerium indicum). Contoh penggunaan tanaman indoor dalam desain taman dapat dilihat pada Gambar 14. kembang kertas (Bougenvillia spectabilis). baik untuk menahan sinar matahari maupun tiupan angin kencang. kuping gajah (Anthurium chrystallium).70 kondisi iklim mikro di dalam ruangan yang berhubungan dengan kebutuhan masingmasing tanaman (Nurhayati dan Arifin. perdu. Gambar 14. B. daun doa (Asplenium nidus). suplir (Adiantum raddianum). Hal yang perlu diperhatikan dalam menata lanskap yang berfungsi sebagai peneduh adalah mahkota harus besar/lebar. dan monstera (Monstera deliciosa). kembang rejeki (Aglaonema sp). Contoh tanaman indoor. serta semua jenis pohon. antara lain.

. antara lain. Contoh tanaman peneduh/parkir. Persyaratan tanaman median jalan adalah a) jenis perdu/semak berbunga. tanjung (Mimusops elengi). kembang merak (Caesalpinia pulcherrima). antara lain. dan mahoni (Swietania mahagoni).5 meter. c) batangnya kuat dan lurus dengan percabangan yang tegak dan kompak. b) tidak menggugurkan daunnya secara sekaligus. cempaka (Michelia champaca). Contoh pohon tepi jalan. Contoh tanaman median jalan. antara lain. C. asam (Tamarandus indica). dan tidak menggugurkan daunnya sekaligus. 5) perakarannya dalam hingga tidak merusak konstruksi jalan dan drainase. kirai payung (Filicium decipiens). Tanaman pagar terdiri atas tumbuhan yang bertahan lama membentuk pertumbuhan yang rapat dan tak tembus pandang. kaliandra (Calliandra haemathocephala). Tanaman Median Jalan Tanaman median jalan adalah tanaman yang ditanam di median jalan. Persyaratan pohon tepi jalan adalah a) memiliki tajuk yang dapat memberi naungan. Tanaman Pagar Tanaman pagar adalah suatu garis atau barisan permanen yang padat dari tumbuh-tumbuhan yang hidup. dan 6) tanaman berasal dari perbanyakan secara generatif/biji. dan kaca piring (Gardenia augusta). dan mahoni (Swietania mahagoni). b) bermassa dan padat. daun saputangan (Maniltoa grandiflora). E. biasanya diatur dalam bentuk yang hampir sama dengan maksud untuk menggantikan pagar. dan tinggi tanaman lebih kurang 1. kenari (Canarium commune). oleander (Nerium oleander). damar (Agathis alba). tetapi tidak terlalu teduh. kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). antara lain. D. trengguli (Cassia fistula). Pohon Tepi Jalan Pohon tepi jalan adalah pohon-pohon yang ditanam di tepi jalan yang berfungsi. dan pengarah jalan. penahan debu.71 tidak terlalu besar yang dapat jatuh menimpa di bawahnya. tanjung (Mimusops elengi). 4) percabangannya lebih kurang 2 meter di atas permukaan tanah. sebagai pelindung.

Contoh tanaman border. Contoh tanaman pagar.72 Umumnya tanaman pagar berupa semak yang merupakan tanaman pinggiran yang tumbuh rendah dan berfungsi sebagai garis sementara. tekstur daunnya. pangkas-pangkasan (Duranta repens). Jadi border merupakan suatu garis batas dari suatu lanskap yang dapat membatasi pekarangan. dan Iresine herbetsii. Dracaena sanderium. bunga ungu (Bougenvillia glabra). F. Dalam pembuatan pagar dari tanaman. antara lain. taman atau daerah yang lain. hendaknya dipertimbangkan segi keharmonisan dan keindahannya. dan akalipa (Acalypha wilkesiana). pemeliharaan terutaman pemangkasan sangat diperlukan agar tumbuhnya tidak terlalu tinggi. Keindahannya menutupi tanah-tanah yang terbuka (tanpa tanaman) sehingga memberikan kesan yang menyenangkan. Tanaman Penutup Tanah Tanaman penutup tanah (groundcover) merupakan tanaman rendah non rumput setinggi 10 – 40 cm. Codiaeum variegatum. Kelompok penutup tanah ini banyak sekali macamnya. Contoh tanaman penutup tanah. kriminil (Althernanthera ficoidea). Pada umumnya tanaman border terdiri atas tanaman perdu/semak dan tanaman semusim yang tumbuhnya agak rendah. bayam-bayaman (Amaranthus sp). kemuning (Murraya paniculata). ada yang menarik karena bunganya. G. dan kepadatan/kekompakan tumbuhnya. antara lain. Tanaman penutup tanah berfungsi untuk mencegah tanah menjadi becek pada musim hujan dan mengurangi pengikisan tanah oleh air. Tanaman Border/Tepi Tanaman border atau tanaman batas adalah suatu penanaman yang terbatas sepanjang suatu garis batas atau pemisah. sambang darah . Chlorophytum sp. Pemangkasan dan pemeliharaan yang teratur diperlukan sehingga pagar tumbuh baik serta mengikuti bentuk yang dikehendaki. Althernanthera ficoidea. antara lain. Sebagai tanaman border. bambu siam (Thyrsostachy siamensis). Biasanya luas border (lebar) kira-kira 1 meter sehingga border tersebut dapat dirawat dari satu sisi dan bahkan lebih baik lagi apabila dapat dirawat dari kedua sisi.

Jenis tanaman ini terdiri atas tanaman bentuk pohon. Tanaman memanjat di habitat aslinya. antara lain. pedang-pedangan (Sanseviera sp). daun zebra (Zebrina pendula). Tanaman bawah pohon (undercover) adalah tanaman penutup tanah yang ditanam di bawah pohon. kencur-kencuran (Kaempferia pluchera). sutera bombay (Portulaca grandiflora). violces (Saintpaulia ionantha). anturium (Anthurium crystallinum). dan daun perak (Pilea cadierei). 1994). nusa indah (Mussaenda philippica). dan bougenvil (Bougainvillea spectabilis). Tanaman Berdaun/Berbunga Indah Tanaman berdaun/berbunga indah ialah tanaman hias yang memperlihatkan keindahan. antara lain. memanjat atau semusim. berupa terna atau tanaman berbatang lunak) ataupun liana (tanaman berkayu yang memanjat). semak. akalipa (Acalypha wilkesiana).73 (Hemigrafis odorata). kembang rejeki (Aglaonema sp). Tanaman memanjat biasanya membutuhkan naungan dan arah rambatannya ke sumber cahaya. Tanaman melakukan pemanjatan sebagai usaha untuk beradaptasi dengan lingkungan dan mendapatkan sinar matahari serta menampakkan bunga kepada agen untuk membantu penyerbukan (Griffiths. . H. beradaptasi untuk memanfaatkan cabang atau batang tanaman lain sebagai tempat bertumpu. baik dari daunnya maupun bunganya. I. Tanaman Memanjat/Pergola Tanaman memanjat (climber) adalah tanaman yang tumbuh di tanah atau bidang apa saja seperti tembok dan struktur pendukung lain sebagai tempat menggantungkan diri atau membelit untuk pertumbuhan tanaman tersebut. Keindahan tersebut berupa warna dan bentuk sehingga dengan penempatan yang teratur dalam taman dapat memberikan kesan menarik. Contoh tanaman bawah pohon. dan verbena (Verbena laciniata). Persyaratan tanaman tersebut adalah tahan terhadap naungan dan titik-titik air dari pohon. Tanaman memanjat dapat berupa vines (tidak berkayu. Contoh tanaman berdaun/berbunga indah. plumbago (Plumbago capensis).

ada lima pengelompokan tanaman memanjat (Menninger. tetapi jika ditanam menggunakan teralis kawat maka akan tumbuh dengan cara weaving (zig-zag diantara celah teralis) dan tidak ditemukan sulur pada tanaman tersebut. sebagai tanaman hias baik luar ruangan (outdoor) maupun tanaman dalam ruang (indoor). menggunakan akar yang tumbuh dari ruas-ruas batang untuk memanjat (Hedera helix). dan 5) rooters. pada saat itu tanaman tersebut dapat merubah cara pemanjatannya. Tanaman memanjat yang termasuk tanaman hias daun banyak digunakan sebagai penghias atau dekorasi di tempat-tempat penting seperti hotel. Pada dinding sebuah taman yang paling sempit sekalipun dengan lahan yang sangat terbatas tanaman memanjat dapat tumbuh. dengan cara zig-zag pada bidang panjat (Trachelospermum jasminoides). baik yang ternaungi maupun yang tidak ternaungi. 1970). melekat pada bidang panjat dengan menggunakan duri (misal pada Euphorbia milii). tanaman ini digunakan sebagai penghias atau pelembut permukaan vertikal yang tampak kaku dan gersang. tanaman yang memanjat dengan metode ini tidak mempunyai kemampuan untuk melekat pada bidang panjat.74 Berdasarkan mekanisme pemanjatan. karena dalam proses pemanjatan ada kemungkinan tanaman tersebut mengalami kesulitan saat melakukan panjatan. pada pengelompokan ini ada kemungkinan terjadi overlap. Sesuai dengan cara tumbuhnya. 2) thorn clingers. 3) weaver. Di kota-kota besar banyak bentuk atau permukaan bidang vertikal yang terbentuk. perkantoran. Beberapa contoh penggunaan tanaman memanjat dalam lanskap dapat dilihat pada Gambar 15. mekanisme memanjat yang primitif. seperti bangunan tinggi dan jalan layang (fly over). . Akan tetapi. Tanaman memanjat banyak digunakan dalam lanskap untuk berbagai keperluan. untuk itu harus didukung agar bisa tumbuh ke atas (misal pada Allamanda cathartica). Lima cara pemanjatan yang dipergunakan oleh tanaman memanjat adalah 1) learners. pusat perbelanjaan dan tempat tinggal. Misalnya pada spesies Boston-ivy (Parthenocissus tricuspidata) yang menggunakan sulur untuk memanjat. 4) graspers. menggunakan modifikasi bagian tanaman (batang maupun daun) yang membantu melekat pada bidang panjat (Bauhinia galpinii).

sebagai pagar tanaman untuk membatasi daerah pribadi. Untuk menciptakan suasana rumah yang asri. Beberapa jenis tanaman juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman bedengan (bedding plants) dan juga digunakan sebagai tanaman gantung (hanging basket plants). dan sebagai peneduh. Sering juga terlihat beberapa tanaman memanjat sengaja dibuatkan bidang panjat dengan bentuk beraneka ragam sesuai dengan selera pemiliknya seperti pergola. Tanaman memanjat dapat digunakan untuk mengurangi panas karena terkena sorotan sinar matahari. misalnya pada dinding gedung dan beranda rumah. bunganya pun tak kalah menawan dari jenis tanaman hias lainnya. Penggunaan tanaman memanjat dalam lanskap Beberapa jenis tanaman ini juga dapat difungsikan sebagai tanaman penutup tanah (groundcover) untuk menggantikan hamparan rumput. tanaman hias memanjat bisa menjadi pilihan. Dapat ditanam untuk dirambatkan pada pergola atau digantung di tiang-tiang pergola. . arch (bangunan melengkung yang dipakai sebagai gerbang) dan colonnade (deretan tiang yang dihubungkan dengan tali serta gazebo. Selain membuat suasana teduh. tripod (kaki tiga).75 Gambar 15.

Contoh tanaman rumput untuk lapangan luas. Kumurur. Halaman rumput yang tumbuh baik dan rata sudah merupakan elemen taman yang menyenangkan. sebab pada musim hujan akan menjadi becek. Kehadiran tanaman lapangan rumput akan lebih menonjol apabila ditempatkan secara sendiri-sendiri. pinang merah (Cyrtostachys lakka). Tanaman Rumput Lapangan Tanaman rumput lapangan adalah jenis-jenis rumput yang dipergunakan untuk menutupi permukaan tanah yang hanya terdiri atas lapisan tanah saja. dan palem puteri (Veitchia merrillii). antara lain. K. 1990. Oleh karena itu. tanah tersebut perlu ditanami dengan rumput-rumputan. dan rumput peking (Agrotis stolonifera). antara lain. Contoh tanaman lapangan rumput. rumput manila (Zoysea matrella). Untuk lapangan terbatas/sempit. rumput paitan (Axonopus compresus) dan rumput golf (Eragrostis sp). 1998). Halaman pekarangan sedapat mungkin tidak dibiarkan terbuka tanpa adanya tanaman di atasnya. melompak. Tanaman ini juga berfungsi untuk memberi aksen pada hamparan hijau yang luas. dengan dasar rumput-rumput lapangan yang teratur baik dibandingkan bila ditanam bercampur dengan tanaman lain. cemara papua (Cupressus papuana). Tanaman Lapangan Rumput Tanaman lapangan rumput adalah jenis tanaman yang ditanam secara sendiri atau secara berkelompok pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik (eksotik). palem ekor tupai (Wodyetia bifurcata). dan menginjak dalam kegiatan olah raga (Munandar dan Hardjosuwignyo. Kriteria rumput untuk lapangan olah raga harus mempunyai kemampuan tumbuh yang baik serta memiliki daya adaptasi terhadap air. rumput Jepang (Zoysea japonica). Rumput dapat digunakan untuk menutupi lapangan luas seperti lapangan olah raga.76 J. Rumput juga harus memiliki fleksibilitas dan resistensi untuk mengakomodasi aktivitas lari. suhu. antara lain. . dan tanah yang baik.

Jelaskan apa yang dimaksud tanaman indoor dan outdoor. tanaman memanjat. 3. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan penggolongan tersebut. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional. tanaman border/tepi. 2. tanaman pagar. B... tanaman rumput lapangan. 2. tanaman median jalan. pohon tepi jalan. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional. tanaman penutup tanah. Karakteristik tanaman yang berfungsi sebagai peneduh adalah. dan tanaman lapangan rumput... tanaman berdaun/berbunga indah. tanaman pagar. tanaman penutup tanah. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. tanaman peneduh... tanaman memanjat/pergola.. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.77 L. tanaman peneduh/parkir. pohon tepi jalan. tanaman berdaun/ berbunga indah.. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. PENUTUP A.. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. tanaman border. Jelaskan penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional. Rangkuman Penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional terdiri atas tanaman indoor dan outdoor. tanaman rumput lapangan. (a) Mahkota kecil (b) Daun tumbuh rapat (c) Batangnya tinggi . dan tanaman lapangan rumput. tanaman median jalan.... Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.

. Contoh tanaman undercover adalah....78 (d) Menggugurkan daun sekaligus 2.......... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 6..... Persyaratan tanaman median jalan adalah..... (a) Sutera bombay (b) Daun perak (c) Sambang darah (d) Verbena Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.......... (a) Mudah pemeliharaan (b) Mudah dilihat (c) Mudah dilewati (d) Mudah membatasi tapak 4.. Tanaman yang ditanam pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik disebut tanaman. Alasan lebar penanaman border sekitar 1 m adalah... (a) Jenis pohon (b) Bermassa dan padat (c) Tinggi tanaman >2 m (d) Tanaman hias daun 3.. (a) Berdaun indah (b) Berbunga indah (c) Lapangan rumput (d) Rumput lapangan 5... Hitunglah jawaban Anda yang benar......... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 .....

HS. 1998. 1990. 2000. D. Bogor: IPB. Rumput Lanskap. 1994. Sumber/Referensi 1. Akan tetapi. Griffiths M. Taman dalam Ruang. 2. Munandar A. Kunci Jawaban 1. Manual of Climbers and Wall Plants. Hardjosuwignyo. b 3. Kumurur VA. b 2. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. An Encyclopedia of Climbing Plants. 1970. Rumput Lanskap. 5. C. a 4.79 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . terutama bagian yang belum Anda kuasai. Jakarta: Penebar Swadaya. Flowering Vines of The World. bagus! Anda cukup memahami Bab 6. New York: Macmillan.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. b . New York: Heartside Press Incorporated. 4. Menninger E. Anda harus mengulangi Bab 6. 3. c 5. Anda dapat meneruskan pada Bab 7. Arifin. Jakarta: Penebar Swadaya. Nurhayati. S.

Selain itu. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. tetapi juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas lingkungan. dan hewan. tanaman tidak hanya mengandung/mempunyai nilai estetika saja. mutlak diperlukan keberadaannya untuk kelangsungan hidup manusia. 3. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. tanaman. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. B. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai fungsi tanaman dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. 4. A. Praktikum C. Cooperative learning 2.80 BAB 7 Tanaman FUNGSI TANAMAN DALAM LANSKAP PENDAHULUAN merupakan bagian dari ekosistem. 2. tanaman juga memberi kesan menarik dan menyenangkan. Oleh karena itu. . Strategi Pembelajaran 1.

10) menyediakan habitat satwa liar. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai fungsi tanaman dalam lanskap. dan atap). Suhu. 15) sebagai pembatas (border). 2. 6) mengontrol siklus hidrologi. 13) sebagai penyekat (screen). Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. 7) memperbaiki kualitas udara. dinding. Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap. dan 23) menciptakan pola bayangan. 4) penaung dari hujan. rekayasa lingkungan (engineering use). Tegakan hijau pohon mampu mengurangi energi sinar matahari yang sampai ke permukaan tanah sehingga . 4. 18) membingkai view. dan Kelembaban Tanaman dapat menyerap panas dan memantulkan pancaran sinar matahari sehingga dapat menurunkan suhu iklim mikro. dan kelembaban. 8) mengurangi bising. 5) mengontrol erosi. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Secara umum. tanaman juga mampu meningkatkan kelembaban udara dan presipitasi air hujan melalui evapotranspirasi sehingga meningkatkan kenyamanan sekitar. 22) menyatukan elemen arsitektur bangunan. 11) membentuk ruang (lantai. 20) menonjolkan obyek tertentu. Selanjutnya dijabarkan secara detail menjadi beberapa fungsi. suhu. 16) sebagai pengarah.81 D. Indikator Pencapaian 1. 19) memberi latar belakang. 12) membentuk ruang vertikal/horizontal. 9) mengharumkan udara. 2) penahan angin. fungsi tanaman dalam lanskap meliputi fungsi ameliorasi iklim (climate amelioration). dan pengunaan untuk estetika/keindahan (aesthetics use). penggunaan untuk keperluan arsitektural (architectural use). A. 17) menampilkan ciri fisik yang dapat diindera. Selain itu. 12) menyempitkan dan meluaskan ruang. 14) sebagai pagar (barrier). 1) mengontrol radiasi. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Mengontrol Radiasi. 21) melembutkan garis dan massa bangunan. antara lain. Tanaman dalam lingkungan iklim mikro dapat menurunkan suhu udara dengan adanya naungan pohon dan evapotranspirasi tanaman. 3) penahan silau. 3.

Jenis tanaman yang dipakai harus diperhatikan tinggi pohon. C. Pepohonan. dan sinar lampu kendaraan pada jalan raya dan bangunan. Penahan Angin Tanaman berguna sebagai penahan. dan rerumputan dapat mengubah suhu. Komposisi tanaman yang berbeda ketinggian mampu mengurangi kecepatan angin sekitar 40-50%. berdaun. D. semak belukar. penyerap. Pada jalur jalan raya bebas hambatan. lampu jalan. Peletakan tanaman dapat menahan pantulan sinar dari perkerasan. serta lebar tajuk. penetrability. Penahan Silau Tanaman dapat menahan silau yang ditimbulkan oleh sinar matahari. jenis. dan menahan jatuhnya sinar matahari ke daerah yang menimbulkan keteduhan. dan beranting banyak. B. misalnya rindang. Sebaiknya pada jalur median jalan ditanami tanaman semak. . dan kepadatan tajuk optimum (50 – 60%). Peletakan tanaman di sisi jalan atau jalur tengah jalan sebaiknya dipilih pohon atau perdu padat. agar sinar lampu kendaraan dari arah yang berlawanan dapat dikurangi. antara lain. tinggi pohon. Faktor yang menentukan fungsi pohon sebagai penahan angin. mengabsorpsi.82 mampu mempengaruhi suhu udara. Daun-daun dapat mengintersepsi. penanaman pohon tidak dibenarkan pada jalur median jalan. Penaung dari Hujan Tanaman mampu meningkatkan kelembaban udara dan presipitasi air hujan melalui evapotranspirasi sehingga meningkatkan kenyamanan sekitar. bentuk tajuk. hempasan air hujan. bercabang. refleksi. kepadatan tajuk tanaman. Jika pohon sebagai penahan angin. dan mengalirkan tiupan angin sehingga menimbulkan iklim mikro. dan mentrasmisikan sinar matahari dimana efektivitasnya tergantung kepada spesiesnya. secara tidak langsung harus dapat menurunkan suhu (pohon jangan terlalu masif).

Definisi kebisingan adalah semua bunyi yang mengalihkan perhatian. berasal dari lalu lintas. juga pada aspek subyektif seperti asal bunyi. penggalian tanah untuk danau buatan. tempat pembangunan gedung-gedung. kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan. hiburan. atau belajar) (Doelle. F. Pencegah Erosi (Erosion Control) Kegiatan manusia dalam menggunakan lahan. Sebagai definisi standar. tanaman dapat pula berfungsi untuk menahan air hujan yang jatuh secara tidak langsung ke permukaan tanah. 1986). Sumber utama kebisingan diklasifikasikan dalam dua kelompok. 1986). isi informasi. frekuensi. Selain itu. yaitu: (1) bising interior. keadaan pikiran. perbaikan jalan. transportasi. besar kebisingan dan jarak dari sumber bising. kegiatan olahraga dan lain-lain di luar gedung (Doelle. industri. waktu terjadinya. kesinambungan. berasal dari manusia. Mengurangi Kebisingan Kebisingan adalah bentuk suara yang tidak diinginkan karena tidak sesuai dengan tempat dan waktunya. alat-alat mekanis yang terlihat di luar gedung. Akar tanaman dapat mengikat tanah sehingga tanah menjadi kokoh dan tahan terhadap pukulan air hujan serta tiupan angin. mengganggu atau berbahaya bagi kegiatan sehari-hari (kerja. alat-alat rumah tangga atau mesin-mesin di dalam gedung. Sumber kebisingan juga dapat dikelompokkan: (1) sumber stasioner dari kegiatan rumah tangga dan industri. Misalnya dalam pembentukan muka tanah. dan tempramen penerima. Tingkat kekerasan bunyi pada suatu bunyi pada suatu tempat dapat diduga berdasarkan bentuk sumber.83 E. . dan (2) bising luar (outdoor). pemotongan dan penambahan muka tanah (cut and fill). Kondisi tanah menjadi rapuh dan mudah tererosi oleh karena pengaruh air hujan dan hembusan angin yang kencang. selain menimbulkan efek positif juga menyebabkan efek negatif terhadap kondisi tanah/lahan. dan (2) sumber dinamis dari kendaraan. termasuk bunyi yang tidak sengaja dan bunyi yang ditimbulkan dari suatu kegiatan seperti bunyi transportasi dan industri. istirahat. Bunyi diinginkan atau tidak oleh seseorang tergantung pada kekerasan bunyi.

dan penggunaan peralatan untuk melindungi penerima dari kebisingan. kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis). tajuk tebal daun rindang. penyebaran suaranya berbentuk silinder yang memanjang. Kebisingan yang keluar dari sumber berupa titik menyebar melalui udara dalam bentuk bola dengan kecepatan 334 m/s dan sumbernya statis atau tetap. Contoh tanaman. susunan daun rapat. sedangkan untuk sumber suara bergerak atau berbentuk garis. Pohon meredam suara dengan cara mengabsorbsi gelombang suara oleh daun. sedangkan barrier alami berupa vegetasi baik pohon maupun semak. cabang. tanjung (Mimusops elengi). kirei payung (Filicium decipiens). Untuk sumber suara yang berupa titik. intensitas suara hanya berkurang sekitar 3 dB bila jarak sumber dengan penerima menjadi dua kalinya Cara pengendalian kebisingan dilakukan dengan tiga cara. dan oleander (Nerium oleander). bentuk komposisi dengan menanam berbagai jenis tanaman berbagai strata yang cukup rapat dan tinggi. Barrier buatan berupa dinding atau bangunan. dan ranting. pengendalian bising pada jalur transmisi suara.84 Bentuk sumber bising dapat berupa titik (point source) dan garis (line source). Pengendalian bising pada jalur transmisi dilakukan dengan meningkatkan jarak atau dengan menggunakan barrier. perdu atau semak yang membentuk massa. bougenvil (Bougenvillea sp). teh-tehan pangkas (Acalypha sp). yaitu pengendalian kebisingan pada sumbernya. dapat dilakukan dan dihitung dengan rumus: D1 – 2 = 10 log 10 (d2/d1) Dimana D1= Tingkat suara di lokasi 1 D2 = Tingkat suara di lokasi 2 d1 = Jarak lokasi 1 terhadap sumber suara . sedangkan sumber berupa garis menyebar melalui udara dengan pola berbentuk silender yang memanjang dan sumbernya bergerak. intensitas suaranya dapat berkurang sekitar 6 dB setiap jarak sumber pendengar menjadi dua kali lipat. misalnya kendaraan yang bergerak. Pengendalian kebisingan untuk sumber suara yang berbentuk garis. Dedaunan tanaman dapat menyerap kebisingan sampai 95%. antara lain. Syarat tanaman yang dapat meredam kebisingan adalah berupa pohon.

Pada dinding masif pengurangan tingkat kebisingan oleh barrier (Gambar 16) dapat dinyatakan dengan fungsi Fresnel Number (δ = (A+B)-C). .85 d2 = Jarak lokasi 2 terhadap sumber suara Tingkat kebisingan akan berkurang 3 dB apabila jaraknya bertambah menjadi dua kali lipat. Tanaman penghalang berfungsi untuk menutupi pandangan ke suatu tempat seperti bangunan yang kasar atau tempat-tempat yang tidak menyenangkan dipandang. Pengurangan tingkat kebisingan dengan fungsi Fresnel Number (Wilson. 1989) G. N= Dimana 2 δ λ N= 2(A + B) − C λ N = Fresnel Number A = Jarak dari sumber suara ke puncak barrier B = Jarak dari puncak barrier ke penerima C = Jarak dari sumber suara ke penerima λ = Panjang gelombang suara Gambar 16. Salah satu cara menutupi beton atau tembok bangunan adalah dengan menggunakan tanaman merambat atau dengan penambahan semak atau perdu. Kontrol Pandangan (Visual Control) Pohon secara visual dapat berfungsi sebagai penghalang pandangan.

Penghalang pada pengamat diam (Shinzo. menggunakan rumus: S= Dimana 2r d = Sin α Sin α S: jarak antar pohon α: sudut antara arah gerak dan penglihatan d: diameter tajuk pohon r: jari-jari tajuk pohon . menggunakan rumus: Tan α = Dimana h−l H−l d = h = d Tan α + l = (H − l) + 1 D d D l : tinggi mata pengamat α: sudut pandang dari mata ke puncak obyek yang ditutupi H: tinggi obyek h: tinggi pohon D: jarak dari titik memandang ke obyek d: jarak dari titik memandang ke pohon Gambar 17. Teori ini dapat dilakukan pada pengamat yang dian dan bergerak. 1975) Pengamat bergerak (Gambar 18). Pengamat diam (Gambar 17).86 Teori penghalang adalah jika titik pandang telah ditentukan maka pohon diletakkan di antara titik pandang dan obyek yang ditutupi.

dan lantai.. Dinding dapat dibentuk oleh tanaman semak sebagai border. atap. Tanaman sebagai kontrol pandangan terhadap ruang luar (Carpenter et al. Atap dibentuk oleh tajuk pohon yang membentuk kanopi atau tanaman merambat pada pergola. Penghalang pada pengamat bergerak (Shinzo. sedangkan sebagai lantai dapat dipergunakan tanaman rumput atau penutup tanah (groundcover) (Gambar 19). Kontrol Pandangan terhadap Ruang Luar Tanaman dapat dipakai untuk komponen pembentuk ruang sebagai dinding. Ruang pribadi ini . Gambar 19. 1975) H. Kontrol Pandangan untuk Ruang Pribadi Tanaman dapat dipergunakan untuk membatasi pandangan dari arah luar dalam usaha untuk menciptakan ruang pribadi (privacy space).87 Gambar 18. 1975) I. Dengan demikian pandangan dari arah atau ke arah ruang yang diciptakan dapat dikendalikan.

88 biasanya ruang yang terlindung dari pandangan orang lain. tempat pembuangan sampah. dan galian tanah. .5 – 2 meter (Gambar 20). Kontrol Pandangan terhadap Hal yang Tidak Menyenangkan Tanaman dapat pula dimanfaatkan sebagai penghalang pandangan terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan untuk ditampilkan atau dilihat. Gambar 20.. Pembakaran bensin dalam kendaraan bermotor merupakan lebih dari separuh penyebab pencemaran udara di perkotaan. 60% dari bahan pencemar yang dihasilkan terdiri dari karbon monoksida dan sekitar 15% terdiri dari hidrokarbon. Mengurangi polusi udara Pencemaran udara diperkirakan semakin meningkat dan meluas seiring dengan cepatnya proses industrialisasi dan makin banyaknya kendaraan bermotor. Sumber pencemaran udara yang utama berasal dari transportasi terutama kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar yang mengandung bahan pencemar. seperti timbunan sampah. 1975) J. K. Kontrol pandangan untuk ruang pribadi (Carpenter et al. Ruang ini memerlukan penempatan tanaman pembatas pandangan setinggi 1. proses industri. Sumber-sumber pencemaran lainnya berasal dari pembakaran.

untuk gas NOx (NO2. dsb). Vegetasi khususnya pohon tepi jalan harus memenuhi kriteria ciri dan bentuk arsitektural antara lain mencakup tinggi pohon dewasa. tekstur daun. Dengan adanya mekanisme ini. PAN (Peroxy Acetic Nitrat).89 pembuangan limbah dan lain-lain. NO3). terutama di kotakota besar. Fe. dan 4) mendeposisi. nitrogen oksida (NOx) sebesar 8. Selain itu pohon tepi jalan yang digunakan juga harus efektif dalam menjerap dan menyerap pencemar udara. Debu yang terdapat pada lapisan biosfer bumi. Mekanisme tanaman mengurangi polusi udara. cabang dan ranting. dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui beberapa mekanisme. Zn. pembakaran sampah. HC. Komponen pencemaran udara yang bersumber dari kegiatan transportasi di Indonesia yang paling banyak berpengaruh sebagai pencemar udara adalah karbon monoksida (CO) sebesar 70. sulfur oksida (SOx) sebesar 0. Vegetasi merupakan elemen alami yang dominan sebagai pembentuk lanskap kota. SO3) CO2. SOx (SO2. yaitu: 1) menjerap (adsorpsi). dan sisanya berasal dari rumah tangga.89%. Efektifnya mekanisme penjerapan ditentukan oleh ukuran. dan partikel sebesar 1. diasimilasi oleh jaringan tanaman dalam daun. disebabkan gas buang kendaraan bermotor (60-70%). Dalam menyerap zat pencemar dipengaruhi oleh karakteristik morfologi tanaman.33%. Selain sebagai elemen estetis. kebakaran hutan atau ladang. yaitu mengencerkan konsentrasi polutan. CO. kerapatan dan bentuk trikoma. antara lain. jumlah debu yang melayang di udara akan menurun. dan lain-lain. partikel debu. seperti ukuran dan . Hidrokarbon (HC) sebesar 18. vegetasi berfungsi dalam mereduksi partikel padat dari udara yang merupakan dampak dari kegiatan manusia. Ada juga partikel yang menempel pada kulit pohon.88%. logam-logam (Pb. 2) menyerap (absorpsi). industri (10-15%). hanya sampai di permukaan daun (menempel). Partikel yang melayang-layang di permukaan bumi sebagian akan terjerap (menempel) pada permukaan daun.50%. batang dan perakaran. Pencemaran udara di Indonesia. 3) mendifusi. antara lain. yaitu menjatuhkan polutan ke tanah. khususnya daun yang berbulu dan yang mempunyai permukaan yang kasar dan sebagian lagi terserap masuk ke dalam ruang stomata daun. untuk polutan padat.34%.

flamboyan (Delonix regia). akalipa merah (Acalypha wilkesiana). adanya rambut pada permukaan daun dan juga tekstur daun. mempunyai ketahanan tertentu terhadap gas tertentu. dapat diketahui dengan APTI (Air Pollution Tolerance Index). melinjo (Gnetum gnemon). kembang merak (Caesalpinia pulcherrima).Semakin besar nilai APTI maka tanaman semakin toleran . kriminil (Alternanthera ficoides). rumput manila (Zoysia matrella). lollipop kuning (Pachystachys lutea).Pohon memiliki nilai APTI yang paling besar . dan adam hawa (Rhoeo discolor).90 bentuk daun.Tanaman dengan genus sama. Jenis tanaman yang dipakai untuk menyerap gas adalah tanaman yang mempunyai sifat: mempunyai stomata yang banyak. antara lain. Kemampuan adaptasi terhadap polusi tinggi. APTI = A (T + P) + R 10 Dengan variabel-variabel yang peka terhadap polusi: A: kandungan Asam Ascorbic T: total klorofil P: pH ekstrat daun R: kandungan/kadar air Tabel 1. Rumus APTI dan nilainya (Tabel 1) sebagai berikut. Contoh tanaman penyerap NO2. bougenvil ungu (Bougenvillea glabra). kenanga (Cananga odorata). lantana (Lantana camara). Kriteria sensitivitas dan toleransi tanaman terhadap polusi Kriteria Decidious < 15 15 – 19 20 – 24 > 24 Nilai APTI Evergreen < 13 13 – 16 17 – 20 > 20 Herba 11 11 – 14 15 – 18 > 18 Sensitif Sedang Cukup toleran Toleran Keterangan: . cempaka (Michelia campaka). karakter tidak beda jauh . dan mempunyai tingkat pertumbuhan yang cepat.

Sebenarnya penahanan kebakaran secara sempurna oleh tanaman adalah sulit. kembang merak. Pembatas Fisik (Physical Barrier) Tanaman pembatas merupakan tanaman yang ditanam secara berbaris untuk membatasi baik pergerakan maupun pandangan. Tanaman aromatik mampu menghasilkan aroma yang harum hingga pada jarak tertentu dari tempat tumbuhnya. cemara. siang. dan pangkas-pangkasan. Contoh tanaman pengarah pada jalan. antara lain. Tanaman aromatik adalah tanaman-tanaman yang dapat menghasilkan aroma tertentu. bambu. daun. pembatas ke arah pandangan yang kurang baik. . akalipa. bambu (Bambusa sp). glodogan tiang (Polyalthea sp). antara lain. Mengharumkan Udara Tanaman dapat membersihkan udara yang baunya tidak enak (setelah melewati vegetasi. akalipa (Acalypha wilkesiana). Tanaman Penahan Kebakaran Tanaman dengan daun apabila terjadi kebakaran juga ikut terbakar. antara lain. 2006). kol banda (Pisonia alba). Tanaman yang dapat dipakai adalah tanaman yang dapat mengeluarkan aroma tertentu yang disebut tanaman aromatik. M. batang. Tanaman ini dapat berfungsi sebagai pembatas untuk jalan. Aroma yang ditimbulkan ada yang enak atau harum dan ada yang tidak enak. bau berkurang). mahoni (Swietania mahagoni). N. Contoh tanaman pembentuk pandangan. cemara. dan oleander. kemuning (Murraya paniculata). baik melalui bunga. dan malam hari (Nugrahani. Ada yang beraroma lembut tetapi ada juga yang beraroma menusuk hidung atau menyengat. glodogan biasa (Polyalthea longifolia). melati (Jasminum sambac). dan cempaka (Michelia champaca). hujan mas (Cassia glauca). maupun akarnya. dan pangkas-pangkasan. cemara. Ada tanaman yang mengeluarkan aroma pada pagi. Contoh tanaman beraroma. kenanga (Canangium odoratum). Contoh tanaman pembatas untuk jalan.91 L. buah. antara lain. sore. kembang sepatu. pengarah gerakan bagi pemakai jalan pada jalan berbelok atau ke tujuan tertentu. dan menghilangkan kejenuhan bagi pemakai jalan. pengarah dan pembentuk pandangan. kacapiring (Gardenia jasminoides).

bangunan sekeliling dapat dilindungi dari perambatan api Tanaman menghalangi perambatan panas sehingga bersama dengan tanah kosong (terbuka) di sekeliling rumah. bara api terbang. Fungsi tanaman dalam menahan kebakaran adalah menahan perambatan panas. api mengalir. tanaman meningkatkan ketahanan gedung terhadap kebakaran. dan 23): - Kombinasi dengan tanah kosong Menggunakan dua atau lebih deretan pohon Tanah kosong ≥ 6 m Tidak menanam rumput pada tanah kosong Tinggi pohon ≥ 10 m (tergantung bangunan yang ingin dilindungi) Di depan pohon ditanam semak Lebar penanaman 6 – 10 m Pohon Pohon Semak Semak > 10 m 6 – 10 m Tanah kosong 6m 6 – 10 m Gambar 21. Struktur penanaman . Struktur penanaman untuk menahan kebakaran (Gambar 21. 22. pohon juga menghalangi bara api yang terbang. maka pohon menahan aliran angin sehingga menghalangi perpindahan api. api membesar dalam 3 – 4 menit dan alam waktu tersebut. Jika ada angin. jika bisa bertahan atau melakukan pemadaman.92 Umumnya pada kebakaran bangunan total.

93
Tanaman dipangkas dibentuk fence

5m

Gambar 22. Tanaman penahan kebakaran untuk lahan yang sempit

Dengan batas 2 pohon

2m

7m

Gambar 23. Tanaman penahan kebakaran untuk lahan yang lebih lebar

O. Fungsi Sosial Budaya

Fungsi tanaman sebagai sosial budaya terkait dengan tanaman yang mengandung nilai adat/kepercayaan. Tanaman ini merupakan tanaman yang pada daerah tertentu memiliki nilai tersendiri karena kepercayaan yang dianut masyarakat sebagai pengaruh budaya, adat atau keagamaan. Beberapa tanaman mempunyai nilai karena berhubungan dengan upacara adat, pantangan dan himbauan, tempattempat tertentu misalnya tempat yang dianggap keramat, rejeki, jodoh, status sosial, dan sebagainya. Contoh nilai budaya tanaman dalam masyarakat Bali, dimana nilai tanaman berpengaruh terhadap peletakan tanaman dalam tata ruang lanskap tradisional Bali (konsep Tri Mandala yang membagi menjadi tiga zona: utama, madya, nista). Pada zona utama diletakkan tanaman Ficus benjamina, Santalum album, Cordyline sp,

94
Michelia champaca, dan Pandanus sp yang ditanam sekitar pura. Pada zona madya

diletakkan tanaman Cananga odorata dan Hibiscus rosa-sinensis, sedangkan pada zona nista atau di kebun/tegalan terdapat tanaman Musa paradisiaca, Bambusa sp,
Cocos nucifera, dan Citrus sp.

Contoh lain, dadap (Erythrina indica) yang digunakan untuk struktur pemujaan temporer di pura dan merupakan salah satu kayu penting dan bernilai religi. Tanaman cendana (Santalum album) sebagai bagian penting pegangan keris bagi para empu.

P. Rangkuman

Fungsi tanaman dalam lanskap terdiri atas 1) mengontrol radiasi, suhu, dan kelembaban, 2) penahan angin, 3) penahan silau, 4) penaung dari hujan, 5) pencegah erosi (erosion control), 6) mengurangi kebisingan, 7) kontrol pandangan (visual control), 8) kontrol pandangan terhadap ruang luar, 9) kontrol pandangan untuk ruang pribadi, 10) kontrol pandangan terhadap hal yang tidak menyenangkan, 11) mengurangi polusi udara, 12) mengharumkan udara, 13) pembatas fisik (physical
barrier), 14) tanaman penahan kebakaran, dan 15) fungsi sosial budaya.

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang fungsi tanaman dalam lanskap, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Jelaskan fungsi tanaman dalam lanskap. 2. Jelaskan fungsi ameliorasi iklim, rekayasa lingkungan, penggunaan untuk keperluan arsitektural, dan pengunaan untuk estetika dari tanaman lanskap. 3. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan masing-masing fungsi.
Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus

memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 2. Renungkan tentang fungsi tanaman dalam lanskap.

95
B. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Pada jalur median jalan bebas hambatan tidak dibenarkan menanam tanaman............. (a) Penutup tanah (b) Semak (c) Perdu (d) Pohon 2. Syarat tanaman yang dapat meredam kebisingan adalah............. (a) Semak soliter (b) Susunan daun rapat (c) Tajuk lebar (d) Daun lebar 3. Karakteristik tanaman yang efektif untuk membatasi pergerakan manusia adalah tanaman yang............. A. Bermassa daun sedikit B. Berjarak tanaman rapat C. Berukuran daun besar D. Berbatang besar 4. Toleransi tanaman terhadap polusi dapat diketahui dari nilai APTI, dimana nilai APTI semakin............. A. Tinggi maka tanaman semakin toleran B. Rendah maka tanaman semakin toleran C. Tinggi maka tanaman semakin sensitif D. Rendah maka tanaman cukup toleran 5. Struktur penanaman tanaman yang efektif menahan kebakaran adalah............. A. Menanam rumput pada tanah kosong B. Menggunakan dua atau lebih deretan pohon C. Menggunakan pohon tinggi ≤ 10 m D. Menggunakan satu baris pohon

1986. 2006. Carpenter PL. 1989. Surabaya: Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian UPN Veteran Jatim. Vegetasi Aromatik sebagai Elemen Lanskap Ruang Terbuka Hijau Perkotaan. Prosiding Seminar Nasional Lanskap Perkotaan. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . Jakarta: Erlangga. Hitunglah jawaban Anda yang benar. Inc. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Shinzo N. TD. Akan tetapi. C. Wilson CE. Akustik Lingkungan.. Plants in the Landscape.96 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. 1975. 4. .100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Nugrahani P. 1975. FO. Anda dapat meneruskan pada Bab 8. Noise Control: Measurement. New York: Harper and Row Publ. 18 Mei 2006. hlm 102-108. 2. bagus! Anda cukup memahami Bab 7. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Doelle LL. editor. Analysis. Lanphear. Tokyo: Kashima. Surabaya. 5. Anda harus mengulangi Bab 7. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 7. San Fransisco: Freeman & Co. Walker. 3. Theory and Technique of Planting. Di dalam: Winarno et al. Sumber/Referensi 1. and Control of Sound and Vibration.

b . b 3. b 4. Kunci Jawaban 1.97 D. d 2. a 5.

lampu taman. seperti bangunan. Ada beberapa hal pokok yang sangat penting diketahui terlebih dahulu bila ingin menata tanaman dengan hasil yang cukup memuaskan. batu-batuan. Strategi Pembelajaran 1. dan suhu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. A. Faktor-faktor seperti keadaan tanah. angin. Hal ini tentu saja sangat perlu diketahui terlebih dahulu agar tanaman yang ditata hidup dan tumbuh dengan baik. Sifat atau karakteristik yang paling menonjol adalah bahwa tanaman merupakan unsur yang hidup dan tumbuh. komposisi tanaman yang dibuat tentu akan lebih fungsional berguna dan visual indah.98 BAB 8 KOMPOSISI TANAMAN PENDAHULUAN Penataan tanaman dalam sebuah taman memang tidak semudah yang diduga apabila diharapkan hasil yang bagus. Praktikum . Dengan lebih mengenal atau mengetahui fungsi dan potensi dari unsur tanaman tersebut. sinar matahari. Selain itu. Tanaman memang memiliki beberapa sifat yang dapat dibedakan dengan unsur-unsur pertamanan yang lain. kolam. Case study 3. penataan tanaman berkaitan juga dengan unsur pertanaman lain. Studi lapang 2. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum. Hal lain yang penting diketahui ialah tanaman bukan hanya sebagai unsur hiasan saja. tetapi memiliki beberapa fungsi dan potensi. drainase. B. dan sebagainya.

Indikator Pencapaian 1. Bentuk tanaman misalnya ada yang berbentuk tinggi ramping. menyebar. Kemampuan membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik. 3. sedangkan warna gelap mengesankan suasana yang suram. sedang. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. 2. 4. tinggi membulat. 2. dan praktikum. piramidal. Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. 5. Mahasiswa aktif melakukan praktikum. masalah pengenalan karakteristik visual tanaman sangat penting diketahui lebih jauh disamping hal-hal yang lainnya. sedang. dan kecil. Ukuran tanaman juga bervariasi. Warna-warna terang. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Mahasiswa membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik. Warna-warna tanaman yang beraneka warna merupakan karakteristik penting yang dianggap sebagai karakteristik emosional karena mempengaruhi secara langsung kesan dan suasana ruang luar. merunduk. bulat. case study. dan eksotis atau unik.99 C. Mahasiswa melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman pada suatu lanskap. semak tinggi. 4. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Untuk membuat sebuah komposisi tanaman yang indah dan menarik. 3. misalnya dapat menimbulkan suasana cerah dan menyenangkan. Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap. serta tanaman penutup tanah dan rumput. Kemampuan melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman. dan rendah. seperti pohon besar. Tekstur tanaman adalah kesan kasar atau halusnya keseluruhan tanaman . D. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai komposisi tanaman dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet.

misalnya barisan pohon. Kesatuan/tema Kesatuan adalah organisasi antara beberapa unsur yang saling bergantung satu sama lain atau tidak terpisahkan. aksen. Irama pada lanskap dapat diciptakan dengan penggunaan warna tanaman yang berulang-ulang. A. jarak penanaman. cara tumbuh. 2. Aksen/kontras/point of interest Suatu desain dapat membosankan tanpa adanya aksen. 1. dan berasal dari sifat ekologisnya yang sama. Adanya irama memberikan kesan dinamis. nada warna dan lain sebagainya. dan proporsi. aksen. Aksen merupakan bagian terpenting yang menjadi pusat perhatian dan mampu memberikan ciri tertentu yang mengandung ide. Aksen dalam lanskap dapat diciptakan dengan memanfaatkan unsur desain lainnya yang dimiliki oleh elemen lanskap. yaitu kesatuan. meliputi kesatuan komposisi dan keanekaragaman. harus diciptakan aksen sebagai point of interest pada bagian atau titik-titik tertentu. Oleh karena itu. Prinsip Komposisi Tanaman Prinsip dan aturan dalam menyusun komposisi tanaman mengikuti prinsip desain lanskap. tujuan. tekstur. Kesatuan komposisi tanaman dapat diperoleh dari pemilihan tanaman yang sama dalam jenis. rangkaian batu yang serupa. keseimbangan. tinggi rendah tanaman yang diatur berulang-ulang. Tekstur tanaman ternyata mempengaruhi faktor dalam komposisi tanaman. bentuk. tidak monoton dan membosankan. mungkin berbentuk beraturan atau tidak beraturan. sifat. dan sebagainya. dan isi. urutan dari anak tangga. Irama/gradasi Irama adalah urutan atau perulangan elemen-elemen.100 secara visual pada tanaman individual atau kelompok. irama. Pada sebuah taman harus ada unsur taman sebagai pusat pemandangan berupa elemen estetis yang mewakili seluruh bagian taman yang dapat menampilkan ide. 3. Suatu komposisi yang baik harus mempunyai kesatuan yang kompak antara unsur-unsur yang tersusun di dalamnya termasuk faktor keseimbangan. Bilamana suatu unsur memisahkan diri berarti kesatuan tersebut tidak tercapai. dan irama. persepsi terhadap jarak. warna. daya tarik visual. serta lebih hidup dan menarik. Aksen tersebut dapat diciptakan dari .

Keseimbangan/kontrol Kontrol terhadap ketiga prinsip sebelumnya jangan berlebihan atau kekurangan sehingga tercipta kesan seimbang. desain tersebut mempunyai keseimbangan. jika kedua sisi dari taman tersebut sama-sama menarik perhatian dari pengamat. sebagai berikut. yaitu mempunyai ciri-ciri yang jelas. yaitu keseimbangan yang elemen-elemennya tidak sama dan serupa antara sisi yang satu dengan sisi yang lainnya pada garis sumbu. tetapi tidak dalam bentuk dan materi yang sama antara sisi yang satu dengan yang lain. yaitu simetri bentuk. dan harmonis. Keseimbangan diumpamakan taman dibagi dua sama besar. Keseimbangan asimetri menghasilkan perhatian yang sama pada kedua sisi ruang luar. warna. yaitu keseimbangan yang berpusat pada pertemuan antara dua garis sumbu yang membentuknya. 5. Keseimbangan segitiga. perbedaan bentuk. Keseimbangan simetris. yaitu penempatan tanaman yang sama tepat satu sama lain. Keseimbangan simetris terbagi 3 jenis. Satu hal yang . a. serasi. sebaiknya memilih tanaman dan struktur taman yang ukurannya sesuai dengan garis-garis lanskap bangunan. Keseimbangan asimetris. Keseimbangan sentral atau radial. keseimbangan terletak pada penciptaan pandangan yang sama bobotnya dari satu pusat perhatian. Keseimbangan adalah pembagian elemen yang menghasilkan suatu aksen. dan bobot. Proporsi Apabila membuat suatu taman. Keseimbangan simetris yang memberi kesan formal lebih mudah dicapai dan dimengerti. sedangkan keseimbangan asimetris yang memberi kesan informal atau alami lebih sulit dicapai. tetapi memberi kesan lebih halus karena mendekati alam. ada tiga titik yang jika dihubungkan satu sama lain menjadi segitiga. b. ukuran atau warna. d. Keseimbangan yang tercipta dapat berupa keseimbangan simetris dan asimetris. Tanaman yang tinggi dengan tekstur halus yang dominan dapat menjadi aksen di antara tanaman berukuran sedang dan bertekstur kasar. c. 4.101 perbedaan tekstur.

102 tidak boleh dilupakan adalah ukuran maksimal tanaman, dalam hal ini pohon. Proporsi merupakan ciri dari suatu lanskap yang berkaitan dengan ukuran. Setiap elemen lanskap harus dalam hubungan ukuran yang tepat dengan elemen lainnya. Pada taman yang kecil, pemilihan jenis tanamannya lebih terbatas, teksturnya halus, dan warna tidak terlalu menyolok, sedangkan pada taman yang cukup luas, kesempatan memilih jenis tanaman lebih banyak. Ukuran tanaman terhadap bangunan harus sebanding, sehingga proporsi harus sesuai dengan fungsinya. Untuk menciptakan komposisi tanaman yang menarik dan indah, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan, yaitu: 1. Tanaman soliter atau tunggal seperti palem merah, beringin, dan lain sebagainya, sebaiknya ditanam menyendiri sebagai eye catcher atau daya tarik yang berfungsi sebagai karya sculpture yang dinamis terlihat dari berbagai sisi. 2. Untuk sebuah komposisi, sebaiknya memilih jenis-jenis tanaman berdasarkan ukuran, bentuk, warna, dan teksturnya. 3. Perancang harus menghindari penanaman dengan jumlah genap karena cenderung memecah komposisi. Tanaman dengan jumlah ganjil cenderung mempersatukan komposisi. 4. Sebaiknya tidak menanam secara menyebar atau jarang, tanaman dibuat secara mengelompok, terutama pada tanaman-tanaman individu. 5. Masa-masa tanaman yang saling bersinggungan atau tumpang tindih tajuknya akan memperkuat hubungan antara satu dengan yang lainnya. 6. Sebaiknya mengisi di bawah tajuk pohon dengan tanaman semak agar tidak terbentuk ruang tersisa. 7. Tanaman khususnya semak, sebaiknya ditanam dalam bak tanam (cultivated bed) sehingga terlindung dari kerusakan akibat mesin potong rumput saat pemangkasan. Penanaman di dalam bak memungkinkan menutup permukaan tanah dengan lumut, serbuk kayu, batuan atau material lain untuk mencegah timbulnya tanaman liar. Berikut ini diberikan contoh komposisi tanaman pada area menyudut, pada bidang lurus, dan untuk memanipulasi bangunan.

103
a. Komposisi Tanaman Menyudut

Ada dua hal yang perlu diperhatikan pada penataan komposisi penanaman menyudut, yaitu 1) titik tengah sudut atau lengkung dalam (incurve) dan 2) kedua tepian atau lengkung luar (outcurve). Lengkung dalam merupakan tempat yang sesuai untuk menempatkan tanaman yang memiliki daya tarik visual kuat sehingga biasanya digunakan untuk menempatkan focal point dengan tanaman yang khas, baik ukuran, bentuk, maupun warnanya. Dari segi ukuran, sebaiknya tanaman tersebut merupakan tanaman yang paling tinggi di antara tanaman lain pada bagian
outcurve. Selain tanaman khas, untuk focal point dapat juga ditempatkan bentuk

aksen lainnya pada incurve seperti patung, air mancur atau lampu yang bentuknya artistik. Aksen utama dapat diletakkan di lokasi incurve atau di lokasi lain. Jika aksen di luar incurve, maka incurve dapat dijadikan tempat untuk meletakkan aksen minor dengan catatan aksen ini tidak melebihi kekuatan aksen utamanya. Variasi dapat dilakukan dalam komposisi menyudut ini, antara lain, 1) meletakkan tanaman tinggi pada incurve kemudian memendek ke arah outcurve dan 2) pada incurve diletakkan tanaman tinggi, sedangkan bagian depan serta outcurve diisi dengan tanaman yang lebih pendek. Komposisi tanaman pada incurve dan outcurve ini sebaiknya tidak lebih dari tiga sampai empat jenis saja. Contoh komposisi tanaman menyudut dapat dilihat pada Gambar 24.

Gambar 24. Contoh komposisi tanaman menyudut (Sumber: Handayani, 2009)

104
b. Komposisi Tanaman pada Bidang Lurus

Komposisi

penanaman

pada

bidang

lurus

pada

dasarnya

mencoba

menerapkan fungsi arsitektur yang diantaranya adalah membentuk bidang vertikal. Penanaman cara ini dapat berperan baik sebagai pembentuk ruang privacy, total maupun semi privacy, atau ruang dengan tingkat keterbukaan terbatas. Selain fungsi arsitektural, komposisi ini berperan pula sebagai pengendali visual dan pengendali lingkungan, seperti pengendalian pandangan ke arah tempat yang kurang menarik dan pengendalian terik matahari. Penanaman pada bidang lurus secara umum dikelompokkan pada: 1) berderet mengikuti bidang lurus, dan 2) berderet seolah mengikuti garis lengkung/berbelok-belok (Gambar 25).

Gambar 25. Contoh penataan tanaman pada bidang lurus (Handayani, 2009)

. jumlah tanaman yang terlalu sedikit pun dapat mengakibatkan komposisi menjadi monoton. Berikan contoh komposisi tanaman pada area menyudut. Hal ini untuk menciptakan area transisi antara penutup tanah dengan tanaman tinggi. Komposisi tanaman pada bidang lurus akan lebih menarik bila di bagian depan ditempatkan tanaman yang lebih rendah dari bagian belakang. aksen. PENUTUP A. dan untuk memanipulasi bangunan. Komposisi ini dapat diterapkan pada area menyudut. Rangkuman Prinsip dan aturan dalam menyusun komposisi tanaman mengikuti prinsip desain lanskap. B. pada bidang lurus. Fungsi lainnya adalah untuk mengarahkan pandangan pengamat pada pintu masuk di area publik sebuah bangunan. jenis tanaman yang digunakan harus dibatasi dan disusun dalam bentuk kelompok. dan proporsi. Namun. irama. bidang lurus. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang komposisi tanaman dalam lanskap. yaitu kesatuan. dan untuk memanipulasi bangunan. pengaturan dalam perletakan titik tanam sangat mempengaruhi daya tarik komposisi secara keseluruhan. Disamping itu. Komposisi Tanaman untuk Memanipulasi Bangunan Komposisi ini diperlukan bila menghadapi bangunan yang bentuknya terlalu tinggi. 2. Jelaskan persyaratan dalam menyusun komposisi tanaman yang baik. dinding yang telah tua atau bagian bangunan lain yang kurang menarik.105 Seperti halnya dalam pembuatan komposisi menyudut. keseimbangan. tidak hanya terbatas pada sudut-sudut bangunan saja tetapi menyeluruh hingga ke bagian lanskap lainnya. c. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Komposisi untuk memanipulasi bangunan ini memiliki peran penting dalam mempercantik sebuah bangunan.

Aksen pada suatu taman dapat diciptakan dengan cara. Kesan yang dapat ditimbulkan dari irama adalah kesan....... 2............. Salah satu cara untuk mempersatukan komposisi tanaman adalah....... (a) Pengulangan bentuk (b) Perbedaan bentuk (c) Ukuran yang sama (d) Warna yang terang 4. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1...... ..... Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1.. (a) Penanaman berjumlah ganjil (b) Penanaman berjumlah genap (c) Penanaman secara menyebar (d) Penanaman dengan jenis yang sama 2... B.. Renungkan tentang komposisi tanaman dalam lanskap....106 Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Penempatan (a) Simetris (b) Asimetris (c) Radial (d) Segitiga tanaman yang sama tepat satu sama lainn disebut keseimbangan .... (a) Dinamis (b) Statis (c) Monoton (d) Ramai 3. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda......

.. bagus! Anda cukup memahami Bab 8._TEKNIK_ARSITEKTUR/196609301997032SRI_HANDAYANI/Bahan_Ajar_Mata_Kuliah_ArsLansekap_4..100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. [13 Maret 2011]. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 8.upi. Handayani S. .. Sumber/Referensi 1.. C. (a) Lengkung dalam (b) Lengkung luar (c) Bidang lurus (d) Garis berbelok-belok Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Anda harus mengulangi Bab 8..edu/ Direktori/FPTK/JUR. Elemen-elemen Pendukung Lanskap. Hitunglah jawaban Anda yang benar. tanaman tinggi sebaiknya diletakkan pada...107 5. 2009. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%.... http://www. Akan tetapi. Anda dapat meneruskan pada Bab 9. Untuk menciptakan komposisi tanaman yang baik..pdf. terutama bagian yang belum Anda kuasai._PEND.

a 3. a . Kunci Jawaban 1. a 2. a 5. b 4.108 D.

A. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Kegiatan pelaksanaan meliputi tahap persiapan. 4. B. haruslah melewati tahap pelaksanaan. Untuk penanaman tanaman lanskap. Cooperative learning 2. 3. 2. Kegiatan pelaksanaan lebih terkait dengan pekerjaan secara fisik di lapangan dengan acuan hasil desain yang telah dibuat sebelumnya. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. dibedakan menjadi penanaman pohon. dan pembersihan. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Praktikum C. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. penutup tanah. rumput. semak. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai teknikteknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. pembuatan konstruksi.109 BAB 9 TEKNIK PENANAMAN TANAMAN LANSKAP PENDAHULUAN Untuk mewujudkan suatu karya desain. dan tanaman pagar. Strategi Pembelajaran 1. penanaman. . Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum.

Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. tergantung dari kesesuaiannya dengan rancangan taman yang kita inginkan. perancang dapat memilih semak atau pohon yang menghasilkan buah-buahan. Kontraktor sebagai pelaksana bertanggung jawab menciptakan iklim mikro yang optimum untuk pertumbuhan tanaman. 2. Tiap lubang tanam dapat diisi 2 – 5 kg pupuk. misalnya 80 cm x 80 cm x 60 cm. kemudian ke dalamnya diisikan tanah yang subur. Tanaman yang sehat dan kuat diperlukan untuk mencapai efek yang diinginkan. Penanaman yang benar dari segi pembiayaan penting bagi kontraktor. Dari sekian jenis yang ada. Penggantian tanaman mengurangi atau menghilangkan keuntungan. Kemampuan melakukan praktikum teknik penanaman tanaman lanskap. Jadi penanaman yang baik merupakan bagian pengelolaan usaha. tergantung ukurannya. 3. penanaman pada tanaman puteran (balling). Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai teknik penanaman tanaman lanskap. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Pada tanah yang kurang subur. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. atau yang dapat dimanfaatkan daunnya untuk obat atau bahkan juga untuk sayuran/lalapan. Karenanya. Kalau perlu pergunakanlah pupuk organik (pupuk hijau atau pupuk kandang). 1. Indikator Pencapaian 1. kehadirannya selalu mewarnai suatu taman. Penanaman Pohon dan Semak Sangat banyak pilihan untuk pohon dan semak.110 b. Tanaman cabutan Buatlah lubang tanam terlebih dahulu. . dan pemindahan tanaman. Penanaman bukan sekedar memasukkan tanaman ke lubang. 4. Teknik penanaman pada pohon dan semak terdiri atas penanaman untuk tanaman cabutan. lubang tanam ini dibuat dengan ukuran yang lebih besar. Tanaman yang sehat juga tidak memerlukan pemeliharaan yang banyak dan hasil akhirnya akan memuaskan pemilik tapak.

Tali pengikat sebaiknya dilapisi selang plastik. perlu juga dibuatkan kayu melintang sehingga dapat dilakukan pengikatan antara tongkat penguat dengan batang tanaman. Sebagai patokan dalam hal ini. Dengan cara ini akan lebih bagus hasilnya walaupun pelaksanaannya lebih berat. Pertumbuhan akar dibatasi sehingga akar tidak leluasa menembus lapisan tanah. Tekanlah dengan kuat hingga tanah di sekitar tanaman cukup padat. harus ditanam dalam bentuk puteran (Gambar 27). Penanaman dengan sistem cabutan dapat dilihat pada Gambar 26. Apabila tanaman yang ditanam cukup tinggi sehingga mudah roboh bila dihembus angin. 2. . maksudnya agar batang pohon tidak luka terjerat Pohon yang tumbuh membesar dengan bebas sering akarnya merusak bangunan yang ada di sekitarnya. dan kemudian siramlah dengan air secukupnya. maka dinding tersebut selain berfungsi membatasi pertumbuhan akar. juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat duduk. Salah satu caranya adalah dengan membuat tembok/dinding mengelilingi bagian bawah pohon. Cara ini perlu disertai pemangkasan tajuk pohon. maka untuk sementara diperlukan tongkat-tongkat penguat di samping kiri dan kanannya.111 Isikan campuran tanah dan bahan organik tersebut ke dalam lubang tanam sehingga tanaman dapat diletakkan cukup dalam. yaitu dengan mengikutsertakan tanah asalnya dalam bentuk gumpalan. Kemudian. Hal tersebut dapat dicegah atau diatasi dengan cara membuat batasan daerah pertumbuhan akar. Tanaman puteran (balling) Pohon atau semak yang tidak dapat atau sulit ditanam secara cabutan. Cara ini dilakukan pada saat kita akan mulai menanam pohon tersebut. Dalam susunan yang tepat. ketinggian tanah dari tanaman setinggi permukaan tanah halaman.

1992) . ukurannya diperbesar 2. Penanaman dengan sistem cabutan (Sumber: Sulistyantara. pangkal akar sejajar dengan tanah halaman 4. Apabila tanah kurang subur. Tanaman dimasukkan ke dalam lubang tanam sehingga letak akar cukup dalam. Sebagai patokan.112 1. Tanah di sekitar tanaman dipadatkan 6. Lubang tanam diisi tanah subur atau tanah yang telah dicampur pupuk organik 3. Disiram air secukupnya Gambar 26. Lubang tanam dibuat dengan ukuran tertentu. Tanah subur ditambahkan lagi sehingga akar tertutup tanah 5.

lepaskan tali pengikat puteran 4. Letakkan dalam lubang tanam. Pasang tongkat untuk menyangga berdirinya tanaman jangan sampai merusak akar tanaman 6. Tanah dipadatkan 5. Ikatkan pada tongkat dan siram sampai basah betul Gambar 27. Penanaman dengan sistem puteran (Sumber: Sulistyantara. Tambahkan tanah yang subur (topsoil). 1992) . lebarnya 2× lebar puteran dan dalamnya 15 cm lebih dalam daripada puteran 3. Puteran diangkat secara bersamasama dengan lembaran karung goni atau sejenisnya 2.113 1.

dengan ukuran yang masih memungkinkan dipindahkan dengan tenaga manusia. kumpulan atau kelompok tanaman penutup tanah dapat menjadi jembatan yang baik antara rumput dan pohon atau antara rumput dan dinding atau pagar. ada baiknya hal tersebut dilakukan saja. Untuk mengisi taman dengan tanaman penutup tanah ini hendaknya kita mengenali lebih jauh sifat-sifatnya. atau bangku-bangku beton. dinding. Namun. tidak ada masalah. Penanaman Penutup Tanah Menurut ukurannya. Pemindahan tanaman Pada saat membuat rancangan taman adakalanya dijumpai hal-hal yang di luar keinginan. Pada umumnya kelompok ini tidak berkayu (herba) atau berkayu lunak. Apabila sudah didapatkan tanaman yang sesuai dengan keadaan tapak. Pada rancangan yang baik dapat diciptakan ruang dan massa antara rumput dan penutup tanah. Kehadiran tanaman penutup tanah dalam suatu taman sangat diperlukan. dengan membentuk gradasi ketinggian yang memberi kesan tidak mengejutkan. tetap harus diperhatikan bahwa dalam memindahkan pohon tersebut harus berlaku hati-hati.114 3. tetapi sayang sekali letaknya tidak sesuai dengan gambar rancangan baru yang disiapkan. maka perancang tinggal memilih kesesuaian fisiknya terhadap rancangan taman yang ada. karena tanaman jenis ini mampu memancarkan ketenangan di halaman dengan daun dan bunganya yang beraneka warna. Akan tetapi. Bagaimana harus memindahkannya? Ada dua kemungkinan. tanaman penutup tanah termasuk dalam kelompok semak kecil. Misalnya saja pada tapak terdapat pohon yang indah/bagus. tanaman penutup tanah juga berfungsi melunakkan kesan keras dari perkerasan di sekitarnya. maka terpaksa diperlukan bantuan tenaga mesin (traktor). atau pada tempat-tempat yang sulit ditanami rumput digantikan dengan tanaman penutup tanah. apabila pohon tersebut sudah cukup besar sehingga ukurannya sudah tidak memungkinkan diatasi dengan tenaga manusia. seperti jalan setapak. Tanaman penutup tanah . Dalam susunan yang tepat. baik dari segi persyaratan hortikultura yang dikehendaki maupun sifat-sifat fisik yang dimilikinya. B. apabila pohon tersebut relatif masih kecil. Di samping dapat menyemarakkan suasana.

dan KCl masing-masing sebanyak 10 gram setiap 1 m2 atau NPK (15-15-15) sebanyak 30 gram setiap 1 m2. Penanaman yang rapi dan terpelihara akan mendukung tersampaikannya kesan keanggunan. Bahan organik yang diberikan sebanyak 2 – 4 kg untuk setiap 1 m2. Terlebih dahulu tanah dicangkul. atau kompos). Tanamlah tanaman dengan jarak tanam yang teratur. Tanaman penutup tanah dapat berupa tanaman hias daun ataupun tanaman hias bunga. atau berbunga kuning. Umumnya tanaman penutup tanah tumbuh subur pada tanah yang dilengkapi bahan organik (pupuk kandang. 2. Ini merupakan suatu nilai positif untuk dipermainkan pada halaman rumah yang sempit. Pada dasarnya persiapan tanah untuk tanaman penutup tanah ini tidak berbeda dengan C. Kemudian tanah dihaluskan. berdaun merah. Kemudian dari ketinggiannya. penanaman diatur dengan mengikuti pola segitiga sama sisi. sedangkan tanaman tahunan memungkinkan manusia menikmatinya selama beberapa periode dari siklus hidupnya sehingga dapat dinikmati penampilan keindahan bunganya untuk beberapa kali. dan yang berumbi maupun yang tidak berumbi. 1. dari jenis tanaman setahun maupun tanaman tahunan. yang dapat dipangkas setiap mencapai ketinggian tertentu. 3. misalnya dengan memilih tanaman dengan ketinggian tertentu. yang . yaitu dengan pupuk TSP. Umbi ini merupakan cadangan makanan tanaman yang sekaligus berfungsi sebagai alat perbanyakan. atau dalam satu tahun. pupuk hijau. Agar terlihat lebih rapat. sebaiknya ditambahkan pupuk pabrik pada saat mempersiapkan tanah ini. Urea. Apabila tanahnya kurang subur. dan yang lain. Tanaman setahun menghabiskan siklus hidupnya dalam satu kali musim. dibersihkan dari batu-batuan dan tanaman liar yang tidak dikehendaki. berdaun variasi hijau putih. persiapan tanah untuk rumput. Pelaksanaan penanaman dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. dan sebagainya. Penanaman Rumput Hamparan rumput yang datar memberi kesan luas.115 macam manakah yang diinginkan. Tanaman berumbi mempunyai struktur akar atau batang yang membentuk umbi. apakah yang berdaun hijau muda. Dengan demikian tanaman ini dapat ditanam dengan umbinya saja.

Satu keuntungan lagi adalah kemampuan hamparan rumput menyerap kilauan cahaya matahari yang menimpa halaman. sebaiknya halaman yang akan ditanami (sesuai dengan desain) telah disiapkan terlebih dahulu sebelum membeli benih atau lempengan rumputnya. yaitu dengan rhizoma atau anakan tunggal. Usahakan penanaman dapat dilakukan secepatnya. Setidaknya sampai kedalaman 20 cm. Menanam lempengan rumput atau karpet rumput memang lebih mahal. kelembutan. tetapi dapat menekan biaya tenaga kerja dan waktu penanaman. Pertama. cara penanaman rumput dapat dilakukan baik dengan bagian generatifnya (benih) maupun dengan bagian vegetatifnya (rhizoma atau anakan). Di samping itu. sedangkan untuk halaman yang relatif sempit. Apabila tercampur dengan jenis rumput lain. bahkan mungkin juga akar-akar pohon yang telah mati. Bagian halaman dan tanah yang akan ditanami rumput haruslah dipersiapkan secara cermat. segeralah buang bagian-bagian yang tercampur tadi dengan pisau yang tajam hingga ke akar-akarnya. Secara umum. jangan sampai terlambat karena rumput mudah sekali rusak atau mati bila kekeringan. Oleh karena itu.116 sekaligus membawa suasana tenang. Kedua. Apabila tapak yang akan ditanami rumput cukup luas. apalagi dengan rhizoma tunggal. dalam bentuk kumpulan rhizoma (potongan rumput). memperhatikan saat penanamannya. kalau ada. ketertiban. Bersihkan tanah dari rumput yang tidak dikehendaki dengan cangkul atau koret sambil dipungut satu per satu hingga bersih ke akar-akarnya. kalau menanaminya dengan kumpulan rhizoma akan sangat melelahkan. maka biaya penanamannya besar. serta kesan lembutnya yang mampu melunakkan perkerasan di dekatnya. Buanglah bongkahan-bongkahan batu atau kayu yang mengganggu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai penanaman rumput. cara terbaik menanam rumput di halaman yang cukup luas. apakah tercampur rumput jenis lain atau tidak. dan kedisiplinan. yaitu menebar benih. tanah . risiko kematian jauh lebih kecil dibanding cara yang lain. lebih praktis ditanami rumput secara lempengan. Untuk menghindari kemungkinan tersebut. seperti misalnya rumput teki atau alang-alang. amatilah baik-baik keadaan rumput yang dibeli. Penanaman bagian vegetatif ini dapat dilakukan dengan tiga cara. dan lempengan. adalah dengan cara pertama. Akan tetapi.

Upayakan kondisi tetap lembab. percikan air jangan sampai merusak susunan rhizoma. a) Memilih rhizoma yang baik. e) Akan lebih baik apabila di atasnya ditutup hamparan mulsa (jerami). . harus diperhatikan bahwa permukaan tanah telah betul-betul rata. d) Lakukan penyiraman dua kali sehari. 1. b) Membuat lubang tanam pada tanah yang sudah dipersiapkan dengan jarak tanam antara 10 cm x 10 cm sampai 15 cm x 15 cm. Menanam Rhizoma Tunggal Untuk menanam rumput dengan rhizoma dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. b) Pada tanah yang telah disiapkan (sesuai tahap 1 – 6) buat alur dengan cetok atau koret sedalam kurang lebih 2 – 3 cm. tanah dihaluskan. Untuk mendapatkan alur yang lurus. Selain itu. Ukuran setiap potongan kurang lebih 4 cm x 4 cm. dan tebal. Persiapan tanah yang kurang baik akan menghasilkan hamparan rumput yang tidak rapi. tanah yang tidak rata dengan kesuburan yang juga tidak merata mengakibatkan pertumbuhan rumput tidak rata pula. Usahakan membuat lajur yang lurus dengan bantuan tali rafia atau benang. Setelah itu. Menanam potongan rumput (suwiran) a) Lempengan rumput yang telah dibersihkan dari rumput pengganggu dipotongpotong dengan pisau yang tajam. dan dipadatkan. Penyiraman harus hati-hati. c) Rhizoma yang telah disiapkan ditanam dalam alur. diratakan. dengan jarak antara alur 10 cm. andaikata sengaja dibuat bergelombang pun harus tetap diupayakan agar alur gelombang yang terbentuk cukup halus. agar rhizoma tidak kekeringan. 2. buat regangan tali rafia atau benang kenur sebagai pembantu.117 yang akan ditanami harus betul-betul bebas dari pengganggu tersebut di atas. Memotong rhizoma dengan gunting. dipupuk. satu potong rhizoma mengandung 3 tunas. sehingga ketebalan rumput pada masing-masing bagian tidak sama. kemudian tutup dengan tanah dan padatkan. segar. Sebelum mulai menanam.

Menanam suwiran (Sumber: Sulistyantara. juga tebal tanah lempengannya dibuat sama. agak ditekan Setelah tertanam semuanya. Kelebihan pada bagian tepi yang berbatasan dengan batu/lantai dipotong dengan pisau yang tajam.Pilihlah bahan tanaman yang sehat dan seragam . 3. Menanam lembaran/karpet (Sumber: Sulistyantara.118 c) Potongan rumput ditanamkan dalam lubang tanam.Karpet rumput ditanamkan secara rapat menutup permukaan media penanaman . segera disiram.Bagian-bagian yang berlebihan dipotong sesuai dengan batasbatas yang dikehendaki .Disiram secara teratur Gambar 29. Penanaman dengan cara suwiran dapat dilihat pada Gambar 28. d) Lakukan penyiraman dua kali sehari dan usahakan agar kelembaban tanahnya tetap terjaga.Lempengan ditekan . Menanam lempengan rumput karpet a) Lempengan yang telah bebas dari pengganggu dibuat halus bagian tepinya. kemudian tanah ditekan sedikit. kurang lebih 2 cm. Tekanlah dengan kuat. b) Tanamlah pada tanah yang telah disiapkan dengan menyusunnya secara paralel (sejajar). penyiraman berikutnya dilakukan secara terus-menerus Gambar 28. 1992) . c) Lakukan penyiraman secara teratur serta jaga kelembaban tanah (Gambar 29). 1992) . - Pilih suwiran yang sehat dan seragam Buatlah pola penanaman (segitiga atau segiempat) Suwiran ditanam satu per satu.

Sesuai dengan sifat tanaman yang dapat memberi kesan lunak. setidaknya siram dua kali sehari. Setiap luasan 10 m2 diperlukan benih sebanyak 100 – 300 gram. KCl masing-masing sebanyak 10 gram/m2 atau NPK (15-15-15) sebanyak 30 gram/m2.119 4. Setiap 2 – 3 minggu sekali dilakukan pemangkasan . Tebar benih a) Memilih benih bermutu baik yang daya kecambahnya tinggi. Tanah dicangkul sedalam kurang lebih 20 cm. Lakukanlah penyiraman secara teratur. Tanaman ini dapat ditanam langsung sebagai pagar atau pembatas. dengan jarak tanam lebih kurang 25 cm x 25 cm. Tanamlah tanaman pagar tersebut dengan jarak yang teratur. Campurkan ke dalamnya dengan pupuk organik (pupuk hijau atau pupuk kandang) sebanyak 2 – 4 kg per m2. benih dicampur rata dengan pasir yang telah disterilkan (dimasak). kemudian dihaluskan sesuai dengan bentuk pagar yang direncanakan. Sebaiknya tambahkan juga pupuk Urea. c) Agar tidak sulit waktu menebarkannya. apalagi pada waktu musim kemarau. b) Biasanya benih yang akan ditanam merupakan campuran benih dari beberapa spesies rumput. Teknik penanaman tanaman pagar adalah pertama kali dipersiapkan tanahnya. satu hal yang harus menjadi perhatian adalah ketekunan dan kesabaran dalam mengatur dan memelihara tanaman pagar tersebut agar dapat dibentuk menjadi pagar (hedge) yang baik dan rapi. pola segiempat. Penanaman Tanaman Pagar Kebanyakan tanaman yang dipergunakan untuk pagar adalah golongan semak. TSP. D. Erat kaitannya dengan fungsi pemagaran yang diinginkan. d) Campuran benih-pasir ditabur dengan tangan secara merata di atas tanah yang telah disiapkan. Cara yang lebih baik dapat dilakukan dengan menggunakan gerobak dorong yang telah disetel sehingga benih dapat tertabur secara merata. pagar yang terbuat dari besi atau beton ini kesannya menjadi lebih halus dan lembut setelah ada tanaman pagar. tetapi adakalanya ditanam di samping pagar besi.

dan tebar benih. rumput. . Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Penanaman pohon dapat dilakukan dengan sistem cabutan dan sistem puteran (balling).120 sehingga selalu didapatkan permukaan yang rata. Penanaman rumput dapat dilakukan dengan menanam rhizoma tunggal. 3. PENUTUP B. semak. b) Jarak antar tanaman tergantung jenis tanamannya. sehat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dari tanaman pagar adalah: a) Lebih baik memilih tanaman yang masih kecil daripada yang sudah besar untuk membuat tanaman pagar. dan pemangkasan yang teratur dapat menghasilkan tanaman pagar yang bagus. e) Tanaman pagar hias bunga. setelah cukup dewasa diberi pupuk dengan kandungan P tinggi. 2. Jelaskan sistem-sistem dalam penanaman pohon. E. menanam lempengan rumput (karpet). Pemangkasan akan merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru. d) Pemupukan setiap bulan sekali dengan pupuk yang kandungan N-nya tinggi. Rangkuman Penanaman tanaman lanskap dibedakan menjadi penanaman pohon. Jelaskan cara penanaman rumput Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. dan tanaman pagar. penutup tanah. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. c) Pemangkasan dilakukan secara teratur dan kontinu. dan rapi. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang teknik penanaman tanaman lanskap. Jelaskan teknik-teknik penanaman tanaman lanskap. menanam potongan rumput (suwiran).

. Renungkan tentang teknik-teknik penanaman tanaman lanskap.................. (a) Rhizoma tunggal (b) Suwiran (c) Lempengan rumput (d) Tebar benih 3........... C. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1..... (a) Cabutan (b) Puteran (c) Memotong batang (d) Menanam cabangnya 2.... Penanaman rumput dengan resiko kematian jauh lebih kecil dibanding cara lainnya adalah.. Penanaman pohon dengan sistem puteran adalah................ Penanaman pohon yang memiliki ukuran besar dilakukan dengan cara. Cara terbaik menanam rumput di halaman yang luas adalah... (a) Mudah dalam penanaman (b) Tanaman tidak mudah roboh (c) Memudahkan penyiraman (d) Batang pohon tidak luka terjerat 4...121 2. (a) Batangnya diputar-putar (b) Dengan mencabut batang pohon (c) Membuang tanah asal supaya bersih (d) Mengikutsertakan tanah asal dalam bentuk gumpalan 5...... Maksud penggunaan tali pengikat yang dilapisi plastik pada penanaman pohon adalah agar. (a) Tebar benih (b) Lempengan rumput (c) Rhizoma tunggal (d) Suwiran .

bagus! Anda cukup memahami Bab 9. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 9. Jakarta: Penebar Swadaya. tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. b . Rumput Lanskap. D. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . terutama bagian yang belum Anda kuasai. Jakarta: Penebar Swadaya. d 3. 1992. E. Kumurur VA. 2. Hitunglah jawaban Anda yang benar. Kunci Jawaban 1. 1998. Anda dapat meneruskan pada Bab 10.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Akan tetapi. Taman Rumah Tinggal. Anda harus mengulangi Bab 9.122 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Sulistyantara B. b 2. apabila Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. d 4. Sumber/Referensi 1. d 5.

Pemeliharaan merupakan upaya menjaga taman dan fasilitasnya seperti dalam keadaan awalnya atau mendekati aslinya. Strategi Pembelajaran 1. meliputi kegiatan rutin (penyiangan. B.123 BAB 10 TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN LANSKAP PENDAHULUAN Pemeliharaan berperan penting dalam menentukan keberhasilan suatu proyek pembangunan taman/lanskap. pemupukan. pembersihan. perbaikan minor atau mayor. . dan konstruksi minor (penambahan bak sampah. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. dan lain-lain). diperlukan pengetahuan mengenai aspek-aspek pemeliharaan tersebut. tempat duduk. 2. 3. Tujuan utama pemeliharaan adalah menjaga kesinambungan wujud lanskap agar tetap sesuai dengan fungsi dan nilai estetika. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. Cooperative learning 2. A. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai teknikteknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Oleh karena itu. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. dan lain-lain). Praktikum C.

Oleh karena itu. Kemampuan melakukan praktikum teknik pemeliharaan tanaman lanskap. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap. Akan tetapi. Indikator Pencapaian 1. terlebih dahulu harus dipahami konsep rancangan suatu taman. 2. kemudian pemangkasan berikutnya adalah membuang cabang atau ranting bawah sehingga berfungsi sebagai peneduh parkir. Pekerjaan tersebut mencakup kegiatan pembersihan taman. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. D. tanaman kirai payung yang ditanam sebagai peneduh tempat parkir. Pemeliharaan ideal adalah pemeliharaan yang mengacu pada tujuan dan desain semula. keasrian. dimana pemangkasan bagian bawah justru dihindari. 3. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Kegiatan pemeliharaan tanaman dalam taman berbeda dengan pemeliharaan tanaman pada umumnya. tetapi pemeliharaan tanaman dalam taman dilakukan untuk kepentingan visual dari tanaman sebagai unsur atau komposisi taman baik secara fungsional maupun estetis. kenyamanan. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. sedangkan pemeliharaan fisik meliputi pekerjaan untuk tetap menjaga keindahan. Sebagai contoh. tetapi dituntut agar bentuk visual tanaman tersebut indah dan berfungsi. berbeda jika kirai payung ditanam sebagai pembatas atau penyangga (buffer). dan keamanan taman. 4. Pemeliharaan tanaman secara umum dilakukan untuk meningkatkan produksi dari tanaman tersebut. Pemeliharaan dibedakan atas pemeliharaan ideal dan pemeliharaan fisik. dilakukan pemangkasan awal untuk membentuk percabangan dan tajuk yang memayung dan tidak terlalu tinggi. Tanaman dalam taman tidak dituntut untuk berproduksi baik kualitas maupun kuantitas. baru selanjutnya ditentukan bagaimana pemeliharaan tanaman pada taman tersebut. penggantian elemen-elemen taman yang . Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum.124 4.

Pengendalian gulma dengan cara penyiangan atau pendangiran juga termasuk dalam kegiatan pemeliharaan. . Selain itu. dan jakaranda) maka intensitas pekerjaan pembersihan taman akan lebih tinggi daripada taman yang memiliki tanaman selalu hijau. dan tempat tumbuh bagi tanaman utama. Apabila taman memiliki jenis tanaman yang merontokkan daun (misalnya flamboyan. tetapi ada juga tanaman yang selalu hijau sepanjang tahun (evergreen). pembersihan elemen taman lainnya (seperti bangku taman. B. ada juga yang frekuensinya cukup dengan seminggu sekali. serta pembersihan tanaman terhadap benalu. Penyiangan Gulma Gulma merupakan tanaman pengganggu yang kehadirannya tidak diinginkan. pemangkasan. Namun. pembersihan parit/selokan. penyiraman tanaman. Kebersihan taman ini meliputi penyapuan benda-benda yang mengotori taman (misalnya sampah dan daun-daun yang berguguran). gulma perlu dikendalikan dan diberantas. Kehadiran gulma ini dinilai merugikan karena secara estetika akan mengganggu keindahan taman dan secara fungsi akan mengurangi hara. Pembersihan Tapak Kebersihan taman merupakan salah satu tujuan pengelolaan dan pemeliharaan taman. pemanfaatan sinar matahari. pengecatan pagar. serta penyulaman. Ada jenis-jenis tanaman pada musim tertentu akan merontokkan daunnya secara berkala (decidous). penyiangan gulma. kebersihan tanaman juga dilakukan terhadap dahandahan yang mati. percabangan dan ranting-ranting yang kering. sebulan sekali.125 rusak atau tidak berfungsi. Kebersihan areal taman sebenarnya tidak terlepas dari kebersihan tanaman yang berada di dalam taman itu sendiri. Pelaksanaan pembersihan taman biasanya dilakukan secara rutin setiap hari. dan jalan setapak). Oleh karena kehadirannya mengganggu. A. Pembersihan bagian tanaman yang rusak dan mati biasanya dilakukan dengan pemangkasan. serta penyediaan bak sampah. kolam air. pemupukan. ketapang. pengendalian hama dan penyakit. air tanah. atau setengah tahun sekali.

harus mengetahui betul gulma tersebut termasuk tumbuhan berdaun sempit atau tumbuhan berdaun lebar agar dalam pemberantasannya menggunakan herbisida yang tepat. Sementara untuk taman yang relatif luas dan terdiri dari berbagai macam tanaman. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual. misalnya taman rumah. Hal ini dikarenakan yang akan musnah tidak hanya gulma. Hal terpenting dalam pencabutan gulma. putri malu. gulma juga dijumpai di bedengan tanaman penutup tanah maupun tanaman perdu yang ditanam secara massal. bila ingin mengendalikan rumput-rumput liar pada suatu hamparan taman berumput (lawns) maka tidak disarankan menggunakan herbisida. Oleh karenanya. Penyiangan gulma tanaman perdu maupun pohon dapat dilakukan seiring dengan pelaksanaan penggemburan tanah. alangkah baiknya pengendalian gulma tetap dilakukan secara manual. Satu hal yang penting diperhatikan dalam penggunaan herbisida yaitu yang akan diberantas adalah tumbuhan. seperti kored atau cangkul. Gulma tersebut terdiri dari tumbuhan berdaun kecil (rumput-rumput liar) maupun tumbuhan berdaun lebar (bayam-bayaman. Hal ini berarti sesuatu yang bersifat relatif sama dengan elemen taman. semua akar rimpang (stolon) dari rumput pengganggu harus terangkat sehingga tidak memungkinkan gulma tumbuh kembali. yaitu tanaman. .126 Gulma umumnya menyebar di hamparan rumput sehingga rumput yang seharusnya homogen ternyata banyak ditumbuhi rumput liar yang kehadirannya tidak diinginkan dan mengganggu pemandangan. dan pohon. yaitu dicabut. mulai tanaman penutup tanah. Caranya dengan membuat bokoran di sekeliling pangkal batang tanaman pada jarak tertentu sesuai dengan ukuran tanaman. yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas tanaman pengganggu. umumnya penyebaran gulma pun relatif banyak. perdu. dan sebagainya). Pengendalian gulma yang banyak ini dapat dibantu dengan penggunaan herbisida. baik menggunakan tangan maupun alat. tetapi juga rumput utamanya. bahkan di sekitar pepohonan. Selain tumbuh di antara rumput. Secara teknis. Untuk kasus seperti ini. Hal ini bisa dilakukan apabila ukuran taman tidak terlalu luas.

pengemburan tanah perlu dilakukan secara terarur pada waktu tertentu. penggemburan dilakukan dengan cara membuat bokoran di sekeliling pangkal batang dengan radius sekitar 50 – 75 cm. tergantung sifat fisik tanah. Penggemburan tanah akan memberikan sirkulasi udara yang baik di daerah perakaran. Penggemburan ini dapat menggunakan kored secara lajur atau bedengan bagi perdu yang ditanam massal atau secara bokoran bagi perdu yang ditanam tunggal. Oleh karenanya. baik penutup tanah. Penyiraman Penyiraman tanaman sangat diperlukan untuk memudahkan perakaran tanaman menyerap larutan hara yang tersedia di dalam tanah. penggemburan tanah dilakukan dengan mencangkul permukaan tanah sambil membersihkan gulma di sekitarnya. tanaman perdu. Penyiangan ini dilakukan sebelum pemupukan tanaman. Hal ini dilakukan pada lahan pertanaman. D. Oleh karena itu.127 Penyiangan gulma pada suatu taman hendaknya dilakukan secara terarur. penyiraman dapat meningkatkan kelembapan tanah untuk mencegah kelayuan tanaman akibat proses evapotranspirasi. sering kali penggemburan tanah ini dilakukan sebelum peremajaan tanaman. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam penggemburan tanah adalah jangan sampai merusak perakaran tanaman dan tidak dilakukan pada musim kemarau atau pada saat terik matahari. minimal sebulan sekali atau sesuai dengan tingkat sebaran jumlah gulma yang ada. Sementara untuk lahan berumput biasanya dilakukan dengan membuat lubang-lubang udara pada jarak tertentu (dapat dilakukan dengan linggis atau alat sejenis). maupun pohon yang kondisi permukaan tanahnya sudah memadat. Untuk tanaman perdu. tergantung besar kecilnya batang pohon. Selain itu. Pada areal penutup tanah. Hal ini dikarenakan dapat mempercepat laju evaporasi yang dapat menyebabkan tanaman mengalami stres. Penggemburan dan Aerasi Tanah Penggemburan tanah dan pemberian aerasi pada lahan pertamanan diperlukan untuk memberikan pertumbuhan tanaman yang optimal. C. Untuk pohon. jumlah air siraman tergantung pada .

atau taman kota). embrat. Cara penyiraman yang sering dilakukan. Pelaksanaan penyiraman tanaman pada suatu taman ada bermacam-macam cara. Penyiraman dengan gayung perlu diperhatikan agar tidak terlalu keras mengenai permukaan tanah karena dapat mengakibatkan tanah memantul dan mengotori batang dan daun tanaman yang dekat dengan tanah. penyiraman dilakukan dengan menggunakan mobil tangki air dan penyiraman rumput dengan selang plastik biasa. penyiraman pada pagi hari lebih baik daripada penyiraman sore hari. tergantung besar atau kecilnya ukuran taman dan ketersediaan alat. gayung. Untuk taman yang berukuran luas (taman-taman di pinggir jalan/ jalur hijau. Selang ini terkadang dilengkapi dengan sprayer untuk mengatur air yang keluar. Satu hal yang perlu diperhatikan apabila menyiram siang hari. Cara yang paling sederhana. penyiraman dilakukan dengan ember dan gayung atau gembor/embrat. Penyiraman secara langsung pada daun tanaman di siang hari dapat menyebabkan suhu permukaan daun meningkat dan lebih tinggi dari suhu udara di sekitarnya sehingga daun menjadi luka bakar (gosong). Bila tamannya luas maka cara ini tidak efisien. Untuk taman-taman yang terdiri dari hamparan rumput yang luas maka penyiraman menggunakan alat bantu sprinkler (Gambar 30) yang dapat menyiram . Cara tersebut umum digunakan untuk taman skala relatif kecil. taman lingkungan. Di kawasan atau daerah yang memiliki kelembaban udara relatif tinggi. Cara penyiraman yang paling umum dilakukan yaitu menggunakan selang plastik. Tujuannya untuk menghindari berkembangnya penyakit yang disebabkan oleh cendawan. selang plastik. Waktu penyiraman pada dasarnya dapat dilakukan kapan saja saat dibutuhkan. tidak pada permukaan daun tanaman.128 besarnya penguapan yang terjadi di dalam pertamanan tersebut. penyiraman hendaknya langsung pada permukaan tanah. penyiraman lebih baik dilakukan pada pagi atau sore hari. Air yang tersedia di daerah perakaran hendaknya lebih banyak daripada air yang dibutuhkan untuk evapotranspirasi. Untuk mencegahnya. antara lain. selang mobil tangki. ataupun sprinkler. dengan ember. khususnya tanaman berdaun lebar.

Arifin (2009) . Tabung bambu atau paralon tersebut diletakkan di dekat batang pohon. Jarak antar sprinkler berdasarkan radius jangkauan semprotan air dan besar/kecilnya tekanan sumber air. Penyiraman dengan sprinkler Akhir-akhir ini sering juga diterapkan cara penyiraman melalui tabung bambu atau sepotong paralon yang ditanam di kedalaman antara 20 – 30 cm dari permukaan tanah. tetapi ada yang knockdown dan dapat digunakan secara berpindahpindah dari satu titik penyiraman ke titik lainnya. Penyiraman ini mempunyai sasaran langsung ke perakaran sehingga akar dapat mengabsorbsi air. seukuran penampang tabung. Gambar 30. Dengan penyiraman ini.129 secara otomatis berdasarkan mekanisme tekanan air. diharapkan dapat memperkecil laju evaporasi karena permukaan air relatif kecil. Indikasi jumlah kebutuhan air Foto: HS. Biasanya dalam sehari dilakukan beberapa kali pengisian air ke dalam tabung agar tanaman tidak mengalami defisit air. Teknik ini biasa dilakukan pada saat musim kemarau yang laju evaporasinya sangat cepat. Beberapa jenis sprinkler ada yang harus ditanam di permukaan tanah secara permanen.

penyiraman dalam bedengan atau tanaman massal sering dilakukan dengan cara di-leb hingga tercapai kondisi jenuh. pemangkasan untuk penampilan tanaman/pohon. semak. dan percabangan yang tinggi pemangkasan dilakukan dengan gunting galah (Gambar 31). Sementara untuk mencegah gesekan yang . dapat dianggap siraman tersebut sudah cukup. Namun. Pemangkasan untuk kesehatan pohon Pemangkasan yang bertujuan untuk kesehatan pohon dilakukan pada cabang. Secara teknis. mati. 4. yaitu pemangkasan untuk kesehatan tanaman/pohon. Jenis pemangkasan tanaman dan pohon dapat dibedakan berdasarkan tujuannya. Pemangkasan Pemangkasan tanaman (baik penutup tanah. patah. E. Pemangkasan tanaman dapat memberikan penampilan tanaman secara estetis.130 siraman untuk tanaman secara praktis dapat diukur dari kedalaman penetrasi air siraman di dalam tanah. dan pemangkasan untuk keamanan pengguna taman. terutama bagian yang terkena jamur/cendawan atau parasit lainnya. dan pohon) ditujukan untuk mengontrol pertumbuhan tanaman sesuai yang diinginkan serta menjaga keamanan dan kesehatan tanaman. dahan. misalnya pada musim kemarau. kondisi tanaman yang sudah tua atau rusak. Sementara dari segi keamanan. umumnya pemangkasan dilakukan dengan gunting pangkas dan gunting dahan. pada kondisi tertentu. Pemangkasan untuk kesehatan tanaman dilakukan pada bagian-bagian yang telah terserang hama dan penyakit. Untuk tanaman perdu. atau gunting pangkas biasa. dan ranting yang retak. perdu. baik karena pertumbuhan yang berlebihan. Apabila air siraman dapat menerobos sedalam 15 – 20 cm ke dalam tanah. Waktu pemangkasan yang tepat yaitu setelah masa pertumbuhan generatif tanaman (setelah selesai masa pembungaan) dan sebelum pemberian pupuk. Untuk tanaman pohon. atau berpenyakit. ranting. pemangkasan rumput dapat dilakukan dengan parang secara manual. grass mower. pemangkasan dilakukan pada tanaman yang mengganggu. Sementara pemangkasan dahan besar menggunakan gergaji tangan atau chainsaw. serta tajuk pohon yang telah menyentuh kabel listrik atau kabel telepon. Bagian tersebut perlu dipangkas agar kerusakan tidak meluas.

dan hama. bakteri. 3) kelembaban atau suhu (udara/tanah) yang tidak sesuai 4) adanya unsur beracun (udara/tanah). Pemangkasan cabang-cabang yang kecil dalam jumlah banyak lebih baik daripada pemangkasan cabang-cabang yang besar. Aifin (2009)) . HS.131 akan menyebabkan luka baru pemangkasan dilakukan pada cabang. 6) tajuk pohon tumbuh berlebihan. atau ranting-ranting yang tumpang tindih. juga meningkatkan luka bakar akibat sengatan sinar matahari langsung. Selain itu. 5) aerasi pada sistem perakaran yang kurang baik. Pemangkasan daun yang drastis dapat mengakibatkan pengaruh serius terhadap suplai makanan dan kesehatan pohon. Foto: Nurfaida (1997. atau ranting berarti pula mengurangi jumlah dedaunan pohon yang dipangkas. dan 8) luka mekanik atau luka bakar pada batang/cabang dan akar. Pemangkasan pada cabang besar menyebabkan luka yang besar dan lebih lama sembuh. dahan. 7) adanya serangan jamur. Umumnya. Bagian ini pun sangat perlu dipangkas. dahan. Gambar 31. 2) kerusakan pada sistem perakaran. pengerjaannya lebih sulit daripada pemangkasan pada ranting (Gambar 32). ada juga batang atau bagian pohon yang kering atau mati. Pemangkasan dengan gunting galah dan gunting pangkas Pemangkasan terhadap cabang. Begitu pula pemangkasan pada bagian-bagian pucuk dengan porsi besar dapat meningkatkan serangan cendawan dan hama di bekas pemangkasan tersebut. Kematian tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini: 1) kekurangan makanan.

132 Pemangkasan dengan perlakuan yang tepat. retak. Bagi pengelola pemeliharaan perlu melakukan pengecekan rutin terhadap pohon-pohon yang sudah tua. baik saat pelaksanaan maupun sesudahnya. cabang. Hal yang perlu diperhatikan. Pemangkasan pohon besar 5. dapat meningkatkan ketegaran percabangan yang tumbuh pada keseluruhan pohon. hendaknya dihindari pemangkasan saat daun masih basah karena organisme parasit akan mudah berkembang. sangat diperlukan perhatian yang lebih seksama terhadap pohon-pohon tua yang sudah tidak patut untuk dipertahankan. baik sebagian maupun seluruh pohon. Foto: Nurfaida (2010) . Bahkan tidak mustahil. Gambar 32. pohon tersebut dapat menjadi bom waktu bagi kehidupan manusia yang setiap saat dapat tumbang dan akhirnya menelan korban. Pemangkasan untuk keamanan pengguna taman Batang. atau ranting yang mati. dahan. Oleh karena itu. Pemangkasan sebagai kontrol penyakit dilakukan dengan memotong batang-batang yang terserang hingga 10 cm di bawah bagian yang terserang atau terkena infeksi. patah. dan terserang penyakit dapat menambah kerusakan pohon serta dapat mengancam keamanan manusia pengguna taman. terlebih bila diikuti penambahan suplai makanan (pemupukan tanaman). luka bekas pangkasan diolesi etil alkohol 70%. Kemudian.

diperlukan ruang yang terbebas dari juntaian ranting dan dahan pohon sekitar 2. trenching. Di daerah pejalan kaki. Kontrol terhadap penampilan pohon ini terkadang juga bertujuan untuk mengimbangi bentuk arsitektur bangunan itu sendiri. Topiari merupakan pemangkasan untuk membentuk tajuk pohon/perdu sesuai dengan yang diinginkan. minimal 4. sekitar 3.5 meter untuk jalan mobil. Akar yang berfungsi menyerap hara (feeder roots) adalah akar rambut yang diameternya berukuran lebih kecil dari 1/16 inci (sekitar 1.5 meter dari permukaan tanah. dan metode tekanan udara. terbentuk tajuk seperti spiral. Pemupukan yang efektif yaitu harus dapat diserap oleh perakaran pohon. monumental. Pemupukan Pemupukan tanaman mempunyai prinsip menyuplai hara tambahan yang dibutuhkan tanaman sehingga tanaman tidak kekurangan makanan. Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik maupun pupuk anorganik. F. kubus.5 mm). Bentuk tanaman dapat dipertegas kembali atau dibuat bentuk baru dengan pemangkasan. 6. . Akar ini sebagian besar berada di ujung-ujung akar yang terletak di sekitar garis lingkar tajuk pohon. dan piramidal. Kesan yang formal dapat terjangkau dengan bentuk-bentuk simetri. Batang atau dahan yang mencapai kabel telepon atau kawat listrik perlu dipangkas. Beberapa metode pemupukan pohon. bulatan. broadcast.5 – 5 meter dari permukaan tanah harus bebas dari cabang dan dahan pohon. Dengan demikian. punch-bar. Hal ini dikarenakan gesekan yang intensif dapat mengganggu kesehatan pohon dan dapat menyebabkan korsleting/kebakaran.133 Keamanan bagi pengguna taman harus selalu ada maka pemangkasan pada bagian pohon yang menjuntai harus dilakukan secara teratur. silindris. yaitu metode thumb. dan akbar. Pemangkasan untuk penampilan tanaman Penampilan tanaman dapat terkontrol dengan adanya pemangkasan. biasanya dilakukan pada penanaman formal. Untuk jalan-jalan di daerah pemukiman. Pemangkasan yang bertujuan untuk menjaga penampilan pohon.

Alat ini dapat mengeluarkan gas yang terakumulasi dalam tanah dan dapat menggemburkan struktur tanah sehingga merangsang pertumbuhan pohon . Karena dibuat parit. dan tidak bekerja baik pada tanah yang keras atau miskin drainase. Syarat pemupukan cara ini yaitu harus digunakan pupuk yang tidak mudah menguap. Kerugian cara ini yaitu tanah yang diperkaya hanya sebagian kecil saja. . Jarak antar lubang sekitar 75 cm dengan kedalaman lubang sekitar 20 cm. terkadang perakaran menjadi terbuka sehingga perlu dilakukan penanaman rumput kembali. Kerugian pupuk cair yaitu tidak tersedia dalam waktu yang lama. Contoh. diameter batang pohon 1 ft di atas tanah adalah 9 inci maka daerah perakaran di radius 9 ft dari pangkal batang dengan ketebalan 6 ft ke arah luar. misalnya pupuk P. Metode tekanan udara merupakan metode pemupukan yang dilakukan dengan cara melubangi tanah daerah perakaran yang dapat menyerap hara dengan menggunakan injektor bertekanan udara tinggi. Lebar dan dalam parit biasanya cukup semata cangkul. Metode ini menyatakan bahwa penyebaran daerah perakaran (dalam feet (ft). yaitu 20 cm. kemudian ditutup dengan top soil atau moss. 1 feet sekitar 33 cm) sama dengan diameter batang pohon (dalam inci) yang terletak 1 ft di atas tanah. Pupuk dalam bentuk cair memiliki keuntungan yang lebih daripada pupuk kering karena distribusinya lebih merata. lebih irit tenaga kerja (menggunakan sprayer). serta perakaran pohon harus dangkal sehingga pupuk yang terlarut mudah dan segera diserap oleh akar. dan sekaligus inemberi air pada tanaman.134 Metode thumb pada prinsipnya merupakan metode untuk menentukan posisi perakaran pohon yang dapat menyerap hara. hanya tanah di sekitar lingkar tajuk pohon. Broadcast merupakan perlakuan pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah. Trenching merupakan metode pemupukan yang dilakukan dengan cara pembuatan parit di bawah lingkar tajuk pohon. mudah tercuci. setelah itu diinjak-injak. Punch-bar merupakan metode pemupukan untuk pohon-pohon besar dengan cara membuat lubang-lubang pemupukan. Ke dalam lubang tersebut dimasukkan pupuk.

Oleh karena itu. Hal penting lainnya dalam pemupukan adalah harus diketahui waktu pemupukan. Pupuk kandang tidak disarankan digunakan di lawns. sebelum dilakukan pemupukan sebaiknya diketahui terlebih dahulu jenis tanah dan kesuburannya. hara tersebut dapat segera diangkut dan dimanfaatkan pohon. Penggunaannya dengan cara disebar di permukaan atau dilarutkan terlebih dahulu dengan air. tanaman semak dan perdu. Kebutuhan hara dari tanaman juga perlu diketahui. karena hanya dibutuhkan untuk menyuburkan dan menghijaukan daun. misalnya urea. biasanya digunakan 400 liter larutan per hektar. 1. yaitu tanaman rumput dan penutup tanah. Sementara cara kedua dianggap lebih baik karena dengan melarutkan sekitar satu sendok makan urea per liter air. sebelum penanaman rumput. digunakan pupuk kandang maka pertumbuhan .135 Pemupukan dapat juga dilakukan dengan cara penyuntikan pada batang atau ranting pohon (transfusi). Sementara kerugiannya adalah jaringan batang bekas suntikan bisa rusak dan menjadi tempat ideal untuk penetrasi hama dan penyakit. akan diperoleh konsentrasi N yang relatif kecil sehingga rumput tidak menjadi kering atau gosong. Secara umum. kemudian disiramkan. serta tanaman pohon. Pemupukan rumput dan tanaman penutup tanah Pemupukan pada rumput biasanya cukup dengan menggunakan pupuk N saja. Cara pertama sering kali menyebabkan perubahan warna rumput. Permasalahannya adalah setiap kondisi lahan memiliki tingkat kesuburan yang berbeda. Keuntungannya. jenis tanaman digolongkan berdasarkan bentuk fisiknya. Apabila dalam pengolahan tanah. sebenarnya pemupukan tidak perlu dilakukan. dari hijau menjadi kecokelatan (seperti gosong). jumlah dosis pemupukan. Di lain pihak. dan tempat pemberian pupuk yang tepat sehingga kesuburan tanaman optimum dapat tercapai. Apabila semua komposisi zat hara yang tersedia dalam tanah telah memenuhi syarat yang diperlukan tanaman. meskipun pada akhirnya akan menjadi hijau kembali setelah sekian waktu. Pemupukan pada dasarnya adalah memberi makanan tambahan pada tanaman untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan. setiap jenis tanaman juga memerlukan asupan hara yang berbeda pula. baik sebelum penanaman maupun pemupukan pemeliharaan rumput. Untuk pemupukan rumput yang luas (lawns).

Sementara untuk tanaman yang bersifat tahunan. mawar (Rosa sp).136 rumput akan bersaing berat dengan gulma yang berasal dari pupuk kandang. pemupukan dilakukan setiap 4 – 6 bulan sekali. maupun kambing. dan hujan emas (Cassia multiyuga). Sementara pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam harus sudah terdekomposisi dengan baik. seperti tapak dara (Vinca rosea). Sementara bagi perdu yang ditanam secara tunggal. Pemupukan tanaman penutup tanah dengan cara disebar di atas permukaan tanah. Pemberian pupuk kandang . pemupukannya bisa menggunakan pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar atau pupuk kimiawi dengan dosis sesuai rekomendasi. Pupuk kandang biasanya banyak mengandung bijibiji rumput. Untuk tanaman perdu yang ditanam secara massal. Pemupukan tanaman semak dan perdu Tanaman semak dan perdu di taman pada umumnya ditanam secara individu maupun massal sebagai tanaman pembatas/border atau tanaman pengarah. yaitu setelah 2 – 3 bulan diangin-anginkan di tempat yang ternaungi. pacar air (Impatiens sp). Pemupukan pada ground cover biasanya dilakukan pada saat sebelum penanaman. kuda. kerbau. soka (Ixora sp). sutera bombay (Portulaca sp). pemupukannya dengan sistem bokoran. Pupuk diberikan secara melingkar di sekitar batang dengan radius yang hampir sama dengan radius tajuknya. pemupukan biasanya dilakukan secara paritan (trenching) di sekitar pinggir tanaman. puring (Codeacum variegatum). seperti seruni rambat (Widelia trilobata). remek daging (Hemigraphis sp). bunga merak (Caesalpinia sp). Untuk tanaman yang bersifat semusim.5 – 3 m). pemupukan dilakukan pada setiap penggantian tanaman atau penanaman ulang. melati (Jasminum sambac). kemudian diaduk dengan kored sambil tanah digemburkan. dan bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis). misalnya kaca piring (Gardenia sp). Untuk tanaman penutup tanah (ground cover) selain rumput. bugenvil (Bougenvillea sp). Akibatnya. terutama pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi. dapat menyulitkan di dalam pekerjaan sehingga pemeliharaan dan penyiangan gulma harus intensif. lantana saudi (Lantana camara). bersamaan dengan pengolahan tanah. 2. dan mutiara (Philea sp) yang juga biasa digunakan sebagai hamparan bunga (flower bed) atau border. yaitu perdu sedang atau perdu tinggi (1.

Oleh karena itu. Dalam memberikan pupuk kimiawi. Pemupukan sebelum tanam diberikan dalam lubang tanam sekitar 10 kg per lubang. serta hadirnya jenis-jenis serangga yang tidak diinginkan. yaitu dengan membunuh hama secara langsung satu per satu. dan waktu pemupukan. Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan memperbaiki keadaan lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Lingkungan taman yang kotor. hendaknya diperhatikan dosis rekomendasi. tempat. Pemberantasan dapat dilakukan secara manual. Pada pemupukan pemeliharaan. meranggas. pupuk kandang dapat diberikan di permukaan tanah sambil diaduk dengan cangkul/kored yang sekaligus untuk menggemburkan tanah. Pemupukan pohon Pemupukan pohon hias (ornamental trees) masih jarang dilakukan di Indonesia dibandingkan dengan pohon perkebunan atau tanaman hortikultura.137 biasanya dilakukan pada saat sebelum tanam dan saat pemeliharaan. 3. Hal yang terpenting dalam pemupukan adalah jumlah. lembap. cara. Namun. dan kurang sinar matahari sangat baik bagi pertumbuhan hama dan penyakit tanaman. atau membuang daun dan tempat-tempat yang . G. juga akan mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna taman. percabangan dan batang yang kering atau keropos. Hal tersebut selain membahayakan bagi keberlanjutan elemen tanaman dalam taman. selain memberikan kesan yang kurang baik. tetapi juga mencakup tindakan pencegahan terhadapnya. Tanaman yang terkena gangguan hama dan penyakit. Agar tanaman taman tetap terlihat segar dan subur maka pemupukan dilakukan 3 – 4 bulan sekali. juga mengganggu keindahan karena dedaunan yang tidak segar. dengan semakin meningkatnya perhatian terhadap taman. Pengendalian hama dan penyakit bukan berarti hanya pemberantasan secara langsung. datanya pun masih sangat kurang. Pengendalian Hama dan Penyakit Salah satu pemeliharaan fisik taman adalah pengendalian hama dan penyakit tanaman. pemupukan pohon telah banyak dilakukan.

kesalahan pemupukan. Dalam suatu taman biasanya selalu dihadirkan berbagai jenis tanaman yang dapat dibedakan berdasarkan masa hidupnya. dan bahaya pemakaiannya. bakterisida untuk bakteri.138 terdapat penyakitnya. H. a) Pestisida tertentu hanya dapat digunakan untuk suatu jasad pengganggu tertentu. dan sumber api. sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli pertanian atau hama penyakit tanaman. dan sebagainya. makanan. hewan piaraan. fungisida untuk golongan jamur (fungi). baik karena gangguan lingkungan maupun kesalahan teknis (seperti kekeringan. jauhkan dari jangkauan anak-anak. insektisida untuk golongan serangga (insekta). Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian pestisida. e) Penggunaan herbisida bila memang benar-benar diperlukan saja. Jadi. Jenis tersebut adalah tanaman berbunga semusim (annual flower) seperti tanaman . Penyulaman Pelaksanaan pembuatan taman oleh seorang kontraktor taman pada umumnya mencakup kegiatan penyulaman tanaman (pemeliharaan awal) sebagai suatu jaminan bahwa tanaman yang ditanam dapat beradaptasi dan tumbuh secara sempurna. tetapi penggunaannya harus cermat. dan kesalahan penanaman Penyulaman tanaman dilakukan tidak hanya untuk taman yang baru dibangun saja. b) Perhatikan keterangan pada label. herbisida untuk gulma. ternak. Selain itu. dapat dilakukan juga dengan obat-obatan (pestisida). cara pemakaian. minuman. tetapi juga taman yang sudah terwujud dengan baik agar penampilan keseluruhan taman tetap impresif. d) Menyimpan pestisida di tempat yang aman dalam wadah atau pembungkus aslinya. jenis jasad pengganggu yang sesuai. agar tidak menimbulkan kerugian-kerugian. f) Sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan pengendalian hama dan penyakit. Penyulaman dilakukan apabila tanaman yang baru ditanam rusak atau mati. c) Memilih jenis pestisida yang terdaftar dan diizinkan beredar oleh Departemen Pertanian.

kembang sepatu. Oleh karena itu. hanya satu musim. kenikir. misalnya tapak dara. mawar. penggantian tanaman/penyulamam harus dilakukan secara teratur karena masa hidupnya sangat terbatas. seruni rambat (Widelia trilobata). dan jengger ayam.139 cosmos. d) Lubang tanam dibiarkan/diangin-anginkan beberapa saat dan diberi pupuk kandang (bila perlu). Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penyulaman tanaman sebagai berikut. dan ukuran tanaman dalam suatu taman. kehadiran tanaman ini sangat dibutuhkan untuk menghindari kesan kemonotonan warna. . a) Tersedianya tanaman pengganti yang kondisinya harus lebih baik daripada tanaman yang akan digantikan. Dengan menggunakan tanaman bunga yang bersifat setahun maka dapat ditanam tanaman yang berbeda apabila masa hidup tanaman pertama sudah habis sehingga terwujud pemandangan baru. komposisi elemen taman yang seimbang. dari jenis herba dan perdu. Hal ini tidak akan dialami seandainya seluruh taman hanya terdiri dari tanaman tahunan saja. dan tanaman tahunan (perennial). dan bugenvil. contohnya berbagai jenis rumput. tanaman dua musim (biannual) biasanya terdapat di taman daerah subtropis. serta berbagai jenis pohon-pohonan. Biasanya untuk jenis tanaman setahun. yaitu tanaman yang dapat mengalami fase vegetatif dan reproduktif secara berulang kali. Jenis tanaman setahun akan mati setelah melampaui masa reproduktif berbunga/berbuah. Pastikan lubang tersebut bebas dari gangguan patogen yang ada di dalam tanah. bentuk. krokot atau kriminil (Portulaca sp). terdiri dari kombinasi tanaman tahunan dan tanaman setahun. b) Tanaman yang rusak atau mati sebaiknya dicabut atau dibuang terlebih dahulu dengan tidak mengganggu tanaman lain yang masih baik dan sehat. melati. sangat penting dalam suatu taman. Tanaman penutup tanah yang bersifat tahunan. Walaupun hanya hidup dalam sekali reproduksi. c) Mempersiapkan kembali lubang tanam bekas tanaman yang mati untuk dapat ditanami kembali.

atau polibag)... penyiangan gulma. 2. pengendalian hama dan penyakit.. serta penyulaman. Jelaskan teknik-teknik dalam pemeliharaan tanaman lanskap.140 e) Tanaman baru dilepaskan dari kontainernya (pot... Jelaskan apa yang dimaksud pemeliharaan ideal dan fisik. I. karung. Kegiatan ini harus dilakukan di taman untuk menjaga kesinambungan wujud lanskap agar tetap sesuai dengan fungsi dan nilai estetika. kemudian di tanam. pemupukan. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1.. (a) Manual (b) Disemprot pestisida (c) Membuat bokoran . Pengendalian rumput-rumput liar pada suatu hamparan taman berumput sebaiknya dilakukan dengan cara. Rangkuman Pekerjaan pemeliharaan lanskap terutama pemeliharaan terhadap tanaman meliputi kegiatan pembersihan taman. 2.. f) Penyiraman dilakukan secara rutin... Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang pemeliharaan tanaman lanskap. B.. pemangkasan. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.. PENUTUP A. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. penyiraman tanaman. Renungkan tentang teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap.

.... Penggemburan pada lahan berumput dapat dilakukan dengan.. (a) Parterre (b) Topiary (c) Border (d) Spiral 5. (a) Bokoran (b) Linggis (c) Kored secara lajur (d) Mencangkul tanah 3... (a) Broadcast (b) Trenching (c) Punch-bar (d) Injektor Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini... (a) Sebelum pemberian pupuk (b) Setelah pemberian pupuk (c) Sebelum pertumbuhan generatif (d) Setelah pertumbuhan generatif 4................141 (d) Menggali tanaman 2.. Waktu pemangkasan tanaman yang tepat adalah....... Hitunglah jawaban Anda yang benar. Pemangkasan untuk membentuk tajuk tanaman sesuai dengan yang diinginkan disebut......... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 ......... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 10.. Pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah disebut.

2. 1999. Kunci Jawaban 1. Pemeliharaan Taman Puri Tirto Sari di Taman Buah Mekarsari [Laporan Keterampilan Profesi]. Sumber/Referensi 1. Anda harus mengulangi Bab 10. Taman Rumah Tinggal. b 3. a . Nurhayati. b 5. 1992.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Bogor: Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian IPB 3. Jakarta: Penebar Swadaya. bagus! Anda cukup memahami Bab 10. Nurfaida. D. Arifin HS. Sulistyantara B. 1997. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. d 4. C.142 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . Anda dapat meneruskan pada Bab 11. a 2. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Akan tetapi. Pemeliharaan Taman. Jakarta: Penebar Swadaya.

tetapi juga merupakan salah satu mata rantai ekosistem alam. Paduan dari dua aspek ini akan menjamin keberhasilan dan keberlangsungan suatu bentuk taman yang berdasarkan atas elemen tanaman. terutama dalam taman-taman tropis atau taman-taman yang "dekat" dengan kehidupan manusia. Dalam menggunakan tanaman sebagai elemen pembentuk taman harus diperhatikan dua aspek yang terkait dengan tanaman ini. Tanaman ini tidak hanya sebagai elemen estetik dan kesehatan (fisik dan psikis). A. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum. Praktikum . yang terkait dengan keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. B. Studi lapang 2. Pameran 4. dan 2) aspek ekologis. Case study 3. Strategi Pembelajaran 1. gambar. yang terkait dengan fungsi dan estetika. yaitu 1) aspek arsitektural. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang.143 BAB 11 PENATAAN TANAMAN PADA BERBAGAI TIPE LANSKAP PENDAHULUAN Tanaman merupakan unsur utama suatu taman.

dan indah. membuat taman bukan semata-mata untuk kepentingan manusianya saja. Indikator Pencapaian 1. Mahasiswa melakukan studi lapang mengenai penataan tanaman pada suatu lanskap. 2. dibangun. dan akhirnya dipelihara untuk mencapai suatu tujuan penggunaan yang keberlanjutan. Sebagai elemen taman. Mahasiswa melakukan penataan tanaman berdasarkan fungsi dan estetika. 2. 3. yaitu nyaman. dirancang. sinar matahari. Kemampuan melakukan praktikum penataan tanaman dalam berbagai tipe lanskap 5. Mahasiswa aktif melakukan praktikum. satwa. D. pameran dan praktikum. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Hal tersebut juga akan dipengaruhi oleh faktor abiotik atau lingkungan. seperti tanah. Kemampuan menata tanaman berdasarkan fungsi dan estetika. Kemampuan melakukan studi lapang mengenai penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap. tanaman. iklim. case study. dan hewan. 4. seperti tumbuhan. dan udara. tetapi selayaknya juga mempertimbangkan kepentingan makhluk hidup lainnya. Sesuai dengan skala luasan. tanaman.144 C. 5. satwa. tumbuhan. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Taman merupakan hasil karya manusia dalam melakukan perubahan dan penataan ulang bentuk lingkungan untuk menciptakan suasana yang sesuai dengan keinginannya. air. Taman-taman tersebut dapat dijumpai dalam . 4. Mahasiswa membuat gambar rencana penataan tanaman 3. baik manusia. Taman direncanakan. Kemampuan membuat gambar rencana penataan tanaman. aman. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. dan hewan akan saling berinteraksi satu sama lain dalam suatu ekosistem taman.

taman rekreasi (recreation garden). taman wisata hutan. rijk parks. perlu dipahami cara-cara penataan taman yang baik. baik untuk taman luas maupun taman sempit adalah sama. squares. taman safari. taman rekreasi pegunungan. taman kota (urban landscape) yaitu taman umum pada skala kota dimana dapat mengakomodir kegiatan rekreasi bagi masyarakat kota yang bersangkutan. tetapi juga menyenangkan bagi orang lain yang berkunjung ke taman tersebut. dan kouen. Untuk hal itu. taman rekreasi bahari. seperti taman rumah (homegardens). Umumnya. dan taman wisata ekologis. Cara peletakan tanaman dan berbagai meterial pendukung lainnya memerlukan kejelian pengalaman dan sensitifitas rasa keindahan penata taman agar taman memiliki komposisi dan nuansa sesuai dengan keinginan pemilik taman. antara lain. public parks. taman lingkungan. baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Sepanjang perancang mengerti prinsip desain yang meliputi tema taman.145 bentuk taman permanen. Yang membedakan adalah skala ukuran ruangnya. dan lain-lainnya maka taman sekecil apa pun yang dihadirkan akan menarik perhatian. taman lingkungan berada pada skala ruang tingkat kelurahan hingga kecamatan (community parks). serta nyaman dirasakan. taman wisata pertanian. taman wahana anak-anak. taman juga hendaknya memiliki nuansa yang sesuai dengan desain arsitektur bangunan. Selain itu. A. Beberapa contoh taman bertema dan tujuan khusus. pengulangan-pengulangan. tetapi juga seperti taman permanen. Taman Instan Taman instan adalah taman yang bersifat insidentil dan temporer yang ditata pada suatu tapak. indah dipandang. penyeimbang taman. yaitu dilengkapi dengan elemen . misalnya city parks. pembuatan desain taman. serta taman-taman bertema (theme parks) dan taman tujuan khusus. Sementara. Sebisa mungkin dimunculkan pesona pada taman tersebut yang kelak tidak hanya memuaskan pemiliknya. pembuat kontras taman. Elemen taman instan sebenarnya tidak hanya terdiri dari tanaman saja baik yang berbunga maupun nonbunga. taman kota. taman fantasi. taman ketetanggaan di lingkungan pemukiman skala RT-RW (neighborhood parks). Pada prinsipnya.

dan lampu dapat menjadi media penghubung perasaan manusia terhadap alam dan menghilangkan stres. taman instan memiliki kelebihan dalam beberapa hal. perkantoran. Taman instan dengan elemen-elemennya berupa tanaman. bentuk taman secara miniatur dapat terwujud dalam ruang yang terbatas. air. Taman-taman instan biasanya akan sangat impresif bila dilengkapi dengan permainan cahaya alami dari sudut-sudut ruang tertentu yang berjendela. Beberapa kegunaan dan peran taman instan sebagai berikut. gelar bunga dapat diselenggarakan di plaza. atau stainless steel. . batuan. latar belakang yang sekaligus menyemarakkan suasana pesta. 2. sebagai berikut. Dengan rekayasa desain. maupun karnaval. Mudah dan cepat didesain dan diimplementasikan mengikuti keinginan pemilik atau pengguna taman. restaurant. serta mengharmonisasikan ruangan dan tema pesta. atrium. alun-alun kota. pergola. dan bandar udara dapat memperlembut suasana ruangan yang didominasi oleh elemen keras. atau bahkan dengan cahaya buatan. pengarah. 4. marmer. kaca. bagian dinding yang terbuka. pembatas. 1. serta ruang-ruang terbuka (taman kota) pada acara-acara perayaan tertentu atau pada saat ada pameran.146 lainnya seperti batu-batuan. tema taman dapat disesuaikan dengan suasana yang diinginkan pada saat itu. Beberapa contoh elemen keras tersebut yaitu dinding tembok. festival. pagar. hotel. Dengan cara bongkar pasang. Taman instan yang ditata di dalam bangunan stand pameran. lampu-lampu taman. Selain empat kegunaan dan peran tersebut. sculpture. ruang-ruang bagian rumah tinggal. 3. bahkan kolam air mancur dan air terjun. 1. serta lantai keramik. Pada umumnya. Taman instan yang menghiasi ruang-ruang pesta dan panggung pelaminan dapat berfungsi sebagai area penyambut. Taman-taman ini memberi variasi desain yang sangat dinamis. Taman instan dalam bentuk gelar bunga di tengah-tengah hamparan hijaunya taman dapat menjadi titik pusat perhatian (focal point) bagi pengunjung atau pengguna taman. tiang dan pilar kayu. besi.

penyediaan material. ruang gedung-gedung pertemuan. Taman instan ini dapat memberi variasi panorama bagi tempat-tempat umum yang selalu menerima kehadiran tamu yang silih berganti. maka profesionalisme mulai dari persiapan desain. misalnya untuk penataan ruang-ruang perkantoran. 5. dan warna tanaman yang prima maka tanaman tersebut dapat digunakan kembali sebagai material tanaman instan untuk proyek selanjutnya (Arifin. Untuk skala pekerjaan yang tidak terlalu besar. setiap dua minggu. hingga penggantian tanaman diperlukan tanggung jawab yang tinggi. 4.147 2. penyediaan material taman. bila skalanya cuikup besar. operasional penataan. Suasana tersebut dapat menghindari kemonotonan spatial (ruang) dan temporal (waktu). di dalam ruangan atau interior rumah. Dapat dikerjakan oleh pelaku-pelaku dengan pengetahuan pertamanan yang paling dasar sekali pun (hobiis dan gardener yang rajin membaca buku-buku pertamanan. pemeliharaan. 3. 2006). Namun. . hingga pemeliharaan dapat dikerjakan sendiri. sudut-sudut ruang di departement store. lobi hotel dan koridor hotel. Setelah mencapai kondisi kesehatan. pelaksanaan penataan taman. dan interior rumah sakit. bentuk tanaman. Dapat dibongkar-pasang sehingga bisa memberikan impresi yang variatif pada skala temporal. Misalnya. Tanaman bekas digunakan dapat dipelihara kembali dan ditempatkan ke ruang recovery atau karantina dalam pembibitan. dan ruang kantor pribadi. taman instan di ruangan hotel. perkantoran. mengetahui pengetahuan tanaman dan elemen taman lainnya. atau setiap bulan. interior bandar udara. mulai pembuatan desain taman. serta mengikuti kursus dan pelatihan pertamanan). Contoh desain taman instan dapat dilihat pada Gambar 33. Dapat dikerjakan oleh sendiri (in house) maupun dipercayakan pada jasa penyewaan tanaman. misalnya di teras rumah. bandara udara dapat diubah setiap minggu. Pemeliharaan pemulihan bagi tanaman-tanaman yang terkena stres dapat diatasi dengan penyiraman serta pemupukan agar kesehatan tanaman dapat pulih dan pertumbuhannya normal kembali.

Dalam keadaan sibuk dan tekanan pekerjaan yang rutin. Secara fisik-ekologis. Pada dasamya berbagai jenis tanaman dapat dipilih sebagai pengisi taman. taman dengan aneka isinya bisa menjadi obat untuk melenyapkan stres. meresapkan air ke dalam tanah. ataupun etemen yang hidup seperti ikan hias dapat menjadi selingan hiburan setelah penghuni rumah bekerja seharian di luar rumah. taman di halaman rumah merupakan sebuah kantung terbuka hijau yang dapat menyejukan udara. 2006) B. bebatuan. Kehadiran aneka elemen taman. tetapi taman juga mengambil peran penting dalam memberi kontribusi kesehatan bagi pemiliknya. air. keberadaan taman di rumah sangat penting peranannya. Contoh desain taman instan (Sumber: Arifin. Taman tidak hanya sebagai fungsi estetik dan pajangan saja. baik berupa tanaman. taman juga berarti sebagai gudang plasma nutfah. Akan tetapi. Selain keberadaan aneka jenis tanaman.148 Gambar 33. Dengan demikian. Taman Rumah Tinggal Taman dan rumah sejak dulu merupakan satu kesatuan yang penting dan saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan penghuninya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. bahkan bisa menjadi habitat beberapa jenis satwa liar seperti kupu-kupu dan aneka jervs burung berkicau. Keberadaan taman dapat membuat rumah memiliki fungsi estetik. untuk menata tanaman menjadi taman yang memiliki fungsi dan nilai . menghasilkan berbagai produksi tanaman.

Dalam membuat taman di lahan sempit. tanaman herba yaitu tanaman yang tidak berkayu (herbs umumnya hanya beberapa puluh sentimeter saja). seperti asparagus dan beberapa jenis pinus yang dikerdilkan. mempunyai tinggi 1-2 m). seperti kadaka. Memilih jenis tanaman bisa dimulai dari tanaman penutup tanah yang hanya mencapai tinggi beberapa sentimeter saja (grasses). Oleh karena itu. tanaman yang lebih rendah ditempatkan di depan tanaman yang lebih tinggi. Pengaturan strata tanaman pada satu tapak juga sangat menentukan daya tarik taman. serta perdu (shrubs. baik tinggi tanaman maupun lebar tajuk. Penggunaan pohon untuk taman yang sempit tidak terlalu disarankan karena akan mendominasi ruang taman serta mengakibatkan kesan ruang semakin sempit dengan naungan yang semakin luas. dan palem-paleman Tanaman yang bertekstur halus maupun kasar bisa saja ditanam untuk mengisi taman yang sempit. philodendron. Jenis tanaman yang berukuran relatif kecil seperti tanaman jenis-jenis rerumputan dan penutup tanah. sebaiknya mengetahui karakteristik berbagai jenis tanaman. tanaman semak (bushes. ukuran tanaman. taiwan beauty. Dalam memilih dan mempertimbangkan tanaman yang digunakan. dan aroma. atau disebut sebagai pohon kecil). kriminil. antara lain. tetapi tidak memiliki batang utama. warna. sikas. Tanaman-tanaman yang bertekstur halus dapat dicirikan dari ukuran daun yang kecil. yang terpenting adalah bagaimana membuat desain kombinasi jenis tanaman yang justru memberikan kesan ruang yang lebih luas. hanjuang. Namun. yang perlu diperhatikan adalah keragaman jenis maupun jumlah tanaman yang dipilih. tanaman berkayu dan memiliki batang utama dengan tinggi bisa mencapai 5 m. Misalnya. merupakan sesuatu yang perlu dipertimbangkan dengan baik agar tanaman tersebut sesuai dengan tujuan dan fungsi desain. Untuk tanaman yang bertekstur kasar yang dicirikan oleh tanaman yang berdaun lebar dan besar. Bila ingin menggunakan tanaman bertekstur kasar sebaiknya jumlahnya jangan . tekstur. tanaman berkayu. portulaka atau tanaman yang berdaun jarum. bentuk. Ukuran lahan yang sempit bagi peruntukan taman akan lebih pas bila dipilih elemen tanaman yang bertekstur halus.149 estetika diperlukan pengetahuan mengenai kesesuaian tempat tumbuh tanaman secara ekologis dan hortikultura serta kondisi fisik tanaman seperti ukuran.

Disebut jalur hijau karena dominansi elemen lanskapnya adalah tanaman yang pada umumnya berwarna hijau. Banyaknya ragam jenis dapat menjadi koleksi sehingga keindahan dan keunikan masing-masing jenis tersebut menarik perhatian.150 berlebihan karena akan mendominasi ruang sehingga taman berkesan semakin sempit. Namun. Di lain pihak. dapat pula diterapkan jumiah tanaman yang relatif banyak. Adanya penataan jalur hijau jalan memungkinkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. dapat digunakan satu atau dua tanaman bertekstur kasar di tengah-tengah penggunaan tanaman bertekstur halus sehingga bisa menjadi kontras atau daya tarik dalam taman (point of interest). Gambar 34. Bila menggunakan tanaman bertekstur halus dapat berkreasi memadukan berbagai ragam jenis tanaman. Contoh desain taman rumah tinggal dapat dilihat pada Gambar 34. tetapi jenisnya harus dikurangi agar taman tidak terlihat crowded. Contoh desain taman rumah tinggal (Sumber: Arifin dan Suwita. Sebagai contoh penanaman jalur hijau jalan di sepanjang berm dan median jalan yang bersifat sederhana dalam pelaksanaannya harus berpedoman . Jalur Hijau Jalan Jalur hijau adalah jalur penempatan tanaman serta elemen lanskap lainnya yang terletak di dalam Daerah Milik Jalan (Damija) maupun di dalam Daerah Pengawasan Jalan (Dawasja). 2007) C.

Daerah tepi jalan adalah daerah yang berfungsi untuk keselamatan dan kenyamanan pemakai jalan. angin. budidaya. dapat beradaptasi dengan kondisi setempat baik dari segi kondisi tanah maupun iklim. . 2. penampilan di tiap tahapan pertumbuhan. aroma. tidak memerlukan perawatan khusus.151 pada kebutuhan. Berdasarkan letak penanamannya jalur hijau dibedakan menjadi empat yaitu: 1) jalur tanaman tepi. sifat penyebaran. toleransi terhadap suhu. 3) daerah tikungan. jalur hijau. semak dan penutup tanah. lahan untuk pengembangan jalan. Median jalan adalah jalan yang memisahkan dua jalan yang berlawanan. air. Kriteria tanaman yang digunakan adalah yang mudah didapat. Kriteria pemilihan jenis tanaman sebagai berikut. Tanaman yang dipergunakan adalah dari kelompok pohon. yaitu tujuan desain. tekstur. hama dan penyakit. Klasifikasi hortikultura. ataupun sebagai jalur hijau dengan persyaratan tertentu. warna. yaitu syarat tumbuh. kawasan penyangga. sifat umur. dapat digunakan sebagai pendukung keselamatan pengendara. peletakkan rambu-rambu lalu lintas. tempat pembangunan fasilitas pelayanan dan melindungi bentukan alam. cahaya. sifat adaptasi. kecocokan antara tanaman dan bangunan serta lingkungan sekitar dan keefisienan dalam pemeliharaan. perdu. 4) persimpangan dan daerah berterrain. 1. kecocokan penampilan di tiap musim. 2) median jalan. mudah dikembangkan dan sedapat mungkin dipilih jenis yang dapat memperbaiki atau meningkatkan kesuburan tanah baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini merupakan satu dari sekian pertimbangan estetik yang seharusnya menjadi suatu peraturan dalam kebanyakan situasi perkotaan. ukuran dewasa tanaman. Median berfungsi sebagai rintangan atau penuntun arah untuk mencegah tabrakan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan dan mengurangi silau lampu kendaraan dengan menempatkan tanaman dengan kepadatan dan ketinggian yang tepat. kecepatan tumbuh. Klasifikasi fisik. Klasifikasi hortikultura berorientasi terhadap tindakan budidaya dan keberhasilan penanaman dan klasifikasi sifat fisik tanaman biasanya berorientasi rerhadap penilaian dan keberhasilan bentuk serta fungsi arsitekturisnya. tanah. Pemilihan jenis tanaman pada jalur hijau jalan tergantung pada fungsi tanaman dan lokasi penanaman. bentuk.

3. Mampu bertahan hidup pada kondisi yang kurang baik dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. Lanskap Perkotaan Area-area Khusus Pada wilayah perkotaan. Pemilihan jenis-jenis tanaman yang akan digunakan. 11. 6) tahan terhadap polusi udara dan polutan lainnya. Tanaman penutup tanah yang tidak memerlukan pemeliharaan intensif. Mudah dalam pemeliharaan. 9.warna. 7. 2. terutama untuk tanaman yang didatangkan dari luar tapak berpedoman kepada beberapa kriteria. 5) memiliki tajuk yang rapat. 12. terutama pada pusat-pusat kegiatan masyarakat perkotaan atau pada permukiman. Tinggi cabang pohon pertama dari bawah tidak kurang dari 5 meter. yaitu sebagai berikut. dan bunga) yang menarik. cenderung sulit untuk menemukan lahan yang . Semak yang tumbuh berumpun. Bentuk tajuk pohon bulat atau kolumnar dengan lebar tajuk tidak menutupi bahu jalan. rapat dan mudah diperbanyak. 4. yaitu tanaman yang tidak menghasilkan duri.152 Persyaratan pohon tepi jalan secara ekologis meliputi: 1) mempunyai sistem perakaran yang dalam. 3) tahan terhadap kekurangan air. 7) tahan terhadap serangan hama dan penyakit. 8. 2) selalu hijau. semak. buah yang besar dan keras. 1. 6. Kriteria tersebut berlaku untuk pohon. 5. dan penutup tanah yang ditanam di perkotaan. Pohon peneduh dengan ketinggian sedang atau tinggi kurang dari 15 meter. D. Berdaun kecil sampai sedang dan tidak menggugurkan daun secara serempak. memiliki batang dan cabang yang kuat serta tidak menghasilkan zat yang berbahaya. Tidak membahayakan pengguna jalan. Tidak mudah terserang hama dan penyakit serta tahan terhadap polusi dan kekeringan. 10. Perakarannya tidak merusak trotoar dan saluran drainase. 4) mampu hidup pada berbagai jenis tanah. 8) tidak disukai oleh kupu-kupu yang menimbulkan jenis ulat. daun. Pohon dan semak yang memiliki karakter fisik (bentuk.

Oleh karena itu. c. Beberapa karakteristik ruang yang potensial untuk ditanami dengan kondisi khusus sebagai berikut. Media tanam. setelah beberapa tahun media perlu diganti. Untuk taman kota. seperti beton. satu bak tanaman bahkan diisi hingga puluhan pot. bata. drainase juga ditunjang dengan adanya kemiringan pada dasar bak tanaman dan jalur drainase/outlet yang cukup untuk mengalirkan air keluar dari pot dan bak tanaman. ukurannya tidak terlalu besar. Lahan yang tersedia biasanya lahan sisa yang luasannya terbatas dan terkadang kondisinya bermasalah. Bak tanaman dapat diisi satu atau lebih pot. pot dapat lebih sering diganti sehingga penampilan tanaman selalu bagus. yaitu pasir kasar (ukuran sekitar I mm) : material organik/kompos : top soil = 50 :45 :5. 1. Pemilihan jenis tanaman. dan beton. dengan mempertimbangkan tanaman yang perakaran tidak intensif. kayu. Salah satu contoh perbandingan media tanaman. diperlukan pertimbanganpertimbangan khusus dalam melakukan penamanan pada area-area khusus tersebut. Dengan menggunakan bak tanaman. dan lambat pertumbuhannya (untuk .153 dapat dikembangkan untuk pertamanan atau untuk lahan penanaman. sistem drainase dibuat untuk mengatasi air penyiraman yang berlebihan. b. Terdapat beberapa alternatif material untuk pembuatan bak tanaman. Selain media dipupuk secara periodik. untuk menyediakan kondisi drainase yang baik dalam bak tanaman. lingkungan tumbuh yang tidak mendukung. atau 70:25:5. seperti kemiringan lereng lahan yang curam. kombinasi kaca. dan sebagainya. penyediaan media tanam yang sesuai untuk pot atau bak tanaman mempengaruhi aerasi dalam bak serta beban berat yang ditanggung oleh bak tanaman. Sistem drainase. a. Hal tersebut dapat diatasi dengan menanam pada bak tanaman (planter box). Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk penanaman pada bak tanaman sebagai berikut. Penanaman dengan Planter Box Adanya kecenderungan penutupan lahan perkotaan dengan perkerasan merupakan salah satu penyebab sulitnya mendapatkan areal penamanan. Selain dipengaruhi oleh media tanam.

154 pohon). 3. herba) yang cepat tumbuh. adanya struktur penopang atau penahan (staking/staggering). semak/perdu kecil 3. 2.0-1. Penutup tanah. Lahan Berlereng Lahan berlereng dengan kemiringan curam merupakan ruang pofensial untuk penanaman di kawasan perkotaan yang padat. Pemilihan jenis tanaman. herba. mengurangi terjadinya suhu tanah yang ekstrim. Semak/Perdu besar.0m 1. (2008) Kedalaman Bak Tanaman 150-300 mm 0. Pemilihan jenis tanaman terutama pada jenis-jenis yang perakarannya mampu mengikat tanah dan menangkap air hujan. kemudian ditanami dengan pohon dan semak besar untuk meningkatkan kestabilan lereng. maka perlu pertimbangan pemilihan jenis tanaman yang tahan hembusan angin. Rumput 2. dan pohon memperhatikan keselarasannya dengan lingkungan sekitar. pohon Sumber: Arifin et al. Jenis tanaman sesuai ukuran kedalaman bak tanaman No Jenis Tanaman 1. baik penutup tanah. Pola penanaman sebaiknya dibuat sedemikan rupa agar pemeliharaan tidak intensif. dan melindungi tanah dari erosi angin. d.5-1. semak. Jika kondisi awal lahan dalam keadaan tanpa penutupan tanaman. Untuk tujuan tersebut maka hal-hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: 1. mengingat akses ke lahan berlereng pada umumnya sulit. Tabel 2. . Tanaman yang ditanam dapat mengurangi erosi permukaan oleh air. maka sebagai langkah pertama perlu ditanami vegetasi penutup tanah (rumput. Jika bak tanaman diletakkan pada area yang kecepatan anginnya cukup tinggi. 4. Ukuran kedalaman bak tanaman mempengaruhi pemilihan jenis tanaman (Tabel 2).5m 2. Lahan berlereng yang ditanami dapat difungsikan sebagai area penyangga dan konservasi.

155 Untuk kasus tertentu dimana lereng sangat curam (kemiringan >45) sulit untuk ditanami tanaman besar, maka penanaman tanaman perdu/semak kecil untuk menstabilkan tanah masih dapat dilakukan dengan beberapa teknik bio-engineering.
3. Teknik Penanaman Area yang Tergenangi Secara Periodik

Berbagai bentuk ruang-ruang di perkotaan yang secara periodik tergenang merupakan salah satu area yang potensial untuk ditanami, yang tidak hanya memberikan manfaat ekologis/iingkungan (perbaikan habitat satwa, perlindungan bantaran dan tanggul), tetapi juga manfaat sosial (area rekreasi mayarakat setempat). Beberapa contoh area tergenang/banjir secara periodik, misalnya pada reservoir, kanal, saluran drainase, sungai, rawa, mangrove atau tepi laut. Penanaman dapat dilakukan di bantaran/tepian perairan (sungai, kanal, saluran, dan pesisir) maupun di perairan (rawa, mangrove). Hal yang perlu diperhatikan untuk kegiatan penanaman area ini, yaitu dalam pemilihan jenis tanaman yang toleran terhadap genangan dan banjir serta mengutamakan pemilihan jenis-jenis lokal (native species) yang relatif adaptif terhadap lingkungan setempat dan dapat meminimalkan pemeliharaan. Jenis tanaman lain yang dapat dipertimbangkan, yaitu tanaman air, sebaiknya dipilih jenisjenis yang tidak bersifat invasive karena dapat mengakibatkan turunnya muka air dan eutrofikasi meningkatnya unsur nitrogen dalam air.
4. Area Bekas Penimbunan Sampah (Landfill)

Lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai penimbunan sampah, baik yang berskala rumah tangga maupun lingkungan merupakan alternatif area penanaman. Untuk penanaman pada lubang sampah skala rumah tidak serumit pada skala lingkungan. Pada penanaman di lokasi penimbunan sampah skala lingkungan terdapat hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut. a. Pemantapan permukaan dengan tanah setebal 15 – 45 cm. b. Karena permukaannya cenderung tidak rata, maka sebaiknya tidak membangun struktur penunjang taman yang berlebihan (seperti bangku taman, shelter, area bermain, dan lain-lain) di atasnya untuk meminimalkan terjadinya kerusakan dan gangguan terhadap aktivitas maupun struktur tersebut.

156 c. Jika membuat saluran utilitas (irigasi, listrik) sebaiknya di permukaan atau sedikit di bawah permukaan untuk mempermudah pemeliharaan. d. Mengatasi adanya gas-gas hasil dekomposisi sampah dengan membuat sumur pengumpul sekitar. e. Menghindari penanaman pada lokasi-lokasi yang memiliki suhu tanah yang tinggi karena dapat mematikan tanaman. f. Memilih jenis tanaman yang toleran terhadap kondisi landfill (misalnya toleran terhadap gas-gas yang dihasilkan, tanah yang dangkal, tingginya hembusan angin, drainase yang buruk, dan adanya genangan).
5. Pembuatan Dinding Hijau (Greenwall)

gas,

yang

selanjutnya

jika

diberi

perlakuan

tertentu

dapat

dimanfaatkan sebagai penghasil energi yang dapat digunakan untuk lingkungan

Penanaman ini dilakukan pada struktur vertikal seperti tanggul atau dinding penahan (retaining wall) yang pada umumnya dibangun untuk menahan lereng. Penanaman atau penghijauan pada area ini selain membantu meningkatkan kestabilan lereng, juga menjadikan dinding lebih menarik dan bahkan dapat menciptakan habitat bagi satwa.

E. Rangkuman

Penataan tanaman dapat dilakukan pada berbagai tipe lanskap, antara lain, taman instan, taman rumah tinggal, jalur hijau jalan, lanskap perkotaan area-area khusus. Penanaman pada area khusus, seperti penanaman dengan bak tanaman (planter box), lahan berlereng, area yang tergenangi secara periodik, area bekas penimbunan sampah (landfill), dan pembuatan dinding hijau (greenwall).

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda!

157 1. Jelaskan apa yang dimaksud taman instan, taman rumah tinggal, jalur hijau jalan, dan lanskap perkotaan area-area khusus. 2. Berikan contoh gambar desain taman-taman tersebut.
Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus

memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 2. Renungkan tentang penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap.

B. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Kelebihan tanaman instan adalah............. A. Biaya relatif mahal B. Pembuatan desain kompleks C. Dapat dibongkar pasang D. Dapat dikerjakan oleh arsitek lanskap 2. Ukuran lahan yang sempit bagi peruntukan taman akan lebih pas bila dipilih elemen tanaman yang............. A. Bertekstur halus B. Bertekstur kasar C. Berukuran besar D. Berwarna terang 3. Persyaratan pohon tepi jalan secara ekologis adalah............. A. Menggugurkan daun B. Kebutuhan air banyak C. Tajuk yang jarang D. Tidak disukai oleh kupu-kupu 4. Pemilihan jenis tanaman untuk planter box sebaiknya memilih tanaman yang............. A. Berukuran besar B. Batangnya besar

100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 11. Suwita A. Hal yang perlu diperhatikan pada penanaman di lokasi penimbunan sampah adalah.. 2006.. Jakarta: Penebar Swadaya. Perakaran tidak intensif D.. Saluran irigasi dibuat jauh di permukaan D. Jakarta: Penebar Swadaya. Membangun struktur penunjang seperti area bermain C... 2.. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Bogor: Tim Sampoerna Hijau. .. Munandar A. Arifin HS. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . Sumber/Referensi 1.158 C. Nurhayati. Taman Instan.. C. Anda harus mengulangi Bab 11. Pramukanto Q. Pemilihan tanaman yang toleran gas Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Pemantapan permukaan tanah setebal < 15 cm B. Arifin HS. Cepat pertumbuhan untuk pohon 5. Akan tetapi. bagus! Anda cukup memahami Bab 11. Hitunglah jawaban Anda yang benar. A. 3... Sampoerna Hijau Kotaku Hijau. 2007. 2008.. Damayanti VD. Arifin HS. 22 Desain Taman Mungil..

a 3. d . Kunci Jawaban 1. c 5. d 4.159 D. c 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful