BAHAN AJAR ILMU TANAMAN LANSKAP

NURFAIDA, SP. M.Si. TIGIN DARIATI, SP. MES. CRI WAHYUNI BRAHMI YANTI, SP. M.Si.

PROGRAM HIBAH PENULISAN BUKU AJAR UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
JL. Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245 (Gedung Perpustakaan Unhas Lantai Dasar) Telp. (0411) 586 200, Ext. 1064 Fax. (0411) 585 188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id

HALAMAN PENGESAHAN
HIBAH PENULISAN BUKU AJAR BAGI TENAGA AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

Judul Buku Ajar

: Ilmu Tanaman Lanskap

Nama Lengkap N I P Pangkat/Golongan Jurusan/Bagian/Program Studi Fakultas/Universitas Alamat e-mail Biaya

: Nurfaida, SP. M.Si. : 19730223 200501 2 001 : Penata Muda / III-a : Agroteknologi : Pertanian/Universitas Hasanuddin : nurfaida@yahoo.com : Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah) Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin Tahun 2011 Sesuai SK Rektor Unhas Nomor: 20875/H4.2/KU.10/2011 Tanggal 29 Nopember 2011

Makassar, 29 Nopember 2011 Dekan Fakultas Pertanian, Penulis,

Prof. Dr. Ir. Yunus Musa, M.Sc. NIP. 19541220 198303 1 001

Nurfaida, SP. M.Si. NIP. 19730223 200501 2 001

Mengetahui: Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin,

Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc. NIP. 19630501 198803 1 004

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan alam dan seisinya sebagai suatu karunia yang besar dan indah. Dia yang memberikan ketentuan dan peraturan yang tepat untuk memelihara dan merawatnya. Atas segala karunia-Nya pulalah bahan ajar Ilmu Tanaman Lanskap ini berhasil diselesaikan. Pengembangan bahan ajar merupakan tanggung jawab dosen dalam mengemban dan mengembangkan tridarma perguruan tinggi. Perubahan model pembelajaran dari Teacher Central Learning (TCL) menjadi Student Central Learning (SCL) menuntut dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga sebagai fasilitator. Penerapan model pembelajaran SCL membutuhkan bahan ajar sebagai pelengkap kegiatan pembelajaran sehingga dibuatlah bahan ajar ini. Bahan ajar ini dihasilkan melalui Program Hibah Penulisan Buku Ajar Universitas Hasanuddin Tahun 2011. Penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc.selaku Ketua LKPP dan Dr. Sri Suryani, DEA selaku pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan bahan ajar ini. Terima kasih yang tidak terhingga kepada rekan-rekan sejawat di Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang telah membantu dalam penyusunan tulisan ini. Semoga bahan ajar ini bermanfaat dan dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran khususnya pada Mata Kuliah Ilmu Tanaman Lanskap.

Makassar, Nopember 2011

Penulis

.................... PENGERTIAN TANAMAN LANSKAP DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA...........................DAFTAR ISI BAB 1 BAB 2 PENDAHULUAN ........ KOMPOSISI TANAMAN............. SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN HABITUS FUNGSIONAL .... SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN EKOLOGI............................................................................................ 1 11 24 35 56 68 80 98 BAB 3 BAB 4 BAB 5 BAB 6 BAB 7 BAB 8 BAB 9 BAB 10 BAB 11 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK ARSITEKTURAL ..................... SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK VISUAL ....................................................................................... 123 PENATAAN TANAMAN PADA BERBAGAI TIPE LANSKAP ........... TEKNIK PENANAMAN TANAMAN LANSKAP................................................................................................ 109 TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN LANSKAP .............. FUNGSI TANAMAN DALAM LANSKAP ................................ 143 ..................

Metode tekanan udara: metode pemupukan yang dilakukan dengan cara melubangi tanah daerah perakaran yang dapat menyerap hara dengan menggunakan injektor bertekanan udara tinggi. rangkaian batu yang serupa. antara lain. . tapak yang berada di luar ruangan (eksterior). mungkin berbentuk beraturan atau tidak beraturan. Metode thumb: metode untuk menentukan posisi perakaran pohon yang dapat menyerap hara. memiliki batang utama yang berkayu dan percabangannya dimulai pada bagian yang agak jauh dengan permukaan tanah. penutup tanah. perdu. Lawn: padang rumput di halaman rumah atau perkantoran yang dimaksudkan untuk meningkatkan keindahan. tetapi tidak setinggi pohon. Irama: urutan atau perulangan elemen-elemen. Herba: tanaman-tanaman yang batangnya relatif lunak dan tidak berkayu. bahkan kadang-kadang sukulen (banyak mengandung air). Dinding hijau (green wall): berbagai cara menahan longsor atau erosi suatu lereng secara biologi terhadap erosi dengan menanam tanaman. misalnya barisan pohon. misalnya suatu area tidak ingin terlihat oleh banyak orang dari arah tertentu dapat diberikan dinding berupa tanaman atau elemen lainnya. Enclosure: dinding. budaya. Fungsi tanaman: peran utama dari tanaman dalam suatu taman. dan perayap. umumnya dibentuk dari massa tanaman yang dipergunakan sebagai hiasan dalam suatu taman pada Periode Renaissance. mampu memberikan penutupan yang intensif di atas permukaan tanah. Habitus tanaman: keragaan tanaman secara keseluruhan berupa pohon. pemanjat. tabir. Colonade: deretan kolom-kolom yang memberi kesan ruang pada bangunan Yunani atau Romawi.SENARAI KATA PENTING (GLOSARIUM) Broadcast: perlakuan pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah. sosial. Parterre: tanaman yang ditata menyerupai tampilan karpet (apabila dilihat dari atas). estetika. Lanskap: bentang alam atau hamparan lahan. Penutup tanah (groundcover): tanaman yang relatif rendah. pemagar. dan ekologis. Perdu (shrub): tanaman yang relatif tinggi (3 – 5 m). urutan dari anak tangga. herba. semak. dibantu dengan membangun struktur. umumnya berbentuk herba rendah.

ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. . misalnya spiral. biasanya diatur dalam bentuk yang hampir sama dengan maksud untuk menggantikan pagar. memiliki batang utama. Semak (bush): tanaman yang relatif rendah. sedang dan sudah dibudidayakan. Tanaman rumput lapangan: jenis-jenis rumput yang dipergunakan untuk menutupi permukaan tanah yang hanya terdiri atas lapisan tanah saja. batangnya berkayu dan percabangannya biasanya telah dimulai di bagian yang dekat dengan permukaan tanah (tidak mempunyai cabang utama). berbentuk rectangular yang dipersiapkan untuk kepentingan saluran irigasi dan drainase.Planter box: wadah berukuran relatif besar untuk menempatkan satu hingga beberapa pot tanaman sehingga tatanan pot terlihat rapih. Tanaman pagar: suatu garis atau barisan permanen yang padat dari tumbuhtumbuhan yang hidup. Pohon (tree): tanaman berkayu. Tanaman lapangan rumput: jenis tanaman yang ditanam secara sendiri atau secara berkelompok pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik (eksotik). piramid. Punch-bar: metode pemupukan untuk pohon-pohon besar dengan cara membuat lubang-lubang pemupukan. dapat dibuat dengan memberikan kontras atau pola susunan tertentu. Tanaman indoor: semua jenis tanaman lanskap yang dapat ditanam dalam rumah atau dengan kata lain tanaman yang dapat tumbuh secara normal di tempat teduh (tertutup) atau setengah teduh. keong. kompleks. dan lain-lain. Tanaman outdoor: tanaman hias yang dapat tumbuh secara normal di tempat terbuka (langsung terkena sinar matahari). dan sulit untuk dipercaya. Tanaman memanjat (climber): tanaman yang tumbuh di tanah atau bidang apa saja seperti tembok dan struktur pendukung lain sebagai tempat menggantungkan diri atau membelit untuk pertumbuhan tanaman tersebut. Trenching: metode pemupukan yang dilakukan dengan cara pembuatan parit di bawah lingkar tajuk pohon. Titik perhatian (point of interest): fokus perhatian dari suatu taman yang dapat menghilangkan kemonotonan pada suatu taman. Topiary: pemangkasan bentuk pada tanaman sesuai dengan yang diinginkan. Zigurat: bentukan piramida yang dibangun menuruni teras bukit dan memiliki struktur internal yang menakjubkan. tinggi >5 m. Teknik puteran: penanaman pohon dengan mengikutsertakan tanah asalnya dalam bentuk gumpalan. Tanaman lanskap: tanaman yang belum.

mediator). teknorat. Keberanian memulai. teknorat. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. motivator. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. PENDIDIK (fasilitator. Kompetensi Utama Kompetensi utama minimal yang diharapkan dari seorang lulusan pada Program Studi Agroteknologi untuk mencapai profil lulusan adalah: 1. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. adaptor. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. PENELITI. 2. pengambil kebijakan): (a) Kemampuan menerapkan IPTEKS di bidang budidaya tanaman berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal. melaksanakan. cooperator). (b) (c) (d) (e) (f) (g) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kompetensi Utama sebagai PELAKU (birokrat. initiator. dan mengembangkan usaha inovatif bidang produksi tanaman dalam pertanian berkelanjutan. evaluator.1 BAB 1 Profil alumni yang diharapkan adalah: PENDAHULUAN PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI 1. designer. dan 5. pengambil kebijakan). 3. MANAJER (planner. 4. mediator). . KOMPETENSI LULUSAN A. organizer. PENGUSAHA (enterpreneur. PELAKU di bidang pertanian (birokrat.

initiator. organizer. cooperator): (a) (b) (c) (d) (e) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. melaksanakan. dan mengembangkan usaha inovatif bidang produksi tanaman dalam pertanian berkelanjutan. . Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. mediator): (a) (b) (c) (d) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.2 2. 4. Kompetensi Utama sebagai PENELITI: (a) Kemampuan menerapkan IPTEKS di bidang budidaya tanaman berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. Keberanian memulai. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. (b) (c) (d) (e) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. evaluator. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. adaptor. 3. Kompetensi Utama sebagai MANAJER (planner. designer. Kompetensi Utama sebagai PENGUSAHA (enterpreneur.

Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional. Kompetensi Penunjang 1. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. Kemampuan menggunakan fasilitas internet dalam pencarian literatur dan berkomunikasi dengan sejawat lainnya dalam bidang teknik budidaya tanaman. 2. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. . Kemampuan menerapkan aplikasi bioteknologi pada aspek pertanian terpadu. 3. 3. Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEKS di bidang budidaya pertanian ke dalam praktek bisnis. mediator): (a) (b) (c) (d) (e) Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. motivator. dan mediator secara sistematik dan efektif.3 (f) (g) (h) Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEKS di bidang budidaya pertanian ke dalam praktek bisnis. 5. C. Kompetensi Utama sebagai PENDIDIK (fasilitator. Kemampuan belajar sepanjang hayat 2. Kemampuan sebagai fasilitator. Kompetensi Lainnya 1. B. Kemampuan berpikir analitis dan sintesis dengan memperhitungkan dampak penyelesaian masalah di lingkup global dalam berkehidupan bermasyarakat. motivator.

ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN (10) Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum (8) Menguasai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (9) Menguasai teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (7) Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum (6) Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (2) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (3) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (4) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (5) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (1) Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu GARIS ENTRY BEHAVIOR Prasyarat: Pengantar Arsitektur Lanskap . gambar.

Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. Kemampuan sebagai fasilitator.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . Kemampuan menggunakan fasilitas internet dalam pencarian literatur dan juga dalam berkomunikasi dengan sejawat lainnya dalam bidang teknik budidaya tanaman.Ketepatan penjelasan karakteristik tanaman pada berbagai periode perkembangan . 3. Kompetensi Pendukung Kompetensi Lainnya Sasaran Belajar : : : Kemampuan melaksanakan perencanaan sistem produksi tanaman secara tepat sesuai kaidah pertanian berkelanjutan. Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menata tanaman dalam suatu lanskap berdasarkan fungsi dan estetika dengan baik dan benar. kaji pustaka MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 1 Menjelaskan kontrak pembelajaran 2 Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu MATERI PEMBELAJARAN Kontrak pembelajaran Pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya INDIKATOR PENILAIAN BOBOT NILAI (%) 5 . Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif.5 GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN (GBRP) Mata Kuliah Kompetensi Utama : : Ilmu Tanaman Lanskap 1. dan mediator secara sistematik dan efektif. motivator. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional.Ketepatan penjelasan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangan . 2. 4. STRATEGI PEMBELAJARAN Kuliah Kuliah.

Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Seleksi tanaman berdasarkan aspek Collaborative .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Kemampuan melakukan diskusi dengan 7. praktikum baik mengenai seleksi tanaman .Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek visual .Kemampuan melakukan diskusi dengan 7. teduh. air. learning.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Pembentukan ruang.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi . berdasarkan aspek arsitektural dan pengendali keleluasaan pribadi . praktikum baik mengenai seleksi tanaman batu karang.Tanaman pantai.5 .6 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 3 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 4 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 5 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN BOBOT PEMBELAJARAN NILAI (%) Seleksi tanaman berdasarkan aspek Collaborative .5 visual: learning.Kemampuan melakukan diskusi dengan 7. penyekat.Ukuran.Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural .5 arsitektural: learning. dan panas . setengah berdasarkan kondisi ekologi teduh. praktikum baik mengenai seleksi tanaman . warna dan tekstur berdasarkan aspek visual tanaman . pegunungan.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Seleksi tanaman berdasarkan ekologi: Collaborative .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN . bentuk.

praktikum baik mengenai fungsi tanaman dalam lanskap . pencegah erosi.Kesatuan. penahan angin. pohon tepi jalan. berdaun/berbunga indah. border/tepi.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Studi lapang. rumput lapangan.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . dan sosial budaya Komposisi tanaman: .Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. case study.Mengontrol radiasi. penutup tanah. median jalan.Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .5 10 9 – 10 Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum 12. irama. pada bidang lurus.5 .Kemampuan membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik .Kemampuan melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman . dan proporsi . pembatas fisik. suhu. dan untuk memanipulasi bangunan STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN PEMBELAJARAN Collaborative .Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap .Tanaman indoor dan outdoor. aksen.7 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 6 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 7–8 Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN Seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional: . pagar. memanjat/pergola. mengurangi kebisingan. praktikum baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional . peneduh. praktikum .Komposisi tanaman pada area menyudut. case study.Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. mengurangi polusi udara. dan praktikum BOBOT NILAI (%) 7. kontrol pandangan. mengharumkan udara.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Cooperative . dan kelembaban.Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional .Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. penahan silau. keseimbangan. dan lapangan rumput Fungsi tanaman dalam lanskap: . penaung dari hujan. penahan kebakaran.

8 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 11 Menguasai teknikteknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum 12 Menguasai teknikteknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang.Kemampuan melakukan diskusi dengan learning.5 .Pembersihan tapak. jalur hijau jalan.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Studi lapang. pemangkasan. serta penyulaman Penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap: . dan tanaman pagar Teknik pemeliharaan tanaman lanskap: . penggemburan dan aerasi tanah. mengenai penataan tanaman pada praktikum berbagai tipe lanskap . case .Kemampuan menata tanaman berdasarkan fungsi dan estetika .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. dan lanskap perkotaan area-area khusus 13 – 16 STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN PEMBELAJARAN Cooperative .Kemampuan melakukan diskusi dengan learning.Kemampuan melakukan praktikum penataan tanaman dalam berbagai tipe lanskap . pameran. rumput.Penanaman pohon. penyiraman. penyiangan gulma. case study. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN Teknik penanaman tanaman lanskap: . praktikum baik mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap . pengendalian hama dan penyakit. taman rumah tinggal. semak.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Cooperative .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . gambar. praktikum baik mengenai teknik penanaman tanaman lanskap . penutup tanah.Kemampuan membuat gambar rencana penataan tanaman .Kemampuan melakukan praktikum teknik penanaman tanaman lanskap . pemupukan. pameran dan praktikum BOBOT NILAI (%) 10 10 22.Kemampuan melakukan studi lapang study.Taman instan.Kemampuan melakukan praktikum teknik pemeliharaan tanaman lanskap .

C. dosen/tutor/asisten dianjurkan untuk melengkapi materi berupa contoh. (c) Mintalah petunjuk dari dosen jika ada hal yang belum terselesaikan. (d) Kerjakan setiap tugas yang diberikan pada setiap akhir kegiatan/pertemuan dengan baik. teknik penanaman. Penjelasan bagi mahasiswa (a) Sebelum mengikuti perkuliahan hendaknya mahasiswa telah membaca bahan ajar ini dan dapat diperkaya dengan sumber acuan lainnya yang relevan pada setiap pertemuan. baik dalam tugas kuliah maupun tugas praktikum. . buku bacaan lain atau dari internet. B. gambar/foto yang bersumber dari karya sendiri. gambar atau foto.TINJAUAN MATA KULIAH A. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas mengenai sejarah dan perkembangan tanaman serta fungsi-fungsi tanaman dalam lanskap. Petunjuk Penggunaan Modul 1. komposisi tanaman dalam sebuah lanskap. (b) Dosen/tutor/asisten sebaiknya menyiapkan materi dalam bentuk power point yang dilengkapi contoh. Pemahaman terhadap aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam memilih dan menyusun tanaman. Prasyarat Mata Kuliah Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini harus telah melulusi mata kuliah Pengantar Arsitektur Lanskap. (e) Perbanyaklah informasi dalam menata tanaman. (b) Untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan sangat dianjurkan penelusuran literatur khususnya mengenai deskripsi tanaman dan fungsi dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. 2. Penjelasan bagi dosen/tutor/asisten (a) Sebelum memberikan perkuliahan. dan pemeliharaan tanaman lanskap. baik teori maupun praktek gambar desain dan lapang.

Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. 8. 4. 10. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. E. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. 5. . 7. D. gambar. Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum. Menguasai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu. Tujuan Pembelajaran (TIU) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menata tanaman lanskap dalam suatu lanskap berdasarkan fungsi dan estetika dengan baik dan benar. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum. 2. 3. Menguasai teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. 6. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. 9.10 (c) Dosen/tutor/asisten dianjurkan menyediakan waktu di luar jadwal perkuliahan untuk memberikan petunjuk kepada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas kuliah atau tugas praktikum. Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. Elemen Kompetensi (TIK) Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu: 1.

Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai sejarah perkembangan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. 4.11 BAB 2 PENGERTIAN TANAMAN LANSKAP DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA PENDAHULUAN Tanaman merupakan unsur fisik yang penting di dalam perancangan dan pengelolaan ruang luar. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Seorang arsitek lanskap. Hal ini disebabkan unsur tanaman mempunyai ciri khas yang tidak terdapat pada unsur lain. dan berkembang. harus benar-benar memahami unsur ini. 3. yaitu tanaman merupakan unsur yang hidup. Mahasiswa mengikuti kegiatan perkuliahan di kelas. 2. tumbuh. Kuliah 2. Kaji pustaka C. Strategi Pembelajaran 1. Untuk dapat merancang taman dengan baik sebaiknya mengenali terlebih dahulu sifat dan karakter tanaman. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. A. B. .

Ketepatan 2. Akibatnya tanaman sering ditempatkan dalam perancangan ruang luar sebagai langkah terakhir dalam penyelesaian suatu proyek. Akibat dari sikap ini menimbulkan salah pengertian bahwa perancangan lanskap hanya terbatas pada proses penataan tanaman dalam bentuk yang menyenangkan pandangan. Orang awam masih berpendapat bahwa perhatian utama arsitektur lanskap adalah perancangan taman rumah tinggal dan perencanaan kebun dengan unsur tanaman sebagai salah . Gambaran keliru terhadap peran utama yang dimainkan oleh unsur tanaman dalam perancangan arsitektur lanskap berawal dari kekeliruan umum tentang perbedaan antara arsitektur lanskap dan usaha pembibitan tanaman. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. meskipun tanaman lanskap memiliki berbagai potensi dan fungsi. Pengertian Tanaman Lanskap Tanaman lanskap adalah tanaman yang belum. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. Indikator Pencapaian 1. warna. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis.12 D. banyak orang awam dan para profesional dalam bidang perancangan melihat tanaman hanya sebagai hiasan. dan karakter yang beragam. Sikap yang sama dalam penggunaan unsur tanaman juga berpengaruh terhadap citra yang kurang benar tentang pengetahuan dan profesi arsitektur lanskap. Akan tetapi. Banyak orang awam dan para profesional bidang perancangan lain mengartikan arsitektur lanskap sekedar menata unsur tanaman sebagai hiasan belaka. berbagai perkembangan. Tanaman lanskap merupakan salah satu unsur dengan berbagai ragam potensi dalam lanskap dan kemungkinan fungsi yang tidak terhingga. tekstur. Tanaman lanskap mempunyai berbagai bentuk. 3. ukuran. sedang dan sudah dibudidayakan. Ketepatan penjelasan penjelasan pengertian karakteristik tanaman tanaman lanskap pada dan sejarah periode perkembangan.

Tanaman-tanaman di daerah tropis tidak berubah begitu dramatis seperti tanaman berdaun rontok. tetapi cenderung dramatis dalam jangka . unsur tanaman tetap merupakan unsur utama perancangan yang membantu arsitek lanskap dalam mencapai tujuan perancangan tidak hanya sebagai unsur penghias tetapi juga memiliki fungsi-fungsi yang sama dan kadang-kadang mempunyai nilai tertentu dalam perancangan arsitektur lanskap. Bahkan di gurun pasir. Semua tanaman tumbuh besar dalam proses pertumbuhannya. meskipun ada perubahan pada musim panas dan dingin.13 satu unsur perancangan yang penting. Akan tetapi. yaitu menitikberatkan pada pengelolaan sumberdaya alam pada semua skala. yaitu secara teratur berubah warna. atau musim hujan dan kemarau. profesi arsitektur lanskap sebenarnya terlibat dalam skala yang lebih luas daripada itu. pertimbangan ekologis tanaman untuk pertumbuhan yang baik. 1983). Pertumbuhan ini tidak tampak dalam jangka waktu pendek. Karakteristik penting adalah bahwa tanaman merupakan unsur yang hidup dan tumbuh (Booth. dan tekstur serta pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 3) pada musim rontok dengan daun-daun warna cerah. kemampuan. beberapa tanaman berdaun rontok di daerah beriklim sedang mempunyai 4 karakteristik visual yang berbeda berdasarkan pada musim-musim yang dialami. Pertama. Misalnya. terletak pada pengetahuan tentang fungsi. Unsur tanaman memiliki beberapa sifat yang membedakan dari unsur-unsur perancangan arsitektur lanskap lainnya. kelebatan daun. tekstur. warna. 2) pada musim panas dengan daun-daun hijau tua. Hal ini mencakup pemahaman tentang karakteristik-karakteristik perancangan seperti ukuran. yaitu 1) pada musim semi dengan bunga dan daun-daun hijau kekuningan yang rimbun. unsur tanaman adalah dinamis. dan 4) pada musim dingin dengan cabang yang gundul dan percabangan yang jelas. bentuk. dan karakter keseluruhan sesuai musim dan pertumbuhannya. keterampilan. Dengan ruang lingkup yang lebih luas ini. tanaman berubah dalam penampakannya khususnya selama musim dingin dan berbunga di musim semi. dan kepekaan penggunaan dalam konteks perancangan tertentu. Kearifan seorang arsitek lanskap terletak pada pemahamannya terhadap karakteristik visual tanaman secara keseluruhan. Keahlian arsitek lanskap terkait dengan unsur tanaman. dan dampak lingkungannya jika ditanam pada situasi tertentu.

dan bentuk tanaman dewasa. hal ini memiliki kelemahan bagi perancang.14 waktu yang panjang. Penyataan bahwa bangunan atau patung dapat rusak dimakan usia adalah benar. Perubahan penampakan tanaman pada setiap musim mempersulit untuk memilih dan menempatkannya dalam merancang taman. arsitek lanskap tidak hanya . Perancang tidak hanya memperhatikan bagaimana suatu kelompok tanaman berfungsi dan tampak pada musim tertentu. Tanaman memerlukan waktu lama untuk mencapai ketinggian. Aspek pertumbuhan unsur tanaman juga memiliki implikasi yang lain. tetapi tampak tidak menarik pada musim lain. Kualitas dinamis dari unsur tanaman ini mempunyai implikasi penggunaannya dalam perancangan. Hal ini mempersulit untuk menilai apakah perancangan tersebut berhasil atau tidak. tanaman baru memerlukan waktu 15-20 tahun untuk tumbuh dewasa bahkan mungkin lebih untuk mencapai ukuran optimal. agar perbaikan dapat dilakukan pada tahap berikutnya. Oleh karena itu. tetapi juga bagaimana peranannya sepanjang tahun dan pertumbuhan dari waktu ke waktu. Umumnya. Suatu kesalahan mungkin saja terjadi di dalam memilih tanaman yang menarik pada musim tertentu. Masalahnya akan lebih sulit karena tanaman penutup dan semak pada umumnya mencapai kedewasaan lebih cepat daripada pohon sehingga memerlukan program pemeliharaan berkala untuk memindahkan tanaman penutup dan semak yang telah melebihi umurnya. Akan tetapi. Untuk pohon besar di daerah beriklim sedang. Akibatnya. Faktor kesulitan waktu hampir tidak terdapat dalam profesi perancangan lain karena penilaian terhadap perancangan dapat dilakukan setelah selesainya proyek. arsitek lanskap tidak dapat menilai dengan baik kualitas yang ingin dicapai untuk suatu perancangan dalam beberapa tahun (mungkin lebih dari 20-25 tahun). lebar. tetapi perubahan tersebut tidak dapat dibandingkan dengan pohon muda yang tumbuh dari ketinggian 2 m pada waktu pertama ditanam dengan pohon setinggi 15 m setelah beberapa tahun kemudian. perancang menanam tanaman muda di tapak karena lebih murah dan mudah dipindah serta mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk hidup dan tumbuh dibandingkan tanaman dewasa. sedangkan sebagian yang lain tetap konstan secara visual. Masalah ini dapat disederhanakan jika sebagian unsur komposisi tanaman dibiarkan berubah sepanjang tahun.

tanaman tumbuh saling memenuhi ruang. beberapa jenis tanaman asli suatu daerah memerlukan perhatian khusus secara terus menerus. dan suhu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.15 mempelajari pengaruh tanaman dalam jangka pendek terhadap perancangan. Hal ini memerlukan pemeliharaan tambahan dan biaya pemangkasan agar ukuran tanaman tetap seperti yang diinginkan. Tanaman tidak seperti unsur perancangan lain. angin. Apabila hal ini tidak dijelaskan. Akan tetapi. agar memahami bagaimana hasil akhir perancangannya serta perubahannya dari waktu ke waktu. Faktor-faktor seperti kimia tanah. drainase tanah. . Klien harus diberi penjelasan tentang kenyataan yang sebenarnya. serta pengendalian hama dan penyakit merupakan kegiatan pemeliharaan dari tanaman lanskap. Bahkan. masalah lain dapat timbul dengan cara ini. tetapi juga pengaruh jangka panjang. sinar matahari. Karakteristik kedua yang menonjol adalah bahwa tanaman merupakan unsur perancangan yang hidup sehingga memerlukan beberapa persyaratan lingkungan untuk hidup dan tumbuh dengan baik (Booth. tentang bagaimana wujud perancangan setelah selesai pelaksanaan. dapat dilupakan setelah ditanam. Semua tanaman memerlukan tingkat pemeliharaan tertentu untuk tetap tumbuh sehat. arsitek lanskap membuat gambar perancangan berdasarkan tanaman 75100% ukuran dewasa. perancang biasanya menanam tanaman kecil dalam jumlah banyak agar cepat memenuhi suatu area. Setiap jenis tanaman memerlukan persyaratan tertentu untuk pertumbuhan optimal sehingga salah satu langkah di dalam merancang taman adalah menetapkan syarat-syarat pertumbuhan tanaman pada tapak. Beberapa jenis tanaman memerlukan pemeliharaan lebih daripada yang lain. pemangkasan. Biasanya. klien cenderung kaget melihat kenyataan yang berbeda dengan apa yang dilihat dalam maket atau denah yang tanamannya digambarkan mendekati umur dewasa. Setelah ditetapkan dapat dipilih tanaman yang sesuai dengan syarat-syarat tersebut. Penyiraman. Hal ini menimbulkan masalah dalam menjelaskan kepada klien. 1983). pemupukan. Untuk menghindari penampilan yang kurang bagus yang diakibatkan penanaman tanaman yang masih kecil.

penanaman pohon-pohon besar. Tanaman yang pertama ditanam dalam suatu taman adalah jenis yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia.16 B. dan lain sebagainya untuk kebutuhan kesenangan. Yunani. yaitu: 1) Periode Antik. Taman-taman pada periode ini. pepohonan yang ditanam merupakan pohon buah-buahan dan yang dapat digunakan sebagai kayu bangunan. Pengaturan dilakukan pada petak-petak tanaman produktif. dan 4) Periode Modern. Salah satu taman yang terkenal adalah Zigurat atau Taman Gantung yang ditanami pohon. Seni pertamanan bangsa ini diperlihatkan dengan pengaturan tempat-tempat pertanian sebagai tempat yang menyenangkan. semak. Mesir seperti halnya Mesopotamia telah memiliki keahlian atau keunggulan di bidang hortikultura. Periode Antik Periode Antik yang terjadi pada masa sebelum Masehi memperlihatkan bahwa tanaman hias belum dikenal. 3) Periode Renaissance. 2) Periode Abad Pertengahan. sistem irigasi. Dari reliefrelief peninggalan bangsa Asyiria menunjukkan pohon-pohon dan palem disusun . Akan tetapi. yaitu taman-taman di Mesopotamia. dan Romawi. Perkembangan taman mulai dari sebelum Masehi hingga sekarang. Sejarah Perkembangan Tanaman dalam Lanskap Sejarah perkembangan tanaman dalam lanskap sesungguhnya berkembang sejalan dengan perkembangan taman. Asyiria. Taman-taman di Mesir ditata dalam komposisi yang teratur berupa petak-petak berisikan bunga-bungaan kolam atau enclosure (Hakim. 2003). Taman kerajaan Asyiria kemungkinan dipengaruhi oleh desain Mesir. Persia. Selain itu. dan tanaman merambat dengan pola formal dan rectalinier (Hyams.500 SM). yang dapat dibagi dalam 4 periode. berbeda dengan bangsa Babylon. 1. Taman dibuat pertama kali di daerah Mesopotamia yang terletak di lembah Sungai Euphrat oleh bangsa Babylon (3. Ciri taman Asyiria umumnya berbentuk formal dalam penyusunan tanaman. yaitu jenis tanaman yang dapat dimakan (edible) atau jenis tanaman obat-obatan (medicinal) dan bahan baku parfum. Mesir. bangsa Mesir kuno membangun taman di dalam tempat kediaman dan dipagar dengan tembok tebal. 1971).

sopan santun. taman tempat bersenang-senang jarang ditemukan di . Taman-taman istana kerajaan Persia diciptakan untuk mengekspresikan keagungan dan kemegahan dalam bentuk lain. Unsur air yang digunakan dalam taman bernilai simbolis sebagai aliran air yang berasal dari Taman Firdaus dalam kitab suci. Periode Abad Pertengahan Periode abad pertengahan berlangsung sekitar abad ke-7 hingga abad 15. 2. 2001). dan lotus melambangkan kemurnian dan kebenaran (Mariana. kebaikan. Pohon-pohon ini ditanam secara berbaris juga untuk memudahkan pengairan (Wahid dan Karsono. chrysanthemum melambangkan kerendahan hati.17 berbaris dengan teratur seperti di Mesir. Selain itu. Pada masa pemerintahan kedua dinasti tersebut sudah terdapat taman istana megah yang bernuansa religius pengaruh ajaran Tao dan benilai estetika tinggi serta ditujukan sebagai tempat beristirahat dan bersenang-senang (Hyams. Posisi bangunan diletakkan mengarah jalan dan letak kamar-kamar ditata ke sebelah dalam (in ward) yang dihubungkan dengan colonade serta pembukaan ke arah ruang terbuka atau atrium. 2011). Taman Cina yang terkenal dibuat pada jaman pemerintahan dinasti Chin dan dinasti Han. Bunga-bunga indah dan tanaman eksotik sering menjadi motif dekoratif pada sutera dan porselen. Misalnya peoni melambangkan kekayaan dan kehormatan. 1971). anggrek melambangkan kehalusan budi pekerti. Kerajaan bangsa Yunani terutama pada pemerintahan Alexander the Great mengerjakan taman-taman dengan mengambil inspirasi taman-taman kerajaan Persia dan Mesir. Taman-taman ini umumnya menggunakan sistem irigasi yang dialirkan dari ladang pertanian yang jauh dari istana. dan panjang umur. Pada permulaan abad ini. Biasanya ruang duduk atau ruang keluarga dihadapkan ke inner court atau patio yang selalu diberikan perkerasan serta dihiasi dengan patung dan tanaman di dalam pot. Catatan sejarah dan peninggalan kuno merupakan bukti yang mengisahkan kekayaan budaya dan flora negeri Cina. dan budaya. Perkembangan taman terjadi dari Mediteran di Barat sampai Cina di Timur Jauh. semua bunga dan pohon mempunyai arti simbolis dan makna. Pola rumah bangsa Yunani ini dijadikan dasar oleh bangsa Romawi untuk membangun tempat tinggal.

Taman ini memakai tanaman sayuran dan obat-obatan serta perpohonan dan tanaman hias bunga. Madonna Lily sebagai bunga persembahan kepada Bunda Maria dan menjadi simbol yang bermakna dari bunga violet dan mawar. Bignonia radicans. Dua contoh kebun raya yang banyak dipelajari dalam botani adalah Kebun Raya Padua dan Kebun Raya Pisa. 2003). Tanaman yang dibudidayakan di Kebun Raya Padua. dengan pola tertutup dan dengan tanaman rumput dan bunga-bungaan. Cedros deodara. antara lain. Kebun Raya Padua dibuat pada tahun 1545 dan tetap bertahan sampai bertahun-tahun. Kebun raya memberi pengaruh yang kuat pada pertamanan sehingga dapat dikatakan bahwa kebun raya merupakan ciri dari jaman Renaissance. Tanaman yang dibudidayakan di Kebun Raya Pisa. Kebun-kebun ini dipelihara dan dipagari dengan tembok sebagai benteng yang kuat. Cyclamen persicum. Periode Renaissance Periode ini berlangsung sekitar abad 15 sampai 20. Kebun raya ini muncul sekitar abad ke-16 dan diduga berasal dari Mesiko lalu bentuk taman dibawa oleh orang-orang Spanyol dan akhirnya menyebar ke Eropa. merupakan taman tertutup yang pertama kali dibuat di Eropa pada abad pertengahan (Hyams. antara lain. Bangsawan dari Eropa Utara mengungkapkan keindahan dari taman-taman gereja dengan membuat taman bunga dengan gaya Pietro de Carescenzi. Juglans . violet.18 antara kota-kota dan benteng-benteng yang padat. Tanaman bunga mulai menjadi berarti bagi kepentingan masyarakat pada abad ke-6 dan ke-7. Ruang terbuka umumnya berfungsi sebagai tempat menanami berbagai jenis tanaman obat-obatan dan buahan. Pada waktu itu. Tanaman hias yang penting adalah mawar. Jasminum nudiflorum. terdapat tempat yang berbentuk semacam taman yang disebut Purgatones. dengan sistem politik pemerintahan yang semakin baik. Robinia pseudoacacia. Karakteristik taman yang menonjol pada Periode Renaissance adalah kebun raya. 1971). dan marygold. Tanaman Porticoes merupakan salah satu elemen taman yang penting yang dimasukkan oleh Byzantine Basilicos. Pelargonium cuculatum. 3. dan Solanum tuberosum. serta perkembangan perdagangan dan peningkatan perekonomian menyebabkan berkembangnya keberadaan taman-taman (Hakim. Pada akhir abad ini.

Orang yang pertama kali membawa pengaruh Renaissance ke Perancis ialah Leonardo da Vinci pada tahun 1514. dan pesta perjamuan. yaitu Taman Italia. Elemen tanaman yang digunakan adalah pohon buah-buahan yang ditanam dalam pot besar dari tanah liat dan parterre. antara lain. dan bunga-bungaan. Olivier de Serre. Chaenomeles japonica. Taman-taman tidak hanya sebagai tempat meditasi tetapi lebih diutamakan sebagai tempat rekreasi. Perancis. Ciri taman ini ialah menggunakan pohon-pohon. Taman-taman dibuat oleh para seniman taman bekerjasama dengan para botanis. Alianthus glandulosa. Villa ini adalah satusatunya villa yang tamannya masih utuh. wallflower. Secara umum tanaman yang digunakan pada Periode Renaissance ialah menggunakan tanaman dalam bentuk pohon dan kelompok tanaman. Orang lain yang berjasa dalam pembentukan Taman Perancis ialah Claude Mollet. dan Tulip sp. melalui perhitungan dan perencanaan matang sehingga tercipta suatu taman yang nilai artistiknya tinggi. artistik. semak evergreen. dan falsafah desain. dan bunga-bungaan. serta bersifat lebih terbuka (Damayanti. Bunga-bunga yang digunakan. Taman-taman yang dibangun oleh Olivier de Serre kebanyakan berisi sayuran. dan lily of the valley.19 nigra. 1999). Villa de Este dibangun oleh Pirro Ligorio untuk Cardinal Ippolito de Este. bernuansa matematis. dengan falsafah desain yang bertumpu pada peningkatan kenyamanan bagi manusia yang ingin menikmatinya. Salah satu elemen utama taman . Beberapa karya yang terkenal di Italia adalah Villa Medici. Taman pada era ini diistilahkan memiliki “beauty and perfect form” yang dikaitkan dengan perubahan dalam segi kualitas. Taman-taman di Perancis awalnya berkiblat pada taman-taman pada Periode Abad Pertengahan. dan Boyceau. relaksasi. violet. Cinnamomum camphora. Taman yang dibuat menggunakan tanaman-tanaman yang ditanam rapat dalam baris-baris. buah-buahan. Magnolia grandiflora. Villa de Este. Villa Medici dibangun oleh Annibale Lippi untuk Cardinal Ricci pada tahun 1544. dan Inggris. sedangkan Villa Lante dibangun oleh Mignolia. dan Villa Lante. lalu dibeli oleh Ferdinando de Medici pada tahun 1580. Taman-taman pada periode ini. Raja Henri VII dan Kardinal Wolsey adalah orang-orang yang berjasa dalam kemajuan taman-taman Renaissance di Inggris. semak.

tetapi pola-polanya lebih sederhana. tetapi juga tanaman yang disesuaikan dengan kondisi tapak di sekitarnya dan sedikit memerlukan tenaga kerja dalam penanaman dan pemeliharaan. Periode Modern Periode ini dimulai pada abad 20 hingga sekarang. madonna lily. Karya taman yang dihasilkan pada periode ini lebih beragam. wallflower. aprikot. dan juga sebagai tempat melakukan kegiatan seni atau hobby (work of art). dan daffodils. sedangkan bunganya. tanaman yang digunakan tidak hanya tanaman yang bersifat dekoratif. termasuk hutan-hutan dengan vistanya. dapat . Rangkuman Tanaman lanskap adalah tanaman yang belum. peach. taman rumah. Selain itu.20 adalah mount. misalnya taman kota. Pada periode ini telah berkembang penggunaan tanaman dalam taman bahkan mutlak ada tanaman hias sebagai ornamen. Model terbesar dari taman Renaissance di Inggris ialah Nonsuch Garden. Taman pada periode ini dapat dianggap sebagai tempat untuk melakukan aktivitas sehari-hari (living space). pansy. Perkembangan taman mulai dari sebelum Masehi hingga sekarang. Taman telah berkembang sedemikian rupa. Bentuk mount berasal dari Italia. tetapi juga sebagai outdoor livingroom. ada bosco. sedang dan sudah dibudidayakan. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. Sejarah perkembangan tanaman dalam lanskap sesungguhnya berkembang sejalan dengan perkembangan taman. dan tiruan-tiruan binatang. carnation. Beberapa taman memiliki parterre seperti pada Taman Perancis. yaitu jalan berbentuk spiral yang dikelilingi pepohonan. 4. C. Ciri-cirinya ialah ditiru dari fountainbleau. Buah yang ditanam. dan almond. antara lain. Arsitek lanskap pada periode ini merencanakan taman tidak hanya sekedar tempat untuk koleksi bunga. marygold. dan taman bermain dengan penggunaan berbagai jenis tanaman. lapangan-lapangan hijau. antara lain. sebagai tempat untuk bermain anak-anak (playground).

Karakteristik taman yang menonjol pada Periode Renaissance adalah........ Tanaman yang melambangkan kekayaan dan kehormatan adalah. Lakukan penelusuran literatur mengenai sejarah perkembangan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. 2... (a) Kebun raya (b) Taman bunga (c) Kebun buah (d) Taman villa . Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangan tanaman lanskap. yaitu 1) Periode Antik.... (a) (b) (c) (d) Anggrek Peoni Chrysanthemum Lotus 2.. PENUTUP A. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut... dan 4) Periode Modern.21 dibagi dalam 4 periode.. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. B. 3) Periode Renaissance... 3. Jelaskan karakteristik tanaman lanskap yang membedakan dari unsur-unsur perancangan lainnya. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 2) Periode Abad Pertengahan... 2. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Jelaskan pengertian tanaman lanskap. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1.... Jelaskan periode-periode perkembangan tanaman lanskap..

(a) Pohon buah-buahan (b) Lapangan hijau (c) Bunga-bungaan (d) Semak evergreen 4........ (a) Parterre (b) Bosco (c) Mount (d) Grotto 5....... Jalan berbentuk spiral yang dikelilingi oleh pepohonan disebut...100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang ... Hitunglah jawaban Anda yang benar. Elemen tanaman yang digunakan pada Villa Medici adalah.......... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% ... (a) The Maze (b) Grotto Palissy (c) Pietro de Carescenzi (d) Fountainbleau Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 2....22 3. Taman dengan pola tertutup dan dengan tanaman rumput dan bunga-bungaan disebut gaya....

a 3. Basic Elements of Landscape Architectural Design. D. 4(3): 21-25. Jakarta: Penerbit Univ. Buletin Taman dan Lanskap Indonesia. Inc. Hyams E. 2. 1971. 2011. 2003. Anda harus mengulangi Bab 2. B. Trisakti. 6. Yogyakarta: Graha Ilmu. Booth NK.23 Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Mariana F. Arsitektur Lansekap Manusia. a 4. A History of Garden and Gardening. Buletin Taman dan Lanskap Indonesia. Hakim R. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. terutama bagian yang belum Anda kuasai. New York: Praeger Publ. Anda dapat meneruskan pada Bab 3. 1983. Illinois: Waveland Pr. b 2. 2(1): 25-28. Karsono. c . C. bagus! Anda cukup memahami Bab 2. 4. Alam dan Lingkungan. 5. Desain dan Konsep Arsitektur Lansekap Dari Zaman ke Zaman. 2001. Wahid J. Kunci Jawaban 1. 3. Karakteristik Taman Italia. Sejarah Penggunaan Bunga sebagai Elemen Taman dalam Taman Cina. c 5. Sumber/Referensi 1. 1999. Akan tetapi. Damayanti VD.

Collaborative learning 2. Karakteristik visual unsur tanaman umumnya dipilih setelah fungsi arsitekturalnya ditetapkan. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Unsur tanaman digunakan secara arsitektural dalam fungsi lanskap sebagai komponen struktural seperti lantai.24 BAB 3 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK ARSITEKTURAL PENDAHULUAN Kegunaan arsitektural unsur tanaman sangat penting dalam penataan lanskap terutama sebagai pembentuk ruang luar. dan dinding. Secara arsitektural tanaman merupakan ruang kegiatan pada ruang luar. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Dalam pengembangan perancangan. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Praktikum C. . Strategi Pembelajaran 1. A. 3. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. atap. B. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui sumber bacaan dan internet. 4. 2. kegunaan arsitektural adalah yang pertama dipelajari.

tertutup. Indikator Pencapaian 1. Berbagai kesan ruang dapat diciptakan dengan elemen tanaman. antara lain. Kesan ruang tergantung pada pembatas nyata dan maya dengan memodifikasi ketiga bidang tersebut baik secara sendiri maupun digabung. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Tanaman semak dapat digunakan sebagai pembentuk bidang vertikal (dinding). Unsur tanaman dapat digunakan dalam lanskap untuk saling mempengaruhi bidang-bidang pembatas tersebut. Berdasarkan aspek arsitektural. publik. . tanaman dapat digolongkan berdasarkan fungsinya sebagai pembentukan ruang. semi publik. penyekat. dan sebagainya. ruang yang bersifat terbuka. Jenis tanaman sebagai pembentuk ruang dikelompokkan menjadi tanaman pelantai. Pembentukan Ruang Pembentukan ruang berarti mengolah bidang atau unsur pembentuk ruang. dan tanaman pengatap. dan bidang pengatap. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. Pohon dapat digunakan untuk membentuk bidang pengatap/atap. 2. yaitu bidang dasar. 4. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Istilah aspek arsitektural tidak dimaksudkan hanya untuk lingkungan buatan.25 D. Unsur tanaman pada lingkungan alami dapat berperan dengan baik dengan menyempurnakan fungsi-fungsi ”arsitekturnya". 3. semi terbuka. A. Rumput atau tanaman penutup tanah (groundcover) dapat digunakan untuk membentuk bidang dasar (lantai). bidang vertikal. Penggolongan tanaman berdasarkan aspek arsitektural artinya menciptakan ruang dengan unsur tanaman. dan pengendali keleluasaan pribadi. tanaman pedinding. intim.

tanaman membentuk ruang vertikal secara fisik. rumput. Misalnya. Tingkat ketertutupan dapat bervariasi dengan ukuran batang. seperti lumut. Pertama. Tanaman Pelantai Untuk membentuk bidang dasar. Gambar 1. batang pohon berperan sebagai tiang vertikal pada ruang luar. tetapi dengan ketinggian yang rendah memberi kesan suatu dinding. Tanaman Pedinding Untuk membentuk bidang vertikal. batas antara daerah rumput dan tanaman penutup memberikan gambaran batas ruang tanpa penyekat fisik (Gambar 1). unsur tanaman dapat mempengaruhi persepsi ruang dalam berbagai cara. Jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pembentuk bidang lantai adalah tanaman yang tingginya sampai setinggi mata kaki.26 2. kepadatan massa. Ruang maya terbentuk di antara penutup tanah dan rumput (Sumber: Booth. dan pola susunannya. Dalam hal ini. Komposisi tanaman berupa susunan pohon atau semak dapat membentuk bidang pembatas atau dinding . dan groundcover. tanaman penutup atau semak dapat secara tidak langsung membentuk ruang dengan perbedaan ketinggian dan bahan. sekali lagi pembatasan ruang ini lebih banyak secara tidak nyata daripada secara nyata (Gambar 2). 1983) 3.

Contoh lain dari batang pohon yang membentuk batas ruang dapat dilihat sepanjang jalan yang ditanami pohon dimana massa batang pohon pada musim dingin memberi gambaran batas-batas ruang walaupun tanpa daun. Dalam hal ini. 2003). Tanaman Pengatap Bidang pengatap suatu ruang dapat dimodifikasi melalui unsur tanaman. dan mempengaruhi skala vertikal ruang tersebut (Gambar 3). dengan demikian menutup pandangan langsung ke langit. Batas ruang maya terbentuk oleh massa batang pohon (Sumber: Booth. 1983) 4. . membatasi pandangan ke langit. Semakin tinggi pohon dan semakin besar dan rapat daunnya. kepadatan dan ketinggian massa daun mempengaruhi kualitas ruang. Semakin banyak batang pohon seperti dalam suasana hutan alami.27 (Hakim dan Utomo. semakin kuat kesan ketertutupannya. semakin kuat kesan ketertutupannya. massa daun tanaman dapat mempengaruhi bidang vertikal ketertutupan ruang. Perubahan tingkat ketertutupan lebih jelas dan cenderung tampak dengan adanya variasi musim pada tanaman berdaun rontok. Gambar 2. Kesan pengatap yang kuat dapat dirasakan jika tajuk pohon saling tumpang tindih. Kedua. Massa daun dan percabangan pada tajuk pohon membentuk atap pada ruang luar.

1983) 1. tidak memberi kesan pribadi. tetapi sebagian tertutup pada salah satu sisi atau lebih dengan tanaman tinggi. Beberapa tipe dasar ruang yang terbentuk oleh tanaman diuraikan sebagai berikut. tetapi diinginkan pandangan yang terbuka pada sisi lain . tetapi agak transparan dan berorientasi kuat pada sisi yang terbuka. Ruang yang Terbuka Arsitek lanskap dapat menciptakan ruang secara tidak langsung terbuka ke semua arah dengan menggunakan semak dan tanaman penutup sebagai pembatas ruang. Ruang ini umumnya sesuai untuk teras rumah dimana kesan pribadi diperlukan pada satu arah. dan terbuka terhadap sinar matahari dan langit. seperti dengan unsur perancangan yang lain. perancang harus menentukan terlebih dahulu tujuan yang akan dicapai dan kualitas ruang yang diinginkan (terbuka. Ruang Semi Terbuka Ruang ini sama dengan ruang terbuka. 2. tertutup. dan sebagainya). monumental. Gambar 3. akrab. Setelah itu arsitek lanskap dapat melanjutkan dengan memilih dan menyusun tanaman yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. Tanaman tersebut berperan sebagai dinding vertikal yang menghalangi pandangan ke dalam dan luar ruang.28 Dalam pembentukan ruang luar dengan menggunakan unsur tanaman. Ruang seperti memberi kesan luas. Tipe ruang yang demikian memiliki kualitas yang sama dengan ruang yang terbuka. Bidang pengatap terbentuk oleh bagian bawah tajuk pohon (Sumber: Booth.

Ruang ini berkesan sejuk dan memungkinkan pandangan tak langsung ke dalam dan luar ruang melalui sisi-sisinya. dan terisolir. Ruang Beratap (Canopied Space) Ruang beratap dapat dibentuk dengan bagian-bagian atas tertutup dan sisi-sisi terbuka menggunakan massa tanaman peneduh dengan tajuk tanaman yang padat. memberikan kesan keleluasaan pribadi. B. kegunaan lain adalah untuk menutup obyek atau pemandangan yang . agak gelap. Ruang seperti ini dapat dirasakan seperti suasana hutan. Salah satu variasi ruang ini adalah ”lorong” yang terbentuk oleh tanaman peneduh sepanjang jalan raya atau jalan setapak. Hal ini dimaksudkan agar ruang yang terbentuk dapat mengembang atau mengecil apabila ruangnya bertambah tinggi. Secara keseluruhan ruang ini berkesan "terapit" antara bidang atas dari tajuk pohon dan bidang dasar apabila seseorang melewati antara batang-batang pohon. Secara arsitektural. Ruang beratap juga membentuk kesan skala vertikal yang kuat dengan penutupan ketinggian ruang. Sinar matahari tersaring tajuk tanaman dan cahaya menembus dari sisi-sisinya. arsitek lanskap dapat membentuk ruang luar dengan orientasi vertikal dan terbuka ke arah langit. Penyekat (Screening) Apabila pembentukan ruang luar merupakan salah satu kegunaan arsitektural tanaman. 5. Salah satu variasi yang memungkinkan dari ruang ini adalah menggunakan tanaman yang berbentuk meruncing ke atas sebagai unsur pembentuk ruang. Ruang Tertutup Beratap (Enclosed Canopied Space) Ruang ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan ruang beratap.29 3. ruang ini merupakan karakteristik ruang terbuka hijau perkotaan. berorientasi ke dalam. Tergantung besarnya tekanan yang diinginkan. tipe ruang ini sering dirasakan jika seseorang berdiri di lantai dasar bangunan yang terbuka dengan sisi-sisi yang terbuka. 4. Perbedaan utama ruang ini adalah tertutup pada sisi-sisinya dan tanaman berukuran sedang dan kecil. ruang tersebut dapat terbuka atau tertutup pada sisi-sisinya. Ruang Vertikal Dengan menggunakan tanaman tinggi. Dalam kaitannya dengan lanskap.

Faktor-faktor tersebut secara bersama-sama mempengaruhi tinggi.30 kurang menarik suatu lingkungan. unsur yang kurang menarik. perancang terlebih dahulu harus menganalisis titik-titik mana agar pengamat dapat melihat. Tujuan dari pengendalian pandangan ini adalah untuk memisahkan ruang dengan sekitarnya (Gambar 4). Perbedaan yang jelas antara keduanya adalah pengendali keleluasaan pribadi memisahkan ruang dengan sekitarnya. Pengendali keleluasaan pribadi sering merupakan tujuan perancangan yang diinginkan sebagai ruang duduk yang akrab (intim) atau merupakan teras rumah. apabila tanaman digunakan sebagai penyekat. susunan. tidak berarti baik untuk penyekat. C. Untuk membentuk penyekat tanaman secara efektif. dan penempatan tanaman pembatas yang diinginkan. Tanaman hijau sepanjang tahun adalah yang paling sesuai untuk penyekat permanen untuk menghalangi pandangan sepanjang tahun. Penyekat menghalangi secara bijaksana sebagian dari pandangan pengendali keleluasaan pribadi mengurangi kebebasan bergerak dalam ruang. Hal ini sangat tergantung dari tujuan perancangannya. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah musim. atau dibuat transparan agar menghalangi sebagian pandangan. dan bentuk permukaan tanah. Tanaman yang tinggi. jarak antara pengamat. Pengendali Keleluasaan Pribadi Fungsi tanaman yang mirip dengan fungsi penyekat adalah sebagai pengendali keleluasaan pribadi. . Unsur tanaman sebagai penyekat vertikal dapat mengendalikan pandangan agar obyek yang diinginkan dalam lanskap dapat terlihat dan obyek yang kurang baik terhalangi. walaupun kadang-kadang perlu pada situasi tertentu. tanaman dapat membatasi pandangan secara total sehingga tidak tembus sama sekali (opaque). Pengendali keleluasaan pribadi adalah teknik penempatan tanaman di sekitar area tertentu agar pandangan ke dalam dan dari ruang dapat dihalangi. dengan demikian menghalangi pandangan ke dan dari ruang. sedangkan penyekat memungkinkan pergerakan di sekitar tanaman pembatas. tinggi unsurunsur yang tidak menarik.

yang rimbun dengan tinggi lebih dari 2 meter. D. . dan tanaman lebih rendah lagi kurang memberikan rasa keleluasaan pribadi.31 Gambar 4. Pengendali keleluasaan pribadi (Sumber: Booth. Tanaman. 1983) Penyekat tingkat pengendali keleluasaan pribadi dipengaruhi langsung oleh karakteristik tanaman yang digunakan untuk menghalangi pandangan. dan lantai. dan 3) pengendali keleluasaan pribadi. tetapi akan memberikan keleluasaan pribadi secara total jika sedang duduk. tanaman dapat digolongkan berdasarkan fungsinya sebagai 1) pembentukan ruang. Tanaman sebatas dada memberikan keleluasaan pribadi sebagian. 2) penyekat. dinding. Berdasarkan aspek arsitektural. Kegunaan arsitektural lebih ditekankan pada aspek struktural. Rangkuman Unsur tanaman digunakan secara arsitektural dalam fungsi lanskap sebagai komponen struktural seperti atap. umumnya memberi kesan keleluasaan pribadi yang kuat.

........... Jelaskan lima tipe dasar ruang yang terbentuk oleh tanaman. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda.. Jelaskan fungsi tanaman sebagai pengendali keleluasaan pribadi.. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. 3... Jelaskan fungsi tanaman sebagai pembentukan ruang.... (a) Tanaman rendah ... (a) Ruang terbuka (b) Ruang semi terbuka (c) Ruang beratap (d) Ruang vertikal 3. Tanaman yang digunakan untuk memberi kesan pribadi yang kuat adalah.. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. Ruang yang terbentuk oleh tanaman peneduh dengan tajuk tanaman yang rapat adalah..... Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. 2.. 2. (a) Dasar (b) Vertikal (c) Horizontal (d) Atap 2. B.32 PENUTUP A. Tanaman penutup tanah dapat digunakan untuk membentuk bidang.... 4. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural.. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1..... Jelaskan fungsi tanaman sebagai penyekat (screening).. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1..

. (a) < 3 m (b) 3 – 5 m (c) 5 – 9 m (d) > 9 m Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Apabila massa daun tanaman semakin besar dan rapat. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Anda harus mengulangi Bab 3...... Anda dapat meneruskan pada Bab 4... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% .. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Akan tetapi.. Hitunglah jawaban Anda yang benar. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 3. Jarak antara pohon yang memiliki efektivitas visual adalah.33 (b) Tanaman rimbun dengan tinggi > 2 m (c) Tanaman dengan tinggi > 2 m (d) Tanaman setinggi dada 4. maka ruang akan semakin......... bagus! Anda cukup memahami Bab 3.. (a) Lemah kesan ketertutupannya (b) Kuat kesan keterbukaannya (c) Lemah kesan keterbukaannya (d) Kuat kesan ketertutupannya 5..100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas..... .

Komponen Perancangan Arsitektur Lanskap. Illinois: Waveland Pr. Kunci Jawaban 1. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara. Booth NK.34 C. D. Sumber/Referensi 1. Prinsip – Unsur dan Aplikasi Desain. Inc. a 2. b 4. 2. Basic Elements of Landscape Architectural Design. H. Hakim R. d 5. c 3. d . 1983. 2003. Utomo.

apabila dapat menarik pandangan. yaitu untuk membentuk ruang. Strategi Pembelajaran 1. Praktikum . menghalangi pandangan. disamping menyempurnakan fungsi-fungsi yang lain. Ukuran. Penataan tanaman yang berhasil. karena tanggapan seseorang merupakan reaksi terhadap apa yang terlihat. juga memiliki kegunaan estetika. bentuk. Suatu penataan tanaman dapat berfungsi dengan baik sebagai pembentuk ruang. Kegunaan arsitektural lebih ditekankan pada aspek struktural. Kualitas visual dalam penataan tanaman sangat penting. F. menciptakan urut-urutan ruang. warna. memodifikasi suhu udara. dan tekstur tanaman serta susunan komposisi dan hubungannya dengan lingkungan sekitar merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas estetika suatu perancangan. E. tetapi apabila kurang menarik akan mengganggu pandangan. membentuk ruang keleluasaan pribadi. sedangkan kegunaan estetika lebih menyangkut pada kualitas visual suatu perancangan. menstabilkan tanah.35 BAB 4 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK VISUAL PENDAHULUAN Unsur tanaman selain berfungsi untuk kegunaan arsitektural dalam perancangan. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Collaborative learning 2.

Ukuran tanaman secara langsung mempengaruhi ukuran ruang. sedangkan pohon . kualitas. Setiap karakteristik visual tanaman memiliki sub-kategori. dan keseluruhan kerangka kerja perancangan. A. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek visual. tanaman yang paling cepat terlihat dari segi komposisi dan ruang dalam lanskap adalah pohon besar dan sedang. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. karakteristik visual tanaman mencakup ukuran. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. 2. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Unsur tanaman dapat dikategorikan dengan ukuran-ukuran sebagai berikut. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. 3. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. 3. dan tekstur. H. 2. Pohon besar yang sudah tumbuh dewasa berukuran tinggi 12 meter atau lebih. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek visual melalui sumber bacaan dan internet. yang akan diuraikan terinci pada bagian berikut. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Ukuran Tanaman Ukuran merupakan karakteristik visual penting unsur tanaman yang perlu dikaji terlebih dahulu dalam pemilihan tanaman untuk perancangan. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. 4. 4. warna. dan kegunaan tersendiri dalam ruang luar. Indikator Pencapaian 1.36 G. Pohon besar dan sedang Berdasarkan ukurannya. daya tarik komposisi. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Secara umum. bentuk. 1.

dan kayu manis (Cinnamommum burmanii). Jika dilihat dari seberang lapangan terbuka atau plaza. 1983) Pohon besar dan sedang menjadi semakin penting sebagai unsur komposisi jika ukuran ruang luar semakin besar. dan mungkin satusatunya unsur tanaman yang terlihat. dan kecrutan (Spathodea campanulata). cemara kipas (Thuja orientalis). Pohon-pohon kecil atau perdu hanya terlihat pada jarak yang relatif dekat. Kategori unsur tanaman ini merupakan unsur visual yang dominan karena ketinggian dan massanya. Demikian juga pohon besar dan sedang merupakan tanaman yang pertama-tama terlihat dalam suatu komposisi. beringin (Ficus benjamina). oleh karena itu berperan sebagai pusat perhatian jika diletakkan di antara tanamantanaman kecil (Gambar 5). Apabila pohon besar telah ditempatkan. Tanaman-tanaman kecil memberikan detail dengan skala yang lebih . Contoh pohon besar adalah flamboyan (Delonix regia).37 sedang ketinggian maksimum 9 – 12 meter. Pohon besar sebagai unsur dominan (Sumber: Booth. sedangkan contoh pohon sedang adalah bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea). trembesi (Samanea saman). Oleh karena itu. pohon besar dan sedang seharusnya merupakan unsur tanaman yang ditempatkan dalam perancangan karena penempatan tersebut dapat memberikan pengaruh besar terhadap penampakkan dan kesan komposisi secara keseluruhan. Gambar 5. yang pertama terlihat adalah pohon-pohon besar. Fungsinya sama dengan kerangka besi atau kayu sebuah bangunan. sawo kecik (Manilkara kauki). memberikan bentuk tiga dimensi keseluruhan suatu komposisi dengan membentuk struktur dasar dan kerangka ruang luar. perdu dan semak dapat diatur untuk melengkapi dan memperkuat kualitas komposisi ruang luar.

Perdu dapat membatasi ruang.5 meter di atas tanah atau berkesan monumental jika tinggi tajuk 12 – 15 meter di atas tanah. dadap merah (Erythrina cristagalli). kembang merak (Caesalpinia pulcherima). . pohon tampak sebagai latar depan yang transparan sehingga memberikan kesan lebih mendalam terhadap ruang yang sedang dilihat. Contoh tanaman ini adalah kol banda (Pisonia alba).38 terukur dalam kerangka keseluruhan komposisi yang terbentuk oleh pohon besar. Disini ketinggian dan sisi-sisi massa tajuk tanaman merupakan aspek penting dalam membentuk batas-batas ruang dan skalanya. Pada tapak berukuran kecil. 2. agar berhati-hati untuk tidak menggunakan pohon besar. jakaranda (Jakaranda filicifolia). Perdu dapat berperan sebagai aksen visual dalam komposisi (Gambar 7). Tergantung ketinggian tajuk tanaman. Jika dari sela-sela batang dan cabang-cabangnya yang rendah dari perdu dapat melihat pandangan (Gambar 6). Tajuk dan batang pohon besar dan sedang dapat membentuk atap dan dinding ruang luar. Fungsi lain pohon besar dan sedang di lingkungan adalah untuk membatasi ruang pada bidang atas dan bidang vertikal. perdu dapat membentuk batas-batas ruang pada bidang vertikal dengan batang-batang pohon atau melingkupi ruang pada bidang vertikal jika massa tajuknya sebatas mata. Hal ini dapat diciptakan melalui ukuran yang kontras dengan tanaman-tanaman rendah. perdu diartikan sebagai tanaman yang tumbuh dengan ketinggian maksimal 4. dan palem wregu (Rhapis exelsa). ruang akan terasa lebih manusiawi jika tinggi tajuk pohon 3 – 4. bunga. seperti di hutan rimba. tergantung ketinggian tajuk pohon. menjadi ruang-ruang yang lebih kecil. dan buah yang menyolok pada tanaman ornamental. karena hal ini cenderung mengaburkan skala perancangan dan unsur-unsur yang lebih kecil. Kesan ruang luar dapat bervariasi. baik pada bidang vertikal maupun bidang atas. Pohon besar dan sedang merupakan unsur penting di dalam membagi-bagi (subdividing) ruang-ruang perkotaan dan pedesaan luas yang awalnya dibatasi oleh bangunan-bangunan dan permukaan tanah. atau dari bentuk. Pohon kecil (perdu) Dilihat dari segi ukuran tanaman.5 – 6 meter.

39 Tanaman ini digunakan sebagai pusat perhatian di tempat-tempat yang diinginkan untuk menarik perhatian.5 meter. Gambar 6. kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). Selain itu. Walaupun perbedaan ini . Batang pohon kecil sebagai latar depan suatu pusat perhatian (Sumber: Booth. Semak tinggi tidak hanya lebih pendek dari perdu. Umumnya massa daun semak. dapat dipakai sebagai titik akhir ruang linier seperti bentuk patung atau bentuk abstrak untuk mengarahkan dan menarik orang ke dalam ruang. antara lain. dan hanjuang (Cordyline terminalis). 1983) 3. hampir atau sampai ke tanah. Contoh semak tinggi. Semak tinggi Semak tinggi merupakan tanaman yang tumbuh dengan tinggi maksimal 3 – 4. Perdu sebagai pusat perhatian dalam komposisi tanaman (Sumber: Booth. nusa indah (Mussaenda sp). tetapi dapat dikenal dari massa daunnya yang rendah. membentuk kanopi atau atap pada suatu daerah. kembang kertas (Bougenvillea spectabilis). 1983) Gambar 7. pangkas kuning (Duranta repens).

1983) 4. dan tekstur. dan bunga mentega (Nerium oleander). warna. tetapi dengan pelingkup ruang (spatial containment) lebih banyak. lolypop kuning (Pacystachys lutea). . Tanaman semak tinggi membatasi ruang pada bidang vertikal tetapi memberikan pandangan terbuka ke atas (Sumber: Booth. Massa daun tanaman ini dapat mencapai tanah atau sedikit lebih tinggi. Semak tinggi dapat digunakan dalam lanskap sebagai dinding untuk melengkapi batas ruang (spatial enclosure) pada bidang vertikal. Gambar 8.40 membantu mengkategorikan tanaman menurut ukuran. antara lain. kaca piring (Gardenia angusta). Dengan demikian. Semak tinggi juga dapat menciptakan ruang semacam koridor yang kuat dan tegas mengarahkan pergerakan dan pandangan ke terminus. Kualitas pelingkupnya dapat lebih bervariasi menurut musim jika semak tinggi terdiri atas tanaman berdaun rontok. asoka (Ixora javanica). Tanaman semak sedang berfungsi sama seperti semak rendah dalam perancangan. perbedaan antara semak tinggi dengan perdu dibuat untuk mempermudah perbedaan. Semak sedang Kategori ini mencakup tanaman yang mempunyai tinggi 1 – 2 meter. kesan ruang tersebut cenderung tampak ringan (light) dan terang (sunny) dengan orientasi kuat ke atas. khususnya jika banyak terdapat semak tinggi yang bercabangcabang membentuk kanopi terapung (floating canopy). Ruang yang dibatasi semak tinggi hanya melingkupi sisinya dan terbuka di bagian atas (Gambar 8). Namun demikian. Tanaman ini terdiri atas berbagai bentuk. tetapi pada kenyataannya tidak selalu jelas. sedangkan tanaman hijau sepanjang tahun akan tetap konsisten. Contoh tanaman semak sedang.

karena tanaman dengan ketinggian di bawah itu nampak dan berfungsi sebagai penutup tanah. Semak rendah dengan komposisi tertentu dapat menghubungkan secara vertikal unsur-unsur yang tidak berhubungan. Contoh tanaman semak rendah. difenbachia (Dieffenbachia spp. 6. 5. Contoh tanaman ini. kembang coklat (Widelia biflora). Oleh karena itu. Fungsi lain berkaitan dengan hal itu adalah menggunakan semak rendah sepanjang jalan setapak untuk mengarahkan pejalan kaki tanpa mengganggu garis pandangnya (line of vision). Istilah tanaman penutup tahah digunakan untuk tanaman rendah atau yang menyebar dengan tinggi maksimal 15 – 30 cm. dan tapak dara (Vinca rosea). mulai dari tanaman berbunga sampai yang herbaceous. Semak rendah dapat membatasi ruang atau memisahkan ruang tanpa menghalangi pandangan ke dalam atau keluar. Hal ini agak berbeda dengan tanaman penutup.). adam hawa (Rhoeo . Semak rendah yang optimal mempunyai tinggi 1 meter atau kurang. maka tanaman tersebut membentuk ruang semu (implication) daripada pembatas fisik secara nyata.41 Semak sedang berperan sebagai peralihan visual suatu komposisi antara perdu atau semak tinggi dengan semak rendah. Dengan demikian ruang yang direncanakan terbuka pada sisi-sisinya dapat dibatasi dengan semak rendah pada bidang vertikalnya. begonia (Begonia sp). Oleh karena semak rendah mempunyai tinggi yang tidak menyolok. sedangkan semak rendah berfungsi sebagai penghubung vertikal. jika dilihat dari batas mata normal. Semak rendah dianggap lebih tinggi dari 30 cm. sama seperti tembok yang rendah. bunga pukul empat (Mirabilis jalava). antara lain. pisang hias (Heliconia sp). Tanaman penutup tanah menghubungkan unsur lain secara visual dengan berperan sebagai bidang dasar. antara lain. semak rendah berperan sebagai penghubung visual yang kuat diantara unsur-unsur dalam suatu komposisi. Semak rendah Semak rendah merupakan kategori tanaman kecil dalam hirarki ukuran tanaman. bunga kana (Canna sp). Tanaman Penutup Tanah Kategori tanaman-tanaman terkecil menurut ukurannya adalah tanaman penutup tanah. Tanaman penutup tanah mempunyai berbagai macam karakteristik.

Tanaman penutup tanah juga dapat berfungsi sebagai unsur netral yang menghubungkan berbagai bagian dari komposisi. suatu petak bunga di bawah patung atau pohon ornamental yang menarik. Kegunaan ini amat penting bagi tanaman penutup tanah yang memiliki bunga-bunga yang indah. Kegunaan lain dari tanaman penutup tanah adalah memberikan daya tarik visual berdasarkan warna dan tekstur yang menyolok. dan daun mutiara (Philea sp). Sebagai contoh.42 discolor). Untuk dapat berperan sebagai "setting" yang netral. Penerapan lain dari tanaman penutup tanah dalam perancangan adalah menghubungkan secara visual unsur-unsur yang terpisah atau kelompok unsur-unsur dalam satu kesatuan. Kelompok perdu atau pohon yang tidak berhubungan dapat dibuat sebagai bagian dari komposisi yang sama oleh tanaman penutup tanah. Tanaman penutup tanah merupakan bahan yang efektif untuk membuat bentuk luar suatu pola yang direncanakan pada bidang dasar tanpa menggunakan bahan arsitektural yang keras. Garis yang tercipta oleh tepi tanaman penutup tanah dengan rumput atau perkerasan tampak menarik dan mengarahkan mata ke sekitar ruang. Kegunaan yang sama tanaman penutup adalah untuk membatasi permukaan bukan jalan. Kegunaan tanaman penutup tanah dapat menciptakan latar belakang atau “setting” yang senada menjadi pusat perhatian. Kegunaan praktis tanaman penutup tanah adalah untuk menutup daerahdaerah yang kurang sesuai untuk rumput atau unsur-unsur lain. khususnya jika berbatasan dengan halaman rumput atau perkerasan. Tanaman penutup tanah dapat dikatakan sebagai "permadani" tanaman atau material pelantai ruang luar serta mempunyai berbagai fungsi dalam perancangan. area tanaman penutup tanah harus luas untuk mencegah gangguan visual unsur-unsur lain yang berdekatan. karena dapat menghubungkan semua tanaman menjadi satu area pada bidang dasar. Tanaman penutup tanah akan tampak menarik jika ditata berdampingan dengan unsur yang berwarna dan bertekstur menyolok. Daerah-daerah yang . tanaman penutup sering dipakai dalam ruang luar untuk membentuk tepi-tepi pola pada bidang dasar. Tanaman penutup tanah dapat digunakan dalam perancangan untuk membentuk tepi atau batas ruang. Dalam kaitannya dengan hal tersebut.

kolumnar.43 sukar untuk ditanami rumput atau unsur-unsur lain adalah dekat bangunan atau tempat-tempat lain yang sukar dicapai mesin pemotong rumput atau tempat-tempat yang terlampau gelap dan teduh. 2006). Walaupun secara faktor kunci dalam struktur mempengaruhi kesatuan dan keanekaragaman. indah. bulat (globular). Kegunaan tanaman penutup tanah yang lain adalah untuk menstabilkan tanah dan mencegah erosi pada lereng-lereng curam. . Dengan luas yang sama. tanaman penutup tanah pada umumnya memerlukan pemeliharaan lebih sedikit daripada halaman rumput. masing-masing memiliki karakteristik yang khas dan penerapannya dalam perancangan diuraikan sebagai berikut. area-area dengan tanaman penutup tanah dapat menghemat biaya. Agak sukar untuk membentuk permukaan rumput pada lereng dengan kemiringan lebih dari 4:1 dan berbahaya untuk memangkasnya. dan energi dalam pemeliharaan dibanding dengan halaman berumput. Dalam jangka waktu yang panjang. Pada keadaan seperti ini tanaman penutup tanah dapat digunakan sebagai pengganti rumput. Tipe-tipe dasar bentuk tanaman adalah: fastigiate. merunduk (weeping) dan picturesque (Gambar 9). memperlebar atau memperluas pandangan ataupun sebagai aksentuasi dalam suatu ruang (Hakim. Bentuk tanaman dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan bentuk dua atau tiga dimensi. Bentuk Tanaman Karakteristik visual tanaman selanjutnya adalah bentuk tanaman. piramidal/kerucut. memberi kesan dinamis. bentuk tanaman juga merupakan komposisi tanaman. menyebar/horizontal. Setiap tipe-tipe bentuk tersebut. dan menyeleraskan tanaman dengan unsur-unsur padat lain dalam perancangan. berperan sebagai aksen atau latar belakang. atau bentuk luar (outline) silhouetnya. Bentuk tanaman secara individual atau kelompok merupakan bentuk keseluruhan dan visual tidak sekuat membentuk ukuran. B. waktu. yang dapat sesuai dengan habitat pertumbuhannya.

Tipe dasar bentuk tanaman (Sumber: Booth. Fastigiate (tinggi-ramping) Bentuk tanaman fastigiate adalah bentuk yang meninggi-ramping dan meruncing di bagian atas.44 Gambar 9. Jika digunakan dalam jumlah banyak. tanaman berbentuk fastigiate memberi penekanan vertikal dan mengarahkan mata ke atas. Contoh tanaman seperti ini adalah cemara lilin (Cupressus lucitanica). Dalam perancangan. 1983) 5. Tanaman-tanaman tersebut memberi kesan vertikal dan meninggi. tanaman dengan bentuk fastigiate dapat memberikan kesan massa atau ruang yang terjadi tampak lebih tinggi dari . baik terhadap massa tanamannya maupun ruang yang dibatasi.

Tanaman dengan bentuk tinggi ramping seharusnya tidak ditempatkan di berbagai tempat pada suatu komposisi. 3. 4. tanaman berbentuk menyebar dapat digunakan sebagai kontras terhadap bentuk fastigiate dan kolumnar dalam suatu komposisi. dengan habit umumnya horizontal. Bentuk Kolumnar Tanaman berbentuk kolumnar sama seperti tanaman berbentuk fastigiate. garis-garis panjang yang menjangkau kaki langit dan bangunan-bangunan berbentuk horizontal yang rendah. tipe tanaman ini memiliki bentuk bulat menyerupai bola. Jika diletakkan secara kontras dengan tanaman rendah dan bentukbentuk bulat atau menyebar. Jika diletakkan berdekatan dengan bangunan. karena hal ini dapat menciptakan perancangan yang kacau karena banyak titik-titik perhatian individual. fastigiate berperan sebagai aksen dan exclamation point seperti menara gereja pada kaki langit suatu kota di pedalaman. Tanaman berbentuk menyebar dapat digunakan dalam perancangan untuk memberikan kesan luas dan melebar (Gambar 10). Bentuk Menyebar/Horizontal Tipe bentuk tanaman ini lebarnya lebih kurang sama dengan ketinggiannya. hanya agak bulat di bagian atasnya. Tanaman johar (Cassia siamea) dan kiara payung (Filicium decipiens) adalah . dapat digunakan untuk menghubungkan bentuk-bentuk lain dalam komposisi secara visual. Contoh tanaman tersebut adalah trembesi (Samanea saman) dan bunga lampion (Brownea capitella). khususnya jika bentuk-bentuk horizontal diulang secara seksama di dalam perancangan. Tanaman berbentuk menyebar tampak harmonis dengan permukaan tanah rata.45 sebenarnya. Tanaman berbentuk fastigiate dapat menarik perhatian sehingga sebaiknya digunakan secara seksama dalam jumlah sedikit pada titik-titik tertentu dengan tepat. Oleh karena itu. 2. tanaman-tanaman tersebut dapat memperkuat garis-garis arsitektur menyatukan dengan tapak sekitarnya. Bentuk Bulat (Globular) Sesuai dengan namanya. Tanaman berbentuk kolumnar memiliki kegunaan yang sama dengan bentuk fastigiate dalam perancangan. Sebaliknya. Tanaman damar (Agathis damara) dan kenanga (Cananga odorata) merupakan contoh-contoh tanaman dengan bentuk kolumnar.

tanaman berbentuk bulat akan mudah digunakan untuk menyatukan suatu komposisi perancangan. tanaman ini digunakan sebagai aksen visual. Gambar 10. Selain itu. Tanaman berbentuk bulat merupakan tipe bentuk tanaman terbanyak sehingga tanaman ini banyak dipakai dalam komposisi perancangan. Tanaman dengan bentuk piramidal mempunyai bentuk-bentuk luar (outline) yang menyolok. beberapa ahli teori perancangan menyarankan agar bentuk-bentuk piramidal/kerucut digunakan secara hati-hati pada wilayah yang rata. Oleh karena itu. khususnya jika ditata secara kontras dengan bentuk-bentuk bulat rendah. Tanaman berbentuk bulat juga dapat ditempatkan pada perancangan untuk menyelaraskan serta mengulang bentuk-bentuk curvilinier seperti permukaan tanah yang berbukitbukit. Terakhir. 1983) 5. tanaman ini juga dapat digunakan untuk mengulang bentuk bangunan piramidal atau permukaan tanah yang bergunung-gunung. Bentuk-bentuk spreading memberi kesan lebar dan luas (Sumber: Booth. tanaman dengan bentuk kerucut dapat digunakan secara harmonis dan selaras pada . Bentuk Piramidal/Kerucut Tipe bentuk tanaman ini memiliki bentuk piramidal dari dasar secara gradual meruncing ke atas. Tanaman berbentuk bulat dapat berperan sebagai tanaman pelembut dan netral terhadap bentuk-bentuk lain yang lebih menyolok. Oleh karena itu. dimana secara visual tidak terdapat gunung sama sekali. terutama bagian atas yang meruncing dan mudah dilihat. tanaman berbentuk bulat "tidak memberi kesan mengarahkan" dan "netral". Contoh tanaman ini adalah cemara kipas (Thuja occidentalis) dan pinus (Pinus merkusii).46 contoh tanaman berbentuk bulat. Oleh karena itu. Tidak seperti bentuk-bentuk tanaman fastigiate atau menyebar.

Bentuk Merunduk (Weeping) Bentuk tanaman merunduk memiliki struktur percabangan yang menggantung atau melengkung ke bawah. Bentuk Yang Menarik (Picturesque) Tanaman dengan bentuk yang menarik atau eksotis merupakan bentuk scullptural yang unik. Janda merana (Salix babilonica) dan beringin karet (Ficus elastica) merupakan contoh tanaman merunduk. Warna-warna . misalnya di sepanjang tepi daerah perairan sering ditemukan tanaman janda merana. Tanaman dengan bentuk seperti ini biasanya merupakan tanaman dewasa yang telah menyesuaikan diri (beradaptasi) dalam jangka waktu lama terhadap kondisi lingkungan tertentu. Untuk mengekspresikan tanaman dengan bentuk merunduk kadang-kadang untuk menempatkannya pada tepi bak tanaman atau titik-titik tanah yang ditinggikan agar tanaman dapat menjuntai pada tepinya. meliuk-liuk. Biasanya tidak lebih dari satu tanaman ditempatkan pada suatu daerah/area untuk menghindarkan kesan kacau atau ruwet. 6. Tanaman dengan bentuk merunduk juga dapat digunakan pada pinggir daerah perairan yang berkelok-kelok (curvilinier) untuk mencerminkan bentuk berombak dan melambangkan kualitas kemudahan mengalir dari air. tanaman tersebut dapat menuntun mata ke arah permukaan tanah (ke bawah). C. atau berbagai bentuk yang luar biasa. suatu fungsi yang dapat dimanfaatkan setelah mata dituntun ke atas oleh bentuk-bentuk yang meninggi. semua tanaman picturesque adalah hasil/akibat kekuatan alam yang unik.47 perancangan-perancangan yang bersifat formal dengan bentuk-bentuk geometrik yang kaku. tanaman dengan bentuk yang menarik ini amat baik digunakan sebagai "specimen" yang diletakkan pada titik tertentu dalam perancangan. Bentuknya mungkin dapat tak beraturan. 7. Warna Tanaman Warna tanaman dapat dianggap sebagai karakteristik emosional karena mempengaruhi secara langsung kesan dan suasana ruang-ruang luar. Sesuai dengan penampakannya yang luar biasa. Dalam perancangan. Di alam tanaman merunduk sering ditemukan di daerah atau titik-titik terendah suatu tanah. Kecuali tanaman bonsai yang sengaja dibentuk.

dimana secara visual mengikat semua warna. Dengan pendekatan ini. Dalam mengomposisikan warna dalam suatu perancangan. berbagai rangkaian warna dengan potensi hue terdapat pada daun. kurang lebih beberapa minggu. sering tampak dramatis dan mengesankan. karena warna-warna tersebut cenderung mudah . serta kulit batang pohon. tanaman yang ditempatkan sebagai titik perhatian dalam perancangan karena ukuran atau bentuk seharusnya juga memiliki warna yang menarik perhatian. Warna hijau yang kontras harus terdapat dalam massa-massa daun dan akan tampak jelas antara satu dengan yang lain. buah. umumnya hanya dalam waktu singkat. bunga. biru. Warna bunga dan warna musim semi. Warna dari suatu tanaman dapat menimbulkan efek visual juga tergantung dari refleksi cahaya yang jatuh pada tanaman tersebut (Hakim. tunas. Variasi warna tanaman kadang-kadang dapat dilihat pada jarak relatif jauh dalam lanskap. ungu atau warna yang beraneka. nada warna hijau yang netral sebaiknya lebih menonjol dari warna-warna lain. daun pada musim panas beserta ranting di musim dingin dan warnawarna batang. Warna yang terdapat pada unsur-unsur tanaman dari berbagai bagian tanaman mencakup daun. dan cabang. Warna netral dapat digunakan sebagai unsur pemersatu. dan cabang/batang pohon pada musim semi dan musim gugur. 2006). Memilih tanaman hanya berdasarkan pada bunga atau warna musim semi adalah keliru mengingat waktu yang singkat. karena memiliki mayoritas waktu. Diperlukan kecermatan di dalam menempatkan warna daun yang luar biasa seperti warna perak.48 terang menimbulkan suasana cerah dan menyenangkan. dan perak. Berbagai warna hijau seharusnya tidak membentuk telalu banyak titik-titik individu yang sebanding dengan skala keseluruhan dari komposisi atau menimbulkan penampakan yang tidak teratur. Organisasi warna suatu komposisi tanaman harus dikoordinasikan dengan karakteristik visual yang lain. Warna tanaman juga penting karena mudah dilihat. Disamping itu. umumnya penting untuk dipertimbangkan. bunga. tunas. sedangkan warna-warna gelap mengesankan suram. Warna utama daun adalah warna hijau. dengan berbagai variasi mulai dari hijau muda sampai dengan hijau tua mencakup warna-warna shades kuning. Warna tanaman harus digunakan untuk memperkuat fungsi ukuran dan bentuk tanaman dalam perancangan lanskap. Sebagai contoh.

tekstur juga mudah berubah sesuai musim terutama pada tanaman berdaun gugur. bentuk permukaan. nada warna. Tekstur mempengaruhi berbagai faktor dalam komposisi tanaman. persepsi terhadap jarak. Contoh tanaman yang bertekstur kasar adalah kembang dedes (Saraca palembanica). habitat pertumbuhan secara keseluruhan. Selain jarak yang bervariasi. Warna bunga yang ditempatkan secara sensitif harus ditempatkan sebagai selingan atau variasi tanpa mengganggu kesatuan secara keseluruhan. ukuran ranting dan cabang. akan menimbulkan kesan kacau dan berkesan tidak ada hubungan. daya tarik visual. agave (Agave americana). dan susunan ranting merupakan faktor-faktor dominan yang mempengaruhi tekstur secara visual. Tekstur tanaman dipengaruhi oleh ukuran daun. Tekstur tanaman biasanya diklasifikasikan sebagai kasar. sedang. Daun dengan warna hijau luar biasa harus disimpan sebagai cadangan untuk beberapa lokasi khusus di dalam perancangan. 1. dan jarak dimana tanaman tersebut dilihat. cabang-cabang yang besar dan masif (tidak memunyai ranting halus dan kecil) dan/atau habit pertumbuhan yang menyebar bebas. dan halus (Gambar 11) dengan sifat dan kegunaan potensial dalam lanskap sebagai berikut. Demikian juga bunga berwarna terang harus dikelompokkan dan ditempatkan hanya pada tempat-tempat tertentu. Pada jarak dekat. dan suasana perancangan. dan rumput gajah/paitan (Axonopus compressus). konfigurasi kulit tanaman. . Tekstur Kasar Tekstur kasar biasanya terbentuk oleh daun-daun yang besar. Tekstur Tanaman Tekstur tanaman adalah kesan kasar atau halusnya keseluruhan tanaman (secara visual) pada tanaman individual atau sekelompok tanaman.49 dilihat karena keunikannya. D. meliputi kesatuan komposisi dan keanekaragaman. ukuran daun tanaman individual. Jika warna terang banyak ditempatkan di berbagai titik (spot) dalam perancangan. sedangkan kepadatan cabang dan habit pertumbuhan merupakan variabel-variabel utama yang mempengaruhi tekstur apabila tanaman dilihat secara keseluruhan pada jarak tertentu.

50 Gambar 11. Karena kekuatan ini tekstur kasar menimbulkan kesan "bergerak ke depan" ke arah pengamat. Jika diletakkan di antara tekstur sedang dan halus. Seperti halnya dengan aksen-aksen lain. tekstur kasar tampak "bergerak keluar" ke arah pengamat dan merupakan tekstur yang pertama terlihat. dan agresif. 1983) Karakteristik tanaman yang bertekstur kasar adalah mudah dilihat. Dengan demikian tanaman bertekstur kasar dalam kuantitas yang banyak dapat memberi kesan menyempitkan ruang luar. menyebabkan jarak antara pengamat dan unsur tanaman tampak lebih dekat dari yang sebenarnya. Hal ini mungkin diperlukan apabila ukuran . Tekstur tanaman (Sumber: Booth. tekstur kasar dapat digunakan sebagai titik perhatian untuk menarik perhatian atau untuk memperkuat kesan. Oleh karena itu. yaitu dengan cara bergerak ke dalam ruang tersebut. tanaman bertekstur kasar harus ditempatkan secara seksama dan digunakan tidak berlebihan agar tidak "mengalahkan" komposisi atau menarik perhatian pada banyak tempat dalam suatu perancangan. jelas/tegas.

dan rumput peking (Agrostis stolonifera) adalah contoh-contoh unsur tanaman bertekstur halus. daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea). tanaman bertekstur kasar umumnya lebih mudah dipakai pada penataan secara informal. antara lain. Seperti warna hijau dengan nada sedang (medium tone greens) tekstur sedang harus merupakan tekstur dasar dalam perancangan. Tekstur sedang dapat menghubungkan/mengikat komposisi dalam suatu kesatuan yang menyeluruh. dan/atau habit pertumbuhan yang padat. Kembang merah (Caesalpinia pulcherima). dan rumput embun (Polytrias amaura). Tanaman bertekstur kasar biasanya lebih banyak variasi gelap dan terang.51 fisik ruang terlalu luas bagi kenyamanan manusia secara normal. Tanaman ini sukar digunakan pada situasi formal yang memerlukan bentuk-bentuk sempurna dan bentuk global yang jelas/tegas. 2. Dibanding dengan tekstur kasar. Karena mayoritas tanaman bertekstur sedang. rumput manila (Zoysia matrella). Oleh karena kualitas ini. tetapi tidak diperlukan jika ruangnya sempit dan terbatas walau tanpa tanaman sekalipun. Contoh tanaman bertekstur sedang. Tekstur Halus Tekstur halus dihasilkan oleh banyaknya daun-daun kecil. sapu tangan (Maniltoa grandiflora). Tanaman bertekstur halus memiliki karakteristik dan kemampuan perancangan yang berlawanan dengan tanaman bertekstur kasar. cabang-cabang dan ranting kecil. suplir (Adiantum cuneatum). Tekstur Sedang Tekstur sedang adalah hasil dari daun dan cabang berukuran sedang dan/atau habit pertumbuhan yang sedang. Tanaman bertekstur kasar dalam beberapa hal tampak lebih terbuka. maka umumnya merupakan bagian tekstur terbanyak dipakai dalam komposisi tanaman. flamboyan (Delonix regia). 3. berperan sebagai unsur peralihan antara tekstur kasar dan halus. angsana (Pterocarpus indicus). tanaman bertekstur sedang kurang transparan dan kurang tegas silhouettenya. dan kurang jelas bentuk globalnya dibandingkan tanaman-tanaman bertekstur halus. Tanaman bertekstur halus memiliki penampakan halus dan lembut sehingga kurang nyata/jelas dalam lanskap. apabila . trembesi (Samanea saman). trengguli (Cassia fistula). Tanaman ini biasanya tanaman terakhir dilihat dalam komposisi (berdasarkan teksturnya) dan yang pertama kabur dari pandangan dalam perancangan. longgar.

. tanaman ini cenderung "tertarik ke belakang" dari pengamat. Tanaman bertekstur halus sering mempunyai silhouette yang jelas dan permukaan secara keseluruhan halus. Kualitas ini sangat bermanfaat jika diterapkan pada ruang yang kecil dan sempit dimana tepi-tepi ruang akan tampak meluas dan bukan menyempit. tetapi padat (solid) karena kuantitas daundaun kecil dan/atau kepadatan percabangannya. tanaman bertekstur halus dapat memberikan gambaran (ilusi) lebih luas dari sebenarnya. atau perubahan yang mendadak dari tekstur kasar ke tekstur halus cenderung membuat komposisi terasa kacau dan tidak menyatu. Sebagai panduan. Beberapa tanaman bertekstur halus tampak seperti dipangkas rapi walaupun dalam keadaan alami.52 jarak antara pengamat dan komposisi tanaman semakin jauh. dan warna tanaman agar memperkuat kualitas-kualitas ini. agar proporsional dalam menggunakan tanaman bertekstur sedang sebagai peralihan antara tekstur kasar dan halus. Pemilihan dan kegunaan tekstur dalam komposisi tanaman perlu diselaraskan dengan semua karakteristik visual tanaman. Tanaman bertekstur halus dapat dimasukkan dengan tepat ke dalam komposisi berperan sebagai latar belakang yang netral terhadap tekstur yang lebih agresif. Keseimbangan yang diinginkan ini akan lebih penting pada ruang-ruang berukuran kecil dan akan semakin kurang penting pada ruang yang luas atau taman jauh dari pengamat. tetapi jika terlalu berlebihan akan tampak kacau. ukuran. Oleh karena itu. Hal ini untuk memberikan karakter permukaan yang lebih halus dan lunak. Oleh karena itu. Satu lagi saran penyusunan berbagai tipe tekstur dalam area yang luas. lebih baik apabila mendapatkan keanekaragaman yang seimbang dari ketiga tipe dasar dalam perancangan agar memberi pandangan yang menarik. atau menambah keanekaragaman visual apabila dilengkapi dengan tekstur kasar dan sedang. bentuk. tanaman bertekstur halus lebih tepat digunakan pada setting yang memberikan karakter formal dan rapi. jika digunakan dalam jumlah banyak dalam ruang luar. Jika terlalu banyak digunakan tekstur yang berbeda-beda dalam area kecil. Karena tanaman bertekstur halus kurang begitu jelas dalam suatu komposisi. Variasi tekstur yang sedikit akan tampak monoton.

Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. dan tekstur merupakan "palette" variabel-variabel bagi perancang dalam merancang dengan menggunakan unsur tanaman. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda.. dan tekstur tanaman. B.. warna. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. PENUTUP A. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan karakteristik tersebut. Karakteristik visual tanaman mempunyai pengaruh langsung terhadap keteraturan dan kesatuan perancangan.53 E... warna.. 2. Rangkuman Karakteristik visual tanaman dari ukuran. keanekaragaman visual. 2... dan suasana atau kesan ruang luar... Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek visual.. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.. Karakteristik visual yang harus dikaji terlebih dahulu dalam pemilihan tanaman untuk perancangan adalah. bentuk. Jelaskan karakteristik visual tanaman yang mencakup ukuran. Hal-hal ini perlu dikaji lebih mendalam dalam menciptakan perancangan dan diselaraskan dengan seluruh tujuan perancangan. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. (a) Ukuran tanaman (b) Bentuk tanaman (c) Warna tanaman (d) Tekstur tanaman .. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. bentuk. kesenangan.

.. Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 .................... (a) Filicium decipiens (b) Pinus merkusii (c) Cananga odorata (d) Brownea capitella Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. (a) Fastigiate (b) Columnar (c) Pyramidal (d) Weeping 5..........54 2......... Contoh pohon besar adalah.. Contoh tanaman yang berbentuk pyramidal adalah... pada bidang vertikalnya dapat dibatasi dengan tanaman. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 4... Hitunglah jawaban Anda yang benar.. Ruang yang direncanakan terbuka pada sisi-sisinya.. (a) Perdu (b) Semak tinggi (c) Semak sedang (d) Semak rendah 4.... Bentuk tanaman yang tinggi ramping dan meruncing di bagian atas disebut. (a) Bauhinia purpurea (b) Cinnamommum burmanii (c) Samanea saman (d) Manilkara kauki 3.

55 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% - 100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang

Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas, bagus! Anda cukup memahami Bab 4. Anda dapat meneruskan pada Bab 5. Akan tetapi, apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%, Anda harus mengulangi Bab 4, terutama bagian yang belum Anda kuasai.

C. Sumber/Referensi

1. Booth NK. 1983. Basic Elements of Landscape Architectural Design. Illinois: Waveland Pr. Inc. 2. Dahl B, DJ. Molnar. 2003. Anatomy of a Park. Ed ke-3. Illinois: Waveland Pr. Inc. 3. Hakim R. 2006. Rancangan Visual Lanskap Jalan. Jakarta: Bumi Aksara.

D. Kunci Jawaban

1. a 2. c 3. d 4. a 5. b

56

BAB 5

SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN EKOLOGI
PENDAHULUAN

Tanaman dapat dibedakan berdasarkan ekologi dan lingkungannya. Secara ekologi, tanaman dapat dibedakan berdasarkan hubungannya dengan jenis tanah, air, cuaca, kelembaban, cahaya matahari, angin, dan sebagainya sehingga timbul istilah tanaman teduh/panas, tanaman basah/kering dan sebagainya. Secara fitogeografi, pembagian tanaman berdasarkan daerah asalnya seperti laut/pantai, payau/rawa-rawa, gurun, bukit karang, daerah rendah/tinggi, dan sebagainya. Oleh karena itu, dalam pembahasan ini, tanaman untuk penataan lanskap/taman digolongkan menjadi: tanaman pantai, tanaman pegunungan, tanaman air, tanaman batu karang, tanaman teduh, tanaman setengah teduh, dan tanaman panas.

A. Sasaran Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative
learning secara berkelompok dan praktikum.

B. Strategi Pembelajaran

1. Collaborative learning 2. Praktikum

C. Kegiatan Belajar

Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui sumber bacaan dan internet. 2. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum 3. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan.

57 4. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran

D. Indikator Pencapaian

1. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. 2. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. 3. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. 4. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum.

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN

Umumnya

tanaman

tidak

dapat

tumbuh

secara

baik

apabila

faktor

lingkungannya atau tempat hidupnya tidak sesuai. Misalnya, kuping gajah lebih senang ditempatkan di dalam ruang (tempat teduh) daripada di luar ruangan yang terbuka, sedangkan tanaman mawar lebih menginginkan di tempat-tempat terang yang penuh dengan cahaya matahari. Akan tetapi, terkadang ada juga tanaman yang tumbuh di luar ruangan, dapat tumbuh dan menyesuaikan diri di dalam ruangan tertutup seperti beringin (Ficus elastica). Setiap jenis tanaman lanskap menghendaki iklim yang sesuai untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, untuk memperoleh tanaman lanskap yang tumbuh normal, subur, dan menghasilkan bunga yang baik, haruslah ditanam pada iklim yang sesuai baginya. Apabila tanaman ditanam pada tempat yang tidak sesuai iklimnya, akan tumbuh tidak normal atau pada mulanya tumbuh baik, tetapi lama-kelamaan pertumbuhannya menurun, lambat laun tanaman akan mati. Untuk menghindari hal tersebut, perlu adanya penyesuaian tahap demi tahap yang berarti tidak secara drastis. Dalam lanskap, tanaman dapat tumbuh baik apabila faktor lingkungan hidupnya seperti tanah, air, cahaya, dan suhu udara diperhatikan. Penempatan suatu tanaman pada tempat tertentu harus disesuaikan dengan lingkungannya. Misalnya, pemilihan jenis tanaman pada tanah yang berkapur atau berpasir akan berbeda dengan daerah yang tanahnya banyak mengandung tanah liat atau humus. Selain itu,

tanaman untuk penataan lanskap/taman dapat digolongkan menjadi: 1) tanaman pantai. Tanaman Pantai Tanaman pantai adalah semua jenis tanaman yang dapat tumbuh secara normal di pinggir pantai. Selain itu. Penanaman tanaman di tepi pantai harus memperhatikan faktor angin dan keadaan tanah. . waru laut (Hibiscus tiliaceus). faktor tanah tidak boleh diabaikan karena menanam tanaman yang tidak sesuai dengan kondisi tanah tidak akan memberikan hasil yang memuaskan. suhu serta faktor tumbuh lainnya sesuai. 4) tanaman batu karang. dan pantai Pasir Putih (Jawa Timur dan Lampung). Kawasan pantai berpasir yang sudah berkembang. angin. tiupan angin di daerah pantai selalu ada. sebaiknya dipilih tanaman dimana daunnya tidak mudah rontok dan tanamannya tidak mudah rebah. Pantai di Indonesia dikelompokkan menjadi pantai berpasir. pantai berawa. pantai Kepulauan Seribu (Jakarta). Selain itu. atau putih. terdapat lembah-lembah di antara beting pasir. cemara laut (Casuarina equisetifolia). Seperti diketahui. Dalam hal ini lingkungan seperti tanah. 2) tanaman pegunungan. Pantai Berpasir Pantai berpasir merupakan pantai yang didominasi oleh hamparan atau dataran pasir. Berdasarkan hal tersebut. 3) tanaman air. dan ketapang (Terminalia catappa). baik yang berupa pasir hitam. Pantai berpasir banyak terdapat di pesisir Sumatera dan Kalimantan. A.58 suhu dan cahaya setempat juga mempengaruhi pemilihan jenis tanaman karena tanaman sendiri ada yang tahan akan panas dan ada pula yang harus tumbuh di tempat sejuk. dan Pelabuhan Ratu (Jawa Barat). 1. pantai Pangandaran. Parang Tritis (Yogyakarta). misalnya kawasan pantai Sanur dan Kuta (Bali). Pantai berpasir biasanya dijadikan kawasan pariwisata pantai karena keindahan alamnya. Carita. Oleh karena itu. pantai berlumpur. dan 5) tanaman teduh. 1996). dan panas. setengah teduh. Tumbuh-tumbuhan yang dominan di hutan pantai berpasir adalah kelapa (Cocos nucifera). air. dan pantai berbatu (Sugiarto dan Ekariyono. abu-abu.

Tumbuhan mangrove memiliki fungsi yang istimewa karena dapat beradaptasi pada lingkungan yang mengandung garam dengan bentuk lahan berupa pantai dan kondisi tanah yang hampa udara (berlumpur). bakau putih (Rhizophora apiculata). sedangkan sungai yang melalui daerah berkapur dan berbatu (kuartz dan granit) akan membawa endapan aluvium yang berkualitas rendah. hutan mangrove juga menghasilkan bahan penyamak atau bahan pewarna. cangkang moluska. Lumpur tersebut terdiri atas partikel-partikel halus yang mengandung humus atau gambut. Tanah pantai ini mempunyai kandungan oksigen yang rendah dan hanya terdapat pada lapisan permukaan. lambat laun daratan pun makin meluas ke arah laut. Hutan mangrove didominasi oleh bakau hitam (Rhizophora mucronata). pedada (Sonneratia alba). sedangkan kandungan asam sulfidanya cukup tinggi sehingga dapat mereduksi senyawa besi (ferri) di dalam tanah menjadi senyawa ferro sulfida (FeS2) atau pirit. fragmen-fragmen karang. Tanah pantai ini berasal dari endapan lumpur yang dibawa oleh aliran sungai. Hutan mangrove juga berfungsi sebagai tempat . Hutan mangrove memberikan perlindungan terhadap daratan dari ancaman erosi. dan bahan lain yang menjadi sumber kapur yang penting bagi pantai berlumpur. api-api (Avicennia sp). Penampakan fisik tanah pantai ini adalah hitam dengan nilai pH (derajat keasaman) antara 3 – 5. Struktur dan komposisi tumbuhan di kawasan pantai berlumpur Indonesia merupakan formasi hutan mangrove. Lumpur yang berasal dari laut mengandung cangkang-cangkang foraminifera. Kualitas tanah pantai berlumpur tergantung pada sumber endapan aluviumnya.59 2. Akibatnya. Mangrove adalah sekumpulan pohon dan semak-semak yang tumbuh di daerah pasang surut. buta-buta (Exoecaria sp). Selain menghasilkan kayu. tanjang (Bruguiera gymnorrhiza). biasanya terletak di dekat muara sungai. dan nibung (Oncosperma tigillaria). Sungai yang mengalir melalui daerah bertanah vulkanik akan membawa endapan aluvium yang berkualitas tinggi. Pantai Berlumpur Pantai berlumpur merupakan hamparan lumpur sepanjang pantai yang dihasilkan dari proses sedimentasi atau pengendapan. Tunas-tunas baru selalu tumbuh dalam hutan mangrove sehingga kawasan hutan menjadi luas.

dahan. dan bungur (Lagerstroemia loudonii). Hutan pada pantai ini umumnya tergolong formasi butun (Baringtonnia). Tanah dan air pantai ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi. dan pohon-pohon mangrove yang telah tua akan tumbang dan didekomposisi oleh fungi dan bakteri menjadi bahan organik. dan kerang-kerangan. B. Tanaman Pegunungan Tanaman pegunungan adalah tanaman-tanaman yang dapat tumbuh normal di pegunungan. Pantai Berbatu Pantai berbatu umumnya terdiri dari bongkahan-bongkahan batuan granit. 3. baik yang berbentuk pohon maupun semak. kepiting. Selanjutnya bahan organik ini akan menjadi penyubur tanah dan menjadi bahan makanan bagi biota lainnya. udang. Pantai Berawa Pantai berawa merupakan daerah yang tergenang air. sagu (Metrorylon sago). Contoh tanaman pegunungan (Gambar 12). pinus (Pinus mercusii). Pantai seperti ini terdapat di Kepulauan Anambas. kelapa (Cocos nucifera). Natuna. pandan (Polalthis glanen). Di sela-sela bebatuan kadang ditumbuhi kelapa (Cocos nucifera). Di dalam perairan hutan mangrove banyak terdapat jenis alga dan plankton yang menjadi sumber makanan bagi biota-biota tadi. kayu putih (Eucalyptus alba). ketapang (Terminalia cattapa). dan pantai selatan Jawa (Pelabuhan Ratu dan Ujung Kulon). damar (Agathis alba). . bunga sikat botol (Callistemon citrinus).60 pelestarian populasi ikan. kecrutan (Spathodea campanulata). 4. Hutan pantai berawa umumnya ditumbuhi oleh jenis tumbuhan seperti nipah (Nypa fructicans). Pantai ini langsung ke laut dan tidak berpasir. kayu manis merah (Cinnamomum burmanii). dan waru laut (Hibiscus tiliaceus). baik secara permanen ataupun temporer. Pada umumnya tanaman pegunungan berbentuk pohon dan mempunyai sistem perakaran yang kuat yang berfungsi untuk menahan terkikisnya lapisan tanah bagian atas (erosi). dan nibung (Oncosperma tigillaria). Daun. Pulau Buton. antara lain.

61 (a) (b) (c) Gambar 12. Dengan kata lain. Tanaman Air Begitu banyak ragam tanaman air yang dapat dijadikan pilihan untuk memperindah kolam atau taman. Tanaman pegunungan: (a) damar (Agathis dammara). (b) kayu manis (Cinnamomum burmanni). Foto: Nurfaida (2007) . Namun. Tipe dan karakter setiap tanaman air otomatis berpengaruh terhadap tujuan dan pemanfaatannya. dan (3) bunga sikat botol (Callistemon citrinus) C. mengetahui tipe dan karakter berbagai tanaman air akan lebih memudahkan perencanaan aspek praktis tanaman air tersebut. harus diketahui terlebih dahulu tipe dan karakter tanaman-tanaman air tersebut. sebelum memutuskan untuk memilihnya.

bog plant dapat langsung ditancapkan. Termasuk tanaman air lumpur. antara lain. 1. Ada yang menganggap bog plant sama dengan marginal plant dengan pertimbangan tempat hidupnya sama-sama di pinggiran kolam. apu-apu (Pastia stratiotes). Namun. typha (Typha angustifolia). Seluruh bagian tanaman ini tenggelam dalam air. Lazimnya digunakan sebagai tanaman penghias akuarium. dan ekor kucing (Typha angustijolia).62 Ada empat tipe tanaman air yang dikenal. dan red talenthera (Talenthera lilaciana) 2. spatterdock (Nuphar japonicum). Tanaman Air Lumpur (Bog Plant) Sesuai dengan namanya. dan tanaman air mengapung (Marianto. varen (Synnema triflorum). tetapi juga dari jenis media tanamnya. dan papyrus (Cyperus papyrus). Media tanamnya berupa tanah yang terendam di dalam air. anggrek air/iris. Contoh tanaman air oksigen. tanaman air lumpur. yaitu tanaman air oksigen. . 3. sebagian besar batangnya justru menyembul ke permukaan air. Fungsi lainnya adalah sebagai tempat berlindung dan menyimpan telur ikan. 2001). Ada juga yang membedakan tidak hanya dari tempat tumbuhnya. pisang air (Typhonodorum lindleyanum). antara lain. tanaman air pinggir. Tanaman Air Pinggir (Marginal Plant) Tanaman jenis inilah yang paling banyak dijumpai. biasanya ditanam di bagian pinggir kolam sebagai latar belakang (background) kolam. tanaman jenis ini habitat aslinya daerah berlumpur dan sedikit digenangi air. Dapat juga ditanam dahulu di dalam pot. Contoh tanaman air pinggir adalah rumput payung (Cyperus alternifolius). Tanaman ini sering digunakan untuk menciptakan kesan alami pada kolam. bagian daun dan bunganya juga berada di atas permukaan air. Tanaman air pinggir memiliki akar dan batang yang terendam di dalam air. Karena sosoknya yang tumbuh meninggi. Selain batang. Apabila digunakan sebagai penghias kolam yang terbuat dari tanah. Tanaman Air Oksigen (Oxygenerator) Tanaman ini disebut sebagai tanaman air oksigen karena mampu membersihkan udara sekaligus menyerap kandungan garam yang berlebihan di dalam air.

dan agave (Agave americana) (Gambar 13). dan penyerapan sinar matahari. Tanaman ini hidup dari menyerap udara dan unsur hara yang terkandung di dalam air. sansiviera (Sanseviera ehrenbergii). Bagian dinding permukaan akar. Jangan sampai keberadaannya menutupi atau memenuhi seluruh permukaan kolam. (b) sansiviera (Sanseviera ehrenbergii). batang. Tanaman batu karang: (a) yucca (Yucca gloriosa). Tanaman ini kurang memerlukan air untuk pertumbuhannya dan biasanya tahan terhadap kekeringan. D. Contohnya tanaman batu karang. yakni tinggal meletakkannya di atas permukaan air. antara lain. Hal yang perlu diperhatikan bila memilih tanaman mengapung sebagai salah satu komponen taman air atau kolam adalah kepadatan populasinya. dan (c) agave (Agave americana) . Karena itulah ia dinamakan floating plant. Contoh tanaman ini eceng gondok (Eichornia crassipes) dan azolla (Azolla pinnata). yucca (Yucca gloriosa). Tanaman Batu Karang Tanaman batu karang tumbuh di tempat yang berbatu-batu. Tanaman Air Mengapung (Floating Plant) Tidak seperti umumnya tanaman air. penyediaan oksigen. Tanaman ini memiliki keunggulan dalam kegiatan fotosintesis. dan daunnya memiliki lapisan yang sangat peka sehingga pada kedalaman yang ekstrem sampai 8 meter di bawah permukaan air masih mampu menyerap sinar matahari serta zat-zat yang larut di bawah permukaan air. batang. Foto: Nurfaida (2007) (a) (b) (c) Gambar 13. melainkan mengapung di permukaan air. akar tanaman ini tidak tertanam dalam tanah. Umumnya batangnya banyak mengandung air dan tidak berkayu.63 4. Tanaman ini tidak memerlukan tanah sebagai media tanamnya sehingga cara menanamnya lebih gampang. dan daunnya juga memiliki kantung-kantung udara sehingga mampu mengapung di air. Akar.

Rangkuman Tanaman dapat tumbuh baik apabila faktor lingkungan hidupnya seperti tanah. Kalau ditanam di tempat terbuka. 3) tanaman air. Contoh tanaman teduh adalah kuping gajah (Anthurium crystallinum). Tanaman ini dapat ditanam di dataran rendah atau di pegunungan. dan pilodendron (Philodendron sp). air. untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik sebaiknya ditanam di tempat yang mendapat sinar matahari penuh sehingga warna bunga akan lebih terang. Tanaman ini dapat tumbuh secara normal di tempat yang agak teduh. antara lain. Contoh bogenvil (Bougainvillea spectabilis). setengah teduh. F. antara lain. bahkan dapat mengalami kematian. maranta (Marantha sp). Tanaman panas adalah semua jenis tanaman yang dapat tumbuh normal apabila ditanam di tempat panas atau tempat yang langsung disinari matahari. Tanaman Teduh. suhu. tetapi tidak terlalu panas. drasena (Dracaena fragrans). . untuk penataan lanskap/taman tanaman digolongkan menjadi 1) tanaman pantai. Contoh lain. cahaya. aglonema (Aglaonema sp).64 E. dan air yang sedang. mosaik (Fittonia sp). membutuhkan cahaya. dan suhu udara diperhatikan. Penempatan suatu tanaman pada tempat tertentu harus disesuaikan dengan lingkungannya. Tanaman setengah teduh terletak antara tanaman teduh dan tanaman panas. 4) tanaman batu karang. Oleh karena itu. paku sarang burung (Asplenidum nidus). pertumbuhannya akan terhambat. dan Panas Tanaman teduh adalah tanaman yang hanya dapat tumbuh baik di tempat yang teduh atau tanaman yang tumbuh di tempat yang tidak langsung disinari matahari. Contohnya. dan panas. Setengah Teduh. dan sansiviera (Sansiviera sp). dan 5) tanaman teduh. 2) tanaman pegunungan.

. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1.....65 PENUTUP A.. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.. Hal yang perlu diperhatikan bila memilih tanaman mengapun sebagai komponen taman adalah.. B....... (a) Kepadatan populasi (b) Panjang akar . tanaman air.. tanaman pegunungan.. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi...... dan tanaman teduh... tanaman batu karang... dan panas. 3. Jelaskan penggolongan tanaman berdasarkan ekologi. setengah teduh...... Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan penggolongan tersebut.. Jelaskan apa yang dimaksud tanaman pantai. 2. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi.... (a) Oksigen (b) Lumpur (c) Pinggir (d) Mengapung 3. (a) Tanjang (b) Pedada (c) Ketapang (d) Kecrutan 2. 2. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Contoh tanaman pegunungan adalah.. Azolla merupakan contoh tanaman air ..

100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas........ Anda dapat meneruskan pada Bab 6. Akan tetapi. bagus! Anda cukup memahami Bab 5.. Karakteristik dari tanaman batu karang adalah..... (a) Jumlah daunnya lebih banyak (b) Batangnya lebih tinggi (c) Warna bunga lebih terang (d) Warna daun lebih muda Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar... Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% .. (a) Berkayu (b) Batang banyak mengandung air (c) Kemampuan menyerap sinar matahari (d) Sosoknya yang tumbuh meninggi 5. terutama bagian yang belum Anda kuasai... Bougenvil ditanam di tempat yang mendapat sinar matahari penuh agar.66 (c) Ketinggian tanaman (d) Ukuran daun 4...... apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%.. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 5.. Anda harus mengulangi Bab 5. .

c . IP. 2. Jakarta: Penebar Swadaya. Jakarta: Penebar Swadaya.67 C. Sumber/Referensi 1. 3. W. Penghijauan Pantai. Kencana IP. Tanaman Air. Kunci Jawaban 1. 2008. Sugiarto. 4. Marianto LA. Jakarta: Agromedia Pustaka. 2007. Arifin HS. 1996. b 5. Ekariyono. Lestari G. Galeri Tanaman Hias Lanskap. Tanaman Hias Tampil Prima. d 2. Jakarta: Penebar Swadaya. 2001. D. a 4. d 3.

Dalam pembangunan kota. Peletakan setiap jenis tanaman haruslah disesuaikan dengan apa maksud dan tujuan dari tanaman tersebut.68 BAB 6 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN HABITUS FUNGSIONAL PENDAHULUAN Berdasarkan habitus fungsional. fungsi tanaman dalam lanskap harus pula diperhatikan. daun. Juga dalam upacara adat. Dalam hal pembersihan udara. “kesukaan” dan kegunaan suatu tanaman. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. tanaman juga berfungsi sebagai penghias lingkungan. Penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional disebabkan oleh banyak di antara tanaman lanskap kebiasaannya hanya dapat tumbuh secara normal di tempat teduh dan adapula hanya dapat tumbuh baik di tempat terbuka (outdoor). cepat lambatnya). tanaman dapat digolongkan dengan “ciri khas” (bunga. dan sebagainya. “watak dan kebiasaan” (ciri pertumbuhan. Selain itu. penggunaan tanaman lanskap mempunyai fungsi yang tidak kurang pula. Muncullah istilah tanaman berbunga indah. banyak macam pepohonan yang dapat menahan pengotoran udara. Apakah ditanam sebagai pelindung ataukah sebagai pagar dan lain sebagainya. E. Daun-daun menahan debu dan asap yang diterbangkan oleh angin sehingga dapat mengurangi kotornya lingkungan. terutama di kota-kota besar. tanaman peneduh. kepercayaan. Selain berfungsi sebagai paru-paru kota. adanya taman dan tanaman merupakan tuntutan mutlak. dan agama. buah atau tajuk). . berdaun indah.

waktu berbunga. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. Strategi Pembelajaran 1. H.69 F. 4. Indikator Pencapaian 1. 3. Praktikum G. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Selain itu. 3. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui sumber bacaan dan internet. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penggunaan tanaman indoor adalah warna daun. 2. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Berdasarkan habitus fungsional. tinggi tanaman. Tanaman Indoor dan Outdoor Tanaman indoor adalah semua jenis tanaman lanskap yang dapat ditanam dalam rumah atau dengan kata lain tanaman yang dapat tumbuh secara normal di tempat teduh (tertutup) atau setengah teduh. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. jika ingin menempatkan tanaman dalam ruang. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. warna bunga. 2. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional. tanaman lanskap dapat digolongkan sebagai berikut. dan kesanggupan tanaman untuk hidup di tempat teduh. 4. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Collaborative learning 2. harus menjamin . jumlah daun. A.

soka (Ixora sp). Gambar 14. Contoh tanaman outdoor. oleander (Nerium indicum). begonia (Begonia sp). suplir (Adiantum raddianum). Hal yang perlu diperhatikan dalam menata lanskap yang berfungsi sebagai peneduh adalah mahkota harus besar/lebar. daun-daun tumbuh rapat/rimbun. 2010) . antara lain. dan semak. Jumlah daun dan tinggi tanaman juga disesuaikan dengan keadaan ruangan. kuping gajah (Anthurium chrystallium). serta semua jenis pohon. Warna daun dan bunga harus disesuaikan dengan warna ruangan sehingga diperoleh kesan yang harmonis. dan monstera (Monstera deliciosa). B. daun bahagia (Dieffenbachia picta). antara lain. buah Foto: Nurfaida (2009. Contoh tanaman indoor. Penggunaan tanaman indoor dalam desain taman Tanaman outdoor adalah tanaman hias yang dapat tumbuh secara normal di tempat terbuka (langsung terkena sinar matahari). baik untuk menahan sinar matahari maupun tiupan angin kencang. daun doa (Asplenium nidus). lantana (Lantana camara). 2000). perdu. Tanaman Peneduh/Parkir Pohon peneduh adalah pohon-pohon yang digunakan sebagai pelindung karena daunnya rimbun.70 kondisi iklim mikro di dalam ruangan yang berhubungan dengan kebutuhan masingmasing tanaman (Nurhayati dan Arifin. kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). kembang kertas (Bougenvillia spectabilis). Contoh penggunaan tanaman indoor dalam desain taman dapat dilihat pada Gambar 14. kembang rejeki (Aglaonema sp).

c) batangnya kuat dan lurus dengan percabangan yang tegak dan kompak. E. kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). tanjung (Mimusops elengi). dan pengarah jalan. 5) perakarannya dalam hingga tidak merusak konstruksi jalan dan drainase. dan kaca piring (Gardenia augusta). C. antara lain. Tanaman Pagar Tanaman pagar adalah suatu garis atau barisan permanen yang padat dari tumbuh-tumbuhan yang hidup. biasanya diatur dalam bentuk yang hampir sama dengan maksud untuk menggantikan pagar.5 meter. cempaka (Michelia champaca). asam (Tamarandus indica). Tanaman Median Jalan Tanaman median jalan adalah tanaman yang ditanam di median jalan. oleander (Nerium oleander). kaliandra (Calliandra haemathocephala). Contoh tanaman median jalan. Persyaratan pohon tepi jalan adalah a) memiliki tajuk yang dapat memberi naungan. tanjung (Mimusops elengi). kenari (Canarium commune). penahan debu. kirai payung (Filicium decipiens). D. sebagai pelindung. b) tidak menggugurkan daunnya secara sekaligus.71 tidak terlalu besar yang dapat jatuh menimpa di bawahnya. b) bermassa dan padat. dan 6) tanaman berasal dari perbanyakan secara generatif/biji. . tetapi tidak terlalu teduh. dan tidak menggugurkan daunnya sekaligus. antara lain. dan tinggi tanaman lebih kurang 1. dan mahoni (Swietania mahagoni). daun saputangan (Maniltoa grandiflora). kembang merak (Caesalpinia pulcherrima). antara lain. Contoh tanaman peneduh/parkir. Pohon Tepi Jalan Pohon tepi jalan adalah pohon-pohon yang ditanam di tepi jalan yang berfungsi. damar (Agathis alba). Contoh pohon tepi jalan. 4) percabangannya lebih kurang 2 meter di atas permukaan tanah. Tanaman pagar terdiri atas tumbuhan yang bertahan lama membentuk pertumbuhan yang rapat dan tak tembus pandang. trengguli (Cassia fistula). Persyaratan tanaman median jalan adalah a) jenis perdu/semak berbunga. antara lain. dan mahoni (Swietania mahagoni).

Codiaeum variegatum. Dalam pembuatan pagar dari tanaman. dan akalipa (Acalypha wilkesiana). Jadi border merupakan suatu garis batas dari suatu lanskap yang dapat membatasi pekarangan. dan Iresine herbetsii. Biasanya luas border (lebar) kira-kira 1 meter sehingga border tersebut dapat dirawat dari satu sisi dan bahkan lebih baik lagi apabila dapat dirawat dari kedua sisi. Kelompok penutup tanah ini banyak sekali macamnya. Contoh tanaman pagar. bayam-bayaman (Amaranthus sp). antara lain. Pemangkasan dan pemeliharaan yang teratur diperlukan sehingga pagar tumbuh baik serta mengikuti bentuk yang dikehendaki. bambu siam (Thyrsostachy siamensis). Tanaman Border/Tepi Tanaman border atau tanaman batas adalah suatu penanaman yang terbatas sepanjang suatu garis batas atau pemisah. pemeliharaan terutaman pemangkasan sangat diperlukan agar tumbuhnya tidak terlalu tinggi. bunga ungu (Bougenvillia glabra). F. Keindahannya menutupi tanah-tanah yang terbuka (tanpa tanaman) sehingga memberikan kesan yang menyenangkan. antara lain. Tanaman Penutup Tanah Tanaman penutup tanah (groundcover) merupakan tanaman rendah non rumput setinggi 10 – 40 cm. Pada umumnya tanaman border terdiri atas tanaman perdu/semak dan tanaman semusim yang tumbuhnya agak rendah. taman atau daerah yang lain. Chlorophytum sp. sambang darah . Contoh tanaman penutup tanah. kemuning (Murraya paniculata). ada yang menarik karena bunganya. pangkas-pangkasan (Duranta repens).72 Umumnya tanaman pagar berupa semak yang merupakan tanaman pinggiran yang tumbuh rendah dan berfungsi sebagai garis sementara. hendaknya dipertimbangkan segi keharmonisan dan keindahannya. Dracaena sanderium. antara lain. kriminil (Althernanthera ficoidea). dan kepadatan/kekompakan tumbuhnya. Althernanthera ficoidea. Contoh tanaman border. Sebagai tanaman border. G. tekstur daunnya. Tanaman penutup tanah berfungsi untuk mencegah tanah menjadi becek pada musim hujan dan mengurangi pengikisan tanah oleh air.

semak.73 (Hemigrafis odorata). Contoh tanaman berdaun/berbunga indah. Tanaman Memanjat/Pergola Tanaman memanjat (climber) adalah tanaman yang tumbuh di tanah atau bidang apa saja seperti tembok dan struktur pendukung lain sebagai tempat menggantungkan diri atau membelit untuk pertumbuhan tanaman tersebut. Contoh tanaman bawah pohon. Tanaman memanjat di habitat aslinya. Persyaratan tanaman tersebut adalah tahan terhadap naungan dan titik-titik air dari pohon. baik dari daunnya maupun bunganya. beradaptasi untuk memanfaatkan cabang atau batang tanaman lain sebagai tempat bertumpu. sutera bombay (Portulaca grandiflora). anturium (Anthurium crystallinum). Tanaman melakukan pemanjatan sebagai usaha untuk beradaptasi dengan lingkungan dan mendapatkan sinar matahari serta menampakkan bunga kepada agen untuk membantu penyerbukan (Griffiths. antara lain. dan bougenvil (Bougainvillea spectabilis). daun zebra (Zebrina pendula). Tanaman memanjat biasanya membutuhkan naungan dan arah rambatannya ke sumber cahaya. . berupa terna atau tanaman berbatang lunak) ataupun liana (tanaman berkayu yang memanjat). I. Tanaman bawah pohon (undercover) adalah tanaman penutup tanah yang ditanam di bawah pohon. 1994). pedang-pedangan (Sanseviera sp). Jenis tanaman ini terdiri atas tanaman bentuk pohon. violces (Saintpaulia ionantha). memanjat atau semusim. nusa indah (Mussaenda philippica). akalipa (Acalypha wilkesiana). kencur-kencuran (Kaempferia pluchera). kembang rejeki (Aglaonema sp). Tanaman Berdaun/Berbunga Indah Tanaman berdaun/berbunga indah ialah tanaman hias yang memperlihatkan keindahan. dan verbena (Verbena laciniata). dan daun perak (Pilea cadierei). H. Keindahan tersebut berupa warna dan bentuk sehingga dengan penempatan yang teratur dalam taman dapat memberikan kesan menarik. plumbago (Plumbago capensis). Tanaman memanjat dapat berupa vines (tidak berkayu. antara lain.

Di kota-kota besar banyak bentuk atau permukaan bidang vertikal yang terbentuk. tetapi jika ditanam menggunakan teralis kawat maka akan tumbuh dengan cara weaving (zig-zag diantara celah teralis) dan tidak ditemukan sulur pada tanaman tersebut. 1970). 3) weaver. karena dalam proses pemanjatan ada kemungkinan tanaman tersebut mengalami kesulitan saat melakukan panjatan. pada saat itu tanaman tersebut dapat merubah cara pemanjatannya. Beberapa contoh penggunaan tanaman memanjat dalam lanskap dapat dilihat pada Gambar 15. Pada dinding sebuah taman yang paling sempit sekalipun dengan lahan yang sangat terbatas tanaman memanjat dapat tumbuh. baik yang ternaungi maupun yang tidak ternaungi. sebagai tanaman hias baik luar ruangan (outdoor) maupun tanaman dalam ruang (indoor).74 Berdasarkan mekanisme pemanjatan. menggunakan akar yang tumbuh dari ruas-ruas batang untuk memanjat (Hedera helix). dan 5) rooters. tanaman ini digunakan sebagai penghias atau pelembut permukaan vertikal yang tampak kaku dan gersang. pada pengelompokan ini ada kemungkinan terjadi overlap. Misalnya pada spesies Boston-ivy (Parthenocissus tricuspidata) yang menggunakan sulur untuk memanjat. pusat perbelanjaan dan tempat tinggal. . Lima cara pemanjatan yang dipergunakan oleh tanaman memanjat adalah 1) learners. tanaman yang memanjat dengan metode ini tidak mempunyai kemampuan untuk melekat pada bidang panjat. Akan tetapi. melekat pada bidang panjat dengan menggunakan duri (misal pada Euphorbia milii). ada lima pengelompokan tanaman memanjat (Menninger. perkantoran. Sesuai dengan cara tumbuhnya. dengan cara zig-zag pada bidang panjat (Trachelospermum jasminoides). Tanaman memanjat yang termasuk tanaman hias daun banyak digunakan sebagai penghias atau dekorasi di tempat-tempat penting seperti hotel. menggunakan modifikasi bagian tanaman (batang maupun daun) yang membantu melekat pada bidang panjat (Bauhinia galpinii). 2) thorn clingers. seperti bangunan tinggi dan jalan layang (fly over). mekanisme memanjat yang primitif. untuk itu harus didukung agar bisa tumbuh ke atas (misal pada Allamanda cathartica). 4) graspers. Tanaman memanjat banyak digunakan dalam lanskap untuk berbagai keperluan.

tanaman hias memanjat bisa menjadi pilihan. arch (bangunan melengkung yang dipakai sebagai gerbang) dan colonnade (deretan tiang yang dihubungkan dengan tali serta gazebo. Penggunaan tanaman memanjat dalam lanskap Beberapa jenis tanaman ini juga dapat difungsikan sebagai tanaman penutup tanah (groundcover) untuk menggantikan hamparan rumput. Sering juga terlihat beberapa tanaman memanjat sengaja dibuatkan bidang panjat dengan bentuk beraneka ragam sesuai dengan selera pemiliknya seperti pergola. . Tanaman memanjat dapat digunakan untuk mengurangi panas karena terkena sorotan sinar matahari. bunganya pun tak kalah menawan dari jenis tanaman hias lainnya.75 Gambar 15. dan sebagai peneduh. tripod (kaki tiga). sebagai pagar tanaman untuk membatasi daerah pribadi. Selain membuat suasana teduh. Untuk menciptakan suasana rumah yang asri. Dapat ditanam untuk dirambatkan pada pergola atau digantung di tiang-tiang pergola. Beberapa jenis tanaman juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman bedengan (bedding plants) dan juga digunakan sebagai tanaman gantung (hanging basket plants). misalnya pada dinding gedung dan beranda rumah.

dan palem puteri (Veitchia merrillii). Rumput dapat digunakan untuk menutupi lapangan luas seperti lapangan olah raga. melompak. Oleh karena itu. 1998).76 J. antara lain. K. rumput Jepang (Zoysea japonica). Kriteria rumput untuk lapangan olah raga harus mempunyai kemampuan tumbuh yang baik serta memiliki daya adaptasi terhadap air. Halaman rumput yang tumbuh baik dan rata sudah merupakan elemen taman yang menyenangkan. dengan dasar rumput-rumput lapangan yang teratur baik dibandingkan bila ditanam bercampur dengan tanaman lain. palem ekor tupai (Wodyetia bifurcata). cemara papua (Cupressus papuana). antara lain. sebab pada musim hujan akan menjadi becek. dan menginjak dalam kegiatan olah raga (Munandar dan Hardjosuwignyo. Tanaman Rumput Lapangan Tanaman rumput lapangan adalah jenis-jenis rumput yang dipergunakan untuk menutupi permukaan tanah yang hanya terdiri atas lapisan tanah saja. Kehadiran tanaman lapangan rumput akan lebih menonjol apabila ditempatkan secara sendiri-sendiri. Halaman pekarangan sedapat mungkin tidak dibiarkan terbuka tanpa adanya tanaman di atasnya. Tanaman ini juga berfungsi untuk memberi aksen pada hamparan hijau yang luas. Contoh tanaman lapangan rumput. . Rumput juga harus memiliki fleksibilitas dan resistensi untuk mengakomodasi aktivitas lari. dan tanah yang baik. 1990. rumput manila (Zoysea matrella). Kumurur. Tanaman Lapangan Rumput Tanaman lapangan rumput adalah jenis tanaman yang ditanam secara sendiri atau secara berkelompok pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik (eksotik). suhu. pinang merah (Cyrtostachys lakka). Untuk lapangan terbatas/sempit. tanah tersebut perlu ditanami dengan rumput-rumputan. antara lain. rumput paitan (Axonopus compresus) dan rumput golf (Eragrostis sp). dan rumput peking (Agrotis stolonifera). Contoh tanaman rumput untuk lapangan luas.

. pohon tepi jalan. Jelaskan penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional. tanaman rumput lapangan. tanaman berdaun/ berbunga indah. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. tanaman pagar.. Jelaskan apa yang dimaksud tanaman indoor dan outdoor. Rangkuman Penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional terdiri atas tanaman indoor dan outdoor. tanaman memanjat.. PENUTUP A.. tanaman peneduh. dan tanaman lapangan rumput.. tanaman border. 2. tanaman berdaun/berbunga indah. tanaman border/tepi. tanaman peneduh/parkir. Karakteristik tanaman yang berfungsi sebagai peneduh adalah.. tanaman median jalan. 2.77 L. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan penggolongan tersebut.. tanaman median jalan.. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional..... tanaman penutup tanah. dan tanaman lapangan rumput. (a) Mahkota kecil (b) Daun tumbuh rapat (c) Batangnya tinggi . tanaman memanjat/pergola. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. 3. tanaman rumput lapangan. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. pohon tepi jalan. tanaman penutup tanah. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional. B. tanaman pagar.

. (a) Mudah pemeliharaan (b) Mudah dilihat (c) Mudah dilewati (d) Mudah membatasi tapak 4... (a) Sutera bombay (b) Daun perak (c) Sambang darah (d) Verbena Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 ..... Persyaratan tanaman median jalan adalah... (a) Jenis pohon (b) Bermassa dan padat (c) Tinggi tanaman >2 m (d) Tanaman hias daun 3... Hitunglah jawaban Anda yang benar.78 (d) Menggugurkan daun sekaligus 2....... Contoh tanaman undercover adalah.......... (a) Berdaun indah (b) Berbunga indah (c) Lapangan rumput (d) Rumput lapangan 5........... Alasan lebar penanaman border sekitar 1 m adalah.... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 6... Tanaman yang ditanam pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik disebut tanaman......

bagus! Anda cukup memahami Bab 6. 1970. C. b 3. 1998. 1994. New York: Macmillan. Rumput Lanskap. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Jakarta: Penebar Swadaya. c 5. a 4. 2000. Taman dalam Ruang. terutama bagian yang belum Anda kuasai. b . Menninger E. 2. 4.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Jakarta: Penebar Swadaya. Kumurur VA. An Encyclopedia of Climbing Plants. Bogor: IPB. Munandar A. D. Anda harus mengulangi Bab 6. 3. Hardjosuwignyo. Akan tetapi. Kunci Jawaban 1. 5. S. Manual of Climbers and Wall Plants. Rumput Lanskap. b 2. Arifin. Sumber/Referensi 1. New York: Heartside Press Incorporated. Flowering Vines of The World. Anda dapat meneruskan pada Bab 7. 1990. Griffiths M. Nurhayati.79 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . HS.

A. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. tanaman tidak hanya mengandung/mempunyai nilai estetika saja. Oleh karena itu. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. 4. Strategi Pembelajaran 1. Cooperative learning 2. tanaman. 2. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Selain itu. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Praktikum C. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai fungsi tanaman dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. dan hewan. mutlak diperlukan keberadaannya untuk kelangsungan hidup manusia. tanaman juga memberi kesan menarik dan menyenangkan.80 BAB 7 Tanaman FUNGSI TANAMAN DALAM LANSKAP PENDAHULUAN merupakan bagian dari ekosistem. 3. B. tetapi juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas lingkungan. . Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan.

dan pengunaan untuk estetika/keindahan (aesthetics use). Mengontrol Radiasi. Indikator Pencapaian 1. A. Tegakan hijau pohon mampu mengurangi energi sinar matahari yang sampai ke permukaan tanah sehingga . 8) mengurangi bising. penggunaan untuk keperluan arsitektural (architectural use). dinding. 13) sebagai penyekat (screen). fungsi tanaman dalam lanskap meliputi fungsi ameliorasi iklim (climate amelioration). dan Kelembaban Tanaman dapat menyerap panas dan memantulkan pancaran sinar matahari sehingga dapat menurunkan suhu iklim mikro. Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap. 6) mengontrol siklus hidrologi. 15) sebagai pembatas (border). dan 23) menciptakan pola bayangan. Selain itu. 4) penaung dari hujan. 20) menonjolkan obyek tertentu. Suhu. 19) memberi latar belakang. 2. 17) menampilkan ciri fisik yang dapat diindera. dan atap). 12) membentuk ruang vertikal/horizontal. rekayasa lingkungan (engineering use). 2) penahan angin. 4. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Secara umum. 18) membingkai view.81 D. 12) menyempitkan dan meluaskan ruang. 5) mengontrol erosi. Tanaman dalam lingkungan iklim mikro dapat menurunkan suhu udara dengan adanya naungan pohon dan evapotranspirasi tanaman. 1) mengontrol radiasi. 10) menyediakan habitat satwa liar. 16) sebagai pengarah. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. 11) membentuk ruang (lantai. tanaman juga mampu meningkatkan kelembaban udara dan presipitasi air hujan melalui evapotranspirasi sehingga meningkatkan kenyamanan sekitar. suhu. 9) mengharumkan udara. 3. antara lain. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. 21) melembutkan garis dan massa bangunan. 7) memperbaiki kualitas udara. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai fungsi tanaman dalam lanskap. dan kelembaban. Selanjutnya dijabarkan secara detail menjadi beberapa fungsi. 22) menyatukan elemen arsitektur bangunan. 3) penahan silau. 14) sebagai pagar (barrier).

Komposisi tanaman yang berbeda ketinggian mampu mengurangi kecepatan angin sekitar 40-50%. Penahan Silau Tanaman dapat menahan silau yang ditimbulkan oleh sinar matahari. mengabsorpsi. jenis. secara tidak langsung harus dapat menurunkan suhu (pohon jangan terlalu masif). antara lain. dan mentrasmisikan sinar matahari dimana efektivitasnya tergantung kepada spesiesnya. B. semak belukar. C. bercabang. dan mengalirkan tiupan angin sehingga menimbulkan iklim mikro. dan kepadatan tajuk optimum (50 – 60%).82 mampu mempengaruhi suhu udara. Penaung dari Hujan Tanaman mampu meningkatkan kelembaban udara dan presipitasi air hujan melalui evapotranspirasi sehingga meningkatkan kenyamanan sekitar. dan beranting banyak. Jika pohon sebagai penahan angin. kepadatan tajuk tanaman. Pepohonan. hempasan air hujan. D. Jenis tanaman yang dipakai harus diperhatikan tinggi pohon. serta lebar tajuk. Sebaiknya pada jalur median jalan ditanami tanaman semak. bentuk tajuk. lampu jalan. penetrability. Pada jalur jalan raya bebas hambatan. . berdaun. Peletakan tanaman di sisi jalan atau jalur tengah jalan sebaiknya dipilih pohon atau perdu padat. dan sinar lampu kendaraan pada jalan raya dan bangunan. agar sinar lampu kendaraan dari arah yang berlawanan dapat dikurangi. dan menahan jatuhnya sinar matahari ke daerah yang menimbulkan keteduhan. Peletakan tanaman dapat menahan pantulan sinar dari perkerasan. Daun-daun dapat mengintersepsi. penyerap. misalnya rindang. dan rerumputan dapat mengubah suhu. Faktor yang menentukan fungsi pohon sebagai penahan angin. penanaman pohon tidak dibenarkan pada jalur median jalan. Penahan Angin Tanaman berguna sebagai penahan. tinggi pohon. refleksi.

Misalnya dalam pembentukan muka tanah. pemotongan dan penambahan muka tanah (cut and fill). berasal dari manusia. atau belajar) (Doelle. perbaikan jalan. isi informasi. 1986). termasuk bunyi yang tidak sengaja dan bunyi yang ditimbulkan dari suatu kegiatan seperti bunyi transportasi dan industri. Sumber kebisingan juga dapat dikelompokkan: (1) sumber stasioner dari kegiatan rumah tangga dan industri. mengganggu atau berbahaya bagi kegiatan sehari-hari (kerja. F. alat-alat rumah tangga atau mesin-mesin di dalam gedung. kesinambungan. Bunyi diinginkan atau tidak oleh seseorang tergantung pada kekerasan bunyi. dan tempramen penerima. penggalian tanah untuk danau buatan. tanaman dapat pula berfungsi untuk menahan air hujan yang jatuh secara tidak langsung ke permukaan tanah. industri. Akar tanaman dapat mengikat tanah sehingga tanah menjadi kokoh dan tahan terhadap pukulan air hujan serta tiupan angin. alat-alat mekanis yang terlihat di luar gedung. Kondisi tanah menjadi rapuh dan mudah tererosi oleh karena pengaruh air hujan dan hembusan angin yang kencang. 1986). berasal dari lalu lintas. Mengurangi Kebisingan Kebisingan adalah bentuk suara yang tidak diinginkan karena tidak sesuai dengan tempat dan waktunya. frekuensi. Sebagai definisi standar. Sumber utama kebisingan diklasifikasikan dalam dua kelompok.83 E. yaitu: (1) bising interior. kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan. Tingkat kekerasan bunyi pada suatu bunyi pada suatu tempat dapat diduga berdasarkan bentuk sumber. . kegiatan olahraga dan lain-lain di luar gedung (Doelle. dan (2) bising luar (outdoor). dan (2) sumber dinamis dari kendaraan. Definisi kebisingan adalah semua bunyi yang mengalihkan perhatian. selain menimbulkan efek positif juga menyebabkan efek negatif terhadap kondisi tanah/lahan. hiburan. besar kebisingan dan jarak dari sumber bising. waktu terjadinya. juga pada aspek subyektif seperti asal bunyi. Selain itu. tempat pembangunan gedung-gedung. istirahat. Pencegah Erosi (Erosion Control) Kegiatan manusia dalam menggunakan lahan. transportasi. keadaan pikiran.

intensitas suaranya dapat berkurang sekitar 6 dB setiap jarak sumber pendengar menjadi dua kali lipat. bentuk komposisi dengan menanam berbagai jenis tanaman berbagai strata yang cukup rapat dan tinggi. Dedaunan tanaman dapat menyerap kebisingan sampai 95%. sedangkan untuk sumber suara bergerak atau berbentuk garis. tanjung (Mimusops elengi). dapat dilakukan dan dihitung dengan rumus: D1 – 2 = 10 log 10 (d2/d1) Dimana D1= Tingkat suara di lokasi 1 D2 = Tingkat suara di lokasi 2 d1 = Jarak lokasi 1 terhadap sumber suara . antara lain. dan penggunaan peralatan untuk melindungi penerima dari kebisingan. susunan daun rapat. Kebisingan yang keluar dari sumber berupa titik menyebar melalui udara dalam bentuk bola dengan kecepatan 334 m/s dan sumbernya statis atau tetap. Contoh tanaman. tajuk tebal daun rindang. intensitas suara hanya berkurang sekitar 3 dB bila jarak sumber dengan penerima menjadi dua kalinya Cara pengendalian kebisingan dilakukan dengan tiga cara. Barrier buatan berupa dinding atau bangunan. Pengendalian bising pada jalur transmisi dilakukan dengan meningkatkan jarak atau dengan menggunakan barrier. Pengendalian kebisingan untuk sumber suara yang berbentuk garis. kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis). misalnya kendaraan yang bergerak. dan ranting. dan oleander (Nerium oleander). Untuk sumber suara yang berupa titik. yaitu pengendalian kebisingan pada sumbernya. sedangkan barrier alami berupa vegetasi baik pohon maupun semak. bougenvil (Bougenvillea sp). kirei payung (Filicium decipiens). cabang.84 Bentuk sumber bising dapat berupa titik (point source) dan garis (line source). sedangkan sumber berupa garis menyebar melalui udara dengan pola berbentuk silender yang memanjang dan sumbernya bergerak. teh-tehan pangkas (Acalypha sp). Syarat tanaman yang dapat meredam kebisingan adalah berupa pohon. Pohon meredam suara dengan cara mengabsorbsi gelombang suara oleh daun. pengendalian bising pada jalur transmisi suara. penyebaran suaranya berbentuk silinder yang memanjang. perdu atau semak yang membentuk massa.

85 d2 = Jarak lokasi 2 terhadap sumber suara Tingkat kebisingan akan berkurang 3 dB apabila jaraknya bertambah menjadi dua kali lipat. 1989) G. . Kontrol Pandangan (Visual Control) Pohon secara visual dapat berfungsi sebagai penghalang pandangan. Salah satu cara menutupi beton atau tembok bangunan adalah dengan menggunakan tanaman merambat atau dengan penambahan semak atau perdu. Pengurangan tingkat kebisingan dengan fungsi Fresnel Number (Wilson. N= Dimana 2 δ λ N= 2(A + B) − C λ N = Fresnel Number A = Jarak dari sumber suara ke puncak barrier B = Jarak dari puncak barrier ke penerima C = Jarak dari sumber suara ke penerima λ = Panjang gelombang suara Gambar 16. Tanaman penghalang berfungsi untuk menutupi pandangan ke suatu tempat seperti bangunan yang kasar atau tempat-tempat yang tidak menyenangkan dipandang. Pada dinding masif pengurangan tingkat kebisingan oleh barrier (Gambar 16) dapat dinyatakan dengan fungsi Fresnel Number (δ = (A+B)-C).

Penghalang pada pengamat diam (Shinzo. Pengamat diam (Gambar 17). Teori ini dapat dilakukan pada pengamat yang dian dan bergerak. menggunakan rumus: Tan α = Dimana h−l H−l d = h = d Tan α + l = (H − l) + 1 D d D l : tinggi mata pengamat α: sudut pandang dari mata ke puncak obyek yang ditutupi H: tinggi obyek h: tinggi pohon D: jarak dari titik memandang ke obyek d: jarak dari titik memandang ke pohon Gambar 17.86 Teori penghalang adalah jika titik pandang telah ditentukan maka pohon diletakkan di antara titik pandang dan obyek yang ditutupi. menggunakan rumus: S= Dimana 2r d = Sin α Sin α S: jarak antar pohon α: sudut antara arah gerak dan penglihatan d: diameter tajuk pohon r: jari-jari tajuk pohon . 1975) Pengamat bergerak (Gambar 18).

Atap dibentuk oleh tajuk pohon yang membentuk kanopi atau tanaman merambat pada pergola. Ruang pribadi ini .. Kontrol Pandangan terhadap Ruang Luar Tanaman dapat dipakai untuk komponen pembentuk ruang sebagai dinding. Penghalang pada pengamat bergerak (Shinzo. Kontrol Pandangan untuk Ruang Pribadi Tanaman dapat dipergunakan untuk membatasi pandangan dari arah luar dalam usaha untuk menciptakan ruang pribadi (privacy space). Tanaman sebagai kontrol pandangan terhadap ruang luar (Carpenter et al. dan lantai.87 Gambar 18. sedangkan sebagai lantai dapat dipergunakan tanaman rumput atau penutup tanah (groundcover) (Gambar 19). 1975) I. Dinding dapat dibentuk oleh tanaman semak sebagai border. Dengan demikian pandangan dari arah atau ke arah ruang yang diciptakan dapat dikendalikan. atap. Gambar 19. 1975) H.

Gambar 20. . K. Sumber-sumber pencemaran lainnya berasal dari pembakaran. seperti timbunan sampah. Sumber pencemaran udara yang utama berasal dari transportasi terutama kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar yang mengandung bahan pencemar. Ruang ini memerlukan penempatan tanaman pembatas pandangan setinggi 1.5 – 2 meter (Gambar 20).88 biasanya ruang yang terlindung dari pandangan orang lain. Kontrol Pandangan terhadap Hal yang Tidak Menyenangkan Tanaman dapat pula dimanfaatkan sebagai penghalang pandangan terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan untuk ditampilkan atau dilihat. tempat pembuangan sampah. proses industri. 1975) J.. Mengurangi polusi udara Pencemaran udara diperkirakan semakin meningkat dan meluas seiring dengan cepatnya proses industrialisasi dan makin banyaknya kendaraan bermotor. Kontrol pandangan untuk ruang pribadi (Carpenter et al. 60% dari bahan pencemar yang dihasilkan terdiri dari karbon monoksida dan sekitar 15% terdiri dari hidrokarbon. dan galian tanah. Pembakaran bensin dalam kendaraan bermotor merupakan lebih dari separuh penyebab pencemaran udara di perkotaan.

CO. industri (10-15%). Pencemaran udara di Indonesia. diasimilasi oleh jaringan tanaman dalam daun.50%. antara lain. dan partikel sebesar 1. hanya sampai di permukaan daun (menempel). Debu yang terdapat pada lapisan biosfer bumi. kebakaran hutan atau ladang. antara lain. dsb). Hidrokarbon (HC) sebesar 18. logam-logam (Pb. jumlah debu yang melayang di udara akan menurun. PAN (Peroxy Acetic Nitrat).34%. Dengan adanya mekanisme ini. 2) menyerap (absorpsi). nitrogen oksida (NOx) sebesar 8. dan sisanya berasal dari rumah tangga. yaitu mengencerkan konsentrasi polutan. yaitu: 1) menjerap (adsorpsi). SO3) CO2. Zn. disebabkan gas buang kendaraan bermotor (60-70%). Fe. 3) mendifusi. seperti ukuran dan . Ada juga partikel yang menempel pada kulit pohon. untuk polutan padat. partikel debu. untuk gas NOx (NO2. tekstur daun. Selain sebagai elemen estetis. Vegetasi khususnya pohon tepi jalan harus memenuhi kriteria ciri dan bentuk arsitektural antara lain mencakup tinggi pohon dewasa. dan 4) mendeposisi. Efektifnya mekanisme penjerapan ditentukan oleh ukuran. Komponen pencemaran udara yang bersumber dari kegiatan transportasi di Indonesia yang paling banyak berpengaruh sebagai pencemar udara adalah karbon monoksida (CO) sebesar 70. khususnya daun yang berbulu dan yang mempunyai permukaan yang kasar dan sebagian lagi terserap masuk ke dalam ruang stomata daun. SOx (SO2. yaitu menjatuhkan polutan ke tanah. pembakaran sampah. Dalam menyerap zat pencemar dipengaruhi oleh karakteristik morfologi tanaman.88%. vegetasi berfungsi dalam mereduksi partikel padat dari udara yang merupakan dampak dari kegiatan manusia. Selain itu pohon tepi jalan yang digunakan juga harus efektif dalam menjerap dan menyerap pencemar udara. dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui beberapa mekanisme.89 pembuangan limbah dan lain-lain. terutama di kotakota besar. NO3).89%. HC.33%. cabang dan ranting. dan lain-lain. Partikel yang melayang-layang di permukaan bumi sebagian akan terjerap (menempel) pada permukaan daun. Vegetasi merupakan elemen alami yang dominan sebagai pembentuk lanskap kota. Mekanisme tanaman mengurangi polusi udara. sulfur oksida (SOx) sebesar 0. kerapatan dan bentuk trikoma. batang dan perakaran.

kembang merak (Caesalpinia pulcherrima). karakter tidak beda jauh . dan mempunyai tingkat pertumbuhan yang cepat. bougenvil ungu (Bougenvillea glabra). cempaka (Michelia campaka). Contoh tanaman penyerap NO2. akalipa merah (Acalypha wilkesiana). lantana (Lantana camara). kriminil (Alternanthera ficoides). lollipop kuning (Pachystachys lutea). kenanga (Cananga odorata).Tanaman dengan genus sama. rumput manila (Zoysia matrella). flamboyan (Delonix regia). dan adam hawa (Rhoeo discolor). adanya rambut pada permukaan daun dan juga tekstur daun. APTI = A (T + P) + R 10 Dengan variabel-variabel yang peka terhadap polusi: A: kandungan Asam Ascorbic T: total klorofil P: pH ekstrat daun R: kandungan/kadar air Tabel 1. Kriteria sensitivitas dan toleransi tanaman terhadap polusi Kriteria Decidious < 15 15 – 19 20 – 24 > 24 Nilai APTI Evergreen < 13 13 – 16 17 – 20 > 20 Herba 11 11 – 14 15 – 18 > 18 Sensitif Sedang Cukup toleran Toleran Keterangan: . melinjo (Gnetum gnemon). mempunyai ketahanan tertentu terhadap gas tertentu. Rumus APTI dan nilainya (Tabel 1) sebagai berikut. antara lain.Pohon memiliki nilai APTI yang paling besar . dapat diketahui dengan APTI (Air Pollution Tolerance Index).90 bentuk daun. Kemampuan adaptasi terhadap polusi tinggi.Semakin besar nilai APTI maka tanaman semakin toleran . Jenis tanaman yang dipakai untuk menyerap gas adalah tanaman yang mempunyai sifat: mempunyai stomata yang banyak.

kol banda (Pisonia alba). dan menghilangkan kejenuhan bagi pemakai jalan. pembatas ke arah pandangan yang kurang baik. Tanaman Penahan Kebakaran Tanaman dengan daun apabila terjadi kebakaran juga ikut terbakar. dan pangkas-pangkasan. cemara. hujan mas (Cassia glauca). cemara. Ada tanaman yang mengeluarkan aroma pada pagi. melati (Jasminum sambac).91 L. . glodogan tiang (Polyalthea sp). kembang merak. M. antara lain. antara lain. bau berkurang). daun. antara lain. Contoh tanaman pembentuk pandangan. batang. Aroma yang ditimbulkan ada yang enak atau harum dan ada yang tidak enak. Pembatas Fisik (Physical Barrier) Tanaman pembatas merupakan tanaman yang ditanam secara berbaris untuk membatasi baik pergerakan maupun pandangan. Tanaman aromatik mampu menghasilkan aroma yang harum hingga pada jarak tertentu dari tempat tumbuhnya. dan oleander. kenanga (Canangium odoratum). Tanaman ini dapat berfungsi sebagai pembatas untuk jalan. Mengharumkan Udara Tanaman dapat membersihkan udara yang baunya tidak enak (setelah melewati vegetasi. sore. Sebenarnya penahanan kebakaran secara sempurna oleh tanaman adalah sulit. N. dan cempaka (Michelia champaca). mahoni (Swietania mahagoni). dan pangkas-pangkasan. bambu (Bambusa sp). glodogan biasa (Polyalthea longifolia). Contoh tanaman pengarah pada jalan. buah. pengarah dan pembentuk pandangan. maupun akarnya. Ada yang beraroma lembut tetapi ada juga yang beraroma menusuk hidung atau menyengat. 2006). dan malam hari (Nugrahani. Contoh tanaman beraroma. baik melalui bunga. Tanaman yang dapat dipakai adalah tanaman yang dapat mengeluarkan aroma tertentu yang disebut tanaman aromatik. Tanaman aromatik adalah tanaman-tanaman yang dapat menghasilkan aroma tertentu. siang. akalipa (Acalypha wilkesiana). antara lain. Contoh tanaman pembatas untuk jalan. kacapiring (Gardenia jasminoides). akalipa. cemara. kembang sepatu. bambu. kemuning (Murraya paniculata). pengarah gerakan bagi pemakai jalan pada jalan berbelok atau ke tujuan tertentu.

api membesar dalam 3 – 4 menit dan alam waktu tersebut. Struktur penanaman untuk menahan kebakaran (Gambar 21. api mengalir.92 Umumnya pada kebakaran bangunan total. 22. pohon juga menghalangi bara api yang terbang. bara api terbang. maka pohon menahan aliran angin sehingga menghalangi perpindahan api. dan 23): - Kombinasi dengan tanah kosong Menggunakan dua atau lebih deretan pohon Tanah kosong ≥ 6 m Tidak menanam rumput pada tanah kosong Tinggi pohon ≥ 10 m (tergantung bangunan yang ingin dilindungi) Di depan pohon ditanam semak Lebar penanaman 6 – 10 m Pohon Pohon Semak Semak > 10 m 6 – 10 m Tanah kosong 6m 6 – 10 m Gambar 21. tanaman meningkatkan ketahanan gedung terhadap kebakaran. Fungsi tanaman dalam menahan kebakaran adalah menahan perambatan panas. jika bisa bertahan atau melakukan pemadaman. Struktur penanaman . bangunan sekeliling dapat dilindungi dari perambatan api Tanaman menghalangi perambatan panas sehingga bersama dengan tanah kosong (terbuka) di sekeliling rumah. Jika ada angin.

93
Tanaman dipangkas dibentuk fence

5m

Gambar 22. Tanaman penahan kebakaran untuk lahan yang sempit

Dengan batas 2 pohon

2m

7m

Gambar 23. Tanaman penahan kebakaran untuk lahan yang lebih lebar

O. Fungsi Sosial Budaya

Fungsi tanaman sebagai sosial budaya terkait dengan tanaman yang mengandung nilai adat/kepercayaan. Tanaman ini merupakan tanaman yang pada daerah tertentu memiliki nilai tersendiri karena kepercayaan yang dianut masyarakat sebagai pengaruh budaya, adat atau keagamaan. Beberapa tanaman mempunyai nilai karena berhubungan dengan upacara adat, pantangan dan himbauan, tempattempat tertentu misalnya tempat yang dianggap keramat, rejeki, jodoh, status sosial, dan sebagainya. Contoh nilai budaya tanaman dalam masyarakat Bali, dimana nilai tanaman berpengaruh terhadap peletakan tanaman dalam tata ruang lanskap tradisional Bali (konsep Tri Mandala yang membagi menjadi tiga zona: utama, madya, nista). Pada zona utama diletakkan tanaman Ficus benjamina, Santalum album, Cordyline sp,

94
Michelia champaca, dan Pandanus sp yang ditanam sekitar pura. Pada zona madya

diletakkan tanaman Cananga odorata dan Hibiscus rosa-sinensis, sedangkan pada zona nista atau di kebun/tegalan terdapat tanaman Musa paradisiaca, Bambusa sp,
Cocos nucifera, dan Citrus sp.

Contoh lain, dadap (Erythrina indica) yang digunakan untuk struktur pemujaan temporer di pura dan merupakan salah satu kayu penting dan bernilai religi. Tanaman cendana (Santalum album) sebagai bagian penting pegangan keris bagi para empu.

P. Rangkuman

Fungsi tanaman dalam lanskap terdiri atas 1) mengontrol radiasi, suhu, dan kelembaban, 2) penahan angin, 3) penahan silau, 4) penaung dari hujan, 5) pencegah erosi (erosion control), 6) mengurangi kebisingan, 7) kontrol pandangan (visual control), 8) kontrol pandangan terhadap ruang luar, 9) kontrol pandangan untuk ruang pribadi, 10) kontrol pandangan terhadap hal yang tidak menyenangkan, 11) mengurangi polusi udara, 12) mengharumkan udara, 13) pembatas fisik (physical
barrier), 14) tanaman penahan kebakaran, dan 15) fungsi sosial budaya.

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang fungsi tanaman dalam lanskap, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Jelaskan fungsi tanaman dalam lanskap. 2. Jelaskan fungsi ameliorasi iklim, rekayasa lingkungan, penggunaan untuk keperluan arsitektural, dan pengunaan untuk estetika dari tanaman lanskap. 3. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan masing-masing fungsi.
Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus

memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 2. Renungkan tentang fungsi tanaman dalam lanskap.

95
B. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Pada jalur median jalan bebas hambatan tidak dibenarkan menanam tanaman............. (a) Penutup tanah (b) Semak (c) Perdu (d) Pohon 2. Syarat tanaman yang dapat meredam kebisingan adalah............. (a) Semak soliter (b) Susunan daun rapat (c) Tajuk lebar (d) Daun lebar 3. Karakteristik tanaman yang efektif untuk membatasi pergerakan manusia adalah tanaman yang............. A. Bermassa daun sedikit B. Berjarak tanaman rapat C. Berukuran daun besar D. Berbatang besar 4. Toleransi tanaman terhadap polusi dapat diketahui dari nilai APTI, dimana nilai APTI semakin............. A. Tinggi maka tanaman semakin toleran B. Rendah maka tanaman semakin toleran C. Tinggi maka tanaman semakin sensitif D. Rendah maka tanaman cukup toleran 5. Struktur penanaman tanaman yang efektif menahan kebakaran adalah............. A. Menanam rumput pada tanah kosong B. Menggunakan dua atau lebih deretan pohon C. Menggunakan pohon tinggi ≤ 10 m D. Menggunakan satu baris pohon

New York: Harper and Row Publ.. Di dalam: Winarno et al. Inc. FO. Walker. hlm 102-108. 18 Mei 2006. 5. Doelle LL. terutama bagian yang belum Anda kuasai. 1975. San Fransisco: Freeman & Co. bagus! Anda cukup memahami Bab 7. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 7. 1986. Plants in the Landscape.96 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. 2006. and Control of Sound and Vibration. TD. Wilson CE. 1975. Anda dapat meneruskan pada Bab 8. C. Surabaya: Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian UPN Veteran Jatim. Akustik Lingkungan. Theory and Technique of Planting. Nugrahani P. . 3. Tokyo: Kashima. Jakarta: Erlangga.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Vegetasi Aromatik sebagai Elemen Lanskap Ruang Terbuka Hijau Perkotaan. Noise Control: Measurement. Sumber/Referensi 1. Prosiding Seminar Nasional Lanskap Perkotaan. Shinzo N. Hitunglah jawaban Anda yang benar. 4. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. editor. Carpenter PL. Surabaya. 2. Anda harus mengulangi Bab 7. Lanphear. Akan tetapi. Analysis. 1989.

b 3. b 4. Kunci Jawaban 1. d 2.97 D. b . a 5.

drainase. A. Selain itu. sinar matahari. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum. Case study 3. Strategi Pembelajaran 1.98 BAB 8 KOMPOSISI TANAMAN PENDAHULUAN Penataan tanaman dalam sebuah taman memang tidak semudah yang diduga apabila diharapkan hasil yang bagus. seperti bangunan. B. Sifat atau karakteristik yang paling menonjol adalah bahwa tanaman merupakan unsur yang hidup dan tumbuh. Tanaman memang memiliki beberapa sifat yang dapat dibedakan dengan unsur-unsur pertamanan yang lain. Studi lapang 2. Hal lain yang penting diketahui ialah tanaman bukan hanya sebagai unsur hiasan saja. batu-batuan. penataan tanaman berkaitan juga dengan unsur pertanaman lain. Faktor-faktor seperti keadaan tanah. tetapi memiliki beberapa fungsi dan potensi. Hal ini tentu saja sangat perlu diketahui terlebih dahulu agar tanaman yang ditata hidup dan tumbuh dengan baik. komposisi tanaman yang dibuat tentu akan lebih fungsional berguna dan visual indah. kolam. Dengan lebih mengenal atau mengetahui fungsi dan potensi dari unsur tanaman tersebut. angin. Praktikum . lampu taman. dan sebagainya. Ada beberapa hal pokok yang sangat penting diketahui terlebih dahulu bila ingin menata tanaman dengan hasil yang cukup memuaskan. dan suhu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.

dan kecil. 2. sedang. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai komposisi tanaman dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Kemampuan membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik. 3. 2. Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. serta tanaman penutup tanah dan rumput. Mahasiswa aktif melakukan praktikum. merunduk. Ukuran tanaman juga bervariasi. 4. Warna-warna tanaman yang beraneka warna merupakan karakteristik penting yang dianggap sebagai karakteristik emosional karena mempengaruhi secara langsung kesan dan suasana ruang luar. sedang. 3. D. 4. Tekstur tanaman adalah kesan kasar atau halusnya keseluruhan tanaman . case study. Indikator Pencapaian 1. menyebar. dan praktikum. seperti pohon besar. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Untuk membuat sebuah komposisi tanaman yang indah dan menarik. tinggi membulat. Bentuk tanaman misalnya ada yang berbentuk tinggi ramping. piramidal. dan rendah. misalnya dapat menimbulkan suasana cerah dan menyenangkan. Warna-warna terang. sedangkan warna gelap mengesankan suasana yang suram. masalah pengenalan karakteristik visual tanaman sangat penting diketahui lebih jauh disamping hal-hal yang lainnya. 5. Mahasiswa melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman pada suatu lanskap. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1.99 C. dan eksotis atau unik. semak tinggi. Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap. Mahasiswa membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik. Kemampuan melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman. bulat.

daya tarik visual. 1. Aksen dalam lanskap dapat diciptakan dengan memanfaatkan unsur desain lainnya yang dimiliki oleh elemen lanskap. irama. Adanya irama memberikan kesan dinamis. cara tumbuh. jarak penanaman. dan proporsi. 2. serta lebih hidup dan menarik. bentuk. yaitu kesatuan. mungkin berbentuk beraturan atau tidak beraturan. tekstur. Kesatuan komposisi tanaman dapat diperoleh dari pemilihan tanaman yang sama dalam jenis. rangkaian batu yang serupa. warna. urutan dari anak tangga. tinggi rendah tanaman yang diatur berulang-ulang. keseimbangan. aksen. dan irama. 3. Aksen tersebut dapat diciptakan dari . dan sebagainya. sifat. nada warna dan lain sebagainya. Oleh karena itu. tidak monoton dan membosankan. dan berasal dari sifat ekologisnya yang sama. persepsi terhadap jarak.100 secara visual pada tanaman individual atau kelompok. A. Irama/gradasi Irama adalah urutan atau perulangan elemen-elemen. dan isi. misalnya barisan pohon. harus diciptakan aksen sebagai point of interest pada bagian atau titik-titik tertentu. Irama pada lanskap dapat diciptakan dengan penggunaan warna tanaman yang berulang-ulang. Tekstur tanaman ternyata mempengaruhi faktor dalam komposisi tanaman. tujuan. Pada sebuah taman harus ada unsur taman sebagai pusat pemandangan berupa elemen estetis yang mewakili seluruh bagian taman yang dapat menampilkan ide. meliputi kesatuan komposisi dan keanekaragaman. Bilamana suatu unsur memisahkan diri berarti kesatuan tersebut tidak tercapai. Prinsip Komposisi Tanaman Prinsip dan aturan dalam menyusun komposisi tanaman mengikuti prinsip desain lanskap. Suatu komposisi yang baik harus mempunyai kesatuan yang kompak antara unsur-unsur yang tersusun di dalamnya termasuk faktor keseimbangan. Aksen merupakan bagian terpenting yang menjadi pusat perhatian dan mampu memberikan ciri tertentu yang mengandung ide. Kesatuan/tema Kesatuan adalah organisasi antara beberapa unsur yang saling bergantung satu sama lain atau tidak terpisahkan. Aksen/kontras/point of interest Suatu desain dapat membosankan tanpa adanya aksen. aksen.

101 perbedaan tekstur. Keseimbangan simetris terbagi 3 jenis. yaitu penempatan tanaman yang sama tepat satu sama lain. yaitu keseimbangan yang berpusat pada pertemuan antara dua garis sumbu yang membentuknya. dan bobot. a. Keseimbangan simetris yang memberi kesan formal lebih mudah dicapai dan dimengerti. ukuran atau warna. c. tetapi tidak dalam bentuk dan materi yang sama antara sisi yang satu dengan yang lain. d. yaitu keseimbangan yang elemen-elemennya tidak sama dan serupa antara sisi yang satu dengan sisi yang lainnya pada garis sumbu. Keseimbangan simetris. Keseimbangan segitiga. Keseimbangan yang tercipta dapat berupa keseimbangan simetris dan asimetris. Proporsi Apabila membuat suatu taman. ada tiga titik yang jika dihubungkan satu sama lain menjadi segitiga. 4. perbedaan bentuk. Keseimbangan asimetris. serasi. Keseimbangan adalah pembagian elemen yang menghasilkan suatu aksen. sedangkan keseimbangan asimetris yang memberi kesan informal atau alami lebih sulit dicapai. tetapi memberi kesan lebih halus karena mendekati alam. b. yaitu mempunyai ciri-ciri yang jelas. Satu hal yang . sebaiknya memilih tanaman dan struktur taman yang ukurannya sesuai dengan garis-garis lanskap bangunan. desain tersebut mempunyai keseimbangan. warna. Keseimbangan sentral atau radial. sebagai berikut. yaitu simetri bentuk. 5. keseimbangan terletak pada penciptaan pandangan yang sama bobotnya dari satu pusat perhatian. Keseimbangan/kontrol Kontrol terhadap ketiga prinsip sebelumnya jangan berlebihan atau kekurangan sehingga tercipta kesan seimbang. dan harmonis. Tanaman yang tinggi dengan tekstur halus yang dominan dapat menjadi aksen di antara tanaman berukuran sedang dan bertekstur kasar. jika kedua sisi dari taman tersebut sama-sama menarik perhatian dari pengamat. Keseimbangan asimetri menghasilkan perhatian yang sama pada kedua sisi ruang luar. Keseimbangan diumpamakan taman dibagi dua sama besar.

102 tidak boleh dilupakan adalah ukuran maksimal tanaman, dalam hal ini pohon. Proporsi merupakan ciri dari suatu lanskap yang berkaitan dengan ukuran. Setiap elemen lanskap harus dalam hubungan ukuran yang tepat dengan elemen lainnya. Pada taman yang kecil, pemilihan jenis tanamannya lebih terbatas, teksturnya halus, dan warna tidak terlalu menyolok, sedangkan pada taman yang cukup luas, kesempatan memilih jenis tanaman lebih banyak. Ukuran tanaman terhadap bangunan harus sebanding, sehingga proporsi harus sesuai dengan fungsinya. Untuk menciptakan komposisi tanaman yang menarik dan indah, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan, yaitu: 1. Tanaman soliter atau tunggal seperti palem merah, beringin, dan lain sebagainya, sebaiknya ditanam menyendiri sebagai eye catcher atau daya tarik yang berfungsi sebagai karya sculpture yang dinamis terlihat dari berbagai sisi. 2. Untuk sebuah komposisi, sebaiknya memilih jenis-jenis tanaman berdasarkan ukuran, bentuk, warna, dan teksturnya. 3. Perancang harus menghindari penanaman dengan jumlah genap karena cenderung memecah komposisi. Tanaman dengan jumlah ganjil cenderung mempersatukan komposisi. 4. Sebaiknya tidak menanam secara menyebar atau jarang, tanaman dibuat secara mengelompok, terutama pada tanaman-tanaman individu. 5. Masa-masa tanaman yang saling bersinggungan atau tumpang tindih tajuknya akan memperkuat hubungan antara satu dengan yang lainnya. 6. Sebaiknya mengisi di bawah tajuk pohon dengan tanaman semak agar tidak terbentuk ruang tersisa. 7. Tanaman khususnya semak, sebaiknya ditanam dalam bak tanam (cultivated bed) sehingga terlindung dari kerusakan akibat mesin potong rumput saat pemangkasan. Penanaman di dalam bak memungkinkan menutup permukaan tanah dengan lumut, serbuk kayu, batuan atau material lain untuk mencegah timbulnya tanaman liar. Berikut ini diberikan contoh komposisi tanaman pada area menyudut, pada bidang lurus, dan untuk memanipulasi bangunan.

103
a. Komposisi Tanaman Menyudut

Ada dua hal yang perlu diperhatikan pada penataan komposisi penanaman menyudut, yaitu 1) titik tengah sudut atau lengkung dalam (incurve) dan 2) kedua tepian atau lengkung luar (outcurve). Lengkung dalam merupakan tempat yang sesuai untuk menempatkan tanaman yang memiliki daya tarik visual kuat sehingga biasanya digunakan untuk menempatkan focal point dengan tanaman yang khas, baik ukuran, bentuk, maupun warnanya. Dari segi ukuran, sebaiknya tanaman tersebut merupakan tanaman yang paling tinggi di antara tanaman lain pada bagian
outcurve. Selain tanaman khas, untuk focal point dapat juga ditempatkan bentuk

aksen lainnya pada incurve seperti patung, air mancur atau lampu yang bentuknya artistik. Aksen utama dapat diletakkan di lokasi incurve atau di lokasi lain. Jika aksen di luar incurve, maka incurve dapat dijadikan tempat untuk meletakkan aksen minor dengan catatan aksen ini tidak melebihi kekuatan aksen utamanya. Variasi dapat dilakukan dalam komposisi menyudut ini, antara lain, 1) meletakkan tanaman tinggi pada incurve kemudian memendek ke arah outcurve dan 2) pada incurve diletakkan tanaman tinggi, sedangkan bagian depan serta outcurve diisi dengan tanaman yang lebih pendek. Komposisi tanaman pada incurve dan outcurve ini sebaiknya tidak lebih dari tiga sampai empat jenis saja. Contoh komposisi tanaman menyudut dapat dilihat pada Gambar 24.

Gambar 24. Contoh komposisi tanaman menyudut (Sumber: Handayani, 2009)

104
b. Komposisi Tanaman pada Bidang Lurus

Komposisi

penanaman

pada

bidang

lurus

pada

dasarnya

mencoba

menerapkan fungsi arsitektur yang diantaranya adalah membentuk bidang vertikal. Penanaman cara ini dapat berperan baik sebagai pembentuk ruang privacy, total maupun semi privacy, atau ruang dengan tingkat keterbukaan terbatas. Selain fungsi arsitektural, komposisi ini berperan pula sebagai pengendali visual dan pengendali lingkungan, seperti pengendalian pandangan ke arah tempat yang kurang menarik dan pengendalian terik matahari. Penanaman pada bidang lurus secara umum dikelompokkan pada: 1) berderet mengikuti bidang lurus, dan 2) berderet seolah mengikuti garis lengkung/berbelok-belok (Gambar 25).

Gambar 25. Contoh penataan tanaman pada bidang lurus (Handayani, 2009)

105 Seperti halnya dalam pembuatan komposisi menyudut. irama. Komposisi Tanaman untuk Memanipulasi Bangunan Komposisi ini diperlukan bila menghadapi bangunan yang bentuknya terlalu tinggi. tidak hanya terbatas pada sudut-sudut bangunan saja tetapi menyeluruh hingga ke bagian lanskap lainnya. yaitu kesatuan. dan untuk memanipulasi bangunan. . c. dan proporsi. Komposisi ini dapat diterapkan pada area menyudut. Disamping itu. jumlah tanaman yang terlalu sedikit pun dapat mengakibatkan komposisi menjadi monoton. Jelaskan persyaratan dalam menyusun komposisi tanaman yang baik. pengaturan dalam perletakan titik tanam sangat mempengaruhi daya tarik komposisi secara keseluruhan. jenis tanaman yang digunakan harus dibatasi dan disusun dalam bentuk kelompok. 2. Namun. dan untuk memanipulasi bangunan. aksen. PENUTUP A. Fungsi lainnya adalah untuk mengarahkan pandangan pengamat pada pintu masuk di area publik sebuah bangunan. Rangkuman Prinsip dan aturan dalam menyusun komposisi tanaman mengikuti prinsip desain lanskap. B. Komposisi untuk memanipulasi bangunan ini memiliki peran penting dalam mempercantik sebuah bangunan. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang komposisi tanaman dalam lanskap. dinding yang telah tua atau bagian bangunan lain yang kurang menarik. Komposisi tanaman pada bidang lurus akan lebih menarik bila di bagian depan ditempatkan tanaman yang lebih rendah dari bagian belakang. bidang lurus. Berikan contoh komposisi tanaman pada area menyudut. keseimbangan. pada bidang lurus. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Hal ini untuk menciptakan area transisi antara penutup tanah dengan tanaman tinggi.

....... Penempatan (a) Simetris (b) Asimetris (c) Radial (d) Segitiga tanaman yang sama tepat satu sama lainn disebut keseimbangan ... (a) Dinamis (b) Statis (c) Monoton (d) Ramai 3.. 2....... Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Aksen pada suatu taman dapat diciptakan dengan cara. Kesan yang dapat ditimbulkan dari irama adalah kesan........ Salah satu cara untuk mempersatukan komposisi tanaman adalah..... (a) Penanaman berjumlah ganjil (b) Penanaman berjumlah genap (c) Penanaman secara menyebar (d) Penanaman dengan jenis yang sama 2...... Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda.. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.... .... Renungkan tentang komposisi tanaman dalam lanskap..... B.106 Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.... (a) Pengulangan bentuk (b) Perbedaan bentuk (c) Ukuran yang sama (d) Warna yang terang 4...

. . Hitunglah jawaban Anda yang benar. [13 Maret 2011].. tanaman tinggi sebaiknya diletakkan pada.pdf.. Anda harus mengulangi Bab 8... Untuk menciptakan komposisi tanaman yang baik._TEKNIK_ARSITEKTUR/196609301997032SRI_HANDAYANI/Bahan_Ajar_Mata_Kuliah_ArsLansekap_4. bagus! Anda cukup memahami Bab 8. Akan tetapi.edu/ Direktori/FPTK/JUR. Elemen-elemen Pendukung Lanskap. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%... C.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% .upi. Anda dapat meneruskan pada Bab 9. (a) Lengkung dalam (b) Lengkung luar (c) Bidang lurus (d) Garis berbelok-belok Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.107 5.. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 8... Sumber/Referensi 1.. Handayani S. terutama bagian yang belum Anda kuasai. 2009._PEND.. http://www.

a . b 4. Kunci Jawaban 1. a 3.108 D. a 5. a 2.

B. haruslah melewati tahap pelaksanaan. 4. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. Strategi Pembelajaran 1. penanaman. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet.109 BAB 9 TEKNIK PENANAMAN TANAMAN LANSKAP PENDAHULUAN Untuk mewujudkan suatu karya desain. Kegiatan pelaksanaan lebih terkait dengan pekerjaan secara fisik di lapangan dengan acuan hasil desain yang telah dibuat sebelumnya. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. rumput. dan pembersihan. dan tanaman pagar. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai teknikteknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. penutup tanah. Cooperative learning 2. Untuk penanaman tanaman lanskap. A. dibedakan menjadi penanaman pohon. 3. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Kegiatan pelaksanaan meliputi tahap persiapan. semak. Praktikum C. . 2. pembuatan konstruksi.

Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai teknik penanaman tanaman lanskap. 4. Kontraktor sebagai pelaksana bertanggung jawab menciptakan iklim mikro yang optimum untuk pertumbuhan tanaman. misalnya 80 cm x 80 cm x 60 cm. Jadi penanaman yang baik merupakan bagian pengelolaan usaha. 1. Pada tanah yang kurang subur. Penanaman Pohon dan Semak Sangat banyak pilihan untuk pohon dan semak. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. tergantung ukurannya. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Teknik penanaman pada pohon dan semak terdiri atas penanaman untuk tanaman cabutan. Penggantian tanaman mengurangi atau menghilangkan keuntungan. . Karenanya. atau yang dapat dimanfaatkan daunnya untuk obat atau bahkan juga untuk sayuran/lalapan. Penanaman yang benar dari segi pembiayaan penting bagi kontraktor. Tanaman yang sehat dan kuat diperlukan untuk mencapai efek yang diinginkan. Penanaman bukan sekedar memasukkan tanaman ke lubang. Tiap lubang tanam dapat diisi 2 – 5 kg pupuk. tergantung dari kesesuaiannya dengan rancangan taman yang kita inginkan. Kalau perlu pergunakanlah pupuk organik (pupuk hijau atau pupuk kandang). lubang tanam ini dibuat dengan ukuran yang lebih besar. perancang dapat memilih semak atau pohon yang menghasilkan buah-buahan. Kemampuan melakukan praktikum teknik penanaman tanaman lanskap. dan pemindahan tanaman. 3. Tanaman cabutan Buatlah lubang tanam terlebih dahulu. kehadirannya selalu mewarnai suatu taman.110 b. kemudian ke dalamnya diisikan tanah yang subur. Tanaman yang sehat juga tidak memerlukan pemeliharaan yang banyak dan hasil akhirnya akan memuaskan pemilik tapak. Dari sekian jenis yang ada. penanaman pada tanaman puteran (balling). Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Indikator Pencapaian 1. 2.

harus ditanam dalam bentuk puteran (Gambar 27). Tanaman puteran (balling) Pohon atau semak yang tidak dapat atau sulit ditanam secara cabutan. Apabila tanaman yang ditanam cukup tinggi sehingga mudah roboh bila dihembus angin. maka dinding tersebut selain berfungsi membatasi pertumbuhan akar. Dalam susunan yang tepat. dan kemudian siramlah dengan air secukupnya. Pertumbuhan akar dibatasi sehingga akar tidak leluasa menembus lapisan tanah. maka untuk sementara diperlukan tongkat-tongkat penguat di samping kiri dan kanannya.111 Isikan campuran tanah dan bahan organik tersebut ke dalam lubang tanam sehingga tanaman dapat diletakkan cukup dalam. juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat duduk. Cara ini perlu disertai pemangkasan tajuk pohon. . Cara ini dilakukan pada saat kita akan mulai menanam pohon tersebut. maksudnya agar batang pohon tidak luka terjerat Pohon yang tumbuh membesar dengan bebas sering akarnya merusak bangunan yang ada di sekitarnya. ketinggian tanah dari tanaman setinggi permukaan tanah halaman. Salah satu caranya adalah dengan membuat tembok/dinding mengelilingi bagian bawah pohon. Penanaman dengan sistem cabutan dapat dilihat pada Gambar 26. Tali pengikat sebaiknya dilapisi selang plastik. 2. Tekanlah dengan kuat hingga tanah di sekitar tanaman cukup padat. Hal tersebut dapat dicegah atau diatasi dengan cara membuat batasan daerah pertumbuhan akar. Kemudian. Sebagai patokan dalam hal ini. perlu juga dibuatkan kayu melintang sehingga dapat dilakukan pengikatan antara tongkat penguat dengan batang tanaman. yaitu dengan mengikutsertakan tanah asalnya dalam bentuk gumpalan. Dengan cara ini akan lebih bagus hasilnya walaupun pelaksanaannya lebih berat.

Tanaman dimasukkan ke dalam lubang tanam sehingga letak akar cukup dalam. Lubang tanam dibuat dengan ukuran tertentu. 1992) . ukurannya diperbesar 2.112 1. pangkal akar sejajar dengan tanah halaman 4. Sebagai patokan. Tanah subur ditambahkan lagi sehingga akar tertutup tanah 5. Apabila tanah kurang subur. Penanaman dengan sistem cabutan (Sumber: Sulistyantara. Disiram air secukupnya Gambar 26. Tanah di sekitar tanaman dipadatkan 6. Lubang tanam diisi tanah subur atau tanah yang telah dicampur pupuk organik 3.

Ikatkan pada tongkat dan siram sampai basah betul Gambar 27. lepaskan tali pengikat puteran 4. Letakkan dalam lubang tanam. Penanaman dengan sistem puteran (Sumber: Sulistyantara. Pasang tongkat untuk menyangga berdirinya tanaman jangan sampai merusak akar tanaman 6. Tanah dipadatkan 5.113 1. 1992) . Puteran diangkat secara bersamasama dengan lembaran karung goni atau sejenisnya 2. lebarnya 2× lebar puteran dan dalamnya 15 cm lebih dalam daripada puteran 3. Tambahkan tanah yang subur (topsoil).

dengan ukuran yang masih memungkinkan dipindahkan dengan tenaga manusia. karena tanaman jenis ini mampu memancarkan ketenangan di halaman dengan daun dan bunganya yang beraneka warna. dinding. Misalnya saja pada tapak terdapat pohon yang indah/bagus. atau bangku-bangku beton. Pada rancangan yang baik dapat diciptakan ruang dan massa antara rumput dan penutup tanah. Bagaimana harus memindahkannya? Ada dua kemungkinan. ada baiknya hal tersebut dilakukan saja. Dalam susunan yang tepat. atau pada tempat-tempat yang sulit ditanami rumput digantikan dengan tanaman penutup tanah. kumpulan atau kelompok tanaman penutup tanah dapat menjadi jembatan yang baik antara rumput dan pohon atau antara rumput dan dinding atau pagar. apabila pohon tersebut relatif masih kecil. tetapi sayang sekali letaknya tidak sesuai dengan gambar rancangan baru yang disiapkan. Kehadiran tanaman penutup tanah dalam suatu taman sangat diperlukan.114 3. maka perancang tinggal memilih kesesuaian fisiknya terhadap rancangan taman yang ada. maka terpaksa diperlukan bantuan tenaga mesin (traktor). Pemindahan tanaman Pada saat membuat rancangan taman adakalanya dijumpai hal-hal yang di luar keinginan. B. seperti jalan setapak. Tanaman penutup tanah . Namun. tidak ada masalah. dengan membentuk gradasi ketinggian yang memberi kesan tidak mengejutkan. Apabila sudah didapatkan tanaman yang sesuai dengan keadaan tapak. Penanaman Penutup Tanah Menurut ukurannya. tetap harus diperhatikan bahwa dalam memindahkan pohon tersebut harus berlaku hati-hati. tanaman penutup tanah juga berfungsi melunakkan kesan keras dari perkerasan di sekitarnya. apabila pohon tersebut sudah cukup besar sehingga ukurannya sudah tidak memungkinkan diatasi dengan tenaga manusia. tanaman penutup tanah termasuk dalam kelompok semak kecil. Akan tetapi. Pada umumnya kelompok ini tidak berkayu (herba) atau berkayu lunak. Untuk mengisi taman dengan tanaman penutup tanah ini hendaknya kita mengenali lebih jauh sifat-sifatnya. baik dari segi persyaratan hortikultura yang dikehendaki maupun sifat-sifat fisik yang dimilikinya. Di samping dapat menyemarakkan suasana.

atau berbunga kuning. Apabila tanahnya kurang subur. Kemudian tanah dihaluskan. dari jenis tanaman setahun maupun tanaman tahunan. persiapan tanah untuk rumput. Terlebih dahulu tanah dicangkul. dan yang lain. sebaiknya ditambahkan pupuk pabrik pada saat mempersiapkan tanah ini. penanaman diatur dengan mengikuti pola segitiga sama sisi. 1. Ini merupakan suatu nilai positif untuk dipermainkan pada halaman rumah yang sempit.115 macam manakah yang diinginkan. berdaun merah. yang dapat dipangkas setiap mencapai ketinggian tertentu. atau dalam satu tahun. apakah yang berdaun hijau muda. misalnya dengan memilih tanaman dengan ketinggian tertentu. Pada dasarnya persiapan tanah untuk tanaman penutup tanah ini tidak berbeda dengan C. Kemudian dari ketinggiannya. Agar terlihat lebih rapat. dan KCl masing-masing sebanyak 10 gram setiap 1 m2 atau NPK (15-15-15) sebanyak 30 gram setiap 1 m2. dan sebagainya. berdaun variasi hijau putih. Urea. Umumnya tanaman penutup tanah tumbuh subur pada tanah yang dilengkapi bahan organik (pupuk kandang. Tanaman setahun menghabiskan siklus hidupnya dalam satu kali musim. dan yang berumbi maupun yang tidak berumbi. yaitu dengan pupuk TSP. Tanaman penutup tanah dapat berupa tanaman hias daun ataupun tanaman hias bunga. Bahan organik yang diberikan sebanyak 2 – 4 kg untuk setiap 1 m2. Penanaman Rumput Hamparan rumput yang datar memberi kesan luas. 2. atau kompos). pupuk hijau. dibersihkan dari batu-batuan dan tanaman liar yang tidak dikehendaki. yang . 3. Pelaksanaan penanaman dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Dengan demikian tanaman ini dapat ditanam dengan umbinya saja. Umbi ini merupakan cadangan makanan tanaman yang sekaligus berfungsi sebagai alat perbanyakan. sedangkan tanaman tahunan memungkinkan manusia menikmatinya selama beberapa periode dari siklus hidupnya sehingga dapat dinikmati penampilan keindahan bunganya untuk beberapa kali. Tanamlah tanaman dengan jarak tanam yang teratur. Penanaman yang rapi dan terpelihara akan mendukung tersampaikannya kesan keanggunan. Tanaman berumbi mempunyai struktur akar atau batang yang membentuk umbi.

Oleh karena itu. amatilah baik-baik keadaan rumput yang dibeli. dalam bentuk kumpulan rhizoma (potongan rumput). segeralah buang bagian-bagian yang tercampur tadi dengan pisau yang tajam hingga ke akar-akarnya. maka biaya penanamannya besar. serta kesan lembutnya yang mampu melunakkan perkerasan di dekatnya. Apabila tapak yang akan ditanami rumput cukup luas. kelembutan. ketertiban. Untuk menghindari kemungkinan tersebut. bahkan mungkin juga akar-akar pohon yang telah mati. jangan sampai terlambat karena rumput mudah sekali rusak atau mati bila kekeringan. tanah . kalau menanaminya dengan kumpulan rhizoma akan sangat melelahkan. sebaiknya halaman yang akan ditanami (sesuai dengan desain) telah disiapkan terlebih dahulu sebelum membeli benih atau lempengan rumputnya. sedangkan untuk halaman yang relatif sempit. Pertama. memperhatikan saat penanamannya. apalagi dengan rhizoma tunggal. lebih praktis ditanami rumput secara lempengan. Akan tetapi. Bersihkan tanah dari rumput yang tidak dikehendaki dengan cangkul atau koret sambil dipungut satu per satu hingga bersih ke akar-akarnya. dan lempengan. Penanaman bagian vegetatif ini dapat dilakukan dengan tiga cara. Secara umum. tetapi dapat menekan biaya tenaga kerja dan waktu penanaman. seperti misalnya rumput teki atau alang-alang. Di samping itu. Setidaknya sampai kedalaman 20 cm. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai penanaman rumput. apakah tercampur rumput jenis lain atau tidak. Kedua. dan kedisiplinan.116 sekaligus membawa suasana tenang. risiko kematian jauh lebih kecil dibanding cara yang lain. cara terbaik menanam rumput di halaman yang cukup luas. Buanglah bongkahan-bongkahan batu atau kayu yang mengganggu. yaitu dengan rhizoma atau anakan tunggal. Menanam lempengan rumput atau karpet rumput memang lebih mahal. Satu keuntungan lagi adalah kemampuan hamparan rumput menyerap kilauan cahaya matahari yang menimpa halaman. Bagian halaman dan tanah yang akan ditanami rumput haruslah dipersiapkan secara cermat. Usahakan penanaman dapat dilakukan secepatnya. Apabila tercampur dengan jenis rumput lain. cara penanaman rumput dapat dilakukan baik dengan bagian generatifnya (benih) maupun dengan bagian vegetatifnya (rhizoma atau anakan). yaitu menebar benih. adalah dengan cara pertama. kalau ada.

dengan jarak antara alur 10 cm. dan tebal. buat regangan tali rafia atau benang kenur sebagai pembantu. Untuk mendapatkan alur yang lurus. . Ukuran setiap potongan kurang lebih 4 cm x 4 cm. agar rhizoma tidak kekeringan. 2. Selain itu. Upayakan kondisi tetap lembab. satu potong rhizoma mengandung 3 tunas. diratakan. 1. tanah yang tidak rata dengan kesuburan yang juga tidak merata mengakibatkan pertumbuhan rumput tidak rata pula. Memotong rhizoma dengan gunting. Menanam potongan rumput (suwiran) a) Lempengan rumput yang telah dibersihkan dari rumput pengganggu dipotongpotong dengan pisau yang tajam. Menanam Rhizoma Tunggal Untuk menanam rumput dengan rhizoma dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Penyiraman harus hati-hati. harus diperhatikan bahwa permukaan tanah telah betul-betul rata. percikan air jangan sampai merusak susunan rhizoma. Usahakan membuat lajur yang lurus dengan bantuan tali rafia atau benang. d) Lakukan penyiraman dua kali sehari.117 yang akan ditanami harus betul-betul bebas dari pengganggu tersebut di atas. c) Rhizoma yang telah disiapkan ditanam dalam alur. segar. b) Pada tanah yang telah disiapkan (sesuai tahap 1 – 6) buat alur dengan cetok atau koret sedalam kurang lebih 2 – 3 cm. kemudian tutup dengan tanah dan padatkan. a) Memilih rhizoma yang baik. b) Membuat lubang tanam pada tanah yang sudah dipersiapkan dengan jarak tanam antara 10 cm x 10 cm sampai 15 cm x 15 cm. Persiapan tanah yang kurang baik akan menghasilkan hamparan rumput yang tidak rapi. andaikata sengaja dibuat bergelombang pun harus tetap diupayakan agar alur gelombang yang terbentuk cukup halus. tanah dihaluskan. e) Akan lebih baik apabila di atasnya ditutup hamparan mulsa (jerami). Setelah itu. dan dipadatkan. sehingga ketebalan rumput pada masing-masing bagian tidak sama. dipupuk. Sebelum mulai menanam.

118 c) Potongan rumput ditanamkan dalam lubang tanam.Bagian-bagian yang berlebihan dipotong sesuai dengan batasbatas yang dikehendaki . Penanaman dengan cara suwiran dapat dilihat pada Gambar 28. c) Lakukan penyiraman secara teratur serta jaga kelembaban tanah (Gambar 29). Menanam suwiran (Sumber: Sulistyantara. kemudian tanah ditekan sedikit. Menanam lempengan rumput karpet a) Lempengan yang telah bebas dari pengganggu dibuat halus bagian tepinya.Karpet rumput ditanamkan secara rapat menutup permukaan media penanaman . d) Lakukan penyiraman dua kali sehari dan usahakan agar kelembaban tanahnya tetap terjaga. b) Tanamlah pada tanah yang telah disiapkan dengan menyusunnya secara paralel (sejajar).Lempengan ditekan . penyiraman berikutnya dilakukan secara terus-menerus Gambar 28. 1992) .Disiram secara teratur Gambar 29. Menanam lembaran/karpet (Sumber: Sulistyantara. agak ditekan Setelah tertanam semuanya. 3. segera disiram. Tekanlah dengan kuat.Pilihlah bahan tanaman yang sehat dan seragam . juga tebal tanah lempengannya dibuat sama. Kelebihan pada bagian tepi yang berbatasan dengan batu/lantai dipotong dengan pisau yang tajam. kurang lebih 2 cm. 1992) . - Pilih suwiran yang sehat dan seragam Buatlah pola penanaman (segitiga atau segiempat) Suwiran ditanam satu per satu.

TSP. Tanamlah tanaman pagar tersebut dengan jarak yang teratur. Sesuai dengan sifat tanaman yang dapat memberi kesan lunak. Campurkan ke dalamnya dengan pupuk organik (pupuk hijau atau pupuk kandang) sebanyak 2 – 4 kg per m2. d) Campuran benih-pasir ditabur dengan tangan secara merata di atas tanah yang telah disiapkan. b) Biasanya benih yang akan ditanam merupakan campuran benih dari beberapa spesies rumput. benih dicampur rata dengan pasir yang telah disterilkan (dimasak). kemudian dihaluskan sesuai dengan bentuk pagar yang direncanakan. Teknik penanaman tanaman pagar adalah pertama kali dipersiapkan tanahnya. Sebaiknya tambahkan juga pupuk Urea. D. Cara yang lebih baik dapat dilakukan dengan menggunakan gerobak dorong yang telah disetel sehingga benih dapat tertabur secara merata. satu hal yang harus menjadi perhatian adalah ketekunan dan kesabaran dalam mengatur dan memelihara tanaman pagar tersebut agar dapat dibentuk menjadi pagar (hedge) yang baik dan rapi. Erat kaitannya dengan fungsi pemagaran yang diinginkan. pola segiempat. Setiap 2 – 3 minggu sekali dilakukan pemangkasan . setidaknya siram dua kali sehari. KCl masing-masing sebanyak 10 gram/m2 atau NPK (15-15-15) sebanyak 30 gram/m2. pagar yang terbuat dari besi atau beton ini kesannya menjadi lebih halus dan lembut setelah ada tanaman pagar. Tanaman ini dapat ditanam langsung sebagai pagar atau pembatas. Lakukanlah penyiraman secara teratur. Tebar benih a) Memilih benih bermutu baik yang daya kecambahnya tinggi. Tanah dicangkul sedalam kurang lebih 20 cm. Setiap luasan 10 m2 diperlukan benih sebanyak 100 – 300 gram. Penanaman Tanaman Pagar Kebanyakan tanaman yang dipergunakan untuk pagar adalah golongan semak. c) Agar tidak sulit waktu menebarkannya. tetapi adakalanya ditanam di samping pagar besi.119 4. dengan jarak tanam lebih kurang 25 cm x 25 cm. apalagi pada waktu musim kemarau.

Pemangkasan akan merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru. Penanaman pohon dapat dilakukan dengan sistem cabutan dan sistem puteran (balling). Jelaskan sistem-sistem dalam penanaman pohon. Rangkuman Penanaman tanaman lanskap dibedakan menjadi penanaman pohon. menanam potongan rumput (suwiran). Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dari tanaman pagar adalah: a) Lebih baik memilih tanaman yang masih kecil daripada yang sudah besar untuk membuat tanaman pagar. setelah cukup dewasa diberi pupuk dengan kandungan P tinggi. PENUTUP B.120 sehingga selalu didapatkan permukaan yang rata. dan rapi. b) Jarak antar tanaman tergantung jenis tanamannya. penutup tanah. Jelaskan teknik-teknik penanaman tanaman lanskap. dan pemangkasan yang teratur dapat menghasilkan tanaman pagar yang bagus. e) Tanaman pagar hias bunga. dan tebar benih. 2. menanam lempengan rumput (karpet). d) Pemupukan setiap bulan sekali dengan pupuk yang kandungan N-nya tinggi. . dan tanaman pagar. c) Pemangkasan dilakukan secara teratur dan kontinu. sehat. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang teknik penanaman tanaman lanskap. rumput. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. 3. semak. E. Jelaskan cara penanaman rumput Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Penanaman rumput dapat dilakukan dengan menanam rhizoma tunggal.

. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1......... (a) Rhizoma tunggal (b) Suwiran (c) Lempengan rumput (d) Tebar benih 3...... Penanaman pohon dengan sistem puteran adalah.. (a) Cabutan (b) Puteran (c) Memotong batang (d) Menanam cabangnya 2. Penanaman rumput dengan resiko kematian jauh lebih kecil dibanding cara lainnya adalah.. Cara terbaik menanam rumput di halaman yang luas adalah.. Maksud penggunaan tali pengikat yang dilapisi plastik pada penanaman pohon adalah agar... Penanaman pohon yang memiliki ukuran besar dilakukan dengan cara.. (a) Mudah dalam penanaman (b) Tanaman tidak mudah roboh (c) Memudahkan penyiraman (d) Batang pohon tidak luka terjerat 4....... (a) Batangnya diputar-putar (b) Dengan mencabut batang pohon (c) Membuang tanah asal supaya bersih (d) Mengikutsertakan tanah asal dalam bentuk gumpalan 5....... Renungkan tentang teknik-teknik penanaman tanaman lanskap.... C.... (a) Tebar benih (b) Lempengan rumput (c) Rhizoma tunggal (d) Suwiran ...............121 2.........

122 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Taman Rumah Tinggal. d 5. Sulistyantara B. apabila Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. d 3. Kunci Jawaban 1. 1998. E. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . 2. b 2. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Sumber/Referensi 1. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 9. Kumurur VA. Hitunglah jawaban Anda yang benar. d 4. Jakarta: Penebar Swadaya.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Akan tetapi. Anda harus mengulangi Bab 9. D. 1992. Rumput Lanskap. bagus! Anda cukup memahami Bab 9. Anda dapat meneruskan pada Bab 10. tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Jakarta: Penebar Swadaya. b .

B. 3. meliputi kegiatan rutin (penyiangan. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai teknikteknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. diperlukan pengetahuan mengenai aspek-aspek pemeliharaan tersebut. 2. dan lain-lain). Pemeliharaan merupakan upaya menjaga taman dan fasilitasnya seperti dalam keadaan awalnya atau mendekati aslinya. Cooperative learning 2. A.123 BAB 10 TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN LANSKAP PENDAHULUAN Pemeliharaan berperan penting dalam menentukan keberhasilan suatu proyek pembangunan taman/lanskap. Strategi Pembelajaran 1. Tujuan utama pemeliharaan adalah menjaga kesinambungan wujud lanskap agar tetap sesuai dengan fungsi dan nilai estetika. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. pemupukan. . pembersihan. tempat duduk. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. dan lain-lain). Oleh karena itu. Praktikum C. dan konstruksi minor (penambahan bak sampah. perbaikan minor atau mayor. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet.

Kemampuan melakukan praktikum teknik pemeliharaan tanaman lanskap. berbeda jika kirai payung ditanam sebagai pembatas atau penyangga (buffer). dilakukan pemangkasan awal untuk membentuk percabangan dan tajuk yang memayung dan tidak terlalu tinggi. terlebih dahulu harus dipahami konsep rancangan suatu taman. Akan tetapi. Indikator Pencapaian 1. dan keamanan taman. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Kegiatan pemeliharaan tanaman dalam taman berbeda dengan pemeliharaan tanaman pada umumnya. tanaman kirai payung yang ditanam sebagai peneduh tempat parkir.124 4. kemudian pemangkasan berikutnya adalah membuang cabang atau ranting bawah sehingga berfungsi sebagai peneduh parkir. keasrian. 3. 2. Pekerjaan tersebut mencakup kegiatan pembersihan taman. penggantian elemen-elemen taman yang . baru selanjutnya ditentukan bagaimana pemeliharaan tanaman pada taman tersebut. sedangkan pemeliharaan fisik meliputi pekerjaan untuk tetap menjaga keindahan. tetapi pemeliharaan tanaman dalam taman dilakukan untuk kepentingan visual dari tanaman sebagai unsur atau komposisi taman baik secara fungsional maupun estetis. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Pemeliharaan tanaman secara umum dilakukan untuk meningkatkan produksi dari tanaman tersebut. D. kenyamanan. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Pemeliharaan ideal adalah pemeliharaan yang mengacu pada tujuan dan desain semula. Pemeliharaan dibedakan atas pemeliharaan ideal dan pemeliharaan fisik. dimana pemangkasan bagian bawah justru dihindari. Oleh karena itu. Tanaman dalam taman tidak dituntut untuk berproduksi baik kualitas maupun kuantitas. 4. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Sebagai contoh. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap. tetapi dituntut agar bentuk visual tanaman tersebut indah dan berfungsi.

penyiangan gulma. serta penyulaman. Penyiangan Gulma Gulma merupakan tanaman pengganggu yang kehadirannya tidak diinginkan. percabangan dan ranting-ranting yang kering. pengendalian hama dan penyakit. dan tempat tumbuh bagi tanaman utama. A. Selain itu. dan jakaranda) maka intensitas pekerjaan pembersihan taman akan lebih tinggi daripada taman yang memiliki tanaman selalu hijau. kolam air. pembersihan elemen taman lainnya (seperti bangku taman. ada juga yang frekuensinya cukup dengan seminggu sekali. serta penyediaan bak sampah. pengecatan pagar. B. . Kebersihan areal taman sebenarnya tidak terlepas dari kebersihan tanaman yang berada di dalam taman itu sendiri. kebersihan tanaman juga dilakukan terhadap dahandahan yang mati. Ada jenis-jenis tanaman pada musim tertentu akan merontokkan daunnya secara berkala (decidous).125 rusak atau tidak berfungsi. serta pembersihan tanaman terhadap benalu. air tanah. ketapang. atau setengah tahun sekali. Pengendalian gulma dengan cara penyiangan atau pendangiran juga termasuk dalam kegiatan pemeliharaan. sebulan sekali. pemangkasan. Kehadiran gulma ini dinilai merugikan karena secara estetika akan mengganggu keindahan taman dan secara fungsi akan mengurangi hara. pemupukan. tetapi ada juga tanaman yang selalu hijau sepanjang tahun (evergreen). Namun. Oleh karena kehadirannya mengganggu. Pelaksanaan pembersihan taman biasanya dilakukan secara rutin setiap hari. pembersihan parit/selokan. gulma perlu dikendalikan dan diberantas. Kebersihan taman ini meliputi penyapuan benda-benda yang mengotori taman (misalnya sampah dan daun-daun yang berguguran). dan jalan setapak). Pembersihan Tapak Kebersihan taman merupakan salah satu tujuan pengelolaan dan pemeliharaan taman. pemanfaatan sinar matahari. penyiraman tanaman. Apabila taman memiliki jenis tanaman yang merontokkan daun (misalnya flamboyan. Pembersihan bagian tanaman yang rusak dan mati biasanya dilakukan dengan pemangkasan.

Sementara untuk taman yang relatif luas dan terdiri dari berbagai macam tanaman. Hal ini dikarenakan yang akan musnah tidak hanya gulma. tetapi juga rumput utamanya. baik menggunakan tangan maupun alat. Hal ini berarti sesuatu yang bersifat relatif sama dengan elemen taman. bila ingin mengendalikan rumput-rumput liar pada suatu hamparan taman berumput (lawns) maka tidak disarankan menggunakan herbisida. perdu. Hal terpenting dalam pencabutan gulma. Oleh karenanya. dan sebagainya). yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas tanaman pengganggu. Pengendalian gulma yang banyak ini dapat dibantu dengan penggunaan herbisida. Satu hal yang penting diperhatikan dalam penggunaan herbisida yaitu yang akan diberantas adalah tumbuhan. Gulma tersebut terdiri dari tumbuhan berdaun kecil (rumput-rumput liar) maupun tumbuhan berdaun lebar (bayam-bayaman. . Penyiangan gulma tanaman perdu maupun pohon dapat dilakukan seiring dengan pelaksanaan penggemburan tanah. yaitu dicabut. Selain tumbuh di antara rumput. Untuk kasus seperti ini. seperti kored atau cangkul. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual. putri malu. umumnya penyebaran gulma pun relatif banyak. gulma juga dijumpai di bedengan tanaman penutup tanah maupun tanaman perdu yang ditanam secara massal. harus mengetahui betul gulma tersebut termasuk tumbuhan berdaun sempit atau tumbuhan berdaun lebar agar dalam pemberantasannya menggunakan herbisida yang tepat. misalnya taman rumah. alangkah baiknya pengendalian gulma tetap dilakukan secara manual. yaitu tanaman.126 Gulma umumnya menyebar di hamparan rumput sehingga rumput yang seharusnya homogen ternyata banyak ditumbuhi rumput liar yang kehadirannya tidak diinginkan dan mengganggu pemandangan. bahkan di sekitar pepohonan. Secara teknis. semua akar rimpang (stolon) dari rumput pengganggu harus terangkat sehingga tidak memungkinkan gulma tumbuh kembali. dan pohon. Caranya dengan membuat bokoran di sekeliling pangkal batang tanaman pada jarak tertentu sesuai dengan ukuran tanaman. mulai tanaman penutup tanah. Hal ini bisa dilakukan apabila ukuran taman tidak terlalu luas.

pengemburan tanah perlu dilakukan secara terarur pada waktu tertentu. maupun pohon yang kondisi permukaan tanahnya sudah memadat. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam penggemburan tanah adalah jangan sampai merusak perakaran tanaman dan tidak dilakukan pada musim kemarau atau pada saat terik matahari. Penyiraman Penyiraman tanaman sangat diperlukan untuk memudahkan perakaran tanaman menyerap larutan hara yang tersedia di dalam tanah. D. Pada areal penutup tanah. tergantung besar kecilnya batang pohon. Selain itu. Hal ini dilakukan pada lahan pertanaman. penggemburan dilakukan dengan cara membuat bokoran di sekeliling pangkal batang dengan radius sekitar 50 – 75 cm. Penggemburan dan Aerasi Tanah Penggemburan tanah dan pemberian aerasi pada lahan pertamanan diperlukan untuk memberikan pertumbuhan tanaman yang optimal. Penggemburan tanah akan memberikan sirkulasi udara yang baik di daerah perakaran. Penyiangan ini dilakukan sebelum pemupukan tanaman. tanaman perdu. C. Untuk pohon. jumlah air siraman tergantung pada . tergantung sifat fisik tanah. penggemburan tanah dilakukan dengan mencangkul permukaan tanah sambil membersihkan gulma di sekitarnya. minimal sebulan sekali atau sesuai dengan tingkat sebaran jumlah gulma yang ada. sering kali penggemburan tanah ini dilakukan sebelum peremajaan tanaman.127 Penyiangan gulma pada suatu taman hendaknya dilakukan secara terarur. Hal ini dikarenakan dapat mempercepat laju evaporasi yang dapat menyebabkan tanaman mengalami stres. Oleh karena itu. baik penutup tanah. Oleh karenanya. Sementara untuk lahan berumput biasanya dilakukan dengan membuat lubang-lubang udara pada jarak tertentu (dapat dilakukan dengan linggis atau alat sejenis). Penggemburan ini dapat menggunakan kored secara lajur atau bedengan bagi perdu yang ditanam massal atau secara bokoran bagi perdu yang ditanam tunggal. Untuk tanaman perdu. penyiraman dapat meningkatkan kelembapan tanah untuk mencegah kelayuan tanaman akibat proses evapotranspirasi.

embrat. Selang ini terkadang dilengkapi dengan sprayer untuk mengatur air yang keluar. Untuk taman yang berukuran luas (taman-taman di pinggir jalan/ jalur hijau. penyiraman lebih baik dilakukan pada pagi atau sore hari. taman lingkungan. penyiraman pada pagi hari lebih baik daripada penyiraman sore hari. Cara tersebut umum digunakan untuk taman skala relatif kecil. khususnya tanaman berdaun lebar. Air yang tersedia di daerah perakaran hendaknya lebih banyak daripada air yang dibutuhkan untuk evapotranspirasi. Penyiraman secara langsung pada daun tanaman di siang hari dapat menyebabkan suhu permukaan daun meningkat dan lebih tinggi dari suhu udara di sekitarnya sehingga daun menjadi luka bakar (gosong). dengan ember. Untuk mencegahnya. tidak pada permukaan daun tanaman. penyiraman dilakukan dengan menggunakan mobil tangki air dan penyiraman rumput dengan selang plastik biasa. Satu hal yang perlu diperhatikan apabila menyiram siang hari. tergantung besar atau kecilnya ukuran taman dan ketersediaan alat. ataupun sprinkler. Cara penyiraman yang paling umum dilakukan yaitu menggunakan selang plastik.128 besarnya penguapan yang terjadi di dalam pertamanan tersebut. Waktu penyiraman pada dasarnya dapat dilakukan kapan saja saat dibutuhkan. Pelaksanaan penyiraman tanaman pada suatu taman ada bermacam-macam cara. Penyiraman dengan gayung perlu diperhatikan agar tidak terlalu keras mengenai permukaan tanah karena dapat mengakibatkan tanah memantul dan mengotori batang dan daun tanaman yang dekat dengan tanah. selang plastik. Cara penyiraman yang sering dilakukan. atau taman kota). penyiraman hendaknya langsung pada permukaan tanah. Di kawasan atau daerah yang memiliki kelembaban udara relatif tinggi. Bila tamannya luas maka cara ini tidak efisien. Cara yang paling sederhana. Untuk taman-taman yang terdiri dari hamparan rumput yang luas maka penyiraman menggunakan alat bantu sprinkler (Gambar 30) yang dapat menyiram . Tujuannya untuk menghindari berkembangnya penyakit yang disebabkan oleh cendawan. selang mobil tangki. gayung. antara lain. penyiraman dilakukan dengan ember dan gayung atau gembor/embrat.

Biasanya dalam sehari dilakukan beberapa kali pengisian air ke dalam tabung agar tanaman tidak mengalami defisit air. Jarak antar sprinkler berdasarkan radius jangkauan semprotan air dan besar/kecilnya tekanan sumber air. Beberapa jenis sprinkler ada yang harus ditanam di permukaan tanah secara permanen. Arifin (2009) . Indikasi jumlah kebutuhan air Foto: HS. seukuran penampang tabung. Tabung bambu atau paralon tersebut diletakkan di dekat batang pohon.129 secara otomatis berdasarkan mekanisme tekanan air. tetapi ada yang knockdown dan dapat digunakan secara berpindahpindah dari satu titik penyiraman ke titik lainnya. Dengan penyiraman ini. diharapkan dapat memperkecil laju evaporasi karena permukaan air relatif kecil. Penyiraman ini mempunyai sasaran langsung ke perakaran sehingga akar dapat mengabsorbsi air. Penyiraman dengan sprinkler Akhir-akhir ini sering juga diterapkan cara penyiraman melalui tabung bambu atau sepotong paralon yang ditanam di kedalaman antara 20 – 30 cm dari permukaan tanah. Gambar 30. Teknik ini biasa dilakukan pada saat musim kemarau yang laju evaporasinya sangat cepat.

dahan. Sementara pemangkasan dahan besar menggunakan gergaji tangan atau chainsaw. pemangkasan rumput dapat dilakukan dengan parang secara manual. Waktu pemangkasan yang tepat yaitu setelah masa pertumbuhan generatif tanaman (setelah selesai masa pembungaan) dan sebelum pemberian pupuk. pada kondisi tertentu. Secara teknis. terutama bagian yang terkena jamur/cendawan atau parasit lainnya. Sementara dari segi keamanan. Untuk tanaman pohon. 4. dan pemangkasan untuk keamanan pengguna taman. semak. grass mower. misalnya pada musim kemarau. Jenis pemangkasan tanaman dan pohon dapat dibedakan berdasarkan tujuannya. Namun. Sementara untuk mencegah gesekan yang . baik karena pertumbuhan yang berlebihan. perdu. mati. dan percabangan yang tinggi pemangkasan dilakukan dengan gunting galah (Gambar 31). kondisi tanaman yang sudah tua atau rusak.130 siraman untuk tanaman secara praktis dapat diukur dari kedalaman penetrasi air siraman di dalam tanah. serta tajuk pohon yang telah menyentuh kabel listrik atau kabel telepon. Pemangkasan Pemangkasan tanaman (baik penutup tanah. pemangkasan untuk penampilan tanaman/pohon. penyiraman dalam bedengan atau tanaman massal sering dilakukan dengan cara di-leb hingga tercapai kondisi jenuh. Pemangkasan tanaman dapat memberikan penampilan tanaman secara estetis. Pemangkasan untuk kesehatan pohon Pemangkasan yang bertujuan untuk kesehatan pohon dilakukan pada cabang. dan ranting yang retak. dapat dianggap siraman tersebut sudah cukup. Untuk tanaman perdu. E. yaitu pemangkasan untuk kesehatan tanaman/pohon. ranting. atau berpenyakit. patah. Apabila air siraman dapat menerobos sedalam 15 – 20 cm ke dalam tanah. umumnya pemangkasan dilakukan dengan gunting pangkas dan gunting dahan. dan pohon) ditujukan untuk mengontrol pertumbuhan tanaman sesuai yang diinginkan serta menjaga keamanan dan kesehatan tanaman. Pemangkasan untuk kesehatan tanaman dilakukan pada bagian-bagian yang telah terserang hama dan penyakit. atau gunting pangkas biasa. pemangkasan dilakukan pada tanaman yang mengganggu. Bagian tersebut perlu dipangkas agar kerusakan tidak meluas.

dahan. Pemangkasan cabang-cabang yang kecil dalam jumlah banyak lebih baik daripada pemangkasan cabang-cabang yang besar. HS. Aifin (2009)) . Umumnya. 3) kelembaban atau suhu (udara/tanah) yang tidak sesuai 4) adanya unsur beracun (udara/tanah). 5) aerasi pada sistem perakaran yang kurang baik. Kematian tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini: 1) kekurangan makanan. pengerjaannya lebih sulit daripada pemangkasan pada ranting (Gambar 32). ada juga batang atau bagian pohon yang kering atau mati. Pemangkasan dengan gunting galah dan gunting pangkas Pemangkasan terhadap cabang. Pemangkasan daun yang drastis dapat mengakibatkan pengaruh serius terhadap suplai makanan dan kesehatan pohon. Gambar 31. 2) kerusakan pada sistem perakaran. Foto: Nurfaida (1997.131 akan menyebabkan luka baru pemangkasan dilakukan pada cabang. Selain itu. Pemangkasan pada cabang besar menyebabkan luka yang besar dan lebih lama sembuh. dan hama. bakteri. juga meningkatkan luka bakar akibat sengatan sinar matahari langsung. 7) adanya serangan jamur. atau ranting berarti pula mengurangi jumlah dedaunan pohon yang dipangkas. atau ranting-ranting yang tumpang tindih. 6) tajuk pohon tumbuh berlebihan. Bagian ini pun sangat perlu dipangkas. Begitu pula pemangkasan pada bagian-bagian pucuk dengan porsi besar dapat meningkatkan serangan cendawan dan hama di bekas pemangkasan tersebut. dahan. dan 8) luka mekanik atau luka bakar pada batang/cabang dan akar.

Kemudian. dan terserang penyakit dapat menambah kerusakan pohon serta dapat mengancam keamanan manusia pengguna taman. Bahkan tidak mustahil. patah.132 Pemangkasan dengan perlakuan yang tepat. pohon tersebut dapat menjadi bom waktu bagi kehidupan manusia yang setiap saat dapat tumbang dan akhirnya menelan korban. baik sebagian maupun seluruh pohon. dahan. retak. cabang. Pemangkasan untuk keamanan pengguna taman Batang. Gambar 32. Oleh karena itu. Pemangkasan sebagai kontrol penyakit dilakukan dengan memotong batang-batang yang terserang hingga 10 cm di bawah bagian yang terserang atau terkena infeksi. Bagi pengelola pemeliharaan perlu melakukan pengecekan rutin terhadap pohon-pohon yang sudah tua. Hal yang perlu diperhatikan. atau ranting yang mati. dapat meningkatkan ketegaran percabangan yang tumbuh pada keseluruhan pohon. sangat diperlukan perhatian yang lebih seksama terhadap pohon-pohon tua yang sudah tidak patut untuk dipertahankan. terlebih bila diikuti penambahan suplai makanan (pemupukan tanaman). Pemangkasan pohon besar 5. hendaknya dihindari pemangkasan saat daun masih basah karena organisme parasit akan mudah berkembang. baik saat pelaksanaan maupun sesudahnya. Foto: Nurfaida (2010) . luka bekas pangkasan diolesi etil alkohol 70%.

dan piramidal. Kesan yang formal dapat terjangkau dengan bentuk-bentuk simetri. terbentuk tajuk seperti spiral.5 – 5 meter dari permukaan tanah harus bebas dari cabang dan dahan pohon. broadcast. biasanya dilakukan pada penanaman formal. yaitu metode thumb. Untuk jalan-jalan di daerah pemukiman. Pemupukan yang efektif yaitu harus dapat diserap oleh perakaran pohon. Akar yang berfungsi menyerap hara (feeder roots) adalah akar rambut yang diameternya berukuran lebih kecil dari 1/16 inci (sekitar 1. dan akbar. sekitar 3. trenching. F. Di daerah pejalan kaki. dan metode tekanan udara. .5 mm). monumental. bulatan. Bentuk tanaman dapat dipertegas kembali atau dibuat bentuk baru dengan pemangkasan. Dengan demikian. diperlukan ruang yang terbebas dari juntaian ranting dan dahan pohon sekitar 2.5 meter dari permukaan tanah. Kontrol terhadap penampilan pohon ini terkadang juga bertujuan untuk mengimbangi bentuk arsitektur bangunan itu sendiri. minimal 4. Beberapa metode pemupukan pohon. Batang atau dahan yang mencapai kabel telepon atau kawat listrik perlu dipangkas. Pemupukan Pemupukan tanaman mempunyai prinsip menyuplai hara tambahan yang dibutuhkan tanaman sehingga tanaman tidak kekurangan makanan. kubus. Topiari merupakan pemangkasan untuk membentuk tajuk pohon/perdu sesuai dengan yang diinginkan.5 meter untuk jalan mobil. Pemangkasan yang bertujuan untuk menjaga penampilan pohon.133 Keamanan bagi pengguna taman harus selalu ada maka pemangkasan pada bagian pohon yang menjuntai harus dilakukan secara teratur. Akar ini sebagian besar berada di ujung-ujung akar yang terletak di sekitar garis lingkar tajuk pohon. punch-bar. silindris. Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik maupun pupuk anorganik. 6. Hal ini dikarenakan gesekan yang intensif dapat mengganggu kesehatan pohon dan dapat menyebabkan korsleting/kebakaran. Pemangkasan untuk penampilan tanaman Penampilan tanaman dapat terkontrol dengan adanya pemangkasan.

hanya tanah di sekitar lingkar tajuk pohon. misalnya pupuk P.134 Metode thumb pada prinsipnya merupakan metode untuk menentukan posisi perakaran pohon yang dapat menyerap hara. Kerugian cara ini yaitu tanah yang diperkaya hanya sebagian kecil saja. mudah tercuci. serta perakaran pohon harus dangkal sehingga pupuk yang terlarut mudah dan segera diserap oleh akar. Jarak antar lubang sekitar 75 cm dengan kedalaman lubang sekitar 20 cm. Karena dibuat parit. Contoh. Metode tekanan udara merupakan metode pemupukan yang dilakukan dengan cara melubangi tanah daerah perakaran yang dapat menyerap hara dengan menggunakan injektor bertekanan udara tinggi. Trenching merupakan metode pemupukan yang dilakukan dengan cara pembuatan parit di bawah lingkar tajuk pohon. Ke dalam lubang tersebut dimasukkan pupuk. Broadcast merupakan perlakuan pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah. Alat ini dapat mengeluarkan gas yang terakumulasi dalam tanah dan dapat menggemburkan struktur tanah sehingga merangsang pertumbuhan pohon . Kerugian pupuk cair yaitu tidak tersedia dalam waktu yang lama. Lebar dan dalam parit biasanya cukup semata cangkul. Syarat pemupukan cara ini yaitu harus digunakan pupuk yang tidak mudah menguap. dan tidak bekerja baik pada tanah yang keras atau miskin drainase. setelah itu diinjak-injak. yaitu 20 cm. 1 feet sekitar 33 cm) sama dengan diameter batang pohon (dalam inci) yang terletak 1 ft di atas tanah. lebih irit tenaga kerja (menggunakan sprayer). dan sekaligus inemberi air pada tanaman. diameter batang pohon 1 ft di atas tanah adalah 9 inci maka daerah perakaran di radius 9 ft dari pangkal batang dengan ketebalan 6 ft ke arah luar. Pupuk dalam bentuk cair memiliki keuntungan yang lebih daripada pupuk kering karena distribusinya lebih merata. Punch-bar merupakan metode pemupukan untuk pohon-pohon besar dengan cara membuat lubang-lubang pemupukan. kemudian ditutup dengan top soil atau moss. terkadang perakaran menjadi terbuka sehingga perlu dilakukan penanaman rumput kembali. . Metode ini menyatakan bahwa penyebaran daerah perakaran (dalam feet (ft).

Di lain pihak. Kebutuhan hara dari tanaman juga perlu diketahui. Oleh karena itu. karena hanya dibutuhkan untuk menyuburkan dan menghijaukan daun. Keuntungannya. sebelum dilakukan pemupukan sebaiknya diketahui terlebih dahulu jenis tanah dan kesuburannya. Permasalahannya adalah setiap kondisi lahan memiliki tingkat kesuburan yang berbeda. baik sebelum penanaman maupun pemupukan pemeliharaan rumput. dan tempat pemberian pupuk yang tepat sehingga kesuburan tanaman optimum dapat tercapai. biasanya digunakan 400 liter larutan per hektar. kemudian disiramkan. digunakan pupuk kandang maka pertumbuhan . Pupuk kandang tidak disarankan digunakan di lawns. meskipun pada akhirnya akan menjadi hijau kembali setelah sekian waktu. 1. Sementara kerugiannya adalah jaringan batang bekas suntikan bisa rusak dan menjadi tempat ideal untuk penetrasi hama dan penyakit. misalnya urea. Sementara cara kedua dianggap lebih baik karena dengan melarutkan sekitar satu sendok makan urea per liter air. Cara pertama sering kali menyebabkan perubahan warna rumput. setiap jenis tanaman juga memerlukan asupan hara yang berbeda pula. tanaman semak dan perdu. yaitu tanaman rumput dan penutup tanah. jenis tanaman digolongkan berdasarkan bentuk fisiknya. Apabila semua komposisi zat hara yang tersedia dalam tanah telah memenuhi syarat yang diperlukan tanaman. Pemupukan rumput dan tanaman penutup tanah Pemupukan pada rumput biasanya cukup dengan menggunakan pupuk N saja. Untuk pemupukan rumput yang luas (lawns). Secara umum. Apabila dalam pengolahan tanah. Hal penting lainnya dalam pemupukan adalah harus diketahui waktu pemupukan. Penggunaannya dengan cara disebar di permukaan atau dilarutkan terlebih dahulu dengan air. serta tanaman pohon. akan diperoleh konsentrasi N yang relatif kecil sehingga rumput tidak menjadi kering atau gosong. jumlah dosis pemupukan. hara tersebut dapat segera diangkut dan dimanfaatkan pohon. sebenarnya pemupukan tidak perlu dilakukan. dari hijau menjadi kecokelatan (seperti gosong).135 Pemupukan dapat juga dilakukan dengan cara penyuntikan pada batang atau ranting pohon (transfusi). Pemupukan pada dasarnya adalah memberi makanan tambahan pada tanaman untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan. sebelum penanaman rumput.

puring (Codeacum variegatum). terutama pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi. Pemupukan tanaman penutup tanah dengan cara disebar di atas permukaan tanah. Sementara untuk tanaman yang bersifat tahunan.5 – 3 m). misalnya kaca piring (Gardenia sp). Sementara bagi perdu yang ditanam secara tunggal. seperti seruni rambat (Widelia trilobata). yaitu perdu sedang atau perdu tinggi (1. pemupukannya dengan sistem bokoran. Sementara pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam harus sudah terdekomposisi dengan baik. Pemupukan tanaman semak dan perdu Tanaman semak dan perdu di taman pada umumnya ditanam secara individu maupun massal sebagai tanaman pembatas/border atau tanaman pengarah. Untuk tanaman penutup tanah (ground cover) selain rumput. dapat menyulitkan di dalam pekerjaan sehingga pemeliharaan dan penyiangan gulma harus intensif. kerbau. pemupukan biasanya dilakukan secara paritan (trenching) di sekitar pinggir tanaman. Pupuk kandang biasanya banyak mengandung bijibiji rumput. mawar (Rosa sp). pemupukan dilakukan pada setiap penggantian tanaman atau penanaman ulang.136 rumput akan bersaing berat dengan gulma yang berasal dari pupuk kandang. pemupukan dilakukan setiap 4 – 6 bulan sekali. Untuk tanaman yang bersifat semusim. dan mutiara (Philea sp) yang juga biasa digunakan sebagai hamparan bunga (flower bed) atau border. kemudian diaduk dengan kored sambil tanah digemburkan. 2. kuda. melati (Jasminum sambac). dan hujan emas (Cassia multiyuga). sutera bombay (Portulaca sp). remek daging (Hemigraphis sp). soka (Ixora sp). pemupukannya bisa menggunakan pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar atau pupuk kimiawi dengan dosis sesuai rekomendasi. lantana saudi (Lantana camara). Untuk tanaman perdu yang ditanam secara massal. bunga merak (Caesalpinia sp). bersamaan dengan pengolahan tanah. seperti tapak dara (Vinca rosea). dan bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis). bugenvil (Bougenvillea sp). pacar air (Impatiens sp). Pemupukan pada ground cover biasanya dilakukan pada saat sebelum penanaman. Pupuk diberikan secara melingkar di sekitar batang dengan radius yang hampir sama dengan radius tajuknya. maupun kambing. Akibatnya. yaitu setelah 2 – 3 bulan diangin-anginkan di tempat yang ternaungi. Pemberian pupuk kandang .

dan kurang sinar matahari sangat baik bagi pertumbuhan hama dan penyakit tanaman. Hal yang terpenting dalam pemupukan adalah jumlah.137 biasanya dilakukan pada saat sebelum tanam dan saat pemeliharaan. yaitu dengan membunuh hama secara langsung satu per satu. dengan semakin meningkatnya perhatian terhadap taman. Dalam memberikan pupuk kimiawi. juga akan mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna taman. meranggas. Pada pemupukan pemeliharaan. Oleh karena itu. hendaknya diperhatikan dosis rekomendasi. Pemupukan pohon Pemupukan pohon hias (ornamental trees) masih jarang dilakukan di Indonesia dibandingkan dengan pohon perkebunan atau tanaman hortikultura. selain memberikan kesan yang kurang baik. Tanaman yang terkena gangguan hama dan penyakit. tempat. 3. tetapi juga mencakup tindakan pencegahan terhadapnya. Hal tersebut selain membahayakan bagi keberlanjutan elemen tanaman dalam taman. Pengendalian Hama dan Penyakit Salah satu pemeliharaan fisik taman adalah pengendalian hama dan penyakit tanaman. datanya pun masih sangat kurang. Agar tanaman taman tetap terlihat segar dan subur maka pemupukan dilakukan 3 – 4 bulan sekali. juga mengganggu keindahan karena dedaunan yang tidak segar. lembap. Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan memperbaiki keadaan lingkungan agar tetap bersih dan sehat. G. Lingkungan taman yang kotor. Pengendalian hama dan penyakit bukan berarti hanya pemberantasan secara langsung. Pemberantasan dapat dilakukan secara manual. percabangan dan batang yang kering atau keropos. atau membuang daun dan tempat-tempat yang . pemupukan pohon telah banyak dilakukan. pupuk kandang dapat diberikan di permukaan tanah sambil diaduk dengan cangkul/kored yang sekaligus untuk menggemburkan tanah. Namun. cara. serta hadirnya jenis-jenis serangga yang tidak diinginkan. Pemupukan sebelum tanam diberikan dalam lubang tanam sekitar 10 kg per lubang. dan waktu pemupukan.

d) Menyimpan pestisida di tempat yang aman dalam wadah atau pembungkus aslinya. minuman. sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli pertanian atau hama penyakit tanaman. Jenis tersebut adalah tanaman berbunga semusim (annual flower) seperti tanaman . Jadi. dan sumber api. kesalahan pemupukan. ternak. hewan piaraan. dan sebagainya. tetapi penggunaannya harus cermat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian pestisida. cara pemakaian. dan bahaya pemakaiannya. herbisida untuk gulma. baik karena gangguan lingkungan maupun kesalahan teknis (seperti kekeringan. fungisida untuk golongan jamur (fungi). jenis jasad pengganggu yang sesuai. makanan. agar tidak menimbulkan kerugian-kerugian. bakterisida untuk bakteri. a) Pestisida tertentu hanya dapat digunakan untuk suatu jasad pengganggu tertentu. H.138 terdapat penyakitnya. b) Perhatikan keterangan pada label. tetapi juga taman yang sudah terwujud dengan baik agar penampilan keseluruhan taman tetap impresif. dan kesalahan penanaman Penyulaman tanaman dilakukan tidak hanya untuk taman yang baru dibangun saja. c) Memilih jenis pestisida yang terdaftar dan diizinkan beredar oleh Departemen Pertanian. e) Penggunaan herbisida bila memang benar-benar diperlukan saja. insektisida untuk golongan serangga (insekta). Dalam suatu taman biasanya selalu dihadirkan berbagai jenis tanaman yang dapat dibedakan berdasarkan masa hidupnya. Penyulaman dilakukan apabila tanaman yang baru ditanam rusak atau mati. Selain itu. Penyulaman Pelaksanaan pembuatan taman oleh seorang kontraktor taman pada umumnya mencakup kegiatan penyulaman tanaman (pemeliharaan awal) sebagai suatu jaminan bahwa tanaman yang ditanam dapat beradaptasi dan tumbuh secara sempurna. dapat dilakukan juga dengan obat-obatan (pestisida). f) Sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan pengendalian hama dan penyakit. jauhkan dari jangkauan anak-anak.

seruni rambat (Widelia trilobata). dan bugenvil. dan ukuran tanaman dalam suatu taman. kehadiran tanaman ini sangat dibutuhkan untuk menghindari kesan kemonotonan warna.139 cosmos. Oleh karena itu. contohnya berbagai jenis rumput. Pastikan lubang tersebut bebas dari gangguan patogen yang ada di dalam tanah. Jenis tanaman setahun akan mati setelah melampaui masa reproduktif berbunga/berbuah. serta berbagai jenis pohon-pohonan. kenikir. b) Tanaman yang rusak atau mati sebaiknya dicabut atau dibuang terlebih dahulu dengan tidak mengganggu tanaman lain yang masih baik dan sehat. kembang sepatu. Tanaman penutup tanah yang bersifat tahunan. penggantian tanaman/penyulamam harus dilakukan secara teratur karena masa hidupnya sangat terbatas. a) Tersedianya tanaman pengganti yang kondisinya harus lebih baik daripada tanaman yang akan digantikan. melati. Hal ini tidak akan dialami seandainya seluruh taman hanya terdiri dari tanaman tahunan saja. Walaupun hanya hidup dalam sekali reproduksi. misalnya tapak dara. dan jengger ayam. Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penyulaman tanaman sebagai berikut. . dari jenis herba dan perdu. tanaman dua musim (biannual) biasanya terdapat di taman daerah subtropis. terdiri dari kombinasi tanaman tahunan dan tanaman setahun. Biasanya untuk jenis tanaman setahun. dan tanaman tahunan (perennial). yaitu tanaman yang dapat mengalami fase vegetatif dan reproduktif secara berulang kali. c) Mempersiapkan kembali lubang tanam bekas tanaman yang mati untuk dapat ditanami kembali. hanya satu musim. Dengan menggunakan tanaman bunga yang bersifat setahun maka dapat ditanam tanaman yang berbeda apabila masa hidup tanaman pertama sudah habis sehingga terwujud pemandangan baru. krokot atau kriminil (Portulaca sp). komposisi elemen taman yang seimbang. d) Lubang tanam dibiarkan/diangin-anginkan beberapa saat dan diberi pupuk kandang (bila perlu). mawar. sangat penting dalam suatu taman. bentuk.

. Kegiatan ini harus dilakukan di taman untuk menjaga kesinambungan wujud lanskap agar tetap sesuai dengan fungsi dan nilai estetika... penyiangan gulma. Jelaskan teknik-teknik dalam pemeliharaan tanaman lanskap. Renungkan tentang teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap.140 e) Tanaman baru dilepaskan dari kontainernya (pot.. Rangkuman Pekerjaan pemeliharaan lanskap terutama pemeliharaan terhadap tanaman meliputi kegiatan pembersihan taman. Pengendalian rumput-rumput liar pada suatu hamparan taman berumput sebaiknya dilakukan dengan cara. penyiraman tanaman. pemangkasan.. pemupukan. B.. atau polibag).. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang pemeliharaan tanaman lanskap. 2. serta penyulaman.. PENUTUP A. karung. Jelaskan apa yang dimaksud pemeliharaan ideal dan fisik.. f) Penyiraman dilakukan secara rutin. (a) Manual (b) Disemprot pestisida (c) Membuat bokoran . Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. I. kemudian di tanam... pengendalian hama dan penyakit. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. 2..

.. Pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah disebut. Pemangkasan untuk membentuk tajuk tanaman sesuai dengan yang diinginkan disebut.... Hitunglah jawaban Anda yang benar. (a) Sebelum pemberian pupuk (b) Setelah pemberian pupuk (c) Sebelum pertumbuhan generatif (d) Setelah pertumbuhan generatif 4. Waktu pemangkasan tanaman yang tepat adalah........ (a) Parterre (b) Topiary (c) Border (d) Spiral 5.... (a) Broadcast (b) Trenching (c) Punch-bar (d) Injektor Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.........141 (d) Menggali tanaman 2. Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 . kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 10...... (a) Bokoran (b) Linggis (c) Kored secara lajur (d) Mencangkul tanah 3. Penggemburan pada lahan berumput dapat dilakukan dengan.....................

Taman Rumah Tinggal.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. b 5. terutama bagian yang belum Anda kuasai. 1999. Anda dapat meneruskan pada Bab 11. Nurhayati. d 4.142 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . Akan tetapi. Arifin HS. a . 1997. 2. bagus! Anda cukup memahami Bab 10. Nurfaida. Pemeliharaan Taman. 1992. Sulistyantara B. b 3. a 2. C. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Kunci Jawaban 1. Bogor: Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian IPB 3. Anda harus mengulangi Bab 10. Jakarta: Penebar Swadaya. Sumber/Referensi 1. D. Jakarta: Penebar Swadaya. Pemeliharaan Taman Puri Tirto Sari di Taman Buah Mekarsari [Laporan Keterampilan Profesi].

tetapi juga merupakan salah satu mata rantai ekosistem alam.143 BAB 11 PENATAAN TANAMAN PADA BERBAGAI TIPE LANSKAP PENDAHULUAN Tanaman merupakan unsur utama suatu taman. Praktikum . Tanaman ini tidak hanya sebagai elemen estetik dan kesehatan (fisik dan psikis). yang terkait dengan keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. dan 2) aspek ekologis. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum. Case study 3. gambar. B. Strategi Pembelajaran 1. Dalam menggunakan tanaman sebagai elemen pembentuk taman harus diperhatikan dua aspek yang terkait dengan tanaman ini. Pameran 4. yang terkait dengan fungsi dan estetika. A. terutama dalam taman-taman tropis atau taman-taman yang "dekat" dengan kehidupan manusia. Studi lapang 2. Paduan dari dua aspek ini akan menjamin keberhasilan dan keberlangsungan suatu bentuk taman yang berdasarkan atas elemen tanaman. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. yaitu 1) aspek arsitektural.

satwa. dirancang. 3. Hal tersebut juga akan dipengaruhi oleh faktor abiotik atau lingkungan. Mahasiswa melakukan penataan tanaman berdasarkan fungsi dan estetika. membuat taman bukan semata-mata untuk kepentingan manusianya saja. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. tanaman. 2. tanaman. Sesuai dengan skala luasan. 5. Kemampuan melakukan praktikum penataan tanaman dalam berbagai tipe lanskap 5. dan udara. Mahasiswa membuat gambar rencana penataan tanaman 3. seperti tanah. air. sinar matahari. tetapi selayaknya juga mempertimbangkan kepentingan makhluk hidup lainnya. pameran dan praktikum. Kemampuan menata tanaman berdasarkan fungsi dan estetika. dan indah. Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. tumbuhan. Mahasiswa aktif melakukan praktikum. iklim. dibangun. dan akhirnya dipelihara untuk mencapai suatu tujuan penggunaan yang keberlanjutan. Mahasiswa melakukan studi lapang mengenai penataan tanaman pada suatu lanskap. 4. Kemampuan membuat gambar rencana penataan tanaman. dan hewan akan saling berinteraksi satu sama lain dalam suatu ekosistem taman. baik manusia. Sebagai elemen taman.144 C. D. Taman direncanakan. yaitu nyaman. case study. seperti tumbuhan. Indikator Pencapaian 1. aman. dan hewan. Kemampuan melakukan studi lapang mengenai penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Taman merupakan hasil karya manusia dalam melakukan perubahan dan penataan ulang bentuk lingkungan untuk menciptakan suasana yang sesuai dengan keinginannya. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Taman-taman tersebut dapat dijumpai dalam . 4. 2. satwa.

145 bentuk taman permanen. taman kota (urban landscape) yaitu taman umum pada skala kota dimana dapat mengakomodir kegiatan rekreasi bagi masyarakat kota yang bersangkutan. perlu dipahami cara-cara penataan taman yang baik. taman wisata hutan. Sebisa mungkin dimunculkan pesona pada taman tersebut yang kelak tidak hanya memuaskan pemiliknya. yaitu dilengkapi dengan elemen . taman rekreasi (recreation garden). serta taman-taman bertema (theme parks) dan taman tujuan khusus. taman lingkungan. baik untuk taman luas maupun taman sempit adalah sama. seperti taman rumah (homegardens). Sementara. pengulangan-pengulangan. taman kota. baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan. dan lain-lainnya maka taman sekecil apa pun yang dihadirkan akan menarik perhatian. Cara peletakan tanaman dan berbagai meterial pendukung lainnya memerlukan kejelian pengalaman dan sensitifitas rasa keindahan penata taman agar taman memiliki komposisi dan nuansa sesuai dengan keinginan pemilik taman. pembuatan desain taman. penyeimbang taman. taman wisata pertanian. Pada prinsipnya. tetapi juga seperti taman permanen. Selain itu. squares. Untuk hal itu. public parks. misalnya city parks. taman rekreasi pegunungan. taman wahana anak-anak. Beberapa contoh taman bertema dan tujuan khusus. dan kouen. taman rekreasi bahari. rijk parks. Elemen taman instan sebenarnya tidak hanya terdiri dari tanaman saja baik yang berbunga maupun nonbunga. Taman Instan Taman instan adalah taman yang bersifat insidentil dan temporer yang ditata pada suatu tapak. taman safari. Sepanjang perancang mengerti prinsip desain yang meliputi tema taman. dan taman wisata ekologis. A. antara lain. taman lingkungan berada pada skala ruang tingkat kelurahan hingga kecamatan (community parks). serta nyaman dirasakan. Umumnya. taman ketetanggaan di lingkungan pemukiman skala RT-RW (neighborhood parks). indah dipandang. taman fantasi. taman juga hendaknya memiliki nuansa yang sesuai dengan desain arsitektur bangunan. Yang membedakan adalah skala ukuran ruangnya. pembuat kontras taman. tetapi juga menyenangkan bagi orang lain yang berkunjung ke taman tersebut.

serta lantai keramik. tiang dan pilar kayu.146 lainnya seperti batu-batuan. alun-alun kota. bagian dinding yang terbuka. taman instan memiliki kelebihan dalam beberapa hal. restaurant. pagar. . serta ruang-ruang terbuka (taman kota) pada acara-acara perayaan tertentu atau pada saat ada pameran. perkantoran. Taman-taman ini memberi variasi desain yang sangat dinamis. Dengan rekayasa desain. marmer. maupun karnaval. Taman-taman instan biasanya akan sangat impresif bila dilengkapi dengan permainan cahaya alami dari sudut-sudut ruang tertentu yang berjendela. pergola. Mudah dan cepat didesain dan diimplementasikan mengikuti keinginan pemilik atau pengguna taman. atau bahkan dengan cahaya buatan. sebagai berikut. Taman instan dalam bentuk gelar bunga di tengah-tengah hamparan hijaunya taman dapat menjadi titik pusat perhatian (focal point) bagi pengunjung atau pengguna taman. bentuk taman secara miniatur dapat terwujud dalam ruang yang terbatas. 2. Taman instan yang ditata di dalam bangunan stand pameran. dan bandar udara dapat memperlembut suasana ruangan yang didominasi oleh elemen keras. 1. sculpture. Taman instan dengan elemen-elemennya berupa tanaman. lampu-lampu taman. 1. besi. air. Dengan cara bongkar pasang. kaca. Selain empat kegunaan dan peran tersebut. batuan. pembatas. atrium. dan lampu dapat menjadi media penghubung perasaan manusia terhadap alam dan menghilangkan stres. bahkan kolam air mancur dan air terjun. 4. ruang-ruang bagian rumah tinggal. 3. latar belakang yang sekaligus menyemarakkan suasana pesta. atau stainless steel. Beberapa contoh elemen keras tersebut yaitu dinding tembok. festival. Beberapa kegunaan dan peran taman instan sebagai berikut. hotel. gelar bunga dapat diselenggarakan di plaza. serta mengharmonisasikan ruangan dan tema pesta. Taman instan yang menghiasi ruang-ruang pesta dan panggung pelaminan dapat berfungsi sebagai area penyambut. tema taman dapat disesuaikan dengan suasana yang diinginkan pada saat itu. Pada umumnya. pengarah.

dan interior rumah sakit. Dapat dibongkar-pasang sehingga bisa memberikan impresi yang variatif pada skala temporal. Contoh desain taman instan dapat dilihat pada Gambar 33. Pemeliharaan pemulihan bagi tanaman-tanaman yang terkena stres dapat diatasi dengan penyiraman serta pemupukan agar kesehatan tanaman dapat pulih dan pertumbuhannya normal kembali. setiap dua minggu. pelaksanaan penataan taman. atau setiap bulan. serta mengikuti kursus dan pelatihan pertamanan). bila skalanya cuikup besar. hingga penggantian tanaman diperlukan tanggung jawab yang tinggi. taman instan di ruangan hotel. mengetahui pengetahuan tanaman dan elemen taman lainnya. bentuk tanaman. lobi hotel dan koridor hotel. penyediaan material. Setelah mencapai kondisi kesehatan. dan ruang kantor pribadi. perkantoran. mulai pembuatan desain taman. Dapat dikerjakan oleh sendiri (in house) maupun dipercayakan pada jasa penyewaan tanaman. misalnya di teras rumah. interior bandar udara. . di dalam ruangan atau interior rumah. misalnya untuk penataan ruang-ruang perkantoran. Namun. 4. ruang gedung-gedung pertemuan. Misalnya. Untuk skala pekerjaan yang tidak terlalu besar. sudut-sudut ruang di departement store. bandara udara dapat diubah setiap minggu. Taman instan ini dapat memberi variasi panorama bagi tempat-tempat umum yang selalu menerima kehadiran tamu yang silih berganti. pemeliharaan. dan warna tanaman yang prima maka tanaman tersebut dapat digunakan kembali sebagai material tanaman instan untuk proyek selanjutnya (Arifin. operasional penataan. 3. Dapat dikerjakan oleh pelaku-pelaku dengan pengetahuan pertamanan yang paling dasar sekali pun (hobiis dan gardener yang rajin membaca buku-buku pertamanan. hingga pemeliharaan dapat dikerjakan sendiri. 2006). maka profesionalisme mulai dari persiapan desain. penyediaan material taman. Tanaman bekas digunakan dapat dipelihara kembali dan ditempatkan ke ruang recovery atau karantina dalam pembibitan.147 2. 5. Suasana tersebut dapat menghindari kemonotonan spatial (ruang) dan temporal (waktu).

Taman tidak hanya sebagai fungsi estetik dan pajangan saja. meresapkan air ke dalam tanah. Contoh desain taman instan (Sumber: Arifin. menghasilkan berbagai produksi tanaman. Kehadiran aneka elemen taman. ataupun etemen yang hidup seperti ikan hias dapat menjadi selingan hiburan setelah penghuni rumah bekerja seharian di luar rumah. bahkan bisa menjadi habitat beberapa jenis satwa liar seperti kupu-kupu dan aneka jervs burung berkicau. Secara fisik-ekologis. Pada dasamya berbagai jenis tanaman dapat dipilih sebagai pengisi taman. tetapi taman juga mengambil peran penting dalam memberi kontribusi kesehatan bagi pemiliknya. 2006) B. taman dengan aneka isinya bisa menjadi obat untuk melenyapkan stres.148 Gambar 33. taman juga berarti sebagai gudang plasma nutfah. untuk menata tanaman menjadi taman yang memiliki fungsi dan nilai . keberadaan taman di rumah sangat penting peranannya. Akan tetapi. Dalam keadaan sibuk dan tekanan pekerjaan yang rutin. baik berupa tanaman. taman di halaman rumah merupakan sebuah kantung terbuka hijau yang dapat menyejukan udara. bebatuan. Selain keberadaan aneka jenis tanaman. Dengan demikian. Taman Rumah Tinggal Taman dan rumah sejak dulu merupakan satu kesatuan yang penting dan saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan penghuninya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. air. Keberadaan taman dapat membuat rumah memiliki fungsi estetik.

tetapi tidak memiliki batang utama. Memilih jenis tanaman bisa dimulai dari tanaman penutup tanah yang hanya mencapai tinggi beberapa sentimeter saja (grasses). yang perlu diperhatikan adalah keragaman jenis maupun jumlah tanaman yang dipilih. mempunyai tinggi 1-2 m). Tanaman-tanaman yang bertekstur halus dapat dicirikan dari ukuran daun yang kecil. tanaman berkayu. baik tinggi tanaman maupun lebar tajuk. philodendron. Penggunaan pohon untuk taman yang sempit tidak terlalu disarankan karena akan mendominasi ruang taman serta mengakibatkan kesan ruang semakin sempit dengan naungan yang semakin luas. atau disebut sebagai pohon kecil). dan palem-paleman Tanaman yang bertekstur halus maupun kasar bisa saja ditanam untuk mengisi taman yang sempit. kriminil. Namun. tanaman semak (bushes. Untuk tanaman yang bertekstur kasar yang dicirikan oleh tanaman yang berdaun lebar dan besar. seperti kadaka. ukuran tanaman. Jenis tanaman yang berukuran relatif kecil seperti tanaman jenis-jenis rerumputan dan penutup tanah. hanjuang. tekstur. tanaman berkayu dan memiliki batang utama dengan tinggi bisa mencapai 5 m. taiwan beauty. yang terpenting adalah bagaimana membuat desain kombinasi jenis tanaman yang justru memberikan kesan ruang yang lebih luas.149 estetika diperlukan pengetahuan mengenai kesesuaian tempat tumbuh tanaman secara ekologis dan hortikultura serta kondisi fisik tanaman seperti ukuran. Oleh karena itu. portulaka atau tanaman yang berdaun jarum. bentuk. warna. sebaiknya mengetahui karakteristik berbagai jenis tanaman. antara lain. tanaman herba yaitu tanaman yang tidak berkayu (herbs umumnya hanya beberapa puluh sentimeter saja). Ukuran lahan yang sempit bagi peruntukan taman akan lebih pas bila dipilih elemen tanaman yang bertekstur halus. serta perdu (shrubs. Misalnya. dan aroma. Dalam membuat taman di lahan sempit. Pengaturan strata tanaman pada satu tapak juga sangat menentukan daya tarik taman. sikas. Bila ingin menggunakan tanaman bertekstur kasar sebaiknya jumlahnya jangan . seperti asparagus dan beberapa jenis pinus yang dikerdilkan. tanaman yang lebih rendah ditempatkan di depan tanaman yang lebih tinggi. merupakan sesuatu yang perlu dipertimbangkan dengan baik agar tanaman tersebut sesuai dengan tujuan dan fungsi desain. Dalam memilih dan mempertimbangkan tanaman yang digunakan.

tetapi jenisnya harus dikurangi agar taman tidak terlihat crowded. Jalur Hijau Jalan Jalur hijau adalah jalur penempatan tanaman serta elemen lanskap lainnya yang terletak di dalam Daerah Milik Jalan (Damija) maupun di dalam Daerah Pengawasan Jalan (Dawasja). Contoh desain taman rumah tinggal (Sumber: Arifin dan Suwita. Namun. Disebut jalur hijau karena dominansi elemen lanskapnya adalah tanaman yang pada umumnya berwarna hijau. Contoh desain taman rumah tinggal dapat dilihat pada Gambar 34. 2007) C. Adanya penataan jalur hijau jalan memungkinkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Gambar 34. Bila menggunakan tanaman bertekstur halus dapat berkreasi memadukan berbagai ragam jenis tanaman. dapat digunakan satu atau dua tanaman bertekstur kasar di tengah-tengah penggunaan tanaman bertekstur halus sehingga bisa menjadi kontras atau daya tarik dalam taman (point of interest). Di lain pihak.150 berlebihan karena akan mendominasi ruang sehingga taman berkesan semakin sempit. Sebagai contoh penanaman jalur hijau jalan di sepanjang berm dan median jalan yang bersifat sederhana dalam pelaksanaannya harus berpedoman . Banyaknya ragam jenis dapat menjadi koleksi sehingga keindahan dan keunikan masing-masing jenis tersebut menarik perhatian. dapat pula diterapkan jumiah tanaman yang relatif banyak.

toleransi terhadap suhu. mudah dikembangkan dan sedapat mungkin dipilih jenis yang dapat memperbaiki atau meningkatkan kesuburan tanah baik secara langsung maupun tidak langsung. 2) median jalan. ataupun sebagai jalur hijau dengan persyaratan tertentu. Kriteria tanaman yang digunakan adalah yang mudah didapat. Hal ini merupakan satu dari sekian pertimbangan estetik yang seharusnya menjadi suatu peraturan dalam kebanyakan situasi perkotaan. Median berfungsi sebagai rintangan atau penuntun arah untuk mencegah tabrakan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan dan mengurangi silau lampu kendaraan dengan menempatkan tanaman dengan kepadatan dan ketinggian yang tepat. sifat penyebaran. kecepatan tumbuh. cahaya. 4) persimpangan dan daerah berterrain. Klasifikasi hortikultura berorientasi terhadap tindakan budidaya dan keberhasilan penanaman dan klasifikasi sifat fisik tanaman biasanya berorientasi rerhadap penilaian dan keberhasilan bentuk serta fungsi arsitekturisnya. air. perdu. 1. 2. Daerah tepi jalan adalah daerah yang berfungsi untuk keselamatan dan kenyamanan pemakai jalan. yaitu tujuan desain. Kriteria pemilihan jenis tanaman sebagai berikut.151 pada kebutuhan. Klasifikasi fisik. jalur hijau. Median jalan adalah jalan yang memisahkan dua jalan yang berlawanan. sifat adaptasi. angin. aroma. Tanaman yang dipergunakan adalah dari kelompok pohon. Berdasarkan letak penanamannya jalur hijau dibedakan menjadi empat yaitu: 1) jalur tanaman tepi. ukuran dewasa tanaman. kecocokan antara tanaman dan bangunan serta lingkungan sekitar dan keefisienan dalam pemeliharaan. tidak memerlukan perawatan khusus. penampilan di tiap tahapan pertumbuhan. lahan untuk pengembangan jalan. kecocokan penampilan di tiap musim. tekstur. hama dan penyakit. Klasifikasi hortikultura. warna. 3) daerah tikungan. Pemilihan jenis tanaman pada jalur hijau jalan tergantung pada fungsi tanaman dan lokasi penanaman. dapat digunakan sebagai pendukung keselamatan pengendara. dapat beradaptasi dengan kondisi setempat baik dari segi kondisi tanah maupun iklim. sifat umur. yaitu syarat tumbuh. . budidaya. bentuk. tanah. kawasan penyangga. semak dan penutup tanah. peletakkan rambu-rambu lalu lintas. tempat pembangunan fasilitas pelayanan dan melindungi bentukan alam.

6) tahan terhadap polusi udara dan polutan lainnya. 3) tahan terhadap kekurangan air. 6. D. terutama untuk tanaman yang didatangkan dari luar tapak berpedoman kepada beberapa kriteria. memiliki batang dan cabang yang kuat serta tidak menghasilkan zat yang berbahaya.warna. 9. semak. 4) mampu hidup pada berbagai jenis tanah. Semak yang tumbuh berumpun. 5. yaitu sebagai berikut. Tidak mudah terserang hama dan penyakit serta tahan terhadap polusi dan kekeringan. Pohon dan semak yang memiliki karakter fisik (bentuk. Tinggi cabang pohon pertama dari bawah tidak kurang dari 5 meter. daun. Tanaman penutup tanah yang tidak memerlukan pemeliharaan intensif. 12. dan penutup tanah yang ditanam di perkotaan. Bentuk tajuk pohon bulat atau kolumnar dengan lebar tajuk tidak menutupi bahu jalan. Berdaun kecil sampai sedang dan tidak menggugurkan daun secara serempak. 7. 2) selalu hijau.152 Persyaratan pohon tepi jalan secara ekologis meliputi: 1) mempunyai sistem perakaran yang dalam. Lanskap Perkotaan Area-area Khusus Pada wilayah perkotaan. 11. 4. 2. Tidak membahayakan pengguna jalan. Mampu bertahan hidup pada kondisi yang kurang baik dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. Pemilihan jenis-jenis tanaman yang akan digunakan. 8. 3. 5) memiliki tajuk yang rapat. Kriteria tersebut berlaku untuk pohon. 7) tahan terhadap serangan hama dan penyakit. 8) tidak disukai oleh kupu-kupu yang menimbulkan jenis ulat. cenderung sulit untuk menemukan lahan yang . buah yang besar dan keras. rapat dan mudah diperbanyak. Perakarannya tidak merusak trotoar dan saluran drainase. Mudah dalam pemeliharaan. yaitu tanaman yang tidak menghasilkan duri. 1. Pohon peneduh dengan ketinggian sedang atau tinggi kurang dari 15 meter. terutama pada pusat-pusat kegiatan masyarakat perkotaan atau pada permukiman. dan bunga) yang menarik. 10.

153 dapat dikembangkan untuk pertamanan atau untuk lahan penanaman. Oleh karena itu. b. yaitu pasir kasar (ukuran sekitar I mm) : material organik/kompos : top soil = 50 :45 :5. Salah satu contoh perbandingan media tanaman. Selain media dipupuk secara periodik. dengan mempertimbangkan tanaman yang perakaran tidak intensif. satu bak tanaman bahkan diisi hingga puluhan pot. pot dapat lebih sering diganti sehingga penampilan tanaman selalu bagus. ukurannya tidak terlalu besar. kayu. sistem drainase dibuat untuk mengatasi air penyiraman yang berlebihan. dan sebagainya. 1. setelah beberapa tahun media perlu diganti. penyediaan media tanam yang sesuai untuk pot atau bak tanaman mempengaruhi aerasi dalam bak serta beban berat yang ditanggung oleh bak tanaman. diperlukan pertimbanganpertimbangan khusus dalam melakukan penamanan pada area-area khusus tersebut. drainase juga ditunjang dengan adanya kemiringan pada dasar bak tanaman dan jalur drainase/outlet yang cukup untuk mengalirkan air keluar dari pot dan bak tanaman. Penanaman dengan Planter Box Adanya kecenderungan penutupan lahan perkotaan dengan perkerasan merupakan salah satu penyebab sulitnya mendapatkan areal penamanan. dan lambat pertumbuhannya (untuk . Terdapat beberapa alternatif material untuk pembuatan bak tanaman. untuk menyediakan kondisi drainase yang baik dalam bak tanaman. c. Bak tanaman dapat diisi satu atau lebih pot. Selain dipengaruhi oleh media tanam. Hal tersebut dapat diatasi dengan menanam pada bak tanaman (planter box). Pemilihan jenis tanaman. dan beton. atau 70:25:5. Sistem drainase. lingkungan tumbuh yang tidak mendukung. Untuk taman kota. a. kombinasi kaca. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk penanaman pada bak tanaman sebagai berikut. bata. Dengan menggunakan bak tanaman. Beberapa karakteristik ruang yang potensial untuk ditanami dengan kondisi khusus sebagai berikut. Lahan yang tersedia biasanya lahan sisa yang luasannya terbatas dan terkadang kondisinya bermasalah. seperti beton. Media tanam. seperti kemiringan lereng lahan yang curam.

Pemilihan jenis tanaman. (2008) Kedalaman Bak Tanaman 150-300 mm 0.5-1. Untuk tujuan tersebut maka hal-hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: 1. semak. Penutup tanah. herba) yang cepat tumbuh. Jika kondisi awal lahan dalam keadaan tanpa penutupan tanaman. 3. Lahan berlereng yang ditanami dapat difungsikan sebagai area penyangga dan konservasi. Lahan Berlereng Lahan berlereng dengan kemiringan curam merupakan ruang pofensial untuk penanaman di kawasan perkotaan yang padat. Pemilihan jenis tanaman terutama pada jenis-jenis yang perakarannya mampu mengikat tanah dan menangkap air hujan. dan melindungi tanah dari erosi angin. dan pohon memperhatikan keselarasannya dengan lingkungan sekitar.5m 2. 2. Semak/Perdu besar. Tabel 2.154 pohon). d. herba. 4.0-1. Tanaman yang ditanam dapat mengurangi erosi permukaan oleh air. Ukuran kedalaman bak tanaman mempengaruhi pemilihan jenis tanaman (Tabel 2). mengurangi terjadinya suhu tanah yang ekstrim. maka perlu pertimbangan pemilihan jenis tanaman yang tahan hembusan angin. Pola penanaman sebaiknya dibuat sedemikan rupa agar pemeliharaan tidak intensif. mengingat akses ke lahan berlereng pada umumnya sulit. adanya struktur penopang atau penahan (staking/staggering). semak/perdu kecil 3.0m 1. Jika bak tanaman diletakkan pada area yang kecepatan anginnya cukup tinggi. Rumput 2. kemudian ditanami dengan pohon dan semak besar untuk meningkatkan kestabilan lereng. maka sebagai langkah pertama perlu ditanami vegetasi penutup tanah (rumput. Jenis tanaman sesuai ukuran kedalaman bak tanaman No Jenis Tanaman 1. baik penutup tanah. . pohon Sumber: Arifin et al.

155 Untuk kasus tertentu dimana lereng sangat curam (kemiringan >45) sulit untuk ditanami tanaman besar, maka penanaman tanaman perdu/semak kecil untuk menstabilkan tanah masih dapat dilakukan dengan beberapa teknik bio-engineering.
3. Teknik Penanaman Area yang Tergenangi Secara Periodik

Berbagai bentuk ruang-ruang di perkotaan yang secara periodik tergenang merupakan salah satu area yang potensial untuk ditanami, yang tidak hanya memberikan manfaat ekologis/iingkungan (perbaikan habitat satwa, perlindungan bantaran dan tanggul), tetapi juga manfaat sosial (area rekreasi mayarakat setempat). Beberapa contoh area tergenang/banjir secara periodik, misalnya pada reservoir, kanal, saluran drainase, sungai, rawa, mangrove atau tepi laut. Penanaman dapat dilakukan di bantaran/tepian perairan (sungai, kanal, saluran, dan pesisir) maupun di perairan (rawa, mangrove). Hal yang perlu diperhatikan untuk kegiatan penanaman area ini, yaitu dalam pemilihan jenis tanaman yang toleran terhadap genangan dan banjir serta mengutamakan pemilihan jenis-jenis lokal (native species) yang relatif adaptif terhadap lingkungan setempat dan dapat meminimalkan pemeliharaan. Jenis tanaman lain yang dapat dipertimbangkan, yaitu tanaman air, sebaiknya dipilih jenisjenis yang tidak bersifat invasive karena dapat mengakibatkan turunnya muka air dan eutrofikasi meningkatnya unsur nitrogen dalam air.
4. Area Bekas Penimbunan Sampah (Landfill)

Lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai penimbunan sampah, baik yang berskala rumah tangga maupun lingkungan merupakan alternatif area penanaman. Untuk penanaman pada lubang sampah skala rumah tidak serumit pada skala lingkungan. Pada penanaman di lokasi penimbunan sampah skala lingkungan terdapat hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut. a. Pemantapan permukaan dengan tanah setebal 15 – 45 cm. b. Karena permukaannya cenderung tidak rata, maka sebaiknya tidak membangun struktur penunjang taman yang berlebihan (seperti bangku taman, shelter, area bermain, dan lain-lain) di atasnya untuk meminimalkan terjadinya kerusakan dan gangguan terhadap aktivitas maupun struktur tersebut.

156 c. Jika membuat saluran utilitas (irigasi, listrik) sebaiknya di permukaan atau sedikit di bawah permukaan untuk mempermudah pemeliharaan. d. Mengatasi adanya gas-gas hasil dekomposisi sampah dengan membuat sumur pengumpul sekitar. e. Menghindari penanaman pada lokasi-lokasi yang memiliki suhu tanah yang tinggi karena dapat mematikan tanaman. f. Memilih jenis tanaman yang toleran terhadap kondisi landfill (misalnya toleran terhadap gas-gas yang dihasilkan, tanah yang dangkal, tingginya hembusan angin, drainase yang buruk, dan adanya genangan).
5. Pembuatan Dinding Hijau (Greenwall)

gas,

yang

selanjutnya

jika

diberi

perlakuan

tertentu

dapat

dimanfaatkan sebagai penghasil energi yang dapat digunakan untuk lingkungan

Penanaman ini dilakukan pada struktur vertikal seperti tanggul atau dinding penahan (retaining wall) yang pada umumnya dibangun untuk menahan lereng. Penanaman atau penghijauan pada area ini selain membantu meningkatkan kestabilan lereng, juga menjadikan dinding lebih menarik dan bahkan dapat menciptakan habitat bagi satwa.

E. Rangkuman

Penataan tanaman dapat dilakukan pada berbagai tipe lanskap, antara lain, taman instan, taman rumah tinggal, jalur hijau jalan, lanskap perkotaan area-area khusus. Penanaman pada area khusus, seperti penanaman dengan bak tanaman (planter box), lahan berlereng, area yang tergenangi secara periodik, area bekas penimbunan sampah (landfill), dan pembuatan dinding hijau (greenwall).

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda!

157 1. Jelaskan apa yang dimaksud taman instan, taman rumah tinggal, jalur hijau jalan, dan lanskap perkotaan area-area khusus. 2. Berikan contoh gambar desain taman-taman tersebut.
Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus

memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 2. Renungkan tentang penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap.

B. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Kelebihan tanaman instan adalah............. A. Biaya relatif mahal B. Pembuatan desain kompleks C. Dapat dibongkar pasang D. Dapat dikerjakan oleh arsitek lanskap 2. Ukuran lahan yang sempit bagi peruntukan taman akan lebih pas bila dipilih elemen tanaman yang............. A. Bertekstur halus B. Bertekstur kasar C. Berukuran besar D. Berwarna terang 3. Persyaratan pohon tepi jalan secara ekologis adalah............. A. Menggugurkan daun B. Kebutuhan air banyak C. Tajuk yang jarang D. Tidak disukai oleh kupu-kupu 4. Pemilihan jenis tanaman untuk planter box sebaiknya memilih tanaman yang............. A. Berukuran besar B. Batangnya besar

Taman Instan.. Damayanti VD. 22 Desain Taman Mungil. Arifin HS. A. C. Nurhayati. bagus! Anda cukup memahami Bab 11. Munandar A... Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . Hal yang perlu diperhatikan pada penanaman di lokasi penimbunan sampah adalah. Pramukanto Q. 2007... Jakarta: Penebar Swadaya. Jakarta: Penebar Swadaya. Membangun struktur penunjang seperti area bermain C. Cepat pertumbuhan untuk pohon 5. Sumber/Referensi 1. Arifin HS.. 2006.158 C. Anda harus mengulangi Bab 11. Perakaran tidak intensif D.. 2. Pemilihan tanaman yang toleran gas Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Bogor: Tim Sampoerna Hijau. . Sampoerna Hijau Kotaku Hijau. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. 2008.. Suwita A. Saluran irigasi dibuat jauh di permukaan D. Arifin HS... Akan tetapi. Pemantapan permukaan tanah setebal < 15 cm B.. 3. terutama bagian yang belum Anda kuasai. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 11.. Hitunglah jawaban Anda yang benar.

Kunci Jawaban 1.159 D. a 3. d . d 4. c 5. c 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful