BAHAN AJAR ILMU TANAMAN LANSKAP

NURFAIDA, SP. M.Si. TIGIN DARIATI, SP. MES. CRI WAHYUNI BRAHMI YANTI, SP. M.Si.

PROGRAM HIBAH PENULISAN BUKU AJAR UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
JL. Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245 (Gedung Perpustakaan Unhas Lantai Dasar) Telp. (0411) 586 200, Ext. 1064 Fax. (0411) 585 188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id

HALAMAN PENGESAHAN
HIBAH PENULISAN BUKU AJAR BAGI TENAGA AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

Judul Buku Ajar

: Ilmu Tanaman Lanskap

Nama Lengkap N I P Pangkat/Golongan Jurusan/Bagian/Program Studi Fakultas/Universitas Alamat e-mail Biaya

: Nurfaida, SP. M.Si. : 19730223 200501 2 001 : Penata Muda / III-a : Agroteknologi : Pertanian/Universitas Hasanuddin : nurfaida@yahoo.com : Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah) Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin Tahun 2011 Sesuai SK Rektor Unhas Nomor: 20875/H4.2/KU.10/2011 Tanggal 29 Nopember 2011

Makassar, 29 Nopember 2011 Dekan Fakultas Pertanian, Penulis,

Prof. Dr. Ir. Yunus Musa, M.Sc. NIP. 19541220 198303 1 001

Nurfaida, SP. M.Si. NIP. 19730223 200501 2 001

Mengetahui: Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin,

Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc. NIP. 19630501 198803 1 004

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan alam dan seisinya sebagai suatu karunia yang besar dan indah. Dia yang memberikan ketentuan dan peraturan yang tepat untuk memelihara dan merawatnya. Atas segala karunia-Nya pulalah bahan ajar Ilmu Tanaman Lanskap ini berhasil diselesaikan. Pengembangan bahan ajar merupakan tanggung jawab dosen dalam mengemban dan mengembangkan tridarma perguruan tinggi. Perubahan model pembelajaran dari Teacher Central Learning (TCL) menjadi Student Central Learning (SCL) menuntut dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga sebagai fasilitator. Penerapan model pembelajaran SCL membutuhkan bahan ajar sebagai pelengkap kegiatan pembelajaran sehingga dibuatlah bahan ajar ini. Bahan ajar ini dihasilkan melalui Program Hibah Penulisan Buku Ajar Universitas Hasanuddin Tahun 2011. Penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc.selaku Ketua LKPP dan Dr. Sri Suryani, DEA selaku pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan bahan ajar ini. Terima kasih yang tidak terhingga kepada rekan-rekan sejawat di Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang telah membantu dalam penyusunan tulisan ini. Semoga bahan ajar ini bermanfaat dan dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran khususnya pada Mata Kuliah Ilmu Tanaman Lanskap.

Makassar, Nopember 2011

Penulis

................................................................................. 109 TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN LANSKAP .............. SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN HABITUS FUNGSIONAL .................................................... SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN EKOLOGI...... TEKNIK PENANAMAN TANAMAN LANSKAP..................... SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK VISUAL .............. 1 11 24 35 56 68 80 98 BAB 3 BAB 4 BAB 5 BAB 6 BAB 7 BAB 8 BAB 9 BAB 10 BAB 11 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK ARSITEKTURAL ..... 123 PENATAAN TANAMAN PADA BERBAGAI TIPE LANSKAP .................................................................................................................... KOMPOSISI TANAMAN......DAFTAR ISI BAB 1 BAB 2 PENDAHULUAN ................................................... FUNGSI TANAMAN DALAM LANSKAP ......................................................... PENGERTIAN TANAMAN LANSKAP DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA.............. 143 ......

herba. Metode tekanan udara: metode pemupukan yang dilakukan dengan cara melubangi tanah daerah perakaran yang dapat menyerap hara dengan menggunakan injektor bertekanan udara tinggi. antara lain. misalnya barisan pohon. misalnya suatu area tidak ingin terlihat oleh banyak orang dari arah tertentu dapat diberikan dinding berupa tanaman atau elemen lainnya. umumnya berbentuk herba rendah. pemagar. Lanskap: bentang alam atau hamparan lahan. Irama: urutan atau perulangan elemen-elemen. estetika. pemanjat. mungkin berbentuk beraturan atau tidak beraturan.SENARAI KATA PENTING (GLOSARIUM) Broadcast: perlakuan pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah. budaya. Fungsi tanaman: peran utama dari tanaman dalam suatu taman. tabir. Herba: tanaman-tanaman yang batangnya relatif lunak dan tidak berkayu. perdu. rangkaian batu yang serupa. dan ekologis. sosial. . dibantu dengan membangun struktur. urutan dari anak tangga. Habitus tanaman: keragaan tanaman secara keseluruhan berupa pohon. tetapi tidak setinggi pohon. Enclosure: dinding. Penutup tanah (groundcover): tanaman yang relatif rendah. mampu memberikan penutupan yang intensif di atas permukaan tanah. Metode thumb: metode untuk menentukan posisi perakaran pohon yang dapat menyerap hara. tapak yang berada di luar ruangan (eksterior). Perdu (shrub): tanaman yang relatif tinggi (3 – 5 m). dan perayap. penutup tanah. semak. bahkan kadang-kadang sukulen (banyak mengandung air). Parterre: tanaman yang ditata menyerupai tampilan karpet (apabila dilihat dari atas). umumnya dibentuk dari massa tanaman yang dipergunakan sebagai hiasan dalam suatu taman pada Periode Renaissance. Lawn: padang rumput di halaman rumah atau perkantoran yang dimaksudkan untuk meningkatkan keindahan. Dinding hijau (green wall): berbagai cara menahan longsor atau erosi suatu lereng secara biologi terhadap erosi dengan menanam tanaman. memiliki batang utama yang berkayu dan percabangannya dimulai pada bagian yang agak jauh dengan permukaan tanah. Colonade: deretan kolom-kolom yang memberi kesan ruang pada bangunan Yunani atau Romawi.

dapat dibuat dengan memberikan kontras atau pola susunan tertentu. Trenching: metode pemupukan yang dilakukan dengan cara pembuatan parit di bawah lingkar tajuk pohon. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. batangnya berkayu dan percabangannya biasanya telah dimulai di bagian yang dekat dengan permukaan tanah (tidak mempunyai cabang utama). Tanaman memanjat (climber): tanaman yang tumbuh di tanah atau bidang apa saja seperti tembok dan struktur pendukung lain sebagai tempat menggantungkan diri atau membelit untuk pertumbuhan tanaman tersebut. Pohon (tree): tanaman berkayu. piramid. Tanaman outdoor: tanaman hias yang dapat tumbuh secara normal di tempat terbuka (langsung terkena sinar matahari). sedang dan sudah dibudidayakan.Planter box: wadah berukuran relatif besar untuk menempatkan satu hingga beberapa pot tanaman sehingga tatanan pot terlihat rapih. Topiary: pemangkasan bentuk pada tanaman sesuai dengan yang diinginkan. Semak (bush): tanaman yang relatif rendah. dan sulit untuk dipercaya. Teknik puteran: penanaman pohon dengan mengikutsertakan tanah asalnya dalam bentuk gumpalan. Tanaman rumput lapangan: jenis-jenis rumput yang dipergunakan untuk menutupi permukaan tanah yang hanya terdiri atas lapisan tanah saja. Tanaman pagar: suatu garis atau barisan permanen yang padat dari tumbuhtumbuhan yang hidup. Zigurat: bentukan piramida yang dibangun menuruni teras bukit dan memiliki struktur internal yang menakjubkan. biasanya diatur dalam bentuk yang hampir sama dengan maksud untuk menggantikan pagar. memiliki batang utama. Punch-bar: metode pemupukan untuk pohon-pohon besar dengan cara membuat lubang-lubang pemupukan. Titik perhatian (point of interest): fokus perhatian dari suatu taman yang dapat menghilangkan kemonotonan pada suatu taman. misalnya spiral. Tanaman lanskap: tanaman yang belum. dan lain-lain. tinggi >5 m. keong. . berbentuk rectangular yang dipersiapkan untuk kepentingan saluran irigasi dan drainase. Tanaman indoor: semua jenis tanaman lanskap yang dapat ditanam dalam rumah atau dengan kata lain tanaman yang dapat tumbuh secara normal di tempat teduh (tertutup) atau setengah teduh. Tanaman lapangan rumput: jenis tanaman yang ditanam secara sendiri atau secara berkelompok pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik (eksotik). kompleks.

organizer. PENDIDIK (fasilitator. pengambil kebijakan). dan 5. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. evaluator. PELAKU di bidang pertanian (birokrat. Keberanian memulai. 3. (b) (c) (d) (e) (f) (g) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. . 4. MANAJER (planner. mediator). Kompetensi Utama sebagai PELAKU (birokrat. teknorat.1 BAB 1 Profil alumni yang diharapkan adalah: PENDAHULUAN PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI 1. motivator. dan mengembangkan usaha inovatif bidang produksi tanaman dalam pertanian berkelanjutan. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. initiator. teknorat. pengambil kebijakan): (a) Kemampuan menerapkan IPTEKS di bidang budidaya tanaman berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal. KOMPETENSI LULUSAN A. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. adaptor. melaksanakan. designer. 2. Kompetensi Utama Kompetensi utama minimal yang diharapkan dari seorang lulusan pada Program Studi Agroteknologi untuk mencapai profil lulusan adalah: 1. mediator). PENELITI. PENGUSAHA (enterpreneur. cooperator).

Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. Kompetensi Utama sebagai MANAJER (planner. Kompetensi Utama sebagai PENGUSAHA (enterpreneur. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. organizer. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. dan mengembangkan usaha inovatif bidang produksi tanaman dalam pertanian berkelanjutan. adaptor. Kompetensi Utama sebagai PENELITI: (a) Kemampuan menerapkan IPTEKS di bidang budidaya tanaman berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal. Keberanian memulai. 4. designer. evaluator. (b) (c) (d) (e) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. melaksanakan. mediator): (a) (b) (c) (d) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. cooperator): (a) (b) (c) (d) (e) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 3. initiator. .2 2.

Kemampuan menerapkan aplikasi bioteknologi pada aspek pertanian terpadu. dan mediator secara sistematik dan efektif. motivator. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. C. 5. Kompetensi Penunjang 1. .3 (f) (g) (h) Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEKS di bidang budidaya pertanian ke dalam praktek bisnis. Kemampuan sebagai fasilitator. Kemampuan belajar sepanjang hayat 2. 2. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. Kompetensi Utama sebagai PENDIDIK (fasilitator. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEKS di bidang budidaya pertanian ke dalam praktek bisnis. motivator. 3. mediator): (a) (b) (c) (d) (e) Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. Kemampuan menggunakan fasilitas internet dalam pencarian literatur dan berkomunikasi dengan sejawat lainnya dalam bidang teknik budidaya tanaman. 3. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. Kompetensi Lainnya 1. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional. B. Kemampuan berpikir analitis dan sintesis dengan memperhitungkan dampak penyelesaian masalah di lingkup global dalam berkehidupan bermasyarakat. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional.

gambar.ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN (10) Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum (8) Menguasai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (9) Menguasai teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (7) Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum (6) Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (2) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (3) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (4) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (5) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (1) Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu GARIS ENTRY BEHAVIOR Prasyarat: Pengantar Arsitektur Lanskap .

STRATEGI PEMBELAJARAN Kuliah Kuliah. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional. Kemampuan menggunakan fasilitas internet dalam pencarian literatur dan juga dalam berkomunikasi dengan sejawat lainnya dalam bidang teknik budidaya tanaman. dan mediator secara sistematik dan efektif.5 GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN (GBRP) Mata Kuliah Kompetensi Utama : : Ilmu Tanaman Lanskap 1.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menata tanaman dalam suatu lanskap berdasarkan fungsi dan estetika dengan baik dan benar. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. Kemampuan sebagai fasilitator.Ketepatan penjelasan karakteristik tanaman pada berbagai periode perkembangan . Kompetensi Pendukung Kompetensi Lainnya Sasaran Belajar : : : Kemampuan melaksanakan perencanaan sistem produksi tanaman secara tepat sesuai kaidah pertanian berkelanjutan. 4. motivator.Ketepatan penjelasan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangan . 2. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. 3. kaji pustaka MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 1 Menjelaskan kontrak pembelajaran 2 Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu MATERI PEMBELAJARAN Kontrak pembelajaran Pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya INDIKATOR PENILAIAN BOBOT NILAI (%) 5 .

pegunungan.5 arsitektural: learning.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Seleksi tanaman berdasarkan aspek Collaborative .Ukuran.Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural . setengah berdasarkan kondisi ekologi teduh.Tanaman pantai.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .6 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 3 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 4 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 5 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN BOBOT PEMBELAJARAN NILAI (%) Seleksi tanaman berdasarkan aspek Collaborative . teduh. praktikum baik mengenai seleksi tanaman batu karang.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN .5 visual: learning.5 . learning. praktikum baik mengenai seleksi tanaman .Pembentukan ruang. berdasarkan aspek arsitektural dan pengendali keleluasaan pribadi .Kemampuan melakukan diskusi dengan 7. warna dan tekstur berdasarkan aspek visual tanaman . praktikum baik mengenai seleksi tanaman .Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek visual . air.Kemampuan melakukan diskusi dengan 7.Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi . bentuk.Kemampuan melakukan diskusi dengan 7.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Seleksi tanaman berdasarkan ekologi: Collaborative .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . penyekat. dan panas .

Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. memanjat/pergola. penaung dari hujan.5 10 9 – 10 Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum 12. mengharumkan udara. dan proporsi .Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. dan untuk memanipulasi bangunan STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN PEMBELAJARAN Collaborative . praktikum baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional . keseimbangan. pembatas fisik. penutup tanah.7 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 6 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 7–8 Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN Seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional: . dan kelembaban. praktikum baik mengenai fungsi tanaman dalam lanskap . penahan angin.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . pencegah erosi. pohon tepi jalan. case study.Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. praktikum .Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap .Komposisi tanaman pada area menyudut. pada bidang lurus.Tanaman indoor dan outdoor.Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Cooperative . case study. kontrol pandangan. dan lapangan rumput Fungsi tanaman dalam lanskap: .Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Studi lapang. pagar. peneduh. dan sosial budaya Komposisi tanaman: . median jalan.Kemampuan membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik . rumput lapangan. mengurangi kebisingan. dan praktikum BOBOT NILAI (%) 7. berdaun/berbunga indah.5 . mengurangi polusi udara.Kesatuan. penahan silau.Mengontrol radiasi.Kemampuan melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman . irama. suhu. aksen. penahan kebakaran. border/tepi.

serta penyulaman Penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap: .8 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 11 Menguasai teknikteknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum 12 Menguasai teknikteknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang.Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. case study.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Cooperative .Pembersihan tapak. jalur hijau jalan. penutup tanah.Penanaman pohon.Kemampuan menata tanaman berdasarkan fungsi dan estetika .Kemampuan melakukan praktikum teknik pemeliharaan tanaman lanskap . pengendalian hama dan penyakit.5 . pameran.Kemampuan melakukan praktikum teknik penanaman tanaman lanskap .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Studi lapang.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . gambar. praktikum baik mengenai teknik penanaman tanaman lanskap .Kemampuan melakukan studi lapang study. pemupukan. taman rumah tinggal.Taman instan.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . dan lanskap perkotaan area-area khusus 13 – 16 STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN PEMBELAJARAN Cooperative . dan tanaman pagar Teknik pemeliharaan tanaman lanskap: . praktikum baik mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap . mengenai penataan tanaman pada praktikum berbagai tipe lanskap . pameran dan praktikum BOBOT NILAI (%) 10 10 22. case . rumput. penyiraman. penyiangan gulma. semak.Kemampuan melakukan diskusi dengan learning.Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. penggemburan dan aerasi tanah. pemangkasan. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN Teknik penanaman tanaman lanskap: .Kemampuan melakukan praktikum penataan tanaman dalam berbagai tipe lanskap .Kemampuan membuat gambar rencana penataan tanaman .

TINJAUAN MATA KULIAH A. dosen/tutor/asisten dianjurkan untuk melengkapi materi berupa contoh. teknik penanaman. (d) Kerjakan setiap tugas yang diberikan pada setiap akhir kegiatan/pertemuan dengan baik. (b) Dosen/tutor/asisten sebaiknya menyiapkan materi dalam bentuk power point yang dilengkapi contoh. (e) Perbanyaklah informasi dalam menata tanaman. C. Penjelasan bagi dosen/tutor/asisten (a) Sebelum memberikan perkuliahan. . B. komposisi tanaman dalam sebuah lanskap. dan pemeliharaan tanaman lanskap. Pemahaman terhadap aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam memilih dan menyusun tanaman. 2. buku bacaan lain atau dari internet. gambar/foto yang bersumber dari karya sendiri. baik dalam tugas kuliah maupun tugas praktikum. Penjelasan bagi mahasiswa (a) Sebelum mengikuti perkuliahan hendaknya mahasiswa telah membaca bahan ajar ini dan dapat diperkaya dengan sumber acuan lainnya yang relevan pada setiap pertemuan. gambar atau foto. Petunjuk Penggunaan Modul 1. baik teori maupun praktek gambar desain dan lapang. (b) Untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan sangat dianjurkan penelusuran literatur khususnya mengenai deskripsi tanaman dan fungsi dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. (c) Mintalah petunjuk dari dosen jika ada hal yang belum terselesaikan. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas mengenai sejarah dan perkembangan tanaman serta fungsi-fungsi tanaman dalam lanskap. Prasyarat Mata Kuliah Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini harus telah melulusi mata kuliah Pengantar Arsitektur Lanskap.

gambar. 8. . Menguasai teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum. 9. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum. 4. Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu. Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. E. 10. 6. Tujuan Pembelajaran (TIU) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menata tanaman lanskap dalam suatu lanskap berdasarkan fungsi dan estetika dengan baik dan benar. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. 5. Menguasai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. 3. D. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum.10 (c) Dosen/tutor/asisten dianjurkan menyediakan waktu di luar jadwal perkuliahan untuk memberikan petunjuk kepada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas kuliah atau tugas praktikum. Elemen Kompetensi (TIK) Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu: 1. 7. 2.

11 BAB 2 PENGERTIAN TANAMAN LANSKAP DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA PENDAHULUAN Tanaman merupakan unsur fisik yang penting di dalam perancangan dan pengelolaan ruang luar. tumbuh. 2. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. dan berkembang. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai sejarah perkembangan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Kaji pustaka C. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu. 3. harus benar-benar memahami unsur ini. Strategi Pembelajaran 1. Hal ini disebabkan unsur tanaman mempunyai ciri khas yang tidak terdapat pada unsur lain. Mahasiswa mengikuti kegiatan perkuliahan di kelas. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Kuliah 2. yaitu tanaman merupakan unsur yang hidup. Seorang arsitek lanskap. Untuk dapat merancang taman dengan baik sebaiknya mengenali terlebih dahulu sifat dan karakter tanaman. 4. B. . A.

warna. 3. Pengertian Tanaman Lanskap Tanaman lanskap adalah tanaman yang belum. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. meskipun tanaman lanskap memiliki berbagai potensi dan fungsi. Akibat dari sikap ini menimbulkan salah pengertian bahwa perancangan lanskap hanya terbatas pada proses penataan tanaman dalam bentuk yang menyenangkan pandangan. Tanaman lanskap merupakan salah satu unsur dengan berbagai ragam potensi dalam lanskap dan kemungkinan fungsi yang tidak terhingga. Banyak orang awam dan para profesional bidang perancangan lain mengartikan arsitektur lanskap sekedar menata unsur tanaman sebagai hiasan belaka. dan karakter yang beragam.12 D. Ketepatan penjelasan penjelasan pengertian karakteristik tanaman tanaman lanskap pada dan sejarah periode perkembangan. Orang awam masih berpendapat bahwa perhatian utama arsitektur lanskap adalah perancangan taman rumah tinggal dan perencanaan kebun dengan unsur tanaman sebagai salah . Tanaman lanskap mempunyai berbagai bentuk. Ketepatan 2. Akan tetapi. tekstur. Sikap yang sama dalam penggunaan unsur tanaman juga berpengaruh terhadap citra yang kurang benar tentang pengetahuan dan profesi arsitektur lanskap. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. banyak orang awam dan para profesional dalam bidang perancangan melihat tanaman hanya sebagai hiasan. berbagai perkembangan. Akibatnya tanaman sering ditempatkan dalam perancangan ruang luar sebagai langkah terakhir dalam penyelesaian suatu proyek. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. sedang dan sudah dibudidayakan. Gambaran keliru terhadap peran utama yang dimainkan oleh unsur tanaman dalam perancangan arsitektur lanskap berawal dari kekeliruan umum tentang perbedaan antara arsitektur lanskap dan usaha pembibitan tanaman. ukuran. Indikator Pencapaian 1.

tekstur. Unsur tanaman memiliki beberapa sifat yang membedakan dari unsur-unsur perancangan arsitektur lanskap lainnya. tanaman berubah dalam penampakannya khususnya selama musim dingin dan berbunga di musim semi. dan dampak lingkungannya jika ditanam pada situasi tertentu. Misalnya. Dengan ruang lingkup yang lebih luas ini.13 satu unsur perancangan yang penting. unsur tanaman adalah dinamis. 3) pada musim rontok dengan daun-daun warna cerah. beberapa tanaman berdaun rontok di daerah beriklim sedang mempunyai 4 karakteristik visual yang berbeda berdasarkan pada musim-musim yang dialami. Pertama. yaitu menitikberatkan pada pengelolaan sumberdaya alam pada semua skala. Semua tanaman tumbuh besar dalam proses pertumbuhannya. atau musim hujan dan kemarau. Karakteristik penting adalah bahwa tanaman merupakan unsur yang hidup dan tumbuh (Booth. Keahlian arsitek lanskap terkait dengan unsur tanaman. yaitu 1) pada musim semi dengan bunga dan daun-daun hijau kekuningan yang rimbun. Hal ini mencakup pemahaman tentang karakteristik-karakteristik perancangan seperti ukuran. tetapi cenderung dramatis dalam jangka . meskipun ada perubahan pada musim panas dan dingin. terletak pada pengetahuan tentang fungsi. 1983). dan tekstur serta pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. 2) pada musim panas dengan daun-daun hijau tua. bentuk. kemampuan. pertimbangan ekologis tanaman untuk pertumbuhan yang baik. kelebatan daun. Akan tetapi. Pertumbuhan ini tidak tampak dalam jangka waktu pendek. dan karakter keseluruhan sesuai musim dan pertumbuhannya. keterampilan. Kearifan seorang arsitek lanskap terletak pada pemahamannya terhadap karakteristik visual tanaman secara keseluruhan. unsur tanaman tetap merupakan unsur utama perancangan yang membantu arsitek lanskap dalam mencapai tujuan perancangan tidak hanya sebagai unsur penghias tetapi juga memiliki fungsi-fungsi yang sama dan kadang-kadang mempunyai nilai tertentu dalam perancangan arsitektur lanskap. profesi arsitektur lanskap sebenarnya terlibat dalam skala yang lebih luas daripada itu. warna. Bahkan di gurun pasir. yaitu secara teratur berubah warna. dan kepekaan penggunaan dalam konteks perancangan tertentu. Tanaman-tanaman di daerah tropis tidak berubah begitu dramatis seperti tanaman berdaun rontok. dan 4) pada musim dingin dengan cabang yang gundul dan percabangan yang jelas.

Perubahan penampakan tanaman pada setiap musim mempersulit untuk memilih dan menempatkannya dalam merancang taman. tanaman baru memerlukan waktu 15-20 tahun untuk tumbuh dewasa bahkan mungkin lebih untuk mencapai ukuran optimal. Oleh karena itu. Hal ini mempersulit untuk menilai apakah perancangan tersebut berhasil atau tidak. agar perbaikan dapat dilakukan pada tahap berikutnya. Aspek pertumbuhan unsur tanaman juga memiliki implikasi yang lain. Untuk pohon besar di daerah beriklim sedang. Kualitas dinamis dari unsur tanaman ini mempunyai implikasi penggunaannya dalam perancangan. Umumnya. Tanaman memerlukan waktu lama untuk mencapai ketinggian. tetapi juga bagaimana peranannya sepanjang tahun dan pertumbuhan dari waktu ke waktu. tetapi perubahan tersebut tidak dapat dibandingkan dengan pohon muda yang tumbuh dari ketinggian 2 m pada waktu pertama ditanam dengan pohon setinggi 15 m setelah beberapa tahun kemudian. Akan tetapi. Perancang tidak hanya memperhatikan bagaimana suatu kelompok tanaman berfungsi dan tampak pada musim tertentu. lebar. Masalah ini dapat disederhanakan jika sebagian unsur komposisi tanaman dibiarkan berubah sepanjang tahun. arsitek lanskap tidak hanya . Akibatnya. Masalahnya akan lebih sulit karena tanaman penutup dan semak pada umumnya mencapai kedewasaan lebih cepat daripada pohon sehingga memerlukan program pemeliharaan berkala untuk memindahkan tanaman penutup dan semak yang telah melebihi umurnya. sedangkan sebagian yang lain tetap konstan secara visual. tetapi tampak tidak menarik pada musim lain.14 waktu yang panjang. Suatu kesalahan mungkin saja terjadi di dalam memilih tanaman yang menarik pada musim tertentu. hal ini memiliki kelemahan bagi perancang. arsitek lanskap tidak dapat menilai dengan baik kualitas yang ingin dicapai untuk suatu perancangan dalam beberapa tahun (mungkin lebih dari 20-25 tahun). Penyataan bahwa bangunan atau patung dapat rusak dimakan usia adalah benar. perancang menanam tanaman muda di tapak karena lebih murah dan mudah dipindah serta mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk hidup dan tumbuh dibandingkan tanaman dewasa. dan bentuk tanaman dewasa. Faktor kesulitan waktu hampir tidak terdapat dalam profesi perancangan lain karena penilaian terhadap perancangan dapat dilakukan setelah selesainya proyek.

dapat dilupakan setelah ditanam. Semua tanaman memerlukan tingkat pemeliharaan tertentu untuk tetap tumbuh sehat. angin. klien cenderung kaget melihat kenyataan yang berbeda dengan apa yang dilihat dalam maket atau denah yang tanamannya digambarkan mendekati umur dewasa. beberapa jenis tanaman asli suatu daerah memerlukan perhatian khusus secara terus menerus. Biasanya. Penyiraman. arsitek lanskap membuat gambar perancangan berdasarkan tanaman 75100% ukuran dewasa. pemupukan.15 mempelajari pengaruh tanaman dalam jangka pendek terhadap perancangan. Hal ini menimbulkan masalah dalam menjelaskan kepada klien. Setelah ditetapkan dapat dipilih tanaman yang sesuai dengan syarat-syarat tersebut. masalah lain dapat timbul dengan cara ini. Beberapa jenis tanaman memerlukan pemeliharaan lebih daripada yang lain. Hal ini memerlukan pemeliharaan tambahan dan biaya pemangkasan agar ukuran tanaman tetap seperti yang diinginkan. Karakteristik kedua yang menonjol adalah bahwa tanaman merupakan unsur perancangan yang hidup sehingga memerlukan beberapa persyaratan lingkungan untuk hidup dan tumbuh dengan baik (Booth. Apabila hal ini tidak dijelaskan. Setiap jenis tanaman memerlukan persyaratan tertentu untuk pertumbuhan optimal sehingga salah satu langkah di dalam merancang taman adalah menetapkan syarat-syarat pertumbuhan tanaman pada tapak. Bahkan. 1983). tetapi juga pengaruh jangka panjang. Tanaman tidak seperti unsur perancangan lain. . Untuk menghindari penampilan yang kurang bagus yang diakibatkan penanaman tanaman yang masih kecil. Akan tetapi. dan suhu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. sinar matahari. pemangkasan. Faktor-faktor seperti kimia tanah. serta pengendalian hama dan penyakit merupakan kegiatan pemeliharaan dari tanaman lanskap. agar memahami bagaimana hasil akhir perancangannya serta perubahannya dari waktu ke waktu. perancang biasanya menanam tanaman kecil dalam jumlah banyak agar cepat memenuhi suatu area. drainase tanah. Klien harus diberi penjelasan tentang kenyataan yang sebenarnya. tanaman tumbuh saling memenuhi ruang. tentang bagaimana wujud perancangan setelah selesai pelaksanaan.

3) Periode Renaissance. berbeda dengan bangsa Babylon. Tanaman yang pertama ditanam dalam suatu taman adalah jenis yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia. Mesir. Pengaturan dilakukan pada petak-petak tanaman produktif. yang dapat dibagi dalam 4 periode. semak. Yunani. Asyiria. 2) Periode Abad Pertengahan. Ciri taman Asyiria umumnya berbentuk formal dalam penyusunan tanaman. Salah satu taman yang terkenal adalah Zigurat atau Taman Gantung yang ditanami pohon. Taman-taman pada periode ini. yaitu jenis tanaman yang dapat dimakan (edible) atau jenis tanaman obat-obatan (medicinal) dan bahan baku parfum. Periode Antik Periode Antik yang terjadi pada masa sebelum Masehi memperlihatkan bahwa tanaman hias belum dikenal. dan 4) Periode Modern. Dari reliefrelief peninggalan bangsa Asyiria menunjukkan pohon-pohon dan palem disusun . Taman kerajaan Asyiria kemungkinan dipengaruhi oleh desain Mesir.500 SM). penanaman pohon-pohon besar. Sejarah Perkembangan Tanaman dalam Lanskap Sejarah perkembangan tanaman dalam lanskap sesungguhnya berkembang sejalan dengan perkembangan taman.16 B. yaitu: 1) Periode Antik. yaitu taman-taman di Mesopotamia. Mesir seperti halnya Mesopotamia telah memiliki keahlian atau keunggulan di bidang hortikultura. sistem irigasi. 1. dan Romawi. bangsa Mesir kuno membangun taman di dalam tempat kediaman dan dipagar dengan tembok tebal. Taman-taman di Mesir ditata dalam komposisi yang teratur berupa petak-petak berisikan bunga-bungaan kolam atau enclosure (Hakim. pepohonan yang ditanam merupakan pohon buah-buahan dan yang dapat digunakan sebagai kayu bangunan. 2003). Taman dibuat pertama kali di daerah Mesopotamia yang terletak di lembah Sungai Euphrat oleh bangsa Babylon (3. 1971). dan lain sebagainya untuk kebutuhan kesenangan. Akan tetapi. Seni pertamanan bangsa ini diperlihatkan dengan pengaturan tempat-tempat pertanian sebagai tempat yang menyenangkan. Persia. dan tanaman merambat dengan pola formal dan rectalinier (Hyams. Perkembangan taman mulai dari sebelum Masehi hingga sekarang. Selain itu.

Taman Cina yang terkenal dibuat pada jaman pemerintahan dinasti Chin dan dinasti Han. Pada permulaan abad ini. 2. taman tempat bersenang-senang jarang ditemukan di . sopan santun. Biasanya ruang duduk atau ruang keluarga dihadapkan ke inner court atau patio yang selalu diberikan perkerasan serta dihiasi dengan patung dan tanaman di dalam pot. Unsur air yang digunakan dalam taman bernilai simbolis sebagai aliran air yang berasal dari Taman Firdaus dalam kitab suci. Misalnya peoni melambangkan kekayaan dan kehormatan. Bunga-bunga indah dan tanaman eksotik sering menjadi motif dekoratif pada sutera dan porselen. Periode Abad Pertengahan Periode abad pertengahan berlangsung sekitar abad ke-7 hingga abad 15. dan lotus melambangkan kemurnian dan kebenaran (Mariana. chrysanthemum melambangkan kerendahan hati. anggrek melambangkan kehalusan budi pekerti. Taman-taman istana kerajaan Persia diciptakan untuk mengekspresikan keagungan dan kemegahan dalam bentuk lain. Posisi bangunan diletakkan mengarah jalan dan letak kamar-kamar ditata ke sebelah dalam (in ward) yang dihubungkan dengan colonade serta pembukaan ke arah ruang terbuka atau atrium. dan panjang umur. 1971). Kerajaan bangsa Yunani terutama pada pemerintahan Alexander the Great mengerjakan taman-taman dengan mengambil inspirasi taman-taman kerajaan Persia dan Mesir. 2011). Catatan sejarah dan peninggalan kuno merupakan bukti yang mengisahkan kekayaan budaya dan flora negeri Cina. dan budaya. Pola rumah bangsa Yunani ini dijadikan dasar oleh bangsa Romawi untuk membangun tempat tinggal. Pohon-pohon ini ditanam secara berbaris juga untuk memudahkan pengairan (Wahid dan Karsono. 2001). semua bunga dan pohon mempunyai arti simbolis dan makna. kebaikan. Perkembangan taman terjadi dari Mediteran di Barat sampai Cina di Timur Jauh.17 berbaris dengan teratur seperti di Mesir. Pada masa pemerintahan kedua dinasti tersebut sudah terdapat taman istana megah yang bernuansa religius pengaruh ajaran Tao dan benilai estetika tinggi serta ditujukan sebagai tempat beristirahat dan bersenang-senang (Hyams. Taman-taman ini umumnya menggunakan sistem irigasi yang dialirkan dari ladang pertanian yang jauh dari istana. Selain itu.

Periode Renaissance Periode ini berlangsung sekitar abad 15 sampai 20. Robinia pseudoacacia. violet. Madonna Lily sebagai bunga persembahan kepada Bunda Maria dan menjadi simbol yang bermakna dari bunga violet dan mawar. Cedros deodara. Cyclamen persicum. Kebun Raya Padua dibuat pada tahun 1545 dan tetap bertahan sampai bertahun-tahun. dengan pola tertutup dan dengan tanaman rumput dan bunga-bungaan. Ruang terbuka umumnya berfungsi sebagai tempat menanami berbagai jenis tanaman obat-obatan dan buahan. Kebun raya ini muncul sekitar abad ke-16 dan diduga berasal dari Mesiko lalu bentuk taman dibawa oleh orang-orang Spanyol dan akhirnya menyebar ke Eropa. antara lain. dengan sistem politik pemerintahan yang semakin baik. Karakteristik taman yang menonjol pada Periode Renaissance adalah kebun raya. 1971). Pada waktu itu. Pada akhir abad ini. Tanaman yang dibudidayakan di Kebun Raya Padua. antara lain. Tanaman yang dibudidayakan di Kebun Raya Pisa. Kebun-kebun ini dipelihara dan dipagari dengan tembok sebagai benteng yang kuat. Kebun raya memberi pengaruh yang kuat pada pertamanan sehingga dapat dikatakan bahwa kebun raya merupakan ciri dari jaman Renaissance. terdapat tempat yang berbentuk semacam taman yang disebut Purgatones. Bignonia radicans. Tanaman hias yang penting adalah mawar. Juglans . Dua contoh kebun raya yang banyak dipelajari dalam botani adalah Kebun Raya Padua dan Kebun Raya Pisa. Taman ini memakai tanaman sayuran dan obat-obatan serta perpohonan dan tanaman hias bunga. Tanaman bunga mulai menjadi berarti bagi kepentingan masyarakat pada abad ke-6 dan ke-7. merupakan taman tertutup yang pertama kali dibuat di Eropa pada abad pertengahan (Hyams. Jasminum nudiflorum. dan marygold. Bangsawan dari Eropa Utara mengungkapkan keindahan dari taman-taman gereja dengan membuat taman bunga dengan gaya Pietro de Carescenzi. Pelargonium cuculatum. serta perkembangan perdagangan dan peningkatan perekonomian menyebabkan berkembangnya keberadaan taman-taman (Hakim. 3. Tanaman Porticoes merupakan salah satu elemen taman yang penting yang dimasukkan oleh Byzantine Basilicos.18 antara kota-kota dan benteng-benteng yang padat. dan Solanum tuberosum. 2003).

Raja Henri VII dan Kardinal Wolsey adalah orang-orang yang berjasa dalam kemajuan taman-taman Renaissance di Inggris. Taman-taman dibuat oleh para seniman taman bekerjasama dengan para botanis. dan falsafah desain. Orang yang pertama kali membawa pengaruh Renaissance ke Perancis ialah Leonardo da Vinci pada tahun 1514. yaitu Taman Italia. dan Boyceau. Salah satu elemen utama taman . dan bunga-bungaan. artistik. Villa de Este. Taman-taman yang dibangun oleh Olivier de Serre kebanyakan berisi sayuran. Bunga-bunga yang digunakan. Ciri taman ini ialah menggunakan pohon-pohon. dan Villa Lante. dan Tulip sp. dengan falsafah desain yang bertumpu pada peningkatan kenyamanan bagi manusia yang ingin menikmatinya. Elemen tanaman yang digunakan adalah pohon buah-buahan yang ditanam dalam pot besar dari tanah liat dan parterre. Magnolia grandiflora. dan bunga-bungaan. Beberapa karya yang terkenal di Italia adalah Villa Medici. dan lily of the valley. dan Inggris. Villa Medici dibangun oleh Annibale Lippi untuk Cardinal Ricci pada tahun 1544. Taman-taman di Perancis awalnya berkiblat pada taman-taman pada Periode Abad Pertengahan. wallflower. lalu dibeli oleh Ferdinando de Medici pada tahun 1580. semak evergreen. Taman pada era ini diistilahkan memiliki “beauty and perfect form” yang dikaitkan dengan perubahan dalam segi kualitas. Alianthus glandulosa. buah-buahan. 1999). Secara umum tanaman yang digunakan pada Periode Renaissance ialah menggunakan tanaman dalam bentuk pohon dan kelompok tanaman. semak. Perancis. Chaenomeles japonica. serta bersifat lebih terbuka (Damayanti.19 nigra. dan pesta perjamuan. melalui perhitungan dan perencanaan matang sehingga tercipta suatu taman yang nilai artistiknya tinggi. Villa ini adalah satusatunya villa yang tamannya masih utuh. Taman-taman pada periode ini. Olivier de Serre. bernuansa matematis. sedangkan Villa Lante dibangun oleh Mignolia. violet. antara lain. Taman-taman tidak hanya sebagai tempat meditasi tetapi lebih diutamakan sebagai tempat rekreasi. Cinnamomum camphora. relaksasi. Taman yang dibuat menggunakan tanaman-tanaman yang ditanam rapat dalam baris-baris. Orang lain yang berjasa dalam pembentukan Taman Perancis ialah Claude Mollet. Villa de Este dibangun oleh Pirro Ligorio untuk Cardinal Ippolito de Este.

Model terbesar dari taman Renaissance di Inggris ialah Nonsuch Garden. dan juga sebagai tempat melakukan kegiatan seni atau hobby (work of art). Periode Modern Periode ini dimulai pada abad 20 hingga sekarang. sedang dan sudah dibudidayakan. madonna lily. ada bosco. aprikot. Sejarah perkembangan tanaman dalam lanskap sesungguhnya berkembang sejalan dengan perkembangan taman. tanaman yang digunakan tidak hanya tanaman yang bersifat dekoratif. tetapi juga sebagai outdoor livingroom. pansy. antara lain. sebagai tempat untuk bermain anak-anak (playground). Taman telah berkembang sedemikian rupa. termasuk hutan-hutan dengan vistanya. taman rumah. tetapi pola-polanya lebih sederhana. antara lain. carnation. Ciri-cirinya ialah ditiru dari fountainbleau. dan almond. Rangkuman Tanaman lanskap adalah tanaman yang belum. Karya taman yang dihasilkan pada periode ini lebih beragam. 4. tetapi juga tanaman yang disesuaikan dengan kondisi tapak di sekitarnya dan sedikit memerlukan tenaga kerja dalam penanaman dan pemeliharaan. misalnya taman kota. marygold. Taman pada periode ini dapat dianggap sebagai tempat untuk melakukan aktivitas sehari-hari (living space). dan tiruan-tiruan binatang. Bentuk mount berasal dari Italia. Arsitek lanskap pada periode ini merencanakan taman tidak hanya sekedar tempat untuk koleksi bunga. lapangan-lapangan hijau. C. wallflower. Beberapa taman memiliki parterre seperti pada Taman Perancis. peach. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. dan taman bermain dengan penggunaan berbagai jenis tanaman. Pada periode ini telah berkembang penggunaan tanaman dalam taman bahkan mutlak ada tanaman hias sebagai ornamen. yaitu jalan berbentuk spiral yang dikelilingi pepohonan. Perkembangan taman mulai dari sebelum Masehi hingga sekarang. Buah yang ditanam. dan daffodils. sedangkan bunganya.20 adalah mount. dapat . Selain itu.

2) Periode Abad Pertengahan. PENUTUP A. Karakteristik taman yang menonjol pada Periode Renaissance adalah.. 2. Jelaskan karakteristik tanaman lanskap yang membedakan dari unsur-unsur perancangan lainnya.. Jelaskan pengertian tanaman lanskap.. Lakukan penelusuran literatur mengenai sejarah perkembangan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet.. 3. Tanaman yang melambangkan kekayaan dan kehormatan adalah. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1...21 dibagi dalam 4 periode.. Jelaskan periode-periode perkembangan tanaman lanskap. 3) Periode Renaissance.... yaitu 1) Periode Antik.... (a) Kebun raya (b) Taman bunga (c) Kebun buah (d) Taman villa .. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.. 2.... Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangan tanaman lanskap.. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda.. (a) (b) (c) (d) Anggrek Peoni Chrysanthemum Lotus 2.... dan 4) Periode Modern. B..

(a) Parterre (b) Bosco (c) Mount (d) Grotto 5.. (a) The Maze (b) Grotto Palissy (c) Pietro de Carescenzi (d) Fountainbleau Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.. Hitunglah jawaban Anda yang benar....... Taman dengan pola tertutup dan dengan tanaman rumput dan bunga-bungaan disebut gaya....... Jalan berbentuk spiral yang dikelilingi oleh pepohonan disebut...... (a) Pohon buah-buahan (b) Lapangan hijau (c) Bunga-bungaan (d) Semak evergreen 4.. Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% .. Elemen tanaman yang digunakan pada Villa Medici adalah. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 2.....100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang ..22 3...........

Wahid J. 4. 5. Mariana F. Jakarta: Penerbit Univ. 2. Kunci Jawaban 1. Arsitektur Lansekap Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu. New York: Praeger Publ. Hyams E. a 4. D. c 5. Sumber/Referensi 1. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. A History of Garden and Gardening. Anda harus mengulangi Bab 2. Alam dan Lingkungan. a 3. 6. Inc. Basic Elements of Landscape Architectural Design. 2011. Anda dapat meneruskan pada Bab 3. 3. Desain dan Konsep Arsitektur Lansekap Dari Zaman ke Zaman. Booth NK. 2001. C. 2(1): 25-28. Hakim R. 1983. Buletin Taman dan Lanskap Indonesia. Karsono. c . b 2. 1971. Illinois: Waveland Pr. Karakteristik Taman Italia. 4(3): 21-25. bagus! Anda cukup memahami Bab 2. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Buletin Taman dan Lanskap Indonesia. Sejarah Penggunaan Bunga sebagai Elemen Taman dalam Taman Cina. 2003. Trisakti. B. 1999. Akan tetapi. Damayanti VD.23 Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas.

Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. . Praktikum C. atap. Dalam pengembangan perancangan.24 BAB 3 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK ARSITEKTURAL PENDAHULUAN Kegunaan arsitektural unsur tanaman sangat penting dalam penataan lanskap terutama sebagai pembentuk ruang luar. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Karakteristik visual unsur tanaman umumnya dipilih setelah fungsi arsitekturalnya ditetapkan. Secara arsitektural tanaman merupakan ruang kegiatan pada ruang luar. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui sumber bacaan dan internet. Strategi Pembelajaran 1. B. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. A. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. 4. Unsur tanaman digunakan secara arsitektural dalam fungsi lanskap sebagai komponen struktural seperti lantai. kegunaan arsitektural adalah yang pertama dipelajari. 3. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. 2. dan dinding. Collaborative learning 2.

bidang vertikal. Unsur tanaman pada lingkungan alami dapat berperan dengan baik dengan menyempurnakan fungsi-fungsi ”arsitekturnya". dan tanaman pengatap. dan bidang pengatap. Rumput atau tanaman penutup tanah (groundcover) dapat digunakan untuk membentuk bidang dasar (lantai). Pohon dapat digunakan untuk membentuk bidang pengatap/atap.25 D. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. publik. intim. . Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Pembentukan Ruang Pembentukan ruang berarti mengolah bidang atau unsur pembentuk ruang. Tanaman semak dapat digunakan sebagai pembentuk bidang vertikal (dinding). 2. antara lain. tanaman pedinding. Jenis tanaman sebagai pembentuk ruang dikelompokkan menjadi tanaman pelantai. 4. semi terbuka. dan sebagainya. dan pengendali keleluasaan pribadi. Kesan ruang tergantung pada pembatas nyata dan maya dengan memodifikasi ketiga bidang tersebut baik secara sendiri maupun digabung. Indikator Pencapaian 1. Unsur tanaman dapat digunakan dalam lanskap untuk saling mempengaruhi bidang-bidang pembatas tersebut. A. Berbagai kesan ruang dapat diciptakan dengan elemen tanaman. 3. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. yaitu bidang dasar. ruang yang bersifat terbuka. tanaman dapat digolongkan berdasarkan fungsinya sebagai pembentukan ruang. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Istilah aspek arsitektural tidak dimaksudkan hanya untuk lingkungan buatan. semi publik. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. tertutup. Berdasarkan aspek arsitektural. Penggolongan tanaman berdasarkan aspek arsitektural artinya menciptakan ruang dengan unsur tanaman. penyekat.

batas antara daerah rumput dan tanaman penutup memberikan gambaran batas ruang tanpa penyekat fisik (Gambar 1). seperti lumut. sekali lagi pembatasan ruang ini lebih banyak secara tidak nyata daripada secara nyata (Gambar 2). Ruang maya terbentuk di antara penutup tanah dan rumput (Sumber: Booth. Pertama. tetapi dengan ketinggian yang rendah memberi kesan suatu dinding. Jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pembentuk bidang lantai adalah tanaman yang tingginya sampai setinggi mata kaki. dan pola susunannya. Tanaman Pedinding Untuk membentuk bidang vertikal. tanaman membentuk ruang vertikal secara fisik. Misalnya. Komposisi tanaman berupa susunan pohon atau semak dapat membentuk bidang pembatas atau dinding . unsur tanaman dapat mempengaruhi persepsi ruang dalam berbagai cara. batang pohon berperan sebagai tiang vertikal pada ruang luar. kepadatan massa. dan groundcover. Gambar 1. rumput. Dalam hal ini. Tingkat ketertutupan dapat bervariasi dengan ukuran batang. Tanaman Pelantai Untuk membentuk bidang dasar.26 2. tanaman penutup atau semak dapat secara tidak langsung membentuk ruang dengan perbedaan ketinggian dan bahan. 1983) 3.

Perubahan tingkat ketertutupan lebih jelas dan cenderung tampak dengan adanya variasi musim pada tanaman berdaun rontok. Semakin tinggi pohon dan semakin besar dan rapat daunnya. semakin kuat kesan ketertutupannya. Kesan pengatap yang kuat dapat dirasakan jika tajuk pohon saling tumpang tindih. Gambar 2. Kedua. Dalam hal ini. massa daun tanaman dapat mempengaruhi bidang vertikal ketertutupan ruang. Batas ruang maya terbentuk oleh massa batang pohon (Sumber: Booth. dengan demikian menutup pandangan langsung ke langit. 2003). Semakin banyak batang pohon seperti dalam suasana hutan alami. semakin kuat kesan ketertutupannya. Massa daun dan percabangan pada tajuk pohon membentuk atap pada ruang luar.27 (Hakim dan Utomo. Contoh lain dari batang pohon yang membentuk batas ruang dapat dilihat sepanjang jalan yang ditanami pohon dimana massa batang pohon pada musim dingin memberi gambaran batas-batas ruang walaupun tanpa daun. membatasi pandangan ke langit. kepadatan dan ketinggian massa daun mempengaruhi kualitas ruang. dan mempengaruhi skala vertikal ruang tersebut (Gambar 3). 1983) 4. . Tanaman Pengatap Bidang pengatap suatu ruang dapat dimodifikasi melalui unsur tanaman.

tetapi agak transparan dan berorientasi kuat pada sisi yang terbuka. tetapi diinginkan pandangan yang terbuka pada sisi lain . Ruang Semi Terbuka Ruang ini sama dengan ruang terbuka. akrab. 1983) 1. tertutup. Gambar 3. 2. Ruang seperti memberi kesan luas.28 Dalam pembentukan ruang luar dengan menggunakan unsur tanaman. dan terbuka terhadap sinar matahari dan langit. seperti dengan unsur perancangan yang lain. perancang harus menentukan terlebih dahulu tujuan yang akan dicapai dan kualitas ruang yang diinginkan (terbuka. Ruang ini umumnya sesuai untuk teras rumah dimana kesan pribadi diperlukan pada satu arah. tetapi sebagian tertutup pada salah satu sisi atau lebih dengan tanaman tinggi. dan sebagainya). tidak memberi kesan pribadi. Ruang yang Terbuka Arsitek lanskap dapat menciptakan ruang secara tidak langsung terbuka ke semua arah dengan menggunakan semak dan tanaman penutup sebagai pembatas ruang. Tanaman tersebut berperan sebagai dinding vertikal yang menghalangi pandangan ke dalam dan luar ruang. Bidang pengatap terbentuk oleh bagian bawah tajuk pohon (Sumber: Booth. Setelah itu arsitek lanskap dapat melanjutkan dengan memilih dan menyusun tanaman yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. Tipe ruang yang demikian memiliki kualitas yang sama dengan ruang yang terbuka. monumental. Beberapa tipe dasar ruang yang terbentuk oleh tanaman diuraikan sebagai berikut.

memberikan kesan keleluasaan pribadi. Ruang Tertutup Beratap (Enclosed Canopied Space) Ruang ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan ruang beratap.29 3. B. Secara arsitektural. Salah satu variasi yang memungkinkan dari ruang ini adalah menggunakan tanaman yang berbentuk meruncing ke atas sebagai unsur pembentuk ruang. Dalam kaitannya dengan lanskap. agak gelap. tipe ruang ini sering dirasakan jika seseorang berdiri di lantai dasar bangunan yang terbuka dengan sisi-sisi yang terbuka. Perbedaan utama ruang ini adalah tertutup pada sisi-sisinya dan tanaman berukuran sedang dan kecil. ruang ini merupakan karakteristik ruang terbuka hijau perkotaan. Ruang Beratap (Canopied Space) Ruang beratap dapat dibentuk dengan bagian-bagian atas tertutup dan sisi-sisi terbuka menggunakan massa tanaman peneduh dengan tajuk tanaman yang padat. Tergantung besarnya tekanan yang diinginkan. 4. dan terisolir. kegunaan lain adalah untuk menutup obyek atau pemandangan yang . Salah satu variasi ruang ini adalah ”lorong” yang terbentuk oleh tanaman peneduh sepanjang jalan raya atau jalan setapak. Ruang Vertikal Dengan menggunakan tanaman tinggi. Ruang seperti ini dapat dirasakan seperti suasana hutan. berorientasi ke dalam. Penyekat (Screening) Apabila pembentukan ruang luar merupakan salah satu kegunaan arsitektural tanaman. Secara keseluruhan ruang ini berkesan "terapit" antara bidang atas dari tajuk pohon dan bidang dasar apabila seseorang melewati antara batang-batang pohon. Ruang beratap juga membentuk kesan skala vertikal yang kuat dengan penutupan ketinggian ruang. 5. Ruang ini berkesan sejuk dan memungkinkan pandangan tak langsung ke dalam dan luar ruang melalui sisi-sisinya. Sinar matahari tersaring tajuk tanaman dan cahaya menembus dari sisi-sisinya. ruang tersebut dapat terbuka atau tertutup pada sisi-sisinya. arsitek lanskap dapat membentuk ruang luar dengan orientasi vertikal dan terbuka ke arah langit. Hal ini dimaksudkan agar ruang yang terbentuk dapat mengembang atau mengecil apabila ruangnya bertambah tinggi.

dan penempatan tanaman pembatas yang diinginkan. Untuk membentuk penyekat tanaman secara efektif. susunan. jarak antara pengamat. apabila tanaman digunakan sebagai penyekat. Faktor-faktor tersebut secara bersama-sama mempengaruhi tinggi. Perbedaan yang jelas antara keduanya adalah pengendali keleluasaan pribadi memisahkan ruang dengan sekitarnya. Unsur tanaman sebagai penyekat vertikal dapat mengendalikan pandangan agar obyek yang diinginkan dalam lanskap dapat terlihat dan obyek yang kurang baik terhalangi. Tujuan dari pengendalian pandangan ini adalah untuk memisahkan ruang dengan sekitarnya (Gambar 4). Tanaman yang tinggi. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah musim. walaupun kadang-kadang perlu pada situasi tertentu. dan bentuk permukaan tanah. Pengendali keleluasaan pribadi sering merupakan tujuan perancangan yang diinginkan sebagai ruang duduk yang akrab (intim) atau merupakan teras rumah. dengan demikian menghalangi pandangan ke dan dari ruang. tidak berarti baik untuk penyekat. Pengendali keleluasaan pribadi adalah teknik penempatan tanaman di sekitar area tertentu agar pandangan ke dalam dan dari ruang dapat dihalangi. Hal ini sangat tergantung dari tujuan perancangannya. C. Penyekat menghalangi secara bijaksana sebagian dari pandangan pengendali keleluasaan pribadi mengurangi kebebasan bergerak dalam ruang. unsur yang kurang menarik. atau dibuat transparan agar menghalangi sebagian pandangan. perancang terlebih dahulu harus menganalisis titik-titik mana agar pengamat dapat melihat. Pengendali Keleluasaan Pribadi Fungsi tanaman yang mirip dengan fungsi penyekat adalah sebagai pengendali keleluasaan pribadi. . Tanaman hijau sepanjang tahun adalah yang paling sesuai untuk penyekat permanen untuk menghalangi pandangan sepanjang tahun. tanaman dapat membatasi pandangan secara total sehingga tidak tembus sama sekali (opaque). sedangkan penyekat memungkinkan pergerakan di sekitar tanaman pembatas. tinggi unsurunsur yang tidak menarik.30 kurang menarik suatu lingkungan.

dan lantai.31 Gambar 4. tetapi akan memberikan keleluasaan pribadi secara total jika sedang duduk. Rangkuman Unsur tanaman digunakan secara arsitektural dalam fungsi lanskap sebagai komponen struktural seperti atap.yang rimbun dengan tinggi lebih dari 2 meter. Berdasarkan aspek arsitektural. D. Kegunaan arsitektural lebih ditekankan pada aspek struktural. 1983) Penyekat tingkat pengendali keleluasaan pribadi dipengaruhi langsung oleh karakteristik tanaman yang digunakan untuk menghalangi pandangan. Tanaman. umumnya memberi kesan keleluasaan pribadi yang kuat. Tanaman sebatas dada memberikan keleluasaan pribadi sebagian. Pengendali keleluasaan pribadi (Sumber: Booth. dan tanaman lebih rendah lagi kurang memberikan rasa keleluasaan pribadi. 2) penyekat. dan 3) pengendali keleluasaan pribadi. tanaman dapat digolongkan berdasarkan fungsinya sebagai 1) pembentukan ruang. . dinding.

...... Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural... Jelaskan lima tipe dasar ruang yang terbentuk oleh tanaman..... 2. Tanaman penutup tanah dapat digunakan untuk membentuk bidang. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1...... Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 3.. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Jelaskan fungsi tanaman sebagai pembentukan ruang. B.32 PENUTUP A.... (a) Ruang terbuka (b) Ruang semi terbuka (c) Ruang beratap (d) Ruang vertikal 3.. Ruang yang terbentuk oleh tanaman peneduh dengan tajuk tanaman yang rapat adalah. (a) Dasar (b) Vertikal (c) Horizontal (d) Atap 2..... 4. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. Jelaskan fungsi tanaman sebagai pengendali keleluasaan pribadi.... Tanaman yang digunakan untuk memberi kesan pribadi yang kuat adalah. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1.. 2.. Jelaskan fungsi tanaman sebagai penyekat (screening). (a) Tanaman rendah ...... Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Apabila massa daun tanaman semakin besar dan rapat. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 3. ... Hitunglah jawaban Anda yang benar.. maka ruang akan semakin. Akan tetapi... (a) Lemah kesan ketertutupannya (b) Kuat kesan keterbukaannya (c) Lemah kesan keterbukaannya (d) Kuat kesan ketertutupannya 5. (a) < 3 m (b) 3 – 5 m (c) 5 – 9 m (d) > 9 m Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.. Jarak antara pohon yang memiliki efektivitas visual adalah... Anda harus mengulangi Bab 3.. bagus! Anda cukup memahami Bab 3... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% ...33 (b) Tanaman rimbun dengan tinggi > 2 m (c) Tanaman dengan tinggi > 2 m (d) Tanaman setinggi dada 4.....100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Anda dapat meneruskan pada Bab 4... terutama bagian yang belum Anda kuasai..... apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%..

Illinois: Waveland Pr. c 3. Sumber/Referensi 1. 2003. D. Kunci Jawaban 1. 2. 1983. Utomo. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara. d . Inc. H. Hakim R. d 5.34 C. Booth NK. Prinsip – Unsur dan Aplikasi Desain. b 4. Basic Elements of Landscape Architectural Design. a 2. Komponen Perancangan Arsitektur Lanskap.

tetapi apabila kurang menarik akan mengganggu pandangan. Kegunaan arsitektural lebih ditekankan pada aspek struktural. Kualitas visual dalam penataan tanaman sangat penting. Collaborative learning 2. disamping menyempurnakan fungsi-fungsi yang lain. dan tekstur tanaman serta susunan komposisi dan hubungannya dengan lingkungan sekitar merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas estetika suatu perancangan. menciptakan urut-urutan ruang. Praktikum . karena tanggapan seseorang merupakan reaksi terhadap apa yang terlihat. F. yaitu untuk membentuk ruang. bentuk. E. sedangkan kegunaan estetika lebih menyangkut pada kualitas visual suatu perancangan. memodifikasi suhu udara. apabila dapat menarik pandangan. menghalangi pandangan. Strategi Pembelajaran 1. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Suatu penataan tanaman dapat berfungsi dengan baik sebagai pembentuk ruang. juga memiliki kegunaan estetika. menstabilkan tanah. membentuk ruang keleluasaan pribadi. warna.35 BAB 4 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK VISUAL PENDAHULUAN Unsur tanaman selain berfungsi untuk kegunaan arsitektural dalam perancangan. Ukuran. Penataan tanaman yang berhasil.

bentuk. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Secara umum. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Ukuran Tanaman Ukuran merupakan karakteristik visual penting unsur tanaman yang perlu dikaji terlebih dahulu dalam pemilihan tanaman untuk perancangan. 4. tanaman yang paling cepat terlihat dari segi komposisi dan ruang dalam lanskap adalah pohon besar dan sedang. Ukuran tanaman secara langsung mempengaruhi ukuran ruang. dan tekstur. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek visual melalui sumber bacaan dan internet. dan keseluruhan kerangka kerja perancangan. 3. Pohon besar yang sudah tumbuh dewasa berukuran tinggi 12 meter atau lebih. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek visual. 4. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. dan kegunaan tersendiri dalam ruang luar. kualitas. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. daya tarik komposisi. Setiap karakteristik visual tanaman memiliki sub-kategori.36 G. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. yang akan diuraikan terinci pada bagian berikut. H. 2. 2. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. 3. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. Unsur tanaman dapat dikategorikan dengan ukuran-ukuran sebagai berikut. karakteristik visual tanaman mencakup ukuran. A. Pohon besar dan sedang Berdasarkan ukurannya. Indikator Pencapaian 1. sedangkan pohon . warna. 1.

Jika dilihat dari seberang lapangan terbuka atau plaza. Demikian juga pohon besar dan sedang merupakan tanaman yang pertama-tama terlihat dalam suatu komposisi. sawo kecik (Manilkara kauki). Kategori unsur tanaman ini merupakan unsur visual yang dominan karena ketinggian dan massanya. yang pertama terlihat adalah pohon-pohon besar. sedangkan contoh pohon sedang adalah bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea). dan kecrutan (Spathodea campanulata). Pohon-pohon kecil atau perdu hanya terlihat pada jarak yang relatif dekat. Contoh pohon besar adalah flamboyan (Delonix regia). beringin (Ficus benjamina). Gambar 5.37 sedang ketinggian maksimum 9 – 12 meter. Fungsinya sama dengan kerangka besi atau kayu sebuah bangunan. Tanaman-tanaman kecil memberikan detail dengan skala yang lebih . perdu dan semak dapat diatur untuk melengkapi dan memperkuat kualitas komposisi ruang luar. trembesi (Samanea saman). 1983) Pohon besar dan sedang menjadi semakin penting sebagai unsur komposisi jika ukuran ruang luar semakin besar. memberikan bentuk tiga dimensi keseluruhan suatu komposisi dengan membentuk struktur dasar dan kerangka ruang luar. dan mungkin satusatunya unsur tanaman yang terlihat. Pohon besar sebagai unsur dominan (Sumber: Booth. Oleh karena itu. pohon besar dan sedang seharusnya merupakan unsur tanaman yang ditempatkan dalam perancangan karena penempatan tersebut dapat memberikan pengaruh besar terhadap penampakkan dan kesan komposisi secara keseluruhan. oleh karena itu berperan sebagai pusat perhatian jika diletakkan di antara tanamantanaman kecil (Gambar 5). Apabila pohon besar telah ditempatkan. dan kayu manis (Cinnamommum burmanii). cemara kipas (Thuja orientalis).

Kesan ruang luar dapat bervariasi. . Pohon besar dan sedang merupakan unsur penting di dalam membagi-bagi (subdividing) ruang-ruang perkotaan dan pedesaan luas yang awalnya dibatasi oleh bangunan-bangunan dan permukaan tanah. Perdu dapat berperan sebagai aksen visual dalam komposisi (Gambar 7). Tajuk dan batang pohon besar dan sedang dapat membentuk atap dan dinding ruang luar. Contoh tanaman ini adalah kol banda (Pisonia alba). dan buah yang menyolok pada tanaman ornamental. Hal ini dapat diciptakan melalui ukuran yang kontras dengan tanaman-tanaman rendah. baik pada bidang vertikal maupun bidang atas. Pohon kecil (perdu) Dilihat dari segi ukuran tanaman. agar berhati-hati untuk tidak menggunakan pohon besar. 2. dadap merah (Erythrina cristagalli). tergantung ketinggian tajuk pohon. karena hal ini cenderung mengaburkan skala perancangan dan unsur-unsur yang lebih kecil. perdu dapat membentuk batas-batas ruang pada bidang vertikal dengan batang-batang pohon atau melingkupi ruang pada bidang vertikal jika massa tajuknya sebatas mata. Jika dari sela-sela batang dan cabang-cabangnya yang rendah dari perdu dapat melihat pandangan (Gambar 6). Disini ketinggian dan sisi-sisi massa tajuk tanaman merupakan aspek penting dalam membentuk batas-batas ruang dan skalanya. ruang akan terasa lebih manusiawi jika tinggi tajuk pohon 3 – 4. jakaranda (Jakaranda filicifolia). perdu diartikan sebagai tanaman yang tumbuh dengan ketinggian maksimal 4. Tergantung ketinggian tajuk tanaman. kembang merak (Caesalpinia pulcherima). menjadi ruang-ruang yang lebih kecil.38 terukur dalam kerangka keseluruhan komposisi yang terbentuk oleh pohon besar.5 – 6 meter. seperti di hutan rimba. pohon tampak sebagai latar depan yang transparan sehingga memberikan kesan lebih mendalam terhadap ruang yang sedang dilihat. bunga. atau dari bentuk. dan palem wregu (Rhapis exelsa). Pada tapak berukuran kecil.5 meter di atas tanah atau berkesan monumental jika tinggi tajuk 12 – 15 meter di atas tanah. Fungsi lain pohon besar dan sedang di lingkungan adalah untuk membatasi ruang pada bidang atas dan bidang vertikal. Perdu dapat membatasi ruang.

hampir atau sampai ke tanah. Walaupun perbedaan ini . Perdu sebagai pusat perhatian dalam komposisi tanaman (Sumber: Booth. Umumnya massa daun semak.39 Tanaman ini digunakan sebagai pusat perhatian di tempat-tempat yang diinginkan untuk menarik perhatian. Contoh semak tinggi. Semak tinggi tidak hanya lebih pendek dari perdu. antara lain. Gambar 6. Semak tinggi Semak tinggi merupakan tanaman yang tumbuh dengan tinggi maksimal 3 – 4.5 meter. kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). dapat dipakai sebagai titik akhir ruang linier seperti bentuk patung atau bentuk abstrak untuk mengarahkan dan menarik orang ke dalam ruang. dan hanjuang (Cordyline terminalis). Selain itu. kembang kertas (Bougenvillea spectabilis). tetapi dapat dikenal dari massa daunnya yang rendah. 1983) 3. 1983) Gambar 7. membentuk kanopi atau atap pada suatu daerah. pangkas kuning (Duranta repens). Batang pohon kecil sebagai latar depan suatu pusat perhatian (Sumber: Booth. nusa indah (Mussaenda sp).

dan tekstur. lolypop kuning (Pacystachys lutea). dan bunga mentega (Nerium oleander). Gambar 8. tetapi pada kenyataannya tidak selalu jelas. Ruang yang dibatasi semak tinggi hanya melingkupi sisinya dan terbuka di bagian atas (Gambar 8). antara lain. tetapi dengan pelingkup ruang (spatial containment) lebih banyak. sedangkan tanaman hijau sepanjang tahun akan tetap konsisten. Massa daun tanaman ini dapat mencapai tanah atau sedikit lebih tinggi. Tanaman semak tinggi membatasi ruang pada bidang vertikal tetapi memberikan pandangan terbuka ke atas (Sumber: Booth. Semak tinggi dapat digunakan dalam lanskap sebagai dinding untuk melengkapi batas ruang (spatial enclosure) pada bidang vertikal. kaca piring (Gardenia angusta). Tanaman semak sedang berfungsi sama seperti semak rendah dalam perancangan. . Semak tinggi juga dapat menciptakan ruang semacam koridor yang kuat dan tegas mengarahkan pergerakan dan pandangan ke terminus. perbedaan antara semak tinggi dengan perdu dibuat untuk mempermudah perbedaan. warna. Kualitas pelingkupnya dapat lebih bervariasi menurut musim jika semak tinggi terdiri atas tanaman berdaun rontok. asoka (Ixora javanica). kesan ruang tersebut cenderung tampak ringan (light) dan terang (sunny) dengan orientasi kuat ke atas. Semak sedang Kategori ini mencakup tanaman yang mempunyai tinggi 1 – 2 meter. Dengan demikian. Tanaman ini terdiri atas berbagai bentuk. Contoh tanaman semak sedang. khususnya jika banyak terdapat semak tinggi yang bercabangcabang membentuk kanopi terapung (floating canopy). 1983) 4.40 membantu mengkategorikan tanaman menurut ukuran. Namun demikian.

Semak rendah dianggap lebih tinggi dari 30 cm. Semak rendah yang optimal mempunyai tinggi 1 meter atau kurang. mulai dari tanaman berbunga sampai yang herbaceous. 5. begonia (Begonia sp). Tanaman penutup tanah menghubungkan unsur lain secara visual dengan berperan sebagai bidang dasar. jika dilihat dari batas mata normal. Contoh tanaman semak rendah. kembang coklat (Widelia biflora).). adam hawa (Rhoeo .41 Semak sedang berperan sebagai peralihan visual suatu komposisi antara perdu atau semak tinggi dengan semak rendah. antara lain. antara lain. Tanaman Penutup Tanah Kategori tanaman-tanaman terkecil menurut ukurannya adalah tanaman penutup tanah. dan tapak dara (Vinca rosea). maka tanaman tersebut membentuk ruang semu (implication) daripada pembatas fisik secara nyata. Oleh karena itu. bunga kana (Canna sp). Contoh tanaman ini. karena tanaman dengan ketinggian di bawah itu nampak dan berfungsi sebagai penutup tanah. Istilah tanaman penutup tahah digunakan untuk tanaman rendah atau yang menyebar dengan tinggi maksimal 15 – 30 cm. Hal ini agak berbeda dengan tanaman penutup. bunga pukul empat (Mirabilis jalava). Semak rendah dengan komposisi tertentu dapat menghubungkan secara vertikal unsur-unsur yang tidak berhubungan. Dengan demikian ruang yang direncanakan terbuka pada sisi-sisinya dapat dibatasi dengan semak rendah pada bidang vertikalnya. Tanaman penutup tanah mempunyai berbagai macam karakteristik. Oleh karena semak rendah mempunyai tinggi yang tidak menyolok. sedangkan semak rendah berfungsi sebagai penghubung vertikal. Semak rendah dapat membatasi ruang atau memisahkan ruang tanpa menghalangi pandangan ke dalam atau keluar. pisang hias (Heliconia sp). difenbachia (Dieffenbachia spp. Semak rendah Semak rendah merupakan kategori tanaman kecil dalam hirarki ukuran tanaman. sama seperti tembok yang rendah. semak rendah berperan sebagai penghubung visual yang kuat diantara unsur-unsur dalam suatu komposisi. Fungsi lain berkaitan dengan hal itu adalah menggunakan semak rendah sepanjang jalan setapak untuk mengarahkan pejalan kaki tanpa mengganggu garis pandangnya (line of vision). 6.

Untuk dapat berperan sebagai "setting" yang netral. karena dapat menghubungkan semua tanaman menjadi satu area pada bidang dasar. dan daun mutiara (Philea sp). Kelompok perdu atau pohon yang tidak berhubungan dapat dibuat sebagai bagian dari komposisi yang sama oleh tanaman penutup tanah. Daerah-daerah yang . Garis yang tercipta oleh tepi tanaman penutup tanah dengan rumput atau perkerasan tampak menarik dan mengarahkan mata ke sekitar ruang. suatu petak bunga di bawah patung atau pohon ornamental yang menarik. Kegunaan praktis tanaman penutup tanah adalah untuk menutup daerahdaerah yang kurang sesuai untuk rumput atau unsur-unsur lain. Penerapan lain dari tanaman penutup tanah dalam perancangan adalah menghubungkan secara visual unsur-unsur yang terpisah atau kelompok unsur-unsur dalam satu kesatuan. khususnya jika berbatasan dengan halaman rumput atau perkerasan. Kegunaan ini amat penting bagi tanaman penutup tanah yang memiliki bunga-bunga yang indah. Dalam kaitannya dengan hal tersebut. Tanaman penutup tanah juga dapat berfungsi sebagai unsur netral yang menghubungkan berbagai bagian dari komposisi. Tanaman penutup tanah akan tampak menarik jika ditata berdampingan dengan unsur yang berwarna dan bertekstur menyolok. Sebagai contoh. Kegunaan tanaman penutup tanah dapat menciptakan latar belakang atau “setting” yang senada menjadi pusat perhatian. Tanaman penutup tanah dapat dikatakan sebagai "permadani" tanaman atau material pelantai ruang luar serta mempunyai berbagai fungsi dalam perancangan. tanaman penutup sering dipakai dalam ruang luar untuk membentuk tepi-tepi pola pada bidang dasar. Kegunaan yang sama tanaman penutup adalah untuk membatasi permukaan bukan jalan.42 discolor). Tanaman penutup tanah dapat digunakan dalam perancangan untuk membentuk tepi atau batas ruang. Kegunaan lain dari tanaman penutup tanah adalah memberikan daya tarik visual berdasarkan warna dan tekstur yang menyolok. Tanaman penutup tanah merupakan bahan yang efektif untuk membuat bentuk luar suatu pola yang direncanakan pada bidang dasar tanpa menggunakan bahan arsitektural yang keras. area tanaman penutup tanah harus luas untuk mencegah gangguan visual unsur-unsur lain yang berdekatan.

dan menyeleraskan tanaman dengan unsur-unsur padat lain dalam perancangan. area-area dengan tanaman penutup tanah dapat menghemat biaya. Agak sukar untuk membentuk permukaan rumput pada lereng dengan kemiringan lebih dari 4:1 dan berbahaya untuk memangkasnya. Walaupun secara faktor kunci dalam struktur mempengaruhi kesatuan dan keanekaragaman. waktu. merunduk (weeping) dan picturesque (Gambar 9). memperlebar atau memperluas pandangan ataupun sebagai aksentuasi dalam suatu ruang (Hakim. . Bentuk tanaman dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan bentuk dua atau tiga dimensi. indah. bulat (globular). menyebar/horizontal. Dalam jangka waktu yang panjang. kolumnar. 2006). dan energi dalam pemeliharaan dibanding dengan halaman berumput. Tipe-tipe dasar bentuk tanaman adalah: fastigiate. Kegunaan tanaman penutup tanah yang lain adalah untuk menstabilkan tanah dan mencegah erosi pada lereng-lereng curam. Pada keadaan seperti ini tanaman penutup tanah dapat digunakan sebagai pengganti rumput. yang dapat sesuai dengan habitat pertumbuhannya. B. Bentuk tanaman secara individual atau kelompok merupakan bentuk keseluruhan dan visual tidak sekuat membentuk ukuran. tanaman penutup tanah pada umumnya memerlukan pemeliharaan lebih sedikit daripada halaman rumput. Bentuk Tanaman Karakteristik visual tanaman selanjutnya adalah bentuk tanaman. Dengan luas yang sama. piramidal/kerucut. memberi kesan dinamis. berperan sebagai aksen atau latar belakang. atau bentuk luar (outline) silhouetnya. Setiap tipe-tipe bentuk tersebut. bentuk tanaman juga merupakan komposisi tanaman.43 sukar untuk ditanami rumput atau unsur-unsur lain adalah dekat bangunan atau tempat-tempat lain yang sukar dicapai mesin pemotong rumput atau tempat-tempat yang terlampau gelap dan teduh. masing-masing memiliki karakteristik yang khas dan penerapannya dalam perancangan diuraikan sebagai berikut.

Contoh tanaman seperti ini adalah cemara lilin (Cupressus lucitanica).44 Gambar 9. Dalam perancangan. tanaman dengan bentuk fastigiate dapat memberikan kesan massa atau ruang yang terjadi tampak lebih tinggi dari . tanaman berbentuk fastigiate memberi penekanan vertikal dan mengarahkan mata ke atas. Jika digunakan dalam jumlah banyak. 1983) 5. baik terhadap massa tanamannya maupun ruang yang dibatasi. Tanaman-tanaman tersebut memberi kesan vertikal dan meninggi. Tipe dasar bentuk tanaman (Sumber: Booth. Fastigiate (tinggi-ramping) Bentuk tanaman fastigiate adalah bentuk yang meninggi-ramping dan meruncing di bagian atas.

Tanaman dengan bentuk tinggi ramping seharusnya tidak ditempatkan di berbagai tempat pada suatu komposisi. Tanaman berbentuk menyebar dapat digunakan dalam perancangan untuk memberikan kesan luas dan melebar (Gambar 10). Jika diletakkan secara kontras dengan tanaman rendah dan bentukbentuk bulat atau menyebar. Bentuk Kolumnar Tanaman berbentuk kolumnar sama seperti tanaman berbentuk fastigiate. Oleh karena itu. hanya agak bulat di bagian atasnya. garis-garis panjang yang menjangkau kaki langit dan bangunan-bangunan berbentuk horizontal yang rendah. Jika diletakkan berdekatan dengan bangunan. dapat digunakan untuk menghubungkan bentuk-bentuk lain dalam komposisi secara visual. Tanaman johar (Cassia siamea) dan kiara payung (Filicium decipiens) adalah .45 sebenarnya. tanaman-tanaman tersebut dapat memperkuat garis-garis arsitektur menyatukan dengan tapak sekitarnya. dengan habit umumnya horizontal. Bentuk Bulat (Globular) Sesuai dengan namanya. 3. fastigiate berperan sebagai aksen dan exclamation point seperti menara gereja pada kaki langit suatu kota di pedalaman. tanaman berbentuk menyebar dapat digunakan sebagai kontras terhadap bentuk fastigiate dan kolumnar dalam suatu komposisi. tipe tanaman ini memiliki bentuk bulat menyerupai bola. 2. Bentuk Menyebar/Horizontal Tipe bentuk tanaman ini lebarnya lebih kurang sama dengan ketinggiannya. Tanaman damar (Agathis damara) dan kenanga (Cananga odorata) merupakan contoh-contoh tanaman dengan bentuk kolumnar. Sebaliknya. karena hal ini dapat menciptakan perancangan yang kacau karena banyak titik-titik perhatian individual. khususnya jika bentuk-bentuk horizontal diulang secara seksama di dalam perancangan. Tanaman berbentuk menyebar tampak harmonis dengan permukaan tanah rata. 4. Contoh tanaman tersebut adalah trembesi (Samanea saman) dan bunga lampion (Brownea capitella). Tanaman berbentuk kolumnar memiliki kegunaan yang sama dengan bentuk fastigiate dalam perancangan. Tanaman berbentuk fastigiate dapat menarik perhatian sehingga sebaiknya digunakan secara seksama dalam jumlah sedikit pada titik-titik tertentu dengan tepat.

tanaman ini juga dapat digunakan untuk mengulang bentuk bangunan piramidal atau permukaan tanah yang bergunung-gunung. tanaman berbentuk bulat "tidak memberi kesan mengarahkan" dan "netral". tanaman ini digunakan sebagai aksen visual.46 contoh tanaman berbentuk bulat. Selain itu. beberapa ahli teori perancangan menyarankan agar bentuk-bentuk piramidal/kerucut digunakan secara hati-hati pada wilayah yang rata. Oleh karena itu. Bentuk-bentuk spreading memberi kesan lebar dan luas (Sumber: Booth. dimana secara visual tidak terdapat gunung sama sekali. Bentuk Piramidal/Kerucut Tipe bentuk tanaman ini memiliki bentuk piramidal dari dasar secara gradual meruncing ke atas. Tanaman berbentuk bulat merupakan tipe bentuk tanaman terbanyak sehingga tanaman ini banyak dipakai dalam komposisi perancangan. tanaman berbentuk bulat akan mudah digunakan untuk menyatukan suatu komposisi perancangan. khususnya jika ditata secara kontras dengan bentuk-bentuk bulat rendah. Oleh karena itu. Tanaman berbentuk bulat dapat berperan sebagai tanaman pelembut dan netral terhadap bentuk-bentuk lain yang lebih menyolok. Gambar 10. Oleh karena itu. Contoh tanaman ini adalah cemara kipas (Thuja occidentalis) dan pinus (Pinus merkusii). Tidak seperti bentuk-bentuk tanaman fastigiate atau menyebar. tanaman dengan bentuk kerucut dapat digunakan secara harmonis dan selaras pada . Tanaman berbentuk bulat juga dapat ditempatkan pada perancangan untuk menyelaraskan serta mengulang bentuk-bentuk curvilinier seperti permukaan tanah yang berbukitbukit. 1983) 5. Terakhir. Tanaman dengan bentuk piramidal mempunyai bentuk-bentuk luar (outline) yang menyolok. terutama bagian atas yang meruncing dan mudah dilihat.

Janda merana (Salix babilonica) dan beringin karet (Ficus elastica) merupakan contoh tanaman merunduk. tanaman dengan bentuk yang menarik ini amat baik digunakan sebagai "specimen" yang diletakkan pada titik tertentu dalam perancangan. Untuk mengekspresikan tanaman dengan bentuk merunduk kadang-kadang untuk menempatkannya pada tepi bak tanaman atau titik-titik tanah yang ditinggikan agar tanaman dapat menjuntai pada tepinya. C. Tanaman dengan bentuk seperti ini biasanya merupakan tanaman dewasa yang telah menyesuaikan diri (beradaptasi) dalam jangka waktu lama terhadap kondisi lingkungan tertentu. Bentuk Yang Menarik (Picturesque) Tanaman dengan bentuk yang menarik atau eksotis merupakan bentuk scullptural yang unik. misalnya di sepanjang tepi daerah perairan sering ditemukan tanaman janda merana. Dalam perancangan. Tanaman dengan bentuk merunduk juga dapat digunakan pada pinggir daerah perairan yang berkelok-kelok (curvilinier) untuk mencerminkan bentuk berombak dan melambangkan kualitas kemudahan mengalir dari air. Bentuknya mungkin dapat tak beraturan. Bentuk Merunduk (Weeping) Bentuk tanaman merunduk memiliki struktur percabangan yang menggantung atau melengkung ke bawah. 6. Warna-warna . Sesuai dengan penampakannya yang luar biasa. semua tanaman picturesque adalah hasil/akibat kekuatan alam yang unik. atau berbagai bentuk yang luar biasa. suatu fungsi yang dapat dimanfaatkan setelah mata dituntun ke atas oleh bentuk-bentuk yang meninggi. Biasanya tidak lebih dari satu tanaman ditempatkan pada suatu daerah/area untuk menghindarkan kesan kacau atau ruwet. meliuk-liuk. tanaman tersebut dapat menuntun mata ke arah permukaan tanah (ke bawah). Kecuali tanaman bonsai yang sengaja dibentuk. 7. Di alam tanaman merunduk sering ditemukan di daerah atau titik-titik terendah suatu tanah.47 perancangan-perancangan yang bersifat formal dengan bentuk-bentuk geometrik yang kaku. Warna Tanaman Warna tanaman dapat dianggap sebagai karakteristik emosional karena mempengaruhi secara langsung kesan dan suasana ruang-ruang luar.

bunga. Warna hijau yang kontras harus terdapat dalam massa-massa daun dan akan tampak jelas antara satu dengan yang lain. Organisasi warna suatu komposisi tanaman harus dikoordinasikan dengan karakteristik visual yang lain. biru. Warna yang terdapat pada unsur-unsur tanaman dari berbagai bagian tanaman mencakup daun. sering tampak dramatis dan mengesankan. ungu atau warna yang beraneka. karena memiliki mayoritas waktu. umumnya penting untuk dipertimbangkan. Variasi warna tanaman kadang-kadang dapat dilihat pada jarak relatif jauh dalam lanskap. serta kulit batang pohon. Berbagai warna hijau seharusnya tidak membentuk telalu banyak titik-titik individu yang sebanding dengan skala keseluruhan dari komposisi atau menimbulkan penampakan yang tidak teratur. sedangkan warna-warna gelap mengesankan suram. bunga. Dengan pendekatan ini. umumnya hanya dalam waktu singkat. Disamping itu. Sebagai contoh. Warna tanaman juga penting karena mudah dilihat. tanaman yang ditempatkan sebagai titik perhatian dalam perancangan karena ukuran atau bentuk seharusnya juga memiliki warna yang menarik perhatian. Warna bunga dan warna musim semi. tunas. Warna utama daun adalah warna hijau.48 terang menimbulkan suasana cerah dan menyenangkan. dan perak. Warna tanaman harus digunakan untuk memperkuat fungsi ukuran dan bentuk tanaman dalam perancangan lanskap. nada warna hijau yang netral sebaiknya lebih menonjol dari warna-warna lain. berbagai rangkaian warna dengan potensi hue terdapat pada daun. tunas. 2006). Warna netral dapat digunakan sebagai unsur pemersatu. karena warna-warna tersebut cenderung mudah . Memilih tanaman hanya berdasarkan pada bunga atau warna musim semi adalah keliru mengingat waktu yang singkat. Dalam mengomposisikan warna dalam suatu perancangan. dan cabang/batang pohon pada musim semi dan musim gugur. daun pada musim panas beserta ranting di musim dingin dan warnawarna batang. Diperlukan kecermatan di dalam menempatkan warna daun yang luar biasa seperti warna perak. dan cabang. kurang lebih beberapa minggu. dengan berbagai variasi mulai dari hijau muda sampai dengan hijau tua mencakup warna-warna shades kuning. buah. Warna dari suatu tanaman dapat menimbulkan efek visual juga tergantung dari refleksi cahaya yang jatuh pada tanaman tersebut (Hakim. dimana secara visual mengikat semua warna.

1. . Daun dengan warna hijau luar biasa harus disimpan sebagai cadangan untuk beberapa lokasi khusus di dalam perancangan. dan jarak dimana tanaman tersebut dilihat. Tekstur mempengaruhi berbagai faktor dalam komposisi tanaman. daya tarik visual. sedangkan kepadatan cabang dan habit pertumbuhan merupakan variabel-variabel utama yang mempengaruhi tekstur apabila tanaman dilihat secara keseluruhan pada jarak tertentu. akan menimbulkan kesan kacau dan berkesan tidak ada hubungan. konfigurasi kulit tanaman. Pada jarak dekat. dan rumput gajah/paitan (Axonopus compressus). D. ukuran daun tanaman individual. Demikian juga bunga berwarna terang harus dikelompokkan dan ditempatkan hanya pada tempat-tempat tertentu. agave (Agave americana). Tekstur tanaman dipengaruhi oleh ukuran daun. persepsi terhadap jarak. Jika warna terang banyak ditempatkan di berbagai titik (spot) dalam perancangan. dan halus (Gambar 11) dengan sifat dan kegunaan potensial dalam lanskap sebagai berikut. bentuk permukaan. tekstur juga mudah berubah sesuai musim terutama pada tanaman berdaun gugur. dan susunan ranting merupakan faktor-faktor dominan yang mempengaruhi tekstur secara visual. cabang-cabang yang besar dan masif (tidak memunyai ranting halus dan kecil) dan/atau habit pertumbuhan yang menyebar bebas. dan suasana perancangan. Tekstur Tanaman Tekstur tanaman adalah kesan kasar atau halusnya keseluruhan tanaman (secara visual) pada tanaman individual atau sekelompok tanaman. ukuran ranting dan cabang. Contoh tanaman yang bertekstur kasar adalah kembang dedes (Saraca palembanica). Tekstur Kasar Tekstur kasar biasanya terbentuk oleh daun-daun yang besar. meliputi kesatuan komposisi dan keanekaragaman. Warna bunga yang ditempatkan secara sensitif harus ditempatkan sebagai selingan atau variasi tanpa mengganggu kesatuan secara keseluruhan. nada warna. sedang. Tekstur tanaman biasanya diklasifikasikan sebagai kasar. habitat pertumbuhan secara keseluruhan.49 dilihat karena keunikannya. Selain jarak yang bervariasi.

dan agresif.50 Gambar 11. jelas/tegas. tekstur kasar tampak "bergerak keluar" ke arah pengamat dan merupakan tekstur yang pertama terlihat. Dengan demikian tanaman bertekstur kasar dalam kuantitas yang banyak dapat memberi kesan menyempitkan ruang luar. Oleh karena itu. Karena kekuatan ini tekstur kasar menimbulkan kesan "bergerak ke depan" ke arah pengamat. 1983) Karakteristik tanaman yang bertekstur kasar adalah mudah dilihat. tanaman bertekstur kasar harus ditempatkan secara seksama dan digunakan tidak berlebihan agar tidak "mengalahkan" komposisi atau menarik perhatian pada banyak tempat dalam suatu perancangan. Tekstur tanaman (Sumber: Booth. Seperti halnya dengan aksen-aksen lain. tekstur kasar dapat digunakan sebagai titik perhatian untuk menarik perhatian atau untuk memperkuat kesan. menyebabkan jarak antara pengamat dan unsur tanaman tampak lebih dekat dari yang sebenarnya. Jika diletakkan di antara tekstur sedang dan halus. Hal ini mungkin diperlukan apabila ukuran . yaitu dengan cara bergerak ke dalam ruang tersebut.

trembesi (Samanea saman). dan/atau habit pertumbuhan yang padat. Tekstur Halus Tekstur halus dihasilkan oleh banyaknya daun-daun kecil. suplir (Adiantum cuneatum). flamboyan (Delonix regia). Tanaman bertekstur kasar dalam beberapa hal tampak lebih terbuka. dan rumput peking (Agrostis stolonifera) adalah contoh-contoh unsur tanaman bertekstur halus. dan kurang jelas bentuk globalnya dibandingkan tanaman-tanaman bertekstur halus. maka umumnya merupakan bagian tekstur terbanyak dipakai dalam komposisi tanaman. Tanaman bertekstur kasar biasanya lebih banyak variasi gelap dan terang. Tanaman bertekstur halus memiliki karakteristik dan kemampuan perancangan yang berlawanan dengan tanaman bertekstur kasar. Tekstur Sedang Tekstur sedang adalah hasil dari daun dan cabang berukuran sedang dan/atau habit pertumbuhan yang sedang. 2. Oleh karena kualitas ini. Seperti warna hijau dengan nada sedang (medium tone greens) tekstur sedang harus merupakan tekstur dasar dalam perancangan. Tanaman ini biasanya tanaman terakhir dilihat dalam komposisi (berdasarkan teksturnya) dan yang pertama kabur dari pandangan dalam perancangan. berperan sebagai unsur peralihan antara tekstur kasar dan halus. Kembang merah (Caesalpinia pulcherima). Contoh tanaman bertekstur sedang. tanaman bertekstur sedang kurang transparan dan kurang tegas silhouettenya. dan rumput embun (Polytrias amaura). longgar. tanaman bertekstur kasar umumnya lebih mudah dipakai pada penataan secara informal. cabang-cabang dan ranting kecil. daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea). trengguli (Cassia fistula). Tekstur sedang dapat menghubungkan/mengikat komposisi dalam suatu kesatuan yang menyeluruh. Dibanding dengan tekstur kasar. angsana (Pterocarpus indicus). antara lain. Tanaman ini sukar digunakan pada situasi formal yang memerlukan bentuk-bentuk sempurna dan bentuk global yang jelas/tegas. rumput manila (Zoysia matrella). Karena mayoritas tanaman bertekstur sedang.51 fisik ruang terlalu luas bagi kenyamanan manusia secara normal. apabila . sapu tangan (Maniltoa grandiflora). Tanaman bertekstur halus memiliki penampakan halus dan lembut sehingga kurang nyata/jelas dalam lanskap. 3. tetapi tidak diperlukan jika ruangnya sempit dan terbatas walau tanpa tanaman sekalipun.

tanaman bertekstur halus lebih tepat digunakan pada setting yang memberikan karakter formal dan rapi. atau menambah keanekaragaman visual apabila dilengkapi dengan tekstur kasar dan sedang. Oleh karena itu. Tanaman bertekstur halus sering mempunyai silhouette yang jelas dan permukaan secara keseluruhan halus. Variasi tekstur yang sedikit akan tampak monoton. tetapi padat (solid) karena kuantitas daundaun kecil dan/atau kepadatan percabangannya. bentuk. Karena tanaman bertekstur halus kurang begitu jelas dalam suatu komposisi. Jika terlalu banyak digunakan tekstur yang berbeda-beda dalam area kecil. Hal ini untuk memberikan karakter permukaan yang lebih halus dan lunak. ukuran. tanaman bertekstur halus dapat memberikan gambaran (ilusi) lebih luas dari sebenarnya. Keseimbangan yang diinginkan ini akan lebih penting pada ruang-ruang berukuran kecil dan akan semakin kurang penting pada ruang yang luas atau taman jauh dari pengamat. Oleh karena itu. agar proporsional dalam menggunakan tanaman bertekstur sedang sebagai peralihan antara tekstur kasar dan halus. lebih baik apabila mendapatkan keanekaragaman yang seimbang dari ketiga tipe dasar dalam perancangan agar memberi pandangan yang menarik. Sebagai panduan. tetapi jika terlalu berlebihan akan tampak kacau. Pemilihan dan kegunaan tekstur dalam komposisi tanaman perlu diselaraskan dengan semua karakteristik visual tanaman. atau perubahan yang mendadak dari tekstur kasar ke tekstur halus cenderung membuat komposisi terasa kacau dan tidak menyatu.52 jarak antara pengamat dan komposisi tanaman semakin jauh. Kualitas ini sangat bermanfaat jika diterapkan pada ruang yang kecil dan sempit dimana tepi-tepi ruang akan tampak meluas dan bukan menyempit. dan warna tanaman agar memperkuat kualitas-kualitas ini. Satu lagi saran penyusunan berbagai tipe tekstur dalam area yang luas. . Tanaman bertekstur halus dapat dimasukkan dengan tepat ke dalam komposisi berperan sebagai latar belakang yang netral terhadap tekstur yang lebih agresif. tanaman ini cenderung "tertarik ke belakang" dari pengamat. jika digunakan dalam jumlah banyak dalam ruang luar. Beberapa tanaman bertekstur halus tampak seperti dipangkas rapi walaupun dalam keadaan alami.

dan suasana atau kesan ruang luar. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek visual... Karakteristik visual yang harus dikaji terlebih dahulu dalam pemilihan tanaman untuk perancangan adalah. Jelaskan karakteristik visual tanaman yang mencakup ukuran. Hal-hal ini perlu dikaji lebih mendalam dalam menciptakan perancangan dan diselaraskan dengan seluruh tujuan perancangan. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1... dan tekstur tanaman.. bentuk. bentuk. B. (a) Ukuran tanaman (b) Bentuk tanaman (c) Warna tanaman (d) Tekstur tanaman . warna.. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. 2. keanekaragaman visual..... dan tekstur merupakan "palette" variabel-variabel bagi perancang dalam merancang dengan menggunakan unsur tanaman.53 E. 2. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan karakteristik tersebut.. Rangkuman Karakteristik visual tanaman dari ukuran. Karakteristik visual tanaman mempunyai pengaruh langsung terhadap keteraturan dan kesatuan perancangan. kesenangan. PENUTUP A.. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. warna.

. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 4.... Ruang yang direncanakan terbuka pada sisi-sisinya.. (a) Fastigiate (b) Columnar (c) Pyramidal (d) Weeping 5..... (a) Bauhinia purpurea (b) Cinnamommum burmanii (c) Samanea saman (d) Manilkara kauki 3. Contoh tanaman yang berbentuk pyramidal adalah... (a) Filicium decipiens (b) Pinus merkusii (c) Cananga odorata (d) Brownea capitella Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini..... Hitunglah jawaban Anda yang benar....... pada bidang vertikalnya dapat dibatasi dengan tanaman........ (a) Perdu (b) Semak tinggi (c) Semak sedang (d) Semak rendah 4...... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 .......... Contoh pohon besar adalah...54 2.. Bentuk tanaman yang tinggi ramping dan meruncing di bagian atas disebut....

55 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% - 100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang

Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas, bagus! Anda cukup memahami Bab 4. Anda dapat meneruskan pada Bab 5. Akan tetapi, apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%, Anda harus mengulangi Bab 4, terutama bagian yang belum Anda kuasai.

C. Sumber/Referensi

1. Booth NK. 1983. Basic Elements of Landscape Architectural Design. Illinois: Waveland Pr. Inc. 2. Dahl B, DJ. Molnar. 2003. Anatomy of a Park. Ed ke-3. Illinois: Waveland Pr. Inc. 3. Hakim R. 2006. Rancangan Visual Lanskap Jalan. Jakarta: Bumi Aksara.

D. Kunci Jawaban

1. a 2. c 3. d 4. a 5. b

56

BAB 5

SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN EKOLOGI
PENDAHULUAN

Tanaman dapat dibedakan berdasarkan ekologi dan lingkungannya. Secara ekologi, tanaman dapat dibedakan berdasarkan hubungannya dengan jenis tanah, air, cuaca, kelembaban, cahaya matahari, angin, dan sebagainya sehingga timbul istilah tanaman teduh/panas, tanaman basah/kering dan sebagainya. Secara fitogeografi, pembagian tanaman berdasarkan daerah asalnya seperti laut/pantai, payau/rawa-rawa, gurun, bukit karang, daerah rendah/tinggi, dan sebagainya. Oleh karena itu, dalam pembahasan ini, tanaman untuk penataan lanskap/taman digolongkan menjadi: tanaman pantai, tanaman pegunungan, tanaman air, tanaman batu karang, tanaman teduh, tanaman setengah teduh, dan tanaman panas.

A. Sasaran Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative
learning secara berkelompok dan praktikum.

B. Strategi Pembelajaran

1. Collaborative learning 2. Praktikum

C. Kegiatan Belajar

Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui sumber bacaan dan internet. 2. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum 3. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan.

57 4. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran

D. Indikator Pencapaian

1. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. 2. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. 3. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. 4. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum.

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN

Umumnya

tanaman

tidak

dapat

tumbuh

secara

baik

apabila

faktor

lingkungannya atau tempat hidupnya tidak sesuai. Misalnya, kuping gajah lebih senang ditempatkan di dalam ruang (tempat teduh) daripada di luar ruangan yang terbuka, sedangkan tanaman mawar lebih menginginkan di tempat-tempat terang yang penuh dengan cahaya matahari. Akan tetapi, terkadang ada juga tanaman yang tumbuh di luar ruangan, dapat tumbuh dan menyesuaikan diri di dalam ruangan tertutup seperti beringin (Ficus elastica). Setiap jenis tanaman lanskap menghendaki iklim yang sesuai untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, untuk memperoleh tanaman lanskap yang tumbuh normal, subur, dan menghasilkan bunga yang baik, haruslah ditanam pada iklim yang sesuai baginya. Apabila tanaman ditanam pada tempat yang tidak sesuai iklimnya, akan tumbuh tidak normal atau pada mulanya tumbuh baik, tetapi lama-kelamaan pertumbuhannya menurun, lambat laun tanaman akan mati. Untuk menghindari hal tersebut, perlu adanya penyesuaian tahap demi tahap yang berarti tidak secara drastis. Dalam lanskap, tanaman dapat tumbuh baik apabila faktor lingkungan hidupnya seperti tanah, air, cahaya, dan suhu udara diperhatikan. Penempatan suatu tanaman pada tempat tertentu harus disesuaikan dengan lingkungannya. Misalnya, pemilihan jenis tanaman pada tanah yang berkapur atau berpasir akan berbeda dengan daerah yang tanahnya banyak mengandung tanah liat atau humus. Selain itu,

1996). dan panas. angin. dan ketapang (Terminalia catappa). 2) tanaman pegunungan. atau putih. Berdasarkan hal tersebut. pantai berawa. Parang Tritis (Yogyakarta). terdapat lembah-lembah di antara beting pasir. tiupan angin di daerah pantai selalu ada. A. misalnya kawasan pantai Sanur dan Kuta (Bali). Dalam hal ini lingkungan seperti tanah. setengah teduh. dan 5) tanaman teduh. dan pantai Pasir Putih (Jawa Timur dan Lampung). baik yang berupa pasir hitam. waru laut (Hibiscus tiliaceus). Pantai berpasir biasanya dijadikan kawasan pariwisata pantai karena keindahan alamnya. 1. air. pantai Kepulauan Seribu (Jakarta). Tanaman Pantai Tanaman pantai adalah semua jenis tanaman yang dapat tumbuh secara normal di pinggir pantai. Pantai di Indonesia dikelompokkan menjadi pantai berpasir. Kawasan pantai berpasir yang sudah berkembang. Oleh karena itu. Seperti diketahui.58 suhu dan cahaya setempat juga mempengaruhi pemilihan jenis tanaman karena tanaman sendiri ada yang tahan akan panas dan ada pula yang harus tumbuh di tempat sejuk. sebaiknya dipilih tanaman dimana daunnya tidak mudah rontok dan tanamannya tidak mudah rebah. cemara laut (Casuarina equisetifolia). suhu serta faktor tumbuh lainnya sesuai. abu-abu. Selain itu. 3) tanaman air. pantai Pangandaran. Penanaman tanaman di tepi pantai harus memperhatikan faktor angin dan keadaan tanah. Carita. faktor tanah tidak boleh diabaikan karena menanam tanaman yang tidak sesuai dengan kondisi tanah tidak akan memberikan hasil yang memuaskan. Pantai berpasir banyak terdapat di pesisir Sumatera dan Kalimantan. dan pantai berbatu (Sugiarto dan Ekariyono. pantai berlumpur. dan Pelabuhan Ratu (Jawa Barat). Tumbuh-tumbuhan yang dominan di hutan pantai berpasir adalah kelapa (Cocos nucifera). Selain itu. 4) tanaman batu karang. tanaman untuk penataan lanskap/taman dapat digolongkan menjadi: 1) tanaman pantai. Pantai Berpasir Pantai berpasir merupakan pantai yang didominasi oleh hamparan atau dataran pasir. .

lambat laun daratan pun makin meluas ke arah laut. Hutan mangrove juga berfungsi sebagai tempat . dan nibung (Oncosperma tigillaria). Hutan mangrove didominasi oleh bakau hitam (Rhizophora mucronata). Tanah pantai ini mempunyai kandungan oksigen yang rendah dan hanya terdapat pada lapisan permukaan. Akibatnya. cangkang moluska. buta-buta (Exoecaria sp). api-api (Avicennia sp). tanjang (Bruguiera gymnorrhiza). sedangkan sungai yang melalui daerah berkapur dan berbatu (kuartz dan granit) akan membawa endapan aluvium yang berkualitas rendah. Lumpur yang berasal dari laut mengandung cangkang-cangkang foraminifera. Struktur dan komposisi tumbuhan di kawasan pantai berlumpur Indonesia merupakan formasi hutan mangrove. Hutan mangrove memberikan perlindungan terhadap daratan dari ancaman erosi.59 2. sedangkan kandungan asam sulfidanya cukup tinggi sehingga dapat mereduksi senyawa besi (ferri) di dalam tanah menjadi senyawa ferro sulfida (FeS2) atau pirit. Penampakan fisik tanah pantai ini adalah hitam dengan nilai pH (derajat keasaman) antara 3 – 5. Tanah pantai ini berasal dari endapan lumpur yang dibawa oleh aliran sungai. bakau putih (Rhizophora apiculata). pedada (Sonneratia alba). biasanya terletak di dekat muara sungai. Pantai Berlumpur Pantai berlumpur merupakan hamparan lumpur sepanjang pantai yang dihasilkan dari proses sedimentasi atau pengendapan. Selain menghasilkan kayu. fragmen-fragmen karang. hutan mangrove juga menghasilkan bahan penyamak atau bahan pewarna. Mangrove adalah sekumpulan pohon dan semak-semak yang tumbuh di daerah pasang surut. Sungai yang mengalir melalui daerah bertanah vulkanik akan membawa endapan aluvium yang berkualitas tinggi. Tunas-tunas baru selalu tumbuh dalam hutan mangrove sehingga kawasan hutan menjadi luas. Kualitas tanah pantai berlumpur tergantung pada sumber endapan aluviumnya. dan bahan lain yang menjadi sumber kapur yang penting bagi pantai berlumpur. Tumbuhan mangrove memiliki fungsi yang istimewa karena dapat beradaptasi pada lingkungan yang mengandung garam dengan bentuk lahan berupa pantai dan kondisi tanah yang hampa udara (berlumpur). Lumpur tersebut terdiri atas partikel-partikel halus yang mengandung humus atau gambut.

ketapang (Terminalia cattapa). kepiting. baik yang berbentuk pohon maupun semak. dan nibung (Oncosperma tigillaria). Selanjutnya bahan organik ini akan menjadi penyubur tanah dan menjadi bahan makanan bagi biota lainnya. dan pohon-pohon mangrove yang telah tua akan tumbang dan didekomposisi oleh fungi dan bakteri menjadi bahan organik. Pulau Buton. kayu manis merah (Cinnamomum burmanii). damar (Agathis alba). sagu (Metrorylon sago). Pantai seperti ini terdapat di Kepulauan Anambas.60 pelestarian populasi ikan. B. dan kerang-kerangan. udang. Di sela-sela bebatuan kadang ditumbuhi kelapa (Cocos nucifera). dan pantai selatan Jawa (Pelabuhan Ratu dan Ujung Kulon). Hutan pada pantai ini umumnya tergolong formasi butun (Baringtonnia). dahan. baik secara permanen ataupun temporer. Hutan pantai berawa umumnya ditumbuhi oleh jenis tumbuhan seperti nipah (Nypa fructicans). Daun. antara lain. 3. Tanaman Pegunungan Tanaman pegunungan adalah tanaman-tanaman yang dapat tumbuh normal di pegunungan. Tanah dan air pantai ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Di dalam perairan hutan mangrove banyak terdapat jenis alga dan plankton yang menjadi sumber makanan bagi biota-biota tadi. 4. dan bungur (Lagerstroemia loudonii). Natuna. dan waru laut (Hibiscus tiliaceus). Pantai Berawa Pantai berawa merupakan daerah yang tergenang air. kecrutan (Spathodea campanulata). pandan (Polalthis glanen). pinus (Pinus mercusii). Pantai ini langsung ke laut dan tidak berpasir. bunga sikat botol (Callistemon citrinus). kayu putih (Eucalyptus alba). Contoh tanaman pegunungan (Gambar 12). . Pantai Berbatu Pantai berbatu umumnya terdiri dari bongkahan-bongkahan batuan granit. Pada umumnya tanaman pegunungan berbentuk pohon dan mempunyai sistem perakaran yang kuat yang berfungsi untuk menahan terkikisnya lapisan tanah bagian atas (erosi). kelapa (Cocos nucifera).

Tanaman Air Begitu banyak ragam tanaman air yang dapat dijadikan pilihan untuk memperindah kolam atau taman. Namun. (b) kayu manis (Cinnamomum burmanni). dan (3) bunga sikat botol (Callistemon citrinus) C. Tanaman pegunungan: (a) damar (Agathis dammara). Tipe dan karakter setiap tanaman air otomatis berpengaruh terhadap tujuan dan pemanfaatannya. mengetahui tipe dan karakter berbagai tanaman air akan lebih memudahkan perencanaan aspek praktis tanaman air tersebut.61 (a) (b) (c) Gambar 12. sebelum memutuskan untuk memilihnya. Dengan kata lain. harus diketahui terlebih dahulu tipe dan karakter tanaman-tanaman air tersebut. Foto: Nurfaida (2007) .

Fungsi lainnya adalah sebagai tempat berlindung dan menyimpan telur ikan. typha (Typha angustifolia). varen (Synnema triflorum). tanaman jenis ini habitat aslinya daerah berlumpur dan sedikit digenangi air. antara lain. tanaman air lumpur. antara lain. biasanya ditanam di bagian pinggir kolam sebagai latar belakang (background) kolam. tetapi juga dari jenis media tanamnya. bagian daun dan bunganya juga berada di atas permukaan air. Contoh tanaman air oksigen. Tanaman air pinggir memiliki akar dan batang yang terendam di dalam air. dan tanaman air mengapung (Marianto. Seluruh bagian tanaman ini tenggelam dalam air. 2001). dan papyrus (Cyperus papyrus). Dapat juga ditanam dahulu di dalam pot. tanaman air pinggir. . Termasuk tanaman air lumpur. Selain batang. Karena sosoknya yang tumbuh meninggi. Tanaman Air Oksigen (Oxygenerator) Tanaman ini disebut sebagai tanaman air oksigen karena mampu membersihkan udara sekaligus menyerap kandungan garam yang berlebihan di dalam air. 1. yaitu tanaman air oksigen. bog plant dapat langsung ditancapkan. Namun. Contoh tanaman air pinggir adalah rumput payung (Cyperus alternifolius). pisang air (Typhonodorum lindleyanum). anggrek air/iris. dan red talenthera (Talenthera lilaciana) 2.62 Ada empat tipe tanaman air yang dikenal. Tanaman ini sering digunakan untuk menciptakan kesan alami pada kolam. Ada yang menganggap bog plant sama dengan marginal plant dengan pertimbangan tempat hidupnya sama-sama di pinggiran kolam. apu-apu (Pastia stratiotes). spatterdock (Nuphar japonicum). Lazimnya digunakan sebagai tanaman penghias akuarium. sebagian besar batangnya justru menyembul ke permukaan air. dan ekor kucing (Typha angustijolia). Tanaman Air Pinggir (Marginal Plant) Tanaman jenis inilah yang paling banyak dijumpai. Ada juga yang membedakan tidak hanya dari tempat tumbuhnya. Tanaman Air Lumpur (Bog Plant) Sesuai dengan namanya. Apabila digunakan sebagai penghias kolam yang terbuat dari tanah. Media tanamnya berupa tanah yang terendam di dalam air. 3.

Umumnya batangnya banyak mengandung air dan tidak berkayu. Bagian dinding permukaan akar. Tanaman batu karang: (a) yucca (Yucca gloriosa). batang. penyediaan oksigen. (b) sansiviera (Sanseviera ehrenbergii). Tanaman Air Mengapung (Floating Plant) Tidak seperti umumnya tanaman air. Hal yang perlu diperhatikan bila memilih tanaman mengapung sebagai salah satu komponen taman air atau kolam adalah kepadatan populasinya. Contohnya tanaman batu karang. dan penyerapan sinar matahari. batang. Tanaman ini kurang memerlukan air untuk pertumbuhannya dan biasanya tahan terhadap kekeringan. antara lain. melainkan mengapung di permukaan air. akar tanaman ini tidak tertanam dalam tanah. sansiviera (Sanseviera ehrenbergii). dan daunnya memiliki lapisan yang sangat peka sehingga pada kedalaman yang ekstrem sampai 8 meter di bawah permukaan air masih mampu menyerap sinar matahari serta zat-zat yang larut di bawah permukaan air. Tanaman Batu Karang Tanaman batu karang tumbuh di tempat yang berbatu-batu. Foto: Nurfaida (2007) (a) (b) (c) Gambar 13. D. dan daunnya juga memiliki kantung-kantung udara sehingga mampu mengapung di air. Tanaman ini memiliki keunggulan dalam kegiatan fotosintesis. dan (c) agave (Agave americana) . Karena itulah ia dinamakan floating plant.63 4. yakni tinggal meletakkannya di atas permukaan air. Jangan sampai keberadaannya menutupi atau memenuhi seluruh permukaan kolam. Akar. Contoh tanaman ini eceng gondok (Eichornia crassipes) dan azolla (Azolla pinnata). Tanaman ini tidak memerlukan tanah sebagai media tanamnya sehingga cara menanamnya lebih gampang. dan agave (Agave americana) (Gambar 13). yucca (Yucca gloriosa). Tanaman ini hidup dari menyerap udara dan unsur hara yang terkandung di dalam air.

setengah teduh. dan panas. Kalau ditanam di tempat terbuka. . Tanaman panas adalah semua jenis tanaman yang dapat tumbuh normal apabila ditanam di tempat panas atau tempat yang langsung disinari matahari. bahkan dapat mengalami kematian. aglonema (Aglaonema sp). membutuhkan cahaya. Setengah Teduh. dan sansiviera (Sansiviera sp). untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik sebaiknya ditanam di tempat yang mendapat sinar matahari penuh sehingga warna bunga akan lebih terang. Contoh tanaman teduh adalah kuping gajah (Anthurium crystallinum). 2) tanaman pegunungan. Contoh bogenvil (Bougainvillea spectabilis). Contohnya. dan 5) tanaman teduh. F. 4) tanaman batu karang. dan pilodendron (Philodendron sp). Oleh karena itu. Rangkuman Tanaman dapat tumbuh baik apabila faktor lingkungan hidupnya seperti tanah. Tanaman ini dapat tumbuh secara normal di tempat yang agak teduh. Tanaman ini dapat ditanam di dataran rendah atau di pegunungan. dan air yang sedang. maranta (Marantha sp). untuk penataan lanskap/taman tanaman digolongkan menjadi 1) tanaman pantai. pertumbuhannya akan terhambat. air.64 E. paku sarang burung (Asplenidum nidus). suhu. tetapi tidak terlalu panas. Penempatan suatu tanaman pada tempat tertentu harus disesuaikan dengan lingkungannya. antara lain. Tanaman Teduh. cahaya. drasena (Dracaena fragrans). Contoh lain. dan suhu udara diperhatikan. antara lain. 3) tanaman air. mosaik (Fittonia sp). Tanaman setengah teduh terletak antara tanaman teduh dan tanaman panas. dan Panas Tanaman teduh adalah tanaman yang hanya dapat tumbuh baik di tempat yang teduh atau tanaman yang tumbuh di tempat yang tidak langsung disinari matahari.

Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1......... Jelaskan apa yang dimaksud tanaman pantai. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan penggolongan tersebut.. Contoh tanaman pegunungan adalah. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 3.65 PENUTUP A. 2... (a) Tanjang (b) Pedada (c) Ketapang (d) Kecrutan 2.... dan panas.. Azolla merupakan contoh tanaman air ..... setengah teduh... Jelaskan penggolongan tanaman berdasarkan ekologi. B.... 2. (a) Kepadatan populasi (b) Panjang akar .. (a) Oksigen (b) Lumpur (c) Pinggir (d) Mengapung 3.. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. tanaman pegunungan. tanaman air.. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.. Hal yang perlu diperhatikan bila memilih tanaman mengapun sebagai komponen taman adalah.. tanaman batu karang.. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.... Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi.. dan tanaman teduh. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi...

. Karakteristik dari tanaman batu karang adalah.. Anda dapat meneruskan pada Bab 6. (a) Berkayu (b) Batang banyak mengandung air (c) Kemampuan menyerap sinar matahari (d) Sosoknya yang tumbuh meninggi 5.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 5... bagus! Anda cukup memahami Bab 5..... terutama bagian yang belum Anda kuasai. Bougenvil ditanam di tempat yang mendapat sinar matahari penuh agar....... apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%.. Hitunglah jawaban Anda yang benar... ..... Anda harus mengulangi Bab 5.. (a) Jumlah daunnya lebih banyak (b) Batangnya lebih tinggi (c) Warna bunga lebih terang (d) Warna daun lebih muda Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini..66 (c) Ketinggian tanaman (d) Ukuran daun 4. Akan tetapi. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% ..

b 5. Penghijauan Pantai. Kunci Jawaban 1. Sumber/Referensi 1. c . 2008. 4. Jakarta: Agromedia Pustaka. d 3.67 C. Sugiarto. Ekariyono. W. IP. Jakarta: Penebar Swadaya. Galeri Tanaman Hias Lanskap. Tanaman Hias Tampil Prima. D. 3. d 2. Tanaman Air. 2007. a 4. Marianto LA. Jakarta: Penebar Swadaya. Kencana IP. Arifin HS. Jakarta: Penebar Swadaya. Lestari G. 2001. 1996. 2.

Selain berfungsi sebagai paru-paru kota. . terutama di kota-kota besar. Juga dalam upacara adat. tanaman peneduh. “kesukaan” dan kegunaan suatu tanaman. tanaman juga berfungsi sebagai penghias lingkungan. berdaun indah. Peletakan setiap jenis tanaman haruslah disesuaikan dengan apa maksud dan tujuan dari tanaman tersebut. Penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional disebabkan oleh banyak di antara tanaman lanskap kebiasaannya hanya dapat tumbuh secara normal di tempat teduh dan adapula hanya dapat tumbuh baik di tempat terbuka (outdoor). adanya taman dan tanaman merupakan tuntutan mutlak. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. daun. banyak macam pepohonan yang dapat menahan pengotoran udara. Apakah ditanam sebagai pelindung ataukah sebagai pagar dan lain sebagainya. “watak dan kebiasaan” (ciri pertumbuhan. Dalam pembangunan kota. E.68 BAB 6 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN HABITUS FUNGSIONAL PENDAHULUAN Berdasarkan habitus fungsional. kepercayaan. buah atau tajuk). cepat lambatnya). Daun-daun menahan debu dan asap yang diterbangkan oleh angin sehingga dapat mengurangi kotornya lingkungan. penggunaan tanaman lanskap mempunyai fungsi yang tidak kurang pula. dan agama. Muncullah istilah tanaman berbunga indah. Dalam hal pembersihan udara. tanaman dapat digolongkan dengan “ciri khas” (bunga. dan sebagainya. fungsi tanaman dalam lanskap harus pula diperhatikan. Selain itu.

Tanaman Indoor dan Outdoor Tanaman indoor adalah semua jenis tanaman lanskap yang dapat ditanam dalam rumah atau dengan kata lain tanaman yang dapat tumbuh secara normal di tempat teduh (tertutup) atau setengah teduh. 2. 4. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Indikator Pencapaian 1. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. 2. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penggunaan tanaman indoor adalah warna daun. jika ingin menempatkan tanaman dalam ruang. Collaborative learning 2. warna bunga. Strategi Pembelajaran 1. Selain itu. jumlah daun. tanaman lanskap dapat digolongkan sebagai berikut. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui sumber bacaan dan internet. dan kesanggupan tanaman untuk hidup di tempat teduh. A. Praktikum G. 4. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Berdasarkan habitus fungsional. waktu berbunga.69 F. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. 3. 3. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional. H. harus menjamin . tinggi tanaman.

Penggunaan tanaman indoor dalam desain taman Tanaman outdoor adalah tanaman hias yang dapat tumbuh secara normal di tempat terbuka (langsung terkena sinar matahari). Gambar 14. Contoh tanaman outdoor. Contoh penggunaan tanaman indoor dalam desain taman dapat dilihat pada Gambar 14. Contoh tanaman indoor. perdu. Hal yang perlu diperhatikan dalam menata lanskap yang berfungsi sebagai peneduh adalah mahkota harus besar/lebar. B. daun bahagia (Dieffenbachia picta). kembang rejeki (Aglaonema sp). baik untuk menahan sinar matahari maupun tiupan angin kencang. kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). suplir (Adiantum raddianum). Jumlah daun dan tinggi tanaman juga disesuaikan dengan keadaan ruangan.70 kondisi iklim mikro di dalam ruangan yang berhubungan dengan kebutuhan masingmasing tanaman (Nurhayati dan Arifin. serta semua jenis pohon. antara lain. soka (Ixora sp). buah Foto: Nurfaida (2009. 2000). kembang kertas (Bougenvillia spectabilis). Tanaman Peneduh/Parkir Pohon peneduh adalah pohon-pohon yang digunakan sebagai pelindung karena daunnya rimbun. begonia (Begonia sp). Warna daun dan bunga harus disesuaikan dengan warna ruangan sehingga diperoleh kesan yang harmonis. antara lain. daun-daun tumbuh rapat/rimbun. daun doa (Asplenium nidus). dan monstera (Monstera deliciosa). oleander (Nerium indicum). lantana (Lantana camara). 2010) . dan semak. kuping gajah (Anthurium chrystallium).

dan tidak menggugurkan daunnya sekaligus.71 tidak terlalu besar yang dapat jatuh menimpa di bawahnya. kirai payung (Filicium decipiens). dan mahoni (Swietania mahagoni). dan tinggi tanaman lebih kurang 1. dan pengarah jalan. tanjung (Mimusops elengi). Tanaman Median Jalan Tanaman median jalan adalah tanaman yang ditanam di median jalan. biasanya diatur dalam bentuk yang hampir sama dengan maksud untuk menggantikan pagar. kaliandra (Calliandra haemathocephala). dan mahoni (Swietania mahagoni). c) batangnya kuat dan lurus dengan percabangan yang tegak dan kompak. dan kaca piring (Gardenia augusta). 4) percabangannya lebih kurang 2 meter di atas permukaan tanah. antara lain. Persyaratan pohon tepi jalan adalah a) memiliki tajuk yang dapat memberi naungan. oleander (Nerium oleander). b) bermassa dan padat. kenari (Canarium commune). penahan debu. antara lain. asam (Tamarandus indica). tetapi tidak terlalu teduh. sebagai pelindung. antara lain. damar (Agathis alba). kembang merak (Caesalpinia pulcherrima). tanjung (Mimusops elengi).5 meter. 5) perakarannya dalam hingga tidak merusak konstruksi jalan dan drainase. daun saputangan (Maniltoa grandiflora). Persyaratan tanaman median jalan adalah a) jenis perdu/semak berbunga. trengguli (Cassia fistula). Tanaman Pagar Tanaman pagar adalah suatu garis atau barisan permanen yang padat dari tumbuh-tumbuhan yang hidup. C. D. dan 6) tanaman berasal dari perbanyakan secara generatif/biji. Tanaman pagar terdiri atas tumbuhan yang bertahan lama membentuk pertumbuhan yang rapat dan tak tembus pandang. Contoh tanaman median jalan. Contoh tanaman peneduh/parkir. E. Contoh pohon tepi jalan. Pohon Tepi Jalan Pohon tepi jalan adalah pohon-pohon yang ditanam di tepi jalan yang berfungsi. cempaka (Michelia champaca). kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). b) tidak menggugurkan daunnya secara sekaligus. antara lain. .

Chlorophytum sp. Jadi border merupakan suatu garis batas dari suatu lanskap yang dapat membatasi pekarangan. Dracaena sanderium. ada yang menarik karena bunganya. dan kepadatan/kekompakan tumbuhnya. taman atau daerah yang lain. Contoh tanaman penutup tanah. Contoh tanaman border. dan akalipa (Acalypha wilkesiana). Tanaman Penutup Tanah Tanaman penutup tanah (groundcover) merupakan tanaman rendah non rumput setinggi 10 – 40 cm. dan Iresine herbetsii. Contoh tanaman pagar. Pada umumnya tanaman border terdiri atas tanaman perdu/semak dan tanaman semusim yang tumbuhnya agak rendah. Keindahannya menutupi tanah-tanah yang terbuka (tanpa tanaman) sehingga memberikan kesan yang menyenangkan. Codiaeum variegatum. bayam-bayaman (Amaranthus sp). Biasanya luas border (lebar) kira-kira 1 meter sehingga border tersebut dapat dirawat dari satu sisi dan bahkan lebih baik lagi apabila dapat dirawat dari kedua sisi. bambu siam (Thyrsostachy siamensis). Pemangkasan dan pemeliharaan yang teratur diperlukan sehingga pagar tumbuh baik serta mengikuti bentuk yang dikehendaki. kriminil (Althernanthera ficoidea). antara lain. G. pangkas-pangkasan (Duranta repens). sambang darah . kemuning (Murraya paniculata). Althernanthera ficoidea. tekstur daunnya. Sebagai tanaman border. antara lain. Dalam pembuatan pagar dari tanaman. F. pemeliharaan terutaman pemangkasan sangat diperlukan agar tumbuhnya tidak terlalu tinggi. Tanaman Border/Tepi Tanaman border atau tanaman batas adalah suatu penanaman yang terbatas sepanjang suatu garis batas atau pemisah. hendaknya dipertimbangkan segi keharmonisan dan keindahannya. Kelompok penutup tanah ini banyak sekali macamnya. Tanaman penutup tanah berfungsi untuk mencegah tanah menjadi becek pada musim hujan dan mengurangi pengikisan tanah oleh air.72 Umumnya tanaman pagar berupa semak yang merupakan tanaman pinggiran yang tumbuh rendah dan berfungsi sebagai garis sementara. antara lain. bunga ungu (Bougenvillia glabra).

73 (Hemigrafis odorata). Jenis tanaman ini terdiri atas tanaman bentuk pohon. violces (Saintpaulia ionantha). semak. kembang rejeki (Aglaonema sp). beradaptasi untuk memanfaatkan cabang atau batang tanaman lain sebagai tempat bertumpu. Tanaman Memanjat/Pergola Tanaman memanjat (climber) adalah tanaman yang tumbuh di tanah atau bidang apa saja seperti tembok dan struktur pendukung lain sebagai tempat menggantungkan diri atau membelit untuk pertumbuhan tanaman tersebut. Keindahan tersebut berupa warna dan bentuk sehingga dengan penempatan yang teratur dalam taman dapat memberikan kesan menarik. antara lain. Tanaman melakukan pemanjatan sebagai usaha untuk beradaptasi dengan lingkungan dan mendapatkan sinar matahari serta menampakkan bunga kepada agen untuk membantu penyerbukan (Griffiths. pedang-pedangan (Sanseviera sp). Tanaman memanjat biasanya membutuhkan naungan dan arah rambatannya ke sumber cahaya. I. . Contoh tanaman berdaun/berbunga indah. antara lain. Tanaman bawah pohon (undercover) adalah tanaman penutup tanah yang ditanam di bawah pohon. dan verbena (Verbena laciniata). berupa terna atau tanaman berbatang lunak) ataupun liana (tanaman berkayu yang memanjat). anturium (Anthurium crystallinum). dan daun perak (Pilea cadierei). daun zebra (Zebrina pendula). plumbago (Plumbago capensis). akalipa (Acalypha wilkesiana). kencur-kencuran (Kaempferia pluchera). Persyaratan tanaman tersebut adalah tahan terhadap naungan dan titik-titik air dari pohon. Tanaman memanjat dapat berupa vines (tidak berkayu. dan bougenvil (Bougainvillea spectabilis). sutera bombay (Portulaca grandiflora). Tanaman Berdaun/Berbunga Indah Tanaman berdaun/berbunga indah ialah tanaman hias yang memperlihatkan keindahan. Contoh tanaman bawah pohon. 1994). Tanaman memanjat di habitat aslinya. memanjat atau semusim. H. nusa indah (Mussaenda philippica). baik dari daunnya maupun bunganya.

tanaman yang memanjat dengan metode ini tidak mempunyai kemampuan untuk melekat pada bidang panjat. Tanaman memanjat banyak digunakan dalam lanskap untuk berbagai keperluan. menggunakan modifikasi bagian tanaman (batang maupun daun) yang membantu melekat pada bidang panjat (Bauhinia galpinii). untuk itu harus didukung agar bisa tumbuh ke atas (misal pada Allamanda cathartica). karena dalam proses pemanjatan ada kemungkinan tanaman tersebut mengalami kesulitan saat melakukan panjatan. Lima cara pemanjatan yang dipergunakan oleh tanaman memanjat adalah 1) learners. tetapi jika ditanam menggunakan teralis kawat maka akan tumbuh dengan cara weaving (zig-zag diantara celah teralis) dan tidak ditemukan sulur pada tanaman tersebut. ada lima pengelompokan tanaman memanjat (Menninger. pada saat itu tanaman tersebut dapat merubah cara pemanjatannya. dengan cara zig-zag pada bidang panjat (Trachelospermum jasminoides). Pada dinding sebuah taman yang paling sempit sekalipun dengan lahan yang sangat terbatas tanaman memanjat dapat tumbuh. mekanisme memanjat yang primitif. . dan 5) rooters. Misalnya pada spesies Boston-ivy (Parthenocissus tricuspidata) yang menggunakan sulur untuk memanjat. 2) thorn clingers. Sesuai dengan cara tumbuhnya. perkantoran. Di kota-kota besar banyak bentuk atau permukaan bidang vertikal yang terbentuk. baik yang ternaungi maupun yang tidak ternaungi. seperti bangunan tinggi dan jalan layang (fly over). menggunakan akar yang tumbuh dari ruas-ruas batang untuk memanjat (Hedera helix). melekat pada bidang panjat dengan menggunakan duri (misal pada Euphorbia milii). sebagai tanaman hias baik luar ruangan (outdoor) maupun tanaman dalam ruang (indoor). Beberapa contoh penggunaan tanaman memanjat dalam lanskap dapat dilihat pada Gambar 15. pusat perbelanjaan dan tempat tinggal. 3) weaver.74 Berdasarkan mekanisme pemanjatan. pada pengelompokan ini ada kemungkinan terjadi overlap. Tanaman memanjat yang termasuk tanaman hias daun banyak digunakan sebagai penghias atau dekorasi di tempat-tempat penting seperti hotel. Akan tetapi. 1970). tanaman ini digunakan sebagai penghias atau pelembut permukaan vertikal yang tampak kaku dan gersang. 4) graspers.

Beberapa jenis tanaman juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman bedengan (bedding plants) dan juga digunakan sebagai tanaman gantung (hanging basket plants). Dapat ditanam untuk dirambatkan pada pergola atau digantung di tiang-tiang pergola. tanaman hias memanjat bisa menjadi pilihan. arch (bangunan melengkung yang dipakai sebagai gerbang) dan colonnade (deretan tiang yang dihubungkan dengan tali serta gazebo. dan sebagai peneduh. Selain membuat suasana teduh. . tripod (kaki tiga). Penggunaan tanaman memanjat dalam lanskap Beberapa jenis tanaman ini juga dapat difungsikan sebagai tanaman penutup tanah (groundcover) untuk menggantikan hamparan rumput. Sering juga terlihat beberapa tanaman memanjat sengaja dibuatkan bidang panjat dengan bentuk beraneka ragam sesuai dengan selera pemiliknya seperti pergola.75 Gambar 15. Tanaman memanjat dapat digunakan untuk mengurangi panas karena terkena sorotan sinar matahari. Untuk menciptakan suasana rumah yang asri. sebagai pagar tanaman untuk membatasi daerah pribadi. misalnya pada dinding gedung dan beranda rumah. bunganya pun tak kalah menawan dari jenis tanaman hias lainnya.

palem ekor tupai (Wodyetia bifurcata). antara lain. Halaman rumput yang tumbuh baik dan rata sudah merupakan elemen taman yang menyenangkan. dan rumput peking (Agrotis stolonifera). rumput Jepang (Zoysea japonica). Tanaman ini juga berfungsi untuk memberi aksen pada hamparan hijau yang luas. Untuk lapangan terbatas/sempit. dan tanah yang baik. suhu. dengan dasar rumput-rumput lapangan yang teratur baik dibandingkan bila ditanam bercampur dengan tanaman lain.76 J. pinang merah (Cyrtostachys lakka). Kriteria rumput untuk lapangan olah raga harus mempunyai kemampuan tumbuh yang baik serta memiliki daya adaptasi terhadap air. K. cemara papua (Cupressus papuana). melompak. tanah tersebut perlu ditanami dengan rumput-rumputan. dan menginjak dalam kegiatan olah raga (Munandar dan Hardjosuwignyo. Kumurur. Contoh tanaman lapangan rumput. rumput manila (Zoysea matrella). 1998). dan palem puteri (Veitchia merrillii). antara lain. Oleh karena itu. . rumput paitan (Axonopus compresus) dan rumput golf (Eragrostis sp). sebab pada musim hujan akan menjadi becek. Rumput dapat digunakan untuk menutupi lapangan luas seperti lapangan olah raga. Kehadiran tanaman lapangan rumput akan lebih menonjol apabila ditempatkan secara sendiri-sendiri. antara lain. Contoh tanaman rumput untuk lapangan luas. Tanaman Rumput Lapangan Tanaman rumput lapangan adalah jenis-jenis rumput yang dipergunakan untuk menutupi permukaan tanah yang hanya terdiri atas lapisan tanah saja. Halaman pekarangan sedapat mungkin tidak dibiarkan terbuka tanpa adanya tanaman di atasnya. Rumput juga harus memiliki fleksibilitas dan resistensi untuk mengakomodasi aktivitas lari. Tanaman Lapangan Rumput Tanaman lapangan rumput adalah jenis tanaman yang ditanam secara sendiri atau secara berkelompok pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik (eksotik). 1990.

2. tanaman pagar. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan penggolongan tersebut..77 L. pohon tepi jalan. tanaman peneduh/parkir. tanaman pagar. tanaman median jalan.. tanaman peneduh. tanaman border/tepi. tanaman memanjat/pergola. tanaman memanjat.. tanaman median jalan. tanaman rumput lapangan.. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional. pohon tepi jalan. dan tanaman lapangan rumput. tanaman rumput lapangan. tanaman berdaun/ berbunga indah. tanaman berdaun/berbunga indah.. (a) Mahkota kecil (b) Daun tumbuh rapat (c) Batangnya tinggi . 3. tanaman penutup tanah... Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Rangkuman Penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional terdiri atas tanaman indoor dan outdoor.. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. dan tanaman lapangan rumput.. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. tanaman penutup tanah. Jelaskan penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional.. tanaman border. 2. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. B. Karakteristik tanaman yang berfungsi sebagai peneduh adalah. Jelaskan apa yang dimaksud tanaman indoor dan outdoor. PENUTUP A.. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1..

kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 6.. (a) Berdaun indah (b) Berbunga indah (c) Lapangan rumput (d) Rumput lapangan 5............ (a) Sutera bombay (b) Daun perak (c) Sambang darah (d) Verbena Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. (a) Mudah pemeliharaan (b) Mudah dilihat (c) Mudah dilewati (d) Mudah membatasi tapak 4.. Hitunglah jawaban Anda yang benar.. Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 .. (a) Jenis pohon (b) Bermassa dan padat (c) Tinggi tanaman >2 m (d) Tanaman hias daun 3......78 (d) Menggugurkan daun sekaligus 2. Tanaman yang ditanam pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik disebut tanaman.............. Contoh tanaman undercover adalah. Alasan lebar penanaman border sekitar 1 m adalah.......... Persyaratan tanaman median jalan adalah.......

Rumput Lanskap. Anda dapat meneruskan pada Bab 7. Anda harus mengulangi Bab 6. HS. c 5. Nurhayati. Jakarta: Penebar Swadaya. bagus! Anda cukup memahami Bab 6. 1990. 4. Munandar A. Rumput Lanskap. Akan tetapi. Manual of Climbers and Wall Plants. b . Bogor: IPB. Griffiths M. S. 3. Jakarta: Penebar Swadaya. 2000. New York: Macmillan. 1970. b 2. 5. b 3. New York: Heartside Press Incorporated. Sumber/Referensi 1. Menninger E. D. a 4. Flowering Vines of The World. An Encyclopedia of Climbing Plants. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Kumurur VA. C. Kunci Jawaban 1. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. 1994.79 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . Taman dalam Ruang. 2. Hardjosuwignyo. 1998. Arifin.

Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. 3. 4. 2. mutlak diperlukan keberadaannya untuk kelangsungan hidup manusia. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Selain itu. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. A.80 BAB 7 Tanaman FUNGSI TANAMAN DALAM LANSKAP PENDAHULUAN merupakan bagian dari ekosistem. tanaman. dan hewan. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Praktikum C. tetapi juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Oleh karena itu. Strategi Pembelajaran 1. tanaman tidak hanya mengandung/mempunyai nilai estetika saja. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Cooperative learning 2. B. . Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai fungsi tanaman dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. tanaman juga memberi kesan menarik dan menyenangkan.

Tanaman dalam lingkungan iklim mikro dapat menurunkan suhu udara dengan adanya naungan pohon dan evapotranspirasi tanaman. 4) penaung dari hujan.81 D. dan kelembaban. 21) melembutkan garis dan massa bangunan. 6) mengontrol siklus hidrologi. 22) menyatukan elemen arsitektur bangunan. 19) memberi latar belakang. 3) penahan silau. 18) membingkai view. 9) mengharumkan udara. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai fungsi tanaman dalam lanskap. 13) sebagai penyekat (screen). tanaman juga mampu meningkatkan kelembaban udara dan presipitasi air hujan melalui evapotranspirasi sehingga meningkatkan kenyamanan sekitar. rekayasa lingkungan (engineering use). 8) mengurangi bising. suhu. A. Indikator Pencapaian 1. antara lain. 15) sebagai pembatas (border). dan atap). 2) penahan angin. 12) membentuk ruang vertikal/horizontal. dan 23) menciptakan pola bayangan. penggunaan untuk keperluan arsitektural (architectural use). Tegakan hijau pohon mampu mengurangi energi sinar matahari yang sampai ke permukaan tanah sehingga . 3. 2. 7) memperbaiki kualitas udara. 5) mengontrol erosi. 10) menyediakan habitat satwa liar. dan Kelembaban Tanaman dapat menyerap panas dan memantulkan pancaran sinar matahari sehingga dapat menurunkan suhu iklim mikro. Selain itu. fungsi tanaman dalam lanskap meliputi fungsi ameliorasi iklim (climate amelioration). Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Selanjutnya dijabarkan secara detail menjadi beberapa fungsi. Mengontrol Radiasi. 12) menyempitkan dan meluaskan ruang. dan pengunaan untuk estetika/keindahan (aesthetics use). 1) mengontrol radiasi. 11) membentuk ruang (lantai. 14) sebagai pagar (barrier). URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Secara umum. 4. 16) sebagai pengarah. Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap. 20) menonjolkan obyek tertentu. dinding. Suhu. 17) menampilkan ciri fisik yang dapat diindera.

penetrability. C. Penahan Angin Tanaman berguna sebagai penahan. mengabsorpsi. serta lebar tajuk. dan mentrasmisikan sinar matahari dimana efektivitasnya tergantung kepada spesiesnya. bercabang. Faktor yang menentukan fungsi pohon sebagai penahan angin. antara lain. berdaun. D. agar sinar lampu kendaraan dari arah yang berlawanan dapat dikurangi. semak belukar. kepadatan tajuk tanaman. Pada jalur jalan raya bebas hambatan. Daun-daun dapat mengintersepsi. Komposisi tanaman yang berbeda ketinggian mampu mengurangi kecepatan angin sekitar 40-50%. penyerap. dan sinar lampu kendaraan pada jalan raya dan bangunan. hempasan air hujan. dan kepadatan tajuk optimum (50 – 60%).82 mampu mempengaruhi suhu udara. penanaman pohon tidak dibenarkan pada jalur median jalan. Peletakan tanaman di sisi jalan atau jalur tengah jalan sebaiknya dipilih pohon atau perdu padat. dan mengalirkan tiupan angin sehingga menimbulkan iklim mikro. dan menahan jatuhnya sinar matahari ke daerah yang menimbulkan keteduhan. lampu jalan. jenis. Pepohonan. Sebaiknya pada jalur median jalan ditanami tanaman semak. tinggi pohon. bentuk tajuk. B. Penahan Silau Tanaman dapat menahan silau yang ditimbulkan oleh sinar matahari. refleksi. Jika pohon sebagai penahan angin. Jenis tanaman yang dipakai harus diperhatikan tinggi pohon. secara tidak langsung harus dapat menurunkan suhu (pohon jangan terlalu masif). Peletakan tanaman dapat menahan pantulan sinar dari perkerasan. misalnya rindang. dan rerumputan dapat mengubah suhu. dan beranting banyak. . Penaung dari Hujan Tanaman mampu meningkatkan kelembaban udara dan presipitasi air hujan melalui evapotranspirasi sehingga meningkatkan kenyamanan sekitar.

dan tempramen penerima. kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan. perbaikan jalan. Mengurangi Kebisingan Kebisingan adalah bentuk suara yang tidak diinginkan karena tidak sesuai dengan tempat dan waktunya. F. Misalnya dalam pembentukan muka tanah.83 E. termasuk bunyi yang tidak sengaja dan bunyi yang ditimbulkan dari suatu kegiatan seperti bunyi transportasi dan industri. Sebagai definisi standar. kegiatan olahraga dan lain-lain di luar gedung (Doelle. hiburan. tanaman dapat pula berfungsi untuk menahan air hujan yang jatuh secara tidak langsung ke permukaan tanah. isi informasi. selain menimbulkan efek positif juga menyebabkan efek negatif terhadap kondisi tanah/lahan. . juga pada aspek subyektif seperti asal bunyi. Sumber utama kebisingan diklasifikasikan dalam dua kelompok. Tingkat kekerasan bunyi pada suatu bunyi pada suatu tempat dapat diduga berdasarkan bentuk sumber. dan (2) bising luar (outdoor). besar kebisingan dan jarak dari sumber bising. Sumber kebisingan juga dapat dikelompokkan: (1) sumber stasioner dari kegiatan rumah tangga dan industri. alat-alat rumah tangga atau mesin-mesin di dalam gedung. industri. berasal dari lalu lintas. Akar tanaman dapat mengikat tanah sehingga tanah menjadi kokoh dan tahan terhadap pukulan air hujan serta tiupan angin. 1986). kesinambungan. mengganggu atau berbahaya bagi kegiatan sehari-hari (kerja. waktu terjadinya. frekuensi. pemotongan dan penambahan muka tanah (cut and fill). dan (2) sumber dinamis dari kendaraan. Definisi kebisingan adalah semua bunyi yang mengalihkan perhatian. 1986). tempat pembangunan gedung-gedung. Kondisi tanah menjadi rapuh dan mudah tererosi oleh karena pengaruh air hujan dan hembusan angin yang kencang. berasal dari manusia. Selain itu. transportasi. Pencegah Erosi (Erosion Control) Kegiatan manusia dalam menggunakan lahan. atau belajar) (Doelle. istirahat. alat-alat mekanis yang terlihat di luar gedung. Bunyi diinginkan atau tidak oleh seseorang tergantung pada kekerasan bunyi. yaitu: (1) bising interior. penggalian tanah untuk danau buatan. keadaan pikiran.

Dedaunan tanaman dapat menyerap kebisingan sampai 95%. teh-tehan pangkas (Acalypha sp). sedangkan sumber berupa garis menyebar melalui udara dengan pola berbentuk silender yang memanjang dan sumbernya bergerak. perdu atau semak yang membentuk massa. yaitu pengendalian kebisingan pada sumbernya. dan ranting. dapat dilakukan dan dihitung dengan rumus: D1 – 2 = 10 log 10 (d2/d1) Dimana D1= Tingkat suara di lokasi 1 D2 = Tingkat suara di lokasi 2 d1 = Jarak lokasi 1 terhadap sumber suara . dan oleander (Nerium oleander). sedangkan barrier alami berupa vegetasi baik pohon maupun semak. intensitas suara hanya berkurang sekitar 3 dB bila jarak sumber dengan penerima menjadi dua kalinya Cara pengendalian kebisingan dilakukan dengan tiga cara. tanjung (Mimusops elengi). kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis). Pengendalian bising pada jalur transmisi dilakukan dengan meningkatkan jarak atau dengan menggunakan barrier. intensitas suaranya dapat berkurang sekitar 6 dB setiap jarak sumber pendengar menjadi dua kali lipat. pengendalian bising pada jalur transmisi suara. Barrier buatan berupa dinding atau bangunan. Kebisingan yang keluar dari sumber berupa titik menyebar melalui udara dalam bentuk bola dengan kecepatan 334 m/s dan sumbernya statis atau tetap. antara lain. kirei payung (Filicium decipiens). dan penggunaan peralatan untuk melindungi penerima dari kebisingan. bentuk komposisi dengan menanam berbagai jenis tanaman berbagai strata yang cukup rapat dan tinggi.84 Bentuk sumber bising dapat berupa titik (point source) dan garis (line source). Pohon meredam suara dengan cara mengabsorbsi gelombang suara oleh daun. tajuk tebal daun rindang. misalnya kendaraan yang bergerak. Pengendalian kebisingan untuk sumber suara yang berbentuk garis. Contoh tanaman. Untuk sumber suara yang berupa titik. bougenvil (Bougenvillea sp). sedangkan untuk sumber suara bergerak atau berbentuk garis. penyebaran suaranya berbentuk silinder yang memanjang. susunan daun rapat. Syarat tanaman yang dapat meredam kebisingan adalah berupa pohon. cabang.

Kontrol Pandangan (Visual Control) Pohon secara visual dapat berfungsi sebagai penghalang pandangan. . Pengurangan tingkat kebisingan dengan fungsi Fresnel Number (Wilson. Tanaman penghalang berfungsi untuk menutupi pandangan ke suatu tempat seperti bangunan yang kasar atau tempat-tempat yang tidak menyenangkan dipandang. 1989) G.85 d2 = Jarak lokasi 2 terhadap sumber suara Tingkat kebisingan akan berkurang 3 dB apabila jaraknya bertambah menjadi dua kali lipat. Pada dinding masif pengurangan tingkat kebisingan oleh barrier (Gambar 16) dapat dinyatakan dengan fungsi Fresnel Number (δ = (A+B)-C). Salah satu cara menutupi beton atau tembok bangunan adalah dengan menggunakan tanaman merambat atau dengan penambahan semak atau perdu. N= Dimana 2 δ λ N= 2(A + B) − C λ N = Fresnel Number A = Jarak dari sumber suara ke puncak barrier B = Jarak dari puncak barrier ke penerima C = Jarak dari sumber suara ke penerima λ = Panjang gelombang suara Gambar 16.

Penghalang pada pengamat diam (Shinzo. Teori ini dapat dilakukan pada pengamat yang dian dan bergerak.86 Teori penghalang adalah jika titik pandang telah ditentukan maka pohon diletakkan di antara titik pandang dan obyek yang ditutupi. menggunakan rumus: Tan α = Dimana h−l H−l d = h = d Tan α + l = (H − l) + 1 D d D l : tinggi mata pengamat α: sudut pandang dari mata ke puncak obyek yang ditutupi H: tinggi obyek h: tinggi pohon D: jarak dari titik memandang ke obyek d: jarak dari titik memandang ke pohon Gambar 17. 1975) Pengamat bergerak (Gambar 18). menggunakan rumus: S= Dimana 2r d = Sin α Sin α S: jarak antar pohon α: sudut antara arah gerak dan penglihatan d: diameter tajuk pohon r: jari-jari tajuk pohon . Pengamat diam (Gambar 17).

1975) I. Gambar 19. Ruang pribadi ini .87 Gambar 18. atap. Kontrol Pandangan terhadap Ruang Luar Tanaman dapat dipakai untuk komponen pembentuk ruang sebagai dinding. Penghalang pada pengamat bergerak (Shinzo. sedangkan sebagai lantai dapat dipergunakan tanaman rumput atau penutup tanah (groundcover) (Gambar 19). dan lantai. 1975) H. Dinding dapat dibentuk oleh tanaman semak sebagai border. Kontrol Pandangan untuk Ruang Pribadi Tanaman dapat dipergunakan untuk membatasi pandangan dari arah luar dalam usaha untuk menciptakan ruang pribadi (privacy space). Dengan demikian pandangan dari arah atau ke arah ruang yang diciptakan dapat dikendalikan. Tanaman sebagai kontrol pandangan terhadap ruang luar (Carpenter et al.. Atap dibentuk oleh tajuk pohon yang membentuk kanopi atau tanaman merambat pada pergola.

dan galian tanah. Sumber-sumber pencemaran lainnya berasal dari pembakaran.5 – 2 meter (Gambar 20). Pembakaran bensin dalam kendaraan bermotor merupakan lebih dari separuh penyebab pencemaran udara di perkotaan. proses industri. Sumber pencemaran udara yang utama berasal dari transportasi terutama kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar yang mengandung bahan pencemar. 60% dari bahan pencemar yang dihasilkan terdiri dari karbon monoksida dan sekitar 15% terdiri dari hidrokarbon.. . Kontrol Pandangan terhadap Hal yang Tidak Menyenangkan Tanaman dapat pula dimanfaatkan sebagai penghalang pandangan terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan untuk ditampilkan atau dilihat. seperti timbunan sampah. 1975) J. K.88 biasanya ruang yang terlindung dari pandangan orang lain. Gambar 20. Kontrol pandangan untuk ruang pribadi (Carpenter et al. Mengurangi polusi udara Pencemaran udara diperkirakan semakin meningkat dan meluas seiring dengan cepatnya proses industrialisasi dan makin banyaknya kendaraan bermotor. Ruang ini memerlukan penempatan tanaman pembatas pandangan setinggi 1. tempat pembuangan sampah.

antara lain.50%. 2) menyerap (absorpsi). Partikel yang melayang-layang di permukaan bumi sebagian akan terjerap (menempel) pada permukaan daun. PAN (Peroxy Acetic Nitrat).33%. SO3) CO2. partikel debu. logam-logam (Pb. Zn. dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui beberapa mekanisme. Selain itu pohon tepi jalan yang digunakan juga harus efektif dalam menjerap dan menyerap pencemar udara. untuk gas NOx (NO2. dan sisanya berasal dari rumah tangga. cabang dan ranting. dan partikel sebesar 1.88%. hanya sampai di permukaan daun (menempel). Komponen pencemaran udara yang bersumber dari kegiatan transportasi di Indonesia yang paling banyak berpengaruh sebagai pencemar udara adalah karbon monoksida (CO) sebesar 70. yaitu mengencerkan konsentrasi polutan.89 pembuangan limbah dan lain-lain. yaitu: 1) menjerap (adsorpsi). vegetasi berfungsi dalam mereduksi partikel padat dari udara yang merupakan dampak dari kegiatan manusia. Fe. Debu yang terdapat pada lapisan biosfer bumi. disebabkan gas buang kendaraan bermotor (60-70%). Selain sebagai elemen estetis. dan lain-lain. batang dan perakaran. Ada juga partikel yang menempel pada kulit pohon. antara lain. Vegetasi khususnya pohon tepi jalan harus memenuhi kriteria ciri dan bentuk arsitektural antara lain mencakup tinggi pohon dewasa. terutama di kotakota besar. Mekanisme tanaman mengurangi polusi udara. jumlah debu yang melayang di udara akan menurun. dsb). Efektifnya mekanisme penjerapan ditentukan oleh ukuran. HC. SOx (SO2. sulfur oksida (SOx) sebesar 0.34%. CO. yaitu menjatuhkan polutan ke tanah. industri (10-15%). tekstur daun.89%. pembakaran sampah. kerapatan dan bentuk trikoma. nitrogen oksida (NOx) sebesar 8. Pencemaran udara di Indonesia. untuk polutan padat. Vegetasi merupakan elemen alami yang dominan sebagai pembentuk lanskap kota. Dengan adanya mekanisme ini. seperti ukuran dan . Dalam menyerap zat pencemar dipengaruhi oleh karakteristik morfologi tanaman. diasimilasi oleh jaringan tanaman dalam daun. khususnya daun yang berbulu dan yang mempunyai permukaan yang kasar dan sebagian lagi terserap masuk ke dalam ruang stomata daun. 3) mendifusi. Hidrokarbon (HC) sebesar 18. NO3). kebakaran hutan atau ladang. dan 4) mendeposisi.

dan mempunyai tingkat pertumbuhan yang cepat. dan adam hawa (Rhoeo discolor). adanya rambut pada permukaan daun dan juga tekstur daun. bougenvil ungu (Bougenvillea glabra).Tanaman dengan genus sama. kriminil (Alternanthera ficoides). karakter tidak beda jauh . melinjo (Gnetum gnemon). Kemampuan adaptasi terhadap polusi tinggi. lantana (Lantana camara). lollipop kuning (Pachystachys lutea).90 bentuk daun. cempaka (Michelia campaka). APTI = A (T + P) + R 10 Dengan variabel-variabel yang peka terhadap polusi: A: kandungan Asam Ascorbic T: total klorofil P: pH ekstrat daun R: kandungan/kadar air Tabel 1. kenanga (Cananga odorata). Jenis tanaman yang dipakai untuk menyerap gas adalah tanaman yang mempunyai sifat: mempunyai stomata yang banyak.Pohon memiliki nilai APTI yang paling besar . kembang merak (Caesalpinia pulcherrima). Contoh tanaman penyerap NO2.Semakin besar nilai APTI maka tanaman semakin toleran . rumput manila (Zoysia matrella). Kriteria sensitivitas dan toleransi tanaman terhadap polusi Kriteria Decidious < 15 15 – 19 20 – 24 > 24 Nilai APTI Evergreen < 13 13 – 16 17 – 20 > 20 Herba 11 11 – 14 15 – 18 > 18 Sensitif Sedang Cukup toleran Toleran Keterangan: . mempunyai ketahanan tertentu terhadap gas tertentu. dapat diketahui dengan APTI (Air Pollution Tolerance Index). antara lain. Rumus APTI dan nilainya (Tabel 1) sebagai berikut. akalipa merah (Acalypha wilkesiana). flamboyan (Delonix regia).

kemuning (Murraya paniculata). akalipa. dan pangkas-pangkasan. antara lain. pembatas ke arah pandangan yang kurang baik. pengarah gerakan bagi pemakai jalan pada jalan berbelok atau ke tujuan tertentu. Ada tanaman yang mengeluarkan aroma pada pagi. pengarah dan pembentuk pandangan. cemara. bambu (Bambusa sp). dan cempaka (Michelia champaca). dan pangkas-pangkasan. Contoh tanaman pengarah pada jalan. Tanaman aromatik adalah tanaman-tanaman yang dapat menghasilkan aroma tertentu. siang. baik melalui bunga. kembang sepatu. Contoh tanaman beraroma. dan oleander. bambu. sore. Tanaman ini dapat berfungsi sebagai pembatas untuk jalan. buah. Tanaman yang dapat dipakai adalah tanaman yang dapat mengeluarkan aroma tertentu yang disebut tanaman aromatik. antara lain. antara lain. daun. cemara. antara lain. 2006). kenanga (Canangium odoratum). Contoh tanaman pembatas untuk jalan. Sebenarnya penahanan kebakaran secara sempurna oleh tanaman adalah sulit. Contoh tanaman pembentuk pandangan. glodogan biasa (Polyalthea longifolia). batang. kol banda (Pisonia alba). akalipa (Acalypha wilkesiana). kembang merak. dan menghilangkan kejenuhan bagi pemakai jalan. Tanaman aromatik mampu menghasilkan aroma yang harum hingga pada jarak tertentu dari tempat tumbuhnya. kacapiring (Gardenia jasminoides). glodogan tiang (Polyalthea sp). maupun akarnya. Pembatas Fisik (Physical Barrier) Tanaman pembatas merupakan tanaman yang ditanam secara berbaris untuk membatasi baik pergerakan maupun pandangan. Tanaman Penahan Kebakaran Tanaman dengan daun apabila terjadi kebakaran juga ikut terbakar.91 L. Mengharumkan Udara Tanaman dapat membersihkan udara yang baunya tidak enak (setelah melewati vegetasi. Aroma yang ditimbulkan ada yang enak atau harum dan ada yang tidak enak. . N. melati (Jasminum sambac). Ada yang beraroma lembut tetapi ada juga yang beraroma menusuk hidung atau menyengat. mahoni (Swietania mahagoni). cemara. hujan mas (Cassia glauca). M. dan malam hari (Nugrahani. bau berkurang).

92 Umumnya pada kebakaran bangunan total. Fungsi tanaman dalam menahan kebakaran adalah menahan perambatan panas. pohon juga menghalangi bara api yang terbang. Struktur penanaman . bangunan sekeliling dapat dilindungi dari perambatan api Tanaman menghalangi perambatan panas sehingga bersama dengan tanah kosong (terbuka) di sekeliling rumah. dan 23): - Kombinasi dengan tanah kosong Menggunakan dua atau lebih deretan pohon Tanah kosong ≥ 6 m Tidak menanam rumput pada tanah kosong Tinggi pohon ≥ 10 m (tergantung bangunan yang ingin dilindungi) Di depan pohon ditanam semak Lebar penanaman 6 – 10 m Pohon Pohon Semak Semak > 10 m 6 – 10 m Tanah kosong 6m 6 – 10 m Gambar 21. maka pohon menahan aliran angin sehingga menghalangi perpindahan api. bara api terbang. tanaman meningkatkan ketahanan gedung terhadap kebakaran. Jika ada angin. Struktur penanaman untuk menahan kebakaran (Gambar 21. api mengalir. api membesar dalam 3 – 4 menit dan alam waktu tersebut. jika bisa bertahan atau melakukan pemadaman. 22.

93
Tanaman dipangkas dibentuk fence

5m

Gambar 22. Tanaman penahan kebakaran untuk lahan yang sempit

Dengan batas 2 pohon

2m

7m

Gambar 23. Tanaman penahan kebakaran untuk lahan yang lebih lebar

O. Fungsi Sosial Budaya

Fungsi tanaman sebagai sosial budaya terkait dengan tanaman yang mengandung nilai adat/kepercayaan. Tanaman ini merupakan tanaman yang pada daerah tertentu memiliki nilai tersendiri karena kepercayaan yang dianut masyarakat sebagai pengaruh budaya, adat atau keagamaan. Beberapa tanaman mempunyai nilai karena berhubungan dengan upacara adat, pantangan dan himbauan, tempattempat tertentu misalnya tempat yang dianggap keramat, rejeki, jodoh, status sosial, dan sebagainya. Contoh nilai budaya tanaman dalam masyarakat Bali, dimana nilai tanaman berpengaruh terhadap peletakan tanaman dalam tata ruang lanskap tradisional Bali (konsep Tri Mandala yang membagi menjadi tiga zona: utama, madya, nista). Pada zona utama diletakkan tanaman Ficus benjamina, Santalum album, Cordyline sp,

94
Michelia champaca, dan Pandanus sp yang ditanam sekitar pura. Pada zona madya

diletakkan tanaman Cananga odorata dan Hibiscus rosa-sinensis, sedangkan pada zona nista atau di kebun/tegalan terdapat tanaman Musa paradisiaca, Bambusa sp,
Cocos nucifera, dan Citrus sp.

Contoh lain, dadap (Erythrina indica) yang digunakan untuk struktur pemujaan temporer di pura dan merupakan salah satu kayu penting dan bernilai religi. Tanaman cendana (Santalum album) sebagai bagian penting pegangan keris bagi para empu.

P. Rangkuman

Fungsi tanaman dalam lanskap terdiri atas 1) mengontrol radiasi, suhu, dan kelembaban, 2) penahan angin, 3) penahan silau, 4) penaung dari hujan, 5) pencegah erosi (erosion control), 6) mengurangi kebisingan, 7) kontrol pandangan (visual control), 8) kontrol pandangan terhadap ruang luar, 9) kontrol pandangan untuk ruang pribadi, 10) kontrol pandangan terhadap hal yang tidak menyenangkan, 11) mengurangi polusi udara, 12) mengharumkan udara, 13) pembatas fisik (physical
barrier), 14) tanaman penahan kebakaran, dan 15) fungsi sosial budaya.

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang fungsi tanaman dalam lanskap, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Jelaskan fungsi tanaman dalam lanskap. 2. Jelaskan fungsi ameliorasi iklim, rekayasa lingkungan, penggunaan untuk keperluan arsitektural, dan pengunaan untuk estetika dari tanaman lanskap. 3. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan masing-masing fungsi.
Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus

memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 2. Renungkan tentang fungsi tanaman dalam lanskap.

95
B. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Pada jalur median jalan bebas hambatan tidak dibenarkan menanam tanaman............. (a) Penutup tanah (b) Semak (c) Perdu (d) Pohon 2. Syarat tanaman yang dapat meredam kebisingan adalah............. (a) Semak soliter (b) Susunan daun rapat (c) Tajuk lebar (d) Daun lebar 3. Karakteristik tanaman yang efektif untuk membatasi pergerakan manusia adalah tanaman yang............. A. Bermassa daun sedikit B. Berjarak tanaman rapat C. Berukuran daun besar D. Berbatang besar 4. Toleransi tanaman terhadap polusi dapat diketahui dari nilai APTI, dimana nilai APTI semakin............. A. Tinggi maka tanaman semakin toleran B. Rendah maka tanaman semakin toleran C. Tinggi maka tanaman semakin sensitif D. Rendah maka tanaman cukup toleran 5. Struktur penanaman tanaman yang efektif menahan kebakaran adalah............. A. Menanam rumput pada tanah kosong B. Menggunakan dua atau lebih deretan pohon C. Menggunakan pohon tinggi ≤ 10 m D. Menggunakan satu baris pohon

Surabaya: Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian UPN Veteran Jatim. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 7. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . 2006. Vegetasi Aromatik sebagai Elemen Lanskap Ruang Terbuka Hijau Perkotaan. Sumber/Referensi 1. Analysis. Tokyo: Kashima. San Fransisco: Freeman & Co. . 1986. Hitunglah jawaban Anda yang benar. Jakarta: Erlangga. Prosiding Seminar Nasional Lanskap Perkotaan. Lanphear. Theory and Technique of Planting. 18 Mei 2006. Noise Control: Measurement. editor. Anda harus mengulangi Bab 7.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. 1975. 1975. 1989. Akustik Lingkungan. hlm 102-108. Wilson CE. New York: Harper and Row Publ. Walker. FO. 2. bagus! Anda cukup memahami Bab 7. Di dalam: Winarno et al. TD. and Control of Sound and Vibration. Anda dapat meneruskan pada Bab 8. Inc. Plants in the Landscape. Carpenter PL. 3. Surabaya. 5. Doelle LL. Akan tetapi. Nugrahani P. 4. terutama bagian yang belum Anda kuasai. C. Shinzo N..96 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.

Kunci Jawaban 1. b . a 5. d 2. b 4. b 3.97 D.

Hal lain yang penting diketahui ialah tanaman bukan hanya sebagai unsur hiasan saja. Strategi Pembelajaran 1.98 BAB 8 KOMPOSISI TANAMAN PENDAHULUAN Penataan tanaman dalam sebuah taman memang tidak semudah yang diduga apabila diharapkan hasil yang bagus. Ada beberapa hal pokok yang sangat penting diketahui terlebih dahulu bila ingin menata tanaman dengan hasil yang cukup memuaskan. batu-batuan. lampu taman. A. penataan tanaman berkaitan juga dengan unsur pertanaman lain. sinar matahari. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum. dan sebagainya. Studi lapang 2. Case study 3. B. angin. Faktor-faktor seperti keadaan tanah. tetapi memiliki beberapa fungsi dan potensi. Tanaman memang memiliki beberapa sifat yang dapat dibedakan dengan unsur-unsur pertamanan yang lain. drainase. Dengan lebih mengenal atau mengetahui fungsi dan potensi dari unsur tanaman tersebut. Sifat atau karakteristik yang paling menonjol adalah bahwa tanaman merupakan unsur yang hidup dan tumbuh. Praktikum . dan suhu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. komposisi tanaman yang dibuat tentu akan lebih fungsional berguna dan visual indah. Hal ini tentu saja sangat perlu diketahui terlebih dahulu agar tanaman yang ditata hidup dan tumbuh dengan baik. seperti bangunan. kolam. Selain itu.

Indikator Pencapaian 1. Warna-warna tanaman yang beraneka warna merupakan karakteristik penting yang dianggap sebagai karakteristik emosional karena mempengaruhi secara langsung kesan dan suasana ruang luar. sedangkan warna gelap mengesankan suasana yang suram. 2. 4. Tekstur tanaman adalah kesan kasar atau halusnya keseluruhan tanaman . Mahasiswa aktif melakukan praktikum. 2. Kemampuan melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman. 3. 5. Mahasiswa melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman pada suatu lanskap. piramidal. semak tinggi. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. bulat. Warna-warna terang. dan rendah. menyebar. serta tanaman penutup tanah dan rumput. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Untuk membuat sebuah komposisi tanaman yang indah dan menarik. Mahasiswa membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik. 3. merunduk. dan praktikum. Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap. D. misalnya dapat menimbulkan suasana cerah dan menyenangkan. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. dan kecil. sedang. 4. Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. dan eksotis atau unik. seperti pohon besar. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai komposisi tanaman dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Kemampuan membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik. masalah pengenalan karakteristik visual tanaman sangat penting diketahui lebih jauh disamping hal-hal yang lainnya. sedang. case study. Ukuran tanaman juga bervariasi. tinggi membulat. Bentuk tanaman misalnya ada yang berbentuk tinggi ramping.99 C.

Bilamana suatu unsur memisahkan diri berarti kesatuan tersebut tidak tercapai. Suatu komposisi yang baik harus mempunyai kesatuan yang kompak antara unsur-unsur yang tersusun di dalamnya termasuk faktor keseimbangan. aksen. cara tumbuh. meliputi kesatuan komposisi dan keanekaragaman. yaitu kesatuan. persepsi terhadap jarak. Irama/gradasi Irama adalah urutan atau perulangan elemen-elemen. daya tarik visual. tekstur. jarak penanaman. 1. misalnya barisan pohon. keseimbangan. Irama pada lanskap dapat diciptakan dengan penggunaan warna tanaman yang berulang-ulang. Prinsip Komposisi Tanaman Prinsip dan aturan dalam menyusun komposisi tanaman mengikuti prinsip desain lanskap. A. urutan dari anak tangga. rangkaian batu yang serupa. Aksen/kontras/point of interest Suatu desain dapat membosankan tanpa adanya aksen. dan irama. serta lebih hidup dan menarik. Aksen tersebut dapat diciptakan dari . Aksen merupakan bagian terpenting yang menjadi pusat perhatian dan mampu memberikan ciri tertentu yang mengandung ide. harus diciptakan aksen sebagai point of interest pada bagian atau titik-titik tertentu. dan berasal dari sifat ekologisnya yang sama. tinggi rendah tanaman yang diatur berulang-ulang. Adanya irama memberikan kesan dinamis. 2. mungkin berbentuk beraturan atau tidak beraturan. aksen. Kesatuan komposisi tanaman dapat diperoleh dari pemilihan tanaman yang sama dalam jenis. irama. nada warna dan lain sebagainya. dan sebagainya. bentuk. tujuan. dan proporsi. dan isi. warna. Aksen dalam lanskap dapat diciptakan dengan memanfaatkan unsur desain lainnya yang dimiliki oleh elemen lanskap. sifat. Kesatuan/tema Kesatuan adalah organisasi antara beberapa unsur yang saling bergantung satu sama lain atau tidak terpisahkan. Pada sebuah taman harus ada unsur taman sebagai pusat pemandangan berupa elemen estetis yang mewakili seluruh bagian taman yang dapat menampilkan ide. 3. Oleh karena itu.100 secara visual pada tanaman individual atau kelompok. Tekstur tanaman ternyata mempengaruhi faktor dalam komposisi tanaman. tidak monoton dan membosankan.

Keseimbangan sentral atau radial. 4. yaitu simetri bentuk. jika kedua sisi dari taman tersebut sama-sama menarik perhatian dari pengamat. Satu hal yang . serasi. b. Keseimbangan simetris terbagi 3 jenis. Tanaman yang tinggi dengan tekstur halus yang dominan dapat menjadi aksen di antara tanaman berukuran sedang dan bertekstur kasar. keseimbangan terletak pada penciptaan pandangan yang sama bobotnya dari satu pusat perhatian. a. yaitu mempunyai ciri-ciri yang jelas. Keseimbangan adalah pembagian elemen yang menghasilkan suatu aksen. yaitu penempatan tanaman yang sama tepat satu sama lain. ukuran atau warna. Keseimbangan simetris. dan bobot. d. Keseimbangan segitiga. Keseimbangan asimetris. yaitu keseimbangan yang elemen-elemennya tidak sama dan serupa antara sisi yang satu dengan sisi yang lainnya pada garis sumbu. tetapi memberi kesan lebih halus karena mendekati alam. yaitu keseimbangan yang berpusat pada pertemuan antara dua garis sumbu yang membentuknya. desain tersebut mempunyai keseimbangan.101 perbedaan tekstur. dan harmonis. Keseimbangan simetris yang memberi kesan formal lebih mudah dicapai dan dimengerti. sedangkan keseimbangan asimetris yang memberi kesan informal atau alami lebih sulit dicapai. c. Keseimbangan asimetri menghasilkan perhatian yang sama pada kedua sisi ruang luar. Keseimbangan/kontrol Kontrol terhadap ketiga prinsip sebelumnya jangan berlebihan atau kekurangan sehingga tercipta kesan seimbang. tetapi tidak dalam bentuk dan materi yang sama antara sisi yang satu dengan yang lain. Proporsi Apabila membuat suatu taman. Keseimbangan yang tercipta dapat berupa keseimbangan simetris dan asimetris. sebagai berikut. sebaiknya memilih tanaman dan struktur taman yang ukurannya sesuai dengan garis-garis lanskap bangunan. perbedaan bentuk. 5. ada tiga titik yang jika dihubungkan satu sama lain menjadi segitiga. Keseimbangan diumpamakan taman dibagi dua sama besar. warna.

102 tidak boleh dilupakan adalah ukuran maksimal tanaman, dalam hal ini pohon. Proporsi merupakan ciri dari suatu lanskap yang berkaitan dengan ukuran. Setiap elemen lanskap harus dalam hubungan ukuran yang tepat dengan elemen lainnya. Pada taman yang kecil, pemilihan jenis tanamannya lebih terbatas, teksturnya halus, dan warna tidak terlalu menyolok, sedangkan pada taman yang cukup luas, kesempatan memilih jenis tanaman lebih banyak. Ukuran tanaman terhadap bangunan harus sebanding, sehingga proporsi harus sesuai dengan fungsinya. Untuk menciptakan komposisi tanaman yang menarik dan indah, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan, yaitu: 1. Tanaman soliter atau tunggal seperti palem merah, beringin, dan lain sebagainya, sebaiknya ditanam menyendiri sebagai eye catcher atau daya tarik yang berfungsi sebagai karya sculpture yang dinamis terlihat dari berbagai sisi. 2. Untuk sebuah komposisi, sebaiknya memilih jenis-jenis tanaman berdasarkan ukuran, bentuk, warna, dan teksturnya. 3. Perancang harus menghindari penanaman dengan jumlah genap karena cenderung memecah komposisi. Tanaman dengan jumlah ganjil cenderung mempersatukan komposisi. 4. Sebaiknya tidak menanam secara menyebar atau jarang, tanaman dibuat secara mengelompok, terutama pada tanaman-tanaman individu. 5. Masa-masa tanaman yang saling bersinggungan atau tumpang tindih tajuknya akan memperkuat hubungan antara satu dengan yang lainnya. 6. Sebaiknya mengisi di bawah tajuk pohon dengan tanaman semak agar tidak terbentuk ruang tersisa. 7. Tanaman khususnya semak, sebaiknya ditanam dalam bak tanam (cultivated bed) sehingga terlindung dari kerusakan akibat mesin potong rumput saat pemangkasan. Penanaman di dalam bak memungkinkan menutup permukaan tanah dengan lumut, serbuk kayu, batuan atau material lain untuk mencegah timbulnya tanaman liar. Berikut ini diberikan contoh komposisi tanaman pada area menyudut, pada bidang lurus, dan untuk memanipulasi bangunan.

103
a. Komposisi Tanaman Menyudut

Ada dua hal yang perlu diperhatikan pada penataan komposisi penanaman menyudut, yaitu 1) titik tengah sudut atau lengkung dalam (incurve) dan 2) kedua tepian atau lengkung luar (outcurve). Lengkung dalam merupakan tempat yang sesuai untuk menempatkan tanaman yang memiliki daya tarik visual kuat sehingga biasanya digunakan untuk menempatkan focal point dengan tanaman yang khas, baik ukuran, bentuk, maupun warnanya. Dari segi ukuran, sebaiknya tanaman tersebut merupakan tanaman yang paling tinggi di antara tanaman lain pada bagian
outcurve. Selain tanaman khas, untuk focal point dapat juga ditempatkan bentuk

aksen lainnya pada incurve seperti patung, air mancur atau lampu yang bentuknya artistik. Aksen utama dapat diletakkan di lokasi incurve atau di lokasi lain. Jika aksen di luar incurve, maka incurve dapat dijadikan tempat untuk meletakkan aksen minor dengan catatan aksen ini tidak melebihi kekuatan aksen utamanya. Variasi dapat dilakukan dalam komposisi menyudut ini, antara lain, 1) meletakkan tanaman tinggi pada incurve kemudian memendek ke arah outcurve dan 2) pada incurve diletakkan tanaman tinggi, sedangkan bagian depan serta outcurve diisi dengan tanaman yang lebih pendek. Komposisi tanaman pada incurve dan outcurve ini sebaiknya tidak lebih dari tiga sampai empat jenis saja. Contoh komposisi tanaman menyudut dapat dilihat pada Gambar 24.

Gambar 24. Contoh komposisi tanaman menyudut (Sumber: Handayani, 2009)

104
b. Komposisi Tanaman pada Bidang Lurus

Komposisi

penanaman

pada

bidang

lurus

pada

dasarnya

mencoba

menerapkan fungsi arsitektur yang diantaranya adalah membentuk bidang vertikal. Penanaman cara ini dapat berperan baik sebagai pembentuk ruang privacy, total maupun semi privacy, atau ruang dengan tingkat keterbukaan terbatas. Selain fungsi arsitektural, komposisi ini berperan pula sebagai pengendali visual dan pengendali lingkungan, seperti pengendalian pandangan ke arah tempat yang kurang menarik dan pengendalian terik matahari. Penanaman pada bidang lurus secara umum dikelompokkan pada: 1) berderet mengikuti bidang lurus, dan 2) berderet seolah mengikuti garis lengkung/berbelok-belok (Gambar 25).

Gambar 25. Contoh penataan tanaman pada bidang lurus (Handayani, 2009)

dinding yang telah tua atau bagian bangunan lain yang kurang menarik. . PENUTUP A. Disamping itu. Hal ini untuk menciptakan area transisi antara penutup tanah dengan tanaman tinggi. c. aksen. bidang lurus. 2. Berikan contoh komposisi tanaman pada area menyudut. Komposisi ini dapat diterapkan pada area menyudut. Komposisi untuk memanipulasi bangunan ini memiliki peran penting dalam mempercantik sebuah bangunan. Komposisi tanaman pada bidang lurus akan lebih menarik bila di bagian depan ditempatkan tanaman yang lebih rendah dari bagian belakang.105 Seperti halnya dalam pembuatan komposisi menyudut. dan untuk memanipulasi bangunan. Rangkuman Prinsip dan aturan dalam menyusun komposisi tanaman mengikuti prinsip desain lanskap. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Namun. Jelaskan persyaratan dalam menyusun komposisi tanaman yang baik. Fungsi lainnya adalah untuk mengarahkan pandangan pengamat pada pintu masuk di area publik sebuah bangunan. jenis tanaman yang digunakan harus dibatasi dan disusun dalam bentuk kelompok. irama. tidak hanya terbatas pada sudut-sudut bangunan saja tetapi menyeluruh hingga ke bagian lanskap lainnya. jumlah tanaman yang terlalu sedikit pun dapat mengakibatkan komposisi menjadi monoton. pengaturan dalam perletakan titik tanam sangat mempengaruhi daya tarik komposisi secara keseluruhan. dan proporsi. dan untuk memanipulasi bangunan. Komposisi Tanaman untuk Memanipulasi Bangunan Komposisi ini diperlukan bila menghadapi bangunan yang bentuknya terlalu tinggi. keseimbangan. B. pada bidang lurus. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang komposisi tanaman dalam lanskap. yaitu kesatuan.

106 Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut......... (a) Pengulangan bentuk (b) Perbedaan bentuk (c) Ukuran yang sama (d) Warna yang terang 4........... 2.. (a) Penanaman berjumlah ganjil (b) Penanaman berjumlah genap (c) Penanaman secara menyebar (d) Penanaman dengan jenis yang sama 2. Penempatan (a) Simetris (b) Asimetris (c) Radial (d) Segitiga tanaman yang sama tepat satu sama lainn disebut keseimbangan ... Salah satu cara untuk mempersatukan komposisi tanaman adalah... B.......... Renungkan tentang komposisi tanaman dalam lanskap.. Kesan yang dapat ditimbulkan dari irama adalah kesan.. Aksen pada suatu taman dapat diciptakan dengan cara. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1.. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. (a) Dinamis (b) Statis (c) Monoton (d) Ramai 3........... .... Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda.

. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . Akan tetapi. C.. Untuk menciptakan komposisi tanaman yang baik..107 5.pdf. Anda dapat meneruskan pada Bab 9... Elemen-elemen Pendukung Lanskap.. bagus! Anda cukup memahami Bab 8. Anda harus mengulangi Bab 8... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 8. (a) Lengkung dalam (b) Lengkung luar (c) Bidang lurus (d) Garis berbelok-belok Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.. tanaman tinggi sebaiknya diletakkan pada. Sumber/Referensi 1. .upi. http://www.. Handayani S.edu/ Direktori/FPTK/JUR.._PEND.. 2009. [13 Maret 2011]._TEKNIK_ARSITEKTUR/196609301997032SRI_HANDAYANI/Bahan_Ajar_Mata_Kuliah_ArsLansekap_4.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Hitunglah jawaban Anda yang benar. terutama bagian yang belum Anda kuasai.

a 2. b 4. Kunci Jawaban 1.108 D. a . a 3. a 5.

B. dan pembersihan. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. dibedakan menjadi penanaman pohon. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai teknikteknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. rumput. 4.109 BAB 9 TEKNIK PENANAMAN TANAMAN LANSKAP PENDAHULUAN Untuk mewujudkan suatu karya desain. semak. Untuk penanaman tanaman lanskap. penanaman. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Cooperative learning 2. Strategi Pembelajaran 1. penutup tanah. dan tanaman pagar. 3. Praktikum C. Kegiatan pelaksanaan lebih terkait dengan pekerjaan secara fisik di lapangan dengan acuan hasil desain yang telah dibuat sebelumnya. haruslah melewati tahap pelaksanaan. 2. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. . pembuatan konstruksi. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Kegiatan pelaksanaan meliputi tahap persiapan. A. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum.

tergantung dari kesesuaiannya dengan rancangan taman yang kita inginkan. Kalau perlu pergunakanlah pupuk organik (pupuk hijau atau pupuk kandang). Karenanya. penanaman pada tanaman puteran (balling). Tanaman cabutan Buatlah lubang tanam terlebih dahulu. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. . lubang tanam ini dibuat dengan ukuran yang lebih besar. kemudian ke dalamnya diisikan tanah yang subur. 4.110 b. Jadi penanaman yang baik merupakan bagian pengelolaan usaha. Tanaman yang sehat dan kuat diperlukan untuk mencapai efek yang diinginkan. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai teknik penanaman tanaman lanskap. Penanaman bukan sekedar memasukkan tanaman ke lubang. Tiap lubang tanam dapat diisi 2 – 5 kg pupuk. atau yang dapat dimanfaatkan daunnya untuk obat atau bahkan juga untuk sayuran/lalapan. misalnya 80 cm x 80 cm x 60 cm. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. 2. kehadirannya selalu mewarnai suatu taman. Indikator Pencapaian 1. tergantung ukurannya. Penanaman Pohon dan Semak Sangat banyak pilihan untuk pohon dan semak. dan pemindahan tanaman. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Penanaman yang benar dari segi pembiayaan penting bagi kontraktor. perancang dapat memilih semak atau pohon yang menghasilkan buah-buahan. Dari sekian jenis yang ada. Pada tanah yang kurang subur. Kontraktor sebagai pelaksana bertanggung jawab menciptakan iklim mikro yang optimum untuk pertumbuhan tanaman. 1. Tanaman yang sehat juga tidak memerlukan pemeliharaan yang banyak dan hasil akhirnya akan memuaskan pemilik tapak. 3. Penggantian tanaman mengurangi atau menghilangkan keuntungan. Kemampuan melakukan praktikum teknik penanaman tanaman lanskap. Teknik penanaman pada pohon dan semak terdiri atas penanaman untuk tanaman cabutan.

Tali pengikat sebaiknya dilapisi selang plastik. Dalam susunan yang tepat. maksudnya agar batang pohon tidak luka terjerat Pohon yang tumbuh membesar dengan bebas sering akarnya merusak bangunan yang ada di sekitarnya. perlu juga dibuatkan kayu melintang sehingga dapat dilakukan pengikatan antara tongkat penguat dengan batang tanaman. Kemudian. ketinggian tanah dari tanaman setinggi permukaan tanah halaman. yaitu dengan mengikutsertakan tanah asalnya dalam bentuk gumpalan. Tanaman puteran (balling) Pohon atau semak yang tidak dapat atau sulit ditanam secara cabutan. .111 Isikan campuran tanah dan bahan organik tersebut ke dalam lubang tanam sehingga tanaman dapat diletakkan cukup dalam. Cara ini dilakukan pada saat kita akan mulai menanam pohon tersebut. juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat duduk. Salah satu caranya adalah dengan membuat tembok/dinding mengelilingi bagian bawah pohon. harus ditanam dalam bentuk puteran (Gambar 27). 2. Hal tersebut dapat dicegah atau diatasi dengan cara membuat batasan daerah pertumbuhan akar. Cara ini perlu disertai pemangkasan tajuk pohon. maka untuk sementara diperlukan tongkat-tongkat penguat di samping kiri dan kanannya. Dengan cara ini akan lebih bagus hasilnya walaupun pelaksanaannya lebih berat. Penanaman dengan sistem cabutan dapat dilihat pada Gambar 26. Pertumbuhan akar dibatasi sehingga akar tidak leluasa menembus lapisan tanah. Sebagai patokan dalam hal ini. Apabila tanaman yang ditanam cukup tinggi sehingga mudah roboh bila dihembus angin. Tekanlah dengan kuat hingga tanah di sekitar tanaman cukup padat. dan kemudian siramlah dengan air secukupnya. maka dinding tersebut selain berfungsi membatasi pertumbuhan akar.

Apabila tanah kurang subur. Tanah di sekitar tanaman dipadatkan 6. Lubang tanam dibuat dengan ukuran tertentu. Disiram air secukupnya Gambar 26. Penanaman dengan sistem cabutan (Sumber: Sulistyantara. Tanaman dimasukkan ke dalam lubang tanam sehingga letak akar cukup dalam.112 1. Sebagai patokan. Lubang tanam diisi tanah subur atau tanah yang telah dicampur pupuk organik 3. Tanah subur ditambahkan lagi sehingga akar tertutup tanah 5. pangkal akar sejajar dengan tanah halaman 4. ukurannya diperbesar 2. 1992) .

lepaskan tali pengikat puteran 4. Letakkan dalam lubang tanam.113 1. Ikatkan pada tongkat dan siram sampai basah betul Gambar 27. Pasang tongkat untuk menyangga berdirinya tanaman jangan sampai merusak akar tanaman 6. lebarnya 2× lebar puteran dan dalamnya 15 cm lebih dalam daripada puteran 3. Penanaman dengan sistem puteran (Sumber: Sulistyantara. Puteran diangkat secara bersamasama dengan lembaran karung goni atau sejenisnya 2. Tanah dipadatkan 5. Tambahkan tanah yang subur (topsoil). 1992) .

tidak ada masalah. maka perancang tinggal memilih kesesuaian fisiknya terhadap rancangan taman yang ada. apabila pohon tersebut relatif masih kecil. Untuk mengisi taman dengan tanaman penutup tanah ini hendaknya kita mengenali lebih jauh sifat-sifatnya. Misalnya saja pada tapak terdapat pohon yang indah/bagus. Penanaman Penutup Tanah Menurut ukurannya. Namun. maka terpaksa diperlukan bantuan tenaga mesin (traktor). baik dari segi persyaratan hortikultura yang dikehendaki maupun sifat-sifat fisik yang dimilikinya. Di samping dapat menyemarakkan suasana. tanaman penutup tanah termasuk dalam kelompok semak kecil. dengan membentuk gradasi ketinggian yang memberi kesan tidak mengejutkan. tanaman penutup tanah juga berfungsi melunakkan kesan keras dari perkerasan di sekitarnya. ada baiknya hal tersebut dilakukan saja. atau pada tempat-tempat yang sulit ditanami rumput digantikan dengan tanaman penutup tanah. Pemindahan tanaman Pada saat membuat rancangan taman adakalanya dijumpai hal-hal yang di luar keinginan. apabila pohon tersebut sudah cukup besar sehingga ukurannya sudah tidak memungkinkan diatasi dengan tenaga manusia.114 3. Pada rancangan yang baik dapat diciptakan ruang dan massa antara rumput dan penutup tanah. Tanaman penutup tanah . dengan ukuran yang masih memungkinkan dipindahkan dengan tenaga manusia. karena tanaman jenis ini mampu memancarkan ketenangan di halaman dengan daun dan bunganya yang beraneka warna. dinding. Kehadiran tanaman penutup tanah dalam suatu taman sangat diperlukan. kumpulan atau kelompok tanaman penutup tanah dapat menjadi jembatan yang baik antara rumput dan pohon atau antara rumput dan dinding atau pagar. Pada umumnya kelompok ini tidak berkayu (herba) atau berkayu lunak. Bagaimana harus memindahkannya? Ada dua kemungkinan. tetapi sayang sekali letaknya tidak sesuai dengan gambar rancangan baru yang disiapkan. Apabila sudah didapatkan tanaman yang sesuai dengan keadaan tapak. tetap harus diperhatikan bahwa dalam memindahkan pohon tersebut harus berlaku hati-hati. seperti jalan setapak. atau bangku-bangku beton. Dalam susunan yang tepat. Akan tetapi. B.

dan sebagainya. yaitu dengan pupuk TSP. Dengan demikian tanaman ini dapat ditanam dengan umbinya saja. Umumnya tanaman penutup tanah tumbuh subur pada tanah yang dilengkapi bahan organik (pupuk kandang. berdaun merah. Bahan organik yang diberikan sebanyak 2 – 4 kg untuk setiap 1 m2. Ini merupakan suatu nilai positif untuk dipermainkan pada halaman rumah yang sempit. Tanaman penutup tanah dapat berupa tanaman hias daun ataupun tanaman hias bunga. pupuk hijau. Apabila tanahnya kurang subur. Kemudian tanah dihaluskan.115 macam manakah yang diinginkan. dan KCl masing-masing sebanyak 10 gram setiap 1 m2 atau NPK (15-15-15) sebanyak 30 gram setiap 1 m2. berdaun variasi hijau putih. yang . atau dalam satu tahun. yang dapat dipangkas setiap mencapai ketinggian tertentu. Tanamlah tanaman dengan jarak tanam yang teratur. Pada dasarnya persiapan tanah untuk tanaman penutup tanah ini tidak berbeda dengan C. sebaiknya ditambahkan pupuk pabrik pada saat mempersiapkan tanah ini. Penanaman yang rapi dan terpelihara akan mendukung tersampaikannya kesan keanggunan. penanaman diatur dengan mengikuti pola segitiga sama sisi. atau kompos). 2. dibersihkan dari batu-batuan dan tanaman liar yang tidak dikehendaki. Pelaksanaan penanaman dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Umbi ini merupakan cadangan makanan tanaman yang sekaligus berfungsi sebagai alat perbanyakan. apakah yang berdaun hijau muda. 1. dari jenis tanaman setahun maupun tanaman tahunan. Terlebih dahulu tanah dicangkul. dan yang lain. Urea. atau berbunga kuning. dan yang berumbi maupun yang tidak berumbi. Penanaman Rumput Hamparan rumput yang datar memberi kesan luas. misalnya dengan memilih tanaman dengan ketinggian tertentu. Tanaman berumbi mempunyai struktur akar atau batang yang membentuk umbi. sedangkan tanaman tahunan memungkinkan manusia menikmatinya selama beberapa periode dari siklus hidupnya sehingga dapat dinikmati penampilan keindahan bunganya untuk beberapa kali. Kemudian dari ketinggiannya. 3. persiapan tanah untuk rumput. Agar terlihat lebih rapat. Tanaman setahun menghabiskan siklus hidupnya dalam satu kali musim.

ketertiban. Satu keuntungan lagi adalah kemampuan hamparan rumput menyerap kilauan cahaya matahari yang menimpa halaman. Untuk menghindari kemungkinan tersebut. memperhatikan saat penanamannya. dan lempengan. Pertama. tanah . Bersihkan tanah dari rumput yang tidak dikehendaki dengan cangkul atau koret sambil dipungut satu per satu hingga bersih ke akar-akarnya. sedangkan untuk halaman yang relatif sempit. cara penanaman rumput dapat dilakukan baik dengan bagian generatifnya (benih) maupun dengan bagian vegetatifnya (rhizoma atau anakan). Penanaman bagian vegetatif ini dapat dilakukan dengan tiga cara. tetapi dapat menekan biaya tenaga kerja dan waktu penanaman. jangan sampai terlambat karena rumput mudah sekali rusak atau mati bila kekeringan. segeralah buang bagian-bagian yang tercampur tadi dengan pisau yang tajam hingga ke akar-akarnya. Usahakan penanaman dapat dilakukan secepatnya. cara terbaik menanam rumput di halaman yang cukup luas. amatilah baik-baik keadaan rumput yang dibeli. adalah dengan cara pertama. dan kedisiplinan. maka biaya penanamannya besar. Bagian halaman dan tanah yang akan ditanami rumput haruslah dipersiapkan secara cermat. Apabila tercampur dengan jenis rumput lain. kalau menanaminya dengan kumpulan rhizoma akan sangat melelahkan. kelembutan. risiko kematian jauh lebih kecil dibanding cara yang lain. Oleh karena itu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai penanaman rumput. lebih praktis ditanami rumput secara lempengan. Buanglah bongkahan-bongkahan batu atau kayu yang mengganggu. dalam bentuk kumpulan rhizoma (potongan rumput). Apabila tapak yang akan ditanami rumput cukup luas. Di samping itu. Menanam lempengan rumput atau karpet rumput memang lebih mahal.116 sekaligus membawa suasana tenang. apakah tercampur rumput jenis lain atau tidak. seperti misalnya rumput teki atau alang-alang. kalau ada. yaitu dengan rhizoma atau anakan tunggal. Secara umum. serta kesan lembutnya yang mampu melunakkan perkerasan di dekatnya. Akan tetapi. bahkan mungkin juga akar-akar pohon yang telah mati. apalagi dengan rhizoma tunggal. sebaiknya halaman yang akan ditanami (sesuai dengan desain) telah disiapkan terlebih dahulu sebelum membeli benih atau lempengan rumputnya. yaitu menebar benih. Kedua. Setidaknya sampai kedalaman 20 cm.

dengan jarak antara alur 10 cm. e) Akan lebih baik apabila di atasnya ditutup hamparan mulsa (jerami). dipupuk. sehingga ketebalan rumput pada masing-masing bagian tidak sama. c) Rhizoma yang telah disiapkan ditanam dalam alur. Sebelum mulai menanam. Persiapan tanah yang kurang baik akan menghasilkan hamparan rumput yang tidak rapi. Menanam potongan rumput (suwiran) a) Lempengan rumput yang telah dibersihkan dari rumput pengganggu dipotongpotong dengan pisau yang tajam. 1. Memotong rhizoma dengan gunting. andaikata sengaja dibuat bergelombang pun harus tetap diupayakan agar alur gelombang yang terbentuk cukup halus. Untuk mendapatkan alur yang lurus. segar. tanah yang tidak rata dengan kesuburan yang juga tidak merata mengakibatkan pertumbuhan rumput tidak rata pula. dan tebal. Usahakan membuat lajur yang lurus dengan bantuan tali rafia atau benang. b) Pada tanah yang telah disiapkan (sesuai tahap 1 – 6) buat alur dengan cetok atau koret sedalam kurang lebih 2 – 3 cm. . tanah dihaluskan. Ukuran setiap potongan kurang lebih 4 cm x 4 cm. Selain itu. percikan air jangan sampai merusak susunan rhizoma. diratakan. buat regangan tali rafia atau benang kenur sebagai pembantu. kemudian tutup dengan tanah dan padatkan. d) Lakukan penyiraman dua kali sehari. satu potong rhizoma mengandung 3 tunas. 2. Upayakan kondisi tetap lembab. Menanam Rhizoma Tunggal Untuk menanam rumput dengan rhizoma dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. agar rhizoma tidak kekeringan. dan dipadatkan.117 yang akan ditanami harus betul-betul bebas dari pengganggu tersebut di atas. harus diperhatikan bahwa permukaan tanah telah betul-betul rata. Setelah itu. b) Membuat lubang tanam pada tanah yang sudah dipersiapkan dengan jarak tanam antara 10 cm x 10 cm sampai 15 cm x 15 cm. Penyiraman harus hati-hati. a) Memilih rhizoma yang baik.

1992) . Penanaman dengan cara suwiran dapat dilihat pada Gambar 28.118 c) Potongan rumput ditanamkan dalam lubang tanam. 1992) . Kelebihan pada bagian tepi yang berbatasan dengan batu/lantai dipotong dengan pisau yang tajam. Menanam suwiran (Sumber: Sulistyantara. juga tebal tanah lempengannya dibuat sama. Tekanlah dengan kuat. kemudian tanah ditekan sedikit. d) Lakukan penyiraman dua kali sehari dan usahakan agar kelembaban tanahnya tetap terjaga. kurang lebih 2 cm. segera disiram.Lempengan ditekan .Bagian-bagian yang berlebihan dipotong sesuai dengan batasbatas yang dikehendaki . agak ditekan Setelah tertanam semuanya. b) Tanamlah pada tanah yang telah disiapkan dengan menyusunnya secara paralel (sejajar).Disiram secara teratur Gambar 29.Pilihlah bahan tanaman yang sehat dan seragam . - Pilih suwiran yang sehat dan seragam Buatlah pola penanaman (segitiga atau segiempat) Suwiran ditanam satu per satu.Karpet rumput ditanamkan secara rapat menutup permukaan media penanaman . Menanam lempengan rumput karpet a) Lempengan yang telah bebas dari pengganggu dibuat halus bagian tepinya. Menanam lembaran/karpet (Sumber: Sulistyantara. penyiraman berikutnya dilakukan secara terus-menerus Gambar 28. c) Lakukan penyiraman secara teratur serta jaga kelembaban tanah (Gambar 29). 3.

Tebar benih a) Memilih benih bermutu baik yang daya kecambahnya tinggi. Penanaman Tanaman Pagar Kebanyakan tanaman yang dipergunakan untuk pagar adalah golongan semak. pagar yang terbuat dari besi atau beton ini kesannya menjadi lebih halus dan lembut setelah ada tanaman pagar. Tanamlah tanaman pagar tersebut dengan jarak yang teratur. kemudian dihaluskan sesuai dengan bentuk pagar yang direncanakan. Campurkan ke dalamnya dengan pupuk organik (pupuk hijau atau pupuk kandang) sebanyak 2 – 4 kg per m2. Tanah dicangkul sedalam kurang lebih 20 cm. pola segiempat. c) Agar tidak sulit waktu menebarkannya. Erat kaitannya dengan fungsi pemagaran yang diinginkan. setidaknya siram dua kali sehari. d) Campuran benih-pasir ditabur dengan tangan secara merata di atas tanah yang telah disiapkan. TSP. Lakukanlah penyiraman secara teratur. Setiap 2 – 3 minggu sekali dilakukan pemangkasan . D. Teknik penanaman tanaman pagar adalah pertama kali dipersiapkan tanahnya. KCl masing-masing sebanyak 10 gram/m2 atau NPK (15-15-15) sebanyak 30 gram/m2. Tanaman ini dapat ditanam langsung sebagai pagar atau pembatas. Cara yang lebih baik dapat dilakukan dengan menggunakan gerobak dorong yang telah disetel sehingga benih dapat tertabur secara merata. apalagi pada waktu musim kemarau. Sesuai dengan sifat tanaman yang dapat memberi kesan lunak. benih dicampur rata dengan pasir yang telah disterilkan (dimasak). satu hal yang harus menjadi perhatian adalah ketekunan dan kesabaran dalam mengatur dan memelihara tanaman pagar tersebut agar dapat dibentuk menjadi pagar (hedge) yang baik dan rapi. dengan jarak tanam lebih kurang 25 cm x 25 cm. Sebaiknya tambahkan juga pupuk Urea. tetapi adakalanya ditanam di samping pagar besi.119 4. Setiap luasan 10 m2 diperlukan benih sebanyak 100 – 300 gram. b) Biasanya benih yang akan ditanam merupakan campuran benih dari beberapa spesies rumput.

semak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dari tanaman pagar adalah: a) Lebih baik memilih tanaman yang masih kecil daripada yang sudah besar untuk membuat tanaman pagar. 2. d) Pemupukan setiap bulan sekali dengan pupuk yang kandungan N-nya tinggi. Jelaskan sistem-sistem dalam penanaman pohon. sehat. 3. Penanaman pohon dapat dilakukan dengan sistem cabutan dan sistem puteran (balling). b) Jarak antar tanaman tergantung jenis tanamannya. setelah cukup dewasa diberi pupuk dengan kandungan P tinggi. dan rapi. menanam lempengan rumput (karpet). dan tanaman pagar. dan pemangkasan yang teratur dapat menghasilkan tanaman pagar yang bagus. PENUTUP B. rumput. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang teknik penanaman tanaman lanskap. Pemangkasan akan merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru. Rangkuman Penanaman tanaman lanskap dibedakan menjadi penanaman pohon. c) Pemangkasan dilakukan secara teratur dan kontinu. Jelaskan teknik-teknik penanaman tanaman lanskap. . Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. penutup tanah. dan tebar benih. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. E. e) Tanaman pagar hias bunga. menanam potongan rumput (suwiran).120 sehingga selalu didapatkan permukaan yang rata. Penanaman rumput dapat dilakukan dengan menanam rhizoma tunggal. Jelaskan cara penanaman rumput Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

... Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1.......... (a) Mudah dalam penanaman (b) Tanaman tidak mudah roboh (c) Memudahkan penyiraman (d) Batang pohon tidak luka terjerat 4.............. Cara terbaik menanam rumput di halaman yang luas adalah... Penanaman rumput dengan resiko kematian jauh lebih kecil dibanding cara lainnya adalah. (a) Cabutan (b) Puteran (c) Memotong batang (d) Menanam cabangnya 2.......... Penanaman pohon dengan sistem puteran adalah..... Maksud penggunaan tali pengikat yang dilapisi plastik pada penanaman pohon adalah agar........... C. (a) Batangnya diputar-putar (b) Dengan mencabut batang pohon (c) Membuang tanah asal supaya bersih (d) Mengikutsertakan tanah asal dalam bentuk gumpalan 5.. (a) Rhizoma tunggal (b) Suwiran (c) Lempengan rumput (d) Tebar benih 3. (a) Tebar benih (b) Lempengan rumput (c) Rhizoma tunggal (d) Suwiran ........ Renungkan tentang teknik-teknik penanaman tanaman lanskap...121 2. Penanaman pohon yang memiliki ukuran besar dilakukan dengan cara.

1998. Sulistyantara B. D. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . Taman Rumah Tinggal. b .100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Akan tetapi. Kumurur VA. 1992. Jakarta: Penebar Swadaya. apabila Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. d 3. 2. Jakarta: Penebar Swadaya.122 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. d 4. Anda harus mengulangi Bab 9. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 9. tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. d 5. Hitunglah jawaban Anda yang benar. terutama bagian yang belum Anda kuasai. E. b 2. Rumput Lanskap. bagus! Anda cukup memahami Bab 9. Sumber/Referensi 1. Anda dapat meneruskan pada Bab 10. Kunci Jawaban 1.

123 BAB 10 TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN LANSKAP PENDAHULUAN Pemeliharaan berperan penting dalam menentukan keberhasilan suatu proyek pembangunan taman/lanskap. meliputi kegiatan rutin (penyiangan. diperlukan pengetahuan mengenai aspek-aspek pemeliharaan tersebut. pemupukan. dan lain-lain). perbaikan minor atau mayor. Praktikum C. B. Strategi Pembelajaran 1. Pemeliharaan merupakan upaya menjaga taman dan fasilitasnya seperti dalam keadaan awalnya atau mendekati aslinya. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai teknikteknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Tujuan utama pemeliharaan adalah menjaga kesinambungan wujud lanskap agar tetap sesuai dengan fungsi dan nilai estetika. Oleh karena itu. Cooperative learning 2. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. 2. A. tempat duduk. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. dan konstruksi minor (penambahan bak sampah. 3. pembersihan. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. dan lain-lain). .

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Kegiatan pemeliharaan tanaman dalam taman berbeda dengan pemeliharaan tanaman pada umumnya. kenyamanan. Akan tetapi. Sebagai contoh. Pemeliharaan tanaman secara umum dilakukan untuk meningkatkan produksi dari tanaman tersebut. tetapi dituntut agar bentuk visual tanaman tersebut indah dan berfungsi. 2. 4. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. terlebih dahulu harus dipahami konsep rancangan suatu taman. Kemampuan melakukan praktikum teknik pemeliharaan tanaman lanskap. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap. Pemeliharaan dibedakan atas pemeliharaan ideal dan pemeliharaan fisik. D. sedangkan pemeliharaan fisik meliputi pekerjaan untuk tetap menjaga keindahan. baru selanjutnya ditentukan bagaimana pemeliharaan tanaman pada taman tersebut. Tanaman dalam taman tidak dituntut untuk berproduksi baik kualitas maupun kuantitas. 3. keasrian. dan keamanan taman. penggantian elemen-elemen taman yang . Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. tetapi pemeliharaan tanaman dalam taman dilakukan untuk kepentingan visual dari tanaman sebagai unsur atau komposisi taman baik secara fungsional maupun estetis.124 4. kemudian pemangkasan berikutnya adalah membuang cabang atau ranting bawah sehingga berfungsi sebagai peneduh parkir. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. berbeda jika kirai payung ditanam sebagai pembatas atau penyangga (buffer). Oleh karena itu. Pekerjaan tersebut mencakup kegiatan pembersihan taman. Indikator Pencapaian 1. dilakukan pemangkasan awal untuk membentuk percabangan dan tajuk yang memayung dan tidak terlalu tinggi. tanaman kirai payung yang ditanam sebagai peneduh tempat parkir. dimana pemangkasan bagian bawah justru dihindari. Pemeliharaan ideal adalah pemeliharaan yang mengacu pada tujuan dan desain semula.

Pembersihan bagian tanaman yang rusak dan mati biasanya dilakukan dengan pemangkasan. penyiraman tanaman. gulma perlu dikendalikan dan diberantas. sebulan sekali. Kebersihan taman ini meliputi penyapuan benda-benda yang mengotori taman (misalnya sampah dan daun-daun yang berguguran). tetapi ada juga tanaman yang selalu hijau sepanjang tahun (evergreen). dan jakaranda) maka intensitas pekerjaan pembersihan taman akan lebih tinggi daripada taman yang memiliki tanaman selalu hijau. pemangkasan.125 rusak atau tidak berfungsi. kolam air. atau setengah tahun sekali. Selain itu. Namun. ada juga yang frekuensinya cukup dengan seminggu sekali. A. pengecatan pagar. pembersihan parit/selokan. ketapang. . Kebersihan areal taman sebenarnya tidak terlepas dari kebersihan tanaman yang berada di dalam taman itu sendiri. dan tempat tumbuh bagi tanaman utama. Pengendalian gulma dengan cara penyiangan atau pendangiran juga termasuk dalam kegiatan pemeliharaan. kebersihan tanaman juga dilakukan terhadap dahandahan yang mati. serta pembersihan tanaman terhadap benalu. pemanfaatan sinar matahari. serta penyediaan bak sampah. B. Pembersihan Tapak Kebersihan taman merupakan salah satu tujuan pengelolaan dan pemeliharaan taman. pembersihan elemen taman lainnya (seperti bangku taman. Apabila taman memiliki jenis tanaman yang merontokkan daun (misalnya flamboyan. Penyiangan Gulma Gulma merupakan tanaman pengganggu yang kehadirannya tidak diinginkan. Kehadiran gulma ini dinilai merugikan karena secara estetika akan mengganggu keindahan taman dan secara fungsi akan mengurangi hara. air tanah. serta penyulaman. Oleh karena kehadirannya mengganggu. dan jalan setapak). pengendalian hama dan penyakit. percabangan dan ranting-ranting yang kering. penyiangan gulma. pemupukan. Pelaksanaan pembersihan taman biasanya dilakukan secara rutin setiap hari. Ada jenis-jenis tanaman pada musim tertentu akan merontokkan daunnya secara berkala (decidous).

Oleh karenanya. yaitu tanaman. Satu hal yang penting diperhatikan dalam penggunaan herbisida yaitu yang akan diberantas adalah tumbuhan. mulai tanaman penutup tanah. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual. seperti kored atau cangkul. misalnya taman rumah. putri malu. tetapi juga rumput utamanya. yaitu dicabut. bahkan di sekitar pepohonan. Caranya dengan membuat bokoran di sekeliling pangkal batang tanaman pada jarak tertentu sesuai dengan ukuran tanaman. semua akar rimpang (stolon) dari rumput pengganggu harus terangkat sehingga tidak memungkinkan gulma tumbuh kembali. yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas tanaman pengganggu. Gulma tersebut terdiri dari tumbuhan berdaun kecil (rumput-rumput liar) maupun tumbuhan berdaun lebar (bayam-bayaman. Penyiangan gulma tanaman perdu maupun pohon dapat dilakukan seiring dengan pelaksanaan penggemburan tanah. harus mengetahui betul gulma tersebut termasuk tumbuhan berdaun sempit atau tumbuhan berdaun lebar agar dalam pemberantasannya menggunakan herbisida yang tepat. gulma juga dijumpai di bedengan tanaman penutup tanah maupun tanaman perdu yang ditanam secara massal. Pengendalian gulma yang banyak ini dapat dibantu dengan penggunaan herbisida. Selain tumbuh di antara rumput. Secara teknis. Hal ini berarti sesuatu yang bersifat relatif sama dengan elemen taman. baik menggunakan tangan maupun alat. alangkah baiknya pengendalian gulma tetap dilakukan secara manual. bila ingin mengendalikan rumput-rumput liar pada suatu hamparan taman berumput (lawns) maka tidak disarankan menggunakan herbisida. umumnya penyebaran gulma pun relatif banyak. Hal ini bisa dilakukan apabila ukuran taman tidak terlalu luas. perdu. Untuk kasus seperti ini.126 Gulma umumnya menyebar di hamparan rumput sehingga rumput yang seharusnya homogen ternyata banyak ditumbuhi rumput liar yang kehadirannya tidak diinginkan dan mengganggu pemandangan. dan pohon. . Hal terpenting dalam pencabutan gulma. dan sebagainya). Hal ini dikarenakan yang akan musnah tidak hanya gulma. Sementara untuk taman yang relatif luas dan terdiri dari berbagai macam tanaman.

Pada areal penutup tanah. Oleh karena itu. Oleh karenanya. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam penggemburan tanah adalah jangan sampai merusak perakaran tanaman dan tidak dilakukan pada musim kemarau atau pada saat terik matahari. Hal ini dikarenakan dapat mempercepat laju evaporasi yang dapat menyebabkan tanaman mengalami stres. D. Untuk tanaman perdu. Penyiraman Penyiraman tanaman sangat diperlukan untuk memudahkan perakaran tanaman menyerap larutan hara yang tersedia di dalam tanah. tergantung sifat fisik tanah. penggemburan tanah dilakukan dengan mencangkul permukaan tanah sambil membersihkan gulma di sekitarnya. penyiraman dapat meningkatkan kelembapan tanah untuk mencegah kelayuan tanaman akibat proses evapotranspirasi. pengemburan tanah perlu dilakukan secara terarur pada waktu tertentu. Hal ini dilakukan pada lahan pertanaman.127 Penyiangan gulma pada suatu taman hendaknya dilakukan secara terarur. minimal sebulan sekali atau sesuai dengan tingkat sebaran jumlah gulma yang ada. sering kali penggemburan tanah ini dilakukan sebelum peremajaan tanaman. Sementara untuk lahan berumput biasanya dilakukan dengan membuat lubang-lubang udara pada jarak tertentu (dapat dilakukan dengan linggis atau alat sejenis). tanaman perdu. Untuk pohon. jumlah air siraman tergantung pada . maupun pohon yang kondisi permukaan tanahnya sudah memadat. Penggemburan tanah akan memberikan sirkulasi udara yang baik di daerah perakaran. C. Selain itu. tergantung besar kecilnya batang pohon. Penggemburan ini dapat menggunakan kored secara lajur atau bedengan bagi perdu yang ditanam massal atau secara bokoran bagi perdu yang ditanam tunggal. Penggemburan dan Aerasi Tanah Penggemburan tanah dan pemberian aerasi pada lahan pertamanan diperlukan untuk memberikan pertumbuhan tanaman yang optimal. Penyiangan ini dilakukan sebelum pemupukan tanaman. penggemburan dilakukan dengan cara membuat bokoran di sekeliling pangkal batang dengan radius sekitar 50 – 75 cm. baik penutup tanah.

128 besarnya penguapan yang terjadi di dalam pertamanan tersebut. taman lingkungan. selang plastik. Cara penyiraman yang paling umum dilakukan yaitu menggunakan selang plastik. Penyiraman secara langsung pada daun tanaman di siang hari dapat menyebabkan suhu permukaan daun meningkat dan lebih tinggi dari suhu udara di sekitarnya sehingga daun menjadi luka bakar (gosong). Waktu penyiraman pada dasarnya dapat dilakukan kapan saja saat dibutuhkan. Untuk taman-taman yang terdiri dari hamparan rumput yang luas maka penyiraman menggunakan alat bantu sprinkler (Gambar 30) yang dapat menyiram . Pelaksanaan penyiraman tanaman pada suatu taman ada bermacam-macam cara. Bila tamannya luas maka cara ini tidak efisien. penyiraman dilakukan dengan menggunakan mobil tangki air dan penyiraman rumput dengan selang plastik biasa. atau taman kota). Satu hal yang perlu diperhatikan apabila menyiram siang hari. Cara yang paling sederhana. Cara tersebut umum digunakan untuk taman skala relatif kecil. Air yang tersedia di daerah perakaran hendaknya lebih banyak daripada air yang dibutuhkan untuk evapotranspirasi. antara lain. penyiraman lebih baik dilakukan pada pagi atau sore hari. Selang ini terkadang dilengkapi dengan sprayer untuk mengatur air yang keluar. penyiraman hendaknya langsung pada permukaan tanah. embrat. tergantung besar atau kecilnya ukuran taman dan ketersediaan alat. penyiraman dilakukan dengan ember dan gayung atau gembor/embrat. Tujuannya untuk menghindari berkembangnya penyakit yang disebabkan oleh cendawan. Untuk mencegahnya. Untuk taman yang berukuran luas (taman-taman di pinggir jalan/ jalur hijau. Cara penyiraman yang sering dilakukan. tidak pada permukaan daun tanaman. Di kawasan atau daerah yang memiliki kelembaban udara relatif tinggi. dengan ember. gayung. Penyiraman dengan gayung perlu diperhatikan agar tidak terlalu keras mengenai permukaan tanah karena dapat mengakibatkan tanah memantul dan mengotori batang dan daun tanaman yang dekat dengan tanah. ataupun sprinkler. selang mobil tangki. khususnya tanaman berdaun lebar. penyiraman pada pagi hari lebih baik daripada penyiraman sore hari.

tetapi ada yang knockdown dan dapat digunakan secara berpindahpindah dari satu titik penyiraman ke titik lainnya. Indikasi jumlah kebutuhan air Foto: HS. Jarak antar sprinkler berdasarkan radius jangkauan semprotan air dan besar/kecilnya tekanan sumber air. Penyiraman dengan sprinkler Akhir-akhir ini sering juga diterapkan cara penyiraman melalui tabung bambu atau sepotong paralon yang ditanam di kedalaman antara 20 – 30 cm dari permukaan tanah. Arifin (2009) . Teknik ini biasa dilakukan pada saat musim kemarau yang laju evaporasinya sangat cepat. Biasanya dalam sehari dilakukan beberapa kali pengisian air ke dalam tabung agar tanaman tidak mengalami defisit air. Gambar 30. Beberapa jenis sprinkler ada yang harus ditanam di permukaan tanah secara permanen. diharapkan dapat memperkecil laju evaporasi karena permukaan air relatif kecil. seukuran penampang tabung.129 secara otomatis berdasarkan mekanisme tekanan air. Tabung bambu atau paralon tersebut diletakkan di dekat batang pohon. Penyiraman ini mempunyai sasaran langsung ke perakaran sehingga akar dapat mengabsorbsi air. Dengan penyiraman ini.

Apabila air siraman dapat menerobos sedalam 15 – 20 cm ke dalam tanah. pemangkasan untuk penampilan tanaman/pohon. Secara teknis. pada kondisi tertentu. E. dan pemangkasan untuk keamanan pengguna taman. Namun. Pemangkasan untuk kesehatan tanaman dilakukan pada bagian-bagian yang telah terserang hama dan penyakit. Untuk tanaman pohon. atau gunting pangkas biasa. kondisi tanaman yang sudah tua atau rusak. patah. grass mower. semak. serta tajuk pohon yang telah menyentuh kabel listrik atau kabel telepon. 4. Sementara dari segi keamanan. terutama bagian yang terkena jamur/cendawan atau parasit lainnya. Jenis pemangkasan tanaman dan pohon dapat dibedakan berdasarkan tujuannya. Untuk tanaman perdu. baik karena pertumbuhan yang berlebihan. umumnya pemangkasan dilakukan dengan gunting pangkas dan gunting dahan. pemangkasan dilakukan pada tanaman yang mengganggu. Sementara pemangkasan dahan besar menggunakan gergaji tangan atau chainsaw. ranting. atau berpenyakit. penyiraman dalam bedengan atau tanaman massal sering dilakukan dengan cara di-leb hingga tercapai kondisi jenuh. Pemangkasan tanaman dapat memberikan penampilan tanaman secara estetis. yaitu pemangkasan untuk kesehatan tanaman/pohon. Pemangkasan Pemangkasan tanaman (baik penutup tanah. dahan. mati. dan percabangan yang tinggi pemangkasan dilakukan dengan gunting galah (Gambar 31). Waktu pemangkasan yang tepat yaitu setelah masa pertumbuhan generatif tanaman (setelah selesai masa pembungaan) dan sebelum pemberian pupuk. dan ranting yang retak.130 siraman untuk tanaman secara praktis dapat diukur dari kedalaman penetrasi air siraman di dalam tanah. pemangkasan rumput dapat dilakukan dengan parang secara manual. misalnya pada musim kemarau. perdu. dan pohon) ditujukan untuk mengontrol pertumbuhan tanaman sesuai yang diinginkan serta menjaga keamanan dan kesehatan tanaman. Pemangkasan untuk kesehatan pohon Pemangkasan yang bertujuan untuk kesehatan pohon dilakukan pada cabang. Sementara untuk mencegah gesekan yang . dapat dianggap siraman tersebut sudah cukup. Bagian tersebut perlu dipangkas agar kerusakan tidak meluas.

Pemangkasan daun yang drastis dapat mengakibatkan pengaruh serius terhadap suplai makanan dan kesehatan pohon. Pemangkasan cabang-cabang yang kecil dalam jumlah banyak lebih baik daripada pemangkasan cabang-cabang yang besar. 3) kelembaban atau suhu (udara/tanah) yang tidak sesuai 4) adanya unsur beracun (udara/tanah). Kematian tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini: 1) kekurangan makanan. juga meningkatkan luka bakar akibat sengatan sinar matahari langsung. bakteri. 2) kerusakan pada sistem perakaran. dan hama. 7) adanya serangan jamur. atau ranting berarti pula mengurangi jumlah dedaunan pohon yang dipangkas. Umumnya. pengerjaannya lebih sulit daripada pemangkasan pada ranting (Gambar 32). dan 8) luka mekanik atau luka bakar pada batang/cabang dan akar. Foto: Nurfaida (1997. Aifin (2009)) . HS. Bagian ini pun sangat perlu dipangkas. ada juga batang atau bagian pohon yang kering atau mati. 6) tajuk pohon tumbuh berlebihan. 5) aerasi pada sistem perakaran yang kurang baik. dahan. Begitu pula pemangkasan pada bagian-bagian pucuk dengan porsi besar dapat meningkatkan serangan cendawan dan hama di bekas pemangkasan tersebut. Selain itu. atau ranting-ranting yang tumpang tindih. dahan. Pemangkasan dengan gunting galah dan gunting pangkas Pemangkasan terhadap cabang.131 akan menyebabkan luka baru pemangkasan dilakukan pada cabang. Gambar 31. Pemangkasan pada cabang besar menyebabkan luka yang besar dan lebih lama sembuh.

dahan. terlebih bila diikuti penambahan suplai makanan (pemupukan tanaman). atau ranting yang mati. pohon tersebut dapat menjadi bom waktu bagi kehidupan manusia yang setiap saat dapat tumbang dan akhirnya menelan korban. baik sebagian maupun seluruh pohon. retak. Hal yang perlu diperhatikan. cabang. Foto: Nurfaida (2010) . baik saat pelaksanaan maupun sesudahnya. dan terserang penyakit dapat menambah kerusakan pohon serta dapat mengancam keamanan manusia pengguna taman. patah. Gambar 32. hendaknya dihindari pemangkasan saat daun masih basah karena organisme parasit akan mudah berkembang.132 Pemangkasan dengan perlakuan yang tepat. Pemangkasan untuk keamanan pengguna taman Batang. Kemudian. luka bekas pangkasan diolesi etil alkohol 70%. Oleh karena itu. sangat diperlukan perhatian yang lebih seksama terhadap pohon-pohon tua yang sudah tidak patut untuk dipertahankan. Pemangkasan pohon besar 5. Bagi pengelola pemeliharaan perlu melakukan pengecekan rutin terhadap pohon-pohon yang sudah tua. Pemangkasan sebagai kontrol penyakit dilakukan dengan memotong batang-batang yang terserang hingga 10 cm di bawah bagian yang terserang atau terkena infeksi. Bahkan tidak mustahil. dapat meningkatkan ketegaran percabangan yang tumbuh pada keseluruhan pohon.

yaitu metode thumb. Akar yang berfungsi menyerap hara (feeder roots) adalah akar rambut yang diameternya berukuran lebih kecil dari 1/16 inci (sekitar 1. trenching. terbentuk tajuk seperti spiral. Topiari merupakan pemangkasan untuk membentuk tajuk pohon/perdu sesuai dengan yang diinginkan. . broadcast.5 meter dari permukaan tanah. Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik maupun pupuk anorganik. punch-bar. Pemangkasan untuk penampilan tanaman Penampilan tanaman dapat terkontrol dengan adanya pemangkasan. 6. Bentuk tanaman dapat dipertegas kembali atau dibuat bentuk baru dengan pemangkasan. dan akbar. diperlukan ruang yang terbebas dari juntaian ranting dan dahan pohon sekitar 2. biasanya dilakukan pada penanaman formal. Dengan demikian. bulatan.5 meter untuk jalan mobil. Hal ini dikarenakan gesekan yang intensif dapat mengganggu kesehatan pohon dan dapat menyebabkan korsleting/kebakaran. Beberapa metode pemupukan pohon. silindris. sekitar 3. kubus. dan piramidal. minimal 4. Kesan yang formal dapat terjangkau dengan bentuk-bentuk simetri. Akar ini sebagian besar berada di ujung-ujung akar yang terletak di sekitar garis lingkar tajuk pohon. Untuk jalan-jalan di daerah pemukiman. Pemangkasan yang bertujuan untuk menjaga penampilan pohon. Batang atau dahan yang mencapai kabel telepon atau kawat listrik perlu dipangkas. F. monumental. Pemupukan yang efektif yaitu harus dapat diserap oleh perakaran pohon. Pemupukan Pemupukan tanaman mempunyai prinsip menyuplai hara tambahan yang dibutuhkan tanaman sehingga tanaman tidak kekurangan makanan. Di daerah pejalan kaki.133 Keamanan bagi pengguna taman harus selalu ada maka pemangkasan pada bagian pohon yang menjuntai harus dilakukan secara teratur. dan metode tekanan udara. Kontrol terhadap penampilan pohon ini terkadang juga bertujuan untuk mengimbangi bentuk arsitektur bangunan itu sendiri.5 – 5 meter dari permukaan tanah harus bebas dari cabang dan dahan pohon.5 mm).

diameter batang pohon 1 ft di atas tanah adalah 9 inci maka daerah perakaran di radius 9 ft dari pangkal batang dengan ketebalan 6 ft ke arah luar. Metode ini menyatakan bahwa penyebaran daerah perakaran (dalam feet (ft). Kerugian pupuk cair yaitu tidak tersedia dalam waktu yang lama. Karena dibuat parit. Syarat pemupukan cara ini yaitu harus digunakan pupuk yang tidak mudah menguap. 1 feet sekitar 33 cm) sama dengan diameter batang pohon (dalam inci) yang terletak 1 ft di atas tanah. mudah tercuci. Punch-bar merupakan metode pemupukan untuk pohon-pohon besar dengan cara membuat lubang-lubang pemupukan. Kerugian cara ini yaitu tanah yang diperkaya hanya sebagian kecil saja. Broadcast merupakan perlakuan pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah.134 Metode thumb pada prinsipnya merupakan metode untuk menentukan posisi perakaran pohon yang dapat menyerap hara. hanya tanah di sekitar lingkar tajuk pohon. yaitu 20 cm. Contoh. . kemudian ditutup dengan top soil atau moss. Trenching merupakan metode pemupukan yang dilakukan dengan cara pembuatan parit di bawah lingkar tajuk pohon. misalnya pupuk P. Metode tekanan udara merupakan metode pemupukan yang dilakukan dengan cara melubangi tanah daerah perakaran yang dapat menyerap hara dengan menggunakan injektor bertekanan udara tinggi. setelah itu diinjak-injak. Ke dalam lubang tersebut dimasukkan pupuk. Jarak antar lubang sekitar 75 cm dengan kedalaman lubang sekitar 20 cm. Lebar dan dalam parit biasanya cukup semata cangkul. Pupuk dalam bentuk cair memiliki keuntungan yang lebih daripada pupuk kering karena distribusinya lebih merata. terkadang perakaran menjadi terbuka sehingga perlu dilakukan penanaman rumput kembali. lebih irit tenaga kerja (menggunakan sprayer). dan sekaligus inemberi air pada tanaman. serta perakaran pohon harus dangkal sehingga pupuk yang terlarut mudah dan segera diserap oleh akar. Alat ini dapat mengeluarkan gas yang terakumulasi dalam tanah dan dapat menggemburkan struktur tanah sehingga merangsang pertumbuhan pohon . dan tidak bekerja baik pada tanah yang keras atau miskin drainase.

sebelum dilakukan pemupukan sebaiknya diketahui terlebih dahulu jenis tanah dan kesuburannya. meskipun pada akhirnya akan menjadi hijau kembali setelah sekian waktu. kemudian disiramkan. sebelum penanaman rumput. sebenarnya pemupukan tidak perlu dilakukan. hara tersebut dapat segera diangkut dan dimanfaatkan pohon. Permasalahannya adalah setiap kondisi lahan memiliki tingkat kesuburan yang berbeda. Secara umum. karena hanya dibutuhkan untuk menyuburkan dan menghijaukan daun. Keuntungannya. Penggunaannya dengan cara disebar di permukaan atau dilarutkan terlebih dahulu dengan air. Sementara kerugiannya adalah jaringan batang bekas suntikan bisa rusak dan menjadi tempat ideal untuk penetrasi hama dan penyakit. Cara pertama sering kali menyebabkan perubahan warna rumput. Apabila semua komposisi zat hara yang tersedia dalam tanah telah memenuhi syarat yang diperlukan tanaman.135 Pemupukan dapat juga dilakukan dengan cara penyuntikan pada batang atau ranting pohon (transfusi). jumlah dosis pemupukan. Kebutuhan hara dari tanaman juga perlu diketahui. akan diperoleh konsentrasi N yang relatif kecil sehingga rumput tidak menjadi kering atau gosong. tanaman semak dan perdu. digunakan pupuk kandang maka pertumbuhan . Untuk pemupukan rumput yang luas (lawns). Pemupukan pada dasarnya adalah memberi makanan tambahan pada tanaman untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan. Apabila dalam pengolahan tanah. setiap jenis tanaman juga memerlukan asupan hara yang berbeda pula. Oleh karena itu. biasanya digunakan 400 liter larutan per hektar. jenis tanaman digolongkan berdasarkan bentuk fisiknya. dari hijau menjadi kecokelatan (seperti gosong). misalnya urea. serta tanaman pohon. Sementara cara kedua dianggap lebih baik karena dengan melarutkan sekitar satu sendok makan urea per liter air. yaitu tanaman rumput dan penutup tanah. Di lain pihak. Hal penting lainnya dalam pemupukan adalah harus diketahui waktu pemupukan. Pemupukan rumput dan tanaman penutup tanah Pemupukan pada rumput biasanya cukup dengan menggunakan pupuk N saja. baik sebelum penanaman maupun pemupukan pemeliharaan rumput. 1. dan tempat pemberian pupuk yang tepat sehingga kesuburan tanaman optimum dapat tercapai. Pupuk kandang tidak disarankan digunakan di lawns.

dapat menyulitkan di dalam pekerjaan sehingga pemeliharaan dan penyiangan gulma harus intensif.136 rumput akan bersaing berat dengan gulma yang berasal dari pupuk kandang. Pemberian pupuk kandang . dan hujan emas (Cassia multiyuga). pacar air (Impatiens sp). Pemupukan pada ground cover biasanya dilakukan pada saat sebelum penanaman. terutama pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi. Sementara bagi perdu yang ditanam secara tunggal. pemupukan dilakukan setiap 4 – 6 bulan sekali. Pupuk kandang biasanya banyak mengandung bijibiji rumput. bugenvil (Bougenvillea sp). misalnya kaca piring (Gardenia sp). yaitu perdu sedang atau perdu tinggi (1. pemupukannya bisa menggunakan pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar atau pupuk kimiawi dengan dosis sesuai rekomendasi. remek daging (Hemigraphis sp). pemupukan biasanya dilakukan secara paritan (trenching) di sekitar pinggir tanaman. Pupuk diberikan secara melingkar di sekitar batang dengan radius yang hampir sama dengan radius tajuknya. Sementara untuk tanaman yang bersifat tahunan. kerbau. Untuk tanaman yang bersifat semusim. kemudian diaduk dengan kored sambil tanah digemburkan. pemupukan dilakukan pada setiap penggantian tanaman atau penanaman ulang. maupun kambing. 2. melati (Jasminum sambac). Untuk tanaman perdu yang ditanam secara massal. yaitu setelah 2 – 3 bulan diangin-anginkan di tempat yang ternaungi. bersamaan dengan pengolahan tanah.5 – 3 m). Akibatnya. kuda. Untuk tanaman penutup tanah (ground cover) selain rumput. lantana saudi (Lantana camara). dan mutiara (Philea sp) yang juga biasa digunakan sebagai hamparan bunga (flower bed) atau border. seperti tapak dara (Vinca rosea). dan bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis). Pemupukan tanaman semak dan perdu Tanaman semak dan perdu di taman pada umumnya ditanam secara individu maupun massal sebagai tanaman pembatas/border atau tanaman pengarah. puring (Codeacum variegatum). pemupukannya dengan sistem bokoran. mawar (Rosa sp). sutera bombay (Portulaca sp). Pemupukan tanaman penutup tanah dengan cara disebar di atas permukaan tanah. seperti seruni rambat (Widelia trilobata). bunga merak (Caesalpinia sp). Sementara pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam harus sudah terdekomposisi dengan baik. soka (Ixora sp).

dengan semakin meningkatnya perhatian terhadap taman. tempat. dan kurang sinar matahari sangat baik bagi pertumbuhan hama dan penyakit tanaman. juga akan mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna taman.137 biasanya dilakukan pada saat sebelum tanam dan saat pemeliharaan. cara. Pemupukan sebelum tanam diberikan dalam lubang tanam sekitar 10 kg per lubang. meranggas. Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan memperbaiki keadaan lingkungan agar tetap bersih dan sehat. hendaknya diperhatikan dosis rekomendasi. Oleh karena itu. Namun. Pada pemupukan pemeliharaan. datanya pun masih sangat kurang. Pengendalian hama dan penyakit bukan berarti hanya pemberantasan secara langsung. dan waktu pemupukan. Lingkungan taman yang kotor. Pemupukan pohon Pemupukan pohon hias (ornamental trees) masih jarang dilakukan di Indonesia dibandingkan dengan pohon perkebunan atau tanaman hortikultura. G. Tanaman yang terkena gangguan hama dan penyakit. atau membuang daun dan tempat-tempat yang . juga mengganggu keindahan karena dedaunan yang tidak segar. selain memberikan kesan yang kurang baik. Dalam memberikan pupuk kimiawi. yaitu dengan membunuh hama secara langsung satu per satu. Agar tanaman taman tetap terlihat segar dan subur maka pemupukan dilakukan 3 – 4 bulan sekali. Hal yang terpenting dalam pemupukan adalah jumlah. percabangan dan batang yang kering atau keropos. pupuk kandang dapat diberikan di permukaan tanah sambil diaduk dengan cangkul/kored yang sekaligus untuk menggemburkan tanah. Pengendalian Hama dan Penyakit Salah satu pemeliharaan fisik taman adalah pengendalian hama dan penyakit tanaman. lembap. Hal tersebut selain membahayakan bagi keberlanjutan elemen tanaman dalam taman. serta hadirnya jenis-jenis serangga yang tidak diinginkan. tetapi juga mencakup tindakan pencegahan terhadapnya. pemupukan pohon telah banyak dilakukan. 3. Pemberantasan dapat dilakukan secara manual.

dan sumber api. a) Pestisida tertentu hanya dapat digunakan untuk suatu jasad pengganggu tertentu. dan bahaya pemakaiannya. sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli pertanian atau hama penyakit tanaman. jenis jasad pengganggu yang sesuai. dan kesalahan penanaman Penyulaman tanaman dilakukan tidak hanya untuk taman yang baru dibangun saja. hewan piaraan. baik karena gangguan lingkungan maupun kesalahan teknis (seperti kekeringan. Selain itu. dan sebagainya. c) Memilih jenis pestisida yang terdaftar dan diizinkan beredar oleh Departemen Pertanian. b) Perhatikan keterangan pada label. Jadi. d) Menyimpan pestisida di tempat yang aman dalam wadah atau pembungkus aslinya. H. f) Sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan pengendalian hama dan penyakit. makanan. agar tidak menimbulkan kerugian-kerugian. dapat dilakukan juga dengan obat-obatan (pestisida). kesalahan pemupukan. jauhkan dari jangkauan anak-anak.138 terdapat penyakitnya. tetapi juga taman yang sudah terwujud dengan baik agar penampilan keseluruhan taman tetap impresif. ternak. minuman. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian pestisida. Dalam suatu taman biasanya selalu dihadirkan berbagai jenis tanaman yang dapat dibedakan berdasarkan masa hidupnya. fungisida untuk golongan jamur (fungi). herbisida untuk gulma. Jenis tersebut adalah tanaman berbunga semusim (annual flower) seperti tanaman . tetapi penggunaannya harus cermat. Penyulaman dilakukan apabila tanaman yang baru ditanam rusak atau mati. cara pemakaian. insektisida untuk golongan serangga (insekta). e) Penggunaan herbisida bila memang benar-benar diperlukan saja. Penyulaman Pelaksanaan pembuatan taman oleh seorang kontraktor taman pada umumnya mencakup kegiatan penyulaman tanaman (pemeliharaan awal) sebagai suatu jaminan bahwa tanaman yang ditanam dapat beradaptasi dan tumbuh secara sempurna. bakterisida untuk bakteri.

yaitu tanaman yang dapat mengalami fase vegetatif dan reproduktif secara berulang kali. terdiri dari kombinasi tanaman tahunan dan tanaman setahun. Walaupun hanya hidup dalam sekali reproduksi. dan jengger ayam. kembang sepatu. Dengan menggunakan tanaman bunga yang bersifat setahun maka dapat ditanam tanaman yang berbeda apabila masa hidup tanaman pertama sudah habis sehingga terwujud pemandangan baru. Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penyulaman tanaman sebagai berikut. mawar. . b) Tanaman yang rusak atau mati sebaiknya dicabut atau dibuang terlebih dahulu dengan tidak mengganggu tanaman lain yang masih baik dan sehat. hanya satu musim. kenikir. kehadiran tanaman ini sangat dibutuhkan untuk menghindari kesan kemonotonan warna. Pastikan lubang tersebut bebas dari gangguan patogen yang ada di dalam tanah. Jenis tanaman setahun akan mati setelah melampaui masa reproduktif berbunga/berbuah. Oleh karena itu. contohnya berbagai jenis rumput. dan tanaman tahunan (perennial). serta berbagai jenis pohon-pohonan. Tanaman penutup tanah yang bersifat tahunan. dari jenis herba dan perdu. krokot atau kriminil (Portulaca sp). dan ukuran tanaman dalam suatu taman. a) Tersedianya tanaman pengganti yang kondisinya harus lebih baik daripada tanaman yang akan digantikan. Hal ini tidak akan dialami seandainya seluruh taman hanya terdiri dari tanaman tahunan saja. c) Mempersiapkan kembali lubang tanam bekas tanaman yang mati untuk dapat ditanami kembali. dan bugenvil. seruni rambat (Widelia trilobata). Biasanya untuk jenis tanaman setahun. bentuk. sangat penting dalam suatu taman. komposisi elemen taman yang seimbang. tanaman dua musim (biannual) biasanya terdapat di taman daerah subtropis. misalnya tapak dara. d) Lubang tanam dibiarkan/diangin-anginkan beberapa saat dan diberi pupuk kandang (bila perlu).139 cosmos. penggantian tanaman/penyulamam harus dilakukan secara teratur karena masa hidupnya sangat terbatas. melati.

Jelaskan apa yang dimaksud pemeliharaan ideal dan fisik. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang pemeliharaan tanaman lanskap... I.. f) Penyiraman dilakukan secara rutin. B.. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. PENUTUP A. (a) Manual (b) Disemprot pestisida (c) Membuat bokoran . pemangkasan. serta penyulaman. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. 2.. pengendalian hama dan penyakit. penyiraman tanaman.. Kegiatan ini harus dilakukan di taman untuk menjaga kesinambungan wujud lanskap agar tetap sesuai dengan fungsi dan nilai estetika.. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. atau polibag). Renungkan tentang teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.140 e) Tanaman baru dilepaskan dari kontainernya (pot. Pengendalian rumput-rumput liar pada suatu hamparan taman berumput sebaiknya dilakukan dengan cara.. Rangkuman Pekerjaan pemeliharaan lanskap terutama pemeliharaan terhadap tanaman meliputi kegiatan pembersihan taman. kemudian di tanam. pemupukan. penyiangan gulma.. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1... 2. karung.. Jelaskan teknik-teknik dalam pemeliharaan tanaman lanskap.

.... Waktu pemangkasan tanaman yang tepat adalah..141 (d) Menggali tanaman 2.. (a) Bokoran (b) Linggis (c) Kored secara lajur (d) Mencangkul tanah 3.. Pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah disebut............... Pemangkasan untuk membentuk tajuk tanaman sesuai dengan yang diinginkan disebut. (a) Broadcast (b) Trenching (c) Punch-bar (d) Injektor Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 10.. (a) Sebelum pemberian pupuk (b) Setelah pemberian pupuk (c) Sebelum pertumbuhan generatif (d) Setelah pertumbuhan generatif 4....... Penggemburan pada lahan berumput dapat dilakukan dengan.. (a) Parterre (b) Topiary (c) Border (d) Spiral 5.......... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 .........

Anda dapat meneruskan pada Bab 11. Sumber/Referensi 1. Bogor: Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian IPB 3. terutama bagian yang belum Anda kuasai. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Anda harus mengulangi Bab 10. a . b 3. Nurfaida. D. bagus! Anda cukup memahami Bab 10.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Nurhayati. Arifin HS. 1999. Kunci Jawaban 1. Akan tetapi. d 4. 2. Sulistyantara B. Taman Rumah Tinggal. C. Pemeliharaan Taman Puri Tirto Sari di Taman Buah Mekarsari [Laporan Keterampilan Profesi]. 1997.142 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . Jakarta: Penebar Swadaya. Pemeliharaan Taman. b 5. a 2. 1992. Jakarta: Penebar Swadaya.

Paduan dari dua aspek ini akan menjamin keberhasilan dan keberlangsungan suatu bentuk taman yang berdasarkan atas elemen tanaman.143 BAB 11 PENATAAN TANAMAN PADA BERBAGAI TIPE LANSKAP PENDAHULUAN Tanaman merupakan unsur utama suatu taman. B. Studi lapang 2. Case study 3. A. Dalam menggunakan tanaman sebagai elemen pembentuk taman harus diperhatikan dua aspek yang terkait dengan tanaman ini. dan 2) aspek ekologis. Strategi Pembelajaran 1. Tanaman ini tidak hanya sebagai elemen estetik dan kesehatan (fisik dan psikis). tetapi juga merupakan salah satu mata rantai ekosistem alam. Pameran 4. yaitu 1) aspek arsitektural. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum. Praktikum . terutama dalam taman-taman tropis atau taman-taman yang "dekat" dengan kehidupan manusia. yang terkait dengan keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. gambar. yang terkait dengan fungsi dan estetika.

2. dan akhirnya dipelihara untuk mencapai suatu tujuan penggunaan yang keberlanjutan. iklim. pameran dan praktikum. Mahasiswa melakukan penataan tanaman berdasarkan fungsi dan estetika. dibangun. D. Mahasiswa aktif melakukan praktikum. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Taman merupakan hasil karya manusia dalam melakukan perubahan dan penataan ulang bentuk lingkungan untuk menciptakan suasana yang sesuai dengan keinginannya. 5. dan hewan akan saling berinteraksi satu sama lain dalam suatu ekosistem taman. aman. tanaman. seperti tanah. tetapi selayaknya juga mempertimbangkan kepentingan makhluk hidup lainnya. sinar matahari. Kemampuan melakukan studi lapang mengenai penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap. Taman-taman tersebut dapat dijumpai dalam . Sesuai dengan skala luasan. 2.144 C. yaitu nyaman. Kemampuan menata tanaman berdasarkan fungsi dan estetika. tumbuhan. Taman direncanakan. seperti tumbuhan. case study. dan indah. Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. air. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Mahasiswa melakukan studi lapang mengenai penataan tanaman pada suatu lanskap. 4. Indikator Pencapaian 1. 4. Kemampuan melakukan praktikum penataan tanaman dalam berbagai tipe lanskap 5. Hal tersebut juga akan dipengaruhi oleh faktor abiotik atau lingkungan. dan udara. tanaman. Kemampuan membuat gambar rencana penataan tanaman. dirancang. satwa. 3. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. satwa. Sebagai elemen taman. membuat taman bukan semata-mata untuk kepentingan manusianya saja. Mahasiswa membuat gambar rencana penataan tanaman 3. dan hewan. baik manusia.

Sepanjang perancang mengerti prinsip desain yang meliputi tema taman. taman fantasi. pembuat kontras taman. baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan. tetapi juga seperti taman permanen. seperti taman rumah (homegardens). Untuk hal itu. taman lingkungan berada pada skala ruang tingkat kelurahan hingga kecamatan (community parks). taman wisata hutan. taman rekreasi pegunungan. indah dipandang. serta taman-taman bertema (theme parks) dan taman tujuan khusus. Beberapa contoh taman bertema dan tujuan khusus. Cara peletakan tanaman dan berbagai meterial pendukung lainnya memerlukan kejelian pengalaman dan sensitifitas rasa keindahan penata taman agar taman memiliki komposisi dan nuansa sesuai dengan keinginan pemilik taman. taman kota. yaitu dilengkapi dengan elemen . pembuatan desain taman. A. Elemen taman instan sebenarnya tidak hanya terdiri dari tanaman saja baik yang berbunga maupun nonbunga. pengulangan-pengulangan. taman ketetanggaan di lingkungan pemukiman skala RT-RW (neighborhood parks). baik untuk taman luas maupun taman sempit adalah sama. Sementara. Umumnya. taman rekreasi bahari. Pada prinsipnya. dan taman wisata ekologis. antara lain. dan kouen. misalnya city parks. taman lingkungan. penyeimbang taman. taman juga hendaknya memiliki nuansa yang sesuai dengan desain arsitektur bangunan. public parks. taman rekreasi (recreation garden). Sebisa mungkin dimunculkan pesona pada taman tersebut yang kelak tidak hanya memuaskan pemiliknya. dan lain-lainnya maka taman sekecil apa pun yang dihadirkan akan menarik perhatian. Selain itu. taman kota (urban landscape) yaitu taman umum pada skala kota dimana dapat mengakomodir kegiatan rekreasi bagi masyarakat kota yang bersangkutan. taman wahana anak-anak. taman wisata pertanian. taman safari. serta nyaman dirasakan. squares. Taman Instan Taman instan adalah taman yang bersifat insidentil dan temporer yang ditata pada suatu tapak.145 bentuk taman permanen. Yang membedakan adalah skala ukuran ruangnya. rijk parks. tetapi juga menyenangkan bagi orang lain yang berkunjung ke taman tersebut. perlu dipahami cara-cara penataan taman yang baik.

latar belakang yang sekaligus menyemarakkan suasana pesta. marmer. Beberapa kegunaan dan peran taman instan sebagai berikut. pagar. sculpture. serta ruang-ruang terbuka (taman kota) pada acara-acara perayaan tertentu atau pada saat ada pameran. batuan. taman instan memiliki kelebihan dalam beberapa hal. Beberapa contoh elemen keras tersebut yaitu dinding tembok. Taman instan yang ditata di dalam bangunan stand pameran. tiang dan pilar kayu. festival. atau stainless steel. Taman-taman ini memberi variasi desain yang sangat dinamis. hotel. 4. pergola. Taman instan dengan elemen-elemennya berupa tanaman. Pada umumnya. besi. dan lampu dapat menjadi media penghubung perasaan manusia terhadap alam dan menghilangkan stres. alun-alun kota. gelar bunga dapat diselenggarakan di plaza. 2. 3. atau bahkan dengan cahaya buatan. bahkan kolam air mancur dan air terjun. perkantoran. pengarah.146 lainnya seperti batu-batuan. kaca. serta lantai keramik. dan bandar udara dapat memperlembut suasana ruangan yang didominasi oleh elemen keras. lampu-lampu taman. Mudah dan cepat didesain dan diimplementasikan mengikuti keinginan pemilik atau pengguna taman. atrium. sebagai berikut. ruang-ruang bagian rumah tinggal. restaurant. bagian dinding yang terbuka. Dengan rekayasa desain. Taman instan yang menghiasi ruang-ruang pesta dan panggung pelaminan dapat berfungsi sebagai area penyambut. air. 1. Dengan cara bongkar pasang. serta mengharmonisasikan ruangan dan tema pesta. Selain empat kegunaan dan peran tersebut. Taman instan dalam bentuk gelar bunga di tengah-tengah hamparan hijaunya taman dapat menjadi titik pusat perhatian (focal point) bagi pengunjung atau pengguna taman. tema taman dapat disesuaikan dengan suasana yang diinginkan pada saat itu. . Taman-taman instan biasanya akan sangat impresif bila dilengkapi dengan permainan cahaya alami dari sudut-sudut ruang tertentu yang berjendela. 1. bentuk taman secara miniatur dapat terwujud dalam ruang yang terbatas. maupun karnaval. pembatas.

147 2. 5. ruang gedung-gedung pertemuan. taman instan di ruangan hotel. misalnya di teras rumah. dan ruang kantor pribadi. penyediaan material. pelaksanaan penataan taman. Dapat dibongkar-pasang sehingga bisa memberikan impresi yang variatif pada skala temporal. Suasana tersebut dapat menghindari kemonotonan spatial (ruang) dan temporal (waktu). Tanaman bekas digunakan dapat dipelihara kembali dan ditempatkan ke ruang recovery atau karantina dalam pembibitan. Dapat dikerjakan oleh sendiri (in house) maupun dipercayakan pada jasa penyewaan tanaman. Misalnya. penyediaan material taman. operasional penataan. . Untuk skala pekerjaan yang tidak terlalu besar. interior bandar udara. serta mengikuti kursus dan pelatihan pertamanan). lobi hotel dan koridor hotel. bila skalanya cuikup besar. 3. sudut-sudut ruang di departement store. dan interior rumah sakit. hingga pemeliharaan dapat dikerjakan sendiri. maka profesionalisme mulai dari persiapan desain. Namun. Taman instan ini dapat memberi variasi panorama bagi tempat-tempat umum yang selalu menerima kehadiran tamu yang silih berganti. misalnya untuk penataan ruang-ruang perkantoran. Contoh desain taman instan dapat dilihat pada Gambar 33. di dalam ruangan atau interior rumah. bandara udara dapat diubah setiap minggu. pemeliharaan. bentuk tanaman. dan warna tanaman yang prima maka tanaman tersebut dapat digunakan kembali sebagai material tanaman instan untuk proyek selanjutnya (Arifin. atau setiap bulan. Pemeliharaan pemulihan bagi tanaman-tanaman yang terkena stres dapat diatasi dengan penyiraman serta pemupukan agar kesehatan tanaman dapat pulih dan pertumbuhannya normal kembali. Dapat dikerjakan oleh pelaku-pelaku dengan pengetahuan pertamanan yang paling dasar sekali pun (hobiis dan gardener yang rajin membaca buku-buku pertamanan. setiap dua minggu. Setelah mencapai kondisi kesehatan. hingga penggantian tanaman diperlukan tanggung jawab yang tinggi. mulai pembuatan desain taman. 2006). perkantoran. mengetahui pengetahuan tanaman dan elemen taman lainnya. 4.

taman di halaman rumah merupakan sebuah kantung terbuka hijau yang dapat menyejukan udara. taman dengan aneka isinya bisa menjadi obat untuk melenyapkan stres. baik berupa tanaman. Taman Rumah Tinggal Taman dan rumah sejak dulu merupakan satu kesatuan yang penting dan saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan penghuninya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Akan tetapi. bahkan bisa menjadi habitat beberapa jenis satwa liar seperti kupu-kupu dan aneka jervs burung berkicau. untuk menata tanaman menjadi taman yang memiliki fungsi dan nilai . Dengan demikian. Contoh desain taman instan (Sumber: Arifin. Taman tidak hanya sebagai fungsi estetik dan pajangan saja. bebatuan. meresapkan air ke dalam tanah. Pada dasamya berbagai jenis tanaman dapat dipilih sebagai pengisi taman. Selain keberadaan aneka jenis tanaman.148 Gambar 33. taman juga berarti sebagai gudang plasma nutfah. ataupun etemen yang hidup seperti ikan hias dapat menjadi selingan hiburan setelah penghuni rumah bekerja seharian di luar rumah. Dalam keadaan sibuk dan tekanan pekerjaan yang rutin. air. Secara fisik-ekologis. keberadaan taman di rumah sangat penting peranannya. tetapi taman juga mengambil peran penting dalam memberi kontribusi kesehatan bagi pemiliknya. Keberadaan taman dapat membuat rumah memiliki fungsi estetik. 2006) B. menghasilkan berbagai produksi tanaman. Kehadiran aneka elemen taman.

Misalnya. kriminil. seperti asparagus dan beberapa jenis pinus yang dikerdilkan. Memilih jenis tanaman bisa dimulai dari tanaman penutup tanah yang hanya mencapai tinggi beberapa sentimeter saja (grasses). philodendron. Pengaturan strata tanaman pada satu tapak juga sangat menentukan daya tarik taman. tanaman yang lebih rendah ditempatkan di depan tanaman yang lebih tinggi. Dalam membuat taman di lahan sempit. bentuk. portulaka atau tanaman yang berdaun jarum. taiwan beauty. Dalam memilih dan mempertimbangkan tanaman yang digunakan. atau disebut sebagai pohon kecil). warna. tetapi tidak memiliki batang utama. tanaman berkayu dan memiliki batang utama dengan tinggi bisa mencapai 5 m. ukuran tanaman. Jenis tanaman yang berukuran relatif kecil seperti tanaman jenis-jenis rerumputan dan penutup tanah. sikas. yang terpenting adalah bagaimana membuat desain kombinasi jenis tanaman yang justru memberikan kesan ruang yang lebih luas. serta perdu (shrubs. merupakan sesuatu yang perlu dipertimbangkan dengan baik agar tanaman tersebut sesuai dengan tujuan dan fungsi desain. Untuk tanaman yang bertekstur kasar yang dicirikan oleh tanaman yang berdaun lebar dan besar. dan palem-paleman Tanaman yang bertekstur halus maupun kasar bisa saja ditanam untuk mengisi taman yang sempit. tekstur. seperti kadaka. baik tinggi tanaman maupun lebar tajuk.149 estetika diperlukan pengetahuan mengenai kesesuaian tempat tumbuh tanaman secara ekologis dan hortikultura serta kondisi fisik tanaman seperti ukuran. antara lain. Tanaman-tanaman yang bertekstur halus dapat dicirikan dari ukuran daun yang kecil. hanjuang. tanaman herba yaitu tanaman yang tidak berkayu (herbs umumnya hanya beberapa puluh sentimeter saja). Penggunaan pohon untuk taman yang sempit tidak terlalu disarankan karena akan mendominasi ruang taman serta mengakibatkan kesan ruang semakin sempit dengan naungan yang semakin luas. mempunyai tinggi 1-2 m). Namun. Oleh karena itu. yang perlu diperhatikan adalah keragaman jenis maupun jumlah tanaman yang dipilih. Bila ingin menggunakan tanaman bertekstur kasar sebaiknya jumlahnya jangan . dan aroma. Ukuran lahan yang sempit bagi peruntukan taman akan lebih pas bila dipilih elemen tanaman yang bertekstur halus. tanaman semak (bushes. tanaman berkayu. sebaiknya mengetahui karakteristik berbagai jenis tanaman.

Sebagai contoh penanaman jalur hijau jalan di sepanjang berm dan median jalan yang bersifat sederhana dalam pelaksanaannya harus berpedoman . Gambar 34. 2007) C.150 berlebihan karena akan mendominasi ruang sehingga taman berkesan semakin sempit. Di lain pihak. dapat digunakan satu atau dua tanaman bertekstur kasar di tengah-tengah penggunaan tanaman bertekstur halus sehingga bisa menjadi kontras atau daya tarik dalam taman (point of interest). Contoh desain taman rumah tinggal (Sumber: Arifin dan Suwita. dapat pula diterapkan jumiah tanaman yang relatif banyak. Banyaknya ragam jenis dapat menjadi koleksi sehingga keindahan dan keunikan masing-masing jenis tersebut menarik perhatian. Disebut jalur hijau karena dominansi elemen lanskapnya adalah tanaman yang pada umumnya berwarna hijau. Bila menggunakan tanaman bertekstur halus dapat berkreasi memadukan berbagai ragam jenis tanaman. Namun. Adanya penataan jalur hijau jalan memungkinkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Contoh desain taman rumah tinggal dapat dilihat pada Gambar 34. Jalur Hijau Jalan Jalur hijau adalah jalur penempatan tanaman serta elemen lanskap lainnya yang terletak di dalam Daerah Milik Jalan (Damija) maupun di dalam Daerah Pengawasan Jalan (Dawasja). tetapi jenisnya harus dikurangi agar taman tidak terlihat crowded.

penampilan di tiap tahapan pertumbuhan. ataupun sebagai jalur hijau dengan persyaratan tertentu. semak dan penutup tanah. Klasifikasi hortikultura. kecepatan tumbuh. yaitu syarat tumbuh. cahaya. 4) persimpangan dan daerah berterrain. 2. aroma. bentuk. angin.151 pada kebutuhan. lahan untuk pengembangan jalan. Median berfungsi sebagai rintangan atau penuntun arah untuk mencegah tabrakan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan dan mengurangi silau lampu kendaraan dengan menempatkan tanaman dengan kepadatan dan ketinggian yang tepat. Kriteria pemilihan jenis tanaman sebagai berikut. tempat pembangunan fasilitas pelayanan dan melindungi bentukan alam. Tanaman yang dipergunakan adalah dari kelompok pohon. Pemilihan jenis tanaman pada jalur hijau jalan tergantung pada fungsi tanaman dan lokasi penanaman. tidak memerlukan perawatan khusus. hama dan penyakit. 2) median jalan. dapat beradaptasi dengan kondisi setempat baik dari segi kondisi tanah maupun iklim. sifat penyebaran. tekstur. . mudah dikembangkan dan sedapat mungkin dipilih jenis yang dapat memperbaiki atau meningkatkan kesuburan tanah baik secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan letak penanamannya jalur hijau dibedakan menjadi empat yaitu: 1) jalur tanaman tepi. Klasifikasi hortikultura berorientasi terhadap tindakan budidaya dan keberhasilan penanaman dan klasifikasi sifat fisik tanaman biasanya berorientasi rerhadap penilaian dan keberhasilan bentuk serta fungsi arsitekturisnya. peletakkan rambu-rambu lalu lintas. Daerah tepi jalan adalah daerah yang berfungsi untuk keselamatan dan kenyamanan pemakai jalan. yaitu tujuan desain. Kriteria tanaman yang digunakan adalah yang mudah didapat. Median jalan adalah jalan yang memisahkan dua jalan yang berlawanan. budidaya. kecocokan antara tanaman dan bangunan serta lingkungan sekitar dan keefisienan dalam pemeliharaan. kecocokan penampilan di tiap musim. air. sifat adaptasi. ukuran dewasa tanaman. toleransi terhadap suhu. 1. perdu. Hal ini merupakan satu dari sekian pertimbangan estetik yang seharusnya menjadi suatu peraturan dalam kebanyakan situasi perkotaan. warna. Klasifikasi fisik. jalur hijau. sifat umur. dapat digunakan sebagai pendukung keselamatan pengendara. tanah. 3) daerah tikungan. kawasan penyangga.

3) tahan terhadap kekurangan air. 1. 8) tidak disukai oleh kupu-kupu yang menimbulkan jenis ulat.warna. Tinggi cabang pohon pertama dari bawah tidak kurang dari 5 meter. Semak yang tumbuh berumpun. Berdaun kecil sampai sedang dan tidak menggugurkan daun secara serempak. daun. memiliki batang dan cabang yang kuat serta tidak menghasilkan zat yang berbahaya. 7. Tidak membahayakan pengguna jalan. Pohon dan semak yang memiliki karakter fisik (bentuk. buah yang besar dan keras. Kriteria tersebut berlaku untuk pohon. Mudah dalam pemeliharaan. 5) memiliki tajuk yang rapat. cenderung sulit untuk menemukan lahan yang . Tanaman penutup tanah yang tidak memerlukan pemeliharaan intensif. 6. Bentuk tajuk pohon bulat atau kolumnar dengan lebar tajuk tidak menutupi bahu jalan. semak. 11. 2. 10. terutama untuk tanaman yang didatangkan dari luar tapak berpedoman kepada beberapa kriteria. Perakarannya tidak merusak trotoar dan saluran drainase. 4) mampu hidup pada berbagai jenis tanah. 2) selalu hijau. 7) tahan terhadap serangan hama dan penyakit. 12. Pemilihan jenis-jenis tanaman yang akan digunakan. dan penutup tanah yang ditanam di perkotaan. rapat dan mudah diperbanyak. D. Pohon peneduh dengan ketinggian sedang atau tinggi kurang dari 15 meter. Mampu bertahan hidup pada kondisi yang kurang baik dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. dan bunga) yang menarik. terutama pada pusat-pusat kegiatan masyarakat perkotaan atau pada permukiman. 9. yaitu tanaman yang tidak menghasilkan duri.152 Persyaratan pohon tepi jalan secara ekologis meliputi: 1) mempunyai sistem perakaran yang dalam. 3. 4. Lanskap Perkotaan Area-area Khusus Pada wilayah perkotaan. 5. 8. yaitu sebagai berikut. 6) tahan terhadap polusi udara dan polutan lainnya. Tidak mudah terserang hama dan penyakit serta tahan terhadap polusi dan kekeringan.

seperti beton. drainase juga ditunjang dengan adanya kemiringan pada dasar bak tanaman dan jalur drainase/outlet yang cukup untuk mengalirkan air keluar dari pot dan bak tanaman. a. dan lambat pertumbuhannya (untuk . Hal tersebut dapat diatasi dengan menanam pada bak tanaman (planter box). satu bak tanaman bahkan diisi hingga puluhan pot. Bak tanaman dapat diisi satu atau lebih pot. Media tanam. dengan mempertimbangkan tanaman yang perakaran tidak intensif. Selain dipengaruhi oleh media tanam. ukurannya tidak terlalu besar. lingkungan tumbuh yang tidak mendukung. atau 70:25:5. Penanaman dengan Planter Box Adanya kecenderungan penutupan lahan perkotaan dengan perkerasan merupakan salah satu penyebab sulitnya mendapatkan areal penamanan. b. untuk menyediakan kondisi drainase yang baik dalam bak tanaman. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk penanaman pada bak tanaman sebagai berikut. bata. Pemilihan jenis tanaman. penyediaan media tanam yang sesuai untuk pot atau bak tanaman mempengaruhi aerasi dalam bak serta beban berat yang ditanggung oleh bak tanaman. Selain media dipupuk secara periodik. 1. Salah satu contoh perbandingan media tanaman. diperlukan pertimbanganpertimbangan khusus dalam melakukan penamanan pada area-area khusus tersebut. kayu. c. dan sebagainya. Dengan menggunakan bak tanaman. Untuk taman kota. Lahan yang tersedia biasanya lahan sisa yang luasannya terbatas dan terkadang kondisinya bermasalah. sistem drainase dibuat untuk mengatasi air penyiraman yang berlebihan. yaitu pasir kasar (ukuran sekitar I mm) : material organik/kompos : top soil = 50 :45 :5.153 dapat dikembangkan untuk pertamanan atau untuk lahan penanaman. Terdapat beberapa alternatif material untuk pembuatan bak tanaman. kombinasi kaca. setelah beberapa tahun media perlu diganti. seperti kemiringan lereng lahan yang curam. Oleh karena itu. dan beton. pot dapat lebih sering diganti sehingga penampilan tanaman selalu bagus. Beberapa karakteristik ruang yang potensial untuk ditanami dengan kondisi khusus sebagai berikut. Sistem drainase.

5-1.5m 2.0-1. Jika bak tanaman diletakkan pada area yang kecepatan anginnya cukup tinggi. adanya struktur penopang atau penahan (staking/staggering). dan melindungi tanah dari erosi angin. Lahan berlereng yang ditanami dapat difungsikan sebagai area penyangga dan konservasi. d. Pemilihan jenis tanaman. baik penutup tanah. mengurangi terjadinya suhu tanah yang ekstrim. Pemilihan jenis tanaman terutama pada jenis-jenis yang perakarannya mampu mengikat tanah dan menangkap air hujan. semak/perdu kecil 3. 2. Jenis tanaman sesuai ukuran kedalaman bak tanaman No Jenis Tanaman 1. 4. Ukuran kedalaman bak tanaman mempengaruhi pemilihan jenis tanaman (Tabel 2). (2008) Kedalaman Bak Tanaman 150-300 mm 0. semak. mengingat akses ke lahan berlereng pada umumnya sulit. kemudian ditanami dengan pohon dan semak besar untuk meningkatkan kestabilan lereng. Tabel 2.0m 1. herba. Pola penanaman sebaiknya dibuat sedemikan rupa agar pemeliharaan tidak intensif. maka perlu pertimbangan pemilihan jenis tanaman yang tahan hembusan angin. . Tanaman yang ditanam dapat mengurangi erosi permukaan oleh air. Rumput 2. 3. dan pohon memperhatikan keselarasannya dengan lingkungan sekitar. Semak/Perdu besar. Lahan Berlereng Lahan berlereng dengan kemiringan curam merupakan ruang pofensial untuk penanaman di kawasan perkotaan yang padat. maka sebagai langkah pertama perlu ditanami vegetasi penutup tanah (rumput. Penutup tanah. herba) yang cepat tumbuh. Jika kondisi awal lahan dalam keadaan tanpa penutupan tanaman.154 pohon). pohon Sumber: Arifin et al. Untuk tujuan tersebut maka hal-hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: 1.

155 Untuk kasus tertentu dimana lereng sangat curam (kemiringan >45) sulit untuk ditanami tanaman besar, maka penanaman tanaman perdu/semak kecil untuk menstabilkan tanah masih dapat dilakukan dengan beberapa teknik bio-engineering.
3. Teknik Penanaman Area yang Tergenangi Secara Periodik

Berbagai bentuk ruang-ruang di perkotaan yang secara periodik tergenang merupakan salah satu area yang potensial untuk ditanami, yang tidak hanya memberikan manfaat ekologis/iingkungan (perbaikan habitat satwa, perlindungan bantaran dan tanggul), tetapi juga manfaat sosial (area rekreasi mayarakat setempat). Beberapa contoh area tergenang/banjir secara periodik, misalnya pada reservoir, kanal, saluran drainase, sungai, rawa, mangrove atau tepi laut. Penanaman dapat dilakukan di bantaran/tepian perairan (sungai, kanal, saluran, dan pesisir) maupun di perairan (rawa, mangrove). Hal yang perlu diperhatikan untuk kegiatan penanaman area ini, yaitu dalam pemilihan jenis tanaman yang toleran terhadap genangan dan banjir serta mengutamakan pemilihan jenis-jenis lokal (native species) yang relatif adaptif terhadap lingkungan setempat dan dapat meminimalkan pemeliharaan. Jenis tanaman lain yang dapat dipertimbangkan, yaitu tanaman air, sebaiknya dipilih jenisjenis yang tidak bersifat invasive karena dapat mengakibatkan turunnya muka air dan eutrofikasi meningkatnya unsur nitrogen dalam air.
4. Area Bekas Penimbunan Sampah (Landfill)

Lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai penimbunan sampah, baik yang berskala rumah tangga maupun lingkungan merupakan alternatif area penanaman. Untuk penanaman pada lubang sampah skala rumah tidak serumit pada skala lingkungan. Pada penanaman di lokasi penimbunan sampah skala lingkungan terdapat hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut. a. Pemantapan permukaan dengan tanah setebal 15 – 45 cm. b. Karena permukaannya cenderung tidak rata, maka sebaiknya tidak membangun struktur penunjang taman yang berlebihan (seperti bangku taman, shelter, area bermain, dan lain-lain) di atasnya untuk meminimalkan terjadinya kerusakan dan gangguan terhadap aktivitas maupun struktur tersebut.

156 c. Jika membuat saluran utilitas (irigasi, listrik) sebaiknya di permukaan atau sedikit di bawah permukaan untuk mempermudah pemeliharaan. d. Mengatasi adanya gas-gas hasil dekomposisi sampah dengan membuat sumur pengumpul sekitar. e. Menghindari penanaman pada lokasi-lokasi yang memiliki suhu tanah yang tinggi karena dapat mematikan tanaman. f. Memilih jenis tanaman yang toleran terhadap kondisi landfill (misalnya toleran terhadap gas-gas yang dihasilkan, tanah yang dangkal, tingginya hembusan angin, drainase yang buruk, dan adanya genangan).
5. Pembuatan Dinding Hijau (Greenwall)

gas,

yang

selanjutnya

jika

diberi

perlakuan

tertentu

dapat

dimanfaatkan sebagai penghasil energi yang dapat digunakan untuk lingkungan

Penanaman ini dilakukan pada struktur vertikal seperti tanggul atau dinding penahan (retaining wall) yang pada umumnya dibangun untuk menahan lereng. Penanaman atau penghijauan pada area ini selain membantu meningkatkan kestabilan lereng, juga menjadikan dinding lebih menarik dan bahkan dapat menciptakan habitat bagi satwa.

E. Rangkuman

Penataan tanaman dapat dilakukan pada berbagai tipe lanskap, antara lain, taman instan, taman rumah tinggal, jalur hijau jalan, lanskap perkotaan area-area khusus. Penanaman pada area khusus, seperti penanaman dengan bak tanaman (planter box), lahan berlereng, area yang tergenangi secara periodik, area bekas penimbunan sampah (landfill), dan pembuatan dinding hijau (greenwall).

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda!

157 1. Jelaskan apa yang dimaksud taman instan, taman rumah tinggal, jalur hijau jalan, dan lanskap perkotaan area-area khusus. 2. Berikan contoh gambar desain taman-taman tersebut.
Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus

memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 2. Renungkan tentang penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap.

B. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Kelebihan tanaman instan adalah............. A. Biaya relatif mahal B. Pembuatan desain kompleks C. Dapat dibongkar pasang D. Dapat dikerjakan oleh arsitek lanskap 2. Ukuran lahan yang sempit bagi peruntukan taman akan lebih pas bila dipilih elemen tanaman yang............. A. Bertekstur halus B. Bertekstur kasar C. Berukuran besar D. Berwarna terang 3. Persyaratan pohon tepi jalan secara ekologis adalah............. A. Menggugurkan daun B. Kebutuhan air banyak C. Tajuk yang jarang D. Tidak disukai oleh kupu-kupu 4. Pemilihan jenis tanaman untuk planter box sebaiknya memilih tanaman yang............. A. Berukuran besar B. Batangnya besar

C. Hal yang perlu diperhatikan pada penanaman di lokasi penimbunan sampah adalah. Jakarta: Penebar Swadaya. 2007. Arifin HS. 22 Desain Taman Mungil.... Munandar A. Membangun struktur penunjang seperti area bermain C. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%.. Pemantapan permukaan tanah setebal < 15 cm B. Arifin HS. Suwita A. Cepat pertumbuhan untuk pohon 5. Anda harus mengulangi Bab 11. 2006. Jakarta: Penebar Swadaya. 3.. Saluran irigasi dibuat jauh di permukaan D. Damayanti VD. Sampoerna Hijau Kotaku Hijau.. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . bagus! Anda cukup memahami Bab 11. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Pemilihan tanaman yang toleran gas Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.. 2008.... A. Perakaran tidak intensif D. Akan tetapi. . 2. Sumber/Referensi 1. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 11... Bogor: Tim Sampoerna Hijau. Hitunglah jawaban Anda yang benar. Arifin HS.158 C. Nurhayati. Taman Instan.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Pramukanto Q.

c 5. a 3.159 D. c 2. d . d 4. Kunci Jawaban 1.