BAHAN AJAR ILMU TANAMAN LANSKAP

NURFAIDA, SP. M.Si. TIGIN DARIATI, SP. MES. CRI WAHYUNI BRAHMI YANTI, SP. M.Si.

PROGRAM HIBAH PENULISAN BUKU AJAR UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

LEMBAGA KAJIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN
JL. Perintis Kemerdekaan Km.10 Makassar 90245 (Gedung Perpustakaan Unhas Lantai Dasar) Telp. (0411) 586 200, Ext. 1064 Fax. (0411) 585 188 e-mail : lkpp@unhas.ac.id

HALAMAN PENGESAHAN
HIBAH PENULISAN BUKU AJAR BAGI TENAGA AKADEMIK UNIVERSITAS HASANUDDIN TAHUN 2011

Judul Buku Ajar

: Ilmu Tanaman Lanskap

Nama Lengkap N I P Pangkat/Golongan Jurusan/Bagian/Program Studi Fakultas/Universitas Alamat e-mail Biaya

: Nurfaida, SP. M.Si. : 19730223 200501 2 001 : Penata Muda / III-a : Agroteknologi : Pertanian/Universitas Hasanuddin : nurfaida@yahoo.com : Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah) Dibiayai oleh dana DIPA BLU Universitas Hasanuddin Tahun 2011 Sesuai SK Rektor Unhas Nomor: 20875/H4.2/KU.10/2011 Tanggal 29 Nopember 2011

Makassar, 29 Nopember 2011 Dekan Fakultas Pertanian, Penulis,

Prof. Dr. Ir. Yunus Musa, M.Sc. NIP. 19541220 198303 1 001

Nurfaida, SP. M.Si. NIP. 19730223 200501 2 001

Mengetahui: Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan (LKPP) Universitas Hasanuddin,

Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc. NIP. 19630501 198803 1 004

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan alam dan seisinya sebagai suatu karunia yang besar dan indah. Dia yang memberikan ketentuan dan peraturan yang tepat untuk memelihara dan merawatnya. Atas segala karunia-Nya pulalah bahan ajar Ilmu Tanaman Lanskap ini berhasil diselesaikan. Pengembangan bahan ajar merupakan tanggung jawab dosen dalam mengemban dan mengembangkan tridarma perguruan tinggi. Perubahan model pembelajaran dari Teacher Central Learning (TCL) menjadi Student Central Learning (SCL) menuntut dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga sebagai fasilitator. Penerapan model pembelajaran SCL membutuhkan bahan ajar sebagai pelengkap kegiatan pembelajaran sehingga dibuatlah bahan ajar ini. Bahan ajar ini dihasilkan melalui Program Hibah Penulisan Buku Ajar Universitas Hasanuddin Tahun 2011. Penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc.selaku Ketua LKPP dan Dr. Sri Suryani, DEA selaku pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan bahan ajar ini. Terima kasih yang tidak terhingga kepada rekan-rekan sejawat di Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin yang telah membantu dalam penyusunan tulisan ini. Semoga bahan ajar ini bermanfaat dan dapat membantu dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran khususnya pada Mata Kuliah Ilmu Tanaman Lanskap.

Makassar, Nopember 2011

Penulis

.............................. 1 11 24 35 56 68 80 98 BAB 3 BAB 4 BAB 5 BAB 6 BAB 7 BAB 8 BAB 9 BAB 10 BAB 11 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK ARSITEKTURAL .................................. 143 .......................... PENGERTIAN TANAMAN LANSKAP DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA......................................... TEKNIK PENANAMAN TANAMAN LANSKAP....................... FUNGSI TANAMAN DALAM LANSKAP ....................................................DAFTAR ISI BAB 1 BAB 2 PENDAHULUAN ............ 123 PENATAAN TANAMAN PADA BERBAGAI TIPE LANSKAP ............... SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN HABITUS FUNGSIONAL .......................................... KOMPOSISI TANAMAN........................................................................... SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK VISUAL ........... SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN EKOLOGI............................................................................. 109 TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN LANSKAP .....

pemagar. memiliki batang utama yang berkayu dan percabangannya dimulai pada bagian yang agak jauh dengan permukaan tanah. Fungsi tanaman: peran utama dari tanaman dalam suatu taman. Lanskap: bentang alam atau hamparan lahan. Perdu (shrub): tanaman yang relatif tinggi (3 – 5 m). mampu memberikan penutupan yang intensif di atas permukaan tanah. misalnya suatu area tidak ingin terlihat oleh banyak orang dari arah tertentu dapat diberikan dinding berupa tanaman atau elemen lainnya. Lawn: padang rumput di halaman rumah atau perkantoran yang dimaksudkan untuk meningkatkan keindahan. . sosial. penutup tanah. tetapi tidak setinggi pohon. tapak yang berada di luar ruangan (eksterior).SENARAI KATA PENTING (GLOSARIUM) Broadcast: perlakuan pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah. mungkin berbentuk beraturan atau tidak beraturan. rangkaian batu yang serupa. Metode thumb: metode untuk menentukan posisi perakaran pohon yang dapat menyerap hara. budaya. dan perayap. perdu. dan ekologis. Herba: tanaman-tanaman yang batangnya relatif lunak dan tidak berkayu. dibantu dengan membangun struktur. Parterre: tanaman yang ditata menyerupai tampilan karpet (apabila dilihat dari atas). Metode tekanan udara: metode pemupukan yang dilakukan dengan cara melubangi tanah daerah perakaran yang dapat menyerap hara dengan menggunakan injektor bertekanan udara tinggi. antara lain. Colonade: deretan kolom-kolom yang memberi kesan ruang pada bangunan Yunani atau Romawi. umumnya dibentuk dari massa tanaman yang dipergunakan sebagai hiasan dalam suatu taman pada Periode Renaissance. Enclosure: dinding. urutan dari anak tangga. Penutup tanah (groundcover): tanaman yang relatif rendah. herba. bahkan kadang-kadang sukulen (banyak mengandung air). semak. pemanjat. Irama: urutan atau perulangan elemen-elemen. estetika. Habitus tanaman: keragaan tanaman secara keseluruhan berupa pohon. misalnya barisan pohon. tabir. umumnya berbentuk herba rendah. Dinding hijau (green wall): berbagai cara menahan longsor atau erosi suatu lereng secara biologi terhadap erosi dengan menanam tanaman.

kompleks. misalnya spiral. Titik perhatian (point of interest): fokus perhatian dari suatu taman yang dapat menghilangkan kemonotonan pada suatu taman. dan lain-lain. biasanya diatur dalam bentuk yang hampir sama dengan maksud untuk menggantikan pagar. Tanaman lanskap: tanaman yang belum. batangnya berkayu dan percabangannya biasanya telah dimulai di bagian yang dekat dengan permukaan tanah (tidak mempunyai cabang utama). Zigurat: bentukan piramida yang dibangun menuruni teras bukit dan memiliki struktur internal yang menakjubkan. keong. dapat dibuat dengan memberikan kontras atau pola susunan tertentu. berbentuk rectangular yang dipersiapkan untuk kepentingan saluran irigasi dan drainase. Trenching: metode pemupukan yang dilakukan dengan cara pembuatan parit di bawah lingkar tajuk pohon. Punch-bar: metode pemupukan untuk pohon-pohon besar dengan cara membuat lubang-lubang pemupukan. Tanaman rumput lapangan: jenis-jenis rumput yang dipergunakan untuk menutupi permukaan tanah yang hanya terdiri atas lapisan tanah saja.Planter box: wadah berukuran relatif besar untuk menempatkan satu hingga beberapa pot tanaman sehingga tatanan pot terlihat rapih. dan sulit untuk dipercaya. . Tanaman indoor: semua jenis tanaman lanskap yang dapat ditanam dalam rumah atau dengan kata lain tanaman yang dapat tumbuh secara normal di tempat teduh (tertutup) atau setengah teduh. Tanaman pagar: suatu garis atau barisan permanen yang padat dari tumbuhtumbuhan yang hidup. Teknik puteran: penanaman pohon dengan mengikutsertakan tanah asalnya dalam bentuk gumpalan. Tanaman lapangan rumput: jenis tanaman yang ditanam secara sendiri atau secara berkelompok pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik (eksotik). piramid. Semak (bush): tanaman yang relatif rendah. Pohon (tree): tanaman berkayu. Topiary: pemangkasan bentuk pada tanaman sesuai dengan yang diinginkan. tinggi >5 m. Tanaman outdoor: tanaman hias yang dapat tumbuh secara normal di tempat terbuka (langsung terkena sinar matahari). memiliki batang utama. Tanaman memanjat (climber): tanaman yang tumbuh di tanah atau bidang apa saja seperti tembok dan struktur pendukung lain sebagai tempat menggantungkan diri atau membelit untuk pertumbuhan tanaman tersebut. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. sedang dan sudah dibudidayakan.

PENELITI. Kompetensi Utama Kompetensi utama minimal yang diharapkan dari seorang lulusan pada Program Studi Agroteknologi untuk mencapai profil lulusan adalah: 1. PENDIDIK (fasilitator. 4. pengambil kebijakan): (a) Kemampuan menerapkan IPTEKS di bidang budidaya tanaman berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal. 3. MANAJER (planner. Keberanian memulai. organizer. dan 5. Kompetensi Utama sebagai PELAKU (birokrat. (b) (c) (d) (e) (f) (g) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. evaluator. cooperator). Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. . mediator). teknorat. initiator. melaksanakan.1 BAB 1 Profil alumni yang diharapkan adalah: PENDAHULUAN PROFIL LULUSAN PROGRAM STUDI 1. motivator. PENGUSAHA (enterpreneur. dan mengembangkan usaha inovatif bidang produksi tanaman dalam pertanian berkelanjutan. KOMPETENSI LULUSAN A. mediator). designer. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. adaptor. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. PELAKU di bidang pertanian (birokrat. pengambil kebijakan). teknorat. 2.

. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. (b) (c) (d) (e) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kompetensi Utama sebagai MANAJER (planner. mediator): (a) (b) (c) (d) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.2 2. initiator. Kompetensi Utama sebagai PENELITI: (a) Kemampuan menerapkan IPTEKS di bidang budidaya tanaman berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan lokal. 3. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. melaksanakan. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. organizer. Kompetensi Utama sebagai PENGUSAHA (enterpreneur. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. cooperator): (a) (b) (c) (d) (e) Kemampuan berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 4. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. Keberanian memulai. evaluator. dan mengembangkan usaha inovatif bidang produksi tanaman dalam pertanian berkelanjutan. adaptor. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen. designer. Kemampuan merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. Kemampuan mengevaluasi dan menilai proses produksi tanaman dan pasca panen.

Kompetensi Penunjang 1. 5. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional. C. Kemampuan berpikir analitis dan sintesis dengan memperhitungkan dampak penyelesaian masalah di lingkup global dalam berkehidupan bermasyarakat. Kemampuan menerapkan aplikasi bioteknologi pada aspek pertanian terpadu. Kemampuan sebagai fasilitator. . Kompetensi Utama sebagai PENDIDIK (fasilitator. B. 3. 2. mediator): (a) (b) (c) (d) (e) Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional.3 (f) (g) (h) Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEKS di bidang budidaya pertanian ke dalam praktek bisnis. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. Kemampuan menggunakan fasilitas internet dalam pencarian literatur dan berkomunikasi dengan sejawat lainnya dalam bidang teknik budidaya tanaman. 3. dan mediator secara sistematik dan efektif. motivator. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. Kemampuan merekomendasi penyelesaian masalah secara tepat dalam sistem budidaya pertanian yang berkelanjutan. Kemampuan belajar sepanjang hayat 2. Kemampuan menerapkan etika bisnis pertanian yang berwawasan lingkungan. motivator. Kemampuan berinovasi dalam menerapkan IPTEKS di bidang budidaya pertanian ke dalam praktek bisnis. Kompetensi Lainnya 1.

gambar.ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN (10) Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum (8) Menguasai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (9) Menguasai teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (7) Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum (6) Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum (2) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (3) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (4) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (5) Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum (1) Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu GARIS ENTRY BEHAVIOR Prasyarat: Pengantar Arsitektur Lanskap .

5 GARIS BESAR RANCANGAN PEMBELAJARAN (GBRP) Mata Kuliah Kompetensi Utama : : Ilmu Tanaman Lanskap 1. 2.Ketepatan penjelasan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangan . Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menata tanaman dalam suatu lanskap berdasarkan fungsi dan estetika dengan baik dan benar. 3.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . 4. Kompetensi Pendukung Kompetensi Lainnya Sasaran Belajar : : : Kemampuan melaksanakan perencanaan sistem produksi tanaman secara tepat sesuai kaidah pertanian berkelanjutan. kaji pustaka MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 1 Menjelaskan kontrak pembelajaran 2 Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu MATERI PEMBELAJARAN Kontrak pembelajaran Pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya INDIKATOR PENILAIAN BOBOT NILAI (%) 5 . Kemampuan sebagai fasilitator. Kemampuan menjalin kerjasama (bernegosiasi dan berkomunikasi) secara efektif. Kemampuan mengaktualisasikan potensi diri untuk bekerjasama dalam tim yang multidisiplin. motivator. Kemampuan menggunakan fasilitas internet dalam pencarian literatur dan juga dalam berkomunikasi dengan sejawat lainnya dalam bidang teknik budidaya tanaman. Kemampuan merancang dan melaksanakan penelitian serta menginterpretasikan data secara profesional. STRATEGI PEMBELAJARAN Kuliah Kuliah.Ketepatan penjelasan karakteristik tanaman pada berbagai periode perkembangan . dan mediator secara sistematik dan efektif.

5 visual: learning.Pembentukan ruang. setengah berdasarkan kondisi ekologi teduh. teduh.Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural . berdasarkan aspek arsitektural dan pengendali keleluasaan pribadi .Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN .6 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 3 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 4 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 5 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN BOBOT PEMBELAJARAN NILAI (%) Seleksi tanaman berdasarkan aspek Collaborative .Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek visual . bentuk.Kemampuan melakukan diskusi dengan 7. praktikum baik mengenai seleksi tanaman . penyekat.5 .Ukuran.Kemampuan melakukan diskusi dengan 7.Tanaman pantai.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . praktikum baik mengenai seleksi tanaman . praktikum baik mengenai seleksi tanaman batu karang. air.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . warna dan tekstur berdasarkan aspek visual tanaman .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . pegunungan.Kemampuan melakukan diskusi dengan 7. dan panas .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Seleksi tanaman berdasarkan ekologi: Collaborative .5 arsitektural: learning.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Seleksi tanaman berdasarkan aspek Collaborative . learning.

border/tepi. rumput lapangan. pada bidang lurus. dan proporsi . pencegah erosi. penutup tanah.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Komposisi tanaman pada area menyudut. pagar.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . aksen. praktikum baik mengenai fungsi tanaman dalam lanskap .7 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 6 Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum 7–8 Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN Seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional: .Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. praktikum baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional . dan kelembaban. penahan silau.Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap .5 10 9 – 10 Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum 12. dan sosial budaya Komposisi tanaman: .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Studi lapang. mengurangi kebisingan.Kemampuan melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman . dan untuk memanipulasi bangunan STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN PEMBELAJARAN Collaborative . dan praktikum BOBOT NILAI (%) 7. peneduh. berdaun/berbunga indah. penaung dari hujan.Mengontrol radiasi. median jalan. mengurangi polusi udara. penahan kebakaran. keseimbangan.Tanaman indoor dan outdoor. case study. dan lapangan rumput Fungsi tanaman dalam lanskap: . praktikum . case study.Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional . penahan angin.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Cooperative . kontrol pandangan. memanjat/pergola.Kesatuan.Kemampuan melakukan diskusi dengan learning. suhu. pohon tepi jalan. irama.5 . mengharumkan udara.Kemampuan membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik . pembatas fisik.Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang.Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap .

5 .Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Studi lapang. jalur hijau jalan. rumput. case study.Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang.Kemampuan melakukan praktikum penataan tanaman dalam berbagai tipe lanskap .Kemampuan melakukan diskusi dengan learning.Kemampuan menata tanaman berdasarkan fungsi dan estetika . dan tanaman pagar Teknik pemeliharaan tanaman lanskap: . pengendalian hama dan penyakit.Kemampuan melakukan praktikum teknik penanaman tanaman lanskap . pemupukan. case . penyiraman.Kemampuan melakukan diskusi dengan learning.Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum Cooperative .Kemampuan membuat gambar rencana penataan tanaman . semak. praktikum baik mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap . taman rumah tinggal.Penanaman pohon. pemangkasan. serta penyulaman Penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap: . praktikum baik mengenai teknik penanaman tanaman lanskap . pameran.Kemampuan melakukan praktikum teknik pemeliharaan tanaman lanskap .8 MINGGU SASARAN KE PEMBELAJARAN 11 Menguasai teknikteknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum 12 Menguasai teknikteknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang.Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan . penutup tanah.Pembersihan tapak.Kemampuan melakukan studi lapang study. penyiangan gulma. penggemburan dan aerasi tanah. pameran dan praktikum BOBOT NILAI (%) 10 10 22. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum MATERI PEMBELAJARAN Teknik penanaman tanaman lanskap: . gambar. dan lanskap perkotaan area-area khusus 13 – 16 STRATEGI INDIKATOR PENILAIAN PEMBELAJARAN Cooperative .Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan .Taman instan. mengenai penataan tanaman pada praktikum berbagai tipe lanskap .

baik dalam tugas kuliah maupun tugas praktikum. teknik penanaman. Pemahaman terhadap aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam memilih dan menyusun tanaman. B. Petunjuk Penggunaan Modul 1. (d) Kerjakan setiap tugas yang diberikan pada setiap akhir kegiatan/pertemuan dengan baik. 2. dan pemeliharaan tanaman lanskap. (c) Mintalah petunjuk dari dosen jika ada hal yang belum terselesaikan. . (e) Perbanyaklah informasi dalam menata tanaman.TINJAUAN MATA KULIAH A. Prasyarat Mata Kuliah Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini harus telah melulusi mata kuliah Pengantar Arsitektur Lanskap. (b) Dosen/tutor/asisten sebaiknya menyiapkan materi dalam bentuk power point yang dilengkapi contoh. Penjelasan bagi mahasiswa (a) Sebelum mengikuti perkuliahan hendaknya mahasiswa telah membaca bahan ajar ini dan dapat diperkaya dengan sumber acuan lainnya yang relevan pada setiap pertemuan. gambar atau foto. Deskripsi Mata Kuliah Mata kuliah ini membahas mengenai sejarah dan perkembangan tanaman serta fungsi-fungsi tanaman dalam lanskap. Penjelasan bagi dosen/tutor/asisten (a) Sebelum memberikan perkuliahan. komposisi tanaman dalam sebuah lanskap. dosen/tutor/asisten dianjurkan untuk melengkapi materi berupa contoh. (b) Untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan sangat dianjurkan penelusuran literatur khususnya mengenai deskripsi tanaman dan fungsi dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. gambar/foto yang bersumber dari karya sendiri. buku bacaan lain atau dari internet. baik teori maupun praktek gambar desain dan lapang. C.

gambar. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum. Elemen Kompetensi (TIK) Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa mampu: 1. Menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum.10 (c) Dosen/tutor/asisten dianjurkan menyediakan waktu di luar jadwal perkuliahan untuk memberikan petunjuk kepada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas kuliah atau tugas praktikum. 5. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. 10. D. 7. Menguasai teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. Menguasai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. 6. Menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. Merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum. Menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu. Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. E. 2. 8. 4. 3. . Mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. 9. Tujuan Pembelajaran (TIU) Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa mampu menata tanaman lanskap dalam suatu lanskap berdasarkan fungsi dan estetika dengan baik dan benar.

Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai sejarah perkembangan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. B. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. 3. . Mahasiswa mengikuti kegiatan perkuliahan di kelas.11 BAB 2 PENGERTIAN TANAMAN LANSKAP DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA PENDAHULUAN Tanaman merupakan unsur fisik yang penting di dalam perancangan dan pengelolaan ruang luar. yaitu tanaman merupakan unsur yang hidup. Kaji pustaka C. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangannya melalui makalah hasil kaji pustaka secara individu. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. 4. harus benar-benar memahami unsur ini. Seorang arsitek lanskap. Untuk dapat merancang taman dengan baik sebaiknya mengenali terlebih dahulu sifat dan karakter tanaman. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Kuliah 2. tumbuh. Hal ini disebabkan unsur tanaman mempunyai ciri khas yang tidak terdapat pada unsur lain. A. Strategi Pembelajaran 1. 2. dan berkembang.

Ketepatan 2. Gambaran keliru terhadap peran utama yang dimainkan oleh unsur tanaman dalam perancangan arsitektur lanskap berawal dari kekeliruan umum tentang perbedaan antara arsitektur lanskap dan usaha pembibitan tanaman. Ketepatan penjelasan penjelasan pengertian karakteristik tanaman tanaman lanskap pada dan sejarah periode perkembangan. Tanaman lanskap mempunyai berbagai bentuk. Akibatnya tanaman sering ditempatkan dalam perancangan ruang luar sebagai langkah terakhir dalam penyelesaian suatu proyek. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. sedang dan sudah dibudidayakan. Pengertian Tanaman Lanskap Tanaman lanskap adalah tanaman yang belum. Sikap yang sama dalam penggunaan unsur tanaman juga berpengaruh terhadap citra yang kurang benar tentang pengetahuan dan profesi arsitektur lanskap. 3. Akibat dari sikap ini menimbulkan salah pengertian bahwa perancangan lanskap hanya terbatas pada proses penataan tanaman dalam bentuk yang menyenangkan pandangan. Tanaman lanskap merupakan salah satu unsur dengan berbagai ragam potensi dalam lanskap dan kemungkinan fungsi yang tidak terhingga. berbagai perkembangan. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Indikator Pencapaian 1. banyak orang awam dan para profesional dalam bidang perancangan melihat tanaman hanya sebagai hiasan. meskipun tanaman lanskap memiliki berbagai potensi dan fungsi. Orang awam masih berpendapat bahwa perhatian utama arsitektur lanskap adalah perancangan taman rumah tinggal dan perencanaan kebun dengan unsur tanaman sebagai salah . dan karakter yang beragam. ukuran. Banyak orang awam dan para profesional bidang perancangan lain mengartikan arsitektur lanskap sekedar menata unsur tanaman sebagai hiasan belaka. warna.12 D. Akan tetapi. tekstur. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis.

Pertumbuhan ini tidak tampak dalam jangka waktu pendek. pertimbangan ekologis tanaman untuk pertumbuhan yang baik. 2) pada musim panas dengan daun-daun hijau tua. kelebatan daun.13 satu unsur perancangan yang penting. dan tekstur serta pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Akan tetapi. yaitu 1) pada musim semi dengan bunga dan daun-daun hijau kekuningan yang rimbun. Bahkan di gurun pasir. dan karakter keseluruhan sesuai musim dan pertumbuhannya. Keahlian arsitek lanskap terkait dengan unsur tanaman. kemampuan. profesi arsitektur lanskap sebenarnya terlibat dalam skala yang lebih luas daripada itu. tetapi cenderung dramatis dalam jangka . Misalnya. yaitu secara teratur berubah warna. 3) pada musim rontok dengan daun-daun warna cerah. meskipun ada perubahan pada musim panas dan dingin. 1983). Tanaman-tanaman di daerah tropis tidak berubah begitu dramatis seperti tanaman berdaun rontok. unsur tanaman adalah dinamis. beberapa tanaman berdaun rontok di daerah beriklim sedang mempunyai 4 karakteristik visual yang berbeda berdasarkan pada musim-musim yang dialami. yaitu menitikberatkan pada pengelolaan sumberdaya alam pada semua skala. Unsur tanaman memiliki beberapa sifat yang membedakan dari unsur-unsur perancangan arsitektur lanskap lainnya. bentuk. Kearifan seorang arsitek lanskap terletak pada pemahamannya terhadap karakteristik visual tanaman secara keseluruhan. Pertama. Karakteristik penting adalah bahwa tanaman merupakan unsur yang hidup dan tumbuh (Booth. dan 4) pada musim dingin dengan cabang yang gundul dan percabangan yang jelas. atau musim hujan dan kemarau. dan kepekaan penggunaan dalam konteks perancangan tertentu. dan dampak lingkungannya jika ditanam pada situasi tertentu. tanaman berubah dalam penampakannya khususnya selama musim dingin dan berbunga di musim semi. Hal ini mencakup pemahaman tentang karakteristik-karakteristik perancangan seperti ukuran. tekstur. warna. Dengan ruang lingkup yang lebih luas ini. keterampilan. unsur tanaman tetap merupakan unsur utama perancangan yang membantu arsitek lanskap dalam mencapai tujuan perancangan tidak hanya sebagai unsur penghias tetapi juga memiliki fungsi-fungsi yang sama dan kadang-kadang mempunyai nilai tertentu dalam perancangan arsitektur lanskap. Semua tanaman tumbuh besar dalam proses pertumbuhannya. terletak pada pengetahuan tentang fungsi.

lebar. Akan tetapi. Masalah ini dapat disederhanakan jika sebagian unsur komposisi tanaman dibiarkan berubah sepanjang tahun. Hal ini mempersulit untuk menilai apakah perancangan tersebut berhasil atau tidak. tetapi tampak tidak menarik pada musim lain. tetapi juga bagaimana peranannya sepanjang tahun dan pertumbuhan dari waktu ke waktu. Untuk pohon besar di daerah beriklim sedang. Faktor kesulitan waktu hampir tidak terdapat dalam profesi perancangan lain karena penilaian terhadap perancangan dapat dilakukan setelah selesainya proyek. dan bentuk tanaman dewasa. Akibatnya. tetapi perubahan tersebut tidak dapat dibandingkan dengan pohon muda yang tumbuh dari ketinggian 2 m pada waktu pertama ditanam dengan pohon setinggi 15 m setelah beberapa tahun kemudian. hal ini memiliki kelemahan bagi perancang. Perubahan penampakan tanaman pada setiap musim mempersulit untuk memilih dan menempatkannya dalam merancang taman. Umumnya. Suatu kesalahan mungkin saja terjadi di dalam memilih tanaman yang menarik pada musim tertentu. agar perbaikan dapat dilakukan pada tahap berikutnya. Masalahnya akan lebih sulit karena tanaman penutup dan semak pada umumnya mencapai kedewasaan lebih cepat daripada pohon sehingga memerlukan program pemeliharaan berkala untuk memindahkan tanaman penutup dan semak yang telah melebihi umurnya. Tanaman memerlukan waktu lama untuk mencapai ketinggian. Penyataan bahwa bangunan atau patung dapat rusak dimakan usia adalah benar. arsitek lanskap tidak dapat menilai dengan baik kualitas yang ingin dicapai untuk suatu perancangan dalam beberapa tahun (mungkin lebih dari 20-25 tahun). tanaman baru memerlukan waktu 15-20 tahun untuk tumbuh dewasa bahkan mungkin lebih untuk mencapai ukuran optimal.14 waktu yang panjang. Kualitas dinamis dari unsur tanaman ini mempunyai implikasi penggunaannya dalam perancangan. perancang menanam tanaman muda di tapak karena lebih murah dan mudah dipindah serta mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk hidup dan tumbuh dibandingkan tanaman dewasa. Perancang tidak hanya memperhatikan bagaimana suatu kelompok tanaman berfungsi dan tampak pada musim tertentu. Aspek pertumbuhan unsur tanaman juga memiliki implikasi yang lain. Oleh karena itu. sedangkan sebagian yang lain tetap konstan secara visual. arsitek lanskap tidak hanya .

Beberapa jenis tanaman memerlukan pemeliharaan lebih daripada yang lain. Setelah ditetapkan dapat dipilih tanaman yang sesuai dengan syarat-syarat tersebut. dan suhu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Apabila hal ini tidak dijelaskan. Faktor-faktor seperti kimia tanah. serta pengendalian hama dan penyakit merupakan kegiatan pemeliharaan dari tanaman lanskap. angin. Setiap jenis tanaman memerlukan persyaratan tertentu untuk pertumbuhan optimal sehingga salah satu langkah di dalam merancang taman adalah menetapkan syarat-syarat pertumbuhan tanaman pada tapak. dapat dilupakan setelah ditanam. tanaman tumbuh saling memenuhi ruang. Hal ini menimbulkan masalah dalam menjelaskan kepada klien. perancang biasanya menanam tanaman kecil dalam jumlah banyak agar cepat memenuhi suatu area. Untuk menghindari penampilan yang kurang bagus yang diakibatkan penanaman tanaman yang masih kecil. masalah lain dapat timbul dengan cara ini. Akan tetapi.15 mempelajari pengaruh tanaman dalam jangka pendek terhadap perancangan. Hal ini memerlukan pemeliharaan tambahan dan biaya pemangkasan agar ukuran tanaman tetap seperti yang diinginkan. tetapi juga pengaruh jangka panjang. 1983). Klien harus diberi penjelasan tentang kenyataan yang sebenarnya. klien cenderung kaget melihat kenyataan yang berbeda dengan apa yang dilihat dalam maket atau denah yang tanamannya digambarkan mendekati umur dewasa. Tanaman tidak seperti unsur perancangan lain. Bahkan. Biasanya. tentang bagaimana wujud perancangan setelah selesai pelaksanaan. drainase tanah. sinar matahari. Semua tanaman memerlukan tingkat pemeliharaan tertentu untuk tetap tumbuh sehat. pemangkasan. . beberapa jenis tanaman asli suatu daerah memerlukan perhatian khusus secara terus menerus. Karakteristik kedua yang menonjol adalah bahwa tanaman merupakan unsur perancangan yang hidup sehingga memerlukan beberapa persyaratan lingkungan untuk hidup dan tumbuh dengan baik (Booth. pemupukan. agar memahami bagaimana hasil akhir perancangannya serta perubahannya dari waktu ke waktu. Penyiraman. arsitek lanskap membuat gambar perancangan berdasarkan tanaman 75100% ukuran dewasa.

Taman-taman di Mesir ditata dalam komposisi yang teratur berupa petak-petak berisikan bunga-bungaan kolam atau enclosure (Hakim. Sejarah Perkembangan Tanaman dalam Lanskap Sejarah perkembangan tanaman dalam lanskap sesungguhnya berkembang sejalan dengan perkembangan taman. Perkembangan taman mulai dari sebelum Masehi hingga sekarang. dan Romawi. Yunani. Salah satu taman yang terkenal adalah Zigurat atau Taman Gantung yang ditanami pohon. pepohonan yang ditanam merupakan pohon buah-buahan dan yang dapat digunakan sebagai kayu bangunan. dan tanaman merambat dengan pola formal dan rectalinier (Hyams. 1971). Dari reliefrelief peninggalan bangsa Asyiria menunjukkan pohon-pohon dan palem disusun . Taman dibuat pertama kali di daerah Mesopotamia yang terletak di lembah Sungai Euphrat oleh bangsa Babylon (3. Seni pertamanan bangsa ini diperlihatkan dengan pengaturan tempat-tempat pertanian sebagai tempat yang menyenangkan. dan lain sebagainya untuk kebutuhan kesenangan. 3) Periode Renaissance. bangsa Mesir kuno membangun taman di dalam tempat kediaman dan dipagar dengan tembok tebal. sistem irigasi. Tanaman yang pertama ditanam dalam suatu taman adalah jenis yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan manusia. 2003). Mesir. Asyiria. yang dapat dibagi dalam 4 periode. Persia.500 SM). Selain itu. dan 4) Periode Modern. 2) Periode Abad Pertengahan. Periode Antik Periode Antik yang terjadi pada masa sebelum Masehi memperlihatkan bahwa tanaman hias belum dikenal. yaitu jenis tanaman yang dapat dimakan (edible) atau jenis tanaman obat-obatan (medicinal) dan bahan baku parfum. Akan tetapi. 1. Taman kerajaan Asyiria kemungkinan dipengaruhi oleh desain Mesir. berbeda dengan bangsa Babylon. yaitu taman-taman di Mesopotamia. semak.16 B. Ciri taman Asyiria umumnya berbentuk formal dalam penyusunan tanaman. Mesir seperti halnya Mesopotamia telah memiliki keahlian atau keunggulan di bidang hortikultura. yaitu: 1) Periode Antik. Taman-taman pada periode ini. Pengaturan dilakukan pada petak-petak tanaman produktif. penanaman pohon-pohon besar.

2011). Posisi bangunan diletakkan mengarah jalan dan letak kamar-kamar ditata ke sebelah dalam (in ward) yang dihubungkan dengan colonade serta pembukaan ke arah ruang terbuka atau atrium. Kerajaan bangsa Yunani terutama pada pemerintahan Alexander the Great mengerjakan taman-taman dengan mengambil inspirasi taman-taman kerajaan Persia dan Mesir. Taman-taman ini umumnya menggunakan sistem irigasi yang dialirkan dari ladang pertanian yang jauh dari istana. Misalnya peoni melambangkan kekayaan dan kehormatan. Perkembangan taman terjadi dari Mediteran di Barat sampai Cina di Timur Jauh. anggrek melambangkan kehalusan budi pekerti. kebaikan. Taman-taman istana kerajaan Persia diciptakan untuk mengekspresikan keagungan dan kemegahan dalam bentuk lain. Pohon-pohon ini ditanam secara berbaris juga untuk memudahkan pengairan (Wahid dan Karsono. Bunga-bunga indah dan tanaman eksotik sering menjadi motif dekoratif pada sutera dan porselen. taman tempat bersenang-senang jarang ditemukan di . sopan santun. Catatan sejarah dan peninggalan kuno merupakan bukti yang mengisahkan kekayaan budaya dan flora negeri Cina. 2. Pola rumah bangsa Yunani ini dijadikan dasar oleh bangsa Romawi untuk membangun tempat tinggal. Unsur air yang digunakan dalam taman bernilai simbolis sebagai aliran air yang berasal dari Taman Firdaus dalam kitab suci. Biasanya ruang duduk atau ruang keluarga dihadapkan ke inner court atau patio yang selalu diberikan perkerasan serta dihiasi dengan patung dan tanaman di dalam pot. Selain itu. Periode Abad Pertengahan Periode abad pertengahan berlangsung sekitar abad ke-7 hingga abad 15. Taman Cina yang terkenal dibuat pada jaman pemerintahan dinasti Chin dan dinasti Han. dan budaya. dan panjang umur. 1971). semua bunga dan pohon mempunyai arti simbolis dan makna. dan lotus melambangkan kemurnian dan kebenaran (Mariana. 2001). chrysanthemum melambangkan kerendahan hati. Pada permulaan abad ini. Pada masa pemerintahan kedua dinasti tersebut sudah terdapat taman istana megah yang bernuansa religius pengaruh ajaran Tao dan benilai estetika tinggi serta ditujukan sebagai tempat beristirahat dan bersenang-senang (Hyams.17 berbaris dengan teratur seperti di Mesir.

2003). Pelargonium cuculatum. violet. Kebun raya memberi pengaruh yang kuat pada pertamanan sehingga dapat dikatakan bahwa kebun raya merupakan ciri dari jaman Renaissance. antara lain. Jasminum nudiflorum. Dua contoh kebun raya yang banyak dipelajari dalam botani adalah Kebun Raya Padua dan Kebun Raya Pisa. Karakteristik taman yang menonjol pada Periode Renaissance adalah kebun raya. Ruang terbuka umumnya berfungsi sebagai tempat menanami berbagai jenis tanaman obat-obatan dan buahan. Tanaman bunga mulai menjadi berarti bagi kepentingan masyarakat pada abad ke-6 dan ke-7. Kebun raya ini muncul sekitar abad ke-16 dan diduga berasal dari Mesiko lalu bentuk taman dibawa oleh orang-orang Spanyol dan akhirnya menyebar ke Eropa. Tanaman Porticoes merupakan salah satu elemen taman yang penting yang dimasukkan oleh Byzantine Basilicos. Bangsawan dari Eropa Utara mengungkapkan keindahan dari taman-taman gereja dengan membuat taman bunga dengan gaya Pietro de Carescenzi. Robinia pseudoacacia. Cedros deodara. Pada waktu itu. Taman ini memakai tanaman sayuran dan obat-obatan serta perpohonan dan tanaman hias bunga. Madonna Lily sebagai bunga persembahan kepada Bunda Maria dan menjadi simbol yang bermakna dari bunga violet dan mawar. 3. dan Solanum tuberosum. Tanaman hias yang penting adalah mawar. antara lain. 1971).18 antara kota-kota dan benteng-benteng yang padat. Juglans . Tanaman yang dibudidayakan di Kebun Raya Padua. serta perkembangan perdagangan dan peningkatan perekonomian menyebabkan berkembangnya keberadaan taman-taman (Hakim. Kebun-kebun ini dipelihara dan dipagari dengan tembok sebagai benteng yang kuat. Cyclamen persicum. dengan sistem politik pemerintahan yang semakin baik. Tanaman yang dibudidayakan di Kebun Raya Pisa. Kebun Raya Padua dibuat pada tahun 1545 dan tetap bertahan sampai bertahun-tahun. terdapat tempat yang berbentuk semacam taman yang disebut Purgatones. dan marygold. Pada akhir abad ini. dengan pola tertutup dan dengan tanaman rumput dan bunga-bungaan. Bignonia radicans. Periode Renaissance Periode ini berlangsung sekitar abad 15 sampai 20. merupakan taman tertutup yang pertama kali dibuat di Eropa pada abad pertengahan (Hyams.

dan Tulip sp. melalui perhitungan dan perencanaan matang sehingga tercipta suatu taman yang nilai artistiknya tinggi. dan Inggris. Taman-taman dibuat oleh para seniman taman bekerjasama dengan para botanis.19 nigra. buah-buahan. Taman-taman yang dibangun oleh Olivier de Serre kebanyakan berisi sayuran. Cinnamomum camphora. Salah satu elemen utama taman . Elemen tanaman yang digunakan adalah pohon buah-buahan yang ditanam dalam pot besar dari tanah liat dan parterre. sedangkan Villa Lante dibangun oleh Mignolia. dan bunga-bungaan. Secara umum tanaman yang digunakan pada Periode Renaissance ialah menggunakan tanaman dalam bentuk pohon dan kelompok tanaman. Perancis. Villa Medici dibangun oleh Annibale Lippi untuk Cardinal Ricci pada tahun 1544. dan lily of the valley. Chaenomeles japonica. Orang lain yang berjasa dalam pembentukan Taman Perancis ialah Claude Mollet. dan Villa Lante. Ciri taman ini ialah menggunakan pohon-pohon. Taman pada era ini diistilahkan memiliki “beauty and perfect form” yang dikaitkan dengan perubahan dalam segi kualitas. Bunga-bunga yang digunakan. dan falsafah desain. serta bersifat lebih terbuka (Damayanti. semak. antara lain. 1999). Beberapa karya yang terkenal di Italia adalah Villa Medici. Taman-taman pada periode ini. semak evergreen. Taman-taman di Perancis awalnya berkiblat pada taman-taman pada Periode Abad Pertengahan. Villa de Este dibangun oleh Pirro Ligorio untuk Cardinal Ippolito de Este. dengan falsafah desain yang bertumpu pada peningkatan kenyamanan bagi manusia yang ingin menikmatinya. Alianthus glandulosa. bernuansa matematis. Magnolia grandiflora. Taman-taman tidak hanya sebagai tempat meditasi tetapi lebih diutamakan sebagai tempat rekreasi. dan bunga-bungaan. Orang yang pertama kali membawa pengaruh Renaissance ke Perancis ialah Leonardo da Vinci pada tahun 1514. Olivier de Serre. Taman yang dibuat menggunakan tanaman-tanaman yang ditanam rapat dalam baris-baris. Villa ini adalah satusatunya villa yang tamannya masih utuh. lalu dibeli oleh Ferdinando de Medici pada tahun 1580. violet. Raja Henri VII dan Kardinal Wolsey adalah orang-orang yang berjasa dalam kemajuan taman-taman Renaissance di Inggris. Villa de Este. yaitu Taman Italia. wallflower. dan pesta perjamuan. relaksasi. dan Boyceau. artistik.

4. dan daffodils. misalnya taman kota. taman rumah. Ciri-cirinya ialah ditiru dari fountainbleau. sedangkan bunganya. dapat . dan taman bermain dengan penggunaan berbagai jenis tanaman. lapangan-lapangan hijau.20 adalah mount. tanaman yang digunakan tidak hanya tanaman yang bersifat dekoratif. Bentuk mount berasal dari Italia. carnation. aprikot. wallflower. Taman telah berkembang sedemikian rupa. madonna lily. Arsitek lanskap pada periode ini merencanakan taman tidak hanya sekedar tempat untuk koleksi bunga. Perkembangan taman mulai dari sebelum Masehi hingga sekarang. yaitu jalan berbentuk spiral yang dikelilingi pepohonan. termasuk hutan-hutan dengan vistanya. Model terbesar dari taman Renaissance di Inggris ialah Nonsuch Garden. dan almond. Selain itu. antara lain. Rangkuman Tanaman lanskap adalah tanaman yang belum. tetapi pola-polanya lebih sederhana. Pada periode ini telah berkembang penggunaan tanaman dalam taman bahkan mutlak ada tanaman hias sebagai ornamen. Buah yang ditanam. tetapi juga tanaman yang disesuaikan dengan kondisi tapak di sekitarnya dan sedikit memerlukan tenaga kerja dalam penanaman dan pemeliharaan. Beberapa taman memiliki parterre seperti pada Taman Perancis. C. tetapi juga sebagai outdoor livingroom. peach. Sejarah perkembangan tanaman dalam lanskap sesungguhnya berkembang sejalan dengan perkembangan taman. pansy. Periode Modern Periode ini dimulai pada abad 20 hingga sekarang. sebagai tempat untuk bermain anak-anak (playground). Karya taman yang dihasilkan pada periode ini lebih beragam. ditanam atau sudah ada di suatu tapak/lahan yang secara fungsional berdayaguna dan secara estetis memiliki seni/nilai keindahan sehingga antara satu dan lainnya dapat melahirkan suatu kesatuan yang harmonis. antara lain. dan juga sebagai tempat melakukan kegiatan seni atau hobby (work of art). ada bosco. Taman pada periode ini dapat dianggap sebagai tempat untuk melakukan aktivitas sehari-hari (living space). marygold. sedang dan sudah dibudidayakan. dan tiruan-tiruan binatang.

Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Jelaskan karakteristik tanaman lanskap yang membedakan dari unsur-unsur perancangan lainnya. 3) Periode Renaissance. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.. (a) Kebun raya (b) Taman bunga (c) Kebun buah (d) Taman villa . PENUTUP A.. 3. Lakukan penelusuran literatur mengenai sejarah perkembangan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet... Tanaman yang melambangkan kekayaan dan kehormatan adalah... yaitu 1) Periode Antik... 2) Periode Abad Pertengahan.... Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang pengertian tanaman lanskap dan sejarah perkembangan tanaman lanskap. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1.21 dibagi dalam 4 periode. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda.... dan 4) Periode Modern.. 2. Jelaskan pengertian tanaman lanskap.... Karakteristik taman yang menonjol pada Periode Renaissance adalah. B.... (a) (b) (c) (d) Anggrek Peoni Chrysanthemum Lotus 2.. 2. Jelaskan periode-periode perkembangan tanaman lanskap..

22 3. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 2....... Elemen tanaman yang digunakan pada Villa Medici adalah. Jalan berbentuk spiral yang dikelilingi oleh pepohonan disebut...... Taman dengan pola tertutup dan dengan tanaman rumput dan bunga-bungaan disebut gaya...... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% ......100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang ... (a) Pohon buah-buahan (b) Lapangan hijau (c) Bunga-bungaan (d) Semak evergreen 4. Hitunglah jawaban Anda yang benar.. (a) Parterre (b) Bosco (c) Mount (d) Grotto 5... (a) The Maze (b) Grotto Palissy (c) Pietro de Carescenzi (d) Fountainbleau Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini...........

b 2. bagus! Anda cukup memahami Bab 2. Inc. 4. 6. Yogyakarta: Graha Ilmu. New York: Praeger Publ. 3. Buletin Taman dan Lanskap Indonesia. C. Anda dapat meneruskan pada Bab 3. Sejarah Penggunaan Bunga sebagai Elemen Taman dalam Taman Cina. c . B. Karsono. c 5. 2001. Illinois: Waveland Pr. a 4. Akan tetapi. Trisakti.23 Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. D. Wahid J. Alam dan Lingkungan. A History of Garden and Gardening. 2. Anda harus mengulangi Bab 2. Mariana F. Jakarta: Penerbit Univ. 1999. Karakteristik Taman Italia. Desain dan Konsep Arsitektur Lansekap Dari Zaman ke Zaman. Booth NK. Basic Elements of Landscape Architectural Design. Hyams E. 4(3): 21-25. Damayanti VD. 2011. 1983. 2(1): 25-28. Sumber/Referensi 1. Arsitektur Lansekap Manusia. 1971. Hakim R. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Buletin Taman dan Lanskap Indonesia. Kunci Jawaban 1. terutama bagian yang belum Anda kuasai. a 3. 2003. 5.

Karakteristik visual unsur tanaman umumnya dipilih setelah fungsi arsitekturalnya ditetapkan. atap. 4. Collaborative learning 2.24 BAB 3 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK ARSITEKTURAL PENDAHULUAN Kegunaan arsitektural unsur tanaman sangat penting dalam penataan lanskap terutama sebagai pembentuk ruang luar. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. B. Praktikum C. Unsur tanaman digunakan secara arsitektural dalam fungsi lanskap sebagai komponen struktural seperti lantai. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. A. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural melalui sumber bacaan dan internet. 3. Dalam pengembangan perancangan. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. . Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Secara arsitektural tanaman merupakan ruang kegiatan pada ruang luar. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Strategi Pembelajaran 1. 2. kegunaan arsitektural adalah yang pertama dipelajari. dan dinding.

tanaman dapat digolongkan berdasarkan fungsinya sebagai pembentukan ruang. Rumput atau tanaman penutup tanah (groundcover) dapat digunakan untuk membentuk bidang dasar (lantai). 3. tanaman pedinding. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Istilah aspek arsitektural tidak dimaksudkan hanya untuk lingkungan buatan. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Unsur tanaman pada lingkungan alami dapat berperan dengan baik dengan menyempurnakan fungsi-fungsi ”arsitekturnya". dan pengendali keleluasaan pribadi. Kesan ruang tergantung pada pembatas nyata dan maya dengan memodifikasi ketiga bidang tersebut baik secara sendiri maupun digabung. penyekat. Penggolongan tanaman berdasarkan aspek arsitektural artinya menciptakan ruang dengan unsur tanaman. ruang yang bersifat terbuka. Pembentukan Ruang Pembentukan ruang berarti mengolah bidang atau unsur pembentuk ruang. semi terbuka. Berbagai kesan ruang dapat diciptakan dengan elemen tanaman. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural. Jenis tanaman sebagai pembentuk ruang dikelompokkan menjadi tanaman pelantai. yaitu bidang dasar. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Tanaman semak dapat digunakan sebagai pembentuk bidang vertikal (dinding). tertutup.25 D. Unsur tanaman dapat digunakan dalam lanskap untuk saling mempengaruhi bidang-bidang pembatas tersebut. intim. . Pohon dapat digunakan untuk membentuk bidang pengatap/atap. 4. dan bidang pengatap. 2. bidang vertikal. Indikator Pencapaian 1. antara lain. A. publik. Berdasarkan aspek arsitektural. semi publik. dan tanaman pengatap. dan sebagainya.

tanaman penutup atau semak dapat secara tidak langsung membentuk ruang dengan perbedaan ketinggian dan bahan. Tanaman Pelantai Untuk membentuk bidang dasar. Komposisi tanaman berupa susunan pohon atau semak dapat membentuk bidang pembatas atau dinding . kepadatan massa. Gambar 1. dan pola susunannya. seperti lumut. tanaman membentuk ruang vertikal secara fisik. Pertama. dan groundcover. Tingkat ketertutupan dapat bervariasi dengan ukuran batang. Tanaman Pedinding Untuk membentuk bidang vertikal. Misalnya. Dalam hal ini. tetapi dengan ketinggian yang rendah memberi kesan suatu dinding. sekali lagi pembatasan ruang ini lebih banyak secara tidak nyata daripada secara nyata (Gambar 2). batas antara daerah rumput dan tanaman penutup memberikan gambaran batas ruang tanpa penyekat fisik (Gambar 1). 1983) 3. Ruang maya terbentuk di antara penutup tanah dan rumput (Sumber: Booth. rumput. Jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pembentuk bidang lantai adalah tanaman yang tingginya sampai setinggi mata kaki. batang pohon berperan sebagai tiang vertikal pada ruang luar. unsur tanaman dapat mempengaruhi persepsi ruang dalam berbagai cara.26 2.

27 (Hakim dan Utomo. Tanaman Pengatap Bidang pengatap suatu ruang dapat dimodifikasi melalui unsur tanaman. Semakin banyak batang pohon seperti dalam suasana hutan alami. membatasi pandangan ke langit. Kedua. . massa daun tanaman dapat mempengaruhi bidang vertikal ketertutupan ruang. 2003). kepadatan dan ketinggian massa daun mempengaruhi kualitas ruang. Perubahan tingkat ketertutupan lebih jelas dan cenderung tampak dengan adanya variasi musim pada tanaman berdaun rontok. Gambar 2. 1983) 4. semakin kuat kesan ketertutupannya. Kesan pengatap yang kuat dapat dirasakan jika tajuk pohon saling tumpang tindih. Massa daun dan percabangan pada tajuk pohon membentuk atap pada ruang luar. dengan demikian menutup pandangan langsung ke langit. Dalam hal ini. Contoh lain dari batang pohon yang membentuk batas ruang dapat dilihat sepanjang jalan yang ditanami pohon dimana massa batang pohon pada musim dingin memberi gambaran batas-batas ruang walaupun tanpa daun. semakin kuat kesan ketertutupannya. dan mempengaruhi skala vertikal ruang tersebut (Gambar 3). Semakin tinggi pohon dan semakin besar dan rapat daunnya. Batas ruang maya terbentuk oleh massa batang pohon (Sumber: Booth.

Bidang pengatap terbentuk oleh bagian bawah tajuk pohon (Sumber: Booth. tetapi diinginkan pandangan yang terbuka pada sisi lain .28 Dalam pembentukan ruang luar dengan menggunakan unsur tanaman. tetapi agak transparan dan berorientasi kuat pada sisi yang terbuka. tidak memberi kesan pribadi. Gambar 3. Tanaman tersebut berperan sebagai dinding vertikal yang menghalangi pandangan ke dalam dan luar ruang. tetapi sebagian tertutup pada salah satu sisi atau lebih dengan tanaman tinggi. Tipe ruang yang demikian memiliki kualitas yang sama dengan ruang yang terbuka. dan sebagainya). monumental. dan terbuka terhadap sinar matahari dan langit. 1983) 1. tertutup. Ruang seperti memberi kesan luas. 2. seperti dengan unsur perancangan yang lain. akrab. Setelah itu arsitek lanskap dapat melanjutkan dengan memilih dan menyusun tanaman yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. perancang harus menentukan terlebih dahulu tujuan yang akan dicapai dan kualitas ruang yang diinginkan (terbuka. Ruang yang Terbuka Arsitek lanskap dapat menciptakan ruang secara tidak langsung terbuka ke semua arah dengan menggunakan semak dan tanaman penutup sebagai pembatas ruang. Beberapa tipe dasar ruang yang terbentuk oleh tanaman diuraikan sebagai berikut. Ruang ini umumnya sesuai untuk teras rumah dimana kesan pribadi diperlukan pada satu arah. Ruang Semi Terbuka Ruang ini sama dengan ruang terbuka.

dan terisolir. Dalam kaitannya dengan lanskap. memberikan kesan keleluasaan pribadi. Ruang Vertikal Dengan menggunakan tanaman tinggi. kegunaan lain adalah untuk menutup obyek atau pemandangan yang . Salah satu variasi ruang ini adalah ”lorong” yang terbentuk oleh tanaman peneduh sepanjang jalan raya atau jalan setapak. B. arsitek lanskap dapat membentuk ruang luar dengan orientasi vertikal dan terbuka ke arah langit. Ruang seperti ini dapat dirasakan seperti suasana hutan. Ruang Beratap (Canopied Space) Ruang beratap dapat dibentuk dengan bagian-bagian atas tertutup dan sisi-sisi terbuka menggunakan massa tanaman peneduh dengan tajuk tanaman yang padat. Ruang beratap juga membentuk kesan skala vertikal yang kuat dengan penutupan ketinggian ruang.29 3. Secara keseluruhan ruang ini berkesan "terapit" antara bidang atas dari tajuk pohon dan bidang dasar apabila seseorang melewati antara batang-batang pohon. Ruang Tertutup Beratap (Enclosed Canopied Space) Ruang ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan ruang beratap. Tergantung besarnya tekanan yang diinginkan. ruang tersebut dapat terbuka atau tertutup pada sisi-sisinya. Perbedaan utama ruang ini adalah tertutup pada sisi-sisinya dan tanaman berukuran sedang dan kecil. Penyekat (Screening) Apabila pembentukan ruang luar merupakan salah satu kegunaan arsitektural tanaman. Sinar matahari tersaring tajuk tanaman dan cahaya menembus dari sisi-sisinya. Secara arsitektural. berorientasi ke dalam. tipe ruang ini sering dirasakan jika seseorang berdiri di lantai dasar bangunan yang terbuka dengan sisi-sisi yang terbuka. ruang ini merupakan karakteristik ruang terbuka hijau perkotaan. 4. Ruang ini berkesan sejuk dan memungkinkan pandangan tak langsung ke dalam dan luar ruang melalui sisi-sisinya. 5. Salah satu variasi yang memungkinkan dari ruang ini adalah menggunakan tanaman yang berbentuk meruncing ke atas sebagai unsur pembentuk ruang. agak gelap. Hal ini dimaksudkan agar ruang yang terbentuk dapat mengembang atau mengecil apabila ruangnya bertambah tinggi.

apabila tanaman digunakan sebagai penyekat. jarak antara pengamat. dan bentuk permukaan tanah. unsur yang kurang menarik. Penyekat menghalangi secara bijaksana sebagian dari pandangan pengendali keleluasaan pribadi mengurangi kebebasan bergerak dalam ruang. . Hal ini sangat tergantung dari tujuan perancangannya. tanaman dapat membatasi pandangan secara total sehingga tidak tembus sama sekali (opaque). sedangkan penyekat memungkinkan pergerakan di sekitar tanaman pembatas. Faktor-faktor tersebut secara bersama-sama mempengaruhi tinggi. Tujuan dari pengendalian pandangan ini adalah untuk memisahkan ruang dengan sekitarnya (Gambar 4). susunan. Pengendali keleluasaan pribadi adalah teknik penempatan tanaman di sekitar area tertentu agar pandangan ke dalam dan dari ruang dapat dihalangi.30 kurang menarik suatu lingkungan. atau dibuat transparan agar menghalangi sebagian pandangan. Unsur tanaman sebagai penyekat vertikal dapat mengendalikan pandangan agar obyek yang diinginkan dalam lanskap dapat terlihat dan obyek yang kurang baik terhalangi. Tanaman yang tinggi. Pengendali keleluasaan pribadi sering merupakan tujuan perancangan yang diinginkan sebagai ruang duduk yang akrab (intim) atau merupakan teras rumah. dan penempatan tanaman pembatas yang diinginkan. tinggi unsurunsur yang tidak menarik. Untuk membentuk penyekat tanaman secara efektif. C. Perbedaan yang jelas antara keduanya adalah pengendali keleluasaan pribadi memisahkan ruang dengan sekitarnya. dengan demikian menghalangi pandangan ke dan dari ruang. tidak berarti baik untuk penyekat. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah musim. Pengendali Keleluasaan Pribadi Fungsi tanaman yang mirip dengan fungsi penyekat adalah sebagai pengendali keleluasaan pribadi. perancang terlebih dahulu harus menganalisis titik-titik mana agar pengamat dapat melihat. walaupun kadang-kadang perlu pada situasi tertentu. Tanaman hijau sepanjang tahun adalah yang paling sesuai untuk penyekat permanen untuk menghalangi pandangan sepanjang tahun.

Berdasarkan aspek arsitektural. dan 3) pengendali keleluasaan pribadi. Kegunaan arsitektural lebih ditekankan pada aspek struktural. Tanaman sebatas dada memberikan keleluasaan pribadi sebagian. tanaman dapat digolongkan berdasarkan fungsinya sebagai 1) pembentukan ruang. dinding. 1983) Penyekat tingkat pengendali keleluasaan pribadi dipengaruhi langsung oleh karakteristik tanaman yang digunakan untuk menghalangi pandangan. umumnya memberi kesan keleluasaan pribadi yang kuat. Rangkuman Unsur tanaman digunakan secara arsitektural dalam fungsi lanskap sebagai komponen struktural seperti atap. tetapi akan memberikan keleluasaan pribadi secara total jika sedang duduk.31 Gambar 4. 2) penyekat. dan lantai. . dan tanaman lebih rendah lagi kurang memberikan rasa keleluasaan pribadi.yang rimbun dengan tinggi lebih dari 2 meter. Tanaman. Pengendali keleluasaan pribadi (Sumber: Booth. D.

... (a) Tanaman rendah .. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Tanaman penutup tanah dapat digunakan untuk membentuk bidang. 2... Jelaskan fungsi tanaman sebagai penyekat (screening).. (a) Dasar (b) Vertikal (c) Horizontal (d) Atap 2. 2... Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Jelaskan fungsi tanaman sebagai pengendali keleluasaan pribadi. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural.......32 PENUTUP A... Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek arsitektural.. (a) Ruang terbuka (b) Ruang semi terbuka (c) Ruang beratap (d) Ruang vertikal 3. Jelaskan fungsi tanaman sebagai pembentukan ruang..... Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1... B... Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 3.. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jelaskan lima tipe dasar ruang yang terbentuk oleh tanaman...... Ruang yang terbentuk oleh tanaman peneduh dengan tajuk tanaman yang rapat adalah. 4.... Tanaman yang digunakan untuk memberi kesan pribadi yang kuat adalah..

. Akan tetapi.... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% ..100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas... Apabila massa daun tanaman semakin besar dan rapat..33 (b) Tanaman rimbun dengan tinggi > 2 m (c) Tanaman dengan tinggi > 2 m (d) Tanaman setinggi dada 4. . kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 3...... Anda harus mengulangi Bab 3. (a) Lemah kesan ketertutupannya (b) Kuat kesan keterbukaannya (c) Lemah kesan keterbukaannya (d) Kuat kesan ketertutupannya 5. Hitunglah jawaban Anda yang benar.. maka ruang akan semakin. Anda dapat meneruskan pada Bab 4..... bagus! Anda cukup memahami Bab 3. (a) < 3 m (b) 3 – 5 m (c) 5 – 9 m (d) > 9 m Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Jarak antara pohon yang memiliki efektivitas visual adalah..... terutama bagian yang belum Anda kuasai...

Jakarta: Penerbit Bumi Aksara. Kunci Jawaban 1. Illinois: Waveland Pr. b 4. 2003. H. Inc. Prinsip – Unsur dan Aplikasi Desain. Basic Elements of Landscape Architectural Design. Hakim R. c 3. a 2. Sumber/Referensi 1. 1983. Utomo. d .34 C. 2. Komponen Perancangan Arsitektur Lanskap. D. Booth NK. d 5.

Suatu penataan tanaman dapat berfungsi dengan baik sebagai pembentuk ruang. dan tekstur tanaman serta susunan komposisi dan hubungannya dengan lingkungan sekitar merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas estetika suatu perancangan. juga memiliki kegunaan estetika. disamping menyempurnakan fungsi-fungsi yang lain. Kegunaan arsitektural lebih ditekankan pada aspek struktural.35 BAB 4 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN ASPEK VISUAL PENDAHULUAN Unsur tanaman selain berfungsi untuk kegunaan arsitektural dalam perancangan. menciptakan urut-urutan ruang. E. Praktikum . warna. menghalangi pandangan. membentuk ruang keleluasaan pribadi. tetapi apabila kurang menarik akan mengganggu pandangan. F. Penataan tanaman yang berhasil. Ukuran. Kualitas visual dalam penataan tanaman sangat penting. apabila dapat menarik pandangan. Strategi Pembelajaran 1. memodifikasi suhu udara. menstabilkan tanah. Collaborative learning 2. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan aspek visual melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. yaitu untuk membentuk ruang. bentuk. sedangkan kegunaan estetika lebih menyangkut pada kualitas visual suatu perancangan. karena tanggapan seseorang merupakan reaksi terhadap apa yang terlihat.

Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek visual melalui sumber bacaan dan internet. dan kegunaan tersendiri dalam ruang luar. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan aspek visual. 3. Pohon besar yang sudah tumbuh dewasa berukuran tinggi 12 meter atau lebih. yang akan diuraikan terinci pada bagian berikut. 4. bentuk. dan tekstur. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. 3. daya tarik komposisi. tanaman yang paling cepat terlihat dari segi komposisi dan ruang dalam lanskap adalah pohon besar dan sedang. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. H. karakteristik visual tanaman mencakup ukuran. 2. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Ukuran tanaman secara langsung mempengaruhi ukuran ruang. dan keseluruhan kerangka kerja perancangan. 1. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Ukuran Tanaman Ukuran merupakan karakteristik visual penting unsur tanaman yang perlu dikaji terlebih dahulu dalam pemilihan tanaman untuk perancangan. kualitas. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Secara umum. 2. Unsur tanaman dapat dikategorikan dengan ukuran-ukuran sebagai berikut. 4.36 G. Indikator Pencapaian 1. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Setiap karakteristik visual tanaman memiliki sub-kategori. warna. sedangkan pohon . Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Pohon besar dan sedang Berdasarkan ukurannya. A.

Fungsinya sama dengan kerangka besi atau kayu sebuah bangunan. Pohon besar sebagai unsur dominan (Sumber: Booth. beringin (Ficus benjamina). dan mungkin satusatunya unsur tanaman yang terlihat. Pohon-pohon kecil atau perdu hanya terlihat pada jarak yang relatif dekat. dan kecrutan (Spathodea campanulata). pohon besar dan sedang seharusnya merupakan unsur tanaman yang ditempatkan dalam perancangan karena penempatan tersebut dapat memberikan pengaruh besar terhadap penampakkan dan kesan komposisi secara keseluruhan. Tanaman-tanaman kecil memberikan detail dengan skala yang lebih . memberikan bentuk tiga dimensi keseluruhan suatu komposisi dengan membentuk struktur dasar dan kerangka ruang luar. Oleh karena itu. perdu dan semak dapat diatur untuk melengkapi dan memperkuat kualitas komposisi ruang luar. dan kayu manis (Cinnamommum burmanii). cemara kipas (Thuja orientalis). Gambar 5. Apabila pohon besar telah ditempatkan. sedangkan contoh pohon sedang adalah bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea). Jika dilihat dari seberang lapangan terbuka atau plaza. Kategori unsur tanaman ini merupakan unsur visual yang dominan karena ketinggian dan massanya. Demikian juga pohon besar dan sedang merupakan tanaman yang pertama-tama terlihat dalam suatu komposisi. oleh karena itu berperan sebagai pusat perhatian jika diletakkan di antara tanamantanaman kecil (Gambar 5). sawo kecik (Manilkara kauki). trembesi (Samanea saman). yang pertama terlihat adalah pohon-pohon besar. 1983) Pohon besar dan sedang menjadi semakin penting sebagai unsur komposisi jika ukuran ruang luar semakin besar. Contoh pohon besar adalah flamboyan (Delonix regia).37 sedang ketinggian maksimum 9 – 12 meter.

dadap merah (Erythrina cristagalli). Tergantung ketinggian tajuk tanaman. . Pada tapak berukuran kecil. Hal ini dapat diciptakan melalui ukuran yang kontras dengan tanaman-tanaman rendah. Pohon besar dan sedang merupakan unsur penting di dalam membagi-bagi (subdividing) ruang-ruang perkotaan dan pedesaan luas yang awalnya dibatasi oleh bangunan-bangunan dan permukaan tanah. perdu diartikan sebagai tanaman yang tumbuh dengan ketinggian maksimal 4. kembang merak (Caesalpinia pulcherima). Fungsi lain pohon besar dan sedang di lingkungan adalah untuk membatasi ruang pada bidang atas dan bidang vertikal. dan palem wregu (Rhapis exelsa). tergantung ketinggian tajuk pohon. atau dari bentuk.5 – 6 meter. bunga. baik pada bidang vertikal maupun bidang atas. Pohon kecil (perdu) Dilihat dari segi ukuran tanaman. menjadi ruang-ruang yang lebih kecil. seperti di hutan rimba. karena hal ini cenderung mengaburkan skala perancangan dan unsur-unsur yang lebih kecil. agar berhati-hati untuk tidak menggunakan pohon besar. jakaranda (Jakaranda filicifolia). Perdu dapat berperan sebagai aksen visual dalam komposisi (Gambar 7). Perdu dapat membatasi ruang. Tajuk dan batang pohon besar dan sedang dapat membentuk atap dan dinding ruang luar. perdu dapat membentuk batas-batas ruang pada bidang vertikal dengan batang-batang pohon atau melingkupi ruang pada bidang vertikal jika massa tajuknya sebatas mata. pohon tampak sebagai latar depan yang transparan sehingga memberikan kesan lebih mendalam terhadap ruang yang sedang dilihat. Contoh tanaman ini adalah kol banda (Pisonia alba). 2. ruang akan terasa lebih manusiawi jika tinggi tajuk pohon 3 – 4. dan buah yang menyolok pada tanaman ornamental.38 terukur dalam kerangka keseluruhan komposisi yang terbentuk oleh pohon besar. Jika dari sela-sela batang dan cabang-cabangnya yang rendah dari perdu dapat melihat pandangan (Gambar 6). Disini ketinggian dan sisi-sisi massa tajuk tanaman merupakan aspek penting dalam membentuk batas-batas ruang dan skalanya.5 meter di atas tanah atau berkesan monumental jika tinggi tajuk 12 – 15 meter di atas tanah. Kesan ruang luar dapat bervariasi.

dan hanjuang (Cordyline terminalis). Contoh semak tinggi. Batang pohon kecil sebagai latar depan suatu pusat perhatian (Sumber: Booth. nusa indah (Mussaenda sp). tetapi dapat dikenal dari massa daunnya yang rendah. dapat dipakai sebagai titik akhir ruang linier seperti bentuk patung atau bentuk abstrak untuk mengarahkan dan menarik orang ke dalam ruang. Selain itu. Walaupun perbedaan ini . 1983) 3. kembang kertas (Bougenvillea spectabilis). membentuk kanopi atau atap pada suatu daerah.39 Tanaman ini digunakan sebagai pusat perhatian di tempat-tempat yang diinginkan untuk menarik perhatian.5 meter. antara lain. Semak tinggi Semak tinggi merupakan tanaman yang tumbuh dengan tinggi maksimal 3 – 4. 1983) Gambar 7. pangkas kuning (Duranta repens). Umumnya massa daun semak. Semak tinggi tidak hanya lebih pendek dari perdu. kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). hampir atau sampai ke tanah. Perdu sebagai pusat perhatian dalam komposisi tanaman (Sumber: Booth. Gambar 6.

kesan ruang tersebut cenderung tampak ringan (light) dan terang (sunny) dengan orientasi kuat ke atas. asoka (Ixora javanica). warna. Tanaman semak sedang berfungsi sama seperti semak rendah dalam perancangan. Semak sedang Kategori ini mencakup tanaman yang mempunyai tinggi 1 – 2 meter. Kualitas pelingkupnya dapat lebih bervariasi menurut musim jika semak tinggi terdiri atas tanaman berdaun rontok. Massa daun tanaman ini dapat mencapai tanah atau sedikit lebih tinggi. kaca piring (Gardenia angusta). Contoh tanaman semak sedang. Namun demikian. Tanaman ini terdiri atas berbagai bentuk. Semak tinggi juga dapat menciptakan ruang semacam koridor yang kuat dan tegas mengarahkan pergerakan dan pandangan ke terminus. Semak tinggi dapat digunakan dalam lanskap sebagai dinding untuk melengkapi batas ruang (spatial enclosure) pada bidang vertikal.40 membantu mengkategorikan tanaman menurut ukuran. perbedaan antara semak tinggi dengan perdu dibuat untuk mempermudah perbedaan. . dan tekstur. tetapi pada kenyataannya tidak selalu jelas. Gambar 8. sedangkan tanaman hijau sepanjang tahun akan tetap konsisten. Dengan demikian. dan bunga mentega (Nerium oleander). Ruang yang dibatasi semak tinggi hanya melingkupi sisinya dan terbuka di bagian atas (Gambar 8). tetapi dengan pelingkup ruang (spatial containment) lebih banyak. 1983) 4. lolypop kuning (Pacystachys lutea). khususnya jika banyak terdapat semak tinggi yang bercabangcabang membentuk kanopi terapung (floating canopy). antara lain. Tanaman semak tinggi membatasi ruang pada bidang vertikal tetapi memberikan pandangan terbuka ke atas (Sumber: Booth.

Semak rendah dianggap lebih tinggi dari 30 cm. Semak rendah Semak rendah merupakan kategori tanaman kecil dalam hirarki ukuran tanaman. maka tanaman tersebut membentuk ruang semu (implication) daripada pembatas fisik secara nyata. Contoh tanaman semak rendah. sedangkan semak rendah berfungsi sebagai penghubung vertikal. Istilah tanaman penutup tahah digunakan untuk tanaman rendah atau yang menyebar dengan tinggi maksimal 15 – 30 cm. Tanaman Penutup Tanah Kategori tanaman-tanaman terkecil menurut ukurannya adalah tanaman penutup tanah. semak rendah berperan sebagai penghubung visual yang kuat diantara unsur-unsur dalam suatu komposisi. Contoh tanaman ini. kembang coklat (Widelia biflora). adam hawa (Rhoeo . Oleh karena itu. begonia (Begonia sp). Semak rendah dengan komposisi tertentu dapat menghubungkan secara vertikal unsur-unsur yang tidak berhubungan. Fungsi lain berkaitan dengan hal itu adalah menggunakan semak rendah sepanjang jalan setapak untuk mengarahkan pejalan kaki tanpa mengganggu garis pandangnya (line of vision). 6. antara lain. karena tanaman dengan ketinggian di bawah itu nampak dan berfungsi sebagai penutup tanah. antara lain.). Oleh karena semak rendah mempunyai tinggi yang tidak menyolok. dan tapak dara (Vinca rosea). Dengan demikian ruang yang direncanakan terbuka pada sisi-sisinya dapat dibatasi dengan semak rendah pada bidang vertikalnya. Semak rendah yang optimal mempunyai tinggi 1 meter atau kurang. mulai dari tanaman berbunga sampai yang herbaceous. Tanaman penutup tanah mempunyai berbagai macam karakteristik. pisang hias (Heliconia sp).41 Semak sedang berperan sebagai peralihan visual suatu komposisi antara perdu atau semak tinggi dengan semak rendah. Hal ini agak berbeda dengan tanaman penutup. bunga kana (Canna sp). jika dilihat dari batas mata normal. Semak rendah dapat membatasi ruang atau memisahkan ruang tanpa menghalangi pandangan ke dalam atau keluar. bunga pukul empat (Mirabilis jalava). 5. difenbachia (Dieffenbachia spp. Tanaman penutup tanah menghubungkan unsur lain secara visual dengan berperan sebagai bidang dasar. sama seperti tembok yang rendah.

area tanaman penutup tanah harus luas untuk mencegah gangguan visual unsur-unsur lain yang berdekatan. Kegunaan lain dari tanaman penutup tanah adalah memberikan daya tarik visual berdasarkan warna dan tekstur yang menyolok. Tanaman penutup tanah juga dapat berfungsi sebagai unsur netral yang menghubungkan berbagai bagian dari komposisi. Penerapan lain dari tanaman penutup tanah dalam perancangan adalah menghubungkan secara visual unsur-unsur yang terpisah atau kelompok unsur-unsur dalam satu kesatuan. Tanaman penutup tanah dapat dikatakan sebagai "permadani" tanaman atau material pelantai ruang luar serta mempunyai berbagai fungsi dalam perancangan. karena dapat menghubungkan semua tanaman menjadi satu area pada bidang dasar. tanaman penutup sering dipakai dalam ruang luar untuk membentuk tepi-tepi pola pada bidang dasar. Tanaman penutup tanah akan tampak menarik jika ditata berdampingan dengan unsur yang berwarna dan bertekstur menyolok. Dalam kaitannya dengan hal tersebut. Garis yang tercipta oleh tepi tanaman penutup tanah dengan rumput atau perkerasan tampak menarik dan mengarahkan mata ke sekitar ruang. Tanaman penutup tanah merupakan bahan yang efektif untuk membuat bentuk luar suatu pola yang direncanakan pada bidang dasar tanpa menggunakan bahan arsitektural yang keras. Kegunaan ini amat penting bagi tanaman penutup tanah yang memiliki bunga-bunga yang indah. Kegunaan yang sama tanaman penutup adalah untuk membatasi permukaan bukan jalan.42 discolor). Kegunaan tanaman penutup tanah dapat menciptakan latar belakang atau “setting” yang senada menjadi pusat perhatian. Tanaman penutup tanah dapat digunakan dalam perancangan untuk membentuk tepi atau batas ruang. Daerah-daerah yang . khususnya jika berbatasan dengan halaman rumput atau perkerasan. suatu petak bunga di bawah patung atau pohon ornamental yang menarik. Kegunaan praktis tanaman penutup tanah adalah untuk menutup daerahdaerah yang kurang sesuai untuk rumput atau unsur-unsur lain. dan daun mutiara (Philea sp). Untuk dapat berperan sebagai "setting" yang netral. Kelompok perdu atau pohon yang tidak berhubungan dapat dibuat sebagai bagian dari komposisi yang sama oleh tanaman penutup tanah. Sebagai contoh.

Pada keadaan seperti ini tanaman penutup tanah dapat digunakan sebagai pengganti rumput. merunduk (weeping) dan picturesque (Gambar 9). dan energi dalam pemeliharaan dibanding dengan halaman berumput. yang dapat sesuai dengan habitat pertumbuhannya. Agak sukar untuk membentuk permukaan rumput pada lereng dengan kemiringan lebih dari 4:1 dan berbahaya untuk memangkasnya. bulat (globular). Dalam jangka waktu yang panjang. berperan sebagai aksen atau latar belakang. tanaman penutup tanah pada umumnya memerlukan pemeliharaan lebih sedikit daripada halaman rumput. memberi kesan dinamis. Setiap tipe-tipe bentuk tersebut. 2006). kolumnar. area-area dengan tanaman penutup tanah dapat menghemat biaya. B. indah. bentuk tanaman juga merupakan komposisi tanaman. Walaupun secara faktor kunci dalam struktur mempengaruhi kesatuan dan keanekaragaman. atau bentuk luar (outline) silhouetnya. masing-masing memiliki karakteristik yang khas dan penerapannya dalam perancangan diuraikan sebagai berikut. Bentuk Tanaman Karakteristik visual tanaman selanjutnya adalah bentuk tanaman. Bentuk tanaman secara individual atau kelompok merupakan bentuk keseluruhan dan visual tidak sekuat membentuk ukuran. . dan menyeleraskan tanaman dengan unsur-unsur padat lain dalam perancangan. waktu. Tipe-tipe dasar bentuk tanaman adalah: fastigiate. memperlebar atau memperluas pandangan ataupun sebagai aksentuasi dalam suatu ruang (Hakim. Dengan luas yang sama. menyebar/horizontal. Bentuk tanaman dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan bentuk dua atau tiga dimensi.43 sukar untuk ditanami rumput atau unsur-unsur lain adalah dekat bangunan atau tempat-tempat lain yang sukar dicapai mesin pemotong rumput atau tempat-tempat yang terlampau gelap dan teduh. piramidal/kerucut. Kegunaan tanaman penutup tanah yang lain adalah untuk menstabilkan tanah dan mencegah erosi pada lereng-lereng curam.

44 Gambar 9. tanaman dengan bentuk fastigiate dapat memberikan kesan massa atau ruang yang terjadi tampak lebih tinggi dari . Fastigiate (tinggi-ramping) Bentuk tanaman fastigiate adalah bentuk yang meninggi-ramping dan meruncing di bagian atas. Dalam perancangan. Contoh tanaman seperti ini adalah cemara lilin (Cupressus lucitanica). 1983) 5. Tanaman-tanaman tersebut memberi kesan vertikal dan meninggi. tanaman berbentuk fastigiate memberi penekanan vertikal dan mengarahkan mata ke atas. baik terhadap massa tanamannya maupun ruang yang dibatasi. Tipe dasar bentuk tanaman (Sumber: Booth. Jika digunakan dalam jumlah banyak.

2. tanaman berbentuk menyebar dapat digunakan sebagai kontras terhadap bentuk fastigiate dan kolumnar dalam suatu komposisi. Contoh tanaman tersebut adalah trembesi (Samanea saman) dan bunga lampion (Brownea capitella). Jika diletakkan berdekatan dengan bangunan. Bentuk Menyebar/Horizontal Tipe bentuk tanaman ini lebarnya lebih kurang sama dengan ketinggiannya. khususnya jika bentuk-bentuk horizontal diulang secara seksama di dalam perancangan. Tanaman berbentuk kolumnar memiliki kegunaan yang sama dengan bentuk fastigiate dalam perancangan. Tanaman berbentuk menyebar tampak harmonis dengan permukaan tanah rata. 4.45 sebenarnya. Tanaman berbentuk menyebar dapat digunakan dalam perancangan untuk memberikan kesan luas dan melebar (Gambar 10). hanya agak bulat di bagian atasnya. garis-garis panjang yang menjangkau kaki langit dan bangunan-bangunan berbentuk horizontal yang rendah. tipe tanaman ini memiliki bentuk bulat menyerupai bola. Tanaman johar (Cassia siamea) dan kiara payung (Filicium decipiens) adalah . dengan habit umumnya horizontal. Bentuk Kolumnar Tanaman berbentuk kolumnar sama seperti tanaman berbentuk fastigiate. dapat digunakan untuk menghubungkan bentuk-bentuk lain dalam komposisi secara visual. karena hal ini dapat menciptakan perancangan yang kacau karena banyak titik-titik perhatian individual. tanaman-tanaman tersebut dapat memperkuat garis-garis arsitektur menyatukan dengan tapak sekitarnya. Tanaman berbentuk fastigiate dapat menarik perhatian sehingga sebaiknya digunakan secara seksama dalam jumlah sedikit pada titik-titik tertentu dengan tepat. Oleh karena itu. Bentuk Bulat (Globular) Sesuai dengan namanya. 3. Jika diletakkan secara kontras dengan tanaman rendah dan bentukbentuk bulat atau menyebar. Tanaman damar (Agathis damara) dan kenanga (Cananga odorata) merupakan contoh-contoh tanaman dengan bentuk kolumnar. Tanaman dengan bentuk tinggi ramping seharusnya tidak ditempatkan di berbagai tempat pada suatu komposisi. Sebaliknya. fastigiate berperan sebagai aksen dan exclamation point seperti menara gereja pada kaki langit suatu kota di pedalaman.

Oleh karena itu. Tanaman berbentuk bulat merupakan tipe bentuk tanaman terbanyak sehingga tanaman ini banyak dipakai dalam komposisi perancangan. Oleh karena itu. tanaman ini digunakan sebagai aksen visual. Bentuk Piramidal/Kerucut Tipe bentuk tanaman ini memiliki bentuk piramidal dari dasar secara gradual meruncing ke atas. Oleh karena itu. Tanaman berbentuk bulat juga dapat ditempatkan pada perancangan untuk menyelaraskan serta mengulang bentuk-bentuk curvilinier seperti permukaan tanah yang berbukitbukit. Bentuk-bentuk spreading memberi kesan lebar dan luas (Sumber: Booth. Terakhir. Selain itu.46 contoh tanaman berbentuk bulat. 1983) 5. Tidak seperti bentuk-bentuk tanaman fastigiate atau menyebar. tanaman berbentuk bulat akan mudah digunakan untuk menyatukan suatu komposisi perancangan. beberapa ahli teori perancangan menyarankan agar bentuk-bentuk piramidal/kerucut digunakan secara hati-hati pada wilayah yang rata. tanaman berbentuk bulat "tidak memberi kesan mengarahkan" dan "netral". terutama bagian atas yang meruncing dan mudah dilihat. Contoh tanaman ini adalah cemara kipas (Thuja occidentalis) dan pinus (Pinus merkusii). Gambar 10. Tanaman dengan bentuk piramidal mempunyai bentuk-bentuk luar (outline) yang menyolok. tanaman dengan bentuk kerucut dapat digunakan secara harmonis dan selaras pada . dimana secara visual tidak terdapat gunung sama sekali. khususnya jika ditata secara kontras dengan bentuk-bentuk bulat rendah. tanaman ini juga dapat digunakan untuk mengulang bentuk bangunan piramidal atau permukaan tanah yang bergunung-gunung. Tanaman berbentuk bulat dapat berperan sebagai tanaman pelembut dan netral terhadap bentuk-bentuk lain yang lebih menyolok.

Bentuk Yang Menarik (Picturesque) Tanaman dengan bentuk yang menarik atau eksotis merupakan bentuk scullptural yang unik. Untuk mengekspresikan tanaman dengan bentuk merunduk kadang-kadang untuk menempatkannya pada tepi bak tanaman atau titik-titik tanah yang ditinggikan agar tanaman dapat menjuntai pada tepinya. Kecuali tanaman bonsai yang sengaja dibentuk. misalnya di sepanjang tepi daerah perairan sering ditemukan tanaman janda merana. Tanaman dengan bentuk merunduk juga dapat digunakan pada pinggir daerah perairan yang berkelok-kelok (curvilinier) untuk mencerminkan bentuk berombak dan melambangkan kualitas kemudahan mengalir dari air. C. Tanaman dengan bentuk seperti ini biasanya merupakan tanaman dewasa yang telah menyesuaikan diri (beradaptasi) dalam jangka waktu lama terhadap kondisi lingkungan tertentu. Bentuknya mungkin dapat tak beraturan. Janda merana (Salix babilonica) dan beringin karet (Ficus elastica) merupakan contoh tanaman merunduk. Biasanya tidak lebih dari satu tanaman ditempatkan pada suatu daerah/area untuk menghindarkan kesan kacau atau ruwet. Di alam tanaman merunduk sering ditemukan di daerah atau titik-titik terendah suatu tanah. Dalam perancangan.47 perancangan-perancangan yang bersifat formal dengan bentuk-bentuk geometrik yang kaku. 6. Warna Tanaman Warna tanaman dapat dianggap sebagai karakteristik emosional karena mempengaruhi secara langsung kesan dan suasana ruang-ruang luar. suatu fungsi yang dapat dimanfaatkan setelah mata dituntun ke atas oleh bentuk-bentuk yang meninggi. tanaman dengan bentuk yang menarik ini amat baik digunakan sebagai "specimen" yang diletakkan pada titik tertentu dalam perancangan. Warna-warna . Bentuk Merunduk (Weeping) Bentuk tanaman merunduk memiliki struktur percabangan yang menggantung atau melengkung ke bawah. semua tanaman picturesque adalah hasil/akibat kekuatan alam yang unik. 7. meliuk-liuk. atau berbagai bentuk yang luar biasa. Sesuai dengan penampakannya yang luar biasa. tanaman tersebut dapat menuntun mata ke arah permukaan tanah (ke bawah).

dan cabang. karena memiliki mayoritas waktu. tunas. sering tampak dramatis dan mengesankan. Dengan pendekatan ini. Warna tanaman harus digunakan untuk memperkuat fungsi ukuran dan bentuk tanaman dalam perancangan lanskap. Memilih tanaman hanya berdasarkan pada bunga atau warna musim semi adalah keliru mengingat waktu yang singkat. bunga.48 terang menimbulkan suasana cerah dan menyenangkan. Diperlukan kecermatan di dalam menempatkan warna daun yang luar biasa seperti warna perak. ungu atau warna yang beraneka. Warna dari suatu tanaman dapat menimbulkan efek visual juga tergantung dari refleksi cahaya yang jatuh pada tanaman tersebut (Hakim. Dalam mengomposisikan warna dalam suatu perancangan. dengan berbagai variasi mulai dari hijau muda sampai dengan hijau tua mencakup warna-warna shades kuning. biru. nada warna hijau yang netral sebaiknya lebih menonjol dari warna-warna lain. Warna yang terdapat pada unsur-unsur tanaman dari berbagai bagian tanaman mencakup daun. karena warna-warna tersebut cenderung mudah . daun pada musim panas beserta ranting di musim dingin dan warnawarna batang. Organisasi warna suatu komposisi tanaman harus dikoordinasikan dengan karakteristik visual yang lain. Warna tanaman juga penting karena mudah dilihat. dimana secara visual mengikat semua warna. umumnya penting untuk dipertimbangkan. Variasi warna tanaman kadang-kadang dapat dilihat pada jarak relatif jauh dalam lanskap. Warna bunga dan warna musim semi. tanaman yang ditempatkan sebagai titik perhatian dalam perancangan karena ukuran atau bentuk seharusnya juga memiliki warna yang menarik perhatian. Warna netral dapat digunakan sebagai unsur pemersatu. dan cabang/batang pohon pada musim semi dan musim gugur. Sebagai contoh. umumnya hanya dalam waktu singkat. dan perak. kurang lebih beberapa minggu. bunga. serta kulit batang pohon. berbagai rangkaian warna dengan potensi hue terdapat pada daun. buah. tunas. Disamping itu. 2006). Warna utama daun adalah warna hijau. Berbagai warna hijau seharusnya tidak membentuk telalu banyak titik-titik individu yang sebanding dengan skala keseluruhan dari komposisi atau menimbulkan penampakan yang tidak teratur. Warna hijau yang kontras harus terdapat dalam massa-massa daun dan akan tampak jelas antara satu dengan yang lain. sedangkan warna-warna gelap mengesankan suram.

dan halus (Gambar 11) dengan sifat dan kegunaan potensial dalam lanskap sebagai berikut. D. Selain jarak yang bervariasi. persepsi terhadap jarak. dan rumput gajah/paitan (Axonopus compressus). ukuran daun tanaman individual. bentuk permukaan. Pada jarak dekat. dan jarak dimana tanaman tersebut dilihat. Tekstur Kasar Tekstur kasar biasanya terbentuk oleh daun-daun yang besar. Contoh tanaman yang bertekstur kasar adalah kembang dedes (Saraca palembanica). konfigurasi kulit tanaman. cabang-cabang yang besar dan masif (tidak memunyai ranting halus dan kecil) dan/atau habit pertumbuhan yang menyebar bebas. Tekstur mempengaruhi berbagai faktor dalam komposisi tanaman. Warna bunga yang ditempatkan secara sensitif harus ditempatkan sebagai selingan atau variasi tanpa mengganggu kesatuan secara keseluruhan. meliputi kesatuan komposisi dan keanekaragaman. agave (Agave americana). Tekstur tanaman dipengaruhi oleh ukuran daun. daya tarik visual. Tekstur tanaman biasanya diklasifikasikan sebagai kasar. 1. dan suasana perancangan. nada warna. sedang. ukuran ranting dan cabang.49 dilihat karena keunikannya. dan susunan ranting merupakan faktor-faktor dominan yang mempengaruhi tekstur secara visual. Demikian juga bunga berwarna terang harus dikelompokkan dan ditempatkan hanya pada tempat-tempat tertentu. Jika warna terang banyak ditempatkan di berbagai titik (spot) dalam perancangan. . Tekstur Tanaman Tekstur tanaman adalah kesan kasar atau halusnya keseluruhan tanaman (secara visual) pada tanaman individual atau sekelompok tanaman. tekstur juga mudah berubah sesuai musim terutama pada tanaman berdaun gugur. sedangkan kepadatan cabang dan habit pertumbuhan merupakan variabel-variabel utama yang mempengaruhi tekstur apabila tanaman dilihat secara keseluruhan pada jarak tertentu. Daun dengan warna hijau luar biasa harus disimpan sebagai cadangan untuk beberapa lokasi khusus di dalam perancangan. habitat pertumbuhan secara keseluruhan. akan menimbulkan kesan kacau dan berkesan tidak ada hubungan.

Jika diletakkan di antara tekstur sedang dan halus. jelas/tegas. dan agresif. tekstur kasar dapat digunakan sebagai titik perhatian untuk menarik perhatian atau untuk memperkuat kesan. Hal ini mungkin diperlukan apabila ukuran . Tekstur tanaman (Sumber: Booth.50 Gambar 11. yaitu dengan cara bergerak ke dalam ruang tersebut. Karena kekuatan ini tekstur kasar menimbulkan kesan "bergerak ke depan" ke arah pengamat. menyebabkan jarak antara pengamat dan unsur tanaman tampak lebih dekat dari yang sebenarnya. 1983) Karakteristik tanaman yang bertekstur kasar adalah mudah dilihat. Seperti halnya dengan aksen-aksen lain. Dengan demikian tanaman bertekstur kasar dalam kuantitas yang banyak dapat memberi kesan menyempitkan ruang luar. Oleh karena itu. tanaman bertekstur kasar harus ditempatkan secara seksama dan digunakan tidak berlebihan agar tidak "mengalahkan" komposisi atau menarik perhatian pada banyak tempat dalam suatu perancangan. tekstur kasar tampak "bergerak keluar" ke arah pengamat dan merupakan tekstur yang pertama terlihat.

daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea). Seperti warna hijau dengan nada sedang (medium tone greens) tekstur sedang harus merupakan tekstur dasar dalam perancangan. longgar. Tanaman bertekstur kasar dalam beberapa hal tampak lebih terbuka. Tekstur Halus Tekstur halus dihasilkan oleh banyaknya daun-daun kecil. Kembang merah (Caesalpinia pulcherima). Oleh karena kualitas ini. sapu tangan (Maniltoa grandiflora). Tanaman bertekstur kasar biasanya lebih banyak variasi gelap dan terang. rumput manila (Zoysia matrella). Contoh tanaman bertekstur sedang. Tanaman bertekstur halus memiliki karakteristik dan kemampuan perancangan yang berlawanan dengan tanaman bertekstur kasar. apabila . 2. dan rumput embun (Polytrias amaura).51 fisik ruang terlalu luas bagi kenyamanan manusia secara normal. suplir (Adiantum cuneatum). maka umumnya merupakan bagian tekstur terbanyak dipakai dalam komposisi tanaman. berperan sebagai unsur peralihan antara tekstur kasar dan halus. Dibanding dengan tekstur kasar. trembesi (Samanea saman). dan/atau habit pertumbuhan yang padat. Tekstur sedang dapat menghubungkan/mengikat komposisi dalam suatu kesatuan yang menyeluruh. Tekstur Sedang Tekstur sedang adalah hasil dari daun dan cabang berukuran sedang dan/atau habit pertumbuhan yang sedang. cabang-cabang dan ranting kecil. angsana (Pterocarpus indicus). antara lain. 3. Tanaman ini sukar digunakan pada situasi formal yang memerlukan bentuk-bentuk sempurna dan bentuk global yang jelas/tegas. Karena mayoritas tanaman bertekstur sedang. tanaman bertekstur kasar umumnya lebih mudah dipakai pada penataan secara informal. dan rumput peking (Agrostis stolonifera) adalah contoh-contoh unsur tanaman bertekstur halus. tanaman bertekstur sedang kurang transparan dan kurang tegas silhouettenya. flamboyan (Delonix regia). dan kurang jelas bentuk globalnya dibandingkan tanaman-tanaman bertekstur halus. trengguli (Cassia fistula). Tanaman ini biasanya tanaman terakhir dilihat dalam komposisi (berdasarkan teksturnya) dan yang pertama kabur dari pandangan dalam perancangan. Tanaman bertekstur halus memiliki penampakan halus dan lembut sehingga kurang nyata/jelas dalam lanskap. tetapi tidak diperlukan jika ruangnya sempit dan terbatas walau tanpa tanaman sekalipun.

Sebagai panduan. atau perubahan yang mendadak dari tekstur kasar ke tekstur halus cenderung membuat komposisi terasa kacau dan tidak menyatu. Variasi tekstur yang sedikit akan tampak monoton. Keseimbangan yang diinginkan ini akan lebih penting pada ruang-ruang berukuran kecil dan akan semakin kurang penting pada ruang yang luas atau taman jauh dari pengamat. lebih baik apabila mendapatkan keanekaragaman yang seimbang dari ketiga tipe dasar dalam perancangan agar memberi pandangan yang menarik. Oleh karena itu. Tanaman bertekstur halus sering mempunyai silhouette yang jelas dan permukaan secara keseluruhan halus. Hal ini untuk memberikan karakter permukaan yang lebih halus dan lunak. Pemilihan dan kegunaan tekstur dalam komposisi tanaman perlu diselaraskan dengan semua karakteristik visual tanaman. agar proporsional dalam menggunakan tanaman bertekstur sedang sebagai peralihan antara tekstur kasar dan halus. atau menambah keanekaragaman visual apabila dilengkapi dengan tekstur kasar dan sedang. tanaman bertekstur halus lebih tepat digunakan pada setting yang memberikan karakter formal dan rapi. tetapi padat (solid) karena kuantitas daundaun kecil dan/atau kepadatan percabangannya. tanaman ini cenderung "tertarik ke belakang" dari pengamat. Satu lagi saran penyusunan berbagai tipe tekstur dalam area yang luas. tanaman bertekstur halus dapat memberikan gambaran (ilusi) lebih luas dari sebenarnya.52 jarak antara pengamat dan komposisi tanaman semakin jauh. Beberapa tanaman bertekstur halus tampak seperti dipangkas rapi walaupun dalam keadaan alami. . ukuran. dan warna tanaman agar memperkuat kualitas-kualitas ini. Jika terlalu banyak digunakan tekstur yang berbeda-beda dalam area kecil. Tanaman bertekstur halus dapat dimasukkan dengan tepat ke dalam komposisi berperan sebagai latar belakang yang netral terhadap tekstur yang lebih agresif. jika digunakan dalam jumlah banyak dalam ruang luar. Oleh karena itu. bentuk. tetapi jika terlalu berlebihan akan tampak kacau. Karena tanaman bertekstur halus kurang begitu jelas dalam suatu komposisi. Kualitas ini sangat bermanfaat jika diterapkan pada ruang yang kecil dan sempit dimana tepi-tepi ruang akan tampak meluas dan bukan menyempit.

Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1... Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. kesenangan. 2. dan suasana atau kesan ruang luar.. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Rangkuman Karakteristik visual tanaman dari ukuran. dan tekstur tanaman. Karakteristik visual yang harus dikaji terlebih dahulu dalam pemilihan tanaman untuk perancangan adalah. Jelaskan karakteristik visual tanaman yang mencakup ukuran. dan tekstur merupakan "palette" variabel-variabel bagi perancang dalam merancang dengan menggunakan unsur tanaman. Karakteristik visual tanaman mempunyai pengaruh langsung terhadap keteraturan dan kesatuan perancangan. warna. PENUTUP A.. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan karakteristik tersebut. warna. (a) Ukuran tanaman (b) Bentuk tanaman (c) Warna tanaman (d) Tekstur tanaman . Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda...53 E. 2. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan aspek visual. B.. Hal-hal ini perlu dikaji lebih mendalam dalam menciptakan perancangan dan diselaraskan dengan seluruh tujuan perancangan. keanekaragaman visual. bentuk. bentuk..... Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1.

54 2....... (a) Perdu (b) Semak tinggi (c) Semak sedang (d) Semak rendah 4......... Hitunglah jawaban Anda yang benar.... Bentuk tanaman yang tinggi ramping dan meruncing di bagian atas disebut..... Contoh pohon besar adalah.. (a) Bauhinia purpurea (b) Cinnamommum burmanii (c) Samanea saman (d) Manilkara kauki 3.......... pada bidang vertikalnya dapat dibatasi dengan tanaman... (a) Filicium decipiens (b) Pinus merkusii (c) Cananga odorata (d) Brownea capitella Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Contoh tanaman yang berbentuk pyramidal adalah.... (a) Fastigiate (b) Columnar (c) Pyramidal (d) Weeping 5.. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 4......... Ruang yang direncanakan terbuka pada sisi-sisinya.. Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 ...

55 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% - 100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang

Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas, bagus! Anda cukup memahami Bab 4. Anda dapat meneruskan pada Bab 5. Akan tetapi, apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%, Anda harus mengulangi Bab 4, terutama bagian yang belum Anda kuasai.

C. Sumber/Referensi

1. Booth NK. 1983. Basic Elements of Landscape Architectural Design. Illinois: Waveland Pr. Inc. 2. Dahl B, DJ. Molnar. 2003. Anatomy of a Park. Ed ke-3. Illinois: Waveland Pr. Inc. 3. Hakim R. 2006. Rancangan Visual Lanskap Jalan. Jakarta: Bumi Aksara.

D. Kunci Jawaban

1. a 2. c 3. d 4. a 5. b

56

BAB 5

SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN EKOLOGI
PENDAHULUAN

Tanaman dapat dibedakan berdasarkan ekologi dan lingkungannya. Secara ekologi, tanaman dapat dibedakan berdasarkan hubungannya dengan jenis tanah, air, cuaca, kelembaban, cahaya matahari, angin, dan sebagainya sehingga timbul istilah tanaman teduh/panas, tanaman basah/kering dan sebagainya. Secara fitogeografi, pembagian tanaman berdasarkan daerah asalnya seperti laut/pantai, payau/rawa-rawa, gurun, bukit karang, daerah rendah/tinggi, dan sebagainya. Oleh karena itu, dalam pembahasan ini, tanaman untuk penataan lanskap/taman digolongkan menjadi: tanaman pantai, tanaman pegunungan, tanaman air, tanaman batu karang, tanaman teduh, tanaman setengah teduh, dan tanaman panas.

A. Sasaran Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui makalah hasil diskusi collaborative
learning secara berkelompok dan praktikum.

B. Strategi Pembelajaran

1. Collaborative learning 2. Praktikum

C. Kegiatan Belajar

Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi melalui sumber bacaan dan internet. 2. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum 3. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan.

57 4. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran

D. Indikator Pencapaian

1. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. 2. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. 3. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan kondisi ekologi. 4. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum.

URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN

Umumnya

tanaman

tidak

dapat

tumbuh

secara

baik

apabila

faktor

lingkungannya atau tempat hidupnya tidak sesuai. Misalnya, kuping gajah lebih senang ditempatkan di dalam ruang (tempat teduh) daripada di luar ruangan yang terbuka, sedangkan tanaman mawar lebih menginginkan di tempat-tempat terang yang penuh dengan cahaya matahari. Akan tetapi, terkadang ada juga tanaman yang tumbuh di luar ruangan, dapat tumbuh dan menyesuaikan diri di dalam ruangan tertutup seperti beringin (Ficus elastica). Setiap jenis tanaman lanskap menghendaki iklim yang sesuai untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, untuk memperoleh tanaman lanskap yang tumbuh normal, subur, dan menghasilkan bunga yang baik, haruslah ditanam pada iklim yang sesuai baginya. Apabila tanaman ditanam pada tempat yang tidak sesuai iklimnya, akan tumbuh tidak normal atau pada mulanya tumbuh baik, tetapi lama-kelamaan pertumbuhannya menurun, lambat laun tanaman akan mati. Untuk menghindari hal tersebut, perlu adanya penyesuaian tahap demi tahap yang berarti tidak secara drastis. Dalam lanskap, tanaman dapat tumbuh baik apabila faktor lingkungan hidupnya seperti tanah, air, cahaya, dan suhu udara diperhatikan. Penempatan suatu tanaman pada tempat tertentu harus disesuaikan dengan lingkungannya. Misalnya, pemilihan jenis tanaman pada tanah yang berkapur atau berpasir akan berbeda dengan daerah yang tanahnya banyak mengandung tanah liat atau humus. Selain itu,

dan pantai berbatu (Sugiarto dan Ekariyono. .58 suhu dan cahaya setempat juga mempengaruhi pemilihan jenis tanaman karena tanaman sendiri ada yang tahan akan panas dan ada pula yang harus tumbuh di tempat sejuk. Pantai berpasir biasanya dijadikan kawasan pariwisata pantai karena keindahan alamnya. pantai berawa. Tanaman Pantai Tanaman pantai adalah semua jenis tanaman yang dapat tumbuh secara normal di pinggir pantai. pantai berlumpur. terdapat lembah-lembah di antara beting pasir. Penanaman tanaman di tepi pantai harus memperhatikan faktor angin dan keadaan tanah. dan pantai Pasir Putih (Jawa Timur dan Lampung). waru laut (Hibiscus tiliaceus). misalnya kawasan pantai Sanur dan Kuta (Bali). Selain itu. Pantai di Indonesia dikelompokkan menjadi pantai berpasir. Kawasan pantai berpasir yang sudah berkembang. A. pantai Pangandaran. atau putih. Dalam hal ini lingkungan seperti tanah. faktor tanah tidak boleh diabaikan karena menanam tanaman yang tidak sesuai dengan kondisi tanah tidak akan memberikan hasil yang memuaskan. Tumbuh-tumbuhan yang dominan di hutan pantai berpasir adalah kelapa (Cocos nucifera). 3) tanaman air. Berdasarkan hal tersebut. Pantai Berpasir Pantai berpasir merupakan pantai yang didominasi oleh hamparan atau dataran pasir. pantai Kepulauan Seribu (Jakarta). tanaman untuk penataan lanskap/taman dapat digolongkan menjadi: 1) tanaman pantai. 1. abu-abu. 2) tanaman pegunungan. Carita. dan Pelabuhan Ratu (Jawa Barat). air. 1996). cemara laut (Casuarina equisetifolia). setengah teduh. Pantai berpasir banyak terdapat di pesisir Sumatera dan Kalimantan. tiupan angin di daerah pantai selalu ada. dan panas. Selain itu. Oleh karena itu. dan ketapang (Terminalia catappa). baik yang berupa pasir hitam. suhu serta faktor tumbuh lainnya sesuai. Parang Tritis (Yogyakarta). dan 5) tanaman teduh. sebaiknya dipilih tanaman dimana daunnya tidak mudah rontok dan tanamannya tidak mudah rebah. angin. 4) tanaman batu karang. Seperti diketahui.

Hutan mangrove didominasi oleh bakau hitam (Rhizophora mucronata). Tanah pantai ini berasal dari endapan lumpur yang dibawa oleh aliran sungai. tanjang (Bruguiera gymnorrhiza). Struktur dan komposisi tumbuhan di kawasan pantai berlumpur Indonesia merupakan formasi hutan mangrove. Mangrove adalah sekumpulan pohon dan semak-semak yang tumbuh di daerah pasang surut. cangkang moluska. fragmen-fragmen karang. Lumpur tersebut terdiri atas partikel-partikel halus yang mengandung humus atau gambut. dan bahan lain yang menjadi sumber kapur yang penting bagi pantai berlumpur. pedada (Sonneratia alba). Tanah pantai ini mempunyai kandungan oksigen yang rendah dan hanya terdapat pada lapisan permukaan. Tumbuhan mangrove memiliki fungsi yang istimewa karena dapat beradaptasi pada lingkungan yang mengandung garam dengan bentuk lahan berupa pantai dan kondisi tanah yang hampa udara (berlumpur). lambat laun daratan pun makin meluas ke arah laut. sedangkan kandungan asam sulfidanya cukup tinggi sehingga dapat mereduksi senyawa besi (ferri) di dalam tanah menjadi senyawa ferro sulfida (FeS2) atau pirit. Hutan mangrove memberikan perlindungan terhadap daratan dari ancaman erosi.59 2. Kualitas tanah pantai berlumpur tergantung pada sumber endapan aluviumnya. Selain menghasilkan kayu. api-api (Avicennia sp). bakau putih (Rhizophora apiculata). dan nibung (Oncosperma tigillaria). biasanya terletak di dekat muara sungai. buta-buta (Exoecaria sp). Sungai yang mengalir melalui daerah bertanah vulkanik akan membawa endapan aluvium yang berkualitas tinggi. Tunas-tunas baru selalu tumbuh dalam hutan mangrove sehingga kawasan hutan menjadi luas. Penampakan fisik tanah pantai ini adalah hitam dengan nilai pH (derajat keasaman) antara 3 – 5. sedangkan sungai yang melalui daerah berkapur dan berbatu (kuartz dan granit) akan membawa endapan aluvium yang berkualitas rendah. hutan mangrove juga menghasilkan bahan penyamak atau bahan pewarna. Hutan mangrove juga berfungsi sebagai tempat . Lumpur yang berasal dari laut mengandung cangkang-cangkang foraminifera. Akibatnya. Pantai Berlumpur Pantai berlumpur merupakan hamparan lumpur sepanjang pantai yang dihasilkan dari proses sedimentasi atau pengendapan.

ketapang (Terminalia cattapa). Tanaman Pegunungan Tanaman pegunungan adalah tanaman-tanaman yang dapat tumbuh normal di pegunungan. Di dalam perairan hutan mangrove banyak terdapat jenis alga dan plankton yang menjadi sumber makanan bagi biota-biota tadi. Pantai seperti ini terdapat di Kepulauan Anambas. Pantai Berbatu Pantai berbatu umumnya terdiri dari bongkahan-bongkahan batuan granit. pinus (Pinus mercusii). dan bungur (Lagerstroemia loudonii). Tanah dan air pantai ini memiliki tingkat keasaman yang tinggi. kecrutan (Spathodea campanulata). dan pantai selatan Jawa (Pelabuhan Ratu dan Ujung Kulon). Daun. kayu putih (Eucalyptus alba). Natuna. damar (Agathis alba). Selanjutnya bahan organik ini akan menjadi penyubur tanah dan menjadi bahan makanan bagi biota lainnya.60 pelestarian populasi ikan. baik yang berbentuk pohon maupun semak. . pandan (Polalthis glanen). Contoh tanaman pegunungan (Gambar 12). Pada umumnya tanaman pegunungan berbentuk pohon dan mempunyai sistem perakaran yang kuat yang berfungsi untuk menahan terkikisnya lapisan tanah bagian atas (erosi). dan pohon-pohon mangrove yang telah tua akan tumbang dan didekomposisi oleh fungi dan bakteri menjadi bahan organik. kelapa (Cocos nucifera). kepiting. Pantai ini langsung ke laut dan tidak berpasir. Hutan pantai berawa umumnya ditumbuhi oleh jenis tumbuhan seperti nipah (Nypa fructicans). Di sela-sela bebatuan kadang ditumbuhi kelapa (Cocos nucifera). dan kerang-kerangan. dan waru laut (Hibiscus tiliaceus). dan nibung (Oncosperma tigillaria). 3. kayu manis merah (Cinnamomum burmanii). antara lain. baik secara permanen ataupun temporer. B. Pantai Berawa Pantai berawa merupakan daerah yang tergenang air. udang. bunga sikat botol (Callistemon citrinus). Hutan pada pantai ini umumnya tergolong formasi butun (Baringtonnia). Pulau Buton. dahan. sagu (Metrorylon sago). 4.

Foto: Nurfaida (2007) . mengetahui tipe dan karakter berbagai tanaman air akan lebih memudahkan perencanaan aspek praktis tanaman air tersebut. sebelum memutuskan untuk memilihnya.61 (a) (b) (c) Gambar 12. Tipe dan karakter setiap tanaman air otomatis berpengaruh terhadap tujuan dan pemanfaatannya. Dengan kata lain. harus diketahui terlebih dahulu tipe dan karakter tanaman-tanaman air tersebut. Namun. (b) kayu manis (Cinnamomum burmanni). Tanaman pegunungan: (a) damar (Agathis dammara). dan (3) bunga sikat botol (Callistemon citrinus) C. Tanaman Air Begitu banyak ragam tanaman air yang dapat dijadikan pilihan untuk memperindah kolam atau taman.

Contoh tanaman air pinggir adalah rumput payung (Cyperus alternifolius). Dapat juga ditanam dahulu di dalam pot. bagian daun dan bunganya juga berada di atas permukaan air. Ada juga yang membedakan tidak hanya dari tempat tumbuhnya. Namun. Karena sosoknya yang tumbuh meninggi. tanaman jenis ini habitat aslinya daerah berlumpur dan sedikit digenangi air. antara lain. anggrek air/iris. Selain batang. varen (Synnema triflorum). tetapi juga dari jenis media tanamnya. Tanaman Air Lumpur (Bog Plant) Sesuai dengan namanya. Seluruh bagian tanaman ini tenggelam dalam air. Tanaman Air Pinggir (Marginal Plant) Tanaman jenis inilah yang paling banyak dijumpai. yaitu tanaman air oksigen. apu-apu (Pastia stratiotes). sebagian besar batangnya justru menyembul ke permukaan air. dan ekor kucing (Typha angustijolia).62 Ada empat tipe tanaman air yang dikenal. Termasuk tanaman air lumpur. spatterdock (Nuphar japonicum). Ada yang menganggap bog plant sama dengan marginal plant dengan pertimbangan tempat hidupnya sama-sama di pinggiran kolam. Contoh tanaman air oksigen. 3. bog plant dapat langsung ditancapkan. 1. dan papyrus (Cyperus papyrus). Fungsi lainnya adalah sebagai tempat berlindung dan menyimpan telur ikan. Lazimnya digunakan sebagai tanaman penghias akuarium. Apabila digunakan sebagai penghias kolam yang terbuat dari tanah. pisang air (Typhonodorum lindleyanum). antara lain. dan red talenthera (Talenthera lilaciana) 2. 2001). typha (Typha angustifolia). tanaman air pinggir. biasanya ditanam di bagian pinggir kolam sebagai latar belakang (background) kolam. Tanaman Air Oksigen (Oxygenerator) Tanaman ini disebut sebagai tanaman air oksigen karena mampu membersihkan udara sekaligus menyerap kandungan garam yang berlebihan di dalam air. . Tanaman air pinggir memiliki akar dan batang yang terendam di dalam air. Tanaman ini sering digunakan untuk menciptakan kesan alami pada kolam. tanaman air lumpur. dan tanaman air mengapung (Marianto. Media tanamnya berupa tanah yang terendam di dalam air.

dan daunnya memiliki lapisan yang sangat peka sehingga pada kedalaman yang ekstrem sampai 8 meter di bawah permukaan air masih mampu menyerap sinar matahari serta zat-zat yang larut di bawah permukaan air. dan (c) agave (Agave americana) . Tanaman ini memiliki keunggulan dalam kegiatan fotosintesis. dan daunnya juga memiliki kantung-kantung udara sehingga mampu mengapung di air. (b) sansiviera (Sanseviera ehrenbergii). D. Tanaman batu karang: (a) yucca (Yucca gloriosa). batang. Jangan sampai keberadaannya menutupi atau memenuhi seluruh permukaan kolam. Karena itulah ia dinamakan floating plant. melainkan mengapung di permukaan air. sansiviera (Sanseviera ehrenbergii).63 4. Tanaman ini kurang memerlukan air untuk pertumbuhannya dan biasanya tahan terhadap kekeringan. dan penyerapan sinar matahari. akar tanaman ini tidak tertanam dalam tanah. yucca (Yucca gloriosa). antara lain. Akar. dan agave (Agave americana) (Gambar 13). yakni tinggal meletakkannya di atas permukaan air. Contoh tanaman ini eceng gondok (Eichornia crassipes) dan azolla (Azolla pinnata). penyediaan oksigen. Tanaman Batu Karang Tanaman batu karang tumbuh di tempat yang berbatu-batu. Tanaman ini tidak memerlukan tanah sebagai media tanamnya sehingga cara menanamnya lebih gampang. Foto: Nurfaida (2007) (a) (b) (c) Gambar 13. Tanaman ini hidup dari menyerap udara dan unsur hara yang terkandung di dalam air. Umumnya batangnya banyak mengandung air dan tidak berkayu. Tanaman Air Mengapung (Floating Plant) Tidak seperti umumnya tanaman air. Contohnya tanaman batu karang. Hal yang perlu diperhatikan bila memilih tanaman mengapung sebagai salah satu komponen taman air atau kolam adalah kepadatan populasinya. batang. Bagian dinding permukaan akar.

Rangkuman Tanaman dapat tumbuh baik apabila faktor lingkungan hidupnya seperti tanah. tetapi tidak terlalu panas. Contoh bogenvil (Bougainvillea spectabilis). untuk mendapatkan pertumbuhan yang baik sebaiknya ditanam di tempat yang mendapat sinar matahari penuh sehingga warna bunga akan lebih terang. dan sansiviera (Sansiviera sp). untuk penataan lanskap/taman tanaman digolongkan menjadi 1) tanaman pantai. 4) tanaman batu karang. Contoh tanaman teduh adalah kuping gajah (Anthurium crystallinum). F. Tanaman ini dapat tumbuh secara normal di tempat yang agak teduh. Tanaman panas adalah semua jenis tanaman yang dapat tumbuh normal apabila ditanam di tempat panas atau tempat yang langsung disinari matahari. dan pilodendron (Philodendron sp). cahaya. Contoh lain. . Tanaman Teduh. antara lain. dan Panas Tanaman teduh adalah tanaman yang hanya dapat tumbuh baik di tempat yang teduh atau tanaman yang tumbuh di tempat yang tidak langsung disinari matahari. maranta (Marantha sp). membutuhkan cahaya. drasena (Dracaena fragrans). pertumbuhannya akan terhambat. Oleh karena itu. Contohnya. mosaik (Fittonia sp). Penempatan suatu tanaman pada tempat tertentu harus disesuaikan dengan lingkungannya. suhu. aglonema (Aglaonema sp). Tanaman ini dapat ditanam di dataran rendah atau di pegunungan. antara lain. Tanaman setengah teduh terletak antara tanaman teduh dan tanaman panas. dan suhu udara diperhatikan. air. bahkan dapat mengalami kematian. dan air yang sedang. dan panas. dan 5) tanaman teduh. Setengah Teduh.64 E. Kalau ditanam di tempat terbuka. 2) tanaman pegunungan. 3) tanaman air. paku sarang burung (Asplenidum nidus). setengah teduh.

.. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi... Azolla merupakan contoh tanaman air .. 3. Jelaskan penggolongan tanaman berdasarkan ekologi. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. (a) Tanjang (b) Pedada (c) Ketapang (d) Kecrutan 2... dan tanaman teduh. tanaman batu karang. tanaman pegunungan.. 2..... dan panas.. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan kondisi ekologi.. B. (a) Kepadatan populasi (b) Panjang akar . Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1.. 2... Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.... Jelaskan apa yang dimaksud tanaman pantai.. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Hal yang perlu diperhatikan bila memilih tanaman mengapun sebagai komponen taman adalah...... tanaman air. setengah teduh. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan penggolongan tersebut...... Contoh tanaman pegunungan adalah.. (a) Oksigen (b) Lumpur (c) Pinggir (d) Mengapung 3.. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1..65 PENUTUP A...

. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%... Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% ........ Anda harus mengulangi Bab 5. (a) Berkayu (b) Batang banyak mengandung air (c) Kemampuan menyerap sinar matahari (d) Sosoknya yang tumbuh meninggi 5.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas.. Karakteristik dari tanaman batu karang adalah..... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 5. Akan tetapi... terutama bagian yang belum Anda kuasai. Hitunglah jawaban Anda yang benar... (a) Jumlah daunnya lebih banyak (b) Batangnya lebih tinggi (c) Warna bunga lebih terang (d) Warna daun lebih muda Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Anda dapat meneruskan pada Bab 6. Bougenvil ditanam di tempat yang mendapat sinar matahari penuh agar. .....66 (c) Ketinggian tanaman (d) Ukuran daun 4. bagus! Anda cukup memahami Bab 5..

d 2. Tanaman Hias Tampil Prima. Jakarta: Agromedia Pustaka. a 4.67 C. Arifin HS. 1996. IP. 3. Jakarta: Penebar Swadaya. Kencana IP. Galeri Tanaman Hias Lanskap. Ekariyono. 2008. Sugiarto. Jakarta: Penebar Swadaya. 4. Penghijauan Pantai. Kunci Jawaban 1. Tanaman Air. Jakarta: Penebar Swadaya. W. 2007. 2. Marianto LA. c . 2001. d 3. Lestari G. Sumber/Referensi 1. b 5. D.

daun. banyak macam pepohonan yang dapat menahan pengotoran udara. Peletakan setiap jenis tanaman haruslah disesuaikan dengan apa maksud dan tujuan dari tanaman tersebut. Daun-daun menahan debu dan asap yang diterbangkan oleh angin sehingga dapat mengurangi kotornya lingkungan. adanya taman dan tanaman merupakan tuntutan mutlak. Muncullah istilah tanaman berbunga indah. Juga dalam upacara adat.68 BAB 6 SELEKSI TANAMAN BERDASARKAN HABITUS FUNGSIONAL PENDAHULUAN Berdasarkan habitus fungsional. berdaun indah. . Apakah ditanam sebagai pelindung ataukah sebagai pagar dan lain sebagainya. tanaman dapat digolongkan dengan “ciri khas” (bunga. fungsi tanaman dalam lanskap harus pula diperhatikan. Dalam hal pembersihan udara. “watak dan kebiasaan” (ciri pertumbuhan. tanaman juga berfungsi sebagai penghias lingkungan. buah atau tajuk). cepat lambatnya). dan agama. kepercayaan. terutama di kota-kota besar. Selain itu. “kesukaan” dan kegunaan suatu tanaman. Dalam pembangunan kota. dan sebagainya. penggunaan tanaman lanskap mempunyai fungsi yang tidak kurang pula. Penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional disebabkan oleh banyak di antara tanaman lanskap kebiasaannya hanya dapat tumbuh secara normal di tempat teduh dan adapula hanya dapat tumbuh baik di tempat terbuka (outdoor). Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui makalah hasil diskusi collaborative learning secara berkelompok dan praktikum. tanaman peneduh. E. Selain berfungsi sebagai paru-paru kota.

Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. A.69 F. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. 2. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional melalui sumber bacaan dan internet. harus menjamin . Indikator Pencapaian 1. 4. jumlah daun. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Berdasarkan habitus fungsional. tinggi tanaman. 2. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. H. tanaman lanskap dapat digolongkan sebagai berikut. 4. Strategi Pembelajaran 1. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penggunaan tanaman indoor adalah warna daun. 3. waktu berbunga. Kemampuan melakukan praktikum identifikasi tanaman berdasarkan habitus fungsional. Tanaman Indoor dan Outdoor Tanaman indoor adalah semua jenis tanaman lanskap yang dapat ditanam dalam rumah atau dengan kata lain tanaman yang dapat tumbuh secara normal di tempat teduh (tertutup) atau setengah teduh. warna bunga. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. 3. jika ingin menempatkan tanaman dalam ruang. Selain itu. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Collaborative learning 2. dan kesanggupan tanaman untuk hidup di tempat teduh. Praktikum G.

lantana (Lantana camara). kembang rejeki (Aglaonema sp). Contoh tanaman outdoor. 2000). dan monstera (Monstera deliciosa). buah Foto: Nurfaida (2009. perdu. suplir (Adiantum raddianum). Penggunaan tanaman indoor dalam desain taman Tanaman outdoor adalah tanaman hias yang dapat tumbuh secara normal di tempat terbuka (langsung terkena sinar matahari). Gambar 14. kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). begonia (Begonia sp). serta semua jenis pohon. kembang kertas (Bougenvillia spectabilis). kuping gajah (Anthurium chrystallium). baik untuk menahan sinar matahari maupun tiupan angin kencang. Hal yang perlu diperhatikan dalam menata lanskap yang berfungsi sebagai peneduh adalah mahkota harus besar/lebar. antara lain. Tanaman Peneduh/Parkir Pohon peneduh adalah pohon-pohon yang digunakan sebagai pelindung karena daunnya rimbun. oleander (Nerium indicum).70 kondisi iklim mikro di dalam ruangan yang berhubungan dengan kebutuhan masingmasing tanaman (Nurhayati dan Arifin. soka (Ixora sp). Contoh tanaman indoor. daun bahagia (Dieffenbachia picta). Warna daun dan bunga harus disesuaikan dengan warna ruangan sehingga diperoleh kesan yang harmonis. daun doa (Asplenium nidus). B. Contoh penggunaan tanaman indoor dalam desain taman dapat dilihat pada Gambar 14. antara lain. daun-daun tumbuh rapat/rimbun. dan semak. Jumlah daun dan tinggi tanaman juga disesuaikan dengan keadaan ruangan. 2010) .

cempaka (Michelia champaca). sebagai pelindung. trengguli (Cassia fistula). kembang merak (Caesalpinia pulcherrima). tanjung (Mimusops elengi). D. dan tinggi tanaman lebih kurang 1. E. 4) percabangannya lebih kurang 2 meter di atas permukaan tanah. antara lain. dan mahoni (Swietania mahagoni). Contoh tanaman median jalan. biasanya diatur dalam bentuk yang hampir sama dengan maksud untuk menggantikan pagar. antara lain.5 meter. tetapi tidak terlalu teduh. dan pengarah jalan. dan mahoni (Swietania mahagoni). tanjung (Mimusops elengi). damar (Agathis alba). Contoh pohon tepi jalan. antara lain. daun saputangan (Maniltoa grandiflora). 5) perakarannya dalam hingga tidak merusak konstruksi jalan dan drainase. b) tidak menggugurkan daunnya secara sekaligus. Tanaman Pagar Tanaman pagar adalah suatu garis atau barisan permanen yang padat dari tumbuh-tumbuhan yang hidup. penahan debu. oleander (Nerium oleander). dan kaca piring (Gardenia augusta). Persyaratan pohon tepi jalan adalah a) memiliki tajuk yang dapat memberi naungan. Persyaratan tanaman median jalan adalah a) jenis perdu/semak berbunga. Tanaman pagar terdiri atas tumbuhan yang bertahan lama membentuk pertumbuhan yang rapat dan tak tembus pandang. Tanaman Median Jalan Tanaman median jalan adalah tanaman yang ditanam di median jalan. Pohon Tepi Jalan Pohon tepi jalan adalah pohon-pohon yang ditanam di tepi jalan yang berfungsi. antara lain. kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis). kaliandra (Calliandra haemathocephala). . c) batangnya kuat dan lurus dengan percabangan yang tegak dan kompak. dan tidak menggugurkan daunnya sekaligus. dan 6) tanaman berasal dari perbanyakan secara generatif/biji. b) bermassa dan padat. kenari (Canarium commune). asam (Tamarandus indica). Contoh tanaman peneduh/parkir. C.71 tidak terlalu besar yang dapat jatuh menimpa di bawahnya. kirai payung (Filicium decipiens).

bambu siam (Thyrsostachy siamensis). dan akalipa (Acalypha wilkesiana). antara lain. dan kepadatan/kekompakan tumbuhnya. Althernanthera ficoidea. kemuning (Murraya paniculata). kriminil (Althernanthera ficoidea). antara lain. Biasanya luas border (lebar) kira-kira 1 meter sehingga border tersebut dapat dirawat dari satu sisi dan bahkan lebih baik lagi apabila dapat dirawat dari kedua sisi. bayam-bayaman (Amaranthus sp). Codiaeum variegatum. Dracaena sanderium. pangkas-pangkasan (Duranta repens). taman atau daerah yang lain. F.72 Umumnya tanaman pagar berupa semak yang merupakan tanaman pinggiran yang tumbuh rendah dan berfungsi sebagai garis sementara. pemeliharaan terutaman pemangkasan sangat diperlukan agar tumbuhnya tidak terlalu tinggi. G. hendaknya dipertimbangkan segi keharmonisan dan keindahannya. Tanaman Penutup Tanah Tanaman penutup tanah (groundcover) merupakan tanaman rendah non rumput setinggi 10 – 40 cm. Kelompok penutup tanah ini banyak sekali macamnya. tekstur daunnya. Sebagai tanaman border. Contoh tanaman pagar. Pada umumnya tanaman border terdiri atas tanaman perdu/semak dan tanaman semusim yang tumbuhnya agak rendah. sambang darah . Contoh tanaman penutup tanah. Contoh tanaman border. Pemangkasan dan pemeliharaan yang teratur diperlukan sehingga pagar tumbuh baik serta mengikuti bentuk yang dikehendaki. bunga ungu (Bougenvillia glabra). Tanaman Border/Tepi Tanaman border atau tanaman batas adalah suatu penanaman yang terbatas sepanjang suatu garis batas atau pemisah. ada yang menarik karena bunganya. Keindahannya menutupi tanah-tanah yang terbuka (tanpa tanaman) sehingga memberikan kesan yang menyenangkan. Dalam pembuatan pagar dari tanaman. Tanaman penutup tanah berfungsi untuk mencegah tanah menjadi becek pada musim hujan dan mengurangi pengikisan tanah oleh air. dan Iresine herbetsii. Jadi border merupakan suatu garis batas dari suatu lanskap yang dapat membatasi pekarangan. antara lain. Chlorophytum sp.

Tanaman Berdaun/Berbunga Indah Tanaman berdaun/berbunga indah ialah tanaman hias yang memperlihatkan keindahan. dan daun perak (Pilea cadierei). sutera bombay (Portulaca grandiflora). daun zebra (Zebrina pendula). baik dari daunnya maupun bunganya. pedang-pedangan (Sanseviera sp). kencur-kencuran (Kaempferia pluchera). beradaptasi untuk memanfaatkan cabang atau batang tanaman lain sebagai tempat bertumpu. I. Keindahan tersebut berupa warna dan bentuk sehingga dengan penempatan yang teratur dalam taman dapat memberikan kesan menarik. violces (Saintpaulia ionantha). Contoh tanaman bawah pohon. Tanaman Memanjat/Pergola Tanaman memanjat (climber) adalah tanaman yang tumbuh di tanah atau bidang apa saja seperti tembok dan struktur pendukung lain sebagai tempat menggantungkan diri atau membelit untuk pertumbuhan tanaman tersebut. 1994).73 (Hemigrafis odorata). kembang rejeki (Aglaonema sp). Tanaman memanjat biasanya membutuhkan naungan dan arah rambatannya ke sumber cahaya. nusa indah (Mussaenda philippica). memanjat atau semusim. akalipa (Acalypha wilkesiana). . Tanaman bawah pohon (undercover) adalah tanaman penutup tanah yang ditanam di bawah pohon. anturium (Anthurium crystallinum). Tanaman memanjat di habitat aslinya. Persyaratan tanaman tersebut adalah tahan terhadap naungan dan titik-titik air dari pohon. Jenis tanaman ini terdiri atas tanaman bentuk pohon. Contoh tanaman berdaun/berbunga indah. antara lain. berupa terna atau tanaman berbatang lunak) ataupun liana (tanaman berkayu yang memanjat). Tanaman melakukan pemanjatan sebagai usaha untuk beradaptasi dengan lingkungan dan mendapatkan sinar matahari serta menampakkan bunga kepada agen untuk membantu penyerbukan (Griffiths. dan bougenvil (Bougainvillea spectabilis). H. Tanaman memanjat dapat berupa vines (tidak berkayu. semak. plumbago (Plumbago capensis). antara lain. dan verbena (Verbena laciniata).

Di kota-kota besar banyak bentuk atau permukaan bidang vertikal yang terbentuk. pusat perbelanjaan dan tempat tinggal. mekanisme memanjat yang primitif. 4) graspers. Tanaman memanjat banyak digunakan dalam lanskap untuk berbagai keperluan. 3) weaver. baik yang ternaungi maupun yang tidak ternaungi. Beberapa contoh penggunaan tanaman memanjat dalam lanskap dapat dilihat pada Gambar 15. Sesuai dengan cara tumbuhnya. seperti bangunan tinggi dan jalan layang (fly over). tetapi jika ditanam menggunakan teralis kawat maka akan tumbuh dengan cara weaving (zig-zag diantara celah teralis) dan tidak ditemukan sulur pada tanaman tersebut. menggunakan modifikasi bagian tanaman (batang maupun daun) yang membantu melekat pada bidang panjat (Bauhinia galpinii). karena dalam proses pemanjatan ada kemungkinan tanaman tersebut mengalami kesulitan saat melakukan panjatan. perkantoran. . tanaman ini digunakan sebagai penghias atau pelembut permukaan vertikal yang tampak kaku dan gersang. sebagai tanaman hias baik luar ruangan (outdoor) maupun tanaman dalam ruang (indoor). pada saat itu tanaman tersebut dapat merubah cara pemanjatannya. 1970). Akan tetapi. menggunakan akar yang tumbuh dari ruas-ruas batang untuk memanjat (Hedera helix). untuk itu harus didukung agar bisa tumbuh ke atas (misal pada Allamanda cathartica). dengan cara zig-zag pada bidang panjat (Trachelospermum jasminoides). Lima cara pemanjatan yang dipergunakan oleh tanaman memanjat adalah 1) learners. tanaman yang memanjat dengan metode ini tidak mempunyai kemampuan untuk melekat pada bidang panjat.74 Berdasarkan mekanisme pemanjatan. Tanaman memanjat yang termasuk tanaman hias daun banyak digunakan sebagai penghias atau dekorasi di tempat-tempat penting seperti hotel. 2) thorn clingers. melekat pada bidang panjat dengan menggunakan duri (misal pada Euphorbia milii). Pada dinding sebuah taman yang paling sempit sekalipun dengan lahan yang sangat terbatas tanaman memanjat dapat tumbuh. dan 5) rooters. pada pengelompokan ini ada kemungkinan terjadi overlap. Misalnya pada spesies Boston-ivy (Parthenocissus tricuspidata) yang menggunakan sulur untuk memanjat. ada lima pengelompokan tanaman memanjat (Menninger.

Penggunaan tanaman memanjat dalam lanskap Beberapa jenis tanaman ini juga dapat difungsikan sebagai tanaman penutup tanah (groundcover) untuk menggantikan hamparan rumput. Sering juga terlihat beberapa tanaman memanjat sengaja dibuatkan bidang panjat dengan bentuk beraneka ragam sesuai dengan selera pemiliknya seperti pergola. Tanaman memanjat dapat digunakan untuk mengurangi panas karena terkena sorotan sinar matahari. dan sebagai peneduh. Selain membuat suasana teduh. tripod (kaki tiga). Untuk menciptakan suasana rumah yang asri. Beberapa jenis tanaman juga dapat dimanfaatkan sebagai tanaman bedengan (bedding plants) dan juga digunakan sebagai tanaman gantung (hanging basket plants). bunganya pun tak kalah menawan dari jenis tanaman hias lainnya.75 Gambar 15. misalnya pada dinding gedung dan beranda rumah. tanaman hias memanjat bisa menjadi pilihan. . Dapat ditanam untuk dirambatkan pada pergola atau digantung di tiang-tiang pergola. sebagai pagar tanaman untuk membatasi daerah pribadi. arch (bangunan melengkung yang dipakai sebagai gerbang) dan colonnade (deretan tiang yang dihubungkan dengan tali serta gazebo.

rumput paitan (Axonopus compresus) dan rumput golf (Eragrostis sp). 1990. Contoh tanaman lapangan rumput. cemara papua (Cupressus papuana). dan menginjak dalam kegiatan olah raga (Munandar dan Hardjosuwignyo. rumput Jepang (Zoysea japonica). . antara lain. antara lain. Tanaman ini juga berfungsi untuk memberi aksen pada hamparan hijau yang luas. Halaman pekarangan sedapat mungkin tidak dibiarkan terbuka tanpa adanya tanaman di atasnya. pinang merah (Cyrtostachys lakka). 1998). Oleh karena itu.76 J. melompak. suhu. Rumput dapat digunakan untuk menutupi lapangan luas seperti lapangan olah raga. dan palem puteri (Veitchia merrillii). Tanaman Rumput Lapangan Tanaman rumput lapangan adalah jenis-jenis rumput yang dipergunakan untuk menutupi permukaan tanah yang hanya terdiri atas lapisan tanah saja. K. Kumurur. Rumput juga harus memiliki fleksibilitas dan resistensi untuk mengakomodasi aktivitas lari. Untuk lapangan terbatas/sempit. Kriteria rumput untuk lapangan olah raga harus mempunyai kemampuan tumbuh yang baik serta memiliki daya adaptasi terhadap air. Contoh tanaman rumput untuk lapangan luas. Kehadiran tanaman lapangan rumput akan lebih menonjol apabila ditempatkan secara sendiri-sendiri. dan rumput peking (Agrotis stolonifera). tanah tersebut perlu ditanami dengan rumput-rumputan. dengan dasar rumput-rumput lapangan yang teratur baik dibandingkan bila ditanam bercampur dengan tanaman lain. Halaman rumput yang tumbuh baik dan rata sudah merupakan elemen taman yang menyenangkan. antara lain. Tanaman Lapangan Rumput Tanaman lapangan rumput adalah jenis tanaman yang ditanam secara sendiri atau secara berkelompok pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik (eksotik). palem ekor tupai (Wodyetia bifurcata). sebab pada musim hujan akan menjadi becek. dan tanah yang baik. rumput manila (Zoysea matrella).

Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. tanaman border/tepi. 3. PENUTUP A. tanaman berdaun/berbunga indah. Karakteristik tanaman yang berfungsi sebagai peneduh adalah. Rangkuman Penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional terdiri atas tanaman indoor dan outdoor. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan penggolongan tersebut. tanaman berdaun/ berbunga indah. 2.. B. Jelaskan apa yang dimaksud tanaman indoor dan outdoor. Jelaskan penggolongan tanaman berdasarkan habitus fungsional. (a) Mahkota kecil (b) Daun tumbuh rapat (c) Batangnya tinggi . 2. tanaman border. tanaman peneduh/parkir. tanaman penutup tanah.. pohon tepi jalan.. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional.. pohon tepi jalan. tanaman peneduh. dan tanaman lapangan rumput. tanaman memanjat/pergola..77 L. tanaman memanjat. tanaman median jalan.. tanaman rumput lapangan.. Renungkan tentang seleksi tanaman berdasarkan habitus fungsional.. tanaman median jalan. tanaman rumput lapangan.. tanaman penutup tanah. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. tanaman pagar. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1.. dan tanaman lapangan rumput. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. tanaman pagar...

... (a) Sutera bombay (b) Daun perak (c) Sambang darah (d) Verbena Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.............................. Persyaratan tanaman median jalan adalah... Tanaman yang ditanam pada lapangan rumput karena bentuknya yang menarik disebut tanaman.. (a) Berdaun indah (b) Berbunga indah (c) Lapangan rumput (d) Rumput lapangan 5. Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 .78 (d) Menggugurkan daun sekaligus 2.... Contoh tanaman undercover adalah.... kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 6. Hitunglah jawaban Anda yang benar....... Alasan lebar penanaman border sekitar 1 m adalah. (a) Mudah pemeliharaan (b) Mudah dilihat (c) Mudah dilewati (d) Mudah membatasi tapak 4. (a) Jenis pohon (b) Bermassa dan padat (c) Tinggi tanaman >2 m (d) Tanaman hias daun 3..

Menninger E. Anda dapat meneruskan pada Bab 7. c 5. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Jakarta: Penebar Swadaya. Griffiths M. C. bagus! Anda cukup memahami Bab 6. b 2. Munandar A. 1990. 3. Rumput Lanskap. Kunci Jawaban 1. Akan tetapi. HS. An Encyclopedia of Climbing Plants. New York: Macmillan. 1994. Nurhayati. Flowering Vines of The World. Hardjosuwignyo. b 3. a 4. Bogor: IPB. Rumput Lanskap. Sumber/Referensi 1. Anda harus mengulangi Bab 6. 2000. 2. Arifin. Manual of Climbers and Wall Plants. New York: Heartside Press Incorporated. 5. 1998.79 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . Jakarta: Penebar Swadaya. Taman dalam Ruang. S. D.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. 1970. Kumurur VA. 4. b .

2. mutlak diperlukan keberadaannya untuk kelangsungan hidup manusia. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. tanaman tidak hanya mengandung/mempunyai nilai estetika saja. dan hewan. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai fungsi tanaman dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. B. Oleh karena itu. tanaman juga memberi kesan menarik dan menyenangkan.80 BAB 7 Tanaman FUNGSI TANAMAN DALAM LANSKAP PENDAHULUAN merupakan bagian dari ekosistem. . Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. A. tetapi juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Strategi Pembelajaran 1. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. 3. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan fungsi tanaman dalam lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. 4. tanaman. Cooperative learning 2. Selain itu. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. Praktikum C.

16) sebagai pengarah. fungsi tanaman dalam lanskap meliputi fungsi ameliorasi iklim (climate amelioration). 6) mengontrol siklus hidrologi. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Secara umum. 19) memberi latar belakang. A. 7) memperbaiki kualitas udara. 4. dan Kelembaban Tanaman dapat menyerap panas dan memantulkan pancaran sinar matahari sehingga dapat menurunkan suhu iklim mikro. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. dan 23) menciptakan pola bayangan. 14) sebagai pagar (barrier). penggunaan untuk keperluan arsitektural (architectural use). 2. 3) penahan silau. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Tegakan hijau pohon mampu mengurangi energi sinar matahari yang sampai ke permukaan tanah sehingga . 11) membentuk ruang (lantai. 17) menampilkan ciri fisik yang dapat diindera. 12) menyempitkan dan meluaskan ruang. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai fungsi tanaman dalam lanskap. 12) membentuk ruang vertikal/horizontal. 13) sebagai penyekat (screen). Indikator Pencapaian 1.81 D. 10) menyediakan habitat satwa liar. rekayasa lingkungan (engineering use). 21) melembutkan garis dan massa bangunan. Selain itu. Selanjutnya dijabarkan secara detail menjadi beberapa fungsi. 5) mengontrol erosi. Suhu. 18) membingkai view. tanaman juga mampu meningkatkan kelembaban udara dan presipitasi air hujan melalui evapotranspirasi sehingga meningkatkan kenyamanan sekitar. 4) penaung dari hujan. 2) penahan angin. Mengontrol Radiasi. 1) mengontrol radiasi. dan atap). dinding. Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap. 22) menyatukan elemen arsitektur bangunan. Tanaman dalam lingkungan iklim mikro dapat menurunkan suhu udara dengan adanya naungan pohon dan evapotranspirasi tanaman. suhu. 3. 15) sebagai pembatas (border). antara lain. 20) menonjolkan obyek tertentu. dan pengunaan untuk estetika/keindahan (aesthetics use). 8) mengurangi bising. dan kelembaban. 9) mengharumkan udara.

Pada jalur jalan raya bebas hambatan. Jika pohon sebagai penahan angin. jenis. berdaun. antara lain. D. serta lebar tajuk. Pepohonan. Sebaiknya pada jalur median jalan ditanami tanaman semak. Komposisi tanaman yang berbeda ketinggian mampu mengurangi kecepatan angin sekitar 40-50%. lampu jalan. bercabang. Peletakan tanaman di sisi jalan atau jalur tengah jalan sebaiknya dipilih pohon atau perdu padat. bentuk tajuk. Penahan Silau Tanaman dapat menahan silau yang ditimbulkan oleh sinar matahari. penyerap. B. tinggi pohon. dan mengalirkan tiupan angin sehingga menimbulkan iklim mikro. Peletakan tanaman dapat menahan pantulan sinar dari perkerasan. agar sinar lampu kendaraan dari arah yang berlawanan dapat dikurangi. dan beranting banyak. Faktor yang menentukan fungsi pohon sebagai penahan angin. . penanaman pohon tidak dibenarkan pada jalur median jalan. refleksi.82 mampu mempengaruhi suhu udara. Penaung dari Hujan Tanaman mampu meningkatkan kelembaban udara dan presipitasi air hujan melalui evapotranspirasi sehingga meningkatkan kenyamanan sekitar. dan mentrasmisikan sinar matahari dimana efektivitasnya tergantung kepada spesiesnya. Daun-daun dapat mengintersepsi. hempasan air hujan. mengabsorpsi. dan rerumputan dapat mengubah suhu. penetrability. semak belukar. Penahan Angin Tanaman berguna sebagai penahan. dan menahan jatuhnya sinar matahari ke daerah yang menimbulkan keteduhan. kepadatan tajuk tanaman. dan kepadatan tajuk optimum (50 – 60%). Jenis tanaman yang dipakai harus diperhatikan tinggi pohon. misalnya rindang. C. dan sinar lampu kendaraan pada jalan raya dan bangunan. secara tidak langsung harus dapat menurunkan suhu (pohon jangan terlalu masif).

Misalnya dalam pembentukan muka tanah. perbaikan jalan. atau belajar) (Doelle. kegiatan olahraga dan lain-lain di luar gedung (Doelle. termasuk bunyi yang tidak sengaja dan bunyi yang ditimbulkan dari suatu kegiatan seperti bunyi transportasi dan industri. keadaan pikiran. hiburan. Sebagai definisi standar. industri. waktu terjadinya. dan (2) sumber dinamis dari kendaraan. frekuensi. 1986). tanaman dapat pula berfungsi untuk menahan air hujan yang jatuh secara tidak langsung ke permukaan tanah. 1986). dan (2) bising luar (outdoor). transportasi. kesinambungan. dan tempramen penerima. pemotongan dan penambahan muka tanah (cut and fill). Akar tanaman dapat mengikat tanah sehingga tanah menjadi kokoh dan tahan terhadap pukulan air hujan serta tiupan angin. juga pada aspek subyektif seperti asal bunyi.83 E. Tingkat kekerasan bunyi pada suatu bunyi pada suatu tempat dapat diduga berdasarkan bentuk sumber. F. penggalian tanah untuk danau buatan. istirahat. tempat pembangunan gedung-gedung. Kondisi tanah menjadi rapuh dan mudah tererosi oleh karena pengaruh air hujan dan hembusan angin yang kencang. Sumber kebisingan juga dapat dikelompokkan: (1) sumber stasioner dari kegiatan rumah tangga dan industri. . Mengurangi Kebisingan Kebisingan adalah bentuk suara yang tidak diinginkan karena tidak sesuai dengan tempat dan waktunya. Pencegah Erosi (Erosion Control) Kegiatan manusia dalam menggunakan lahan. alat-alat rumah tangga atau mesin-mesin di dalam gedung. mengganggu atau berbahaya bagi kegiatan sehari-hari (kerja. isi informasi. berasal dari manusia. selain menimbulkan efek positif juga menyebabkan efek negatif terhadap kondisi tanah/lahan. alat-alat mekanis yang terlihat di luar gedung. besar kebisingan dan jarak dari sumber bising. kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan. Sumber utama kebisingan diklasifikasikan dalam dua kelompok. berasal dari lalu lintas. Definisi kebisingan adalah semua bunyi yang mengalihkan perhatian. yaitu: (1) bising interior. Selain itu. Bunyi diinginkan atau tidak oleh seseorang tergantung pada kekerasan bunyi.

kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis). Pohon meredam suara dengan cara mengabsorbsi gelombang suara oleh daun. pengendalian bising pada jalur transmisi suara. Syarat tanaman yang dapat meredam kebisingan adalah berupa pohon. Pengendalian kebisingan untuk sumber suara yang berbentuk garis. dan penggunaan peralatan untuk melindungi penerima dari kebisingan. sedangkan untuk sumber suara bergerak atau berbentuk garis. Untuk sumber suara yang berupa titik. tanjung (Mimusops elengi). bentuk komposisi dengan menanam berbagai jenis tanaman berbagai strata yang cukup rapat dan tinggi. Contoh tanaman. teh-tehan pangkas (Acalypha sp). antara lain. sedangkan sumber berupa garis menyebar melalui udara dengan pola berbentuk silender yang memanjang dan sumbernya bergerak. cabang. dan ranting. misalnya kendaraan yang bergerak. intensitas suaranya dapat berkurang sekitar 6 dB setiap jarak sumber pendengar menjadi dua kali lipat. sedangkan barrier alami berupa vegetasi baik pohon maupun semak.84 Bentuk sumber bising dapat berupa titik (point source) dan garis (line source). tajuk tebal daun rindang. Kebisingan yang keluar dari sumber berupa titik menyebar melalui udara dalam bentuk bola dengan kecepatan 334 m/s dan sumbernya statis atau tetap. Dedaunan tanaman dapat menyerap kebisingan sampai 95%. penyebaran suaranya berbentuk silinder yang memanjang. Pengendalian bising pada jalur transmisi dilakukan dengan meningkatkan jarak atau dengan menggunakan barrier. Barrier buatan berupa dinding atau bangunan. yaitu pengendalian kebisingan pada sumbernya. dan oleander (Nerium oleander). perdu atau semak yang membentuk massa. intensitas suara hanya berkurang sekitar 3 dB bila jarak sumber dengan penerima menjadi dua kalinya Cara pengendalian kebisingan dilakukan dengan tiga cara. bougenvil (Bougenvillea sp). dapat dilakukan dan dihitung dengan rumus: D1 – 2 = 10 log 10 (d2/d1) Dimana D1= Tingkat suara di lokasi 1 D2 = Tingkat suara di lokasi 2 d1 = Jarak lokasi 1 terhadap sumber suara . susunan daun rapat. kirei payung (Filicium decipiens).

. Pada dinding masif pengurangan tingkat kebisingan oleh barrier (Gambar 16) dapat dinyatakan dengan fungsi Fresnel Number (δ = (A+B)-C). Tanaman penghalang berfungsi untuk menutupi pandangan ke suatu tempat seperti bangunan yang kasar atau tempat-tempat yang tidak menyenangkan dipandang. Salah satu cara menutupi beton atau tembok bangunan adalah dengan menggunakan tanaman merambat atau dengan penambahan semak atau perdu. 1989) G. Kontrol Pandangan (Visual Control) Pohon secara visual dapat berfungsi sebagai penghalang pandangan. N= Dimana 2 δ λ N= 2(A + B) − C λ N = Fresnel Number A = Jarak dari sumber suara ke puncak barrier B = Jarak dari puncak barrier ke penerima C = Jarak dari sumber suara ke penerima λ = Panjang gelombang suara Gambar 16. Pengurangan tingkat kebisingan dengan fungsi Fresnel Number (Wilson.85 d2 = Jarak lokasi 2 terhadap sumber suara Tingkat kebisingan akan berkurang 3 dB apabila jaraknya bertambah menjadi dua kali lipat.

menggunakan rumus: Tan α = Dimana h−l H−l d = h = d Tan α + l = (H − l) + 1 D d D l : tinggi mata pengamat α: sudut pandang dari mata ke puncak obyek yang ditutupi H: tinggi obyek h: tinggi pohon D: jarak dari titik memandang ke obyek d: jarak dari titik memandang ke pohon Gambar 17. Penghalang pada pengamat diam (Shinzo. Teori ini dapat dilakukan pada pengamat yang dian dan bergerak. 1975) Pengamat bergerak (Gambar 18). Pengamat diam (Gambar 17).86 Teori penghalang adalah jika titik pandang telah ditentukan maka pohon diletakkan di antara titik pandang dan obyek yang ditutupi. menggunakan rumus: S= Dimana 2r d = Sin α Sin α S: jarak antar pohon α: sudut antara arah gerak dan penglihatan d: diameter tajuk pohon r: jari-jari tajuk pohon .

atap.87 Gambar 18. 1975) H. Dengan demikian pandangan dari arah atau ke arah ruang yang diciptakan dapat dikendalikan. Tanaman sebagai kontrol pandangan terhadap ruang luar (Carpenter et al. Kontrol Pandangan terhadap Ruang Luar Tanaman dapat dipakai untuk komponen pembentuk ruang sebagai dinding. Atap dibentuk oleh tajuk pohon yang membentuk kanopi atau tanaman merambat pada pergola. dan lantai. sedangkan sebagai lantai dapat dipergunakan tanaman rumput atau penutup tanah (groundcover) (Gambar 19). Dinding dapat dibentuk oleh tanaman semak sebagai border. Penghalang pada pengamat bergerak (Shinzo. Gambar 19. Kontrol Pandangan untuk Ruang Pribadi Tanaman dapat dipergunakan untuk membatasi pandangan dari arah luar dalam usaha untuk menciptakan ruang pribadi (privacy space). Ruang pribadi ini . 1975) I..

Sumber pencemaran udara yang utama berasal dari transportasi terutama kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar yang mengandung bahan pencemar. Sumber-sumber pencemaran lainnya berasal dari pembakaran. Mengurangi polusi udara Pencemaran udara diperkirakan semakin meningkat dan meluas seiring dengan cepatnya proses industrialisasi dan makin banyaknya kendaraan bermotor. Kontrol pandangan untuk ruang pribadi (Carpenter et al. Ruang ini memerlukan penempatan tanaman pembatas pandangan setinggi 1. 1975) J. dan galian tanah. 60% dari bahan pencemar yang dihasilkan terdiri dari karbon monoksida dan sekitar 15% terdiri dari hidrokarbon. . tempat pembuangan sampah. seperti timbunan sampah. Pembakaran bensin dalam kendaraan bermotor merupakan lebih dari separuh penyebab pencemaran udara di perkotaan.5 – 2 meter (Gambar 20). Kontrol Pandangan terhadap Hal yang Tidak Menyenangkan Tanaman dapat pula dimanfaatkan sebagai penghalang pandangan terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan untuk ditampilkan atau dilihat. K.88 biasanya ruang yang terlindung dari pandangan orang lain. proses industri. Gambar 20..

vegetasi berfungsi dalam mereduksi partikel padat dari udara yang merupakan dampak dari kegiatan manusia. hanya sampai di permukaan daun (menempel). batang dan perakaran. dan lain-lain. Debu yang terdapat pada lapisan biosfer bumi. SO3) CO2. antara lain. untuk polutan padat. Mekanisme tanaman mengurangi polusi udara. antara lain. Fe. terutama di kotakota besar. logam-logam (Pb. Hidrokarbon (HC) sebesar 18. SOx (SO2.89 pembuangan limbah dan lain-lain.50%. 3) mendifusi. partikel debu. disebabkan gas buang kendaraan bermotor (60-70%). Komponen pencemaran udara yang bersumber dari kegiatan transportasi di Indonesia yang paling banyak berpengaruh sebagai pencemar udara adalah karbon monoksida (CO) sebesar 70. Selain sebagai elemen estetis.89%. Partikel yang melayang-layang di permukaan bumi sebagian akan terjerap (menempel) pada permukaan daun. nitrogen oksida (NOx) sebesar 8. yaitu mengencerkan konsentrasi polutan. jumlah debu yang melayang di udara akan menurun.34%. Efektifnya mekanisme penjerapan ditentukan oleh ukuran.88%. Ada juga partikel yang menempel pada kulit pohon. tekstur daun. untuk gas NOx (NO2. Dengan adanya mekanisme ini.33%. Zn. dan partikel sebesar 1. cabang dan ranting. kebakaran hutan atau ladang. Vegetasi merupakan elemen alami yang dominan sebagai pembentuk lanskap kota. industri (10-15%). 2) menyerap (absorpsi). seperti ukuran dan . dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui beberapa mekanisme. dan 4) mendeposisi. diasimilasi oleh jaringan tanaman dalam daun. NO3). HC. PAN (Peroxy Acetic Nitrat). yaitu menjatuhkan polutan ke tanah. Selain itu pohon tepi jalan yang digunakan juga harus efektif dalam menjerap dan menyerap pencemar udara. kerapatan dan bentuk trikoma. Vegetasi khususnya pohon tepi jalan harus memenuhi kriteria ciri dan bentuk arsitektural antara lain mencakup tinggi pohon dewasa. CO. Dalam menyerap zat pencemar dipengaruhi oleh karakteristik morfologi tanaman. sulfur oksida (SOx) sebesar 0. yaitu: 1) menjerap (adsorpsi). pembakaran sampah. Pencemaran udara di Indonesia. dan sisanya berasal dari rumah tangga. dsb). khususnya daun yang berbulu dan yang mempunyai permukaan yang kasar dan sebagian lagi terserap masuk ke dalam ruang stomata daun.

Jenis tanaman yang dipakai untuk menyerap gas adalah tanaman yang mempunyai sifat: mempunyai stomata yang banyak.90 bentuk daun.Tanaman dengan genus sama. kenanga (Cananga odorata). karakter tidak beda jauh . rumput manila (Zoysia matrella). akalipa merah (Acalypha wilkesiana). Kriteria sensitivitas dan toleransi tanaman terhadap polusi Kriteria Decidious < 15 15 – 19 20 – 24 > 24 Nilai APTI Evergreen < 13 13 – 16 17 – 20 > 20 Herba 11 11 – 14 15 – 18 > 18 Sensitif Sedang Cukup toleran Toleran Keterangan: . adanya rambut pada permukaan daun dan juga tekstur daun. lollipop kuning (Pachystachys lutea). dan mempunyai tingkat pertumbuhan yang cepat.Pohon memiliki nilai APTI yang paling besar . Contoh tanaman penyerap NO2. dapat diketahui dengan APTI (Air Pollution Tolerance Index). flamboyan (Delonix regia). APTI = A (T + P) + R 10 Dengan variabel-variabel yang peka terhadap polusi: A: kandungan Asam Ascorbic T: total klorofil P: pH ekstrat daun R: kandungan/kadar air Tabel 1.Semakin besar nilai APTI maka tanaman semakin toleran . cempaka (Michelia campaka). dan adam hawa (Rhoeo discolor). antara lain. Kemampuan adaptasi terhadap polusi tinggi. lantana (Lantana camara). Rumus APTI dan nilainya (Tabel 1) sebagai berikut. melinjo (Gnetum gnemon). kriminil (Alternanthera ficoides). bougenvil ungu (Bougenvillea glabra). kembang merak (Caesalpinia pulcherrima). mempunyai ketahanan tertentu terhadap gas tertentu.

Pembatas Fisik (Physical Barrier) Tanaman pembatas merupakan tanaman yang ditanam secara berbaris untuk membatasi baik pergerakan maupun pandangan. dan pangkas-pangkasan. antara lain. cemara. pengarah gerakan bagi pemakai jalan pada jalan berbelok atau ke tujuan tertentu. kemuning (Murraya paniculata). antara lain. kacapiring (Gardenia jasminoides). dan malam hari (Nugrahani. kembang merak. melati (Jasminum sambac). Tanaman yang dapat dipakai adalah tanaman yang dapat mengeluarkan aroma tertentu yang disebut tanaman aromatik. dan oleander. dan pangkas-pangkasan. pengarah dan pembentuk pandangan. baik melalui bunga. dan menghilangkan kejenuhan bagi pemakai jalan. Contoh tanaman beraroma. antara lain. Mengharumkan Udara Tanaman dapat membersihkan udara yang baunya tidak enak (setelah melewati vegetasi. Tanaman ini dapat berfungsi sebagai pembatas untuk jalan. hujan mas (Cassia glauca). Ada yang beraroma lembut tetapi ada juga yang beraroma menusuk hidung atau menyengat. Contoh tanaman pembatas untuk jalan. N. daun.91 L. Tanaman aromatik adalah tanaman-tanaman yang dapat menghasilkan aroma tertentu. buah. kol banda (Pisonia alba). Sebenarnya penahanan kebakaran secara sempurna oleh tanaman adalah sulit. siang. dan cempaka (Michelia champaca). bambu. Contoh tanaman pembentuk pandangan. M. glodogan tiang (Polyalthea sp). kenanga (Canangium odoratum). akalipa (Acalypha wilkesiana). bau berkurang). antara lain. pembatas ke arah pandangan yang kurang baik. 2006). Aroma yang ditimbulkan ada yang enak atau harum dan ada yang tidak enak. maupun akarnya. sore. Tanaman Penahan Kebakaran Tanaman dengan daun apabila terjadi kebakaran juga ikut terbakar. . kembang sepatu. Ada tanaman yang mengeluarkan aroma pada pagi. Tanaman aromatik mampu menghasilkan aroma yang harum hingga pada jarak tertentu dari tempat tumbuhnya. akalipa. bambu (Bambusa sp). mahoni (Swietania mahagoni). batang. cemara. cemara. glodogan biasa (Polyalthea longifolia). Contoh tanaman pengarah pada jalan.

dan 23): - Kombinasi dengan tanah kosong Menggunakan dua atau lebih deretan pohon Tanah kosong ≥ 6 m Tidak menanam rumput pada tanah kosong Tinggi pohon ≥ 10 m (tergantung bangunan yang ingin dilindungi) Di depan pohon ditanam semak Lebar penanaman 6 – 10 m Pohon Pohon Semak Semak > 10 m 6 – 10 m Tanah kosong 6m 6 – 10 m Gambar 21.92 Umumnya pada kebakaran bangunan total. tanaman meningkatkan ketahanan gedung terhadap kebakaran. Struktur penanaman . Jika ada angin. api mengalir. jika bisa bertahan atau melakukan pemadaman. api membesar dalam 3 – 4 menit dan alam waktu tersebut. Struktur penanaman untuk menahan kebakaran (Gambar 21. Fungsi tanaman dalam menahan kebakaran adalah menahan perambatan panas. bangunan sekeliling dapat dilindungi dari perambatan api Tanaman menghalangi perambatan panas sehingga bersama dengan tanah kosong (terbuka) di sekeliling rumah. pohon juga menghalangi bara api yang terbang. 22. maka pohon menahan aliran angin sehingga menghalangi perpindahan api. bara api terbang.

93
Tanaman dipangkas dibentuk fence

5m

Gambar 22. Tanaman penahan kebakaran untuk lahan yang sempit

Dengan batas 2 pohon

2m

7m

Gambar 23. Tanaman penahan kebakaran untuk lahan yang lebih lebar

O. Fungsi Sosial Budaya

Fungsi tanaman sebagai sosial budaya terkait dengan tanaman yang mengandung nilai adat/kepercayaan. Tanaman ini merupakan tanaman yang pada daerah tertentu memiliki nilai tersendiri karena kepercayaan yang dianut masyarakat sebagai pengaruh budaya, adat atau keagamaan. Beberapa tanaman mempunyai nilai karena berhubungan dengan upacara adat, pantangan dan himbauan, tempattempat tertentu misalnya tempat yang dianggap keramat, rejeki, jodoh, status sosial, dan sebagainya. Contoh nilai budaya tanaman dalam masyarakat Bali, dimana nilai tanaman berpengaruh terhadap peletakan tanaman dalam tata ruang lanskap tradisional Bali (konsep Tri Mandala yang membagi menjadi tiga zona: utama, madya, nista). Pada zona utama diletakkan tanaman Ficus benjamina, Santalum album, Cordyline sp,

94
Michelia champaca, dan Pandanus sp yang ditanam sekitar pura. Pada zona madya

diletakkan tanaman Cananga odorata dan Hibiscus rosa-sinensis, sedangkan pada zona nista atau di kebun/tegalan terdapat tanaman Musa paradisiaca, Bambusa sp,
Cocos nucifera, dan Citrus sp.

Contoh lain, dadap (Erythrina indica) yang digunakan untuk struktur pemujaan temporer di pura dan merupakan salah satu kayu penting dan bernilai religi. Tanaman cendana (Santalum album) sebagai bagian penting pegangan keris bagi para empu.

P. Rangkuman

Fungsi tanaman dalam lanskap terdiri atas 1) mengontrol radiasi, suhu, dan kelembaban, 2) penahan angin, 3) penahan silau, 4) penaung dari hujan, 5) pencegah erosi (erosion control), 6) mengurangi kebisingan, 7) kontrol pandangan (visual control), 8) kontrol pandangan terhadap ruang luar, 9) kontrol pandangan untuk ruang pribadi, 10) kontrol pandangan terhadap hal yang tidak menyenangkan, 11) mengurangi polusi udara, 12) mengharumkan udara, 13) pembatas fisik (physical
barrier), 14) tanaman penahan kebakaran, dan 15) fungsi sosial budaya.

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang fungsi tanaman dalam lanskap, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Jelaskan fungsi tanaman dalam lanskap. 2. Jelaskan fungsi ameliorasi iklim, rekayasa lingkungan, penggunaan untuk keperluan arsitektural, dan pengunaan untuk estetika dari tanaman lanskap. 3. Sebutkan contoh-contoh tanaman berdasarkan masing-masing fungsi.
Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus

memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 2. Renungkan tentang fungsi tanaman dalam lanskap.

95
B. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Pada jalur median jalan bebas hambatan tidak dibenarkan menanam tanaman............. (a) Penutup tanah (b) Semak (c) Perdu (d) Pohon 2. Syarat tanaman yang dapat meredam kebisingan adalah............. (a) Semak soliter (b) Susunan daun rapat (c) Tajuk lebar (d) Daun lebar 3. Karakteristik tanaman yang efektif untuk membatasi pergerakan manusia adalah tanaman yang............. A. Bermassa daun sedikit B. Berjarak tanaman rapat C. Berukuran daun besar D. Berbatang besar 4. Toleransi tanaman terhadap polusi dapat diketahui dari nilai APTI, dimana nilai APTI semakin............. A. Tinggi maka tanaman semakin toleran B. Rendah maka tanaman semakin toleran C. Tinggi maka tanaman semakin sensitif D. Rendah maka tanaman cukup toleran 5. Struktur penanaman tanaman yang efektif menahan kebakaran adalah............. A. Menanam rumput pada tanah kosong B. Menggunakan dua atau lebih deretan pohon C. Menggunakan pohon tinggi ≤ 10 m D. Menggunakan satu baris pohon

Wilson CE. 2006. 1975. Surabaya. 2. Di dalam: Winarno et al. Plants in the Landscape. and Control of Sound and Vibration. Akan tetapi. Carpenter PL. Tokyo: Kashima. C. 5. bagus! Anda cukup memahami Bab 7. Nugrahani P. Theory and Technique of Planting. Prosiding Seminar Nasional Lanskap Perkotaan. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Hitunglah jawaban Anda yang benar. San Fransisco: Freeman & Co. TD. 1975. Anda harus mengulangi Bab 7. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 7. New York: Harper and Row Publ. Jakarta: Erlangga. 1986. Inc. 3. 18 Mei 2006. . terutama bagian yang belum Anda kuasai. 1989. Analysis. Shinzo N. Noise Control: Measurement. Sumber/Referensi 1.. FO. Surabaya: Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian UPN Veteran Jatim. Walker. hlm 102-108. Akustik Lingkungan.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . editor. Vegetasi Aromatik sebagai Elemen Lanskap Ruang Terbuka Hijau Perkotaan. Anda dapat meneruskan pada Bab 8. 4.96 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. Lanphear. Doelle LL.

a 5. d 2. b 3.97 D. b 4. Kunci Jawaban 1. b .

dan sebagainya. Ada beberapa hal pokok yang sangat penting diketahui terlebih dahulu bila ingin menata tanaman dengan hasil yang cukup memuaskan. Praktikum . lampu taman. dan suhu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Hal lain yang penting diketahui ialah tanaman bukan hanya sebagai unsur hiasan saja. komposisi tanaman yang dibuat tentu akan lebih fungsional berguna dan visual indah. Strategi Pembelajaran 1. Selain itu. drainase. sinar matahari. Faktor-faktor seperti keadaan tanah. penataan tanaman berkaitan juga dengan unsur pertanaman lain. seperti bangunan. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat merencanakan komposisi tanaman dalam lanskap melalui studi lapang dan gambar hasil case study secara individu dan praktikum. Case study 3. A. kolam. Studi lapang 2. Tanaman memang memiliki beberapa sifat yang dapat dibedakan dengan unsur-unsur pertamanan yang lain. Hal ini tentu saja sangat perlu diketahui terlebih dahulu agar tanaman yang ditata hidup dan tumbuh dengan baik. angin. B. Dengan lebih mengenal atau mengetahui fungsi dan potensi dari unsur tanaman tersebut. Sifat atau karakteristik yang paling menonjol adalah bahwa tanaman merupakan unsur yang hidup dan tumbuh. tetapi memiliki beberapa fungsi dan potensi. batu-batuan.98 BAB 8 KOMPOSISI TANAMAN PENDAHULUAN Penataan tanaman dalam sebuah taman memang tidak semudah yang diduga apabila diharapkan hasil yang bagus.

bulat. Bentuk tanaman misalnya ada yang berbentuk tinggi ramping. sedangkan warna gelap mengesankan suasana yang suram. sedang. Ukuran tanaman juga bervariasi. Kemampuan melakukan praktikum fungsi tanaman dalam lanskap. piramidal. Kemampuan melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman.99 C. 2. 4. Mahasiswa melakukan studi lapang mengenai komposisi tanaman pada suatu lanskap. dan kecil. seperti pohon besar. merunduk. 4. Indikator Pencapaian 1. 3. menyebar. tinggi membulat. 3. Mahasiswa membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik. dan rendah. Warna-warna tanaman yang beraneka warna merupakan karakteristik penting yang dianggap sebagai karakteristik emosional karena mempengaruhi secara langsung kesan dan suasana ruang luar. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. case study. sedang. dan eksotis atau unik. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Untuk membuat sebuah komposisi tanaman yang indah dan menarik. serta tanaman penutup tanah dan rumput. Warna-warna terang. misalnya dapat menimbulkan suasana cerah dan menyenangkan. Kemampuan membuat gambar rencana penanaman dengan komposisi tanaman yang baik. 5. Mahasiswa aktif melakukan praktikum. dan praktikum. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai komposisi tanaman dalam lanskap melalui sumber bacaan dan internet. 2. Tekstur tanaman adalah kesan kasar atau halusnya keseluruhan tanaman . masalah pengenalan karakteristik visual tanaman sangat penting diketahui lebih jauh disamping hal-hal yang lainnya. semak tinggi. D. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang.

dan proporsi. harus diciptakan aksen sebagai point of interest pada bagian atau titik-titik tertentu. Kesatuan komposisi tanaman dapat diperoleh dari pemilihan tanaman yang sama dalam jenis. Kesatuan/tema Kesatuan adalah organisasi antara beberapa unsur yang saling bergantung satu sama lain atau tidak terpisahkan. Aksen tersebut dapat diciptakan dari . tidak monoton dan membosankan. meliputi kesatuan komposisi dan keanekaragaman. Suatu komposisi yang baik harus mempunyai kesatuan yang kompak antara unsur-unsur yang tersusun di dalamnya termasuk faktor keseimbangan. persepsi terhadap jarak. 3. dan berasal dari sifat ekologisnya yang sama. Aksen dalam lanskap dapat diciptakan dengan memanfaatkan unsur desain lainnya yang dimiliki oleh elemen lanskap. Prinsip Komposisi Tanaman Prinsip dan aturan dalam menyusun komposisi tanaman mengikuti prinsip desain lanskap. daya tarik visual. Oleh karena itu. Bilamana suatu unsur memisahkan diri berarti kesatuan tersebut tidak tercapai. mungkin berbentuk beraturan atau tidak beraturan. misalnya barisan pohon. tinggi rendah tanaman yang diatur berulang-ulang. 1. serta lebih hidup dan menarik. 2. nada warna dan lain sebagainya. aksen. irama.100 secara visual pada tanaman individual atau kelompok. dan irama. A. Adanya irama memberikan kesan dinamis. bentuk. dan sebagainya. aksen. Aksen merupakan bagian terpenting yang menjadi pusat perhatian dan mampu memberikan ciri tertentu yang mengandung ide. tujuan. yaitu kesatuan. keseimbangan. Tekstur tanaman ternyata mempengaruhi faktor dalam komposisi tanaman. tekstur. sifat. Irama pada lanskap dapat diciptakan dengan penggunaan warna tanaman yang berulang-ulang. warna. dan isi. rangkaian batu yang serupa. Irama/gradasi Irama adalah urutan atau perulangan elemen-elemen. Aksen/kontras/point of interest Suatu desain dapat membosankan tanpa adanya aksen. jarak penanaman. urutan dari anak tangga. Pada sebuah taman harus ada unsur taman sebagai pusat pemandangan berupa elemen estetis yang mewakili seluruh bagian taman yang dapat menampilkan ide. cara tumbuh.

Keseimbangan simetris. Keseimbangan simetris terbagi 3 jenis. yaitu keseimbangan yang elemen-elemennya tidak sama dan serupa antara sisi yang satu dengan sisi yang lainnya pada garis sumbu. perbedaan bentuk.101 perbedaan tekstur. d. a. dan bobot. ada tiga titik yang jika dihubungkan satu sama lain menjadi segitiga. yaitu simetri bentuk. b. Tanaman yang tinggi dengan tekstur halus yang dominan dapat menjadi aksen di antara tanaman berukuran sedang dan bertekstur kasar. dan harmonis. yaitu keseimbangan yang berpusat pada pertemuan antara dua garis sumbu yang membentuknya. sebagai berikut. Keseimbangan simetris yang memberi kesan formal lebih mudah dicapai dan dimengerti. ukuran atau warna. Proporsi Apabila membuat suatu taman. sedangkan keseimbangan asimetris yang memberi kesan informal atau alami lebih sulit dicapai. yaitu mempunyai ciri-ciri yang jelas. 4. Keseimbangan diumpamakan taman dibagi dua sama besar. Keseimbangan adalah pembagian elemen yang menghasilkan suatu aksen. keseimbangan terletak pada penciptaan pandangan yang sama bobotnya dari satu pusat perhatian. warna. tetapi memberi kesan lebih halus karena mendekati alam. Keseimbangan asimetris. serasi. jika kedua sisi dari taman tersebut sama-sama menarik perhatian dari pengamat. c. Satu hal yang . yaitu penempatan tanaman yang sama tepat satu sama lain. Keseimbangan/kontrol Kontrol terhadap ketiga prinsip sebelumnya jangan berlebihan atau kekurangan sehingga tercipta kesan seimbang. Keseimbangan sentral atau radial. Keseimbangan asimetri menghasilkan perhatian yang sama pada kedua sisi ruang luar. desain tersebut mempunyai keseimbangan. Keseimbangan segitiga. 5. Keseimbangan yang tercipta dapat berupa keseimbangan simetris dan asimetris. sebaiknya memilih tanaman dan struktur taman yang ukurannya sesuai dengan garis-garis lanskap bangunan. tetapi tidak dalam bentuk dan materi yang sama antara sisi yang satu dengan yang lain.

102 tidak boleh dilupakan adalah ukuran maksimal tanaman, dalam hal ini pohon. Proporsi merupakan ciri dari suatu lanskap yang berkaitan dengan ukuran. Setiap elemen lanskap harus dalam hubungan ukuran yang tepat dengan elemen lainnya. Pada taman yang kecil, pemilihan jenis tanamannya lebih terbatas, teksturnya halus, dan warna tidak terlalu menyolok, sedangkan pada taman yang cukup luas, kesempatan memilih jenis tanaman lebih banyak. Ukuran tanaman terhadap bangunan harus sebanding, sehingga proporsi harus sesuai dengan fungsinya. Untuk menciptakan komposisi tanaman yang menarik dan indah, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan, yaitu: 1. Tanaman soliter atau tunggal seperti palem merah, beringin, dan lain sebagainya, sebaiknya ditanam menyendiri sebagai eye catcher atau daya tarik yang berfungsi sebagai karya sculpture yang dinamis terlihat dari berbagai sisi. 2. Untuk sebuah komposisi, sebaiknya memilih jenis-jenis tanaman berdasarkan ukuran, bentuk, warna, dan teksturnya. 3. Perancang harus menghindari penanaman dengan jumlah genap karena cenderung memecah komposisi. Tanaman dengan jumlah ganjil cenderung mempersatukan komposisi. 4. Sebaiknya tidak menanam secara menyebar atau jarang, tanaman dibuat secara mengelompok, terutama pada tanaman-tanaman individu. 5. Masa-masa tanaman yang saling bersinggungan atau tumpang tindih tajuknya akan memperkuat hubungan antara satu dengan yang lainnya. 6. Sebaiknya mengisi di bawah tajuk pohon dengan tanaman semak agar tidak terbentuk ruang tersisa. 7. Tanaman khususnya semak, sebaiknya ditanam dalam bak tanam (cultivated bed) sehingga terlindung dari kerusakan akibat mesin potong rumput saat pemangkasan. Penanaman di dalam bak memungkinkan menutup permukaan tanah dengan lumut, serbuk kayu, batuan atau material lain untuk mencegah timbulnya tanaman liar. Berikut ini diberikan contoh komposisi tanaman pada area menyudut, pada bidang lurus, dan untuk memanipulasi bangunan.

103
a. Komposisi Tanaman Menyudut

Ada dua hal yang perlu diperhatikan pada penataan komposisi penanaman menyudut, yaitu 1) titik tengah sudut atau lengkung dalam (incurve) dan 2) kedua tepian atau lengkung luar (outcurve). Lengkung dalam merupakan tempat yang sesuai untuk menempatkan tanaman yang memiliki daya tarik visual kuat sehingga biasanya digunakan untuk menempatkan focal point dengan tanaman yang khas, baik ukuran, bentuk, maupun warnanya. Dari segi ukuran, sebaiknya tanaman tersebut merupakan tanaman yang paling tinggi di antara tanaman lain pada bagian
outcurve. Selain tanaman khas, untuk focal point dapat juga ditempatkan bentuk

aksen lainnya pada incurve seperti patung, air mancur atau lampu yang bentuknya artistik. Aksen utama dapat diletakkan di lokasi incurve atau di lokasi lain. Jika aksen di luar incurve, maka incurve dapat dijadikan tempat untuk meletakkan aksen minor dengan catatan aksen ini tidak melebihi kekuatan aksen utamanya. Variasi dapat dilakukan dalam komposisi menyudut ini, antara lain, 1) meletakkan tanaman tinggi pada incurve kemudian memendek ke arah outcurve dan 2) pada incurve diletakkan tanaman tinggi, sedangkan bagian depan serta outcurve diisi dengan tanaman yang lebih pendek. Komposisi tanaman pada incurve dan outcurve ini sebaiknya tidak lebih dari tiga sampai empat jenis saja. Contoh komposisi tanaman menyudut dapat dilihat pada Gambar 24.

Gambar 24. Contoh komposisi tanaman menyudut (Sumber: Handayani, 2009)

104
b. Komposisi Tanaman pada Bidang Lurus

Komposisi

penanaman

pada

bidang

lurus

pada

dasarnya

mencoba

menerapkan fungsi arsitektur yang diantaranya adalah membentuk bidang vertikal. Penanaman cara ini dapat berperan baik sebagai pembentuk ruang privacy, total maupun semi privacy, atau ruang dengan tingkat keterbukaan terbatas. Selain fungsi arsitektural, komposisi ini berperan pula sebagai pengendali visual dan pengendali lingkungan, seperti pengendalian pandangan ke arah tempat yang kurang menarik dan pengendalian terik matahari. Penanaman pada bidang lurus secara umum dikelompokkan pada: 1) berderet mengikuti bidang lurus, dan 2) berderet seolah mengikuti garis lengkung/berbelok-belok (Gambar 25).

Gambar 25. Contoh penataan tanaman pada bidang lurus (Handayani, 2009)

Komposisi untuk memanipulasi bangunan ini memiliki peran penting dalam mempercantik sebuah bangunan. yaitu kesatuan. 2. jenis tanaman yang digunakan harus dibatasi dan disusun dalam bentuk kelompok. Komposisi Tanaman untuk Memanipulasi Bangunan Komposisi ini diperlukan bila menghadapi bangunan yang bentuknya terlalu tinggi. dan untuk memanipulasi bangunan. jumlah tanaman yang terlalu sedikit pun dapat mengakibatkan komposisi menjadi monoton. Komposisi tanaman pada bidang lurus akan lebih menarik bila di bagian depan ditempatkan tanaman yang lebih rendah dari bagian belakang. Berikan contoh komposisi tanaman pada area menyudut. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. dinding yang telah tua atau bagian bangunan lain yang kurang menarik. Jelaskan persyaratan dalam menyusun komposisi tanaman yang baik. Fungsi lainnya adalah untuk mengarahkan pandangan pengamat pada pintu masuk di area publik sebuah bangunan. Rangkuman Prinsip dan aturan dalam menyusun komposisi tanaman mengikuti prinsip desain lanskap. PENUTUP A. Komposisi ini dapat diterapkan pada area menyudut.105 Seperti halnya dalam pembuatan komposisi menyudut. B. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang komposisi tanaman dalam lanskap. keseimbangan. dan proporsi. c. irama. pengaturan dalam perletakan titik tanam sangat mempengaruhi daya tarik komposisi secara keseluruhan. Hal ini untuk menciptakan area transisi antara penutup tanah dengan tanaman tinggi. bidang lurus. Disamping itu. Namun. dan untuk memanipulasi bangunan. . aksen. tidak hanya terbatas pada sudut-sudut bangunan saja tetapi menyeluruh hingga ke bagian lanskap lainnya. pada bidang lurus.

Kesan yang dapat ditimbulkan dari irama adalah kesan.... (a) Dinamis (b) Statis (c) Monoton (d) Ramai 3......... B... Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda.....106 Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1....... (a) Penanaman berjumlah ganjil (b) Penanaman berjumlah genap (c) Penanaman secara menyebar (d) Penanaman dengan jenis yang sama 2... Aksen pada suatu taman dapat diciptakan dengan cara. Renungkan tentang komposisi tanaman dalam lanskap. ...... Penempatan (a) Simetris (b) Asimetris (c) Radial (d) Segitiga tanaman yang sama tepat satu sama lainn disebut keseimbangan .... Salah satu cara untuk mempersatukan komposisi tanaman adalah....... (a) Pengulangan bentuk (b) Perbedaan bentuk (c) Ukuran yang sama (d) Warna yang terang 4.. 2....... Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1...

. Untuk menciptakan komposisi tanaman yang baik.. tanaman tinggi sebaiknya diletakkan pada.. C. terutama bagian yang belum Anda kuasai.107 5.. Hitunglah jawaban Anda yang benar. Elemen-elemen Pendukung Lanskap.._PEND.edu/ Direktori/FPTK/JUR. Handayani S.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Sumber/Referensi 1... [13 Maret 2011]. bagus! Anda cukup memahami Bab 8. 2009.. http://www..pdf. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . Akan tetapi...._TEKNIK_ARSITEKTUR/196609301997032SRI_HANDAYANI/Bahan_Ajar_Mata_Kuliah_ArsLansekap_4. Anda dapat meneruskan pada Bab 9. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Anda harus mengulangi Bab 8. (a) Lengkung dalam (b) Lengkung luar (c) Bidang lurus (d) Garis berbelok-belok Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.upi.. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 8.

b 4.108 D. a 2. a 5. a 3. a . Kunci Jawaban 1.

Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai teknikteknik penanaman tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. . B. 4. haruslah melewati tahap pelaksanaan. pembuatan konstruksi.109 BAB 9 TEKNIK PENANAMAN TANAMAN LANSKAP PENDAHULUAN Untuk mewujudkan suatu karya desain. rumput. Kegiatan pelaksanaan meliputi tahap persiapan. Untuk penanaman tanaman lanskap. dibedakan menjadi penanaman pohon. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai teknik-teknik penanaman tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. dan pembersihan. Cooperative learning 2. penanaman. 3. penutup tanah. Strategi Pembelajaran 1. Kegiatan pelaksanaan lebih terkait dengan pekerjaan secara fisik di lapangan dengan acuan hasil desain yang telah dibuat sebelumnya. 2. semak. Praktikum C. A. dan tanaman pagar. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1.

Jadi penanaman yang baik merupakan bagian pengelolaan usaha. Dari sekian jenis yang ada.110 b. Teknik penanaman pada pohon dan semak terdiri atas penanaman untuk tanaman cabutan. Penggantian tanaman mengurangi atau menghilangkan keuntungan. Tanaman yang sehat dan kuat diperlukan untuk mencapai efek yang diinginkan. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN A. 3. Pada tanah yang kurang subur. lubang tanam ini dibuat dengan ukuran yang lebih besar. Penanaman Pohon dan Semak Sangat banyak pilihan untuk pohon dan semak. Kemampuan melakukan praktikum teknik penanaman tanaman lanskap. Tiap lubang tanam dapat diisi 2 – 5 kg pupuk. Indikator Pencapaian 1. tergantung ukurannya. atau yang dapat dimanfaatkan daunnya untuk obat atau bahkan juga untuk sayuran/lalapan. . penanaman pada tanaman puteran (balling). kehadirannya selalu mewarnai suatu taman. 2. perancang dapat memilih semak atau pohon yang menghasilkan buah-buahan. Tanaman yang sehat juga tidak memerlukan pemeliharaan yang banyak dan hasil akhirnya akan memuaskan pemilik tapak. Kalau perlu pergunakanlah pupuk organik (pupuk hijau atau pupuk kandang). Kontraktor sebagai pelaksana bertanggung jawab menciptakan iklim mikro yang optimum untuk pertumbuhan tanaman. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Penanaman yang benar dari segi pembiayaan penting bagi kontraktor. kemudian ke dalamnya diisikan tanah yang subur. Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai teknik penanaman tanaman lanskap. Tanaman cabutan Buatlah lubang tanam terlebih dahulu. tergantung dari kesesuaiannya dengan rancangan taman yang kita inginkan. Penanaman bukan sekedar memasukkan tanaman ke lubang. dan pemindahan tanaman. 1. misalnya 80 cm x 80 cm x 60 cm. Karenanya. 4.

Dalam susunan yang tepat. Penanaman dengan sistem cabutan dapat dilihat pada Gambar 26. perlu juga dibuatkan kayu melintang sehingga dapat dilakukan pengikatan antara tongkat penguat dengan batang tanaman. Kemudian. maksudnya agar batang pohon tidak luka terjerat Pohon yang tumbuh membesar dengan bebas sering akarnya merusak bangunan yang ada di sekitarnya. . Tekanlah dengan kuat hingga tanah di sekitar tanaman cukup padat. dan kemudian siramlah dengan air secukupnya. 2. Tali pengikat sebaiknya dilapisi selang plastik. Salah satu caranya adalah dengan membuat tembok/dinding mengelilingi bagian bawah pohon. Cara ini perlu disertai pemangkasan tajuk pohon. yaitu dengan mengikutsertakan tanah asalnya dalam bentuk gumpalan. Dengan cara ini akan lebih bagus hasilnya walaupun pelaksanaannya lebih berat.111 Isikan campuran tanah dan bahan organik tersebut ke dalam lubang tanam sehingga tanaman dapat diletakkan cukup dalam. juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat duduk. Sebagai patokan dalam hal ini. Cara ini dilakukan pada saat kita akan mulai menanam pohon tersebut. maka untuk sementara diperlukan tongkat-tongkat penguat di samping kiri dan kanannya. ketinggian tanah dari tanaman setinggi permukaan tanah halaman. Tanaman puteran (balling) Pohon atau semak yang tidak dapat atau sulit ditanam secara cabutan. harus ditanam dalam bentuk puteran (Gambar 27). Apabila tanaman yang ditanam cukup tinggi sehingga mudah roboh bila dihembus angin. maka dinding tersebut selain berfungsi membatasi pertumbuhan akar. Hal tersebut dapat dicegah atau diatasi dengan cara membuat batasan daerah pertumbuhan akar. Pertumbuhan akar dibatasi sehingga akar tidak leluasa menembus lapisan tanah.

Tanah di sekitar tanaman dipadatkan 6. pangkal akar sejajar dengan tanah halaman 4. Lubang tanam dibuat dengan ukuran tertentu. Disiram air secukupnya Gambar 26. Lubang tanam diisi tanah subur atau tanah yang telah dicampur pupuk organik 3. Sebagai patokan. Tanah subur ditambahkan lagi sehingga akar tertutup tanah 5. Penanaman dengan sistem cabutan (Sumber: Sulistyantara. 1992) . ukurannya diperbesar 2. Apabila tanah kurang subur. Tanaman dimasukkan ke dalam lubang tanam sehingga letak akar cukup dalam.112 1.

Penanaman dengan sistem puteran (Sumber: Sulistyantara. Pasang tongkat untuk menyangga berdirinya tanaman jangan sampai merusak akar tanaman 6. lepaskan tali pengikat puteran 4. Tambahkan tanah yang subur (topsoil). Ikatkan pada tongkat dan siram sampai basah betul Gambar 27.113 1. lebarnya 2× lebar puteran dan dalamnya 15 cm lebih dalam daripada puteran 3. Letakkan dalam lubang tanam. 1992) . Puteran diangkat secara bersamasama dengan lembaran karung goni atau sejenisnya 2. Tanah dipadatkan 5.

apabila pohon tersebut relatif masih kecil. karena tanaman jenis ini mampu memancarkan ketenangan di halaman dengan daun dan bunganya yang beraneka warna. tanaman penutup tanah juga berfungsi melunakkan kesan keras dari perkerasan di sekitarnya. Namun. Apabila sudah didapatkan tanaman yang sesuai dengan keadaan tapak.114 3. Pada umumnya kelompok ini tidak berkayu (herba) atau berkayu lunak. Kehadiran tanaman penutup tanah dalam suatu taman sangat diperlukan. Pemindahan tanaman Pada saat membuat rancangan taman adakalanya dijumpai hal-hal yang di luar keinginan. tetapi sayang sekali letaknya tidak sesuai dengan gambar rancangan baru yang disiapkan. maka terpaksa diperlukan bantuan tenaga mesin (traktor). tanaman penutup tanah termasuk dalam kelompok semak kecil. Penanaman Penutup Tanah Menurut ukurannya. Di samping dapat menyemarakkan suasana. tetap harus diperhatikan bahwa dalam memindahkan pohon tersebut harus berlaku hati-hati. Pada rancangan yang baik dapat diciptakan ruang dan massa antara rumput dan penutup tanah. seperti jalan setapak. atau bangku-bangku beton. atau pada tempat-tempat yang sulit ditanami rumput digantikan dengan tanaman penutup tanah. dengan ukuran yang masih memungkinkan dipindahkan dengan tenaga manusia. dengan membentuk gradasi ketinggian yang memberi kesan tidak mengejutkan. dinding. ada baiknya hal tersebut dilakukan saja. baik dari segi persyaratan hortikultura yang dikehendaki maupun sifat-sifat fisik yang dimilikinya. Tanaman penutup tanah . Dalam susunan yang tepat. maka perancang tinggal memilih kesesuaian fisiknya terhadap rancangan taman yang ada. apabila pohon tersebut sudah cukup besar sehingga ukurannya sudah tidak memungkinkan diatasi dengan tenaga manusia. B. Untuk mengisi taman dengan tanaman penutup tanah ini hendaknya kita mengenali lebih jauh sifat-sifatnya. tidak ada masalah. Bagaimana harus memindahkannya? Ada dua kemungkinan. kumpulan atau kelompok tanaman penutup tanah dapat menjadi jembatan yang baik antara rumput dan pohon atau antara rumput dan dinding atau pagar. Misalnya saja pada tapak terdapat pohon yang indah/bagus. Akan tetapi.

115 macam manakah yang diinginkan. Urea. dan KCl masing-masing sebanyak 10 gram setiap 1 m2 atau NPK (15-15-15) sebanyak 30 gram setiap 1 m2. pupuk hijau. Apabila tanahnya kurang subur. Penanaman Rumput Hamparan rumput yang datar memberi kesan luas. berdaun merah. Bahan organik yang diberikan sebanyak 2 – 4 kg untuk setiap 1 m2. persiapan tanah untuk rumput. 2. apakah yang berdaun hijau muda. Tanaman penutup tanah dapat berupa tanaman hias daun ataupun tanaman hias bunga. berdaun variasi hijau putih. dibersihkan dari batu-batuan dan tanaman liar yang tidak dikehendaki. Kemudian tanah dihaluskan. Agar terlihat lebih rapat. Kemudian dari ketinggiannya. Tanamlah tanaman dengan jarak tanam yang teratur. Umumnya tanaman penutup tanah tumbuh subur pada tanah yang dilengkapi bahan organik (pupuk kandang. Dengan demikian tanaman ini dapat ditanam dengan umbinya saja. yaitu dengan pupuk TSP. dan sebagainya. sedangkan tanaman tahunan memungkinkan manusia menikmatinya selama beberapa periode dari siklus hidupnya sehingga dapat dinikmati penampilan keindahan bunganya untuk beberapa kali. yang dapat dipangkas setiap mencapai ketinggian tertentu. Tanaman berumbi mempunyai struktur akar atau batang yang membentuk umbi. 1. dan yang lain. Pelaksanaan penanaman dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. Pada dasarnya persiapan tanah untuk tanaman penutup tanah ini tidak berbeda dengan C. Penanaman yang rapi dan terpelihara akan mendukung tersampaikannya kesan keanggunan. atau dalam satu tahun. penanaman diatur dengan mengikuti pola segitiga sama sisi. 3. dari jenis tanaman setahun maupun tanaman tahunan. Tanaman setahun menghabiskan siklus hidupnya dalam satu kali musim. Umbi ini merupakan cadangan makanan tanaman yang sekaligus berfungsi sebagai alat perbanyakan. atau berbunga kuning. Ini merupakan suatu nilai positif untuk dipermainkan pada halaman rumah yang sempit. misalnya dengan memilih tanaman dengan ketinggian tertentu. Terlebih dahulu tanah dicangkul. yang . sebaiknya ditambahkan pupuk pabrik pada saat mempersiapkan tanah ini. dan yang berumbi maupun yang tidak berumbi. atau kompos).

dalam bentuk kumpulan rhizoma (potongan rumput). cara penanaman rumput dapat dilakukan baik dengan bagian generatifnya (benih) maupun dengan bagian vegetatifnya (rhizoma atau anakan). kalau menanaminya dengan kumpulan rhizoma akan sangat melelahkan. Kedua. dan kedisiplinan. bahkan mungkin juga akar-akar pohon yang telah mati. Pertama. apalagi dengan rhizoma tunggal. Oleh karena itu. dan lempengan. adalah dengan cara pertama. Untuk menghindari kemungkinan tersebut. ketertiban. Penanaman bagian vegetatif ini dapat dilakukan dengan tiga cara. sedangkan untuk halaman yang relatif sempit. Di samping itu. yaitu dengan rhizoma atau anakan tunggal. Menanam lempengan rumput atau karpet rumput memang lebih mahal. maka biaya penanamannya besar. Bagian halaman dan tanah yang akan ditanami rumput haruslah dipersiapkan secara cermat. kelembutan. kalau ada. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai penanaman rumput. Apabila tercampur dengan jenis rumput lain. Satu keuntungan lagi adalah kemampuan hamparan rumput menyerap kilauan cahaya matahari yang menimpa halaman. yaitu menebar benih. tetapi dapat menekan biaya tenaga kerja dan waktu penanaman. Usahakan penanaman dapat dilakukan secepatnya. Buanglah bongkahan-bongkahan batu atau kayu yang mengganggu. Setidaknya sampai kedalaman 20 cm. apakah tercampur rumput jenis lain atau tidak. lebih praktis ditanami rumput secara lempengan. memperhatikan saat penanamannya. risiko kematian jauh lebih kecil dibanding cara yang lain. Apabila tapak yang akan ditanami rumput cukup luas. jangan sampai terlambat karena rumput mudah sekali rusak atau mati bila kekeringan. segeralah buang bagian-bagian yang tercampur tadi dengan pisau yang tajam hingga ke akar-akarnya. tanah . Akan tetapi. Secara umum.116 sekaligus membawa suasana tenang. amatilah baik-baik keadaan rumput yang dibeli. seperti misalnya rumput teki atau alang-alang. sebaiknya halaman yang akan ditanami (sesuai dengan desain) telah disiapkan terlebih dahulu sebelum membeli benih atau lempengan rumputnya. serta kesan lembutnya yang mampu melunakkan perkerasan di dekatnya. cara terbaik menanam rumput di halaman yang cukup luas. Bersihkan tanah dari rumput yang tidak dikehendaki dengan cangkul atau koret sambil dipungut satu per satu hingga bersih ke akar-akarnya.

kemudian tutup dengan tanah dan padatkan. dan dipadatkan. percikan air jangan sampai merusak susunan rhizoma. tanah yang tidak rata dengan kesuburan yang juga tidak merata mengakibatkan pertumbuhan rumput tidak rata pula. satu potong rhizoma mengandung 3 tunas. Menanam Rhizoma Tunggal Untuk menanam rumput dengan rhizoma dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. segar. Usahakan membuat lajur yang lurus dengan bantuan tali rafia atau benang. . agar rhizoma tidak kekeringan. 1. tanah dihaluskan. Untuk mendapatkan alur yang lurus. Setelah itu. Sebelum mulai menanam.117 yang akan ditanami harus betul-betul bebas dari pengganggu tersebut di atas. Upayakan kondisi tetap lembab. andaikata sengaja dibuat bergelombang pun harus tetap diupayakan agar alur gelombang yang terbentuk cukup halus. dipupuk. sehingga ketebalan rumput pada masing-masing bagian tidak sama. 2. Memotong rhizoma dengan gunting. Persiapan tanah yang kurang baik akan menghasilkan hamparan rumput yang tidak rapi. Penyiraman harus hati-hati. buat regangan tali rafia atau benang kenur sebagai pembantu. d) Lakukan penyiraman dua kali sehari. b) Pada tanah yang telah disiapkan (sesuai tahap 1 – 6) buat alur dengan cetok atau koret sedalam kurang lebih 2 – 3 cm. dengan jarak antara alur 10 cm. Ukuran setiap potongan kurang lebih 4 cm x 4 cm. Menanam potongan rumput (suwiran) a) Lempengan rumput yang telah dibersihkan dari rumput pengganggu dipotongpotong dengan pisau yang tajam. a) Memilih rhizoma yang baik. diratakan. harus diperhatikan bahwa permukaan tanah telah betul-betul rata. c) Rhizoma yang telah disiapkan ditanam dalam alur. e) Akan lebih baik apabila di atasnya ditutup hamparan mulsa (jerami). Selain itu. dan tebal. b) Membuat lubang tanam pada tanah yang sudah dipersiapkan dengan jarak tanam antara 10 cm x 10 cm sampai 15 cm x 15 cm.

Menanam lempengan rumput karpet a) Lempengan yang telah bebas dari pengganggu dibuat halus bagian tepinya. Penanaman dengan cara suwiran dapat dilihat pada Gambar 28. penyiraman berikutnya dilakukan secara terus-menerus Gambar 28.Lempengan ditekan . agak ditekan Setelah tertanam semuanya. 3. kurang lebih 2 cm. c) Lakukan penyiraman secara teratur serta jaga kelembaban tanah (Gambar 29). - Pilih suwiran yang sehat dan seragam Buatlah pola penanaman (segitiga atau segiempat) Suwiran ditanam satu per satu. d) Lakukan penyiraman dua kali sehari dan usahakan agar kelembaban tanahnya tetap terjaga.118 c) Potongan rumput ditanamkan dalam lubang tanam. Tekanlah dengan kuat.Disiram secara teratur Gambar 29. Menanam lembaran/karpet (Sumber: Sulistyantara. kemudian tanah ditekan sedikit. juga tebal tanah lempengannya dibuat sama. 1992) .Pilihlah bahan tanaman yang sehat dan seragam . Menanam suwiran (Sumber: Sulistyantara.Bagian-bagian yang berlebihan dipotong sesuai dengan batasbatas yang dikehendaki . segera disiram.Karpet rumput ditanamkan secara rapat menutup permukaan media penanaman . b) Tanamlah pada tanah yang telah disiapkan dengan menyusunnya secara paralel (sejajar). Kelebihan pada bagian tepi yang berbatasan dengan batu/lantai dipotong dengan pisau yang tajam. 1992) .

pagar yang terbuat dari besi atau beton ini kesannya menjadi lebih halus dan lembut setelah ada tanaman pagar. D. Setiap 2 – 3 minggu sekali dilakukan pemangkasan . tetapi adakalanya ditanam di samping pagar besi. KCl masing-masing sebanyak 10 gram/m2 atau NPK (15-15-15) sebanyak 30 gram/m2. Sebaiknya tambahkan juga pupuk Urea. setidaknya siram dua kali sehari. Cara yang lebih baik dapat dilakukan dengan menggunakan gerobak dorong yang telah disetel sehingga benih dapat tertabur secara merata. dengan jarak tanam lebih kurang 25 cm x 25 cm. Tebar benih a) Memilih benih bermutu baik yang daya kecambahnya tinggi. Tanaman ini dapat ditanam langsung sebagai pagar atau pembatas. Lakukanlah penyiraman secara teratur. Sesuai dengan sifat tanaman yang dapat memberi kesan lunak. Penanaman Tanaman Pagar Kebanyakan tanaman yang dipergunakan untuk pagar adalah golongan semak. apalagi pada waktu musim kemarau. kemudian dihaluskan sesuai dengan bentuk pagar yang direncanakan. b) Biasanya benih yang akan ditanam merupakan campuran benih dari beberapa spesies rumput. TSP. Teknik penanaman tanaman pagar adalah pertama kali dipersiapkan tanahnya. c) Agar tidak sulit waktu menebarkannya. benih dicampur rata dengan pasir yang telah disterilkan (dimasak). Tanah dicangkul sedalam kurang lebih 20 cm. Setiap luasan 10 m2 diperlukan benih sebanyak 100 – 300 gram. pola segiempat.119 4. d) Campuran benih-pasir ditabur dengan tangan secara merata di atas tanah yang telah disiapkan. Campurkan ke dalamnya dengan pupuk organik (pupuk hijau atau pupuk kandang) sebanyak 2 – 4 kg per m2. Erat kaitannya dengan fungsi pemagaran yang diinginkan. Tanamlah tanaman pagar tersebut dengan jarak yang teratur. satu hal yang harus menjadi perhatian adalah ketekunan dan kesabaran dalam mengatur dan memelihara tanaman pagar tersebut agar dapat dibentuk menjadi pagar (hedge) yang baik dan rapi.

. setelah cukup dewasa diberi pupuk dengan kandungan P tinggi. c) Pemangkasan dilakukan secara teratur dan kontinu. Jelaskan cara penanaman rumput Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. dan tebar benih. Penanaman rumput dapat dilakukan dengan menanam rhizoma tunggal. Pemangkasan akan merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. rumput. E. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang teknik penanaman tanaman lanskap. 2. menanam potongan rumput (suwiran). d) Pemupukan setiap bulan sekali dengan pupuk yang kandungan N-nya tinggi. semak. dan rapi. Jelaskan teknik-teknik penanaman tanaman lanskap. e) Tanaman pagar hias bunga. dan tanaman pagar. Penanaman pohon dapat dilakukan dengan sistem cabutan dan sistem puteran (balling). PENUTUP B.120 sehingga selalu didapatkan permukaan yang rata. Rangkuman Penanaman tanaman lanskap dibedakan menjadi penanaman pohon. dan pemangkasan yang teratur dapat menghasilkan tanaman pagar yang bagus. sehat. 3. b) Jarak antar tanaman tergantung jenis tanamannya. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. penutup tanah. Jelaskan sistem-sistem dalam penanaman pohon. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dari tanaman pagar adalah: a) Lebih baik memilih tanaman yang masih kecil daripada yang sudah besar untuk membuat tanaman pagar. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. menanam lempengan rumput (karpet).

...121 2......... Renungkan tentang teknik-teknik penanaman tanaman lanskap.......... Maksud penggunaan tali pengikat yang dilapisi plastik pada penanaman pohon adalah agar.... (a) Rhizoma tunggal (b) Suwiran (c) Lempengan rumput (d) Tebar benih 3. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1.. C. Penanaman rumput dengan resiko kematian jauh lebih kecil dibanding cara lainnya adalah. Cara terbaik menanam rumput di halaman yang luas adalah........ (a) Tebar benih (b) Lempengan rumput (c) Rhizoma tunggal (d) Suwiran ...... Penanaman pohon yang memiliki ukuran besar dilakukan dengan cara......... (a) Batangnya diputar-putar (b) Dengan mencabut batang pohon (c) Membuang tanah asal supaya bersih (d) Mengikutsertakan tanah asal dalam bentuk gumpalan 5..... (a) Cabutan (b) Puteran (c) Memotong batang (d) Menanam cabangnya 2. Penanaman pohon dengan sistem puteran adalah.......... (a) Mudah dalam penanaman (b) Tanaman tidak mudah roboh (c) Memudahkan penyiraman (d) Batang pohon tidak luka terjerat 4....

b . Sumber/Referensi 1.122 Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini. D. b 2. Taman Rumah Tinggal. d 3. Kunci Jawaban 1. Anda harus mengulangi Bab 9. E. apabila Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Jakarta: Penebar Swadaya. Jakarta: Penebar Swadaya. Kumurur VA. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 9. d 4. Hitunglah jawaban Anda yang benar. bagus! Anda cukup memahami Bab 9. Anda dapat meneruskan pada Bab 10.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Akan tetapi. terutama bagian yang belum Anda kuasai. tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. 1992. d 5. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . 1998. Sulistyantara B. Rumput Lanskap. 2.

Praktikum C. . A. Mahasiswa melakukan penelusuran literatur mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui sumber bacaan dan internet. Mahasiswa membuat makalah sesuai format yang diberikan. pembersihan. Pemeliharaan merupakan upaya menjaga taman dan fasilitasnya seperti dalam keadaan awalnya atau mendekati aslinya. 3. 2. B. tempat duduk. dan lain-lain). perbaikan minor atau mayor. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menguasai teknikteknik pemeliharaan tanaman lanskap melalui makalah hasil diskusi cooperative learning secara berkelompok dan praktikum. dan lain-lain). Oleh karena itu. Tujuan utama pemeliharaan adalah menjaga kesinambungan wujud lanskap agar tetap sesuai dengan fungsi dan nilai estetika. diperlukan pengetahuan mengenai aspek-aspek pemeliharaan tersebut. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. Strategi Pembelajaran 1. dan konstruksi minor (penambahan bak sampah. Cooperative learning 2. meliputi kegiatan rutin (penyiangan.123 BAB 10 TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN LANSKAP PENDAHULUAN Pemeliharaan berperan penting dalam menentukan keberhasilan suatu proyek pembangunan taman/lanskap. Mahasiswa aktif melakukan kegiatan diskusi di kelas dan praktikum. pemupukan.

Kemampuan melakukan diskusi dengan baik mengenai teknik pemeliharaan tanaman lanskap. terlebih dahulu harus dipahami konsep rancangan suatu taman. tetapi dituntut agar bentuk visual tanaman tersebut indah dan berfungsi. keasrian. Pemeliharaan dibedakan atas pemeliharaan ideal dan pemeliharaan fisik. Indikator Pencapaian 1. Kemampuan membuat makalah sesuai format yang ditentukan. 2. sedangkan pemeliharaan fisik meliputi pekerjaan untuk tetap menjaga keindahan. tanaman kirai payung yang ditanam sebagai peneduh tempat parkir. Akan tetapi. 4. Pemeliharaan tanaman secara umum dilakukan untuk meningkatkan produksi dari tanaman tersebut. penggantian elemen-elemen taman yang . kenyamanan. dilakukan pemangkasan awal untuk membentuk percabangan dan tajuk yang memayung dan tidak terlalu tinggi. berbeda jika kirai payung ditanam sebagai pembatas atau penyangga (buffer). kemudian pemangkasan berikutnya adalah membuang cabang atau ranting bawah sehingga berfungsi sebagai peneduh parkir. tetapi pemeliharaan tanaman dalam taman dilakukan untuk kepentingan visual dari tanaman sebagai unsur atau komposisi taman baik secara fungsional maupun estetis. Kemampuan melakukan praktikum teknik pemeliharaan tanaman lanskap. D. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Kegiatan pemeliharaan tanaman dalam taman berbeda dengan pemeliharaan tanaman pada umumnya. Sebagai contoh. Tanaman dalam taman tidak dituntut untuk berproduksi baik kualitas maupun kuantitas. baru selanjutnya ditentukan bagaimana pemeliharaan tanaman pada taman tersebut. Oleh karena itu. dimana pemangkasan bagian bawah justru dihindari. 3. Sikap dan perilaku yang baik dalam diskusi dan praktikum. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. Pekerjaan tersebut mencakup kegiatan pembersihan taman. Pemeliharaan ideal adalah pemeliharaan yang mengacu pada tujuan dan desain semula. dan keamanan taman.124 4.

B. Namun. penyiraman tanaman. atau setengah tahun sekali. . sebulan sekali. Kehadiran gulma ini dinilai merugikan karena secara estetika akan mengganggu keindahan taman dan secara fungsi akan mengurangi hara. Ada jenis-jenis tanaman pada musim tertentu akan merontokkan daunnya secara berkala (decidous). pemanfaatan sinar matahari. ketapang. Penyiangan Gulma Gulma merupakan tanaman pengganggu yang kehadirannya tidak diinginkan. Pembersihan Tapak Kebersihan taman merupakan salah satu tujuan pengelolaan dan pemeliharaan taman. ada juga yang frekuensinya cukup dengan seminggu sekali. serta penyediaan bak sampah. gulma perlu dikendalikan dan diberantas. Pelaksanaan pembersihan taman biasanya dilakukan secara rutin setiap hari. pemupukan. Kebersihan areal taman sebenarnya tidak terlepas dari kebersihan tanaman yang berada di dalam taman itu sendiri. A. Oleh karena kehadirannya mengganggu.125 rusak atau tidak berfungsi. percabangan dan ranting-ranting yang kering. tetapi ada juga tanaman yang selalu hijau sepanjang tahun (evergreen). Selain itu. Apabila taman memiliki jenis tanaman yang merontokkan daun (misalnya flamboyan. serta pembersihan tanaman terhadap benalu. dan jakaranda) maka intensitas pekerjaan pembersihan taman akan lebih tinggi daripada taman yang memiliki tanaman selalu hijau. kebersihan tanaman juga dilakukan terhadap dahandahan yang mati. pembersihan parit/selokan. Kebersihan taman ini meliputi penyapuan benda-benda yang mengotori taman (misalnya sampah dan daun-daun yang berguguran). dan jalan setapak). pengecatan pagar. Pembersihan bagian tanaman yang rusak dan mati biasanya dilakukan dengan pemangkasan. kolam air. pembersihan elemen taman lainnya (seperti bangku taman. pengendalian hama dan penyakit. air tanah. serta penyulaman. pemangkasan. penyiangan gulma. Pengendalian gulma dengan cara penyiangan atau pendangiran juga termasuk dalam kegiatan pemeliharaan. dan tempat tumbuh bagi tanaman utama.

Hal ini berarti sesuatu yang bersifat relatif sama dengan elemen taman. harus mengetahui betul gulma tersebut termasuk tumbuhan berdaun sempit atau tumbuhan berdaun lebar agar dalam pemberantasannya menggunakan herbisida yang tepat. perdu. baik menggunakan tangan maupun alat. misalnya taman rumah. alangkah baiknya pengendalian gulma tetap dilakukan secara manual. Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual. putri malu. Penyiangan gulma tanaman perdu maupun pohon dapat dilakukan seiring dengan pelaksanaan penggemburan tanah. bahkan di sekitar pepohonan. Hal ini dikarenakan yang akan musnah tidak hanya gulma. Hal terpenting dalam pencabutan gulma. yaitu tanaman. Pengendalian gulma yang banyak ini dapat dibantu dengan penggunaan herbisida. Oleh karenanya. dan pohon. Secara teknis. gulma juga dijumpai di bedengan tanaman penutup tanah maupun tanaman perdu yang ditanam secara massal. yaitu pestisida yang digunakan untuk memberantas tanaman pengganggu. Hal ini bisa dilakukan apabila ukuran taman tidak terlalu luas. Sementara untuk taman yang relatif luas dan terdiri dari berbagai macam tanaman. dan sebagainya). yaitu dicabut. bila ingin mengendalikan rumput-rumput liar pada suatu hamparan taman berumput (lawns) maka tidak disarankan menggunakan herbisida.126 Gulma umumnya menyebar di hamparan rumput sehingga rumput yang seharusnya homogen ternyata banyak ditumbuhi rumput liar yang kehadirannya tidak diinginkan dan mengganggu pemandangan. Caranya dengan membuat bokoran di sekeliling pangkal batang tanaman pada jarak tertentu sesuai dengan ukuran tanaman. . Satu hal yang penting diperhatikan dalam penggunaan herbisida yaitu yang akan diberantas adalah tumbuhan. seperti kored atau cangkul. tetapi juga rumput utamanya. Gulma tersebut terdiri dari tumbuhan berdaun kecil (rumput-rumput liar) maupun tumbuhan berdaun lebar (bayam-bayaman. mulai tanaman penutup tanah. umumnya penyebaran gulma pun relatif banyak. semua akar rimpang (stolon) dari rumput pengganggu harus terangkat sehingga tidak memungkinkan gulma tumbuh kembali. Selain tumbuh di antara rumput. Untuk kasus seperti ini.

Penggemburan tanah akan memberikan sirkulasi udara yang baik di daerah perakaran. Hal ini dilakukan pada lahan pertanaman. maupun pohon yang kondisi permukaan tanahnya sudah memadat. sering kali penggemburan tanah ini dilakukan sebelum peremajaan tanaman. C. Penggemburan ini dapat menggunakan kored secara lajur atau bedengan bagi perdu yang ditanam massal atau secara bokoran bagi perdu yang ditanam tunggal. minimal sebulan sekali atau sesuai dengan tingkat sebaran jumlah gulma yang ada. Penyiangan ini dilakukan sebelum pemupukan tanaman. Sementara untuk lahan berumput biasanya dilakukan dengan membuat lubang-lubang udara pada jarak tertentu (dapat dilakukan dengan linggis atau alat sejenis). tergantung sifat fisik tanah. penggemburan tanah dilakukan dengan mencangkul permukaan tanah sambil membersihkan gulma di sekitarnya. Untuk tanaman perdu. penggemburan dilakukan dengan cara membuat bokoran di sekeliling pangkal batang dengan radius sekitar 50 – 75 cm. Penyiraman Penyiraman tanaman sangat diperlukan untuk memudahkan perakaran tanaman menyerap larutan hara yang tersedia di dalam tanah. Oleh karena itu. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam penggemburan tanah adalah jangan sampai merusak perakaran tanaman dan tidak dilakukan pada musim kemarau atau pada saat terik matahari. Hal ini dikarenakan dapat mempercepat laju evaporasi yang dapat menyebabkan tanaman mengalami stres.127 Penyiangan gulma pada suatu taman hendaknya dilakukan secara terarur. penyiraman dapat meningkatkan kelembapan tanah untuk mencegah kelayuan tanaman akibat proses evapotranspirasi. Untuk pohon. Oleh karenanya. Pada areal penutup tanah. jumlah air siraman tergantung pada . tergantung besar kecilnya batang pohon. pengemburan tanah perlu dilakukan secara terarur pada waktu tertentu. tanaman perdu. Selain itu. Penggemburan dan Aerasi Tanah Penggemburan tanah dan pemberian aerasi pada lahan pertamanan diperlukan untuk memberikan pertumbuhan tanaman yang optimal. D. baik penutup tanah.

penyiraman pada pagi hari lebih baik daripada penyiraman sore hari. Cara yang paling sederhana. tidak pada permukaan daun tanaman. dengan ember. Cara penyiraman yang paling umum dilakukan yaitu menggunakan selang plastik. antara lain. Untuk mencegahnya. selang mobil tangki. selang plastik.128 besarnya penguapan yang terjadi di dalam pertamanan tersebut. Untuk taman yang berukuran luas (taman-taman di pinggir jalan/ jalur hijau. atau taman kota). penyiraman dilakukan dengan ember dan gayung atau gembor/embrat. khususnya tanaman berdaun lebar. Air yang tersedia di daerah perakaran hendaknya lebih banyak daripada air yang dibutuhkan untuk evapotranspirasi. Di kawasan atau daerah yang memiliki kelembaban udara relatif tinggi. penyiraman dilakukan dengan menggunakan mobil tangki air dan penyiraman rumput dengan selang plastik biasa. Bila tamannya luas maka cara ini tidak efisien. Untuk taman-taman yang terdiri dari hamparan rumput yang luas maka penyiraman menggunakan alat bantu sprinkler (Gambar 30) yang dapat menyiram . Cara tersebut umum digunakan untuk taman skala relatif kecil. Penyiraman dengan gayung perlu diperhatikan agar tidak terlalu keras mengenai permukaan tanah karena dapat mengakibatkan tanah memantul dan mengotori batang dan daun tanaman yang dekat dengan tanah. Satu hal yang perlu diperhatikan apabila menyiram siang hari. Pelaksanaan penyiraman tanaman pada suatu taman ada bermacam-macam cara. taman lingkungan. ataupun sprinkler. embrat. penyiraman lebih baik dilakukan pada pagi atau sore hari. penyiraman hendaknya langsung pada permukaan tanah. Tujuannya untuk menghindari berkembangnya penyakit yang disebabkan oleh cendawan. gayung. tergantung besar atau kecilnya ukuran taman dan ketersediaan alat. Penyiraman secara langsung pada daun tanaman di siang hari dapat menyebabkan suhu permukaan daun meningkat dan lebih tinggi dari suhu udara di sekitarnya sehingga daun menjadi luka bakar (gosong). Waktu penyiraman pada dasarnya dapat dilakukan kapan saja saat dibutuhkan. Cara penyiraman yang sering dilakukan. Selang ini terkadang dilengkapi dengan sprayer untuk mengatur air yang keluar.

Jarak antar sprinkler berdasarkan radius jangkauan semprotan air dan besar/kecilnya tekanan sumber air. Gambar 30. Teknik ini biasa dilakukan pada saat musim kemarau yang laju evaporasinya sangat cepat. Beberapa jenis sprinkler ada yang harus ditanam di permukaan tanah secara permanen. seukuran penampang tabung. Arifin (2009) . Tabung bambu atau paralon tersebut diletakkan di dekat batang pohon. Biasanya dalam sehari dilakukan beberapa kali pengisian air ke dalam tabung agar tanaman tidak mengalami defisit air. Dengan penyiraman ini. Penyiraman dengan sprinkler Akhir-akhir ini sering juga diterapkan cara penyiraman melalui tabung bambu atau sepotong paralon yang ditanam di kedalaman antara 20 – 30 cm dari permukaan tanah. diharapkan dapat memperkecil laju evaporasi karena permukaan air relatif kecil. Indikasi jumlah kebutuhan air Foto: HS.129 secara otomatis berdasarkan mekanisme tekanan air. tetapi ada yang knockdown dan dapat digunakan secara berpindahpindah dari satu titik penyiraman ke titik lainnya. Penyiraman ini mempunyai sasaran langsung ke perakaran sehingga akar dapat mengabsorbsi air.

Bagian tersebut perlu dipangkas agar kerusakan tidak meluas. dan ranting yang retak. Apabila air siraman dapat menerobos sedalam 15 – 20 cm ke dalam tanah. dan pemangkasan untuk keamanan pengguna taman. atau gunting pangkas biasa. dapat dianggap siraman tersebut sudah cukup. penyiraman dalam bedengan atau tanaman massal sering dilakukan dengan cara di-leb hingga tercapai kondisi jenuh. Sementara dari segi keamanan. baik karena pertumbuhan yang berlebihan. patah. E. Pemangkasan tanaman dapat memberikan penampilan tanaman secara estetis. Untuk tanaman pohon. dan pohon) ditujukan untuk mengontrol pertumbuhan tanaman sesuai yang diinginkan serta menjaga keamanan dan kesehatan tanaman. grass mower.130 siraman untuk tanaman secara praktis dapat diukur dari kedalaman penetrasi air siraman di dalam tanah. Namun. dahan. pemangkasan dilakukan pada tanaman yang mengganggu. Sementara untuk mencegah gesekan yang . Pemangkasan Pemangkasan tanaman (baik penutup tanah. Untuk tanaman perdu. Secara teknis. Waktu pemangkasan yang tepat yaitu setelah masa pertumbuhan generatif tanaman (setelah selesai masa pembungaan) dan sebelum pemberian pupuk. perdu. pemangkasan rumput dapat dilakukan dengan parang secara manual. atau berpenyakit. ranting. Pemangkasan untuk kesehatan pohon Pemangkasan yang bertujuan untuk kesehatan pohon dilakukan pada cabang. 4. pada kondisi tertentu. umumnya pemangkasan dilakukan dengan gunting pangkas dan gunting dahan. dan percabangan yang tinggi pemangkasan dilakukan dengan gunting galah (Gambar 31). yaitu pemangkasan untuk kesehatan tanaman/pohon. misalnya pada musim kemarau. serta tajuk pohon yang telah menyentuh kabel listrik atau kabel telepon. mati. Jenis pemangkasan tanaman dan pohon dapat dibedakan berdasarkan tujuannya. Pemangkasan untuk kesehatan tanaman dilakukan pada bagian-bagian yang telah terserang hama dan penyakit. semak. terutama bagian yang terkena jamur/cendawan atau parasit lainnya. Sementara pemangkasan dahan besar menggunakan gergaji tangan atau chainsaw. kondisi tanaman yang sudah tua atau rusak. pemangkasan untuk penampilan tanaman/pohon.

bakteri. Pemangkasan pada cabang besar menyebabkan luka yang besar dan lebih lama sembuh. 7) adanya serangan jamur. juga meningkatkan luka bakar akibat sengatan sinar matahari langsung. HS. ada juga batang atau bagian pohon yang kering atau mati. atau ranting berarti pula mengurangi jumlah dedaunan pohon yang dipangkas. Gambar 31. Pemangkasan dengan gunting galah dan gunting pangkas Pemangkasan terhadap cabang. 5) aerasi pada sistem perakaran yang kurang baik. Foto: Nurfaida (1997. Bagian ini pun sangat perlu dipangkas. dan 8) luka mekanik atau luka bakar pada batang/cabang dan akar. Kematian tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut ini: 1) kekurangan makanan. pengerjaannya lebih sulit daripada pemangkasan pada ranting (Gambar 32). dahan. Aifin (2009)) . Selain itu. 6) tajuk pohon tumbuh berlebihan. Umumnya.131 akan menyebabkan luka baru pemangkasan dilakukan pada cabang. atau ranting-ranting yang tumpang tindih. 2) kerusakan pada sistem perakaran. Pemangkasan daun yang drastis dapat mengakibatkan pengaruh serius terhadap suplai makanan dan kesehatan pohon. Begitu pula pemangkasan pada bagian-bagian pucuk dengan porsi besar dapat meningkatkan serangan cendawan dan hama di bekas pemangkasan tersebut. dan hama. dahan. Pemangkasan cabang-cabang yang kecil dalam jumlah banyak lebih baik daripada pemangkasan cabang-cabang yang besar. 3) kelembaban atau suhu (udara/tanah) yang tidak sesuai 4) adanya unsur beracun (udara/tanah).

atau ranting yang mati. retak. Pemangkasan pohon besar 5. Bagi pengelola pemeliharaan perlu melakukan pengecekan rutin terhadap pohon-pohon yang sudah tua. Kemudian. Gambar 32. dan terserang penyakit dapat menambah kerusakan pohon serta dapat mengancam keamanan manusia pengguna taman. luka bekas pangkasan diolesi etil alkohol 70%. cabang. pohon tersebut dapat menjadi bom waktu bagi kehidupan manusia yang setiap saat dapat tumbang dan akhirnya menelan korban. patah. dapat meningkatkan ketegaran percabangan yang tumbuh pada keseluruhan pohon. baik sebagian maupun seluruh pohon. dahan. Bahkan tidak mustahil. terlebih bila diikuti penambahan suplai makanan (pemupukan tanaman). Oleh karena itu. sangat diperlukan perhatian yang lebih seksama terhadap pohon-pohon tua yang sudah tidak patut untuk dipertahankan.132 Pemangkasan dengan perlakuan yang tepat. hendaknya dihindari pemangkasan saat daun masih basah karena organisme parasit akan mudah berkembang. baik saat pelaksanaan maupun sesudahnya. Pemangkasan untuk keamanan pengguna taman Batang. Hal yang perlu diperhatikan. Foto: Nurfaida (2010) . Pemangkasan sebagai kontrol penyakit dilakukan dengan memotong batang-batang yang terserang hingga 10 cm di bawah bagian yang terserang atau terkena infeksi.

dan piramidal. minimal 4. Beberapa metode pemupukan pohon. Pemupukan yang efektif yaitu harus dapat diserap oleh perakaran pohon. Kontrol terhadap penampilan pohon ini terkadang juga bertujuan untuk mengimbangi bentuk arsitektur bangunan itu sendiri.5 mm). terbentuk tajuk seperti spiral. Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organik maupun pupuk anorganik. Pemangkasan untuk penampilan tanaman Penampilan tanaman dapat terkontrol dengan adanya pemangkasan. Pemupukan Pemupukan tanaman mempunyai prinsip menyuplai hara tambahan yang dibutuhkan tanaman sehingga tanaman tidak kekurangan makanan.5 meter untuk jalan mobil. Pemangkasan yang bertujuan untuk menjaga penampilan pohon. silindris.5 meter dari permukaan tanah. Akar ini sebagian besar berada di ujung-ujung akar yang terletak di sekitar garis lingkar tajuk pohon.133 Keamanan bagi pengguna taman harus selalu ada maka pemangkasan pada bagian pohon yang menjuntai harus dilakukan secara teratur. dan metode tekanan udara. diperlukan ruang yang terbebas dari juntaian ranting dan dahan pohon sekitar 2. . Batang atau dahan yang mencapai kabel telepon atau kawat listrik perlu dipangkas. Akar yang berfungsi menyerap hara (feeder roots) adalah akar rambut yang diameternya berukuran lebih kecil dari 1/16 inci (sekitar 1. punch-bar. biasanya dilakukan pada penanaman formal. F. Topiari merupakan pemangkasan untuk membentuk tajuk pohon/perdu sesuai dengan yang diinginkan.5 – 5 meter dari permukaan tanah harus bebas dari cabang dan dahan pohon. dan akbar. kubus. bulatan. 6. Hal ini dikarenakan gesekan yang intensif dapat mengganggu kesehatan pohon dan dapat menyebabkan korsleting/kebakaran. Untuk jalan-jalan di daerah pemukiman. Kesan yang formal dapat terjangkau dengan bentuk-bentuk simetri. Di daerah pejalan kaki. trenching. monumental. yaitu metode thumb. sekitar 3. Dengan demikian. Bentuk tanaman dapat dipertegas kembali atau dibuat bentuk baru dengan pemangkasan. broadcast.

1 feet sekitar 33 cm) sama dengan diameter batang pohon (dalam inci) yang terletak 1 ft di atas tanah. Metode ini menyatakan bahwa penyebaran daerah perakaran (dalam feet (ft). mudah tercuci. dan tidak bekerja baik pada tanah yang keras atau miskin drainase. . serta perakaran pohon harus dangkal sehingga pupuk yang terlarut mudah dan segera diserap oleh akar. Kerugian pupuk cair yaitu tidak tersedia dalam waktu yang lama. Metode tekanan udara merupakan metode pemupukan yang dilakukan dengan cara melubangi tanah daerah perakaran yang dapat menyerap hara dengan menggunakan injektor bertekanan udara tinggi. Jarak antar lubang sekitar 75 cm dengan kedalaman lubang sekitar 20 cm. Syarat pemupukan cara ini yaitu harus digunakan pupuk yang tidak mudah menguap. terkadang perakaran menjadi terbuka sehingga perlu dilakukan penanaman rumput kembali. Lebar dan dalam parit biasanya cukup semata cangkul. Punch-bar merupakan metode pemupukan untuk pohon-pohon besar dengan cara membuat lubang-lubang pemupukan.134 Metode thumb pada prinsipnya merupakan metode untuk menentukan posisi perakaran pohon yang dapat menyerap hara. kemudian ditutup dengan top soil atau moss. Trenching merupakan metode pemupukan yang dilakukan dengan cara pembuatan parit di bawah lingkar tajuk pohon. Karena dibuat parit. yaitu 20 cm. Ke dalam lubang tersebut dimasukkan pupuk. setelah itu diinjak-injak. Broadcast merupakan perlakuan pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah. Kerugian cara ini yaitu tanah yang diperkaya hanya sebagian kecil saja. dan sekaligus inemberi air pada tanaman. diameter batang pohon 1 ft di atas tanah adalah 9 inci maka daerah perakaran di radius 9 ft dari pangkal batang dengan ketebalan 6 ft ke arah luar. Contoh. Pupuk dalam bentuk cair memiliki keuntungan yang lebih daripada pupuk kering karena distribusinya lebih merata. misalnya pupuk P. hanya tanah di sekitar lingkar tajuk pohon. Alat ini dapat mengeluarkan gas yang terakumulasi dalam tanah dan dapat menggemburkan struktur tanah sehingga merangsang pertumbuhan pohon . lebih irit tenaga kerja (menggunakan sprayer).

sebelum dilakukan pemupukan sebaiknya diketahui terlebih dahulu jenis tanah dan kesuburannya. kemudian disiramkan. Sementara cara kedua dianggap lebih baik karena dengan melarutkan sekitar satu sendok makan urea per liter air. sebelum penanaman rumput. tanaman semak dan perdu. Pupuk kandang tidak disarankan digunakan di lawns. dan tempat pemberian pupuk yang tepat sehingga kesuburan tanaman optimum dapat tercapai. Secara umum. Keuntungannya. hara tersebut dapat segera diangkut dan dimanfaatkan pohon. jenis tanaman digolongkan berdasarkan bentuk fisiknya. Apabila semua komposisi zat hara yang tersedia dalam tanah telah memenuhi syarat yang diperlukan tanaman. sebenarnya pemupukan tidak perlu dilakukan. Untuk pemupukan rumput yang luas (lawns). Penggunaannya dengan cara disebar di permukaan atau dilarutkan terlebih dahulu dengan air. baik sebelum penanaman maupun pemupukan pemeliharaan rumput. setiap jenis tanaman juga memerlukan asupan hara yang berbeda pula. Oleh karena itu.135 Pemupukan dapat juga dilakukan dengan cara penyuntikan pada batang atau ranting pohon (transfusi). Hal penting lainnya dalam pemupukan adalah harus diketahui waktu pemupukan. Sementara kerugiannya adalah jaringan batang bekas suntikan bisa rusak dan menjadi tempat ideal untuk penetrasi hama dan penyakit. meskipun pada akhirnya akan menjadi hijau kembali setelah sekian waktu. dari hijau menjadi kecokelatan (seperti gosong). digunakan pupuk kandang maka pertumbuhan . karena hanya dibutuhkan untuk menyuburkan dan menghijaukan daun. misalnya urea. biasanya digunakan 400 liter larutan per hektar. jumlah dosis pemupukan. serta tanaman pohon. akan diperoleh konsentrasi N yang relatif kecil sehingga rumput tidak menjadi kering atau gosong. yaitu tanaman rumput dan penutup tanah. Pemupukan pada dasarnya adalah memberi makanan tambahan pada tanaman untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan. Di lain pihak. Kebutuhan hara dari tanaman juga perlu diketahui. Cara pertama sering kali menyebabkan perubahan warna rumput. Permasalahannya adalah setiap kondisi lahan memiliki tingkat kesuburan yang berbeda. Pemupukan rumput dan tanaman penutup tanah Pemupukan pada rumput biasanya cukup dengan menggunakan pupuk N saja. Apabila dalam pengolahan tanah. 1.

bunga merak (Caesalpinia sp). 2. yaitu perdu sedang atau perdu tinggi (1. Pemupukan tanaman semak dan perdu Tanaman semak dan perdu di taman pada umumnya ditanam secara individu maupun massal sebagai tanaman pembatas/border atau tanaman pengarah. Pupuk kandang biasanya banyak mengandung bijibiji rumput. lantana saudi (Lantana camara). kuda. Sementara untuk tanaman yang bersifat tahunan. kemudian diaduk dengan kored sambil tanah digemburkan. soka (Ixora sp). Pemupukan tanaman penutup tanah dengan cara disebar di atas permukaan tanah. yaitu setelah 2 – 3 bulan diangin-anginkan di tempat yang ternaungi.5 – 3 m). Akibatnya. Pemberian pupuk kandang . puring (Codeacum variegatum). Sementara pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam harus sudah terdekomposisi dengan baik. kerbau. maupun kambing. pacar air (Impatiens sp).136 rumput akan bersaing berat dengan gulma yang berasal dari pupuk kandang. dan hujan emas (Cassia multiyuga). dapat menyulitkan di dalam pekerjaan sehingga pemeliharaan dan penyiangan gulma harus intensif. Untuk tanaman yang bersifat semusim. pemupukan biasanya dilakukan secara paritan (trenching) di sekitar pinggir tanaman. melati (Jasminum sambac). remek daging (Hemigraphis sp). terutama pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi. misalnya kaca piring (Gardenia sp). Untuk tanaman perdu yang ditanam secara massal. Untuk tanaman penutup tanah (ground cover) selain rumput. pemupukan dilakukan setiap 4 – 6 bulan sekali. bersamaan dengan pengolahan tanah. pemupukannya bisa menggunakan pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar atau pupuk kimiawi dengan dosis sesuai rekomendasi. seperti seruni rambat (Widelia trilobata). dan bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis). Sementara bagi perdu yang ditanam secara tunggal. pemupukannya dengan sistem bokoran. pemupukan dilakukan pada setiap penggantian tanaman atau penanaman ulang. seperti tapak dara (Vinca rosea). Pupuk diberikan secara melingkar di sekitar batang dengan radius yang hampir sama dengan radius tajuknya. bugenvil (Bougenvillea sp). Pemupukan pada ground cover biasanya dilakukan pada saat sebelum penanaman. sutera bombay (Portulaca sp). dan mutiara (Philea sp) yang juga biasa digunakan sebagai hamparan bunga (flower bed) atau border. mawar (Rosa sp).

atau membuang daun dan tempat-tempat yang .137 biasanya dilakukan pada saat sebelum tanam dan saat pemeliharaan. dan kurang sinar matahari sangat baik bagi pertumbuhan hama dan penyakit tanaman. Tanaman yang terkena gangguan hama dan penyakit. dan waktu pemupukan. Namun. Hal tersebut selain membahayakan bagi keberlanjutan elemen tanaman dalam taman. Pengendalian Hama dan Penyakit Salah satu pemeliharaan fisik taman adalah pengendalian hama dan penyakit tanaman. 3. hendaknya diperhatikan dosis rekomendasi. Pemupukan pohon Pemupukan pohon hias (ornamental trees) masih jarang dilakukan di Indonesia dibandingkan dengan pohon perkebunan atau tanaman hortikultura. G. lembap. percabangan dan batang yang kering atau keropos. Dalam memberikan pupuk kimiawi. tempat. pupuk kandang dapat diberikan di permukaan tanah sambil diaduk dengan cangkul/kored yang sekaligus untuk menggemburkan tanah. datanya pun masih sangat kurang. yaitu dengan membunuh hama secara langsung satu per satu. Lingkungan taman yang kotor. serta hadirnya jenis-jenis serangga yang tidak diinginkan. meranggas. Pemberantasan dapat dilakukan secara manual. juga akan mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna taman. cara. Pengendalian hama dan penyakit bukan berarti hanya pemberantasan secara langsung. Hal yang terpenting dalam pemupukan adalah jumlah. Agar tanaman taman tetap terlihat segar dan subur maka pemupukan dilakukan 3 – 4 bulan sekali. Pemupukan sebelum tanam diberikan dalam lubang tanam sekitar 10 kg per lubang. Oleh karena itu. Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan memperbaiki keadaan lingkungan agar tetap bersih dan sehat. juga mengganggu keindahan karena dedaunan yang tidak segar. selain memberikan kesan yang kurang baik. tetapi juga mencakup tindakan pencegahan terhadapnya. dengan semakin meningkatnya perhatian terhadap taman. pemupukan pohon telah banyak dilakukan. Pada pemupukan pemeliharaan.

jenis jasad pengganggu yang sesuai. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian pestisida. H. Penyulaman dilakukan apabila tanaman yang baru ditanam rusak atau mati. Jadi. Jenis tersebut adalah tanaman berbunga semusim (annual flower) seperti tanaman . dapat dilakukan juga dengan obat-obatan (pestisida). agar tidak menimbulkan kerugian-kerugian. a) Pestisida tertentu hanya dapat digunakan untuk suatu jasad pengganggu tertentu.138 terdapat penyakitnya. baik karena gangguan lingkungan maupun kesalahan teknis (seperti kekeringan. dan sebagainya. sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli pertanian atau hama penyakit tanaman. tetapi penggunaannya harus cermat. Dalam suatu taman biasanya selalu dihadirkan berbagai jenis tanaman yang dapat dibedakan berdasarkan masa hidupnya. dan bahaya pemakaiannya. hewan piaraan. ternak. insektisida untuk golongan serangga (insekta). cara pemakaian. herbisida untuk gulma. makanan. fungisida untuk golongan jamur (fungi). Selain itu. c) Memilih jenis pestisida yang terdaftar dan diizinkan beredar oleh Departemen Pertanian. bakterisida untuk bakteri. dan kesalahan penanaman Penyulaman tanaman dilakukan tidak hanya untuk taman yang baru dibangun saja. f) Sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan pengendalian hama dan penyakit. minuman. jauhkan dari jangkauan anak-anak. e) Penggunaan herbisida bila memang benar-benar diperlukan saja. Penyulaman Pelaksanaan pembuatan taman oleh seorang kontraktor taman pada umumnya mencakup kegiatan penyulaman tanaman (pemeliharaan awal) sebagai suatu jaminan bahwa tanaman yang ditanam dapat beradaptasi dan tumbuh secara sempurna. kesalahan pemupukan. tetapi juga taman yang sudah terwujud dengan baik agar penampilan keseluruhan taman tetap impresif. d) Menyimpan pestisida di tempat yang aman dalam wadah atau pembungkus aslinya. dan sumber api. b) Perhatikan keterangan pada label.

Jenis tanaman setahun akan mati setelah melampaui masa reproduktif berbunga/berbuah. kenikir. dan ukuran tanaman dalam suatu taman. hanya satu musim. misalnya tapak dara. krokot atau kriminil (Portulaca sp). kembang sepatu. terdiri dari kombinasi tanaman tahunan dan tanaman setahun. c) Mempersiapkan kembali lubang tanam bekas tanaman yang mati untuk dapat ditanami kembali. a) Tersedianya tanaman pengganti yang kondisinya harus lebih baik daripada tanaman yang akan digantikan. melati. sangat penting dalam suatu taman. serta berbagai jenis pohon-pohonan. Tanaman penutup tanah yang bersifat tahunan. contohnya berbagai jenis rumput. komposisi elemen taman yang seimbang. penggantian tanaman/penyulamam harus dilakukan secara teratur karena masa hidupnya sangat terbatas. Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan penyulaman tanaman sebagai berikut. tanaman dua musim (biannual) biasanya terdapat di taman daerah subtropis.139 cosmos. Pastikan lubang tersebut bebas dari gangguan patogen yang ada di dalam tanah. Dengan menggunakan tanaman bunga yang bersifat setahun maka dapat ditanam tanaman yang berbeda apabila masa hidup tanaman pertama sudah habis sehingga terwujud pemandangan baru. dan bugenvil. dan tanaman tahunan (perennial). Biasanya untuk jenis tanaman setahun. Walaupun hanya hidup dalam sekali reproduksi. yaitu tanaman yang dapat mengalami fase vegetatif dan reproduktif secara berulang kali. dari jenis herba dan perdu. mawar. dan jengger ayam. bentuk. seruni rambat (Widelia trilobata). d) Lubang tanam dibiarkan/diangin-anginkan beberapa saat dan diberi pupuk kandang (bila perlu). Oleh karena itu. . b) Tanaman yang rusak atau mati sebaiknya dicabut atau dibuang terlebih dahulu dengan tidak mengganggu tanaman lain yang masih baik dan sehat. Hal ini tidak akan dialami seandainya seluruh taman hanya terdiri dari tanaman tahunan saja. kehadiran tanaman ini sangat dibutuhkan untuk menghindari kesan kemonotonan warna.

. 2. (a) Manual (b) Disemprot pestisida (c) Membuat bokoran .. Rangkuman Pekerjaan pemeliharaan lanskap terutama pemeliharaan terhadap tanaman meliputi kegiatan pembersihan taman. Kegiatan ini harus dilakukan di taman untuk menjaga kesinambungan wujud lanskap agar tetap sesuai dengan fungsi dan nilai estetika. karung... Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1.. PENUTUP A. penyiangan gulma. kemudian di tanam.140 e) Tanaman baru dilepaskan dari kontainernya (pot. Tugas dan Latihan Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang pemeliharaan tanaman lanskap. Renungkan tentang teknik-teknik pemeliharaan tanaman lanskap.. Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. serta penyulaman.. Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda! 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. B. pemupukan.. Anda harus memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Pengendalian rumput-rumput liar pada suatu hamparan taman berumput sebaiknya dilakukan dengan cara. 2. Jelaskan apa yang dimaksud pemeliharaan ideal dan fisik. pemangkasan. Jelaskan teknik-teknik dalam pemeliharaan tanaman lanskap.. pengendalian hama dan penyakit.. atau polibag). I. f) Penyiraman dilakukan secara rutin.. penyiraman tanaman..

Waktu pemangkasan tanaman yang tepat adalah....... Hitunglah jawaban Anda yang benar. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 10....141 (d) Menggali tanaman 2. (a) Broadcast (b) Trenching (c) Punch-bar (d) Injektor Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini......... (a) Sebelum pemberian pupuk (b) Setelah pemberian pupuk (c) Sebelum pertumbuhan generatif (d) Setelah pertumbuhan generatif 4.. (a) Parterre (b) Topiary (c) Border (d) Spiral 5... Penggemburan pada lahan berumput dapat dilakukan dengan... Rumus: Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 ............... (a) Bokoran (b) Linggis (c) Kored secara lajur (d) Mencangkul tanah 3........ Pemupukan dengan cara menyebar di permukaan tanah disebut.. Pemangkasan untuk membentuk tajuk tanaman sesuai dengan yang diinginkan disebut.....

a . Bogor: Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian IPB 3. 1999. 1997. Sumber/Referensi 1. Anda dapat meneruskan pada Bab 11. bagus! Anda cukup memahami Bab 10.142 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90% 80% 70% . Nurfaida. Jakarta: Penebar Swadaya. a 2. 2. d 4. Pemeliharaan Taman. Anda harus mengulangi Bab 10. 1992. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Sulistyantara B. apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Akan tetapi. Kunci Jawaban 1. b 5. Arifin HS. C. Nurhayati. b 3. Pemeliharaan Taman Puri Tirto Sari di Taman Buah Mekarsari [Laporan Keterampilan Profesi]. D. Jakarta: Penebar Swadaya. Taman Rumah Tinggal.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas.

Praktikum . Paduan dari dua aspek ini akan menjamin keberhasilan dan keberlangsungan suatu bentuk taman yang berdasarkan atas elemen tanaman. Tanaman ini tidak hanya sebagai elemen estetik dan kesehatan (fisik dan psikis). A. B. terutama dalam taman-taman tropis atau taman-taman yang "dekat" dengan kehidupan manusia. Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat menata tanaman dalam berbagai tipe lanskap melalui studi lapang. Strategi Pembelajaran 1. tetapi juga merupakan salah satu mata rantai ekosistem alam. Case study 3. dan 2) aspek ekologis. dan pameran hasil case study secara individu dan praktikum. gambar. Dalam menggunakan tanaman sebagai elemen pembentuk taman harus diperhatikan dua aspek yang terkait dengan tanaman ini. yang terkait dengan keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Studi lapang 2. yang terkait dengan fungsi dan estetika.143 BAB 11 PENATAAN TANAMAN PADA BERBAGAI TIPE LANSKAP PENDAHULUAN Tanaman merupakan unsur utama suatu taman. Pameran 4. yaitu 1) aspek arsitektural.

seperti tanah. tanaman. tetapi selayaknya juga mempertimbangkan kepentingan makhluk hidup lainnya. Kegiatan Belajar Langkah-langkah kegiatan belajar yang harus dilakukan: 1. satwa. 4. dan akhirnya dipelihara untuk mencapai suatu tujuan penggunaan yang keberlanjutan. dan indah. pameran dan praktikum.144 C. Kemampuan melakukan studi lapang mengenai penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap. Kemampuan melakukan praktikum penataan tanaman dalam berbagai tipe lanskap 5. dan hewan. case study. membuat taman bukan semata-mata untuk kepentingan manusianya saja. URAIAN BAHAN PEMBELAJARAN Taman merupakan hasil karya manusia dalam melakukan perubahan dan penataan ulang bentuk lingkungan untuk menciptakan suasana yang sesuai dengan keinginannya. 2. dan udara. iklim. Kemampuan membuat gambar rencana penataan tanaman. Indikator Pencapaian 1. yaitu nyaman. Mahasiswa menyelesaikan tes formatif/evaluasi kegiatan pembelajaran. dibangun. Mahasiswa aktif melakukan praktikum. Sesuai dengan skala luasan. satwa. 2. tanaman. aman. Kemampuan menata tanaman berdasarkan fungsi dan estetika. dan hewan akan saling berinteraksi satu sama lain dalam suatu ekosistem taman. Hal tersebut juga akan dipengaruhi oleh faktor abiotik atau lingkungan. D. baik manusia. 3. Taman-taman tersebut dapat dijumpai dalam . 4. tumbuhan. seperti tumbuhan. Mahasiswa melakukan penataan tanaman berdasarkan fungsi dan estetika. Sikap dan perilaku yang baik dalam studi lapang. Sebagai elemen taman. Taman direncanakan. Mahasiswa melakukan studi lapang mengenai penataan tanaman pada suatu lanskap. air. sinar matahari. 5. dirancang. Mahasiswa membuat gambar rencana penataan tanaman 3.

taman lingkungan. pembuatan desain taman. Sepanjang perancang mengerti prinsip desain yang meliputi tema taman. taman rekreasi pegunungan. baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan. tetapi juga seperti taman permanen. taman ketetanggaan di lingkungan pemukiman skala RT-RW (neighborhood parks). Sebisa mungkin dimunculkan pesona pada taman tersebut yang kelak tidak hanya memuaskan pemiliknya. yaitu dilengkapi dengan elemen .145 bentuk taman permanen. taman kota (urban landscape) yaitu taman umum pada skala kota dimana dapat mengakomodir kegiatan rekreasi bagi masyarakat kota yang bersangkutan. dan kouen. taman fantasi. seperti taman rumah (homegardens). serta taman-taman bertema (theme parks) dan taman tujuan khusus. penyeimbang taman. taman lingkungan berada pada skala ruang tingkat kelurahan hingga kecamatan (community parks). Yang membedakan adalah skala ukuran ruangnya. taman wahana anak-anak. perlu dipahami cara-cara penataan taman yang baik. serta nyaman dirasakan. tetapi juga menyenangkan bagi orang lain yang berkunjung ke taman tersebut. public parks. taman rekreasi (recreation garden). indah dipandang. Sementara. antara lain. Pada prinsipnya. rijk parks. taman rekreasi bahari. taman kota. A. Cara peletakan tanaman dan berbagai meterial pendukung lainnya memerlukan kejelian pengalaman dan sensitifitas rasa keindahan penata taman agar taman memiliki komposisi dan nuansa sesuai dengan keinginan pemilik taman. Beberapa contoh taman bertema dan tujuan khusus. taman wisata hutan. pengulangan-pengulangan. squares. Untuk hal itu. baik untuk taman luas maupun taman sempit adalah sama. dan lain-lainnya maka taman sekecil apa pun yang dihadirkan akan menarik perhatian. pembuat kontras taman. taman safari. Taman Instan Taman instan adalah taman yang bersifat insidentil dan temporer yang ditata pada suatu tapak. taman juga hendaknya memiliki nuansa yang sesuai dengan desain arsitektur bangunan. Elemen taman instan sebenarnya tidak hanya terdiri dari tanaman saja baik yang berbunga maupun nonbunga. dan taman wisata ekologis. misalnya city parks. Umumnya. Selain itu. taman wisata pertanian.

pagar. dan lampu dapat menjadi media penghubung perasaan manusia terhadap alam dan menghilangkan stres. sculpture. maupun karnaval. pergola. sebagai berikut. atrium. besi. batuan. lampu-lampu taman. 4. Beberapa kegunaan dan peran taman instan sebagai berikut. tiang dan pilar kayu. Selain empat kegunaan dan peran tersebut. perkantoran. 3. restaurant. pengarah. Beberapa contoh elemen keras tersebut yaitu dinding tembok. atau bahkan dengan cahaya buatan. Taman-taman instan biasanya akan sangat impresif bila dilengkapi dengan permainan cahaya alami dari sudut-sudut ruang tertentu yang berjendela. marmer. serta lantai keramik. gelar bunga dapat diselenggarakan di plaza. Taman instan dengan elemen-elemennya berupa tanaman. taman instan memiliki kelebihan dalam beberapa hal. Taman-taman ini memberi variasi desain yang sangat dinamis. 2. 1. Dengan rekayasa desain. ruang-ruang bagian rumah tinggal. serta ruang-ruang terbuka (taman kota) pada acara-acara perayaan tertentu atau pada saat ada pameran. dan bandar udara dapat memperlembut suasana ruangan yang didominasi oleh elemen keras. Dengan cara bongkar pasang. festival. kaca. tema taman dapat disesuaikan dengan suasana yang diinginkan pada saat itu. alun-alun kota. Mudah dan cepat didesain dan diimplementasikan mengikuti keinginan pemilik atau pengguna taman. Taman instan yang menghiasi ruang-ruang pesta dan panggung pelaminan dapat berfungsi sebagai area penyambut. . bahkan kolam air mancur dan air terjun. air.146 lainnya seperti batu-batuan. latar belakang yang sekaligus menyemarakkan suasana pesta. Taman instan dalam bentuk gelar bunga di tengah-tengah hamparan hijaunya taman dapat menjadi titik pusat perhatian (focal point) bagi pengunjung atau pengguna taman. serta mengharmonisasikan ruangan dan tema pesta. atau stainless steel. bentuk taman secara miniatur dapat terwujud dalam ruang yang terbatas. Taman instan yang ditata di dalam bangunan stand pameran. Pada umumnya. hotel. bagian dinding yang terbuka. pembatas. 1.

perkantoran. Tanaman bekas digunakan dapat dipelihara kembali dan ditempatkan ke ruang recovery atau karantina dalam pembibitan. Pemeliharaan pemulihan bagi tanaman-tanaman yang terkena stres dapat diatasi dengan penyiraman serta pemupukan agar kesehatan tanaman dapat pulih dan pertumbuhannya normal kembali. Dapat dikerjakan oleh pelaku-pelaku dengan pengetahuan pertamanan yang paling dasar sekali pun (hobiis dan gardener yang rajin membaca buku-buku pertamanan. misalnya di teras rumah. Dapat dibongkar-pasang sehingga bisa memberikan impresi yang variatif pada skala temporal. serta mengikuti kursus dan pelatihan pertamanan). Taman instan ini dapat memberi variasi panorama bagi tempat-tempat umum yang selalu menerima kehadiran tamu yang silih berganti. Suasana tersebut dapat menghindari kemonotonan spatial (ruang) dan temporal (waktu). pemeliharaan. dan warna tanaman yang prima maka tanaman tersebut dapat digunakan kembali sebagai material tanaman instan untuk proyek selanjutnya (Arifin. sudut-sudut ruang di departement store. dan interior rumah sakit. dan ruang kantor pribadi. Contoh desain taman instan dapat dilihat pada Gambar 33. Untuk skala pekerjaan yang tidak terlalu besar. maka profesionalisme mulai dari persiapan desain. mulai pembuatan desain taman. di dalam ruangan atau interior rumah. mengetahui pengetahuan tanaman dan elemen taman lainnya.147 2. 4. Dapat dikerjakan oleh sendiri (in house) maupun dipercayakan pada jasa penyewaan tanaman. lobi hotel dan koridor hotel. interior bandar udara. 2006). atau setiap bulan. hingga pemeliharaan dapat dikerjakan sendiri. 5. taman instan di ruangan hotel. bandara udara dapat diubah setiap minggu. penyediaan material taman. ruang gedung-gedung pertemuan. pelaksanaan penataan taman. bila skalanya cuikup besar. 3. operasional penataan. bentuk tanaman. Misalnya. Setelah mencapai kondisi kesehatan. hingga penggantian tanaman diperlukan tanggung jawab yang tinggi. penyediaan material. . misalnya untuk penataan ruang-ruang perkantoran. setiap dua minggu. Namun.

Selain keberadaan aneka jenis tanaman. taman juga berarti sebagai gudang plasma nutfah. Kehadiran aneka elemen taman. Akan tetapi. Contoh desain taman instan (Sumber: Arifin. bahkan bisa menjadi habitat beberapa jenis satwa liar seperti kupu-kupu dan aneka jervs burung berkicau. tetapi taman juga mengambil peran penting dalam memberi kontribusi kesehatan bagi pemiliknya. Pada dasamya berbagai jenis tanaman dapat dipilih sebagai pengisi taman. Taman tidak hanya sebagai fungsi estetik dan pajangan saja. Secara fisik-ekologis. 2006) B. keberadaan taman di rumah sangat penting peranannya. bebatuan. baik berupa tanaman. taman dengan aneka isinya bisa menjadi obat untuk melenyapkan stres. Dengan demikian. untuk menata tanaman menjadi taman yang memiliki fungsi dan nilai . ataupun etemen yang hidup seperti ikan hias dapat menjadi selingan hiburan setelah penghuni rumah bekerja seharian di luar rumah. meresapkan air ke dalam tanah. air.148 Gambar 33. Taman Rumah Tinggal Taman dan rumah sejak dulu merupakan satu kesatuan yang penting dan saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan penghuninya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. menghasilkan berbagai produksi tanaman. Dalam keadaan sibuk dan tekanan pekerjaan yang rutin. taman di halaman rumah merupakan sebuah kantung terbuka hijau yang dapat menyejukan udara. Keberadaan taman dapat membuat rumah memiliki fungsi estetik.

tanaman semak (bushes. Misalnya. Oleh karena itu. yang perlu diperhatikan adalah keragaman jenis maupun jumlah tanaman yang dipilih. yang terpenting adalah bagaimana membuat desain kombinasi jenis tanaman yang justru memberikan kesan ruang yang lebih luas. Tanaman-tanaman yang bertekstur halus dapat dicirikan dari ukuran daun yang kecil. portulaka atau tanaman yang berdaun jarum. taiwan beauty. kriminil. sebaiknya mengetahui karakteristik berbagai jenis tanaman. merupakan sesuatu yang perlu dipertimbangkan dengan baik agar tanaman tersebut sesuai dengan tujuan dan fungsi desain. bentuk. mempunyai tinggi 1-2 m). sikas. Penggunaan pohon untuk taman yang sempit tidak terlalu disarankan karena akan mendominasi ruang taman serta mengakibatkan kesan ruang semakin sempit dengan naungan yang semakin luas. dan aroma. serta perdu (shrubs. Namun. dan palem-paleman Tanaman yang bertekstur halus maupun kasar bisa saja ditanam untuk mengisi taman yang sempit. Ukuran lahan yang sempit bagi peruntukan taman akan lebih pas bila dipilih elemen tanaman yang bertekstur halus. tekstur. Dalam membuat taman di lahan sempit. tanaman berkayu dan memiliki batang utama dengan tinggi bisa mencapai 5 m. antara lain. seperti kadaka. Bila ingin menggunakan tanaman bertekstur kasar sebaiknya jumlahnya jangan . tanaman herba yaitu tanaman yang tidak berkayu (herbs umumnya hanya beberapa puluh sentimeter saja). philodendron. atau disebut sebagai pohon kecil). Pengaturan strata tanaman pada satu tapak juga sangat menentukan daya tarik taman. ukuran tanaman.149 estetika diperlukan pengetahuan mengenai kesesuaian tempat tumbuh tanaman secara ekologis dan hortikultura serta kondisi fisik tanaman seperti ukuran. tetapi tidak memiliki batang utama. tanaman berkayu. Memilih jenis tanaman bisa dimulai dari tanaman penutup tanah yang hanya mencapai tinggi beberapa sentimeter saja (grasses). Untuk tanaman yang bertekstur kasar yang dicirikan oleh tanaman yang berdaun lebar dan besar. tanaman yang lebih rendah ditempatkan di depan tanaman yang lebih tinggi. hanjuang. Dalam memilih dan mempertimbangkan tanaman yang digunakan. seperti asparagus dan beberapa jenis pinus yang dikerdilkan. Jenis tanaman yang berukuran relatif kecil seperti tanaman jenis-jenis rerumputan dan penutup tanah. warna. baik tinggi tanaman maupun lebar tajuk.

dapat digunakan satu atau dua tanaman bertekstur kasar di tengah-tengah penggunaan tanaman bertekstur halus sehingga bisa menjadi kontras atau daya tarik dalam taman (point of interest). Gambar 34. Contoh desain taman rumah tinggal (Sumber: Arifin dan Suwita.150 berlebihan karena akan mendominasi ruang sehingga taman berkesan semakin sempit. Contoh desain taman rumah tinggal dapat dilihat pada Gambar 34. Jalur Hijau Jalan Jalur hijau adalah jalur penempatan tanaman serta elemen lanskap lainnya yang terletak di dalam Daerah Milik Jalan (Damija) maupun di dalam Daerah Pengawasan Jalan (Dawasja). Di lain pihak. Sebagai contoh penanaman jalur hijau jalan di sepanjang berm dan median jalan yang bersifat sederhana dalam pelaksanaannya harus berpedoman . Banyaknya ragam jenis dapat menjadi koleksi sehingga keindahan dan keunikan masing-masing jenis tersebut menarik perhatian. Disebut jalur hijau karena dominansi elemen lanskapnya adalah tanaman yang pada umumnya berwarna hijau. dapat pula diterapkan jumiah tanaman yang relatif banyak. 2007) C. Namun. tetapi jenisnya harus dikurangi agar taman tidak terlihat crowded. Adanya penataan jalur hijau jalan memungkinkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Bila menggunakan tanaman bertekstur halus dapat berkreasi memadukan berbagai ragam jenis tanaman.

angin. Klasifikasi hortikultura. yaitu tujuan desain. yaitu syarat tumbuh. mudah dikembangkan dan sedapat mungkin dipilih jenis yang dapat memperbaiki atau meningkatkan kesuburan tanah baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemilihan jenis tanaman pada jalur hijau jalan tergantung pada fungsi tanaman dan lokasi penanaman. 3) daerah tikungan. sifat umur. tidak memerlukan perawatan khusus. penampilan di tiap tahapan pertumbuhan. lahan untuk pengembangan jalan. cahaya. perdu. Klasifikasi fisik. sifat adaptasi. aroma. . 2. kawasan penyangga. semak dan penutup tanah. tempat pembangunan fasilitas pelayanan dan melindungi bentukan alam. Hal ini merupakan satu dari sekian pertimbangan estetik yang seharusnya menjadi suatu peraturan dalam kebanyakan situasi perkotaan. Klasifikasi hortikultura berorientasi terhadap tindakan budidaya dan keberhasilan penanaman dan klasifikasi sifat fisik tanaman biasanya berorientasi rerhadap penilaian dan keberhasilan bentuk serta fungsi arsitekturisnya. sifat penyebaran. air. peletakkan rambu-rambu lalu lintas. tanah. 1. Berdasarkan letak penanamannya jalur hijau dibedakan menjadi empat yaitu: 1) jalur tanaman tepi. kecocokan penampilan di tiap musim. warna. Tanaman yang dipergunakan adalah dari kelompok pohon. bentuk. kecocokan antara tanaman dan bangunan serta lingkungan sekitar dan keefisienan dalam pemeliharaan. hama dan penyakit. Median berfungsi sebagai rintangan atau penuntun arah untuk mencegah tabrakan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan dan mengurangi silau lampu kendaraan dengan menempatkan tanaman dengan kepadatan dan ketinggian yang tepat. toleransi terhadap suhu. dapat digunakan sebagai pendukung keselamatan pengendara. Daerah tepi jalan adalah daerah yang berfungsi untuk keselamatan dan kenyamanan pemakai jalan. Kriteria tanaman yang digunakan adalah yang mudah didapat. 2) median jalan.151 pada kebutuhan. ataupun sebagai jalur hijau dengan persyaratan tertentu. tekstur. kecepatan tumbuh. jalur hijau. budidaya. 4) persimpangan dan daerah berterrain. Median jalan adalah jalan yang memisahkan dua jalan yang berlawanan. Kriteria pemilihan jenis tanaman sebagai berikut. dapat beradaptasi dengan kondisi setempat baik dari segi kondisi tanah maupun iklim. ukuran dewasa tanaman.

1.warna. 3) tahan terhadap kekurangan air. buah yang besar dan keras. Bentuk tajuk pohon bulat atau kolumnar dengan lebar tajuk tidak menutupi bahu jalan. Pohon peneduh dengan ketinggian sedang atau tinggi kurang dari 15 meter. Mudah dalam pemeliharaan. Pohon dan semak yang memiliki karakter fisik (bentuk. Pemilihan jenis-jenis tanaman yang akan digunakan. dan penutup tanah yang ditanam di perkotaan. Perakarannya tidak merusak trotoar dan saluran drainase. cenderung sulit untuk menemukan lahan yang . Berdaun kecil sampai sedang dan tidak menggugurkan daun secara serempak. terutama untuk tanaman yang didatangkan dari luar tapak berpedoman kepada beberapa kriteria. 6. 7. memiliki batang dan cabang yang kuat serta tidak menghasilkan zat yang berbahaya. Kriteria tersebut berlaku untuk pohon. 8. 2) selalu hijau. Tanaman penutup tanah yang tidak memerlukan pemeliharaan intensif. 7) tahan terhadap serangan hama dan penyakit. daun. terutama pada pusat-pusat kegiatan masyarakat perkotaan atau pada permukiman. yaitu tanaman yang tidak menghasilkan duri. Semak yang tumbuh berumpun. 12. Tidak membahayakan pengguna jalan. 6) tahan terhadap polusi udara dan polutan lainnya. 8) tidak disukai oleh kupu-kupu yang menimbulkan jenis ulat. Lanskap Perkotaan Area-area Khusus Pada wilayah perkotaan. 5) memiliki tajuk yang rapat. Tidak mudah terserang hama dan penyakit serta tahan terhadap polusi dan kekeringan. 11. 5.152 Persyaratan pohon tepi jalan secara ekologis meliputi: 1) mempunyai sistem perakaran yang dalam. rapat dan mudah diperbanyak. D. Tinggi cabang pohon pertama dari bawah tidak kurang dari 5 meter. yaitu sebagai berikut. 9. dan bunga) yang menarik. semak. 3. 10. Mampu bertahan hidup pada kondisi yang kurang baik dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. 2. 4. 4) mampu hidup pada berbagai jenis tanah.

bata. Salah satu contoh perbandingan media tanaman. dan sebagainya. untuk menyediakan kondisi drainase yang baik dalam bak tanaman. Sistem drainase. satu bak tanaman bahkan diisi hingga puluhan pot. Lahan yang tersedia biasanya lahan sisa yang luasannya terbatas dan terkadang kondisinya bermasalah. lingkungan tumbuh yang tidak mendukung. c. a. kayu. dengan mempertimbangkan tanaman yang perakaran tidak intensif. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk penanaman pada bak tanaman sebagai berikut. Oleh karena itu. sistem drainase dibuat untuk mengatasi air penyiraman yang berlebihan. diperlukan pertimbanganpertimbangan khusus dalam melakukan penamanan pada area-area khusus tersebut. ukurannya tidak terlalu besar. Penanaman dengan Planter Box Adanya kecenderungan penutupan lahan perkotaan dengan perkerasan merupakan salah satu penyebab sulitnya mendapatkan areal penamanan. penyediaan media tanam yang sesuai untuk pot atau bak tanaman mempengaruhi aerasi dalam bak serta beban berat yang ditanggung oleh bak tanaman.153 dapat dikembangkan untuk pertamanan atau untuk lahan penanaman. setelah beberapa tahun media perlu diganti. atau 70:25:5. Dengan menggunakan bak tanaman. b. Terdapat beberapa alternatif material untuk pembuatan bak tanaman. Hal tersebut dapat diatasi dengan menanam pada bak tanaman (planter box). kombinasi kaca. Beberapa karakteristik ruang yang potensial untuk ditanami dengan kondisi khusus sebagai berikut. Pemilihan jenis tanaman. drainase juga ditunjang dengan adanya kemiringan pada dasar bak tanaman dan jalur drainase/outlet yang cukup untuk mengalirkan air keluar dari pot dan bak tanaman. dan beton. seperti kemiringan lereng lahan yang curam. Bak tanaman dapat diisi satu atau lebih pot. Media tanam. dan lambat pertumbuhannya (untuk . yaitu pasir kasar (ukuran sekitar I mm) : material organik/kompos : top soil = 50 :45 :5. Selain media dipupuk secara periodik. Untuk taman kota. seperti beton. pot dapat lebih sering diganti sehingga penampilan tanaman selalu bagus. 1. Selain dipengaruhi oleh media tanam.

Rumput 2. baik penutup tanah. Pola penanaman sebaiknya dibuat sedemikan rupa agar pemeliharaan tidak intensif. Tabel 2. dan melindungi tanah dari erosi angin. . kemudian ditanami dengan pohon dan semak besar untuk meningkatkan kestabilan lereng. Jenis tanaman sesuai ukuran kedalaman bak tanaman No Jenis Tanaman 1. 3. Jika kondisi awal lahan dalam keadaan tanpa penutupan tanaman. Lahan berlereng yang ditanami dapat difungsikan sebagai area penyangga dan konservasi. mengingat akses ke lahan berlereng pada umumnya sulit. dan pohon memperhatikan keselarasannya dengan lingkungan sekitar. herba) yang cepat tumbuh. Untuk tujuan tersebut maka hal-hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: 1. Pemilihan jenis tanaman terutama pada jenis-jenis yang perakarannya mampu mengikat tanah dan menangkap air hujan. Ukuran kedalaman bak tanaman mempengaruhi pemilihan jenis tanaman (Tabel 2). Semak/Perdu besar. Jika bak tanaman diletakkan pada area yang kecepatan anginnya cukup tinggi. Pemilihan jenis tanaman. maka perlu pertimbangan pemilihan jenis tanaman yang tahan hembusan angin. 2.0-1. mengurangi terjadinya suhu tanah yang ekstrim.5-1.0m 1. 4. herba.154 pohon). pohon Sumber: Arifin et al. Penutup tanah.5m 2. Tanaman yang ditanam dapat mengurangi erosi permukaan oleh air. Lahan Berlereng Lahan berlereng dengan kemiringan curam merupakan ruang pofensial untuk penanaman di kawasan perkotaan yang padat. adanya struktur penopang atau penahan (staking/staggering). (2008) Kedalaman Bak Tanaman 150-300 mm 0. d. semak/perdu kecil 3. maka sebagai langkah pertama perlu ditanami vegetasi penutup tanah (rumput. semak.

155 Untuk kasus tertentu dimana lereng sangat curam (kemiringan >45) sulit untuk ditanami tanaman besar, maka penanaman tanaman perdu/semak kecil untuk menstabilkan tanah masih dapat dilakukan dengan beberapa teknik bio-engineering.
3. Teknik Penanaman Area yang Tergenangi Secara Periodik

Berbagai bentuk ruang-ruang di perkotaan yang secara periodik tergenang merupakan salah satu area yang potensial untuk ditanami, yang tidak hanya memberikan manfaat ekologis/iingkungan (perbaikan habitat satwa, perlindungan bantaran dan tanggul), tetapi juga manfaat sosial (area rekreasi mayarakat setempat). Beberapa contoh area tergenang/banjir secara periodik, misalnya pada reservoir, kanal, saluran drainase, sungai, rawa, mangrove atau tepi laut. Penanaman dapat dilakukan di bantaran/tepian perairan (sungai, kanal, saluran, dan pesisir) maupun di perairan (rawa, mangrove). Hal yang perlu diperhatikan untuk kegiatan penanaman area ini, yaitu dalam pemilihan jenis tanaman yang toleran terhadap genangan dan banjir serta mengutamakan pemilihan jenis-jenis lokal (native species) yang relatif adaptif terhadap lingkungan setempat dan dapat meminimalkan pemeliharaan. Jenis tanaman lain yang dapat dipertimbangkan, yaitu tanaman air, sebaiknya dipilih jenisjenis yang tidak bersifat invasive karena dapat mengakibatkan turunnya muka air dan eutrofikasi meningkatnya unsur nitrogen dalam air.
4. Area Bekas Penimbunan Sampah (Landfill)

Lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai penimbunan sampah, baik yang berskala rumah tangga maupun lingkungan merupakan alternatif area penanaman. Untuk penanaman pada lubang sampah skala rumah tidak serumit pada skala lingkungan. Pada penanaman di lokasi penimbunan sampah skala lingkungan terdapat hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut. a. Pemantapan permukaan dengan tanah setebal 15 – 45 cm. b. Karena permukaannya cenderung tidak rata, maka sebaiknya tidak membangun struktur penunjang taman yang berlebihan (seperti bangku taman, shelter, area bermain, dan lain-lain) di atasnya untuk meminimalkan terjadinya kerusakan dan gangguan terhadap aktivitas maupun struktur tersebut.

156 c. Jika membuat saluran utilitas (irigasi, listrik) sebaiknya di permukaan atau sedikit di bawah permukaan untuk mempermudah pemeliharaan. d. Mengatasi adanya gas-gas hasil dekomposisi sampah dengan membuat sumur pengumpul sekitar. e. Menghindari penanaman pada lokasi-lokasi yang memiliki suhu tanah yang tinggi karena dapat mematikan tanaman. f. Memilih jenis tanaman yang toleran terhadap kondisi landfill (misalnya toleran terhadap gas-gas yang dihasilkan, tanah yang dangkal, tingginya hembusan angin, drainase yang buruk, dan adanya genangan).
5. Pembuatan Dinding Hijau (Greenwall)

gas,

yang

selanjutnya

jika

diberi

perlakuan

tertentu

dapat

dimanfaatkan sebagai penghasil energi yang dapat digunakan untuk lingkungan

Penanaman ini dilakukan pada struktur vertikal seperti tanggul atau dinding penahan (retaining wall) yang pada umumnya dibangun untuk menahan lereng. Penanaman atau penghijauan pada area ini selain membantu meningkatkan kestabilan lereng, juga menjadikan dinding lebih menarik dan bahkan dapat menciptakan habitat bagi satwa.

E. Rangkuman

Penataan tanaman dapat dilakukan pada berbagai tipe lanskap, antara lain, taman instan, taman rumah tinggal, jalur hijau jalan, lanskap perkotaan area-area khusus. Penanaman pada area khusus, seperti penanaman dengan bak tanaman (planter box), lahan berlereng, area yang tergenangi secara periodik, area bekas penimbunan sampah (landfill), dan pembuatan dinding hijau (greenwall).

PENUTUP A. Tugas dan Latihan

Untuk memantapkan pemahaman Anda tentang penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap, Anda perlu mengerjakan tugas-tugas di bawah ini dan mendiskusikannya dengan kawan-kawan Anda!

157 1. Jelaskan apa yang dimaksud taman instan, taman rumah tinggal, jalur hijau jalan, dan lanskap perkotaan area-area khusus. 2. Berikan contoh gambar desain taman-taman tersebut.
Petunjuk Jawaban: Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda harus

memperhatikan rambu-rambu berikut: 1. Buatlah kelompok belajar dan diskusikan pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan kawan-kawan Anda. 2. Renungkan tentang penataan tanaman pada berbagai tipe lanskap.

B. Tes Formatif/Evaluasi Kegiatan Pembelajaran

Lingkari huruf di depan jawaban yang paling benar dari setiap soal di bawah ini! 1. Kelebihan tanaman instan adalah............. A. Biaya relatif mahal B. Pembuatan desain kompleks C. Dapat dibongkar pasang D. Dapat dikerjakan oleh arsitek lanskap 2. Ukuran lahan yang sempit bagi peruntukan taman akan lebih pas bila dipilih elemen tanaman yang............. A. Bertekstur halus B. Bertekstur kasar C. Berukuran besar D. Berwarna terang 3. Persyaratan pohon tepi jalan secara ekologis adalah............. A. Menggugurkan daun B. Kebutuhan air banyak C. Tajuk yang jarang D. Tidak disukai oleh kupu-kupu 4. Pemilihan jenis tanaman untuk planter box sebaiknya memilih tanaman yang............. A. Berukuran besar B. Batangnya besar

Suwita A. Pramukanto Q. Munandar A. C.... Arifin HS. Cepat pertumbuhan untuk pohon 5. 2008. Akan tetapi. . apabila tingkat penguasaan Anda masih dibawah 80%. Nurhayati.. terutama bagian yang belum Anda kuasai. Anda harus mengulangi Bab 11. Jakarta: Penebar Swadaya. 2006.158 C. 2. Sampoerna Hijau Kotaku Hijau. 22 Desain Taman Mungil. Saluran irigasi dibuat jauh di permukaan D.. Sumber/Referensi 1.. 3. Membangun struktur penunjang seperti area bermain C.. Perakaran tidak intensif D.. Rumus: Jumlah jawaban yang benar × 100% 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: Tingkat penguasaan = 90% 80% 70% . 2007.. Damayanti VD. Arifin HS.... Arifin HS. Pemilihan tanaman yang toleran gas Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif yang terdapat di bagian akhir bab ini.100% 89% 79% 69% = baik sekali = baik = cukup = kurang Apabila tingkat penguasaan anda mencapai 80% ke atas. Taman Instan. Hal yang perlu diperhatikan pada penanaman di lokasi penimbunan sampah adalah. Pemantapan permukaan tanah setebal < 15 cm B. kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Bab 11. Bogor: Tim Sampoerna Hijau. bagus! Anda cukup memahami Bab 11. A. Jakarta: Penebar Swadaya. Hitunglah jawaban Anda yang benar.

159 D. Kunci Jawaban 1. c 2. d 4. d . c 5. a 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful