Vektor

BAB I VEKTOR

1.1

Pengertian

Banyak kuantitas fisik, seperti luas, panjang, massa dan temperatur, dapat dijelaskan secara lengkap apabila besaran kuantitas tersebut telah diberikan. Kuantitas seperti ini dinamakan skalar. Kualitas fisik lainnya disebut vektor, penjelasannya tidak begitu lengkap sehingga baik besarannya maupun arahnya dapat dispesifikasikan. Sebagai contoh, angin yang bergerak pada umumnya digambarkan dengan memberikan kecepatan dan arahnya, misalnya mendekati 20 mil / jam. Vektor-vektor dapat dinyatakan secara geometris sebagai segmen – segmen garis terarah ataupun panah-panah di ruang-2 atau ruang-3; arah panah menentukan arah vektor dan panjang panah menyatakan besarnya. Ekor panah disebut titik awal (initial point) dari vektor, dan ujung panah dinamakan titik terminal (terminal point).

B

A (a) (b)

Gambar 1.1 Pada gambar 1.1a, titik awal vector v adalah A da titik terminalnya adalah B, maka dituliskan v=
−→

AB

1

Aljabar Linear

Vektor – vektor yang mempunyai panjang dan arah yang sama, seperti pada gambar 3.1b disebut ekivalen. Untuk menuliskan panjang vektor v digunakan notasi |v|

1.2 a.

Operasi – operasi pada vector Penjumlahan Vektor Ada 2 metode yang dapat digunakan untuk menjumlahkan 2 buah vektor a.1 Metode Jajaran Genjang
a+b b

a

Gambar 1.2 Vektor hasil (resultant) yaitu a + b diperoleh dari diagonal jajaran genjang yang dibentuk oleh vektor a dan b setelah titik awal dan titik akhir ditempatkan berimpit. a.2 Metode Segitiga
b a a b

a+b

a+b

Gambar 1.3

2

Aljabar Linear

Resultan diperoleh dengan menempatkan titik awal salah satu vektor pada titik ujung vektor yang lain, maka resultannya adalah vektor bertitik awal di titik awal a dan bertitik ujung di titik ujung b

Catatan : 1. 2. Penjumlahan vektor bersifat komutatif, a + b = b + a Metode Segitiga baik sekali digunakan untuk menjumlahkan lebih dari 2 vektor. Misalnya a + b + c + d + e , maka resultannya adalah vektor dengan titik awal di titik awal vektor a dan bertitik ujung di titik ujung vektor e Pengurangan vektor a dan b adalah a – b = a + (-b)

3.

b.

Perkalian Skalar Jika k adalah suatu skalar bilangan riil, a suatu vektor, maka perkalian skalar ka menghasilkan suatu vektor yang panjangnya |k| kali panjang a dan arahnya sama dengan arah a bila k positif atau berlawanan arah bila k negatif. Bila k = 0 maka ka =0 disebut vektor nol, yaitu vektor yang titik awal dan titik ujungnya berimpit. a

2a

-2a

Gambar 1.4

3

Aljabar Linear

1.3 a.

Susunan Koordinat Ruang-n Ruang dimensi satu (R1)

R

O

P

E

A

Gambar 1.5

Titik O mewakili bilangan nol, titik E mewakili bilangan 1. Ditulis O(0), E(1), P( 2 5 ) artinya P mewkili bilangan 2 5 dan kita letakkan P sehingga OP =
2 5

satuan ke arah E (arah positif).

b.

Ruang dimensi dua (R2) Setiap pasangan bilangan riil (koordinat titik) dapat diwakili oleh sebuah titik pada suatu bidang rata, yang membentuk susunan koordinat di dalam ruang dimensi dua, ditulis R2.
X2

D E2

A(1,2)

B(3,1) X1

o

E1

C

Gambar 1.6

4

Aljabar Linear

c.

Ruang dimensi tiga (R3)

X3

C

B(0,3,3)

X2

A

D

X1

Gambar 1.7 d. Ruang dimensi n (Rn) Secara umum untuk Rn dimana n adalah bilangan bulat positif, suatu titik di dalam Rn dinyatakan sebagai n-tupel bilangan riil. Misalnya titik X(x1, x2, ...,xn)

1.4 Vektor di dalam Ruang Rn Lebih dahulu kita pandang suatu susunan koordinat di R2. Suatu vektor disebut satuan bila panjangnya = 1.

5

a2 disebut komponen – komponen dari a Panjang vektor a adalah 2 a12 + a 2 Secara umum untuk vektor p yang titik awalnya P(p1. p2) dan titik ujungnya di Q(q1. a2) e2 e1 a1e1 Gambar 1.0] e2 = [0.1) Kemudian kita tulis e1 = 1e1 + 0 e2 e2 = 0e1 + 1 e2 Yang selanjutnya penulisan itu disingkat dengan e1 = [1. a2).0) dan titik ujungnya adalah E1(1.8 Bilangan – bilangan a1. q2) : 6 .Aljabar Linear Kita ambil sekarang vektor satuan : e1 = OE1 yang titik awalnya O(0.0) dan titik ujungnya adalah E2(0. a2e2 A(a1.0) dan titik ujungnya titik A(a1.1] Sekarang pandang vektor a yang titik awalnya O(0.0) e2 = OE2 yang titik awalnya O(0. Vektor a disebut vektor posisi dari titik A.

e3 = [0. …. a2.5) dan Q(2. (q1 − p1 ) 2 + ( p 2 − q 2 ) 2 + . …. Carilah komponen – komponen vektor yang bertitik awal di P dan terminal di Q a. …. -7.0…. ….….5. a2.0. qn) adalah panjang vektor PQ yaitu : |PQ| = 4.. an] adalah |a| = 2 2 a12 + a 2 + .…. -3] 7 . Vektor posisi dari titik A(a1. 4) yang mempunyai arah seperti v = [7. q2. qn) adalah PQ = [q1 – p1. + ( p n − q n ) 2 Vektor – vektor satuan dari susunan koordinat adalah e1 = [1. p2.. pn) dan Q(q1. p2. pn) dan bertitik ujung di Q(q1. P(6. (q2 – p2)] Kesimpulan (untuk Rn): 1. a2.. qn – pn ] Panjang vektor a = [a1. q2 – p2.0]. …. q2.8) b.0].0. + a n Jarak 2 titik P(p1.8) dan Q(8.. … . an] Vektor bertitik awal di P(p1.0].0.1. P(3. -1. …. Carilah vektor yang bertitik awal P(2. …. Latihan : 1... dst. 2. -3) 2. an) adalah OA = [a1.Aljabar Linear PQ = = (q1 – p1) e1 + (q2 – p2) e2 [(q1 – p1). e2 = [0.0. 3.1. 6.

.5 Beberapa Dalil pada Operasi Vektor Untuk setiap vektor a = [a1. 1) dan Q(6. Misalkan P adalah titik (2.3) dan Q(7. -7) yang mempunyai arah berlawanan dengan v = [-2.. (k + m)a = ka + ma (7). 4] b. . . b = [b1. 7. Hitunglah jarak antara P dan Q bila a. Carilah vektor yang bertitik terminal Q(2. k adalah skalar – skalar. b3. . -4. . a+0=a (5). . -7. v = [3. c=[c1. 3. b2. k(a + b) = ka + kb (4)..6 Dot Product (Hasil Kali Titik) Definisi Bila v dan w adalah vektor. 3) 1. 1) a.Aljabar Linear 3. . 4. Carilah titik pada segmen garis yang menghubungkan P dan Q yang 3 4 dari P ke Q. (km)a = k(ma) = m(ka) 1. Carilah titik tengah dari segmen garis yang menghubungkan P dan Q b. dan θ adalah sudut antara v dan w (0 ≤ θ ≤ π) 8 . P(1. -1] 4. 1. 0. dan m. an] . -2) dan Q adalah titik (7. P(2. Hitunglah panjang v bila a. maka berlaku : (1). a2.. v = [-8. bn] . . a+b=b+a (2). c3. .8) b. 4] 6. a3. cn] ∈ Rn. (a + b) + c = a + (b + c) (3). 5. c2. a + (-a) = 0 (6).

|w – v|2) Dengan mensubstitusikan 2 2 |v|2 = v12 + v 2 + v3 2 2 dan |w|2 = w12 + w2 + w3 dan |w – v|2 = ( w1 − v1 ) 2 + ( w2 − v 2 ) 2 + ( w3 − v3 ) 2 Maka setelah disederhanakan akan diperoleh : 9 ... v2.. Dan θ adalah sudut antara v dan w . w2...2) dapat dituliskan kembali sebagai : 2|v||w| cos θ = |v|2 + |w|2 .. w3) adalah 2 vektor tak nol..|w – v|2 |v||w| cos θ = 1 (|v|2 + |w|2 ...... v3) θ θ Q(w1.2) Karena PQ = w – v maka dapat (1...w = 1 2 (|v|2 + |w|2 .. v3) dan w = (w1. w didefinisikan dengan : ⎧| v | | w | cos θ v..|w – v|2) 2 Atau v.(1..w = ⎨ 0 ⎩ jika v ≠ 0 dan w ≠ 0 jika v = 0 atau w = 0 .9 Perhatikan gambar 1.9 di atas. Jika v =(v1.. v2.... w2...1) z P(v1. maka hokum cosinus menghasilkan : | PQ |2 = |v|2 + |w|2 – 2|v||w| cos θ −→ −→ ……………… (1.Aljabar Linear Maka hasil kali titik (dot product) v.. w3) y x Gambar 1.

w = v1w1 + v2w2 + v3w3 Jika v dan w bukan vektor nol. dan teknik. kita perlu membentuk vektor di ruang-3 yang tegak lurus dengan 2 vektor lain yang diberikan.(1) + (1)(2) = 2 – 1 + 2 = 3 |v| = 4 +1+1 = 6 6 .(1) + (-1). v2. w = (2). w3) adalah vektor – vektor di Ruang-3. 1) dan w=(1. maka hasil kali silang (cross product) v x w adalah vektor yang didefinisikan oleh 10 .1 Diketahui vektor v = (2. w2. Definisi Jika v =(v1.Aljabar Linear v.1) dapat ditulis dengan Cos θ = v. fisika. maka persamaan (1. v3) dan w = (w1.w | v || w | Contoh 1. 2) Carilah v. Jawab : v.w dan tentukan sudut antara v dan w.7 Cross Product (Hasil Kali Silang) Dalam banyak penerapan vektor pada bidang geometri. -1. 1. maka sudut antara v dan w adalah 60o |w| = 1 + 1 + 4 = Jadi Cos θ = 3 = 6 1 2 1.

w)2 = |v|2 |w|2 . 1) Jawab : ⎡1 2 − 2⎤ ⎢3 0 1 ⎥ ⎣ ⎦ ⎛2 −2 1 −2 1 2⎞ ⎟ uxv = ⎜ ⎜ 0 1 .w)2 (Identitas Lagrange) Jika θ adalah sudut di antara v dan w .cos2 θ) = |v|2 |w|2 sin2 θ Jadi 11 . − 6 ) Teorema Jika v dan w adalah vector dalam Ruang-3. 2.(|v| |w| cos θ)2 = |v|2 |w|2 . 0. maka 1. 3 0 ⎟ ⎝ ⎠ = (2. |v x w|2 = |v|2 |w|2 – (v.w = |v| |w| cos θ. v. v3w1 – v1w3. − 7.− 3 1 . (v x w) = 0 3.− w3 w1 v3 v1 . sehingga Identitas Lagrange dapat dituliskan kembali sebagai : |v x w|2 = |v|2 |w|2 – (v. maka v. (v x w) = 0 2. w3 w1 v2 w2 ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ Contoh 1.Aljabar Linear v x w = (v2w3 – v3w2.|v|2 |w|2 cos2 θ = |v|2 |w|2 (1 . v.2 Carilah u x v dimana u = (1. v1w2 – v2w1) atau dalam notasi determinan ⎛v vxw = ⎜ 2 ⎜w ⎝ 2 v3 v1 . -2) dan v=(3.

b2.Aljabar Linear |v x w| = |v| |w| sin θ |w| |w| sin θ v |v| Jadi luas A dari jajaran genjang di atas diberikan oleh A = |v| |w| sin θ = |v x w| 1. a3) dan B(b1.6 Misalkan titik A(a1.8 Persamaan Garis LUrus dan Bidang Rata a. a2. Garis Lurus A B X O g Gambar 1. b3) 12 .

b3-a3] Persamaan (1. b2. b. a2.a1. kelipatan dari AB ) disebut vector arah garis lurus tersebut. Kemudian bila a ≠ 0. a2.3) + −→ −→ −→ −→ −→ −→ −→ −→ λ [b1- a1.(1. a3) dengan vector arah a = [a. c]. ………………………………………. b2-a2. c ≠ 0. maka persamaannya adalah : [x1. x3] = [a1. a2. b3-a3] Untuk setiap titik sebarang pada g berlaku AX = λAB.4) Persamaan (1. dengan kata lain.Aljabar Linear Maka OA = [a1. a2. a3) dan B(b1. b3] dan AB = [b1. Vektor AB (atau vektor lain yang terletak pada g. x2. Jadi bila garis lurus melalui titik A(a1.4) dapat ditulis menjadi : x1 = a1 + λ b1 x2 = a2 + λ b2 x3 = a3 + λ b3 yang disebut dengan persamaan parameter garis lurus. b3). a3] ……………………………………(1. b2-a2. a3] dan OB = [b1. b ≠ 0. b2. Jelas OX = OA + AX = OA + λ AB Atau [x1. diperoleh : a3] + _ −→ −→ λ [a. a2.3) di atas disebut persamaan vektoris garis lurus yang melalui 2 titik A(a1. λ kita eliminasikan dari persamaan parameter di atas. c] 13 . x3] = [a1. x2. b.

r3) pada sebuah bidang rata seperti di atas. c]. a3) dengan vektor arah [a.7 Misal diketahui 3 titik P(p1.Aljabar Linear λ= ( x − a3 ) ( x1 − a1 ) ( x − a2 ) = 2 = 3 a b c Merupakan persamaan linier garis lurus melalui titik A(a1. a2. q2. b. r2. Bidang Rata Q P R O Gambar 1. r2-p2. q3-p3] −→ −→ PR = [r1-p1. berlaku PX = λ PQ + μ PR Jelas dari gambar −→ −→ −→ −→ OX = OP + PX −→ −→ 14 . b. q2-p2. p2. p3) . Maka PQ = [q1-p1. r3-p3] Untuk setiap titik pada bidang. Q(q1. q3) dan R(r1.

q3-p3] + μ [r1-p1. a . Kedua vektor PQ dan PR adalah vektor arah bidang. 3. 1] Carilah u. 3] . Jarak A(2. -k. -3. 2] dan v = [4. 7] dan b = [6. b bila a = [2. 6] dan b = [8. -3] b. v = [0. k. hitunglah a. (u x v) x (v x w) d. Latihan : 1. 15 . r3-p3] Adalah persamaan vektoris bidang yang melalui 3 titik. 0. 0) . Tentukan : a. -2. -3] tegak lurus b = [4. 5] mempunyai panjang 39 b. k. Tentukan k supaya a = [1. 2. u x (v – 2w) f. 2. u = [-3. v x w b. (u x v) – 2w a. 1) c. 1. p3] + λ [q1-p1. -2. 2] dan v = [6. u x (v x w) c.Aljabar Linear = OP + λ PQ + μ PR Atau [x1. -8] Carilah sudut antara u dan v pada soal (3) −→ −→ −→ −→ −→ 2. Berapa sudut antara a = [1. 4. Tentukan persamaan vektoris dari garis lurus x1 – 3 = x2 – 4 = -x3 + 2 = 3x4 +2 6. Jarak vektor a = [ 1. Misalkan u = [2. 4. 3. -1. 2. -5] b. r2-p2. -5] a. 1. 5. B(-1. Tentukan k supaya a = [1. 1. x2. 4. 1] c. v untuk a. q2-p2. p2. 4] dan b = [0. x3] = [p1. u = [ 1. 5]. 7] dan w = [1. (u x v) x w d.

8. 16 . 2. 31] c. z] = [1. z] = [7.1] + λ [1. y. 6] serta sejajar dengan garis lurus h : [x. 2. 10] + λ [1. 3] + λ [4. 2] Tentukan persamaan bidang rata yang melalui garis lurus g : [x. x2. y.1. 5.Aljabar Linear b. x3] = [1. Tentukan persamaan bidang rata yang melalui (1. 2.1) dan garis lurus g : [x1. 0.

v. Untuk setiap u di V.1 Ruang Vektor Umum Definisi Misalkan V sebarang himpunan benda yang dua operasinya kita definisikan yaitu penjumlahan dan perkalian dengan skalar (bilangan riil). (k + l)u = ku + lu (9). yang kita namakan jumlah u dan v. u + (v + w) = (u + v) + w (4). Jika k adalah sebarang skalar dan u adalah sebarang vektor di V. 1u = u 17 . k(u + v )= ku + kv (8). yang mengandung elemen u + v.Aljabar Linear BAB II RUANG VEKTOR 2. Ada vektor 0 di V sehingga 0 + u = u + 0 = u untuk semua u di V (5). k(lu) = l(ku) (10). Penjumlahan tersebut kita pahami untuk mengasosiasikan sebuah aturan dengan setiap pasang benda u dan v dalam V. maka ku berada di V (7). yang dinamakan perkalian skalar u oleh k. dengan perkalian skalar kita artikan setiap benda u pada V yang mengandung elemen ku. terdapat –u sehingga u + (-u) = (-u) + u = 0 (6). w pada V dan oleh semua skalar k dan l. maka kita namakan V sebuah ruang vektor dan benda – benda pada V kita namakan vektor : (1). Jika u dan v adalah benda – benda pada V kita namakan vektor (2). u+v=v+u (3). Jika semua aksioma berikut dipenuhi oleh semua benda u.

2 SubRuang (subspace) Definisi Subhimpunan W dari sebuah ruang vektor V disebut sub ruang (subspace) V jika W itu sendiri adalah ruang vektor di bawah penjumlahan dan perkalian skalar yang didefinisikan pada V. u = αv.αv = 0. λ1 u1 + λ2 u2 + … + λi 0+ … + λm um = 0 dipenuhi juga oleh λI ≠ 0 3. karena λu = 0 λ0 = 0 terpenuhi juga untuk λ ≠ 0 b. … um) Sebaliknya himpunan (u1. u2. Catatan : 1. misalnya {u1.0. artinya terdapat λ ≠ 0 pada λ1 v + λ2 u = 0 18 . JIka u dan v adalah 2 vektor yang berkelipatan. 2. … um) disebut bebas linier (linearly independent) jika λ1 u1 + λ2 u2 + …+ λm um = 0 hanya dipenuhi oleh λ1= λ2 = …= λm = 0. Bila λ ≠ 0. u2. … um) maka himpunan itu tak bebas linier. akan tak bebas linier. Jika dalam himpunan terdapat vektor 0. λ2.….Aljabar Linear 2. Jika m=1. u2. λm yang tidak semuanya nol sedemikian hingga (u1. maka : a. akan bebas linier karena λu=0 hanya dipenuhi oleh λ =0 2.3 Vektor yang Bebas Linier dan Tak Bebas Linier Definisi Himpunan m buah vektor (u1. u2. …. Sebab u = αv 1u . maka mereka tak bebas linier. Bila u = 0 (vektor nol). … um) disebut tak bebas linier (linearly dependent) bila terdapat skalar – skalar λ1.

v kombinasi linier dari 2 vektor u1 dan u2. (3) 19 . 1. λ2. diperoleh λ1 = -1 dan λ2 = 1 Jadi penulisan yang diminta adalah a = -b + c 2. yang tidak sebidang. u1 dan u2 disebut koplanar (sebidang). dan λ2 yang memenuhi [2. 1. 0. c = [3. 2]. 0. 2] = λ1 [1. (2). 5] 2 = λ1 + 3 λ2 1 = λ2 2 = 3 λ1 + 5 λ2 Dengan substitusi.4 Kombinasi Linier Definisi Suatu vektor v dikatakan kombinasi linier dari vektor – vektor (u1. λ2u2 dan λ3u3. λm sedemikian hingga v = λ1 u1 + λ2 u2 + …+ λm um.1 a = [2. yaitu v = λu yang mana v adalah kelipatan dari u dengan garis pembawanya sama (atau sejajar). u2. v dan u disebut koliner (segaris). … um) bila terdapat skalar – skalar λ1. 1. Contoh 2. Arti Kombinasi Linier Secara Ilmu Ukur Kalau v kombinasi linier dari suatu vektor u.Aljabar Linear 2. 5] Kita hendak menyatakan a sebagai kombinasi linier dari b dan c Kita hitung λ1. 3] + λ2 [3. 3].5 (1). u2 dan u3. v kombinasi linier dari 3 vektor u1 . yaitu v = λ1u1 + λ2u2 maka v adalah diagonal jajaran genjang yang sisi – sisinya λ1u1 dan λ2u2 . yaitu v = λ1u1 + λ2u2 + λ3u3 maka v adalah diagonal paralelepipedum yang sisi – sisinya λ1u1. b = [1. 1. ….

1] dan q = [2. S bebas linier (ii) S merentang V Definisi Dimensi sebuah ruang vektor V yang berdimensi berhingga didefinisikan sebagai banyaknya vektor pada basis untuk V. Vektor u maupun v ≠ 0. 14. ….Aljabar Linear 2. vr} merupakan himpunan berhingga dari vektor – vektor pada S. jadi sistem pembentuk bebas linier. p = [1. -2. 7.2 Tentukan dimensi dari ruang vektor yang dibentuk oleh : (i). Berarti dimensi = 2 Kedua vektor berkelipatan. 22. 2] (ii). -4.6 Dimensi dan Basis Definisi Jika V adalah sebarang ruang vektor dan S = {v1. u = [5. Contoh 2. 3. v2. (ii). Kedua vektor pembentuk tidak berkelipatan. maka S disebut basis untuk V jika : (i). 5. 11. jadi keduanya merupakan sistem pembentuk yang bebas linier. Berarti dimensi = 1 20 . 4] dan v = [10. 8] Jawab : (i).

0. 2. 1] (iii) u = [1. 2]. 4] . 1. r = [1.q. 1] (iii). 0. w = [2. p = [1. dan r = [ 4. Apakah himpunan – himpunan vektor ini merupakan basis R-3 ? (i). 1] . q = [2. 2] 2. 4] 3. 5]. q= [2. [1. 3] (ii).q} 21 . 1.Aljabar Linear Latihan: 1. -2. 3. 1]. 2] Ditanya : (i) Nilai x supaya L berdimensi 2 (ii) Nilai y supaya vektor a = [3. b= [1.r} (iii) Koordinat a di atas relative terhadap basis {p. Tentukan dimensi dan basis dari ruang vektor yang dibentuk oleh : (i). 2]. 0. a = [1. 3] . 0. 4] ∈ L{p. 0]. 4] (ii). [1. 5] . [1. 0]. 2]. [1. 0]. [1. 1]. [5. 3. 3. x-2. 4. 1. 2. [1. 1. 2-y. Diketahui L dibentuk oleh p = [1. [1. 0. v = [3. c = [5. 1. 1. 2.

1 Pengertian Matrik adalah himpunan skalar yang disusun secara empat persegi panjang (menurut baris dan kolom) Skalar – skalar itu disebut elemen matrik. mxn disebut ordo (ukuran) dari matrik A. Secara lengkap ditulis matrik A=(aij). matrik berukuran sama. Perkalian skalar terhadap matrik 22 .3 1.Aljabar Linear BAB III MATRIK 3. Untuk batasnya biasanya digunakan: ( ). artinya suatu matrik A yang elemen – elemennya adalah aij dimana index i menunjukkan baris ke-i dan indeks ke–j menunjukkan kolom ke–j . [ ].2 Notasi Matrik Matrik diberi nama dengan huruf besar. maka A + B adalah suatu matrik C = (cij) dimana cij = aij + bij untuk setiap I dan j 2. Operasi pada Matrik Penjumlahan matrik Syarat : ukuran matrik harus sama. 3. Sehingga bila matrik disusun secara A(mxn) = (aij). || || 3. Jika A = (aij) dan B = (bij).

A + B = B + A (komutatif) 2. untuk setiap i = 1.Aljabar Linear Kalau λ suatu skalar (bilangan) dan A = (aij).p dan j = 1. B. Perkalian matrik Pada umumnya matrik tidak komutatif terhadap operasi perkalian : AB ≠ BA.…. … r 23 . Selalu ada matrik D sedemikian hingga A + D = B 3. maka matrik λA = (λaij). dengan kata lain.2. Pada perkalian matrik AB. Hukum pada penjumlahan dan perkalian scalar : Jika A. λ(A + B) = λA + λB (distributif) 4.2. matrik A disebut matrik pertama dan B matrik kedua. Syarat : Jumlah kolom matrik pertama = jumlah baris matrik kedua Definisi : Panjang A = (aij) berukuran (p x q) dan B = (bij) berukuran (q x r). C adalah matrik berukuran sama. dan λ adalah skalar maka : 1. matrik λA diperoleh dengan mengalikan semua elemen matrik A dengan λ. (A + B) + C = A + (B+C) (asosiatif) 3. Maka perkalian AB adalah suatu matrik C = (cij) berukuran (p x r) dimana : cij = ai1 b1j + ai2 b2j + … + aiq bqj.

2. Dengan kata lain : AT = (aji) Sifat – sifat matrik transpose 1. AB ≠ BA Jika AB = 0 (matrik 0 ) .Aljabar Linear Hukum pada perkalian matrik : 1.m sebagai kolom ke –i dari AT.4 Beberapa Jenis matrik Khusus 24 . Transpose dari suatu matrik Pandang suatu matrik A = (aij) berukuran (m x n) maka transpose dari A adalah matrik AT berukuran (n x m) yang didapatkan dari A dengan menuliskan baris ke – i dari A. 4.2. dan (B + C) A = BA + CA. 2. kemungkinan kemungkinannya adalah : (i). (A + B)T = AT + BT (AT)T = A λ(AT) = (λA)T (AB)T = BT AT 3. i = 1. 3. A = 0 dan B = 0 (ii) A = 0 atau B = 0 (iii) A ≠ 0 dan B ≠ 0 Bila AB = AC belum tentu B = C 5. yaitu matrik yang semua elemennya adalah = 0. 3. memenuhi hukum distributif A(BC) = (AB)C . 4.…. memenuhi hukum asosiatif Perkalian tidak komutatif. A(B + C) = AB + AC. 4.

6. 7. Matrik segitiga atas (upper triangular) adalah matrik bujursangkar yang semua elemen di bawah diagonal utama = 0. … ann disebut diagonal utama dari matrik bujursangkar A Matrik nol adalah matrik yang semua elemennya adalah 0 Matrik diagonal matrik bujursangkar yang semua elemen di luar diagonal utamanya 0. 4. Barisan elemen a11. Matrik simetris adalah matrik yang transposenya sama dengan dirinya sendiri. 3. Matrik skalar adalah matrik diagonal dengan semua elemen diagonal utamanyanya = k Matrik segitiga bawah (lower triangular) adalah matrik bujursangkar yang semua elemen di atas diagonal utama = 0. a22. 8.Aljabar Linear 1. 2. 9. Matrik anti simetris adalah matrik yang transposenya adalah negatifnya. Matrik identitas adalah matrik diagonal yang elemen – elemen diagonal utama adalah 1. sehingga disebut berordo n. 25 . 5. Matrik bujursangkar adalah matrik dengan jumlah baris = jumlah kolom.

disebut invers dari transformasi elementer tersebut. Kita dapat mencari A.A = A2 = A. 3. 26 . Bila Ar = 0. Penukaran tempat baris ke – i dan baris ke – j ditulis H ij (A) b. Matrik hermitian adalah matrik yang bila transpose hermitiannya adalah sama dengan dirinya sendiri. nilpotent Bila berlaku A. ditulis K i (λ ) 3a. 10.5 Transformasi (Operasi) elementer pada baris dan kolom suatu matrik Yang dimaksud dengan transformasi elementer pada baris dan kolom suatu matrik A adalah sebagai berikut : 1a.Aljabar Linear . Mengalikan kolom ke – j dengan skalar λ ≠ 0 . Matrik idempoten. Menambah kolom ke – i dengan λ kali kolom ke – j ditulis Kij(λ)(A) Misalnya kita telah mengetahui matrik B sebagai hasil transformasi elementer dari A. Menambah baris ke – i dengan λ kali baris ke – j ditulis Hij(λ)(A) b. Penukaran tempat kolom ke – i dan kolom ke – j ditulis K ij (A) 2a Mengalikan baris ke – i dengan skalar λ ≠ 0 . maka A nilpotent dengan index r (dimana r adalah bilangan bulat positif terkecil yang memenuhi hubungan tersebut) 11. maka A dikatakan matrik idempoten. ditulis H i (λ ) (A) (A) b.

Dan X adalah pemecahan bagi AX = 0 dimana AX = 0 adalah bentuk matrik dari sistem : a11x1 + a12x2 + … + a1nxn = 0 a21x1 + a22x2 + … + a2nxn = 0 .Aljabar Linear Matrik ekivalen Dua matrik A dan B dikatakan ekivalen (A~B) apabila salah satunya dapat diperoleh dari yang lin dengan transformasi – transformasi elementer terhadap baris dan atau kolom. . Matrik Elementer Sebuah matrik n x n disebut matrik elementer jika matrik tersebut dapat diperoleh dari matrik identitas n x n yaitu In dengan melakukan sebuah operasi baris elementer tunggal. 3. an1x1 + an2x2 + … + annxn = 0 Jika kita memecahkannya dengan menggunakan eliminasi Gauss Jordan. .6 Mencari solusi dengan menggunakan eliminasi Gauss Jordan Misal diketahui matrik A adalah matrik bujursangkar. maka sistem persamaan yang bersesuaian dengan bentuk eselon baris tereduksi dari matrik yang diperbesar akan menjadi : x1 =0 27 . maka dikatakan ekivalen baris. Jika transformasi elementernya pada baris saja. Begitu juga dengan kolom.

. .Aljabar Linear x2 =0 . a nn 3. 0⎤ 0⎥ ⎥ . . a2n .⎥ ⎥ . .⎥ ⎥ 0⎥ ⎦ .1: ⎡1 2 3⎤ Cari invers matrik A = ⎢2 5 3⎥ ⎢ ⎥ ⎢ 1 0 8⎥ ⎣ ⎦ Jawab : Pada akhir operasi . . xn =0 dan matrik yang diperbesar tersebut adalah : ⎡ a11 ⎢a ⎢ 21 ⎢ . ⎢ ⎢ a n1 ⎣ a12 a 22 .7 Mencari invers matrik Contoh 3. . . . . ⎢ . an2 . . a1n . . ⎢ ⎢ . . . . matrik dibentuk menjadi [I |A-1] dari bentuk asal [A | I] ⎡1 2 3 ⎢2 5 3 ⎢ ⎢1 0 8 ⎣ 1 0 0⎤ 0 1 0⎥ ⎥ 0 0 1⎥ ⎦ ( −2 ) dengan operasi elementer H 21 dan H 21 ( −1) menjadi 28 .⎥ .

Aljabar Linear 3 ⎡1 2 ⎢0 1 − 3 ⎢ ⎢0 − 2 5 ⎣ 0 0⎤ − 2 1 0⎥ ⎥ − 1 0 1⎥ ⎦ 1 ( 2) dengan operasi elementer H 32 ⎡1 2 3 ⎢0 1 − 3 ⎢ ⎢0 0 − 1 ⎣ 0 0⎤ − 2 1 0⎥ ⎥ − 5 2 1⎥ ⎦ 1 menjadi dengan operasi elementer H 3 ⎡1 2 3 ⎢0 1 − 3 ⎢ ⎢0 0 1 ⎣ 0⎤ −2 1 0⎥ ⎥ 5 − 2 − 1⎥ ⎦ 1 0 ( −1) menjadi dengan operasi elementer H 13 ( −3) dan H 23 ( 3) menjadi ⎡1 2 0 ⎢0 1 0 ⎢ ⎢0 0 1 ⎣ − 14 6 3⎤ 13 − 5 − 3⎥ ⎥ 5 − 2 − 1⎥ ⎦ ( −2 ) dengan operasi elementer H 12 menjadi ⎡1 0 0 ⎢0 1 0 ⎢ ⎢0 0 1 ⎣ − 40 16 9 ⎤ 13 − 5 − 3⎥ ⎥ 5 − 2 − 1⎥ ⎦ ⎡− 40 16 9 ⎤ Jadi invers dari matrik A adalah ⎢ 13 − 5 − 3⎥ ⎢ ⎥ ⎢ 5 − 2 − 1⎥ ⎣ ⎦ 29 .

Tentukan transpose hermitian dari : ⎡2 + i Q= ⎢ ⎣3 + i 6. A = ⎢ ⎥ ⎢− 1 3 5⎥ ⎣ ⎦ 2. ⎡2 1⎤ Carilah 3A2 + 2A – 3I2.H 2 ( 2) . K3 ( 2) terhadap A.Aljabar Linear LATIHAN: 1. 5. bila A = ⎢ ⎥ ⎣ 3 4⎦ 5⎤ ⎡− 1 3 ⎢ 1 − 3 − 5⎥ Tunjukkan bahwa A adalah matrik idempoten. Diketahui transformasi elementer H 31 Carilah B tersebut. matrik B dihasilkan dari sederetan ⎢ ⎥ ⎢1 3 0 1 ⎥ ⎣ ⎦ ( −1) 4. H 12 . i x2 sin ix ⎤ π ⎥ ⎦ Cari solusi dari persamaan linier berikut ini : x1 + 2x2 + 3x3 = 5 2x1 + 5x2 + 3x3 = 3 x1 + + 8x3 = 17 30 . . 3. ⎡ 3 2⎤ Carilah invers dari A = ⎢ ⎥ ⎣ 4 3⎦ ⎡3 1 2 1⎤ A = ⎢4 1 0 2⎥ . K 41 (1) .

⎡1 − 1 2⎤ ⎡− 5 − 1 0⎤ X⎢ ⎥ = ⎢ 6 − 3 7⎥ ⎣3 0 1⎦ ⎣ ⎦ 31 .Aljabar Linear 7. b. Pecahkan persamaan matrik untuk X dalam masing – masing bagian berikut : ⎡− 1 0 1 ⎤ ⎡ 1 2 0⎤ X ⎢ 1 1 0 ⎥= ⎢ ⎥ ⎢ ⎥ ⎣ − 3 1 5⎦ ⎢ 3 1 − 1⎥ ⎣ ⎦ a.

kita ambil ⎡a b ⎤ dahulu matrik A(2x2) sebagai berikut : ⎢ ⎥ ⎣c d ⎦ Didefinisikan . Sebelum mulai dengan yang lebih umum. det(A) = a b = ad -bc c d Contoh : ⎡1 3⎤ A= ⎢ ⎥ maka det(A) = 1.1: 32 .5 = 5 – 15 = -10 ⎣5 5⎦ 4.n} adalah susunan bilangan – bilangan bulat ini menurut suatu aturan tanpa menghilangkan atau mengulangi bilangan – bilangan tersebut. Contoh 4.2.Aljabar Linear BAB IV DETERMINAN 4.5 – 3.1 Pengertian Setiap matrik bujursangkar A selalu dikaitkan dengan suatu sknlar yang disebut Determinan.3 ….2 PERMUTASI Definisi : Permutasi himpunan bilangan – bilangan bulat {1.

3 + 1.3: 2 3 1 2 3 2 1 2 2 1 3 1 2 3 1 = 2. 4. padahal 1 < 2 2. j3 …. {1. {3. 2. padahal 3 < 4 4.2..3 – 2. 1.3}.3 DETERMINAN Cara termudah mencari determinan dari matrik bujursangkar untuk orde yang tidak terlalu besar adalah dengan metode SARRUS .3 = 6 Definisi Invers pada suatu permutasi (j1. n) Contoh 4.Aljabar Linear Ada 6 permutasi yang berbeda dari himpunan {1.2.1.2 + 3.1. 3} ? Ada 2 invers yaitu : 1.2.1}.1}.2} Banyaknya permutasi dapat dihitung dengan factorial. .1 – 1.2 33 . {3.1 – 3.2. (-) (-) (-) a11 a 21 a31 a12 a 22 a32 a13 a11 a 23 a 21 a 33 a31 a12 a 22 a32 (+) (+) (+) Contoh 4. ji = 2 mendahului jk = 1. ji = 4 mendahului jk = 3.2.3. {2. .2: Berapa banyak invers yang terdapat pada permutasi {2. . Untuk contoh soal diatas 3! = 1.3.3}.jn) adalah adanya jk < ji (jk mendahului ji) padahal ji < jk (I dan k = 1.2.2.2}.2.1.3} yaitu {1.1. j2. {2.

2.a33 .5 : 0 1 5 Hitung det(A) dimana A = 3 − 6 9 2 6 1 34 . det(A) = a11. SIFAT – SIFAT DETERMINAN det(A) = det(AT) Tanda determinan berubah jika 2 baris atau kolom ditukar tempatnya. bila suatu baris / kolom dikalikan dengan skalar λ 4.a22. Theorema : Jika A adalah matrik segitiga n x n. 3.5 MENGHITUNG DETERMINAN DGN REDUKSI BARIS Metode ini penting untuk menghindari perhitungan panjang yang terlibat dalam penerapan definisi determinan secara langsung.4 1.4 : 2 7 −3 0 −3 7 0 0 6 0 0 0 0 0 0 8 5 7 9 0 3 1 6 = (2) (-3) (6) (9) (4) = -1296 8 4 Contoh 4.Aljabar Linear = 4 + 18 + 2 – 3 – 4 – 12 = 5 4. maka det(A) adalah hasil kali elemen – elemen pada diagonal utama.. Harga determinan menjadi λ kali. yaitu . ann Contoh 4.

Dinyatakan dengan |Mij|.Aljabar Linear Jawab : 3 −6 9 Baris I ditukar dengan baris II ( H21). & ATURAN CRAMER Minor aij adalah determinan submatrik yang tetap setelah baris ke – i dan kolom ke – j dicoret dari A . 4. Cara cepat untuk menentukan apakah 35 .6 MINOR.3 0 0 1 −2 3 1 10 ⇒ H32(-10) ⇒ −5 1 −2 =-3 0 0 = (-3) (-55) 0 0 1 0 5 = (-3) (-55) (1) = 165 1 − 55 Metode reduksi baris ini sangat sesuai untuk menghitung determinan dengan menggunakan komputer karena metode tersebut sistematis dan mudah diprogramkan. Sedangkan bilangan (-1) i+j |Mij|dinyatakan oleh Cij disebut Kofaktor Contoh 4. yaitu Cij = ± Mij .6 : ⎡ 2 3 4⎤ A = ⎢5 6 7 ⎥ ⎢ ⎥ ⎢8 9 1 ⎥ ⎣ ⎦ Minor dari elemen a23 = 2 3 = 18 – 24 = -6 8 9 Kofaktor dari elemen a23 = (-1) 5 (-6) = 6 Perhatikan bahwa kofaktor dan minor hanya berbeda pada tandanya.0 2 1 −2 3 1 −2 3 5 1 6 5 1 = -3 0 2 1 6 1 0 5 1 3 5 ⇒ H31(-2) ⇒ = . sehingga menjadi = . EKSPANSI KOFAKTOR.

.. C23 = -M23 Theorema Determinan matrik A yang berukuran n x n dapat dihitung dengan mengalikan elemen – elemen dalam suatu baris (atau kolom) dengan kofaktor – kofaktornya dan menambahkan hasil kali – hasil kali yang dihasilkan. C44 = M44.Aljabar Linear penggunaantanda + atau tanda – merupakan penggunaan tanda yang menghubungkan Cij dan Mij berada dalam baris ke – i dan kolom ke – j dari susunan : ⎡+ ⎢− ⎢ ⎢+ ⎢ ⎢− ⎢+ ⎢..⎤ . − + − + − .. − + − + − ..⎥ ⎥ .⎥ ..⎥ ⎥ .. ⎢ ⎣ .. + − + − + . yaitu setiap 1 ≤ i ≤ n dan 1 ≤ j ≤ n .⎥ ⎥ . + − + − + ....⎥ ⎦ Misalnya C11 = M11.. maka det(A) = a1jC1j + a2jC2j + … + anjCnj (ekspansi kofaktor sepanjang kolom ke – j) dan det(A) = ai1Ci1 + ai2Ci2 + … + ainCin (ekspansi kofaktor sepanjang baris ke – i) 36 . C21 = -M21 .

maka : A = det( A) 37 . −1 1 adj(A) Jika A adalah matrik yang dapat dibalik. C 2 n ⎥ ⎥ .Aljabar Linear Contoh 4.... .7 : 1 0 ⎤ ⎡ 3 ⎢− 2 − 4 3 ⎥ adalah Det(A) bila A = ⎢ ⎥ ⎢5 4 − 2⎥ ⎣ ⎦ Dengan menggunakan ekspansi kofaktor sepanjang baris pertama =3 −4 3 −2 3 −2 −4 -1 +0 4 −2 5 −2 5 4 = (3)(-4) – (1)(-11) = -12 + 11 = -1 Definisi : Jika A adalah sebarang matrik n x n dan Cij adalah kofaktor aij.. ⎥ . . maka matrik ⎡C11 ⎢C ⎢ 21 ⎢ .. Cn2 C13 C 23 .. .. ⎥ disebut matrik kofaktor A. ⎥ . C nn ⎥ ⎦ Transpose matrik ini disebut Adjoin A dan sinyatakan dengan adj(A). ⎢ ⎢ . ⎢C n1 ⎣ C12 C 22 . . Cn3 .. C1n ⎤ .

Pemecahan ini adalah : x1 = det( An ) det( A1 ) det( A2 ) .8: Gunakan aturan Cramer untuk memecahkan x1 + + 2x3 = 6 -3x1 + 4x2 + 6x3 = 30 -x1 .⎥ ⎢ ⎥ ⎣bn ⎦ Contoh 4. ⎢ ⎥ ⎢ − 1 − 2 3⎥ ⎣ ⎦ 0 2⎤ ⎡6 ⎢30 4 6⎥ . maka system tesebut mempunyai pemecahan unik. x2 = . A = A1= ⎢ ⎥ 2 ⎢ 8 − 2 3⎥ ⎣ ⎦ Maka 6 2⎤ ⎡1 ⎢− 3 30 6⎥ . … . det( A) 44 11 38 . A = ⎢ ⎥ 3 ⎢ − 1 8 3⎥ ⎣ ⎦ 0 6⎤ ⎡1 ⎢− 3 4 30⎥ ⎢ ⎥ ⎢−1 − 2 3 ⎥ ⎣ ⎦ x1 = det( A1 ) − 40 − 10 = = .2x2 + 3x3 = 8 Jawab : 0 2⎤ ⎡1 A= ⎢− 3 40 6⎥ . xn = det( A) det( A) det( A) dimana Aj adalah matrik yang didaptkan dengan mengantikan elemen⎡b ⎤ ⎢b ⎥ elemen dalam kolom ke j dari A dengan elemen matrik B = ⎢ 2 ⎥ ⎢.Aljabar Linear ATURAN CRAMER Theorema Jika AX = B adalah sistem yang terdiri dari n persamaan linier dalam n bilangan tak diketahui sehingga det(A) ≠ 0.

b.z. adj(A) 1. 2. det( A) 44 11 det( A3 ) 152 38 = = det( A) 44 11 Latihan Latihan Soal : 6 − 3⎤ ⎡1 ⎢− 2 7 Cari semua minor dan kofaktor dari A = ⎢ 1⎥ ⎥ ⎢ 3 −1 4 ⎥ ⎦ ⎣ ⎡1 2 3⎤ Q = ⎢2 3 4⎥ .y.dan w yang memenuhi susunan persamaan linier berikut : 2x + 4y + 3z + 2w = 1 3x + 6y + 5z + 2w = 1 2x + 5y + 2z . det(A) c.3w = 0 4x + 5y + 14z + 14w = 0 39 . Carilah harga x. A −1 3. cari : ⎥ ⎢ ⎢1 5 7 ⎥ ⎦ ⎣ a.Aljabar Linear x2= x3 = det( A2 ) 72 18 = = .

[x1 + x2]-[ y1 + y2]) = (x1.y) = (2x.y) = (2x+y.y.y1) = k F(u) Jadi F adalah sebuah transformasi linier Latihan : Tentukan apakah F linier untuk masing – masing latihan berikut : 1. x-y) Jika u=(x1. F(x. x1 + y1. maka F disebut transformasi linier. y) 2. y2) maka u + v = (x1 + x2 . F(u + v) = (x1 + x2. x1 . kx1 + ky1.1 Misal F:R2 R3 adalah sebuah fungsi yang didefinisikan oleh : F(v) = (x.Aljabar Linear BAB V TRANSFORMASI LINIER 5.1 Pengantar Definisi Jika F:V W adalah sebuah fungsi dari ruang vektor V ke dalam ruang vektor W. 1) 40 . F(ku) = kF(u) untuk semua vektor u di dalam V dan semua skalar k Contoh 5. x-y) 3. [x1 + x2]+[ y1 + y2]. kx1 . F(x. x+y. z) = (2x+y. F(u+v) = F(u) + F(v). untuk semua vektor u dan v di V (ii). x2 – y2) = F(u) + F(v) Demikian juga jika k adalah sebuah skalar.z) = (1. F(x.ky1) = k(x1. F(x. x1 . jika : (i). x1 + y1. y1 + y2) Sehingga . 3y-4z) 4.y1) + (x2. y. y1) dan v=(x2. x2 + y2. ku = (kx1. ky1) sehingga F(ku) = (kx1.

. . .3 1. . . e2. . en adalah basis baku untuk Rn dan misalkan A adalah sebuah matrik m x n yang mempunyai T(e1). T(e2).Aljabar Linear 5. .2 Transformasi Linier dari Rn Rm Misalkan e1. ⎣1 − 1⎦ 5. Jenis – jenis Transformasi Linier bidang Rotasi (Perputaran) ⎡cos θ Matrik baku untuk T adalah : ⎢ ⎣ sin θ 2. Misal jika T:R2 R2 diberikan oleh : ⎛ ⎡ x1 ⎤ ⎞ ⎡ x + 2 x 2 ⎤ T⎜⎢ ⎥⎟ = ⎢ 1 ⎥ ⎜ x ⎟ ⎝ ⎣ 2 ⎦ ⎠ ⎣ x1 − x 2 ⎦ Maka ⎛ ⎡1⎤ ⎞ ⎡1⎤ T(e1) = T ⎜ ⎢ ⎥ ⎟ = ⎢ ⎥ ⎜ 0 ⎟ ⎝ ⎣ ⎦ ⎠ ⎣1⎦ ⎛ ⎡0⎤ ⎞ ⎡ 2 ⎤ dan T(e2) = T ⎜ ⎢ ⎥ ⎟ = ⎢ ⎥ ⎜ 1 ⎟ ⎝ ⎣ ⎦ ⎠ ⎣− 1⎦ Jadi ⎡1 2 ⎤ A = ⎢ ⎥ adalah matrik baku untuk T di atas. Refleksi − sin θ ⎤ cos θ ⎥ ⎦ Refleksi terhadap sebuah garis l adalah transformasi yang memetakan masing – masing titik pada bidang ke dalam bayangan cerminnya terhadap l 41 . . T(en) sebagai vektor – vektor kolomnya.

Disebut dengan ekspansi (kompresi) dalam arah x dengan faktor k ⎡ k 0⎤ Matrik baku untuk transformasi ini adalah : ⎢ ⎥ ⎣0 1⎦ 42 . maka efeknya adalah memperluas gambar bidang dalam arah x. c. ⎡ x⎤ ⎡− x ⎤ refleksi terhadap sumbu y ( yang mengubah ⎢ ⎥ menjadi ⎢ ⎥ ) ⎣ y⎦ ⎣ y⎦ ⎡ − 1 0⎤ adalah : ⎢ ⎥ ⎣ 0 1⎦ ⎡ x⎤ ⎡ x ⎤ refleksi terhadap sumbu x ( yang mengubah ⎢ ⎥ menjadi ⎢ ⎥ ) ⎣ y⎦ ⎣− y ⎦ ⎡1 0 ⎤ adalah : ⎢ ⎥ ⎣0 − 1⎦ b. ⎡ x⎤ ⎡ y⎤ refleksi terhadap garis y = x ( yang mengubah ⎢ ⎥ menjadi ⎢ ⎥ ) ⎣ y⎦ ⎣ x⎦ ⎡0 1 ⎤ adalah : ⎢ ⎥ ⎣1 0 ⎦ 3.Aljabar Linear Matrik baku untuk : a. Jika 0 < k < 1 maka efeknya adalah mengkompresi gambar bidang dalam arah x. Ekspansi dan kompresi Jika koordinat x dari masing – masing titik pada bidang dikalikan dengan konstanta k yang positif dimana k > 1.

y) sejajar dengan sumbu y sebanyak kx menuju kedudukan yang baru (x . maka efeknya adalah memperluas gambar bidang dalam arah y. Geseran Sebuah geseran dalam arah x dengan faktor k adalah transformasi yang menggerakkan masing – masing titik (x. y) ⎡1 k ⎤ Matrik baku untuk transformasi ini adalah : ⎢ ⎥ ⎣0 1 ⎦ Sebuah geseran dalam arah y dengan faktor k adalah transformasi yang menggerakkan masing – masing titik (x.y) sejajar dengan sumbu x sebanyak ky menuju kedudukan yang baru (x + ky. 43 . maka hasil yang sama dapat dicapai dengan transformasi matrik tunggal. jika koordinat y dari masing – masing titik pada bidang dikalikan dengan konstanta k yang positif dimana k > 1. y + kx) ⎡ 1 0⎤ Matrik baku untuk transformasi ini adalah : ⎢ ⎥ ⎣k 1⎦ Jika dilakukan banyak sekali transformasi matrik dari Rn ke Rm secara berturutan.Aljabar Linear Demikian juga . Jika 0 < k < 1 maka efeknya adalah mengkompresi gambar bidang dalam arah y. Disebut dengan ekspansi (kompresi) dalam arah y dengan faktor k ⎡1 0 ⎤ Matrik baku untuk transformasi ini adalah : ⎢ ⎥ ⎣0 k ⎦ 4.

transformasi matrik T1(x) = A1x... A2 A1 Contoh 5. Tn(x) = Anx. Carilah transformasi matrik dari R2 ke R2 yang mula – mula merefleksikannya terhadap y = x dan kemudian menggeser dengan faktor sebesar 2 dalam arah x Jawab : a).2 a. . . A2 = ⎢ ⎥⎢ ⎥ = ⎢ ⎥ ⎣ 0 1 ⎦ ⎣1 0 ⎦ ⎣ 1 0 ⎦ b). . A1 = ⎢ ⎥⎢ ⎥ = ⎢ ⎥ ⎣1 0 ⎦ ⎣ 0 1 ⎦ ⎣1 2 ⎦ Matrik baku untuk refleksi yang diikuti dengan geseran adalah ⎡1 2 ⎤ ⎡ 0 1 ⎤ ⎡ 2 1 ⎤ A1. . . dimana A = Ak .Aljabar Linear Jika transformasi . maka hasil yang sama dapat dicapai dengan transformasi matrik tunggal T(x) = Ax. Dari Rn ke Rm dilakukan berurutan. T2(x) = A2x.. Matrik baku untuk geseran adalah ⎡1 2 ⎤ A1 = ⎢ ⎥ ⎣0 1 ⎦ ⎡0 1 ⎤ Dan untuk refleksi terhadap y = x adalah A2 = ⎢ ⎥ ⎣1 0 ⎦ Jadi matrik baku untuk geseran yang diikuti dengan refleksi adalah ⎡ 0 1 ⎤ ⎡1 2 ⎤ ⎡ 0 1 ⎤ A2. Carilah transformasi matrik dari R2 ke R2 yang mula – mula menggeser dengan faktor sebesar 2 dalam arah x dan kemudian merefleksikannya terhadap y = x b. 44 .

3 Carilah persamaan bayangan sebuah garis y = 2x + 1 yang dipetakan oleh ⎡3 1⎤ matrik A = ⎢ ⎥ ⎣2 1⎦ Jawab : ⎡ x'⎤ ⎡3 1⎤ ⎡ x ⎤ ⎢ y '⎥ = ⎢2 1⎥ ⎢ y ⎥ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ Dan ⎡ x ⎤ ⎡3 1⎤ ⎢ y ⎥ = ⎢2 1⎥ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ Sehingga −1 ⎡ x'⎤ ⎡ 1 − 1⎤ ⎡ x'⎤ ⎢ y '⎥ = ⎢− 2 3 ⎥ ⎢ y '⎥ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦⎣ ⎦ x = x’ – y’ y = -2x’ + 3y’ Substitusikan ke y = 2x + 1 maka dihasilkan : -2x’ + 3y’ = 2(x’ – y’) + 1 -2x’ + 3y’ = 2x’ – 2y’ + 1 5y’ = 4x’ + 1 y’ = 4 5 x’ + 1 5 45 . A1 ≠ A1. maka ⎡ x'⎤ ⎡ x⎤ ⎢ y '⎥ = A ⎢ y ⎥ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ Dan ⎡ x⎤ ⎡ x'⎤ -1 ⎢ y ⎥ = A ⎢ y '⎥ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ Contoh 5. dan misalkan T memetakan titik (x.y) ke titik (x’. A2 Jika T:R2 R2 adalah perkalian oleh sebuah matrik A yang punya invers. perhatikan bahwa A2.Aljabar Linear Dari contoh di atas. y’).

Aljabar Linear 46 .

Aljabar Linear Latihan 1. Gambarkan bayangan bujursangkar dengan titik – titik sudut (0. (0. T ⎜ ⎢ 1 ⎥ ⎟ = ⎢ ⎜ x ⎟ ⎢ x + 3x ⎥ 1 2 ⎣ 2 ⎦⎠ ⎝ ⎥ ⎢ ⎣ x1 − x 2 ⎦ 2. Refleksi melalui titk pusat (c).0). ⎡ − 3 0⎤ (1. Proyeksi ortogonal pada sumbu x (d). ⎛ ⎡ x1 ⎤ ⎞ ⎜ ⎢ ⎥ ⎟ ⎡7 x1 + 2 x 2 − x3 + x 4 ⎤ ⎜ x ⎟ ⎥ b.1) di bawah perkalian oleh A = ⎢ ⎥ ⎣ 0 1⎦ Carilah persamaan bayangan garis y = -4x + 3 di bawah perkalian ⎡ 4 − 3⎤ oleh A = ⎢ ⎥ ⎣ 3 − 2⎦ 4. T ⎜ ⎢ 2 ⎥ ⎟ = ⎢ x 2 + x3 ⎢ ⎥ ⎢x ⎥ ⎜⎢ 3 ⎥⎟ ⎢ ⎥ − x1 ⎦ ⎜ x ⎟ ⎣ ⎣ 4 ⎦⎠ ⎝ Carilah matrik baku untuk transformasi linier bidang T:R2 yang memetakan titik (x. dan (1.0).y) ke dalam : (a). Carilah matrik bakunya ⎡ x2 ⎤ ⎛ ⎡ x ⎤ ⎞ ⎢ − x1 ⎥ ⎥ a. Proyeksi ortogonal pada sumbu y R2 3. Refleksi terhadap garis y = -x (b).1). 47 .

......1) disebut persamaan karakteristik A.... maka vektor tak nol x di dalam Rn dinamakan vektor eigen dari A jika Ax adalah kelipatan skalar dari x... 48 ...1) Persamaan (6....(6.. Contoh 6...... yaitu... Ax = λx untuk suatu skalar λ..........1 ⎡1 ⎤ Vektor x = ⎢ ⎥ adalah vektor eigen dari A = ⎣ 2⎦ Yang bersesuaian dengan nilai λ = 3 karena ⎡3 0 ⎤ ⎡1⎤ ⎡3⎤ ⎡1 ⎤ Ax = ⎢ ⎥ ⎢ 2 ⎥ = ⎢6 ⎥ = 3 ⎢ 2 ⎥ ⎣8 − 1⎦ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ ⎡3 0 ⎤ ⎢8 − 1⎥ ⎣ ⎦ Untuk mencari nilai eigen matrik A yang berukuran n x n maka kita menuliskannya kembali Ax = λx sebagai Ax = λIx (λI – A)x = 0 Dan persamaan di atas akan mempunyai penyelesaian jika det(λI – A)=0 ....... Skalar λ disebut nilai eigen dari A dan x dikatakan vektor eigen yang bersesuaian dengan λ.Aljabar Linear BAB VI NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN Definisi Jika A adalah matrik n x n............

⎢ − 1 0⎥ = ⎢ 1 λ⎥ ⎣0 1 ⎦ ⎣ ⎦ ⎣ ⎦ Det(λI – A) = (λ-3) λ .2 ⎡ 3 2⎤ Carilah nilai – nilai eigen dari A = ⎢ ⎥ ⎣− 1 0⎦ Jawab : Karena ⎡1 0 ⎤ ⎡ 3 2 ⎤ ⎡λ − 3 − 2⎤ λI – A = λ ⎢ ⎥ .Aljabar Linear Contoh 6. λ2 = 1 Jadi nilai – nilai eigen dari A adalah λ1 = 2 dan λ2 = 1 Latihan : 1.(-2) = 0 = λ 2 . ⎡10 − 9⎤ Carilah persamaan karakteristik dari matrik A = ⎢ ⎥ ⎣ 4 − 2⎦ ⎡ 4 0 1⎤ Carilah persamaan karakteristik dari matrik A = ⎢− 2 1 0⎥ ⎢ ⎥ ⎢ − 2 0 1⎥ ⎣ ⎦ 2. 49 .3λ + 2 = 0 λ1 = 2.

..... 10 1................................ i Daftar Isi .... ............. ................... .....................................4 Kombinasi Linier ........2 Notasi Matrik ........................ .................... ................ ................................ 8 1....... ......................... 20 BAB III ... .. ..................................................... ....... ........................................... ..5 Transformasi (Operasi) elementer pada baris dan kolom suatu matrik 26 3.. 2 1....... 12 b.................... .............. .............................. ................................ ................ .................... ........................................... .......... .........................................2 SubRuang (subspace)...... ............................................... ...... 17 2............................. ......... 12 a... .......... 28 BAB IV ... 24 3........................................ ........ 22 3... ..4 Beberapa Jenis matrik Khusus.............. ......... ......... ... 1 1.......... ..... .................3 Vektor yang Bebas Linier dan Tak Bebas Linier .................... ...................................... ..... ........... ...... ... 22 3. ................................................. ............ 18 2... .............. ..... .................................... ..........................2 Operasi – operasi pada vector ........ 4 1..........3 Susunan Koordinat Ruang-n ............................... ............... 18 2............... .................................. .......... .............................................................................................1 Pengertian.... ........... . ii BAB I .. ........ ..... ...................... ........................ .............. 19 2............................................ Bidang Rata ......... .......... 8 1.......................... 27 3.......................... ................7 Mencari invers matrik ....................................... ....................................... ...............................6 Dimensi dan Basis ..... ...................1 Pengertian...........1 Ruang Vektor Umum ........ 19 2......... ..... .. Garis Lurus .......... 22 3....... ........ 5 1.. ............ 32 4. .......1 Pengertian.................................5 Arti Kombinasi Linier Secara Ilmu Ukur..........................Aljabar Linear DAFTAR ISI Kata Pengantar ..... ............... 22 3................................. .............. ............. ........6 Mencari solusi dengan menggunakan eliminasi Gauss Jordan ..... ........... 32 50 .............. ............ ............................... ...... ... ..................... ...................... 14 BAB II ........................................6 Dot Product (Hasil Kali Titik) . ........ . ....3 Operasi pada Matrik ............ ............... ............8 Persamaan Garis LUrus dan Bidang Rata .........5 Beberapa Dalil pada Operasi Vektor ......... 1 1.. . .... .................. ........................... ....... .................4 Vektor di dalam Ruang Rn .................... 17 2...... ...................................... .. ..........7 Cross Product (Hasil Kali Silang) ............. ..

............ ......... ........ ........ .... .. .............. .Aljabar Linear 4....... ............. .....3 Jenis – jenis Transformasi Linier bidang .......... ........ ..... ............. EKSPANSI KOFAKTOR............................. .............................. ............... ............. . ................. .............................. 34 4... ....... ................................................ ..................... . ... ... ...................... 41 BAB VI ......... .......... .. ..... 40 5.. ..... ........ 32 4............. 35 BAB V ................................3 DETERMINAN ... 40 5................... 48 51 ................................ ......................6 MINOR.......5 MENGHITUNG DETERMINAN DGN REDUKSI BARIS ... ....... .............. .......................1 Pengantar...2 Transformasi Linier dari Rn Rm ...... ............... ... ....... ... 41 5......... ................. 33 4..........2 PERMUTASI .......... ....... 34 4....................................... .. 48 Daftar Pustaka ...... ....... & ATURAN CRAMER ................. ......4 SIFAT – SIFAT DETERMINAN ......... ....................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.