LAPORAN PRAKTIKUM

EKSTRAKSI MINYAK DAN LEMAK

NAMA NIM KELOMPOK HARI/TANGGAL ASISTEN

: AMALYAH FEBRYANTI : H311 10 265 : IV (EMPAT) : KAMIS/22 MARET 2012 : ARKIEMAH HAMDA

LABORATORIUM BIOKIMIA JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012

1994). yang dapat diekstrak dengan pelarut nonpolar. eter atau pelarut lemak yang lain (Lehninger. dan benzena yang sering juga disebut pelarut lemak. lipid dapat diperoleh dari hewan atau tumbuhan dengan cara ekstraksi menggunakan alkohol panas. Ekstraksi pelarut adalah perbandingan distribusi yang didefinisikan sebagai perbandingan antara konsentrasi zat dalam pelarut organik dengan konsentrasi zat tersebut dalam pelarut air. Sedangkan minyak yang merupakan turunan dari lemak merupakan cairan kental yang biasanya tidak dapat tercampur dengan air. dan tidak larut di dalam air. Yang dimaksud dengan lemak adalah suatu ester asam lemak dengan gliserol.BAB I PENDAHULUAN 1. Pelarut polar (seperti air) akan melarutkan solut . aseton. tetapi larut dalam satu atau lebih dari satu pelarut organik misalnya eter.1 Latar Belakang Lipida adalah komponen sel yang bersifat berminyak atau berlemak. Kedua-dua senyawa ini termasuk dalam kelompok lipid (Poedjiadi. Ekstraksi yang menggunakan pelarut ini didasarkan pada kelarutan komponen terhadap komponen lain dalam campuran. Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu bahan dari campurannya. Adapun sifat fisika dari lemak itu sendiri adalah tidak larut dalam air. 1982). Jadi berdasarkan sifat fisika ini. Lipid digolongkan berdasarkan sifat fisikanya yang mirip seperti lemak. Besarnya kelarutan suatu zat dalam pelarut organik maupun dalam air tergantung dari jenis zat tersebut. biasanya dengan menggunakan pelarut. kloroform.

kloroform.2 1. 1.2. etanol. Kemudian menambahkan nheksana atau kloroform pada lapisan air. 2. 1982). Mengetahui pelarut yang baik untuk digunakan dalam ekstraksi minyak dan lemak dalam suatu bahan. dan n-heksana. Noda yang terbentuk paling besar menandakan bahwa pelarut tersebut baik digunakan dalam ekstraksi minyak dan lemak. yang nantinya akan dipisahkan.1 Maksud dan Tujuan Percobaan Maksud Percobaan Adapun maksud pada percobaan ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari prosedur untuk ekstraksi minyak dan lemak dalam suatu bahan. 1.2. 1. Hal inilah yang mendasari dilakukannya percobaan ini.3 1. Kemudian masing-masing campuran diteteskan di atas kertas saring dan diukur diameter noda setelah proses pengeringan.3. Kemudian digabungkan pada lapisan organik dan diukur diameter noda yang ditimbulkan oleh masing-masing campuran .2 Ekstraksi Minyak dan Lemak Melarutkan campuran air dan minyak dengan n-heksana atau kloroform. Terbentuk dua lapisan.3.2 Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut: 1.yang polar dan pelarut non polar (pelarut-pelarut organik) akan melarutkan yang non polar (Lehninger. 1.1 Prinsip Percobaan Kelarutan Minyak dan Lemak Melarutkan sampel minyak dan lemak dengan berbagai jenis pelarut seperti air. Mengetahui kelarutan minyak dan lemak dalam berbagai jenis pelarut.

Noda yang terbentuk paling besar menandakan senyawa tersebut merupakan pelarut yang baik dengan tingkat kepolarannya sama dengan minyak dan lemak.setelah diteteskan pada kertas saring dan melalui tahap pengeringan. .

13% phosfolipid dan sejumlah kecil tocopherol. yaitu senyawa yang berbentuk cairan pekat pada suhu ruangan dan tidak larut dalam air. Senyawa ini mengandung energi tertinggi di antara nutrien utama (lebih dari 9 kkal/g). Triailgliserol memegang peranan yang sangat penting dalam menghasilkan energi pada hewan. stearat-oleat-stearat (SOS) 23-29%. palmitat-oleat-palmitat (POP) 13-19% (Indarti. 0. 0. asam lemak pada minyak atau lemak nabati terikat pada gugus gliserol dan membentuk triasilgliserol atau trigliserida. Secara umum.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Minyak mempunyai arti yang sangat luas.05-0.3-0. Rata-rata. Lemak kakao yang baik mengandung sekitar 98% trigliserida. Berdasarkan sumbernya. minyak dibagi menjadi 2 macam. 0. Adapun minyak dari mahluk hidup terbagi lagi menjadi minyak nabati (vegetable oils) dan minyak hewani (animal oils). 2007).1% monogliserida.2% sterol. yaitu minyak bumi (mineral oils atau petroleum) dan minyak dari mahluk hidup (lipida atau lipids). dan disimpan di dalam sel sebagai butir-butir lemak yang hamper murni serta dapat disimpan dalam jumlah amat besar di dalam jaringan adiposa.75% asam lemak bebas. 0. kurang 1. 40 persen atau lebih kebutuhan energi harian manusia di negara- . palmitat-oleatstearat (POS) 36-42%.5% digliserida. Susunan simetrik trigliserida pada lemak kakao memegang peran dalam menentukan sifat khas lemak kakao seperti karakteristik pencairan dan kristalisasinya. Asam lemak pada lemak kakao terikat pada gugus gliserol dengan susunan. Minyak hewani lebih popular disebut dengan istilah lemak (fats) karena pada umumnya berbentuk padat pada suhu ruangan.

Metode rendering kering bertujuan untuk menghasilkan tepung ikan. Minyak nabati. Zat yang dihasilkan masih berwarna gelap jadi harus dimurnikan dulu. serta membutuhkan biaya yang besar sehingga kurang efisien digunakan. gasolin. serta digunakan untuk ikan-ikan yang berlemak rendah. Proses rendering basah digunakan pada ikan-ikan berlemak tinggi dan dalam jumlah banyak. Golongan ini memberikan lebih dari setengah kebututhan energi beberapa cadangan triasilgliserol sesungguhnya merupakan satu-satunya sumber energi pada hewan darah dingin dan burung-burung yang tengah pindah tempat. dan ekstraksi dengan pelarut. yaitu rendering basah. Proses hidrolisa ini. diilustrasikan dengan hidrogenasi . karbon tetraklorida. benzena. hidrolisis. digunakan untuk ikan-ikan yang berlemak rendah. Metode ekstraksi hidrolisa. dapat dikonversi menjadi lemak nabati padat. dan trikloroetilen (Astawan. Pelarut minyak yang biasa digunakan yaitu petroleum ether. Cara ekstraksi yang biasa dilakukan ada 5. lewat hidrogenasi katalik sebagian atau semua ikatan rangkapnya. dan n-heksana. prosesnya sangat lambat dan tidak terkontrol. yang sangat tak jenuh. dikloroetilen. Pelarut lain adalah etilen. karbon disulfida. prinsip dasarnya adalah pemakaian enzim proteolitik yang digunakan untuk menghidrolisa protein ikan menjadi bentuk yang lebih kecil. Ekstraksi minyak adalah salah satu cara untuk mendapatkan minyak atau lemak dari bahan yag mengandung minyak atau lemak. 1998). seperti minyak Crisco. yang disebut pengerasan. 1982). Metode ekstraksi pelarut dilakukan dengan melarutkan minyak atau lemak dalam pelarut. silase asam.negara modern dipenui oleh triasilgliserol pada makanan. Proses ini. Kira-kira sebesar 95 persen energi biologic yang tersedia dari triasilgliserol terletak komponen asam lemak rantai panjang (Lehninger. rendering kering.

yang berkaitan dengan proses ekstraksinya. benzena dan hidrokarbon lainnya. Penentuan kualitas minyak sebagai bahan makanan. penghilangan warna (bleaching). Penentuan sifat fisika maupun kimia yang khas ataupun mencirikan sifat minyak tertentu. atau ada pemurnian lanjutan. penghilangan bau (deodorizing). yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air. Margarin dibuat lewat hidrogenasi minyak biji kapas. baunya maupun rasanya. angka peroksida. tetapi larut dalam pelarut organik non-polar. Kloroform (CHCl3). Minyak atsiri dari banyak tumbuhan dan bunga diperoleh lewat penyulingan bagian tumbuhan tersebut dengan air (Hart dkk. misalnya penjernihan (refining). minyak kacang.gliseril trioleat menjadi gliseril tristearat. Produknya dapat diaduk dengan susu dan diwarnai secara buatan untuk meniru cita rasa dan penamakan mentega. Penentuan tingkat kemurnian minyak ini sangat erat kaitannya dengan daya tahannya selama penyimpanan.misalnya dietil eter (C2H5OC2H5). Lemak dan minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid. tingkat ketengikan dan kadar air. 2003). Bahan-bahan dan senyawa kimia akan mudah larut dalam pelarut yang sama polaritasnya dengan zat terlarut. 2002). lemak dan minyak dapat larut dalam pelarut yang disebutkan di atas karena lemak dan minyak mempunyai polaritas yang sama dengan pelaut tersebut. minyak kedelai. sifat gorengnuya. data ini dapat diperoleh dari angka . Tetapi polaritas bahan dapat berubah karena adanya proses kimiawi. atau minyak jagung sampai tercapai konsistensi seperti mentega yang diinginkan. Misalnya asam lemak dalam larutan KOH berada dalam keadaan terionisasi dan menjadi lebih polar dari aslinya sehingga mudah larut serta dapat diekstraksi dengan air (Herlina. Tolak ukur kualitas ini adalah angka asam lemak bebasnya (free fatty acid atau FFA).

angka polenske. komposisi asam-asam lemak. 2002). angka Reichert-Meissel. dan sebagainya (Herlina. Mengingat titik didih asam-asam lemak yang cukup tinggi. 2002). angka penyabunan. Trigliserida termasuk golongan lipid karena merupakan senyawa alam yang bersifat non polar atau tidak larut dalam pelarut organik tetapi larut dalam air. titik percik. . maka trasesterifikasi bertujuan untuk mengunah asam-asam lemaknya menjadi campuran metil ester yang mempunyai titik didih yang lebih rendah dari pada asam lemaknya. Katalis yang biasa digunakan adalah logam alkali alkoksida (Herlina. Transesterifikasi yaitu reaksi antara ester dengan alcohol yang menghasilkan ester yang berbeda. Reaksi pembentukan lemak dari satu molekul asam lemak dan gliserol ini akan menghasilkan molekul trigliserida dan 3 molekul air. angka krischner. trigliserida dalam lemak atau minyak dengan mudah diubah menjadi ester –ester metil asam lemak yang lebih mudah menguap.iodinnya. maka trigliserida sukar untuk dianalisis secara langsung dengan kromatografi gas. Meskipun demikian. indeks refraksi titik cair. angka kekentalan. Oleh karena sifatnya yang tidak mudah menguap. Hal ini dapat dilakukan reaksi transestetrifikasi menggunakan katalis asam atau basa.

dan tabung (4) dengan kloroform.1 Bahan Percobaan Adapun bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah minyak wijen. etanol.1 Prosedur Percobaan Kelarutan Minyak dan Lemak Disediakan 4 buah tabung reaksi yang bersih dan kering. 3. margarin. tabung (3) dengan n-heksana. cawan petri. mistar. batang pengaduk. Kemudian 2 mL tabung (1) ditambah dengan aquades. 3. dan sabun cair. gelas kimia. rak tabung. n-heksana. pipet tetes. Kemudian dikocok dan dipipet masing-masing tabung tersebut.BAB III METODE PERCOBAAN 3. hotplate. Masing-masing diisi dengan 5 tetes minyak/lemak. oven. dan diteteskan (1-2 tetes) di atas kertas saring (diberi tanda). Kertas saring ini dimasukkan ke dalam oven untuk dikeringkan selama 5 menit.2 Alat Percobaan Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah tabung reaksi. kloroform. minyak kemiri. . tabung (2) dengan etanol. tissue roll.3 3. akuades. pensil.3. sendok tanduk. kertas saring. dan gegep. minyak sawit mentah. Diameter masingmasing noda yang ada diperhatikan. kemudian diukur. minyak kelapa. kertas label.

kertas saring ini dikeringkan di dalam oven. Lapisan yang satu dipindahkan ke tabung reaksi yang lain dengan cara dipipet menggunakan pipet tetes.2 Ekstraksi Minyak dan Lemak Campuran air dan minyak dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Kemudian lapisan air dan organiknya pada masing-masing tabung dipipet dan diteteskan (1-2 tetes) di atas kertas saring dan diberi tanda. Tabung tersebut masing-masing ditambah 1 mL n-heksana atau kloroform. Setelah itu. Lapisan air ditambahkan lagi dengan 1 mL n-heksana atau kloroform dan kemudian dikocok lagi. . Lapisan organiknya dipisahkan dari lapisan air dan digabungkan dengan lapisan organik yang sebelumnya. Setelah itu didiamkan hingga terbentuk dua lapisan lagi. Diameter masing-masing noda diperhatikan dan diukur.3. Kemudian dikocok dan dibiarkan hingga tampak dua lapisan.3.

25 Minyak wijen 2. Kelarutan minyak dan memak dalam berbagai jenis pelarut Pelarut Diameter noda (cm) sampel minyak dan lemak Minyak kelapa Air Etanol n-heksana 1.9 2.1.85 2.5 1.1 Hasil Pengamatan Kelarutan Minyak dan Lemak Tabel1.55 4.1 Diameter noda (cm) sampel minyak dan lemak Minyak Minyak sawit Minyak wijen 2.05 2.6 mentah kemiri 2.25 3 2.55 2.1.5 2.75 3.1 4.8 4.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.5 2.55 Margarin Keterangan 2 3. Ekstraksi minyak dan lemak Lapisan Minyak Air n-heksana Kloroform kelapa 2.35 2.2 Pembahasan .95 2.2 Ekstraksi Minyak dan Lemak Tabel 2.5 2.6 Minyak kemiri 1.25 Margarin 2.35 Minyak sawit mentah 3.25 1.75 Tidak larut Larut Larut sempurna Larut sempurna Kloroform 2.65 1.

Campuran semua sampel dan air menghasilkan diameter noda yang lebih kecil daripada pelarut-pelarut lainnya. lapisan air berada di bawah. kecuali minyak wijen dan minyak sawit mentah. semua sampel yang mengandung minyak dan lemak tidak larut dalam air namun larut dalam organik. yaitu nonpolar sehingga kedua pelarut tersebut merupakan pelarut yang baik digunakan dalam ekstraksi minyak dan lemak. Kenyataan itu yang mengakibatkan diameter noda yang dihasilkan oleh campuran sampel dan air jauh lebih kecil dibandingkan dengan campuran sampel dan pelarut organik lainnya. sehingga sampel minyak dan lemak sedikit larut dalam etanol.2. yaitu diameter noda minyak wijen . Hal ini menandakan bahwa tingkat kepolarannya berbeda. Sampel minyak dan lemak yang digunakan adalah minyak kelapa. Berbeda dengan campuran sampel dan etanol yang menghasilkan diameter noda sedikit lebih besar dari air. Campuran ini membentuk 2 fasa. n-heksana. Itu berarti senyawa n-heksana dan kloroform larut sempurna dalam semua sampel minyak dan lemak karena senyawa-senyawa tersebut memiliki tingkat kepolaran yang sama. minyak sawit mentah.4. Berdasarkan teori. dan kloroform. sedangkan minyak berada di lapisan atas. minyak wijen. Pada campuran sampel dengan n-heksana dan kloroform menghasilkan diameter noda yang lebih besar dibandingkan dengan pelarut air dan etanol. Hal ini terjadi karena massa jenis air lebih besar dibandingkan dengan massa jenis minyak. kelarutan minyak dan lemak diuji dengan menggunakan air.1 Kelarutan Minyak dan Lemak Pada percobaan ini. minyak kemiri. etanol. dan margarin. kecuali minyak kelapa dan margarin karena etanol bersifat semipolar. Hal ini sedikit berbeda dengan percobaan yang kami lakukan. air bersifat polar dan semua sampel minyak dan lemak bersifat nonpolar.

serta margarin dan n-heksana menghasilkan diameter noda yang sangat besar. . Berbeda dengan ekstraksi minyak kemiri yang menghasilkan noda pada lapisan air. minyak wijen dan n-heksana. Artinya. yaitu minyak kelapa dan kloroform. Tujuan penambahan setelah pemisahan adalah untuk mengambil sampel minyak dan lemak yang bersisa dalam air karena dikhawatirkan terdapat sedikit minyak dan lemak dalam air. minyak sawit mentah dan n-heksana. Pada percobaan ini.2. campuran air dan minyak ditambahkan n-heksana atau kloroform. 4. air merupakan pelarut yang bersifat polar dan tidak mengandung minyak dan lemak sehingga tidak terdapat noda pada kertas saring ketika usai ditotolkan dan dikeringkan.dan minyak sawit mentah dengan pelarut air lebih besar dibandingkan pelarut organik lainnya. campuran organik. Lapisan air ditambahkan lagi dengan n-heksana atau kloroform. Ternyata. percobaan yang kami lakukan sangat kontras dengan teori yang ada.2 Ekstraksi Minyak dan Lemak Pada percobaan ini. sedangkan pada lapisan air tidak memiliki diameter noda. Selanjutnya lapisan organik digabungkan dengan n-heksana atau kloroform. Dengan demikian. minyak kemiri dan kloroform . pada proses ekstraksi minyak tersebut terjadi kesalahan prosedur dalam pemisahan antara lapisan air dan organik. Berdasarkan teori. terjadi kesalahan prosedur dalam hal penotolan pada saat campuran ditotolkan pada kertas saring. Tujuan penggabungan itu adalah untuk melihat adanya perbedaan diameter noda yang ditimbulkan pada campuran organik dan campuran air. Kemudian dipisahkan antara lapisan air dan lapisan organik.

3 Reaksi a. Minyak dan Etanol + H2O O CH2 O C R1 O CH O C R2 O CH2 O C R3 c. Minyak dan Air O CH2 O C R1 O CH O C R2 O CH2 O C R3 b. Minyak dengan n-Heksana O + C2H5OH CH2 O C R1 O CH O C R2 O CH2 O C R3 C2H5OH O CH2 O C R1 O CH O C R2 + 3 CH3(CH2)4CH3 O CH2 O C R3 O CH2 O C R1 O CH O C R2 O CH2 O C R3 CH3(CH2)4CH3 .4.

Minyak/lemak dengan Kloroform O CH2 – O – C R1 O CH – O – C R2 O CH2 – O – C R3 + CHCl3 CH CH2 O O CH2 O O C O C O C R1 R2 R3 CHCl3 .d.

2.2 Saran Pada percobaan ini. dan kloroform namun tidak larut dalam air. Minyak dan lemak larut dalam pelarut organik seperti etanol. alat-alat yang digunakan dalam laboratorium seperti pipet tetes panjang dan yang berskala lebih diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan dalam pentotolan atau penetesan. Pelarut yang baik digunakan dalam ekstraksi minyak dan lemak adalah n-heksana dan kloroform. Urutan kelarutan senyawa-senyawa tersebut yaitu: n-heksana > kloroform > etanol. n-heksana.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa: 1. Selain itu.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. 5. . sebaiknya menggunakan pelarut-pelarut organik yang lebih banyak agar dapat diukur tingkat kepolaran pada masing-masing pelarut dengan melihat diameter noda yang paling besar.

. diterjemahkan oleh: Maggy Thenawijaya. D. Jakarta. Craine. M. J. diterjemahkan oleh: Suminar Setiati Achmadi.45 WITA).. Lehninger. dan Hart. Erlangga. 2003. A. 1998. Erlangga.95 WITA). Jakarta. Hart.Org/Lemak dan minyak. Lehninger. Jurnal Bioteknologi dan Industri Pangan. L. Herlina. diterjemahkan oleh: Maggy Thenawijaya. E. A. Dasar-dasar Biokimia Jilid 2.com/jurnal ekstraksi minyak. 2007. diakses tanggal 28 Februari 2007 pukul 16. Erlangga. 44-54. A. L....com/jurnal lipid. 50-54. 1982. N. (online) 1(9). Teknik Ekstraksi dan Pemanfaatan Minyak Ikan Untuk Kesehatan. H. Poedjiadi. 1982.. Indarti. Efek Pemanasan terhadap Rendemen Lemak Pada Proses Pengempresan Biji Kakao. L. diakses tanggal 31 juli 2002 pukul 08.. UI-Press. Lemak dan Minyak. Jakarta. Dasar-dasar Biokimia.. Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan.00 WITA). E. Kimia Organik Edisi Kesebelas... Jakarta. (http://docstock.. Dasar-dasar Biokimia Jilid 1. 1994... .. (online) 2 (6). (http://scribd. (online) (http://Chem-Is-Try.DAFTAR PUSTAKA Astawan. diakses tanggal 4 Desember 1998 pukul 06. 2002..

LEMBAR PENGESAHAN Makassar. 26 Maret 2012 Asisten Praktikan .

(ARKIEMAH HAMDA) (AMALYAH FEBRYANTI) .

minyak kemiri. minyak kelapa. - - Data Keterangan: Sampel terdiri dari: minyak wijen. minyak sawit mentah. tabung (3) diisi dengan n-heksana. tabung (2) diisi dengan etanol. dan margarin . Dikeringkan dalam oven. Kelarutan Minyak dan Lemak Sampel - Dimasukkan dalam 4 buah tabung reaksi. Bagan Kerja 1.Lampiran 1. Diukur diameter noda. dan tabung (4) diisi dengan kloroform masing-masing 2 mL. Tabung (1) diisi dengan akuades. Dikocok. Dipipet dan ditambahkan 1-2 tetes masing-masing isi tabung di atas kertas saring.

3. Ekstraksi Minyak dan Lemak Campuran Minyak/lemak dan air Ditambahkan 1 mL kloroform atau n-heksana Dikocok hingga tampak 2 lapisan Lapisan kloroform atau n-heksana (1) Lapisan khloroform atau nheksan (1) Lapisan air (1) Lapisan air (1) Digabungkan Ditambah 1 mL kloroform atau n-heksana Dikocok hingga tampak 2 lapisan Lapisan khloroform atau nLapisan kloroform atau n-heksana (2) heksan (2) Lapisan air Lapisan air (2) (2) Dikocok Dipipet 1-2 tetes di atas kertas saring Dikeringkan dalam oven Diukur diameter noda yang ada Dikocok Dipipet 1-2 tetes di atas kertas saring Dikeringkan dalam oven Diukur diameter noda yang ada Data Data .

Data Data .