PENILAIAN OBLIGASI DAN ALTERNATIF PENILAIAN SAHAM

I.

Penilaian Obligasi

A. Pengertian Obligasi Beberapa pengertian obligasi:  Obligasi adalah surat pengakuan utang yang disertai dengan kepastian tentang tanggal jatuh tempo, jumlah, tingkat bunga dan tanggal pembayaran bunganya.  Jenis utang atau surat kesanggupan membayar jangka panjang yang dikeluarkan peminjamn, berjanji membayar kepada pemegangnya, pembayaran dengan nilai bunga tetap setiap tahun

B. Karakteristik Obligasi Karakteristik utama obligasi, yaitu:  Nilai nominal (nilai pari/face value) Adalah nilai pokok dari suatu obligasi yang akan diterima oleh pemegang obligasi pada saat obligasi tersebut jatuh tempo.  Kupon (the interest rate) Adalah nilai bunga yang diterima pemegang obligasi secara berkala (kelaziman pembayaran kupon obligasi adalah 3 atau 6 bulanan). Kupon obligasi dinyatakan dalam annual prosentase.  Jatuh tempo (maturity) Adalah tanggal dimana pemegang obligasi akan mendapatkan pembayaran kembali pokok atau nilai nominal obligasi yang dimilikinya. Obligasi yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun akan lebih mudah untuk diprediksi, sehingga memiliki resiko yang lebih kecil dibandingkan dengan obligasi yang memiliki periode jatuh tempo dalam 5 tahun. Secara umum, semakin panjang jatuh tempo suatu obligasi, semakin tinggi kupon/bunganya.

1

YTM  tingkat diskonto yang membuat nilai tunai seluruh aliran kas dari obligasi sama dengan nilai/harga pasar obligasi. C. Zero Coupon Bonds: obligasi yang tidak melakukan pembayaran bunga secara periodik. D. yaitu:  Dilihat dari Sisi Pembaga Penerbit 1. Naum bunga dan pokok dibayarkan sekaligus pada saat jatuh tempo. Istilah Dalam Penilaian Obligasi Istilah yang perlu dipahami dalam penilaian obligasi:  Spot rate Tingkat bunga/kupon obligasi yang hanya mempunyai satu aliran kas selama periode (umur) obligasi. Jenis Obligasi Obligasi memiliki beberapa jenis yang berbeda.  Yield to maturity Tingkat imbalan hasil obligasi yang dibeli dengan harga pasar dan disimpan hingga jatuh waktu.  Dilihat dari Sistem Pembayaran Bunga 1. Government Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat. 2. Corporate Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan. baik yang berbentuk badan usaha milik negara (BUMN). Municipal Bonds: obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan kepentingan publik (public utility). 2 . Obligasi yang hanya mempunyai satu aliran kas  obligasi berdiskon murni (pure discount bond atau zero coupon bond). Mengukur resiko dan kemungkinan dari penerbit obligasi tidak dapat melakukan pembayaran kupon dan atau pokok obligasi tepat waktu (disebut default risk) dapat dilihat dari peringkat (rating) obligasi yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat seperti PEFINDO atau Kasnic Indonesia. atau badan usaha swasta.  Current yield Besarnya tingkat bunga efektif dari suatu obligasi (besarnya kupon yang diterima/harga obligasi). 3. Penerbit/emiten (issuer) Mengetahui dan mengenal penerbit obligasi merupakan faktor sangat penting dalam melakukan investasi obligasi ritel.

Convertible Bonds: obligasi yang memberi hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversikan obligasi tersebut ke dalam sejumlah saham milik penerbitnya.  Dilihat dari Segi Jaminan atau Kolateralnya 1.  Collateral Trust Bonds: obligasi yang dijamin dengan efek yang dimiliki penerbit dalam portofolionya. 3 . Dalam kelompok ini. Callable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut. misalnya saham-saham anak perusahaan yang dimilikinya. Putable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada investor yang mengharuskan emiten untuk membeli obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.2. 4. Secured Bonds: obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari penerbitnya atau dengan jaminan lain dari pihak ketiga. berdasarkan acuan (benchmark) tertentu seperti average time deposit (ATD) yaitu rata-rata tertimbang tingkat suku bunga deposito dari bank pemerintah dan swasta. Coupon Bonds: obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan secara periodik sesuai dengan ketentuan penerbitnya. Unsecured Bonds: obligasi yang tidak dijaminkan dengan kekayaan tertentu tetapi dijamin dengan kekayaan penerbitnya secara umum. 3.  Dilihat dari Hak Penukaran/Opsi 1. termasuk di dalamnya adalah:  Guaranteed Bonds: obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan penganggungan dari pihak ketiga. Floating Coupon Bonds: obligasi dengan tingkat kupon bunga yang ditentukan sebelum jangka waktu tersebut.  Mortgage Bonds: obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin dengan agunan hipotik atau properti atau aset tetap. 2. 4. Exchanegeable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya. 3. 2. Fixed Coupon Bonds: obligasi dengan tingkat kupon bunga yang telah ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar perdana dan akan dibayarkan secara periodik.

E. Konvensional Bonds: obligasi yang lazim diperjualbelikan dalam satu nilai nominal. ditambah pelunasan obligasi sebesar nilai par. Penilaian Obligasi Penilaian obligasi meliputi perhitungan nilai sekarang (kapitalisasi) aliran kas yang dijanjikan oleh obligasi yang bersangkutan. 3. Dilihat dari Segi Nilai Nominal 1. pada umumnya digunakan konsep nilai sekarang (present value). misal obligasi dengan nilai nominal Rp 100 juta dijual dengan harga 102%. pada saat jatuh tempo. Harga Obligasi Harga obligasi dinyatakan dalam persentase (%). 2. Pada penilaian sekuritas (termasuk obligasi). Nilai (intrinsik) obligasi bisa diestimasi dengan mendiskonto semua aliran kas yang berasal dari pembayaran kupon. At Premium (dengan Premi) Harga obligasi lebih besar dari nilai nominal. 2. Persamaan matematika untuk menentukan nilai intrinsik obligasi sebagai berikut: ∑ 4 . Par (nilai pari) Harga obligasi sama dengan nilai nominal. maka nilai obligasi tersebut adalah 98% x Rp 100 juta = Rp 98 juta. baik corporate bonds maupun government bonds. misal obligasi dengan nilai nominal Rp 100 juta dijual pada harga 100%. F. Rp 1 miliar per satu lot. Ada tiga kemungkinan harga pasar dari obligasi yang ditawarkan. maka nilai obligasi tersebut adalah 100% x Rp 100 juta = Rp 100 juta. At Discount (dengan diskon) Harga obligasi lebih kecil dari nilai nominal. yaitu persentase dari nilai nominal. maka nilai obligasi tersebut adalah 102% x Rp 100 juta = Rp 102 juta. misal obligasi dengan nilai nominal Rp 100 juta dijual dengan harga 98%. yaitu: 1. Retail Bonds: obligasi yang diperjualbelikan dalam satuan nilai nominal yang kecil.

maka pergerakan harga obligasi di pasar sekunder umumnya mempunyai arah yang berlawanan dengan pergerakan tingkat bunga yang berlaku umum. b) Obligasi dengan tingkat bunga mengambang (floating rate) Berbagai cara dapat dipakai dalam menetapkan tingkat bunga mengambang. Dengan demikian tingkat keuntungan akan ditentukan oleh selisih harga beli obligasi dan par valuenya. ceteris paribus. 2. serta oleh periode waktu sebelum maturity date.Keterangan: P n Ci r Pp = Nilai sekarang obligasi pada saat ini (t=0) = Jumlah tahun sampai dengan jatuh tempo obligasi = Pembayaran kupon untuk obligasi setiap tahunnya = Tingkat diskonto yang tepat atau tingkat bunga pasar = Nilai par dari obligasi Hal khusus yang tekait dengan penilaian obligasi: 1. maka tingkat keuntungan yang diperoleh investor akan semakin kecil.) d) Tanggal pembayaran bunga (apakah bunga setahun sekali atau setahun dua kali) Obligasi berbunga terdiri dari: a) Obligasi dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) Telah ditetapkan sejak semula persentase bunga yang wajib dibayar perusahaan. Setiap obligasi berbunga memuat : a) Nilai nominal  besarnya utang yang akan dilunasi pada saat jatuh tempo b) Tanggal jatuh tempo  tanggal pelunasan obligasi c) Tingkat bunga obligasi atau kupon yang biasanya dinyatakan per tahun (p. Pada saat maturity date. misalnya dikaitkan dengan tingkat bunga yang berlaku bagi deposito beberapa Bank 5 . investor akan menerima pembayaran sebesar par value obligasi. Jadi. Coupon Bonds: Fixed Rate and Floating Rate Obligasi berbunga merupakan obligasi yang memberikan bunga secara periodik kepada pemegangnya. Semakin lama periode jatuh tempo obligasi. dan sebagai gantinya obligasi akan dijual dengan diskon tertentu. obligasi suku bunga tetap memiliki kupon bunga dengan besaran tetap yang dibayar secara berkala sepanjang masa berlakunya obligasi. Zero-Coupon Bonds Adalah obligasi yang tidak memberikan pembayaran bunga. Karena bunganya tetap.a.

Ada beberapa peringkat obligasi dari Standar and Poor’s. Peringkat Obligasi (Bond Rating) Pada tahun 1909 diperkenalkan peringkat obligasi oleh John Moody dimana peringkat obligasi ini mencakup penilaian atas resiko obligasi yang terjadi kemudian. yaitu:  AAA Ranking tertinggi dari Standar and Poor’s dan menujukkan kemampuan yang sangat kuat dalam membayar pokok dan bunga. 3. Tiga komponen utama yang digunakan oleh agen pemeringkat untuk menentukan peringkat (rating) obligasi:  Kemampuan perusahaan penerbit untuk memenuhi kewajiban finansialnya sesuai dengan yang diperjanjikan. Jadi.Pemerintah. 4. obligasi suku bunga mengambang memiliki kupon yang perhitungan besaran bunganya mengacu pada suatu indeks pasar uang seperti LIBOR atau Euribor. dan mengambang untuk tahun-tahun berikutnya.  AA Obligasi yang dikualifikasikan sebagai obligasi berkualitas tinggi. 6 . Hak penebusan ini digunakan emiten jika tingkat bunga pasar lebih rendah dari pada tingkat bunga obligasi dan tidak digunakan jika tingkat bunga pasar lebih tinggi dari pada tingkat bunga obligasi karena callable bond itu menguntungkan emiten dan merugikan investor. Callable Bonds Callable bond merupakan obligasi yang dapat ditebus sebelum jatuh tempo. atau SIBOR. dengan perbedaan sangat kecil dari AAA. Namun adakalanya tingkat bunga ditetapkan tetap untuk tahun pertama. atau dengan LIBOR. Callable bond menimbulkan masalah dalam perhitungan harga wajar karena jangka waktu obligasi hingga dilunasi tidak pasti.  Perlindungan yang diberikan maupun posisi klaim dari pemegang surat hutang tersebut bila terjadi pembubaran/likuidasi serta hukum yang mempengaruhi hak-hak kreditur.  Struktur dan berbagai ketentuan yang diatur dalam surat hutang.

B. Peringkat Obligasi Pefindo Peringkat Obligasi idAAA idAA idA idBBB idBB idB idCCC idSD idD Kemampuan dalam Memenuhi Kewajiban Finansial Jangka Panjang Superior. dengan pembayaran bunga maupun pokok mengalami kemacetan. CCC. dan CC secara berturut-turut semakin rapuh kemampuannya. peringkat tertinggi Sangat kuat Kuat Memadai Agak lemah Lemah Rentan Gagal sebagian Gagal bayar (default) Peringkat dari idAAA sampai idB dapat dimodifiksi dengan tambahan tanda 7 . CC Obligasi pada peringkat BB. Plus (+) atau minus (-) untuk menyediakan indikasi yang lebih mengenai kualitas kredit. B.  C Peringkat C disediakan untuk obligasi pendapatan dnegan tidak ada bunga dibayar. A Obligasi yang memiliki kemampuan yang kuat untuk membayar pokok dan bunga walaupun mereka lebih rentan terhadap efek merugi dari perubahan situasi dan kondisi perekonomian. CCC.  D Obligasi dengan peringkat D sudah dianggap gagal. Obligasi yang masuk ke dalam peringkat ini mulai bersifat spekulatif dalam hal kemampuan perusahaan membayar bunga dan pokok pinjaman.  BBB Obligasi yang dianggap memiliki kemampuan yang mencukupi untuk membayar pokok dan bunga. walaupun mereka biasanya menunjukkan parameter perlindungan yang memadai. dibandingkan kategori A. peringkat AA ke BB bisa dimodifikasikan dengan menambah tanda plus dan minus untuk menunjukkan posisi relatif diantara kategori peringkat utama. namun kondisi perekonomian yang merugi atau perubahan keadaan biasanya dapat melemahkan kemampuan membayar pokok dan bunga obligasi. Tabel 2.  BB.

lembaga pemeringkat efek dapat menjembatani kesenjangan informasi antara emiten atau perusahaan penerbit dan investor melalui penyediaan informasi standar atas tingkat resiko kredit suatu perusahaan. Meskipun begitu. Ini disebut rating outlook. sesuai dengan masa berlakunya. G. 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. Tujuannya adalah untuk mengatasi kesulitan permodalan bank-bank tersebut akibat pengaruh krisis ekonomi di akhir tahun 1997. Obligasi Pemerintah Obligasi pemerintah sendiri terdiri dari beberapa jenis. yaitu: 1) Obligasi Rekap Diterbitkan guna satu tujuan khusus yaitu dalam rangka Program Rekapitalasi Perbankan. Setelah diterbitkan. ORI.plus (+) atau minus (-) untuk menunjukkan kekuatan relatif dalam kategori peringkat. SUN dan Obligasi Korporasi Secara umum di Indonesia jenis obligasi dilihat dari penerbitnya antara lain Obligasi Pemerintah dan Obligasi Korporasi. Secara umum SUN dapat dibedakan ke dalam dua jenis: 8 . a. 2) Surat Utang Negara (SUN) Surat utang negara (SUN) adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia. SUN dan pengelolaannya diatur oleh Undang-Undang No. obligasi rekap tersebut ditransfer kepada bank-bank tertentu yang terpilih untuk mengikuti program tersebut sebagai realisasi dari upaya penyertaan modal negara. Investor umumnya memanfaatkan peringkat suatu obligasi untuk mengukur resiko yang dihadapi dalam pembelian obligasi tersebut. Positive Negative Stable Developing Peringkat bisa ditingkatkan Peringkat bisa diturunkan Peringkat mungkin tidak berubah Peringkat bisa dinaikkan atau diturunkan Peringkat obligasi bukanlah suatu saran untuk membeli atau menjual obligasi.

yaitu SUN berjangka waktu sampai dengan 12 bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto. yaitu SUN berjangka waktu lebih dari 12 bulan. Penerbitan dan Perdagangan Obligasi Negara: a) Obligasi negara dengan kupon dapat dibedakan: o Obligasi negara berbunga tetap. Kupon obligasi ini telah ditetapkan ketika diterbitkan.a) Surat Perbendaharaan Negara (SPN). Atas penerbitan SUN. obligasi negara ini dikenal dengan sebutan Treasury Bonds (TBonds). SPN ini dikenal dengan sebutan Treasury Bills (T-Bills). yaitu obligasi negara seri FR (fixed rate). c) Beberapa hal penting mengenai obligasi negara: o Obligasi negara harus mencerminkan investasi bebas resiko o Obligasi digunakan sebagai benchmark o Obligasi negara dapat digunakan sebagai alat dalam menata ekonomi o Obligasi negara diharapkan dapat memudahkan pricing dan evaluasi obligasi. o Obligasi berbunga mengambang. diterbitkan untuk membiayai defisit APBN namun dengan nilai nominal yang kecil agar dapat dibeli secara ritel. Di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat. baik di pasar primer maupun pasar sekunder. yaitu obligasi negara seri VR (variable rate). Obligasi negara yang dijual kepada individu/peseorangan WNI melalui agen penjual dengan volume minimum yang telah 9 . b) Pembelian obligasi negara dapat dilakukan baik di pasar perdana maupun di pasar sekunder. pemerintah berkewajiban untuk membayar bunga dan pokok pinjaman dengan dana yang disediakan dalam APBN. o Obligasi negara dapat menjadi alat manajemen resiko. Pentingnya obligasi negara: a) Bagi pemerintah o Membiayai defisit APBN o Menutupi kekurangan kas jangka pendek o Mengelola portofolio utang negara b) Pemerintah pusat berwenang untuk menerbitkan SUN setelah mendapat persetujuan DPR dan setelah berkonsultasi dengan Bank Indonesia. b) Obligasi Negara (ON). 3) Obligasi Ritel Indonesia (ORI) Sama dengan SUN.

Nama pasar obligasi yang telah diterbitkan adalah Seri ORI 001 dan Seri ORI 002. Secara ringkas berikut ini merupakan keuntungan investasi ORI: a) Aman dan terjamin karena pembayaran kupon dan pokoknya diajmin oleh Undang-Undang. mengelola portofolio utang negara dan memperluas basis investor. Perusahaan yang akan menerbitkan SBSN ini merupakan perusahaan yang secara khusus dibentuk guna kepentingan penerbitan SBSN ini. terdapat resiko dalam investasi ini. b) Memberikan keuntungan yang menarik karena kupon yang lebih tinggi dari suku bunga bank (di pasar perdana) c) Dapat diperdagangkan di pasar sekunder sesuai dengan harga pasar dan adanya potensi capital gain di pasar sekunder. ORI merupakan investasi yang bebas terhadap resiko gagal bayar. dimana sukuk ini diterbitkan berdasarkan suatu aset acuan yang sesuai dengan prinsip syariah. f) Dapat dijadikan jaminan bank. diversifikasi sumber pembiayaan. yaitu kegagalan pemerintah untu membayar kupon dan pokok kepada investor. g) Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpatisipasi langsung dalam Pembangunan Nasional. merupakan potensi kerugian bagi investor bila harga ORI di pasar sekunder elebih rendah dari harga pembelian (baik di pasar perdana maupun pasar sekunder) b) Resiko likuiditas (liquidity risk) 4) Surat Berharga Syariah Negara/Obligasi Syariah/Obligasis Sukuk Sama dengan SUN. Selain berbagai kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan dalam berinvestasi ORI. d) Prosedur pembelian dan penjualan yang mudah dan transparan. e) Pembayaran kupon dan pokok dilakukan tepat waktu dan secara online ke dalam rekening tabungan investor. yakni: a) Resiko pasar (market risk). SBSN atau sukuk negara ini merupakan suatu instrumen utang piutang tanpa riba sebagaimana dalam obligasi. 10 . diterbitkan untuk membiayai defisit APBN namun berdasarkan prinsip syariah.ditentukan. ORI diterbitkan untuk membayar anggaran negara. dan deposit untuk bertransaksi saham.

II. Salah satu isi penting dari bond indenture adalah call provision. Obligasi Korporasi Obligasi korporasi (perusahaan) merupakan sekuritas yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang menjanjikan kepada pemegangnya pembayaran sejumlah uang tetap pada suatu tanggal jatuh tempo di msas mendatang disertai dengan pembayaran bunga secara periodik. Saham prioritas dikatakan memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa. Call provision : memberikan hak kepada perusahaan penerbitnya untuk membeli kembali obligasi yang beredar dari para pemegangnya sebelum tanggal jatuh tempo. Jenis Saham 1. Pengertian Saham Saham adalah efek yang umumnya di perdagangkan di Bursa Efek. yang merupakan bukti kepemilikan perorangan / lembaga atas suatu perusahaan. dan apabila perusahaan dikuidasi. karena menghasilkan pendapatan tetap 11 . dimana market price ditentukan oleh suplay dan demand di bursa. B.b. Dari segi kemampuan dalam hak tagih/klaim  Saham Biasa Saham biasa merupakan bagian sumber dana terbesar dalam perushaan dan merupakan sumber dana terbesar dalam perusahaan. pemilik saham biasa akan mendapatkan hak terakhir dalam pengembalian modalnya baik dibayar penuh maupun dibayar sebagain dari aset perusahaan. Bond indenture : dokumen legal yang memuat perjanjian tertulis antara perusahaan penerbit obligasi dan pemegangnya.  Saham Prioritas Saham prioritas disebut juga preference share atau preffered stock atau saham preferen atau saham istimewa. Saham biasa disebut juga common stock. perusahaan juga menyusun bond indenture yang ringkasannya disediakan dalam prospektus. Ketika menerbitkan obligasi. Alternatif Penilaian Saham A.

saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Telkom. seperti saham Astra. Counter cyclical stock. Dari Kinerja Perdagangan a. Bank Mandiri. Biasanya perusahaanya berkaitan dengan kebutuhan pokok. suatu saham yang nilainya tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya dan harganya sering berfluktuasi tinggi (secara tidak rasional). saham yang tidak mencantunkan nama pemiliknya sehingga mudah untuk dipindahtangankan. Saham atas nama. 3. Blue-chip bukan bearti selalu untung. yaitu: 1. tetapi selalu diperdagangkan. Indosat. Growth stock. b. 2. memiliki pendapatan relatif stabil dan konsisten membayar dividen. d. yang ditunjukkan oleh harga saham tersebut di pasar. dan Indofood. Speculative stock. Dari Segi Peralihannya a. Income stock. Blue-chip stock. Nilai buku merupakan nilai yang dihitung berdasarkan pembukuan perusahaan penerbit saham (emiten). 12 . e. c. Alternatif Penilaian Saham Dalam penilaian saham dikenal adanya tiga jenis nilai. Dan dikatakan sebagai saham biasa karena mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo serta membayar dividen. Saham atas unjuk. C. BCA. saham yang mencantumkan nama pemiliknya sehingga kalau dipindahtangankan harus melewati prosedur. saham perusahaan yang mempunyai kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata. saham perusahaan yang dianggap memiliki reputasi sebagai leader (pimpinan) di industri sejenis.(seperti bunga obligasi) tetapi juga bisa mendatangkan hasil sebagaimana yang dikehendaki investor. saham emiten/perusahaan yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dan sebagai leader di industri sejenis. Nilai pasar adalah nilai saham di pasar. b. 2.

Nilai intrinsik atau dikenal sebagai nilai teoritis adalah nilai saham yang sebenarnya atau seharusnya terjadi.  Nilai sekarang setiap aliran kas tersebut dijumlahkan. atau disebut sebagai biaya kesempatan (opportunity cost). Tingkat return yang diharapkan dari suatu aliran bisa bersifat konstan sepanjang waktu atau berubah-ubah. Menghindari kerugian dan optimalisasi return. Aliran kas yang bisa dipakai dalam penilaian saham adalah earning perusahaan.  Estimasi tingkat return yang disyaratkan. Dengan demikian. tujuan investor menilai saham adalah:    Memperkirakan harga pasar saham yang ada. Estimasi ini dibuat dengan mempertimbangkan risiko aliran kas di masa depan dan besarnya return dari alternatif investasi lain akibat pemilihan investasi pada saham. Dari sudut pandang investor yang membeli saham. 13 . sehingga diperoleh nilai intrinsik saham bersangkutan.  Mendiskontokan setiap aliran kas dengan tingkat diskonto sebesar tingkat return yang disyaratkan. Penentuan nilai saham (pendekatan nilai sekarang) dengan menggunakan komponen dividen bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai model berikut ini. Hal ini dilakukan dengan menentukan jumlah dan waktu aliran kas yang diharapkan. Nilai intrinsik atau disebut juga nilai teoritis suatu saham nantinya akan sama dengan nilai diskonto semua aliran kas yang akan diterima investor di masa datang. Tingkat return yang disyaratkan merupakan tingkat return minimum yang diharapkan atas pembelian suatu saham. kita bisa menggunakan komponen dividen sebagai dasar penilaian saham.  Pendekatan Nilai Sekarang (Present Value Approach) Perhitungan nilai saham dilakukan dengan mendiskontokan semua aliran kas yang diharapkan di masa datang dengan tingkat diskonto sebesar tingkat return yang disyaratkan investor. dan menentukan harga saham yang ditawarkan apakah wajar/tidak. aliran kas yang akan diterima investor adalah earning yang dibagikan dalam bentuk dividen. Menentukan keputusan beli dan jual saham sehubungan dengan kegiatan investasi.3. Proses penilaian saham dengan pendekatan nilai sekarang meliputi:  Estimasi aliran kas saham di masa depan. Jadi.

PER menggambarkan rasio atau perbandingan antara harga saham terhadap earning perusahaan. Price Earning Ratio (PER) Di samping pendekatan nilai sekarang (model diskonto dividen). 14 . tetapi lambat laun menurun terus. Dalam pendekatan PER atau disebut juga pendekatan multiplier. Dengan kata lain. Model Pertumbuhan Nol Model ini berasumsi bahwa dividen yang dibayarkan perusahaan tidak akan mengalami pertumbuhan. d. Model ini dipakai untuk menentukan nilai saham. jika dividen yang akan dibayarkan mengalami pertumbuhan secara konstan selama waktu tak terbatas. b. Adakalanya. di mana g t + 1 = gt untuk semua waktu t. Model Diskonto Dividen Model diskonto dividen merupakan model untuk menentukan estimasi harga saham dengan mendiskontokan semua aliran dividen yang akan diterima di masa datang. Model Pertumbuhan Tidak Konstan (Ganda) Asumsi perusahaan akan membayarkan dividen seeara konstan dalam kenyataannya kadangkala kurang tepat. dalam metode penilaian saham berdasar analisis fundamental dikenal juga pendekatan lain yang disebut pendekatan Price Earning Ratio (pendekatan PER). Model pertumbuhan nol ini sebenarnya sarna dengan prinsip perhitungan saham preferensi karena dividen yang dibayarkan diasumsikan selalu satna dan tidak akan mengalami perubahan pertumbuhan sepanjang waktu.a. setelah Myron J. Dengan kata lain. c. Jika misalnya PER suatu saham sebanyak 3 kali berarti harga saham tersebut sama dengan 3 kali nilai earning perusahaan tersebut. investor akan menghitung berapa kali (multiplier) nilai earning yang tercermin dalam harga suatu saham. Gordon mengembangkan dan mempopulerkan model ini. jumlah dividen yang dibayarkan akan tetap sarna dari vvaktu ke waktu.00 earning perusahaan.  Price Multiples a. PER ini juga akan memberikan informasi berapa rupiah harga yang harus dibayar investor untuk memperoleh setiap Rpl. perusahaan mengalami pertumbuhan yang sangat baik jauh di atas pertumbuhan normal dan sangat menjanjikan selama beberapa tahun. Pendekatan ini merupakan pendekatan yang lebih populer dipakai di kalangan analis saham dan para praktisi. Model Pertumbuhan Konstan Model petumbuhan konstan juga disebut sebagai model Gordon.

harga saham dalam kondisi undervalued. saham dengan rasio PEG tinggi dapat menunjukkan kondisi yang berlawanan. Sebaliknya. Price to Book Value Ratio (PBV) Price to Book Value Ratio (PBV) merupakan perbandingan antara harga saham dan nilai buku ekuitas dari suatu perusahaan. harga saham overvalued. Satuan PBV yang digunakan adalah X (kali).Rumus untuk menghitung PER suatu saham adalah dengan membagi harga saham perusahaan terliadap earning per lembar saham. PEG dapat dirumuskan sebagai berikut: PEG Rasio = c. Dengan membandingkan P/E rasio sebuah saham dengan proyeksi. berarti pasar memberikan valuasi (P/E rasio terkini) saham sesuai dengan estimasi terkini pertumbuhan earning per share. berarti pertumbuhan EPS berpotensi melebihi valuasi pasar terkini. Konsensus umum adalah jika nilai PEG rasio menunjukkan angka 1. atau estimasi. investor mendapat pemahaman lebih mendalam tentang derajat overpricing atau underpricing valuasi terkini dari sebuah saham. Price/Earnings to Growth Ratio (PEG) PEG rasio mempunyai kaitan erat dengan P/E rasio. Rasio PBV yang dianalisis merupakan perbandingan antara harga saham pada suatu periode dengan nilai buku ekuitas yang diperoleh dari neraca perusahaan pada periode tertentu. yang ditunjukkan oleh P/E rasio tradisional. Makin tinggi rasio ini. Jika PEG rasio kurang dari 1. Dengan kata lain. pertumbuhan earnings per share (EPG)nya. PEG rasio adalah penyempurnaan dari P/E rasio dan faktor-faktor dalam estimasi pertumbuhan pendapatan saham ke valuasi terkininya. 15 . rumus untuk menghitung PER adalah sebagai berikut: b. berarti pasar percaya akan prospek perusahaan tersebut. Secara matematis.

Kelemahan Residual income model (RIM) yaitu : o Model ini berdasar pada data-data akuntansi yang dapat dimanipulasi oleh manajemen. EVA mengukur keberhasilan manajemen dalam meningkatkan nilai tambah (value added) bagi perusahaan. Asumsinya adalah bahwa jika kinerja manajemen 16 . 2007). karena data aliran kas perusahaan bisa memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi investor tentang perubahan nilai saham yang akan terjadi. investor bisa menggunakan informasi rasio harga/aliran kas ini sebagai pelengkap informasi PER. Residual income model (RIM) dalam menganalisis nilai intrinsik ekuitas mempunyai dua komponen yaitu nilai buku ekuitas saat ini. Menurut Stowe (2007). residual income adalah laba bersih dikurangi biaya ekuitas (Stowe. o Model ini mempunyai focus di profitabilitas ekonomi. dan nilai sekarang dari ekspektasi masa depan dari residual income. bukannya earning perusahaan. Residual income model lebih bermanfaat dibandingkan beberapa model penilaian ekuitas berdasarkan pendekatan nilai sekarang dalam menjelaskan harga saham. kekuatan dari Residual income model (RIM) adalah : o Nilai terminal tidak memperoleh bagian yang besar dari total present value. Rasio Harga/Aliran Kas Pendekatan ini mendasarkan diri pada aliran kas perusahaan.  Pendekatan Penilaian Saham Lainnya a. Economic Value Added (EVA). b. Residual Income Model Residual income model dalam penilaian ekuitas menjadi model yang diakui dalam praktik investasi dan penelitian. o Model ini dapat digunakan jika arus kas tidak dapat diprediksi. Dalam penilaian saham perusahaan. o Model ini dapat diaplikasikan untuk perusahaan yang tidak membayar dividen atau perusahaan yang tidak mempunyai arus kas bebas positif. o RIM menggunakan data akuntansi yang tersedia dan siap dipakai. Secara konsep. o Data-data akuntansi yang digunakan sebagai input memerlukan penyesuaian yang signifikan.

baik untuk biaya hutang (cost of debt) maupun modal sendiri (cost of equity). Secara matematis. EVA suatu perusahaan dapat dituliskan sebagai berikut: EVA = Laba bersih operasi setelah dikurangi pajak – besarnya biaya modal operasi dalam rupiah setelah dikurangi pajak EVA = [EBIT (1 – pajak)] – [(modal operasi) (persentase biaya modal setelah pajak)] 17 . EVA dihitung dengan mengurangkan keuntungan operasi perusahaan dengan biaya modal perusahaan.baik/efektif (dilihat dari besarnya nilai tambah yang diberikan). maka akan tercermin pada peningkatan harga saham perusahaan.

<http://www. <http://sap. Fakultas Ekonomi UI Syafarudin Alwi & Bambang Riyanto. Penilaian Saham. Penilaian Saham.DAFTAR KEPUSTAKAAN Agus Zainul Arifin. dan Strategi Investasi Obligasi.gunadarma.ac. Menilai Saham Dari Dividennya. Obligasi.deden08m. 2007. Pengertian Obligasi.com> Deden Mulyana.com> Mohammad Mustaqim.wordpress.wordpress.deden08m. 2007. < http://www. Budi. Universitas Indonesia Deden Mulyana. Obligasi (Bonds). dan Strategi Portofolio Saham. Pusat Pengambangan Bahan Ajar. Universitas Mercubuana Frensidy. Penilaian Obligasi.id> 18 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful