P. 1
presentasi muka

presentasi muka

|Views: 177|Likes:
Published by Andy Yusrizal

More info:

Published by: Andy Yusrizal on Mar 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN I.

1 Latar Belakang Insidensi dari presentasi muka <1% , dan pada multigravida lebih banyak dari pada primi, umumnya sekunder atau ekstensi terjadi dalam persalinan saat di pintu atas panggul. Insidensi ini bersamaan dengan dagu didepan atau lintang sekitar 70% dan dagu di belakang sekitar 30%. Posner, Rubin, dan Posner

melaporkan insidensi 1 dari 380 atau 0,2% dari 19.760 persalinan. (1) Angka-angka kejadian di beberapa rumah sakit dengan jumlah persalinan yang banyak di Indonesia sukar dibandingkan. Karena perbandingan antara

kasus-kasus terdaftar dengan kasus-kasus tidak terdaftar berbeda-beda antara rumah sakit satu dengan rumah sakit lainnnya. Di Rumah Sakit Dr. Cipto

Mangunkusumo selama 5 tahun angka kejadian presentasi muka kurang dari 0,1% diantara 12.827 persalinan. (4) Adalah penting untuk mengenali presentasi wajah sedini mungkin sebelum atau selama persalinan untuk memberikan kesempatan kepada dokter maupun tenaga medis lain untuk dapat menilai keadaan yang mendasarinya dan melakukan tindakan perbaikan, dengan demikian menghindari persalianan yang sulit dan traumatik. Faktor predisposisi untuk presentasi wajah adalah prematuritas dan disproporsi sefalopelvik. Tortikolis janin atau massa leher yang besar mungkin merupakan penyebab intrinsik hiperekstensi kepala janin. Karena anomali lebih sering terjadi pada janin dengan presentasi wajah, keadaan tersebut harus dicari

1

2 Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi dan kejadian persalinan dengan presentasi muka dan menyertakan data-data klinik berupa : umur. I. gondok. 2 .Dr.Margono Soekaryo Purwokerto. Jenis presentasi muka 5. Umur Kehamilan I. jenis presentasi muka. (5) I. kami mengambil: 1. Observasi yang ketat harus dilakukan dalam mencari anensefali. Paritas 3. Umur 2.3 Variabel Penelitian Pada penelitian ini subyek yang diteliti adalah semua jenis persalinan dengan letak muka baik dagu depan maupun dagu belakang di bagian unit kebidanan dan penyakit kandungan RSUD Prof. I. paritas. selama kurun waktu 1 Januari 2002-31 Desember 2003. berat bayi lahir.4 Batasan Variabel Penelitian Pada batasan variabel penelitian. dan umur kehamilan.Margono Sukaryo Purwokerto. ensefalokel. dan higroma.Dr.5 Metode penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif retrospektif yang menggunakan data sekunder dari rekam medik pasien di bagian obstetrik dan ginekologi RSUD Prof.dengan ultrasonografi. Berat Bayi Lahir 4.

872 persalinan. Oleh karena itu presentasi muka dapat ditemukan pada panggul sempit atau pada janin besar. Cipto. dan dikatakan sekunder bila baru terjadi pada waktu persalinan. Definisi Presentasi muka ialah keadaan dimana kepala dalam keadaan defleksi maksimal. (2) letak muka adalah letak kepala dengan defleksi maksimal. Presentasi muka dikatakan primer apabila sudah terjadi sejak masa kehamilan. Multiparitas dan perut 3 . Etiologi Pada umumnya penyebab terjadinya presentasi muka adalah keadaankeadaan yang memaksa terjadinya defleksi kepala atau keadaan-keadaan yang menghalangi terjadinya fleksi kepala. hingga occiput mengenai punggung dan muka terarah ke bawah.BAB II TINJAUAN PUSTAKA I. karena perbandingan antara kasus-kasus terdaftar dengan kasus-kasus tidak terdaftar berbeda-beda antara rumah sakit satu dengan rumah sakit lainnnya. Dirumah sakit Dr. selama satu tahun angka kejadian presentasi muka kurang dari 0.1% diantara 12. Angka-angka kejadian dibeberapa rumah sakit dengan jumlah persalinan yang banyak di Indonesia sukar dibandingakan. sehingga oksiput tertekan pada punggung dan muka merupakan bagian terendah menghadap kebawah. Punggung terdapat lordose dan biasanya terdapat di belakang. (4) II.

Letak primer muka yang disebabkan oleh kelainan anak dan tak dapat diperbaiki seperti: 1. Lilitan tali pusat yang banyak 4. Meningocele 5. hingga rahim jatuh kedepan 4. (4) 4 . Anencephali b. (2) Sebab yang terpenting ialah panggul sempit dan anak yang besar. Anak besar 3. akibat otot-otot janin yang telah kehilangan tonusnya. Hydramnion. Panggul picak (panggul corong) 2. Mungkin juga letak defleksi dapat terjadi karena tonus otot-otot extensor anak lebih kuat dari tonus otot-otot flexor. Letak muka sekunder: dapat diperbaiki. Kadang-kadang presentasi muka juga dapat terjadi pada kematian janin intrauterine. anak normal: 1. Bagian-bagian yang menumbung 5. Struma kongenitalis 2. Dinding perut kendor. Secara lengkap sebab-sebab dapat dibagi dalam 2 golongan: a. Selain itu kelainan janin seperti anensefalus dan tumor dileher bagian depan dapat mengakibatkan presentasi muka. Kelainan tulang leher 3.gantung juga merupakan faktor yang memudahkan terjadinya presentasi muka.

terdapat disebelah yang berlawanan dengan letak dada. hidung dan pinggiran orbita. Bila muka sudah sudah masuk kedalam rongga panggul. sehingga pada pemeriksaan luar dada akan teraba seperti punggung. Atas penemuan tersebut di atas dibuat foto roetgen. Bagian kepala yang menonjol yaitu belakang kepala. Adanya kaput sucaedenum menyulitkan pemeriksaan. jari pemeriksa dapat meraba dagu. Di daerah dada dapat pula di raba bagian-bagian kecil janin dan denyut jantung janin terdengar lebih jelas. Untuk membuat diagnosa presentasi muka. mulut dan dagu. tubuh janin berada dalam keadaan ekstensi. hidung. Karena muka agak lunak harus dibedakkan dari bokong.Diagnosa: 1. tulang pipi. mulut. sehingga tidak melukai mata dan mulut. 2. selain pemeriksaan luar pada umumnya perlu dibantu dengan pemeriksaan dalam. Dalam Persalinan Dengan pemeriksaan dalam pada pembukaan yang cukup teraba: orbita. Kesalahan ini tidak perlu terjadi kalau 5 . Dalam kehamilan Letak muka kadang-kadang dapat dicurigai dalam kehamilan kalau: Tonjolan kepala teraba sepihak dengan punggung dan antara belakang kepala dan punggung teraba sudut yang runcing (sudut Fabre) tonjolan kepala ini juga bertentangan dengan fihak bagian-bagian kecil Bunyi jantung anak terdengar pada fihak bagian-bagian kecil. sehingga kadang-kadang muka dikacaukan dengan bokong.III. Pemeriksaan harus dilakukan dengan hati-hati. Pada presentasi muka .

I (2) IV. Ini di sebabkan karena jarak dari foramen magnum ke belakang kepala lebih besar dari jarak foramen magnum ke dagu. Kepala lahir dengan gerakan fleksi dan tulang lidah menjadi hipomochlion. mata. dapat dilakukan pemeriksaan roentgenologik atau bila ada dengan M. berturut-turut lahirlah hidung. hingga memutar kedepan kearah simphisis. Dalam vulva terdahulu tampak mulut.R. (4) V. Hal ini dapat dijelaskan karena kepala masuk kedalam panggul dengan sirkumferensia trakeloparietale yang hanya sedikit lebih besar dari pada 6 . Caput succedaneum terbentuk di daerah mulut hingga muka anak muncung. Distansia submentobregmatica melalui jalan lahir (9½cm). Mekanisme persalinan: Pada permulaan defleksi ringan saja tetapi dengan turunnnya kepala defleksi bertambah.sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan luar yang seksama. Disamping itu mulut dapat dikenal karena adanya pinggiran alveola. ubun-ubun besar dan akhirnya tulang belakang kepala. Apabila masih ada keraguraguan. Putar paksi ini baru terjadi pada dasar panggul. dahi. Prognosa Pada umumnya persalinan pada presentasi muka berlangsung tanpa kesulitan. Vulva diregang oleh diameter submento-occipitalis (11½cm). Karena dagu merupakan bagian yang terendah dagulah yang paling dulu mengalami rintangan dari otot-otot dasar panggul. hingga dagu menjadi bagian yang terendah.

sirkukferensia suboksipotobregmatika. Kemungkinan ruptur perinea lebih besar. Pada umumnya partus lebih lama. Angka kematian perinatal pada presentasi muka ialah 2.(2) Letak muka dapat lahir spontan. 3. 2. Penatalaksanaan Kalau menemukan letak muka sebaiknya diperiksa apakah tidak ada kelainan panggul. karena dalam keadaan tersebut janin yang cukup bulan tidak mungkin lahir secara pervaginam. Penolong berdiri pada fihak perut anak.5%-5%. Dalam keadaan ini dimana dagu berada di belakang prognosis kurang baik bila dibandingkan dengan dagu depan. Kepala anak dimobilisasi dan diletakkan pada fossa illiaca pada fihak punggung anak. Tetapi kesulitan persalinan dapat terjadi karena adanya kesempitan panggul dan janin yang besar merupakan penyebab terjadinya presentasi muka tersebut. (4) VI. satu tangan menarik bokong sedang satunya dikepalkan dan menolak dada anak. Disamping itu dibandingkan dengan letak belakang kepala. Dalam kehamilan dapat dicoba perasat Schatz untuk memperbaiki letak defleksi: 1. yang meninggikan angka kematian janin. 7 . muka tidak dapat melakukan dilatasi serviks secara sempurna dan bagian terendah harus turun sampai ke dasar panggul sebelum ukuran terbesar kepala melewati pintu atas panggul. Sesudah lordose berkurang maka tangan yang tadinya menolak dada memegang daerah belakang kepala dan mendekatkannya dengan bokong.

Dagu terdapat sebelah depan. Juga jika dagu terdapat di sebelah belakang masih ada kemungkinan bahwa dagu memutar ke depan dan persalinan berlangsung spontan. 3.patol) Indikasi untuk melakukan ekstaksi cunam pada presentasi muka dapat berasal dari ibu. dan biasanya diambil sikap konservatif dan kalau dagu tidak berputar kedepan dilakukan SC. Caranya: 1. Kepala dibebaskan dulu 2. dari janin atau bila kala II telah berlangsung lebih dari 2 jam. boleh diusahakan koreksi manuil menjadi letak belakang kepala dengan perasat thorn. terapi bersifat konservatif mengingat bahwa letak muka dapat lahir spontan. Kepala sudah sampai di H-IV 2.(obs. Jika dagu tetap di belakang (position mento posterior persistens) maka persalinan tidak dapat berlangsung spontan. Occiput dipegang dengan tangan dalam dan ditarik ke bawah supaya terjadi fleksi. Jika syarat-syarat ini tidak terpenuhi lebih baik dilakukan SC. Tangan luar menolak dada supaya terjadi kyphose.Dalam persalinan asal tidak ada kelainan panggul. 8 . Jika ada indikasi untuk menyelesaikan persalinan maka forceps hanya dipergunakan kalau : 1. (2) Kalau pada multipara ketuban baru pecah pembukaan lengkap kepala masih agak tinggi dan dagu terdapat dibelakang. Di samping syarat-syarat umum yang berlaku untuk penggunaan cunam. Perasat ini biasanya sudah tidak dilakukan lagi.

SC kalau anak masih hidup 2. Terapi keadaan ini ialah: 1.Sebabnya ialah karena untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan panggul. (2) Pada presentasi muka dengan posisi dagu anterior. Perforasi kalau anak sudah mati. sedang tangan yang lain berusaha meniadakan ekstensi tubuh janin dengan menekan kepala. Hal ini tidak mungkin karena defleksinya sudah maksimal. yaitu : 1. anak harus menambah defleksinya. Dagu harus berada dibelakang. Kepala belum turun ke dalam rongga panggul dan masih mudah didorong ke atas. (4) Dalam keadaan tertentu dapat dicoba untuk mengubah presentasi muka menjadi presentasi belakang kepala dengan cara memasukan tangan penolong kedalam vagina. harus dipenuhi beberapa syarat untuk melakukan perasat Thorn. bila pembukaan lengkap: Lahirkan dengan persalinan spontan pervaginam Bila kemajuan persalinan lambat lakukan oksitosin drip 9 . sebab bila dagu berada didepan akan terjadi presentasi belakang kepala dengan ubun-ubun kecil di belakang yang tidak lebih menguntungkan bila dibandingakan dengan presentasi muka dengan dagu didepan 2. Kalau dengan cara ini tidak berhasil dapat dicoba perasat thorn: bagian belakang kepala dipegang oleh tangan penolong yang dimasukan kedalam vagina kemudian ditarik kebawah. kemudian menekan muka pada daerah mulut dan dagu keatas.

lakukan forseps Bila pembukaan belum lengkap lakukan: Tidak didapatkan tanda obstruksi. Lakukan evaluasi persalinan sama dengan presentasi verteks Bila posisi dagu Posterior: Bila pembukaan lengkap atau belum lengkap. lakukan oksitosin drip. lakukan seksio sesarea Bila janin mati lakukan kraniotomi.- Bila penurunan kurang lancar. (3) 10 .

Distribusi Kasus Menurut Berat Bayi Lahir Berat Bayi Lahir (dalam jumlah % 11 . dan untuk multigravida sejumlah 3 orang. selama 2 tahun hanya didapatkan 4 kasus persalinan dengan presentasi muka.3 Distribusi Kasus Menurut Berat Bayi Lahir Tabel 3.2 Distribusi Kasus Menurut Paritas Tabel 2. II. Distribusi Kasus Menurut Umur Ibu Umur <20 20-35 36-50 Jumlah Pasien 0 4 0 % 0 100 0 >50 0 0 Total 4 100 Berdasarkan data yang didapat.BAB III HASIL PENELITIAN II.1 Distribusi Kasus Menurut Umur Ibu Tabel 1. Distribusi Kasus Menurut Paritas Paritas Belum punya anak 1-3 4-6 Jumlah pasien 1 3 0 % 25 75 0 >6 0 0 Total 4 100 Dari tabel didapatkan untuk primigravida sejumlah 1 orang. Yaitu pada semuanya berkisar diantara rentang umur 20-35 tahun. II.

4 Distribusi Kasus Menurut Jenis Presentasi Muka Tabel 4. Sedangkan untuk presentasi muka dagu belakang yaitu sejumlah 3 parturien. dapat lahir secara pervaginam. masing-masing 3000 gram. semuanya berkisar antara 2500-4000 gram. Distribusi Kasus Menurut Jenis Presentasi Muka Presentasi Muka Dagu depan jumlah 1 % 25 Dagu Belakang 3 75 Total 4 100 Hasil yang didapat untuk presentasi muka dagu depan yaitu 1 parturien.5 Distribusi Kasus Menurut Umur Kehamilan Tabel 5 Distribusi Kasus Menurut Umur Kehamilan Partus Partus Immaturus Partus Prematurus Aterm Partus Serotinus Jumlah 0 0 4 0 % 0 0 100 0 12 . II. II. dengan rincian. lahir dengan operasi sectio secarea.gram) <2500 2500-4000 0 4 0 100 >4000 0 0 Total 4 100 Hasil yang didapat untuk berat bayi lahir. 3500 gram. 3000 gram dan 3000 gram.

II. sedangkan satu lagi menderita asfiksia sedang.7 Distribusi Kasus Menurut Surat pengantar/rujukan pasien Tabel 7 Distribusi Kasus Menurut Surat pengantar/rujukan pasien Jenis rujukan Datang sendiri Bidan Puskesmas Diagnosa rujukan Presentasi Muka Jumlah 1 3 0 % 25 75 0 Dokter 0 0 Total 4 100 Pasien datang dengan surat pengantar bidan sejumlah 3 pasien. Hanya 1 pasien yang datang tanpa 13 .Jumlah 4 100 Semua parurien pada kasus ini melahirkan anak pada usia kehamilan aterm. II. Persalinan dengan bayi prematur sebagai faktor predisposisi tidak didapatkan pada kasus ini. Diagnosa yang tertera pada surat rujukan sesuai dengan diagnosa pada saat dilakukan pemeriksaan di rumah sakit Margono Sukaryo. dan pada dua anak tidak mengalami asfiksia.6 Distribusi Kasus Menurut Apgar Score Tabel 6 Distribusi Kasus Menurut Apgar Score Kriteria Apgar Asfiksia Berat Asfiksia Sedang Jumlah 1 1 % 25 25 Tak asfiksia 2 50 Jumlah 4 100 Berdasarkah hasil yang didapat bahwa satu anak yang dilahirkan mengalami asfiksis berat.

8 Distribusi Kasus Menurut kemajuan persalinan Tabel 8 Distribusi Kasus Menurut Diagnosis Kemajuan persalinan Waktu persalinan Partus macet Partus tak maju Jumlah 2 1 % 50 25 Partus spontan 1 25 Total 4 100 Dari hasil penelitian didapatkan 2 parturien didiagnosis sebagai partus macet.surat pengantar maupun surat rujukan. dengan demikian menghindari persalinan yang sulit dan traumatik. Sedangkan satu parturien didiagnosis sebagai partus spontan. Sedangkan pasien yang datang dengan surat rujukan dari puskesmas dan dokter tidak ada. keadaan tersebut harus dicari dengan ultrasonografi. dan 1 parturien didiagnosis sebagai partus tak maju. Karena anomali lebih sering terjadi pada janin dengan presentasi wajah. Tortikalis janin atau massa leher yang besar mungkin merupakan penyebab intrinsik hiperekstensi kepala janin. ensefalokel. jika janin 14 . gondok dan higroma. Ketidaksesuaian hal-hal tersebut juga mengharuskan pemeriksaan retardasi pertumbuhan intrauterine. II. Usia kehamilan dan taksiran berat badan janin juga sering menjadi penyebab presentasi wajah. Faktor predisposisi untuk presentasi wajah adalah prematuritas dan disproporsi sefalopelvik. BAB IV PEMBAHASAN Adalah penting untuk mengenali pesentasi wajah sedini mungkin sebelum atau selama persalinan untuk memberikan kesempatan melakukan tindakan perbaikan. dalam mencari anensefhali. Observasi yang ketat harus dilakukan.

Sedangkan 25% atau 1 dari 4 parturien merupakan primigravida. Menurut paritasnya. Pemeriksaan sinar-X juga membantu mengidentifikasikan adanya malformasi janin dan gangguan pertumbuhan yang telah disebutkan sebelumnya. namun pada penelitian yang diambil dari data rekam medis ini.lebih kecil daripada taksiran menurut usia kehamilan. Usia kehamilan juga menjadi salah satu faktor penyebab presentasi wajah. Jika usia ibu hamil kurang dari 20 tahun maupun lebih dari 35 tahun merupakan kehamilan dengan resiko tinggi. Pencatatan dilatasi serviks secara grafik dan tinggi janin terhadap waktu dalam persalinan memberikan pola persalinan. Partus prematurus dengan usia 15 . tidak ada satupun data yang menyebutkan faktor tersebut. pada penelitian ini 75% atau 3 dari empat parturien merupakan multiparitas. dengan demikian bahwa sefalometri adalah komponen yang penting dari proses pemeriksaan kasus-kasus tersebut. Usia ibu pada kasus ini merupakan usia ideal bagi seorang wanita untuk melahirkan. pada multiparitas kejadian presentasi wajah lebih banyak dijumpai. Timbulnya gangguan protraksi atau tidak adanya kemajuan dalam persalinan dapat merupakan tanda disproporsi. Presentasi wajah juga sering disertai dengan panggul sempit. Pada kasus presentasi muka ini usia ibu hamil berada pada usia yang tidak beresiko untuk hamil maupun melahirkan. kehamilan ganda dan leiomioma rahim. Amati juga untuk hidramnion. Hal ini sangat berguna dalam mendeteksi kemajuan persalinan yang abnormal. Hanya jika dapat ditunjukan dengan jelas bahwa pelvis maternal adekuat untuk mengakomodasi kepala janin pada presentasi wajah persalinan dapat dilanjutkan. Perut gantung juga disebutkan merupakan faktor predisposisi dari presentasi wajah.

Namun dari hasil penelitian semua parturien usia kehamilannya berada antara 37-42 minggu atau dengan kata lain semua parturien dalam usai kehamilan aterm. menjadi salah satu penyebab terjadinya presentasi wajah. ensefalokel. Kriteria disebut bayi besar jika berat bayi lahir lebih dari 4 kilogram. Bayi yang besar lebih sering menyebabkan distosia. anensefhali. Disproporsia kepala panggul yang juga menjadi penyebab presentasi muka sulit ditentukan karena tidak ada data dari rekam medis yang menyebutkan adanya kelainan ini. Partus macet adalah tidak adanya kemajuan pada persalinan pada kala II yang meliputi penurunan kepala dan putar paksi dalam. Keadaan ini merupakan distosia karena kelainan presentasi dan letak janin yaitu presentasi muka dengan letak dagu posterior/belakang. gondok dan higroma tidak ditemukan pada penelitian ini. dan satu bayi dengan berat lahir 3500 gram. Penyebab lain yaitu bayi besar. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa berat bayi lahir pada presentasi muka berkisar antara 2500-4000 gram dengan rincian tiga bayi dengan berat sama yaitu 3000 gram. 3 parturien didiagnosa sebagai partus macet. Kelainan lain yang menyebabkan presentasi wajah seperti tortikalis wajah atau massa leher yang besar.kehamilan antara 28-36 minggu. Sedangkan 1 parturien dengan presentasi muka dagu depan dapat lahir pervaginam. Pada penelitian ini. atau data yang ada tidak menyebutkan kelainan tersebut 16 .

tiga diantaranya merupakan persalinan dengan presentasi muka dagu belakang dan lahir secara seksia sesarea. Usia parturien pada penelitian ini tidak mempengaruhi kejadian presentasi muka. Paritas menjadi salah satu penyebab presentasi muka dengan multi paritas sebesar 75%. Bayi besar yang menjadi penyebab dari presentasi muka juga tidak ditemukan pada penelitian ini. sedangkan presentasi muka dagu belakang merupakan indikasi untuk dilakukan persalinan seksio sesarea. Kelainan-kelainan seperti disproporsia 17 . sedangkan 1 parturien dengan presentasi muka dagu depan dapat lahir secara pervaginam. begitu juga usia kehamilannya.BAB V KESIMPULAN Presentasi muka merupakan salah satu distosia karena kelainan letak dan presentasi janin. Dari 4 parturien yang diteliti. Presentasi muka dagu depan dapat lahir spontan asal syaratsyarat pervaginam terpenuhi.

Terutama sekali tentang kelengkapan dan sistem dalam penataan katalog elektronik. Semoga sumbang 18 . Semisal tentang diagnosis akhir persalinan yang hanya mencantumkan jenis persalinan normal dan persalinan dengan tindakan. panggul sempit.kepala panggul. gondok dan higroma tidak ditemukan pada penelitian ini. atau data yang ada tidak menyebutkan kelainan tersebut SARAN Setelah selesai dalam penggarapan refrat ini. Indikasi yang menyebabkan persalinan dengan tindakan tidak terdapat dalam catatan medik berbasis elektronik.Kelainan lain yang menyebabkan presentasi wajah seperti tortikalis wajah atau massa leher yang besar. kelainan. anensefhali. ensefalokel. Masih banyak diagnosis yang tidak tercantum dan tidak terklasifikasi dengan baik. banyak hal yang ingin kami sampaikan terutama dalam hal catatan medis atau rekam medis di rumah sakit Margono Soekarjo ini. Hendaknya ada perbaikan dalam sistem catatan medis sehingga kemudahan dalam mengakses diagnosis yang diinginkan dapat dengan mudah segera didapat. sehingga untuk mencari presentasi muka saja kami kesulitan karena diagnosis akhir hanya persalinan dengan tindakan sedangkan indikasi yang menyertai tidak disertakan didalamnya.

19 .saran ini dapat membuat kemajuan dalam hal pencatatan medis yang ada di rumah sakit Margono Sukaryo ini. Semoga ini refrat dapat bermanfaat. Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih kepada segenap fihak yang telah membantu proses pembuatan refrat ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->