P. 1
Makalah Hukum bisnis

Makalah Hukum bisnis

|Views: 316|Likes:
Published by Ari Hidayat
Bussiness School
Bussiness School

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Ari Hidayat on Mar 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $2.00 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/12/2014

$2.00

USD

pdf

text

original

Makalah Hukum Bisnis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Memperbincangkan masalah HAKI
bukanlah masalah perlindungan hukum
semata. HAKI juga erat dengan alih
teknologi, pembangunan ekonomi, dan
martabat bangsa. Secara umum disepakati
bahwa Hak Kekayaan Intelektual
(selanjutnya disebut HAKI) memegang
peranan penting dalam pertumbuhan
ekonomi saat ini. Akumulasi ilmu
pengetahuan merupakan kekuatan
pendorong bagi pertumbuhan ekonomi.
HAKI merupakan kekuatan dari kreatifitas
dan inovasi yang diterapkan melalui ekpresi
artistik. Dalam hal ini merupakan sumber
daya potensial intelektualitas seseorang
yang tidak terbatas dan dapat diperoleh oleh
semua orang.

HAKI merupakan suatu kekuatan
yang dapat digunakan untuk meningkatkan
martabat seseorang dan masa depan suatu
bangsa, secara material, budaya dan social
sementara Di Indonesia HAKI seolah-olah
masih merupakan barang baru, sehingga
saat inipun masih dapat dikatakan dalam
taraf sosialisasi. Khususnya di kota
gorontalo sebagia besar masyarakat kurang
memehami bahkan sama sekali tidak
mengetahui tentang HAKI. Jangankan
masyarakat umum, dikalangan kaum
pendidik di universitas bahkan dikalangan
para penegak hukumpun, banyak yang tidak
tahu HAKI, kurang tahu atau kalaupun tahu,
tapi tdak ambil perduli. sehingga masih
banyak masyarakat yang melenggar HAKI,
diantaranya pembajakan DVD/CD, Dalam hal
ini tentunya terdapat masalah yag
mengakibatkan keterbatasan pengetahuan
masyarakat tentang HAKI dan dampak yang
berakibatkan karena masyarakat tidak
memehami HAKI. Penegakan Hukum HAKI
pun belum sepenuhnya berjalan baik.maka
dalam riset kecil ini akan dibahas penyebab
keterbatasan pengetahuan masyarakat
tentang HAKI dan dampak yang timbul
akibat hal tersebut.

1.2 Perumusan masalah
1. Apa yang menyebabkan masyarakat
kurang mengetahui tentang HAKI?
2. Apakah dampak yang timbul akibat
kurangnyan pengetahuan tentag HAKI?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui hal-hal yang menyebabkan
kurangnya pengetahuan masyakakat
tentang HAKI
2. Mengetahui dampak yang timbul akibat
kurangnya pengetahuan tentang HAKI.
Khususnya hak cipta.

1.4 Manfaat
1. Dapat mengetahui dan lebih memehami
HAKI
2. Dapat menghindari masalah yang
melanggar HAKI khususnya hak cipta.















BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian HAKI
HAKI merupakan kekuatan dari
kreatifitas dan inovasi yang diterapkan
melalui ekpresi artistik. Dalam hal
ini merupakan sumber daya potensial
intelektualitas seseorang yang tidak terbatas
dan dapat diperoleh oleh semua orang.

WIPO sebagai organisasi
internasional yang mengurus bidang hak
milik intelektual memakai istilah intellectual
property yang mempunyai pengertian luas
dan mencakup antara lain karya
kesusastraan, artistic, maupun ilmu
pengetahuan, pertunjukan oleh para artis,
kaset dan penyiaran audio visual, penemuan
dalam segala bidang usaha manusia,
penemuan ilmiah, desain industry, merek
dagang nama usaha, dan penentuan
komersial, dan perlindungan terhadap
persainga curang.

Dalam bidang milik intelektual ada
bidang yang khusus berkenan dengan bidang
industry dan pengetahuan, bidang ini sering
disebut sebagai hak milik perindustrian (
industial property ). Yang diutamakan disini
adalah bahwa hasil penemuan, atau
karyanya dapat dipergunakan untuk
maksud-maksud industry. Penggunaan
dibidang industry inilah yang merupakan
aspek terpenting dari hak milik
perindustrian.

Hak milik intelektual merupakan
suatu hak milik yang berada dalam ruang
lingkup kehidupan teknologi, ilmu
pengetahuan, maupun seni dan sastra.
Pemelikannya bukan terhadap barangnya
melainkan terhadap hasil kemampuan
intelektual manusianya. Yaitu diantaranya
berupa idea. Menurut W.R. Cornish, “milik
intelektual melindungi pemakaian idea dan
informasi yang mempunyai nilai komersial
atau nilai ekonomi”.

Sistem perlindungan yang baik
terhadap HKI dapat menunjang
pembangunan ekonomi masyarakat yang
menerapkan sistem tersebut. Namun
demikian demikian, harus diakui (walaupun
masih baru) bahwa saat ini kesadaran
masyarakat Indonesia mengenai perlunya
upaya menciptakan sistem perlindungan HKI
yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat
semakin meningkat pula
seiring perkembangan yang sangat pesat di
segala bidang . Salah satu indikasi
meningkatnya perhatian dan kesadaran
masyarakat terhadap HKI tercermin dari
cukup tingginya permohonan HKI yang
diajukan ke Direktorat Jenderal Hak
Kekayaan Intelektual (Ditjen HaKI) dari
tahun ke tahun. Hal tersebut juga dapat
dilihat dari semakin meningkatnya
kesadaran masyarakat dalam upaya
melindungi sumber daya alam terutama
keanekaragaman hayati yang terkandung di
bumi Indonesia ini.

2.2 Manfaat HAKI

Secara umum ada beberapa manfaat
yang dapat diperoleh dari sistem HKI yang
baik meningkatkan posisi perdagangan dan
investasi, I mengembangkan
teknologi, mendorong perusahaan untuk
bersaing secara internasional, dapat
membantu komersialisasi dari suatu invensi
(temuan), dapat mengembangkan sosial
budaya, dan dapat menjaga reputasi
internasional untuk kepentingan ekspor.

Selain manfaat di atas HAKI juga
mempunyai manfaat sebagai berikut:
a. Sebagai asset perusahaan dan asset
diri sendiri
b. Sebagai pendukung pengembangan
usaha
c. Pencegah persaingan usaha tidak
sehat
d. Pemacu inovasi
e. Pembentuk images

2.3 Macam-macam HAKI

A. Hak cipta

Hak cipta adalah hak eksekusi yang
diberikan oleh pemerintah) untuk mengatur
penggunaan hasil penuangan gagasan atau
informasi tertentu. Pada dasarnya “hak cipta
merupakan hak untuk menyalin suatu
ciptaan”. Hak Cipta dapat juga
memungkinakn pemegang hak tersebut
untuk membatasi penggandaan tidak sah
atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula hak
cipta memiliki masa berlaku tertentu yang
terbatas.

Hak cipta berlaku pada berbgai jenis
karya seni atau karya ciptaan ciptaan
tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta
kaya tulis lainnya, film karya koreografis
(tari, balet) dan sebagainya) komposisi
musik, rekaman suaralukisan, gambar,
patung, foto perangkat lunak computer,
siaran radio dan televise dan (dalam
yurisdiksi tertentu) desain industry.

Hak cipta merupakan salah satu
jenis hak kekayaan intelektual. Namun hak
cipta membedakan secara mencolok dari
hak kekayaan intelektual lainnya (seperti
paten yang memberikan hak monopoli untuk
melakukan sesuatu, melainkan hak untuk
mencegah orang lain yang melakukannya
Hukum yang mengatur hak cipta biasanya
hanya mencakup ciptaan yang berupa
perwujudan suatu gagasan dan tidak
mencaup gagasan umum,konsep, fakta, gaya
atau teknik yang mungkin terwujud dan
terwakili di dalam ciptaan tersebtu sebgai
contoh, hak cipta yang berkaitand engan
tokoh kartun miili tikus melarang pihak
yang tidak berhak menyebarkan salinan
kartun tersebut atau menciptakan karya
yang meniru tokoh tikus tertenty ciptaan
walt Disney tersebut namun, tidak melarang
penciptaan atau karya seni lain mengenai
tokoh tikus secara umum.
Di Indonesia masalah hak cipta
diatur dalam undang-undang hak cipta, yaitu
yang berlaku sat ini, undang-undang nomor
19 tahun 2002. Dalam undang-undang
tersebut pengertian hak cipta adalah “hak
ekslusif bagi penciptanya atau penerima hak
untuk mengumumkan atau memperbanyak
ciptaanya atau memberikan ujin untuk itu
dengan tidak mengurangibatasan-batasan
menurut peraturan perundang-undangan
yang berlaku.

Pengertian hak cipta terdapat pada pasaI 1
ayat (2) UU No 19 tahun 2002 yang isinya:.
Pencipta adalah seseorang atau
beberapa orang secara bersama-sama yang
atas inspirasinya melahirkan suatu ciptaan
berdasarkan kemampuan fikiran, imajinasi
kecepatan, keterampilan atau keahlian yang
di tuangkan ke dalam bentuk yang khas dan
bersifat pribadi.

Pasal 1 ayat (3) mengatur tentang ciptaan,
isinya:
Ciptaan adalah hasil setiap karya
pencipta yang" menunjukan
keasIiannyadalam lapangan i1mu
pengetahuan, seni dan sastra. Definisi atau
Terminologi Hak Cipta, berbeda pada setiap
Negara penandatanganan WIPO Copyright
Treaty, namun sarna dengan esensinya.
Pengertian dasarnya adalah: Hak Cipta
adalah Hak Eksklusif (Exclusive Right) bagi
pencipta maupun penerima hak atas karya
sastra dan karya seni.

Hak Cipta adalah hak khusus bagi
pencipta atau pemegang hak cipta untuk
mengumumkan atau memperbanyak
ciptaannya yang timbul secara otomatis
setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa
mengurangi pembatasan menurut peraturan
perundang undangan yang berlaku.

Pencipta adalah :
a) Seseorang atau beberapa orang secara
bersama-sama yang atas
inspirasinya lahir suatu ciptaan berdasarkan
kemampuan pikiran, imajinasi, keeekatan,
keterampilan atau keahlian yang dituangkan
dalam bentuk yang khas dan bersifat
pribadi;
a) Orang yang merancang suatu ciptaan, tetapi
diwujudkan oleh orang lain dibawah
pimpinan atau pengawasan orang yang
merancang ciptaan tersebut;
b) Orang yang membuat suatu karya cipta
dalam hubungan kerja atau berdasarkan
pesanan;
c) Badan hukum sebagaimana ditentukan
dala Pasal 9 Undang-Undang Hak Cipta.

Pemegang hak cipta adalah pencipta sebagai
pemilih hak cipta, atau orang yang menerima
hak tersebut dari pencipta, atau orang lain
yang menerima lebih lanjut hak dari orang
tersebut diatas.

Ciptaan adalah hasil setiap karya
pencipta dalam bentuk yang khas dan
menunjukkan keasliannya dalam lapangan
pengetahuan, seni dan sastra. Yang
dimaksud dengan hak-hak yang berkaitan
dengan hak cipta adalah pelaku, produser
rekaman suara dan lembaga “penyiaran.
Pelaku adalah aktor, penyanyi, pemusik,
penari atau mereka menampilkan,
memperagakan atau mempertunjukkan,
menyanyikan”. menyampaikan,
mendeklamasikan, atau mempermainkan
suatu karya musik, drama, tari, sastra dan
karya seni lainnya.

Pengaturan Hak Cipta dalam Hukum
Nasional

Sejak Indonesia menyataka
berdaulat penuh pada 17 Agustus 1945
diikuti dengan dibuatnya UUD 45 tanggal 18
Agustus maka berdasarkan Pasal II aturan
peralihan UUD 45 maka semua peraturan
perundangan peninggalan jaman kolonial
Belanda tetap langsung berlaku sepanjang
belum dibuat yang baru dan tidak
bertentangan dengan UUD 45. Berdasarkan
ketentuan tersebut maka khusus yang
berkaitan dengan pengaturan hak cipta
diberlakukan Auteurswef 1912 peninggalan
kolonial belanda. Tiga puluh tahun
kemudian, tepatnya tahun 1982 baru
Pemerintah RI dapat membuat UU hak cipta
nasional yang dituangkan dalam UU NO.6
tahun 1982 tentang hak cipta ini banya
mengalami perubahan serta penambahan
peraturan pelaksana, sbb:

a. UU NO.6 tahun 1982 tentang Hak Cipta:
b. UU NO.7 tahun 1987 tentang Perubahan
UU NO.6 tahun 1982 tentang
Hak Cipta
c. UU NO.12 tahun 1997 tentang Prubahan
UU NO.6 tahun 1982
sebagaimana diubah dengan UU NO.7 tahun
1987 tentang hak Cipta;
d. UU NO.19 tahun 2002 tentang hak Cipta
yang menyatakan mencabut UU
lama tentang hak cipta;
e. UU NO.4 tahun 1990 tentang Wajib Serah
Simpan Karya Cetak dan Karya
rekam.
Selain diatur dalam UU maka sebagai
kelengkapan pengaturan hak cipta
juga diatur dalam beberapa peraturan
pelaksanaan, yaitu:
a. PP NO.14 tahun 1986 Jo PP NO.7 tahun
1989 tentang Dewan hak Cipta;
b. PP NO.1 tahun 1989 tentang
penerjemahanhan dan perbanyakan ciptaan
untuk kepentingan pendidikan, ilmu
pengetahuan.penelitian dan
pengembangan".
c. Keppres RI NO.18 tahun 199.7 tentang
pengesahan Berne Convention for the
Protection of Literaray and Artistic works.
d. Keppres RI NO.17 tahun 1988 tentang
Pengesahan persetujuan mengenai
perlindungan Hukum secara timbal balik
terhadap hak Cipta atas ya Rekaman Suara
antara RI dengan Masyarakat Eropa.

B. Hak Paten

Hak paten adalah hak khusus yang
diberikan Negara kepada penemu atas hasil
penemuannya dibidang teknologi, untuk
selama waktu tertentu melaksanakan
sendiri penemuannya tersebut atau
memberikan persetujuannya kepada orang
lain untuk melaksanakannya. Sedangkan
yang dimaksud dengan teknologi adalah
ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam
proses produksi.

Hak paten merupakan hak khusus
artinya bahwa paten hanya diberikan
kepada pemegangnya untuk dalam jangka
waktu tertentu melaksanakan sendiri
penemuan tersebut atau ubtuk memberikan
kewenangan kepada orang lain guna
melaksanakannya. Hak paten hanya
diberikan kepada penemu sebagai satu-
satunya yang behak atas penemuannya. Ini
berarti orang lain haya mungkin
menggunakan penemuan tersebut kalau ada
persetujuan atau izin dari penemu selaku
pemilik hak.

Hak paten diatur dalam UU No.14 Tahun
2001. Hak paten diberikan untuk jangka
waktu selama 14 Tahun, terhitung sejak
tanggal penerimaan permintaan paten, dan
dapat diperpanjang satu kali untuk selama 2
tahun. Tanggal mulai dan berakhir jangka
waktu paten dicatat dalam daftar umum
paten dan diumumkan dalam berita resmi
paten. Jangka waktu paten selama 14 tahun
tersebut dapat pula dikatakan sebagai
jangka waktu perlindungan hukum atas
paten yang bersangkutan.

C.Hak Merek

Yang menjadi objek atas merek
adalah karya-karya seseorang yang berupa
tanda, baik berupa tanda berupa tulisan atau
gambar atau kombinasi tulisan dan gambar
yang diciptakan dengan tujuan untuk
membedakan barang atau produk yang satu
dengan barang atau produk yang lain tetapi
yang sejenis.

Hak merek diatur dalam UU No.15
Tahun 2001. Perlindungan hukum atas
merek terdaftar berlaku untuk jagka waktu
selama 10 tahun berlaku sejak tanggal
penerimaan permintaan pendaftaran atas
merek. Jangka waktu perlindungan merek
terdaftar dapat diperpanjang setiap kali
untuk jangka waktu yang sama.
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Pentingnya HAKI

Memperbincangkan masalah HAKI
bukanlah masalah perlindungan hukum
semata. HAKI juga erat dengan alih
teknologi, pembangunan ekonomi, dan
martabat bangsa.
Para ahli ekonomi selama bertahun-
tahun juga telah mencoba memberikan
penjelasan mengenai adanya sebagian
perekonomian yang dapat dan tidak
berkembang pesat. Secara umum disepakati
bahwa Hak Kekayaan Intelektual
(selanjutnya disebut HAKI) memegang
peranan penting dalam pertumbuhan
ekonomi saat ini. Akumulasi ilmu
pengetahuan merupakan kekuatan
pendorong bagi pertumbuhan ekonomi. Bagi
negara yang ingin meningkatkan
pertumbuhan ekonominya, maka kebijakan-
kebijakan ekonomi yang dibuat haruslah
mendorong investasi di bidang penelitian,
pengembangan dan mensubsidi program
untuk pengembangan sumber daya manusia
Dalam hasil kajian World Intellectual
Property Organization (WIPO) dinyatakan
pula bahwa HAKI memperkaya kehidupan
seseorang, masa depan suatu bangsa secara
material, budaya, dan sosial.

HAKI merupakan kekuatan dari
kreatifitas dan inovasi yang diterapkan
melalui ekpresi artistik. Dalam hal
ini merupakan sumber daya potensial
intelektualitas seseorang yang tidak terbatas
dan dapat diperoleh oleh semua orang. HAKI
merupakan suatu kekuatan yang dapat
digunakan untuk meningkatkan martabat
seseorang dan masa depan suatu bangsa,
secara material, budaya dan sosial.

HAKI sebenarnya merupakan hal
baru bagi Indonesia, khususnya di kota
gorontalo Bahkan dapat dikatakan
Indonesia ketinggalam lebih 100 tahun dari
negera-negara maju, seperti Amerika
Serikat, Jepang, maupun Jerman, serta
Inggris.
3.2 Hal-Hal yang menyebabkan kurangnya
pengetahuan masyarakat tentang HAKI

Berdasarkan hasil penelitian
diperoleh data ketidaktahuan mengenai
HAKI, khususnya di kalangan masyarakat
umum yang ada dikota Gorontalo
ditampilkan dalam berikut.


Data masyarakat umum yang mengetahui
HAKI
( Khususnya Hak Cipta )




Sumber
: Data
Diperoleh Dari hasil wawancara

Data diatas yang banyak mengetahui
tentang HAKI adalah Mahasiswa dari jumlah
responden sekitar 75 % yang mengetahui
tentang HAKI.
Sementara untuk abang-abang bentor
dan pedagang kaset hanya sekitar 20 %
yang mangetahui tentang HAKI.

Ketidaktahuan masyarakat Tentang
HAKI disebabkan dari kurangnya sosialisasi
terhadap HAKI mengakibatkan kesulitan
yang dialami oleh masyarakat untuk bisa
membedakan antara produk asli dengan
produk bajakan. Ketidakmampuan
masyarakat untuk membedakan antara
kaset asli dengan kaset bajakan inilah yang
dimanfaatkan oleh para penjual kaset untuk
mengelabui para konsumennya. Kesulitan
untuk membedakan kaset asli dan kaset
bajaka
n ini
diseba
bkan
produk kaset bajakan dibuat semirip
mungkin dengan kaset aslinya, baik
mengenai Cover maupun isi lagunya

I. PENDAHULUAN
Sebelum kita melangkah lebih jauh dan
mendalam, kita dituntut untuk mengerti
dan memahami Hukum Dagang. Dan
penerarapannya dalam kehidupan sehari-
hari. Langkah pertama kita dalam
membicarakan Hukum Dagang dalam
negara diawali dengan mengemukakan
definisi dagang itu sendiri. Dengan terlebih
dahulu mengemukakan definisinya yang
sudah disepakati oleh pakar-pakar ilmu
hukum dagang sendiri, kita akan
mengetahui berbagai faktor dalam proses
kemunculannya.
Di sini kami akan mengemukakan beberapa
pendapat dan berbagai pemikiran tentang
definisi dagang. Mayoritas masyarakat
dalam mendefinisikan dagang cenderung
pada segi penjualan. Kecenderungan ini
telah tersiar baik di masyarakat sekitar.
Akan kami sebutkan beberapa contoh dari
kecenderungan tersebut dan kami sedikit
mengungkapkan dan membahas juga
menjawab asas-asas hukum dagang dalam
tulisan ini.
II. PERMASALAHAN
Dari uraian di atas dapat disimpulkan
beberapa permasalahan, yaitu apakah ada
kaitannya dengan masyarakat dan
NO responden Jumlah responden Mengetahui HAKI
ya tidak
1 Mahasiswa 40 30 20
2 Abang bentor 10 2 8
3 Pedagang kaset 7 1 6
hubungannya atau dalam istilah lain. Apa
manfaatnya asas-asas hukum dagang itu
bagi masyarakat.
III. PEMBAHASAN
A. Definisi Dagang
Perdagangan atau perniagaan dalam arti
umum ialah pekerjaan membeli barang
dari suatu tempat atau pada suatu waktu
dan menjual barang itu di tempat lain atau
pada waktu yang berikut dengan maksud
memperoleh keuntungan.
Di zaman yang modern ini perdagangan
adalah pemberian perantaraan kepada
produsen dan konsumen untuk membelikan
menjual barang-barang yang memudahkan
dan memajukan pembelian dan penjualan.
Adapun pemberian perantaraan kepada
produsen dan konsumen itu meliputi
beberapa macam pekerjaan, misalnya :
1. Makelar, komisioner
2. Badan-badan usaha (assosiasi-assosiasi).
Contoh : P.T, V.O.F
3. Asuransi
4. Perantara bankir
5. Surat perniagaan untuk melakukan
pembayaran, dengan cara memperoleh
kredit, dan sebagainya.
Orang membagi jenis perdagangan itu :
1. Menurut pekerjaan yang di lakukan
perdagangan
2. Menurut jenis barang yang
diperdagangkan
3. Menurut daerah, tempat perdagangan itu
dijalankan
Adapun usaha perniagaan itu meliputi :
1. Benda-benda yang dapat di raba, dilihat
serta hak-haknya
2. Para pelanggan
3. Rahasia-rahasia perusahaan.
Menurut Mr. M. Polak dan Mr. W.L.P.A
Molengraaff, bahwa : Kekayaan dari usaha
perniagaan ini tidak terpisah dari kekayaan
prive perusahaan.
Dengan demikian sistem atau perusahaan-
perusahaan perdagangan yang berlaku
pada umumnya tidak mempertahankan
memisah-misahkan kekayaan perusahaan
dari kekayaan prive perusahaan,
berhubung dengan pertanggungan jawab
pihak pengusaha terhadap pihak-pihak
ketiga. (para kreditor).
Menurut sejarah hukum dagang
Perkembangan dimulai sejak kurang lebih
tahun 1500. di Italia dan Perancis selatan
lahir kota-kota pesat perdagangan seperti
Florence, Vennetia, Marseille, Barcelona,
dan lain-lain.
Pada hukum Romawi (corpus loris civilis)
dapat memberikan penyelesaian yang ada
pada waktu itu, sehingga para pedagang
(gilda) memberikan sebuah peraturan
sendiri yang bersifat kedaerahan.
B. Sistematika KUHD
Hukum dagang di Indonesia terutama
bersumber pada :
1. Hukum tertulis yang sudah di
kodifikasikan
a. KUHD (kitab undang-undang hukum
dagang) atau wetboek van koophandel
Indonesia (W.K)
b. KUHS (kitab undang-undang hukum
sipil) atau Burgerlijk wetboek Indonesia
(B.W)
2. Hukum-hukum tertulis yang belum
dikoodifikasikan, yakni :
Perudang-undangan khusus yang mengatur
tentang hal-hal yang berhubungan dengan
perdagangan.
Hukum dagang di atas terkait dengan hak-
hak dan kewajiban-kewajiban yang terbit
dari pelajaran, dan dagang pada umumnya.
KUHD di Indonesia kira-kira satu abad
yang lalu di bawa dari Belanda ke tanah air
kita, dan KUHD ini berlaku di Indonesia
pada 1 Mei 1848 yang kitabnya terbagi atas
dua, masing-masing kitab di bagi menjadi
beberapa bab tentang hukum dagang itu
sendiri. Dan terbagi dalam bagian-bagian,
dan masing-masing bagian itu di bagi
dalam bagian-bagian dan masing menjadi
pasal-pasal atau ayat-ayat.
Pada bagian KUHS itu mengatur tentang
hukum dagang. Hal-hal yang diatur dalam
KUHS adalah mengenai perikatan
umumnya seperti :
1. Persetujuan jual beli (contract of sale)
2. Persetujuan sewa-menyewa (contract of
hire)
3. Persetujuan pinjaman uang (contract of
loun)
Hukum dagang selain di atur KUHD dan
KUHS juga terdapat berbagai peraturan-
peraturan khusus (yang belum di
koodifikasikan) seperti :
1. Peraturan tentang koperasi
2. Peraturan pailisemen
3. Undang-undang oktroi
4. Peraturan lalu lintas
5. Peraturan maskapai andil Indonesia
6. Peraturan tentang perusahaan negara
C. Hubungan Hukum Perdata dan KUHD
Hukum dagang merupakan keseluruhan
dari aturan-aturan hukum yang mengatur
dengan disertai sanksi perbuatan-
perbuatan manusia di dalam usaha mereka
untuk menjalankan usaha atau
perdagangan.
Menurut Prof. Subekti, S.H berpendapat
bahwa :
Terdapatnya KUHD dan KUHS sekarang
tidak dianggap pada tempatnya, oleh
karena “Hukum Dagang” tidak lain adalah
“hukum perdata” itu sendiri melainkan
pengertian perekonomian.
Hukum dagang dan hukum perdata
bersifat asasi terbukti di dalam :
1. Pasal 1 KUHD
2. Perjanjian jual beli
3. Asuransi yang diterapkan dalam KUHD
dagang
Dalam hubungan hukum dagang dan
hukum perdata dibandingkan pada sistem
hukum yang bersangkutan pada negara itu
sendiri. Hal ini berarti bahwa yang di atur
dalam KUHD sepanjang tidak terdapat
peraturan-peraturan khusus yang
berlainan, juga berlaku peraturan-
peraturan dalam KUHS, bahwa kedudukan
KUHD terdapat KUHS adalah sebagai
hukum khusus terhadap hukum umum.
D. Perantara dalam Hukum Dagang
Pada zaman modern ini perdagangan dapat
diartikan sebagai pemberian perantaraan
dari produsen kepada konsumen dalam hal
pembelian dan penjualan.
Pemberian perantaraan produsen kepada
konsumen dapat meliputi aneka macam
pekerjaan seperti misalnya :
1. Perkerjaan perantaraan sebagai makelar,
komisioner, perdagangan dan sebagainya.
2. Pengangkutan untuk kepentingan lalu
lintas baik di darat, laut dan udara
3. Pertanggungan (asuransi) yang
berhubungan dengan pengangkutan,
supaya pedagang dapat menutup resiko
pengangkutan dengan asuransi.
E. Pengangkutan
Pengangkutan adalah perjanjian di mana
satu pihak menyanggupi untuk dengan
aman membawa orang/barang dari satu
tempat ke lain tempat, sedang pihak
lainnya menyanggupi akan membayar
ongkos. Menurut undang-undang, seorang
pengangkut hanya menyanggupi untuk
melaksanakan pengakutan saja, tidak perlu
ia sendiri yang mengusahakan alat
pengangkutan.
Di dalam hukum dagang di samping
conossement masih di kenal surat-surat
berharga yang lain, misalnya, cheque, wesel
yang sama-sama merupakan perintah
membayar dan keduanya memiliki
perbedaan.
Cheque sebagai alat pembayaran,
sedangkan wesel di samping sebagai alat
pembayaran keduanya memiliki fungsi lain
yaitu sebagai barang dagangan, suatu alat
penagihan, ataupun sebagai pemberian
kredit.
F. Asuransi
Asuransi adalah suatu perjanjian yang
dengan sengaja digantungkan pada suatu
kejadian yang belum tentu, kejadian mana
akan menentukan untung ruginya salah
satu pihak. Asuransi merupakan perjanjian
di mana seorang penanggung, dengan
menerima suatu premi menyanggupi
kepada yang tertanggung, untuk
memberikan penggantian dari suatu
kerugian atau kehilangan keuntungan yang
mungkin di derita oleh orang yang
ditanggung sebagai akibat dari suatu
kejadian yang tidak tentu
G. Sumber-sumber Hukum
Sumber-sumber hukum meliputi yang
terdapat pada :
1. Kitab undang-undang hukum perdata
2. Kitab undang-undang hukum dagang,
kebiasaan, yurisprudensi dan peraturan-
peraturan tertulis lainnya antara lain
undang-undang tentang bentuk-bentuk
usaha negara (No.9 tahun 1969)
3. Undang-undang oktroi
4. Undang-undang tentang merek
5. Undang-undang tentang kadin
6. Undang-undang tentang perindustrian,
koperasi, pailisemen dan lain-lain.
H. Persetujuan Dagang
Dalam hukum dagang di kenal beberapa
macam persekutuan dagang, antara lain :
1. Firma
2. Perseroan komanditer
3. Perseroan terbatas
4. Koperasi
DAFTAR PUSTAKA
Siti Soetami, SH., Pengantar Tatat Hukum
Indonesia, Refika Aditama, Bandung, 2001.
Kansil, SH., Pengantar Ilmu Hukum dan
Tata Hukum Indonesia, Balai Pustaka,
Jakarta, 1989.
Krass, Peter (ed), The Book of Business
Wisdom, John Wiley & Sons, New York,
1998.
referensi: http://makalah-ibnu.blogspot.com


karyanya dapat dipergunakan industry. Hal tersebut juga dapat dilihat kesadaran dari semakin masyarakat meningkatnya dalam upaya persainga curang. Yaitu diantaranya berupa idea. Sistem terhadap perlindungan HKI sistem dapat yang baik intelektualitas seseorang yang tidak terbatas dan dapat diperoleh oleh semua orang. atau melindungi sumber daya alam terutama . kaset dan penyiaran audio visual. bidang ini sering disebut sebagai hak milik perindustrian ( industial property ). Salah perhatian satu dan pula indikasi kesadaran seiring perkembangan yang sangat pesat di meningkatnya internasional yang mengurus bidang hak milik intelektual memakai istilah intellectual property yang mempunyai pengertian luas dan mencakup antara lain maupun karya ilmu kesusastraan. melainkan Pemelikannya bukan terhadap barangnya terhadap kemampuan intelektual manusianya. ini demikian demikian. Menurut W. perlindungan masyarakat terhadap HKI tercermin dari cukup tingginya permohonan HKI yang diajukan ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HaKI) dari tahun ke tahun. penentuan terhadap penemuan ilmiah. “milik intelektual melindungi pemakaian idea dan informasi yang mempunyai nilai komersial atau nilai ekonomi”. seni hasil dan ilmu sastra. artistic. merek komersial. pengetahuan. Yang diutamakan disini adalah bahwa hasil penemuan. pertunjukan oleh para artis. pengetahuan. Cornish. dari untuk maksud-maksud aspek Penggunaan hak milik dibidang industry inilah yang merupakan terpenting perindustrian. desain industry. usaha dan manusia. Hak milik intelektual merupakan suatu hak milik yang berada dalam ruang lingkup BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian HAKI HAKI melalui merupakan kekuatan Dalam dari hal kreatifitas dan inovasi yang diterapkan ekpresi artistik. penemuan dalam dagang segala nama dan bidang usaha. Dalam bidang milik intelektual ada bidang yang khusus berkenan dengan bidang industry dan pengetahuan. WIPO sebagai organisasi menunjang Namun pembangunan ekonomi masyarakat yang menerapkan masih tersebut. harus diakui (walaupun baru) bahwa saat kesadaran masyarakat Indonesia mengenai perlunya upaya menciptakan sistem perlindungan HKI yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat semakin segala bidang meningkat . ini merupakan sumber daya potensial kehidupan maupun teknologi.R.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->