P. 1
Konsep Inti Bab 5

Konsep Inti Bab 5

|Views: 173|Likes:
Published by Andywijaya123

More info:

Published by: Andywijaya123 on Mar 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2013

pdf

text

original

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Bunyi sila ke 4 Pancasila mengatakan: “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat

kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. Kalimat ini mengandung 3 kandungan pokok yaitu Pertama, kerakyatan merupakan objek yang bersifat umum. Diharapkan para petinggi negara dan kebijakan atau perundangan yang dibuat dapat berpihak kepada rakyat. Serta memberikan kesempatan yang lebih baik bagi masyarakat untuk terlibat dalam proses pembuatan kebijakan, tanpa mendekatkan mereka dengan (konflik) politik. Kedua, dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, rakyat pada dasarnya terserah dan mengikuti pemimpin. Hikmat adalah sesuatu yang apabila digunakan atau diperhatikan akan menghalangi terjadinya keburukan sehingga mendatangkan kebaikan dan kemudahan. Dan diharapkan pemimpin Negara ini bijaksana. Ketiga, permusyawaratan perwakilan. Permusyawaratan adalah pembeda yang paling mendasar dibandingkan dengan demokrasi karena permusyawaratan merupakan kuasa atau pengganti pembuatan segala keputusan. Maka dalam demokrasi permusyawaratan yang telah dikandung dalam prinsip Negara ini, diharapkan pemerintah dapat menerapkan kebijakan-kebijakan yang mendasari sikap demokratisasi sehingga menciptakan suatu Negara yang melibatkan rakyatnya dalam memajukan Negara Indonesia tercinta ini.

1.2

Tujuan Tujuan dari mengetahui Demokrasi Permusyawaratan yang juga berhubungan dengan

Pancasila dalam sila yang keempat, yaitu demokrasi permusyawaratan menyediakan wahana bagi perwujudan semangat kekeluargaan dan keadilan sosial di bawah bimbingan hikmatkebijaksanaan. Hal ini juga dipertimbangkan dengan tradisi gotong-royong masyarakat Indonesia, watak multikultural kebangsaan Indonesia, dan pengalaman keterjajahan yang

ditimbulkan oleh kolonialisme sebagai perpanjangan dari kapitalisme dan individualisme. Itu semua membuat masyarakat mengetahui cita-cita kerakyatan dan permusyawaratan. Demokrasi permusyawaratan juga bertujuan agar rakyat mendapatkan kebajikan dan kesentosaan masa depan. Selain itu demokrasi permusyawaratan dipandang sebagai nostrum, obat bagi segala masalah kebangsaan. Demokrasi yang berdasarkan nilai persatuan dan keadilan, dituntut untuk dapat melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasarkan atas persatuan dengan mewujudkan keadilan social bagi seluruh Rakyat Indonesia. Demokrasi yang berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab bertujuan untuk para penyelenggara Negara dalam memelihara budipekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang cita-cita moral rakyat yang luhur.

yang menarik perhatian para pemimpin pergerakan kebangsaan karena dasar-dasar perikemanusiaan yang dibelanya dan menjadi tujuannya (Hatta. Kelima analisir demokrasi asli itu: rapat. oleh rakyat dan untuk rakyat. mufakat. Dalam pandangan Tan Malaka. Stimulus Demokrasi Desa Demokrasi sebagai bentuk pemerintahan dari rakyat. memang merupakan fenomena baru di negeri ini.demokrasi asli Nusantara itu dapat terus bertahan di bawah feodalisme karena di banyak tempat Nusantara. pengaruh Islam di Nusantara membawa transformasi masyarakat feodal menuju masyarakat yang lebih demokratis. 1992: 121). melainkan dimiliki bersama oleh masyarakat desa. Hatta juga memandang stimulus Islam sebagai salah satu sumber yang menghidupkan citacita demokrasi sosial di kalbu para pemimpin pergerakan kebangsaan. paham sosialis Barat. ajaran Islam menuntut kebenaran dan keadilan Ilahi dalam masyarakat serta persaudaraan antara manusia sebagai makhluk Tuhan. Menurut analisis Hatta. tanah sebagai faktor produksi yang terpenting bukanlah kepunyaan raja. Pertama. 1 Perspektif Historis Menurut Hatta. Dalam perkembangannya. Ketiga. paham kedaulatan rakyat sebenarnya sudah tumbuh sejak lama di bumi Nusantara. setidaknya ada tiga sumber yang menghidupkan cita-cita demokrasi dalam kalbu bangsa Indonesia. hak mengadakan protes bersama dan hak menyingkir dari daerah kekuasaan raja. tradisi kolektivisme dari permusyawaratan desa. gotong-royong. Stimulus Islam atas Demokrasi Dalam pandangan Soekarno. terutama di lingkungan para pemimpin pergerakan. Kedua. dipuja dalam lingkungan pergerakan nasional sebagai pokok yang kuat bagi demokrasi sosial. Prinsip Tawhid adalah . yang akan dijadikan dasar pemerintahan Indonesia merdeka di masa datang.BAB 2 KONSEP INTI 2. yang muncul sebagai ikutan dari formasi negara Republik Indonesia Merdeka.

istilah demokrasi. pengertian “bangsa” (nation) itu dalam bahasa Arab sering diungkapkan dengan istilah “ummah” (ummatun. secara etimologis berasal dari bahasa Yunani. Mohammad Hatta. semuanya memiliki titik-temu dalam gagasan-gagasan demokrasi sosialistik (kekeluargaan). umat). Dalam pemahaman yang lazim berkembang. untuk memperebutkan sumber daya dan pasar. Pertumbuhan nasionalisme dan demokrasi di dunia Barat bersahutan dengan perkembangan industrialisasi dan ekspansi kapitalisme. membawa dua-sisi dari koin peradaban Barat: sisi represi imperialisme-kapitalisme dan sisi humanismedemokratis. melainkan juga konflik eksternal antarnegara-bangsa dalam ekspansi kapitalisme. Afrika. ajaran Islam. dan secara umum menolak individualisme. Konsekuensinya bukan hanya menimbulkan konflik internal antarkelas dalam suatu negara-bangsa. melahirkan kolonialisme di Asia. yang bercorak keagamaan maupun sekuler. Penyejarahan nilai-nilai demokratis sebagai pancaran prinsip Tawhid itu dicontohkan oleh Nabi Muhammad sejak awal pertumbuhan komunitas politik Islam di Madina. Konflik eksternal ini pada gilirannya meluber ke luar dunia Barat. Menurut Madjid (2003). bahwa dengan segala keragaman ideologipolitik yang dikembangkan. Dari perspektif golongan Islam. .S. dari perspektif golongan sekuler. dengan mengembangkan cetakan dasar dari apa yang kemudian dikenal sebagai “bangsa”. hal ini diwakili oleh pandangan Tan Malaka. memberikan landasan persatuan dari keragaman. khususnya Belanda. dan Amerika Latin.paham persamaan (kesederajatan) manusia di hadapan Tuhan. dan sosio-demokrasi Barat. sedang konvergensi seluruh komunitas bangsa ke dalam suatu kesatuan politik dan tatanan hidup bersama disebut “al-Umam al-Muttahidah” (umat-umat bersatu).O. yaitu “demos” yang berarti rakyat dan “kratos/cratein” yang berarti pemerintahan. di Indonesia. Kehadiran kolonialisme Eropa. idealisasi terhadap gagasan demokrasi-sosialistik itu diwakili oleh pandangan H. Stimulus Barat atas Demokrasi Masyarakat Eropa memiliki akar demokrasi yang panjang. dan Sutan Sjahrir. Tjokroaminoto. yang melarang adanya perendahan martabat dan pemaksaan kehendak/pandangan antarsesama manusia. Negosiasi antarsumber Nilai menuju Demokrasi-Sosialistik Sumber inspirasi dari anasir demokrasi desa.

dan Marxisme”.S. Penekanannya atas semangat kekeluargaan ini terancam setidaknya sejak dia menerbitkan tulisan pada 1926 yang berjudul “Nasionalisme. Tjokro menguraikan kesalinghubungan antara paham sosialisme dengan ajaran Islam. individualisme dan perpanjangannya dalam bentuk kapitalisme secara apriori ditolak. ketiga. bentuk negara republik adalah cita-cita yang harus diperjuangkan oleh seluruh bangsa Indonesia. Dalam pemikirannya. bentuk negara yang dicita-citakan bangsa Indonesia bukanlah sebuah negara monarki. Tjokro mengidealiskan prinsip-prinsip demokrasi-sosial sebagai dasar perjuangan Islam dan dasar kehidupan bernegara. 1951) dan juga tulisan-tulisan lainnya. kedua. demokrasi yang dikembangkan bercorak sosialistik yang menekankan kerjasama. Pandangan Soekarno Gagasan demokrasi dengan semangat kekeluargaan (gotong-royong) lebih kuat diartikulasikan oleh Soekarno. Tulisan ini mengidealiskan pentingnya pertautan di antara tiga kekuatan revolusioner yang disebutnya sebagai “Roh Asia” (Spirit of Asia). Islam. Islam juga mewajibkan para penganutnya untuk selalu memerhatikan sesama manusia dengan membantu mereka yang lemah dan membutuhkan pertolongan. persaudaraan. Pertama. yang menjadi nyawa pergerakan rakyat di Indonesia. Kedua. Dalam gagasan republikanisme Tan Malaka. Untuk menjamin kedaulatan rakyat dalam republik. Islamistis. dan Marxistis. dan kemerdekaan merupakan prinsip yang integral di dalam ajaran Islam sejak dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. kekuasaan untuk membuat undang-undang yang diberikan pada badan legislatif.Pandangan H. mempunyai tiga sifat: Nasionalistis. yang kedaulatannya berada di tangan seorang raja. Dan ketiga. dia mencoba menguraikan dasar-dasar sosialisme yang ada di dalam ajaran Islam. Soekarno menekankan . kekuasaan untuk menjalankan undang-undang yang diberikan pada badan eksekutif. Pandangan Tan Malaka Dalam pandangannya. Baginya. perlu dijaga keseimbangan kekuasaan dengan membaginya menjadi tiga: pertama. menurutnya. rakyat akan memiliki kedaulatan atas negara. dia berusaha menunjukkan bahwa perintah atau anjuran di dalam Islam memiliki ciri yang bersifat sosial. karena dengan bentuk ini. keempat. meskipun maksudnya sama. kekuasaan untuk mengawasi undang-undang yang diberikan pada badan yudisial. Ketiga kekuatan tersebut. menurutnya. Tjokroaminoto Dalam Islam dan Sosialisme (1924. prinsip persamaan.O.

karena perhatiannya yang lebih besar pada kebebasan individu. Yang dimaksudkan kedaulatan rakyat adalah bahwa kekuasaan untuk mengatur negeri berada di tangan rakyat. Pergulatannya yang intens dengan tradisi demokrasi di Eropa. semakin tinggi pula rasa keterlibatan rakyat dalam pemerintahan. Adapun sosio-demokrasi adalah demokrasi yang memperjuangkan keadilan sosial. serta penghayatannya atas tradisi permusyawaratan dan gotong royong dari masyarakat desa (khususnya nagari) di Indonesia. adalah sarana untuk mengorganisasikan opini publik agar rakyat bisa belajar dan merasakan tanggungjawab sebagai warga dari sebuah negara anggota dari sebuah masyarakat. “yang tidak mencari „gebyarnya‟ atau kilaunya negeri keluar saja. melainkan demokrasi yang cocok dengan karakter keindonesiaan sendiri. Pandangan Sutan Sjahrir Sjahrir adalah figur yang paling muda dan sekaligus paling liberal. menjadi latar yang kuat dalam mengkonseptualisasikan model demokrasi yang cocok bgi masa depan bangsanya. Sosio-nasionalisme yang dia maksudkan adalah semanagat kebangsaan yang menjunjung tinggi perikemanusiaan ke dalam dan keluar. Semakin baik kemampuan partai dalam menjalankan fungsinya sebagai sarana aspirasi. Paham sosialisme yang diusung oleh Sjahrir adalah paham yang tetap menghormati kemerdekaan dan kebebasan invidu dengan rasionalitas yang dimiliki namun juga harus peduli pada masalah bersama sebagai makhluk . Partai politik.perlunya bangsa kita memiliki konsepsi nasionalisme dan demokrasinya sendiri. tetapi ia haruslah mencari selamatnya semua manusia”. menurut Hatta. Hatta menyimpulkan bahwa masyarakat Indonesia tidak mengenal paham individualisme sebagaimana yang ada di Barat. yang dia namakan sebagai “sosio-nasionalisme” dan “sosio-demokrasi”. penyelidikannya atas praktik sosio-demokrasi. Pandangan Mohammad Hatta Gagasan demokrasi sosial dalam konteks Indonesia mendapatkan formulasi secara lebih jelas dari Mohammmad Hatta. model demokrasi yang dikembangkan hendaknya bukan demokrasi yang sekedar menjiplak budaya masyarakat Barat secara mentah-mentah. yakni demokrasi kekeluargaan berlandaskan permusyawaratan. melainkan juga hak ekonomi. Salah satu institusi penting dari demokrasi dalam menjembatani aspirasi rakyat ke dalam pemerintahan adalah partai politik. Oleh karena itu. Salah satu proses penting dalam demokrasi menurut Bung Hatta adalah soal prinsip kedaulatan rakyat. yang tidak hanya memedulikan hak-hak sipil dan poilitik.

“satu untuk semua”. Permusyawaratan diharapkan dapat dibimbing oleh semangat kekeluargaan berdasarkan hikmah kebijaksanaan agar dapat mencapai sintesis yang bermutu bagi kebaikan semua. bukan satu Negara untuk satu golongan walaupun golongan kaya. “semua untuk satu”. teori yang dapat dinamakan teori integralistik. Oleh karena itu sistem Negara yang terbentuk dalam Undang-Undang Dasar harus berdasar atas Kedaulatan Rakyat . Redaksinya disempurnakan menjadi. Pokok yang ketiga yang terkandung dalam „Pembukaan‟ ialah Negara yang berkedaulatan rakyat. Demokrasi yang memperjuangkan keseimbangan pencapaian kebebasan. tokoh-tokoh pendiri bangsa tersebut memiliki persamaan dalam idealisasinya terhadap demokrasi yang bercorak sosialistik. Dari ungkapan para anggota rakyat.sosial. Dalam uraiannya mengenai dasar falsafah Negara Indonesia merdeka (philosofiscche granslag). Negara Indonesia bukan satu Negara untuk satu orang. Ungkapan ini diungkapakan oleh Muhammad Yamin ketika meletakkan dasar kedaulatan rakyat sebagai tujuan kemerdekaan dan permusyawaratan. dasar permusyawaratan. Sjahrir juga berkeyakinan bahwa sistem demokrasi parlementer adalah syarat yang harus dipenuhi untuk sampai pada negara kesejahteraan. dia memasukkan prinsip “mufakat atau demokrasi” sebagai dasar ketiga. Dengan segala variasi pemikirannya. Soekarno menyampaikan pidatonya pada Rapat Besar 1 Juni 1945. Tetapi kita mendirikan Negara “semua untuk semua”. “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”. kesetaraan (keadilan) dan persaudaraan (kekeluargaan). dalam semangat permusyawaratan. intinya adalah asas permusyawaratan penting dan harus adanya kekeluargaan di negara. akan tetapi menjamin kepentingan masyarakat seluruhnya sebagai persatuan. Demokrasi dalam Perumusan Pancasila dan Konstitusi Kedaulatan rakyat penting dalam semangat kekeluargaan (permusyawaratan). Pengertian Negara Indonesia ialah. berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan. Hasil prinsip demokrasi dalam Pidato Soekarno menempati urutan ke-3. Sjahrir mendukung sistem parlementer yang dipandangnya sebagai wujud pengabdian pada perkembangan kemanusiaan. Dasar itu ialah dasar mufakat. lalu mengalami pergeseran menjadi prinsip (sila) keempat dari dasar Negara (Pancasila). Negara ialah tidak untuk menjamin kepentingan seseorang atau golongan.

Demokrasi dalam semangat permusyawaratan. Kekuasaan itu harus dibatasi (limited government). Hal ini berimplikasi bahwa semua tindakan yang mengarah pada ideal-ideal kehidupan kebangsaan dipandang sebagai ekspresi demokrasi. Konsepsi Negara kekeluargaan ini tercermin dalam Pembukaan UUD 1945 alinea terakhir yang mengandung kehendak untuk “membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia”. Demokrasi dipandang sebagai nostrum. Semangat demokrasi musyawarah-mufakat ini selaras dengan arus utama pemikiran politik Indonesia saat itu yang mengidealisasikan konsepsi Negara kekeluargaan. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia. Kekuasaan pemerintah berasal dari rakyat yang diperintah (the nation that a government deriving its powers from the consent of the governed). 3. Pemerintah harus berdaulat (sovereign). and for the people). . suatu bentuk pemerintah Negara yang mengatasi paham perseorangan dan golongan. oleh rakyat. artinya harus cukup kuat untuk dapat menjalankan pemerintahan secara efektif dan efisien. obat bagi segala masalah kebangsaan. Demokrasi identik dengan kebajikan dan kesentosaan masyarakat masa depan. Pemerintahan demokratis itu memerlukan prasyarat yang mendukung sedikitnya tiga ide pokok sebagai berikut: 1. 2. 2. Demokrasi dengan semangat musyawarah-mufakat inilah yang akan mewarnai rancang-bangun ketatanegaraan Indonesia dalam pembahasan yang terkait dengan Rancangan Undang-Undang Dasar. dan untuk rakyat” (government of the people. Dengan kata lain. by people. Demokrasi pada umumnya dipandang sebagai tujuan yang harus dicapai ketimbang sekadar sebagai sarana. Roeslan Abdoelgani menyatakan bahwa toleransi yang dikehendaki Pancasila adalah suatu kompromi dalam konteks toleransi yang positif karena senantiasa dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan.dan berdasarkan permusyawaratan perwakilan.2 Perspektif Teoretis-Komparatif Menurut Abraham Lincoln secara sederhana mendefinisikan demokrasi sebagai ” pemerintahan dari rakyat.kekeluargaan diidealkan sebagai salah satu prinsip nasional.

Pendekatan konstitusional menekankan pada bagaimana konstitusi dibentuk. Pemahaman tercerahkan (enlightened understanding) Setiap warga harus memiliki kesempatan yang setara dan efektif untuk mempelajari alternative kebijakan yang relevan serta kemungkinan akibatnya. otonomi berserikat. suatu pemerintahan digolongkan sebagai suatu demokrasi. Pendekatan procedural berkisar pada pembahasan bagaimana secara sederhana. dan tentunya procedural. dan diamalkan oleh suatu pemerintahan sehubungan dengan aktivitas politik. pemerintahan demokratis itu dibentuk dan dijalankan. Dahl juga menyebutkan 6 prasyarat institusi demokrasi yaitu pejabat terpilih. dan berorientasi proses. Pendekatan berorientasi proses kerap diasosiasikan dengan pemikiran Robert Dahl. Pengendalian agenda (control of the agenda) Setiap warga harus memiliki kesempatan untuk menentukan bagaimana dan apa saja yang harus ditempatkan dalam agenda kebijakan. procedural. dan berkala. Menurut Charles Tilly. Kesetaraan memilih (voting equality) Setiap warga harus memiliki kesempatan yang setara dan efektif untuk memilih dan seluruh pilihan harus dihitung secara setara. Kelima kriteria berbentuk proses itu meliputi: 1. Akibatnya. Dahl menggariskan lima kriteria minimum agar suatu Negara bisa dianggap demokrastis. adil. pemilihan umum yang bebas. Perlibatan setiap orang dewasa (inclusion of adults) Setiap warga yang sudah dewasa harus diberi hak secara penuh untuk keempat kriteria diatas. 3. kebebasan berbicara. Pendekatan substantive memberikan perhatian lebih pada bagaimana suatu pemerintah memajukan kondisi kehidupan dan kehidupan politik. 2. substantif. 4. tersedianya sumber-sumber informasi alternative. dan kewarganegaraan inklusif.Dalam perkembangannya. 5. didekati secara berbeda oleh orang-orang yang berbeda di tempat dan waktu yang berbeda. muncul berbagai bentuk dan model demokrasi sesuai dengan ruang dan waktunya. diberlakukan. Partisipasi efektif (effectif participation) Setiap warga harus memiliki kesempatan yang setara dan efektif untuk membuat pandangan-pandangannya diketahui oleh warga yang lain. pengertian dari demokrasi dibagi kedalam empat kategori pendekatan yaitu konstitusional. Dimensi kualaitas .

“demokrasi yang efektif berhubungan erat dengan modernitas sosio-ekonomi”. demokrasi secara garis besar dibedakan kedalam dua model yaitu “majoratian democracy” (demokrasi yang lebih mengutamakan suara mayoritas) dan “consensus democracy” (demokrasi yang lebih mengutamakan consensus). oleh karena itu sangat mengidealiskan keselarasan antara demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. dan psikologis. Sebagai alternative. adil. Dalam pandangan Arend Lijphart. Alexis de Tocqueville menegaskan bahwa demokrasi merupakan suatu subjek multidimensional. Para pendukung demokrasi deliberative berpendapat bahwa musyawarah meningkatkan kualitas dan akseptabilitas keputusan kolektif. yang dalam istilah Soekarno disebut “sosio-demokrasi”. Penganut demokrasi deliberative menganggap bahwa demokrasi yang berkembang. Faktanya bahwa jarang sekali Negara yang menjalankan model “majoratian democracy” . ekonomis. sosiologis. antropologis. cenderung mencerminkan pertempuran kepentingan pribadi yang tidak membawa perbaikan mutu. Dengan semangat persatuankekeluargaan itulah. mereka berjuang meraih kemerdekaan dan membentuk Negara-nasional. Robert Putnam dalam bukunya. Making Democracy Work. demokrasi deliberative meletakkan keutamaan diskusi dan musyawarah dengan kekuatan argumentasi berlandaskan daya-daya consensus. melainkan menampilkan dirinya secara beragam. dan makmur. Meskipun ada kesamaan secara prinsipil. demokrasi itu tidaklah berwajah tunggal. Para pendiri bangsa Indonesia menghayati sepenuhnya dampak buruk represi politik dan eksploitasi ekonomi yang ditimbulkanoleh kolonialisme dan kapitalisme. baik langsung maupun representative. karena harus disesuaikan dengan konteks ruang dan waktu agar dapat mengakar dalam beragam jenis masyarakat. bersatu. diatas keputusan yang berdasarkan voting. menekankan dengan tegas namun lugas. yang meliputi aspek-aspek politik. Pendekatan politik yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas demokrasi dengan memperbaiki karakteristik dan bentuk partisipasi politik bukan hanya untuk kepentingan pribadi.menjadi penentu dan pembanding apakah suatu Negara lebih demokratis disbanding dengan Negara lain. berdaulat. dan dengan semangat itu pula demokrasi diarahkan untuk mencapai masyarakat yang merdeka. moral. Mereka juga enyadari bahwa kemajemukan Indonesia secara social-budaya dan social-ekonomi memerlukan semangat kekeluargaan dalam mengatasi berbagai kesenjangan yang ada.

Kebanyakn pemerintahan demokratis lebih menganut model consensus. Demokrasi adalah persaingan antar elite. Apabila demokrasi benar-benar ingin memasukkan pertimbangan lingkungan. Lijphart menunjukkan bahwa penekanan model majoratian pada “majority rule” dalam politik ditafsirkan tidak demokratis karena mengandung prinsip-prinsip pengucilan (exclusion). Demokrasi di Indonesia tidak sejalan dengan model “demokrasi elitis”. dan dalam taraf yang berbeda. diatas struktur politik yang sudah hijau. dan kini telah merambah dunia politik.secara murni. Superkapitalisme adalah suatu konsep yang menggambarkan semakin menguatnya kompetisi di dunia bisnis dalam memperebutkan konsumen dan investor. Robyn Eckersley mengambil kesimpulan bahwa kunci transformasi politik hijau ialah penyebarluasan dan penghayatan budaya ekosentris (berporos pada ekologi). Demokrasi musyawarah dibangun berlandaskan akal-kearifan ketimbang kuasa. Demokrtasi elitis ini dikenal juga sebagai demokrasi procedural minimalism. Krisis demokrasi merupakan konsekuensi dari apa yang disebutnya sebagai “superkapitalisme”. . New Zealand. juga Amerika Serikat. Lijphart menilai bahwa “consensus democracy” bisa dipandang lebih demokratis ketimbang “majoratian democracy” dalam banyak hal. Teori kedaulatan dari Bodin menekankan perlunya Negara memiliki rumusan “kedaulatan tertinggi” sebagai ekspresi tertinggi rakyat secara keseluruhan. Demokrasi elitis adalah suatu konsep yang disodorkan oleh Joseph Schumpeter sehingga dikenal pula sebagai Demokrasi Schumpeterian. Demokrasi didefinisikan sebagai suatu metode atas pengaturan institusi guna mendapatkan keputusan politik di mana individu mempunyai kekuasaan untuk memutuskan melalui cara perjuangan kompetisi demi suara pemilih. ia harus memastikan bahwa musyawarah (dan bukan kompetisi) yang menjadi penentu dalam struktur ataupun proses pengambilan keputusan dalam berdemokrasi. bukan ekspresi sebagian dari kekuatan rakyat. Berdasarkan dari argument Arthur Lewis. Demokrasi musyawarah menempatkan esensi demokrasi bukan pada voting tetapi didasarkan pada musyawarah kolektif dan prosedur pengambilan keputusan yang terbuka. serta bersandar pada prosedur musyawarah sebagai cita-cita kebenaran politik. bekas koloni Inggris di wilayah Karibia. Sifat terbuka dari prosedur demokrasi musyawarah yang lebih mementingkan rasionalitas argument dan kearifan menempatkan kemungkinan lebih besar diterimanya nilai-nilai dan pemikiran ekologis. hanya United Kingdom. Lebih dari tiu.

secara kekeluargaan. Dalam ungkapan Soekarno. selain membagi dunia ke dalam kubu berada dan tidak berada. Inti dari uraian para teorikus demokrasi tersebut adalah bahwa kondisi demokrasi politik terkait erat dengan kondisi perekonomian. demokrasi Indonesia juga mengandung cirri “hikmat kebijaksanaan”. Selain kedua cirri tersebut. “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” mengandung beberapa ciri dari alam pemikiran demokrasi di Indonesia. Tetapi di dalam cara pemikiran kita. Dengan kata lain. ekonomi kapitalis sekarang. juga menumbuhkan etos baru. Cita hikmat kebijaksanaan merefleksikan orientasi etis. membawa kepribadian Indonesia sendiri. semakin besar pula tenaga yang diperlukan untuk mempertahankan kesinambungan kehidupan demokrasi. kedaulatan rakyat bukan sekadar alat saja. secara psikologis nasional. semakin besar ketimpangan itu. Benar bahwa demokrasi dan kewarganegaraan tetap bisa bertahan walaupun terjadi ketimpangan ekonomi. Dalam pokok pikiran ketiga dari Pembukaan UUD 1945. dalam konteks keindonesiaan. Akan tetapi. kita nanti tidak dapat menyelenggarakan apa yang menjadi amanat penderitaan dari rakyat itu”. “Demokrasi yang harus kita jalankan adalah demokrasi Indonesia. Salah satu dampak utama dari penetrasi kapitalisme ke dalam kehidupan berdemokrasi adalah meredupnya kekuatan kewargaan. Membumikan Demokrasi Permusyawaratan dalam Kerangka Pancasila Gagasan “demokrasi pemusyawaratan” berdasarkan prinsip-prinsip Pancasila merupakan usaha sadar dari para pendiri bangsa untuk melakukan apa yang disebut Putnam “making democracy work”. masalah normative yang ditimbulkan kapitalisme global setidaknya menyangkut dua hal yaitu deficit keadilan global dan deficit demokrasi global. disebutkan bahwa kedaulatan itu berdasar atas “kerakyatan” dan “pemusyawaratan”. Kita berpikir dan berasa bukan sekadar hanya secara teknis.Dalam pandangan Carol C. Menurut Barber. atau lebih tegas lagi di dalam cara keyakinan dan kepercayaan kita. Gould pada tataran internasional. Demokrasi dalam alam pikiran Indonesia bukan sekadar alat teknis. dan cita-cita nasional. kepribadian. demokrasi itu hendaknya mengandung ciri kerakyatan (daulat rakyat) dan pemusyawaratan (kekeluargaan). sebagaimana dikehendaki oleh Pembukaan UUD 1945 bahwa susunan Negara Republik Indonesia yang . Sila keempat Pancasila. tetapi juga secara kejiwaan. atau apa yang disebut Saward “mengakar” (to take root). Jika tidak bisa berpikir demikian itu. melainkan juga cerminan alam kejiwaan.

Asas yang digunakan dalam sistem pemerintah Negara Indonesia adalah “pembagian kekuasaan secara tidak ketat” (partial separation of powers). Basis legitimasi Negara-pengurus (Negara kesejahteraan ala Indonesia) ini bersumber pada empat jenis tanggung jawab yaitu perlindungan. Selain itu. Didedikasikan bagi kepentingan orang banyak. Dengan tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan secara ketat (trias politica). 2. Sebagai ekspresi dari demokrasi yang bersemangat keadilan. permusyawaratan.suatu keputusan politik dikatakan benar jika memenuhi setidaknya empat prasyarat. dan keadilan. bukan demi kepentingan perseorangan atau golongan. dengan melibatkan dan mempertimbangkan pendapat semua pihak (minoritas kecil sekalipun) secara inklusif. bukan demi kepentingan jangka pendek melalui akomodasi transaksional yang bersifat destruktif (toleransi negative). yang konsepsi kedaulatannya mengikuti teori James Madison yang menganut paham “pemisahan kekuasaan”. 4.berkedaulatan rakyat itu hendaknya didasarkan pada nilai-nilai ketuhanan. . tidak berarti bahwa sistem pemerintah Negara Indonesia tidak mengandung mekanisme “pengecekan dan keseimbangan” (check and balances). Berorientasi jauh kedepan. Hal ini berbeda dengan asas “pure separation of powers” seperti di Amerika Serikat. demokrasi Indonesia mengembangkan sistem pemerintahan yang member peran penting pada Negara dalam mengembangkan kesejahteraan rakyat. kesejahteraan. persatuan. dan keadilan-perdamaian. yang dapat menangkal dikte-dikte minoritas elite penguasa dan pengusaha serta klaim mayoritas. Dalam demokrasi permusyawaratan . 3. dengan mengakui adanya lembaga permusyawaratan tertinggi (MPR) sebagai penjelmaan dari ekspresi kedaulatan rakyat tertinggi (locus of sovereignty). Bersifat imparsial. Harus didasarkan pada asasn rasionalitas dan keadilan bukan hanya berdasarkan subjektivitas ideologis dan kepentingan. perikemanusiaan. sistem pemerintahan Negara Indonesia tidak mengenal pemisahan kekuasaan yang ketat seperti dalam paham Trias Politica. Demokrasi Indonesia menganut konsepsi kedaulatan yang menyerupai teori Jean Bodin. 1. pengetahuan.

. yang memahami hak dan kewajibannya. yang menghargai perbedaan berlandaskan semangat kesetaraan dan persaudaraan. serta bertanggung jawab dalam menjalankan partisipasi politiknya. rakyat juga dituntut untuk menjadi warga Negara yang bijaksana. Dengan dimuliakannya aspirasi rakyat dalam proses demokrasi politik di lembaga perwakilan. dengan mewujudkan suatu keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.Demokrasi dalam alam Pancasila dilandasi oleh nilai-nilai teosentris yang mengangkat kehidupan politik dari tingkat sekuler ke tingkat moral spiritual dan nilai aposentris yang memuliakan nilai-nilai kemanusiaan.

Pada Stimulus Demokrasi Desa. Kelima analisir itu mengandung arti yang sangat mendalam bagi kelangsungan pemerintahan Indonesia di masa yang akan datang. ajaran Islam yang menuntut kebenaran dan keadilan Ilahi sebagai makhluk Tuhan dan yang Ketiga adalah paham sosialis Barat yang menarik perhatian para pemimpin pergerakan kebangsaaan. politik. gotong royong. Contohnya Piagam Jakarta. Kedua. hal tersebut dapat . terutama di lingkungan para pemimpin pergerakan. sehingga diperlukan analisir satu lagi yaitu moral. Stimulus Islam yang dijadikan suatu stimulus demokrasi akan “Ketuhanan dengan kewajiban mengarah ke beberapa bidang . Perspektif Hisotris Menurut Hatta. . oleh rakyat dan untuk rakyat” merupakan suatu fenomena di negri ini. Namun.BAB 3 ANALISIS 1. mufakat. di sana tertulis menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” . jika dipikirkan dampak nya di masa depan akan menimbulkan suatu pertentangan. yaitu social . dari pengalaman ini bisa menjadi sumber ke masa depan agar bangsa Indonesia sendiri tidak menjajah Bangsanya sendiri maupun dijajah oleh bangsa lain. dalam kenyataannya sekarang kebanyakan mengadakan hak protes bersama sangatlah minim karena aspirasi rakyat sangatlah minim didengarkan oleh pemerintahan. tradisi kolektivitasdari permusyawaratan desa. demokrasi merupakan suatu bentuk aspirasi rakyat kepada Negara ini sehingga kata-kata “pemerintahan dari rakyat. dan dipuja di pergerakan nasional sebagai pokok demokrasi social. hak mengadakan protes dan hak menyingkir dari daerah kekuasaaan raja. setidaknya ada 3 sumber yang menghidupkan cita-cita demokrasi dalam bangsa Indonesia. Pada Stimulus Islam atas demokrasi. Demokrasi memiliki 5 anilisir yaitu: rapat.Pertama. Karena dengan adanya moral yang baik pasti akan terjadi suatu hubungan yang baik antara rakyat dan pemerintah sehinnga terjalin komunikasi yang serasi dan aspirasi rakyat di dengarkan demi menjunjung tinggi suatu demokrasi di Indonesia. pada awalnya stimulus ini sangatlah baik . Dari perspektif historis dapat dilihat juga pengalaman Bangsa Indonesia yang dijajah oleah bangsa lain dimana Bangsa Indonesia tidak bisa memberikan pendapatnya dan kebanyakan dibodohi oleh penjajah.

maka pasti terjadi suatu pemaksaan penurunan presiden . bagaimana jika pada pemilu nanti presiden penganut agama lain menjadi presiden? Bila piagam Jakarta tidak diubah maka akan terjadi sebuah pertentangan di Negara ini pasti akan banyak kontroversial Karena di Indonesia kebanyakan penganut Islam. yaitu dengan cara Membagi kekuasaan kedaulatan rakyat . hal itu legislatif. Negosiasi antarsumber Nilai menuju Demokrasi-Sosialistik Suatu titik temu adalah suatu tujuan dari persatuan keragaman yang becorak agama maupun sekuler demi terwujudnya suatu demokrasi kekeluargaan. Hatta Pandangan Moh.namun demokrasi stimulus Barat ini kecenderungan bersifat saing dalam memperebutkan sumber daya dan pasar. Golongan sekuler. Tan malaka Keseimbangan kekuasaaan di negara sangatlah diperlukan . karena bila dijadikan suatu prinsip maka agama tersebut bisa menjadi suatu dominasi . Pandangan Moh. Pandangan Soekarno Inti dari demokrasi adalah menjunjung tinggi keadilan social dan perikemanusiaan 4.Sehingga sangatlah baik ketiga isi pertama piagam Jakarta diubah menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa” di sila 1 Pancasila sehingga adanya hak-hak agama lain untuk memiliki jabatan di negri ini dan terwujudnya demokrasi pada semua ras. 2. yudisial. Terdapat idelisasai terhadap demokrasi-sosialistik: 1.dapat dilihat juga contoh.S Tjokroaminoto Dasar perjuangan Islam dan dasar kehidupan bernegara sebaiknya hanyalah dijadikan suatu inspirasi . pemilihan presiden. Namun. kebanyakan merupakan sumber demokrasi di berbagai negara termasuk Indonesia. Pada Stimulus Barat atas demokrasi . sperti bidang politik yang sekarang lagi marak-maraknya. menurut H. dan eksekutif untuk menjamin dan menjunung tinggi . 3. Perspektif golongan Islam .menimbulkan suatu dominasi di berbagai bidang .semua presiden di Indonesia merupakan penganut agama Islam. Padahal pada kenyataannya urusan Negara dan Agama harus dipisahkan karena memiliki suatu pertentangan . Hatta merupakan pandangan paling baik karena dia melihat pemegang penuh dalam neagra ini adalah kedaulatan rakyat.O.suku dan agamadi negri ini.

suatu bentuk pemerintah Negara yang mengatasi paham perseorangan dan golongan. Demokrasi pada umumnya dipandang sebagai tujuan yang harus dicapai ketimbang sekadar sebagai sarana. oleh rakyat. Perspektif Teoretis-Komparatif Menurut Abraham Lincoln secara sederhana mendefinisikan demokrasi sebagai ” pemerintahan dari rakyat. permusyawaratan. Demokrasi dalam semangat permusyawaratan. Hal ini berimplikasi bahwa semua tindakan yang mengarah pada ideal-ideal kehidupan kebangsaan dipandang sebagai ekspresi demokrasi. . Demokrasi dalam Perumusan Pancasila dan Konstitusi Kedaulatan rakyat penting dalam semangat kekeluargaan (permusyawaratan). justru pemerintahlah yang mendominasi. dan untuk rakyat” (government of the people. adalah paham yang tetap menghormati kemerdekaan dan kebebasan invidu dengan rasionalitas yang dimiliki namun juga harus peduli pada masalah bersama sebagai makhluk social. namun dalam membentuk Negara demokrasi yang diperlukan adalah suatu kerjasama dalam membangun Negara. dimana di sila ke-4 memiliki arti yaitu nilai moral terdapat pada kata “Kebijaksanaan” dan “permusyawaratn/perwakilan” adalah teknis. 2. sehingga diperlukan suatu rombakan pola pikir di negri dengan kembali ke UUD sehingga demokrasi akan berjalan sbeagaimana fungsinya. Demokrasi identik dengan kebajikan. Pandangan Sutan Syahrir memiliki suatu kekuatan untuk membentuk suatu Negara yang sejahtera . Demokrasi dipandang sebagai nostrum.kekeluargaan diidealkan sebagai salah satu prinsip nasional. 5. dalam prakteknya sekarang . kebijaksanaan dan kesentosaan masyarakat masa depan. Di Indonesia maka dibentuklah sila ke-4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. Sutan Syahrir Menurut Sutan Syahrir. Demokrasi kesetaraan yang memperjuangkan dan keseimbangan pencapaian dalam kebebasan semangat (keadilan) persaudaraan (kekeluargaan).hanyalah menjadi kata mutiara di jaman sekarang . obat bagi segala masalah kebangsaan. Meskipun hal tersebut telah di tuliskan di pasal 1 ayat 2 UUD 1945.

3. pemilihan umum yang bebas. Perlibatan setiap orang dewasa (inclusion of adults). 2. artinya harus cukup kuat untuk dapat menjalankan pemerintahan secara efektif dan efisien. Menurut Alexis de Tocqueville. Ide pokok yang sangat penting adalah suatu sikap kebijaksanaan dari pemerintah untuk mendengarkan aspirasi rakyat untuk menjalankan pemerintahan demokratis. tersedianya sumber-sumber informasi alternative. Kekuasaan itu harus dibatasi (limited government). Dengan adanya suatu teori demokrasi . dan berkala. maka pembentukan demokrasi di Indonesia di buat berdasarkan teori tokoh. otonomi berserikat. moral dan social. oleh karena itu sangat mengidealiskan keselarasan antara demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. ekonomi . and for the people).by people. pengalaman hidup di masyarkat. dan kewarganegaraan inklusif agar tidak terjadi penyelewengan atau adanya uang suap untuk memilih suatu parpol itu sendiri. moral. adil. Kekuasaan pemerintah berasal dari rakyat yang diperintah (the nation that a government deriving its powers from the consent of the governed). Pemahaman tercerahkan (enlightened understanding). Mereka juga . ekonomi. demokrasi adalah suatu objek multidimensional yang meliputi aspek-aspek politik. Menurut Robert Dahl terdapat 5 kriteria bentuk proses demokratis yaitu: Partisipasi efektif (effectif participation). yang dalam istilah Soekarno disebut “sosio-demokrasi”.Di Indonesia juga menerapkan proses demokratis tersebut di pemilihan umum namun banyak terjadi penyelewengan yang terjadi maka dari itu di perlukan 6 prasyarat instusi demokrasi yaitu pejabat terpilih. kebebasan berbicara. dan keragaman di Indonesia. Namun yang benar-benar condong adalah bidang politik. Pengendalian agenda (control of the agenda). Kesetaraan memilih (voting equality). sosiologis . Pemerintahan demokratis itu memerlukan prasyarat yang mendukung sedikitnya tiga ide pokok sebagai berikut: 1. setidaknya para-para pelaku demokrasi haruslah kembali melihat masa lalu ketika para pendiri bangsa Indonesia menghayati sepenuhnya dampak buruk represi politik dan eksploitasi ekonomi yang ditimbulkanoleh kolonialisme dan kapitalisme. Karena itu. Di Indonesia kecenderungan pada aspek politik. dapat dilihat sekarang banak partai-partai politik yang berlomba-lomba untuk mendapatkan jabtan di negri tanpa adanya suatu demokrasi yang adil. Pemerintah harus berdaulat (sovereign). antropologis dan psikologis.

mereka berjuang meraih kemerdekaan dan membentuk Negara-nasional. dan dengan semangat itu pula demokrasi diarahkan untuk mencapai masyarakat yang merdeka. demokrasi itu hendaknya mengandung ciri kerakyatan (daulat rakyat) dan pemusyawaratan (kekeluargaan).dan psikologis nasional. dan dibangun berlandaskan akal-kearifan. serta sifat pengambilan keputusan yang terbuka. “Demokrasi yang harus kita jalankan adalah demokrasi Indonesia. Demokrasi adalah persaingan antar elite. Demokrasi di Indonesia seharusnya sejalan dengan model “demokrasi elitis”.menyadari bahwa kemajemukan Indonesia secara social-budaya dan social-ekonomi memerlukan semangat kekeluargaan dalam mengatasi berbagai kesenjangan yang ada. . Membumikan Demokrasi Permusyawaratan dalam Kerangka Pancasila Dalam ungkapan Soekarno. kekeluargaan . Jika tidak bisa berpikir demikian itu. berdaulat. Dengan kata lain. “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” mengandung beberapa ciri dari alam pemikiran demokrasi di Indonesia. membawa kepribadian Indonesia sendiri. Demokrasi adalah suatu kesadaran bagi masyarakat Indonesia yang bersifat terbuka. adil. Sila keempat Pancasila. Gagasan demokrasi permusyawaratn haruslah berdasarkan prinsip-prinsp pancasila Karena merupakan suatu usaha sadar dan bangkit dari pendiri bangsa. Demokrasi elitis adalah suatu konsep yang disodorkan oleh Joseph Schumpeter sehingga dikenal pula sebagai Demokrasi Schumpeterian. Demokrasi musyawarah yang baik adalah demokrasi yang mendengarkan aspirasi masyarakat dengan cara votting. kita nanti tidak dapat menyelenggarakan apa yang menjadi amanat penderitaan dari rakyat itu”. bersatu. dan makmur. disebutkan bahwa kedaulatan itu berdasar atas “kerakyatan” dan “pemusyawaratan”. Dengan semangat persatuan-kekeluargaan itulah. Dalam pokok pikiran ketiga dari Pembukaan UUD 1945. Demokrasi didefinisikan sebagai suatu metode atas pengaturan institusi guna mendapatkan keputusan politik di mana individu mempunyai kekuasaan untuk memutuskan melalui cara perjuangan kompetisi demi suara pemilih. Namun yang terjadi di Indonesia terjadi penyeleweangan terjadi persaingan yang tak sehat sehingga membuat Indonesia secara teoritis tidak sejalan dengan Demokrasi Schumpeterian.

permusyawaratan. Dalam Demokrasi di Indonesia tidak mengenal trias politica. demokrasi Indonesia juga mengandung cirri “hikmat kebijaksanaan”. sebagaimana dikehendaki oleh Pembukaan UUD 1945 bahwa susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat itu hendaknya didasarkan pada nilainilai ketuhanan. Demokrasi di Pancasila dilandasi oleh nilai-nilai teosentris yang mengangkat kehidupan politik dari tingkat sekuler ke tingkat moral spiritual dan nilai aposentris yang memuliakan nilai-nilai kemanusiaan. . Demokrasi Indonesia menganut konsepsi Jean Bodin . namun di Indonesia mengenal check and balances. dengan mengakui adanya MPR sebagai oragnisasi dari ekspresi keadulaatan rakyat tertinggi sebagai ekspresi dari demokrasi yang bersifat bersemangat keadilan . dengan mewujudkan suatu keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. yang menghargai perbedaan berlandaskan semangat kesetaraan dan persaudaraan. social. bila organisasi tersebut tidak memiliki nilai moral yang baik dan diakui. yang memahami hak dan kewajibannya. Tetapi. pengetahuan. dan ekonominya demi kelangsungan Pancasila dan Negara Indonesia yang sejahtera ini. Dengan dimuliakannya aspirasi rakyat dalam proses demokrasi politik di lembaga perwakilan. demokrasi Indonesia mengembangkan sistem pemerintahan yang member peran penting pada Negara dalam mengembangkan kesejahteraan rakyat. dan keadilanperdamaian. perikemanusiaan. maka yang terjadi adalah suatu kebohongan pada aspirasi masyarakat Karena banyak kemungkinan terjadi penyelewengan dan badan MPR/DPR yang hanya melakukan hal “Gaji Buta” yaitu bekerja tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat serta menghilangkan kepercayaan masyarakt terhadap DPR/MPR tersebut sehingga demokrasi yang dijunjung tinggi hanya menjadi suatu kebohongan belaka. Karen itu di perlukan / ditanamkan suatu sikap “Kebijkasaan” terhadap masyarakat Indonesia secara dini. hikmat kebijaksanaan merefleksikan orientasi etis dan nilai moral. serta bertanggung jawab dalam menjalankan partisipasi politik. persatuan.Selain kedua cirri tersebut. dan keadilan. kesejahteraan. rakyat juga dituntut untuk menjadi warga Negara yang bijaksana. Basis legitimasi Negara-pengurus (Negara kesejahteraan ala Indonesia) ini bersumber pada empat jenis tanggung jawab yaitu perlindungan.

Mendorong warganegara untuk selalu memikirkan kepentingan bersama. Sulit mengharapkan setiap warganegara memiliki kepedulian politik yang sama dan setara. setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan.BAB 4 PENUTUP 4. Semua hal tersebut dilandaskan oleh sila keempat Pancasila. Tak dapat dipungkiri bahkan kemerdekaan 66 tahun silam tak lepas dari peran musyawarah dari pejuang bangsa. Sering timbul rasa ingin melakukan „oposisi‟ namun agar bangsa ini tetap utuh diperlukan penerapan yang baik dan harmonis pada sila keempat. Sebagai Negara demokrasi Indonesia menjunjung kebebasan atas mengemukakan pendapat.1 Kesimpulan Dalam praktiknya permusyawaratan sulit menghindari kecenderungan elitisme. Tentu saja dalam kehidupan bernegara yang jauh lebih luas dari contoh kecil yang di atas musyawarah tidak mudah diterapkan. 2 Relevansi Sebagai warga negara dan warga masyarakat. Kehadiran sila keempat sampai jaman modern ini tetap saja diperlukan bahkan dari hal sepele seperti menentukan makan bersama pun kita tetap menggunakan musyawarah. . Sampai saat ini gagasan tersebut tentu saja masih relevan dan mempunyai kedudukan yang tinggi di masyarakat Indonesia. Memerlukan masyarakat dengan tingkat pendidikan yang tinggi dan sarana komunikasi yang modern 4. hak dan kewajiban yang sama. Mendorong warganegara untuk selalu memiliki kesadaran politik yang tinggi dan selalu memperkaya diri dengan pengetahuan tentang perkembangan masyarakatnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->