BAB 1 PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Bunyi sila ke 4 Pancasila mengatakan: “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat

kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. Kalimat ini mengandung 3 kandungan pokok yaitu Pertama, kerakyatan merupakan objek yang bersifat umum. Diharapkan para petinggi negara dan kebijakan atau perundangan yang dibuat dapat berpihak kepada rakyat. Serta memberikan kesempatan yang lebih baik bagi masyarakat untuk terlibat dalam proses pembuatan kebijakan, tanpa mendekatkan mereka dengan (konflik) politik. Kedua, dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, rakyat pada dasarnya terserah dan mengikuti pemimpin. Hikmat adalah sesuatu yang apabila digunakan atau diperhatikan akan menghalangi terjadinya keburukan sehingga mendatangkan kebaikan dan kemudahan. Dan diharapkan pemimpin Negara ini bijaksana. Ketiga, permusyawaratan perwakilan. Permusyawaratan adalah pembeda yang paling mendasar dibandingkan dengan demokrasi karena permusyawaratan merupakan kuasa atau pengganti pembuatan segala keputusan. Maka dalam demokrasi permusyawaratan yang telah dikandung dalam prinsip Negara ini, diharapkan pemerintah dapat menerapkan kebijakan-kebijakan yang mendasari sikap demokratisasi sehingga menciptakan suatu Negara yang melibatkan rakyatnya dalam memajukan Negara Indonesia tercinta ini.

1.2

Tujuan Tujuan dari mengetahui Demokrasi Permusyawaratan yang juga berhubungan dengan

Pancasila dalam sila yang keempat, yaitu demokrasi permusyawaratan menyediakan wahana bagi perwujudan semangat kekeluargaan dan keadilan sosial di bawah bimbingan hikmatkebijaksanaan. Hal ini juga dipertimbangkan dengan tradisi gotong-royong masyarakat Indonesia, watak multikultural kebangsaan Indonesia, dan pengalaman keterjajahan yang

ditimbulkan oleh kolonialisme sebagai perpanjangan dari kapitalisme dan individualisme. Itu semua membuat masyarakat mengetahui cita-cita kerakyatan dan permusyawaratan. Demokrasi permusyawaratan juga bertujuan agar rakyat mendapatkan kebajikan dan kesentosaan masa depan. Selain itu demokrasi permusyawaratan dipandang sebagai nostrum, obat bagi segala masalah kebangsaan. Demokrasi yang berdasarkan nilai persatuan dan keadilan, dituntut untuk dapat melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasarkan atas persatuan dengan mewujudkan keadilan social bagi seluruh Rakyat Indonesia. Demokrasi yang berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab bertujuan untuk para penyelenggara Negara dalam memelihara budipekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang cita-cita moral rakyat yang luhur.

Dalam perkembangannya. memang merupakan fenomena baru di negeri ini. Stimulus Islam atas Demokrasi Dalam pandangan Soekarno. Dalam pandangan Tan Malaka. paham sosialis Barat. Prinsip Tawhid adalah .demokrasi asli Nusantara itu dapat terus bertahan di bawah feodalisme karena di banyak tempat Nusantara. Kedua. 1 Perspektif Historis Menurut Hatta. mufakat. ajaran Islam menuntut kebenaran dan keadilan Ilahi dalam masyarakat serta persaudaraan antara manusia sebagai makhluk Tuhan. dipuja dalam lingkungan pergerakan nasional sebagai pokok yang kuat bagi demokrasi sosial. Pertama. Ketiga. hak mengadakan protes bersama dan hak menyingkir dari daerah kekuasaan raja. oleh rakyat dan untuk rakyat. yang akan dijadikan dasar pemerintahan Indonesia merdeka di masa datang. melainkan dimiliki bersama oleh masyarakat desa. paham kedaulatan rakyat sebenarnya sudah tumbuh sejak lama di bumi Nusantara. 1992: 121). Kelima analisir demokrasi asli itu: rapat. pengaruh Islam di Nusantara membawa transformasi masyarakat feodal menuju masyarakat yang lebih demokratis. yang menarik perhatian para pemimpin pergerakan kebangsaan karena dasar-dasar perikemanusiaan yang dibelanya dan menjadi tujuannya (Hatta. Hatta juga memandang stimulus Islam sebagai salah satu sumber yang menghidupkan citacita demokrasi sosial di kalbu para pemimpin pergerakan kebangsaan. gotong-royong. yang muncul sebagai ikutan dari formasi negara Republik Indonesia Merdeka. setidaknya ada tiga sumber yang menghidupkan cita-cita demokrasi dalam kalbu bangsa Indonesia. Stimulus Demokrasi Desa Demokrasi sebagai bentuk pemerintahan dari rakyat. Menurut analisis Hatta. tradisi kolektivisme dari permusyawaratan desa. tanah sebagai faktor produksi yang terpenting bukanlah kepunyaan raja. terutama di lingkungan para pemimpin pergerakan.BAB 2 KONSEP INTI 2.

Dalam pemahaman yang lazim berkembang. Pertumbuhan nasionalisme dan demokrasi di dunia Barat bersahutan dengan perkembangan industrialisasi dan ekspansi kapitalisme. membawa dua-sisi dari koin peradaban Barat: sisi represi imperialisme-kapitalisme dan sisi humanismedemokratis. memberikan landasan persatuan dari keragaman. idealisasi terhadap gagasan demokrasi-sosialistik itu diwakili oleh pandangan H. Menurut Madjid (2003). Tjokroaminoto. melahirkan kolonialisme di Asia. bahwa dengan segala keragaman ideologipolitik yang dikembangkan. yaitu “demos” yang berarti rakyat dan “kratos/cratein” yang berarti pemerintahan. Kehadiran kolonialisme Eropa. dan Amerika Latin. Mohammad Hatta. dengan mengembangkan cetakan dasar dari apa yang kemudian dikenal sebagai “bangsa”. Penyejarahan nilai-nilai demokratis sebagai pancaran prinsip Tawhid itu dicontohkan oleh Nabi Muhammad sejak awal pertumbuhan komunitas politik Islam di Madina. dan Sutan Sjahrir. umat). khususnya Belanda. pengertian “bangsa” (nation) itu dalam bahasa Arab sering diungkapkan dengan istilah “ummah” (ummatun. . untuk memperebutkan sumber daya dan pasar. di Indonesia. ajaran Islam. dari perspektif golongan sekuler. Afrika. istilah demokrasi. hal ini diwakili oleh pandangan Tan Malaka. Dari perspektif golongan Islam. secara etimologis berasal dari bahasa Yunani. Stimulus Barat atas Demokrasi Masyarakat Eropa memiliki akar demokrasi yang panjang.O. dan sosio-demokrasi Barat.paham persamaan (kesederajatan) manusia di hadapan Tuhan. yang bercorak keagamaan maupun sekuler. semuanya memiliki titik-temu dalam gagasan-gagasan demokrasi sosialistik (kekeluargaan). sedang konvergensi seluruh komunitas bangsa ke dalam suatu kesatuan politik dan tatanan hidup bersama disebut “al-Umam al-Muttahidah” (umat-umat bersatu). melainkan juga konflik eksternal antarnegara-bangsa dalam ekspansi kapitalisme. dan secara umum menolak individualisme.S. yang melarang adanya perendahan martabat dan pemaksaan kehendak/pandangan antarsesama manusia. Konflik eksternal ini pada gilirannya meluber ke luar dunia Barat. Konsekuensinya bukan hanya menimbulkan konflik internal antarkelas dalam suatu negara-bangsa. Negosiasi antarsumber Nilai menuju Demokrasi-Sosialistik Sumber inspirasi dari anasir demokrasi desa.

yang kedaulatannya berada di tangan seorang raja. Islam. Tulisan ini mengidealiskan pentingnya pertautan di antara tiga kekuatan revolusioner yang disebutnya sebagai “Roh Asia” (Spirit of Asia). 1951) dan juga tulisan-tulisan lainnya. Soekarno menekankan . Islam juga mewajibkan para penganutnya untuk selalu memerhatikan sesama manusia dengan membantu mereka yang lemah dan membutuhkan pertolongan. menurutnya. perlu dijaga keseimbangan kekuasaan dengan membaginya menjadi tiga: pertama. kekuasaan untuk menjalankan undang-undang yang diberikan pada badan eksekutif. kekuasaan untuk mengawasi undang-undang yang diberikan pada badan yudisial. menurutnya. kekuasaan untuk membuat undang-undang yang diberikan pada badan legislatif. meskipun maksudnya sama. rakyat akan memiliki kedaulatan atas negara. Untuk menjamin kedaulatan rakyat dalam republik. yang menjadi nyawa pergerakan rakyat di Indonesia. karena dengan bentuk ini. Pandangan Soekarno Gagasan demokrasi dengan semangat kekeluargaan (gotong-royong) lebih kuat diartikulasikan oleh Soekarno. Tjokro mengidealiskan prinsip-prinsip demokrasi-sosial sebagai dasar perjuangan Islam dan dasar kehidupan bernegara. dan Marxisme”. Penekanannya atas semangat kekeluargaan ini terancam setidaknya sejak dia menerbitkan tulisan pada 1926 yang berjudul “Nasionalisme. persaudaraan. individualisme dan perpanjangannya dalam bentuk kapitalisme secara apriori ditolak. bentuk negara republik adalah cita-cita yang harus diperjuangkan oleh seluruh bangsa Indonesia. dan kemerdekaan merupakan prinsip yang integral di dalam ajaran Islam sejak dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. dan Marxistis. Pandangan Tan Malaka Dalam pandangannya. Baginya. bentuk negara yang dicita-citakan bangsa Indonesia bukanlah sebuah negara monarki. dia berusaha menunjukkan bahwa perintah atau anjuran di dalam Islam memiliki ciri yang bersifat sosial. Islamistis.S. demokrasi yang dikembangkan bercorak sosialistik yang menekankan kerjasama. Pertama. ketiga.O. kedua. Dan ketiga. keempat.Pandangan H. mempunyai tiga sifat: Nasionalistis. Ketiga kekuatan tersebut. Tjokroaminoto Dalam Islam dan Sosialisme (1924. Tjokro menguraikan kesalinghubungan antara paham sosialisme dengan ajaran Islam. dia mencoba menguraikan dasar-dasar sosialisme yang ada di dalam ajaran Islam. prinsip persamaan. Dalam gagasan republikanisme Tan Malaka. Kedua. Dalam pemikirannya.

adalah sarana untuk mengorganisasikan opini publik agar rakyat bisa belajar dan merasakan tanggungjawab sebagai warga dari sebuah negara anggota dari sebuah masyarakat. Adapun sosio-demokrasi adalah demokrasi yang memperjuangkan keadilan sosial. Pergulatannya yang intens dengan tradisi demokrasi di Eropa. Pandangan Sutan Sjahrir Sjahrir adalah figur yang paling muda dan sekaligus paling liberal. melainkan juga hak ekonomi. yang tidak hanya memedulikan hak-hak sipil dan poilitik. Oleh karena itu. Partai politik. yakni demokrasi kekeluargaan berlandaskan permusyawaratan. Hatta menyimpulkan bahwa masyarakat Indonesia tidak mengenal paham individualisme sebagaimana yang ada di Barat. model demokrasi yang dikembangkan hendaknya bukan demokrasi yang sekedar menjiplak budaya masyarakat Barat secara mentah-mentah. Paham sosialisme yang diusung oleh Sjahrir adalah paham yang tetap menghormati kemerdekaan dan kebebasan invidu dengan rasionalitas yang dimiliki namun juga harus peduli pada masalah bersama sebagai makhluk . melainkan demokrasi yang cocok dengan karakter keindonesiaan sendiri. tetapi ia haruslah mencari selamatnya semua manusia”. menurut Hatta. yang dia namakan sebagai “sosio-nasionalisme” dan “sosio-demokrasi”. Yang dimaksudkan kedaulatan rakyat adalah bahwa kekuasaan untuk mengatur negeri berada di tangan rakyat. serta penghayatannya atas tradisi permusyawaratan dan gotong royong dari masyarakat desa (khususnya nagari) di Indonesia. Salah satu institusi penting dari demokrasi dalam menjembatani aspirasi rakyat ke dalam pemerintahan adalah partai politik.perlunya bangsa kita memiliki konsepsi nasionalisme dan demokrasinya sendiri. Sosio-nasionalisme yang dia maksudkan adalah semanagat kebangsaan yang menjunjung tinggi perikemanusiaan ke dalam dan keluar. karena perhatiannya yang lebih besar pada kebebasan individu. menjadi latar yang kuat dalam mengkonseptualisasikan model demokrasi yang cocok bgi masa depan bangsanya. penyelidikannya atas praktik sosio-demokrasi. Pandangan Mohammad Hatta Gagasan demokrasi sosial dalam konteks Indonesia mendapatkan formulasi secara lebih jelas dari Mohammmad Hatta. Salah satu proses penting dalam demokrasi menurut Bung Hatta adalah soal prinsip kedaulatan rakyat. Semakin baik kemampuan partai dalam menjalankan fungsinya sebagai sarana aspirasi. “yang tidak mencari „gebyarnya‟ atau kilaunya negeri keluar saja. semakin tinggi pula rasa keterlibatan rakyat dalam pemerintahan.

Dalam uraiannya mengenai dasar falsafah Negara Indonesia merdeka (philosofiscche granslag). berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan. kesetaraan (keadilan) dan persaudaraan (kekeluargaan). “semua untuk satu”.sosial. dalam semangat permusyawaratan. tokoh-tokoh pendiri bangsa tersebut memiliki persamaan dalam idealisasinya terhadap demokrasi yang bercorak sosialistik. bukan satu Negara untuk satu golongan walaupun golongan kaya. Tetapi kita mendirikan Negara “semua untuk semua”. Permusyawaratan diharapkan dapat dibimbing oleh semangat kekeluargaan berdasarkan hikmah kebijaksanaan agar dapat mencapai sintesis yang bermutu bagi kebaikan semua. Sjahrir mendukung sistem parlementer yang dipandangnya sebagai wujud pengabdian pada perkembangan kemanusiaan. Hasil prinsip demokrasi dalam Pidato Soekarno menempati urutan ke-3. intinya adalah asas permusyawaratan penting dan harus adanya kekeluargaan di negara. “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan”. Negara ialah tidak untuk menjamin kepentingan seseorang atau golongan. Dasar itu ialah dasar mufakat. Dari ungkapan para anggota rakyat. Demokrasi dalam Perumusan Pancasila dan Konstitusi Kedaulatan rakyat penting dalam semangat kekeluargaan (permusyawaratan). Ungkapan ini diungkapakan oleh Muhammad Yamin ketika meletakkan dasar kedaulatan rakyat sebagai tujuan kemerdekaan dan permusyawaratan. Dengan segala variasi pemikirannya. Negara Indonesia bukan satu Negara untuk satu orang. Pokok yang ketiga yang terkandung dalam „Pembukaan‟ ialah Negara yang berkedaulatan rakyat. lalu mengalami pergeseran menjadi prinsip (sila) keempat dari dasar Negara (Pancasila). Sjahrir juga berkeyakinan bahwa sistem demokrasi parlementer adalah syarat yang harus dipenuhi untuk sampai pada negara kesejahteraan. akan tetapi menjamin kepentingan masyarakat seluruhnya sebagai persatuan. dia memasukkan prinsip “mufakat atau demokrasi” sebagai dasar ketiga. dasar permusyawaratan. Demokrasi yang memperjuangkan keseimbangan pencapaian kebebasan. Soekarno menyampaikan pidatonya pada Rapat Besar 1 Juni 1945. Pengertian Negara Indonesia ialah. “satu untuk semua”. Oleh karena itu sistem Negara yang terbentuk dalam Undang-Undang Dasar harus berdasar atas Kedaulatan Rakyat . teori yang dapat dinamakan teori integralistik. Redaksinya disempurnakan menjadi.

Demokrasi dalam semangat permusyawaratan. Demokrasi identik dengan kebajikan dan kesentosaan masyarakat masa depan. Semangat demokrasi musyawarah-mufakat ini selaras dengan arus utama pemikiran politik Indonesia saat itu yang mengidealisasikan konsepsi Negara kekeluargaan. .dan berdasarkan permusyawaratan perwakilan. 3. oleh rakyat. Kekuasaan pemerintah berasal dari rakyat yang diperintah (the nation that a government deriving its powers from the consent of the governed). Pemerintahan demokratis itu memerlukan prasyarat yang mendukung sedikitnya tiga ide pokok sebagai berikut: 1. Pemerintah harus berdaulat (sovereign).kekeluargaan diidealkan sebagai salah satu prinsip nasional. Roeslan Abdoelgani menyatakan bahwa toleransi yang dikehendaki Pancasila adalah suatu kompromi dalam konteks toleransi yang positif karena senantiasa dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan. 2. Kekuasaan itu harus dibatasi (limited government). suatu bentuk pemerintah Negara yang mengatasi paham perseorangan dan golongan.2 Perspektif Teoretis-Komparatif Menurut Abraham Lincoln secara sederhana mendefinisikan demokrasi sebagai ” pemerintahan dari rakyat. Demokrasi dengan semangat musyawarah-mufakat inilah yang akan mewarnai rancang-bangun ketatanegaraan Indonesia dalam pembahasan yang terkait dengan Rancangan Undang-Undang Dasar. dan untuk rakyat” (government of the people. by people. Demokrasi pada umumnya dipandang sebagai tujuan yang harus dicapai ketimbang sekadar sebagai sarana. obat bagi segala masalah kebangsaan. Konsepsi Negara kekeluargaan ini tercermin dalam Pembukaan UUD 1945 alinea terakhir yang mengandung kehendak untuk “membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia”. 2. and for the people). artinya harus cukup kuat untuk dapat menjalankan pemerintahan secara efektif dan efisien. Hal ini berimplikasi bahwa semua tindakan yang mengarah pada ideal-ideal kehidupan kebangsaan dipandang sebagai ekspresi demokrasi. Dengan kata lain. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia. Demokrasi dipandang sebagai nostrum.

Kelima kriteria berbentuk proses itu meliputi: 1. dan tentunya procedural. otonomi berserikat. Pengendalian agenda (control of the agenda) Setiap warga harus memiliki kesempatan untuk menentukan bagaimana dan apa saja yang harus ditempatkan dalam agenda kebijakan. Pendekatan procedural berkisar pada pembahasan bagaimana secara sederhana. suatu pemerintahan digolongkan sebagai suatu demokrasi. dan diamalkan oleh suatu pemerintahan sehubungan dengan aktivitas politik. Akibatnya. Pendekatan konstitusional menekankan pada bagaimana konstitusi dibentuk. 3. Dimensi kualaitas . Menurut Charles Tilly.Dalam perkembangannya. Dahl juga menyebutkan 6 prasyarat institusi demokrasi yaitu pejabat terpilih. Pendekatan substantive memberikan perhatian lebih pada bagaimana suatu pemerintah memajukan kondisi kehidupan dan kehidupan politik. tersedianya sumber-sumber informasi alternative. muncul berbagai bentuk dan model demokrasi sesuai dengan ruang dan waktunya. Partisipasi efektif (effectif participation) Setiap warga harus memiliki kesempatan yang setara dan efektif untuk membuat pandangan-pandangannya diketahui oleh warga yang lain. kebebasan berbicara. Pemahaman tercerahkan (enlightened understanding) Setiap warga harus memiliki kesempatan yang setara dan efektif untuk mempelajari alternative kebijakan yang relevan serta kemungkinan akibatnya. pemilihan umum yang bebas. 5. Perlibatan setiap orang dewasa (inclusion of adults) Setiap warga yang sudah dewasa harus diberi hak secara penuh untuk keempat kriteria diatas. diberlakukan. pengertian dari demokrasi dibagi kedalam empat kategori pendekatan yaitu konstitusional. Pendekatan berorientasi proses kerap diasosiasikan dengan pemikiran Robert Dahl. 2. didekati secara berbeda oleh orang-orang yang berbeda di tempat dan waktu yang berbeda. substantif. Dahl menggariskan lima kriteria minimum agar suatu Negara bisa dianggap demokrastis. procedural. dan kewarganegaraan inklusif. adil. 4. Kesetaraan memilih (voting equality) Setiap warga harus memiliki kesempatan yang setara dan efektif untuk memilih dan seluruh pilihan harus dihitung secara setara. dan berkala. pemerintahan demokratis itu dibentuk dan dijalankan. dan berorientasi proses.

menjadi penentu dan pembanding apakah suatu Negara lebih demokratis disbanding dengan Negara lain. cenderung mencerminkan pertempuran kepentingan pribadi yang tidak membawa perbaikan mutu. ekonomis. oleh karena itu sangat mengidealiskan keselarasan antara demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. yang meliputi aspek-aspek politik. Para pendukung demokrasi deliberative berpendapat bahwa musyawarah meningkatkan kualitas dan akseptabilitas keputusan kolektif. Pendekatan politik yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas demokrasi dengan memperbaiki karakteristik dan bentuk partisipasi politik bukan hanya untuk kepentingan pribadi. dan makmur. diatas keputusan yang berdasarkan voting. Dengan semangat persatuankekeluargaan itulah. demokrasi deliberative meletakkan keutamaan diskusi dan musyawarah dengan kekuatan argumentasi berlandaskan daya-daya consensus. demokrasi itu tidaklah berwajah tunggal. bersatu. karena harus disesuaikan dengan konteks ruang dan waktu agar dapat mengakar dalam beragam jenis masyarakat. antropologis. Robert Putnam dalam bukunya. Making Democracy Work. Faktanya bahwa jarang sekali Negara yang menjalankan model “majoratian democracy” . Dalam pandangan Arend Lijphart. demokrasi secara garis besar dibedakan kedalam dua model yaitu “majoratian democracy” (demokrasi yang lebih mengutamakan suara mayoritas) dan “consensus democracy” (demokrasi yang lebih mengutamakan consensus). Meskipun ada kesamaan secara prinsipil. berdaulat. mereka berjuang meraih kemerdekaan dan membentuk Negara-nasional. dan psikologis. sosiologis. yang dalam istilah Soekarno disebut “sosio-demokrasi”. Mereka juga enyadari bahwa kemajemukan Indonesia secara social-budaya dan social-ekonomi memerlukan semangat kekeluargaan dalam mengatasi berbagai kesenjangan yang ada. baik langsung maupun representative. moral. menekankan dengan tegas namun lugas. Penganut demokrasi deliberative menganggap bahwa demokrasi yang berkembang. Sebagai alternative. melainkan menampilkan dirinya secara beragam. Para pendiri bangsa Indonesia menghayati sepenuhnya dampak buruk represi politik dan eksploitasi ekonomi yang ditimbulkanoleh kolonialisme dan kapitalisme. dan dengan semangat itu pula demokrasi diarahkan untuk mencapai masyarakat yang merdeka. Alexis de Tocqueville menegaskan bahwa demokrasi merupakan suatu subjek multidimensional. adil. “demokrasi yang efektif berhubungan erat dengan modernitas sosio-ekonomi”.

Demokrasi di Indonesia tidak sejalan dengan model “demokrasi elitis”. Demokrasi musyawarah dibangun berlandaskan akal-kearifan ketimbang kuasa. ia harus memastikan bahwa musyawarah (dan bukan kompetisi) yang menjadi penentu dalam struktur ataupun proses pengambilan keputusan dalam berdemokrasi. Kebanyakn pemerintahan demokratis lebih menganut model consensus. New Zealand. Lebih dari tiu. Demokrtasi elitis ini dikenal juga sebagai demokrasi procedural minimalism. Krisis demokrasi merupakan konsekuensi dari apa yang disebutnya sebagai “superkapitalisme”. Demokrasi adalah persaingan antar elite. Demokrasi elitis adalah suatu konsep yang disodorkan oleh Joseph Schumpeter sehingga dikenal pula sebagai Demokrasi Schumpeterian. dan dalam taraf yang berbeda. Berdasarkan dari argument Arthur Lewis.secara murni. Demokrasi didefinisikan sebagai suatu metode atas pengaturan institusi guna mendapatkan keputusan politik di mana individu mempunyai kekuasaan untuk memutuskan melalui cara perjuangan kompetisi demi suara pemilih. Sifat terbuka dari prosedur demokrasi musyawarah yang lebih mementingkan rasionalitas argument dan kearifan menempatkan kemungkinan lebih besar diterimanya nilai-nilai dan pemikiran ekologis. Apabila demokrasi benar-benar ingin memasukkan pertimbangan lingkungan. Lijphart menunjukkan bahwa penekanan model majoratian pada “majority rule” dalam politik ditafsirkan tidak demokratis karena mengandung prinsip-prinsip pengucilan (exclusion). diatas struktur politik yang sudah hijau. bekas koloni Inggris di wilayah Karibia. dan kini telah merambah dunia politik. . Superkapitalisme adalah suatu konsep yang menggambarkan semakin menguatnya kompetisi di dunia bisnis dalam memperebutkan konsumen dan investor. juga Amerika Serikat. bukan ekspresi sebagian dari kekuatan rakyat. Teori kedaulatan dari Bodin menekankan perlunya Negara memiliki rumusan “kedaulatan tertinggi” sebagai ekspresi tertinggi rakyat secara keseluruhan. Robyn Eckersley mengambil kesimpulan bahwa kunci transformasi politik hijau ialah penyebarluasan dan penghayatan budaya ekosentris (berporos pada ekologi). serta bersandar pada prosedur musyawarah sebagai cita-cita kebenaran politik. Demokrasi musyawarah menempatkan esensi demokrasi bukan pada voting tetapi didasarkan pada musyawarah kolektif dan prosedur pengambilan keputusan yang terbuka. Lijphart menilai bahwa “consensus democracy” bisa dipandang lebih demokratis ketimbang “majoratian democracy” dalam banyak hal. hanya United Kingdom.

tetapi juga secara kejiwaan. kita nanti tidak dapat menyelenggarakan apa yang menjadi amanat penderitaan dari rakyat itu”. Dalam pokok pikiran ketiga dari Pembukaan UUD 1945. Akan tetapi. Menurut Barber. juga menumbuhkan etos baru. Cita hikmat kebijaksanaan merefleksikan orientasi etis. Tetapi di dalam cara pemikiran kita. melainkan juga cerminan alam kejiwaan. demokrasi Indonesia juga mengandung cirri “hikmat kebijaksanaan”. secara kekeluargaan. Sila keempat Pancasila. “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” mengandung beberapa ciri dari alam pemikiran demokrasi di Indonesia. demokrasi itu hendaknya mengandung ciri kerakyatan (daulat rakyat) dan pemusyawaratan (kekeluargaan). masalah normative yang ditimbulkan kapitalisme global setidaknya menyangkut dua hal yaitu deficit keadilan global dan deficit demokrasi global. dan cita-cita nasional. Jika tidak bisa berpikir demikian itu. Kita berpikir dan berasa bukan sekadar hanya secara teknis. kepribadian. Dalam ungkapan Soekarno. atau lebih tegas lagi di dalam cara keyakinan dan kepercayaan kita. Salah satu dampak utama dari penetrasi kapitalisme ke dalam kehidupan berdemokrasi adalah meredupnya kekuatan kewargaan. membawa kepribadian Indonesia sendiri. secara psikologis nasional. Selain kedua cirri tersebut. atau apa yang disebut Saward “mengakar” (to take root). semakin besar ketimpangan itu. Dengan kata lain. ekonomi kapitalis sekarang. Benar bahwa demokrasi dan kewarganegaraan tetap bisa bertahan walaupun terjadi ketimpangan ekonomi. dalam konteks keindonesiaan. “Demokrasi yang harus kita jalankan adalah demokrasi Indonesia.Dalam pandangan Carol C. Gould pada tataran internasional. Demokrasi dalam alam pikiran Indonesia bukan sekadar alat teknis. Inti dari uraian para teorikus demokrasi tersebut adalah bahwa kondisi demokrasi politik terkait erat dengan kondisi perekonomian. kedaulatan rakyat bukan sekadar alat saja. disebutkan bahwa kedaulatan itu berdasar atas “kerakyatan” dan “pemusyawaratan”. semakin besar pula tenaga yang diperlukan untuk mempertahankan kesinambungan kehidupan demokrasi. sebagaimana dikehendaki oleh Pembukaan UUD 1945 bahwa susunan Negara Republik Indonesia yang . Membumikan Demokrasi Permusyawaratan dalam Kerangka Pancasila Gagasan “demokrasi pemusyawaratan” berdasarkan prinsip-prinsip Pancasila merupakan usaha sadar dari para pendiri bangsa untuk melakukan apa yang disebut Putnam “making democracy work”. selain membagi dunia ke dalam kubu berada dan tidak berada.

Hal ini berbeda dengan asas “pure separation of powers” seperti di Amerika Serikat. permusyawaratan. pengetahuan. kesejahteraan. Demokrasi Indonesia menganut konsepsi kedaulatan yang menyerupai teori Jean Bodin. . yang dapat menangkal dikte-dikte minoritas elite penguasa dan pengusaha serta klaim mayoritas. Harus didasarkan pada asasn rasionalitas dan keadilan bukan hanya berdasarkan subjektivitas ideologis dan kepentingan. bukan demi kepentingan perseorangan atau golongan. dan keadilan. 3. dengan melibatkan dan mempertimbangkan pendapat semua pihak (minoritas kecil sekalipun) secara inklusif.berkedaulatan rakyat itu hendaknya didasarkan pada nilai-nilai ketuhanan. 2. yang konsepsi kedaulatannya mengikuti teori James Madison yang menganut paham “pemisahan kekuasaan”. 4. Didedikasikan bagi kepentingan orang banyak. perikemanusiaan. bukan demi kepentingan jangka pendek melalui akomodasi transaksional yang bersifat destruktif (toleransi negative). dan keadilan-perdamaian. Selain itu. Sebagai ekspresi dari demokrasi yang bersemangat keadilan. persatuan. Basis legitimasi Negara-pengurus (Negara kesejahteraan ala Indonesia) ini bersumber pada empat jenis tanggung jawab yaitu perlindungan. sistem pemerintahan Negara Indonesia tidak mengenal pemisahan kekuasaan yang ketat seperti dalam paham Trias Politica. Berorientasi jauh kedepan. Asas yang digunakan dalam sistem pemerintah Negara Indonesia adalah “pembagian kekuasaan secara tidak ketat” (partial separation of powers). Dalam demokrasi permusyawaratan . tidak berarti bahwa sistem pemerintah Negara Indonesia tidak mengandung mekanisme “pengecekan dan keseimbangan” (check and balances). Bersifat imparsial. demokrasi Indonesia mengembangkan sistem pemerintahan yang member peran penting pada Negara dalam mengembangkan kesejahteraan rakyat. Dengan tidak menganut sistem pemisahan kekuasaan secara ketat (trias politica). dengan mengakui adanya lembaga permusyawaratan tertinggi (MPR) sebagai penjelmaan dari ekspresi kedaulatan rakyat tertinggi (locus of sovereignty). 1.suatu keputusan politik dikatakan benar jika memenuhi setidaknya empat prasyarat.

. yang memahami hak dan kewajibannya. Dengan dimuliakannya aspirasi rakyat dalam proses demokrasi politik di lembaga perwakilan. dengan mewujudkan suatu keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. rakyat juga dituntut untuk menjadi warga Negara yang bijaksana. yang menghargai perbedaan berlandaskan semangat kesetaraan dan persaudaraan.Demokrasi dalam alam Pancasila dilandasi oleh nilai-nilai teosentris yang mengangkat kehidupan politik dari tingkat sekuler ke tingkat moral spiritual dan nilai aposentris yang memuliakan nilai-nilai kemanusiaan. serta bertanggung jawab dalam menjalankan partisipasi politiknya.

dari pengalaman ini bisa menjadi sumber ke masa depan agar bangsa Indonesia sendiri tidak menjajah Bangsanya sendiri maupun dijajah oleh bangsa lain.Pertama. Pada Stimulus Demokrasi Desa. Perspektif Hisotris Menurut Hatta. setidaknya ada 3 sumber yang menghidupkan cita-cita demokrasi dalam bangsa Indonesia. Kelima analisir itu mengandung arti yang sangat mendalam bagi kelangsungan pemerintahan Indonesia di masa yang akan datang. Karena dengan adanya moral yang baik pasti akan terjadi suatu hubungan yang baik antara rakyat dan pemerintah sehinnga terjalin komunikasi yang serasi dan aspirasi rakyat di dengarkan demi menjunjung tinggi suatu demokrasi di Indonesia. ajaran Islam yang menuntut kebenaran dan keadilan Ilahi sebagai makhluk Tuhan dan yang Ketiga adalah paham sosialis Barat yang menarik perhatian para pemimpin pergerakan kebangsaaan. hal tersebut dapat . oleh rakyat dan untuk rakyat” merupakan suatu fenomena di negri ini. demokrasi merupakan suatu bentuk aspirasi rakyat kepada Negara ini sehingga kata-kata “pemerintahan dari rakyat. Dari perspektif historis dapat dilihat juga pengalaman Bangsa Indonesia yang dijajah oleah bangsa lain dimana Bangsa Indonesia tidak bisa memberikan pendapatnya dan kebanyakan dibodohi oleh penjajah. gotong royong. di sana tertulis menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” . terutama di lingkungan para pemimpin pergerakan. sehingga diperlukan analisir satu lagi yaitu moral. mufakat. jika dipikirkan dampak nya di masa depan akan menimbulkan suatu pertentangan.BAB 3 ANALISIS 1. Demokrasi memiliki 5 anilisir yaitu: rapat. politik. dalam kenyataannya sekarang kebanyakan mengadakan hak protes bersama sangatlah minim karena aspirasi rakyat sangatlah minim didengarkan oleh pemerintahan. . Namun. tradisi kolektivitasdari permusyawaratan desa. yaitu social . Stimulus Islam yang dijadikan suatu stimulus demokrasi akan “Ketuhanan dengan kewajiban mengarah ke beberapa bidang . hak mengadakan protes dan hak menyingkir dari daerah kekuasaaan raja. dan dipuja di pergerakan nasional sebagai pokok demokrasi social. Contohnya Piagam Jakarta. Kedua. Pada Stimulus Islam atas demokrasi. pada awalnya stimulus ini sangatlah baik .

dapat dilihat juga contoh.namun demokrasi stimulus Barat ini kecenderungan bersifat saing dalam memperebutkan sumber daya dan pasar. sperti bidang politik yang sekarang lagi marak-maraknya. Hatta Pandangan Moh.menimbulkan suatu dominasi di berbagai bidang . Pandangan Soekarno Inti dari demokrasi adalah menjunjung tinggi keadilan social dan perikemanusiaan 4. pemilihan presiden. Padahal pada kenyataannya urusan Negara dan Agama harus dipisahkan karena memiliki suatu pertentangan . 3. Pandangan Moh.semua presiden di Indonesia merupakan penganut agama Islam. Golongan sekuler. 2.O.S Tjokroaminoto Dasar perjuangan Islam dan dasar kehidupan bernegara sebaiknya hanyalah dijadikan suatu inspirasi . Terdapat idelisasai terhadap demokrasi-sosialistik: 1. menurut H. maka pasti terjadi suatu pemaksaan penurunan presiden . kebanyakan merupakan sumber demokrasi di berbagai negara termasuk Indonesia. yaitu dengan cara Membagi kekuasaan kedaulatan rakyat . yudisial. Negosiasi antarsumber Nilai menuju Demokrasi-Sosialistik Suatu titik temu adalah suatu tujuan dari persatuan keragaman yang becorak agama maupun sekuler demi terwujudnya suatu demokrasi kekeluargaan.Sehingga sangatlah baik ketiga isi pertama piagam Jakarta diubah menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa” di sila 1 Pancasila sehingga adanya hak-hak agama lain untuk memiliki jabatan di negri ini dan terwujudnya demokrasi pada semua ras. bagaimana jika pada pemilu nanti presiden penganut agama lain menjadi presiden? Bila piagam Jakarta tidak diubah maka akan terjadi sebuah pertentangan di Negara ini pasti akan banyak kontroversial Karena di Indonesia kebanyakan penganut Islam. Namun. Perspektif golongan Islam . Tan malaka Keseimbangan kekuasaaan di negara sangatlah diperlukan .suku dan agamadi negri ini. karena bila dijadikan suatu prinsip maka agama tersebut bisa menjadi suatu dominasi . dan eksekutif untuk menjamin dan menjunung tinggi . Hatta merupakan pandangan paling baik karena dia melihat pemegang penuh dalam neagra ini adalah kedaulatan rakyat. hal itu legislatif. Pada Stimulus Barat atas demokrasi .

5. namun dalam membentuk Negara demokrasi yang diperlukan adalah suatu kerjasama dalam membangun Negara.kekeluargaan diidealkan sebagai salah satu prinsip nasional. Sutan Syahrir Menurut Sutan Syahrir. oleh rakyat. suatu bentuk pemerintah Negara yang mengatasi paham perseorangan dan golongan. Di Indonesia maka dibentuklah sila ke-4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. Meskipun hal tersebut telah di tuliskan di pasal 1 ayat 2 UUD 1945. dalam prakteknya sekarang . Demokrasi kesetaraan yang memperjuangkan dan keseimbangan pencapaian dalam kebebasan semangat (keadilan) persaudaraan (kekeluargaan). Demokrasi dalam Perumusan Pancasila dan Konstitusi Kedaulatan rakyat penting dalam semangat kekeluargaan (permusyawaratan). Demokrasi dipandang sebagai nostrum. Perspektif Teoretis-Komparatif Menurut Abraham Lincoln secara sederhana mendefinisikan demokrasi sebagai ” pemerintahan dari rakyat. Demokrasi dalam semangat permusyawaratan.hanyalah menjadi kata mutiara di jaman sekarang . sehingga diperlukan suatu rombakan pola pikir di negri dengan kembali ke UUD sehingga demokrasi akan berjalan sbeagaimana fungsinya. obat bagi segala masalah kebangsaan. kebijaksanaan dan kesentosaan masyarakat masa depan. dan untuk rakyat” (government of the people. permusyawaratan. justru pemerintahlah yang mendominasi. adalah paham yang tetap menghormati kemerdekaan dan kebebasan invidu dengan rasionalitas yang dimiliki namun juga harus peduli pada masalah bersama sebagai makhluk social. 2. Pandangan Sutan Syahrir memiliki suatu kekuatan untuk membentuk suatu Negara yang sejahtera . . Demokrasi pada umumnya dipandang sebagai tujuan yang harus dicapai ketimbang sekadar sebagai sarana. Hal ini berimplikasi bahwa semua tindakan yang mengarah pada ideal-ideal kehidupan kebangsaan dipandang sebagai ekspresi demokrasi. dimana di sila ke-4 memiliki arti yaitu nilai moral terdapat pada kata “Kebijaksanaan” dan “permusyawaratn/perwakilan” adalah teknis. Demokrasi identik dengan kebajikan.

maka pembentukan demokrasi di Indonesia di buat berdasarkan teori tokoh. Menurut Alexis de Tocqueville. Kekuasaan itu harus dibatasi (limited government). otonomi berserikat. pengalaman hidup di masyarkat. yang dalam istilah Soekarno disebut “sosio-demokrasi”. Perlibatan setiap orang dewasa (inclusion of adults). setidaknya para-para pelaku demokrasi haruslah kembali melihat masa lalu ketika para pendiri bangsa Indonesia menghayati sepenuhnya dampak buruk represi politik dan eksploitasi ekonomi yang ditimbulkanoleh kolonialisme dan kapitalisme. artinya harus cukup kuat untuk dapat menjalankan pemerintahan secara efektif dan efisien. dan kewarganegaraan inklusif agar tidak terjadi penyelewengan atau adanya uang suap untuk memilih suatu parpol itu sendiri. moral. kebebasan berbicara. Namun yang benar-benar condong adalah bidang politik. Karena itu. dapat dilihat sekarang banak partai-partai politik yang berlomba-lomba untuk mendapatkan jabtan di negri tanpa adanya suatu demokrasi yang adil. Menurut Robert Dahl terdapat 5 kriteria bentuk proses demokratis yaitu: Partisipasi efektif (effectif participation). and for the people). dan keragaman di Indonesia. ekonomi . oleh karena itu sangat mengidealiskan keselarasan antara demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Mereka juga . adil. Kesetaraan memilih (voting equality). Di Indonesia kecenderungan pada aspek politik. Pengendalian agenda (control of the agenda). ekonomi. antropologis dan psikologis. Pemahaman tercerahkan (enlightened understanding). pemilihan umum yang bebas. demokrasi adalah suatu objek multidimensional yang meliputi aspek-aspek politik. 2. sosiologis . Pemerintah harus berdaulat (sovereign). 3. tersedianya sumber-sumber informasi alternative. dan berkala. Kekuasaan pemerintah berasal dari rakyat yang diperintah (the nation that a government deriving its powers from the consent of the governed). moral dan social.Di Indonesia juga menerapkan proses demokratis tersebut di pemilihan umum namun banyak terjadi penyelewengan yang terjadi maka dari itu di perlukan 6 prasyarat instusi demokrasi yaitu pejabat terpilih.by people. Dengan adanya suatu teori demokrasi . Ide pokok yang sangat penting adalah suatu sikap kebijaksanaan dari pemerintah untuk mendengarkan aspirasi rakyat untuk menjalankan pemerintahan demokratis. Pemerintahan demokratis itu memerlukan prasyarat yang mendukung sedikitnya tiga ide pokok sebagai berikut: 1.

serta sifat pengambilan keputusan yang terbuka. Dengan kata lain. “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan” mengandung beberapa ciri dari alam pemikiran demokrasi di Indonesia. Jika tidak bisa berpikir demikian itu. “Demokrasi yang harus kita jalankan adalah demokrasi Indonesia. Membumikan Demokrasi Permusyawaratan dalam Kerangka Pancasila Dalam ungkapan Soekarno. dan dibangun berlandaskan akal-kearifan. Dalam pokok pikiran ketiga dari Pembukaan UUD 1945. demokrasi itu hendaknya mengandung ciri kerakyatan (daulat rakyat) dan pemusyawaratan (kekeluargaan). kita nanti tidak dapat menyelenggarakan apa yang menjadi amanat penderitaan dari rakyat itu”. Demokrasi adalah suatu kesadaran bagi masyarakat Indonesia yang bersifat terbuka. Demokrasi adalah persaingan antar elite.menyadari bahwa kemajemukan Indonesia secara social-budaya dan social-ekonomi memerlukan semangat kekeluargaan dalam mengatasi berbagai kesenjangan yang ada. membawa kepribadian Indonesia sendiri. Demokrasi didefinisikan sebagai suatu metode atas pengaturan institusi guna mendapatkan keputusan politik di mana individu mempunyai kekuasaan untuk memutuskan melalui cara perjuangan kompetisi demi suara pemilih.dan psikologis nasional. kekeluargaan . dan makmur. Sila keempat Pancasila. berdaulat. Demokrasi musyawarah yang baik adalah demokrasi yang mendengarkan aspirasi masyarakat dengan cara votting. Gagasan demokrasi permusyawaratn haruslah berdasarkan prinsip-prinsp pancasila Karena merupakan suatu usaha sadar dan bangkit dari pendiri bangsa. Dengan semangat persatuan-kekeluargaan itulah. Namun yang terjadi di Indonesia terjadi penyeleweangan terjadi persaingan yang tak sehat sehingga membuat Indonesia secara teoritis tidak sejalan dengan Demokrasi Schumpeterian. mereka berjuang meraih kemerdekaan dan membentuk Negara-nasional. dan dengan semangat itu pula demokrasi diarahkan untuk mencapai masyarakat yang merdeka. Demokrasi di Indonesia seharusnya sejalan dengan model “demokrasi elitis”. Demokrasi elitis adalah suatu konsep yang disodorkan oleh Joseph Schumpeter sehingga dikenal pula sebagai Demokrasi Schumpeterian. bersatu. . disebutkan bahwa kedaulatan itu berdasar atas “kerakyatan” dan “pemusyawaratan”. adil.

hikmat kebijaksanaan merefleksikan orientasi etis dan nilai moral. Demokrasi Indonesia menganut konsepsi Jean Bodin . demokrasi Indonesia juga mengandung cirri “hikmat kebijaksanaan”. Dengan dimuliakannya aspirasi rakyat dalam proses demokrasi politik di lembaga perwakilan. bila organisasi tersebut tidak memiliki nilai moral yang baik dan diakui. rakyat juga dituntut untuk menjadi warga Negara yang bijaksana. Basis legitimasi Negara-pengurus (Negara kesejahteraan ala Indonesia) ini bersumber pada empat jenis tanggung jawab yaitu perlindungan.Selain kedua cirri tersebut. sebagaimana dikehendaki oleh Pembukaan UUD 1945 bahwa susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat itu hendaknya didasarkan pada nilainilai ketuhanan. dan ekonominya demi kelangsungan Pancasila dan Negara Indonesia yang sejahtera ini. . yang menghargai perbedaan berlandaskan semangat kesetaraan dan persaudaraan. social. namun di Indonesia mengenal check and balances. dan keadilanperdamaian. Karen itu di perlukan / ditanamkan suatu sikap “Kebijkasaan” terhadap masyarakat Indonesia secara dini. persatuan. dengan mengakui adanya MPR sebagai oragnisasi dari ekspresi keadulaatan rakyat tertinggi sebagai ekspresi dari demokrasi yang bersifat bersemangat keadilan . demokrasi Indonesia mengembangkan sistem pemerintahan yang member peran penting pada Negara dalam mengembangkan kesejahteraan rakyat. permusyawaratan. maka yang terjadi adalah suatu kebohongan pada aspirasi masyarakat Karena banyak kemungkinan terjadi penyelewengan dan badan MPR/DPR yang hanya melakukan hal “Gaji Buta” yaitu bekerja tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat serta menghilangkan kepercayaan masyarakt terhadap DPR/MPR tersebut sehingga demokrasi yang dijunjung tinggi hanya menjadi suatu kebohongan belaka. Demokrasi di Pancasila dilandasi oleh nilai-nilai teosentris yang mengangkat kehidupan politik dari tingkat sekuler ke tingkat moral spiritual dan nilai aposentris yang memuliakan nilai-nilai kemanusiaan. kesejahteraan. perikemanusiaan. pengetahuan. dengan mewujudkan suatu keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Tetapi. dan keadilan. yang memahami hak dan kewajibannya. serta bertanggung jawab dalam menjalankan partisipasi politik. Dalam Demokrasi di Indonesia tidak mengenal trias politica.

Mendorong warganegara untuk selalu memiliki kesadaran politik yang tinggi dan selalu memperkaya diri dengan pengetahuan tentang perkembangan masyarakatnya. Memerlukan masyarakat dengan tingkat pendidikan yang tinggi dan sarana komunikasi yang modern 4. 2 Relevansi Sebagai warga negara dan warga masyarakat. Kehadiran sila keempat sampai jaman modern ini tetap saja diperlukan bahkan dari hal sepele seperti menentukan makan bersama pun kita tetap menggunakan musyawarah. Sampai saat ini gagasan tersebut tentu saja masih relevan dan mempunyai kedudukan yang tinggi di masyarakat Indonesia.BAB 4 PENUTUP 4. Tak dapat dipungkiri bahkan kemerdekaan 66 tahun silam tak lepas dari peran musyawarah dari pejuang bangsa. Semua hal tersebut dilandaskan oleh sila keempat Pancasila. Tentu saja dalam kehidupan bernegara yang jauh lebih luas dari contoh kecil yang di atas musyawarah tidak mudah diterapkan. Sulit mengharapkan setiap warganegara memiliki kepedulian politik yang sama dan setara. hak dan kewajiban yang sama.1 Kesimpulan Dalam praktiknya permusyawaratan sulit menghindari kecenderungan elitisme. setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan. Mendorong warganegara untuk selalu memikirkan kepentingan bersama. . Sering timbul rasa ingin melakukan „oposisi‟ namun agar bangsa ini tetap utuh diperlukan penerapan yang baik dan harmonis pada sila keempat. Sebagai Negara demokrasi Indonesia menjunjung kebebasan atas mengemukakan pendapat.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.