P. 1
Makalah Storytelling

Makalah Storytelling

|Views: 450|Likes:
Published by Yusuf Hamdani

More info:

Published by: Yusuf Hamdani on Mar 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2015

pdf

text

original

MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR BAHASA INGGRIS PADA ANAK USIA DINI MELALUI STORYTELLING DIPRESENTASIKAN DALAM ACARA SEMINAR

DAN LOKAKARYA ENGLISH LANGUAGE TEACHING FOR YOUNG LEARNERS SABTU, 24 FEBRUARI 2004 OLEH IKA LESTARI DAMAYANTI BALAI BAHASA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2007

Tiba-tiba sebuah keajaiban terjadi Makalah ini akan membahas tentang peran story telling atau mendongeng dalam menumbuhkan minat belajar bahasa Inggris untuk anak-anak. 1983 ). grammar dan kosa kata bisa dipelajari secara menyeluruh dan natural. (eavesdropper) dan tidak terlibat di dalamnya (Morgan & Rinvolucri. Pemilihan Cerita Yang paling penting ketika memilih cerita untuk digunakan di dalam kelas adalah berdasarkan kesukaan guru. bisa dikatakan mengandung tradisi lisan yang menunjukkan bahwa pada dasarnya manusia memang sen ang bercerita dan mendengarkan cerita (story). Selain itu. Berbeda dengan pengajaran grammar atau pun kosa kata ya ng biasa diajarkan secara terpisah dari konteksnya. Guru bisa menjadi media yang multifungsi dengan memanfaatkan gerak tubuh dan mimik untuk membantu siswa memahami isi cerita. baik mendongeng ataupun menonton. Makalah ini akan menjelaskan secara singkat keutamaan penggunaan story telling dalam pengajaran bahasa Inggris dan teknik-teknik menga jarkan bahasa Inggris melalui story telling yang dapat digunakan di dalam kelas. Ter lepas dari kelebihan dan kelemahannya. seorang pendongeng berkunjung ke sekolah. Tradisi lisan ini sudah lama berlangsung secara turun temurun. Kenapa Storytelling? Story telling atau mendongeng di Indonesia bukanlah hal yang baru. Yang dimaksud dengan s tory telling di sini mengacu pada mendongeng tanpa buku dan mendongeng dengan membaca kan buku cerita pada audiens.MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR BAHASA INGGRIS PADA ANAK USIA DINI MELALUI STORYTELLING Ika Lestari Damayanti Pada suatu hari. Popularitas story telling ini dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar. Salah satunya dalam pengajaran bahasa karena kisah yang diceritakan menyediakan konteks yang b ermakna ketika bahasa digunakan. Efeknya akan sangat berbeda apabila siswa hanya mendengarkan kaset karena hal tersebut memposisikan siswa sebagai pihak yang menc uri dengar. melalui story telling. dalam hal ini antara guru sebagai pendongeng dan siswa sebagai pendengar. Cameron (2001) mengatakan bahwa story tellin g merupakan kegiatan lisan yang dirancang tidak hanya untuk didengarkan tetapi jug a untuk terlibat di dalamnya. pengajaran melalui story telling tidak memerlukan peralatan yang mah al. Ia masuk ke dalam kel as dan memulai kisahnya. Namun sayangnya. Kontak mata yang intensif dengan siswa dan dialog yang ter jadi antara guru-siswa merupakan aset unik dalam story telling karena perilaku demikian meru pakan perilaku nyata dan alami dalam berkomunikasi. dewasa ini tradisi mendo ngeng secara perlahan mulai ditinggalkan dan tergantikan oleh tradisi menonton TV. Jika guru tidak menyukai kisah yang akan diceritakan di dalam kel as maka ia .

19 83). sebuah kisah dipilih karena relevan dan menyenangkan bagi siswa untuk me mpelajari bahasa Inggris (Ellis. sebuah kisah dipilih berdasarkan kem ungkinan siswa menyukainya karena kisahnya menghibur dan menantang (Morgan&Rinvolucri. Ketiga. kriteria lain yang bis a digunakan dalam memilih cerita adalah berdasarkan tiga model sebagaimana disarankan oleh C arter & Long (1991) yaitu: 1) model bahasa yang berkenaan dengan kosa kata dan grammar. Yang kedua. model . 2003).pun akan kesulitan untuk menceritakannya karena dia tidak akan menikmati ketika menceritakannya (Wright. 1991 & Cameron. 2001). Selain itu.

seperti benda-benda nyata yang otentik. Namun seb aliknya penggunaan past tense di dalam cerita tersebut memberikan pajanan yang kontekstu al bagi anak-anak. Bahkan untuk semakin mengua tkan pemahaman ini. Pola berulang ini dapat merangsang pembaca untuk menebak ungkapa n yang akan muncul selanjutnya serta dapat memperoleh kosa kata dan atau grammar untuk jangka lama Kolsawalla (2001). Paralelisme Paralelisme berkenaan dengan pola pengulangan bahasa (Cameron. Oleh karenanya anak-anak da pat dengan lebih mudah memahami makna kosakata tersebut. kejelasan makna suatu kosakata dapat terbentuk dengan adanya penggun aan mimik. 2001). Lihat lamp iran sebagai contoh. gerak dan bahasa tubuh yang diperagakan guru. 2. 2001). bahasa dan gambar yang mudah di duga. dibantu oleh pola peristiwa. buatlah anak-anak merasa nyaman dengan pengaturan tempat duduk yang dekat dengan guru agar gerakan guru ataupun buku yang dipegang guru dapat terlihat dan suara guru dapat terdengar jelas. Prinsip ini mirip dengan prinsip yang ada dalam konsep Total Physical Resp onse yang diusung oleh Asher (Cameron. salah satunya paralelisme.budaya yang berkenaan dengan informasi mengenai kehidupan dalam perspektif bahas a target yang sedang dipelajari. 1991 & Cameron. 2001). 1. Naratif berisikan serangkaian peristiwa yang biasanya ditampilk an dengan menggunakan past tense sedangkan dialog menggunakan present tense form. dan model perkembangan diri yang berfokus pada as pek psikologi dan sosial. dan nara tif/dialog (Cameron. Selain itu. Pengguna an past tense dalam sebuah cerita merupakan fitur alami yang tidak akan mengganggu pemahaman anak-anak terhadap isi cerita (Ellis. bone . gunakan alat bantu audio-visual. Naratif/Dialog Sebuah cerita biasanya memiliki dua bentuk penggunaan bahasa yaitu naratif dan d ialog (Cameron. 2001) yaitu listening (menyimak) dan melakukan tind akan dapat membantu anak-anak memperoleh bahasa target. Penggunaan Bahasa dalam Cerita Bahasa yang digunakan dalam kisah anak-anak menawarkan kesempatan yang sangat banyak untuk pembelajaran bahasa. Kaya akan Kosakata Ellis (1991) dan Cameron (2001) percaya bahwa kosa kata dalam cerita ditampilkan melalui konteks yang jelas. kosa kata. anak-anak bisa diajak serta untuk meniru gerakan/tindakan yang di lakukan guru. Teknik-teknik yang dapat digunakan di dalam kelas Hal pertama yang perlu diperhatikan sebelum melakukan storytelling dalam bahasa Inggris adalah classroom management. 2001).

Classroom languages: Listen! Repeat! Sit down! Work in pairs! Good! It. ajarkan formulaic language pada anak seperti . gambar.m fine. 3.s your turn! Be Quite! . And you? . thank you. simple greeting: hello! How are you?/I. Routines: What. dll.ka.s the date? . Social English: Did you have a nice weekend?/Have a nice weekend! . topeng.

3. dark town In a dark. informasikan pada anak mengenai aktivitas yang a kan mereka lakukan setelah mendengarkan cerita. 4. atau menceritakan pengalaman anak pergi ke kebun binatang. Tahap persiapan ini bisa berlangsung selama satu pertemuan penuh a tau bahkan lebih untuk memperkenalkan isi cerita. do you like sausages? Saat itu anak bisa jadi hanya menjawab yes atau no . Communication strategies: Can you say that again. membuat topeng. dark road And in the dark. Misalnya. Tunjukkan sebuah gambar dan bertanya. I do. memasak. 2. ceritakan synopsis atau garis besar kisah yang akan didongengkan.t understand Kedua. Misalnya bertanya jawab te ntang makanan favorit mereka.. Rencana Pembelajaran Teks In a dark.t. Asking permission: can I/may I go to the toilet? Can I clean the board? Can I wash my hands? . revisi kosakata dan/atau grammar yang sudah dipelajari sebelumnya dengan tekn ik yang tepat. road . 5. I don. 6. anda akan menceritakan sebuah kisah yang di dalamny a melibatkan makanan. Now listen! Yes. dll. jika perlu dalam bahasa Indonesia. perhatikan tahap kegiatan awal sebelum story telling. 1. bila memungkinkan. bahasa dan konsep yang termuat dal am cerita. bermain peran. Kegiatan ini sangat krusial untuk diadakan karena anak-anak perlu mengenal terlebih dahulu hal-hal yang akan merek a temui di dalam cerita. ingatkan anak pada cerita yang telah mereka ketahui yang i sinya mirip dengan kisah yang akan diceritakan atau ingatkan kisah yang banyak dipublikasikan dalam versi bahasa Indonesia. agar anak lebih termotivasi. Kemudian pada seluruh kelas katakan. Misalnya. dark. Lakukan kegiatan serupa pada beberapa anak lainnya. Repeat! . Puspa. please? How do you say in English? I don. menulis buku cerita. ajarkan beberapa kosa kata kunci dan/atau pola kalimat yang ada dalam cerita dengan teknik yang tepat. dark town There is a dark. Lakukan prosedur yang sama untuk memperkenalkan No. Misalnya cerita tentang Putri Salju dengan Snow White. beri kegiatan yang terkait dengan pengalaman anak.

dark stairs . and up and up and up And up and up and up The dark. dark house There is a dark. dark house And in the dark.There is a dark. dark stairs Go up. dark door Go in the door There are some dark.

house. Anakanak bisa menggunakan jemari mereka untuk menirukan jalan di tangga 6. dark room Go in the dark. tanyakan pada mereka berapa banyak kata yang dapat mereka sebutkan berdasarka n gambar. Jika perlu. Bantu mereka untuk menyebutkan: town. dark room There is a dark.s . house. it. Ajarkan mereka cara menanyakan suatu kata dalam bahasa Inggris. adjectives and nouns Preparation: 1. what. tunjukkan ilustrasi cerita pada OHP atau ditempel di papan tulis atau kopikan untuk anak 2. There is a yellow butterfly in the cupboard. Tanyakan kata benda (noun) dan kata sifat (adjective) seperti warna atau angka jika anda mau melatihkan kata sifat. . 3. ceritakan kisah ini beberapa kali sampai anak-anak dapat mengulangnya bersama anda 5. stairs. ajarkan kata dark dengan mengatakan each object is dark . tanyakan pada mereka berapa banyak benda yang sudah ada dalam cupboard yang dapat mereka sebutkan termasuk dengan kata sifatnya (adjective). dark cupboard What is there? Level: beginner Time: 30 minutes Language: there is. hafalkan cerita 2. Anak: itu gambar rumah. ajak anak-anak membayangkan berbagai benda yang dapat ditemukan di dalam lemari (cupboard). sambil menempelkan di dalam cupboard. Misal. Contoh ide yang mungkin muncul: there is a grey elephant in the cupboard. buatlah lemari makan dari kardus yang memiliki pintu yang dapat dibuka In class: 1.. Gunakan buku-buku sebagai bangunannya. room. Misal. 8. gunakan bahasa Indonesia terlebih dahulu kemudian dikenalk an bahasa Inggrisnya sebagai respons jawaban anak. jika perlu tutup mata anda dan ajak anak-anak untuk menutup mata untuk menunjukkan konsep dark (gelap). dan pintu hayalan yang bisa dibuka. ajak mereka untuk meniru di bangku mereka. Repeat. 7. jawablah: Yes. penggaris sebagai jalan. ajak anak-anak untuk menggambarkan ide mereka kemudian menempelkannya di dalam cupboard yang sudah anda siapkan. 4.(dalam bahasa Indonesia) in English? Selalu gunakan kamus jika anda tidak tahu kata yang ditanyakan oleh anak. d an cupboard. dark room In the dark.s a house. Rangsanglah anak untuk bertanya kata-kata yang mereka tidak tahu. road. There are five ducks in the cupboard. door.Now There is a dark. Tulislah ide dari anak-anak di p apan tulis.

.

Brewster.) Storyte lling in ELT. Longman. Teaching Literature. Interaksi yang terjadi antara guru dan anak cenderung lebih bermakna dan alami. G. The Place of stories in ELT in A. J & M. Namun demikian. Bibliography Cameron. 19-32. Watts (eds. Essex: Longman. Long. 2001. Morgan. 2001. & J. Teaching Vocabulary through Rhythmic Refrains in Stories in S . 1983. Rixon (ed. Once upon a time: using stories in the language classroom. 1991. H. Cambridge University Pre ss. TAMAT. Ellis. 2003. Wright.Kesimpulan Storytelling merupakan alat yang tidak mahal namun sangat potensial untuk menumb uhkan minat belajar bahasa Inggris pada anak-anak. Carter. N. Kent: IATEFL Publications. Cambridge University Press.) Young Learners of English: Some Research Perspectives. Teaching Languages to Young Learners. A. 7-10. London: Penguin Books. . 1991. Rinvolucri. Kosa kata dan pola struktur kalimat yang ada dalam cerita dapat dieksploitasi sedemikian rupa untuk pembelajaran bahasa karena baha sa ditampilkan melalui konteks yang jelas. keunikan dan keajaiban y ang merupakan jiwa sebuah cerita jangan sampai ternodai dengan eksploitasi penjelasa n pola kalimat yang berlebihan agar anak-anak tetap memiliki kesempatan yang seluas-lua snya untuk mengapresiasi sebuah cerita dan mengalami sendiri keajaiban yang dibawa sebuah c erita dan pendongeng ke dalam kelas. R. Paran & E. & M. L. The Storytelling Handbook: A guide for primary te achers of English. Kolsawalla.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->