P. 1
Tipe Tipe Kepemimpinan

Tipe Tipe Kepemimpinan

|Views: 125|Likes:
Published by Nak Ma'had

More info:

Published by: Nak Ma'had on Mar 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang

Sudah menjadi kodratnya bahwa manusia dilahirkan didunia ini untuk menjadi pemimpin atau kholifah fil „ardhi sebagaimana firman Allah dalam surat Al-baqoroh: 30 yang berbunyi: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Menurut Bachtiar Surin yang dikutip oleh Maman Ukas bahwa “Perkataan Kholifah berarti penghubung atau pemimpin yang diserahi untuk menyampaikan atau memimpin sesuatu”. Dari uraian diatas telah tampak jelas bahwa manusia dilahirkan telah membawa sifat dan mengemban tugas sebagai seorang pemimpin. Dan dengan perkembangan zaman yang serba dituntut untuk menuju perubahan serta semakin kompleksnya masalah-masalah yang timbul, seorang pemimpin membutuhkan ilmu sebagai petunjuk untuk menuntun umatnya. Di sinilah peran pendidikan sebagai lahan pengembangan potensi diperlukan. Dan tujuan pendidikan tak akan tercapai secara optimal tanpa adanya manajemen atau pengelolaan pendidikan yang baik, yang selanjutnya dalam manajemen pendidikan ini diperlukan seorang pemimpin yang memiliki kemampuan untuk memimpin.

Rumusan Masalah 1. Dan peran seorang pemimpin dalam organisasi dapat mempengaruhi moral.Pemimpin merupakan kepercayaan yang diberikan kepada seseorang untuk memberikan komando atau arahan untuk mencapai tujuan tertentu. Bagaimanakah cirri-ciri dan tipe kepemimpinan yang baik? 3. B. Apa saja factor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan? 5. Apa hakikat kepemimpinan? 4. kepuasan kerja dan kwalitas kehidupan kerja para bawahan. Sebab perilaku organisasi sangat dipengaruhi oleh perilaku setiap individu yang ada di dalam organisasi tersebut. Dan dalam setiap realitasnya bahwa pemimpin dalam melaksanakan proses kepemimpinannya terjadi permbedaan antara pemimpin yang satu dengan yang lainnya. dan selanjutnya keberhasilan bawahan akan mempengaruhi tingkat prestasi organisasi. Bagaimanakah peranan seorang pemimpin? . Apa saja tipe-tipe kepemimpinan? 2.

(Jakarta: PT. Tipe kepemimpinan non pribadi (non personal leadership) Segala sesuatu kebijaksanaan yang dilaksanakan melalui bawahan-bawahan atau media non pribadi baik rencana atau perintah juga pengawasan. 2. Raja Grafindo Persada. Ia bekerja menurut peraturan-peraturan yang berlaku secara ketat dan instruksiinstruksinya harus ditaati. 3. yaitu : 1. Tipe kepemimpinan pribadi (personal leadership) Dalam system kepemimpinan ini. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Gaya kepemimpinan yang berpola pada kepentingan hasil yang akan dicapai. 2.36 . Secara garis besarnya tipe kepemimpinan dibagi menjadi tiga pola dasar. Petunjuk itu dilakukan secara lisan atau langsung dilakukan secara pribadi oleh pemimpin yang bersangkutan. Hal ini apabila dipilah-pilah maka akan terlihat gaya kepemimpinan dengan pola masing-masing. teliti dan tertib. 2010) hal. Berdasarkan pola-pola tersebut G. segala sesuatu tindakan itu dilakukan dengan mengadakan kontak pribadi.BAB II PEMBAHASAN A. Tipe kepemimpinan otoriter (autoritotian leadership) Pemimpin otoriter biasanya bekerja keras. bahwa pendapatnya membagi tipe-tipe kepemimpinan menjadi 6. sungguh-sungguh. Tipe-Tipe Kepemimpinan Dalam melaksanakan fungsi kepemimpinan maka akan berlangsung aktivitas kepemimpinan. yakni: 1. [1] Veithzal Rivai dan Dedy Mulyadi. Gaya kepemimpinan yang berpola pada kepentingan pelaksanaan tugas. R.[1] Dan setiap pemimpin memiliki karakteristik atau tipe kepemimpinan yang berbeda-beda antar satu pemimpin dengan pemimpin yang lain. Terry yang dikutif Maman Ukas. Gaya kepemimpinan yang berpola pada pelaksanaan hubungan kerja sama. 3.

Namun hasil penelitian itu juga menunjukkan. maka seluruh anggota ikut serta dalam segala kegiatan. divisi serta prestasi keuangan perusahaan. ahli di bidang EQ. Penelitian itu membuktikan pengaruh dari masing-masing tipe terhadap iklim kerja perusahaan. Tipe kepemimpinan demokratis (democratis leadership) Pemimpin yang demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang terlaksananya tujuan bersama. melakukan penelitian tentang tipe-tipe kepemimpinan dan menemukan ada 6 (enam) tipe kepemimpinan. Setiap anggota dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usahan pencapaian tujuan. 6. Yang paling baik justru jika seorang pemimpin dapat mengkombinasikan beberapa tipe tersebut secara fleksibel dalam suatu waktu tertentu dan yang sesuai dengan bisnis yang sedang dijalankan. sehingga bisa menimbulkan klikklik dari kelompok yang bersangkutan dan biasanya akan muncul pemimpin yang mempunyai kelemahan di antara yang ada dalam kelempok tersebut menurut bidang keahliannya di mana ia ikur berkecimpung. 5. Memang. hasil kepemimpinan yang terbaik tidak dihasilkan dari satu macam tipe. Daniel Goleman. hanya sedikit jumlah pemimpin yang memiliki enam tipe tersebut dalam diri mereka. dan penilaian. Tujuannya adalah untuk melindungi dan untuk memberikan arah seperti halnya seorang bapak kepada anaknya. Agar setiap anggota turut bertanggung jawab.4. penyelenggaraan. kelompok. pengawasan. Tipe kepemimpinan paternalistis (paternalistis leadership) Kepemimpinan ini dicirikan oleh suatu pengaruh yang bersifat kebapakan dalam hubungan pemimpin dan kelompok. Pada umumnya hanya memiliki 2 (dua) atau . Tipe kepemimpinan menurut bakat (indogenious leadership) Biasanya timbul dari kelompok orang-orang yang informal di mana mungkin mereka berlatih dengan adanya system kompetisi. perencanaan.

[3] Agar setiap anggota turut serta dalam setiap kegiatan-kegiatan. Pemimpin dengan tipe ini menganggap setiap individu harus dihormati eksistensi dan peranannya dalam memajukan dan mengembangkan organisasi. Tekanan berupa ancaman sanksi dan hukuman dijadikan alat utama dalam menjalankan kepemimpinannya.161 [3] Ibid. Selanjutnya menurut Kurt Lewin yang dikutif oleh Maman Ukas mengemukakan tipe-tipe kepemimpinan menjadi tiga bagian. (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. yaitu : 1.[2] 2. Kepemimpinan Menurut Islam. pengawasan dan [2] Hadari Nawawi. minat dan perhatian dll yang berbeda-beda antar individu selalu dihargai dan disalurkan untuk kepentingan bersama. Ia bekerja menurut peraturan yang berlaku dengan ketat dan instruksi-instruksinya harus ditaati karena pemimpin merupakan penentu nasib orang yang dipimpin. Otokratis Pemimpin yang demikian bekerja keras. Oleh karena itu setiap kemauan. teliti dan tertib. bahwa pemimpin yang paling berprestasi ternyata menilai diri mereka memiliki kecerdasan emosional yang lebih rendah dari yang sebenarnya. hal. kemampuan. 168 . perencanaan. Pihak pemimpin memandang dirinya lebih dalam segala hal dibandingkan dengan pihak yang dipimpin.beberapa saja. Pada umumnya mereka menilai bahwa dirinya hanya memiliki satu atau dua kemampuan kecerdasan emosional. Demokratis Pemimpin yang demokratis menganggap dirinya sebagai bagian dari kelompoknya dan bersama-sama dengan kelompoknya berusaha bertanggung jawab tentang pelaksanaan tujuannya. Penelitian yang dilakukan terhadap para pemimpin tersebut juga menghasilkan data. kehendak. sungguh-sungguh. 1993) hal. buah pikiran. gagasan pendapat. penyelenggaraan.

Tipe Kepemimpinan Kharismatis Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi. 2. menurut beberapa kelompok sarjana (dalam Kartono. daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain.penilaian. Shinta (2002) membagi Tipe Kepemimpinan berbagai macam sebgaimana berikut: 1. 2003). untuk menyerahkan sepenuhnya pada para bawahannya untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar. dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Setiap anggota dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usaha pencapaian tujuan yang diinginkan. 3. sehingga dengan demikian dianggap cukup dapat memberikan kesempatan pada para bawahannya bekerja bebas tanpa kekangan. sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut: . Ia hanya akan menerima laporan-laporan hasilnya dengan tidak terlampau turut campur tangan atau tidak terlalu mau ambil inisiatif. segera setelah tujuan diterangkan pada bawahannya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman. keberanian. yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi. Selain dari pendapat diatas. semua pekerjaan itu tergantung pada inisiatif dan prakarsa dari para bawahannya. Laissezfaire Pemimpin yang bertipe demikian.

atau anak sendiri yang perlu dikembangkan. Mereka bersikap terlalu melindungi. b. e. e. d. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: a. Mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa. Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik. kaku dan seringkali kurang bijaksana. b. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative. c. Mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri. Komunikasi hanya berlangsung searah. dan kritikan-kritikan dari bawahannya. Menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya. Tipe Kepemimpinan Militeristik Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri. keras dan sangat otoriter. Dominator) Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain: . Lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando. yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan. c. f. d. 4. Sangat menyenangi formalitas. 3. Menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan. f. usul.a. upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan. sugesti. Selalu bersikap maha tahu dan maha benar. Mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif. Tidak menghendaki saran.

Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme. Tipe Kepemimpinan Populistis Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal. Selalu ingin berkuasa secara absolut. kuno. Berambisi untuk merajai situasi. suapan atau karena sistem nepotisme. h. e. Pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau. Semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi. tidak bisa mengontrol anak buah. b. Bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan. 5. j. 6. Pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal. dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. tidak mempunyai wibawa. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol. Sikap dan prinsipnya sangat konservatif. ketat dan kaku.a. i. tidak memiliki keterampilan teknis. tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. d. g. Mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi. Tipe Kepemimpinan Laissez Faire Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara penyogokan. c. f. tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja. Adanya sikap eksklusivisme. Setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri. .

181 . Untuk itu dalam menentukan suatu putusan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok. mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. hal. Tipe Kepemimpinan Demokratis Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan. tinggal bagaimana kita menyesuaikan gaya [4] Ibid. 8. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. pemimpin menyenangi musyawarah untuk memperoleh bahan masukan. Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu. Pada dasarnya Tipe kepemimpinan ini bukan suatu hal yang mutlak untuk diterapkan. Oleh karena itu dalam aplikasinya.[4] Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur- administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik.7. baik dari dalam maupun luar organisasinya. Pemimpin bekerja secara berencana. indutri. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat. tergantung pada situasi dan kondisi. dengan memanfaatkan berbagai masukan dari orang lain. sistematis dan tertib. karena pada dasarnya semua jenis gaya kepemimpinan itu memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.

fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan. Ciri-ciri Pemimpin dan Kepemimpinan Yang Baik Sebagai seorang pemimpin yang mengingikan kemajuan bagi anggota dan organisasi yang dipimpinnya.kepemimpinan yang akan diterapkan dalam keluarga. merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama. 4. Ketrampilan berkomunikasi secara efektif. 6. mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi. B. kedua. ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis. fungsi ekspresi emosi. Sikap yang intuitif atau rasa ingin tahu. . hendaknya seorang pemimpin harus memiliki : 1. fungsi komunikasi dalam organisasi antara lain : fungsi motivasi. 3. Kemampuan untuk tumbuh dan berkembang dalam memajukan organisasi. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan adalah yang integralistik. Keterampilan Mendidik. pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi. pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya. 2. tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki. kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan hal-hal baru. efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional. memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan. semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan organisasi. Kapasitas integratif. Kemampuan Analitik. 7. salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat. Daya ingat yang kuat. melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. organisasi/perusahan sesuai dengan situasi dan kondisi yang menuntut diterapkannnya gaya kepemimpinan tertentu untuk mendapatkan manfaat. Pengetahuan umum yang luas. 5. strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah. 8.

Naluri yang Tepat. Objektivitas. 15. 14. temporal dan spatial. dengan membedakan hal yang Urgen dan yang Penting 13. semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir.9. Kemampuan Menentukan Prioritas. Rasa Relevansi yang tinggi. pemimpin tersebut mampu berpikir dan bertindak sehingga hal-hal yang dikerjakannya mempunyai relevansi tinggi dan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi. tindak-tanduk dan perilaku. 17. . 18. Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif. 12. 10. 11. ketertarikan satu sama lain. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalam organisasi. kemampuan menentukan tujuan dan sasaran yang berada dalam jangkauan kemampuan untuk mencapainya yang berarti menetapkan tujuan dan sasaran yang realistik tanpa melupakan idealisme. menerima kenyataan apabila dalam perjalanan hidup tidak selalu meraih hasil yang diharapkan. Keteladanan. tidak terlalu cepat memberikan tanggapan terhadap pendapat orang lain. Rasa Kohesi yang tinggi. akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi tersebut. :senasib sepenanggungan”. dalam kehidupan organisasional. kemampuannya untuk memilih waktu yang tepat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Rasionalitas. Pragmatisme. sikap yang pragmatis biasanya terwujud dalam bentuk sebagai berikut : pertama. Adaptabilitas. 16. kondisional. seseorang yang dinilai pantas dijadikan sebagai panutan dan teladan dalam sikap. Kedua. pemimpin diharapkan dan bahkan dituntut berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya. Menjadi Pendengar yang Baik. kepemimpinan selalu bersifat situasional.

2. kuat hati dan tidak suka berpura-pura. seorang pemimpin haruslah kuat. tidak mudah goyah. tidak naik ke atas. sikap dan perilaku agar sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi tertentu yang dihadapi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hidup yang dianut oleh seseorang. Keadilan yang ditegakkan bisa memberi kecerahan ibarat air yang membersihkan kotoran. Seorang pemimpin haruslah adil seperti air. orientasi masa depan serta sikap yang antisipatif dan proaktif. Laku Hambeging Yama Pemimpin hendaknya meneladani sikap dan sifat Dewa Yama. Maknanya. Bisa memberikan ganjaran yang berupa hujan dan keteduhan. Dewa Yama memiliki sifat seperti mendung (awan). Adil tidak pilih kasih. Fleksibilitas. cara bertindak. dimana Dewa Yama selalu menegakkan keadilan menurut hukum atau peraturan yang berlaku demi mengayomi rakyatnya. yang jika di seduh di gelas akan rata mengikuti wadahnya. Ketegasan. Harus menindak tegas abdinya. . Dalam Astra Brata terdapat 8 sifat inti dalam tradisi Jawa yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin jika untuk menciptakan ketentraman dan kesejahteraan pada bawahannya. Delapan sifat pemimpin menurut falsafah Asta Brata antara laian: 1. berusaha menggunakan kemampuan untuk kebaikan rakyat. tidak mengumbar hawa nafsu.19. hendaknya mengusahakan kemakmuran bagi rakyatnya dan dalam segala tindakannya dapat membawa kesejukan dan kewibawaan yang seperti bintang. jika mengetahui abdinya itu memakan uang rakyat dan mengkhianati negaranya. mengumpulkan segala yang tidak berguna menjadi lebih berguna. Jika ada yang salah maka akan dihukum dengan petir dan halilintar. Laku Hambeging indra Seorang yang dipercaya menjadi pemimpin. Air juga tidak pernah emban oyot emban cindhe “pilih kasih” karena air akan selalu turun ke bawah. keberanian. mampu melakukan perubahan dalam cara berpikir. 20.

Jika ditolak ia tidak marah dan jika ditarik ia tidak dibenci. terarah dan tanpa pamrih. Rembulan juga bersifat halus budi. Semua yang dijemur pasti kena sinarnya. bisa menjelma besar atau kecil. 4. berguna jika digunakan. dan terkadang hanya kondisi baik-baiknya saja yang dilaporkan. Baik buruk rakyat harus diketahui oleh mata kepala sendiri. penuh simpati. Laku Hambeging Surya Seorang pemimpin yang baik haruslah memiliki sifat dan sikap seperti matahari (surya) yang mampu memberi semangat dan kekuatan yang penuh dinamika serta menjadi sumber energi bagi bumi pertiwi. Sifat matahari berarti sabar dalam bekerja. Pemimpin harus menjadi seperti angin. Menjadi matahari juga berarti menjadi inspirasi pada bawahannya. Seorang pemimpin harus berjiwa teliti di mana saja berada. ibarat matahari yang selalu menyinari semesta. terang perangai. menebarkan keindahan kepada seisi alam. Laku Hambeging Candra Pemimpin hendaknya memiliki sifat dan sikap yang mampu memberikan penerangan bagi rakyatnya yang berada dalam kebodohan dengan wajah yang penuh kesejukan seperti rembulan (candra). menjadi penerang bagi rakyatnya. Biasanya. tapi tidak dengan serta merta langsung dikeringkan. Seorang pemimpin harus berlaku demikian. bawahan bagitu pelit dan selektif dalam memberikan laporan kepada pemimpin. sehingga rakyat menjadi tentram dan hidup dengan nyaman. Senantiasa memberikan kesegaran dan selalu turun ke bawah melihat rakyatnya. selalu melihat perilaku manusia. Jalannya terarah dan luwes. tanpa menggantungkan laporan bawahannya. Angin tidak berhenti memeriksa dan meneliti. Jalannya tidak kelihatan. tajam. 5.3. nafsunya tidak ditonjolkan. Tujuannya agar setiap manusia sabar dan tidak sulit dalam mengupayakan rejeki. . Laku Hambeging Maruta Maruta adalah angin.

penuh kearifan dan kebijaksanaan. Air selalu diciduk dan diambil tapi pulih tanpa ada bekasnya. Laku Hambeging Baruna Baruna berarti samudra yang luas. mampu mengatasi setiap gejolak dengan baik. berarti pemimpin juga harus memiliki prinsip menindak yang bersalah tanpa pilih kasih. Seorang pemimpin harus mempunyai sifat pemaaf. Api bisa membakar apa saja. Laku hambeging Agni Pemimpin hendaknya memiliki sifat mulia dari api (agni). 7. yaitu teguh. Keburukan selalu dibalas dengan kebaikan dan keluhuran. Bumi selalu dicangkul dan digali. bukan pendendam. Seperti api. Bisa bersabar namun juga bisa sangat marah membela rakyatnya jika dizolimi dan tetap memiliki pertimbangan berdasarkan akal sehat dan bisa dipertanggungjawabkan. Falsafah bumi yang lain adalah air tuba dibalas dengan air susu. 8. Seorang pemimpin haruslah memiliki sikap welas asih seperti sifat-sifat bumi. yang selalu mendorong rakyatnya memiliki sikap nasionalisme.6. . menerangkan yang gelap. Samudera merupakan wadah air yang memiliki sifat pemaaf. Sebuah samudra memiliki wawasan yang luas. Samudra mencerminkan jiwa yang mendukung pluralisme dalam hidup bermasyarakat yang berkarakter majemuk. Laku Hambeging Bumi Pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat utama dari bumi. Begitu pula dengan seorang pemimpin yang rela berkorban kepentingan pribadinya untuk kepentingan rakyat. sebagaimana sifat air dalam sebuah samudra yang siap menampung apa saja yang hanyut dari daratan. namun bumi tetap ikhlas dan rela. menjadi landasan pijak dan memberi kehidupan (kesejahteraan) untuk rakyatnya. menghanguskan semak-semak.

Sebab dalam menjalankan suatu organisasi akan terjalin interaksi antara orang-orang yang berada di dalam maupun diluar organisasi. Hakikat Pemimpin “Pemimpin pada hakikatnya adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk memepengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. C.” Dalam kegiatannya bahwa pemimpin memiliki kekuasaan untuk mengerahkan dan mempengaruhi bawahannya sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. seorang pemimpin hendaknya memiliki ciri tersebut. . dengan kata lain para pemimpin tidak hanya dapat memerintah bawahan apa yang harus dilakukan. Dengan demikian kepemimpinan mencakup distribusi kekuasaan yang tidak sama di antara pemimpin dan anggotanya. agar bawahan dalam melaksanakan tugasnya dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan mudah.Dari uraian diatas. Sehingga terjalin suatu hubungan sosial yang saling berinteraksi antara pemimpin dengan bawahan. kareana apabila tidak memiliki kemampuan untuk memimpin. Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan anggota dan juga dapat memberikan pengaruh. maka tujuan yang ingin dicapai tidak akan dapat tercapai secara maksimal. dapat disimpulkan bahwa untuk efektifitasnya suatu organisasi. tetapi juga dapat mempengnaruhi bagaimana bawahan melaksanakan perintahnya. Untuk itu hubungan vertikal antara pimpinan dan bawahan dan hubungan horizontal antara sesama rekan sejawat harus dipelihara diantara keduanya agar kerjasama dapat berjalan dengan baik. yang akhirnya tejadi suatu hubungan timbal balik. Selain itu kemampuan dalam berkomunikasi juga sangat dibutuhkan. Oleh sebab itu bahwa pemimpin diharapakan memiliki kemampuan dalam menjalankan kepemimpinannya. Pada tahap pemberian tugas pemimpin harus memberikan arahan dan bimbingan yang jelas.

Ngalim Purwanto. Kebutuhan tugas. hal ini mencakup nilai-nilai. setiap tugas bawahan juga akan mempengaruhi gaya pemimpin. maka jelaslah bahwa sukses gagalnya suatu kepemimpinan dipengaruhi oleh factor-faktor yang tersebut. pengalaman masa lalu dan harapan pemimpin. 3. Karakteristik. E. sebagai berikut : 1. d. 4. Berdasarkan faktor-faktor tersebut. Faktor-faktor tersebut sebagaimana dikemukakan oleh H. Sebagai pelaksana (executive) Sebagai perencana (planner) Sebagai seorangahli (expert) Sebagai mewakili kelompok dalam tindakannya ke luar (external group representative) 5. harapan dan perilaku bawahan mempengaruhi terhadap apa gaya kepemimpinan. seperti motivasi diri untuk berprestasi.D. oleh sebab itu suatu tujuan akan tercapai apabila terjadinya keharmonisan dalam hubungan atau interaksi yang baik antara atasan dengan bawahan. Peranan Pemimpin Selanjutnya peranan seorang pemimpin sebagaimana dikemukakan oleh M. kedewasaan dan keleluasaan dalam hubungan social dengan sikap-sikap hubungan manusiawi. c. sebagai berikut : a. latar belakang dan pengalamannya akan mempengaruhi pilihan akan gaya kepemimpinan. Iklim dan kebijakan organisasi mempengaruhi harapan dan perilaku bawahan. Harapan dan perilaku atasan. 2. Kepribadian (personality). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Aktifitas Pemimpin Dalam melaksanakan tugasnya dalam kepemimpinan seoarang pemimpin dipengarui oleh beberapa factor. Sebagai mengawasi hubungan antar anggota-anggota kelompok (controller of internal relationship) . di samping dipengaruhi oleh latar belakang yang dimiliki pemimpin. b. f. Harapan dan perilaku rekan. e. Jodeph Reitz (1981) yang dikutif Nanang Fattah.

Meyakinkan kelompoknya mengenai apa-apa yang menjadi kehendak mereka. 9. mana yang realistis dan mana yang sebenarnya merupakan khayalan. c. Pemegang tanggung jawab para anggota kelompoknya (surrogate for individual responsibility) 11. serta melaksanakan peranannya sebagai seorang pemimpin. Sebagai pencipta/memiliki cita-cita (ideologist) 12. Bertindak sebagai pemberi gambaran/pujian atau hukuman (purveyor of rewards and punishments) 7. jelaslah bahwa dalam suatu kepemimpinan harus memiliki peranan-peranan yang dimaksud. mempengaruhi dan atau menguasai pikiran-pikiran. b. . Oleh sebab itu kepemimpinan akan tampak dalam proses di mana seseorang mengarahkan. perasaan-perasaan atau tingkah laku orang lain. Untuk keberhasilan dalam pencapaian suatu tujuan diperlukan seorang pemimpian yang profesional. Berdasarkan dari peranan pemimpin tersebut. Bertindak sebagai seorang aya (father figure) 13. Di samping itu pemimpin harus menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan bawahan.6. sebagai berikut : a. Menyelami kebutuhan-kebutuhan kelompok dan keinginan kelompoknya. di mana ia memahami akan tugas dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin. Tugas pemimpin tersebut akan berhasil dengan baik apabila setiap pemimpin memahami akan tugas yang harus dilaksanaknya. Bentindak sebagai wasit dan penengah (arbitrator and mediator) Merupakan bagian dari kelompok (exemplar) Merupakan lambing dari pada kelompok (symbol of the group) 10. tentram. Dari keinginan itu dapat dipetiknya kehendak-kehendak yang realistis dan yang benar-benar dapat dicapai. di samping itu juga bahwa pemimpin memiliki tugas yang diembannya. Sebagai kambing hitam (scape goat). membimbing. dan memiliki suatu kebebsan dalam mengembangkan gagasannya dalam rangka tercapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. sehingga terciptanya suasana kerja yang membuat bawahan merasa aman. 8. Ngalim Purwanto. sebagaimana menurut M.

Tipe kepemimpinan otoriter/militer 4. Tipe kepemimpinan administrative/esekutiv Pada dasarnya Tipe kepemimpinan ini bukan suatu hal yang mutlak untuk diterapkan. Tipe kepemimpinan Laizes faire 8. Oleh karena itu dalam aplikasinya. Tipe kepemimpinan demokratis 5. Dan sukses tau tidaknya suatu kepemimpinan dipengaruhi oleh pribadi pemimpin. tergantung pada situasi dan kondisi. organisasi/perusahan sesuai dengan situasi dan kondisi yang menuntut diterapkannnya gaya kepemimpinan tertentu untuk mendapatkan manfaat.BAB III PENUTUP Kesimpulan Seorang pemimpin dalam realitasnya memiliki tipe-tipe kepemimpinan yang berbeda-beda antar satu dengan yang lainnya. tinggal bagaimana kita menyesuaikan gaya kepemimpinan yang akan diterapkan dalam keluarga. Tipe kepemimpinan pribadi 2. karena pada dasarnya semua jenis gaya kepemimpinan itu memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Tipe kepemimpinan non pribadi 3. Tipe kepemimpinan paternalis/maternalistic 6. Tipe kepemimpinan menurut bakat/ kharisma 7. Tipe-tipe tersebut diantaranya adalah: 1. bawahan dan situasi. . Pemimpin pada hakikatnya adalah seorang yang mempunyai kemampuan untuk memepengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. Tipe kepemimpinan populis 9.

Hadari. Makalah Leadership. 2010. Andi: Yogyakarta Veithsal dan Deddy. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta Supardo. 2006. Kepemimpinan Menurut Islam. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi.DAFTAR PUSTAKA Asrori Ircham. Tipe-tipe Kepemimpinan.com/writing-and-speaking/ezines-and-newsletters/2012222-tipe-tipekepemimpinan/#ixzz1aNxeJ3bI . 1993.shvoong. Kepemimpinan Dasar-dasar dan Pengembangannya. 2010. Susilo. PT. IAIN Sulthan Thoha Syaifudin: Jambi Nawawi. Raja Grafindo Persada: Jakarta http://id.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->