P. 1
keukuatan-otot

keukuatan-otot

|Views: 24|Likes:
Published by zakieyalhafiz
pjk
pjk

More info:

Published by: zakieyalhafiz on Mar 08, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI MANUSIA Praktikum 2 : KEKUATAN OTOT

Pelaksanaan Praktikum Hari : Rabu Tanggal : 21 Maret 2012-03-16 Jam : ke 5 - 6

OLEH :

1. 2. 3. 4. 5.

Eki Fitriendi Tunjungsari Fauziyah Firdausi M. S Anggrian Riska A. S Mirzaq Hussein Anwar Muhammad Yusuf R

(081017002) (081017008) (081017013) (081017018) (081017046)

Kaki c. besar recruitment. Mengamati pengaruh repetisi terhadap kekuatan otot III. diharapkan mahasiswa dapat : 1. dan jenis atau tipe jaringan otot itu sendiri. gatrocnemius dan hamstring : Manum digitorum b. kifosis. peregangan. seperti osteorayhitis. Otot yang sering diperiksa sebagai sampel kekuatan otot adalah otot kaki atau tungkai dan otot tersebut menyebabkan timbulnya gangguan medis. PROGRAM STUDI S1 TEKNOBIOMEDIK FAKULTAS SAINS & TEKNOLOGI UNIVERSITAS AIRLANGGA 2012 PRAKTIKUM KEKUATAN OTOT I. dr. Mengamati pengaruh peregangan terhadap kekuatan otot 3. LANDASAN TEORI . Tangan : quadriceps femoris. Yudhistira Suryanto (080810285) Dosen Pembimbing : Kristanti W. PENDAHULUAN Kekuatan otot merupakan salah satu variable penting dalam pemeriksaan dan evaluasi kebugaran fisik. Punggung : trapezius dan paraspinalis 2.6. Kekuatan otot dipengaruhi oleh factor rangsangan saraf. Melakukan pemeriksaan kekuatan otot a. TUJUAN Setelah melakukan praktikum ini. skoliosis dan lordosis punggung. II.

karena otot punggung adalah salah satu otot penyangga tubuh yang berada di pusat tubuh manusia. Otot punggung yang lemah menggambarkan potensi cedera yang tinggi. . otot punggung termasuk dalam kategori core muscle atau otot pusat tubuh. membuka pintu. Simpanan energi dan suplai darah g. menimba air. selancar. Motivasi orang yang bersangkutan KEKUATAN OTOT PUNGGUNG Otot punggung memiliki peranan yang sangat besar dalam aktivitas sehari-hari. bilyar (mencondongkang tubuh). Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan otot normal : a. Ukuran diameter otot b. Sakit pinggang yang diderita oleh banyak orang adalah pertanda otot punggung yang lemah. Pengukuran strength dengan menggunakan MMT. Dinamometer dan Sphygmomanometer. dan memanjat memerlukan bantuan otot punggung. Kecepatan kontraksi h. baik secara dinamik maupun statik. Ukuran ketegangan pada saat kontraksi c. Dalam olahraga.Strenght adalah kemampuan suatu otot atau sekelompok otot untuk menghasilkan ketegangan atau gaya selama usaha maksimal. Tipe serabut otot f. Tipe kontraksi otot e. di mana latihan punggung dengan beban justru membantu meningkatkan kekuatan otot punggung sehingga rasa sakit tersebut bisa dihilangkan atau diminimalisir. Banyaknya motor unit d. hingga panjat tebing dan gulat. judo (menarik). Gerakangerakan seperti saat tarik tambang. Bersamaan dengan otot-otot yang menyelimuti perut. otot punggung yang kuat dan terlatih baik akan mendukung performa dalam cabang berenang (mengayuh). Hal yang sebaliknya justru terjadi. dayung. mengemudi. golg (mengayun). berenang. Banyak orang yang sakit pinggang justru menghindari melakukan latihan punggung dengan alasan takut cedera.

tangan kanan menyilang perut. Kekuatan genggaman tangan merupakan suatu indikator status nutrisi yang sangat berguna. Pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali. Satuan dari alat ini adalah Kilogram (Kg ). dan aksi ini sangat penting untuk banyak aktivitas sehari-hari. dan nilai tertinggi yang digunakan dalam analisis. Setelah dijelaskan subyek kemudian menarik pegas dynamometer sekuat yang bisa dilakukan dalam beberapa detik kemudian dilepaskan.KEKUATAN OTOT TANGAN Kekuatan genggaman tangan memerlukan kombinasi aksi dari sejumlah otot tangan dan lengan bawah. . Kekuatan otot genggaman tangan juga termasuk dalam komponen kesegaran jasmani. Alat yang digunakan dalam tes Grip Strenght ini adalah Grip Strenght Dynamometer atau Hand Dynamometer. Pengukuran dilakukan pada posisi berdiri dengan kaki kiri maju. Adanya perbedaan kekuatan genggaman tangan antara laki-laki dan perempuan dapat dijelaskan oleh besarnya perbedaan massa otot antara laki-laki dan perempuan. Kekuatan genggaman tangan adalah salah satu metode yang umum digunakan dalam pengukuran kekuatan ekstremitas atas. maka sangat perlu untuk kekuatan otot ini tetap selalu dilatih untuk ditingkatkan kekuatannya. khususnya saat pengukuran antropometri gagal membedakan seseorang undernourished dari underweight. Perempuan secara signifikan memiliki kekuatan yang lebih rendah per cm2 luas otot lengan.

• Daya ledak ialah kemampuan sebuah otot atau sekelompok otot untuk mengatasi tahanan beban dengan kekuatan dan kecepatan tinggi dalam satu gerakan yang utuh (Suharno HP. Fox. • Daya ledak merupakan hasil perpaduan dari kekuatan dan kecepatan pada kontraksi otot (Bompa.1983:167). serta gerak lain yang bersifat eksplosif. yang dapat ditingkatkan sampai batas-batas tertentu dengan melakukan latihan-latihan tertentu yang sesuai. 1982:102). • Daya ledak adalah suatu kemampuan seorang atlet untuk mengatasi suatu hambatan dengan kecepatan kontraksi yang tinggi. seberapa jauh seseorang dapat melempar. dimana otot-otot harus mengeluarkan kekuatan dengan kecepatan yang tinggi. tendangan tinggi atau tendangan jauh (Harre. . • Radcliffe dan Farentinos (1985:1-33) menyatakan bahwa daya ledak adalah faktor utama dalam pelaksanaan segala macam ketrampilan gerak dalam berbagai cabang olahraga. agar dapat membawa tubuh atau obyek pada saat pelaksanaan gerak untuk dapat mencapai suatu jarak (Janssen. seberapa cepat seseorang dapat berlari dan lainnya. Daya ledak ini harus ditunjukkan oleh perpindahan tubuh (dalam tendangan jauh) atau benda (peluru yang ditolakkan) melintasi udara.DAYA LEDAK OTOT Berikut adalah berbagai definisi dari daya ledak otot berdasarkan literature yang berbedabeda: • Daya ledak merupakan suatu unsur diantara unsur-unsur komponen kondisi fisik yaitu kemampuan biomotorik manusia. Daya ledak merupakan salah satu dari komponen gerak yang sangat penting untuk melakukan aktivitas yang sangat berat karena dapat menentukan seberapa kuat orang memukul. • Daya ledak ialah kombinasi dari kecepatan maksimal dan kekuatan maksimal. Unjuk kerja kekuatan maksimal yang dilakukan dalam waktu singkat ini tercermin seperti dalam aktivitas tendangan tinggi. Daya ledak ini diperlukan di beberapa gerakan asiklis. tolak peluru. Lebih lanjut dikatakan bahwa daya ledak adalah kemampuan olahragawan untuk mengatasi tahanan dengan suatu kecepatan kontraksi tinggi (Harre. 1984:11). Berdasar pada definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa dua unsur penting yang menentukan kualitas daya ledak adalah kekuatan dan kecepatan. Daya ledak atau explosive power adalah kemampuan otot atau sekelompok otot seseorang untuk mempergunakan kekuatan maksimal yang dikerahkan dalam waktu yang sependek-pendeknya atau sesingkat-singkatnya.1988:144 ).1982:16). misalnya pada atlet seperti melempar.1983:231.

IV. Adapun dalam mengembangkan daya ledak. 1980:75 ). Penderita berdiri di atas alas dynamometri dengan kedua kaki dan pandangan lurus ke depan 2. 1984 : 17). Berdasar pada beberapa pendapat para ahli tersebut. Latihan kombinasi antara kekuatan dan kecepatan merupakan latihan untuk meningkatkan kualitas kondisi fisik dengan tujuan utama meningkatkan daya ledak. beban latihan tidak boleh terlalu berat sehingga gerakan yang dilakukan dapat berlangsung cepat dan frekuensinya banyak (Pyke.Upaya dalam meningkatkan unsur daya ledak dapat dilakukan dengan cara : • • • meningkatkan kekuatan tanpa mengabaikan kecepatan atau menitik beratkan pada kekuatan meningkatkan kecepatan tanpa mengabaikan kekuatan atau menitik beratkan pada kecepatan meningkatkan kedua-duanya sekaligus. Latihan tersebut memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap nilai dinamis jika dibandingkan dengan latihan kekuatan saja. Jangka sudut ROM V. Back and leg dynamometri 2. TATA CARA KERJA PEMERIKSAAN KEKUATAN OTOT PUNGGUNG Posisi AWAL penderita berdiri: 1. dapat ditarik suatu pengertian bahwa daya ledak otot tungkai adalah suatu kemampuan otot tungkai untuk melakukan aktivitas secara cepat dan kuat untuk menghasilkan tenaga. Schultz dan Bangertes. kekuatan dan kecepatan dilatih secara simultan (Jessen. Peganglah pegangan dynamometri yang terhubung pada alas melalui rantai yang dapat disesuaikan ketinggiannya . Grip dynamometri 3. ALAT Alat yang di gunakan pada praktikum kali ini adalah : 1.

pasien dimint menarik pegangan dynamometri dengan cara menegakkan punggung badan semampunya. 5. Penderita berdiri tegak dengan posisi tangan berada di samping Peganglah pegangan grip pada posisi yang nyaman Pada hitungan ketiga. Catat angka yang tertera pada monitor dynamometri sebagai hasil pengukuran kekuatan otot punggung PEMERIKSAAN KEKUATAN OTOT KAKI Posisi AWAL penderita berdiri: 1. Posisi punggung badan dipertahankan tetap lurus. Catat angka yang tertera pada monitor dynamometri sebagai hasil pengukura kekuatan otot kaki PEMERIKSAAN KEKUATAN OTOT JARI TANGAN Posisi AWAL penderita berdiri 1. pasien diminta menarik oegangan dynamometri dengan cara meluruskan kaki semampunya. Penderita berdiri di atas alas dynamometri dengan punggung badan dan pandangan lurus ke depan 2. 4. pasien diminta menarik pegangan grip Catat angka yang tertera pada monitor dynamometri sebagai hasil Ulangi prosedur tersebut sebanyak 1x. 5. 3. Posisi kaki dipertahankan tetap lurus 5. dan 5x dalam 1 menit memegang dan pandangan lurus ke depan dynamometri dengan mempertahankan posisi tangan tetap lurus di samping pengukuran kekuatan otot kaki . 3x.3. Sesuaikan panjang rantai dengan memperhatikan sudut yang dibentuk antara punggung badan dan kaki sebesar 30 derajat sampai pasien merasa nyaman dengan kondisi tersebut 4. Sesuaikan panjang rantai dengan memperhatikan sudut yang dibentuk antara paha dengan betis sebesar 120 derajat sampai pasien merasa nyaman dengan kondis tersebut 4. Pada hitungan ketiga. 2. Pada hitungan ketiga. Peganglah pegangan dynamometri yang terhubung pada alas melalui rantai yang dapat disesuaikan ketinggiannya 3.

6.2 46.5 91 29 24 37. Percobaan dinyatakan VALID hanya jika kedua kaki praktikan setelah Pembanding : .6 27. Praktikan diperbolehkan melompat dengan melompat memijak mat dari alat ini. Praktikan berdiri di atas mat lalu menyalakan alat sensor dengan cara menekan tombol ON 2. Bandingkan hasil pengukuran kekuatan otot dengan dan tanpa repetisi PEMERIKSAAN DAYA LEDAK OTOT Posisi AWAL penderita berdiri 1.1 19. Setelah bunyi beep terdengar. Layar pada alat sensor akan menampilkan angka 1 (pertanda untuk lompatan pertama) 3.5 102. Setelah tampilan angka 2 dan bunyi beep.9 40.3 26.9 43. praktikan melakukan proses yang telah disebutkan di atas.5 Kekuatan punggung 108 88 45 24. VI.9 18. praktikan melompat setinggi-tingginya.4 21.5 47 menggunakan awalan maupun tidak. DATA HASIL PENGAMATAN Nama Yusuf Mirzaq Yudhis Eki Anggi Firda Respon Time 49 60 42 37 42 33 Kekuatan tangan Kanan Kiri 48.1 Kekuata n Kaki 107. Layar akan menampilkan tinggi lompatan 5.4 15.8 47. 4.1 22.8 15.

PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini kami mempelajari tentang kekuatan otot. punggung. Keadaan dinamis ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kecepatan. Selain itu power diukur dengan menggunakan vertikal jump. Ada beberapa hal yang dilakukan dalam percobaan kali ini. Strength mengukur kekuatan otot pada saat keadaan statis sedangkan power mengukur kekuatan otot pada saat keadaan dinamis. Kekuatan otot sejatinya terdiri dari 2 pengertian dasar yakni strength dan power. Seluruh praktikan mencoba ngrip dynamometer dan dapat didapatkan hasil bahwa . maka dari itu hanya dilakukan oleh keenam praktikan tanpa pemanasan terlebih dahulu. Seharusnya pada praktikum ini dilakukan 2 macam kondisi percobaan yaitu dengan melakukan pemanasan terlebih dahulu dan langsung melakukan praktikum. dan tangan dengan menggunakan dynamometer. Dikarenakan waktu yang terbatas. Alat ini ditekan sekuat mungkin dengan jari tangan. Percobaan dilakukan pada tangan kanan dan kiri dengan posisi tangan lurus ke bawah. Perbedaan antara keduanya terletak di cara bagaimana keduanya mengukur pada tubuh manusia. waktu tempuh dan besar kekuatan otot.VII. Disini akan dibahas bagaimana alat dynamometer dan jump meter digital bekerja serta hasil dari pengukuran. Fungsi dari pemanasan ini yaitu agar otot pada tubuh lebih meregang sehingga akan didapatkan perbedaan antara kekuatan otot sebelum pemanasan dan sesudah pemanasan. kemudian pada layar akan muncul seberapa besar kekuatan jari-jari tangan (dalam kilogram). yaitu pengukuran strength pada kaki. KEKUATAN OTOT TANGAN Kami mengukur kekuatan otot tangan (manus digitorum) dengan menggunakan Grip Dynamometer.

kekuatan otot akan semakin besar jika tiap hari ia dipergunakan dan dilatih. Mungkin akan berbeda hasilnya dengan seseorang yang memiliki kebiasaan menggunakan tangan kiri lebih sering daripada tangan kanan (kidal). Tentunya kategori tersebut akan berbeda apabila survey dilakukan pada orang-orang Asia. sedangkan kekuatan otot tanganYudis buruk. Disitu akan muncul seberapa besar kekuatan otot pada ekstremitas bawah kita. Pengkategorian pada tabel di atas kemungkinan berdasarkan dari survey pada masyarakat Barat. dapat disimpulkan bahwa kekuatan otot Mirzaq dan Yusuf adalah di bawah rata-rata. Dalam percobaan ini juga didapatkan hasil bahwa kekuatan otot laki-laki cenderung lebih besar jika dibandingkan dengan kekuatan otot perempuan.tangan kanan memiliki kekuatan otot lebih besar daripada tangan kiri. kekuatan otot tangan semua praktikan perempuan tergolong sangat buruk. Ini dikarenakan jari kanan lebih sering digunakan daripada jari kiri. Cara penggunaan alat ini yaitu. Hal ini dikarenakan laki – laki cenderung memiliki kekuatan otot yang lebih besar daripada perempuan. kemudian kaki ditekuk hingga membentuk sudut 120o kemudian menarik pegangan yang ada pada dynamometer. namun hasil dari praktikum yang dilakukan menunjukkan bahwa semua praktikan memiliki kekuatan oto kaki . Berdasarkan table yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan otot sangat dipengaruhi oleh latihan dan frekuensi penggunaan. Ini disebabkan massa otot laki-laki lebih besar daripada wanita. KEKUATAN OTOT KAKI Hal kedua yang akan dibahas yaitu leg dynamometer. Dari praktikum yang dilakukan . badan tegak lurus menghadap lurus ke depan. Berikut ini adalah table hasil tes grip dynanometri beserta kategorinya berdasarkan literature yang kami dapat: Rating* excellent very good above average average below average Poor very poor Males (kg) > 64 56-64 52-56 48-52 44-48 40-44 < 40 Females (kg) > 38 34-38 30-34 26-30 22-26 20-22 < 20 Berdasarkan table di atas. Fungsi dari leg dynamometer yaitu untuk mengukur besar kekuatan otot bagian ekstremitas bawah. didapatkan sebuah hasil bahwa laki-laki memiliki kekuatan otot yang lebih besar pada ekstremitas bawah jika dibandingkan dengan perempuan.

Ini semakin menunjukkan bahwa praktikan selama ini jarang menggunakan kekuatan ototnya secara maksimum. dapat dinyatakan bahwa daya ledak (Power) sama dengan kekuatan (force) dikalikan dengan kecepatan (velocity). Untuk mengetahui daya ledak otot tungkai dapat dilakukan tes vertical jump. Di pasaran alat ini dikenal dengan Jump Meter Digital. DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI Pada percobaan terakhir kami mengukur daya ledak otot tungkai dengan mengetahui ketinggian lompatan. Cara . Pemeriksaan otot punggung ini mungkin memiliki sedikit sensasi rasa yang berbeda daripada pemeriksaan otot yang lain karena ketika harus menarik beban sekuat tenaga dengan menggunakan punggung maka punggung akan terasa cukup nyeri terlebih pada orang – orang yang cukup jarang memanfaatkan otot punggungnya pada kondisi sehari – hari. Pada hasil praktikum kali ini menunjukkan bahwa rata – rata nilai kekuatan otot jantung lebih rendah daripada nilai kekuatan otot punggung. Namun dalam praktikum ini kami mengukur daya ledak otot menggunakan perangkat elektronik yang dapat mengonversi tekanan pada sebuah mat / landasan dan waktu menjadi ketinggian lompatan. Hal ini disebabkan kurang digunakannya kekuatan otot kaki secara maksimal sehingga selama ini peregangan yang terjadi cenderung berada di ambang minimum. Tes ini dapat dilakukan secara manual yaitu dengan cara melompat setinggi-tingginya sambil menjulurkan tangan ke atas dan menggoreskan kapur ke papan. Daya ledak otot atau yang biasa disebut dengan muscular power adalah kemampuan seseorang untuk mempergunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu yang sependek-pendeknya. Alat ini terdiri atas dua komponen utama yaitu landasan (rubber mat) yang menerima sinyal berupa tekanan dan waktu lompatan yang kemudian ditransmisikan ke komponen kedua yang mengonversi sinyal tersebut menjadi tinggi lompatan (dalam centimeter). Dalam hal ini. Hanya bedanya pada posisi pada saat mengukur besarnya kekuatan otot punggung adalah dengan posisi badan agak membungkuk dengan membentuk sudut sebesar 30o antara punggung badan dan kaki. Firda dan Yusuf memiliki nilai yang cukup parah sedangkan yang lain sangat parah. Ketinggian goresan kapus pada papan dapat menyatakan ketinggian lompatan. KEKUATAN OTOT PUNGGUNG Alat untuk mengukur kekuatan otot punggung juga menggunakan alat untuk mengukur kekuatan otot kaki.yang sangat buruk karena nilai yang diperoleh berada di bawah nilai buruk.

akan muncul angka 1 yang diikuti dengan bunyi beep yang menjadi indikasi untuk mulai melompat. hasil tes dianggap gagal dan harus diulang. Namun peregangan yang di lakukan juga perlu di wspadai karena peregangan yang berlebihan dan membuat otot berkontraksi secara maksimum hingga di luar batas wajar yang dikhawatirkan akan menyebabkan cedera otot ataupun kram. boleh menggunakan awalan atau tidak.kerja alat ini cukup sederhana. Namun jika ketika mendarat kaki berada di luar landasan. Sebutkan alat – alat yang di pakai untuk mengukur kekuatan otot! Jawaban : Alat – alat yang di pakai dalam percobaan ini adalah  a) Back and leg dynamometri b) Grip dynamometri c) Jangka sudut ROM 3. Praktikan kemudian melompat setinggi-tingginya. Setelah tombol on ditekan. Kemudian proses ini diulang untuk kedua kalinya. di layar akan muncul angka yang merepresentasikan ketinggian lompat. mula-mula praktikan berdiri di atas landasan. . namun sayang alat ini kurang akurat dan dapat dimanipulasi. Apa perbedaan antara strength dan power? Jawaban : PERBEDAAN Waktu Terjadinya STRENGTH POWER pada kontraksi isometrik pada kontraksi dinamis kekuatan otot. otot mampu melakukan recruitment secara optimal. dan kecepatan waktu tempuh Faktor yang kekuatan otot mempengaruhi 2. Sebutkan pengaruh peregangan pada kekuatan otot! Jawaban : Peregangan yang di lakukan sebelum melakukan praktikum adalah untuk mongoptimalkan kebugaran fisik dan membuat otot meregang sehingga akibat terjadinya peregangan itu. Alat ini cukup mudah dan praktis untuk digunakan. Setelah mendarat di landasan. PERTANYAAN 1. jarak. VIII.

banyak fibril yang otot yang bekerja berarti kekuatan bertambah besar besar kekuatan. Dari hasil percobaan. 3x. b. makin besar skelet makin Innervasi otot baik pusat maupun perifer. otot tersebut pada saat bekerja makin besar. Faktor apa saja yang dapat meningkatkan kekuatan otot? Jawaban : Menurut Suharno Hp. ATP). makin Tergantung besar kecilnya rangka tubuh. . Repetisi 1x. Keadaan zat kimia dalam otot (glykogen. 5. bandingkan kekuatan otot akibat pengaruh : a) Peregangan b) Repetisi 1x. 3x. (1993: 39-40) faktor-faktor penentu kekuatan otot adalah: a) b) c) d) e) f) Besar kecilnya potongan melintang otot (potongan morfologis yang Jumlah fibril otot yang turun bekerja dalam melawan beban. Sebutkan pengaruh repetisi pada kekuatan otot! Jawaban : Repetisi mengakibatkan kekuatan otot semakin membesar tetapi di samping itu menyebabkan kerja otot menjadi tidak maksimal karena sudah terlalu lelah ketika melakukan kegiatan tersebut selama berkali – kali. 5x : jika dibandingkan antara ketiganya maka akan didapatkan hasil yang berbeda-beda dan kurang maksimal ini dikarenakan otot sudah terlalu lelah untuk melakukan kerja yang berulang-ulang. tetapi dengan repetisi tersebut akan mengakibatkan kekuatan otot yang makin membesar 6. Keadaan tonus otot saat istirahat. tonus makin rendah berarti kekuatan Umur dan jenis kelamin juga menentukan baik dan tidaknya kekuatan tergantung dari proses hypertropi otot. Peregangan : Tidak dilakukan peregangan sebelum praktikum karena waktu percobaan sangat terbatas. g) otot. dan 5x Jawaban : a.4.

Rata – rata hasil kekuatan otot yang yang di dapat berada di bawah ‘cukup’ hal ini disebabkan karena praktikan sangat jarang sekali menggunakan kekuatan ototnya secara optimal sehingga mempengaruhi nilai kekuatannya. ATP). 2. c. otot tersebut pada saat bekerja makin besar. Keadaan zat kimia dalam otot (glykogen. makin besar skelet makin Innervasi otot baik pusat maupun perifer. f. Namun peregangan yang di lakukan juga perlu di wspadai karena peregangan yang berlebihan dan membuat otot berkontraksi secara maksimum hingga di luar batas wajar yang dikhawatirkan akan menyebabkan cedera otot ataupun kram 3. otot mampu melakukan recruitment secara optimal. tonus makin rendah berarti kekuatan Umur dan jenis kelamin juga menentukan baik dan tidaknya kekuatan tergantung dari proses hypertropi otot. fisik dan membuat otot meregang sehingga akibat terjadinya peregangan itu. Repetisi mengakibatkan kekuatan otot semakin membesar tetapi di samping itu menyebabkan kerja otot menjadi tidak . Peregangan berpengaruh untuk mongoptimalkan kebugaran Besar kecilnya potongan melintang otot (potongan morfologis yang Jumlah fibril otot yang turun bekerja dalam melawan beban. b. KESIMPULAN Kesimpulan yang kami dapatkan dari praktikum kekuatan otot ini adalah : 1. makin Tergantung besar kecilnya rangka tubuh. Faktor apa saja yang dapat meningkatkan kekuatan otot? Jawaban : Menurut Suharno Hp. (1993: 39-40) faktor-faktor penentu kekuatan otot adalah: a.7. g. IX. banyak fibril yang otot yang bekerja berarti kekuatan bertambah besar besar kekuatan. d. Keadaan tonus otot saat istirahat. e. otot.

DAFTAR PUSTAKA http://www.com/artikel/health_corner/1277/Jaga_Otot_Punggun g_Anda/ . X.andriewongso.maksimal karena sudah terlalu lelah ketika melakukan kegiatan tersebut selama berkali – kali.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->