ASKEP GLOMERULUS NEFRITIS

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan berkat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul Asuhan Keperawatan Sistem Perkemihan ( Glomerulonefritis Akut). Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai latihan dalam penulisan karya tulis ilmiah dan syarat dalam menyelesaikan tugas mata kuliah Perkemihan. Dalam penyelesaian makalah ini kami banyak mendapatkan masukan dari berbagai pihak, terutama dosen pembimbing yang telah memberikan kesempatan pada kami untuk belajar menulis karya tulis sederhana dan memberikan masukan demi perbaikan makalah ini sehingga dapat menambah wawasan kami., untuk teman-teman yang telah ikut membantu dalam pembuatan makalah ini. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing atau pengajar mata kuliah Perkemihan dan teman-teman yang dengan caranya masing-masing turut serta memberi masukan guna memperkaya isi makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, baik dalam susunan maupun isinya. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan mahasiswa/mahasiswi D – III Keperawatan khususnya. Maumere, Maret 2012 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Glomerulonefritis merupakan penyebab utama terjadinya gagal ginjal tahap akhir dan tingginya angka morbiditas pada anak. Terminologi glomerulonefritis yang dipakai disini adalah untuk menunjukkan bahwa kelainan yang pertama dan utama terjadi pada glomerulus, bukan pada struktur ginjal yang lain.1 Glomerulonefritis merupakan penyakit peradangan ginjal bilateral. Peradangan dimulai dalam gromleurus dan bermanifestasi sebagai proteinuria dan atau hematuria. Meskipun lesi utama pada gromelurus, tetapi seluruh nefron pada akhirnya akan mengalami kerusakan, sehingga terjadi gagal ginjal. Penyakit yang mula-mula digambarkan oleh Richard Bright pada tahun 1827 sekarang diketahui merupakan kumpulan banyak penyakit dengan berbagai etiologi, meskipun respon imun agaknya menimbulkan beberapa bentuk glomerulonefritis.2 Indonesia pada tahun 1995, melaporkan adanya 170 pasien yang dirawat di rumah sakit pendidikan dalam 12 bulan. Pasien terbanyak dirawat di Surabaya (26,5%), kemudian disusul berturut-turut di Jakarta (24,7%), Bandung (17,6%), dan Palembang (8,2%). Pasien laki-laki dan

Sedangkan istilah akut (glomerulonefritis akut) mencerminkan adanya korelasi klinik selain menunjukkan adanya gambaran etiologi. p: 1438) c.3 Gejala glomerulonefritis bisa berlangsung secara mendadak (akut) atau secara menahun (kronis) seringkali tidak diketahui karena tidak menimbulkan gejala.my/~danial/Streptococcus. dan 10% berakibat fatal. diharapkan teman-teman dapat memahami tentang: a. perjalanan penyakit dan prognosis. Glomerulonefritis akut juga disebut dengan glomerulonefritis akut post sterptokokus (GNAPS) adalah suatu proses radang non-supuratif yang mengenai glomeruli.perempuan berbanding 2 : 1 dan terbanyak pada anak usia antara 6-8 tahun (40. kurang darah (anemia). KONSEP DASAR MEDIS 1. Pengertian a. . b. Glomerulonefritis merupakan suatu istilah yang dipakai untuk menjelaskan berbagai ragam penyakit ginjal yang mengalami proliferasi dan inflamasi glomerulus yang disebabkan oleh suatu mekanisme imunologis. Penyakit ini umumnya (sekitar 80%) sembuh spontan. Tujuan umum Setelah dilakukan pembahasan tentang Glomerulonefritis Akut diharapkan teman-teman dapat memahami tentang Glomerulonefritis Akut. kencing sedikit. patogenesis. tipe nefritogenik di tempat lain. Glomerulonefritis akut (GNA) adalah suatu reaksi imunologis pada ginjal terhadap bakteri atau virus tertentu. Gejalanya dapat berupa mual-mual. Konsep Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Glomerulonefritis Akut: 1) Menjelaskan pengkajian 2) Menyebutkan diagnose keperawatan 3) Menyebutkan intervensi keperawatan 4) Menyebutkan implementasi keperawatan 5) Menyebutkan evaluasi BAB II PEMBAHASAN A.(Bruner & Suddarth. B. 10% menjadi kronis. Gejala umum berupa sembab kelopak mata. Accessed April 8th. Teori penyakit Glomerulonefritis Akut dan dapat menjelaskan: 1) Pengertian Glomerulonefritis Akut 2) Etiologi Glomerulonefritis Akut 3) Patofisiologi 4) Manifestasi klinis Glomerulonefritis Akut 5) Komplikasi Glomerulonefritis Akut 6) Pemeriksaan penunjang 7) Penatalaksanaan medis dan keperawatan b.html. 2001.Yang sering terjadi ialah akibat infeksi kuman streptococcus. Tujuan khusus Setelah dilakukan pembahasan tentang Glomerulonefritis Akut.6%).ukm. atau hipertensi. biasanya disertai hipertensi. Istilah yang digunakan yang mengacu pada sekelompok penyakit ginjal dimana inflamasi terjadi di glomerulus. (http://pkukmweb. 2. TUJUAN PENULISAN 1. dan berwarna merah. sebagai akibat infeksi kuman streptokokus beta hemolitikus grup A.

Fagositosis dan pelepasan enzim lisosom juga merusak endothel dan membran basalis glomerulus (IGBM). Hematuria f. yang disebabkan oleh kuman Streptokokus beta hemolitikus grup A tipe 1. Agaknya kompleks komplomen antigen-antibodi inilah yang terlihat sebagai nodul-nodul subepitel pada mikroskop elektron dan sebagai bentuk granular dan berbungkah-bungkah pada mikroskop imunofluoresensi. 18. 4. Terbentuk kompleks antigen-antibodi didalam darah dan bersirkulasi kedalam glomerulus tempat kompleks tersebut secara mekanis terperangkap dalam membran basalis. 12. Salmonella typhi 2) Virus : Hepatitis B. Oliguria g. 2005. 49. Sakit kepala b. (Price. Patofisiologi Sebenarnya bukan sterptokokus yang menyebabkan kerusakan pada ginjal. 3. e. Malaise c. keadaan gizi. penyebab lain diantaranya: 1) Bakteri : streptokokus grup C. 49. Manifestasi klinis a. Mycoplasma Pneumoniae. echovirus.selanjutnya komplomen akan terfiksasi mengakibatkan lesi dan peradangan yang menarik leukosit polimorfonuklear (PMN) dan trombosit menuju tempat lesi. Sebagian besar (75%) glomerulonefritis akut paska streptokokus timbul setelah infeksi saluran pernapasan bagian atas. meningococcocus. Edema d.2009) d. b. Diduga terdapat suatu antibodi yang ditujukan terhadap suatu antigen khsus yang merupakan unsur membran plasma sterptokokal spesifik. yang kemudian terbentuk jaringan parut dan kehilangan permukaan penyaring. p: 924) 2. Sylvia A. Ada beberapa penyebab glomerulonefritis akut. faktor alergi mempengaruhi terjadinya GNA setelah infeksi dengan kuman Streptococcuss. mengakibatkan proteinuria dan hematuria. Mungkin faktor iklim. d. tetapi yang paling sering ditemukan disebabkan karena infeksi dari streptokokus. Etiologi a. 25. Proteinuria e. Sterptoccocus Viridans. Anoreksia h. Penykit peradangan ginjal bilateral. pada pemeriksaan cahaya glomerulus tampak membengkak dan hiperseluler disertai invasi PMN. Sebagai respon terhadap lesi yang terjadi. influenza. Leptospira. varicella. Sedang tipe 2. Semakin meningkatnya kebocoran kapiler gromelurus menyebabkan protein dan sel darah merah dapat keluar ke dalam urine yang sedang dibentuk oleh ginjal. parvovirus. 3. parotitis epidemika 3) Parasit: malaria dan toksoplasma c. Staphylococcus albus. timbu proliferasi sel-sel endotel yang diikuti sel-sel mesangium dan selanjutnya sel-sel epitel. vaccinia. 55. 56. 4. 57 dan 60 menyebabkan infeksi kulit 8-14 hari setelah infeksi streptokokus. Kadang-kadang demam . Gonococcus.

Keadaan tersebut menunjukkan aktivasi jalur alternatif komplomen. Jika alergi terhadap golongan penisilin. Jantung dapat membesar dan terjadi gagal jantung akibat hipertensi yang menetap dan kelainan di miokardium. 7. Eritrosit(++) g. 6. Terdapat gejala berupa gangguan penglihatan. Granular f. diganti dengan eritromisin 30 mg/kg BB/hari dibagi 3 dosis. Penatalaksanaan Tujuan penatalaksanaan adalah untuk melindungi fungsi ginjal dan menangani komplikasi dengan tepat. f. tetapi C4 normal atau hanya menurun sedikit. Pemberian antibiotika ini tidak mempengaruhi beratnya glomerulonefritis. 2) Pengobatan terhadap hipertensi. melainkan juga disebabkan oleh bertambahnya volume plasma. Mual j. a. Hematuria makroskopik ditemukan hampir pada 50% penderita c. dapat dikombinasi dengan amoksislin 50 mg/kg BB dibagi 3 dosis selama 10 hari. melainkan mengurangi menyebarnya infeksi Streptococcus yang mungkin masih. Edema pulmoner e. Muntah k. Kadang-kadang kadar ureum dan kreatinin serum meningkat dengan tanda gagal ginjal seperti hiperkalemia. Hipertensi ensefalopati yang merupakan gejala serebrum karena hipertensi. sedangkan kadar properdin menurun pada 50% pasien. b. pusing. muntah dan kejang-kejang. Anemia yang timbul karena adanya hipervolemia di samping sintesis eritropoetik yang menurun. Kelainan sedimen urine dengan eritrosit disformik d. Pemberian cairan dikurangi. terdapatnya ronki basah. pemberian sedativa untuk . Gangguan sirkulasi berupa dispne. Komplomen hemolitik total serum (total hemolytic comploment) dan C3 rendah pada hampir semua pasien dalam minggu pertama. Kadang-kadang tampak adanya proteinuria masif dengan gejala sindroma nefrotik. asidosis. Albumin (+) h. Nyeri panggul l. Pemeriksaan Laboratorium a. i. Urinalisis menunjukkan adanya proteinuria (+1 sampai +4). Silinder lekosit (+). c. Gagal jantung kongestif d. j. Hipertensi 5.i. Ini disebabkan spasme pembuluh darah lokal dengan anoksia dan edema otak. Leukosituria serta torak selulet e. g. ortopne. Medis 1) Pemberian penisilin pada fase akut. Komplikasi a. hiperfosfatemia dan hipokalsemia. pembesaran jantung dan meningginya tekanand arah yang bukan saja disebabkan spasme pembuluh darah. Gagal ginjal akut & kronik b.

3) Bila ada anuria atau muntah. Kesimpulan Glomerunefritis merupakan penyakit perdangan ginjal bilateral. Pendidikan pasien a. b. hipertensi dan oliguria. terutama di traktus respirotorius bagian kulit oleh kuman streptokokus beta hemolitikus golongan A tipe 12. maka diberikan digitalis.Yang sering terjadi ialah akibat infeksi2. anoreksia dan kadang demam. Instruksikan pada pasien mencakup penjelasan dan penjadwalan evaluasi tindak lanjut terhadap tekanan darah. Mengapa tipe tersebut lebih nefritogen dari pada yang lain tidak di ketahui. B. PATOFISIOLOGI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYIMPANGAN KDM BAB III PENUTUP A. perbandingan penyakit ini pada pria dan wnita 2:1. 8. mual. maka jumlah cairan yang diberikan harus dibatasi. Dulu dianjurkan istirahat mutlah selama 6-8 minggu untuk memberi kesempatan pada ginjal untuk menyembuh. Keperawatan 1) Istirahat mutlak selama 3-4 minggu.menenangkan penderita sehingga dapat cukup beristirahat. Tetapi penyelidikan terakhir menunjukkan bahwa mobilisasi penderita sesudah 3-4 minggu dari mulai timbulnya penyakit tidak berakibat buruk terhadap perjalanan penyakitnya. 25 dan 49. haluaran urine berkurang). hanya beberapa tipe saja.03 mg/kgbb/hari.sakit kepala. maka selanjutnya reserpin diberikan peroral dengan dosis rumat. 4. Makanan lunak diberikan pada penderita dengan suhu tinggi dan makanan biasa bila suhu telah normal kembali. muntah. 16. Mula-mula diberikan reserpin sebanyak 0.07 mg/kgbb secara intramuskular. tidak semua infeksi streptokokus akan menjadi glomerulonefritis. Gambaran yang paling sering ditemukan adalah . KONSEP DASAR ASKEP C. dan kadar BUN serta kreatinin untuk menentukan perkembangan penyakit. GNA ialah suatu reaksi imunologis pada ginjal terhadap bakteri atau virus tertentu. tindakan urinalisis untuk protein. dari tipe tersebut diatas tipe 12 dan 25 lebih bersifat nefritogen disbanding yang lain. maka diberikan IVFD dengan larutan glukosa 10%. Glomerulonefritis akut paling lazim terjadi pada anak-anak 3 sampai 7 tahun meskipun orang dewasa muda dan remaja dapat juga terserang . Pasien diinstruksikan untuk member tahu dokter jika gejala gagal ginjal terjadi (seperti: keletihan. muntah. 3) Pemberian furosemid (Lasix) secara intravena (1 mg/kgbb/kali) dalam 5-10 menit tidak berakibat buruk pada hemodinamika ginjal dan filtrasi glomerulus 4) Bila timbul gagal jantung. 2) Pada fase akut diberikan makanan rendah protein (1 g/kgbb/hari) dan rendah garam (1 g/hari). edema. Gejala-gejala umum yang berkaitan dengan permulaan penyakit adalah rasa lelah. Pada penderita tanpa komplikasi pemberian cairan disesuaikan dengan kebutuhan 4) bila ada komplikasi seperti gagal jantung. sedativa dan oksigen. Pada hipertensi dengan gejala serebral diberikan reserpin dan hidralazin. Timbulnya GNA didahului oleh infeksi ekstra renal. Bila terjadi diuresis 5-10 jam kemudian. mual. Magnesium sulfat parenteral tidak dianjurkan lagi karena memberi efek toksis. 0. b.

2009. http://medlinux.tirah baring selama stadium akut. EGC: Jakarta http.html. Meminimalkan metabolisme pada ginjal. 1995 Patofisiologi :konsep klinis proses-proses penyakit. oliguria. latihan menulis karya tulis sederhana sesuai dengan teori yang diberikan oleh dosen.:hematuria.blogspot. Accessed April 8th. Bagi Klien dan keluarga a) Dapat mengenal gejala Glomerulonefritis Akut sedini mungkin b) Mengetahui tindakan pencegahan terhadap penyakit Glomerulonefritis Akut c) Segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat 2.//www. Accessed April 8th. ed 4. DAFTAR PUSTAKA Bruner & Suddarth. Bagi institusi / lembaga a) Memberikan bimbingan dan latihan kepada mahasiswa tentang penulisan karya tulis dalam bentuk penugasan. Meningkatkan fungsi ginjal. Sylvia A. c) Menyiapkan fasilitas yang memadai terutama buku-buku yang berhubungan dengan kesehatan atau keperawatan.com/2007/09/glomerulonephritis-akut. .asp. Bagi perawat a) Terus belajar tentang konsep penyakit dan asuhan keperawatan Glomerulonefritis Akut sehingga dapat memberikan pelayanan keperawatan secara profesional kepada klien. B.org/encyclopedia/ency/article/000475. 4. b) Menerapkan budaya membaca dikalangan mahasiswa di kampus. 2009. Tujuan utama dalam penatalaksanaan glomerulonefritis adalah untuk Meminimalkan kerusakan pada glomerulus. edisi 8. Keperawatan Medical Bedah. EGC. 3. Price. diet bebas bila terjadi edema atau gejala gagal jantung danantihipertensi kalau perlu.sementara kortikosteroid tidak mempunyai efek pada glomerulofritis akut pasca infeksi strepkokus.enh. Jakarta.edema. Bagi mahasiswa a) belajar terus-menerus dengan banyak membaca di perpustakaan.hipertensi. vol 2. ( 2001). Tidak ada pengobatan khusus yang mempengaruhi penyembuhan kelainan glomerulus. Pemberian pinisilin untuk membrantas semua sisa infeksi. Saran 1.