P. 1
Contoh Isi Buku: Cita-cita Cinta (Kump Cerpen) (E-book)

Contoh Isi Buku: Cita-cita Cinta (Kump Cerpen) (E-book)

|Views: 54|Likes:
Published by bisnis2030
Komentar untuk buku ini : Membaca Cita-cita Cinta juga seperti mengarungi lautan karya dalam tebaran kata. Ada ide besar yang menyatukan tema kumpulan cerita ini, tetapi masing-masing membawa rona rasa dan gaya serta nuansa yang berlainan.
Komentar untuk buku ini : Membaca Cita-cita Cinta juga seperti mengarungi lautan karya dalam tebaran kata. Ada ide besar yang menyatukan tema kumpulan cerita ini, tetapi masing-masing membawa rona rasa dan gaya serta nuansa yang berlainan.

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: bisnis2030 on Mar 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/15/2013

Cita-cita Cinta

--Yogyakarta: Merdeka Media, 2012 vi + 110 hlm ; 13x19 cm. Cetakan Pertama, April 2012 Penulis Editor Bahasa Tata Letak Desain Sampul Ilustrator : Artha Amalia, Nimas Kinanthi, Choirin Fitri, dkk. : Heru Marwoto : Artha Amalia : Harya Pujantara : Harya Pujantara, Tofik Rochadi, Tomy Aristian, Angela Oscario, Jefri Setyawan

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku tanpa seizin penerbit.

ISBN : 978-602-98076-3-9

Penerbit : Merdeka Media Jl. Solo Km 8 Telp : 0274-485887

[iv]

Pengantar Penyelenggara

Alhamdulillah. Segala puji kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga Kumpulan Cerita Anak Cita-cita Cinta ini dapat terselesaikan dengan baik dan sesuai harapan. Buku ini merupakan hasil dari suatu event menulis di dunia cyber Facebook yang diadakan oleh Artha Amalia. Event tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta dari beragam profesi dan status pendidikan Tujuannya adalah memberikan semangat menggapai segala impian dan juga cita-cita dengan menyuguhkan cerita ringan sarat makna bagi pembaca, khususnya pelajar SD dan SMP. Oleh karenanya, tokoh dalam keseluruhan cerita merupakan pelajar di tingkat SD dan SMP. Terima kasih diucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian buku ini. Pertama tentunya kepada Tuhan Yang Maha Esa, tanpa-Nya penulis bukanlah apa-apa. Kemudian kepada keluarga yang selalu memberikan semangat [vii]

MELAYARI CITA-CITA CINTA
Pengantar oleh Heru Marwata*

Membaca kumpulan cerita adalah melakukan aktivitas sebagaimana berlayar di alun dari berbagai lautan. Air adalah penyatu dan unsur utama samudera, sementara gelombang adalah riak-riak air yang tercipta karena tiupan angin di permukaan segara. Pastilah besar-kecilnya ombak tak pernah sama untuk setiap lautan karena keberadaannya dipengaruhi oleh dalamnya air dan gerak tiup sang bayu. Membaca Cita-cita Cinta juga seperti mengarungi lautan karya dalam tebaran kata. Ada ide besar yang menyatukan tema kumpulan cerita ini, tetapi masing-masing membawa rona rasa dan gaya serta nuansa yang berlainan. Itulah daya tariknya. Kumpulan cerita yang ditujukan kepada pembaca Sekolah Dasar dan Menengah ini merangkum banyak cerita pelayaran melintasi berbagai osean. Tentu saja lengkap dengan rekaman atas riak ombak yang menghiasi alur alirnya. Cerita pendek pertama “Cita-cita Cinta” karya Artha Amalia (yang sekaligus menjadi judul kumpulan ini) memberikan asupan energi betapa pentingnya punya asa. Cita-cita akan menuntun langkah menempuh harapan. “Pesawat Kertas” Sivuaster juga mengajak kita melambungkan cita-cita. Harapan yang didorong doa akan menjadi penyemangat dan pemberi motivasi menempuh perjalanan untuk merealisasikan [xi]

dan tekad untuk berubah atau mengubah keadaan. Kedua cerita ini meniupkan semangat untuk melakukan sesuatu yang berharga, yang dapat disuritauladani di mana pun, kapan pun karena nilai keuniversalannya. Begitulah kumpulan cerita berjudul Cita-cita Cinta ini mengutarakan nasihat, pesan moral, dan sisi-sisi positif dalam kehidupan dengan cara dan gaya yang beraneka, sebagaimana macam ragam ombak yang beriak di permukaan air laut/samudera. Bagaimanapun setiap orang wajib menganyam harapan dan mengejar cita-cita karena inilah penyulut gairah hidup yang sebenarnya. Gairah pencapaian itu akan semakin mantap ketika dipadukan dengan doa, keyakinan, dan ketulusan. Semoga selalu begitu. Aamiin. Kepada para pembaca saya ucapkan selamat menikmati karya penuh arti ini. Terlalu banyak pelajaran yang sangat sayang kalau dilewatkan dari kisah-kisah yang disatukan dalam Cita-cita Cinta ini.
Yogyakarta, April 2012 Heru Marwata Dosen Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

[xv]

Cita-cita Cinta
Artha Amalia
Cinta menggaruk-garuk kepalanya saat menerima selembar kertas yang kata Bagas wajib diisi dan dikumpulkan besok. Ia bingung mengisi kolom cita-cita. Ditulis apa? Memang hanya sebuah kata, namun sulit sekali terbayangkan di benaknya. Definisi cita-cita saja Cinta tidak tahu. Apa itu sebuah impian? Ah, kalau impian sih banyak. Ia ingin punya mobil seperti yang biasa mengantar jemput Sinta, kawan sekelasnya yang anak Kepala Desa. Juga ingin punya tas bagus seperti milik Andri, teman sebangkunya. Ingin ini, ingin itu, banyak sekali. “Kata Bu Guru, bisa diisi pilot, polisi, pemain sepak bola, pembalap, apa lagi ya? Pokoknya pekerjaan apa yang kita inginkan di saat dewasa nanti.” Cinta semakin pusing karena yang disebutkan oleh Bagas, sang ketua kelas, adalah apa yang diimpikan anak laki-laki. Sedangkan dia anak perempuan. Apa yang bisa dilakukan anak perempuan di masa depan? Menjadi koki? Mungkinkah?
Cita-cita Cinta  1

Pesawat Kertas
Sivuaster
Jam dinding kelas menunjukkan tepat pukul 12.30 WIB. Tak lama, dering keras berkumandang hingga ke ujung lorong. Semua murid yang berpakaian putih biru berhamburan dari kelas masing-masing, diikuti oleh para guru yang membawa beberapa buku tebal di tangan. Inilah saat untuk kembali ke rumah karena aktivitas sekolah hari ini telah usai. Namun, aku masih berjalan pelan di lorong sekolah sambil sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri. Setelah memastikan bahwa tiada penghuni selain aku seorang, diriku berlari menuju ruang kelas. Kubuka tas, lalu kuambil sebuah buku tulis. Pada pertengahan buku tulis, dua lembar kertas kutarik hingga terlepas. Kemudian dengan menggunakan seni origami, kulipatlipat kertas tersebut secara lincah dan cermat sehingga terbentuklah model pesawat terbang.

Cita-cita Cinta  9

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->