Alergi termasuk gangguan yang menjadi permasalahan kesehatan penting pada usia anak.

Gangguan ini ternyata dapat menyerang semua organ tanpa terkecuali. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan berbagai bahaya dan komplikasi yang mungkin bisa terjadi. Belakangan terungkap bahwa alergi menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, karena alergi dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak. Gangguan fungsi otak itulah maka timbul gangguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi hingga memperberat gejala penderita Autis dan ADHD. Gejala alergi pada bayi sering dicetuskan dan disebabkan karena banyak faktor. Tetapi yang paling sering terjadi justru dipicu atau diperberat karena infeksi virus ringan yang tidak terdeteksi. Sedangkan faktor lainnya dengan manifestasi lebih ringan disebabkan karena diet ibu bila minum ASI dan makanan yang dikonsumsi termasuk susu sapi. Seringkali dokter atau orangtua sulit membedakan faktor mana yang menjadi penyebab, bahkan seringkali setiap kali timbul gejala alergi langsung divonis alergi susu sapi dan harus ganti susu khusus padahal belum tentu alergi susu sapi. Deteksi dan pencegahan alergi sejak bayi penting karena apat mencegah atau menghilangkan perjalanan alamiah alergi jangka panjang (allergy March). Perjalanan alamiah alergi jangka panjang adalah gejala alergi setiap usia dan setiap orang akan berbeda. Pada kelmpok tertentu usia di bawah 5 tahun akan mengaklami sensitif saluran cerna dan kulit, usia 5-12 tahun asma dan sering pilek pada usia di atas 15 tahun lebih sensitif hidung atau sinusitis.

Melihat demikian luas dan banyaknya pengaruh alergi yang mungkin bisa terjadi, maka deteksi dan pencegahan alergi sejak dini sebaiknya dilakukan. Gejala serta faktor resiko alergi dapat dideteksi sejak lahir, bahkan mungkin sejak dalam kandungan. Alergi makanan tidak terjadi pada semua orang, tetapi sebagian besar orang mempunyai potensi menjadi alergi. Tampaknya sebagian besar orang bila dicermati pernah mengalami reaksi alergi. Namun sebagian lainnya tidak pernah mengalami reaksi alergi. Terdapat 3 faktor penyebab terjadinya alergi makanan, yaitu faktor genetik, imaturitas usus, pajanan alergi yang kadang memerlukan faktor pencetus.

BERAK DARAH. Pada kasus terakhir ini bisa saja terjadi bila nenek. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. sering buang angin. Seringkali jadi pertanyaan mengapa sebagian besar bayi dengan ASI tidak mengalami kuning berkepanjangan. Lidah sering timbul putih kadang sulit dibedakan dengan jamur (candidiasis) atau memang kadang juga disertai infeksi jamur. inguinalis (benjolan di selangkangan. disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Napas grok-grok. Feses cair. Mata. Setelah usia 6 telapak tangan dan kaki kadang berwarna kuning. Hernia Umbilikalis (pusar menonjol). kakek atau saudara dekat orang tuanya mengalami alergi. Manifestasi klinis yang sering dikaitkan dengan penderita alergi pada bayi. Kuning Timbul kuning tinggi atau kuning bayi baru lahir berkepanjangan seharusnya setelah 2 minggu menghilang sering disebut Breastfeeding Jaundice (kuning karena ASI mengandung hormon pregnandiol). Sedangtkan bila tidak ada riwayat alergi pada kedua orang tua maka resikonya adalah 5 – 15%. Bila ada orang tua menderita alergi kita harus mewaspadai tanda alergi pada anak sejak dini. Napas Berbunyi (Hipersekresi bronkus). Bila ada salah satu orang tua yang menderita gejala alergi maka dapat menurunkan resiko pada anak sekitar 20 – 40%. Bayi usia cukup bulan (9 bulan) secara teori tidak mungkin terjadi paru2 yang belum mengembang. Kuning berkepanjangan meningkat pada bayi bisa sering terjadi pada bayi dengan gangguan saluran cerna dengan keluhan obstipasi (sering ngeden/mulet) dan konstipasi. sering REWEL / GELISAH/COLIK terutama malam hari). kembung. Sesak segera setelah lahir. BILA BERAT SEPERTI PARU-PARU TIDAK MENGEMBANG (LIKE RDS). Sering buang air besar (> 3 kali perhari). Bila dicermati saat gangguan saluran cerna meningkat kuning semkai terlihat jelas dan sebaliknya saat saluran cerna membaik kuning menghilang. hijau.“cegukan”. Scrotalis. kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. sehingga sering “ngeces (“drooling”) biasanya disertai bayi sering menjulurkan lidah keluar atau menyembur-nyemburkan ludah dari mulut. Disertai kelenjar thimus membesar (TRDN (Transient respiratory ditress Syndrome) /TTNB). Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau. sampai saat ini seringkali dianggap karena terlalu banyak makan wortel atau kelebihan vitamin A padahal selama ini hipotesa itu hanya sekedar dugaaan dan belum pernah dibuktikan dengan pemeriksaan darah. telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal. kadang seperti biji cabe. sering “ngeden /mulet”.Alergi dapat diturunkan dari orang tua atau kakek dan nenek pada penderita. tidak BAB tiap hari. ke dua orang tua alergi resiko meningkat menjadi 40 – 80%. Sesak bayi baru lahir hingga saat usia 3 hari.       GANGGUAN SALURAN CERNA : Sering muntah/gumoh. Produksi air liur meningkat. bau tajam. Paru tidak mengembang hanya terjadi pada bayi usia kehamilan < 35 minggu) Bayi seperti ini menurut penelitian beresiko asma (sering batuk/bila batuk sering dahak . daerah buah zakar atau pusar atau “turun berok”) karena sering ngeden sehingga tekanan di dalam perut meningkat. Sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lama (>7hari) dan dahak berlebihan ) Sesak Saat Baru lahir. Mulut hipersensitif. telinga dan daerah yang tertutup popok. Kulit sensitif. biasanya akan membaik paling lama 7-10 hari. Bibir tampak kering atau kadang pada beberapa bayi bibir bagian tengah berwarna lebih gelap atau biru.

Sebaliknya terjadi berat badan turun setelah usia 4-6 bulan. Pada bayi berusia di atas 6 bulan dengan keluhan sering mual.         berlebihan )sebelum usia prasekolah. Hidung Sensitif. Hal itu belum tentu karena haus atau bukan karena ASI kurang. PERILAKU YANG SERING MENYERTAI PENDERITA ALERGI PADA BAYI   GANGGUAN NEURO ANATOMIS : Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gangguan Hormonal. BAB > 3 kali seringkali mengakibatkan kesulitan makan atau makan hanya sedikit yang mengakibatkan gangguan kenaikkan berat badan dan sering mengalami daya tahan tubuh menurun sejak usia 6 bulan. Sering berkeringat berlebihan. Haus palsu adalah tampilan bayi sering menangis. meski menggunakan AC keringat tetap banyak terutama di dahi Berat Badan Berlebihan atau kurang. timbul jerawat warna putih. BAB ngeden atau sulit. pembesaran payudara. pilek. telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat. Tangan . Sering bersin. jangka panjang bisa berakibat payudara besar sebelah. timbul bintil merah bernanah. kaki dan bibir sering gemetar. berat berlebihan karena bayi sering menangis dianggap haus. mulutnya sering seperti mau ngempeng atau mencari puting tampak sucking refleks berlebihan dirangsang pipinya sedikit sudah seperti mencari puting. rambut rontok. Mata sering juling (strabismus). Kejang tanpa disertai ganggguan EEG (EEG normal) GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN Usia < 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan. Pada bayi alergi yang sering rewel seringkali saluran cernanya sedikit sakit sehingga bila ada perasaan tidak nyaman bayi akan sering seperti ngempeng atau minta digendong. Karena hidung buntu dan bernapas dengan mulut waktu minum ASI sering tersedak Mata Sensitif. Karena minum yang berlebihan atau sering minta minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur <1tahun). Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi atau kedua sisi. karena hidung buntu dan napas dengan mulut. Mempengaruhi gangguan hormonal berupa keputihan/keluar darah dari vagina. atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara. Keringat Berlebihan. karena makan dan minum berkurang Saluran kencing. Breath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku.`karena satu sisi hidung buntu. Kaki sering dijulurkan lurus dan kaku. Gerakan tangan. Pada penderita hipersensitifitas non alergi (non atopi) biasa nya ghangguan berat badan dan sulit makan lebih tidak ringan dan timbul sejak usia sebelum 6 bulan tetapi setelah 6 bulan lebih buruk PROBLEM MINUM ASI : minum berlebihan. Pada usia sebelum 6 bulan kenaikkan pesat tetapi setelah usia 6 bulan kenaikkan relatif datar. Usia < 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Minum ASI sering tersedak. Hal ini sering dianggap inmfeksi saluran kencing. saat diperiksa urine seringkali normal bukan disebabkan karena darah. kotoran hidung banyak. Sering menggigit puting sehingga luka. Kepala. Kencing warna merah atau oranye (orange) denagna sedikit bentukan kristal yang menempel di papok atau diapers . kepala sering miring ke salah satu sisi (Sehingga beresiko kepala “peyang”) karena hidung buntu. Minum ASI lebih sebentar pada satu sisi. timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan. Keluhan ini sering dianggap infeksi paru atau terminum air ketuban.

Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut.Usia > 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang. Bila minum susu sering terhenti dan teralih perhatiannya dengan sesuatu yang menarik tetapi hanya sebentar EMOSI MENINGKAT. Sering menarik puting susu ibu dengan gusi atau gigi. Bila digendomg tidak senang dalam posisi tidur. DUDUK. menggigit. BERDIRI DAN BERJALAN sesuai usia. setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjalan. Sering menggigit puting susu ibu bagi bayi yang minum ASI. Tampak gampang seperti gemes atau menggeram GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan terhadap sesuatu aktifitas bermain. Gejala alergi pada bayi selain makanan justru paling sering seringkali diperberat saat sakit atau terjadi oleh infeksi berupa infeksi virus. tidak bisa diselimuti (“dibedong”). tetapi lebih suka posisi berdiri. biasanya bayi pilih-pilih makanan hanya bisa makanan cair dan menolak makanan yang berserat. Jangka panjang akan memperberat gangguan perilaku tertentu bila anak mengalami bakat genetik seperti ADHD (hiperaktif) dan AUTIS (hiperaktif. memukul dan membentur benturkan kepala. Pada bayi tanda dan gejala infeksi virus ringan ini lebih sulit dikenali. GANGGUAN MENGUNYAH DAN MENELAN: Gangguan makan makanan padat. bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa lama memperhatikan. Penderita alergi dengan otak yang normal atau tidak punya bakat Autis tidak akan pernah menjadi Autis. menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. IMPULSIF : banyak tersenyum dan tertawa berlebihan. Biasanya disertai bersin. pada usia lebih 6 bulan sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. keterlambatan bicara. GANGGUAN KESEIMBANGAN DAN KOORDINASI : Pada POLA PERKEMBANGAN NORMAL adalah BOLAK-BALIK. batuk sekali-sekali dan pada . gangguan pendengaran. dan gangguan intelektual biasanya usia lebih 2 tahun membaik. Kepala sering digerakkan secara kaku ke belakang. lebih dominan berteriak daripada mengoceh. berteriak dalam tidur. tertawa. telapak tangan dan badan bila diukur suhu normal. Memperberat ADHD dab Autis. sering menangis. sehingga posisi badan bayi “mlengkung” ke luar. berbicara. bila tidur posisi “nungging” atau tengkurap. Sering berteriak dibandingkan mengiceh terutama saat usia 6 bulan GANGGUAN MOTORIK KASAR. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut. Pada gangguan keterlambatan motorik biasanya bolak balik pada usia lebih 5 bulan. Biasanya hanya berupa badan sumer teraba hangat hanya di kepala. Paling sering di antaranya adalah infeksi virus.        dan kaki bergerak berlebihan. Bila tidak ada gangguan kontak mata. sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus. usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tba-tiba duduk dan tidur lagi. Pada usia di atas 9 bulan yang seharusnya dicoba makanan tanpa disaring tidak bisa harus di blender terus sampai usia di atas 2 tahun. Sering kebentur kepala atau jatuh dari tempat tidur. GANGGUAN ORAL MOTOR: KETERLAMBATAN BICARA: Kemampuan bicara atau ngoceh-ngoceh hilang dari yang sebelumnya bisa. MERANGKAK. memainkan mainan. bakteri atau infeksi lainnya. AGRESIF MENINGKAT. Tetapi alergi bukan penyebab Autis tetapi hanya memperberat. GANGGUAN TIDUR (biasanya MALAM-PAGI) gelisah. usia 6 – 8 bulan tidak duduk dan merangkak. gangguan sosialisasi). Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala.bolak-balik ujung ke ujung. berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran.

Biasanya setelah 2 tahun saluran cerna tersebut berangsur membaik. demam. ketidakmatangan saluran cerna tersebut semakin membaik. kurang tidur. Penyebab alergi di dalam makanan adalah protein. virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Hal itu terjadi karena belum sempurnanya saluran cerna pada anak.Pada keadaan sakit seperti itu biasanya ada kontak yang sakit flu. Secara mekanik integritas mukosa usus dan peristaltik merupakan pelindung masuknya alergen ke dalam tubuh. Reaksi simpang makanan yang tidak melibatkan mekanisme sistem imun dikenal sebagai intoleransi susu. Sedangkan sekitar 80% susu formula bayi yang beredar di pasaran ternyata menggunakan bahan dasar susu sapi. Sayangnya orangtua juga sering tidak menyadari bahwa selama ini sering terkena infeksi virus yang gejalanya tidak khas tersebut. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. glikoprotein atau polipeptida dengan berat molekul lebih dari 18. tidak khas dan cepat membaik ini sering dianggap “gejala mau flu tidak jadi”. panas dalam atau kecapekan PENYEBAB ALERGI MAKANAN PADA BAYI Alergi makanan lebih sering terjadi pada usia bayi atau anak dibandingkan pada usia dewasa.000 dalton. Sebagian besar alergen pada makanan adalah glikoprotein dan berkisar antara 14. Bahkan sebagian dokter menilai gejala infeksi virus tersebut dianggap sebagai gejala alergi. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Secara imunologik sIgA pada permukaan mukosa dan limfosit pada lamina propia dapat menangkal allergen masuk ke dalam tubuh. Alergi susu sapi adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan system tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap susu sapi. Gejala dan tanda karena reaksi alergi pada anak dapat ditimbulkan oleh adanya alergen dari beberapa makanan tertentu yang dikonsumsi bayi. Alergi terhadap protein susu sapi atau alergi terhadap susu formula yang mengandung protein susu sapi merupakan suatu keadaan dimana seseorang memiliki sistem reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Pada usus imatur sistem pertahanan tubuh tersebut masih lemah dan gagal berfungsi sehingga memudahkan alergen. Gejala ringan. Dengan pertambahan usia. batuk atau infeksi virus ringan lainnya di dalam di rumah. Hal ini juga yang mengakibatkan penderita alergi sering sakit pada usia sebelum 2 tahun. Flu pada bayi jarang sekali menimbulkan hidung meler biasanya hanya basah sedikit di sekitar hidung atau batuk sekali-sekali karena refleks batuk pada bayi basih belum sempurna.000 dalton. Sistem kekebalan tubuh bayi akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi pun akan muncul. masuk angin. Gejala infeksi virus yang ringan yang dialami oleh penderita dewasa berupa badan ngilu.anak bayi tertentu nafas bunyi grok-grok.nyeri tenggorokan atau kadang disertai sakit kepala. . tahan panas dan tahan ensim proteolitik. terasa pegal. Beberapa penelitian di beberapa negara di dunia prevalensi alergi susu sapi pada anak dalam tahun pertama kehidupan sekitar 2%. Susu sapi dianggap sebagai penyebab alergi makanan pada bayi yang paling sering. Fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa sewaktu bayi atau usia anak mengalami alergi makanan tetapi dalam pertambahan usia membaik. Molekul-molekul kecil lainnya juga dapat menimbulkan kepekaan (sensitisasi) baik secara langsung atau melalui mekanisme haptencarrier. Reaksi hipersensitif terhadap protein susu sapi dengan keterlibatan mekanisme sistem imun. Secara kimiawi asam lambung dan enzim pencernaan menyebabkan denaturasi allergen. Sekitar 1-7% bayi pada umumnya menderita alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi.000 sampai 40.

ikan laut (udang. telor. cumi dan sebagainya). Diet ibu yang sangat berpotensi menimbulkan gangguan pada bayi yang paling sering adalah ikan laut (terutama yang kecil seperti udang. Sehingga penundaan pemberian makanan tertentu dapat mengurangi resiko gangguan alergi pada anak.Pada bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif maka diet yang dikonsumsi ibu sangat berpotensi menimbulkan gangguan alergi. bubur susu (kacang hijau). ayam. Menurut beberapa penelitian pemberian multivitamin pada bayi beresiko alergi ternyata meningkatkan gangguan penyakit alergi di kemudian hari. . Jenis makanan yang sering diberikan dan menimbulkan gangguan adalah pemberian buahbuahan (jeruk. kerang.teri). gejala alergi pada bayi sering timbal. dan sebagainya. Saat pemberian makanan tambahan usia 4-6 bulan. nasi tim (tomat. dan pisang). semangka). kacang tanah dan buah-buahan (tomat. melon. cumi. keju.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful