52

I Ketut Widnyana, et.al., Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah, 1(1), 2010, 52-62

PEMBERDAYAAN PENGERAJIN FURNITURE BAMBU DALAM USAHA PENINGKATAN JUMLAH SERTA MUTU EKSPOR KERAJINAN BAMBU DI KABUPATEN GIANYAR BALI.* I Ketut Widnyana, Made Budiasa, Putu Sujana Kegiatan VMT (Vucer Multi Tahun tahun 2005-2007) Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar Email : ketutwidnyana@yahoo.com Ringkasan Eksekutif Potensi UKM di Bali cukup besar sebagai salah satu penyumbang devisa negara, khususnya industri furniture telah menyumbangkan sekitar 15% dari total eksport daerah Bali. Kebesaran nama Bali membawa dampak positif terhadap kunjungan wisatawan domestik maupun manca Negara serta sangat menunjang perkembangan industry kerajinan. Namun pariwisata sangat rentan terhadap isu keamanan sehingga adanya peristiwa bom Bali sangat mengguncangkan kepariwisataan Bali, demikian juga industri kerajinan daerah Bali terpuruk dan berada pada titik yang sangat lemah.Upaya konstruktif perlu dilakukan dalam membantu UKM agar tetap tangguh dalam menjalankan usahanya, sebab disamping mereka sebagai penghasil devisa juga membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan tenaga kerja. Pembenahan pada UKM dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari penanganan bahan baku, proses produksi,manajemen usaha sampai pemasaran yang berkesinambungan. Dua UKM dipilih untuk bersinergi dalam waktu tiga tahun dalam bentuk program Vucer Multi Tahun yaitu CV.Mangku Bambu dan CV.War Bambu yang keduanya berlokasi di desa Belega Bone – Gianyar Bali. Dari hasil observasi dan koordinasi dengan kedua UKM, maka ditentukan kegiatan selama tiga tahun meliputi penanaman bibit bambu, pembuatan instalasi pengawetan bambu VSD “vertical soak diffusion”, pembuatan mesin pencuci bambu, mesin pelobang bambu, teknik sortasi bambu, pelatihan desain, pelatihan dan pendampingan sistem administrasi usaha, manajemen, dan usaha meningkatkan pemasaran melalui pameran dan pembuatan website. Hasil dari kegiatan yang dilakukan adalah penanaman 200 pohon bambu dengan keberhasilan 80% tumbuh, 2 unit instalasi pengawetan bambu VSD “vertical soak diffusion”dengan kapasitas pengawetan 100 batang per minggu, 2 unit mesin pencuci bambu dengan kapasitas 5 mnt/btg/2 orang tenaga , mesin pelobang bambu dengan kapasitas 2 menit/btg/2orang, pedoman teknik sortasi bambu, 4 desain furniture, komputerisasi sistem administrasi , kesepatan kerja manajemen dan karyawan, pameran dan website www.mangkubambu.com dan www.warbambu.com. Kemampuan produksi meningkat 80% dan jumlah karyawan meningkat 20%. Kata kunci : pemberdayaan, bambu, furniture, mutu ekspor Executive Summary Small and middle enterprises in Bali have great potential as one of our country foreign exchange gainers, particularly furniture industries had gained about 15% of the Bali’s total export. The great well known name of Bali has influenced positively to the visits of domestic as well as foreign tourists and it supports highly

1(1). export quality A. PENDAHULUAN Salah satu perkembangan terbaru dalam perekonomian Indonesia adalah masalah pemberdayaan usaha kecil dan menengah dalam rangka melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan. (8) a work agreement between management and worker. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 1. (9) exhibition and websites www. training of craft design. (6) 4 furniture designs. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. (7) computerization of administration system.War Bambu which both located in Belega Bone Village. Recovering the small and middle enterprises (SME) need to be done from upper course to downstream. bamboos.warbambu. making a bamboos wash machine. and efforts in enhancing markets though exhibition and website Outputs of the activity are (1)successful planting of 200 bamboos trees up to 80% life. (4) one bamboos hole maker machine in capacity of 2 minutes/stem/2 workers. business management. training and assisting of business administration system. hence craft industries were also collapse. (3) two units of bamboos wash machines in capacity of 5 minutes/stem/2 workers. making a hole maker machine. (5) a guide book of bamboos sortation technique. making a preservation installation with method of VSD “vertical soak diffusion”. until market sustainability. Keberhasilan di sektor pembangunan pariwisata memberi motivasi bertumbuh .mangkubambu. they also help government to solve unemployment problems. dimana volume ekspor mencapai sekitar 10 % dari total ekspor daerah Bali. Daerah Bali merupakan salah satu Propinsi di Indonesia yang telah lama melaksanakan konsep ekonomi kerakyatan dengan bertumpu pada aktivitas usaha skala kecil dan menengah. et. Keywords: empowerment. From the observation results and coordination with both craft enterprises. making bamboos sortation system. Constructive efforts need to do in order to help the small and middle enterprises to become exist in running their business because instead of foreign exchange producers. However. (2) two installation units of bamboos preservation with method of VSD “vertical soak diffusion” in capacity of 100 stems per week. from raw materials to production processes. Outcomes could be observed are (1) production enhancement about 80% and (2) worker number enhancement 20%.53 I Ketut Widnyana.com. Mangku Bambu and CV. Gianyar Bali. terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan pariwisata. terutama yang berorientasi ekspor karena memiliki kontribusi yang besar terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali. Two SMEs were selected for synergetic cooperation along three years in form of Multiyear Vucer Program i. the activity conducted in three years included: bamboos planting. 52-62 the development of craft’s industries. banyak usaha kerajinan bambu yang semula hanya dijadikan kerja sampingan telah mulai menjadi mata pencaharian pokok masyarakat Bali.al. Sejak tahun 1990. Minimnya sumber daya alam daerah Bali membuat sebagian besar jenis usaha yang ada dan dikembangkan masyarakat adalah usaha kecil dan menengah.e. furniture. management.com and www. tourism is very sensitive to issues of country save for example when Bali Bombing happened.. 2010. CV. Ekonomi kerakyatan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap para pelaku ekonomi kecil dan menengah yang selama ini terlupakan. the Bali tourism’s activities was also stormed.

perhiasan emas perak di desa Celuk. 52-62 kembangnya sektor-sektor lainnya.595. et. warna. baik dalam hal bentuk. Kabupaten Gianyar sebagai pusat kerajinan daerah Bali sejak puluhan tahun yang lalu telah membentuk sentra-sentra kerajinan. 2010. Hasil wawancara dengan Direktur CV. estetika dan filosofis. Hal ini menyebabkan . Sebagai pionir kerajinan bambu di desa Belega adalah CV Mangku Bambu yang mulai mengusahakan kerajinan furniture bambu pada tahun 1970-an sehingga saat ini desa tersebut telah menjadi sentra furniture bambu di Bali.910 38. Rancangan produk seni kerajinan tersebut di samping harus mampu diciptakan.98 2002 4. tarian dan karya seni lainnya pada awalnya dikreasikan dengan tujuan kepentingan upacara/ritual Hindu oleh masyarakat Bali yang mempunyai bakat alam dalam bidang seni.550 43.18 14.279. menjadi sangat populer di kalangan pemerintah maupun masyarakat pengerajin sejalan dengan digulirkannya otonomi daerah. seperti ukiran batu di desa Singapadu. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. ukiran.al. B.372.950.95 7. 1(1). Realisasi ekspor kerajinan furniture bambu daerah Bali 2001-2003 TAHUN VOLUME NILAI % DARI TOTAL (pcs) (USD) EKSPOR 2001 2. Mangku Bambu. bentuk dan kualitas hasilnya.263.968.375. SUMBER INSPIRASI Karya seni masyarakat Bali seperti kerajinan. Tabel 1. 2004 Pelayanan jasa maupun penyediaan barang.54 I Ketut Widnyana. lukisan di desa Ubud.55 9. Sehingga produk yang dihasilkan mempunyai nilai kreativitas tinggi atau dikatakan oleh masyarakat Bali bahwa hasil kreasi tersebut ”metaksu” (mempunyai roh) dengan penampilan yang sangat estetis. Kelesuan usaha yang dialami terutama dengan adanya peristiwa bom Bali perlu segera digairahkan kembali dengan kerjasama dan pembinaan dari pemerintah (Dikti) melalui Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Universitas Mahasaraswati Denpasar. juga hendaknya mempunyai peluang bersaing sesuai dengan kebutuhan pasar. Dari berbagai survei yang dilakukan diperoleh hasil bahwa penyediaan barang kerajinan furniture bambu masih perlu untuk ditingkatkan baik jumlah.301 36. salah satu satunya adalah industri kecil dan menengah diantaranya industri kerajinan furniture bambu.82 2003 8. ukuran. sangat mengharapkan adanya pembinaan UKM yang dilakukan oleh Dikti untuk memperbaiki mutu dan meningkatkan produksi kerajinannya sehingga dapat meningkatkan volume ekspor. utamanya barang seni kerajinan yang dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan masyarakat maupun pendapatan asli daerah (PAD). sehingga mampu melayani atau memenuhi kebutuhan konsumen. War Bambu dan CV. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah membantu UKM untuk meningkatkan kemampuan produksinya secara kuantitas maupun kualitas sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor dan secara tidak langsung meningkatkan devisa negara.14 Sumber: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Bali.993.. jenis. lukisan. dan kerajinan furniture bambu di desa Belega. jenis bahan.207.

Pembangunan Instalasi dan Pelatihan Pengawetan Bambu Teknologi pengawetan dengan system “Vertical Soak Diffusion” telah teruji dan layak digunakan oleh pengusaha bambu1. et. drum.55 I Ketut Widnyana. 2010. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. permintaan akan produk seni semakin meningkat (demikian juga furniture bambu). 1. mesin pelobang bambu. dan pipa. pelatihan. sementara pelaku seni (UKM) hanya mengandalkan pembuatannya secara manual.. bak air. 52-62 masyarakat dari berbagai belahan dunia sangat menyukai apapun produk hasil kreasi tersebut sehingga lambat laun terjadi pergeseran manfaat dari hanya terbatas untuk kepentingan ritual menjadi manfaat untuk meningkatkan perekonomian pelakunya. C. dan beberapa buku pedoman. Tentu saja akibatnya kemampuan produksi tidak sebanding dengan kebutuhan pasar yang terus meningkat. Konsumen merasa puas dan kepercayaannya meningkat sehingga terjadi hubungan bisnis yang berkesinambungan. pompa air. 1(1). Alat-alat yang diperlukan pada instalasi pengawetan tersebut antara lain: bangunan instalasi. Instalasi pengawetan VSD ditampilkan pada Gambar 1 Gambar 1. Seiring dengan perkembangan jaman. Di samping itu pembuatan secara manual menyebabkan produk mempunyai kualitas yang tidak seragam.al. mesin cuci bambu. . Instalasi Pengawetan bambu model Vertical Soak Diffusion. METODE Kegiatan vucer multi tahun(VMT) telah dilaksanakan selama tiga tahun yaitu dari tahun 2005 s/d 2007 terhadap UKM CV Mangku Bambu dan CV War Bambu yang berlokasi di desa Belega Kabupaten Gianyar – Bali. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu fisik berupa pembuatan inslalasi pengawetan bambu. produksi meningkat secara kualitas maupun kuantitas. Sedangkan kegiatan non fisik berupa: penyuluhan. dan pendampingan. Permasalahan yang dihadapi oleh UKM tersebut perlu segera mendapatkan solusi yang tepat dimana hasil akhirnya adalah UKM menjadi lebih tangguh. serta bahan-bahan pengawetnya adalah borax dan borix acid.

diameter bambu. 4. 1(1). Berbagai kendala yang terjadi apabila tidak diadakan sortasi adalah memperlambat pengerjaan produk. Hal ini akan memberikan kesadaran pada UKM dan masyarakat sekitarnya. pembersihan lahan. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. et. tetapi juga fungsi lainnya seperti: menyimpan air tanah. Bambu berumur 6 bulan 3. Gambar 2. pemeliharaan. Penyuluhan Tentang Bambu UKM diberikan pemahaman mengenai: penanaman. panjang ruas. dan tingkat kelurusan batang bambu. ketebalan daging bambu. Hal ini diperlukan karena manfaat bambu yang begitu besar dalam keseharian masyarakat Bali sehingga kepedulian tentang pentingnya keberadaan bambu semakin meningkat. sirkulasi oksigen. 2. menjaga erosi. kematangan bambu. dan kualitas lingkungan hidup dapat semakin ditingkatkan. rendahnya nilai estetika produk yang berujung pada kualitas produk Gambar 3. Teknik sortasi dilakukan berdasarkan: jenis bambu. kesuburan tanah.al. Bibit dibuat khususnya dari jenis bambu yang dapat dimanfaatkan untuk furniture seperti bambu hitam dan bambu tutul. Pelatihan Teknik Sortasi Bambu Sortasi/pemilihan bambu sangat perlu dilakukan dalam upaya mendapatkan keseragaman bahan baku sehingga bambu dapat dimanfaatkan dengan maksimal sesuai dengan jenis dan desain furniture yang akan diproduksi (Gambar 3). dan terutama berkaitan dengan luasan areal. 52-62 Pelatihan untuk memanfaatkan teknologi tersebut dilakukan dengan mendatangkan instruktur yang profesional selama satu bulan.56 I Ketut Widnyana. Pada akhir pelatihan. pembuatan lubang tanam dan lain-lain2-3. bukan hanya sebagai bahan baku furniture. . transportasi. Pembibitan dan Penanaman Bambu Pembibitan bambu dilakukan dengan pertimbangan seperti: ketersediaan air penyiraman. penanganan paska panen. sehingga hasil akhirnya bahan baku furniture tersedia. Untuk mendapatkan bibit yang bagus maka dilakukan perawatan bibit sampai bibit bambu tersebut siap ditanam minimal telah berumur 3 bulan (Gambar 2). Latihan Sortasi bambu yang rendah. 2010.. pemanenan. sarana upacara dan lain-lainnya. diadakan evaluasi teori dan praktek tingkat keterampilan yang sudah dicapai yaitu mereka ditugaskan untuk membuat campuran bahan pengawet dan melaksanakan pengawetannya sendiri.

sehingga pesanan dapat diselesaikan tepat waktu. 6. Salah satu kendalanya adalah belum diketahuinya parameter apa saja yang harus dipenuhi untuk memenuhi standar kualitas yang sesuai dengan harapan buyers. finishing dan . Mesin pencuci Bambu Gambar 6. Pada akhir pelatihan peserta dievaluasi kemampuannya dalam menggunakan peralatan tersebut. Selama ini UKM belum menerapkan system quality control terhadap produk furniturenya. 7. Pelatihan Desain Furniture Gambar 4. dan mesin pencuci bambu (Gambar 5). 52-62 5. Pembuatan Parameter Penjaminan Mutu (Quality Control Furniture). 2010. estetika. Untuk itu UKM sangat perlu dibuatkan suatu sistem standar dalam menentukan Quality control tersebut dengan memandang dari berbagai aspek seperti. 1(1). Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. UKM juga diberikan pelatihan untuk dapat memanfaatkan peralatan tersebut secara maksimal. desain. et. Jenis peralatan yang dusahakan adalah : mesin pelobang (Gambar 4). kualitas bahan baku. Pelatihan desain bambu UKM diberikan pelatihan-pelatihan desain untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mendesain furniture sehingga mampu menghasilkan desain furniture dengan ciri khas lokal. berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pasar ekspor (Gambar 6). Mesin pelobang bambu Gambar 5..al. penampilan. Untuk itu didatangkan instruktur yang profesional dengan latar belakang pendidikan Seni Rupa Jurusan Desain Kriya. Peralatan dan Pelatihan untuk Mempercepat Proses Produksi UKM dibantu mandapatkan alat/mesin yang dapat mempercepat proses produksi. kekuatan.57 I Ketut Widnyana.

52-62 sebagainya yang dapat dikuantitatifkan dengan validasi yang tinggi dan rasional. Pemanfaatan PPIC akan sangat membantu UKM dalam merencanakan stok bahan baku agar ketersediaan bahan baku tidak menjadi penghambat dalam proses peduksi. tunjangan kesehatan. Alat ini sebenarnya masih bisa disempurnakan lagi apabila ditujukan untuk dipasarkan secara luas. Hubungan yang harmonis antara karyawan dan pihak perusahaan hanya terjadi apabila kedua pihak mendapatkan sesuatu yang menjadi harapannya.3 kali kecepatan manual. Kesepakatan Kerja dan Peraturan Rumah Tangga Perusahaan Karyawan berhak mendapatkan kenyamanan dalam pekerjaan. seperti penghasilan yang memadai. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. stok barang jadi dan lain lainnya. Adanya pembukuan yang baik maka UKM akan dapat mengevaluasi kinerja perusahan. termasuk juga mengetahui keuntungan riil dalam periode waktu tertentu. Alat pencuci bambu mempunyai keunggulan dapat mempercepat proses pencucian sekitar 2. Alat pelobang bambu mempunyai keunggulan mempercepat pelobangan ruas bambu sampai 3 (tiga) kali kecepatan manual dengan tingkat kesempurnaan alat yang cukup tinggi sehingga hampir tidak ada kelemahannya. 9. Kesepakatan tersebut tersebut dapat berupa aturan rumah tangga perusahaan (House of rule) ataupun dalam bentuk kesepakatan lainnya. Pameran dengan memajang produk yang diunggulkan dan menjadi ciri khas perlu dilakukan untuk dapat berhadapan langsung dengan calon pelanggan.. 11. peralatan yaang ada. Disamping itu UKM akan dapat mengetahui aset ataupun kekayaan mereka. KARYA UTAMA Karya utama dari kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1.58 I Ketut Widnyana. et. Pembenahan System Administrasi/Pembukuan Kelemahan UKM dalam system administrasi merupakan salah satu penyebab perkembangannya terhambat sehingga tidak mencapai kemajuan seperti yang diinginkan.al. 2. upah lembur yang jelas dan sebagainya. D. . dimana kelemahannya adalah sikat pencucinya perlu diganti sewaktu-waktu bila daya cengkramnya sudah melemah. Di pihak UKM juga berhak mendapat karyawan yang rajin dan berdedikasi tinggi. Pembuatan Website dan Pameran Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mendapatkan pelanggan sebanyak mungkin adalah pembuatan website usaha agar pembeli dari berbagai penjuru dunia dapat melihat usaha dan produk yang dihasilkan secara on line. 8. PPIC (Product Planning Inventory Control) Pada kegiatan ini UKM dibantu untuk merencanakan tata pengaturan stok bahan baku dengan memanfaatkan model yang dituangkan dalam petunjuk program PPIC. Alat pelobang bambu dapat disempurnakan lagi untuk tujuan pemasaran secara luas. 1(1). UKM juga dilatih menginput data produksi dan data lain yang diperlukan melalui pelatihan-pelatihan sehingga dapat memanfaatkan program tersebut dengan baik. 10. 2010.

(Gambar 7b). 2010. 52-62 3. maka dengan alat yang dibuat pelobangan akan selesai dalam 1 (satu) hari (Gambar 8b). . Dibutuhkan waktu 10-14 hari agar pengawetan berjalan maksimal. Kendalanya adalah bahan kimia pengawetnya (borax dan borix acid) sering sulit didapatkan sebab masih bersifat impor.59 I Ketut Widnyana. Sebelum batang bambu diberi larutan pengawet. . maka ruas bambu harus dilobangi dengan menyisakan penyekat ruas terakhir. dimana untuk 1 (satu) truk (250 batang) biasanya selesai dalam 3 hari. 1(1). Pencucian bambu secara konvensional tidak efiisien air. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. Alat pencuci bambu mampu mempercepat proses pencucian bambu sehingga lebih efisien air.. maka pelobangan menghabiskan waktu sekitar 5 menit dengan 2 orang tenaga kerja. Pelobangan batang bambu dengan cara manual sangat sulit dan membutuhkan waktu yang cukup banyak (Gambar 8a). waktu dan tenaga kerja Peningkatan produksi juga dilakukan dengan membuat alat/mesin untuk pelobang bambu yang praktis namun sangat membantu mempercepat pelobangan tersebut. waktu dan tenaga kerja Gambar 7b. Instalasi pengawetan bambu “Vertical Soak Diffution” merupakan teknik pengawetan bambu dengan posisi berdiri dan penetrasi larutan pengawet diharapkan terjadi secara grafitasi.al. E. Gambar 7a. ULASAN KARYA Pencucian batang bambu dengan diameter yang lebar (>10cm) seperti bambu petung cukup sulit dilakukan dan membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang cukup banyak. sementara dengan alat pelobang yang dibuat. Untuk melobangi ruas bambu petung dibutuhkan waktu sekitar 15 menit oleh 2 orang tenaga kerja. Dengan alat pencuci bambu maka pencucian satu batang bambu hanya membutuhkan waktu maksimal 10 menit dengan 2 orang tenaga kerja. Pencucian batang bambu secara manual membutuhkan waktu sekitar 30 menit dan dikerjakan dengan 3 orang tenaga kerja. et. Untuk mengatasi kesulitan tersebut maka dibuatkan alat pencuci bambu5-7 dengan kinerja yang cukup baik sehingga pencucian bambu berlangsung lebih cepat dengan tenaga kerja yang lebih sedikit. dan harus dilakukan dengan menggunakan air yang banyak (Gambar 7a).

Gambar 9. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. Pengawetan dengan system “Vertical Soak Diffution” merupakan teknik yang mampu mengatasi hama dan jamur pada bambu (Gambar 9). sebab beberapa kejadian furniture dikembalikan diakibatkan adanya serangan hama bubuk dan jamur. Proses pelobangan ruas bambu secara manual tidak praktis dan tidak efisien tenaga kerja Gambar 8b.al.4. Alat pelobang ruas bambu dengan kinerja yang praktis dan efisen waktu Pengawetan bahan baku (bambu) merupakan hal yang mutlak dalam menjaga kualitas produk. Metode pengawetan ini diadopsi dari metode “Vertical Soak Diffution” yang sudah dilakukan di Yayasan Bambu Lingkungan Lestari. 2010. KESIMPULAN Dari kegiatan yang sudah dilakukan selama tiga tahun maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. 52-62 Gambar 8a.8. dan setelah pemakaian terakhir maka senyawa yang dikandung tidak berbahaya terhadap lingkungan.60 I Ketut Widnyana. 2. Model instalasi pengawetan bambu dengan metode “Vertical Soak Diffution” F. 1(1).. et. Kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dimana telah terjalin kerjasama kemitraan antara tim LPPM Unmas dengan UKM yang dibina. Instalasi ini menggunakan pengawet dari senyawa borax dan borix acid yang dapat digunakan secara berulang-ulang sebanyak lima kali. Pendampingan yang diberikan kepada UKM telah memberikan motivasi kepada UKM untuk tetap tangguh dalam menghadapi persaingan global ditunjukkan . Ubud Bali1.

Bambu untuk Kehidupan Masa Kini.Kumar. Instruction Manual on Small Machines for Bamboo.. 1994.. Bambu. DAMPAK DAN MANFAAT KEGIATAN Kebanyakan usaha industri kecil dan menengah di Bali mempunyai kelemahan dimana pembukuan dibuat secara sederhana sehingga tidak dapat diketahui berapa keuntungan usaha yang didapat dalam periode waktu tertentu. AG. 1(1). 1987. pembukuan sudah lebih sempurna dan sudah terkomputerisasi. Bamboo Preservation Compedium. 1999. E.al. Yayasan Bambu Lingkungan Lestari.61 I Ketut Widnyana. Indian Institute of Technology Bombay Mumbai. et. kenyataan ini sangat membanggakan sebab pada saat yang sama banyak UKM sejenis yang gulung tikar sebagai dampak beruntun dari peristiwa bom Bali I dan II dan dilanjutkan dengan krisis moneter yang terjadi secara global H. 1994. Anon. Petunjuk Kerja Pengawetan Bambu dengan Sistem Boucherie. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. Yayasan Bambu Lingkungan Lestari. Industrial Design Centre. Kelemahan lainnya UKM belum menganggap bahwa karyawan merupakan aset dari UKM. Ubud. First edition Liese W... A. Instruction Manual. The Growing and Use of Clumping Bambus. Kangaroo Press. Anon.. Bamboo Toolkit. Disamping itu dalam pemasaran yang dilakukan masih sebatas menunggu pesanan. and S. DAFTAR PUSTAKA (1) (2) (3) (4) (5) Garland. Dalam hal membantu meluaskan pemasaran maka UKM telah dibuatkan website. 2003. Shinde. Prabowo. Sentuhan teknologi telah mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi dan sangat diperlukan oleh UKM. Bali-Indonesia. Sebuah Pendekatan Multi Media. Centre for Indian Bambu Resource and Technology. Nagar. Perkembangan perekonomian UKM mitra tetap stabil dalam kurun waktu pendampingan . Pembenahan dan pendampingan secara kontinyu dalam sistem administrasi telah mambatu meningkatkatkan manajerial dan kemajuan perusahaan. L. Vertical Soak Diffusiion. Cara Mengawetkan Bambu. 2003.. K. V. Karir karyawan menjadi jelas dan mengarahkan karyawan dapat bekerja lebih maksimal setelah dibuatkan kesepakatan kerja bersama antara karyawan dengan pemilik UKM. 2001. 2001. 52-62 dengan omzet UKM yang meningkat sehingga siklus perusahaan berjalan baik. Industrial Design Centre. and A. Indian Institute of Technology Mumbai Cusack. Sumarna. Angkasa Publisher. Petunjuk untuk Pelatih. Bamboo World. 4. (6) (7) (8) . Rao.Technical Report 1. 2010. Ubud. Environmental Bambu Foundation. Dengan pendampingan yang dilakukan selama tiga tahun.. G. 3.

2010. (5) Bapak Made Wijaya dan keluarga sebagai direktur CV Mangku Bambu atas kerjasamanya. PERSANTUNAN Tim VMT Fakultas Pertanian dan Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Mahasaraswati Denpasar (LPPM Unmas Denpasar) menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada: (1) Dirjen Dikti c/q Direktur P2M dan Kasubdit Pengabdian Masyarakat atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan sehingga kegiatan VMT dapat terlaksana dengan baik. dan (8) Rekan-rekan lainnya yang penuh perhatian. 52-62 I. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah.. et.62 I Ketut Widnyana. . 1(1). (6) Bapak Made Wardana dan keluarga sebagai direktur CV War Bambu atas kerjasamanya. (4) Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar atas motivasi dan fasilitas yang diberikan.al. (7) Rekan-rekan tim VMT atas segenap kerjasama dan bantuannya yang tidak terhingga. (2) Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar atas dorongan dan kepercayaannya. (3) Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Mahasaraswati Denpasar atas pengarahan dan bimbingannya.