52

I Ketut Widnyana, et.al., Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah, 1(1), 2010, 52-62

PEMBERDAYAAN PENGERAJIN FURNITURE BAMBU DALAM USAHA PENINGKATAN JUMLAH SERTA MUTU EKSPOR KERAJINAN BAMBU DI KABUPATEN GIANYAR BALI.* I Ketut Widnyana, Made Budiasa, Putu Sujana Kegiatan VMT (Vucer Multi Tahun tahun 2005-2007) Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar Email : ketutwidnyana@yahoo.com Ringkasan Eksekutif Potensi UKM di Bali cukup besar sebagai salah satu penyumbang devisa negara, khususnya industri furniture telah menyumbangkan sekitar 15% dari total eksport daerah Bali. Kebesaran nama Bali membawa dampak positif terhadap kunjungan wisatawan domestik maupun manca Negara serta sangat menunjang perkembangan industry kerajinan. Namun pariwisata sangat rentan terhadap isu keamanan sehingga adanya peristiwa bom Bali sangat mengguncangkan kepariwisataan Bali, demikian juga industri kerajinan daerah Bali terpuruk dan berada pada titik yang sangat lemah.Upaya konstruktif perlu dilakukan dalam membantu UKM agar tetap tangguh dalam menjalankan usahanya, sebab disamping mereka sebagai penghasil devisa juga membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan tenaga kerja. Pembenahan pada UKM dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari penanganan bahan baku, proses produksi,manajemen usaha sampai pemasaran yang berkesinambungan. Dua UKM dipilih untuk bersinergi dalam waktu tiga tahun dalam bentuk program Vucer Multi Tahun yaitu CV.Mangku Bambu dan CV.War Bambu yang keduanya berlokasi di desa Belega Bone – Gianyar Bali. Dari hasil observasi dan koordinasi dengan kedua UKM, maka ditentukan kegiatan selama tiga tahun meliputi penanaman bibit bambu, pembuatan instalasi pengawetan bambu VSD “vertical soak diffusion”, pembuatan mesin pencuci bambu, mesin pelobang bambu, teknik sortasi bambu, pelatihan desain, pelatihan dan pendampingan sistem administrasi usaha, manajemen, dan usaha meningkatkan pemasaran melalui pameran dan pembuatan website. Hasil dari kegiatan yang dilakukan adalah penanaman 200 pohon bambu dengan keberhasilan 80% tumbuh, 2 unit instalasi pengawetan bambu VSD “vertical soak diffusion”dengan kapasitas pengawetan 100 batang per minggu, 2 unit mesin pencuci bambu dengan kapasitas 5 mnt/btg/2 orang tenaga , mesin pelobang bambu dengan kapasitas 2 menit/btg/2orang, pedoman teknik sortasi bambu, 4 desain furniture, komputerisasi sistem administrasi , kesepatan kerja manajemen dan karyawan, pameran dan website www.mangkubambu.com dan www.warbambu.com. Kemampuan produksi meningkat 80% dan jumlah karyawan meningkat 20%. Kata kunci : pemberdayaan, bambu, furniture, mutu ekspor Executive Summary Small and middle enterprises in Bali have great potential as one of our country foreign exchange gainers, particularly furniture industries had gained about 15% of the Bali’s total export. The great well known name of Bali has influenced positively to the visits of domestic as well as foreign tourists and it supports highly

until market sustainability.War Bambu which both located in Belega Bone Village. Keywords: empowerment. making a hole maker machine. Gianyar Bali. Keberhasilan di sektor pembangunan pariwisata memberi motivasi bertumbuh . et. However. tourism is very sensitive to issues of country save for example when Bali Bombing happened. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 1. furniture. Daerah Bali merupakan salah satu Propinsi di Indonesia yang telah lama melaksanakan konsep ekonomi kerakyatan dengan bertumpu pada aktivitas usaha skala kecil dan menengah.e. business management. (8) a work agreement between management and worker.com and www. banyak usaha kerajinan bambu yang semula hanya dijadikan kerja sampingan telah mulai menjadi mata pencaharian pokok masyarakat Bali. dimana volume ekspor mencapai sekitar 10 % dari total ekspor daerah Bali. the Bali tourism’s activities was also stormed.al. Outcomes could be observed are (1) production enhancement about 80% and (2) worker number enhancement 20%. management.mangkubambu. Recovering the small and middle enterprises (SME) need to be done from upper course to downstream. (5) a guide book of bamboos sortation technique. Two SMEs were selected for synergetic cooperation along three years in form of Multiyear Vucer Program i. 52-62 the development of craft’s industries. making a bamboos wash machine. terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan pariwisata.53 I Ketut Widnyana. CV. terutama yang berorientasi ekspor karena memiliki kontribusi yang besar terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali. From the observation results and coordination with both craft enterprises. Ekonomi kerakyatan merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap para pelaku ekonomi kecil dan menengah yang selama ini terlupakan. they also help government to solve unemployment problems. 2010. training of craft design. export quality A. making a preservation installation with method of VSD “vertical soak diffusion”. training and assisting of business administration system.warbambu. Constructive efforts need to do in order to help the small and middle enterprises to become exist in running their business because instead of foreign exchange producers. the activity conducted in three years included: bamboos planting. 1(1).. (9) exhibition and websites www.com. PENDAHULUAN Salah satu perkembangan terbaru dalam perekonomian Indonesia adalah masalah pemberdayaan usaha kecil dan menengah dalam rangka melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. (4) one bamboos hole maker machine in capacity of 2 minutes/stem/2 workers. Sejak tahun 1990. (3) two units of bamboos wash machines in capacity of 5 minutes/stem/2 workers. Minimnya sumber daya alam daerah Bali membuat sebagian besar jenis usaha yang ada dan dikembangkan masyarakat adalah usaha kecil dan menengah. (2) two installation units of bamboos preservation with method of VSD “vertical soak diffusion” in capacity of 100 stems per week. making bamboos sortation system. bamboos. from raw materials to production processes. (7) computerization of administration system. (6) 4 furniture designs. and efforts in enhancing markets though exhibition and website Outputs of the activity are (1)successful planting of 200 bamboos trees up to 80% life. Mangku Bambu and CV. hence craft industries were also collapse.

Sehingga produk yang dihasilkan mempunyai nilai kreativitas tinggi atau dikatakan oleh masyarakat Bali bahwa hasil kreasi tersebut ”metaksu” (mempunyai roh) dengan penampilan yang sangat estetis. Realisasi ekspor kerajinan furniture bambu daerah Bali 2001-2003 TAHUN VOLUME NILAI % DARI TOTAL (pcs) (USD) EKSPOR 2001 2. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah membantu UKM untuk meningkatkan kemampuan produksinya secara kuantitas maupun kualitas sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor dan secara tidak langsung meningkatkan devisa negara.375. baik dalam hal bentuk.. seperti ukiran batu di desa Singapadu. salah satu satunya adalah industri kecil dan menengah diantaranya industri kerajinan furniture bambu. lukisan. SUMBER INSPIRASI Karya seni masyarakat Bali seperti kerajinan. Hal ini menyebabkan . utamanya barang seni kerajinan yang dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan masyarakat maupun pendapatan asli daerah (PAD). jenis. sehingga mampu melayani atau memenuhi kebutuhan konsumen. 52-62 kembangnya sektor-sektor lainnya. War Bambu dan CV. Rancangan produk seni kerajinan tersebut di samping harus mampu diciptakan. tarian dan karya seni lainnya pada awalnya dikreasikan dengan tujuan kepentingan upacara/ritual Hindu oleh masyarakat Bali yang mempunyai bakat alam dalam bidang seni. Kabupaten Gianyar sebagai pusat kerajinan daerah Bali sejak puluhan tahun yang lalu telah membentuk sentra-sentra kerajinan. Hasil wawancara dengan Direktur CV. warna.968.550 43.207. Mangku Bambu.54 I Ketut Widnyana.372.55 9. jenis bahan. menjadi sangat populer di kalangan pemerintah maupun masyarakat pengerajin sejalan dengan digulirkannya otonomi daerah.82 2003 8. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. ukiran.993. juga hendaknya mempunyai peluang bersaing sesuai dengan kebutuhan pasar.279. sangat mengharapkan adanya pembinaan UKM yang dilakukan oleh Dikti untuk memperbaiki mutu dan meningkatkan produksi kerajinannya sehingga dapat meningkatkan volume ekspor.263.595. estetika dan filosofis. 2004 Pelayanan jasa maupun penyediaan barang. bentuk dan kualitas hasilnya.301 36.950. perhiasan emas perak di desa Celuk. Dari berbagai survei yang dilakukan diperoleh hasil bahwa penyediaan barang kerajinan furniture bambu masih perlu untuk ditingkatkan baik jumlah. lukisan di desa Ubud. Kelesuan usaha yang dialami terutama dengan adanya peristiwa bom Bali perlu segera digairahkan kembali dengan kerjasama dan pembinaan dari pemerintah (Dikti) melalui Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Universitas Mahasaraswati Denpasar. et. 2010.al.98 2002 4.14 Sumber: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Bali. dan kerajinan furniture bambu di desa Belega.95 7. ukuran. 1(1). Tabel 1. Sebagai pionir kerajinan bambu di desa Belega adalah CV Mangku Bambu yang mulai mengusahakan kerajinan furniture bambu pada tahun 1970-an sehingga saat ini desa tersebut telah menjadi sentra furniture bambu di Bali.18 14.910 38. B.

pelatihan. et. 1(1). Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. sementara pelaku seni (UKM) hanya mengandalkan pembuatannya secara manual. mesin cuci bambu. dan pendampingan. Konsumen merasa puas dan kepercayaannya meningkat sehingga terjadi hubungan bisnis yang berkesinambungan. Pembangunan Instalasi dan Pelatihan Pengawetan Bambu Teknologi pengawetan dengan system “Vertical Soak Diffusion” telah teruji dan layak digunakan oleh pengusaha bambu1. Seiring dengan perkembangan jaman. permintaan akan produk seni semakin meningkat (demikian juga furniture bambu). 52-62 masyarakat dari berbagai belahan dunia sangat menyukai apapun produk hasil kreasi tersebut sehingga lambat laun terjadi pergeseran manfaat dari hanya terbatas untuk kepentingan ritual menjadi manfaat untuk meningkatkan perekonomian pelakunya. METODE Kegiatan vucer multi tahun(VMT) telah dilaksanakan selama tiga tahun yaitu dari tahun 2005 s/d 2007 terhadap UKM CV Mangku Bambu dan CV War Bambu yang berlokasi di desa Belega Kabupaten Gianyar – Bali. dan pipa. mesin pelobang bambu. Sedangkan kegiatan non fisik berupa: penyuluhan. Di samping itu pembuatan secara manual menyebabkan produk mempunyai kualitas yang tidak seragam. 1. Alat-alat yang diperlukan pada instalasi pengawetan tersebut antara lain: bangunan instalasi. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu fisik berupa pembuatan inslalasi pengawetan bambu. Tentu saja akibatnya kemampuan produksi tidak sebanding dengan kebutuhan pasar yang terus meningkat.al. 2010. pompa air. drum. serta bahan-bahan pengawetnya adalah borax dan borix acid. Permasalahan yang dihadapi oleh UKM tersebut perlu segera mendapatkan solusi yang tepat dimana hasil akhirnya adalah UKM menjadi lebih tangguh. bak air.55 I Ketut Widnyana. Instalasi Pengawetan bambu model Vertical Soak Diffusion. dan beberapa buku pedoman. C.. Instalasi pengawetan VSD ditampilkan pada Gambar 1 Gambar 1. . produksi meningkat secara kualitas maupun kuantitas.

Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah.56 I Ketut Widnyana.. . Hal ini diperlukan karena manfaat bambu yang begitu besar dalam keseharian masyarakat Bali sehingga kepedulian tentang pentingnya keberadaan bambu semakin meningkat. pembuatan lubang tanam dan lain-lain2-3. transportasi.al. Pada akhir pelatihan. Pembibitan dan Penanaman Bambu Pembibitan bambu dilakukan dengan pertimbangan seperti: ketersediaan air penyiraman. bukan hanya sebagai bahan baku furniture. sarana upacara dan lain-lainnya. 52-62 Pelatihan untuk memanfaatkan teknologi tersebut dilakukan dengan mendatangkan instruktur yang profesional selama satu bulan. Teknik sortasi dilakukan berdasarkan: jenis bambu. kematangan bambu. rendahnya nilai estetika produk yang berujung pada kualitas produk Gambar 3. pemanenan. pemeliharaan. Pelatihan Teknik Sortasi Bambu Sortasi/pemilihan bambu sangat perlu dilakukan dalam upaya mendapatkan keseragaman bahan baku sehingga bambu dapat dimanfaatkan dengan maksimal sesuai dengan jenis dan desain furniture yang akan diproduksi (Gambar 3). Latihan Sortasi bambu yang rendah. panjang ruas. kesuburan tanah. Penyuluhan Tentang Bambu UKM diberikan pemahaman mengenai: penanaman. ketebalan daging bambu. diadakan evaluasi teori dan praktek tingkat keterampilan yang sudah dicapai yaitu mereka ditugaskan untuk membuat campuran bahan pengawet dan melaksanakan pengawetannya sendiri. sehingga hasil akhirnya bahan baku furniture tersedia. 2010. dan tingkat kelurusan batang bambu. 2. pembersihan lahan. 1(1). sirkulasi oksigen. diameter bambu. Gambar 2. Berbagai kendala yang terjadi apabila tidak diadakan sortasi adalah memperlambat pengerjaan produk. dan terutama berkaitan dengan luasan areal. dan kualitas lingkungan hidup dapat semakin ditingkatkan. Hal ini akan memberikan kesadaran pada UKM dan masyarakat sekitarnya. Bambu berumur 6 bulan 3. tetapi juga fungsi lainnya seperti: menyimpan air tanah. 4. Bibit dibuat khususnya dari jenis bambu yang dapat dimanfaatkan untuk furniture seperti bambu hitam dan bambu tutul. et. penanganan paska panen. menjaga erosi. Untuk mendapatkan bibit yang bagus maka dilakukan perawatan bibit sampai bibit bambu tersebut siap ditanam minimal telah berumur 3 bulan (Gambar 2).

et. berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pasar ekspor (Gambar 6). Mesin pelobang bambu Gambar 5. 52-62 5. UKM juga diberikan pelatihan untuk dapat memanfaatkan peralatan tersebut secara maksimal. desain.57 I Ketut Widnyana. penampilan. 1(1). Untuk itu UKM sangat perlu dibuatkan suatu sistem standar dalam menentukan Quality control tersebut dengan memandang dari berbagai aspek seperti. sehingga pesanan dapat diselesaikan tepat waktu.al. Jenis peralatan yang dusahakan adalah : mesin pelobang (Gambar 4). estetika.. 6. Peralatan dan Pelatihan untuk Mempercepat Proses Produksi UKM dibantu mandapatkan alat/mesin yang dapat mempercepat proses produksi. Salah satu kendalanya adalah belum diketahuinya parameter apa saja yang harus dipenuhi untuk memenuhi standar kualitas yang sesuai dengan harapan buyers. dan mesin pencuci bambu (Gambar 5). 7. Pada akhir pelatihan peserta dievaluasi kemampuannya dalam menggunakan peralatan tersebut. Pelatihan Desain Furniture Gambar 4. Pembuatan Parameter Penjaminan Mutu (Quality Control Furniture). kekuatan. finishing dan . kualitas bahan baku. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. Pelatihan desain bambu UKM diberikan pelatihan-pelatihan desain untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mendesain furniture sehingga mampu menghasilkan desain furniture dengan ciri khas lokal. Mesin pencuci Bambu Gambar 6. 2010. Untuk itu didatangkan instruktur yang profesional dengan latar belakang pendidikan Seni Rupa Jurusan Desain Kriya. Selama ini UKM belum menerapkan system quality control terhadap produk furniturenya.

3 kali kecepatan manual. seperti penghasilan yang memadai. peralatan yaang ada.58 I Ketut Widnyana. Pembuatan Website dan Pameran Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mendapatkan pelanggan sebanyak mungkin adalah pembuatan website usaha agar pembeli dari berbagai penjuru dunia dapat melihat usaha dan produk yang dihasilkan secara on line. Hubungan yang harmonis antara karyawan dan pihak perusahaan hanya terjadi apabila kedua pihak mendapatkan sesuatu yang menjadi harapannya. 52-62 sebagainya yang dapat dikuantitatifkan dengan validasi yang tinggi dan rasional. D. Alat pelobang bambu mempunyai keunggulan mempercepat pelobangan ruas bambu sampai 3 (tiga) kali kecepatan manual dengan tingkat kesempurnaan alat yang cukup tinggi sehingga hampir tidak ada kelemahannya.al. Di pihak UKM juga berhak mendapat karyawan yang rajin dan berdedikasi tinggi. 11. 10.. Pameran dengan memajang produk yang diunggulkan dan menjadi ciri khas perlu dilakukan untuk dapat berhadapan langsung dengan calon pelanggan. Pemanfaatan PPIC akan sangat membantu UKM dalam merencanakan stok bahan baku agar ketersediaan bahan baku tidak menjadi penghambat dalam proses peduksi. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. upah lembur yang jelas dan sebagainya. Alat pencuci bambu mempunyai keunggulan dapat mempercepat proses pencucian sekitar 2. termasuk juga mengetahui keuntungan riil dalam periode waktu tertentu. Disamping itu UKM akan dapat mengetahui aset ataupun kekayaan mereka. stok barang jadi dan lain lainnya. Kesepakatan Kerja dan Peraturan Rumah Tangga Perusahaan Karyawan berhak mendapatkan kenyamanan dalam pekerjaan. et. KARYA UTAMA Karya utama dari kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1. PPIC (Product Planning Inventory Control) Pada kegiatan ini UKM dibantu untuk merencanakan tata pengaturan stok bahan baku dengan memanfaatkan model yang dituangkan dalam petunjuk program PPIC. 2010. 8. Alat ini sebenarnya masih bisa disempurnakan lagi apabila ditujukan untuk dipasarkan secara luas. . 9. Pembenahan System Administrasi/Pembukuan Kelemahan UKM dalam system administrasi merupakan salah satu penyebab perkembangannya terhambat sehingga tidak mencapai kemajuan seperti yang diinginkan. 1(1). Kesepakatan tersebut tersebut dapat berupa aturan rumah tangga perusahaan (House of rule) ataupun dalam bentuk kesepakatan lainnya. dimana kelemahannya adalah sikat pencucinya perlu diganti sewaktu-waktu bila daya cengkramnya sudah melemah. UKM juga dilatih menginput data produksi dan data lain yang diperlukan melalui pelatihan-pelatihan sehingga dapat memanfaatkan program tersebut dengan baik. tunjangan kesehatan. Alat pelobang bambu dapat disempurnakan lagi untuk tujuan pemasaran secara luas. Adanya pembukuan yang baik maka UKM akan dapat mengevaluasi kinerja perusahan. 2.

52-62 3. Pelobangan batang bambu dengan cara manual sangat sulit dan membutuhkan waktu yang cukup banyak (Gambar 8a). 2010. (Gambar 7b). . maka ruas bambu harus dilobangi dengan menyisakan penyekat ruas terakhir. E. Kendalanya adalah bahan kimia pengawetnya (borax dan borix acid) sering sulit didapatkan sebab masih bersifat impor. waktu dan tenaga kerja Peningkatan produksi juga dilakukan dengan membuat alat/mesin untuk pelobang bambu yang praktis namun sangat membantu mempercepat pelobangan tersebut. Untuk melobangi ruas bambu petung dibutuhkan waktu sekitar 15 menit oleh 2 orang tenaga kerja. maka dengan alat yang dibuat pelobangan akan selesai dalam 1 (satu) hari (Gambar 8b). Pencucian batang bambu secara manual membutuhkan waktu sekitar 30 menit dan dikerjakan dengan 3 orang tenaga kerja.al. maka pelobangan menghabiskan waktu sekitar 5 menit dengan 2 orang tenaga kerja. et. . Sebelum batang bambu diberi larutan pengawet. Alat pencuci bambu mampu mempercepat proses pencucian bambu sehingga lebih efisien air. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. Dibutuhkan waktu 10-14 hari agar pengawetan berjalan maksimal.59 I Ketut Widnyana. Dengan alat pencuci bambu maka pencucian satu batang bambu hanya membutuhkan waktu maksimal 10 menit dengan 2 orang tenaga kerja. ULASAN KARYA Pencucian batang bambu dengan diameter yang lebar (>10cm) seperti bambu petung cukup sulit dilakukan dan membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang cukup banyak. 1(1). dimana untuk 1 (satu) truk (250 batang) biasanya selesai dalam 3 hari. Gambar 7a.. waktu dan tenaga kerja Gambar 7b. sementara dengan alat pelobang yang dibuat. Untuk mengatasi kesulitan tersebut maka dibuatkan alat pencuci bambu5-7 dengan kinerja yang cukup baik sehingga pencucian bambu berlangsung lebih cepat dengan tenaga kerja yang lebih sedikit. Pencucian bambu secara konvensional tidak efiisien air. Instalasi pengawetan bambu “Vertical Soak Diffution” merupakan teknik pengawetan bambu dengan posisi berdiri dan penetrasi larutan pengawet diharapkan terjadi secara grafitasi. dan harus dilakukan dengan menggunakan air yang banyak (Gambar 7a).

52-62 Gambar 8a. Model instalasi pengawetan bambu dengan metode “Vertical Soak Diffution” F. Pendampingan yang diberikan kepada UKM telah memberikan motivasi kepada UKM untuk tetap tangguh dalam menghadapi persaingan global ditunjukkan .8.60 I Ketut Widnyana. dan setelah pemakaian terakhir maka senyawa yang dikandung tidak berbahaya terhadap lingkungan.al.4. et. 2. 2010.. Kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik dimana telah terjalin kerjasama kemitraan antara tim LPPM Unmas dengan UKM yang dibina. Gambar 9. Pengawetan dengan system “Vertical Soak Diffution” merupakan teknik yang mampu mengatasi hama dan jamur pada bambu (Gambar 9). Instalasi ini menggunakan pengawet dari senyawa borax dan borix acid yang dapat digunakan secara berulang-ulang sebanyak lima kali. Metode pengawetan ini diadopsi dari metode “Vertical Soak Diffution” yang sudah dilakukan di Yayasan Bambu Lingkungan Lestari. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. KESIMPULAN Dari kegiatan yang sudah dilakukan selama tiga tahun maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Proses pelobangan ruas bambu secara manual tidak praktis dan tidak efisien tenaga kerja Gambar 8b. sebab beberapa kejadian furniture dikembalikan diakibatkan adanya serangan hama bubuk dan jamur. Alat pelobang ruas bambu dengan kinerja yang praktis dan efisen waktu Pengawetan bahan baku (bambu) merupakan hal yang mutlak dalam menjaga kualitas produk. Ubud Bali1. 1(1).

Ubud. Indian Institute of Technology Mumbai Cusack. and S. Indian Institute of Technology Bombay Mumbai.. Petunjuk untuk Pelatih. Kelemahan lainnya UKM belum menganggap bahwa karyawan merupakan aset dari UKM. Dalam hal membantu meluaskan pemasaran maka UKM telah dibuatkan website. Disamping itu dalam pemasaran yang dilakukan masih sebatas menunggu pesanan. Ubud. K. 1(1). Nagar. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah. Bamboo World. A. The Growing and Use of Clumping Bambus. Yayasan Bambu Lingkungan Lestari. Prabowo. Bamboo Toolkit. 1999..Kumar. Dengan pendampingan yang dilakukan selama tiga tahun. 2010. Shinde. Petunjuk Kerja Pengawetan Bambu dengan Sistem Boucherie. Anon. Kangaroo Press. Sentuhan teknologi telah mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi dan sangat diperlukan oleh UKM.. and A. Anon.61 I Ketut Widnyana. 2003. First edition Liese W. Instruction Manual on Small Machines for Bamboo. 1987. 2003. Bamboo Preservation Compedium.al. Vertical Soak Diffusiion. G.. L. et. Pembenahan dan pendampingan secara kontinyu dalam sistem administrasi telah mambatu meningkatkatkan manajerial dan kemajuan perusahaan. (6) (7) (8) . 1994. E. 4. pembukuan sudah lebih sempurna dan sudah terkomputerisasi. Environmental Bambu Foundation. Cara Mengawetkan Bambu. Bambu untuk Kehidupan Masa Kini. AG. Instruction Manual. Bali-Indonesia. Sebuah Pendekatan Multi Media. 52-62 dengan omzet UKM yang meningkat sehingga siklus perusahaan berjalan baik. Yayasan Bambu Lingkungan Lestari. Industrial Design Centre. 3.Technical Report 1.. Sumarna. Bambu. Rao. kenyataan ini sangat membanggakan sebab pada saat yang sama banyak UKM sejenis yang gulung tikar sebagai dampak beruntun dari peristiwa bom Bali I dan II dan dilanjutkan dengan krisis moneter yang terjadi secara global H. V.. 1994. Industrial Design Centre. Karir karyawan menjadi jelas dan mengarahkan karyawan dapat bekerja lebih maksimal setelah dibuatkan kesepakatan kerja bersama antara karyawan dengan pemilik UKM. DAFTAR PUSTAKA (1) (2) (3) (4) (5) Garland. 2001.. 2001. Angkasa Publisher. DAMPAK DAN MANFAAT KEGIATAN Kebanyakan usaha industri kecil dan menengah di Bali mempunyai kelemahan dimana pembukuan dibuat secara sederhana sehingga tidak dapat diketahui berapa keuntungan usaha yang didapat dalam periode waktu tertentu. Perkembangan perekonomian UKM mitra tetap stabil dalam kurun waktu pendampingan . Centre for Indian Bambu Resource and Technology.

. dan (8) Rekan-rekan lainnya yang penuh perhatian. 52-62 I. PERSANTUNAN Tim VMT Fakultas Pertanian dan Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Mahasaraswati Denpasar (LPPM Unmas Denpasar) menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada: (1) Dirjen Dikti c/q Direktur P2M dan Kasubdit Pengabdian Masyarakat atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan sehingga kegiatan VMT dapat terlaksana dengan baik. (5) Bapak Made Wijaya dan keluarga sebagai direktur CV Mangku Bambu atas kerjasamanya.62 I Ketut Widnyana. (6) Bapak Made Wardana dan keluarga sebagai direktur CV War Bambu atas kerjasamanya. 2010. (3) Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Mahasaraswati Denpasar atas pengarahan dan bimbingannya. . (2) Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar atas dorongan dan kepercayaannya. (4) Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar atas motivasi dan fasilitas yang diberikan. (7) Rekan-rekan tim VMT atas segenap kerjasama dan bantuannya yang tidak terhingga. et. 1(1).al. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful