Desember19

KEBAHASAAN: KATA BERIMBUHAN
KATA BERIMBUHAN
Pengertian Kata berimbuhan adalah kata yang telah mengalami proses pengimbuhan atau (afiksasi). Imbuhan atau afiksasi adalah morfem terikat yang digunakan dalam bentuk dasar untuk membentuk kata. Hasil dari proses pengimbuhan itu disebut kata berimbuhan atau kata turunan. Jenis-jenis Imbuhan Imbuhan menurut posisinya terbagi ke dalam empat bentuk Awalan atau prefiks Contoh: meN-, ber-, di-, ter-, peN-, per-, se-, dan ke-. Sisipan atau infiks Contoh: -el, -er, -e-, dan –inAkhiran atau sufiks Contoh: -kan, -an, -I, dan –nya Konfiks atau simulfiks : berupa awalan dan akhiran yang pemakaiannya sekaligus. Contoh: ke-an, per-an, peN-an, ber-an, dan se-nya. Imbuhan yang diserap dalam bahasa asing.Imbuhan tersebut di antaranya sebagai berikut:
a. Dari bahasa Arab:-ah, -i.Fungsinya sebagai penbentuk atau penanda kata sifat.

1. 2. 3. 4.

Contohnya; manusiawi, alamiah, alami
b. Dari bahasa Sansekerta: -man, -wan, -wati,.Fungsinya sebagai pembentuk kata benda.

Contohnya, budiman, wartawan, pragawati.
c. Dari bahasa Inggris: -is, -if, -al. Fungsinya sebagai pembentuk kata sifat.

Contohnya, egois, deskriptif, formal Fungsi Imbuhan a. Membentuk kata benda, yakni peN-, pe-, per-, ke-, -isme, -wan, -sasi, -tas, peN-an, pe-an, per-an, dan ke-an. Contoh: pelaut, penyapu, wartawan, dll. b. Membentuk kata kerja, yakni me-, ber-, per-, ter-, di, -kan, ter-kan,dan di-i. Contohnya: melaut berlayar, terlihat diminum, bawakan, lempari, menaiki. c. Membentuk kata sifat,yakni –I, -wi,-iah, dan –is. Contohnya: manusiawi, duniawi, ilmiah, agamis d. Membentuk kata bilangan yakni se- dan ke-. Contohnya: sepuluh dan kedua. Penggunaan Imbuhan secara benar Awalan peNImbuhan peN- merupakan salah satu awalan yang pemakaiannya sangat produktif. Makna yang dikandung awalan peN- bermacam- macam antara lain: Menyatakan yang melakukan perbuatan. Contoh: penulis, & pembaca. Menyatakan pekerjaan. Contoh: pengusaha, pedagang. Menyatakan alat. Contoh: pengerat, penggaris Menyatakan memiliki sifat. Contoh: pemaklum, penggembira. Menyatakan penyebab. Contoh: pemanis, pemutih.

1) 2) 3) 4) 5)

/m/. 2. 3. bertiga. Contoh: bel + ajar = belajar 3) Apabila diikuti kata dasar selain yang disebutkan di atas.seperti pada contoh di atas merupakan pemakaian kalimat yang tidak baku. Contoh: beramal. 4. Kaidah imbuhan meN1.+ ambil meN. yakni me.ditambahkan pada kata dasar dengan fonem awal /l/. /ny/. 5.tetap tanpa perubahan.+ latih meN. Murid-murid sudah berkumpul di muka kelas Awalan meNApabila awalan me. /h/. mem-. Imbuhan meN. Pendapat kita memang berbeda 6. men. contoh berdua.mempunyai kaidah sebagai berikut: 1) Apabila diikuti kata dasar yang berawalan dengan huruf /r/ dan beberapa kata dasar yang suku pertamanya berakhir dengan /er/.+ khawatirkan mengambil mengelak mengalah mengharap mengkhawatirkan 2. maka ber. maka ber. /g/ . /y/. maka ber. bekerja 2) Apabila diikuti kata dasar ajar. berbau. Perhatikan kalimat berikut: 1. contoh: berbahagia.dihubungkan dengan kata dasar.menjadi be-. 1. Murid-murid sudah kumpul di muka kelas. /n/.Pemakaian Awalan berAwalan ber. /kh/ berubah menjadi mengContoh: meN. berhasil.apabila ditambahkan pada kata dasar berfonem awal vokal. Usahanya belum berhasil 5.+ elak meN. bentuknya berubah menjadi memeN. contoh: beratap. berkata. meng-.+ harap meN. /ng/.+ kalah meN. // /k/. dan meny-. berhati-hati. Hal tersebut antara lain merupkan unsur pengaruh dari bahasa daerah. Pendapat kita memang beda 3. Menggunakan contoh: bersepeda. /r/.+ makan melatih memakan . antara lain: Mempunyai. Dalam jumlah.menjadi bel-. Menyatakan sikap mental. Usahanya belum hasil. Contoh: ber + balik = berbalik Makna yang terkandung oleh awalan ber-. Dalam beberapa tulisan atau berbagai percakapan sering dijumpai pelesapan-pelesapan imbuhan ber-. atau /w/. 2. terjadi variasi bentuk. bersepatu Mengeluarkan contoh: bertelur. Kalimatkalimat tersebut seharusnya diucapkan: 4. beranak. Bentuk-bentuk tanpa ber. Jika imbuhan meN.

atau /f/. Jika meN.ditambahkan pada kata dasar berfonem awal /c/. meN.+ syukuri menjadi mensyukuri 6.adalah sebagai berikut: 1.+ satu meN.+ datang meN. Jika meN. menjual 2.+ bom meN. bentuknya berubah menjadi meny.. tulis karang cek ulangi menulis-nulis.ditambahkan pada kata dasar yang bersuku satu. /p/.+ nyatakan meN.+ yakinkan meN.+ rusak meN. proses peluluhan kata-kata yang berasal dari bahasa asing tidak berlaku.ditambahkan pada kata dasar yang berfonem awal /d/. jika kata dasar itu tidak asing lagi. bentuknya berubah menjadi menge-.meN.+ produksi memproduksi 8.+ babat meN.+ tanam mendatang menanam 4. menyabit . bentuknya berubah menjadi memmeN.+ nganga meN. atau /t/ bentuknya berubah menjadi menmeN. proses penggabungan mengikuti kaidah yang umum. dan /sy/. Jika dirasakan masih baru. /j/. Jika meN. karang-mengarang mengecek-ngecek mengulang-ulangi Makna awalan meN.+ fokuskan membabat memukul memfokuskan 5.+ pukul meN. Jika kata kerja berkata dasar tunggal direduplikasi.ditambahkan pada kata dasar berfonem awal /b/. kata dasarnya diulangi dengan mempertahankan peluluhan konsonan pertamanya.+ jadi meN. meN. Melakukan perbuatan.+ wabah menamai menyatakan menganga merusak meyakinkan mewabah 3.+ cek mengebom mengecek 7. Namun. /s/.+ namai meN. meN. Contoh: mengambil. tulis-menulis mengarang-ngarang.+ cari menyatu mencari meN. Jika meN. tindakan. Melakukan perbuatan dengan alat: Contoh: mengambil.

+ kerja pekerja 2. 5. Menyatakan akibat. ratusan. meluap Membuat kesan. menepi Mencari.atau kata dasarnya mulai dengan per. peluluhan tidak terjadi jika fonem /p/ adalah permulaan dari prefiks per. meN. contoh: sepermainan.diikuti oleh kata yang menunjukkan tempat. terambil. Menjadi atau dalam keadaan. membisu Menuju ke. contoh: terbawa. 4. Makna akhiran –an adalah sebagi berikut. 6. satuan. .+ pertinggi mempertinggi meN. pukulan. seenaknya. contoh: seeekor.tertentu. 3.+ pertaruhkan mempertaruhkan Penulisan yang benar untuk makna ‘membuat jadi lebih tinggi’ adalah mempertinggi atau meninggikan bukan mempertinggikan. jual = dijual Jika di. kubangan Menyatakan alat. 3. contoh: menurun. semaumu. selagi 1. Menyatakan waktu. pimpinan. Contoh: di. seisi. Awalan diAwalan di.berubah menjadi pel. contoh: tertutup.mengalami variasi-variasi makna. Sama-sama. Menyatakan tempat: contoh: pangkalan. hasil perbuatan: contoh: hukuman. contoh. Imbuhan per. maka penulisannya dipisah. terjatuh Paling/superlatif. 5. contoh: timbangan.+ ajar pelajar 1. Ketidaksengajaan. 4. contoh: mengalah. Tiba-tiba. ambil = diambil .bermakna suatu perbuatan yang pasif. Sama dengan. 2. contoh: setinggi. contoh: serumah.atau pe. yakni sebagai berikut: Satu. Namun. selebar. terbagus Awalan seAwalan se. contoh: teringat. seperjuangan. Awalan terImbuhan ter. 2. 1.menyatakan makna sebagai berikut: Sudah di. manisan.3.contoh: mendamar ** Fonem /p/ menjadi luluh ke dalam fonem /m/. 4. 3.apabila ditambahkan pada bentuk dasar ajar per. Awalan per1. balasan. 4. Awalan –an Pada umumnya akhiran –an membentuk kata benda misalnya. terbuka. apabila ditambahkan pada kata dasar yang berfonem awal /r/ atau kata dasar yang suku pertamanya berakhir /er/ per. Imbuhan per. seperti.mendarat. ayunan Menyatakan hal atau cara: contoh: didikan.+ baca = dibaca . sekampung.+ ringan peringan per.atau dapat di-. contoh: terindah. sebutir Seluruh. contoh: sesudah. 2. sebagai kebalikan dari awalan (me(N)) yang bermakna aktif.berubah menjadi pe-.

Makna konfiks pe(N)-an adalah sebagai berikut: Menyatakan hal yang berhubungan dengan kata dasar. pendidikan. c. 4. keindahan. contoh: catatan. 3. pendaftaran. akhiran –kan dan –i itu merupakan kata kerja bentuk imperatif. pemandian. Dia menawari saya pekerjaan. kecepatan. tak berpindah. Menyatakan seluruh. 5. Contoh: penciuman. 3.5. Menjadikan kata kerja taktransitif menjadi kata kerja transitif. Perbedaan-perbedaan Objek yang mengikkuti kata kerja berakhiran –kan berpindah tempatnya dan objek itu merupakan alat. Konfiks pe(N)-an Konfiks pe(N) –an mempunyai variasi bentuk pe-an. kepandaian. Semua kata yang berakhiran –kan dan –i dengan atau tanpa awalan merupakan kata kerja. peny-an. 1. Contoh pemberontakan. pengakuan. dan objek itu merupakan tempat berlakunya pekerjaan itu: Contoh: Petani itu menanamkan benih di sawahnya. peng-an. Menyatakan keadaaan: contoh. . Kata kerja berakhiran –kan diikuti oleh objek penderita. Tanpa awalan. b. kemahalan. Contoh: Dia menawarkan pekerjaan kepada saya. kebarat-baratan. contoh: kebesaran. 6. 2. Objek yang mengikuti kata kerja berakhiran –i tetap tempatnya. Misalnya. kedinginan. contoh: lautan.suruhan. Konfiks ke-an memiliki makna sebagai berikut: 1. Menyatakan intensitas (terlalu. Contoh: Dia menamai anaknya Alam (menamai = memberi nama) Dia menamakan anaknya Alam (menamakan = menyebabkan bernama) Konfiks ke-an Konfiks ke-an berfungsi sebagai pembentuk kata benda abstrak. a. sayuran. Contoh: Didi duduk di kursi (traktransitif) Didi menduduki kursi (transitif) Didi mendudukkan Adik di kursi (transitif) Mengintensifkan arti. b. Menyatakan alat. Menyatakan hasil. Menyatakan sesuatu yang di. Awalan –kan dan -i Fungsi Membentuk kata kerja. Contoh: penyamaran. Contoh: panas (kata sifat) panaskan (kata kerja) panasi (kata kerja) a. kesehatan. Menyatakan agak. Contoh: penampungan. kesakitan 2. sedangkan kata kerja berakhiran –i diikuti objek penyerta. kumpulan. Menyatakan proses/perbuatan. Contoh: Polisi menangkap penjahat Polisi menangkapi penjahat (pekerjaan itu dilakukan berulng-ulang karena objeknya lebih dari satu) c. Contoh: penanaman. Menyatakan tempat. pem-an. Adakalanya perbedaan kedua akhiran itu kurang jelas sehingga pemakaiannya seolah-olah sama saja dan dapat saling menggantikan. Petani itu menanami sawahnya. menyerupai: contoh: kehijau-hijauan. terlampau).

Sebagai pembentuk kata keterangan Contoh: Agaknya akan turun hujan hari ini.1. Contoh: salah (kata sifat) = salahmu (kata benda). Contoh: Seputih-putihnya = seputih mungkin . Perhatikan kalimat di bawah ini: 1. a) Rumah paman bertingkat dua. percetakan Menyatakan daerah. 2. rumahmu. Barang-barang ini sengaja dia bel untukmu. persyaratan. pintar = sepintar-pintarnya Konfiks se-nya menyatakan superlative atau tingkat paling tinggi yang dapat dicapai. Contoh: Se-nya +putih = seputih-putihnya . juga berfungsi sebagai imbuhan. Menyatakan hasil perbuatan.menyatakan superlative Contoh: Sepandai-pandainya tupai melompat. Contoh: pernyataan. Fungsinya membentuk kata keterangan. perhukuman Menyatakan banyak. Tidak selamanya orang menderita. 3. Konfiks se-nya Konfiks se-nya umumnya disertakan pada kata ulang. b) Rumahnya bertingkat dua. 1. Contoh: rumahku. Bersama-sama dengan awalan se. . sepintar-pintarnya = sepintar mungkin Klitika –ku. nya Fungsi Sebagai penunjuk kepunyaan. peralatan. b) Sepedanya bercat merah. bermacam-bermacam. Ia memandangnya tajam-tajam. Sebagai objek penyerta Contoh: Surat itu telah kukirimkan kepadanya. a) Sepeda adik yang baru dibeli bercat merah. 5. Sebagai penunjuk Contoh: Penyakit seperti ini sukar dicari obatnya. 1. Contoh: peristilahan. Fungsi imbuhan –nya adalah sebagai berikut. sekali gagal juga. Sepeda adik yang baru dibeli bercat merah. rumahnya Sebagai alat pembentuk kata benda. Contoh: perhentian. selain sebagai klitika atau kata ganti orang. kamar-kamarnya luas. 4. Pemakaian –nya pada kata rumah & sepeda adalah tidak perlu karena rujukannya sudah dinyatakan langsung. 2. 4. 3. 3. Contoh. 2. pertahanan Menyatakan perihal. ***n_wdy*** . 2. Rumah kami besar. Contoh: perkebunan. . Konfiks per-an Makna konfiks per-an adalah sebagai berikut: Menyatakan tempat. -mu. Khusus untuk –nya. duduk (kata benda) = duduknya(kata benda) Sebagai objek penderita Contoh: Sudah beberapa kali ia membujukku.

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful