Kasus di pengauditan

Senin, 09 Januari 2012 Etika Profesi Akuntansi Dan Akuntan Publik Serta Kasusnya Nama NPM KELAS A.

: FADLILLAH FIRDAUS : 20208470 : 4EB01

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Etika yaitu nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Etika juga dapat disebut sebagai cabang ilmu tentang apa yang baik dan buruk tentang hak dan kewajiban moral. Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik. Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia.Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak Pengertian Etika • Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat • Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral • Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi” Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya. Fungsi Etika 1. Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan. 2. Etika ingin menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis. 3. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme Perilaku Etika Dalam Profesi Akuntansi Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan di negara tersebut. Pentingnya akan adanya modal dari investor maka untuk itu perlu dibuatnya laporan keuangan (financial report) yang mencangkup laporan laba rugi perusahaan, laporan neraca, laporan kas, dan laporan perubahan modal. Profesi akuntan publik inilah masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh manajemen perusahaan. Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan

menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam konggresnya tahun 1973, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan Indonesia, kemudian disempurnakan dalam konggres IAI tahun 1981, 1986,1994, dan terakhir tahun 1998. Etika profesional yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam kongresnya tahun 1998 diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia. Aturan Etika Profesi Akuntansi IAI Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Untuk mencapai tujuan terse but terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi: Kredibilitas. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi. • Profesionalisme. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi. • Kualitas Jasa. Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi. • Kepercayaan. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan. Kode Etik Aturan Etika ini harus diterapkan oleh anggota Ikatan Akuntan Indonesia – Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP) dan staf profesional (baik yang anggota IAI-KAP maupun yang bukan anggota IAIKAP) yang bekerja pada satu Kantor Akuntan Publik (KAP)

B.

Etika Profesi Akuntan Publik

Setiap bidang profesi tentunya harus memiliki aturan-aturan khusus atau lebih dikenal dengan istilah “Kode Etik Profesi”. Dalam bidang akuntansi sendiri, salah satu profesi yang ada yaitu Akuntan Publik. Sebenarnya selama ini belum ada aturan baku yang membahas mengenai kode etik untuk profesi Akuntan Publik.Namun demikian, baru-baru ini salah satu badan yang memiliki fungsi untuk menyusun dan mengembangkan standar profesi dan kode etik profesi akuntan publik yang berkualitas dengan mengacu pada standar internasional yaitu Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) telah mengembangkan dan menetapkan suatu standar profesi dan kode etik profesi yang berkualitas. Kode Etik Profesi Akuntan Publik (Kode Etik) ini terdiri dari dua bagian, yaitu Bagian A dan Bagian B. Bagian A dari Kode Etik ini menetapkan prinsip dasar etika profesi dan memberikan kerangka konseptual untuk penerapan prinsip tersebut. Bagian B dari Kode Etik ini memberikan ilustrasi mengenai penerapan kerangka konseptual tersebut pada situasi tertentu. Kode Etik ini menetapkan prinsip dasar dan aturan etika profesi yang harus diterapkan oleh setiap individu dalam kantor akuntan publik (KAP) atau Jaringan KAP, baik yang merupakan anggota IAPI

maupun yang bukan merupakan anggota IAPI, yang memberikan jasa profesional yang meliputi jasa assurance dan jasa selain assurance seperti yang tercantum dalam standar profesi dan kode etik profesi. Untuk tujuan Kode Etik ini, individu tersebut di atas selanjutnya disebut ”Praktisi”. Anggota IAPI yang tidak berada dalam KAP atau Jaringan KAP dan tidak memberikan jasa profesional seperti tersebut di atas tetap harus mematuhi dan menerapkan Bagian A dari Kode Etik ini. Suatu KAP atau Jaringan KAP tidak boleh menetapkan kode etik profesi dengan ketentuan yang lebih ringan daripada ketentuan yang diatur dalam Kode Etik ini. Setiap Praktisi wajib mematuhi dan menerapkan seluruh prinsip dasar dan aturan etika profesi yang diatur dalam Kode Etik ini, kecuali bila prinsip dasar dan aturan etika profesi yang diatur oleh perundang-undangan, ketentuan hukum, atau peraturan lainnya yang berlaku ternyata berbeda dari Kode Etik ini. Dalam kondisi tersebut, seluruh prinsip dasar dan aturan etika profesi yang diatur dalam perundang-undangan, ketentuan hukum, atau peraturan lainnya yang berlaku tersebut wajib dipatuhi, selain tetap mematuhi prinsip dasar dan aturan etika profesi lainnya yang diatur dalam Kode Etik ini. Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu sendiri meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan. Delapan butir tersebut terdeskripsikan sebagai berikut : 1. Tanggung Jawab profesi Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peran tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Anggota juga harus selalu bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi. 2. Kepentingan Publik Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat, dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.

Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya, anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. 3. Integritas Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya. Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip. 4. Objektivitas Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain. Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi. Anggota dalam praktek publik memberikan jasa atestasi, perpajakan, serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri, pendidikan, dan pemerintah. Mereka juga mendidik dan melatih orang orang yang ingin masuk kedalam profesi. Apapun jasa dan kapasitasnya, anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas. 5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir. Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik.

Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional Federation of Accountants. pemberi kerja dan masyarakat umum. 8. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa. anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas. Setiap anggota bertanggung jawab untuk menentukan kompetensi masing masing atau menilai apakah pendidikan. badan pengatur. Dalam hal penugasan profesional melebihi kompetensi anggota atau perusahaan. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir.Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. anggota yang lain. 7. dan pengaturan perundang-undangan yang relevan. Standar Teknis Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Perilaku Profesional Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Kerahasiaan Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan. anggota wajib melakukan konsultasi atau menyerahkan klien kepada pihak lain yang lebih kompeten. pihak ketiga. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati. pedoman dan pertimbangan yang diperlukan memadai untuk bertanggung jawab yang harus dipenuhinya. Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkat pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan. kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya. staf. . Anggota seharusnya tidak menggambarkan dirinya memiliki keahlian atau pengalaman yang tidak mereka miliki. 6. Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat sifat dan luas kewajiban kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan.

kecuali yang diperbolehkan seperti jabatan sebagai dosen perguruan tinggi yang tidak menduduki jabatan struktural dan atau komisaris atau komite yang bertanggung jawab kepada komisaris atau pimpinan usaha konsultansi manajemen. KKA tersebut merupakan perwujudan dari langkah-langkah audit yang telah dilakukan oleh auditor dan sekaligus berfungsi sebagai pendukung (supporting) dari temuan-temuan audit (audit evidence) dan opini laporan audit (audit report). atau badan hukum lainnya. maka dilarang untuk memberikan jasa. Pembocoran rahasia data / informasi klien kepada pihak ketiga secara sepihak merupakan tindakan tercela. Mempunyai staf / tenaga auditor yang profesional dan memiliki pengalaman yang cukup. Akuntan Publik juga dilarang merangkap jabatan yang tidak diperbolehkan oleh ketentuan perundang-undangan / organisasi profesi seperti sebagai pejabat negara.Para auditor tersebut harus mengikuti Pendidikan Profesi berkelanjutan (Continuing Profesion education) sebagai upaya untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang audit dan proses bisnis (business process). 5. ketidakjujuran dan kelalaian serta menggunakan kemahiran jabatannya (due professional care) dalam menjalankan tugas profesinya. Bebas dari kecurangan (fraud). organisasi profesi mensyaratkan pencapaian poin (SKP) tertentu dalam kurun / periode waktu tertentu. Dilarang memberikan jasa audit umum atas laporan keuangan (general audit) untuk klien yang sama berturut-turut untuk kurun waktu lebih dari 3 tahun. Akuntan Publik dilarang melakukan 3 (tiga) hal : 1. Apabila Akuntan Publik tidak dapat bertindak independen terhadap pemberi penugasan (klien). terutama SPM Seksi 100 tentang Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik (SPM-KAP). 4. Memiliki Kertas Kerja Audit (KKA) dan mendokumentasikannya dengan baik. Menjaga kerahasiaan informasi / data yang diperoleh dan tidak dibenarkan memberikan informasi rahasia tersebut kepada yang tidak berhak. 3.Lima kewajiban Akuntan Publik dan KAP yaitu: 1. . Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kolusi antara Akuntan Publik dengan klien yang merugikan pihak lain. Hal ini menjadi penting. pimpinan atau pegawai pada instansi pemerintah. karena auditor harus senantiasa mengikuti perkembangan bisnis dan profesi audit secara terus menerus. Dalam rangka peningkatan kapabilitas auditor. 3. 2. Menjalankan PSPM04-2008 tentang Pernyataan Beragam (Omnibus Statement) Standar Pengendalian Mutu (SPM) 2008 yang telah ditetapkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik (DSPAP) Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). KKA sewaktu-waktu juga diperlukan dalam pembuktian suatu kasus di sidang pengadilan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau swasta. 2.

Tersangka Effendi Syam melalui kuasa hukumnya berharap pihak penyidik Kejati Jambi dapat menjalankan pemeriksaan dan mengungkap kasus dengan adil dan menetapkan siapa saja yang juga terlibat dalam kasus kredit macet senilai Rp 52 miliar. Dalam kasus ini pihak Kejati Jambi baru menetapkan dua orang tersangka. Ada empat kegiatan data laporan keuangan yang tidak dibuat dalam laporan tersebut oleh akuntan publik. Selasa (18/5/2010) mengatakan. Hasil pemeriksaan dan konfrontir keterangan tersangka dengan saksi Biasa Sitepu terungkap ada kesalahan dalam laporan keuangan perusahaan Raden Motor dalam mengajukan pinjaman ke BRI. Kasus kredit macet yang menjadi perkara tindak pidana korupsi itu terungkap setelah kejaksaan mendapatkan laporan adanya penyalahgunaan kredit yang diajukan tersangka Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor.” tegas Fitri. sehingga menjadi temuan dan kejanggalan pihak kejaksaan dalam mengungkap kasus kredit macet tersebut. Akuntan Publik Diduga Terlibat Selasa. akuntan publik (Biasa Sitepu) diduga kuat terlibat dalam kasus korupsi dalam kredit macet untuk pengembangan usaha Perusahaan Raden Motor. KOMPAS. Keterlibatan itu karena Biasa Sitepu tidak membuat empat kegiatan data laporan keuangan milik Raden Motor yang seharusnya ada . · Kasus-Kasus Dalam Etika Profesi Akuntansi Dan Akuntan Publik Kasus 1 Kredit Macet Rp 52 Miliar. Semestinya data laporan keuangan Raden Motor yang diajukan ke BRI saat itu harus lengkap. setelah kliennya diperiksa dan dikonfrontir keterangannya dengan para saksi. Fitri Susanti.com – Seorang akuntan publik yang membuat laporan keuangan perusahaan Raden Motor untuk mendapatkan pinjaman modal senilai Rp 52 miliar dari BRI Cabang Jambi pada 2009. Keterangan dan fakta tersebut terungkap setelah tersangka Effendi Syam diperiksa dan dikonfrontir keterangannya dengan saksi Biasa Sitepu sebagai akuntan publik dalam kasus tersebut di Kejati Jambi. namun dalam laporan keuangan yang diberikan tersangka Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor ada data yang diduga tidak dibuat semestinya dan tidak lengkap oleh akuntan publik. pertama Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor yang mengajukan pinjaman dan tersangka Effedi Syam dari BRI yang saat itu menjabat sebagai pejabat penilai pengajuan kredit. Sementara itu pihak penyidik Kejaksaan yang memeriksa kasus ini belum mau memberikan komentar banyak atas temuan keterangan hasil konfrontir tersangka Effendi Syam dengan saksi Biasa Sitepu sebagai akuntan publik tersebut. sehingga terjadilah kesalahan dalam proses kredit dan ditemukan dugaan korupsinya. Analisa: Dalam berita ini.C. 18 Mei 2010 | 21:37 WIB JAMBI. “Ada empat kegiatan laporan keuangan milik Raden Motor yang tidak masuk dalam laporan keuangan yang diajukan ke BRI. sehingga terungkap kasus korupsinya. diduga terlibat kasus korupsi dalam kredit macet. terungkap ada dugaan kuat keterlibatan dari Biasa Sitepu sebagai akuntan publik dalam kasus ini. pegawai BRI yang terlibat kasus itu. kuasa hukum tersangka Effendi Syam. Hal ini terungkap setelah pihak Kejati Jambi mengungkap kasus dugaan korupsi tersebut pada kredit macet untuk pengembangan usaha di bidang otomotif tersebut.

Selain itu. Djoko dinilai Menkeu telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit dengan hanya melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Myoh Technology Tbk (MYOH). Yang bersangkutan juga dilarang menjadi pemimpin rekan atau pemimpin cabang KAP. Biasa Sitepu seharusnya menjalankan tugas dengan berdasar pada etika profesi yang ada. Analisa : Untuk kasus yang kedua. Sehingga dalam hal ini terjadilah kesalahan dalam proses kredit dan ditemukan dugaan korupsi. Pelanggaran itu berkaitan dengan pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku berakhir 31 Desember 2004 yang dilakukan oleh Petrus. Kasus Great River sendiri mencuat ke publik seiring terjadinya gagal bayar obligasi yang diterbitkan perusahaan produsen pakaian tersebut. Petrus Mitra Winata dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Penugasan ini dilakukan secara berturut-turut sejak tahun buku 2002 hingga 2005. maka sebagai seorang akuntan publik. Selama izinnya dibekukan. Petrus juga telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit umum dengan melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Muzatek Jaya. Aturan-aturan etika ini harus diterapkan oleh anggota IAI-KAP dan staf professional (baik yang anggota IAI-KAP maupun yang bukan anggota IAI-KAP) yang bekerja padasatu Kantor Akuntan Publik(KAP). menjelaskan sanksi pembekuan izin diberikan karena akuntan publik tersebut melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). serta wajib memenuhi ketentuan mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL). Sebelumnya. Pembekuan izin yang dilakukan oleh Menkeu ini merupakan yang kesekian kalinya. pelanggaran itu berkaitan dengan pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku berakhir 31 Desember 2004 yang dilakukan oleh Petrus. review. Empat kegiatan data laporan keuangan tersebut tidak disebutkan apa saja akan tetapi hal itu telah membuat adanya kesalahan dalam laporan keuangan perusahaan tersebut. terhitung sejak 15 Maret 2007. Justinus terbukti telah melakukan pelanggaran terhadap SPAP berkaitan dengan Laporan Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasi PT Great River International Tbk (Great River) tahun 2003. 28 Mar 2007 03:35:32 -0800 Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membekukan izin Akuntan Publik (AP)Drs. · Kasus 2 Akuntan Publik Petrus Mitra Winata Dibekukan Wed.dalam laporan keuangan yang diajukan ke BRI sebagai pihak pemberi pinjaman. Menkeu membekukan izin Akuntan Publik (AP) Djoko Sutardjo dari Kantor Akuntan Publik Hertanto. yakni akuntan publik Justinus Aditya Sidharta. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengindikasikan terjadi praktik overstatement (pernyataan berlebihan) penyusunan laporan keuangan yang melibatkan auditor independen. Dalam kasus ini. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Departemen Keuangan Samsuar Said dalam siaran pers yang diterima Hukumonline. audit kinerja dan audit khusus. Petrus dilarang memberikan jasa atestasi termasuk audit umum. di bulan November tahun lalu. Depkeu juga melakukan pembekuan izin terhadap Akuntan Publik Justinus Aditya Sidharta. Ikah & Sutrisno selama 18 bulan. namun dia tetap bertanggungjawab atas jasajasa yang telah diberikan. . Djoko. Pada 4 Januari 2007. Jika dugaan keterlibatan akuntan publik di atas benar. Mitra Winata dan Rekan selama dua tahun. PT Luhur Artha Kencana dan Apartemen Nuansa Hijau sejak tahun buku 2001 sampai dengan 2004.

“Kami menghitung nilai transaksi yang ada buktinya tapi tidak ada di dalam pembukuan. Terdakwa dituding telah menyampaikan SPT yang tidak benar atau tidak lengkap untuk tahun pajak 2002 hingga 2005. Ini kan kasus pajak beda dengan kasus korupsi.” timpal kuasa hukum lainnya. Bukan pidana. Langkah selanjutnya dengan dibandingkan dengan hasil audit akuntan publik. Sehinggga merugikan keuangan negara secara keseluruhan . BPKP meneliti SPT PPH dan lampirannya yang disampaikan ke kantor pajak Tanah Abang 1 dan 2. Hal ini tertuang dalam laporan kompilasi. Sebagai seorang akuntan publik. Jumlah tersebut merupakan pajak yang belum dibayarkan ke negara selama 4 tahun terakhir dari 14 perusahaan Asian Agri. pihak Asian Agri tidak berani berkomentar banyak.259 triliun. Pelanggaran terhadap pasal ini dikenai hukuman maksimal berupa kurungan penjara 6 tahun dan denda empat kali dari nilai kerugian yang diderita negara. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyatakan grup perusahaan sawit Asian Agri menunggak pajak sebesar Rp 1.” ungkap Arman yang sekarang bertugas di Sulawesi. adanya perbedaan laporan ke dalam laporan rugi laba yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Begitu juga dengan kasus-kasus pembekuan izin terhadap akuntan publik yang lain dalam berita di atas. Arman belum bisa menyampaikan hasil temuannya ke majelis hakim yang di ketuai oleh Martin Ponto Bidara. Luhut Pangaribuan. Lalu dengan membandingkan dengan buku besar Asian Agri. Arman Sahri Harahap dalam persidangan di PN Jakarta Pusat. · Kasus 3 Tunggakan Pajak Perusahaan Sawit Asian Agri. Dengan alasan berkas sangat banyak sehingga belum selesai di selesaikan secara administrasi. Karena laporan tertulis.Selain itu. “Simpulan kami. bahwa adanya perbedaan laporan ke dalam laporan rugi laba yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Seperti diketahui.294 Triliun.294 triliun dari 14 perusahaan. Menyimpulkan besaran pajak yang belum dibayar tersebut. M. ini utang. Petrus seharusnya mematuhi Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang berlaku. Lalu menghitung substansinya. PT Luhur Artha Kencana dan Apartemen Nuansa Hijau sejak tahun buku 2001 sampai dengan 2004. Analisa : Pada kasus yang terjadi diatas.” ungkap Arman. Namun dalam persidangan siang ini. Sehinggga merugikan keuangan negara secara keseluruhan sebesar Rp 1. Kalau di pajak. Menanggapi pernyataan ini. Petrus juga telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit umum dengan melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Muzatek Jaya. Ketika memang dia harus melakukan jasa audit.” kata kuasa hukum terdakwa. Akibat kekeliruan ini menimbulkan kerugian negara Rp1.” kata Kepala Bidang Investigasi BPKP. Jalan Gajah Mada. Pihaknya baru menyatakan pendat usai mendapat salinan BPKP tersebut. Jakarta.16 Tahun 2000 tentang Pajak. Ini menunjukan saksi belum siap karena dari 14 baru 10 perusahaan yang selesai. Kamis. Jaksa Penuntut Umum telah mendakwa tax manager Asian Agri. Karena kami harus mengumpulkan 14 perusahaan. Suwir Laut dengan pasal 39 ayat 1 huruf c Undang-Undang No. Assegaf. Dimana ada selisih antara nilai utang pajak antara jaksa dengan saksi. Dia berjanji akan memberikan ke semua pihak Kamis depan. maka audit yang dilakukan pun harus sesuai dengan Standar Auditing (SA) dalam SPAP. pekan depan akan kami sampaikan. maka kami butuh waktu mempelajari. (15/9/2011).

melihat betapa berat perjuangan rakyat terutama dalam hal pembayaran pajak maupun hal lain yang kemudia diselewengkan.294 triliun dari 14 perusahaan dan juga terdapat ada selisih antara nilai utang pajak antara jaksa dengan saksi. Sumber : http://rimanews.Terlibat http://mamanibnussalam. bahkan memusnahkan hal-hal buruk tersebut.com/read/20110915/41134/asian-agri-tunggak-pajak-rp-1294-triliun http://www.org/wiki/Kode_Etik_Profesi_Akuntan_Publik http://emildholick.15 .wikipedia.blogspot.html http://topangundar.Diduga. kurangnya pengawasan dari pihak-pihak terkait. mulai dari kurangnya tanggung jawab dan pemahaman akan apa sebenarnya aturan-aturan maupun etika yang harus dijalankan oleh pelaku akuntansi dalam profesinya.blogspot.com/msg00614.com/2010/01/04/etika-profesi-akuntansi/ http://id.wordpress.com/2012/01/etika-profesi-akuntansi-dan-akuntan.mail-archive.com/akhi@yahoogroups.com/read/2010/05/18/21371744/Akuntan.com/2011/10/etika-profesi-akuntansi. padahal harusnya hal-hal tersebut tidak patut terjadi.sebesar Rp 1.com/perbaikan-mata-kuliah-etika-profesi-akuntansi/ http://www.html http://inekriestianti. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain meningkatkan pengawasan. Merupakan pekerjaan keras bagi kita semua untuk dapat meminimalisis.Publik.com/2010/11/22/etika-profesi/ http://devin27.ruqayahimwanah.html diakses jam 10.html dari : http://fadhilzs.blogspot.wordpress. adanya kesempatan dan beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab yang mendukung adanya penyalahgunaan profesi tersebut. baik oleh pemerintah maupun masyarakat. maka dapat disimpulkan bahwa banyak sekali penyebab terjadinya kasus pelanggaran etika profesi akuntansi.wordpress.html http://regional.com/2011/11/etika-profesi-akuntansi. juga peningkatan ketegasan dari para penegak hukum.kompas.com/berita-119-etika-profesi-akuntan-publik.

ObjektivitasAuditor harus mempertahankan objektivitas dan terbebas dari konflik antar kepentingandan harus berasa dalam posisi independen. menghargai kepercayaan publik. 3.tugagas Pengauditan I Etika Profesi Auditor dan Contoh Pelanggarannya Oleh :Clara Ayu Nirmala Putri07/250355/EK/16529Universitas Gadjah MadaYogyakarta2011 Etika Profesi Auditor dan Contoh Pelanggarannya Definisi Etika Secara garis besar etika dapat didefinisikan sebagai serangkaian prinsip atau nilai moralyang dimiliki oleh setiap orang. Due CareSeorang auditor harus selalu memperhatikan standar teknik dan etika profesi denganmeningkatkan kompetensi dan kualitas jasa. serta menunjukkankomitmenn ya pada profesionalisme. Kepentingan Publik Auditor harus menerima kewajiban untuk bertindak sedemikian rupa agar dapat melayanikepentingan banyak orang. Rasa tanggung jawab ( responsibility )Mereka harus peka serta memiliki pertimbangan moral atas seluruh yang mereka lakukan. 2. Dalam hal ini kebutuhan etika dalam masyarakat sangatmendesak sehingga sangatlah lazim untuk memasukkan nilai-nilai etika ini ke dalam undang-undang atau peraturan yang berlaku di negara kita. Komposisi kode etik AICPA Prinsip Etika 1. IntegritasMempertahankan dan memperluas keyakinan public 4. 5. . serta melaksanakan tanggung jawan dengankemampuan terbaiknya. 6. Banyaknya nilai etika yang ada tidak dapatdijadikan undang-undang atau peraturan karena sifat nilai-nilai etika sangat tergantung pada pertimbangan seseorang.

Badan penyusun standar ( standars setting body )ini dikenal dengan Dewan Standar Profesional Akuntan Publik. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu audit akan menjadilebih tinggi jika profesi akuntan publik menerapkan standar mutu yang tinggi .30 wib dibentuklah suatu wadah untuk menampung para akuntan Indonesiayang dikenal dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Kompartemen Akuntan Publik merupakan wadah untuk menampung para akuntan yang berpraktek dalam profesiakuntan p ublik. organisasi profesi juga mengeluarkan aturan lain yang salah satunyaadalah etika profesional.Peraturan Perilaku ( Rules of Conduct ) Peraturan 101 – IndependensiPeraturan 102 – Integritas dan Objektivitas Peraturan 201 – Standar Umum Peraturan 202 – Kepatuhan Terhadap Standar Peraturan 203 – Prinsip – Prinsip Akuntansi Peraturan 301 – Informasi Rahasia Klien Peraturan 302 – Honor Kontinjen Peraturan 501 – Tindakan yang Mendiskreditkan Peraturan 502 – Periklanan dan Bentuk Solisitasi Lainnya Peraturan 503 – Kondisi dan Honor Referal Peraturan 505 – Bentuk Organisasi dan Nama Pada makalah kali ini saya akan membahas mengenai Etika Akuntan Publik. Kode Etik Akuntan Publik di Indonesia Pada tanggal 23 Desember 1957 bertempat di aula Universitas Indonesia tepatnya pukul 19. IAI terdiri dari empat kompartemenyang salah satunya adalah Kompartemen Akuntan Publik.Selain SPAP. Masyarakat akan sangat menghargai profesi yang menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan anggota profesi. Didalam Kompartemen Akuntan Publik dibentuk badan yang bertanggung jawab untuk menyusun standar yang digunakan akuntan publik dalam penyediaan jasanya pada masyarakat.Lingkup dan sifat jasaAuditor yang berpraktek bagi public harus memperhatikan prinsip – prinsip pada kodeetik profesi dalam menentukan lingkup dan sifat jasa yang disediakannya. karena dengan demikianmasyarakat akan merasa terjamin untuk memperoleh jasa yang dapat diandalkan dari profesi yang bersangkutan. Dasar pikiran yang melandasi penyusunan etika profesionaladalah kebutuhan profesi akan kepercayaan masyarakat terhadap mutu audit yangdiberi kan profesi.

Berbagai jenis jasa yang disediakanoleh profesi akuntan publik kepada masyarakat didasarkan pada panduan yang tercantumdalam Standar Profesional Akuntan Publik. Standar Profesional Akuntan Publik berupa buku yang berisi kodifikasi berbagai standar dan aturan etika Kompartemen AkuntanPublik.Secara wajar. penyusunan aturan etika profesional serta pembuatan standar tersebut . Selain delapan prinsip etika diatas. Namun dalam kongres tahun 1986. etika profesi ini diubah menjadi Kode Etik Akuntan Indonesia. Integritas. dan terakhir Standar Teknis. Kerahasiaan.terhadap pelaksanaan pekerjaan audit yang dilakukan oleh anggota profesi tersebut(Mulyadi:2002). Kompetensi dan Kehatihatian Profesional. Tahun 1998 hingga sekarang namatersebut kembali diubah menjadi Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia. Secara garis besar kerangkaaturan etika Kompartemen Akuntan Publik adalah sebagai berikut :Seperti yang telah disinggung diatas. Standar Jasa Akuntansi dan riview. Kepentingan Publik. Kedelapan prinsip tersebut adalah Tanggung Jawab Profesi. Prilaku Profesional. Standar Jasa Konsultasi. Ada lima macam tipe standar profesional yang diterbitkan oleh Dewan sebagaiaturan mutu pekerjaan akuntan publik : pertama. Kompartemen Akuntan Publik jugamemiliki Dewan Standar Profesional Akuntan Publik. Kompartemen Akuntan Publik juga memilikiaturan etika yang dikenal dengan aturan etika Kompartemen Akuntan Publik yangmerupaka n penjabaran dari delapan prinsip etika IAI diatas. etika profesional yang dikeluarkan IAI diberi nama KodeEtik Ikatan Akuntan Indonesia.dan kelima. ketiga. Standar Auditing. kedua. Objektivitas. Kode Etik IkatanAkuntan Indonesia terdiri dari delapan prinsip etika yang berlaku bagi seluruh anggotaIAI. Dewan inilah yang bertugas untuk mengeluarkan Standar Profesional Akuntan Publik. Standar Atestasi. Standar Pengendalian Mutu. keempat. Sebelum tahun 1986.

Luar Negeri Kasus Enron yang melibatkan KAP Arthur Andersen Arthur AndersenSebelum terjadinya skandal Enron dan beberapa skandal akuntansi lainnya. adalima kantor akuntan terbesar yang dinamakan the Big Five . walaupun IAI menetapkan etika profesionalsebagai konsep sekaligus aturan. Arthur Andersen keluar dari kelompok itu. jikasesuatu itu wajib maka pasti akan ada konsekuensi jika yang bersangkutan tidak menjalankannya. di Amerika Serikat sebagian besar bergabung dengan KPMGsedangkan di luar Amerika bergabung dengan Deloitte & Touche. serta lingkungan hidup dalam perspektif nasional dan internasional. yang berorientasi pada etika dan tanggungjawabsosial. Dibawah ini akan diuraikan betapa aturan etika hanya dianggapsebagai konsep bukan aturan. Selama perjalanannya perusahan ini memiliki reputasi sebagai kepercayaan.Contoh Pelanggaran Kode Etik Akuntan Publik 1. Tetapi kebangkrutan klien-klien besar membuka skandalskandal besar yang membuat firma akuntansi ini tutup. Kita semua berharap dan juga yang diinginkan IAI. Artinya. pertumbuhan menjadi prioritas dan penekanannya pada perekrutandan mempertahankan klien-klien besar berdampak pada kualitas dan independensi . Namun jika kita melihat fenomena yang ada. Sebelumnya. dimana akurasiinvestor tergantung keputusan investasi.Di masa-masa awalnya Andersen memiliki standar-standar profesi akuntansi danmengembangkan inisiatif-inisiatif baru pada kekuatan-kekuatan integritasnya Arthur Andersen pernah menjadi model sebuah karakter teguh hati dan integritas yang merupakan profesionalitas dalam akuntansi. pengelompokan kantor akuntan terbesar ini juga dikenalsebagai the Big Six dan the Big Eight . Sesuai dengan isi visi Ikatan Akuntan Indonesiayaitu menjadi organisasi profesi terdepan dalam pengembangan pengetahuan dan praktek akuntansi. banyak para anggota profesi yang menafsirkan itu hanyasebagai konsep belaka. Bagian selanjutnya adalahmenjabarkan “Segelintir Kasus yang Membuat Keruntuhan Andersen ”.memang patut kita dukung.Di Andersen. integritas dan etika yang penting bagi perusahaan yang di bebani auditingsecara independen dan melaporkan laporan-laporan perusahaan publik. Logikanya. etika profesional tersebuthanya sekedar konsep bukan aturan.Arthur Andersen LPP adalah salah satu firma akuntansi terbesar di AS yang berdiri sejak 1913. manajemen bisnis dan publik. Sejak pemisahan bisnis jasaatestasi Arthur Andersen. etika profesional tersebut merupakn konsepsekaligus aturan yang wajib dilaksanakan oleh setiap anggota profesi.

Komunikasi menjadi merosot. Namunseringkali strat egi ini menjadikan persaingan di antara kedua unit yang cenderungmelemahkan dan memicu keraha siaan dan keegoisan. dan perilakumanajemen perusahaan merupakan pelanggaran besarbesaran terhadap kepercayaan yangdiberikan kepada perusahaan. Isu-isu Seputar Hukum dan Etika Dalam Pengauditan Andersen yang Menyimpang Dari kasus tersebut secara kasat mata kasus tersebut terlihat sebuah tindakanmalpraktik jika dilihat dari etika bisnis dan profesi akuntan antara lain:a. untuk menghapusnamanya dari memo yang bisa memberatkannya. .EnronBulan Oktober 2001. Adanya penyesatan informasi.Fokus pada pertumbuhan ini menghasilkan perubahan yang mendasar pada budaya perusahaa n. Perusahaan setujuuntuk menghentikan auditing publik pada 31 Agustus 2002. Dalam sebulan. SEC mengumumkan investigasi akuntansi Enron. Perusahaan audit akhirnya mengakuitelah menghancurkan dokumen yang berkaitan dengan audit Enron yang menghambat put usan.Bisnis konsultasi Andersen menjadi yang tercepat pertumbuhannya dan palingmenguntungkan dan paling berkembang pesat di dunia.audit. Dengan Enron. Tetapi model ini menjadikan Securities andExchange Commission (SEC) memberikan peringatan berkaitan independensi auditing.merintangi kemampuan perusahaan untuk tanggap dan bekerja efektif menghadapi krisis Dengan pendapatan yang berkembang. supervisor Andersen dalam pengawasan rekening Enron. Dia menginstruksikan DavidDuncan.Pada Juni 2005. Banyak yang meninjaunya sebagaimodel sukses yang ditiru frimafirma lainnya. Andersen mampu membuat 80 persen perusahaanminyak dan gas menjadi kliennya. pengadilan memutuskan Andersen bersalah menghambat peradil an.Departemen Kehakiman AS memulai melakukan penyelidikan kriminal pada2002 yang mendorong Andersen dan kliennya runtuh. b. terjadinya pelanggaran terhadap norma etika corporate governance dan corporate responsibility oleh manajemen perusahaan. terlihat daritindakan dan perilaku yang tidak sehat dari manajemen yang berperan besar padakeba ngkrutan perusahaan. Banyak pihak yangmenamainya sebagai “bujukan koruptif” yang menyesatkan.Ketua SEC yang prihatin akan hal ini menyarankan aturan-aturan baru untuk membatasilayanan di luar audit. menjadikannya perusahaan akuntan pertama yang dipidana. pengacara Andersen meminta perlindunganAmandemen Kelima yang dengan demikian tidak memiliki saksi.Tahun 1999 Andersen memisahkan fungsi akuntansi dan konsultasi. Enron bangkrut. Nancy Temple. yang pada prinsipnyamematikan bisnisnya. salah satuklien terbesar Andersen. unit konsultasi menuntut kompensasi dan pengakuan yang lebih besar. Adanya praktik discrimination of information/unfair discrimination . Namun. pada November 2001 harus mengalamikerugi an sebesar $586 juta.Atas kasus itu. Perselisihan yang meruncing ini menjadikan pertikaian. Tetapi saran ini ditolak Andersen.

Arthur Andersen. Bahkan CEO Enron saat menjelang kebangkrutannya masih tetapmelaku kan Deception dengan menyebutkan bahwa Enron secara berkesinambunganmemberikan prospek y ang sangat baik. bahkan awal tahun 2001 berdasarkan hasil evaluasiEnron tetap dipertahankan.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik. 17/PMK. merupakan kantor akuntan publik tidak hanya melakukan manipulasilaporan keuangan. Yang bersangkutandikenakan sanksi pembekuan selama tiga bulan karena belum sepenuhnya mematuhi SA-SPAP dalam pelaksanaan audit umum atas laporan keuangan PT Samcon tahun buku 2008.2. DisiniAndersen telah ingkar dari sikap profesionallisme sebagai akuntan independen denganmelakukan tindakan menerbitkan laporan audit yang salah dan meyesatkan. Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen. sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. Menkeu menilai hal itu berpotensi berpengaruh cukupsignifikan terhadap laporan auditor independen. • . dalam kasusEnron adalah dengan menghancurkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengankasus Enron.Dalam kasus Enron misalnya. tetapi kasus ini dianggap melanggar hukum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Arthur Andersen memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enronmulai mencuat ke permukaan.1/2009 tanggal 2 September 2009. Andersen juga telah melakukan tindakan yang tidak etis.telah dikenakan sanksi pembekuan selama tiga bulan karena yang bersangkutan belumsepenuhnya mematuhi Standar Auditing (SA)-Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP)dalam pelaksanaan audit umum atas laporan keuangan konsolidasian PT Datascrip dananak perusahaan tahun buku 2007.Yang terkena sanksi adalah : • AP Drs Basyiruddin Nur yang dikenakan sanksi melalui Keputusan Menteri Keuangan(KMK) Nomor: 1093/KM. AP Drs Basyiruddin Nur. Andersen tidak mau mengungkapkan apasebenarnya terjadi dengan Enron. Dalam NegeriPemerintah melalui Menteri Keuangan RI sejak awal September 2009 telahmenetapkan pemberian sanksi pembekuan izin usaha kepada delapan akuntan publik (AP)dan kantor akuntan publik (KAP).c. • Auditor lainnya adalah AP Drs Hans Burhanuddin Makarao yang dikenakan sanksimelalui KMK Nomor: 1124/KM. Tetapi demi mempertahankan kepercayaan dari investor dan publik kedua belah pihak merekayasa laporan keuangan mulai dari tahun 1985 sampai dengan Enron menjadihancur berantakan. pihak manajemen Enronmaupun Arthur Andersen mengetahui tentang praktek akuntansi dan bisnis yang tidak sehat.1/2009 tanggal 9 September 2009.yang dinilai berpotensi berpengaruh cukup signifikan terhadap Laporan Auditor Independen. Penetapan sanksi pembekuan izin usaha itu berdasar Peraturan Menteri Keuangan No.

2007.1/2009 tanggal 7 September 2009. • Terakhir sanksi juga diberikan kepada KAP Drs M. melalui KMK Nomor:1119/KM. KAP Drs Soejono masih juga melakukan pelanggaran berikutnya yaitu tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin 2005 hingga 2008. selama tiga bulan karena KAP tersebut telah dikenakan sanksi peringatan sebanyak tiga kali dalam jangka waktu 48 (empat puluhdelapan) bulan terakhir.Sanksi juga diberikan kepada AP Drs Dadi Muchidin melalui KMK Nomor:1140/KM. Dilaporkan sampai saatini.selama tiga bulan karena KAP tersebut telah dikenakan sanksi peringatan sebanyak 3 (tiga)kali dalam jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan terakhir.1/2009 tanggal 7 September 2009. Bahkan sampai saat ini.1/2009 tanggal 7 September 2009.1/2009 tanggal 4 S eptember 2009. yaitu tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin2008. Yang bersangkutan dikenakan sanksi pembekuan selama tiga bulan karena KAP Drs Dadi Muchidin telah dibekukan sehinggasesuai dengan ketentuan Pasal 71 ayat (3) Peraturan Menteri Keuangan bahwa izin APPemimpin KAP dibekukan apabila izin usaha KAP dibekukan. • KAP Matias Zakaria melalui KMK Nomor: 1117/KM. Sampai saat ini.1 /2009 tanggal 7 September 2009. • Menkeu juga menetapkan sanksi untuk KAP Drs Abdul Azis B. Isjwara sampai saat ini masih juga melakukan pelanggaran berikutnya yaitu tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin2007 dan 2008.selama tiga bulan karena KAP tersebut telah dikenakan sanksi peringatan sebanyak 3 (tiga)kali dalam jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan terakhir. Sampai saat ini KAP Drs Abdul Azis juga melakukan pelanggaran berikutnya yaitu tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin 2005. 1/2009 tanggal 4 September 2009. selama tiga bulan. . dengan sanksi pembekuan selama tiga bulan karena KAP tersebut telah dikenakansanksi peringatan sebanyak 3 (tiga) kali dalam jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan terakhir. • KAP Drs Soejono melalui KMK Nomor: 1118/KM. KAP Drs M. Isjwara melalui KMK Nomor:1120/KM. • KAP Drs Dadi Muchidin melalui KMK Nomor: 1103/KM. KAP Drs Dadi Muchidin masih melakukan pelanggaran berikutnya. karena KAP tersebut telahdikenakan sanksi peringatan sebanyak tiga kali dalam jangka waktu 48 (empat puluhdelapan) b ulan terakhir. dan2008. KAPDrs Matias Zakaria masih juga melakukan pelanggaran berikutnya yaitu tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin 2007 dan 2008.

4) Masih sedikitnya badan usaha yang membutuhkan jasa akuntan publik. DPP.agar profesionalisme dapat tumbuh dengan baik. khususnyadibidang audit. .Pembicara berpendapat bahwa kita semuanya bertanggungjawab untuk membantu kearahterwujudnya suatu profesi yang dihargai masyarskat karena etika anggotanya yang dapatdijadikan panutan.Marilah kita tinjau langkah-langkah tersebut.Kondisi Yang Mempengaruhi Pelanggaran Kode Etik Pelanggaran-pelanggaran terhadap kode etik tidak terlepas dari faktor-faktor esktern danintern yang dihadapi oleh KAP.1) Pengawasan terhadap akutan publik oleh departemen keuangan. Faktorfaktor ekstern pada umumnya bersifat“uncontrollable” sedangkan faktorfaktor intern sebenarnya da pat dikendalikan.3) Tidak adanya perhatian yang sungguh-sungguh dari sebagian pimpinan KAP akan mutu pekerjaan audit mereka.Faktor-faktor intern yang dapat dikemukan adalah :1) Kurangnya kesadaran untuk mengutamakan etik dalam menjalankan profesi olehsebagian anggota IAI KAP2) Mutu pekerjaan audit yang ada kalanya tidak dapat dipertanggung jawabkan karenatenaga yang berkualitas kurang baik. Hal-halyang dikemukakan oleh Pembicara berikut ini adalah sinyalemen yang mampu ditangkapoleh Pembicara selama berkecimpung di bidang ini. danKonmpartemen akuntan publik sendiri perlu dilanjutkan. BPP. Namun demikian. ditingkatkan dan dikoordinasikansebaik-baiknya.3) Perlu kiranya diingatkan kembali kepada seluruh KAP dalam bentuk tertulis dan formatmengenai pentingnya mereka menjunjung tinggi kodeetik profesi. Langkah – Langkah Yang Dapat Lakukan Beberapa langkah menurut pembicara dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi yangada sebagian telah dan terus kita lakukan dan sebagian lagi masih perlu kita lakukan. kondisi t ersebut seharusnya membuat kita tergerak untuk samasama memikirkan penangulangannya. Mungkin saja ada faktorfaktor lainnya yang turutmempengaruhi yang belum dicantumkan diatas.4) Orientasi yang lebih mementingkan keuntungan finansial dari pada menjaga nama baik KAP yang bersangkutan.5) Pendapat bahwa perbuatanperbuatan yang melanggar etik ini tidak atau kecilkemungkinannya diketahui pihak lain.2) Sanksi-sanksi yang tegas terhadap para pelanggar perlu terus dilanjutkan agar dapatmengurungkan niat-niat kurang baik yang dapat timbul.4) Perlu usaha-usaha penataran yang terus menerus oleh IAI terhadap para anggotanya.3) Honorarium yang relatif rendah untuk pekerjaan audit yang ditawarkan klienklientingkat menengah dari kecil.Faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi adalah :1) Kurangnya kesadaran anggota masyarakat (termasuk anggota KAP) akan kepatuhanterhadap hukum 2) Praktek-praktek yang tidak benar dari sebagian usahawan yang menyulitkanindenpendensi akuntan publik. BPKP.Faktorfaktor yang dikemukakan diatas belumlah seluruh faktor yang mempengaruhi pekerjaan akuntan pu blik.5) Agar setiap pimpinan KAP mengambil langkah-langkah untuk dengan sungguh-sungguhmengawasi stafnya sehingga pelanggaran terhadap kepada etik bisa ditekan ke tingkat yangserendah-rendahnya.

melakukan dengar pendapat. Tindakan penegakan dapat dilakukan sebagai tanggapan atas :1. dimana CPA secara pribadi adalah seorang wajib pajak yangmenurut undang – undang wajib mengarsipkan surat pemberitahuan pajak penghasilan tersebut. Modern Auditing.Penegakan peraturan dilakukan oleh dua kelompok.3. Keduanya memiliki wewenang untuk melakukaninvestigasi atas keluhan yang disampaik an. sertamengenakan sanksi pada mereka yang telah melanggar peraturan. • Pengarsipan surat pemberitahuan pajak penghasilan yang dipalsukan atauyang mengandung kecurangan atas nama CPA atau atas nama klien.Sumber :Boynton. William C. • Dengan sengaja membantu menyusun dan menyajikan surat pemberitahuan pajak penghasilan atas nama klien yang dipalsukan atauyang mengandung kecurangan.3.Memecat CPAPeraturan tambahan atau bylaw AICPA ( BL 7.Penyampaian adanya indikasi pelanggaran kepada AICPA oleh pejabat pemerintah negara bagian atau federal. • Dengan sengaja lalai mengarsipkan surat pemberitahuan pajak penghasilan.Tindakan – tindakan yang dapat diberikan pada CPA yang melangar adalah :1.Penegakan Peraturan Seorang KAP hanya dapat dihukum karena melanggar peraturan – peraturan dariKode Perilaku Profesional.Menegur CPA.1 ) meliputi ketentuan disiplinotomatis ( automatic disciplinary provisions ) yang memberikan wewenang untuk menghentikan sementara atau mencabut keanggotaan tanpa perlu melakukandengar pendapat pada situasi tertentu. yaitu oleh AICPA danmasyarakat CPA ne gara bagian.Ulasan dalam surat kabar atau publikasi3.2.Adanya keluhan terhadap anggota dan bukan anggota2. 2006 . Penghentian sementara dapat terjadi bila Sekretaris AICPA diberitahu bahwa pertimbangan atau pernyataan bersalah telahdijatuhkan kepada seorang CPA yang : • Menjalani hukuman pidana kurungan untuk masa lebih dari satu tahun. .Memberhentikan sementara CPA selama periode waktu yang tidak lebih dari duatahun.

com/mod. http://faris31. Inc.dwikartika.id/me/index.com/http://www.endonesia.USA : John Wiley & Sons.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=5&artid=4320 http://etikaauditor.com/2010/11/09/contoh-kasus-pelanggaran-kode-etikakuntansi/http://www.blogspot.web.php?option=com_conte nt&view=article&id=52:etika-profesi-seorang-auditor&catid=36:artikel .wordpress.

Namun. Pemalsuan lainnya pada formulir bernomor AN 86515 pada 23 Desember 2010 dengan nama penerima PT Abadi Agung Utama. kasus ini akhirnya diselesaikan di luar pengadilan. undang-undang anti korupsi buat perusahaan Amerika di luar negeri.KASUS-KASUS PELANGGARAN ETIKA PROFESI AKUNTASI 1. Selasa (8/11/2011). Hal ini terungkap dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum di sidang perdananya. Dari semula US$ 3. menjeratnya dengan Foreign Corrupt Practices Act.blogspot. Penasihat Anti Suap Baker rupanya was-was dengan polah anak perusahaannya. Baker melaporkan secara suka rela kasus ini dan memecat eksekutifnya. "Sebagian tanda tangan yang ada di blangko formulir transfer tersebut adalah tandatangan nasabah.000 dollar AS pada 31 Agustus 2010. karena Baker mohon ampun.html 2. Berkat aksi sogok ini. Malinda antara lain memalsukan tanda tangan Rohli bin Pateni. Pemalsuan juga dilakukan pada formulir bernomor AN 106244 yang dikirim ke PT Eksklusif Jaya Perkasa senilai Rp 99 juta. "Pembayaran Bapak Rohli untuk interior". Malinda Palsukan Tanda Tangan Nasabah JAKARTA. Pembahasan : pada kasus ini KPMG melanggar prinsip intergitas dimana dia menyuap aparat pajak hanya untuk kepentingan kliennya. Malinda menulis kolom pesan. hal ini dapat dikatakan tidak jujur karena KPMG melakukan kecurangan dalam melaksanakan tugasnya sebagai akuntan publik sehingga KPMG juga melanggar prinsip objektif Sumber : http://keluarmaenmaen." ujar Jaksa Penuntut Umum. September tahun 2001. di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam transaksi ini. diterbitkan faktur palsu untuk biaya jasa profesional KPMG yang harus dibayar kliennya PT Easman Christensen. kewajiban pajak Easman memang susut drastis. "Penerima Bank Artha Graha sebesar Rp 50 juta dan kolom pesan ditulis DP untuk pembelian unit 3 lantai 33 combine unit. Tatang Sutarna. Namun. Malinda Dee binti Siswowiratmo (49). anak perusahaan Baker Hughes Inc. hampir saja Baker dan KPMG terseret ke pengadilan distrik Texas. Securities & Exchange Commission. KOMPAS." baca jaksa. Sebagai siasat. ketimbang menanggung risiko lebih besar.2 juta menjadi hanya US$ 270 ribu. diketahui memindahkan dana beberapa nasabahnya dengan cara memalsukan tanda tangan mereka di formulir transfer. Kantor akuntan publik ternama ini terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia sebesar US$ 75 ribu. KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono harus menanggung malu. Maka. Akibatnya. KPMG pun terselamatan. .com . Pemalsuan tanda tangan dilakukan sebanyak enam kali dalam formulir transfer Citibank bernomor AM 93712 dengan nilai transaksi transfer sebesar 150.com/2010/11/beberapa-contoh-kasus-pelanggaranetika. Kasus KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono yang diduga menyuap pajak.Terdakwa kasus pembobolan dana Citibank. Badan pengawas pasar modal AS. yang tercatat di bursa New York.

Salah satu pihak berpendapat auditor yang bersangkutan. Penangkapan ini menimbulkan pro dan kontra.Masih dengan nama dan tanda tangan palsu Rohli. Kasus ini terjadi sekitar tahun 2004. kecuali untuk teknologi informasi. amplop suara. yakni pada formulir Citibank bernomor No AJ 79016. Mulyana W Kusuma sebagai seorang anggota KPU diduga menyuap anggota BPK yang saat itu akan melakukan audit keuangan berkaitan dengan pengadaan logistic pemilu. Selain itu malinda juga melanggar prinsip Integritas. "Hal ini sesuai dengan keterangan saksi Rohli bin Pateni dan N Susetyo Sutadji serta saksi Surjati T Budiman serta sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan laboratoris Kriminalistik Bareskrim Polri. karena ia tidak menggunakan pertimbangan professional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Rp 700 juta ke seseorang bernama Leonard Tambunan. Adapun tanda tangan palsu atas nama korban N Susetyo Sutadji dilakukan lima kali. 3. Setelah dilakukan penyempurnaan laporan. maka disepakati bahwa laporan akan diperiksa kembali satu bulan setelahnya. Untuk itu. Menurut versi Khairiansyah ia bekerja sama dengan KPK memerangkap upaya penyuapan oleh saudara Mulyana dengan menggunakan alat perekam gambar pada dua kali pertemuan mereka. yakni Salman telah berjasa mengungkap kasus ini. Sumber : http://meizis. Pembahasan: Dalam kasus ini malinda melakukan banyak pemalsuan tanda tangan yang tidak diketahui oleh nasabah itu sendiri. Malinda mengirimkan dana sebesar Rp 2 miliar kepada PT Sarwahita Global Management. BPK sepakat bahwa laporan tersebut lebih baik daripada sebeumnya. Logistic untuk pemilu yang dimaksud yaitu kotak suara. AM 123330. AM 123339. karena tidak memelihara dan meningkatkan kepercayaan nasabah. Rp 361 juta ke PT Yafriro International. Demikian pula dengan pemalsuan pada formulir AN 134280 dalam pengiriman uang kepada seseorang bernama Rocky Deany C Umbas sebanyak Rp 50 juta pada 28 Januari 2011 untuk membayar pemasangan CCTV milik Rohli. Malinda mengirimkan uang senilai Rp 250 juta dengan formulir AN 86514 ke PT Samudera Asia Nasional pada 27 Desember 2010 dan AN 61489 dengan nilai uang yang sama pada 26 Januari 2011. Setelah dilakukan pemeriksaan. dan teknologi informasi. Dua transaksi lainnya senilai Rp 500 juta dan 150 juta dikirim ke seseorang bernama Vigor AW Yoshuara. badan dan BPK meminta dilakukan penyempurnaan laporan. Secara berurutan. yakni Salman Khairiansyah. Di saat inilah terdengar kabar penangkapan Mulyana W Kusuma.html . AM 123340. surat suara. dan AN 110601. tinta. Dalam penangkapan tersebut. Dalam kasus ini prinsip-prinsip yang telah dilanggar adalah Tanggung jawab profesi.com/2011/11/contoh-kasus-pelanggaran-etika-profesi. ternyata laporan tersebut belum selesai dan disepakati pemberian waktu tambahan. . Pengiriman dana dan pemalsuan tanda tangan ini sama sekali tak disadari oleh kedua nasabah tersebut. Kasus Mulyana W Kusuma." jelas Jaksa. sedangkan pihak lain berpendapat bahwa Salman tidak seharusnya melakukan perbuatan tersebut karena hal tersebut telah melanggar kode etik akuntan. Mulyana ditangkap karena dituduh hendak melakukan penyuapan kepada anggota tim auditor BPK.blogspot. Setelah lewat satu bulan. tim intelijen KPK bekerjasama dengan auditor BPK.

com/2012/01/kasus-kasus-pelanggaran-etika-profesi.34 .blogspot. Salman tidak seharusnya melakukan perbuatan diatas .html diakses jam 10.blogspot. antara lain bahwa auditor tidak seharusnya melakukan komunikasi atau pertemuan dengan pihak yang sedang diperiksanya. Sumber : http://keluarmaenmaen. meskipun pada dasarnya tujuannya dapat dikatakan mulia. Perbuatan tersebut tidak dapat dibenarkan karena beberapa alasan.com/2010/11/beberapa-contoh-kasus-pelanggaranetika.html http://yulitaning.Pembahasan :Berdasarkan kode etik akuntan.

penyedia informasi akuntansi dan mahasiswa akuntansi (Suhardjo dan Mardiasmo. Aturan ini merupakan aturan main dalam menjalankan atau mengemban profesi tersebut yang biasanya disebut sebagai kode etik yang harus dipenuhi dan ditaati oleh setiap profesi. Dalam prinsip akuntansi. Bisnis dapat menjadi sebuah profesi etis apabila ditunjang dengan menerapkan prinsip-prinsip etis untuk berbisnis. Menurut Chua dkk (1994) menyatakan bahwa etika professional juga berkaitan dengan perilaku moral yang lebih terbatas pada kekhasan pola etika yang diharapkan untuk profesi tertentu. Dan bukan didasarkan pada beberapa pihak tertentu saja. Kode etik ini menetapkan prinsip dasar dan aturan etika profesi yang harus diterapkan oleh setiap individu. Berdasarkan pernyataan di atas. Namun terkadang untuk mencapai tujuan itu segala upaya dan tindakan dilakukan. bagi akuntan. sebuah profesi memiliki komitmen moral yang tinggi yang biasanya dituangkan dalam bentuk aturan khusus yang menjadi pegangan bagi setiap orang yang mengembangkan profesi yang bersangkutan. Setiap profesi yang memberikan pelayanan jasa pada masyarakat harus memiliki kode etik yang merupakan seperangkat moral-moral dan mengatur tentang etika profesional (Agnes. 1996). Prinsip-prinsip etis dalam berbisnis adalah merupakan suatu hukum yang mengatur kegiatan bisnis semua pihak secara fair dan baik disertai dengan sebuah sistem pemerintahan yang adil dan efektif dalam menegakkan aturan bisnis tersebut. Walaupun pelaku bisnis harus melakukan tindakan-tindakan yang mengabaikan berbagai dimensi moral dan etika dari bisnis itu sendiri. profesi akuntansi tidak akan ada karena fungsi akuntansi adalah penyedia informasi untuk proses pembuatan keputusan bisnis oleh para pelaku bisnis. Karena itu. maka kode etik profesi perlu diterapkan dalam setiap jenis profesi.Kasus Pelanggaran Kode Etika Profesi Akuntansi BAB I PENDAHULUAN A. Tanpa etika. Dalam etika profesi. LATAR BELAKANG Kemajuan ekonomi suatu negara memacu perkembangan bisnis dan mendorong munculnya pelaku bisnis baru sehingga menimbulkan persaingan yang cukup tajam di dalam dunia bisnis. Hampir semua usaha bisnis betujuan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya (profitmaking) agar dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku bisnis dan memperluas jaringan usahanya. Dalam prinsip ini terdapat tata cara ideal dalam pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas ini dapat menunjang maksud dan tujuan kegiatan bisnis. Pihakpihak yang berkepentingan dalam etika profesi akuntansi adalah akuntan publik. 2002). etika akuntan harus lebih dijaga daripada kepentingan perusahaan. dengan berdasarkan kepentingan banyak pihak yang terlibat dengan perusahaan. prinsip akuntansi adalah aturan tertinggi yang harus diikuti. Di dalam kode etik terdapat . Kode etik dalam akuntansi pun menjadi barang wajib yang harus mengikat profesi akuntan.

muatan-muatan etika yang pada dasarnya untuk melindungi kepentingan masyarakat yang menggunakan jasa profesi. KODE ETIK PROFESI AKUNTANSI Etika profesi akuntan di Indonesia diatur dalam Kode Etik Akuntan Indonesia. pengawasan terhadap kode etik juga dilakukan oleh para anggota dan pemimpin KAP. bekerja di lingkungan usaha. Kepentingan Publik Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik. Kode etik akuntan merupakan norma dan perilaku yang mengatur hubungan antara auditor dengan para klien. anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi. Kode etik akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota. Tanggung Jawab profesi Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional. Departemen Keuangan RI dan BPKP. menghormati kepercayaan publik. Di Indonesia. kode etik bermaksud melindungi masyarakat dari kemungkinan dirugikan oleh kelalaian baik secara disengaja maupun tidak disengaja oleh kaum profesional. Unit Peer Review Kompartemen Akuntan Publik-IAI. penegakkan kode etik dilaksanakan sekurang-kurangnya enam unit organisasi. 2. pada instansi pemerintah. Dewan Pertimbangan Profesi-IAI. 1. anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Prinsip etika yang tercantum dalam kode etik akuntan Indonesia adalah sebagai berikut: 1. Badan Pengawas Profesi Kompartemen Akuntan Publik-IAI. yang tidak secara khusus dirumuskan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tetapi dapat dianggap menjiwai kode perilaku IAI. Kedua. . Prinsip perilaku profesional seorang akuntan. yaitu Kantor Akuntan Publik. antara auditor dengan sejawatnya dan antara profesi dengan masyarakat. dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. Anggota juga harus selalu bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi. kode etik bertujuan melindungi keluruhan profesi tersebut dari perilaku-perilaku buruk orang tertentu yang mengaku dirinya profesional (Keraf. Etika profesional bagi praktek auditor di Indonesia dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (Sihwajoni dan Gudono. maupun di lingkungan dunia pendidikan. memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Terdapat dua sasaran pokok dalam dua kode etik ini yaitu Pertama. baik yang berpraktek sebagai auditor. berkaitan dengan karakteristik tertentu yang harus dipenuhi oleh seorang akuntan. setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Sejalan dengan peran tersebut. Sebagai profesional. Kode etik ini mengikat para anggota IAI dan dapat dipergunakan oleh akuntan lainnya yang bukan atau belum menjadi anggota IAI. 1998). 2000). Selain enam unit organisasi di atas.

. dunia bisnis dan keuangan. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut.Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara. investor. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil. bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Anggota dalam praktek publik memberikan jasa atestasi. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat. tidak berprasangka atau bias. pemberi kerja. antara lain. 3. setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Integritas Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. 4. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya. pemberi kredit. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya. Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi. serta konsultasi manajemen. tidak memihak. pemerintah. pendidikan. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan. pegawai. Obyektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Objektivitas Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Integritas mengharuskan seorang anggota untuk. melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri. Mereka juga mendidik dan melatih orang orang yang ingin masuk kedalam profesi. serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain. jujur secara intelektual. dan pemerintah. Apapun jasa dan kapasitasnya. perpajakan. dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien.

Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa. Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkat pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan. anggota yang lain. anggota mempunyai . staf. kompetensi dan ketekunan. Standar Teknis Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Dalam hal penugasan profesional melebihi kompetensi anggota atau perusahaan. Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya. pemberi kerja dan masyarakat umum. 8. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir. Kerahasiaan Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan. Anggota seharusnya tidak menggambarkan dirinya memiliki keahlian atau pengalaman yang tidak mereka miliki. 6. Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik.5. kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. pedoman dan pertimbangan yang diperlukan memadai untuk bertanggung jawab yang harus dipenuhinya. anggota wajib melakukan konsultasi atau menyerahkan klien kepada pihak lain yang lebih kompeten. serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir. 7. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati. Perilaku Profesional Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati. Setiap anggota bertanggung jawab untuk menentukan kompetensi masing masing atau menilai apakah pendidikan. pihak ketiga. Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat sifat dan luas kewajiban kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan.

Jadi tidak ada perbedaaan yang signifikan antara kode etik SAP dan IFAC. jadi kode etik ini bukan merupakan hal yang baru kemudian disesuaikan dengan IFAC. dan ketentuanpidana. Laporan keuangan mempunyai fungsi yang sangat vital. SPAP dan kode etik diterapkan oleh asosiasi profesi berdasarkan standar Internasional. . Apalagi misi Federasi Akuntan Internasional seperti yang disebut konstitusi adalah melakukan pengembangan perbaikan secara global profesi akuntan dengan standar harmonis sehingga memberikan pelayanan dengan kualitas tinggi secara konsisten untuk kepentingan publik. Departemen Keuangan (DepKeu) mempunyai aturan sendiri yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. khususnya kode etik. Internasional Federation of Accountants. 2. RUU DAN KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK Untuk mengawasi akuntan publiK. RUU Akuntan Publik terdiri atas 16 Bab dan 60 Pasal . RUU tentang Akuntan Publik didasari pertimbangan untuk profesionalisme dan integritas profesi akuntan publik. Departemen Keuangan menyusun rancangan Undang-undang tentang Akuntan Publik dan RUU Laporan Keuangan. Sedangkan kode etik yang disusun oleh SPAP adalah kode etik International Federations of Accountants (IFAC) yang diterjemahkan. perijinan akuntan publik.17 Tahun 2008 yang mewajibkan akuntan dalam melaksanakan tugas dari kliennya berdasarkan SPAP (Standar Profesi Akuntan Publik) dan kode etik. badan pengatur. Seorang anggota IFAC dan KAP tidak boleh menetapkan standar yang kurang tepat dibandingkan dengan aturan dalam kode etik ini. Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. kecuali dilarang oleh hukum atau perundang-undangan. Akuntan profesional harus memahami perbedaaan aturan dan pedoman beberapa daerah juridiksi. sanksi administratif. Misalkan dalam auditing. Untuk itu. SPAP berstandar kepada International Auditing Standart. Adopsi etika oleh Dewan SPAP tentu sejalan dengan misi para akuntan Indonesia untuk tidak jago kandang. sehingga harus disajikan dengan penuh tanggung jawab. dengan pokok-pokok mencakup lingkungan jasa akuntan publik.kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas. dan pengaturan perundang-undangan yang relevan. tetapi mengadopsi dari sumber IFAC.

Mengembangkan suatu perasaan kewajiban atas tanggung jawab moral. Petrus M. TUJUAN Tujuan dari makalah ini ialah menunjukkan bagaimana menjalankan profesi dalam dunia bisnis dengan cara yang beretika. Belajar menghubungkan dengan ketidakpastian profesi akuntansi. B. jujur. 7. 4. bertanggungjawab. Loeb (1988) dan Hiltebeiltel dan Jones (1992) mengemukakan tujuan pendidikan etika dalam bidang akuntansi adalah: 1. 5. Menghubungkan pendidikan akuntansi kepada persoalan-persoalan etis. 6. BAB II PEMBAHASAN A. KASUS Dalam Kode Etik Profesi Akuntan telah diatur bagaimana seharusnya para akuntan bertindak. Menyusun tahapan untuk suatu perubahan dalam perilaku etis. baik Akuntan. Konsultasi kepada kliennya dibidang itu menimbulkan benturan kepentingan. seperti pembukaan atau jasa lain yang berhubungan dengan jasa akuntansi klien. Winata. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang yang telah dipaparkan di atas. desain sistem informasi keuangan.penyimpangan yang dilakukan oleh para . 2. selalu ada penyimpangan. Kantor Akuntan Publik (KAP) maupun orang dalam KAP memberikan jasa-jasa nonaudit kepada klien. Mengenalkan persoalan dalam akuntansi yang mempunyai implikasi etis. 3.Akuntan tidak independen apabila selama periode Audit dan periode Penugasan Profesioanalnya. aktuaria dan audit internal. Mengembangkan kemampuan yang berkaitan dengan konflik etis. dan beretika dalam menjalankan profesinya sesuai dengan Kode Etik Akuntan Indonesia. C. Mengapresiasikan dan memahami sejarah dan komposisi seluruh aspek etika akuntansidan hubungan terhadap bidang umum dan etika. Selain itu juga bagaimana menghasilkan akuntan – akuntan yang profesional. Akan tetapi pada kenyataannya. Drs. maka pembahasan dalam makalah ini disajikan dalam bentuk contoh kasus pelanggaran kode etik profesi akuntansi yakni kasus dari Akuntan Publik.

penyimpangan ini tentunya berdampak kurang baik terhadap kredibilitas maupun nama baik akuntan di mata masyarakat.06/2002 tentang Jasa Akuntan Publik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menkeu Nomor 359/KMK. menjelaskan sanksi pembekuan izin diberikan karena akuntan publik tersebut melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Petrus juga telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit umum dengan melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Muzatek Jaya. Selama izinnya dibekukan. Oleh karena itu.06/2003. Petrus Mitra Winata dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Penyimpangan. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membekukan izin Akuntan Publik (AP) Drs.Akuntan tidak independen apabila selama periode Audit dan . Selasa (27/3). Petrus dilarang memberikan jasa atestasi termasuk audit umum. Pelanggaran itu berkaitan dengan pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku berakhir 31 Desember 2004 yang dilakukan oleh Petrus. Yang bersangkutan juga dilarang menjadi pemimpin rekan atau pemimpin cabang KAP. Pembekuan izin oleh Menkeu tersebut sesuai dengan Keputusan Menkeu Nomor 423/KMK. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Departemen Keuangan Samsuar Said dalam siaran pers yang diterima Hukumonline. audit kinerja dan audit khusus. PT Luhur Artha Kencana dan Apartemen Nuansa Hijau sejak tahun buku 2001 sampai dengan 2004. baik bagiperusahaan itu sendiri maupun bagi para pelaku bisnis lainnya. Selain itu. review. kode etik dan standar profesi yang jelas. terhitung sejak 15 Maret 2007. Disini peran akuntan publik sangatlah penting. serta wajib memenuhi ketentuan mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL). Mitra Winata dan Rekan selama dua tahun. Kasus pelanggaran Standar Profesional Akuntan Publik kembali muncul.akuntan. Akuntan publik sebagai suatu profesi yang mengemban kepercayaan publik harus bekerja dalam kerangka peraturan perundang-undangan.misalnya berupa perekayasaan laporan keuangan untuk menunjukkan kinerja perusahaan agar terlihat lebih baik. namun dia tetap bertanggungjawab atas jasa-jasa yang telah diberikan. ini merupakan pelanggaran akuntan terhadap kode etik profesinya yang telah melanggar kode etik akuntan karena akuntan telah memiliki seperangkat kode etik tersendiri yang disebut sebagai aturan tingkah laku moral bagi para akuntan dalam masyarakat. Menteri Keuangan pun memberi sanksi pembekuan. PEMBAHASAN Laporan Keuangan yang accountable dan auditable sangatlah penting. sikap profesional dan ketaatan pada kode etik profesi akuntansi sangat penting untuk dimiliki oleh setiap akuntan. B. Berbagai pelanggaran etika yang dilakukan para akuntan telah banyak terjadi saat ini.

C. 3. tidak boleh membiarkan terjadinya benturan kepentingan. Integritas. Akuntan Profesional harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh sebagai hasil hubungan profesional dan hubungan bisnis dan tidak boleh mengungkapkan informasi apapun kepada pihak ketiga tanpa ada izin yang tepat dan spesifik kecuali terdapat hak dan professional untuk mengungkapkan. . Petrus juga telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit umum dengan melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Muzatek Jaya. auditor tersebut telah melanggar prinsip keempat. Berdasarkan etika profesi akuntansi. Kerahasiaan. Objektivitas. PetrusMitra Winata. Kompetensi dan sikap kehati-hatian professional. maka audit yang dilakukan pun harus sesuai dengan Standar Auditing (SA) dalam SPAP. atau tidak boleh mempengaruhi kepentingan pihak lain secara tidak pantas yang dapat mengesampingkan pertimbangan professional atau pertimbangan bisnis. Drs. yaitu prinsip objektivitas. Oleh karena itu Akuntan Profesional diharuskan untuk mematuhi prinsip-prinsip fundamental sebagai berikut: 1. Selain itu. Akuntan Profesional tidak boleh membiarkan hal-hal yang biasa terjadi. Pelanggaran itu berkaitan dengan pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku berakhir 31 Desember 2004 yang dilakukan oleh Drs. desain sistem informasi keuangan. Akuntan Profesional memiliki kewajiban yang berkesinambungan untuk memelihara pengetahuan dan keahlian pada suatu tingkat dimana klien atau pemberi kerja menerima jasa profesional yang kompeten yang didasarkan pada pelatihan. ANALISIS Dalam kasus tersebut. 2. Konsultasi kepada kliennya dibidang itu menimbulkan benturan kepentingan. baik Akuntan. Dimana setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. aktuaria dan audit internal. 5. PT Luhur Artha Kencana dan Apartemen Nuansa Hijau sejak tahun buku 2001 sampai dengan 2004. Akuntan Profesional harus bersikap jujur dalam semua hubungan professional dan bisnis. sanksi pembekuan izin diberikan karena akuntan publik tersebut melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Petrus Mitra Winata seharusnya mematuhi Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) yang berlaku. 4. Profesional. dan teknik terkini. Ketika memang dia harus melakukan jasa audit. Akuntan Profesional harus mematuhi hukum dan perundang-undangan yang relevan dan harus menghindari semua tindakan yang dapat mendeskreditkan profesi. perundang-undangan.periode Penugasan Profesioanalnya. Kantor Akuntan Publik (KAP) maupun orang dalam KAP memberikan jasa-jasa non-audit kepada klien. seperti pembukaan atau jasa lain yang berhubungan dengan jasa akuntansi klien. Sebagai seorang akuntan publik.

Dari kondisi tersebut banyak peneliti yang ingin mencari tahu mengenai “faktor – faktor apa saja yang menjadi penentu atau mempengaruhi pengambilan keputusan tidak etis atau pelanggaran terhadap etika. tindakan tidak etis lebih dipengaruhi oleh lingkungan. artinya bahwa para akuntan profesional cenderung berperilaku tidak bermoral apabila dihadapkan dengan suatu persoalan akuntansi. Pertama. Trevino (1990) menyatakan bahwa terdapat dua pandangan mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi tindakan tidak etis yang dibuat oleh seorang individu. sehingga menimbulkan konflik audit. Selain itu Finn Etal juga menyatakan bahwa akuntan seringkali dihadapkan pada situasi adanya dilema yang menyebabkan dan memungkinkan akuntan tidak dapat independen. Situasi dilematis sebagaimana yang digambarkan di atas adalah situasi yang sangat sering dihadapi oleh auditor. tetapi masih banyak juga kasus pelanggaran yang terjadi yang dilakukan oleh para akuntan terkait dengan . misalnya sistem reward dan punishment perusahaah. Konflik audit ini akan berkembang menjadi sebuah dilema etika ketika auditor diharuskan membuat keputusan yang bertentangan dengan independensi dan integritasnya dengan imbalan ekonomis yang mungkin terjadi atau tekanan di sisi lainnya. Sementara Volker menyatakan bahwa para akuntan profesional cenderung mengabaikan persoalan etika dan moral bilamana menemukan masalah yang bersifat teknis. Penelitian ini dipicu dengan semakin banyaknya pelanggaran etika yang terjadi. Situasi demikianlah yang menyebabkan terjadinya pelanggaran terhada etika dan sangat wajarlah apabila ketika para pemakai laporan keuangan seperti investor dan kreditur mulai mempertanyakan kembali eksistensi akuntan sebagai pihak independen yang menilai kewajaran laporan keuangan. tetapi pada saat yang sama kebutuhan mereka tergantung kepada klien karena fee yang diterimanya. Kedua. pandangan yang berpendapat bahwa tindakan atau pengambilan keputusan tidak etis lebih dipengaruhi oleh karakter moral individu. KESIMPULAN Meskipun sudah banyak aturan dan kode etik yang disusun baik itu oleh DepKeu dan IAI. BAB III PENUTUP A.Penelitian terhadap perilaku akuntan telah banyak dilakukan baik di luar negeri maupun di Indonesia. Akuntan diminta untuk teta independen dari klien. sehingga seringkali akuntan berada dalam situasi dilematis. Hal ini akan berlanjut jika hasil temuan auditor tidak sesuai dengan harapan klien. iklim kerja organisasi dan sosialisasi kode etik profesi oleh organisasi dimana individu tersebut bekerja.

Kekuatan dalam kode etik profesi itu terletak pada para pelakunya masing masing. utamanya para akuntan publik yang sering bersentuhan dengan masyarakat dan kebijakan pemerintah. tetapi bukan berarti seorang akuntan dapat bekerja sekehendaknya. Berbagai kasus pelanggaran etika seharusnya tidak terjadi apabila setiap akuntan mempunyai pengetahuan.kode etik tersebut. Diharapkan juga kepada setiap akuntan pendidik agar dapat mengajar dan mendidik para mahasiswa agar kelak dapat melahirkan akuntan – akuntan muda yang berkualitas dan profesional dalam menjalankan profesi sebagai akuntan. yaitu di dalam hati nuraninya. Setiap orang yang memegang gelar akuntan. Demikianlah salah satu hal yang membedakan suatu profesi akuntansi adalah penerimaan tanggungjawab dalam bertindak untuk kepentingan publik. Oleh karena itu terjadinya berbagai kasus sebagaimana disebutkan di atas. Jadi.masing. pemahaman. yaitu di dalam hati nuraninya. Oleh karena itu tanggungjawab akuntan profesional bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan klien atau pemberi kerja. demikian sanksi – sanksi yang telah dibuat agar benar – benar dijalankan tanpa pandang bulu. Dan sebagaimana telah disebutkan diatas bahwa kekuatan dalam kode etik profesi itusendiri terletak pada para pelakunya masing . B. tetapi bertindak untuk kepentingan publik yang harus menaati dan menerapkan aturan etika dari kode etik. setiap akuntan sewajibnya memegang teguh prinsip – prinsip dalam kode etik profesi akuntansi. Memang saat ini belum ada akuntan yang diberikan sangsi berupa pemberhentian praktek audit oleh dewan kehormatan akibat melanggar kode etik dan standar profesi akuntan. Oleh karena itu. dan kemauan untuk menerapkan nilai – nilai moral dan etika secara memadai dalam pelaksanaan pekerjaan profesionalnya. seharusnya memberi kesadaran kepada setiap akuntan untuk lebih memperhatikan etika dalam melaksanakan pekerjaan profesi akuntansi. Etika yang dijalankan dengan benar menjadikan sebuah profesi menjadi terarah dan jauh dari skandal. wajib menaati kode etik dan standar akuntan. Jika setiap akuntan mempunyai integritas tinggi. ajaran dan didikan dari dosen sangatlah tidak berarti tanpa disertai kesadaran dari para mahasiswa sendiri untuk belajar . dengan sendirinya dia akan menjalankan prinsip kode etik dan standar akuntan dalam setiap tugas dan pekerjaan yang dilakukannya. SARAN Sangat diharapkan kepada Departemen Keuangan dan Pengurus IAI untuk lebih tegas dalam memberikan tindakan kepada setiap akuntan yang melanggar kode etik profesi akuntansi agar prinsip – prinsip dan kode etik akuntansi yang telah ada itu benar – benar dipatuhi dan dijadikan pedoman oleh setiap akuntan dalam menjalankan profesinya.

http://icharatnasariadu.blogspot.html diakses jam 10.dari setiap kasus yang ada dan mempersiapkan diri menjadi seorang akuntan yang profesional dan tentunya taat pada kode etik profesi akuntansi yang telah ditetapkan.com/2011/11/kasus-pelanggaran-kode-etika-profesi.36 .

dan (3) Interpretasi Aturan Etika.Prinsip Etika Prinsip etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika. . Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota. Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi. mencapai tingkat kinerja tertinggi. yaitu :     Profesionalisme. kepatuhan anggota juga ditentukan oleh adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan .Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia Terdiri dari tiga bagian yaitu : (1) Prinsip Etika. Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi. . maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya. sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan. Di samping itu. (2) Aturan Etika. Menurut Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia adalah suatu aturan yang dimaksudkan sebagai panduan bagi seluruh anggota. Kepercayaan . baik yang berpraktik sebagai akuntan publik. yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. bekerja di lingkungan dunia usaha.Kepatuhan Kepatuhan terhadap Kode Etik . Kualitas Jasa. tergantung pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota. dengan orientasi kepada kepentingan publik.Kredibilitas Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi. pada instansi pemerintah. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi: .Etika Profesi Akuntansi ETIKA PROFESI AKUNTANSI (Sumber : Ikatan Akuntansi Indonesia) Etika profesi akuntansi adalah kumpulan nilai yang berkaitan dengan profesi akuntansi yang harus dipatuhi dan dijadikan pedoman bagi para akuntan maupun para ahli yang bergerak dibidang akuntansi.

7.oleh opini public sehingga tiap anggota memperhatikan tiap-tiap standar etiknya guna mengevaluasi kinerja terhadap peraturan yang berlaku PRINSIP ETIKA AKUNTANSI (Sumber : Ikatan Akuntansi Indonesia) Adapun prinsip-prinsip etika akuntansi antara lain : 1. menghormati kepercayaan publik. Setiap anggota harus. 6. Perilaku Profesional. Kompetensi dan kehati-hatian Profesional. Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Kerahasiaan. Integritas. Tanggung Jawab Profesi. Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. BPKP melihat ulah KAP yang "nakal" ini tidak berhubungan dengan ambruknya bank-bank karena telah terjadi kolusi antara bank dengan KAP. Kepentingan Publik. dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. Namun. Obyektivitas. setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. . Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. Setiap anggota harus berprilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik 8. Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik. Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kompeten dan berhati-hati dalam bertindak. Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. DUA CONTOH KASUS PELANGGARAN OLEH AKUNTAN Adapun kasus-kasus yang berkenaan dengan pelanggaran etika akuntansi antara lain : Kasus 1 BPKP Akui 10 Kantor Akuntan Publik Melanggar SPAP Jakarta. 4. Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengakui sepuluh Kantor Akuntan Publik (KAP) melanggar Standar Pemeriksaan Akuntan Publik (SPAP). 2. menghormati leerahasiaan informasi yang diperoleh. Djarwoto dari BPKP mengakui bahwa hasil laporanIndonesian Corruption Watch (ICW) mengenai kantor KAP yang melanggar ketentuan memang 70% sama dengan temuan BPKP. hukumonline. 5. 3. Standar Teknis.

baik dari segi kebenaran maupun kelengkapan." cetus Djarwoto. Namun. . Pasalnya. Satu KAP yang melakukan audit terhadap 2 bank BBKU tidak dapat di-review oleh BPKP karena kantornya telah merger dengan KAP lain. Sementara audit terhadap satu bank tidak berhasil diterbitkan karena tidak tercapai kesesuaian dengan auditor." ujarnya. setelah mengevaluasi 10 kantor akuntan publik (KAP) yang melakukan audit terhadap 35 bank Bank Beku kegiatan Usaha (BBKU). Dalam auditnya terhadap bank-bank itu. Hasil laporan itu sudah disampaikan dengan surat sangat rahasia terhadap Menkeu. Hal ini dikemukakan Djarwoto dalam diskusi terbatas "Pelanggaran Akuntan Publik. 4 pada Oktober 1999. ICW mengaku bahwa hasil penyelidikan mereka bersumber pada laporan BPKP yang telah masuk keranjang sampah alias tidak ditindaklanjuti. memang sebagian besar KAP memberikan penilain wajar tanpa pengecualian kepada bank-bank yang sebulan kemudian ternyata collapse. sehingga dinyatakan disclaimer. Djarwoto menganggap kerusuhan pada Mei 1998 danrush terhadap bank lah yang menyebabkan ambruknya bank-bank. audit BPKP terhadap KAP-KAP yang melakukan audit pada bank BBKU itu dilakukan pada september sampai Februari 2000 atas perintah Menteri Keuangan melalui SK Menkeu No. "Kami hanya menguji sebagian kecil dari seluruh usaha audit kantor akuntan publik. Darmin Nasution. pada 1998 bank-bank sudahcollapse dan tidak mampu lagi membayar kantor akuntan publik untuk melakukan audit. ada 35 bank yang diaudit. Yang dilakukan adalah reviewterhadap penugasan audit oleh partner di KAP terhadap bank BBKU. Djarwoto membantah jika dikatakan KAP-KAP tersebut melakukan kolusi ketika melakukan audit terhadap bank-bank BBKU tersebut. Sanksi peringatan Djarwoto berpendapat. Seperti diketahui. Djarwoto beralasan bahwa hasil audit tidak dapat dijadikan landasan untuk menjatuhkan sanksi karena BPKP tidak menguji secara kuantitatif. bukan audit terhadap KAP itu sendiri. "Hal itu tidak dapat dipredikasi sebelumnya. hasil audit BPKP tersebut tidak dapat untuk menjatuhkan sanksi pada KAP selain sanksi peringatan sebagaimana yang telah diberikan oleh Dirjen Lembaga Keuangan. Ruang lingkup audit KAP terhadap bank-bank tersebut yang diselidiki oleh BPKP adalah tahun buku 1997.Persamaan itu. memang sudah menyatakan bahwa pihaknya telah memberi sanksi peringatan pada kantor-kantor akuntan publik tersebut. Dari 38 bank BBKU. Melanggar SPAP Djarwoto mengakui bahwa memang benar dari sepuluh kantor akuntan publik tersebut seluruhnya melanggar SPAP. sehingga terpaksa dibekukan. Menurut Djarwoto. ICW mengungkapkan adanya 10 kantor akuntan publik yang mempunyai indikasi melakukan kolusi dengan pihak bank ketika mengaudit bank BBKU. Dirjen Lembaga Keuangan Departemen Keuangan. Pembahasan atas Laporan ICW" yang diselenggarakan oleh Ilkatan Akuntan Indonesia (IAI).

" ujarnya.6/2003 tanggal 18 Desember 2003 untuk jangka waktu 6 bulan. keputusan yang diambil oleh Menkeu sudah bijak. Kuantitatif tidak teruji. terhitung sejak tanggal 15 Maret 2007 atas pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku berakhir 31 Desember 2004. Ristandi Suhardjadinata. akuntan dan KAP agar lebih professional dan lebih memegang teguh apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Namun. seharusnya lebih ditekankan kembali kepada setiap akuntan atau auditor untuk memahami etika profesi tersebut dan jangan sampai melakukan pelanggaran apalagi pelanggaran tersebut berulang kali dilakukan. laporan tersebut selain dikirim pada Menkeu hanya dipegang oleh empat orang pejabat BPKP yang sangat terpercaya. Djarwoto menganggap sanksi yang diberikan oleh Depkeu adalah paling tepat sebelum diadakan penyelidikan yang lebih mendalam. apalagi sepertinya kasus pelanggaran etika profesi ini cukup sering ditemukan. Mitra Winata dan rekan selama dua tahun. Namun dari situlah kemungkinan surat itu bocor. Dan satu kopi diberikan pada Ketua IAI yang dalam tim tersebut duduk sebagai ketua tim pengarah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menjabat saat itu sebagai Managing Director World Bank membekukan izin akuntan public Drs. Kasus 2 Pembekuan izin Akuntan Publik Menurut Keputusan Menteri Keuangan Nomor : KEP.443/KM. Analisa: Menurut saya. sebaiknya sebelum melakukan tindakan yang lebih lanjut dari pihak Depkeu dapat memberikan sanksi. Apalagi kejadian itu kan sudah lebih dari setahun.bukan sekedar peringatan saja. Pembekuan izin yang dilakukan ini merupakan yang kesekian kalinya. Karena itu. izin Akuntan Publik Drs. sehingga tidak dapat memberikan gambaran yang utuh terhadap jasa yang diberikan oleh KAP. Djarwoto juga membantah dugaan bahwa laporan ICW tersebut berasal dari BPKP. dan Ketua IAI.Djarwoto mengungkapkan bahwa kalau dirinya disuruh memberi rekomendasi KAP-nya ditutup atau dibekukan tentu tidak tepat. pejabat BPKP. MM dibekukan Karena telah melakukan pelanggaran terhadap Standar Auditing (SA). Mungkin benar surat dan kopi itu hanya dipegang oleh Menkeu. Agar pelanggaran tidak lagi dilakukan demi terciptanya citra profesi akuntansi yang baik. Atau mungkinkah. Untuk itu.Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dalam pelaksanaa audit atas laporan keuangan PT Dana Pensiun Pos Indonesia (Dapenpos) untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2007 yang berpotensi berpengaruh cukup signifikan terhadap laporan auditor independent . "Karena kami tidak melakukan evaluasi secara komprehensif. Petrus Mitra Winata dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Dan lebih ditekankan kembali untuk para auditor. perlu . Menurut Djarwoto. ICW mendapatkan data itu dari keranjang sampah? Analisis : Menurut pendapat saya. E. agar KAP-KAP yang lainnya tidak mengikuti jejak KAP yang telah terlibat pelanggaran SPAP.

upi.edu/operator/uplo ad/s_l0151_0608071_chapter1.or.id/tentang_iai.iaiglobal.com/2012/01/etika-profesi-akuntansi.com/berita/baca/hol2554/bpkp-akui-10-kantor-akuntan-publik-melanggar-spap www. Sumber : http://www.html .php?id=18 http://hukumonline.co.id/url?sa=t&rct=j&q=kasus%20pelanggaran%20etika%20profesi%20akuntan% 20terkini&source=web&cd=4&sqi=2&ved=0CC0QFjAD&url=http://repository.com http://www.google.adanya ketegasan dalam sanksi pelanggaran kasus etika profesi ini agar ke depannya akuntan maupun auditor semakin lebih baik dan lebih meningkatkan profesionalisme.google.blogspot.pdf&ei=oMQST-_iG4LnrAfB0eCPAg&usg=AFQjCNGk1APb96mvKA2P3OVxU8K0S4K4Q&sig2=_l7bsBuLby9UuJ73d0Y0BQ http://sarrahceria.

KAP Andersen diberhentikan sebagai auditor Enron.com/doc/11460206/Resiko-Etika-Dan-Manajemen-Resiko-Etika . Kasus Mulyana W Kusuma tahun 2004. Kasus Enron terungkap pada Desember 2001 dan terus berkembang tahun 2002. dengan tujuan agar investor tetap tertarik pada saham Enron. Hampir saja Baker dan KPMG terseret ke pengadilan distrik Texas karena telah melanggar undang-undang anti korupsi buat perusahaan Amerika di luar negeri. Kode etik akuntan dibuat bertujuan untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan tugas akuntan. maka kinerja tersebut sangat pantas diragukan. akhirnya kasus ini diselesaikan di luar pengadilan dan KPMG pun terselamatkan. Jika prinsip objektivitas akuntansi profesi ditiadakan. Sebagai siasat.scribd.CONTOH KASUS PELANGGARAN ETIKA PROFESI AKUNTANSI November 7th. Enron. yang tercatat di bursa New York. 2011 • Related • Filed Under Kasus sembilan dari sepuluh KAP yang melakukan audit terhadap sekitar 36 bank bermasalah ternyata tidak melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar audit.2 milyar. yang menjabat sebagai sebagai seorang anggota KPU diduga menyuap anggota BPK yang saat itu akan melakukan audit keuangan berkaitan dengan pengadaan logistic pemilu. Pada contoh kasus diatas. http://eprints. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat saya tarik mengenai ke empat contoh kasus diatas adalah pihak-pihak yang terkait pada kasus diatas pada umumnya sudah jelas melanggar kode etik akuntan. Referensi : 1. Kode etik yang dilanggar yaitu kepentingan Public and Objectivity dan Principle of Objectivity. http://www. Enron dan KAP Andersen dituduh telah melakukan kriminal dalam bentuk penghancuran dokumen yang berkaitan dengan investigasi atas kebangkrutan Enron. Kasus Enron terdapat manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan $600 juta padahal perusahaan rugi. Hasil audit tersebut ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya sehingga akibatnya mayoritas bank-bank yang diaudit tersebut termasuk di antara bank-bank yang dibekukan kegiatan usahanya oleh pemerintah sekitar tahun 1999. Karena telah melanggar prinsip kompetensi dan kehati. Namun karena Baker memohon kebijakan dari Badan pengawas pasar modal AS dan Securities and Exchange Commission. Dalam hal ini kesembilan KAP itu telah melanggar standar audit sehingga menghasilkan laporan yang menyesatkan masyarakat. suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31. diterbitkanlah faktur palsu untuk biaya jasa profesional KPMG yang harus dibayar kliennya PT Easman Christensen.hatian professional.ac.undip. Dalam kasus ini ICW melaporkan tindakan Mulyana W Kusuma kepada Majelis Kehormatan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan sekaligus meminta supaya dilakukan tindakan etis terhadap anggotanya yang melanggar kode etik profesi akuntan. Dalam hal ini akuntan/auditor dianggap telah menyesatkan publik dengan penyajian laporan keuangan yang direkayasa dan mereka dianggap tidak objektive dalam menjalankan tugas. anak perusahaan Baker Hughes Inc. karena mereka memberi laporan bank tersebut sehat ternyata dalam waktu singkat bank tersebut bangkrut.id/22994/2/SKRIPSI…pdf 2. Kasus KPMG-Siddharta dan Harsono yang diduga menyuap pajak telah terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia sebesar US$ 75 ribu.

http://agustinus-etikaprofesiakuntansi.html 4.ac.com/msg00614.com/2009/12/etika-profesi-akuntansi-kasusenron-bab. http://www.com/akhi@yahoogroups.mail-archive.gunadarma.wordpress.html 5.blogspot.id/2011/11/contoh-kasus-pelanggaran-etika-profesi-akuntansi/ .3. http://uwiiii.com/2009/11/14 http://wartawarga.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful