P. 1
Kasus di pengauditan

Kasus di pengauditan

|Views: 461|Likes:
kasus
kasus

More info:

Published by: Dwiyanita Paramarini on Mar 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/29/2014

pdf

text

original

Sections

  • Etika Profesi Akuntansi Dan Akuntan Publik Serta Kasusnya
  • Nama : FADLILLAH FIRDAUS
  • NPM : 20208470
  • KELAS : 4EB01
  • A. ETIKA PROFESI AKUNTANSI
  • Aturan Etika Profesi Akuntansi IAI
  • 1. Tanggung Jawab profesi
  • 2. Kepentingan Publik
  • Lima kewajiban Akuntan Publik dan KAP yaitu:
  • Akuntan Publik dilarang melakukan 3 (tiga) hal :
  • C. Kasus-Kasus Dalam Etika Profesi Akuntansi Dan Akuntan Publik
  • Analisa:
  • Definisi Etika
  • Komposisi kode etik AICPA
  • Kode Etik Akuntan Publik di Indonesia
  • Kasus Enron yang melibatkan KAP Arthur Andersen
  • Isu-isu Seputar Hukum dan Etika Dalam Pengauditan Andersen yang Menyimpang
  • Kondisi Yang Mempengaruhi Pelanggaran Kode Etik
  • Langkah – Langkah Yang Dapat Lakukan
  • Penegakan Peraturan
  • 1. Kasus KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono yang diduga menyuap pajak
  • 2. Malinda Palsukan Tanda Tangan Nasabah
  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • A. LATAR BELAKANG
  • 1. KODE ETIK PROFESI AKUNTANSI
  • 2. RUU DAN KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK
  • B. RUMUSAN MASALAH
  • C. TUJUAN
  • BAB II
  • PEMBAHASAN
  • A. KASUS
  • B. PEMBAHASAN
  • C. ANALISIS
  • BAB III
  • PENUTUP
  • A. KESIMPULAN
  • B. SARAN
  • Kasus 1
  • BPKP Akui 10 Kantor Akuntan Publik Melanggar SPAP
  • Melanggar SPAP
  • Sanksi peringatan
  • Kasus 2
  • Pembekuan izin Akuntan Publik

Senin, 09 Januari 2012 Etika Profesi Akuntansi Dan Akuntan Publik Serta Kasusnya Nama NPM KELAS A.

: FADLILLAH FIRDAUS : 20208470 : 4EB01

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

Etika yaitu nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Etika juga dapat disebut sebagai cabang ilmu tentang apa yang baik dan buruk tentang hak dan kewajiban moral. Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik. Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia.Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak Pengertian Etika • Menurut Kamus Besar Bhs. Indonesia (1995) Etika adalah Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat • Etika adalah Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral • Menurut Maryani & Ludigdo (2001) “Etika adalah Seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi” Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani ‘ethos’ yang berarti adat istiadat/ kebiasaan yang baik Perkembangan etika yaitu Studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya. Fungsi Etika 1. Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan. 2. Etika ingin menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis. 3. Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme Perilaku Etika Dalam Profesi Akuntansi Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan di negara tersebut. Pentingnya akan adanya modal dari investor maka untuk itu perlu dibuatnya laporan keuangan (financial report) yang mencangkup laporan laba rugi perusahaan, laporan neraca, laporan kas, dan laporan perubahan modal. Profesi akuntan publik inilah masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh manajemen perusahaan. Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan

menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari Prinsip Etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dalam konggresnya tahun 1973, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk pertama kalinya menetapkan kode etik bagi profesi akuntan Indonesia, kemudian disempurnakan dalam konggres IAI tahun 1981, 1986,1994, dan terakhir tahun 1998. Etika profesional yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dalam kongresnya tahun 1998 diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia. Aturan Etika Profesi Akuntansi IAI Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Untuk mencapai tujuan terse but terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi: Kredibilitas. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi. • Profesionalisme. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi. • Kualitas Jasa. Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi. • Kepercayaan. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan. Kode Etik Aturan Etika ini harus diterapkan oleh anggota Ikatan Akuntan Indonesia – Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP) dan staf profesional (baik yang anggota IAI-KAP maupun yang bukan anggota IAIKAP) yang bekerja pada satu Kantor Akuntan Publik (KAP)

B.

Etika Profesi Akuntan Publik

Setiap bidang profesi tentunya harus memiliki aturan-aturan khusus atau lebih dikenal dengan istilah “Kode Etik Profesi”. Dalam bidang akuntansi sendiri, salah satu profesi yang ada yaitu Akuntan Publik. Sebenarnya selama ini belum ada aturan baku yang membahas mengenai kode etik untuk profesi Akuntan Publik.Namun demikian, baru-baru ini salah satu badan yang memiliki fungsi untuk menyusun dan mengembangkan standar profesi dan kode etik profesi akuntan publik yang berkualitas dengan mengacu pada standar internasional yaitu Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) telah mengembangkan dan menetapkan suatu standar profesi dan kode etik profesi yang berkualitas. Kode Etik Profesi Akuntan Publik (Kode Etik) ini terdiri dari dua bagian, yaitu Bagian A dan Bagian B. Bagian A dari Kode Etik ini menetapkan prinsip dasar etika profesi dan memberikan kerangka konseptual untuk penerapan prinsip tersebut. Bagian B dari Kode Etik ini memberikan ilustrasi mengenai penerapan kerangka konseptual tersebut pada situasi tertentu. Kode Etik ini menetapkan prinsip dasar dan aturan etika profesi yang harus diterapkan oleh setiap individu dalam kantor akuntan publik (KAP) atau Jaringan KAP, baik yang merupakan anggota IAPI

maupun yang bukan merupakan anggota IAPI, yang memberikan jasa profesional yang meliputi jasa assurance dan jasa selain assurance seperti yang tercantum dalam standar profesi dan kode etik profesi. Untuk tujuan Kode Etik ini, individu tersebut di atas selanjutnya disebut ”Praktisi”. Anggota IAPI yang tidak berada dalam KAP atau Jaringan KAP dan tidak memberikan jasa profesional seperti tersebut di atas tetap harus mematuhi dan menerapkan Bagian A dari Kode Etik ini. Suatu KAP atau Jaringan KAP tidak boleh menetapkan kode etik profesi dengan ketentuan yang lebih ringan daripada ketentuan yang diatur dalam Kode Etik ini. Setiap Praktisi wajib mematuhi dan menerapkan seluruh prinsip dasar dan aturan etika profesi yang diatur dalam Kode Etik ini, kecuali bila prinsip dasar dan aturan etika profesi yang diatur oleh perundang-undangan, ketentuan hukum, atau peraturan lainnya yang berlaku ternyata berbeda dari Kode Etik ini. Dalam kondisi tersebut, seluruh prinsip dasar dan aturan etika profesi yang diatur dalam perundang-undangan, ketentuan hukum, atau peraturan lainnya yang berlaku tersebut wajib dipatuhi, selain tetap mematuhi prinsip dasar dan aturan etika profesi lainnya yang diatur dalam Kode Etik ini. Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu sendiri meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan. Delapan butir tersebut terdeskripsikan sebagai berikut : 1. Tanggung Jawab profesi Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peran tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Anggota juga harus selalu bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi. 2. Kepentingan Publik Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat, dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.

Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya, anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. 3. Integritas Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya. Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip. 4. Objektivitas Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain. Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi. Anggota dalam praktek publik memberikan jasa atestasi, perpajakan, serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri, pendidikan, dan pemerintah. Mereka juga mendidik dan melatih orang orang yang ingin masuk kedalam profesi. Apapun jasa dan kapasitasnya, anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas. 5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir. Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik.

Anggota seharusnya tidak menggambarkan dirinya memiliki keahlian atau pengalaman yang tidak mereka miliki. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati. pemberi kerja dan masyarakat umum. 7. Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkat pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan. badan pengatur. Kerahasiaan Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan. pihak ketiga. Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat sifat dan luas kewajiban kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan. Setiap anggota bertanggung jawab untuk menentukan kompetensi masing masing atau menilai apakah pendidikan. pedoman dan pertimbangan yang diperlukan memadai untuk bertanggung jawab yang harus dipenuhinya. dan pengaturan perundang-undangan yang relevan. kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas. Dalam hal penugasan profesional melebihi kompetensi anggota atau perusahaan. 8. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa. anggota wajib melakukan konsultasi atau menyerahkan klien kepada pihak lain yang lebih kompeten. anggota yang lain. 6. staf. Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Perilaku Profesional Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Standar Teknis Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Internasional Federation of Accountants. . Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya.

ketidakjujuran dan kelalaian serta menggunakan kemahiran jabatannya (due professional care) dalam menjalankan tugas profesinya. Dalam rangka peningkatan kapabilitas auditor. Memiliki Kertas Kerja Audit (KKA) dan mendokumentasikannya dengan baik. Bebas dari kecurangan (fraud). . 2. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kolusi antara Akuntan Publik dengan klien yang merugikan pihak lain. Hal ini menjadi penting. Menjaga kerahasiaan informasi / data yang diperoleh dan tidak dibenarkan memberikan informasi rahasia tersebut kepada yang tidak berhak. 5. 3. terutama SPM Seksi 100 tentang Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik (SPM-KAP). Akuntan Publik juga dilarang merangkap jabatan yang tidak diperbolehkan oleh ketentuan perundang-undangan / organisasi profesi seperti sebagai pejabat negara. 3. kecuali yang diperbolehkan seperti jabatan sebagai dosen perguruan tinggi yang tidak menduduki jabatan struktural dan atau komisaris atau komite yang bertanggung jawab kepada komisaris atau pimpinan usaha konsultansi manajemen. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau swasta. pimpinan atau pegawai pada instansi pemerintah. 4. maka dilarang untuk memberikan jasa. Mempunyai staf / tenaga auditor yang profesional dan memiliki pengalaman yang cukup. atau badan hukum lainnya. Akuntan Publik dilarang melakukan 3 (tiga) hal : 1. Menjalankan PSPM04-2008 tentang Pernyataan Beragam (Omnibus Statement) Standar Pengendalian Mutu (SPM) 2008 yang telah ditetapkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan Publik (DSPAP) Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Pembocoran rahasia data / informasi klien kepada pihak ketiga secara sepihak merupakan tindakan tercela.Lima kewajiban Akuntan Publik dan KAP yaitu: 1.Para auditor tersebut harus mengikuti Pendidikan Profesi berkelanjutan (Continuing Profesion education) sebagai upaya untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang audit dan proses bisnis (business process). Dilarang memberikan jasa audit umum atas laporan keuangan (general audit) untuk klien yang sama berturut-turut untuk kurun waktu lebih dari 3 tahun. organisasi profesi mensyaratkan pencapaian poin (SKP) tertentu dalam kurun / periode waktu tertentu. Apabila Akuntan Publik tidak dapat bertindak independen terhadap pemberi penugasan (klien). karena auditor harus senantiasa mengikuti perkembangan bisnis dan profesi audit secara terus menerus. KKA tersebut merupakan perwujudan dari langkah-langkah audit yang telah dilakukan oleh auditor dan sekaligus berfungsi sebagai pendukung (supporting) dari temuan-temuan audit (audit evidence) dan opini laporan audit (audit report). KKA sewaktu-waktu juga diperlukan dalam pembuktian suatu kasus di sidang pengadilan. 2.

pertama Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor yang mengajukan pinjaman dan tersangka Effedi Syam dari BRI yang saat itu menjabat sebagai pejabat penilai pengajuan kredit. kuasa hukum tersangka Effendi Syam.C. sehingga terjadilah kesalahan dalam proses kredit dan ditemukan dugaan korupsinya. Fitri Susanti. Keterlibatan itu karena Biasa Sitepu tidak membuat empat kegiatan data laporan keuangan milik Raden Motor yang seharusnya ada . · Kasus-Kasus Dalam Etika Profesi Akuntansi Dan Akuntan Publik Kasus 1 Kredit Macet Rp 52 Miliar. Sementara itu pihak penyidik Kejaksaan yang memeriksa kasus ini belum mau memberikan komentar banyak atas temuan keterangan hasil konfrontir tersangka Effendi Syam dengan saksi Biasa Sitepu sebagai akuntan publik tersebut. Ada empat kegiatan data laporan keuangan yang tidak dibuat dalam laporan tersebut oleh akuntan publik. terungkap ada dugaan kuat keterlibatan dari Biasa Sitepu sebagai akuntan publik dalam kasus ini. akuntan publik (Biasa Sitepu) diduga kuat terlibat dalam kasus korupsi dalam kredit macet untuk pengembangan usaha Perusahaan Raden Motor. Selasa (18/5/2010) mengatakan. setelah kliennya diperiksa dan dikonfrontir keterangannya dengan para saksi. Kasus kredit macet yang menjadi perkara tindak pidana korupsi itu terungkap setelah kejaksaan mendapatkan laporan adanya penyalahgunaan kredit yang diajukan tersangka Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor. Keterangan dan fakta tersebut terungkap setelah tersangka Effendi Syam diperiksa dan dikonfrontir keterangannya dengan saksi Biasa Sitepu sebagai akuntan publik dalam kasus tersebut di Kejati Jambi. Akuntan Publik Diduga Terlibat Selasa. Hasil pemeriksaan dan konfrontir keterangan tersangka dengan saksi Biasa Sitepu terungkap ada kesalahan dalam laporan keuangan perusahaan Raden Motor dalam mengajukan pinjaman ke BRI. 18 Mei 2010 | 21:37 WIB JAMBI.com – Seorang akuntan publik yang membuat laporan keuangan perusahaan Raden Motor untuk mendapatkan pinjaman modal senilai Rp 52 miliar dari BRI Cabang Jambi pada 2009. diduga terlibat kasus korupsi dalam kredit macet. KOMPAS. Dalam kasus ini pihak Kejati Jambi baru menetapkan dua orang tersangka. sehingga terungkap kasus korupsinya. sehingga menjadi temuan dan kejanggalan pihak kejaksaan dalam mengungkap kasus kredit macet tersebut. pegawai BRI yang terlibat kasus itu.” tegas Fitri. “Ada empat kegiatan laporan keuangan milik Raden Motor yang tidak masuk dalam laporan keuangan yang diajukan ke BRI. Semestinya data laporan keuangan Raden Motor yang diajukan ke BRI saat itu harus lengkap. Hal ini terungkap setelah pihak Kejati Jambi mengungkap kasus dugaan korupsi tersebut pada kredit macet untuk pengembangan usaha di bidang otomotif tersebut. Tersangka Effendi Syam melalui kuasa hukumnya berharap pihak penyidik Kejati Jambi dapat menjalankan pemeriksaan dan mengungkap kasus dengan adil dan menetapkan siapa saja yang juga terlibat dalam kasus kredit macet senilai Rp 52 miliar. Analisa: Dalam berita ini. namun dalam laporan keuangan yang diberikan tersangka Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor ada data yang diduga tidak dibuat semestinya dan tidak lengkap oleh akuntan publik.

Ikah & Sutrisno selama 18 bulan. Penugasan ini dilakukan secara berturut-turut sejak tahun buku 2002 hingga 2005. Kasus Great River sendiri mencuat ke publik seiring terjadinya gagal bayar obligasi yang diterbitkan perusahaan produsen pakaian tersebut. Analisa : Untuk kasus yang kedua.dalam laporan keuangan yang diajukan ke BRI sebagai pihak pemberi pinjaman. Depkeu juga melakukan pembekuan izin terhadap Akuntan Publik Justinus Aditya Sidharta. serta wajib memenuhi ketentuan mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL). terhitung sejak 15 Maret 2007. · Kasus 2 Akuntan Publik Petrus Mitra Winata Dibekukan Wed. PT Luhur Artha Kencana dan Apartemen Nuansa Hijau sejak tahun buku 2001 sampai dengan 2004. Selain itu. pelanggaran itu berkaitan dengan pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku berakhir 31 Desember 2004 yang dilakukan oleh Petrus. Dalam kasus ini. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mengindikasikan terjadi praktik overstatement (pernyataan berlebihan) penyusunan laporan keuangan yang melibatkan auditor independen. Sehingga dalam hal ini terjadilah kesalahan dalam proses kredit dan ditemukan dugaan korupsi. Djoko. Biasa Sitepu seharusnya menjalankan tugas dengan berdasar pada etika profesi yang ada. Yang bersangkutan juga dilarang menjadi pemimpin rekan atau pemimpin cabang KAP. Pembekuan izin yang dilakukan oleh Menkeu ini merupakan yang kesekian kalinya. Mitra Winata dan Rekan selama dua tahun. Sebelumnya. Petrus juga telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit umum dengan melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Muzatek Jaya. Petrus Mitra Winata dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. 28 Mar 2007 03:35:32 -0800 Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membekukan izin Akuntan Publik (AP)Drs. audit kinerja dan audit khusus. Aturan-aturan etika ini harus diterapkan oleh anggota IAI-KAP dan staf professional (baik yang anggota IAI-KAP maupun yang bukan anggota IAI-KAP) yang bekerja padasatu Kantor Akuntan Publik(KAP). Jika dugaan keterlibatan akuntan publik di atas benar. Justinus terbukti telah melakukan pelanggaran terhadap SPAP berkaitan dengan Laporan Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasi PT Great River International Tbk (Great River) tahun 2003. Djoko dinilai Menkeu telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit dengan hanya melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Myoh Technology Tbk (MYOH). namun dia tetap bertanggungjawab atas jasajasa yang telah diberikan. menjelaskan sanksi pembekuan izin diberikan karena akuntan publik tersebut melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Menkeu membekukan izin Akuntan Publik (AP) Djoko Sutardjo dari Kantor Akuntan Publik Hertanto. maka sebagai seorang akuntan publik. Empat kegiatan data laporan keuangan tersebut tidak disebutkan apa saja akan tetapi hal itu telah membuat adanya kesalahan dalam laporan keuangan perusahaan tersebut. review. Pelanggaran itu berkaitan dengan pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku berakhir 31 Desember 2004 yang dilakukan oleh Petrus. di bulan November tahun lalu. Petrus dilarang memberikan jasa atestasi termasuk audit umum. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Departemen Keuangan Samsuar Said dalam siaran pers yang diterima Hukumonline. Selama izinnya dibekukan. yakni akuntan publik Justinus Aditya Sidharta. Pada 4 Januari 2007. .

259 triliun. Assegaf. Suwir Laut dengan pasal 39 ayat 1 huruf c Undang-Undang No. pihak Asian Agri tidak berani berkomentar banyak.” kata kuasa hukum terdakwa. Karena laporan tertulis. Sehinggga merugikan keuangan negara secara keseluruhan sebesar Rp 1. Petrus juga telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit umum dengan melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Muzatek Jaya.294 triliun dari 14 perusahaan. Sebagai seorang akuntan publik. Menanggapi pernyataan ini. Lalu menghitung substansinya. Jakarta. Jalan Gajah Mada. Jaksa Penuntut Umum telah mendakwa tax manager Asian Agri. Jumlah tersebut merupakan pajak yang belum dibayarkan ke negara selama 4 tahun terakhir dari 14 perusahaan Asian Agri. ini utang. Kalau di pajak. Ini menunjukan saksi belum siap karena dari 14 baru 10 perusahaan yang selesai.” ungkap Arman yang sekarang bertugas di Sulawesi. M. Langkah selanjutnya dengan dibandingkan dengan hasil audit akuntan publik. (15/9/2011).16 Tahun 2000 tentang Pajak. Luhut Pangaribuan. PT Luhur Artha Kencana dan Apartemen Nuansa Hijau sejak tahun buku 2001 sampai dengan 2004. Menyimpulkan besaran pajak yang belum dibayar tersebut. Begitu juga dengan kasus-kasus pembekuan izin terhadap akuntan publik yang lain dalam berita di atas. “Kami menghitung nilai transaksi yang ada buktinya tapi tidak ada di dalam pembukuan. adanya perbedaan laporan ke dalam laporan rugi laba yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ketika memang dia harus melakukan jasa audit. Hal ini tertuang dalam laporan kompilasi. Pelanggaran terhadap pasal ini dikenai hukuman maksimal berupa kurungan penjara 6 tahun dan denda empat kali dari nilai kerugian yang diderita negara.294 Triliun.” timpal kuasa hukum lainnya. Dengan alasan berkas sangat banyak sehingga belum selesai di selesaikan secara administrasi. BPKP meneliti SPT PPH dan lampirannya yang disampaikan ke kantor pajak Tanah Abang 1 dan 2. Namun dalam persidangan siang ini. maka kami butuh waktu mempelajari. Dia berjanji akan memberikan ke semua pihak Kamis depan.” ungkap Arman.Selain itu. Bukan pidana. Karena kami harus mengumpulkan 14 perusahaan. Sehinggga merugikan keuangan negara secara keseluruhan . “Simpulan kami. maka audit yang dilakukan pun harus sesuai dengan Standar Auditing (SA) dalam SPAP. Terdakwa dituding telah menyampaikan SPT yang tidak benar atau tidak lengkap untuk tahun pajak 2002 hingga 2005. Dimana ada selisih antara nilai utang pajak antara jaksa dengan saksi. Akibat kekeliruan ini menimbulkan kerugian negara Rp1. pekan depan akan kami sampaikan. Arman belum bisa menyampaikan hasil temuannya ke majelis hakim yang di ketuai oleh Martin Ponto Bidara. Kamis. Analisa : Pada kasus yang terjadi diatas. bahwa adanya perbedaan laporan ke dalam laporan rugi laba yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Arman Sahri Harahap dalam persidangan di PN Jakarta Pusat. Ini kan kasus pajak beda dengan kasus korupsi.” kata Kepala Bidang Investigasi BPKP. Petrus seharusnya mematuhi Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) yang berlaku. Pihaknya baru menyatakan pendat usai mendapat salinan BPKP tersebut. Lalu dengan membandingkan dengan buku besar Asian Agri. Seperti diketahui. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyatakan grup perusahaan sawit Asian Agri menunggak pajak sebesar Rp 1. · Kasus 3 Tunggakan Pajak Perusahaan Sawit Asian Agri.

wikipedia. Sumber : http://rimanews.Publik.15 . juga peningkatan ketegasan dari para penegak hukum.wordpress.blogspot.sebesar Rp 1.html http://topangundar. baik oleh pemerintah maupun masyarakat. kurangnya pengawasan dari pihak-pihak terkait.com/perbaikan-mata-kuliah-etika-profesi-akuntansi/ http://www.com/read/20110915/41134/asian-agri-tunggak-pajak-rp-1294-triliun http://www. mulai dari kurangnya tanggung jawab dan pemahaman akan apa sebenarnya aturan-aturan maupun etika yang harus dijalankan oleh pelaku akuntansi dalam profesinya.Terlibat http://mamanibnussalam.com/2012/01/etika-profesi-akuntansi-dan-akuntan.com/berita-119-etika-profesi-akuntan-publik.html diakses jam 10.com/msg00614.ruqayahimwanah. maka dapat disimpulkan bahwa banyak sekali penyebab terjadinya kasus pelanggaran etika profesi akuntansi.com/akhi@yahoogroups. bahkan memusnahkan hal-hal buruk tersebut. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain meningkatkan pengawasan.html dari : http://fadhilzs.wordpress.blogspot.org/wiki/Kode_Etik_Profesi_Akuntan_Publik http://emildholick. padahal harusnya hal-hal tersebut tidak patut terjadi.Diduga.com/2010/01/04/etika-profesi-akuntansi/ http://id.html http://inekriestianti.mail-archive.kompas.html http://regional.294 triliun dari 14 perusahaan dan juga terdapat ada selisih antara nilai utang pajak antara jaksa dengan saksi. adanya kesempatan dan beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab yang mendukung adanya penyalahgunaan profesi tersebut.blogspot.com/2011/11/etika-profesi-akuntansi.com/read/2010/05/18/21371744/Akuntan.com/2010/11/22/etika-profesi/ http://devin27. Merupakan pekerjaan keras bagi kita semua untuk dapat meminimalisis. melihat betapa berat perjuangan rakyat terutama dalam hal pembayaran pajak maupun hal lain yang kemudia diselewengkan.wordpress.com/2011/10/etika-profesi-akuntansi.

Komposisi kode etik AICPA Prinsip Etika 1. 5. ObjektivitasAuditor harus mempertahankan objektivitas dan terbebas dari konflik antar kepentingandan harus berasa dalam posisi independen. 3. Dalam hal ini kebutuhan etika dalam masyarakat sangatmendesak sehingga sangatlah lazim untuk memasukkan nilai-nilai etika ini ke dalam undang-undang atau peraturan yang berlaku di negara kita. IntegritasMempertahankan dan memperluas keyakinan public 4. 2. Rasa tanggung jawab ( responsibility )Mereka harus peka serta memiliki pertimbangan moral atas seluruh yang mereka lakukan. Due CareSeorang auditor harus selalu memperhatikan standar teknik dan etika profesi denganmeningkatkan kompetensi dan kualitas jasa. 6. menghargai kepercayaan publik. . serta melaksanakan tanggung jawan dengankemampuan terbaiknya. Banyaknya nilai etika yang ada tidak dapatdijadikan undang-undang atau peraturan karena sifat nilai-nilai etika sangat tergantung pada pertimbangan seseorang. Kepentingan Publik Auditor harus menerima kewajiban untuk bertindak sedemikian rupa agar dapat melayanikepentingan banyak orang.tugagas Pengauditan I Etika Profesi Auditor dan Contoh Pelanggarannya Oleh :Clara Ayu Nirmala Putri07/250355/EK/16529Universitas Gadjah MadaYogyakarta2011 Etika Profesi Auditor dan Contoh Pelanggarannya Definisi Etika Secara garis besar etika dapat didefinisikan sebagai serangkaian prinsip atau nilai moralyang dimiliki oleh setiap orang. serta menunjukkankomitmenn ya pada profesionalisme.

30 wib dibentuklah suatu wadah untuk menampung para akuntan Indonesiayang dikenal dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).Lingkup dan sifat jasaAuditor yang berpraktek bagi public harus memperhatikan prinsip – prinsip pada kodeetik profesi dalam menentukan lingkup dan sifat jasa yang disediakannya. Badan penyusun standar ( standars setting body )ini dikenal dengan Dewan Standar Profesional Akuntan Publik. Dasar pikiran yang melandasi penyusunan etika profesionaladalah kebutuhan profesi akan kepercayaan masyarakat terhadap mutu audit yangdiberi kan profesi.Peraturan Perilaku ( Rules of Conduct ) Peraturan 101 – IndependensiPeraturan 102 – Integritas dan Objektivitas Peraturan 201 – Standar Umum Peraturan 202 – Kepatuhan Terhadap Standar Peraturan 203 – Prinsip – Prinsip Akuntansi Peraturan 301 – Informasi Rahasia Klien Peraturan 302 – Honor Kontinjen Peraturan 501 – Tindakan yang Mendiskreditkan Peraturan 502 – Periklanan dan Bentuk Solisitasi Lainnya Peraturan 503 – Kondisi dan Honor Referal Peraturan 505 – Bentuk Organisasi dan Nama Pada makalah kali ini saya akan membahas mengenai Etika Akuntan Publik. Kode Etik Akuntan Publik di Indonesia Pada tanggal 23 Desember 1957 bertempat di aula Universitas Indonesia tepatnya pukul 19. organisasi profesi juga mengeluarkan aturan lain yang salah satunyaadalah etika profesional. karena dengan demikianmasyarakat akan merasa terjamin untuk memperoleh jasa yang dapat diandalkan dari profesi yang bersangkutan. Masyarakat akan sangat menghargai profesi yang menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan anggota profesi. IAI terdiri dari empat kompartemenyang salah satunya adalah Kompartemen Akuntan Publik. Didalam Kompartemen Akuntan Publik dibentuk badan yang bertanggung jawab untuk menyusun standar yang digunakan akuntan publik dalam penyediaan jasanya pada masyarakat. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu audit akan menjadilebih tinggi jika profesi akuntan publik menerapkan standar mutu yang tinggi . Kompartemen Akuntan Publik merupakan wadah untuk menampung para akuntan yang berpraktek dalam profesiakuntan p ublik.Selain SPAP.

Tahun 1998 hingga sekarang namatersebut kembali diubah menjadi Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia. Selain delapan prinsip etika diatas. Kompartemen Akuntan Publik juga memilikiaturan etika yang dikenal dengan aturan etika Kompartemen Akuntan Publik yangmerupaka n penjabaran dari delapan prinsip etika IAI diatas. kedua.terhadap pelaksanaan pekerjaan audit yang dilakukan oleh anggota profesi tersebut(Mulyadi:2002). Sebelum tahun 1986. Standar Atestasi. keempat. Kompetensi dan Kehatihatian Profesional. penyusunan aturan etika profesional serta pembuatan standar tersebut . ketiga.Secara wajar. Objektivitas. Standar Jasa Konsultasi. Kerahasiaan. dan terakhir Standar Teknis. Standar Auditing. Integritas. Kedelapan prinsip tersebut adalah Tanggung Jawab Profesi. Standar Jasa Akuntansi dan riview. Kode Etik IkatanAkuntan Indonesia terdiri dari delapan prinsip etika yang berlaku bagi seluruh anggotaIAI. Berbagai jenis jasa yang disediakanoleh profesi akuntan publik kepada masyarakat didasarkan pada panduan yang tercantumdalam Standar Profesional Akuntan Publik. Standar Profesional Akuntan Publik berupa buku yang berisi kodifikasi berbagai standar dan aturan etika Kompartemen AkuntanPublik. etika profesi ini diubah menjadi Kode Etik Akuntan Indonesia. Secara garis besar kerangkaaturan etika Kompartemen Akuntan Publik adalah sebagai berikut :Seperti yang telah disinggung diatas. Prilaku Profesional.dan kelima. Ada lima macam tipe standar profesional yang diterbitkan oleh Dewan sebagaiaturan mutu pekerjaan akuntan publik : pertama. Kompartemen Akuntan Publik jugamemiliki Dewan Standar Profesional Akuntan Publik. Dewan inilah yang bertugas untuk mengeluarkan Standar Profesional Akuntan Publik. Kepentingan Publik. Namun dalam kongres tahun 1986. Standar Pengendalian Mutu. etika profesional yang dikeluarkan IAI diberi nama KodeEtik Ikatan Akuntan Indonesia.

adalima kantor akuntan terbesar yang dinamakan the Big Five . dimana akurasiinvestor tergantung keputusan investasi. Logikanya. serta lingkungan hidup dalam perspektif nasional dan internasional. Bagian selanjutnya adalahmenjabarkan “Segelintir Kasus yang Membuat Keruntuhan Andersen ”. yang berorientasi pada etika dan tanggungjawabsosial. walaupun IAI menetapkan etika profesionalsebagai konsep sekaligus aturan.Di masa-masa awalnya Andersen memiliki standar-standar profesi akuntansi danmengembangkan inisiatif-inisiatif baru pada kekuatan-kekuatan integritasnya Arthur Andersen pernah menjadi model sebuah karakter teguh hati dan integritas yang merupakan profesionalitas dalam akuntansi. Sesuai dengan isi visi Ikatan Akuntan Indonesiayaitu menjadi organisasi profesi terdepan dalam pengembangan pengetahuan dan praktek akuntansi. Selama perjalanannya perusahan ini memiliki reputasi sebagai kepercayaan. Sebelumnya. Luar Negeri Kasus Enron yang melibatkan KAP Arthur Andersen Arthur AndersenSebelum terjadinya skandal Enron dan beberapa skandal akuntansi lainnya. Arthur Andersen keluar dari kelompok itu.memang patut kita dukung.Di Andersen. integritas dan etika yang penting bagi perusahaan yang di bebani auditingsecara independen dan melaporkan laporan-laporan perusahaan publik. Kita semua berharap dan juga yang diinginkan IAI. Dibawah ini akan diuraikan betapa aturan etika hanya dianggapsebagai konsep bukan aturan. Sejak pemisahan bisnis jasaatestasi Arthur Andersen. Tetapi kebangkrutan klien-klien besar membuka skandalskandal besar yang membuat firma akuntansi ini tutup. pertumbuhan menjadi prioritas dan penekanannya pada perekrutandan mempertahankan klien-klien besar berdampak pada kualitas dan independensi . etika profesional tersebuthanya sekedar konsep bukan aturan. pengelompokan kantor akuntan terbesar ini juga dikenalsebagai the Big Six dan the Big Eight . di Amerika Serikat sebagian besar bergabung dengan KPMGsedangkan di luar Amerika bergabung dengan Deloitte & Touche.Contoh Pelanggaran Kode Etik Akuntan Publik 1. Artinya. banyak para anggota profesi yang menafsirkan itu hanyasebagai konsep belaka. jikasesuatu itu wajib maka pasti akan ada konsekuensi jika yang bersangkutan tidak menjalankannya.Arthur Andersen LPP adalah salah satu firma akuntansi terbesar di AS yang berdiri sejak 1913. Namun jika kita melihat fenomena yang ada. manajemen bisnis dan publik. etika profesional tersebut merupakn konsepsekaligus aturan yang wajib dilaksanakan oleh setiap anggota profesi.

Nancy Temple. Enron bangkrut. pada November 2001 harus mengalamikerugi an sebesar $586 juta. Komunikasi menjadi merosot. Dalam sebulan. Perselisihan yang meruncing ini menjadikan pertikaian. Namunseringkali strat egi ini menjadikan persaingan di antara kedua unit yang cenderungmelemahkan dan memicu keraha siaan dan keegoisan. Banyak pihak yangmenamainya sebagai “bujukan koruptif” yang menyesatkan. supervisor Andersen dalam pengawasan rekening Enron. Perusahaan audit akhirnya mengakuitelah menghancurkan dokumen yang berkaitan dengan audit Enron yang menghambat put usan.Fokus pada pertumbuhan ini menghasilkan perubahan yang mendasar pada budaya perusahaa n.EnronBulan Oktober 2001. terlihat daritindakan dan perilaku yang tidak sehat dari manajemen yang berperan besar padakeba ngkrutan perusahaan. . Perusahaan setujuuntuk menghentikan auditing publik pada 31 Agustus 2002. untuk menghapusnamanya dari memo yang bisa memberatkannya. b. pengadilan memutuskan Andersen bersalah menghambat peradil an. Dengan Enron. Dia menginstruksikan DavidDuncan.Atas kasus itu. Isu-isu Seputar Hukum dan Etika Dalam Pengauditan Andersen yang Menyimpang Dari kasus tersebut secara kasat mata kasus tersebut terlihat sebuah tindakanmalpraktik jika dilihat dari etika bisnis dan profesi akuntan antara lain:a.Departemen Kehakiman AS memulai melakukan penyelidikan kriminal pada2002 yang mendorong Andersen dan kliennya runtuh. Namun.audit. Tetapi model ini menjadikan Securities andExchange Commission (SEC) memberikan peringatan berkaitan independensi auditing. Adanya penyesatan informasi.Ketua SEC yang prihatin akan hal ini menyarankan aturan-aturan baru untuk membatasilayanan di luar audit. salah satuklien terbesar Andersen. dan perilakumanajemen perusahaan merupakan pelanggaran besarbesaran terhadap kepercayaan yangdiberikan kepada perusahaan. menjadikannya perusahaan akuntan pertama yang dipidana. yang pada prinsipnyamematikan bisnisnya.Tahun 1999 Andersen memisahkan fungsi akuntansi dan konsultasi. terjadinya pelanggaran terhadap norma etika corporate governance dan corporate responsibility oleh manajemen perusahaan. Banyak yang meninjaunya sebagaimodel sukses yang ditiru frimafirma lainnya.Pada Juni 2005.Bisnis konsultasi Andersen menjadi yang tercepat pertumbuhannya dan palingmenguntungkan dan paling berkembang pesat di dunia. SEC mengumumkan investigasi akuntansi Enron. unit konsultasi menuntut kompensasi dan pengakuan yang lebih besar. Andersen mampu membuat 80 persen perusahaanminyak dan gas menjadi kliennya. Adanya praktik discrimination of information/unfair discrimination . pengacara Andersen meminta perlindunganAmandemen Kelima yang dengan demikian tidak memiliki saksi. Tetapi saran ini ditolak Andersen.merintangi kemampuan perusahaan untuk tanggap dan bekerja efektif menghadapi krisis Dengan pendapatan yang berkembang.

Dalam NegeriPemerintah melalui Menteri Keuangan RI sejak awal September 2009 telahmenetapkan pemberian sanksi pembekuan izin usaha kepada delapan akuntan publik (AP)dan kantor akuntan publik (KAP). sampai dengan munculnya panggilan pengadilan. Arthur Andersen memusnahkan dokumen pada periode sejak kasus Enronmulai mencuat ke permukaan. Andersen tidak mau mengungkapkan apasebenarnya terjadi dengan Enron. dalam kasusEnron adalah dengan menghancurkan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengankasus Enron. bahkan awal tahun 2001 berdasarkan hasil evaluasiEnron tetap dipertahankan. 17/PMK. AP Drs Basyiruddin Nur. pihak manajemen Enronmaupun Arthur Andersen mengetahui tentang praktek akuntansi dan bisnis yang tidak sehat. Andersen juga telah melakukan tindakan yang tidak etis.01/2008 tentang Jasa Akuntan Publik.yang dinilai berpotensi berpengaruh cukup signifikan terhadap Laporan Auditor Independen. Bahkan CEO Enron saat menjelang kebangkrutannya masih tetapmelaku kan Deception dengan menyebutkan bahwa Enron secara berkesinambunganmemberikan prospek y ang sangat baik. Walaupun penghancuran dokumen tersebut sesuai kebijakan internal Andersen.telah dikenakan sanksi pembekuan selama tiga bulan karena yang bersangkutan belumsepenuhnya mematuhi Standar Auditing (SA)-Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP)dalam pelaksanaan audit umum atas laporan keuangan konsolidasian PT Datascrip dananak perusahaan tahun buku 2007.Dalam kasus Enron misalnya. Penetapan sanksi pembekuan izin usaha itu berdasar Peraturan Menteri Keuangan No. • .1/2009 tanggal 9 September 2009. • Auditor lainnya adalah AP Drs Hans Burhanuddin Makarao yang dikenakan sanksimelalui KMK Nomor: 1124/KM.c.1/2009 tanggal 2 September 2009.2. Arthur Andersen.Yang terkena sanksi adalah : • AP Drs Basyiruddin Nur yang dikenakan sanksi melalui Keputusan Menteri Keuangan(KMK) Nomor: 1093/KM. tetapi kasus ini dianggap melanggar hukum dan menyebabkan kredibilitas Arthur Andersen hancur. Menkeu menilai hal itu berpotensi berpengaruh cukupsignifikan terhadap laporan auditor independen. Tetapi demi mempertahankan kepercayaan dari investor dan publik kedua belah pihak merekayasa laporan keuangan mulai dari tahun 1985 sampai dengan Enron menjadihancur berantakan. merupakan kantor akuntan publik tidak hanya melakukan manipulasilaporan keuangan. Yang bersangkutandikenakan sanksi pembekuan selama tiga bulan karena belum sepenuhnya mematuhi SA-SPAP dalam pelaksanaan audit umum atas laporan keuangan PT Samcon tahun buku 2008. DisiniAndersen telah ingkar dari sikap profesionallisme sebagai akuntan independen denganmelakukan tindakan menerbitkan laporan audit yang salah dan meyesatkan.

dengan sanksi pembekuan selama tiga bulan karena KAP tersebut telah dikenakansanksi peringatan sebanyak 3 (tiga) kali dalam jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan terakhir.1/2009 tanggal 7 September 2009. .Sanksi juga diberikan kepada AP Drs Dadi Muchidin melalui KMK Nomor:1140/KM. selama tiga bulan karena KAP tersebut telah dikenakan sanksi peringatan sebanyak tiga kali dalam jangka waktu 48 (empat puluhdelapan) bulan terakhir. • Terakhir sanksi juga diberikan kepada KAP Drs M. KAPDrs Matias Zakaria masih juga melakukan pelanggaran berikutnya yaitu tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin 2007 dan 2008. Dilaporkan sampai saatini.selama tiga bulan karena KAP tersebut telah dikenakan sanksi peringatan sebanyak 3 (tiga)kali dalam jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan terakhir.selama tiga bulan karena KAP tersebut telah dikenakan sanksi peringatan sebanyak 3 (tiga)kali dalam jangka waktu 48 (empat puluh delapan) bulan terakhir. Yang bersangkutan dikenakan sanksi pembekuan selama tiga bulan karena KAP Drs Dadi Muchidin telah dibekukan sehinggasesuai dengan ketentuan Pasal 71 ayat (3) Peraturan Menteri Keuangan bahwa izin APPemimpin KAP dibekukan apabila izin usaha KAP dibekukan. Sampai saat ini KAP Drs Abdul Azis juga melakukan pelanggaran berikutnya yaitu tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin 2005. Isjwara sampai saat ini masih juga melakukan pelanggaran berikutnya yaitu tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin2007 dan 2008.1/2009 tanggal 7 September 2009. • Menkeu juga menetapkan sanksi untuk KAP Drs Abdul Azis B.1 /2009 tanggal 7 September 2009. • KAP Matias Zakaria melalui KMK Nomor: 1117/KM. yaitu tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin2008.1/2009 tanggal 4 S eptember 2009. KAP Drs Dadi Muchidin masih melakukan pelanggaran berikutnya. selama tiga bulan. • KAP Drs Dadi Muchidin melalui KMK Nomor: 1103/KM. KAP Drs M.1/2009 tanggal 7 September 2009. 2007. melalui KMK Nomor:1119/KM. karena KAP tersebut telahdikenakan sanksi peringatan sebanyak tiga kali dalam jangka waktu 48 (empat puluhdelapan) b ulan terakhir. • KAP Drs Soejono melalui KMK Nomor: 1118/KM. Bahkan sampai saat ini. 1/2009 tanggal 4 September 2009. Isjwara melalui KMK Nomor:1120/KM. Sampai saat ini. KAP Drs Soejono masih juga melakukan pelanggaran berikutnya yaitu tidak menyampaikan laporan tahunan KAP tahun takwin 2005 hingga 2008. dan2008.

Namun demikian.Kondisi Yang Mempengaruhi Pelanggaran Kode Etik Pelanggaran-pelanggaran terhadap kode etik tidak terlepas dari faktor-faktor esktern danintern yang dihadapi oleh KAP.3) Honorarium yang relatif rendah untuk pekerjaan audit yang ditawarkan klienklientingkat menengah dari kecil.Pembicara berpendapat bahwa kita semuanya bertanggungjawab untuk membantu kearahterwujudnya suatu profesi yang dihargai masyarskat karena etika anggotanya yang dapatdijadikan panutan.3) Perlu kiranya diingatkan kembali kepada seluruh KAP dalam bentuk tertulis dan formatmengenai pentingnya mereka menjunjung tinggi kodeetik profesi.Faktor-faktor intern yang dapat dikemukan adalah :1) Kurangnya kesadaran untuk mengutamakan etik dalam menjalankan profesi olehsebagian anggota IAI KAP2) Mutu pekerjaan audit yang ada kalanya tidak dapat dipertanggung jawabkan karenatenaga yang berkualitas kurang baik.4) Orientasi yang lebih mementingkan keuntungan finansial dari pada menjaga nama baik KAP yang bersangkutan.2) Sanksi-sanksi yang tegas terhadap para pelanggar perlu terus dilanjutkan agar dapatmengurungkan niat-niat kurang baik yang dapat timbul. Mungkin saja ada faktorfaktor lainnya yang turutmempengaruhi yang belum dicantumkan diatas.5) Pendapat bahwa perbuatanperbuatan yang melanggar etik ini tidak atau kecilkemungkinannya diketahui pihak lain. Hal-halyang dikemukakan oleh Pembicara berikut ini adalah sinyalemen yang mampu ditangkapoleh Pembicara selama berkecimpung di bidang ini. Faktorfaktor ekstern pada umumnya bersifat“uncontrollable” sedangkan faktorfaktor intern sebenarnya da pat dikendalikan.3) Tidak adanya perhatian yang sungguh-sungguh dari sebagian pimpinan KAP akan mutu pekerjaan audit mereka.Marilah kita tinjau langkah-langkah tersebut. kondisi t ersebut seharusnya membuat kita tergerak untuk samasama memikirkan penangulangannya.5) Agar setiap pimpinan KAP mengambil langkah-langkah untuk dengan sungguh-sungguhmengawasi stafnya sehingga pelanggaran terhadap kepada etik bisa ditekan ke tingkat yangserendah-rendahnya. BPKP.1) Pengawasan terhadap akutan publik oleh departemen keuangan.agar profesionalisme dapat tumbuh dengan baik.4) Perlu usaha-usaha penataran yang terus menerus oleh IAI terhadap para anggotanya.Faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi adalah :1) Kurangnya kesadaran anggota masyarakat (termasuk anggota KAP) akan kepatuhanterhadap hukum 2) Praktek-praktek yang tidak benar dari sebagian usahawan yang menyulitkanindenpendensi akuntan publik. BPP. Langkah – Langkah Yang Dapat Lakukan Beberapa langkah menurut pembicara dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi yangada sebagian telah dan terus kita lakukan dan sebagian lagi masih perlu kita lakukan. khususnyadibidang audit.4) Masih sedikitnya badan usaha yang membutuhkan jasa akuntan publik. DPP. ditingkatkan dan dikoordinasikansebaik-baiknya. .Faktorfaktor yang dikemukakan diatas belumlah seluruh faktor yang mempengaruhi pekerjaan akuntan pu blik. danKonmpartemen akuntan publik sendiri perlu dilanjutkan.

Sumber :Boynton.Penegakan Peraturan Seorang KAP hanya dapat dihukum karena melanggar peraturan – peraturan dariKode Perilaku Profesional. William C.3. Tindakan penegakan dapat dilakukan sebagai tanggapan atas :1. melakukan dengar pendapat.Adanya keluhan terhadap anggota dan bukan anggota2. • Dengan sengaja membantu menyusun dan menyajikan surat pemberitahuan pajak penghasilan atas nama klien yang dipalsukan atauyang mengandung kecurangan. sertamengenakan sanksi pada mereka yang telah melanggar peraturan.Memecat CPAPeraturan tambahan atau bylaw AICPA ( BL 7. Modern Auditing. Keduanya memiliki wewenang untuk melakukaninvestigasi atas keluhan yang disampaik an. yaitu oleh AICPA danmasyarakat CPA ne gara bagian.Ulasan dalam surat kabar atau publikasi3. • Pengarsipan surat pemberitahuan pajak penghasilan yang dipalsukan atauyang mengandung kecurangan atas nama CPA atau atas nama klien.1 ) meliputi ketentuan disiplinotomatis ( automatic disciplinary provisions ) yang memberikan wewenang untuk menghentikan sementara atau mencabut keanggotaan tanpa perlu melakukandengar pendapat pada situasi tertentu. . dimana CPA secara pribadi adalah seorang wajib pajak yangmenurut undang – undang wajib mengarsipkan surat pemberitahuan pajak penghasilan tersebut. 2006 .Penyampaian adanya indikasi pelanggaran kepada AICPA oleh pejabat pemerintah negara bagian atau federal.Penegakan peraturan dilakukan oleh dua kelompok.2. Penghentian sementara dapat terjadi bila Sekretaris AICPA diberitahu bahwa pertimbangan atau pernyataan bersalah telahdijatuhkan kepada seorang CPA yang : • Menjalani hukuman pidana kurungan untuk masa lebih dari satu tahun.Tindakan – tindakan yang dapat diberikan pada CPA yang melangar adalah :1.3.Memberhentikan sementara CPA selama periode waktu yang tidak lebih dari duatahun. • Dengan sengaja lalai mengarsipkan surat pemberitahuan pajak penghasilan.Menegur CPA.

dwikartika.blogspot.web.wordpress.USA : John Wiley & Sons.com/http://www.com/mod. Inc.com/2010/11/09/contoh-kasus-pelanggaran-kode-etikakuntansi/http://www.php?option=com_conte nt&view=article&id=52:etika-profesi-seorang-auditor&catid=36:artikel .id/me/index.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=5&artid=4320 http://etikaauditor.endonesia. http://faris31.

Securities & Exchange Commission. ketimbang menanggung risiko lebih besar.Terdakwa kasus pembobolan dana Citibank. anak perusahaan Baker Hughes Inc. Berkat aksi sogok ini. Pemalsuan lainnya pada formulir bernomor AN 86515 pada 23 Desember 2010 dengan nama penerima PT Abadi Agung Utama. hampir saja Baker dan KPMG terseret ke pengadilan distrik Texas. Pemalsuan tanda tangan dilakukan sebanyak enam kali dalam formulir transfer Citibank bernomor AM 93712 dengan nilai transaksi transfer sebesar 150. diterbitkan faktur palsu untuk biaya jasa profesional KPMG yang harus dibayar kliennya PT Easman Christensen. karena Baker mohon ampun. Dalam transaksi ini. Namun. Baker melaporkan secara suka rela kasus ini dan memecat eksekutifnya. Malinda Palsukan Tanda Tangan Nasabah JAKARTA. Pembahasan : pada kasus ini KPMG melanggar prinsip intergitas dimana dia menyuap aparat pajak hanya untuk kepentingan kliennya. September tahun 2001. Hal ini terungkap dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum di sidang perdananya. hal ini dapat dikatakan tidak jujur karena KPMG melakukan kecurangan dalam melaksanakan tugasnya sebagai akuntan publik sehingga KPMG juga melanggar prinsip objektif Sumber : http://keluarmaenmaen.com/2010/11/beberapa-contoh-kasus-pelanggaranetika. KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono harus menanggung malu. Badan pengawas pasar modal AS.html 2. KPMG pun terselamatan. Maka. . Kasus KPMG-Siddharta Siddharta & Harsono yang diduga menyuap pajak. Tatang Sutarna. Selasa (8/11/2011). yang tercatat di bursa New York. Sebagai siasat. Dari semula US$ 3.KASUS-KASUS PELANGGARAN ETIKA PROFESI AKUNTASI 1. "Sebagian tanda tangan yang ada di blangko formulir transfer tersebut adalah tandatangan nasabah. Namun. Akibatnya. undang-undang anti korupsi buat perusahaan Amerika di luar negeri.2 juta menjadi hanya US$ 270 ribu. Malinda antara lain memalsukan tanda tangan Rohli bin Pateni. Penasihat Anti Suap Baker rupanya was-was dengan polah anak perusahaannya." ujar Jaksa Penuntut Umum. KOMPAS. menjeratnya dengan Foreign Corrupt Practices Act. kasus ini akhirnya diselesaikan di luar pengadilan.000 dollar AS pada 31 Agustus 2010. di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Malinda Dee binti Siswowiratmo (49). "Penerima Bank Artha Graha sebesar Rp 50 juta dan kolom pesan ditulis DP untuk pembelian unit 3 lantai 33 combine unit. Pemalsuan juga dilakukan pada formulir bernomor AN 106244 yang dikirim ke PT Eksklusif Jaya Perkasa senilai Rp 99 juta.com . "Pembayaran Bapak Rohli untuk interior". Kantor akuntan publik ternama ini terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia sebesar US$ 75 ribu. kewajiban pajak Easman memang susut drastis." baca jaksa. Malinda menulis kolom pesan.blogspot. diketahui memindahkan dana beberapa nasabahnya dengan cara memalsukan tanda tangan mereka di formulir transfer.

Logistic untuk pemilu yang dimaksud yaitu kotak suara. dan AN 110601. Mulyana ditangkap karena dituduh hendak melakukan penyuapan kepada anggota tim auditor BPK. Dalam penangkapan tersebut. AM 123339. 3. badan dan BPK meminta dilakukan penyempurnaan laporan. tim intelijen KPK bekerjasama dengan auditor BPK. Sumber : http://meizis.html . karena tidak memelihara dan meningkatkan kepercayaan nasabah. "Hal ini sesuai dengan keterangan saksi Rohli bin Pateni dan N Susetyo Sutadji serta saksi Surjati T Budiman serta sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan laboratoris Kriminalistik Bareskrim Polri. Pengiriman dana dan pemalsuan tanda tangan ini sama sekali tak disadari oleh kedua nasabah tersebut. Secara berurutan. Dalam kasus ini prinsip-prinsip yang telah dilanggar adalah Tanggung jawab profesi. Demikian pula dengan pemalsuan pada formulir AN 134280 dalam pengiriman uang kepada seseorang bernama Rocky Deany C Umbas sebanyak Rp 50 juta pada 28 Januari 2011 untuk membayar pemasangan CCTV milik Rohli. yakni Salman telah berjasa mengungkap kasus ini. Di saat inilah terdengar kabar penangkapan Mulyana W Kusuma.com/2011/11/contoh-kasus-pelanggaran-etika-profesi. Untuk itu. AM 123340. Menurut versi Khairiansyah ia bekerja sama dengan KPK memerangkap upaya penyuapan oleh saudara Mulyana dengan menggunakan alat perekam gambar pada dua kali pertemuan mereka. amplop suara. Kasus Mulyana W Kusuma. AM 123330. tinta. Selain itu malinda juga melanggar prinsip Integritas. Pembahasan: Dalam kasus ini malinda melakukan banyak pemalsuan tanda tangan yang tidak diketahui oleh nasabah itu sendiri. yakni pada formulir Citibank bernomor No AJ 79016. Malinda mengirimkan dana sebesar Rp 2 miliar kepada PT Sarwahita Global Management. Setelah dilakukan pemeriksaan. surat suara. Rp 700 juta ke seseorang bernama Leonard Tambunan. ternyata laporan tersebut belum selesai dan disepakati pemberian waktu tambahan. BPK sepakat bahwa laporan tersebut lebih baik daripada sebeumnya. Setelah dilakukan penyempurnaan laporan. . kecuali untuk teknologi informasi. Kasus ini terjadi sekitar tahun 2004. Dua transaksi lainnya senilai Rp 500 juta dan 150 juta dikirim ke seseorang bernama Vigor AW Yoshuara. karena ia tidak menggunakan pertimbangan professional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Penangkapan ini menimbulkan pro dan kontra. Adapun tanda tangan palsu atas nama korban N Susetyo Sutadji dilakukan lima kali.blogspot. Rp 361 juta ke PT Yafriro International. Malinda mengirimkan uang senilai Rp 250 juta dengan formulir AN 86514 ke PT Samudera Asia Nasional pada 27 Desember 2010 dan AN 61489 dengan nilai uang yang sama pada 26 Januari 2011. dan teknologi informasi.Masih dengan nama dan tanda tangan palsu Rohli. Setelah lewat satu bulan." jelas Jaksa. Salah satu pihak berpendapat auditor yang bersangkutan. Mulyana W Kusuma sebagai seorang anggota KPU diduga menyuap anggota BPK yang saat itu akan melakukan audit keuangan berkaitan dengan pengadaan logistic pemilu. sedangkan pihak lain berpendapat bahwa Salman tidak seharusnya melakukan perbuatan tersebut karena hal tersebut telah melanggar kode etik akuntan. maka disepakati bahwa laporan akan diperiksa kembali satu bulan setelahnya. yakni Salman Khairiansyah.

34 .html http://yulitaning.com/2010/11/beberapa-contoh-kasus-pelanggaranetika. Perbuatan tersebut tidak dapat dibenarkan karena beberapa alasan. antara lain bahwa auditor tidak seharusnya melakukan komunikasi atau pertemuan dengan pihak yang sedang diperiksanya.blogspot.html diakses jam 10. meskipun pada dasarnya tujuannya dapat dikatakan mulia. Salman tidak seharusnya melakukan perbuatan diatas .com/2012/01/kasus-kasus-pelanggaran-etika-profesi. Sumber : http://keluarmaenmaen.blogspot.Pembahasan :Berdasarkan kode etik akuntan.

Dalam etika profesi. etika akuntan harus lebih dijaga daripada kepentingan perusahaan. 1996).Kasus Pelanggaran Kode Etika Profesi Akuntansi BAB I PENDAHULUAN A. sebuah profesi memiliki komitmen moral yang tinggi yang biasanya dituangkan dalam bentuk aturan khusus yang menjadi pegangan bagi setiap orang yang mengembangkan profesi yang bersangkutan. profesi akuntansi tidak akan ada karena fungsi akuntansi adalah penyedia informasi untuk proses pembuatan keputusan bisnis oleh para pelaku bisnis. Dalam prinsip akuntansi. Bisnis dapat menjadi sebuah profesi etis apabila ditunjang dengan menerapkan prinsip-prinsip etis untuk berbisnis. Kode etik dalam akuntansi pun menjadi barang wajib yang harus mengikat profesi akuntan. Dan bukan didasarkan pada beberapa pihak tertentu saja. Di dalam kode etik terdapat . Tanpa etika. Aturan ini merupakan aturan main dalam menjalankan atau mengemban profesi tersebut yang biasanya disebut sebagai kode etik yang harus dipenuhi dan ditaati oleh setiap profesi. Setiap profesi yang memberikan pelayanan jasa pada masyarakat harus memiliki kode etik yang merupakan seperangkat moral-moral dan mengatur tentang etika profesional (Agnes. penyedia informasi akuntansi dan mahasiswa akuntansi (Suhardjo dan Mardiasmo. Dalam prinsip ini terdapat tata cara ideal dalam pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas ini dapat menunjang maksud dan tujuan kegiatan bisnis. Karena itu. Prinsip-prinsip etis dalam berbisnis adalah merupakan suatu hukum yang mengatur kegiatan bisnis semua pihak secara fair dan baik disertai dengan sebuah sistem pemerintahan yang adil dan efektif dalam menegakkan aturan bisnis tersebut. prinsip akuntansi adalah aturan tertinggi yang harus diikuti. dengan berdasarkan kepentingan banyak pihak yang terlibat dengan perusahaan. bagi akuntan. 2002). Pihakpihak yang berkepentingan dalam etika profesi akuntansi adalah akuntan publik. Menurut Chua dkk (1994) menyatakan bahwa etika professional juga berkaitan dengan perilaku moral yang lebih terbatas pada kekhasan pola etika yang diharapkan untuk profesi tertentu. Namun terkadang untuk mencapai tujuan itu segala upaya dan tindakan dilakukan. Walaupun pelaku bisnis harus melakukan tindakan-tindakan yang mengabaikan berbagai dimensi moral dan etika dari bisnis itu sendiri. maka kode etik profesi perlu diterapkan dalam setiap jenis profesi. LATAR BELAKANG Kemajuan ekonomi suatu negara memacu perkembangan bisnis dan mendorong munculnya pelaku bisnis baru sehingga menimbulkan persaingan yang cukup tajam di dalam dunia bisnis. Berdasarkan pernyataan di atas. Kode etik ini menetapkan prinsip dasar dan aturan etika profesi yang harus diterapkan oleh setiap individu. Hampir semua usaha bisnis betujuan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya (profitmaking) agar dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku bisnis dan memperluas jaringan usahanya.

Kode etik akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota. kode etik bertujuan melindungi keluruhan profesi tersebut dari perilaku-perilaku buruk orang tertentu yang mengaku dirinya profesional (Keraf. antara auditor dengan sejawatnya dan antara profesi dengan masyarakat. anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Terdapat dua sasaran pokok dalam dua kode etik ini yaitu Pertama. anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. menghormati kepercayaan publik. Etika profesional bagi praktek auditor di Indonesia dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (Sihwajoni dan Gudono. berkaitan dengan karakteristik tertentu yang harus dipenuhi oleh seorang akuntan. yang tidak secara khusus dirumuskan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tetapi dapat dianggap menjiwai kode perilaku IAI. pada instansi pemerintah. baik yang berpraktek sebagai auditor. Kedua. Kode etik ini mengikat para anggota IAI dan dapat dipergunakan oleh akuntan lainnya yang bukan atau belum menjadi anggota IAI. bekerja di lingkungan usaha. kode etik bermaksud melindungi masyarakat dari kemungkinan dirugikan oleh kelalaian baik secara disengaja maupun tidak disengaja oleh kaum profesional. maupun di lingkungan dunia pendidikan. Di Indonesia. 2000). Kode etik akuntan merupakan norma dan perilaku yang mengatur hubungan antara auditor dengan para klien.muatan-muatan etika yang pada dasarnya untuk melindungi kepentingan masyarakat yang menggunakan jasa profesi. Unit Peer Review Kompartemen Akuntan Publik-IAI. dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. 1. Selain enam unit organisasi di atas. 2. KODE ETIK PROFESI AKUNTANSI Etika profesi akuntan di Indonesia diatur dalam Kode Etik Akuntan Indonesia. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi. Badan Pengawas Profesi Kompartemen Akuntan Publik-IAI. penegakkan kode etik dilaksanakan sekurang-kurangnya enam unit organisasi. pengawasan terhadap kode etik juga dilakukan oleh para anggota dan pemimpin KAP. setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Prinsip etika yang tercantum dalam kode etik akuntan Indonesia adalah sebagai berikut: 1. Tanggung Jawab profesi Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional. . memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Departemen Keuangan RI dan BPKP. Dewan Pertimbangan Profesi-IAI. Prinsip perilaku profesional seorang akuntan. Kepentingan Publik Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik. yaitu Kantor Akuntan Publik. 1998). Anggota juga harus selalu bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi. Sebagai profesional. Sejalan dengan peran tersebut.

pemberi kerja. investor. dan pemerintah. setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka dalam berbagai situasi. pemerintah. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya. Dan semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain. jujur secara intelektual. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut. Anggota dalam praktek publik memberikan jasa atestasi. anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya. pemberi kredit. pegawai. pendidikan. . Integritas Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. 4. Objektivitas Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Apapun jasa dan kapasitasnya. anggota harus secara terus menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip. Mereka juga mendidik dan melatih orang orang yang ingin masuk kedalam profesi. 3. antara lain. dunia bisnis dan keuangan.Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik. serta konsultasi manajemen. Obyektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. tidak memihak. tidak berprasangka atau bias. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan. Integritas mengharuskan seorang anggota untuk. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur. perpajakan. dan pihak lainnya bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. dimana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien. melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri. bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.

Perilaku Profesional Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Dalam hal penugasan profesional melebihi kompetensi anggota atau perusahaan. Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkat pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan. Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat sifat dan luas kewajiban kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan di mana informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan. pedoman dan pertimbangan yang diperlukan memadai untuk bertanggung jawab yang harus dipenuhinya. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati. Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya. kompetensi dan ketekunan. staf. anggota wajib melakukan konsultasi atau menyerahkan klien kepada pihak lain yang lebih kompeten. Kerahasiaan Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan. anggota mempunyai .5. anggota yang lain. 6. Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman. Anggota seharusnya tidak menggambarkan dirinya memiliki keahlian atau pengalaman yang tidak mereka miliki. pihak ketiga. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati. pemberi kerja dan masyarakat umum. serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir. demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik. kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. 7. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir. Setiap anggota bertanggung jawab untuk menentukan kompetensi masing masing atau menilai apakah pendidikan. 8. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa. Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya. Standar Teknis Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan.

dengan pokok-pokok mencakup lingkungan jasa akuntan publik.kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas. Internasional Federation of Accountants. SPAP berstandar kepada International Auditing Standart. Laporan keuangan mempunyai fungsi yang sangat vital. RUU DAN KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK Untuk mengawasi akuntan publiK. . Sedangkan kode etik yang disusun oleh SPAP adalah kode etik International Federations of Accountants (IFAC) yang diterjemahkan. Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. tetapi mengadopsi dari sumber IFAC. kecuali dilarang oleh hukum atau perundang-undangan. RUU tentang Akuntan Publik didasari pertimbangan untuk profesionalisme dan integritas profesi akuntan publik. Jadi tidak ada perbedaaan yang signifikan antara kode etik SAP dan IFAC. 2. badan pengatur. sanksi administratif. Adopsi etika oleh Dewan SPAP tentu sejalan dengan misi para akuntan Indonesia untuk tidak jago kandang. dan ketentuanpidana. SPAP dan kode etik diterapkan oleh asosiasi profesi berdasarkan standar Internasional. Misalkan dalam auditing. jadi kode etik ini bukan merupakan hal yang baru kemudian disesuaikan dengan IFAC. sehingga harus disajikan dengan penuh tanggung jawab. Akuntan profesional harus memahami perbedaaan aturan dan pedoman beberapa daerah juridiksi. Departemen Keuangan menyusun rancangan Undang-undang tentang Akuntan Publik dan RUU Laporan Keuangan. RUU Akuntan Publik terdiri atas 16 Bab dan 60 Pasal . dan pengaturan perundang-undangan yang relevan. Seorang anggota IFAC dan KAP tidak boleh menetapkan standar yang kurang tepat dibandingkan dengan aturan dalam kode etik ini. Apalagi misi Federasi Akuntan Internasional seperti yang disebut konstitusi adalah melakukan pengembangan perbaikan secara global profesi akuntan dengan standar harmonis sehingga memberikan pelayanan dengan kualitas tinggi secara konsisten untuk kepentingan publik. Untuk itu.17 Tahun 2008 yang mewajibkan akuntan dalam melaksanakan tugas dari kliennya berdasarkan SPAP (Standar Profesi Akuntan Publik) dan kode etik. perijinan akuntan publik. khususnya kode etik. Departemen Keuangan (DepKeu) mempunyai aturan sendiri yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.

Petrus M. 4. Konsultasi kepada kliennya dibidang itu menimbulkan benturan kepentingan. TUJUAN Tujuan dari makalah ini ialah menunjukkan bagaimana menjalankan profesi dalam dunia bisnis dengan cara yang beretika. Winata. baik Akuntan. Menyusun tahapan untuk suatu perubahan dalam perilaku etis. Kantor Akuntan Publik (KAP) maupun orang dalam KAP memberikan jasa-jasa nonaudit kepada klien. dan beretika dalam menjalankan profesinya sesuai dengan Kode Etik Akuntan Indonesia. selalu ada penyimpangan.Akuntan tidak independen apabila selama periode Audit dan periode Penugasan Profesioanalnya. Mengenalkan persoalan dalam akuntansi yang mempunyai implikasi etis. jujur. Mengembangkan kemampuan yang berkaitan dengan konflik etis. Selain itu juga bagaimana menghasilkan akuntan – akuntan yang profesional. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang yang telah dipaparkan di atas. Mengapresiasikan dan memahami sejarah dan komposisi seluruh aspek etika akuntansidan hubungan terhadap bidang umum dan etika. Drs. seperti pembukaan atau jasa lain yang berhubungan dengan jasa akuntansi klien. maka pembahasan dalam makalah ini disajikan dalam bentuk contoh kasus pelanggaran kode etik profesi akuntansi yakni kasus dari Akuntan Publik. 3. Akan tetapi pada kenyataannya. desain sistem informasi keuangan. BAB II PEMBAHASAN A.penyimpangan yang dilakukan oleh para . aktuaria dan audit internal. 2. 5. Loeb (1988) dan Hiltebeiltel dan Jones (1992) mengemukakan tujuan pendidikan etika dalam bidang akuntansi adalah: 1. Mengembangkan suatu perasaan kewajiban atas tanggung jawab moral. Menghubungkan pendidikan akuntansi kepada persoalan-persoalan etis. KASUS Dalam Kode Etik Profesi Akuntan telah diatur bagaimana seharusnya para akuntan bertindak. 7. 6. bertanggungjawab. B. Belajar menghubungkan dengan ketidakpastian profesi akuntansi. C.

sikap profesional dan ketaatan pada kode etik profesi akuntansi sangat penting untuk dimiliki oleh setiap akuntan. baik bagiperusahaan itu sendiri maupun bagi para pelaku bisnis lainnya. Berbagai pelanggaran etika yang dilakukan para akuntan telah banyak terjadi saat ini. kode etik dan standar profesi yang jelas.06/2002 tentang Jasa Akuntan Publik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menkeu Nomor 359/KMK. audit kinerja dan audit khusus. serta wajib memenuhi ketentuan mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL). Pembekuan izin oleh Menkeu tersebut sesuai dengan Keputusan Menkeu Nomor 423/KMK.Akuntan tidak independen apabila selama periode Audit dan . Mitra Winata dan Rekan selama dua tahun.misalnya berupa perekayasaan laporan keuangan untuk menunjukkan kinerja perusahaan agar terlihat lebih baik.penyimpangan ini tentunya berdampak kurang baik terhadap kredibilitas maupun nama baik akuntan di mata masyarakat.akuntan. Selasa (27/3). review. Penyimpangan. Yang bersangkutan juga dilarang menjadi pemimpin rekan atau pemimpin cabang KAP. ini merupakan pelanggaran akuntan terhadap kode etik profesinya yang telah melanggar kode etik akuntan karena akuntan telah memiliki seperangkat kode etik tersendiri yang disebut sebagai aturan tingkah laku moral bagi para akuntan dalam masyarakat. B. Kasus pelanggaran Standar Profesional Akuntan Publik kembali muncul. Menteri Keuangan pun memberi sanksi pembekuan. PEMBAHASAN Laporan Keuangan yang accountable dan auditable sangatlah penting. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membekukan izin Akuntan Publik (AP) Drs. Akuntan publik sebagai suatu profesi yang mengemban kepercayaan publik harus bekerja dalam kerangka peraturan perundang-undangan. Pelanggaran itu berkaitan dengan pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku berakhir 31 Desember 2004 yang dilakukan oleh Petrus. namun dia tetap bertanggungjawab atas jasa-jasa yang telah diberikan. menjelaskan sanksi pembekuan izin diberikan karena akuntan publik tersebut melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Kepala Biro Hubungan Masyarakat Departemen Keuangan Samsuar Said dalam siaran pers yang diterima Hukumonline. Selama izinnya dibekukan. Petrus dilarang memberikan jasa atestasi termasuk audit umum. Petrus Mitra Winata dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Petrus juga telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit umum dengan melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Muzatek Jaya. Disini peran akuntan publik sangatlah penting. Selain itu. terhitung sejak 15 Maret 2007. Oleh karena itu. PT Luhur Artha Kencana dan Apartemen Nuansa Hijau sejak tahun buku 2001 sampai dengan 2004.06/2003.

PT Luhur Artha Kencana dan Apartemen Nuansa Hijau sejak tahun buku 2001 sampai dengan 2004. Integritas. atau tidak boleh mempengaruhi kepentingan pihak lain secara tidak pantas yang dapat mengesampingkan pertimbangan professional atau pertimbangan bisnis. Kantor Akuntan Publik (KAP) maupun orang dalam KAP memberikan jasa-jasa non-audit kepada klien. Ketika memang dia harus melakukan jasa audit. Pelanggaran itu berkaitan dengan pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku berakhir 31 Desember 2004 yang dilakukan oleh Drs. . Petrus Mitra Winata seharusnya mematuhi Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) yang berlaku. Drs. seperti pembukaan atau jasa lain yang berhubungan dengan jasa akuntansi klien. 3. perundang-undangan. Akuntan Profesional harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh sebagai hasil hubungan profesional dan hubungan bisnis dan tidak boleh mengungkapkan informasi apapun kepada pihak ketiga tanpa ada izin yang tepat dan spesifik kecuali terdapat hak dan professional untuk mengungkapkan. Selain itu. PetrusMitra Winata. aktuaria dan audit internal. auditor tersebut telah melanggar prinsip keempat. Akuntan Profesional harus mematuhi hukum dan perundang-undangan yang relevan dan harus menghindari semua tindakan yang dapat mendeskreditkan profesi. ANALISIS Dalam kasus tersebut. tidak boleh membiarkan terjadinya benturan kepentingan. Oleh karena itu Akuntan Profesional diharuskan untuk mematuhi prinsip-prinsip fundamental sebagai berikut: 1. Profesional. sanksi pembekuan izin diberikan karena akuntan publik tersebut melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Objektivitas. dan teknik terkini. 4.periode Penugasan Profesioanalnya. Akuntan Profesional harus bersikap jujur dalam semua hubungan professional dan bisnis. maka audit yang dilakukan pun harus sesuai dengan Standar Auditing (SA) dalam SPAP. Akuntan Profesional tidak boleh membiarkan hal-hal yang biasa terjadi. Kompetensi dan sikap kehati-hatian professional. desain sistem informasi keuangan. Petrus juga telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit umum dengan melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Muzatek Jaya. Konsultasi kepada kliennya dibidang itu menimbulkan benturan kepentingan. baik Akuntan. C. 2. 5. Kerahasiaan. Dimana setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Sebagai seorang akuntan publik. Berdasarkan etika profesi akuntansi. yaitu prinsip objektivitas. Akuntan Profesional memiliki kewajiban yang berkesinambungan untuk memelihara pengetahuan dan keahlian pada suatu tingkat dimana klien atau pemberi kerja menerima jasa profesional yang kompeten yang didasarkan pada pelatihan.

Dari kondisi tersebut banyak peneliti yang ingin mencari tahu mengenai “faktor – faktor apa saja yang menjadi penentu atau mempengaruhi pengambilan keputusan tidak etis atau pelanggaran terhadap etika. Pertama. tetapi pada saat yang sama kebutuhan mereka tergantung kepada klien karena fee yang diterimanya. tetapi masih banyak juga kasus pelanggaran yang terjadi yang dilakukan oleh para akuntan terkait dengan . sehingga menimbulkan konflik audit. Penelitian ini dipicu dengan semakin banyaknya pelanggaran etika yang terjadi. Selain itu Finn Etal juga menyatakan bahwa akuntan seringkali dihadapkan pada situasi adanya dilema yang menyebabkan dan memungkinkan akuntan tidak dapat independen. Situasi dilematis sebagaimana yang digambarkan di atas adalah situasi yang sangat sering dihadapi oleh auditor. iklim kerja organisasi dan sosialisasi kode etik profesi oleh organisasi dimana individu tersebut bekerja. pandangan yang berpendapat bahwa tindakan atau pengambilan keputusan tidak etis lebih dipengaruhi oleh karakter moral individu. Konflik audit ini akan berkembang menjadi sebuah dilema etika ketika auditor diharuskan membuat keputusan yang bertentangan dengan independensi dan integritasnya dengan imbalan ekonomis yang mungkin terjadi atau tekanan di sisi lainnya. Situasi demikianlah yang menyebabkan terjadinya pelanggaran terhada etika dan sangat wajarlah apabila ketika para pemakai laporan keuangan seperti investor dan kreditur mulai mempertanyakan kembali eksistensi akuntan sebagai pihak independen yang menilai kewajaran laporan keuangan. artinya bahwa para akuntan profesional cenderung berperilaku tidak bermoral apabila dihadapkan dengan suatu persoalan akuntansi. KESIMPULAN Meskipun sudah banyak aturan dan kode etik yang disusun baik itu oleh DepKeu dan IAI.Penelitian terhadap perilaku akuntan telah banyak dilakukan baik di luar negeri maupun di Indonesia. Sementara Volker menyatakan bahwa para akuntan profesional cenderung mengabaikan persoalan etika dan moral bilamana menemukan masalah yang bersifat teknis. Akuntan diminta untuk teta independen dari klien. tindakan tidak etis lebih dipengaruhi oleh lingkungan. Kedua. BAB III PENUTUP A. sehingga seringkali akuntan berada dalam situasi dilematis. Hal ini akan berlanjut jika hasil temuan auditor tidak sesuai dengan harapan klien. Trevino (1990) menyatakan bahwa terdapat dua pandangan mengenai faktor – faktor yang mempengaruhi tindakan tidak etis yang dibuat oleh seorang individu. misalnya sistem reward dan punishment perusahaah.

seharusnya memberi kesadaran kepada setiap akuntan untuk lebih memperhatikan etika dalam melaksanakan pekerjaan profesi akuntansi. Oleh karena itu terjadinya berbagai kasus sebagaimana disebutkan di atas. utamanya para akuntan publik yang sering bersentuhan dengan masyarakat dan kebijakan pemerintah. yaitu di dalam hati nuraninya. tetapi bertindak untuk kepentingan publik yang harus menaati dan menerapkan aturan etika dari kode etik. Memang saat ini belum ada akuntan yang diberikan sangsi berupa pemberhentian praktek audit oleh dewan kehormatan akibat melanggar kode etik dan standar profesi akuntan. SARAN Sangat diharapkan kepada Departemen Keuangan dan Pengurus IAI untuk lebih tegas dalam memberikan tindakan kepada setiap akuntan yang melanggar kode etik profesi akuntansi agar prinsip – prinsip dan kode etik akuntansi yang telah ada itu benar – benar dipatuhi dan dijadikan pedoman oleh setiap akuntan dalam menjalankan profesinya. yaitu di dalam hati nuraninya. ajaran dan didikan dari dosen sangatlah tidak berarti tanpa disertai kesadaran dari para mahasiswa sendiri untuk belajar . Jika setiap akuntan mempunyai integritas tinggi. Kekuatan dalam kode etik profesi itu terletak pada para pelakunya masing masing. Diharapkan juga kepada setiap akuntan pendidik agar dapat mengajar dan mendidik para mahasiswa agar kelak dapat melahirkan akuntan – akuntan muda yang berkualitas dan profesional dalam menjalankan profesi sebagai akuntan. demikian sanksi – sanksi yang telah dibuat agar benar – benar dijalankan tanpa pandang bulu. Oleh karena itu. wajib menaati kode etik dan standar akuntan. B. Demikianlah salah satu hal yang membedakan suatu profesi akuntansi adalah penerimaan tanggungjawab dalam bertindak untuk kepentingan publik. Dan sebagaimana telah disebutkan diatas bahwa kekuatan dalam kode etik profesi itusendiri terletak pada para pelakunya masing .masing.kode etik tersebut. Setiap orang yang memegang gelar akuntan. setiap akuntan sewajibnya memegang teguh prinsip – prinsip dalam kode etik profesi akuntansi. Etika yang dijalankan dengan benar menjadikan sebuah profesi menjadi terarah dan jauh dari skandal. Oleh karena itu tanggungjawab akuntan profesional bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan klien atau pemberi kerja. dan kemauan untuk menerapkan nilai – nilai moral dan etika secara memadai dalam pelaksanaan pekerjaan profesionalnya. Jadi. tetapi bukan berarti seorang akuntan dapat bekerja sekehendaknya. Berbagai kasus pelanggaran etika seharusnya tidak terjadi apabila setiap akuntan mempunyai pengetahuan. pemahaman. dengan sendirinya dia akan menjalankan prinsip kode etik dan standar akuntan dalam setiap tugas dan pekerjaan yang dilakukannya.

com/2011/11/kasus-pelanggaran-kode-etika-profesi.36 . http://icharatnasariadu.blogspot.html diakses jam 10.dari setiap kasus yang ada dan mempersiapkan diri menjadi seorang akuntan yang profesional dan tentunya taat pada kode etik profesi akuntansi yang telah ditetapkan.

tergantung pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota. bekerja di lingkungan dunia usaha. Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi. Menurut Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia adalah suatu aturan yang dimaksudkan sebagai panduan bagi seluruh anggota.Prinsip Etika Prinsip etika memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi: . mencapai tingkat kinerja tertinggi. (2) Aturan Etika. maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya. . Kualitas Jasa.Etika Profesi Akuntansi ETIKA PROFESI AKUNTANSI (Sumber : Ikatan Akuntansi Indonesia) Etika profesi akuntansi adalah kumpulan nilai yang berkaitan dengan profesi akuntansi yang harus dipatuhi dan dijadikan pedoman bagi para akuntan maupun para ahli yang bergerak dibidang akuntansi. sedangkan Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan. Di samping itu. pada instansi pemerintah. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota. kepatuhan anggota juga ditentukan oleh adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan . dengan orientasi kepada kepentingan publik.Kepatuhan Kepatuhan terhadap Kode Etik . . Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi.Kredibilitas Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi. yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. yaitu :     Profesionalisme. dan (3) Interpretasi Aturan Etika.Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia Terdiri dari tiga bagian yaitu : (1) Prinsip Etika. baik yang berpraktik sebagai akuntan publik. Kepercayaan .

Djarwoto dari BPKP mengakui bahwa hasil laporanIndonesian Corruption Watch (ICW) mengenai kantor KAP yang melanggar ketentuan memang 70% sama dengan temuan BPKP. Namun. Standar Teknis. 3. Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kompeten dan berhati-hati dalam bertindak. Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. 2. DUA CONTOH KASUS PELANGGARAN OLEH AKUNTAN Adapun kasus-kasus yang berkenaan dengan pelanggaran etika akuntansi antara lain : Kasus 1 BPKP Akui 10 Kantor Akuntan Publik Melanggar SPAP Jakarta. menghormati leerahasiaan informasi yang diperoleh. menghormati kepercayaan publik. Setiap anggota harus berprilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik 8. dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik. Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Obyektivitas. Setiap anggota harus. 6. . Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik. Kompetensi dan kehati-hatian Profesional. 4. Tanggung Jawab Profesi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengakui sepuluh Kantor Akuntan Publik (KAP) melanggar Standar Pemeriksaan Akuntan Publik (SPAP). Kepentingan Publik. Integritas. hukumonline. BPKP melihat ulah KAP yang "nakal" ini tidak berhubungan dengan ambruknya bank-bank karena telah terjadi kolusi antara bank dengan KAP.oleh opini public sehingga tiap anggota memperhatikan tiap-tiap standar etiknya guna mengevaluasi kinerja terhadap peraturan yang berlaku PRINSIP ETIKA AKUNTANSI (Sumber : Ikatan Akuntansi Indonesia) Adapun prinsip-prinsip etika akuntansi antara lain : 1. setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Kerahasiaan. 5. Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Perilaku Profesional. 7.

Darmin Nasution. Menurut Djarwoto.Persamaan itu. Melanggar SPAP Djarwoto mengakui bahwa memang benar dari sepuluh kantor akuntan publik tersebut seluruhnya melanggar SPAP. Sementara audit terhadap satu bank tidak berhasil diterbitkan karena tidak tercapai kesesuaian dengan auditor. "Kami hanya menguji sebagian kecil dari seluruh usaha audit kantor akuntan publik. Dirjen Lembaga Keuangan Departemen Keuangan. Dari 38 bank BBKU. Satu KAP yang melakukan audit terhadap 2 bank BBKU tidak dapat di-review oleh BPKP karena kantornya telah merger dengan KAP lain. pada 1998 bank-bank sudahcollapse dan tidak mampu lagi membayar kantor akuntan publik untuk melakukan audit. Seperti diketahui. Djarwoto menganggap kerusuhan pada Mei 1998 danrush terhadap bank lah yang menyebabkan ambruknya bank-bank. "Hal itu tidak dapat dipredikasi sebelumnya. sehingga dinyatakan disclaimer. hasil audit BPKP tersebut tidak dapat untuk menjatuhkan sanksi pada KAP selain sanksi peringatan sebagaimana yang telah diberikan oleh Dirjen Lembaga Keuangan. audit BPKP terhadap KAP-KAP yang melakukan audit pada bank BBKU itu dilakukan pada september sampai Februari 2000 atas perintah Menteri Keuangan melalui SK Menkeu No. Hasil laporan itu sudah disampaikan dengan surat sangat rahasia terhadap Menkeu." cetus Djarwoto. Yang dilakukan adalah reviewterhadap penugasan audit oleh partner di KAP terhadap bank BBKU. Pembahasan atas Laporan ICW" yang diselenggarakan oleh Ilkatan Akuntan Indonesia (IAI). Pasalnya. Sanksi peringatan Djarwoto berpendapat. Hal ini dikemukakan Djarwoto dalam diskusi terbatas "Pelanggaran Akuntan Publik. Djarwoto membantah jika dikatakan KAP-KAP tersebut melakukan kolusi ketika melakukan audit terhadap bank-bank BBKU tersebut. ada 35 bank yang diaudit. . 4 pada Oktober 1999. ICW mengaku bahwa hasil penyelidikan mereka bersumber pada laporan BPKP yang telah masuk keranjang sampah alias tidak ditindaklanjuti. sehingga terpaksa dibekukan." ujarnya. Dalam auditnya terhadap bank-bank itu. memang sudah menyatakan bahwa pihaknya telah memberi sanksi peringatan pada kantor-kantor akuntan publik tersebut. Djarwoto beralasan bahwa hasil audit tidak dapat dijadikan landasan untuk menjatuhkan sanksi karena BPKP tidak menguji secara kuantitatif. Ruang lingkup audit KAP terhadap bank-bank tersebut yang diselidiki oleh BPKP adalah tahun buku 1997. setelah mengevaluasi 10 kantor akuntan publik (KAP) yang melakukan audit terhadap 35 bank Bank Beku kegiatan Usaha (BBKU). ICW mengungkapkan adanya 10 kantor akuntan publik yang mempunyai indikasi melakukan kolusi dengan pihak bank ketika mengaudit bank BBKU. baik dari segi kebenaran maupun kelengkapan. Namun. memang sebagian besar KAP memberikan penilain wajar tanpa pengecualian kepada bank-bank yang sebulan kemudian ternyata collapse. bukan audit terhadap KAP itu sendiri.

443/KM. Untuk itu. Ristandi Suhardjadinata. Atau mungkinkah. seharusnya lebih ditekankan kembali kepada setiap akuntan atau auditor untuk memahami etika profesi tersebut dan jangan sampai melakukan pelanggaran apalagi pelanggaran tersebut berulang kali dilakukan. Kasus 2 Pembekuan izin Akuntan Publik Menurut Keputusan Menteri Keuangan Nomor : KEP. perlu .bukan sekedar peringatan saja.Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dalam pelaksanaa audit atas laporan keuangan PT Dana Pensiun Pos Indonesia (Dapenpos) untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2007 yang berpotensi berpengaruh cukup signifikan terhadap laporan auditor independent . Analisa: Menurut saya. pejabat BPKP.6/2003 tanggal 18 Desember 2003 untuk jangka waktu 6 bulan. agar KAP-KAP yang lainnya tidak mengikuti jejak KAP yang telah terlibat pelanggaran SPAP. Agar pelanggaran tidak lagi dilakukan demi terciptanya citra profesi akuntansi yang baik. izin Akuntan Publik Drs. Dan satu kopi diberikan pada Ketua IAI yang dalam tim tersebut duduk sebagai ketua tim pengarah. akuntan dan KAP agar lebih professional dan lebih memegang teguh apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya. "Karena kami tidak melakukan evaluasi secara komprehensif. terhitung sejak tanggal 15 Maret 2007 atas pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku berakhir 31 Desember 2004. Karena itu. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menjabat saat itu sebagai Managing Director World Bank membekukan izin akuntan public Drs. ICW mendapatkan data itu dari keranjang sampah? Analisis : Menurut pendapat saya. Namun dari situlah kemungkinan surat itu bocor. laporan tersebut selain dikirim pada Menkeu hanya dipegang oleh empat orang pejabat BPKP yang sangat terpercaya. sehingga tidak dapat memberikan gambaran yang utuh terhadap jasa yang diberikan oleh KAP. Djarwoto menganggap sanksi yang diberikan oleh Depkeu adalah paling tepat sebelum diadakan penyelidikan yang lebih mendalam. dan Ketua IAI. Pembekuan izin yang dilakukan ini merupakan yang kesekian kalinya. Mungkin benar surat dan kopi itu hanya dipegang oleh Menkeu. keputusan yang diambil oleh Menkeu sudah bijak. MM dibekukan Karena telah melakukan pelanggaran terhadap Standar Auditing (SA). Menurut Djarwoto. Namun. Mitra Winata dan rekan selama dua tahun. sebaiknya sebelum melakukan tindakan yang lebih lanjut dari pihak Depkeu dapat memberikan sanksi. Petrus Mitra Winata dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs. Kuantitatif tidak teruji. apalagi sepertinya kasus pelanggaran etika profesi ini cukup sering ditemukan. Dan lebih ditekankan kembali untuk para auditor. Djarwoto juga membantah dugaan bahwa laporan ICW tersebut berasal dari BPKP.Djarwoto mengungkapkan bahwa kalau dirinya disuruh memberi rekomendasi KAP-nya ditutup atau dibekukan tentu tidak tepat. Apalagi kejadian itu kan sudah lebih dari setahun." ujarnya. E.

co.blogspot.upi.id/tentang_iai.iaiglobal.google.com http://www.html .php?id=18 http://hukumonline.com/2012/01/etika-profesi-akuntansi.id/url?sa=t&rct=j&q=kasus%20pelanggaran%20etika%20profesi%20akuntan% 20terkini&source=web&cd=4&sqi=2&ved=0CC0QFjAD&url=http://repository.edu/operator/uplo ad/s_l0151_0608071_chapter1.com/berita/baca/hol2554/bpkp-akui-10-kantor-akuntan-publik-melanggar-spap www.google.pdf&ei=oMQST-_iG4LnrAfB0eCPAg&usg=AFQjCNGk1APb96mvKA2P3OVxU8K0S4K4Q&sig2=_l7bsBuLby9UuJ73d0Y0BQ http://sarrahceria.or.adanya ketegasan dalam sanksi pelanggaran kasus etika profesi ini agar ke depannya akuntan maupun auditor semakin lebih baik dan lebih meningkatkan profesionalisme. Sumber : http://www.

CONTOH KASUS PELANGGARAN ETIKA PROFESI AKUNTANSI November 7th. Kasus KPMG-Siddharta dan Harsono yang diduga menyuap pajak telah terbukti menyogok aparat pajak di Indonesia sebesar US$ 75 ribu. anak perusahaan Baker Hughes Inc. akhirnya kasus ini diselesaikan di luar pengadilan dan KPMG pun terselamatkan.com/doc/11460206/Resiko-Etika-Dan-Manajemen-Resiko-Etika .ac. Sebagai siasat. Kode etik akuntan dibuat bertujuan untuk dijadikan pedoman dalam melaksanakan tugas akuntan. http://eprints. 2011 • Related • Filed Under Kasus sembilan dari sepuluh KAP yang melakukan audit terhadap sekitar 36 bank bermasalah ternyata tidak melakukan pemeriksaan sesuai dengan standar audit. Kode etik yang dilanggar yaitu kepentingan Public and Objectivity dan Principle of Objectivity.id/22994/2/SKRIPSI…pdf 2.2 milyar. Dalam hal ini kesembilan KAP itu telah melanggar standar audit sehingga menghasilkan laporan yang menyesatkan masyarakat. diterbitkanlah faktur palsu untuk biaya jasa profesional KPMG yang harus dibayar kliennya PT Easman Christensen.undip. Hasil audit tersebut ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya sehingga akibatnya mayoritas bank-bank yang diaudit tersebut termasuk di antara bank-bank yang dibekukan kegiatan usahanya oleh pemerintah sekitar tahun 1999. yang menjabat sebagai sebagai seorang anggota KPU diduga menyuap anggota BPK yang saat itu akan melakukan audit keuangan berkaitan dengan pengadaan logistic pemilu. yang tercatat di bursa New York. http://www. Pada contoh kasus diatas.hatian professional. dengan tujuan agar investor tetap tertarik pada saham Enron. Karena telah melanggar prinsip kompetensi dan kehati. KAP Andersen diberhentikan sebagai auditor Enron. karena mereka memberi laporan bank tersebut sehat ternyata dalam waktu singkat bank tersebut bangkrut. Referensi : 1. Enron. Hampir saja Baker dan KPMG terseret ke pengadilan distrik Texas karena telah melanggar undang-undang anti korupsi buat perusahaan Amerika di luar negeri. Dalam hal ini akuntan/auditor dianggap telah menyesatkan publik dengan penyajian laporan keuangan yang direkayasa dan mereka dianggap tidak objektive dalam menjalankan tugas. Kasus Mulyana W Kusuma tahun 2004.scribd. Kasus Enron terungkap pada Desember 2001 dan terus berkembang tahun 2002. Kasus Enron terdapat manipulasi laporan keuangan dengan mencatat keuntungan $600 juta padahal perusahaan rugi. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat saya tarik mengenai ke empat contoh kasus diatas adalah pihak-pihak yang terkait pada kasus diatas pada umumnya sudah jelas melanggar kode etik akuntan. Namun karena Baker memohon kebijakan dari Badan pengawas pasar modal AS dan Securities and Exchange Commission. suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di Amerika Serikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di AS jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31. maka kinerja tersebut sangat pantas diragukan. Jika prinsip objektivitas akuntansi profesi ditiadakan. Enron dan KAP Andersen dituduh telah melakukan kriminal dalam bentuk penghancuran dokumen yang berkaitan dengan investigasi atas kebangkrutan Enron. Dalam kasus ini ICW melaporkan tindakan Mulyana W Kusuma kepada Majelis Kehormatan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan sekaligus meminta supaya dilakukan tindakan etis terhadap anggotanya yang melanggar kode etik profesi akuntan.

http://www.ac.mail-archive.com/2009/12/etika-profesi-akuntansi-kasusenron-bab.id/2011/11/contoh-kasus-pelanggaran-etika-profesi-akuntansi/ .3. http://agustinus-etikaprofesiakuntansi.html 4.blogspot.wordpress. http://uwiiii.com/msg00614.html 5.com/akhi@yahoogroups.gunadarma.com/2009/11/14 http://wartawarga.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->