MAKALAH BAHASA INDONESIA

BERPENDIDIKAN JASMANI Diajukan sebagai tugas mata pelajaran

Disusun oleh : Maulidan Rahmat Syahidin
XII BAHASA 1 SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 SAMARINDA

1

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca. Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Samarinda 20 Februari 2013 Penyusun 2 . Inayah.Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini. sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan. petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.

....................................................................8 BAB III PEMBAHASAN…………………………………………………………………...................................5 BAB II DESKRIPSI............6 B............................................................... Latar Belakang Masalah .... Konteks Implementasi.........…4 B.................... Saran ......................................................................2 DAFTAR ISI ....................4 A...................................................................................................................11 DAFTAR PUSTAKA ........................................ Pelaksanaan .....9 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN .................................................................................................................................................3 BAB I PENDAHULUAN .......................................7 C...........................................................................................6 A................................................................................................................................................ Rumusan Penulisan ........................................................................................ Penilaian .....11 A......................11 B......................................................................................................................... Manfaat ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Tujuan Masalah ................5 C................................................................................ Perencanaan ......................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ..................12 3 ............................................................................................... Kesimpulan ................................................................5 D............................................... 7 D.1 KATA PENGANTAR ..............................

kebugaran jasmani. Pendekatan ini kita kenal dengan istilah pendekatan kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL). Agar tercapai tujuan tersebut guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam kegiatan pembelajaran. indikator dan materi pokok untuk masing-masing mata pelajaran. karena berkaitan langsung dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran guru harus berpedoman pada kurikulum tersebut. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Belajar akan lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa bila siswa mengalami apa yang dipelajarinya. penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga. baik dalam penggunaan media maupun dalam strategi dan pendekatan pembelajaran itu sendiri. Umaedi (1999) mengatakan bahwa Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Dengan demikian pendidikan sangat memegang perananan yang sangat penting bagi nasib kehidupan bangsa. 4 . Latar Belakang Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat besar artinya bagi pembangunan generasi penerus bangsa. Dalam Kurikulum 2004 ini terdapat standar kompetensi. ketrampilan berpikir kritis. pendidikan memegang peranan yang teramat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. dan tujuan dari pembelajaran tersebut dapat tercapai. Berbicara mengenai kualitas sumber daya manusia. Pada saat ini pemerintah telah menerapkan kebijakan pelaksanaan kurikulum baru yang disesuaikan dengan tuntutan jaman. Kebijakan itu ditandai dengan pelaksanaan Kurikulum 2004 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) secara nasional. ketrampilan sosial.BAB I PENDAHULUAN A. Agar siswa dapat mengalami apa yang dipelajarinya. Kurikulum ini menjadi pedoman bagi guru dalam kegiatan pembelajaran untuk semua mata pelajaran. diantaranya adalah dengan mengadakan pembaharuan kurikulum pendidikan nasional sesuai dengan perkembangan jaman. Pendidikan Jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhaan bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan. guru akan dapat menciptakan suasana belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa. diperlukan pendekatan yang tepat. sehingga diharapkan siswa akan dapat mencapai standar kompetensi pada masing-masing mata pelajaran. termasuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani. stabilitas emosional. Pendekatan kontekstual ini dapat diterapkan dalam pembelajaran untuk semua mata pelajaran. Dengan strategi dan pendekatan pembelajaran yang tepat. Pada saat ini telah dikembangkan suatu pendekatan dimana guru dituntut untuk dapat mengkaitkan materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka. kompetensi dasar.

teknik dan strategi permainan dan olahraga. permainan. 5 . agar dalam pembelajaran mata pelajaran pendidikan jasmani menggunakan pendekatan bermain “Permainan Kepala Beranjau” sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa. jujur. Tujuan Tujuan penulisan karya tulis adalah sebagai persyaratan seleksi guru berprestasi tahun 2006 merupakan laporan hasil pembelajaran teknik passing atas permainan bola voli dengan pendekatan bermain permainan Kepala Beranjau pada siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 2 Saketi. Rumusan Masalah Sesuai dengan latar belakang masalah tersebut diatas penulis ingin merumuskan masalah sebagai berikut : “ Apakah pendekatan bermain dengan Permainan Kepala Beranjau mampu meningkatkan efektifitas pembelajaran teknik passing atas permainan bola voli pada siswa. dan lain-lain) serta pembiasaan hidup sehat. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru dapat memberikan berbagai pendekatan agar siswa termotivasi dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran.” C. bermakna serta menyenangkan. dan pertandingan Dari uraian diatas penulis mencoba untuk menerapkan pendekatan bermain dengan menggunakan “Permainan Kepala Beranjau” dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani khususnya pada pembelajaran teknik passing atas permainan bola voli pada siswa kelas VII semester genap SMP Negeri 2 Saketi. Cara pelaksanaan pembelajaran kegiatan dapat dilakukan dengan latihan. Manfaat Karya tulis ini diharapkan dapat bermanfaat bagi : Guru Pendidikan Jasmani. Kabupaten Pandeglang Tahun Pelajaran 2005/2006.Dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani. Siswa sehingga memperoleh situasi dan pengalaman pembelajaran yang lebih konkret. perlombaan. Penulis untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta pengalaman dalam penulisan karya tulis. guru diharapkan mengajarkan berbagai ketrampilan gerak dasar. Kabupaten Pandeglang Tahun Pelajaran 2005/2006 D. kerjasama. internalisasi nilai-nilai (sportifitas. B. menirukan.

Net voli e. Bola plastik. Pembelajaran dilaksanakan selama 3 jam pelajaran ( @ 45 menit ) Materi Pembelajaran Materi pembelajaran dalam karya tulis ini adalah materi pokok permainan dan olahraga. Alat/media yang digunakan Alat yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah : a. Subjek Yang menjadi subjek dalam pembelajaran ini adalah siswa kelas VII A semester Genap Tahun Pelajaran 2005/2006 yang terdiri dari 30 siswa. dan perempuan 14 siswa. JL. Stopwatch Media yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah guru dan siswa yang mempunyai kemampuan lebih. Ban sepeda bekas / simpai d. Kabupaten Pandeglang. Bola voli b. Waktu Waktu pembelajaran yang menjadi bahan laporan Karya Tulis ini telah dilaksanakan pada minggu ke-1 bulan Maret 2006.BAB II DESKRIPSI A. khususnya permainan bola voli teknik passing atas. 6 . Konteks Implementasi Tempat Pelaksanaan Tempat pelaksanaan pembelajaran yang menjadi bahan laporan penulisan Karya Tulis ini adalah di SMP Negeri 2 Saketi. laki-laki 16 siswa. KM. yang bertugas mendemonstrasikan teknik passing atas yang menjadi materi pembelajaran. Desa Mekarwangi.02 Kecamatan Saketi. bola dari plastik bekas c. Peluit f.

dari jarak yang dekat ke yang jauh. dan dari tingkat kesulitan yang rendah ke yang tinggi. permainan. c. 2004) Dalam pembelajaran ini digunakan permainan Kepala Beranjau. dan pertandingan. apersepsi dan pemanasan (warming up) khusus untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani. Kegiatan Inti Kegiatan inti merupakan kegiatan pokok yang menjadi pokok bahasan materi pembelajaran. (Depdiknas. Perencanaan pembelajaran dilaksanakan dengan jalan melihat Standar Kompetensi mata pelajaran Pendidikan Jasmani. Cara permainan ini dapat dilihat dalam lampiran. Pengorganisasian kegiatan dilaksanakan dengan perorangan. Cara pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan latihan. 7 . Tahapan pelaksanaan dilakukan dimulai dari yang mudah ke yang sukar. Pelaksanaan Tahap pelaksanaan pada dasarnya menerapkan apa yang telah dilakukan pada tahap persiapan.B. yaitu : Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal untuk mempersiapkan siswa baik fisik dan mental untuk menghadapi proses pembelajaran lebih lanjut. C. kemudian mengambil langkah-langkah sebagai berikut : Menetapkan Indikator Memilih metode/pendekatan pembelajaran Memilih materi pelajaran Menentukan alokasi waktu Menentukan alat dan sumber bahan pelajaran Memilih jenis evaluasi yang dilaksanakan Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran karya tulis ini. perlombaan. Pelaksanaan pembelajaran pada dasarnya terdiri dari tiga tahapan. menirukan. b. kelompok kecil dan kelompok besar. maka perencanaan yang baik dan matang mutlak harus dilaksanaknan. Dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Jasmani perlu memperhatikan halhal seperti berikut : a. Pendahuluan dapat dilaksanakan melalui kegiatan absansi siswa. Perencanaan Agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang kita harapkan. kegiatan ini menenmpati prosentase terbesar dari kegiatan pembelajaran. dari yang sederhana ke yang kompleks. Kegiatan Penutup Kegiatan penutup merupakan kegiatan akhir dari proses pembelajaran materi yang menjadi topik pembelajaran pada hari itu. berpasangan.

(Hari Sudarejat : 2004) Penialaian acuan patokan adalah penilaian yang membandingkan hasil belajar siswa kepada patokan yang telah ditetapkan sebelumnya. dinyatakan lulus. artinya bahwa siswa dianggap lulus apabila telah menguasai 65 % dari seluruh materi. Pelaksanaan pembelajaran yang menjadi bahan laporan karya tulis ini telah dilaksanakan pada minggu ke-1 bulan Maret 2006. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan. dan pemberian informasi mengenai tugas untuk persiapan pembelajaran pada pertemuan berikutnya. tujuan penilaian adalah menilai sejauh mana siswa mampu mencapai kompetensi hasil belajar. digunakan penilaian yang sesungguhnya (Authentic Assesment).Kegiatan penutup dapat berupa kegiatan koreksi. Dalam penilaian hasil pembelajaran ini menggunakan patokan 65. rumusan tujuan pembelajaran berbasis kompetensi memiliki standar keberhasilan pencapaian kompetensi dasar. maka penilaian tidak hanya dilakukan untuk menilai hasil saja tetapi juga proses pembelajaran yang dilakukan siswa juga dinilai. evaluasi maupun refleksi. serta memberikan umpan balik terhadap jalannya pembelajaran. Hasil dari pembelajaran dapat dilihat dalam lampiran karya tulis ini. 8 . (Nurhasan : 2001). Penilaian Sesuai dengan pendekatan kontekstual yang digunakan dalam pembelajaran ini. Penilaian tidak hanya dilaksanakan pada akhir pembelajaran saja tetapi juga dilaksanakan selama proses belajar berlangsung. Patokan ini ditetapkan atas dasar pertimbangan logis mengenai tingkat penguasaan minimum. format penilaian dan hasil penilaian yang digunakan dalam pembelajaran ini dapat dilihat dalam lampiran. D. dengan demikian mengarahkan pada penggunaan penilaian acuan patokan (PAP). Penilaian hasil dilaksanakan untuk mengumpulkan informasi tentang pencapaian kompetensi. atau dianggap belum lulus dan harus diberikan remedial Bentuk penilaian. Dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani. perlu diberikan pendinginan (cooling down). Sesuai dengan pendekatan kontekstual yang digunakan dalam pembelajaran ini. sedangkan siswa yang belum bmencapai patokan tersebut dianggap belum menguasai secara minimum kemampuan tersebut. Penentuan keberhasilan siswa dalam pembelajaran ini berpedoman pada Penilaian Acuan Patokan (PAP). Para siswa yang mencapai atau melebihi patokan ini.

dikarenakan biasanya siswa akan merasakan takut dalam melaksanakan latihan passing atas. serta mampu menggunakan alat-alat pembelajaran yang tersedia. Melatih keberanian dalam melakukan passing atas 2. Dalam pelaksanaan pembelajaran teknik dasar passing atas ini digunakan satu bentuk pendekatan bermain dengan permainan “Kepala Beranjau. melalui aktivitas jasmani. Melatih kerjasama tim 4.BAB III PEMBAHASAN Pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik. bertanggung jawab. dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani. perceptual. neuromuskuler. kerjasama. Dalam makalah ini akan dibahas satu bentuk permainan hasil dari modifikasi penulis dalam pembelajaran pendidikan jasmani khususnya permainan bola voli teknik passing atas. b. dan emosional. disiplin. Berdasarkan pengamatan penulis sebagai guru pendidikan jasmani. Mengembangkan sikap sportif. guru harus memilik dan menerapkan berbagai strategi pembelajaran maupun pendekatan. Oleh karena itu penulis mencoba menggunakan bola hasil modifikasi siswa maupun bola karet yang ringan. dan demokratis. jujur. kognitif. percaya diri. Mengembangkan ketrampilan gerak dan ketrampilan teknik serta strategi berbagai permainan dan olahraga. Dalam pembelajaran ini. aktivitas pengembangan. dalam kerangka system pendidikan nasional. bola yang dibuat dari sampah plastik. aktivitas ritmik. guru memanfaatkan alat-alat atau benda bekas berupa ban bekas. penguasaan teknik dasar passing atas bagi siswa dirasakan agak susah. akuatik (aktivitas air) dan pendidikan luar kelas (out door education) Untuk dapat mencapai tujuan siswa dapat mengembangkan ketrampilan gerak dan ketrampilan teknik. ( Depdiknas.” Tujuan Permainan : 1. Apalagi apabila dalam pelaksanaannya guru langsung menggunakan bola voli yang sebenarnya. Melatih ketepatan passing atas 3. maupun menciptakan atau memodifikasi bentuk-bentuk permainan yang menarik siswa dalam mengikuti pembelajaran. 2003 ) Tujuan dan fungsi pendidikan jasmani antara lain adalah : a. senam. sehingga siswa tidak akan merasakan takut dalam melakukan latihan passing atas. Melatih sportifitas Alat yang digunakan : 9 . Siswa akan merasakan takut cedera jari-jari tangannya. dan bola karet.

masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang. Apabila bola mengenai kepala.” tanpa sadar siswa telah melakukan latihan teknik dasar passing atas. siswa sangat antusias dan termotivasi untuk melakukan latihan passing atas tanpa merasakan takut. Bola voli atau bola karet/plastik 2. Satu orang melakukan gerakan pasing atas dengan cara berdiri menghadap sasaran sejauh 2 meter. Pemain berusaha mamasukan bola yang dipasing kedalam ban sepeda/simpai yang dipegangi oleh temannya. Ban sepeda/simpai ini berfungsi sebagai sasaran. Bola tidak boleh mengenai kepala dari dua orang yang memegangi ban sepeda/simpai sebagai sasaran. sekaligus mencatat hasil dari pasing atas yang berhasil masuk kedalam sasaran ban sepeda/simpai. Dua orang pemain bertugas memegangi ban sepeda bekas dengan cara dipegang dengan dua tangan dan diangkat diatas kepala. Satu orang menjadi juri untuk kelompok lain. satu buah ban sepeda bekas. Regu yang telah gugur tidak diperkenankan untuk mengikuti permainan lagi. Setiap bola yang berhasil masuk kedalam sasaran diberi nilai 1. (Jarak dapat disesuaikan). dalam mengikuti pembelajaran passing atas ini. dan berdiri diatas bangku dengan cara berhadap-hadapan. Satu orang bertugas mengambilkan bola untuk diberikan kepada teman yang melakukan passing atas.1. Penentuan pemenang adalah hasil nilai yang terbesar yang dicapai oleh kelompok tersebut. Bangku Pelaksanaan permainan : Siswa dibagi kedalam kelompok. maka permainan akan berhenti dan kelompok tersebut dinyatakan gugur. dan akhirnya siswa dengan sendirinya dapat menguasai penguasaan gerak dasar passing atas melalui pelaksanaan permainan “Kepala Beranjau” ini. Ban sepeda bekas/simpai 3. bertugas mengawasi agar kelompok yang lain melakukan permainan dengan sportif. dan satu buah bola voli atau bola karet. Masing-masing kelompok harus menyediakan dua buah bangku. 10 . Dengan permainan “Kepala Beranjau. Permainan ini dilaksanakan selama 1 menit untuk setiap anggota regu secara bergiliran. Lingkaran ban sepeda/simpai menghadap keatas. Berdasarkan pengamatan penulis sebagai guru.

B. 11 . sehingga kendala kekurangan sarana dalam pembelajaran tidak akan mengganggu proses pembelajaran. Agar dapat diadakan penelitian yang bertujuan untuk membandingkan hasil pembelajaran pendidikan jasmani dengan pendekatan kontekstual dan pembelajaran pendidikan jasmani yang menggunakan pendekatan yang lain. sehingga tidak ada siswa yang harus diremidial dalam pembelajaran teknik dasar passing atas ini. 3. nilai terendah sebesar 76. 2.” Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai siswa setelah dilaksanakan evaluasi pada akhir pembelajaran. khususnya permainan Kepala Beranjau karena dapat menjadikan proses pembelajaran menjadi menarik bagi siswa.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Rata-rata nilai dari hasil penilaian sebesar 80. khususnya menggunakan “Permainan Kepala Beranjau. ternyata dapat diambil satu kesimpulan bahwa pembelajaran teknik passing atas permainan bola voli efektif diajarkan dengan menggunakan pendekatan bermain. Kesimpulan Dari proses pembelajaran passing atas permainan bola voli yang telah dilaksanakan. Hasil rata-rata nilai siwa diambil dari dua aspek penilaian yaitu nilai proses serta nilai kinerja (unjuk kerja) siswa dalam melakukan teknik dasar passing atas. Saran Berdasarkan hasil pembelajaran passing atas permainan bola voli dengan menggunakan pendekatan bermain dengan menggunakan permainan Kepala Beranjau yang telah dilaksanakan. Bagi pengajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani agar dapat menggunakan segala fasilitas yang ada disekolah masing-masing. Bagi pengajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani dapat menerapkan pendekatan kontekstual dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan dan menggunakan berbagai permainan. serta ketuntasan 100 %. maka disarankan : 1.60.

Adang. 2001. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Sebuah Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Sekolah untuk Peningkatan Mutu. Pendidikan Jasmani untuk SMP Kelas VII. 1998. Taktik dan Kondisi Pengantar untuk Pelatih/Pendidik. Jakarta : Depdiknas Roji. Pokok-Pokok Pengembangan Program Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Theo & Kruber. 1999. Jakarta : Depdiknas Syarifudin. 2002. 2001. Tes dan Pengukuran dalam Pendidikan Jasmani : Prinsip-prinsip dan Penerapannya. Hari. Jakarta : PT. Dieter. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning (CTL)).DAFTAR PUSTAKA Kleinmann. Jakarta : Depdikbud 12 . Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Pembaharuan Pendidikan dalam Undang-undang Sisdiknas 2003. Bandung : CV Cipta CekasGrafika Suherman. 1990. Jakarta : Erlangga Suderajat. 2004. Jakarta : Depdikbud Umaedi. Jakarta : Depdiknas Nurhasan. 2004. Bola Volley Pembinaan Teknik. Gramedia Nurhadi. Asesmen Balajar dalam Pendidikan Jasmani Evaluasi Alternatif untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful