P. 1
MAKALAH GANGGUAN REPRODUKSI

MAKALAH GANGGUAN REPRODUKSI

|Views: 800|Likes:
Published by ewi2212

More info:

Published by: ewi2212 on Mar 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2014

pdf

text

original

ASUHAN KEBIDANAN GANGGUAN REPRODUKSI PADA NY.

K UMUR 33 TAHUN DENGAN AMENORE SEKUNDER Dosen Pengampu: Ossie Happinasari, SsiT.

Disusun Oleh:
1. Ewi Susilaningsih 2. Lia Meiranti Rezeki 3. Nifia Juliantini Galantri 4. Rizki Faedah

(111140) (111157) (111176) (111216)

Kelas 2A

AKADEMI KEBIDANAN YLPP PURWOKERTO TAHUN AJARAN 2012/2013

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar belakang Beberapa kejadian dari gangguan reproduksi yang dialami oleh masyarakat salahsatunya yang sering terjadi yaitu amenore. Amenore adalah keadaan dimana haid berhenti atau tidak ada haid. Amenorea dibagi menjadi dua yaitu amenore primer dan amenore sekunder. Amenore sekunder terjadi apabila seorang wanita pernah mengalami haid namun haid itu menjadi berhenti. Amenore sekunder dapat terjadi karena beberapa penyebab. Keadaan yang paling sering menyebabkan amenore sekunder yaitu kehamilan, kendati keadaan ini dapat pula terjadi karena perubahan dalam pekerjaan, iklim atau lingkungan, atau mungkin merupakan gejala suatu penyakit. Selain itu amenore sekunder dapat pula terjadi pada akseptor KB, ibu menyusui, stres, obat – obatan, ketidakseimbangan hormon, berat badan rendah, olahraga yang berlebihan, kerusakan tiroid, masalah jaringan rahim dan ketidakcukupan ovarium primer. Dari kebanyakan kasus, amenorea sekunder adalah gangguan kesehatan reproduksi yang sering terjadi. Keadaan ini memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya serta untuk segera memberikan penanganan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengambil kasus ini. 2. Tujuan a. Tujuan umum Memperoleh pengalaman nyata dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi amenorea sekunder menggunakan manajemen kebidanan menurut Hellen Varney (1997), sehingga meningkatkan derajat kesehatan wanita. b. Tujuan khusus

intervensi. . diagnosa potensial. tindakan segera.- Dapat melakukan pengkajian. interprestasi data. - Untuk mengetahui kesenjangan teori dan praktek. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Dokumentasi Kebidanan. dan evaluasi dengan tujuh langkah Varney. implementasi.

 Amenore sekunder Merupakan keadaan dimana seorang wanita pernah mengalami haid namun haid itu menjadi berhenti. Kondisi ini disebabkan oleh kelainan duktus Muller. antipsikotik. septum vagina transversal.BAB II MATERI TERKAIT KASUS A. dan kortikosteroid oral  Kelainan pembekuan darah  Gangguan hormon tiroid  Aktivitas fisik yang terlalu berat  Kehamilan  Pengguna kontrasepsi (oral)  Olahraga berlebihan  Tumor hipofise  Hiperplasia adrenal  Kegagalan ovarium . bulimia. obat kemoterapi. seperti tidak ada uterus. Definisi Amenore adalah keadaan dimana haid berhenti secara tiba – tiba atau tidak adanya haid. Penyebab  Pasien dengan gangguan makan (seperti anoreksia nervosa. Hal ini biasanya ciri seksual sekundernya tidak berkembang. Klasifikasi  Amenore primer Merupakan keadaan tidak haid yang dialami wanita pasca pubertas. B. atau himen imperforata. obesitas)  Pasien dengan IMT (indeks masa tubuh) > 30  Stress psikologis  Penggunna obat – obatan tertentu seperti antidepresan.

Untuk itu hindari kelelahan berlebihan. Hipotalamus memiliki beberapa fungsi dan yang terpenting adalah menghubungkan sistem saraf dengan kelenjar endokrin melalui kelenjar hipofisis atau pituitasi. Ketika siklus tidak lancar maka Sindrom pra – menstruasi datang mengancam. Bila seorang wanita berada pada tekanan mental ekstrim seperti stres. Untuk memulai. maka produksi esterogen dan progesteronnya akan terganggu. cobalah jogging 15 menit dahulu. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan siklus haid tidak teratur.  Menghindari stres Di atas batang otak manusia. Hipotalamus mengatur berbagai tingkatan hormon. Sama dengan stamina. kemudian dilatih hingga 30 menit. termasuk hormon-hormon reproduksi wanita. tergantung dari ketahanan stamina tubuh seseorang. Ketika jumlah energi habis karena adanya aktifitas yang berat. Pencegahan  Menghindari aktifitas yang terlalu berat. Ketahanan jiwa berhubungan dengan tubuh yang sehat. Sidroma ovarium polikistik  Sindrom asherman C. terdapat satu struktur yang disebut hipotalamus. Oleh karena itu. Terlalu lelah merupakan salah satu penyebab utama terlambatnya proses siklus haid. maka haid tidak datang tepat pada waktunya. Hal inikarena tubuh membutuhkan sejumlah energi untuk meneruskan proses menstruasi secara teratur. Tubuh setiap orang memiliki ambang lelah yang berbeda – beda. yaitu esterogen dan progesteron.beda tergantung dari ketahanan jiwanya. . Stamina dapat dilatih dengan olahraga secara teratur. ambang stres setiap orang juga berbeda.

Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas. TSH. Yang penting bukan kuantitasnya.  Asupan gizi yang cukup Asupan nutrisi tepat untuk kebutuhan gizi tubuh sangat diperlukan. Mulailah dengan menjaga pola makan yang berkualitas.dengan melatih tubuh berolahraga teratur. Karena status kualitas dari asupan nutrisi dan gizi mempengaruhi kinerja kelenjar hipotalamus yang memiliki peran mengendalikan kelancaran siklus haid yang ada. Progesteron. Pemeriksaan sinar X atau CT Scan padafosa hipofisis untuk menyingkirkan adanya tumor hipofisis. sayur. Pemeriksaan       Dokter memastikan adanya gangguan makan. minuman keras apalagi rokok. tubuh akan menjadi lebih segar dan memiliki stamina yang baik sehingga tidak mudah terserang stres. Hindari minuman bersoda. tapi kualitas nutrisi yang ada di setiap makanan atau minuman. LH. atau gangguan psikis terlebih dahulu Pemeriksaan fisik pada vagina Pemeriksaan pelvik dengan USG Jika masih tidak berhasil bisa dilakukan dengan pemeriksaan hormon FSH. Prolaktin. Mulailah mengonsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan segar. . dan alkohol. olahraga yang berlebihan. gandum dan tinggalkan junk food dan makanan berlemak. D. obat-obatan terlarang. Progestero simulation test bertujuan menentukan apakah uterus memberi respon terhadap penarikan progesteron.Hindari merokok.

60 C. Menstruasi terakhir tanggal 25 Juni 2012. Hasil USG tidak tampak gambaran.K dengan G1P1A0 umur 33 tahun mengeluh tidak haid sudah 5 bulan. Hasil PP test negatif. R : 20 x/ menit. Ny. Tidak ada masa di dalam uterus. Ibu mengatakan selama memakai KB suntik pil menstruasi masih lancar setelah tidak KB 6 bulan menstruasi lancar setelah itu 5 bulan terakhir tidak menstruasi. Hasil pemeriksaan : tekanan darah 110 /80 mmHg. . Nadi : 84 x/menit.BAB III KASUS Tanggal 29 Oktober 2012 pukul 12.00 WIB. Anak pertamanya sudah berusia 7 tahun lahir spontan di Bidan dengan berat 3200 gr. S : 36.

Bidan juga mengantisipasi adanya masalah potensial yang dapat terjadi. Memberikan motivasi pada ibu untuk lebih banyak berolahraga d.BAB IV PEMBAHASAN DARI KASUS Berdasar dari kasus 29 Oktober 2012 pukul 12. Tidak ada masa di dalam uterus. ginekologi dan penunjang) kepada ibu.K dengan G1P1A0 umur 33 tahun mengeluh tidak haid sudah 5 bulan. S : 36. Hasil PP test negatif. Dalam hal ini bidan melakukan tindakan sesuai dengan langkah varney seperti : 1. Menstruasi terakhir tanggal 25 Juni 2012. Obsgyn diberikan terapi : regumen 1x1. Ny. Nadi : 84 x/menit. Hasil pemeriksaan : tekanan darah 110 /80 mmHg. Menganjurkan pada ibu untuk kontrol kembali / ke poliklinik 10 hari lagi setelah obat habis . Hasil USG tidak tampak gambaran. vitamin B 3 x 1.00 WIB. 2. 4. Selanjutnya bidan mengidentifikasi diagnosis atau masalah dan kebutuhan ibu berdasar data yang telah dikumpulkan. R : 20 x/ menit. Bidan menyusun rencana asuhan yang diperlukan ibu seperti : a. 5. Memberitahu pada ibu tentang hasil pemeriksaan b. Bidan mengumpulkan data hasil anamnesa dan pemeriksaan (fisik. Anak pertamanya sudah berusia 7 tahun lahir spontan di Bidan dengan berat 3200 gr. Setelah itu bidan menetapkan kebutuhan tindakan segera dan berkonsultasi dengan tim kesehatan lainnya sesuai dengan kondisi ibu. 3. Ibu mengatakan selama memakai KB suntik pil menstruasi masih lancar setelah tidak KB 6 bulan menstruasi lancar setelah itu 5 bulan terakhir tidak menstruasi.60 C. Kolaborasi dengan Dr. vitamin C 3 x 1 untuk membantu memulihkan kesuburan dan cara meminum obat yang benar sesuai dengan obat yang dianjurkan diatas sehingga ibu meminum obatnya e. Memberikan motivasi / penkes ibu memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik bagi ibu serta dukungan psikologis c.

6. Bidan selanjutnya melaksanakan rencana asuhan yang diperlukan ibu sesuai dengan rencana asuhan yang telah ditetapkan. Bidan mengevaluasi hasil asuhan yang telah dilakukan sudah efektif ataukah belum. . 7.

hormon penting bagi kesehatan seksual dan reproduksi manusia.BAB V KESIMPULAN Dari kasus ibu di atas. Selain itu juga memperlancar peredaran darah sehingga proses menstruasi dapat berjalan lancar.Selain itu vitamin C juga berperan penting dalam menjaga kesuburan khususnya pria. Asupan vitamin C yang cukup juga akan memperlancara peredaran darah ke seluruh tubuh termasuk ke organ seksual manusia. Vitamin B6 dapat meningkatkan kesuburan wanita Obat regumen untuk membantu memulihkan kesuburan sehingga lebih produksi lagi. dan progesteron. hormon androgen. Amenorea sekunder merupakan keadaan dimana seorang wanita pernah mengalami haid namun haid itu menjadi berhenti. Karena vitamin C yang memiliki manfaat berperan aktif dalam sintesis berbagai hormon seksual dan hormon kesuburan penting bagi manusia yaitu. Selain itu ibu juga di beri vitamin untuk membantu menyuburkan. kami menyimpulkan ibu mengalami amenorea sekunder. . Penatalaksanaan yang harus dilakukan ibu diberi support dan dianjurkan untuk lebih banyak berolahraga supaya peredaran darahnya lancar sehingga menstruasi dapat berjalan teratur setiap bulan. Konsumsi vitamin B6 yang cukup pada wanita juga akan membantu wanita dalam mencapai orgasme (klimaks) dan juga mampu meningkatkan gairah dan stamina.Vitamin B6 membantu dalam menjaga keseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Asupan vitamin C yang cukup akan meningkatkan jumlah dan kualitas sperma. estrogen. Vitamin C juga membantu meningkatkan gairah seksual dan juga membantu memicu tubuh untuk mengeluarkan lubrikan(cairan) seks agar tidak timbul nyeri ketika berhubungan.

- Dukungan psikologis Hal ini karena jika ibu mengalami stres. - Ibu juga dianjurkan kontrol kembali untuk memantau keadaannya. di dalam tubuhnya terjadi penekanan di otak sehingga menghambat kerja otak untuk menghasikan hormon untuk kesuburan organ reproduksinya. - Motivasi / penkes untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik bagi ibu Motivasi pada ibu untuk berolahraga secara teratur Dengan berolahraga peredaran darahnya menjadi lancar. .

.DAFTAR PUSTAKA Tiran. 2001. Dasar – dasar Obstetri dan Ginekologi. Jakarta : EGC. Derek dan Jones. Jakarta : Hipokrates. 2005. Llewellyn. Denise. Kamus Saku Bidan.

“ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU DENGAN GANGGUAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA NY. Identitas Klien Nama Ibu Umur Agama Suku/bangsa Indonesia Pendidikan Pekerjaan Alamat Lumbir rt 01/05 2. PENGKAJIAN Tanggal Jam Tempat : 29 Oktober 2012 : 12.T Umur Agama : 36 th : Islam Suku/bangsa : : Desa Lumbir rt 01/05Alamat memeriksakan kondisinya 3.00 WIB : Poliklinik Ajibarang A. Subyektif 1. Riwayat Kesehatan Yang Lalu Ibu tidak pernah mengalami penyakit dibawah ini : . Keluhan Utama : Ibu sudah 5 bulan tidak dapat menstruasi 4. K UMUR 33 TAHUN DENGAN AMENORE SEKUNDER” I. K : 33 th : Islam : Indonesia Nama Suami : Tn. Riwayat Kesehatan a. Alasan Datang : Ibu datang ke poliklinik untuk : D3 : PNS Pendidikan Pekerjaan : S1 : PNS : Desa : Ny.

radang/infeksi ginjal. masalah pada hati lainnya ISK. penyakit kelamin lainnya Alergi Radang/infeksi organ reproduksi. TBC. sifilis. masalah paru Diabetes. tumor/kanker organ reproduksi (termasuk hasil pap smear abnormal) Infertilitas Kanker kandungan Operasi yang berhubungan dengan organ reproduksi (SC. masalah tiroid/kelenjar gondok Hepetitis B. herpes.batu ginjal GO. penyakit kelamin lainnya Alergi . penyakit jiwa lain b. varices. masalah paru Diabetes. miomektomi. cystektomi) atau operasi perut lainnya - Depresi. masalah pada hati lainnya ISK. trombophlebitis / radang pembuluh vena Gangguan pembekuan darah. sifilis. TBC. herpes. masalah tiroid/kelenjar gondok Hepetitis B. penyakit darah lainnya Asma. hipertensi. HIV/AIDS. radang/infeksi ginjal. Riwayat Kesehatan Sekarang Ibu tidak pernah mengalami penyakit dibawah ini : Penyakit jantung. HIV/AIDS. kecemasan berat. kondiloma.- Penyakit jantung. penyakit darah lainnya Asma. trombophlebitis / radang pembuluh vena Gangguan pembekuan darah. kondiloma. varices.batu ginjal GO. hipertensi.

penyakit jantung Kanker Penyakit ginjal Penyakit hati TBC Alergi Epilepsi Diabetes Kelainan / cacat bawaan Penyakit jiwa Keturunan kembar Preeklamsi-eklamsi pada ibu/kakak/adik kandung Sifilis. kecemasan berat. tumor/kanker organ reproduksi (termasuk hasil pap smear abnormal) Infertilitas Kanker kandungan Operasi yang berhubungan dengan organ reproduksi (SC. teratur : 6-7 hari . penyakit jiwa lain c.- Radang/infeksi organ reproduksi. Riwayat Menstruasi 1) Menarche 2) Siklus 3) Lama 4) Banyaknya: Hari ke 1-2 ganti pembalut 4x (penuh/¾) Hari ke 3-5 ganti pembalut 3x (penuh ½) : 15 tahun : 28 hari. GO. cystektomi) atau operasi perut lainnya - Depresi. Riwayat Kesehatan Keluarga Ibu tidak pernah mengalami penyakit dibawah ini : Hipertensi. miomektomi. Riwayat Obstetri a. HIV/AIDS 5.

Riwayat Perkawinan a. Hubungan dengan suami : baik / harmonis d. lamanya 8 tahun c. Pernikahan ke I . merah segar.Hari ke 6-7 ganti pembalut 2x (bercak – bercak) 5) Sifat dan warna : encer. Alasan : ingin memiliki anak lagi d. Alat kontrasepsi yang pernah dipakai dan lamanya : pernah memakai KB suntik pil b. Keluhan / masalah : tidak haid 8. Status perkawinan : menikah b. Kapan terakhir berhenti : November 2011 c. Riwayat Kehamilan. Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari – hari : Kebutuhan Nutrisi :   Makan Minum 3x sehari 6-7x sehari Keluhan : satu Eliminasi :   BAK BAB 5x sehari 1x sehari 8 jam - Istirahat . persalinan dan nifas yang lalu Kehamilan yang ke – Pernah melahirkan – Abortus – (G1P1A0) 6. kemudian sedikit – sedikit flek kecoklatan 6) Dismenorhoe 7) Flour albus 8) HPHT : tidak pernah : tidak ada :- b. Jumlah anak 7. Riwayat KB a.

Pengetahuan ibu tentang gangguan / penyakit yang diderita saat ini : Ibu belum tahu / tidak paham terhadap masalah penyakitnya b. Data psikologis : a. alkohol. celana dalam : 3x/sehari Kebiasaan memakai alas kaki : - Pola seksual 3x seminggu dan tidak terjadi kontak bleeding - 9. Pengetahuan ibu tentang kesehatan reproduksi : Ibu belum mengetahui tentang kesehatan reproduksi 10. Riwayat Sosial – budaya : a.Aktivitas Melakukan pekerjaan rumah sendiri dan sedikit berolahraga - Personal Hygiene Mandi : 2x sehari Keramas : 3x seminggu Gosok gigi : 3x sehari Ganti pakaian : 3x sehari. merokok dsb ) : tidak pernah . Perilaku kesehatan (kebiasaan menggunakan obat – obatan.

Data Spiritual : Ibu taat menjalankan ibadah sesuai agama dan mempunyai kebiasaan untuk puasa B. Hidung : simetris. tidak ada polip.Lingkungan (kepercayaan/ adat yang berhubungan dengan penyakit yang diderita) : tidak ada b. Status present a. tidak ada karies). tidak radang.6°C 2. Telinga : simetris. lidah bersih. Mata : simetris. Pemeriksaan umum Keadaan umum Kesadaran : Baik : CM (Compos Mentis) Status emosional : Stabil Tanda vital : TD : 110/80 mmHg N: 84X/menit RR : 20X/menit Berat badan Tinggi badan : 58 Kg : 158 cm Suhu :36. e. tidak ada sekret d. epulis.lidah tidak kotor. c. bersih. gigi (bersih. Mulut : bibirnya lembab. sklera tidak ikterik. Rambut : bersih. tidak mudah rontok. gusi tidak berdarah. tidak ada edema kelopak mata. tidak pecah-pecah. merah muda. . Hubungan dengan suami dan/keluarga : baik 11. mukosa mulut tidak pucat. bersih. kulit tidak nampak berminyak b. tidak berdarah. pandangan tidak kabur. tidak ada luka pada mukosa. konjungtiva merah muda. tidak ada edema mukosa. tidak ada tanda – tanda infeksi termasuk pengeluaran sekret . tidak ada ketombe. Data Obyektif 1.

tidak ada bendungan vena jugularis g. Pemeriksaan Obstetri a. nyeri daerah ginjal i. tidak ada retraksi otot pernafasan Palpasi Palpasi : tidak ada pembesaran kelenjar limfe : tidak ada pembesaran dan nyeri tekan pada mamae. kondiloma/kutil) pada kulit genetalia. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid. limpa. Genetalia eksterna & anus Ibu tidak mengalami : lecet. pembesaran hepar. tidak ada sianosis dibawah kuku Bawah : tidak ada oedem. tidak ada pembesaran kelenjar – kelenjar limfe. dan lesi lain (herpes. edema vulva. Dada dan mamae Inspeksi : pada payudara simetris. auskultasi dan perkusi) pada dinding abdomen dan kandung kemih : palpasi : tidak ada benjolan atau massa pada uterus b. palpasi. tidak ada bekas – bekas tusukan jarum. tidak sesak nafas. Pemeriksaan Penunjang/Laboratorium . Abdomen ( inspeksi. Abdomen : tidak ada: luka bekas operasi. Ekstremitas Atas : tidak ada oedema. vagina dab cerviks : - 4. tidak ada benjolan h. reflek patella + j. tidak ada humansign. Genetalia (pemeriksaan dengan inspeksi maupun inspekulo bila perlu) pada daerah vulva. tidak ada varices. memar. tidak ada sianosis dibawah kuku. abses kelenjar bartolini dan skene serta pengeluarannya Anus : tidak ada hemoroid 3.f.

Masalah c. PERENCANAAN Tgl Jam : 29 Oktober 2012 : 12. Berikan motivasi / dukungan psikologis pada ibu agar tidak mengalami stress pada dirinya .PP Test : dengan hasil (-) II. Diagnosa nomenklatur Amenorhe sekunder Dasar : DS : pasien mengatakan tidak menstruasi 5 bulan. IDENTIFIKASI MASALAH/DIAGNOSA POTENSIAL Tidak ada IV. INTERPRETASI DATA DASAR a. KONSULTASI DAN KOLABORASI : Kolaborasi dengan Dr.6 0 C : 20 x / menit : 110 / 80 mmHg BB : 58 kg : 84 x / menit : Merasa cemas karena tidak haid : Dukungan/pendamping pada saat kontrol untuk memberikan motivasi/support III. Kebutuhan : baik : CM S R : 36. Berikan motivasi / penkes ibu memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik bagi ibu h. K umur P1A0 dengan menggunakan Kb dan tidak menderita penyakit apapun DO : KU Kesadaran TD N b. Speasialis Obstetri dan Ginekologi V. tidak : Ny. Beritahu pada ibu tentang hasil pemeriksaan g. KEBUTUHAN TINDAKAN SEGERA. 00 WIB : f.

12. Obsgyn diberikan terapi : a.30 WIB Memberikan motivasi / dukungan psikologis pada ibu agar tidak mengalami stress pada dirinya 4. Obsgyn diberikan terapi : a. Vitamin C 3 x 1 k. Regument : 1x1 b.40 WIB Berkolaborasi dengan Dr. 12. Kolaborasi dengan Dr. Vitamin B 3 x 1 c. 05 WIB Memberitahu pada ibu tentang hasil pemeriksaan 2.00 WIB Memberikan penjelasan cara meminum obat yang benar sesuai dengan obat yang dianjurkan diatas sehingga ibu meminum obatnya 7. Vitamin C 3 x 1 6. Memberikan penjelasan cara meminum obat yang benar sesuai dengan obat yang dianjurkan diatas sehingga ibu meminum obatnya l. Menganjurkan pada ibu untuk kontrol kembali / ke poliklinik 10 hari lagi setelah obat habis VI. 12. Vitamin B 3 x 1 c. 13. Regument : 1x1 b. 12.15 WIB Memberikan motivasi / penkes ibu memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik bagi ibu 3.05 WIB . Berikan motivasi pada ibu untuk lebih banyak berolahraga j.i.30 WIB Memberikan motivasi pada ibu untuk lebih banyak berolahraga 5. IMPLEMENTASI 1. 13. 12.

EVALUASI Tgl Jam S : 29 Oktober 2012 : 13.10 WIB Melakukan dokumentasi VII. vitamin B dan vitamin C dengan dosis 1x1 P : Anjurkan ibu untuk kontrol kembali .6 0 C : 58 kg : Ibu telah mendapatkan penkes tentang Amenore dan mendapatkan obat Regument. 13.15 WIB : Ibu mengatakan telah mengetahui mengenai permasalahannya O : TD N RR S BB A : 110/ 80 mmHg : 84 x/menit : 20 x/ menit : 36.Menganjurkan pada ibu untuk kontrol kembali / ke poliklinik 10 hari lagi setelah obat habis 8.

LAMPIRAN .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->