ASUHAN KEBIDANAN GANGGUAN REPRODUKSI PADA NY.

K UMUR 33 TAHUN DENGAN AMENORE SEKUNDER Dosen Pengampu: Ossie Happinasari, SsiT.

Disusun Oleh:
1. Ewi Susilaningsih 2. Lia Meiranti Rezeki 3. Nifia Juliantini Galantri 4. Rizki Faedah

(111140) (111157) (111176) (111216)

Kelas 2A

AKADEMI KEBIDANAN YLPP PURWOKERTO TAHUN AJARAN 2012/2013

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar belakang Beberapa kejadian dari gangguan reproduksi yang dialami oleh masyarakat salahsatunya yang sering terjadi yaitu amenore. Amenore adalah keadaan dimana haid berhenti atau tidak ada haid. Amenorea dibagi menjadi dua yaitu amenore primer dan amenore sekunder. Amenore sekunder terjadi apabila seorang wanita pernah mengalami haid namun haid itu menjadi berhenti. Amenore sekunder dapat terjadi karena beberapa penyebab. Keadaan yang paling sering menyebabkan amenore sekunder yaitu kehamilan, kendati keadaan ini dapat pula terjadi karena perubahan dalam pekerjaan, iklim atau lingkungan, atau mungkin merupakan gejala suatu penyakit. Selain itu amenore sekunder dapat pula terjadi pada akseptor KB, ibu menyusui, stres, obat – obatan, ketidakseimbangan hormon, berat badan rendah, olahraga yang berlebihan, kerusakan tiroid, masalah jaringan rahim dan ketidakcukupan ovarium primer. Dari kebanyakan kasus, amenorea sekunder adalah gangguan kesehatan reproduksi yang sering terjadi. Keadaan ini memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya serta untuk segera memberikan penanganan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengambil kasus ini. 2. Tujuan a. Tujuan umum Memperoleh pengalaman nyata dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi amenorea sekunder menggunakan manajemen kebidanan menurut Hellen Varney (1997), sehingga meningkatkan derajat kesehatan wanita. b. Tujuan khusus

implementasi. interprestasi data. diagnosa potensial. dan evaluasi dengan tujuh langkah Varney.- Dapat melakukan pengkajian. tindakan segera. . intervensi. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Dokumentasi Kebidanan. - Untuk mengetahui kesenjangan teori dan praktek.

BAB II MATERI TERKAIT KASUS A. Definisi Amenore adalah keadaan dimana haid berhenti secara tiba – tiba atau tidak adanya haid. obat kemoterapi. seperti tidak ada uterus. obesitas)  Pasien dengan IMT (indeks masa tubuh) > 30  Stress psikologis  Penggunna obat – obatan tertentu seperti antidepresan. Penyebab  Pasien dengan gangguan makan (seperti anoreksia nervosa.  Amenore sekunder Merupakan keadaan dimana seorang wanita pernah mengalami haid namun haid itu menjadi berhenti. atau himen imperforata. Klasifikasi  Amenore primer Merupakan keadaan tidak haid yang dialami wanita pasca pubertas. dan kortikosteroid oral  Kelainan pembekuan darah  Gangguan hormon tiroid  Aktivitas fisik yang terlalu berat  Kehamilan  Pengguna kontrasepsi (oral)  Olahraga berlebihan  Tumor hipofise  Hiperplasia adrenal  Kegagalan ovarium . Hal ini biasanya ciri seksual sekundernya tidak berkembang. bulimia. B. antipsikotik. septum vagina transversal. Kondisi ini disebabkan oleh kelainan duktus Muller.

Hipotalamus mengatur berbagai tingkatan hormon. tergantung dari ketahanan stamina tubuh seseorang.  Menghindari stres Di atas batang otak manusia. maka produksi esterogen dan progesteronnya akan terganggu. Ketika siklus tidak lancar maka Sindrom pra – menstruasi datang mengancam. kemudian dilatih hingga 30 menit. Sidroma ovarium polikistik  Sindrom asherman C. Hal inikarena tubuh membutuhkan sejumlah energi untuk meneruskan proses menstruasi secara teratur. terdapat satu struktur yang disebut hipotalamus. Untuk itu hindari kelelahan berlebihan. yaitu esterogen dan progesteron. maka haid tidak datang tepat pada waktunya.beda tergantung dari ketahanan jiwanya. Terlalu lelah merupakan salah satu penyebab utama terlambatnya proses siklus haid. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan siklus haid tidak teratur. Sama dengan stamina. ambang stres setiap orang juga berbeda. Hipotalamus memiliki beberapa fungsi dan yang terpenting adalah menghubungkan sistem saraf dengan kelenjar endokrin melalui kelenjar hipofisis atau pituitasi. termasuk hormon-hormon reproduksi wanita. . Ketahanan jiwa berhubungan dengan tubuh yang sehat. Bila seorang wanita berada pada tekanan mental ekstrim seperti stres. Oleh karena itu. cobalah jogging 15 menit dahulu. Untuk memulai. Ketika jumlah energi habis karena adanya aktifitas yang berat. Tubuh setiap orang memiliki ambang lelah yang berbeda – beda. Stamina dapat dilatih dengan olahraga secara teratur. Pencegahan  Menghindari aktifitas yang terlalu berat.

Yang penting bukan kuantitasnya. Mulailah dengan menjaga pola makan yang berkualitas. tubuh akan menjadi lebih segar dan memiliki stamina yang baik sehingga tidak mudah terserang stres. TSH. D. atau gangguan psikis terlebih dahulu Pemeriksaan fisik pada vagina Pemeriksaan pelvik dengan USG Jika masih tidak berhasil bisa dilakukan dengan pemeriksaan hormon FSH. olahraga yang berlebihan.  Asupan gizi yang cukup Asupan nutrisi tepat untuk kebutuhan gizi tubuh sangat diperlukan. LH. obat-obatan terlarang. Prolaktin. minuman keras apalagi rokok. tapi kualitas nutrisi yang ada di setiap makanan atau minuman. dan alkohol.Hindari merokok.dengan melatih tubuh berolahraga teratur.Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas. Pemeriksaan       Dokter memastikan adanya gangguan makan. . Pemeriksaan sinar X atau CT Scan padafosa hipofisis untuk menyingkirkan adanya tumor hipofisis. Hindari minuman bersoda. Progesteron. Mulailah mengonsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan segar. Karena status kualitas dari asupan nutrisi dan gizi mempengaruhi kinerja kelenjar hipotalamus yang memiliki peran mengendalikan kelancaran siklus haid yang ada. Progestero simulation test bertujuan menentukan apakah uterus memberi respon terhadap penarikan progesteron. gandum dan tinggalkan junk food dan makanan berlemak. sayur.

R : 20 x/ menit. Ny. .K dengan G1P1A0 umur 33 tahun mengeluh tidak haid sudah 5 bulan.60 C. Anak pertamanya sudah berusia 7 tahun lahir spontan di Bidan dengan berat 3200 gr. Nadi : 84 x/menit. Menstruasi terakhir tanggal 25 Juni 2012. S : 36. Tidak ada masa di dalam uterus.BAB III KASUS Tanggal 29 Oktober 2012 pukul 12. Hasil USG tidak tampak gambaran. Hasil PP test negatif.00 WIB. Hasil pemeriksaan : tekanan darah 110 /80 mmHg. Ibu mengatakan selama memakai KB suntik pil menstruasi masih lancar setelah tidak KB 6 bulan menstruasi lancar setelah itu 5 bulan terakhir tidak menstruasi.

S : 36. Ny. Nadi : 84 x/menit. vitamin B 3 x 1. 4. Obsgyn diberikan terapi : regumen 1x1.00 WIB.K dengan G1P1A0 umur 33 tahun mengeluh tidak haid sudah 5 bulan. Tidak ada masa di dalam uterus. Memberikan motivasi / penkes ibu memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik bagi ibu serta dukungan psikologis c. Bidan juga mengantisipasi adanya masalah potensial yang dapat terjadi.BAB IV PEMBAHASAN DARI KASUS Berdasar dari kasus 29 Oktober 2012 pukul 12. Memberitahu pada ibu tentang hasil pemeriksaan b. Dalam hal ini bidan melakukan tindakan sesuai dengan langkah varney seperti : 1. Hasil pemeriksaan : tekanan darah 110 /80 mmHg. Anak pertamanya sudah berusia 7 tahun lahir spontan di Bidan dengan berat 3200 gr.60 C. Setelah itu bidan menetapkan kebutuhan tindakan segera dan berkonsultasi dengan tim kesehatan lainnya sesuai dengan kondisi ibu. Memberikan motivasi pada ibu untuk lebih banyak berolahraga d. 3. Selanjutnya bidan mengidentifikasi diagnosis atau masalah dan kebutuhan ibu berdasar data yang telah dikumpulkan. Hasil PP test negatif. 2. Menstruasi terakhir tanggal 25 Juni 2012. Menganjurkan pada ibu untuk kontrol kembali / ke poliklinik 10 hari lagi setelah obat habis . vitamin C 3 x 1 untuk membantu memulihkan kesuburan dan cara meminum obat yang benar sesuai dengan obat yang dianjurkan diatas sehingga ibu meminum obatnya e. Kolaborasi dengan Dr. Ibu mengatakan selama memakai KB suntik pil menstruasi masih lancar setelah tidak KB 6 bulan menstruasi lancar setelah itu 5 bulan terakhir tidak menstruasi. 5. ginekologi dan penunjang) kepada ibu. Bidan menyusun rencana asuhan yang diperlukan ibu seperti : a. Hasil USG tidak tampak gambaran. R : 20 x/ menit. Bidan mengumpulkan data hasil anamnesa dan pemeriksaan (fisik.

6. Bidan mengevaluasi hasil asuhan yang telah dilakukan sudah efektif ataukah belum. 7. Bidan selanjutnya melaksanakan rencana asuhan yang diperlukan ibu sesuai dengan rencana asuhan yang telah ditetapkan. .

hormon androgen.BAB V KESIMPULAN Dari kasus ibu di atas. Penatalaksanaan yang harus dilakukan ibu diberi support dan dianjurkan untuk lebih banyak berolahraga supaya peredaran darahnya lancar sehingga menstruasi dapat berjalan teratur setiap bulan.Selain itu vitamin C juga berperan penting dalam menjaga kesuburan khususnya pria. Asupan vitamin C yang cukup akan meningkatkan jumlah dan kualitas sperma. Vitamin B6 dapat meningkatkan kesuburan wanita Obat regumen untuk membantu memulihkan kesuburan sehingga lebih produksi lagi. Selain itu juga memperlancar peredaran darah sehingga proses menstruasi dapat berjalan lancar. dan progesteron. Konsumsi vitamin B6 yang cukup pada wanita juga akan membantu wanita dalam mencapai orgasme (klimaks) dan juga mampu meningkatkan gairah dan stamina. hormon penting bagi kesehatan seksual dan reproduksi manusia. Selain itu ibu juga di beri vitamin untuk membantu menyuburkan. Karena vitamin C yang memiliki manfaat berperan aktif dalam sintesis berbagai hormon seksual dan hormon kesuburan penting bagi manusia yaitu. estrogen. Asupan vitamin C yang cukup juga akan memperlancara peredaran darah ke seluruh tubuh termasuk ke organ seksual manusia. Amenorea sekunder merupakan keadaan dimana seorang wanita pernah mengalami haid namun haid itu menjadi berhenti. Vitamin C juga membantu meningkatkan gairah seksual dan juga membantu memicu tubuh untuk mengeluarkan lubrikan(cairan) seks agar tidak timbul nyeri ketika berhubungan. kami menyimpulkan ibu mengalami amenorea sekunder. .Vitamin B6 membantu dalam menjaga keseimbangan hormon estrogen dan progesteron.

di dalam tubuhnya terjadi penekanan di otak sehingga menghambat kerja otak untuk menghasikan hormon untuk kesuburan organ reproduksinya. - Ibu juga dianjurkan kontrol kembali untuk memantau keadaannya.- Dukungan psikologis Hal ini karena jika ibu mengalami stres. - Motivasi / penkes untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik bagi ibu Motivasi pada ibu untuk berolahraga secara teratur Dengan berolahraga peredaran darahnya menjadi lancar. .

Denise.DAFTAR PUSTAKA Tiran. Jakarta : Hipokrates. 2005. Derek dan Jones. . Llewellyn. Kamus Saku Bidan. 2001. Jakarta : EGC. Dasar – dasar Obstetri dan Ginekologi.

Subyektif 1. Keluhan Utama : Ibu sudah 5 bulan tidak dapat menstruasi 4. K UMUR 33 TAHUN DENGAN AMENORE SEKUNDER” I.T Umur Agama : 36 th : Islam Suku/bangsa : : Desa Lumbir rt 01/05Alamat memeriksakan kondisinya 3. Riwayat Kesehatan Yang Lalu Ibu tidak pernah mengalami penyakit dibawah ini : . Identitas Klien Nama Ibu Umur Agama Suku/bangsa Indonesia Pendidikan Pekerjaan Alamat Lumbir rt 01/05 2. PENGKAJIAN Tanggal Jam Tempat : 29 Oktober 2012 : 12. K : 33 th : Islam : Indonesia Nama Suami : Tn.“ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU DENGAN GANGGUAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA NY. Alasan Datang : Ibu datang ke poliklinik untuk : D3 : PNS Pendidikan Pekerjaan : S1 : PNS : Desa : Ny.00 WIB : Poliklinik Ajibarang A. Riwayat Kesehatan a.

batu ginjal GO. radang/infeksi ginjal.- Penyakit jantung. herpes. varices. sifilis.batu ginjal GO. masalah tiroid/kelenjar gondok Hepetitis B. Riwayat Kesehatan Sekarang Ibu tidak pernah mengalami penyakit dibawah ini : Penyakit jantung. hipertensi. herpes. penyakit jiwa lain b. hipertensi. HIV/AIDS. cystektomi) atau operasi perut lainnya - Depresi. trombophlebitis / radang pembuluh vena Gangguan pembekuan darah. HIV/AIDS. sifilis. kondiloma. penyakit kelamin lainnya Alergi Radang/infeksi organ reproduksi. varices. masalah paru Diabetes. masalah tiroid/kelenjar gondok Hepetitis B. masalah pada hati lainnya ISK. TBC. TBC. masalah paru Diabetes. penyakit kelamin lainnya Alergi . tumor/kanker organ reproduksi (termasuk hasil pap smear abnormal) Infertilitas Kanker kandungan Operasi yang berhubungan dengan organ reproduksi (SC. kondiloma. masalah pada hati lainnya ISK. miomektomi. kecemasan berat. trombophlebitis / radang pembuluh vena Gangguan pembekuan darah. penyakit darah lainnya Asma. radang/infeksi ginjal. penyakit darah lainnya Asma.

kecemasan berat. miomektomi. Riwayat Menstruasi 1) Menarche 2) Siklus 3) Lama 4) Banyaknya: Hari ke 1-2 ganti pembalut 4x (penuh/¾) Hari ke 3-5 ganti pembalut 3x (penuh ½) : 15 tahun : 28 hari. HIV/AIDS 5. cystektomi) atau operasi perut lainnya - Depresi. penyakit jantung Kanker Penyakit ginjal Penyakit hati TBC Alergi Epilepsi Diabetes Kelainan / cacat bawaan Penyakit jiwa Keturunan kembar Preeklamsi-eklamsi pada ibu/kakak/adik kandung Sifilis. GO. teratur : 6-7 hari . penyakit jiwa lain c. Riwayat Obstetri a. Riwayat Kesehatan Keluarga Ibu tidak pernah mengalami penyakit dibawah ini : Hipertensi. tumor/kanker organ reproduksi (termasuk hasil pap smear abnormal) Infertilitas Kanker kandungan Operasi yang berhubungan dengan organ reproduksi (SC.- Radang/infeksi organ reproduksi.

Kapan terakhir berhenti : November 2011 c. Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari – hari : Kebutuhan Nutrisi :   Makan Minum 3x sehari 6-7x sehari Keluhan : satu Eliminasi :   BAK BAB 5x sehari 1x sehari 8 jam - Istirahat . Alasan : ingin memiliki anak lagi d. Hubungan dengan suami : baik / harmonis d. kemudian sedikit – sedikit flek kecoklatan 6) Dismenorhoe 7) Flour albus 8) HPHT : tidak pernah : tidak ada :- b. Riwayat Perkawinan a. Status perkawinan : menikah b. Riwayat KB a. merah segar. Keluhan / masalah : tidak haid 8.Hari ke 6-7 ganti pembalut 2x (bercak – bercak) 5) Sifat dan warna : encer. Riwayat Kehamilan. Pernikahan ke I . Jumlah anak 7. Alat kontrasepsi yang pernah dipakai dan lamanya : pernah memakai KB suntik pil b. lamanya 8 tahun c. persalinan dan nifas yang lalu Kehamilan yang ke – Pernah melahirkan – Abortus – (G1P1A0) 6.

Data psikologis : a. merokok dsb ) : tidak pernah . Pengetahuan ibu tentang gangguan / penyakit yang diderita saat ini : Ibu belum tahu / tidak paham terhadap masalah penyakitnya b. alkohol.Aktivitas Melakukan pekerjaan rumah sendiri dan sedikit berolahraga - Personal Hygiene Mandi : 2x sehari Keramas : 3x seminggu Gosok gigi : 3x sehari Ganti pakaian : 3x sehari. Perilaku kesehatan (kebiasaan menggunakan obat – obatan. celana dalam : 3x/sehari Kebiasaan memakai alas kaki : - Pola seksual 3x seminggu dan tidak terjadi kontak bleeding - 9. Riwayat Sosial – budaya : a. Pengetahuan ibu tentang kesehatan reproduksi : Ibu belum mengetahui tentang kesehatan reproduksi 10.

sklera tidak ikterik. pandangan tidak kabur.lidah tidak kotor. c. Mata : simetris. tidak ada edema mukosa. . merah muda. lidah bersih. tidak ada tanda – tanda infeksi termasuk pengeluaran sekret . tidak ada edema kelopak mata. tidak ada ketombe. bersih.6°C 2. Hidung : simetris. bersih. Data Obyektif 1. Hubungan dengan suami dan/keluarga : baik 11. tidak berdarah. Telinga : simetris. tidak radang. gigi (bersih. Mulut : bibirnya lembab. kulit tidak nampak berminyak b. Rambut : bersih. e. tidak ada sekret d. tidak mudah rontok. tidak pecah-pecah. Data Spiritual : Ibu taat menjalankan ibadah sesuai agama dan mempunyai kebiasaan untuk puasa B. mukosa mulut tidak pucat. Pemeriksaan umum Keadaan umum Kesadaran : Baik : CM (Compos Mentis) Status emosional : Stabil Tanda vital : TD : 110/80 mmHg N: 84X/menit RR : 20X/menit Berat badan Tinggi badan : 58 Kg : 158 cm Suhu :36. tidak ada polip. gusi tidak berdarah. epulis. tidak ada luka pada mukosa. Status present a.Lingkungan (kepercayaan/ adat yang berhubungan dengan penyakit yang diderita) : tidak ada b. konjungtiva merah muda. tidak ada karies).

abses kelenjar bartolini dan skene serta pengeluarannya Anus : tidak ada hemoroid 3. reflek patella + j. tidak ada pembesaran kelenjar – kelenjar limfe. nyeri daerah ginjal i. Genetalia (pemeriksaan dengan inspeksi maupun inspekulo bila perlu) pada daerah vulva. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid. Ekstremitas Atas : tidak ada oedema. tidak ada bekas – bekas tusukan jarum. tidak ada humansign. tidak ada varices. limpa. dan lesi lain (herpes. Dada dan mamae Inspeksi : pada payudara simetris. tidak ada bendungan vena jugularis g. palpasi. pembesaran hepar. Pemeriksaan Penunjang/Laboratorium . edema vulva. Abdomen ( inspeksi. auskultasi dan perkusi) pada dinding abdomen dan kandung kemih : palpasi : tidak ada benjolan atau massa pada uterus b. Genetalia eksterna & anus Ibu tidak mengalami : lecet. tidak ada sianosis dibawah kuku Bawah : tidak ada oedem. vagina dab cerviks : - 4.f. tidak ada retraksi otot pernafasan Palpasi Palpasi : tidak ada pembesaran kelenjar limfe : tidak ada pembesaran dan nyeri tekan pada mamae. tidak ada sianosis dibawah kuku. tidak sesak nafas. kondiloma/kutil) pada kulit genetalia. memar. tidak ada benjolan h. Abdomen : tidak ada: luka bekas operasi. Pemeriksaan Obstetri a.

Speasialis Obstetri dan Ginekologi V. Beritahu pada ibu tentang hasil pemeriksaan g. KEBUTUHAN TINDAKAN SEGERA. K umur P1A0 dengan menggunakan Kb dan tidak menderita penyakit apapun DO : KU Kesadaran TD N b. Kebutuhan : baik : CM S R : 36. KONSULTASI DAN KOLABORASI : Kolaborasi dengan Dr. 00 WIB : f. PERENCANAAN Tgl Jam : 29 Oktober 2012 : 12. Berikan motivasi / dukungan psikologis pada ibu agar tidak mengalami stress pada dirinya . Masalah c. Diagnosa nomenklatur Amenorhe sekunder Dasar : DS : pasien mengatakan tidak menstruasi 5 bulan. tidak : Ny.6 0 C : 20 x / menit : 110 / 80 mmHg BB : 58 kg : 84 x / menit : Merasa cemas karena tidak haid : Dukungan/pendamping pada saat kontrol untuk memberikan motivasi/support III.PP Test : dengan hasil (-) II. INTERPRETASI DATA DASAR a. IDENTIFIKASI MASALAH/DIAGNOSA POTENSIAL Tidak ada IV. Berikan motivasi / penkes ibu memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik bagi ibu h.

12. Vitamin B 3 x 1 c. Kolaborasi dengan Dr. Vitamin C 3 x 1 6. Regument : 1x1 b. Vitamin C 3 x 1 k. 13. Berikan motivasi pada ibu untuk lebih banyak berolahraga j. Obsgyn diberikan terapi : a. 05 WIB Memberitahu pada ibu tentang hasil pemeriksaan 2. Regument : 1x1 b.05 WIB .30 WIB Memberikan motivasi / dukungan psikologis pada ibu agar tidak mengalami stress pada dirinya 4. 12. 12. Memberikan penjelasan cara meminum obat yang benar sesuai dengan obat yang dianjurkan diatas sehingga ibu meminum obatnya l. 12.30 WIB Memberikan motivasi pada ibu untuk lebih banyak berolahraga 5. Menganjurkan pada ibu untuk kontrol kembali / ke poliklinik 10 hari lagi setelah obat habis VI. Vitamin B 3 x 1 c. Obsgyn diberikan terapi : a.40 WIB Berkolaborasi dengan Dr. IMPLEMENTASI 1.00 WIB Memberikan penjelasan cara meminum obat yang benar sesuai dengan obat yang dianjurkan diatas sehingga ibu meminum obatnya 7. 12.15 WIB Memberikan motivasi / penkes ibu memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik bagi ibu 3.i. 13.

vitamin B dan vitamin C dengan dosis 1x1 P : Anjurkan ibu untuk kontrol kembali .Menganjurkan pada ibu untuk kontrol kembali / ke poliklinik 10 hari lagi setelah obat habis 8. 13. EVALUASI Tgl Jam S : 29 Oktober 2012 : 13.10 WIB Melakukan dokumentasi VII.6 0 C : 58 kg : Ibu telah mendapatkan penkes tentang Amenore dan mendapatkan obat Regument.15 WIB : Ibu mengatakan telah mengetahui mengenai permasalahannya O : TD N RR S BB A : 110/ 80 mmHg : 84 x/menit : 20 x/ menit : 36.

LAMPIRAN .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful