W ID ER FU TU R E Konsistensi TanahFriday, Jan 14 2011 DASAR ILMU TANAH Dasar Ilmu Tanah widerfuture 4:26 am LAPORAN DASAR ILMU TANAH

Konsistensi tanah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Konsistensi adalah salah satu sifat fisika tanah yang menggambarkan ketahanan tanah pada saat memperoleh gaya atau tekanan dari luar yang menggambarkan bekerjanya gaya kohesi (tarik menarik antar partikel) dan adhesi (tarik menarik antara partikel dan air) dengan berbagai kelembaban tanah. Penetapan konsistensi tanah dapat dilakukan dalam tiga kondisi, yaitu: basah, lembab, dan kering. Konsistensi basah merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah di atas kapasitas lapang (field cappacity). Konsistensi lembab merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah sekitar kapasitas lapang. Konsistensi kering merupakan penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah kering udara. B. Tujuan a. Untuk mengetahui definisi konsistensi tanah b. Untuk mengetahui macam – macam konsistensi tanah c. Untuk mengetahui metode pengukuran konsistensi tanah d. Untuk megetahui faktor yang mempengaruhi konsistensi e. Untuk mengetahui faktor yang dipengaruhi konsistensi BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Konsistensi Tanah a. Konsistensi tanah menunjukkan integrasi antara kekuatan daya kohesi butir-butir tanah dengan daya adhesi butir-butir tanah dengan benda lain. (Hardjowigeno, 1992).

b. Konsistensi adalah salah satu sifat fisika tanah yang menggambarkan ketahanan tanah pada saat memperoleh gaya atau tekanan dari luar yang menggambarkan bekerjanya gaya kohesi (tarik menarik antar partikel) dan adhesi (tarik menarik antara partikel dan air) dengan berbagai kelembaban tanah. (Anonymous, 2010) c. Konsistensi tanah adalah suatu sifat tanah yang menunjukkan derajat kohesi dan adhesi diantara partikel – parkikel tanah dan ketahanan massa tanah terhadap perubahan bentuk yang disebabkan oleh tekanan dan berbagai kekuatan yang mempengarui bentuk tanah. (Anonymous, 2010) 2.2 Macam – macam Konsistensi Tanah a. Konsistensi Basah a.1 Tingkat Kelekatan, yaitu menyatakan tingkat kekuatan daya adhesi antara butirbutir tanah dengan benda lain, ini dibagi 4 kategori: (1) Tidak Lekat (Nilai 0): yaitu dicirikan tidak melekat pada jari tangan atau benda lain. (2) Agak Lekat (Nilai 1): yaitu dicirikan sedikit melekat pada jari tangan atau benda lain. (3) Lekat (Nilai 2): yaitu dicirikan melekat pada jari tangan atau benda lain. (4) Sangat Lekat (Nilai 3): yaitu dicirikan sangat melekat pada jari tangan atau benda lain. a.2 Tingkat Plastisitas, yaitu menunjukkan kemampuan tanah membentuk gulungan, ini dibagi 4 kategori berikut: (1) Tidak Plastis (Nilai 0): yaitu dicirikan tidak dapat membentuk gulungan tanah. (2) Agak Plastis (Nilai 1): yaitu dicirikan hanya dapat dibentuk gulungan tanah kurang dari 1 cm. (3) Plastis (Nilai 2): yaitu dicirikan dapat membentuk gulungan tanah lebih dari 1 cm dan diperlukan sedikit tekanan untuk merusak gulungan tersebut. (4) Sangat Plastis (Nilai 3): yaitu dicirikan dapat membentuk gulungan tanah lebih dari 1 cm dan diperlukan tekanan besar untuk merusak gulungan tersebut. b. Konsistensi Lembab Pada kondisi kadar air tanah sekitar kapasitas lapang, konsistensi dibagi 6 kategori sebagai berikut: (1) Lepas (Nilai 0): yaitu dicirikan tanah tidak melekat satu sama lain atau antar butir tanah mudah terpisah (contoh: tanah bertekstur pasir).

(2) Sangat Gembur (Nilai 1): yaitu dicirikan gumpalan tanah mudah sekali hancur bila diremas. (3) Gembur (Nilai 2): yaitu dicirikan dengan hanya sedikit tekanan saat meremas dapat menghancurkan gumpalan tanah. (4) Teguh / Kokoh (Nilai 3): yaitu dicirikan dengan diperlukan tekanan agak kuat saat meremas tanah tersebut agar dapat menghancurkan gumpalan tanah. (5) Sangat Teguh / Sangat Kokoh (Nilai 4): yaitu dicirikan dengan diperlukannya tekanan berkali-kali saat meremas tanah agar dapat menghancurkan gumpalan tanah tersebut. (6) Sangat Teguh Sekali / Luar Biasa Kokoh (Nilai 5): yaitu dicirikan dengan tidak hancurnya gumpalan tanah meskipun sudah ditekan berkali-kali saat meremas tanah dan bahkan diperlukan alat bantu agar dapat menghancurkan gumpalan tanah tersebut. c. Konsistensi Kering Penetapan konsistensi tanah pada kondisi kadar air tanah kering udara, ini dibagi 6 kategori sebagai berikut: (1) Lepas (Nilai 0): yaitu dicirikan butir-butir tanah mudah dipisah-pisah atau tanah tidak melekat satu sama lain (misalnya tanah bertekstur pasir). (2) Lunak (Nilai 1): yaitu dicirikan gumpalan tanah mudah hancur bila diremas atau tanah berkohesi lemah dan rapuh, sehingga jika ditekan sedikit saja akan mudah hancur. (3) Agar Keras (Nilai 2): yaitu dicirikan gumpalan tanah baru akan hancur jika diberi tekanan pada remasan atau jika hanya mendapat tekanan jari-jari tangan saja belum mampu menghancurkan gumpalan tanah. (4) Keras (Nilai 3): yaitu dicirikan dengan makin susah untuk menekan gumpalan tanah dan makin sulitnya gumpalan untuk hancur atau makin diperlukannya tekanan yang lebih kuat untuk dapat menghancurkan gumpalan tanah. (5) Sangat Keras (Nilai 4): yaitu dicirikan dengan diperlukan tekanan yang lebih kuat lagi untuk dapat menghancurkan gumpalan tanah atau gumpalan tanah makin sangat sulit ditekan dan sangat sulit untuk hancur. (6) Sangat Keras Sekali / Luar Biasa Keras (Nilai 5): yaitu dicirikan dengan diperlukannya tekanan yang sangat besar sekali agar dapat menghancurkan gumpalan tanah atau gumpalan tanah baru bisa hancur dengan menggunakan alat bantu (pemukul). 2.3 Metode Pengukuran Konsistensi Metode pengukuran konsistensi tanah ada 2 yaitu : a. Secara Kualitatif

Alat . e. b.Tanah dari Joyogrand : untuk pengamatan . Berat Isi 2. tekanan atau pijitan tangan pada berbagai kadar air tanah.Bolpoint : untuk menulis hasil dan materi . Erosi : Bila konsitensi tanah tinggi maka erosi rendah.4 Faktor Mempengaruhi Konsistensi a. Pengolahan : Bila konsistensi tanah tinggi maka pengolahan semakin susah. Kadar Air : Bila kadar air tinggi maka konsistensi tanah rendah. BAB III METODOLOGI 3. b. Tekstur Tanah : Bila tekstur tanah dominan pasir maka konsistensi tanah rendah. Secara Kuantitatif Metode pengukuran konsistensi tanah secara kuantitatif sering diistilahkan dengan angka Atterberg. Bahan Organik : Bahan organik tinggi maka konsistensi rendah. debu) : untuk pengamatan .Metode pengukuran konsistensi tanah secara kualitatif yaitu penentuan ketahanan massa tanah terhadap remasan. 2. Bahan . Porositas : Bila porositasnya tinggi maka konsistensi rendah.Tanah (pasir. Struktur Tanah : Bila konsistensi tanah tinggi maka struktur mantap. c.Oven b. d. liat. b.5 Faktor Dipengaruhi Konsistensi a.3 Ring . c.Buku : untuk mencatat materi dan hasil .1 Alat dan Bahan a.

2 Alur Kerja Menyiapkan alat dan Bahan Mengambil contoh tanah dari tiap horizon tanah Mengamati Membasahi tanah agar mudah di bentuk Membentuk tanah tersebut menjadi lilitan bulat panjan Mengamati lagi konsisitensi atau kemampuan tanah tersebut untuk dibentuk lilitan Membuat Laporan 3. o Ciri-ciri tanah mempunyai sifat liat Adalah jika bentukan tanah tersebut tidak rusak jika dikeringkan. Zarah/partikel tanah yang semula lepas-lepas saat dibuat bentukkan tertentu dengan mencampurkan air. pasir dapat dibentuk bola. Besar kecilnya gaya dipengaruhi oleh ukuran dan bentuk zarah serta tebal tipisnya selaput lengas di antara zarah tersebut.Air : untuk membasahkan tanah 3. tetapi bila dikeringkan maka butir-butir pasir akan terurai berai. o Kohesi dalam konsistensi tanah Adalah gaya tarik menarik sesama zarah tanah akibat adanya selaput lengas pada permukaanzarah tersebut. o Tanah pasir mempuyai sifat tidak liat Pada saat basah.3 Analisis Perlakuan (Perbandingan Jurnal) o Semua tanah (kecuali pasir) jika dibasahi menjadi liat Sifat liat dipengaruhi oleh kohesi & adhesi antara sesama molekul tanah dan molekul air. o Adhesi dalam konsistensi tanah Adalah gaya tarik menarik antara zarah tanah (fase padat) dengan molekul air (fase cair). o Kohesi tanah basah ..

(Anonymous. melainkan karena kohesi molekuler tanah tersebut.85 gr 38.) Dalam kondisi basah Vertisol : -sangat lekat -sangat plastis .Terjadi antara fase cair yang berperan sebagai sebagai jembatan antar fase padat.70 Ring 3 Sample 15.18 Ring 2 Andisol 22.94 27. Kohesi yang makin meningkat setelah titik patah bukan karena selaput lengas.66 gr 32. o Besar kecilnya kohesi berbanding lurus dengan tegangan muka air (lengas tanah) dan berbanding terbalik dengan diameter zarah (kohesi meningkat jika kadar lempung meningkat dan kadar menurun jika kadar pasir meningkat) o o Contoh tanah halus kohesinya akan Meningkat jika ditetesi air sedikit demi sedikit mencapai maksimal pada kadar lengas 15% menurun jika kadar lengasnya > 15 % Pada tanah liat/plastic yang dibentuk bulat Ternyata makin kuat kohesinya jika KL makin merosot karena makin tipis selaput lengas. 2010) BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. tegangan muka makin kecil sampai batas tanah.2 Pembahasan data hasil praktikum a.25 32. o Titik Patah merupakan batas awal masuknya udara ke dalam pori tanah dan menyebabkan warna tanah berubah dari gelap menjadi cerah dan mengerut disebut beerturut-turutBatas Berubah Warna (BBW) dan Derajat Kerut (DK).25 Ring 1 Vertisol 21.50 4.1 Tabel data hasil praktikum Jenis Tanah Berat Ring (sebelum) Berat Ring sesudah Berat sesudah dimasukkan cincin di oven 27.66 gr 30.

85 gram Ring 3 = 32.59 KA Ring 2 = 15.25 – 21.) Dalam kondisi lembab sampel : -Teguh 4.85 – 10.52 gram Ring 2 = 38.09 gram Ring 3 = 28. yaitu tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering.66 = 5.Andisol -plastis Entisol -tidak plastis Sampel -plastis : -lekat : -agak lekat : -agak lekat b.85 = 15.66 gram Kadar Air pada Tiap-Tiap Ring KA Ring 1 = 8. Faktor tumbuhan dan iklim mempunyai pengaruh yang berarti pada jumlah air yang dapat diabsorpsi dengan efisien .94 – 22.3 Perhitungan kadar air • Berat Basah Tanah Ring 1 = 30.70 – 22.09 KA Ring 3 = 16.4% 5.84 gram • Berat Kering Oven Tanah Ring 1 = 27.66 = 16.50 – 15.59 gram Ring 2 = 32.84 – 12.32 – 15.52 – 5.59 x 100% = 52.18 – 21.66 = 8.09 x 100% = 57% 10.85 = 10.4 Pengaruh kadar air dalam pengolahan tanah Pengolahan tanah seharusnya pada kandungan air tanah yang tepat.66 x 100% = 33% 4.66 = 12.

kadar garam. Banyaknya kandungan air tanah berhubungan erat dengan besarnya tegangan air (moisture tension) dalam tanah tersebut. strata dan lapisan tanah. Keselarasan antara pendekatan pengelolaan lahan dengan dinamika ekosistem lahan menjadi faktor penting begitu pula konsistensi. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.5 Kajian pengaruh konsistensi dalam usaha pertanian Tanah sawah dalam kondisi plastis ata bahkan berlumpur karena berada diatas Batas Cair (BC) tidak menjadi masalah dalm pengolahan karena kondisi spesifik yang harus dipenuhi dalam penyiapan tanah sawah adalah pelukpuran lapisan olah. a. Pasir umumnya lebih mudah kering dari pada tanah-tanah bertekstur berlempung atau liat. Temperatur dan perubahan udara merupakan perubahan iklim dan berpengaruh pada efisiensi penggunaan air tanah dan penentuan air yang dapat hilang melalui saluran evaporasi permukaan tanah. 1992). 4. Pembangunan pertanian yang lebih berorientasi pada efisiensi pemanfaatan sumberdaya alam dan aman lingkungan mendorong penyempurnaan konsep pengelolaan lahan sebagai sarana produksi pertanian. Tanah-tanah yang bertekstur kasar mempunyai daya menahan air yang lebih kecil dari pada tanah yang bertekstur halus. Diantara sifat khas tanah yang berpengaruh pada air tanah yang tersedia adalah hubungan tegangan dan kelembaban. Kemampuan tanah dapat menahan air antara lain dipengaruhi oleh tekstur tanah. kedalaman tanah. (Hardjowigeno. S.tumbuhan dalam tanah. keadaan dan tingkat pertumbuhan adalah faktor tumbuhan yang berarti..) Dalam kondisi basah Vertisol : -sangat lekat -sangat plastis Andisol -plastis : -lekat . Kelakukan akan ketahanan pada kekeringan.1 Kesimpulan Dari hasil praktikum yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa konsistensi tanah ialah suatu sifat tanah yang menunjukkan derajat kohesi dan adhesi diantara partikel – parkikel tanah dan ketahanan massa tanah terhadap perubahan bentuk yang disebabkan oleh tekanan dan berbagai kekuatan yang mempengarui bentuk tanah.

pdf. S. 16 Oktober 2010. 2010. Hardjowigeno. 16 Oktober 2010.com/…/konsistensi-tanah.files. Penerbit Akademika Pressindo : Jakarta.wordpress. DAFTAR PUSTAKA Anonymous.html. 2010.com/2009/04/sifat-fisika-tanahbagian-5-konsistensi. 1987.2 Saran Ada ajahh.pdf.) Dalam kondisi lembab sampel 5.blogspot.ac. Anonymous. 2010. http://dasar2ilmutanah. Ilmu Tanah.id/files/2010/04/kesuburan-05. ilmutanahuns.Entisol -tidak plastis Sampel -plastis : -agak lekat : -agak lekat b.staff. : -Teguh Amiruddin Ingin berbagi info • Beranda • Facebook . 16 Oktober 2010.. Anonymous.uns. ariyanto..

manusia dan waktu. tersusun dari masa padat. lempung liat berpasir. warna dan konsistensi dari beberapa jenis tanah yang berbeda. Tanah merupakan satu rantai di antara sistem tubuh alam yang keberadaannya tidak dengan sendirinya. lempung berpasir halus). menentukan tekstur tanah yang baik. iklim. lempung berdebu. debu). vegetasi atau organisme. debu dan liat dalam susunan tanah yang penting bagi berbagai kehidupan di muka bumi. agak halus(lempung liat. proses pembentukan dan keberadaannya sangat dipengaruhi oleh faktor alam yang lain. Partikel-partikel tanah yang dikelompokkan berdasarkan atas ukuran tertentu disebut fraksi ( partikel ) tanah. liat berdebu). Tekstur tanah menunjukkan kasar halusnya tanah dan dibagi menjadi beberpa kelompok antara lain. topografi atau relief. sedang(lempung berpasir sangat halus. Selain itu. Kegunaannya ialah agar mahasiswa dapat mengetahui perbedaan tekstur. perbedaan warna tanah. lempung liat berdebu). fraksi tanah ini dapat kasar ataupun halus. berasal dari hasil pelapukan batuan dan atau dekomposisi bahan organik. TINJAUAN PUSTAKA . halus (liat berpasir. seperti bahan induk. agak kasar (lempung berpasir. menentukan konsentrasi tanah dari berbagai jenis tanah yang berbeda. kemampuan ini tergantung pada teksturnya. pasir berlempung).• Edit • Abaut Me • • Laporan Posts RSS • Comments RSS Laporan Ilmu Tanah Published by amiruddin under Laporan on 10:10 PENDAHULUAN Latar Belakang Tanah adalah suatu benda berbentuk tiga dimensi. kasar(pasir. Hal inilah yang melatarbelakangi di adakannya praktikum Ilmu Tanah dan Kesuburan/Pemupukan. lempung. Tujuan dan Kegunaan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menentukan keadaan fisik tanah yang baik. cair dan gas yang terdapat di permukaan bumi. tanah mempunyai perbedaan dalam memegang air. Dengan tekstur tanah dapat dibahas dan dikemukakan tentang bahan mineral seperti pasir.

Tanah yang bertekstur kasar atau berpasir tinggi cenderung untuk mudah lepas dan pengolahannya gampang dan ringan.partikel-partikel tanah primer itu mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda dan dapat digolongkan ke dalam tiga fraksi di atas. Perbaikan struktur tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Kalau rasanya halus. 1986). 1986). sifat fisik tanah antara lain adalah tekstur. sifat kimia . Laju dan berapa jauh berbagai reaksi fisika dan kimia penting dalam pertumbuhan tanaman diatur oleh tekstur karena tekstur ini menentukan jumlah permukaan tempat terjadinya reaksi. . tanah yang bertekstur halus dapat menyerap banyak air dan bersifat plastis. maka kandungan liatnya cukup tinggi. Sedangkan. infiltrasi. Tekstur Tanah Tekstur tanah merupakan perbandingan kandungan partikel-partikel tanah primer yaitu debu. Teristimewa tekstur merupakan perbandingan relatif pasir. Kondisi fisik tanah menentukan penetrasi akar dalam tanah. sehingga disebut tanah berat atau tanah dengan kandungan liat tinggi (Saifuddin. permeabilitas. debu dan tanah liat (lempung). Definisi tekstur dapat diartikan secara kualitatif dan kuantitatif (Saifuddin. kerikil. 2010). 1986). dll. Perbaikan keadaan fisik tanah dapat dilakukan dengan pengolahan tanah. Keadaan Fisik Tanah Sifat fisik tanah mempunyai beberapa krakteristik yang terbagi dalam tiga kelompok diantaranya adalah sifat fisik. retensi air.A. Lebih khasnya.drainase air. Tekstur tanah menunjukkan kasar atau halusnya suatu tanah. Setiap jenis tanah memiliki sifat fisik tanah yang berbeda. liat dan pasir dalam satu masa tanah. tekstur adalah perbandingan relatif antara fraksi pasir. debu. Tekstur tanah adalah perbandingan kandungan partikel-partikel tanah primer berupa fraksi liat. Hal ini dapat dirasakan dengan jalan mengambil sedikit tanah basah di antara jari dan ibu jari. Partikel tanah itu mempunyai ukuran serta bentuk yang berbeda-beda yang dapat digolongkan ke dalam tiga fraksi seperti yang disebutkan diatas. Secara kualitatif yaitu bahwa tekstur dapat menggambarkan perasaan apakah itu halus atau kasar. sehingga sukar diolah.Sifat-sifat fisik tanah juga mempengaruhisifat kimia dan biologi tanah (komank. B. aerasi tanaman.sifat biologi. debu dan liat atau kelompok partikel dengan ukuran lebih kecil dari kerikil (diameternya kurang dari 2 milimeter) (Saifuddin. Usaha untuk memperbaiki kesuburan tanah tidak hanya dapat perbaikan sifat kimia dan biologi tanah tetapi juga perbaikan sifat fisik tanah . dan dan pasir dalam suatu massa tanah. sehingga disebut tanah ringan. lengket. yang mengacu pada kehalusan atau kekasaran tanah. Ukuran relatif partikel tanah dinyatakan dalam istilah tekstur. Ada yang berdiameter besar sehingga mudah untuk dilihat dengan mata telanjang tetapi ada pula yang sedemikian halusnya seperti koloidal sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Pada beberapa tanah. batu dan batuan induk dari lapisan-lapisan tanah yang ada juga mempengaruhi tekstur dan mempengaruhipenggunaan tanah.

Warna tanah dapat di tentukan dengan buku warna standar dari Munsell Soil Colour Chart (MSCC). Keadaan tersebut ditunjukkan dari daya tahan tanah terhadap gaya yang akan mengubah bentuk. 1995). Warna merupakan petunjuk untuk beberapa sifat tanah. 2009). misalkan hasil analisis lab menyatakan bahwa persentase pasir (X) 32%. .05 mm. debu dan liat yang terkandung pada tanah (Badan Pertanahan Nasional). 1995). liat (Y) 42% dan debu (Z) 26%. dan warna humus (Arief. Penyifatan konsistensi tanah harus disesuaikan dengan kandungan air dari tanah yaitu apakah tanah dalam keadaan basah. air dan suhu menguntungkan untuk peristiwa kimia.002 mm ( penggolongan berdasarkan USDA ). Keadaan tingkat kehalusan tanah yang terjadi karena terdapatnya perbedaan komposisi kandungan fraksi pasir. sesuai dengan panjang gelombangnya. yaitu hue. Terdapat dua kekuatan utama yang bekerja atau berperan pada konsistensi tanah. pembajakan. D. Warna bidang struktur selaput tanah liat. berdasarkan diagram segitiga tekstur maka tanah tersebut masuk kedalam golongan tanah bertekstur Liat (clay) (Tegar. maliputi penentuan warna dasar (matriks). Gaya yang akan mengubah bentuk tersebut misalnya pencangkulan. value. Warna merah menunjukkan adanya oksida besi bebas (tanah-tanah yang teroksidasi). dan kroma.05 – 0. Ada 12 kelas tekstur tanah yang dibedakan oleh jumlah persentase ketiga fraksi tanah tersebut. Warna abu-abu kebiruan menunjukkan adanya reduksi. dan penggaruan (Anonim. porositas dan lain2. 1994). Keadaan tekstur tanah sangat berpengaruh terhadap keadaan sifat2 tanah yang lain seperti struktur tanah. Warna karatan atau konkresi. Bila drainase agak baik. 2009). debu dengan ukuran 0. Konsistensi Tanah Konsistensi tanah menunjukkan integrasi antara kekuatan daya kohesi butir-butir tanah dengan daya adhesi butir-butir tanah dengan benda lain. Khroma menunjukkan kemurnian atau kekuatan dari warna spektrum (Sarwono. Sebagai tambahan dari kedua gaya ini terdapat beberapa faktor lain yang juga bekerja pada konsistensi tanah ini. Hue adalah warna spectrum yang dominan. Konsistensi tanah menunjukkan kekuatan daya kohesi butir-butir tanah atau daya adhesi butir-butir tanah dengan benda lain. C.Gambar 1.002 mm dan liat dengan ukuran < 0. atau kering (Sarwono. Dari ketiga jenis fraksi tersebut partikel pasir mempunyai ukuran diameter paling besar yaitu 2 – 0. Tanah bagian bawah memiliki sedikit bahan organik sehingga berwarna kelabu muda. Warna disusun oleh tiga variabel. Tanah dengan drainase yang terhambat biasanya banyak banyak mengandung bahan organic pada lapisan atas (top soil). aerase serta menggunakan warna tanah dalam mengklasifikasikan tanah dan mencirikan perbedaan horizonhorizon dalam tanah. permeabilitas tanah. Warna Tanah Warna tanah merupakan sifat morfologi yang bersifat nyata dan mudah di kenali. Warna tanah dapat di gunakan sebagai petunjuk sifat-sifat tanah seperti kandungan bahan organik. yaitu gaya kohesi ( gaya tarik-menarik antar molekul ) dan gaya tegangan permukaan (adhesi) pada berbagai kelembaban tanah. lembab. kondisi drainase. Hal ini ditunjukkan oleh daya tahan tanah terhadap gaya dari luar. Value menunjukkan gelap terangnya warna sesuai dengan banyaknya sinar yang dipantulkan. Warna hitam menunjukkan kandungan bahan organik tinggi. Segitiga tekstur merupakan suatu diagram untuk menentukan kelas2 testur tanah. warna jalit. Warna tanah merupakan sifat morfologi tanah yang paling mudah dibedakan. Segitiga Tekstur Tanah. sehingga berwarna gelap. besi (Fe) dalam tanah teroksidasi sehingga menjadi senyawa yang berwarna merah dan kuning.

5 cm = tanah lempung berliat. Sebaliknya semakin tinggi presentase liat maka akan semakin panjang pita yang dibentuk (metode Ribbon). Pasir Kali Pasir kali merupakan tanah yang memiliki tekstur yang sangat kasar.9 cm (Liat) Coklat kekuningan Sangat Teguh Sumber: Data Hasil Praktikum Ilmu Tanah dan Kesuburan / Pemupukan. lalu mengamati warna tiap jenis tanah. Pasir Kali 0.5 cm (Berpasir) Hitam kecoklatan Gembur 3. 1986). lalu lakukan tekanan sampai hancur. Sabtu tanggal 26 Februari 2011. akan semakin pendek pita yang terbentuk. kemudian menentukan keadaan tanah sesuai petunjuk dari warna pada teori. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah pasir kali. dan konsistensi rendah/sangat rendah apabila dalam keadaan basah. > 1. menekan keluar tanah tersebut sedikit demi sedikit (antara ibu jari dan telunjuk) sehingga akan membentuk seperti pita.8 cm (Lempung) Coklat kemerahan Teguh 4. Catat keadaan yang terjadi sesuai daftar diatas. Pengamatan konsistensi tanah pada keadaan kering akan dilakukan dilapangan. tanah akan terputus atau jatuh setelah mencapai panjang tertentu. b. tanah berpasir. Metode Praktikum a. Pembahasan a.0-0. Tanah liat 1. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebuah wadah untuk menyimpan bahan. Makin besar presentase pasir. Makassar. tidak melekat dan tidak licin. oksida dan hidroksida Fe dan al dan kalsium karbonat.3 cm(Pasir) Kehitaman Lepas 2.yaitu kandungan bahan organik. 2011. Setelah melewati ibu jari atau bentuk pita. Membasahi masing-masing tanah tersebut sampai dapat menyatu (seperti adonan kue lembab). Warna Tanah Menbasahi tiap jenis tanah sampai keadaan lembab. tanah liat dan air. Ukuran pita : <0. B. Hasil Dari percobaann yang telah dilakukan maka diperoleh hasil seperti pada tabel 1. c. Konsistensi Tanah Mengambil masing-masing dari contoh tanah kemudian beri air secukupnya sampai basah (keadaan lembab). METODOLOGI PRAKTIKUM Waktu dan Tempat Praktikum Ilmu Tanah dan Kesuburan Pemupukan mengenai Keadaan Fisik Tanah dilaksanakan. konsistensi sedang pada waktu keadaan lembab karena adanya gaya adhesi. tanah lempung. Tekstur Tanah Mengambil contoh tanah tiap jenis sebesar dukuh. <1. Tabel 1.30 WITA sampai selesai. .5 cm = tanah pasir. sangat basah/jenuh air (Saifuddin.0 = tanah liat. Konsistensi yang paling besar yaitu pada keadaan paling kering yang disebabkan oleh adanya daya kohesi. Hasil Praktikum Keadaan Fisik Tanah. Tanah berpasir 0. Hal ini disebabkan karena pasir kali tidak berlempung. Tanah berlempung 0. NO BAHAN KEADAAN FISIK TANAH TEKSTUR WARNA KONSISTENSI 1. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Bertempat di Laboratorium Tanaman Pakan Universitas Hasanuddin. pukul 08.

hanya membutuhkan sedikit tekanan untuk memecah tanah lempung. Hal ini sesuai dengan pendapat (Sarwono. yang menyatakan bahwa tanah berpasir adalah tanah yang mengandung banyak pasir tetapi cukup debu dan liat sehingga tidak mudah berpisah. Hal ini sesuai dengan . Konsistensi tanah pada tanah pasir kali yaitu lepas karena apabila digenggam atau ditekan akan mudah lepas atau hancur. Hal ini sesuai dengan pendapat (Hardjowigedo. 1986) yang menyatakan bahwat tanah yang bertekstur kasar atau berpasir tinggi cenderung untuk mudah lepas dan pengolahannya gampang dan ringan. Hal ini sesuai dengan pendapat (Sarwono.dan tidak memiliki presentasi liat. Warna tanah berpasir yaitu hitam kecoklatan dan memiliki konsistensi sangat gambur gelap menunjukkan bahwa tanah berpasir karena warnanya yang agak gelap mengandung unsure organik yang lebih. 1995) yang mengemukakan bahwa semakin gelap warna tanah maka kandungan bahan organiknya semakin tinggi. Hal ini sesuai dengan pendapat (Syarief. Hal ini sesuai dengan pendapat (Noor. jenis tanah ini merupakan jenis tanah yang memiliki tingkat konsistensi yang teguh.gembur teguh konsistensi tanah ini dikatakan sangat gembur karena tanah dapat dipecahkan dengan tenaga yang halus. tanah yang bertekstur halus dapat menyerap banyak air dan bersifat plastis. 1995) yang menyatakan bahwa semakin gelap warna tanah. Tanah Berpasir Tanah berpasir adalah tanah yang mengandung banyak pasir tetapi cukup debu dan liat sehingga tidak mudah berpisah dan merupakan tanah yang termasuk tekstur liat karna pada saat basah sepat untuk menyatu dan cepat membentuk pita meskipun agak pendek. 2000) yang mengemukakan bahwa daya kohesi tanah berpasir sangat lemah dan hanya membutuhkan sentuhan tangan yang lembut untuk memecahnya. Sedangkan.5 – 1. maka kandungan bahan organik dan zat besinya semakin tinggi. sehingga disebut tanah berat atau tanah dengan kandungan liat tinggi Warna tanah pasir kali yaitu kehitaman dengan konsistensi lepas. Hal ini sesuai dengan pendapat (Marsono.5 cm. Tanah Lempung Tanah lempung merupakan tanah yang memiliki presentasi pasir dan liat yang hampir seimbang. Hal ini sesuai dengan pendapat Sosroadmodjom (1980) yang mengemukakan bahwa tanah macam ini dapat bersifat lekat berpegangan satu terhadap lainnya baik dalam keadaan kering maupun dalam keadaan basah. sehingga disebut tanah ringan. sehingga tanah lempung agak melekat dibandingkan dengan tanah berpasir dan memiliki daya kohesi yang lebih kuat serta konsistensi yang agak teguh. lengket. Pita yang terbentuk pada percobaan dengan menggunakan pasir kali yaitu kurang dari 0.0 cm. pasir kali berwarna kehitaman dan memiliki konsistensi lepas dan tidak memiliki daya kohesi atau melekat terhadap benda lain yang dibuktikan dengan tidak adanya daya kohesi pasir kali terhadap gaya atau usaha yang akan mengubah bentuknya. b. Hal ini terjadi pada tanah pasir yang basah. 2004 ) yang menyatakan bahwa semakin tinggi presentase pasir. c. sehingga sukar diolah. Konsistensi tanah berpasir yaitu sangat gembur. maka semakin rendah konsistensi atau daya kohesi suatu tanah. Warna hitam kecoklatan dan sangat gembur. warnanya yang agak gelap menunjukkan bahwa tanah ini mengandung banyak bahan organik. Pita yang terbentuk sekitar 0. 1992).

tanah. Konsistensinya yaitu ekstra teguh. 3. Hal ini sesuai dengan pendapat (Lingga. Keadaan fisik tanah yang ada pada tanah lempung yaitu bertekstur tanah liat yang betekstur halus dan berwarna coklat kemerahan.0 cm. Hal ini sesuai dengan pendapat (Lingga. Saran Untuk memperbaiki stabilitas tanah kita harus lebih tanggap terhadap segala hal yang dapat merusak tanah baik itu sifat fisis tanah maupun sifat kimia serta mikroorganisme tanah sehingga tercipta hubungan harmonis antara manusia. dengan ukuran pita 0. 2009) yang menyatakan bahwa untuk memecah bulatan atau gulungan yang dibentuk dari tanah liat membutuhkan tekanan yang kuat untuk menghancurkannya. Tanah liat memiliki konsistensi yang ekstra teguh. Keadaan fisik tanah pada tanah liat dengan ukuran pita 1. memilki struktur tanah yang sedang. Keadaan tanah yang ada pada tanah berpasir terdiri dari. dengan ukuran 0. Tanah liat berwarna merah kekuningan dan memiliki derajat pelapukan yang tinggi. Tingkat perubahan tekstur tanahnya juga sudah lanjut ke arah tekstur halus. 4. Warna tanah liat yaitu coklat kekuningan. dapat dibentuk bulatan atau gulungan dan membutuh kan tekanan yang besar atau kuat untuk memecahnya. hal ini dibuktikan paa saat percobaan ketika sampel tanahnya dapat dihancurkan dengan tenaga sedang. dan memiliki konsistensi tanah yang lepas.9 cm. karena tanah lempung memiliki daya kohesi terhadap gaya atau usaha yang akan mengubah bentuknya. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan pada praktikum keadaan fisik tanah maka dapat disimpulkan hal sebagai berikut: 1. Liat Tanah liat merupakan jenis tanah yang memiliki presentasi pasir yang sangat rendah bahkan tidak ada sama sekali. hal ini sesuai dengan hasil praktikum yang menunjukkan bahwa warna tanah liat berwarna coklat kekuningan setelah diamati. dan tumbuhan serta makhluk hidup yang lain. Pita yang terbentuk pada tanah liat memliki panjang diatas 1. Hal ini sesuai dengan pendapat (Noor. berwarna coklat kekuningan dan memiliki konsistensi yang sangat teguh. 2.pendapat (Henry. 2004) yang menyatakan bahwa semakin tinggi kandungan liatnya. maka konsistensi tanah semakin kuat. Konsistensi tanah liat teguh. 1985) bahwa tanah lempung membutuhkan tekanan yang agak kuat untuk memecah bulatan atau gulungan tanah lempung. warnanya kelabu.karena apabila digenggam mudah terbentuk dan tidak mudah lepas. dan memiliki konsistensi yang gembur. selain itu tanah yang berwarna hitam kecoklatan membuktikan bahwa kanungan bahan organik tiak terlalu tinggi.3 cm. .5 cm berwarna hitam kecoklatan. d. 2009) bahwa pada tanah liat memiliki konsistensi yang ekstra teguh dengan warna coklat kekuningan. dan memiliki konsistensi yang teguh. hal tersebut sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Lingga (2009) bahwa tanah yang berwarna merah menunjukkan tingkat pelapukan yang sudah lanju. Keadaan fisik yang terjadi pada pasir kali yaitu bertekstur kasar.

Sifat-sifat Tanah. Penebar Swadaya. 27 Februari 2011].K dan Kemas. Yogjakarta Komank. Diakses [Minggu. 2004. 1995. T.id/2010/02/sifat-fisika-tanah. Akademika Pressindo. option=com_content&task=view&id=29&Itemid=57. PT. Henry. Lingga.1991.com/2009/08/teksturtanah. 2000. Comments (0 Responses so far) Search Explore Download 0 Comment Link Embed Zoom of 18 . Jakarta. 1993.T. UGM. Anonim. PT.Rajagrafindo Persada. Akademika Pressindo. Hajogwigeno. Bumi Aksara.html Diakses [Minggu. 2004. 2009. 1995.html. 2009. Ilmu Tanah. Sarwono. P. Muhammad. Tekstur Tanah. http://mastegar.membuatblog.Rajagrafindo Persada. Ilmu Tanah.blogspot. http://www. N. H. Hanafiah H. Marsono.web. Jakarta. Harjogwigeno. Jakarta. Jakarta. Jakarta. 27 Februari 2011]. 2009. Jakarta. S. Pengelolaan Kesuburan Tanah. 2010. S. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Penebar Swadaya. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Diakses [Minggu. Kim. Lahan Rawa. Petunjuk Penggunaan Pupuk (edisi revisi). Dasar-dasar kimia tanah. Akademika Pressindo. Jakarta. 27 Februari 2011].Konsistensi Tana. 1985. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Abdullah.

Kemantapan atau kekuatan agregat disebut derajat struktur1. yaitu:a) Sangat tipis < 1 mmb) Tipis 1 – 2 mmc) Sedang 2 – 5 mmd) Tebal 5 – 10 m me) sangat tebal > 10 mm2.Pengamatan struktur tanah terdiri dari atas komponen:a. Tipe tak berstruktur. Akar membusuk. dibedakan menjadi beberapa kelas. Bentuk dan susunan agregat. Tipe lempeng (platy).50mme) Sangat tebal > 50 mm4. Akar akan mengeluarkan ekresi dan bahan ini berperanan sebagai perekat. disebut kelas struktur. dibedakan menjadi butir tunggal. pejal atau masif . Dapat dilihat tanpamiskrosko pSumber: Noor Endah dan Surya B Mochtar. Ukuran Φ (diameter). Jasadrenik itupun berfungsi sebagai perekat (Bover.menjadi humus. Dapat dilihat denganmikroskop biasaPed Kelompok dari cluster yang membentuk ped. Tipe tiang prismatika) Sangathalus < 10 mmb) halus 10 – 20 mmc) Sedang 20 – 50 mmd) Kasar 50 – 100 mme) sangat kasar > 100 mm3.Orientasi butir-butirnya hampir paralelStruktur terflokulasi Terbentuk oleh gumpalan-gumpalan butiran lempung yan g mengendapDomain Kelompok unit-unit submikrospis dari partikel lempungCluster Kelompok dari domain yang membentuk cluster. Penggolongan dan klasifikasi struktur tanah Klasifikasi struktur tanah terutama untuk penelitian lapangan dalam penelaahan morfologi tanah. Hal Keterangan Struktur terdispersi Terbentuk oleh partikel-partikel lempung yang mengendap secar a individu. tekanan dan hidratasi setempat menyebabkan agregat terbentuk. Sferoid atau polyeder kersaia) San gat halus < 1 mmb) Halus 1 – 2 mmc) Sedang 2 – 5 mmd) Kasar 5 – 10 mme) Sang at tebal > 10 mm5. (1985: 59) Peranan akar.Readcast 0inShare Bahan Ajar Geografi Tanah i gede sugiyanta Berikut ini disajikan mengenai struktur tanah lempung. 1974) dalam Jamulya (1983: 18). disebut tipe strukturb.c. Ti pe gumpal bersuduta) Sangat halus < 5 mmb) Halus 5 – 10 mmc) Sedang 10 – 20 m md) Kasar 20 -.

berkohesi lepaslepas1 = lemah. dengan jalan mengamati horison demi horizon dalam profiltanah. 0. 1983 : 21). 1 = makin mendekati.05 mm dalam contoh itu terdispersiNilai .3 = Kokoh. “tingkatagregasi” (degrre of aggregation).dibedakan kokoh dan cukup kokohPenetapan dan penilaianPenetapan dapat secara langsung maupun tidak langsung. 197 4) dalam(Jamulya dan Suratman. CaraMakroskopik dikerjaklan di lapangan. Keadaan agregasi : Berat agregat= ---------------------------. Peranan Struktur Tanah . mengambil segumpal tanah diinterpretasi di bawahmikroskop stereo. Menetapkan kerapatan butir tanah (BD) dan Kerapatan Masa tanah (BV)3.x 100 %berat tanahBerat agregat > Φ x mm dlam tTingkat agregasi = ------------------------------------------------. dibedakan  lemah dan agak lemah2 = Sedang. 1983 : 21). 1974) dalam (Jamulya dan Suratman.x 100 %berat zar ah tanah 4 Φ x mm dalam t Agregat tanat (t) dapat diuji dengan penyaringan basah (dalam air) atau kering. Pengamatan secara mikroskopik. yaitu pejal. Menghitung porositas tanah (n) = (BV/BD) x 100 %4. antaralain dengan menetapkan:1. agregat sudah jelas terbentuk dan mudah dipecahkan. agregat yang matang dan jika dipecahkan terasa berketahanan.2. Kadar (%berat) zarah sekunder dinyatakan dalam “keadaan agregat” state of aggregation). Daya serap air gumpalan tanah dan tingkat agregasi secara kwantitatif analisa agregat. Kemantapannyamerupakan fungsi waktu penyinaran (Barver. 1 = agregat makin tidak mantap (Barver. Nilai perbandinga n tanah (NPD)% Berat zarah < 0.Penetapan secara langsung dibedakan menjadi cara makroskopik dan mikroskopik.05 mm dalam contoh agregat tersuspensiND = -------------------------------------------------------------------------------% berat zarah . jika tersentuh mudah hancur.Penetapan secara tidak langsung yaitu dengan mengukur jumlah dan kemantapan agregat/butirtanah sekunder menurut jumlah dan penyebaran porositas dan harkat gerak air di dalam tanah.Bahan Ajar Geografi Tanah i gede sugiyanta Derajat struktur tanah0 = tak berstruktur.

kelekatan. 1983 : 23) sebagaidapat melekat atau menempeli macam-macacirikan keliatan atau dapat diuli.l mudah dibuat tetapi mudah rusakh dibuat dan diubahcil mudah dibuat.gulungan kecil mud3 = sangat liat. kadar dan sifaertama kali meneliti dan menggolongkan konsisten(dalam Jamulya dan Suratman. ada adhesi tanah4 = sangat lekat. bercirikamengenainya. besar dan ketahanan yang dikehendaki oleh tanaman.i sedikit. Konsistensi keras. untuk mengubahnya Gambar 3 –3.2. pernapasan akar tanaman danpenetrasi akar tanaman banyak ditentukan oleh struktur tanah. kadar bahan organik. pecah-pecah bila di belah. Keseimbangan perbandingan antara volume bahanpadat dan udara tersebut menyebabkan kandungan lengas dan udara mencukupi bagi pertumbuhantanaman. adhesi di jar2 = lekat. bercirikan ke4.i pengamat dinsistensi tanahkoloidal.Struktur dan tekstur tanah menentukan pada drainase tanah.n g telah diuraikan pada bagian terdahulu. Bahan Penyebaran dapat ditedengan tekstur tanah. keliatan. dimana dalam massa tanah perbandingan antaramassa padat dan udara kurang lebih seimbang. adhesi tandilepaskana. diubah-ubah bentugemburankerasan. yaitu kering. aerasi dan lain-lain. b er3. tidak ada adh1 = agak lekat. koari tekstur.Struktur tanah sangat mempengaruhi sifat dan keadaan tanah seperti antara lain gerakan air (lengastanah). Konsistensi tanah dalam kea. Taampak pulhubungannya denganaktivitas perakaran tanam-an pada lapisan tanah dibagian bawahnya.i konsistensi tanah berikut:adaan basahsi tanah di jari. menggaru. bercirikan keSecara lebih rinci mengenaia. ampir sama /kecilnya gayabasah. ebagai sifat fisik tanah yang menyatakan besarelbagai kelembaban. lalulintas panas. tata air. gulungan ke Ajar Geografi Tanah i gede sugiyanta ukan secara vertikal maupun horizontal. mudah lepasdi jari yang bila dipijit memaparah merekatkan ibu jari dan telunjuk dan sukaretuk/digulungan kecil. Petani menggarap tanah dengan caramembajak. tergantung dterutama kadar dan lengas tanah. Konsistensi liat atau plastis. Konsesistensi lekat. Keliatan dan plastisitas0 = tak liat.pangan dan di laboratorium melalui precobaan. mencangkul dan memupuk .1.2. Kelekatan0 = tak lekat. Konsistensi lunak. lembab atautau reaksi tanah bila mendapat perlakukan (tekaatau kegemburan. tokoh yanghubungannya dengan kadar lengas1. seperti ya Konsistensi Tanah Konsistensi tanah didefinisikan skohesi dan adhesi tanah dalamsederhana ialah gaya penentangakan menunjukkan gejala gelincirlapangan ialah apa yang dirasakanBerdasarkan pada pengamatan di lini beraneka ragam. 1983 : 23). gulungan kecil2 = liat. dansi tanah dalamberikut:benda yangnya . Klasifikasi ATTERBERG. tidak dapat dibn1 = agak liat. Oleh karena itu. Secaraan) kompresi.Penyebaran Strutur tanahsecara vertikal Dari gambar tersebut dapatterlihat dengan jelas bahwbagaimana penyebaranstruktur tanah secara ver-tikal. atau bag(Jamulya dan Suratman. kesemuanya itu adalah bertujuan untukmengubah struktur tanah ke arah bentuk. Umumnya struktur tanahdikehendaki pertanian adalah struktur remah.

i .

.

.

.

.

.

.

.

menentukan batas car (BC)b. yaitu indeks plastisitas (IP) dengan cara IP = BC . bila dipijit kuat baru hancur5 = luar biasa teguh. hanya dapat dipecah dengan menggunakan alat pemukul. Kisaran tetapan angka ATTERBERG Basah Lembab KeringKental Liat KONSISTENSI DK. memberi hasil kuantitatif. Pengamatan dengan menggunakan alatpnetrometer. menghitung jangka olah (JO) = BBW .BGj.K / P. Penentuan konsistensi tanah dilakukan secaratidak langsung dengan menggunakan angka-angka “ATTERBERG”Dalam menguji konsistensi dan menetapkan tahapan konsistensi tanah berturut-turut yaitu:a. kecuali menggunakan alatc. menentukan ba tas lekat (BL)d.BG atauJO = BL . men entukan batas patah (BPt)i. menentukan batas perubahan warna (BW)e.BL.Bahan Ajar Geografi Tanah i gede sugiyanta diperlukan pijitan yang kuat. tahan terhadap pijitan3 = Luar biasa keras. dipijit mudah hancur2 = gembur.b. Konsistensi tanah dalam keadaan lembab0 = Lepaslepas1 = sangat gembur. bila dipijit sukar hancur4 = sangat teguh. terbangun pada gambar dibawah ini. menentukan batas pecah (BP)h. Konsistensi tanah dalam keadaan basah0 = Lepas-lepas1 = Lunak. lemah dan rapuh bila ditekan sedikit mudah hancur2 = agak keras. ataudilakukan dengan menggunakan pnetrometer.T) = BC BBW.A.A. menghitun g surplus (S) = BL . Penetapan (1) Secara kualitatif dilakukan di lapangan dalam deskripsi profil tanah. dikerjakan di laboratorium. BBW disebut dengan tetapan atau angka ATTERBERG. Cara-nya dengan jalanmemijit di atara ibu jari dan Cara menetapkan kosistensi tanah ada dua cara yaitu: telunjuk. menentukan batas gulung (BG)c.BGl. menentukan batas dera jat kerut (DK)f. menentukan batas berai (BB)g. persediaan air maksimum (B.Gambar 3 – 4. nilainya dinyatakan dalam kg/cm 3 . yaituBC. bila dipijit agak kuat baru hancur3 = teguh.(2) Secara kuantitatif. JDBBPC BPt Blnp BC Blp BG . sukar dipijit sukar hancur.BG (khusus untuk tanahbertekstur lempung)k. ninali kisaran antara batas tertentu .

air hifraf. Air ini terdapat di dalam pori-pori tanah baikporipori mikro maupun makro.BBW.Bahan Ajar Geografi Tanah i gede sugiyanta Angka-angka ATTERBERG menghubungkan kadar air dengan konsistensi tanah. Atau tanah tersebut dalam keadaan kering hawa/keringudara. Pada teknologi tembikar. Inilah yang disebut dengan . persediaan air maksimum = BT . Konsistensi tanah mempunyai arti penting bagi teknologi. Lengas Tanah dan Udara TanahLengas Tanah Bila terjadi hujan air hujan sebagian mengalir sebagai runoff sebagai surface water dan sebagiansisanya terserap ke dalam tanah (infiltrasi) menjadi air tanah. Tanah yang tidak mengandung lengas higroskopis sama sekali disebut “tanah kering mutlak”. dan permukaan zarah-zarah tanah sebagai selaput air disebut lengastanah.diperoleh dengan cara memanaskan contoh tanah sampai suhu 110 o C.Lengas tanah digolongkan menjadi beberapa bagian. Bagi bidang pertanian. dan sebagainya yang berkaitan denganpengolahan tanah untuk pertanian. disebut dengan lengas higroskopis . disebut air kristal. Air yang menyelimuti zarah-zarah tanah yang setebal satu molekul akan terikat kuat olehtanah. Dalam teknik sipil misalnya untuk menelaah daya dukung tanahsebagai calon tempat pondasi suatu bangunan. digunakan untukmenilai plastisitas bahan dasarnya. Lengas tanah adalah air yang mengisi sebagian atau keseluruhan pori-pori tanah yangberada di atas water table. yaitu kaitannya dengankonsep jangka olah. yaitu:1) Lengas kimiawi2) Lengas fisika3) Lengas biologisBetapapun keringnya tanah sebetulnya mengandung air. Berapa mineral tertentudalam zarrah tanah memiliki ikatan air dalam senyawasenyawa mineral.air hablur. Pada musim kemarau. Pada saat dicabut tanah adayang ikut melekat dengan menggumpal dan agak basah. pada saat petanimemanen palawija seperti bawang merah. dapatdigambarkan sebagai berikut: Peranan. kacang dan sebagainya. itulah suatu contoh lengas tanah (soilmoisture).

lengas higroskopis. Lengas kimiawi.O. Kering Mutlak Kering Hawa BBW BG BC BL BL Kurang plastis Sangat p. danlengas kering mutlak ketiganya tidak dapat digunakan atau dimanfaatkan oleh tumbuhan.astis Lunpur melekati alat Alat terlekati lempung = “JO Mohr” “J. B A V E R” Bahan Ajar Geografi Tanah i gede sugiyanta .‘lengas kimiawi”.

Adanya air dalam tanah. gaya ini tergantung dari jumlah diameter ruang kapiler. bahwa lengas gravitasi.Klasifikasi secara fisika. Alat tersebut adalahsebagai muat . Lengas secara biologi Telah disebutkan di depan.Sebaliknya lengas yang terikat di atara kapasitas lapangan atau disebut pula lengas normal (0. tarikan oleh udara yangmenimbulkan gejala kepipa rambut atau kapilaritas. Tegangan muka ada 3 macam. terikat oleh gaya tegangan muka berupa selaput berkesinambungan disekeliling zarrah di dalam ruang (pori) kapiler. Dari uraian itu dapatmemberikan tetapan lengas tanah yang beranalogi dengan tetapan konsistensi tanah.dengan kalibrasi dapat menunjukkan kadar lengasnya.2Atm) dan titik layu permanen (13 atm). seperti pipa . tetapi sebelunya ditimbang terlebih dahulu dengan menggunakan timbanganelektronik agar teliti dan setelah dikeluarkan ditimbang lagi. air terjerap dari uap air di atmosfer akibat gaya tarik menarik denganpermukaan zarrah (terikat oleh gaya higroskopis)b) Lengas kapiler. tarikan antara semua molekul air. udara didesak ke luar danseluruh pori terisi air. WIDTSON. suatu alat laboratorium untuk menguji kapasitas lapangandengan kepekaan 0 – 1 bar.Kedua: cara tensiometer berdasarkan manometer. kurang bermanfaat bahkan merugikan. ujung bermangkuk ini ditempatkandi jeluk yang akan dicari kadar lengasnya. Ketiga tenaga tersebut di atas.c) Lengsas gravitasi. Atau pada keadaandi tanah. Besargaya ikat itu tergantung dari kelengkungan permukaan lengas kapiler itu. disambungdengan tabung air yang pada satu ujungnya mempunyai pipa tempat mengisi tabung danujung yang lain berupa mangkuk tembikar berpori-pori. Pada saat air masuk. Apabila ditambahkan air. air akan mengalir ke bawah atau tanah telah telahakan air atau telah mencapai “kapasitas retensi maksimum” air terikat oleh tanah (disebut kenyataanmatrik) = 0 bar = 0 atm (Brady. alat ini berkepekaan sampaidengan kenyataan matrik 1 – 15 atm. LAUGLINdalam Jamulya dan Suratman (1983: 28). Tanah dimasukan ke alat tersebut kurang lebih selama 24jam. dantenaga gravitasi (menarik air ke bawah). alat ini terdiri dari atas manometer. menyususn hipotesis deret kemampuan kualitatif tanahmengikuti lengas. yaitu:a) Di lapanganb) Di laporatoriumDi lapangan. bahan berpori. disebut dengan “lengas tersediakan”. menyebabkan terjadinya ikatan yang menimbulkan tegangan muka. ada dua cara yang dilakukan. Minimal airdiperlukan di tanah geluh bergranulasi sempurna. dari yang terkuat hingga terlemah. yaitu:1) Presure plate apparatus. yaitu tenagamatrik (tarikan zarah tanah akan air). berdasarkan atas konsep kepilaritas BRIGGS.tegangan muka ialah sistem tarik menarik. serat kaca yang disambung denganelektroda arus searah dimasukan ke dalam tempat yang akan diteliti kadar lengasnya. tidak terikat oleh tanah melainkan teratur bebas oleh gaya berat. menyababkan retensi lengasatau kapasitas tanah terhadap dalam mengikat lengas tanah serta perpindahannya atau gerak lengasdi dalam tanah. dan Mc. Air dapat meresap ke luar lewat pori-pori dan inimenyebabkan kehampaan yang nilainya dapat dibaca di manometer. 1974) dalam Jamulya dan Suratman (1983: 30). sebagai berikut:a) Lengas higroskopis.1 – 0.Di laboratorium menggunakan beberapa cara. yaitu:Pertama: Cara tahanan listrik. tenaga asmotik (tarikan ion dan larutan lain akan air). Penetapan Lengas Penetapan lengas dapat dilakukan dengan dua cara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful