119156115 Makalah Teori Perkembangan Keluarga

BAB I PENDAHULUAN SEJARAH DAN LATAR BELAKANG Studi tentang keluarga, khususnya keluarga perkotan (urban family) mulai

menarik perhatian para sosiolog sejak pertengangan abad ke-19. Ada beberapa sebab yang mendorong perkembangan tersebut. Dorongan utama terletak pada perkembangan kehidupan sosial, baik di Eropa maupun di Amerika yang sangat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan besar akibat pertumbuhan industri modern. Pada saat itu proses industrialisasi dan urbanisasi berlangsung cepat. Sistem kelas sosial masih berperan, sementara struktur sosial yang baru mulai berkembang. Hubungan-hubungan keluarga sangat berpengaruh pada keadaan ini. Hak, kewajiban dan tanggung jawab individu terhadap keluarga dan masyarakat, terutama masyarakat yang mendasarkan ikatannya pada hubungan-hubungan primer mulai dipertanyakan dan tertantang, demikian pula sebaliknya (Ihromi, 1999). Pada pertengahan abad ke-19 dan awal abad ke-20, studi tentang keluarga mulai menaruh perhatian pada masalah-masalah sosial dikaitkan dengan perubahan-perubahan keluarga. Ada 2 (dua) orang tokoh yang dianggap sebagai pelopor dalam analisis perubahan keluarga,yaitu Frederic Le Play (1806-1882) dan Frederich Engles (1820-1895). Le Play dengan tulisannya yang berjudul Les Ouvier Europeens (The European Workers, 1885), dianggap mewakili pandangan konservatif, yaitu pandangan yang menentang ide-ide yang terkandung dalam dua revolusi besar, yaitu industrialisme dan revolusi Prancis, seperti demokrasi, teknologi dan sekularisasi, serta sebaliknya mempertahankan etos tradisi, khususnya tradisi abad pertengahan. Konsep Le Play tentang perubahan keluarga dirumuskan dalam 3(tiga) tipe keluarga yang dominan, yaitu the patriarchal, the unstable or nuclear family dan the stem family. Tokoh yang kedua adalah Engels dengan tulisannya yang berjudul The Origin of the Family, Private Property and The State, mewakili pandangan radikal. Konsepnya yang terkenal dalam studi keluarga adalah privatization of the family, memperlihatkan adanya persamaan dengan pandangan konservatisme. Pada abad ke-20 muncul tokoh-tokoh baru antara lain Carla C. Zimmerman pendukung pandangan konservatif dari Le Play. Dalam bukunya The Family of Tomorrow: The Cultural Crisis and The Way Out, Zimmerman mengemukakan pandangannya mengenai perubahan keluarga secara siklus melalui tipe keluarga yang penting, yaitu keluarga

1

perwalian (trustee family), keluarga rumah tangga (domestic family) dan keluarga terpisah (atomistic family). Perhatian utama gerakan perubahan sosial tertuju pada studi tentang keluarga dalam konteks pertumbuhan arus urbanisasi dan industrialisasi. Tekanan bergeser dari perkembangan teori-teori tentang sistem keluarga kepada studi tentang keluarga itu sendiri dan para anggotanya dengan berbagai masalah yang dipandang ada kaitannya, baik langsung maupun tidak langsung dengan pranata perkotaan dan industrial. Muncul kekhawatiran bahwa fungsi keluarga akan hilang sebagai akibat dari arus urbanisasi sebagai dampak dari industrualisasi. Salah satu tokoh yang terkenal mengangkat tema ini adalah William F.Ogburn (1886-1959). Ogburn berpendapat bahwa sistem keluarga berubah sebagai akibat perubahan teknologi. Keluarga, adalah bagian dari kebudayaan adaptif, yaitu bahwa terjadi semacam proses perubahan sosial, yang terutama timbul karena hubungan-hubungan antara keluarga dengan pranata-pranata lain. DEFINISI William J. Godge menyatakan perubahan ke arah industrialisasi dan perubahan keluarga merupakan proses pararel, keduanya dipengaruhi oleh perubahan sosial dan adicitaadicita perorangan (personal ideologis). Ada 3 (tiga) adicita yang merupakan sumber utama perubahan, yaitu adicita kemajuan ekonomi, adicita keluarga konjugal, adicita persamaan derajat (Ihromi, 1999). Duvall (1967) menyebutkan bahwa teori perkembangan keluarga adalah daur atau siklus kehidupan keluarga yang terdiri dari beberapa tahap yang mempunyai tugas dan risikorisiko tertentu pada tiap-tiap perkembangannya. Perkembangan keluarga adalah sebuah proses perubahan yang terjadi pada sistem keluarga. Meliputi perubahan pola interaksi dan hubungan antar anggota keluarga. Perkembangan keluarga didasarkan pada lamanya perkawinan dan tahap-tahap membesarkan anak (Christensen, 1996). Teori perkembangan keluarga menjelaskan perkembangan keluarga secara dinamis, perubahan-perubahan pada keluarga dan sistem sosialnya, serta mengantisipasi potensi terjadinya stres dalam setiap tahap perkembangannya dan mengklasifikasikannya ke dalam satu rangkaian tahapan yang jelas (Supartini, 2002).

2

Kedua. Terdapat kecenderungan pada keluarga untuk memulai sesuatu dengan sebuah awal dan akhir yang kelihatan jelas Menyangkut perkembangan anak. Pertama. Perkembangan adalah perubahan dari struktur dasar ke struktur yang lebih kuat. Ketiga. pola dan organisasi dari suatu respon. mempengaruhi perilaku keluarga pada tahap berikutnya. perkembangan mengarah kepada terciptanya equilibrium yang semakin besar dalam interaksi antara organisme dengan lingkungan (Ali. perkembangan merupakan hasil dari proses interaksi antara struktur. ada 3(tiga) asumsi yang diajukan dalam memahami suatu teori perkembangan. sebagai bagian dari keluarga. perkembangan menyangkut perubahan-perubahan dasar dalam struktur. Keluarga dan anggotanya melakukan tugas tertentu yang ditetapkan oleh mereka sendiri atau oleh konteks budaya dan masyarakat 4. Keluarga berkembang dan dan berubah dari waktu ke waktu dengan cara-cara yang sama dan dapat dikaji 2. Keluarga cenderung berada pada tahap disekuilibrium. Konsep tentang tahap siklus kehidupan bergantung pada asumsi bahwa dalam keluarga terdapat saling ketergantungan yang tinggi antar anggota keluarga. dan berusaha menuju homeostatis dalam setiap tahap (Wong. penyesuaian terhadap perkawinan. 3 . 2006) berdasarkan pada 4 asumsi dasar. 2007). Karena manusia menjadi matang dan berinteraksi dengan orang lain. organisme dan lingkungan. Perkembangan keluarga menurut Aldous (dalam Ali. dan keluarga “dipaksa” untuk kembali setiap kali ada penambahan atau pengurangan anggota keluarga atau setiap kali anak sulung mengalami perubahan tahap perkembangan.ASUMSI DASAR Keluarga berkembang dan berubah sepanjang waktu dengan cara yang serupa dan konsisten. yaitu bentuk. mereka memulai tindakan dan juga bereaksi terhadap tuntunan lingkungan 3. 2002). Keluarga dan anggotanya harus melaksanakan tugas khusus pada waktu tertentu yang disusun oleh diri sendiri dan oleh orang lain dalam masyarakat yang lebih luas. Penampilan peran keluarga pada satu tahap siklus hidup keluarga. Perubahan tersebut umumnya terjadi dalam peran. yaitu: 1. dengan memasuki satu tahap siklus hidup yang baru. pengasuhan anak dan disiplin yang selalu berubah dari satu tahap ke tahap yang lain.

Bila anak pertama tumbuh dan berkembang. Keluarga digambarkan sebagai suatu kelompok kecil. keluarga memasuki tahap selanjutnya. 2006). kehadiran anak pertama menandai transisi dari tahap 1 ke tahap 2. Diantara pengembang yang terkemuka adalah Robert Duvall pada tahun 1977. ia menggambarkan delapan tugas perkembangan keluarga selama rentang masa kehidupan. Mutu lingkungan sosial mempunyai pengaruh yang signifikan kepada cepatnya perkembangan dan tingkat perkembangan yang dicapai oleh seseorang. KONSEP TEORI Teori perkembangan adalah perluasan beberapa teori perkembangan. suatu sistem kepribadian semi tertutup yang berinteraksi dengan sistem sosial budaya yang lebih besar. setiap anggota keluarga harus mencapai tugas perkembangan individual sebagai bagian dari tahap siklus kehidupan masing-masing keluarga (Wong. (2) mengakumulasi pengalaman-pengalaman yang diperolehnya sehingga menjadi satu sumber belajar yang berkembang. Diantaranya oleh Carter dan McGoldbrick (1980) dan Zilbach (1989) menggambarkan tahapan-tahapan coupling (pasangan). Model ini menggambarkan serangkaian tahapan dan tugas-tugas keluarga yang sesuai. yang didasarkan pada perubahan struktur. dengan usia si anak sulung sebagai penanda tahapan transisi. Ada beberapa konsep model yang ditawarkan oleh beberapa tokoh teori perkembangan keluarga. Dalam setiap tahap. perubahan tidak akan terjadi pada satu bagian tanpa serangkaian perubahan di bagian lain. menjadi tiga dengan kehadiran anak pertama. Tahapan-tahapan ini diikuti dengan sebuah pemisahan yang parsial atau lebih lengkap dari anggota keluarga remaja dari keluarga 4 . dan kemudian sebuah keluarga dengan anak kecil.Asumsi-asumsi perkembangan diatas menjelaskan bahwa perkembangan tidak terjadi secara otomatis. Asumsi lain terkait konsep perkembangan pada diri individu mencakup: (1) konsep dirinya bergerak dari pribadi yang bergantung ke arah pribadi yang mandiri. (3) kegiatan belajarnya secara meningkat diorientasikan kepada tugas perkembangan peranan sosialnya. Sebagai suatu sistem yang saling terkait. Dengan demikian. keluarga menghadapi tugas perkembangan tertentu. Pada waktu yang sama. Teori perkembangan berbicara mengenai perubahan keluarga dari waktu ke waktu dengan menggunakan tahap siklus kehidupan keluarga menurut Duvall. 2002). Konsep siklus kehidupan keluarga menyatakan bahwa isu-isu keluarga itu berbeda pada beragam tahapan dalam sebuah cara yang analogis bagi siklus kehidupan individu. (4) perspektif waktunya berubah dari menimba pengetahuan menjadi menerapkan pengetahuan yang dipelajarinya (Kartakusumah. fungsi dan peran keluarga.

teori stres dan krisis kehidupan keluarga. Sifat timbal balik dari ikatan ini dan kualitas dari hubungan tersebut penting untuk dipertimbangkan. pembelanjaan. 2006) perkembangan keluarga berasal dari interaksionisme simbolik. pada konsep pendekatan menurut Mattesich dan Hill (dalam Ali. APLIKASI DALAM KELUARGA Institusi keluarga memiliki tahap perkembangan dengan berbagai tugas perkembangan yang harus diselesaikan pada tahapnya. berganti dengan kematian salah satu pasangan atau partner. adalah ikatan yang unik dan secara relatif bersifat emosional yang menguatkan antara dua anggota keluarga. yang bergantung pada tahap perkembangan keluarga. sosiologi kerja dan profesi. Keluarga bergerak ke arah transisi yang normal dalam membesarkan anak. area-area ini lebih jauh dapat dibagi lagi dengan mengacu pada ahli teori perkembangan lainnya. atau yang ditentukan secara spesifik. fungsionalisme struktural. Kebanyakan ahli teori perkembangan mengidentifikasi tugas dan tahapan yang lebih sedikit daripada konsep Duvall. Kerangka perkembangan keluarga bersifat elektif karena memerlukan konsep dan pendekatan yang berbeda terhadap studi keluarga. Perbedaan etnik dan kultural juga harus menjadi pertimbangan. kesehatan. Tahap perkembangan keluarga menurut Duvall (Wong. 2003). seperti pekerjaan. 1996). Tahap perkawinan dan tempat tinggal pribadi: penggabungan keluarga • • • Membangun kembali identitas pasangan Membina hubungan dengan keluarga besar Membuat keputusan mengenai masa menjadi orangtua 5 . pendidikan dan sosialisasi (yang mungkin didefinisikan dengan cara umum). diidentifikasi tiga area utama. teori sistem. mengacu pada lamanya perkawinan dan usia anak yang terbesar.tersebut. dapat dipertimbangkan baik tipe tanggung jawab pemeliharaan yang umum. Kelekatan. cucu dengan nenek dan kakeknya.. 2002): 1. meskipun dengan tambahan anak beberapa tahapan menjadi tumpang tindih.Tahapan. atau antara saudara perempuan dan lakilaki. Tugas. dan berakhir dengan kematian partner lain (Latipun. Ikatan ini mungkin antara ibu dan anak perempuannya. Pada model lain (dalam Christensen.

Tahap keluarga dengan remaja • • • • • • • • • • • Remaja terus mengembangkan autonomi Orangtua memfokuskan ulang pada masa pertengahan perkawinan dan masalah karier Orangtua menggeser perhatian ke arah generasi yang lebih tua Orangtua dan dewasa muda menetapkan identitas mandiri Melakukan kesepakatan ulang mengenai hubungan perkawinan Melakukan penyesuaian ulang terhadap identitas pasangan hidup disertai 3. Tahap keluarga dengan bayi • • • • • • • Mengintegrasikan bayi kedalam unit keluarga Mengakomodasi peran baru menjadi orangtua dan kakek-nenek Memelihara ikatan perkawinan Mensosialisasikan anak Orangtua dan anak menyesuaikan diri terhadap perpisahan Anak mengembangkan hubungan dengan teman sebaya Orangtua melakukan penyesuaian dengan teman sebaya anak mereka dan pengaruh sekolah 5. Tahap keluarga lansia 6 . Tahap keluarga sebagai pusat landasan 7.2. Tahap keluarga dengan anak sekolah 6. Tahap keluarga dengan anak prasekolah 4. Tahap keluarga usia paruh baya pengembangan minat pribadi Membina kembali hubungan yang melibatkan menantu dan cucu Menyesuaikan diri dengan ketidakmampuan dan kematian generasi yang lebih tua Menggeser peran bekerja menjadi masa senggang dan persiapan pensiun atau pensiun penuh Memelihara fungsi pasangan dan fungsi individu sambil beradaptasi dengan proses penuaan Mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian dan kehilangan pasangan hidup dan/atau saudara kandung serta teman sebaya 8.

Gambaran tugas perkembangan keluarga dapat dilihat sesuai tahap perkembangannya (Suprajitno. banyak tahap-tahap siklus hidup keluarga yang tidak sesuai dengan teori Duvall maupun teori Carter dan McGoldrick. Keluarga antara: dewasa muda yang belum kawin 2. teman dan kelompok sosial Mendiskusikan rencana memiliki anak 7 . yaitu (Hermawan.Selain tahap perkembangan keluarga menurut Duvall yang mengambil perspektif sosial. ada teori lain mengenai tahap perkembangan siklus hidup keluarga ditinjau dari perspektif terapi keluarga yang dicetuskan oleh Carter dan McGoldrick. sementara pada paradigma Duvall. Berubahnya tahap perkembangan keluarga diikuti dengan perubahan tugas perkembangan keluarga dengan berpedoman pada fungsi yang dimiliki keluarga. tugas perkembangan utama: • • • Membina hubungan intim yang memuaskan Membina hubungan dengan keluarga lain. Pergesaran dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern turut memberi pengaruh terhadap institusi rumah tangga. sehingga dapat mengganggu keseimbangan keluarga (mengakibatkan perubahan atau perkembangan dalam keluarga). Sekarang ini. Keluarga baru menikah. ia menggunakan tingkat umur dan tingkat sekolah anak yang paling tua sebagai tonggak untuk interval siklus kehidupan. 1996). Keluarga dalam kehidupan terakhir Paradigma Carter dan McGoldrick merumuskan tahap siklus kehidupan keluarga yang berfokus pada hal-hal penting dimana anggota keluarga masuk/keluar dari keluarga. 1996): 1. Keluarga dengan anak kecil (masa bayi hingga usia sekolah) 4. perkawinan homo seksual (sejenis). Seiring dengan perkembangan zaman. kecuali 2 (dua) tahap terakhir saat anak sudah tidak ada lagi di rumah. orangtua tunggal (sigle parent) dan orangtua tiri (Hermawan. terjadi perubahan paradigma orang terhadap kehidupan keluarga atau rumah tangga. Keluarga melepaskan anak dan pindah 6. Keluarga dengan anak remaja 5. 2003): 1. Penyatuan keluarga melalui perkawinan pasangan yang baru menikah 3. Contohnya kini ada keluarga dengan pasangan suami-istri yang tidak menikah (cohabitated).

Hindarkan terjadinya perdebatan. hubungan seksual dan kegiatan Mempertahankan hubungan dalam rangka memuaskan pasangannya Memenuhi kebutuhan anggota keluarga. tugas perkembangan utama: • • • Membantu sosialisasi anak terhadap lingkungan luar rumah. Keluarga dengan anak baru lahir. Keluarga mulai melepas anak sebagai dewasa.2. tugas perkembangan utama: 8 . Keluarga dengan anak usia prasekolah. tugas perkembangan utama: • • • • Memberikan kebebasan yang seimbang dan bertanggung jawab. tugas perkembangan utama: • • • • • • 4. mengingat remaja adalah seorang dewasa muda dan mulai memiliki otonomi Mempertahankan hubungan intim dalam keluarga Mempertahankan komunikasi terbuka antara anak dan orangtua. termasuk biaya kehidupan dan kesehatan anggota keluarga 5. sekolah dan lingkungan yang lebih luas (yang tidak/kurang diperoleh dari sekolah atau masyarakat) Mempertahankan keintiman pasangan Memenuhi kebutuhan yang meningkat. privasi dan rasa aman Membantu anak untuk bersosialisasi Beradaptasi dengan anak yang baru lahir. Keluarga dengan anak usia sekolah. misal kebutuhan tempat tinggal. tugas perkembangan utama: • • • • Mempersiapkan menjadi orangtua Adaptasi dengan perubahan adanya anggota keluarga. sementara kebutuhan anak yang lain (tua) juga harus terpenuhi Mempertahankan hubungan yang sehat. kecurigaan dan permusuhan Mempersiapkan perubahan sistem peran dan peraturan (anggota) keluarga untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anggota keluarga 6. pasangan dan anak (biasanya tipe keluarga ini mempunyai tingkat kerepotan yang tinggi) Pembagian tanggung jawab anggota keluarga Merencanakan kegiatan dan waktu untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak 3. interaksi keluarga. baik di dalam atau luar keluarga (keluarga lain dan lingkungan sekitar) Pembagian waktu untuk individu. Keluarga dengan anak remaja.

tugas perkembangan utama: 9 . tugas perkembangan utama: 8. dan penghasilan keluarga Mempertahankan keakraban pasangan dan saling merawat Melakukan life review masa lalu 7. Keluarga usia pertengahan. kekuatan fisik.• • • • • • • • • • • Memperluas jaringan keluarga dari keluarga inti menjadi keluarga besar Mempertahankan keintiman pasangan Membantu anak untuk mandiri sebagai keluarga baru di masyarakat Penataan kembali peran orangtua dan kegiatan di rumah Mempertahankan kesehatan individu dan pasangan usia pertengahan Mempertahankan hubungan yang serasi dan memuaskan dengan anak-anaknya dan sebaya Meningkatkan keakraban pasangan Mempertahankan suasana kehidupan rumah tangga yang saling menyenangkan pasangannya Adaptasi dengan perubahan yang akan terjadi: kehilangan pasangan. Keluarga usia tua.

seperti usia kepala rumah tangga. status perkawinan. PENDAHULUAN Beberapa studi telah meneliti beberapa faktor yang berhubungan dengan kepemilikan beberapa aset keuangan. Selama siklus kehidupan. Studi lain menunjukkan bahwa faktor pemasukan adalah faktor utama. semakin besar nilai arus kas yang akan kita terima di masa yang akan datang maka semakin tinggi nilai dari aset keuangan tersebut. ukuran keluarga. Aset keuangan dan tabungan adalah dua konsep yang berbeda.BAB II ANALISA JURNAL INTERNASIONAL ARTIKEL KE-1 Effects of Family Income and Life Cycle Stages On Financial Asset Ownership Jiang J. sebuah keluarga akan menghadapi berbagai macam tugas. sedangkan aset keuangan adalah aset berharga yang tidak berwujud. mempengaruhi beberapa kepemilikan aset keuangan. pendidikan. status pekerjaan dan kehadiran anak. dan variabel siklus hidup. (1) menikah. pendidikan. Xiao ABSTRAKSI Artikel ini membahas tentang pengaruh pemasukan keluarga dan siklus tahap kehidupan terhadap kepemilikan 11 (sebelas) aset keuangan keluarga. Tabungan adalah sebagian pendapatan yang disimpan atau disisihkan untuk kepentingan masa mendatang atau kepentingan sekarang. (2) 10 . older adult. mempengaruhi kepemilikan aset keuangan keluarga. (3) >64 tahun. masalah dan tantangan dalam bidang keuangan. status perkawinan. dengan menggunakan Survei Keuangan Konsumen tahun 1989. Usia kepala keluarga dibagi menjadi 3(tiga) grup yaitu (1)< 35 tahun. Status perkawinan dibagi menjadi dua tahap yaitu. status perkawinan. kemudian usia. Keluarga menggunakan beberapa jenis aset keuangan untuk beberapa tujuan. status pekerjaan. mature. Hasil survei mengindikasikan bahwa variabel siklus hidup. Siklus hidup keluarga di artikel ini dispesifikasi ke dalam empat variabel. Nilai dari aset ini tergantung dari nilai arus kas/uang yang akan kita terima dimasa yang akan datang. yaitu usia kepala rumah tangga. dan beberapa variabel lain turut mempengaruhi kepemilikan aset keuangan. (2) 35-64 tahun. young. ditemukan bahwa pendapatan. status pekerjaan. dan kehadiran anak.

(5) dengan anak usia 12-17 tahun. 2008): 1. (4) dengan anak usia 6-11 tahun. keluarga yang lebih muda kurang memiliki aset keuangan yang bersifat investasi. Sementara keluarga yang lebih tua. ANALISA (KAITAN DENGAN TEORI PERKEMBANGAN) Siklus hidup keluarga memiliki pola tertentu yang dapat diramalkan.tidak menikah. HASIL PENELITIAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola yang paling umum dari pengaruh usia. Pada kelompok middle age group. Dengan demikian. (2) dengan anak usia 0-2 tahun. Perencanaan keuangan keluarga haruslah dimulai sejak awal pernikahan bahkan alangkah baiknya jika dilakukan sebelum pernikahan sehingga ketika sudah menghadapi masa pensiun. Efek dari status pekerjaan beragam. Perencanaan keuangan keluarga berdasarkan siklus hidup. perencanaan keuangan dapat dirancang sebagai berikut (Surbakti. sehingga ritme ekonomi dalam keluarga dapat berjalan stabil. lebih mungkin untuk memiliki beberapa aset keuangan yang bersifat investasi. meski tentu perbedaan situasi dan kondisi dari masing-masing keluarga mungkin akan melahirkan tahap siklus kehidupan keluarga yang berbeda pula. pasangan suami istri untuk membuat perencanaan keuangan. (1) bekerja. adalah terdapat hubungan yang positif antara usia dan kesempatan untuk memiliki aset keuangan. Keluarga dengan status ayah dan ibu bekerja. lebih mungkin memiliki beberapa aset. sumber keuangan tetap terjamin. Status pekerjaan dibagi menjadi dua kategori yaitu. maka berkurang kesempatan untuk memiliki aset keuangan. (2) tidak bekerja. Jumlah dan usia anak turut mempengaruhi kemungkinan kepemilikan aset keuangan tersebut. Siklus hidup membantu seseorang dalam hal ini keluarga. sementara keluarga dengan status ayah atau ibu tidak bekerja. Terakhir. (1) tidak ada anak di rumah (termasuk tidak memiliki anak atau tidak ada anak dibawah usia 18 tahun di rumah). Perkawinan secara signifikan meningkatkan kesempatan untuk memiliki delapan dari sebelas aset keuangan. (3) dengan anak usia 3-5 tahun. Usia 18-23 tahun • • • • Tahap awal pengembangan diri Tahap akhir pendidikan perguruan tinggi Mungkin baru atau sudah lama bekerja Merencanakan tabungan 11 . variabel kehadiran anak dibagi menjadi 5( lima ) variabel yaitu.

2. Usia 46-55 tahun • • • • • • • • 3. Usia 24-35 tahun • • • • • • • • • • • • Sudah menikah dan meniti karir Merencanakan pemilikan rumah sendiri Mempunyai beberapa orang anak Menyekolahkan anak-anak Mengikuti program asuransi Meningkatkan sumber-sumber keuangan Sedang menuju pemantapan karir Sedang berada pada puncak karir Memiliki tabungan Melakukan investasi untuk hari tua Meningkatkan penghasilan dengan usaha sampingan Meningkatkan ketrampilan diri dengan mengikuti beberapa pelatihan atau pendidikan tambahan 4. Usia 36-45 tahun Mempersiapkan diri untuk menghadapi masa pensiun Memaksimalkan investasi Memikirkan keuangan setelah pensiun Mengevaluasi kebutuhan keuangan setelah pension Menganalisa beban keuangan setelah pensiun Konsolidasi kekuatan keuangan Bekerja secara purna-waktu Bekerja sebagai volunteer Merencanakan tinggal di luar kota Memulai profesi baru sebagai pekerja sosial Menyesuaikan diri dengan kemampuan keuangan yang ada Menikmati masa pension Tinggal di panti wreda Mempersiapkan diri menghadapi kematian 12 5. Usia 66-ke atas . Usia 56-65 tahun • • • • • • 6.

terjadilah proses konsolidasi kekuatan keuangan. jika pada level usia sebelumnya telah tercapai kebutuhan untuk investasi. masih ada sumber pemasukan lain dari investasi aset berharga tersebut. Beberapa variabel digunakan untuk mengaitkan siklus kehidupan dengan kepemilikan aset keuangan. Pada usia 36-45 tahun diasumsikan anak-anak telah memasuki masa remaja. Sehingga walaupun pada usia pensiun. orangtua sudah tidak atau kurang produktif. Hasil dari pekerjaan tambahan tersebut dapat dialokasikan untuk investasi sebagai persiapan memasuki tahap level usia yang berikutnya. sehingga harus ada pengurangan beban dan beban kerja. anak-anak butuh untuk dipenuhi kebutuhan ekonomi. maka di usia ini perlu dilakukan pengecekan kembali atas kepemilikan aset berharga yang telah diinvestasikan sebelumnya. meminimalisir kesempatan dan kemampuan untuk berinvestasi. seperti makanan yang layak. pakaian. Berangkat dari pemikiran inilah. Dengan adanya penyesuaian antara siklus hidup keluarga. mereka 13 . Sementara di sisi lain. Hal ini tentu berimbas pada menurunnya jumlah pendapatan keluarga dari upah/gaji bulanan. maka diharapkan dapat membantu keluarga untuk menyusun program keuangan. belum tampak kemampuan untuk berivestasi. lebih khususnya lagi perencanaan untuk investasi pembelian aset berharga sebagai jaminan keuangan di masa tua/pensiun. dijelaskan bahwa ada baiknya untuk memaksimalkan investasi sebagai persiapan menuju masa pensiun. sekolah dan termasuk tempat tinggal atau rumah yang mulai direncakanan kepemilikannya. namun ada anjuran untuk mengikuti program asuransi. Masa pensiun berarti masa dimana produktivitas dan vitalitas fisik mulai berkurang. Banyaknya kebutuhan dana untuk rumah tangga. dengan variabel usia. Pada usia 46-55 tahun. maka perlu usaha untuk memaksimalkan investasi. Belum adanya kemampuan untuk berinvestasi karena pada usia ini adalah masa dimana masih meniti karir.Artikel diatas mengaitkan antara siklus hidup keluarga dengan kesempatan memiliki aset keuangan bernilai investasi. maka tampak pada level usia 24-35 tahun (dalam artikel dikategorikan sebagai keluarga muda). Jika dicermati berdasarkan perencanaan keuangan dalam keluarga berdasarkan siklus kehidupan. Saat memasuki masa pensiun. dimana orangtua memiliki waktu yang lebih luang sehingga memungkinkan untuk melalukan usaha sampingan atau pekerjaan tambahan. sehingga pemasukan mungkin belum terlalu besar. agar ketika pemasukan yang bersumber dari upah/gaji bulanan berkurang. Lebih lanjut pada level 36-45 tahun adalah masa dimana keluarga dapat mulai melakukan investasi dengan pembelian beberapa aset berharga.

perencanaannya akan lebih cenderung untuk mempersiapkan kebutuhan anak dan menyediakan dana pendidikan anak 4. Program asuransi yang lebih baik dan cukup mungkin dibutuhkan. Nilai hidup yang diterapkan dalam setiap keluarga berbeda-beda. dan gaya hidup mempengaruhi cara seseorang menghabiskan uang atau berinvestasi. tentu berbeda. Kebutuhan keuangan akan meningkat karena (di sisi sang ayah) harus mencukupi kebutuhan dua keluarga (keluarga baru bila ada dan kewajiban kepada yang diceraikan). Dengan kata lain. Orangtua baru. Pola membelanjakan uang antara individu yang berusia 20 tahun dengan yang berusia 50 tahun. besar pendapatan. Pasangan muda yang baru menikah. 2010): 1. Orangtua dengan anak-anak yang sudah lebih dewasa. Kelebihan dana lebih baik diinvestasikan. adalah sebagai berikut (Manurung. perencanaan warisan akan mendapatkan perhatian yang lebih penting. jumlah tanggungan dalam keluarga. akumulasi tabungan dan kekayaan. Untuk keluarga yang lebih besar. salah satu dari mantan pasangan ini (biasanya ayah) memiliki kewajiban membayar tunjangan hidup kepada mantan istri (alimony) dan anaknya (child support). lebih membutuhkan rumah tentu yang tentu saja memerlukan persyaratan tertentu untuk bisa mendapatkan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Rencana-rencana keuangan akan berubah tergantung umur dan kondisi. prinsip dalam hidup dapat dijadikan pegangan dalam berinvestasi.bisa tetap mendapat pemasukan rutin dari investasi aset yang telah mereka lakukan sebelum pensiun. pendidikan untuk pengembangan karir 2. perencanaan terfokus pada memiliki asuransi yang sesuai. Sebuah surat wasiat dan perencanaan warisan menjadi penting dan harus dimiliki 3. Faktor-faktor pribadi seperti umur. Meskipun suami dan istri di keluarga baru keduanya bekerja. Taraf awal perencanaan pensiun akan dimulai 14 . Kebutuhan untuk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa akan meningkat. Beberapa taraf atau tingkatan dalam siklus hidup untuk membantu perencanaan keuangan pribadi. hal ini berpengaruh terhadap cara merencanakan keuangan. harus diawali dengan strategi pengaturan keuangan rumah tangga. Orangtua yang baru bercerai. Dewasa belum menikah. biayabiaya hidup akan tetap meningkat 5. Untuk dapat memiliki investasi yang bijak. perencanaannya meliputi perhitungan mengenai apabila pasangan ingin mempunyai anak.

seperti besaran penghasilan. Membuat dana pensiun f. orangtua biasanya mempertimbangkan untuk pindah ke tempat tinggal yang lebih kecil atau tempat yang lebih dekat dengan anak. Menambah tabungan pribadi 15 . bisa jadi sampai selesai kuliah b. Miliki asuransi yang cukup g. Melanjutkan penyediaan dana untuk pendidikan anak. Menabung untuk dana pendidikan anak e. Anak telah pindah keluar dari rumah. Memasuki masa pensiunan. gambarannya sebagai berikut: 1. Memulai perencanaan pensiun f. Perencanaan yang efektif harus disesuaikan dengan beberapa hal terkait. bisa dimulai dari kartu kredit. siklus hidup keluarga dan disesuaikan dengan usia. Mengevaluasi kembali kebutuhan asuransi g. Usia 40 tahun a. Anggaran belanja dan biaya-biaya harus diteliti dengan lebih hati-hati b. Usia 30 tahun a. Membuat surat wasiat 2. Perencanaan pensiunan harus direncanakan menjadi lebih serius 7. Memulai track record atau sejarah kredit/ pinjaman.6. Cobalah menabung 5 sampai 10 persen dari pendapatan kotor b. Sejarah kredit sangat penting dilakukan terutama di Negara-negara maju seperti Amerika Serikat d. Usia 20 tahun a. Melakukan investasi untuk pertumbuhan jangka panjang e. Mengikutsertakan perencanaan pajak yang lebih luas c. Mengubah wasiat sesuai dengan perubahan status keluarga 3. Pensiunan akan membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan pribadi lainnya semasa pensiun. Membeli atau memperbaiki rumah. Miliki sebuah dana darurat (emergency fund) sebesar enam bulan dari biaya bulanan c. sangat penting untuk meninjau ulang (review) asuransi dan program tunjangan hidup. Menambah dana untuk tabungan/investasi pensiun d. seperti bepergian atau jalan-jalan Perencanaan keuangan adalah salah satu strategi untuk mengatur pola keuangan seorang individu.

memindahkan kepemilikan harta dengan cara pemberian hadiah. 2010). apa yang sebaiknya dilakukan dan apa yang sebaiknya tidak dilakukan. Pendekatan perencanaan keuangan berdasarkan siklus hidup hidup finansial dapat memberi panduan kemana sebuah keluarga harus melangkah (Rini. Melanjutkan menambah dana investasi untuk pensiun d. remaja. Siklus hidup finansial secara sederhana menyatakan dimana sebaiknya posisi seseorang berada secara finansial berdasarkan fase-fase tahap hidupnya mulai dari masa anak-anak. menikah. disebut sebagai siklus hidup finansial. Dengan mengetahui siklus finansial. karena anak-anak sudah keluar dari rumah g. Mengkaji kembali kebutuhan asuransi. Dia akan paham.c. paruh baya sampai masa pensiunnya. Meninjau kembali asuransi kepemilikan rumah h. Memonitor konsekuensi-konsekuensi pajak atas investasi e. Melakukan perencanaan warisan lebih serius dengan menggunakan wasiat. seseorang akan lebih mudah dalam mengambil keputusan finansial. terkait kebijakan keuangan pribadinya. dewasa. hibah atau malah mulai membuat trust Siklus hidup dikaitkan dengan perencanaan keuangan. 16 . Investasi untuk jangka panjang f.

Teori ekologi sosial telah menunjukkan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan kondisi fisik. Mary E. sebagaimana struktur keluarga. Hal ini menjadi faktor pemicu timbulnya penyakit-penyakit berbahaya pada individu tersebut. status sosial ekonomi dan personal leisure preferences. Thompson ABSTRAKSI Kemalasan dalam beraktivitas fisik selama ini ditengarai menjadi salah satu penyebab timbulnya beberapa penyakit kronis dan salah satu masalah kesehatan terbesar di Kanada. serta kesibukan orangtua bekerja dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah tangga. diidentifikasi sebagai salah satu alat ukur dari partisipasi aktivitas fisik. dukungan jaringan sosial.ARTIKEL KE-2 The Relationship Between Physical Inactivity and Family Life Course Stage Margo J. dan apakah ada anak dalam rumah tangga tersebut. Struktur rumah tangga termasuk kondisi rumah tangga. Judith D. Untuk orangtua yang memiliki anak di dalam rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara kemalasan beraktivitas fisik. akibat kesibukan anak di sekolah. struktur rumah tangga. status perkawinan dan tahap siklus keluarga pada pria dan wanita di Kanada PENDAHULUAN Kemalasan beraktivitas fisik adalah masalah kesehatan yang utama di Kanada. adalahnya kurang atau terbatasnya waktu. Suzy L. gender. Kemalasan beraktivitas fisik adalah salah satu masalah yang dapat dipahami lebih baik melalui teori pendekatan ekologi-sosial. Hilbrecht. Perspektif ini lebih menyoroti faktor eksternal yang mempengaruhi kemalasan seseorang dalam melakukan aktivitas fisik. Ada anggapan bahwa keaktifan fisik dan kesehatan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk usia. Konsep ekologi sosial memandang perilaku ini dipengaruhi oleh masing-masing individu. Wong. apakah individu tinggal bersama seorang partner atau single. salah satu alasan yang sering muncul terkait kemalasan dalam beraktivitas fisik. Toms. lingkungan fisik dan lingkungan sosial. 17 . Pemasukan. Pendekatan konsep ekologi sosial adalah untuk meneliti faktor pengaruh lingkungan sekitar dan memperkirakan intervensi eksternal pada level tersebut.

Mereka juga cenderung merasa lelah jika harus menambah lagi aktivitas fisik di waktu luang mereka dan lebih memanfaatkannya untuk beristirahat atau relaksasi. Asumsinya adalah bahwa individu dengan pemasukan yang tinggi. Bagi orangtua. sesuai dengan permintaan dan kebutuhan dari masing-masing anggota keluarga. Hasil penelitian mengindikasian bahwa faktor gender tidaklah penting dalam mempengaruhi partisipasi dalam aktivitas fisik. Efek dari level pemasukan terhadap tingkat aktivitas fisik adalah bahwa individu dengan pemasukan yang tinggi. 18 . memiliki tingkat kemalasan beraktivitas yang lebih tinggi pula jika dibandingkan dengan individu yang memiliki pemasukan rendah. fokus dari penelitian ini adalah untuk mengukur apakah ada hubungan antara struktur rumah tangga. sehingga waktu untuk memiliki aktivitas fisik semakin terbatas. Telah disadari bahwa orang dewasa yang tidak memiliki anak lebih sering beraktivitas fisik dibandingkan dengan mereka yang sudah memiliki anak. gender dan kemalasan beraktivitas fisik pada kalangan dewasa di Kanada. Orangtua yang memiliki anak dengan usia dibawah 6 tahun memiliki aktivitas fisik yang tinggi dan orangtua dengan anak berusia diatas 6 tahun (6-11) tahun mengalami penurunan aktivitas fisik. memiliki ritme pekerjaan yang lebih pada dan sibuk. Setiap tahap dari karir keluarga menghasilkan tantangan-tantangan yang berbeda bagi orangtua terkait dengan jumlah dan usia anak di rumah. Teori ini berguna untuk mengenali bahwa jumlah dan usia anak dalam suatu keluarga dapat mempengaruhi aturan dan perilaku orangtua. Dengan adanya anak .Para pakar menyebutkan bahwa siklus hidup keluarga dapat dibedakan menjadi beberapa tahapan. HASIL PENELITIAN Karena implikasi kesehatan dari kemalasan beraktivitas fisik. Konsep siklus hidup keluarga menawarkan pemahaman yang lebih baik mengenai kemalasan beraktivitas fisik pada orangtua daripada konsep gender. usia anak dapat menjadi salah satu pengaruh utama dari aktivitas mereka. maka kesempatan orangtua untuk beraktivitas fisik akan semakin berkurang. Memiliki anak adalah salah satu tahap dari siklus hidup keluarga yang merubah prioritas dan perilaku orang dewasa/orang tua sebagaimana mereka berubah status menjadi orangtua. karena mereka terfokus pada pekerjaan dan usaha untuk menambah pemasukan keluarga.

dan yang terakhir adalah faktor keturunan yang dibawa dari sejak lahir yang erat kaitannya dengan gen yang diturunkan oleh orangtua Jurnal ini membahas tentang urgensi aktivitas fisik terkait tahapan dalam siklus hidup. Meskipun bersifat perilaku. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat berdampak positif bagi kesehatan. norma. Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluran tenaga dan energi (pembakaran kalori). Blum (dalam Effendy. baik dalam lingkungan fisik. paru-paru dan otot. Aktivitas fisik lebih merupakan bentuk multidimensional yang kompleks dari perilaku manusia ketimbang kelas perilaku dan secara teoritis. ringan.adat istiadat yang berlaku di masyarakat. serta menunda penuaan. yaitu lingkungan. Kesehatan adalah keadaan yang dinamis dalam siklus hidup dan memperoleh adapatasi terus menerus terhadap stres. dan keturunan. seperti terjadi ketika menggerakkan lengan dan tungkai. 2012). mencegah kelebihan berat badan. pelayanan kesehatan. Hendric L. perilaku. Biasanya aktivitas fisik mengacu kepada gerakan beberapa oto besar. Pemeliharaan diri sendiri secara umum adalah dasar untuk berfungsi secara optimal. meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. menjaga berat badan ideal. (Pratiwi et al. ekonomi dimana kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh perilaku individu. Kemudian baru ditunjang oleh tersedianya fasilitas kesehatan yang terjangkau oleh masyarakat.ANALISA (KAITAN DENGAN TEORI PERKEMBANGAN) Kesehatan adalah proses yang berlangsung mengarah kepada kreatifitas. meningkatkan kelenturan tubuh. 1997) mengatakan bahwa ada 4(empat) faktor utama yang mempengaruhi kesehatan. Orang yang sehat dapat melakukan aktivitas fisik setiap hari tanpa kelelahan yang berarti. Lingkungan merupakan faktor paling dominan dalam mempengaruhi kesehatan. meliputi semua gerak tubuh mulai dari gerakan kecil hingga turut serta dalam lari marathon. aktivitas fisik mempunyai konsekuensi biologis. konstruktif dan produktif. menguatkan tulang dan otot. sosial budaya. meningkatkan fungsi jantung. 19 . Manfaat aktivitas fisik salah satunya untuk fisik/tubuh antara lain: menjaga tekanan darah tetap stabil dalam batas normal. 2004). Keteraturan beraktivitas fisik dapat meningkatkan kebugaran. yang erat kaitannya dengan kebiasaan. sedang dan berat. yaitu sangat ringan. karena di lingkunganlah manusia mengadakan interaksi dan interelasi dalam proses kehidupannya. Aktivitas fisik umumnya diartikan sebagai gerak tubuh yang ditimbulkan oleh otot-otot skeletal dan mengakibatkan pengeluaran energi. terdiri dari aktivitas sehari-hari yang kita kerjakan dan olahraga (Almatsier. kelompok maupun masyarakat. Aktivitas fisik dapat dibagi dalam empat golongan. keluarga. Aktifitas fisik. psikologis. meningkatkan kebugaran tubuh.

dan penguasaan tugas-tugas perkembangan yang mengarah pada diferensiasi dan transformasi progresif untuk memenuhi kebutuhan yang terus berubah demi kelangsungan sistem. anak jatuh. Masalah kesehatan fisik utama pada tahap ini adalah penyakit menular yang lazim pada anak-anak. keluarga pemula. rasa bersalah. Tahap ini dimulai dengan kelahiran anak pertama hingga bayi berusia 30 bulan. termasuk penyalahgunaan dan kelalaian terhadap anak. keracunan. penyakit kelamin (sebelum dan sesudah pernikahan). fungsi yang adaptif ketimbang maladaptif. dan kecelakaan-kecelakaan lain. 3. (3) penyuluan dan konseling prenatal. masalah pengasuhan anak. Kesehatan keluarga mempunyai banyak dimensi yang berbeda dan dapat didefinisikan dalam berbagai konteks baik dari teori keluarga maupun dari model-model teoritis keperawatan. ketakutan. kehamilan yang tidak direncanakan. seperti yang disebutkan dalam jurnal ini. dalam hal ini orangtua. Masalah utama tersebut dipengaruhi oleh ketidakmampuan dan ketidakuatan fasilitas perawatan anak untuk ibu yang bekerja. Kemalasan dalam beraktivitas fisik dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan. keluarga dengan anak usia prasekolah. 20 . (7) peningkatan kesehatan(gaya hidup). (3) pengenalan dan penanganan masalah kesehatan fisik secara dini. memiliki kewajiban untuk memelihara kesehatan setiap anggota keluarga. emosional. (4) imunisasi. Masalah kesehatan pada tahap ini adalah: (1) penyesuaian seksual dan peran pernikahan. (2) perawatan bayi yang baik. Tahap 1. Ada beberapa definisi tentang kesehatan keluarga dalam cara berikut: kesehatan keluarga ditandai oleh stabilitas. masalah transisi peran orangtua. Kurangnya informasi dapat mengakibatkan masalah seksual. terluka. keluarga yang sedang mengasuh anak. (4) konseling perkembangan anak. Tahap 3. Keluarga. (5) keluarga berencana. 2006): 1. Terkait siklus hidup keluarga. luka bakar. Masalah kesehatan utama keluarga pada tahap ini adalah: (1) pendidikan maternitas yang berpusat pada keluarga. ada beberapa masalah kesehatan yang mungkin dihadapi oleh setiap keluarga dalam setiap tahap siklus hidup keluarga (Ali. 2. (6) interaksi keluarga. Tahap 2.Karakterisasi aktivitas fisik yang merupakan kebiasaan (habitual physical activity) seringkali menjadi pokok pembahasan karena hal ini mencerminkan pola aktivitas fisik jangka panjang. hubungan antar orangtua. sebagian besar manfaat kesehatan yang berasal dari aktivitas fisik merupakan hasil aktivitas fisik yang teratur dan dilaksanakan dalam waktu yang lama (beberapa bulan dan tahun). (4) komunikasi dan informasi. (2) penyuluhan dan konseling Keluarga Berencana.

gangguan bicara. kebiasaan minum alkohol. kehamilan yang tidak dikehendaki. antara lain perawatan orangtua lanjut usia yang tidak mampu mengurus dirinya sendiri. (3) masalah yang berkaitan dengan keharmonisan hubungan dengan anggota keluarga (anak. Tahap 5. berhenti merokok. misalnya promosi kesehatan. (5) masalah gaya hidup perlu mendapat perhatian antara lain. orangtua usia pertengahan. Masalah kesehatan pada tahap ini adalah: (1) masalah kesehatan lanjut usia karena menurunnya kekuatan fisik.4. keluarga dalam masa pensiun dan lanjut usia (lansia). Tahap 7. keluarga berencana. kegiatan pada waktu luang. obesitas/ kegemukan. sumber finansial yang tidak memadai. keluarga dengan anak remaja. pemeriksaan kesehatan. kesepian dan banyak kehilangan lain yang mengakibatkan lansia rentan secara psikologis. 7. misalnya dari sekolah dan komunitas. (2) masalah yang berhubungan dengan keharmonisan pernikahan. (4) munculnya masalah kesehatan yang bersifat kronis dan perubahan situasi fisik (kolesterol tinggi. dan perubahan perkembangan dari biasanya mulai tampak. berhenti/pengurangan minum alkohol. Masalah kesehatan pada tahap ini adalah: (1) orangtua akan mulai berpisah dengan anak. isolasi sosial. Masalah kesehatan pada tahap ini adalah: (1) komunikasi kaum dewasa muda dengan orangtua mereka perlu ditingkatkan. Tahap 4. cucu. hati-hati dengan pengaruh lingkungan anak. (2) masalah dalam hal transisi peran bagi suami-istri. (2) orangtua mengalami banyak tekanan dari luar. gangguan kongitif. (3) masalah perawatan orangtua lanjut usia. nutrisi yang baik. makan junk food dan lain-lain. masalah psikologis merupakan masalah kesehatan yang 21 . risiko penyakit jantung koroner meningkat di kalangan pria. program olahraga yang teratur. keluarga dengan anak usia sekolah. kakek-nenek). pencegahan penyakit. Tahap 8. (2) isolasi sosial. gangguan tingkah laku. misal gangguan penglihatan. tidur. dll. depresi. kesulitan belajar. 5. (3) kecacatan/ kelemahan anak akan tampak pada periode ini. istirahat yang cukup. 8. (2) penyalahgunaan obat dan alkohol. keluarga yang melepaskan anak usia dewasa muda. karena anak sudah mulai memiliki banyak teman sebaya. merokok. pengurangan berat badan optimal. Masalah kesehatan pada tahap ini adalah: (1) masalah yang berhubungan dengan pemahaman mengenai kebutuhan. (3) hubungan keluarga (suami-istri dan hubungan orangtua dengan anak) perlu mendapat perhatian lebih serius karena periode ini adalah periode rawan. (4) masalah yang berhubungan dengan perawatan keluarga. gangguan pendengaran. Tahap 6. untuk menyesuaikan anak dengan sekolah dan komunitas. tekanan darah tinggi. Masalah kesehatan pada tahap ini adalah: (1) pada orangtua yang berusia 35 tahun. 6.

(4) defiensi nutrisi yang dapat mengganggu kesehatan. dan penguasaan tugas-tugas perkembangan yang mengarah pada diferensiasi dan transformasi progresif untuk memenuhi kebutuhan yang terus berubah demi kelangsungan sistem. penghasilan yang kurang cocok. Kesehatan keluarga mempunyai banyak dimensi yang berbeda dan dapat didefinisikan dalam berbagai konteks baik dari teori keluarga maupun dari model-model teoritis keperawatan. juga kesempatan belajar beberapa kemampuan yang dapat dilanjutkan seumur hidup (Arvin. fungsi yang adaptif ketimbang maladaptif. memberikan kesempatan untuk perkembangan psikososial (kerja tim. (3) kemampuan saling menolong suami-istri lansia dalam merawat pasangannya perlu ditingkatkan.serius. Agar anak senang berolahraga. 2007). (5) masalah yang berkaitan dengan perumahan. Ada beberapa definisi tentang kesehatan keluarga dalam cara berikut: kesehatan keluarga ditandai oleh stabilitas. memperbaiki kemampuan membuat keputusan dan meningkatkan rasa percaya diri. otot-otot badan akan terlatih dan tidak kaku dalam bergerak. Kemampuan gerak. Dengan berolahraga secara teratur. kekuatan otot. Dengan rajin berolahraga. bingung dan depresi. Olahraga yang cukup akan meningkatkan stamina dan membantu pertumbuhan anak. kurang rekreasi dan fasilitas perawatan yang kurang memadai banyak merugikan kesehatan lansia. misalnya lemah. Pencegahan masalah kesehatan pada anggota keluarga. Orangtua berperan penting dalam menumbuhkan kecintaan berolahraga pada anak. 22 . 1996). Aktivitas olahraga juga memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak. jangan memaksanya. salah satunya adalah dengan rutin melakukan aktivitas fisik dan olahraga. orangtua dapat menunjukkan kepada anak bahwa olahraga adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi tubuh dan menjaga kesehatan (Graha. serta kelenturan tubuh yang didapat dari latihan olahraga yang teratur terbukti membawa manfaat yang besar bagi kesehatan dan ketahanan fisik. Berpartisipasi dalam olahraga penting untuk perkembangan normal karena berolahraga memelihara kebugaran fisik dan kesehatan menyeluruh. Kebiasaan orangtua melakukan olahraga secara teratur akan merangsang anak untuk meniru kebiasaan orangtuanya. sebaiknya ajaklah anak untuk berolahraga bersama orangtua. hubungan dengan teman sebaya). Olahraga pada dasarnya adalah aktivitas fisik yang menggerakkan anggota tubuh.

BAB III PENUTUP KESIMPULAN Teori perkembangan adalah salah satu teori keluarga yang menjelaskan bagaimana dinamika perubahan dalam keluarga. Dikaji bahwa terdapat hubungan antara siklus hidup keluarga dengan kesempatan mereka untuk memiliki beberapa aset keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Disarankan bahwa keluarga harus memahami bahwa setiap keluarga pada setiap tahap memiliki masalah kesehatan tertentu. Artikel kedua dalam makalah ini berjudul The Relationship Between Physical Inactivity and Family Life Course Stage oleh Margo J. termasuk kesehatan ayah dan ibu sebagai penanggung jawab utama sebuah keluarga. Ada 2 (dua) artikel yang dibahas dalam makalah ini terkait dengan teori perkembangan. Toms. Wong. Disimpulkan bahwa perencanaan keuangan dapat diatur sedemikian rupa dengan menggunakan tahap-tahap siklus hidup keluarga. Judith D. Suzy L. Artikel ini membahas tentang pengaruh pemasukan keluarga dan tahap siklus kehidupan terhadap kepemilikan aset-aset keuangan. salah satu indikator siklus hidup keluarga yakni jumlah dan usia anak. Isi artikel ini adalah mengenai hubungan antara kemalasan dalam beraktivitas fisik kaitannya dengan tahap siklus hidup suatu keluarga. 23 . dimana pada setiap tahapannya terdapat tugas-tugas perkembangan yang diharapkan dapat dilakukn atau dilalui oleh keluarga. sehingga perencanaan keuangan dapat berjalan maksimal. Hilbrecht. mempengaruhi kemalasan orangtua dalam melakukan aktivitas fisik. Thompson. Terkait dengan kurangnya waktu sebagai dampak dari kesibukan dalam bekerja dan mengasuh anak usia bayi (bagi keluarga dengan anak usia bayi). Artikel pertama berjudul “Effects of Family Income and Life Cycle Stages On Financial Asset Ownership oleh Jiang J. Xiao. sehingga menjadi tugas dan peran orangtua untuk menjaga kesehatan setiap anggota keluarga. Mary E. Ada tahapan-tahapan terkait karakteristik perkembangan keluarga tersebut yang harus dilalui umumnya pada sebuah keluarga.

jika menggunakan acuan siklus tahap hidup keluarga. dan bagaiman cara menanggulanginya. 24 . sehingga hasil maksimal dapat diraih. Pemahaman mengenai hal ini akan menjadi bekal yang bermanfaat bagi orangtua dalam menganalisa dan merencanakan perjalanan hidup keluarga. dapat direncakan dan disesuaikan dengan tahap siklus hidup keluarga. Aspek keuangan dan aspek kesehatan merupakan beberapa aspek yang dapat direncakan sedemikian rupa dengan menggunakan acuan tahap siklus hidup keluarga.SARAN Setiap keluarga selayaknya memahami siklus tahap hidup keluarga. Kesehatan suatu keluarga juga dapat dijaga. jika keluarga dalam hal ini orangtua memahami dengan baik urgensi menjaga kesehatan dan apa saja masalah kesehatan yang mungkin dihadapi suatu keluarga dalam setiap tahap siklus hidup keluarga. dan bagaimana peran orangtua dalam melewati setiap tahap tersebut. Setiap aspek dalam kehidupan suatu keluarga. perencanaan keuangan dapat dilakukan dengan lebih efektif. bagaimana karakteristik pada setiap tahap. tugas perkembangan apa yang harus dilewati.

Marketing Plus 2000. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Gibney. Behrman. Volume 1 Nomor 2. 2002. Berliana. 2007. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Arvin. Penuntun Diet Edisi Baru. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC 25 . 2010. Yupi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Latipun. 2005. 1996. 2007. Jakarta: PT Mizan Publika Kertajaya. Edisi 15 Volume 3. Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Supartini. Halaman 196-205 Rini. Successful Financial Planner. 1999. 2010. 35 Tips Menjadi Keluarga Sejahtera-Bahagia. 1996. Keberhasilan Anak di Tangan Orangtua. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Christensen. Panduan bagi Orangtua untuk Memahami Perannya dalam Membantu Keberhasilan Pendidikan Anak. Michael J (et al). A Complete Guide. Sunita. Jurnal Kesehatan Masyarakat.O. Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. 1996. Muhammad. Jakarta: PT Imperial Bhakti Utama Ali. Pemimpin Adiluhung. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Ihromi. 1997. 2006. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Graha. 2003. Paula J.DAFTAR PUSTAKA Ali. Septina Dwi Ayu. Cahya Tri. Psikologi Konseling. Proses Keperawatan: Aplikasi Model Konseptual. Ilmu dan Apilkasi Pendidikan. Nasrul. Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat Edisi 2. Adler H. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Effendy. Kliegman. 2004. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia Kartakusumah. Hubungan Aktiivitas Fisik dan Upaya Pengobatan dengan Tingkat Keluhan Klimakterium pada Wanita Usia 40-65 tahun di Kelurahan Toyosari Kulon Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Almatsier. Purnami. Edisi IV. Mike. Pengantar Keperawatan Keluarga. 2006. 2012. Hermawan. Dharminto. Chairinniza. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. T. Zaidin. Tahun 2012. Smart Money Game. Malang: UMM Press Manurung. Siasat Memenangkan Persaingan Global. Jakarta: PT Grasindo Pratiwi. Genealogi Kepemimpinan Kontemporer.

Donna L. 2002. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC 26 . Asuhan Keperawatan Keluarga: Aplikasi dalam Praktik. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Wong.Suprajitno. Volume 1. Edisi 6. 2003. Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Wong.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful