BISMILLAHHIRRAHMANNIRRAHIM Assalamualaikum .Wr.Wb Alhamdulillah Alhamdulillahirabbil’alamin, assolatuwassalamu’allaasrofilambiah’iwarmursalin waala’alihi waashabihi adjmain.

Subbhanallah walhamdulillahi walaillahaillah waulahuakbar, lakhaula wallakuata illabillahi, Allahummah solli’alasaidinna Muhammad wa’alla allihi waashabihi adjmain ammaba’du Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Atas izi dan Ridhanya kita dapat berkumpul di ruangan ini dengan sehat wal’afait. Yang saya hormati Bapak Syiful Hidayat.SPDI selaku guru agama, dan teman-temanku sekalian yang di rahmati Allah. Pertama-tama marilah kita panjatkan Puji dan Syukur kepada Allah, yang telah memberikan Rahmat dan Taufik Hidayahnya kepada kita semua. Dan idak lupa pula Sholawat serta Salam kita junjungkan kepada Nabi beser kita, yaitu Nabi Muhammad SAW dan keluarga sarta para sahabatnya.

Berdirinya saya di sini, saya ingin menyampaikan sedikit tentang : “ ETIKA PERGAULAN MENURUT ISLAM “

Bahkan kerjakanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu meskipun mereka membencinya. janganlah perbedaan menjadi penghalang kita untuk bergaul dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita.lingkungannya. sebagai wujud keagungan dan kekuasaan-Nya.sebagaimana disebutkan juga dalam sebuah atsar. . Karena bisa jadi suatu hal yang tadinya kecil. semua di ciptakan Allah berbeda-beda. maka sangat wajar ketika nantinya dalam bergaul sesama manusia akan terjadi banyak perbedaan sifar. baik dalam hal yang engkau kerjakan atau yang engkau tinggalkan. menginginkan pujian mereka. Bahkan bisa dikatan aneh atau sangat langka. Anggaplah perbedaan menjadi suatu hal yang wajar. melakukan sesuatu atau membiarkannya. Berkaitan dengan ini Syaikhul Islam Ibnu Taimiah telah menyebutkan dalam ungkapan yang indah.engkau berbuat baik kepada mereka karena mengharap pahala dari Allah dan tidak mengharap balasan dari mereka. dan janganlah engkau takut kepada manusia dalam urusan Allah. Allah menciptakan manusia dengan segala perbedaan. karena memang begitulah fitrah kita sebagai manusia . Engkau tidak menzhalimi mereka karena takut kepada Allah dan tidak takut kepada mereka.Etika Pergaulan Menurut Islam Ikhlas Adalah Sebagai Kunci Sukses dalam Bergaul Bergaul dengan orang lain hendaknya di dasari dengan niat yang benar. Takutlah kepada Allah dalam urusan manusia dan jangan takut kepada manusia dalam urusan Allah. insya Allah kita akan memperoleh kebahagiaan ketika kita bergaul dengan siapa saja. meski ada sedikit persamaan. “Berharaplah kepada Allah dalam urusan manusia dan jangan berharap kepada manusia dalam urusan Allah. akan menjadi hal yang besar. dan karena takut kepada mereka. “ Janganlah engkau melakukan suatu bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah karena mereka. Maka dari itu. “kebahagian dalam bergaul dengan orang lain akan diraih ketika kita bergaul dengan mereka karena Allah. Pergaulan adalah suatu cara seseorang untuk bersosialisasi dengan . maupun tingkah laku. Jika dilandasi karena Allah SWT dan di atas keyakinan menjalankannya. Itulah yang disebut perbedaan. manusia membutuhkan kehadiran orang lain dalam kehidupannya. karena kita salah menyikapinya. Karena perberdaan itulah. Kecintaan dan kebencian terhadap mereka. berbuat baik atau tidak. karekter. Engkau mengharap Ridho Allah dan tidak mengharap Ridha mereka. Maksudnya adalah. tapi tetap semuanya berbeda. Engkau takut kepada Allah dan tidak takut kepada mereka. Namun berharaplah balasan kepada Allah. sehinnga kita dapat menyikapinya dengan sikap yang wajar dan adil. jika ada orang yang mampu hidup sendiri . Tidak ada makhluk yang seratus persen sama di dunia ini. bergaul dengan orang lain menjadi suatu hal yang sangat mendasar bahkan bisa dikatakan wajib bagi setiap manusia yang masih hidup di dunia ini.

ternyata Ta’aruf atau saling mengenal.Tak ada yang dapat membedakan kita dengan orang lain. Ikhlas harus menjadi kunci utama dalam pergaulan. karena mungkin sifat jahatnya. Dengan Ta’aruf kita dapat membedakan sifat. yang selalu member aroma harum ketika kita berada dengannya. Tafahum : Memahami. Ta’aruf. Bahkan Islam sangat menganjurkan kepada umatnya untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Rasullulloh SAW telah mengatakan bahwa bukan termasuk umatnya orang yang tidak perduli dengan urusan umat Islam lainnya. kecuali ketakwaannya kepada Allah SWT (QS. Karena anilah sesungguhnya yang akan menumbuhkan rasa Cinta dan Kasih seseorang kepada kita. .Al. termasuk ketika kita mengenal. kegemaran. “Bergaul dengan orang yang sholeh ibarat kita bergaul dengan penjual minyak wangi. yang akan memberikan bau asap besi ketika kita bersamanya” Tak dapat dipungkiri. 2. Dan begitu juga sebaliknya ketika kita bergaul dengan orang yang buruk akhlaknya. Sebab. Sedangkan bergaul dengan orang jahat ibarat kita bergaul denagn tukang pandai besi. Ta’awum : Setelah mengenal dan memahami. kesukaan. Inilah bagian terpenting dalam pergaulan. pasti akan membawa kita pada keburukan prilaku ( akhlakul majmumah ). tumbuhkan rasa Cinta dan Benci karena Allah.Hujurad[49]:13).ketika kita bergaul dengan oranng-orang sholeh akan banyak sedikit membawa kita pada kesholehan. menjadi suatu yang wajib ketika kita akan melangkah ke luar untuk bersosialisasi dengan orang lain. 1. Masih ingat. 3. Tapi semua itu tidak ada artinya jika pada dasarnya bukan ikhlas karena Allah. Ada tiga kunci utama yang perlu kita tumbuh kembangkan agar pergaulan kita dengan sesame muslim menjadi suatu hal yang indah sehinga dapat mewujudkan Ukhwah Islamiah ( silaturahmi ). agama kita akan sangat di pengaruhi oleh agama teman dekaat kita. Selain itu. dan siapa yang akan kita jauhi. Tafahu. karekter dan semua ciri khas pada diri seseorang. atau memperhatikan ? Atau mungkinkah Ukhwah Islamiah akan saling terwujud ? Begitulah. Karena Cinta dan Benci karena Allah akan mendatangkan keridhaan Allah dan seluruh makhluknya. membantu. dan Ta’awum telah menjadi bagian penting dalam pergaulan yang harus kita lakukan. memahami dan saling tolong menolong. rasanya ada yang kurang jika kita belum tumbuh sikap Ta’awaum ( Saling menolong ). merupakan langkah kedua yang harus kita lakukan ketika kita bergaul dengan orang lain. pastikan kita juga tahu semua yang ia sukai dan yang ia benci. Ta’aruf : Apa jadinya ketika seseorang tidak mengenal orang lain ? Mungkinkah mereka akn saling menyapa? Mungkinkah mereka akan saling tolong menolong. Dengan memahami kita dapat memilah dan memilaih siapa yang akan menjadi teman dekat kita. Setelah kita mengenal.

seraya berkata. sehingga Islam memerintahkanumatnya agar bergaul dengan orang-orang yang benar. Karena adanya Urgensi yang besar dan Dampak Sensitif. karena itu hendaklah diantara kalian melihat dengan siapa dia bergaul”.Perhatiaan Islam terhadap pergaulan sangat besar sekali. Bagian yang terpenting dalam bersahabat itu adalah: “terciptanya hubungan timbal balik yang harmonis”. sungguh jangan bergaul dengan orang yang rusak moralnya. karena bergaul dengan mereka akan menular kepada anda. bejat moralnya & zhalim. niscahya kalian akan bisa mengambil manfaatnya. ( Al Furqan : 27-29 ). Adu Daud dan Tirmidzi dari Abu Hurairah ) Imam Ali RA berkata : “bergaullah dengan orang yang brtakwa dan berilmu. Janganlah menjalin hubungan dengan orang yang hina (rendah akhlaknya) karena itu akan menular kepadamu. Kecelakaan besarlah bagiku. kiranya (dulu) aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab (ku). “Dan (ingatlah) hari ketika itu orang yang zhalim menggigit kedua tangannya. Karena banyak pergaulan yang hanya sesaat saja tetapi bisa membuka aib teman bergaul sampai hari kiamat dan pada akhirnya di iringi dengan sebuah penyesalan yang tiada henti. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an ketika Al Qur’an dating kepadaku”.” “ Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. . “ Seseorang itu menurut agama temannya. “Dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepadaku” ( Luqman : 15 ) Islam juga melarang kita untuk bergaul dengan orang-orang yang buruk akhlaknya. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”. ( At-Taubah : 119 ) Islam juga menganjurkan kita agar bergaul dengan orang-orang yang sholeh. karena bergaul dengan orang yang suka berbuat baik bisa diharapkan (kebaikannya). ( HR. Jauhilah kerusakan. Allah SWT Berfirman : “Hai orang-orangyang beriman. Dan sesungguhnya setan itu tidak mau menolong manusia’. Rasulullah bersabda. Pilihlah temanmu.