P. 1
smp8bhsind BerbahasaDanBersastraIndo AsepYudha

smp8bhsind BerbahasaDanBersastraIndo AsepYudha

2.5

|Views: 20,129|Likes:
Published by manip saptamawati

More info:

Published by: manip saptamawati on Mar 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2014

pdf

text

original

Membaca cepat merupakan salah satu metode untuk
membaca teks atau wacana yang menuntut pemahaman secara
cepat. Pembaca yang baik akan mendapat 80% – 90% pemahaman
dari teks yang dibaca dalam waktu yang ditentukan. Dalam hal ini,
kecepatan membaca orang per orang berbeda-beda. Misalnya 200
kata per menit, 250 kata per menit, dan seterusnya. Namun
demikian, akan menjadi sangat baik jika kecepatan membaca dilatih,

TAGIHAN

1.Kumpulkan semua
naskah drama yang
ditulis siswa menjadi
satu!

2.Pilihlah salah satu
naskah drama di
antaranya yang paling
sempurna untuk
dipentaskan!

3.Pentaskahlah naskah
drama tersebut pada
acara tertentu di
sekolahmu!

Tujuan Pembelajaran

Tujuan belajar kalian
adalah dapat mengua-
sai teknik membaca
cepat dan dapat me-
nyimpulkan isi baca-
an suatu teks bacaan
dengan kecepatan
membaca 250 kata per
menit.

Pelajaran 4 Kebudayaan

77

sehingga mencapai hasil atau kemampuan yang maksimal.
Kecepatan membaca diukur dengan rumus: Jumlah kata dibagi
waktu membaca.

Buku bacaan seperti majalah, biasanya dibaca dengan
kecepatan 200 – 400 kata per menit. Dengan kemampuan seperti
ini, minimal 70% pemahaman akan diperoleh pembaca. Adapun
kecepatan di atas 400 kata per menit hanya digunakan untuk
membaca informasi yang sifatnya sekilas.

Dalam melatih kemampuan membaca cepat kalian, bacalah
teks di bawah dengan waktu 1 menit. Setelah selesai membaca,
jawablah pertanyaan berkaitan isi teks tanpa membaca kembali
teks. Jika 75% jawaban atas pertanyaan di atas tepat, berarti kalian
telah mampu membaca cepat (dengan 250 kata per menit) dengan
baik. Agar kemampuan kalian meningkat, kalian harus lebih banyak
berlatih.

Latihlah kemampuan membaca cepat kalian dengan membaca
teks ± 250 kata berikut dalam waktu 1 menit!

Sumber: Dok. Penerbit

Gamelan, Orkestra ala Jawa

Gamelan jelas bukan musik yang asing.
Popularitasnya telah merambah di berbagai
benua dan telah memunculkan paduan musik
baru jazz-gamelan. Selain itu, gamelan
melahirkan institusi sebagai ruang belajar dan
ekspresi musik gamelan, hingga menghasilkan
pemusik gamelan ternama. Pergelaran musik
gamelan kini dapat dinikmati di berbagai
belahan dunia. Namun, Jogjakarta adalah
tempat yang paling tepat untuk menikmati
gamelan. Ini dikarenakan di kota inilah Anda
dapat menikmati versi aslinya.
Gamelan yang berkembang di Jogjakarta
adalah Gamelan Jawa. Gamelan Jawa berbeda
dengan Gamelan Bali ataupun Gamelan
Sunda. Gamelan Jawa memiliki nada yang
lebih lembut dan slow, berbeda dengan
Gamelan Bali yang rancak dan Gamelan
Sunda yang sangat mendayu-dayu dan
didominasi suara seruling. Perbedaan itu
wajar, karena Jawa memiliki pandangan
hidup tersendiri yang diungkapkan dalam
irama musik gamelannya.

Tidak ada kejelasan tentang sejarah
munculnya gamelan. Perkembangan musik
gamelan diperkirakan sejak kemunculan
kentungan, rebab, tepukan ke mulut, gesekan
pada tali atau bambu tipis, hingga dikenalnya
alat musik dari logam. Perkembangan
selanjutnya setelah dinamai gamelan, musik
ini digunakan untuk mengiringi pergelaran
wayang dan tarian. Barulah pada beberapa
waktu sesudah mengiringi pergelaran wayang
dan tarian, gamelan berdiri sebagai musik
sendiri dan dilengkapi dengan suara para
sinden.

(Sumber: www.yogyes.com, dengan pengubahan)

(Sumber: Ensiklopedi Umum untuk
Pelajar 3, 2005)

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 2

78

Setelah membaca teks di atas dalam waktu 1 menit, kalian
dapat mengevaluasi kemampuan membaca cepat kalian dengan
indikator kemampuan memahami isi bacaan. Kemampuan
membaca cepat kalian dikatakan berhasil apabila kalian dapat
menjawab pertanyaan berkenaan dengan teks bacaan, dengan
kebenaran lebih dari 75%. Sebagai contoh pertanyaan yang
berkenaan dengan teks di atas adalah berikut.

1.Apakah dampak dari popularitas musik gamelan?

2.Di manakah tempat yang paling tepat untuk menikmati
gamelan?

3.Mengapa Jogjakarta dikatakan sebagai tempat yang tepat
untuk menikmati musik gamelan?

4.Apakah nama jenis gamelan yang berkembang di
Jogjakarta?

5.Bagaimanakah perbedaan antara Gamelan Jawa dengan
Gamelan Bali dan Gamelan Sunda?

6.Apa salah satu penyebab adanya perbedaan dalam musik
Gamelan Jawa dengan musik gamelan lainnya?

7.Apa saja musik yang mendasari kemunculan gamelan?

8.Apakah fungsi gamelan itu?

Adapun jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah

berikut.

1.Merambah di berbagai benua dan telah memunculkan
paduan musik baru jazz-gamelan, melahirkan institusi
sebagai ruang belajar dan ekspresi musik gamelan, hingga
menghasilkan pemusik gamelan ternama.

2.Jogjakarta.

3.Karena di kota inilah kita dapat menikmati gamelan dalam
versi aslinya.

4.Gamelan Jawa.

5.Gamelan Jawa memiliki nada yang lebih lembut dan slow,
sedangkan Gamelan Bali yang rancak dan Gamelan Sunda
yang sangat mendayu-dayu dan didominasi suara seruling.

6.Pandangan hidup masyarakat yang diungkapkan dalam
irama musik gamelannya.

7.Kentungan, rebab, tepukan ke mulut, gesekan pada tali atau
bambu tipis, hingga dikenalnya alat musik dari logam.

8.Untuk mengiringi pergelaran wayang dan tarian.

Pelajaran 4 Kebudayaan

79

Kemampuan membaca cepat dapat dilatih dengan teknik

berikut.

1.Membaca dengan tidak menggerakkan bibir dan tidak
bersuara.

2.Menghindari regresi atau pembacaan yang mengulang-ulang.

3.Memperluas jangkauan mata terhadap teks.

4.Berlatih secara tekun dan rutin.

Bingkai Bahasa

Perhatikan paragraf pertama pada teks bacaan “Gamelan, Orkestra ala
Jawa”. Dalam teks bacaan tersebut terdapat kalimat: Pergelaran musik
gamelan kini dapat dinikmati di berbagai belahan dunia, tapi Jogjakarta
adalah tempat yang paling tepat untuk menikmati gamelan, karena di kota
inilah Anda dapat menikmati versi aslinya.

Kalimat tersebut merupakan kalimat majemuk campuran. Disebut kalimat
majemuk campuran karena dibentuk oleh kalimat majemuk setara dan
kalimat majemuk bertingkat. Kalimat majemuk setara ditandai oleh penanda
hubung tapi yang menunjukkan hubungan pertentangan. Adapun kalimat
majemuk bertingkat ditandai oleh penanda hubung karena yang
menunjukkan hubungan akibat sebab.

Selain tapi, hubungan pertentangan juga dapat ditunjukkan oleh kata
melainkan, bukan, akan tetapi, dan sebagainya. Contoh: Seharusnya ia
belajar dengan tekun bukan malah bermain-main tanpa kenal waktu.

Dalam kalimat majemuk bertingkat juga terdapat hubungan pertentangan.
Contoh: Saya akan tetap berbuat baik, meskipun ia selalu berbuat jahat.

Perhatikan kolom berikut!

•Buatlah contoh kalimat majemuk setara hubungan penyertaan dan
pemilihan!
•Buatlah contoh kalimat majemuk bertingkat hubungan sebab - akibat
dan pengandaian!
•Buatlah contoh kalimat majemuk campuran!

Pertentangan

tetapi, melainkan, bukan

Perbandingan

daripada

Sebab-akibat

sebab, karena, oleh karena

Pengandaian

seandainya, kalau-kalau

Waktu

sejak, ketika

Hubungan

Penanda Hubung

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 2

80

Uji Kemampuan 3

Bacalah teks ± 500 kata berikut dalam waktu 2 menit!

Sendratari Ramayana, Drama dalam Tarian Khas Jawa

Sendratari Ramayana adalah seni
pertunjukan yang cantik, mengagumkan, dan
sulit tertandingi. Pertunjukan ini mampu
menyatukan ragam kesenian Jawa berupa tari,
drama, dan musik dalam satu panggung dan
satu momentum untuk menyuguhkan kisah
Ramayana. Ramayana yaitu epos legendaris
karya Walmiki yang ditulis dalam bahasa
Sanskerta.

Kisah Ramayana yang dibawakan pada
pertunjukan ini serupa dengan yang terpahat
pada Candi Prambanan. Seperti yang banyak
diceritakan, cerita Ramayana yang terpahat
di candi Hindu tercantik mirip dengan cerita
dalam tradisi lisan di India. Jalan cerita yang
panjang dan menegangkan itu dirangkum
dalam empat lakon atau babak: penculikan
Shinta, misi Hanoman ke Alengka, kematian
Kumbakarna atau Rahwana, dan pertemuan
kembali Rama-Shinta.
Seluruh cerita disuguhkan dalam
rangkaian gerak tari yang dibawakan oleh para
penari yang rupawan dengan diiringi musik
gamelan. Anda diajak untuk benar-benar larut
dalam cerita dan mencermati setiap gerakan
para penari untuk mengetahui jalan cerita.
Tidak ada dialog yang terucap dari para
penari. Satu-satunya penutur adalah sinden
yang menggambarkan jalan cerita lewat lagu-
lagu dalam bahasa Jawa dengan suaranya yang
khas.

Cerita dimulai ketika Prabu Janaka
mengadakan sayembara untuk menentukan
pendamping Dewi Shinta (putrinya) yang
akhirnya dimenangkan Rama Wijaya.
Dilanjutkan dengan petualangan Rama,
Shinta, dan adik lelaki Rama yang bernama
Laksmana di Hutan Dandaka. Di hutan itulah
mereka bertemu Rahwana yang ingin
memiliki Shinta. Rahwana menganggap
Shinta sebagai jelmaan Dewi Widowati,
seorang wanita yang telah lama dicarinya.
Guna menarik perhatian Shinta, Rahwana
mengubah seorang pengikutnya yang bernama
Marica menjadi Kijang. Usaha itu berhasil

karena Shinta terpikat dan meminta Rama
memburunya. Laksamana mencari Rama
setelah lama tidak kunjung kembali.
Sementara Shinta ditinggalkan dan diberi
perlindungan berupa lingkaran sakti agar
Rahwana tidak dapat menculik. Perlindungan
itu gagal karena Shinta berhasil diculik setelah
Rahwana mengubah diri menjadi sosok
Durna.

Di akhir cerita, Shinta berhasil direbut
kembali dari Rahwana oleh Hanoman.
Hanoman adalah sosok kera yang lincah dan
perkasa. Namun ketika dibawa kembali,
Rama justru tidak memercayai Shinta lagi dan
menganggapnya telah ternoda. Untuk
membuktikan kesucian diri, Shinta diminta
membakar raganya. Kesucian Shinta terbukti
karena raganya sedikit pun tidak terbakar
tetapi justru bertambah cantik. Rama pun
akhirnya menerimanya kembali sebagai istri.
Anda tidak akan kecewa apabila
menikmati pertunjukan sempurna ini, sebab
tidak hanya tarian dan musik yang
dipersiapkan. Di pertunjukan ini, pencahayaan
disiapkan sedemikian rupa, sehingga tidak
hanya menjadi sinar yang bisu, tetapi mampu
menggambarkan kejadian tertentu dalam
cerita. Begitu pula riasan pada tiap penari,
tidak hanya mempercantik tetapi juga mampu
menggambarkan watak tokoh yang diperan-
kan. Dengan demikian, penonton dapat
dengan mudah mengenali meski tidak ada
dialog.

Anda juga tidak hanya dapat menjumpai
tarian, tetapi juga adegan menarik seperti
permainan bola api dan kelincahan penari
berakrobat. Permainan bola api yang
menawan dapat dijumpai ketika Hanoman
yang semula akan dibakar hidup-hidup justru
berhasil membakar Kerajaan Alengkadiraja
milik Rahwana. Sementara akrobat dapat
dijumpai ketika Hanoman berperang dengan
para pengikut Rahwana. Permainan api ketika
Shinta hendak membakar diri juga menarik
untuk disaksikan.

Pelajaran 4 Kebudayaan

81

Di Jogjakarta, terdapat dua tempat untuk
menyaksikan Sendratari Ramayana. Pertama,
di Purawisata Jogjakarta yang terletak di Jalan
Brigjen Katamso, sebelah timur Kraton
Jogjakarta. Anda akan mendapatkan paket

makan malam sekaligus melihat sendratari.
Tempat menonton lainnya adalah di Candi
Prambanan, tempat cerita Ramayana yang asli
terpahat di relief candinya.

(Sumber: www.yogyes.com, dengan pengubahan)

Jawablah pertanyaan-petanyaan berikut dengan tepat!
Kerjakan di buku tugas!

1.Mengapa sendratari Ramayana dikatakan sebagai sebuah
pergelaran yang mengagumkan?

2.Apakah bangunan yang terdapat cerita mengenai epos
Ramayana?

3.Dalam epos Ramayana terdapat 4 babak, apa sajakah yang
termasuk dalam babak tersebut?

4.Bagaimanakah cara sendratari Ramayana menyampaikan isi
ceritanya?

5.Bagaimanakah awal kisah dalam sendratari Ramayana?

6.Siapakah tokoh antagonis dalam sendratari Ramayana?

7.Bagaimanakah akhir cerita dari kisah Ramayana?

8.Kapan atraksi akrobatik dalam sendratari Ramayana
disajikan?

Simpulkan isi teks bacaan “Sendratari Ramayana, drama
dalam Tarian Khas Jawa”! Kerjakan di buku tugas!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->