P. 1
smp8bhsind BerbahasaDanBersastraIndo AsepYudha

smp8bhsind BerbahasaDanBersastraIndo AsepYudha

2.5

|Views: 20,129|Likes:
Published by manip saptamawati

More info:

Published by: manip saptamawati on Mar 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2014

pdf

text

original

Puisi merupakan bagian dari karya sastra yang memiliki ciri
dan karakter yang membedakan dengan bentuk karya sastra
lainnya. Dalam puisi terdapat adanya aturan mengenai persajakan,
rima, dan kebaitan. Adapun antologi puisi adalah buku yang memuat
kumpulan puisi, baik dari seorang penyair atau beberapa penyair.
Biasanya dalam sebuah antologi puisi terdapat banyak puisi.

Dapatkah kalian menganalisis puisi dari sebuah antologi puisi
untuk menentukan ciri umum puisi? Sebagai bahan referensi,
simaklah puisi berikut dengan cermat beserta pembahasannya!

Tujuan Pembelajaran

Tujuan belajar kalian
adalah dapat menge-
nali dan menentukan
ciri-ciri umum puisi
dari buku antologi
puisi.

Pelajaran 10 Emansipasi

185

I.

Pada Gelombang

Karya: Tri Astoto Kodarie

biarkan kukabarkan kepada burung-burung yang melintas
di warna kelam langit tanpa batas

lepaskanlah segera gelombang di tanganmu
yang kau genggam erat-erat sewaktu kita bertemu
wajahmu telah lama terdampar di pulau karang
kutahu ketika tangis air matamu mengerang
tapi masih tetap kaudengar gemuruh gelombang
memercikkan buih di alis matamu yang bimbang

malam tak juga melepaskan dingin yang kaukirim
perahumu mengapung di punggung musim
sebab pelayaran telah menjelma menjadi benua tua
memainkan buih dengan senandung berair mata

(Horison, Juni 2004)

II.

Lagu Batin

Karya: Dorothea Rosa Herliany

inilah lagu batinku, suarasuara angin di antara musim
salju, daundaun membeku, rantingranting tak bergoyang,
dan burungburung yang mati kedinginan

biarlah akhirnya hanyut oleh suarasuara sungai mengalir,
dari negeri mimpi, biarlah akhirnya cuma bergumam
dalam pukulan batubatu karang, biarlah akhirnya pulas
oleh alunan riakriak, takkan diam hatiku memetikkan
dawaidawai gitar menghiburmu!

(Antologi Puisi, Kempompong Sunyi, Balai Pustaka)

Beberapa hal yang dapat kalian catat berkaitan dengan puisi-
puisi tersebut yaitu berkaitan dengan diksi, bentuk penulisan, dan
makna-makna yang dikandungnya. Pilihan kata atau diksi yang
digunakan dalam puisi-puisi di atas cenderung singkat, padat, dan
penuh makna kias. Contoh hal tersebut dapat kalian lihat pada
puisi kedua baris pertama inilah lagu batinku .... Rangkaian kata
tersebut dapat berarti inilah perasaan dan suasana yang aku
alami, atau inilah keadaan atau perasaan yang ingin saya
ungkapkan atau sampaikan.

Makna kias dari puisi-puisi tersebut dapat dilihat dari
penggunaan majas-majas dalam beberapa baris yang sangat

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 2

186

tampak. Contoh penggunaan majas personifikasi di antaranya

malam tak juga melepaskan dingin yang kaukirim, perahumu
mengapung di punggung musim (puisi 1); majas asosiasi di
antaranya takkan diam hatiku memetikkan dawaidawai gitar
menghiburmu (puisi 2); majas metafora di antaranya lepaskanlah
segera gelombang di tanganmu yang kaugenggam erat-erat
sewaktu kita bertemu; dan sebagainya.

Unsur persajakan dan rima juga sangat kental dalam puisi-
puisi di atas. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa contoh, di
antaranya bunyi akhir tiap baris pada puisi I selalu memiliki keter-
kaitan antarbaris. Rima dari puisi-puisi di atas tampak pada keterkait-
an bunyi dalam tiap barisnya, contoh di antaranya bunyi [ U ] pada
perahumu mengapung di punggung musim (puisi 1); bunyi
[ U ] dan [ ng ] pada salju, daundaun membeku, rantingranting
tak bergoyang (puisi 2); dan sebagainya.

Secara makna, puisi tidak dapat diartikan ke dalam satu makna
yang pasti. Makna yang diungkapkan dalam kata-kata puisi dapat
ditafsirkan dengan melihat konteks kalimat atau keseluruhan baris-
barisnya. Makna takkan diam hatiku memetikkan dawaidawai
gitar menghiburmu (puisi 2) dapat berarti takkan berhenti
menghibur dengan senandung atau nyanyian, atau dapat juga
takkan berhenti menghibur dengan perhatian atau kasih
sayang, dan sebagainya.

Beberapa puisi di atas diambil dari antologi puisi yang berbeda.
Namun secara bentuk dan diksi, puisi-puisi tersebut menampakkan
kesamaan cirinya. Berdasarkan pembahasan mengenai puisi-puisi
di atas, ciri-ciri puisi secara umum dapat dituliskan sebagai berikut.

1.Penulisan puisi dituangkan dalam bentuk bait yang terdiri atas
baris-baris, bukan bentuk paragraf seperti pada prosa dan dia-
log seperti pada naskah drama.

2.Diksi yang digunakan dalam puisi biasanya bersifat kias, padat,
dan indah.

3.Penggunaan majas sangat dominan dalam bahasa puisi.

4.Pemilihan diksi yang digunakan mempertimbangkan adanya
rima dan persajakan.

5.Setting, alur, dan tokoh dalam puisi tidak begitu ditonjolkan
dalam pengungkapan.

Pelajaran 10 Emansipasi

187

Uji Kemampuan 3

Bacalah puisi-puisi berikut dengan saksama!

Tuhanku Apatah Kekal?

Karya: Amir Hamzah

“Tuhanku, suka dan ria
Gelak dan senyum
Tepuk dan tari
Semuanya lenyap, silam sekali
Gelak bertukarkan duka
Suka bersalinkan ratap
Kasih beralih cinta
Cinta membawa wasangka ....

Junjunganku, apatah kekal
Apatah tetap
Apatah tak bersalin rupa
Apakah baka sepanjang masa ....
Bunga layu disinari matahari
Makhluk berangkat menepati janji
Hijau langit bertukar mendung
Gelombang reda di tepi pantai
Setangkai gagah beralih warna
Semerbak cempaka sekali hitung
Apatah lagi laguan kasih
Hilang semata tiada ketara ....
Tuhanku apatah kekal?

(Dalam Amir Hamzah Sebagai Manusia dan Penyair, 1996)

Rumah

Karya: Toto Sudarto Bachtiar

Kulihat dari cahya bulan di pekarangan
Serambiku kelam dan berudara sepi
Tidak ada suara, tiada pula bayangan
Kecuali sahabatku, semuanya pergi

Terkadang terasa perlunya ke rumah
Atau terasa perlunya tak pulang rumah
Bercerita dan berkaca pada hari-hari kupunya
Di rumahku besar sekali nubuha sebuah kisah

Kalau aku tiba terdengar suara berdetak tiba-tiba
Malu-malu hati sahabatku rupanya ikut bicara

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 2

188

Tanpa tekanan yang mendesak atau tinggi hati
Alangkah cintanya dia padaku

Terkadang sebelum masuk rumah
Aku melihat ke atap dan bertanya-tanya
Adakah dia di dalam, masihkah dia cinta
Alangkah besar rasanya hidup, bila hatiku tak gelisah

Kerjakan sesuai dengan perintah di buku tugas!

1.Apa sajakah majas yang digunakan dalam puisi-puisi di atas?
Jelaskan!

2.Bagaimanakah sifat diksi yang digunakan dalam puisi-puisi
tersebut?

3.Jelaskan kenampakan persajakan dari puisi-puisi di atas!

4.Tuliskan contoh-contoh penggunaan rima pada puisi-puisi di
atas!

5.Tuliskan beberapa arti yang dapat kamu tangkap dari masing-
masing puisi!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->