P. 1
smp8bhsind BerbahasaDanBersastraIndo AsepYudha

smp8bhsind BerbahasaDanBersastraIndo AsepYudha

2.5

|Views: 20,129|Likes:
Published by manip saptamawati

More info:

Published by: manip saptamawati on Mar 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2014

pdf

text

original

Sebagaimana telah dikemukakan pada pelajaran sebelumnya,
laporan merupakan tulisan mengenai rangkaian cerita dalam suatu
kegiatan yang disusun menurut urutan ruang dan waktu. Laporan
yang baik akan membantu pembaca membayangkan kejadian yang
diceritakan tersebut. Bahasa yang digunakan bersifat komunikatif
untuk mempermudah pemahaman terhadap isi laporan.

Bacalah contoh laporan berikut dengan cermat dan teliti!

Boulevard UGM hingga Depan Vredeburg, Atmosfer Kaum Muda Jogja

Mengunjungi Jogjakarta tentu tidak akan
lengkap apabila tidak menjamahi ruang-ruang
publik yang selama bertahun-tahun
dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul dan
menjalin keakraban. Di tempat itu, Anda
dapat menikmati beragam aktivitas yang
digelar warga kota, menikmati kesenian
jalanan yang terdapat di situ, hingga
menyantap beragam hidangan khas.
Salah satu tempat yang menarik
dikunjungi adalah Boulevard Universitas
Gadjah Mada (UGM) yang terletak di bagian
terdepan universitas tersebut. Selama puluhan

tahun, tempat ini telah dijadikan ruang
menggelar kegiatan anak muda, kesenian, dan
olahraga. Dari pagi hingga malam, tempat
ini senantiasa berdenyut, tapi dengan tawaran
yang berbeda. Begitu pula setiap harinya,
mulai Senin hingga Minggu.
Saat petang adalah waktu yang paling
tepat untuk mengunjunginya. Biasanya,
banyak anak muda yang menggunakan tempat
ini untuk menggelar kegiatan breakdance
hingga skate. Komunitas bikers BMX dan
komunitas berbagai jenis motor pun sering
menggunakan tempat ini untuk berkumpul.

Tujuan Pembelajaran

Tujuan belajar kalian
adalah dapat me-
nyampaikan laporan
dengan bahasa yang
baik dan benar secara
lisan.

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 2

36

Sambil menonton kegiatan mereka, Anda
dapat menikmati beragam jajanan yang
ditawarkan.

Anda dapat berekreasi sambil
membugarkan raga di tempat ini. Biasanya,
setiap Minggu pagi Boulevard UGM
dimanfaatkan untuk jogging, bersepeda
santai, dan bermacam olahraga lainnya. Usai
rekreasi kebugaran itu, Anda dapat menikmati
hidangan menarik yang dijajakan, seperti
bubur ayam, nasi liwet solo, lontong opor,
dan beragam minuman.
Ruang publik lain yang cukup menarik
untuk menikmati suasana sore adalah kawasan
depan Benteng Vredeburg. Anda dapat
melihat kegiatan para musisi jalanan yang
biasa duduk di bangku-bangku yang terdapat
di sana. Di waktu-waktu tertentu, Anda juga
dapat menggelar pergelaran seni yang
dipentaskan di hall Monumen Serangan 1
Maret, persis di depan bangku-bangku di
kawasan itu.

Santapan sate kere yang dijajakan wanita-
wanita Madura pun pantas untuk dicoba.
Dengan Rp2.000,00 saja, Anda dapat
menikmati hangatnya sate ayam dan lontong
yang disajikan dalam pincuk (piring-piringan
yang dibuat dari daun pisang). Apabila ingin

membeli suvenir, Anda dapat berjalan sedikit
ke utara. Di situ Anda dapat menemukan
pedagang kaki lima yang menjajakan kaos,
gelang, kalung, dan suvenir lainnya.
Dari kawasan itu pula, Anda dapat
melihat dua bangunan bersejarah, selain
Benteng Vredeburg sendiri. Apabila menatap
ke depan, Anda dapat melihat Gedung
Agung. Gedung Agung ini sempat digunakan
sebagai istana presiden saat ibu kota
dipindahkan sementara ke Jogjakarta pada
tahun 1949. Adapun di sebelah kanan
kawasan itu, terdapat bangunan tua zaman
Belanda. Bangunan tua tersebut kini
dimanfaatkan sebagai kantor pos.
Nuansa serupa dapat dijumpai jika
berjalan ke timur dari kawasan Benteng
Vredeburg, tepatnya di wilayah Shopping. Di
sana, Anda dapat duduk santai menikmati
suasana malam yang dihiasi lampu-lampu
kota. Sementara, dari siang hingga sorenya,
Anda dapat menjajaki suasana pasar buku
Shopping yang telah lama dikenal
kelengkapannya. Di saat-saat tertentu, sebuah
galeri seni yang terdapat tidak jauh dari situ
menjadi tempat yang tepat untuk menikmati
karya seniman Jogjakarta.

(Sumber: www.yogyes.com, dengan pengubahan)

Sebuah laporan dapat disampaikan secara lisan. Berdasarkan
laporan tertulis, kalian dapat menyampaikan laporan tersebut secara
lisan. Dalam menyampaikan laporan secara lisan, perlu
memerhatikan hal-hal berikut.

1.Memahami benar isi laporan secara utuh, lengkap, dan rinci
sebelum menyampaikannya.

2.Menyampaikan laporan secara runtut atau kronologis, mulai
dari awal hingga akhir.

3.Menjelaskan isi laporan berkaitan dengan pokok-pokok penting
atau inti dari laporan secara terperinci dan jelas.

4.Menggunakan bahasa yang komunikatif, efektif, dan lugas.

5.Menggunakan lafal atau artikulasi yang jelas serta intonasi
yang tepat.

Sumber: http//:
image.google.co.id

Pelajaran 2 Kegiatan

37

Uji Kemampuan 2

Pahamilah laporan berikut dengan cermat dan saksama!

Ingkling Saja, Dapatkan Petak Sawah dalam Pesawat Terbang

Lempar gacuk-nya dan lompat-lompat
dengan satu kaki. Kelilingi setiap kotak dan
miliki sawah sebanyak-banyaknya, agar
lawan makin tak kuasa melompatkan kakinya.
Permainan apa itu? Ah, mungkin Anda sudah
lupa karena sudah berpuluh tahun tidak
memainkannya. Atau, mungkin Anda tidak
mengenalnya sama sekali sebab tinggal di luar
Indonesia hingga lebih biasa memainkan bas-
ket, skateboard, atau mungkin playstation.
Well, YogYES akan memberitahunya.
Permainan itu bernama ingkling, yang kira-
kira berarti berjalan atau melompat dengan
satu kaki. Seperti namanya, inti permainannya
adalah melompat dengan satu kaki. Sesuatu
yang harus dilompati adalah kotak-kotak yang
digambar di atas tanah atau lantai semen.
Sebagai alatnya, digunakan gacuk. Gacuk
adalah benda pipih yang dilemparkan ke
setiap kotak dan harus dilompati pada saat
bermain. Bahannya dapat berupa kereweng
(pecahan genteng) ataupun pecahan tegel.
Gacuk mesti dilempar ke semua kotak
yang dibuat, mulai dari kotak pertama hingga
kotak pertama lagi. Kotak yang berisi gacuk
tidak boleh diinjak, alias mesti dilompati.
Gacuk lawan juga tidak boleh terinjak, jika
terinjak akan terkena aturan midak gacuk
(menginjak gacuk) sehingga giliran pun
berpindah ke peserta lain. Gacuk juga tidak
boleh terlempar ke kotak yang salah atau jatuh
pada garis antarkotak. Jika terjadi, giliran juga
akan berpindah ke peserta lain.
Setiap peserta berlomba untuk menjadi
orang pertama yang berhasil melemparkan
gacuk ke semua kotak. Siapa yang lebih dulu,
dialah yang berhak membuat sawah pada
kotak tertentu. Namun, sebelum membuat
sawah, peserta mesti ingkling mengelilingi
kotak dengan gacuk yang ditaruh di telapak
tangan atas. Setelah mengelilingi kotak, gacuk
tersebut dilemparkan ke kotak tertentu dengan
membelakangi arena permainan. Kotak
tempat jatuhnya gacuk itulah yang berhak
dibuat sawah.

Serunya anak-anak bermain ingkling
hingga kini masih dapat ditemui di beberapa
kampung di Jogjakarta. Anda dapat mene-
muinya sekitar pukul 15.00 hingga sebelum
Magrib. Permainan ini kadang juga dimainkan
oleh anak-anak saat istirahat sekolah. Nah,
Anda yang pernah bermain mungkin sekarang
ingat pengalaman itu. Saat keringat bercucur-
an setelah bermain ingkling, lalu membeli
es limun di depan pagar sekolah dan akhirnya
masuk kelas dengan baju lusuh dan bau.
Sebenarnya, permainan yang juga sering
disebut engklek atau engkling ini cukup
beragam. Ada ingkling pesawat, ingkling
gunung, dan ingkling kitiran. Ingkling pesawat
susunan kotaknya berbentuk serupa pesawat.
Adapun ingkling gunung dan ingkling kitiran
(kincir angin) yang bentuknya serupa gunung
dan kitiran. Satu lagi adalah ingkling saruk
yang dimainkan dengan susunan kotak
ingkling pesawat, tapi gacuk-nya di-saruk
(ditendang menggunakan ujung kaki).
Ingkling biasanya dimainkan oleh 2 anak
atau lebih. Apabila jumlah pemain lebih dari
2 orang, permainan dimulai dengan hom pim
pa untuk menentukan peserta yang lebih dulu
bermain. Jika peserta hanya 2 orang atau
hanya tinggal 2 orang yang beradu, maka
untuk menentukan giliran main dilakukan
ping sut. Biasanya, setiap anak berebut hingga
kadang bermain curang dengan membalikkan
lagi telapak tangan atau mengganti jari yang
diadu.

Ada juga yang curang saat permainan
berlangsung. Misalnya, ada peserta yang
menarik kembali kakinya saat menginjak garis
agar giliran main tidak berpindah ke orang
lain. Saat bermain ingkling saruk, ada peserta
yang menarik kembali gacuk yang melebihi
garis batas. Ini juga dilakukan agar giliran
tidak berpindah. Sewaktu ada peserta yang
bermain curang inilah biasanya peserta lain
akan berteriak, “Weeee, urik hayo!” (= Wek,
curang) sambil tertawa-tawa mengejek.

Berbahasa dan Bersastra Indonesia SMP Jilid 2

38

Bagian permainan yang seru adalah
ketika ada seorang peserta yang dominan
karena memiliki banyak sawah dan terletak
di kotak yang berurutan. Derai tawa biasanya
mengalir, sebab banyak peserta yang terjatuh
karena tidak berhasil melompati sawah
lawan. Setelah itu, banyak wajah cemberut
yang akan terlihat dari beberapa peserta,
kecuali wajah pemain dominan yang biasanya
tampak nyengir dengan bangga.
Lewat ingkling, anak-anak juga belajar
mencintai sesuatu yang berharga. Kadang,
ada anak yang menyimpan gacuk yang
dianggap selalu dapat memberi kemenangan
bagai sebuah jimat. Namun, di sini pula
keisengan anak juga mulai muncul. Secara
sengaja, ada anak yang berusaha membuang

gacuk lawan mainnya. Dari peristiwa itu,
pertengkaran kecil muncul di antara anak-
anak, yang ujungnya kadang berupa tangisan.
Nah, seru dan haru, kan? Anda yang ingin
menyaksikan permainan ini dapat menuju
beberapa perkampungan di Jogjakarta. Salah
satunya perkampungan di daerah Sewon,
Bantul, tempat YogYES menyaksikan
permainan sekaligus keceriaan anak-anak yang
bermain. Ingin memainkannya di waktu
senggang saat selesai berwisata? Coba saja.
Pasti seru dan mampu membuka kembali
ingatan masa kecil yang indah. Anda juga
dapat membuat petak sawah di atas pesawat.
Tentu yang dimaksud adalah petak-petak
ingkling yang berbentuk serupa pesawat.

(Sumber: www.yogyes.com, dengan pengubahan)

Kerjakanlah perintah berikut dengan cermat dan benar!

1.Sampaikanlah laporan tersebut secara lisan dengan
memerhatikan artikulasi dan intonasi yang tepat!

2.Mintalah pendapat temanmu berkenaan dengan kejelasan dan
kelengkapan isi laporan yang kamu sampaikan!

TAGIHAN

1.Susunlah sebuah laporan kegiatan atau peristiwa yang kamu
lakukan atau ketahui di buku tugasmu!

2.Sampaikanlah laporan tersebut secara lisan kepada teman-
temanmu!

3.Mintalah penilaian kepada temanmu berkenaan dengan
kejelasan isi dan cara penyampaianmu!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->