BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA

BAB IV HYDROTREATING PROCESS
I. Pendahuluan Hydrotreating atau disebut juga hydroprocessing adalah proses hidrogenasi katalitik untuk menjenuhkan hidrokarbon dan menghilangkan sulfur, nitrogen, oksigen, dan logam dari aliran proses. Hydrotreating biasa dilakukan untuk umpan naptha sebelum dialirkan ke unit platforming, karena katalis platforming (platina) sangat sensitif terhadap impurities seperti sulfur, nitrogen, oksigen, dan logam. Hydrotreating biasa juga dilakukan untuk umpan diesel untuk perbaikan kualitas diesel terutama untuk mengurangi kandungan sulfur dalam diesel (spesifikasi produk diesel dari tahun ke tahun semakin ketat terutama dalam hal kandungan sulfur maksimum) dan juga untuk mengurangi kandungan nitrogen dalam diesel yang dapat menyebabkan terjadinya color unstability produk diesel. II. Teori Hydrotreating Reaksi hydrotreating dikelompokkan menjadi : 1. Saturasi olefin (penjenuhan hidrokarbon). 2. Desulfurisasi (penghilangan sulfur) atau sering disebut HDS (hydrodesulfurization). 3. Denitrifikasi (penghilangan nitrogen) atau sering disebut HDN (hydrodenitrification). 4. Deoksigenasi (penghilangan oksigen). 5. Demetalisasi (penghilangan logam) atau sering disebut HDM (hydrodemetalization). Tujuan proses hydrotreating/hydroprocessing adalah : 1. Memperbaiki kualitas produk akhir (seperti diesel) 2. Pretreating stream (persiapan umpan proses lanjutan) untuk mencegah keracunan katalis di downstream process : • Catalytic Reforming (Platforming) • Fluid Catalystic Cracking (FCC) • Hydrocracking 3. Memenuhi standar lingkungan (untuk diesel sebelum dikirim ke tangki penyimpanan produk) Perbandingan laju reaksi relatif masing-masing reaksi hydrotreating : • Desulfurisasi : 100 • Saturasi Olefin : 80 • Denitrifikasi : 20 Panas reaksi dalam kilojoule per kg umpan per meter kubik hidrogen yang dikonsumsi untuk masing-masing reaksi : • Desulfurisasi : 8.1 • Saturasi Olefin : 40.6
Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 1 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto

BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA

Denitrifikasi

:

0.8

Pemilihan tipe katalis bergantung pada aplikasi dan aktivitas / selektivitas yang diinginkan. • Tipe CoMo : cocok untuk HDS • Tipe NiMo : cocok untuk HDN, penjenuhan olefin • Tipe NiW : cocok untuk Hydrocracking, penjenuhan olefin II.1. Reaksi yang Terjadi di Unit Hydrotreating

II.1.1. Reaksi Hydrodesulfurization Reaksi hydrodesulfurization (HDS) yang umum terjadi di hydrocracker adalah sebagai berikut : Merkaptan C – C – C – C – SH + H2 → C – C – C – C + H2S Sulfida C – C – S – C – C + 2 H2 → 2 C – C + H2S Disulfida C – C – S – S – C – C + 3 H2 → 2 C – C + 2 H2S Sulfida siklik C C S Thiophene C C S C + 4 H2 C C – C – C + H2S C C + H2 C C – C – C + H2S C – C – C – C + H2 S C C – C – C – C + H2S

H2S hasil reaksi akan bereaksi dengan sejumlah kecil olefin untuk membentuk mercaptan. C – C – C – C = C – C + H2S → C – C – C – C – C – C S
Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 2 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto

reaksi penghilangan nitrogen jauh lebih sulit daripada reaksi penghilangan sulfur.5 ppm. Sedangkan untuk unit distillate/diesel hydrotreater. karena heavy naphtha produk naphtha hydrotreater akan digunakan sebagai umpan unit platforming maka batasan maksimum kandungan sulfur dalam produk heavy naphtha adalah 0. Reaksi Hydrodenitrification Biasanya kandungan nitrogen dalam umpan lebih sedikit daripada kandungan sulfur dalam umpan.1. Untuk unit naphtha hydrotreater. walaupun tidak ada batasan maksimum nitrogen dalam produk diesel. Namun. tekanan operasi. II.2. Penghilangan nitrogen di unit naphtha hydrotreater terutama sangat penting jika naphtha hydrotreater mengolah cracked feed. namun kandungan nitrogen dalam produk diesel akan mempengaruhi color stability. karena heavy naphtha produk naphtha hydrotreater akan digunakan sebagai umpan unit platforming maka batasan maksimum kandungan sulfur dalam produk heavy naphtha adalah 0. dan LHSV).5 ppm. kandungan sulfur outlet reactor dapat dijaga sesuai keinginan kita (spesifikasi produk diesel Indonesia saat ini masih 500 ppm sulfur. agar tidak meracuni katalis platforming yang sangat sensitive terhadap impurities. maka semakin tinggi color stability-nya. Sedangkan untuk unit distillate/diesel hydrotreater. Untuk mengatur kandungan sulfur dalam produk dapat dilakukan dengan mengatur temperature reactor (naiknya temperatur reactor akan mengurangi kandungan sulfur dalam produk). yaitu kurang lebih 5 kali lebih sulit. Semakin rendah kandungan nitrogen. Nitrogen yang masuk ke unit platforming akan menyebabkan endapan ammonium chloride di sirkuit recycle gas atau di system overhead stabilizer.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Umumnya reactor inlet temperature 315-340 oC akan memberikan kecepatan reaksi hydorgenasi yang cukup dan tidak akan menyebabkan rekombinasi olefin dan hydrogen sulfide (namun tergantung komposisi feed. Untuk unit naphtha hydrotreater. sedangkan spesifikasi diesel di negara maju sudah ada yang mencapai maksimum 30 ppm atau bahkan maksimum 10 ppm sulfur). agar tidak meracuni katalis platforming yang sangat sensitive terhadap impurities. Reaksi penghilangan nitrogen yang umum terjadi adalah sebagai berikut : Pyridine C C C N C C + 5 H2 C – C – C – C – C + NH3 C C – C – C – C + NH3 Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 3 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto .

4.1.1. Reaksi Penghilangan Oksigen Reaksi penghilangan oksigen yang umum terjadi adalah sebagai berikut : C C C C – OH + H2 C C Phenol II. Reaksi Penjenuhan Olefin Reaksi penjenuhan olefin yang umum terjadi adalah sebagai berikut : Olefin linier C – C = C – C – C – C + H2 → C – C – C – C – C – C (dan isomer) C C C C C + C H2O + 4 H2 CH4 + NH3 C C + 4 H2 C C – C – C + NH3 + NH3 C C N C C C + 4 H2 C C C C C–C–C–C C + NH3 Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 4 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto .3.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Quinoline C C C C Pyrrole C–C–C–C C C N H Methyl Amine H – C– N H H II.

BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Olefin siklik C C C C C C + 2 H2 C C C C C C II. Dekomposisi organic halide jauh lebih sulit daripada desulfurization. lead (timbal). silicon. tidak dapat dihilangkan dengan cara regenerasi katalis. Untuk alasan ini. phosphorous. karena tingkat kandungan chloride ini akan digunakan untuk mengatur jumlah injeksi chloride di Platformer (chloride di Platformer dibutuhkan untuk menjaga suasana asam katalis Platformer). Reaksi Penghilangan Senyawa Halida Halida organic dapat didekomposisi di unit Naphtha Hydrotreater menjadi hydrogen halide yang kemudian diserap oleh wash water yang diijeksikan di outlet reaktor atau diambil sebagai stripper gas. maka analisa periodic terhadap kandungan chloride dalam hydrotreated naphtha harus dilakukan.1. Biasanya maximum organic halide removal sekitar 90%.5.6. yaitu hingga 5 ppmwt atau lebih. copper. Iron biasanya ditemukan terkonsentrasi pada bagian atas catalyst bed sebagai iron sulfide. Sedangkan arsenic walaupun jarang ditemukan lebih dari 1 ppbwt Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 5 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto HCl + C-C-C-C-C-C C C C– C – C + C HCl . calcium.Cl C + H2 → C C HCl + NH3 → NH4Cl II. tetapi dapat lebih kecil jika kondisi operasi hanya di-set untuk penghilangan sulfur dan nitrogen saja. Impurities metal ini tetap berada di dalam katalis hydrotreater dan dianggap sebagai racun katalis permanent karena meracuni katalis secara permanen. Biasanya katalis naphtha hydrotreater atau distillate hydrotreater mampu menghilangkan senyawa metal ini pada konsentrasi yang cukup tinggi.1. dan sodium. iron. Beberapa logam yang sering terdeteksi dalam spent catalyst hydrotreater adalah arsenic. dengan basis intermittent pada kondisi normal operasi. Reaksi Penghilangan Senyawa Logam Sebagian besar impurities metal terjadi pada level part per billion (ppb) di dalam naphtha. magnesium. Reaksi penghilangan senyawa halida yang umum terjadi adalah sebagai berikut : C-C-C-C-C-C-Cl + H2 C C C C C – C – C .

Sodium. Penghilangan metal dapat dilakukan di atas temperatur 315 oC hingga metal loading sekitar 2-3% berat total katalis. calcium. dan magnesium biasanya berasal dari adanya kontak umpan dengan salt water (misalnya terkontaminasi oleh ballast water) atau additives. Catalyst Loading Loading katalis hydrotreater biasanya cukup dilakukan dengan menggunakan metode sock loading. yaitu dengan cara mencurahkan katalis melalui sock yang dipasang menjulur dari permanent hopper ke dasar reaktor atau permukaan katalis (jarak ujung sock ke permukaan katalis tidak boleh melebihi 60 cm untuk menghindari pecahnya katalis).BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA pada straight run naphtha. katalis akan mendekati tingkat penjenuhan yang setimbang. sehingga memungkinkan terjadinya metal breakthrough (metal dalam umpan tidak dapat lagi dihilangkan dan terikut ke downstream process).2. II. Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 6 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto . Dengan metal loading diatas 3%. Reaksi penghilangan metal terjadi dengan mekanisme sebagai berikut : Gambar 1.3. Sedangkan metode dense loading (yaitu dengan menggunakan dense loading machine) jarang dilakukan karena jumlah katalis yang di-loading sedikit dan fenomena channeling tidak merupakan sesuatu yang sangat critical yang dapat sangat mengganggu operasi reaktor. namun sangat penting diperhatikan karena merupakan potensi racun katalis platformer (yang berupa logam platina). Reaktor hydrotreating dapat terdiri dari satu reaktor (dengan 2 bed catalyst) atau dapat juga terdiri dari dua unit reaktor. Lead yang terkandung dalam spent catalyst hydrotreater berasal dari kontaminasi fasilitas tangki oleh leaded gasoline atau dari reprocessing leaded gasoline di crude distillation unit. Catalyst Sulfiding Penjelasan detil mengenai sulfiding dapat merujuk bab Hydrocracking. Mekanisme Penghilangan Metal pada Permukaan Katalis II.

BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Reactor Inlet Space Gas-Liquid Distributor Inert catalyst Graded Catalyst/Hydrotreating Catalyst Silica Guard/Hydrotreating Catalyst Quenching Distributor Hydrotreating Catalyst Catalyst Support Material/Alumina Ball 1/8” Catalyst Support Material/Alumina Ball 3/4” Manway Catalyst Support Material/ Alumina Ball ¼” Unloading spout Hydrotreating Catalyst Catalyst Support Material/Alumina Ball 1/8” Catalyst Support Material/ Alumina Ball ¼” Unloading spout Catalyst Support Material/Alumina Ball 3/4” Reactor Effluent/Outlet Outlet Collector (Basket system) Gambar 2. Kilang Minyak Bumi Teknologi Proses Reaktor Hydrotreater U yang Terdiri dari 1 ReaktorKontributor : Adhi Budhiarto (2 catalyst bed) Halaman 7 dari 21 .

Gas-Liquid Distributor II. Catalyst Unloading Sebelum dilaksanakan unloading katalis. Biasanya sweeping selama 2 s/d 4 jam sudah cukup membuat katalis di dalam reactor kering sehingga pelaksanaan unloading dapat dilakukan dengan lancar.4. maka reaktor 1 biasanya berisi silica trap. Reaktor yang ada pada Distillate/Diesel hydrotreater juga seperti pada naphtha hydrotreater. Bentuk terbaik untuk graded catalyst adalah ring karena mempunya void fraction yang tinggi. atau Mo). Inert catalyst berfungsi sebagai high voidage support material untuk menahan kotoran-kotoran yang mungkin terikut bersama feed. Waktu pelaksanaan sweeping disesuaikan dengan perkiraan kondisi katalis. Untuk naphtha hydrotreater yang memiliki 2 reaktor. untuk menangkap silica yang mungkin terikut dengan feed. agar pelaksanaan unloading dapat dilaksanakan dengan lancar. Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 8 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto . karena cracked naphtha biasanya berasal dari unit thermal cracking yang menggunakan silicon based antifoam untuk mencegah terjadinya foaming pada coke chamber. Graded catalyst biasanya merupakan katalis yang selain fungsi utamanya sebagai particulate trap juga berfungsi sebagai demetalization catalyst dan hydrotreating catalyst (NiMo. maka saat shutdown dilakukan proses sweeping terlebih dahulu. Gambar 3. Quenching Distributor (Tampak Atas) Gambar 4. Silica trap mandatory untuk naphtha hydrotreater yang mengolah cracked naphtha. CoMo. Sweeping adalah mengalirkan recycle gas semaksimal mungkin ke dalam reactor untuk mengusir minyak yang masih tertinggal di dalam reactor setelah cut out feed.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Gas-liquid distributor pada bed 1 dapat berupa distributor yang permanent ataupun yang removable seperti pada gambar di atas.

Kinerja Katalis Kinerja katalis dapat diketahui atau diukur dengan beberapa parameter sebagai berikut : • Analisa laboratorium kandungan sulfur. nitrogen. yaitu penurunan tekanan reaktor akibat adanya impurities yang mengendap pada katalis. II. • ∆P (pressure drop) reaktor. dan olefin naik pada temperature inlet reactor dan kapasitas serta komposisi feed yang sama. Biasanya terjadi kalo feed mengandung cracked feed dalam jumlah yang besar atau feed berasal dari tangki penyimpanan yang tidak dilengkapi dengan gas/nitrogen blanketting sehingga feed akan bereaksi dengan oksigen yang akan membentuk gums pada permukaan katalis. Jika ∆T reaktor menurun pada kapasitas dan komposisi feed yang sama. dan olefin (bromine number) pada produk. II. nitrogen.5. dan 50 cm layer hydrocracking catalyst (tergantung banyaknya kotoran yang ada pada permukaan katalis). katalis yang di-skimming biasanya seluruh inert catalyst. Pelaksanaan catalyst skimming harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pengambilan katalis dilakukan oleh pekerja yang masuk ke dalam reactor menggunakan breathing apparatus. yaitu selisih antara temperature bed reaktor tertinggi dengan temperature inlet reaktor. dan olefin yang sama maka temperature inlet reactor harus dinaikkan.7. seluruh graded catalyst. Pelaksanaan catalyst skimming harus dilakukan secara inert dengan menggunakan nitrogen untuk mencegah terjadinya flash akibat adanya senyawa pirit akibat katalis berkontak dengan udara.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Catalyst unloading dilakukan dengan memasang canvas sock pada unloading spout yang menjulur masuk ke dalam drum penampung spent catalyst. atau terputusnya supply oksigen ke breathing apparatus yang akan mengakibatkan pekerja tidak sadarkan diri.6. Catalyst Skimming Catalyst skimming adalah mengambil sejumlah katalis bagian atas yang banyak mengandung impurities/coke. Proses catalyst skimming biasanya dilakukan untuk katalis yang performance-nya masih bagus tetapi menghadapi masalah pressure drop yang tinggi. Setelah siap. nitrogen. Jika kandungan sulfur. • ∆T reaktor. maka berarti kinerja katalis sudah mulai menurun. II. maka sliding gate pada unloading spout dapat dibuka untuk mengeluarkan katalis dari dalam reactor. maka berarti kinerja katalis sudah mulai menurun dan untuk menjaga kandungan sulfur. Deaktivasi Katalis Deaktivasi katalis atau penurunan aktivitas katalis dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu : Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 9 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto . Berdasarkan pengalaman. seperti kenaikan temperature bed reactor akibat kurangnya supply nitrogen.

Keracunan katalis oleh logam bersifat permanent dan tidak dapat hilang dengan cara regenerasi. sehingga akan meningkatkan deaktivasi katalis. Jenis logam yang biasanya menjadi racun katalis hydrocracker adalah nikel. vanadium. magnesium. ferro. dan phospor.5 ppmwt untuk natrium.5 ppmwt untuk nikel dan vanadium. atau penggunaan carbon bed absorber untuk menyerap HPNA. Jika kandungan ammonia dalam recycle gas tinggi. Pembentukan coke dapat dihambat dengan cara menaikkan hydrogen partial pressure (tekanan reaktor atau hydrogen purity pada recycle gas). Hydrogen partial pressure yang rendah (tekanan reaktor atau hydrogen purity recycle gas yang rendah). silica. Jika active site katalis tertutup oleh ammonia maka aktivitas katalis akan langsung menurun. maka ammonia akan berebut tempat dengan umpan untuk mengisi active site katalis. Keracunan logam dapat dicegah dengan membatasi kandungan logam dalam umpan. serta 0. diinjeksikan wash water pada effluent reactor. Jumlah recycle gas yang kurang (jumlah H2/HC yang kurang/lebih rendah daripada disain). natrium. • Keracunan logam Pada proses penghilangan logam dari umpan. • Coke Coke dapat terjadi karena beberapa hal sebagai berikut : Temperature reaksi yang tidak sesuai (temperatur terlalu tinggi atau umpan minyak terlalu ringan). Untuk menghindari terjadinya akumulasi ammonia pada permukaan katalis. • Severity operasi Severity operasi yang melebihi disain akan menyebabkan pembentukan coke meningkat. namun setelah injeksi wash water dijalankan kembali maka akumulasi ammonia pada permukaan katalis akan langsung hilang. laju laju Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 10 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto . Best practice batasan maksimum kandungan logam yang terkandung dalam umpan hydrotreater adalah 1. timbal. kalsium. 2 ppmwt untuk ferro dan logam lain. Jika injeksi wash water dihentikan atau kurang maka akan terjadi akumulasi ammonia pada permukaan katalis. sehingga ammonia akan larut dalam air dan tidak menjadi impurities bagi recycle gas.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA • Akumulasi senyawa ammonia pada katalis Reaksi hydrotreating akan mengubah senyawa nitrogen organic yang ada dalam umpan menjadi ammonia. Ammonia bersifat racun sementara bagi katalis. arsenic. senyawa logam organic terdekomposisi dan menempel pada permukaan katalis.

30 ppmwt. Umpan naphtha hydrotreater adalah naphtha yang dapat berupa straight run naphtha. maka dapat dilakukan regenerasi katalis. maka perlu diketahui batasan maksimumnya karena cracked diesel membawa cracked material/olefin yang akan mempengaruhi operasi hydrotreater. dan sulfur dari permukaan katalis dengan cara pembakaran. ataupun cracked naphtha. maka katalis akan mengalami deaktivasi karena alasan-alasan seperti yang telah disebutkan di atas. Aliran Proses Hydrotreating Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 11 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto . nitrogen. naphtha dari tangki penyimpan. Regenerasi Katalis Seiring dengan berjalannya waktu. Sedangkan hydrotreated diesel merupakan produk jadi siap dipasarkan dengan kandungan sulfur antara 10 ppmwt. III. Hydrotreated heavy naphtha harus mempunyai kandungan sulfur dan nitrogen maksimum 0.5 ppmwt dan kandungan logam maksimum 2 ppmwt. IV. Namun. Jika mengolah cracked diesel.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA II. Hydrotreated heavy naphtha merupakan intermediate product yang kemudian merupakan umpan unit platforming. Feed dan Produk Hydrotreating Unit hydrotreating dapat berupa naphtha hydrotreater atau distillate/diesel hydrotreater. Jika umpan naphtha berasal dari tangki maka harus diyakinkan bahwa tangki dilengkapi dengan gas atau nitrogen blanketing. maka naphtha kemungkinan akan bereaksi dengan oksigen (yang berasal dari udara. Sedangkan umpan distillate/diesel hydrotreater adalah straight run diesel atau cracked diesel. biasanya tangki naphtha adalah floating roof yang sangat mungkin terdapat kebocoran seal sehingga dapat menyebabkan udara luar masuk ke dalam tangki) yang kemudian akan menyebabkan terbentuknya gums. Kandungan nitrogen yang tinggi akan mempengaruhi tingkat color stability produk diesel. Regenerasi katalis yaitu proses penghilangan karbon.8. Gums ini biasanya terbentuk pada preheater atau bahkan pada permukaan katalis. atau 500 ppmwt. Jika tangki tidak dilengkapi dengan gas atau nitrogen blanketing. Regenerasi katalis dapat dilakukan secara in-situ (dilakukan di dalam hydrotreating plant) atau secara ex-situ (dilakukan diluar hydrotreating plant oleh vendor regenerasi katalis). sudah sejak lama regenerasi katalis untuk katalis-katalis hydrotreater tidak dilakukan karena tidak menguntungkan. Selain itu cracked diesel sangat mungkin mengandung nitrogen yang tinggi. Produk unit hydrotreating dapat berupa hydrotreated heavy naphtha atau hydrotreated diesel. Untuk mengembalikan keaktifan katalis.

Dalam konfigurasi kilang. Simplified Process Flow Diagram Naphtha Hydrotreating U U U Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 12 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto . Hydrotreater pada Operasi Kilang U U U Gambar 6. maka penggunaan hydrotreater untuk meningkatkan kualitas produk semakin banyak. penggunaan hydrotreater sangat umum untuk streamstream seperti pada gambar dibawah ini : LPG GAS GAS DARI UNIT-UNIT LAIN C4 HYDROTREATER LIGHT NAPHTHA ATMOSPHERIC CRUDE DISTILLATION H2 HYDROTREATER REFORMER HEAVY NAPHTHA HYDROTREATER CRUDE DESALTER KEROSENE HYDROTREATER ATM GAS OIL AROMATICS KEROSENE FUEL OILS AROMATICS EXTRACTION GASOLINE GAS PLANT POLIMERISASI OLEFINS ALKILASI CRUDE OIL VACUUM GAS OIL VACUUM CRUDE DISTILLATION HYDROTREATER/HYDROCRACKER HYDROTREATER DAO HYDROTREATER FCC ASPHALT DEASPHALTING COKER COKE Gambar 5.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan kualitas produk terutama akibat semakin ketatnya peraturan lingkungan.

Simplified Process Flow Diagram Distillate/Kerosene Hydrotreating U U U Tabel I.5 -4 1 -2 0 .2 -0 . Pada operasi normal.5 1 -2 0 . tekanan reactor di-set semaksimal mungkin seperti disain.5 V. Namun ada sering terjadi kendala seperti Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 13 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto . Variabel Proses Hydrotreating Reactor Pressure/Hydrogen Partial Pressure Secara umum desulfurization dan denitrification meningkat dengan meningkatnya reactor pressure (atau tepatnya hydrogen partial pressure).BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Gambar 7.2 -0 .1. Typical Kondisi Operasi Proses Hydrotreating Berdasarkan Feed U U U P ro s e s H y d ro tre a tin g T e m p e ra tu r (oC ) T e k a n a n P a rs ia l H id ro g e n (a tm ) 1 0 -2 0 2 0 -3 0 2 5 -4 0 5 0 -9 0 8 0 -1 3 0 9 0 -1 4 0 1 0 0 -1 5 0 LHSV K onsum si H id ro g e n (N m 3 m -3 ) 2 -1 0 5 -1 5 2 0 -4 0 5 0 -8 0 1 0 0 -1 7 5 1 5 0 -3 0 0 1 5 0 -3 0 0 N a p h th a K e ro s e n e A tm . V. G O VGO ARDS VGO HCR R e s id u e H C R 320 330 340 360 3 7 0 -4 1 0 3 8 0 -4 1 0 4 0 0 -4 4 0 3 -8 2 -5 1 . Namun biasanya reactor pressure bukan suatu varuabel operasi yang dapat “dimainkan”.

Tekanan setinggi ini juga dibutuhkan untuk menghilangkan semua organic halides. Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 14 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto . Namun di atas temperature 340 oC. sehingga membutuhkan tekanan yang lebih tinggi. Namun biasanya penjenuhan olefin membutuhkan temperature yang jauh lebih tinggi. Penjenuhan olefin juga seperti penghilangan senyawa chloride dan sulfur. Cracked naphtha biasanya mengandung nitrogen dan sulfur yang jauh lebih besar daripada straight run naphtha. Namun. Penghilangan senyawa chloride dengan konsentrasi rendah (<10 wtppm) akan terjadi pada temperature yang sama dengan penghilangan senyawa sulfur. Reactor Temperature Berbeda dengan tekanan reactor yang tidak bisa “dimainkan”. pengaruh temperature terhadap reaksi penghilangan sulfur sangat kecil. Namun jika kandungan nitrogen dan/atau sulfur dalam feed tinggi. karena kedua parameter ini menentukan tekanan partial hydrogen dalam reactor. H2S dapat bereaksi dengan olefin tersebut untuk membentuk merkaptan. V. hal ini dapat dikompensasi dengan menaikkan purity recycle gas. Untuk straight run naphtha desulfurization. Saat memproses naphtha dengan jumlah light end yang sangat besar dengan katalis baru. maka tekanan yang dibutuhkan lebih tinggi. kondisi keseimbangan membatasi tingkat penjenuhan olefin. biasanya digunakan tekanan 20 s/d 35 kg/cm2g. Reaksi desulfurisasi mulai terjadi pada temperature 230 oC dengan kecepatan reaksi yang meningkat dengan makin tingginya temperature. Hydrogen partial pressure dapat ditingkatkan dengan meningkatkan ratio gas to feed pada inlet reactor. Hal ini dapat menyebabkan residual olefin dalam produk menjadi lebih besar pada temperature yang lebih tinggi daripada pada temperature yang lebih rendah.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA ketidakmampuan compressor untuk mempertahankan tekanan reactor/system seperti disain. Pemilihan tekanan operasi dipengaruhi oleh tingkat hydrogen to feed ratio disain. Pada temperature yang sangat tinggi. jika hydrotreater memiliki 2 unit reactor. temperature reactor dapat “dimainkan” tergantung kebutuhan kandungan sulfur dan nitrogen yang diinginkan pada produk keluar reactor (untuk naphtha hydrotreater biasanya maksimum sulfur dan nitrogen adalah 0. yaitu hingga 55 kg/cm2g.2. semakin tinggi temperature maka reaksi penjenuhan olefin semakin cepat. Karena reaksi penjenuhan olefin sangat eksotermis maka kandungan olefin pada feed harus dimonitor dan jika mungkin dibatasi agar reactor peak temperature tetap dalam acceptable temperature range dan tidak terjadi temperature excursion/runaway.5 ppmwt). maka temperature inlet reactor kedua akan cukup rendah (karena di-quenching dengan hydrogen) untuk menghilangkan residual olefin yang dapat bereaksi membentuk merkaptan.

Hydrogen to Hydrocarbon Ratio H 2 /HC = Laju Recycle Gas (SCFD) x Konsentrasi H 2 SCFB Fresh Feed (BPD) Peningkatan laju alir recycle gas akan meningkatkan rasio H2/HC. nitrogen. Cracked feed akan memerlukan temperature yang lebih tinggi karena biasanya mengandung sulfur. Jika kenaikan temperature tidak dapat meningkatkan kualitas produk atau kenaikan temperature sudah tidak mungkin karena keterbatasan disain mechanical reactor (biasanya didisain hingga 400 oC). kecepatan reaksi penghilangan contaminant sangat rendah. dan laju umpan.4. Perubahan kandungan olefin umpan juga akan mempengaruhi panas reaksi. sehingga diperlukan pengaturan temperature inlet reactor. hydrogen purity dalam recycle gas. karena : o • Pada temperature dibawah 315 C. Reaktor delta T untuk reaksi hydrotreater biasanya antara 10 s/d 55 oC. maka temperature reactor dapat dinaikkan sebagai kompensasi untuk mempertahankan tingkat kandungan sulfur. Unit hydrotreater dengan kandungan nitrogen dan oksigen yang sangat tinggi harus didisain dengan tekanan reactor yang tinggi dan LHSV yang rendah untuk menjamin konversi yang tinggi. Reaksi penghilangan logam memerlukan temperature minimum 315 oC. dan olefin dalam produk keluar reactor. Oleh karena itu temperature minimum ini yang direkomendasikan. • Temperatur harus dijaga cukup tinggi untuk menjamin agar combined feed (recycle gas plus naphtha) ke charge heater semuanya berbentuk uap. maka kualitas naphtha produk akan sangat berubah. nitrogen. nitrogen. karakteristik umpan. dan olefin yang lebih tinggi. Saat ini pelaksanaan catalyst regeneration sudah jarang dilakukan untuk katalis-katalis hydrotreater karena tidak ekonomis. Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 15 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto . V. perubahan temperature inlet reactor hydrotreater untuk mengkompensasi adanya perubahan kualitas feed biasanya tidak diperlukan. yaitu antara 285 o C s/d 385 oC. maka diperlukan catalyst regeneration atau penggantian katalis.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Dekomposisi senyawa oksigen dan nitrogen memerlukan temperature yang lebih tinggi daripada desulfurization ataupun penjenuhan olefin. V. Temperatur operasi reactor bervariasi tergantung jenis feed. dan kualitas produk yang diinginkan. Variabel yang dikendalikan untuk menjaga H2/HC adalah laju recycle gas. dan olefin dalam produk keluar reactor meningkat. Namun. jika umpan diimpor dan memiliki kualitas yang jauh berbeda dari biasanya. Jika kandungan sulfur. Pengaruh perubahan H2/HC sama dengan pengaruh tekanan parsial hidrogen terhadap severity reaksi. Batasan minimum hydrogen to hydrocarbon ratio (Nm3/m3 atau SCFB) tergantung pada konsumsi hydrogen.3. Kualitas Umpan Untuk normal operasi.

sehingga satuan LHSV adalah 1/jam. Untuk memperoleh tingkat konversi reaksi yang sama. V. biasanya diperlukan hydrogen to hydrocarbon ratio sebesar 40-75 Nm3/m3 (250-400 SCFB). V. Jika LHSV berubah. Jika hydrogen to hydrocarbon ratio actual lebih rendah daripada disain maka selain kecepatan reaksi menjadi lebih rendah. Namun kenaikan temperature catalyst akan menyebabkan peningkatan kecepatan pembentukan coke pada permukaan katalis sehingga akan mengurangi umur katalis. Ratio diatas 500 Nm3/m3 tidak lagi memberikan efek apapun terhadap kecepatan reaksi. Namun untuk penghilangan nitrogen dan penghilangan seluruh sulfur diperlukan kemurnian hydrogen dalam recycle gas yang tinggi (minimum 70%). Space Velocity Jumlah katalis yang dibutuhkan untuk tiap satuan umpan akan tergantung pada feed properties. Injeksi wash water Injeksi wash water pada unit hydrotreater diperlukan untuk : • Menghilangkan ammonia dalam recycle gas Adanya ammonia dalam recycle gas walaupun dalam jumlah sangat kecil (biasanya sekitar 200-400 ppm tergantung dari jenis umpannya) akan Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 16 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto . kecenderungan terbentuknya coke juga akan semakin besar.5. Liquid Hourly Space Velocity (LHSV) didefinisikan sebagai (feed. maka sebagai kompensasinya maka temperature reaksi (temperature inlet reactor) harus dinaikkan.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA Untuk straight run naphtha dengan kandungan sulfur moderate. Kenaikan feed rate dengan volume katalis yang tetap akan menaikkan nilai LHSV. yaitu hingga 500 Nm3/m3 (3000 SCFB). m3). dan kualitas produk yang diperlukan.6. m3/jam)/(volume katalis. maka inlet temperature reactor naphtha hydrotreater dapat diatur dengan persamaan sebagai berikut : LHSV1 T2 = T1 – 45 ln ---------LHSV2 LHSV1 T2 = T1 – 25 ln ---------LHSV2 (untuk T dalam oF) (untuk T dalam oC) Dimana : T1 = temperature inlet reactor yang diperlukan pada LHSV1 T2 = temperature inlet reactor yang diperlukan pada LHSV2 Persamaan diatas dengan asumsi LHSV 4 s/d 12 dan temperature reaktor antara 285 s/d 385 oC. Cracked naphtha harus diproses pada hydrogen to hydrocarbon ratio yang lebih tinggi. Untuk reaksi desulfurization. kondisi operasi. recycle gas dengan kandungan H2S hingga 10% dan dengan kandungan CO dan nitrogen yang besar tidak membahayakan katalis. dan CO merupakan racun katalis sementara.

kecepatan pembentukan carbon pada permukaan katalis cukup tinggi. Best practice jumlah injeksi wash water yang direkomendasikan biasanya antara 3 s/d 8% volume on feed hydrotreater. tingkat carbon hingga 5 %wt masih dapat ditoleransi tanpa mengurangi kecepatan Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 17 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto . Atau untuk implementasi yang lebih akurat adalah dengan melihat kandungan NH4HS yang terlarut dalam sour water di high pressure separator. Umur. NH3 + H2S NH4HS Pembentukan NH4HS adalah akibat dari reaksi senyawa ammonia anorganik (NH3) dengan senyawa sulfur anorganik (H2S). Fungsi wash water adalah melarutkan NH4HS agar tidak mengendap pada bagian dalam fin fan cooler yang akan menyebabkan plugging.7. Temperature wash water tidak boleh terlalu tinggi. Pada saat awal startup. Pengendalian reaksi pembentukan carbon pada permukaan katalis dilakukan dengan menjaga hydrogen to hydrocarbon ratio di atas disain dan dengan menjaga temperatur reaktor pada tingkat yang sesuai. NH3 + H2O • NH4OH Mencegah terjadinya fouling akibat pembentukan garam ammonia (terutama pada fin fan cooler effluent reactor.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA sangat mengganggu aktivitas katalis karena ammonia akan mengisi active site katalis. Proteksi. temperature wash water harus cukup rendah sehingga minimal 20% dari injeksi wash water masih tetap berbentuk cair pada outlet fin fan cooler (inlet high pressure separator). V. Best practice-nya. Penyebab utama deaktivasi katalis adalah sebagai berikut : 1. Kandungan NH4HS dalam sour water diusahakan sekitar 8%wt (di bawah 8%wt pelarutan oleh wash water dianggap kurang efektif sehingga injeksi wash water harus ditambah dan di atas 8%wt akan menyebabkan sour water yang dialirkan ke unit sour water stripper menjadi korosif sehingga injeksi wash water harus dikurangi. Namun kecepatan pembentukan carbon pada permukaan katalis akan turun saat normal operasi. Injeksi wash water biasanya dilakukan pada inlet fin fan cooler upstream high pressure separator. Akumulasi coke pada active site katalis. Pada operasi normal. upstream high pressure separator karena pada temperature rendah senyawa garam mudah mengendap). dan Racun Katalis Variabel proses yang ada di hydrotreater mempengaruhi umur katalis terutama terhadap efek kecepatan pembentukan carbon pada permukaan katalis.

terutama dengan kehadiran olefin. silicon.6. seharusnya dihilangkan dari feed. Kombinasi kimiawi dari contaminant yang berasal dari feed dengan komponen katalis. terutama pada feed-effluent heat exchanger atau bahkan pada permukaan katalis bagian atas reactor.. karena jika oxygen terlarut dalam umpan. Contoh dari contaminant ini adalah arsenic.) akan menyebabkan deaktivasi katalis. Penurunan aktivitas katalis permanent yang membutuhkan penggantian katalis biasanya disebabkan oleh akumulasi inorganic species (terutama logam) yang diambil dari feed.BUKU PINTAR MIGAS INDONESIA reaksi desulfurisasi. sodium. namun kemampuan penghilangan nitrogen akan berkurang. ppm atau ppb (seperti dijelaskan pada point II. meskipun bukan merupakan racun katalis. dan phosphorous.1. Teknologi Proses Kilang Minyak Bumi Halaman 18 dari 21 Kontributor : Adhi Budhiarto . atau effluent wash water. makeup hydrogen. calcium. maka untuk men-troubleshoot-nya cukup dengan melakukan catalyst skimming (seperti dijelaskan pada point II. Dissolved oxygen dalam feed sangat mungkin terjadi terutama jika feed tidak diambil langsung dari unit (bukan straight run naphtha) melainkan diambil dari tangki penyimpan yang tidak mempunyai gas/nitrogen blanketing. Konsentrasi yang sangat rendah dari contamininat ini. akan terjadi fouling pada peralatan. Dissolved oxygen. 2. lead (timbale). Jika katalis deaktivasi terjadi akibat akumulasi endapan pada bagian atas bed catalyst.5).

maka unit harus shutdown karena dapat menyebabkan Kerusakan pompa wash water plugging pada fin fan cooler effluent reactor sebelum high pressure separator (fungsi wash Penyebab Mengolah umpan import yang spesifikasinya jauh berbeda dengan disain atau komposisi cracked feed miningkat . dan troubleshooting yang terjadi di unit hydrotreating dapat dilihat dalam tabel VI berikut ini : Tabel II. maka lakukan kompensasi dengan menaikkan temperatur reaktor dan hydrogen partial pressure (jika mungkin). Untuk mengkompensasinya terikut pada feed akibat umpan ditarik dapat dilakukan pengurangan feed untuk tetap dari tangki yang tidak mempunyai menjaga hydrogen to hydrocarbon ratio di atas gas/nitrogen blanketing. nitrogen. Beberapa contoh permasalahan. dan olefin pada produk tinggi. dan (akibat mengolah lebih banyak olefin di bawah batasan yang seharusnya. nitrogen. Peningkatan kandungan sulfur. nitrogen. Lakukan kompensasi dengan menaikkan nitrogen. dan olefin dalam feed temperatur hingga kandungan sulfur. Troubleshooting Permasalahan yang sering terjadi di unit hydrotreating tidak sebanyak permasalahan yang terjadi pada unit hydrocracker. penyebab. cracked feed) atau karena penurunan kinerja katalis akibat pembentukan coke pada permukaan katalis Jika berlangsung lebih dari 30 menit. Jika fouling sangat parah makan menyebabkan ketidakmampuan compressor menyediakan Pembentukan gums akibat adanya hydrogen partial pressure (hydrogen to hydrocarbon dissolved oxygen yang mungkin ratio) sesuai disain. nitrogen. dan olefin) Fouling pada feed/effluent heat exchanger atau bahkan pada reactor Peningkatan kandungan sulfur. Wash water tidak cukup atau bahkan tidak ada supply wash water Troubleshooting Cek kualitas feed dan produk. disain atau jika tidak mungkin maka unit harus shutdown untuk cleaning heat exchanger atau catalyst skimming. dan Troubleshooting Unit Hydrotreater U U U U Permasalahan Meningkatnya cracked feed (yang berarti meningkatnya kandungan sulfur. Penyebab.VI. jika kandungan sulfur. dan olefin pada produk yang melebihi batasan disain. Contoh Permasalahan.

Rendahnya tekanan reactor/system Penurunan kinerja recycle gas compressor water adalah mencegah terjadinya endapan NH4HS yang mungkin terjadi akibat reaksi antara H2S dan NH3. jika mungkin. Lakukan kompensasi dengan meningkatkan purity hydrogen dalam recycle gas agar hydrogen partial pressure (hydrogen partial pressure = H2 purity x tekanan reaktor/sistem) dapat tetap terjaga. Jika tidak mungkin. . maka unit harus turun feed hingga batasan H2/HC dapat terpenuhi (karena jika unit beroperasi pada H2/HC yang lebih rendah daripada disain maka akan menyebabkan peningkatan kecepatan pembentukan coke pada permukaan katalis dan menurunkan aktivitas katalis).

biasanya mengandung sulfur. color stability sangat dipengaruhi oleh kandungan nitrogen yang ada dalam produk. 4. Straight run naphtha/diesel yaitu naphtha/diesel yang berasal langsung dari unit dan bukan dari tangki penyimpan. dan olefin yang tinggi. Metal loading yaitu kandungan metal yang ada dalam katalis. Operating Manual Distillate Hydrotreater PERTAMINA Unit Pengolahan II Dumai. Unloading spout adalah pipa tempat mengeluarkan katalis saat pelaksanaan unloading katalis. nitrogen. 5. Temperature runaway atau temperature excursion adalah kenaikan temperature reaksi yang mendadak dengan peak temperature dan ∆T (peak – inlet) melebihi batasan disain. 3. Mahmood Kot. Cracked feed didefinisikan sebagai umpan yang sebelumnya telah mengalami pengolahan di unit thermal cracking seperti delayed coking unit atau visbraker. Ppmwt yaitu part per million (1 bagian per 1 juta) berat. Pakistan. VIII. UOP CCR-Platforming General Operating Manual. Ppbwt yaitu part per billion (1 bagian per 1 miyar) berat. UOP CCR-Platforming Workshop Presentation Material. Mid-Country Refinery Project (PARCO). . Hydrogen partial pressure yaitu jumlah hydrogen yang terkandung dalam sistem atau didefinisikan sebagai hydrogen purity dikali tekanan reaktor/sistem. Pakistan-Arabian Refinery Limited.VII. Color stability adalah kestabilan warna dari produk. Istilah-istilah • • • • • • • • • • • • Catalyst bed adalah lapisan katalis yang terdapat pada reactor. Operating Manual Naphtha Hydrotreater PERTAMINA Unit Pengolahan II Dumai. semakin tinggi kandungan nitrogen maka semakin color stability semakin rendah (warna produk semakin cepat berubah). Daftar Pustaka 1. Operation Manual for Unit 200 Naphtha Hydrotreating Process Unit. Cracked naphtha/diesel yaitu naphtha/diesel yang berasal dari unit thermal cracking. SCFB = standard cubic feet per barrel. 2.