P. 1
Pendidikan Di Indonesia

Pendidikan Di Indonesia

5.0

|Views: 3,575|Likes:
Published by alexcendro

More info:

Published by: alexcendro on Mar 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

Berdasarkan data yang peneliti dapat telah mendapatkan dari ketua RW 7

bahwa pada tahun 1940’an, kampung Bojong Nangka hanya sebuah hutan yang

dipenuhi dengan pepohonan besar, khususnya pohon nangka, oleh karena itu pohon

nangka tersebut menjadi identitas kampung Bojong Nangka. Jarang sekali

penduduk yang menetap di sana, paling hanya beberapa keluarga saja yang

33

menetap disana. Kondisi rumah yang mereka tempati pun sangat sederhana. Atap

rumah beserta dindingnya masih berupa triplek serta alas rumahnya pun masih

berupa tanah. Belum ada listrik yang menerangi perkampungan tersebut sehingga

warga setempat masih memakai lampu tempel untuk menerangi rumahnya. Jalan

setapak di kampung tersebut pun masih berupa tanah yang dipenuhi oleh bebatuan.

Kampung Bojong Nangka pun terkenal dengan mistiknya, karena di tengah-tengah

Kampung tersebut ada suatu makam keramat yang dibangun sudah ratusan tahun

kata orang dulu dsana.

Seiring berjalannya waktu satu-persatu warga pendatang dari berbagai

daerah membeli tanah baik oleh warga asli pribumi maupun pemda Bekasi.

Sehingga jumlah penduduk yang menetap di kampung Bojong Nangka semakin

padat.

Demografi Kampung Bojong Nangka

1)Keadaan Geografis Kampung Bojong Nangka

Secara geografis kampung Bojong Nangka terletak pada posisi 1060

bujung timur dan 670

-6150

derajat lintang selatan dengan ketinggian 19 m diatas

ketinggian laut dan luas wilayahnya sekitar 2.96 km2.

Batas-batas wilayah kampung Bojong Nangka yaitu sebelah utara kabupaten

Bekasi, sebelah selatan kabupaten Bogor, sebelah barat kota Jakarta Timur dan

sebelah timur kabupaten Bekasi. Kampung Bojong Nangka letaknya berada di

kecamatan Pondok Melati dan kelurahan Jatirahayu. Kampung Bojong Nangka

34

letaknya sangat strategis karena letaknya berada ditengah-tengah DKI Jakarta

dengan Jawa Barat.

Iklim kota Bekasi cenderung panas dengan curah hujan yang cukup tinggi

khususnya di bulan Januari, biasanya curah hujan tertinggi terjadi dibagian utara.

Dengan kemiringan yang dapat menyebabkan banjir menjadi permasalahan

utama selain kemacetan.

2) Data Penduduk Kampung Bojong Nangka Tahun 2008

Di kecamatan Pondok Melati terdapat 4 kelurahan yaitu kelurahan

Jatirahayu, kelurahan Jatiwarna, kelurahan Jatimelati dan kelurahan Jatimurni.

Di kelurahan Jatirahayu terdapat 146 RT dan 23 RW serta 10.907 KK. Jumlah

penduduknya ada 52.157 jiwa diantaranya jumlah penduduk laki-laki ada 25.473

jiwa dan jumlah penduduk perempuannya ada 26.684 jiwa.

Gambar 1. Kampung Bojong Nangka

35

Kampung Bojong Nangka letaknya ada di RW 6, RW 7 dan RW 8.

Masing-masing RW terdiri dari 8 RT. Jadi Kampung Bojong Nangka terdapat 24

RT dan terdapat 5.280 KK. Kampung Bojong Nangka sendiri di bagi menjadi 4

bagian yaitu Kampung Bojong Nangka I, II, III dan IV.

Walaupun kampung Bojong Nangka ini letaknya di kota Bekasi Jawa

Barat, namun sebagaian besar penduduk asli pribumi ini merupakan penduduk

asli Betawi. Hal ini dikarenakan kampung Bojong Nangka letaknya berbatasan

dengan kota Jakarta Timur. Bahasa yang sering digunakan masayarakat

kampung Bojong Nangka adalah bahasa Indonesia. Sedangkan penduduk

pendatangnya berasal dari berbagai daerah. Penduduk kampung Bojong Nangka

terdiri dari berbagai suku dan adat istiadat serta kebiasaan yang beragam dapat

mempengaruhi interaksi kehidupan sehari-hari, namun tidak menjadi hambatan

dalam kegiatan sosial masyarakat kebersamaan warga sangat menonjol sekali.

Dalam hal ini dapat tercermin dari kegiatan sosial warga yang saling membantu

bergotong royong satu sama lainnya, seperti kegiatan kerja bakti yang

dilaksanakan setiap silaturahmi hari minggu pagi dan dalam pertemuan-

pertemuan warga, baik di lingkungan RT maupun tingkat RW, serta segala

permasalahan yang timbul dapat diatasi dengan musyawarah untuk mufakat.

Kondisi ekonomi penduduk kampung Bojong Nangka tergolong ekonomi

menengah kebawah dengan mata pencaharian sebagian besar pedagang dan

buruh. Dampak krisis ekonomi sangat berpengaruh sekali terhadap warga

masyarakat yang terkena PHK. Penanggulangan dampak krisis ekonomi yang

36

tergulirkan pemerintah sangat tepat sekali, dengan bantuan dana PDM-DKE,

P2KP dan UPK-PPMK sementara ini dapat membatu meringankan beban warga

masyarakat, walaupun belum sepenuhnya dapat mengatasi kesulitan warga

masyarakat. Dalam hal ini disebabkan bantuan yang diberikan sangat terbatas,

sedangkan warga masyarakat yang memohon bantuan sangat banyak sehingga

modal diberikan tidak sesuai dengan proposal yang diajukan.

Gambar 2. Rumah Warga Kampung Bojong Nangka

Agama yang dianut oleh masyarakat kampung Bojong Nangka yaitu

agama Islam, Kristen, Khatolik, Hindu dan Budha. Tetapi mayoritas penduduk

kampung Bojong Nangka beragama Islam. Dalam upaya melestarikan antar

umat beragama di wilayah kampung Bojong Nangka selalu bekerja sama dengan

Alim ulama dan tokoh masyarakat, baik dalam kegiatan keagamaan maupun

dalam melaksankan pembangunan tempat-tempat ibadah keagamaan kehidupan

masyarakat adanya toleransi dalam melaksanakan ibadah untuk mendapatkan

37

barokah sesuai dengan keyakinan masing-masing selama ini tidak ada beda

agama yang menimbulkan gejolak kesenjangan antara umat beragama.

Pendidikan di kampung Bojong Nangka ini umumnya masih rendah, hal

ini dikarenakan sebagai besar warga kampung tersebut perekonomian masih

rendah, sehingga tidak heran kalau masih ada anak di usia sekolah yang lebih

memilih untuk bekerja. Sarana Pendidikan SD (Sekolah Dasar) di kecamatan

Pondok Melati cukup memadai hanya lokasinya yang kurang menyebar atau

kurang merata disetiap lingkungan RW, sehingga cukup merepotkan para orang

tua karena harus mengantarkan anaknya ke sekolah, sedangkan untuk sarana

pendidikan tingkat SLTP dan SLTA belum memadai, sehingga masyarakat yang

menginginkan anaknya sekolah harus mengeluarkan biaya transport karena

letaknya diluar cukup jauh/diluar wilayah Kecamatan Pondok Melati.

Sebagiam besar mata pencaharian masyarakat kampung Bojong Nangka

bekerja di pabrik, khususnya pabrik yang berada di tengah-tengah

perkampungan Bojong Nangka, namun ada juga yang sebagai buruh bangunan

dan pedagang.

Sarana dan prasarana umum yang ada di kampung Bojong Nangka sudah

memadai karena sudah dibangunnya listrik, telpon umum, lapangan bola,

masjid, puskesmas, sekolah SD, koperasi, jalananya pun sudah diaspal,

transportasi pun sudah memadai dan lain-lain.

38

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->