P. 1
eksposisi

eksposisi

Views: 27|Likes:
Published by Desy Frimadani
EKSPOSISI
EKSPOSISI

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Desy Frimadani on Mar 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/04/2014

pdf

text

original

Pro-Kontra RSBI dan Manajemennya Senin, 18/07/2011 - 08:25 WIB Padang Ekspres Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional

(RSBI) atau sering juga disebut SBI sering menimbulkan pro-kontra. Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Bambang Sutrisno mengatakan, penyelenggaraan RSBI merupakan tuntutan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta pelaksanaannya juga diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 78 Tahun 2009. Pentingnya RSBI adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang merata secara internasional. Kalau untuk meningkatkan kualitas pendidikan, itulah adalah bagus. Tapi, belakangan ini, SBI sering disorot tajam karena adanya fenomena besaran dana yang dikutip terhadap siswa. Bahkan di balik dana itu, beberapa pakar pendidikan dari Sumatera Barat, seperti Prof Jamaris Jamna dan Prof Muhammad Zaim, seperti dikutip sebuah koran terbitan Sumbar pada Jumat (8 Juli 2011), menilai, RSBI yang ada di Kota Padang belum berkontribusi banyak untuk peningkatan kualitas pendidikan. Terus, kalau begitu, pertanyaannya, untuk apa RSBI itu diadakan? Mengapa kejanggalan antara harapan dan kenyataan itu terjadi? Bagaimana solusi yang tepat untuk masalah itu? Untuk menjawab persoalan itu, agaknya penting kita telisik dulu secara mendalam hakikat RSBI/SBI tersebut. Memang, tak bisa kita pungkiri, program RSBI ini sejalan dengan amanat UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Pada pasal 50 ayat 3 disebutkan, pemerintah dan atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional. Di antara maksud dikembangkannya SBI tersebut adalah untuk menjawab tantangan global. Sebagai implikasinya, SBI harus bersedia mengikuti perubahan bidang pengetahuan dan teknologi. Pada tahap rintisannya, guru-guru matematika, science serta bahasa Inggris mendapat prioritas pertama untuk melakukan upaya meningkatkan diri, misalnya menyusun silabus, rencana pembelajaran maupun bahan ajar dalam bahasa Inggris. Sekarang, sampai saat usianya 5 tahun, wacana dan praksis program SBI tersebut tampak makin ramai dibicarakan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Namun, sampai kini pula, wacana dan praksis program SBI tersebut terus menimbulkan sejumlah persoalan, di antaranya tentang bagaimana proses manajemen pendidikannya agar program itu bisa lebih optimal. Secara sederhana, SBI berarti bahwa beberapa mata pelajaran diajarkan dengan bahasa Inggris. Misalnya, matematika diterangkan oleh guru dengan bahasa Inggris dan siswa pun jika mau bertanya harus dengan bahasa Inggris. Namun, di sini ada guyonan bahwa SBI itu singkatan dari ‘Sekolah Berbahasa Inggris’. Beberapa SMP di Solo dan sekitarnya sudah mulai berproses menjadi ‘Sekolah Berbahasa Inggris’. Substansi atau hakekat SBI itu sendiri tidak tercapai. Dalam dirinya sendiri, SBI itu baik. Tapi dalam praktiknya, tampaknya akan terganjal beberapa kendala. Kita tahu anak sekolah sekarang ini bebannya banyak sekali. Lihat saja buku-buku mereka, tebal-tebal dan isinya canggih. Namun dengan materi menggunung yang harus diserap ditambah PR-PR yang senantiasa mengalir, beban anak sekolah sekarang melebihi beban anak sekolah zaman dulu. Melihat beban materi pelajaran yang melampaui batas kemampuan anak untuk mencernanya, tuntutan tambahan belajar bahasa Inggris untuk memahami mata-mata

Bagaimana dari segi guru? Apakah guru-guru mata pelajaran selain bahasa Inggris mampu dengan baik menerangkan mata pelajarannya dengan bahasa Inggris? Bagaimanapun. Saya tidak tahu apakah yang mencanangkan SBI itu paham bahwa bahasa Inggris sebagai mata pelajaran saja sudah cukup membebani. Ini berarti SBI tidak semata-mata pandai berbahasa Inggris. sebagian besar anak sekolah kita tidaklah bilingual.pelajaran lain adalah tidak logis dan merupakan pemaksaan mental. Nah. memiliki kesanggupan kerja yang tinggi. untuk menuju ke arah SBI yang lebih optimal. bahasa Inggris bukanlah bidang mereka. Karena itulah. Di samping pemodernisasian sistem informasi manajemen pendidikan dengan information and comunication technology (ICT). tiba-tiba. Di sinilah pentingnya manajemen pendidikan. Tanpa motivasi yang kuat. bila saat ini sekolah didorong melaksanakan program SBI. mereka harus berbicara bahasa Inggris. Sekarang. Pemangku program SBI hendaknya mampu pula memberi motivasi kepada seluruh komponen yang ada pada satuan pendidikan tersebut. Ditinjau dari sisi manajemen pendidikan. bahasa Inggris harus juga dijadikan sarana memahami mata pelajaran lain. Namun kita tahu. Itu dari segi siswa. Waktu kuliah. dan lulus TOEFL di atas 500. maka tenaga guru yang disyaratkan pada standar akhir SBI selain minimal sarjana S1. penting mendapatkan prioritas utama. Ini sungguh berat. perlu disadari pula. memiliki sertifikasi profesi guru. Karena itu. itu masuk akal. dalam SBI. bila bermaksud menciptakan SBI yang lebih optimal. Apalagi jika itu diterangkan dengan bahasa Inggris! Ibaratnya. melainkan meliputi berbagai hal yang terkait dengan peningkatan sekolah menuju sekolah yang bertaraf global. Bahkan beberapa mata pelajaran sukar dicerna oleh siswa walaupun itu diterangkan dengan bahasa Indonesia. Jika hal itu diterapkan pada anak yang sejak semula sudah bilingual (salah satu orangtuanya berasal dari negeri berbahasa Inggris dan bahasa Inggris sejak dini sudah dipakai berkomunikasi di rumah. baik internal maupun eksternal. program SBI akan menghadapi kendala yang tidak ringan. Ini tidak realistis. Apalagi jika mengingat bahwa program SBI memiliki korelasi erat dalam peningkatan kompetensi guru. Mereka harus pula memiliki relevansi antara kemampuan dengan mata pelajaran yang diampu. mereka tidak mempelajari bahasa Inggris secara mendalam dan penuh. mampu menggunakan ICT dalam mengajar. (*) . pengembangan sumber daya manusia (SDM). beban yang harus dipikul oleh siswa menjadi dua kali lipat alias ganda. baik pendidik maupun tenaga kependidikan. Semua itu makin mengindikasikan bahwa ilmu manajemen pendidikan kian dibutuhkan. tampaknya pengambil kebijakan patut merenungkan betapa pentingnya program manajemen pendidikan tersebut menuju SBI yang lebih optimal. berbagai pemikiran yang berkembang tentang bagaimana idealnya manajemen pendidikan perlu dipelajari dan dikaitkan dengan manajemen SBI. Esensi SBI sebenarnya tidak sekadar kepiawaian pengelola dan stakeholder berbahasa Inggris. Guru pun memikul beban ganda. berbarengan dengan bahasa Indonesia).

pattiro. .http://semarang.org/archives/675 pro kontra RSBI di smrg.

asli di kepualauan maluku.Pengertian Paragraf Eksposisi Ciriciri. kuncup bunganya yang belum terbuka ialah rempahnya yang penting. ciri-ciri Paragraf Eksposisi. pengembangan. ciri-ciri paragraf eksposisi.. kuncup bunganya yang berbentuk paku. dipakai di pulau jawa sebagai campuran tembakau.. lebih-lebih sesudah tahun 1915 dengan pesatnya perusahaan rokok kretek di kudus dan di tempat-tempat selain itu. Calon penerima bantuan tersebut ditentukan oleh aparat desa setempat dengan pengawasan dari pihak LSM. mengenai     Pengertian Paragraf Eksposisi. lansung saja ke TKP Pengertian Paragraf Eksposisi merupakan karangan yang bertujuan untuk menginformasikan tentang sesuatu sehingga memperluas pengetahuan pembaca. penelitian atau pengalaman.Jenis-jenis dan Contoh Paragraf Eksposisi Paragraf Eksposisi Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang Pengertian Paragraf Eksposisi beserta contoh . jenis-jenis Paragraf Eksposisi. Sumber karangan ini dapat diperoleh dari hasil pengamatan. contoh-contoh Paragraf Eksposisi. kadang-kadang sesudah digiling digunakan untuk mengharumkan kue. pohon yang tetap hijau. Paragraf Eksposisi tidak selalu terbagi atas bagian-bagian yang disebut pembukaan.Berikut ini jenis-jenis paragraf eksposisi beserta contoh Contoh Paragraf Eksposisi 1 (klasifikasi) Pemerintah akan memberikan bantuan pembangunan rumah atau bangunan kepada korban gempa. Bantuan pembangunan rumah atau bangunan tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. dan penutup. lalu. Karangan eksposisi bersifat ilmiah/nonfiksi. juga menghasilkan minyak uap yang digunakan sebagai bahan obat-obatan dan minyak wangi. Warga yang rumahnya rusak berat mendapat bantuan sekitar 30 juta.sysygium aromatikum (eugenia-carllophulinta). Hal ini sangat tergantung dari sifat karangan dan tujuan yang hendak dicapai. antara lain adalah :     berusaha menjelaskan tentang sesuatu gaya tulisan bersifat informatif fakta dipakai sebagai alat kontribusi fakta dipakai sebagai alt konkritasi Jenis-jenis paragraf eksposisi. Jika sudah dikeringkan. . disamping pengguanaan terpenting sebagai rempah-rempah. Warga yang rumahnya rusak ringan mendapat bantuan sekitar 10 juta. Contoh Paragraf Eksposisi 2 (ilustrasi) Cengkeh. Warga yang rumahnya rusak sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta.

bukan hanya ITS yang menawarkan rumah instan sehat untuk Aceh atau dikenal dengan Rumah ITS untuk Aceh (RI-A). akan tetapi. Contoh Paragraf Eksposisi 5 (proses) Sampai hari ke-8. bantuan untuk para korban gempa Yogyakarta belum merata.html . baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit. bahkan motonya “Pagi Pesan. kafeilmu. di Desa Piyungan.Contoh Paragraf Eksposisi 3 (perbandingan / pertentangan) Dilapangan. sedangkan udang windu sangat rentan dengan penyakit. Bedanya. Modelnya hampir sama. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Sore Huni”. Rp 20 juta untuk tipe 36. tetapi. Contoh Paragraf Eksposisi 4 (laporan) Sebenarnya. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah kurang merata. Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Departemen Pekerjaan Umum juga menawarkan “Risha” alias Rumah Instan Sederhana Sehat.com http://www. Contoh Paragraf Eksposisi 6 (definisi) Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen . Hal ini terlihat di beberapa wilayah Bantul dan Jetis. saat ini para petambak justru tengah memberikan benih udang vannamei. usianya dapat mencapai 50 tahun karena komponen struktur memakai beton bertulang. diperkuat pelat baja di bagian sambungannya.urni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. yaitu tahan dari berbagai penyakit. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. udang vannamei punya keunggulan. gampang dibongkarpasang.sentra-edukasi. Jika ada warga yang makan nasi. sistem struktur dan konstruksi Risha memungkinkan rumah ini berbentuk panggung.meski harganya lebih murah dari udang windu. Harga Risha sedikit lebih mahal. itu adalah sisasisa beras yang mereka kumpulkan di balik reruntuhan bangunan. warga Desa Piyungan hanya makan singkong.com/2009/11/karangan-paragraf-eksposisi. Misalnya. Sampai saat ini. Kekuatannya terhadap gempa juga telah diuji di laboratorium sampai zonasi enam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->